9 HURUF
Masukkan pertanyaan atau kata kunci dari pertanyaan ke kotak di bawah ini
| Kata | Petunjuk |
|---|---|
| AABINOMIN | Suku bangsa yang berasal dari atau mendiami wilayah Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua (9) |
| ABAKALIKI | Kota di Nigeria (9) |
| ABAKTINAL | Berkenaan dengan sisi tubuh yang tidak mengandung mulut; terletak jauh dari mulut (Zoologi) (9) |
| ABARPINTU | Alat untuk menutup pintu secara perlahan untuk mengurangi (menghilangkan) bunyi (benturan) (9) |
| ABATISASI | Pembasmian larva nyamuk dengan menggunakan abate (9) |
| ABDIDALEM | Pegawai keraton (Jawa) (9) |
| ABDIKASIM | Apa, bagaimana, di mana, kapan, siapa, dan mengapa (akronim) (9) |
| ABDOMINAL | Berhubungan dengan abdomen (9) |
| ABINITIUM | Dari permulaan (ungkapan/Hukum/Latin) (9) |
| ABIOGENIK | Berkaitan dengan abiogenesis; tanpa intervensi atau dukungan organisme (Biologi) (9) |
| ABIOTROFI | Gejala yang menunjukkan bahwa berbagai sel atau jaringan mencapai umur maksimum yang berbeda-beda (Biologi) (9) |
| ABITURIEN | Lulusan sekolah (terutama sekolah menengah tingkat atas) (9) |
| ABOOSPORA | Spora yang dihasilkan dari gamet betina yang tidak terbuahi (Biologi) (9) |
| ABREVIASI | Pemendekan bentuk sebagai pengganti bentuk yang lengkap; bentuk singkatan tertulis sebagai pengganti kata atau frasa (9) |
| ABSESGIGI | Abses yang disebabkan oleh infeksi bakteri dalam pulp gigi (9) |
| ABSORPTIF | Bersifat menyerap (9) |
| ABSTRAKSI | Proses atau perbuatan memisahkan; keadaan linglung (Psikologi); metode untuk mendapatkan kepastian hukum atau pengertian melalui penyaringan terhadap gejala atau peristiwa (Psikologi); proses pengurangan objek ke dalam esensinya sehingga hanya elemen yang penting saja yang direpresentasikan (Komputer dan Teknologi Informasi); penggunaan perangkat lunak khusus untuk melindungi perangkat lunak dari ketergantungan peranti atau kompleksitas yang mendasari perangkat lunak (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| ABUGAHARU | Serbuk yang dihasilkan melalui penggilingan atau penghancuran, sisa dari pembersihan atau pengerokan kayu gaharu (Kehutanan) (9) |
| ABUJELJIN | Tempat keramat di desa Karey, Maluku, yang tidak boleh dikunjungi oleh anak-anak karena dipercaya sebagai tempat leluhur yang menjelma menjadi ular besar, biasanya digunakan untuk meminta restu kepada leluhur sebelum upacara adat (9) |
| ABUKAJUNG | Perlakuan sewenang-wenang terhadap seseorang sebagai pelampiasan (Bugis) (9) |
| ABULHAYAT | Bapak kehidupan; hujan (9) |
| ABUMERANG | Abu hasil pembakaran merang, air rendamannya biasa digunakan untuk pewarna hitam alami makanan (Tata Boga) (9) |
| ABUQURQAS | Kota di Mesir (9) |
| ABUTULANG | Serbuk putih yang tertinggal sesudah tulang dibakar di udara terbuka (9) |
| ACEHBARAT | Kabupaten di Provinsi Aceh, ibu kotanya Meulaboh (9) |
| ACEHBESAR | Kabupaten di Provinsi Aceh, ibu kotanya Jantho (9) |
| ACEHTIMUR | Kabupaten di Provinsi Aceh, ibu kotanya Idi Rayeuk (9) |
| ACEHUTARA | Kabupaten di Provinsi Aceh, ibu kotanya Lhoksukon (9) |
| ACIACINYA | Seumpamanya; seandainya; kalau-kalau (9) |
| ACTUSREUS | Perbuatan yang melanggar undang-undang pidana (ungkapan Latin) (9) |
| ADAADANYA | Mana boleh; mungkinkah (9) |
| ADALABANG | Seni pertunjukan di Sumenep, Madura yang memadukan antara seni macapat, wayang gelagar, dan topeng dalang (Madura) (9) |
| ADAMSTOWN | Ibu kota Kepulauan Pitcairn (Inggris) (9) |
| ADANGIYAH | Kalimat pembuka pada surat berbahasa Jawa (9) |
| ADAPAZARI | Kota di Turki (9) |
| ADAPTABEL | Dapat menyesuaikan atau disesuaikan dengan kondisi dan keperluan tertentu (9) |
| ADAPTOGEN | Bahan tidak berbahaya yang mendorong peningkatan ketahanan tubuh untuk melawan racun (9) |
| ADASMANIS | Tanaman palawija yang buahnya dipakai sebagai obat, rasa dan baunya sedap; jintan manis (Pimpinella aromatica) (Botani) (9) |
| ADATRANAU | Salah satu kelompok adat di suku Lampung (9) |
| ADDAMAZIN | Kota di Sudan (9) |
| ADEMARAJA | Ketentuan atau peraturan yang dibuat oleh raja, seperti memberi ampun orang yang bersalah, tetapi berjasa bagi negeri pada masyarakat suku Bugis (9) |
| ADEMPAUZE | Kesempatan untuk beristirahat (Belanda) (9) |
| ADENOBLAS | Embrio sel kelenjar (Biologi) (9) |
| ADENOPATI | Pembesaran kelenjar getah bening; limfadenoma (9) |
| ADENOSINA | Senyawa adenina dan ribosa yang terdapat dalam asam nukleat dan molekul pembawa energi (Kimia); obat untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ADFLUVIAL | Berkenaan dengan migrasi antara danau dan sungai atau aliran sungai (9) |
| ADIABATIK | Keadaan dalam suatu sistem yang terjadi tanpa memperoleh atau kehilangan kalor (Fisika) (9) |
| ADIAFANUS | Mempunyai permukaan yang buram, tidak tembus cahaya (Biologi) (9) |
| ADIBAHASA | Penghargaan pemerintah yang diberikan kepada pemerintah provinsi yang mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, menjamin mutu penggunaan bahasa Indonesia di dalam dokumen resmi pemerintahan, mengembangkan dan menerapkan kebijakan kebahasaan dan kesastraan dalam bentuk peraturan perundang-undangan, serta mengembangkan dan melaksanakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan (9) |
| ADIBUDDHA | Tuhan Yang Maha Esa (biasanya didahului dengan sebutan Sang Hyang) (Agama Buddha) (9) |
| ADIBUSANA | Busana eksklusif untuk wanita yang dirancang oleh perancang terkemuka (9) |
| ADIDINGIN | Keadaan dengan suhu lebih rendah dari titik beku (9) |
| ADIHABLUR | Susunan atom yang teratur dalam larutan zadat yang membentuk kisi yang ditumbuhkan pada kisi larutan zadat normal (Fisika) (9) |
| ADIHANTAR | Keteradihantaran; sifat kebanyakan logam dan senyawa kimia pada suhu dekat nol mutlak sehingga daya hambat listriknya hilang dan menjadi diamagnetik kuat; superkonduktivitas (Fisika) (9) |
| ADIKEKISI | Kekisi atom lain di antara kekisi atom hablur aslinya, sebagaimana terlihat pada hasil difraksi sinar X oleh atom kekisi hablur itu (Fisika) (9) |
| ADIKKAKAK | Saudara kakak beradik (9) |
| ADIKKELAS | Siswa yang tingkatannya lebih rendah (9) |
| ADIKSEIBU | Adik dari satu ibu; adik berlainan ayah (9) |
| ADIKSIMBA | Apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana; asdikamba (9) |
| ADILCEVAZ | Kota di Turki (9) |
| ADILUHUNG | Tinggi mutunya (9) |
| ADINTERIM | Untuk sementara waktu (ungkapan Latin) (9) |
| ADISATRIA | Pahlawan super; adiwira (9) |
| ADISIONAL | Sebagai tambahan; ekstra (9) |
| ADITORIUM | Auditorium (9) |
| ADIWACANA | Kegiatan atau proses membuat pidato di ruang publik; seni komunikasi verbal yang efektif dengan penonton; wicara publik (9) |
| ADIWANGSA | Bangsa utama (mulia) (9) |
| ADIWASTRA | Sebutan untuk kain batik sebagai jenis kain unggulan (9) |
| ADIWICARA | Bersifat menonjolkan kepandaian berbicara (9) |
| ADIWIYATA | Penghargaan pemerintah yang diberikan kepada sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup (9) |
| ADJEKTIVA | Kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat (Linguistik) (9) |
| ADLIBITUM | Menurut keinginan (digunakan dalam tempo musik) (ungkapan Latin); konsumsi pakan dan air minum yang tidak terbatas (Peternakan) (9) |
| ADNAUSEAM | Sedemikian rupa sehingga memuakkan (ungkapan Latin) (9) |
| ADNOMINAL | Kata atau kelompok kata yang menerangkan nomina (Linguistik) (9) |
| ADOLESENS | Masa remaja (9) |
| ADRENALIN | Hormon yang dihasilkan dari ekstrak kelenjar suprarenal atau kelenjar adrenal; epinefrina (Biologi); hormon yang diperoleh dari kelenjar adrenal hewan atau hormon yang dibuat secara sintetis, digunakan dalam bentuk suntikan untuk menaikkan tekanan darah dan denyut jantung (Biologi) (9) |
| ADSORPTIF | Bersifat menjerap (9) |
| ADSTRATUM | Bahasa atau bentuk-bentuk bahasa yang memengaruhi bahasa lain yang lebih dominan (Linguistik) (9) |
| ADUBAGONG | Kegiatan mengadu babi hutan dengan anjing yang digelar di dalam sebuah arena (Sunda) (9) |
| ADULENGAN | Mengadu kekuatan (kiasan) (9) |
| ADUPANGUL | Menikah secara adat (Dayak) (9) |
| ADUUNTUNG | Mengadu untung; mencoba-coba berbuat, bekerja, dan sebagainya dengan harapan beroleh untung (nasib baik) (9) |
| ADVERBIAL | Berfungsi sebagai adverbia, tetapi tidak berinfleksi seperti adverbia biasa; bersifat atau berfungsi sebagai adverbia, misalnya frasa adverbial (Linguistik) (9) |
| AEKNIUNTE | Sajian berupa nasi dan ikan mas arsik serta gulai yang dibawa dan disajikan oleh pihak mertua (pihak hula-hula) sebagai kunjungan untuk cucu (pertama) yang dilahirkan oleh putrinya (Batak) (9) |
| AEROBATIK | Ketangkasan atau kecakapan berakrobat di udara (9) |
| AEROFOBIA | Fobia atau takut yang berlebihan pada terbang (karena memiliki pengalaman buruk dalam pesawat ketika terbang) (9) |
| AEROLOGIS | Berkenaan dengan aerologi (9) |
| AEROMETER | Alat untuk mengukur bobot atau kerapatan udara atau gas lain (9) |
| AEROMONAS | Marga bakteri suku Vibrionaceae, berbentuk batang lurus, motil, dengan ujung bundar, umumnya patogenik terhadap hewan laut dan air tawar (Biologi); mikroorganisme yang menyebabkab keracunan makanan (Pertanian) (9) |
| AEROMOVEL | Kereta api yang dijalankan dengan tenaga magnet di bagian bawahnya (9) |
| AEROPOLIS | Kawasan perkotaan di sekitar bandara yg dikembangkan untuk mendukung sistem logistik serta melayani pergerakan orang dan barang yang menggunakan jasa transportasi udara (9) |
| AEROPONIK | Pembudidayaan tanaman tanpa tanah (Biologi) (9) |
| AEROSISTA | Kantong udara pada ganggang (Biologi) (9) |
| AESANGEDE | Nama salah satu pakaian adat pengantin Palembang, Sumatra Selatan (9) |
| AESMARNAM | Orang yang bertugas untuk menombak penyu dari ketinting (Batuley) (9) |
| AFEIRAROM | Orang yang bertugas menimba air dari ketinting (Batuley) (9) |
| AFIDIKOLA | Hidup pada atau di tengah koloni kutu daun (Biologi) (9) |
| AFILIATOR | Orang yang berafiliasi; orang yang bertugas mempromosikan bisnis digital di internet dengan menggunakan media sosial dan tautan tertentu (9) |
| AFIRMATIF | Bersifat menguatkan atau mengesahkan (9) |
| AFORTIORI | Lebih-lebih lagi (ungkapan Latin) (9) |
| AFTOVIRUS | Virus penyebab penyakit mulut dan kuku pada ternak (9) |
| AGALAKSIA | Dalam keadaan tidak keluarnya air susu (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| AGAMAISME | Paham yang sangat menjunjung tinggi suatu agama sehingga melupakan inti dari ajaran agama itu sendiri (9) |
| AGAMAWADI | Agama yang merupakan hasil ciptaan akal dan perilaku manusia; agama budaya (9) |
| AGAMOBIUM | Fase aseksual dalam suatu daur pergiliran generasi (Biologi) (9) |
| AGAMOGONI | Perkembangbiakan aseksual melalui perkembangan suatu individu baru dari satu sel (Biologi) (9) |
| AGAMOTROP | Bunga yang tidak menguncup lagi, sekali mekar (Biologi) (9) |
| AGARIKOLA | Hidup pada cendawan (Biologi) (9) |
| AGBOVILLE | Kota di Pantai Gading (9) |
| AGENBEBAS | Atlet profesional yang bebas untuk menandatangani kontrak dengan klub mana pun (9) |
| AGENGANDA | Mata-mata yang dipekerjakan oleh dua negara, perusahaan, dan sebagainya yang saling bermusuhan (9) |
| AGENKARGO | Agen yang mengurus pemuatan barang yang diangkut dengan kapal laut atau pengangkut lain; agen muatan (9) |
| AGENKLAIM | Agen yang diberi kuasa oleh perusahaan asuransi untuk membayar kerugian yang diderita oleh tertanggung (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| AGENRESMI | Agen yang secara resmi ditunjuk perusahaan untuk melakukan pelayanan, penjualan, dan menerima pengaduan pelanggan (9) |
| AGEOSHIMO | Kota di Jepang (9) |
| AGERPRESS | Kantor berita Rumania (9) |
| AGIHTAGAN | Membagikan kembali ke orang lain barang yang telah diterima (Melayu Riau) (9) |
| AGIOSAHAM | Kekayaan bersih perusahaan yang berasal dari penilaian atau penjualan saham di atas nilai pari (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| AGLAONEMA | Tanaman hias dari suku talas-talasan, banyak tumbuh di hutan hujan tropis, batangnya tidak berkambium, daunnya lebar, warnanya bermacam-macam (9) |
| AGLOMERAT | Gumpalan batuan yang terdiri atas komponen batu bersudut, batu bulat, atau kerikil yang pekat menjadi satu karena adanya bahan perekat (misalnya tanah liat); batuan sedimen atau batuan endapan vulkanis yang diikat oleh abu kepundan (Geografi dan Geologi) (9) |
| AGLUTINAT | Lekatan bersama menjadi massa, digunakan sebagai tes untuk mengetahui apakah darah seseorang yang sehat dapat dipindahkan ke dalam tubuh seseorang yang sakit (Kimia) (9) |
| AGLUTININ | Substansi yang dapat menyebabkan penggumpalan bakteri atau sel darah merah (Biologi); sekumpulan senyawa yang terbentuk dalam darah akibat inokulasi atau infeksi bakteri yang dapat menyebabkan penggumpalan bersama bakteri itu (Kimia) (9) |
| AGNIHOTRA | Yajna (kurban suci) yang dipersembahkan kepada dewa api (Agama Hindu); ritual melingkari kobaran api sebagai bentuk penghormatan kepada dewa api (Agama Hindu) (9) |
| AGONISTIK | Perilaku yang meliputi sikap untuk berkelahi, melarikan diri, atau menyerang (Biologi) (9) |
| AGRAFOBIA | Fobia terhadap kekerasan seksual (Psikologi) (9) |
| AGREGATIF | Bersifat agregasi (9) |
| AGRIOLOGI | Pengkajian sejarah dan adat istiadat suku primitif (Antropologi) (9) |
| AGRIOTIPE | Tipe leluhur yang liar (Biologi) (9) |
| AGROINPUT | Sarana produksi pertanian berupa bibit, pupuk, obat-obatan, dan lain-lain (9) |
| AGROKIMIA | Bahan kimia untuk pertanian, misalnya insektisida (9) |
| AGROMANIA | Maniak terhadap segala hal yang terkait dengan pertanian (Psikologi) (9) |
| AGRONOMIK | Berhubungan dengan agronomi (9) |
| AGRONOMIS | Berhubungan dengan agronomi; agronomik (9) |
| AGROPOLIS | Kota yang berwawasan pertanian (9) |
| AGUACHICA | Kota di Kolumbia (9) |
| AGUSTUSAN | Perihal perayaan hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus (9) |
| AHISTORIS | Berlawanan dengan sejarah (9) |
| AHLIAGAMA | Orang yang mendalami ilmu agama dan ketuhanan; ulama; alim (9) |
| AHLIBEDAH | Dokter ahli dalam hal membedah (operasi) (9) |
| AHLIGEMPA | Ahli seismologi (9) |
| AHLIHADIS | Orang yang ahli dalam seluk-beluk hadis; orang yang berpegang pada hadis; pemegang hadis (9) |
| AHLIHUKUM | Orang yang mahir dalam ilmu hukum (9) |
| AHLIKITAB | Orang-orang yang berpegang pada ajaran kitab suci selain Al-Qur'an (9) |
| AHLIKUBUR | Orang-orang yang telah meninggal; penghuni kubur (9) |
| AHLIKULIT | Dokter yang menangani penyakit dan perawatan kulit (9) |
| AHLIMADYA | Tingkatan yang dicapai oleh seseorang yang telah menyelesaikan program diploma III di perguruan tinggi (9) |
| AHLIMEDIA | Seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas dalam media pendidikan (9) |
| AHLINUJUM | Orang yang pandai meramalkan sesuatu dengan melihat bintang; orang yang pandai meramal nasib orang dengan melihat tapak tangan dan sebagainya (9) |
| AHLIPIKIR | Orang yang memiliki kemampuan pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya; ahli filsafat; filsuf (9) |
| AHLIRUMAH | Keluarga seisi rumah (9) |
| AHLISIHIR | Orang yang memiliki dan menguasai ilmu sihir; juru teluh (9) |
| AHLISUFAH | Orang yang turut hijrah bersama Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah dengan membawa harta seadanya dalam keadaan serba kurang (9) |
| AHLISULUK | Orang yang menganut dan melaksanakan tarekat tertentu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan (9) |
| AHLISUNAH | Kaum muslimin yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. (9) |
| AHLITETAS | Orang yang mempunyai keahlian dalam bidang penetasan telur (9) |
| AHLIWARIS | Orang yang berhak menerima warisan (harta pusaka) (9) |
| AHLULBAIT | Ahli bait; keluarga terdekat Nabi Muhammad saw (Arab) (9) |
| AHLUNUJUM | Ahli nujum (Arab) (9) |
| AHLUSULUK | Ahli suluk (Arab) (9) |
| AHLUSUNAH | Ahli sunah (waljamaah) (Arab) (9) |
| AHMEDABAD | Kota di India (9) |
| AIGIALIUM | Komunitas pantai; agium (Biologi) (9) |
| AIRABUABU | Limbah rumah tangga (seperti air dari wastafel atau kamar mandi) yang tidak mengandung kontaminan tinggi; air kelabu (9) |
| AIRAERIAL | Semua bentuk air dalam atmosfer (Biologi) (9) |
| AIRALKALI | Air mineral yang mengandung bikarbonat dari natrium (Kimia); perairan dengan derajat keasaman di atas 8 (Kimia) (9) |
| AIRANGGUR | Minuman yang dibuat dari buah anggur (9) |
| AIRBAWAAN | Air yang terikat di dalam celah batuan sedimen ketika terjadi pengendapan sedimen (Pertanian) (9) |
| AIRBERSIH | Air tawar yang memenuhi syarat kesehatan (9) |
| AIRGEDANG | Air yang berwarna merah dari tanah gambut (Melayu Riau) (9) |
| AIRHABLUR | Air untuk memurnikan padatan yang masih kotor; air kristalisasi (Kimia) (9) |
| AIRHIDUNG | Ingus (9) |
| AIRKELABU | Limbah rumah tangga (seperti air dari wastafel atau kamar mandi) yang tidak mengandung kontaminan tinggi; air abu-abu (9) |
| AIRKELING | Air pasang yang besar (9) |
| AIRLANGGA | Raja pertama Kahuripan, memerintah pada tahun 1019-1045 Masehi (9) |
| AIRLEDING | Air dari saluran perusahaan air minum (9) |
| AIRLIMBAH | Air yang membawa dan mengandung bahan buangan berbagai kegiatan penduduk atau pabrik (9) |
| AIRMADIDI | Ibu kota Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara (9) |
| AIRMANCUR | Air yang memancar dari sumber air alami maupun buatan (9) |
| AIRMATANG | Air yang sudah dimasak, biasanya untuk diminum (9) |
| AIRMINDED | Berminat pada hal-hal yang berkenaan dengan penerbangan (ungkapan/Inggris) (9) |
| AIRNORMAL | Air laut yang digunakan sebagai ukuran perbandingan dalam pengukuran klorinitas air, misalnya air laut dengan cara titrasi (Hidrometeorologi) (9) |
| AIRPASANG | Air naik (tentang laut); air bena (9) |
| AIRPERMEN | Larutan jenuh minyak permen dalam air (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| AIRPRIMER | Air yang terdapat dalam suatu batuan sejak waktu pembentukan batuan itu (Hidrologi) (9) |
| AIRSELERA | Air liur (tanda nafsu makan) (9) |
| AIRSERANI | Air yang dipakai untuk upacara pembaptisan (Agama Kristen) (9) |
| AIRSULING | Air hasil penyulingan (dijadikan uap dan disejukkan kembali) (9) |
| AIRTALKIN | Air yang disiramkan ke atas jenazah dalam kubur sebelum orang membaca talkin (Agama Islam) (9) |
| AIRTENANG | Saat antara timbulnya arus air pasang dan arus air surut; air perbani (Pelayaran) (9) |
| AIRTERJUN | Aliran air melewati jeram hingga air jatuh bebas ke dasar sungai (lereng, lembah); curug (9) |
| AIRTIMPAS | Air surut yang serendah-rendahnya (9) |
| AJACIEDEN | Julukan klub sepak bola Ajax Amsterdam, Belanda, juara 4 kali Liga Champions UEFA (9) |
| AJALSAMAR | Kematian tidak wajar karena terbunuh, kecelakaan, dan sebagainya (9) |
| AJIGINENG | Pengetahuan mengenai teknik bersanggama (Jawa) (9) |
| AJIPUTERI | Gelar kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara untuk putri Sultan (9) |
| AJISULTAN | Gelar kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara untuk penyebutan nama Sultan bagi kerabat kerajaan (9) |
| AKADEMISI | Orang yang berpendidikan tinggi; anggota akademi (9) |
| AKADNIKAH | Pelaksanaan nikah dengan ijab dan kabul (9) |
| AKADSALAM | Akad pembiayaan suatu barang dengan cara pemesanan dan pembayaran harga yang dilakukan terlebih dahulu dengan syarat tertentu yang disepakati (Keuangan) (9) |
| AKALBUAYA | Akal (pen)jahat (kiasan) (9) |
| AKALBULUS | Tipu muslihat yang licik; tipu muslihat yang licik (9) |
| AKALBUSUK | Tipu muslihat untuk memperdaya orang lain atau berbuat kejahatan (kiasan) (9) |
| AKALSEHAT | Pikiran yang baik dan normal (kiasan) (9) |
| AKARANGIN | Tumbuhan sejenis kerak, hidup menempel pada pohon lain, tetapi tidak merugikan, hidup di daerah dengan kelembapan tinggi, dimanfaatkan sebagai obat; kayu angin; jenggot resi (Usnea barbata) (9) |
| AKARAPUNG | Akar tumbuhan sebagai alat untuk mengapung, seperti pada eceng gondok (9) |
| AKARBAHAR | Tumbuhan laut, biasanya dibuat gelang tangan untuk mencegah penyakit sengal; hewan laut yang menyerupai tumbuhan dan hidup di dasar laut, biasanya dibuat gelang sebagai simbol kekuatan seseorang (Euplexaura sp.) (9) |
| AKARBANAR | Liana yang batangnya berduri, daunnya menjorong sampai melonjong, perbungaan memayung, buahnya bulat dan berwarna hijau, tumbuh di bioma subtropis, tersebar dari India sampai Filipina; banar babi; kijil (Smilax luzonensis) (9) |
| AKARBELIT | Akar yang keluar dari batang di atas tanah dan berfungsi untuk memanjat dengan melilit penunjangnya (9) |
| AKARDAGUN | Liana yang daunnya menjorong berhadapan, bunga dan buah seperti melinjo, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Semenanjung Thailand sampai Sumatra, bijinya dapat dimakan setelah direbus; telinak; akar putat (Gnetum tenuifolium) (9) |
| AKAREMBUN | Tumbuhan memanjat (Lecananthus erubescens) (9) |
| AKARGAMAT | Tumbuhan menjalar, panjang mencapai 5 m, daunnya berbentuk jantung, digunakan dalam perawatan rambut, untuk mencegah kerontokan; akar kelempinang (Pericampylus glaucus) (9) |
| AKARGANDA | Akar suatu persamaan yang berulang kali (Matematika) (9) |
| AKARIOSIT | Sel darah merah (Biologi) (9) |
| AKARISIDA | Zat beracun pembasmi tungau (Kimia) (9) |
| AKARKUBIK | Bilangan yang jika dikalikan dua kali dengan bilangan itu sendiri menghasilkan suatu bilangan tertentu, misalnya 3 adalah akar kubik 27 (Matematika) (9) |
| AKARLARAK | Tumbuhan menjalar yang dapat dipakai sebagai alat pengikat apabila sudah kering (9) |
| AKARLAYAK | Tumbuhan memanjat, panjang hingga 10 m, batangnya liat dan awet, digunakan sebagai tali pengikat rakit; akar layak; kalak (Uvaria purpurea) (9) |
| AKARLEKAT | Akar yang keluar dari buku batang dan berfungsi melekatkan tumbuhan itu pada penunjangnya, misalnya pada sirih (9) |
| AKARLUPUK | Terna yang daunnya membundar telur, buahnya seperti markisa kecil beralur dan beracun, tumbuh di bioma tropis basah, akarnya digunakan untuk mengobati sakit perut; akar patuk manuk (Adenia heterophylla) (Biologi) (9) |
| AKARLUTUT | Akar atau bagian akar yang tumbuh ke udara, membengkok, dan masuk lagi ke dalam tanah (sehingga membentuk gambaran seperti lutut) serta berfungsi untuk pernapasan, terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah payau, seperti pada Bruguiera parviflora (9) |
| AKARMANIS | Tanaman herba yang tingginya mencapai 1 m, bunganya berwarna biru hingga ungu, akarnya digunakan untuk mengobati penyakit tukak lambung, darah tinggi, dan batuk (Glycyrrhiza Glabra L.) (9) |
| AKARNAPAS | Akar yang keluar secara tegak lurus dari akar yang terbenam dalam tanah dan berfungsi untuk pernapasan, misalnya pada pedada (9) |
| AKAROFILI | Hubungan simbiosis antara tumbuhan dengan tungau (Biologi) (9) |
| AKAROLOGI | Ilmu yang mempelajari seluk-beluk kehidupan tungau dan caplak (Biologi) (9) |
| AKARPAHIT | Pohon kecil berdaun membundar telur sungsang, bunga berwarna putih, buah membulat berwarna putih, berdaun dan berakar pahit, digunakan untuk mengobati infeksi mata, malaria, dan sembelit (Scaevola taccada) (Botani) (9) |
| AKARPAKIS | Tumbuhan jenis pakis, daun mudanya dapat dimasak untuk sayur; lemidi (Stenochlaena palustris) (9) |
| AKARPAPAN | Akar yang menganjur ke luar menyerupai dinding penopang pohon (pada pangkal pohon, seperti pada pohon kenari dan beringin); banir (9) |
| AKARPARSI | Tumbuhan Liliaceae, ujung akar tunggalnya (rebung) dibuat sayur, terutama yang belum terkena sinar matahari, berwarna putih, lunak, dan gemuk; asperses; sepersi; asparagus (Asparagus officinalis) (9) |
| AKARPUSAT | Akar yang langsung tumbuh dari tudung akar (9) |
| AKARPUTAT | Liana yang daunnya menjorong berhadapan, bunga dan buah seperti melinjo, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Semenanjung Thailand sampai Sumatra, bijinya dapat dimakan setelah direbus; akar dagun; telinak (Gnetum tenuifolium) (Botani) (9) |
| AKARRESAM | Tumbuhan jenis paku atau pakis; paku rotan; bengkawang (Gleichenia linearis) (9) |
| AKARSERAU | Akar gerip putih (9) |
| AKARTIKUS | Perdu yang mengandung getah, tinggi mencapai 1 m, jika dipatahkan batangnya mengeluarkan cairan jernih, bunganya berwarna putih, buahnya yang masak berwarna hitam, akarnya digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit; akar sepuluh; pulai pandak (Rauwolfia serpentina) (9) |
| AKARUDARA | Akar yang tumbuh dari bagian batang di atas tanah dan menggantung di udara (9) |
| AKARWANGI | Tumbuhan rumput-rumputan, tinggi hingga 2,5 m, akarnya berbau harum, biasanya dibuat kipas atau ditaruh di antara pakaian; narwastu (Andropogon zizanioides) (9) |
| AKBARABAD | Kota di Iran (9) |
| AKHIRKATA | Kesimpulannya; akhirnya (9) |
| AKIBATNYA | Akhirnya; hasilnya; kesudahannya (9) |
| AKILBALIG | Tahu membedakan baik dan buruk (laki-laki berumur 15 tahun ke atas); cukup umur; cukup akalnya; dewasa (9) |
| AKMATOANG | Rangkaian upacara pernikahan di Makassar, orang tua pengantin wanita menemui dan membawakan hadiah untuk orang tua pengantin laki-laki berupa kain sarung, bahan baju, dan sebagainya (9) |
| AKOMODASI | Sesuatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan, misalnya tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yang bepergian; penyesuaian mata untuk menerima bayangan yang jelas dari objek yang berbeda (Biologi); nyesuaian manusia dalam kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik (Antropologi); kamar atau ruang tempat tinggal awak kapal atau penumpang kapal (Pelayaran); penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan (Sosiologi) (9) |
| AKONITASE | Enzim yang berlaku sebagai katalis dalam reaksi timbal balik asam sitrat dan asam isositrat (Biologi) (9) |
| AKROBATIK | Pertunjukan atau peragaan yang dilakukan seorang pemain akrobat; pertunjukan hebat dan mengagumkan berkenaan dengan ketangkasan (9) |
| AKROBATIS | Bersifat akrobat (9) |
| AKRODINIA | Penyakit kronis akibat keracunan merkurium pada bayi atau balita (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| AKROFOBIA | Fobia berada di tempat yang tinggi (Psikologi) (9) |
| AKROMANIA | Kesukaan yang sangat berlebihan dalam menciptakan akronim (Psikologi) (9) |
| AKROMATIK | Bersifat dapat meneruskan cahaya tanpa menguraikan cahaya itu menjadi warna-warna pembentuknya; tanpa warna, tidak berpigmen (Biologi) (9) |
| AKROMATIN | Bagian dasar inti sel yang tidak menyerap zat pewarna (Biologi) (9) |
| AKROMETER | Alat untuk mengukur kerapatan minyak (Teknik) (9) |
| AKROPETAL | Terbentuk secara berurutan dari bagian dasar ke arah ujung sehingga bagian ujung merupakan yang termuda (Biologi) (9) |
| AKROPOLIS | Puncak suatu kota pada zaman Yunani Kuno, biasanya dijadikan sebagai lokasi kuil pemujaan dewa atau dewi utama (Arsitektur) (9) |
| AKROSPORA | Spora ujung; cara rentangan spora bersel banyak yang membanjar dari pangkal ke ujung (Biologi) (9) |
| AKSARAHAN | Aksara morfemis yang menurunkan huruf kanji, pertama kali digunakan oleh suku Han yang mendiami lembah Sungai Kuning pada masa primitif (9) |
| AKSARAWAN | Orang yang mampu membaca dan menulis (9) |
| AKSELERAN | Zat yang digunakan untuk mempercepat suatu proses (Kimia) (9) |
| AKSEPBANK | Surat wesel yang diterima oleh bank dan digunakan sebagai pembayaran dalam transaksi dagang atau untuk dipinjamkan sebagai modal usaha (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| AKSEPTASI | Penerimaan; pembenaran; penerimaan secara umum makna suatu kata atau pemahaman konsep makna suatu kata (atau konsep) yang umum diterima (9) |
| AKSESIBEL | Terakses; mudah diakses; dapat diakses (9) |
| AKSESJAUH | Tautan yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan akses ke komputer atau jaringan dari lokasi jauh (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| AKSIJARAH | Tindakan menjarah (9) |
| AKSIOLOGI | Kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia; kajian tentang nilai, khususnya etiket (9) |
| AKSITUNDA | Pengoperasian sesuatu setelah jangka waktu yang telah ditentukan (9) |
| AKTAHIBAH | Akta yang berisi persetujuan atas penyerahan suatu benda dengan cuma-cuma dan tidak dapat ditarik kembali (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| AKTANIKAH | Surat tanda bukti yang berisi keterangan tentang pernikahan seseorang (Hukum) (9) |
| AKTINISME | Radians terhadap perubahan kimia yang diakibatkan oleh radiasi (Kimia) (9) |
| AKTINOLIT | Varietas mineral hornblenda (Kimia) (9) |
| AKTIVATOR | Zat penyebab aksi enzim; zat yang merangsang perkembangan jaringan embrio atau otot (Biologi) (9) |
| AKTIVISME | Kegiatan (para) aktivis; doktrin yang menekankan perlunya tindakan kekerasan untuk mencapai tujuan politik (Politik dan Pemerintahan); aliran ekspresionisme yang berpandangan bahwa drama harus dapat mencari pemecahan realistis mengenai masalah sosial (Kesenian) (9) |
| AKTIVITAS | Keaktifan; kegiatan; kerja atau salah satu kegiatan kerja yang dilaksanakan dalam tiap bagian di dalam perusahaan (9) |
| AKTORLAGA | Aktor yang berperan dalam film laga (9) |
| AKUAFALFA | Daerah yang permukaan air tanahnya tinggi (9) |
| AKUAMARIN | Beril bening yang hijau kebiruan; hijau kebiruan (9) |
| AKUAPONIK | Cara bercocok tanam dengan menggunakan perpaduan antara budi daya ikan dan hidroponik (9) |
| AKUDUKTUS | Guratan yang berbentuk seperti luka yang disebabkan oleh goresan jarum (9) |
| AKUMULASI | Pengumpulan; penimbunan; penghimpunan; tambahan periodik suatu dana dari bunga atau tambahan lain pada tambahan laba neto pada laba yang ditahan (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| AKUNBIAYA | Sekelompok akun yang disusun untuk mencatat berbagai aktivitas produksi dan sering kali juga aktivitas distribusi (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| AKUNHARTA | Akun untuk suatu aktiva tetap (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| AKUNTABEL | Dapat dipertanggungjawabkan (9) |
| AKUNTANSI | Teori dan praktik perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman (kebiasaan), dan semua kegiatannya (Manajemen); hal yang berhubungan dengan akuntan (Manajemen); seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi (Manajemen) (9) |
| AKUPRESUR | Pengobatan dengan teknik pemijatan yang menggunakan ibu jari atau ujung jari di titik-titik tertentu pada tubuh seseorang untuk merangsang titik-titik energi (9) |
| ALABANGKA | Sepotong besi yang tajam ujungnya (untuk menggali tanah yang keras, membelah batu, dan sebagainya); linggis; perejang (9) |
| ALAIBELAI | Bujukan (9) |
| ALAJAYLAT | Kota di Libya (9) |
| ALAMARWAH | Alam tempat arwah berada sesudah orang meninggal (9) |
| ALAMBESAR | Alam yang luas ini (9) |
| ALAMDUNIA | Alam yang bersifat sementara dan tidak kekal; alam fana (9) |
| ALAMKABIR | Alam besar; alam semesta; makrokosmos (9) |
| ALAMKECIL | Alam kehidupan manusia, makhluk hewani dan nabati; alam sagir; mikrokosmos (9) |
| ALAMKEKAL | Tempat kekal roh (zat hidup) manusia yang telah meninggal; alam baka; akhirat (9) |
| ALAMKUBUR | Alam barzakh; alam samar (9) |
| ALAMMISAL | Tempat kehidupan makhluk lain di alam yang merupakan gambaran dari bentuk sebenarnya di alam asalnya atau aslinya (9) |
| ALAMRAHIM | Alam pada saat manusia masih dalam kandungan ibu; kantong peranakan; kandung; gua garba (9) |
| ALAMSAGIR | Alam kehidupan manusia, makhluk hewani dan nabati; alam kecil; mikrokosmos (9) |
| ALAMSAMAR | Alam barzakh; alam kubur (9) |
| ALANGGAYA | Layang-layang yang dibuat dari kayu, berbentuk seperti ikan, digunakan untuk menarik perhatian ikan tuna (Gorontalo) (9) |
| ALANGHARI | Hari biasa (bukan hari pekan) (9) |
| ALASBEDAK | Kosmetik yang dipakai sebagai alas atau dasar sebelum merias wajah (9) |
| ALASBUNGA | Dasar bunga (bagian bunga yang sebelah bawah) (9) |
| ALASCAWAN | Lapik cangkir (9) |
| ALASDALAM | Pelat yang menutup sisi dalam dasar berganda dari kapal (Pelayaran) (9) |
| ALASEROSI | Permukaan tanah terendah yang dapat tererosi oleh aliran air (Geografi dan Geologi) (9) |
| ALASGURUN | Lapisan kerikil atau batu yang ditinggalkan di atas permukaan di daerah gurun pasir setelah mineral yang halus dilenyapkan oleh erosi angin (9) |
| ALASKUBUR | Orang yang memikul kesalahan (kerugian dan sebagainya) orang lain (kiasan) (9) |
| ALASLEHER | Lubang pada baju tempat leher (9) |
| ALASPERUT | Makanan yang pertama sekali dimakan pada pagi hari sekadar pencegah masuk angin (9) |
| ALASRUMAH | Dasar (fondasi) rumah (9) |
| ALASTIDUR | Tikar, kain, dan sebagainya yang digunakan sebagai lapik ketika tidur; alas untuk tidur hewan ternak yang diberikan pada waktu menjelang melahirkan atau pada hewan ternak sakit, biasanya berupa jerami atau rumput kering (Peternakan) (9) |
| ALASTILAM | Kain penutup tilam (9) |
| ALASWAYAH | Tanah yang belum dikerjakan atau dibuka (9) |
| ALATBERAT | Alat yang digunakan pada proyek berskala besar untuk menggali, memecah, dan memindahkan tanah dan material lain (9) |
| ALATBIDIK | Alat yang dipasang pada busur, digunakan untuk membidik sasaran (9) |
| ALATBUKTI | Hal atau benda yang digunakan sebagai bukti dalam suatu perkara (9) |
| ALATHUKUM | Aparat atau petugas yang bertugas dalam penegakan hukum (9) |
| ALATMASAK | Alat yang digunakan untuk memasak (9) |
| ALATMUSUH | Orang (golongan, organisasi, partai politik) yang diperalat oleh pihak lain untuk mengkhianati golongan, bangsa, atau negara sendiri (9) |
| ALATPERUM | Alat untuk mengukur kedalaman perairan atau laut (9) |
| ALATRAJAH | Alat untuk memberi tanda nomor (identifikasi) (9) |
| ALATTENUN | Perkakas untuk menenun benang menjadi kain (9) |
| ALATTETAS | Alat yang berfungsi untuk menetaskan telur dilengkapi dengan pengatur suhu (9) |
| ALATTULIS | Alat yang digunakan untuk menulis atau menoreh (9) |
| ALATVITAL | Alat yang memiliki fungsi sangat penting, seperti jantung (pada organ tubuh) dan rem (pada kendaraan); bagian mesin (pesawat, pabrik, dan sebagainya) yang sangat penting fungsinya; alat kelamin; alat yang memiliki fungsi sangat penting, seperti jantung (pada organ tubuh) dan rem (pada kendaraan) (9) |
| ALBAIULIA | Kota di Rumania (9) |
| ALBAQARAH | Surah kedua dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (9) |
| ALBINISME | Kondisi genetis yang tidak sempurna yang menyebabkan organisme tidak dapat membentuk pigmen (9) |
| ALBUGINEA | Zat serat putih dari bola mata dan organ lain (Kimia) (9) |
| ALBUKAMAL | Kota di Suriah (9) |
| ALBUMINAT | Senyawa albumin dengan zat lain yang sering bersifat basa (Kimia) (9) |
| ALBUMMINI | Rekaman yang isinya lebih dari satu lagu, tetapi belum terlalu banyak untuk menjadi sebuah album, biasanya terdiri atas 4-5 lagu, berdurasi sekitar 10-30 menit (9) |
| ALBURAYMI | Kota di Oman (9) |
| ALDAKHURA | Peralatan penindakan huru-hara (akronim) (9) |
| ALDEBARAN | Bintang yang paling terang dalam rasi Taurus (Astronomi) (9) |
| ALDERSHOT | Kota di Inggris (9) |
| ALEKAWANG | Alam tengah dalam mitos Bugis (9) |
| ALELAMORF | Alel tidak beroperasi sehingga tidak memengaruhi penampilan fenotipe (Biologi) (9) |
| ALELGANDA | Seri alel dalam lokus yang serupa dari kromosom homolog pada ras yang berkerabat (Biologi) (9) |
| ALELOMORF | Campuran isomer dalam larutan yang mula-mula memisah atau menghablur ke luar (Kimia); satu dari dua atau lebih zat sebentuk yang terdiri atas atom sama yang bervalensi sama, tetapi berbeda dalam pengikatan (Kimia); salah satu pasangan gen yang tidak serupa yang menempati satu bagian tertentu pada kromosom (Biologi) (9) |
| ALELOPATI | Penghambatan pertumbuhan suatu spesies tumbuhan karena pelepasan zat racun (Biologi) (9) |
| ALELOTIPE | Frekuensi alel dalam populasi yang bertangkar (Biologi) (9) |
| ALELTETRA | Sifat poliploid yang memiliki empat alel berbeda pada lokus tertentu (9) |
| ALERGENIK | Bersifat atau mengandung alergen (9) |
| ALETOFILI | Hidup subur di pinggir jalan atau di pinggir jalur rel kereta api (Biologi) (9) |
| ALFABETIS | Tersusun menurut abjad (9) |
| ALFAHAHIL | Kota di Kuwait (9) |
| ALFATIHAH | Surah pertama dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (9) |
| ALGAMERAH | Jenis alga yang memiliki kandungan kalsium tinggi, dapat digunakan sebagai suplemen makanan untuk mencegah tulang keropos (Lithothamnion calcareum) (9) |
| ALGECIRAS | Kota di Spanyol (9) |
| ALGOFOBIA | Fobia terhadap rasa sakit, baik merasakan, menyebabkan, atau melihat seseorang kesakitan (Psikologi) (9) |
| ALGOMETER | Alat untuk mengukur kepekaan terhadap rasa nyeri (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ALGORITMA | Prosedur sistematis untuk memecahkan masalah matematis dalam langkah-langkah terbatas; urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah (Manajemen) (9) |
| ALGUEIRAO | Kota di Portugal (9) |
| ALHASAKAH | Kota di Suriah (9) |
| ALHIJAMAH | Bekam (9) |
| ALHOCEIMA | Kota di Maroko (9) |
| ALIGAYAFE | Lemas karena digelitik (Nias) (9) |
| ALIGUDARZ | Kota di Iran (9) |
| ALIHHURUF | Penggantian huruf demi huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain (terlepas dari lafal bunyi kata yang sebenarnya); alih aksara (9) |
| ALIHKECEK | Tukar percakapan (mempercakapkan perkara lain) (9) |
| ALIHKODAL | Pengalihan komando dan pengendalian (akronim) (9) |
| ALIHPAKET | Proses pengiriman informasi secara otomatis dari satu komputer di dalam jaringan ke komputer lainnya berupa pengalihan informasi dari satu saluran komunikasi ke saluran lainnya sampai mencapai tujuan yang telah ditentukan (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| ALIHRAGAM | Perubahan rupa (bentuk, sifat, fungsi, dan sebagainya); transformasi (9) |
| ALIHSAKIT | Teknik untuk mengurangi rasa sakit dengan menciptakan rasa sakit lain (9) |
| ALIHSUARA | Mengalihsuarakan; pengubahan atau penggantian dari suara bahasa yang satu ke suara bahasa yang lain (9) |
| ALIHTANAM | Cara membiakkan pohon (tanaman) dengan menempelkan tunas tanaman ke pohon (tanaman) yang lain (9) |
| ALIHTUGAS | Pindah jabatan atau pekerjaan dari instansi yang satu ke instansi lain atau dalam instansi yang sama (9) |
| ALIMBUANE | Mabuk karena makan sirih yang terlalu banyak pinangnya (Nias) (9) |
| ALIMENTER | Alat yang berkenaan dengan makanan atau gizi (9) |
| ALIMULAMA | Orang-orang pandai dalam pengetahuan agama Islam (9) |
| ALISIKLIK | Mempunyai susunan atom karbon dalam lingkar tertutup, tetapi dengan sifat alifatik (tentang senyawa) (Kimia) (9) |
| ALITERASI | Sajak awal (untuk mendapatkan efek kesedapan bunyi) (Sastra); pengulangan bunyi konsonan dari kata-kata yang berurutan (Sastra) (9) |
| ALIWADALA | Penganan yang terbuat dari adonan ubi kayu parut, bawang putih, dan garam, diremas sedikit dan dipipihkan, kemudian digoreng dan dibalut gula merah (Gorontalo) (9) |
| ALKAFIRUN | Surah ke-109 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (9) |
| ALKALEMIA | Kelebihan alkali di dalam darah (Kimia) (9) |
| ALKALOSIS | Penyimpangan dari kesetimbangan asam basa yang normal dalam tubuh karena suatu gangguan (Kimia); kadar alkali yang tinggi di jaringan tubuh yang menyebabkan kram (Kimia) (9) |
| ALKESPREV | Alat kesehatan preventif (akronim) (9) |
| ALKHANKAH | Kota di Mesir (9) |
| ALKOHOLIK | Mengandung alkohol; beralkohol; berkaitan dengan alkohol; orang yang kecanduan alkohol (9) |
| ALLAHABAD | Kota di India (9) |
| ALLAHUMMA | Allahuma (9) |
| ALLENTOWN | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ALMAMATER | Perguruan tinggi atau akademi tempat mahasiswa pernah belajar dan menyelesaikan pendidikannya (9) |
| ALMANAQIL | Kota di Sudan (9) |
| ALMANSHAH | Kota di Mesir (9) |
| ALMAYADIN | Kota di Suriah (9) |
| ALMITHNAB | Kota di Arab Saudi (9) |
| ALMUKHLIS | Yang jujur; yang setia (biasa ditulis mengakhiri surat di atas tanda tangan) (Arab) (9) |
| ALOHOSPES | Parasit yang selalu terdapat pada inang yang berbeda (Biologi) (9) |
| ALOKSENIA | Dua atau lebih parasit yang terdapat pada inang yang berbeda (Biologi) (9) |
| ALOKTONUS | Benda-benda asing dari luar yang ditransportasikan ke suatu daerah (9) |
| ALOPATRIK | Populasi, jenis, atau takson yang menghuni daerah geografi yang berbeda dan terpisah (Biologi) (9) |
| ALOPLASMA | Bagian sel yang berkembang secara berlainan, tidak membentuk organel yang berdiri sendiri (Biologi) (9) |
| ALORSETAR | Kota di Malaysia (9) |
| ALOSTERIK | Sifat enzim yang memiliki kemampuan menguraikan dua substrat yang berlainan karena perubahan letak molekul yang aktif (Biologi) (9) |
| ALOTROPIK | Kesalingtertarikan sel gamet (Biologi) (9) |
| ALQADARIF | Kota di Sudan (9) |
| ALQUSIYAH | Kota di Mesir (9) |
| ALTERATIF | Obat pemacu fungsi nutrisi tubuh (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| ALTERNASI | Pertukaran; pergantian (9) |
| ALTIMETER | Alat untuk mengukur ketinggian atau tinggi suatu tempat dari permukaan bumi berdasarkan tekanan udara (biasa digunakan dalam pesawat terbang) (9) |
| ALTIMETRI | Pengukuran ketinggian atau altitudo dengan menggunakan altimeter (9) |
| ALTOLTUBI | Tali pengikat yang digunakan pada pakaian adat Marlasi, terbuat dari daun pandan duri yang berukuran lebar (9) |
| ALTRUISME | Paham (sifat) yang lebih memperhatikan dan mengutamakan kepentingan orang lain (kebalikan dari egoisme); sikap yang ada pada manusia, yang mungkin bersifat naluri, berupa dorongan untuk berbuat jasa kepada orang lain (Antropologi) (9) |
| ALUMINIUM | Logam putih perak, ringan, dan mulur; unsur kimia logam dengan nomor atom 13, lambang Al dan bobot atom 26,9815 u; bahan yang membungkus black box atau kotak hitam (9) |
| ALURANAIR | Selokan kecil; alur air (9) |
| ALURBALIK | Perubahan keadaan yang berlawanan dengan keadaan yang diharapkan (Sastra) (9) |
| ALURBIBIR | Lekuk di atas bibir di bawah hidung; gumun; alur hidung (9) |
| ALURKAPAL | Riak air di belakang kapal yang sedang melaju (9) |
| ALURKETAT | Alur erat (Sastra) (9) |
| ALURLEHER | Lekuk pada sefalotoraks yang membatasi kepala dan dada, seperti pada udang (9) |
| ALUTSISTA | Alat utama sistem pertahanan (akronim); slat utama sistem persenjataan (akronim) (9) |
| ALZHEIMER | Penyakit otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap yang banyak ditemukan pada orang-orang di atas 65 tahun (9) |
| AMAGASAKI | Kota di Jepang (9) |
| AMALSALEH | Perbuatan yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban agama seperti perbuatan baik terhadap sesama manusia (Agama Islam) (9) |
| AMANGBORU | Suami dari adik atau kakak perempuan ayah dalam keluarga Batak Toba (Batak) (9) |
| AMANTADIN | Obat antivirus yang dapat menghambat pengambilan dopamin dari otak, meningkatkan jumlah dopamin yang masih tersedia (Psikologi) (9) |
| AMARENDRA | Raja para dewa (Agama Hindu); gelar Dewa Indra sebagai penakluk kejahatan (Agama Hindu) (9) |
| AMATITLAN | Kota di Guatemala (9) |
| AMBAJOGAI | Kota di India (9) |
| AMBASADOR | Duta besar (9) |
| AMBATARAN | Rusak (tentang buah pisang) (Batak) (9) |
| AMBATARON | Lapuk karena berulat (tentang kayu) (Batak) (9) |
| AMBEKPATI | Tidak takut mati (Jawa) (9) |
| AMBEKSIYA | Suka menganiaya (pada makhluk lain) (Jawa) (9) |
| AMBEKSURA | Pemberani; tdk gentar menghadapi apapun (Jawa) (9) |
| AMBERGRIS | Zat lilin abu-abu atau hitam berasal dari usus ikan paus tertentu untuk parfum (9) |
| AMBIKANAK | Sistem perkawinan dalam tradisi suku Ratahan yang membebaskan pihak lelaki dari kewajiban membayar mahar, tetapi dengan syarat suami tinggal bersama keluarga pihak istri dan garis keturunan anak bersifat matrilineal (9) |
| AMBIKAPUR | Kota di India (9) |
| AMBILALIH | Terima dari orang lain (untuk dikerjakan, ditindaklanjuti, dan sebagainya) (9) |
| AMBILHARI | Mengambil jatah hari bekerja harian, biasanya di sawah (tentang buruh harian lepas) (Melayu Riau) (9) |
| AMBIVALEN | Bercabang dua yang saling bertentangan (seperti mencintai dan membenci sekaligus terhadap orang yang sama) (9) |
| AMBLIOPIA | Kelainan pada mata yang menyebabkan ketajaman daya lihat menjadi kurang normal; mata malas (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| AMBOVOMBE | Kota di Madagaskar (9) |
| AMBURADUL | Acak; centang perenang; berantakan; porak-poranda (9) |
| AMEBIASIS | Penyakit yang disebabkan oleh ameba (9) |
| AMELIORAN | Bahan organik maupun anorganik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah (Ilmu Tanah) (9) |
| AMENDEMEN | Usul perubahan undang-undang yang dibicarakan dalam Dewan Perwakilan Rakyat dan sebagainya; penambahan pada bagian yang sudah ada (9) |
| AMERICANA | Kota di Brasil (9) |
| AMERIKANO | Espreso yang diencerkan (Tata Boga); espreso yang diencerkan dengan air panas; kopi yang terbuat dari espreso dan air panas (9) |
| AMERISIUM | Unsur kimia aktinida dengan nomor atom 95, berlambang Am dan bobot atom 241 u, tidak terdapat di alam bebas dan semua isotopnya radioaktif (9) |
| AMESURENG | Dipakai terus-menerus tanpa memperhatikan pemeliharaannya (Bugis) (9) |
| AMETABOLA | Serangga yang tidak menunjukkan adanya metamorfosa dalam perkembangannya (Zoologi) (9) |
| AMETABOLI | Tanpa perubahan; tanpa metamorfosis (Biologi) (9) |
| AMETROPIA | Kehilangan kemampuan untuk memfokuskan bayangan pada retina karena ketidaksesuaian antara ukuran dan daya refraksi mata (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| AMFIBOLIK | Dapat berputar ke belakang atau ke depan, seperti jari kaki luar pada burung-burung tertentu (Biologi) (9) |
| AMFIPLOID | Individu yang memiliki dua jenis kromosom vegetatif (Biologi) (9) |
| AMFISARKA | Buah jenis labu yang kulit luarnya berkayu (Biologi) (9) |
| AMFITRIKA | Penataan dua flagela sel, masing-masing terletak pada kutub sel (Biologi) (9) |
| AMFIXILEM | Sifat keterdapatan xilem yang mengelilingi floem (Biologi) (9) |
| AMFOTERIK | Bersifat asam atau basa bergantung pada keadaan (Kimia) (9) |
| AMIDOKSIM | Senyawa yang diturunkan dari amidina dengan menggantikan atom hidrogen pada gugus amido atau amino dengan hidroksil (Kimia) (9) |
| AMIGDALIN | Glukosida dari biji buah amandel, avokad, dan sebagainya (9) |
| AMILOFORM | Campuran pembasmi kuman, terdiri atas kanji dan formaldehida (Kimia) (9) |
| AMILOGRAF | Peranti untuk menetapkan kualitas pati sebagai bahan kue dengan menetapkan viskositasnya pada berbagai suhu (Kimia) (9) |
| AMILOPLAS | Granula pembentuk pati takberwarna atau leukoplas, terdapat pada tumbuhan (Biologi) (9) |
| AMILOPSIN | Amilase yang terdapat dalam pankreas (Biologi) (9) |
| AMILZAKAT | Orang yang bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat (9) |
| AMINISASI | Penguraian mikrobiologis protein menjadi persenyawaan amino (Pertanian) (9) |
| AMINOGRAM | Diagram komposisi asam amino (Kimia) (9) |
| AMIOGRAFI | Penyuntikan zat radiopak ke dalam cairan plasenta dan rahim pada pemeriksaan rontgen (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| AMIOTONIA | Kondisi tidak memiliki tonus otot (Anatomi) (9) |
| AMIOTROFI | Kondisi mengecilnya otot akibat penyakit yang menyerang saraf yang terdapat pada otot tersebut (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| AMIRULHAJ | Pemimpin jemaah haji (Arab) (9) |
| AMNIOTOMI | Pemecahan air ketuban (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| AMOKTOFIT | Tumbuhan yang tumbuh pada gosong atau pasir di tepi muara sungai (Biologi) (9) |
| AMPAWAYER | Tari pergaulan khas Sangir yang diiringi orkes secara langsung, dibawakan berpasangan dengan gerakan spontan pada hajatan pernikahan (Sangir) (9) |
| AMPILALAS | Angin topan (Batak) (9) |
| AMPISILIN | Salah satu obat antibiotik (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| AMPLEKSUS | Perpasangan sebelum kopulasi yang ditandai dengan perangkulan betina oleh jantan (Biologi) (9) |
| AMPLITUDO | Simpangan yang paling jauh dari titik keseimbangan pada getaran (Fisika); selisih suhu tahunan atau suhu harian (Geografi dan Geologi); jarak antara puncak gelombang bunyi dan titik rata-rata (Linguistik) (9) |
| AMSTERDAM | Ibu kota Belanda (9) |
| ANABIOSIS | Gejala mati suri yang terdapat pada benih, tepung sari, ganggang, dan sebagainya karena kekeringan, yang sewaktu-waktu dapat hidup lagi jika mendapatkan air (Biologi) (9) |
| ANAEROBIK | Dapat hidup tanpa memerlukan oksigen (tentang bakteri) (9) |
| ANAKAGUNG | Gelar kebangsawanan pria dan wanita Bali (9) |
| ANAKAJAIB | Anak kecil yang sudah mampu menguasai kepandaian yang dimiliki oleh orang dewasa (9) |
| ANAKALANG | Anak yang ketiga; suku bangsa yg berasal dr atau mendiami wilayah Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (9) |
| ANAKALLAH | Gelar untuk Yesus Kristus yang menyatakan bahwa Ia berasal dari Allah dan melakukan penyelamatan manusia (Agama Kristen) (9) |
| ANAKANGIN | Sepoi-sepoi; angin yang lembut (9) |
| ANAKBALAM | Sepasang (seorang laki-laki dan perempuan); sejoli (9) |
| ANAKBAPAK | Anak yang terlalu disayangi oleh bapaknya sehingga tidak sempat bergaul dengan anak-anak yang lain (9) |
| ANAKBEDIL | Peluru (9) |
| ANAKBELAI | Panggilan yang digunakan paman dari pihak ibu untuk menyapa keponakannya (Basemah) (9) |
| ANAKBENUA | Julukan negara India (9) |
| ANAKBILIK | Ruang kecil yang ditambahkan pada kamar (9) |
| ANAKBUKIT | Bukit kecil (9) |
| ANAKBULAN | Orang yang tidak tentu tabiatnya (kadang-kadang baik, kadang-kadang buruk); bulan muda (ttg bulan pada hari pertama s.d. ketiga) (Melayu Riau) (9) |
| ANAKBUSUR | Anak panah (9) |
| ANAKCOBEK | Penggiling pada cobek (9) |
| ANAKDABUS | Orang yang ikut serta bermain dabus; pemain dabus (9) |
| ANAKDACIN | Batu (besi dan sebagainya) pada timbangan dengan ketentuan berat tertentu; anak timbangan; anak kati (9) |
| ANAKDALAM | Suku Kubu (9) |
| ANAKDAPAT | Anak yang didapat di jalan dan sebagainya (9) |
| ANAKDIDIK | Murid; siswa; anak yang berada dalam pembinaan (asuhan) seseorang (9) |
| ANAKGADIS | Anak perempuan yang sudah menginjak usia remaja (9) |
| ANAKGENTA | Bagian genta yang berfungsi sebagai pemukul genta (9) |
| ANAKGOBEK | Pelocok kapur sirih dalam gobek; alu kecil penumbuk kapur sirih dalam gobek (9) |
| ANAKGUGUR | Bayi yang lahir (mati) sebelum genap bulannya (9) |
| ANAKHALAL | Anak yang sah (orang tuanya menikah) (9) |
| ANAKHARAM | Anak yang lahir dari hasil hubungan di luar ikatan pernikahan; anak jadah; anak zadah; anak kuar (9) |
| ANAKJADAH | Anak yang lahir dari hasil hubungan di luar ikatan pernikahan; anak haram; anak kuar; anak zadah (9) |
| ANAKJUDUL | Tambahan pada judul buku dan sebagainya (biasanya berupa kata-kata penjelas terhadap judul) (9) |
| ANAKKAPAL | Awak atau pegawai yang bertugas di kapal (9) |
| ANAKKECIL | Anak yang belum dewasa; tidak berpengalaman (kiasan) (9) |
| ANAKKUKUT | Anak angkat yang tidak berhak menerima harta pusaka (9) |
| ANAKKUNCI | Alat untuk membuka kunci; sosi (9) |
| ANAKLIDAH | Daging kecil di ujung kerongkongan; anak tekak; uvula (Anatomi) (9) |
| ANAKLIMPA | Kelenjar yang mengeluarkan empedu (9) |
| ANAKLISIS | Keadaan emosi yang bergantung pada orang lain (Psikologi) (9) |
| ANAKMAMAK | Anak pisang (Minangkabau) (9) |
| ANAKMERAH | Bayi yang baru saja dilahirkan; bayi merah (9) |
| ANAKMURID | Anak sekolah; siswa; anak didik (9) |
| ANAKNAKAL | Anak yang karena sebab tertentu mengalami hambatan dalam perkembangan pribadi, ketakseimbangan mental, sosial, atau pendidikan sehingga muncul tingkah laku yang menyimpang, misalnya mencopet (9) |
| ANAKORANG | Anak orang lain (bukan sanak saudara) (9) |
| ANAKPANAH | Senjata tajam yang berupa barang panjang, runcing pada ujungnya dan diberi bulu atau barang lain yang serupa pada pangkalnya yang berfungsi sebagai penjaga keseimbangan, dilepaskan dengan menggunakan busur (9) |
| ANAKPELOR | Peluru (isi bedil) (9) |
| ANAKPENAK | Anak cucu; keturunan; anak pinak (9) |
| ANAKPIARA | Anak orang lain yang dipiara (9) |
| ANAKPIATU | Anak yang ibunya sudah meninggal; anak yang sudah tidak beribu lagi; anak yatim (di beberapa daerah anak yatim adalah anak yang tidak beribu lagi) (9) |
| ANAKPINAK | Anak cucu; keturunan; liana yang daunnya melonjong, buahnya bersayap seperti meranti, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Assam, Cina, sampai Malesia (Smythea oblongifolia) (Botani) (9) |
| ANAKPUTIH | Anak yang ketujuh (9) |
| ANAKRAGIL | Anak bungsu (9) |
| ANAKRIMBA | Suku Kubu (9) |
| ANAKSANAK | Anak kemenakan (9) |
| ANAKSIPIL | Anak yang diserahkan oleh orang tuanya kepada negara (Pendidikan) (9) |
| ANAKSUKAR | Anak yang bertingkah laku menyimpang dari norma-norma sosial (tidak dapat diatasi dengan cara-cara biasa) (Psikologi) (9) |
| ANAKSUNTI | Anak perempuan yang mulai jadi gadis (perawan kecil) (9) |
| ANAKTEKAK | Daging kecil di ujung kerongkongan; anak lidah; uvula (Anatomi) (9) |
| ANAKTONIL | Anak komidi (9) |
| ANAKTORAK | Perkakas tenun pemintal benang (9) |
| ANAKURUNG | Golongan kerabat dan keturunan raja dalam suku Bugis (9) |
| ANAKYATIM | Anak yang sudah tidak berbapak lagi (9) |
| ANAKZADAH | Anak yang lahir dari hasil hubungan di luar ikatan pernikahan; anak haram; anak kuar; anak jadah (9) |
| ANALEPTIK | Obat untuk memulihkan kesehatan; obat yang merangsang sistem saraf pusat (9) |
| ANALGESIA | Kehilangan kemampuan untuk merasakan sakit saat dalam keadaan sadar (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANALGESIK | Obat untuk meredakan rasa nyeri tanpa mengakibatkan hilangnya kesadaran (Farmasi dan Farmakologi); berkaitan dengan analgesia; bersifat menimbulkan analgesia (9) |
| ANALGETIK | Analgesik (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| ANAMNESIS | Keterangan tentang kehidupan seseorang (klien) yang diperoleh melalui wawancara dan sebagainya (Psikologi); riwayat orang sakit dan penyakitnya pada masa lampau (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANAMOLEPO | Laki-laki yang telah siap untuk menikah (Culambacu) (9) |
| ANANGKELA | Buah labu yang masih muda, biasanya dibuat sebagai sayur (Culambacu) (9) |
| ANANTAPUR | Kota di India (9) |
| ANARKISME | Ajaran (paham) yang menentang setiap kekuatan negara; teori politik yang tidak menyukai adanya pemerintahan dan undang-undang (9) |
| ANASIONAL | Tidak berwatak (bersifat, berciri) nasional; tidak setia kepada bangsa sendiri (termasuk budaya, produknya, dan sebagainya) (9) |
| ANATEKSIS | Proses perubahan bentuk batuan plutonik pada lapisan paling bawah dari kerak yang meleleh dan tumbuh kembali sebagai magma (Kimia) (9) |
| ANCAKSAJI | Ruangan untuk menerima tamu di puri (Bali); pagar yang terbuat dari belahan bambu berujung runcing digunakan untuk alat merontokkan padi di sawah (Bali) (9) |
| ANCHORAGE | Kota terbesar negara bagian Alaska, Amerika Serikat (9) |
| ANDAIKATA | Seandainya; seumpama (9) |
| ANDALIMAN | Rempah khas Sumatra Utara, bentuknya mirip merica, berwarna kehitaman, rasanya pedas dan meninggalkan kesan kelu di lidah, berasal dari kulit luar buah jenis tanaman (Zanthoxylum acanthopodium) (9) |
| ANDALUSIT | Aluminium silikat alam, ada yang berwarna abu-abu, kehijau-hijauan, kemerah-merahan, atau kebiru-biruan yang dipakai sebagai bagian dari silimanit tahan api untuk bahan isolasi pada steker listrik (Kimia) (9) |
| ANDANTINO | Langkah ringan (digunakan dalam tempo musik) (ungkapan/Latin) (9) |
| ANDAPASOR | Tidak sombong; rendah hati (Jawa) (9) |
| ANDAPGIZI | Keadaan gizi yang terjadi karena kualitas atau kuantitas makanan yang kurang atau karena gangguan pencernaan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANDAPMUTU | Keadaan mutu atau kualitas (misalnya barang) di bawah standar (9) |
| ANDRADINA | Kota di Brasil (9) |
| ANDRAGOGI | Ilmu tentang cara orang dewasa belajar (9) |
| ANDRAWINA | Pesta makan besar (Jawa); perjamuan makan resmi; bangket (9) |
| ANDRESIUM | Organ reproduksi jantan pada bunga; benang sari (Botani) (9) |
| ANDROFILI | Orang yang sangat tertarik atau senang dengan laki-laki (9) |
| ANDROGINI | Kepemilikan organ perkembangbiakan jantan dan betina sekaligus (Biologi); gaya kepemimpinan yang tegas seperti seorang bapak dan seakan seperti seorang ibu (Manajemen); orang atau benda yang memiliki karakteristik seksual laki-laki dan perempuan (Manajemen) (9) |
| ANDROLOGI | Ilmu kedokteran yang berkenaan dengan fungsi alat tubuh dan penyakit khusus pada laki-laki (9) |
| ANDROMEDA | Galaksi spiral besar yang berisi sekitar satu trilyun bintang dan berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari galaksi bima sakti (Astronomi) (9) |
| ANEKARUPA | Berbagai rupa macam, jenis, dan sebagainya (9) |
| ANEKASEGI | Hal yang melibatkan banyak komponen (Psikologi) (9) |
| ANEKDOTAL | Bersifat anekdot (9) |
| ANEMOFILI | Penyerbukan dengan bantuan angin (Pertanian) (9) |
| ANEMOGAMI | Penyerbukan yang terjadi karena bantuan angin (9) |
| ANEMOGRAF | Alat untuk merekam arah dan kekuatan angin (9) |
| ANEMOGRAM | Catatan tentang arah dan kecepatan angin (9) |
| ANEMOKORI | Penyebaran biji, spora oleh angin (Biologi) (9) |
| ANESTETIK | Zat yang dapat mengurangi kepekaan terhadap rasa sakit dan menyebabkan ketidaksadaran (Kedokteran dan Fisiologi); anestetis (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANESTETIS | Bersifat dapat digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri, yaitu menghilangkan kesadaran secara keseluruhan atau setempat (Kimia) (9) |
| ANEUKLAOT | Danau air tawar yang dikelilingi laut dan terletak di Pulau Weh, Aceh (9) |
| ANEUPLOID | Keadaan perangkat kromosom yang karena penambahan atau pengurangan satu kromosom jumlahnya menjadi bukan pengalihan tepat angka dasar genomnya (9) |
| ANEURISME | Pelebaran setempat nadi akibat melemahnya dinding pembuluh nadi karena suatu penyakit (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANGHENGAR | Aksesori yang dipakai penari pada tari adat dasoi berupa konde yang terbuat dari tempurung (Kur) (9) |
| ANGINATAS | Angin dalam atmosfer yang tidak dekat dengan permukaan bumi (Meteorologi) (9) |
| ANGINFOHN | Angin yang bertiup kencang sepanjang lereng gunung atau pegunungan dengan suhu tinggi dan kelembapan rendah; angin jatuh (9) |
| ANGINGILA | Angin yang berubah-ubah arahnya (9) |
| ANGINLALU | Sesuatu yang bersifat sementara (kiasan); kabar yang belum pasti (hanya kata orang) (kiasan); sesuatu yang tidak perlu didengar (diperhatikan); sesuatu yang remeh (kiasan) (9) |
| ANGINLAUT | Angin yang bertiup dari arah laut ke darat yang terjadi pada siang hari (9) |
| ANGINMATI | Tidak ada angin sama sekali (9) |
| ANGINSEMU | Gerakan udara yang kecepatannya diukur terhadap benda yang bergerak (9) |
| ANGINUMUM | Gerakan udara di suatu tempat yang arahnya mempunyai frekuensi paling tinggi daripada angin yang lain (Meteorologi) (9) |
| ANGIOLOGI | Ilmu tentang pembuluh darah dan limfa (9) |
| ANGIOPATI | Gangguan berupa komplikasi yang menyerang pembuluh darah (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANGKAARAB | Angka yang berasal dari ejaan Arab yang sekarang menjadi angka internasional (1, 2, 3, dan seterusnya); angka biasa (9) |
| ANGKABIAS | Nisbah (hasil bagi) kecepatan cahaya di dalam ruang hampa dan kecepatan cahaya di dalam sebuah zat antara (medium), dan angka ini mencirikan sifat optis bahan zat antara itu; indeks bias (Fisika) (9) |
| ANGKAMEJA | Angka yang ditulis atau dicatat di atas meja; skor meja (Olahraga) (9) |
| ANGKARELI | Angka yang menunjukkan perpindahan bola atau tidak dan jumlah bola mati lawan (Olahraga) (9) |
| ANGKASAMA | Angka seimbang bagi kedua regu pada akhir babak kedua yang membuat waktu pertandingan diperpanjang (Olahraga) (9) |
| ANGKASIAL | Angka yang menurut kepercayaan membawa sial (kemalangan) (9) |
| ANGKAURUT | Nomor yang berturut-turut, seperti 1, 2, 3, 4, dan 5 (9) |
| ANGKAUTUH | Bilangan bulat (9) |
| ANGRATMIL | Angkutan darat militer (akronim) (9) |
| ANGSABATU | Burung laut besar, bulunya putih dengan sayap hitam, atau coklat dengan perut putih, sayap runcing, sempit, dan panjang, paruh tajam dan kuat, berselaput kaki, pandai menyelam, biasanya memakan ikan dan cumi-cumi, habitat lautan tropis dan subtropis, sebaran Amerika, Eropa, Afrika, dan Australia (Pasifik dan Pulau Christmas), bermigrasi ke Indonesia (Sulidae) (9) |
| ANGSALAUT | Burung laut suku Pelecanidae berwarna putih, bersayap hitam yang rentangannya mencapai 3 m, berparuh besar dengan kantong kulit di bawahnya yang berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan; burung pelikan (9) |
| ANGSONGAR | Kain putih yang diikatkan pada nisan dalam pemakaman masyarakat di Pulau (Kur) (Kur) (9) |
| ANHEDONIA | Kondisi depresi yang ditandai dengan kehilangan minat untuk hidup dalam kesenangan atau untuk menikmati sesuatu (Psikologi) (9) |
| ANHIDRIDA | Senyawa yang terbentuk apabila dua atom hidrogen dan satu atom oksigen dikeluarkan dari molekul suatu senyawa (Kimia) (9) |
| ANIHILASI | Keadaan hancur atau musnah total; kombinasi dari sebuah partikel dan antipartikel seperti elektron dan positron untuk menghasilkan energi (Fisika) (9) |
| ANIMANBON | Pesta pangan yang dirayakan suku Muyu setelah hasil pangannya dijual atau dipertukarkan (dibarterkan) (Muyu) (9) |
| ANIMISTIK | Bersifat animisme; animistis (9) |
| ANIMISTIS | Bersifat animisme; animistik (9) |
| ANISMERAH | Burung anis berwarna merah jingga pada bagian kepala dan abu-abu pada bagian tubuh, pemakan cacing tanah, buah, dan serangga, umumnya hidup di daerah yang ditumbuhi pohon kayu dan lembap, seperti Asia Tenggara dan India; disebut juga punglor merah (Zoothera citrina) (9) |
| ANISOGAMI | Reproduksi dengan persatuan dua gamet yang tidak sama (berbeda ukurannya, tetapi sama bentuknya, atau berbeda ukuran dan bentuknya) (Biologi) (9) |
| ANJANGAON | Kota di India (9) |
| ANJASMORO | Gunung yang terkenal dengan durian, terletak di antara Kota Mojokerto dan Kabupaten Jombang, Jawa Timur (9) |
| ANJINGAIR | Berang-berang wregul (Lutrogale perspicilata); tamu yang tidak diundang dalam sebuah perhelatan (Melayu Manado) (9) |
| ANKILOSIS | Tergabungnya tulang-tulang atau bagian lain yang keras dan membentuk satu tulang atau bagian yang keras (Kedokteran dan Fisiologi); kekakuan sendi karena penyakit atau pembedahan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANNAPOLIS | Ibu kota negara bagian Maryland, Amerika Serikat (9) |
| ANNAPURNA | Salah satu gunung tertinggi di dunia yang berada di Pegunungan Himalaya (9) |
| ANODONSIA | Tidak terbentuk, dapat mengenai satu gigi atau semua, gigi susu ataupun gigi tetap (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANOKSEMIA | Keadaan kekurangan oksigen darah (misalnya dada terasa sakit akibat berada di puncak gunung yang tinggi) (9) |
| ANOREKSIA | Kehilangan selera makan; nirselera (Ilmu Gizi) (9) |
| ANOREKTAL | Berkaitan dengan anus dan rektum (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANOREKTIK | Bersifat menyebabkan nafsu makan hilang (9) |
| ANORGANIK | Mengenai atau terdiri atas benda selain manusia, tumbuhan, dan hewan; mengenai benda tidak hidup; elemen yang meliputi air, gas, asam, dan mineral, kecuali karbon (Kimia) (9) |
| ANORGASMI | Kegagalan mencapai orgasme; anorgasmia (9) |
| ANOVULASI | Ketiadaan ovulasi yang disebabkan oleh kondisi kesehatan, penggunaan obat-obatan, atau menopause (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ANSEYOUNG | Pebulu tangkis putri Korea Selatan (9) |
| ANTAGONIS | Orang yang suka menentang (melawan dan sebagainya); dua macam obat atau racun yang mempunyai khasiat berlawanan sehingga dapat menghilangkan atau mengurangi khasiat masing-masing (Kedokteran dan Fisiologi); tokoh dalam karya sastra yang merupakan penentang dari tokoh utama; tokoh lawan (Sastra); antonim protagonis; otot yang menghasilkan gerakan berlawanan dengan otot agonis (Olahraga) (9) |
| ANTALADAN | Tangkai mayang yang disadap untuk diambil niranya (Batak) (9) |
| ANTALKALI | Zat yang menetralkan suatu basa (9) |
| ANTARAKSI | Antara aksi yang satu dan yang lain (9) |
| ANTARDESA | Antara desa yang satu dengan desa yang lainnya; antara beberapa desa (9) |
| ANTARIKSA | Bagian alam semesta yang berada di luar atmosfer bumi (9) |
| ANTARKOTA | Antara kota yang satu dan yang lain; antara beberapa kota (9) |
| ANTARKTIK | Benua yang mengelilingi Kutub Selatan, tidak berpenghuni, dan hampir seluruhnya tertutup salju; antarktika (Geografi dan Geologi) (9) |
| ANTARLINA | Suara atau bunyi yang makin lama makin menghilang (Sunda) (9) |
| ANTARMUKA | Hubungan atau batasan umum antara dua unit atau alat (Komputer dan Teknologi Informasi); batasan umum antara sistem pengolahan data otomatis atau bagian suatu sistem tunggal (Komputer dan Teknologi Informasi); perangkat lunak yang memungkinkan program untuk bekerja dengan pengguna (Komputer dan Teknologi Informasi); kartu, colokan, atau perangkat lain yang menghubungkan perangkat keras dengan komputer sehingga informasi dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari interface (9) |
| ANTARSUKU | Antara suku yang satu dan yang lain yang terdapat dalam suatu negara (9) |
| ANTENATAL | Yang bersangkutan dengan hal atau keadaan sebelum melahirkan; pranatal; sebelum kelahiran; prenatal (Biologi) (9) |
| ANTESEDEN | Hal ihwal yang terjadi dahulu (terutama tentang riwayat hidup atau masa lampau seseorang); informasi dalam ingatan atau konteks yang ditunjukkan oleh suatu ungkapan, misalnya dalam kalimat anaknya berapa?, bentuk -nya menunjuk anteseden tertentu; unsur terdahulu yang ditunjuk oleh ungkapan dalam suatu klausa atau kalimat (Linguistik) (9) |
| ANTEVERSI | Posisi rahim terdorong ke depan (9) |
| ANTIBATUK | Obat yang berkhasiat meredakan batuk (9) |
| ANTICADAR | Sifat interaksi yang melemah jika jarak mengecil dan menguat jika jarak membesar (Fisika) (9) |
| ANTICEMAS | Bersifat meredakan atau menghilangkan rasa cemas; obat yang berkhasiat meredakan atau menghilangkan rasa cemas (9) |
| ANTIDOTUM | Tawar (tentang racun); anih (9) |
| ANTIENZIM | Zat yang menghambat kerja enzim (Kimia) (9) |
| ANTIGATAL | Bersifat meredakan atau menghilangkan rasa gatal; obat yang berkhasiat meredakan atau menghilangkan rasa gatal (9) |
| ANTIHAMIL | Obat pencegah kehamilan (9) |
| ANTIJAMUR | Zat yang dapat menghambat perkembangan jamur; zat pencegah tumbuhnya jamur (9) |
| ANTIJASAD | Antibodi (Kimia) (9) |
| ANTIKARAT | Tahan terhadap pelapukan atau pengikisan akibat karat (9) |
| ANTIKERUT | Bersifat mengurangi atau menghilangkan kerut; zat yang berkhasiat mengurangi atau menghilang kerut (9) |
| ANTIKUARI | Orang yang mengoleksi atau mempelajari benda kuno (antik) (9) |
| ANTIKUMAN | Zat pencegah munculnya kuman (9) |
| ANTINOVEL | Karya sastra yang pengarangnya meniadakan penggunaan unsur struktur novel dalam pengertian tradisional, khususnya berkenaan dengan perkembangan alur (Sastra) (9) |
| ANTINYERI | Bersifat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri; obat yang berkhasiat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri (9) |
| ANTIPASAT | Arus udara dengan komponen barat, yang di berbagai daerah subtropis di kedua belahan bumi kadang-kadang mengalir dalam angin pasat (Meteorologi) (9) |
| ANTIPASTO | Makanan pembuka pada rangkaian hidangan formal khas Italia yang disajikan sebagai pembangkit selera makan (Italia) (9) |
| ANTISELIP | Bersifat tahan selip (9) |
| ANTISERUM | Serum yang mengandung antibodi yang dapat memberikan kekebalan terhadap penyakit (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| ANTITESIS | Pertentangan yang benar-benar; pengungkapan gagasan yang bertentangan dalam susunan kata yang sejajar, seperti dalam semboyan “Merdeka atau Mati” (9) |
| ANTITUMOR | Bersifat melawan tumor (9) |
| ANTITUSIF | Bersifat meredakan batuk; obat untuk meredakan batuk (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| ANTIVENOM | Penawar terhadap bisa ular (Kimia) (9) |
| ANTIVIRAL | Bersifat menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh virus; zat yang berkhasiat menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh virus (9) |
| ANTIVIRUS | Program untuk melindungi komputer dari serangan virus (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| ANTIZARAH | Lawan dari suatu partikel tertentu dan jika partikel itu berinteraksi dengan antipartikelnya, keduanya saling membinasakan dan berubah menjadi energi; antipartikel (Fisika) (9) |
| ANTOFILIA | Ketertarikan atau kesenangan yang berlebihan pada bunga (Psikologi) (9) |
| ANTOFOBIA | Fobia terhadap bunga (Psikologi) (9) |
| ANTOMANIA | Kesukaan yang berlebihan terhadap bunga (Psikologi) (9) |
| ANTRAKNOS | Penyakit tanaman dengan gejala timbulnya bercak kecokelat-cokelatan pada daun atau batang yang disebabkan oleh cendawan (9) |
| ANTRASENA | Zat padat hablur tanpa warna, berpendar fluor biru, terdiri atas tiga lingkar benzena bersebelahan (Kimia) (9) |
| ANTRASIAN | Metode pengaturan jadwal perjalanan alat dalam tambang (Teknik) (9) |
| ANTRATSYT | Kota di Ukraina (9) |
| ANTROPOID | Menyerupai manusia, terutama dalam wujud fisiknya, seperti kera, orang utan, dan gorila (9) |
| ANTSIRABE | Kota di Madagaskar (9) |
| ANTWERPEN | Kota di Belgia (9) |
| ANUNASIKA | Bunyi sengau atau konsonan nasal; anuswara (Linguistik); tanda diakritik yang menandai adanya nasalisasi dalam aksara India dan Jawa (Filologi) (9) |
| ANUNSIASI | Pengumuman (9) |
| ANYAMGILA | Anyaman miring (9) |
| APARTEMEN | Tempat tinggal yang terdiri atas ruang duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah, dilengkapi dengan berbagai fasilitas (kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan sebagainya) (9) |
| APARTHEID | Politik diskriminasi warna kulit yang diterapkan (dahulu) oleh negara Afrika Selatan antara keturunan dari Eropa (kulit putih) terhadap penduduk kulit berwarna (Belanda) (9) |
| APARTOTEL | Apartemen dan hotel; hotel mirip apartemen yang dilengkapi dapur yang memungkinkan penghuninya memasak makanannya sendiri (akronim); kelompok unit tempat tinggal yang tergabung dalam suatu bangunan, umumnya bersusun dan dapat disewakan atau dimiliki (9) |
| APAYAMUKA | Ajaran agama Buddha tentang penyebab keruntuhan kehidupan, yaitu perbuatan asusila, mabuk-mabukan, judi, dan pergaulan dengan orang jahat (Agama Buddha) (9) |
| APELATIVA | Penyebutan sesuatu berdasarkan penemu, pabrik pembuatnya, atau nama dalam sejarah (Linguistik) (9) |
| APELBESAR | Berkumpul banyak-banyak untuk mendengarkan amanat (pemerintah) (9) |
| APELDOORN | Kota di Belanda (9) |
| APELSIAGA | Apel untuk mengetahui kesiapan dalam pelaksanaan tugas (9) |
| APERSEPSI | Pengamatan secara sadar (penghayatan) tentang segala sesuatu dalam jiwanya (dirinya) sendiri yang menjadi dasar perbandingan serta landasan untuk menerima ide baru (Psikologi) (9) |
| APIASMARA | Perasaan cinta yang sangat kuat dan membara (kiasan) (9) |
| APIKULTUR | Peternakan lebah (9) |
| APILANCIP | Api yang lebih panas daripada api biasa (9) |
| APINERAKA | Api penyiksa dalam neraka (9) |
| APITERAPI | Pengobatan yang menggunakan lebah atau produk yang dihasilkan lebah, diklaim dapat menyembuhkan penyakit seperti sklerosis dan kanker, tetapi belum didukung bukti medis (9) |
| APITKANAN | Pemain takraw yang berdiri di sebelah kanan tekong, bertugas memberikan umpan bola kepada tekong sebagai sepak permulaan, melakukan tendangan serangan, dan menghambat serangan lawan (Olahraga) (9) |
| APITOKSIN | Racun lebah madu, berupa cairan tak berwarna dan pahit, dapat menyebabkan peradangan lokal, berfungsi sebagai antikoagulan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| APIUNGGUN | Api yang menyala dari tumpukan kayu yang terbakar; acara (biasanya pada malam penutupan masa perkenalan anggota baru) dengan membuat api unggun (misalnya dalam kepramukaan) (9) |
| APLIKATIF | Mengenai (berkenaan dengan) penerapan (9) |
| APLIKATOR | Alat untuk mengaplikasikan atau mengoleskan sesuatu (misalnya zat cair) ke suatu permukaan (9) |
| APOKALIPS | Wahyu; penyingkapan (Agama Kristen); kehancuran dunia pada akhir zaman (Agama Kristen) (9) |
| APOMIKSIS | Pembiakan aseksual (seperti partenogenesis dan apogari) tanpa ada pembuahan (Biologi) (9) |
| APOMORFIN | Alkaloid kristal yang dibuat dari morfin yang dikeringkan untuk dijadikan sebagai obat perangsang muntah (9) |
| APOPLEKSI | Penyakit yang menyebabkan orang jatuh pingsan karena salah satu pembuluh darah dalam otak pecah (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| APOPTOSIS | Kematian sel organisme yang sudah terjadwal sebagai bagian dari perkembangan dan pertumbuhan alaminya (Biologi) (9) |
| APOSTOLIK | Berhubungan dengan atau berdasarkan ajaran para rasul (9) |
| APPETIZER | Umpan tekak; pembangkit selera; penyelera (ungkapan/Inggris) (9) |
| APRESIASI | Kesadaran terhadap nilai seni dan budaya (9) |
| APUCARANA | Kota di Brasil (9) |
| AQUAVITAE | Air hidup; minuman keras (ungkapan/Latin) (9) |
| ARABFUSHA | Ragam bahasa Arab yang mengacu kepada Al-Qur'an dan kesusastraan Arab klasik; bahasa Arab baku (9) |
| ARABSAUDI | Negara yang terletak di Asia Barat Daya, beribu kota Riyadh (9) |
| ARACATUBA | Kota di Brasil (9) |
| ARAGUAINA | Kota di Brasil (9) |
| ARAHANGIN | Arah yang menyatakan dari mana datangnya angin (Meteorologi) (9) |
| ARAHDEPAN | Pukulan pemain yang diarahkan ke depan lawan (Olahraga) (9) |
| ARAHUSAHA | Identifikasi situasi yang perlu didekati atau sebaliknya oleh atlet (Olahraga) (9) |
| ARAKKONAM | Kota di India (9) |
| ARAKNITIS | Peradangan selaput tengah yang membungkus otak dan urat saraf tulang belakang (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ARALRUANG | Efek penataan ruang atom dalam struktur molekul yang menghambat reaksi atau proses kimia (9) |
| ARANGBATU | Arang yang diambil dari dalam tanah, berasal dari tumbuhan darat, tumbuhan air, dan sebagainya yang telah menjadi batu; batu bara (9) |
| ARANGKAYU | Arang yang dibuat dari bara kayu yang dipengap (9) |
| ARANGPARA | Jelaga di para-para (di dapur) yang berasal dari asap bekas memasak (9) |
| ARANSEMEN | Penyesuaian komposisi musik dengan nomor suara penyanyi atau instrumen lain yang didasarkan pada sebuah komposisi yang telah ada sehingga esensi musiknya tidak berubah (Musik); usaha yang dilakukan terhadap sebuah karya musik untuk suatu pergelaran yang pengerjaannya bukan sekadar perluasan teknis, tetapi juga menyangkut pencapaian nilai artistik yang dikandungnya (9) |
| ARAPIRACA | Kota di Brasil (9) |
| ARAPONGAS | Kota di Brasil (9) |
| ARASLUTUT | Sampai ke lutut (9) |
| ARAUCARIA | Kota di Brasil (9) |
| ARBAMINCH | Kota di Etiopia (9) |
| ARBITRASE | Pembelian dan penjualan secara simultan atas barang yang sama di dalam dua pasar atau lebih dengan harapan akan memperoleh laba dari perbedaan harganya (Perdagangan); usaha perantara dalam meleraikan sengketa (Hukum); bentuk peradilan yang dilaksanakan atas dasar kesepakatan antara pihak-pihak yang berselisih dan dimediasi oleh hakim yang telah mereka pilih sendiri (Hukum) (9) |
| ARBORETUM | Tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan (9) |
| ARCOVERDE | Kota di Brasil (9) |
| AREABROCA | Area pada otak yang terletak di hemisfer serebral, berkaitan erat dengan produksi kata, berasal dari nama Paul Broca, seorang ahli bedah Prancis; pusat bahasa (Psikologi) (9) |
| AREAHIJAU | Tanah yang tidak tertutup bangunan dan dikhususkan untuk menanam beragam tanaman (semak, pepohonan) (9) |
| AREAPASIF | Area tengah pertunjukan yang merupakan area pusat perhatian penonton sehingga aktor tidak perlu melakukan banyak gerakan (Kesenian) (9) |
| AREAREHAT | Area yang biasanya terletak di sepanjang jalan bebas hambatan, yang menyediakan fasilitas tempat ibadah, SPBU, rumah makan, toko, toilet, dan sebagainya (9) |
| ARELANCOR | Senjata tajam sejenis celurit (Madura) (9) |
| AREOGRAFI | Pemerian segi fisik planet Mars (Astronomi) (9) |
| AREOMETER | Alat untuk mengukur bobot jenis cairan berdasarkan gaya apung (Fisika) (9) |
| ARGENTINA | Negara yang terletak di Amerika Selatan, beribu kota Buenos Aires; juara sepak bola Piala Dunia 2022; juara Copa America 2021 (9) |
| ARGIRODIT | Baja mineral abu-abu (Ag8Ge S6), salah satu dari dua mineral germanium dan bahan untuk germanium, perak, dan sulfur (Mineralogi) (9) |
| ARGOMETER | Alat untuk mengukur banyaknya uang yang harus dibayar penumpang taksi berdasarkan jarak tempuh dan waktu penggunaan (9) |
| ARGONAVIS | Rasi bintang lama yang sudah dipecah menjadi tiga rasi bintang (Astronomi) (9) |
| ARHANUDRI | Artileri pertahanan udara ringan (akronim) (9) |
| ARHANUDSE | Artileri pertahanan udara sedang (akronim) (9) |
| ARIQUEMES | Kota di Brasil (9) |
| ARITENOID | Berbentuk seperti cangkul (9) |
| ARITMETIK | Berhubungan dengan aritmetika; aritmetis (Matematika) (9) |
| ARITMETIS | Berhubungan dengan aritmetika; aritmetik (Matematika) (9) |
| ARKEOLOGI | Ilmu tentang kehidupan dan kebudayaan zaman kuno berdasarkan benda peninggalannya, seperti patung dan perkakas rumah tangga; ilmu purbakala (9) |
| ARKIFONEM | Golongan fonem yang kehilangan kontras pada posisi tertentu (Linguistik) (9) |
| AROMALAUT | Aroma segar bercampur garam seperti di laut atau pantai, digunakan untuk menggambarkan kualitas kesegaran ikan (Tata Boga) (9) |
| AROMASUSU | Bau dan rasa yang spesifik dari air susu (9) |
| ARONMULUD | Nasi sisa upacara maulud yang disebar di area persawahan karena diyakini dapat mencegah hama (Sunda) (9) |
| ARSENIKUM | Warangan; racun tikus; berangan (9) |
| ARSIPARIS | Seseorang yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan yang diperoleh melalui pendidikan formal dan/atau pendidikan dan pelatihan kearsipan serta mempunyai fungsi, tugas, dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan kearsipan (9) |
| ARSIPUTUH | Pembakuan, pengaturan, dan pengawetan yang diperlukan supaya bahan arsip dapat dikenal dan disusun sebagaimana aslinya tanpa ada yang dirusak dan diubah (9) |
| ARTERIOLA | Cabang kecil pembuluh darah; arteri kecil (9) |
| ARTIKULAR | Bersifat atau berkaitan dengan sendi (9) |
| ARTISTAMU | Artis terkenal yang ikut dalam pertunjukan drama dan sebagainya sebagai tamu dalam pertunjukan yang terbatas (9) |
| ARTRALGIA | Nyeri pada satu atau lebih sendi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ARTROPATI | Istilah untuk semua penyakit persendian (9) |
| ARTROPODA | Filum hewan tanpa tulang belakang yang memiliki badan beruas-ruas, seperti kepiting, udang, serangga, dan kelabang (Zoologi) (9) |
| ARUPADATU | Bagian atap atau atas candi (seperti stupa) sebagai lambang dunia atas (Arkeologi); dunia para dewa dan jiwa manusia yang telah terlepas dari ikatan keduniaan (9) |
| ARUSBALIK | Arus di bawah permukaan laut yang mengalir berlawanan arah dengan arus di permukaan (Geografi dan Geologi); arus permukaan laut yang berlawanan arahnya dengan arus permukaan tempat sekitarnya; pergerakan para pemudik dari kampung halaman kembali ke tempat asalnya, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara (9) |
| ARUSBAWAH | Akar rumput (kiasan) (9) |
| ARUSDASAR | Aliran atmosfer secara teoretis yang dibuat dengan tidak memperhitungkan pengaruh pelbagai gangguan atmosfer (Meteorologi) (9) |
| ARUSDERAS | Pusaran air pada waktu banjir atau aliran air melalui lereng terjal (9) |
| ARUSLEMAH | Arus listrik dengan tegangan rendah yang digunakan dalam teknik radio atau komunikasi (9) |
| ARUSMUDIK | Pergerakan para pemudik pulang ke kampung halaman, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara (9) |
| ARUSPANAS | Arus laut dari daerah tropis ke daerah dingin (9) |
| ARUSRABAK | Arus balik (9) |
| ARUSTIDAL | Arus berlawanan yang menggunakan sebagian lajur pada jalur, merupakan rekayasa lalu lintas untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan saat mudik atau jam sibuk (9) |
| ARUSUDARA | Aliran udara (9) |
| ARUSUTAMA | Ide, tindakan, dan nilai yang diterima secara luas oleh sekelompok masyarakat atau golongan, seperti dalam politik, mode, atau musik; mewakili sikap, nilai, dan praktik yang diterima secara umum dalam masyarakat atau kelompok (9) |
| ARUSZAMAN | Proses pertukaran (perkembangan) zaman (9) |
| ASAHIKAWA | Kota di Jepang (9) |
| ASAMAMINO | Asam organik yang mengandung paling sedikit satu gugusan amino (NH2) dan paling sedikit satu gugusan karboksil (COOH) atau turunannya, merupakan molekul dasar yang diikat satu sama lain melalui ikatan peptida dalam pembentukan molekul protein yang lebih besar (Kimia); komponen utama penyusun protein sebagai bahan dasar pembentuk sel, otot, dan sistem kekebalan tubuh (Biologi) (9) |
| ASAMARANG | Gas tidak berbau, merupakan persenyawaan zat asam dan zat arang (CO2) (Kimia) (9) |
| ASAMFENOL | Senyawa asam aromatik yang banyak ditemukan pada tumbuhan (9) |
| ASAMFITAT | Asam inositolheksafosfat yang terdapat dalam berbagai biji-bijian serealia, jika tertelan dapat mengganggu penyerapan berbagai mineral seperti kalsium dan magnesium pada usus (C6H6O6(H2PO3)6) (Kimia) (9) |
| ASAMFOLAT | Vitamin B kompleks yang berfungsi sebagai pembawa unit satu karbon pada berbagai reaksi metabolis, terdapat dalam sayuran hijau dan hati, sangat penting bagi tubuh dalam pembentukan sel baru dan perawatan sel; folasin (9) |
| ASAMFOLIK | Vitamin B kompleks yang terdapat dalam sayuran hijau dan hati (9) |
| ASAMGALAT | Asam organik yang terdapat dalam tumbuhan atau tergabung dalam tanin, biasanya digunakan dalam pewarna dan dalam fotografi (Kimia) (9) |
| ASAMGARAM | Pengalaman hidup; liku-liku hidup; suka duka dalam kehidupan (kiasan) (9) |
| ASAMHUMAT | Asam organik kompleks yang ada dalam tanah, gambut, dan batu bara, terbentuk dari dekomposisi bahan sayuran, dan sangat memengaruhi warna air permukaan (9) |
| ASAMHUMUS | Asam organik yang diperoleh dari humus (Kimia) (9) |
| ASAMKAWAK | Hasil olahan asam jawa agar dapat bertahan lama, dibuat dari asam yang matang di pohon, dikupas, dibuang serat dan isinya kemudian dijemur, diberi campuran garam dan gula merah lalu dikukus dan didinginkan serta dikemas rapi untuk menghindarkan kotoran (9) |
| ASAMLEMAH | Asam yang tidak sepenuhnya terionisasi dalam air, namun membentuk campuran keseimbangan, misalnya asam etanoat (Kimia) (9) |
| ASAMLEMAK | Turunan asam karboksilat, terdapat di dalam lemak, minyak tumbuhan, atau binatang (Kimia) (9) |
| ASAMMALAT | Asam yang digunakan sebagai bahan pengasam berbagai makanan; asam apel (C4H6O5) (9) |
| ASAMOLEAT | Asam lemak takjenuh sebagai bahan pembuatan sabun (Kimia); asam lemak takjenuh tunggal, biasanya terdapat dalam minyak zaitun dan lobak (Kimia) (9) |
| ASAMPEDAS | Gulai (biasanya berisi ikan atau daging) yang rasanya pedas bercampur asam, rasa pedas berasal dari cabai dan rasa asam dari asam kandis (Minangkabau) (9) |
| ASAMSAMAK | Zat yang dapat mengubah kulit biasa menjadi berwarna dan sebagainya (Kimia) (9) |
| ASAMSUNTI | Bumbu dapur khas Aceh, dibuat dari belimbing wuluh yang dikeringkan dan diberi garam, lalu dijemur di terik matahari sampai kering, dapat disimpan lama (Tata Boga) (9) |
| ASAMTANAT | Bentuk komersial khusus dari tanin, biasa digunakan untuk pewarnaan pada kayu (C76H52O46) (Kimia) (9) |
| ASAPDAPUR | Kebutuhan keluarga (kiasan) (9) |
| ASAPRACUN | Gas atau asap yang terbentuk dari peledakan yang umumnya mengandung racun dan berbahaya (9) |
| ASASTUNAI | Pencatatan atau penghitungan yang dilakukan setelah pembayaran secara tunai (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| ASDIKAMBA | Apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana (akronim) (9) |
| ASETILENA | Gas tanpa warna yang mudah terbakar, berbau eter apabila murni, dan digunakan untuk mempercepat proses kematangan buah-buahan (Kimia) (9) |
| ASETLUWES | Aset yang dapat digunakan untuk melunasi utang dan/atau kewajiban pewaris (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| ASETTETAP | Aktiva tetap (9) |
| ASETTIDUR | Aset yang tidak produktif karena pemakaiannya insidental (9) |
| ASHEVILLE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ASIAFILIA | Ketertarikan yang luar biasa pada budaya atau orang Asia (Psikologi) (9) |
| ASIAKECIL | Semenanjung barat Asia, merupakan bagian terbesar dari negara Turki (9) |
| ASIBILASI | Proses terjadinya konsonan plosif menjadi konsonan sibilan karena asimilasi (Linguistik) (9) |
| ASIDENTON | Penghilangan konjungsi dalam frasa, klausa, atau kalimat, misalnya "kita lihat, kita datang, kita menang" (Linguistik) (9) |
| ASIMETRIS | Tidak setangkup; tidak simetris (9) |
| ASIMILASI | Penyesuaian (peleburan) sifat asli yang dimiliki dengan sifat lingkungan sekitar (Sastra); perubahan bunyi konsonan akibat pengaruh konsonan yang berdekatan (Linguistik); pengolahan zat pada tumbuh-tumbuhan yang mengandung butir hijau daun dengan pertolongan sinar matahari; pengubahan zat bertenaga rendah menjadi zat bertenaga tinggi yang diproses oleh tumbuhan (Botani); proses yang terjadi ketika tubuh mengambil zat-zat gizi (Ilmu Gizi) (9) |
| ASINDETON | Penghilangan konjungsi dalam frasa, klausa, atau kalimat, misalnya dia tidak datang, dia sibuk bekerja (Linguistik) (9) |
| ASISTENSI | Kegiatan mengasisteni (membantu seseorang dalam tugas profesionalnya) (9) |
| ASKETISME | Kezuhudan (9) |
| ASKRIPTIF | Berhubungan (dengan); ditandai (oleh sesuatu) (9) |
| ASMARAWAN | Orang yang bercinta (9) |
| ASONISONI | Tradisi saling siram antara pemilik marga asli dari rumah adat yang akan dipugar dan orang-orang yang keluar dari marga tersebut saat ada acara pemugaran rumah adat di Desa Boano (Luhu) (9) |
| ASORTIMEN | Kumpulan barang pilihan dari benda yang bersesuaian atau berlainan (dalam toko dan sebagainya) (9) |
| ASOSIATIF | Bersifat asosiasi (9) |
| ASPALALAM | Aspal yang terjadi secara alami, terbentuk dari penyusupan aspal ke dalam rongga batuan sedimen seperti batu pasir dan batu gamping (Petrologi dan Migas) (9) |
| ASPARAGUS | Tumbuhan Liliaceae, ujung akar tunggalnya (rebung) dibuat sayur, terutama yang belum terkena sinar matahari, berwarna putih, lunak, dan gemuk; asperses; sepersi; akar parsi (Asparagus officinalis); asparaga (9) |
| ASPIRATIF | Bersifat aspirasi (9) |
| ASPIRATOR | Alat untuk mengisap udara (9) |
| ASSAFIRAH | Kota di Suriah (9) |
| ASSAMAWAH | Kota di Irak (9) |
| ASSUWAYDA | Kota di Suriah (9) |
| ASTABRATA | Wahyu kepemimpinan dalam pewayangan yang diterima oleh Raden Arjuna dari Makutha Rama, berisi delapan sifat dewa yang diambil dari unsur alam (Jawa) (9) |
| ASTENOPIA | Kelemahan otot mata dan gangguan ketajaman pandangan, kadang-kadang disertai nyeri dan sakit kepala (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ASTERISME | Gejala optis bak bintang yang terlihat dalam batu mulia yang dinamakan batu bintang, yang disebabkan oleh pantulan cahaya kemilau yang tereduksi menjadi garis cahaya yang tajam oleh corak potongan berkubah (Fisika) (9) |
| ASTRAKHAN | Kota di Rusia (9) |
| ASTRINGEN | Zat yang menyebabkan pengerutan jaringan sehingga dapat mengurangi sekresi (dipakai sebagai obat luar untuk merawat kulit) (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| ASTROFILI | Orang yang sangat mencintai benda-benda langit (9) |
| ASTROLOGI | Ilmu perbintangan yang dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang; nujum (9) |
| ASTRONAUT | Penerbang pesawat ruang angkasa; awak pesawat antariksa; kosmonaut; antariksawan; angkasawan (9) |
| ASTRONOMI | Ilmu tentang matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lain; ilmu falak (9) |
| ATAKKASAR | Berbagai unsur karya seni (teks, gambar, foto, dan ilustrasi lain) yang disatukan dan diletakkan pada satu lembaran karton, kemudian difoto untuk dijadikan separasi (9) |
| ATALAKIAH | Kelas sosial yang memiliki kedudukan paling rendah dalam masyarakat (Tolaki) (9) |
| ATAPFIBER | Atap yang terbuat dari serat plastik (9) |
| ATAPJOGLO | Atap rumah berbentuk limas terpancung yang biasanya terdapat di Jawa (9) |
| ATAPKEMPA | Atap berbahan kertas khusus yang direkatkan langsung ke genting atau dinding luar untuk mencegah kebocoran (9) |
| ATAPKUBAH | Atap yang melengkung setengah bulatan (9) |
| ATAVISTIS | Berkaitan dengan atavisme (9) |
| ATENUATOR | Peranti untuk mengurangi kekuatan gelombang, khususnya sinyal elektrik; pelaif (9) |
| ATINGGOLA | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa dalam wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo; orang yang mempunyai prinsip hidup (9) |
| ATMOLISIS | Pemisahan gas-gas dari gas campuran secara difusi lewat dinding berpori (9) |
| ATMOMETER | Alat untuk mengukur penguapan udara; evaporimeter (9) |
| ATOMISASI | Proses pemecahan cairan menjadi semburan halus; pengatoman (9) |
| ATOMISTIS | Berkaitan dengan analisis sampai ke bagian yang sekecil-kecilnya sehingga melupakan bahwa bagian-bagian itu ada hubungannya; teliti sekali (9) |
| ATOMOLOGI | Ilmu tentang atom (9) |
| ATRIBUTIF | Bersifat (berkenaan dengan) atribut (9) |
| ATTAKASUR | Surah ke-102 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (9) |
| AUDIOGRAF | Alat untuk mengetahui (mencatat) kualitas alat pendengar (9) |
| AUDIOGRAM | Catatan mengenai ketajaman pendengaran terhadap berbagai nada (dinyatakan dalam bentuk grafik garis) (9) |
| AUDIOLOGI | Otologi (9) |
| AUKSOLOGI | Ilmu tentang pertumbuhan mahluk hidup (9) |
| AULOFOBIA | Fobia terhadap seruling (Psikologi) (9) |
| AURKUNING | Bambu kuning (9) |
| AUROFOBIA | Fobia terhadap emas (Psikologi) (9) |
| AUSTRALIA | Benua yang terletak di sebelah timur Asia Tenggara dan sebelah selatan daerah khatulistiwa; negara di belahan selatan yang meliputi benua Australia, Pulau Tasmania, dan beberapa pulau kecil, ibu kotanya Canberra, merupakan anggota negara-negara Persemakmuran; negara ini terkenal dengan julukan Negeri Kanguru (9) |
| AUTODIDAK | Orang yang mendapat keahlian dengan belajar sendiri (9) |
| AUTOFOBIA | Fobia terhadap kesendirian atau diri sendiri (Psikologi) (9) |
| AUTOFOKUS | Sistem pada kamera atau lensa yang dapat mengubah ketepatan fokus secara otomatis (9) |
| AUTOGAMIK | Berkenaan dengan autogami (Biologi) (9) |
| AUTOGRAFI | Autograf (9) |
| AUTOKRASI | Bentuk pemerintahan dengan kekuasaan mutlak pada diri seseorang; kediktatoran (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| AUTOLISIS | Perombakan tubuh organisme yang mati oleh enzim tanpa bantuan bakteri (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| AUTOMATIK | Kendaraan bermotor yang memiliki mekanisme transmisi otomatis untuk mengubah gigi (9) |
| AUTOMATON | Benda yang bergerak sendiri; mesin atau peranti mekanis yang bergerak serta-merta; sosok mekanis yang bergerak seakan-akan benda hidup; manusia yang berperilaku seperti mesin (9) |
| AUTOMOBIL | Kendaraan yang dapat bergerak sendiri, beroda tiga atau lebih, digerakkan oleh mesin atau motor, biasanya berbahan bakar bensin; mobil (9) |
| AUTOMOTIF | Berkenaan dengan kendaraan bermesin (mobil, motor, dan sebagainya); otomotif (9) |
| AUTOPILOT | Pilot otomatis (9) |
| AVEROISME | Ajaran filsafat yang diajarkan oleh Averroes (Ibnu Rusyd) (Filsafat) (9) |
| AVIKULTUR | Pengembangbiakan burung (9) |
| AVIOFOBIA | Fobia naik pesawat terbang; aviatofobia (Psikologi) (9) |
| AVONTURIR | Orang yang suka melakukan pertualangan; petualang (9) |
| AWAKDARAT | Anak buah kapal terbang yang bertugas merawat dan memperbaiki pesawat (9) |
| AWAKKABIN | Anak buah kapal laut atau kapal terbang yang bertugas di bagian kabin untuk melayani penumpang (9) |
| AWAKKAPAL | Anak buah kapal (perahu) (9) |
| AWAKMEDIA | Wartawan (9) |
| AWAKMESIN | Anak buah kapal yang bertugas merawat dan memperbaiki mesin kapal (9) |
| AWAKUDARA | Anak buah kapal terbang yang bertugas di pesawat (pilot, pramugari, dan sebagainya); kru (9) |
| AWALEMBAP | Berkurang kelembapannya (9) |
| AWALENGAS | Tanpa kandungan air (9) |
| AWALGERAK | Kegiatan persiapan atau kegiatan yang terjadi antara niat untuk melakukan tindakan dan realisasi niat tersebut (Olahraga) (9) |
| AWALLARVA | Tahapan sebelum berbentuk larva, biasanya merupakan tahapan dalam embrio (9) |
| AWANARKUS | Awan rendah berbentuk horizontal, biasanya dibentuk oleh arus udara dingin dari angin laut atau udara dingin pertanda akan datangnya badai (Hidrometeorologi) (9) |
| AWANHITAM | Mendung (9) |
| AWANINDUK | Awan yang merupakan asal terbentuknya awan lain (9) |
| AWANJAMUR | Awan ledakan (Meteorologi) (9) |
| AWANJEJAK | Awan yang terbentuk di sepanjang jejak pesawat terbang yang sedang terbang jika keadaan udara pada saat itu cukup dingin dan lembap (9) |
| AWANMALAM | Awan yang tak diketahui susunannya, terjadi pada lapisan yang sangat tinggi (Hidrometeorologi) (9) |
| AWANPANAS | Abu panas gunung api yang dibawa angin, dan membahayakan bagi kehidupan yang dilaluinya; ladu (Geografi dan Geologi) (9) |
| AWANPANJI | Kumpulan titik air atau es yang bergerak ke bagian sisi belakang gunung dalam udara yang cerah (9) |
| AWANPERAK | Awan yang bentuknya seperti sirus yang tipis, biasanya berwarna putih seperti perak dan kadang-kadang berwarna kekuning-kuningan sampai merah (9) |
| AWANROTOR | Awan berbentuk gulungan, yang sering terjadi di bagian atas pusaran tetap yang berputar terhadap sumbu horizontal, biasanya terjadi di belakang gunung atau di lingkaran pegunungan (9) |
| AWANTOPAN | Awan yang berwarna kehitam-hitaman, tampak seperti dinding, dan sering terdapat di bagian depan siklon tropis (9) |
| AWETRAJET | Perselisihan dalam rumah tangga akibat kurang kerukunan atau keselarasan di antara pasangan (Psikologi) (9) |
| AYAHBUNDA | Ibu bapak; orang tua (9) |
| AYAMADUAN | Ayam jantan yang dipiara untuk diadu; ayam sabungan (9) |
| AYAMAFKIR | Ayam petelur betina yang sudah tidak produktif lagi atau kualitas telurnya rendah, biasanya berumur sekitar 96 minggu (9) |
| AYAMBEKAS | Ayam sabungan yang pernah kalah tetapi disabungkan kembali (kiasan) (9) |
| AYAMBIANG | Ayam betina yang hampir bertelur (9) |
| AYAMBURAS | Ayam bukan ras, ayam kampung yang diternakkan; ayam lokal (9) |
| AYAMDENAK | Jenis ayam hutan (9) |
| AYAMGALUR | Ayam domestikasi yang unggul hasil penyilangan (9) |
| AYAMHUTAN | Ayam liar (Gallus spp.) (9) |
| AYAMILONI | Ayam bakar khas Gorontalo yang diberi racikan bumbu dan santan sebelum dibakar (Tata Boga) (9) |
| AYAMJALAK | Ayam jantan yang berwarna hitam berkurik-kurik (digunakan sebagai ayam sabungan); pemberani (kiasan) (9) |
| AYAMKATIK | Jenis ayam kecil (9) |
| AYAMLOKAL | Ayam kampung (9) |
| AYAMPUPUH | Ayam sabung yang tidak bertaji (9) |
| AYAMSAYUR | Ayam pedaging; lemah tidak berdaya (kiasan) (9) |
| AYAMSULUH | Ayam yang kepala dan lehernya tidak berbulu (9) |
| AYAMTIREN | Ayam yang sudah mati di kandang atau dalam perjalanan, tetapi tetap dipotong dan dijual pada konsumen; ayam mati kemarin (9) |
| AYATULLAH | Tanda-tanda kebesaran dan kekuatan Allah Swt.; gelar tertinggi pemimpin spiritual dalam kalangan Syiah di Iran (9) |
| AYLESBURY | Kota di Inggris (9) |
| AYUNBALIK | Gerakan mengayunkan raket ke belakang sebelum memukul bola yang dilakukan di sebelah kiri atau kanan badan (tentang tenis lapangan) (Olahraga) (9) |
| AZADSHAHR | Kota di Iran (9) |
| AZZAWIYAH | Kota di Libya (9) |
| BABANCONG | Bangunan sejenis panggung tempat bupati menyaksikan keramaian atau berbicara kepada rakyat (Sunda) (9) |
| BABATALAS | Teroka, meneroka (9) |
| BABATLARI | Menebas (menebang habis) hutan secara serampangan tanpa menghutankan kembali bagian yang telah ditebang (9) |
| BABIKUTIL | Babi liar endemik pulau Jawa, Bawean, dan Madura yang memiliki tiga benjolan daging seperti kutil di wajahnya, serta memiliki surai yang terlihat mulai leher, sepanjang tulang belakang, sampai ke pangkal ekor (Sus verrucosus) (9) |
| BABILONIA | Kota kuno yang terletak di sebelah selatan Mesopotamia (sekarang Irak), di wilayah Sumeria dan Akkadia, berada di tepian sungai Efrat (9) |
| BABUSHKIN | Kota di Rusia (9) |
| BADAKJAWA | Badak yang hanya terdapat di Ujung Kulon (Jawa Barat) (9) |
| BADALHAJI | Orang yang melaksanakan ibadah haji untuk menggantikan orang lain (seperti menggantikan orang yang sudah meninggal); wakil haji (9) |
| BADANDANG | Permainan layang-layang yang mengandalkan keindahan bentuk dan bunyinya, berupa layang-layang besar, terbuat dari bambu, diberi bunyi-bunyian yang terletak pada sayap sebelah kiri dan kanan (9) |
| BADARBARA | Ikan badar yang besar (9) |
| BADARSILA | Kain putih yang halus; raja badar (9) |
| BADITIANG | Lagu rakyat tradisional Kalimantan Timur yang menggambarkan kesedihan (Musik) (9) |
| BADMINTON | Bulu tangkis (Olahraga) (9) |
| BADUILUAR | Suku bangsa yang umumnya beragama Islam, lebih terbuka terhadap masyarakat di luar Badui; suku Badui Panamping (9) |
| BAFOUSSAM | Kota di Kamerun (9) |
| BAGAIMANA | Kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan (lazimnya diikuti kata cara); kata tanya untuk menanyakan akibat suatu tindakan; kata tanya untuk meminta pendapat dari kawan bicara (diikuti kata kalau); kata tanya untuk menanyakan penilaian atas suatu gagasan (9) |
| BAGANALIR | Bagan arus (Manajemen); peta grafis dari lintasan kontrol atau data yang dilalui operasi-operasi dalam program atau sistem penanganan informasi (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| BAGANARUS | Bagan yang terdiri atas garis dan panah yang menggambarkan jalannya suatu proses (9) |
| BAGANMATA | Bagan berupa grafik yang menunjukkan ketajaman visual tercetak, berbentuk deret huruf-huruf alfabet dengan ukuran yang makin mengecil (9) |
| BAGANPETA | Bagan berupa peta yang mengandung tanda-tanda yang menerangkan terjadinya suatu proses (misalnya migrasi) atau yang menggambarkan statistik penduduk, produksi, distribusi, dan sebagainya di daerah yang tercantum pada peta itu (Antropologi) (9) |
| BAGASOSIS | Penyakit akibat menghirup debu ampas tebu yang menyebabkan batuk dan sesak napas (9) |
| BAGIHASIL | Pembagian hasil pertanian antara pemilik tanah dan penggarap (Pertanian) (9) |
| BAGIKECIL | Pengambilan rambut sedikit demi sedikit dari hasil pembagian, dilakukan untuk mempermudah pengguntingan (9) |
| BAHANAJAR | Bahan pelajaran yang disusun secara sistematis, digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran (9) |
| BAHANBAKU | Bahan untuk diolah melalui proses produksi menjadi barang jadi; bahan kebutuhan pokok untuk membuat sesuatu (9) |
| BAHANFILM | Bahan dari plastik atau bahan sejenis yang dilapisi dengan emulsi fotografi dan dapat digunakan untuk proses pemotretan (9) |
| BAHANJADI | Barang hasil pengolahan bahan mentah sampai berbentuk dan sesuai dengan keperluan (siap pakai) (9) |
| BAHARIWAN | Orang yang bekerja di laut atau pelayaran; pelaut (9) |
| BAHASAIBU | Bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya, seperti keluarga dan masyarakat lingkungannya (9) |
| BAHASAROH | Karunia Roh Kudus untuk memuji dan menyembah Allah di dalam doa dengan bahasa, biasanya tidak dapat dipahami, baik oleh orang yang memakainya maupun oleh orang lain (Agama Kristen) (9) |
| BAHASAWAN | Orang yang memiliki atau menguasai secara penuh suatu bahasa; penutur bahasa; pemakai bahasa; ahli bahasa (9) |
| BAHAYAAPI | Yang mungkin menimbulkan kebakaran (9) |
| BAHBETINA | Banjir yang datang berikutnya (9) |
| BAHJANTAN | Banjir permulaan (9) |
| BAHUJALAN | Bagian tepi jalan raya (pada umumnya tidak dilintasi kendaraan) (9) |
| BAIKULINO | Kerupuk dari irisan kulit sapi atau kerbau (Culambacu) (9) |
| BAISECITY | Kota di Cina (9) |
| BAITULLAH | Baitulharam (Agama Islam) (9) |
| BAITULMAL | Tempat penyimpanan harta benda; rumah perbendaharaan (Agama Islam) (9) |
| BAJAAKTIF | Baja yang tidak mengalami deoksidasi sehingga terjadi pelepasan gas dan baja, seperti mendidih pada saat proses pembekuan; baja rim (Metalurgi) (9) |
| BAJABETON | Baja khusus yang digunakan untuk konstruksi beton (9) |
| BAJACEPAT | Baja yang tahan panas dan tahan aus, digunakan untuk bahan perkakas pemotong, rol pembuat pelat logam, cetakan logam, dan bagian mesin yang harus tahan aus (Metalurgi) (9) |
| BAJAKLAUT | Penyamun atau pengacau di laut atau di dekat pantai; perompak; ilanun; lanun (9) |
| BAJALUNAK | Baja dengan kandungan karbon sampai dengan 0,20% dan tidak mengandung unsur lain selain silikon dan mangan, banyak digunakan sebagai bahan konstruksi baja karena mudah dilas dan dibentuk (Metalurgi) (9) |
| BAJANIKEL | Baja yang mengandung nikel sebagai unsur paduan dengan jumlah yang bervariasi antara 0,5% - 6,0%, berguna untuk menaikkan kekuatan sampai kondisi normal, memberikan kesadahan dalam minyak atau udara, atau meningkatkan kekuatan poros dari bagian yang berputar (Petrologi dan Migas) (9) |
| BAJANKAKI | Bajan yang digunakan untuk menghangatkan, membersihkan, atau menyehatkan kaki (9) |
| BAJATUANG | Baja yang dituangkan atau dicetak setelah lebih dahulu dipanaskan hingga mencair (mengandung unsur karbon yang relatif rendah) (9) |
| BAJUALANG | Baju kurung yang berlengan pendek (9) |
| BAJUBELAH | Baju belah dada (9) |
| BAJUDALAM | Baju yang dipakai di bagian dalam (tertutup oleh baju lain); anak baju (9) |
| BAJUHIJAU | Tentara; militer (kiasan) (9) |
| BAJUHUJAN | Baju panjang dari plastik atau bahan lain, penutup tubuh supaya tidak kena air hujan (9) |
| BAJUJUBAH | Baju panjang seperti yang biasa dipakai orang Arab, hakim, atau padri (9) |
| BAJUKATAK | Jas berlengan pendek (9) |
| BAJUKEPOK | Baju yang berleher tinggi (9) |
| BAJUKODOK | Baju yang tidak berleher dan tidak berlengan; baju basterop (9) |
| BAJUKOMBO | Baju pengantin perempuan lengkap dengan sarung dan selendang yang tidak terbelah pada bagian depan, kecuali mempunyai lubang kepala sampai bagian atas dada (Muna) (9) |
| BAJULASAK | Baju untuk bekerja sehari-hari (9) |
| BAJULUKUP | Baju adat yang dipakai oleh wanita dari adat Gayo Lues atau oleh penari (Gayo) (9) |
| BAJUMALAM | Baju yang khusus dipakai oleh perempuan pada malam hari (untuk menghadiri pesta dan sebagainya) (9) |
| BAJUMANDI | Baju yang khusus dipakai untuk mandi di pemandian; baju renang (9) |
| BAJUPANAS | Baju yang dipakai untuk penahan hawa dingin, terbuat dari kain tebal, kain bulu, atau wol (9) |
| BAJUPESAK | Sebelah baju belah yang dadanya dua lapis (9) |
| BAJUPOKOK | Baju belah yang tidak berlengan (9) |
| BAJUPOLOS | Baju yang berwarna semacam (9) |
| BAJUROMPI | Baju yang tidak berlengan yang dipakai di luar sebagai pelapis (9) |
| BAJUSELAM | Baju yang khusus dipakai untuk menyelam (9) |
| BAJUSIKAP | Baju laki-laki Jawa berlengan panjang, kancingnya di atas, tidak di tengah-tengah (di sisi sebelah kiri) (9) |
| BAJUTAKWA | Baju model Cina, leher tertutup tinggi, belakangnya tidak simetris, berkancing sampai ke leher dan bersaku dua yang terletak pada bagian depan bawah; baju sika (9) |
| BAJUTIDUR | Baju yang dirancang secara khusus untuk dipakai pada waktu tidur (9) |
| BAJUZIRAH | Baju besi atau baju rantai yang dikenakan pada waktu berperang pada zaman dahulu (9) |
| BAKALBIJI | Bagian atau cabang bakal buah pada tumbuhan biji yang akan berkembang menjadi biji sesudah pembuahan oleh serbuk sari (9) |
| BAKALBUAH | Bagian pangkal putik, biasanya menggembung, di dalamnya terdapat bakal biji dan terdiri atas satu atau beberapa daun buah yang bersatu (9) |
| BAKARBATU | Upacara bakar batu (Papua); cara memasak makanan berupa umbi-umbian, sayur-sayuran, daging, dan sebagainya dengan menggunakan bara batu yang dipanaskan (Papua) (9) |
| BAKARUANG | Strategi promosi berupa tawaran kembalian tunai, ongkos kirim gratis, dan sebagainya yang biasa dilakukan perusahaan rintisan untuk mendapatkan pelanggan setia (kiasan) (9) |
| BAKASLEWU | Kelompok orang yang dituakan (di masyarakat Dayak Olo Ngaju); sesepuh (9) |
| BAKATALAM | Kemampuan yang sudah ada atau dibawa sejak lahir (9) |
| BAKAUAKIK | Tumbuhan jenis bakau (Rhizophora conjugata) (9) |
| BAKIBOLON | Balai tempat mengadakan sidang adat yang juga digunakan untuk tempat tidur para pemuda atau tamu-tamu dari luar masyarakat yang bersangkutan (Batak) (9) |
| BAKITELUR | Baki berceruk untuk menaruh telur (9) |
| BAKIXANOV | Kota di Azerbaijan (9) |
| BAKRENDAM | Bak mandi dari kayu yang memiliki kursi pada bagian dalam, keran pada bagian bawah, dan meja yang dapat dilepas pada bagian atas, digunakan saat akan melakukan perawatan badan berupa berendam (9) |
| BAKUCEKEL | Saling menjatuhkan orang yang telah menduduki satu jabatan dan digantikan dengan orang lain (9) |
| BAKUCINTA | Saling mencintai (9) |
| BAKUKEBAT | Saling menukar (9) |
| BAKUPELUK | Saling memeluk (9) |
| BAKUPIARA | Hidup bersama tanpa diikat oleh tali pernikahan (9) |
| BAKUPUKUL | Saling memukul (9) |
| BAKUREBUT | Saling berebut (9) |
| BAKUTUDUH | Saling menuduh; tuduh-menuduh (9) |
| BALABENGI | Burung pemberi isyarat pada malam hari, seperti burung hantu (9) |
| BALABULAN | Penguasa benua bawah dalam mitos masyarakat Toba (Batak) (9) |
| BALAESANG | Suku bangsa yang mendiami desa-desa di wilayah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (9) |
| BALAIAPIT | Balai tengah (9) |
| BALAIBAYU | Balai angin; balai peranginan (9) |
| BALAIDESA | Bangunan milik desa tempat warga desa berkumpul pada waktu mengadakan musyawarah atau pertemuan (9) |
| BALAIETEK | Tempat yang digunakan untuk menjaga kampung (9) |
| BALAIGEDE | Bangunan tempat upacara adat, musyawarah, dan sebagainya (Bali) (9) |
| BALAIGONG | Bangunan tempat menabuh gamelan (Bali) (9) |
| BALAIKOTA | Gedung kota praja tempat pertemuan, rapat, dan sebagainya antara penduduk dan pemerintah kota (9) |
| BALAIRUNG | Balai atau pendopo besar tempat raja dihadap rakyatnya (di Yogyakarta dan Surakarta disebut bangsal kencana) (9) |
| BALAISARI | Balai kembang (9) |
| BALAIYASA | Tempat perawatan dan perbaikan sarana perkeretaapian (9) |
| BALAKODAN | Kelopak mata (Madura) (9) |
| BALALAIKA | Alat musik dari Rusia seperti biola, berbentuk segitiga dan berdawai (9) |
| BALANDONG | Layar yang sengaja digulung, tetapi tetap di atas tiang layar untuk menghindari kecelakaan di tengah laut akibat terpaan angin kencang (Makassar) (9) |
| BALANGKEP | Laki-laki dan perempuan yang terikat oleh hubungan perkawinan (di Manado) (9) |
| BALANITIS | Radang kelenjar penis (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| BALASBAKI | Penyerahan bingkisan berupa kue seperti juadah atau kue lapis pada saat kepulangan keluarga mempelai laki-laki setelah mengantar barang (Melayu Kalimantan) (9) |
| BALASJASA | Yang diberikan kepada orang atau badan yang pernah berjasa; gaji dan tunjangan yang diterima karyawan, mencakupi gaji pokok, tunjangan langsung, seperti bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, dan makanan, ataupun tidak langsung (Manajemen) (9) |
| BALASPATI | Perbuatan membalas dendam sampai mati (9) |
| BALEYANGO | Mengarak pengantin dari rumah pengantin perempuan ke rumah pengantin laki-laki dan kembali lagi ke rumah pengantin perempuan (Gorontalo) (9) |
| BALIKADAB | Kurang sopan; kurang ajar; tidak tahu adat (9) |
| BALIKARAH | Memutar arah (9) |
| BALIKESIR | Kota di Turki (9) |
| BALIKJURU | Mencukur anak sesudah berusia empat puluh hari (9) |
| BALIKKIRI | Membalikkan badan (dalam baris-berbaris) dengan memutarnya ke kiri (9) |
| BALIKMATA | Bermufakat jahat; membiarkan orang berbuat jahat (dengan pura-pura tidak tahu dan sebagainya) (9) |
| BALIKNAMA | Mengganti nama pada akta atau surat yang menyatakan hak milik (biasanya di hadapan notaris) (9) |
| BALISTIKA | Ilmu tentang gerak atau dorongan proyektil (peluru meriam yang ditembakkan, peluru kendali yang diluncurkan, dan sebagainya) termasuk proses dan kekuatannya (9) |
| BALITBANG | Badan penelitian dan pengembangan (unit penelitian dan pengembangan yang dimiliki oleh hampir setiap lembaga pemerintah, misalnya Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) (akronim) (9) |
| BALLALPUR | Kota di India (9) |
| BALOKSIKU | Balok (9) |
| BALOMBONG | Terowongan untuk melintaskan air yang memotong jalan (Mandar) (9) |
| BALONGGAR | Pertemuan keluarga yang dilakukan satu hari menjelang pernikahan dengan menghidangkan aneka kue (Bacan) (9) |
| BALRAMPUR | Kota di India (9) |
| BALTIMORE | Kota terbesar negara bagian Maryland, Amerika Serikat (9) |
| BALUMBUNG | Padi yang belum siap panen, sementara padi di sekitarnya sedang dipanen (Dayak) (9) |
| BALURGHAT | Kota di India (9) |
| BALUTKUKU | Penempelan pelindung kuku, seperti kertas, serat kaca, dan lainnya pada kuku yang rusak atau rapuh (9) |
| BALVANERA | Kota di Argentina (9) |
| BAMBANGAN | Ikan laut yang panjangnya mencapai 55 cm, mulut relatif kecil, bentuk kepala miring, gigi vomer tidak memanjang ke arah posterior, preoperkulum halus tanpa lekukan, baris sisik membujur miring di atas gurat sisi, badan berwarna merah muda, biasanya dengan garis merah tipis, hidup di area terumbu karang dan berbatu dengan kedalaman hingga 100 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; berkil (Lutjanus erythropterus); tokoh protagonis dalam janger Banyuwangi berwujud keluarga kerajaan atau kesatria yang berbudi halus serta bersifat lembut, luhur, dan bijaksana (Jawa) (9) |
| BAMBUAPUS | Bambu yang mempunyai rumpun yang rapat, tinggi mencapai 20 m, batangnya berwarna hijau hingga hijau kekuning-kuningan, kegunaannya berbagai macam, misalnya sebagai bahan baku dalam pembuatan kerajinan anyaman, alat rumah tangga, dan hiasan; bambu tali; buluh apus (Gigantochloa apus) (9) |
| BAMBUATER | Bambu yang tingginya mencapai 15 m, buluhnya berwarna hijau tua, digunakan untuk pipa air, dinding rumah, dan pagar, rebungnya bisa untuk bahan sayuran (Gigantochloa atter) (9) |
| BAMBUBATU | Bambu yang berasal dari India dan Myanmar, tinggi buluhnya mencapai 10–15 m, bergaris tengah 5 cm, berwarna hijau dan berdinding tebal, dibiakkan dengan biji atau rimpangnya (Dendrocalamus strictus) (9) |
| BAMBUCINA | Bambu kerdil untuk pagar hidup, batang-batangnya berimpitan rapat, warnanya hijau, kuning, atau hijau dengan garis-garis kuning (Bambusa multiplex) (9) |
| BAMBUDURI | Bambu yang rumpunnya agak rapat, tinggi mencapai 25 m, garis tengah 10 cm, banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan anyaman; buluh duri (Bambusa spinosa) (9) |
| BAMBUGILA | Permainan yang menggunakan bambu sebagai alat (Ambon) (Melayu Ambon) (9) |
| BAMBUNGAN | Orang yang berkeliaran (bergelandangan) karena bodoh dan sebagainya (9) |
| BAMBUTALI | Bambu yang mempunyai rumpun yang rapat, tinggi mencapai 20 m, batangnya berwarna hijau hingga hijau kekuning-kuningan, kegunaannya berbagai macam, misalnya sebagai bahan baku dalam pembuatan kerajinan anyaman, alat rumah tangga, dan hiasan; bambu apus; buluh apus (Gigantochloa apus) (9) |
| BANANGKUT | Jalur yang bergerak untuk meneruskan pengangkutan kertas dari meja tumpukan ke silinder tekan (9) |
| BANARBABI | Liana yang batangnya berduri, daunnya menjorong sampai melonjong, perbungaan memayung, buahnya bulat dan berwarna hijau, tumbuh di bioma subtropis, tersebar dari India sampai Filipina; akar banar; akar kijil (Smilax luzonensis) (9) |
| BANASPATI | Hantu yang konon berwujud bola api terbang (9) |
| BANBARANG | Tutup bakul (Bahau) (9) |
| BANCINGAH | Ruang depan rumah tradisional Bali golongan kesatria (Bali) (9) |
| BANDAACEH | Kota yang juga menjadi ibu kota Provinsi Aceh, terkenal dengan sebutan Kota Serambi Mekah atau Agra van Andalas (9) |
| BANDARAIR | Selokan air (9) |
| BANDARSAH | Tempat mengaji (belajar) agama Islam; surau; langgar; musala (9) |
| BANDERING | Batu (kerikil) yang diikat di ujung tali (benang) yang dilemparkan dan disangkutkan pada benang layang-layang dan sebagainya yang akan diambil; ketepel; pengumban tali (Melayu Jakarta) (9) |
| BANDIGUNG | Tukang besi kuningan (Madura) (9) |
| BANDINGAN | Imbangan; tara (9) |
| BANDONGAN | Sistem pengajaran tradisional pada sekolah agama atau pesantren, dilakukan dengan cara santri duduk mengelilingi kiai yang menerangkan pelajaran (9) |
| BANDUNGAN | Upacara suku Tengger berupa pelepasan miniatur perahu berisi tumpeng ke laut lepas sebagai bentuk syukur kepada Tuhan (Jawa) (9) |
| BANGANGTE | Kota di Kamerun (9) |
| BANGKALAN | Kayu berbentuk balok, dipasang di bagian belakang perahu untuk melekatkan tajuk (Madura); ibu kota Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur (9) |
| BANGKARAN | Ternak bunting (Batak) (9) |
| BANGKASAN | Sebutan terhormat bagi mertua laki-laki atau mertua perempuan (9) |
| BANGKILAN | Batang pohon bambu yang sudah tua (bagian ruas berakar) (Jawa) (9) |
| BANGKITAN | Perkara lama dan sebagainya yang dibangkit-bangkit; hasil tanaman (seperti ubi, kacang) (Minangkabau) (9) |
| BANGKRUAI | Kota di Thailand (9) |
| BANGKUANG | Tumbuhan menjalar, berumbi putih, kaku, berbentuk gasing, kulitnya mudah dikupas, dan rasanya manis, banyak mengandung air, biasanya dimakan segar untuk rujak (asinan) dicampur dengan buah-buahan lain; besusu; sengkuang; bengkuang (Pachyrrhizus erosus) (9) |
| BANGSAWAN | Keturunan orang mulia (terutama raja dan kerabatnya); ningrat; orang berbangsa (9) |
| BANGUNDUL | Ban yang ketebalan alurnya sudah menipis (9) |
| BANIMAZAR | Kota di Mesir (9) |
| BANJALUKA | Kota di Bosnia dan Herzegovina (9) |
| BANJIRROB | Banjir yang disebabkan oleh meluapnya air pasang (9) |
| BANKDALAM | Kegiatan oknum karyawan bank yang mencari kredit dan meminjamkan hasil kredit itu kepada nasabah umum tanpa melalui administrasi bank (9) |
| BANKGELAP | Badan yang melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin dari pihak yang berwenang (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| BANKPASAR | Bank yang terdapat di sebuah pasar, melayani simpan pinjam uang para pedagang dan umum, serta mengelola peredaran uang di pasar (9) |
| BANMINKES | Bantuan administrasi kesehatan (akronim) (9) |
| BANRADIAL | Ban dengan lapisan benang tegak lurus arah alur (9) |
| BANSARKAS | Bantuan sarana kesehatan (akronim) (9) |
| BANSBARIA | Kota di India (9) |
| BANTILANG | Balai-balai di pinggir pantai, beratap, tanpa dinding, tempat nelayan menyimpan atau membenahi jaring yang rusak (Makassar) (9) |
| BANTINGAN | Hasil membanting; guncangan keras; yang murah sekali (tentang harga) (kiasan) (9) |
| BANTONGAN | Jagoan (Jawa); biang kerok (Jawa) (9) |
| BAPAKAYAM | Bapak yang tidak memikirkan anaknya (9) |
| BAPAKISME | Praktik hubungan pemimpin dan bawahan yang meniru pola hubungan bapak dan anak, bawahan harus hormat dan patuh pada pimpinan; kebiasaan mengagung-agungkan pemimpin (atasan) (9) |
| BAPAKMUDA | Bapak kecil (9) |
| BAPAKTIRI | Laki-laki (bukan ayah) yang kawin dengan ibu kandung (9) |
| BAPEPAMLK | Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (lembaga di bawah Kementerian Keuangan yang bertugas membina, mengatur, dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan) (akronim) (9) |
| BAPTISAIR | Sakramen baptis biasa (9) |
| BARABADAN | Barang kebutuhan sehari-hari yang dijual di pasar atau toko atau dijajakan sambil berkeliling di perumahan penduduk (Sunda) (9) |
| BARAHBATU | Barah yang tumbuhnya di bawah kulit (9) |
| BARAKALDO | Kota di Spanyol (9) |
| BARAMBANG | Benda bulat-bulat yang ditempatkan di puncak tiang (seperti tiang bendera) (Minangkabau) (9) |
| BARANAGAR | Kota di India (9) |
| BARANGAPA | Segala sesuatu; apa saja (9) |
| BARANGTUA | Barang yang berupa harta warisan, yang tidak dapat dibagi karena harus tetap dipegang oleh anak laki-laki tertua (di Lampung) (Hukum) (9) |
| BARATDAYA | Mata angin yang arahnya antara barat dan selatan (9) |
| BARATLAUT | Mata angin yang arahnya antara barat dan utara (9) |
| BARBACENA | Kota di Brasil (9) |
| BARBARIAN | Orang atau kelompok barbar (9) |
| BARBERTON | Kota di Afrika Selatan (9) |
| BARCELONA | Juara Copa del Rey 2020/2021; juara Liga Spanyol 2022/2023; kota di Spanyol dan Venezuela (9) |
| BARENGKAR | Kerbau yang tanduknya satu ke atas dan lainnya ke bawah (Batak) (9) |
| BARESKRIM | Badan Reserse Kriminal (unsur pelaksana utama Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi penyelidikan dan penyidikan tindak pidana, pengawasan dan pengendalian penyidikan, penyelenggaraan identifikasi, laboratorium forensik dalam rangka penegakan hukum serta pengelolaan informasi kriminal nasional) (akronim) (9) |
| BARIATRIK | Cabang kedokteran yang menangani penyebab dan pengobatan obesitas (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| BARISBARU | Baris permulaan lagi (berganti baris) (9) |
| BAROFOBIA | Fobia terhadap gravitasi (Psikologi) (9) |
| BAROMETER | Alat untuk mengukur tekanan udara, dipakai untuk meramalkan keadaan cuaca dan mengetahui ketinggian suatu tempat dari permukaan laut; tolok ukur; ukuran (baik, buruk, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| BAROMETRI | Studi tentang hal yang berhubungan dengan pengukuran tekanan atmosfer dan yang dititikberatkan pada hal-hal yang bersangkutan dengan koreksi berbagai barometer (Meteorologi) (9) |
| BARONGSAI | Barongan Cina yang biasa dipertunjukkan pada tahun baru Imlek (9) |
| BARREIRAS | Kota di Brasil (9) |
| BARTENDER | Orang yang meracik minuman (biasanya beralkohol) di bar (9) |
| BARTERDUM | Barter tanpa melakukan temu muka (9) |
| BARUANGAN | Ruang di bawah lantai perahu (Banjar) (9) |
| BARUNGGAM | Tabung bambu yang ruasnya sudah dilubangi (Batak) (9) |
| BASALEMAH | Basa yang tidak terkonversi sepenuhnya menjadi ion hidroksida dalam larutan (Kimia) (9) |
| BASALIOMA | Tumor kulit, terutama menyerang orang yang sering terkena sinar matahari, biasanya terdapat pada hidung, dahi, dan pipi yang mudah berdarah sehingga menjadi luka (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| BASANTARA | Bahasa perantara (akronim) (9) |
| BASIFOBIA | Fobia berjalan atau terhadap sesuatu yang tegak (Psikologi) (9) |
| BASISDATA | Pangkalan data (9) |
| BASRELIEF | Pahatan pada permukaan yang hanya menonjol sedikit (ungkapan/Prancis) (9) |
| BATACCITY | Kota di Filipina (9) |
| BATAGARAM | Garam yang tercetak padat berbentuk segi empat (9) |
| BATAKKARO | Suku bangsa yang berasal atau mendiami daerah Brastagi, Sumatra Utara (9) |
| BATAKTOBA | Suku bangsa yang berasal atau mendiami daerah Tapanuli Utara, Sumatra Utara (9) |
| BATANDANG | Tradisi berkunjung yang dilakukan seorang pria ke rumah orang tua pacarnya, biasanya membawa gula atau kopi, sambil melantunkan pantun atau petuah (Melayu Jambi) (9) |
| BATANGAIR | Aliran air yang besar (biasanya buatan alam); kali; sungai (9) |
| BATANGBOR | Pipa bor (9) |
| BATANGREL | Bagian atas kepala rel tempat roda kereta api menggelinding (9) |
| BATASCAIR | Kandungan air maksimum dalam tanah tempat tanah mulai bersifat seperti cairan (Pertanian) (9) |
| BATATAPAS | Mencuci pakaian (Banjar) (9) |
| BATIKSOLO | Kain batik yang dibuat dengan corak dan gaya Solo (9) |
| BATIMETRI | Alat untuk mengukur kedalaman laut (9) |
| BATOFOBIA | Fobia terhadap kedalaman (Psikologi); fobia terhadap ketinggian atau berada di dekat gedung tinggi (Psikologi) (9) |
| BATTAGRAM | Kota di Pakistan (9) |
| BATTERSEA | Kota di Inggris (9) |
| BATUAMBAR | Getah damar yang membatu yang di dalamnya kerap kali mengandung serangga atau jasad lain, biasanya terdapat di muara sungai (dapat dibuat sebagai pipa rokok dan sebagainya) (9) |
| BATUAMBER | Batu yang terdapat di pinggiran pantai yang digunakan untuk membuat pipa (9) |
| BATUAMRIL | Batu penggosok; batu untuk menajamkan atau melicinkan (9) |
| BATUAPUNG | Batu (dari gunung berapi) yang tidak tenggelam di dalam air; batu timbul (9) |
| BATUARANG | Arang yang diambil dari dalam tanah yang berasal dari kayu-kayuan yang telah menjadi batu; batu bara (9) |
| BATUBADAR | Batu hablur untuk permata cincin (9) |
| BATUBELAH | Kepingan pecahan dari pasangan batu dan beton (9) |
| BATUCANAI | Batu asah; gerinda (9) |
| BATUDACIN | Timah atau logam dengan ukuran tertentu pada dacin untuk menimbang berat barang; batu timbang (9) |
| BATUDAMAR | Batu yang terdapat di pantai, dapat dibuat pipa (9) |
| BATUGELAS | Batu kaca berwarna hitam atau hitam keabu-abuan yang berasal dari lahar cair yang terlalu cepat membeku; obsidian (9) |
| BATUHIDUP | Batu yang dianggap mengandung kekuatan gaib (9) |
| BATUKAPUR | Batu karang yang terutama mengandung kalsium karbonat dan apabila dibakar menghasilkan kapur; kapur yang masih berupa batu (9) |
| BATUKAWIN | Biaya yang dibayarkan kepada pejabat resmi yang menikahkan dan meresmikan perkawinan mempelai (9) |
| BATUKILIR | Batu yang dipakai sebagai pengasah (untuk menajamkan) pisau dan sebagainya (9) |
| BATUKOLAR | Batu dari karang laut; batu koral (9) |
| BATUKORAL | Batu dari karang laut; batu kolar (9) |
| BATUKUBUR | Batu yang dipasang di kubur; nisan (9) |
| BATULAHAR | Kepingan terleleh atau terlebur yang keras dari residu yang terbentuk dalam kebakaran dengan timbunan abu, logam, gelas (kaca), dan keramik (Teknik) (9) |
| BATULICIN | Ibu kota Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan (9) |
| BATULUMUT | Batu giok; warna hijau seperti batu giok (9) |
| BATUMERAH | Bata (9) |
| BATUNISAN | Batu tanda pada kubur (9) |
| BATUPADAS | Lapisan tanah yang keras menyerupai karang (9) |
| BATUPAHAT | Kota di Malaysia (9) |
| BATUPERUM | Batu penduga untuk mengetahui dalamnya laut dan sebagainya (9) |
| BATUPETIR | Batu yang menyerupai mata kapak (9) |
| BATUPIRUS | Batu permata yang warnanya kebiru-biruan (9) |
| BATUSABAK | Batu serpih yang terkena suhu dan tekanan tinggi, berwarna abu-abu dan kehijau-hijauan, hitam dan merah, serta dapat dibelah-belah menjadi lempengan tipis yang lebih keras dari batu serpih (9) |
| BATUSAFIR | Batu yang dapat berwarna biru, merah muda, oranye, kuning, hijau, ungu, atau tidak berwarna (9) |
| BATUSENDI | Batu alas (tiang rumah); dasar; alas; asas (kiasan) (9) |
| BATUTETES | Batu gantung (9) |
| BATUTOPAS | Permata yang berwarna kuning; topas (9) |
| BATUTULIS | Batu tipis untuk tempat menulis; batuan berkristal halus sebagai bahan pembuat atap rumah; batu bertulis; batu bersurat (9) |
| BATUUMPAK | Batu yang dijadikan alas tiang; batu sendi (9) |
| BAUKENCUR | Baru mulai; masih muda dan baru pada tahap belajar (kiasan); masih anak-anak dan belum banyak pengalaman (kiasan) (9) |
| BAUNGAKAR | Baung yang bulat panjang (Mystus planiceps) atau (Maeronus nigriceps) (9) |
| BAUNGBATU | Ikan baung (Amblyceps mangois) (9) |
| BAURPANAH | Kayu (buluh) tempat merentangkan tali panah (9) |
| BAUSASTRA | Kamus (Jawa) (9) |
| BAUTANGAN | Ingin selalu digendong (tentang bayi) (kiasan) (9) |
| BAWAHMEJA | Dengan cara ilegal, tidak menurut hukum (kiasan) (9) |
| BAWALLAUT | Bawal yang panjangnya mencapai 60 cm, kerutan pada kepala hampir mencapai pangkal sirip dada, bagian depan sirip punggung dan dubur memanjang, sirip punggung memiliki 30–43 jari-jari lunak, cuping bawah dari sirip ekor lebih panjang daripada cuping atas, kepala dan badan putih keperakan, bagian dorsal sedikit gelap kebiruan, hidup di dasar berpasir dan berlumpur perairan tropis subtropis dengan kedalaman 5–110 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Pampus argentus) (9) |
| BAYAMDURI | Terna yang tumbuh liar, tinggi hingga 100 cm, batangnya kemerah-merahan, pada ketiak daun terdapat sepasang duri (Amaranthus spinosus) (9) |
| BAYIMERAH | Bayi yang baru saja dilahirkan (9) |
| BAYRAMALY | Kota di Turkmenistan (9) |
| BAYTLAHYA | Kota di Palestina (9) |
| BAYURLAUT | Pohon yang tingginya mencapai 34 m, daun elips atau membundar telur dengan permukaan bawah berwarna putih keabuan, bunga tandan bermahkota ungu dan cokelat dengan kelopak berwarna merah, buah mengilap berwarna hijau hingga cokelat, kayu liat dan awet, buah digunakan sebagai obat diare dan disentri, kayu digunakan sebagai bahan bangunan dan pembuatan kapal; dungun (Heritiera littoralis) (Botani) (9) |
| BAZARAMAL | Tempat berjual beli yang diadakan oleh perkumpulan dan sebagainya dengan maksud mencari dana; pasar amal (9) |
| BEACHHEAD | Posisi terdepan yang direbut oleh sebuah pasukan di pantai daerah musuh (ungkapan/Inggris) (9) |
| BEAEKSPOR | Pajak yang dikenakan pada barang yang diekspor; bea keluar (9) |
| BEAKELUAR | Pajak yang dikenakan pada barang yang diekspor; bea ekspor (9) |
| BEAUGESTE | Sikap yang simpatik (ungkapan/Prancis); perbuatan atau tawaran yang kelihatannya murah hati, tetapi yang sebenarnya kosong (ungkapan/Prancis) (9) |
| BEAVERTON | Kota di Amerika Serikat (9) |
| BEAWIYATA | Beasiswa yang diberikan untuk membiayai penelitian atau tugas akhir, khususnya untuk mahasiswa pascasarjana (9) |
| BEBANGKIT | Sajen persembahan kepada Dewi Durga dan para butakala berupa buah-buahan dan kue-kue yang melambangkan isi dunia dan planet (Bali) (9) |
| BEBEDOURO | Kota di Brasil (9) |
| BEBEKISME | Sifat atau sikap mengikuti secara membuta (membebek), apa pun yang dikatakan pemimpinnya diikuti tanpa dipikirkan lagi (9) |
| BEBERASAN | Telur cacing pita (Bali) (9) |
| BEBESARAN | Murbei; besaran; kertau (Melayu Jakarta) (9) |
| BEBODORAN | Lelucon; lawakan (Sunda) (9) |
| BEBUYUTAN | Turun-temurun (tentang permusuhan) (kiasan); lama sekali (kiasan) (9) |
| BECKENHAM | Kota di Inggris (9) |
| BECONTREE | Kota di Inggris (9) |
| BEDAHBUKU | Pembicaraan dan diskusi mengenai isi buku (9) |
| BEDAHBUMI | Ongkos atau biaya penggalian kubur (Jawa) (9) |
| BEDAHKRIO | Tindakan yang dilakukan untuk menghancurkan jaringan dengan cara pembekuan (9) |
| BEDAKBAYI | Bedak khusus untuk bayi, biasanya untuk menyerap air dan keringat, dapat juga untuk mencegah lecet karena gesekan pakaian (9) |
| BEDAKCAIR | Bedak berbentuk cair, dibubuhkan sedikit demi sedikit pada dahi, pipi, dan dagu kemudian diratakan dengan spons atau jari (9) |
| BEDOLDESA | Pemindahan seluruh penghuni desa ke tempat lain (tentang transmigrasi) (9) |
| BEERSHEBA | Kota di Israel (9) |
| BEGITUPUN | Meskipun begitu; demikian juga (9) |
| BEGUSARAI | Kota di India (9) |
| BEHABANDO | Beha yang bentuknya seperti bando, biasa dipakai ketika memakai busana dengan desain dada rendah (Tata Busana) (9) |
| BEKANGDAM | Perbekalan angkutan daerah militer (akronim) (9) |
| BEKERNYUT | Berkerut (9) |
| BEKLEDING | Penyelubungan tempat duduk (kursi, jok, dan sebagainya) dengan lapisan lain seperti kain, plastik (9) |
| BELAHDADA | Terbuka di depan (tentang baju) (9) |
| BELAHKROL | Belahan seperti rambut yang disisir terbelah dua (Melayu Kalimantan) (9) |
| BELALAKAN | Pandangan dengan mata membelalak (9) |
| BELAMBANG | Serabut tali pengikat (9) |
| BELANDANG | Lari kencang (9) |
| BELANDONG | Penebang kayu di hutan (9) |
| BELANDUNG | Terlalu longgar; pelatuk; belatuk (9) |
| BELANGGUR | Petasan besar berbentuk silindir dan terbang saat dinyalakan, sebagai penanda waktu berbuka puasa pada bulan Ramadan (Using) (9) |
| BELANGKAS | Ketam (betina) yang besar berkulit keras (menyerupai kulit penyu) pipih dan bundar, tepinya berduri (bergerigi), berekor panjang bergerigi seperti sangkur yang dapat digerak-gerakkan (biasanya didapati berpasang-pasangan, di Jawa lazim disebut mimi) (Limulus moluccanus); sangkur yang bentuknya seperti ekor belangkas; golok (9) |
| BELANGKIN | Zat sisa pengolahan minyak tanah; ter; semir sepatu (9) |
| BELANGKON | Penutup kepala (orang laki-laki) dari kain jenis batik, berbentuk setengah bola (9) |
| BELANJAAN | Barang-barang yang dibeli di pasar dan sebagainya; hasil berbelanja (9) |
| BELANTARA | Sangat luas (tentang hutan, padang, dan sebagainya) (9) |
| BELANTIKA | Usaha dagang atau jasa dalam dunia permusikan (lagu-lagu, kaset, dan sebagainya) atau pertunjukan (tari dan sebagainya); dunia; jagat; kancah (9) |
| BELARUSIA | Negara yang terletak di Eropa bagian timur, beribu kota Minsk; bahasa yang dituturkan di Belarusia (9) |
| BELASTING | Pajak; bea; cukai (Belanda) (9) |
| BELAVUKAN | Luka-luka di kulit pohon (Bahau) (9) |
| BELCHATOW | Kota di Polandia (9) |
| BELEMBANG | Berkas (Minangkabau) (9) |
| BELENCONG | Lampu besar yang digantungkan di muka kelir pertunjukan wayang kulit (Jawa); cangkul penggali atau pembelah, berukuran tebal dan bermata dua, ujung yang satu bermata runcing dan yang satu lagi bermata tajam; gancu (9) |
| BELENDONG | Kayu penggulung benang; beladu (9) |
| BELENDUNG | Bengkak; gembung (9) |
| BELENGKET | Menempel erat-erat; melekat (9) |
| BELENGKOK | Bengkok; kelok; keluk; tidak lurus; berlekuk; berkelok; tidak jujur (kiasan) (9) |
| BELENGSET | Terlipatnya tepi kelopak mata (karena sakit trakoma dan sebagainya); terlipat keluar (tentang pelupuk mata yang sebelah bawah) (9) |
| BELENTING | Gembung (9) |
| BELENTUNG | Katak besar (yang berbunyi “tung, tung”) (9) |
| BELIMBENG | Kaki gunung yang menjorok jauh ke luar (Aceh) (9) |
| BELIMBING | Bersanding-sanding menurut panjangnya (seperti bentuk kayu penggaris); tumbuhan yang termasuk suku Oxalidaceae, tinggi pohon mencapai 5–12 m, berdaun majemuk, buahnya ada yang manis (belimbing manis) dan ada yang dapat dibuat sayur (belimbing wuluh); buah belimbing (9) |
| BELINCONG | Kerang kecil yang mempunyai cangkang berbentuk kerucut sebesar ujung lidi, hidup di bawah batu, sela-sela lumut, dan rerumputan (Lumellaxis gracils) (9) |
| BELINGSAT | Belingsatan; selalu bergerak (karena tertekan, gelisah, dan sebagainya) seperti cacing kepanasan (9) |
| BELIPANIK | Perilaku membeli sesuatu secara berlebihan dalam satu waktu karena tingkat kecemasan yang tinggi (9) |
| BELOGORSK | Kota di Rusia (9) |
| BELONGGOK | Pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun elips sampai melanset, bunga kecil malai berwarna putih kekuningan, buah elipsoid bertangkai bengkak dengan warna buah hijau sampai cokelat dan warna tangkai merah hingga ungu (Alseodaphne peduncularis) (Botani) (9) |
| BELONGKOT | Belongkotan; masih belum diolah; sebagaimana adanya; utuh (9) |
| BELONTANG | Ikan laut yang ukurannya mencapai 10 cm, hidup di perairan subtropis dengan kedalaman 5–80 m, tersebar di perairan Atlantik Timur (Gobius auratus); membelontang; menyangkal berbuat (suatu kesalahan) (9) |
| BELORETSK | Kota di Rusia (9) |
| BELUBELAI | Banyak mulut; cerewet; kata-kata lembut dan manis (9) |
| BELUNGKUR | Ikan laut berbentuk cerutu, bulat memanjang, bagian atas berwarna cokelat, bagian bawah berwarna keperakan, panjang jantan mencapai 60 cm, betina 30 cm, hidup di daerah terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 10–60 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Saurida tumbil) (9) |
| BENALUAPI | Pasilan yang merusak pohon yang dilekatinya (Loranthus crasus) (9) |
| BENANGBOL | Benang yang agak tebal (untuk menjahit kasur dan sebagainya) (9) |
| BENANGWOL | Benang yang terbuat dari bulu binatang yang halus (terutama bulu domba) (9) |
| BENBEPHON | Piring untuk maskawin (Biak) (9) |
| BENDACAIR | Benda (barang) yang dapat berubah bentuk menurut bangun tempatnya (seperti air, minyak) karena molekulnya bergerak bebas (9) |
| BENDAHARA | Penanggung jawab (pemegang) atau pengurus keuangan (yayasan, perkumpulan, dan sebagainya); bendahari; pemegang harta benda (kekayaan) negara atau raja; perdana menteri; wazir; menteri (dalam permainan catur) (9) |
| BENDAHARI | Orang perempuan yang mengurus keuangan perkumpulan; bendahara (9) |
| BENDAMATI | Benda (barang) yang tidak dapat bergerak sendiri dan tidak bernapas (seperti batu, besi, dan rumah) (9) |
| BENDERANG | Tombak yang tangkainya dihiasi dengan bulu kambing (sebagai tanda kebesaran); tombak benderang; terang benar (tentang cahaya, warna) (9) |
| BENDERUNG | Tanah kosong (halaman) antara dua rumah (9) |
| BENDUNGAN | Bangunan penahan atau penimbun air untuk irigasi (pembangkit listrik dan sebagainya) (9) |
| BENGALURU | Kota di India (9) |
| BENGGAULU | Suku bangsa yang mendiami sebagian wilayah Budong-Budong di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (9) |
| BENGGOLAN | Mata uang benggol; kepala penjahat (perampok dan sebagainya); tokoh terkemuka (dalam partai); gembong (9) |
| BENGKAHAN | Belahan; retakan (9) |
| BENGKALAI | Terbengkalai; terhenti sebelum selesai dikerjakan (tentang pekerjaan, urusan, dan sebagainya); telantar (tentang pekerjaan dan sebagainya); terdiam (9) |
| BENGKALIS | Kabupaten di Provinsi Riau, ibu kota Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, terkenal dengan sebutan Kota Terubuk (9) |
| BENGKARAK | Tulang belulang; kerangka (9) |
| BENGKARAS | Pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun elips, bunga payungan berwarna kuning pucat, buah kapsul, kayu agak ringan dan lunak berwarna kuning digunakan sebagai kasau balok dan papan lantai; merkaras (Norrisia malaccensis) (Botani) (9) |
| BENGKATAK | Kadal dengan sisir di belakangnya (9) |
| BENGKAWAN | Bilah bambu untuk penguat atap dari daun nipah atau rumbia (daun nipah atau rumbia dilipatkan pada bilah itu); kata penggolong bagi atap (9) |
| BENGKELAI | Berkelahi (9) |
| BENGKERAP | Bangkrut (9) |
| BENGKUANG | Pohon, tingginya mencapai 20 m, daunnya panjang meruncing dan berduri tajam, biasa dibuat kajang, tikar, tutup kepala, dan sebagainya; mengkuang (Pandanus atrocarpus); cangkuang (Pandanus furcatus); tumbuhan menjalar, berumbi putih, kaku, berbentuk gasing, kulitnya mudah dikupas, dan rasanya manis, banyak mengandung air, biasanya dimakan segar untuk rujak (asinan) dicampur dengan buah-buahan lain; besusu; sengkuang (Pachyrrhizus erosus) (9) |
| BENIHPADI | Biji padi yang disemai (Pertanian) (9) |
| BENIMERED | Kota di Aljazair (9) |
| BENINCITY | Kota di Nigeria (9) |
| BENTANGUR | Pohon yang daunnya hijau tua dan kaku, buahnya bulat, kayunya kuat (tidak mudah patah), digunakan untuk bahan bangunan, banyak jenisnya; mentangur (Calophyllum) (9) |
| BENTROKAN | Tubrukan; perselisihan; percekcokan; bertubrukan; berlanggaran (9) |
| BENTURUNG | Mamalia karnivor yang termasuk dalam keluarga musang, memiliki rambut panjang dan kasar berwarna hitam atau kecokelatan yang menutupi seluruh tubuh, ekor sangat panjang dan dapat digunakan untuk memegang, aktif di malam hari, hidup di atas pepohonan, makanannya buah dan binatang kecil, seperti serangga, burung, atau ikan; binturung; binturong (Arctictis binturong) (9) |
| BENUABIRU | Sebutan untuk benua Eropa (9) |
| BENZEDRIN | Obat perangsang saraf yang lazim digunakan dalam obat semprot hidung (9) |
| BEPERGIAN | Berjalan jauh (9) |
| BEPERKARA | Mempunyai perkara atau urusan; berurusan (9) |
| BERADAADA | Ada sesuatu (sebab, maksud) yang tersembunyi (9) |
| BERAKIBAT | Berkesudahan; berakhir dengan (9) |
| BERAKSARA | Memiliki aksara; mampu membaca dan menulis (kiasan) (9) |
| BERAKTING | Bermain peran (Kesenian) (9) |
| BERALAMAT | Ada alamatnya (adresnya); ditujukan (kepada); memberi tanda (akan terjadi sesuatu); bersasaran; bertujuan (9) |
| BERALASAN | Berdasar; ada alasannya; dengan alasan (9) |
| BERAMANAT | Menyampaikan (memberi, mengantar) amanat; berpesan (9) |
| BERAMBANG | Bawang merah (Jawa) (9) |
| BERAMBISI | Berkeinginan keras mencapai sesuatu (cita-cita dan sebagainya); mempunyai ambisi (9) |
| BERANCANG | Berancang-ancang; dengan (mempunyai) rencana sebelumnya; telah diatur lebih dahulu (9) |
| BERANDANG | Tampak dengan jelas; mudah terlihat (karena tidak ada yang menutupi atau melindungi); lumbung padi (9) |
| BERANGGAR | Bermain anggar; berkelahi dengan memakai pedang (9) |
| BERANGKAI | Mempunyai kaitan dengan yang lain (9) |
| BERANGKAL | Batu bulat lebih besar daripada kerikil dan lebih kecil daripada bongkah (9) |
| BERANGKAP | Berkembar; berpasangan (9) |
| BERANGKAT | Mulai berjalan (pergi, bepergian); mulai menjadi (besar, akil balig); beranjak (9) |
| BERANGSUR | Sedikit demi sedikit (bergerak, bertambah-tambah, berkurang, dan sebagainya); lama-kelamaan menjadi baik (besar, penuh, dan sebagainya); beringsut sedikit-sedikit; bergeser (maju) sedikit-sedikit (9) |
| BERANJANG | Berkunjung (9) |
| BERANTARA | Ada antaranya (selangnya, selanya); berselang; tidak langsung; tidak sekaligus (setapak demi setapak) (9) |
| BERANTING | Mempunyai ranting; ada rantingnya; bersambung (dengan yang lain) (9) |
| BERAPIAPI | Bersemangat sekali; bergelora; berkobar-kobar (tentang semangat, gairah) (kiasan); marah sekali; mengobar-ngobarkan (9) |
| BERARAKAN | Berarak; berantakan (9) |
| BERASMARA | Bercinta-cintaan; berkasih-kasihan (9) |
| BERASMEJA | Beras yang putih dan baik (9) |
| BERASPATI | Hari ke-5 setiap bulan dalam penanggalan Karo (Batak) (9) |
| BERASRAMA | Mempunyai asrama; bersama-sama tinggal di dalam suatu bangunan (kompleks) (9) |
| BERASUMSI | Mempunyai asumsi; beranggapan (9) |
| BERASUTUH | Beras pecah kulit, beras tumbuk, atau beras giling yang berukuran sama atau berukuran tiga perempat bagian panjang butir yang tidak patah; beras kepala (9) |
| BERATEKOR | Malas bekerja (kiasan) (9) |
| BERATHATI | Kurang suka (enggan) melakukan; tidak sampai hati (tidak tega) melakukan; cenderung (hati) kepada; keras sangkaan (dugaan)nya (terhadap sesuatu) (9) |
| BERATKAKI | Enggan bekerja; malas bekerja (9) |
| BERATMATA | Lekas mengantuk (9) |
| BERATOTAK | Susah hati; rusuh hati (kiasan) (9) |
| BERATSIKU | Berat tangan (9) |
| BERATURAN | Dengan aturan; teratur baik-baik; memakai aturan; tahu aturan (sopan santun) (9) |
| BERAWALAN | Memakai (mempunyai) awalan (9) |
| BERBAGASI | Mempunyai bagasi; ada bagasinya (9) |
| BERBAHANA | Berbunyi; bersuara; (dalam syair) berkata; berperi (kiasan) (9) |
| BERBAHASA | Menggunakan bahasa; sopan santun; tahu adat (9) |
| BERBAHAYA | Ada bahayanya; (mungkin) mendatangkan bahaya; (dalam keadaan) terancam bahaya; (dalam keadaan) terancam bahaya (9) |
| BERBAIKAN | Berdamai; rukun kembali (9) |
| BERBALBAL | Beberapa bal; berkarung-karung; banyak sekali (kiasan) (9) |
| BERBALING | Berkisar seperti titiran (9) |
| BERBALUNG | Berjengger (9) |
| BERBANGGA | Berbesar hati (9) |
| BERBANGSA | Berasal dari bangsa; bermartabat tinggi; berketurunan luhur (bangsawan); termasuk dalam keluarga (9) |
| BERBANJAR | Berderet; berjajar (9) |
| BERBANTAH | Bertengkar mulut; bercekcok (9) |
| BERBANYAK | Bersama-sama banyak (tentang orang, barang, dan sebagainya); beramai-ramai; dengan jumlah yang banyak (9) |
| BERBARENG | Bersama-sama; bersamaan waktunya (9) |
| BERBARING | Meletakkan badan dengan punggung atau sisi badan di sebelah bawah; tidur-tiduran (9) |
| BERBAURAN | Bercampur aduk (9) |
| BERBAWAAN | Berpadanan (dengan); selaras (dengan) (9) |
| BERBAYANG | Ada bayang-bayangnya; seakan-akan kelihatan dalam angan-angan (9) |
| BERBELENG | Berputar; berpusing (9) |
| BERBELIAN | Memanggil dukun untuk mengobati orang sakit (9) |
| BERBENCAH | Berpaya(-paya) (9) |
| BERBENGUK | Merasa murung (9) |
| BERBENTAR | Berjalan (berlari) berkitar (berkeliling); berbegar (9) |
| BERBENTEH | Bermain benteh; bermain sepak-menyepak dengan tulang betis (9) |
| BERBERATI | Kota di Republik Afrika Tengah (9) |
| BERBERITA | Memberi kabar; memberi laporan; bercerita (9) |
| BERBICARA | Berkata; bercakap; berbahasa; melahirkan pendapat (dengan perkataan, tulisan, dan sebagainya); berunding; merundingkan; digunakan untuk (membunuh, melukai) (kiasan) (9) |
| BERBILANG | Menghitung; beberapa; perhitungan (9) |
| BERBINTIK | Bertitik putih atau kurik pada kulit; bertitik-titik (pada dasar warna yang berbeda) (9) |
| BERBOHONG | Menyatakan sesuatu yang tidak benar; berbuat bohong; berdusta (9) |
| BERBOYONG | Berpindah tempat tinggal beserta seluruh keluarga dan seluruh barang miliknya (9) |
| BERBUDAYA | Mempunyai budaya; mempunyai pikiran dan akal yang sudah maju (9) |
| BERBULANG | Memakai taji (tentang ayam sabung); berikat kepala; berdestar (9) |
| BERBUNTUT | Mempunyai buntut; berekor; ada lanjutannya (akibatnya) (kiasan) (9) |
| BERBUSANA | Berpakaian (9) |
| BERCABANG | Mempunyai cabang (tentang batang pohon, tanduk); terpecah; tidak terpusat pada satu saja (tentang hati, pikiran, dan sebagainya); bimbang (tentang hati, pikiran); mendua; berbelah cabang (tentang jalan, sungai); bersimpang; tidak dapat dipercaya (tentang perkataan) (kiasan) (9) |
| BERCADANG | Bersedia (akan) (9) |
| BERCADUNG | Tumbuh dan tampak timbul (tentang benih yang ditanam) (9) |
| BERCAHAYA | Memancarkan cahaya; bersinar (tentang lampu, matahari); berkilau (tentang mata, permata); berseri (tentang wajah atau air muka) (9) |
| BERCAMPUR | Beraduk (berbaur) menjadi satu; bersangkut paut; bergaul; bersetubuh (9) |
| BERCANCUT | Menyingsingkan lengan baju (bersiap untuk melawan, bekerja, dan sebagainya) (Jawa) (9) |
| BERCANTUM | Bertaut kembali (seperti luka yang sembuh); bertemu dan melekat atau berhubungan (seperti tepi baju di dada, bulu burung); ditempelkan dengan semat (peniti dan sebagainya); memuat (karangan dan sebagainya) (9) |
| BERCEDERA | Berselisih; bertengkar; berkhianat; tidak setia; tidak menepati janji; ingkar; membunuh atau menyerang dengan tipu muslihat atau dengan sembunyi-sembunyi (9) |
| BERCEKCOK | Bertengkar; berselisih; berbantah (9) |
| BERCIUMAN | Saling melekatkan bibir atau hidung; bersentuhan antara bagian depan dua benda (9) |
| BERCORENG | Bergaris-garis tebal tidak keruan; berconteng-conteng (9) |
| BERCUNDUK | Bertusuk konde (9) |
| BERCUPING | Berpegangan atau bertangkai (tentang cangkir dan sebagainya) (9) |
| BERDABUNG | Berpepat gigi (sebelum diasah) (9) |
| BERDADUNG | Berdendang untuk menidurkan anak (9) |
| BERDAGANG | Berjual beli; berniaga; mengembara ke negeri orang (9) |
| BERDAGING | Mempunyai daging; berisi daging; gemuk; kaya (kiasan) (9) |
| BERDAKWAH | Mengajak (menyerukan) untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran agama; berkhotbah (memberi penerangan) tentang agama (9) |
| BERDAMBIN | Menimbulkan tiruan bunyi benda berat jatuh; berdegum (9) |
| BERDAMPAK | Berbenturan; mempunyai pengaruh kuat yang mendatangkan akibat tertentu (9) |
| BERDAMPIL | Merapat bersentuhan (rapat bersandar atau sandar-menyandar) (9) |
| BERDANDAN | Berhias (dengan menggunakan pakaian, hiasan, dan sebagainya); bersolek (9) |
| BERDANGKA | Menyangka (9) |
| BERDANGUK | Duduk dengan kepala agak mendongak ke depan sambil bertopang dagu (9) |
| BERDATANG | Berkata (9) |
| BERDAULAT | Berbahagia; bertuah; mempunyai kekuasaan tertinggi atas suatu pemerintahan negara atau daerah (9) |
| BERDAYUNG | Naik perahu (yang menggunakan dayung); berkayuh; bersepeda (9) |
| BERDEFILE | Berarak (tentara dan sebagainya) (9) |
| BERDEGING | Berkeras hati; berkuat-kuat; mengotot (Melayu Jakarta) (9) |
| BERDEMPAK | Bersua; berjumpa; bertemu (9) |
| BERDEMPET | Berdampingan rapat (berdekatan); berimpit; rapat melekat (dikatakan tentang pisang, jari, bayi kembar siam, dan sebagainya) (9) |
| BERDEMPOK | Bertumbuk (dengan); berlanggaran (dengan) (9) |
| BERDENDAM | Menaruh perasaan ingin membalas kejahatan dan sebagainya (9) |
| BERDENGAP | Berdenyut keras (tentang jantung); berdebar; sesak dan cepat (tentang napas) (9) |
| BERDENGAR | Didengar(kan); diturut; diindahkan (Minangkabau) (9) |
| BERDENGUS | Mengeluarkan bunyi seperti lembu, kerbau, kuda mengembuskan napas kuat-kuat (9) |
| BERDENYAR | Bersinar dengan getaran cahaya yang bergerak cepat dan merata (9) |
| BERDENYUT | Bergerak-gerak turun naik (tentang urat nadi, ubun-ubun, dan sebagainya) (9) |
| BERDERANG | Berbunyi “rang, rang”; mulai terang (Minangkabau); mulai terbuka (kiasan/Minangkabau) (9) |
| BERDERING | Berbunyi seperti bunyi giring-giring (9) |
| BERDESAIN | Bermodel; berbentuk; bermotif (9) |
| BERDESING | Mengeluarkan bunyi peluru yang ditembakkan dan sebagainya (9) |
| BERDIALOG | Bersoal jawab secara langsung; bercakap-cakap (9) |
| BERDIKARI | Berdiri di atas kaki sendiri (akronim); tidak bergantung pada bantuan orang lain; mandiri (kiasan) (9) |
| BERDOMPAK | Melompat-lompat serta menerjang-nerjang dalam berkelahi; terlampau rapat (tentang rumah dan sebagainya) (9) |
| BERDOMPOL | Bergerombol (tentang buah-buahan seperti buah duku, rambutan, dan anggur) (9) |
| BERDUKUNG | Duduk di punggung atau di pinggang orang (9) |
| BERDURASI | Berlangsung (dalam urutan waktu); memiliki rentang waktu (9) |
| BERDYANSK | Pelabuhan di Ukraina; kota di Ukraina (9) |
| BERDYCHIV | Kota di Ukraina (9) |
| BEREBESAN | Ompong (9) |
| BEREBUTAN | Berganti-ganti mengambil sesuatu (dengan kekerasan); saling mendahului dengan paksa (9) |
| BERELEMEN | Memiliki elemen (9) |
| BEREMBANG | Berakhir mendadak pada suatu cuatan pendek, kecil, dan lunak (ujung bidang); pohon yang hidup di pantai, buahnya bulat pipih; pedada (Sonneratia acida); bulatan pada puncak tiang yang bentuknya mirip buah berembang (kiasan) (9) |
| BERENCANA | Dengan rencana; berancang; ada ancangannya (9) |
| BERENCENG | Beruntaian; berangkaian (9) |
| BERENDENG | Berderet ke samping; beruntun; berurutan; berturut-turut; sambung-menyambung; berdampingan; bersisi-sisian (9) |
| BERENGGIL | Bergerigi; beringgit-ringgit; menonjol (tersembul) ke luar (seperti mata kepiting, biji jambu monyet) (9) |
| BERENGKES | Makanan yang dibuat dari campuran kepala atau tulang ikan yang dibumbui kemiri, dibungkus dengan daun pisang, kemudian dibakar; pepes ikan (Sasak) (9) |
| BERENGSEK | Kacau sekali (tentang tata tertib, pelaksanaan kegiatan, dan sebagainya); tidak beres; tidak becus; rewel; bandel (9) |
| BERENJANA | Memiliki rasa hati yang kuat (9) |
| BERENTANG | Rentak; sentak (9) |
| BERERAKAN | Mengalami rerak (semua) (9) |
| BEREREKSI | Menjadi tegang (tentang penis dan klitoris) (9) |
| BEREZNIKI | Kota di Rusia (9) |
| BERFAEDAH | Berguna; bermanfaat (9) |
| BERFAMILI | Memiliki hubungan keluarga; termasuk dalam famili (9) |
| BERFIRMAN | Berkata; bersabda (9) |
| BERFUNGSI | Berkedudukan atau bertugas (sebagai); berguna; menjalankan tugasnya (9) |
| BERGABUNG | Menjadi satu (dengan); berkumpul menjadi satu (9) |
| BERGADANG | Berjaga (tidak tidur pada malam hari) (9) |
| BERGAGANG | Mempunyai gagang; bertangkai (9) |
| BERGAIRAH | Sangat ingin akan; berhasrat; bersemangat (9) |
| BERGALANG | Memakai galang (bertumpu pada galang, berganjal, berbantal, dan sebagainya); sedang berada di galangan (tentang perahu) (9) |
| BERGAMBAR | Dihiasi dengan gambar; ada gambarnya; berpotret (diambil gambarnya dengan alat potret) (9) |
| BERGANDUH | Bertukar tambah; bertukar barang dengan tambahan uang; bercampur; berkacau; menjadi kacau (9) |
| BERGANJAK | Beringsut (bergeser sedikit); beranjak; beralih; bergeser (tentang pendirian, pendapat, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| BERGANJUR | Pergi menghindarkan diri dari (rapat, tempat yang ramai, dan sebagainya) (9) |
| BERGAYUNG | Bermain gayung (bertikam, bersilat, dan sebagainya) (9) |
| BERGEDORF | Kota di Jerman (9) |
| BERGEDUNG | Mempunyai gedung (9) |
| BERGELENG | Bergoyang kepala (ke kiri kanan) (9) |
| BERGELORA | Bergolak hebat; bergejolak hebat (tentang perasaan) (9) |
| BERGELUNG | Digulung menjadi selingkar bergulung; berlingkar; memakai konde (sanggul) (9) |
| BERGEMBOK | Diberi induk kunci; berinduk kunci; mempunyai gembok (9) |
| BERGEMING | Tidak bergerak sedikit juga; diam saja (9) |
| BERGENANG | Terhenti mengalir (tentang air); berlinang-linang di mata (tentang air mata); tertutup atau terendam air (yang tidak mengalir) (9) |
| BERGENDAK | Bersuka-sukaan dengan; bermukah (9) |
| BERGENTAR | Bergerak berulang-ulang dengan cepatnya (karena ketakutan); menggetar (9) |
| BERGERAPU | Berasa kasap (tentang rabaan) seperti kulit katak puru (9) |
| BERGERIGI | Bergigi-gigi tajam pada tepi (9) |
| BERGIBUNG | Makan bersama (dari satu wadah); megibung (Sasak) (9) |
| BERGIWANG | Memakai giwang; bersubang (9) |
| BERGKAMEN | Kota di Jerman (9) |
| BERGONTAI | Perlahan-lahan dan agak terhuyung-huyung (tentang berjalan) (9) |
| BERGONTOK | Berkelahi; tinju-meninju; berselisih; bertengkar (kiasan) (9) |
| BERGOSONG | Hangus (terbakar) di beberapa tempat (9) |
| BERGOYANG | Goyang; berayun(-ayun) (9) |
| BERGUBANG | Memiliki ujung bidang rompong yang bertoreh dangkal ke bagian tengahnya (Biologi) (9) |
| BERGULING | Bergulung (berputar) berbolak-balik (9) |
| BERGULUNG | Berlipat melingkar; bergerak (berjalan) seperti berguling (tentang ombak dan sebagainya) (9) |
| BERGUNDUL | Tidak memakai tutup kepala (topi, peci, kudung, dan sebagainya) (9) |
| BERGUNUNG | Mempunyai gunung; ada gunungnya (9) |
| BERHALUAN | Menurut haluan; mempunyai haluan (arah, pedoman, dan sebagainya) (9) |
| BERHANTAM | Bertinju; berkelahi; berlanggaran; bertumbukan (9) |
| BERHANTAR | Ada yang menemani berjalan (mengawani, menerima) (9) |
| BERHANYUT | Tergelincir; meleset; larat; hanyut (9) |
| BERHASRAT | Ingin (akan); berharap (akan) (9) |
| BERHIDANG | Makan bersama (Melayu Riau) (9) |
| BERHIKMAH | Berguna; bermanfaat; memiliki kesaktian (kekuatan gaib dan sebagainya) (9) |
| BERHIMPUN | Berkumpul (9) |
| BERHINGGA | Berbatas (9) |
| BERHITUNG | Mengerjakan hitungan (menjumlahkan, mengurangi, dan sebagainya); berunding untuk memeriksa laba-rugi (perniagaan) (9) |
| BERHUBUNG | Bersambung atau berangkai (yang satu dengan yang lain); bertalian (dengan); berkaitan (dengan); bersangkutan (dengan); oleh sebab; karena (9) |
| BERIBADAH | Menjalankan ibadah; menunaikan segala kewajiban yang diperintahkan Allah Swt. (9) |
| BERIBAIBA | Merawankan hati; menimbulkan rasa belas kasihan (9) |
| BERIBARAT | Mengandung ibarat; memberi nasihat (pelajaran dan sebagainya) dengan ibarat (9) |
| BERIJAZAH | Mempunyai (mendapat) ijazah; berdiploma (9) |
| BERIMBANG | Sama berat (kuat, kuasa, banyak, dan sebagainya); setimbang; sebanding; berpadanan (dengan); berbanding (dengan) (9) |
| BERINAIAN | Bertetes-tetes, berintik-rintik (tentang hujan) (9) |
| BERINGGIT | Bertorehan sehingga membentuk gigi-gigi tumpul seperti deretan setengah lingkaran; beringgitan (Biologi) (9) |
| BERINGKAR | Mengingkari; tidak menepati (9) |
| BERINGSUT | Bergeser sedikit-sedikit; beralih perlahan-lahan (9) |
| BERITAWAN | Orang yang menyiarkan berita; pemberita; wartawan (9) |
| BERITIBAK | Mengikuti (contoh); meneladan (Arab) (9) |
| BERIWAYAT | Mengemukakan riwayat; bercerita; ada riwayatnya; mengandung sejarah; bersejarah; sangat penting; sangat berharga (kiasan) (9) |
| BERJAMBAR | Berhidangan (9) |
| BERJAMBUL | Ada jambulnya; memakai jambul; memiliki permukaan dengan berkesan bulu-bulu atau gombak (Biologi) (9) |
| BERJANTAN | Bersetubuh (bagi orang perempuan) (9) |
| BERJAUHAN | Tidak berdekatan; dalam jarak jauh; tidak dekat hubungan (kekerabatan) (9) |
| BERJELAGA | Menimbulkan sulang asap berwarna hitam (9) |
| BERJEMAAH | Bersama-sama (salat dan sebagainya) (9) |
| BERJEMPUT | Diundang; disambut (9) |
| BERJENAKA | Berbuat atau mengucapkan sesuatu yang membuat orang tertawa; berbuat lucu; bergurau (9) |
| BERJENAMA | Mempunyai atau menggunakan jenama (cap, tanda, dan sebagainya); ada jenamanya; bermerek; mempunyai nama; terkenal (kiasan) (9) |
| BERJENDUL | Ada jendulannya; berdogol (9) |
| BERJERAIT | Tumbuh berpaut atau berjalin dengan yang lain (tentang jari, akar-akaran, dan sebagainya) (9) |
| BERJIBAKU | Menyerang musuh dengan jalan menubrukkan dirinya (yang sudah dipersenjatai dengan bom atau alat peledak lain) pada musuh; bertindak nekat (9) |
| BERJINJIT | Berdiri atau berjalan dengan ujung jari kaki saja yang berjejak; berjengket (9) |
| BERJOMPAK | Mengangkat kaki depan ke atas; melompat dengan kaki depan terangkat ke atas (9) |
| BERJUALAN | Mencari nafkah dengan menjual atau memperdagangkan sesuatu; berdagang (9) |
| BERJUMBAI | Bergantung ujungnya; berjurai; memiliki bulu-bulu kasar, panjang, dan kadang-kadang kaku pada seluruh bagian pinggir (Biologi) (9) |
| BERJUMLAH | Mempunyai jumlah; sebanyak (9) |
| BERJUNTAI | Bergantung terayun-ayun (9) |
| BERJUPANG | Bercupang; bercabang (9) |
| BERKABUNG | Memakai kabung (sebagai tanda berduka cita karena ada keluarga yang meninggal); berduka cita karena keluarga, kerabat, dan sebagainya meninggal; menampilkan perilaku berduka yang dipengaruhi oleh pola budaya (Psikologi) (9) |
| BERKAITAN | Saling mengait; bersangkutan (yang satu dengan yang lain) (9) |
| BERKAJANG | Bertutup atau beratap kajang; mempunyai kajang (9) |
| BERKALANG | Berbantal (9) |
| BERKAMPAI | Terbaring (tergeletak) di sana sini, tidak teratur dan tidak berdaya; berkaparan (9) |
| BERKAMPUH | Memakai kampuh (bertudung, berselimut, dan sebagainya dengan kampuh); berjahit (tentang barang tipis yang terdiri atas dua helai); bermata dua (tentang keris dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| BERKANJAR | Menari-nari (9) |
| BERKANOPI | Memakai kanopi (9) |
| BERKANTOR | Membuka kantor di; kantornya berada di; berdinas (9) |
| BERKAPANG | Bercendawan; bulukan (9) |
| BERKARANG | Ada karangnya; mencari karang di laut; sudah lama dan berurat berakar (tentang penyakit dan sebagainya) (kiasan); disusun, dirangkai, digubah (tentang bunga dan sebagainya); dicocok (tentang merjan dan sebagainya); diikat (tentang permata, intan, dan sebagainya) (9) |
| BERKARPET | Beralas (berdinding dan sebagainya) karpet; berpermadani (9) |
| BERKASZIP | Berkas yang sudah dipampatkan untuk penyimpanan atau pengiriman (Komputer) (9) |
| BERKECIAK | Menciak-ciak (seperti bunyi anak ayam) (9) |
| BERKEJANG | Mengedang-ngedangkan (meregang-regang) kaki (9) |
| BERKELAHI | Bertengkar dengan disertai adu kata-kata atau adu tenaga; bercakak; bercekak (9) |
| BERKELANA | Pergi ke mana-mana; mengembara (9) |
| BERKELIUM | Logam radioaktif yang tidak terdapat dalam alam; unsur kimia aktinida dengan nomor atom 97, berlambang Bk, dan berbobot atom 249 u (9) |
| BERKELONG | Berpantun (bernyanyi) cara Bugis (9) |
| BERKEMBAR | Berpasangan; menjadi sepasang; sama rupanya (keadaannya); seragam (tentang pakaian dan sebagainya) (9) |
| BERKEMBUR | Mengobrol; bercakap angin; membual (9) |
| BERKENAAN | Bertepatan (dengan); sehubungan (dengan); berhubungan (dengan); berkaitan (dengan); setuju; sesuai; cocok (9) |
| BERKENDAK | Bersuka-sukaan dengan; bergendak (9) |
| BERKENTUT | Mengeluarkan gas busuk dari perut melalui anus (9) |
| BERKEPANG | Beranyam (tentang rambut, tali, dan sebagainya) (9) |
| BERKEPUNG | Berdiri, duduk mengelilingi sesuatu (9) |
| BERKERIAU | Berteriak; memekik-mekik (9) |
| BERKERIUK | Berkokok (tentang ayam jantan) (9) |
| BERKERIUT | Berbunyi “kiut, kiut” (9) |
| BERKESIUR | Bersiul; berbunyi (seperti seruling, peluit) (9) |
| BERKHAMIR | Bercampur ragi (9) |
| BERKHAYAL | Melihat sesuatu yang hanya ada dalam angan-angan; berbuat sesuatu seperti benar-benar terjadi (9) |
| BERKHITAN | Berpotong kulup (kulit pada ujung kemaluan laki-laki); bersunat (9) |
| BERKIBLAT | Berarah; menuju; condong (kepada) (9) |
| BERKIPRAH | Melakukan kegiatan dengan semangat tinggi; bergerak (di bidang); berusaha giat dalam bidang (politik dan sebagainya) (9) |
| BERKIRUNG | Berajah (pada kulit tubuh) (9) |
| BERKONGSI | Mengadakan persekutuan dagang (dengan); bersekutu; berkomplot (9) |
| BERKONTAK | Mengadakan kontak; perhubungan; ada arus listriknya (tentang pesawat dan sebagainya) (9) |
| BERKORBAN | Menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya; menjadi korban; menderita (rugi dan sebagainya); memberikan sesuatu sebagai korban (9) |
| BERKORENG | Menderita sakit koreng; ada korengnya (boroknya); berkudis (9) |
| BERKREASI | Menghasilkan sesuatu sebagai hasil buah pikiran; mencipta (9) |
| BERKUBANG | Berendam diri atau berguling-guling di air yang berlumpur (tentang kerbau, babi, dan sebagainya); berlumpur; berlumuran lumpur dan sebagainya (9) |
| BERKUDUNG | Memakai kudung; berselubung (9) |
| BERKULIAH | Menerima kuliah; menuntut pelajaran di perguruan tinggi; memberi kuliah; mengajar (di perguruan tinggi) (9) |
| BERKUMPAI | Berjumbai; berumbai; panjang, lebar, dan halus seperti kumpai (tentang ekor ikan dan sebagainya) (9) |
| BERKUMPUL | Bersama-sama menjadi satu kesatuan atau kelompok (tidak terpisah-pisah); berhimpun; berkampung; berapat (bersidang); berkerumun (9) |
| BERKURUNG | Tinggal di rumah saja; memakai tanda kurung (9) |
| BERLADUNG | Dipenuhi oleh (air mata dan sebagainya); dibasahi (9) |
| BERLAINAN | Berbeda; berselisih (9) |
| BERLAMBAK | Berlonggok-longgok; bertimbun-timbun (tidak teratur); banyak sekali; berlimpah (9) |
| BERLAMBAT | Perlahan-lahan; tidak tergesa-gesa (9) |
| BERLAMPAR | Terserak merata (tidak bertimbun atau berlonggok); bertebaran; tersebar; tersiar merata (tentang kabar dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| BERLANGAU | Banyak dihinggapi langau; ternganga; terbuka terus (kiasan) (9) |
| BERLANGSI | Berbunyi mendering (mendengung) dengan nyaring (9) |
| BERLANJUT | Tidak selesai hanya di situ saja; ada rentetannya; bersambung; terus-menerus; berlarut-larut; berlama-lama (9) |
| BERLANTAS | Berlangsung (9) |
| BERLELEWA | Bertingkah; berlagak (9) |
| BERLEMPUK | Melekat banyak-banyak (tentang daki dan sebagainya) (9) |
| BERLERENG | Menggunakan sepeda (9) |
| BERLETING | Berbunyi “ting, ting” (9) |
| BERLIMPAH | Sangat banyak; lebih dari cukup; berlimpah-limpah (9) |
| BERLIMPAP | Bertumpuk-tumpuk atau berlipat-lipat dan tidak tersusun rapi (tentang pakaian, kain-kain, dan sebagainya); terlalu banyak (tentang uang); jumlah informasi yang berlebihan dari yang diperlukan dalam berkomunikasi (Linguistik) (9) |
| BERLINANG | Meleleh (tentang air mata); tampak berkilap; berkilau-kilauan (9) |
| BERLINYAK | Bertumbuk; berkelahi (9) |
| BERLOKASI | Mengambil tempat; bertempat (9) |
| BERLORONG | Berpenghasilan tetap; mempunyai mata pencaharian yang tetap (9) |
| BERLUBANG | Ada lubangnya; berlekuk (tentang tanah dan sebagainya) (9) |
| BERLUMANG | Berlumur (dengan) (9) |
| BERLUMPUR | Ada lumpurnya; kena lumpur; kotor oleh lumpur; berendam atau berguling-guling di air yang banyak lumpurnya (tentang kerbau, babi, dan sebagainya); berkubang (9) |
| BERLUNJUR | Meluruskan kaki ketika duduk atau berbaring; merentangkan kaki; mengunjurkan (9) |
| BERMAKSUD | Mempunyai maksud (tujuan, kehendak); berniat (hendak); mengandung arti (makna) (9) |
| BERMANJAU | Bertandang (tentang anak laki-laki ke rumah gadis) (9) |
| BERMARKAS | Mempunyai markas; berkedudukan (9) |
| BERMASKER | Memakai masker (9) |
| BERMAZMUR | Memuji Tuhan dengan menyanyikan puji-pujian dari kitab Zabur (9) |
| BERMEDSOS | Menggunakan media sosial (9) |
| BERMEMORI | Memiliki memori (9) |
| BERMENTAL | Mempunyai mental; berwatak (9) |
| BERMENUNG | Diam sambil berpikir dalam-dalam; tepekur (9) |
| BERMERGER | Melakukan penggabungan; bergabung (9) |
| BERMUATAN | Berisi; dibebani dengan; mengangkut (9) |
| BERMUKENA | Memakai mukena (9) |
| BERNASKAN | Berdasarkan atau menggunakan Al-Qur'an atau hadis sebagai nas (9) |
| BERNUBUAT | Membuat ramalan (9) |
| BERNYANYI | Mengeluarkan suara bernada; berlagu (dengan lirik atau tidak) (9) |
| BERONDONG | Butir-butir jagung yang digoreng tanpa minyak atau dengan sedikit minyak sehingga mengembang dan pecah; sebutan untuk pria muda; tembak beruntun (9) |
| BERONGKOL | Berberkas-berkas; bergabung-gabung (9) |
| BERONGKOS | Sayur berkuah dengan bumbu keluak (9) |
| BERONJONG | Keranjang panjang terbuat dari kawat atau bambu untuk tempat babi; keranjang dari bambu atau anyaman kawat yang diisi batu-batu untuk penahan arus air (banjir, gelombang laut, dan sebagainya) (9) |
| BERPADUAN | Bercampuran; berpatutan (9) |
| BERPAHALA | Berbuat pahala; berbuat kebaikan; berbuat jasa; ada pahalanya; mempunyai pahala (9) |
| BERPALING | Menoleh (ke kiri dan ke kanan, atau ke belakang); beralih atau bertukar (perhatian dan sebagainya) (kiasan); meninggalkan agama; murtad (9) |
| BERPALPAL | Beberapa pal jauhnya; berlayar serong-menyerong menyongsong angin (tentang perahu); berlayar menggergaji; membuang pal (9) |
| BERPANGKU | Duduk di haribaan (9) |
| BERPANTUN | Menyanyikan (membawakan) pantun bersambut-sambutan (9) |
| BERPARADE | Berpawai (tentang barisan tentara dan sebagainya) (9) |
| BERPASANG | Merupakan pasang-pasangan; berdua-duaan (sejodoh, selengkap, seperangkat, sesetel) (9) |
| BERPASRAH | Berserah (diri) (9) |
| BERPAUTAN | Bersangkutan (dengan); bertalian (dengan) (9) |
| BERPEGANG | Berpaut (pada); berteguh (pada); tetap berpedoman (pada) (9) |
| BERPENCAR | Berserak-serak di mana-mana (tidak berkumpul atau berkelompok); (pergi, lari, dan sebagainya) ke mana-mana (tidak berkelompok) (9) |
| BERPENDAR | Bercahaya seperti lendir kelemayar; berputar; berpusing; berguling-guling; pusing (9) |
| BERPENTAS | Bermain drama (sandiwara, tarian, dan sebagainya) di panggung (9) |
| BERPERANG | Melakukan perang; bertempur (9) |
| BERPERATA | Meniadakan larangan kawin antara dua orang yang masih mempunyai hubungan kekerabatan (menurut hukum adat di Gayo) (9) |
| BERPESIAR | Mengadakan perjalanan keliling kota dan sebagainya; mengadakan tamasya; berpelesir (9) |
| BERPETUAH | Memberi petuah (nasihat) (9) |
| BERPICING | Memejam(kan) mata (9) |
| BERPIMPIN | Dalam keadaan dibimbing; dituntun (9) |
| BERPINDAH | Beralih (beranjak dan sebagainya) ke tempat lain; bertukar atau berganti (tempat, kedudukan, kantor, dan sebagainya) (9) |
| BERPINGIT | Berkurung di dalam rumah dan sebagainya (9) |
| BERPINTAL | Berpilin (tentang tali, dawai, dan sebagainya) (9) |
| BERPIRING | Memakai piring; beralas (9) |
| BERPOTRET | Berpose untuk diambil gambarnya dengan kamera (9) |
| BERPULANG | Meninggal dunia; tutup usia (9) |
| BERPUMPUN | Berhimpun; berkumpul (9) |
| BERPUSING | Berputar (roda, baling-baling, dan sebagainya) (9) |
| BERRECHID | Kota di Maroko (9) |
| BERSABUNG | Berlaga; beradu; berlanggaran; bertumbuk; mengamuk; berjuang (kiasan) (9) |
| BERSAFSAF | Berderet-deret (9) |
| BERSAHAJA | Sederhana; tidak berlebih-lebihan (9) |
| BERSALUIR | Memberi hormat dengan mengangkat tangan (9) |
| BERSALUNG | Meniup (membunyikan) salung (9) |
| BERSAMAAN | Berbarengan; bertepatan; sejenis; seragam; serupa; sejalan; sesuai; setara; sama; sebanding (9) |
| BERSAMBAT | Bersambung (dengan); bertali (dengan); meminta bantuan tenaga untuk mengerjakan sesuatu; mengaduh; mengeluh (9) |
| BERSAMBUT | Mendapat balasan (jawaban, reaksi, dan sebagainya); berbelanja (membeli) dengan pembayaran kemudian; mengebon; diterima (9) |
| BERSAMPUK | Bertumbuk (9) |
| BERSAMPUL | Memakai sampul; berbungkus; bersarung (9) |
| BERSANDAR | Bersangga; bertumpu; bertopang; membuang sauh; berlabuh (9) |
| BERSANGAI | Memanaskan badan di dekat api; berdiang; berjemur (9) |
| BERSANGKA | Menduga; mengira; menaruh sangsi (syak); mempunyai kesangsian (9) |
| BERSANGSI | Merasa ragu-ragu (9) |
| BERSANKSI | Memiliki kekuatan hukum dalam melakukan tindakan atau menerapkan sanksi; ada sanksinya (9) |
| BERSANTAI | Beristirahat sambil melakukan acara bebas; omong-omong tidak resmi (9) |
| BERSANTAP | Makan dan minum (9) |
| BERSAPAAN | Saling mengajak bercakap-cakap; tegur-menegur (9) |
| BERSARANG | Membuat sarang; bertempat (berkediaman, bersembunyi, dan sebagainya); mengenai (tentang pukulan dan sebagainya); masuk (tentang tikaman, peluru, dan sebagainya); masuk ke dalam gawang (gol) (kiasan) (9) |
| BERSAWALA | Berdebat; berbantah; berdiskusi (9) |
| BERSEAKAN | Berbuat seperti (9) |
| BERSEGERA | Lekas-lekas; bergegas (9) |
| BERSEKUTU | Berekanan (dengan); berkawanan (dengan); menggabungkan diri (dengan); berserikat (dengan); menggabungkan diri (dengan); berkomplot; bersekongkol; merupakan himpunan (persekutuan) (9) |
| BERSELAJU | Bermain (berjalan) meluncur dengan sekeping papan di atas air; berselancar; bermain (berjalan) meluncur dengan sepatu sekat dan sebagainya di atas es (air beku) (9) |
| BERSELANG | Berantara; lewat; berlalu; sesudah ... kemudian; ada antaranya (9) |
| BERSELERA | Bernafsu (akan makan dan sebagainya); bercita rasa'; berkeinginan (9) |
| BERSELESA | Mempunyai kesempatan (peluang dan sebagainya) (9) |
| BERSELUMU | Kotor (berlumur dengan sesuatu yang kotor); berbulu (tentang tepi kain yang digunting dan sebagainya) (Minangkabau) (9) |
| BERSEMADI | Memusatkan segenap pikiran (dengan meniadakan segala hasrat jasmaniah) (9) |
| BERSEMBAH | Berkata dengan hormat dan khidmat (9) |
| BERSEMUKA | Berhadapan-hadapan muka; bertemu muka (dengan); berhadapan langsung (dengan); bertatap muka (dengan); berterus terang; terang-terangan (kiasan) (9) |
| BERSENDAR | Mendengkur halus (seperti dengkur anak-anak pada waktu tidur) (9) |
| BERSENDEL | Bersandar (9) |
| BERSENGAT | Mempunyai sengat; ada sengatnya; disegani (ditakuti) orang (kiasan) (9) |
| BERSENTUH | Kena sedikit pada; bersinggung (berantuk) sedikit (dengan); bersenggol; bersetubuh (9) |
| BERSERAMA | Bermain gendang serama; bermain silat (dengan pedang) (9) |
| BERSERANG | Bertambah (Minangkabau) (9) |
| BERSERUDI | Sudah diasah atau digosok (tentang intan) (9) |
| BERSERUPA | Berbentuk serupa; bersamaan; sama benar rupanya (9) |
| BERSESUAI | Berpadan (9) |
| BERSETERU | Mempunyai seteru; bermusuhan (9) |
| BERSETUJU | Bersepakat (mufakat, sependapat); cocok (serasi, sesuai); suka (berkenan); bertepatan (dengan); berbetulan (dengan); bersetujuan (dengan) (9) |
| BERSEWAKA | Menghadap raja; melayani; menghamba (9) |
| BERSIAKON | Berselisih antara dua pihak mengenai masalah hak milik (9) |
| BERSIASAT | Melakukan siasat (penyelidikan, pemeriksaan); menggunakan siasat (dengan bijaksana, muslihat, taktik); bertindak atau bekerja dengan cara baik; bertanya (9) |
| BERSIASIA | Tidak berguna; tidak terpelihara; percuma (9) |
| BERSIDANG | Mengadakan sidang; berapat (9) |
| BERSIDUGA | Berlari dahulu-mendahului; berlomba; adu cepat (Minangkabau) (9) |
| BERSILAJU | Berlomba (bercepat-cepatan); adu cepat (tentang kapal, perahu, dan sebagainya) (9) |
| BERSILANG | Saling memotong (memalang) antara dua garis dan sebagainya; berselisih jalan dan sebagainya; berpapasan (kiasan); berselang (9) |
| BERSILUET | Mempunyai gambar bentuk yang menyeluruh secara blok (9) |
| BERSILUTU | Berlutu; ada kotorannya; kotor sekali (tentang muka dan sebagainya) (9) |
| BERSIMBAH | Basah (karena tersiram air dan sebagainya); berlumuran (darah dan sebagainya); digulung ke atas (tentang lengan baju); ditarik ke atas supaya pendek (tentang kain dan sebagainya); disingsingkan (9) |
| BERSIMBUR | Membuang air dan sebagainya ke atas dengan tangan; memercik(kan) banyak-banyak; menyembur atau memancar (tentang air dan sebagainya); tersaput (oleh gelap) (kiasan) (9) |
| BERSIMPAN | Berkemas (meringkas, membereskan barang dagangan, pakaian yang akan dibawa bepergian, dan sebagainya) (9) |
| BERSIMPUH | Duduk dengan kedua kaki dilipat ke belakang dan ditindih dengan pantat; bertimpuh; bertelut (9) |
| BERSINTUK | Bergosok (badan) (9) |
| BERSINYAL | Memiliki sinyal (9) |
| BERSISIAN | Berdampingan (9) |
| BERSTATUS | Mempunyai status (sebagai); berkedudukan (9) |
| BERSUAIAN | Dalam keadaan cocok dan selaras (9) |
| BERSULING | Meniup atau membunyikan seruling (9) |
| BERSUMBAR | Bercakap besar; menyombong; menantang (9) |
| BERSUMBER | Berasal (9) |
| BERSUMPAH | Menyatakan kebenaran suatu hal atau kesetiaan dengan sumpah; mengangkat sumpah; berjanji dengan sungguh-sungguh; berikrar; sudah disumpah (9) |
| BERSUNDUT | Berketurunan (9) |
| BERSYARAH | Memberi ceramah; berpidato (9) |
| BERSYUKUR | Berterima kasih; mengucapkan syukur (9) |
| BERTABIAT | Berperangai; berwatak; bertingkah laku (9) |
| BERTABLIG | Menyiarkan ajaran agama Islam (9) |
| BERTAHANA | Bersemayam; duduk (9) |
| BERTAHKIM | Mempergunakan hakim (dalam persengketaan) (9) |
| BERTAHUAN | Berkenalan (9) |
| BERTAKHTA | Menjadi raja; memerintah (negeri); berkuasa; bersemayam (9) |
| BERTAKLID | Berpegang pada pendapat ahli hukum yang sudah-sudah; tunduk atau percaya pada kata orang; mengikuti (menurut) orang lain; meniru atau mengikuti suatu paham dan sebagainya tanpa mengetahui dalil atau alasannya (9) |
| BERTAKLIK | Mengucapkan pernyataan; mengucapkan janji (9) |
| BERTAKUNG | Mengendap; menggenang (9) |
| BERTALIAN | Berkenaan (dengan); berhubungan; ada sangkut pautnya (dengan) (9) |
| BERTAMBAH | Menjadi lebih banyak (lebih besar dan sebagainya); makin (9) |
| BERTAMBAT | Terikat (pada); berlabuh dan terikat pada pancang (tentang perahu) (9) |
| BERTAMBUH | Menambah nasi pada waktu makan (9) |
| BERTAMBUL | Dengan tambul; ada tambulnya; bermain komidi (akrobat, sulap, dan sebagainya) (9) |
| BERTAMBUN | Bertimbun(-timbun); bertumpuk-tumpuk; berjejal; penuh sesak (kiasan) (9) |
| BERTAMENG | Memakai tameng; berkedok (kiasan) (9) |
| BERTAMPAR | Bertepuk (9) |
| BERTANDAK | Berjoget; menari (9) |
| BERTANDEM | Berpasangan (9) |
| BERTANDUK | Memakai tanduk; ada tanduknya; mempunyai kekuasaan (wewenang) (9) |
| BERTANGAS | Memanaskan diri dengan uap; mandi dengan uap (diuapi supaya berkeringat) (9) |
| BERTANGGA | Ada tangganya; memakai tangga; bertingkat-tingkat (9) |
| BERTANJAK | Berjalan (berdiri) dengan mengangkat tumit; berjengket; mengenakan tanjak (9) |
| BERTARANG | Bersarang untuk bertelur dan mengeraminya (9) |
| BERTARING | Ada ujung runcing yang berakhir pada cuatan panjang, kaku, dan tajam (Biologi); memiliki taring; bernyali (kiasan) (9) |
| BERTARJIH | Memilih pendapat yang dalihnya paling kuat di antara yang telah ada (9) |
| BERTARUNG | Berantuk; berlanggaran; berbenturan; berlaga; berkelahi; bertempur (berperang dan sebagainya); bertanding (berlomba dan sebagainya); berbantah; berdebat (9) |
| BERTAUHID | Percaya akan keesaan Allah; memegang ajaran tauhid (9) |
| BERTEATER | Bersandiwara (9) |
| BERTEBENG | Bergunting rambut (9) |
| BERTELEKU | Bertelekan dengan siku (9) |
| BERTEMPAT | Menggunakan tempat; mengambil tempat; mempunyai tempat; duduk (diam, terjadi, dan sebagainya di ...) (9) |
| BERTEMPEL | Sangat berdekatan; sangat karib dengan; berlekat; berdampingan (9) |
| BERTEMPIK | Memekik nyaring-nyaring; menjerit kuat-kuat (9) |
| BERTEMPOH | Bervakansi; berlibur (9) |
| BERTEMPUR | Berlanggar; berlaga; berkelahi; berjuang; berperang (9) |
| BERTENAGA | Berkekuatan; kuat; giat (bekerja) (9) |
| BERTENJET | Berjalan dengan ujung jari kaki; berjengket (9) |
| BERTENUNG | Membaca tenung; meramal; minta supaya dilihat untung malangnya dan sebagainya kepada (9) |
| BERTERIAK | Berseru (berkata, memanggil, dan sebagainya) dengan suara keras; memekik (9) |
| BERTERIMA | Diterima; dikabulkan (9) |
| BERTERTIB | Teratur; bersikap sopan (9) |
| BERTIMBAL | Bertimbang; berbanding; kedua belah pihak sama (derajatnya dan sebagainya); pada kedua belah sisi (pihak) (9) |
| BERTIMBUN | Bersusun hingga merupakan tumpukan; bertumpuk; banyak (kiasan) (9) |
| BERTIMPUH | Duduk dengan kedua belah kaki terlipat dan ditindih oleh pantat (untuk wanita cara duduk yang hormat) (9) |
| BERTINDAK | Melakukan tindakan (aksi dan sebagainya); berbuat (9) |
| BERTINDAN | Bertumpuk-tumpuk tidak teratur (9) |
| BERTINDIH | Mengimpit (bertumpuk) yang satu di atas yang lain; bersaf-saf (berlapis-lapis) rapat (9) |
| BERTINDIK | Berlubang pada cuping telinga (tempat memakai subang) (9) |
| BERTONASE | Mempunyai daya berat (muat); berkapasitas (9) |
| BERTONJOL | Berjendut(-jendut) (9) |
| BERTOPANG | Memakai topang; disokong; disangga; ditunjang (kiasan); bertumpu (pada); berdasar (pada) (kiasan); dibantah; ditegah; berbantah; bertengkar (9) |
| BERTOPENG | Memakai topeng; melakukan sesuatu untuk menutupi maksud yang sebenarnya; menyaru; berkedok (kiasan) (9) |
| BERTUATUA | Bertua-tuaan; bersuami istri hingga sama-sama tua (9) |
| BERTUJUAN | Berhaluan; mempunyai tujuan; ada yang dituju (dimaksudkan dan sebagainya); memakai tujuan (objek) (9) |
| BERTUKANG | Melakukan pekerjaan tukang (membuat barang-barang dan sebagainya) (9) |
| BERTUMBUK | Berlanggaran (dengan); bertubrukan (dengan); terlanggar; tertubruk; terbentur; bergocoh (tinju-meninju); berjumpa atau terjumpa (dengan); bertepatan waktunya (dengan) (9) |
| BERTUNGGU | Tinggal sementara untuk berjaga (menjaga); berkawal (9) |
| BERTUNTUN | Berjalan dengan memegang tangan atau menggandeng tangan orang lain; berbimbing; menggunakan pedoman untuk melakukan sesuatu; menutup mata (muka) dengan tuntun (dengan saputangan dan sebagainya); memakai tuntun (9) |
| BERTURUTI | Dituruti; diikuti; dipercayai (9) |
| BERUANGES | Beruang yang hidup di benua paling utara (benua Arktik), mempunyai berat 400—600 kg dengan tinggi dapat mencapai lebih dari 2,5 m, berambut putih tebal, dapat berenang dengan jarak jauh, makanannya ikan dan anjing laut (Ursus maritimus); beruang kutub (9) |
| BERUKURAN | Mempunyai ukuran; mempunyai format (panjangnya, luasnya, lebarnya, besarnya, dan sebagainya) (9) |
| BERUMBUNG | Pembuluh (tempat mengalirkan atau menyalurkan air, asap, dan sebagainya); pipa; corong; pohon, kayunya keras, berat dan baik digunakan sebagai bahan bangunan (Adina rubescens) (9) |
| BERUNDANG | Mengerti benar tentang adat; pandai berbicara (kiasan) (9) |
| BERUNDING | Bercakap-cakap (tentang suatu hal); berbicara; berembuk (9) |
| BERUNGGUN | Bertumpuk; beronggok; bertimbun; sedang membakar kayu yang bertimbun; mengadakan api unggun; masih berapi (tentang timbunan sampah dan sebagainya yang dibakar) (9) |
| BERUNTUNG | Berlaba; mendapat laba; bernasib baik; mujur; bahagia; berhasil (maksudnya, usahanya, dan sebagainya); tidak gagal (9) |
| BERURAURA | Berunding; bercakap-cakap (membicarakan suatu hal) (9) |
| BERURUSAN | Ada urusan (dengan); berhubungan (dengan); tersangkut dalam suatu hal (perkara kepolisian dan sebagainya) (9) |
| BERURUTAN | Berjalan sesuai dengan urutannya; berturut-turut (9) |
| BERVOLUME | Memiliki volume; mengembang (tentang rambut) (9) |
| BERWARUNG | Mengusahakan warung; berkedai; berlepau (9) |
| BERWASIAT | Membuat wasiat; berpesan (9) |
| BERWASWAS | Berpikir karena rasa ragu-ragu, khawatir, curiga; mempunyai perasaan ragu-ragu (9) |
| BERWENANG | Mempunyai (mendapat) hak dan kekuasaan untuk melakukan sesuatu) (9) |
| BERZIARAH | Berkunjung ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (seperti makam) untuk berkirim doa (9) |
| BERZODIAK | Memiliki zodiak; berbintang (9) |
| BESARAKAL | Banyak akal; pandai (kiasan) (9) |
| BESARHATI | Sombong; bangga; girang hati; gembira (9) |
| BESARRABU | Dungu (9) |
| BESELUNTA | Tempat dalam bubungan, khusus untuk suami atau anak laki-laki (Melayu Jambi) (9) |
| BESERMANI | Penyakit selalu keluar mani karena maninya terlalu encer (9) |
| BESIBULAT | Besi yang belum dibentuk (9) |
| BESICETAK | Besi yang dituangkan atau dicetak setelah lebih dahulu dipanaskan hingga mencair (mengandung unsur karbon yang relatif tinggi); besi cor; besi tuang (9) |
| BESIDEBUS | Besi tajam yang digunakan dalam permainan debus (ditusukkan ke badan untuk menunjukkan kekebalan) (9) |
| BESIDELTA | Besi yang stabil di atas temperatur 1400° C, mempunyai struktur kristal kubik pemusatan ruang (Petrologi dan Migas) (9) |
| BESIMERAH | Besi yang terbakar hingga menyerupai bara merah (9) |
| BESIPAMOR | Baja putih yang ditempatkan pada bilah keris dan sebagainya (9) |
| BESIPAPAN | Besi lantai (9) |
| BESIPIJAR | Besi yang merah menyala dan terpecah-pecah (ketika ditempa) (9) |
| BESIPUTIH | Belek; kaleng (9) |
| BESITANAH | Jenis besi yang kurang baik kualitasnya (9) |
| BESITUANG | Besi yang dituangkan atau dicetak setelah lebih dahulu dipanaskan hingga mencair (mengandung unsur karbon yang relatif tinggi); besi cor; besi cetak (9) |
| BESOKLUSA | Dua hari sesudah hari ini; lusa; esok lusa (9) |
| BETAWIORA | Orang Betawi yang mendiami wilayah pinggiran Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi; dialek Betawi yang dituturkan di pinggiran Jakarta (9) |
| BETHLEHEM | Kota di Amerika Serikat dan Afrika Selatan (9) |
| BETIMBANG | Upacara adat dalam perkawinan di Musi (Sekayu) (9) |
| BETONBUSA | Beton yang diberi ruang udara untuk mengurangi berat (9) |
| BEZETTING | Persediaan pegawai; jumlah pegawai yang dimiliki saat ini (9) |
| BHAGALPUR | Kota di India (9) |
| BHARATPUR | Kota di India dan Nepal (9) |
| BHATAPARA | Kota di India (9) |
| BHAVNAGAR | Kota di India (9) |
| BHAYANDAR | Kota di India (9) |
| BIAKOBIWI | Kain sarung pengantin perempuan lapis pertama (Wolio) (9) |
| BIALOLEKA | Kota di Polandia (9) |
| BIALYSTOK | Kota di Polandia (9) |
| BIANGBIUT | Geliang-geliut; incang-incut; berkelok-kelok (9) |
| BIANGGULA | Pemanis buatan yang kadarnya jauh lebih manis daripada gula (9) |
| BIANGJARI | Ibu jari; jempol (9) |
| BIANGKOPI | Minuman dari kopi, bubuknya sangat banyak sehingga kental; sari kopi; kopi keras; kopi pekat (9) |
| BIANGLALA | Pelangi; kincir ria (9) |
| BIANGROTI | Ragi untuk adonan (9) |
| BIARAWATI | Perempuan yang hidup di dalam biara (9) |
| BIAYAAWAL | Biaya yang digunakan sebagai awal kegiatan pengoperasian perusahaan dan sebagainya (9) |
| BIAYAMUTU | Biaya yang harus dikeluarkan karena tidak langsung melakukan sesuatu dengan benar sejak awal (9) |
| BIAYAUMUM | Biaya tidak langsung, seperti biaya administrasi dan biaya penjualan (Manajemen) (9) |
| BIBIALANG | Panggilan kepada saudara perempuan ayah yang kelima (Alas) (9) |
| BIBIALING | Panggilan kepada saudara perempuan ayah yang keenam (Alas) (9) |
| BIBIALUNG | Panggilan kepada saudara perempuan ayah yang keempat (Alas) (9) |
| BIBLIOTEK | Perpustakaan; taman pustaka (9) |
| BIDALAKAR | Tudung seperti sarung jari yang terdapat pada ujung akar (untuk memelihara akar agar tidak rusak) (9) |
| BIDUANITA | Biduan wanita (9) |
| BIELEFELD | Kota di Jerman (9) |
| BIFURKASI | Pembagian sesuatu menjadi dua cabang atau bagian, misalnya sungai, danau, dan jalan (9) |
| BIJAKRAJA | Warga suatu marga yang memerintah atau berkuasa (9) |
| BIJAKSANA | Selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya); arif; tajam pikiran; pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dan sebagainya) apabila menghadapi kesulitan dan sebagainya (9) |
| BIJIHBEKU | Biji berwarna merah yang dahulu dipakai sebagai satuan bobot emas (9) |
| BIJIHBESI | Batuan atau cebakan yang mengandung ikatan besi dalam jumlah yang dapat diolah (9) |
| BIJIRATAP | Titik-titik air mata (waktu menangis) (kiasan) (9) |
| BIJITIMUN | Motif batik Jambi, bentuknya menyerupai biji mentimun (Melayu Jambi) (9) |
| BIKAAMBON | Kue khas Medan, dengan ciri khas warna yang kuning dan struktur yang berongga, dibuat dari adonan terigu, tepung sagu, telur, gula pasir, santan, ragi, dan sebagainya, kemudian dipanggang (Tata Boga) (9) |
| BIKAMERAL | Sistem lembaga perwakilan rakyat yang terdiri atas dua kamar atau dua badan legislatif (seperti di Inggris ada House of Lords dan House of Commons) (9) |
| BIKONVEKS | Cembung pada kedua sisinya (tentang lensa atau kaca); melengkung ke luar (Fisika) (9) |
| BILABILAK | Aksesoris berupa lonceng kecil atau pernak-pernik yang dipasang pada ikat pinggang pengantin, berkilauan apabila terkena sinar matahari (9) |
| BILANDOLU | Perhitungan waktu hari baik dengan menggunakan sistem tiga titik pada telapak tangan (Tolaki) (9) |
| BILAPERLU | Apabila perlu; jika perlu; kalau perlu (9) |
| BILATERAL | Dari dua belah pihak; antara dua pihak; prinsip keturunan yang memperhitungkan hubungan kekerabatan, baik melalui pria maupun wanita secara serentak (Hukum) (9) |
| BILHIKMAH | Dengan bijaksana (ungkapan/Arab) (9) |
| BILINGUAL | Mampu atau biasa memakai dua bahasa dengan baik; dwibahasa; bersangkutan dengan atau mengandung dua bahasa; orang yang mampu atau biasa memakai dua bahasa dengan baik; dwibahasawan (9) |
| BILIRUBIN | Pigmen air empedu berwarna kuning kemerahan merupakan hasil pemecahan sel darah merah oleh hati (9) |
| BILLYJOEL | Penyanyi asal Amerika Serikat yang memopulerkan lagu ”Honesty” tahun 70-an (9) |
| BIMASAKTI | Galaksi tempat bumi berada yang tampak seperti lajur cahaya di langit (Astronomi); pelatih tim nasional Indonesia U-16 yang Agustus lalu menjuarai AFF U-16 2022 (9) |
| BIMBINGAN | Petunjuk (penjelasan) cara mengerjakan sesuatu; tuntunan; pimpinan; kata pendahuluan; kata pengantar; yang dibimbing (9) |
| BINABUTAN | Sabut yang sudah dikupas (Bolaang Mongondow) (9) |
| BINCANGAN | Yang dibincangkan (9) |
| BINCURANG | Tulang kering (Sunda) (9) |
| BINGKAHAN | Gumpalan (tanah dan sebagainya); bongkahan (9) |
| BINGKAIAN | Hasil membingkai (9) |
| BINGKATAK | Buaya yang pendek dan gemuk badannya; buaya katak; bicokok (Minangkabau) (9) |
| BINGKISAN | Barang pemberian sebagai tanda bakti, hormat, dan sebagainya; hadiah; barang kiriman; bungkusan (9) |
| BINIDAPUR | Istri yang tidak mempunyai kedudukan (dalam keluarga) (9) |
| BINIGELAP | Gundik (istri yang tidak dinikahi), istri yang dirahasiakan dari khalayak (9) |
| BINIKAWIN | Wanita yang dikawini secara resmi dan sah (9) |
| BINISELIR | Istri yang kedudukannya lebih rendah daripada istri terhormat (pertama) (9) |
| BINJASMIL | Pembinaan jasmani militer (akronim) (9) |
| BINOKULAR | Satu sistem penglihatan untuk dua mata; berkaitan dengan dua mata (9) |
| BINTALDAM | Pembinaan mental daerah militer (akronim) (9) |
| BINTANGAN | Gambar tiruan bintang; gugus bintang; bintik putih di tengah mata (9) |
| BINTURONG | Mamalia karnivor yang termasuk dalam keluarga musang, memiliki rambut panjang dan kasar berwarna hitam atau kecokelatan yang menutupi seluruh tubuh, ekor sangat panjang dan dapat digunakan untuk memegang, aktif di malam hari, hidup di atas pepohonan, makanannya buah dan binatang kecil, seperti serangga, burung, atau ikan; binturung; benturung (Arctictis binturong) (9) |
| BINTURUNG | Mamalia karnivor yang termasuk dalam keluarga musang, memiliki rambut panjang dan kasar berwarna hitam atau kecokelatan yang menutupi seluruh tubuh, ekor sangat panjang dan dapat digunakan untuk memegang, aktif di malam hari, hidup di atas pepohonan, makanannya buah dan binatang kecil, seperti serangga, burung, atau ikan; binturong; benturung (Arctictis binturong) (9) |
| BIOADITIF | Zat hayati yang ditambahkan (dalam jumlah kecil) ke dalam suatu bahan untuk meningkatkan kinerja bahan (seperti bahan bakar kendaraan) (9) |
| BIODIESEL | Bahan bakar mesin diesel yang sebagian atau seluruhnya berasal dari bahan organik (9) |
| BIOENERGI | Energi terbarukan yang bersumber dari bahan organik (tumbuhan atau hewan) (9) |
| BIOETANOL | Etanol yang dihasilkan dari bahan baku nabati (gula tebu, pati jagung, dan sebagainya) dengan cara fermentasi (9) |
| BIOFILTER | Hewan pemakan plankton dan pemakan sisa organik (seperti koral hidup, cacing tabung, spons, dan udang) yang berfungsi sebagai filter mekanis; komponen dari sistem sirkulasi air tertutup hingga timbul pergantian senyawa terlarut yang terjadi akibat kegiatan mikrob (9) |
| BIOFISIKA | Ilmu yang berkaitan dengan penerapan prinsip (hukum) dan metode fisika dalam masalah biologi (9) |
| BIOGRAFIS | Berhubungan dengan riwayat hidup seseorang (9) |
| BIOKOENSE | Masyarakat (himpunan) organisme yang susunan dan aspeknya ditentukan oleh keadaan lingkungan dan oleh hubungan antarorganisme (9) |
| BIOLAALTO | Biola yang sedikit lebih besar daripada biola sopran, jangkauan nadanya seperlima lebih rendah daripada biola sopran (Musik) (9) |
| BIOLASELO | Alat musik gesek, bentuknya seperti bas, termasuk keluarga biola, nadanya satu oktaf di bawah biola; selo (Musik) (9) |
| BIOMEKANI | Metode pementasan yang aktornya berperan hanya seperti boneka, tidak memiliki kepribadian dan kehilangan daya pikir (Sastra) (9) |
| BIOMETRIK | Berkenaan dengan biometri (9) |
| BIOMORFIK | Berkaitan dengan bentuk, pola, atau sistem mekanis yang menyerupai makhluk hidup dalam hal bentuk, wujud, fungsi, atau gerak (9) |
| BIONOMIKA | Cabang biologi yang mempelajari hubungan organisme dengan lingkungannya (Biologi) (9) |
| BIOPLASMA | Zat hidup dalam sel pada tumbuhan dan hewan yang terdiri atas nukleus dan sitoplasma; protoplasma (Biologi) (9) |
| BIOPROSES | Metode untuk memproduksi bahan biologis yang bermanfaat secara komersial (9) |
| BIORITMIK | Pasang surut kehidupan; berkaitan dengan bioritme (9) |
| BIOSEKUEN | Seri lapisan tanah yang saling berhubungan, tetapi berbeda satu sama lain (Geografi dan Geologi) (9) |
| BIOSENSOR | Alat yang menggunakan bahan biologis, seperti enzim atau organela, untuk mendeteksi, mengukur, dan menganalisis zat kimia (9) |
| BIOTALAUT | Biota yang terdapat di dalam laut (9) |
| BIOTEKNIS | Berkaitan dengan bioteknologi (9) |
| BIOTERAPI | Pengobatan penyakit dengan zat yang dihasilkan melalui aktivitas makhluk hidup, seperti serum, vaksin, atau antibiotik (9) |
| BIOTOKSIN | Toksin (zat racun) yang terbentuk dalam jaringan jasad hidup (Biologi) (9) |
| BIPATRIDE | Orang yang mempunyai kewarganegaraan rangkap sebagai akibat perbedaan stelsel; asas kewarganegaraan yang dianut oleh negara yang berbeda (Hukum) (9) |
| BIRELATER | Kota di Aljazair (9) |
| BIRELDJIR | Kota di Aljazair (9) |
| BIRKHADEM | Kota di Aljazair (9) |
| BIROHUKUM | Unit kerja di suatu instansi yang mengurusi masalah yang berkaitan dengan aspek hukum (9) |
| BIROIKLAN | Perusahaan jasa dalam bidang periklanan (antara lain mencakupi kegiatan kampanye, pengiklanan, dan pemasaran) (9) |
| BIROJODOH | Badan usaha jasa untuk menjodohkan pria atau wanita (9) |
| BIROKRASI | Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah yang berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan; cara bekerja atau susunan pekerjaan yang banyak liku-likunya, menurut tata aturan (adat dan sebagainya) (9) |
| BIRORONGE | Gerakan ombak yang berlapis-lapis dan saling mengikuti (Sangir) (9) |
| BIRPLETOK | Minuman tanpa alkohol yang dibuat dari rebusan gula, jahe, daun pandan, serai, dan rempah-rempah lain, disaring lalu didiamkan semalaman, biasanya disajikan dingin (Melayu Jakarta) (9) |
| BIRUBULAN | Gejala di atmosfer yang ditimbulkan oleh jumlah bahan atau partikel tertentu yang mempunyai sifat menyaring cahaya matahari sehingga cahaya biru dan merah lebih banyak daripada gelombang cahaya hijau (9) |
| BIRUGERAU | Biru kehitam-hitaman (9) |
| BIRUJELAK | Warna biru cerah (9) |
| BIRULEBAM | Biru kehitam-hitaman (bekas kena pukul dan sebagainya) (9) |
| BIRUMALAM | Biru yang agak gelap (9) |
| BIRYULEVO | Kota di Rusia (9) |
| BISCEGLIE | Kota di Italia (9) |
| BISEKTRIS | Garis lurus yang membagi sudut atas dua bagian yang sama; garis bagi (Matematika) (9) |
| BISHNUPUR | Kota di India (9) |
| BISINOSIS | Penyakit yang disebabkan oleh debu kapas dan jerami, misalnya pada pekerja tekstil, ditandai dengan dada sesak dan napas pendek (9) |
| BISMILLAH | Dengan nama Allah (biasa diucapkan jika akan mulai melakukan sesuatu) (9) |
| BISULLADA | Bisul kecil yang merah warnanya dan menimbulkan rasa sakit sekali (9) |
| BIUSLOKAL | Pembiusan yang dilakukan pada tempat tertentu saja (9) |
| BIUSTOTAL | Pembiusan yang menyebabkan hilangnya kesadaran secara total (9) |
| BLACKBURN | Kota di Inggris (9) |
| BLACKPOOL | Kota di Inggris (9) |
| BLASTERAN | Hasil perkawinan campuran dari dua jenis yang berbeda; hasil perkawinan silang (9) |
| BLASTOKIS | Bagian luar dinding sel telur yang ditumbuhi oleh rumbai-rumbai agar bisa melekatkan diri pada lapisan dalam rahim (Biologi) (9) |
| BLASTOMER | Sel yang dihasilkan saat pembelahan zigot (Biologi) (9) |
| BLASTOSIT | Sel punca embrio yang diambil dari embrio berumur tiga hingga lima hari setelah pembuahan dan masih berbentuk bola-bola (9) |
| BLAUGRANA | Julukan klub sepak bola Liga Spanyol, Barcelona, peraih Treble Winners dua kali, yaitu tahun 2008-2009 dan 2014-2015 (9) |
| BLEGANJUR | Gamelan yang terdiri atas gendang, kempul, dan cengceng (Bali) (9) |
| BLEKETEPE | Anyaman daun kelapa yang dipasang di depan rumah sebagai tanda pesta pernikahan (Jawa); anyaman daun kelapa untuk atap rumah dan sebagainya (Jawa) (9) |
| BLETCHLEY | Kota di Inggris (9) |
| BLOKBARAT | Negara-negara penganut ideologi liberalis (9) |
| BLOKBETON | Komponen beton yang kuat dan cekung, terutama digunakan sebagai pengganti batu bata dalam konstruksi bangunan; batako (9) |
| BLOKMESIN | Selubung mesin utama yang memuat silinder (9) |
| BLOKTIMUR | Negara-negara penganut ideologi komunis (9) |
| BLUSTUNIK | Blus panjang yang biasa dipakai dengan celana panjang (9) |
| BOBOTATOM | Perbandingan massa atom unsur terhadap massa atom isotop karbon -12 yang diberi harga 12 (Kimia) (9) |
| BOBOTLUAH | Bobot lebih (9) |
| BOBOTMATI | Berat keseluruhan, termasuk berat kargo, penumpang, dan sebagainya (tentang kapal) (9) |
| BOCARATON | Kota di Amerika Serikat (9) |
| BODOHAMAT | Tidak mau tahu; tidak peduli; masa bodoh (9) |
| BOHLEPING | Kelapa yang sudah dilubangi tupai (Aceh) (9) |
| BOLABAKAR | Cabang olahraga bola kaki dengan bola yang dibakar (9) |
| BOLADUNIA | Bola bumi buatan; peta bumi yang bulat seperti bola (tiruan bumi); globe (9) |
| BOLAHIDRO | Media tanaman berupa tanah liat yang dibakar dan dibentuk bulat-bulat sebesar kelereng (9) |
| BOLAKARET | Bola terbuat dari karet; skuas (Olahraga) (9) |
| BOLALAMPU | Lampu listrik; bohlam (9) |
| BOLAMANDI | Alat perawatan badan menyerupai bola jaring yang biasa dipadukan dengan sabun cair, digunakan untuk menggosok dan menghilangkan kotoran yang menempel pada punggung atau bagian belakang tubuh (9) |
| BOLAPANAS | Masalah kontroversial yang mempunyai akibat yang berbahaya bagi orang yang berurusan dengan masalah tersebut (kiasan) (9) |
| BOLAROTAN | Bola yang terbuat dari anyaman rotan; takraw (9) |
| BOLASALJU | Bola yang dibuat dari salju, biasanya digunakan untuk bermain lempar-lemparan (9) |
| BOLASEPAK | Bola yang digunakan untuk permainan sepak bola (9) |
| BOLASODOK | Permainan dengan menggunakan bola dan tongkat untuk menyodok yang dilakukan di atas meja yang dirancang secara khusus (untuk permainan itu); biliar (Olahraga) (9) |
| BOLASUDUT | Bola yang harus ditendang dari pojok lapangan dalam permainan sepak bola (Olahraga) (9) |
| BOLATENIS | Bola berukuran sedang, terbuat dari karet berajut benang, berbulu-bulu pada permukaan luarnya (9) |
| BOLAWASIT | Bola yang dilepas atau dilempar oleh wasit sebagai tanda permainan dimulai kembali (Olahraga) (9) |
| BOLEHJADI | Barangkali; mungkin (9) |
| BOLEHJUGA | Dapat juga; agak baik juga; tak berapa buruk; lumayan (9) |
| BOLIVIANO | Mata uang Bolivia (9) |
| BOLLYWOOD | Industri film India, berbasis di Mumbai (Bombay) (9) |
| BOLOGNAFC | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Bologna dengan pertandingan kandang di Stadio Renato Dall'Ara (9) |
| BOLOMETER | Alat untuk mengukur tenaga radiasi elektromagnetik dalam selang riak gelombang tertentu dengan memanfaatkan perubahan hambatan dari penghantar tipis yang terkena pengaruh pemanasan radiasi dan sebagainya (9) |
| BOLUKUKUS | Bolu yang diolah dengan cara dikukus (9) |
| BOMBARDIR | Membombardir; mengebom (9) |
| BOMBASTIS | Banyak berjanji, tetapi tidak akan berbuat banyak; banyak menggunakan kata dan ucapan yang indah-indah serta muluk-muluk, tetapi tidak ada artinya; bersifat omong kosong; bermulut besar (9) |
| BOMBOLONI | Donat khas Italia, berbentuk bundar utuh, bertabur gula dengan isian selai (9) |
| BOMBOMSAI | Burung nuri kecil pemakan rayap (Berik) (9) |
| BOMBONGAN | Gong yang dibunyikan saat mengarak mayat (Toraja) (9) |
| BOMBRISAN | Bom yang mudah meledak (9) |
| BOMCAHAYA | Bahan piroteknik yang meledak di udara sebagai pencahayaan untuk fotografi udara di malam hari (9) |
| BOMNAPALM | Bom yang mengandung bahan kimia yang mudah terbakar; bom pembakar (9) |
| BOMNUKLIR | Bom yang diledakkan dengan tenaga nuklir (9) |
| BOMPINTAR | Peluru besar yang dapat dikendalikan menuju sasarannya; rudal (9) |
| BOMTANDAN | Bom yang pada waktu mendekati tanah meledak dan pecah menjadi bagian-bagian kecil; bom klaster; bom curah (9) |
| BONCENGAN | Tempat untuk membonceng atau menaruh bagasi (barang yang dibawa) pada sepeda, sepeda motor, dan sebagainya; berboncengan (9) |
| BONDOUKOU | Kota di Pantai Gading (9) |
| BONDOWOSO | Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Tape; ibu kota Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur (9) |
| BONGKAHAN | Hasil membongkah (9) |
| BONGKARAN | Segala sesuatu yang telah terbongkar; hasil membongkar (9) |
| BONVOYAGE | Selamat jalan (ungkapan/Prancis) (9) |
| BOOMZAKEN | Hal-hal yang berkenaan dengan urusan pelabuhan, seperti bea cukai (ungkapan/Belanda) (9) |
| BOORWATER | Larutan asam boraks dalam air (ungkapan/Belanda) (9) |
| BOROBUDUR | Candi Buddha terbesar di dunia, terletak di Magelang, Jawa Tengah, dibangun pada masa Dinasti Syailendra (sekitar 650—1025 Masehi); candi di Jawa Tengah tempat dilaksanakannya lomba maraton yang diikuti oleh 10000 peserta (9) |
| BOROVICHI | Kota di Rusia (9) |
| BORSENTAK | Alat pengebor tangan yang digerakkan dengan udara tekan, dapat membuat lubang dengan diameter antara 1,25 inci dan 3 inci (9) |
| BORTUMBUK | Bor yang daya tembusnya diperoleh dengan penumbukan secara cepat dan teratur (Petrologi dan Migas) (9) |
| BOTANIKUS | Ahli botani; ahli tumbuh-tumbuhan (9) |
| BOTOLLABU | Botol berbentuk labu yang digunakan untuk mendidihkan cairan pada percobaan kimia (Kimia) (9) |
| BOTRIDIUM | Struktur seperti cuping cacing pita (Zoologi) (9) |
| BOTULISME | Keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri clostridium botulinum, satu-satunya mikroorganisme dengan spora yang tahan suhu tinggi, terdapat pada makanan dalam kaleng (9) |
| BOUMERDAS | Kota di Aljazair (9) |
| BRACKNELL | Kota di Inggris (9) |
| BRADENTON | Kota di Amerika Serikat (9) |
| BRAHMAPUR | Kota di India (9) |
| BRAINTREE | Kota di Inggris (9) |
| BRAKILOGI | Keringkasan bicara (Linguistik) (9) |
| BRAKIURUS | Berkaitan dengan bentuk tubuh, bagian perut pendek dan mengecil seperti pada ketam (Zoologi) (9) |
| BRANTFORD | Kota di Kanada (9) |
| BRATAWALI | Liana yang batangnya berbintil, daunnya menjantung, bunganya berbentuk tandan dan berwarna hijau muda, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Cina sampai Malesia, batangnya yang berasa pahit biasa digunakan untuk obat berbagai penyakit; akar seruntun; putarwali; putrawali (Tinospora crispa) (9) |
| BRATEYEVO | Kota di Rusia (9) |
| BRENTWOOD | Kota di Inggris dan Amerika Serikat (9) |
| BRIARWOOD | Kota di Amerika Serikat (9) |
| BRONGSONG | Pembungkus buah di pohon agar cepat masak, terbuat dari anyaman bilah bambu, plastik, dan lain-lain (Jawa); penutup mulut kerbau atau sapi agar tidak memakan tanaman padi atau mudah dijagal (Jawa) (9) |
| BRONKIOLI | Ranting tenggorok (Anatomi) (9) |
| BRONKITIS | Radang cabang tenggorok (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| BROOKLINE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| BRUKSISME | Kebiasaan menggeretakkan gigi pada saat tidur atau saat situasi tertekan yang dapat menyebabkan kerusakan gigi atau mulut bagian dalam (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| BUAHBETIS | Daging di belakang tulang kering yang ada di antara lutut dan telapak kaki; jantung betis; perut betis (9) |
| BUAHBIBIR | Yang selalu menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang; buah mulut; buah tutur; buah cakap (9) |
| BUAHCAKAP | Yang menjadi bahan sebut-sebutan (pembicaraan) orang; buah mulut; buah tutur; buah bibir (9) |
| BUAHCATUR | Anak catur seperti bidak, kuda, gajah, dan benteng (9) |
| BUAHDACIN | Batu (anak) dacin (yang dipakai untuk menimbang); anak timbangan (9) |
| BUAHHIDUP | Buah yang masih segar (9) |
| BUAHKALAM | Buah pena (9) |
| BUAHKARYA | Hasil karya, ciptaan (tentang puisi, prosa, dan sebagainya) (9) |
| BUAHKERAS | Biji yang agak besar dan keras seperti kemiri (9) |
| BUAHLERAK | Pohon, tinggi mencapai 4 m, kayunya tidak keras sehingga tidak digunakan untuk bahan bangunan, buahnya berbusa, dapat digunakan sebagai sabun; lemuran (Sapindus rarak) (9) |
| BUAHMERAH | Tanaman yang termasuk dalam keluarga pandan-pandanan, tingginya mencapai 16 meter, berakar tunjang; buah berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup dan buah berwarna merah atau cokelat atau cokelat kekuningan (Pandanan conoideus) (9) |
| BUAHMIMPI | Barang apa yang dimimpikan (9) |
| BUAHMULUT | Yang menjadi bahan sebutan (pembicaraan) orang; buah bibir; buah cakap; buah tutur (9) |
| BUAHPELIR | Bola-bola isi kantong kemaluan laki-laki; buah zakar; kelepir (9) |
| BUAHPERUT | Orang-orang yang menjadi anggota suatu suku (anak cucu turun-temurun dari nenek perempuan) (Minangkabau) (9) |
| BUAHSABUN | Pohon, tinggi mencapai 4 m, kayunya tidak keras sehingga tidak digunakan untuk bahan bangunan, buahnya berbusa, dapat digunakan sebagai sabun; lemuran; buah lerak (Sapindus rarak) (9) |
| BUAHTIDUR | Mimpi; bunga tidur (kiasan) (9) |
| BUAHTUFAH | Pohon yang tingginya mencapai 12 m, daun lonjong, bunga putih hingga merah muda, buah bulat berdaging tebal berwarna merah, kuning, atau hijau, rasa manis keasam-asaman; buah apel (Malus domestica) (9) |
| BUAHTUTUR | Yang menjadi bahan sebut-sebutan (pembicaraan) orang; buah mulut; buah bibir; buah cakap (9) |
| BUAHZAKAR | Bola-bola isi kantong kemaluan laki-laki; buah pelir; kelepir; biji kemaluan (9) |
| BUBURAYAK | Bubur dari tepung beras yang dicampur seledri, bawang goreng, dan penyedap (Melayu Jambi) (9) |
| BUBURAYAM | Bubur dari beras dicampur daging ayam dan kecap (9) |
| BUBURJALI | Bubur khas Betawi berbahan buah jali yang dimasak dengan gula merah, garam, santan, dan daun pandan (9) |
| BUBURNASI | Bubur yang dibuat dari beras (9) |
| BUBURSURA | Bubur dari beras dengan santan dan garam beserta lauk-pauknya, dibuat untuk menyambut datangnya tahun baru Kamariah (1 Muharam atau Asyura) (9) |
| BUCHEONSI | Kota di Korea Selatan (9) |
| BUDAYAPOP | Budaya yang diproduksi secara komersial, massal, dan menjadi ikon budaya massa (9) |
| BUDAYAWAN | Orang yang berkecimpung dalam kebudayaan; ahli budaya (9) |
| BUDDHISME | Ajaran yang dikembangkan oleh Sidharta Gautama yang, antara lain, mengajarkan bahwa kesengsaraan adalah bagian kehidupan yang tidak terpisahkan dan orang dapat membebaskan diri dari kesengsaraan dengan menyucikan mental dan moral diri pribadi (9) |
| BUENAPARK | Kota di Amerika Serikat (9) |
| BUHULMATI | Simpul mati (9) |
| BUJUKRAYU | Bujukan dan rayuan (9) |
| BUJUMBURA | Ibu kota Burundi (9) |
| BUKAKARTU | Mengungkapkan atau memperlihatkan rahasia dan sebagainya (tentang seseorang) (kiasan) (9) |
| BUKAKEMAS | Membuka sesuatu dari kemasannya dan mendeskripsikan atau menceritakan bentuk fisik, keunikan, atau fitur barang tersebut, biasanya dilakukan dengan merekam dan menyebarluaskannya di media sosial untuk tujuan mengulas atau menceritakan kegiatan sehari-hari (9) |
| BUKAMULUT | Membeberkan atau membocorkan suatu informasi, biasanya bersifat rahasia (kiasan) (9) |
| BUKANMAIN | Bukan buatan; berlebih-lebihan (tentang keadaan sesuatu) (9) |
| BUKTIDIRI | Surat keterangan yang membuktikan bahwa orang yang membawa surat tersebut benar (sah); surat pengenal (9) |
| BUKUACARA | Buku yang berisi daftar acara suatu kongres, seminar, atau rapat (9) |
| BUKUACUAN | Buku yang berisikan informasi (keterangan) yang dipakai sebagai panduan dalam melaksanakan sesuatu (penelitian dan sebagainya); buku rujukan (9) |
| BUKUAUDIO | Buku yang dibuat dalam bentuk rekaman suara (9) |
| BUKUBESAR | Kumpulan prakiraan yang digunakan oleh sebuah perusahaan untuk mencatat transaksi yang telah dilakukannya (Ekonomi dan Keuangan); buku yang digunakan untuk mencatat segala perkiraan (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| BUKUHITAM | Buku yang berisi nama dan catatan tentang orang-orang yang dianggap kurang baik (kiasan) (9) |
| BUKUINDUK | Buku yang memuat daftar nama beserta jati diri orang yang tercatat sebagai anggota suatu organisasi, murid sekolah, warga suatu wilayah (9) |
| BUKUKOMIK | Buku cerita bergambar (9) |
| BUKULARIS | Buku yang sangat laku terjual pada masa tertentu (9) |
| BUKULIPAT | Naskah yang berbentuk seperti alat musik akordeon, banyak ditemukan di Sumatra Utara dan Sumatra Selatan (Filologi) (9) |
| BUKUNILAI | Catatan guru tentang nilai pelajaran yang dicapai murid (9) |
| BUKUPAKET | Buku cetak yang menjadi acuan mata pelajaran tertentu di sekolah (9) |
| BUKUPUTIH | Buku yang memuat pernyataan tertentu, yang biasanya bersifat rahasia, belum pernah diungkapkan sebelumnya, dan dianggap benar; buku yang isinya mempertahankan pendirian, kebijakan, atau prestasi pemerintah atau badan resmi (9) |
| BUKURAPOR | Buku yang berisi nilai yang diperoleh oleh anak sekolah dalam setiap mata pelajaran (9) |
| BUKUTANAH | Buku dalam bentuk daftar yang memuat data yuridis dan data fisik suatu obyek pendaftaran yang sudah ada haknya (9) |
| BUKUTULIS | Buku kosong untuk ditulisi (membuat catatan dan sebagainya); buku untuk menulis (9) |
| BULANBARU | Fase pertama bulan, terjadi ketika bulan berada dalam posisi konjungsi dengan matahari sehingga biasanya tidak terlihat dari Bumi akibat cahaya matahari yang terlalu terang (Astronomi) (9) |
| BULANBIRU | Bulan yang tampak berwarna biru akibat keberadaan partikel debu atau asap dengan panjang gelombang melebihi panjang gelombang merah, biasanya bersumber dari abu letusan gunung berapi (Astronomi) (9) |
| BULANHAJI | Bulan Zulhijah; bulan kedua belas tahun Hijriah (9) |
| BULANMADU | Masa pengantin baru menikmati perkawinannya (misalnya dengan berlibur atau bepergian berdua ke suatu tempat; saat-saat awal dalam kehidupan berumah tangga (9) |
| BULANMATI | Malam hari yang gelap karena bulan sama sekali tidak tampak; bulan gelap (9) |
| BULANMUDA | Awal bulan dari tanggal 1–10 (kiasan) (9) |
| BULANSING | Mata kaki (9) |
| BULANSUCI | Bulan Ramadan (9) |
| BULANSURA | Bulan Muharam (9) |
| BULARMATA | Penat mata (karena terlalu lama memandang, membaca, dan sebagainya) (9) |
| BULATBUMI | Bola bumi (9) |
| BULATHATI | Lurus hati; jujur; segenap hati; sungguh-sungguh (9) |
| BULATKATA | Sepakat; seia; sehati (9) |
| BULATMATA | Bola mata (9) |
| BULUBALIK | Bulu yang arahnya terbalik (pada ayam) (9) |
| BULUBUMBU | Bulu halus yang tumbuh pada ibu jari kaki bagian atas (9) |
| BULUHAKAR | Bambu yang berumpun agak rapat, tinggi mencapai 20 m, bergaris tengah 20 cm, buku-bukunya mempunyai akar-akar pendek yang menggerombol, panjang ruasnya 40–60 cm, digunakan sebagai bahan bangunan, saluran air di desa, penampung air aren yang disadap, dan juga sebagai bahan anyaman, rebungnya merupakan rebung yang paling enak untuk disayur; buluh betung; bambu betung (Dendrocalamus asper) (9) |
| BULUHALUS | Bulu pada unggas yang belum tumbuh lengkap (9) |
| BULUHAPUS | Bambu yang mempunyai rumpun yang rapat, tinggi mencapai 20 m, batangnya berwarna hijau hingga hijau kekuning-kuningan, kegunaannya berbagai macam, misalnya sebagai bahan baku dalam pembuatan kerajinan anyaman, alat rumah tangga, dan hiasan; bambu tali; bambu apus (Gigantochloa apus) (9) |
| BULUHCINA | Buluh kecil yang biasa dipakai untuk pagar (Bambusa hama) (9) |
| BULUHDURI | Bambu yang rumpunnya agak rapat, tinggi mencapai 25 m, garis tengah 10 cm, banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan anyaman; bambu duri (Bambusa spinosa) (9) |
| BULUKAPAS | Bulu yang halus-halus (9) |
| BULUKEMPA | Kain tenun dibuat dari benang kapas atau asbes yang dikempa untuk bahan topi (9) |
| BULUKUDUK | Bulu tengkuk (9) |
| BULUKUMBA | Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, ibu kotanya Ujung Bulu (9) |
| BUMANTARA | Awang-awang; angkasa (9) |
| BUMBUIKAT | Campuran herba yang diikat menjadi satu, biasanya terdiri atas timi, tangkai peterseli, seledri, lada, dan daun salam, digunakan sebagai perasa atau pengaroma masakan (Tata Boga) (9) |
| BUMIPUTRA | Anak negeri; penduduk asli (9) |
| BUNDABERG | Kota di Australia (9) |
| BUNGADESA | Perawan (pemudi) yang disenangi pemuda karena kecantikannya di desa tempat tinggalnya (kiasan) (9) |
| BUNGAHATI | Kekasih (9) |
| BUNGAKAYU | Biaya (pajak) yang harus dibayar karena menebang hutan (9) |
| BUNGAKUKU | Bagian pangkal kuku yang berwarna putih (9) |
| BUNGAPADI | Pengakuan hukum yang dibayar dalam bentuk hasil-hasil alam berupa padi (9) |
| BUNGAPURU | Bintik-bintik putih pada kulit tanda mulai dihinggapi penyakit puru (patek) (9) |
| BUNGARAYA | Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis); pelacur (kiasan) (9) |
| BUNGASIAM | Perdu berduri, akar dan daunnya digunakan sebagai obat muntah, bunganya berwarna kuning, digunakan untuk memberi bau harum pada pakaian; kembang jepun; lasana (Acacia farnesiana) (9) |
| BUNGATEBU | Tanaman berimpang kuat, buluh-buluhnya tumbuh saling berdekatan, berwarna hijau kekuning-kuningan, bagian dalamnya berempulur, panjang bunganya mencapai 20 cm, biasanya dibuat sayur; bunga tebu; tebu telur; terubuk (Saccharum edule) (9) |
| BUNGAUANG | Keuntungan dari meminjamkan uang; renten (9) |
| BUNGKIANG | Perut binatang yang lebar ke pinggir karena hamil (Sunda) (9) |
| BUNGKUSAN | Hasil bungkusan (9) |
| BUNTINGAN | Kandungan (9) |
| BUNTIRING | Cangkul tanpa sambungan (Sunda) (9) |
| BURATMATO | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Kabupaten Pasir, Provinsi Kalimantan Barat (9) |
| BURATSARI | Bedak basah yang kuning warnanya dan harum baunya; boreh; burat (9) |
| BURHANPUR | Kota di India (9) |
| BURSAEFEK | Pusat perdagangan surat-surat berharga dari perusahaan umum (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| BURSAUANG | Bursa tempat menukarkan cek dengan segera apabila tidak terdapat bank yang terdekat (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| BURUHANAK | Buruh yang berusia di bawah umur atau yang belum dewasa menurut ketentuan undang-undang (9) |
| BURUHTANI | Buruh yang menerima upah dengan bekerja di kebun atau di sawah orang lain (9) |
| BURUKHATI | Bertabiat jahat (9) |
| BURUKRUPA | Bertampang jelek (9) |
| BURUKSIKU | Tidak pernah mengakui atau menghargai kebaikan (pemberian) orang lain (9) |
| BURUNGAIR | Burung berukuran sedang sampai besar, berkaki pendek sampai panjang yang biasa digunakan untuk berenang atau berjalan di air, mencari makan di lingkungan perairan, seperti itik, kuntul, dan bangau (9) |
| BUSACUKUR | Busa yang dioleskan pada janggut atau kumis sebelum bercukur untuk melembutkan dan membantu pisau cukur mengerik dengan lancar (9) |
| BUSUKHATI | Iri hati; dengki; khianat; jahat (9) |
| BUSUKKUKU | Radang yang terdapat pada telapak kaki sapi atau domba, biasanya menyebabkan pincang dan rasa panas disertai bengkak di bawah kuku (Peternakan); penyakit yang terjadi pada kaki sapi (9) |
| BUSUNGAIR | Busung pada perut yang berisi air (9) |
| BUSWISATA | Bus yang digunakan khusus untuk melayani perjalanan wisata (9) |
| BUTADIENA | Hidrokarbon dengan dua ikatan rangkap dan rumus kimia C4H8, bahan baku karet buatan (Kimia) (9) |
| BUTAHUKUM | Tidak mengerti sama sekali tentang hukum dengan seluk-beluknya (9) |
| BUTAHURUF | Tidak dapat membaca dan menulis; tunaaksara; mata kayu (9) |
| BUTAMALAM | Tidak dapat melihat pada waktu malam (9) |
| BUTAREPAN | Cemburu (tentang suami istri) (Jawa) (9) |
| BUTASIANG | Penglihatan yang kurang awas pada siang hari atau apabila terlampau terang (9) |
| BUTAWAJAH | Agnosia atau gangguan saraf yang ditandai dengan ketakmampuan untuk mengenali atau mengingat wajah; prosopagnosia (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| BUTAWARNA | Tidak dapat melihat (membedakan) warna dengan baik (9) |
| BUTAYAJNA | Upacara persembahan kepada butakala agar tidak mengganggu kehidupan manusia (Agama Hindu) (9) |
| BUTONGPAI | Sistem bela diri dari Cina (campuran kungfu dan karate) (9) |
| BYDGOSZCZ | Kota di Polandia (9) |
| CABAICERI | Cabai besar yang bentuknya seperti buah ceri, warnanya merah, dagingnya berair dan rasanya manis, tetapi ada juga yang pedas (Capsicum annuum var. annuum) (9) |
| CABAIJAWA | Tumbuhan merambat semacam sirih (lada) yang tumbuh di daerah pantai, buahnya berbentuk silinder, berwarna hijau dan keras ketika muda, setelah tua kemerah-merahan dan melunak, bijinya cokelat kehitam-hitaman sebesar butir beras, biasanya digunakan sebagai bahan jamu tradisional dan sebagainya; lada panjang (Piper retrofractum) (9) |
| CACAHJIWA | Perhitungan banyaknya penduduk (jiwa) di suatu daerah (Statistik); pencatatan atau pendataan untuk mengetahui banyaknya penduduk; sensus (Statistik) (9) |
| CADARAWAN | Hamparan awan tipis tembus cahaya, yang menutupi matahari atau bulan (Meteorologi) (9) |
| CADEREYTA | Kota di Meksiko (9) |
| CAGARALAM | Daerah yang kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan dan binatang (flora dan fauna) yang terdapat di dalamnya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya kepunahan; suaka alam; lingga alam (Hukum) (9) |
| CAGARIKAN | Tempat perlindungan bagi ikan-ikan yang perlu dijaga kelestariannya (Perikanan) (9) |
| CAJAMARCA | Kota di Peru (9) |
| CAKARAYAM | Kaki ayam; sangat jelek (tentang tulisan) (kiasan); tanaman sejenis paku-pakuan, tingginya 15-35 cm, bentuk daunnya kecil, meruncing pada ujungnya, dan tersusun sepanjang tepi batang hingga ke percabangannya menyerupai cakar ayam, tumbuh di daerah teduh dan dingin, digunakan untuk mengobati batuk, diare, dan lain-lain (Selaginella doederleinii hieron) (9) |
| CAKARBESI | Sepit dari besi (untuk memegang besi yang panas dan sebagainya) (9) |
| CAKPADANG | Pipit padang (Anthus novaeseelandiae malayensis) (9) |
| CAKRAWALA | Lengkung langit; langit (tempat bintang-bintang); peredaran bintang di langit (kerap pula berarti sebagai bintang di langit); kaki langit; tepi langit; batas pemandangan; horizon; jangkauan pandangan (kiasan); khazanah; kekayaan (kiasan) (9) |
| CAKRAWATI | Pemerintahan (negara); pucuk pimpinan (negara dan sebagainya) (9) |
| CALINCING | Tumbuhan liar dengan tinggi mencapai 5−35 cm, batangnya lunak dan bercabang, berdaun majemuk menjari tiga dengan bentuk seperti jantung berwarna hijau, bunganya keluar dari ketiak daun dan berwarna kuning seperti payung kecil, buahnya berbentuk kotak lonjong berwarna cokelat kemerahan dan akan pecah jika disentuh, dapat digunakan sebagai obat demam, flu, dan diare (Oxalis corniculata linn) (9) |
| CALIRRAGA | Calir yang digunakan untuk melembutkan dan memuluskan seluruh badan (9) |
| CALISTUNG | Baca, tulis, hitung (akronim) (9) |
| CAMARILLO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| CAMAYENNE | Kota di Guinea (9) |
| CAMBRIDGE | Kota di Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat (9) |
| CANAKKALE | Kota di Turki (9) |
| CANDAPETI | Peti tempat menaruh uang atau barang berharga (emas, intan, dan sebagainya) (9) |
| CANDAWARA | Acara televisi berbentuk permainan yang dipertandingkan untuk mendapatkan hadiah (Melayu Malaysia) (9) |
| CANDIAPIT | Candi yang letaknya diapit oleh candi lain dalam satu kompleks (9) |
| CANGAKABU | Cangak yang berwarna dominasi abu-abu, berkepala dan berleher putih, tersebar di Afrika, Eurasia, Filipina, dan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Nusa Tenggara) (Ardea cinerea) (9) |
| CANGCIMEN | Kacang, kuaci, permen (makanan ringan yang biasa dijual oleh pedagang asongan) (akronim) (9) |
| CANGKAROK | Nasi yang dikeringkan dengan dijemur (Madura); penganan dibuat dari ketan, dikukus bersama biji kacang tunggak (Madura) (9) |
| CANGKLONG | Pipa lengkung untuk mengisap tembakau yang salah satu ujungnya berbentuk cawan sebagai tempat tembakau yang akan disulut; honcoe; pengudut (untuk mengisap madat); pundi-pundi yang disangkutkan di bahu (9) |
| CANGKOKAN | Hasil mencangkok; cangkok (9) |
| CANGKRANG | Selongsong (lampu baterai) (Melayu Jakarta); ranting (dahan) kering yang sudah tidak berdaun lagi; selongsong (lampu baterai dan sebagainya); cacar air (9) |
| CANGKRING | Pohon, tinggi mencapai 30 m, batangnya berduri, tumbuh di tanah yang berair, akarnya digunakan sebagai obat penyakit beri-beri; cengkering; kane (Erythrina fusca); akar cangkring (9) |
| CANGKUANG | Pohon, tinggi hingga 12 m, cabang-cabangnya tegak atau condong ke atas, panjang daunnya hingga 5 m, dibuat tikar; bengkuang; lais (Pandanus furcatus) (9) |
| CANGKULAN | Permainan dengan kartu besar dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan cara salah seorang pemain menurunkan kartu dari kelompok gambar yang sama, permainan dianggap selesai jika salah seorang pemain dapat menghabiskan kartunya (9) |
| CANTABILE | Dengan gaya menyanyi (ungkapan/Musik/Italia) (9) |
| CANTENGAN | Sakit (bengkak) pada ujung kuku jari (biasanya bernanah) (Jawa) (9) |
| CAOSBEKTI | Tanda penghormatan (kepada raja); mempersembahkan sesuatu kepada raja sebagai tanda hormat dan bakti (Jawa) (9) |
| CAPCAISIN | Zat penghasil rasa pedas pada cabai merah (9) |
| CAPDAGANG | Tanda (gambar dan sebagainya) yang dipakai dalam perdagangan (9) |
| CAPECOAST | Kota di Ghana (9) |
| CAPECORAL | Kota di Amerika Serikat (9) |
| CAPJEMPOL | Cap yang menggunakan ibu jari; sidik jari; dodal (9) |
| CARABALEN | Perangkat gamelan keraton Surakarta dan Yogyakarta (Musik/Jawa) (9) |
| CARATINGA | Kota di Brasil (9) |
| CARAZINHO | Kota di Brasil (9) |
| CARIANGIN | Berjalan-jalan untuk mencari udara segar (kiasan) (9) |
| CARIKDUWE | Tanah atau sawah milik penguasa (di Lombok) (Hukum) (9) |
| CARINAJOE | Salah seorang pemilik hak paten vaksin Covid-19 AstraZeneca asal Indonesia (9) |
| CAROLCITY | Kota di Amerika Serikat (9) |
| CARPEDIEM | Petiklah (nikmatilah) hari (ini); ungkapan untuk menyatakan untuk tidak membuang kesempatan yang ada (ungkapan/Latin) (9) |
| CARREFOUR | Kota di Haiti (9) |
| CARTAGENA | Kota di Spanyol dan Kolumbia (9) |
| CASCISCUS | Banyak cakap (omong); lancar bercakap (dalam bahasa asing) (9) |
| CASTANHAL | Kota di Brasil (9) |
| CATANDUVA | Kota di Brasil (9) |
| CATANZARO | Kota di Italia (9) |
| CATLATEKS | Cat yang tersusun oleh suspensi air atau emulsi lateks yang dicampur dengan pigmen dan zat aditif (Kimia) (9) |
| CATMINYAK | Cat untuk melukis yang diencerkan dengan minyak (9) |
| CATRAMBUT | Cairan untuk mengubah warna rambut, bermacam-macam warnanya (9) |
| CATURWEDA | Empat bagian dari kitab Weda yang terdiri atas Regweda, Samaweda, Yajurweda, dan Atharwaweda (Agama Hindu) (9) |
| CEDARPARK | Kota di Amerika Serikat (9) |
| CEGAHSIAR | Larangan menayangkan program acara di stasiun televisi atau radio (9) |
| CEKCEKCEK | Tiruan bunyi lidah berdecak (9) |
| CEKIKIKAN | Tertawa kecil yang agak tertahan-tahan; bercekikikan (9) |
| CEKINTERN | Cek yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh satu atau lebih petugas bank, misalnya cek kasir (Keuangan) (9) |
| CEKKOSONG | Cek yang tidak dapat diuangkan karena uang yang disimpan di bank yang dimaksudkan tidak tersedia (Ekonomi dan Keuangan); cek bertanda tangan yang tidak berisi jumlah uang yang akan dibayarkan (Ekonomi dan Keuangan); kebebasan penuh untuk bertindak (kiasan); cek putih (9) |
| CEKMUNDUR | Cek yang penguangannya berlaku mundur (surut) (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| CEKSILANG | Cek yang pada halaman mukanya diberi dua garis sejajar menyerong yang ditarik dari sisi kiri bawah ke sisi kanan atas, tanpa memuat keterangan apa pun (silang umum) atau memuat “nama bank” (silang khusus) di antara kedua garis itu (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| CELAHFOHN | Celah dalam awan fohn yang terdapat di lapisan udara di atas gunung (Meteorologi) (9) |
| CELAMITAN | Suka mengambil atau meminta barang milik orang lain tanpa rasa malu (Melayu Jakarta) (9) |
| CELANAJIN | Celana yang terbuat dari bahan jin (9) |
| CELEMOTAN | Bebercak-bercak (berpalit-palit) dengan kotoran (lumpur dan sebagainya) (9) |
| CELEMPONG | Alat musik perkusi yang terbuat dari logam, perunggu, atau besi, berbentuk bundar, terdapat di daerah Kuantan dan Riau; talempong (Musik); alat musik tradisional terdiri atas lima sampai tujuh potong kayu sepanjang 5–7 cm dengan lebar 6–8 cm, terdapat di daerah Tamiang, Aceh Timur (Musik) (9) |
| CELEMPUNG | Alat musik perkusi dengan kotak suara berbentuk trapesium dengan belasan dawai terentang di atasnya yang dimainkan dengan jari atau dengan pemetik khusus (Musik); alat musik petik daerah Jawa Barat yang terbuat dari bambu beruas dengan dawai dari lapisan kulit bambu itu sendiri yang dikelupas, ditarik ke atas dan diberi pasak di bawahnya (Musik) (9) |
| CELENTANG | Telentang (Melayu Jakarta) (9) |
| CELETUKAN | Hasil menceletuk (9) |
| CEMASHATI | Merasa sangat gelisah (takut, khawatir) (9) |
| CEMBURUAN | Saling cemburu; mudah cemburu (9) |
| CEMERLANG | Bercahaya atau bersinar sangat terang; berkilauan; cerdas (tentang otak) (kiasan); indah sekali; elok sekali (kiasan); bagus (baik) sekali (tentang hasil suatu pekerjaan dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| CEMPELUNG | Perahu yang dijalankan dengan dayung (9) |
| CEMPLONAN | Terna, bercabang banyak, daun berbentuk bulat, seluruh bagian tanaman dapat dijadikan sebagai obat demam dan bisul (Drymaria cordata willd) (9) |
| CEMPURUNG | Anyaman bambu untuk penutup jenazah (9) |
| CEMUKIRAN | Corak atau ragam hias pada pinggiran kain batik yang menggambarkan berkas sinar menyerupai lidah api (Tata Busana) (9) |
| CENANGKAS | Pedang yang lurus; lamang; ayam sabungan yang berbulu putih dengan kaki berwarna kuning (9) |
| CENCANGAN | Hasil mencencang; (daging dan sebagainya) yang sudah dicencang (9) |
| CENDERASA | Pedang yang sakti (memiliki keampuhan) (9) |
| CENDERUNG | Agak miring; condong; menaruh minat (keinginan, kasih, dan sebagainya) kepada; suka (ingin) akan (9) |
| CENGGERET | Serangga berukuran besar, hidup di pohon, mempunyai pelantang di bawah sayap sehingga dapat bersuara nyaring (menandakan akhir musim hujan), memakan cairan atau getah tumbuhan; uir-uir; tonggeret; uir-uir; cikadas (Cicadidae) (9) |
| CENGKALAK | Kayu atau bambu yang diletakkan di punggung sebagai media mengikat tawanan (Kawi) (9) |
| CENGKAMAN | Hasil mencengkam; cengkeraman; genggaman; cengkam (9) |
| CENGKARUK | Penganan yang dibuat dari nasi yang dikeringkan kemudian disangrai (9) |
| CENGKERAM | Memegang erat-erat dengan cakar (kuku); menguasai (menggenggam) (kiasan); uang muka (sebelum pesanan dan sebagainya dikerjakan); uang panjar; sesuatu yang dipakai sebagai tanggungan utang (9) |
| CENGKERIK | Jangkrik; riang-riang; keridik (9) |
| CENGKUNEK | Lagak; tingkah; omong kosong (9) |
| CENGKURAI | Cindai (9) |
| CENTANGAN | Tandu; kobokan (Melayu Jakarta) (9) |
| CENTURION | Kota di Afrika Selatan (9) |
| CERAIMATI | Perpisahan antara suami istri karena salah satu meninggal; cerai tembilang (9) |
| CERAISUSU | Sudah berhenti menyusu; sudah disapih (9) |
| CERANGGAH | Cabang-cabang (tentang tanduk rusa); rangga (9) |
| CERCAMAKI | Caci maki (9) |
| CEREMBING | Memasang telinga untuk mendengarkan sesuatu secara saksama (Melayu Belitung) (9) |
| CEREMPUNG | Alat musik petik yang berdawai banyak seperti gitar; kecapi (Musik) (9) |
| CERIGNOLA | Kota di Italia (9) |
| CEROMPONG | Mulut meriam (senapan); ceropong (9) |
| CERONGGAH | Tajam; berduri (9) |
| CETAKAWAL | Cetakan dengan atau tanpa tinta yang masih akan ditumpangi cetakan warna lain (Grafika); terbitan pendahuluan sebuah artikel atau karya tulis lain yang akan diterbitkan dalam bentuk buku (Grafika) (9) |
| CETAKBATU | Metode percetakan dengan batu sebagai acuan, yang gambarnya sama tinggi dengan permukaan; cetak datar langsung; litografi (9) |
| CETAKBIRU | Cetakan gambar bagan rencana bangunan, berwarna putih di atas dasar biru; rencana yang terperinci; program tindakan; rencana program (9) |
| CETAKBUTA | Cetakan tanpa tinta; cetak timbul (Grafika) (9) |
| CETAKCOBA | Lembar cetakan permulaan dari susunan huruf di dalam dulang (galai) untuk mengetahui benar salahnya susunan huruf, yang harus dikoreksi sesuai dengan naskahnya (Grafika); benda tiruan yang dipakai sebagai contoh majalah, buku, dan sebagainya yang akan diterbitkan (Grafika) (9) |
| CETAKSENI | Ukiran, litografi, dan sebagainya dari pelat cetakan yang dipersiapkan oleh senimannya (9) |
| CHAGUANAS | Kota di Trinidad dan Tobago (9) |
| CHAKAKHAN | Penyanyi asal Amerika Serikat yang dijuluki ”Queen of Funk Soul” (9) |
| CHAMARTIN | Kota di Spanyol (9) |
| CHAMPAIGN | Kota di Amerika Serikat (9) |
| CHANDUASI | Kota di India (9) |
| CHANGCHUN | Kota di Cina (9) |
| CHANGLENG | Kota di Cina (9) |
| CHANGLING | Kota di Cina (9) |
| CHANGPING | Kota di Cina (9) |
| CHANGQING | Kota di Cina (9) |
| CHANGZHOU | Kota di Cina (9) |
| CHARLEROI | Kota di Belgia (9) |
| CHARLOTTE | Kota terbesar negara bagian North Carolina, Amerika Serikat (9) |
| CHARSADDA | Kota di Pakistan (9) |
| CHENGBENG | Hari raya Cina yang diperingati dengan cara berziarah ke makam leluhur dengan membawa dupa, lilin, kertas sembahyang, dan sajian (ungkapan/Cina) (9) |
| CHENGZIHE | Kota di Cina (9) |
| CHERKESSK | Kota di Rusia (9) |
| CHERNIHIV | Kota di Ukraina (9) |
| CHERNOBYL | Salah satu kecelakaan reaktor nuklir terburuk dalam sejarah (9) |
| CHIANGMAI | Kota di Thailand (9) |
| CHIANGRAI | Kota di Thailand (9) |
| CHICACOLE | Kota di India (9) |
| CHIGASAKI | Kota di Jepang (9) |
| CHIHUAHUA | Kota di Meksiko (9) |
| CHINATOWN | Kota di Amerika Serikat (9) |
| CHINAUTLA | Kota di Guatemala (9) |
| CHINCHINA | Kota di Kolumbia (9) |
| CHISHTIAN | Kota di Pakistan (9) |
| CHISTOPOL | Kota di Rusia (9) |
| CHIVILCOY | Kota di Argentina (9) |
| CHLOEZHAO | Sutradara Terbaik dalam Golden Globe Awards Ke-78 (9) |
| CHONGLONG | Kota di Cina (9) |
| CHONGQING | Kota di Cina (9) |
| CHUNCHEON | Kota di Korea Selatan (9) |
| CIAKGAJAH | Burung berkicau, berukuran sedang, berwarna kuning emas pada kepala ketika berbiak (jantan), bersisi muka hitam, hidup di habitat terbuka seperti padang rumput dan semak belukar, pemakan biji, berparuh pendek dan tebal; ciak raya (Ploceus philippinus) (9) |
| CIAKREBAN | Burung kecil berkepala putih; bondol (Munia maja) (9) |
| CICIRUMBU | Kayu pohon yang digunakan untuk mengobati segala macam penyakit, dengan cara dikunyah disemburkan, disertai mantra ke orang yang sakit (Kimaam) (9) |
| CIDIWACIP | Pesta untuk merayakan kemenangan setelah berperang (Kimaam) (9) |
| CIGUATERA | Penyakit yang disebabkan oleh keracunan makanan dari ikan atau binatang yang mengandung racun ciguatoksin (9) |
| CIKARKIRI | Berbelok ke kiri (9) |
| CILENCANG | Genangan air akibat hujan (karena tidak terserap tanah, saluran mampet, dan sebagainya) (Sunda) (9) |
| CINAKOMPO | Usus dua belas jari (Culambacu) (9) |
| CINCINCAP | Cincin yang memakai cap; cincin mohor; cincin meterai; cincin stempel (9) |
| CINGANGAH | Tercingangah; terbuka lebar; ternganga (Minangkabau) (9) |
| CINGKRANG | Terlalu pendek (9) |
| CINTABUTA | Cinta yang berlebihan dan di luar akal sehat (kiasan) (9) |
| CINTAMANI | Intan yang bertuah; ular yang mendatangkan bahagia (terutama dalam percintaan) (9) |
| CINTAMATI | Cinta yang serius dan sangat mendalam (kiasan) (9) |
| CINTAOPEN | Cinta dengan karakter perilaku peduli, tanpa pamrih, dan rela berkorban (Psikologi) (9) |
| CIPARANJE | Ayam berjengger tiga (Sunda) (9) |
| CIRILOKAL | Unsur lafal, gramatikal, atau leksikal yang terdapat pada dialek regional tertentu (Linguistik) (9) |
| CIRIWANGI | Tanda pengikat yang diberikan kepada pihak wanita pada hari perkawinan atau sehari sebelumnya yang nilainya sepuluh kali tanda pertunangan (di daerah Sunda) (9) |
| CITASAYUR | Cita yang kurang baik (9) |
| CITRADIRI | Cara seseorang memandang dirinya sendiri dan kemampuan atau penampilannya (9) |
| CITRALEKA | Pejabat yang tugasnya menulis prasasti (9) |
| CLEARANCE | Pembebasan dari keberatan, sangkaan atau tuduhan (ungkapan/Inggris); perbuatan membebaskan barang-barang pada bea cukai (ungkapan/Inggris) (9) |
| CLEVELAND | Kota di Amerika Serikat (9) |
| CLOCKWISE | Searah jarum jam (Inggris) (9) |
| CLOZETEST | Tes pemahaman dan tata bahasa dengan cara mengisi kata-kata yang tepat pada bagian-bagian yang secara sistematis telah dikosongkan dari sebuah teks (ungkapan/Inggris) (9) |
| COCOGAUFF | Juara tenis putri dalam Grand Slam AS Terbuka 2023 (9) |
| COCOKNADA | Timbre yang memenuhi syarat dan sebagainya untuk berpadu (9) |
| COGANALAM | Tombak kerajaan, bilah dan tangkainya dihiasi emas (9) |
| COLDCREAM | Krim berwarna putih dan kental untuk membersihkan atau melembutkan wajah, mengandung vitamin (ungkapan/Inggris) (9) |
| COMANTAKA | Lancang mengucapkan kata-kata yang tidak berkepatutan (Madura) (9) |
| COMAYAGUA | Kota di Honduras (9) |
| CONCORDIA | Kota di Argentina dan Brasil (9) |
| CONDOLORE | Dengan sedih; digunakan sebagai aba-aba dalam musik agar dimainkan dengan nada sedih (ungkapan/Italia) (9) |
| CONGKLANG | Mencongklang; berlari kencang (tentang kuda dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (9) |
| CONGKRANG | Parang yang ujungnya melengkung untuk menebas perdu dan belukar atau untuk memotong ranting dan bambu (Sunda) (9) |
| CONSTANTA | Kota di Rumania (9) |
| COQUITLAM | Kota di Kanada (9) |
| CORVALLIS | Kota di Amerika Serikat (9) |
| COSTAMESA | Kota di Amerika Serikat (9) |
| COUTURIER | Pengusaha yang merencanakan, membuat, dan menjual pakaian wanita (ungkapan/Prancis) (9) |
| COXSBAZAR | Kota di Bangladesh (9) |
| CRAIGAVON | Kota di Inggris (9) |
| CREMONESE | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Cremona dengan pertandingan kandang di Stadio Giovanni Zini (9) |
| CRESCENDO | Tambah lama tambah kuat atau keras; lambangnya < (ungkapan/Musik/Italia) (9) |
| CROSSGIRL | Gadis berandal (kata Inggris yang hanya lazim di Indonesia) (ungkapan/Inggris) (9) |
| CROSSMAMA | Ibu yang tidak memperhatikan keluarganya (kata Inggris yang hanya lazim di Indonesia) (ungkapan/Inggris) (9) |
| CROSSPAPA | Ayah yang tidak memperhatikan keluarganya (kata Inggris yang hanya lazim di Indonesia) (ungkapan/Inggris) (9) |
| CUACABAIK | Tidak mendung dan tidak hujan (9) |
| CUACALAIK | Keadaan cuaca di lapangan udara atau di sepanjang jalur penerbangan yang memungkinkan pesawat terbang dapat diizinkan terbang (Meteorologi); cuaca layak (9) |
| CUACALAUT | Keadaan udara di laut dan sekelilingnya (tentang suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan sebagainya) (9) |
| CUCAKRAWA | Burung yang suaranya merdu; barau-barau (Trachycomus zeylanicus) (9) |
| CUCIDARAH | Proses membersihkan darah dengan teknik tertentu (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| CUCIPERUT | Membersihkan perut dengan memakan obat pencahar (urus-urus) (9) |
| CUCISALJU | Mencuci dengan menggunakan busa yang menyerupai salju (tentang kendaraan) (9) |
| CUCUTBOTO | Ikan laut, panjang mencapai 164 cm, hidup di dasar perairan dalam, tersebar di perairan lereng Iceland dan Atlantik sampai Senegal, Faroes, Madeira, Azores, Gabon sampai Kongo, Namibia, Afrika Selatan (Centrophorus squamosus) (9) |
| CUDDALORE | Kota di India (9) |
| CUKABERAS | Cuka terbuat dari anggur nasi yang diragikan (9) |
| CUKUPUMUR | Sudah dewasa; sampai umur (9) |
| CULAMBACU | Suku bangsa yang mendiami daerah Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (9) |
| CUMIHITAM | Masakan yang terbuat dari daging cumi-cumi beserta tinta hitam di dalamnya, kemudian diberi bumbu dasar, cabai, dan sebagainya (Tata Boga) (9) |
| CUNGKILAN | Hasil mencungkil (9) |
| CUPERTINO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| CURWATPON | Pencurian kawat telepon (akronim) (9) |
| CUTIBESAR | Cuti panjang (9) |
| DADARJIWO | Makanan dibuat dari adonan tepung terigu atau tepung beras dan telur yang dibuat dadar, diisi dengan tumisan pepaya muda, kemudian digulung, disiram dengan santan kental dan ditaburi bawang goreng (Palembang) (9) |
| DADATIPIS | Orang yang rentan sekali terhadap penyakit, misalnya karena angin malam (kiasan/Melayu Manado) (9) |
| DADONGHAI | Kota di Cina (9) |
| DAGDIGDUG | Tiruan bunyi debaran jantung; berdebar-debar (tentang jantung) karena sangat takut, cemas, bersemangat, dan sebagainya (9) |
| DAGUKERIS | Ujung gagang keris (9) |
| DAHILAYAR | Kayu yang dipasang pada tiang di perahu untuk penguat (Pelayaran) (9) |
| DAKHINEYO | Patut menerima jasa yang tiada tara (tentang biksu) (Agama Buddha) (9) |
| DAKIDUNIA | Uang (kiasan) (9) |
| DALIANWAN | Kota di Cina (9) |
| DALILAQLI | Dalil yang berdasarkan akal atau rasio (9) |
| DAMALODOR | Orang yang tenggelam dan jasadnya tidak ditemukan (9) |
| DAMARBATU | Damar yang keras (9) |
| DAMARLAUT | Pohon yang tingginya mencapai 150 kaki, besarnya mencapai 5 kaki, kayunya empuk berwarna cokelat terang (Parashorea stellata) (9) |
| DAMPINGAN | Hasil mendampingi (9) |
| DAMPRATAN | Caci maki; celaan keras (9) |
| DANAESKRO | Dana yang diserahkan kepada pihak ketiga untuk tujuan tertentu sesuai dengan yang diperjanjikan (9) |
| DANANTARA | Badan untuk mengelola investasi strategis di Indonesia yang baru saja diresmikan (9) |
| DANASEGAR | Suntikan dana yang didapatkan melalui bursa yang sedang meningkat; suntikan dana untuk memperbaiki struktur keuangan dan memperkuat modal (9) |
| DANASIAGA | Dana yang tersedia dan siap untuk digunakan sewaktu-waktu (9) |
| DANASISWA | Uang yang disediakan atau dikumpulkan untuk membiayai pelajar (mahasiswa) yang kurang mampu; beasiswa (9) |
| DANATARIK | Dana yang diperoleh dari hasil penjualan obligasi baru untuk menarik obligasi lama (9) |
| DANAUPOSO | Danau purba, terbentuk akibat aktivitas tektonik, terletak di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (9) |
| DANAUTOBA | Danau terbesar di Indonesia dengan Pulau Samosir di tengah-tengahnya yang terletak di Provinsi Sumatra Utara (9) |
| DANDAPATI | Hukuman mati (9) |
| DANDENMIN | Komandan detasemen administrasi (akronim) (9) |
| DANDENPOL | Komandan detasemen kepolisian (akronim) (9) |
| DANGDUTAN | Berdangdut (9) |
| DANGHYANG | Roh pemelihara dan pelindung (Jawa) (9) |
| DANGKALAN | Bagian (tempat) yang dangkal (di sungai, danau, laut); lebih dangkal (9) |
| DANKIBENG | Komandan kompi bengkel (akronim) (9) |
| DANSILANG | Besi landasan yang digunakan sebagai alas untuk membuat senjata atau menempa besi (Sangir) (9) |
| DANSKADIK | Komandan skuadron pendidikan (akronim) (9) |
| DANTONANG | Komandan peleton angkutan (akronim) (9) |
| DANTONBAN | Komandan peleton bantuan (akronim) (9) |
| DANTONHAR | Komandan peleton pemeliharaan (9) |
| DANTONHUB | Komandan peleton perhubungan (akronim) (9) |
| DAPATHATI | Merasa berani dan sebagainya (karena dimanjakan) (kiasan); merasa suka (girang dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| DAPURBAHU | Bagian tubuh di bawah bahu (9) |
| DAPURPACU | Mesin yang menggerakkan atau menjalankan kendaraan dan alat elektronik (9) |
| DAPURSUSU | Bagian tubuh di bawah payudara (9) |
| DAPURUMUM | Tempat menyediakan makanan untuk cuma-cuma orang banyak (dalam keadaan darurat dan sebagainya) (9) |
| DARAHBIRU | Keturunan bangsawan (ningrat) (kiasan) (9) |
| DARAHMATI | Darah yang sudah beku (9) |
| DARAHNAGA | Serbuk atau resin yang terdapat pada buah rotan atau jernang, berpotensi sebagai antioksidan, mempunyai nilai ekonomis yang tinggi (9) |
| DARBHANGA | Kota di India (9) |
| DARDERDOR | Tiruan bunyi tembakan (9) |
| DARJILING | Kota di India (9) |
| DARKULAYB | Kota di Bahrain (9) |
| DARMASALA | Ruangan khusus untuk berkhotbah di lingkungan wihara (Agama Buddha) (9) |
| DARMSTADT | Kota di Jerman (9) |
| DARTMOUTH | Kota di Kanada (9) |
| DARULBAKA | Alam abadi (Arab) (9) |
| DARULFANA | Alam yang akan lenyap (dunia tempat makhluk hidup) (Arab) (9) |
| DARUSALAM | Alam kesejahteraan (akhirat); alam atau negeri yang aman; surga yang ke-7 (9) |
| DASALOMBA | Perlombaan pada cabang olahraga atletik yang terdiri atas sepuluh nomor (lari 100 m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400 m, lari 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, lari 1.500 m) yang dilakukan oleh setiap peserta; decathlon (9) |
| DASARAWAN | Bagian terendah dari awan yang tingkat ketaktampakannya bertambah jelas dari keadaan atmosfer cerah atau kabut (Meteorologi) (9) |
| DASARLAUT | Bagian laut mulai dari batas pasang tertinggi sampai daerah yang paling dalam (9) |
| DASATITAH | Sepuluh perintah Tuhan (Agama Kristen) (9) |
| DASAWARSA | Sepuluh tahun (9) |
| DASAWINDU | Sepuluh windu (80 tahun) (9) |
| DASAWISMA | Kelompok yang terdiri atas sepuluh anggota akseptor KB atau kader PKK dalam satu lingkungan terdekat (9) |
| DASHIQIAO | Kota di Cina (9) |
| DASIASKOT | Dasi lebar dengan lipit-lipit yang membuat dasi itu mengecil pada bagian yang mengikat leher, diikatkan secara longgar dan dipakai di belakang kerah yang terbuka (9) |
| DASIMETER | Instrumen untuk mengukur panas yang hilang dari sebuah tungku dengan cara analisis gas yang terbuang (Kimia) (9) |
| DASSOLLEN | Apa yang dicita-citakan; apa yang harus ada nanti (ungkapan/Jerman) (9) |
| DATALISAN | Data yang diperoleh dari informan (9) |
| DATATAMAK | Denda adat yang harus dibayar karena berbuat cabul pada anak perempuan yang masih di bawah umur (di Rote) (Hukum) (9) |
| DATUBANAN | Panggilan hormat untuk ibu dari kakek (Gayo) (9) |
| DATURAWAN | Panggilan hormat untuk bapak dari kakek (Gayo) (9) |
| DAUNBAMBU | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 45 cm, tubuhnya pipih memanjang dengan sirip punggung pendek, matanya terletak di belakang sudut mulut, warnanya kecokelatan dengan bercak kehitaman di atas pangkal sirip dada, tersebar di perairan Indocina, India, dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan); ikan bembam; ompok (Ompok bimaculatus) (9) |
| DAUNBASIL | Daun yang mirip dengan kemangi, biasanya digunakan untuk menambah rasa pada pasta, olahan ikan, atau salad dalam makanan khas Italia (Clausea excavata) (9) |
| DAUNDOLAR | Tanaman perdu merambat, banyak digunakan untuk menutup dinding pagar (Ficus pumila) (9) |
| DAUNDUDUK | Terna yang tumbuh tegak, bercabang agak banyak, tinggi mencapai 3 m, digunakan sebagai pupuk hijau dan sebagai obat wasir, rasa ngilu, dan sebagainya (Desmodium triquetrum) (9) |
| DAUNENCOK | Tumbuhan perdu (semak) yang tingginya mencapai 2,5 m, tumbuh tegak, daunnya tumbuh berseling, berwarna hijau, dapat digunakan sebagai obat encok (Plumbago zeylanica) (9) |
| DAUNGATAL | Tumbuhan yang daunnya dapat menimbulkan rasa gatal pada kulit apabila tersentuh; jelatang (Laportea interrupta) (9) |
| DAUNHIDUP | Terna, tinggi mencapai 20 cm, tumbuh di tempat-tempat yang teduh, daunnya menutup apabila disentuh sedikit saja (Biophytum sensitivum) (9) |
| DAUNINGGU | Aruda (Ruta angustifolia) (9) |
| DAUNKURAP | Perdu yang tumbuh tegak, tinggi mencapai 3 m, daunnya lonjong, digunakan untuk mengobati kadas, kurap, dan sebagainya, buahnya berbentuk polong; gelinggang; ketepeng (Cassia alata) (9) |
| DAUNLIDAH | Bagian lidah yang terletak tepat di ujung belakang (Linguistik) (9) |
| DAUNMULAS | Tumbuhan terna, batangnya bercabang banyak, terletak rapat pada permukaan tanah membentuk lapisan daun yang tebal, digunakan sebagai pakan ternak, air rebusan tumbuhan digunakan sebagai obat penyakit disentri; sisik betuk (Desmodium triflorum); daun mules (9) |
| DAUNMULES | Tumbuhan terna, batangnya bercabang banyak, terletak rapat pada permukaan tanah membentuk lapisan daun yang tebal, digunakan sebagai pakan ternak, air rebusan tumbuhan digunakan sebagai obat penyakit disentri; sisik betuk (Desmodium triflorum) (9) |
| DAUNPINTU | Bagian pintu yang berfungsi sebagai pemisah yang dapat ditutup, dibuka, atau dikunci untuk keamanan (9) |
| DAUNRAHAT | Jari-jari pada jentera rahat atau penggulung benang (9) |
| DAUNRAMBU | Pelat aluminium atau bahan lain yang memenuhi persyaratan teknis sebagai tempat ditempelkannya rambu (9) |
| DAUNSEJUK | Sedingin (Bryophyllum pinnatum) (9) |
| DAUNSINAR | Segeger; daun siar (Lycopodium cernuum) (9) |
| DAUNSIPAT | Urang aring (Eclipta alba) (9) |
| DAUNTERUP | Kartu besar (kartu Eropa, bukan kartu ceki) (9) |
| DAURBESAR | Masa peredaran yang lamanya 120 tahun (9) |
| DAURHIDUP | Rangkaian penahapan yang dilalui oleh suatu makhluk hidup, mulai dari masa remaja, dewasa, sampai terjadinya spora (biji atau telur yang dibuahi lagi); siklus hidup (Biologi) (9) |
| DAURIKLIM | Proses pergantian iklim yang dialami suatu daerah selama setahun (9) |
| DAURKECIL | Peredaran masa yang lamanya 8 tahun; windu (9) |
| DAURNIAGA | Perubahan yang berturut-turut terjadi dalam kegiatan dunia usaha dan biasanya secara melingkar (Perdagangan) (9) |
| DAURULANG | Peredaran ulang suatu masa; pemrosesan kembali bahan yang pernah dipakai, misalnya serat, kertas, dan air untuk mendapatkan produk baru (Kimia); rekaman atau penampilan versi baru sebuah lagu yang pernah dirilis atau dibawakan oleh orang lain (Musik) (9) |
| DAVANGERE | Kota di India (9) |
| DAVENPORT | Kota di Amerika Serikat (9) |
| DAVIDCARD | Penerima Hadiah Nobel Ekonomi 2021 dari Universitas California, Berkeley (9) |
| DAWAIDURI | Kawat berduri (9) |
| DAYAANGIN | Jumlah bahan partikel yang mungkin tersangkut ke atas (per satuan volume udara) oleh angin pada suatu kecepatan (Meteorologi) (9) |
| DAYAAPUNG | Daya tekan ke atas air terhadap benda yang sebagian atau seluruhnya berada di dalam air (Fisika) (9) |
| DAYABATIN | Kekuatan batin (9) |
| DAYACERAP | Daya serap; persepsi (9) |
| DAYACERNA | Kemampuan mencerna makanan menjadi partikel yang diserap oleh saluran pencernaan; jumlah atau persentase zat makanan yang terkandung dalam bahan makanan, setelah dicerna tidak terbuang menjadi kotoran (9) |
| DAYACIPTA | Kemampuan pemusatan pikiran untuk mewujudkan sesuatu; daya kreasi (9) |
| DAYAGERAK | Kekuatan menggerakkan (9) |
| DAYAGESEK | Selisih antara daya yang tertera pada sebuah mesin dan daya abar (daya rem) mesin tersebut (9) |
| DAYAHIDUP | Kemampuan bertahan untuk hidup; vitalitas (9) |
| DAYAINGAT | Kemampuan mengingat kembali pengalaman yang telah lampau (9) |
| DAYAJUANG | Kemampuan mempertahankan atau mencapai sesuatu yang dilakukan dengan gigih (9) |
| DAYAKERJA | Kemampuan bekerja (9) |
| DAYAKLARA | Suku bangsa yang mendiami di sebelah timur Gunung Pendering, Kalimantan dan di Sarawak, Malaysia; Luru; Luru; Dayak Luru' (10) |
| DAYAKLAUT | Suku Dayak yang mendiami sebagian besar wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Sanggau, dan Sintang, Provinsi Kalimantan Barat; Iban (9) |
| DAYAKLURU | Suku bangsa yang mendiami di sebelah timur Gunung Pendering, Kalimantan dan di Sarawak, Malaysia; Luru; Dayak Lara'; Dayak Lara' (10) |
| DAYAKSERU | Suku Dayak yang mendiami daerah Kalaka di Provinsi Kalimantan Tengah dan Serawak di Malaysia (9) |
| DAYAKTABA | Suku Dayak yang mendiami daerah pesisir di Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (9) |
| DAYAKUPAS | Kemampuan mesin pengupas untuk mengupas sekam gabah (padi) sehingga diperoleh beras pecah kulit (9) |
| DAYAPIKIR | Kemampuan berpikir (9) |
| DAYASAING | Kemampuan makhluk hidup untuk dapat tumbuh (berkembang) secara normal di antara makhluk hidup lain sebagai pesaing dalam satu habitat (9) |
| DAYASERAP | Kemampuan menyerap (mengisap) benda cair; kemampuan suatu kegiatan menyerap dana (anggaran) (9) |
| DAYATAHAN | Kemampuan bertahan terhadap segala pengaruh dari luar yang dapat merugikan (penyakit, serangan musuh, godaan, dan sebagainya); kemampuan tubuh untuk berlatih tanpa mengalami kelelahan (Olahraga) (9) |
| DAYATARIK | Kemampuan menarik (memikat) perhatian (9) |
| DAYATETAS | Imbangan antara telur yang menetas dan yang ditetaskan (Peternakan) (9) |
| DAYAUPAYA | Usaha yang sungguh-sungguh untuk mencapai suatu tujuan; ikhtiar (9) |
| DAYAUSAHA | Kemampuan seseorang memulai suatu aktivitas baru (9) |
| DEAMIDASI | Pemecahan gugus amino oleh hidrolisis (Kimia) (9) |
| DEAMINASI | Proses kimiawi terjadinya pelepasan kelompok amina (NH2) dari asam amino (Kimia) (9) |
| DEBARKASI | Penurunan penumpang (muatan) dari kapal (9) |
| DEBITBANK | Pendebitan cek yang dibayarkan, penarikan yang disetujui, dan instrumen penarikan dari simpanan atau deposito perseorangan, perusahaan, atau lembaga lain selama periode tertentu (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| DEBUEMBUS | Debu yang tersangkut pada udara permukaan bumi sehingga dapat mencapai lapisan awan (9) |
| DECATHLON | Dasalomba (Inggris) (9) |
| DECOLLETE | Pakaian yang berpotongan leher rendah (sampai ke dada) (ungkapan/Prancis) (9) |
| DEDENGKOT | Orang yang menjadi tokoh (pemimpin) dalam suatu perkumpulan dan sebagainya, baik dalam arti yang baik maupun yang buruk (Melayu Jakarta) (9) |
| DEDIKATIF | Bersifat pengabdian (9) |
| DEFALKASI | Penggelapan dengan nota fiktif dana milik pihak lain yang dipercayakan pada seseorang (9) |
| DEFINITIF | Sudah pasti (bukan untuk sementara) (9) |
| DEFLOKASI | Pemisahan komponen partikel-partikel yang pada awalnya tergabung secara kimia atau fisika (9) |
| DEFLORASI | Perobekan selaput dara (pada saat persetubuhan, pemeriksaan vagina, manipulasi seksual) (9) |
| DEFOLIASI | Penggundulan pohon; perontokan daun (9) |
| DEFORMASI | Perubahan bentuk atau wujud dari yang baik menjadi kurang baik (9) |
| DEGENERAT | Menyimpang dari keadaan ideal (Kimia); keadaan yang berlainan, tetapi memiliki tingkat energi yang sama (Kimia) (9) |
| DEGRADASI | Penurunan (tentang pangkat, mutu, moral, dan sebagainya); kemunduran; kemerosotan; perubahan kondisi tanah menjadi lebih lapuk dan mengandung lindi, biasanya diikuti oleh perubahan morfologinya (Ilmu Tanah) (9) |
| DEHIDRASI | Proses membuang molekul air dari hablur, senyawa, atau reaksi kimia (Kimia); kehilangan cairan tubuh (9) |
| DEIFIKASI | Proses, cara, perbuatan mendewakan; pendewaan (9) |
| DEIGRATIA | Berkat rahmat Tuhan (ungkapan/Latin) (9) |
| DEIREZZOR | Kota di Suriah (9) |
| DEKADENSI | Kemerosotan (tentang akhlak); kemunduran (tentang seni, sastra, dan sebagainya) (9) |
| DEKAGONAL | Berkaitan dengan dekagon (9) |
| DEKALITER | Satuan ukuran isi 10 liter (disingkat dal) (9) |
| DEKAMETER | Satuan ukuran panjang 10 m (disingkat dam) (9) |
| DEKANTASI | Proses mengendapkan semua endapan, kemudian menuang cairan di atas endapan dengan hati-hati sehingga endapan tetap tinggal dalam wadah semula (Kimia) (9) |
| DEKLAMASI | Penyajian sajak yang disertai lagu dan gaya (9) |
| DEKLARASI | Pernyataan ringkas dan jelas (tentang suatu hal); keterangan lengkap tentang uang, biaya perjalanan, barang yang masuk, dan sebagainya (9) |
| DEKLINASI | Perubahan ke arah yang lebih kecil, lemah, atau rendah; sudut yang dibentuk oleh jarum magnet (pada kompas) dengan arah utara (Fisika); sistem fleksi mengenai bentuk (nomina, adjektiva, pronomina, dan sebagainya) untuk menyatakan perbedaan kategori (genus atau kasus) (Linguistik); jarak sudut pada bola langit antara benda langit dan ekuator langit, diukur pada meridian yang melalui benda langit itu (Geografi dan Geologi) (9) |
| DEKOMPRES | Proses mengembalikan berkas yang telah dipampatkan ke dalam keadaan semula (9) |
| DEKORATIF | Berkenaan dengan dekorasi (9) |
| DEKORATOR | Orang yang mengerjakan dekorasi; penghias panggung teater; orang yang merancang dekorasi untuk etalase, stan, dan sebagainya dan yang sekaligus mengerjakannya (9) |
| DEKSTROSA | Gula yang ditemukan dalam tumbuhan dan darah, dapat digunakan dalam pembuatan bir dan kue (Kimia); glutosa (9) |
| DELIKADAT | Pelanggaran yang terjadi dalam hukum adat (9) |
| DELIKATES | Makanan atau penganan yang lezat cita rasanya; kudapan yang sedap-sedap (9) |
| DELIKPERS | Tulisan dalam surat kabar atau media pers lain yang melanggar undang-undang (9) |
| DELIMUKAN | Merpati zamrud (Chalcophaps indica) (9) |
| DELINEASI | Penggambaran hal penting dengan garis dan lambang (tentang peta dan sebagainya) (9) |
| DELINGGAM | Bahan cat merah; meni; sedelinggam (9) |
| DELINKUEN | Bersifat selalu melanggar aturan; pelanggar sosial yang terbatas pada anak-anak di bawah umur (9) |
| DEMABRASI | Pengobatan dengan pengikisan atau pengelupasan kulit (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| DEMAGOGIS | Bersifat demagogi (9) |
| DEMAMESEK | Penyakit demam yang mengakibatkan kulit kering dan bersisik-sisik (9) |
| DEMAMKURA | Demam yang tidak seberapa tinggi (9) |
| DEMAMSUSU | Penyakit pada induk yang baru melahirkan, ditandai oleh rendahnya kalsium dalam darah (Peternakan) (9) |
| DEMARKASI | Batas pemisah, biasanya ditetapkan oleh pihak yang sedang berperang (bersengketa) yang tidak boleh dilanggar selama gencatan senjata berlangsung untuk memisahkan dua pasukan yang saling berlawanan dalam medan pertempuran; perbatasan; tanda batas (9) |
| DEMIMOORE | Aktris terbaik dalam film Komedi atau Musikal di Golden Globe Awards 2025 (9) |
| DEMOFOBIA | Fobia terhadap kerumunan (Psikologi) (9) |
| DEMOGRAFI | Ilmu tentang susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk; ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suatu bangsa dilihat dari sudut sosial politik; ilmu kependudukan (9) |
| DEMOKRASI | Bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya; pemerintahan rakyat (Politik dan Pemerintahan); gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| DENAHDUGA | Cara menggambarkan (menduga) arah pelayaran yang dipakai oleh para pelaut, misalnya pada waktu tertentu sepanjang hari para pelaut mencatat kecepatan kapal berlayar dan arah kapal bergerak (Pelayaran) (9) |
| DENDAADAT | Denda yang harus dibayar warga karena melanggar adat (9) |
| DENDAPATI | Denda yang dikenakan kepada orang yang membunuh (9) |
| DENDAUANG | Hukuman dengan kewajiban membayar dalam bentuk uang (Hukum) (9) |
| DENDRIMER | Jenis makromolekul dengan struktur rantai bercabang berulang kali, biasanya mengadopsi bentuk bola (Kimia) (9) |
| DENERVASI | Pemotongan, penghambatan suatu saraf (Kedokteran dan Fisiologi); keadaan dengan saraf yang terpotong atau terhambat (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| DENGKLENG | Mendengkleng; berdiri dengan menggunakan satu kaki (Bali) (9) |
| DENGUNGAN | Bunyi yang berdengung (9) |
| DENHELDER | Kota di Belanda (9) |
| DENITRASI | Penggantian atau pemisahan gugus nitro senyawa organik (Kimia); penguraian senyawa nitrat oleh bakteri penghasil nitrogen (Kimia) (9) |
| DENKESYAH | Detasemen Kesehatan Wilayah (akronim) (9) |
| DENOMINAL | Berasal atau dibentuk dari nomina (Linguistik) (9) |
| DENOTATIF | Berkaitan dengan denotasi (9) |
| DENTINGAN | Bunyi denting (9) |
| DENZIBANG | Detasemen zeni bangunan (akronim) (9) |
| DEPAAGUNG | 3 m (berlaku di Lombok) (9) |
| DEPORTASI | Pembuangan, pengasingan, atau pengusiran seseorang ke luar suatu negeri sebagai hukuman, atau karena orang itu tidak berhak tinggal di situ (Hukum) (9) |
| DEPPATORI | Salah satu makanan khas Toraja yang populer (9) |
| DEPRIVASI | Kekurangan atas sesuatu yang dianggap penting bagi kesejahteraan psikologis (Psikologi) (9) |
| DEREKTRUK | Derek teleskopik mudah berpindah yang terpasang pada rangka truk (9) |
| DERETACAK | Deret bilangan yang dianggap telah ditarik secara acak dari suatu sebaran tetap (Statistik) (9) |
| DERETUKUR | Urutan bilangan yang bilangan berikutnya merupakan perkalian dari bilangan sebelumnya berdasarkan bilangan rasio tertentu; deret geometri (Matematika) (9) |
| DERIVATIF | Berasal dari dasar kata (yang memperoleh imbuhan) (Linguistik); turunan atau sesuatu yang dihasilkan dari pengembangan hal yang lain (Hukum) (9) |
| DERMOSKOP | Alat untuk memeriksa permukaan kulit (9) |
| DESAMERAH | Desa yang memiliki penduduk miskin lebih dari 30% (9) |
| DESAMIJEN | Desa yang diserahkan oleh raja kepada keluarga tertentu dan mereka dibebaskan dari pajak tanah (Jawa) (9) |
| DESAPRAJA | Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu, berhak mengurus rumah tangga sendiri, memilih penguasa, dan mempunyai harta benda sendiri (9) |
| DESASIAGA | Desa yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap ibu hamil dan siap setiap saat ibu hamil memerlukan, melalui penggalangan donor darah, penyediaan ambulans desa, dan tabungan ibu hamil (9) |
| DESAWISMA | Kelompok peserta keluarga berencana yang menjadi kader binaan yang terdiri atas 10 rumah atau keluarga (9) |
| DESIKATOR | Bejana tertutup berisi zat pengering untuk menyimpan bahan seperti biji tanaman agar bahan itu tetap dalam keadaan kering (9) |
| DESILITER | Satuan ukuran isi 0,1 liter (disingkat dl) (9) |
| DESIMETER | Satuan ukuran panjang 0,10 m (disingkat dm) (9) |
| DESKRIPSI | Pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci; uraian (9) |
| DESMOINES | Ibu kota negara bagian Iowa, Amerika Serikat (9) |
| DESMOLASE | Enzim yang bertindak untuk membebaskan tenaga (Kimia) (9) |
| DESTINASI | Tempat tujuan; tempat tujuan pengiriman (9) |
| DESTROYER | Perusak; penghancur; kapal perusak; kapal pemburu; destruktor (9) |
| DESTRUKSI | Perusakan; pemusnahan; penghancuran; pembinasaan (9) |
| DETAILMAN | Agen dari pabrik obat yang memperkenalkan obat baru kepada dokter atau apoteker (ungkapan/Inggris) (9) |
| DETAKHATI | Kata hati atau perasaan (hati) bahwa sesuatu akan terjadi (9) |
| DETASEMEN | Satuan tentara atau polisi yang berada di suatu tempat untuk menjalankan tugas yang bersifat sementara (Kemiliteran) (9) |
| DETENIDOS | Orang yang ditahan karena melanggar hukum (Hukum) (9) |
| DETONATOR | Zat atau bahan yang dapat menyebabkan terjadinya ledakan (9) |
| DEUTERIUM | Isotop hidrogen yang berat jenisnya dua kali berat jenis hidrogen biasa; hidrogen berat (Fisika); isotop unsur hidrogen dengan satu neutron dan satu proton di dalam inti, dengan bobot atom 2,0144 u (Kimia) (9) |
| DEVALUASI | Penurunan nilai uang yang dilakukan dengan sengaja terhadap uang luar negeri atau terhadap emas (misalnya untuk memperbaiki perekonomian) (9) |
| DEVELOPER | Pengembang (9) |
| DEWAAGUNG | Gelar kebangsawanan pria Bali (Bali) (9) |
| DEWANJURI | Panitia yang menentukan hasil sayembara (perlombaan, pertandingan) (9) |
| DEWANPERS | Dewan yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengawasi tingkah laku pers dan memberikan saran kepada pemerintah (9) |
| DEWIMALAM | Rembulan (kiasan) (9) |
| DHANGADHI | Kota di Nepal (9) |
| DHENKANAL | Kota di India (9) |
| DIABETESI | Penderita diabetes (9) |
| DIAFORASE | Kelompok enzim yang mengatalisis reduksi elektron akseptor buatan (Kimia); enzim flavoprotein dalam sistem pernapasan sel (Kimia) (9) |
| DIAFRAGMA | Sekat antara rongga dada dan rongga perut (pada tubuh); dinding tipis berlubang kecil bundar, untuk mengatur masuknya cahaya (pada teropong atau kamera) (9) |
| DIAGNOSIS | Penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya; pemeriksaan terhadap suatu hal (Sosiologi) (9) |
| DIAKRITIK | Tanda tambahan pada huruf yang sedikit banyak mengubah nilai fonetis huruf itu, misalnya tanda [´] pada é (9) |
| DIAKRONIS | Berkenaan dengan pendekatan terhadap bahasa dengan melihat perkembangan sepanjang waktu; bersifat historis (Linguistik) (9) |
| DIALEKTAL | Bersangkutan dengan dialek (9) |
| DIALEKTIK | Seni berpikir secara teratur logis dan teliti yang diawali dengan tesis, antitesis, dan sintesis (9) |
| DIALEKTIS | Bersangkutan dengan dialektika (9) |
| DIAMETRAL | Seperti diameter; terbagi dua (oleh garis pemisah); terpisah secara berhadap-hadapan (9) |
| DIAMETRIS | Diametral; berlawanan penuh (9) |
| DIASISTEM | Jaringan hubungan formal yang memperlihatkan sistem bahasa bersama yang dianggap mendasari dua dialek atau lebih, dirumuskan sebagai kerangka untuk menjelaskan perbedaan struktural (Linguistik); fenomena dua sistem atau lebih yang bekerja secara berdampingan yang mungkin memengaruhi perkembangan sistem itu, misalnya sistem fonem yang berbeda dari dialek yang berdekatan dalam satu bahasa (Linguistik) (9) |
| DIASTOLIK | Berkenaan dengan diastole (9) |
| DIATERMAN | Mampu meneruskan bahang (panas) sinaran; diatermik (Fisika) (9) |
| DIATERMIK | Mampu meneruskan bahang (panas) sinaran; diaterman (Fisika) (9) |
| DIBRUGARH | Kota di India (9) |
| DIDONGALO | Didong yang dimainkan untuk menyambut tamu, dilakukan di tanah lapang (9) |
| DIEPSLOOT | Kota di Afrika Selatan (9) |
| DIETDUKAN | Diet yang menekankan pada konsumsi makanan berprotein tinggi dan berkarbohidrat rendah (Ilmu Gizi) (9) |
| DIETETIKA | Pengkajian makanan untuk kesehatan (9) |
| DIETISIEN | Ahli gizi yang bekerja menerapkan prinsip gizi dalam pemberian makan kepada individu atau kelompok, merencanakan menu, dan diet khusus, serta mengawasi penyelenggaraan dan penyajian makanan (Ilmu Gizi) (9) |
| DIETMURNI | Ramuan makanan ikan yang dibuat dari asam amino, asam lemak, gula sederhana, vitamin, dan mineral (Perikanan) (9) |
| DIETPALEO | Diet meliputi asupan yang kaya vitamin seperti buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, protein rendah lemak, serta makanan dengan proses pengolahan yang sedikit, pengurangan konsumsi gula, produk susu, dan produk gandum (Ilmu Gizi) (9) |
| DIFLUENSI | Bentuk garis angin atau isobar yang memancar (Meteorologi); baur aliran (Meteorologi) (9) |
| DIGENESIS | Pembiakan dengan cara seksual dan aseksual secara selang-seling dari generasi ke generasi (Biologi) (9) |
| DIGITALIN | Kristal yang diperoleh dari daun (Digitalis purpuresa) (C36H56O14) (9) |
| DIGITALIS | Obat kuat yang diramu dari daun (Digitalis purpurea) (9) |
| DIKAJANGI | Diberi atap kajang (9) |
| DIKANDUNG | Dimuat; termuat di dalamnya (9) |
| DIKDASMIL | Pendidikan dasar militer (akronim) (9) |
| DIKEFOBIA | Fobia terhadap keadilan (Psikologi) (9) |
| DIKLANTAS | Pendidikan lalu lintas (akronim) (9) |
| DIKLATPUR | Pendidikan latihan tempur (akronim) (9) |
| DIKLORIDA | Garam takorganik (anorganik) atau senyawa organik yang mempunyai dua atom klorida dalam molekulnya (Kimia) (9) |
| DIKOTOMIS | Bersifat dikotomi (9) |
| DIKROISME | Sifat beberapa bahan anisotropik yang mempunyai koefisien absorpsi berbeda untuk cahaya terpolarisasi dalam arah yang berbeda (Fisika) (9) |
| DIKTESARI | Dikte yang hanya menuliskan kata-kata yang sulit (9) |
| DIKUMAROL | Antagonis vitamin K yang terdapat secara alamiah pada jerami yang mengandung mikroba, sering menyebabkan penyakit hemoragik pada sapi (9) |
| DILANGASA | Tempat khusus hidangan makanan raja atau sultan pada saat pesta kerajaan atau kesultanan (Wolio) (9) |
| DILATANSI | Peristiwa larutan koloid kental menjadi padat atau mengeras karena tekanan, disebut juga plastisitas terbalik (Kimia) (9) |
| DILEMATIK | Berkenaan dengan dilema; bersifat dilema; dilematis (9) |
| DILEMATIS | Berkenaan dengan dilema; bersifat dilema; dilematik (9) |
| DIMINUTIF | Berhubungan dengan bentuk kata dengan makna kecil, biasanya dengan penambahan sebuah sufiks, misalnya dalam bahasa Belanda tje dalam Marietje adalah sufiks diminutif (Linguistik) (9) |
| DINAMISME | Kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup (9) |
| DINGCHENG | Kota di Cina (9) |
| DINGKLANG | Pincang, timpang (tentang cara berjalan) (Jawa) (9) |
| DINOFOBIA | Fobia terhadap keadaan berkunang-kunang atau terhuyung-huyung (Psikologi) (9) |
| DINSLAKEN | Kota di Jerman (9) |
| DIOKSIGEN | Molekul oksigen yang bertindak sebagai kesatuan ketika bersenyawa dengan gugus lain (Kimia) (9) |
| DIPEPTIDA | Senyawa yang terdiri atas dua asam amino (Kimia) (9) |
| DIPERKAYA | Telah mendapat penambahan vitamin dan mineral ke dalam pangan agar lebih bergizi (Ilmu Gizi) (9) |
| DIPERTUAN | Orang atau pihak yang menguasai atau memiliki; orang atau pihak yang dimuliakan (9) |
| DIPLOMASI | Urusan atau penyelenggaraan perhubungan resmi antara satu negara dan negara yang lain; urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negeri lain; pengetahuan dan kecakapan dalam hal perhubungan antara negara dan negara; kecakapan menggunakan pilihan kata yang tepat bagi keuntungan pihak yang bersangkutan (dalam perundingan, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, dan sebagainya) (9) |
| DIREKTORI | Katalog dokumen atau berkas yang berada dalam diska komputer (Komputer dan Teknologi Informasi); cara pengorganisasian dan pengelompokan berkas sehingga pengguna tidak kewalahan oleh daftar panjang dari nama berkas (Komputer dan Teknologi Informasi); daftar nama atau alamat yang disusun secara alfabetis atau berdasarkan pengelompokan tertentu (9) |
| DIREKTRIS | Direktur wanita (9) |
| DIRGAHAYU | Berumur panjang (biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yang sedang memperingati hari jadinya) (9) |
| DISASTRIA | Cacat wicara karena kelainan pusat saraf (9) |
| DISDIKBUD | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (akronim) (9) |
| DISEFALUS | Bayi kembar siam dengan satu tubuh, dua kepala, dua kaki, dan dua, tiga, atau empat lengan (9) |
| DISERTASI | Karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor (9) |
| DISFUNGSI | Perihal tidak berfungsi secara normal atau terganggu fungsinya (9) |
| DISGRAFIA | Ketidakmampuan untuk menulis yang disebabkan oleh luka pada otak (Psikologi) (9) |
| DISHIDRIA | Produksi keringat yang tidak normal, bisa berlebih atau kurang (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| DISILABIK | Terjadi dari dua suku kata (Linguistik) (9) |
| DISILABIS | Terjadi dari dua suku kata (Linguistik) (9) |
| DISJUNGSI | Hubungan antara bagian konstruksi yang dipisahkan oleh atau dan tetapi dan menunjukkan kontras atau asosiasi (Linguistik) (9) |
| DISKIASIS | Tumbuhnya bulu mata baris yang kedua dan melengkung ke arah mata (Biologi) (9) |
| DISKOVERI | Penemuan (9) |
| DISKURSIF | Berkaitan dengan nalar; disimpulkan secara logis; bertebaran, tersebar dan sebagainya pada semua benda, hal (9) |
| DISKURSUS | Rasionalitas; pertukaran ide; gagasan secara verbal; bahasan; pengungkapan pemikiran secara formal dan teratur; wacana; cara mengorganisasi pengetahuan, pemikiran, atau pengalaman yang berakar dari bahasa dan konteksnya yang nyata (9) |
| DISLEKSIA | Gangguan pada penglihatan dan pendengaran yang disebabkan oleh kelainan saraf pada otak sehingga anak sulit membaca (Linguistik) (9) |
| DISLOKASI | Perubahan atau pemindahan lokasi; perenggangan persendian pada patah tulang (Kedokteran dan Fisiologi); pergeseran lapisan tanah karena gerakan tektonis (Geografi dan Geologi); pemindahan atau penyebaran kesatuan militer dari suatu pangkalan atau pertahanan ke daerah lain (Kemiliteran); pemindahan unsur kalimat ke awal (sebagai topik) atau ke akhir kalimat (sebagai penegasan) (Linguistik) (9) |
| DISMORFIA | Kondisi patologis seseorang yang secara keliru meyakini bahwa ada sesuatu yang salah dengan penampilan atau tubuhnya; gangguan dismorfik tubuh (Psikologi) (9) |
| DISMORFIK | Berhubungan dengan bentuk atau struktur yang salah, ganjil, atau taknormal (9) |
| DISMUTASI | Perubahan yang menghasilkan dua bahan dari satu bahan (Kimia) (9) |
| DISONANSI | Kombinasi bunyi yang dianggap kurang enak didengar (Linguistik) (9) |
| DISOSIASI | Pemecahan molekul dalam proses kimia yang menghasilkan satu atau lebih molekul lain (Kimia); mekanisme pertahanan alam bawah sadar yang membantu seseorang melindungi aspek emosional dirinya dari peristiwa traumatis atau menakutkan dengan cara melupakan atau menjauhkan diri dari situasi atau memori yang menyakitkan (Psikologi) (9) |
| DISPENSER | Mesin penjual; mesin penyaji; penyemprot; peranti elektronik atau wadah yang digunakan untuk mengambil sesuatu dalam jumlah sedikit; dispenser air (9) |
| DISPEPSIA | Berkurangnya daya atau fungsi pencernaan; nyeri lambung (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| DISPERSAL | Penyebaran dan/atau pergerakan menjauhi tempat kelahiran atau kepadatan populasi (Demografi) (9) |
| DISPLASIA | Kelainan perkembangan pada organ atau bagian tubuh yang meliputi perubahan bentuk, ukuran, dan organisasi sel dewasa (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| DISPOSISI | Pendapat seorang pejabat mengenai urusan yang termuat dalam suatu surat dinas, yang langsung dituliskan pada surat yang bersangkutan atau pada lembar khusus (Administrasi dan Kepegawaian); kecenderungan untuk mendapatkan suatu penyakit, kelainan temperamen atau kelainan watak (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| DISRITMIA | Kelainan denyut jantung yang meliputi gangguan frekuensi atau irama atau keduanya (Linguistik) (9) |
| DISRUPTIF | Cenderung mengubah atau mengganggu sistem yang sudah ada (9) |
| DISTILASI | Proses memanaskan benda cair atau padat hingga berubah menjadi uap yang disalurkan ke dalam bejana yang terpisah, kemudian dikondensasikan dengan pendingin (9) |
| DISTINGSI | Perbedaan (9) |
| DISTRAKSI | Hal yang mengalihkan perhatian; tindakan untuk mengalihkan perhatian; metode untuk mengalihkan perhatian pasien pada hal lain sehingga pasien melupakan nyeri yang dirasakan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| DISTROFIK | Danau yang memiliki kadar asam organik tinggi, kalsium karbonat rendah, dan gizi rendah (Biologi) (9) |
| DITOGRAFI | Bentuk kesalahan dalam penyalinan naskah, berupa penambahan beberapa huruf, suku kata atau pengulangan kata (Filologi) (9) |
| DIVESTASI | Pelepasan; pembebasan; pengurangan modal (9) |
| DIVINITAS | Ketuhanan; keilahian; ilmu tentang agama, khususnya agama Kristen (9) |
| DOBLANGAN | Bagian dari hasil panen jagung yang diberikan kepada kepala desa (Jawa) (9) |
| DODEKAGON | Segi dua belas, umumnya beraturan (9) |
| DOKSOLOGI | Nyanyian atau pujian untuk kemuliaan Tuhan (Agama Kristen) (9) |
| DOKUDRAMA | Drama televisi, film, atau teater yang dibuat berdasarkan interpretasi dari kejadian nyata; dari documentary drama (akronim) (9) |
| DOLOMITES | Pegunungan yang terletak di bagian Timur Laut Italia (9) |
| DOMBALIAR | Domba yang merupakan nenek moyang dari domba-domba yang diternakkan saat ini (9) |
| DOMINANSI | Perihal atau keadaan dominan (9) |
| DONCASTER | Kota di Inggris (9) |
| DONDANGAN | Ayunan; buaian (9) |
| DONGDOMAN | Kain atau sarung tanpa sambungan (Sunda) (9) |
| DONGENGAN | Cerita bohong; omong kosong (9) |
| DONGKELAN | Menjual tanah dengan hak untuk membelinya kembali (Hukum); kebun tebu yang sudah selesai dipanen (9) |
| DONGSHENG | Kota di Cina (9) |
| DORDRECHT | Kota di Belanda (9) |
| DOSABESAR | Dosa yang apabila dilakukan tidak akan mendapat ampunan kecuali dengan tobat nasuhah (9) |
| DOSAPOKOK | Dosa asal (9) |
| DOSAWARIS | Dosa asal (Agama Kristen); dosa yang diwariskan Adam kepada umat manusia keturunannya (kiasan/Agama Kristen) (9) |
| DOSENTAMU | Tenaga pengajar dari perguruan tinggi lain yang diundang oleh suatu perguruan tinggi untuk mengajar dalam jangka waktu tertentu (9) |
| DOSIMETER | Alat yang digunakan oleh orang yang bekerja di sekitar bahan radioaktif, untuk menunjukkan takaran sinaran yang telah mengenainya (Kimia); alat untuk mengukur cahaya ultraviolet dalam sinar matahari dan sinaran langit (Kimia) (9) |
| DOSISMAUT | Dosis minuman yang menyebabkan kematian (9) |
| DRAGONDER | Pasukan berkuda atau kavaleri yang dapat juga berjalan kaki sebagai infanteri (9) |
| DRAMABACA | Naskah drama yang hanya cocok untuk dibaca, bukan dipentaskan (Sastra) (9) |
| DRAMABARU | Drama di Inggris periode 1890 hingga 1914 yang memengaruhi banyak penulis (Kesenian) (9) |
| DRAMADUKA | Drama yang khusus menggambarkan kejatuhan atau keruntuhan tokoh utama (Kesenian); drama yang melukiskan tikaian di antara tokoh utama dan kekuatan yang luar biasa yang berakhir dengan malapetaka atau kesedihan; tragedi (Kesenian) (9) |
| DRAMAEPIK | Bentuk drama politik yang berdasar pada intelektual daripada emosi (Kesenian) (9) |
| DRAMATARI | Drama yang dilakonkan dengan tari-tarian (Kesenian) (9) |
| DRAMATURG | Ahli seni drama (Sastra); pengarang naskah drama (Sastra); dramatikus (9) |
| DROHOBYCH | Kota di Ukraina (9) |
| DRUWEDESA | Tanah-tanah milik desa (Hukum/Bali) (9) |
| DUADUANYA | Keduanya (9) |
| DUALISTIS | Mempunyai sifat dua (hal, pikiran, dan sebagainya); bersifat ganda (9) |
| DUDACALUK | Duda yang diangkat kembali sebagai warga desa dengan kedudukan dan peranan penuh (9) |
| DUKUNBAYI | Dukun yang pekerjaannya membantu proses kelahiran bayi dan ahli dalam merawat, mengobati, dan memijat bayi (9) |
| DUKUNJAPA | Dukun yang mengandalkan mantra sebagai sarana pengobatan (9) |
| DUMAGUETE | Kota di Filipina (9) |
| DUNGKELAN | Sawah di tengah-tengah suatu desa (9) |
| DUNIAATAS | Surga (9) |
| DUNIAFANA | Alam tempat tinggal manusia yang masih hidup, yang tidak kekal (dapat rusak, mati, dan sebagainya) (9) |
| DUNIALUAR | Masyarakat di luar lingkungan (9) |
| DUNIAMAYA | Ruang informasi dan komunikasi dalam internet (9) |
| DUNKERQUE | Kota di Prancis (9) |
| DUNSTABLE | Kota di Inggris (9) |
| DUPLIKASI | Perangkapan; perulangan; keadaan rangkap (9) |
| DURALUMIN | Nama dagang untuk campuran aluminium, terdiri atas 4% tembaga, 0,5% magnesium, dan 0,5% mangan banyak digunakan dalam industri pesawat terbang (9) |
| DURAMATER | Lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang, letaknya paling luar dengan struktur paling padat atau keras; selaput keras otak (Kedokteran dan Fisiologi); membran keras terluar yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang (Anatomi) (9) |
| DURNOISME | Paham (seperti tingkah laku) durno (9) |
| DUROMETER | Alat untuk mengukur kekerasan benda (9) |
| DURUWIKSA | Roh jahat (Jawa) (9) |
| DUTABESAR | Wakil diplomatik tertinggi suatu negara yang mewakili pemerintah suatu negara di negara lain (9) |
| DWARAPALA | Patung penjaga gerbang atau pintu berbentuk manusia atau raksasa yang memegang gada (9) |
| DWIBAHASA | Dua bahasa; mampu memahami dan menggunakan dua bahasa; bilingual (9) |
| DWICEKUNG | Bentuk lensa yang kedua mukanya cekung (9) |
| DWIFUNGSI | Fungsi ganda (rangkap) (9) |
| DWILINGGA | Pengulangan seluruh bentuk dasar (9) |
| DWIMINGGU | Dua minggu (9) |
| DWITARUNG | Pertandingan atau pertarungan dua orang (regu atau kubu) (9) |
| DWIWASANA | Pengulangan sebagian suku kata terakhir, misalnya cengis menjadi cengingis 'meringis-ringis' (Linguistik/Jawa) (9) |
| EASTLEIGH | Kota di Inggris (9) |
| EAUCLAIRE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| EDAFOLOGI | Ilmu tentang pengaruh keadaan tanah terhadap tanaman (9) |
| EDEMAPARU | Pengumpulan cairan pada paru-paru akibat gagal jantung kiri yang menimbulkan sesak napas yang hebat; edema pulmoner (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| EDGEWATER | Kota di Amerika Serikat (9) |
| EDINBURGH | Kota di Inggris (9) |
| EDITORIAL | Mengenai atau berhubungan dengan editor atau pengeditan (Ilmu Komunikasi); artikel dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar (majalah) tersebut mengenai beberapa pokok masalah; tajuk rencana (Ilmu Komunikasi) (9) |
| EFEKAUGER | Transisi nonradioaktif dengan pelontaran elektron secara spontan oleh ion positif yang terteral untuk membentuk ion bermuatan ganda; autonisasi (9) |
| EFEKBUNYI | Efek untuk mempertajam kualitas suasana dan irama dalam pertunjukan (Kesenian) (9) |
| EFEKFLYNN | Kecenderungan untuk meningkatkan skor IQ seiring dengan waktu (Psikologi) (9) |
| EFEKJENUH | Menurunnya hasil kerja, tes, atau eksperimen sebagai akibat kebosanan atau kelelahan, biasanya karena pekerjaan yang sama, rutin, atau tes yang terlalu lama (Psikologi) (9) |
| EFEKJEVON | Pengukuran curah hujan yang disebabkan oleh pemasangan sukat hujan (Hidrometeorologi) (9) |
| EFEKKULIT | Kecenderungan arus bolak-balik untuk mengalir dekat permukaan penghantar, terutama pada frekuensi tinggi sehingga menghasilkan efek kenaikan hambatan (9) |
| EFEKSUARA | Efek yang dibuat untuk menciptakan kesan suatu kejadian dalam pertunjukan (9) |
| EFEKUMKER | Keganjilan aktivitas ultraungu di sekitar zenit yang diakibatkan oleh adanya lapisan ozon pada lapisan atas pada saat matahari berada di dekat ufuk (Meteorologi) (9) |
| EFISIENSI | Ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya); kedayagunaan; ketepatgunaan; kesangkilan; kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya) (9) |
| EGALISASI | Perataan; penyamaan; penyelesaian (9) |
| EILEKOWUE | Sarung yang pertama kali dipakai oleh anak perempuan suku Sabu sesudah upacara dabba ana, bermotif garis-garis putih dan biru (Sabu) (9) |
| EINDHOVEN | Kota di Belanda (9) |
| EJAKULASI | Pemancaran ke luar (tentang mani) dari lubang zakar (9) |
| EJAWANTAH | Jelma (9) |
| EKABAHASA | Hanya memahami dan menggunakan satu bahasa; bersifat monolingual; satu bahasa (9) |
| EKATANTRI | Alat musik petik India, terdiri atas seutas dawai yang direntangkan antara ruang guna kecil yang bagian bawahnya ditutupi kulit dan berleher tegak, biasa digunakan oleh pengemis (Musik) (9) |
| EKIBASTUZ | Kota di Kazakhstan (9) |
| EKLAMPSIA | Kejang yang terjadi pada wanita hamil atau pada masa nifas disertai hipertensi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| EKLIPTIKA | Garis edar semu matahari yang seakan-akan dilalui oleh matahari dalam setahun jika dilihat dari bumi, merupakan proyeksi orbit bumi pada bola langit, saat beredar matahari tampak melalui 13 rasi bintang (Astronomi) (9) |
| EKOKLIMAT | Iklim dalam komunitas pertanaman; iklim lingkungan seputar suatu individu makhluk; mikroklimat (9) |
| EKOLOKASI | Sonar biologis yang dimilki oleh beberapa jenis binatang (kelelawar, lumba-lumba) untuk mengetahui lokasi sumber suara dari berbagai objek yang ada di dekatnya (Biologi); kemampuan makhluk hidup (terutama hewan) dalam mengeluarkan bunyi dan menangkap kembali pantulan bunyi dari objek-objek yang ada di sekitarnya, berfungsi sebagai alat navigasi (Biologi) (9) |
| EKOREGION | Daratan atau perairan yang besar, berisi spesies, komunitas alam, dan kondisi lingkungan yang bersatu secara nyata dalam sebuah lingkup geografis, tempat proses ekologi dan evolusi yang penting berinteraksi secara erat (Ekologi) (9) |
| EKORGEMUK | Ekor domba yang membesar karena timbunan lemak (Peternakan) (9) |
| EKORLIPAS | Rambut yang tumbuh di lekuk tengkuk (9) |
| EKORPANAH | Ekor anak panah yang terbuat dari plastik (9) |
| EKORPEGAS | Artropoda kecil yang meloncat, hidup di permukaan dan dalam tanah, sampah, atau jerami yang membusuk, makanannya jamur dan sampah busuk (Collembola) (9) |
| EKORPULAU | Ujung pulau (9) |
| EKORTIKUS | Kikir yang bentuknya bulat panjang (9) |
| EKORTUPAI | Terna yang tumbuh merayap atau ke atas, dijadikan sebagai lapisan penutup tanah (Uraria lagopodioides) (9) |
| EKOSISTEM | Keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam; komunitas organik yang terdiri atas tumbuhan dan hewan, bersama habitatnya; keadaan khusus tempat komunitas suatu organisme hidup dan komponen organisme tidak hidup dari suatu lingkungan yang saling berinteraksi (9) |
| EKOWISATA | Wisata berbasis alam yang menekankan pembelajaran lingkungan dan memastikan lingkungan tidak dirusak oleh wisatawan atau kegiatan wisata; ekoturisme; wisata yang dilaksanakan di hutan atau di mana saja dengan memanfaatkan lingkungan alam sebagai objeknya; wisata alam (9) |
| EKSALTASI | Keriangan spiritual; peningkatan suasana hati secara abnormal; keriangan yang kuat (9) |
| EKSEGESIS | Penjelasan atau penafsiran teks, misalnya kitab suci agama (9) |
| EKSEKUTIF | Berkenaan dengan pengurusan (pengelolaan, pemerintahan) atau penyelenggaraan sesuatu; kekuasaan menjalankan undang-undang (Hukum); pejabat tingkat tinggi yang bertanggung jawab kepada direktur utama atau pemimpin tertinggi dalam perusahaan atau organisasi (Manajemen) (9) |
| EKSEKUTOR | Orang yang melakukan eksekusi (9) |
| EKSEMPLAR | Lembar; helai; kata penggolong benda untuk buku (barang cetakan) (9) |
| EKSENTRIK | Aneh; ganjil; tidak wajar; dinamis (tentang kontraksi otot pada otot yang memanjang) (Olahraga) (9) |
| EKSFOLIAN | Bahan mekanik atau kimia (seperti pencuci kulit abrasif atau asam salisilat) yang dikenakan pada kulit untuk menghilangkan sel mati pada permukaan (9) |
| EKSHALASI | Tindakan pengembusan udara dari paru-paru melalui hidung; pengembusan napas (9) |
| EKSHIBISI | Tontonan; pameran; peragaan (9) |
| EKSHUMASI | Proses menggali atau mengeluarkan (tubuh, dan lain-lain) dari bawah tanah (9) |
| EKSIKATOR | Alat untuk mengeringkan sesuatu; pengering (9) |
| EKSKAVASI | Penggalian yang dilakukan di tempat yang mengandung benda purbakala (Arkeologi); tempat penggalian benda purbakala (Arkeologi) (9) |
| EKSKLUSIF | Terpisah dari yang lain; khusus; tidak termasuk (9) |
| EKSKREMEN | Kotoran yang keluar dari tubuh setelah melalui pencernaan (9) |
| EKSKURSIF | Ditandai dengan adanya penyimpangan (9) |
| EKSOENZIM | Enzim yang dikeluarkan oleh bakteri yang menghasilkannya (9) |
| EKSOERGIK | Eksotermik (9) |
| EKSOFASIA | Hal membunyikan bahasa secara nyata (Linguistik) (9) |
| EKSORDIUM | Pengantar atau pendahuluan dalam ujaran resmi, pidato, karya sastra (9) |
| EKSOSPORA | Lapisan luar dinding spora yang menutup epispora dan dapat merupakan lapisan terluar jika perispora mengelupas dan menghilang (Botani) (9) |
| EKSOTERIK | Pengetahuan yang boleh diketahui atau dimengerti oleh siapa saja (9) |
| EKSOTISME | Paham yang menonjolkan keeksotisan atau keistimewaan (9) |
| EKSPANSIF | Dapat atau cenderung meluas; terus terang, terbuka, bebas, tanpa ditutup-tutupi (tentang orang, bicaranya, sikapnya) (9) |
| EKSPEDISI | Pengiriman surat, barang, dan sebagainya; perusahaan pengangkutan barang; salinan yang sama bunyinya (tentang vonis atau akta) (Hukum); perjalanan penyelidikan ilmiah di suatu daerah yang kurang dikenal (Hukum); pengiriman tentara untuk memerangi (menyerang, menaklukkan) musuh di suatu daerah yang jauh letaknya (Kemiliteran) (9) |
| EKSPIRASI | Pengembusan napas ke luar; penghabisan; masa jatuh tempo (9) |
| EKSPLISIT | Terus terang dan tidak berbelit-belit sehingga orang dapat menangkap maksudnya dengan mudah dan tidak mempunyai gambaran yang kabur atau salah (tentang berita, keputusan, pidato, dan sebagainya); gamblang (9) |
| EKSPLOSIF | Mudah meledak (tentang sendawa, karbit, fosfor, gas, bensin, dan sebagainya); dapat (mudah) meletus (tentang perang dan sebagainya) (kiasan); cepat marah (tentang orang) (kiasan) (9) |
| EKSPOSISI | Uraian; paparan; pameran (barang hasil industri, karya seni, kerajinan tangan, dan sebagainya); bagian awal karya sastra yang berisi keterangan tentang tokoh dan latar; paparan (Sastra); teks yang berisi uraian atau informasi, bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau gagasan, disajikan dengan fakta untuk memperkuat informasi (Linguistik) (9) |
| EKSPRESIF | Tepat (mampu) memberikan (mengungkapkan) gambaran, maksud, gagasan, perasaan (9) |
| EKSTENSIF | Bersifat menjangkau secara luas (9) |
| EKSTENSOR | Otot pengedang anggota gerak (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| EKSTERIOR | Bagian luar (rumah, gedung, dan sebagainya) (9) |
| EKSTERNAL | Menyangkut bagian luar (tubuh, diri, mobil, dan sebagainya); luar (negeri) (9) |
| EKSTRAKSI | Ringkasan atau ikhtisar; kutipan kata, contoh, atau bagian dari buku; keturunan (suatu bangsa); penarikan ke luar; pencabutan (Kedokteran dan Fisiologi); pencurian (kiasan); penambangan batu bara atau bijih dari cebakannya (Mineralogi); pemisahan suatu bahan dari campurannya, biasanya dengan menggunakan pelarut (Kimia); adopsi anak dari sebuah keluarga secara paksa (Hukum) (9) |
| EKSTRANEI | Seseorang yang menempuh ujian akhir suatu sekolah tanpa menjadi murid sekolah tersebut (9) |
| EKSTREMIS | Orang yang ekstrem; orang yang melampaui batas kebiasaan (hukum dan sebagainya) dalam membela atau menuntut sesuatu; pejuang pada masa perang kemerdekaan melawan Belanda (9) |
| EKSTROVER | Bersifat suka mengutarakan perasaan dan pikiran kepada orang lain; bersifat terbuka; orang yang minatnya ditujukan seluruhnya kepada yang ada di luar dirinya dan tidak ditujukan kepada yang ada dalam pikiran dan perasaannya sendiri; orang yang bersikap terbuka (Psikologi) (9) |
| EKSUVIASI | Pengelupasan kulit luar pada binatang (tentang ular) (9) |
| EKTOFLOEM | Floem yang berada di dalam tabung xilemnya (Botani) (9) |
| EKUALITAS | Kesamaan status, hak, dan kewajiban yang dimikili oleh sesama anggota masyarakat, kelompok tertentu, atau sebuah keluarga (9) |
| EKUISETUM | Tumbuhan takberbiji, umumnya tumbuh di lingkungan yang basah, seperti kolam dangkal, daerah pinggiran sungai, atau daerah rawa; paku ekor kuda (Botani) (9) |
| EKUIVALEN | Mempunyai nilai (ukuran, arti, atau efek) yang sama; seharga; sebanding; sepadan (9) |
| ELABORASI | Penggarapan secara tekun dan cermat; pembentukan zat-zat kompleks yang merupakan bagian dari tumbuh-tumbuhan atau hewan dari zat-zat yang lebih sederhana (tidak kompleks) (Biologi) (9) |
| ELANGJAWA | Elang pemakan reptil, burung kecil, dan unggas yang menjadi maskot satwa langka Indonesia, kepalanya berjambul, berwarna cokelat kemerahan dan cokelat kekuningan serta hitam, berukuran 60-70-an cm, biasa hidup di hutan tropis primer (Nisaetus bartelsi) (9) |
| ELANGLAUT | Elang berukuran besar, bertubuh putih kecuali bulu primer hitam, ekor, punggung, dan sayap abu-abu, tersebar di India, Asia Tenggara, dan Australia; elang laut putih (Haliaeetus leucogaster) (9) |
| ELASTOMER | Kumpulan benda yang mempunyai sifat karet asli, karet vulkanisasi, karet olahan ulang, atau karet tiruan yang meregang apabila dalam tegangan (berkekuatan meregang) mengerut secara cepat dan pulih ke dimensi semula secara penuh (Kimia) (9) |
| ELCAFETAL | Kota di Venezuela (9) |
| ELCLASICO | Nama yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara Barcelona dan Real Madrid (9) |
| ELEKTORAT | Golongan masyarakat yang secara hukum memiliki hak untuk memilih (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| ELEKTRODE | Dua kutub (anode, katode) dari baterai listrik; lempeng logam atau kawat untuk mengalirkan arus listrik dalam elektrolit (9) |
| ELEMENTER | Berkenaan dengan unsur atau elemen; permulaan atau tingkat pertama atau dasar (tentang pengetahuan, pelajaran); sangat awal; bersifat tidak dapat dibagi atau diuraikan menjadi bagian yang lebih sederhana (tidak kompleks) (Kimia) (9) |
| ELHATILLO | Kota di Venezuela (9) |
| ELIMINASI | Pengeluaran (seperti racun dari tubuh); penghilangan; penyingkiran; pengasingan; penyisihan (9) |
| ELISITASI | Usaha mendapatkan sesuatu; pemerolehan (9) |
| ELIZABETH | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ELOKUENSI | Kefasihan berbicara; kepetahan lidah (9) |
| ELTONJOHN | Pelantun lagu ”Your Song” (9) |
| ELUTRIASI | Proses memurnikan, memisahkan, atau memindahkan dengan cara pencucian (Petrologi dan Migas) (9) |
| EMANGHATI | Ingin tertawa (Melayu Medan) (9) |
| EMASBEBAS | Emas yang permukaannya bersih dan siap untuk diproses dengan amalgamasi setelah pembebasan dengan permukaan (Metalurgi) (9) |
| EMASHIJAU | Komoditas hasil pertanian yang potensial untuk diekspor (kiasan) (9) |
| EMASHITAM | Pasir besi (kiasan); aspal (kiasan); batu bara (kiasan) (9) |
| EMASJUITA | Kekasih; buah hati (kiasan) (9) |
| EMASKODOK | Logam mulia yang warnanya putih; emas putih; platina (9) |
| EMASLANAR | Emas yang halus seperti pasir yang terdapat dalam lanar (9) |
| EMASMERAH | Emas yang direbus dengan air asam dan belerang sehingga warnanya menjadi merah tua (9) |
| EMASMURNI | Emas yang belum dicampur dengan logam lain; emas 24 karat; emas sepuluh mutu; emas tulen (9) |
| EMASPERAK | Emas dan perak; kekayaan; harta benda (kiasan) (9) |
| EMASPUKAL | Emas tempaan; emas kimpal (9) |
| EMASPUTIH | Logam mulia yang warnanya putih; emas kodok; platina (9) |
| EMASTULEN | Emas yang belum dicampur dengan logam lain; emas 24 karat; emas murni; emas sepuluh mutu (9) |
| EMASURUNG | Emas yang tidak ada harganya (9) |
| EMBARKASI | Pemberangkatan dengan pesawat terbang atau kapal laut; keberangkatan (9) |
| EMBOLALIA | Penggunaan bentuk tegun, misalnya er, apa namanya, anu dan lain-lain (Linguistik) (9) |
| EMBOLISME | Pembentukan sumbatan pembuluh darah oleh embolus (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| EMBRIONIK | Seperti atau berkaitan dengan janin (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| EMBUGUACU | Kota di Brasil (9) |
| EMBUNASAP | Embun halus seperti asap pada malam hari (9) |
| EMBUNBEKU | Endapan berupa es berbentuk butiran yang mengandung air (9) |
| EMBUNPAGI | Kabut pada pagi hari (9) |
| EMBUNUPAS | Embun pagi yang membeku (9) |
| EMERALDIN | Zat pewarna hijau tua (Kimia) (9) |
| EMINOENUE | Kota di Turki (9) |
| EMMASTONE | Aktris terbaik peraih piala Oscar 2024 (9) |
| EMMIGANUR | Kota di India (9) |
| EMOSIONAL | Menyentuh perasaan; mengharukan; dengan emosi; beremosi; penuh emosi (9) |
| EMPATMATA | Berdua saja (kiasan) (9) |
| EMPIRISME | Aliran ilmu pengetahuan dan filsafat berdasarkan metode empiris; teori yang mengatakan bahwa semua pengetahuan didapat dengan pengalaman (9) |
| EMPLEKUNG | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 12 cm, tubuhnya pipih memanjang, kepala dan mulut besar, terdapat banyak duri pada sirip punggung dan sirip dubur, warnanya kehitaman, tersebar di perairan Thailand, Indonesia (Sumatra dan Kalimantan), Indocina, dan Malaysia (Nandus nebulosus) (9) |
| ENAROTALI | Ibu kota Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah (9) |
| ENCINITAS | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ENDODERMA | Epitel organ pencernaan dan pernapasan serta kelenjar yang terdapat dalam saluran pencernaan (Biologi) (9) |
| ENDOFASIA | Hal berbicara pelan kepada diri sendiri (ketika membaca) (Linguistik) (9) |
| ENDOLIMFA | Cairan yang terdapat dalam selaput labirin telinga (Biologi) (9) |
| ENDOSKOPI | Pemeriksaan dengan menggunakan endoskop (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ENDOSPORA | Spora tanpa kelamin yang berkembang biak di dalam sel, khususnya pada bakteri (Bakteriologi); struktur dinding tebal dan lapisan tambahan pada sel bakteri yang terbentuk di dalam membran sel (Bakteriologi) (9) |
| ENERGETIK | Penuh semangat; bersifat energik (9) |
| ENERGODAR | Kota di Ukraina (9) |
| ENFITOTIK | Penyakit tanaman yang muncul secara teratur di daerah tertentu, yang besar kerusakannya dari tahun ke tahun (9) |
| ENKEFALIN | Zat penghilang rasa sakit yang dihasilkan secara alami dalam otak (9) |
| ENPASSANT | Secara sambil lalu (ungkapan/Prancis) (9) |
| ENSEFALON | Otak bagian sumsum saraf pusat yang terdapat dalam tengkorak (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ENSELADUS | Bulan terbesar keenam milik Saturnus dengan diameter sekitar 504 km, dapat memantulkan hampir semua cahaya yang mengenainya (Astronomi) (9) |
| ENSEPALIN | Dua senyawa kimia dengan efek seperti opiat yang disekresi di otak dan sumsum tulang belakang dan bekerja menghilangkan nyeri (Kimia) (9) |
| ENTEBULOH | Ikan bertubuh transparan, panjang mencapai 20 cm, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Indocina, Thailand sampai Kalimantan dan Jawa (Parachela oxygastroides) (9) |
| ENTERITIS | Radang usus (Kedokteran dan Fisiologi); penyakit hewan dengan gejala radang pada usus (Peternakan) (9) |
| ENTEROSEL | Rongga yang terbentuk pada beberapa hewan karena penonjolan mesoderm dari usus yang berkembang (Zoologi) (9) |
| ENTOGENUS | Organisme yang tumbuh dan hidup di dalam tubuh serangga (9) |
| ENTOMOLOG | Ahli entomologi (9) |
| ENTRIDATA | Proses perekaman data ke dalam pangkalan data (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| ENUGUUKWU | Kota di Nigeria (9) |
| ENUKLEASI | Hal mengeluarkan organ tubuh keseluruhannya (Kedokteran dan Fisiologi); hal mengeluarkan atau merusak inti sel (9) |
| ENUMERASI | Pencacahan satu per satu; penjumlahan (9) |
| ENZIMATIK | Berkaitan dengan enzim atau diproduksi oleh enzim (Kimia); enzimatis (9) |
| ENZIMATIS | Berkaitan dengan enzim atau diproduksi oleh enzim (Kimia); enzimatik (9) |
| ENZIMOSIS | Fermentasi yang disebabkan oleh enzim (Kimia) (9) |
| EOSOFOBIA | Fobia terhadap fajar atau siang hari (Psikologi) (9) |
| EPENTESIS | Penyisipan bunyi atau huruf ke dalam kata, terutama kata serapan, tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan dengan pola fonologis bahasa peminjam, seperti penyisipan /e/ dalam kata kelas (Linguistik) (9) |
| EPIBENTOS | Komunitas makhluk hidup yang hidup pada permukaan dasar laut atau danau (Biologi) (9) |
| EPIDERMIS | Lapisan luar kulit untuk pelindung, tidak peka, dan tidak berpembuluh darah; kulit ari (Anatomi); lapisan sel paling luar pada hewan atau tumbuhan, pada tumbuh-tumbuhan tebalnya hanya satu lapis, sedangkan pada binatang tebalnya beberapa lapis kecuali pada invertebrata (Biologi) (9) |
| EPIFARING | Bagian nasal (dekat rongga hidung) pangkal kerongkongan (faring) yang terletak di atas dan di belakang langit-langit lunak (Linguistik) (9) |
| EPIGLOTIS | Tulang rawan yang sangat tipis yang menutup pangkal tenggorok pada waktu menelan (9) |
| EPILEPTIK | Menderita epilepsi (9) |
| EPIMATIUM | Pembungkus tambahan pada biji beberapa Gymnospermae yang mendaging dan hampir menyatu dengan integumen (Botani) (9) |
| EPIMISIUM | Lapisan jaringan ikat dari otot (Anatomi) (9) |
| EPISIKLIK | Berkaitan dengan lingkaran kecil yang menggelinding menyusuri suatu lingkaran besar (9) |
| EPISKOPAL | Berkaitan dengan jabatan atau pemerintahan oleh uskup (Agama Katolik); berkaitan dengan cabang Gereja Anglikan di Amerika Serikat (Agama Kristen) (9) |
| EPISKOPAT | Jabatan atau kedudukan uskup (Agama Katolik); daerah yang berada di bawah bimbingan seorang uskup; keuskupan (Agama Katolik) (9) |
| EPISTASIS | Interaksi antara dua atau lebih gen untuk membentuk suatu fenotipe (Biologi) (9) |
| EPISTEMIK | Berhubungan dengan pengetahuan; kognitif (9) |
| EPITERMAL | Berkenaan dengan panas yang berasal dari pusat gunung berapi (Geografi dan Geologi) (9) |
| EPIZOOTIK | Berkenaan dengan serangan penyakit terhadap banyak hewan dari jenis penyakit yang sama pada waktu yang sama (9) |
| ERADIKASI | Pemusnahan total bagian tanaman (sampai ke akarnya) yang terserang penyakit atau seluruh inang untuk membasmi suatu penyakit (Biologi) (9) |
| ERANGEROT | Mencang-mencong; erot benyot; menyerong-nyerong; genjang-genjot (9) |
| ERFTSTADT | Kota di Jerman (9) |
| ERGOFOBIA | Fobia terhadap kerja (Psikologi) (9) |
| ERGOGENIK | Bersifat meningkatkan kinerja fisik (9) |
| ERGOLITIK | Berefek negatif terhadap kerja otot (Anatomi) (9) |
| ERGOMETER | Instrumen dengan alat perekam yang digunakan untuk mengukur kerja otot pada kondisi terkontrol (9) |
| ERGONOMIK | Nyaman, efisien, aman, dan mudah pengunaannya (tentang rancangan) (9) |
| ERGONOMIS | Bersifat ergonomi (9) |
| ERITROSIT | Sel darah merah mengandung hemoglobin (Biologi) (9) |
| ERKALSIOL | Ergokalsiferol; vitamin D-2 (9) |
| EROSIALUR | Erosi yang membentuk saluran dangkal (9) |
| EROSIAWAL | Tingkat permulaan erosi, terutama mengenai pembentukan lembah (9) |
| EROSIGIGI | Pengikisan email pada gigi oleh proses kimia yang tidak disebabkan oleh bakteri (9) |
| ESBUAHTAP | Es kolang-kaling (Tata Boga) (9) |
| ESCONDIDO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ESCUINTLA | Kota di Guatemala (9) |
| ESFARAYEN | Kota di Iran (9) |
| ESGOYOBOD | Minuman khas Sunda yang terbuat dari goyobod, alpukat, kolang-kaling, pacar cina, tapai singkong, kerukan kelapa muda, dan es serut, sebagai pemanis biasanya diberi sirup atau air gula dan kental manis (9) |
| ESIANDINA | Kantor berita Peru (9) |
| ESKALATOR | Tangga dengan anak-anak tangga yang bergerak naik atau turun sebagai bagian dari rangkaian rantai angkut tidak berujung yang bergerak terus-menerus dengan motor listrik, biasanya dilengkapi dengan pegangan yang turut bergerak (terdapat di hotel-hotel besar, toko serba ada, stasiun, bandar udara); tangga berjalan (9) |
| ESKAPISME | Kehendak atau kecenderungan menghindar dari kenyataan dengan mencari hiburan dan ketenteraman di dalam khayal atau situasi rekaan (Sastra) (9) |
| ESKISEHIR | Kota di Turki (9) |
| ESSAOUIRA | Kota di Maroko (9) |
| ESSELASIH | Minuman dingin terbuat dari campuran selasih (yang sudah diseduh), disiram dengan sirup (Tata Boga) (9) |
| ESSLINGEN | Kota di Jerman (9) |
| ESTETIKUS | Orang yang mempelajari dan mengenal ilmu keindahan; ahli estetika (9) |
| ESTRADIOL | Hormon estrogen yang dihasilkan secara alami dalam ovarium dan dapat diproduksi secara sintetis sebagai alat kontrasepsi oral dan pengobatan kekurangan es trogen dan kanker payudara (9) |
| ETIMOLOGI | Cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal-usul kata serta perubahan dalam bentuk dan makna (Linguistik) (9) |
| ETNOGRAFI | Deskripsi tentang kebudayaan suku-suku bangsa; ilmu tentang pelukisan kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup tersebar di muka bumi (9) |
| ETNOLOGIS | Berdasarkan (bersifat, secara) etnologi (Antropologi) (9) |
| ETOBICOKE | Kota di Kanada (9) |
| ETOSKERJA | Semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok (9) |
| EUFEMISME | Ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar, yang dianggap merugikan atau tidak menyenangkan, misalnya meninggal dunia untuk mati (9) |
| EUKARIOTA | Organisme tinggi yang sel-selnya mempunyai inti asli (Biologi) (9) |
| EULITORAL | Daerah pantai suatu perairan yang ada di antara dua batas (9) |
| EUNAPOLIS | Kota di Brasil (9) |
| EURIHALIN | Dapat hidup dalam perairan yang mengandung kadar garam berbagai tingkat (9) |
| EURITOPIK | Organisme yang memiliki toleransi luas, misalnya euritermal dalam hubungannya dengan temperatur (9) |
| EUSEKSUAL | Makhluk yang memiliki keteraturan penggiliran kasiogami dan meiosis (9) |
| EUTANASIA | Tindakan mengakhiri dengan sengaja kehidupan makhluk (orang ataupun hewan piaraan) yang sakit berat atau luka parah dengan kematian yang tenang dan mudah atas dasar perikemanusiaan (9) |
| EVALUATIF | Yang berhubungan dengan evaluasi; bersifat evaluasi (9) |
| EVALUATOR | Orang yang mengevaluasi; pengevaluasi (9) |
| EVANGELIS | Penulis salah satu dari keempat Kitab Injil (Yohanes, Markus, Lukas, atau Matius); pendeta Protestan atau orang biasa yang menyebarkan ajaran Injil (9) |
| EVAPORASI | Proses yang terjadi apabila jumlah molekul yang keluar dari permukaan lebih besar daripada jumlah yang kembali ke permukaan air; proses perubahan molekul zat cair menjadi gas atau uap air; penguapan (Kimia) (9) |
| EVDISISOS | Evaluasi kondisi sosial (akronim) (9) |
| EVISERASI | Tindakan mengeluarkan dalaman seperti isi perut, atau mengeluarkan bola mata (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| EXOFFICIO | Karena jabatannya (ungkapan/Latin) (9) |
| FABRIGAMI | Origami dengan menggunakan bahan dari kain (9) |
| FABRIKASI | Pernyataan atau cerita yang dibuat-buat untuk menipu; pembangunan sesuatu (9) |
| FAGOFOBIA | Fobia menelan, makan, atau dimakan (Psikologi) (9) |
| FAGOMANIA | Keinginan kompulsif untuk makan (9) |
| FAKSIMILE | Pesawat atau mesin untuk mengirim dan menerima berita dan gambar melalui telefoto atau komunikasi radio dengan sistem reproduksi fotografi; teknik mengubah halaman surat kabar untuk ditransmisikan melalui satelit komunikasi dari percetakan di suatu negara ke percetakan di negara lain (Ilmu Komunikasi) (9) |
| FAKTITIUS | Yang sengaja dibuat atau diadakan dan tidak asli; buatan; rekaan (9) |
| FAKTORIAL | Berkenaan dengan faktor (9) |
| FALLRIVER | Kota di Amerika Serikat (9) |
| FALOFOBIA | Fobia terhadap penis, terutama dalam keadaan ereksi (Psikologi) (9) |
| FAMILISME | Pola sosial yang setiap anggota keluarga harus lebih memberikan prioritas kepada kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadi (9) |
| FANATISME | Keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya); asabiah (9) |
| FANERITIK | Tekstur batuan beku yang butir-butir kristal mineralnya dapat dibedakan dengan mata telanjang (Mineralogi) (9) |
| FANSERVIS | Interaksi atau perhatian khusus yang diberikan oleh bintang idola kepada penggemar; hal khusus yang dilakukan oleh bintang idola untuk menyenangkan penggemar; bagian dalam karya fiksi yang ditambahkan untuk menyenangkan pembaca atau penonton, biasanya sesuatu yang cenderung seksual, yang tidak berkaitan sama sekali dengan alur cerita (9) |
| FANTASTIS | Bersifat fantasi; tidak nyata; tidak masuk akal; sangat luar biasa; sangat hebat (9) |
| FANTOSMIA | Kondisi terganggunya indera penciuman yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti parkinson, cedera kepala, infeksi, dan sebagainya, sehingga penderita merasa mencium bau yang sebenarnya tidak ada di sekitarnya (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| FARIDABAD | Kota di India (9) |
| FARMAKOPE | Buku standar obat yang dikeluarkan oleh badan resmi pemerintah yang menguraikan bahan obat-obatan, bahan kimia dalam obat dan sifatnya, khasiat obat dan dosis yang dilazimkan (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| FASEWARNA | Fase ketika burung mengalami perubahan warna bulu secara teratur (9) |
| FASIKULUS | Bundel serat pada otot (Olahraga) (9) |
| FASILITAS | Sarana untuk melancarkan pelaksanaan fungsi; kemudahan (9) |
| FASYANKES | Fasilitas pelayanan kesehatan (alat dan/atau tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif, atau rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat) (akronim) (9) |
| FATALISME | Ajaran atau paham bahwa manusia dikuasai oleh nasib (9) |
| FATALITAS | Kematian (9) |
| FATEHABAD | Kota di India (9) |
| FATMAWATI | Penjahit bendera Merah Putih untuk upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (9) |
| FATOMETER | Alat untuk mengukur kedalaman laut dengan cara mengukur waktu yang dicapai oleh gelombang suara untuk mencapai dasar laut dan kembali (9) |
| FAUNISTIK | Bersifat fauna (geografi hewan) (9) |
| FAVORITEN | Kota di Austria (9) |
| FEDERALIS | Penganut paham federasi (yang menghendaki ketatanegaraan berbentuk federal) (9) |
| FEKUNDASI | Pembuahan (9) |
| FELANDROL | Alkohol yang terdapat dalam minyak asiri adas pahit (Kimia) (9) |
| FEMINISME | Gerakan perempuan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan laki-laki (9) |
| FEMINITAS | Perihal perempuan; kefemininan (9) |
| FEMTOVOLT | Sepersepuluh kuadriliun volt (9) |
| FENGCHENG | Kota di Cina (9) |
| FENGHUANG | Kota di Cina (9) |
| FENOMENAL | Dapat disaksikan dengan pancaindra; luar biasa; hebat (9) |
| FEODOSIYA | Kota di Ukraina (9) |
| FERONIKEL | Paduan antara besi dan nikel (Kimia) (9) |
| FERTIGASI | Pemberian nutrisi dengan cara penyiraman langsung ke media tanam (Pertanian) (9) |
| FESALBALI | Kota di Maroko (9) |
| FETISISME | Pemujaan atau penyembahan suatu benda (patung binatang dan sebagainya) karena memiliki kekuatan magis yang dapat melindungi pemiliknya; benda, ide, aktivitas yang secara irasional dapat membuat seseorang terobsesi; sesuatu yang dapat membangkitkan gairah seksual pada seseorang; bangkitnya gairah seksual pria pada benda yang diasosiasikan dengan wanita, biasanya berupa rambut, kaki, sepatu, atau pakaian dalam (Psikologi) (9) |
| FETOGRAFI | Radiografi janin dalam uterus (9) |
| FIBRIBLAS | Sel muda jaringan penyambung (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| FIBRILASI | Pembentukan serabut (urat) (9) |
| FIBROBLAS | Jaringan ikat yang memproduksi kolagen dan elastin sebagai pembentuk struktur lapisan tengah kulit (dermis) dan penyembuhan luka (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| FIBROSKAN | Alat untuk mengukur tingkat kerusakan hati (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| FIDELITAS | Tingkat keakuratan perangkat elektronik dalam memproduksi gambar atau suara (9) |
| FIERCIFCI | Kota di Albania (9) |
| FIGURATIF | Bersifat kiasan atau lambang (9) |
| FIKSIMINI | Fiksi pendek yang dibuat tidak lebih dari 140 karakter huruf (Sastra) (9) |
| FILANTROP | Pencinta kemanusiaan; dermawan (9) |
| FILATELIK | Berkenaan dengan ilmu dan kegemaran mengumpulkan prangko dan benda pos lain (9) |
| FILATELIS | Orang yang ahli dalam filateli; orang yang gemar membuat koleksi dan menyelidiki prangko (9) |
| FILMHOROR | Film cerita yang mengisahkan cerita-cerita yang menyeramkan (9) |
| FILMISASI | Peralihan suatu karya sastra atau seni ke media lain, seperti karya sastra ke film dan sebagainya; ekranisasi; pelayarputihan; alih wahana ke film (Sastra) (9) |
| FILMLARIS | Film yang sukses dalam jumlah penjualan tiket dan popularitas (Perfilman) (9) |
| FILMSILAT | Film yang mengisahkan cerita Cina dengan banyak menampilkan adegan perkelahian dengan adu ketangkasan bermain silat (9) |
| FILMWARNA | Film yang dapat menghasilkan foto berwarna yang sesuai dengan warna aslinya (9) |
| FILOFOBIA | Fobia terhadap rasa cinta atau keadaan jatuh cinta (Psikologi) (9) |
| FILOGINIS | Orang yang menyukai wanita (9) |
| FILOLOGIS | Mengenai (berdasarkan, secara) filologi (9) |
| FILOSOFIS | Berdasarkan filsafat (9) |
| FILSAFATI | Bersifat filsafat (9) |
| FINANSIAL | Mengenai (urusan) keuangan (9) |
| FINLANDIA | Negara paling bahagia di dunia; negara yang terletak di Eropa Utara, beribu kota Helsinki; negara ini dipimpin Sanna Marin sebagai perdana menteri; salah satu negara Nordik (9) |
| FIRAUNIAH | Berhubungan dengan sifat-sifat kekufuran, kesombongan, keabsolutan, dan kebiadaban firaun (raja Mesir Kuno) (9) |
| FIROZABAD | Kota di India (9) |
| FIRUZABAD | Kota di Iran (9) |
| FISIKAWAN | Ahli fisika (9) |
| FISIOKRAT | Doktrin politik dan ekonomi yang didasarkan pada supremasi tatanan alam dan menekankan kekuatan alam sebagai satu-satunya sumber kekayaan publik dan kemakmuran nasional (9) |
| FISIOLOGI | Cabang biologi yang berkaitan dengan fungsi dan kegiatan kehidupan atau zat hidup (organ, jaringan, atau sel); ilmu faal (9) |
| FISOSTOMA | Ikan yang memiliki gelembung renang yang terhubung dengan saluran pencernaan, seperti lele, salmon, dan belut (Zoologi) (9) |
| FITOGENIK | Berasal dari tumbuh-tumbuhan (9) |
| FITOKIMIA | Ilmu tentang seluk-beluk senyawa kimia pada tumbuh-tumbuhan, khususnya gatra taksonominya (Biologi); zat tumbuhan yang terbentuk secara alami, berfungsi untuk melindungi diri terhadap penyakit; fitonutrisi (Kimia) (9) |
| FITOMETER | Tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengukur faktor fisik habitat (9) |
| FITOSTROT | Makhluk yang bermigrasi atau terpencar melalui perantaraan tumbuhan (Biologi) (9) |
| FLAGSTAFF | Kota di Amerika Serikat (9) |
| FLAMBOYAN | Pohon, tinggi hingga 28 m, kayu terasnya keras dan berat, digunakan sebagai tiang dan balok lantai, bunganya indah berwarna jingga hingga kemerah-merahan (Poinciana regia); gemerlapan; serba megah (kiasan) (9) |
| FLATLANDS | Kota di Amerika Serikat (9) |
| FLATULENS | Keberadaan atau kelebihan gas dalam saluran pencernaan (9) |
| FLAVONOID | Kelompok pigmen tumbuhan yang dapat larut dalam air, termasuk antosianin, bermanfaat untuk kesehatan; bioflavonoid (Biologi) (9) |
| FLEGMATIS | Bertemperamen lamban, tak mudah terangsang, dan mempunyai kebiasaan yang sukar diubah (9) |
| FLEKSIBEL | Lentur; mudah dibengkokkan; luwes; mudah dan cepat menyesuaikan diri (9) |
| FLENSBURG | Kota di Jerman (9) |
| FLEROVIUM | Unsur kimia logam yang sebelumnya bernama Ununquadium dengan nomor atom 114, berlambang Fl, dan bobot atom 289 u (Kimia) (9) |
| FLOKULASI | Penggabungan partikel-partikel koloidal dalam suspensi yang terjadi karena gaya tolak antarpartikel (Kimia) (9) |
| FLORENCIA | Kota di Kolumbia (9) |
| FLORISTIK | Berkaitan dengan floristika (Biologi) (9) |
| FLUBURUNG | Penyakit menular yang ditimbulkan oleh virus H5N1 yang ditandai gejala demam, nyeri otot, dan sakit tenggorokan (9) |
| FLUIDITAS | Kualitas kecairan (9) |
| FLUKSOLAK | Laju pemindahan massa udara yang dibawa oleh olak dalam aliran golak-galik (Meteorologi) (9) |
| FLUKTUASI | Gejala yang menunjukkan turun-naiknya harga; keadaan turun-naik harga dan sebagainya; perubahan (harga tersebut) karena pengaruh permintaan dan penawaran (Ekonomi dan Keuangan); ketaktetapan; kegoncangan (9) |
| FLUORESEN | Mempunyai sifat yang dapat memancarkan cahaya dengan gelombangnya lebih panjang daripada cahaya datang (Kimia) (9) |
| FLUOROGEN | Radikal yang jika terdapat dalam senyawa akan menyebabkan pendar fluor (Kimia) (9) |
| FLUOROSIS | Penyakit gigi yang disebabkan oleh kosmetik dan sumber lain, seperti minuman yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel pembentuk email dan ditandai dengan garis putih atau bercak putih pada gigi (9) |
| FLUTULANG | Cikungunya (9) |
| FOBOFOBIA | Fobia terhadap kemungkinan memiliki fobia (Psikologi) (9) |
| FOCHVILLE | Kota di Afrika Selatan (9) |
| FOKIMETER | Alat untuk mencari fokus lensa (9) |
| FOMOFOBIA | Fobia ketinggalan peristiwa-peristiwa penting dan perkumpulan sosial (9) |
| FONOFOBIA | Fobia terhadap suara atau bunyi (Psikologi) (9) |
| FONOGRAFI | Ejaan berdasarkan lafal (9) |
| FONOLOGIS | Mengenai (berdasarkan, secara) fonologi (Linguistik) (9) |
| FORMULAIK | Bersifat formula (9) |
| FORMULASI | Perumusan (9) |
| FORNIKASI | Persetubuhan yang dilakukan atas rasa suka sama suka dan saling membutuhkan tanpa paksaan dan tanpa bayaran antara pria dan wanita yang tidak terikat pernikahan (perkawinan); zina (9) |
| FORTALEZA | Kota di Brasil (9) |
| FORTMYERS | Kota di Amerika Serikat (9) |
| FORTSMITH | Kota di Amerika Serikat (9) |
| FORTWAYNE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| FORTWORTH | Kota di Amerika Serikat (9) |
| FOSFATASE | Enzim yang berasal dari organ dan cairan tubuh yang menguraikan ikatan antara karbohidrat dan asam fosfat (Kimia) (9) |
| FOSFATIDA | Ester gliserol pada asam fosfat dan dua asam lemak yang terdapat pada membran sel; fosfolipid (9) |
| FOSIMETER | Alat untuk mencari fokus lensa (9) |
| FOTODIODE | Diode semikonduktor yang konduktivitasnya bertambah apabila disinari cahaya (Fisika) (9) |
| FOTOEMISI | Pemancaran elektron sebagai akibat penyinaran dengan cahaya (Fisika) (9) |
| FOTOFINIS | Alat perekam gambar yang ditempatkan pada sisi tertentu yang mengarah ke garis finis (9) |
| FOTOFOBIA | Fobia terhadap sinar atau cahaya (Psikologi) (9) |
| FOTOGENIK | Memiliki wajah dan sikap tubuh yang menghasilkan potret yang menyenangkan (9) |
| FOTOGRAFI | Seni dan penghasilan gambar dan cahaya pada film atau permukaan yang dipekakan (9) |
| FOTOKIMIA | Cabang ilmu kimia tentang hubungan senyawa kimia dengan cahaya (Kimia) (9) |
| FOTOKROMI | Fotografi berwarna (9) |
| FOTOLICIN | Foto yang dicetak berkilat agar menghasilkan reproduksi yang lebih tajam untuk siaran pers (Ilmu Komunikasi) (9) |
| FOTOLISIS | Penguraian suatu zat oleh cahaya (9) |
| FOTOMETER | Alat untuk mengukur cahaya (untuk pemotretan) (9) |
| FOTOMETRI | Optik yang berkaitan dengan pengukuran intensitas cahaya dan kuatnya penerangan (Fisika) (9) |
| FOTOMODEL | Wanita atau pria yang menjadi model dalam foto (gambar) (9) |
| FOTONASTI | Gerak bagian tumbuhan dalam merespons intensitas cahaya (Biologi) (9) |
| FOTOTROPI | Perubahan dapat-balik warna yang diimbas oleh cahaya berwarna; perubahan dalam atau kehilangan warna dari zat celup dalam cahaya dengan panjang gelombang tertentu (9) |
| FOTOUDARA | Foto bagian permukaan bumi yang diambil dari udara, menggunakan kamera yang dipasang pada pesawat udara (9) |
| FRAMBUSIA | Penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri yang penularannya melalui kontak langsung; patek; puru (9) |
| FRANKFORT | Ibu kota negara bagian Kentucky, Amerika Serikat (9) |
| FRANKOFON | Penutur bahasa Prancis (9) |
| FREATOFIT | Tanaman dengan perakaran yang mengambil airnya dari muka air tanah atau dari lapisan tanah yang ada tepat di atas bongkaran itu (Pertanian); tumbuhan yang terdapat pada waduk air, misalnya eceng gondok (Biologi) (9) |
| FREDERICK | Kota di Amerika Serikat (9) |
| FREELANCE | Pekerja lepas (Inggris) (9) |
| FREKUENSI | Kekerapan; jumlah pemakaian suatu unsur bahasa dalam suatu teks atau rekaman (Linguistik); jumlah getaran gelombang suara per detik; jumlah getaran gelombang elektrik per detik pada gelombang elektromagnetik; jumlah siklus suatu peristiwa per detik (9) |
| FRENOLOGI | Ilmu tentang kepribadian seseorang melalui bentuk tengkoraknya (9) |
| FRENOTOMI | Pembedahan untuk membuang sebagian atau seluruh frenulum yang bermasalah; frenektomi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| FRESNILLO | Kota di Meksiko (9) |
| FRONPANAS | Fron yang sebagian permukaan panasnya bergerak memindahkan udara dingin (9) |
| FRONUTAMA | Fron yang merupakan batas antara dua massa udara yang masing-masing berasal dari daerah geografis yang berbeda, misalnya fron arktika, fron antartropik (Meteorologi) (9) |
| FRUKTOSAN | Fruktan (9) |
| FRUSTRASI | Rasa kecewa akibat kegagalan di dalam mengerjakan sesuatu atau akibat tidak berhasil dalam mencapai suatu cita-cita (9) |
| FUGASITAS | Fungsi yang dipakai sebagai analog tekanan parsial apabila termodinamika diterapkan pada sistem nyata (Fisika) (9) |
| FUKAYACHO | Kota di Jepang (9) |
| FUKUSHIMA | Kota di Jepang (9) |
| FULLERTON | Kota di Amerika Serikat (9) |
| FUMIGATOR | Alat fumigasi (9) |
| FUNDACION | Kota di Kolumbia (9) |
| FUNGISIDA | Zat kimia yang dapat mematikan atau menghambat pertumbuhan cendawan (Kimia) (9) |
| FUNIKULUS | Tangkai bakal biji yang menghubungkan benih dengan plasenta (Biologi) (9) |
| FUTURISME | Aliran dalam seni, musik, atau sastra (yang dimulai di Italia kira-kira pada tahun 1909) yang ditandai, terutama, oleh usaha memberikan pernyataan formal kepada kekuatan dinamis dan gerak proses mekanis; pandangan yang lebih mementingkan pemenuhan arti masa depan (9) |
| FUTUROLOG | Ahli futurologi (9) |
| GAALKACYO | Kota di Somalia (9) |
| GABUSLAUT | Ikan laut atau payau, berbentuk memanjang dengan mulut lancip ukuran 200 cm, berat 68 kg, umur mencapai 15 tahun, hidup di terumbu karang perairan subtropis, tersebar di perairan Kanada sampai Bermuda, dan Massachusett, Maroko ke selatan sampai Afrika Selatan, Afrika Timur dan Hokkaido, Jepang sampai Australia (Rachycentron canadum) (9) |
| GADOLINIT | Mineral berwarna cokelat atau hitam, merupakan sumber tanah langka (Be2FeY2Si210) (Kimia) (9) |
| GAGANTING | Daging kurban (Sunda) (9) |
| GAJAHASIA | Gajah yang habitatnya berasal dari Asia (Elephas maximus) (9) |
| GAJAHBARA | Gajah yang hitam (9) |
| GAJAHLAUT | Anjing laut yang berukuran besar (Mirounga) (Zoologi) (9) |
| GAJAHMINA | Paus; hiasan berupa makara (9) |
| GAJIKOTOR | Gaji yang tercatat sebelum dikurangi potongan (9) |
| GAJIPOKOK | Upah dasar (yang belum ditambah dengan tunjangan lain); komponen dasar penghasilan yang digunakan sebagai patokan untuk menghitung komponen lain, seperti tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, dan insentif (9) |
| GALAKTASE | Enzim proteolisis bagi susu (Kimia) (9) |
| GALAKTOSA | Gula sederhana, karbohidrat yang kadang kala terdapat secara alami di dalam susu, otak, dan tumbuhan (Kimia); gula otak (9) |
| GALAPAGOS | Kepulauan yang berada di Samudra Pasifik, merupakan bagian dari Ekuador dan habitat berbagai hewan serta tumbuhan langka (9) |
| GALATACAK | Galat yang mengikuti pola sebaran probabilitas tertentu (Matematika) (9) |
| GALATBAKU | Galat yang mengikuti pola akar dari ragam statistik (Statistik) (9) |
| GALENDANG | Orang yang bertugas memindah-mindahkan kain selendang dari seorang penari ke penari lain dalam sebuah pertunjukan (Madura) (9) |
| GALLARATE | Kota di Italia (9) |
| GALUMPANG | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian tenggara Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat; Kalumpang (9) |
| GALVESTON | Kota di Amerika Serikat (9) |
| GAMANGAIR | Tidak basah apabila terkena air (9) |
| GAMEPOINT | Angka yang akan menentukan hasil akhir suatu pertandingan (ungkapan/Inggris) (9) |
| GAMETOFIT | Fase daur hidup tumbuhan yang mempunyai inti sel haploid (Biologi) (9) |
| GAMETOSIT | Sel tertentu yang mengalami meiosis, membentuk gamet (Biologi) (9) |
| GAMKONORA | Gunung api dengan status tanah tertinggi di Pulau Halmahera, terletak di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (9) |
| GAMOFOBIA | Fobia terhadap perkawinan (Psikologi) (9) |
| GAMOPETAL | Sifat mahkota bunga yang tidak terbagi-bagi atas daun mahkota, tetapi berfusi menjadi satu satuan; simpetal (Botani) (9) |
| GAMOSEPAL | Tentang kelopak daun tidak terbagi-bagi atas daun kelopak, tetapi berfusi menjadi satu kesatuan (Biologi) (9) |
| GAMPANGAN | Lebih mudah; tidak menuntut banyak syarat yang harus dipenuhi (9) |
| GANASDEBU | Pusaran debu yang dalam (Hidrometeorologi) (9) |
| GANDAJIKA | Kota di Republik Kongo (9) |
| GANDAPURA | Tumbuhan perdu, tinggi hingga 3,5 m, bijinya dibuat minyak wangi atau sebagai campuran obat gosok; kasturi (Abelmoschus moschatus) (9) |
| GANDARASA | Rasa sedap beraroma (tentang makanan) (9) |
| GANDARUSA | Perdu yang batangnya persegi beruas, daunnya melanset, bunganya berwarna putih keunguan, dapat digunakan sebagai tanaman obat; daun burung; teriba (Justicia gendarussa) (9) |
| GANDASULI | Tumbuhan yang berbunga putih atau kekuning-kuningan dan berbau harum, daunnya bulat panjang, agak kaku dan duduk saling berhadapan, berbunga pada ujung batang, ditanam sebagai tumbuhan hias; kembang laras (Hedychium coronarium) (9) |
| GANDENGAN | Barang yang digandeng; hasil menggandeng; gerobak atau kereta (yang digandengkan pada truk atau mobil) (9) |
| GANGAWATI | Kota di India (9) |
| GANGBUNTU | Gang yang tidak ada terusannya (buntu atau tertutup) pada ujungnya (9) |
| GANGNEUNG | Kota di Korea Selatan (9) |
| GANGSIRAN | Hasil menggangsir; bekas menggangsir (9) |
| GANODERMA | Jamur kayu berwarna cokelat penyebab penyakit busuk pada pangkal batang kelapa sawit (Ganoderma boninense) (Biologi) (9) |
| GANTANGAN | Satuan ukuran isi atau takaran, sama dengan 3,125 kg, biasanya untuk menakar atau menyukat beras, kacang-kacangan, dan sebagainya; tiang tempat sangkar burung digantung sampai pada ketinggian tertentu, fungsinya untuk melatih burung bernyanyi atau manggung; gantang (Jawa) (9) |
| GANTARANG | Ikan tuna (9) |
| GANTIRUGI | Uang yang diberikan sebagai pengganti kerugian; pampasan (9) |
| GANTUNGAN | Alat untuk menyangkutkan sesuatu; kaitan; sangkutan; sesuatu yang digantungkan (9) |
| GAOSMERAH | Ikan laut, badannya berwarna merah, panjang mencapai 28 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 1–60 m, tersebar di perairan Kenya sampai Afrika Selatan dan ke timur sampai Polynesia, Prancis, dan Kepulauan Pitcairn (Darkfin hind) (9) |
| GARAMASAM | Senyawa garam yang masih mampu melepaskan proton dalam larutannya, misalnya natrium bikarbonat, natrium hidroarsenat (Kimia) (9) |
| GARAMBATA | Garam yang berbongkah-bongkah dicetak berbentuk batu (9) |
| GARAMBATU | Garam yang berwarna putih dibuat dari air laut lewat proses penguapan (9) |
| GARAMBIJI | Garam yang berbentuk agak halus biasa digunakan untuk masakan, mengasinkan sayuran, dan mengawetkan makanan (9) |
| GARAMLAUT | Garam yang berwarna buram dibuat dari air laut lewat proses penguapan dengan tempat bambu atau cetakan (9) |
| GARAMMEJA | Garam yang digunakan (disediakan) di meja makan, tidak digunakan untuk memasak (9) |
| GARANHUNS | Kota di Brasil (9) |
| GARANKUWA | Kota di Afrika Selatan (9) |
| GARANTUNG | Alat musik dari Tapanuli, terbuat dari kayu, berupa bilah yang digantung (9) |
| GARBARATA | Jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke pintu pesawat terbang untuk memudahkan penumpang masuk ke dalam atau keluar dari pesawat (9) |
| GARISALAS | Garis yang menjadi dasar segitiga (Matematika) (9) |
| GARISFIRN | Batas di permukaan bumi yang memisahkan wilayah penumpukan gletser dari wilayah ablasi (Hidrometeorologi) (9) |
| GARISGAYA | Garis dari suatu medan magnet yang setiap titiknya menunjukkan arah dan besarnya gaya magnet (Teknik) (9) |
| GARISKISI | Garis-garis yang saling berpotongan pada bidang datar, yang menunjukkan koordinat pada kisi (Kedirgantaraan) (9) |
| GARISMATA | Garis di atas mata sebagai batas kelopak mata agar mata terlihat lebih besar (9) |
| GARISSEGI | Alat untuk mengukur segi yang tepat dan mengecek sambungan serta potongan tegak lurus (9) |
| GARISUTUH | Garis atau markah pembatas dua lajur jalan yang menunjukkan bahwa pelintas tidak dapat melewati jalur tersebut (9) |
| GARONTONG | Penganan yang terbuat dari biji jagung rebus dicampur dengan kelapa parut dan gula merah (Melayu Ambon) (9) |
| GARPUIKAN | Garpu yang digunakan untuk menyantap hidangan ikan (9) |
| GARPUTALA | Alat untuk menyelaraskan nada (9) |
| GASBERSIN | Gas yang menyebabkan bersin, digunakan dalam bom yang ditembakkan dengan meriam (Kimia) (9) |
| GASIKUTAN | Gas yang terlarut dan dihasilkan bersama-sama dengan minyak bumi dari instalasi perminyakan (Petrologi dan Migas) (9) |
| GASKARBIT | Gas yang terjadi karena kerja air dan kalsium karbit, gas ini digunakan untuk memotong dan mengelas logam; asetilena (Kimia) (9) |
| GASKARBON | Gas tanpa warna yang merupakan senyawa karbon dengan oksigen, tidak terbakar dan larut dalam air (9) |
| GASKILANG | Gas atau campuran berbagai gas yang berasal dari penyulingan dan terkumpul di dalam kilang (Petrologi dan Migas) (9) |
| GASLAMBAN | Gas lembam; gas mulia (Kimia) (9) |
| GASLEMBAM | Gas yang sukar bereaksi secara kimia, seperti helium, argon, neon, kripton, dan xenon; gas lamban; gas mulia (Kimia) (9) |
| GASLEMBAP | Gas yang secara formal kimiawi tidak aktif khususnya dalam pembakaran (seperti nitrogen atau karbon dioksida) (9) |
| GASOMETER | Alat untuk mengukur jumlah gas yang dihasilkan atau dipakai (9) |
| GASTOKSIK | Gas yang bersifat racun (9) |
| GASTRITIS | Peradangan selaput lendir pada lambung; mag (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| GATALGUSI | Ingin makan (minum); titik selera (9) |
| GATESHEAD | Kota di Inggris (9) |
| GAUNKETAT | Gaun yang sangat ketat untuk menonjolkan bentuk tubuh (9) |
| GAUNLILIT | Gaun yang dililitkan seputar tubuh, saling menumpang di depan, dikencangkan dengan tali di pinggang (Tata Busana) (9) |
| GAUNMALAM | Gaun yang hanya dikenakan pada malam hari saat acara pesta dan sebagainya (9) |
| GAUNPUTRI | Gaun tanpa ikat pinggang dengan rok bagian bawah mengembang atau lurus yang potongannya mempertegas bentuk tubuh (9) |
| GAUNRUMAH | Gaun sederhana terbuat dari bahan yang nyaman dipakai, biasanya memakai kancing depan, ikat pinggang, dan saku luar (9) |
| GAUNTENDA | Gaun bersiluet segitiga mirip tenda, sempit di bahu dan melebar ke bawah (Tata Busana) (9) |
| GAUTGAPAI | Menggaruk-garuk dengan keras; hilang akal (kiasan) (9) |
| GAWAIRAJA | Pekerjaan rodi (9) |
| GAYAANGIN | Angka atau skala kekuatan angin yang berhubungan dengan laju angin (Meteorologi); gaya yang ditimbulkan oleh angin (Meteorologi) (9) |
| GAYABEBAS | Gaya berenang, dilakukan dengan badan telungkup, lengan bergantian diayun ke belakang lalu ke depan, dan kaki bergantian digerakkan memukul air (Olahraga) (9) |
| GAYABERAT | Gaya yang arahnya menuju pusat bumi yang menyebabkan benda jatuh mendapat percepatan (Fisika) (9) |
| GAYAGANTI | Gaya berenang yang secara bergantian menggunakan gaya dada, gaya punggung, dan sebagainya (Olahraga) (9) |
| GAYAHIDUP | Pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia di dalam masyarakat; cara mengekspresikan diri melalui aktivitas, minat, dan opini, khususnya yang berkaitan dengan citra diri (Sosiologi); rubrik pada Harian Kompas edisi Minggu (9) |
| GAYAKATAK | Gaya berenang dengan dada menyentuh air dan gerakan seperti katak berenang (Olahraga) (9) |
| GAYAPEGAS | Kekuatan melenting (menganjal) (9) |
| GAYATARIK | Kemampuan lokomotif menarik batang rangkaian kereta atau lori (9) |
| GAYATEKAN | Gaya yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan tekanan dalam massa zalir atau massa fluida (Fisika) (9) |
| GAYUNGAPI | Gayung yang dapat membuat orang sakit dengan cara menderita kepanasan (Gayo) (9) |
| GAZIANTEP | Kota di Turki (9) |
| GBADOLITE | Kota di Republik Kongo (9) |
| GEBELJAHA | Ikan laut berwarna hitam bergaris-garis putih tebal, panjang mencapai 70 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman mencapai 20 m, tersebar di perairan Laut Merah dan Afrika Timur sampai Papua Nugini, bagian utara sampai Kepulauan Ryukyu, bagian selatan sampai Australia (Platax tiera) (9) |
| GEGAROTAK | Penderitaan pada otak akibat guncangan dari luar (karena terjatuh, pukulan benda keras, dan sebagainya) (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| GEGURITAN | Puisi tradisional dalam bahasa Bali atau Jawa (9) |
| GELAGAPAN | Dalam keadaan sulit bernapas; mengap-mengap; kebingungan (tidak tahu apa yang harus dibuat); berkata terhenti-henti (karena gugup dan sebagainya); tergegap-gegap (kiasan) (9) |
| GELAKNABI | Senyum mengejek (kiasan) (9) |
| GELANDANG | Gelandangan; seret; pemain sepak bola pada bagian tengah (Olahraga) (9) |
| GELANGSAR | Pakaian sehari-hari (Using); menggelangsar; menggelincir rebah; jatuh ke muka (9) |
| GELANTANG | Menggelantang; mengguling-gulingkan tubuh (9) |
| GELANTING | Bergantung (9) |
| GELANTUNG | Gantung (9) |
| GELAPBUTA | Gelap sekali (9) |
| GELAPMATA | Sangat marah sehingga menjadi lupa dan mengamuk; mata gelap (9) |
| GELASDUGA | Alat untuk melihat tinggi permukaan zat cair yang ada dalam ketel tertutup atau terbuka dalam bejana cadangan (9) |
| GELASISAP | Gelas atau cangkir yang dirancang khusus untuk balita agar cairan (susu, air putih, jus, dan sebagainya) tidak mudah tumpah, biasanya memiliki moncong pipih dengan beberapa lubang dan dilengkapi gagang untuk pegangan, biasanya digunakan untuk melatih balita minum secara mandiri (9) |
| GELASUKUR | Tabung gelas berbentuk silinder dengan skala menunjukkan jumlah tertentu isi cairan (Kimia) (9) |
| GELAYARAN | Terhuyung-huyung; berkeluyuran; berkeliaran (9) |
| GELEMBONG | Celana yang celah kangkangannya lebar dan longgar, biasa dipakai untuk bersilat (9) |
| GELEMBUNG | Bentuk bola-bola yang berisi udara; bola-bola air (air sabun, buih, dan sebagainya) yang berisi udara; bola karet yang ditiup dan sebagainya sehingga seperti balon kecil (9) |
| GELENDONG | Alat untuk menghubungkan benang (kawat, tali plastik, dan sebagainya) dibuat dari kayu, kaleng, atau besi; gulungan benang (kawat, tali plastik, dan sebagainya); otot spindel berbentuk meruncing di kedua ujungnya (Olahraga) (9) |
| GELENTANG | Rebah berguling (9) |
| GELENTING | Menggelenting; berbunyi “ting-ting” (9) |
| GELIGEMAN | Berasa nyeri seperti melihat orang yang kepalanya pecah atau terluka parah (9) |
| GELIMPANG | Bergelimpang (9) |
| GELINDING | Menggelinding; bergerak memutar berguling-guling; berputar; bergerak (tentang roda) (9) |
| GELINGGAM | Pohon kecil, tinggi 8 m, bijinya menghasilkan zat pewarna yang warnanya merah jingga; pacar keling; ; kesumba (Bisea orellana); cat merah yang dihasilkan dari biji buah gelinggam (9) |
| GELINGSIR | Ingsut; gingsir (9) |
| GELINJANG | Jingkrak-jingkrak (9) |
| GELINTING | Menggelinting; tergulung; berbaring (di sembarang tempat) (9) |
| GELITIKAN | Gilikan; kilikan; sesuatu yang memberanikan; hasutan (kiasan) (9) |
| GELOMBANG | Ombak besar yang bergulung-gulung (di laut); aliran getaran suara yang bergerak dalam eter (radio); kelompok; golongan (pasukan, pesawat terbang, dan sebagainya) yang bergerak maju beruntun-runtun (kiasan); gerakan (pemogokan dan sebagainya) yang beruntun-runtun (kiasan) (9) |
| GELONDONG | Kayu batangan bulat yang utuh; benih bandeng berukuran sebesar jari tangan, berusia sekitar 1–2 bulan (Perikanan) (9) |
| GELONGSOR | Menggelongsor; meluncur turun (9) |
| GELUNDANG | Perangkat gamelan, terdiri atas dung-dung, tuktuk, dan tongtong (Madura) (9) |
| GELUNDUNG | Gulungan; hantu (setan) yang konon kepalanya menggelinding di tanah sambil menyeringai; menggelundung; berguling (9) |
| GEMELETAK | Berbunyi “kertak, kertak” seperti bunyi gigi yang beradu; gemeretak (9) |
| GEMELETAP | Berbunyi “tap, tap” seperti bunyi kaki orang berlari (9) |
| GEMELETEK | Gemetar keras; menggigil (9) |
| GEMELETUK | Menggeletuk; berbunyi “kertuk, kertuk” seperti bunyi gigi yang bersentuhan karena menggigil kedinginan; gemeretuk; gemeretup (9) |
| GEMELUGUT | Menggigil keras; menggelugut (9) |
| GEMERESAK | Berbunyi “kersak, kersak” seperti kertas dikoyak-koyak (9) |
| GEMERESIK | Berbunyi “kersik, kersik” seperti bunyi sepatu orang berjalan di atas daun kering atau batu kerikil (9) |
| GEMERETAK | Berbunyi “kertak, kertak” seperti dahan besar yang patah (9) |
| GEMERETUK | Berbunyi “kertuk, kertuk” seperti bunyi gigi yang bersentuhan karena menggigil kedinginan; gemeletuk; gemeretup (9) |
| GEMERETUP | Berbunyi “kertuk, kertuk” seperti bunyi gigi yang bersentuhan karena menggigil kedinginan; gemeletuk; gemeretuk (9) |
| GEMERUSUK | Berbunyi “kerusuk, kerusuk” seperti bunyi daun-daun kering ditiup angin (9) |
| GEMETARAN | Bergetar anggota badan karena ketakutan (kedinginan dan sebagainya); menggigil karena ketakutan dan sebagainya; gemetar (9) |
| GEMINTANG | Susunan bintang; peta bintang; rasi (9) |
| GEMOLOGIS | Ahli gemologi (Geografi dan Geologi) (9) |
| GEMPABUMI | Peristiwa alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh tenaga asal dalam (Geografi dan Geologi); gempa (9) |
| GENDERANG | Gendang besar; tambur (9) |
| GENDERUWO | Hantu yang konon serupa manusia yang tinggi besar dan berbulu lebat; pohon yang banyak tumbuh di kompleks pekuburan, berakar sangat dalam membentuk mangkuk, bijinya mengandung asam lemak sterkulat; kepuh; kelumpang; jangkang (Stercullia foetida Linn) (9) |
| GENDONGAN | Barang yang digendong; kain dan sebagainya untuk menggendong (9) |
| GENEALOGI | Garis keturunan manusia dalam hubungan keluarga sedarah; garis pertumbuhan binatang (tumbuhan, bahasa, dan sebagainya) dari bentuk-bentuk sebelumnya (9) |
| GENERALIS | Orang yang keterampilan atau minatnya mencakupi beberapa bidang yang berbeda (9) |
| GENERASIX | Generasi yang lahir pada tahun 1960-an dan 1970-an (9) |
| GENERASIY | Orang atau generasi yang lahir pada tahun 1980-an dan 1990-an; generasi milenial; milenial (9) |
| GENERASIZ | Generasi yang lahir pada akhir tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an (9) |
| GENERATIF | Berkaitan dengan reproduksi; memiliki kemampuan untuk menghasilkan atau mengembangkan sesuatu; bersifat menerangkan (tentang tata bahasa) dengan kaidah-kaidah yang merupakan pemerian struktur tentang kalimat yang terdapat di dalam sebuah bahasa (Linguistik) (9) |
| GENERATOR | Pembangkit tenaga (listrik, uap, dan sebagainya) (9) |
| GENGGAMAN | Kepalan tangan; apa-apa yang digenggam; kekuasaan (kiasan) (9) |
| GENIKULUM | Lutut kecil (Anatomi); lengkung tajam yang menyerupai lutut (Anatomi) (9) |
| GENITALIA | Alat kelamin; kemaluan (Kedokteran dan Fisiologi); alat kelamin reproduktif, seperti rahim, indung telur, dan vagina (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| GENTAERET | Alat musik berupa bola-bola logam bercelah yang dirangkai dengan pita, berisi butir logam yang bergerak bebas di dalamnya; giring-giring (Musik) (9) |
| GENTAPIPA | Serangkaian pipa logam yang disusun secara vertikal berdasarkan ukurannya (9) |
| GENUFOBIA | Fobia terhadap lutut (Psikologi) (9) |
| GEOBOTANI | Ilmu tentang masyarakat tumbuh-tumbuhan di alam bebas (9) |
| GEODINAMO | Proses kinesis perubahan cairan perut bumi menjadi energi magnetis (Geografi dan Geologi) (9) |
| GEOFISIKA | Ilmu tentang sifat-sifat alami bumi (panas, magnetisme, dan sebagainya) dan gejala-gejalanya (mencakupi bidang-bidang meteorologi, oseanografi, seismologi, vulkanologi, magnetisme, dan geodesi) (9) |
| GEOGRAFIS | Bersangkut paut dengan geografi (9) |
| GEOLOKASI | Identifikasi lokasi geografis suatu objek, seperti radar, ponsel, atau terminal komputer yang tersambung ke internet (9) |
| GEOMANTIK | Berkaitan dengan geomansi (9) |
| GEOMATIKA | Ilmu tentang pengumpulan, pemrosesan, dan penginterpretasian segala data dan informasi yang berkaitan dengan permukaan bumi (9) |
| GEOMETRIK | Geometris (9) |
| GEOMETRIS | Berhubungan dengan geometri (9) |
| GEOMORFIK | Berkaitan dengan bentuk permukaan bumi atau planet lain dan proses pembentukannya (Geografi dan Geologi) (9) |
| GEOPORTAL | Portal web untuk memperoleh dan mengakses informasi geografis atau informasi geospasial melalui internet (9) |
| GEORELIEF | Pola desain untuk taman vertikal berbentuk timbul keluar dengan banyak bentuk bidang-bidang segitiga (Tata Busana) (9) |
| GEOTAKSIS | Pergerakan organisme atau sel dalam merespons gaya gravitasi (Biologi) (9) |
| GEOTEKNIK | Penerapan asas teknik secara ilmiah dalam memperoleh, menafsirkan, dan menggunakan pengetahuan tentang kerak bumi untuk penyelesaian permasalahan teknik sipil (9) |
| GEOTERMAL | Berkenaan dengan panas yang berasal dari pusat bumi (dapat dipakai sebagai sumber energi) (9) |
| GEOTROPIK | Berkaitan dengan geotropisme (Biologi) (9) |
| GEOWISATA | Wisata yang mendukung karakter geografis suatu tempat, lingkungan, budaya, warisan, estetika, dan kesejahteraan masyarakatnya (9) |
| GERAGAPAN | Menggeragap; tidak tahu apa yang harus dikatakan; gugup; terkejut (9) |
| GERAKACAK | Gerak sebarang, tidak tentu, dan tidak bersistem (Kimia) (9) |
| GERAKHATI | Perasaan yang timbul dalam batin; suara hati; kata hati (9) |
| GERAKJIWA | Gejolak jiwa (9) |
| GERAKOTOT | Gerak aktivasi otot untuk menciptakan ketegangan yang berkontribusi dalam pergerakan sendi (Olahraga) (9) |
| GERAKTIPU | Cara atau taktik dalam menipu (mengecoh dan sebagainya); gerakan pura-pura atau ancaman untuk memperdayai lawan (tentang hoki) (Olahraga) (9) |
| GERANTANG | Bunyi (suara) ramai tidak keruan; suara keras untuk menakut-nakuti; gertak (kiasan); alat musik sejenis calung dengan beberapa bumbung yang panjangnya berbeda-beda dan tersusun pada sebuah rak, dimainkan dengan dua pemukul, digunakan dalam gamelan, kolintang, dan angklung (Musik/Bali) (9) |
| GEREBUSAN | Marah-marah tanpa alasan yang jelas (Melayu Belitung) (9) |
| GEREGETAN | Geram; kesal dan jengkel (9) |
| GEREMPANG | Perempuan jalang; perempuan nakal; pelacur (9) |
| GERENCANG | Tiruan bunyi pedang beradu dengan pedang (9) |
| GERENDENG | Menggerutu; bersungut-sungut; merengut-rengut (Melayu Jakarta); menggerendeng; bersikap hendak menyerang (seperti ayam jantan hendak berlaga) (9) |
| GERENJENG | Kertas aluminium; kertas timah (9) |
| GERENTANG | Tiruan bunyi berdentam-dentam (berdentang-dentang) (9) |
| GERENYENG | Menyeringai (seperti kera) (9) |
| GERENYING | Menyeringai (seperti kera); gerenyeng (9) |
| GERGAJIAN | Hasil menggergaji; yang digergaji (9) |
| GERIATRIK | Ilmu tentang perawatan kesehatan dan penyakit manusia usia lanjut (9) |
| GERINCING | Tiruan bunyi kepingan logam tipis beradu atau jatuh (9) |
| GERINDING | Bunyi-bunyian yang dibunyikan dengan ditempelkan pada mulut, lalu dipetik-petik tangkainya (9) |
| GERMANIUM | Unsur kimia metaloid dengan nomor atom 32, berlambang Ge, dan bobot atom 72,59 u (9) |
| GERMINASI | Perkecambahan (9) |
| GERMISIDA | Zat pembunuh kuman (9) |
| GEROBAKAN | Barang-barang yang diangkut dengan gerobak (9) |
| GEROJOKAN | Air terjun (9) |
| GEROMBONG | Rombongan; gerombolan; pasukan; puak (9) |
| GERSAMATA | Gerakan desa makmur merata (akronim) (9) |
| GERUMPUNG | Rusak hidungnya (9) |
| GERUNDANG | Anak katak yang masih seperti ikan kecil; berudu (Minangkabau) (9) |
| GETAHPADU | Getah (karet) yang padat (9) |
| GETAHSUSU | Getah tumbuhan liana (Willughbeia firma) (9) |
| GETAHUPIL | Liana yang batangnya bergetah putih, daunnya menjorong dengan ujung sulur berkait, mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan pangkal merah, buahnya membulat telur seperti alkesa, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Semenanjung Thailand sampai Malesia Barat, getahnya dimanfaatkan untuk karet; ujul (Willughbeia coriacea) (9) |
| GHAZIABAD | Kota di India (9) |
| GIATMALAM | Keberkalaan proses (misalnya proses mekarnya bunga) yang terjadi pada malam hari (Biologi) (9) |
| GIATSENJA | Keberkalaan proses yang terjadi pada senja hari (Biologi) (9) |
| GIATSIANG | Keberkalaan proses yang terjadi pada siang hari (Biologi) (9) |
| GIBRALTAR | Selat yang memisahkan Spanyol dengan Maroko (9) |
| GIGAHERTZ | Satuan frekuensi sama dengan 109 gelombang hertz (9) |
| GIGIBUSUK | Gigi mati; gigi nonvitral (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| GIGICEKAT | Gigi tiruan yang permanen (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| GIGIHUTAN | Pinggir (tepi) hutan (kiasan) (9) |
| GIGIKAPAK | Gigi depan yang besar-besar mirip kapak (9) |
| GIGINYARU | Batu cincin yang dijadikan jimat penangkal petir dan kecelakaan (Melayu Jambi) (9) |
| GIGIPALSU | Gigi buatan (9) |
| GIGISUMBI | Gigi tambahan; gigi buatan (9) |
| GIGITELUR | Lapisan berkeratin pada ujung paruh atas anak ayam yang baru menetas (Peternakan) (9) |
| GIGITJARI | Kecewa karena yang diharapkan tidak dapat (9) |
| GIGWORKER | Pekerja lepas (Inggris) (9) |
| GILAHARTA | Terlalu mengejar-ngejar kekayaan; mata duitan; gila uang (9) |
| GILASASAR | Sangat gila (9) |
| GIMNASIUM | Ruangan besar untuk olahraga; sekolah menengah yang muridnya dipersiapkan untuk masuk perguruan tinggi (sistem pendidikan di Eropa) (9) |
| GIMNASTIK | Senam; gerak badan; olahraga (9) |
| GINEFOBIA | Fobia terhadap wanita; ginofobia (Psikologi) (9) |
| GINEKOLOG | Dokter ahli dalam ilmu yang berkenaan dengan fungsi alat tubuh dan penyakit khusus pada perempuan; ahli ginekologi (9) |
| GINGLIMUS | Persendian yang hanya dapat digerakkan ke satu arah (Anatomi) (9) |
| GINOFOBIA | Fobia terhadap wanita; ginefobia (Psikologi) (9) |
| GIRIWARSA | Barisan pergunungan; deretan perbukitan (Sanskerta) (9) |
| GIZIBURUK | Kekurangan gizi (9) |
| GIZIMAKRO | Zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar untuk pertumbuhan dan perkembangan normal (9) |
| GIZIMIKRO | Zat gizi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif kecil, seperti vitamin dan mineral (9) |
| GIZISALAH | Keadaan gizi yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan satu atau lebih zat gizi (9) |
| GJUCTRONG | Kota di Vietnam (9) |
| GLADIATOR | Orang yang mendapat upah, biasanya tawanan atau budak-budak, dengan berkelahi di depan penonton atau di arena (pada Zaman Romawi) (9) |
| GLASIOLOG | Peneliti es (Geografi dan Geologi) (9) |
| GLIKOSIDA | Senyawa asal gula dengan zat yang dapat terhidrolisis menjadi penyusunnya (Kimia) (9) |
| GLISERIDA | Ester gliserol dengan asam lemak (Kimia) (9) |
| GLOKIDIUM | Larva karang air yang melekat pada insang atau kulit ikan dan hidup sebagai parasit sementara selama 12 minggu (Zoologi) (9) |
| GLOSARIUM | Kamus dalam bentuk yang ringkas; daftar kata dengan penjelasannya dalam bidang tertentu (9) |
| GLUKOSIDA | Senyawa glukosa (misalnya glukosa-alfa-glukosida atau maltosa); penyusunan tumbuhan netral tidak bernitrogen, yang diuraikan oleh kalor, asam encer, alkali, enzim, bakterium, atau jamur membentuk zat (glukosa) dan senyawa lain (9) |
| GLUTATION | Peptida yang terdiri atas asam glutamat, sisteina, dan glisin yang berperan penting sebagai antioksidan (9) |
| GOBARHATI | Sedih (9) |
| GOETEBORG | Kota di Swedia (9) |
| GOITROGEN | Senyawa yang mengganggu kemampuan tubuh menyerap atau menggunakan yodium (9) |
| GOLATAREK | Penganan dibuat dari gula merah yang dimasak sampai agak kental, setelah dingin dimakan begitu saja (Bugis-Makassar) (9) |
| GOLDCOAST | Kota di Australia (9) |
| GOLEMPANG | Irama kendang yang bertempo cepat untuk mengiringi pencak silat (Sunda) (9) |
| GOLYANOVO | Kota di Rusia (9) |
| GOMAKASIA | Gom yang diperoleh dari kulit batang tanaman akasia, digunakan sebagai pengental atau bahan pengemulsi; gom arab (Kimia) (9) |
| GONDACITY | Kota di India (9) |
| GONOKOKUS | Bakteri bundar penyebab penyakit kencing nanah (9) |
| GOPALGANJ | Kota di India (9) |
| GORONTALO | Suku bangsa yang mendiami daerah Gorontalo dan Bolaang Mongondow, Sulawesi; provinsi di Pulau Sulawesi, ibu kotanya Gorontalo, terkenal dengan sebutan Kota Serambi Madinah; ibu kota Provinsi Gorontalo; provinsi di Indonesia yang lahir pada 5 Desember 2000 (9) |
| GOYERKATA | Kota di India (9) |
| GRAFOLOGI | Ilmu tentang aksara atau sistem tulisan; ilmu suratan tangan; ilmu tentang hubungan antara watak dan tulisan tangan (rajah) (9) |
| GRAMATIKA | Tata bahasa (Linguistik) (9) |
| GRAMBYANG | Ke sana kemari (tentang pikiran) (9) |
| GRANDPRIX | Hadiah pertama dalam pertandingan (ungkapan/Prancis); peringkat tertinggi untuk kompetisi internasional (balap mobil dan sebagainya) (ungkapan/Prancis) (9) |
| GRANULASI | Pembentukan butir-butir kecil menjadi kristal; butir-butir atau bintik-bintik kecil pada lapisan fotosfer matahari (Kedirgantaraan); proses penutupan luka (9) |
| GRAPEVINE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| GRAVESEND | Kota di Inggris dan Amerika Serikat (9) |
| GRAVITASI | Kekuatan (gaya) tarik bumi (Geografi dan Geologi); proses gaya tarik bumi (Geografi dan Geologi); gaya berat suatu benda (Geografi dan Geologi) (9) |
| GREENWOOD | Kota di Amerika Serikat (9) |
| GREGARIUS | Berkenaan dengan sifat cenderung hidup berkelompok (tentang binatang) (9) |
| GREMPELAN | Gumpalan; bongkah (9) |
| GRONINGEN | Kota di Belanda (9) |
| GRUDZIADZ | Kota di Polandia (9) |
| GRUPMUSIK | Grup yang terdiri atas dua atau lebih musikus yang memainkan alat musik ataupun bernyanyi; kelompok musik (9) |
| GUABIROBA | Tumbuhan yang buahnya mirip jambu biji, berwarna kuning kejingga-jinggaan setelah masak, bentuk buahnya seperti manggis terdiri atas beberapa septum (Campomanesia guaviroba) (9) |
| GUAKAMOLE | Pasta kental terbuat dari alpukat yang dihaluskan dan diberi tambahan rasa seperti perasan air jeruk, bawang, dan bumbu, biasa dijadikan sebagai saus cocolan (9) |
| GUAMUCHIL | Kota di Meksiko (9) |
| GUANGMING | Kota di Cina (9) |
| GUANGSHUI | Kota di Cina (9) |
| GUANGYUAN | Kota di Cina (9) |
| GUANGZHOU | Kota di Cina (9) |
| GUANIDINA | Basa organik ((NH2)2C=NH) (9) |
| GUARAPARI | Kota di Brasil (9) |
| GUARULHOS | Kota di Brasil (9) |
| GUATEMALA | Negara yang terletak di Amerika Tengah, beribu kota Guatemala (9) |
| GUAYAQUIL | Kota di Ekuador (9) |
| GUBALBESI | Bungkah besi; besi kasar (belum dikerjakan) (9) |
| GUDANGAPI | Gudang tempat menyimpan barang-barang kimia yang mudah terbakar (meledak) (9) |
| GUECKEDOU | Kota di Guinea (9) |
| GUGUSKATA | Gabungan kata yang terdiri atas tiga kata atau lebih yang sering digunakan dalam laras bahasa tertentu (Linguistik) (9) |
| GUIGUINTO | Kota di Filipina (9) |
| GUILDFORD | Kota di Inggris (9) |
| GUJARKHAN | Kota di Pakistan (9) |
| GULABALOK | Gula yang dibuat dari sari tebu, bentuknya menyerupai balok dadu dengan warna putih bersih, biasanya digunakan sebagai campuran minuman kopi (9) |
| GULABARLI | Permen yang keras dan memiliki cita rasa jeruk lemon, dibuat dari cairan barli ditambah gula (9) |
| GULABUBUK | Gula pasir yang dihancurkan secara mekanis sehingga tidak ada kristal-kristal yang tertinggal, biasanya dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan; gula halus; gula tepung; tepung gula (9) |
| GULACAKAR | Gula khas Majalengka yang terbuat dari campuran gula putih dan soda kue, dicetak berbentuk persegi dan berwarna merah muda (Sunda) (9) |
| GULADARAH | Kadar gula dalam darah (9) |
| GULAHALUS | Gula bubuk (9) |
| GULAKAPAS | Permen kapas (9) |
| GULAKUBUS | Gula yang berbentuk kubus kecil-kecil, terbuat dari gula pasir putih, banyak digunakan sebagai pemanis pada teh dan kopi (9) |
| GULAKURMA | Sukrosa yang diperoleh dari buah kurma (9) |
| GULAMERAH | Gula dari nira nyiur atau aren; gula jawa; gula kelapa; gula nyiur; gula palma (9) |
| GULANYIUR | Gula dari nira nyiur atau aren; gula merah; gula jawa; gula kelapa; gula palma (9) |
| GULAPALEM | Gula yang terbuat dari nira tanaman palem; gula kelapa (9) |
| GULAPALMA | Gula dari nira nyiur atau aren; gula merah; gula jawa; gula kelapa; gula nyiur (9) |
| GULAPASIR | Gula dari tebu yang bentuknya halus-halus seperti pasir (9) |
| GULASEMUT | Gula bubuk atau gula kristal yang dibuat dari nira (9) |
| GULATARIK | Penganan yang dibuat dari gula (9) |
| GULATETES | Larutan induk yang tinggal sesudah penghabluran dan pemisahan hablur gula (9) |
| GULITUJUH | Guli kedua pada jari telunjuk (Bali) (9) |
| GUMELARAN | Kedatangan wahyu (9) |
| GUNAGANAH | Harta gana-gini (9) |
| GUNCANGAN | Gerakan (goyangan) yang kuat (9) |
| GUNDUNGAN | Encok di leher (Madura); perbungaan majemuk seperti cawan (9) |
| GUNJINGAN | Yang dipergunjingkan; umpatan; pembicaraan (9) |
| GUNSEIKAN | Pemerintah militer Jepang (Jepang) (9) |
| GUNTINGAN | Hasil menggunting; barang yang telah digunting; potongan; model baju (9) |
| GUNUNGAPI | Gunung yang di dalamnya terdapat lahar panas (9) |
| GUNUNGAWU | Gunung bertipe strato yang terletak di bagian utara Pulau Sangihe Besar, Kepulauan Sangihe (9) |
| GUNUNGMAS | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (9) |
| GUNUNGTUA | Ibu kota Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatra Utara (9) |
| GURATBATU | Tetap; tidak berubah sedikit jua; teguh memegang pendapat dan sebagainya (kiasan) (9) |
| GURUAGAMA | Guru yang mengajarkan mata pelajaran agama (9) |
| GURUBANTU | Guru pembantu pada sekolah rendah (pada zaman penjajahan); guru yang diperbantukan pada sekolah negeri atau swasta; guru penolong (9) |
| GURUBESAR | Pangkat guru pada perguruan tinggi; profesor (9) |
| GURUKELAS | Guru yang mengampu semua mata pelajaran pada tingkat pendidikan dasar (9) |
| GURUNBATU | Gurun tempat keping batu terpecah karena perbedaan suhu antara siang dan malam (9) |
| GURUSUARA | Bunyi sanjak akhir tertentu di setiap baris kalimat tembang macapat; guru lagu (Sastra) (9) |
| GURUTETAP | Guru yang digaji secara tetap setiap bulan (9) |
| GUSHIKAWA | Kota di Jepang (9) |
| HABISAKAL | Hilang akal, tidak tahu apa yang harus diperbuat (9) |
| HABITUASI | Pembiasaan pada, dengan, atau untuk sesuatu; penyesuaian supaya menjadi terbiasa (terlatih) pada habitat dan sebagainya; hasil penurunan respons pada stimulus yang makin dikenali melalui tampilan berulang atau penggunaan obat berulang (Psikologi) (9) |
| HACHINOHE | Kota di Jepang (9) |
| HADEFOBIA | Fobia terhadap neraka (Psikologi) (9) |
| HADISAHAD | Hadis yang diriwayatkan oleh rawi yang jumlahnya kurang dari sepuluh dalam tiap tingkatan sanad, di bawah standar mutawatir (Agama Islam) (9) |
| HADISDAIF | Hadis yang diragukan kebenarannya karena isi atau perawinya kurang dapat dipercaya; hadis lema (9) |
| HAFEFOBIA | Fobia terhadap sentuhan, takut disentuh; kiraptofobia; tiksofobia (Psikologi) (9) |
| HAFIZABAD | Kota di Pakistan (9) |
| HAGIOLOGI | Literatur tentang kehidupan santo atau orang suci (9) |
| HAJATSENI | Hajat kecil (9) |
| HAJIAKBAR | Ibadah haji dengan hari wukuf di Padang Arafah jatuh pada hari Jumat; haji yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriah (Agama Islam) (9) |
| HAJIBADAL | Ibadah haji yang amalan hajinya dikerjakan oleh seseorang yang telah melaksanakan haji untuk mewakili orang lain, pahalanya diniatkan untuk orang lain yang dimaksud (yang telah meninggal dunia) (9) |
| HAJIIFRAD | Ibadah haji yang dilaksanakan sebelum ibadah umrah (9) |
| HAJIKECIL | Umrah (9) |
| HAJIKIRAN | Ibadah haji yang pelaksanaannya bersamaan dengan ibadah umrah (9) |
| HAJIUDARA | Jemaah haji yang melakukan perjalanan dengan kapal udara (9) |
| HAJIWADAK | Ibadah haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.; ibadah haji yang dilaksanakan karena akan meninggalkan Masjidil Haram sebagai tanda perpisahan; haji perpisahan (9) |
| HAKANGKET | Hak DPR untuk mengadakan penyelidikan tentang ketidakberesan di dalam lembaga pemerintah atau tentang tindakan-tindakan para anggota dewan tersebut (9) |
| HAKIMANAK | Hakim yang bertugas menangani perkara anak (Hukum) (9) |
| HAKINGKAR | Hak seseorang yang diadili untuk mengajukan keberatan dengan disertai alasan terhadap hakim yang akan mengadili perkaranya (Hukum); hak wartawan untuk tidak memberikan atau mengungkapkan sumber berita yang konfidensial, di beberapa negara hak ini masuk ke dalam hukum positif (Ilmu Komunikasi) (9) |
| HAKLEGASI | Hak keterwakilan (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| HAKOPSTAL | Hak untuk membangun atau menanam sesuatu di atas tanah yang menjadi milik orang lain (9) |
| HAKRANTAU | Hak seseorang atau golongan atas jalur tanah sepanjang tepian sungai karena membuka tanah tersebut (9) |
| HAKTERBIT | Hak seorang penulis atas penerbitan karya tulisnya (Grafika) (9) |
| HAKULADAM | Hak milik perseorangan (9) |
| HAKULAYAT | Hak yang dimiliki suatu masyarakat hukum adat untuk menguasai tanah beserta isinya di lingkungan wilayahnya; hak pertuanan; hak purba (9) |
| HALESOWEN | Kota di Inggris (9) |
| HALILIPAN | Untaian janur menyerupai lipan pada mahkota pengantin Banjar gajah gemuling (Banjar) (9) |
| HALIMBUBU | Pusaran angin (Minangkabau); selembubu (9) |
| HALIMUNAN | Tidak kelihatan (9) |
| HALIMUNEN | Mantra dalam masyarakat Pakpak untuk mendatangkan kabut (Batak) (9) |
| HALISAHAR | Kota di India (9) |
| HALITOSIS | Kelainan berupa mulut atau napas yang berbau busuk (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| HALIWAWAR | Waktu yang menunjukkan kira-kira pukul 03.00—03.30 dini hari, biasanya ditandai dengan kokok ayam beberapa kali (Sunda) (9) |
| HALLOWEEN | Perayaan malam hari raya semua orang Kudus di Kekristenan Barat (9) |
| HALMAHERA | Pulau terbesar di Kepulauan Maluku yang merupakan bagian dari Provinsi Maluku Utara (9) |
| HALOBESAR | Halo di sekitar matahari atau bulan yang berjari-jari sudut 45°, yang bagian dalamnya berwarna merah dan bagian luarnya berwarna biru (9) |
| HALOBULAN | Halo yang terlihat di sekitar bulan (9) |
| HALWAMATA | Tontonan (9) |
| HAMAMATSU | Kota di Jepang (9) |
| HAMAPUTIH | Hama berwarna putih yang menyerang tanaman padi (Nymphula depuctalis) (Botani) (9) |
| HAMAUTAMA | Hama tanaman yang datangnya secara terus-menerus dan yang memerlukan pemberantasan secara terus-menerus dan secara khusus (9) |
| HAMBARAJA | Abdi raja; orang ulur (9) |
| HAMBURGER | Penganan yang terbuat dari daging cacah biasanya daging sapi, yang dibentuk bulat, kemudian dipipihkan dan digoreng dengan mentega atau dipanggang di atas bara, biasanya dimakan sebagai isi roti bulat, diberi daun selada, saus tomat, dan bumbu lain (9) |
| HAMILMUDA | Hamil sebelum tujuh bulan (9) |
| HAMPIRKAN | Hampir akan (9) |
| HANDARUAN | Bunyi yang keras sekali sampai menimbulkan pantulan suara (Sunda) (9) |
| HANKAMNAS | Pertahanan dan keamanan nasional (akronim) (9) |
| HANKAMNEG | Pertahanan keamanan negara (akronim) (9) |
| HANTUBLAU | Ungkapan terhadap sesuatu (tentang keadaan atau individu) yang tidak disukai (9) |
| HANTULAUT | Hantu yang menjaga atau menghuni laut (9) |
| HANTURAYA | Hantu piaraan untuk menjadi pengawal tuannya (9) |
| HAPAHEMAN | Tidak tahu berterima kasih (Sunda) (9) |
| HAPLOLOGI | Penghilangan satu atau dua bunyi secara bersamaan yang berurutan (Linguistik) (9) |
| HAPLOMORF | Tipe simetri yang bagiannya terletak sebaris membentuk spiral pada suatu cembungan setengah bola, misalnya pada bunga teratai (Botani) (9) |
| HAPUNGGUL | Betik (Anabas testudineus) (9) |
| HAPUSBUKU | Penghapusan pinjaman yang macet dari neraca dan dicatat pada rekening administratif (Ekonomi dan Keuangan); pencoretan barang tertentu dari daftar inventaris atau kekayaan (9) |
| HARDAKHAS | Kota di India (9) |
| HARDIKNAS | Hari Pendidikan Nasional (akronim) (9) |
| HARENDONG | Perdu, tinggi mencapai 4 m, tumbuh di tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari, bercabang banyak, daun berwarna hijau berbentuk lonjong berujung lancip, bunganya berwarna ungu kemerahan, buah yang masak berwarna ungu tua dan dapat dimakan, daun yang muda dibuat lalap atau sayur; sekeduduk; keduduk; senggani; senduduk (Melastoma malabathricum) (9) |
| HARGAASLI | Jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli barang (Manajemen) (9) |
| HARGABAKU | Harga yang menjadi dasar harga (9) |
| HARGABELI | Harga pada waktu membeli (9) |
| HARGADIRI | Kesadaran akan berapa besar nilai yang diberikan kepada diri sendiri (9) |
| HARGAGILA | Harga yang terlalu mahal (9) |
| HARGAJADI | Harga yang disepakati sesudah tawar-menawar (9) |
| HARGAJUAL | Harga pada waktu menjual (9) |
| HARGAMATI | Harga yang tidak dapat ditawar lagi (9) |
| HARGAPAGU | Harga maksimal; harga batas tertinggi (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| HARIACARA | Hari pemeriksaan perkara (Hukum) (9) |
| HARIBATAL | Waktu yang ditentukan sebagai batas yang terakhir bagi suatu tuntutan dan sebagainya; hari jatuh (Hukum) (9) |
| HARIBESAR | Hari yang dirayakan untuk memperingati suatu peristiwa penting (9) |
| HARIBULAN | Tanggal (tarikh) (9) |
| HARIBURUH | Hari peringatan kemenangan kaum buruh (tanggal 1 Mei) (9) |
| HARIBURUK | Hari pada waktu terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan seperti kecelakaan, kehilangan; hari nahas; hari sial (9) |
| HARIDEPAN | Masa yang akan datang; hari nanti (9) |
| HARIHISAB | Hari mahsyar; hari kiamat (9) |
| HARIJATUH | Waktu yang ditentukan sebagai batas yang terakhir bagi suatu tuntutan dan sebagainya; hari batal (Hukum) (9) |
| HARIKERJA | Hari untuk bekerja (9) |
| HARIKRIDA | Hari untuk berlatih keterampilan, olahraga, kerajinan tangan, kesenian, dan sebagainya (9) |
| HARILAHIR | Hari ketika dilahirkan ke dunia (9) |
| HARILIBUR | Hari istirahat (tidak bekerja atau bersekolah) (9) |
| HARINAHAR | Hari penyembelihan kurban (pada Iduladha) (9) |
| HARINAHAS | Hari yang menurut perhitungan dianggap kurang baik; hari sial (9) |
| HARINANTI | Masa yang akan datang; hari depan (9) |
| HARINATAL | Hari raya kelahiran Yesus (9) |
| HARIPANEN | Waktu memetik hasil dan buah (9) |
| HARIPEKAN | Hari ketika di pasar ada (banyak) kegiatan jual beli (9) |
| HARITUNAI | Saat ketika pinjaman atau modal penyertaan harus dilunasi (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| HARKITNAS | Hari Kebangkitan Nasional (akronim) (9) |
| HARLINGEN | Kota di Amerika Serikat (9) |
| HARMONIKA | Alat musik tiup dengan lubang-lubang nada berlidah-lidah yang mengeluarkan bunyi karena lidah-lidah itu bergetar pada waktu ditiup (Musik) (9) |
| HARMONIUM | Alat musik gamit seperti orgel kamar, dibunyikan dengan menekan tombol pembuka lidah-lidah yang bergetar karena angin yang dipompa (pedal kaki), banyak dipakai sebagai alat musik pengiring di gereja (Musik); alat musik seperti orgel kecil (Musik) (9) |
| HARPITNAS | Hari terjepit nasional; hari yang berada di antara dua hari libur (9) |
| HARROGATE | Kota di Inggris (9) |
| HARTABEKU | Aset yang tidak bisa digunakan karena tersangkut masalah utang (Hukum) (9) |
| HARUNABAD | Kota di Pakistan (9) |
| HASHIMOTO | Kota di Jepang (9) |
| HASILBAGI | Bilangan yang dihasilkan oleh suatu pembagian (Matematika) (9) |
| HASILBUMI | Semua jenis barang yang dihasilkan dari usaha lingkungan pertanian; hasil pertanian (9) |
| HASILKALI | Bilangan yang dihasilkan oleh suatu perkalian (Matematika) (9) |
| HASILTIGA | Pajak terhadap barang-barang yang dijual di pasar (9) |
| HASTAWARA | Jangka waktu seminggu yang terdiri atas delapan hari (9) |
| HATIKECIL | Perasaan hati sebenarnya (9) |
| HATTINGEN | Kota di Jerman (9) |
| HAUSDARAH | Selalu ingin membunuh orang (kiasan) (9) |
| HAVERHILL | Kota di Amerika Serikat (9) |
| HAWANAFSU | Desakan hati dan keinginan keras (untuk menurutkan hati, melepaskan marah, dan sebagainya) (9) |
| HAWTHORNE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| HEBEFILIA | Kelainan seksual yang menjadikan anak-anak dalam masa purbetas (usia 10—15 tahun) sebagai objek seksual (9) |
| HEDONISME | Pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup (9) |
| HEGEMONIK | Bersifat hegemoni (9) |
| HEILBRONN | Kota di Jerman (9) |
| HELIOFOBI | Sifat makhluk yang selalu berusaha menjauhi sinar matahari (9) |
| HELIOGRAF | Alat perekam penyinaran matahari yang merekam lamanya penyinaran dan memberikan ukuran jumlah penyinaran secara kualitatif; alat untuk membuat isyarat dengan pertolongan sinar matahari dan cermin yang dapat diputar-putar (9) |
| HELIOGRAM | Berita dari (gambar hasil rekaman) heliograf (9) |
| HELIOSFER | Daerah menyerupai gelembung di ruang angkasa yang menyelimuti tata surya dan dipengaruhi oleh angin matahari (Astronomi) (9) |
| HELIOSKOP | Teropong untuk melihat matahari; teropong matahari (untuk mengukur derajat) (9) |
| HELIOTROP | Alat yang memantulkan sinar matahari ke sebuah titik yang jauh (pada pengukuran derajat untuk memberi isyarat); tumbuhan yang mengarahkan dirinya ke matahari; tanaman hias berbunga kecil-kecil berwarna putih atau kebiru-biruan (Heliotropium peruvianum); batu permata hijau dengan bercak-bercak merah; ungu kemerah-merahan (9) |
| HELISITAS | Kosinus sudut antara arah spin dan arah pusa-sudut edaran (Fisika) (9) |
| HEMAFOBIA | Fobia terhadap darah atau perdarahan; hematofobia (Psikologi) (9) |
| HEMATOKEL | Pembengkakan yang disebabkan oleh penumpukan darah dalam rongga tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| HEMATOLOG | Dokter ahli dalam ilmu yang berkenaan dengan sel darah, organ pembentuk darah, dan kelainan yang berhubungan dengan sel serta organ pembentuk darah; ahli hematologi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| HEMBALANG | Mengumbar; melempar (9) |
| HEMIPTERA | Serangga dengan mulut berbentuk seperti jarum untuk menusuk dan kemudian menghisap cairan makanannya, memiliki sayap depan yang bagian pangkalnya keras spt kulit dan bagian belakangnya tipis seperti membran; kepik (9) |
| HEMOFILIA | Penyakit yang darah penderitanya cenderung tidak mau membeku sehingga akan terus-menerus mengalir apabila terluka (biasanya bersifat turun-temurun) (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| HEMOFILIK | Berkaitan dengan hemofilia; hemofiliak (9) |
| HEMOFOBIA | Fobia terhadap darah (Psikologi) (9) |
| HEMOLISIN | Kumpulan hasil metabolisme bakteri yang dapat menyebabkan hemolisis, berada secara normal dalam serum darah atau dihasilkan selama imunisasi (Kimia) (9) |
| HEMOLISIS | Penghancuran dinding sel darah merah sehingga menyebabkan plasma darah yang tidak berwarna menjadi merah (Biologi) (9) |
| HEMORAGIK | Berkaitan dengan hemoragi (9) |
| HEMPSTEAD | Kota di Amerika Serikat (9) |
| HENDAKKAN | Ingin akan memiliki (mengambil dan sebagainya) (9) |
| HENDAKLAH | Seharusnya; mudah-mudahan (9) |
| HENDERSON | Kota di Amerika Serikat (9) |
| HEPATITIS | Radang hati (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| HEPINGJIE | Kota di Cina (9) |
| HERBARIUM | Sekumpulan contoh tumbuhan yang dikeringkan (diawetkan), diberi nama, disimpan, dan diatur berdasarkan sistem klasifikasi, digunakan dalam penelitian botani; kotak, kamar, atau gedung untuk menyimpan kumpulan contoh tumbuhan yang dikeringkan (diawetkan), disimpan dan diklasifikasikan, digunakan dalam penelitian botani (9) |
| HERBISIDA | Bahan kimia untuk membunuh atau memusnahkan tumbuhan pengganggu atau gulma (9) |
| HEREDITAS | Penurunan sifat genetik dari orang tua ke anak (9) |
| HEREDITER | Menurun secara genetik dari orang tua kepada anak (9) |
| HERIDITER | Penyakit turunan (9) |
| HERVEYBAY | Kota di Australia (9) |
| HETERODIN | Efek bayangan yang dihasilkan oleh pengimpitan dua gelombang yang berlainan frekuensinya (9) |
| HETEROFIL | Bersifat memberikan reaksi melalui serum dengan mengeluarkan antigen dari spesies lain (9) |
| HETEROFIT | Tumbuhan rendah yang tidak mempunyai klorofil yang hidupnya menumpang secara parasit pada tumbuhan hidup lain atau secara saprofit pada tumbuhan atau hewan mati (9) |
| HETEROGEN | Terdiri atas berbagai unsur yang berbeda sifat atau berlainan jenis; beraneka ragam (9) |
| HETERONIM | Salah satu dari dua kata atau lebih yang dieja sama, tetapi bermakna lain (Linguistik) (9) |
| HETEROSIS | Hasil pengembangbiakan antarindividu yang memiliki pertalian keluarga yang jauh (9) |
| HEURISTIK | Berkaitan dengan formulasi yang biasanya spekulatif, berfungsi sebagai panduan dalam penyelidikan atau pemecahan masalah; berkaitan dengan metode pendidikan yang pemelajarannya berlangsung melalui penemuan berdasarkan pencarian oleh siswa atau pengalaman siswa sendiri; seni atau ilmu yang berhubungan dengan penemuan; kajian dan penerapan metode atau prosedur analitis yang dimulai dengan perkiraan yang tepat dan mengecek ulang sebelum memberi kepastian; bersifat heuristis (9) |
| HEURISTIS | Bersangkutan dengan prosedur analitis yang dimulai dengan perkiraan yang tepat dan mengecek ulang sebelum memberi kepastian (Linguistik) (9) |
| HIBERNASI | Keadaan istirahat atau tidur pada binatang selama musim dingin (Zoologi); tidak aktif; mati sementara untuk menghemat baterai (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| HIBUALAMO | Rumah adat di Halmahera Utara, berbentuk segi lima (pentagon), digunakan sebagai tempat musyawarah (9) |
| HICETNUNC | Di sini dan sekarang (juga) (ungkapan/Latin) (9) |
| HIDRAULIS | Mempunyai sifat menggerakkan melalui air atau zat cair; digerakkan oleh tenaga air (9) |
| HIDRAZINA | Cairan kimia berwarna, bersifat korosif, digunakan untuk bahan bakar roket (Kedirgantaraan) (9) |
| HIDROFILI | Orang yang sangat tertarik pada air (Psikologi); penyerbukan bunga yang terlaksana dengan bantuan air (arus atau aliran air) (Biologi); zat yang menyukai air (Kimia) (9) |
| HIDROFOIL | Lempeng yang terpasang pada lunas atau perut perahu untuk mengangkat tubuh perahu keluar dari air pada waktu berlayar sehingga perahu dapat melaju lebih cepat; perahu yang menggunakan hidrofoil (9) |
| HIDROGRAF | Alat untuk merekam kelembapan udara (9) |
| HIDROGRAM | Gambar rekaman yang diperoleh dengan alat hidrograf (9) |
| HIDROKORI | Dipencarkan dengan bantuan air, misalnya biji kelapa (Biologi) (9) |
| HIDROKSIL | Radikal valensi satu OH, yang pada penggabungan dengan radikal lain membentuk hidroksida (Kimia) (9) |
| HIERARKIS | Bersifat hierarki (9) |
| HIEROGLIF | Tulisan dan abjad Mesir Kuno, yang terdiri atas 700 gambar dan lambang dalam bentuk manusia, hewan, atau benda; lambang tulisan (menyerupai gambar paku) yang bersifat rahasia atau teka-teki yang sukar dibaca atau dipahami maknanya (9) |
| HIETOGRAF | Peta yang menunjukkan kawasan sebaran curah (9) |
| HIGHATLAS | Pegunungan yang menjadi pusat gempa bumi di Maroko pada hari Jumat, 8 September 2023 (9) |
| HIGHPOINT | Kota di Amerika Serikat (9) |
| HIGROFILI | Orang yang sangat senang tinggal di lingkungan yang dekat dengan air atau sungai (Psikologi) (9) |
| HIGROGRAF | Higrometer yang mampu mengadakan pengamatan kelembapan udara terus-menerus secara tercatat (9) |
| HIGROGRAM | Rekaman yang dibuat oleh higrograf (Meteorologi) (9) |
| HIGROSKOP | Alat untuk mencatat perubahan banyaknya air dalam udara (9) |
| HIJAUDAUN | Hijau muda (seperti warna daun) (9) |
| HIJAUMUDA | Hijau keputih-putihan (seperti warna daun yang muda); hijau daun (9) |
| HILEFOBIA | Fobia terhadap epilepsi (Psikologi) (9) |
| HILLSBORO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| HILOFAGUS | Bersifat pemakan kayu (seperti rayap) (9) |
| HILOFOBIA | Fobia terhadap hutan (Psikologi) (9) |
| HILVERSUM | Kota di Belanda (9) |
| HIMIMACHI | Kota di Jepang (9) |
| HINDUISME | Paham yang berdasarkan ajaran agama Hindu (9) |
| HIPANTIUM | Dasar bunga yang bentuknya cekung seperti mangkuk, seperti pada bunga mawar (Botani) (9) |
| HIPERBOLA | Dua lengkungan terpisah yang merupakan perpotongan permukaan kerucut lingkar dengan bidang datar (Matematika); himpunan titik-titik yang selisih jaraknya terhadap dua titik tetap adalah konstan (Matematika) (9) |
| HIPEREMIA | Kelebihan darah pada suatu bagian tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| HIPERFAGI | Kondisi nafsu makan berlebih (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| HIPERGAMI | Adat perkawinan dalam sistem kasta yang mendorong agar seorang gadis menikah dengan seorang pria dari kastanya sendiri atau dengan pria dari kasta yang lebih tinggi (Antropologi) (9) |
| HIPERNOVA | Ledakan supernova berenergi sangat besar melebihi supernova biasa, diduga berasal dari ledakan sinar gama yang sangat cerlang dan berdurasi panjang (Astronomi) (9) |
| HIPEROPIA | Keadaan dapat melihat dari jarak jauh lebih baik daripada dari jarak dekat (umumnya terjadi pada orang tua); rabun dekat; hipermetropia (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| HIPERTAUT | Hubungan antara elemen kata, simbol, gambar dan sebagainya dalam dokumen hiperteks dengan dokumen hiperteks yang sama atau berbeda; pranala (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari hyperlink (9) |
| HIPERTEKS | Sistem penyimpanan gambar, teks, dan berkas komputer yang memberikan hubungan langsung dengan teks, gambar, bunyi, dan data tertentu (9) |
| HIPOBARIK | Kondisi tekanan udara rendah (9) |
| HIPOFILIA | Perasaan sayang yang berlebihan pada kuda (Psikologi) (9) |
| HIPOFISIS | Kelenjar kecil di sebelah bawah otak yang mengeluarkan getah, menghasilkan bermacam-macam hormon yang perlu sekali untuk pertumbuhan badan dan perjalanan kelenjar-kelenjar lain (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| HIPOFOBIA | Ekuinofobia (Psikologi) (9) |
| HIPOGESIA | Keadaan berkurangnya kemampuan untuk merasakan berbagai rasa (manis, pahit, asam, dan asin) (9) |
| HIPOKOTIL | Bagian bakal batang pada kecambah di bawah kotiledon (Botani) (9) |
| HIPOKRISI | Kemunafikan (9) |
| HIPOMANIA | Depresi akut (Psikologi) (9) |
| HIPOTENAR | Kelompok otot di dasar dan bertindak atas jari kelingking (Olahraga) (9) |
| HIPOTENSI | Tekanan darah rendah (9) |
| HIPOTESIS | Sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan; anggapan dasar (9) |
| HIPOTETIS | Berdasarkan hipotesis; tidak berdasarkan suatu pengetahuan; dugaan; sangkaan (9) |
| HIPOTONIK | Mempunyai tekanan osmosis lebih rendah daripada larutan lain yang menjadi pembandingnya karena konsentrasi ion yang dikandungnya lebih rendah (Kimia) (9) |
| HIRATSUKA | Kota di Jepang (9) |
| HIROSHIMA | Kota di Jepang yang dibom atom pada 6 Agustus 1945 (9) |
| HISTAMINA | Basa organik yang mampu menurunkan tekanan darah (Kimia) (9) |
| HISTIDINA | Hablur keping tanpa warna dari asam amino yang ditemukan dalam protein dan merupakan penyusun penting makanan hewan (Kimia) (9) |
| HISTOGENI | Pengetahuan tentang susunan jaringan pada tumbuh-tumbuhan dan hewan (9) |
| HISTOGRAM | Diagram balok; grafik statistik distribusi frekuensi yang digambarkan oleh empat persegi panjang vertikal dengan ketinggian berbeda yang proporsional dengan frekuensi yang terkait (Statistik); grafik yang menggambarkan distribusi data dalam bentuk empat persegi panjang atau garis dalam dua dimensi (9) |
| HISTOLOGI | Ilmu tentang susunan jaringan tubuh dan bagian benda hidup yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop; ilmu jaringan tubuh (9) |
| HITAMUSAM | Hitam yang tidak berseri (kotor) (9) |
| HITERGRAF | Diagram iklim dengan unsur meteorologi suhu dan kelembapan atau suhu dan curah hujan (9) |
| HIUHIDUNG | Hiu, panjang 4 m, pemakan manusia, hidup di perairan tropis dan subtropis (Carcharinus glaucus) (9) |
| HIUPARANG | Hiu yang moncongnya sangat panjang dan bergigi seperti gergaji; hiu gergaji; todak (9) |
| HOBOFOBIA | Fobia terhadap pengangguran atau pengemis (Psikologi) (9) |
| HODOFOBIA | Fobia terhadap jalan darat (Psikologi) (9) |
| HODOMETER | Alat berupa jam yang biasanya dipakai untuk mengukur jarak yang telah ditempuh (dengan berjalan kaki dengan cara mencatat setiap langkah pejalan kaki itu); pedometer (9) |
| HOLOENZIM | Enzim aktif yang sempurna, terdiri atas apoenzim dan koenzim (9) |
| HOLOFITIK | Kemampuan makhluk membentuk senyawa organik dari unsur-unsur mineral dengan fotosintesis seperti tumbuhan tinggi (Biologi) (9) |
| HOLOGAMET | Gamet yang berukuran sama dengan induknya (terdapat pada jenis protozoa) (Zoologi) (9) |
| HOLOGRAFI | Teknik untuk merekam dan merekonstruksi agihan amplitudo dan fase suatu gangguan gelombang, banyak dipakai untuk membentuk bayangan optis trimatra (Fisika) (9) |
| HOMEOPATI | Pengobatan penyakit dengan dosis kecil ekstrak bahan alami (tumbuhan, hewan, mineral) yang dapat menimbulkan gejala penyakit yang sama jika diberikan pada orang sehat dalam dosis besar (9) |
| HOMESTEAD | Kota di Amerika Serikat (9) |
| HOMOFABER | Manusia yang tahu teknik (ungkapan/Latin) (9) |
| HOMOFOBIA | Fobia terhadap sesama jenis (Psikologi) (9) |
| HOMOFOBIK | Berkaitan dengan homofobia (9) |
| HOMOGRAFI | Hubungan antara homograf (9) |
| HOMOITERM | Organisme atau makhluk hidup yang memiliki suhu tubuh relatif tinggi atau biasa disebut hewan berdarah panas (Biologi) (9) |
| HOMOLISIS | Penguraian dengan terbelahnya suatu ikatan menjadi dua bagian, dilihat dari segi muatan listriknya yang sama (Kimia) (9) |
| HOMONOVUS | Tokoh baru (ungkapan/Latin); orang kaya baru (ungkapan/Latin) (9) |
| HOMOPAUSE | Puncak homosfer atau paras perubahan antara homosfer dan heterosfer (Hidrometeorologi) (9) |
| HOMOSPORA | Yang memiliki hanya satu macam spora (Botani) (9) |
| HOMOSPORI | Keadaan hanya dibentuknya satu tipe spora oleh suatu jenis, misalnya pada tumbuhan berpembuluh takberbiji (Botani) (9) |
| HOMOZIGOT | Zigot atau individu yang terbentuk dari gamet yang sama atau homolog yang mengandung gen yang sama (Biologi) (9) |
| HONGJIANG | Kota di Cina (9) |
| HONGSEONG | Kota di Korea Selatan (9) |
| HONORIFIK | Berkenaan dengan penggunaan ungkapan penghormatan dalam bahasa untuk menyapa orang tertentu (Linguistik) (9) |
| HOOFDDORP | Kota di Belanda (9) |
| HOPKANTOR | Kantor besar (Belanda) (9) |
| HOPLOFILI | Orang yang mempunyai ketertarikan seksual pada pistol atau senjata api (Psikologi) (9) |
| HORIZONTE | Kota di Brasil (9) |
| HORTALEZA | Kota di Spanyol (9) |
| HOTELKOTA | Hotel yang terletak di pusat kota dan kebanyakan pengunjungnya wisatawan (9) |
| HOTELTIRA | Hotel pantai (9) |
| HUAICHENG | Kota di Cina (9) |
| HUAMANTLA | Kota di Meksiko (9) |
| HUANGGANG | Kota di Cina (9) |
| HUANGNIHE | Kota di Cina (9) |
| HUANGSHAN | Kota di Cina (9) |
| HUANGZHOU | Kota di Cina (9) |
| HUDAIBIAH | Perjanjian yang dilakukan antara Nabi Muhammad saw. dengan kaum musyrik Makkah yang terjadi pada tahun keenam Hijriah (9) |
| HUJANASAM | Air hujan yang mengandung asam (9) |
| HUJANBATU | Banyak batu yang berjatuhan; hujan es (9) |
| HUJANBEKU | Hujan yang tetesan airnya membeku setelah menyentuh permukaan tanah, benda di permukaan bumi, atau pesawat terbang yang sedang terbang (9) |
| HUJANLALU | Hujan yang hanya sebentar (9) |
| HUJANLARI | Hujan lalu (9) |
| HUJANSURI | Jumlah curahan yang kurang dari 0,005 inci atau 0,1 mm (Hidrometeorologi) (9) |
| HUKUMADAT | Hukum yang tidak tertulis (berdasarkan adat) (9) |
| HUKUMALAM | Ketentuan menurut kodrat alam (9) |
| HUKUMFITT | Hukum yang menentukan waktu gerakan untuk tindakan yang memiliki tujuan ketika jarak untuk bergerak dan ukuran target diketahui (Olahraga) (9) |
| HUKUMLAUT | Hukum dan undang-undang yang berhubungan dengan laut (9) |
| HULANERGI | Kota di Cina (9) |
| HULUHILIR | Hulu dan hilir; ujung pangkal (9) |
| HULULEDAK | Peranti eksplosif yang biasa dipakai dalam konflik militer untuk menghancurkan kendaraan atau gedung musuh, biasanya ditempelkan pada sebuah rudal, roket, atau torpedo (9) |
| HUMAAKUAN | Lingkungan tanah milik perseorangan (9) |
| HUMANIORA | Ilmu pengetahuan yang meliputi filsafat, hukum, sejarah, bahasa, sastra, seni, dan sebagainya; makna intrinsik nilai-nilai humanisme; rubrik di harian Kompas tentang ilmu pengetahuan yang meliputi filsafat, hukum, sejarah, bahasa, sastra, dan seni (9) |
| HUMANISME | Aliran yang bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yang lebih baik; paham yang menganggap manusia sebagai objek studi terpenting; aliran zaman Renaissance yang menjadikan sastra klasik (dalam bahasa Latin dan Yunani) sebagai dasar seluruh peradaban manusia; kemanusiaan (9) |
| HUMANITAS | Kodrat manusia; perikemanusiaan (9) |
| HUMANITER | Bersifat kemanusiaan (9) |
| HUMIDITAS | Ukuran derajat kelengasan udara (Fisika) (9) |
| HUMUSALFA | Campuran senyawa organik berwarna gelap yang dipekatkan dari tanah dengan larutan alkali encer dan kemudian diendapkan dengan mengasamkan larutan itu (9) |
| HUMUSANAM | Humus yang berasal dari tumbuhan pakis (9) |
| HUNEDOARA | Kota di Rumania (9) |
| HURUFAKIK | Huruf cetak yang kecil-kecil (9) |
| HURUFAWAL | Huruf pertama dari kalimat pertama pada halaman baru, dan disusun dengan huruf kapital yang bagus, biasanya terdapat pada buku-buku bacaan yang bermutu (9) |
| HURUFHIAS | Huruf yang digunakan sebagai daya tarik, biasanya berukuran besar; huruf pameran (9) |
| HURUFJAWI | Huruf Arab yang dipakai untuk menuliskan teks dalam bahasa Melayu; huruf Arab Melayu (9) |
| HURUFMATI | Huruf konsonan (9) |
| HUTANADAT | Hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat (9) |
| HUTANALAM | Hutan yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia, memiliki berbagai jenis pohon campuran dan dari segala umur (9) |
| HUTANASLI | Hutan yang belum pernah dijamah oleh manusia; hutan perawan; rimba perawan (Kehutanan) (9) |
| HUTANKOTA | Sebidang lahan dalam kota, baik tanah milik negara maupun tanah hak milik yang ditumbuhi pepohonan yang rapat menyerupai hutan, yang membentuk iklim mikro dan memiliki satu atau beberapa fungsi (Kehutanan) (9) |
| HUTANMUDA | Hutan yang ditumbuhi pohon baru; hutan yang belum pernah diolah (dimanfaatkan produknya) (9) |
| HUTANRAWA | Hutan yang tumbuh dan berkembang pada kawasan yang selalu tergenang air tawar, baik musiman maupun sepanjang tahun, biasanya ditumbuhi tanaman kayu sejenis nipah (Kehutanan) (9) |
| HYDERABAD | Kota di India dan Pakistan (9) |
| IANANTONO | Gitaris God Bless sejak tahun 1974 (9) |
| IANKASELA | Vokalis grup musik Radja (9) |
| IBNUSABIL | Orang yang berada dalam perjalanan, tidak bertujuan untuk berbuat maksiat atau dosa, dan jauh dari sanak saudara (Agama Islam) (9) |
| IBTIDAIAH | Tingkat dasar (tentang madrasah) (9) |
| IBUANGKAT | Perempuan yang mengambil dan memelihara anak orang lain; ibu dari anak angkat (9) |
| IBUBAPTIS | Wanita yang bertindak sebagai pelindung pada waktu upacara pembaptisan (Agama Kristen) (9) |
| IBUNABADI | Lapisan tanah atau bebatuan yang suhunya selalu berada di bawah 00C sekurang-kurangnya selama beberapa tahun (Hidrometeorologi) (9) |
| IBUNEGARA | Istri kepala negara; istri presiden (9) |
| IBUNEGERI | Kota yang menjadi pusat pemerintahan; ibu kota (9) |
| IBUNTANAH | Embun pada permukaan bumi (9) |
| IBUPUNGUT | Wanita yang dalam upacara tertentu bertindak sebagai ibu (9) |
| IBUSUNGAI | Sungai yang besar dan bercabang-cabang (9) |
| IBUTANGAN | Ibu jari tangan (9) |
| IBUTANGGA | Bambu (kayu) yang diberi anak tangga; bagian tangga yang dipakai sebagai pegangan ketika dipanjat (9) |
| IDAHGELAP | Pemberian sebagai ikatan untuk bergendak saja (9) |
| IDEALISME | Aliran ilmu filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal yang benar yang dapat dicamkan dan dipahami; hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yang dianggap sempurna; aliran yang mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan (Sastra) (9) |
| IDEMDITTO | Sama dengan yang tersebut di atas; sama dengan sebelumnya (ungkapan/Latin) (9) |
| IDENTITAS | Jati diri (9) |
| IDEOFOBIA | Fobia terhadap ide atau pendapat (Psikologi) (9) |
| IDEOGRAFI | Gambaran gagasan atau pikiran dalam bentuk lambang (9) |
| IDEOLOGIS | Menyangkut atau berkenaan dengan ideologi (9) |
| IDIOMATIS | Menyangkut idiom; secara idiom; sesuai dengan kekhususan bahasa (9) |
| IDIRAYEUK | Ibu kota Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh (9) |
| IDOLISASI | Kondisi ketika seorang duda atau janda berusaha mengesankan bahwa pasangannya yang sudah meninggal lebih hebat daripada kenyataannya saat masih hidup (9) |
| IDULFITRI | Hari raya umat Islam yang jatuh pada 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan; lebaran; dirayakan setiap tanggal 1 Syawal (9) |
| IGBARAODO | Kota di Nigeria (9) |
| IJABKABUL | Jual beli; kontrak-mengontrak; akad nikah (9) |
| IJABNIKAH | Pernikahan (9) |
| IJALUNGGI | Songket berbahan dasar sutra dengan motif garis-garis horizontal (Aceh) (9) |
| IJEBUIGBO | Kota di Nigeria (9) |
| IJEBUJESA | Kota di Nigeria (9) |
| IJTIMAIAH | Berkenaan dengan masyarakat (9) |
| IKANBADUT | Ikan laut yang ukurannya mencapai 11 cm, hidup di perairan karang tropis dengan kedalaman 1–15 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat, Samudra Hindia bagian Timur, termasuk Pulau Andaman dan Nikobar, Thailand, Semenanjung Malaya, dan Australia hingga Singapura, Indonesia dan Filipina; di wilayah utara hingga Thailand dan Kepulauan Ryukyu; ikan inggu; ikan badu; ikan badut; ikan poleng (Amphiphrion ocellaris) (9) |
| IKANBAKAR | Ikan yang dipanggang di atas api (9) |
| IKANBASAH | Ikan yang tidak diberi garam dan tidak dikeringkan; ikan segar (9) |
| IKANBILIH | Ikan yang hanya hidup di Danau Singkarak, bertubuh kecil, sisik berwarna perak (Mystacoleucus padangensis) (Zoologi/Minangkabau) (9) |
| IKANBULAN | Sejenis haring (Megalops cypainoides) (9) |
| IKANDARAT | Ikan air tawar (9) |
| IKANDASAR | Ikan laut yang hidup di atas atau dekat dasar laut (9) |
| IKANGAJAH | Ikan paus (9) |
| IKANKAPAS | Ikan laut (Gerres) (9) |
| IKANKAWAL | Ikan laut yang panjangnya dapat mencapai 0,5 m, biasanya mengiringi ikan hiu dengan berenang di dekat sirip punggung ikan hiu dan makanannya ikan kecil-kecil (Naucratus ductur) (9) |
| IKANKAWAN | Ikan yang hanya hidup di Danau Lut Tawar, bertubuh kecil, berwarna perak, perut besar (Proputius tawarensis) (Zoologi/Aceh) (9) |
| IKANKUTUK | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya bulat memanjang dengan pola garis menyudut, berwarna perak dan kehitaman di bagian atas, tersebar di perairan Pakistan, Thailand, Cina bagian selatan, dan Indonesia (Channa striata) (9) |
| IKANLAYAK | Ikan yang dibelah menurut tulang belakangnya, lalu dikeringkan (9) |
| IKANLODAN | Ikan paus (9) |
| IKANMUARA | Ikan yang hidup di muara, sangat toleran pada perubahan kadar garam dan perubahan suhu (9) |
| IKANPIPIH | Ikan yang bentuk tubuhnya simetris dengan kedua mata pada tiap sisi kepala, termasuk subkelas Pelacopterygii, kelas Astcichtyes (9) |
| IKANPUPUT | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, ukurannya dapat mencapai 30 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, terdapat gigi pada rahang atas, rahang bawah mengarah ke atas, awal sirip dubur di bawah awal sirip punggung, pinggiran perut bergerigi, warnanya keperakan, tersebar di Jawa; ikan puput (Ilisha pristigastroides); kapak (9) |
| IKANRUCAH | Ikan yang tidak diinginkan berada di kolam pemeliharaan; ikan yang nilai ekonomisnya rendah (9) |
| IKANSALAI | Ikan yang dikeringkan di atas api (dipanggang atau diasapi) (9) |
| IKANSEMAH | Ikan air tawar yang badannya bulat, panjang, dan sisiknya besar-besar (9) |
| IKANSETAN | Ikan laut yang menyerupai kalajengking (9) |
| IKATKOLAM | Tepi kolam, terbuat dari kayu (9) |
| IKLANBLOK | Iklan berukuran besar yang memuat gambar-gambar dengan narasi yang tersusun baik (Ilmu Komunikasi) (9) |
| IKLANBUTA | Iklan mini yang tidak menyebutkan identitas pemasang iklan (Ilmu Komunikasi) (9) |
| IKLANMINI | Iklan baris (9) |
| IKLIMMESO | Iklim di daerah sempit di atas permukaan bumi (9) |
| IKLIMSUAI | Iklim yang disesuaikan dengan keperluan tertentu, diperoleh melalui proses ventilasi, pendinginan, dan sebagainya (9) |
| IKLIMSUHU | Iklim dengan empat musim yang sudah jelas, musim dingin yang dingin dan musim panas yang sejuk (Meteorologi) (9) |
| IKONOGRAF | Ahli ikonografi (9) |
| IKTIOLOGI | Pengkajian mengenai ikan (9) |
| IKUTSERTA | Turut (bekerja, makan, dan sebagainya) bersama-sama (9) |
| ILIOUPOLI | Kota di Yunani (9) |
| ILMUAGAMA | Pengetahuan tentang ajaran (sejarah dan sebagainya) agama; teologi (9) |
| ILMUAKAID | Pengetahuan tentang keyakinan dan kepercayaan (9) |
| ILMUBAHAS | Bagian filsafat yang berkenaan dengan berpikir dan sebagainya (9) |
| ILMUBATIN | Pengetahuan mengenai jiwa dan segala yang gaib; ilmu suluk (9) |
| ILMUBAYAN | Pengetahuan tentang berbagai arti dan maksud yang termuat di dalam Al-Qur'an (9) |
| ILMUBEDAH | Pengetahuan tentang membedah (mengoperasi) bagian tubuh (9) |
| ILMUCUACA | Ilmu iklim (9) |
| ILMUDASAR | Ilmu tentang asas-asas hal yang diteliti (9) |
| ILMUDUNIA | Pengetahuan atau kepandaian untuk mencari kehidupan di dunia (9) |
| ILMUFALAK | Ilmu tentang matahari, bulan, bintang, dan planet-planet lain; astronomi (9) |
| ILMUFIKIH | Pengetahuan tentang kewajiban yang diperintahkan oleh agama Islam; ilmu tentang hukum syarak (9) |
| ILMUGAJAH | Mantra untuk menjinakkan gajah (9) |
| ILMUHAYAT | Ilmu tentang keadaan dan sifat makhluk hidup (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan); biologi (9) |
| ILMUHEWAN | Ilmu tentang kehidupan binatang dan pembuatan klasifikasi aneka macam bentuk binatang di dunia; zoologi (9) |
| ILMUHISAB | Ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan; ilmu hitung; matematika (9) |
| ILMUHITAM | Pengetahuan tentang kebatinan yang berhubungan dengan pekerjaan setan atau pekerjaan mencelakakan orang (seperti membuat orang gila, mencuri dengan bantuan makhluk halus) (9) |
| ILMUHUKUM | Ilmu tentang aturan, norma kehidupan masyarakat, serta adat istiadat yang dibuat oleh penguasa dalam suatu masyarakat (Antropologi); pengetahuan tentang hukum (undang-undang dan sebagainya) (9) |
| ILMUIKLIM | Ilmu tentang sebab terjadinya, ciri, dan pengaruh iklim terhadap bentuk fisik dan kehidupan di berbagai negeri yang berbeda; klimatologi (Geografi dan Geologi) (9) |
| ILMUKALAM | Ilmu tentang keesaan Allah; ilmu usuludin; ilmu tauhid (9) |
| ILMUKIMIA | Ilmu tentang unsur dan ciri-ciri zat, serta reaksi yang menyebabkan timbulnya zat-zat baru (9) |
| ILMUMAANI | Pengetahuan tentang mengarang dan berpidato dengan baik (9) |
| ILMUPANAS | Ilmu tentang pemakaian kekuatan gaib; ilmu gaib (teluh, tuju, dan sebagainya); ilmu sihir (9) |
| ILMUPASTI | Pengetahuan mengenai ruang dan bilangan (seperti aljabar, ilmu ukur) (9) |
| ILMUPELET | Ilmu pemikat (9) |
| ILMUPISAH | Ilmu tentang unsur dan ciri-ciri zat, serta reaksi yang menyebabkan timbulnya zat-zat baru; ilmu kimia (9) |
| ILMUPUTIH | Ilmu batin yang digunakan untuk melawan ilmu hitam (untuk mengobati orang sakit, orang kena guna-guna, mengusir setan, dan sebagainya) (9) |
| ILMURACUN | Pengetahuan mengenai pembuatan dan penawaran racun (9) |
| ILMUSAKTI | Ilmu tentang kekuatan yang dimiliki oleh seseorang yang didorong oleh tenaga gaib (9) |
| ILMUSALIK | Pengetahuan yang berkenaan dengan usaha mendekatkan diri kepada Tuhan; ilmu suluk; ilmu sufi; tasawuf (9) |
| ILMUSARAF | Ilmu pengetahuan tentang bentuk luar dan susunan makhluk hidup; morfologi (9) |
| ILMUSERUM | Pengetahuan tentang hal, sifat, dan reaksi serum darah serta cara mengobati penyakit dengan berbagai serum (9) |
| ILMUSIHIR | Ilmu tentang pemakaian kekuatan gaib; ilmu gaib (teluh, tuju, dan sebagainya); ilmu panas (9) |
| ILMUSULUK | Pengetahuan yang berkenaan dengan usaha mendekatkan diri kepada Tuhan; ilmu sufi; ilmu salik; tasawuf (9) |
| ILMUTABII | Ilmu alam (fisika) (9) |
| ILMUTITEN | Ilmu yang mengandalkan kepekaan alam pikiran dan batin dalam menafsirkan gejala alam (9) |
| ILMUUDARA | Pengetahuan mengenai keadaan udara (9) |
| ILMUUSAHA | Ilmu tentang cara mengombinasikan faktor produksi dalam mengusahakan suatu tanaman atau ternak supaya memperoleh keuntungan maksimal dan terus-menerus (9) |
| ILUMINANS | Penerangan (dengan sinar matahari atau sinar buatan, seperti lampu hias); iluminasi (9) |
| ILUMINASI | Penerangan (dengan sinar matahari atau sinar buatan, seperti lampu hias); iluminans (9) |
| ILUSIONIS | Orang yang membuat ilusi; tukang sulap (9) |
| ILUSTRASI | Gambar (foto, lukisan) untuk membantu memperjelas isi buku, karangan, dan sebagainya (Grafika); gambar, desain, atau diagram untuk penghias (halaman sampul dan sebagainya) (Grafika); penjelasan tambahan berupa contoh, bandingan, dan sebagainya untuk lebih memperjelas paparan (tulisan dan sebagainya) (Grafika) (9) |
| IMAJINASI | Daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; khayalan (9) |
| IMAMOLOGI | Ilmu tentang keimaman (9) |
| IMATERIEL | Segala sesuatu yang bersifat nonmateri (9) |
| IMBALBELI | Interaksi antara penjual dan pembeli dengan jalan saling membeli produk dengan jumlah yang imbang (9) |
| IMPARSIAL | Tidak berhubungan atau merupakan bagian dari keseluruhan; tidak berpihak; tidak memihak (Hukum) (9) |
| IMPEDANSI | Nisbah antara beda potensial elektrik pada ujung-ujung suatu komponen dan arus yang melalui komponen tersebut (Fisika); impedans (9) |
| IMPERATIF | Bersifat memerintah atau memberi komando; mempunyai hak memberi komando; bersifat mengharuskan; bentuk perintah untuk kalimat atau verba yang menyatakan larangan atau keharusan melaksanakan perbuatan (Linguistik) (9) |
| IMPLIKASI | Keterlibatan atau keadaan terlibat; yang termasuk atau tersimpul; yang disugestikan, tetapi tidak dinyatakan (9) |
| IMPORTASI | Pemasukan barang impor (9) |
| IMPOTENSI | Perihal lemah syahwat; keadaan tidak bertenaga (9) |
| IMPROMPTU | Dibuat atau dilakukan tanpa persiapan atau secara spontan (ungkapan/Prancis) (9) |
| IMPUNITAS | Keadaan tidak dapat dipidana, nirpidana (9) |
| IMPURITAS | Substansi yang tidak diinginkan dalam bahan baku atau material; ketakmurnian (9) |
| IMUNISASI | Upaya pengebalan (terhadap penyakit) melalui penyuntikan vaksin agar tubuh membuat antibodi untuk mencegah penyakit tertentu; pengimunan (Kedokteran dan Fisiologi); inokulasi (Psikologi) (9) |
| IMUNOASAI | Teknik untuk mengukur jumlah antigen dan antibodi dalam jaringan (Biologi) (9) |
| IMUNOLOGI | Ilmu tentang kekebalan (daya tahan) tubuh terhadap infeksi dan penyakit (9) |
| INANWATAN | Suku bangsa yang mendiami daerah Kepala Burung, Papua Barat; bahasa yang dituturkan oleh suku Inanwatan dan Suabo; bahasa Suabo (9) |
| INAPLAJAK | Tamu hotel yang menempati kamarnya lebih lama daripada yang direncanakan (9) |
| INAPSULIH | Situasi ketika tamu grup yang berasal dari biro perjalanan atau perusahaan datang dan pergi secara bergantian dan berkelanjutan sehingga tidak pernah ada kamar kosong (Perhotelan) (9) |
| INCABINCA | Kacau balau (9) |
| INCOGNITO | Dengan menyembunyikan jati dirinya; secara menyamar (ungkapan/Italia) (9) |
| INDEBITUM | Pembayaran yang dilakukan karena adanya kekhilafan, yakni menyangka adanya utang padahal tidak ada (Hukum) (9) |
| INDIGENOS | Pribumi; asli; ikan asli yang terdapat di suatu daerah (Perikanan) (9) |
| INDIGESTI | Ketidaknyamanan perut (lambung) setelah mengonsumsi makanan; dispepsia (Ilmu Gizi) (9) |
| INDIKATIF | Bersifat atau mengandung indikasi; berhubungan dengan bentuk verba yang menggambarkan keadaan nyata (Linguistik) (9) |
| INDIKATOR | Sesuatu yang dapat memberikan (menjadi) petunjuk atau keterangan (9) |
| INDOCHINA | Nama yang mengacu pada wilayah sebelah timur India dan sekitar selatan atau barat daya China, merupakan kombinasi dari nama India dan China (9) |
| INDOLENSI | Kelesuan; kelambanan berpikir (9) |
| INDONESIA | Nama negara kepulauan di Asia Tenggara yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia; bangsa, budaya, bahasa yang ada di negara Indonesia; negara yang dijuluki ”Zamrud Khatulistiwa” (9) |
| INDRALAYA | Ibu kota Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan (9) |
| INDRALOKA | Keindraan; surga (Agama Hindu) (9) |
| INDRAMAYU | Kabupaten di bagian timur laut Provinsi Jawa Barat, terkenal dengan sebutan Kota Mangga; ibu kota Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat (9) |
| INDRANILA | Hijau gelap kebiru-biruan (9) |
| INDUKBAKO | Keluarga dari pihak ayah (9) |
| INDUKBALA | Biang keladi (9) |
| INDUKJARI | Ibu jari (tangan dan kaki); jempol (9) |
| INDUKMADU | Sarang lebah (9) |
| INDUKROTI | Biang roti; adonan roti yang beragi (9) |
| INDUKTANS | Sifat untai elektrik yang menyatakan besarnya tenaga gerak elektrik yang akan terimbas sendiri ataupun di dalam untai lain yang berdekatan (Fisika); hasil bagi tenaga gerak elektrik yang terimbas di dalam sebuah untai elektrik dan laju perubahan arus elektrik terhadap waktu yang membangkitkan tenaga gerak elektrik (Fisika); besaran yang mencerminkan pengimbasan arus listrik lewat perubahan medan magnet (Elektronika) (9) |
| INDUSEMEN | Bujukan; dorongan; rangsangan; pemikat; iming-iming (9) |
| INEXTENSO | Dengan panjang lebar; secara lengkap; menyeluruh (ungkapan/Latin) (9) |
| INFANTERI | Angkatan bersenjata yang termasuk dalam kesatuan pasukan berjalan kaki (9) |
| INFARKTUS | Gangguan pembuluh darah koroner pada jantung yang dapat mengakibatkan tekanan jiwa (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| INFEKSIUS | Menular (Kedokteran dan Fisiologi); disebabkan oleh bakteri, virus, atau mikroorganisme lain (Kedokteran dan Fisiologi); menyebabkan infeksi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| INFERENSI | Simpulan; yang disimpulkan (9) |
| INFINITIF | Bentuk verba yang sama sekali tidak mengandung fleksi (Linguistik) (9) |
| INFLAMASI | Reaksi tubuh terhadap mikroorganisme dan benda asing yang ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh (Kedokteran dan Fisiologi); proses yang diasosiasikan dengan pembersihan dan perbaikan jaringan yang rusak (Psikologi) (9) |
| INFLATOAR | Bersifat menyebabkan atau meningkatkan inflasi (9) |
| INFLEKSIF | Bersifat infleksi (9) |
| INFLEKTIF | Bersifat infleksi (9) |
| INFLUENZA | Radang selaput lendir pada rongga hidung (yang menyebabkan demam); penyakit demam yang mudah menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan dan sebagainya; selesma; flu (9) |
| INFODEMIK | Penyebaran informasi (akurat dan tidak akurat) tentang suatu isu secara cepat dan luas sehingga informasi penting tentang isu tersebut sulit diketahui (9) |
| INFORMASI | Penerangan; pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu; keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dalam bagian-bagian amanat itu (Linguistik) (9) |
| INGENUITY | Helikopter robotik milik NASA yang terbang di atas permukaan Mars (9) |
| INGINTAHU | Perasaan atau sikap yang kuat untuk mengetahui sesuatu; dorongan kuat untuk mengetahui lebih banyak tentang sesuatu (9) |
| INGLEWOOD | Kota di Amerika Serikat (9) |
| INGREDIEN | Komponen, bahan, unsur, dan sebagainya (9) |
| INHAMBANE | Kota di Mozambik (9) |
| INHIBITOR | Zat yang berfungsi menghambat (menghentikan) reaksi, misalnya dengan mengotori permukaan katalis (Kimia) (9) |
| INISIATIF | Prakarsa (9) |
| INISIATOR | Yang mempunyai inisiatif; yang mempunyai prakarsa; yang memprakarsai; orang yang ditugasi memprakarsai jejak pada sistem pertahanan udara (Kedirgantaraan); alat yang digunakan untuk mengawali ledakan atau alat piroteknik untuk menimbulkan detonasi (Kemiliteran) (9) |
| INJAKBUMI | Rendah hati (kiasan) (9) |
| INKARNASI | Penjelmaan roh dalam wujud makhluk lain (terutama manusia); titisan; perwujudan makhluk halus dalam bentuk yang nyata (9) |
| INKLARING | Penyelesaian surat masuk barang (misalnya di pabean) (9) |
| INKLINASI | Penyimpangan kedudukan sumbu bumi terhadap bidang datar sebesar 23,5 dan membentuk bidang ekliptika (Geografi dan Geologi) (9) |
| INKOGNITO | Secara tidak resmi (tidak dikenal); dengan menyamar sebagai orang kebanyakan; dengan menyembunyikan identitas (9) |
| INKOMPLET | Tidak lengkap (9) |
| INKONFESO | Dalam keadaan yang sesungguhnya (9) |
| INKUBATOR | Perkakas yang dipanasi dengan aliran listrik dan sebagainya dipakai untuk mengerami dan menetaskan telur; perkakas untuk memanaskan bayi yang lahir sebelum waktunya (Kedokteran dan Fisiologi); kamar atau kotak yang bersuhu tetap (biasanya 37°C), tempat kultur bakteri ditumbuhkan (9) |
| INNSBRUCK | Kota di Austria (9) |
| INOKULASI | Pembiakan bakteri pada suatu perbenihan (Bakteriologi); pemasukan bakteri, virus, atau vaksin ke dalam tubuh melalui luka atau melalui alat yang digoreskan pada kulit dan tidak selalu menimbulkan infeksi; perkenalan ide baru pada seseorang (Psikologi) (9) |
| INORGANIK | Anorganik (9) |
| INPASSING | Penyesuaian (ungkapan/Belanda) (9) |
| INSANFILM | Orang yang berkecimpung dalam dunia film (9) |
| INSANPERS | Orang yang berkecimpung dalam dunia pers (9) |
| INSEKTARI | Tempat memelihara atau mengembangkan serangga (9) |
| INSINUASI | Tuduhan tersembunyi, tidak terang-terangan, atau tidak langsung; sindiran (9) |
| INSKRIPSI | Kata-kata yang diukirkan pada batu monumen dan sebagainya atau dicap pada uang logam, medali, atau piala (9) |
| INSPEKTUR | Pejabat pemerintah yang bertugas melakukan pemeriksaan; pemeriksa; penilik; pengawas (pendidikan, pajak, perburuhan, dan sebagainya); nama pangkat dalam kepolisian (9) |
| INSPIRASI | Ilham (9) |
| INSTALASI | Perangkat peralatan teknik beserta perlengkapannya yang dipasang pada posisinya dan siap digunakan (generator, mesin diesel, bangunan pabrik, dan sebagainya); proses menyiapkan sistem komputer baru (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| INSTITUSI | Lembaga; pranata; sesuatu yang dilembagakan oleh undang-undang, adat atau kebiasaan (seperti perkumpulan, paguyuban, organisasi sosial, dan kebiasaan berhalal-bihalal pada hari Lebaran); gedung tempat diselenggarakannya kegiatan perkumpulan atau organisasi (9) |
| INSTRUKSI | Perintah atau arahan (untuk melakukan pekerjaan atau melaksanakan tugas); pelajaran; petunjuk; kata yang digunakan dalam bahasa pemrograman yang dimengerti oleh komputer sebagai perintah untuk melakukan tindakan tertentu (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| INSTRUMEN | Alat yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu (seperti alat yang dipakai oleh pekerja teknik, alat-alat kedokteran, optik, dan kimia); perkakas; sarana penelitian (berupa seperangkat tes dan sebagainya) untuk mengumpulkan data sebagai bahan pengolahan; alat-alat musik (seperti piano, biola, gitar, suling, trompet); orang yang dipakai sebagai alat (diperalat) orang lain (pihak lain) (kiasan); dokumen resmi seperti akta, surat obligasi (kiasan) (9) |
| INSULATOR | Alat penyekat; penahan; bahan isolasi (9) |
| INSULINDE | Negeri kepulauan (sebutan lain untuk Indonesia) (9) |
| INTANJAYA | Kabupaten di Provinsi Papua Tengah, ibu kotanya Distrik Sugapa (9) |
| INTANPUDI | Intan kecil-kecil (9) |
| INTEGRASI | Pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat; penggabungan aktivitas, program, atau komponen perangkat keras yang berbeda ke dalam satu unit fungsional (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| INTEGUMEN | Sesuatu yang meliputi atau melapisi; lapisan terluar bakal biji yang akan berkembang menjadi selaput biji (Biologi) (9) |
| INTELIGEN | Mempunyai atau menunjukkan tingkat kecerdasan yang tinggi; berpikiran tajam; cerdas; berakal (9) |
| INTELIJEN | Orang yang bertugas mencari (mengamat-amati) seseorang; dinas rahasia (Kemiliteran) (9) |
| INTENDANS | Bagian organisasi militer yang mengurus makanan, pakaian, dan bahan-bahan lain (9) |
| INTERAKSI | Hal saling melakukan aksi, berhubungan, memengaruhi; antarhubungan (9) |
| INTERALIA | Antara lain (ungkapan/Latin) (9) |
| INTERESAN | Membangkitkan minat atau selera; menarik hati; mengasyikkan (9) |
| INTERFIKS | Afiks yang muncul di antara dua unsur yang membentuk kata majemuk (Linguistik) (9) |
| INTERLINI | Jarak antara dua baris atau lempeng logam pemisah baris susunan huruf (Ilmu Komunikasi) (9) |
| INTERLUDE | Pertunjukan atau musik selingan; selingan (ungkapan/Inggris) (9) |
| INTERMESO | Selingan pada waktu beristirahat (tentang pertunjukan dan sebagainya); adegan dramatik pendek, biasanya adegan komikal, ditampilkan di sela-sela hiburan sepanjang makan malam dalam suatu pesta (Kesenian) (9) |
| INTERUPSI | Penyelaan atau pemotongan (pembicaraan, pidato, dan sebagainya); sinyal suatu peranti ke prosesor komputer untuk meminta perhatian dari prosesor sebagai tanggapan terhadap galat program atau permintaan untuk layanan sistem operasi (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| INTERZONA | Antarkawasan (antarlingkungan, antarwilayah) (Olahraga) (9) |
| INTIFADAH | Perjuangan merebut kemerdekaan dengan segala dana dan tenaga tanpa menggunakan kekuatan militer (Arab) (9) |
| INTOLERAN | Tidak tenggang rasa; tidak toleran; sifat ketidakberdayaan pohon untuk tumbuh dan berkembang dalam bayang-bayang dan kompetisi dengan pohon lain (Kehutanan) (9) |
| INTRAVENA | Mengenai pemasukan (tentang suntikan) ke dalam pembuluh darah (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| INTRINSIK | Terkandung di dalamnya (tentang kadar logam mulia dalam mata uang, harkat seseorang, atau suatu peristiwa) (9) |
| INVENTORI | Daftar kemampuan untuk mengukur karakteristik kepribadian atau keterampilan seseorang (9) |
| INVERTASE | Enzim yang mengubah gula tebu menjadi gula inversi (Kimia) (9) |
| INVESTASI | Penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan (9) |
| INVOLTINI | Makanan (daging, ayam, ikan, sayur, dan sebagainya) yang dibalutkan ke isian (keju, kacang, daging olahan, dan sebagainya) (9) |
| IODIMETRI | Analisis volumetri jenis reaksi oksidasi reduksi (Kimia) (9) |
| IONOPAUSE | Lapisan ionosfer paling bawah yang berada pada ketinggian antara 50 km - 85 km, disebut juga daerah D (Kedirgantaraan) (9) |
| IONOSONDE | Sistem radar yang dapat digunakan untuk menentukan ketinggian ionosfer yang dapat merefleksikan sinyal dengan berbagai frekuensi ke bumi (Kedirgantaraan) (9) |
| IOTASISME | Penggunaan tanda khusus sebagai penanda bunyi pepet dan taling dalam tulisan Jawa (Filologi) (9) |
| IPARBESAN | Istri atau suami ipar (di Minangkabau); biras (9) |
| IPSOFACTO | Karena sifat masalah itu sendiri (ungkapan/Latin); dengan sendirinya; tak terhindarkan lagi i (ungkapan/Latin) (9) |
| IRAKLEION | Kota di Yunani (9) |
| IRANSHAHR | Kota di Iran (9) |
| IRASIONAL | Tidak berdasarkan akal (penalaran) yang sehat; tidak masuk akal; tidak terhitung lagi (9) |
| IRIANJAYA | Nama provinsi sebelum diubah menjadi Papua (9) |
| IRIDOLOGI | Studi tentang iris untuk keperluan kesehatan dan penyembuhan penyakit (9) |
| IRIGACITY | Kota di Filipina (9) |
| IRONVILLE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| IRVINGTON | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ISINEGERI | Isi kampung (9) |
| ISIPANTUN | Larik ketiga dan keempat sebuah pantun yang mengandung inti maksudnya (9) |
| ISKOPAGUS | Kembar siam dengan dempet di separuh bagian bawah tubuh (9) |
| ISLAMABAD | Ibu kota Pakistan (9) |
| ISLAMISME | Ajaran Islam (9) |
| ISLINGTON | Kota di Inggris (9) |
| ISOETALES | Ordo tumbuhan dalam kelas Isoetopsida yang hidup di air atau rawa, daunnya panjang dan runcing, termasuk tumbuhan heterospora (Botani) (9) |
| ISOFLAVON | Senyawa organik yang terdapat pada kacang-kacangan, khususnya kacang kedelai, yang memiliki efek positif terhadap kanker dan penyakit jantung (Biologi) (9) |
| ISOKALORI | Ransum yang memiliki jumlah atau nilai kalori yang sama, tetapi jenis dan susunan makanannya berbeda (9) |
| ISOMETRIK | Berkenaan dengan atau memiliki ukuran yang sama dengan yang lain; isokorik (Fisika) (9) |
| ISOMORFIS | Berada dalam hubungan yang sepadan, misalnya hubungan antara episode cerita dan urutan paragraf dalam wacana tuturan (Linguistik) (9) |
| ISOSTATIK | Tekanan seragam di seluruh makanan (Ilmu Pangan) (9) |
| ISOTERMAL | Keadaan bersuhu tetap atau sama, baik terhadap ruang maupun waktu (Fisika) (9) |
| ISOTROPIK | Zat yang memiliki sifat fisik yang sama di segala arah dari suatu zat (Fisika) (9) |
| ISTIGASAH | Doa untuk memohon pertolongan kepada Allah Swt. (Agama Islam) (9) |
| ISTIHADAH | Darah yang keluar dari faraj wanita yang tidak biasa seperti darah haid dan nifas (darah penyakit) (9) |
| ISTIKAMAH | Sikap teguh pendirian dan selalu konsisten (Agama Islam) (9) |
| ISTIKHLAF | Penunjukan wakil sebelum seseorang meninggal (9) |
| ISTIMAIAH | Bersifat mendengarkan (9) |
| ISTINGGAR | Senapan sundut (membunyikannya dengan disulut) (9) |
| ISTIRAHAT | Berhenti (mengaso) sebentar dari suatu kegiatan (untuk melepaskan lelah); rehat (9) |
| ITABAIANA | Kota di Brasil (9) |
| ITAPERUNA | Kota di Brasil (9) |
| ITAPIPOCA | Kota di Brasil (9) |
| ITEMLEGIT | Corak kulit berwarna cokelat gelap (tentang gadis); hitam manis (9) |
| ITINERARI | Buku panduan untuk penumpang selama perjalanan (tentang pelabuhan atau bandara yang akan disinggahi) (9) |
| ITUIUTABA | Kota di Brasil (9) |
| ITUMBIARA | Kota di Brasil (9) |
| IWAMIZAWA | Kota di Jepang (9) |
| IZINMASUK | Dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara kepada orang asing yang menyatakan pemberian izin untuk memasuki dan menetap di negara tersebut secara sah selama periode waktu tertentu (9) |
| IZINUSAHA | Izin untuk melakukan kegiatan di bidang niaga dengan tujuan mencari untung (9) |
| IZMAYLOVO | Kota di Rusia (9) |
| IZTACALCO | Kota di Meksiko (9) |
| IZUMIOTSU | Kota di Jepang (9) |
| IZUMISANO | Kota di Jepang (9) |
| JABMILSUS | Jabatan militer khusus (Kemiliteran) (9) |
| JACOBABAD | Kota di Pakistan (9) |
| JAGATMAYA | Dunia khayal (9) |
| JAGATRAYA | Alam semesta; seluruh dunia (9) |
| JAGDALPUR | Kota di India (9) |
| JAHANABAD | Kota di India (9) |
| JAHEGAJAH | Kultivar jahe yang rimpangnya besar dan gemuk, berwarna kuning hingga keputih-putihan, serat lembut, rasa kurang pedas (Botani) (9) |
| JAHEMERAH | Kultivar jahe yang ukurannya kecil, rimpangnya berwarna merah, memiliki rasa pedas dan hangat, kandungan minyak asirinya tinggi (Botani) (9) |
| JAIPONGAN | Menari jaipong (9) |
| JAISALMER | Kota di India (9) |
| JAJAKGEDE | Kue hantaran dari pihak perempuan kepada laki-laki sebagai tanda persetujuan dalam prosesi pernikahan adat Belitung (Melayu Belitung) (9) |
| JALALABAD | Kota di Afganistan dan Kirgistan (9) |
| JALANDHAR | Kota di India (9) |
| JALINGKAK | Tomboi (Sunda) (9) |
| JAMBALAYA | Hidangan nasi yang dimasak dengan cara mencampur daging, sayuran, atau boga bahari dan rempah-rempah dalam satu panci, diunyai hingga matang, rasanya pedas (Tata Boga) (9) |
| JAMBENCET | Jam tradisional yang khusus dipakai untuk menentukan waktu tibanya salat (jauh lebih tepat untuk menentukan waktu salat) tersusun dari batu-batuan semen, berbentuk persegi, dan pada ujungnya ada sepotong besi yang diberi bergaris pada kedua sisinya, tidak mengenal baterai, bekerja berdasarkan peredaran matahari di langit Mdr (9) |
| JAMBRETAN | Hasil menjambret (9) |
| JAMBUBATU | Jambu biji (9) |
| JAMBUBIJI | Buah jambu yang di dalam dagingnya terdapat biji kecil-kecil, dagingnya berwarna merah atau putih; biawas (Psidium guajava) (9) |
| JAMBUCERI | Buah kerabat jambu biji, berwarna merah, rasanya masam seperti stroberi, kaya antioksidan (Psidium cattleianum) (9) |
| JAMBUMETE | Jambu yang biji buahnya berada di luar daging buah di bagian ujung, biji tersebut biasa digoreng dibuat cemilan, daunnya yang muda dimakan sebagai lalap; jambu monyet; gajus (Anacardium occidentale) (9) |
| JAMESCOOK | Penjelajah asal Inggris dan orang Eropa pertama yang menemukan kepulauan Hawaii (9) |
| JAMGADANG | Ikon Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (9) |
| JAMKHANDI | Kota di India (9) |
| JAMPIDSUS | Jaksa agung muda tindak pidana khusus (akronim) (9) |
| JAMRAHULA | Jamrah sugra (9) |
| JAMUANTEH | Jamuan yang diselenggarakan antara waktu makan siang dan waktu makan malam (9) |
| JAMURDEWA | Jamur berbentuk bulat, berwarna cokelat, berbatang putih, berkhasiat menurunkan tekanan darah (Agaricus blazei) (Botani) (9) |
| JAMURNASI | Nama cendawan yang dapat dimakan (Hydnum fragile) (9) |
| JAMURPADI | Jamur merang (9) |
| JAMURUPAS | Jamur Polyporales yang tubuh buahnya merupakan lapisan miselium berwarna merah jambu keputih-putihan; parasit yang amat berbahaya untuk puluhan jenis tanaman pertanian (9) |
| JAMUSUKUT | Jamuan kenduri yang diadakan oleh orang tua kedua calon pengantin setelah pinangannya secara resmi diterima (Melayu Medan) (9) |
| JANDAMUDA | Janda yang muda usia (9) |
| JANEFONDA | Aktris senior Amerika Serikat peraih penghargaan ”pencapaian seumur hidup” dalam ajang Screen Actors Guild (SAG) Awards ke-31 (9) |
| JANGANKAN | Apalagi; usahkan (9) |
| JANGGELAN | Kalimat bersyarat; tanaman mirip bayam dengan tinggi mencapai 1,5 m, berbatang kecil, berdaun lonjong dan berujung runcing, bunganya mirip bunga kemangi, berwarna merah muda keunguan, kaya akan serat, berkhasiat sebagai obat demam dan diare; cincau hitam (Mesona palustris L) (9) |
| JANGGOLAN | Perahu pengangkut muatan dengan lunas haluan dan buritan menonjol yang mempunyai dua tiang utama dan dua layar (Madura) (9) |
| JANGKAUAN | Jarak yang dapat dijangkau; barang apa yang dijangkau (9) |
| JANGKITAN | Infeksi (9) |
| JANTUNGAN | Mendapat serangan jantung (9) |
| JARAKAMAN | Jarak antara satu kendaraan dan kendaraan di depannya, yang melaju di jalan raya atau jalan tol sehingga tidak menimbulkan benturan jika terjadi pengereman mendadak, biasanya jarak yang dianjurkan adalah 100 m (9) |
| JARAKCINA | Jarak pagar (9) |
| JARAKJAUH | Ruang sela yang panjang antara dua tempat dan sebagainya (9) |
| JARANWALA | Kota di Pakistan (9) |
| JARATANAH | Bor tangan berbentuk ulir untuk mengambil percontoh lempung, tanah, atau cebakan dangkal (9) |
| JARDIKNAS | Jaringan pendidikan nasional (akronim) (9) |
| JARIAMPAI | Cemeti untuk menghukum (9) |
| JARIBUAYA | Tumbuhan merambat (Trichosanthes wallichiana) (9) |
| JARIHANTU | Jari tengah (9) |
| JARIKDEWA | Lingkungan tanah yang disediakan untuk mendirikan pura (ungkapan/Sasak) (9) |
| JARIKOKAT | Jari yang bungkuk dan kaku karena penyakit (9) |
| JARILIPAN | Nama tumbuhan; tali beranyam, dibuat dari daun nyiur muda sebagai perhiasan dan sebagainya (9) |
| JARIMANIS | Jari tangan antara jari tengah dan jari kelingking, biasa diberi cincin (9) |
| JARINGGOL | Jaring dengan lubang tertentu yang membungkus gawang sehingga bola masuk dalam kondisi tertahan (tentang hoki) (Olahraga) (9) |
| JARINTING | Mengangkat anak dengan memegang tangannya (Banjar) (9) |
| JARIRENIK | Jari terkecil; kelingking (9) |
| JARUMBIKU | Peniti (9) |
| JARUMGONI | Jarum besar untuk menjahit karung goni (9) |
| JARUMKAIT | Jarum yang ujungnya berkait (untuk merenda dan sebagainya); hak (9) |
| JASATITIP | Jasa pembelian suatu barang yang diberikan kepada orang yang tidak dapat membeli langsung sebuah barang baik di toko fisik atau daring dengan penarikan sejumlah biaya; jastip (9) |
| JASBUNTUT | Jas ekor (9) |
| JASMANIAH | Berhubungan dengan jasmani; mengenai tubuh atau badan (9) |
| JATIKAPUR | Jati yang tumbuh di tanah berwarna hitam dan lunak, kayunya tidak baik untuk bahan bangunan karena kurang kuat (9) |
| JATIPASIR | Pohon pantai, tinggi 18 m, kayunya berwarna putih, lunak, dan tidak bermutu; baru-baru laut; ketapang pasir (9) |
| JATIPUTIH | Pohon penghasil kayu berwarna putih kekuning-kuningan, berkulit abu-abu dengan serat halus, dipakai sebagai bahan konstruksi, furnitur, alat pertukangan, dan sebagainya (Gmelina arborea) (9) |
| JATISUNGU | Kayu jati yang berwarna kehitam-hitaman, urat kayunya bermotif jelas seperti lukisan bunga dan tanduk; jati kembang (9) |
| JATUHIMAN | Tergiur; teperdaya (9) |
| JATUHNAMA | Mendapat nama buruk (hilang kepercayaan orang dan sebagainya) (9) |
| JATUKRAMA | Istri; teman hidup (perempuan) (Jawa) (9) |
| JAUHMALAM | Sampai malam sekali; larut malam (9) |
| JAWABARAT | Provinsi terletak di sebelah barat Pulau Jawa, dengan ibu kota Bandung (9) |
| JAWATIMUR | Provinsi yang terletak di bagian timur Pulau Jawa, dengan ibu kota Surabaya (9) |
| JAWIPEKAN | Peranakan orang Hindia dan Melayu (9) |
| JAYACIHNA | Prasasti yang dibuat sebagai tanda kemenangan (Arkeologi) (9) |
| JAYAPATRA | Prasasti yang berisi keputusan pengadilan tentang utang piutang (misalnya prasasti Guntur 907 M) atau kewarganegaraan (misalnya prasasti Wurudu Kidul 922 M) (Arkeologi) (9) |
| JEDALARIK | Hentian arus ujaran dalam pembacaan sajak yang ditentukan oleh peralihan larik dalam sajak (Sastra); jeda penggal (9) |
| JEFFBEZOS | Pendiri dan CEO Amazon (9) |
| JEJAKBAHU | Panjang rambut yang sampai ke bahu (9) |
| JEJAKBARA | Hampir sampai ke dasar atau hampir menyentuh tanah (tentang barang yang bergantung) (9) |
| JEJENGKOK | Tempat duduk (yang rendah) dibuat dari kayu; kuda-kuda; dingklik (Jawa) (9) |
| JEJERITAN | Menjerit-jerit (9) |
| JELAJAHAN | Hasil menjelajah; daerah yang sudah dijelajahi (9) |
| JELALATAN | Melihat ke mana-mana dengan liar (9) |
| JELUJURAN | Hasil menjelujur (9) |
| JELUMPANG | Perdu, tingginya mencapai 4 m, kulit batangnya dapat dibuat tali atau karung; jumpang (Helicteres isora); kulit jelumpang (9) |
| JELUNGKAP | Terkelupas; tidak melekat lagi (tentang barang yang dilekatkan); terlepas; melenting lalu lurus kembali (tentang barang yang dibengkokkan) (9) |
| JEMBALANG | Hantu tanah yang konon kadang-kadang mewujudkan dirinya sebagai lembu, rusa, kerbau, dan sebagainya (9) |
| JEMPARING | Panah (Jawa) (9) |
| JEMUJELAK | Kenyang sekali (9) |
| JENEPONTO | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, ibu kotanya Bontosunggu (9) |
| JENGGLONG | Alat musik, bagian dari perangkat gamelan (Musik) (9) |
| JENGGOTAN | Berjanggut (9) |
| JENGKELIT | Jempalit; jengkolet (9) |
| JENGKOLET | Terbalik; sungsang (9) |
| JENISKATA | Kategori kata atau kelas kata (misalnya kata benda, kata kerja) (Linguistik) (9) |
| JENTELMEN | Orang yang berpendidikan baik (sopan, berbudi bahasa baik) (Inggris); bersifat kesatria; berani (Inggris) (9) |
| JEPITDASI | Aksesori dasi, terbuat dari emas, perak, atau imitasinya dijepitkan pada dasi (bagian dada) supaya rapi (9) |
| JERAMBANG | Nyala biru berpindah-pindah di daerah rawa karena terbakarnya gas rawa (9) |
| JERAMBUNG | Cahaya api yang tiba-tiba timbul di permukaan rawa-rawa dan sebagainya (biasanya dianggap sebagai hantu) (9) |
| JERANGKAK | Menjerangkak; merangkak (9) |
| JERAWATAN | Berjerawat (9) |
| JERINGING | Kernyih atau gerenyot muka atau mulut (untuk mengejek atau menunjukkan rasa tidak suka dan sebagainya); serengit; seringing; kerenyot; seringai; kerising (9) |
| JERONGKOK | Jongkok (9) |
| JERUKBALI | Pohon asli Indonesia, berbatang bengkok, kayunya kuat, berdaun besar bersayap lebar pada tangkainya, bunganya berwarna hijau keputih-putihan dan berbau harum, bentuk, ukuran, warna daging, dan rasa buahnya beraneka ragam, banyak mengandung vitamin C; limau besar; jeruk besar (Citrus maxima) (9) |
| JERUKBAYI | Jeruk manis dengan kulit buah yang tebal, seringkali diberikan untuk bayi karena rasanya yang manis meskipun belum matang; jeruk Pacitan (9) |
| JERUKSIAM | Jeruk keprok yang buahnya bulat seperti bola dan kulitnya tipis serta licin (9) |
| JERUNGKAU | Menjerungkau; berlenturan (tentang cabang kayu); terjuntai; terurai; tergerai (tentang rambut) (9) |
| JERUNGKIS | Bengkok ke atas pada ujungnya; terjungkit; menjerungkis; membongkar sampai ke pangkalnya; merusakkan (9) |
| JERUSALEM | Kota di Israel (9) |
| JETRADIAL | Jet yang fungsinya mempercepat atau memperlambat putaran (9) |
| JHANGSADR | Kota di Pakistan (9) |
| JHARSUGRA | Kota di India (9) |
| JIAGEDAQI | Kota di Cina (9) |
| JIANGUANG | Kota di Cina (9) |
| JIAOJIANG | Kota di Cina (9) |
| JIAYUGUAN | Kota di Cina (9) |
| JILIDKAIN | Jilid buku yang seluruh kulitnya dari kain (9) |
| JINGGANOM | Tarian dari Cirebon yang merupakan bagian dari tari topeng babakan, melukiskan seorang raja muda sedang kasmaran (Sunda) (9) |
| JINGGRING | Terletak jauh dari bawah (Jawa); tinggi tumitnya (tentang sepatu, sandal, dan sebagainya); panjang kakinya (tentang gelas) (Jawa) (9) |
| JINGOISME | Pandangan yang terlalu mengagung-agungkan kebesaran dan kekuasaan negeri sendiri; rasa kesetiaan dan kecintaan kepada tanah air secara berlebih-lebihan (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| JINJANGAN | Jinjang (9) |
| JINJINGAN | Sesuatu yang dijinjing (9) |
| JITAHAKAR | Tumbuhan melilit, batangnya digunakan sebagai tali, getahnya likat seperti getah karet untuk obat tukak yang parah; jantahan; jitahan (Willughbeia apiculata) (9) |
| JOINVILLE | Kota di Brasil (9) |
| JOKIVIDEO | Penyiar program (biasanya televisi) yang menampilkan video musik (9) |
| JONESBORO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| JONGGOLAN | Jonggol; tanggungan; jaminan (9) |
| JONQUIERE | Kota di Kanada (9) |
| JOYMONTOP | Kota di Bangladesh (9) |
| JOYPURHAT | Kota di Bangladesh (9) |
| JUALDADAK | Jual sontak (9) |
| JUALGADAI | Menjual (tanah dan sebagainya) dengan pembayaran kontan dengan syarat bahwa setelah jangka waktu tertentu pemilik (penjual) berhak membelinya kembali (9) |
| JUALGALAH | Menghabiskan harta bendanya untuk berjudi (9) |
| JUALKECAP | Berbicara penuh puji-pujian pada diri sendiri atau barang yang dijualnya (9) |
| JUALKERAS | Menjual dengan cara-cara yang mencolok (Manajemen) (9) |
| JUALKILAT | Penjualan barang dengan diskon yang dilakukan dalam waktu singkat (9) |
| JUALKOYOK | Berpidato atau beromong besar tentang hal-hal yang kosong belaka (9) |
| JUALLAGAK | Memperagakan diri (dengan penampilan atau dandanan yang berlebihan) (9) |
| JUALLEPAS | Menjual (tanah) secara kontan tanpa syarat apa pun (9) |
| JUALMAHAL | Tidak mau segera mengiakan (agar tidak dianggap murahan) (9) |
| JUALMURAH | Obral (9) |
| JUALPUTUS | Menggadaikan tanah yang tidak dapat ditebus lagi karena jangka waktu penebusannya sudah lewat (kedaluwarsa) (9) |
| JUALSANDA | Jual gadai (9) |
| JUALSENDE | Menjual tanah secara gadai selama jangka waktu sekali panen atau lebih dengan perjanjian bahwa penggadai mengerjakan tanah tersebut secara bagi hasil (9) |
| JUALTANDU | Menjual tanah dengan perjanjian bahwa pemilik lama (penjual) masih tetap mengerjakan tanah itu dan dapat menikmati hasilnya selama jangka waktu tertentu (9) |
| JUALTITIP | Menjual barang dengan cara menitipkannya kepada penjual lain (pemilik warung, toko, dan sebagainya) dan harganya baru dibayar setelah barang laku terjual (9) |
| JUBILARIS | Orang yang merayakan jubileum (ungkapan/Belanda) (9) |
| JUKUTARES | Masakan terbuat dari batang pisang muda yang diiris tipis-tipis dan lemak itik, dibumbui berbagai rempah-rempah, setelah bumbu ditumis kemudian direbus sampai matang (Bali) (9) |
| JULINGAIR | Agak juling sedikit (9) |
| JUMANTARA | Awang-awang; langit; udara (9) |
| JUMPAMUKA | Berpandangan; bertemu muka; bersua; menghadap (9) |
| JUMPAPERS | Pertemuan seorang tokoh atau pejabat resmi dengan (beberapa) wartawan yang diorganisasi untuk menyiarkan kebijakan, rencana, pekerjaan, dan sebagainya tokoh atau pejabat resmi itu (9) |
| JUMPELANG | Kayu melengkung tempat berdiri kaki kursi (supaya kursi dapat berayun ke depan dan ke belakang); besi melengkung yang terdapat dalam jentera dan sebagainya (9) |
| JUNJUNGAN | Sesuatu yang dijunjung; yang dimuliakan; suami; tongkat (galah dan sebagainya) tempat tumbuh-tumbuhan menjalar atau melilit; penjalaran (Minangkabau) (9) |
| JURAILUAR | Sambungan yang menonjol ke arah luar, biasanya dipasangi bubungan (9) |
| JURNALKAS | Jurnal yang mencatat kronologis transaksi kas, catatan dimasukkan ke dalam buku besar kas (Keuangan) (9) |
| JURUBAYAR | Orang yang pekerjaannya membayarkan gaji, honorarium, dan sebagainya (9) |
| JURUCAKAP | Juru bicara (9) |
| JURUDAMAI | Seseorang yang karena disegani atau dihormati oleh semua pihak atau karena jabatannya ditugaskan untuk mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa; orang yang mendamaikan (9) |
| JURUKELAT | Awak perahu yang kerjanya memegang tali kelat (tali penarik layar) (Pelayaran) (9) |
| JURUKERAH | Jabatan di bawah batin (penghulu adat) (9) |
| JURUKUNCI | Penjaga dan pengurus tempat keramat, makam, dan sebagainya; peserta pertandingan kejuaraan yang menduduki nomor terakhir (kiasan) (9) |
| JURULUKIS | Juru sungging (9) |
| JURUMASAK | Tukang memasak makanan dan sebagainya; koki (9) |
| JURUMESIN | Orang yang bertugas mempersiapkan, memeriksa, dan memelihara mesin (9) |
| JURUPISAH | Wasit (dalam pertandingan tinju dan sebagainya); pelerai (9) |
| JURUPOMPA | Awak kapal yang bertugas melayani instalasi pompa muatan pada kapal tangki (Pelayaran) (9) |
| JURURAMAL | Orang yang pekerjaannya meramal; peramal (9) |
| JURURAWAT | Orang yang tugasnya merawat orang sakit; perawat (9) |
| JURURESEP | Orang yang menangani resep obat; orang yang paham tentang resep obat (9) |
| JURUSEKAR | Penyanyi dalam kesenian tradisional (gamelan dan sebagainya); penembang; pesinden (9) |
| JURUSELAM | Orang yang ahli (pekerjaannya) menyelam di laut (sungai) untuk mencari benda-benda yang hilang, mutiara, dan sebagainya; peselam (9) |
| JURUSUARA | Orang yang bertugas mengatur sistem vokal (pemberian suara) dalam pembuatan film (9) |
| JURUSURAT | Penulis; sekretaris (9) |
| JURUTANAK | Tukang masak; juru masak; koki (9) |
| JURUTERAP | Montir (9) |
| JURUTULIS | Pegawai yang mengurusi administrasi sederhana (misalnya mencatat, mengetik, menerima, dan mengirimkan surat); klerek; kerani (9) |
| JURUWARTA | Pegawai surat kabar yang mencari berita; wartawan (9) |
| KABANJAHE | Ibu kota Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara (9) |
| KABARBAIK | Berita yang menyenangkan; berita gembira (9) |
| KABARDUKA | Kabar buruk yang menimbulkan rasa sedih (9) |
| KABELDATA | Kabel yang menyediakan komunikasi antarperangkat; alat penghubung atau konduktor yang berfungsi mengalirkan data sinyal atau arus listrik, baik digital maupun analog, dari satu perangkat keras ke perangkat keras yang lain (9) |
| KABELDAYA | Kabel listrik yang menghubungkan alat elektronik dengan listrik (9) |
| KABELLAUT | Kabel yang dibenamkan ke dasar laut untuk berbagai keperluan, misalnya kabel telepon (9) |
| KABIRWALA | Kota di Pakistan (9) |
| KABRIOLET | Mobil penumpang yang tendanya dapat dibuka (9) |
| KABUPATEN | Daerah swatantra tingkat II yang dikepalai oleh bupati, setingkat dengan kota (madya) merupakan bagian langsung dari provinsi yang terdiri atas beberapa kecamatan; kantor tempat kerja bupati; rumah tempat tinggal bupati (9) |
| KABUTASAP | Campuran antara kabut dan asap (banyak terdapat di daerah industri) (9) |
| KABUTATAS | Angin kabut yang terbentuk di bagian depan bukit atau di bagian bukit yang menghadap ke arah datangnya angin (9) |
| KABUTLAUT | Kabut lataan yang terbentuk ketika udara yang telah berada di atas permukaan air yang panas bergerak ke atas permukaan air yang lebih dingin (Hidrometeorologi) (9) |
| KABUTSISA | Campuran gas yang masih tertinggal di dalam tambang setelah terjadi ledakan (Mineralogi) (9) |
| KACABURAM | Bayangan suram; ingatan buruk (kiasan) (9) |
| KACAKUSAM | Kaca tembus cahaya yang agak buram (tidak tembus pandang) untuk membaurkan sinar cahaya (9) |
| KACAMASIR | Kaca yang dibuat kasap seakan-akan berlapis berbutir-butir (9) |
| KACAMULUT | Alat berupa kaca kecil berbentuk bundar yang memiliki gagang, digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam rongga mulut pasien untuk melihat keadaan gigi dan jaringan di sekitar gigi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KACANGDAL | Tumbuhan kacang kayu (Cajanus indicus) (9) |
| KACANGOSE | Kacang yang sudah dikupas (Jawa) (9) |
| KACAPATRI | Kaca yang dilekatkan dengan kaca lain dengan cara dipanaskan sehingga menjadi kaca mozaik (9) |
| KACARIBEN | Kaca gelap yang tembus pandang pada satu sisi (9) |
| KACASPION | Kaca untuk melihat keadaan di belakang (pada kendaraan bermotor) (9) |
| KACEMBANG | Liana yang daunnya berseling menjorong, perbungaan berbentuk malai dengan bunga kecil berwarna kuning, buahnya seperti buah buni, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari India, Cina Selatan, sampai Malesia, getahnya dimanfaatkan sebagai obat batuk, bijinya dimanfaatkan sebagai obat cacing; akar kelimpar; asam kumbang (Embelia ribes) (9) |
| KACERJAWA | Burung pengicau keluarga Muscicapidae, bagian dada dan bagian perut berwarna hitam mengilat, memiliki sedikit warna putih di bagian sayap, berparuh hitam lancip (Copsychus sechelarum) (9) |
| KACERPOCI | Burung pengicau keluarga Muscicapidae, bagian dada berwarna hitam dan bagian perut berwarna putih, memiliki warna bulu hitam mengilat, baik di bagian kepala hingga bagian dada maupun di bagian punggung, memiliki warna putih di bagian perut hingga ke bagian pantat, ekor, dan sebagian sayap, berparuh hitam lancip (Copsychus saularis musicus) (9) |
| KADAHAJAT | Buang air besar (Arab) (9) |
| KADAMBUKU | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Danau Poso, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (9) |
| KADASTRAL | Sesuai dengan batas-batas tanah yang ditentukan oleh badan pencatat tanah milik (9) |
| KADEDEMES | Masakan yang dibuat dari rebusan bagian dalam kulit singkong yang berwarna merah yang ditumis dengan bumbu-bumbu tertentu (Sunda) (9) |
| KADERINTI | Kader yang menyampaikan materi penyuluhan kepada orang tua peserta keluarga berencana dan bertanggung jawab atas pelaksanaan penyuluhan (9) |
| KADIPATEN | Daerah yang dikuasai oleh adipati, yang lebih rendah daripada kesultanan (9) |
| KADIYIVKA | Kota di Ukraina (9) |
| KADULURAN | Mendapat harta karun atau mendapat anugerah (Banjar) (9) |
| KAFAMATAI | Upacara tabur bibit pertama, bertujuan agar tanaman tumbuh subur dan berhasil, tidak diganggu hama dan penyakit (Muna) (9) |
| KAFANCHAN | Kota di Nigeria (9) |
| KAFESIBER | Kafe yang menyediakan fasilitas internet secara gratis bagi pelanggannya (9) |
| KAFETARIA | Restoran yang menyajikan aneka masakan, makanan, dan minuman di gerai (biasanya dengan sistem swalayan bagi para pengunjung) (9) |
| KAFIRZIMI | Orang kafir yang tunduk kepada pemerintahan Islam dengan kewajiban membayar pajak bagi yang mampu dan mendapat perlindungan dari pemerintahan Islam (9) |
| KAGOSHIMA | Kota di Jepang (9) |
| KAHURIPAN | Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Timur yang didirikan pada tahun 1019 Masehi oleh Airlangga (9) |
| KAHYANGAN | Kayangan (9) |
| KAIDIPANG | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Bolaang Mongondo, Provinsi Sulawesi Utara (9) |
| KAIJUEIGA | Genre film Jepang dengan monster raksasa sebagai tokoh utama; film bergenre kaiju eiga atau yang bergaya serupa; film monster (9) |
| KAILTUNDA | Kail yang ditarik dari belakang perahu (9) |
| KAINBATIS | Kain (putih) yang tipis dan halus (9) |
| KAINDAMAS | Kain sutra, linen, atau beludru yang berbunga-bunga dan berwarna (9) |
| KAINIHRAM | Kain (pakaian) bagi laki-laki yang dipakai sewaktu melakukan ibadah haji, terdiri atas dua helai kain putih dan tidak berjahit (9) |
| KAINKAFAN | Kain (putih) pembungkus mayat (9) |
| KAINKAPAL | Kain adat yang umumnya bermotif haluan atau buritan kapal, berwarna biru dan merah, juga terdapat motif manusia dengan warna merah dan biru, pinggir bagian atas bermotif tumpal atau pucuk rebung, dipakai di kalangan terbatas, yaitu di kalangan kelompok kerabat klan pemimpin adat, pendiri desa, penguasa wilayah suku dan marga (Lampung) (9) |
| KAINKARET | Lembaran karet diperkuat dengan tenunan, dipasang pada silinder karet mesin ofset sebagai pemindah gambar dari pelat cetak ke kertas (Grafika) (9) |
| KAINKATUN | Kain rajut yang berbahan dasar serat kapas (Tata Busana) (9) |
| KAINLAJAK | Kain yang ditenun dari benang atau sutra (9) |
| KAINLAYAR | Kain kanvas tebal yang biasanya digunakan untuk layar, tenda, atau kain pelapis (Tata Busana) (9) |
| KAINLURIK | Kain tenun yang coraknya berjalur-jalur (9) |
| KAINPANAS | Kain selimut yang tebal; flanel (9) |
| KAINPAREO | Kain yang digunakan seperti kain sarung, dipakai dengan cara dililitkan pada tubuh dan pangkal ujung kain ditarik dan diikat, biasanya tanpa tumpal; kain pantai (9) |
| KAINSUTRA | Kain yang tipis dan halus, dibuat dari benang sutra; kain lajak; kain benang (9) |
| KAINTAKWA | Kain (baju) potongan Cina berkancing sampai ke leher dan bersaku dua yang terletak pada bagian depan bawah; baju takwa (9) |
| KAINTILAM | Kain penutup tilam dan bantal (9) |
| KAINTIMUR | Benda yang dipertukarkan dalam masyarakat suku-suku di Papua (9) |
| KAINTRIKO | Kain rajutan mesin, biasanya digunakan sebagai bahan pakaian dalam atau baju santai (9) |
| KAKAIAKER | Jumlah air yang dibutuhkan untuk menggenangi area seluas 1 ker (4,047 m2), setinggi 1 kaki; setara dengan 43.650 kaki kubik (9) |
| KAKAKIPAR | Kakak suami atau istri (9) |
| KAKASAYAM | Cakar ayam (9) |
| KAKIGAJAH | Penyakit beri-beri basah (disertai tungkai membengkak) (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KAKIHUTAN | Tepi hutan (9) |
| KAKIKATAK | Sepatu khusus untuk berenang yang mirip kaki katak, berfungsi untuk meningkatkan kecepatan berenang, memperbaiki postur tubuh saat berenang, dan menjaga posisi panggul tetap tinggi di dalam air (9) |
| KAKISAJAK | Dua atau tiga suku kata yang tidak bertekanan lalu diikuti oleh suku kata yang bertekanan (di dalam puisi) (9) |
| KAKISALAH | Posisi kaki yang menginjak atau masuk ke daerah permainan sebelum dilakukan servis (tentang tenis lapangan) (Olahraga) (9) |
| KAKISURAT | Bagian akhir surat yang biasanya terdiri atas salam, tanda tangan, dan nama penanda tangan (9) |
| KAKOFOBIA | Fobia terhadap sesuatu yang buruk atau jelek (Psikologi) (9) |
| KAKOGRAFI | Tulisan yang sulit dibaca; ejaan yang menyimpang dari ejaan yang berlaku (Linguistik) (9) |
| KAKULIDAH | Kelu lidah; tidak dapat berkata-kata dengan mudah (9) |
| KAKUMAYAT | Kekakuan pada mayat, biasanya terjadi beberapa jam setelah kematian dan berlangsung hingga beberapa hari (9) |
| KAKUMINAL | Bunyi yang terjadi karena penyempitan antara ujung lidah yang berkeluk dan alveolum (Linguistik); bunyi yang terjadi demikian, misalnya bunyi /t/ dalam bahasa Jawa thuthuk ‘pukul’; retrofleks (Linguistik) (9) |
| KALABENDA | Anak laki-laki yang hanya memiliki satu testis dan dipercaya memiliki tenaga yang kuat (Sunda) (9) |
| KALABENDU | Zaman yang penuh dengan perisitiwa menyedihkan atau menakutkan; zaman kelam (Sanskerta) (9) |
| KALADURGA | Orang yang salah memilih waktu untuk berpindah tempat menurut penanggalan tradisional sehingga harus diruwat (Sunda) (9) |
| KALAHAJAT | Qada hajat; buang air (9) |
| KALAHLAKI | Penyakit perempuan sehabis melahirkan akibat bercampur dengan suami sebelum selesai masa nifas; kalalah laki (9) |
| KALAKANJI | Rumput tahunan, bulirannya berujung tajam dan mudah menempel pada pakaian atau bulu-bulu binatang, rumput yang muda dijadikan makanan ternak; bajang-bajang; cerucup; rumput jarum; temucut; kemuncup (Chrysopogen aciculatus) (9) |
| KALAKERAN | Harta milik kerabat yang tidak terbagi, kecuali jika semua anggota kerabat yang berhak bersama-sama menyetujui untuk dibagi (di Minahasa) (Hukum) (9) |
| KALAMARIA | Kota di Yunani (9) |
| KALAMAZOO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| KALAMBATU | Anak batu tulis (9) |
| KALAMKARI | Kain (cita) bermotif; cita kembang (9) |
| KALAMPANG | Bangunan sederhana untuk tempat tinggal sementara (Bugis) (9) |
| KALEMPAGI | Upacara sebagai tanda bahwa seorang gadis mulai memasuki taraf kedewasaan (di Sulawesi Tenggara) (9) |
| KALIBRASI | Tanda-tanda yang menyatakan pembagian skala (Grafika) (9) |
| KALIGRAFI | Seni menulis indah dengan pena (9) |
| KALIKIBEN | Rasa nyeri di dalam perut yang timbul jika perut terguncang-guncang sehabis makan atau minum karena berlari dan sebagainya (Sunda) (9) |
| KALIMAYAH | Binatang jenis lipan kecil yang mengeluarkan liur berbahaya; kelemayar (Orphanaeus brevilabiatus) (9) |
| KALINJING | Jari kelingking (9) |
| KALISJAIS | Tidak dapat diberi nasihat, ajaran, dan sebagainya (9) |
| KALKARIUM | Zat kapur (untuk dinding tembok dan sebagainya) (9) |
| KALKOSIUM | Bijih tembaga kekuning-kuningan, menghablur dalam sistem tetragonal (CuFeS2); kalkopirit (9) |
| KALKULASI | Perincian biaya, ongkos, atau pengeluaran; perhitungan (9) |
| KALLITHEA | Kota di Yunani (9) |
| KALOMPONG | Hal atau sesuatu yang dianggap suci (misalnya keturunan) (ungkapan/Makassar) (9) |
| KALORBEKU | Bilangan yang menunjukkan jumlah kalori yang dikeluarkan atau dilepaskan oleh 1 g zat yang membeku pada titik bekunya (9) |
| KALORFUSI | Kalor yang dihasilkan pada saat zat padat meleleh pada tekanan dan temperatur konstan; bahang lebur (Kedirgantaraan) (9) |
| KALORIFIK | Berkaitan dengan panas atau kalori, khususnya jumlah kalori yang terkandung dalam makanan (9) |
| KALOWATAN | Babi rusa (Sus barbatus) (9) |
| KALPATARU | Pohon lambang kehidupan yang menggambarkan pengharapan; pohon penghidupan; penghargaan pemerintah yang diberikan kepada orang yang telah berjasa dalam memelihara kelestarian lingkungan hidup (9) |
| KALSINASI | Proses pemanasan suatu benda hingga temperaturnya tinggi, tetapi masih di bawah titik lebur untuk menghilangkan kandungan yang dapat menguap (9) |
| KALULUSHI | Kota di Zambia (9) |
| KALUMPANG | Suku Galumpang; suku bangsa yang mendiami Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Selatan (9) |
| KAMANTUHU | Tempat untuk melakukan upacara kurban (dalam adat Dayak) (9) |
| KAMARBACA | Ruang (bilik) tempat membaca (9) |
| KAMARBESI | Bilik berlapis besi (untuk menyimpan barang-barang berharga) (9) |
| KAMARBOLA | Rumah (ruang besar) tempat bersenang-senang; tempat bermain biliar (9) |
| KAMAREDDI | Kota di India (9) |
| KAMARHATI | Kota di India (9) |
| KAMARHIAS | Kamar tempat berhias (9) |
| KAMARMATI | Kamar mayat; kamar jenazah (9) |
| KAMARPETA | Ruang dalam kapal tempat penyimpanan peta dan dokumen navigasi lain (Perkapalan) (9) |
| KAMARSUSU | Ruang yang dipakai untuk kegiatan menyaring, mengemasi, mendinginkan, dan menyimpan susu (9) |
| KAMARTAMU | Ruang tempat menerima tamu (9) |
| KAMASUTRA | Seni bercinta (9) |
| KAMBINGAN | Ikan laut, bentuk melebar, warna sangat menarik perpaduan antara garis-garis hitam putih dan kuning, panjang mencapai 24 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis, tersebar di perairan Afrika Timur sampai Kepulauan Tuamoto, bagian utara sampai Jepang Selatan, bagian selatan sampai Tonga (Heniochus monoceros) (9) |
| KAMERAWAN | Orang yang kerjanya menggunakan kamera untuk merekam gambar (objek) film atau televisi (9) |
| KAMERAWEB | Kamera video yang disambungkan ke komputer, digunakan untuk konferensi video (9) |
| KAMIANSKE | Kota di Ukraina (9) |
| KAMIGYOKU | Kota di Jepang (9) |
| KAMOMOOSE | Permainan yang dilakukan setelah perayaan Idulfitri, dihadiri oleh pemuda-pemudi dengan cara menabur kacang pada loyang yang ada di hadapan mereka yang duduk berjejer, bertujuan mencari jodoh (Wolio) (9) |
| KAMPALUSI | Penganan, dibuat dari jagung tua yang telah dibuang kulitnya, kemudian dimasak, diberi santan kental dan gula pasir (Tata Boga/Muna) (9) |
| KAMPODANG | Penganan yang terbuat dari serbuk jagung, digarami dan dibasahi, dibentuk gumpalan, lalu dipanggang di atas bara api (Toraja) (9) |
| KAMPUNGAN | Berkaitan dengan kebiasaan di kampung; terbelakang (belum modern); kolot (kiasan); tidak tahu sopan santun; tidak terdidik; kurang ajar (kiasan) (9) |
| KAMTIBMAS | Keamanan dan ketertiban masyarakat (akronim) (9) |
| KAMUFLASE | Perubahan bentuk, rupa, sikap, warna, dan sebagainya menjadi lain agar tidak dikenali; penyamaran; pengelabuan (9) |
| KAMUORANG | Kamu sekalian; kalian (9) |
| KAMUSBAKU | Kamus yang menggambarkan khazanah ragam bahasa baku; kamus yang karena wibawanya menjadi acuan untuk karya yang sejenis; kamus standar (9) |
| KAMUSDATA | Pangkalan data yang berisi data dan informasi tentang semua pangkalan data di dalam sistem pangkalan data, seperti berbagai macam skema dan spesifikasi berkas dan lokasi mereka (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KAMUSMINI | Kamus dengan ukuran (format) kecil (9) |
| KAMUSSAKU | Kamus yang berisi kosakata dalam jumlah yang terbatas dan dicetak dengan ukuran (format) kecil sehingga mudah dibawa ke mana-mana (misalnya ditaruh di dalam saku); kamus kantong (9) |
| KAMUSUMUM | Kamus yang memuat kata-kata yang digunakan dalam pelbagai ragam bahasa dengan keterangan makna dan penggunaannya, dengan menghindarkan istilah teknis atau kata yang digunakan dalam lingkungan terbatas (9) |
| KANANLUAR | Pemain sayap kanan dalam permainan sepak bola (Olahraga) (9) |
| KANAYAKAN | Sawah yang diberikan kepada anak-anak sultan dari selir (Sunda) (9) |
| KANDANGAN | Ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan (9) |
| KANDUNGAN | Barang yang terkandung (termuat, tercantum di dalamnya); yang tersimpan dalam hati; isi hati; kantong peranakan di dalam perut wanita; janin yang masih di dalam perut wanita; kantong; pundi-pundi (9) |
| KANDURUAN | Kepala pengadilan pada zaman kolonial (Sunda) (9) |
| KANNANGAD | Kota di India (9) |
| KANOFILIA | Ketertarikan yang luar biasa pada anjing (Psikologi) (9) |
| KANSELARI | Kantor staf kedutaan (konsulat) (9) |
| KANTORPOS | Kantor yang mengurus pengiriman surat, paket, dan sebagainya dengan pos (9) |
| KAOHSIUNG | Kota di Taiwan (9) |
| KAPAKPALU | Kapak kayu yang digunakan untuk mengikir, memiliki sebuah kait datar tegak lurus pada gagang (9) |
| KAPALFERI | Kapal yang berfungsi sebagai sarana penyeberangan antarpulau secara tetap; kapal penyeberangan (9) |
| KAPALHAJI | Kapal yang mengangkut jemaah haji (9) |
| KAPALRORO | Kapal feri yang dirancang untuk membawa kendaraan (mobil, bus, truk, trailer, dan sebagainya) (9) |
| KAPALSUAR | Kapal yang ditempatkan di perairan tertentu yang berfungsi sebagai suar (9) |
| KAPANEWON | Wilayah atau daerah yang dipimpin oleh panewu (9) |
| KAPARINYO | Nama lagu tradisional daerah Minangkabau dan Sumatra Selatan; nama lagu keroncong di kalangan masyarakat Tugu Cilincing, Jakarta Utara; tarian dengan koreografi campuran Mor dan Spanyol, diiringi lagu Kaparinyo (9) |
| KAPASITAS | Ruang yang tersedia; daya tampung; daya serap (panas, listrik, dan sebagainya); keluaran maksimum; kemampuan berproduksi; kemampuan kapasitor untuk menghimpun muatan listrik (diukur dalam satuan farad) (Elektronika); posisi; peran (9) |
| KAPASITIF | Berkenaan dengan kapasitans (9) |
| KAPASITOR | Peranti elektrik yang terdiri atas dua penghantar dan disekat di antaranya dengan dielektrik, yang mempunyai kapasitans tertentu kondensor atau kondensator elektrik (Elektronika) (9) |
| KAPASJAWA | Kapas yang banyak ditanam di daerah Demak, mempunyai serat yang pendek, kaku, dan mutunya kurang baik; pandak (Gossypium obtusifolium) (9) |
| KAPILATUS | Kumulonimbus yang sebagian besar atasnya berbentuk jambangan bunga (Hidrometeorologi) (9) |
| KAPISATOR | Kondensator (9) |
| KAPITALIS | Kaum bermodal; orang yang bermodal besar; golongan atau orang yang sangat kaya (9) |
| KAPITULUM | Ujung persendian yang kecil pada ujung tulang yang membentuk persendian (9) |
| KAPSAISIN | Zat kimia dalam tumbuh-tumbuhan (cabai dan sebagainya) yang menimbulkan rasa pedas (9) |
| KAPURANTA | Warna merah muda (Sanskerta) (9) |
| KARABALTA | Kota di Kirgistan (9) |
| KARAGANDY | Kota di Kazakhstan (9) |
| KARAGENAN | Karbohidrat kompleks yang diperoleh dari rumput laut merah yang dapat dimakan (9) |
| KARANGKAN | Batu yang menjadi pertanda adanya intan di daerah tersebut (Banjar) (9) |
| KARANTALA | Telapak tangan (Sanskerta) (9) |
| KARANTINA | Tempat penampungan yang lokasinya terpencil guna mencegah terjadinya penularan (pengaruh dan sebagainya) penyakit dan sebagainya; tempat untuk menahan ternak impor yang baru datang dari luar negeri, guna mencegah penyebaran penyakit menular (Peternakan); upaya untuk memisahkan dan membatasi pergerakan dan interaksi orang sehat yang mungkin terpapar penyakit menular untuk memantau dan mengetahui perkembangan kondisi mereka selanjutnya, dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KARATHATI | Kejahatan; perasaan tidak baik (kiasan) (9) |
| KARAWISTA | Alang-alang yang sudah disucikan oleh pendeta untuk diikatkan di kepala (Bali) (9) |
| KARAWITAN | Seni gamelan dan seni suara yang bertangga nada slendro dan pelog (9) |
| KARBAMASE | Enzim yang memecahkan protein ke dalam amina (Kimia) (9) |
| KARBOKSIL | Asam organik bervalensi tunggal (9) |
| KARBONADO | Intan yang berwarna hitam (dipakai untuk memotong kaca atau sebagai mata bor); intan hitam; intan karbon (Geografi dan Geologi) (9) |
| KARBONARA | Pasta yang dimasak dengan bawang putih, bakon, telur, keju, dan sebagainya (9) |
| KARBONASI | Proses pengisian cairan dengan karbon dioksida; proses pelapukan mineral yang dalam proses tersebut karbon dioksida dalam air membentuk asam karbonat lemah (H2CO3) dan hasilnya berupa sumbangan ion H+ terhadap reaksi pelapukan (9) |
| KARBURASI | Pencampuran gas bahan bakar minyak dengan udara pada mesin motor (Teknik) (9) |
| KARDIOLOG | Dokter ahli penyakit jantung; dokter ahli kardiologi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KARDZHALI | Kota di Bulgaria (9) |
| KAREMBONG | Kain untuk menggendong anak; selendang (Sunda); kain panjang atau bujur sangkar, khususnya dikenakan kaum perempuan sebagai penutup kepala atau dikenakan di bahu (Sunda) (9) |
| KARETALAM | Karet yang berasal dari getah pohon perca atau para (9) |
| KARETBUSA | Karet yang empuk, biasa digunakan untuk jok atau kasur (9) |
| KARIBBAID | Sanak saudara (dekat dan jauh) (9) |
| KARIKATUR | Gambar olok-olok yang mengandung pesan, sindiran, dan sebagainya (9) |
| KARIMGANJ | Kota di India (9) |
| KARINCANG | Mengarincang; mengutak-atik, menyentuh, meraba-raba, memeriksa wadah yang berisi sesuatu dengan tergesa (Minangkabau) (9) |
| KARINDING | Alat musik dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, dimainkan dengan cara ditiup dan diketuk-ketuk ujungnya (9) |
| KARITATIF | Bersifat memberi kasih sayang (9) |
| KARLSRUHE | Kota di Jerman (9) |
| KARMANTEL | Tali bersalut anyaman kuat untuk keperluan pemanjatan tebing, pekerjaan di ketinggian, operasi SAR, olahraga arus deras dan susur gua (9) |
| KARNITINA | Asam amino yang berfungsi sebagai pembawa asam lemak melalui membran mitokondria (9) |
| KARNOSINA | Dipeptida kristalin takberwarna yang biasa terdapat pada otot mamalia (C9H14N4O3) (Kimia) (9) |
| KAROLBAGH | Kota di India (9) |
| KARSINOID | Tumor seperti kanker pada saluran lambung dan usus yang tumbuh perlahan-lahan dan jarang melakukan metastasis (Kimia) (9) |
| KARSINOMA | Tumor menular (sangat ganas) yang berasal dari jaringan epitel (9) |
| KARTILAGO | Tulang yang sifatnya bingkas, merupakan sebagian dari kerangka dan menutupi ujung tulang yang panjang untuk melenturkan persendian; tulang rawan (9) |
| KARTOGRAM | Alat untuk memperagakan keterangan statistik dari suatu macam uraian dengan menggunakan lambang pada suatu peta (9) |
| KARTONASE | Pembalutan (pembungkusan) dengan kertas tebal (9) |
| KARTUBACA | Kartu yang memuat kata, angka, atau gambar, berfungsi sebagai alat bantu dalam pembelajaran mengenal angka dan memperkaya kosakata pada bayi dan anak usia dini (9) |
| KARTUCEKI | Kartu untuk bermain ceki (suatu permainan cara Cina seperti pei, bongkin) (9) |
| KARTUDATA | Kartu berisi data yang diberi judul untuk mengidentifikasi data sehingga dapat dicari kembali dengan mudah kalau disimpan di antara kartu lain (9) |
| KARTUMATI | Orang yang dianggap tidak produktif, bersifat menunggu (tidak berinisiatif) (kiasan) (9) |
| KARTUNAMA | Kartu (kecil) yang bertuliskan nama dan alamat rumah (kantor dan sebagainya) seseorang (9) |
| KARTUPERS | Kartu tanda pengenal yang diberikan kepada wartawan oleh badan resmi yang berwenang untuk itu (Ilmu Komunikasi) (9) |
| KARTUREMI | Sekumpulan kartu berukuran persegi panjang yang terbuat dari karton atau plastik, terdiri atas 52 kartu yang dibagi menjadi empat jenis, yaitu hati, keriting, wajik, dan sekop yang tiap jenis berjumlah 13, dan ditambah dua kartu joker, dimainkan dalam berbagai permainan kartu (seperti remi) dan juga sulap; kartu permainan (9) |
| KARTUTAMU | Kartu identitas tamu sebagai bukti pengambilan kunci yang dititipkan atau penggunaan fasilitas hotel (Perhotelan) (9) |
| KARTUTRUF | Jenis kartu yang dimenangkan atas ketiga jenis kartu yang lain dalam permainan (bridge); pernyataan untuk menghentikan perbuatan atau kesombongan seseorang (kiasan) (9) |
| KARUNGKUP | Penyakit kejang-kejang pada anak-anak akibat panas tinggi (Banjar) (9) |
| KARUNKULA | Pencuatan kaku yang berasal dari pertumbuhan integumen di sekitar hilum biji, misalnya pada jarak (Botani) (9) |
| KARYAASLI | Hasil ciptaan yang bukan saduran, salinan, atau terjemahan; hasil ciptaan yang bukan tiruan (9) |
| KARYASENI | Ciptaan yang dapat menimbulkan rasa indah bagi orang yang melihat, mendengar, atau merasakannya (9) |
| KARYAWATI | Karyawan wanita; pegawai wanita; pekerja wanita (9) |
| KASAMBANG | Keguguran pada usia sebulan kehamilan (Sunda) (9) |
| KASARAGOD | Kota di India (9) |
| KASATMATA | Dapat dilihat; nyata; konkret (9) |
| KASHARIAN | Bagian dari persediaan uang tunai yang dipakai untuk transaksi sehari-hari (9) |
| KASHIHARA | Kota di Jepang (9) |
| KASINOMAN | Orang yang mengendarai kuda sebagai pembuka arak-arakan (Sunda) (9) |
| KASIOPEIA | Rasi bintang di belahan langit utara, berbentuk seperti huruf W sehingga mudah dikenali, namanya diambil dari nama seorang ratu angkuh pada mitologi Yunani (Astronomi) (9) |
| KASITERIT | Jenis bijih timah seperti yang ditemukan di Pulau Bangka dan Belitung, berwarna kuning, hitam, atau cokelat (SnO2) (Mineralogi) (9) |
| KASKURANG | Saldo buku kas yang lebih besar daripada jumlah uang tunai yang sebenarnya (9) |
| KASNEGARA | Tempat menyimpan uang negara (9) |
| KASSERINE | Kota di Tunisia (9) |
| KASTAMONU | Kota di Turki (9) |
| KASTANYET | Alat musik yang terdiri atas sepasang kepingan gading atau kayu keras yang cekung dan diikatkan dengan tali, yang diketuk-ketukkan dengan (ibu) jari untuk mengiringi irama tari-tarian Spanyol (9) |
| KASUARINA | Pohon yang berbatang tinggi lurus, kayunya berwarna kelabu kemerahan, padat dan keras, merupakan bahan bakar yang sangat baik, kulit kayunya digunakan untuk obat disentri, daunnya dapat diekstrak untuk pengobatan penyakit kejang perut; eru; ru; cemara (Casuarina equisetifolia) (9) |
| KASUISTIK | Perekaman dan penelitian sebab-sebab (kasus-kasus) penyakit (Kedokteran dan Fisiologi); bertalian dengan kasus; situasional (9) |
| KASURBUSA | Kasur yang dibuat dari busa (9) |
| KASURCUKI | Kasur yang berlekuk-lekuk (9) |
| KASUSESIF | Kasus yang menandai makna ‘keadaan yang terus-menerus’ pada nomina atau yang sejenisnya (Linguistik) (9) |
| KASUSHELI | Penyebab pecahnya perang; pelbagai tindakan sebuah negara yang mengakibatkan perang terhadap negara lain (9) |
| KASUTKAYU | Terompah kayu; kelompen; bakiak (9) |
| KASUTKUDA | Ladam (9) |
| KASUTRODA | Besi lingkar ban (9) |
| KATABATIK | Angin yang turun dari lereng karena udara dingin di ketinggian (9) |
| KATABENDA | Nomina (Linguistik) (9) |
| KATADASAR | Kata-kata yang menjadi dasar bentukan kata yang lebih besar (Linguistik) (9) |
| KATADEPAN | Preposisi (Linguistik) (9) |
| KATAGANTI | Pronomina (Linguistik) (9) |
| KATAKERJA | Verba (Linguistik) (9) |
| KATAKKUAK | Katak yang besar (9) |
| KATAKLISE | Kata yang sering digunakan sehingga kehilangan keaslian maknanya (9) |
| KATAKOMBA | Ruang di bawah tanah tempat makam atau persembunyian orang Kristen pada zaman Romawi (Agama Kristen) (9) |
| KATAKPURU | Katak yang berkulit kasar, berbintik-bintik, berwarna kehitam-hitaman, kadang-kadang berwarna seperti tanah; bangkong (9) |
| KATAKUNCI | Kata atau ungkapan yang mewakili konsep atau gagasan yang menandai suatu zaman atau suatu kelompok; kata atau ungkapan yang mewakili konsep yang telah disebutkan; kata dalam pemrograman bahasa yang menggambarkan perintah yang dikenali oleh komputer; kata yang dicadangkan dalam bahasa pemrograman atau perintah; kata sandi (Komputer dan Teknologi Informasi); kata penting dalam dialog yang dapat mengungkap maksud dialog tersebut (Kesenian); padanan dari keyword (9) |
| KATALEPSI | Gejala penyakit yang mengakibatkan penderita tidak kuasa menggerakkan ototnya untuk mengembalikan posisi tubuh atau anggota badannya ke posisi semula (misalnya jika tangannya direntangkan ke kanan, si penderita tidak berdaya mengembalikannya) (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KATALEWAT | Rangkaian karakter rahasia yang diperlukan untuk menggunakan sistem komputer sehingga mencegah orang yang tidak berwenang untuk mengakses sistem komputer tersebut (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KATALISIS | Efek yang dihasilkan oleh sejumlah kecil zat pada saat berlangsungnya suatu reaksi kimia (Kimia) (9) |
| KATALISIT | Zat yang berdaya menimbulkan atau mempercepat berlangsungnya suatu reaksi kimia tanpa ikut bereaksi (Kimia) (9) |
| KATALOGER | Jabatan fungsional yang memiliki tugas melakukan kodifikasi material pertahanan; pengatalog (9) |
| KATAMARAN | Kapal yang mempunyai dua badan kembar yang sejajar yang terapung di permukaan air (9) |
| KATAPIVOT | Kata yang umumnya tergolong singkat atau pendek dan tergabung pada kata tak tergolong (Psikologi) (9) |
| KATAPUTUS | Pernyataan yang berisi kepastian; keputusan (9) |
| KATASANDI | Kata kunci yang bersifat rahasia untuk melindungi berkas atau data dari akses tanpa izin (tentang komputer); padanan dari password (9) |
| KATASIFAT | Adjektiva (Linguistik) (9) |
| KATATANYA | Kata yang dipakai sebagai penanda pertanyaan dalam kalimat tanya (Linguistik) (9) |
| KATATONIA | Kelainan psikis yang disebabkan oleh ketegangan otot yang tidak wajar (Psikologi) (9) |
| KATATUGAS | Kata yang terutama menyatakan hubungan gramatikal yang tidak dapat bergabung dengan afiks, dan tidak mengandung makna leksikal (Linguistik) (9) |
| KATAULANG | Kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi (Linguistik) (9) |
| KATEGORIS | Tepat; kena; langsung (9) |
| KATEKUMEN | Pengikut pelajaran agama sebelum dibaptis (Agama Katolik) (9) |
| KATEMERAL | Berkaitan dengan aktivitas tak beraturan pada pagi dan siang hari (9) |
| KATHMANDU | Ibu kota Nepal (9) |
| KATIMUMUL | Penyakit pada kuku (9) |
| KATORISHI | Kota di Jepang (9) |
| KATULAMPA | Pohon, tinggi hingga 35 m, kayunya tidak awet, buahnya dapat dimakan (Elaeocarpus glabra) (9) |
| KATYPERRY | Penyanyi Amerika Serikat yang memopulerkan lagu ”Chained to the Rhythm” (9) |
| KAUKASOID | Golongan manusia yang mempunyai ciri-ciri fisik tertentu, yaitu kulit pucat, tinggi badan sedang sampai jangkung, rambut lurus sampai berombak, badan biasanya berbulu, mata biru muda sampai cokelat tua, hidung biasanya mancung (Antropologi) (9) |
| KAULJADID | Fatwa Imam Syafii waktu menetap di Mesir (9) |
| KAULKADIM | Fatwa Imam Syafii waktu berada di Irak sebelum menetap di Mesir (9) |
| KAUMKOLOT | Orang-orang yang termasuk angkatan tua (9) |
| KAUMMAPAN | Kelompok orang yang sudah mapan dalam hal sosial, ekonomi, dan politik (biasanya kalangan eksekutif) (9) |
| KAUSLAMPU | Kain kasa tahan panas yang dipasang pada petromaks dan sebagainya dan dibakar hingga bernyala, menimbulkan sinar yang terang (9) |
| KAWAGUCHI | Kota di Jepang (9) |
| KAWALJAGA | Penjaga yang mengawal dan menjaga istana (9) |
| KAWANISHI | Kota di Jepang (9) |
| KAWARGAAN | Sawah yang diberikan kepada anak-anak sultan dari permaisuri (Sunda) (9) |
| KAWATGIGI | Alat yang dipasang pada gigi yang berfungsi untuk mengoreksi atau merapikan deretan gigi; behel (9) |
| KAWATKASA | Anyaman kawat halus untuk menutup lubang angin, bagian belakang lemari makan, dan sebagainya (9) |
| KAWIJAYAN | Kejayaan (9) |
| KAWINACAK | Keadaan yang memungkinkan terjadinya perkawinan antara jantan dan betina dewasa secara acak (Peternakan) (9) |
| KAWINLARI | Perkawinan dengan cara membawa pergi gadis yang akan dikawini dengan persetujuannya tanpa sepengetahuan wali gadis itu (9) |
| KAWINROKO | Kawin lari yang dilakukan atas dasar kemauan bersama untuk menutup rasa malu karena calon pengantin laki-laki tidak mampu memberikan maskawin; kawin lari yang dilakukan atas dasar kemauan calon suami dan calon istri karena orang tua si gadis tidak menyetujuinya (9) |
| KAWINSIRI | Kawin di bawah tangan (9) |
| KAWTHOUNG | Kota di Myanmar (9) |
| KAYUAGUNG | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Ogan, Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan (9) |
| KAYUAMBON | Pohon yang besar dan tumbuh cepat, mahkota daun menyerupai payung dan lebar, banyak ditanam karena memberi naungan, kayunya tidak terlalu awet, daunnya digunakan sebagai pakan ternak, buahnya berupa polong yang tebal dan berdaging; munggur; trembesi (Enterolobium saman); lilit kutu (Pipturus incanus) (9) |
| KAYUANGIN | Tumbuhan yang menempel pada kulit pohon seperti halnya benalu, bentuknya mirip benang berwarna hijau kelabu dan dapat mencapai tinggi 30 cm, posisinya menjuntai, berkhasiat untuk obat batuk dan menolak angin, (umumnya terdapat di daerah berhawa dingin atau di pegunungan); tahi angin (Usnea barbata) (9) |
| KAYUARANG | Kayu yang keras, biasanya untuk membuat arang (9) |
| KAYUBAKAR | Kayu untuk bahan bakar (antara lain kayu api) (9) |
| KAYUBULAT | Kayu gelondongan (9) |
| KAYUCAGAK | Kaki penyangga yang dibuat dari kayu (9) |
| KAYUCELUP | Kayu yang menghasilkan materi pewarna pada ekstraksi (9) |
| KAYUDOWEL | Kayu bulat; kayu tiang layar (9) |
| KAYUEMBUN | Pohon yang mempunyai serat halus dan digunakan sebagai bahan pembuatan mebel dan pohon hias, tergolong tumbuhan konifer, jamuju (Dacrycarpus imbricatus) (Botani) (9) |
| KAYUGABUS | Pohon yang populer di Lampung, tingginya mencapai 10-50 m, batangnya kurang disukai karena mudah melengkung, biasanya digunakan untuk perkakas rumah dan patung; pulai (Alstonia scholaris) (9) |
| KAYUGELAM | Kayu yang biasa digunakan untuk fondasi rumah di daerah berawa (Melaleuca leucodendron) (9) |
| KAYUHITAM | Pohon, tinggi 40 m, berbatang lurus, teras kayunya lebar, berwarna hitam atau cokelat kehitam-hitaman dengan garis-garis terang, kayunya keras, berat dan tahan lama digunakan untuk membuat mebel dan barang ukiran (Diaspyros utilis) (9) |
| KAYUJARAN | Pohon, tinggi mencapai 20 m, sering ditanam sebagai pagar hidup dan sebagai pohon penyangga bagi tanaman memanjat; kayu kuda; jaranan (Lannea grandis) (9) |
| KAYUJARUM | Kayu-kayuan yang berasal dari pohon yang berdaun seperti jarum (pohon cemara, dan sebagainya); kayu lunak (9) |
| KAYUKAPUR | Pohon, tinggi mencapai 40 m, banyak terdapat di pinggir-pinggir sungai, kayunya digunakan untuk membuat perahu, gelegar, tiang, dan bangunan rumah; sintek (Dryobalanops oiocarpa) (9) |
| KAYUKERAS | Kayu-kayuan yang padat, tidak lunak, yang umumnya berasal dari pohon berdaun lebar; kayu daun (9) |
| KAYULAPIS | Lembaran papan tipis yang dibuat secara mekanis dari lapisan kayu dan disusun secara bersilang (9) |
| KAYULILIN | Pohon, tinggi hingga 40 m, kayunya dibuat berbagai barang yang ringan, seperti kotak, mebel bermutu rendah, pegangan alat; lilan (Xylopia elliptica); pohon, termasuk suku Dialium yang kulit kayunya mengeluarkan cairan apabila dilukai, kayunya keras, berat, dan awet (Rhynchocarpa monophylla) (9) |
| KAYULUNAK | Kayu-kayuan yang berasal dari pohon yang berdaun seperti jarum (pohon cemara, dan sebagainya); kayu jarum (9) |
| KAYUMANIS | Pohon yang tingginya 10–15 m, kulit batangnya berwarna abu-abu tua dan berbau manis yang tajam, merupakan bahan ekspor yang penting; manis jangan; keningar; kasia (Cinnamomum burmannii) (9) |
| KAYUPACAT | Pokok yang kecil dan berbatang keras (Anisophyllea disticha) (9) |
| KAYUPELET | Kayu yang berbelang-belang, dibuat sarung keris, dan sebagainya (Kleinhovia hospita) (9) |
| KAYUPULAU | Suku bangsa yang mendiami desa Kayubatudan Kayupulau di teluk Pelabuhan Jayapura (9) |
| KAYUPUTIH | Pohon, tinggi 25 m, batangnya putih mengilap, daunnya dijadikan bahan utama pembuatan minyak kayu putih (Eucalyptus alba); gelam (Melaleuca leucadendra) (9) |
| KAYURAPAT | Liana yang batangnya bergetah putih, daunnya menjorong dan berhadapan, mahkota bunga berwarna kuning pucat, kulitnya untuk obat, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Cina hingga Malesia; akar kayu putih; akar serau; rapat (Urceola laevigata); kulit kayu rapat (9) |
| KAYUSEPAT | Pohon yang kayunya lunak, berwarna putih, air rebusan daun dan buahnya digunakan sebagai obat sakit buang-buang air (Macaranga triloba) (9) |
| KAYUTAHUN | Kayu bahan bangunan yang kekuatannya di bawah sepuluh tahun (9) |
| KAYUTELUR | Pohon (Xanthophyllum execelsum) (9) |
| KAYUTIMUR | Kulit kayu (dari pohon Peltophorum pterocarpum) yang dibuat obat-obatan (9) |
| KAYUURANG | Pohon, kayunya keras (Erythroxylon cuneatum) (9) |
| KAZAKSTAN | Negara yang terletak di Asia Tengah, beribu kota Astana (9) |
| KEABADIAN | Kekekalan; tempat yang abadi (alam baka) (9) |
| KEAFIATAN | Kualitas atau keadaan sehat; kesehatan (9) |
| KEAGUNGAN | Kemuliaan; kebesaran (9) |
| KEAJAIBAN | Keganjilan; keanehan (9) |
| KEAKRABAN | Hal atau keadaan akrab; kekariban (9) |
| KEAKTIFAN | Kegiatan; kesibukan (9) |
| KEAMPUHAN | Kekuatan (yang luar biasa); kesaktian; kemanjuran (tentang obat dan sebagainya); daya pengaruh yang luar biasa; kebanjiran; tergenang air (9) |
| KEANGINAN | Kena angin; tertiup angin; telah tersiar (tentang kabar); kena sakit (tentang anak kecil) (9) |
| KEASINGAN | Perihal asing; keanehan; kelainan; kesendirian (9) |
| KEASYIKAN | Keenakan (sehingga lupa akan hal lain) (9) |
| KEBABARAN | Kedapatan sedang melakukan kejahatan (mencuri, merampok, berzina, dan sebagainya); tertangkap basah (9) |
| KEBAGUSAN | Perihal bagus; keelokan; keindahan (9) |
| KEBAJIKAN | Sesuatu yang mendatangkan kebaikan (keselamatan, keberuntungan, dan sebagainya); perbuatan baik (9) |
| KEBAKARAN | Peristiwa terbakarnya sesuatu (rumah, hutan, dan sebagainya); terbakar; mengalami keadaan terbakar; bahaya api (9) |
| KEBAKTIAN | Rasa tunduk dan khidmat; perbuatan (pekerjaan) bakti; kesetiaan; perbuatan baik; perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Tuhan, di dalamnya berisi doa, pujian, dan khotbah; ibadah (Agama Kristen) (9) |
| KEBALIKAN | Lawannya; sebaliknya (9) |
| KEBANCIAN | Keadaan penis yang mengecil pada pria atau sebaliknya klitoris yang membesar pada wanita (9) |
| KEBAPAKAN | Bersifat seperti bapak (9) |
| KEBASAHAN | Terkena basah (9) |
| KEBATINAN | Keadaan batin (dalam hati); segala sesuatu yang mengenai batin; ajaran atau kepercayaan bahwa pengetahuan kepada kebenaran dan ketuhanan dapat dicapai dengan penglihatan batin; ilmu yang mengajarkan jalan menuju ke kesempurnaan batin; suluk; tasawuf; ilmu yang menyangkut masalah batin; mistik (9) |
| KEBEBALAN | Kebodohan (9) |
| KEBEBASAN | Keadaan bebas; kemerdekaan (9) |
| KEBEGARAN | Kekerasan hati (9) |
| KEBEJATAN | Kerusakan; kebobrokan; keburukan (9) |
| KEBEKENAN | Kemasyhuran; ketenaran; kenamaan; keterkenalan (9) |
| KEBELAUAN | Kebiru-biruan (Minangkabau) (9) |
| KEBELIAAN | Perihal belia; keadaan yang masih remaja (9) |
| KEBENARAN | Keadaan (hal dan sebagainya) yang cocok dengan keadaan (hal) yang sesungguhnya; sesuatu yang sungguh-sungguh (benar-benar) ada; kelurusan hati; kejujuran; izin; persetujuan; perkenan; kebetulan (Melayu Jakarta) (9) |
| KEBENCIAN | Perasaan benci; sifat-sifat benci; sesuatu yang dibenci (9) |
| KEBERATAN | Perihal beratnya suatu benda, tugas, perasaan, penyakit, dan sebagainya; terlampau berat (beratnya melebihi dari yang biasa); berkeberatan; tidak setuju (9) |
| KEBERESAN | Keadaan beres; ketertiban (9) |
| KEBESARAN | Sifat (keadaan) besar; kemegahan; keagungan; tanda-tanda (pakaian, upacara, alat-alat, dan sebagainya) yang menyatakan ketinggian martabat atau pangkat; terlampau besar (9) |
| KEBETULAN | Tidak dengan sengaja terjadi (bertemu, tertangkap, dan sebagainya); tepat atau kena benar (dengan tidak sengaja); keadaan yang terjadi secara tidak terduga (9) |
| KEBIASAAN | Sesuatu yang biasa dikerjakan dan sebagainya; pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang dipelajari oleh seorang individu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama (Antropologi) (9) |
| KEBIDANAN | Segala sesuatu mengenai bidan atau cara menolong dan merawat orang beranak (9) |
| KEBIJAKAN | Kepandaian; kemahiran; kebijaksanaan; rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tentang pemerintahan, organisasi, dan sebagainya); pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran; garis haluan (9) |
| KEBIRAHAN | Kegatalan; gatal (9) |
| KEBLINGER | Sesat; keliru (Jawa) (9) |
| KEBOBOLAN | Tertembus (pertahanan, barisan, dan sebagainya) karena lengah (kiasan); kecurian; kemasukan pencuri (kiasan) (9) |
| KEBOCAHAN | Kekanak-kanakan (tentang sifat dan tingkah laku) (9) |
| KEBOCORAN | Kena air dari sesuatu yang bocor; perihal bocor (tersiar tentang rahasia dan sebagainya) (9) |
| KEBODOHAN | Perihal bodoh; ketidaktahuan; kekeliruan; kesalahan (9) |
| KEBOLEHAN | Kepandaian; kemampuan; kebisaan (9) |
| KEBOSANAN | Hal bosan; kejemuan; keboyakan; kekenyangan (Melayu Jakarta) (9) |
| KEBOYAKAN | Hal atau keadaan yang menjemukan (membosankan); kebosanan; kejemuan (9) |
| KEBUGARAN | Hal sehat dan segar (tentang badan); kesegaran (9) |
| KEBULATAN | Keadaan (sifat, bentuk) yang bulat; kepaduan; keutuhan; keseluruhan (9) |
| KEBULURAN | Kelaparan (9) |
| KEBUNRAYA | Kebun yang sangat luas tempat memelihara berbagai tumbuhan, baik untuk penelitian maupun sebagai tempat rekreasi (9) |
| KEBUNTUAN | Hal (keadaan) tidak dapat terus; hal (keadaan) buntu (9) |
| KEBURUKAN | Keadaan (sifat dan sebagainya) yang buruk; kejelekan (9) |
| KEBUSUKAN | Keburukan; kejahatan; kejelekan (9) |
| KEBUTUHAN | Yang dibutuhkan; yang diperlukan (9) |
| KECABAIAN | Berasa panas karena kena cabai (pada mulut, tangan, bibir, dan sebagainya) (9) |
| KECABARAN | Perihal cabar; ketawaran (tentang hati); ketakutan (9) |
| KECABUHAN | Kekacauan; kerusuhan; kehebohan; huru-hara (9) |
| KECABURAN | Kerusuhan; keributan; kecabuhan (9) |
| KECACATAN | Perihal cacat; keburukan; kekurangan (9) |
| KECAKAPAN | Kemampuan; kesanggupan; kepandaian atau kemahiran mengerjakan sesuatu (9) |
| KECAMATAN | Daerah bagian kabupaten (kota) yang membawahkan beberapa desa atau kelurahan, dikepalai oleh seorang camat; bagian pemerintahan daerah yang dikepalai seorang camat; kantor camat (9) |
| KECANDUAN | Kejangkitan suatu kegemaran (hingga lupa hal-hal yang lain); ketagihan akan sesuatu hingga menjadi ketergantungan (pada obat-obatan, minuman, dan sebagainya) (9) |
| KECAPAIAN | Merasa sangat capai (lelah, letih); kelelahan; keletihan; perasaan sangat capai (9) |
| KECAPASIN | Kecap dengan kandungan garam lebih banyak dan bertekstur lebih encer daripada kecap manis, sering digunakan sebagai pengganti garam dapur (9) |
| KECAPIKAN | Kecap yang dihasilkan dari fermentasi ikan, berasa asin (9) |
| KECEKATAN | Kecerdikan; kecepatan (ketangkasan) dalam mengerjakan sesuatu (9) |
| KECEMARAN | Kekotoran; keburukan (nama dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| KECEPATAN | Waktu yang digunakan untuk menempuh jarak tertentu; terlampau cepat; tingkat intensitas gerakan di panggung (Kesenian); waktu yang dibutuhkan untuk perpindahan dibagi dengan jarak yang ditempuh (Fisika) (9) |
| KECERIAAN | Kebersihan; kesucian; kecerahan sinar (seri) muka (menandakan bahagia, gembira, dan sebagainya) (9) |
| KECETEKAN | Perihal cetek; kedangkalan; ketohoran (9) |
| KECILHATI | Agak marah; tersinggung (kiasan); hilang keberanian; takut (kiasan); tawar hatinya; kecewa (kiasan) (9) |
| KECIMPUNG | Tiruan bunyi air ditepuk keras dengan tangan atau kaki (9) |
| KECINTAAN | Yang dicintai; kekasih; kerinduan; perihal cinta kasih; kesedihan; kekhawatiran; menanggung cinta (sedih) (9) |
| KECOCOKAN | Perihal cocok; kesamaan; kesesuaian; keakuran; kata sepakat, dan sebagainya (9) |
| KECOPETAN | Kehilangan sesuatu karena dicopet orang (9) |
| KECSKEMET | Kota di Hungaria (9) |
| KECULASAN | Kecurangan; ketidakjujuran; kepalsuan (9) |
| KECUPETAN | Perihal cupet; kepicikan (9) |
| KECUTHATI | Takut; merasa ngeri; gentar; berdebar-debar hatinya; kecewa (karena merasa berbuat salah) (9) |
| KEDAIKOPI | Kedai tempat menyediakan minuman (misalnya kopi, teh) dan makanan kecil (misalnya gorengan, kue-kue, dan sebagainya) (9) |
| KEDAISUSU | Toko tempat menjual air susu (segar) (9) |
| KEDALAMAN | Jarak dari permukaan sampai ke dasar; dalamnya; kemampuan penguasaan (tentang ilmu) (kiasan); terlalu dalam; lebih dalam daripada yang seharusnya (9) |
| KEDALOMON | Ruangan yang berada di rumah induk, berfungsi sebagai kamar bagi anak perempuan (Melayu Jambi) (9) |
| KEDAMAIAN | Keadaan damai; kehidupan dan sebagainya yang aman tenteram (9) |
| KEDANGKAI | Perdu yang berbatang bongkol, tinggi mencapai 10 m, kulit batangnya dapat dibuat tali, daunnya dibuat obat (Glochidion molle) (9) |
| KEDANGKAN | Besi atau loyang yang lengkung untuk melindungi pelatuk senapan; tali pada topi (caping dan sebagainya) yang disangkutkan pada dagu (9) |
| KEDAPATAN | Terdapat; didapati; ditemukan; diketahui (9) |
| KEDEGILAN | Tabiat tidak mau menuruti nasihat orang; ketegaran (9) |
| KEDEMPUNG | Hampir busuk atau menjadi hampa karena dimakan ulat (tentang buah-buahan); tiruan bunyi barang yang jatuh ke air (9) |
| KEDENGKIK | Menjadi lemah, tenaga makin berkurang karena berbagai penyakit dan sebagainya (Cachexia) (Kedokteran dan Fisiologi); dalam kondisi badan yang makin melemah karena keadaan gizi makin berkurang akibat sakit (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KEDODORAN | Tidak rapi karena terlalu besar dan sebagainya (tentang berpakaian); terlalu besar ukurannya (tentang pakaian); kebesaran; tidak mampu melaksanakan sesuatu karena di luar batas kemampuan; keteteran (kiasan); terlepas ikatannya (tentang kain, celana, dan sebagainya) (9) |
| KEDOGOLAN | Kebodohan; kebebalan; kedunguan (9) |
| KEDONDONG | Pohon tinggi hingga 25 m, buahnya bulat telur, rasanya masam-masam manis, dan bijinya keras berserabut (Spondias dulcis) (9) |
| KEDUDUKAN | Tempat kediaman; tempat pegawai (pengurus perkumpulan dan sebagainya) tinggal untuk melakukan pekerjaan atau jabatannya; letak atau tempat suatu benda; tingkatan atau martabat; keadaan yang sebenarnya (tentang perkara dan sebagainya); status (keadaan atau tingkatan orang, badan atau negara, dan sebagainya) (9) |
| KEDUNGUAN | Kebodohan; kebebalan; kedogolan (9) |
| KEDUNIAAN | Segala sesuatu yang bersifat dunia (tidak kekal dan sebagainya); mengenai dunia; kesenangan hidup (9) |
| KEEGOISAN | Perihal egois (9) |
| KEEMOSIAN | Perihal emosi (9) |
| KEEMPOHAN | Tergenang (terendam) air (9) |
| KEFAKIRAN | Kemiskinan (9) |
| KEGADISAN | Kemurnian seorang gadis; keperawanan; sifat gadis (9) |
| KEGADUHAN | Perihal gaduh; kerusuhan; kekacauan; keributan (9) |
| KEGAGAHAN | Kekuatan; keberanian; kekacakan; kemegahan (kebagusan dan sebagainya) (9) |
| KEGAGALAN | Perihal gagal; ketidakberhasilan (9) |
| KEGAGAPAN | Hal tergagap-gagap atau tersendat-sendat (9) |
| KEGALIBAN | Kebiasaan; kelaziman (9) |
| KEGANASAN | Kebuasan; kebengisan; kegalakan; kegarangan (9) |
| KEGAPAHAN | Kecekatan; ketangkasan (9) |
| KEGAWATAN | Kegentingan (situasi); kekritisan (tentang kesehatan); kesulitan (9) |
| KEGEGERAN | Kegemparan; kehebohan; keributan (9) |
| KEGELAPAN | Tertimpa (mengalami) gelap (malam); kemalaman; tempat dan sebagainya yang gelap; kericuhan; kesulitan mencari jalan pemecahan (kiasan); terlalu gelap (tentang warna) (9) |
| KEGEMARAN | Kesukaan; kesenangan; barang apa yang digemari (9) |
| KEGEMASAN | Kemarahan; kejengkelan (dalam hati) (9) |
| KEGEMUKAN | Perihal gemuk; keadaan gemuk; terlalu gemuk karena makan berlebihan sebagai reaksi terhadap frustrasi psikis (Psikologi) (9) |
| KEGENITAN | Kecentilan; terlalu genit (9) |
| KEGERAHAN | Kepanasan; kepalakan; merasa tidak tenang karena ada sesuatu yang mengusik (merangsang, mengganggu, dan sebagainya); merasa ingin bergerak (bertindak, meninggalkan tempat, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| KEGERAMAN | Kemarahan; kegemasan (9) |
| KEGERUHAN | Kecelakaan; kemalangan; kesialan (9) |
| KEGETIRAN | Kepahitan; penderitaan atau kesusahan hidup (kiasan) (9) |
| KEGIGIHAN | Keteguhan memegang pendapat (atau mempertahankan pendirian dan sebagainya); keuletan (dalam berusaha) (9) |
| KEGUGUPAN | Keadaan gugup; kebingungan (9) |
| KEGUGURAN | Keluarnya janin dengan tidak disengaja sebelum waktunya lahir; abortus (9) |
| KEGUSARAN | Kemarahan (9) |
| KEGUYUBAN | Kerukunan (9) |
| KEHABISAN | Sudah habis (terpakai atau terjual); kehilangan (9) |
| KEHADIRAN | Perihal hadir; adanya (seseorang, sekumpulan orang) pada suatu tempat (9) |
| KEHAKIMAN | Urusan hakim dan pengadilan; segala sesuatu yang berkenaan dengan hukum (undang-undang, pengadilan, dan sebagainya) (9) |
| KEHALUSAN | Sifat-sifat yang halus; kesopanan; keadaban (9) |
| KEHAMPAAN | Kekosongan; kebodohan (kiasan); kekecewaan (kiasan) (9) |
| KEHARUMAN | Kewangian; sifat-sifat harum; kemasyhuran; kebaikan nama (kiasan) (9) |
| KEHARUSAN | Sesuatu yang harus dilakukan atau yang mesti terjadi (9) |
| KEHEBATAN | Kedahsyatan; keistimewaan; keampuhan; kebolehan (9) |
| KEHEBOHAN | Kegaduhan; keributan; huru-hara (9) |
| KEHERANAN | Keanehan; keajaiban; terheran-heran (9) |
| KEHIBUKAN | Perihal hibuk; kesibukan (9) |
| KEIKCAWAN | Keik kecil yang dipanggang dalam cetakan kertas yang menyerupai cawan, biasanya diberi krim dan awuran di atasnya (9) |
| KEIKOGURA | Keik bertekstur lembut dan lembap, dibuat dengan cara putih telur dikocok terpisah, dan dipanggang dengan bain-marie (9) |
| KEIKSIFON | Keik bertekstur lembut dan ringan, dibuat dengan cara putih telur dikocok terpisah, kemudian dicampur dengan adonan utamanya, biasanya berbentuk bulat meninggi dengan lubang di tengahnya (9) |
| KEILAHIAN | Hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan; ketuhanan (9) |
| KEINDAHAN | Sifat-sifat (keadaan dan sebagainya) yang indah; keelokan (9) |
| KEINDRAAN | Tempat tinggal Dewa Indra; indraloka (9) |
| KEINGINAN | Barang apa yang diingini (diinginkan); perihal ingin; hasrat; kehendak; harapan (9) |
| KEINSAFAN | Kesadaran, keyakinan; pengertian yang dalam (9) |
| KEINTIMAN | Intimasi; keakraban; kemesraan; kedekatan dengan orang lain melalui proses membuka diri (Psikologi) (9) |
| KEJAHATAN | Perbuatan yang jahat (Hukum); sifat yang jahat; dosa; perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku yang telah disahkan oleh hukum tertulis (9) |
| KEJAHILAN | Kebodohan; kejailan (9) |
| KEJAKSAAN | Kantor jaksa; kekuasaan menuntut perkara (9) |
| KEJAMAKAN | Hal yang lazim (lumrah, biasa); bukan hal yang istimewa (9) |
| KEJAPMATA | Kedip mata (9) |
| KEJELASAN | Perihal jelas; kejernihan; kegamblangan (9) |
| KEJELEKAN | Keadaan (perihal) jelek; yang jelek dari (tentang); keburukan (9) |
| KEJELUSAN | Perasaan iri hati; kecemburuan (9) |
| KEJENUHAN | Kejemuan; kepadatan (tentang udara) (Fisika); keadaan yang menggambarkan kenaikan penyebab tanpa menimbulkan kenaikan hasil (Fisika); kekenyangan (9) |
| KEJERIHAN | Kelelahan; kepayahan; kesusahpayahan (9) |
| KEJIJIKAN | Ketidaksukaan; perihal jijik (9) |
| KEJOHANAN | Perihal sifat pahlawan (seperti keperkasaan, keberanian, kesatriaan, kerelaan berkorban); kepahlawanan (9) |
| KEJOROKAN | Sifat jorok; kecabulan; kekotoran (9) |
| KEJUARAAN | Pertandingan (perlombaan) untuk memperebutkan gelar juara (9) |
| KEJUCEDAR | Keju yang terbuat dari susu sapi, berwarna kuning pucat, makin lama warnanya makin kuning dan bertekstur makin keras (Tata Boga) (9) |
| KEJUGOUDA | Keju yang dibuat dari susu sapi, bentuknya bulat dilapisi lilin merah atau kuning, teksturnya lembut dan rasanya manis (9) |
| KEJUJURAN | Sifat (keadaan) jujur; ketulusan (hati); kelurusan (hati) (9) |
| KEJUMUDAN | Perihal jumud; kebekuan; kemandekan (9) |
| KEKABURAN | Perihal (yang bersifat atau berciri) kabur: kekeruhan; kekelaman (9) |
| KEKACAUAN | Kekalutan; ketidakberesan; kekusutan; huru-hara (9) |
| KEKAGUMAN | Perasaan kagum; ketakjuban; keheranan (9) |
| KEKAHATAN | Kekurangan terhadap zat (unsur) tertentu (9) |
| KEKALUTAN | Keadaan kalut; kekusutan; kekacauan; kerusuhan (9) |
| KEKARIBAN | Keadaan (perihal) karib; perihal persaudaraan (perhubungan kaum keluarga); keeratan (dalam hubungan persahabatan); kebaikan (9) |
| KEKASAPAN | Kekesatan (9) |
| KEKEBALAN | Keadaan (sifat, hal) kebal; daya tahan; keimunan; kewedukan (9) |
| KEKECUTAN | Kengerian (tentang hati, perasaan, dan sebagainya); ketakutan; perihal (yang bersifat, berciri) pengecut (9) |
| KEKEDOTAN | Kekuatan (jasmani); kekebalan; kesaktian (dalam ilmu bela diri) (9) |
| KEKEJAMAN | Perihal (perbuatan, sifat) yang kejam; kebengisan (9) |
| KEKEJUTAN | Kekagetan; keterkejutan (9) |
| KEKEKALAN | Perihal (yang bersifat, berciri) tetap selama-lamanya; keabadian; kelestarian (9) |
| KEKENESAN | Kegenitan; kemegahan diri (9) |
| KEKERAPAN | Perulangan yang berkali-kali; frekuensi (9) |
| KEKERASAN | Perihal (yang bersifat, berciri) keras; perbuatan seseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain; paksaan (9) |
| KEKERUHAN | Perihal, keadaan (yang bersifat) keruh; kegentingan (tentang keadaan, suasana, dan sebagainya); kekalutan (9) |
| KEKESALAN | Perasaan kesal; kesebalan; kejengkelan; kejemuan (9) |
| KEKIKUKAN | Keadaan kikuk; kecanggungan (9) |
| KEKLISEAN | Keadaan yang berciri atau bersifat klise; keadaan meniru begitu saja (9) |
| KEKOLOTAN | Cara (adat istiadat dan sebagainya) yang kuno; perihal kolot; kekunoan (9) |
| KEKOSENAN | Keberanian; kegagahan; kekebalan; keampuhan (9) |
| KEKOTORAN | Perihal kotor; kejorokan (9) |
| KEKUASAAN | Kuasa (untuk mengurus, memerintah, dan sebagainya); kemampuan; kesanggupan; daerah (tempat dan sebagainya) yang dikuasai; kemampuan orang atau golongan untuk menguasai orang atau golongan lain berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau kekuatan fisik; fungsi menciptakan dan memantapkan kedamaian (keadilan) serta mencegah dan menindak ketidakdamaian atau ketidakadilan (Hukum) (9) |
| KEKUDUSAN | Kesucian (9) |
| KEKUKUHAN | Perihal (yang bersifat, berciri) kukuh; keteguhan; kekuatan (hati dan sebagainya) (9) |
| KEKUSUTAN | Perihal yang kusut; kekacauan (pikiran); kekusutan (hati) (9) |
| KELABAKAN | Menggelepar (seperti ayam yang disembelih); bingung (karena kesusahan); susah (kiasan) (9) |
| KELABURAN | Lubang yang dalam (untuk menangkap binatang) (9) |
| KELAKANJI | Rumput tahunan, bulirannya berujung tajam dan mudah menempel pada pakaian atau bulu-bulu binatang, rumput yang muda dijadikan makanan ternak; bajang-bajang; cerucup; temucut; rumput jarum (Andropogon aciculatus) (9) |
| KELAMBAJA | Petang (sore) hari kira-kira pukul empat; warna abu-abu kehitaman seperti warna logam (9) |
| KELAMKARI | Cita yang berwarna (9) |
| KELANTANG | Mengelantang; menjemur (kain dan sebagainya) di bawah terik matahari (sesudah disabun atau direndam dalam air sabun supaya putih bersih) (9) |
| KELAPARAN | Perihal lapar; menderita lapar (karena tidak ada yang dimakan); kekurangan makan; sakit bengkak karena kekurangan makan; kebuluran (9) |
| KELASATAS | Golongan masyarakat yang paling atas berdasarkan kekayaan atau tingkat kehidupan sosial (Antropologi) (9) |
| KELASBARU | Sekelompok orang yang memiliki hak istimewa dalam bidang politik dan ekonomi karena monopoli administratif yang dipegangnya (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| KELASBULU | Kelas petinju yang berat badannya sekitar 60 kg (Olahraga) (9) |
| KELASIDUA | Pangkat tamtama peringkat terakhir dalam angkatan laut, satu tingkat di bawah kelasi satu (tanda pangkatnya satu balok biru lurus mendatar yang ditempatkan di lengan baju) (9) |
| KELASKATA | Kelas atau golongan (kategori) kata berdasarkan bentuk, fungsi, atau maknanya (Linguistik) (9) |
| KELASSATU | Golongan terbaik; juara; kelas terendah di tingkat pendidikan (9) |
| KELASTERI | Golongan atau kelompok kecil (tak berharga, tak berkuasa, rendah) (9) |
| KELASUMUR | Interval umur sebagai dasar klasifikasi vegetasi (Biologi) (9) |
| KELATBAHU | Gelang yang dipakai pada lengan atas, terutama pada waktu menari (9) |
| KELAWANAN | Kemampuan untuk melawan (bertahan, mencegah) (9) |
| KELAYAKAN | Perihal layak (patut, pantas); kepantasan; kepatutan; perihal yang dapat (pantas, patut) dikerjakan (9) |
| KELAYAPAN | Bepergian dengan tidak tentu arah dan tujuan; keluyuran; menatap ke sana kemari (tentang pandangan mata) (9) |
| KELAZIMAN | Kebiasaan (yang sudah umum); kegaliban (9) |
| KELEBARAN | Kelapangan; keluasan (9) |
| KELEBATAN | Gerakan cepat (9) |
| KELEBIHAN | Lebihnya; sisanya; keadaan melebihi yang biasa; keunggulan; keadaan terlampau banyak (9) |
| KELEBURAN | Lubang yang dalam (untuk menangkap binatang besar dan sebagainya); pelubang (9) |
| KELEKATAN | Hubungan afektif antara satu individu dengan individu lain yang mempunyai arti khusus (Psikologi) (9) |
| KELELAHAN | Perihal (keadaan) lelah; kepenatan; kepayahan; terlalu lelah (9) |
| KELELAWAR | Mamalia yang mampu terbang sempurna, memiliki membran atau selaput di antara jari sehingga menyerupai sayap, aktif di malam hari; paniki (Chiroptera) (9) |
| KELELERAN | Telantar; tidak terpelihara (9) |
| KELEMANTU | Bakal telur yang belum bercangkang dan masih di dalam tubuh unggas (9) |
| KELEMAYAR | Binatang jenis lipan kecil yang mengeluarkan liur berbahaya; kalimayah (Orphanaeus brevilabiatus) (9) |
| KELEMAYUH | Terna yang tumbuh di hutan-hutan lebat, rimpangnya terbagi dalam ruas-ruas yang pendek, jika terpotong mengeluarkan bau yang tajam, digunakan untuk menangkap belut dan udang air tawar (Homalomena); penyakit yang disebabkan oleh matinya jaringan tubuh; gangraena (9) |
| KELEMBUAI | Siput (keong) yang besar, biasanya terdapat di rawa atau di sawah (Ampulla ampullacea) (9) |
| KELEMPING | Menggelambir; terkelepai (seperti payudara perempuan tua) (9) |
| KELENDARA | Gelang-gelang atau tali pada tiang perahu untuk mengikat andang-andang dengan tiang (Pelayaran) (9) |
| KELENTANG | Buah pohon kelor; tiruan bunyi kaleng yang dipukul (9) |
| KELENTENG | Tiruan bunyi lonceng dan sebagainya; bangunan tempat memuja (berdoa, bersembahyang) dan melakukan upacara keagamaan bagi penganut Konghucu; biji buah randu (kapuk) (9) |
| KELENTING | Kendi besar tanpa cerat tempat membawa air dari sumur (9) |
| KELENTUNG | Tiruan bunyi genta sapi; genta yang dibuat dari kayu atau logam (9) |
| KELEPASAN | Kebebasan; perihal lepas (dari keadaan yang mengikat dan sebagainya); kehilangan; cuti; liburan; vakansi; (sudah) telanjur (9) |
| KELETIHAN | Keadaan (hal) letih; penat; kelelahan; payah sekali; hilang tenaga (9) |
| KELEWAHAN | Kelebihan; kemubaziran (9) |
| KELEWATAN | Keterlaluan; terlewat (9) |
| KELEZATAN | Keenakan; kesedapan; terlampau gemar (kiasan) (9) |
| KELICIKAN | Kepandaian memutarbalikkan perkataan; kecurangan; keculasan (9) |
| KELICINAN | Sifat (keadaan) licin; kelicikan; kecurangan (9) |
| KELIHAIAN | Kepintaran; kecekatan (9) |
| KELIHATAN | Terlihat; dapat dilihat; tampak; ternyata; terbukti (9) |
| KELILIPAN | Kemasukan kelilip (tentang mata) (9) |
| KELIMMUKA | Kelim yang lapisannya dibuat dari kain yang berbeda dari bahan pakaian (Tata Busana) (9) |
| KELINGSIR | Penyakit burut, buah pelirnya menjadi besar dan turun (Melayu Jakarta) (9) |
| KELINTANG | Harmonika; buah pohon kelor; kelentang (9) |
| KELINTING | Giring-giring; genta kecil (Jawa) (9) |
| KELIPATAN | Bilangan hasil perbanyakan bilangan yang lain (9) |
| KELIWETEN | Pohon yang tumbuh di tepi hutan, buahnya berwarna cokelat, berbentuk bulat, bergerombol atau menempel di percabangan utama, dagingnya berwarna jingga terang, digunakan sebagai bahan baku tuak (Baccaurea sp.) (9) |
| KELOGISAN | Perihal masuk akal (9) |
| KELOJOTAN | Kejang yang sifatnya bergantian kaku dan lemas secara cepat; kelojot; gerakan berulang karena terkejut; rasa gelisah, cemas, dan panik (kiasan) (9) |
| KELOLOSAN | Perihal lolos; keberhasilan dalam melewati ujian, tahapan, dan sebagainya (9) |
| KELOMBENG | Kue yang dibuat dari tepung terigu yang adonannya sama dengan adonan untuk roti (9) |
| KELOMPANG | Kosong; hampa; kulit telur (buah dan sebagainya) yang sudah kosong (9) |
| KELONTANG | Tiruan bunyi kaleng dipukul; alat yang mengeluarkan bunyi seperti kaleng dipukul atau digerak-gerakkan, dipakai untuk mengusir burung dan sebagainya (9) |
| KELONTONG | Alat kelentung yang selalu dibunyikan oleh penjaja barang dagangan untuk menarik perhatian pembeli; barang-barang untuk keperluan sehari-hari seperti sabun, sikat gigi, gelas, cangkir, mangkuk (9) |
| KELUANGAN | Kelapangan; kesempatan (9) |
| KELUANGSA | Keluarga (untuk orang baik-baik); sanak saudara (9) |
| KELUBURAN | Lubang di tanah untuk memerangkap binatang (gajah dan sebagainya) (9) |
| KELUCAHAN | Keaiban; kecabulan (9) |
| KELUGASAN | Hal mengenai yang pokok (yang penting, yang perlu); kesederhanaan; keluguan; kepolosan; perihal tidak berbelit-belit (tentang bahasa, kalimat); tidak bersifat pendapat pribadi; keobjektifan (9) |
| KELUHURAN | Kemuliaan; kebesaran (9) |
| KELULUSAN | Keguguran (melahirkan anak sebelum masanya); hal (keadaan) lulus (ujian dan sebagainya) (9) |
| KELUMPANG | Pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 30 m, bunganya berwarna merah, berbau busuk, daunnya mudah rontok, buahnya berupa bumbung, kulit buahnya tebal berwarna merah digunakan sebagai obat untuk menghentikan perdarahan pada hidung, bijinya hitam dapat digunakan sebagai obat batuk, mengandung minyak yang biasa digunakan sebagai minyak goreng atau minyak lampu; genderuwo; jangkang; kepuh (Sterculia foetida) (9) |
| KELUNAKAN | Kelembutan (9) |
| KELUPASAN | Hasil mengelupaskan (9) |
| KELURAHAN | Daerah pemerintahan yang paling bawah yang dipimpin oleh seorang lurah; kantor (rumah) lurah (9) |
| KELURUSAN | Perihal lurus; kejujuran (kiasan); bentuk garis lurus pada permukaan Bumi yang menggambarkan patahan-patahan yang terjadi di bumi (Kedirgantaraan) (9) |
| KEMACETAN | Hal (keadaan) macet; keadaan ketika tuntutan komunikasi atau pengolahan lebih besar daripada kapasitas sistem (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KEMAHALAN | Terlalu tinggi harganya; terlalu mahal (9) |
| KEMAHIRAN | Kecakapan (dalam melakukan sesuatu); kemampuan; kepandaian (9) |
| KEMAJIRAN | Keadaan tidak dapat beranak; kemandulan (9) |
| KEMAMPUAN | Kesanggupan; kecakapan; kekuatan; kekayaan (9) |
| KEMANISAN | Perihal rasa manis; kebaikan; kecantikan; terlalu manis (9) |
| KEMAPANAN | Hal keadaan mantap; kepuasan dengan diri sendiri (9) |
| KEMARAHAN | Hal (keadaan) marah; kegusaran; keberangan (9) |
| KEMAROGAN | Liana bertahunan, menjalar, panjang, mencapai 10 m, berbatang lunak, berbentuk segi lima, berambut, berwarna hijau kekuningan, daunnya menjantung, bercangap lima, ujungnya runcing, bunganya berbentuk terompet, bertajuk lima, berwarna kuning, bijinya kecil (Gymnopetalum leucostictum) (Botani) (9) |
| KEMASAKAN | Hal (keadaan) masak (yang sebenarnya atau kiasan); terlalu masak; lebih dari masak (tentang masakan, buah, dan sebagainya); kematangan jiwa seseorang dalam proses perkembangan ke arah dewasa (9) |
| KEMASUKAN | Dimasuki (dirasuki) roh halus (setan, hantu, dan sebagainya); dimasuki (oleh); ada sesuatu yang masuk (9) |
| KEMBALIAN | Hasil mengembalikan; yang dikembalikan (9) |
| KEMBANGAN | Rangkaian gerak indah pada permainan pencak yang merupakan ekspresi kelenturan dan keterampilan yang berguna untuk efektivitas serangan, tangkisan, elakan, tangkapan, dan sebagainya, disertai dengan kemampuan gerak tipu dan intelegensi penggunaan situasi (Kesenian) (9) |
| KEMEGAHAN | Hal (keadaan) megah; kemuliaan; kemasyhuran; kebesaran (9) |
| KEMELIKAN | Keinginan akan memiliki; kelobaan; keserakahan; ketamakan; kerakusan (9) |
| KEMELITAN | Perihal ingin tahu; keingintahuan (9) |
| KEMENAKAN | Anak saudara baik dari adik maupun dari kakak (9) |
| KEMENAKER | Kementerian Ketenagakerjaan (akronim) (9) |
| KEMENDANG | Getaran udara (di atas tanah yang kepanasan) (9) |
| KEMENDESA | Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (akronim) (9) |
| KEMENPORA | Kementerian Pemuda dan Olahraga (akronim) (9) |
| KEMERAKAN | Pohon, dipakai untuk penghijauan (9) |
| KEMESTIAN | Hal yang pasti (tentu); kepastian; hal yang harus (wajib); keharusan; kewajiban (9) |
| KEMESUMAN | Hal (keadaan) mesum; kekotoran; perbuatan yang tidak senonoh (keji, cabul, buruk) (9) |
| KEMOLALAN | Konsentrasi larutan yang dinyatakan dalam banyaknya mol zat terlarut per kilogram pelarut; molalitas (Kimia) (9) |
| KEMOLARAN | Konsentrasi larutan yang dinyatakan dalam banyaknya mol zat terlarut per desimeter kubik larutan; molaritas (Kimia) (9) |
| KEMOLEKAN | Keelokan; kecantikan (9) |
| KEMOLISIS | Pelarutan materi organik yang terjadi selama peluruhan, yang disebabkan oleh reaksi kimia dan bukan oleh bakteri (Kimia) (9) |
| KEMPATEBU | Benda berat yang digunakan untuk mengempa tebu supaya keluar airnya; apitan tebu (9) |
| KEMUDAHAN | Perihal mudah; sesuatu yang dapat mempermudah dan memperlancar usaha (9) |
| KEMUJURAN | Keuntungan; kebahagiaan (9) |
| KEMULIAAN | Hal (keadaan) mulia; keluhuran; keagungan; kehormatan (9) |
| KEMULUSAN | Perihal (keadaan) mulus (halus, lancar) (9) |
| KEMUNGKUS | Tidak dapat menetas dan busuk (tentang telur); tembelang (9) |
| KEMUNTING | Perdu, tinggi hingga 4 m, daun yang ditumbuk digunakan untuk mengobati luka, buahnya kecil berwarna merah kehitam-hitaman, dapat dimakan atau dibuat selai; karamunting; keramunting (Rhodomyrtus tomentosa) (9) |
| KEMURAHAN | Perihal murah; terlalu murah; kebaikan; kelimpahan (9) |
| KEMURAMAN | Perihal muram; kesuraman (9) |
| KEMURNIAN | Perihal murni; keaslian; kesucian; kebersihan (9) |
| KENABADAN | Kondisi ketika bola mengenai bagian badan yang terlarang atau terbawa oleh bagian badan tertentu (tentang hoki) (Olahraga) (9) |
| KENADAKWA | Dituntut dalam perkara; dituduh (9) |
| KENAHUKUM | Dijatuhi hukuman (yang diputuskan oleh hakim) (9) |
| KENAJISAN | Kekotoran; kecemaran (9) |
| KENAKALAN | Sifat nakal; perbuatan nakal; tingkah laku secara ringan yang menyalahi norma yang berlaku dalam suatu masyarakat (9) |
| KENALOTRE | Mendapat uang (barang dan sebagainya) dari undian; beruntung besar (9) |
| KENAPUKUL | Kena ketuk (diketuk); kena rugi (marah, tipu, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| KENASAKAL | Dipukul; dianiaya; disakal (9) |
| KENDALIAN | Hasil mengendalikan (9) |
| KENDANGAN | Bergendang; memukul gendang (9) |
| KENDARAAN | Sesuatu yang digunakan untuk dikendarai atau dinaiki (seperti kuda, kereta, mobil) (9) |
| KENDAYANG | Daun kelapa yang sudah menguning dan hampir kering (9) |
| KENEMATIK | Ilmu tentang kenem (Linguistik) (9) |
| KENGERIAN | Perasaan ngeri; hal ngeri; ketakutan (9) |
| KENNEWICK | Kota di Amerika Serikat (9) |
| KENOFOBIA | Fobia terhadap ruangan kosong (Psikologi) (9) |
| KENUDISAN | Nudisme; aliran dari perkumpulan hidup telanjang; hidup telanjang (9) |
| KENYAHTAU | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur; Lepo Tau (9) |
| KENYATAAN | Hal yang nyata; yang benar-benar ada; terbukti; bukti(nya) (9) |
| KEPACAKAN | Kemahiran; kepandaian (9) |
| KEPADATAN | Perihal (keadaan) padat; jumlah ikan atau organisme lain dalam satuan volume atau luasan tertentu (Perikanan) (9) |
| KEPAHIANG | Kabupaten di Provinsi Bengkulu; ibu kota Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu (9) |
| KEPAHITAN | Perihal pahit; rasa pahit; kesukaran dan kesusahan (kiasan) (9) |
| KEPAKARAN | Keahlian (9) |
| KEPALAAIR | Ujung atau permulaan banjir (yang paling depan); lidah air (9) |
| KEPALADUA | Memihak ke sana sini (tidak hanya kepada satu pihak) (9) |
| KEPALAKAN | Kepanasan (9) |
| KEPALANOT | Bagian not, bentuknya bulat telur dan condong ke kanan (Musik) (9) |
| KEPALSUAN | Perihal palsu; kelancungan; kecurangan dan sebagainya (9) |
| KEPANASAN | Perihal (keadaan) panas; keadaan merasa panas; kena panas matahari; terlampau panas; kepalakan (9) |
| KEPANGSEK | Tepat mengenai (sasaran) (Melayu Jakarta); menyentuh hati (kiasan) (9) |
| KEPANIKAN | Kegugupan (kebingungan dan ketakutan); kecemasan (9) |
| KEPASIFAN | Hal atau keadaan pasif (9) |
| KEPASTIAN | Perihal (keadaan) pasti; ketentuan; ketetapan (9) |
| KEPATIHAN | Kepatuhan; ketaatan; tempat tinggal (kantor) patih; jabatan patih (9) |
| KEPATUHAN | Sifat patuh; ketaatan; kepatihan (9) |
| KEPATUTAN | Pertimbangan; pendapat; kepantasan; kelayakan; kesesuaian; kecocokan (9) |
| KEPAYAHAN | Kelelahan; kesukaran; kesusahan; menderita lelah (sukar, susah, dan sebagainya); kehabisan tenaga (9) |
| KEPEDARAN | Kekesalan hati (9) |
| KEPEDIHAN | Rasa pedih; kesakitan hati; sangat sakit (9) |
| KEPEJALAN | Keadaan padat keras dan tidak berongga; keadaan pejal (9) |
| KEPELIKAN | Keanehan; kerumitan; kesulitan; kesukaran (9) |
| KEPELITAN | Perihal (yang bersifat, berciri) pelit atau kikir; kekikiran (9) |
| KEPENATAN | Kelelahan; kepayahan (9) |
| KEPENCONG | Buah pohon kepayang, bijinya direbus hingga masak dan diperam dalam abu selama satu bulan, biasa dipakai untuk bumbu masak rawon; keluak (Minangkabau) (9) |
| KEPERAKAN | Berwarna putih seperti perak (tentang rambut dan sebagainya) (9) |
| KEPERGIAN | Hal pergi; keberangkatan; kematian; hal meninggal dunia (kiasan) (9) |
| KEPERIHAN | Kepedihan; kesakitan; perasaan tidak senang (tidak gembira dan sebagainya); kepahitan; kepedihan (perasaan) (9) |
| KEPERLUAN | Keharusan; kemestian; hal yang perlu; kepentingan; kebutuhan (barang yang diperlukan); maksud; tujuan (9) |
| KEPESATAN | Kemajuan dengan cepat; kecepatan (9) |
| KEPETAHAN | Perihal petah; kefasihan berbicara (9) |
| KEPIATUAN | Perihal kesendirian, tidak bersanak saudara (9) |
| KEPICIKAN | Kekurangan (tentang pengetahuan dan sebagainya); kekurangan (uang dan sebagainya); perihal tidak luas atau lebar (9) |
| KEPIKEMAS | Kumbang berbentuk seperti kura-kura sebesar kuku ibu jari tangan, sayap depan keras seperti perisai yang lebar dan berwarna keemas-emasan (Aspidimorpha miliaris) (9) |
| KEPINDING | Kutu berwarna merah yang mengisap darah manusia, biasa hidup di sela-sela tempat duduk atau tempat tidur (kursi, tikar, dipan, dan sebagainya.); kutu busuk; bangsat; adi; pijat-pijat (9) |
| KEPOLARAN | Polaritas (9) |
| KEPOLOSAN | Kesederhanaan (tentang sikap dan tingkah laku); kejujuran (pikiran, hati, dan sebagainya) (9) |
| KEPOMPONG | Bingung; kebingungan; gelisah (Minangkabau); bakal serangga (kupu-kupu) yang berada dalam stadium (kehidupan) ketiga sebelum berubah bentuk menjadi kupu-kupu atau serangga, biasanya terbungkus dan tidak bergerak (9) |
| KEPONAKAN | Anak saudara; kemenakan (9) |
| KEPRABUAN | Tanda-tanda kebesaran (kerajaan) (9) |
| KEPULASAN | Perihal tertidur nyenyak; (tidur) terlalu pulas (9) |
| KEPULAUAN | Gugusan beberapa buah pulau; kumpulan pulau (9) |
| KEPUNAHAN | Perihal punah; kemusnahan (9) |
| KEPUNDUNG | Pohon, tinggi mencapai 25 m, kayunya kuat, cocok untuk bangunan rumah dan perahu, buahnya berbentuk bulat, berwarna hijau kekuning-kuningan, daging buahnya berwarna putih kekuning-kuningan, rasanya masam manis; menteng (Baccaurea racemosa) (9) |
| KEPUNYAAN | Yang dipunyai (oleh); milik (9) |
| KEPUTIHAN | Agak putih warnanya; tampak putih; terlalu putih; penyakit pada kelamin wanita yang ditandai dengan keluar lendir putih yang menyebabkan rasa gatal (9) |
| KEPUTRAAN | Tempat tinggal anak-anak laki-laki raja di keraton; kelahiran (tentang anak raja) (9) |
| KEPUTUSAN | Perihal yang berkaitan dengan putusan; segala putusan yang telah ditetapkan (sesudah dipertimbangkan, dipikirkan, dan sebagainya); ketetapan; sikap terakhir (langkah yang harus dijalankan); kesimpulan (tentang pendapat); hasil pemeriksaan (tentang ujian); kehabisan (tentang uang, makanan, dan sebagainya); menderita kekurangan (9) |
| KERAGAMAN | Perihal ragam; kerukunan (9) |
| KERAHBAJU | Kerah yang berfungsi menutupi tubuh bagian atas seperti leher dan dada (Tata Busana) (9) |
| KERAHBIRU | Berkaitan dengan pekerjaan yang lebih membutuhkan kekuatan fisik daripada kecerdasan mental atau otak, misalnya kuli, supir, dan sebagainya (kiasan) (9) |
| KERAHCINA | Kerah mandarin; kerah tegak (Tata Busana) (9) |
| KERAHDASI | Kerah terbuat dari tali panjang berbahan lembut dengan kerung leher bulat, bagian depan disimpulkan dengan berbagai bentuk (Tata Busana) (9) |
| KERAHIMAN | Sifat belas kasih; hal rahim (9) |
| KERAHPITA | Kerah panjang melingkari leher, kedua ujungnya dibentuk menjadi pita di depan (Tata Busana) (9) |
| KERAHPOLO | Kerah berujung runcing menghadap ke bawah, dilengkapi dengan kancing yang dipasang pada ban sepanjang setengah dada (Tata Busana) (9) |
| KERAHSYAL | Kerah lebar menghadap ke bawah dengan kelepak panjang membulat, sebagian menyilang di depan (Tata Busana) (9) |
| KERAHTOGA | Kerah terbuat dari sehelai bahan dengan lebar bervariasi dan panjang hingga batas dada; kerah berta (Tata Busana) (9) |
| KERAHWARU | Garis leher berbentuk jantung hati di bagian depan, biasanya diaplikasikan pada pakaian wanita (Tata Busana) (9) |
| KERAJINAN | Perihal rajin; kegiatan; kegetolan; barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (seperti tikar, anyaman, dan sebagainya); perusahaan (kecil) yang membuat barang-barang sederhana, biasa mengandung unsur seni (9) |
| KERAKBUMI | Kulit bumi terluar yang keras; lapisan terluar bumi yang padat (Geografi dan Geologi) (9) |
| KERAKNASI | Nasi yang keras dan hangus yang melekat pada dasar periuk (9) |
| KERAKROTI | Lapisan roti yang keras (pada lapisan luar) (9) |
| KERAKUSAN | Perihal rakus; ketamakan; kelobaan; keserakahan; kemelikan (9) |
| KERAMAHAN | Sifat ramah; kebaikan hati dan keakraban (dalam bergaul) (9) |
| KERAMAIAN | Hal ramai; keadaan ramai; tontonan (perayaan dan sebagainya) (9) |
| KERAMBOJA | Tumbuhan menjalar, buahnya bulat dan besar, berwarna hijau dan halus, daging buahnya berwarna kuning, atau merah banyak mengandung air dan manis, ada yang berbiji dan ada pula yang tidak berbiji; tembikai; mendikai; semangka (Citrullus vulgaris) (9) |
| KERAMIKUS | Pencipta barang keramik sebagai seni; pekeramik (9) |
| KERAMPAGI | Pisau cukur; pisau lipat (9) |
| KERAMPANG | Bagian antara anus dan alat kelamin luar; perineum; kelangkang (Anatomi) (9) |
| KERANBOLA | Keran yang dipasang dengan bola berlubang yang mengatur aliran air ataupun suhunya (9) |
| KERANCANG | Bordiran; sulaman; kerawangan (9) |
| KERANCUAN | Hal rancu; kekacauan; kerincuan; pengacauan atau hasil penggabungan dua bentuk yang secara tidak sengaja atau tidak lazim dihubung-hubungkan (Linguistik) (9) |
| KERANGKAI | Pohon tinggi hingga 30 m, kayunya keras, dipakai sebagai bahan pembuat lingkar roda, tangkai cangkul (Quercus rajah) (9) |
| KERANJANG | Bakul besar yang anyamannya kasar-kasar (9) |
| KERANTONG | Bunyi-bunyian dibuat dari bambu atau kayu berongga (dibunyikan atau dipukul untuk menyatakan tanda waktu atau tanda bahaya atau untuk mengumpulkan massa); kentungan; kentung-kentung (9) |
| KERAPATAN | Keadaan rapat; kepekatan; kekentalan (9) |
| KERAPKALI | Acap kali; sering kali; berkali-kali (9) |
| KERAPPATI | Membunuh dengan diam-diam (9) |
| KERAPUHAN | Perihal rapuh; kelemahan (hati dan sebagainya) (9) |
| KERASHATI | Tidak lekas putus asa; tidak akan berhenti bekerja sebelum yang dicita-citakan tercapai (9) |
| KERASUKAN | Kemasukan (roh jahat dan sebagainya); kesurupan (9) |
| KERATITIS | Peradangan pada selaput bening mata (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KERATOSIS | Penyakit kulit yang ditandai oleh tumbuhnya lapisan tanduk secara berlebihan; bagian kulit yang lapisan tanduknya berlebihan (9) |
| KERATSINI | Kota di Yunani (9) |
| KERAWITAN | Lagu (gending) permulaan pertunjukan wayang; seni suara (gamelan) (9) |
| KERBAUAIR | Kerbau yang biasa hidup di daerah yang berawa-rawa, terdapat di India (9) |
| KERECOKAN | Perihal recok; keributan; keonaran (9) |
| KEREGENAN | Kabupaten (9) |
| KEREMAHAN | Perihal konsistensi tanah yang bersifat mudah pecah (9) |
| KEREMPENG | Sangat kurus sehingga tulang rusuk tampak menonjol (9) |
| KEREMPUNG | Perut sebelah bawah (9) |
| KERENCANG | Tiruan bunyi rantai bersentuhan (9) |
| KERENCUNG | Tiruan bunyi, hampir sama dengan bunyi kerencang (9) |
| KERENDANG | Urang-aring; orang-aring (Pouzolzia zeylanica); wadah penyimpanan benih ikan sebelum diangkut ke tempat lain (9) |
| KERENGKAM | Lumut laut (9) |
| KERENTANG | Tiruan bunyi berdentam-dentam atau berdentang-dentang; tiruan gerentang; kerentam (9) |
| KERENTING | Bunyi denting atau dencing (9) |
| KEREPOTAN | Kesibukan; kewalahan (9) |
| KERESIKAN | Kebersihan (9) |
| KERETAAPI | Kereta yang terdiri atas rangkaian gerbong (kereta) yang ditarik oleh lokomotif, dijalankan dengan tenaga uap (atau listrik), berjalan di atas rel (rentangan baja dan sebagainya), digunakan untuk kendaraan umum (9) |
| KERETAPOS | Kereta yang mengangkut surat-surat pos (9) |
| KERETAREL | Kendaraan rel yang bergerak dengan tarikan sendiri yang didesain untuk mengangkut penumpang (9) |
| KERIANGAN | Kesukaan; kegembiraan (9) |
| KERIBUTAN | Kegemparan; kerusuhan; kekacauan (9) |
| KERICUHAN | Kekacauan; kerusuhan (kecil) (9) |
| KERINCING | Bunyi berdencing-dencing; instrumen musik, terdiri atas lingkaran logam yang dipasangi simbal-simbal kecil (9) |
| KERINDING | Seruling dibuat dari pelepah enau (9) |
| KERINDUAN | Perihal rindu; keinginan dan harapan (akan bertemu) (9) |
| KERINJANG | Mengerinjang; melangkah-langkahkan (menjejak-jejakkan) kaki (9) |
| KERINJING | Pohon yang dapat mencapai tinggi 40 m, batangnya lurus, kayunya kuat dan tidak diserang rayap, dibuat bahan bangunan rumah, tiang jembatan, dan sebagainya (Bischofia javanica) (9) |
| KERINTING | Siput (kerang) yang diasinkan (9) |
| KERISAUAN | Kerusuhan (hati); kegelisahan (9) |
| KERISIKAN | Bunyi berkerisik (9) |
| KERISSARI | Keris yang berbentuk ular menjalar (berkeluk sembilan); keris parung (9) |
| KERJARAJA | Kerja paksa; kerja rodi (9) |
| KERJARODI | Kerja paksa; kerja raja (9) |
| KERJASAMA | Kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah, dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama (9) |
| KERLINGAN | Pandangan mata melirik; lirikan (9) |
| KERMANICI | Lauk yang dibuat dari daging sapi atau babi (9) |
| KEROBOHAN | Runtuhan; reruntuhan; puing (9) |
| KEROFOBIA | Fobia terhadap perasaan senang; hedonofobia (Psikologi) (9) |
| KERONCANG | Kerajang (akronim) (9) |
| KERONCONG | Tiruan bunyi seperti bunyi giring-giring; tiruan bunyi perut yang lapar (kiasan); alat musik petik berupa gitar kecil berdawai empat atau lima (Musik); irama (langgam) musik yang ciri khasnya terletak pada permainan alat musik keroncong, yaitu kendang, selo, dan gitar melodi yang dimainkan secara beruntun (Musik); jenis orkes yang terdiri atas biola, seruling, gitar, ukulele, banyo, selo, dan bas (Musik); binggel (Madura) (9) |
| KEROYALAN | Perihal royal; keborosan (9) |
| KEROYOKAN | Serangan beramai-ramai (orang banyak); perkelahian beramai-ramai (9) |
| KERPUBESI | Senyawaan besi dan belerang (menyerupai emas) (Geografi dan Geologi) (9) |
| KERTAJAYA | Raja terakhir Kediri yang memerintah pada tahun 1200-1222 Masehi (9) |
| KERUBINAN | Malaikat (dewa) (9) |
| KERUBUTAN | Serbuan beramai-ramai untuk melihat sesuatu, membeli, dan sebagainya (9) |
| KERUHBUMI | Ukuran panjang (2–3 mil) (9) |
| KERUHHATI | Perasaan yang kurang baik (9) |
| KERUKUNAN | Perihal hidup rukun; rasa rukun; kesepakatan (9) |
| KERUMITAN | Perihal rumit; kesulitan; kesukaran; kesusahan (9) |
| KERUMUNAN | Kumpulan orang dan sebagainya yang tidak teratur dan bersifat sementara (9) |
| KERUNTING | Genta yang dibuat dari kayu (dipasang pada leher lembu, kerbau) (9) |
| KERUNTUNG | Tabung; bakul beranyam rapat dan bertali (untuk menyimpan ikan dan sebagainya) (Minangkabau) (9) |
| KERUPUKAN | Kebingungan; tergopoh-gopoh; gugup (9) |
| KERUPUKMI | Kerupuk yang berbentuk seperti mi (9) |
| KERUSUHAN | Perihal rusuh (tidak aman); keributan; kekacauan; huru-hara; perihal rusuh (9) |
| KERUTMUKA | Lipatan kulit pada dahi; kerut pada muka yang timbul karena ketuaan sesuai dengan jenis kelamin ternak (sehingga dapat juga digunakan untuk memilih calon induk atau calon pejantan) (Peternakan) (9) |
| KERUWETAN | Kekusutan; kekalutan; kesulitan (9) |
| KESABARAN | Ketenangan hati dalam menghadapi cobaan; sifat tenang (sabar) (9) |
| KESADAHAN | Sifat air yang menyebabkan pembentukan sisa yang tidak larut apabila digunakan sabun dan yang menyebabkan pembentukan kerak pada dinding ketel (Kimia) (9) |
| KESADARAN | Keinsafan; keadaan mengerti; hal yang dirasakan atau dialami oleh seseorang (9) |
| KESADISAN | Sadisme (9) |
| KESAHIHAN | Perihal sahih; kebenaran; kesempurnaan (9) |
| KESAKITAN | Terasa sakit; menderita (rasa) sakit; perasaan sakit (9) |
| KESAKSIAN | Keterangan (pernyataan) yang diberikan oleh saksi (9) |
| KESAKTIAN | Kepandaian (kemampuan) berbuat sesuatu yang bersifat gaib (melampaui kodrat alam); kekuasaan gaib (9) |
| KESALAHAN | Perihal salah; kekeliruan; kealpaan; tidak sengaja (berbuat sesuatu) (9) |
| KESALEHAN | Ketaatan (kepatuhan) dalam menjalankan ibadah; kesungguhan menunaikan ajaran agama (9) |
| KESAMARAN | Kegelapan; perihal samar; ketidakjelasan; ketidakterangan (kiasan) (9) |
| KESAMPING | Menuju arah samping (9) |
| KESEBALAN | Kekesalan; kedongkolan (9) |
| KESEBATAN | Kecepatan; ketangkasan (9) |
| KESEDAPAN | Perihal sedap; kenyamanan; kesenangan (9) |
| KESEDIAAN | Kesanggupan (kerelaan) untuk berbuat sesuatu; kesudian (9) |
| KESEDIHAN | Perasaan sedih; dukacita; kesusahan hati (9) |
| KESEGANAN | Perasaan tidak mau (malas dan sebagainya); keengganan; ketidaksudian; perasaan malu (takut dan hormat) (9) |
| KESEGARAN | Keadaan (hal, sifat, dan sebagainya) segar; kenyamanan; kesehatan (9) |
| KESEHATAN | Keadaan (hal) sehat; kebaikan keadaan (badan dan sebagainya) (9) |
| KESELAPAN | Kemasukan setan; silap ingatan (karena sangat marah dan sebagainya) (9) |
| KESEMARAN | Perihal dimabuk cinta; perihal gila berahi (9) |
| KESEMUTAN | Berasa senyar (geranyam) pada anggota badan, seperti digigit semut, terutama kaki dan tangan (karena lama duduk tanpa bergerak-gerak atau tertekan terlalu lama dan sebagainya) (9) |
| KESENAKAN | Menderita senak (perut, dada, hati, dan sebagainya) (9) |
| KESENDUAN | Keadaan (hal) sedih, duka, dan sebagainya; kesedihan; kedukaan (9) |
| KESENGGOL | Tersenggol; tersentuh; tersinggung (9) |
| KESENGSEM | Tersengsem; sangat tertarik hati sehingga terlupa diri; sangat asyik; sangat berahi; jatuh cinta (9) |
| KESENJAAN | Sudah terlalu petang (hampir malam); kepetangan; kemalaman (9) |
| KESEPUHAN | Rumah adat di Jawa Barat; golongan yang terdiri atas orang-orang lanjut usia yang sangat dihormati oleh warga desa yang berfungsi sebagai penasihat kepala desa (9) |
| KESERUDUK | Terseruduk (9) |
| KESESAKAN | Kesempitan; kepicikan; kesukaran (kekurangan dan sebagainya) (9) |
| KESESATAN | Kebingungan; kesalahan jalan atau pikiran; kekeliruan; sesuatu yang sesat (kiasan) (9) |
| KESETIAAN | Keteguhan hati; ketaatan (dalam persahabatan, perhambaan, dan sebagainya); kepatuhan (9) |
| KESIAGAAN | Keadaan siaga; kesiapan; siap sedia (9) |
| KESIANGAN | Dikenai siang; terlalu siang; terlambat (kiasan) (9) |
| KESIBUKAN | Perihal (yang bersifat) sibuk; sesuatu (usaha dan sebagainya) yang harus dikerjakan; kegiatan (9) |
| KESIGAPAN | Keadaan (perihal) sigap; ketangkasan (bergerak atau bertindak disertai semangat yang tinggi) (9) |
| KESISIPAN | Kemasukan duri dan sebagainya dalam daging, di sela gigi (9) |
| KESISIRAN | Tertusuk duri; kesisipan (Minangkabau) (9) |
| KESOMPLOK | Tersampuk; tertumbuk; terlanggar (Melayu Jakarta); kehabisan uang (biaya) (Melayu Jakarta); tersomplok (9) |
| KESOPANAN | Adat sopan santun; tingkah laku (tutur kata) yang baik; tata krama; keadaban; peradaban; kesusilaan (9) |
| KESUBURAN | Hal (keadaan) subur; kemampuan menghasilkan keturunan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KESUDAHAN | Akhir; penghabisan; akibat; kesempurnaan; akhirnya; kemudian (9) |
| KESUKARAN | Hal (keadaan dan sebagainya) sukar; kesulitan; kesusahan; menderita susah, kekurangan, kemiskinan, dan sebagainya (9) |
| KESULITAN | Keadaan yang sulit; sesuatu yang sulit; kesukaran; kesusahan (9) |
| KESUMBANG | Ikan laut yang panjangnya mencapai 200 cm, pangkal sirip dada terletak jauh di bawah garis tengah tubuh, bibir bawah pendek, sirip dada memiliki empat filamen, jumlah gurat sisi 71-80, kepala dan dada gelap keperakan, bagian ventral lebih cerah, tepi anterior dari sirip punggung pertama dan kedua berwarna kehitaman, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 23 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; baling; kurau; senangin (Eleutheronema tetradactylum) (9) |
| KESUNANAN | Daerah sunan (9) |
| KESUNYIAN | Perihal sunyi; keheningan; kelengangan; kesenyapan; merasa sunyi (karena seorang diri dan sebagainya); kesepian (9) |
| KESURAMAN | Perihal suram; keadaan suram; kemuraman (9) |
| KESURUPAN | Kemasukan (setan, roh) sehingga bertindak yang aneh-aneh (9) |
| KESUSAHAN | Menderita susah; kesedihan; kesukaran; kesulitan; kemiskinan (9) |
| KESUSUPAN | Berhasil disusupi; kemasukan; kesisipan (9) |
| KETABAHAN | Perihal tabah; keadaan tabah; ketetapan hati; kekuatan hati (9) |
| KETAGIHAN | Terus-menerus meminta (ingin); merasa sangat ingin akan sesuatu (merokok, minum kopi, dan sebagainya) karena sudah menjadi kebiasaan (9) |
| KETAHANAN | Perihal tahan (kuat); kekuatan (hati, fisik); daya tahan (9) |
| KETAHIRAN | Kebersihan, kesucian; kemurnian (9) |
| KETAKSAAN | Perihal taksa; kekaburan; keraguan (tentang makna); ambiguitas (9) |
| KETAKUTAN | Perihal takut; rasa takut; keadaan takut; keseganan; kekhawatiran; kegelisahan; dalam keadaan takut; menderita takut (khawatir gelisah) (9) |
| KETAMAKAN | Hal tamak; keinginan untuk selalu memperoleh (harta dan sebagainya) sebanyak-banyaknya; kelobaan; keserakahan; kerakusan; kemelikan |
| KETAMBATU | Sangat bakhil (kedekut) (kiasan) (9) |
| KETANURAP | Nasi ketan yang diberi kelapa parut yang sudah dicampur dengan sedikit garam (Tata Boga/Melayu Jakarta) (9) |
| KETAPAKAN | Tempat kehormatan dalam balai penghadapan (9) |
| KETEDUHAN | Keredaan; ketenangan; (perihal) keadaan teduh (9) |
| KETEGAKAN | Perihal tegak; kedudukan (9) |
| KETEGAPAN | Kegagahan (badan); kekuatan; keteguhan (9) |
| KETEGARAN | Kekerasan hati (9) |
| KETEGASAN | Kejelasan; kepastian; keterangan yang jelas (pasti) (9) |
| KETEGUHAN | Kekuatan atau ketetapan (hati, iman, niat, dan sebagainya); kekukuhan (9) |
| KETEGUKAN | Kesedakan (9) |
| KETEGURAN | Keadaan sakit karena diganggu hantu; kesambet; terkesima (9) |
| KETEKUNAN | Perihal tekun; kekerasan dan kesungguhan (bekerja); keasyikan (9) |
| KETELAPAN | Hal daya tembus terhadap sesuatu; permeabilitas (9) |
| KETELORAN | Salah ucapan (lafal) (9) |
| KETELUMAN | Terganggu pertumbuhannya karena tertutupi oleh pohon lain (tentang pohon) (9) |
| KETENARAN | Kemasyhuran; kenamaan; keterkenalan; kebekenan (9) |
| KETENTUAN | Sesuatu yang sudah tentu atau yang telah ditentukan; ketetapan; kepastian (9) |
| KETEPATAN | Hal (keadaan, sifat) tepat; ketelitian; kejituan (9) |
| KETERFASE | Beda fase yang negatif antara suatu besaran yang berubah secara sinusoidal dan frekuensi yang sama jika fase negatif (Fisika) (9) |
| KETERUSAN | Keadaan terlewati (9) |
| KETETALAN | Perihal tetal; keadaan tidak berongga (9) |
| KETETAPAN | Hal (keadaan) tetap; ketentuan; kepastian; keteguhan (hati, niat, dan sebagainya); ketabahan (hati); kekerasan (hati, kemauan); keputusan; beslit (pengangkatan dan sebagainya) (9) |
| KETETERAN | Dalam keadaan keteter; tidak dapat bekerja dengan baik, tidak cepat selesai; keadaan terdesak oleh banyaknya pekerjaan, tenggat, serangan, dan sebagainya (9) |
| KETEWASAN | Kekalahan; kecelakaan; bencana; kematian (dalam perang) (9) |
| KETIADAAN | Perihal tidak adanya ...; kekurangan; kepicikan (uang); hal tidak ada apa-apa (9) |
| KETIDURAN | Tempat (balai-balai dan sebagainya) untuk tidur; tidak sengaja tidur; tertidur (9) |
| KETIMBANG | Kata untuk menandai perbandingan (dengan); daripada (9) |
| KETIMURAN | Segala sesuatu mengenai benua atau bangsa Asia (9) |
| KETINTING | Perahu yang menggunakan motor luar dengan poros panjang yang dipasang di sisinya, dapat dibenamkan ke dalam air atau diangkat ke permukaan air (9) |
| KETOHORAN | Kekeringan; kehausan; kehabisan (uang dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| KETOKKAYU | Memungut cukai secara ilegal dari pemilik kayu (kiasan/Melayu Riau) (9) |
| KETOLOLAN | Kebodohan; kebebalan (9) |
| KETONEMIA | Hal terdapatnya zat keton dalam jumlah berlebihan dalam darah (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KETONURIA | Hal terdapatnya zat keton dalam jumlah berlebihan dalam air seni (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KETTERING | Kota di Inggris dan Amerika Serikat (9) |
| KETUAMUDA | Wakil ketua (9) |
| KETUANGAN | Hal curah (9) |
| KETUAUMUM | Jabatan tertinggi dari suatu organisasi (partai, lembaga, panitia, dan sebagainya) (9) |
| KETUHANAN | Sifat keadaan Tuhan; segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan; kepercayaan kepada Tuhan; dasar percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa (9) |
| KETUKPALU | Mengesahkan; memutuskan (kiasan) (9) |
| KETUKTILU | Tarian pergaulan khas Sunda antara laki-laki dan perempuan, diiringi dengan gamelan (9) |
| KETULAHAN | Menderita celaka (sakit, sengsara) karena tertimpa tulah; kena tulah (9) |
| KETULARAN | Kena penyakit yang menular; kejangkitan (9) |
| KETULENAN | Perihal tulen; keaslian; kemurnian (9) |
| KETULUSAN | Kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran (9) |
| KETUMPANG | Terna tegak yang berbau busuk, tumbuh di tempat lembap, digunakan sebagai campuran obat kejang perut (Dysophylla auricularia); gulma yang tingginya mencapai 75 cm, berdaun agak lebar, permukaan daun ditutupi rambut kasar, bunga berwarna putih; songgolangit (Tridax procumbens) (9) |
| KETURUNAN | Manusia, binatang, atau tanaman yang diturunkan dari yang sebelumnya; kemasukan (orang halus dan sebagainya); hal turun; menderita atau mendapat sesuatu (penyakit dan sebagainya) yang menurun dari generasi sebelumnya (9) |
| KETUUDENG | Kain kepala yang sudah dibentuk sebagai ketu (9) |
| KEUKENHOF | Taman bunga di Belanda (9) |
| KEUSKUPAN | Wilayah atau daerah yang menjadi wewenang uskup; seluk-beluk (tugas) uskup (9) |
| KEUSREKAN | Kegelisahan; ketidaktenangan; keresahan (9) |
| KEUTAMAAN | Keunggulan; keistimewaan; hal yang penting (terbaik, unggul, dan sebagainya); kebaikan budi pekerti (9) |
| KEVAKUMAN | Hal (keadaan) hampa udara; kekosongan (tentang penguasa, pejabat, dan sebagainya yang tidak ada di tempat atau tidak berfungsi) (9) |
| KEVOKALAN | Perihal mengemukakan pendapat (kiasan) (9) |
| KEWAFATAN | Perihal wafat; kematian (9) |
| KEWAJIBAN | Sesuatu yang diwajibkan; sesuatu yang harus dilaksanakan; keharusan; pekerjaan; tugas; tugas menurut hukum; segala sesuatu yang menjadi tugas manusia (membina kemanusiaan) (Hukum) (9) |
| KEWALAHAN | Menderita putus asa karena tidak sanggup lagi menjalankan tugas dan sebagainya; tidak sanggup lagi memenuhi tugas, pekerjaan, dan sebagainya (9) |
| KEWANGIAN | Terlalu wangi; keharuman (9) |
| KEWARASAN | Kesehatan jasmani dan rohani (9) |
| KEWARGAAN | Hal yang berhubungan dengan warga; keanggotaan (9) |
| KEWEDUKAN | Perihal weduk; kekebalan; keimunan (9) |
| KEYAKINAN | Kepercayaan dan sebagainya yang sungguh-sungguh; kepastian; ketentuan; bagian agama atau religi yang berwujud konsep yang menjadi keyakinan (kepercayaan) para penganutnya (9) |
| KEZALIMAN | Kebengisan; kekejaman; ketidakadilan (9) |
| KEZALIRAN | Sifat bahan yang menyatakan kemampuannya untuk mengalir (9) |
| KHANJARAH | Kota di Turki (9) |
| KHANYUNIS | Kota di Palestina (9) |
| KHARAGPUR | Kota di India (9) |
| KHARTSYZK | Kota di Ukraina (9) |
| KHEMISSET | Kota di Maroko (9) |
| KHENCHELA | Kota di Aljazair (9) |
| KHILAFIAH | Perbedaan pendapat di antara para ahli hukum Islam dalam menentukan hukum (9) |
| KHOURIBGA | Kota di Maroko (9) |
| KIAIAGENG | Gelar jabatan untuk putra di keraton (9) |
| KIAISEPUH | Kiai yang telah menjadi pengasuh pesantren besar, seperti Langitan, Lirboyo (9) |
| KIANGKIUT | Tiruan bunyi “kiut, kiut”, seperti bunyi pintu yang dibuka dan ditutup (9) |
| KIASANGAT | Kia bunga sambu (9) |
| KIDAPAWAN | Kota di Filipina (9) |
| KIKIRKUKU | Kikir kecil yang digunakan untuk meratakan dan membentuk ujung kuku (9) |
| KIKIRPARI | Kikir yang dibuat dari kulit pari (9) |
| KILATBOLA | Kilat yang tampak seperti bola bercahaya, bergerak cepat di sepanjang benda padat atau mengapung di udara dengan jarak tertentu (9) |
| KILAUAWAN | Kilat yang timbul karena loncatan muatan listrik dari pusat muatan positif ke muatan negatif yang keduanya terletak di dalam satuan awan (Hidrometeorologi) (9) |
| KILOCYCLE | 100 cycle, sama dengan kilohertz; disingkat kc (ungkapan/Inggris) (9) |
| KILOHERTZ | Satuan ukuran gelombang 1.000 hertz (disingkat khz) (9) |
| KILOLITER | Satuan ukuran isi 1.000 â„“ (disingkat kl) (9) |
| KILOMETER | Satuan ukuran panjang 1.000 m (disingkat km); alat untuk mengukur kecepatan mobil; spidometer (9) |
| KIMBERLEY | Kota di Afrika Selatan (9) |
| KIMIAIBUN | Kipas atau helikopter yang digunakan untuk mencegah kerusakan tanaman karena ibun yang ditimbulkan oleh percampuran udara panas dari lapisan atas dengan udara dingin di dekat permukaan tanah (Meteorologi) (9) |
| KIMIAINTI | Cabang kimia tentang reaksi inti dan sifat jenis inti yang dibentuk (9) |
| KINCIRAIR | Tumbuhan tanpa akar, pemakan serangga, memiliki daun perangkap yang tumbuh setiap hari (Aldrovanda vesiculosa) (9) |
| KINCIRRIA | Wahana permainan berbentuk roda (jentera) yang digantungi kabin-kabin penumpang pada bagian peleknya; bianglala (9) |
| KINGISEPP | Kota di Rusia (9) |
| KINGSPORT | Kota di Amerika Serikat (9) |
| KINGSTOWN | Ibu kota Saint Vincent dan Grenadines (9) |
| KINGSWOOD | Kota di Inggris (9) |
| KINOFOBIA | Fobia terhadap anjing atau rabies (Psikologi) (9) |
| KIPASISAP | Kipas yang digunakan untuk sirkulasi udara ruangan (kiasan) (9) |
| KIRABOBOR | Kirab yang dilakukan dengan membawa obor melewati rute tertentu sebagai bentuk simbolis pembukaan suatu acara (9) |
| KIRGIZTAN | Negara yang terletak di Asia Tengah, beribu kota Bishkek (9) |
| KIRIDALAM | Pemain depan sepak bola yang menduduki posisi sebelah kiri tengah (Olahraga) (9) |
| KIRIKANAN | Kedua belah pihak (kiri dan kanan) (9) |
| KIRIKKALE | Kota di Turki (9) |
| KISANGANI | Kota di Republik Kongo (9) |
| KISELEVSK | Kota di Rusia (9) |
| KISHIWADA | Kota di Jepang (9) |
| KISSIMMEE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| KITABSUCI | Wahyu Tuhan yang dibukukan (seperti Al-Qur'an, Injil, Taurat, Zabur) (9) |
| KITAORANG | Kita (9) |
| KITCHENER | Kota di Kanada (9) |
| KIZILTEPE | Kota di Turki (9) |
| KLAIMAWAL | Tuntutan atas aset oleh pemegang obligasi yang dilakukan oleh investor tertentu terlebih dahulu apabila bisnis gagal dan asetnya dijual untuk mendapatkan uang untuk membayar utangnya (9) |
| KLAIMGIZI | Kata-kata atau logo pada kemasan pangan yang menyatakan klaim tentang kandungan gizi pangan tersebut (Ilmu Gizi) (9) |
| KLANBESAR | Kelompok kekerabatan yang terdiri atas semua keturunan seorang nenek moyang yang diperhitungkan dari garis keturunan laki-laki atau perempuan (Antropologi) (9) |
| KLANGENAN | Sesuatu yang menjadi kesenangan (kegemaran, kesukaan) (Jawa) (9) |
| KLAPERTAR | Kue berbahan dasar kelapa muda, tepung terigu, susu, mentega, dan telur, dimasak dengan cara dipanggang atau dikukus (9) |
| KLASIRING | Penentuan kelas dan batas tanah (9) |
| KLAUSTRUM | Lapisan tipis zat kelabu dalam belahan otak (Anatomi) (9) |
| KLAVIKULA | Tulang selangka (Anatomi) (9) |
| KLENGKENG | Perdu memanjat, panjang hingga 15 m, daunnya digunakan sebagai obat cacing perut, buahnya berkulit keras, berwarna kelabu muda, biji buah berwarna putih, rasanya pahit, setelah ditumbuk halus diberikan kepada anak-anak sebagai obat cacing (Caesalpinia crista) (9) |
| KLENTEKAN | Daun tebu yang dilepas sebanyak 3-4 lembar pada saat tanaman tebu berumur 4, 6, dan 8 bulan (9) |
| KLEPSIDRA | Peranti pengukur waktu berdasarkan aliran cairan lewat lubang (9) |
| KLEPTOMAN | Kleptomaniak (9) |
| KLIKGANDA | Menekan dan melepas tombol tetikus dua kali dengan urutan yang cepat (9) |
| KLIMAGRAM | Grafik yang menggambarkan variasi data iklim (Meteorologi) (9) |
| KLIMOGRAF | Sajian grafis mengenai perbedaan pelbagai jenis iklim (Geografi dan Geologi) (9) |
| KLIMOSKOP | Alat untuk mengukur paralisis (layuh, kelumpuhan) dari (putaran) bola mata (9) |
| KLISEFOTO | Klise untuk keperluan cetak tinggi melalui fotografi (Ilmu Komunikasi) (9) |
| KLIYENGAN | Pening; pusing; sakit kepala (9) |
| KLONOGRAF | Alat untuk merekam gerakan spasmodik (kejang) dari bagian tubuh dan refleks urat (9) |
| KLORAMINA | Hablur putih, digunakan sebagai pencegah infeksi dan antiseptik untuk air minum (Kimia) (9) |
| KLORINASI | Pemberian klorin terhadap air minum yang berasal dari air limbah yang bertujuan mematikan bakteri; pengklorinan (Kimia) (9) |
| KLOROFORM | Cairan yang mudah menguap yang mengandung bau eter yang digunakan sebagai pelarut atau pembius (CHCl3) (Kimia) (9) |
| KLOROKUIN | Obat penyakit malaria (biasanya berupa tablet) (C18H26ClN3〉(Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| KLOROPLAS | Benda kecil pada sel tumbuhan yang mengandung klorofil (Botani) (9) |
| KLUBMALAM | Tempat hiburan yang buka sampai larut malam, menyediakan makanan, minuman, hiburan, dan musik (9) |
| KLUBMUSIK | Klub atau perkumpulan yang menyelenggarakan kegiatan musik (9) |
| KLUBRADIO | Kelompok pendengar yang terorganisasi sebagai suatu bentuk kegiatan untuk memperoleh pengertian yang lebih baik dalam menangkap berbagai siaran radio (Ilmu Komunikasi) (9) |
| KLUNGKUNG | Kabupaten terkecil di Provinsi Bali (9) |
| KNOXVILLE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| KOAGULASI | Perihal menjadi keras atau padat, baik seluruh maupun sebagian cairan sebagai akibat perubahan kimiawi, seperti menggumpalnya darah, mengerasnya protoplasma, dan zat putih telur apabila dipanaskan (Kimia) (9) |
| KOASISTEN | Dokter muda (9) |
| KOBALAMIN | Vitamin B-12, suatu senyawa kompleks kobalt (Kimia) (9) |
| KOBOKKIRI | Golongan yang berpihak kepada rakyat, yang mempertahankan hak rakyat di dalam dewan perwakilan rakyat; pihak kiri (9) |
| KOCHBIHAR | Kota di India (9) |
| KODEAKSES | Kode berupa angka, huruf, simbol, atau kombinasi di antaranya untuk mengakses komputer atau sistem elektronik lainnya (Hukum) (9) |
| KODEBINER | Kode dalam komputer yang menggunakan sistem angka biner, yaitu angka 1 dan 0 (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KODEMESIN | Bahasa mesin (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KODEMORSE | Kode berupa titik dan garis sebagai pengganti huruf, angka, dan tanda baca yang digunakan pada pengiriman dan penerimaan berita telekomunikasi (9) |
| KODEOBJEK | Kode yang dihasilkan oleh kompilator atau perakit yang diterjemahkan dari kode sumber program (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KODERAKIT | Himpunan mnemonik yang digunakan untuk merepresentasikan instruksi kode mesin di dalam program perakit (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KODIKOLOG | Peneliti naskah (Filologi) (9) |
| KODOKPURU | Kodok yang licin dan bebercak kulitnya (Rana) (9) |
| KODOMINAN | Beberapa jenis yang mendominasi komunitas tumbuhan (Biologi) (9) |
| KOEDUKASI | Sistem pendidikan yang memberikan pelajaran kepada anak laki-laki dan perempuan secara bersama-sama di dalam satu ruangan; pendidikan campuran (Pendidikan) (9) |
| KOEFISIEN | Bagian suku yang berupa bilangan atau konstan, biasanya dituliskan sebelum lambang peubah (Matematika) (9) |
| KOFORIDUA | Kota di Ghana (9) |
| KOHERENSI | Tersusunnya uraian atau pandangan sehingga bagian-bagiannya berkaitan satu dengan yang lain; keselarasan yang mendalam antara bentuk dan isi karya sastra (Sastra); hubungan logis antara bagian karangan atau antara kalimat dalam satu paragraf (Linguistik); daya tarik antara molekul untuk menghindarkan terpisahnya bagian apabila ada kekuatan dari luar (Kimia); hubungan yang logis, teratur, dan konsisten (9) |
| KOHIPONIM | Hubungan antara kata-kata khusus dari superordinat yang sama (Linguistik) (9) |
| KOINFEKSI | Infeksi bersamaan akibat dua atau lebih virus, bakteri, dan sebagainya (9) |
| KOINSIDEN | Terjadi dalam waktu yang sama; terdapat pada titik yang sama dalam satu ruang (9) |
| KOKASALAM | Kokas yang mengalami perubahan secara alamiah karena adanya sumber panas (9) |
| KOKOTBISU | Sangat marah sampai terdiam sambil menggigit bibir (9) |
| KOKSHETAU | Kota di Kazakhstan (9) |
| KOKUBUNJI | Kota di Jepang (9) |
| KOLAMBOLA | Permainan anak berupa kolam berisi bola beraneka warna (9) |
| KOLAMIKAN | Kolam khusus untuk memiara ikan (9) |
| KOLAMKACA | Bak berdinding kaca terisi air untuk memiara ikan hias; akuarium (9) |
| KOLATERAL | Sejalan; berdampingan; sejajar; mempunyai asal-usul yang sama atau berasal dari satu keturunan (tentang garis kefamilian) (Biologi) (9) |
| KOLEKTOMI | Operasi pemotongan sebagian usus; reseksi kolon (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KOLEKTRON | Detektor neutron yang menghasilkan arus elektrik tanpa sumber daya luar, disebabkan pancaran zarah beta oleh radionuklida yang terbentuk dalam pengaktifan bagian tertentu detektor itu oleh elektron yang dideteksi tersebut (Fisika) (9) |
| KOLEOPTIL | Daun pertama pada bibit tumbuhan berkeping satu yang merupakan upih pelindung sekeliling lembaga yang baru tumbuh (Botani) (9) |
| KOLEORIZA | Selubung yang melindungi radikula pada biji rumput-rumputan (Botani) (9) |
| KOLIGATIF | Sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi ditentukan oleh banyaknya atau konsentrasi zat terlarut (Kimia) (9) |
| KOLIMATOR | Alat berupa sistem optis untuk membuat sinar menjadi sejajar arahnya (Fisika); alat untuk mengendala sinar suatu berkas cahaya di dalam sudut ruang yang diinginkan (Fisika); alat untuk mengubah cahaya yang menyimpang menjadi sinar sejajar (Kimia) (9) |
| KOLINTANG | Alat musik pukul yang terdiri atas bilah-bilah kayu yang disusun berderet dan dipasang di atas sebuah bak kayu (seperti gambang), terutama terdapat di Sulawesi Utara (Musik) (9) |
| KOLONISEL | Kumpulan mikroorganisme atau sel hidup (9) |
| KOLONNAWA | Kota di Sri Lanka (9) |
| KOLONTONG | Penganan khas Jawa Barat yang terbuat dari ketan berbentuk persegi panjang dan dibalut gula aren (Sunda) (9) |
| KOLOSTOMI | Pembedahan untuk membuat stoma karena adanya kelainan pada dubur dan sebagainya (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KOLOSTRUM | Zat yang dikeluarkan oleh kelenjar air susu ibu di akhir masa kehamilan, diproduksi dari hari pertama hingga kelima menyusui, yang menyebabkan ASI berwarna krem (9) |
| KOLPORAFI | Pembedahan untuk memperbaiki vagina yang sobek atau kendor (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KOLPORTIR | Orang yang pekerjaannya menjual atau mencari pelanggan surat kabar, majalah, atau barang cetakan lain (9) |
| KOLPOTOMI | Pembedahan pada saluran telur atau indung telur untuk mengalirkan nanah dari rongga pelvis (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KOMALIWAN | Perlengkapan kapal untuk akomodasi yang antara lain terdiri atas seprei, sarung bantal, selimut, taplak meja (Pelayaran) (9) |
| KOMBANGAN | Tokoh dalam folklor Minahasa yang dikisahkan sebagai manusia yang malas bekerja dan rakus makan, sehingga akhir hidupnya susah (Minahasa) (9) |
| KOMBINASI | Gabungan beberapa hal (pengertian, perkara, warna, pasukan, dan sebagainya) (9) |
| KOMBOLCHA | Kota di Etiopia (9) |
| KOMERSIAL | Berhubungan dengan niaga atau perdagangan; dimaksudkan untuk diperdagangkan; bernilai niaga tinggi, kadang-kadang mengorbankan nilai-nilai lain (sosial, budaya, dan sebagainya) (9) |
| KOMISARIS | Orang yang ditunjuk oleh anggota (pemegang saham dan sebagainya) untuk melakukan suatu tugas, terutama menjadi anggota pengurus perkumpulan, perusahaan perseroan, dan sebagainya; pejabat pemerintah yang ditunjuk dan ditugasi sebagai wakil pemerintah suatu negara menjadi anggota persatuan antarnegara; petugas partai politik pada tingkatan desa (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| KOMJENPOL | Komisaris jenderal polisi (akronim) (9) |
| KOMNASHAM | Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (lembaga independen yang berfungsi melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi hak asasi manusia) (akronim) (9) |
| KOMODITAS | Barang dagangan utama; benda niaga; bahan mentah yang dapat digolongkan menurut mutunya sesuai dengan standar perdagangan internasional, misalnya gandum, karet, kopi (9) |
| KOMPANGAN | Pembacaan salawat yang diringi dengan pemukulan kompang dalam acara pernikahan, sunatan, cukuran (9) |
| KOMPANYON | Kawan; kawan dalam satu usaha perdagangan; mitra usaha (9) |
| KOMPARASI | Perbandingan (9) |
| KOMPARISI | Penghadapan atau kehadiran di muka sidang atau rapat (9) |
| KOMPENIAN | Kewajiban bekerja untuk kepentingan pemerintah (jajahan) tanpa upah; rodi; pajak tanah yang dikenakan kepada pemakai tanah partikelir (9) |
| KOMPETISI | Persaingan; pertandingan untuk merebut kejuaraan dalam gabungan perkumpulan olahraga (sepak bola dan sebagainya) (Olahraga); sistem pertandingan olahraga yang mengharuskan semua pihak saling bertanding (berhadapan) (Olahraga) (9) |
| KOMPILASI | Kumpulan yang tersusun secara teratur (tentang daftar informasi, karangan dan sebagainya) (9) |
| KOMPLEMEN | Sesuatu yang melengkapi atau menyempurnakan; kata atau frasa yang secara gramatikal melengkapi kata atau frasa lain; pelengkap (Linguistik); dua komoditas yang digunakan secara bersama-sama satu sama lain (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| KOMPLIANS | Rasio perubahan panjang terhadap perubahan gaya yang diterapkan (Olahraga) (9) |
| KOMPLIMEN | Penghargaan; pujian (9) |
| KOMPLOTAN | Persekutuan secara rahasia yang bermaksud melakukan kejahatan; gerombolan penjahat; teman melakukan kejahatan; kaki tangan (9) |
| KOMPOLNAS | Komisi Kepolisian Nasional (lembaga negara yang bertugas membantu presiden dalam menetapkan arah kebijakan Kepolisian Negara Republik Indonesia) (akronim) (9) |
| KOMPORGAS | Kompor yang menggunakan gas sebagai bahan bakar (9) |
| KOMPOSISI | Susunan; tata susun; gubahan, baik instrumental maupun vokal (Musik); teknik menyusun karangan agar diperoleh cerita yang indah dan selaras (Musik); integrasi warna, garis, dan bidang untuk mencapai kesatuan yang harmonis (Kesenian) (9) |
| KOMPOSTER | Alat yang terbuat dari tong sampah plastik atau kotak semen, digunakan untuk mengolah semua limbah organik rumah tangga (9) |
| KOMPRADOR | Pengantara bangsa pribumi yang dipakai oleh perusahaan atau perwakilan asing (di Tiongkok) dalam hubungannya dengan orang-orang pribumi; perantara (9) |
| KOMPRESOR | Alat berupa pompa untuk meninggikan tekanan (9) |
| KOMPULASI | Perbuatan tidak logis yang dilakukan secara sadar (9) |
| KOMPULSIF | Bersifat mendorong; bersifat memaksa (9) |
| KOMPUTASI | Penghitungan dengan menggunakan komputer; penghitungan dengan menggunakan bilangan-bilangan atau peubah-peubah yang dilaksanakan berdasarkan urutan langkah yang diberikan (Matematika) (9) |
| KOMUNIKAN | Penerima pesan dalam komunikasi (9) |
| KOMUNISME | Paham atau ideologi (dalam bidang politik) yang menganut ajaran Karl Marx, yang hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negara (9) |
| KOMUNITAS | Kelompok organisme (orang dan sebagainya) yang hidup dan saling berinteraksi di dalam daerah tertentu; masyarakat; paguyuban (9) |
| KOMUTATOR | Alat untuk mengubah arah arus listrik (9) |
| KONCOISME | Paham yang mengutamakan kawan sebagai mitra kerja dan sebagainya (9) |
| KONDANGAN | Pergi menghadiri undangan perkawinan dan sebagainya (untuk mengucapkan selamat dan sebagainya) (9) |
| KONDEKTUR | Orang yang memeriksa karcis atau menarik ongkos dan sebagainya (di kereta api, bus) (9) |
| KONDENSAT | Hasil penyulingan berupa cairan; gas bumi berupa cairan yang didapat dari gas alam (9) |
| KONDENSOR | Peralatan listrik pada mesin mobil (9) |
| KONDUKTOR | Benda atau bahan penghantar panas, arus listrik, atau suara; pemimpin pergelaran musik dengan isyarat tangan dan tubuh untuk menyatukan ungkapan suatu karya musik; dirigen (Musik) (9) |
| KONFLUENS | Saling merapatnya garis-garis angin yang berdekatan ke arah aliran (Meteorologi) (9) |
| KONFUSIUS | Nama lain dari Kong Fu-tze, orang bijak dan filsuf Tiongkok, ajarannya berkembang menjadi agama Konghucu di beberapa negara (9) |
| KONGESTUS | Genus awan kumulus dengan arah pertumbuhan ke atas dan sering sangat tinggi, bagian atasnya yang mengembang tampak seperti bunga kol (Meteorologi) (9) |
| KONGRESIS | Peserta kongres (9) |
| KONIBODOM | Kota di Tajikistan (9) |
| KONJUGASI | Sistem perubahan bentuk verba yang berhubungan dengan jumlah, jenis kelamin, modus, dan waktu (terdapat pada bahasa fleksi); tasrif (Linguistik); pemaduan gamet yang serupa, yang kemudian menggabungkan intinya (Biologi); pembentukan molekul tertentu pada protein rumit (Kimia) (9) |
| KONJUNGSI | Kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat (Linguistik); pertemuan atau papasan semu antara dua benda langit atau lebih (Astronomi) (9) |
| KONKLUSIF | Berkaitan dengan konklusi (simpulan) (9) |
| KONKOLOGI | Pengkajian kerang dan kulit kerang (Biologi) (9) |
| KONKORDAT | Persetujuan antara Paus dengan seorang raja atau suatu pemerintah negara untuk mengatur hubungan timbal balik antara kedua belah pihak mengenai soal-soal kegerejaan di negara itu (Agama Katolik) (9) |
| KONONLAGI | Istimewa pula; apalagi; jangan lagi (9) |
| KONONPULA | Istimewa pula; konon lagi (9) |
| KONOSEMEN | Surat muatan kapal; surat keterangan (pengantar) barang yang diangkut dengan kapal (9) |
| KONOTATIF | Tentang kata mempunyai makna tautan; mengandung konotasi (9) |
| KONSEKUEN | Sesuai dengan apa yang telah dikatakan atau diperbuat; berwatak teguh, tidak menyimpang dari apa yang sudah diputuskan (9) |
| KONSELING | Pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologis dan sebagainya; pengarahan; pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri meningkat dalam memecahkan berbagai masalah; penyuluhan (9) |
| KONSENSUS | Kesepakatan kata atau permufakatan bersama (mengenai pendapat, pendirian, dan sebagainya) yang dicapai melalui kebulatan suara (9) |
| KONSEPTOR | Orang yang mencetuskan atau mula-mula memiliki gagasan; penyusun konsep (9) |
| KONSISTEN | Tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; selaras; sesuai (9) |
| KONSOLASI | Penghiburan (9) |
| KONSTABEL | Polisi penjaga keamanan (9) |
| KONSTANSI | Kecenderungan melihat objek atau kejadian secara konstan (9) |
| KONSTANTA | Lambang untuk menyatakan objek yang sama dalam keseluruhan operasi matematika (Matematika); tetapan (Kimia); entitas di dalam program yang nilainya tidak berubah selama eksekusi program (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KONSULTAN | Ahli dalam memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan (penelitian, dagang, dan sebagainya); penasihat (9) |
| KONSUMTIF | Bersifat konsumsi (hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri); bergantung pada hasil produksi pihak lain (9) |
| KONTAGORA | Kota di Nigeria (9) |
| KONTAINER | Kotak kargo (9) |
| KONTAKTOR | Alat yang digunakan untuk menyambung dan memutus sirkuit listrik (9) |
| KONTESTAN | Peserta kontes (perlombaan, pemilihan, dan sebagainya) (9) |
| KONTINGEN | Rombongan (olahragawan, pramuka, pasukan militer, dan sebagainya) yang dikirim untuk bergabung dengan kelompok yang lebih besar (9) |
| KONTRABAS | Wilayah suara satu oktaf lebih rendah daripada wilayah suara bas (Musik); alat musik petik, bentuknya seperti gitar besar berdawai empat atau lima dipetik dalam keadaan berdiri mengeluarkan suara yang berat dan rendah (Musik) (9) |
| KONTRAKAN | Yang dikontrak atau disewa (tentang rumah dan sebagainya); hasil mengontrak (9) |
| KONTRAKSI | Pengerutan (sehingga menjadi berkurang panjangnya); penegangan; proses atau hasil pemendekan suatu bentuk kebahasaan (Linguistik); tarik-menarik antara atom dalam sebuah molekul (Kimia); penegangan; pengerasan; penguncupan (tentang otot); kerunyutan (tentang parut luka) (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| KONTRALTO | Suara di antara tenor dan mezosopran (Musik) (9) |
| KONTRANIM | Bentuk bahasa (kata, frasa) yang memiliki dua makna yang bertentangan (Linguistik) (9) |
| KONTROLIR | Pengawas; pegawai pemerintah Hindia Belanda yang kedudukannya di bawah asisten residen (9) |
| KONVEKTIF | Berkaitan dengan konveksi (9) |
| KONVERGEN | Bersifat menuju satu titik pertemuan; bersifat memusat (9) |
| KONVERTER | Peranti yang mengubah sinyal listrik atau data komputer dari satu bentuk ke bentuk lainnya (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KONVOLUSI | Perubahan bentuk gelombang hasil lewatnya isyarat melalui saringan linear (Fisika) (9) |
| KONVULSAN | Obat yang menyebabkan kenyang (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| KOOPERASI | Kerja sama (9) |
| KOOPTATIF | Bersifat kooptasi (9) |
| KOORDINAT | Bilangan yang dipakai untuk menunjukkan lokasi suatu titik dalam garis, permukaan, atau ruang (Matematika) (9) |
| KOPARGAON | Kota di India (9) |
| KOPATDARA | Komando pasukan tempur udara (akronim) (9) |
| KOPERTAIS | Koordinasi perguruan tinggi agama Islam (akronim) (9) |
| KOPIARANG | Kopi yang dibuat dengan cara memasukkan arang yang masih membara ke dalam kopi tubruk; kopi jos (9) |
| KOPIBERAS | Biji kopi kering yang sudah dibuang kulit tanduk dan kulit arinya (9) |
| KOPIBUBUK | Kopi yang telah ditumbuk halus (9) |
| KOPICETAK | Dokumen atau berkas yang sudah dicetak dalam kertas (9) |
| KOPIDADAK | Bubuk kopi (biasanya dalam bentuk kristal) yang setelah diberi air (baik panas maupun dingin) segera larut sehingga dapat langsung diminum; kopi instan (9) |
| KOPIDARAT | Pertemuan langsung antaranggota (dalam suatu komunitas) untuk melakukan pembicaraan santai (9) |
| KOPIDEGAN | Minuman hangat dari kopi yang diseduh, disaring, dan dicampur dengan degan, santan, gula pasir, jahe, serta diberi irisan daun pandan (9) |
| KOPIKERAS | Kopi yang kental dan tidak bergula (9) |
| KOPILUNAK | Dokumen atau berkas yang belum dicetak dan masih tersimpan dalam diska atau komputer (9) |
| KOPIPAHIT | Minuman dari kopi yang tidak dibubuhi gula; hal yang tidak menyenangkan (seperti mendapat amarah, mendapat teguran) (kiasan) (9) |
| KOPIPEKAT | Minuman dari kopi, bubuknya sangat banyak sehingga kental; sari kopi; kopi keras; biang kopi (9) |
| KOPOFOBIA | Fobia terhadap kelelahan (Psikologi) (9) |
| KOPOLIMER | Hasil penggabungan dua molekul atau lebih yang berbeda untuk membentuk molekul tunggal (9) |
| KOPRALDUA | Pangkat tamtama peringkat ketiga dalam ketentaraan, satu tingkat di bawah kopral satu, satu tingkat di atas prajurit kepala (tanda pangkatnya satu bengkok menyerupai huruf V yang ditempatkan di lengan baju, merah untuk angkatan darat dan udara, serta biru untuk angkatan laut) (9) |
| KOPULATIF | Bersifat (berfungsi) menggabungkan kata atau kalimat yang setara (Linguistik) (9) |
| KORANDESA | Surat kabar yang diterbitkan semata-mata bagi lingkungan kecil masyarakat dan wilayahnya (9) |
| KOREATOWN | Kota di Amerika Serikat (9) |
| KOREKSIAN | Bahan yang akan dikoreksi; hasil mengoreksi; periksaan (9) |
| KORELATIF | Bersifat mempunyai hubungan timbal balik (9) |
| KOREOGRAF | Orang yang ahli dalam mencipta dan menggubah gerak tari (9) |
| KORONADAL | Kota di Filipina (9) |
| KORPORALE | Perlengkapan misa berupa kain linen putih berbentuk bujur sangkar, digunakan sebagai alas piala, patena, dan sibori (Agama Katolik) (9) |
| KORPORASI | Badan usaha yang sah; badan hukum; perusahaan atau badan usaha yang sangat besar atau beberapa perusahaan yang dikelola dan dijalankan sebagai satu perusahaan besar (9) |
| KORPUSKEL | Salah satu sel yang bergerak di dalam tubuh (Biologi) (9) |
| KORTIKOLA | Menghuni atau tumbuh pada kulit terluar dari pohon (Biologi) (9) |
| KORUGATOR | Pengerut pada otot (9) |
| KOSHIGAYA | Kota di Jepang (9) |
| KOSMOGONI | Teori tentang asal mula terjadinya benda langit dan alam semesta (9) |
| KOSMOLOGI | Ilmu (cabang astronomi yang menyelidiki asal-usul, struktur, dan hubungan ruang waktu dari alam semesta; ilmu tentang asal-usul kejadian bumi, hubungannya dengan sistem matahari, serta hubungan sistem matahari dengan jagat raya; ilmu (cabang dari metafisika) yang menyelidiki alam semesta sebagai sistem yang beraturan (9) |
| KOSMONAUT | Penerbang pesawat ruang angkasa; awak pesawat ruang angkasa; antariksawan; astronaut (9) |
| KOSMOTRON | Pemercepat proton (Kimia) (9) |
| KOSOKBALI | Lawan; kebalikan (Jawa); kata yang maknanya berlawanan atau berkebalikan dengan kata lain (Jawa) (9) |
| KOSTARIKA | Negara yang terletak di Amerika Tengah, beribu kota San José (9) |
| KOTAAGUNG | Ibu kota Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung (9) |
| KOTAANGIN | Sebutan atau julukan Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur (9) |
| KOTABAKAU | Sebutan atau julukan Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (9) |
| KOTABATIK | Sebutan atau julukan Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah (9) |
| KOTABHARU | Kota di Malaysia (9) |
| KOTABUAYA | Sebutan lain untuk Kota Surabaya (9) |
| KOTADAENG | Sebutan atau julukan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar (9) |
| KOTADODOL | Sebutan untuk daerah Garut (9) |
| KOTADOMBA | Sebutan atau julukan Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat; sebutan untuk daerah Garut (9) |
| KOTAGADIS | Sebutan atau julukan Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur (9) |
| KOTAGARAM | Sebutan atau julukan Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur (9) |
| KOTAGETUK | Sebutan lain untuk Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah (9) |
| KOTAGUDEG | Sebutan lain untuk Kota Yogyakarta (9) |
| KOTAHANTU | Kota yang telah ditinggalkan oleh penduduknya (kiasan) (9) |
| KOTAHUJAN | Sebutan atau julukan Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat (9) |
| KOTAINJIL | Sebutan atau julukan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat (9) |
| KOTAINTAN | Sebutan untuk Kota Martapura, ibu kota Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (9) |
| KOTAKAMAL | Kotak tempat memasukkan uang sedekah atau sumbangan, biasanya diletakkan di tempat umum (seperti toko, masjid, sekolah) (9) |
| KOTAKASIH | Sebutan atau julukan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang (9) |
| KOTAKLEMA | Paus (Physeter macrocephalus) (9) |
| KOTALIWET | Sebutan atau julukan Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah (9) |
| KOTAMADYA | Kota yang merupakan ibu kota daerah tingkat dua (setingkat dengan kabupaten); wilayah yang dikepalai oleh seorang wali kota (9) |
| KOTAMANNA | Ibu kota Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu (9) |
| KOTANANAS | Sebutan atau julukan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat (9) |
| KOTAPETIR | Sebutan atau julukan Kota Depok, Provinsi Jawa Barat (9) |
| KOTAPETIS | Sebutan atau julukan Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat (9) |
| KOTAPRAJA | Daerah dan pemerintahan kota yang setingkat dengan kabupaten (9) |
| KOTAPUDAK | Sebutan atau julukan Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur (9) |
| KOTARESIK | Sebutan atau julukan Kota Tasikmalaya. Provinsi Jawa Barat (9) |
| KOTASALAK | Sebutan atau julukan Padang Sidempuan, Provinsi Sumatra Utara (9) |
| KOTASENJA | Sebutan atau julukan Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat (9) |
| KOTAUDANG | Sebutan atau julukan Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur dan Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat (9) |
| KOTAWAWAI | Sebutan atau julukan Kota Metro, Provinsi Lampung (9) |
| KOTILEDON | Keping biji yang strukturnya sangat sederhana jika dibandingkan dengan daun yang terbentuk kemudian, biasanya kekurangan klorofil, memegang peranan penting dalam perkembangan biji menjadi semai; bagian permukaan maternal atau yang melekat pada rahim ibu (9) |
| KOTKAPURA | Kota di India (9) |
| KOUDOUGOU | Kota di Burkina Faso (9) |
| KOVALENSI | Valensi yang disebabkan oleh perkongsian pasangan elektron antara dua atom (Fisika) (9) |
| KOZHIKODE | Kota di India (9) |
| KRASNODAR | Kota di Rusia (9) |
| KRESGANDA | Aksidental yang ditempatkan sebelum sebuah not yang digunakan untuk menaikkan dua kali setengah nada (9) |
| KRIMBIBIR | Krim yang dioleskan pada bibir untuk mencegah pecah-pecah, keriput, dan kehitaman pada bibir (9) |
| KRIMCUKUR | Krim yang digunakan untuk mencukur (kumis, jenggot) (9) |
| KRIMGOSOK | Krim dengan butiran halus seperti pasir untuk membersihkan atau mengangkat sel-sel kulit mati, digosokkan pada kulit wajah secara lembut (9) |
| KRIMKOCOK | Krim dengan kandungan lemak yang cukup sehingga dapat dikocok hingga mengembang dan kaku (9) |
| KRIMMALAM | Krim untuk wajah yang digunakan pada malam hari agar kulit wajah tidak mudah kering dan keriput (9) |
| KRIMPIJAT | Krim yang mengandung vitamin untuk memijat kulit wajah supaya kulit tetap lembut dan cemerlang serta mencegah timbulnya jerawat (9) |
| KRIOFOBIA | Fobia terhadap rasa yang sangat dingin atau es (Psikologi) (9) |
| KRIOGENIK | Pengetahuan tentang suhu yang sangat rendah (Biologi) (9) |
| KRIPTOGAM | Bentuk kehidupan dari tumbuhan rendah yang tidak menghasilkan biji (Botani) (9) |
| KRIPTOLOG | Ahli pemecah kode rahasia (9) |
| KRISOPRAS | Kuarsa bening, berwarna hijau apel yang mengandung nikel, digunakan sebagai permata (Mineralogi) (9) |
| KRISTALIN | Mirip kristal (9) |
| KRISTALIT | Bentuk hablur rudimenter dengan komposisi mineral yang tidak diketahui dan tidak mengutubkan cahaya (Fisika) (9) |
| KRISTIANI | Bersifat (berciri) Kristen (9) |
| KRISTOLOG | Ahli kristologi (9) |
| KROBONGAN | Kamar di tengah rumah, biasanya untuk sesaji dan sebagainya (Jawa) (9) |
| KROKOMBUS | Tumpukan kue sus yang berbentuk kerucut, dihias dan diitari dengan saus karamel (9) |
| KROMATIKA | Ilmu warna (9) |
| KROMINANS | Perbedaan antara suatu warna dan warna acuan tertentu yang sama cerahnya (Fisika); ukuran rona warna dan saturasi (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| KROMOPLAS | Plastid yang terdapat dalam sel jaringan tanaman yang berwarna karena mengandung pigmen (Kimia) (9) |
| KROMOSFER | Lapisan gas tebal yang mengelilingi matahari dan tampak sebagai pinggiran yang bercahaya atau berwarna merah muda (tampak terang apabila terjadi gerhana matahari) (Astronomi) (9) |
| KROMOSKOP | Alat untuk mengukur dan memperbandingkan warna (Kimia) (9) |
| KROMOSOMX | Satu di antara dua kromosom yang membawa faktor kelamin, terdapat pada perempuan sebagai pasangan homolog (XX), dan pada jantan sebagai pasangan yang tidak homolog (XY) (Biologi) (9) |
| KROMOSOMY | Satu di antara dua kromosom yang membawa faktor kelamin, terdapat pada jantan berpasangan dengan kromosom X, dan tidak terdapat pada perempuan (Biologi) (9) |
| KRONOGRAM | Kalimat, kata, atau tanda yang memperlihatkan (mengandung arti) tahun atau zaman (9) |
| KRONOLOGI | Ilmu tentang pengukuran kesatuan waktu (seperti dalam astronomi dan geologi); urutan waktu dari sejumlah kejadian atau peristiwa (9) |
| KRONOSKOP | Alat untuk mengukur waktu yang sangat pendek, dipakai pada pemeriksaan psikologi untuk mengukur waktu yang terpakai atau diperlukan oleh suatu reaksi (9) |
| KROONSTAD | Kota di Afrika Selatan (9) |
| KROPOTKIN | Kota di Rusia (9) |
| KRUKAMERA | Sekelompok orang yang terlibat langsung dalam pengoperasian kamera selama proses syuting (Perfilman) (9) |
| KRUSTASEA | Binatang air yang berkulit keras, seperti udang dan kepiting (Biologi) (9) |
| KRYVYIRIH | Kota kelahiran presiden Ukraina Volodymyr Zelensky; kota di Ukraina (9) |
| KUADRATIK | Berhubungan dengan kuadratika (Matematika) (9) |
| KUADRATUR | Konstruksi bujur sangkar yang luasnya sama dengan permukaan yang telah ditentukan (Matematika); posisi relatif dua benda langit yang tegak lurus satu sama lain (Astronomi) (9) |
| KUADRATUS | Persegi empat (9) |
| KUADRISEP | Berkepala empat, misalnya otot (Anatomi) (9) |
| KUADRUPEL | Empat rangkap (9) |
| KUANGKUIT | Jenis burung pemakan serangga yang memiliki habitat di lahan pertanian, dataran rendah terbuka, hutan sekunder, hutan mangrove, tersebar sampai ketinggian 1.000 m dpl; kapasan kemiri (Lalage nigra) (9) |
| KUANGWUNG | Kumbang nyiur (Oryctes rhinoceros) (Jawa) (9) |
| KUANTITAS | Banyaknya (benda dan sebagainya); jumlah (sesuatu) (9) |
| KUARTALAN | Per kuartal; setiap kuartal (9) |
| KUASBEDAK | Kuas besar berujung bulat dengan bulu halus, digunakan untuk memakai bedak (9) |
| KUASBIBIR | Kuas untuk mengoleskan dan meratakan lipstik pada bibir, terutama pada sudut bibir (9) |
| KUASDATAR | Kuas yang terbuat dari bulu alami atau sintetis yang terpasang pada gagang dan digunakan terutama untuk melukis dengan cat minyak (Kesenian) (9) |
| KUASISEWA | Sewa menyewa properti selain tanah, misalnya sewa beli mesin untuk perusahaan industri yang dibiayai oleh lembaga pembiayaan (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| KUASKIPAS | Kuas yang sangat pipih dan tipis, digunakan untuk mendapatkan gradasi warna dengan mencampur sejumlah warna yang telah dioleskan ke kanvas (Kesenian) (9) |
| KUASSPONS | Kuas dengan spons kecil pada ujungnya, digunakan untuk mencampur perona mata (9) |
| KUATLEDAK | Ukuran kekuatan ledak suatu bahan peledak yang dinyatakan dalam persen terhadap kekuatan peledakan bahan peledak nitrogliserin murni (9) |
| KUATTARIK | Batas kekuatan suatu material untuk menerima tarikan (Teknik) (9) |
| KUATTEKAN | Batas kekuatan suatu material untuk menerima tekanan (Teknik) (9) |
| KUBISCINA | Sayuran berdaun besar membundar telur, pinggir bergerigi, hijau keputihan, bertangkai panjang, lebar dan bersayap memeluk batang, membongkal memanjang; kubis cina; petsai (Brassica rapa var. Pekinensis) (9) |
| KUBUKAPAL | Pelat yang menonjol di atas geladak kapal yang berfungsi sebagai pagar kapal (Pelayaran) (9) |
| KUCINGAIR | Sebutan untuk orang yang berkhianat kepada temannya (kiasan/Minangkabau) (9) |
| KUDABEBAN | Kuda pembawa muatan; yang selalu mengusahakan sesuatu untuk orang lain (kiasan) (9) |
| KUDAHITAM | Peserta pertandingan (perlombaan) yang semula tidak diperhitungkan akan menang, tetapi akhirnya menjadi pemenang (Olahraga) (9) |
| KUDAMATSU | Kota di Jepang (9) |
| KUDANAPAS | Kuda yang berbulu kelabu kemerah-merahan atau kekuning-kuningan; karengga (9) |
| KUDATROYA | Kuda besar dari kayu sebagai tempat bersembunyi diisi serdadu-serdadu Yunani, terjadi pada zaman purba ketika Yunani berperang dengan Troya memperebutkan Putri Helen dari Troya; musuh yang berpura-pura menjadi bagian kelompok; musuh dalam selimut (kiasan) (9) |
| KUEBANTAL | Kue yang dibuat dari terigu, ragi, telur, dan sebagainya yang digoreng, dapat ditaburi biji wijen atau gula halus, berbentuk menyerupai bantal, rasanya manis (9) |
| KUEBAWANG | Kue yang terbuat dari campuran tepung sagu atau tapioka, terigu, margarin, bawang putih, dan sebagainya, kemudian dipipihkan, dipotong kecil-kecil, dan digoreng (9) |
| KUECINCIN | Aliagrem; penganan tradisional Sunda yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah dibentuk menyerupai cincin (9) |
| KUEKERING | Kue yang dipanggang atau dimasukkan ke dalam ruang berudara panas; kue yang tidak mengandung zat cair sehingga dapat disimpan lama (seperti kue semprit atau biskuit) (9) |
| KUELUMPUR | Kue basah berbentuk bulat pipih dengan tekstur kenyal dan licin, terbuat dari tepung terigu, telur, santan, dan kentang (9) |
| KUERSETIN | Flavonoid yang bertanggungjawab atas warna pada sejumlah tanaman dan merupakan antioksidan kuat (9) |
| KUESIONER | Alat riset atau survei yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis, bertujuan mendapatkan tanggapan dari kelompok orang terpilih melalui wawancara pribadi atau melalui pos; daftar pertanyaan (9) |
| KUITGAMIT | Gerakan jari (untuk memberi isyarat, memanggil, dan sebagainya) (9) |
| KUITKAPAI | Mengais-ngais (tentang sampah dan sebagainya); melakukan pekerjaan yang kecil-kecil (9) |
| KUKUBELAH | Kuku (pada lembu, kerbau) yang terdiri atas dua belahan (9) |
| KUKURUYUK | Tiruan bunyi ayam berkokok (9) |
| KULAKASAR | Perabotan rumah tangga (9) |
| KULANSING | Sirih pemanggil (daun sirih dilipat jadi segitiga kecil, ditinggalkan di rumah orang yang dipanggil) (9) |
| KULANUWUN | Permisi (ungkapan/Jawa); minta izin (ungkapan/Jawa) (9) |
| KULDOSKOP | Alat untuk memeriksa organ pelvis perempuan (9) |
| KULIKERIK | Warga desa yang mempunyai hak penuh dalam kegiatan masyarakat desanya (9) |
| KULIPELAT | Buruh kasar pengangkut barang dan sebagainya di stasiun yang telah terdaftar (memakai pelat nomor di lengannya) (9) |
| KULITADAM | Kulit baru di pangkal kuku (9) |
| KULITBESI | Percikan kecil yang memijar berupa bunga api; oksida besi (9) |
| KULITBULU | Kulit hewan tertentu (domba, anjing laut, dan sebagainya) yang tertutup bulu halus, lembut, dan tebal (9) |
| KULITBUMI | Lapisan bumi paling luar, tebalnya sekitar 48 km (9) |
| KULITINTA | Wartawan; orang yang memperoleh penghasilan (bermata pencaharian) dari menulis karangan (artikel, buku, dan sebagainya) (9) |
| KULITKAYU | Lapisan luar batang pohon yang sering digunakan untuk bahan pembuat pakaian dan perabot rumah tangga (9) |
| KULITMATI | Kulit yang tidak berasa apabila dicubit (9) |
| KULMINASI | Puncak tertinggi; tingkatan tertinggi; titik tertinggi yang dicapai suatu benda langit dalam peredaran (semunya) mengelilingi bumi (seperti matahari mencapai titik kulminasi pukul 12.00) (9) |
| KULTIVASI | Pengolahan lahan pertanian; pengerjaan lahan pertanian (9) |
| KUMAMBANG | Sebutan untuk bulan ketiga kehamilan (Sunda); tembang yang terdiri atas empat gatra (Madura) (9) |
| KUMANDANG | Bunyi suara memantul; gema; gaung; sipongang; bahana (9) |
| KUMBAKARA | Pembuat barang pecah belah (Sanskerta) (9) |
| KUMULATIF | Bersangkutan dengan kumulasi; bersifat menambah; terjadi dari bagian yang makin bertambah; bertumpuk-tumpuk (9) |
| KUNCIKAIT | Kunci berkait pada pintu kamar tamu, berbentuk rantai, batang bulat, atau slot (Perhotelan) (9) |
| KUNCIMATI | Rahasia yang sangat tertutup (kiasan); jalan buntu (9) |
| KUNCINADA | Nada dasar (Kesenian) (9) |
| KUNCIPAHA | Pangkal paha; selangkangan (9) |
| KUNCIPIPA | Kunci dengan rahang menonjol dan mulut dapat dilepas untuk menjepit kuat mur, kopling, dan pipa berdinding tebal (9) |
| KUNCIRING | Kunci berbentuk seperti gelang mempunyai lubang persegi banyak, segi-seginya dapat dipaskan pada kepala baut yang akan dibuka atau ditutup (9) |
| KUNCITARA | Karantina wilayah (9) |
| KUNDANGAN | Orang (sesuatu) yang sangat disayangi atau dimanjakan; anak berkundang; budak pengiring (raja); biduanda; juak-juak; pohon, tinggi hingga 20 m, kayunya digunakan untuk membuat alat pertanian dan peralatan tukang kayu, daunnya yang muda dijadikan lalap, buahnya dibuat asinan (Bouea macrophylla) (9) |
| KUNJUNGAN | Perihal (perbuatan, proses, hasil) mengunjungi atau berkunjung; lawatan; visitasi (9) |
| KUNTABIMA | Arca Buddha yang terletak di dalam stupa berongga di pelataran atas candi Borobudur, dipercaya dapat membwa keberuntungan bagi orang yang dapat menyentuh bagian tangannya (Arkeologi); mitos tentang arca Buddha di candi Borobudur yang dapat membawa keberuntungan jika seseorang mampu menyentuh bagian tangannya (Arkeologi) (9) |
| KUODLIBET | Pertunjukan musik dengan gubahan dari lagu-lagu yang familiar (Musik) (9) |
| KURANGAIR | Tidak cukup airnya; tidak banyak airnya (9) |
| KURAPKUKU | Kelainan kuku karena tumbuhnya jamur kuku yang berakibat kuku menjadi kasar, buram, dan mudah patah (9) |
| KURASHIKI | Kota di Jepang (9) |
| KURICAKAN | Rakyat biasa; rakyat jelata (9) |
| KURIKULER | Bersangkutan dengan kurikulum (9) |
| KURIKULUM | Perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan; perangkat mata kuliah mengenai bidang keahlian khusus (9) |
| KURMAAJWA | Kurma dengan karakteristik berukuran sedang, berwarna gelap (cenderung hitam) dengan cita rasa yang manis dan lembut; kurma nabi (9) |
| KURMANABI | Kurma dengan karakteristik berukuran sedang, berwarna gelap (cenderung hitam) dengan cita rasa yang manis dan lembut; kurma ajwa (9) |
| KURMARAWA | Tanaman kurma yang tumbuh di daerah hutan bakau, tingginya mencapai 5 m, panjang daunnya 2–3 m dan melengkung, di pangkal tangkai daunnya berduri, buahnya berwarna ungu kehitaman (9) |
| KURORTNYY | Kota di Rusia (9) |
| KURSIRODA | Kursi dengan dua roda kecil di depan dan dua roda besar di samping, digunakan untuk orang yang tidak dapat berjalan (9) |
| KURVABOLA | Kurva yang seluruh titik-titiknya terletak pada permukaan bola (Matematika) (9) |
| KUSKUSOBI | Kuskus berwarna cokelat, bermoncong pendek, serta memiliki garis hitam di punggung, hanya dijumpai di Pulau Obi, Maluku Utara (Phalanger rothschildi) (9) |
| KUSTODIAN | Pihak pemberi jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek dan jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| KUSUTHATI | Gelisah; merasa susah dalam hati (9) |
| KUSUTMUKA | Muram; tidak gembira (9) |
| KUTUBERAS | Kumbang kecil yang merupakan hama beras, gandum, dan jagung dengan cara membuat lubang pada biji-bijian tersebut untuk meletakkan telurnya; kumbang beras (Curculionidae) atau (Tenebrionidae) (9) |
| KUTUBUSUK | Kutu yang berbau busuk jika digilas; bangsat; kepinding (9) |
| KUTUKEBUL | Serangga berukuran sangat kecil yang tubuhnya dilapisi lilin berwarna putih, biasanya mengisap cairan nutrisi daun tanaman inangnya yang menghasilkan cairan lengket dan mengakibatkan tumbuhnya jamur jelaga, dan merupakan hama pertanian (Bemisia tabaci) (9) |
| KUTUPUTIH | Kutu kebul; lalat putih (9) |
| KUTUSISIK | Kutu berukuran kecil, berbentuk seperti buah pir tetapi sering berbentuk tidak beraturan, menyerang bagian daun, pelepah, batang, dan bunga, dapat menyebabkan daun mengerut, kuning layu, dan mati, termasuk ordo Hemiptera; kutu perisai (Aulacaspis spp.) (9) |
| KUWEHITAM | Ikan laut yang panjangnya mencapai 70 cm, badan pipih, berwarna keperakan dengan belang-belang hitam, duri bagian belakang dari sirip punggung berukuran kecil, hidup di area terumbu karang, tersebar di perairan Laut Merah, Indo-Pasifik Barat, dan Atlantik Tenggara; aji-aji (Seriolina nigrofasciata) (9) |
| KWADUKUZA | Kota di Afrika Selatan (9) |
| KWANGYANG | Kota di Korea Selatan (9) |
| LAARDILLA | Julukan pemain sepak bola asal Chile, Alexis Sanchez, yang bermain untuk klub Inter Milan (9) |
| LABAKOTOR | Hasil penjualan bersih sebelum dikurangi biaya produksi (9) |
| LABELGIZI | Label pada kemasan yang berisi kandungan dan jumlah zat gizi yang dikandung oleh pangan (9) |
| LABELMUTU | Keterangan tentang mutu produk yang dicantumkan pada produk atau kemasan (Perdagangan) (9) |
| LABILITAS | Kelabilan (9) |
| LABUAMBON | Buah labu, berbentuk bundar, bagian bawah lebih datar daripada yang di atas, buahnya tebal berwarna kuning dan keras, biasa dimasak dengan santan; labu merah; waluh (Cucurbita moschata) (9) |
| LABUBOKOR | Buah labu yang bentuknya bulat agak pipih, kulitnya beralur-alur, rasanya lebih manis daripada labu lokal lain dan dagingnya padat; labu cermai (9) |
| LABUDEWAR | Labu (tabung, botol) kaca yang berfungsi untuk menyimpan zat cair pada temperatur tetap yang berbeda dengan temperatur udara di sekitarnya (menahan sekecil mungkin perpindahan panas dari zat cair ke udara di sekitarnya) melalui konduksi, konveksi, ataupun radiasi, misalnya botol termos (9) |
| LABUHBATU | Hukuman mati dengan cara menceburkan si terhukum ke laut, dengan terlebih dahulu memberati badannya dengan batu (9) |
| LABUMERAH | Buah labu, berbentuk bundar, bagian bawah lebih datar daripada yang di atas, buahnya tebal berwarna kuning dan keras, biasa dimasak dengan santan; labu ambon; waluh (Cucurbita moschata) (9) |
| LABUPUTIH | Buah labu, daunnya berbentuk ginjal dan bertangkai panjang, bunganya besar berwarna hijau, berbiji banyak, buah yang muda dibuat sayur, jika sudah tua berkulit keras dan dapat digunakan sebagai alat rumah tangga, seperti ciduk; labu air (Lagenaria lencantha) (9) |
| LABUTANAH | Kendi tempat air (dibuat dari tanah) (9) |
| LACIARSIP | Kotak (kayu, besi) yang menjadi tempat berkas arsip surat, biasanya terdiri atas kotak susun dari bawah ke atas sebanyak 4–6 yang ditarik keluar dari kerangkanya (9) |
| LADAHITAM | Rempah-rempah dari buah lada (Piper nigrum) yang masih hijau, diperam dan dijemur sampai kering sehingga buahnya menjadi keriput dan berwarna kehitam-hitaman (9) |
| LADAMERAH | Cabai merah (Capsicum annuum) (9) |
| LADAPUTIH | Buah lada (Piper nigrum) yang hampir masak, direndam dan dikupas kulitnya, lalu dijemur, rasanya kurang pedas (9) |
| LADASULAH | Cabai jawa (Piper retrofractum); lada panjang (9) |
| LAGAKLAGU | Tingkah laku dan tutur kata; lagak lagam (9) |
| LAGUCADAS | Lagu berirama keras (9) |
| LAGUNATAL | Lagu rohani atau himne yang dinyanyikan pada saat Natal (9) |
| LAGUVOKAL | Lagu yang diwujudkan dengan suara manusia (9) |
| LAGUWAJIB | Lagu yang harus dinyanyikan dalam suatu upacara, perlombaan, dan sebagainya (9) |
| LAHADDATU | Kota di Malaysia (9) |
| LAHANBATU | Lahan yang umumnya tanpa vegetasi dan dibelah-belah oleh anak sungai yang sempit, tebing terjal, dan batuan menonjol sebagai akibat erosi berat dari bahan geologis lunak yang menutupinya (Ilmu Tanah) (9) |
| LAHARCAIR | Lumpur batu yang keluar dari dalam kawah gunung berapi yang bercampur dengan air hujan (lahar dingin) atau air panas dari dalam kawah (lahar panas), mengalir memasuki lembah dan sungai (9) |
| LAHIRDINI | Lahir sebelum waktunya; lahir prematur (9) |
| LAHIRMATI | Kematian yang terjadi pada bayi yang dilahirkan (cukup masanya dalam kandungan) tanpa ada tanda-tanda kehidupan (9) |
| LAHIRMUDA | Kelahiran janin sebelum waktunya, tetapi dapat hidup terus, misalnya kelahiran muda pada manusia 7 bulan, babi sekitar 105 hari, dan sapi 8 bulan (9) |
| LAIKJALAN | Memenuhi persyaratan yang ditentukan serta aman untuk dikendarai di jalan (tentang truk, bus, mobil, dan sebagainya) (9) |
| LAIKPAKAI | Memenuhi persyaratan yang ditentukan serta aman untuk dipakai (9) |
| LAIKUDARA | Memenuhi persyaratan yang ditentukan serta aman untuk terbang di udara (tentang pesawat terbang); laik terbang (9) |
| LAJUANGIN | Perbandingan antara jarak perjalanan yang ditempuh oleh udara dan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak perjalanan itu (Meteorologi) (9) |
| LAKEVILLE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| LAKHDARIA | Kota di Aljazair (9) |
| LAKHIMPUR | Kota di India (9) |
| LAKONISME | Pembicaraan yang singkat; pernyataan sesuatu secara singkat, tetapi penuh mengandung makna (9) |
| LAKRIMASI | Pengeluaran air mata (9) |
| LAKSAMANA | Kelompok pangkat perwira tinggi dalam angkatan laut, meliputi laksamana besar TNI, laksamana TNI, laksamana madya TNI, laksamana muda TNI, dan laksamana pertama TNI; perwira tinggi (dalam angkatan laut); pangkat perwira tinggi peringkat kedua dalam angkatan laut, setaraf dengan jenderal TNI dalam angkatan darat, atau marsekal dalam angkatan udara (tanda pangkatnya empat bintang emas di bahu baju) (9) |
| LAKTULOSA | Disakarida yang tidak terdapat secara alamiah, tetapi dibentuk pada susu yang dipanaskan atau disimpan melalui isomerasi laktosa (9) |
| LAKUKERAS | Sangat laku; laris manis (9) |
| LAKULAJAK | Tingkah laku (perbuatan) yang berlebih-lebihan; lebai (9) |
| LAKUNOSUS | Varietas awan yang ditandai dengan adanya ruang atau lubang yang terdapat di bagian bawahnya, biasanya terdapat pada awan jenis sirokumulus, altokumulus, dan stratokumulus (Meteorologi) (9) |
| LAKUPOKOK | Tindakan utama dari tokoh utama yang menyebabkan perkembangan alur cerita (Kesenian) (9) |
| LAKURBAUR | Campur baur (9) |
| LAKURZINK | Campuran zink dengan logam lain, biasanya untuk memperbaiki kekerasan dan mengurangi sifat horosif (Kimia) (9) |
| LAKUSTRIN | Berkenaan dengan danau atau tumbuh (terbentuk) dalam danau (Geografi dan Geologi) (9) |
| LALATBUAH | Serangga yang bentuknya hampir sama dengan lalat rumah, tetapi punggungnya berwarna cokelat kehitam-hitaman dengan belang kuning di pundaknya, perutnya berwarna kuning, sayapnya transparan dan terdapat gambaran berwarna cokelat (9) |
| LALATKUDA | Lalat yang suka hinggap pada kuda (Hippobosca equna) (9) |
| LAMAHOLOT | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur; Lamkolot; Solor; Larantuka (9) |
| LAMBAPUSE | Upacara pelubangan lunas perahu yang dimetaforakan sebagai sepasang suami istri yang berhubungan, perahunya yang dimetaforakan sebagai perempuan (Wolio) (9) |
| LAMDUKPAI | Tumbuhan melilit, akarnya dipakai untuk obat penyakit cacar (9) |
| LAMENTASI | Syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita (khususnya pada peristiwa kematian) (Kesenian); elegi (9) |
| LAMINARIN | Karbohidrat yang terbentuk dalam ganggang cokelat (9) |
| LAMINITIS | Peradangan pada lamina dinding kuku pada kuda dan hewan ternak (sapi, domba, dan kambing) (9) |
| LAMPOYANG | Tumbuhan tidak berkayu, termasuk suku Zingiberaceae yang memiliki bagian-bagian yang berbau harum, akar tunggang dan akar rimpangnya digunakan sebagai rempah-rempah dan obat-obatan; lempuyang (9) |
| LAMPUATAS | Tata lampu yang berada di bagian atas panggung (Kesenian) (9) |
| LAMPUHIAS | Lampu yang berfungsi lebih sebagai hiasan daripada penerangan (9) |
| LAMPUKAKI | Lampu yang dipasang sejajar dengan kaki para pemain di atas pentas (Kesenian) (9) |
| LAMPUMEJA | Lampu yang dipasang dengan diletakkan di atas meja, biasanya meja tulis (9) |
| LAMPUNEON | Lampu listrik berbentuk tabung yang berisi gas (9) |
| LAMPUNONG | Lampu yang dipasang pada pelampung untuk menentukan lokasi jaring di dalam laut (Melayu Medan) (9) |
| LAMPUPETA | Lampu yang terbuat dari buah jenis pinang (Bima) (9) |
| LAMPUSEIN | Lampu isyarat pada kendaraan (untuk belok atau berhenti dan sebagainya) (9) |
| LAMPUSPOT | Lampu yang digunakan untuk mempertajam daerah permainan dan tokoh tertentu agar lebih fokus (Kesenian) (9) |
| LAMPUSUAR | Menara yang dibangun di pantai, pulau kecil di tengah laut, daerah berbatu karang, dan sebagainya, yang memancarkan sinar isyarat pada waktu malam hari untuk membantu navigasi; menara api; menara suar; mercusuar (9) |
| LAMUNTING | Anak yang dilahirkan tanpa tembuni atau ari-ari (Sunda) (9) |
| LANCINGAN | Celana; seluar; lancing (9) |
| LANCUNGAN | Sesuatu yang dipalsukan; barang tiruan (tentang ijazah, surat keterangan, cek, merek dagang, dan sebagainya) (9) |
| LANGGANAN | Pelanggan; berlangganan; mengadakan jual beli secara tetap; padanan dari subscribe (9) |
| LANGGATAN | Panggung bertingkat untuk upacara perkawinan dalam masyarakat Bukit (Banjar) (9) |
| LANGGAYAN | Para-para (Minangkabau); anyaman bambu dan sebagainya tempat menaruh perkakas dapur; pagu; rak untuk menjemur ikan; rak atau jala untuk menaruh barang-barang (di kereta api) (9) |
| LANGITAIR | Warna gelap yang tampak di sisi bawah lapisan awan yang terdapat di atas permukaan air terbuka (Hidrometeorologi) (9) |
| LANGKANAE | Istana kerajaan Luwu (9) |
| LANGKISAU | Angin kencang yang arahnya tidak tetap (9) |
| LANGKUPAN | Petak pembagi air, biasanya merupakan bagian dari suatu satuan tambak (9) |
| LANGSIRAN | Hasil melangsir (9) |
| LANGXIANG | Kota di Cina (9) |
| LANGZHONG | Kota di Cina (9) |
| LANNYJAYA | Kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, ibu kotanya Distrik Tiom (9) |
| LANTESARI | Tarian yang menggambarkan ketangkasan dan keperkasaan seorang pahlawan (9) |
| LANTOYUNG | Terung yang tidak dapat dimakan (Batak) (9) |
| LAOSJAMBE | Tanaman umbi berumpun, tinggi kurang lebih 2 m, berdaun hijau dengan warna ungu di pinggir, umbinya biasanya direbus untuk dimakan; laos mekah; ganyong (Canna edulis) (9) |
| LAOSMEKAH | Tanaman umbi berumpun, tinggi kurang lebih 2 m, berdaun hijau dengan warna ungu di pinggir, umbinya biasanya direbus untuk dimakan; laos jambe; ganyong (Canna edulis) (9) |
| LAPAKJUDI | Tikar kecil tempat orang duduk bermain kartu (judi) (Melayu Jakarta) (9) |
| LAPARMATA | Menginginkan sesuatu karena melihatnya (kiasan) (9) |
| LAPINTANA | Kota di Chili (9) |
| LARANTUKA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur; Lamkolot; Solor; Lamaholot; ibu kota Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (9) |
| LARASINTI | Laras yang berfungsi menahan inti sampai diangkat ke permukaan; tabung inti (9) |
| LARATHATI | Sedih; pilu (9) |
| LARGHETTO | Lambat dan sedikit lebar (digunakan dalam tempo musik) (ungkapan/Italia) (9) |
| LARGISIMO | Tempo lebih lambat daripada largo dalam bermain musik atau bernyanyi (Musik) (9) |
| LARICEPAT | Nomor olahraga atletik berupa lari dengan sekencang-kencangnya, biasanya pada jarak 100 m, 200 m, dan 400 m (Olahraga) (9) |
| LARINIKAH | Kawin lari dengan persetujuan si gadis (9) |
| LARRYPAGE | Nama salah satu orang pendiri Google (9) |
| LARUTEMPE | Laru yang mengandung Rhizopus orizal, yang dalam pertumbuhannya mampu memecah susunan kimia protein yang kompleks menjadi sederhana dan mudah dicerna (9) |
| LARVARIUM | Wadah yang digunakan untuk membiakkan larva serangga (9) |
| LASCRUCES | Kota di Amerika Serikat (9) |
| LASTANGAN | Pengelasan yang seluruh prosesnya dilakukan dengan tangan (Teknik) (9) |
| LATACULPA | Kealpaan besar (ungkapan/Latin) (9) |
| LATACUNGA | Kota di Ekuador (9) |
| LATIRISME | Keadaan sakit pada kaki akibat mengonsumsi kacang-kacangan secara berlebihan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| LAUTBEBAS | Perairan laut yang tidak termasuk, baik laut teritorial maupun laut pedalaman, wilayah suatu negara (9) |
| LAUTDALAM | Zona yang berada di bawah zona eufotik pada kedalaman lebih dari 1.828 m, yang menerima sedikit cahaya atau bahkan tidak sama sekali sehingga kelangsungan hidup organismenya bergantung pada material organik yang jatuh dari zona di atasnya (Oseanologi) (9) |
| LAUTHITAM | Laut yang hampir tak pasang dan surut, terletak di antara Eropa dan Asia, dibatasi oleh Ukraina, Rusia, Georgia, Turki, Bulgaria, dan Rumania (9) |
| LAUTKIDUL | Laut sebelah selatan Pulau Jawa (9) |
| LAUTLEPAS | Laut luas; tengah laut yang jauh dari daratan (9) |
| LAUTTAWAR | Danau vulkanik terbesar di Provinsi Aceh yang terletak di dataran tinggi Gayo (9) |
| LAVAPIJAR | Lava yang mengalir dari gunung berapi dan memijarkan api (9) |
| LAWANKATA | Antonim (Linguistik) (9) |
| LAWANMAIN | Orang yang menjadi lawan ketika beradu akting dalam suatu produksi dan sebagainya (9) |
| LAYAKHUNI | Pantas untuk dihuni atau ditempati (9) |
| LAYAKSAJI | Patut untuk disajikan (9) |
| LAYARAPIT | Layar kedua yang terbesar sesudah layar agung (pengapit layar agung) (Pelayaran) (9) |
| LAYARBACA | Alat (dalam studio televisi) untuk memproyeksikan naskah acara (biasanya warta berita) ke layar di atas lensa kamera untuk dibaca penyiar sambil menatap kamera; telepromter (9) |
| LAYARBIRU | Teknik pengambilan gambar pemeran atau benda dengan latar layar berwarna biru yang kemudian diganti dengan gambar lain menggunakan penapis warna (Perfilman); layar berwarna biru yang digunakan dalam salah satu teknik pengambilan gambar (Perfilman) (9) |
| LAYARBUKA | Layar atau tirai panggung, berfungsi sebagai pembuka dan penutup pertunjukan (Kesenian) (9) |
| LAYARGULI | Layar segi empat yang dipasang searah dengan bujur kapal (arah depan-belakang) (Pelayaran) (9) |
| LAYARGUSI | Layar berbentuk segi empat yang dipasang pada tiang belakang atau buritan pada arah depan-belakang; layar baksi (Pelayaran) (9) |
| LAYARKACA | Layar pesawat televisi tempat menayangkan gambar; layar gelas (9) |
| LAYUBUNGA | Sudah agak lama, tetapi masih baik (tentang sayuran dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| LEBAHMADU | Lebah yang menghasilkan madu yang berasal dari nektar bunga, sarangnya terbuat dari lilin atau malam, berkelompok atau berkoloni, dan berasal dari kawasan Asia dan Eropa (Apis spp.) (9) |
| LEBARDADA | Jarak terpendek antara benjolan bahu kiri dan benjolan bahu kanan hewan (Peternakan) (9) |
| LEBARPITA | Satuan ukuran frekuensi yang dapat melewati sirkuit terpadu; lebar pita frekuensi perantara dari frekuensi tinggi sebelum menuju ke frekuensi rendah tertentu atau sebaliknya; padanan dari bandwidth (9) |
| LEBIHJAUH | Selanjutnya; lebih lanjut (9) |
| LEBIHLAGI | Lebih-lebih (9) |
| LEEZIIJIA | Juara tunggal putra All England 2021 (9) |
| LEFORTOVO | Kota di Rusia (9) |
| LEGALITAS | Perihal (keadaan) sah; keabsahan (9) |
| LEGASTENI | Lemah otak yang memengaruhi daya penyerapan kesan (9) |
| LEGATARIS | Penerima hibah waris (Hukum) (9) |
| LEGIONOWO | Kota di Polandia (9) |
| LEGISLASI | Pembuatan undang-undang (9) |
| LEGITIMAS | Pengakuan secara formal (hukum) (Hukum) (9) |
| LEHERAKAR | Bagian akar pada persambungan dengan pangkal batang (9) |
| LEHERBAJU | Bagian baju yang mengelilingi leher (9) |
| LEICESTER | Kota di Inggris (9) |
| LEKUKLIKU | Lekuk dan liku; berbagai tipu muslihat (kiasan) (9) |
| LEKUKMATA | Rongga tempat mata; liang mata (9) |
| LELEDUMBO | Lele jenis unggul dengan berat dan panjang badan dua kali lipat lele biasa, hasil silangan lele jantan Afrika dengan lele betina Taiwan, berwarna kecokelat-cokelatan, bagian perutnya berwarna putih, patilnya tidak beracun, lebih agresif daripada lele biasa (Clarias gariepinus) (9) |
| LELEGETAR | Lele belang kemerah-merahan, memiliki organ bermuatan listrik yang berfungsi sebagai alat mempertahankan diri (9) |
| LEMAHHATI | Rapuh hati; tidak keras hati; tidak mempunyai keteguhan hati (9) |
| LEMAHIMAN | Mudah tergiur (tergoda) oleh bujuk rayu (9) |
| LEMAHOTAK | Terganggu pertumbuhan daya pikirnya dan tidak sempurna seluruh kepribadiannya; tidak cukup daya pikirnya menurut ukuran normal; tidak dapat hidup dengan kekuatan sendiri di tempat sederhana dalam masyarakat, dan jika dapat, hanyalah dalam keadaan yang sangat baik; lemah otak (9) |
| LEMAHURAT | Tidak bertenaga (kiasan) (9) |
| LEMAKOLES | Lemak yang dioleskan pada roti, misalnya mentega dan margarin (Ilmu Gizi) (9) |
| LEMAKSUSU | Lemak dari susu untuk bahan mentega (9) |
| LEMAKTELO | Lemak yang bersumber dari lemak rongga perut dan lemak tubuh sapi atau domba, biasanya penggunaannya lebih banyak untuk industri, seperti pembuatan sabun dan kosmetik (Peternakan) (9) |
| LEMBARLOG | Lembar pencatatan semua naskah yang diturunkan untuk diset sehingga memudahkan tugas redaktur malam dan mencegah pemuatan berita yang sama lebih dari satu kali (Ilmu Komunikasi) (9) |
| LEMBARUJI | Bagian modul yang berisi soal yang harus dijawab oleh para siswa setelah mereka menyelesaikan lembar kegiatan siswa dan lembar kerja siswa (Pendidikan) (9) |
| LEMBATANG | Lembar batang (akronim) (9) |
| LEMBAYUNG | Tumbuhan memanjat, daunnya dapat dibuat sayur, dan juga digunakan sebagai obat, buahnya ada yang berwarna merah, ada yang putih; gendola (Basella rubra); warna merah bercampur ungu (9) |
| LEMBIDANG | Tepi (piring, pinggan, dan sebagainya) yang tipis dan mendatar (9) |
| LEMBUKASI | Lembu kebiri (9) |
| LEMBULAUT | Mamalia laut bertubuh besar, memiliki sirip depan pendek, ekor berbentuk seperti dayung, dan kelenjar susu di bagian dada, biasanya memakan lamun; dugong; duyung (Dugong dugon) (Zoologi) (9) |
| LEMDINGIN | Perekat untuk penjilidan yang dapat dipakai tanpa dipanaskan (Grafika) (9) |
| LEMKENTAL | Lem yang mempunyai daya rekat tinggi (9) |
| LEMONCINA | Lemon seukuran jeruk nipis, warna kuning, rasanya asam, banyak dijumpai di Manado dan Maluku Utara (Citrus microcarpa); lemon cui (Botani) (9) |
| LEMPENGAN | Kepingan (besi, kaca, dan sebagainya) yang tipis (9) |
| LEMPUYANG | Tumbuhan tidak berkayu, termasuk suku Zingiberaceae yang memiliki bagian-bagian yang berbau harum, akar tunggang dan akar rimpangnya digunakan sebagai rempah-rempah dan obat-obatan (9) |
| LEMTEMBAK | Lem panas yang cara penggunaannya dengan bantuan alat menyerupai pistol (9) |
| LEMTULANG | Perekat yang dibuat dari bahan dasar tulang (9) |
| LENDUNGAN | Jarak vertikal antara titik paling bawah kabel yang melendung ke garis yang ditarik antara ujung pangkal garis tersebut di tiang pendukung (Elektronika) (9) |
| LENGANJAS | Lengan yang terdiri atas dua bidang vertikal, menciptakan lengkungan pada siku yang membuatnya nyaman dikenakan (Tata Busana) (9) |
| LENGGANAK | Penyelenggaraan ritual adat dengan pesta babi (Dani) (9) |
| LENGGUNDI | Pohon kecil, berbatang segi empat dan bercabang banyak, bunganya berwarna ungu kebiru-biruan, buahnya bulat berwarna hitam, kulitnya keras, daunnya berbau harum dan berkhasiat sebagai obat; legundi (Vitex trifolia) (9) |
| LENGKANAS | Penghasut; pengkhianat (Minangkabau) (9) |
| LENGKAYAP | Bangsa yang mendiami daerah Sumatra Selatan, bahasa yang dituturkan di daerah Ogan Komering Ulu Selatan (9) |
| LENSALAJU | Lensa pelengkap pada kamera untuk membesarkan atau mengecilkan gambar (9) |
| LENSATELE | Lensa telefoto (Fotografi) (9) |
| LEPASAYAM | Bebas sama sekali (boleh berbuat sekehendak hati); sudah dibebaskan (tentang budak belian) (9) |
| LEPASBUKU | Tidak dicatat dalam pembukuan (Keuangan) (9) |
| LEPASLIAR | Melepaskan kembali ke habitat asal di alam liar (9) |
| LEPASMALU | Sudah dikhitankan (9) |
| LEPOJALAN | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur; Kenyah Jalan (9) |
| LEPROSERI | Perkampungan atau barak khusus untuk penderita penyakit kusta (9) |
| LEPTOSKOP | Alat optik untuk mengukur ketebalan selaput sel (9) |
| LESABYMES | Kota di Guadeloupe (9) |
| LESIMETER | Alat serba guna untuk mengkaji berbagai tahapan daur hidrologi (9) |
| LESTERUNG | Penyakit hidung (sejenis bisul di hidung) (9) |
| LESUDARAH | Kurang darah; anemia (9) |
| LETALITAS | Jumlah kematian pada tiap 100 penderita penyakit tertentu, dihitung dalam jangka waktu tertentu (9) |
| LETIHLESU | Tidak berdaya sama sekali karena kelelahan; teramat penat (9) |
| LETNANDUA | Pangkat perwira pertama peringkat terendah dalam ketentaraan, satu tingkat di bawah letnan satu, satu tingkat di atas pembantu letnan satu (tanda pangkatnya satu balok emas lurus mendatar yang ditempatkan di bahu baju) (9) |
| LEUKOPLAS | Plastid yang tidak mengandung pigmen apa pun sehingga tidak berwarna (9) |
| LEUKOSKOP | Pirometer optik (Kimia); fotometer untuk memeriksa cahaya berwarna (Kimia) (9) |
| LEVERTRAN | Minyak ikan yang diambil dari lemak ikan paus (Belanda) (9) |
| LEWAHBELI | Keadaan yang timbul dalam perdagangan valuta asing atau sekuritas yang menggambarkan jumlah pembelian lebih besar daripada jumlah penjualan (Keuangan) (9) |
| LEXINGTON | Kota di Amerika Serikat (9) |
| LHOKSUKON | Ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh (9) |
| LIAMGARAM | Bahasa yang dituturkan khusus dalam upacara adat keagamaan oleh suku Rana (9) |
| LIANGLIUK | Berkelok-kelok tubuhnya (seperti ular berjalan); berjalan berliuk-liuk (seperti orang mabuk); liang-liut (9) |
| LIANGLIUT | Berkelok-kelok tubuhnya (seperti ular berjalan); berjalan berliuk-liuk (seperti orang mabuk); liang-liuk (9) |
| LIANGMATA | Bagian yang cekung tempat bola mata melekat; lekuk mata (9) |
| LIANGROMA | Lubang (rongga) kecil-kecil pada kulit atau benda padat; pori; liang renik (9) |
| LIANJIANG | Kota di Cina (9) |
| LIANOZOVO | Kota di Rusia (9) |
| LIAOCHENG | Kota di Cina (9) |
| LIAOZHONG | Kota di Cina (9) |
| LIBERALIS | Penganut liberalisme; kaum liberal (9) |
| LIBERATOR | Orang yang memerdekakan (budak belian dan sebagainya) (9) |
| LIDAHAYAM | Tumbuhan terna, dijumpai di berbagai tempat di Indonesia, tingginya mencapai 0,80 m, batang bagian atas berbulu, daun berbentuk pita, tajam, lonjong atau jorong, perbungaan berupa tandan yang normal muncul dari ketiak daun, buah agak bersayap, perbanyakan dengan biji, daun dan akar untuk obat asma, bronkitis, atau sebagai tonik, juga mengandung saponin (Polygala glomerata); pisau kecil (9) |
| LIDAHDAUN | Bagian dari daun pada rumput-rumputan yang terletak pada perbatasan antara pelepah daun dan helai daun (9) |
| LIDAHKAKU | Sukar mengucapkan (melafalkan) kata-kata asing (9) |
| LIDAHMARA | Tumbuhan perdu (Quratea) (9) |
| LIGOFILIA | Perasaan senang yang berlebihan pada kegelapan (Psikologi) (9) |
| LIHATBULU | Memperlihatkan maksud (keadaan) yang sebenarnya (9) |
| LIKHOBORY | Kota di Rusia (9) |
| LIKOPSIDA | Paku kawat (Botani) (9) |
| LIKUIDASI | Pembubaran perusahaan sebagai badan hukum yang meliputi pembayaran kewajiban kepada para kreditor dan pembagian harta yang tersisa kepada para pemegang saham (persero) (Manajemen) (9) |
| LILICALLA | Tanaman air, bunga berbentuk corong berwarna putih dengan putik kuning cerah, memiliki keharuman yang lembut (Zantedeschia aethiiopica) (Botani) (9) |
| LILINBAKU | Lilin berasal dari lemak ikan paus sebagai sediaan farmasi dan bahan dasar pembuatan balsam, produk kecantikan, dan lilin batangan (9) |
| LILINCINA | Lilin yang merah, biasanya dibakar pada waktu bersembahyang atau dalam upacara keagamaan (tentang agama Tao dan Shinto) (9) |
| LILIPARIS | Tumbuhan dengan daun berbentuk pita hijau, bergaris melengkung (Chlorophytum comosum) (9) |
| LILITKUTU | Pohon tinggi hingga 20 m, kulit kayunya digunakan sebagai obat seriawan, daunnya sebagai obat luka dan obat untuk menghilangkan kutu kepala dengan menempelkannya pada rambut; trembesi (Pipturus incanus) (9) |
| LIMAPULUH | Ibu kota Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatra Utara (9) |
| LIMAUCINA | Jeruk keprok (Citrus nobilis); limau manis (9) |
| LIMAUKIAH | Perdu yang tingginya mencapai 2 m, ditanam sebagai pagar, buahnya mengandung zat lengket, untuk lem, bijinya direbus untuk obat batuk; limau kursi; jeruk kingkit (Trihapsia aurantiola) (9) |
| LIMAWAKTU | Salat lima kali sehari semalam (Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya) (9) |
| LIMFADEMA | Sembab karena tersumbatnya pembuluh limfa (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| LIMFOBLAS | Sel termuda dari seri limfosit (Biologi) (9) |
| LIMITATIF | Bersifat membatasi (9) |
| LIMNOLOGI | Ilmu yang mendalami tanah, kolam, dan air tawar menggenang lain beserta biota yang terkait dengannya (9) |
| LINAMARIN | Glikosida sianogenik yang ditemukan dalam singkong yang bersifat racun (9) |
| LINDUNGAN | Yang dilindungi; tempat berlindung; perbuatan (hal dan sebagainya) memperlindungi (9) |
| LINGCHENG | Kota di Cina (9) |
| LINGGAAPI | Semak, belukar (Dysoxylum dumosum) (9) |
| LINGGISAN | Kayu memanjang di bibir perahu (9) |
| LINGKARAN | Garis melengkung yang kedua ujungnya bertemu pada jarak yang sama dari titik pusat; bundaran; lingkungan atau wilayah (tentang pengamanan, sebaran informasi dan sebagainya) (9) |
| LINGUAFON | Gramofon untuk memproduksi rekaman pelajaran bahasa pada piringan hitam (9) |
| LINTABUNG | Rumput yang berdaun lebar dan bertangkai daun keras (Panicum palmifolium) (9) |
| LINTANGAN | Halangan; rintangan (9) |
| LINTIBANG | Binatang jenis lipan, merayap, berkaki banyak; luing (Minangkabau) (9) |
| LINTINGAN | Hasil melinting (9) |
| LIPANBARA | Lipan yang berwarna merah (sangat berbisa) (9) |
| LIPATPAHA | Bagian sisi tubuh hewan yang terletak antara tulang rusuk terakhir dan paha (9) |
| LIPEKTOMI | Pengangkatan lemak dari tubuh (9) |
| LIPIDEMIA | Deposit lemak yang terakumulasi pada pinggul sampai pergelangan kaki (9) |
| LIPITHIAS | Lipit-lipit yang dijahit pada bagian pakaian sebagai hiasan (Tata Busana) (9) |
| LIPOFILIK | Sifat senyawa organik nonpolar yang lebih menyukai lemak dan pelarut organik daripada air (Kimia) (9) |
| LIPOLISIS | Penguraian; pencernaan lemak (9) |
| LIPPSTADT | Kota di Jerman (9) |
| LIRAAGUNG | Lira yang berukuran lebih besar, berekor lebih panjang dengan pola loreng hitam cokelat (Menura novaehollandiae) (9) |
| LISIMETER | Alat untuk mengukur keseimbangan air alamiah di dalam tanah pada sebidang tanah yang ditumbuhi tanaman, dikitari suatu penahan sehingga tidak terjadi hubungan hidrologis dengan lingkungan sekitarnya, bagian bawahnya dilengkapi lubang penyaluran sehingga air yang merembes dari tanah dapat ditampung, perubahan dalam kelembapan bidang tanah tersebut dapat dihitung dari jumlah air yang hilang karena penguapan dan yang lenyap karena transpirasi (9) |
| LITERATOR | Ahli sastra; pengarang profesional; sastrawan (9) |
| LITERATUR | Bahan bacaan yang digunakan dalam berbagai aktivitas, baik secara intelektual maupun rekreasi (9) |
| LITOFILIA | Kesenangan yang berlebihan pada batu (Psikologi) (9) |
| LITOGRAFI | Cetak batu; (dalam arti sekarang: cetak ofset) (Grafika) (9) |
| LIVERMORE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| LIVERPOOL | Juara Piala Liga Inggris (Carabao Cup) 2021/2022; juara Liga Champions 2018–2019; kota di Inggris (9) |
| LJUBLJANA | Ibu kota Slovenia (9) |
| LOBIUTAMA | Ruang utama tempat menerima tamu (9) |
| LOGANCITY | Kota di Australia (9) |
| LOGARITMA | Eksponen pangkat yang diperlukan untuk memangkatkan bilangan dasar supaya beroleh bilangan tertentu (jika bilangan dasarnya 10, maka log 100 = 2, artinya 10 pangkat 2 = 100); kebalikan dari hitungan pangkat (Matematika) (9) |
| LOGKELUAR | Mengakhiri sesi dalam menggunakan komputer atau internet dengan mengetik petunjuk tertentu; padanan dari logout (9) |
| LOGOFILIA | Ketertarikan yang berlebihan pada kata atau permainan kata-kata (Psikologi) (9) |
| LOGOFOBIA | Fobia terhadap kata-kata (Psikologi) (9) |
| LOGOPEDIA | Ilmu tentang cacat dalam ucapan serta cara memperbaikinya (9) |
| LOHARDAGA | Kota di India (9) |
| LOHJINAWI | Subur makmur berlimpah-limpah (Jawa) (9) |
| LOHMAHFUZ | Tempat mencatat semua amal baik atau buruk manusia (Agama Islam) (9) |
| LOKACIPTA | Ruangan tempat seorang seniman atau seniwati mengerjakan ciptaannya (9) |
| LOKAKARYA | Pertemuan antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yang bersangkutan dengan pelaksanaan dalam bidang keahliannya; temu karya; sanggar kerja (9) |
| LOKALISME | Frasa, ungkapan, atau adat istiadat yang khas pada masyarakat di wilayah tertentu; paham yang mendahulukan kepentingan lokal atau daerah daripada kepentingan global atau kepentingan nasional, biasanya menyebabkan persepsi yang sempit dan terbatas (9) |
| LOKALITAS | Keadaan elektron dalam ikatan kimia yang terbatas gerakannya, hanya antara dua atom berdampingan (Kimia); tempat atau wilayah tertentu; situasi dalam ruang atau waktu; wilayah, tempat, kondisi, atau situasi dalam teks yang menggambarkan para pelaku memainkan perannya (Sastra); ruang kultural yang menyimpan potret sosial dan ideologi yang direpresentasikan melalui interaksi tokoh-tokohnya dan dinamika kultural yang mengungkapkan dan menyimpan nilai-nilai tentang manusia dalam kehidupan berkebudayaan (Sastra); proses pemaknaan atas teks, baik yang tersurat maupun yang tersirat (Sastra) (9) |
| LOKANANTA | Seperangkat gamelan di kayangan yang dapat berbunyi sendiri tanpa penabuh, hanya kesatria sejati yang mendapat perkenan dewa dianugerahi gamelan tersebut; nama sejenis orkes gamelan (9) |
| LOKAPASAR | Dunia atau tempat (biasanya mengacu kepada sistem daring) yang mempertemukan sekumpulan penjual dan pembeli dan menyediakan fasilitas transaksi; padanan dari marketplace (9) |
| LOKASTITI | Aturan atau tata tertib (dunia) (Sanskerta) (9) |
| LOKATRAYA | Dunia ketiga (Sanskerta) (9) |
| LOKAWARTA | Ruangan yang lengkap dengan sarana kerja yang khusus disediakan bagi wartawan untuk meliput berita (9) |
| LOKAWIGNA | Pengganggu dunia (Sanskerta) (9) |
| LOKESWARA | Raja (dunia); nama manifestasi Buddha (Sanskerta) (9) |
| LOKOMOBIL | Mesin tenaga uap yang dapat dipindah-pindah, terdiri atas ketel uap dengan mesin uap yang dipasang di atas landasan beroda (9) |
| LOKOMOTIF | Kepala kereta api (yang menarik gerbong kereta) (9) |
| LOMPAYANG | Lempang (Batak); melempang; terletak melintang (9) |
| LONGBEACH | Kota di Amerika Serikat (9) |
| LONGGOKAN | Timbunan; tumpukan; gumpal lapisan (tentang uranium) (9) |
| LONGJIANG | Kota di Cina (9) |
| LONGSORAN | Hasil longsor (9) |
| LONGTORSO | Kutang panjang sehingga menutup perut, dikenakan dengan kebaya oleh wanita (9) |
| LONGUEUIL | Kota di Kanada (9) |
| LONGXUYEN | Kota di Vietnam (9) |
| LORGNETTE | Kacamata jepit (tanpa gagang) (ungkapan/Prancis) (9) |
| LOSMOCHIS | Kota di Meksiko (9) |
| LOSPATIOS | Kota di Kolumbia (9) |
| LOSTEQUES | Kota di Venezuela (9) |
| LOUISIANA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Baton Rouge (9) |
| LOWERHUTT | Kota di Selandia Baru (9) |
| LOWESTOFT | Kota di Inggris (9) |
| LOYALITAS | Kepatuhan; kesetiaan (9) |
| LUANCHENG | Kota di Cina (9) |
| LUARBATAS | Melampaui batas (9) |
| LUARBIASA | Tidak seperti yang biasa; tidak sama dengan yang lain; istimewa (9) |
| LUARDALAM | Lahir batin; bagian luar dan bagian dalam (9) |
| LUARNIKAH | Hubungan laki-laki perempuan yang tidak halal (9) |
| LUARRUANG | Berlangsung (terjadi) di ruang terbuka atau dimaksudkan untuk digunakan (dipakai) di ruang terbuka (9) |
| LUASSUARA | Jarak antara nada terendah dan nada tertinggi yang dapat dicapai oleh alat musik atau suara manusia (Musik) (9) |
| LUBANJAWI | Dupa dari tumbuhan Styrax benzoin, yang harum baunya ketika dibakar; kemenyan (9) |
| LUBUKHATI | Perasaan hati yang paling dalam; lubuk jiwa; bawah sadar (9) |
| LUBUKJIWA | Perasaan hati yang paling dalam; lubuk hati (9) |
| LUENEBURG | Kota di Jerman (9) |
| LUFTWAFFE | Angkatan Udara Jerman selama Perang Dunia II (9) |
| LUIMNEACH | Kota di Irlandia (9) |
| LUKABAKAR | Luka karena kena api (9) |
| LUKABERAT | Luka parah; luka serius (9) |
| LUKAMEMAR | Luka di dalam kulit (9) |
| LUKAPARAH | Luka yang sangat berat (serasa hampir tidak tertolong); luka serius (9) |
| LULAIPAYA | Pohon, tingginya mencapai 18 m, kayunya berwarna merah dan awet (Baccaurea wallichii) (9) |
| LUMBUJAWA | Getah susu (Willughbeia coriacea) (9) |
| LUMUTDAUN | Tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora yang termasuk dalam superdivisi tumbuhan lumut (Botani) (9) |
| LUMUTHATI | Kelompok tumbuhan lumut yang bentuknya menyerupai hati (9) |
| LUMUTLAUT | Lumut yang tumbuh di laut (9) |
| LUNAKHATI | Tidak keras kepala; mau mendengar kata (9) |
| LUNASDADA | Bagian badan hewan yang di dalamnya terdapat tulang dada (9) |
| LUNAUAWAL | Material sangat halus yang terbawa bersama bijih, terdiri atas lempung atau lapukan bijih (Mineralogi) (9) |
| LUNGSURAN | Pakaian bekas (barang lama dan sebagainya) (Jawa) (9) |
| LURUHBULU | Pelepasan bulu yang lama untuk diganti dengan bulu yang baru (Peternakan) (9) |
| LURUSAKAL | Jujur; lurus hati (9) |
| LUSIFERIN | Albumin yang terdapat dalam tubuh kunang-kunang yang dapat memperagakan pendaran hayati (Kimia) (9) |
| LYNCHBURG | Kota di Amerika Serikat (9) |
| LYTKARINO | Kota di Rusia (9) |
| LYUBERTSY | Kota di Rusia (9) |
| MABUKDUIT | Memperoleh banyak duit (dalam waktu singkat) (9) |
| MABUKLAUT | Pening dan berasa mual atau muntah-muntah karena naik kapal laut (perahu) (9) |
| MACAMMANA | Macam apa (9) |
| MACANAKAR | Binatang mamalia yang berkerabat dengan kucing hutan, warna bulunya cokelat muda dengan bercak-bercak cokelat tua kehitaman, hidup di hutan-hutan tanah rendah yang berpaya dan di sepanjang sungai perairan yang berawa, makanannya berupa binatang air, terutama ikan; harimau akar (Felis viverina); (9) |
| MACHIQUES | Kota di Venezuela (9) |
| MADAMPANG | Manajer tim nasional Thailand (9) |
| MADARIPUR | Kota di Bangladesh (9) |
| MADHIPURA | Kota di India (9) |
| MADHUBANI | Kota di India (9) |
| MADINDING | Bentuk perkawinan yang menggambarkan suami yang tinggal sementara pada kerabat istri sampai jujurnya lunas (Hukum/Batak) (9) |
| MADUHUTAN | Madu yang mengandung berbagai macam nektar bunga, biasanya berwarna cokelat kehitaman (Zoologi) (9) |
| MADURATNA | Gelar di Kasunan Surakarta untuk anak perempuan tertua urutan ketiga dari permaisuri ketika sudah dewasa (9) |
| MAGDEBURG | Kota di Jerman (9) |
| MAGERSARI | Orang yang rumahnya menumpang di pekarangan orang lain; orang yang tinggal di tanah milik negara dan sekaligus mengerjakan tanah itu; pembantu orang yang bertransmigrasi (9) |
| MAGIHITAM | Magi yang digunakan untuk tujuan jahat (9) |
| MAGIPUTIH | Magi yang digunakan untuk tujuan baik (9) |
| MAGISTRAT | Pemerintahan negeri; orang besar-besar negeri; hakim (9) |
| MAGNESIUM | Logam berwarna putih perak yang diperoleh dari elektrolisis; unsur kimia alkali tanah dengan nomor atom 12, lambang Mg, dan bobot atom 24,305 u (9) |
| MAGNETIKA | Ilmu tentang peristiwa kemagnetan dan interaksi bahan dengan medan magnet yang meliputi magnetostatika dan elektromagnetisme (9) |
| MAGNIFIER | Kaca pembesar; suryakanta (9) |
| MAGNITUDO | Ukuran derajat kecemerlangan bintang (Astronomi) (9) |
| MAHABENAR | Yang paling benar (tentang sifat Allah Swt.) (9) |
| MAHABERAT | Sangat berat (9) |
| MAHAHIDUP | Yang paling hidup (tentang sifat Allah Swt.) (9) |
| MAHAJANGA | Kota di Madagaskar (9) |
| MAHAKARYA | Karya besar; karya gemilang (9) |
| MAHAKEKAL | Yang paling kekal (tentang sifat Allah Swt.) (9) |
| MAHAKUASA | Teramat kuasa; teramat besar kuasanya (Allah Swt.) (9) |
| MAHAKUDUS | Sakramen ekaristi (Agama Katolik) (9) |
| MAHAKUKUH | Yang paling kukuh (tentang sifat Allah Swt.) (9) |
| MAHAMULIA | Teramat mulia (Allah Swt.) (9) |
| MAHANYATA | Yang paling nyata (tentang sifat Allah Swt.) (9) |
| MAHAPATIH | Patih tertinggi; patih yang teramat berkuasa (9) |
| MAHARDIKA | Berilmu (cerdik, pandai, bijak); berbudi; luhur; bersifat bangsawan (9) |
| MAHASISWA | Orang yang belajar di perguruan tinggi (9) |
| MAHASISWI | Mahasiswa wanita (9) |
| MAHESWARA | Batara Syiwa (9) |
| MAIDSTONE | Kota di Inggris (9) |
| MAIDUGURI | Kota di Nigeria (9) |
| MAINANGIN | Selalu berubah ucapannya (pendiriannya dan sebagainya) (9) |
| MAINBANDA | Jenis tarian anak-anak (di Kalimantan) (9) |
| MAINKARTU | Bermain (judi) dengan menggunakan kartu (9) |
| MAINLERAP | Main judi dengan memutar uang lalu ditutup dengan telapak tangan; pusing lerap (9) |
| MAINPENUH | Bermain penuh sesuai dengan waktu yang ditentukan di dalam peraturan (Olahraga) (9) |
| MAINPERAN | Teknik pelatihan dalam hubungan antarmanusia dengan memperagakan atau mempertunjukkan suatu situasi (9) |
| MAINPOROK | Bermain dengan porok yang diputar dengan kaki dan diarahkan ke suatu lingkaran (9) |
| MAINSABUN | Menggosok-gosok kelamin dengan sabun untuk merangsang syahwat; onani (bagi laki-laki); makan suap (kiasan); bertindak tidak jujur (dalam permainan karena ada suap) (9) |
| MAINTUTUL | Nama permainan anak-anak (9) |
| MAIQUETIA | Kota di Venezuela (9) |
| MAIRIPORA | Kota di Brasil (9) |
| MAJAPAHIT | Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Timur yang didirikan pada tahun 1293 Masehi oleh Raden Wijaya (9) |
| MAKAKAWIN | Membaca lontar (berisi kakawin) (ungkapan/Bali) (9) |
| MAKANDATI | Hak pria atau wanita yang belum nikah untuk ikut menikmati hasil tanah dati (dalam adat Ambon) (9) |
| MAKANDIRI | Rusak badannya (karena sedih dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MAKANDUIT | Menerima uang untuk melicinkan jalannya suatu urusan (kiasan) (9) |
| MAKANEMAS | Menerima sogokan (kiasan) (9) |
| MAKANGAJI | Hidup dari gaji; bekerja untuk mendapat gaji (upah) (kiasan) (9) |
| MAKANGKAT | Ibu yang bertindak (mendidik, mengurusi, dan sebagainya) sebagai ibu kandung; ibu angkat (9) |
| MAKANHATI | Menderita dan sedih karena perbuatan orang lain; menyebabkan susah hati atau mendongkol, dan sebagainya (kiasan) (9) |
| MAKANKULI | Bekerja menjadi kuli (kiasan); menyuruh orang bekerja keras untuk keuntungan sendiri (kiasan) (9) |
| MAKANPAGI | Makan pada waktu pagi; menyarap (9) |
| MAKANPENA | Mencari nafkah dengan jalan karang-mengarang (dalam majalah dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MAKANRIBA | Meminjamkan uang dengan bunga yang tinggi; menjadi lintah darat (9) |
| MAKANSUAP | Menerima uang (barang dan sebagainya) sebagai pelicin jalannya suatu urusan (kiasan) (9) |
| MAKANTALI | Miskin sekali (kiasan) (9) |
| MAKANUANG | Menerima suap sebagai pelicin jalannya suatu urusan (kiasan); menggunakan uang (kantor dan sebagainya) secara tidak sah (kiasan) (9) |
| MAKANUPAH | Bekerja untuk menerima upah; hidup dari gaji (upah) (kiasan) (9) |
| MAKBUNGSU | Kata sapaan akrab untuk adik perempuan yang bungsu dari ibu atau bapak (9) |
| MAKIYIVKA | Kota di Ukraina (9) |
| MAKNALUAS | Makna ujaran yang lebih luas daripada makna pusatnya (Linguistik) (9) |
| MAKNAUMUM | Kata atau istilah yang pemakaiannya menjadi unsur bahasa umum (Linguistik) (9) |
| MAKROFITA | Tanaman air tingkat tinggi, berakar, berukuran besar (Biologi) (9) |
| MAKROHARA | Unsur kimia yang esensial untuk pertumbuhan tanaman, biasanya ditambahkan dl pupuk buatan atau bahan pengapuran (Kimia) (9) |
| MAKROLIDA | Antibiotik untuk mengatasi penyakit akibat infeksi bakteri (9) |
| MAKUMBAKO | Kota di Tanzania (9) |
| MALAKSASI | Kegiatan mengunyah, melumat, atau memeras makanan; mastikasi (Biologi) (9) |
| MALAMAMAL | Malam untuk mencari sumbangan (misalnya dengan mengadakan pertunjukan, keramaian) (9) |
| MALAMBUTA | Waktu malam yang sangat gelap; larut malam (9) |
| MALAMHARI | Waktu malam (9) |
| MALAMINAI | Malam menjelang hari perkawinan (pada waktu itu mempelai perempuan dihiasi) (Minangkabau) (9) |
| MALAPEHAO | Tidak mendapat sesuatu apa pun, makna harfiahnya 'melepas hawa/udara' (ungkapan/Minangkabau) (9) |
| MALDONADO | Kota di Uruguay (9) |
| MALIMPUNG | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (9) |
| MALINOVKA | Kota di Belarusia (9) |
| MALOKLUSI | Kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut serta fungsi (Kedokteran dan Fisiologi); posisi gigi atas dan gigi bawah yang tidak tepat ketika rahang tertutup (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MALUBESAR | Malu yang amat sangat (9) |
| MAMEKTOMI | Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh payudara; mastektomi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MAMLAKIAH | Bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh raja; monarki (Arab) (9) |
| MAMOGRAFI | Pemeriksaan kelenjar payudara dengan menggunakan sinar-X (untuk mendeteksi awal kanker payudara) (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MAMOUDZOU | Ibu kota Mayotte (9) |
| MANABOLEH | Bagaimana akan boleh (dapat); tidak mungkin; mustahil; masak; mana dapat (9) |
| MANADAPAT | Bagaimana akan boleh (dapat); tidak mungkin; mustahil; masak; mana boleh (9) |
| MANAJEMEN | Penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi (9) |
| MANASONGO | Gelar kepala keluarga di Pulau Rote, juga berkedudukan sebagai pendeta atau dukun keluarga (9) |
| MANCADAYA | Pengalihan pengerjaan urusan perusahaan oleh orang dari penyedia tenaga kerja; alih daya (9) |
| MANCHERAL | Kota di India (9) |
| MANDALIKA | Sirkuit balap internasional di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat; sebutan atau jabatan (seperti adipati atau gubernur); pohon, tinggi hingga 23 m, kayu terasnya tahan terhadap rayap, digunakan untuk bahan bangunan dan mebel, buahnya berbentuk bulat dan dapat dimakan; tempurik; temponek; tempunik; keledang; tempunai (Artocarpus rigida); daerah di bagian selatan pulau Lombok, terkenal dengan keindahan lautnya; nama tokoh puteri yang sangat cantik dalam cerita rakyat Lombok (9) |
| MANDIBOLA | Permainan anak-anak berupa kolam yang diisi bola-bola plastik, anak-anak dapat bermain di antara bola-bola tersebut seolah-olah berenang atau mandi bersama bola (9) |
| MANDIBULA | Rahang bawah, tulang berbentuk tapal kuda, tempat melekat gigi bawah; rangka bagian depan-bawah muka (Anatomi); alat untuk menggigit yang terdapat pada lebah (Trigona sp.) (9) |
| MANDIHAID | Mandi sesudah selesai mendapat haid; mandi hail (9) |
| MANDIHAIL | Mandi sesudah selesai mendapat haid; mandi haid (9) |
| MANDILUAS | Mandi untuk bersuci diri (sehabis bersetubuh atau keluar mani); mandi janabat (9) |
| MANDITIAN | Upacara mandi ketika mengandung tujuh bulan; mandi bunting (9) |
| MANERISME | Gerak-gerik kebiasaan yang khas pada seseorang yang sering dijumpai pada penderita skizofrenia, sebagai simbol fantasi yang dialami (9) |
| MANGALDAN | Kota di Filipina (9) |
| MANGALORE | Kota di India (9) |
| MANGARUHO | Membersihkan bagian dalam suatu wadah (botol, gelas, dan sebagainya) dengan cara diisi air, kemudian diguncangkan (Batak) (9) |
| MANGASARA | Suku bangsa yang mendiami daerah Sulawesi Selatan; Makassar (9) |
| MANGGARAI | Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur; suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (9) |
| MANGGUSTA | Pohon yang tingginya mencapai 25 m, buahnya berbentuk bulat, setelah masak berwarna ungu kemerah-merahan, daging buah berulas-ulas berwarna putih, rasanya manis (Garcinia mangostana); manggis (9) |
| MANGKANYA | Maka dari itu (9) |
| MANGKOKAN | Tumbuhan yang ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar, daun yang muda dapat disayur; daun berlangkas; daun mangkok; mangkok (Nothopanax scutellarium) (9) |
| MANGKUKAN | Perbungaan yang menyerupai suatu kuntum bunga, tetapi mempunyai beberapa sumbu dengan bunga-bunga tambahan, misalnya pada kastuba (Botani) (9) |
| MANIFESTO | Pernyataan terbuka tentang tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok (9) |
| MANIKMAYA | Kumpulan mitologi masyarakat Jawa yang ditulis dalam bentuk puisi tradisional (macapat) (9) |
| MANIZALES | Kota di Kolumbia (9) |
| MANJADIRI | Gejala yang normal pada anak-anak usia antara 4–6 tahun untuk selalu memperoleh perhatian orang tua atau lingkungannya terhadap diri sendiri, biasanya disebabkan oleh terpecahnya perhatian orang tua kepada adiknya atau karena makin berkurangnya perhatian orang tua bersamaan dengan makin besarnya anak itu (9) |
| MANJAKANI | Buah keras dari pohon Quercus lusitanica yang digunakan untuk ramuan obat, jamu, atau menghitamkan gigi, mengandung limin yang berkhasiat sebagai bahan keset; jenitri; majakan; majakane (9) |
| MANJAPADA | Dunia; marcapada (9) |
| MANJAREAL | Kue khas Sumbawa, dibuat dari kacang tanah yang dihaluskan, dicetak dengan daun lontar (Tata Boga/Sabu) (9) |
| MANJUNGAN | Perahu mancung (9) |
| MANOKWARI | Kabupaten di Provinsi Papua Barat meliputi bagian timur wilayah Kepala Burung, berbatasan dengan Kabupaten Sorong di barat, Samudra Pasifik dan Teluk Cenderawasih di utara dan timur; ibu kota Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dan ibu kota Provinsi Papua Barat, terkenal dengan sebutan Kota Injil, Kota Buahnya Papua atau Rio De Jainero van Papua (9) |
| MANOMETER | Alat untuk mengukur tekanan gas dan uap; alat untuk mengukur tekanan gas dan uap (Fisika) (9) |
| MANOMETRI | Tes untuk mengetahui kondisi kontraksi saluran pencernaan dengan menempatkan manometer pada bagian dari saluran pencernaan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MANOSKOPI | Analisis mengenai volumetri gas (Kimia) (9) |
| MANSFIELD | Kota di Inggris dan Amerika Serikat (9) |
| MANTAMPAY | Kota di Filipina (9) |
| MANTANGAN | Liana invasif yang batangnya bergetah putih, daunnya memerisai, bunganya berbentuk terompet dan berwarna putih, buahnya membulat dan berwarna hijau, tumbuh di bioma tropis kering musiman, tersebar dari Tanzania, Samudera Hindia bagian barat, Asia tropis, hingga Pasifik; tapak gajah (Decalobanthus peltatus) (Botani) (9) |
| MANUMISIO | Pendewasaan seorang anak yang masih di bawah umur dengan ketetapan pengadilan (Hukum) (9) |
| MANUNGGAL | Menjadi satu dalam sikap dan tingkah laku; luluh (bercampur, berpadu) sehingga tidak terpisahkan (9) |
| MANUSIAWI | Bersifat manusia (kemanusiaan) (9) |
| MANUSKRIP | Naskah tulisan tangan yang menjadi kajian filologi; naskah, baik tulisan tangan (dengan pena, pensil) maupun ketikan (bukan cetakan) (9) |
| MANZHOULI | Kota di Cina (9) |
| MARABAHAN | Ibu kota Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan (9) |
| MARACAIBO | Kota di Venezuela (9) |
| MARACANAU | Kota di Brasil (9) |
| MARAMBUNG | Pohon, tingginya mencapai 30 m, kayunya berwarna putih kekuning-kuningan, agak lunak, dan tidak awet, dipakai dalam industri korek api untuk dibuat batang dan kotaknya (Vernonia arborea) (9) |
| MARAPULAI | Mempelai (laki-laki) (Minangkabau) (9) |
| MARCAPADA | Dunia nyata (tempat makhluk hidup); bumi; manjapada (9) |
| MARDIHUTA | Perempuan yang baru melahirkan (Batak) (9) |
| MARGALAJU | Jalan (setapak) yang bergerak, berbentuk menyerupai eskalator yang dipasang pada bidang datar, berfungsi untuk mempercepat gerak saat berjalan, biasa digunakan di bandara; travelator (9) |
| MARHAENIS | Orang yang termasuk dalam golongan marhaen; pemimpin kaum marhaen yang berjuang untuk rakyat (kaum kecil) (9) |
| MARHANETS | Kota di Ukraina (9) |
| MARIEHAMN | Ibu kota Ã…land (Finland) (9) |
| MARIOLOGI | Kajian teologis tentang Bunda Maria (9) |
| MARIVELES | Kota di Filipina (9) |
| MARIYUANA | Tumbuhan semak, daunnya mengandung zat yang memabukkan; ganja (Cannabis sativa) (9) |
| MARMELADE | Buah-buahan yang disetup dengan gula (dan bumbu) dan dalam keadaan masih panas dimasukkan ke dalam wadah gelas, buah-buahan sedapat mungkin masih berbentuk dan belum sampai hancur; selai yang dibuat dari jeruk, warnanya tidak sepekat selai, biasanya diberi potongan buah atau kulit jeruk (9) |
| MARONDERA | Kota di Zimbabwe (9) |
| MARRAKESH | Kota di Maroko (9) |
| MARSAOLEH | Kata sapaan kepada kepala masyarakat hukum adat di Gorontalo (9) |
| MARSEILLE | Kota di Prancis (9) |
| MARSEPEIN | Manis-manisan terbuat dari campuran gula, putih telur, dan almon yang digiling yang dibuat menjadi adonan dengan pelbagai bentuk, warna, dan rasa (ungkapan/Belanda) (9) |
| MARSUPIAL | Mamalia yang memiliki kantung di perut untuk membawa bayinya (Metatheria) (Zoologi) (9) |
| MARTAPURA | Ibu kota Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, terkenal dengan sebutan Kota Intan; ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatra Selatan (9) |
| MARTIRIUM | Bangunan atau kamar yang digunakan sebagai tempat pemakaman pada masa awal Masehi (Arsitektur) (9) |
| MASABAKTI | Masa menunaikan tugas; masa untuk mengabdi (9) |
| MASABODOH | Kata afektif untuk menyatakan tidak senang hati; terserahlah; sesukamulah; tidak peduli apa-apa; tidak memperhatikan sama sekali; acuh tak acuh (9) |
| MASADEPAN | Masa yang akan datang (9) |
| MASAHENTI | Waktu yang harus ditambahkan pada lamanya pertandingan hoki karena adanya waktu yang terhenti dengan tujuan agar lama pertandingan tetap 2 x 35 menit (Olahraga) (9) |
| MASAHIDUP | Umur sebuah alat/sistem yang masih dapat berfungsi secara baik (Kedirgantaraan) (9) |
| MASAKAJAR | Cukup mendapat didikan; tahu adat (sopan santun) (9) |
| MASAKAKAL | Sudah mantap cara berpikirnya; dapat berpikir dengan baik dan bijaksana (9) |
| MASAKAWIN | Jarak waktu antara perkawinan pertama sampai perkawinan terakhir sebelum masa bunting (Peternakan) (9) |
| MASAKDINI | Sifat ternak yang berkelamin cepat dewasa (Peternakan) (9) |
| MASAKERJA | Jangka waktu orang sudah bekerja (pada suatu kantor, badan, dan sebagainya) (9) |
| MASAKNIAT | Niatnya sudah tidak dapat digoyah lagi; sudah mantap pendiriannya atau maksudnya (9) |
| MASAKPOTE | Masakan khas Madura, terbuat dari daging yang diiris-iris berbentuk dadu, dibumbui rempah-rempah, kelabat, terasi, air asam jawa, dan cuka (Tata Boga) (9) |
| MASALATEN | Masa dalam perkembangan seksual antara umur 4–5 tahun dan permulaan masa remaja ketika terjadi peralihan dari masa seksual kanak-kanak menjadi seks dalam arti dewasa (9) |
| MASALEMBO | Nama kepulauan (laut), yang terkenal dengan peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penumpang Tampomas II (9) |
| MASAPAJAK | Jangka waktu untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayar (9) |
| MASAPOLIS | Jangka waktu polis asuransi biasanya waktu selama premi polis dibayar (9) |
| MASAPUBER | Masa (kehidupan) usia remaja (9) |
| MASARESES | Masa tidak adanya kegiatan sidang (tentang DPR) (9) |
| MASASUBUR | Masa yang besar kemungkinannya bagi seorang wanita untuk hamil; masa yang besar kemungkinannya untuk terjadinya pembuahan (9) |
| MASATANAM | Waktu yang paling tepat untuk menanam, biasanya berdasarkan perkiraan masa panen dan curah hujan (9) |
| MASATUNAS | Masa antara waktu terjadinya infeksi dan timbulnya gejala-gejala penyakit; masa inkubasi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MASKERGAS | Penutup muka yang dipakai untuk melindungi muka dan paru-paru terhadap gas beracun (9) |
| MASSAATOM | Massa satu atom dalam suatu elemen yang dinyatakan dalam satuan massa atom (Kimia) (9) |
| MASSADIAM | Massa suatu benda pada saat benda tidak bergerak (Kimia) (9) |
| MASTALGIA | Nyeri pada payudara (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MASTAUTIN | Tempat tinggal (9) |
| MASTIKASI | Kegiatan mengunyah, melumat, atau memeras makanan; malaksasi (Biologi) (9) |
| MASUKAJAR | Mendengar atau menerima nasihat orang (9) |
| MASUKAKAL | Dapat diterima oleh akal; tidak aneh; tidak mustahil; logis (9) |
| MASUKBUKU | Dicatat dalam buku (perbelanjaan dan sebagainya) (9) |
| MASUKDAUN | Mendapat peluang yang baik (9) |
| MASUKULUR | Hukuman untuk pelaku kejahatan dengan menjadi hamba dari orang yang menjadi korban kejahatannya (9) |
| MASYHADAT | Tempat orang berkumpul (Arab); pertemuan; kerapatan (Arab) (9) |
| MATAACARA | Bagian dari acara (yang akan dibicarakan, dipertunjukkan, dan sebagainya) (9) |
| MATAANGIN | Arah jarum pedoman; asal angin datang (yaitu utara, timur, selatan, barat) (9) |
| MATABADAI | Pusat siklon tropis (Meteorologi) (9) |
| MATABAJAK | Besi tajam pada baja yang masuk ke dalam tanah; nayam; mata tenggala (9) |
| MATABATIN | Bagian batin yang paling dalam; perasaan dalam hati (9) |
| MATABEDIL | Butir-butir pada pemitar bedil (untuk memastikan arah); pejera (9) |
| MATABENDA | Barang-barang yang berharga (9) |
| MATABISUL | Lubang bisul; bagian pusat (ujung) bisul (9) |
| MATABIUKU | Mata yang suram (tidak berseri-seri); mata yang tidak berseri-seri (suram) (9) |
| MATABUGIL | Mata yang sewajarnya (tidak memakai kacamata atau alat bantu lain) (9) |
| MATABULAN | Bentuk bulan yang tampak samar-samar (9) |
| MATADEKAT | Hanya dapat melihat pada jarak dekat; tidak dapat melihat benda yang jauh letaknya; rabun jauh (9) |
| MATADUNIA | Pandangan orang-orang di dunia (9) |
| MATAFASET | Mata (pada serangga dan sebagainya) yang memiliki banyak reseptor warna individual, dapat menangkap gambar dalam sudut yang sangat lebar, mendeteksi gerakan cepat, bahkan melihat polarisasi cahaya; mata majemuk (Zoologi) (9) |
| MATAGALPA | Kota di Nikaragua (9) |
| MATAGAWAI | Pembantu (9) |
| MATAGELAP | Tidak dapat berpikir terang; mengamuk (karena marah sekali); gelap mata (9) |
| MATAHIANG | Tumbuhan melingkar dan berduri yang biasa dikalungkan pada leher anak sebagai penangkal penyakit (Sunda) (9) |
| MATAHIDUP | Pekerjaan yang utama (yang dikerjakan untuk hidup sehari-hari) (9) |
| MATAHURUF | Huruf satu per satu (9) |
| MATAJALAN | Pengintai; peninjau (sebelum orang lain berjalan ke suatu tempat); penunjuk jalan; pandu; persimpangan jalan (9) |
| MATAKAKAB | Lubang yang disumbat dengan kayu pada dasar perahu untuk mencegah masuknya air (Aceh); lubang di dinding; lubang jendela (dalam hikayat) (Aceh) (9) |
| MATAKAKAP | Lubang kecil pada lunas perahu untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam perahu (9) |
| MATAKEREK | Bulatan pada kerek (9) |
| MATALAMAT | Tujuan; sasaran; kambing hitam; bulan-bulanan (9) |
| MATALELAH | Gejala pada mata yang menunjukkan mata cepat merasa lelah dan sakit sehingga menimbulkan gangguan dalam daya penglihatan (9) |
| MATALIPAS | Mata yang tidak berwarna (seperti mata kuda dan sebagainya); mata yang suram (9) |
| MATAMALAS | Gangguan penglihatan pada salah satu mata yang tidak memiliki penyebab fisik; ambliopia (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MATAMOROS | Kota di Meksiko (9) |
| MATANENEK | Alat untuk memasukkan benang ke dalam lubang jarum, terbuat dari kawat halus (Tata Busana) (9) |
| MATAPAHAT | Bagian yang tajam pada pahat (9) |
| MATAPAJAK | Sesuatu yang menjadi sasaran pajak (9) |
| MATAPANAH | Bagian yang runcing dan tajam pada anak panah (9) |
| MATAPANDA | Lingkaran berwarna gelap pada kulit di sekitar mata (biasanya di bagian bawah mata) karena kurang istirahat atau kurang sehat (9) |
| MATAPETIR | Kilat; halilintar (9) |
| MATAPIANO | Bilah-bilah piano yang ditekan-tekan (diketuk-ketuk), biasanya berwarna putih atau kuning dan hitam (9) |
| MATAPISAU | Bagian yang tajam pada pisau (9) |
| MATAPUKAT | Lubang pada pukat (9) |
| MATARUMAH | Sebutan untuk keluarga inti dalam masyarakat suku Ambon (9) |
| MATASABUN | Mata putih (tentang kucing) (9) |
| MATASIPIT | Mata yang mengecil karena lipatan pada kelopak mata (9) |
| MATASURAT | Tulisan (huruf) pada surat (9) |
| MATASUSAN | Liana merambat yang panjangnya mencapai 5 m, batang silindris dan ramping, daun berbentuk hati atau bulat telur yang ditutupi bulu-bulu halus, bunga berwarna kuning kemerahan dengan lima helai mahkota berbentuk lonjong, bagian tengah bunga berwarna hitam keunguan, buah bulat berparuh panjang dan runcing, sering digunakan sebagai tanaman hias dan obat (Thunbergia alata) (9) |
| MATATUNAS | Tonjolan kecil pada batang atau cabang, kadang-kadang tertutup dalam sisik pelindung dan berisi pucuk, daun, atau bunga yang belum berkembang (Biologi) (9) |
| MATEHUALA | Kota di Meksiko (9) |
| MATEMATIS | Bersangkutan dengan matematika; bersifat matematika; sangat pasti dan tepat (9) |
| MATIANDAR | Mati tanpa diketahui sebabnya (9) |
| MATIANGIN | Tidak ada angin sama sekali; tidak berdaya lagi (kiasan) (9) |
| MATIKATAK | Mati seperti katak, tidak ada yang memedulikan (9) |
| MATIKEJAT | Mati dalam keadaan kaku atau kejang; mati kejang (9) |
| MATIKEKAM | Waktu antara pasang surut dan pasang naik; mati kekat; air perbani (9) |
| MATIKEKAT | Waktu antara pasang surut dan pasang naik; mati kekam; air perbani (9) |
| MATILELAS | Mati sia-sia; mati konyol (9) |
| MATILEMAS | Mati karena kekurangan oksigen (tenggelam dalam air, tercekik, kena gas, dan sebagainya) (9) |
| MATILIDAH | Tidak dapat membedakan rasa enak dan rasa tidak enak (9) |
| MATIMAWAI | Mati menggeletak (9) |
| MATIPUCUK | Mati pada pucuknya (tumbuh-tumbuhan); lemah zakar (9) |
| MATISAMAR | Tampaknya sudah mati, tetapi nyatanya belum; mati suri; mati beragan (9) |
| MATISESAT | Mati yang tidak sewajarnya (seperti bunuh diri); mati sirik (9) |
| MATISIRIK | Mati yang tidak sewajarnya (seperti bunuh diri); mati sesat (9) |
| MATRIOSKA | Satu set boneka kayu tradisional Rusia dengan rupa sama, tetapi ukuran yang berbeda-beda, yang dirancang khusus agar boneka yang paling kecil bersarang di dalam boneka yang lebih besar yang kemudian bersarang di boneka yang lebih besar berikutnya dan seterusnya sehingga menjadi satu (Rusia) (9) |
| MATRISIDA | Pembunuhan terhadap ibu sendiri (9) |
| MATSUBARA | Kota di Jepang (9) |
| MATSUMOTO | Kota di Jepang (9) |
| MATSUYAMA | Kota di Jepang (9) |
| MATURITAS | Kematangan; kedewasaan (9) |
| MATUTINAL | Berkaitan dengan pagi hari (9) |
| MAULAKIWI | Pemimpin juru petak (dalam perahu) (9) |
| MAULHAYAT | Air hidup; air yang menyebabkan hidup selamanya (9) |
| MAURITIUS | Negara yang terletak di Samudra Hindia, beribu kota Port Louis (9) |
| MAUSOLEUM | Bangunan makam yang luas dan megah; monumen makam (9) |
| MAUTAKMAU | Segan-segan; harus; terpaksa (9) |
| MAWARLAUT | Binatang laut, badannya berongga-rongga dan berumbai-rumbai, biasanya melekat pada beting karang (Actinaria) (9) |
| MAYAGUEEZ | Kota di Puerto Riko (9) |
| MAYANTARA | Alam maya; dunia maya; siber (9) |
| MAYORITAS | Jumlah orang terbanyak yang memperlihatkan ciri tertentu menurut suatu patokan dibandingkan dengan jumlah yang lain yang tidak memperlihatkan ciri itu (9) |
| MBOKAJENG | Gelar di Kasunan Surakarta untuk Selir Susuhunan Pakubuwana urutan keenam (9) |
| MBUJIMAYI | Kota di Republik Kongo (9) |
| MEDANGSIA | Wuku ke-14 (Bali) (9) |
| MEDANLAGA | Tanah lapang untuk berperang; tempat pertempuran (9) |
| MEDEDADER | Kawan berbuat; orang yang bersama-sama berbuat (ungkapan/Belanda) (9) |
| MEDIAFILM | Sarana media massa yang disiarkan dengan menggunakan peralatan film (film, proyektor, layar); alat penghubung yang berupa film (9) |
| MEDINIPUR | Kota di India (9) |
| MEDIOKRIS | Awan kumulus yang menonjol tegak agak tinggi dan puncaknya tampak agak berserabut (Meteorologi) (9) |
| MEDISINAL | Bersifat menyembuhkan; sebagai obat (9) |
| MEDITATIF | Bersifat meditasi (9) |
| MEERBUSCH | Kota di Jerman (9) |
| MEGADIGMA | Perubahan mendasar dan sangat penting dalam bisnis yang menuntut perubahan operasional bisnis perusahaan dan cara eksekutif memimpin perusahaan (9) |
| MEGADOSIS | Dosis besar dari vitamin dan mineral yang mencapai beberapa kali lipat dari kebutuhan seseorang (9) |
| MEGAFAUNA | Fauna besar yang hidup di wilayah, waktu, atau habitat tertentu (Zoologi) (9) |
| MEGAHERTZ | Satuan jumlah gelombang yang setara dengan satu juta hertz disingkat MHz (Inggris) (9) |
| MEGAHOTEL | Hotel yang sangat besar dan mewah, biasanya berkapasitas 1000 kamar atau lebih (9) |
| MEGAKOLON | Pembesaran kolon yang melebihi ukuran biasa, seringkali terjadi pada anak yang mengalami konstipasi dalam waktu yang lama (9) |
| MEGALOSIT | Sel darah merah yang sangat besar, yang terdapat pada mudigah dan pada penyakit (9) |
| MEGASPORA | Spora pada tumbuhan tinggi berukuran besar, pada tumbuhan berbiji akan menjadi kantong embrio (Botani) (9) |
| MEGAURBAN | Urbanisasi yang dilakukan dalam jumlah besar (9) |
| MEIOFAUNA | Invertebrata kecil yang hidup di lingkungan air laut dan air segar, berukuran lebih besar daripada mikrofauna, tetapi lebih kecil daripada makrofauna (9) |
| MEJADAPUR | Meja yang biasanya diletakkan di dapur yang digunakan untuk menyiapkan makanan sebelum dihidangkan; meja tambahan yang terletak di bagian tengah dapur dan dapat diakses dari segala arah, desainnya tidak selalu mengikuti set dapur yang ada (Arsitektur) (9) |
| MEJAGERAK | Meja yang bergerak pada waktu permainan sedang berlangsung disebabkan oleh sentuhan badan pemain (dalam tenis meja) (Olahraga) (9) |
| MEJAHIJAU | Pengadilan (9) |
| MEJAKARTU | Meja tempat orang bermain kartu; meja judi (9) |
| MEJALIPAT | Meja yang kakinya dapat dilipat agar mudah disimpan, berbahan ringan (kayu, plastik, besi, dan sebagainya), dan kadang terdapat gagang agar mudah dibawa (9) |
| MEJAMAKAN | Meja tempat makan (9) |
| MEJAROLET | Meja bundar berangka dan berwarna-warni yang dapat diputar untuk permainan judi rolet (9) |
| MEJATULIS | Meja yang digunakan untuk tempat menulis (9) |
| MEJICANOS | Kota di El Salvador (9) |
| MEKANISME | Penggunaan mesin; alat-alat dari mesin; hal kerja mesin (Teknik); cara kerja suatu organisasi (perkumpulan dan sebagainya); hal saling bekerja seperti mesin (kalau yang satu bergerak, yang lain turut bergerak) (9) |
| MEKATENDE | Permainan dengan menggunakan batu kerikil sebagai alat mainnya (Tolaki) (9) |
| MELABAKAN | Menguntungkan (9) |
| MELAGAKAN | Mengadu (ayam dan sebagainya); memperlagakan (9) |
| MELAGUKAN | Menyanyikan; menuturkan (syair, sajak, dan sebagainya) dengan lagu; membawakan lagu (9) |
| MELAINKAN | Memperbedakan; mengasingkan; memisahkan dari yang lain; hanya; kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan bertentangan (9) |
| MELAJUKAN | Mencepatkan (lari, gerakan, dan sebagainya); membangatkan atau melancarkan (perundingan dan sebagainya) (9) |
| MELAKNATI | Mengatakan laknat kepada; mengutuki; mendatangkan laknat (9) |
| MELAKUKAN | Mengerjakan (menjalankan dan sebagainya); mengadakan (suatu perbuatan, tindakan, dan sebagainya); melaksanakan; mempraktikkan; menunaikan; melazimkan (kebiasaan, cara, dan sebagainya); menjadikan (membuat dan sebagainya) berlaku; menjadikan laku; berbuat sesuatu terhadap (suatu hal, orang, dan sebagainya); mengabulkan (permintaan, doa, dan sebagainya); meluluskan (9) |
| MELALUKAN | Membiarkan lalu (berjalan, masuk, dan sebagainya); melakukan; menjalankan; meneruskan; melangsungkan (9) |
| MELAMBANG | Perahu yang dibuat dari batang kayu, digunakan untuk mengangkut orang, digerakkan oleh dayung (9) |
| MELAMBARI | Melandasi; mendasari (Jawa) (9) |
| MELAMBUNG | Menyerang (memukul dan sebagainya) pada lambung; menyerang (daerah, sasaran) dengan cara bergerak melingkar (tidak lurus ke sasaran); naik (melonjak, terbang, dan sebagainya) tinggi-tinggi; menaikkan (melonjakkan, menerbangkan, dan sebagainya) tinggi-tinggi; memuji-muji; menyanjung-nyanjung (9) |
| MELAMPANG | Memukul telinga atau kepala orang dengan tapak tangan (Minangkabau) (9) |
| MELAMPAUI | Melalui; melewati; melebihi (batas, ketentuan, dan sebagainya); melintasi, mengatasi (kesukaran, percobaan, dan sebagainya); melanggar (adat, aturan, dan sebagainya) (9) |
| MELAMPINI | Memasang lampin pada bayi; mengalas tangan dengan kain, kertas, dan sebagainya ketika memegang barang yang panas (9) |
| MELAMPIRI | Menyertai (dengan surat, daftar, dan sebagainya) (9) |
| MELAMPUNG | Terapung di permukaan air (9) |
| MELANCONG | Bepergian untuk bersenang-senang; bertamasya; pesiar; kunjungan laki-laki ke rumah pacarnya yang hanya boleh bertemu melalui jeruji jendela seturut adat Betawi (Antropologi) (9) |
| MELANCUNG | Memalsukan, meniru dengan maksud menipu (9) |
| MELANDASI | Mendasari; mendukung (9) |
| MELANDUNG | Berjurai panjang; melentur; kendur; tidak tegang (tentang tali yang direntangkan, tali jemuran, dan sebagainya) (9) |
| MELANESIA | Gugus kepulauan, bangsa, dan bahasa di bagian barat daya Lautan Teduh, di sebelah timur laut Australia (9) |
| MELANGGAN | Membeli produk atau menggunakan jasa secara tetap (9) |
| MELANGGAR | Menubruk; menabrak; menumbuk; menyalahi; melawan; melewati; melalui (secara tidak sah); menyerang; melanda (9) |
| MELANGKAH | Mengayunkan (menggerakkan) kaki (pada waktu berjalan dan sebagainya); berangkat; berjalan; melalui; mengarungi; bertindak; bekerja (9) |
| MELANGKUP | Melarikan istri orang lain, merupakan delik adat di daerah Batak (Hukum) (9) |
| MELANGSAR | Menjalar memanjang; beringsut-ingsut (9) |
| MELANGSIR | Mengatur sambil menggandeng-gandengkan gerbong kereta api; berjalan mondar-mandir (bolak-balik) (9) |
| MELANISME | Timbulnya pigmen hitam (melanin) pada kulit; pembentukan warna hitam atau gelap pada seluruh tubuh (terjadi pada macan tutul dan macan kumbang) (9) |
| MELANOSIT | Sel epidermis yang memproduksi melanin, berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan (Biologi) (9) |
| MELANOSOM | Organel dalam melanosit yang mengandung melanin (Biologi) (9) |
| MELANTING | Melempar; terlempar jauh; memegang dengan tangan yang terulur (Jawa); pura tempat pemujaan yang berkaitan dengan profesi dagang biasanya terletak di bagian timur laut pasar (Bali) (9) |
| MELANTUNG | Berbunyi keras (seperti benda yang meletup); berbau busuk sekali; menyentuh (9) |
| MELARIKAN | Membawa lari; menjalankan kencang-kencang; membawa cepat-cepat (9) |
| MELASIKAN | Membuat jera; mempertakuti; menggertak (9) |
| MELATIAIR | Tanaman air, bunganya berwarna putih, kelopaknya agak tipis, di tengah bunga terdapat benang sari berwarna kuning (Echinodorus palaefolius) (9) |
| MELATONIN | Hormon yang berasal dari serotonin dan disekresikan oleh kelenjar pineal yang menghasilkan perubahan warna kulit vertebrata, reptil, dan amfibi, penting dalam mengatur bioritme (Biologi) (9) |
| MELBOURNE | Ibu kota negara bagian Victoria, Australia dan kota di Amerika Serikat (9) |
| MELEGAKAN | Melapangkan; menenteramkan (menyenangkan) perasaan (9) |
| MELELAKAN | Mempermainkan (pedang, langkah, dan sebagainya) dengan elok; mempertunjukkan (sikap, gaya, dan sebagainya) dengan indah (9) |
| MELEMBANG | Melekukkan (tanah dan sebagainya); bercakap dengan lemah lembut; membujuk (9) |
| MELEMBUNG | Menjadi besar karena berisi udara; bergembung (9) |
| MELEMPANG | Terletak melintang (9) |
| MELEMPING | Menjadi tipis dan pipih (9) |
| MELENCENG | Menyimpang dari arah yang seharusnya; tidak mengenai sasaran (9) |
| MELENCONG | Menyimpang dari arah yang seharusnya; menyimpang dari tujuan (maksud) semula; tersesat (kiasan) (9) |
| MELENCUNI | Membasahi sampai licin (9) |
| MELENDUNG | Melendut, melengkung ke bawah (seperti tali yang direntangkan) (9) |
| MELENGGAK | Mengangkat kepala agar mukanya menengadah; mendongak (9) |
| MELENGGOR | Mengenai; menimpa (9) |
| MELENGGUT | Bergerak mengangguk (karena mengantuk) (9) |
| MELENGKET | Menempel erat-erat; melekat (9) |
| MELENGKUR | Mendengkur (9) |
| MELENGSER | Turun dari jabatan; menggelincir ke bawah atau ke sisi; meluncur; mengoles (dengan); menyapukan sesuatu pada (9) |
| MELENGUNG | Termenung-menung, termangu-mangu (karena terkejut, keheranan, dan sebagainya); menengok; melenggong (9) |
| MELENTING | Mengenyal (seperti per, karet busa, rotan); menjadi kering sekali; bergelung (seperti daun kering, papan kena panas); mendencing (9) |
| MELENTUNG | Berbunyi lentung; menyentuh (kaleng, orang, dan sebagainya) (9) |
| MELETAKAN | Merendahkan (martabat orang dan sebagainya); menghinakan (9) |
| MELIMBANG | Mencuci (emas, intan, beras, dan sebagainya) dengan cara mengayak dalam nyiru; pergi (berjalan) ke mana-mana; mengembara (9) |
| MELIMPAHI | Melimpah ke(pada); memberi banyak-banyak; menganugerahi (dengan penuh kemurahan) (9) |
| MELIMPAUI | Menghindari (9) |
| MELINDANG | Habis; redup (tentang cahaya) (9) |
| MELINGGIS | Menggali atau memecah tanah, batu, dan sebagainya dengan linggis (9) |
| MELINGKAR | Merupakan lingkar; menggulung berlingkar-lingkar (tentang kawat dan sebagainya); membelit (9) |
| MELINGKIS | Menyingsingkan atau menggulung (lengan baju) (9) |
| MELINGKUP | Menutup sesuatu dengan … (9) |
| MELINTANG | Terletak menurut lintang suatu bidang; malang; menghalangi (kiasan) (9) |
| MELINTASI | Melewati (sawah, ladang, hutan belantara, dan sebagainya); melalui; menyeberangi (jalan, sungai, dan sebagainya); mengatasi (kesulitan dan sebagainya) (9) |
| MELINTING | Menggulung, memilin (rokok dan sebagainya) dengan kedua telapak tangan (9) |
| MELIPILLA | Kota di Chili (9) |
| MELITOPOL | Kota di Ukraina (9) |
| MELIUKKAN | Mengelukkan (tubuh) ke sisi (untuk mengelakkan pukulan) (9) |
| MELODRAMA | Pergelaran, seperti sandiwara atau film, dengan lakon yang sangat sentimental, mendebarkan, dan mengharukan, yang lebih mengutamakan ketegangan daripada kebenaran; lakon modern yang serius, tetapi yang belum dapat disebut sebagai drama duka (Sastra); pergelaran seni deklamasi yang diiringi musik (Sastra); bentuk drama yang lebih menekankan pada plot yang sensasional daripada penokohan dan muatan intelektual (Sastra) (9) |
| MELOFOBIA | Fobia terhadap musik atau membenci musik (Psikologi) (9) |
| MELOMBONG | Menggali (mencebak) untuk mencari bijih timah; menambang (9) |
| MELOMPATI | Melompat melangkaui (melampaui, melangkahi); meloncati (9) |
| MELOMPONG | Menjadi kosong; dalam keadaan kosongl; terbuka (tentang pintu, mulut) (9) |
| MELONCATI | Meloncat di atasnya; meloncat melangkahi; melompati (9) |
| MELONDONG | Menghanyutkan; mencelakakan; membinasakan (kiasan) (9) |
| MELONTARI | Melontar berkali-kali ke arah sesuatu; melempari (anjing dan sebagainya) (9) |
| MELUAHKAN | Memuntahkan (9) |
| MELUARKAN | Tidak memasukkan ke dalam bilangan (golongan dan sebagainya); mengecualikan; menyuruh keluar (9) |
| MELUNCURI | Meluncur di; bergerak cepat di (9) |
| MELUNGGUH | Duduk (9) |
| MELUNGSUR | Meluncur turun; longsor (9) |
| MELUNTURI | Luntur warna dan mengenai (pakaian, kain, dan sebagainya) yang lain (9) |
| MELUPAKAN | Lupa akan; tidak ingat akan; menjadikan lupa; menghapus dari ingatan; melalaikan; tidak mengindahkan (9) |
| MEMAAFKAN | Memberi ampun atas kesalahan dan sebagainya; tidak menganggap salah dan sebagainya lagi (9) |
| MEMADAKAN | Menganggap cukup (lumayan); memuaskan (9) |
| MEMADUKAN | Membuat supaya padu; menjadikan padu; menyesuaikan (9) |
| MEMAFHUMI | Memahami; mengerti akan; mengetahui (9) |
| MEMAINKAN | Memakai (melakukan dan sebagainya) sesuatu untuk bermain-main; membunyikan alat musik dan sebagainya dengan memukul (memetik dan sebagainya; melagukan musik dan sebagainya dengan bunyi-bunyian; melakukan (sebagai sandiwara); menyandiwarakan; memperagakan; mempertontonkan; mempertunjukkan; melakukan peranan; memerankan (dalam sandiwara, film, dan sebagainya) (9) |
| MEMAJUKAN | Menggerakkan (menjalankan, memindahkan) ke depan; membawa ke dalam keadaan yang lebih baik (sempurna dan sebagainya); menjadikan berkembang; mengemukakan (usul, permohonan, pendapat, dan sebagainya): (9) |
| MEMAKLUMI | Memahami; mengetahui (9) |
| MEMALANGI | Merintangi jalan; terletak malang pada; menghalangi; menyegani; menghormati; memasang palang pada; merintangi (9) |
| MEMAMBUNG | Bertekstur isi yang sangat bersifat seluler dengan ruangan-ruangan antarsel yang berisi udara, ringan, dan lentur (Biologi) (9) |
| MEMAMPANG | Memasang; memuat (dalam bentuk gambar, tulisan) (9) |
| MEMANCANG | Memasang pancang; menyerupai pancang (berdiri tegak, tetap tidak berubah, tetap teguh, mencuar, dan sebagainya) (9) |
| MEMANCING | Menangkap ikan dengan pancing; mengail; memberikan sesuatu untuk memikat orang lain sehingga dapat memperoleh apa yang diinginkannya (kiasan); mengadakan provokasi supaya terjadi perkelahian (pertempuran, permusuhan, dan sebagainya) (9) |
| MEMANCUNG | Menetak (memenggal) puncak (kepala dan sebagainya) (9) |
| MEMANDANG | Melihat dan memperhatikan (biasanya arah dan jaraknya tetap); menganggap; memperlakukan (sebagai); (9) |
| MEMANDATI | Memedulikan; memperhatikan; mengingat (akan); menyegani; menghargai (9) |
| MEMANDORI | Mengepalai (mengawasi) pekerja-pekerj (9) |
| MEMANGGIL | Mengajak (meminta) datang (kembali, mendekat, dan sebagainya) dengan menyerukan nama dan sebagainya; (9) |
| MEMANGGUL | Mengundang; menyilakan datang (ke perjamuan dan sebagainya); menyebut; menamakan (9) |
| MEMANGKAH | Membanting gasing, lalu dikenakan pada gasing yang lain (dalam bermain gasing); mengatasi atau mengalahkan lawan (dalam main kartu, berdebat, dan sebagainya); memberi tanda silang pada dahi dengan arang, kapur sirih, atau kunyit (9) |
| MEMANGKAL | Berhenti di suatu tempat tertentu (tentang orang berjualan, taksi, dan sebagainya) (9) |
| MEMANGKAS | Memotong ujung (tumbuh-tumbuhan dan sebagainya); menggunting (rambut) (9) |
| MEMANGKEK | Menghukum mati tanpa pemeriksaan (9) |
| MEMANGKUK | Menyerupai mangkuk (Biologi) (9) |
| MEMANGKUR | Mencangkul; memacul (9) |
| MEMANJANG | Menjadi panjang; membujur (9) |
| MEMANTANG | Sengaja tidak mau menggunakan (melakukan, memakan, dan sebagainya); menampik (9) |
| MEMANTATI | Membelakangi; tidak mengindahkan (kiasan) (9) |
| MEMARAKAN | Memajukan (9) |
| MEMATIKAN | Membunuh; menyebabkan (menjadikan) mati (dalam arti sebenarnya ataupun kiasan) (9) |
| MEMATUKAN | Menentukan tua mudanya emas (9) |
| MEMAUTKAN | Mengikatkan (pada); menambatkan (pada); mempertalikan (dengan) (9) |
| MEMAYUNGI | Melindungi dengan payung; melindungi (kiasan) (9) |
| MEMBABATI | Menebasi; merambahi (tumbuhan, semak, rumput, dan sebagainya) (9) |
| MEMBACANG | Pohon berbatang tegak, tinggi mencapai 30 m, kulit batangnya pecah-pecah berwarna abu-abu, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya terdapat pada malai yang tumbuh pada ujung ranting, buahnya berbentuk bulat panjang, berdaging tebal berwarna kuning dan berserat, berbau harum menusuk, rasanya manis; kebembem; kuweni (Mangifera odorata) (9) |
| MEMBAHANA | Bergema; berkumandang (9) |
| MEMBALIKI | Kembali ke; memulangi; membelakangi (dalam arti berlepas diri, tidak bertanggung jawab lagi) (9) |
| MEMBANCUH | Mencampur dan mengacaukan (semen dan pasir dan sebagainya); mengaduk; mengocok (kartu) (9) |
| MEMBANDAR | Menjadi bandar (dalam permainan judi); berniaga (9) |
| MEMBANDEL | Bersikap kepala batu; tidak mau menurut (mendengar, memperhatikan) nasihat atau perintah orang lain; menjadi sukar untuk dibersihkan atau dihilangkan (tentang noda) (kiasan) (9) |
| MEMBANDIT | Menjadi penjahat (pencuri) (9) |
| MEMBANDUL | Membuai; mengayun; melayahkan diri untuk mengelakkan serangan dan sebagainya (9) |
| MEMBANDUT | Mengikat (membebat) benda yang akan disambungkan (karena retak, pecah) (9) |
| MEMBANGGA | Merasa bangga; berbesar hati (9) |
| MEMBANGKU | Menempatkan atau mendudukkan di bangku (9) |
| MEMBANGUN | Bangkit berdiri; naik (tentang awan dan sebagainya); mendirikan (mengadakan gedung dan sebagainya); membina; (bersifat) memperbaiki (9) |
| MEMBANJAR | Membaris (9) |
| MEMBANJUR | Menyiram (9) |
| MEMBANTAH | Tidak menerima; menolak; tidak membenarkan (9) |
| MEMBANTAI | Menyembelih; memotong; merusakkan; memukuli kuat-kuat; membunuh secara kejam dengan korban lebih dari seorang (kiasan) (9) |
| MEMBANTAR | Menolak (mencegah) penyakit dan sebagainya (9) |
| MEMBANTER | Mengeraskan (9) |
| MEMBANTUN | Menarik supaya lepas; mencabut (9) |
| MEMBANTUT | Merintangi; menghalangi; menghambat (kemajuan, perkembangan, dan sebagainya) (9) |
| MEMBANYOL | Berkata atau berbuat sesuatu yang lucu; berjenaka; melucu; melawak (9) |
| MEMBAPTIS | Mempermandikan (menjadikan Kristen); menamai; memberi nama (9) |
| MEMBARTER | Menukar dengan benda lain (9) |
| MEMBASUNG | Menendang hingga melambung tinggi (9) |
| MEMBATASI | Memberi batas; menentukan (menandai dan sebagainya) batas; menceraikan; mengantarai; menyekat; menentukan banyaknya (besarnya dan sebagainya); menerangkan arti sesuatu dengan tepat dan jelas; membuat batasan definisi; mengurangi; merintangi (9) |
| MEMBAWAHI | Ada di bawahnya; tunduk pada; diperintah (9) |
| MEMBAWANG | Marah (kiasan) (9) |
| MEMBAYANG | Kelihatan seperti bayang-bayang; kelihatan samar-samar; dapat dilihat; dapat ditangkap; tergambar (9) |
| MEMBAYONG | Mengangkat; memanggul (9) |
| MEMBEDAKI | Memberi bedak (pada); memperbaiki (memperindah, mempercantik) di sana sini (kiasan) (9) |
| MEMBEDILI | Menembaki (9) |
| MEMBEDUNG | Membarut bayi dengan bedung (9) |
| MEMBELIAK | Membuka lebar-lebar (tentang mata) (9) |
| MEMBEMBAM | Memeram (ubi, talas, dan sebagainya) dengan menggunakan abu hangat (9) |
| MEMBENAHI | Membereskan (tempat tidur dan sebagainya); mengemasi; memperindah; merapikan; mengurus (9) |
| MEMBENALU | Hidup bagai benalu dengan menumpang hidup secara cuma-cuma pada orang lain (9) |
| MEMBENANG | Menyerupai benang; bersambung-sambung tidak putus-putus; beraturan (kiasan) (9) |
| MEMBENARI | Membujuk; menasihati (kiasan) (9) |
| MEMBENCAH | Menjadi berair dan berlumpur; menjadi bencah; menjadi becek (9) |
| MEMBENGIS | Menjadi marah; bangkit amarahnya (9) |
| MEMBENING | Berpanas-panas di bawah sinar matahari (9) |
| MEMBENTAK | Memarahi dengan suara keras; menghardik (9) |
| MEMBENTEH | Menyepak betis lawan dengan tulang betis sendiri (9) |
| MEMBENTUK | Melengkung; berkeluk; membuat melengkung; mengelukkan; menjadikan (membuat) sesuatu dengan bentuk tertentu; mendirikan (perkumpulan, partai, kerajaan, negara, dan sebagainya); menggalang (persahabatan, persekutuan, persatuan, dan sebagainya); membimbing; mengarahkan (pendapat, pendidikan, watak, pikiran); menyusun (kabinet, pengurus, panitia, dan sebagainya) (9) |
| MEMBENTUR | Melentur (seperti dahan kayu yang sarat dengan buah); melentuk; menubruk; melanggar (9) |
| MEMBERAKI | Mengotori sesuatu dengan buang air besar di tempat itu; mengakali (menipu dan sebagainya) (kiasan); mencemarkan; merendahkan (kiasan) (9) |
| MEMBERANG | Menjadi marah sekali; berang-berang; anjing air (9) |
| MEMBERATI | Menaruh sesuatu hingga menjadi berat; membebani; menambah pekerjaan; menyusahkan (9) |
| MEMBERKAS | Mengikat menjadi satu; mengumpul menjadi (9) |
| MEMBERSIL | Menonjol; menyembul (9) |
| MEMBERSIT | Tersembul dengan tiba-tiba; memancar dan membias secara sekilas (9) |
| MEMBERSUT | Tampak marah (pada mukanya); memandang dengan muka marah; mendengus (tentang kucing, musang, dan sebagainya) (9) |
| MEMBESLAH | Menyita (9) |
| MEMBESTEL | Memesan (hendak membeli barang, makanan, dan sebagainya); mendatangkan barang-barang (9) |
| MEMBETULI | Membetulkan; mengatur supaya rapi dan sebagainya; sesuai; cocok; langsung menuju (9) |
| MEMBIAWAK | Merangkak atau menyelusur (seperti biawak) (9) |
| MEMBIAYAI | Mengeluarkan uang untuk biaya; mengongkosi (9) |
| MEMBIDANI | Bertindak sebagai bidan; menolong orang melahirkan; mencetuskan gagasan lahirnya sesuatu (forum, organisasi, dan sebagainya); memelopori (kiasan) (9) |
| MEMBILANG | Menghitung (dengan menyebut satu per satu untuk mengetahui berapa banyaknya); mengingat akan; mengindahkan; memedulikan; memandang sebagai; memasukkan dalam golongan (lingkungan); memperhitungkan nasib (untung malang, baik buruk hari, dan sebagainya); mengatakan (9) |
| MEMBIMBIT | Membawa dengan ujung jari; menjinjing; memimpin dengan memegang tangan orang yang dipimpin; menuntun (9) |
| MEMBINJAT | Mengangkat (9) |
| MEMBISIKI | Memberi tahu dan sebagainya dengan diam-diam; menyuruh dan sebagainya dengan diam-diam (kiasan) (9) |
| MEMBLOKIR | Membekukan; memberhentikan (9) |
| MEMBODOHI | Membuat jadi bodoh; menjadikan bodoh; membohongi; menipu (9) |
| MEMBOHONG | Mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada (9) |
| MEMBOIKOT | Bersekongkol menolak untuk bekerja sama (berurusan dagang, berbicara, ikut serta, dan sebagainya) (9) |
| MEMBOKONG | Menyerang (memukul dan sebagainya) dari belakang (Melayu Jakarta); mengerjakan sesuatu dengan diam-diam (tanpa memberi tahu lebih dahulu); membaca berbalik (dari belakang ke muka) (9) |
| MEMBONDOT | Memberkas; mengikat (padi dan sebagainya) (9) |
| MEMBONGAK | Bercakap menyombongkan diri; (bercakap) meninggi-ninggikan diri (9) |
| MEMBOPONG | Membawa anak dengan kedua belah tangan di depan dada (9) |
| MEMBORDIR | Menyulam; menyuji; menekat (9) |
| MEMBORONG | Membeli semuanya (seluruhnya); membeli banyak-banyak; menangani suatu pekerjaan seluruhnya sampai selesai sambil menyediakan semua bahan dan peralatannya sekalian; merangkap berbagai jabatan; melakukan berbagai pekerjaan seorang diri (9) |
| MEMBOTAKI | Mencukur rambut sampai habis; membuat menjadi botak (9) |
| MEMBOYONG | Membawa pindah ke tempat lain; membawa pulang; meraih (9) |
| MEMBUAYAI | Menipu; memperdayakan (kiasan); menggertak; menakut-nakuti (kiasan) (9) |
| MEMBUBUHI | Menaruh sesuatu pada; meletakkan sesuatu pada; menambah sesuatu dengan (9) |
| MEMBUBUNG | Naik; menaik; mengepul ke atas (tentang asap dan sebagainya); makin mahal (tentang harga); makin tinggi (tentang cita-cita) (9) |
| MEMBUDAYA | Menjadi kebudayaan atau menjadi kebiasaan yang dianggap wajar; mendarah daging (9) |
| MEMBUJANG | Menjadi orang yang belum atau tidak mau kawin; bekerja menjadi bujang (9) |
| MEMBUJUKI | Memperlakukan dengan lunak (sabar, halus, dan sebagainya) (9) |
| MEMBULANG | Mengikatkan tali pada kaki ayam sabungan untuk memasang taji (9) |
| MEMBULATI | Mengambil seluruhnya; menelanjangi (9) |
| MEMBUMBUI | Memberi bumbu; menambah-nambah sesuatu supaya lebih menarik (kiasan) (9) |
| MEMBUMBUN | Menimbun; melonggokkan; menambak (tanah) (9) |
| MEMBUNCAH | Menjadi buncah; mengeruhkan; menggelisahkan (9) |
| MEMBUNDAK | Mengacau (9) |
| MEMBUNDEL | Mengikat (menjilid) menjadi satu (9) |
| MEMBUNGAI | Menghiasi dengan bunga; memperindah (9) |
| MEMBUNTUT | Mengikut; membuntuti (9) |
| MEMBUSUNG | Menjadi busung (gembung besar); bertimbun-timbun merupakan gosong (9) |
| MEMELESAT | Terlepas dengan cepat; memental (9) |
| MEMELESET | Tidak mengenai sasaran; tidak mengenai yang dituju (9) |
| MEMELETEK | Merekah (Jawa) (9) |
| MEMELISIT | Mengusap dengan tangan (9) |
| MEMELONCO | Menjadikan seseorang tabah dan terlatih serta mengenal dan menghayati situasi di lingkungan baru dengan penggemblengan; menggunduli (tentang rambut di kepala) (9) |
| MEMELOTOT | Terbuka lebar-lebar (tentang mata); membelalak (9) |
| MEMELUPUH | Memupuh (bambu dan sebagainya); memukuli (9) |
| MEMENANGI | Menang dalam perkara dan sebagainya; mengalahkan (9) |
| MEMENDAKI | Memperingati meninggalnya seseorang setelah satu tahun (9) |
| MEMENGGAL | Memotong; mengerat; menebas; menetak (kepala); membagi (kata, kalimat, berita, dan sebagainya) (9) |
| MEMENGKIS | Mengkis; berteriak (memanggil dan sebagainya) dengan maksud mengejek, menantang, dan sebagainya (9) |
| MEMENGKOL | Mengeluk; membelok; menikung (9) |
| MEMENJARA | Memasukkan (mengurung) dalam penjara dan sebagainya; menahan (hawa nafsu dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MEMENJURU | Mengarah (9) |
| MEMENSIUN | Memperhentikan dengan memberi uang tunjangan bulanan (9) |
| MEMENTANG | Membuka (dari gulungannya, lipatannya, dan sebagainya); menarik (busur) (9) |
| MEMENTING | Membunyikan “ting” (memetik gitar, celempung, melemparkan uang logam, dan sebagainya) (9) |
| MEMENTORI | Membimbing; mengasuh (9) |
| MEMERANGI | Melakukan perang terhadap; melawan; membasmi (9) |
| MEMERCIKI | Memancit-mancitkan (air dan sebagainya) kepada; merenjisi (9) |
| MEMERGOKI | Menjumpai (tidak dengan sengaja); mendapati; mengetahui (sedang mencuri dan sebagainya) (9) |
| MEMERIKAN | Mengatakan; menceritakan; melukiskan sesuatu; menguraikan unsur-unsurnya (9) |
| MEMERIKSA | Melihat dengan teliti untuk mengetahui keadaan (baik tidaknya, salah benarnya, dan sebagainya); menyelidiki untuk mengetahui sesuatu (untuk mempelajari, mencari pengetahuan, dan sebagainya); menelaah (suatu hal, peristiwa, dan sebagainya); menanyai orang untuk mengetahui salah tidaknya dan sebagainya; mengusut (perkara); mempertimbangkan dan mengadili (perkara); mengontrol; mengawasi; mengamati (9) |
| MEMERINCI | Menyebutkan (menguraikan) sampai ke bagian yang sekecil-kecilnya (9) |
| MEMEROSOT | Meluncur ke bawah; turun (dengan badan menempel pada sesuatu yang dituruni); menggelongsor; melingsir; banyak turun (tentang harga barang); sangat berkurang (tentang hasil, pendapatan, pengaruh); sangat mundur (tentang mutu, kepandaian, peradaban) (9) |
| MEMERSENI | Memberi persen (hadiah dan sebagainya); menghadiahi (9) |
| MEMETAKAN | Menggambarkan tanah (gunung dan sebagainya) dalam bentuk peta; menggambarkan; melukiskan (9) |
| MEMFASAKH | Membatalkan ikatan pernikahan (oleh pengadilan agama) (9) |
| MEMFILTER | Menyaring (9) |
| MEMFITNAH | Menjelekkan nama orang (menodai nama baik, merugikan kehormatan, dan sebagainya) (9) |
| MEMFORSIR | Memaksakan (9) |
| MEMICAKAN | Melengahkan; melalaikan; memelengkan (9) |
| MEMILUKAN | Menyedihkan, merawankan (mengharukan) hati (9) |
| MEMINDAHI | Kerap kali memindahkan; memindahkan ke; menjangkiti; menulari (9) |
| MEMINGGIR | Menepi (9) |
| MEMINIKAN | Menjadikan mini; menjadikan kecil (9) |
| MEMINTASI | Mengatasi (kiasan); mencegah (keinginan dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MEMINYAKI | Mengisi (menetesi, mengolesi) dengan minyak (9) |
| MEMOMPONG | Membawa di punggung atau di pinggang; membopong; mendukung (9) |
| MEMONDONG | Memasang pondong; memberi pondong; membawa anak, seseorang, atau sesuatu dengan meletakkannya di kedua belah tangan di depan dada (9) |
| MEMONGAHI | Memperbodohi (menipu, mengakali) (9) |
| MEMONITOR | Mengawasi, mengamati, atau mengecek dengan cermat, terutama untuk tujuan khusus; memantau; mengatur atau mengontrol kerja suatu mesin dan sebagainya; mengecek atau mengatur volume bunyi atau suara dalam merekam (9) |
| MEMOSTING | Mengepos (9) |
| MEMPENING | Pohon yang termasuk suku Fageceae, tinggi hingga 40 m, kayunya kuat dan awet, berwarna cokelat tua, digunakan untuk membuat mebel (Quercus argentata) (9) |
| MEMPERDUA | Membagi atas dua bagian; memiara (ternak) atau mengerjakan sawah orang lain dengan perjanjian dengan mendapat bagian keuntungan separuhnya (Pertanian) (9) |
| MEMPROSES | Menyediakan (membuat, menyempurnakan, dan sebagainya) barang melalui berbagai proses (9) |
| MEMPROTES | Menyatakan tidak setuju, menyangkal, dan sebagainya; menentang (9) |
| MEMPUNYAI | Memiliki; menaruh (9) |
| MEMPURUNG | Ikan air payau yang ukurannya dapat mencapai 30 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik halus, bentuk gigi pada rahang seperti taring, kepala kecil, punggung datar, perut tajam dan bersisik taji, warnanya keperakan, sirip ekor kuning dengan pinggiran hitam, tersebar di Asia (Lycothrissa crocodilus) (9) |
| MEMUASKAN | Menjadikan puas; memberi (memenuhi, menuruti, dan sebagainya) hingga puas; memberi kepuasan (kesenangan dan sebagainya) kepada; memadai (harapan, hasrat, dan sebagainya); menyenangkan (9) |
| MEMUATKAN | Memasukkan (barang) ke kapal (kereta api, truk, dan sebagainya) untuk diangkut; memasang, menempatkan (di surat kabar) (9) |
| MEMUDIKAN | Menghancurkan (intan dan sebagainya) (9) |
| MEMUJIKAN | Memuji untuk orang lain; mengatakan atau menganjurkan bahwa hal itu baik (untuk dipakai dan sebagainya) (9) |
| MEMULAKAN | Menyebabkan; membiarkan mulai (9) |
| MEMULANGI | Pulang (lagi) ke; kembali pulang; rujuk dengan istri yang diceraikan; memperistri (saudara sepupu) (9) |
| MEMUNCRAT | Memancar; menyembur (tentang air, barang cair) (9) |
| MEMUNGGAH | Membongkar (muatan kapal dan sebagainya) (9) |
| MEMUNGGAL | Memotong atau mematahkan (ujung, pucuk, dan sebagainya) (9) |
| MEMUNGGUR | Menjadi buruk (kering, mati, dan sebagainya) (9) |
| MEMUNJUNG | Munjung; menjadi munjung; menganjur; membusung (ke depan) (9) |
| MEMUSOKAN | Membiarkan menjadi puso; membiarkan rusak dan tidak memberi manfaat (kiasan) (9) |
| MENABUKAN | Menganggap sebagai larangan; memantangkan (9) |
| MENAFAHUS | Memeriksa; menyelidik; menggeledah (9) |
| MENAFIKAN | Menolak; menampik; mengingkari; menyangkal (9) |
| MENAIKKAN | Menjadikan naik (meningkat, bertambah banyak, bertambah besar, dan sebagainya); meninggikan; mengibarkan (tentang bendera); menjadikan (harga, pajak, pangkat, gaji, dan sebagainya) bertambah tinggi; menjadikan (penumpang, barang) naik (masuk ke) kendaraan (9) |
| MENAKJUBI | Merasa takjub (heran) akan; mengagumi (9) |
| MENALAKAN | Menyelaraskan nada; menyamakan nada (bunyi, suara) (9) |
| MENALANGI | Memberi pinjaman uang untuk membayar sesuatu; membelikan barang dengan membayar kemudian (9) |
| MENAMAKAN | Menyebut dengan nama ...; menyatakan namanya; menamai; menyatakan; menganggap (9) |
| MENAMBAHI | Menjadikan lebih banyak (supaya cukup, lengkap, sesuai dengan yang diperlukan) (9) |
| MENAMBANG | Menggali (mengambil) barang tambang dari dalam tanah; menggunakan sampan (mobil dan sebagainya) sebagai tambang; mengangkut penumpang dengan kendaraan tambang; menyeberangkan dengan perahu tambang; bekerja (sebagai mata pencaharian) dengan menjalankan kendaraan tambang;mengikat dengan tambang; menambat; tidak mau mengurus istri (tetapi tidak mau pula menceraikannya) (kiasan) (9) |
| MENAMBARI | Mengobati; menawari (penyakit) (9) |
| MENAMENGI | Memakai (menggunakan) tameng untuk; melindungi (9) |
| MENAMPALI | Menjadikan perca plester melekat (menempel) pada (9) |
| MENAMPANG | Mengiris dengan rata; mengerat dengan rata; memperagakan dan membanggakan ketampanan (kecantikan); jual tampang (9) |
| MENAMPUNG | Menadah sesuatu (yang jatuh bertitik, tercurah, dan sebagainya) dari atas; menerima dan mengumpulkan (barang-barang hasil dari suatu daerah, hasil-hasil yang berlebih, dan sebagainya); mencegat (menyambut) dan melawan (pasukan, pesawat terbang, dan sebagainya yang sedang dalam perjalanan menyerang); memuat; menerbitkan (kiasan); menerima dan mengurus (anak yatim piatu, anak putus sekolah, pengungsi, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENANCANG | Menambat; mengikat pada tonggak dan sebagainya (tentang kambing dan sebagainya) (9) |
| MENANDING | Meletakkan berdekatan untuk membandingkan atau menyamakan; membagi-bagi (setumpuk-setumpuk) untuk dijual (9) |
| MENANGANI | Memukuli (menghajar dan sebagainya); mengerjakan (menggarap) sendiri (9) |
| MENANGGAM | Menyambung kayu (balok, papan) dengan takuk-takuk; menjepit dan sebagainya dengan tanggam (besi); menyambung erat-erat (seperti mengawinkan dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENANGGAP | Memperhatikan sungguh-sungguh; menerima dengan pancaindra (seperti melihat, mendengar, merasai); mencerap; bertanya untuk meminta penjelasan (keterangan); memanggil ke suatu tempat (ke rumah sendiri dan sebagainya) dan menyuruhnya untuk menggelarkan suatu pertunjukan (tontonan) serta membayar semua biaya yang diperlukan (9) |
| MENANGGAR | Menyanggupi (pekerjaan dan sebagainya) (9) |
| MENANGISI | Menangis akan (untuk, bagi); menyesali; bersedih hati karena … (9) |
| MENANGKAL | Menolak (bala, roh halus, penyakit, dan sebagainya); mencegah bencana dan sebagainya (9) |
| MENANGKAP | Memegang (sesuatu yang bergerak cepat, lepas, dan sebagainya); memegang (binatang, pencuri, penjahat, dan sebagainya) dengan tangan atau alat; menerkam; menadah (menyambut, menampung) barang yang dilemparkan; mendapati (orang berbuat jahat, kesalahan, rahasia, dan sebagainya); menerima (suara, siaran radio, dan sebagainya); dapat memahami (mengetahui dan sebagainya); mencerap; menerima (dengan pancaindra); makan atau mengena (tentang pancing dan sebagainya) (9) |
| MENANGKIL | Menghadap (raja dan sebagainya); mengatur berderet-deret (9) |
| MENANGKIS | Menolak atau menahan (pukulan atau serangan dengan senjata dan sebagainya) dengan menggunakan tangan, perisai, dan sebagainya); menghadapi, melawan, dan menggagalkan (serangan dan sebagainya); menahan dan memukul kembali; menjawab; menanggapi (kecaman, tuduhan, dan sebagainya) (9) |
| MENANGKUK | Menangkup (9) |
| MENANGKUL | Menangkap ikan dengan tangkul (9) |
| MENANGKUP | Mengatup; menelungkup; meniarap; tengkurap (9) |
| MENANGRSC | Menang karena wasit menghentikan pertandingan; keputusan wasit yang menetapkan seorang pemenang karena menurut pengamatannya lawan sudah tidak berdaya atau menderita cedera (Olahraga) (9) |
| MENANGSEL | Mengganjal; membaji; mengisi; menyumbat (9) |
| MENANGTKO | Menang karena wasit menganggap lawan tidak dapat mengimbangi perlawanan (Olahraga) (9) |
| MENANTANG | Mengajak berkelahi (bertanding, berperang); menghadapi; melawan (9) |
| MENARAAPI | Menara yang didirikan di tepi pantai atau di pulau kecil di tengah laut, di puncaknya dipasang lampu yang cahayanya sebentar terang sebentar padam, dan pada malam hari digunakan sebagai pedoman pelayaran di laut; menara suar; mercusuar (9) |
| MENARABOR | Peralatan berupa bangunan kerangka besi (baja) yang menyerupai menara yang didirikan di atas tempat pengeboran minyak dan sebagainya (Petrologi dan Migas) (9) |
| MENAUTKAN | Menjadikan bertaut; menyambungkan; menutupkan; merapatkan; mengatupkan; menggandengkan (tangan); memperhubungkan; mempertalikan; mempertemukan; mempersatukan; melekatkan (mengarahkan, memusatkan) pandangan, pikiran, perhatian, dan sebagainya kepada (kiasan) (9) |
| MENCABUTI | Mencabut berulang kali; membubuti (9) |
| MENCACAPI | Menggenangi; merendam (9) |
| MENCACATI | Menyebabkan bercacat; mencederai; melukai; menyebabkan (nama baik, kedudukan, dan sebagainya) bernoda; menodai; melanggar (9) |
| MENCAKAPI | Mengajak berbicara; menegur (9) |
| MENCAKUPI | Menyauki; mencedoki (dengan tangan); mencakup; meliputi (kiasan) (9) |
| MENCALANG | Meninjau; mengintai; mengintip (9) |
| MENCAMBUK | Menyebat dengan cambuk; memperlakukan seseorang secara keras sebagai pelajaran agar menjadi lebih giat atau menurut (kiasan) (9) |
| MENCAMPAK | Melempar; membuang (9) |
| MENCAMPUR | Menyatukan atau mengumpulkan supaya menjadi satu atau tidak terpisah (terhadap dua atau lebih barang atau hal) (9) |
| MENCANDUI | Sangat menyukai (menggemari) sesuatu (9) |
| MENCANGAH | Terbuka lebar; terbabang; menganga (mulutnya); melongo (9) |
| MENCANGAK | Mengulurkan kepala atau mengangkat muka untuk melihat (9) |
| MENCANGAM | Mencakup (dengan mulut) (9) |
| MENCANGAR | Membuka mulut (anak kecil) dengan paksa (dengan memencet hidungnya) untuk meminumkan obat dan sebagainya (Jawa) (9) |
| MENCANGUK | Duduk dan sebagainya dengan kepala dan leher merunduk ke depan (9) |
| MENCANTUM | Memadukan (merapatkan dua tepi supaya bercantum); menyemat (dengan jarum, peniti, dan sebagainya) (9) |
| MENCAPLOK | Menangkap dengan mulut (kemudian menelannya bulat-bulat (tentang binatang seperti buaya, ular); mengambil milik (hak) orang; menyerobot; merampas; merebut; menguasai; mengambil (negeri atau daerah orang lain); menjadikan sebagai hak (9) |
| MENCARING | Melanggar (hak) (9) |
| MENCARTER | Memesan, menyewa sesuatu (mobil dan sebagainya) untuk dipergunakan secara pribadi dalam jangka waktu menurut kebutuhan (9) |
| MENCEBOKI | Membersihkan dubur atau kemaluan orang lain (anak-anak dan sebagainya) dari kotoran (misalnya kotoran sesudah buang air besar atau sesudah kencing) (9) |
| MENCEBURI | Mencebur ke; melibatkan diri dalam (kegiatan, dan sebagainya) (9) |
| MENCEDERA | Mencederai; mendatangi (memeriksa) secara tiba-tiba (9) |
| MENCEKOKI | Memberi minum cekok secara rutin atau terus-menerus; memberikan ajaran atau ilmu secara terus-menerus supaya diterima begitu saja oleh yang diberi ajaran (kiasan) (9) |
| MENCELANG | Mendelik (terbuka lebar matanya) (9) |
| MENCEMARI | Menjadikan cemar; mengotori; menodai (nama baik); mencabuli (kiasan) (9) |
| MENCEMETI | Mencambuk; memecut (9) |
| MENCEMOOH | Mengejek; menghina kepada (9) |
| MENCENGAM | Menangkap dengan mulut; menangkup; makan (9) |
| MENCENGAP | Menangkap dengan mulut; mengap-mengap (9) |
| MENCENGES | Kembang cabai rawit (Sunda) (9) |
| MENCENGUT | Tertegun (keheranan, kecewa, dan sebagainya); termangu-mangu; melengung (9) |
| MENCERAHI | Membuat menjadi cerah terang, baik, bahagia (9) |
| MENCERCAH | Memotong kecil-kecil (9) |
| MENCERCAP | Berloncatan keluar (tentang ikan) (9) |
| MENCERKAU | Menangkap (memegang) dengan tangan (cakar, mulut); mencengkam; mencengkeram; mencekau (9) |
| MENCETENG | Membawa dengan tangan terjulur ke bawah; menjinjing; menenteng (9) |
| MENCICIPI | Mencicip; menyantap (makanan) (9) |
| MENCINTAI | Menaruh kasih sayang kepada; menyukai (9) |
| MENCIPLAK | Membangkitkan rasa enak (dalam makan) (Melayu Jakarta) (9) |
| MENCIPRAT | Memercik ke mana-mana (tentang air, lumpur) (9) |
| MENCOBLOS | Menusuk hingga tembus (9) |
| MENCOLENG | Mencuri dengan kekerasan (9) |
| MENCOLONG | Mencuri (9) |
| MENCOMELI | Menggusari dengan mencomel; mengomeli (9) |
| MENCONGAK | Mengangkat muka (kepala) ke atas; mendongak; menghitung di luar kepala (dengan ingatan saja, yang ditulis hanya hasilnya) (9) |
| MENCONGOK | Berdiri (atau duduk) tegak-tegak; conggok (9) |
| MENCONGOL | Menyembul (menonjol) ke luar; menganjur ke atas (9) |
| MENCONTOH | Berbuat atau membuat sesuatu menurut contoh; meneladan; meniru; meniru (menjiplak, menyalin) pekerjaan orang (tentang murid sekolah) (9) |
| MENCORENG | Menggaris tebal panjang; memberi garis tebal panjang; menconteng; mencontengkan; mencoret (9) |
| MENCORONG | Bercahaya terang sekali (tentang bulan, matahari, lampu, dan sebagainya); bersinar; menyinari (menerangi) dengan lampu corong (9) |
| MENCUCURI | Memancur pada; menyirami (menetesi dan sebagainya) (9) |
| MENCUKUPI | Memenuhi keperluan (keinginan dan sebagainya); memadai atau dapat memenuhi (kebutuhan, syarat, permintaan, dan sebagainya); tidak kurang; menambah supaya lengkap (tidak kurang dan sebagainya); membalas (menyambut) (9) |
| MENCUNGAP | Ternganga (mengap-mengap dan sebagainya) (9) |
| MENCUNGUL | Muncul di permukaan (9) |
| MENCUPLIK | Menukil; mengutip; memetik (9) |
| MENCURAHI | Menumpahi (melimpahi) banyak-banyak; memberi (menganugerahi dan sebagainya) banyak-banyak (kiasan) (9) |
| MENCURENG | Mengerutkan dahi (9) |
| MENDABUNG | Memepat (mengikir) gigi sebelum diasah (9) |
| MENDAGANG | Memikul (9) |
| MENDAGING | Menjadi daging; mulai akan sembuh (tentang luka) (9) |
| MENDAHAGA | Melawan atau menentang perintah; mendagi (9) |
| MENDAKWAI | Menuntut (hak dan sebagainya) (9) |
| MENDALAMI | Meresapi; menyelami; mempelajari (menelaah, menyelidiki) dalam-dalam (9) |
| MENDALANG | Memainkan wayang (9) |
| MENDAMPAK | Melanggar; menumbuk; membentur (9) |
| MENDAMPAR | Mengempas; hanyut ke pantai (9) |
| MENDANGIR | Mencangkuli (dengan cangkul kecil) dan membersihkan tanah di sekitar pohon supaya tanah tetap subur (9) |
| MENDAPATI | Memperoleh; menemukan; menemui; menjumpai; mengalami; mengetahui (kenyataan adanya bukti, kesalahan, dan sebagainya); melihat (9) |
| MENDATANG | Muncul dengan tiba-tiba; datang menyusul; yang akan datang (tentang waktu); kelak (9) |
| MENDAULAT | Merebut hak (jabatan, kekuasaan) dengan tidak sah; menyerobot; memecat dengan paksa (yang dilakukan oleh orang yang tidak berhak); kehormatan tertinggi yang dimiliki atau diberikan kepada raja atau pangeran yang beragama Islam (9) |
| MENDAWATI | Menulisi dengan tinta (9) |
| MENDAYUNG | Merengkuh dayung; mengayuh; naik sepeda; mengendarai sepeda (9) |
| MENDEKATI | Menghampiri; mau berdekatan dengan; hampir sampai pada (saatnya dan sebagainya); mulai hendak berdamai (bersahabat atau bergaul); hampir serupa dengan; mirip (9) |
| MENDELONG | Lekuk (tentang mata); cekung (9) |
| MENDENGAR | Dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga; tidak tuli; mendapat kabar; telah mendengarkan (dalam resolusi, keputusan, dan sebagainya); menurut; mengindahkan; mendengarkan (9) |
| MENDENGKI | Berdengki kepada; membenci (karena iri hati) (9) |
| MENDENGUK | Berbunyi “nguk-nguk” (9) |
| MENDEPANG | Merentangkan kedua belah tangan ke kanan ke kiri; mengadang (merintangi dan sebagainya) dengan kedua belah tangan direntangkan ke kanan dan ke kiri (9) |
| MENDEPROK | Duduk di lantai dengan kedua kaki terlipat ke satu sisi (ke kiri atau ke kanan) (Jawa) (9) |
| MENDERITA | Menanggung sesuatu yang tidak menyenangkan (9) |
| MENDESAIN | Membuat desain; membuat rancangan pola dan sebagainya (9) |
| MENDINGAN | Lumayan; lebih baik (9) |
| MENDINGIN | Menjadi dingin; terasa dingin; agak kurang sehat; meriang (Minangkabau) (9) |
| MENDISKON | Memotong harga; mengorting; merabat (9) |
| MENDOBRAK | Merusakkan (pintu, pagar, dan sebagainya); menembus pertahanan atau kepungan; menghapus secara berani dan tegas (tentang tradisi, adat, kebiasaan) (9) |
| MENDODONG | Berjalan lurus tanpa melihat ke kiri dan ke kanan (Minangkabau) (9) |
| MENDODOSI | Mengambil barang dalam karung dengan memakai alat (gancu, pisau, dan sebagainya) (9) |
| MENDOMPAK | Mengangkat kaki depan tinggi-tinggi hendak menerjang (tentang kuda) (9) |
| MENDONDER | Memarahi (9) |
| MENDONDON | Menggadai(kan) sawah; menyerahkan hasil tanah dengan sejumlah uang sebagai penukarnya (Batak) (9) |
| MENDONGAK | Terangkat sedikit ke atas dan ke muka (tentang kepala, ujung meriam, dan sebagainya); menengok ke atas; menengadah (9) |
| MENDORNAI | Menghasut; membangkitkan perselisihan (9) |
| MENDORONG | Menolak dari bagian belakang atau bagian depan; menyorong; menganjur (ke depan); bergerak dengan kuat ke arah depan; mendesak atau memaksa supaya berbuat sesuatu (kiasan) (9) |
| MENDRIBEL | Menggiring atau membawa bola cepat dengan langkah-langkah kecil (dalam sepak bola) (Olahraga); memantul-mantulkan bola ke lantai atau ke tanah (dalam bola basket, bola tangan) dengan berlari cepat atau pelan dengan langkah-langkah panjang atau kecil (Olahraga) (9) |
| MENDUBLIR | Mengulangi (9) |
| MENDUDUKI | Duduk di; mendiami atau tinggal di; menempati jabatan dan sebagainya; merebut dan menempati atau menguasai (negeri, daerah, dan sebagainya) (9) |
| MENDUGANG | Menahan dengan tali agar tidak roboh (9) |
| MENDUKUNG | Membawa sesuatu atau seseorang di atas punggung; menggendong; menyokong; membantu; menunjang (kiasan) (9) |
| MENDULANG | Melimbang emas, intan, atau bijih dengan dulang; menyuapi (anak kecil, orang sakit, dan sebagainya); mengepul (tentang asap) (Minangkabau) (9) |
| MENDUNGAS | Mendengus (9) |
| MENDUSTAI | Berkata bohong kepada; membohongi (9) |
| MENEBANGI | Memotongi (pohon dan sebagainya) sampai roboh; membabati; menebasi (9) |
| MENEBENGI | Memberi tumpangan (9) |
| MENELADAN | Mencontoh; meniru (9) |
| MENELINGA | Mendengar (9) |
| MENELISIK | Menyelisik; menyingkap-nyingkap (rambut, bulu) untuk mencari kutu; mengutui; mencari (keterangan dan sebagainya); mengusut dengan teliti; menyelidiki (kiasan) (9) |
| MENELUSUK | Masuk dalam-dalam (9) |
| MENELUTUT | Berlutut; bertelut (9) |
| MENEMBUNG | Memukul dengan tembung (9) |
| MENEMBUSI | Melubangi (menikam, menusuk, dan sebagainya) hingga tembus; masuk (seakan-akan melalui lubang); melantas (meresap, merembes); terus sampai (ke luar, timbul); mendobrak; menerobos (9) |
| MENEMPATI | Bertempat di; menduduki; mendiami; memangku jabatan (pangkat, pekerjaan, dan sebagainya); memberi tempat (9) |
| MENEMPELI | Melekati; menyogok; menumpang (tinggal, makan, dan sebagainya) (kiasan); menyobat; mendekati (dengan maksud mengajak bergendak, mencari untung, dan sebagainya) (kiasan); menyuap (kiasan) (9) |
| MENEMPLEK | Melekat pada (Jawa) (9) |
| MENEMPLOK | Menempel (9) |
| MENEMPONG | Melemparkan sesuatu menuju sasarannya; menolak perahu (dari tebing dengan galah) (9) |
| MENEMUKAN | Mendapatkan sesuatu yang belum ada sebelumnya; mendapatkan; mendapati; mengalami; menderita (kegagalan dan sebagainya) (9) |
| MENENDANG | Menyepak; mendepak (dengan kaki); mengusir; memecat; mengeluarkan (dari kantor, perusahaan, organisasi, dan sebagainya); mendesak (mendorong) kuat-kuat (9) |
| MENENGAHI | Menempatkan diri di tengah; melerai; mendamaikan; memotong atau menyela (pembicaraan) (9) |
| MENENGGAK | Meneguk air langsung dari botol dan sebagainya (9) |
| MENENGKAR | Membandel; mendegil (9) |
| MENENGKEL | Menjadi butir-butir; membutir; melekat; berlekat-lekat (9) |
| MENENTANG | Memandang; menatap; mengarahkan pandangan kepada; menuju; mengarah; menyongsong; melawan; memerangi; menolak (perintah, pendapat, usul, dan sebagainya); menampik; membangkang; menyanggah; menyalahi (aturan dan sebagainya); menempuh (bahaya, bencana, dan sebagainya) (9) |
| MENENTENG | Membawa dengan tangan sebelah; menjinjing (9) |
| MENERAKAN | Mengecapkan; mencetakkan (9) |
| MENERANGI | Memberi terang (dengan lampu dan sebagainya); menyuluhi; menyinari (hingga menjadi terang); membersihkan tumbuhan yang tidak berguna; menyiangi (terhadap semak-semak, kebun, dan sebagainya); mencari (minta); memberi terang (pada hati, pikiran, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENERATAP | Terperanjat; serasa takut-takut dalam hati; serasa berdebar-debar (Jawa) (9) |
| MENERJANG | Menendang; menyepak (ke bawah atau ke depan); menyerang; menyerbu; melanggar; menubruk; menyeruduk; melewati terus (9) |
| MENERJUNI | Terjun ke (di); terjun untuk mengambil (mengejar, menolong, dan sebagainya); menyelami; menyelidiki (mempelajari) dalam-dalam; mengikuti (perintah dan sebagainya); mengeluarkan uang untuk mengurangi kerugian yang diderita dan sebagainya (kiasan) (9) |
| MENEROBOS | Menembus; mendobrak (barisan dan sebagainya); melantas; memintas (jalan) (9) |
| MENGABSEN | Memanggil (menyebutkan, membacakan) nama-nama orang pada daftar nama untuk memeriksa hadir tidaknya orang (9) |
| MENGABUNG | Mengerat; memenggal; memotong (9) |
| MENGACANG | Membagi-bagi (barang yang didapat dan sebagainya); berbuat sesuka hati (atas milik orang) (9) |
| MENGACAPI | Merendam (dengan air); menggenangi (9) |
| MENGACARA | Menjatuhkan keputusan hukum (9) |
| MENGACUNG | Menunjuk ke atas (tentang tangan); menyepak; mendepak (9) |
| MENGADABI | Memperlakukan dengan sopan; menghormati (9) |
| MENGADALI | Menipu; membohongi; memperdaya (kiasan) (9) |
| MENGADANG | Menghalangi (merintangi orang berjalan dan sebagainya) dengan cara mendepang; menunggu di tempat yang sunyi (biasanya dengan maksud jahat, seperti membunuh, merampok, menyamun); mencegat; menuju; memaksudkan; menghadapi; menempuh (menantang) bahaya (kesukaran dan sebagainya); mengeringkan (membuang) air nasi dari periuk (supaya lekas kering) (9) |
| MENGADILI | Memeriksa, menimbang, dan memutuskan (perkara, sengketa); menentukan mana yang benar (baik) dan mana yang salah (jahat) (9) |
| MENGAFKIR | Menolak; menampik (9) |
| MENGAGANI | Menggodai (9) |
| MENGAGETI | Membuat kaget dengan sengaja (9) |
| MENGAKALI | Mencari akal (ikhtiar, daya upaya) untuk melakukan sesuatu; memperdayakan; menipu secara licik sekali (9) |
| MENGAKSES | Membuat (membuka) akses; mendapatkan akses ke atau memanggil informasi dari peranti penyimpanan data, aplikasi, dan sebagainya (Komputer dan Teknologi Informasi); mendapatkan akses ke atau memanggil informasi dari peranti penyimpanan data, aplikasi, dan sebagainya (9) |
| MENGAKURI | Menyetujui; mengiakan (9) |
| MENGALAHI | Mengalah kepada; mengalahkan (menaklukkan) (9) |
| MENGALAMI | Merasai (menjalani, menanggung) suatu peristiwa dan sebagainya (9) |
| MENGALANG | Terletak memotong jalan dan sebagainya; memberi kalang (bantal, landasan, dan sebagainya); menggalang; mengganjal (9) |
| MENGALASI | Memberi lapik pada (9) |
| MENGALUPI | Meratapi (9) |
| MENGAMANG | Mengancam (dengan menodongkan senjata dan sebagainya); menakut-nakuti (9) |
| MENGAMATI | Melihat dan memperhatikan dengan teliti (9) |
| MENGAMBAK | Menambak atau menggalang supaya tinggi (Minangkabau) (9) |
| MENGAMBAL | Membumbun (tanah); menambak (Minangkabau); melihat dengan sudut mata; melirik; menjeling (9) |
| MENGAMBAN | Mengikat; memeluk dari belakang (9) |
| MENGAMBAU | Terjun (Minangkabau); menyerah (kiasan/Minangkabau) (9) |
| MENGAMBEK | Agak marah; merajuk (Melayu Jakarta); sukar bernapas (Sunda) (9) |
| MENGAMBIL | Memegang sesuatu lalu membawanya (mengangkat, menggunakan, menyimpan, dan sebagainya); memungut; mengurangi; memiliki; merebut; menjemput; menganggap sebagai; memungut; mengutip; memetik; menerima; mempekerjakan; menjalani; membuat cedera (dalam pertandingan sepak bola); memberikan; mempertunjukkan (9) |
| MENGAMBUL | Menganjal, memantul, atau melambung (seperti bola jatuh ke tanah); tenggelam, lalu timbul kembali (9) |
| MENGAMBUR | Terjun ke dalam air (Minangkabau) (9) |
| MENGAMERA | Mengambil gambar dengan kamera (9) |
| MENGAMINI | Mengucap amin ketika mengakhiri doa; mengiakan; menyetujui; membenarkan (kiasan) (9) |
| MENGAMKAN | Menyediakan dan sebagainya untuk orang banyak; mengumumkan; menyampaikan (menyiarkan, memberitahukan) kepada khalayak (9) |
| MENGAMPAI | Bergantung seperti disampirkan; menyampai; memperanginkan supaya kering (tentang pakaian, tembakau, dan sebagainya); menjemur; memukul (dengan rotan dan sebagainya) (9) |
| MENGAMPUH | Menggenangi; meliputi (dengan air); membuka daging atau biji buah dengan cara menekan buah itu pada kedua telapak tangan (Melayu Riau); menjahit atau menyambungkan dua helai kain atau lebih menjadi satu (Tata Busana) (9) |
| MENGAMPUL | Menjadi besar; mengembang (seperti kacang direndam) (9) |
| MENGAMPUT | Bersanggama (9) |
| MENGANCAM | Menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain; memberi pertanda atau peringatan mengenai kemungkinan malapetaka yang bakal terjadi; diperkirakan akan menimpa (9) |
| MENGANCUK | Bersanggama (9) |
| MENGANDAK | Menggulung (layar) sebagian supaya lebih kecil sedikit (Pelayaran); menyusutkan atau mengurangi (uang belanja) (9) |
| MENGANDAM | Memepat dan mengatur (anak rambut, janggut) baik-baik; mengurung; memingit; mengikat (9) |
| MENGANDAR | Mengendarai; menjalankan (mobil, becak, dan sebagainya) (9) |
| MENGANDUH | Mengikat supaya yang diikat itu bergantung (tidak roboh dan sebagainya) (9) |
| MENGANDUT | Mengandung; hamil (Jawa); membawa sesuatu di dalam kain (baju dan sebagainya) yang dipakai di dekat perut (Jawa) (9) |
| MENGANGAH | Membara (tentang api) (Jawa) (9) |
| MENGANGAN | Berpikir-pikir; termenung-menung memikirkan sesuatu; melihat dengan memanjangkan leher; melongok (Minangkabau) (9) |
| MENGANGIN | Menjadi angin (hilang lenyap); bertiup angin; menumpah-numpahkan gabah dari nyiru supaya yang hampa tertiup angin (jadi terpisah dari yang bernas) (9) |
| MENGANGKA | Menyangka; menganggap; memikir (9) |
| MENGANGON | Menggembala (9) |
| MENGANGOP | Mengangakan mulut dengan mengeluarkan napas karena mengantuk; menjadi uap; mengeluarkan uap; hilang; lenyap (kiasan) (9) |
| MENGANGSU | Mengambil air; mencari atau menambah (tentang ilmu) (9) |
| MENGANGUT | Tertidur sebentar; terlelap; mengantuk (9) |
| MENGANJAK | Memindahkan (tanaman dan sebagainya) (Minangkabau) (9) |
| MENGANJAL | Melenting lalu kembali seperti semula (seperti bola ditekan); mengambul (9) |
| MENGANJIK | Memasukkan benang ke dalam lubang jarum untuk menjahit, baik menjahit dengan menggunakan mesin maupun menjahit dengan tangan (Minangkabau) (9) |
| MENGANJUR | Menjorok ke depan; menonjol ke muka; melampaui leret, jajaran, atau batas; beranjur; menarik; menghela; mengganjur (9) |
| MENGANSEL | Membatalkan (9) |
| MENGANTAR | Menemani (membawa) orang berjalan atau pergi; mengirimkan (membawa) ke (9) |
| MENGANTIH | Memintal benang (9) |
| MENGANTRE | Berdiri dalam deretan ke belakang sambil menunggu giliran untuk dilayani mengambil (membeli dan sebagainya) sesuatu (9) |
| MENGANTUK | Menyentuh dengan kuat; melanggar; membentur; berasa hendak tidur (9) |
| MENGANTUL | Melambung kembali (seperti bola jatuh); memantul; melenting (9) |
| MENGANYAM | Mengatur (bilah, daun pandan, dan sebagainya) tindih-menindih dan silang-menyilang (seperti membuat tikar, bakul) (9) |
| MENGAPKIR | Menolak; menampik (9) |
| MENGAPLUS | Mengganti (orang bertugas dan sebagainya) (9) |
| MENGAPRIT | Berlari tunggang-langgang (9) |
| MENGAPUNG | Mengambang; terkatung-katung di permukaan air (tidak tenggelam); mengawang (di udara) (9) |
| MENGARANG | Menjadi arang; hangus terbakar; menjadi karang; menyusun, merangkai bunga dan sebagainya; mencocokkan atau mengikat permata dan intan; menulis dan menyusun sebuah cerita, buku, sajak, dan sebagainya (9) |
| MENGARBOL | Menyiram dengan karbol; mencaci maki habis-habisan (9) |
| MENGARIFI | Memahami; mengerti (9) |
| MENGARSIR | Menarik garis-garis kecil sejajar untuk mendapatkan efek bayangan ketika menggambar, melukis, dan sebagainya (9) |
| MENGARUNG | Berjalan menyeberang (sungai dan sebagainya); menjelajah; berjalan melintas (rimba); menempuh (kesukaran dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENGASIHI | Menaruh kasih kepada; menaruh belas kasih kepada; mencintai; menyayangi (9) |
| MENGASING | Menyendiri; berasing (9) |
| MENGASUNG | Menghasut; membangkitkan marah dan dendam; memberikan (9) |
| MENGATASI | Menguasai (keadaan dan sebagainya); melebihi dalam hal; tinggi dari; mengalahkan; menanggulangi (9) |
| MENGATROL | Mengangkat dengan katrol; menaikkan nilai atau angka secara tidak wajar (supaya lulus atau naik kelas) (kiasan); menaikkan pangkat (kedudukan dan sebagainya) seseorang (biasanya tanpa memenuhi syarat yang umum atau lazim) (kiasan); membantu menambah (meningkatkan) (kiasan) (9) |
| MENGATUNG | Cingkrang (biasanya tentang celana) (9) |
| MENGAWALI | Mengawasi; mengontrol; memulai; mendahului (9) |
| MENGAWANG | Naik tinggi-tinggi; berjalan di awang-awang; melangit; merambang; merawak; mengawur; mengikat kedua ujung sarung dan sebagainya di dada (9) |
| MENGAWANI | Bertindak sebagai kawan; mendampingi (9) |
| MENGAWASI | Melihat dan memperhatikan (tingkah laku orang); mengamat-amati dan menjaga baik-baik; mengontrol (9) |
| MENGAWINI | Mengambil sebagai istri; memperistri (9) |
| MENGAWURI | Menaburi (9) |
| MENGAYOMI | Melindungi (9) |
| MENGEBIRI | Menghilangkan kelenjar testis agar tidak memproduksi mani (pada hewan jantan) atau memotong ovariumnya (pada hewan betina); menjadikan mandul; meniadakan, menghilangkan, atau mengurangi dengan jalan licik (9) |
| MENGEBLOK | Melakukan blok; memilih bagian dokumen tertentu (teks, gambar, dan sebagainya) untuk mengaplikasikan perintah pada bagian tersebut, misalnya menyalin, memindahkan, atau menghapus (tentang komputer) (9) |
| MENGECENG | Memejamkan (9) |
| MENGEDANG | Membuang air nasi di periuk supaya nasinya lekas kering dan cepat masak (9) |
| MENGEDARI | Berjalan mengelilingi; mengitari; menjelajah (9) |
| MENGEDREL | Menembak dengan tembakan serentak (oleh beberapa orang) (9) |
| MENGEDRIL | Melatih (kecakapan, ketangkasan, dan sebagainya) dengan cara mengulang-ulang; menubikan (9) |
| MENGEDROP | Memberikan (dari pejabat, atasan, dan sebagainya kepada masyarakat, bawahan, dan sebagainya); mengirimkan atau menempatkan; menyediakan; memasarkan (9) |
| MENGEGOSI | Menghindari serangan, pukulan, dan sebagainya dengan berbelok, menyisi, dan sebagainya (9) |
| MENGEJAMI | Memperlakukan dengan kejam; mengerasi (9) |
| MENGEJUJU | Tidak berhenti (naik, datang, dan sebagainya); menjuju (9) |
| MENGEJUTI | Menjadikan terkejut (kaget, terperanjat, dan sebagainya) mengagetkan; mengejutkan (9) |
| MENGEKANG | Menarik tali kekang (supaya kuda berhenti); mengendalikan; menegahkan (hawa nafsu, perbuatan jahat, dan sebagainya); menahan (kiasan) (9) |
| MENGELATI | Menarik (tali) kencang-kencang sampai tegang (9) |
| MENGELOLA | Mengendalikan; menyelenggarakan (pemerintahan dan sebagainya); mengurus (perusahaan, proyek, dan sebagainya); menjalankan (9) |
| MENGELONI | Memihak kepada; memenangkan (salah satu pihak); memeluk (anak dan sebagainya) dengan kasih sayang sambil berbaring supaya tidur (9) |
| MENGEMASI | Melapisi dengan emas; menyogok; menyuap (kiasan); mengemas (9) |
| MENGEMBAN | Menggendong (anak-anak dan sebagainya) dengan kain atau selendang; melaksanakan (tugas, cita-cita, kewajiban, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENGEMBAT | Memukul dengan benda panjang tipis seperti rotan; cak mengambil dengan cara yang tidak sah (mencuri, mencopet) (9) |
| MENGEMBOL | Menyembul; tersembul; menjadi besar karena penuh (tentang kantong baju dan sebagainya) (9) |
| MENGEMBUS | Kabur; lari; meniup; bertiup (9) |
| MENGEMBUT | Menarik atau mengangkat tali kail dan sebagainya perlahan-lahan (9) |
| MENGEMOHI | Menolak (9) |
| MENGEMONG | Mengasuh dan melayani; mendidik; mengurus (9) |
| MENGEMPAP | Menindih atau menekan dengan barang berat; memukul dan sebagainya dengan barang yang lebar dan pipih (seperti telapak tangan) (9) |
| MENGEMPAR | Menjadi hanyut menyimpang dari tujuan (tentang perahu dan sebagainya); miring atau menyerong ke luar; terbuang ke luar ujung kakinya ketika berjalan (9) |
| MENGEMPAS | Membantingkan atau menjatuhkan diri; memukul pada (tentang ombak) (9) |
| MENGEMPIK | Sangat ingin akan; mendesak dengan keras (seperti bayi hendak menyusu) (9) |
| MENGEMPIT | Membawa dengan menjepit di antara lengan dan badan (9) |
| MENGEMPOH | Melampaui pinggirnya; naik dan meluap (tentang air sungai dan sebagainya); banjir (9) |
| MENGEMPOS | Mengembus; meniup; memeram buah-buahan (pisang, sawo, dan sebagainya) dengan mengembuskan asap, karbit, dan sebagainya ke dalam lubang pemeramannya (supaya lekas masak) (9) |
| MENGEMPUL | Terkatung-katung tidak dapat maju (tentang perahu) (9) |
| MENGEMULI | Menyelimuti (9) |
| MENGENALI | Mengetahui tanda-tandanya (ciri-cirinya) (9) |
| MENGENANG | Selalu membangkitkan kembali dalam ingatan; mengingat-ingat; membayangkan (9) |
| MENGENDAL | Memasukkan banyak-banyak sampai padat; mengasak; menjejal; menganjal; memantul; melenting (9) |
| MENGENDAP | Turun dan tertimbun di dasar (tentang barang sesuatu yang bercampur dengan barang cair); membungkuk (menyeluduk dan sebagainya) supaya tidak kelihatan; menyembunyikan diri (dengan maksud hendak mengintai, menyerang, dan sebagainya) (9) |
| MENGENDON | Menetap di suatu tempat untuk beberapa waktu (9) |
| MENGENDUR | Menjadi kendur (berkurang eratnya, tegangnya, kerasnya) (9) |
| MENGENDUS | Mencium (bau); mulai mengetahui (sadar dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENGENJAK | Menginjak; memijak (9) |
| MENGENJAL | Jatuh terperenyak; memantul; melenting; menjejal mulut (dengan makanan) (9) |
| MENGENJUT | Menarik (mengangkat) perlahan-lahan supaya bergerak; menggerak-gerakkan turun naik; mengayuh (sepeda, becak, dan sebagainya) (9) |
| MENGENSEL | Meniadakan; menghapuskan; membatalkan; menunda (9) |
| MENGENTAK | Menginjak (mengenyak, menekan ke bawah, menumbuk, dan sebagainya) kuat-kuat; menusuk; menikam (dengan tombak dan sebagainya) (9) |
| MENGENTAL | Menjadi kental; membeku; memekat (9) |
| MENGENTAS | Mengangkat dari suatu tempat ke tempat lain; mengeluarkan dari lingkungan cairan; menyadarkan; memperbaiki nasib (kiasan) (9) |
| MENGENTEN | Menempelkan tampang pada pohon lain (untuk memperoleh buah yang baik dan banyak); mencabangkan; mengatur jaringan dari satu individu makhluk pada individu lain secara buatan, dari donor pada resipien atau inang (Zoologi) (9) |
| MENGENTIT | Mencuri, mencolong, menyerobot (9) |
| MENGENTOT | Bersetubuh; bersanggama (dengan) (9) |
| MENGENTRI | Memasukkan data (nama, alamat, dan sebagainya) ke dalam pangkalan data (9) |
| MENGENYAK | Menginjak (menekan, mengentak, dan sebagainya) kuat-kuat; memadatkan (tanah) dengan menginjak kuat-kuat; merebahkan, menjatuhkan badan untuk duduk, tidur (9) |
| MENGENYAL | Mempunyai tingkat keliatan yang berdaya pantul (apabila ditekan kembali ke bentuk semula); dapat berpantul (tentang bola karet) (9) |
| MENGENYAM | Mengecap (makan dan sebagainya); merasai; menikmati (9) |
| MENGENYIT | Mengerutkan alis (mengejapkan mata) untuk memberi isyarat; mengerling (9) |
| MENGENYUT | Mengisap (puting susu, dot, dan sebagainya); menyusu; menetek (9) |
| MENGEPANG | Menganyam (tentang rambut dan sebagainya); mengelabang (9) |
| MENGEPING | Membelah (mengiris, membagi-bagi, dan sebagainya) menjadi berkeping-keping (9) |
| MENGEPLAK | Menampar muka (9) |
| MENGEPRAS | Memotong (9) |
| MENGEPREK | Memukul hancur (9) |
| MENGEPRES | Mengempa (menindih, menekan) (9) |
| MENGEPRIS | Menyiangi (9) |
| MENGEPRUK | Memukul supaya pecah dengan benda yang berbentuk batang dan berat (9) |
| MENGEPUNG | Mengelilingi sesuatu sehingga yang dikelilingi atau yang ada di dalamnya tidak dapat meloloskan diri (9) |
| MENGERAMI | Mendekami; mengeram pada (9) |
| MENGERANG | Mengeluh (merintih) karena kesakitan; membuat benyot (9) |
| MENGERASI | Memaksa; memperlakukan dengan keras; bertindak keras kepada (9) |
| MENGERBUK | Menebuk; menggerek (9) |
| MENGERENG | Menyerong; mencong arahnya (tentang menggunting, menggaris, berjalan, dan sebagainya) (9) |
| MENGERJAP | Mengejapkan; mengedip (tentang mata) (9) |
| MENGERKAH | Memakan (mengunyah, menggigit) barang yang keras atau liat (9) |
| MENGERKAU | Mencengkeram (menggaruk) dengan cakar (9) |
| MENGERLAP | Bekerlapan; berkilauan (9) |
| MENGERLIP | Bekerlip; berkedip (9) |
| MENGERNAI | Menyayat; mencincang (daging dan sebagainya) (9) |
| MENGEROSI | Menduduki (9) |
| MENGERPUS | Menghukum dengan cara memasukkan (prajurit) ke dalam kerpus; menghukum dalam kurungan (9) |
| MENGESANG | Membuang ingus dengan memijit hidung (bukan disapu dengan saputangan) (9) |
| MENGETENG | Membeli satu-satu atau sedikit-sedikit; membeli eceran (9) |
| MENGETESI | Menitikkan (air dan sebagainya) pada (9) |
| MENGETING | Memotong urat keting (sebagai hukuman); memutuskan hubungan (bantuan dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENGETREK | Menggoda (dengan bersuit-suit dan sebagainya); menarik hati (wanita); memikat; memberikan bola umpan ke pemain tengah atau depan untuk dimasukkan ke gawang lawan (9) |
| MENGETREN | Bergaya mutakhir; bergaya modern (9) |
| MENGETROK | Mengetuk; memukul (9) |
| MENGETUAI | Menjadi ketua; mengepalai; memimpin (rapat, perkumpulan, dan sebagainya) (9) |
| MENGGABAI | Mengulurkan tangan untuk mencapai sesuatu; menggapai (9) |
| MENGGABAK | Menjadi suram; menjadi redup; bercucuran; berlinang (9) |
| MENGGABAS | Menggesa-gesakan (Minangkabau) (9) |
| MENGGABUS | Mengasah (menggosok dan sebagainya) dengan kayu gabus; memiliki isi dengan tekstur yang agak keras, kenyal, ringan, tidak lentur, dan cenderung pecah bila ditekan (Biologi) (9) |
| MENGGACOK | Memberi bantuan jawaban soal-soal pada saat ujian kepada orang lain (9) |
| MENGGADAI | Menerima barang (sawah, rumah, dan sebagainya) sebagai tanggungan uang yang dipinjamkan kepada pemilik barang dan sebagainya itu (9) |
| MENGGADIS | Tetap menjadi gadis; tidak pernah bersuami (9) |
| MENGGADUH | Mengerjakan pertanian (peternakan) dengan sistem bagi hasil (9) |
| MENGGADUK | Menyombong; menyombongkan diri (9) |
| MENGGAGAI | Memanjat pohon dan sebagainya dengan mendekap dan menumpukan kaki pada pohon itu (9) |
| MENGGAGAP | Berkata tersendat-sendat; meraba-raba (dalam gelap); menggagau (9) |
| MENGGAGAS | Memikirkan sesuatu (9) |
| MENGGAGAU | Meraba-raba (dalam gelap dan sebagainya) (9) |
| MENGGAHAM | Menggertak; menakut-nakuti (mengancam) (9) |
| MENGGAHAR | Menggosok kuat-kuat supaya bersih (9) |
| MENGGALAK | Menjadi buas (marah dan sebagainya) (9) |
| MENGGALAS | Menyandang (memikul) barang dengan tongkat dan sebagainya; menjajakan dagangan (9) |
| MENGGAMAT | Melagukan; menyentuh dengan jari (sebagai isyarat dan sebagainya) (9) |
| MENGGAMIK | Menyentuhkan jari untuk memberi isyarat (memanggil dan sebagainya); menggamit (9) |
| MENGGAMIT | Menyentuh dengan jari (untuk memberi isyarat); memetik, membunyikan (tentang gitar dan sebagainya); mengundang untuk bekerja sama dalam mengisi acara (9) |
| MENGGANAS | Menyerang dan mengamuk dengan hebatnya; menjadi ganas; merajalela; berkecamuk; menghebat (9) |
| MENGGANCU | Menarik (mengambil) dengan gancu; mengait (9) |
| MENGGANDA | Mendua; tampak lebih dari satu (9) |
| MENGGANTI | Menukar (dengan yang lain); memberi ganti (tentang barang); mewakili (9) |
| MENGGAPAI | Mengulurkan tangan hendak mencapai (memegang, mencari pegangan, dan sebagainya); menggapai-gapai; meraih, menyampaikan (maksud, cita-cita, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENGGAPIL | Mencampuri (perkara orang lain dan sebagainya) (9) |
| MENGGARAH | Menakut-nakuti (burung di sawah dan sebagainya); menghalau; mengusir (9) |
| MENGGARAM | Menjadi asin atau berupa seperti garam (tentang peluh atau keringat dan sebagainya); membuat (menggali) garam; menjilat-jilat (tentang ternak) (Minangkabau) (9) |
| MENGGARAP | Mengerjakan (sawah, laporan, dan sebagainya); memerkosa (kiasan) (9) |
| MENGGARIS | Menggarit; menggores; menarik (membuat) garis (9) |
| MENGGARIT | Menggores; bergerak (9) |
| MENGGARUK | Mengukur (kepala, badan, dan sebagainya karena gatal); menggaru tanah dan sebagainya; mengerok (menyikat) kuda dan sebagainya; mencakar (dengan kuku); menangkapi (orang-orang gelandangan, pengemis, dan sebagainya) (kiasan); mengeruk (mengambil) sebanyak-banyaknya (kiasan) (9) |
| MENGGARUT | Menggaruk (hingga luka); menggores (menggaris) keras-keras; menggesel hingga calar (9) |
| MENGGASAB | Mempergunakan milik orang lain secara tidak sah untuk kepentingan sendiri (9) |
| MENGGASAK | Menerjang (menyepak, menendang); memukul; menghantam; menggebuk; mengambil dengan kekerasan; merampas; menyerobot; mengerjakan sesuatu dengan kekerasan, cepat-cepat, dan sebagainya (9) |
| MENGGAULI | Mencampuri; menyetubuhi; mempergauli (9) |
| MENGGAUNG | Menggali lubang (ceruk) di tebing; mengorek; mengorok (9) |
| MENGGAWAT | Makin genting; menjadi genting (berbahaya, kritis, mengkhawatirkan, sulit, terancam) (9) |
| MENGGAYUH | Berusaha mencapai (cita-cita dan sebagainya) (9) |
| MENGGAYUK | Menjangkau; mencapai (9) |
| MENGGAYUN | Mengayun; membuai (9) |
| MENGGEBAH | Menggertak; mengusik; menghalau (9) |
| MENGGEBOK | Melempar dengan bola (dalam permainan kasti) ke badan musuh; melempar dengan batu, tanah, dan sebagainya (9) |
| MENGGEBOS | Menghardik; membentak; menggertak; keluar asap (api, uap) dengan mendadak (9) |
| MENGGEBOT | Memukul batang-batang berserat untuk memisahkan seratnya dari bagian lain (9) |
| MENGGEBUK | Memukul (dengan pemukul yang berat atau besar) (9) |
| MENGGECEK | Memukul dengan benda keras sehingga hancur atau pipih (9) |
| MENGGEDOR | Mengetuk (memukul) pintu keras-keras; merampok (kiasan) (9) |
| MENGGEGAR | Bergegar; gemuruh menggeletar (9) |
| MENGGEGAS | Mencepatkan; membangatkan; melekaskan (9) |
| MENGGEGER | Menjadi kacau (ribut, heboh) (9) |
| MENGGEJOS | Menimbulkan bunyi “jos”, seperti bara api yang dimasukkan ke dalam air (9) |
| MENGGELAP | Menjadi gelap; menghilang; mengamuk (menjadi mata gelap) (9) |
| MENGGELAR | Menghamparkan; membentangkan (tikar dan sebagainya); mengatur terhampar; memperagakan; mempertontonkan; memperkenalkan (kepada umum) (kiasan) (9) |
| MENGGELEK | Menggilas; melindas; menggiling; berguling; bergolek; menggulung-gulungkan (sagu, lilin, dan sebagainya) supaya bangunnya bulat torak; mencenderungkan diri (mengubah sikap) supaya tidak kena pukulan dan sebagainya; mengelak (9) |
| MENGGELUP | Tanggal (tentang gigi) (9) |
| MENGGELUT | Memeluk (hendak menggulingkan dan sebagainya) (9) |
| MENGGEMAI | Mendatangkan gema atau suara pada (9) |
| MENGGEMAK | Memegang-megang; menggamak-gamak (9) |
| MENGGEMAL | Memegang seperti menggenggam; memberkas (9) |
| MENGGEMIK | Memberi isyarat (memanggil dan sebagainya) dengan jari; menggamit (9) |
| MENGGENTA | Menyerupai genta; menyerupai tabung pendek dengan mulut melebar, misalnya bunga ubi jalar (Botani) (9) |
| MENGGEPIT | Menyepit dengan jari (9) |
| MENGGERAI | Menggali; mengorek (9) |
| MENGGERAM | Menjadi marah sekali; berbunyi seperti menderum atau mengaum (9) |
| MENGGERAT | Mengertakkan (tentang gigi) (9) |
| MENGGEREK | Melubangi (dengan bor, gurdi, jara, dan sebagainya); membuat lubang (seperti tupai pada buah nyiur) (9) |
| MENGGERET | Menggarit; menggores; menyeret (9) |
| MENGGEROS | Mendengkur (9) |
| MENGGERUH | Mendengkur; menggeru; meraung (9) |
| MENGGERUS | Menggosok (melicinkan) kain dan sebagainya dengan gerus atau dengan tengkuyung; melumatkan dengan ulek; merusak sampai hancur; menghancurkan sedikit demi sedikit (9) |
| MENGGESEK | Menyentuh dengan gesekan; membunyikan dengan sentuhan gesek (seperti membunyikan biola, rebab (9) |
| MENGGESEL | Menggeser; menggosok (9) |
| MENGGESER | Menggesel; menggesek; menggosok; memindahkan; mendorong (menarik dan sebagainya) supaya bergeser (beralih); memencilkan (kiasan) (9) |
| MENGGETAP | Mengerkah (9) |
| MENGGETIK | Menyentuh (dengan jari dan sebagainya); menjentik; menggetil (9) |
| MENGGETIL | Mencubit (menjepit) dengan telunjuk dan ibu jari; menjentik (9) |
| MENGGETOK | Memukul kepala; mengetuk (9) |
| MENGGIGIH | Menggigil (9) |
| MENGGIGIL | Bergemetar tubuh atau suara karena kedinginan, demam, takut (9) |
| MENGGIGIS | Gemetar; menggigil (9) |
| MENGGIGIT | Menjepit (mencekam dan sebagainya) dengan gigi (9) |
| MENGGILAS | Menindih sambil menggelinding; melindas; menghaluskan (memipihkan, menghancurkan) dengan cara menindih dan dengan gerakan menggelinding; menggiling; membersihkan dengan cara melindas (cucian, pakaian) (9) |
| MENGGILIR | Melakukan sesuatu secara bergantian (9) |
| MENGGISAR | Menggeser; menggosok; memutar; mengisar (9) |
| MENGGISIL | Menggesel; menggeser (9) |
| MENGGITES | Mematikan (kutu dan sebagainya) dengan cara menjepit di antara kedua kuku ibu jari; menggetu (9) |
| MENGGITIK | Memukul (mencambuk) dengan lidi atau rotan yang kecil dan sebagainya (9) |
| MENGGOCEK | Memainkan bola (dalam sepak bola) dengan maksud mempermainkan lawan agar tidak berdaya lagi (Olahraga) (9) |
| MENGGOCOH | Meninju keras-keras (9) |
| MENGGODAK | Menanak nasi sekaligus dengan lauknya dalam satu tempat (9) |
| MENGGODOK | Merebus; mematangkan: mengolah (kiasan) (9) |
| MENGGODOT | Mengiris; mengerat; memotong (9) |
| MENGGOGOH | Menggigil keras (9) |
| MENGGOGOK | Meneguk (air dan sebagainya); minum banyak-banyak (9) |
| MENGGORES | Menggaris (menggarit, mencoret) dengan benda tajam (seperti pisau, pena) (9) |
| MENGGOROK | Menyembelih (sapi dan sebagainya); memotong (9) |
| MENGGOSOK | Melicinkan (membersihkan, mengilapkan, dan sebagainya) dengan tangan atau barang yang digeser-geserkan; menggesek; mengasah (menggilapkan) batu permata dan sebagainya; menghasut; membangkit-bangkit marah (kiasan) (9) |
| MENGGOTES | Memetik (bunga, buah) pada tangkainya (9) |
| MENGGOWES | Mengayuh sepeda (9) |
| MENGGOYAK | Mengguncang; menggoyang(kan) (9) |
| MENGGUBAH | Mencocok dan mengatur bunga-bungaan (untuk perhiasan sanggul dan sebagainya); merangkai; mengarang (cerita, lagu, dan sebagainya) (9) |
| MENGGUBAL | Merencanakan dan menyusun (9) |
| MENGGUBEL | Mengikat atau memegang erat-erat (Jawa) (9) |
| MENGGUBIT | Melambai (dengan tangan) untuk memanggil (9) |
| MENGGUGAH | Menjagakan; membangunkan orang tidur; membangkitkan; menyentuh hati (9) |
| MENGGUGAT | Mendakwa; mengadukan (perkara); menuntut (janji dan sebagainya); membangkit-bangkitkan perkara yang sudah-sudah; mencela dengan keras; menyanggah; mengguncangkan (9) |
| MENGGUGUH | Memukul (tabuh); mengetuk (pintu dan sebagainya) (9) |
| MENGGUGUK | Menangis tersedu-sedu (9) |
| MENGGULUT | Mempersegera; mempercepat (9) |
| MENGGUMAM | Menahan suara (perkataan dan sebagainya) dalam mulut (9) |
| MENGGURAH | Membersihkan mulut dengan air; membersihkan tong (kulah dan sebagainya) dengan air (9) |
| MENGGURAT | Menggores (menggaris, mencoret) dalam-dalam; sangat membekas (kiasan) (9) |
| MENGGURDI | Mengebor (melubangi) dengan gurdi; menjara (9) |
| MENGGURIK | Mengorek; melubangi (9) |
| MENGGURIT | Mengarang tembang atau puisi yang berirama (9) |
| MENGGUSAH | Menghalau; mengusir (9) |
| MENGGUSEL | Menggelut; menciumi bertubi-tubi (Melayu Jakarta) (9) |
| MENGGUSTA | Buah manggis (9) |
| MENGGUSUR | Menjadikan (membuat, menyuruh) pindah tempat; menggeser tempat (9) |
| MENGGUTIK | Menyentuh dengan jari; mencubit; mengambil sedikit-sedikit (9) |
| MENGGUYUR | Menyiram dengan menggunakan sungkup (gayung, ember, dan sebagainya) (9) |
| MENGHADAP | Menaruh ke (muka atau bagian depannya); datang bertemu dengan; datang menjumpai; datang ke (kantor, pengadilan, dan sebagainya) (9) |
| MENGHAFAL | Berusaha meresapkan ke dalam pikiran agar selalu ingat (9) |
| MENGHAJAR | Memukuli dan sebagainya supaya jera; memukuli sebagai hukuman; membuat tidak berdaya (9) |
| MENGHALAU | Menyuruh pergi; mengusir; menggiring (9) |
| MENGHAMBA | Mengabdi (kepada) (9) |
| MENGHANCA | Melanjutkan pekerjaan yang tertunda (Sunda) (9) |
| MENGHANTU | Menjadi hantu; menimbulkan rasa takut (resah, gelisah) (kiasan) (9) |
| MENGHAPUS | Menggosok-gosok sesuatu supaya bersih dan sebagainya; meniadakan; menghilangkan (9) |
| MENGHARAP | Berharap akan; menantikan; menginginkan; mengandalkan; menyandarkan pada (9) |
| MENGHARUM | Berbau harum; menjadi masyhur (kiasan) (9) |
| MENGHASUD | Mendengki (9) |
| MENGHASUT | Membangkitkan hati orang supaya marah (melawan, memberontak, dan sebagainya); menggalakkan (anjing) (9) |
| MENGHEBAN | Memegang sesuatu dengan kedua belah tangan lalu membantingkannya ke sisi (9) |
| MENGHEBAT | Menjadi amat sangat; makin bertambah atau makin menjadi-jadi (9) |
| MENGHELAT | Menipu; memperdayakan; menyelenggarakan, menggelar (9) |
| MENGHEMAT | Menggunakan (sesuatu) dengan cermat dan hati-hati (supaya jangan lekas habis, rusak, dan sebagainya) (9) |
| MENGHIBUR | Menyenangkan dan menyejukkan hati yang susah; melipur (9) |
| MENGHIJAB | Menghalangi; memakaikan (9) |
| MENGHILIR | Menuju hilir sungai; menuju arah kota (9) |
| MENGHIRAP | Menghilang; bersembunyi; melenyapkan diri (9) |
| MENGHIRUK | Berbuat gempar (ribut dan sebagainya); membuat huru-hara (9) |
| MENGHIRUP | Mengisap; meminum (9) |
| MENGHISAB | Menghitung; membilang; memedulikan (9) |
| MENGHUJAN | Sebagai (menyerupai) hujan (turun, berjatuhan banyak-banyak) (9) |
| MENGHUJAT | Mencaci; mencela; memfitnah (9) |
| MENGHUKUM | Menjatuhkan hukuman kepada; membiarkan orang menderita atau susah sebagai balasan atas pelanggaran yang telah dilakukannya; mencela keras; sama sekali tidak membenarkan (9) |
| MENGHUNUS | Mencabut (pedang, keris, dan sebagainya) dari sarungnya; meluluskan (cincin) dari jari (9) |
| MENGIAKAN | Membenarkan; menyetujui; menyungguhkan (9) |
| MENGIBING | Menari bersama-sama dengan penari bayaran (tandak) (9) |
| MENGIBRIT | Pergi cepat-cepat; lari cepat-cepat; lari tunggang langgang (9) |
| MENGIBULI | Membohongi; menipu (kiasan) (9) |
| MENGIDUNG | Bersenandung dengan kidung; bernyanyi (9) |
| MENGIKUTI | Menurutkan (sesuatu yang berjalan di depan, yang telah ada); mengiringi; menyertai; turut belajar atau mendengarkan (dalam kursus, kuliah, latihan, dan sebagainya); memperhatikan (mendengarkan, melihat, membaca, dan sebagainya) baik-baik (9) |
| MENGILANG | Menggiling tebu (untuk diambil airnya); mengapit; menyuling (memurnikan minyak mentah) (9) |
| MENGILING | Menuangkan cairan perlahan-lahan agar endapannya tidak ikut tertuang (9) |
| MENGIMAMI | Menjadi imam dari (pada); memimpin (salat) (9) |
| MENGIMANI | Meyakini dan memercayai (9) |
| MENGIMBAH | Mengais pasir dan sebagainya (9) |
| MENGIMBAL | Menjadi imbal; menjadi berat sebelah, tidak adil, dan sebagainya (9) |
| MENGIMBAS | Mengenakan gerakan udara pada sesuatu; mengipasi; menggerakkan (memindahkan) aliran listrik; berakibat (pada) (9) |
| MENGIMBAU | Memanggil; menyebut nama orang; meminta (menyerukan) dengan sungguh-sungguh; mengajak (9) |
| MENGIMBIT | Mengungsi; pindah bersama seluruh keluarga ke negeri lain (9) |
| MENGIMKAN | Memungkinkan; mengusahakan; menguatkan (9) |
| MENGIMPAL | Menempa (emas dan sebagainya); menyambung besi dan sebagainya dengan jalan memanaskan dan memukul-mukulnya (9) |
| MENGIMPAS | Membayar (utang) sampai lunas; melunasi; menganggap sudah lunas (9) |
| MENGIMPIT | Menyesak; menindih (menekan); mengapit (9) |
| MENGIMPOR | Memasukkan barang dagangan dan sebagainya dari luar negeri; memasukkan beberapa objek eksternal, seperti gambar atau berkas lain ke dalam sistem atau aplikasi yang dipakai (Komputer) (9) |
| MENGINANG | Menjadi inang (merawat anak dan sebagainya); makan sirih (dengan rempah-rempahnya) (9) |
| MENGINCAH | Membersihkan dengan air (cucian, daging, kemaluan, dan sebagainya); mengacau air supaya keruh (9) |
| MENGINCAR | Melihat sasaran dengan memicingkan sebelah mata; membidik; melihat dan memperhatikan (mengawasi) dari jauh (dengan maksud tidak baik, hendak mencuri, dan sebagainya) (kiasan); sangat menginginkan; sangat menghendaki (kedudukan, barang, dan sebagainya) (kiasan); membuat lubang (pada kayu, besi) dengan incar (9) |
| MENGINCAU | Mengincah; mengaduk; mencampur (9) |
| MENGINDIK | Mendekati dengan berjalan membungkuk atau merangkak supaya tidak diketahui (mengagetkan) yang didekati; mengendap (9) |
| MENGINDRA | Berbuat untuk merasakan sesuatu; mengukur berbagai sifat fisik benda dengan cara tidak menyentuhnya (Geografi dan Geologi) (9) |
| MENGINFUS | Memberikan cairan berisi vitamin dan mineral melalui botol ke pembuluh darah (9) |
| MENGINGAT | Ingat (akan); memperhatikan; memikirkan; menilik (dengan pikiran) (9) |
| MENGINGAU | Berkata-kata tanpa sadar seperti pada waktu tidur atau sakit; meracau; mengigau (9) |
| MENGINJAK | Meletakkan kaki pada; memijak; mulai; mengunjungi; mendatangi (kiasan) (9) |
| MENGINPUT | Memasukkan (data, informasi, dan sebagainya) ke dalam komputer (Komputer) (9) |
| MENGINTAI | Mengamat-amati dari jarak jauh atau dari tempat tersembunyi (gerak-gerik orang yang dicurigai, musuh, dan sebagainya); mengintip; melihat melalui lubang kecil atau sela semak-semak sambil bersembunyi (9) |
| MENGINTIL | Mengikuti terus dari belakang; membuntuti (9) |
| MENGINTIP | Melihat melalui lubang kecil, dari celah-celah, semak-semak, dan sebagainya sambil bersembunyi; mengamati dengan cermat dan dengan diam-diam (kiasan) (9) |
| MENGIPRIT | Berlari kencang (9) |
| MENGIRASI | Menyerupai (9) |
| MENGIRING | Mengikuti dengan maksud mengawal (mengantarkan dan sebagainya); menyertai (9) |
| MENGISIKI | Membisiki (9) |
| MENGITARI | Mengelilingi; mengedari (9) |
| MENGKARAS | Pohon, tinggi mencapai 18 m, kayunya ada yang berdamar dan ada yang tidak, menghasilkan gaharu, kulit kayunya menghasilkan serat, digunakan untuk membuat kain ikat kepala, tali, dan pelapis keranjang; kepang; tengkaras; kelembak (Aquilaria malaccensis) (9) |
| MENGKERET | Menjadi lebih pendek (kecil); mengerut (tentang kain); merasa takut (kiasan) (9) |
| MENGKIRAI | Pohon, suku Ulmaceae, kayunya lunak dan ringan, digunakan untuk membuat korek api, peti, dan sebagainya, kulit batangnya digunakan sebagai bahan penyamak jala dan seratnya untuk tali (Trema orientale) (9) |
| MENGKLISE | Meniru; menirukan (9) |
| MENGOBENG | Bekerja sebagai perajin pada perusahaan batik (Jawa) (9) |
| MENGOBJEK | Mengerjakan usaha sambilan secara tidak tetap untuk menambah penghasilan (kiasan) (9) |
| MENGOBORI | Menyuluhi; menerangi (9) |
| MENGOBRAL | Menjual secara obral; mengeluarkan (memakai dan sebagainya) banyak-banyak; membualkan (perkataan dan sebagainya); memboroskan (tenaga, barang, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENGOBROL | Bercakap-cakap atau berbincang-bincang secara santai tanpa pokok pembicaraan tertentu; bertukar pesan dalam waktu nyata dengan pengguna komputer lain (Komputer) (9) |
| MENGOCONG | Membungkus (mayat dan sebagainya) (9) |
| MENGOKANG | Menarik pelocok senjata (bedil, senapan, dan sebagainya) sehingga peluru masuk ke ruang peluru dan siap ditembakkan (9) |
| MENGOLENG | Menggoyang; mengayun; menggelengkan (kepala dan sebagainya) (9) |
| MENGOMELI | Memarahi; menggusari (9) |
| MENGOMISI | Memeriksa; menyelidiki (9) |
| MENGOMONG | Berkata; bercakap; berbicara (9) |
| MENGOMPAS | Meminta uang (barang dan sebagainya) dengan ancaman atau kekerasan; memeras (9) |
| MENGOMPES | Mencecar atau menekan dengan pertanyaan supaya mengaku (tentang pemeriksaan terdakwa dan sebagainya) (9) |
| MENGOMPOL | Mengeluarkan air kencing pada waktu tidur (9) |
| MENGONSEP | Membuat konsep (rancangan) (9) |
| MENGONTAK | Menghubungi pihak lain (9) |
| MENGONTAN | Membayar dengan tunai; menjawab (membalas dan sebagainya) seketika itu juga (9) |
| MENGONTER | Melawan; menentang (9) |
| MENGONYOK | Mengunjukkan; menonjolkan; menyodorkan; menyuruh (meminta) dengan paksa (9) |
| MENGONYOT | Menarik panjang-panjang (seperti tali, kulit, atau sesuatu yang dapat meregang) (9) |
| MENGOPENI | Merawat (memelihara) dengan telaten dan cermat (9) |
| MENGOPLOS | Mencampur sesuatu yang asli dengan barang atau bahan yang lain sehingga kadar keasliannya berkurang (tentang minyak tanah, bensin, dan sebagainya) (9) |
| MENGOPREK | Membongkar; mengutak-atik; memodifikasi (9) |
| MENGOPYOK | Mengocok; mengaduk; mengacau (9) |
| MENGORBIT | Bergerak berkeliling pada orbitnya (tentang benda langit); mencuat naik (tentang nama, aktivitas) sehingga cepat terkenal; memuncak (kiasan) (9) |
| MENGORDER | Memberi order (perintah); menyuruh; memesan (meminta, memerintahkan) untuk dikerjakan, dibuatkan, dan sebagainya (9) |
| MENGOTAKI | Mengatur siasat, memberikan pikiran yang dilakukan secara rahasia (tidak terang-terangan); mendalangi (9) |
| MENGQASAR | Melakukan qasar dalam salat; memendekkan salat wajib yang empat rakaat menjadi dua rakaat (9) |
| MENGUANGI | Memberi modal; memodali; membiayai (9) |
| MENGUASAI | Berkuasa atas (sesuatu); memegang kekuasaan atas (sesuatu); mengenakan kuasa (pengaruh dan sebagainya) atas; dapat mengatasi keadaan; mengurus; menahan; mengendalikan; mampu sekali dalam bidang ilmu (9) |
| MENGUBANG | Menakuk pohon (batang kayu) yang akan ditebang (9) |
| MENGUBANI | Mencabuti uban; menjadi lusuh (tentang pakaian) (kiasan) (9) |
| MENGUBUBI | Memberi embusan angin dengan ubub; memanas-manasi agar makin menjadi-jadi (kiasan) (9) |
| MENGUBUNG | Memasukkan ke dalam kandang (9) |
| MENGUCAPI | Menyebut(kan) nama orang; memanggil (9) |
| MENGUCURI | Menyiram (menuang) dengan air dan sebagainya; mendiris (9) |
| MENGUDARA | Beterbangan di udara; terbang di udara; melakukan siaran (tentang radio, televisi, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENGUDARI | Membahas; menyelesaikan (kiasan) (9) |
| MENGUDETA | Melakukan perebutan kekuasaan dengan paksa dan tidak secara sah (9) |
| MENGUDIAN | Berjalan di belakang; tinggal di belakang; ke belakang (9) |
| MENGUDUNG | Memotong ujungnya; mengerat (tangan, jari, dan sebagainya) (9) |
| MENGUGEMI | Memegang teguh (pendirian); memercayai sungguh-sungguh (Jawa) (9) |
| MENGUJUNG | Mendekati akhir batas sesuatu (yang lain); memuncak; meruncing (makin genting) (9) |
| MENGUKUHI | Memegang teguh; meneguhkan dengan (9) |
| MENGUKUPI | Mengasapi dengan setanggi, dupa, dan sebagainya; mendupai; membakar dupa (9) |
| MENGULANG | Berbuat lagi serupa dengan dahulu; mempelajari kembali; menghafal (9) |
| MENGULEMI | Mengundang (9) |
| MENGULENI | Melumatkan adonan penganan dengan menggunakan tangan (Jawa) (9) |
| MENGULTUR | Membudidayakan (9) |
| MENGUMBAH | Mencuci (membasuh) dengan air (9) |
| MENGUMBAR | Membiarkan lepas (bebas); membiarkan berbuat sekehendak hatinya; membiarkan terlepas (kiasan) (9) |
| MENGUMBUK | Membujuk dengan kata-kata manis atau dengan janji yang muluk-muluk (untuk memperdayakan dan sebagainya); menyapa dengan manis; mempersenang hati (9) |
| MENGUMBUT | Mengambil umbut; menarik (tali yang diulurkan dan sebagainya); mencabut (9) |
| MENGUMPAK | Memberi umpak; memuji-muji; menyanjung-nyanjung (kiasan) (9) |
| MENGUMPAN | Memikat (menangkap) dengan umpan; mengumpankan; mengumpani; memancing (memikat, menjebak, dan sebagainya) dengan (kiasan) (9) |
| MENGUMPAR | Menggulung (benang dan sebagainya) pada gelendong (9) |
| MENGUMPAT | Mengeluarkan umpat(an); memburuk-burukkan orang; mengeluarkan kata-kata keji (kotor) karena marah (jengkel, kecewa, dan sebagainya); mencerca; mencela keras; mengutuk orang karena merasa diperlakukan kurang baik; memaki-maki (9) |
| MENGUMPET | Bersembunyi; menyembunyikan diri (Melayu Jakarta) (9) |
| MENGUMPIL | Mengangkat (menaikkan, menjungkit) sedikit barang yang berat dengan menggunakan barang panjang (seperti tongkat atau linggis) dengan cara menaruh ujung yang satu di bawah barang yang akan diangkat dan ujung yang lain diangkat atau ditekankan; mengungkil; mendayung selaku mengungkit air (9) |
| MENGUMPUL | Menggabung (9) |
| MENGUNCUP | Menjadi tertutup (tentang payung dan sebagainya); menjadi kecil; mengerut (tentang balon dan sebagainya); menyerupai kuncup (9) |
| MENGUNDAI | Membuat kundai; menggelung rambut (9) |
| MENGUNDAK | Menyebabkan terkatung-katung tidak dapat maju (tentang perahu) (9) |
| MENGUNDUH | Memanen (buah) (Jawa); mengambil berkas dari layanan informasi daring atau dari komputer lain ke komputer yang digunakan (Komputer) (9) |
| MENGUNDUR | Mundur; mengundurkan (9) |
| MENGUNGAM | Mengigau (ketika tidur) (9) |
| MENGUNGSI | Pergi menghindarkan (menyingkirkan) diri dari bahaya atau menyelamatkan diri (ke tempat yang dirasa aman) (9) |
| MENGUNING | Menjadi kuning; sudah mulai masak (tentang padi) (9) |
| MENGUNJUK | Mengangkat dan mengunjurkan tangan (lengan) ke atas (9) |
| MENGUNJUN | Mengulurkan (tangan, belalai, tali, dan sebagainya) lalu ditarik kuat-kuat; menarik (menyentak) kuat-kuat (9) |
| MENGUNJUR | Duduk atau berbaring dengan kaki lurus (9) |
| MENGUNTAI | Membuat untaian; membuat rentengan (9) |
| MENGUNTAL | Membuat bergentel-gentel (bergelintir-gelintir); menelan (secara utuh) tanpa dikunyah dulu (9) |
| MENGUNTIL | Bergantung terayun-ayun; mengerjakan sedikit-sedikit (dengan berdikit-dikit) (9) |
| MENGUNTIR | Memilin; memulas; memuntir (9) |
| MENGUNTIT | Mengikut (dari belakang); mengikuti (pendapat, dan sebagainya) mengekor (9) |
| MENGUNTUM | Mulai mekar atau berkembang (tentang bunga) (9) |
| MENGUNYAH | Menghancurkan atau melumatkan (makanan dan sebagainya) dalam mulut dengan gigi; memamah; memikirkan (memahami dan sebagainya) baik-baik (tentang pelajaran, pengetahuan, dan sebagainya) (kiasan); berulang-ulang mengatakan (menyebutkan) (kiasan) (9) |
| MENGUNYAI | Mengerjakan (memasak, merebus, dan sebagainya) lambat-lambat (dengan mengecilkan nyala api) (Minangkabau) (9) |
| MENGUPING | Mendengarkan secara diam-diam; memiliki bagian pangkal berupa sepasang cuping membundar seperti daun telinga (Biologi) (9) |
| MENGURANG | Menjadi kurang (susut) (9) |
| MENGURAPI | Melumasi badan dengan urap (boreh dan sebagainya); mengolesi; melumasi; menguduskan; memberi urapan (9) |
| MENGURASI | Melumas (membasahi) badan dengan param dan sebagainya; mengobati; menyembuhkan (9) |
| MENGURUMA | Mencari ikan dengan tombak sambil menyelam (Talaud) (9) |
| MENGURUNG | Memasukkan ke dalam kurungan (penjara dan sebagainya); membiarkan ada di dalam rumah saja; mengepung (musuh dan sebagainya) supaya jangan lolos; memberi tanda kurung (pada angka dalam hitungan atau pada kata dalam kalimat) (9) |
| MENGURUSI | Mengatur baik-baik; menjaga dan merawat (9) |
| MENGUSAKI | Mengurangi; menyusuti (mengambil sebagian); menghabiskan (9) |
| MENGUSANG | Menjadi usang (rusak, aus, lapuk, buruk, dan sebagainya) (9) |
| MENGUSRUK | Jatuh tersungkur (9) |
| MENGUSUNG | Mengangkut (membawa) dengan sesuatu dengan cara menempatkannya di atas bahu; membawa (mengangkat) sesuatu dilakukan oleh beberapa (banyak) orang (dengan alat atau tidak) (9) |
| MENIAPKAN | Menyewakan rumah dengan meminta uang kunci (9) |
| MENIATKAN | Melakukan sesuatu dengan niat (memaksudkan); menazarkan; mengaulkan; mendoakan; mengharapkan (Minangkabau) (9) |
| MENIKMATI | Merasai (sesuatu yang nikmat atau lezat); mengecap; mengalami (sesuatu yang menyenangkan atau memuaskan) (9) |
| MENIMBANG | Mengukur (menentukan) berat benda (dengan neraca dan sebagainya); memikirkan baik-baik untuk menentukan baik buruknya, salah tidaknya, dan sebagainya; mengingat (akan); mengindahkan (9) |
| MENIMBUNI | Menimbun (dengan tanah); menimbus (lubang, rawa, dan sebagainya); mengubur (mayat dan sebagainya) (9) |
| MENIMPALI | Mengimbangi; menimbangi; membalas (kebaikan, kejahatan, dan sebagainya); menjawab; membalas; menyahut (9) |
| MENIMPUKI | Melempari; melontari (9) |
| MENINGGAL | Mati; berpulang (9) |
| MENINGGUR | Memukul dahan kawung selama satu sampai dua minggu sebelum disadap (Sunda) (9) |
| MENINGKAH | Memukul gendang dan sebagainya untuk mengiringi (menyambut, menyeling bunyi-bunyian yang lain); mengiringi (menyambut) lagu dan sebagainya dengan sorak, tepuk tangan, dan sebagainya supaya bertambah ramai dan gembira; menjawab (membalas, menyambut) perkataan orang; menyelang (perkataan); membantahi (9) |
| MENINGKAR | Mengepung (musuh, penjahat, dan sebagainya); mengelilingi (9) |
| MENINGKAT | Menginjak (tangga dan sebagainya) untuk naik; menaiki (kuda, sepeda, dan sebagainya); memanjat (pohon dan sebagainya); naik (dalam berbagai-bagai arti, seperti meninggi, mengatas, membumbung); beralih pada keadaan (peristiwa, masa, bulan, dan sebagainya) yang lain; berubah menjadi; menjadi bertambah banyak (hebat, sangat, genting, dan sebagainya) (9) |
| MENINTING | Mengetuk (membunyikan) uang logam perak dan sebagainya supaya berbunyi “ting, ting” (untuk mengetahui palsu tidaknya); mengguncang-guncang (beras, tepung dan sebagainya di nyiru dan sebagainya untuk membersihkannya); mengetuk-ngetuk lapisan, pengayak, dan sebagainya; memilihi (menyaring) mana yang benar, baik, dan sebagainya (kiasan) (9) |
| MENIRUKAN | Meniru; mengikuti contoh (9) |
| MENITIAIR | Orang yang menolong mencarikan keuntungan dan sebagainya; perantara (9) |
| MENIUPKAN | Mengembuskan; menyemburkan; mengenakan jampi-jampi; mengobarkan (semangat, pertentangan, dan sebagainya) (9) |
| MENJAGUNG | Menyerupai biji jagung; mulai tumbuh (tentang benih padi, gigi, penyakit cacar, dan sebagainya) (9) |
| MENJAHILI | Membodohi (9) |
| MENJAJAKI | Menduga; menelaah; mengajuk (9) |
| MENJALANG | Menjadi liar; membuas; berkunjung; pergi ke (Minangkabau) (9) |
| MENJALANI | Menempuh (jalan dan sebagainya); melalui; melakukan atau mengalami (hukuman dan sebagainya); melalui (masa, waktu, keadaan, dan sebagainya) (9) |
| MENJALARI | Menjalar di; merambat di; menghinggapi (9) |
| MENJAMBAK | Merenggut (rambut) (9) |
| MENJAMPUK | Memotong (menyela) pembicaraan orang (9) |
| MENJANGAK | Berbuat sesuatu yang tidak senonoh; hidup secara tidak senonoh; berzina (9) |
| MENJANGAN | Rusa; kijang (9) |
| MENJANGAT | Menguliti; mengupas kulit (rotan) dan sebagainya; memiliki tekstur tebal, liat, dan kuat (Biologi) (9) |
| MENJANGKI | Menggendong bakul (9) |
| MENJANTUR | Menyulap (9) |
| MENJARAKI | Memberi jarak; mengantarai (9) |
| MENJARANG | Merenggang; menjauh (9) |
| MENJARING | Menangkap ikan dan sebagainya dengan jaring; masuk ke dalam jala (tentang bola dan sebagainya) (kiasan); memperoleh; menemukan; menyeleksi; menangkap (kiasan) (9) |
| MENJATUHI | Jatuh mengenai (menimpa) ...; melepaskan dan sebagainya supaya jatuh pada; mengenai (hukuman) (9) |
| MENJEBLUK | Meledak (meletus, meletup) (9) |
| MENJEJAKI | Menginjak; mengikuti jejak seseorang; menyelidiki (kiasan) (9) |
| MENJELANG | Mengunjungi; menengok; menjenguk; menghadap; dialamatkan kepada; ditujukan kepada (pada alamat surat); menghadap; menyongsong; hampir; melihat; memandangi (9) |
| MENJELING | Melihat ke samping tanpa menolehkan kepala (9) |
| MENJELUAK | Mengeluarkan bunyi seperti serdawa ketika hendak muntah (9) |
| MENJEMBAK | Mengurai dan berkibar (seperti rambut panjang yang terurai ditiup angin) (9) |
| MENJEMPUT | Pergi mendapatkan orang yang akan diajak pergi (berjalan bersama); menyambut; menyongsong (kedatangan orang); menjadikan seorang laki-laki sebagai menantu (Minangkabau); mendatangi dan mengantarkan ke suatu tempat; memungut dengan ujung jari; menjumput; mengutip; memetik (kiasan) (9) |
| MENJENAKI | Melihat (9) |
| MENJENGEK | Berteriak-teriak (mengejek dan sebagainya); berkata-kata dengan suara meninggi (9) |
| MENJENGIT | Bergerak-gerak turun naik atau mundur maju (tentang ujung ekor, kepala, dan sebagainya) (9) |
| MENJENGUK | Melihat dengan menjulurkan kepala ke depan atau ke luar atau dengan membungkuk; menengok; mengunjungi; mendatangi (9) |
| MENJENGUL | Menyembul ke luar (dari lubang, permukaan yang rata, dan sebagainya); menimbul; menonjol (9) |
| MENJENTIK | Menjepit dengan ibu jari dan jari yang lain; mencubit; memukul dengan belakang ujung jari yang dibidaskan dengan jempol; menyentil; menegur; memarahi (kiasan) (9) |
| MENJEPRAT | Memercik (9) |
| MENJEPRET | Melontarkan kerikil dan sebagainya dengan pelanting karet; memotret (9) |
| MENJERANG | Menaruh (ceret, periuk, dan sebagainya berisi air dan sebagainya) di atas api supaya panas, mendidih, dan sebagainya; memanaskan; menanak (nasi) (9) |
| MENJERBAK | Jatuh melayang-layang (9) |
| MENJERENG | Membentangkan (kain dan sebagainya) (9) |
| MENJERKAH | Menghardik; membentak (9) |
| MENJIDARI | Menggarisi dengan jidar; memberi garis (9) |
| MENJILAMI | Menjilat-jilat (bibir dan sebagainya) (Minangkabau) (9) |
| MENJIMBIT | Memegang (mengangkat) dengan jari; membimbit (9) |
| MENJIMPIT | Mengambil dengan ujung telunjuk dan ibu jari; menjumput (9) |
| MENJINAKI | Bersikap baik dan ramah kepada; beramah-tamah dengan; menegur dengan ramah; membujuk (9) |
| MENJINGAP | Menjenguk; menjingau (9) |
| MENJINGAU | Menjenguk (9) |
| MENJINJIT | Menarik sesuatu yang dapat mulur; menjewer (9) |
| MENJIPLAK | Menggambar atau menulis garis-garis gambaran atau tulisan yang telah tersedia (dengan menempelkan kertas kosong pada gambar atau tulisan yang akan ditiru); mencontoh atau meniru (tulisan, pekerjaan orang lain); menyontek; mencuri karangan orang lain dan mengakui sebagai karangan sendiri; mengutip karangan orang lain tanpa seizin penulisnya (9) |
| MENJOLONG | Menganjur (menjulur) ke luar; tampak panjang lancip (9) |
| MENJONGET | Dalam keadaan melentik ke atas pada ujung atau tepinya (9) |
| MENJONJOT | Mencabut (menjemput) hanya dengan sekali cabut atau jemput saja (terhadap tembakau, kapas, dan sebagainya) (9) |
| MENJORENG | Mengiris (memotong) sedikit (9) |
| MENJORONG | Membulat dan menjorong (Botani) (9) |
| MENJUBELI | Memadati (9) |
| MENJUBLEK | Diam termenung (Melayu Jakarta); diam tidak peduli (Melayu Jakarta) (9) |
| MENJULANG | Tampak menyembul tinggi; membubung tinggi (tentang api dan sebagainya); membawa (mendukung) anak dan sebagainya di atas bahu; menjunjung tinggi; menghormati (kiasan) (9) |
| MENJULING | Mengerling; melirik kepada (9) |
| MENJULUKI | Memberikan nama kepada orang di samping nama yang telah ada; memberikan julukan atau nama ejekan (9) |
| MENJUMBAI | Menggantung ke bawah (9) |
| MENJUMLAH | Menghitung (berapa banyaknya); menambah (dalam berhitung atau matematika) (9) |
| MENJUMPAI | Menemui; sengaja hendak bertemu dengan; mengalami; menghadapi (9) |
| MENJUMPUT | Mengambil dengan dua ujung jari atau sejenisnya; menjemput (9) |
| MENKOPUKM | Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (akronim) (9) |
| MENKUMHAM | Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (akronim) (9) |
| MENOFOBIA | Fobia terhadap menstruasi (Psikologi) (9) |
| MENOMBOKI | Membayar untuk menutup kekurangan (9) |
| MENONGGAK | Menuangkan (air dan sebagainya) ke mulut dari cerek, kendi, botol, dan sebagainya; menuangkan (obat, tepung, dan sebagainya) ke mulut (9) |
| MENONGKAH | Memasang papan di tempat yang becek dan sebagainya untuk titian (tumpuan) berjalan; berjalan (meniti) di papan; menyongsong (menempuh) arus dan sebagainya; melawan; menyambung (menambah panjang) pada sebelah atas (9) |
| MENONGKAT | Menopang; menganjung-anjung; mengangkat-angkat; memuji-muji (kiasan); bentuk menyerupai tongkat, yaitu panjang, raping, dan lurus (Botani) (9) |
| MENOPAUSE | Tidak haid lagi (karena usia lanjut); mati haid (9) |
| MENOPENGI | Memberi topeng; menutupi maksud sebenarnya (kiasan) (9) |
| MENORAGIA | Haid dengan perdarahan yang berlebihan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MENORPEDO | Menembakkan (melepaskan) torpedo (untuk menenggelamkan kapal dan sebagainya); menggagalkan (usaha dan sebagainya); mencegah; menghalangi; mengangkat (menaikkan pangkat dan sebagainya) dengan sekehendak hati (9) |
| MENSESNEG | Menteri Sekretaris Negara (akronim) (9) |
| MENSKETSA | Membuat lukisan cepat; membuat gambar rancangan (9) |
| MENSMOKEL | Menyelundupkan (9) |
| MENSMOSSO | Kurang cepat (digunakan dalam tempo musik) (ungkapan/Latin) (9) |
| MENSTILIR | Membuat sesuai dengan norma-norma keindahan (9) |
| MENSURASI | Cabang aritmetika yang berhubungan dengan pengukuran, seperti pengukuran panjang, luas, dan volume (Matematika); kegiatan pengukuran (Matematika) (9) |
| MENTELENG | Membuka mata lebar-lebar; membelalakkan mata (Jawa) (9) |
| MENTERENG | Serba baik; mewah; hebat; menimbulkan rasa kagum (karena bagus, elok, dan sebagainya) (9) |
| MENTERESE | Penganan yang dibuat dari tepung bulat-bulat, berisi kacang dan digoreng (Using) (9) |
| MENTORING | Pembimbingan; pementoran (9) |
| MENTOUGOU | Kota di Cina (9) |
| MENUAHKAN | Menceritakan kekayaan (keunggulan dan sebagainya) orang lain; menentukan (mengecap dan sebagainya menjadi ...) (9) |
| MENUBIKAN | Melakukan sesuatu dengan bersungguh-sungguh (berulang-ulang, terus-menerus, dan sebagainya) (9) |
| MENUJUKAN | Mengarahkan (ke); membawa sesuatu ke arah; mengacungkan (ke); menyampaikan (mengalamatkan) kepada (9) |
| MENUMPAHI | Tumpah pada atau mengenai sesuatu; mencurahkan pada (9) |
| MENUMPANG | Ada (terletak, tertaruh) di atas sesuatu; naik (kereta, kapal, dan sebagainya); ikut serta (bepergian dan sebagainya); turut tinggal (bermalam dan sebagainya) di rumah orang; membonceng (kereta, mobil, dan sebagainya); turut (makan, membaca, dan sebagainya); minta supaya diizinkan (berjalan, bertanya, dan sebagainya) (9) |
| MENUNANGI | Meminang; meminta pekerjaan; melamar (9) |
| MENUNDUNG | Mengusir (keluar dari rumah) (9) |
| MENUNGGAK | Menyisakan pangkal kayu yang ditebang; membiarkan sebagai tunggak (pancang, dan sebagainya); membiarkan, menyisakan pembayaran atau belum membayar (angsuran, iuran pajak, dan sebagainya) yang seharusnya sudah dibayar (kiasan); menyisakan pekerjaan (ada sebagian pekerjaan yang belum diselesaikan) (kiasan) (9) |
| MENUNGGAL | Menjadi tunggal; menjadi satu; menyatu (9) |
| MENUNGGIK | Menungging; membongkok ke depan (tentang punggung) (9) |
| MENUNGGUI | Menunggu; mengawasi; merawat; menjaga; mendiami (9) |
| MENUNGGUL | Memberi tanda bahwa sudah tertakluk; memberi (membayar) sesuatu karena kalah dalam berperang; tungkul (9) |
| MENUNGKAI | Merebahkan (membaringkan) kerbau dan sebagainya (sesudah diikat kakinya) (9) |
| MENUNGKUL | Mengaku kalah; tunduk; takluk; (diam) menundukkan kepala; tumungkul (9) |
| MENUNGKUP | Menelangkup; menelungkup; tengkurap (9) |
| MENUNGKUS | Membungkus (dengan daun pisang dan sebagainya) (9) |
| MENUNJANG | Menopang (menahan dan sebagainya) supaya jangan rebah (condong dan sebagainya); membantu kelancaran (usaha dan sebagainya) dengan uang dan sebagainya; menyokong; menendang; menerjang; melanggar; menubruk (9) |
| MENUNJUKI | Memberi tahu (bagaimana melakukannya dan sebagainya); memberi petunjuk; menasihati (9) |
| MENUNTUNG | Mengerat; memotong (9) |
| MENUNUKAN | Menyalakan; mengobarkan; membakar (9) |
| MENURIANG | Menuai sisa-sisa padi dan sebagainya (9) |
| MENYABUNG | Mengadu; mempertaruhkan (kiasan) (9) |
| MENYADARI | Menginsafi; mengetahui; merasai (9) |
| MENYADRAN | Mengunjungi makam atau tempat keramat pada bulan Ruwah untuk memberikan doa kepada leluhur (ayah, ibu, dan sebagainya) dengan membawa bunga atau sesajian (9) |
| MENYAGANG | Menyandarkan (tombak, senjata, dan sebagainya); menopang; menunjang (dengan bambu, kayu, dan sebagainya); memegang; menangkis; mengelakkan (9) |
| MENYAHAJA | Berbuat sederhana; berbuat dengan sengaja (9) |
| MENYAHUTI | Memberi jawaban; memberi balasan (9) |
| MENYAINGI | Berusaha melawan (menyamai, mengatasi, mendahului); mengiringi (tentang perahu); membarengi (9) |
| MENYAKITI | Menyebabkan sakit (sedih, sengsara, dan sebagainya); mempersakiti; berasa sakit ketika hendak melahirkan; sakit beranak (9) |
| MENYALAHI | Bertentangan dengan; menyimpang dari; tidak menurut (aturan dan sebagainya); menentang; mencela; mengingkari; tidak menepati (9) |
| MENYALAMI | Memberi hormat (salam) kepada; menjabat tangan (9) |
| MENYALANG | Menikam belikat sampai ke jantung dengan keris panjang (sebagai hukuman); menikam dengan salang (9) |
| MENYALINI | Memberi hadiah (seperangkat pakaian); mempersalini (9) |
| MENYALUTI | Memberi lapisan; melapisi (9) |
| MENYAMBAR | Menangkap dengan cepat sambil terbang (lari dan sebagainya); menjilat dengan cepat (tentang api); membakar; mengenai; merampas; membawa lari; mencuri (kiasan) (9) |
| MENYAMBAT | Menyambung; mengikat; memukul dengan tali (cambuk, rotan, dan sebagainya); bersambat (9) |
| MENYAMBIT | Melempar (dengan batu, kayu, dan sebagainya) (9) |
| MENYAMBUT | Menerima; memberi tanggapan (balasan, jawaban, reaksi, dan sebagainya) atas; menangkap; menadah; menyongsong (kedatangan orang, hari peringatan, dan sebagainya); membalas (menangkis serangan); membeli dengan cara membayar kemudian; mengutang; mengebon (9) |
| MENYAMPAH | Menjadi sampah; mengotori (9) |
| MENYAMPAI | Mencukupi; cukup (9) |
| MENYAMPAK | Memasang sampak; memberi sampak; melempar; membuang (9) |
| MENYAMPER | Mendatangi (9) |
| MENYAMPUK | Melanggar; menabrak; menumbuk; membentur; menyambut (pukulan dan sebagainya); menangkis; menepis tangan (yang sedang memegang senjata dan sebagainya); memotong (pembicaraan orang); menyelang; mencampuri (urusan orang dan sebagainya) (9) |
| MENYAMPUL | Memberi sampul; membungkus (9) |
| MENYANGAI | Memanaskan (9) |
| MENYANGGA | Menahan dari bawah agar tidak roboh dan sebagainya; menopang (9) |
| MENYANGKA | Menduga; mengira; mencurigai; menaruh syak (9) |
| MENYANTAK | Meninju; menyentak (9) |
| MENYANTAP | Memakan; meminum (9) |
| MENYANTET | Menyihir (9) |
| MENYANTUN | Mengasihani; menaruh belas kasihan (kepada); menyokong (meringankan kesusahan orang); menolong; memberi bantuan (9) |
| MENYANYAH | Selalu berkata yang bukan-bukan; merepet; meracau; menyanyu (9) |
| MENYARATI | Memuati penuh-penuh (9) |
| MENYARING | Membersihkan barang cair dengan memakai alat yang berlubang halus-halus (seperti kain); menapis; membersihkan (minyak tanah dari pengeboran) hingga dapat dipakai; memilih (untuk mencari mana yang baik, yang berkemampuan, dan sebagainya); menyeleksi (kiasan) (9) |
| MENYARUNG | Memberi sarung; menyelang (perkataan orang) (9) |
| MENYAYANG | Menyukai; mencintai (9) |
| MENYAYUNG | Mengiris (menetak dan sebagainya) secara menyerong; merancung; menyindir (kiasan) (9) |
| MENYEBROT | Menjambret; mencopet; merenggut (9) |
| MENYEDANG | Mencoba pakaian dan sebagainya untuk mengetahui sedang tidaknya; mencukupi; memadai; sedang-menyedang (Minangkabau) (9) |
| MENYEDUAI | Memiara ternak atau mengerjakan sawah orang lain dengan mendapat bagian keuntungan (biasanya seperduanya); memperduai (Pertanian) (9) |
| MENYEGANI | Menaruh hormat dan takut kepada (9) |
| MENYEGEHI | Membereskan; mengemasi (9) |
| MENYEKANG | Menyumbat; mengganjal (9) |
| MENYELAMI | Menyelam ke dalam (air, laut, dan sebagainya); menyelam untuk mencari (mengambil dan sebagainya) sesuatu; menduga atau mengajuk (isi hati, batin, dan sebagainya); memeriksa (menyelidiki, mempelajari) dalam-dalam; memahami (merasai, mengetahui) dengan sungguh-sungguh; mengarungi (9) |
| MENYELANG | Menyelipi; memotong (perkataan, pembicaraan, dan sebagainya); menyelingi; menyela; mengantarai; menengahi; meminjam (9) |
| MENYELARA | Menjadi selara (kering) (9) |
| MENYELIPI | Menyisipi (9) |
| MENYEMBAH | Menghormati dengan mengangkat sembah; memuja (sesuatu sebagai Tuhan atau dewa); mengaku di bawah perintah; takluk (kiasan) (9) |
| MENYEMBAI | Menangkap (menyambut) dengan cepat; merenggut (Minangkabau); melambai (Minangkabau) (9) |
| MENYEMBAM | Memasak dalam abu panas; membembam (Minangkabau); memanggang setengah masak (Minangkabau) (9) |
| MENYEMBAP | Berisi air sari (tentang tumbuhan) (Biologi) (9) |
| MENYEMBAT | Merenggut; menjambret; menarik (mengangkat) pancing dan sebagainya cepat-cepat; menyentak keris dan sebagainya; membingkas (jerat dan sebagainya); melenting; menganjal (9) |
| MENYEMBIR | Kurang lurus (kurang tepat) arahnya (tentang jarum pedoman dan sebagainya); menyimpang (9) |
| MENYEMBUL | Keluar dari liang atau permukaan air dan sebagainya; menganjur atau mencuat ke luar (ujungnya dan sebagainya); membersil; menampakkan diri; muncul; timbul (9) |
| MENYEMBUR | Memancar atau menyemprot ke luar cepat-cepat; memancarkan sesuatu (pada); menyemburi; mengobati atau mengusir roh jahat dengan sembur; memerciki dengan air (yang sudah dimantrai dan sebagainya); mengeluarkan kata-kata yang tidak patut (seperti memaki-maki, marah-marah); memancar ke luar dengan tiba-tiba (tentang warna air muka) (kiasan) (9) |
| MENYEMPAL | Menyembul atau tersembul ke luar sebagian, seperti jantung pisang yang baru akan keluar, pusat yang bujal; menutup dengan cara menjejalkan sesuatu; menyumpal; mematahkan (cabang kayu, lengan, dan sebagainya) (9) |
| MENYEMPAT | Menantikan waktu (peluang yang baik) (9) |
| MENYEMPIL | Menyelit; menyisip; menyelip (9) |
| MENYEMPIT | Menjadi sempit; menghalang-halangi (orang bekerja); menyusahkan (kiasan) (9) |
| MENYEMUTI | Mengerumuni (berduyun-duyun dan sebagainya) banyak sekali bagaikan semut (kiasan) (9) |
| MENYENDAL | Menarik (mengambil) dengan paksa; menyentak; merenggut; menjambret; mencopet; mengganjal untuk meratakan letak sesuatu (9) |
| MENYENDAT | Menjadikan sendat; menyumbat; menyekat (9) |
| MENYENGAL | Menyebabkan sesak napas (9) |
| MENYENGAM | Memakan sampai habis; memakan dengan rakus (9) |
| MENYENGAP | Menutup mulut; membungkam; membisu; membentak agar diam (9) |
| MENYENGAR | Menyebabkan (menimbulkan) rasa sengar; berasa pedas sekali (9) |
| MENYENGAT | Menusuk dengan sengat; mengantup; memberikan rasa seperti tertusuk (kiasan); menusuk; tajam (tentang kata-kata, sindiran, dan sebagainya) (kiasan); menguar dgn sangat (tentang bau seperti durian, nangka, dan sebagainya) (9) |
| MENYENGAU | Berbicara dengan suara melalui hidung (9) |
| MENYENGET | Menjadi senget (condong, tidak seimbang, dan sebagainya) (9) |
| MENYENGIH | Membuka mulut sedikit hingga tampak giginya (9) |
| MENYENGIR | Mengangkat hidung (menunjukkan ketidaksenangan dan sebagainya) (9) |
| MENYENGIT | Menjadi sengit; menjadi hangat, menghebat, dan sebagainya (tentang suasana) (9) |
| MENYENGKO | Bergerak agar berada pada satu sisi benda dari arah belakang (Minangkabau) (9) |
| MENYENGUK | Mencium bau; membaui (9) |
| MENYENTAK | Menarik kuat-kuat; mencabut (keris, pedang, dan sebagainya); merenggut; membentak; menghardik (9) |
| MENYENTAL | Menggosok kuat-kuat (supaya bersih dan sebagainya) (9) |
| MENYENTIL | Menjentik; menggetik; menyinggung; menyentuh; menegur (dalam arti memarahi); mengkritik (kiasan) (9) |
| MENYENTUH | Menyinggung sedikit; menjamah; mengenai; terantuk; menimbulkan, membangkitkan perasaan (haru, sedih, dan sebagainya) di hati (kiasan) (9) |
| MENYENYEH | Selalu mengulang perintah atau permintaan sehingga orang bosan mendengarkannya; nyinyir (9) |
| MENYERAHI | Memberikan atau memercayakan sesuatu kepada (9) |
| MENYERANA | Merana (makin lama makin kurus); termenung (9) |
| MENYERANG | Mendatangi untuk melawan (melukai, memerangi, dan sebagainya); menyerbu; menimpa (tentang bencana, penyakit, dan sebagainya); melanda; melanggar; menentang (seperti melancarkan kritik); menekan atau memberi serangan pada lawan (Olahraga) (9) |
| MENYERAYA | Meminta pertolongan atau bantuan untuk mengerjakan sesuatu secara gotong royong (9) |
| MENYERBAK | Menyebar atau mengeluarkan (bau harum); semerbak (9) |
| MENYERBUK | Melumatkan menjadi serbuk; menumbuk halus-halus; menjadi serbuk (9) |
| MENYEREPI | Menyediakan diri sebagai serep; menggantikan (menyulih) dengan cadangan yang ada; membuktikan benar tidaknya (tentang berita) (Melayu Jakarta); mencari duduk perkaranya (Melayu Jakarta) (9) |
| MENYERGAH | Mengejutkan dengan bersuara keras (misalnya membentak atau mengentakkan kaki) (9) |
| MENYERGAP | Menyerang atau menyerbu dengan tiba-tiba; mendatangi dengan mendadak untuk menangkap; menggerebek; menyergah (9) |
| MENYERIBU | Mengadakan selamatan untuk memperingati dan mendoakan roh orang yang meninggal pada hari yang keseribu (9) |
| MENYERING | Memilin erat-erat dengan lilin (tentang tali, benang); mengedapkan (menguatkan) tenunan (anyaman); mengisap madu bunga; menyeri (9) |
| MENYERKAH | Menyentak, mematahkan, dan sebagainya hingga serkah; memecahkan; membelah (kiasan) (9) |
| MENYERKAI | Memulas (memiuh, meremas, memerah) supaya air atau patinya keluar (tentang adonan yang dibungkus kain, kain basah, dan sebagainya); mengayak (tentang tepung dan sebagainya); menapis dengan kain dan sebagainya (tentang kanji dan sebagainya) (9) |
| MENYERKAP | Menangkap ikan dengan serkap; menudungi (menyungkup, mengurung) dengan sangkar (keranjang dan sebagainya) yang bentuknya seperti kerucut; menyerang dengan tiba-tiba; menggerebek; menyergap (9) |
| MENYERLAH | Tampak nyata (karena tidak tertutup awan dan sebagainya); tampak nyata bercahaya (tentang bulan, matahari) (9) |
| MENYERNAK | Menjadi sernak (hati); menyesak (hati) (9) |
| MENYERONG | Mengereng; mencong arahnya (tentang menggunting, menggaris, berjalan, dan sebagainya) (9) |
| MENYERPIH | Menyerupai serpih; menjadikan serpih-serpih; memecahkan (menyobek) kecil-kecil atau sedikit-sedikit (9) |
| MENYERTAI | Mengiringi; membarengi; menemani; mengawani; mendampingi; ikut serta atau menemani untuk membantu atau menolong; ikut serta dalam; ikut mengambil bagian dalam (9) |
| MENYERUAK | Berjalan menyusup dengan menguakkan (menyibakkan) sesuatu yang menghalanginya ke kiri dan kanan (dalam kerumunan orang, semak-semak, tempat yang sempit, dan sebagainya); menjorok masuk; menembus (tentang tatapan mata) (kiasan) (9) |
| MENYERUDI | Mengasah (menggosok) batu intan supaya gilap (9) |
| MENYERUPA | Merupakan diri (sebagai); menyamar (menyaru) sebagai; berlagak (berlaku) seperti (Minangkabau) (9) |
| MENYERVIS | Memperbaiki barang yang rusak atau usang; merawat secara khusus suatu barang yang masa penggunaannya telah melampaui batas waktu tertentu; memberikan layanan yang menyenangkan; melakukan servis (Olahraga) (9) |
| MENYESALI | Merasa kecewa (tidak senang) akan; merasa menyesal; mempersalahkan; merasa tidak senang kepada (9) |
| MENYETRAP | Menghukum (9) |
| MENYETRIP | Memberi setrip; membuat setrip; mencoret (9) |
| MENYETRUM | Memberi setrum; mengalirkan aliran listrik kepada sesuatu; menerapkan pengaruh batin kepada (kiasan) (9) |
| MENYIANGI | Mencabuti rumput, semak, dan sebagainya; menebangi dahan kayu di kebun dan sebagainya supaya bersih; membersihkan (ikan dan sebagainya) sebelum dimasak; mengepris (9) |
| MENYIASAT | Memeriksa; menyelidiki; mengusut; mengupas (suatu masalah dan sebagainya); mengadakan muslihat (taktik); menanyai (untuk mengetahui sesuatu); menyiksa; menganiaya; menghukum (9) |
| MENYIGUNG | Menyentuh (menumbuk, mendorong, dan sebagainya) dengan siku; menyiku; menyinggung (9) |
| MENYIMBAH | Membasahi; menyimbur; keluar bermanik-manik (tentang peluh); menggulung (lengan baju dan sebagainya); menarik ke atas supaya pendek (tentang kain dan sebagainya); menyingsingkan (9) |
| MENYIMBEK | Menyepak dengan kaki, kaki berada pada posisi menyamping (Minangkabau) (9) |
| MENYIMBUR | Menyiram dengan air (9) |
| MENYIMPAN | Menaruh di tempat yang aman supaya jangan rusak, hilang, dan sebagainya; menabung (uang); memegang (rahasia) teguh-teguh; menyembunyikan; mempunyai (ilmu, kesaktian, dan sebagainya); mengandung; ada sesuatu di dalamnya; mengemasi; membereskan; membenahi (9) |
| MENYIMPUK | Melanggar (membentur) orang dan sebagainya ketika berjalan; merusakkan nama orang (menuduh orang dengan tidak beralasan) (kiasan) (9) |
| MENYINARI | Memancarkan cahaya kepada; menerangi dengan cahaya; menyuluhi (dengan obor dan sebagainya); memberi terang (keterbukaan di hati, kebenaran, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENYINDEN | Menyanyikan lagu pada seni karawitan atau pada pertunjukan wayang (golek, kulit) (9) |
| MENYINDIR | Menyatakan sesuatu (seperti kritik, celaan, ejekan) secara tidak langsung (9) |
| MENYINGIT | Membuka (menyingkap) tutup (selubung dan sebagainya) sedikit; tampak (terbit dan sebagainya) sedikit (9) |
| MENYINTER | Memanaskan secara kuat tanpa menyebabkan meleleh, misalnya memanaskan serbuk logam hingga membentuk massa yang menyatu (9) |
| MENYINTUK | Menggosok badan (ketika mandi dan sebagainya) (9) |
| MENYIRIHI | Menyorongkan atau menyuguhkan sirih (tembakau, rokok) (Minangkabau) (9) |
| MENYOBEKI | Berulang-ulang menyobek; menjadikan sesuatu dalam bentuk perca-perca dan sebagainya (9) |
| MENYOKONG | Menunjang (menyangga) supaya tidak rebah (roboh); membantu; memberi bantuan (uang, tenaga, dan sebagainya) (9) |
| MENYOLANG | Membantah; menyangkal; menyela (untuk membantah dan sebagainya) (9) |
| MENYOLDER | Mematri (9) |
| MENYOLUSI | Menyelesaikan; memecahkan (masalah dan sebagainya) (9) |
| MENYOMBOL | Menyuapi (makanan dan sebagainya) dengan paksa (9) |
| MENYOMPOH | Membawa atau mendukung (anak dan sebagainya) di atas bahu atau di atas tengkuk; menjulang (9) |
| MENYONTEK | Menggocoh (dengan sentuhan ringan); mencungkil (bola dan sebagainya) dengan ujung kaki; mengutip (tulisan dan sebagainya) sebagaimana aslinya; menjiplak (9) |
| MENYONTOK | Menumbuk; menggocoh (9) |
| MENYONYOR | Bengkak (pada bibir) (9) |
| MENYOPANI | Memperlakukan dengan sopan; berlaku sopan terhadap; menghormati (9) |
| MENYOPIRI | Menjadi sopir pada (mobil dan sebagainya); mengendarai; mengemudikan; menjalankan (9) |
| MENYORONG | Menolak(kan) ke muka; mendorong (mendesak) maju; menyogok; memberi suap; menganjurkan (mengajak, mengusulkan); mengunjukkan (memberikan); menyodorkan; menyetubuhi (9) |
| MENYOROTI | Menerangi; menyinari; menyuluhi; mengawasi; mengamati (tingkah laku dan sebagainya) (9) |
| MENYORTIR | Memilih (yang diperlukan dan mengeluarkan yang tidak diperlukan dan sebagainya); memilih-milih; memilah (barang dan sebagainya) (9) |
| MENYUBANG | Memotong tipis-tipis dan bundar (tentang daun tebu dan sebagainya) (9) |
| MENYUBLIM | Mengubah zat padat menjadi uap; membuat menjadi sublim (9) |
| MENYUDAHI | Mengakhiri; menghabisi; memenuhi (permintaan); melaksanakan (keinginan dan sebagainya); menyelesaikan; membunuh (kiasan) (9) |
| MENYUGUHI | Menjamu; menghidangi (9) |
| MENYULANG | Memberi minuman; mengajak minum (9) |
| MENYULING | Meniup suling; membuat uap menjadi cairan (9) |
| MENYUMBAR | Bersumbar; bercakap besar; menyombong; menantang (9) |
| MENYUMBAT | Menutup liang (lubang, mulut, botol, dan sebagainya) dengan sumbat; menyumpal (9) |
| MENYUMBUR | Menyembul (9) |
| MENYUMPAH | Mengangkat sumpah; bersumpah; menyatakan sesuatu dengan sumpah; menyuruh bersumpah; mengambil sumpah; menyumpahi; mengeluarkan kata-kata kotor (kutuk dan sebagainya); memaki-maki; mengenakan perkataan (harapan dan sebagainya) yang tidak baik kepada; mengutuk; menyumpahi (9) |
| MENYUMPAL | Menutup dengan sumpal; menyumbat (9) |
| MENYUMSUM | Sampai ke tulang sumsum; mendalam sekali (tentang perasaan dingin dan sebagainya) (9) |
| MENYUNDAK | Menyundul; membentur; naik (tentang pasang) (9) |
| MENYUNDUK | Mencocok; menusuk; merangkai dengan sunduk (9) |
| MENYUNDUL | Menundukkan kepala untuk menumbuk (menanduk); menangkis bola dengan kepala (9) |
| MENYUNDUT | Membawa dengan tandu dan sebagainya; mengusung (orang dan sebagainya); mencucuh (dengan puntung rokok dan sebagainya); menyulut (9) |
| MENYUNGGA | Memacu; memasang suda (9) |
| MENYUNGGI | Membawa barang dengan cara meletakkan barang tersebut di atas kepala; menjunjung (9) |
| MENYUNTIH | Menyayat-nyayat (daging dan sebagainya); mengoyak-ngoyakkan (9) |
| MENYUNTIK | Mengorek (duri dalam kulit) dengan jarum dan sebagainya; memasukkan cairan obat ke dalam badan dengan jarum; menjarum; menginjeksi; mencocok dengan jarum; mengukir (nama dan sebagainya) pada logam dengan benda tajam; memasukkan benih penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh untuk memperoleh kekebalan terhadap penyakit; menyerum; membangkit hati (memberanikan, menghasut, dan sebagainya); memberi petunjuk (ajaran, nasihat, dan sebagainya) sebelum terjadi sesuatu (kiasan) (9) |
| MENYUNYUT | Menarik panjang-panjang; menjujut; menghela; mengulum dan mengisap (permen, payudara, dan sebagainya); bergerak turun naik (tentang ubun-ubun bayi); mengembut (9) |
| MENYUPLAI | Membekali atau memberikan (untuk persediaan) barang-barang yang dibutuhkan (9) |
| MENYURATI | Menulisi; menulis pada; berkirim surat kepada (9) |
| MENYURUTI | Mengurangi; menyusuti; memulangi; menikahi kembali (9) |
| MENYURVEI | Memeriksa; menyelidiki; meninjau; mengukur (tanah) (9) |
| MENYUSAHI | Membuat (memberi) kesusahan kepada orang lain; mengganggu (tentang perasaan dan sebagainya) (9) |
| MENYUSULI | Mengikuti; mengiringi; memberi tambahan (keterangan dan sebagainya) (9) |
| MENYUSURI | Menuruti bagian tepi dari; menelusuri; mengikuti (jejak, kehidupan, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| MENYUSUTI | Menjadikan berkurang; mengurangi; mengecilkan (9) |
| MENZALIMI | Menindas; menganiaya; berbuat sewenang-wenang terhadap (9) |
| MERADUKAN | Menyelesaikan; merampungkan (9) |
| MERAGAKAN | Memperlihatkan agar dapat disimak; menunjukkan (9) |
| MERAGUKAN | Merasa ragu akan; menaruh syak kepada; sangsi; menyebabkan ragu-ragu (9) |
| MERAHBATA | Merah seperti warna (batu) bata (9) |
| MERAHDADU | Merah muda (9) |
| MERAHHATI | Merah seperti warna hati; merah kehitam-hitaman; merah tua (9) |
| MERAHMUDA | Merah yang agak keputih-putihan; merah jambu; merah dadu (9) |
| MERAHMUKA | Kemalu-maluan (9) |
| MERAHSAGA | Merah seperti warna buah saga (9) |
| MERAJAKAN | Mengangkat menjadi raja; menjadikan raja; menganggap sebagai raja; mengutamakan (9) |
| MERAKHATI | Menawan hati; menarik hati (tentang sikap dan tingkah laku) (Jawa) (9) |
| MERAKSASA | Menyerupai raksasa (besarnya); membesar; menjadi-jadi (kiasan) (9) |
| MERAMBAHI | Membabati (menebangi, memangkasi) tumbuh-tumbuhan dan sebagainya (9) |
| MERAMBANG | Bekerja atau berkata dengan tidak menentu dan tidak jelas; berkata atau bekerja membabi buta; merawak rambang; membersihkan mata dengan merendamnya di dalam air pencuci mata (9) |
| MERAMBUNG | Pohon tinggi 30 m, kayunya ringan, lunak, dan tidak awet, digunakan untuk membuat korek api dan kotaknya (Vernonia arborea) (9) |
| MERAMPASI | Mengambili dengan paksa; merebuti; menyamuni (9) |
| MERAMPING | Menjadi ramping; menjadi sedikit (kecil, susut) (kiasan); koyak-koyak (cabik-cabik) pada tepi (9) |
| MERANCANG | Mencucukkan rancang ke tanah (untuk tanda, batas, atau untuk mengetahui sesuatu yang ada di dalam tanah); tampak mencuar (runcing-runcing); mengatur segala sesuatu (sebelum bertindak, mengerjakan, atau melakukan sesuatu); merencanakan (9) |
| MERANCUNG | Meraut (mengasah) supaya runcing (9) |
| MERANGGAH | Menjolok (memetik) buah-buahan pada pohon sampai habis; merodok (dengan tongkat) (9) |
| MERANGGAS | Menjadi ranggas; menjadi kering dan luruh daunnya; luruh bulunya; luruh secara massal (tentang dedaunan), baik karena sebab-sebab alami maupun karena serangan hama dan penyakit (9) |
| MERANGGUL | Terangkat sedikit bagian muka; mendongak sedikit (seperti mobil melanggar batu) (9) |
| MERANGKAI | Menyusun (mengatur) menjadi berangkai-rangkai (9) |
| MERANGKAK | Bergerak dengan bertumpu pada tangan dan lutut; bergerak lamban tidak pesat kemajuannya (kiasan); tumbuh ke arah atas secara takberaturan pada penunjang atau tempat yang ditumbuhinya, tanpa bantuan organ pemanjat seperti sulur dan sejenisnya (Biologi) (9) |
| MERANGKAM | Memegang kuat-kuat dengan semua jari tangan; mencengkam; meraup dengan satu tangan (9) |
| MERANGKAP | Menungkup dengan telapak tangan; menangkap dengan menungkupkan telapak tangan (sehingga binatang yang ditangkap tidak mati); menangkap dengan kedua belah telapak tangan; memakai (mempergunakan) dua benda atau lebih sekaligus; melekatkan dua benda atau lebih menjadi satu; menduduki jabatan lain di samping jabatan tetap; melakukan lebih dari satu pekerjaan (9) |
| MERANGKET | Memukuli dengan rotan dan sebagainya (9) |
| MERANGKUL | Melingkarkan lengan pada pundak (tubuh, pinggang, dan sebagainya); memepetkan badan pada badan dan sebagainya orang lain sambil melingkarkan kedua lengan; mendekap; memeluk (9) |
| MERANGKUM | Membawa dalam pelukan; meliputi; melingkung(i); menyatukan (merangkai) pokok-pokok pembicaraan (uraian dan sebagainya) yang terpencar; meringkas (uraian dan sebagainya) dalam bentuk pokok-pokok saja; memeluk (kiasan) (9) |
| MERANGKUP | Membentuk lekuk atau rongga (seperti dua telapak tangan ketika menciduk air); merangkum; memeluk; menudungi; melingkup; menutup (9) |
| MERANGKUS | Mengambil habis (semua) (9) |
| MERANGKUT | Mengambil barang orang lain yang semula disangka milik sendiri (9) |
| MERANGSEK | Mendesak; menyerbu; menyerang (9) |
| MERANTANG | Mengantar makanan jelang lebaran menggunakan rantang kepada saudara yang lebih tua di masyarakat Betawi (9) |
| MERANTING | Menjadi seperti ranting; mencuat ke atas; (daunnya) gugur atau meranggas; memangkas (memotong) ranting tanaman (9) |
| MERAPIKAN | Menjadikan rapi; membereskan (9) |
| MERASAKAN | Membiarkan (menjadikan) merasa atau merasai; menikmati (9) |
| MERATAKAN | Menjadikan rata (datar, papar) (9) |
| MERAWIKAN | Meriwayatkan (hadis); menceritakan (9) |
| MERAYUKAN | Membuat sedih (9) |
| MERCUSUAR | Menara yang dibangun di pantai, pulau kecil di tengah laut, daerah berbatu karang, dan sebagainya, yang memancarkan sinar isyarat pada waktu malam hari untuk membantu navigasi; menara api; menara suar; mercu api; sesuatu yang dipakai untuk memperoleh nama dan untuk bergagah-gagah (kiasan) (9) |
| MERDANGGA | Alat musik pukul berupa gendang panjang, bentuknya di tengah lebih lebar daripada di ujungnya, dipukul dengan tangan (Musik) (9) |
| MEREDAKAN | Menjadikan atau menyebabkan reda; menenangkan (9) |
| MEREDUKSI | Membuat pengurangan, potongan (harga dan sebagainya) (9) |
| MEREDUSIR | Mengurangi (kesukaran, kesulitan); menyederhanakan sesuatu agar lebih mudah (9) |
| MERELAKAN | Memberikan dengan ikhlas hati; melepaskan (menyerahkan) dengan tulus hati (9) |
| MEREMBESI | Menjalari ke luar atau ke dalam (tentang barang cair); meresapi (9) |
| MEREMBUNG | Pohon, termasuk suku meranti Dipterocarpaceae, kayunya digunakan sebagai bahan konstruksi ringan, bahan pembungkus, kayu lapis, papan, perkakas rumah, dan bahan kertas (Shorea smithiana) (9) |
| MERENANGI | Berenang di (ke); menjalani; mengalami; melakukan (kiasan) (9) |
| MERENDAMI | Menjadikan (tanah, sawah, dan sebagainya) terendam; menggenangi (9) |
| MERENDANG | Memasak rendang; menggoreng tanpa minyak; menyangrai (9) |
| MERENGGUT | Menarik (menyentak, merebut, mencabut) dengan paksa; merengkuh (9) |
| MERENGKAH | Merekah; berbelah; membuka proteksi salinan (Komputer); menerobos tanpa izin sistem akses komputer untuk merusak atau melakukan kejahatan (Komputer) (9) |
| MERENGKEH | Membengkok punggungnya (karena beban terlalu berat dan sebagainya); membungkuk (9) |
| MERENGKET | Menggigil (gemetar) ketakutan (9) |
| MERENGKUH | Menarik (mendekatkan, meraih) arah ke dada (tubuh); menjadikan (menganggap) sebagai; membujuk (9) |
| MERENJENG | Mengangkat (9) |
| MERENTANG | Menjadikan terulur (terbeber) dan tegang (9) |
| MERENTENG | Memasang seuntai-seuntai (tidak satu-satu) (9) |
| MERENTENI | Memberi bunga uang (9) |
| MERENUNGI | Memandangi lama-lama; merenungkan (9) |
| MEREPLIKA | Membuat replika (9) |
| MERESPONS | Memberikan respons; menanggapi (9) |
| MERIAMAIR | Alat semprot yang mengeluarkan air bertekanan tinggi, digunakan untuk membubarkan massa atau keramaian (9) |
| MERIAPKAN | Menjadikan besar; mengembangkan (9) |
| MERIMPUNG | Mengikat kedua belah kaki (9) |
| MERINDING | Terasa bangun bulu kuduk karena takut dan sebagainya; ngeri; seram (9) |
| MERINGKAI | Menjadi kering (9) |
| MERINGKIK | Berbunyi (tentang kuda) (9) |
| MERINGKUK | Duduk (tidur dan sebagainya) membungkuk; meromok; mendekam (dalam penjara); terpenjara (9) |
| MERINGKUS | Mengikat kaki dan tangan (atau kaki binatang yang akan disembelih); menangkap; membekuk (pencuri) (9) |
| MERINTANG | Merintangi; melakukan sesuatu untuk menghilangkan susah (lelah dan sebagainya); membujuk atau menghibur supaya diam (tidak menangis) (9) |
| MERKUBANG | Pohon, tinggi hingga 30 m, berbatang tegak, kayunya agak berat berwarna putih kotor, dibuat papan dan barang-barang yang digunakan di dalam ruangan (Mezzettia) (9) |
| MERKURIUM | Unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 80, berlambang Hg dan bobot atom 200,59 u; air raksa (9) |
| MERKURIUS | Dewa dagang dan keuntungan bagi bangsa Romawi; planet pertama dari matahari, berjarak 36 juta mil; Utarid (9) |
| MEROMBONG | Merupakan rombongan; bergabung menjadi rombongan; bertumpuk-tumpuk banyak sekali (lebih dari penuh) (9) |
| MERONGKOK | Berjalan (duduk) membungkuk; meringkuk (9) |
| MERUAHKAN | Mencurahkan; menumpahkan; melimpahkan (9) |
| MERUGIKAN | Mendatangkan rugi kepada; menyebabkan rugi; sengaja menjual lebih rendah daripada harga pokok; mendatangkan sesuatu yang kurang baik (seperti kerusakan, kesusahan) kepada (9) |
| MERUNCING | Menjadi runcing; berbentuk runcing; mengasah supaya runcing; meraut; menjadi genting atau memuncak (tentang perselisihan, keadaan) (kiasan); menyempit dan membentuk sudut lebih dari 45° (9) |
| MERUNDING | Menghitung (9) |
| MERUNDUNG | Mengganggu; mengusik terus-menerus; menyusahkan; menimpa (tentang kecelakaan, bencana, kesusahan, dan sebagainya); menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu, seperti memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak disukai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam, atau merongrong (9) |
| MERUNGGAI | Pohon yang cepat tumbuh, tinggi hingga 8 m, akarnya membesar, kulit akar dan daun memiliki rasa atau sifat khusus, digunakan sebagai obat; kelor (Moringa oleifera) (9) |
| MERUNGGAS | Merenggut; menyentak (9) |
| MERUNGGUH | Bertinggung; berjongkok (9) |
| MERUNGGUT | Merenggut (9) |
| MERUNGKAU | Terurai dan bergantung menutupi muka (tentang rambut) (9) |
| MERUNGKUP | Menudungi; menutupi; melingkupi (hingga tidak kelihatan) (9) |
| MERUNJANG | Menusuk (merodok, mencocok) ke dalam lubang dan sebagainya; menjolok; meraba-raba; mencari-cari (ke sana kemari) (kiasan) (9) |
| MERUNJUNG | Makin ke atas makin lancip; mengerucut; hampir mengerucut (Biologi) (9) |
| MERUPAKAN | Memberi rupa; membentuk (menjadikan) supaya berupa; adalah; menjadi (9) |
| MESINASAP | Mesin yang digunakan untuk membuat kabut ketika adegan di malam hari dan mengaburkan adegan yang mengerikan bagi penonton (Kesenian) (9) |
| MESINCUCI | Mesin yang digunakan untuk mencuci pakaian (9) |
| MESINKIRA | Mesin hitung (9) |
| MESKALINA | Alkaloid menyerupai hablur yang menimbulkan halusinasi (C11H17NO3) (Kimia) (9) |
| MESOHALIN | Air yang memiliki salinitas antara 3‰–10‰ (9) |
| MESOLITIK | Mesolitikum (Geografi dan Geologi) (9) |
| MESOPAUSE | Puncak mesosfer yang tingginya antara 50–85 km (Meteorologi) (9) |
| MESTAKUNG | Semesta mendukung (akronim) (9) |
| METABOLIK | Bersifat atau berhubungan dengan metabolisme; metabolis (9) |
| METABOLIS | Bersifat atau berhubungan dengan metabolisme; metabolik (9) |
| METABOLIT | Setiap bentuk hasil metabolisme (Biologi) (9) |
| METABOLOM | Metabolit yang ditemukan dalam sel dan cairan tubuh pada kondisi makanan dan fisiologi khusus (Ilmu Gizi) (9) |
| METAFORIS | Bersifat atau berhubungan dengan metafora (9) |
| METAGENOM | Struktur dan fungsi urutan nukleotida (Biologi) (9) |
| METALOFON | Alat musik dengan sumber suara berupa rangkaian batang logam yang menghasilkan berbagai nada bila dipukul (Musik) (9) |
| METALURGI | Ilmu tentang pengerjaan logam secara kimiawi dan secara mekanis sehingga dari bijih kemudian diperoleh logam yang berguna (9) |
| METAMESTA | Ruang realitas virtual dalam lingkungan tiga dimensi yang dihasilkan melalui program komputer; padanan dari metaverse (9) |
| METANOGEN | Organisme yang menghasilkan metana (Biologi) (9) |
| METAPUSAT | Titik potong garis vertikal yang melalui pusat gaya apung baru, disebabkan sedikit perpindahan benda apung dari kedudukannya semula, dengan garis yang menghubungkan pusat gravitasi benda dengan pusat gaya apung pada keadaan seimbang yang mantap (Fisika) (9) |
| METATESIS | Perubahan dari suatu keadaan (wujud, bentuk, dan sebagainya) kepada keadaan (wujud, bentuk, dan sebagainya) yang lain (Kimia); perpindahan penyakit dari bagian tubuh yang satu ke bagian tubuh yang lain (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| METAVERSE | Ruang realitas virtual dalam lingkungan tiga dimensi yang dihasilkan melalui program komputer; metamesta (9) |
| METEOROID | Benda langit padat yang bergerak di ruang antarplanet, berukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada atom (Astronomi) (9) |
| METERARUS | Alat untuk menentukan kecepatan aliran cairan atau gas; alat untuk mengukur kekuatan arus listrik (9) |
| METFORMIN | Obat diabetes oral untuk mengendalikan kadar gula darah (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| METIFOBIA | Fobia terhadap alkohol (Psikologi) (9) |
| METIONINA | Asam amino esensial mengandung sulfur (C5H11NO2S) (Kimia) (9) |
| METODEEJA | Metode belajar membaca yang dimulai dengan melafalkan huruf konsonan menurut bunyi konsonan itu (9) |
| METONIMIA | Majas yang berupa pemakaian nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan orang, barang, atau hal sebagai penggantinya (Linguistik) (9) |
| METROLOGI | Ilmu tentang ukuran, timbangan, dan takaran (9) |
| METROMINI | Angkutan umum, biasanya di dalam kota berupa bus kecil (9) |
| MEZZANINO | Lantai tengah (di hotel, gedung) (ungkapan/Latin) (9) |
| MFARMKLIN | Magister farmasi klinik (singkatan) (9) |
| MIANKEMOR | Kota di Pakistan (9) |
| MIANSERIN | Obat untuk menghilangkan gejala depresi (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| MIASTENIK | Berkenaan dengan miastenia gravis (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MIELINASI | Mielinisasi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MIGELOSOR | Mi yang terbuat dari tepung singkong (tapioka) dicampur kunyit, berwarna kuning terang, bertekstur kenyal dan licin (9) |
| MIKOFOBIA | Fobia terhadap jamur (Psikologi) (9) |
| MIKROALGA | Organisasi fotosintesis mikroskopis yang berada pada dasar rantai makanan (Biologi) (9) |
| MIKROBIAL | Berkaitan dengan mikrob (Biologi) (9) |
| MIKROBIOM | Mikroorganisme yang berguna untuk melindungi tubuh manusia dari penyakit tertentu (Kesehatan) (9) |
| MIKROBLOG | Blog dengan panjang yang terbatas (9) |
| MIKROFILI | Daun kecil yang hanya memiliki satu urat, merupakan ciri tumbuhan sederhana, seperti kelompok lumut dan ekor kuda (Biologi) (9) |
| MIKROFILM | Film yang memuat rekaman foto bahan tertulis, tercetak, dan sebagainya dalam ukuran yang sangat kecil; irisan tipis film yang tersimpan pada rol dan digunakan untuk merekam data citra berurutan (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| MIKROFITA | Tanaman kecil yang mempunyai sifat khusus (9) |
| MIKROGRAF | Rekaman grafik dari gambar suatu objek yang dibentuk oleh mikroskop; alat untuk menghasilkan salinan, tulisan, cetakan, atau ukiran yang sangat kecil (9) |
| MIKROGRAM | Satuan massa dalam sistem metrik yang besarnya sepersejuta gram (9) |
| MIKROKODE | Kode tingkat sangat rendah yang mendefinisikan bagaimana prosesor beroperasi (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| MIKROKOPI | Salinan dokumen atau gambar yang ukurannya sangat kecil (Fotografi) (9) |
| MIKROPSIA | Keadaan objek mata yang terlihat lebih kecil daripada yang sebenarnya (9) |
| MIKROSKOP | Alat untuk melihat benda yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (seperti kuman-kuman); kaca pembesar (9) |
| MIKROWATT | Satuan tenaga listrik yang besarnya sama dengan sepersejuta watt (9) |
| MILIARDER | Orang kaya raya yang hartanya bermiliar-miliar; miliarwan (9) |
| MILIARWAN | Orang kaya raya yang hartanya bermiliar-miliar; miliarder (9) |
| MILILITER | Satuan ukuran isi sama dengan 0,001 l (disingkat ml) (9) |
| MILIMETER | Satuan ukuran panjang sama dengan 0,001 m (disingkat mm) (9) |
| MILITANSI | Ketangguhan dalam berjuang (menghadapi, kesulitan, berperang, dan sebagainya) (9) |
| MILLCREEK | Kota di Amerika Serikat (9) |
| MILUSIRAM | Jagung yang disiram; makanan berkuah khas Gorontalo seperti sup jagung yang dicampur ikan atau udang, rasanya manis, asin, dan pedas; binte biluhuta (ungkapan/Gorontalo) (9) |
| MILWAUKEE | Kota terbesar negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat (9) |
| MIMEOGRAF | Mesin stensil (9) |
| MINGGUANG | Kota di Cina (9) |
| MINIMALIS | Berkenaan dengan penggunaan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik (9) |
| MINISTROK | Sakit (strok) yang disebabkan oleh penyumbatan darah ke arteri dalam waktu pendek, serangan hanya berlangsung beberapa menit dan dampaknya hanya 24 jam dan tidak menyebabkan kerusakan yang berkelanjutan (9) |
| MINNESOTA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Saint Paul (9) |
| MINORITAS | Golongan sosial yang jumlah warganya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan golongan lain dalam suatu masyarakat (9) |
| MINTAAMAN | Mohon supaya tidak dibunuh (9) |
| MINTADIRI | Mohon agar diizinkan pergi (pulang dan sebagainya) (9) |
| MINTAIZIN | Mengharapkan perkenan untuk melakukan (berbuat) sesuatu (9) |
| MINTAMAAF | Mengharap agar diberi maaf (dimaafkan) (9) |
| MINTASARA | Minta pertimbangan bagaimana sebaiknya dan sebagainya; bersara (9) |
| MINUMRUAH | Konsumsi minuman keras melebihi ambang batas yang disarankan (Psikologi) (9) |
| MINUSINSK | Kota di Rusia (9) |
| MINYAKCAT | Minyak untuk mencairkan cat (9) |
| MINYAKCOR | Minyak yang mempunyai sifat khusus yang cocok untuk digunakan sebagai perekat pasir dalam pembuatan inti cetakan cor (9) |
| MINYAKPOO | Minyak yang dibuat dari daun poo (Mentha arvensis) yang keras (pedas) rasa dan baunya; minyak permen (9) |
| MINYAKTER | Benda hitam mudah dilebur, diperoleh dari penyulingan ter pinus, digunakan dalam pembuatan permukaan atau sambungan kalis air (Kimia) (9) |
| MIOFIBRIL | Filamen silinder kecil yang membentuk serat otot atau sel (9) |
| MIOGLOBIN | Bentuk butir darah merah (hemoglobin) yang terdapat dalam serat otot (Biologi) (9) |
| MIOKARDIA | Lapisan tengah dan paling tebal dari jantung, yang terdiri atas otot-otot jantung (Anatomi) (9) |
| MIPANGSIT | Mi yang dimasak, berkaldu, dan dihidangkan dengan pangsit (Tata Boga) (9) |
| MIRAGOANE | Kota di Haiti (9) |
| MIRAITOWA | Maskot Olimpiade Tokyo 2020 (9) |
| MIRATATAS | Mirat yang terjadi di atas padang salju, permukaan laut yang dingin, dan sebagainya, gambar bayangan berada tepat di atas letak benda yang sebenarnya (9) |
| MISAKUDUS | Upacara persembahan kurban; misa suci (9) |
| MISALKATA | Andai kata; seandainya (9) |
| MISANDRIS | Orang yang membenci pria (9) |
| MISANTROP | Orang yang benci kepada orang lain; orang yang curiga pada sesama (9) |
| MISIOLOGI | Pengetahuan mengenai penyebaran agama (9) |
| MISOFILIA | Ketertarikan pada tinja (Psikologi) (9) |
| MISOFOBIA | Fobia terhadap tinja atau sesuatu yang kotor (Psikologi) (9) |
| MISOGINIS | Orang yang membenci wanita (9) |
| MISTERIUS | Penuh rahasia; sulit diketahui atau dijelaskan (karena tidak jelas tanda-tandanya dan sebagainya) (9) |
| MITOFOBIA | Fobia terhadap mitos (Psikologi) (9) |
| MITOGENIK | Bersifat merangsang pembelahan sel (9) |
| MITOGRAFI | Studi deskriptif tentang dongeng-dongeng (9) |
| MITOLOGIS | Sesuai dengan atau bersifat mitologi (9) |
| MITOMANIA | Kecenderungan untuk berbohong dan melebih-lebihkan (Psikologi) (9) |
| MITRALIUR | Senapan mesin (9) |
| MITRAMAIN | Lawan bertanding dalam berlatih olahraga (tinju dan sebagainya); mitra tanding (9) |
| MITROVICE | Kota di Kosovo (9) |
| MOBILBAJA | Mobil yang berlapis baja; panser (9) |
| MOBILBOKS | Mobil truk angkutan barang dengan bak tertutup (9) |
| MOBILFILM | Mobil yang mengangkut segala peralatan pemutaran film di luar gedung (9) |
| MOBILITAS | Kesiapsiagaan untuk bergerak; gerakan berpindah-pindah; gerak perubahan yang terjadi di antara warga masyarakat, baik secara fisik maupun secara sosial (Antropologi) (9) |
| MOBILKOTA | Mobil yang dirancang untuk keperluan transportasi dalam kota (9) |
| MOBILRELI | Mobil dengan dua tempat duduk untuk balap jarak panjang di jalan, terbagi dalam beberapa tahap dan dalam catatan waktu tertentu (9) |
| MOBILTOKO | Mobil yang dimodifikasi menjadi toko sehingga dapat digunakan sebagai tempat menjual barang (makanan, majalah, koran, dan sebagainya), biasanya berkeliling di kawasan permukiman atau berhenti di suatu lokasi (9) |
| MOBILUMUM | Mobil untuk keperluan pengangkutan umum (seperti bus, taksi) (9) |
| MOBOKRASI | Pemerintahan yang dikuasai oleh rakyat jelata yang tidak tahu seluk-beluk pemerintahan; pemerintahan yang dipimpin atau dipegang rakyat bodoh(9) |
| MOCITSUKI | Upacara menyambut tahun baru dengan membuat penganan moci bersama-sama (Jepang) (9) |
| MODADARAT | Jenis angkutan darat (9) |
| MODALHAWA | Modal berupa perkataan (kiasan) (9) |
| MODALITAS | Klasifikasi pernyataan menurut hal menyungguhkan atau mengingkari kemungkinan atau keharusan (Linguistik); cara pembicara menyatakan sikap terhadap suatu situasi dalam suatu komunikasi antarpribadi (Linguistik); makna kemungkinan, keharusan, kenyataan, dan sebagainya yang dinyatakan dalam kalimat (Linguistik) (9) |
| MODALUANG | Modal berbentuk uang untuk membedakannya dari modal berbentuk tanah, mesin, atau gedung (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| MODAUDARA | Jenis angkutan udara (9) |
| MODEMFAKS | Modem yang berfungsi sebagai pengirim dan penerima faks serta modem untuk koneksi ke komputer lain (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| MODERAMEN | Pemimpin tertinggi (9) |
| MODERATOR | Orang yang bertindak sebagai penengah (hakim, wasit, dan sebagainya); pemimpin sidang (rapat, diskusi) yang menjadi pengarah pada acara pembicaraan atau pendiskusian masalah; alat pada mesin yang mengatur atau mengontrol aliran bahan bakar atau sumber tenaga (Teknik) (9) |
| MODULATOR | Alat untuk mengubah-ubah amplitudo, frekuensi, fase isyarat atau fase gelombang pembawa dalam telefoni, telegrafi, radio, atau televisi; alat untuk menyesuaikan atau membetulkan kunci nada, nada, dan sebagainya (9) |
| MOGADISHU | Ibu kota Somalia (9) |
| MOGIGUACU | Kota di Brasil (9) |
| MOGIMIRIM | Kota di Brasil (9) |
| MOJOKERTO | Kota (madya) di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Onde-onde; kabupaten di Provinsi Jawa Timur (9) |
| MOKSIBASI | Pengobatan dengan menggunakan moksu (9) |
| MOLALITAS | Konsentrasi larutan yang dinyatakan dalam banyaknya mol zat terlarut per kilogram pelarut; kemolalan (Kimia) (9) |
| MOLARITAS | Konsentrasi larutan yang dinyatakan dalam banyaknya mol zat terlarut per desimeter kubik larutan; kemolaran (Kimia) (9) |
| MOLEKULER | Bersangkutan dengan molekul; penghubung berbagai aktivitas pada bagian tubuh tertentu, misalnya gerakan kepala, tangan, dan kaki saat berenang; lawannya molar (Psikologi) (9) |
| MOLUNGUDU | Proses mandi uap dengan ramuan tradisional sebelum upacara adat pembaiatan dan perkawinan (Gorontalo) (9) |
| MOMENGAYA | Kecenderungan berputar suatu pengungkit yang besarnya sama dengan hasil kali gaya dengan jarak tegak lurus dari titik tumpu terhadap gaya (9) |
| MONCORONG | Kembang terung (Sunda) (9) |
| MONDOKAKI | Perdu yang tingginya mencapai 5 m, batang berkayu bergetah putih susu, daun elips, bunga petal 5 berwarna putih dengan tepi bergelombang, buah berbentuk kapsul, sering digunakan dalam berbagai pengobatan (Tabernaemontana divaricata) (9) |
| MONGKRONG | Kain yang dikenakan menutup punggung penari, sebagai penghias atau sebagai sayap (Sunda) (9) |
| MONGOLOID | Berhubungan dengan karakteristik yang dimiliki oleh orang-orang ras Mongol; penyakit bawaan dengan gejala kepala kecil, mata sipit miring ke atas samping, lidah tebal, dan retardasi mental; mongolisme; sindrom Down; facies mongoloides (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MONGONDOW | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Bolaang Mongondow di Provinsi Sulawesi Utara (9) |
| MONODRAMA | Drama yang dimainkan atau dirancang untuk dimainkan oleh seorang aktor atau aktris (Sastra); pertunjukan teatrikal pendek dengan hanya satu pemain yang berbicara (Sastra) (9) |
| MONOFOBIA | Rasa takut yang berlebihan jika dalam keadaan sendirian (9) |
| MONOFONIR | Sistem transmisi bunyi yang pada titik tertentu hanya terdapat sinyal tunggal (9) |
| MONOGRAFI | Tulisan (karangan, uraian) mengenai satu bagian dari suatu ilmu atau mengenai suatu masalah tertentu (9) |
| MONOKARPA | Sifat tumbuhan yang setelah berbunga dan berbuah lalu mati (9) |
| MONOKOTIL | Monokotiledon (Biologi) (9) |
| MONOKRASI | Pemerintahan yang dijalankan oleh seorang penguasa (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| MONOKSIDA | Senyawa yang mengandung atom oksigen tunggal, seperti karbon monoksida (Kimia) (9) |
| MONOLITIK | Mempunyai sifat atau menyerupai monolit (9) |
| MONOMANIA | Kegilaan terhadap gagasan tertentu (9) |
| MONOPLOID | Hanya mempunyai satu kromosom pada setiap jenis (Biologi) (9) |
| MONOPSONI | Keadaan pasar yang secara tidak seimbang dipengaruhi oleh seorang pembeli; oligopsoni yang terbatas pada seorang pembeli (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| MONOTROPI | Tentang zat yang hanya terdapat dalam satu bentuk kristal (Kimia) (9) |
| MONSINYUR | Gelar dan sebutan untuk semua wali gereja dalam agama Kristen Katolik, umumnya bagi anggota rumah tangga kepausan yang dahulu merupakan gelar jabatan, tetapi sekarang sebagai gelar kehormatan (Agama Katolik) (9) |
| MONSTRANS | Perlengkapan adorasi berupa wadah untuk menunjukkan hosti sebagai bentuk penghormatan terhadap sakramen mahakudus (Agama Katolik) (9) |
| MONTAUBAN | Kota di Prancis (9) |
| MONTEPUEZ | Kota di Mozambik (9) |
| MONTERREY | Kota di Meksiko (9) |
| MONTREUIL | Kota di Prancis (9) |
| MORADABAD | Kota di India (9) |
| MORALISME | Filsafat yang menitikberatkan pada moral dan menganggap nilai kesusilaan sebagai nilai yang paling luhur sehingga kewajiban manusia terutama adalah menyelenggarakan nilai kesusilaan itu, sedangkan ilmu pengetahuan dan sebagainya menjadi tidak penting (9) |
| MORALITAS | Sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau adat sopan santun (Sastra) (9) |
| MORATALAZ | Kota di Spanyol (9) |
| MORECAMBE | Kota di Inggris (9) |
| MORFOLOGI | Cabang linguistik tentang morfem dan kombinasinya; ilmu bentuk kata (Linguistik); ilmu pengetahuan tentang bentuk luar dan susunan makhluk hidup (Biologi); struktur luar dari batu-batuan dalam hubungan dengan perkembangan ciri topografis (Geografi dan Geologi) (9) |
| MORIBAWAH | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar aliran Sungai La'a bagian hilir, Sungai Wotu, dan Moiki (9) |
| MORIGUCHI | Kota di Jepang (9) |
| MOSCOVIUM | Unsur kimia logam yang diambil dari sebuah kota di Rusia, Moskow, dengan nomor atom 115, berlambang Mc, dan bobot atom 288 u (9) |
| MOSSELBAY | Kota di Afrika Selatan (9) |
| MOTEFOBIA | Fobia terhadap ngengat (Psikologi) (9) |
| MOTHIHARI | Kota di India (9) |
| MOTIVATOR | Orang (perangsang) yang menyebabkan timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan sesuatu; pendorong; penggerak; petugas yang ditunjuk untuk memberikan penerangan dan motivasi kepada calon akseptor keluarga berencana (9) |
| MOTORGEDE | Motor berkapasitas 600 cc atau lebih; moge (9) |
| MOTTHAVEN | Kota di Amerika Serikat (9) |
| MUAIRUANG | Pertambahan isi (volume) benda akibat pemanasan (9) |
| MUARAAMAN | Ibu kota Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu (9) |
| MUARAENIM | Kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan; ibu kota Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan (9) |
| MUARATEBO | Ibu kota Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi (9) |
| MUBAHALAH | Doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memohon jatuhnya laknat Allah Swt. atas siapa yang berbohong (Agama Islam) (9) |
| MUBALIGAH | Orang (perempuan) yang menyiarkan ajaran agama Islam; juru dakwah (perempuan) (9) |
| MUDABELIA | Muda sekali (9) |
| MUDARABAH | Sistem kerja sama pembiayaan usaha produksi yang hasilnya akan dibagi sesuai dengan perjanjian (Ekonomi dan Keuangan/Arab) (9) |
| MUHADARAH | Pencurahan pikiran dan perasaan agar selalu ingat kepada Allah (Agama Islam); kuliah (9) |
| MUHAJIRIN | Para pengikut Nabi Muhammad saw. yang ikut hijrah dari Makkah ke Madinah (Agama Islam); orang-orang yang pindah; para pengungsi (9) |
| MUHASABAH | Introspeksi (Arab) (9) |
| MUHTASYAM | Malu; sopan; yang punya rasa malu (Arab) (9) |
| MUJADALAH | Diskusi; perdebatan (Arab) (9) |
| MUJAHADAT | Perang membela agama Islam (Arab); usaha menahan hawa nafsu (Arab) (9) |
| MUJAHIDIN | Para mujahid (9) |
| MUKABADAK | Tidak mempunyai rasa malu (kiasan) (9) |
| MUKABALAH | Perihal mempertentangkan atau memperbandingkan (9) |
| MUKACHEVE | Kota di Ukraina (9) |
| MUKADATAR | Muka tanpa ekspresi; muka yang tidak menunjukkan emosi apa pun (kiasan) (9) |
| MUKADIMAH | Kata pendahuluan; kata pengantar (9) |
| MUKAKECUT | Wajah yang tidak menarik; wajah yang cemberut, merengut, dan sebagainya (karena merasa tidak senang dan sebagainya); muka masam (9) |
| MUKAMANIS | Wajah yang menarik hati; wajah yang riang gembira (dengan senyum dan sebagainya) (9) |
| MUKAMASAM | Wajah yang tidak menarik; wajah yang cemberut, merengut, dan sebagainya (karena merasa tidak senang dan sebagainya); muka kecut (9) |
| MUKAPAPAN | Tidak tahu malu (kiasan) (9) |
| MUKASABAK | Muka seakan-akan mau menangis, tetapi belum mencucurkan air mata (9) |
| MUKATABAH | Perjanjian; kontrak; perjanjian kemerdekaan budak (9) |
| MUKATEBAL | Tidak mempunyai malu (kiasan) (9) |
| MUKHTASAR | Ringkasan; ikhtisar; yang dipersingkat (9) |
| MUKOLITIK | Obat untuk meluruhkan dahak (9) |
| MUKOSITIS | Peradangan pada lapisan jaringan yang membatasi rongga saluran pencernaan dan saluran pernapasan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MULAMASAH | Penjualan kain tanpa dilihat, tetapi diraba-raba saja sehingga terjadi keharusan jual beli (9) |
| MULAZAMAH | Zikir secara terus-menerus dalam menuju ke hadirat Allah Swt. (Agama Islam); orang yang mensyukuri keesaan Allah Swt. (9) |
| MULTIGUNA | Banyak gunanya (9) |
| MULTIPARA | Pernah melahirkan bayi lebih dari satu kali (tentang wanita) (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| MULTIPLET | Garis spektrum yang jika diamati dengan lebih saksama, terdiri atas dua garis atau lebih (Kimia) (9) |
| MULUTDAUN | Lubang (pori) kecil-kecil pada daun (9) |
| MULUTUSIL | Suka membicarakan urusan orang lain; mulut bawel (9) |
| MUNAFIKIN | Orang-orang munafik (9) |
| MUNAKAHAT | Hal-hal yang berkaitan dengan urusan pernikahan (Arab) (9) |
| MUNASABAH | Cocok; sesuai; tepat benar (Arab); kesesuaian; kesamaan (Arab) (9) |
| MUNGGAHAN | Tradisi berkumpul dan makan bersama dengan keluarga atau teman untuk menyambut bulan Ramadan (Sunda) (9) |
| MUNGKIREN | Rindu sehingga jatuh sakit (Gayo) (9) |
| MUNGYEONG | Kota di Korea Selatan (9) |
| MUNJUNGAN | Adat mengunjungi orang tua dan keluarga beberapa hari setelah hari pernikahan (Sunda) (9) |
| MURABAHAH | Pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara bank dan nasabah (Ekonomi dan Keuangan/Arab) (9) |
| MURAHHATI | Suka (mudah) memberi; tidak pelit; penyayang dan pengasih; suka menolong; baik hati (9) |
| MURATPASA | Kota di Turki (9) |
| MURMURASI | Perilaku kawanan burung yang bergerombol dan terbang secara serentak sehingga membentuk formasi besar yang berubah-ubah; merupakan bentuk pertahanan dari predasi (9) |
| MUROFOBIA | Fobia terhadap tikus; musofobia; surifobia (Psikologi) (9) |
| MUSABAQAH | Perlombaan (Agama Islam) (9) |
| MUSAFIRIN | Para musafir; sekelompok orang yang bepergian (Arab) (9) |
| MUSANGAIR | Musang yang bentuknya mirip berang-berang, termasuk satwa yang dilindungi (Cynogale bennetti) (9) |
| MUSASHINO | Kota di Jepang (9) |
| MUSEOLOGI | Ilmu tentang pengelolaan museum (9) |
| MUSIKOLOG | Ahli musik (9) |
| MUSIMHAJI | Waktu atau ketika para jemaah menunaikan ibadah haji (pada bulan Zulhijah) (9) |
| MUSIMLEFA | Waktu tertentu yang berkaitan dengan saat nelayan (pelaut) bekerja di laut (9) |
| MUSIMSEMI | Musim sesudah musim dingin atau sebelum musim panas, terdapat di daerah yang mempunyai empat musim (9) |
| MUSIMSEPI | Suatu waktu dalam setahun ketika jumlah pengunjung berada di posisi terendah dan harga-harga berada dalam tingkat terendah (9) |
| MUSIRAWAS | Kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan (9) |
| MUSOFOBIA | Fobia terhadap tikus; surifobia; murofobia (Psikologi) (9) |
| MUSTAGFIR | Orang yang selalu beristigfar atau meminta ampun (Agama Islam) (9) |
| MUSYRIKIN | Orang-orang yang menyekutukan (menyerikatkan) Allah Swt.; para pemuja berhala (9) |
| MUTAGENIH | Zat yang dapat menimbulkan terjadinya mutasi gen di dalam tubuh (9) |
| MUTAHALIF | Orang yang suka mencampuri urusan orang lain (9) |
| MUTAKADIM | Terdahulu; terlebih dahulu (9) |
| MUTAKALIM | Pembicara (Agama Islam); ahli ilmu kalam (teologi) (Agama Islam) (9) |
| MUTANAJIS | Bercampur dengan najis (Agama Islam) (9) |
| MUTASAWIF | Orang yang bertasawuf (9) |
| MUTASIGEN | Perubahan kimiawi dan fisis suatu gen yang menghasilkan perubahan nyata dari sifat semula (Zoologi) (9) |
| MUTATISME | Golongan yang memisahkan diri dari ahli sunah dan khawarij; golongan yang mengutamakan logika di dalam membahas ilmu, hukum, dan ijtihad Islam (9) |
| MUTAWATIR | Sifat hadis yang memiliki banyak sanad, yang diriwayatkan oleh banyak rawi pada tingkat sanadnya sehingga rawi itu mustahil bersepakat untuk berdusta atau memalsukan hadis (9) |
| MUWAFAKAT | Kesepakatan; kesesuaian (9) |
| MUWAJAHAH | Temu muka; tatap muka (9) |
| MUZAKARAH | Pertukaran pikiran tentang suatu masalah; pengulangan pelajaran secara bersama-sama (9) |
| MWENEDITU | Kota di Republik Kongo (9) |
| MYITKYINA | Kota di Myanmar (9) |
| MYKOLAYIV | Kota di Ukraina (9) |
| MYSLOWICE | Kota di Polandia (9) |
| MYTISHCHI | Kota di Rusia (9) |
| NADADASAR | Nada pertama dalam suatu tangga nada (9) |
| NADAMINOR | Suara sumbang (kiasan) (9) |
| NADISILVI | Nadi arteri (9) |
| NAFARAWAL | Keberangkatan jemaah haji dari Mina ke Makkah pada tanggal 12 Zulhijah (Agama Islam) (9) |
| NAFARSANI | Keberangkatan jemaah haji dari Mina ke Makkah pada tanggal 13 Zulhijah (Agama Islam) (9) |
| NAFTALENA | Hidrokarbon diperoleh dari ter batu bara, berupa zat padat kristal putih dengan bau menusuk, digunakan dalam pembuatan zat celup organik; obat pemusnah ngengat (C10H8) (Kimia) (9) |
| NAGAKECIL | Negara industri baru yang dianggap bernegeri leluhur Daratan Cina, yakni Singapura, Hongkong, Korea Selatan, dan Taiwan (9) |
| NAGANRAYA | Kota (madya) di Provinsi Aceh (9) |
| NAGATAHUN | Naga penunggu mata angin yang setiap tahun berpindah tempat (9) |
| NAGERCOIL | Kota di India (9) |
| NAHARIYYA | Kota di Israel (9) |
| NAHIALLAH | Larangan Allah Swt. (9) |
| NAHUSARAF | Gramatika (9) |
| NAIBKETUA | Wakil ketua (9) |
| NAIKBESAR | Mulai menjadi besar (tentang anak-anak) (9) |
| NAIKCETAK | Mulai (akan) dicetak (9) |
| NAIKDARAH | Menjadi marah (9) |
| NAIKGERAM | Bangkit marah; timbul marah (9) |
| NAIKKELAS | Berganti kelas dari kelas yang lebih rendah ke kelas yang lebih tinggi (sesuai dengan urutan angka) setelah memenuhi persyaratan nilai yang ditentukan (9) |
| NAIKMARAK | Mulai bercahaya; sedang memuncak keelokannya (kecantikannya); mulai mendapat nama baik (masyhur) (9) |
| NAIKMEREK | Bertambah tinggi kehormatan; bertambah tinggi martabat (9) |
| NAIKMESIN | Mulai (akan) dicetak (dalam persuratkabaran); mulai dipasang (mesin) (9) |
| NAIKNOBAT | Menjadi pengantin; kawin; dinobatkan menjadi raja (9) |
| NAIKPALAK | Menjadi marah; kesal; merasa tidak senang (9) |
| NAIKPITAM | Menjadi marah sekali (panas hati); menjadi pusing; menjadi pening (9) |
| NAIKSAKSI | Menjadi saksi dalam suatu perkara atau peristiwa (9) |
| NAIKSETUM | Menjadi marah (panas hati); cepat naik darah; menjadi marah sekali (9) |
| NAIKTIDUR | Pergi (berjalan) untuk tidur; menuju ke suatu tempat untuk tidur (9) |
| NAJAFABAD | Kota di Iran (9) |
| NAJIBABAD | Kota di India (9) |
| NAMACUMBU | Panggilan kesayangan (9) |
| NAMAINDUK | Bagian nama yang memberikan nama khas, misalnya etana merupakan nama induk etanol (Kimia) (9) |
| NAMAJENIS | Nama yang menunjukkan jenis umum benda atau konsep (9) |
| NAMAKAPAL | Nama setiap kapal niaga yang terdaftar, terpajang pada kedua sisi (9) |
| NAMAKECIL | Nama ketika masih kecil; nama depan (menurut cara Barat) (9) |
| NAMALATIN | Nama ilmiah (Biologi) (9) |
| NAMASKARA | Sikap tangan yang dipersatukan di depan dada, menggambarkan orang sedang memberi hormat (Arkeologi) (9) |
| NAMATUBUH | Nama daging (9) |
| NAMYANGJU | Kota di Korea Selatan (9) |
| NANASHIAS | Tanaman hias yang berhelai daun panjang meruncing, lurus atau bergelombang dengan warna daun belang-belang kuning dan hijau muda atau berwarna daun merah berbelang putih (Cryptanthus bivittatus) (9) |
| NANASTALI | Nanas belanda (9) |
| NANDURBAR | Kota di India (9) |
| NANGGANAN | Jabatan di bawah mangkubumi (Sunda) (9) |
| NANGKRING | Berjongkok; berada di atas (di tempat yang tinggi) (9) |
| NANJANGUD | Kota di India (9) |
| NANOFARAD | Satu per satu miliar (10-9) (Elektronika) (9) |
| NANOFILIA | Ketertarikan pada orang yang pendek (Psikologi) (9) |
| NANOFOSIL | Fosil renik kelautan yang pemeriksaannya memerlukan mikroskop elektron (9) |
| NANOMETER | Satu per satu miliar meter (10-9 m), dilambangkan dengan nm (9) |
| NAPINADAR | Ayam muda yang dimasak dengan cara membakar dan mencampur dengan darahnya dan dibubuhi cabai, garam air, jeruk nipis, dan sebagainya (Batak) (9) |
| NARAPRAJA | Pegawai (pembesar kerajaan) (9) |
| NARASAPUR | Kota di India (9) |
| NARKOTIKA | Obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk, atau merangsang (seperti opium, ganja) (9) |
| NARSINGDI | Kota di Bangladesh (9) |
| NARSISTIK | Kepedulian yang berlebihan pada diri sendiri yang ditandai dengan adanya sikap arogan, percaya diri, dan egois (Psikologi) (9) |
| NASHVILLE | Ibu kota negara bagian Tennessee, Amerika Serikat (9) |
| NASIAKING | Nasi sisa yang dibersihkan, dijemur kemudian dimasak kembali (9) |
| NASIBAKAR | Nasi yang diberi bumbu, diberi berbagai isian, dibungkus daun pisang seperti lontong, kemudian dibakar (9) |
| NASIBBAIK | Keberuntungan (9) |
| NASIDETUS | Nasi setengah masak (kalau dikunyah berbunyi “tus, tus”) (9) |
| NASIGURIH | Nasi yang dimasak dengan santan dan bumbu (9) |
| NASIKEPAL | Nasi yang dikepal, biasanya berisi daging ayam, ikan, dan sebagainya (9) |
| NASIKERAK | Nasi yang berasal dari kerak (9) |
| NASILIWET | Nasi yang ditanak saja (tanpa dikukus); nasi yang dimasak (direbus) dengan santan (9) |
| NASIPULUT | Nasi ketan (9) |
| NASIPUNAR | Nasi kuning (9) |
| NASIPUTIH | Nasi tanpa lauk-pauk (9) |
| NASIRABAD | Kota di India (9) |
| NASIRAMES | Nasi dengan berbagai lauk-pauk (9) |
| NASIRAWON | Nasi dengan lauk kuah dan daging rawon (9) |
| NASIRIYAH | Kota di Irak (9) |
| NASISAMIN | Nasi yang dimasak dengan minyak samin (9) |
| NASISUBUT | Nasi khas Kalimantan Utara yang terbuat dari campuran beras, jagung, dan ubi jalar ungu (9) |
| NATALITAS | Laju kelahiran yang memperlihatkan jumlah keturunan yang dihasilkan oleh setiap betina dalam suatu populasi per satuan waktu tertentu (Biologi) (9) |
| NATIVISME | Sikap atau paham suatu negara atau masyarakat terhadap kebudayaan sendiri berupa gerakan yang menolak pengaruh, gagasan, atau kaum pendatang; asas yang menekankan pengaruh warisan genetik sebagai kemampuan untuk mengamati ruang dan waktu tanpa pengalaman sebelumnya (Psikologi) (9) |
| NATOLOKAL | Adat menetap pada pasangan pengantin baru yang tinggal terpisah, suami dan istri masing-masing tinggal di tempat kerabatnya sendiri (Antropologi) (9) |
| NATURALIS | Orang yang mengadakan penyelidikan khusus mengenai binatang dan tumbuhan; bersifat natural (alami); bercorak alam nyata (dalam seni); orang yang menganut paham naturalisme (9) |
| NAVIGATOR | Orang yang melakukan navigasi; orang (awak kapal atau awak pesawat) yang bertugas mengamati cuaca untuk mengatur haluan kapal atau arah pesawat dan sebagainya (9) |
| NAWABGANJ | Kota di Bangladesh dan India (9) |
| NAWABSHAH | Kota di Pakistan (9) |
| NAWALGARH | Kota di India (9) |
| NAYPYIDAW | Ibu kota Myanmar (9) |
| NAYPYITAW | Ibu kota negara Myanmar (9) |
| NAZARABAD | Kota di Iran (9) |
| NDOROISME | Kepatuhan; ketaatan; bersikap tunduk (9) |
| NEASMYRNI | Kota di Yunani (9) |
| NEBULIZER | Perangkat atau mesin yang digunakan untuk mengubah cairan menjadi uap, biasa digunakan dalam pengobatan; pengabut (9) |
| NEBULOSUS | Awan yang menyerupai cadar atau lapis yang perinciannya tidak jelas (Hidrometeorologi) (9) |
| NEFOFOBIA | Fobia terhadap awan (Psikologi) (9) |
| NEFRIDIUM | Saluran ginjal, lazim terdapat pada dunia hewan, berfungsi sebagai anggota tubuh guna pembuangan zat yang mengandung zat lemas (9) |
| NEFROLOGI | Ilmu tentang seluk-beluk ginjal (9) |
| NEGAPATAM | Kota di India (9) |
| NEGARAWAN | Orang yang ahli dalam kenegaraan (pemerintahan); pemimpin politik yang secara taat asas menyusun kebijakan negara dengan suatu pandangan ke depan atau mengelola masalah negara dengan kebijaksanaan dan kewibawaan (9) |
| NEGOSIASI | Proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain; penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak yang bersengketa (9) |
| NEKROFILI | Kelainan jiwa dalam bentuk tertarik pada mayat, biasanya secara seksual (Psikologi) (9) |
| NEKROLOGI | Daftar atau catatan mengenai orang yang meninggal dalam suatu waktu (periode) tertentu; catatan riwayat hidup orang yang baru saja meninggal (9) |
| NELOFOBIA | Fobia terhadap gelas atau kaca (Psikologi) (9) |
| NELSPRUIT | Kota di Afrika Selatan (9) |
| NEMATOSIS | Kapsul jelatang atau kapsul penyengat yang berbentuk oval atau bundar dan mengandung tabung yang berkelok-kelok atau benang yang dapat dijulurkan, berfungsi sebagai pelindung, pengambil makanan, atau pelekat (9) |
| NEMOFILIA | Ketertarikan pada hutan atau pepohonan (Psikologi) (9) |
| NENEKANDA | Nenek (dipakai dalam surat-menyurat dan sebagainya)); nenenda; nenda (9) |
| NEODIMIUM | Logam tanah langka yang ditemukan Auer von Welsbach pada tahun 1885; unsur kimia lantanida dengan nomor atom 60, berlambang Nd, dan bobot atom 144,24 u (9) |
| NEOKLASIK | Berhubungan dengan (mengenai) penghidupan kembali atau penyesuaian dengan yang baru hal-hal yang klasik (terutama dalam kesusastraan, musik, kesenian, dan arsitektur); aliran dalam ekonomi yang mencari penjelasan tentang nilai dalam manfaat, khusus nilai batas benda terhadap subjek yang menilainya (9) |
| NEOPLASMA | Pertumbuhan jaringan baru yang tidak normal pada tubuh; tumor (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| NEOZOIKUM | Kala termuda dalam sejarah perkembangan bumi beserta segala hal yang hidup di bumi kira-kira mulai 70 juta tahun yang lalu sampai sekarang (Geografi dan Geologi) (9) |
| NEPALGUNJ | Kota di Nepal (9) |
| NEPOTISME | Perilaku yang memperlihatkan kesukaan yang berlebihan kepada kerabat dekat; kecenderungan untuk mengutamakan (menguntungkan) sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah; tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang pemerintahan (9) |
| NEPTUNIUM | Unsur kimia aktinida dengan nomor atom 93, berlambang Np, dan bobot atom 237 u (9) |
| NERACAAIR | Neraca yang menyatakan keseimbangan antara jumlah air dari sumbernya dan di daerah tempat air berada (Meteorologi); sistem keseimbangan antara air yang masuk dan air yang keluar, misalnya dalam kolam pemeliharaan ikan (9) |
| NERACAGEN | Jumlah pengaruh kombinasi semua gen yang berintegrasi untuk menghasilkan tabiat fenotipe tertentu (Biologi) (9) |
| NERAZZURI | Julukan klub sepak bola Inter Milan, juara terbanyak ke-2 liga Serie A Italia yang dilatih dua kali oleh Roberto Mancini (9) |
| NERYUNGRI | Kota di Rusia (9) |
| NETRAKONA | Kota di Bangladesh (9) |
| NETROSFER | Daerah atmosfer yang terletak di antara permukaan bumi dan ionosfer dan yang konsentrasi elektron di dalamnya sangat kecil (Meteorologi) (9) |
| NEUBRUECK | Kota di Jerman (9) |
| NEUKOELLN | Kota di Jerman (9) |
| NEURALGIA | Nyeri yang timbul sewaktu-waktu di daerah saraf perasa; nyeri urat saraf (Kedokteran dan Fisiologi); gangguan saraf yang menyebabkan rasa nyeri terpusat dan terus muncul dalam rentang waktu tertentu (Psikologi) (9) |
| NEUROGLIA | Sel-sel penunjang yang terdapat pada susunan saraf pusat (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| NEUROLOGI | Ilmu tentang urat saraf, terutama tentang penyakit urat saraf (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| NEUROPATI | Kondisi-kondisi yang terkait dengan gangguan fungsi saraf (9) |
| NEWCASTLE | Kota di Inggris, Australia, dan Afrika Selatan (9) |
| NEWJERSEY | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Trenton (9) |
| NEWMARKET | Kota di Kanada (9) |
| NEWMEXICO | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Santa Fe (9) |
| NEYSHABUR | Kota di Iran (9) |
| NGANGLANG | Ronda keliling (Jawa) (9) |
| NGERULMUD | Ibu kota Palau (9) |
| NIHILISME | Paham aliran filsafat sosial yang tidak mengakui nilai-nilai kesusilaan, kemanusiaan, keindahan, dan sebagainya, juga segala bentuk kekuasaan pemerintahan, semua orang berhak mengikuti kemauannya sendiri (9) |
| NIKAHSIRI | Pernikahan yang hanya disaksikan oleh seorang modin dan saksi, tidak melalui Kantor Urusan Agama, menurut agama Islam sudah sah (Agama Islam) (9) |
| NIKARAGUA | Negara yang terletak di Amerika Tengah, beribu kota Managua (9) |
| NIKKEIREN | Serikat buruh di Jepang (ungkapan/Jepang) (9) |
| NIKOTINAT | Garam atau ester dari asam nikotinat (9) |
| NIKTIGAMI | Bunga yang mekar pada malam hari dan menguncup pada siang hari (9) |
| NILAIETIK | Nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh, misalnya kejujuran; nilai yang berhubungan dengan akhlak; nilai yang berkaitan dengan benar dan salah yang dianut oleh golongan atau masyarakat (9) |
| NILAIPARI | Nilai yang tertera di atas sekuritas; nilai nominal (9) |
| NILAKANDI | Batu nilam; warna biru langit (indigo) (9) |
| NILOPOLIS | Kota di Brasil (9) |
| NIMBAHERA | Kota di India (9) |
| NINITOWOK | Boneka perempuan terbuat dari tempurung kelapa (9) |
| NIRAKSARA | Tidak (belum) memiliki aksara; tidak (belum) mampu membaca dan menulis; buta huruf (9) |
| NIRBANGUN | Tanpa bentuk atau struktur yang jelas; tidak dapat diklasifikasikan; tidak termasuk dalam kategori atau jenis apa pun; tidak memiliki struktur kristalin (Kimia) (9) |
| NIRBENTUK | Tidak memiliki bentuk atau struktur yang jelas; tidak terorganisisasi; ada tanpa bentuk fisik; takberwujud (9) |
| NIRFAEDAH | Tidak berfaedah; tidak bermanfaat; nirguna (9) |
| NIRHUBUNG | Nirkoneksi (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| NIRKERTAS | Tidak menggunakan kertas (9) |
| NIRPIDANA | Keadaan tidak dapat dipidana, impunitas (9) |
| NIRSELERA | Tanpa selera makan; hilang nafsu makan (9) |
| NIRSENTUH | Tanpa bersentuhan; tanpa kontak fisik (9) |
| NISTAGMUS | Gerakan bola mata yang cepat tanpa disengaja (di luar kemampuan) (Kedokteran dan Fisiologi); gerak taksadar ritmis bola mata, dapat bersifat horizontal, rotatoar, atau vertikal (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| NITRAMINA | Turunan nitro dari suatu amina (Kimia) (9) |
| NITROFILI | Hidup subur pada tanah yang kaya senyawa nitrogen (9) |
| NIZAMABAD | Kota di India (9) |
| NJOMPLANG | Tidak berimbang (tentang sisi); menjungkit (ungkapan/Jawa) (9) |
| NOAHLYLES | Pemenang lari 100 m di Kejuaraan Dunia Atletik 2023 di Budapest, Hongaria (9) |
| NOKTIFILI | Orang yang sangat menyenangi kegelapan atau malam (Psikologi) (9) |
| NOKTURNAL | Berhubungan dengan malam hari; beraktivitas hidup (tentang hewan) pada malam hari; keadaan bunga yang mekar pada malam hari dan menutup pada siang hari (Botani); keadaan hewan yang sifatnya atau kebiasaannya aktif terutama pada malam hari (Zoologi) (9) |
| NOLFUNGSI | Nilai peubah yang memberikan nilai nol pada fungsi tersebut (Matematika) (9) |
| NOLMUTLAK | Nol absolut (9) |
| NOMADLAND | Judul film terbaik, sutradara terbaik, aktris terbaik, pengambilan gambar terbaik dan peraih Oscar 2021 (9) |
| NOMINATIF | Kasus yang menandai nomina atau yang sejenisnya sebagai pokok kalimat (subjek) (Linguistik); bentuk kata benda yang timbul sebagai subjek; bagian kata benda dari suatu predikat atau sebagai keterangan pada bagian kalimat (Linguistik) (9) |
| NOMINATOR | Orang yang mencalonkan (mengunggulkan) (9) |
| NOMOFOBIA | Rasa takut yang berlebihan jika berpisah dengan telepon seluler atau gadget (9) |
| NOMOGRAFI | Penggunaan grafik untuk menunjukkan korelasi tanpa melakukan perhitungan (Kimia) (9) |
| NOMOKRASI | Pemerintahan teokrasi berdasarkan syariat (9) |
| NOMORATOM | Jumlah proton di dalam nukleus sebuah atom (Fisika) (9) |
| NOMORDADA | Nomor yang tertera pada kaos depan pemain (Olahraga) (9) |
| NOMORKODE | Nomor atau angka yang disamarkan dalam kalimat atau puisi sebagai kode untuk menentukan nomor undian yang akan menang (9) |
| NOMORSERI | Nomor urut (pada mesin kendaraan bermotor dan sebagainya) (9) |
| NOMORSIAL | Nomor yang dianggap (dipercaya) dapat mendatangkan sial (misalnya nomor 13 bagi orang Eropa) (9) |
| NOMORUNDI | Nomor urutan berdasarkan hasil berundi (9) |
| NONAGRESI | Tidak saling menyerang dan tidak akan berperang (tentang perjanjian antarnegara) (9) |
| NONFISKAL | Tidak bersifat fiskal (9) |
| NONFORMAL | Tidak resmi; bersifat di luar kegiatan resmi sekolah (9) |
| NONGKRONG | Menongkrong (9) |
| NONINSANI | Tidak memiliki sifat manusia (9) |
| NONMATERI | Yang bukan materi (9) |
| NONMIGRAN | Masyarakat asli (bukan pendatang) (9) |
| NONPARTAI | Yang bukan partai; yang (di) luar partai (9) |
| NONPROFIT | Yang bukan untuk memperoleh keuntungan (9) |
| NONTEKNIS | Tidak bersifat teknis; tidak menerapkan (menggunakan) suatu teknik (9) |
| NONTRONIT | Mineral tanah liat yang kaya akan besi (Kimia) (9) |
| NONVERBAL | Tidak menggunakan kata-kata (9) |
| NORTHPORT | Kota di Amerika Serikat (9) |
| NORTHYORK | Kota di Kanada (9) |
| NOSOFOBIA | Fobia menjadi sakit (Psikologi) (9) |
| NOSTALGIA | Kerinduan (kadang-kadang berlebihan) pada sesuatu yang sangat jauh letaknya atau yang sudah tidak ada sekarang; kenangan manis pada masa yang telah lama silam (9) |
| NOTABELEN | Orang-orang terkemuka; pemuka (ungkapan/Belanda) (9) |
| NOTADEBIT | Pemberitahuan tentang perubahan kewajiban membayar nota kredit (9) |
| NOTADINAS | Alat komunikasi intern antarpejabat satuan organisasi yang memuat atau berisi pemberitahuan, permintaan, penjelasan, laporan, dan sebagainya; surat resmi yang bersangkutan dengan organisasi atau instansi (9) |
| NOTENBALK | Kelima garis horizontal dan empat ruang di antaranya tempat musik dituliskan atau dicetak (ungkapan/Belanda) (9) |
| NOTREDAME | Katedral Katolik abad pertengahan yang terkenal di Paris, Prancis (9) |
| NOUBARRIS | Kota di Spanyol (9) |
| NOVICIAAT | Masa percobaan dari calon biarawan (ungkapan/Belanda) (9) |
| NOVIPAZAR | Kota di Serbia (9) |
| NOVOKAINA | Obat pemati rasa setempat (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| NUERNBERG | Kota di Jerman (9) |
| NUKLEOLUS | Anak inti; struktur biologi yang padat dan berbenang di dalam inti sel (Biologi); anak inti bintik tidak berwarna di dalam inti sel; anak inti (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| NUKLEOSOM | Unit dasar dari kromatin yang membentuk kromosom dalam sel (Kimia) (9) |
| NUKUALOFA | Ibu kota Tonga (10) |
| NUMERALIA | Kata (atau frasa) yang menunjukkan bilangan atau kuantitas; kata bilangan (9) |
| NUMEROLOG | Ahli numerologi (9) |
| NUSAINDAH | Tanaman perdu, berasal dari Filipina, tingginya dapat mencapai 4 m, berdaun tunggal, berbunga di ujung ranting, ditanam sebagai pohon hias (Nussaenda philippica); bunga nusa indah (9) |
| NUSANTARA | Sebutan (nama) bagi seluruh wilayah Kepulauan Indonesia; nama baru Ibu Kota Negara Indonesia yang terletak di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur; rubrik dalam harian Kompas yang mengabarkan dari semua daerah (9) |
| NUWOBALAK | Rumah adat Lampung (9) |
| NUWOSESAT | Rumah adat Lampung (9) |
| NUWUNSEWU | Mohon maaf; permisi (ungkapan/Jawa) (9) |
| NYAIAJENG | Gelar jabatan untuk putri di keraton (9) |
| NYAMPLUNG | Pohon yang hidup di pesisir yang berpasir dan berbatu karang, kulit pohonnya dapat digunakan untuk obat, kayunya keras, digunakan untuk bahan pembuat perahu dan tiang kapal (Calophyllum inophyllum); kayu nyamplung; kulit nyamplung; bagian isi buah nangka atau cempedak yang berbiji (9) |
| NYANGGONG | Menunggu seseorang atau sesuatu dengan sabar hingga keluar dari suatu tempat untuk disergap atau ditangkap (Jawa) (9) |
| NYARAWEDI | Orang yang pekerjaannya menggosok permata (Sunda) (9) |
| NYEKUKRUK | Menunjukkan gejala klinis seperti lemas, tidak bergairah, jarang berkicau, dan mengembangkan bulu selama beberapa hari (tentang unggas) (9) |
| NYEMPLONG | Pohon yang kayunya dipakai untuk membuat perahu (Madura) (9) |
| NYERIAKUT | Nyeri disertai pembengkakan, berlangsung selama beberapa hari (Kedokteran dan Fisiologi); rasa sakit yang terjadi secara tiba-tiba tanpa indikator awal (Psikologi) (9) |
| NYERIALIH | Nyeri di permukaan akibat gangguan alat dalam (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| NYERIHAID | Nyeri perut bagian bawah karena haid (9) |
| NYERIOTOT | Rasa sakit pada otot (9) |
| NYUNGSUNG | Mudah kerasukan (roh dan sebagainya) atau tidak sadarkan diri (9) |
| NZEREKORE | Kota di Guinea (9) |
| OBATBEDIL | Mesiu; peluru; timah panas; garam mesiu (9) |
| OBOKUITAI | Suku bangsa yang mendiami desa Obogwi, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (9) |
| OBSERVASI | Peninjauan secara cermat; cara untuk membantu mengembangkan imajinasi aktor (Kesenian) (9) |
| OBSTRUKSI | Sumbatan, rintangan (cairan yang tidak dapat mengalir atau bergerak dalam saluran, seperti adanya batu dalam empedu, adanya lumpur dalam pipa air); penghambatan yang dilakukan oleh golongan politik tertentu untuk menghalangi diterimanya suatu undang-undang atau peraturan oleh badan legislatif (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| OCEANSIDE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ODINTSOVO | Kota di Rusia (9) |
| OFFENBACH | Kota di Jerman (9) |
| OFFENBURG | Kota di Jerman (9) |
| OFIOFILIA | Ketertarikan yang berlebihan pada ular (Psikologi) (9) |
| OGAMINANA | Kota di Nigeria (9) |
| OIKUMENIS | Bersifat mewakili seluruh dunia Kristen (Agama Kristen) (9) |
| OJEKTURIS | Pemandu wisata (9) |
| OJODEAGUA | Kota di Meksiko (9) |
| OKLOFOBIA | Fobia terhadap huru hara (Psikologi) (9) |
| OKLOKRASI | Pemerintahan yang dipegang oleh kaum awam (9) |
| OKSIDATIF | Berkaitan dengan oksidasi (9) |
| OKSIDATOR | Penghasil oksidasi (9) |
| OKSIMETER | Pengukur kadar oksigen dalam darah (9) |
| OKSIMORON | Penempatan dua antonim dalam suatu hubungan sintaksis (dalam koordinasi atau subordinasi) (Linguistik) (9) |
| OKSITONIS | Berkenaan dengan oksiton (Linguistik) (9) |
| OKSOFLUOR | Atom atau gugus yang jika disubstitusikan dalam molekul cenderung membuat pita sinaran pendar cahaya (Kimia) (9) |
| OKTAGONAL | Berbentuk menyerupai oktagon (9) |
| OKTOFOBIA | Fobia terhadap angka delapan (Psikologi) (9) |
| OKULTISME | Kepercayaan kepada kekuatan gaib yang dapat dikuasai manusia; kajian tentang kekuatan gaib (9) |
| OLAHGERAK | Rangkaian kegiatan aktif dan pasif dalam mengarahkan gerakan kapal di laut dan pelabuhan, misalnya sewaktu akan merapat di dermaga; manuver (Pelayaran) (9) |
| OLAHPESAN | Penggunaan komputer dan peralatan komunikasi data untuk menyampaikan pesan dari satu orang ke orang lain, seperti surat elektronik, surat suara, atau faksimili (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| OLAHTUBUH | Olahraga (9) |
| OLAKANAIR | Pusaran air (9) |
| OLAVARRIA | Kota di Argentina (9) |
| OLDENBURG | Kota di Jerman (9) |
| OLEOGRAFI | Lukisan reproduksi dari lukisan asli dengan cat minyak (9) |
| OLEOKIMIA | Senyawa kimia yang diproduksi secara industri dari minyak atau lemak hewani atau nabati (9) |
| OLEOMETER | Alat untuk mengukur kerapatan nisbi minyak (9) |
| OLEORESIN | Campuran minyak esensial dan resin, diekstrak dari berbagai tanaman seperti pinus dan cemara balsam (Kimia) (9) |
| OLFAKTORI | Berhubungan dengan indra penciuman (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| OLIGOFILI | Sifat bunga yang dalam hubungannya dengan penyerbuknya beradaptasi untuk dimanfaatkan oleh sekelompok penyerbuk yang berkerabat (Botani) (9) |
| OLIGOPODA | Bertungkai atau berkaki torak (Biologi); hewan bertungkai atau berkaki torak (Biologi) (9) |
| OLIGOPOLI | Keadaan pasar dengan produsen pembekal barang hanya berjumlah sedikit sehingga mereka atau seorang dari mereka dapat memengaruhi harga pasar; keadaan pasar yang tidak seimbang karena dipengaruhi oleh sejumlah pembeli (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| OLIGORIZA | Tumbuhan yang mengeluarkan sejumlah kecil akar (Biologi) (9) |
| OLIMPIADE | Pertandingan olahraga antarbangsa yang diadakan empat tahun sekali di negeri yang berlainan; festival kuno bangsa Yunani yang diadakan empat tahun sekali untuk menghormati dewa Zeus; festival yang mempertandingkan sains, seni, matematika, dan sebagainya yang melibatkan banyak negara (9) |
| OLOHMASIH | Sebutan yang diberikan oleh suku Dayak untuk orang Melayu yang tinggal di Kalimantan (Dayak) (9) |
| OMBROTIFI | Genangan atau lungkang air sementara yang terjadi sesudah hujan turun (Biologi) (9) |
| OMBUDSMAN | Pegawai pemerintah (seperti di Swedia dan Selandia Baru) yang ditunjuk untuk menangani pengaduan orang yang mendapat perlakuan tidak adil atau sewenang-wenang dalam pelayanan masyarakat (ungkapan/Inggris); orang yang menyelidiki pengaduan (misalnya dari mahasiswa atau pelanggan) dan membantu menyelesaikan masalah mereka (ungkapan/Inggris) (9) |
| OMEGATRON | Miniatur spektograf massa kira-kira berukuran seperti tabung penerima yang dapat dipasang pada tabung lain dan digunakan untuk mengidentifikasi sisa gas setelah dihampakan (Fisika) (9) |
| OMFALITIS | Infeksi pada kantong kuning telur oleh bakteri dari saluran cerna atau kulit induk ayam yang dapat menyebabkan kematian embrio atau anak ayam yang baru menetas (Biologi) (9) |
| OMNIPOTEN | Gangguan mental yang ditandai dengan keyakinan bahwa dirinya adalah mahakuasa sehingga penderita berusaha memanipulasi lingkungan sekitar untuk menuruti keinginannya (Psikologi) (9) |
| OMPRENGAN | Kendaraan yang ditambangkan untuk mencari penghasilan tambahan (9) |
| ONDERBOUW | Dasar yang merupakan tumpuan bagi bangunan dan sebagainya di atasnya (ungkapan/Belanda) (9) |
| ONDERHUUR | Penyewa bawahan atau seseorang atau pihak yang menyewa sesuatu dari seorang penyewa dan bukan dari pemiliknya; menyewakan kembali barang yang disewa yang dilarang kecuali dengan seizin pemiliknya (ungkapan/Belanda) (9) |
| ONDERJURK | Pakaian dalam wanita berupa terusan yang dipakai langsung di bawah pakaian luar (ungkapan/Belanda) (9) |
| ONIOMANIA | Orang yang punya kebiasaan belanja berlebihan, dalam jumlah maupun frekuensi (9) |
| ONKOGONIK | Bersifat menyebabkan kanker (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| ONOMATOPE | Kata tiruan bunyi, misalnya “kokok” merupakan tiruan bunyi ayam, “cicit” merupakan tiruan bunyi tikus; sandi sora (Linguistik) (9) |
| ONSJABEUR | Petenis putri Tunisia finalis Grand Slam di Wimbledon 2022 (9) |
| ONTOLOGIS | Ahli dalam ilmu ontologi (9) |
| ONTOSOROH | Tokoh dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer (9) |
| OOAPOGAMI | Perkembangan partenogenesis suatu individu dari gamet betina yang tidak dibuahi (Biologi) (9) |
| OOGENESIS | Asal-usul pertumbuhan dan perkembangan sel telur (Biologi) (9) |
| OOKINESIS | Proses mitosis sel telur selama perkembangannya menjadi dewasa (Biologi) (9) |
| OPERKULUM | Tutup insang pada ikan (9) |
| OPINIUMUM | Opini publik (9) |
| OPORTUNIS | Orang yang menganut paham oportunisme (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| OPPORTUUN | Tepat waktunya (ungkapan/Belanda) (9) |
| OPTIMISME | Paham (keyakinan) atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan; sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal (9) |
| OPTOMETRI | Pengukuran penglihatan dan penentuan kacamata yang cocok untuk memperbaiki ketajaman pandangan mata (9) |
| OPZICHTER | Pengawas bangunan (ungkapan/Belanda) (9) |
| ORANGAWAK | Sebutan bagi orang yang berasal dari Minangkabau (9) |
| ORANGAWAM | Orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli); orang am; orang yang bukan ahli dalam suatu bidang ilmu (9) |
| ORANGBATU | Orang atau anak buah kapal yang bertugas mengulur dan menarik tali layar yang berisi batu pemberat (Melayu Medan) (9) |
| ORANGHULU | Orang (penduduk) yang tinggal di sebelah hulu sungai (di pedalaman) (9) |
| ORANGJAUH | Orang yang datang dari jauh; orang yang datang dari daerah lain (9) |
| ORANGKAYA | Orang yang banyak hartanya; hartawan; orang yang berpangkat (berkedudukan) tinggi; panggilan kepada istri orang berpangkat atau orang yang patut dihormati (9) |
| ORANGKOTA | Orang atau penduduk yang tinggal di kota (9) |
| ORANGLAUT | Suku bangsa yang mendiami daerah di pesisir pulau-pulau di Kepulauan Riau sampai ke perairan Bangka Belitung, Sumatra; Loncong (9) |
| ORANGLUAR | Orang yang tidak termasuk dalam satu lingkungan (golongan, pekerjaan, dan sebagainya) (9) |
| ORANGMUDA | Orang yang masih muda; pemuda; tukang salung (tari dan sebagainya) (Minangkabau) (9) |
| ORANGTANI | Petani; peladang (9) |
| ORANGTEPI | Nelayan pantai (Melayu Medan) (9) |
| ORANGTUGU | Komunitas keturunan Portugis yang tinggal di kampung Tugu, Jakarta (9) |
| ORANGUDIK | Orang desa yang bertempat tinggal jauh dari keramaian kota; orang dusun; orang yang bertempat tinggal di hulu sungai; orang yang kurang tahu sopan santun; orang bodoh (kiasan) (9) |
| ORANGUTAN | Kera besar dan kuat yang hanya terdapat di hutan di Sumatra dan Kalimantan, berbulu merah kecokelat-cokelatan, tidak berekor, hidup dari buah-buahan, daun, dan kuncup; mawas (Pongo pygmaeus) (9) |
| ORATORIUM | Tempat sembahyang atau tempat berdoa; kapel (Agama Katolik); jenis karya musik yang besar (yang tumbuh dari suatu kebiasaan di tempat peribadatan di kota Roma pada akhir abad ke-16) dengan bersumberkan Alkitab untuk penciptaannya (Musik) (9) |
| ORDONANSI | Peraturan pemerintah; surat pemerintah; peraturan kerajaan (9) |
| ORDONATOR | Pejabat yang mengeluarkan surat perintah membayar uang atas beban kantor bendahara (Keuangan) (9) |
| ORGADOFIT | Tumbuhan yang terdapat di hutan yang agak terbuka (Biologi) (9) |
| ORGANISME | Segala jenis makhluk hidup (tumbuhan, hewan, dan sebagainya); susunan yang bersistem dari berbagai bagian jasad hidup untuk suatu tujuan tertentu (Biologi) (9) |
| ORGANPIPA | Alat musik tiup atau embus (biasa dipakai di gereja, berfungsi sebagai pengiring nyanyian gereja), biasanya terdiri atas seperangkat pipa yang dikontrol oleh papan tombol dan menghasilkan suara musik yang beraneka (Musik); orgel (9) |
| ORHANGAZI | Kota di Turki (9) |
| ORIENTASI | Peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar; pandangan yang mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan (9) |
| ORKESTIUP | Orkes yang hanya terdiri atas instrumen tiup (9) |
| ORNITOSIS | Penyakit virus pada burung dan unggas yang dapat menular kepada manusia (Biologi) (9) |
| OROFARING | Bagian dari faring yang terletak di belakang rongga mulut (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| OROGRAFIK | Orografis (9) |
| OROGRAFIS | Secara orografi (9) |
| ORTODOKSI | Ketaatan kepada peraturan dan ajaran resmi (9) |
| ORTOGONAL | Berhubungan dengan sudut tegak lurus atau 90˚ (Matematika) (9) |
| ORTOGRAFI | Gambaran bunyi bahasa yang berupa tulisan atau lambang; sistem ejaan suatu bahasa (9) |
| ORTOPEDIS | Secara ortopedi (9) |
| OSIFIKASI | Pembentukan tulang; penulangan (9) |
| OSILOGRAF | Alat untuk mencatat aliran dan tekanan listrik yang berubah-ubah (untuk mengetahui bentuk gelombang); alat untuk mencatat getaran atau naik turunnya tekanan darah (9) |
| OSILOGRAM | Grafik yang dibuat oleh sebuah osilograf atau foto jejak atau gambar yang dihasilkan osiloskop (Elektronika) (9) |
| OSILOPSIA | Ilusi bahwa benda yang diam tampaknya bergerak maju mundur (9) |
| OSILOSKOP | Peranti uji yang menggunakan tabung sinar katode untuk menampakkan pada tabir pendar, nilai sesaat dan bentuk gelombang besaran elektronik yang berubah dengan cepat, sebagai fungsi waktu atau besaran lain (Fisika) (9) |
| OSMANABAD | Kota di India (9) |
| OSMOFOBIA | Fobia terhadap bau; olfaktofobia (Psikologi) (9) |
| OSMOMETER | Alat untuk mengukur tekanan osmosis (9) |
| OSTENTASI | Pemameran (perbuatan memamerkan secara berlebihan) kekayaan atau kepandaian (9) |
| OSTEOBLAS | Sel yang berkembang menjadi atau menghasilkan tulang (Biologi) (9) |
| OSTEOKLAS | Sel penyerap atau perusak tulang (9) |
| OSTEOLOGI | Ilmu pengetahuan (cabang ilmu anatomi) tentang tulang manusia dan tulang hewan, termasuk kelainan-kelainan dan penyakit tulang (9) |
| OSTEOPATI | Penyembuhan suatu penyakit dengan memperlakukan tulang, misalnya memijat (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| OSTEOTOMI | Operasi tulang (9) |
| OSTRAKODA | Binatang mirip udang (9) |
| OSTROLEKA | Kota di Polandia (9) |
| OTAKBESAR | Bagian depan otak manusia yang berukuran besar, berlekuk dalam, membujur berwarna abu-abu, yang membentuk bagian terbesar dari sistem saraf pusat; serebrum (Anatomi) (9) |
| OTAKDEPAN | Otak besar (9) |
| OTAKENCER | Cerdas; pintar (kiasan) (9) |
| OTAKKECIL | Bagian belakang otak manusia, yang terletak membelakangi bagian otak besar yang berlekuk-lekuk dalam, merupakan bagian dari sistem saraf pusat yang berkaitan dengan gerakan otot refleks, gerak tubuh, dan keseimbangan tubuh; serebelum (Anatomi) (9) |
| OTAKTELUM | Otak udang (kiasan) (9) |
| OTAKUDANG | Sukar mengerti; bodoh (kiasan); otak ayam (kiasan); pohon medang melukut; bengkaras; terentang (Buchanamia arborescens) (9) |
| OTORISASI | Pemberian kekuasaan; pemberian kuasa; hak yang diberikan kepada seseorang untuk menggunakan sistem dan data yang tersimpan di dalamnya (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| OTOSEWAAN | Taksi (9) |
| OTOTALARI | Otot penghubung antara jantung dan diafragma (9) |
| OTOTLURIK | Otot rangka (Anatomi) (9) |
| OTOTPENAT | Otot yang serat-seratnya tersusun miring terhadap sumbu panjang dan mirip dengan serat pada bulu burung (Anatomi) (9) |
| OTTAKRING | Kota di Austria (9) |
| OUARZAZAT | Kota di Maroko (9) |
| OUEDRHIOU | Kota di Aljazair (9) |
| OUROPRETO | Kota di Brasil (9) |
| OVALBUMIN | Albumin dari putih telur (Kimia) (9) |
| OVERAKTIF | Berlebih (dalam gerak, kegiatan, dan sebagainya) (Belanda) (9) |
| OVERDOSIS | Ukuran (obat dan sebagainya) yang berlebihan (Belanda) (9) |
| OVOTESTIS | Organ pada hewan hermafrodit yang berfungsi sebagai indung telur atau testis, misalnya pada siput dan bekicot (Biologi) (9) |
| OWENSBORO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| OZONEPARK | Kota di Amerika Serikat (9) |
| OZONISASI | Tindakan mensterilkan suatu zat alami dengan menambahkan ozon pada zat tersebut; pengozonan (9) |
| OZONOSKOP | Alat yang menunjukkan keberadaan atau terdapatnya lapisan ozon (9) |
| PABETEKAN | Wadah untuk menyimpan bumbu dapur yang terbuat dari anyaman bambu (Sunda) (9) |
| PABIANICE | Kota di Polandia (9) |
| PABRIKASI | Pembuatan barang dengan standar tertentu secara besar-besaran (dalam pabrik) (9) |
| PACARCINA | Tanaman perdu, bunganya kecil berwarna kuning dan berbau harum dapat dicampurkan pada daun teh, daunnya digunakan sebagai obat; culan (Aglaia odorata); penganan berbutir warna-warni, dibuat dari tepung sagu atau aci, biasanya digunakan sebagai isi minuman panas, dicampur dengan gula dan santan (9) |
| PADALISAN | Larik dalam puisi tradisional Sunda (Sunda) (9) |
| PADANGARO | Ibu kota Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat (9) |
| PADERBORN | Kota di Jerman (9) |
| PADIBERAT | Tanaman padi yang tidak lekas berbuah; padi dalam (9) |
| PADICERAI | Padi yang lekas berbuah; padi cere (9) |
| PADIDALAM | Tanaman padi yang tidak lekas berbuah; padi berat (9) |
| PADIKETAN | Tanaman padi yang berasnya lekat atau pulut setelah dimasak; padi pulut (Oryza sativa) (9) |
| PADILEKAS | Tanaman padi yang lekas berbuah; padi ringan; padi radin (9) |
| PADIPULUT | Tanaman padi yang berasnya lekat atau pulut setelah dimasak; padi ketan (Oryza sativa) (9) |
| PADIRADIN | Tanaman padi yang lekas berbuah; padi ringan; padi lekas (9) |
| PADISAWAH | Padi yang ditanam pada tempat yang berair; padi bendang (9) |
| PADMASANA | Takhta; singgasana; kursi kerajaan; bangunan dalam pura (Bali) untuk tempat bersembahyang; tempat duduk yang berupa bunga teratai (Arkeologi); sikap duduk dengan cara menyilangkan kedua kaki di atas paha (bersila) (Arkeologi) (9) |
| PADUPADAN | Memadukan dan memadankan warna pakaian dan sebagainya supaya tampak serasi (9) |
| PADURAKSA | Bangunan berbentuk gapura yang mempunyai atap (Arkeologi) (9) |
| PAGANISME | Perihal (keadaan) tidak beragama; paham pada masa sebelum adanya (datangnya, masuknya) agama (Kristen, Islam, dan sebagainya); kepercayaaan yang memuja alam dan menyembah banyak dewa (9) |
| PAGARADAT | Ketentuan (peraturan) adat; hukum adat; adat istiadat (9) |
| PAGARALAM | Kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan; kota di Provinsi Sumatra Selatan (9) |
| PAGARDESA | Pembantu penjaga keamanan desa (di Jawa Barat) (9) |
| PAGARDURI | Pagar dari kawat berduri (9) |
| PAGARLAUT | Suatu pembatas yang dibangun di lepas pantai yang dibuat dari kayu panjang atau batang bambu (9) |
| PAGELARAN | Pertunjukan (drama, wayang, orang, dan sebagainya); pergelaran (9) |
| PAGIHITAM | Pagi buta (9) |
| PAGOFOBIA | Fobia terhadap es atau bunga es (Psikologi) (9) |
| PAGUYUBAN | Perkumpulan yang bersifat kekeluargaan, didirikan orang-orang yang sepaham (sedarah) untuk membina persatuan (kerukunan) di antara para anggotanya (9) |
| PAKANSARI | Stadion yang terletak di Cibinong, Bogor (9) |
| PAKETLAUT | Paket yang dikirimkan melalui pos laut (9) |
| PAKETSOAL | Paket yang berisi naskah soal ujian (9) |
| PAKIKAULI | Sifat batang yang pendek, gemuk, dan mendaging seperti pada beberapa kaktus (Biologi) (9) |
| PAKISHAJI | Pohon, tinggi mencapai 6 m, tumbuh di pantai dan sekitarnya, dibudidayakan sebagai tanaman hias; pakis raja (Cycas rumphii) (9) |
| PAKISHIAS | Cycas revoluta (9) |
| PAKISRAJA | Pohon, tinggi mencapai 6 m, tumbuh di pantai dan sekitarnya, dibudidayakan sebagai tanaman hias; pakis haji (Cycas rumphii) (9) |
| PAKPATTAN | Kota di Pakistan (9) |
| PAKSANGKO | Pakaian adat pengantin Palembang berupa baju kurung panjang (Palembang) (9) |
| PAKUJAMUR | Paku yang kepalanya pipih bundar seperti payung (dipakai untuk melekatkan hiasan dinding, melekatkan selebaran di papan pengumuman, dan sebagainya); paku payung (9) |
| PAKUKAWAT | Tumbuhan pakis, dapat dibuat obat; daun siar; daun sinar; segeger (Lycopodium cernuum) (9) |
| PAKUROTAN | Tumbuhan jenis paku atau pakis; akar resam; bengkawang (Gleichenia linearis) (9) |
| PALAKIRNA | Tanaman tumpang sari berupa buah-buahan yang berasal dari tanaman keras yang hidupnya lama (9) |
| PALAKOLLU | Kota di India (9) |
| PALAMARTA | Baik hati; ramah (Jawa) (9) |
| PALEMBANG | Suku bangsa yang mendiami daerah Sumatra Selatan; dialek banga Melayu yang dituturkan oleh suku Palembang; ibu kota Provinsi Sumatra Selatan, terkenal dengan sebutan Kota Pempek, Bumi Sriwijaya, Venesia dari Timur atau kota tertua di Indonesia berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit (9) |
| PALEMRAJA | Palem yang berbatang tunggal dan tegak lurus, tingginya, mencapai 20 m lebih, mirip pohon kelapa, tetapi batangnya halus, daunnya hijau terang, menjuntai sepanjang 2–3 m (Roystonea reqia) (9) |
| PALEMROTI | Palem langka yang pertumbuhannya sangat lamban, tinggi mencapai 1 m, daun berwarna hijau kebiruan berbalut warna perak (Encephalartos horridus) (Botani) (9) |
| PALESTINA | Negara di Timur Tengah, ibu kotanya Yerusalem (9) |
| PALILALIA | Gangguan bicara yang ditandai dengan pengulangan, kata, frasa, atau kalimat yang tidak disengaja (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PALIMASAN | Rumah tradisional khas Banjar (Banjar) (9) |
| PALINDROM | Kata, rangkaian kata, atau bilangan yang terbaca sama, baik dari depan maupun dari belakang (Linguistik) (9) |
| PALINOFAG | Pemakan serbuk sari (Biologi) (9) |
| PALMAROSA | Rumput Andropogon schoenanthus di Afrika Selatan (9) |
| PALMCOAST | Kota di Amerika Serikat (9) |
| PALMEIRAS | Juara Piala Libertadores 2020 (9) |
| PALMISTRI | Cara meramal nasib atau kepribadian seseorang berdasarkan garis pada telapak tangan (9) |
| PALONEGRO | Kota di Venezuela (9) |
| PALUCAKAR | Palu yang salah satu kepalanya berbentuk cakar untuk mencabut paku (9) |
| PALUCEKLA | Ikan yang dimasak dengan garam dan kunyit (Makassar) (9) |
| PALUSABIT | Palu arit (9) |
| PALWANCHA | Kota di India (9) |
| PAMAPASAN | Daerah batas kampung dengan ladang atau sawah (Batak) (9) |
| PAMEKASAN | Kabupaten di Pulau Madura sebagai wilayah Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Adat atau Kota Gerbang Salam; ibu kota Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur (9) |
| PANAKAWAN | Abdi laki-laki pengiring raja (kesatria) (Jawa) (9) |
| PANALANOY | Kota di Filipina (9) |
| PANASBARA | Panas sebagai bara; marah dalam hati (kiasan) (9) |
| PANASBUMI | Sumber energi, seperti air panas, uap panas, dan gas lain yang terdapat di dalam perut bumi; geotermal (9) |
| PANASHATI | Sangat iri; marah dalam hati; sakit hati (9) |
| PANASKUKU | Agak hangat (9) |
| PANCABUTA | Unsur yang lima macam (bumi, api, air, hawa, dan eter) (9) |
| PANCACITA | Lima cita, yakni tercapainya kesehatan, keadilan, kepahlawanan, kemakmuran, dan kesejahteraan (9) |
| PANCAKARA | Berkelahi; berperang (9) |
| PANCALIMA | Ramalan nasib melalui garis-garis pada jari (9) |
| PANCAMUKA | Bersegi-segi; bermuka-muka; banyak aspeknya (9) |
| PANCANGAN | Yang (sudah) dipancang; yang (sudah) dipatok (9) |
| PANCANITI | Ruang pesta (di istana) (Jawa) (9) |
| PANCARGAS | Pesawat terbang yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan suara, digerakkan dengan semburan gas yang terbakar (bukan dengan baling-baling) (9) |
| PANCARIMA | Pemancar dan penerima (akronim) (9) |
| PANCAROBA | Peralihan musim (ditandai oleh keadaan udara tidak menentu, banyak angin besar, dan sebagainya); peralihan antara musim kemarau dan musim hujan; keadaan yang tidak menentu (serba kalut dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| PANCARONA | Bermacam-macam warna; pancawarna (9) |
| PANCASILA | Dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia yang terdiri atas lima sila, yaitu (1) Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (9) |
| PANCASONA | Mantra yang menyebabkan seseorang yang telah mati dapat hidup kembali (9) |
| PANCASUDA | Perdu memanjat, panjangnya mencapai 10 m, ditanam sebagai pohon hias atau sebagai bahan obat tradisional (jamu); melati gambir; gambir hutan (Jasminum pubescens) (9) |
| PANCAWARA | Sistem hari dalam kalender Jawa Kuno yang berjumlah lima (9) |
| PANCHKULA | Kota di India (9) |
| PANCINGAN | Yang dipakai untuk memancing (memikat, menarik hati, dan sebagainya); gerakan (tembakan dan sebagainya) untuk memancing musuh; kata-kata (perbuatan dan sebagainya) untuk mencari sebab perkelahian; berasa sakit pada tenggorok (ketika menelan); teknik penyajian awal cerita rekaan untuk memancing minat pembaca (Sastra) (9) |
| PANCUNGAN | Hasil memancung; alat untuk memancung (9) |
| PANDANAIR | Terna air yang tingginya sekitar 1 m, berdaun menjantung, berbunga majemuk biru keunguan, bertumbuh di air (Pontederia vaginalis) (Botani) (9) |
| PANDANGAN | Hasil perbuatan memandang (memperhatikan, melihat, dan sebagainya); benda atau orang yang dipandang (disegani, dihormati, dan sebagainya); pengetahuan (kiasan); pendapat (kiasan); padanan dari outlook (9) |
| PANDECTEN | Himpunan pendapat para ahli hukum bangsa Romawi yang termasyhur (ungkapan/Belanda); buku yang memuat segala sesuatu tentang suatu masalah; himpunan tulisan (ungkapan/Belanda) (9) |
| PANDUCARI | Dokumen yang memandu ke informasi yang terdapat dalam dokumen lain (dalam pengelolaan arsip) (9) |
| PANDULAUT | Orang yang memandu kapal sewaktu di laut (9) |
| PANERESAN | Penyadap kelapa atau enau (Sunda) (9) |
| PANEVEZYS | Kota di Lithuania (9) |
| PANGARAGA | Pengurus adat yang berada satu tingkat di bawah pamane; pengurus adat di tingkat rukun tetangga (Dayak) (9) |
| PANGASIUS | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 90 cm, tubuhnya memanjang, tidak bersisik dan berkulit halus, bersungut pendek, sirip lemak kecil, kepala agak meruncing, warnanya keperakan, tersebar di Asia; patin; sius (Pangasius nasutus) (9) |
| PANGGALAN | Galah panjang untuk menjolok buah-buahan (Minangkabau) (9) |
| PANGGILAN | Imbauan; ajakan; undangan; hal (perbuatan, cara) memanggil; (orang) yang dipanggil untuk bekerja dan sebagainya; sebutan nama (9) |
| PANGKALAN | Tempat kapal atau perahu berlabuh; tepi laut (atau tepi sungai) tempat berlabuh; tempat menimbun (mengumpulkan) barang-barang dagangan, hasil bumi, dan sebagainya; tempat (pelabuhan, lapangan terbang, dan sebagainya) yang dijadikan tumpuan untuk menyerang musuh; tempat tertentu untuk berkedai, menjual material atau bahan bangunan, perhentian taksi, dan sebagainya; tuan atau nyonya rumah (penerima tamu) (Minangkabau); tempat mandi di bantaran sungai (Dayak) (9) |
| PANGKASAN | Hasil memangkas (9) |
| PANGONONG | Kerangka kayu berukiran yang diletakkan di leher sapi untuk menyatukan sepasang sapi guna keperluan membajak atau kerapan (Madura) (9) |
| PANGRAHAB | Harta benda yang diberikan kepada pengantin sebagai bekal hidup (Sunda) (9) |
| PANGRANGO | Gunung tertinggi kedua di Jawa Barat yang terletak di Kabupaten Bogor dan Sukabumi, termasuk dalam kawasan Taman Nasional gunung Gede Pangrango (TNGGP) (9) |
| PANGRUKTI | Pemeliharaan (Jawa) (9) |
| PANINGGIL | Tanda diakritis yang menutup suku kata dengan bunyi (Linguistik/Batak) (9) |
| PANINGSET | Pemberian (berupa barang) orang tua calon pengantin pria kepada orang tua calon pengantin perempuan untuk mengikat calon pengantin wanita (9) |
| PANINTUAK | Penganan khas Riau, dibuat dari tepung, dibungkus dengan plastik, dimasak dengan cara direbus dalam periuk besar atau wajan (Melayu Riau) (9) |
| PANIRADIA | Departemen (Jawa) (9) |
| PANKRONIS | Bersangkutan dengan cara memandang peristiwa bahasa sebagai sesuatu yang telah terjadi pada suatu masa ataupun sebagai hasil perkembangan historis; kombinasi sinkronis dan diakronis (Linguistik) (9) |
| PANLEKTAL | Tentang model gramatika yang dapat saling menghubungkan pelbagai variasi yang masing-masing disebut lek (Linguistik) (9) |
| PANOFOBIA | Fobia terhadap semua hal (Psikologi) (9) |
| PANTANGAN | Segala yang dipantangkan (9) |
| PANTARHEI | Semua mengalir (ungkapan/Yunani) (9) |
| PANTARLIH | Panitia pendaftaran pemilih (akronim) (9) |
| PANTEISME | Ajaran yang menyamakan Tuhan dengan kekuatan-kekuatan dan hukum-hukum alam semesta; penyembahan (pemujaan) kepada semua dewa dari berbagai kepercayaan (9) |
| PANTOGRAF | Alat untuk membesarkan dan mengecilkan gambar; konstruksi berbentuk belah ketupat yang dipasang di atas kereta api listrik, gunanya untuk mengalirkan arus listrik dari kabel ke motor-motor kereta api itu (Elektronika) (9) |
| PANUNGKEK | Pembantu utama kepala adat yang bertugas mewakili kepala adat (Minangkabau) (9) |
| PANYINGEN | Alat cetak dari tanah untuk membuat waditra atau alat musik tradisional (Sunda) (9) |
| PAPAKERMA | Jahat; malang atau sengsara hidupnya (9) |
| PAPANALUR | Mainan edukatif anak berupa kenop yang dapat digerakkan di atas papan untuk dihubungkan dengan pasangannya, berfungsi untuk melatih motorik halus anak (9) |
| PAPANATAS | Kelas utama; kelas tinggi (kiasan) (9) |
| PAPANBATU | Batu tulis (9) |
| PAPANCUKI | Papan untuk bermain cuki (9) |
| PAPANFAKS | Kartu adaptor yang dihubungkan ke slot ekspansi, sehingga komputer dapat mengirim atau menerima data faks (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| PAPANKLIP | Tempat untuk menyalin dan memindahkan data dari suatu wilayah dokumen ke wilayah lainnya, atau dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| PAPANLUNG | Papan penutup liang lahat; papan lahat; daka (9) |
| PAPANLUPI | Papan tebal yang dipasang di bibir perahu bagian haluan dan buritan untuk pelindung (9) |
| PAPANNAMA | Papan yang dipasang di depan rumah atau kantor yang bertuliskan nama (orang, organisasi, lembaga, perusahaan, dan sebagainya) (9) |
| PAPANPRES | Papan kecil yang terbuat dari kayu, digunakan untuk membuka kampuh berujung lancip atau menyiku sebelum dibuka agar rapi saat disetrika; papan tekan (Tata Busana) (9) |
| PAPANSKOR | Papan petunjuk berisi informasi seputar pertandingan yang sedang berlangsung (waktu, kedudukan, hasil, dan sebagainya) (9) |
| PAPANTUTS | Serangkaian tuts pada piano atau organ (52 putih dan 36 hitam) (Musik); kibor (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| PAPAREGAN | Puisi pendek Madura yang bentuknya mirip gurindam (Madura) (9) |
| PAPAVERIN | Obat golongan vasodilator yang digunakan untuk meningkatkan aliran darah dalam tubuh dan mengobati impotensi, bekerja dengan cara melemaskan otot pembuluh darah (9) |
| PARABASIS | Bagian dari pertunjukan komedi Yunani Kuno dengan paduan suara yang maju ke depan mendekati penonton (Kesenian) (9) |
| PARADESMA | Benang di luar inti sel yang menghubungkan bagian tengah bidang pembelahan pada pembelahan mitosis flagela (Biologi) (9) |
| PARADIGMA | Daftar semua bentukan dari sebuah kata yang memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tersebut (Linguistik); model dalam teori ilmu pengetahuan; kerangka berpikir (9) |
| PARAFASIA | Cacat produksi bahasa yang terlihat dari pengacauan bentuk kata atau dari penukarannya dengan kata lain sehingga maknanya tidak dapat dipahami (Linguistik) (9) |
| PARAFEMIA | Gangguan dalam ucapan atau bicara (9) |
| PARAFISIS | Rambut-rambut steril bersel banyak, biasanya tidak bercabang-cabang dan terdapat di antara organ perkembangbiakan jamur, ganggang, lumut, dan paku-pakuan yang berfungsi sebagai pelindung dan pembantu pemencaran spora (Biologi) (9) |
| PARAFRASA | Pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi tuturan yang lain tanpa mengubah pengertian (Linguistik); penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata-kata) yang lain, dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi (Linguistik) (9) |
| PARAGLOSA | Sepasang lambai labium kecil pada serangga (9) |
| PARALININ | Salah satu bahan dasar inti sel (Biologi) (9) |
| PARALISIS | Hilangnya kemampuan untuk bergerak karena cedera atau penyakit pada bagian saraf; kelumpuhan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PARALITIS | Bersangkutan dengan paralisis; lumpuh (9) |
| PARAMARTA | Baik; mulia (9) |
| PARAMEDIS | Tenaga terlatih yang memberikan perawatan darurat kepada orang yang sakit atau terluka sebelum ditangani oleh dokter (9) |
| PARAMETER | Ukuran seluruh populasi dalam penelitian yang harus diperkirakan dari yang terdapat di dalam percontoh (9) |
| PARAMOUNT | Kota di Amerika Serikat (9) |
| PARANAGUA | Kota di Brasil (9) |
| PARANAVAI | Kota di Brasil (9) |
| PARANOSIK | Gangguan jiwa (9) |
| PARANPARA | Penasihat (9) |
| PARAPAGUS | Kembar siam dengan dempet di separuh bagian tubuh (9) |
| PARARATON | Kitab sastra yang menceritakan silsilah raja-raja Singasari dan Majapahit (9) |
| PARARDHYA | Simbol, pelindung dan penjaga budaya, serta pengayom dan pemersatu masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (9) |
| PARASAWAN | Lapisan atmosfer yang di dalamnya terdapat jenis awan tertentu yang ditentukan oleh paras tinggi, tengah, dan rendah (Hidrometeorologi) (9) |
| PARASBEKU | Paras terendah dalam atmosfer di atas tempat yang udaranya bersuhu 0° C (Hidrometeorologi) (9) |
| PARASITIK | Bersifat parasit; memiliki satu atau lebih sel pelengkap pada kedua sisinya yang sejajar dengan sumbu panjang lubang dan sel pelindungnya (Botani) (9) |
| PARASUTIS | Penerjun payung; pasukan payung (9) |
| PARATESIS | Anak buah pelir (Anatomi) (9) |
| PARATIFUS | Penyakit perut, seperti tifus, tetapi tidak seberat itu, disebabkan oleh bakteri Salmonella (9) |
| PARDUBICE | Kota di Republik Ceko (9) |
| PARENKIMA | Jaringan tidak terspesialisasi yang umumnya terdiri atas sel isodiametris berdinding tipis, tidak berlignin dan berisi protoplasma (Biologi) (9) |
| PAREREDAN | Bilah kayu tipis untuk merapatkan benang pakan yang teranyam dengan lungsin (Sunda) (9) |
| PARHELION | Noda yang sangat cemerlang dalam kalang (halo) matahari (Fisika) (9) |
| PARHELIUM | Helium yang spin kedua elektronnya antiparalel, jadi berlawanan dengan ortohelium (Fisika) (9) |
| PARINTINS | Kota di Brasil (9) |
| PARIPASSU | Dengan perbandingan yang seimbang; dengan hak yang sama (tentang hukum) (ungkapan/Latin); sama langkah (ungkapan/Latin) (9) |
| PARIPURNA | Lengkap; penuh lengkap (9) |
| PARKINSON | Penyakit saraf kronis yang berkembang pada orang yang lanjut usia, ditandai dengan gemetaran dan melemahnya otot-otot yang halus (9) |
| PARKIRAIR | Tempat penampungan air untuk memperlambat aliran air (9) |
| PARKIRBUS | Strategi bertahan dengan menumpuk hampir seluruh pemain di sektor pertahanan ketika lawan menyerang dan hanya menyisakan satu atau dua pemain untuk melakukan serangan balik (tentang sepak bola) (kiasan/Olahraga) (9) |
| PARKSLOPE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| PARONISIA | Infeksi yang disebabkan oleh jamur, kulit sekitar kuku menjadi merah dan bengkak, banyak terdapat pada wanita yang tangannya sering kena air dan detergen (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PAROTITIS | Radang pada kelenjar ludah (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PARUHBAYA | Usia 40 tahunan (9) |
| PASAKBUMI | Tumbuhan hutan (di Kalimantan) yang akarnya dapat dijadikan obat penambah tenaga; tongkat ali (Eurycoma longifolia) (9) |
| PASAKKUKU | Garis hitam di tengah kuku (kuda) (9) |
| PASARAMAL | Tempat berjual beli yang diadakan oleh perkumpulan dan sebagainya dengan maksud mencari dana; bazar amal (9) |
| PASARATOM | Pasar yang luar biasa (segala macam barang dapat diperoleh di situ) (9) |
| PASARLESU | Keadaan pasar yang memperlihatkan sangat sedikitnya penawaran dan permintaan sekuritas (9) |
| PASARSENI | Pasar yang menjual barang kesenian dan kerajinan (9) |
| PASARSEPI | Keadaan tingkat jual sangat tinggi tetapi tingkat belinya sangat kecil, terdapat kesenjangan suku bunga, daya beli konsumen yang menurun, dan berbagai faktor lain yang membuat tingkat penjualan menjadi sangat rendah (9) |
| PASARUANG | Pasar abstrak yang mempertemukan permintaan dan penawaran dana jangka pendek antara 1–360 hari dari calon penanam dan pencari modal (9) |
| PASARWAJO | Ibu kota Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (9) |
| PASCAJUAL | Berkenaan dengan waktu setelah pelaksanaan penjuala (9) |
| PASIENNOL | Pasien pertama yang teridentifikasi menderita suatu penyakit sebelum penyebaran wabah (9) |
| PASIFISME | Aliran yang menentang adanya perang (9) |
| PASIGCITY | Kota di Filipina (9) |
| PASIGRAFI | Sistem tulisan yang menggunakan lambang yang dipakai secara luas, tidak terbatas pada satu bahasa tertentu, misalnya angka Arab: 1, 2, 3, dan seterusnya (Linguistik) (9) |
| PASIRBESI | Jenis bijih besi aluvial yang berbentuk pasir, biasanya banyak terdapat di pantai selatan Pulau Jawa dan pantai barat Sumatra (9) |
| PASIRKACA | Persenyawaan yang terdiri atas oksida besi, aluminium, titanium, zirkonium, kalsium, dan magnesium (Kimia) (9) |
| PASTAGIGI | Bahan gosok gigi, tapal gigi (9) |
| PASTAGULA | Pasta halus yang terbuat dari gula yang direbus, biasanya diwarnai atau dibumbui, digunakan sebagai isian atau lapisan luar untuk kue, kacang, atau buah (Tata Boga) (9) |
| PASTRISUS | Adonan yang dibuat dengan menggunakan mentega, air, tepung terigu, dan telur, digunakan untuk membuat berbagai pastri, seperti kue sus (Tata Boga) (9) |
| PATAHHATI | Cabar hati; hilang keberanian (kiasan); hilang kemauan; tidak mau berusaha (berkumpul) lagi (kiasan); kecewa karena putus percintaan; kecewa karena harapannya gagal (kiasan) (9) |
| PATAHSIKU | Sudut siku-siku (kiasan); tidak dapat menolak permintaan orang (karena sudah berutang budi dan sebagainya); tidak dapat melawan (membantah dan sebagainya) lagi; tidak berdaya lagi (kiasan) (9) |
| PATARAKNA | Bangku kebesaran berukuran kecil, rendah, dan berkasur, terletak di kiri kanan singgasana raja (Aceh) (9) |
| PATHANKOT | Kota di India (9) |
| PATOFOBIA | Fobia terhadap penyakit (Psikologi) (9) |
| PATOGENIK | Bersifat menimbulkan penyakit, seperti bakteri atau virus (9) |
| PATOKIMIA | Kajian tentang perubahan kimia pada organisme yang berada dalam keadaan sulit (Kimia) (9) |
| PATOLOGIS | Berkenaan dengan ilmu tentang penyakit; dalam keadaan sakit; abnormal (9) |
| PATRIARKI | Perilaku mengutamakan laki-laki daripada perempuan dalam masyarakat atau kelompok sosial tertentu (9) |
| PATRIOTIK | Bersifat cinta pada tanah air (9) |
| PATRISIDA | Pembunuhan terhadap ayah sendiri (9) |
| PATROGONI | Adaptasi bermodifikasi yang terjadi selama taraf embrio atau selama perkembangan larva (Biologi) (9) |
| PATRONASI | Kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang untuk membuat perjanjian dalam suatu kontrak kerja (9) |
| PATTIMUNI | Suku bangsa yang mendiami daerah sebelah barat Semenanjung Bomberai di sebelah selatan Kota Fakfak, Provinsi Papua (9) |
| PATZCUARO | Kota di Meksiko (9) |
| PAUHPIPIT | Pohon kecil, tinggi mencapai 6m, kayunya tidak awet, berwarna putih kecokelat-cokelatan; ketawa udang (Buchanania sessilifolia) (9) |
| PAUSBALIN | Paus yang tidak memiliki gigi serta hanya memakan ikan kecil dan plankton dalam jumlah besar (Mysticeti) (9) |
| PAUSMINKE | Paus balin terkecil yang memiliki sirip menyerupai bulan sabit, panjangnya 6,5—7,5 m, dan beratnya 10—11 ton, memakan krustasea, plankton, dan ikan berkelompok, biasa ditemukan di Laut Arktika dan Laut Antarktika (Balaenoptera acutorostrata) (9) |
| PAVLOHRAD | Kota di Ukraina (9) |
| PAWIYATAN | Balai pertemuan (rapat dan sebagainya); auditorium; balairung (Jawa) (9) |
| PAWTUCKET | Kota di Amerika Serikat (9) |
| PAYYANNUR | Kota di India (9) |
| PEBANGKAI | Makhluk pemakan bangkai atau sisa buangan bahan organik (Biologi) (9) |
| PECAHBULU | Keadaan pubertas yang datang lebih awal sebelum waktunya; pubertas dini (kiasan/Palembang) (9) |
| PECAHHATI | Hilang keberanian (kiasan) (9) |
| PECAHPOLA | Proses mengubah pola dasar menjadi pola yang sesuai dengan desain busana, dilakukan dengan memotong, menyambung, memendekkan, atau memanjangkan bagian pada pola dasar (Tata Busana) (9) |
| PECICILAN | Tentang mata terbelalak melihat ke mana-mana (9) |
| PECUNDANG | Yang kalah; yang dikalahkan; kecundang; orang yang menghasut; orang yang menipu (9) |
| PECUTKUDA | Terna yang tingginya mencapai 50 cm, daun membundar telur berhadapan, tepi bergerigi, bunga duduk pada buir-buir yang berbentuk seperti pecut dan berwarna ungu atau putih, seluruh bagian tanaman dapat digunakan sebagai obat infeksi saluran kencing dan reumatik (Stachytarpheta jamaicensis); (9) |
| PEDAGOGIS | Bersifat pedagogi; bersifat mendidik (9) |
| PEDALAMAN | Daerah yang letaknya jauh dari pantai; daerah terpencil yang terletak jauh dari kota dan kurang berhubungan dengan dunia luar (9) |
| PEDAMARAN | Tempat mencari damar; tempat yang banyak damarnya; suluh dari damar; suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan (9) |
| PEDENDANG | Kain (sutra dan sebagainya) berbenang-benang emas sebagai perhiasan; burung air berwarna cokelat dengan pola hitam mencolok, paruh kokoh, runcing dan berwarna cerah, berkepala kecil, berleher panjang, berkaki lebar seperti dayung tanpa selaput di antara jarinya, habitat rawa, memakan hewan kecil yang hidup di habitatnya, tersebar di Amerika, Afrika, dan Asia, pada musim dingin bermigrasi ke Jawa dan Sumatra (Heliornithidae) (9) |
| PEDEPOKAN | Tempat persemadian (pengasingan diri) raja-raja di Jawa pada masa lalu; sanggar seni tari (9) |
| PEDEWAKAN | Perahu khas Bugis (9) |
| PEDIHHATI | Sakit hati bercampur sedih (9) |
| PEDIOFOIT | Tumbuhan yang banyak terdapat di daerah dataran tinggi (Biologi) (9) |
| PEDOFOBIA | Fobia terhadap anak kecil (Psikologi) (9) |
| PEDOMETER | Alat berupa jam yang biasanya dipakai untuk mengukur jarak yang telah ditempuh (dengan berjalan kaki dengan cara mencatat setiap langkah pejalan kaki itu) (9) |
| PEDUKUHAN | Beberapa kelompok rumah yang membentuk perkampungan; kelompok dukuh; perdukuhan (9) |
| PEDUSUNAN | Daerah dusun; kumpulan dusun (9) |
| PEFERENSI | Pungutan suara (9) |
| PEGELARAN | Tempat mempergelarkan (drama dan sebagainya) yang tetap (9) |
| PEGUNAKSI | Sebuah bingkai diam yang dimunculkan terus menerus sepanjang waktu tertentu, biasanya pada akhir adegan atau akhir cerita, dapat dipergunakan sebagai latar belakang judul akuan akhir (Perfilman) (9) |
| PEGUYUBAN | Masyarakat atau kelompok yang ikatan sosialnya didasari oleh ikatan perseorangan yang kuat (9) |
| PEJAGALAN | Proses, cara, perbuatan menjagal; pembantaian; pemotongan hewan; tempat menyembelih ternak (seperti lembu, kerbau, dan kambing); rumah jagal; penjagalan (9) |
| PEJAJARAN | Makhluk halus yang jahat (biasanya berbentuk harimau, buaya, dan sebagainya) (Melayu Jakarta); kata umpatan “kurang ajar” (Melayu Jakarta) (9) |
| PEKAKBATU | Tuli benar (9) |
| PEKANBARU | Ibu kota Provinsi Riau, terkenal dengan sebutan Kota Bertuah (9) |
| PEKANRAYA | Pasar malam besar dan bermacam-macam pameran (baik dari dalam negeri maupun luar negeri) dan pertunjukan (9) |
| PEKANSUCI | Rangkaian perayaan seminggu sebelum hari Paskah, dimulai dengan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci; semana santa (Agama Katolik) (9) |
| PEKAPURAN | Tempat membakar kapur (9) |
| PEKATHATI | Tetap pendirian (pikiran, kemauan, dan sebagainya) (9) |
| PEKERAMIK | Pencipta barang keramik sebagai seni; keramikus (9) |
| PEKERJAAN | Barang apa yang dilakukan (diperbuat, dikerjakan, dan sebagainya); tugas kewajiban; hasil bekerja; perbuatan; pencaharian; yang dijadikan pokok penghidupan; sesuatu yang dilakukan untuk mendapat nafkah; hal bekerjanya sesuatu (9) |
| PEKTINASE | Enzim yang terdapat dalam kebanyakan tumbuhan (9) |
| PELADENAN | Proses, cara, perbuatan meladeni (melayani); pelayanan (9) |
| PELAFAZAN | Pengucapan (9) |
| PELAIHARI | Ibu kota Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan (9) |
| PELAJARAN | Yang dipelajari atau diajarkan; latihan; ihwal belajar (9) |
| PELAKSANA | Orang (panitia, organisasi, dan sebagainya) yang mengerjakan atau melaksanakan (rancangan dan sebagainya) (9) |
| PELALAWAN | Kabupaten di Provinsi Riau (9) |
| PELAMBUNG | Orang yang melambungkan; orang yang bertugas melempar bola dalam permainan kasti (9) |
| PELAMINAN | Tempat duduk pengantin yang dihiasi (9) |
| PELAMPANG | Rumah sementara beratap kajang dan sebagainya sebagai tempat menerima tamu pada waktu ada pesta dan sebagainya (Melayu Jakarta) (9) |
| PELAMPUNG | Benda ringan untuk alat mengapung (pada tali pancing, penunjuk jalan di laut, pegangan bagi orang yang berenang, dan sebagainya); barang yang ringan terapung (yang dapat menahan supaya tidak tenggelam); tumbuhan ambung-ambung (Scaevola frutescens) (9) |
| PELANCONG | Orang yang pergi melancong; ekskursionis (9) |
| PELANGGAN | Orang yang membeli (menggunakan dan sebagainya) barang (surat kabar dan sebagainya) secara tetap (9) |
| PELANGKAH | Barang yang diberikan oleh calon pengantin pria kepada kakak calon pengantin wanita yang belum menikah (yang dilangkahi atau didahului kawin) (9) |
| PELANGKIN | Kursi usungan bangsawan pada zaman dahulu; tandu (9) |
| PELANTANG | Alat untuk melantangkan suara; mikrofon (9) |
| PELAPISAN | Proses, cara, perbuatan melapis; pengelompokan elemen-elemen yang terkait secara logika dalam pembuatan gambar (tentang komputer grafik) (Komputer); pengorganisasian pemrograman menjadi komponen-komponen fungsional terpisah yang berinteraksi dalam beberapa cara yang berurutan dan hierarkis melalui peranti masukan (tentang pemrograman komputer) (Komputer) (9) |
| PELAPUKAN | Proses, cara, perbuatan menjadi lapuk; perubahan atau penghancuran dalam batuan atau sedimen pada permukaan bumi yang disebabkan faktor biologi, kimia, atau fisika (Kimia) (9) |
| PELARAIAN | Proses, cara, perbuatan melaraikan; resolusi (tentang konflik) (9) |
| PELARASAN | Proses, cara, perbuatan melaraskan; penyesuaian (9) |
| PELATARAN | Halaman rumah; tanah yang sudah diratakan; serambi (pada stasiun kereta api dan sebagainya); dasar warna (lukisan dan sebagainya); perihal memberi latar (9) |
| PELATBAJA | Baja yang dicetak pipih panjang (9) |
| PELATMODE | Ilustrasi gaya pakaian (Tata Busana); orang yang berpakaian dengan mode terbaru (Tata Busana) (9) |
| PELAYANAN | Perihal atau cara melayani; usaha melayani kebutuhan orang lain dengan memperoleh imbalan (uang); jasa; kemudahan yang diberikan sehubungan dengan jual beli barang atau jasa (9) |
| PELAYARAN | Perjalanan melalui laut; segala sesuatu yang menyangkut perihal berlayar (9) |
| PELEBONAN | Hari pembakaran jenazah (untuk yang berkasta tinggi); ngaben (9) |
| PELEDAKAN | Proses, cara, perbuatan meledakkan; peningkatan jumlah yang terjadi dengan amat cepat (9) |
| PELEGALAN | Proses, cara, perbuatan melegalkan; pengesahan; pembenaran (9) |
| PELEGIRAN | Dialog bersambut yang sering disisipi peribahasa, bangsalan, atau paparegan untuk bersenang-senang (Madura) (9) |
| PELENGKAP | Hal yang dipakai untuk melengkapi apa yang kurang atau untuk melengkapkan; unsur kalimat yang melengkapi predikat verbal (Linguistik) (9) |
| PELENGSET | Belengset (9) |
| PELEPASAN | Proses, cara, perbuatan (hal dan sebagainya) melepas(kan); pemecatan (dari tugas); dubur; anus; pengurangan atau penghilangan awan, baik secara alami maupun secara buatan (Geografi dan Geologi) (9) |
| PELERAIAN | Proses, cara, perbuatan meleraikan; bagian struktur alur sesudah tercapainya rumitan atau titik balik, yang menunjukkan perkembangan kejadian ke arah penyelesaian (9) |
| PELESAPAN | Proses, cara, perbuatan melesapkan; penghilangan (9) |
| PELESTARI | Orang dan sebagainya yang menjaga hewan, hutan, lingkungan, dan sebagainya supaya lestari (9) |
| PELETUPAN | Proses, cara, perbuatan meletupkan; peletusan; peledakan (9) |
| PELETUSAN | Proses, cara, perbuatan meletuskan; peletupan; peledakan (9) |
| PELEVELAN | Pengaturan tingkat(an), tataran, atau lapisan; penjenjangan (9) |
| PELIMBANG | Alat untuk melimbang; lenggangan; orang yang pekerjaannya melimbang; pengembara (9) |
| PELINDIAN | Pemisahan bahan terlarut dari suatu zat, seperti tanah atau batuan, melalui penyaringan air (Kimia) (9) |
| PELINGGAM | Pelanggi (9) |
| PELINGSIR | Pemimpin keluarga besar dalam puri di Bali (9) |
| PELINTENG | Katapel; jepretan (Jawa) (9) |
| PELINTING | Orang yang melinting; alat untuk melinting (9) |
| PELIRITIK | Pasak (paku besi) dan sebagainya yang berulir (dimasukkan pada kayu, besi, dan sebagainya dengan diputar); sekrup (9) |
| PELOTARIS | Pemain hailai (9) |
| PELPOLISI | Pasukan polisi yang dilatih sebagai tentara (di daerah perkebunan dan sebagainya) (9) |
| PELUDAHAN | Tempat ludah (terbuat dari kuningan dan sebagainya); tempolong (9) |
| PELUHSENI | Keringat dingin yang keluar dari tubuh seseorang karena sangat ketakutan dan sebagainya (9) |
| PELULUHAN | Proses, cara, perbuatan menghancurkan (9) |
| PELUMATAN | Proses, cara, atau perbuatan melumatkan (9) |
| PELUMERAN | Proses, cara, perbuatan melelehkan; pelelehan salju dan/atau es atau kedua-duanya di permukaan bumi setelah kenaikan suhu di atas 0° C (Hidrometeorologi) (9) |
| PELUMPUNG | Gelagah (di tanah yang berpaya-paya) (9) |
| PELUNAUAN | Proses, cara, perbuatan menghancurkan bijih sehingga seluruhnya menjadi sangat halus (9) |
| PELUNGGUH | Pertapa (9) |
| PELURUHAN | Proses, cara, perbuatan meluruhkan atau menggugurkan (9) |
| PELURUSAN | Proses, cara, atau perbuatan meluruskan (9) |
| PEMAKAIAN | Proses, cara, perbuatan memakai; penggunaan (9) |
| PEMAKAMAN | Proses, cara, perbuatan memakamkan; penguburan (9) |
| PEMANASAN | Proses, cara, perbuatan memanasi atau memanaskan; persiapan sebelum bertanding (pelatihan) (Olahraga) (9) |
| PEMANCING | Orang yang memancing; pengail (9) |
| PEMANDIAN | Kolam renang; tepian (tempat mandi umum di sungai); proses, cara, perbuatan memandikan (9) |
| PEMANGKAS | Alat untuk memangkas; orang yang memangkas (rambut); tukang pangkas; tukang cukur (9) |
| PEMAPAKAN | Proses, cara, perbuatan memapak; penyambutan (kedatangan orang); penyongsongan (9) |
| PEMAPASAN | Proses, cara, perbuatan penyerobotan; perampasan; penjarahan (9) |
| PEMASAKAN | Proses, cara, perbuatan memasak; perubahan kompleks yang terjadi dalam struktur krim dan pembentukan hablur selama waktu penyimpanan suatu bahan (Kimia) (9) |
| PEMASARAN | Proses, cara, perbuatan memasarkan suatu barang dagangan; perihal menyebarluaskan ke tengah-tengah masyarakat (9) |
| PEMASTIAN | Proses, cara, perbuatan memastikan; penentuan; penetapan (9) |
| PEMASUKAN | Proses, cara, perbuatan memasukkan; pendapatan (9) |
| PEMATOKAN | Proses, cara, perbuatan mematok; pemancangan (9) |
| PEMBANDUT | Pengikat; pembebat (9) |
| PEMBANGUN | Orang (sesuatu) yang membangun; pendiri; pembina (9) |
| PEMBANTAI | Orang yang pekerjaannya membantai atau menyembelih binatang; tukang bantai; pembunuh (kiasan) (9) |
| PEMBANTAR | Pencegah; penangkal (9) |
| PEMBANYOL | Orang yang membanyol, melawak, atau melucu (9) |
| PEMBAPTIS | Orang yang membaptis; orang yang mempermandikan (9) |
| PEMBARUAN | Proses, cara, perbuatan membarui; proses mengembangkan kebudayaan, terutama dalam lapangan teknologi dan ekonomi (Antropologi) (9) |
| PEMBAURAN | Proses, cara, perbuatan membaurkan; pencampuran; peniadaan sifat-sifat eksklusif kelompok etnik di dalam masyarakat dalam usaha mencapai kesatuan bangsa; perkawinan campuran antara warga negara asli (pribumi) dan warga negara keturunan asing; proses bercampurnya molekul karena gerakan termal yang acak (Fisika); difusi (Fisika) (9) |
| PEMBAWAAN | Proses, cara, perbuatan membawa atau membawakan; sifat (tabiat dan sebagainya) yang dibawa sejak lahir; bakat (kepandaian dan sebagainya); kecenderungan (hati) (9) |
| PEMBAWANG | Pemarah (kiasan) (9) |
| PEMBELAAN | Proses, cara, perbuatan merawat; perawatan; proses, cara, perbuatan membela (9) |
| PEMBENING | Tangki besar yang digunakan untuk membersihkan atau menjernihkan air atau larutan dari material asing dengan cara mengendapkan air atau larutan itu (9) |
| PEMBENTAK | Orang yang membentak; suka membentak (9) |
| PEMBERANG | Penaik darah; pemarah (9) |
| PEMBERITA | Orang yang menyiarkan berita; juru kabar (9) |
| PEMBIAKAN | Proses, cara, perbuatan membiakkan; proses organis untuk menghasilkan organisme baru yang merupakan tindakan organisme induk, baik secara seksual maupun aseksual (Biologi) (9) |
| PEMBIASAN | Proses, cara, perbuatan membiaskan; penyimpangan (pembelokan) (9) |
| PEMBICARA | Orang yang berbicara (berpidato dan sebagainya) dalam rapat dan sebagainya; penasihat (9) |
| PEMBIDANG | Bingkai bertali untuk membentangkan (kulit yang dijemur atau kain yang disuji, disulam, dan sebagainya) (9) |
| PEMBILANG | Orang yang membilang; angka dalam pecahan menunjukkan yang dibagi (terletak di sebelah atas) (Matematika) (9) |
| PEMBINAAN | Proses, cara, perbuatan membina (negara dan sebagainya); pembaruan; penyempurnaan; usaha, tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik (9) |
| PEMBOHONG | Orang yang suka membohong; suka membohong (berbohong); pendusta (9) |
| PEMBORONG | Orang yang memborong; kontraktor (9) |
| PEMBUAHAN | Perihal (proses) membuahi (Biologi); perihal bercampurnya inti sel jantan dan inti sel betina; perpaduan sepasang sel kelamin jantan dan betina dan menjadi permulaan dari perkembangan suatu embrio (Biologi) (9) |
| PEMBUKAAN | Proses, cara, perbuatan membuka; permulaan; proses membukanya leher rahim dalam persalinan dengan satuan lebar 1 sampai 10 (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PEMBUKUAN | Pencatatan dalam buku; proses pemindahan transaksi dari jurnal ke buku besar (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| PEMBULUAN | Proses membului; proses melewatkan kain pada rol tenun yang pada permukaannya terdapat kait kecil untuk mengikis atau menarik benang sehingga menghasilkan kesan berbulu pada kain (Tata Busana) (9) |
| PEMBUNTUT | Pengikut suatu aliran, ajaran, atau seorang tokoh (9) |
| PEMBURUAN | Proses, cara, perbuatan memburu; pengejaran (9) |
| PEMEKARAN | Proses, cara, perbuatan menjadikan bertambah besar (luas, banyak, lebar, dan sebagainya) (9) |
| PEMELAJAR | Orang yang mempelajari; murid; siswa (9) |
| PEMERAHAN | Proses, cara, perbuatan memerah; pemerasan (9) |
| PEMERASAN | Perihal, cara, perbuatan memeras; pemerahan (9) |
| PEMERKAYA | Yang membuat jadi lebih kaya (9) |
| PEMERLUAS | Alat untuk memperluas (9) |
| PEMERUNAN | Proses, cara, perbuatan memerun; tempat memerun; tempat pembakaran (sampah dan sebagainya) (9) |
| PEMIJAHAN | Proses, cara, perbuatan memijahkan; hal memijahkan; pengembangbiakan; tempat memijahkan (9) |
| PEMINDAAN | Proses, cara, perbuatan memperbaiki (membetulkan, mengoreksi, mengubah); proses, cara, perbuatan meminda (mencontoh) (9) |
| PEMINGGIR | Pembatas (negeri dan sebagainya); daerah perbatasan (9) |
| PEMISAHAN | Proses, cara, perbuatan memisah atau memisahkan; pemecahan (pembelahan dan sebagainya); pembedaan (9) |
| PEMITOSAN | Proses, cara, perbuatan menjadikan mitos; pendewaan (9) |
| PEMLASTIS | Bahan pembuat plastik (9) |
| PEMOLESAN | Proses, cara, atau perbuatan memoles (9) |
| PEMPEKDOS | Pempek yang dibuat hanya dengan tepung sagu (biasanya dicampur dengan terigu) dan tanpa ikan (9) |
| PEMUCATAN | Perubahan warna dari kuning menjadi putih akibat menghilangnya pigmen (9) |
| PEMUGARAN | Proses, cara, perbuatan memugar; pembaharuan kembali; pemulihan kembali; perbaikan kembali (9) |
| PEMULAUAN | Proses, cara, perbuatan memulaukan; pengasingan; pemboikotan (9) |
| PEMULIAAN | Hal memuliakan; perihal membuat (menjadikan) sesuatu hal lebih bermutu atau lebih unggul (9) |
| PEMULIHAN | Proses, cara, perbuatan memulihkan; pengembalian; pemulangan (hak, harta benda, dan sebagainya) (9) |
| PEMULSAAN | Teknik untuk menjaga tetapnya suhu tanah di sekitar akar tanaman, menahan uap air dalam tanah, mencegah erosi, dan menghilangkan tumbuhnya gulma dan penyakit (9) |
| PEMUNGKAS | Orang atau sesuatu yang mengakhiri atau yang menyelesaikan (kerja, persoalan, dan sebagainya); perusak; penghancur; (senjata dan sebagainya) yang mematikan (9) |
| PEMUNGKUR | Sisa; endap-endap (sagu dan sebagainya) (9) |
| PEMUSATAN | Proses, cara, perbuatan memusatkan; perubahan kekuasaan politik dari badan-badan pemerintah daerah ke pemerintah pusat (Politik dan Pemerintahan); penyerahan kekuasaan dari pembuat undang-undang kepada anggota eksekutif (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| PEMUTARAN | Proses, cara, perbuatan memutar; penayangan (Perfilman) (9) |
| PEMUTIHAN | Proses, cara, perbuatan memutihkan; keringanan bagi wajib pajak untuk tidak membayar pajak tahun-tahun sebelumnya walaupun barang atau harta itu sudah menjadi miliknya sejak beberapa tahun (9) |
| PEMUTUSAN | Proses, cara, perbuatan memutuskan; penetapan (9) |
| PEMVAKSIN | Orang yang memvaksin (9) |
| PENABALAN | Pengumuman penobatan raja; penobatan (9) |
| PENAGIHAN | Proses, cara, perbuatan menagih; permintaan (peringatan dan sebagainya) supaya membayar utang dan sebagainya; tuntutan supaya memenuhi janji (9) |
| PENAHANAN | Proses, cara, perbuatan menahan; penghambatan (9) |
| PENAHIRAN | Pembersihan; penyucian (9) |
| PENAJAKAN | Proses, cara, perbuatan menajak; kegiatan awal membuat lubang sumur (9) |
| PENALARAN | Cara (perihal) menggunakan nalar; pemikiran atau cara berpikir logis; jangkauan pemikiran; hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman; proses mental dalam mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip (9) |
| PENAMPANG | Permukaan (bidang) yang rata; bidang pada permukaan barang yang diiris sama tengah (9) |
| PENANGGAH | Ruang di hotel atau restoran untuk menyiapkan hidangan dingin, seperti salad dan roti apit, atau untuk memanasi hidangan sebelum diantarkan ke meja tamu; bagian rumah antara dapur dan tengah rumah (9) |
| PENANGKAL | Penolak bala (penyakit, roh jahat, dan sebagainya); pencegah bahaya (bencana dan sebagainya) (9) |
| PENANGKAR | Orang yang mengembangbiakkan (ternak, tanaman); orang yang menggandakan (9) |
| PENANTANG | Orang yang menantang; lawan (9) |
| PENAPOLIS | Kota di Brasil (9) |
| PENAPUSAN | Proses, cara, perbuatan memerah atau memeras (9) |
| PENASARAN | Berkeras hendak berbuat sesuatu (karena kecewa); sangat menghendaki; sangat ingin hendak mengetahui (mendapat dan sebagainya) sesuatu; merasa tidak puas; sangat marah (karena dihina, tidak sampai maksudnya, dan sebagainya) (9) |
| PENAWANAN | Proses, cara, perbuatan menawan, menangkap, atau menahan (9) |
| PENCADANG | Orang yang mencadangkan; pengusul (9) |
| PENCAIRAN | Proses, cara, perbuatan mencairkan; proses pengubahan batu bara menjadi bentuk akhir berupa bahan cair melalui proses gasifikasi (Teknik) (9) |
| PENCALANG | Perahu besar untuk mengangkut barang dagangan (sering dipakai untuk memata-matai musuh dengan menggunakan sifat dagangnya itu) (9) |
| PENCAMBUK | Orang yang mencambuk; alat untuk mencambuk; pendorong; penyemangat; motivator (kiasan) (9) |
| PENCAPLOK | Orang (badan, negara, dan sebagainya) yang mengambil milik (hak) orang lain (9) |
| PENCARIAN | Proses, cara, perbuatan mencari; pekerjaan dan sebagainya yang menjadi pokok penghidupan (9) |
| PENCATUAN | Proses, cara, perbuatan mencatu; pembagian catu; penjatahan; distribusi; urusan pembagian (catu) (9) |
| PENCEMEEH | Orang yang suka mengejek atau menghina orang lain (9) |
| PENCEMOOH | Orang yang mencemooh (9) |
| PENCIUTAN | Proses, cara, perbuatan menciutkan; penyempitan; penyusutan; pengurangan (9) |
| PENCOLENG | Orang yang melakukan pencurian atau penipuan dengan kekerasan terhadap seseorang; orang yang pekerjaannya (suka) mencoleng (9) |
| PENCORENG | Orang yang mencoreng (9) |
| PENDAGANG | Tongkat untuk memikul; pikulan (9) |
| PENDAKIAN | Pemanjatan; perbuatan mendaki; tempat yang menanjak; tanjakan; dakian (9) |
| PENDAKWAH | Dai; orang yang pekerjaannya berdakwah (Agama Islam) (9) |
| PENDATANG | Orang yang muncul; orang yang datang dari tempat lain untuk menetap di suatu tempat (9) |
| PENDAYANG | Wanita muda; perempuan lacur (9) |
| PENDESAIN | Orang yang membuat desain; orang yang merancang model pakaian dan sebagainya; pembuat model; pembuat pola; desainer (9) |
| PENDEWAAN | Proses, cara, perbuatan mendewakan; deifikasi (9) |
| PENDIRIAN | Proses, cara, perbuatan mendirikan; pendapat (keyakinan) yang dipakai tumpuan untuk memandang atau mempertimbangkan sesuatu (9) |
| PENDORONG | Orang yang mendorong (menganjurkan, mendesak, dan sebagainya) (9) |
| PENDUKUNG | Orang yang mendukung; penyokong; pembantu; penunjang; tiang listrik yang mendukung gaya vertikal dan gaya horizontal akibat angin pada kawat (Elektronika) (9) |
| PENEBATAN | Proses, cara, perbuatan menebat (mengempang, membendung) (9) |
| PENEGAHAN | Proses, cara, perbuatan menegah; tindakan administrasi untuk menunda pengeluaran atau pemasukan uang tunai, dan/atau instrumen pembayaran lain ke dalam atau ke luar daerah pabean Indonesia (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| PENEGASAN | Penjelasan; penentuan; salah satu kategori penggunaan efek bunyi dan musik (Kesenian) (9) |
| PENEGUHAN | Penguatan; pengukuhan; penyungguhan (9) |
| PENEKELAN | Proses, cara, perbuatan menekel; penanganan; penggarapan; pengerjaan (9) |
| PENEKENAN | Proses, cara, perbuatan meneken; penandatanganan (9) |
| PENEKUKAN | Penggeseran ke tepi kiri atau kanan dari batas teks (Komputer); proses, cara, perbuatan menekuk (9) |
| PENELAHAN | Proses, cara, perbuatan menelah; peramalan; penenungan (9) |
| PENELEPON | Orang yang menelepon (9) |
| PENELUSAN | Gerak air ke bawah di dalam tanah atau melewati lapisan salju (Meteorologi) (9) |
| PENEMPAAN | Proses, cara, perbuatan menempa; penggemblengan; metode pendidikan atau pelatihan (keterampilan), pembetulan kebiasaan dan sebagainya dengan cara mengulang terus-menerus (9) |
| PENENGGAT | Orang yang suka menunda-nunda pekerjaan hingga menjelang tenggat; penunda; pelepas (rasa lelah, dan sebagainya) untuk sementara waktu (9) |
| PENENGGEK | Tempat bertengger; tempat menyimpan sesuatu di tempat yang tinggi; pembuat tenggekan (9) |
| PENENGKAR | Tidak mau mendengarkan kata orang lain; degil; keras kepala (9) |
| PENENTANG | Orang yang menentang (melawan, menolak, dan sebagainya) (9) |
| PENENTUAN | Proses, cara, perbuatan menentukan; penetapan; pembatasan (arti dan sebagainya) (9) |
| PENERAPAN | Proses, cara, perbuatan menerapkan; pemasangan; pemanfaatan; perihal mempraktikkan (9) |
| PENERBANG | Pengemudi pesawat terbang; juru terbang (9) |
| PENERKAAN | Proses, cara, perbuatan menerka (menduga, menebak) (9) |
| PENERUSAN | Proses, cara, perbuatan meneruskan; pelanjutan (9) |
| PENETAPAN | Proses, cara, perbuatan menetapkan; penentuan; pengangkatan (jabatan dan sebagainya); pelaksanaan (janji, kewajiban, dan sebagainya); tindakan sepihak menentukan kaidah hukum konkret yang berlaku khusus (Hukum) (9) |
| PENETRASI | Penerobosan; penembusan; perembesan (9) |
| PENGABUAN | Proses, cara, perbuatan mengabukan; pembakaran zat organik, terutama dalam analisis (Kimia) (9) |
| PENGACARA | Pembela perkara; pendamping tergugat (terdakwa); advokat; pokrol (9) |
| PENGACUAN | Proses, cara, perbuatan mengacu; referensi (Linguistik) (9) |
| PENGADAAN | Proses, cara, perbuatan mengadakan, menyediakan, dan sebagainya (9) |
| PENGADANG | Orang yang menghalangi (merintangi); penghalang (di jalan dan sebagainya); perintang; penahan; adang-adang (9) |
| PENGADUAN | Penyabungan; proses, cara, perbuatan mengadu; ungkapan rasa tidak senang atau tidak puas akan hal-hal yang tidak begitu penting, tetapi perlu diperhatikan (9) |
| PENGAJIAN | Pengajaran (agama Islam); pembacaan Al-Qur'an (9) |
| PENGAJUAN | Proses, cara, perbuatan mengajukan; pengusulan (9) |
| PENGAKUAN | Proses, cara, perbuatan mengaku atau mengakui; pesan yang dikirim oleh unit penerima ke stasiun pengirim atau komputer yang mengindikasikan bahwa unit siap untuk menerima transmisi atau transmisi telah diterima tanpa ada kesalahan (Komputer) (9) |
| PENGALANG | Orang yang mengalangi; alat untuk mengalangi; penyekat; perintang (9) |
| PENGAMBAK | Nelayan berjongkong yang menjemput hasil ikan tangkapan perahu payung di tengah laut (Madura) (9) |
| PENGAMPUH | Sesuatu yang tertinggi letaknya (9) |
| PENGANDAM | Orang yang pekerjaannya memepat dan menata rambut (putri raja pada zaman dulu dan sebagainya); tukang andam (9) |
| PENGANDAR | Orang yang mengendarai atau menjalankan (mobil, sepeda, dan sebagainya); peranti lunak komputer yang mengendalikan masukan dan keluaran suatu perangkat (9) |
| PENGANDUH | Kayu (kulit kayu dan sebagainya) yang diletakkan pada tangan atau kaki yang terkilir atau patah (9) |
| PENGANGON | Orang yang pekerjaannya menggembala hewan ternak; gembala; tukang angon (9) |
| PENGANJUR | Yang berjalan terdepan atau mendahului; orang yang menganjurkan (seperti pemimpin, promotor) (9) |
| PENGANTAR | Orang yang mengantar(kan); alat untuk mengantar(kan); pembimbing; pandangan umum secara ringkas sebagai pendahuluan (mengenai isi buku, ceramah, dan sebagainya); kata pendahuluan (9) |
| PENGANTIN | Orang yang sedang melangsungkan perkawinannya; mempelai; tumbuhan yang bunganya harum (Nyctanthes arbortrisis) (9) |
| PENGARANG | Orang yang mengarang cerita, berita, buku, dan sebagainya; penulis; pencipta; penggubah (lagu, nyanyian, musik, dan sebagainya); perangkai bunga, manik-manik, dan sebagainya (9) |
| PENGASOAN | Tempat mengaso; peristirahatan (9) |
| PENGASUNG | Orang yang menghasut; penghasut (9) |
| PENGAUDIT | Pejabat yang berwenang menguji dan mengesahkan laporan keuangan (9) |
| PENGAYAAN | Proses, cara, perbuatan mengayakan, memperkaya, memperbanyak (tentang pengetahuan dan sebagainya) (9) |
| PENGCHENG | Kota di Cina (9) |
| PENGEDANG | Sesuatu yang dipakai untuk meluruskan (merentangkan); pelurus; perentang (9) |
| PENGELANA | Orang yang berkelana; pengembara (9) |
| PENGEMBUN | Alat pengalih panas untuk mendinginkan dan mengembunkan uap minyak; kondensor (9) |
| PENGEMPIS | Orang yang mengempiskan (9) |
| PENGENTAK | Alat untuk memadatkan (tanah dan sebagainya); alu; antan (9) |
| PENGEPANG | Orang yang mengepang; alat untuk mengepang (9) |
| PENGEPRAS | Alat untuk memotong (9) |
| PENGEPRES | Alat untuk mengepres (9) |
| PENGGABUS | Pengasah; penggosok (9) |
| PENGGADUH | Orang yang mengerjakan pertanian (peternakan) dengan sistem bagi hasil (9) |
| PENGGALAK | Mesiu pada persumbuan bedil kuno yang digunakan untuk meledakkan mesiu bedil; orang atau benda yang membangkitkan kegairahan atau menggalakkan (9) |
| PENGGALAN | Potongan; keratan; bagian (cerita dan sebagainya); galah dari bambu (9) |
| PENGGALAS | Penjaja; pedagang kecil (9) |
| PENGGANAS | Pengacau; perusuh (9) |
| PENGGANTI | Yang menjadi ganti (tentang barang); penukar; sulih; orang yang menggantikan kedudukan atau jabatan orang lain (9) |
| PENGGARIS | Alat untuk membuat garis; belebas; mistar (9) |
| PENGGAYUT | Sesuatu yang digunakan sebagai tempat bergayut; kawat baja berukuran besar yang dipasang pada batang pemuat agar posisi batang pemuat berada di ketinggian yang dikehendaki (Pelayaran) (9) |
| PENGGEDOR | Perampok; perampas (9) |
| PENGGELAP | Orang yang mengelapkan; orang yang menggunakan (uang, barang, dan sebagainya) secara tidak sah; koruptor (9) |
| PENGGEMUK | Alat untuk menggemukkan; pupuk (9) |
| PENGGENAP | Tambahan sebagai pelengkap; yang menggenapi; suplemen (9) |
| PENGGESEK | Orang yang menggesek; alat untuk menggesek (biola, rebab); tongkat bertali sebagai alat membunyikan biola (9) |
| PENGGILAS | Yang menggilas (melindas); alat untuk menggilas (melindas) (9) |
| PENGGUBAH | Orang yang menggubah; pengarang; penyair; penyusun lagu; komponis (9) |
| PENGGUSUR | Orang yang menggusur; orang yang menggusur (9) |
| PENGGUYUR | Orang yang mengguyur; penyiram (9) |
| PENGHARIT | Penggergaji kayu (yang membuat papan, balok, dan sebagainya) (9) |
| PENGHARUM | Sesuatu yang digunakan untuk mengharumkan; pewangi (9) |
| PENGHASIL | Sesuatu yang menghasilkan (membuat, mengadakan, dan sebagainya) (9) |
| PENGHENTI | Alat untuk menghentikan; alat katup (9) |
| PENGHIBUR | Orang (sesuatu) yang menghibur; pelipur (9) |
| PENGHIRUK | Orang yang berbuat gaduh (gempar, ribut, dan sebagainya) (9) |
| PENGICUAN | Proses, cara, perbuatan mengicu; penipuan (9) |
| PENGIKLAN | Orang (perusahaan dan sebagainya) yang mengiklankan; orang (perusahaan dan sebagainya) yang memasang iklan; (bagian) perusahaan yang mengurus iklan (9) |
| PENGINGAT | Yang mengingatkan; alat elektronik yang berbunyi atau memberi tanda secara otomatis untuk memberi peringatan (tentang waktu, acara dan sebagainya) (9) |
| PENGINIAN | Proses, cara, perbuatan menginikan (9) |
| PENGINJAK | Orang yang menginjak (9) |
| PENGINPUT | Orang yang menginput (data) (9) |
| PENGINTAI | Orang yang atau alat untuk mengintai atau mengintip; tentara (regu, pesawat) yang bertugas mengamat-amati dengan saksama kedudukan atau gerak-gerik musuh (Kemiliteran) (9) |
| PENGINTIL | Orang yang mengintil; pengikut (9) |
| PENGIONAN | Pengubahan atom atau molekul menjadi ion dengan menghilangkan atau menambahkan elektron (9) |
| PENGIRAAN | Proses, cara, perbuatan mengira; penaksiran (9) |
| PENGIRING | Orang dan sebagainya yang mengiring; pengikut (9) |
| PENGKOLAN | Tikungan atau keluk (jalan dan sebagainya) (9) |
| PENGOBENG | Pekerja (perajin) pada perusahaan batik (9) |
| PENGODEAN | Proses penulisan algoritma atau prosedur pemecahan masalah ke dalam bahasa pemrograman komputer (Komputer); proses, cara, perbuatan mengodekan (9) |
| PENGOMPOS | Organisme, seperti bakteri atau jamur, yang memakan dan mengurai jasad tumbuhan atau hewan sehingga menyediakan nutrisi organik untuk ekosistem; dekomposer (9) |
| PENGOPIAN | Penyalinan sesuai dengan aslinya; proses, cara, perbuatan mengopi (9) |
| PENGOSONG | Alat untuk mengosongkan (9) |
| PENGRAWIT | Orang yang menabuh gamelan (misalnya pada pertunjukan wayang) (Jawa) (9) |
| PENGUAPAN | Proses, cara, perbuatan menguapi (menguapkan); kejadian menguap; proses perubahan wujud cair ke wujud gas yang disertai oleh pelepasan panas (9) |
| PENGUARAN | Proses, cara, perbuatan menguarkan; pemberitahuan kepada umum (terutama yang diteriakkan atau menggunakan pengeras suara) (9) |
| PENGUATAN | Proses, cara, perbuatan menguati atau menguatkan; kebutuhan untuk menguatkan kelenturan dan peregangan otot (Kesenian); peningkatan amplitudo sinyal, seperti tegangan, arus, atau daya yang dihasilkan oleh sirkuit (Komputer); proses menguatkan perilaku tertentu dengan memberikan hadiah saat perilaku tersebut muncul (Psikologi); sakramen penguatan; krisma (Agama Katolik) (9) |
| PENGUJIAN | Proses, cara, perbuatan menguji; pemeriksaan atas transaksi keuangan; audit (Keuangan); kegiatan yang memeriksa apakah sistem, baik perangkat lunak maupun perangkat keras, berperilaku sesuai dengan yang diinginkan (Komputer) (9) |
| PENGUJUNG | Sesuatu yang menjadi ujung; bagian akhir (9) |
| PENGULANG | Orang yang mengulang(i); orang yang membantu memberi pelajaran kepada mahasiswa di luar kuliah; repetitor (9) |
| PENGUMBAN | Alat (tali dan sebagainya) untuk mengumban atau mengumbangkan (9) |
| PENGUMBUK | Pembujuk (penipu) dengan kata-kata yang manis dan janji yang muluk-muluk (9) |
| PENGUMPAK | Orang yang suka memuji-muji (menyanjung-nyanjung); penjilat (9) |
| PENGUMPAN | Pemberi umpan; pengantar (9) |
| PENGUMPIL | Alat yang dipakai untuk mengumpil; tuas (9) |
| PENGUNYAH | Orang yang mengunyah; alat untuk mengunyah; hewan yang mengunyah; organisme pemroses (9) |
| PENGUSAHA | Orang yang mengusahakan (perdagangan, industri, dan sebagainya); orang yang berusaha dalam bidang perdagangan; saudagar; usahawan (9) |
| PENIADAAN | Proses, cara, perbuatan meniadakan; pengingkaran; penghapusan; pembatalan; pengabaian dan sebagainya (9) |
| PENILIKAN | Proses, cara, perbuatan menilik; pengawasan; pemeriksaan (9) |
| PENIMBANG | Orang yang menimbang; tukang timbang; orang yang memberi pertimbangan; penasihat; alat untuk menimbang; timbangan (9) |
| PENINGGAL | Sepeninggal; peninggalan; pusaka; ketika (ayahnya dan sebagainya) tidak ada (9) |
| PENINGKAH | Pengiring bunyi (dalam gamelan dan sebagainya) (9) |
| PENINGSET | Barang yang diberikan pihak calon pengantin laki-laki kepada pihak calon pengantin perempuan sebagai tanda pengikat persetujuan diterimanya lamaran (Jawa) (9) |
| PENINSULA | Suatu wilayah yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh perairan, tetapi dihubungkan dengan wilayah lain yang lebih besar; meja tambahan yang menjorok keluar dan membentuk ruang mati di dapur, desainnya harus menyesuaikan dengan set dapur yang ada (Arsitektur) (9) |
| PENIRISAN | Upaya yang dilakukan secara terus-menerus untuk memompakan air ke luar dari daerah penambangan; proses, cara, perbuatan meniriskan (9) |
| PENISILAT | Memiliki sifat atau bentuk seperti berkas rambut (Biologi) (9) |
| PENISILIN | Antibiotik yang dihasilkan oleh beberapa jenis jamur, Penicillium notatum dan Penicillin chrysogenum, sangat mujarab untuk mengobati beberapa penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PENITENSI | Keadaan menyesali dosa; ganjaran penghapus dosa yang diberikan kepada peniten dalam sakramen tobat (Agama Katolik) (9) |
| PENITISAN | Perpindahan jiwa; kepercayaan (ilmu dan sebagainya) tentang hal menitis; lubang pengintai pada senjata berapi (9) |
| PENJADIAN | Proses, cara, perbuatan menjadikan; pembentukan; pembuatan (9) |
| PENJAGAAN | Proses, cara, perbuatan menjaga; pemeliharaan; pengawasan (9) |
| PENJANGAK | Orang yang menjangak; orang yang berkelakuan tidak senonoh (cabul, jahat, dan sebagainya) (9) |
| PENJANGAT | Alat untuk menjangat (menguliti rotan) (9) |
| PENJARANG | Bagian jaring yang mempunyai mata jaring berukuran 2,5 cm (Melayu Medan) (9) |
| PENJASKES | Pendidikan jasmani dan kesehatan (akronim) (9) |
| PENJEMPUT | Orang yang pergi mengambil (menjemput) (9) |
| PENJURIAN | Proses, cara, perbuatan menilai dan memutuskan (dalam perlombaan, pertandingan, dan sebagainya) (9) |
| PENNYWONG | Menteri Luar Negeri Australia yang dilantik pada tanggal 23 Mei 2022 dalam kabinet Perdana Menteri Anthony Albanese (9) |
| PENOBATAN | Proses, cara, perbuatan menobatkan; pelantikan menjadi raja (9) |
| PENONGKAT | Alat untuk dijadikan tongkat; penunjang (9) |
| PENONGKOK | Joki kerapan sapi (Madura) (9) |
| PENSACOLA | Kota di Amerika Serikat (9) |
| PENSTABIL | Alat untuk menstabilkan; zat yang larut dalam air, berfungsi untuk memberi tekstur yang lebih padat pada makanan dan membantu menstabilkan emulsi, seperti agar-agar dan pektin (9) |
| PENSTOPAN | Proses, cara, dan perbuatan menstop; tempat menstop (9) |
| PENSYARAH | Pembicara (dalam ceramah dan sebagainya); orang yang mengajar di perguruan tinggi; dosen (9) |
| PENTAGRAM | Bintang bersudut lima (9) |
| PENTIGRAF | Cerpen tiga paragraf (akronim) (9) |
| PENUHRUAH | Penuh sesak (9) |
| PENUJUMAN | Perihal menujum atau meramal; proses, cara, perbuatan menujumkan atau menujumi (9) |
| PENUKARAN | Proses, cara, perbuatan menukar (menukari, menukarkan); penggantian (9) |
| PENULTIMA | Terletak di posisi kedua dari akhir (9) |
| PENUMPANG | Orang yang menumpang atau orang yang naik (kereta, kapal, dan sebagainya); orang yang tinggal atau bermalam di rumah orang (9) |
| PENUNAIAN | Perbuatan (hal dan sebagainya) menunaikan; pelaksanaan (tugas, kewajiban, dan sebagainya); pengamalan (perintah dan sebagainya) (9) |
| PENUNGKUL | Pemberian tanda sudah takluk; upeti (9) |
| PENUNJANG | Alat untuk menunjang berupa kayu dan sebagainya agar tidak roboh; penopang; penahan; pemberi tunjangan (uang dan sebagainya) penyokong; dana (sarana) yang akan memperlancar (usaha dan sebagainya); orang yang memihak kepada salah satu pihak yang bertanding (dalam pertandingan olahraga dan sebagainya); suporter (9) |
| PENURUNAN | Proses, cara, perbuatan menurun, menuruni, atau menurunkan; penyusutan; pengurangan (harga dan sebagainya); pembongkaran (muatan dan sebagainya); lereng (jalan dan sebagainya) yang menurun (9) |
| PENUTUPAN | Proses, cara, perbuatan menutup; pengakhiran; penyudahan (9) |
| PENUTURAN | Proses, cara, perbuatan menuturkan; pemberitaan; pembicaraan; uraian tentang suatu hal; keturunan (9) |
| PENYAJIAN | Proses, cara, perbuatan menyajikan; pengaturan penampilan (tentang pertunjukan dan sebagainya); cara menyampaikan pemberitaan karangan, makalah, dan sebagainya (9) |
| PENYAMBUT | Orang yang menyambut; barang atau makanan yang akan dihadiahkan (diberikan, dihidangkan, disajikan) kepada tamu (9) |
| PENYAMPAI | Orang yang menyampaikan; penghubung; alat untuk menyampaikan (9) |
| PENYANGGA | Alat untuk menyangga: sandaran; penengah (terletak di antara dua negara dan sebagainya yang bertentangan) (kiasan); besi yang dipasang melintang pada gagang tombak, pedang, dan sebagainya (kiasan); tempat penyimpanan sementara untuk data yang sedang ditransfer antara dua peranti yang bekerja dengan kecepatan yang berbeda (kiasan); ujung akhir percabangan talus yang termodifikasi yang menjadi tempat berkembang organ reproduksi pada ganggang atau lumut kerak (Botani); ujung akhir sumbu bunga atau gantilan yang biasanya membesar dan menjadi tempat dibentuknya bagian-bagian bunga (Botani) (9) |
| PENYANGSI | Orang yang tidak mudah percaya; orang yang lekas bimbang (9) |
| PENYANTUN | Orang yang baik budi bahasa dan tingkah lakunya; orang yang sopan; orang yang suka menaruh belas kasihan; orang yang suka menolong (membantu, memperhatikan kepentingan orang lain, dan sebagainya); pelindung dan pengarah suatu perguruan tinggi (9) |
| PENYARING | Alat untuk menyaring; penapis (9) |
| PENYARUAN | Proses, cara, perbuatan menyaru; penyamaran; perbuatan dan sebagainya yang dipakai untuk menutupi maksud sebenarnya (untuk kedok) (9) |
| PENYAUKAN | Penyerobotan (9) |
| PENYAYANG | Orang yang penuh kasih sayang; pengasih; pencinta; sifat belas kasihan (9) |
| PENYEARAH | Alat listrik yang mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah (Elektronika) (9) |
| PENYEKANG | Alat untuk menyekang; makanan (9) |
| PENYELERA | Pembangkit selera; umpan tekak (9) |
| PENYEMBAH | Orang yang menyembah; pemuja (9) |
| PENYEMPAL | Orang (kelompok) yang menyempal (menyimpang) dari lembaga atau organisasinya; penyeleweng; pemberontak (9) |
| PENYEMPIT | Yang membuat jadi sempit (9) |
| PENYENGAP | Pendiam (9) |
| PENYENGAT | Tabuhan; sesuatu yang dapat membuat atau menimbulkan sengatan; yang mendorong (kiasan) (9) |
| PENYENSOR | Orang atau badan yang ditugasi memeriksa atau mempertimbangkan berita, surat, buku, film, dan sebagainya yang akan disiarkan supaya tidak bertentangan dengan norma, peraturan, atau hukum yang berlaku; penyiasat; pengkritik (9) |
| PENYERANG | Orang yang menyerang (menyerbu); agresor (9) |
| PENYERBUK | Hewan (misalnya serangga, kelelawar, dan sebagainya) yang membawa serbuk sari dari kepala sari bunga ke kepala putik bunga untuk membantu proses pembuahan tumbuhan (9) |
| PENYETARA | Orang yang membuat setara (seimbang dan sebagainya); sesuatu (komponen alat elektronik dan sebagainya) yang menjadikan seimbang (9) |
| PENYIAPAN | Proses, cara, perbuatan menyiapkan atau menyudahkan sesuatu (bangunan dan sebagainya) (9) |
| PENYIARAN | Proses, cara, perbuatan menyiarkan; padanan dari broadcasting (9) |
| PENYIGIAN | Perihal atau perbuatan menyuluh dengan sigi; penerangan (9) |
| PENYILANG | Orang yang menyilangkan; orang yang melakukan penyilangan; tumbuhan atau binatang yang digunakan untuk menghasilkan keturunan (9) |
| PENYINTAS | Orang yang mampu bertahan hidup (9) |
| PENYITAAN | Proses, cara, perbuatan menyita; pembeslahan; pengambilan milik pribadi oleh pemerintah tanpa ganti rugi (9) |
| PENYOKONG | Tiang dan sebagainya yang digunakan sebagai penunjang (penyangga, penopang) pohon dan sebagainya supaya tidak roboh (rebah); orang yang menyokong; penderma (9) |
| PENYONTEK | Orang yang menyontek (9) |
| PENYUMPAH | Orang yang menyumpah (misalnya para rohaniwan); orang yang biasa atau suka mengeluarkan kata-kata kutukan (9) |
| PENYUMPAL | Alat untuk menyumpal (9) |
| PENYUNTIK | Orang yang menyuntik (9) |
| PEPTIDASE | Enzim yang memecah peptida menjadi asam amino (9) |
| PERADABAN | Kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin; hal yang menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa; sivilisasi (9) |
| PERAGIHAN | Pembagian; pemberian (9) |
| PERAKUNAN | Penyusunan laporan semua transaksi menurut pedoman tertentu, termasuk penciptaan, penggunaan, dan pengujian suatu sistem untuk mencatat semua transaksi dan menerangkan akibatnya; laporan resmi dari penanggung jawab mengenai harta atau hasil transaksi perusahaan (9) |
| PERALAHAN | Perampasan (kota, negeri, dan sebagainya); rampasan (perang dan sebagainya) (9) |
| PERALATAN | Berbagai alat perkakas; perbekalan; kelengkapan; perjamuan; pesta (upacara) adat (9) |
| PERALIHAN | Pergantian; perlintasan (dari keadaan yang satu pada keadaan yang lain); pertukaran; perubahan bentuk atau raut luar (Kimia) (9) |
| PERAMPANG | Pemarah (9) |
| PERANAKAN | Rahim; keturunan anak negeri dengan orang asing; yang dilahirkan di (9) |
| PERANCANG | Orang yang merancang(kan); desainer; pendesain (9) |
| PERANGKAP | Alat untuk menangkap binatang (seperti kandang atau sangkar yang dapat menutup sendiri apabila binatang sudah masuk); tipu muslihat untuk memperdaya orang (kiasan) (9) |
| PERANSEKS | Perilaku yang diharapkan dari individu berdasarkan jenis kelaminnya (Psikologi) (9) |
| PERANTARA | Orang (negara dan sebagainya) yang menjadi penengah (dalam perselisihan, perbantahan, dan sebagainya) atau penghubung (dalam perundingan); pialang; makelar; calo (dalam jual beli dan sebagainya) (9) |
| PERARAKAN | Arak-arakan; pawai; kereta dan sebagainya untuk mengarak (9) |
| PERASAIAN | Proses, perbuatan merasai(kan); penanggungan (kesusahan, kesedihan, dan sebagainya); pengalaman (sedih); penderitaan (9) |
| PERASANAN | Perundingan rahasia (9) |
| PERASAPAN | Perkakas untuk mengasapi pakaian; pedupaan (9) |
| PERATURAN | Tatanan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yang dibuat untuk mengatur; hubungan keluarga (kepada) (9) |
| PERAWAKAN | Bentuk tubuh; sikap badan; hal-hal yang berkenaan dengan awak (anak buah kapal dan sebagainya) (9) |
| PERBAIKAN | Pembetulan; hal (hasil, perbuatan, usaha, dan sebagainya) memperbaiki; dalam keadaan menjadi baik; perihal berbaik kembali; perubahan yang mengakibatkan penggunaan alat dapat lebih lama, tambahan produksi lebih besar dari normal, dan penekanan biaya produksi; ganti rugi dalam bentuk uang atau barang yang dibayar oleh negara yang kalah perang akibat kerusakan yang diderita pemenang (9) |
| PERBARAAN | Perapian; anglo (9) |
| PERBASASI | Persatuan Baseball dan Softbal Seluruh Indonesia (akronim) (9) |
| PERBAURAN | Perihal berbaur; percampuran (9) |
| PERBEDAAN | Perihal yang berbeda; perihal yang membuat berbeda; beda; selisih (9) |
| PERBENAAN | Perhatian (9) |
| PERBUATAN | Sesuatu yang diperbuat (dilakukan); tindakan; kelakuan; tingkah laku (9) |
| PERBUKUAN | Perihal buku; sendi; persendian (9) |
| PERCOBAAN | Usaha mencoba sesuatu; usaha hendak berbuat atau melakukan sesuatu; dalam keadaan dicoba (diuji); tempat dan sebagainya untuk mencoba; permulaan pelaksanaan suatu peristiwa pidana, tetapi tidak diselesaikan karena hal-hal tertentu (Hukum); hal mencoba (Hukum) (9) |
| PERCONTOH | Bagian kecil atau butir tunggal yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar; sampel; bagian kecil data penelitian yang dianggap dapat mewakili keseluruhan data, dianalisis untuk memperoleh informasi mengenai seluruh data penelitian; kumpulan unsur dalam populasi yang dipilih untuk pengukuran dengan maksud mendapat informasi tentang seluruh populasi itu (Statistik) (9) |
| PERDARAAN | Sekalian gadis dalam istana; perihal keadaan masih gadis (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PERDAYAAN | Tipu daya; tipu muslihat (9) |
| PERDESAAN | Daerah permukiman penduduk yang sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, iklim, dan air sebagai syarat penting bagi terwujudnya pola kehidupan agraris penduduk di tempat itu; pedesaan (9) |
| PERDUHIAS | Tanaman perdu yang biasa dijadikan tumbuhan hias (seperti kacapiring) (9) |
| PEREBUTAN | Proses, cara, perbuatan merebut (merampas) (9) |
| PEREDARAN | Gerakan (perjalanan dan sebagainya) berkeliling (berputar); keadaan beredar; peralihan (pergantian) dari keadaan yang satu ke keadaan yang lain yang berulang-ulang seakan-akan merupakan suatu lingkaran; perputaran (uang) dalam masyarakat (9) |
| PEREGASAN | Peti papan besar tempat menyimpan padi (9) |
| PEREMPUAN | Orang (manusia) yang mempunyai vagina, biasanya dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, atau menyusui; istri; bini; betina (khusus untuk hewan); wanita; puan (9) |
| PERENGGAN | Perhinggaan; batas; bidang temu atau mintakat peralihan antara dua massa udara yang berbeda kerapatannya (Meteorologi); paragraf (9) |
| PERESPONS | Orang yang merespons (9) |
| PERETAKAN | Proses, perbuatan meretakkan atau membuat retakan; penerapan tekanan hidraulis pada formasi untuk menciptakan retakan-retakan sehingga minyak dan gas dapat mengalir ke dalam sumur (Petrologi dan Migas); pemecahan cangkang telur sebelum menetas (Peternakan) (9) |
| PERETASAN | Perlakuan pendahuluan untuk memperlunak atau menipiskan kulit benih (9) |
| PERFEKTIF | Menandai aspek verba yang menggambarkan perbuatan selesai (Linguistik) (9) |
| PERFORASI | Pembuatan lubang pada kertas, kartu, dan sebagainya; pelubangan; lubang kecil (pada kertas, karton, dan sebagainya) (9) |
| PERFORMER | Penampil (Kesenian) (9) |
| PERGAMINO | Kota di Argentina (9) |
| PERGAULAN | Perihal bergaul; kehidupan bermasyarakat (9) |
| PERGUAMAN | Perkara; persengketaan (9) |
| PERGURUAN | Sekolah; gedung-gedung tempat belajar; pengajaran (9) |
| PERHATIAN | Ihwal memperhatikan; apa yang diperhatikan; minat (9) |
| PERIAAYAM | Buah peria yang bentuknya kecil gemuk (9) |
| PERICULUM | Pertanggungjawaban terhadap suatu kejadian yang tidak diduga sebelumnya; risiko (ungkapan/Latin) (9) |
| PERIFERAL | Tidak mengenai pokoknya; kurang penting; perifer; peranti komputer yang dihubungkan dengan kompresor, seperti monitor tampilan, panel kunci ketik, pencetak, penggerak disket (Elektronika) (9) |
| PERIFITON | Komponen autotropik dari komunitas jasad penempel (Biologi) (9) |
| PERIFRASA | Pengungkapan yang panjang sebagai pengganti pengungkapan yang lebih pendek (Linguistik) (9) |
| PERIKATAN | Pertalian; perhubungan; perserikatan; persekutuan (9) |
| PERIKSAAN | Hasil memeriksa; sesuatu yang diperiksa; ujian (9) |
| PERILIMFA | Cairan yang memisahkan labirin membran dengan labirin tulang di bagian dalam telinga (Biologi) (9) |
| PERIMETER | Batas luas lingkaran; batas luar dari tempat tertutup atau tempat terlindungi (bandar udara, daerah tentara, dan sebagainya) (9) |
| PERINATAL | Bertalian dengan atau terjadinya dalam masa sesaat sebelum dan sesudah kelahiran (Kedokteran dan Fisiologi); masa yang dimulai dari akhir minggu ke-20 hingga minggu ke-28 kehamilan dan berakhir 7 hingga 28 hari setelah melahirkan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PERINCIAN | Uraian yang berisi bagian yang kecil-kecil satu demi satu; hasil memerinci; cara, perbuatan, proses memerinci (9) |
| PERINDUAN | Sangkar; asal-usul; keluarga (9) |
| PERINGGAN | Batas; hingga (9) |
| PERINGKAT | Tingkat; pangkat (9) |
| PERINTIAN | Kegiatan untuk memperoleh percontoh berbentuk inti, dilakukan dengan menggunakan alat bor (Geografi dan Geologi) (9) |
| PERISAKAN | Perundungan (9) |
| PERISALAH | Notulis (9) |
| PERISPORA | Lapisan tipis yang menyelimuti spora, umumnya mengelupas dan menghilang serta tidak berasal dari spora sendiri; perin (Biologi) (9) |
| PERISTERI | Kota di Yunani (9) |
| PERISTIWA | Kejadian (hal, perkara, dan sebagainya); kejadian yang luar biasa (menarik perhatian dan sebagainya); yang benar-benar terjadi; pada suatu kejadian (kerap kali dipakai untuk memulai cerita) (9) |
| PERITRIKA | Sifat beberapa jenis bakteri yang memiliki flagela banyak di seluruh tubuh (Biologi) (9) |
| PERIUKAPI | Senjata peledak (ranjau darat atau ranjau laut) (9) |
| PERJAMUAN | Pertemuan makan minum; pesta; resepsi (perkawinan dan sebagainya); jamuan; perihal berjamu (9) |
| PERKALIAN | Perbanyakan; hasil kali (9) |
| PERKAPITA | Rata-rata setiap orang (9) |
| PERKATAAN | Sesuatu yang dikatakan; kata; kumpulan kata; cerita; kisah (Sastra) (9) |
| PERKAUMAN | Kaum kerabat; pertalian sanak saudara; golongan; puak; cara bersuku-suku (berkelompok menurut sukunya); persukuan (9) |
| PERKELANG | Gelar hulubalang Siam; prakilang (9) |
| PERKIALAN | Gerakan untuk memperlihatkan suatu perbuatan (perasaan dan sebagainya); hal berkial (9) |
| PERKIRAAN | Yang diperkirakan; hasil mengira-ngira; pertimbangan; perhitungan (9) |
| PERKOLASI | Penyaringan; perembesan air tanah ke arah bawah, biasanya terjadi ketika tanah dalam keadaan jenuh (Ilmu Tanah) (9) |
| PERKOTAAN | Daerah (kawasan) kota; kelompok permukiman yang terdiri atas tempat tinggal dan tempat kerja pertanian (9) |
| PERLAGAAN | Pertempuran; perkelahian (9) |
| PERLAINAN | Hal yang membuat menjadi berbeda; hal yang memperlainkan; pembeda (9) |
| PERLAJUAN | Perihal mempercepat gerakan, waktu, dan sebagainya (9) |
| PERLAKUAN | Perbuatan yang dikenakan terhadap sesuatu atau orang (9) |
| PERLENTEH | Orang yang suka berkeliaran; pemalas (tidak suka bekerja); penjahat; pencuri (9) |
| PERLUASAN | Perihal meluaskan atau memperluas; penambahan (9) |
| PERMADANI | Hamparan (karpet) yang dianyam dari bulu domba dan sebagainya, biasanya berbunga-bunga; ambal (9) |
| PERMADUAN | Poligami (hal perkawinan seorang laki-laki dengan perempuan lebih dari seorang) (9) |
| PERMAINAN | Sesuatu yang digunakan untuk bermain; barang atau sesuatu yang dipermainkan; mainan; hal bermain; perbuatan bermain (bulu tangkis dan sebagainya); perbuatan yang dilakukan dengan tidak sungguh-sungguh (hanya untuk main-main); pertunjukan, tontonan, dan sebagainya; perhiasan yang digantungkan pada kalung dan sebagainya, seperti medalion; perempuan yang diajak untuk bersenang-senang saja (tidak untuk dijadikan istri yang sah) (9) |
| PERMAUTAN | Banyaknya orang mati; angka kematian; mortalitas (9) |
| PERMEABEL | Dapat ditembus oleh partikel (9) |
| PERMUKAAN | Bidang rata di atas suatu benda (air, laut, bumi, dan sebagainya) (9) |
| PERMULAAN | Awal; yang pertama sekali; yang paling dahulu; pendahuluan; asas dasar (9) |
| PERMUTASI | Perbuatan atau proses mengubah letak urutan benda; perubahan urutan (angka-angka dan sebagainya); proses perubahan deret unsur-unsur kalimat (Linguistik) (9) |
| PEROBATAN | Perihal obat (9) |
| PEROKSIDA | Oksida yang mempunyai ikatan -o-o- yang bereaksi dengan asam, menghasilkan hidrogen peroksida (Kimia) (9) |
| PEROLAKAN | Ihwal berolak; perputaran; perkisaran (air, angin, dan sebagainya) (9) |
| PEROLEHAN | Sesuatu yang diperoleh; pendapatan; hasil (9) |
| PERONCEAN | Perampokan; perampasan; proses cara, perbuatan meronce (9) |
| PERONDAAN | Perjalanan berkeliling untuk menjaga keamanan (9) |
| PEROVSKIT | Bahan galian alami berwarna kuning, kuning kecokelatan, kemerah-merahan, cokelat, atau hitam, dengan tipe struktur yang mencakup tidak kurang dari 150 senyawa sintetik (Fisika) (9) |
| PERPADUAN | Perihal (keadaan) berpadu; persesuaian (9) |
| PERPAUTAN | Pertalian; perhubungan (9) |
| PERPIGNAN | Kota di Prancis (9) |
| PERSAMAAN | Perihal mempersamakan (tingginya, tingkatnya, dan sebagainya); perbandingan; perumpamaan; ibarat; keadaan yang sama atau yang serupa dengan yang lain; persesuaian; kalimat terbuka yang memuat hubungan sama dengan "=" yang belum jelas kebenarannya, sehingga perlu dibuktikan dengan mencari pengganti nilai dari variabel (peubah) yang diberikan (Matematika) (9) |
| PERSANGGA | Ukuran jauh (3,75 mil); perbatasan (9) |
| PERSATUAN | Gabungan (ikatan, kumpulan, dan sebagainya) beberapa bagian yang sudah bersatu; perserikatan; serikat; perihal bersatu (9) |
| PERSEKUSI | Pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas (9) |
| PERSENTIL | Nilai dalam skala seratus yang menunjukkan distribusi sama atau lebih dari nilai itu (9) |
| PERSEPTIF | Mempunyai kesadaran yang tajam; tajam tilik; cepat mengerti; cerdik; berkaitan dengan pengertian (9) |
| PERSERIAN | Orang-orang besar yang bergelar atau berpangkat (9) |
| PERSEROAN | Perserikatan dagang; kongsi; maskapai (9) |
| PERSERODA | Perusahaan perseroan daerah (akronim) (9) |
| PERSEROSI | Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (9) |
| PERSIAPAN | Perlengkapan dan persediaan (untuk sesuatu); perbuatan (hal dan sebagainya) bersiap-siap atau mempersiapkan; tindakan (rancangan dan sebagainya) untuk sesuatu (9) |
| PERSIARAN | Pengumuman; proklamasi (9) |
| PERSISTEN | Terus-menerus; bersinambung; gigih; kukuh (9) |
| PERSKLAAR | Siap untuk dicetak (tentang naskah) (ungkapan/Belanda) (9) |
| PERSKOLEK | Cara pengiriman berita oleh wartawan dengan biaya pengiriman yang ditanggung perusahaan tempat wartawan bekerja (Ilmu Komunikasi) (9) |
| PERSOALAN | Perbahasan; perdebatan; perbincangan; hal-hal; perkara; masalah; problem (9) |
| PERSUASIF | Bersifat membujuk secara halus (supaya menjadi yakin) (9) |
| PERTALIAN | Perhubungan; sangkut paut (kekeluargaan); perkariban; hubungan antara unsur bahasa dalam kesatuan yang utuh, misalnya pertalian antara kalimat dan kalimat dalam wacana (Linguistik) (9) |
| PERTALITE | BBM yang memiliki angka oktan 90 (9) |
| PERTAMAKS | Bensin yang kadar oktannya lebih rendah daripada premium (9) |
| PERTANIAN | Perihal bertani (mengusahakan tanah dengan tanam-menanam); kegiatan mengelola sumber daya alam nabati dan hewani untuk menghasilkan komoditas ekonomi (9) |
| PERTAUTAN | Hal bertaut; pertalian; perhubungan (9) |
| PERTELAAN | Daftar keterangan (perincian dan sebagainya) tentang suatu hal (9) |
| PERTEMUAN | Perbuatan (hal dan sebagainya) bertemu; perjumpaan; tempat bertemu (berkumpul dan sebagainya); perkumpulan (seperti rapat, konferensi); pergaulan; perjodohan; perkawinan (9) |
| PERTERAAN | Percetakan (9) |
| PERTIDESA | Ruwat bumi; merti bumi (9) |
| PERTUANAN | Kedudukan (golongan) orang bangsawan; kaum ningrat; kekuasaan memerintah; pemerintahan (atas suatu negara, bangsa); kedaulatan; hak pertuanan (9) |
| PERUBAHAN | Hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran; perbaikan aktiva tetap yang tidak menambah jumlah jasanya (Manajemen) (9) |
| PERULASAN | Pertemuan barang yang disambung; persambungan (9) |
| PERUMAHAN | Kumpulan beberapa buah rumah; rumah-rumah tempat tinggal; proses, perbuatan menyediakan rumah; tanah kosong (untuk mendirikan rumah); kayu tempat mata ketam (serut); pendirian; maksud (kiasan) (9) |
| PERUMGEMA | Alat yang digunakan untuk mengukur kedalaman perairan atau laut dengan bantuan gema (9) |
| PERUMPUNG | Tumbuhan gelagah (seperti pokok tebu), biasanya tumbuh di tepi sungai dan sebagainya; gelagah perumpung (Eulia japonica) (9) |
| PERUMUSAN | Proses, perbuatan merumuskan; pernyataan yang ringkas dan tepat (9) |
| PERUNCING | Alat untuk meruncingkan pensil; rautan; sesuatu yang menjadikan lebih gawat, genting, atau rumit (tentang keadaan, perselisihan, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| PERUNJUNG | Satuan ukuran tinggi (atau dalam) sepanjang antara kaki dan ujung jari tangan yang diulurkan ke atas (9) |
| PERUNTUNG | Yang memperoleh keuntungan (Linguistik) (9) |
| PERURAIAN | Hal berurai; perceraian unsur-unsur persenyawaan (Kimia) (9) |
| PERUSUHAN | Proses, perbuatan merusuhi atau merusuhkan; huru-hara; pemberontakan; pengacauan (9) |
| PERUTBUKU | Perut hewan pemamah biak yang memiliki lipatan-lipatan seperti buku (9) |
| PERUTBUMI | Bagian dalam bumi yang letaknya di tengah-tengah (9) |
| PERUTBUTA | Usus tambahan (kecil); intestinum coecum (9) |
| PERUTKAKI | Daging di telapak kaki; perut betis (9) |
| PERUTLAUT | Bagian laut yang kedalamannya melebihi bagian (laut) yang lain (9) |
| PERUTMUDA | Usus (9) |
| PERUTPADI | Bagian bulir padi yang besar karena sedang berisi (9) |
| PERUTUSAN | Beberapa orang yang diutus (yang disuruh mewakili) atau yang bertugas sebagai utusan (pemerintah dan sebagainya); delegasi (9) |
| PERWALIAN | Segala sesuatu yang berhubungan dengan wali; pemeliharaan dan pengawasan anak yatim dan hartanya; pembimbing (negara, daerah, dan sebagainya) yang belum bisa berdiri sendiri) (9) |
| PERWANTEN | Makanan yang diberikan kepada paraji sebagai upah (Sunda) (9) |
| PESAKITAN | Orang hukuman; terdakwa; pecundang (9) |
| PESANTIAN | Lembaga pendidikan keagamaan Hindu pada jalur pendidikan nonformal, mengacu pada sastra agama atau kitab suci Weda (Agama Hindu) (9) |
| PESANTREN | Asrama tempat santri atau tempat murid-murid belajar mengaji dan sebagainya; pondok; madrasah (9) |
| PESAWARAN | Kabupaten di Provinsi Lampung; gunung dengan ketinggian 1.264 mdpl, terletak di Tanjungkarang, Telukbetung, Lampung (9) |
| PESIMISME | Paham yang beranggapan atau memandang segala sesuatu dari sudut buruknya saja (9) |
| PESIRAMAN | Tempat mandi keluarga raja dan sebagainya; pemandian (9) |
| PESTAGILA | Pesta dansa yang tamu-tamunya berpakaian aneh-aneh (berkedok dan sebagainya) (9) |
| PESTAPORA | Pesta besar dan meriah (9) |
| PESTISIDA | Zat yang beracun untuk membunuh hama; racun pembasmi hama; racun hama (Kimia) (9) |
| PESUGIHAN | Proses, cara, perbuatan menjadi sugih (9) |
| PESUTETAM | Julukan klub sepak bola Liga 1 Indonesia, Borneo FC Samarinda (9) |
| PETACITRA | Citra grafis pada halaman web yang berisi lebih dari satu tautan (Komputer) (9) |
| PETACUACA | Peta yang memuat dan menunjukkan keadaan unsur meteorologi pada permukaan bumi (Meteorologi) (9) |
| PETADASAR | Gambar bagan suatu daerah yang merupakan dasar bagi pembuatan peta selanjutnya sesuai dengan kebutuhan (9) |
| PETAICINA | Perdu, tinggi hingga 10 m, berdaun kecil berpasangan, biasa ditanam untuk menyuburkan tanah sebagai pupuk hijau, berbuah polong kecil-kecil, dimakan sebagai sayur atau lalap; kemlandingan; lamtoro (Leucaena glauca) (9) |
| PETAJALAN | Peta panduan (9) |
| PETAKZIAH | Orang yang bertakziah; pelayat (9) |
| PETANDANG | Orang yang suka bertandang; musafir; pengelana; pengembara (9) |
| PETELASAN | Galang; landasan (9) |
| PETENTENG | Petentengan; bersikap sangat angkuh (sombong); berlagak (Melayu Jakarta); berlari ke sana-sini dan ribut seorang diri (Melayu Jakarta) (9) |
| PETERSELI | Terna yang tingginya mencapai 1 m, berdaun hijau bergerombol, berbunga majemuk seperti payung, berwarna kuning atau hijau, dapat dimanfaatkan sebagai garnis (Petroselinum crispum) (Botani) (9) |
| PETIKEMAS | Peti yang besar dipersiapkan untuk diisi barang yang akan dikirim supaya tidak rusak (9) |
| PETIKLAUT | Upacara sebelum orang turun memanen ikan di Banyuwangi yang berpusat di Muncar, dengan cara menenggelamkan sesajian di laut, dilakukan pada waktu angin timur bertiup di Selat Bali dan sekitarnya (9) |
| PETILASAN | Bekas peninggalan (umumnya yang bersejarah), istana, pekuburan, dan sebagainya (9) |
| PETIMAYAT | Peti panjang tempat mayat; tabela; peti mati; peti jenazah (9) |
| PETIRAHAN | Tempat beristirahat (untuk berobat atau untuk memulihkan kesehatan); sanatorium (9) |
| PETRFIALA | Perdana Menteri Republik Ceko yang dilantik pada tanggal 28 November 2021 (9) |
| PETROFILI | Orang yang sangat senang tinggal di lingkungan berbatu (Psikologi) (9) |
| PETROGLIF | Gambar prasejarah yang dibuat pada batuan (Geografi dan Geologi) (9) |
| PETROGRAM | Aksara kuno yang dituliskan pada batu (Filologi) (9) |
| PETROLEUM | Zat cair berminyak yang dapat terbakar, mengandung aspal dengan warna yang bermacam-macam, terdapat di lapisan atas bumi, merupakan campuran hidrokarbon dan zat lainnya, digunakan sebagai bahan bensin, minyak tanah, dan sebagainya; minyak bumi (9) |
| PETROLINA | Kota di Brasil (9) |
| PETROLOGI | Ilmu tentang asal muasal, sejarah terjadinya bentuk, komposisi kimia, dan klasifikasi batuan (Geografi dan Geologi) (9) |
| PETROMAKS | Lampu yang menggunakan kaus sebagai sumbu, dinyalakan dengan batuan nyala spiritus, bahan bakar yang berupa minyak tanah disemburkan ke sumbu kaus oleh udara yang dipompakan; stormking (9) |
| PETROPAVL | Kota di Kazakhstan (9) |
| PETURASAN | Tempat buang air kecil (9) |
| PETUTURAN | Lafal; sebutan; ucapan; percakapan; sebut-sebutan (9) |
| PEUSIJUEK | Tradisi tabur tepung tawar, biasa dilakukan saat ada peristiwa besar dan penting (menikah, naik haji, dan lain-lain) (Aceh) (9) |
| PEWARTAAN | Proses, cara, perbuatan mewartakan; pemberitaan (9) |
| PFORZHEIM | Kota di Jerman (9) |
| PHANTHIET | Kota di Vietnam (9) |
| PHNOMPENH | Ibu kota Kamboja (9) |
| PIANGGANG | Belalang kecil, perusak tanaman padi (9) |
| PICECEBAN | Guna-guna supaya korbannya dibenci orang lain (Sunda) (9) |
| PICKERING | Kota di Kanada (9) |
| PIDIEJAYA | Kota madya di Provinsi Aceh (9) |
| PIGOPAGUS | Kembar siam dengan kondisi pinggul dempet dengan pinggul (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PIHAKKIRI | Pihak rakyat atau pihak yang mempertahankan hak rakyat dalam pemerintahan (9) |
| PIHAKSANA | Yang berpihak kepada lawan (9) |
| PIKOFARAD | Satuan kapasitas sebesar 10–12 farad atau seperjuta mikrofarad (Fisika) (9) |
| PIKOLINAT | Zat yang berfungsi memaksimalkan efek kromium tubuh, menyatu dengan ion kromium, dan menetralkan muatan listrik dalam kromium, sehingga sel dapat menerima kromium (9) |
| PIKSILASI | Teknik gerak diam yang memotret pergerakan orang atau benda pada waktu yang berbeda, tetapi tampak berhubungan, digunakan untuk menggabungkan gambar asli dan gambar animasi (Perfilman) (9) |
| PIKTOGRAF | Grafik informasi biologi yang menggunakan lambang bergambar (Biologi); gambar atau lukisan di dinding batu dari zaman prasejarah yang memiliki makna (9) |
| PIKTOGRAM | Ideogram yang berupa gambar untuk mengungkapkan amanat tertentu, misalnya tanda lalu lintas (Linguistik) (9) |
| PILIHBULU | Memandang (mempertimbangkan) bangsa atau keturunan dalam memilih dan sebagainya (9) |
| PILKOSONG | Pil plasebo (9) |
| PILOSITAS | Keadaan lebatnya bulu atau rambut (Biologi) (9) |
| PINANDITA | Pembantu pandita (Agama Hindu) (9) |
| PINANGAWA | Pinang yang telah dipotong pada kedua ujungnya dan dibelah empat (untuk dimakan) (9) |
| PINDAKAAS | Selai yang terbuat dari gilingan kacang; selai kacang (ungkapan/Belanda) (9) |
| PINDAPATA | Menerima persembahan makanan (Agama Buddha) (9) |
| PINEHILLS | Kota di Amerika Serikat (9) |
| PINGGIRAN | Bagian tepi kain dan sebagainya khusus dibuat untuk menaruh batas akhir kain dan sebagainya; bagian (daerah) yang di pinggir; tepi; perbatasan (9) |
| PINGLIANG | Kota di Cina (9) |
| PINGXIANG | Kota di Cina (9) |
| PINISEPUH | Para orang tua (bapak, nenek, paman, dan sebagainya); orang yang dianggap tua dalam keluarga; sesepuh (Jawa); orang yang dituakan; pemimpin; orang yang dianggap berjasa dan sebagainya; sesepuh (Jawa) (9) |
| PINTUKUBU | Pintu pada kubu-kubu kapal yang digunakan sebagai jalan lewat dari geladak kapal menuju ke tangga akomodasi atau sebaliknya (9) |
| PINTUMATI | Pintu yang terpaku; pintu yang tidak dapat dibuka lagi (9) |
| PINTUTANI | Pintu gerbang sebelah luar istana (9) |
| PINUPGIRL | Gambar wanita cantik yang ditempelkan di tembok untuk perhiasan (Inggris) (9) |
| PIPABALAS | Pipa yang merupakan suatu sistem di kapal untuk mengisi dan mengosongkan tangki balas, tangki ceruk, dan tangki tinggi (9) |
| PIPABENAM | Pipa yang berada dalam keadaan terbenam untuk mengalirkan cairan ke dalam suatu tangki (9) |
| PIPABETON | Pipa yang khusus untuk konstruksi beton (9) |
| PIPAEMBUS | Pipa untuk meniup udara ke dalam suatu nyala api sehingga nyala apinya terpusat dan bertambah besar (9) |
| PIPAKURAS | Sistem pipa isap pada kapal tangki untuk menghabiskan sisa muatan minyak di dalam muatan yang tidak dapat diisap oleh sistem pipa utama muatan (9) |
| PIPALAMPU | Besi panjang untuk memperkuat gantungan lampu panggung atau struktur skeneri (Kesenian) (9) |
| PIPAPANAS | Alat pendingin yang terdiri atas tabung logam tertutup yang berisi cairan dan sebuah sumbu (9) |
| PIPAPESAT | Alur atau talang yang bertekanan mekanis tinggi untuk menyalurkan air ke suatu turbin (9) |
| PIPAUDARA | Pipa yang menghubungkan tangki bahan bakar, tangki balas, atau tangki air lainnya dengan geladak terbuka untuk mencegah agar udara tidak terkurung di dalam tangki pada waktu zat cair dipompakan ke dalam tangki atau sebaliknya (9) |
| PIPITUBAN | Pipit bondol (Munia Maja) (9) |
| PIRAMIDAL | Berbentuk seperti piramida; mengenai piramida (9) |
| PIRENOFOR | Bagian sitoplasma yang mengandung inti (Biologi) (9) |
| PIRIKIKAN | Alat terbuat dari kuningan, berbentuk menyerupai mangkuk dengan pegangan pada dua sisi, berlubang-lubang pada bagian dasar, biasa digunakan untuk melembutkan atau melumatkan daging ikan dan mencetak pempek keriting; pirikan (9) |
| PIRINGKUE | Piring yang ceper khusus untuk tempat kue (9) |
| PIROFILIT | Mineral berwarna putih atau kehijau-hijauan, terdapat dalam bentuk helaian atau padat, terutama digunakan dalam barang keramik (AlSi2O5(OH)) (9) |
| PIROFOBIA | Ketakutan yang tidak normal terhadap api (9) |
| PIROLISIS | Perubahan secara kimiawi yang terjadi karena panas (9) |
| PIROMANIA | Kelainan jiwa yang menyebabkan keinginan selalu ingin membakar sesuatu karena dengan demikian dapat merasakan kepuasan tersendiri; gila api (Psikologi) (9) |
| PIROMANSI | Ramalan dengan mengamati dan menafsirkan nyala api (9) |
| PIROMETER | Alat untuk mengukur suhu tinggi (9) |
| PISANGAIR | Tanaman air mirip pohon pisang dengan daun seperti daun talas, tingginya dapat mencapai 4 m, daunnya berbentuk oval dengan panjang dapat mencapai 1,5 m dengan tepian daun bergelombang dan tersusun melingkar membentuk tajuk simetris (Typhonodorum lindyeyanum) (9) |
| PISANGIJO | Pisang rebus yang diolesi adonan tepung ketan yang diberi pewarna hijau (9) |
| PISANGULI | Buah pisang yang harus direbus dulu sebelum dimakan (9) |
| PISAUMEJA | Pisau untuk mengiris daging dan sebagainya pada waktu makan (9) |
| PISAUROTI | Pisau bergerigi untuk memotong roti (9) |
| PISAUWALI | Pisau kecil tajam dipakai untuk mengukir dan sebagainya (9) |
| PISOVONUS | Pemakan ikan yang makanannya amat bergantung pada ikan lain (9) |
| PISTOLAIR | Mainan seperti pistol, tetapi berisi air (9) |
| PITABALET | Pita satin lebar yang digunakan untuk renda sepatu balet, dililitkan secara silang di sekitar pergelangan kaki dan betis lalu diikat simpul (Tata Busana) (9) |
| PITACUKAI | Pita dari kertas yang bertuliskan harga, ditempelkan pada bungkus rokok dan sebagainya (9) |
| PITADASAR | Sistem komunikasi yang membawa pesan tunggal pada suatu waktu dalam bentuk digital (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| PITAKASET | Pita rekaman pada kaset (9) |
| PITAKEJUT | Permukaan jalan yang bergelombang (biasanya terdapat di bahu jalan tol, jalan raya, dan sebagainya) yang menghasilkan deram dan menyebabkan badan kendaraan bergetar saat dilalui, berfungsi untuk membuat pengendara mengurangi kecepatan dan mencegah kecelakaan (9) |
| PITAKEPAR | Pita yang terbuat dari tenunan kapas, linen, atau nilon, dapat digunakan untuk menghias kelim pakaian, memiliki karakteristk kuat dan tidak mudah kusut (Tata Busana) (9) |
| PITAKOTTE | Kota di Sri Lanka (9) |
| PITALEBAR | Metode komunikasi analog yang menggunakan lebar pita tinggi; sistem komunikasi yang membawa beberapa pesan sekaligus melalui modem (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| PITALEHER | Kain atau pita merah putih yang diikatkan melingkar di kerah baju pramuka putri (Pramuka) (9) |
| PITAMBABI | Penyakit pada pusat susunan saraf, yang timbul sewaktu-waktu berupa kekejangan, disertai pingsan, dan perubahan gerak-gerik jiwa sewaktu penyakit itu menyerang; sakit ayan; sawan; epilepsi (9) |
| PITAMOTAK | Keadaan yang disebabkan oleh jejas akut pada pembentuk darah otak, seperti perdarahan, emboli, dan ditandai dengan pingsan mati, biasanya diikuti dengan kelumpuhan; apoplexicerebri (9) |
| PITASERUT | Pita yang dipasang pada pakaian, dapat diserut sehingga menimbulkan efek lipit di sekitar pita (Tata Busana) (9) |
| PITASUARA | Gulungan plastik yang mengandung oksida besi dan peka terhadap getaran elektromagnet untuk keperluan merekam suara; epiglotis (9) |
| PITHAMPUR | Kota di India (9) |
| PITOMETER | Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan jarak yang ditempuh kapal, didasarkan pada kecepatan aliran air di sekitar kapal (9) |
| PITTSBURG | Kota di Amerika Serikat (9) |
| PIUHPILIN | Putar balik (tentang perkataan); tipu muslihat (9) |
| PIZALIPAT | Piza yang bagian atasnya ditutup atau dilipat sehingga taburan di atasnya berada di dalam; piza tutup; kalzona (9) |
| PIZATUTUP | Piza yang bagian atasnya ditutup atau dilipat sehingga taburan di atasnya berada di dalam; piza lipat; kalzona (9) |
| PLACENTIA | Kota di Amerika Serikat (9) |
| PLAGIATOR | Orang yang mengambil karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan disiarkan sebagai karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri; penjiplak (9) |
| PLAGIOSER | Suksesi ekologi yang menyimpang dari arah alaminya karena campur tangan manusia (Biologi) (9) |
| PLAKSEGEL | Meterai tempel (9) |
| PLANETGAS | Planet yang umumnya memiliki kandungan gas yang sangat tinggi dibandingkan dengan kandungan logam padat atau bebatuan; planet jovian (9) |
| PLANETOID | Planet kecil yang jumlahnya puluhan ribu, beredar mengelilingi matahari, letaknya di antara orbit Mars dan Yupiter (9) |
| PLANISFER | Peta sebuah bola yang diproyeksikan ke sebuah bidang datar, misalnya peta bintang (Fisika) (9) |
| PLANOLOGI | Pengetahuan mengenai rancangan (pembangunan kota dan sebagainya) (9) |
| PLANTAGAR | Pupuk yang terbuat dari sari atau ampas rumput laut (9) |
| PLASMOSIS | Penarikan sitoplasma dari dinding sel akibat gerakan air keluar sel karena osmosis (Biologi) (9) |
| PLASTISIN | Bahan dari lilin yang bertekstur lunak dan berwarna-warni, dapat dibentuk dengan menggunakan tangan atau cetakan (9) |
| PLATINOID | Lakur putih antara nikel, zink, tembaga, dan wolfram (Kimia) (9) |
| PLEGMATIS | Bersifat tidak emosional; bersifat tenang (9) |
| PLEIOGAMI | Waktu tidak serentak masaknya atau terjadinya penyerbukan bunga meskipun bunga-bunga tersebut terdapat dalam satu perbungaan (Botani) (9) |
| PLENGKUNG | Pintu gerbang untuk memasuki daerah di benteng keraton (kadang-kadang ditambah bangunan melengkung yang menghubungkan kedua sisi pintu) (9) |
| PLEONASME | Pemakaian kata-kata yang lebih daripada yang diperlukan (Linguistik) (9) |
| PLESTERAN | Hasil memplester (9) |
| PLEURITIS | Peradangan yang terjadi di dalam pleura (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PLURIFORM | Terdiri atas banyak bentuk (9) |
| PLUTONIUM | Unsur kimia aktinida logam radioaktif dengan nomor atom 94, lambang Pu, dan bobot atom 242 u (9) |
| PNEUMATIK | Teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak serta keseimbangan dan syarat-syarat keseimbangannya; ilmu tentang gas (9) |
| PNEUMONIA | Penyakit radang paru-paru (9) |
| POCATELLO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| PODGORICA | Ibu kota Montenegro (9) |
| PODIATRIS | Orang yang ahli dalam masalah kesehatan kaki (9) |
| PODOFOBIA | Fobia terhadap kaki (Psikologi) (9) |
| POHONKAYU | Batang kayu; pokok kayu (9) |
| POHONLABU | Pohon yang dapat tumbuh tinggi hingga 50 m dengan diameter mencapai 150 cm, akar berbanir, umumnya tumbuh di daerah dataran rendah atau perbukitan dengan kisaran ketinggian 1.000—2.000 mdpl; sendok-sendok; merbulan (Endospermun malaccense) (9) |
| POHONMATA | Sudut mata sebelah dalam (dekat hidung) (9) |
| POHONSAPI | Perdu, tinggi mencapai 7 m, kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias, buahnya berwarna jingga kecokelat-cokelatan, dan dapat dimakan (Otophora spectobilis) (9) |
| POHONUPAS | Pohon yang memiliki getah yang sangat beracun (Antiaris toxicoria) (9) |
| POINCIANA | Kota di Amerika Serikat (9) |
| POKOKKAYU | Batang kayu (pohon) dari pangkal ke atas; segala tumbuhan yang berbatang keras dan besar (seperti pohon jati, mangga) (9) |
| POLAMAKAN | Sistem pengaturan jumlah dan jenis makanan yang bertujuan untuk mempertahankan kesehatan dan status nutrisi serta mencegah atau membantu kesembuhan penyakit (9) |
| POLAPIKIR | Kerangka berpikir (9) |
| POLARAJUT | Pola pengaturan kelompok-kelompok rajut pada satu atau beberapa baris yang dikerjakan hingga berbentuk suatu rancangan yang berulang secara teratur (9) |
| POLARITAS | Hal atau benda yang memiliki dua sifat yang berlawanan; hal pertentangan langsung; kepolaran (9) |
| POLATANAM | Cara, usaha, sistem menanam padi, dan sebagainya dalam satu tahun (9) |
| POLEVSKOY | Kota di Rusia (9) |
| POLHANKAM | Politik, pertahanan, dan keamanan (akronim) (9) |
| POLIAMIDA | Polimer sintetis yang memiliki gugus amida berulang, misalnya nilon (9) |
| POLIAMINA | Senyawa organik yang mengandung lebih dari satu gugus amino (9) |
| POLIANDRI | Sistem perkawinan yang membolehkan seorang wanita mempunyai suami lebih dari satu orang dalam waktu yang bersamaan (9) |
| POLIANTUS | Tanaman hias (Botani) (9) |
| POLIDIPSI | Rasa haus yang berlebihan akibat mengidap penyakit diabetes; polidipsia (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| POLIESTER | Polimer sintetis yang satuan pembentuknya adalah gugus ester (Kimia); jenis bahan kain yang terbuat dari serat sintetis sehingga tahan lama dan tidak mudah kusut (9) |
| POLIETENA | Polimer plastik etilena, digunakan dalam pembuatan wadah, kemasan, dan isolasi listrik; polietilena (kependekan) (9) |
| POLIFAGIA | Rasa lapar yang berlebihan akibat mengidap penyakit diabetes (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| POLIFENOL | Senyawa kimia pada tumbuhan yang mengandung antioksidan yang kuat (9) |
| POLIFONIK | Mempunyai beberapa melodi; memiliki beberapa kemungkinan pengucapan (9) |
| POLIGENIK | Berkaitan dengan poligen (9) |
| POLIGONAL | Berkaitan dengan poligon (9) |
| POLIHALIN | Perairan yang mempunyai kadar garam antara 10–17 per ml (9) |
| POLIMEDIA | Politeknik Negeri Media Kreatif (9) |
| POLINATOR | Binatang (misalnya, serangga dan burung) yang mentransfer serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik dari bunga yang sama atau bunga yang lain (9) |
| POLINESIA | Sekelompok pulau yang tersebar di Samudra Pasifik bagian tengah dan selatan (9) |
| POLIPETAL | Sifat mahkota bunga yang daun-daun mahkotanya tidak saling melekat atau tidak menjadi satu (lawannya gamopetal) (Botani) (9) |
| POLIPLOID | Organisme yang mempunyai lebih dari dua pasang (perangkat) dasar kromosom, yaitu monoploid, triploid, tetraploid, dan macam-macam aneuploid (9) |
| POLIPOSIS | Polip pada usus (9) |
| POLISEPAL | Keadaan kelopak bunga yang terbagi menjadi beberapa daun kelopak (Botani) (9) |
| POLISIAIR | Polisi yang bertugas di perairan (9) |
| POLISOMIK | Berkaitan dengan sel diploid atau organisme yang beberapa kromosomnya terjadi lebih dari dua kali (9) |
| POLITBIRO | Bagian dari partai komunis yang mengurus dan memutuskan masalah politik (9) |
| POLITIKUS | Ahli politik; ahli kenegaraan; orang yang berkecimpung dalam bidang politik; politisi (9) |
| POLITIPIK | Berkenaan dengan subbagian taksonomi, khususnya spesies, yang memiliki banyak subdivisi (9) |
| POLIVALEN | Berkaitan dengan unsur kimia yang memiliki lebih dari satu valensi; berkaitan dengan vaksin yang efektif melawan lebih dari satu galur mikroorganisme, racun, antigen, atau antibodi (9) |
| POLIVINIL | Berkaitan dengan plastik dan resin yang dihasilkan oleh polimerisasi vinil (9) |
| POLIWANGI | Politeknik Negeri Banyuwangi (akronim) (9) |
| POLOKWANE | Kota di Afrika Selatan (9) |
| POLOMOLOK | Kota di Filipina (9) |
| POLONTING | Sepotong bambu bulat berfungsi sebagai penggulung benang (Melayu Medan) (9) |
| POLTEKKES | Politeknik Kesehatan (9) |
| POMANTORO | Orang tua yang mengatur semua kegiatan pada waktu pesta, misalnya dalam pesta karia, hanya dia yang berhak masuk kamar gelap (dalam upacara tradisional kematian) (Muna) (9) |
| PONOSAKAN | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (9) |
| PONTAPORA | Kota di Brasil (9) |
| PONTIANAK | Kota madya yang juga menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, terkenal dengan sebutan Kota Khatulistiwa; kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat (9) |
| POPBONSAI | Bonsai yang dibuat atau diciptakan dengan tidak mengikuti aturan pohon bonsai klasik, misalnya penggunaan wadah yang unik atau dibiarkan tanpa pot (9) |
| POPIOPIUM | Perluasan produksi opium untuk tujuan pengobatan (Hukum) (9) |
| POPULISME | Paham yang mengakui dan menjunjung tinggi hak, kearifan, dan keutamaan rakyat kecil (9) |
| PORBANDAR | Kota di India (9) |
| PORISITAS | Keporian (9) |
| POROGAPIT | Pembagian bersusun dengan membuat garis pengapit antara bilangan yang dibagi dan bilangan pembaginya (9) |
| POROSBUMI | Garis yang bersifat khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan tempat bumi berputar pada posisi yang tetap (Geografi dan Geologi) (9) |
| POROSITAS | Keadaan menjadi berpori sehingga cairan atau gas dapat lalu (Biologi) (9) |
| PORTBLAIR | Kota di India (9) |
| PORTELASI | Persatuan Olahraga Terbang Layang Seluruh Indonesia (singkatan) (9) |
| PORTLOUIS | Ibu kota Mauritius (9) |
| PORTONOVO | Ibu kota Benin (9) |
| PORTSUDAN | Kota di Sudan (9) |
| POSIVORUS | Predator yang makanannya terutama bergantung pada ikan; pemakan ikan (Perikanan) (9) |
| POSTERIOR | Terletak di belakang; lebih kemudian dari; bagian yang letaknya lebih dekat ke bagian akhir tubuh (pada hewan adalah bagian belakang tubuh, pada manusia adalah punggung) (Biologi) (9) |
| POSTUGRAM | Sistem evaluasi postur dengan menempatkan posisi dan sudut masing-masing sendi sehubungan dengan tingkat referensi dan independensi posisi sendi lainnya (Olahraga) (9) |
| POTENSIAL | Mempunyai potensi (kekuatan, kemampuan, kesanggupan); daya berkemampuan; tegangan listrik, lambang V; arus listrik (Fisika); berbagai fungsi yang menunjukkan intensitas atau kecepatan pada setiap titik di suatu medan dapat dihitung dengan mudah (Fisika); usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan positif unit dari satu titik referensi ke titik yang dimaksud (9) |
| POTOFOBIA | Fobia terhadap alkohol (Psikologi) (9) |
| PRADESAIN | Rencana pertama; rencana tahap persiapan (9) |
| PRAGMATIK | Berkenaan dengan syarat-syarat yang mengakibatkan serasi tidaknya pemakaian bahasa dalam komunikasi (Linguistik); berkenaan dengan negara, pemerintahan (Politik dan Pemerintahan) (9) |
| PRAGMATIS | Bersifat praktis dan berguna bagi umum; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan); mengenai atau bersangkutan dengan nilai-nilai praktis; mengenai atau bersangkutan dengan pragmatisme (9) |
| PRAKILANG | Rumah atau bangunan yang dibuat dari bagian yang tinggal dipasang; rumah pabrikan (9) |
| PRAKIRAAN | Yang diprakirakan; hasil memprakirakan; perhitungan sebelumnya (9) |
| PRAKLINIS | Berkenaan dengan penyakit atau karakteristik penyakit sebelum gejala menjadi jelas (9) |
| PRAKTIKAN | Seseorang yang mengikuti praktikum (9) |
| PRAKTIKUM | Bagian dari pengajaran yang bertujuan agar siswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan dalam keadaan nyata apa yang diperoleh dalam teori; pelajaran praktik (9) |
| PRAMBANAN | Candi Hindu terbesar di Indonesia, terletak di Sleman, Yogyakarta (9) |
| PRAMODERN | Sebelum maju (modern); primitif (9) |
| PRAMUBAYI | Wanita yang bekerja pada suatu keluarga dengan tugas merawat bayi atau anak-anak kecil keluarga yang bersangkutan; pengasuh anak; pramusiwi (9) |
| PRAMUGARA | Karyawan perusahaan pengangkutan umum (udara, darat, dan laut) yang bertugas melayani penumpang (9) |
| PRAMUGARI | Karyawati perusahaan pengangkutan umum (udara, darat, dan laut) yang bertugas melayani penumpang (9) |
| PRAMUGOLF | Orang yang pekerjaannya mengikuti dan membantu pegolf untuk memunguti bola, membawakan peralatan olahraga golf, dan sebagainya di lapangan golf; kedi (9) |
| PRAMUJASA | Orang yang bekerja di bidang pelayanan jasa (9) |
| PRAMUMEJA | Karyawan yang melaksanakan bermacam-macam tugas yang berhubungan dengan pelayanan peralatan makanan; pramudapur (9) |
| PRAMUSAJI | Orang yang melayani pesanan makanan dan minuman sesuai dengan permintaan (9) |
| PRAMUSIWI | Wanita yang bekerja pada suatu keluarga dengan tugas merawat bayi atau anak-anak kecil keluarga yang bersangkutan; pengasuh anak; pramubayi; padanan dari babysitter (9) |
| PRAMUTAMA | Orang yang mengepalai pramutamu di hotel; kepala pramutamu (9) |
| PRAMUTAMU | Petugas kantor bagian depan hotel yang tugas utamanya mengantarkan tamu ke kamar (9) |
| PRANAYAMA | Latihan pengaturan napas dalam gerakan yoga (9) |
| PRAREMAJA | Dalam keadaan menjelang remaja (9) |
| PRASANGKA | Pendapat (anggapan) yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan, menyelidiki) sendiri; syak; pendapat atau sikap yang berlandaskan emosi sehingga tidak terbuka terhadap alasan yang berlawanan dengan apa yang diyakini (Psikologi); praduga (9) |
| PRASARANA | Segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, pembangunan, proyek, dan sebagainya) (9) |
| PRASMANAN | Cara menjamu makan dengan mempersilakan tamu mengambil dan memilih sendiri hidangan yang sudah ditata secara menarik di beberapa meja (9) |
| PRASYARAT | Syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan, mengikuti, atau memasuki pendidikan atau sesuatu kegiatan (9) |
| PRATAYANG | Penayangan sesuatu, terutama film, drama, dan sebagainya kepada orang-orang tertentu sebelum masyarakat umum menontonnya; tinjauan pendahuluan; pratinjau (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari preview (9) |
| PRATINJAU | Tinjauan pendahuluan; pratayang (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari preview (9) |
| PRAVERNAL | Berhubungan dengan atau terjadi pada akhir musim dingin dan awal musim semi (9) |
| PRAWACANA | Kata pendahuluan; prakata; mukadimah; preambul (9) |
| PRAYUWANA | Lembaga atau perkumpulan yang menampung anak-anak nakal yang pernah melakukan kejahatan dengan cara mendidik dan mengajarkan berbagai keterampilan (9) |
| PREANTENA | Anggota tubuh Arthropoda pada segmen pertama yang lenyap ketika dewasa (Zoologi) (9) |
| PREBIOTIK | Bahan (biasanya berupa karbohidrat) yang dapat merangsang pertumbuhan kuman probiotik; makanan probiotik (9) |
| PREDIKTOR | Orang atau alat yang dapat melakukan prediksi (9) |
| PREFEKTUR | Wilayah administratif setingkat keresidenan pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels; vikariat (Agama Katolik) (9) |
| PREKARIAT | Pekerja dengan jam kerja, kontrak kerja, jaminan kerja, dan lingkup kerja yang tak tentu (9) |
| PREKURSOR | Senyawa yang mendahului senyawa lain dalam jalur metabolisme (Kimia); sesuatu yang mendahului dan menunjukkan kemunculan sesuatu atau seseorang; pertanda; bahan atau senyawa yang menjadi pembentuk bahan atau senyawa lain (Ilmu Gizi) (9) |
| PREPOSISI | Kata yang biasa terdapat di depan nomina (Linguistik); bahasa pikiran yang digunakan sebagai konsep dalam psikologi kognitif (Psikologi) (9) |
| PRESENTER | Orang yang mempresentasikan; pewara (9) |
| PRESENTIL | Nilai yang menandai batas interval dari sebaran frekuensi yang berderet dalam seratus bagian sebaran yang sama (Statistik) (9) |
| PRESIDIUM | Pimpinan tertinggi suatu badan yang terdiri atas beberapa orang yang berkedudukan sama (9) |
| PREVENTIF | Bersifat mencegah (supaya jangan terjadi apa-apa) (9) |
| PREWANGAN | Penghubung dengan dunia roh; medium (Jawa) (9) |
| PRIEVIDZA | Kota di Slowakia (9) |
| PRIMADONA | Penyanyi wanita yang pertama atau utama dalam pertunjukan opera; pelaku wanita terpenting (dalam pertunjukan sandiwara); sripanggung; gadis (wanita) yang paling cantik, disukai, dikagumi, dan sebagainya di lingkungannya (kiasan); yang paling utama, penting, dan sebagainya (tentang barang dagangan) (kiasan); aktor andalan atau unggulan dari sebuah kelompok teater yang digemari oleh penonton (Kesenian) (9) |
| PRIMIMUDA | Wanita yang hamil di bawah usia 16 tahun (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PRIMIPARA | Wanita yang melahirkan pertama kali (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PRINGSEWU | Kabupaten di Provinsi Lampung, terkenal dengan sebutan Kota Budaya Lampung; ibu kota Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung (9) |
| PRINTILAN | Pernak-pernik (9) |
| PRIORITAS | Yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain (9) |
| PRISMATIK | Berhubungan dengan prisma; mirip dengan prisma; menggambarkan cahaya yang memperlihatkan spektrum warna, seperti yang dibiaskan oleh prisma; berwarna seperti pelangi (9) |
| PRIVILESE | Hak istimewa (9) |
| PROBIOTIK | Bakteri baik di dalam usus yang akan menghasilkan antibiotik, yang membantu kebutuhan usus dalam proses metabolisme, dan meningkatkan daya tahan tubuh (9) |
| PRODDATUR | Kota di India (9) |
| PRODUKTIF | Bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar); mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dan sebagainya); menguntungkan; mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru (Linguistik) (9) |
| PROEFDRUK | Cetak coba; cetakan pertama sebagai percobaan (ungkapan/Belanda) (9) |
| PROFERMEN | Zat sel hidup yang menghasilkan ragi (9) |
| PROFICIAT | Selamat (ungkapan/Belanda) (9) |
| PROGENESE | Perkembangan sel kelamin hingga kedua sel kelamin betina dan jantan berpadu menjadi zigot (Biologi) (9) |
| PROGNOSIS | Ramalan tentang peristiwa yang akan terjadi, khususnya yang berhubungan dengan penyakit atau penyembuhan setelah operasi (9) |
| PROGRESIF | Ke arah kemajuan; berhaluan ke arah perbaikan keadaan sekarang (tentang politik); bertingkat-tingkat naik (tentang aturan pemungutan pajak dan sebagainya) (9) |
| PROHIBISI | Larangan dengan memakai dasar hukum (9) |
| PROHORMON | Prekursor dari hormon, biasa digunakan sebagai suplemen untuk membentuk otot-otot tubuh dalam meningkatkan suplai hormon tubuh secara alami (Ilmu Gizi) (9) |
| PROKLITIK | Klitik yang secara fonologis terikat dengan kata yang mengikutinya (Linguistik) (9) |
| PROKSIMAL | Dekat ke pusat; terletak pada arah pusat suatu benda; terletak di dekat garis tengah badan (9) |
| PROKSIMAT | Persona ketiga yang dipentingkan (terdapat dalam bahasa yang mempunyai sistem empat persona) (Linguistik) (9) |
| PROKURASI | Kekuasaan (kewenangan) untuk bertindak atas nama pemberi kuasa; kuasa wewenang (9) |
| PROLAMINA | Protein sederhana yang terdapat dalam biji-bjian (Ilmu Gizi) (9) |
| PROLEKSEM | Bentuk bahasa yang mempunyai makna leksikal seperti kata, tetapi tidak dapat berdiri sendiri apabila tidak bergabung dengan kata lain, dan tidak dapat mengalami pengimbuhan (Linguistik) (9) |
| PROLETISI | Pemberian sumbangan dengan menyebarkan agama atau keyakinan pemberi sumbangan (9) |
| PROMENADE | Tempat untuk berjalan-jalan (9) |
| PROMETIUM | Logam tanah langka yang semua isotopnya yang dikenal ternyata radio aktif, merupakan hasil pembelahan uranium; unsur kimia lantanida dengan nomor atom 61, lambang Pm, dan bobot 145 u (9) |
| PRONOMINA | Kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda; kata ganti seperti aku, engkau, dia (Linguistik) (9) |
| PROPAGASI | Pembiakan tanaman atau binatang (Biologi); perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji atau stek; perambatan gelombang bunyi, gelombang cahaya, dan sebagainya melalui medium tertentu (udara dan sebagainya) (9) |
| PROPAGULA | Setiap bahan yang digunakan untuk tujuan perbanyakan organisme untuk tahap lanjut dalam siklus hidupnya melalui pemencaran (Biologi); setiap bahan tanaman yang digunakan untuk tujuan perbanyakan tanaman (Pertanian) (9) |
| PROPATRIA | Demi tanah air (ungkapan/Latin) (9) |
| PROPILENA | Hidrokarbon takjenuh; bahan baku plastik (C3H6) (Kimia) (9) |
| PROPOSISI | Rancangan usulan; ungkapan yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya (Linguistik) (9) |
| PROSENIUM | Tempat di atas panggung di antara tabir (layar) dan lengkung yang melingkupinya; dinding permanen yang berkubah yang memisahkan bagian pentas dari bagian tempat duduk penonton (Sastra); bentuk panggung trapesium yang memisahkan pertunjukan dengan penonton dengan jarak pandang estetis cukup jauh (Sastra) (9) |
| PROSIDING | Kumpulan makalah seminar yang telah dibukukan; bunga rampai (9) |
| PROSPEKSI | Kegiatan penyelidikan awal di suatu daerah dalam upaya mendapatkan berbagai mineral berharga (Teknik) (9) |
| PROSTATIS | Berhubungan dengan prostat (9) |
| PROSTESIS | Bagian tubuh buatan, misalnya kaki atau tangan buatan; operasi penggantian bagian tubuh yang hilang dengan perangkat buatan (9) |
| PROSTETIK | Berkenaan dengan prostesis; ilmu bedah yang mempelajari desain, produksi, dan penggunaan bagian tubuh buatan; berkenaan dengan ilmu kedokteran yang mempelajari desain, produksi, dan penggunaan bagian tubuh buatan (9) |
| PROTANDRI | Perubahan dari jantan ke betina pada hewan (9) |
| PROTEKTIF | Bersangkutan dengan proteksi; bersifat melindungi (9) |
| PROTESTAN | Penganut Protestanisme (9) |
| PROTOGINI | Makhluk hermafrodit yang dalam perkembangannya terlebih dahulu berfungsi sebagai betina sebelum berubah dan berfungsi sebagai jantan (9) |
| PROTONASI | Reaksi terikatnya sebuah proton pada sebuah molekul (9) |
| PROTONEMA | Struktur seperti benang bercabang yang tumbuh dari spora lumut dan akhirnya berkembang menjadi tanaman lumut (Biologi) (9) |
| PROTOPLAS | Bahan yang terdapat di dalam sel, mencakup plasma sel, inti, dan membran plasma (Biologi) (9) |
| PROTORAKS | Ruas pertama (terdepan) pada bagian toraks tubuh serangga (Zoologi) (9) |
| PROTOTIPE | Model yang mula-mula (model asli) yang menjadi contoh; contoh baku; contoh khas; arketipe (9) |
| PROTRAKSI | Pengarahan bahu ke depan (Olahraga) (9) |
| PROVENANS | Tempat asal sesuatu; sumber dan sejarah kepemilikan karya seni, sastra atau temuan arkeologi (9) |
| PROVOKASI | Perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut; penghasutan; pancingan (9) |
| PROYEKTIF | Berhubungan dengan sesuatu yang menunjukkan konstitusi psikodinamik individu (Psikologi) (9) |
| PROYEKTIL | Benda yang ditembakkan dengan meriam dan sebagainya (9) |
| PROYEKTOR | Alat untuk membuat proyeksi; alat yang digunakan untuk mencipta atmosfer pencahayaan di panggung (Kesenian) (9) |
| PSEUDONIM | Nama yang digunakan seseorang (seperti penulis, pengarang) untuk menyembunyikan identitas sebenarnya; nama samaran (9) |
| PSIKIATER | Dokter yang ahli dalam penyakit jiwa (9) |
| PSIKIATRI | Cabang (spesialisasi) ilmu kedokteran yang berhubungan dengan penyakit jiwa (9) |
| PSIKOLOGI | Ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku; ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegiatan jiwa (9) |
| PSIKOPATI | Penyakit jiwa yang dicirikan oleh tindakan yang bersifat egosentris dan antisosial (9) |
| PSORIASIS | Penyakit kulit yang mengerisik, kering, mungkin di seluruh tubuh, tetapi yang terbanyak di lengan dan tungkai, terutama di siku dan lutut (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| PSORIOSIS | Penyakit peradangan kulit yang bersifat kronis, disebabkan oleh penyakit autoimun sehingga penderita mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat (9) |
| PTEROPODA | Hewan yang tidak bertulang, seperti bekicot yang mempunyai alat untuk berenang (9) |
| PUALGARIS | Gerakan zalir yang alirannya hampir menyerupai lingkaran mengelilingi sebuah garis (Fisika) (9) |
| PUALPEGUN | Pegun kepualan yang tidak berubah dalam ruang dan waktu (9) |
| PUASAAPIT | Puasa pada hari kelahiran ditambah sehari sebelum dan sehari sesudahnya (9) |
| PUASADAUD | Puasa sunah yang dilaksanakan dengan cara selang satu hari (sehari puasa, sehari tidak), merupakan salah satu amalan Nabi Daud (9) |
| PUBLIKASI | Pengumuman; penerbitan (9) |
| PUCATKESI | Pucat lesi; pucat lesu; pucat manai; pucat pasi; pucat benihan; pucat pudar; pucat sekali (9) |
| PUCATLESI | Pucat kesi; pucat lesu; pucat manai; pucat pasi; pucat benihan; pucat pudar; pucat sekali (9) |
| PUCATLESU | Pucat kesi; pucat kesi; pucat manai; pucat pasi; pucat benihan; pucat pudar; pucat sekali (9) |
| PUCATPASI | Pucat kesi; pucat kesi; pucat manai; pucat lesu; pucat benihan; pucat pudar; pucat sekali (9) |
| PUCUKJALA | Bagian jala yang di pertengahan (9) |
| PUCUKPEKO | Pucuk aktif pohon teh, berbentuk runcing, mengandung banyak senyawa kafein yang belum terdegradasi sehingga menghasilkan teh berkualitas baik (9) |
| PUCUKTEBU | Bagian atas batang tebu yang tidak dapat diambil airnya (9) |
| PUISIBARU | Puisi yang bentuk dan aturannya lebih bebas dari puisi lama; puisi bebas (9) |
| PUISIESAI | Ragam sastra berisi pesan sosial dan moral melalui kata sederhana dan pola tertulis berbait-bait, berupa fakta, fiksi, dan catatan kaki (Sastra) (9) |
| PUISILAMA | Puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi Barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal (Sastra) (9) |
| PUITISASI | Pengubahan bentuk bahasa prosa menjadi puisi; pemuisian (9) |
| PUKULCURI | Menyerang secara sembunyi-sembunyi; menyerang dari belakang (9) |
| PUKULRATA | Rata-rata (9) |
| PULANDIAN | Kota di Cina (9) |
| PULASMATA | Perona mata (9) |
| PULPAGIGI | Jaringan sensitif di tengah gigi, terdiri atas saraf dan pembuluh darah (9) |
| PULUTAPIT | Biskuit yang dibuat dari beras pulut (9) |
| PUNAKAWAN | Pelayan atau pengawal raja atau bangsawan pada zaman dahulu; abdi pengiring; juak-juak; karakter pewayangan (9) |
| PUNARBAWA | Ajaran agama Buddha yang menjelaskan tentang konsep kelanjutan kehidupan sebagai makhluk baru pada salah satu alam kehidupan (Agama Buddha) (9) |
| PUNDUNGAN | Mudah pundung; mudah tersinggung (9) |
| PUNGGAHAN | Tempat membongkar muatan; hasil membongkar muatan (9) |
| PUNGKASAN | Terakhir kali (9) |
| PUNGTUASI | Tanda grafis yang digunakan secara konvensional untuk memisahkan pelbagai bagian dari satuan bahasa tertulis; tanda baca (9) |
| PUNJUNGAN | Pemberian hadiah, berupa makanan (sewaktu punya hajat dan sebagainya) (9) |
| PUNTAALTA | Kota di Argentina (9) |
| PUNTACANA | Kota di Republik Dominika (9) |
| PUNTIANAK | Hantu perempuan (suka mengambil anak kecil atau mengganggu wanita yang melahirkan) (9) |
| PUNTOFIJO | Kota di Venezuela (9) |
| PUPAFOBIA | Fobia terhadap wayang (Psikologi) (9) |
| PUPUKAKAR | Pupuk yang diberikan pada tanaman melalui akar dengan cara ditaburkan pada media semai atau di sekeliling tanaman (9) |
| PUPUKALAM | Pupuk yang tidak melalui proses kimia (seperti tahi binatang, daun-daunan) (9) |
| PUPUKDAUN | Pupuk yang diberikan pada tanaman melalui daun (9) |
| PUPURAYAM | Tempat ayam memupur (9) |
| PUPUTANAK | Puput yang terdiri atas dua bagian (Minangkabau) (9) |
| PURADALEM | Pura yang berkaitan dengan kematian (9) |
| PURAJAGAT | Pura untuk semua umat Hindu (9) |
| PURAPUSEH | Pura tempat pemujaan dewa Wisnu (9) |
| PURASUBAK | Pura untuk anggota subak (9) |
| PURBAKALA | Zaman dahulu sekali; zaman kuno; dahulu kala (9) |
| PURMEREND | Kota di Belanda (9) |
| PURNAJUAL | Pelayanan penjualan lebih lanjut setelah transaksi, termasuk pemberian garansi; pascajual (9) |
| PURNAYUDA | Berkenaan dengan keadaan setelah berperang (9) |
| PURUBUBUK | Puru yang banyak tumbuh di kaki atau di tangan (9) |
| PURUBUBUL | Puru bubuk (9) |
| PURUKCAHU | Ibu kota Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (9) |
| PURWAKALA | Masa permulaan sekali; dahulu kala (9) |
| PURWAPADA | Hiasan dan tanda pada awal penulisan dari rangkaian teks tembang dalam tulisan Jawa (Sastra) (9) |
| PURWARUPA | Rupa yang pertama; rupa awal (9) |
| PURWASUKA | Purwakarta-Subang-Karawang (akronim) (9) |
| PURWODADI | Ibu kota Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah (9) |
| PURWOREJO | Kabupaten di bagian tengah selatan Provinsi Jawa Tengah; ibu kota Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah (9) |
| PUSASUDUT | Hasil kali momen lembam suatu benda terhadap sumbu putaran dengan kecepatan sudut sekeliling sumbu itu (Fisika) (9) |
| PUSATDATA | Organisasi yang mengumpulkan, menampung, mengolah, dan menyajikan data perlengkapan pengolah data elektronik (9) |
| PUSATJALA | Bagian jala yang di pertengahan (9) |
| PUSBINTAL | Pusat pembinaan mental (akronim) (9) |
| PUSCADNAS | Pusat cadangan nasional (akronim) (9) |
| PUSDIKART | Pusat Pendidikan Artileri (akronim) (9) |
| PUSDIKKAV | Pusat Pendidikan Kavaleri (akronim) (9) |
| PUSDIKLAT | Pusat pendidikan dan pelatihan (akronim) (9) |
| PUSHIDROS | Pusat hidrografi dan oseanografi (akronim/Oseanologi) (9) |
| PUSKESMAS | Pusat kesehatan masyarakat; poliklinik di tingkat kecamatan tempat rakyat menerima pelayanan kesehatan dan penyuluhan mengenai keluarga berencana (akronim) (9) |
| PUSKURBUK | Pusat Kurikulum dan Perbukuan (akronim) (9) |
| PUSPADANA | Gading yang berukir; puspadanta (Sanskerta) (9) |
| PUSPAMALA | Untaian bunga yang dikalungkan di leher pada upacara penyambutan tamu (juara, pahlawan, dan sebagainya) (9) |
| PUSPANUSA | Tumbuhan parasit tropis, termasuk suku Rafflesiaceae, memiliki zat hijau daun, berbatang pendek di atasnya, hanya terdapat satu bunga yang dapat tumbuh sangat besar, jenis yang terbesar terdapat di Sumatra, bergaris tengah 1 m; raflesia (Rafflesia arnoldii) (9) |
| PUSPIPTEK | Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (nama kawasan riset terbesar di Indonesia yang terletak di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten) (akronim) (9) |
| PUSSENART | Pusat Kesenjataan Artileri (akronim) (9) |
| PUSSENKAV | Pusat Kesenjataan Kavaleri (akronim) (9) |
| PUSTEKKOM | Pusat Teknologi Komunikasi (akronim) (9) |
| PUTAROTAK | Mencari akal; berdaya upaya (kiasan) (9) |
| PUTARWALI | Liana yang batangnya berbintil, daunnya menjantung, bunganya berbentuk tandan dan berwarna hijau muda, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Cina sampai Malesia, batangnya yang berasa pahit biasa digunakan untuk obat berbagai penyakit; akar seruntun; bratawali (Tinospora crispa) (9) |
| PUTIHHATI | Lurus hati; jujur (kiasan); baik hati (suka menolong dan sebagainya) (kiasan); suci (tidak ternoda) (kiasan) (9) |
| PUTIHLESI | Putih pucat; pucat sekali (9) |
| PUTIHMETA | Putih sekali (9) |
| PUTRAJAYA | Kota di Malaysia (9) |
| PUTRAWALI | Liana yang batangnya berbintil, daunnya menjantung, bunganya berbentuk tandan dan berwarna hijau muda, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Cina sampai Malesia, batangnya yang berasa pahit biasa digunakan untuk obat berbagai penyakit; akar seruntun; bratawali (Tinospora crispa) (9) |
| PUTRIMALU | Sikejut; simalu (Mimosa pudica) (9) |
| PUTUSAKAD | Tidak berlaku lagi (tentang perjanjian) (9) |
| PUTUSAKAL | Tidak dapat berpikir lagi; hilang akal (9) |
| PUTUSJIWA | Meninggal dunia; mati; putus usia; putus umur (9) |
| PUTUSKAJI | Sudah diambil ketetapan, tidak dapat berubah lagi (9) |
| PUTUSKATA | Sepakat; setuju (9) |
| PUTUSNIAT | Sudah tetap niatnya (maksudnya) (9) |
| PUTUSOBAT | Penghentian pemakaian obat (9) |
| PUTUSRASA | Mati perasaan; tidak ada gairah lagi (9) |
| PUTUSUMUR | Putus usia; putus jiwa; meninggal dunia; mati (9) |
| PUTUSUSIA | Putus umur; putus jiwa; meninggal dunia; mati (9) |
| PUYUNGHAI | Masakan Cina berupa telur dadar dengan bahan dari campuran sayuran, udang cincang, telur, dikocok dengan garam, dibumbui dengan lada dan vetsin serta diberi saus (Tata Boga) (9) |
| PYONGSONG | Kota di Korea Utara (9) |
| PYONGYANG | Ibu kota Korea Utara (9) |
| QARACUXUR | Kota di Azerbaijan (9) |
| QIAMULAIL | Salat di tengah malam secara teratur (seperti salat tahajud, tarawih, witir) (Agama Islam) (9) |
| QIANJIANG | Kota di Cina (9) |
| QIONGSHAN | Kota di Cina (9) |
| QORYOOLEY | Kota di Somalia (9) |
| QUEIMADOS | Kota di Brasil (9) |
| QUELIMANE | Kota di Mozambik (9) |
| QUODLIBET | Pertunjukan musik dengan gubahan dari lagu-lagu yang familiar (Musik) (9) |
| RABULIZAT | Tuhan yang memiliki segala kemuliaan (9) |
| RABUNAYAM | Rabun senja (9) |
| RABUNJAUH | Kurang jelas penglihatan jika melihat dari jarak jauh; cadok; miopia (9) |
| RADENRORO | Panggilan untuk anak perempuan yang masih memiliki darah bangsawan (9) |
| RADIOGRAF | Gambaran benda yang diambil dengan menggunakan sinar X atau gama (9) |
| RADIOGRAM | Telegram yang dikirimkan melalui radio; berita melalui radio (9) |
| RADIOLOGI | Ilmu pengobatan yang menggunakan sinar X atau sinar radioaktif untuk mengetahui penyakit; ilmu tentang radioaktif (9) |
| RADIOSUAR | Pemancar gelombang radio berbasis darat yang mengirimkan sinyal khusus untuk membantu pesawat terbang dan kapal mengidentifikasi posisi mereka (9) |
| RAEBARELI | Kota di India (9) |
| RAFSANJAN | Kota di Iran (9) |
| RAGAMBAKU | Ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), biasa dipakai di kalangan terdidik, dalam karya ilmiah, dalam suasana resmi, atau dalam surat resmi (misalnya surat-menyurat dinas, perundang-undangan, karangan teknis) (Linguistik) (9) |
| RAGHOGARH | Kota di India (9) |
| RAGIALAMI | Ragi yang tercipta secara alami karena reaksi udara terhadap buah-buahan yang difermentasikan, dapat juga tercipta pada campuran air dan tepung yang difermentasikan (9) |
| RAGIBASAH | Ragi yang bertekstur halus dan padat, berbentuk balok atau kubus kecil (Tata Boga) (9) |
| RAJAAMPAT | Kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya, ibu kotanya Waisai; rangkaian empat gugusan pulau yang terdapat di wilayah Kepala Burung, Papua, terkenal dengan keindahan alamnya (9) |
| RAJABADAR | Kain putih (9) |
| RAJABALOK | Keturunan bangsawan dalam masyarakat suku Belitung (9) |
| RAJABRANA | Harta kekayaan (Jawa) (9) |
| RAJAHUTAN | Binatang yang paling kuat (ganas) di rimba; raja rimba; singa; harimau (9) |
| RAJAPUTIH | Penyakit keputihan (pada orang perempuan) (9) |
| RAJARIMBA | Binatang yang paling kuat (ganas) di rimba; raja hutan; singa; harimau (9) |
| RAJASIANG | Matahari (kiasan) (9) |
| RAJASINGA | Penyakit sifilis; penyakit kotor (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| RAJAUDANG | Elang laut (9) |
| RAJSAMAND | Kota di India (9) |
| RAKHANDUK | Rak yang khusus digunakan untuk menempatkan handuk (9) |
| RAKSABUMI | Pengawas pengairan desa (9) |
| RAMAHANAK | Aman dan memperhatikan keselamatan anak (9) |
| RAMBULAUT | Rambu yang dipasang di laut untuk keperluan pelayaran; suar laut (Pelayaran) (9) |
| RAMBUSUAR | Rambu yang dipasang untuk memberi penerangan bagi nelayan pada waktu malam (Pelayaran) (9) |
| RAMGUNDAM | Kota di India (9) |
| RAMIMALEK | Pemeran Freddie Mercury dalam film Bohemian Rhapsody (9) |
| RAMPURHAT | Kota di India (9) |
| RANCANGAN | Sesuatu yang sudah dirancang; hasil merancang; rencana; program; desain (9) |
| RANDAJAWA | Jawawut (9) |
| RANGKAIAN | Hasil merangkai (menyusun, menggandengkan, dan sebagainya); untaian (9) |
| RANGKAKAN | Perihal merangkak; cara merangkak (9) |
| RANGKIANG | Bangunan bertiang empat, biasanya berbentuk gonjong, berada di depan rumah gadang untuk tempat menyimpan padi; lumbung (Minangkabau) (9) |
| RANGKULAN | Hasil merangkul; keadaan dirangkul; pelukan; cara menghindarkan pukulan lawan dengan melakukan rangkulan (Olahraga) (9) |
| RANGKUMAN | Pelukan; ringkasan; ikhtisar (dari uraian) dan sebagainya (9) |
| RANOKARNO | Nama Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2025-2030 (9) |
| RANTANGAN | Makanan (lauk dan sebagainya) yang dipesan secara berlangganan (biasanya makanan ditempatkan dalam rantang) (9) |
| RAPATDESA | Majelis yang menurut hukum adat terdiri atas berbagai golongan penduduk yang berhak hadir dan berhak memberikan suara dalam rapat desa (9) |
| RAPATUMUM | Rapat terbuka (9) |
| RAPIDCITY | Kota di Amerika Serikat (9) |
| RAPORTEUR | Seseorang yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk menyelidiki suatu masalah atau menghadiri sebuah rapat dan melaporkan catatan mengenai masalah atau rapat tersebut (9) |
| RAPUHHATI | Mudah berputus asa; lemah hati; lembik; mudah tersinggung perasaannya (9) |
| RAPUHIMAN | Tidak teguh iman (pendirian); mudah tergoda; mudah terombang-ambing (9) |
| RASBAYRUT | Kota di Lebanon (9) |
| RASELOUED | Kota di Aljazair (9) |
| RASIOGAYA | Rasio kekuatan pegangan dengan gaya aplikasi alat (Olahraga) (9) |
| RATAKANAN | Tampilan naskah dokumen yang merata di sebelah kanan (9) |
| RATANGARH | Kota di India (9) |
| RATNADEWI | Dewi yang tercantik (9) |
| RATNAGIRI | Kota di India (9) |
| RATUBARAT | Gelar di Kasunan Surakarta untuk Permaisuri Susuhunan Pakubuwana urutan pertama; ratu kilen (9) |
| RATUDRAMA | Orang yang selalu mendramatisasi atau berlebihan dalam mengekspresikan emosinya (kiasan) (9) |
| RATUKILEN | Gelar di Kasunan Surakarta untuk Permaisuri Susuhunan Pakubuwana urutan pertama; ratu barat (9) |
| RATUTIMUR | Gelar di Kasunan Surakarta untuk Permaisuri Susuhunan Pakubuwana urutan kedua; ratu wetan (9) |
| RATUWETAN | Gelar di Kasunan Surakarta untuk Permaisuri Susuhunan Pakubuwana urutan kedua; ratu timur (9) |
| RAUTBADAN | Bentuk (sikap) badan (9) |
| RAWAGARAM | Daerah rendah yang berdekatan dengan laut yang tertutup dengan vegetasi toleran (lahan) garam dan secara teratur digenangi oleh pasang naik; daerah pendalaman yang sama di dekat mata air atau danau masin, walaupun tidak digenangi secara teratur (9) |
| RAWALAKOT | Kota di Pakistan (9) |
| RAWANHATI | Perasaan rawan (pilu, terharu) dalam hati (9) |
| RAWATINAP | Perawatan pasien dengan menginap (di rumah sakit); opname (9) |
| RAYABETIK | Suka cita setelah meraih kemenangan yang dinikmati secara diam-diam dalam keheningan (Melayu Riau) (9) |
| RAYACHOTI | Kota di India (9) |
| RAYAPKAYU | Rayap yang hanya menyerang dan bersarang di kayu (9) |
| REAGENSIA | Reagen zat kimia yang gunanya untuk menimbulkan reaksi kimiawi yang telah ditentukan, biasa dipakai untuk mengetes darah (9) |
| REAKTANSI | Perlawanan terhadap arus bolak-balik; bagian impedans yang disebabkan oleh kapasitor (Elektronika) (9) |
| REALESTAT | Properti berupa tanah dan bangunan (9) |
| REALISASI | Proses, cara, perbuatan menjadikan nyata; perwujudan; wujud; kenyataan; pelaksanaan yang nyata (9) |
| REALISTIK | Bersifat nyata (real); bersifat wajar; realistis (9) |
| REALISTIS | Bersifat nyata; bersifat wajar (9) |
| REALOKASI | Pengalokasian kembali (9) |
| REBOISASI | Penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul); penghutanan kembali (9) |
| REDDEVILS | Julukan klub sepak bola Manchester United, juara terbanyak Liga Primer Inggris sebanyak 20 kali peraih Treble Winners tahun 1998-1999 (9) |
| REDUKTASE | Enzim yang mengatalisis reduksi kimia dari senyawa organik (9) |
| REEDUKASI | Pendidikan ulang (9) |
| REFERENSI | Sumber acuan (rujukan, petunjuk); buku-buku yang dianjurkan oleh dosen kepada mahasiswanya untuk dibaca; buku perpustakaan yang tidak boleh dibawa ke luar, harus dibaca di tempat yang telah disediakan; hubungan antara referen dan lambang (bentuk bahasa) yang dipakai untuk mewakilinya (Linguistik) (9) |
| REFLEKTIF | Bersifat mendalam dan hati-hati (tentang pemikiran) yang terutama diarahkan kepada diri sendiri dan biasanya bersifat spiritual; bergerak di luar kemauan (tentang badan); secara refleks; memantulkan kembali atau mencerminkan (tentang cahaya, gambar atau objek) (9) |
| REFLEKTOR | Benda yang memantulkan cahaya (suara atau panas); teleskop yang berkaca cekung untuk memantulkan dan memfokuskan cahaya (9) |
| REFORMASI | Perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara (9) |
| REFRAKTOR | Benda yang berefraksi (9) |
| REGULATIF | Bersangkutan dengan peraturan (9) |
| REGULATOR | Alat pengatur; alat dalam jam yang mengatur kecepatan (9) |
| REHATKOPI | Istirahat singkat untuk minum kopi pada pagi atau sore hari (9) |
| REHIDRASI | Penyerapan air kembali ke dalam bahan kering (9) |
| REIFIKASI | Anggapan bahwa gejala kultural sudah berubah menjadi benda yang mengutamakan segi ekonomis daripada estetis, sehingga berfungsi untuk kepentingan manusia; anggapan bahwa ide abstrak perlu diperlakukan seakan-akan mempunyai keberadaan yang objektif (Psikologi) (9) |
| REKACIPTA | Penciptaan (perancangan) sesuatu yang sebelumnya tidak ada; invensi (9) |
| REKLAMASI | Bantahan atau sanggahan (dengan nada keras); pemanfaatan daerah yang semula tidak berguna untuk memperluas tanah (pertanian) atau tujuan lain, misalnya dengan cara menguruk daerah rawa-rawa (Pertanian); pengurukan (tanah) (Pertanian) (9) |
| REKOGNISI | Hal atau keadaan yang diakui; pengakuan; pengenalan; penghargaan; identifikasi informasi yang sebelumnya telah dilihat, dibaca, atau didengar, lalu disimpan dalam ingatan (Psikologi); strategi dasar untuk menilai kemampuan ingatan (Psikologi) (9) |
| REKOLEKSI | Khalwat pendek selama beberapa hari (Agama Katolik) (9) |
| REKONDISI | Tindakan mengembalikan sesuatu ke kondisi yang baik atau baru dengan mengubah, memperbaiki, atau mengganti bagian tertentu (9) |
| REKORASIA | Rekor yang berlaku untuk peringkat Asia; hasil terbaik (tertinggi) yang pernah dicapai orang di Asia (9) |
| REKREATIF | Bersifat menghibur (9) |
| REKRUTMEN | Perekrutan, misalnya tenaga kerja (9) |
| REKSADANA | Wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| REKUISISI | Daftar isian permintaan barang atau jasa, biasanya dari unit organisasi yang satu ke unit yang lain (Manajemen) (9) |
| RELAKSASI | Pengenduran, pemanjangan (tentang otot); kemampuan mengontrol tingkat ketegangan; metode untuk mempersiapkan tubuh seorang aktor sebelum tampil (Kesenian); cara atau tindakan untuk mengistirahatkan atau menyenangkan diri (9) |
| RELEVANSI | Hubungan; kaitan (9) |
| RELGERIGI | Rel kereta api bergigi (terletak di antara sepasang rel yang biasa) untuk jalan yang sangat menanjak (9) |
| REMCAKRAM | Rem yang terbuat dari piringan dan bekerja dengan sistem hidraulik (9) |
| REMEDIASI | Tindakan atau proses penyembuhan (9) |
| REMIGRASI | Perpindahan penduduk ke tempat asalnya (Demografi) (9) |
| REMITANSI | Pengiriman uang dari luar negeri (Keuangan) (9) |
| REMSCHEID | Kota di Jerman (9) |
| REMTANGAN | Rem yang ditarik dengan tangan (9) |
| REMTROMOL | Rem sepeda dan sebagainya yang berupa piringan yang dipasang pada poros roda (9) |
| REMUNGGAI | Pohon yang daunnya dapat dimakan untuk obat dan sebagainya; kelor (Moringa oleifera) (9) |
| RENAISANS | Masa peralihan dari Abad Pertengahan ke abad modern di Eropa (abad ke-14–ke-17) yang ditandai oleh perhatian kembali kepada kesusastraan klasik, berkembangnya kesenian dan kesusastraan baru, dan tumbuhnya ilmu pengetahuan modern (9) |
| RENCENGAN | Untaian (petasan dan sebagainya) (9) |
| RENDAPITA | Renda yang dipasang pada pita (Tata Busana) (9) |
| RENGADEAN | Pohon yang berwarna merah tua, kayunya sangat keras, dapat dipakai untuk bahan rumah (Ploiarum alternifolium) (9) |
| RENGGENEK | Sebutan untuk bulan ketujuh kehamilan (Sunda) (9) |
| RENGKUDAH | Berbau (9) |
| RENKINANG | Pohon, tinggi mencapai 30 m, kayunya yang berwarna merah muda tidak awet, buahnya yang tua dapat dimakan; tempawak; kemesu (Elaeocarpus floribunda) (9) |
| RENOGRAFI | Alat pemeriksaan medis berbasis nuklir yang digunakan untuk memantau fungsi ginjal (Kedokteran dan Fisiologi); renogram (9) |
| RENTENGAN | Untaian; rangkaian (mercon dan sebagainya) (9) |
| REPATRIAN | Orang yang dipulangkan dari pengungsian (9) |
| REPERTOAR | Persediaan nyanyian, lakon, opera yang dimiliki seseorang atau suatu kelompok seni yang siap untuk dimainkan; daftar lagu, judul sandiwara, opera, dan sebagainya yang akan disajikan oleh pemain musik, sanggar penyanyi, dan sebagainya; perbendaharaan bahasa (dialek, ragam) yang dimiliki oleh seseorang atau masyarakat (Linguistik); daftar pertunjukan teater yang dipersiapkan untuk ditampilkan di hadapan penonton (Kesenian) (9) |
| REPETITIF | Bersifat pengulangan (9) |
| REPETITOR | Orang yang membantu mahasiswa mempelajari lagi bahan-bahan pelajaran yang akan diujikan (9) |
| REPLIKASI | Kemampuan virus memperbanyak diri (Biologi); proses, cara meniru; penduplikatan; pengulangan eksperimen psikologi dengan cara yang sama, tetapi tempat dan subjek mungkin berbeda (Psikologi) (9) |
| REPORTASE | Pemberitaan; pelaporan; laporan kejadian (berdasarkan pengamatan atau sumber tulisan) (9) |
| REPUDIASI | Penolakan (9) |
| REPUHMUDA | Belukar atau hutan muda (9) |
| RERENGGAN | Hiasan; perhiasan (Jawa) (9) |
| RESERVASI | Pengaturan atau pemesanan tiket, meja, kamar hotel, dan sebagainya untuk seseorang pada waktu tertentu (9) |
| RESERVOIR | Tempat menyimpan barang-barang cadangan (seperti air dan bahan bakar gas); danau atau waduk yang digunakan untuk menyimpan air; organisme yang menjadi tempat hidup dan berkembang biak bagi parasit yang patogenik terhadap spesies lain, biasanya tanpa merusak inangnya (Biologi); zona tempat kandungan minyak dan gas terperangkap (Petrologi dan Migas) (9) |
| RESHUFFLE | Mengubah susunan (ungkapan/Inggris) (9) |
| RESIDIVIS | Orang yang pernah dihukum mengulangi tindak kejahatan yang serupa; penjahat kambuhan (9) |
| RESISTANS | Hambatan yang diberikan suatu benda atau zat terhadap arus listrik yang melewatinya; tahanan (listrik) (Fisika); penolakan material yang telah mengalami represi di alam bawah sadar agar tidak muncul ke alam sadar (Psikologi) (9) |
| RESITATIF | Bersifat resitasi (9) |
| RESONANSI | Dengungan (gema, getaran) suara; peristiwa turut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran gelombang elektromagnetik luar (Fisika); kualitas suara ucapan yang tergantung pada kekayaan, warna, dan vibrasi bunyi, merupakan totalitas mekanisme produksi suara (Kesenian) (9) |
| RESONATOR | Perangkat atau bagian yang beresonansi, terutama yang menghasilkan suara atau gelombang mikro; bagian alat musik yang dirancang untuk menghasilkan resonansi, misalnya tubuh biola atau gitar yang berongga (9) |
| RESPIRASI | Kegiatan memasukkan dan mengeluarkan udara ke dalam dan dari paru-paru; pernapasan (Kedokteran dan Fisiologi); pengikatan oksigen oleh butir-butir darah untuk penyediaan bahan bagi seluruh tubuh melalui permukaan alat pernapasan (paru-paru, insang) pada binatang sekaligus mengeluarkan karbon dioksida (Biologi) (9) |
| RESPONDEN | Penjawab (atas pertanyaan yang diajukan untuk kepentingan penelitian) (9) |
| RESPONSIF | Cepat (suka) merespons; bersifat menanggapi; cepat tanggap; tergugah hati; bersifat memberi tanggapan (tidak masa bodoh) (9) |
| RESTITUSI | Ganti kerugian; pembayaran kembali; penyerahan bagian pembayaran yang masih bersisa; penyesuaian spontan kepala bayi dengan badannya sesudah kepala keluar dari rahim ibu (Kedokteran dan Fisiologi); pemulihan kondisi korban atau penggantian kerugian yang dialami korban baik secara fisik maupun mental (Hukum) (9) |
| RESTORASI | Pengembalian atau pemulihan ke keadaan semula (tentang gedung bersejarah, kedudukan raja, negara); pemugaran; gerbong kereta api yang dijadikan restoran (9) |
| RESTRIKSI | Pembatasan dalam lapangan produksi (impor, pemberian kredit, dan sebagainya) (9) |
| RETAKBATU | Tidak dapat didamaikan lagi (tentang perselisihan) (9) |
| RETARDASI | Perlambatan pembaharuan (sebagai lawan akselerasi) (9) |
| RETENIDOS | Orang yang ditahan untuk sementara guna diperiksa di pengadilan (9) |
| RETIKULER | Berkenaan dengan susunan yang berbentuk anyaman (9) |
| RETIKULUM | Jala halus pada protoplasma sel (Biologi); perut kedua pada binatang pemamah biak; perut jala (Biologi); garis atau jala halus yang terdapat pada alat optik (misalnya mikroskop, teleskop) (Fisika) (9) |
| RETINITIS | Radang selaput jala mata (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| RETRIBUSI | Pungutan uang oleh pemerintah (kota praja dan sebagainya) sebagai balas jasa (9) |
| RETROFILI | Orang yang sangat senang mengingat masa lalu (Psikologi) (9) |
| REUMATOID | Penyakit yang ditandai oleh rasa nyeri atau radang pada otot, sendi-sendi, atau jaringan-jaringan badan; encok; penyakit tulang; reumatisme (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| REVALUASI | Penilaian kembali (tentang harga atau nilai mata uang); pemberian nilai baru (9) |
| REYKJAVIK | Ibu kota Islandia (9) |
| RIANGHATI | Suka cita (9) |
| RIBERALTA | Kota di Bolivia (9) |
| RIDGEWOOD | Kota di Amerika Serikat (9) |
| RIGIDITAS | Kekakuan (9) |
| RIMAAKHIR | Rima yang terdapat pada akhir larik sebuah sajak (9) |
| RIMADALAM | Rima antara dua kata atau lebih dalam satu larik sajak; rima kembar (9) |
| RIMAGANDA | Rima yang terdiri atas dua suku kata, tetapi hanya suku kata pertama yang mendapat tekanan (9) |
| RIMBARAYA | Hutan yang amat besar (9) |
| RINDERPES | Penyakit menular yang akut dan mematikan sapi atau kerbau, disebabkan oleh virus, dengan gejala demam tinggi, menceret, dan luka-luka pada kulit; sampar sapi (Peternakan) (9) |
| RINGKASAN | Hasil meringkaskan; ikhtisar; singkatan cerita; ijmal (9) |
| RINGKUKAN | Ditahan dalam penjara (9) |
| RINTANGAN | Sesuatu yang merintangi; gangguan; alangan (9) |
| RIOBRANCO | Kota di Brasil (9) |
| RIOCUARTO | Kota di Argentina (9) |
| RIOGRANDE | Kota di Argentina dan Brasil (9) |
| RIORANCHO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| RIPTALOKA | Ruang pengendalian, pengawasan, dan kegiatan dalam suatu kantor (9) |
| RISHIKESH | Kota di India (9) |
| RIVALITAS | Perihal rival; pertentangan; permusuhan; persaingan (9) |
| RIVERSIDE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| RIVERVIEW | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ROBINHOOD | Tokoh legendaris dari Inggris yang dikenal sebagai perampok dan pencuri harta para bangsawan kaya korup untuk membantu orang miskin (9) |
| ROCKVILLE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| RODAANGIN | Sepeda; kereta angin; roda dua (9) |
| RODAGERAK | Roda turbin yang mendapat tenaga geraknya dari air, uap, atau angin melalui sudu-sudunya (Teknik) (9) |
| RODAJALAN | Roda kecil tunggal sebelah belakang dalam lokomotif yang tidak turut dalam rangkaian roda gerak lokomotif (Teknik) (9) |
| RODAKAPAL | Baling-baling kapal (9) |
| RODAKAYUH | Roda berpengayuh yang dipasang pada keliling lingkaran sebagai alat penggerak kapal uap (Perkapalan) (9) |
| RODAWARNA | Diagram lingkaran pada spektrum yang menunjukkan hubungan antarwarna (9) |
| RODENSIAL | Hewan pengerat (9) |
| RODRIGUEZ | Kota di Filipina (9) |
| ROESELARE | Kota di Belgia (9) |
| ROHANIWAN | Orang yang mementingkan kehidupan kerohanian daripada yang lain; orang yang ahli dalam hal kerohanian (9) |
| ROKANHULU | Kabupaten di Provinsi Riau, ibu kotanya Pasir Pengaraian (9) |
| ROKCELANA | Celana berpotongan lebar, panjangnya sebatas lutut atau sebatas betis (Prancis); kulot (9) |
| ROKDUYUNG | Rok berpotongan ketat dari torso atau pinggul hingga lutut, kemudian melebar ke bawah mirip ekor ikan duyung (9) |
| ROKPANTAI | Rok bawahan untuk dipakai di pantai berupa selembar kain yang dililitkan di sekitar pinggang; rok sarung (9) |
| ROKRIMPEL | Rok lebar yang dikerut di bagian pinggang (9) |
| ROKSARUNG | Rok bawahan untuk dipakai di pantai berupa selembar kain yang dililitkan di sekitar pinggang; rok pantai (9) |
| ROLPERNIS | Alat yang digunakan untuk menebarkan pernis pada permukaan dan mencegah tinta melekat (9) |
| ROLRAMBUT | Pengeriting atau pengikal rambut berbentuk silinder, terbuat dari plastik, spons, dan sebagainya, biasanya terdiri atas dua bagian, yang satu sebagai penggulung rambut dan yang lain sebagai penutup gulungan (9) |
| ROMANTIKA | Liku-liku atau seluk-beluk yang mengandung sedih dan gembira (9) |
| ROMBENGAN | Barang-barang (pakaian, alat-alat) yang sudah lama (bekas pakai, rongsokan); barang-barang yang dijual oleh tukang loak; barang loakan (9) |
| ROMBONGAN | Sekumpulan orang (yang bersama-sama bekerja, bepergian); sekelompok (orang) (9) |
| ROMPIHUDI | Sweter dengan topi yang didesain dengan saku di depan dan tali untuk menyesuaikan topinya, bisa dibuka di depan dengan kancing atau ritsleting (9) |
| RONASEJUK | Rona yang dikaitkan dengan suasana sejuk, misalnya hijau, biru, dan ungu (9) |
| RONGSOKAN | Yang sudah rusak sama sekali (tentang barang); rombengan (9) |
| ROSENHEIM | Kota di Jerman (9) |
| ROSEVILLE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ROSSENERI | Julukan klub sepak bola AC Milan, juara 18 kali liga Serie A Italia dan juara 7 kali Liga Champions UEFA, yang pernah menaungi Presiden Liberia sekarang (9) |
| ROTANIRIT | Rotan yang tumbuh merumpun di tepi sungai, bermutu baik, dipanen pada umur 7—10 tahun (Calamus trachycoleus) (9) |
| ROTANKUBU | Tumbuhan memanjat, akar gantungnya menghasilkan alat pengikat yang kuat dan banyak dicari (Freycinetia javanica) (9) |
| ROTANSAGA | Rotan yang kulitnya halus dan berkilap (Calamus caesius) (9) |
| ROTHERHAM | Kota di Inggris (9) |
| ROTIBAKAR | Roti yang dibakar; roti panggang (9) |
| ROTIBUAYA | Roti berbentuk buaya yang melambangkan kesetiaan dan kemakmuran, merupakan seserahan yang wajib dibawa oleh calon mempelai laki-laki dalam upacara pernikahan Betawi (9) |
| ROTICANAI | Roti khas India yang dibuat dari adonan tepung terigu, telur, gula, dan margarin yang dibentuk bulat pipih kemudian dipanaskan di atas wajan datar, biasanya dimakan dengan kuah kari (9) |
| ROTIHITAM | Roti yang dibuat dari sebangsa gandum dan bahan lain yang lebih murah daripada tepung terigu (9) |
| ROTIKASUR | Roti yang adonannya dibentuk bulat-bulat, kemudian ditata berdekatan dalam loyang persegi, setelah dipanggang bentuknya menyerupai kasur (9) |
| ROTILAPIS | Dua atau lebih irisan roti yang diisi berbagai bahan pelengkap seperti sayuran, telur, irisan daging, dan saus (9) |
| ROTILEBAH | Campuran serbuk sari dan madu yang dikumpulkan oleh lebah, berasal dari tumbuh-tumbuhan berbunga, digunakan untuk memberi makan larvanya; polen lebah (Biologi) (9) |
| ROTIMANIS | Roti yang dicampur gula (9) |
| ROTIPUTIH | Roti yang tawar rasanya dibuat dari adonan tepung terigu, tanpa dicampuri bahan lain; roti tawar (9) |
| ROTISEPAN | Penganan sejenis roti, berbahan dasar tepung beras dan ragi, biasanya tanpa isi, teksturnya lebih padat daripada bakpao, dapat dikukus atau digoreng; mantau (9) |
| ROTISISIR | Roti yang adonannya dibentuk lonjong-lonjong, kemudian ditata berjajar pada loyang, setelah dipanggang bagian atas roti bentuknya bergerigi seperti sisir, biasanya potongan-potongan roti sisir diberi olesan mentega dan taburan gula, cokelat, keju, dan sebagainya (Tata Boga) (9) |
| ROTISOBEK | Roti manis berukuran besar berbentuk kotak-kotak, biasanya berisi cokelat, keju, selai, dan sebagainya, disantap dengan cara menyobek tiap kotaknya; roti kasur (9) |
| ROTITAWAR | Roti yang tawar rasanya dibuat dari adonan tepung terigu, tanpa dicampuri bahan lain; roti putih (9) |
| ROTIUNYIL | Roti yang dibentuk kecil-kecil dengan beraneka ragam rasa (9) |
| ROTTERDAM | Kota di Belanda (9) |
| ROUNDROCK | Kota di Amerika Serikat (9) |
| ROXASCITY | Kota di Filipina (9) |
| RUAIGAJAH | Nama tumbuhan (Conocaryum longiracemosum) (9) |
| RUAMPOPOK | Ruam yang sering terjadi di sekitar daerah kemaluan, lipatan paha, pantat, dan perut bagian bawah (9) |
| RUANGIMAM | Bagian ruang gereja di sekitar meja altar dan mimbar, dikhususkan untuk imam beserta asisten dan petugas liturgi lain (Agama Katolik) (9) |
| RUANGKAKI | Ruang yang tersedia untuk kaki ketika duduk di dalam mobil, pesawat, bioskop, dan sebagainya (9) |
| RUANGMATI | Area canggung di sebuah bangunan yang sedikit terlalu kecil atau berbentuk aneh yang tidak berfungsi apapun (Arsitektur); celah tersisa setelah penutupan operasi bedah, memungkinkan darah atau serum terakumulasi dan menyebabkan keterlambatan dalam penyembuhan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| RUANGSARI | Separuh atau salah satu cuping kepala sari tempat kantong serbuk sari (Biologi) (9) |
| RUANGTAMU | Ruang dalam rumah yang digunakan untuk menerima dan menjamu tamu (9) |
| RUBBERSET | Pertandingan yang berjumlah ganjil yang dimenangkan oleh pihak yang memenangi jumlah pertandingan terbanyak, misalnya dua dari tiga pertandingan; set tambahan (ungkapan/Olahraga/Inggris) (9) |
| RUBTSOVSK | Kota di Rusia (9) |
| RUDAPAKSA | Paksa; perkosa (Jawa) (9) |
| RUGIWAKTU | Rugi berupa habisnya (kurangnya) waktu (9) |
| RUHBANIAT | Tentang hidup mengasingkan diri tidak kawin dan sebagainya, seperti pastor; wadat (9) |
| RUHULAMIN | Sebutan untuk Malaikat Jibril (ungkapan/Arab) (9) |
| RUJAKDESA | Rujak khas Madura, terbuat dari mentimun yang dipotong tipis, irisan tahu goreng, kangkung dan taoge rebus, lontong, disiram kuah kacang dan petis, dan ditaburi kerupuk di atasnya (Tata Boga) (9) |
| RUJAKULEK | Rujak yang bumbunya baru dibuat (diulek) saat akan dihidangkan, biasanya tingkat kepedasannya dapat disesuaikan (Tata Boga) (9) |
| RUKUNHAJI | Syarat sahnya ibadah haji, yaitu ihram, wukuf, tawaf, sai, tahalul, dan tertib (9) |
| RUKUNIMAN | Dasar keyakinan dalam agama Islam, yaitu percaya kepada Allah Swt., kepada malaikat-Nya, kepada kitab-Nya, kepada para nabi dan rasul-Nya, kepada hari kiamat, dan kepada untung baik dan buruk yang datang dari Allah Swt. (9) |
| RUKUNTANI | Perkumpulan kaum tani (9) |
| RUMAHADAT | Rumah tempat diselenggarakan upacara adat istiadat; balairung; rumah khas suku tertentu, misalnya rumah gadang Minangkabau, rumah joglo Jawa, dan sebagainya (9) |
| RUMAHASAP | Rumah untuk mengasapi karet lembaran (tembakau) agar menjadi kering (9) |
| RUMAHBACA | Tempat berkumpul untuk membaca atau melakukan kegiatan literasi yang dilengkapi dengan perpustakaan, biasanya dikelola secara perorangan atau oleh yayasan (9) |
| RUMAHBATU | Rumah yang berdinding batu (9) |
| RUMAHBOLA | Rumah biliar (9) |
| RUMAHDUKA | Rumah tempat orang yang berduka cita karena ada yang meninggal; bangunan tempat jenazah disemayamkan sebelum dikubur karena jenazah itu tidak dibawa pulang (9) |
| RUMAHGILA | Gedung atau rumah tempat merawat orang gila (9) |
| RUMAHIKAN | Media yang disusun sedemikian rupa yang ditempatkan di suatu perairan, berfungsi sebagai area berpijah bagi ikan-ikan dewasa, area perlindungan, asuhan, dan pembesaran bagi telur serta anak ikan; rumpon (9) |
| RUMAHINTI | Rumah (yang dibangun pemerintah) yang terdiri atas ruangan inti rumah, seperti ruangan yang terpenting atau hanya atap dan lantai, sedangkan pengembangan selanjutnya diserahkan kepada penghuni (9) |
| RUMAHJAGA | Gardu tempat pengawal (9) |
| RUMAHJUDI | Rumah tempat berjudi; petopan (9) |
| RUMAHKACA | Rumah tertutup dengan atap dan berdinding kaca untuk menanam tumbuh-tumbuhan (seperti sayuran dan buah-buahan) pada derajat panas dan kelembapan yang dapat diatur sehingga tidak terpengaruh oleh musim; rumah yang mempunyai sifat meneruskan energi matahari yang berupa gelombang pendek ke permukaan bumi sehingga memanaskan permukaan bumi (9) |
| RUMAHLIAR | Rumah yang didirikan tanpa izin instansi yang berwenang (9) |
| RUMAHMODE | Rumah tempat membuat dan menjual berbagai model pakaian; butik (9) |
| RUMAHOBAT | Toko yang menjual obat-obatan; apotek (9) |
| RUMAHSEWA | Rumah untuk disewakan (9) |
| RUMAHSUCI | Tempat peribadahan satu-satunya di Yerusalem (9) |
| RUMAHTOKO | Rumah yang sekaligus untuk toko (kadang-kadang toko di lantai dasar dan tempat tinggal di lantai kedua); ruko (9) |
| RUNDINGAN | Pembicaraan; isi pembicaraan; nasihat (9) |
| RURUTHATI | Jatuh hati; terharu (hatinya) (9) |
| RUSATIMOR | Rusa berwarna cokelat keabu-abuan dengan tinggi bahu 1—1,1 m, telinga berbentuk bulat dan lebar, jantan memiliki rangga bercabang tiga dengan posterior lebih panjang dan cenderung mengarah ke depan (Rusa timorensis) (9) |
| RUSATOTOL | Rusa berukuran sedang, jantan memiliki tinggi bahu 0,9 m, betina memiliki tinggi bahu 0,7 m, berwarna emas hingga merah kecokelatan pada bagian punggung, serta bertutul putih pada bagian telinga, tenggorokan, ventral, bagian dalam kaki, dan pantat (Axis axis) (9) |
| RYUGASAKI | Kota di Jepang (9) |
| SABATIKAL | Cuti sabatikal; cuti panjang untuk beristirahat, mengadakan penelitian, atau mengikuti kursus untuk menyegarkan ilmu (9) |
| SABENSARI | Saban hari (9) |
| SABUKBIRU | Sabuk yang dipakai oleh seseorang yang telah mencapai tingkat setelah sabuk hijau atau sebelum sabuk cokelat dalam bela diri seperti judo, karate, atau taekwondo (9) |
| SADAPDATA | Perangkat keras yang dapat mengakses data yang melewati jaringan komputer (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| SAGAGAJAH | Jering hutan (Pithecollobium ellipticum) (9) |
| SAGUHITAM | Sagu yang dibuat dari campuran buah hitam dan tepung sagu (9) |
| SAHAMYOYO | Saham yang nilainya turun naik secara cepat dan tidak dapat diprediksi (Keuangan) (9) |
| SAHAYANDA | Orang yang diperhamba (9) |
| SAHIBGANJ | Kota di India (9) |
| SAINTIFIK | Ilmiah (9) |
| SAINTISME | Penggunaan metode ilmiah untuk memperoleh pengetahuan, baik dalam sains dasar maupun di bidang penelitian lainnya (9) |
| SAINTJOHN | Kota di Kanada (9) |
| SAINTMALO | Kota di Prancis (9) |
| SAINTMARC | Kota di Haiti (9) |
| SAINTPAUL | Kota di Reunion dan ibu kota negara bagian Minnesota, Amerika Serikat (9) |
| SAJAKGEMA | Sajak yang suku kata akhir lariknya disebut (digemakan) dalam larik berikutnya dan boleh dengan arti yang lain (9) |
| SAKAMULAN | Semua unsur tanaman, dari akar sampai buahnya (Bali) (9) |
| SAKATATAL | Tiang penyangga atap masjid yang dibuat dari potongan kayu (di Masjid Demak) (9) |
| SAKATBATU | Paku (pakis) (Cyclophorus adnascens) (9) |
| SAKITBAKA | Sakit bengkak di leher; beguk gondong (9) |
| SAKITDADA | Sakit paru-paru (9) |
| SAKITGULA | Sakit kencing manis; diabetes (9) |
| SAKITHATI | Merasa tidak senang (dendam, benci, dan sebagainya) karena dihina (dilukai hatinya); anyang hati (9) |
| SAKITJIWA | Sakit ingatan; gila (9) |
| SAKITMATA | Penyakit yang mengganggu fungsi mata, biasanya terjadi pada bagian fisik mata atau bagian dalam mata (9) |
| SAKONCANG | Celana yang panjangnya di bawah lutut (Banjar) (9) |
| SAKRILEGI | Pelanggaran terhadap hal atau barang suci, misalnya mencuri barang gereja (Agama Katolik) (9) |
| SAKSIAHLI | Orang yang dijadikan saksi karena keahliannya, bukan karena terlibat dengan suatu perkara yang sedang disidangkan (9) |
| SAKSIBISU | Benda-benda dan sebagainya yang merupakan saksi suatu kejadian atau peristiwa penting (misalnya peninggalan bersejarah) (9) |
| SAKSIKOLA | Sifat suka hidup pada atau tumbuh di antara batuan (9) |
| SAKSIMATA | Orang yang melihat sendiri suatu kejadian (9) |
| SAKSISYAK | Saksi yang masih disangsikan kebenarannya (9) |
| SAKUBOBAK | Saku yang dijahitkan di dalam baju, dari luar hanya terlihat sebagai garis atau belahan (9) |
| SAKUCELAH | Saku yang berupa lubang atau celah pada pakaian (9) |
| SAKUDALAM | Saku yang dibuat di dalam garis kampuh, memiliki lubang pada jahitan pakaian (Tata Busana) (9) |
| SAKUKELIM | Saku yang bagian lubangnya berada pada jahitan sisi busana (9) |
| SALAHADAT | Melanggar adat; menyimpang dari biasanya (9) |
| SALAHAGAK | Persangkaannya tidak cocok dengan keadaan yang sebenarnya (9) |
| SALAHARTI | Salah penafsiran (9) |
| SALAHATUR | Salah menata petunjuk, kaidah, atau ketentuan yang dibuat untuk mengatur (9) |
| SALAHBUKU | Kesalahan tanpa sengaja tentang pembukuan suatu transaksi, baik perkiraan debit maupun jumlahnya (9) |
| SALAHDUGA | Salah agak (9) |
| SALAHGUNA | Menyalahgunakan; melakukan sesuatu tidak sebagaimana mestinya; menyelewengkan (9) |
| SALAHHATI | Kesal; mendongkol; jengkel (kiasan) (9) |
| SALAHKATA | Mengatakan sesuatu tidak sebagaimana mestinya (9) |
| SALAHKENA | Pemakaian kata-kata yang tidak pada tempatnya (9) |
| SALAHKIRA | Salah mengerti; salah sangka; gusar karena salah mengerti (9) |
| SALAHMATA | Kurang awas; salah lihat (9) |
| SALAHRABA | Keliru menduga (menuduh dan sebagainya) (9) |
| SALAHRASA | Perasaan yang buruk; mendapat firasat yang buruk; merasa tidak senang hati; salah sangka (9) |
| SALAHRUPA | Tidak pantas dilihat orang (9) |
| SALAHSATU | Satu di antara yang ada (9) |
| SALAHURAT | Terkilir; keseleo (9) |
| SALAHURUS | Tidak cakap mengurus (menata, membenahi, membereskan); sesuatu (9) |
| SALAMANCA | Kota di Spanyol dan Meksiko (9) |
| SALAMKOJA | Tanaman yang daunnya dipakai untuk bumbu kari, bentuk daunnya lebih kecil daripada daun salam pada umumnya, bunganya berbau harum, buahnya berbentuk bulir dan berwarna ungu; daun kari (Murraya koenigii) (Botani) (9) |
| SALAMSIKU | Salam yang diberikan dengan menyentuhkan siku satu sama lain sebagai alternatif jabat tangan, biasanya dilakukan sebagai tindakan preventif penyebaran penyakit (9) |
| SALATASAR | Salat yang didirikan pada waktu asar (9) |
| SALATDUHA | Salat sunah pada pagi hari (kira-kira pukul 09.00) sebanyak 2–8 rakaat (9) |
| SALATGAIB | Salat jenazah yang dilakukan untuk orang muslim yang meninggal yang mayatnya tidak berada di tempat (9) |
| SALATISYA | Salat yang didirikan pada waktu isya (9) |
| SALATLOHA | Salat Duha (9) |
| SALDOAWAL | Saldo rekening yang ada pada saat dimulainya siklus pembebanan (9) |
| SALDOBANK | Saldo rekening giro di bank (9) |
| SALEMPENG | Satuan lembar daun tembakau yang dilipat tiga (Sunda) (9) |
| SALIHORSK | Kota di Belarusia (9) |
| SALIMETER | Hidrometer untuk mengukur kadar garam dalam larutan (Kimia) (9) |
| SALINITAS | Tingkat kandungan garam air laut, danau, sungai dihitung dalam ‰ (perseribu) (9) |
| SALJUBARU | Endapan sisa salju baru yang bentuk aslinya dikenali sebagai hablur es (Hidrometeorologi) (9) |
| SALJULAMA | Bentuk dari sisa salju yang berlanjut sehingga bentuk aslinya sebagai hablur es dapat dikenali lagi (Hidrometeorologi) (9) |
| SALMONELA | Bakteri yang berkenaan dengan peracunan makanan, penyakit perut, dan sebagainya (9) |
| SALONKUKU | Salon untuk melakukan perawatan kuku atau seni hias kuku (9) |
| SALVARSAN | Obat semacam penisilin untuk mengobati penderita sifilis dan sebagainya (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| SAMARINDA | Ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, terkenal dengan sebutan Kota Tepian (9) |
| SAMARKAND | Kota di Uzbekistan (9) |
| SAMARMUKA | Waktu hampir gelap atau hampir terang; waktu menjelang malam atau menjelang pagi (9) |
| SAMBALANG | Pancing dengan mata kail banyak yang dipergunakan dengan perahu yang berlayar cepat (Minangkabau) (9) |
| SAMBALEWA | Kurang berhati-hati; tidak sungguh-sungguh (9) |
| SAMBALPUR | Kota di India (9) |
| SAMBALROA | Sambal khas Manado yang terbuat dari bawang merah, cabai, garam, tomat, dan ikan roa (9) |
| SAMBANGAN | Burung sebesar gagak (Minangkabau) (9) |
| SAMBILATA | Terna yang tumbuh lurus, bercabang banyak, tinggi hingga 80 cm, daunnya dianggap sebagai obat mujarab terhadap gigitan ular, juga digunakan untuk mengobati penyakit gula; bidara; widara; sambiloto (Andrographis paniculata) (9) |
| SAMBILOTO | Terna yang tumbuh lurus, bercabang banyak, tinggi hingga 80 cm, daunnya dianggap sebagai obat mujarab terhadap gigitan ular, juga digunakan untuk mengobati penyakit gula; bidara; widara; sambilata (Andrographis paniculata) (9) |
| SAMBUNGAN | Tambahan untuk memanjangkan; lanjutan; susulan; tambahan; hasil menyambung; koneksi (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| SAMIMAWON | Sama saja (9) |
| SAMMAMISH | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SAMPAITUA | Selama-lamanya tanpa ada perubahan (9) |
| SAMPDORIA | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Genoa dengan pertandingan kandang di Stadio Luigi Ferraris (9) |
| SAMPINGAN | Sesuatu yang bukan pokok; sambilan (9) |
| SAMPODADA | Kalung emas bersusun yang panjangnya hingga menutupi dada (Kaili) (9) |
| SAMYOJANA | Belenggu kehidupan yang mengikat seseorang dari mencapai kesempurnaan, yaitu pertama: keraguan terhadap diri sendiri, keraguan terhadap Sang Buddha, dan kepercayaan terhadap takhayul, kedua: nafsu indra dan kebencian, serta ketiga: keinginan untuk terlahir kembali di alam berbentuk, keinginan untuk terlahir kembali di alam takberbentuk, kesombongan, ketidakseimbangan batin, dan kegelapan batin Bud (9) |
| SANANDRES | Kota di Kolumbia (9) |
| SANANGELO | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SANATOGEN | Obat dalam bentuk cairan untuk penguat darah (9) |
| SANCARLOS | Kota di Venezuela (9) |
| SANDAKUDO | Menggadaikan harta yang tidak mungkin ditebus lagi karena gadaiannya selalu bertambah banyak (9) |
| SANDANGAN | Pakaian; tanda bunyi pada huruf Jawa (9) |
| SANDIASMA | Nama yang dirahasiakan dalam kata-kata atau kalimat lagu; nama diri yang disamarkan dalam karangan (9) |
| SANDIKALA | Senja kala (Jawa); campuran warna merah, kuning, dan jingga yang terlihat saat matahari terbenam; layung; mambang kuning (Jawa) (9) |
| SANDIKATA | Kata rahasia sebagai pengenal (9) |
| SANDINGAN | Imbangan; jodoh (9) |
| SANDIRASA | Kata seru (Linguistik/Sunda) (9) |
| SANDISORA | Kata tiruan bunyi, misalnya “kokok” merupakan tiruan bunyi ayam, “cicit” merupakan tiruan bunyi tikus; onomatope (Linguistik/Sunda) (9) |
| SANDIWARA | Pertunjukan lakon atau cerita (yang dimainkan oleh orang); drama; teater; tonil; perkumpulan drama (teater, tonil); kejadian (politik dan sebagainya) yang hanya dipertunjukkan untuk mengelabui mata, tidak sungguh-sungguh (kiasan) (9) |
| SANDOKUDO | Menggadaikan harta yang tidak mungkin ditebus lagi karena gadaiannya selalu bertambah (ungkapan/Minangkabau) (9) |
| SANDUNGAN | Sesuatu yang menyebabkan tersandung; buaian; ayunan (9) |
| SANFELIPE | Kota di Venezuela dan Chili (9) |
| SANGAMNER | Kota di India (9) |
| SANGGAHAN | Bantahan; pendapat lain atas suatu pendapat (prasaran dan sebagainya) (9) |
| SANGGARAN | Ritual untuk meramal nasib dengan menggunakan janur (9) |
| SANGGERAH | Pemantikan urat (untuk mengeluarkan darah kotor) (9) |
| SANGGURDI | Pijakan kaki terbuat dari besi yang menggantung pada kanan kiri pelana dan berfungsi sebagai pengatur keseimbangan badan penunggang kuda; tulang tengah dari ketiga tulang telinga yang mirip sanggurdi (Anatomi) (9) |
| SANGKALAN | Bantahan; sanggahan (9) |
| SANGKETAN | Terna yang tingginya mencapai 1 m, daunnya tunggal berseling, bunganya kecil-kecil bergerombol di ujung batang, berwarna lembayung (Heliotropium indicum) (9) |
| SANGKUTAN | Gantungan; kaitan; halangan; rintangan; hambatan; ganjalan; utang; pertalian; hubungan (9) |
| SANISCARA | Hari ke-7 dalam jangka waktu satu minggu; Sabtu (Bali) (9) |
| SANISIDRO | Kota di Peru (9) |
| SANJUNGAN | Kata pujian yang diucapkan sebagai pernyataan kagum atau senang terhadap orang lain; pujian; penghormatan; (orang yang) suka dipuji-puji (9) |
| SANLIURFA | Kota di Turki (9) |
| SANMARCOS | Kota di Amerika Serikat dan El Salvador (9) |
| SANMARINO | Negara yang terletak di Eropa Selatan, beribu kota San Marino; ibu kota San Marino (9) |
| SANMARTIN | Kota di Argentina (9) |
| SANMIGUEL | Kota di El Salvador dan Filipina (9) |
| SANRAFAEL | Kota di Amerika Serikat dan Argentina (9) |
| SANSEVERO | Kota di Italia (9) |
| SANSFROID | Darah dingin; kejam (ungkapan/Prancis); ketenangan yang luar biasa; penguasaan diri yang luar biasa (ungkapan/Prancis) (9) |
| SANSKERTA | Bahasa kesusastraan Hindu Kuno (9) |
| SANSSOUCI | Tidak peduli; tiada pikiran yang berat-berat; serba senang (ungkapan/Prancis) (9) |
| SANTACRUZ | Kota di Amerika Serikat dan Filipina (9) |
| SANTAINES | Kota di Brasil (9) |
| SANTANDER | Kota di Spanyol (9) |
| SANTARITA | Kota di Brasil (9) |
| SANTAROSA | Kota di Filipina, Amerika Serikat, Argentina, dan Brasil (9) |
| SANTMARTI | Kota di Spanyol (9) |
| SANTOTOME | Kota di Argentina (9) |
| SAOCARLOS | Kota di Brasil (9) |
| SAOMATEUS | Kota di Brasil (9) |
| SAPARANTU | Bahan obat-obatan berasal dari pohon Sindora sumatrana (9) |
| SAPEREKET | Satu gagang jengkol yang berisi beberapa butir jengkol (Sunda) (9) |
| SAPIANGUS | Sapi ternak dari Skotlandia, berwarna hitam, takbertanduk, terkenal dengan kualitas dagingnya (Bos taurus indicus) (9) |
| SAPIAPKIR | Sapi bibit yang harus dikeluarkan karena umumnya sudah tua dan/atau tidak produktif lagi sehingga apabila terus dipiara kurang menguntungkan (9) |
| SAPIKERAP | Sapi yang dilombakan dalam karapan; sapi karapan (Madura) (9) |
| SAPIPERAH | Sapi yang khusus dipiara untuk menghasilkan susu (9) |
| SAPIRANGA | Kota di Brasil (9) |
| SAPISONOK | Sapi betina yang didandani dan dihiasi dalam kontes, dinilai dari tampilan fisik dan hiasan yang dipakai, biasanya diikutkan secara berpasangan dalam tradisi yang dilaksanakan bersamaan karapan sapi di Pulau Madura (Madura) (9) |
| SAPOGENIN | Steroid yang terdapat dalam tumbuhan berbentuk glikosida, dikenal sebagai saponin (Kimia) (9) |
| SAPORIFOR | Gugusan atom suatu senyawa yang memberikan rasa tertentu dari senyawa tertentu (Kimia) (9) |
| SAPROFILI | Hidup subur pada bahan organik membusuk (9) |
| SAPROTROF | Makhluk yang mendapatkan bahan haranya dari bahan organik membusuk (Biologi) (9) |
| SAPROZOIT | Hewan yang makan atau mendapatkan nutrisi dari bahan organik membusuk (Biologi) (9) |
| SAPUJAGAT | Meriam besar; hantu di rimba; meliputi seluruhnya (9) |
| SAPUTKAYU | Lembaran tipis dari kayu yang diiris menggunakan mesin bubut untuk menghasilkan ketebalan kayu lapis yang seragam (Kehutanan) (9) |
| SAQUAREMA | Kota di Brasil (9) |
| SARAFTEPI | Saraf yang terletak di luar otak dan sumsum tulang belakang (9) |
| SARASEHAN | Pertemuan yang diselenggarakan untuk mendengarkan pendapat (prasaran) para ahli mengenai suatu masalah dalam bidang tertentu; simposium (9) |
| SARASWATI | Dewi pelindung atau pelimpah pengetahuan, kesadaran, dan sastra; sakti Dewa Brahma (Agama Hindu) (9) |
| SARCELLES | Kota di Prancis (9) |
| SARENKIMA | Parenkima yang bahan dasarnya terdiri atas butir-butir yang tidak banyak jumlahnya (Biologi) (9) |
| SARILAMAK | Ibu kota Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat (9) |
| SARKASTIS | Bersifat mengejek; mengandung sarkasme (9) |
| SARKOFILI | Orang yang sangat menyukai daging (Psikologi) (9) |
| SARKOLEMA | Kulit luar urat yang sangat tipis dan berbentuk seperti pembuluh (Zoologi) (9) |
| SARKOLOGI | Bagian ilmu anatomi yang berkenaan dengan bagian yang lunak dari tubuh (9) |
| SARPSBORG | Kota di Norwegia (9) |
| SASKATOON | Kota di Kanada (9) |
| SASOLBURG | Kota di Afrika Selatan (9) |
| SASTRAPOP | Karya sastra yang dianggap populer, baru dikenal tahun 1970-an, dan lebih cenderung menggunakan bahasa sehari-hari di kalangan remaja (9) |
| SASTRAWAN | Ahli sastra; pujangga; pengarang prosa dan puisi; (orang) pandai-pandai; cerdik cendekia (9) |
| SATAISUSU | Satai khas yang terbuat dari kulit daging susu sapi yang dipotong kecil-kecil, biasanya dijual pada bulan Ramadan di Bali (9) |
| SATBANMIN | Satuan bantuan administrasi (akronim/Kemiliteran) (9) |
| SATBANPUR | Satuan bantuan tempur (akronim/Kemiliteran) (9) |
| SATELILIT | Makanan khas yang terbuat dari daging yang dihaluskan dan diberi bumbu, dibentuk bulat dan direkatkan di ujung tusuk satai (Tata Boga/Bali) (9) |
| SATGULTOR | Satuan penanggulangan teror (akronim/Kemiliteran) (9) |
| SATKESBAN | Satuan kesehatan bantuan (akronim/Kemiliteran) (9) |
| SATKESLAP | Satuan kesehatan lapangan (akronim/Kemiliteran) (9) |
| SATKESSUS | Satuan kesehatan khusus (akronim/Kemiliteran) (9) |
| SATKESYAH | Satuan kesehatan wilayah (akronim/Kemiliteran) (9) |
| SATKORLAK | Satuan koordinator pelaksana (akronim) (9) |
| SATMINKAL | Satuan administrasi pangkalan (akronim/Kemiliteran) (9) |
| SATWABURU | Satwa liar yang menurut undang-undang atau peraturan telah ditetapkan untuk dapat diburu (9) |
| SATWALIAR | Semua binatang yang hidup di darat dan di air yang masih mempunyai sifat liar, baik yang hidup bebas maupun yang dipelihara oleh manusia (9) |
| SATYALOKA | Tempat tinggal Dewa Brahma sebagai salah satu perwujudan dari Trimurti (Agama Hindu) (9) |
| SAURSEPUH | Nasihat dari orang tua (yang dituakan); petitih, makna harfiahnya 'kata orang tua' (ungkapan/Sunda) (9) |
| SAUSCABAI | Saus kental yang dibuat dari cabai, bumbu-bumbu, dan air; saus sambal (9) |
| SAUSCELUP | Saus yang disajikan sebagai cocolan untuk menemani hidangan; saus cocol (9) |
| SAUSCOCOL | Saus yang disajikan sebagai cocolan untuk menemani hidangan; saus celup (Tata Boga) (9) |
| SAUSPUTIH | Saus yang terbuat dari campuran susu atau krim cair, kaldu, sedikit tepung, dan bumbu (Tata Boga) (9) |
| SAUSTIRAM | Saus yang dibuat dari tiram yang difermentasi, rasanya asin dan gurih, biasanya dipakai dalam masakan Cina dan bermacam-macam tumisan (Tata Boga) (9) |
| SAUSTOMAT | Saus yang terbuat dari bahan utama tomat, biasanya diproduksi dalam pabrik dan dijual dalam kemasan botol atau saset, rasanya sedikit asam manis dan tidak pedas (9) |
| SAWAHBERA | Sawah yang kurang produktif, keadaan pengairannya tidak teratur (9) |
| SAWANBABI | Penyakit ayan; epilepsi; gila babi (9) |
| SAWIHIJAU | Sayuran, batang bercabang, daun menyudip membundar telur, berwarna hijau, bertangkai langsing panjang yang tidak memeluk batang; caisim; sosin (Brassica rapa var. Parachinensis) (9) |
| SAWIPUTIH | Sayuran berdaun membundar atau membundar telur berpinggir, tidak membonggol dengan tangkai melebar tidak bersayap, berwarna putih, putih kehijauan, atau hijau; pecai; pakcoi (Brassica rapa var. Chinensis) (9) |
| SAWODUREN | Pohon yang ditanam sebagai pohon hias, permukaan daun berwarna hijau tua, bagian bawahnya berwarna merah tembaga, buahnya dapat dimakan; sawo apel (Chrysophyllum cainito) (9) |
| SAWOKECIK | Pohon buah, batangnya kasar berwarna cokelat tua, buahnya berbentuk lonjong, bulat hingga bulat telur, berwarna cokelat kekuning-kuningan hingga kemerah-merahan, berdaging lembek, rasanya manis agak sepat; ciku; sawo manila (Achras zapota) (9) |
| SAYANGKAN | Tidak rela (akan); tidak ikhlas (akan) (9) |
| SAYAPIKAN | Sirip (9) |
| SAYAPRODA | Besi tipis penutup roda supaya lumpur tidak memercik; pelong; sepatbor (9) |
| SAYEMBARA | Perlombaan (karang-mengarang dan sebagainya) dengan memperebutkan hadiah (9) |
| SAYURASAM | Sayur yang diberi asam, terdiri atas bermacam-macam sayuran (seperti kacang panjang, nangka muda, buah belinjo serta daunnya) (9) |
| SAYURBABI | Tumbuhan yang biasanya tumbuh lurus, terdapat di padang-padang rumput dan di pinggir-pinggir jalan, daunnya berbau tajam pada musim kering, setelah dipotong halus digunakan untuk menyembuhkan luka (Borreria ocimoides) (9) |
| SEBAIKNYA | Sepatutnya; sepantasnya (9) |
| SEBAMBANG | Bersama-sama melarikan diri (bujang dan gadis) (9) |
| SEBANDING | Seimbang (dengan); setimpal (dengan); setara (dengan) (9) |
| SEBANDUNG | Dua serangkai; dua benda yang dirangkaikan; sepasang; kembar (dari satu telur) (9) |
| SEBELANGA | Satu bilangan (9) |
| SEBERHANA | Selengkap; seperangkat (9) |
| SEBERINDA | Segolongan (keluarga dan sebagainya); seluruhnya; sekaliannya (9) |
| SEBERMULA | Mula-mula; pada mulanya (9) |
| SEBINTANG | Satu bintang; sama bintangnya; cocok; serasi (9) |
| SEBISANYA | Semampu yang dapat dikerjakan; sedapatnya (9) |
| SEDANGKAN | Kata penghubung untuk menandai perlawanan; meski ... (sekalipun); selagi ... (sekalipun); padahal (9) |
| SEDANSEDU | Isak; sedu sedan (9) |
| SEDAPHATI | Merasa senang dan enak (nyaman dan sebagainya) (9) |
| SEDERAJAT | Sama tingkatan (pangkat, kedudukan) (9) |
| SEDERHANA | Bersahaja; tidak berlebih-lebihan; sedang (dalam arti pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dan sebagainya); tidak banyak seluk-beluknya (kesulitan dan sebagainya); tidak banyak pernik; lugas (9) |
| SEDIAKALA | Yang semula; yang sudah-sudah; (keadaan) yang dulu-dulu; selalu (seperti yang sudah-sudah atau sebagaimana biasa); setiap atau segenap waktu (hari dan sebagainya) (9) |
| SEDUSEDAN | Isak; sedan sedu (9) |
| SEENAKNYA | Semau hati; sesenang hati; sembarangan (9) |
| SEGALAAPA | Apa saja (9) |
| SEGALANYA | Semuanya (9) |
| SEGANTANG | Seukuran; setakaran (9) |
| SEGENDANG | Segulung (9) |
| SEGENGGAM | Sebanyak yang dipegang (dikepal) dengan tangan; sebesar tangan yang dikepalkan (9) |
| SEGMENTAL | Bersangkutan dengan segmen (Linguistik) (9) |
| SEGREGASI | Pemisahan (suatu golongan dari golongan lainnya); pengasingan; pengucilan (9) |
| SEHATAKAL | Waras; tidak gila (9) |
| SEISMOLOG | Ahli gempa bumi (9) |
| SEJAHTERA | Aman sentosa dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan) (9) |
| SEJARAWAN | Ahli sejarah; penulis sejarah (9) |
| SEJATINYA | Sebenarnya; sesungguhnya (9) |
| SEJELALAT | Sekejap (mata); sekilas pandang (9) |
| SEJENGKAL | Satu jengkal; sedikit (kiasan) (9) |
| SEJINGKAT | Bersejingkat; berjalan bertumpu pada ujung jari kaki; berjengket; berjinjit (9) |
| SEJUKHATI | Lega (tentang hati); senang (9) |
| SEKALIGUS | Dengan satu kali saja atau serentak pada saat yang sama (melakukan sesuatu) (9) |
| SEKALIPUN | Kata penghubung untuk menandai perlawanan makna; sungguhpun; meskipun (9) |
| SEKARTAJI | Sebutan di lingkungan keraton untuk putri kedua (9) |
| SEKEDUDUK | Perdu, tinggi mencapai 4 m, tumbuh di tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari, bercabang banyak, daun berwarna hijau berbentuk lonjong berujung lancip, bunganya berwarna ungu kemerahan, buah yang masak berwarna ungu tua dan dapat dimakan, daun yang muda dibuat lalap atau sayur; keduduk; harendong; senggani; senduduk (Melastoma malabathricum) (9) |
| SEKELAMIN | Sejodoh (suami istri); sepasang (jantan betina) (9) |
| SEKELEBAT | Selayang pandang; sepintas lalu; sekilas bayangan; sangat singkat (tentang waktu) (kiasan) (9) |
| SEKELONET | Sangat sedikit; sangat kecil; sekelumit (9) |
| SEKELUMIT | Sedikit sekali (9) |
| SEKENANYA | Asal kena; asal-asalan (9) |
| SEKENDANG | Satu rim; banyak sekali (Jawa) (9) |
| SEKEROPOK | Setumpuk; sekelompok (9) |
| SEKERUMUN | Sekelompok; sekumpulan (9) |
| SEKIRANYA | Seandainya; jikalau; jika (9) |
| SEKOLAHAN | Gedung sekolah; sekolah; terpelajar (9) |
| SEKONGKOL | Orang yang turut serta berkomplot melakukan kejahatan (kecurangan dan sebagainya); bersekongkol; berkomplot atau bersepakat melakukan kejahatan; bersekutu dengan maksud jahat (9) |
| SEKTARIAN | Berkaitan dengan anggota (pendukung, penganut) suatu sekte atau mazhab; picik, terkungkung pada satu aliran saja; anggota kelompok keagamaan; orang yang sangat fanatik kepada suatu doktrin dan menolak paham yang berbeda dengannya (9) |
| SEKULARIS | Penganut aliran yang menghendaki agar kesusilaan atau budi pekerti tidak didasarkan pada ajaran agama (Filsafat) (9) |
| SEKURITAS | Bukti utang atau bukti pernyataan modal, misalnya saham, obligasi, wesel, sertifikat, dan deposito (Perdagangan); surat berharga (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| SELABERAK | Alas pelana (9) |
| SELADAAIR | Tanaman yang tumbuhnya menjalar, pucuk dan daunnya yang muda dibuat sayur, lalap, dan sebagainya (Nasturtium officinale) (9) |
| SELAFOBIA | Fobia terhadap kilatan sinar (Psikologi) (9) |
| SELAINITU | Penghubung antarkalimat untuk menyatakan tambahan informasi (9) |
| SELAMAINI | Sampai sekarang; hingga kini (9) |
| SELAMANYA | Selalu (9) |
| SELAMATAN | Kenduri untuk meminta selamat dan sebagainya (9) |
| SELANCANG | Burung pemakan ulat (Lalage nigra) (9) |
| SELANDANG | Jaring berkerangka dua batang kayu yang digunakan secara tradisional untuk menangkap ikan berukuran kecil (Madura) (9) |
| SELANGKAH | Sejauh jarak satu kali melangkah (9) |
| SELANGKAS | Sekali musim berbuah (9) |
| SELANGKUP | Lingkup; tutup (9) |
| SELANTING | Burung (Rhizothera longirostris) (9) |
| SELAPANAN | Memperingati hari kelahiran selang 35 hari (Jawa) (9) |
| SELARASAN | Kombinasi unsur karya sastra yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menampilkan keutuhan dasar karya itu (Sastra) (9) |
| SELAWATAN | Pembacaan selawat oleh sekumpulan orang secara bersama-sama serta bersambut-sambutan, biasanya diiringi pukulan rebana dan beberapa alat musik setempat (9) |
| SELBATANG | Sel reseptor pada retina yang aktif dalam cahaya yang sangat suram (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SELEBARAN | Terbitan tidak berjilid (tidak berkulit) yang disebarkan kepada umum, biasanya untuk mempropagandakan sesuatu; lembaran kecil barang cetakan, baik dilipat maupun tidak, untuk memudahkan penyebaran dengan tujuan promosi; surat sebaran (9) |
| SELEBGRAM | Selebritas di media sosial Instagram (9) |
| SELEBRASI | Perayaan (9) |
| SELEMBANA | Menyelembana; menghadapkan haluan perahu ke arah angin datang agar perahu berhenti (9) |
| SELEMBRIO | Satu dari dua sel yang terbentuk pada pembelahan pertama telur yang dibuahi, kemudian satu berkembang menjadi embrio, yang satunya menjadi penyangga (Biologi) (9) |
| SELEMBUBU | Pusaran angin; halimbubu (9) |
| SELEMPADA | Semut besar berwarna merah atau hitam, gigitannya gatal sekali (9) |
| SELEMPANG | Pita lebar tanda pangkat dan sebagainya yang disandangkan di bahu, menyerong di dada ke arah pinggang kanan atau kiri; khawatir (cemas); gelisah (takut, bimbang) (Melayu Jakarta) (9) |
| SELENDANG | Kain (sutra dan sebagainya) panjang penutup leher (bahu, kepala) atau untuk menari; kain untuk menggendong dan sebagainya (9) |
| SELENGEAN | Kurang santun dan tidak bisa bersikap serius (9) |
| SELENGKAP | Seperangkat (pakaian dan sebagainya) (9) |
| SELENSUNG | Sirih dengan ramuannya berbentuk seperti kerucut, digunakan dalam acara yang berbau mistik (Gayo) (9) |
| SELENTING | Siar (9) |
| SELEPETAN | Jepretan; katapel (Melayu Jakarta) (9) |
| SELESAIAN | Hasil menyelesaikan; pengakhiran tikaian dramatik pada akhir suatu karya sastra, biasanya menjelaskan rahasia atau kesalahpahaman yang bertalian dengan alurnya (Sastra) (9) |
| SELHADLEY | Peredaran simetri membujur bumi yang terbentuk secara langsung karena termal (Hidrometeorologi) (9) |
| SELIMPANG | Menyelimpang; menyimpang dari jalan yang benar (9) |
| SELINDUNG | Sembunyi (9) |
| SELINGKIT | Menyelingkit; mendesak masuk (ke dalam sekumpulan orang berkerumun); berselingkit; berjejal-jejal; berasak-asak (9) |
| SELINGKUH | Menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; serong; menggelapkan uang; korup; menyeleweng (9) |
| SELINGKUP | Menyelingkup; menudungi; menutupi; melingkungi; meliputi (9) |
| SELIWERAN | Berjalan kian kemari; berjalan mondar-mandir (bolak-balik) (9) |
| SELKERING | Sel pada baterai yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik, biasanya tidak dapat diisi ulang (Elektronika) (9) |
| SELMERKEL | Ujung saraf sensori terspesialisasi yang dirancang untuk mendeteksi sentuhan lembut (Psikologi) (9) |
| SELNUTFAH | Sel yang berfungsi sebagai sel telur atau sperma (9) |
| SELOMETER | Alat untuk mengukur tinggi dasar awan pada waktu malam (Meteorologi) (9) |
| SELOMPRET | Trompet (Jawa); kata makian (Jawa) (9) |
| SELONDING | Gamelan tua di daerah Tenganan, Bali, satuan utamanya menyerupai saron atau gender dengan bilah-bilah besar dari besi yang diletakkan di atas selawah dari kayu nangka (Kesenian); alat gamelan tua jenis gender yang berbilah lebar dan besar (Kesenian) (9) |
| SELONGKAR | Periksa; selidik (9) |
| SELUDUPAN | Barang dan sebagainya yang diseludupkan; hasil menyeludup; selundupan (9) |
| SELULUSAN | Seperangkat (tentang pakaian); satu setel (Minangkabau); seibu, tidak sebapak (tentang saudara) (9) |
| SELUMBARI | Kemarin dulu (Minangkabau) (9) |
| SELUNGKUP | Menyelungkup; menutupi; melingkupi (9) |
| SELURUSAN | Berhadapan benar; tepat berhadapan; setentang (9) |
| SEMAKHATI | Bingung; gelisah (kiasan) (9) |
| SEMALAMAN | Sepanjang malam; segenap malam; satu malam penuh; semalam suntuk (9) |
| SEMAMPANG | Sekiranya; seandainya (9) |
| SEMANDANG | Suku bangsa yang mendiami wilayah Balai Berkuwak di sebelah utara Sandai, Kalimantan Barat (9) |
| SEMANDERA | Bendera kecil yang dipasang di haluan kapal (Pelayaran) (9) |
| SEMANGKUK | Ukuran satu mangkuk (cangkir, cawan) (9) |
| SEMANTUNG | Cuaca buruk dengan guruh dan petir, tetapi tidak hujan (9) |
| SEMBARANG | Apa (siapa, di mana, bilamana) saja; asal ... saja; sebarang (9) |
| SEMBAWANG | Pohon, tinggi mencapai 25 m, biasa terdapat di hutan sepanjang sungai; semawang (Mesua ferruginea) (9) |
| SEMBILANG | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, ukurannya dapat mencapai 150 cm, tubuhnya agak silindris, bersungut, tidak bersisik, sirip punggung pertama berduri tajam, sirip punggung kedua dan sirip dubur menyatu dengan sirip ekor, warnanya cokelat kehitaman, tersebar di India sampai ke Maluku; usat (Plotosus canius) (9) |
| SEMBILUAN | Pedih (serasa diiris dengan sembilu) (9) |
| SEMENGGAH | Layak; patut; senonoh (9) |
| SEMENJANA | Menengah; sedang (9) |
| SEMENTANG | Hanya karena merasa ..., maka ...; mentang-mentang (9) |
| SEMENTARA | Selama; selagi; beberapa lamanya; tidak selamanya; tidak untuk selama-lamanya; beberapa (di antaranya) (9) |
| SEMENTASI | Penyemenan; proses, cara, perbuatan menyemen; kegiatan pengeboran air atau minyak bumi (9) |
| SEMENTUNG | Bebal; dungu; tidak cekatan; pohon yang batangnya tidak berbulu, daunnya berbentuk jorong dan kesat, buahnya berbulu halus seperti kapsul merekah, tumbuh di bioma tropis basah (Rinorea lanceolata) (Botani) (9) |
| SEMERAYAN | Menantu dari saudara perempuan mertua (Melayu Medan) (9) |
| SEMIFINAL | Menjelang final (tentang babak dalam turnamen, kompetisi, kejuaraan) (Olahraga) (9) |
| SEMIIDIOM | Konstruksi yang salah satu anggotanya memiliki makna biasa, anggota yang lain memiliki makna khusus dalam konstruksi yang sama (Linguistik) (9) |
| SEMIKIMIA | Kertas atau karton yang dibuat dari serat melalui kombinasi proses kimia dan mekanis tanpa tekanan (Kimia) (9) |
| SEMILOGAM | Unsur dengan sifat antara logam dan bukan logam (Kimia) (9) |
| SEMINARIS | Siswa pada seminari; calon padri dan sebagainya (9) |
| SEMIOLOGI | Ilmu (teori) tentang lambang dan tanda (dalam bahasa, lalu lintas, kode morse, dan sebagainya); ilmu tentang semiotik; semiotika (9) |
| SEMIOTIKA | Ilmu (teori) tentang lambang dan tanda (dalam bahasa, lalu lintas, kode morse, dan sebagainya); semiologi; ilmu tentang semiotik (9) |
| SEMIRUBIN | Semir untuk menggilapkan ubin (9) |
| SEMITISME | Politik yang cenderung menguntungkan orang Yahudi (9) |
| SEMIVOKAL | Bunyi bahasa yang mempunyai ciri vokal ataupun konsonan, mempunyai sedikit geseran dan tidak muncul sebagai inti suku kata (Linguistik) (9) |
| SEMPRITAN | Alat untuk menyemprit (9) |
| SEMPROTAN | Hasil menyemprot; alat untuk menyemprot; kritikan; dampratan; celaan (kiasan); larutan dalam air yang digunakan sebagai tetesan renik, disebarkan dengan bantuan tekanan air atau udara (kiasan) (9) |
| SEMPULIAN | Ritual untuk menghilangkan makhluk gaib dengan membacakan doa atau mantra (Melayu Belitung) (9) |
| SEMRINGAH | Berseri-seri; segar (Jawa) (9) |
| SEMUFAKAT | Sepakat; setuju (9) |
| SEMUMERAH | Agak merah atau kemerah-merahan (9) |
| SEMUNDING | Kera besar (9) |
| SEMUTGULA | Semut berukuran kecil, tubuhnya langsing, kepala dan toraks berwarna cokelat tua atau hitam, kaki dan abdomen berwarna pucat atau transparan; semut pudak (Tapinoma melanocephalum) (9) |
| SENAMOTAK | Senam yang dilakukan untuk meningkatkan daya tangkap, menambah energi, dan mengurangi stres, dengan cara melakukan gerakan yang dapat merangsang otak dan sistem saraf (9) |
| SENAMPAGI | Senam dengan gerakan tertentu, dilaksanakan pada pagi hari (9) |
| SENANDIKA | Wacana seorang tokoh dalam karya susastra dengan dirinya sendiri di dalam drama yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan, firasat, konflik batin yang paling dalam dari tokoh tersebut, atau untuk menyajikan informasi yang diperlukan pembaca atau pendengar (9) |
| SENANDUNG | Nyanyian atau alunan lagu dengan suara lembut untuk menghibur diri atau menidurkan bayi (9) |
| SENDAYANG | Pelepah kelapa (9) |
| SENDERUNG | Binatang laut lunak yang kulitnya berkerut-kerut dan tidak bertulang (Plectropoma maculatum) (9) |
| SENDIBUKA | Sendi yang terjadi pada akhir kata dan membatasinya dengan kata lain (Linguistik) (9) |
| SENDIKAKU | Sendi yang memungkinkan sedikit gerak antara tulang-tulang yang dihubungkan (seperti tulang-tulang pergelangan tangan) (9) |
| SENDIMATI | Sendi yang terdapat antara tulang-tulang yang mendinding tengkorak (9) |
| SENDINAIK | Sendi akhir yang terjadi apabila nada suara naik sebelum jeda (Linguistik) (9) |
| SENDIRIAN | Seorang diri; sendiri (9) |
| SENDOCONG | Ikan air tawar (9) |
| SENDOKAIR | Sendok yang digunakan khusus untuk mengambil air; gayung (9) |
| SENDOKSUP | Sendok biasanya berbentuk bundar untuk makan sup (9) |
| SENDOKTEH | Sendok kecil untuk mengaduk minuman (teh, kopi, dan sebagainya) (9) |
| SENDORONG | Bersendorongan; menggelincir ke muka; mendorong ke muka (9) |
| SENGGAKAN | Sorak (dalam lagu, tarian, dan sebagainya) (9) |
| SENGGATAN | Senggat; hasil menyenggat (9) |
| SENGGAYUT | Bersenggayut; bergayut (bergantung seperti kera di pohon); bergayutan (9) |
| SENGGERUK | Tembakau untuk dicium-cium (Jawa); obat bius untuk orang yang akan dibedah (Jawa) (9) |
| SENGGOLAN | Hasil perbuatan menyenggol; sentuhan; singgungan (9) |
| SENGGUGUT | Penyakit yang diderita kaum wanita pada waktu haid, sesudah bersalin, dan sebagainya; rasa nyeri haid; dysmenorrhea; dismenorea (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SENGKALAN | Papan tebal tempat menggiling rempah-rempah; susunan kata atau lukisan yang menunjukkan angka tahun (dibaca dari kanan ke kiri); kronogram (Jawa) (9) |
| SENGKALUN | Penganan kukus dibuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa, gula dan sebagainya, dan biasanya diberi warna merah dan putih (Tata Boga/Jawa) (9) |
| SENGKARUT | Bersengkarut; berjalin-jalin lilit-melilit (tentang akar, tali, dan sebagainya); banyak seluk-beluknya; kait-berkait; tidak keruan (tentang percakapan dan sebagainya); tidak menentu (kiasan) (9) |
| SENGKAYAN | Air berputar yang terangkat ke atas oleh angin puyuh (9) |
| SENGKEDAN | Teras (9) |
| SENGKELAT | Tidak membersihkan diri (sesudah buang air); mengenakan keris dengan meletakkannya di bagian belakang atau punggung, cara yang paling lazim dipakai (Jawa) (9) |
| SENGKELIT | Tali yang diikatkan pada kedua belah kaki untuk memudahkan memanjat pohon yang licin (misalnya batang kelapa, pinang); desak; menyengkelit; mendesak masuk; mendesak-desak; menyisipkan (keris, golok, dan sebagainya) di pinggang atau di bagian belakang tubuh (Jawa) (9) |
| SENGKENIT | Kutu pada binatang (domba dan sebagainya) (9) |
| SENGKERAN | Tempat untuk mengurung (memingit); kurungan; pingitan; sengker; batas (Sunda) (9) |
| SENGKILIT | Menyengkilit; membelit atau mengangkat kaki orang (yang sedang berjalan) agar jatuh; menipu; mengakali (kiasan) (9) |
| SENGKUANG | Tumbuhan menjalar, berumbi putih, kaku, berbentuk gasing, kulitnya mudah dikupas, dan rasanya manis, banyak mengandung air, biasanya dimakan segar untuk rujak (asinan) dicampur dengan buah-buahan lain; besusu; bengkuang (Pachyrrhizus erosus); pohon besar, tinggi mencapai 40 m, kayunya dianggap kurang kuat dan tidak awet, digunakan dalam pembuatan batang korek api, cairan daun yang muda dibuat obat untuk menurunkan demam, buahnya sebesar jeruk nipis dan dapat dimakan; rau (Dracontomelum mangiferum) (9) |
| SENGSURIT | Burung (Caloperdix oculea) (9) |
| SENIDRAMA | Seni mengenai pelakonan dalam pentas (sandiwara) (9) |
| SENIKRIYA | Seni kerajinan tangan (9) |
| SENILITAS | Penurunan kekuatan jasmani dan rohani sebagai akibat usia lanjut (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SENILUKIS | Seni mengenai gambar-menggambar dan lukis-melukis (9) |
| SENIMURNI | Seni mengenai pembuatan barang yang indah-indah (seni lukis, seni pahat, dan sebagainya) (9) |
| SENIPAHAT | Seni mengenai pahat-memahat (membuat patung dan sebagainya); seni ukir (9) |
| SENIPERAN | Seni yang memerankan berbagai macam karakter manusia (9) |
| SENISUARA | Seni olah suara atau bunyi (nyanyian, musik, dan sebagainya) (9) |
| SENITAMAN | Seni lanskap (9) |
| SENITUTUR | Seni bercerita menggunakan lisan, biasanya cerita tradisional seperti hikayat, legenda dan sebagainya (9) |
| SENIURBAN | Seni yang diciptakan berdasarkan kehidupan dan pengalaman perkotaan pembuatnya, objek seni biasanya penduduk perkotaan, gedung pencakar langit, dan alat transportasi (Kesenian) (9) |
| SENJABUTA | Senja yang sudah gelap (kira-kira pukul 19.00); senja raya (9) |
| SENJAKALA | Waktu senja (9) |
| SENJARAYA | Senja yang sudah gelap (kira-kira pukul 19.00); senja buta (9) |
| SENJOLONG | Ikan laut yang mulut dan hidungnya panjang, berukuran kira-kira sebesar jempol tangan orang dewasa, panjang mencapai 45 cm, hidup di terumbu karang perairan subtropis, tersebar di perairan Laut Merah dan Afrika Timur hingga Samoa, bagian utara hingga Kepulauan Ryukyu, bagian selatan hingga Australia Utara dan Kaledonia Baru (Hemiramphus far) (9) |
| SENOFOBIA | Fobia terhadap ruangan yang kosong (Psikologi) (9) |
| SENOGRAFI | Pengetahuan membaca tulisan-tulisan asing (9) |
| SENTARIUM | Danau yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, sejak 1982 ditetapkan menjadi suaka margasatwa (9) |
| SENTAURUS | Rasi bintang yang tampak di lintang antara 30° dan -90° pada meridian 20 Mei, pukul 21.00 (Astronomi) (9) |
| SENTERPOR | Poros halang (9) |
| SENTIGRAM | Satuan ukuran berat 0,01 g (disingkat cg); seperseratus g (9) |
| SENTROMER | Titik tempat bergabungnya dua kromatid dan serat poros yang melekat pada saat pembelahan sel mitosis (Biologi) (9) |
| SENTURIAN | Manusia yang berusia di atas seratus tahun (9) |
| SENYAWAAN | Campuran (dua zat dan sebagainya) yang sudah berpadu benar; perpaduan (dua zat dan sebagainya) (Kimia); paduan (9) |
| SENYULONG | Buaya pemakan kodok, ular, ikan, tahan untuk berdiam diri dan mengapungkan tubuhnya di permukaan sungai, panjangnya mencapai 3 m, mencapai umur lebih dari 25 tahun, banyak terdapat di sungai-sungai di Kalimantan Tengah (Tamistoma sclegelii) (9) |
| SEPAHRAJA | Burung pekicau berukuran kecil sampai besar, berwarna cerah, indah, dan menarik dengan kombinasi berbagai warna, pada jantan mempunyai bulu panjang di bagian kepala, sayap, atau ekor, pemakan buah dan serangga, berhabitat di hutan pegunungan, tersebar di Papua, Papua Nugini, dan Australia bagian Timur, dan merupakan fauna identitas Provinsi Papua; cenderawasih; burung dewata (Paradisaeidae) (9) |
| SEPAHTEBU | Ampas tebu setelah diambil airnya (dengan cara mengunyah) (9) |
| SEPAKBOLA | Permainan beregu di lapangan, menggunakan bola sepak dari dua kelompok yang berlawanan yang masing-masing terdiri atas sebelas pemain, berlangsung selama 2 x 45 menit, kemenangan ditentukan oleh selisih gol yang masuk ke gawang lawan (Olahraga); jenis olahraga yang paling banyak penggemarnya di seluruh dunia (9) |
| SEPAKKUDA | Sepakan dengan menggunakan punggung kaki, digunakan untuk menyelamatkan bola dari lawan atau untuk mengambil bola yang rendah (tentang sepak takraw) (Olahraga); sepak kura (9) |
| SEPAKKURA | Sepakan dengan menggunakan punggung kaki, digunakan untuk menyelamatkan bola dari lawan atau untuk mengambil bola yang rendah (tentang sepak takraw) (Olahraga); sepak kuda (9) |
| SEPAKMULA | Servis (Olahraga); tendangan permulaan untuk memainkan bola (dalam permainan sepak bola); padanan dari kick off (9) |
| SEPAKRAGA | Olahraga yang dimainkan dengan bola yang terbuat dari rotan dengan cara ditendang dan disundul oleh lima hingga sepuluh orang dalam satu satu regu tanpa regu lawan (Olahraga) (9) |
| SEPAKSILA | Sepak yang dilakukan dengan menggunakan bagian dalam kaki (Olahraga) (9) |
| SEPANGKAT | Sama pangkatnya (derajatnya); sebaya; sama umurnya (9) |
| SEPANJANG | Sejauh; menurut panjang; selama; seluruh (waktu); sesuai dengan; menurut (9) |
| SEPARATIS | Orang (golongan) yang menghendaki pemisahan diri dari suatu persatuan; golongan (bangsa) untuk mendapat dukungan (9) |
| SEPARBANG | Bank tabungan (pos) (9) |
| SEPATJAWA | Sepat yang ukurannya dapat mencapai 15 cm, tubuhnya memiliki tiga bercak hitam, tersebar di perairan Indocina dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan); sepat rawa (Trichopodus trichopterus) (9) |
| SEPATRAWA | Sepat yang ukurannya dapat mencapai 15 cm, tubuhnya memiliki tiga bercak hitam, tersebar di perairan Indocina dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan); sepat jawa (Trichopodus trichopterus) (9) |
| SEPATSIAM | Sepat yang ukurannya dapat mencapai 25 cm, terdapat bercak hitam yang membentuk pola garis dari ujung mulut hingga pangkal ekor dan garis-garis pada tubuhnya; ikan asli Thailand yang tersebar luas ke banyak negara, termasuk Indonesia (Trichopodus pectoralis) (9) |
| SEPATUAIR | Alat untuk meluncur di air (yang ditarik oleh perahu bermotor) rupanya seperti sepatu kayu tetapi panjang (9) |
| SEPATUBOT | Sepatu yang membungkus kaki hingga di bawah lutut, dibuat dari karet, kulit, dan sebagainya; sepatu but; sepatu lars (9) |
| SEPATUBUT | Sepatu yang membungkus kaki hingga di bawah lutut, dibuat dari karet, kulit, dan sebagainya; sepatu bot; sepatu lars (9) |
| SEPATUREM | Alat untuk menjepit pada rem roda mobil (9) |
| SEPAWAMIL | Sekolah perwira wajib militer (akronim) (9) |
| SEPELAUNG | Sejauh orang melaung dapat didengar (9) |
| SEPEMAKAI | Satu stel pakaian; seperangkat pakaian (9) |
| SEPEMAKAN | Sama waktunya dengan orang makan (9) |
| SEPEMANAH | Sejauh (jarak) anak panah yang dilepaskan (9) |
| SEPEMBAWA | Arah ke mana saja dibawa oleh; sebanyak yang dapat dibawa (9) |
| SEPEMELUK | Sebesar lengkungan tangan memeluk; depa (untuk ukuran besar) (9) |
| SEPENGGAL | Sepotong; setengah (9) |
| SEPENTING | Memiliki kepentingan yang sama (9) |
| SEPERANTU | Bahan obat-obatan yang berasal dari buah pohon sindur; tampar hantu (9) |
| SEPERLIMA | Satu bagian dari keseluruhan yang dibagi lima (9) |
| SEPIKIRAN | Sama pikiran; satu pendapat (9) |
| SEPINCANG | Satu setengah sen (Melayu Jakarta) (9) |
| SEPINGGAN | Satu piring atau mangkuk besar (9) |
| SEPITBARA | Alat untuk menjepit bara yang dipakai oleh pandai emas (9) |
| SEPITKALA | Capit pada kalajengking (9) |
| SEPOIKUAT | Angin sepoi yang kecepatannya antara 22–26 knot (Meteorologi) (9) |
| SEPTEMBER | Bulan ke-9 tahun Masehi (30 hari) (9) |
| SEPTILIUN | Sepuluh pangkat 24 (1024) (9) |
| SERABUTAN | Silang-menyilang tidak menentu (tentang arus lalu lintas) (Jawa); cenderung melakukan apa saja (tentang pekerjaan, peran, dan sebagainya) (Jawa) (9) |
| SERAKALAN | Nyanyian atau puji-pujian kepada Nabi Muhammad saw. (Using) (9) |
| SERAMPANG | Tombak yang ujungnya bercabang tiga untuk senjata atau untuk menangkap ikan; trisula; menyerampang; menombak dengan serampang (dengan cara ditusukkan atau dilemparkan); melempar secara melintang dan seakan-akan sejajar dengan tanah (tentang barang yang berukuran panjang); memukul (menyerang) dan sebagainya dengan sembarangan saja; merawak; merambang (mengawur); mencuri dengan sembarangan saja; menyerobot (9) |
| SERANDANG | Dua batang kayu (buluh dan sebagainya) bersilang dan berikat di bagian atas untuk menyangga atau menunjang sesuatu (9) |
| SERANDUNG | Terserandung; terantuk (pada batu dan sebagainya); tersandung (9) |
| SERANGKAK | Duri-duri (ranting-ranting kayu dan sebagainya) yang dipasang pada batang pohon buah-buahan supaya jangan dipanjat orang; sawar (9) |
| SERANGKAM | Ukuran sebesar satu telapak tangan dengan jari-jari yang dibengkokkan dan dirapatkan satu sama lain membentuk wadah, biasanya untuk beras atau biji-bijian seperti kacang hijau atau jagung (9) |
| SERATBUSA | Busa tiruan yang dibuat dengan membekukan fibrinogen manusia dengan trombin (Kimia) (9) |
| SERATDIET | Serat nabati yang tidak tecerna, tetapi diperlukan dalam makanan untuk memperlancar pencernaan karena serat ini mempertahankan air atau mengikat air sehingga mencegah konstipasi (Biologi) (9) |
| SERATJUTE | Serat yang berasal dari kulit batang pohon, biasanya digunakan untuk membuat karung, tali tambang, karpet, dan sebagainya (9) |
| SERATOTOT | Sel yang terdapat dalam jaringan otot (Anatomi) (9) |
| SERBAAKAL | Paham yang mengagungkan pikiran yang dianggap dapat memberikan penjelasan tentang segala hal; rasionalisme (9) |
| SERBABARU | Baru sama sekali (9) |
| SERBABISA | Segalanya bisa; apa saja bisa (9) |
| SERBAEMAS | Semua terbuat dari emas (9) |
| SERBAGUNA | Dapat digunakan untuk segala hal atau untuk berbagai maksud (9) |
| SERBANEKA | Serba aneka; beraneka; bermacam-macam (9) |
| SERBASAMA | Homogen (9) |
| SEREKUNDA | Kota di Gambia (9) |
| SERELANYA | Sesukanya (9) |
| SERENCENG | Seuntai (merjan, peluru senapan mesin, petasan) (9) |
| SERENDENG | Sendeng; miring sebelah; tinggi sebelah; sedeng; kurang waras otaknya (kiasan) (9) |
| SERENGETI | Nama taman nasional di negara Tanzania (9) |
| SERENJANG | Tegak lurus (tentang orang berdiri) (9) |
| SERENTENG | Seuntai; serangkai (9) |
| SERIBALAI | Tempat yang ketinggian dalam balai penghadapan (9) |
| SERIBULAN | Pohon perdu, daunnya digunakan untuk mengobati malaria dan demam pada anak-anak (Phyllagathis rotundifolia) (9) |
| SERIDANTA | Perdu yang batangnya berkayu, berwarna putih kotor dan bercabang amat rapat, bunganya berbentuk malai, tabung kelopaknya berbentuk corong, sedangkan tabung mahkotanya berbentuk silinder warna oranye, buahnya bulat telur terbalik seperti jantung, tetapi pipih; srigading; serigading (Nyctanthes arbortristis) (9) |
| SERIGRAFI | Teknik sablon yang menggunakan layar berpori untuk membuat lapisan warna yang berbeda pada bahan sesuai dengan desain (9) |
| SERIMPUNG | Tali untuk mengikat kedua kaki binatang agar tidak dapat berlari; tali penyerimpung (9) |
| SERINGING | Kernyih atau gerenyot muka atau mulut (untuk mengejek atau menunjukkan rasa tidak suka dan sebagainya); seringai; serengit; kerenyot (9) |
| SERITANAH | Kelompok tanah berdasarkan jenis bahan induk dan karakteristiknya, tetapi tidak termasuk tekstur lapisan permukaan (Pertanian) (9) |
| SERIWAJAH | Cahaya muka; air muka; seri muka (9) |
| SERMANGIN | Gendang serama (9) |
| SEROGRAFI | Ragam lukisan atau ukiran pada lilin; teknik penggandaan atau pentransferan gambar melalui proses elektrostatis, misalnya pada film kartun (Perfilman) (9) |
| SEROLOGIS | Berkaitan dengan serologi (9) |
| SEROMBONG | Benda yang bentuknya seperti tabung atau pembuluh (sebagai penyambung pada ujung seruling, kaki meja, dan sebagainya); cerobong; pipa asap; semprong (9) |
| SERONDONG | Menyundul; menyerondong; membungkuk dan mendorong atau menyundul; menyuruk; menyeruduk (9) |
| SERONGKOL | Seberkas; segabung (9) |
| SEROSITAS | Keadaan perilaku serum (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SEROTINAL | Berhubungan dengan atau terjadi pada akhir musim panas (9) |
| SEROTONIN | Zat kimia yang berasal dari asam amino yang didistribusikan dalam jaringan; senyawa yang terdapat di otak, usus, dan platelet darah, berperan sebagai neurotransmiter dan merangsang vasokonstriksi dan kontraksi pada otot polos (9) |
| SERPUKHOV | Kota di Rusia (9) |
| SERSANDUA | Pangkat bintara peringkat terendah dalam ketentaraan, satu tingkat di bawah sersan satu dan satu tingkat di atas kopral kepala (tanda pangkatnya sebuah balok kuning menyerupai huruf V yang ditempatkan di lengan baju) (9) |
| SERUDUKAN | Hasil menyeruduk; yang diseruduk (9) |
| SERUIKOTA | Ibu kota Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua (9) |
| SERUNDANG | Menyerundang; menyungkur (tanah, akar, dan sebagainya) dengan moncong (tentang babi) (9) |
| SERUNDENG | Lauk (masakan) yang dibuat dari kelapa yang dikukur (diparut), diberi bumbu, dan disangrai hingga kering berwarna cokelat (9) |
| SERUNJANG | Tombak kayu (9) |
| SESANGGUP | Sebatas kesanggupan; semampu; sedapat (9) |
| SESANGKAK | Satu sangkak (sarang); sekeluarga (kiasan) (9) |
| SESATAKAL | Gila (9) |
| SESATLALU | Menempuh jalan yang salah (9) |
| SESEORANG | Seorang yang tidak dikenal (9) |
| SESERAHAN | Upacara penyerahan sesuatu sebagai tanda ikatan untuk kedua calon pengantin (9) |
| SESISIHAN | Unsur lembaga daun gagang yang menyusun pembalut perbungaan sembung-sembungan Asteraceae (Botani) (9) |
| SESKOABRI | Sekolah Staf dan Komando Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (akronim) (9) |
| SESPIMPOL | Sekolah staf dan pimpinan kepolisian (akronim) (9) |
| SESUKANYA | Semaunya (9) |
| SETABELAN | Pasukan meriam (9) |
| SETANDING | Memiliki kemampuan atau kekuatan yang sama (9) |
| SETANGBOR | Batang pipa bor yang berat untuk memperbesar tekanan pahat, terbuat dari baja campuran yang kuat, berlubang, panjangnya 30 kaki, berat mencapai ½–2 ton, dan jumlah batang pipa tergantung pada berat yang diperlukan agar pahat dapat bekerja (Petrologi dan Migas) (9) |
| SETANGKUP | Sama besar ukurannya kedua belah bagiannya (9) |
| SETENGGAR | Senapan sundut (membunyikannya dengan disulut); istinggar (9) |
| SETENTANG | Berhadapan benar; dekat di depan (di atas dan sebagainya) (9) |
| SETERANAH | Girang sekali (9) |
| SETIMBANG | Sama beratnya; sama kedudukannya; setara (sederajat dan sebagainya); seimbang; setimpal; sebanding; sepadan; mantap (tidak goyang, tidak berubah); stabil (9) |
| SETKEPALA | Peranti dengar yang bersambungan untuk kedua telinga, dipakai di atas kepala, biasanya juga dilengkapi dengan alat komunikasi (9) |
| SETORMUKA | Menampakkan diri sebagai tanda kehadiran (9) |
| SETRIKAAN | Hasil menyetrika; barang yang disetrika; setrika (9) |
| SETTANGAN | Bagian dari pesawat telepon untuk berbicara dan mendengarkan; gagang telepon (9) |
| SETUNTUNG | Sekerat; sepotong (9) |
| SEUMUMNYA | Seluruhnya; semuanya; secara rata; pada umumnya (9) |
| SEUTUHNYA | Selengkap dan sebulat(nya); keseluruhan(nya) (9) |
| SEWARAHIM | Proses kehamilan melalui inseminasi buatan dengan telur yang sudah dibuahi, dilakukan untuk orang lain yang akan menjadi orang tua anak tersebut setelah persalinan; surogasi (9) |
| SFENOIDAL | Berkenaan dengan tulang bayi (9) |
| SHABQADAR | Kota di Pakistan (9) |
| SHADRINSK | Kota di Rusia (9) |
| SHANCHENG | Kota di Cina (9) |
| SHANGRILA | Kota di Cina (9) |
| SHANHECUN | Kota di Cina (9) |
| SHANTIPUR | Kota di India (9) |
| SHCHEKINO | Kota di Rusia (9) |
| SHCHUKINO | Kota di Rusia (9) |
| SHEFFIELD | Kota di Inggris (9) |
| SHIKARPUR | Kota di Pakistan (9) |
| SHILIGURI | Kota di India (9) |
| SHIMODATE | Kota di Jepang (9) |
| SHIMOTODA | Kota di Jepang (9) |
| SHINYANGA | Kota di Tanzania (9) |
| SHINZOABE | Perdana Menteri Jepang ke-90 dan ke-98; perdana menteri dengan masa jabatan terlama sepanjang sejarah Jepang; mantan Perdana Menteri Jepang yang tewas dibunuh pada Juli 2022 (9) |
| SHORELINE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SHOUGUANG | Kota di Cina (9) |
| SHUJAABAD | Kota di Pakistan (9) |
| SIAHLAYAH | Tergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri (seperti daun lalang tertiup angin); terhuyung-huyung ke kanan dan ke kiri (seperti orang mabuk, anak yang baru berjalan) (kiasan) (9) |
| SIALMAJAL | Sial sekali (9) |
| SIANAMIDA | Pupuk buatan (Kimia) (9) |
| SIANGHARI | Bagian hari yang terang; waktu siang (9) |
| SIAPALAGI | Tidak ada orang lain lagi; siapa selanjutnya (yang akan membeli, bertanya, ikut, dan sebagainya) (9) |
| SIAPAPULA | Siapa lagi (9) |
| SIAPASAJA | Siapa pun (9) |
| SIAPCETAK | Tidak perlu ditulis ulang lagi, langsung dapat dicetak (tentang bahan berita) (9) |
| SIAPPAKAI | Tentang tamatan sekolah dan sebagainya terampil dan profesional serta dapat langsung (tanpa pelatihan lagi) menjalankan pekerjaan; (tentang obat dan sebagainya) sediaan yang telah disiapkan sebelumnya jika sewaktu-waktu diperlukan (9) |
| SIAPSEDIA | Sudah bersedia (untuk) (9) |
| SIAPSIAGA | Siap untuk digunakan atau untuk bertindak (9) |
| SIARBAKAR | Perkara pembakaran (rumah dan sebagainya) (Minangkabau); suar bakar (9) |
| SIBOFOBIA | Ketakutan terhadap makanan; fobia terhadap makan (9) |
| SICPASSIM | Jadi, di mana-mana; dipakai untuk menunjukkan bahwa sebuah kata atau istilah yang sama dapat ditemukan di seluruh teks (ungkapan/Latin) (9) |
| SIDAMUKTI | Corak kain batik klasik, biasa dipakai pengantin Jawa yang melambangkan kebahagiaan (9) |
| SIDDHAPUR | Kota di India (9) |
| SIDENRENG | Ibu kota Kabupaten Sidendreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan (9) |
| SIDEROSIS | Keadaan kelebihan besi dalam darah (Kedokteran dan Fisiologi); penimbunan senyawa besi dalam jaringan (Kedokteran dan Fisiologi); kelainan paru-paru oleh timbunan senyawa besi karena menghirup debu senyawa besi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SIDIAISSA | Kota di Aljazair (9) |
| SIDIKJARI | Penyelidikan bekas jari untuk mengetahui dan membeda-bedakan orang (dengan meneliti garis-garis rekaman ujung jari) (Hukum); rekaman jari; cap jempol (Hukum) (9) |
| SIDIQACEM | Kota di Maroko (9) |
| SIDOMUKTI | Motif kain batik yang terdiri atas beberapa motif, di antaranya motif yang berbentuk seperti tanda koma (biasa dipakai oleh pasangan pengantin) (9) |
| SIGENTING | Tabuhan atau lebah yang pinggangnya ramping (kecil sekali) (Sceliphron madraspatanum) (9) |
| SIHAAFARI | Cerita dalam bahasa Muna yang artinya tidak binasa disambar kilat dan dapat membunuh garuda pemakan manusia (Muna) (9) |
| SIJUNJUNG | Kabupaten di Provinsi Sumatra Barat, ibu kotanya Muaro Sijunjung (9) |
| SIKARITAI | Suku bangsa yang mendiami wilayah sebelah utara pertemuan Sungai Taritatu dan Sungai Tariku dan di sebagian daerah aliran Sungai Mamberamo di Papua (9) |
| SIKATALIS | Sikat untuk merapikan dan menghaluskan alis (9) |
| SIKATBULU | Sikat rambut dengan bantalan karet, biasanya digunakan untuk menyisir rambut tebal dan kaku (9) |
| SIKATDURI | Sikat berduri tajam, digunakan dalam pengolahan serat wol (Tata Busana) (9) |
| SIKATGIGI | Sikat yang digunakan secara maju mundur untuk membersihkan gigi (9) |
| SIKATKAIN | Sikat dengan bulu lembut, digunakan untuk membersihkan kain dari kotoran (Tata Busana) (9) |
| SIKATKUKU | Sikat kecil yang digunakan khusus untuk membersihkan kuku (9) |
| SIKLISASI | Pembentukan lingkar dalam senyawa organik (Kimia) (9) |
| SIKLORAMA | Layar atau tirai yang dipasang di tiga sudut sebagai pembatas ruang adegan drama (9) |
| SIKLOTRON | Peranti untuk mempercepat gerak partikel bermuatan listrik (Fisika) (9) |
| SIKUDOMBA | Mamalia laut, jenis ikan lumba-lumba, giginya kecil dan bermoncong panjang seperti botol, ukurannya mencapai 1,75–4 m, beratnya 150–200 kg, hidup di perairan tropis dan subtropis (Tursiops truncatus) (9) |
| SILAPHATI | Tidak ingat apa-apa lagi (karena sangat marah, kalah berjudi, dan sebagainya); terlupa (9) |
| SILAPMATA | Salah penglihatan; silau; tidak sadar; kurang hati-hati; sulap (9) |
| SILIHASAH | Saling menajamkan pikiran; saling mengingatkan (9) |
| SILIHASIH | Saling mengasihi (9) |
| SILIHASUH | Saling mengasuh; saling membimbing (9) |
| SILIHMATA | Sesuatu yang dipakai untuk pandangan (pamer) saja (seperti memberi maskawin banyak, tetapi akhirnya diminta kembali) (9) |
| SILIKOSIS | Penyakit paru-paru yang disebabkan oleh debu yang mengandung silika yang dihirup secara berkepanjangan (9) |
| SILIMANIT | Aluminium silikat, tahan panas tinggi, terbentuk dari budalusit yang berubah selama pemanasan di atas 1550°C, dipakai pada alat-alat laboratorium, tungku, dan sebagainya (9) |
| SILINDRIS | Berbentuk silinder (9) |
| SILINDUNG | Penumpu yang menutupi daun ujung yang terlepas sesudah berkembangnya helaian daun dengan meninggalkan lampang penumpu mencincin (Botani) (9) |
| SILOGISME | Bentuk, cara berpikir atau menarik simpulan yang terdiri atas premis umum, premis khusus, dan simpulan (9) |
| SILOKRAMA | Tirai berbiku-biku atau pembatas lain yang diposisikan sebagai layar (Kesenian) (9) |
| SILOKSANA | Nama umum senyawa yang mengandung silikon, oksigen, dan hidrogen (Kimia) (9) |
| SILOMETER | Alat otomatis untuk mengukur ketinggian dasar awan (Hidrometeorologi) (9) |
| SILVISIDA | Bahan kimia yang digunakan untuk mematikan pohon (Pertanian) (9) |
| SIMBIOSIS | Keadaan yang menguntungkan pada pembentuk dua jenis zat, apabila kedua zat tersebut dapat bersama-sama dalam lingkungan serupa (Kimia); keadaan hidup bersama secara erat antara dua organisme yang berbeda (Biologi) (9) |
| SIMBIOTIS | Saling menguntungkan kedua belah pihak (9) |
| SIMBOLOGI | Ilmu tentang simbol (9) |
| SIMMERING | Kota di Austria (9) |
| SIMOFOBIA | Fobia terhadap gelombang atau sesuatu yang bergerak seperti gelombang (Psikologi) (9) |
| SIMPANGAN | Jalan yang menyimpang; sudut antara sinar yang masuk ke dalam sebuah benda atau sebuah sistem optika dan sinar yang keluar dari benda atau sistem optika tersebut yang telah mengalami pemantulan, pembiasan, atau pelenturan (Fisika) (9) |
| SIMPLISIA | Bahan alamiah yang digunakan sebagai obat, belum mengalami pengolahan apa pun (kecuali dinyatakan lain berupa bahan yang telah dikeringkan) (9) |
| SIMPOSIUM | Pertemuan dengan beberapa pembicara yang mengemukakan pidato singkat tentang topik tertentu atau tentang beberapa aspek dari topik yang sama; kumpulan pendapat tentang sesuatu, terutama yang dihimpun dan diterbitkan; kumpulan konsep yang diajukan oleh beberapa orang atas permintaan suatu panitia (9) |
| SIMULAKRA | Dunia yang ditandai dengan pengambilalihan kebenaran oleh konstruksi kebenaran yang bersifat fiktif, retoris, dan palsu; realitas semu (Filsafat); dunia yang dibentuk oleh permainan citra, retorika, serta trik pengelabuan informasi (Filsafat); dunia yang di dalamnya hukum dipermainkan dan penuh dengan sifat kepura-puraan (Filsafat) (9) |
| SIMULATOR | Program yang berfungsi untuk menyimulasikan suatu peralatan, tetapi kerjanya agak lambat daripada keadaan yang sebenarnya; alat untuk melakukan simulasi; alat yang dapat menyimulasikan (9) |
| SIMULFIKS | Afiks yang tidak berbentuk suku kata dan yang ditambahkan atau dileburkan pada dasar (Linguistik) (9) |
| SINAMBUNG | Berlanjut; terus-menerus; kontinu (9) |
| SINANSARI | Nama lain untuk Dewi Sri (9) |
| SINARBETA | Sinar cahaya elektron yang dipancarkan oleh sebuah badan radioaktif (Fisika) (9) |
| SINARGAMA | Sinar sebagai hasil radiasi elektromagnetik yang mempunyai daya rambat besar seperti sinar X, berasal dari inti atom radioaktif (Fisika) (9) |
| SINBIOTIK | Suplemen yang mengandung probiotik dan prebiotik (9) |
| SINCELEJO | Kota di Kolumbia (9) |
| SINDAKTIL | Memiliki dua jari atau lebih yang melekat (9) |
| SINDIKASI | Persekutuan; gabungan (para pengusaha) (9) |
| SINEFILIA | Kecintaan pada film (9) |
| SINEKDOKE | Majas pertautan yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya; pars pro toto (Linguistik); majas pertautan yang menyebutkan nama keseluruhan sebagai pengganti nama bagiannya; totem pro parte (Linguistik); majas pertautan yang menyebutkan nama bahan sebagai pengganti nama barang yang terbuat dari bahan itu (Linguistik) (9) |
| SINEKTIKA | Teori atau sistem tentang pernyataan persoalan dan pemecahannya berdasarkan pemikiran kreatif dengan menerapkan analogi dan majas dalam pertemuan atau diskusi tidak formal di antara sejumlah kecil peserta dari berbagai bidang dan keahlian (9) |
| SINEMATIK | Berkenaan atau berhubungan dengan film (bioskop, gambar hidup) (9) |
| SINEPLEKS | Kompleks sinema (terdapat dalam satu bangunan); gedung yang di dalamnya terdapat beberapa ruangan (tiga atau lebih) yang dibangun sebagai bioskop (9) |
| SINERESIS | Pelepasan cairan dalam pembentukan gel akibat kontraksi massa yang disebabkan oleh pH, suhu, dan kadar garam; pelafalan gugus vokal sebagai diftong dalam suku tunggal (Linguistik) (9) |
| SINGABANA | Polisi pada zaman Kerajaan Banjar (Banjar) (9) |
| SINGALAUT | Mamalia laut dengan tubuh ramping dan memanjang, memiliki telinga luar yang kecil, tubuhnya berambut, sirip depan panjang dan berbentuk seperti dayung, sirip belakang besar dan dapat diputar, memiliki persebaran di belahan bumi bagian utara dan selatan (Otariidae) (9) |
| SINGAPUAR | Primata mungil dengan panjang tubuh 12-15 cm, bermata besar, hanya dapat melihat dengan tajam pada malam hari, tubuh bagian belakang berbulu cokelat keabu-abuan, di leher berwarna kekuningan (Tarsius spectrum) (9) |
| SINGAPURA | Negara pulau berbentuk republik yang terletak di ujung selatan Semenanjung Malaya, ibukotanya Singapura; ibu kota negara Singapura; negara yang terletak di Asia Tenggara, beribu kota Singapura (9) |
| SINGARAJA | Ibu kota Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali (9) |
| SINGASARI | Kerajaan Hindu-Buddha yang didirikan di Jawa Timur pada tahun 1222 Masehi oleh Ken Arok (9) |
| SINGGAHAN | Tempat berhenti (9) |
| SINGKAPAN | Hasil menyingkap(kan); bagian batuan yang tampak di permukaan bumi (Geografi dan Geologi); bagian formasi batuan bijih atau bahan galian berharga yang dekat ke permukaan, biasanya tersingkap atau tertutup oleh lapisan penutup yang tipis (Geografi dan Geologi) (9) |
| SINGKARAK | Danau terluas di Sumatra Barat, terbentuk akibat proses pergerakan tektonik (9) |
| SINGKATAN | Hasil menyingkat (memendekkan), berupa huruf atau gabungan huruf; kependekan; ringkasan (9) |
| SINGOEDAN | Julukan klub sepak bola Liga 1 Indonesia, Arema FC (9) |
| SINGRAULI | Kota di India (9) |
| SINKONINA | Alkaloid dari kulit pohon kina (C19H22N2O) (Kimia) (9) |
| SINKRETIK | Bersifat mencari penyesuaian (keseimbangan dan sebagainya) antara dua aliran (agama dan sebagainya); sinkretis (9) |
| SINKRETIS | Bersifat mencari penyesuaian (keseimbangan dan sebagainya) antara dua aliran (agama dan sebagainya); sinkretik (9) |
| SINKRISIS | Perbandingan bahasa dalam penyelidikan tipologi dan penyelidikan kontrastif, tidak untuk tujuan historis (Linguistik) (9) |
| SINKRONIS | Bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi dalam suatu masa yang terbatas (9) |
| SINKROTON | Alat berbentuk silinder yang berfungsi sebagai pemercepat jalannya partikel (Fisika) (9) |
| SINOFILIA | Kecintaan pada orang, kebudayaan, atau hal-hal yang berhubungan dengan Cina (9) |
| SINOFOBIA | Fobia terhadap anjing atau rabies (Psikologi); fobia terhadap orang atau hal-hal yang berhubungan dengan Cina (Psikologi) (9) |
| SINOVITIS | Radang selaput sendi (9) |
| SINSITIUM | Massa protoplasma berinti banyak yang tidak terdiferensiasi menjadi sel-sel (Biologi) (9) |
| SINTAKSIS | Pengaturan dan hubungan kata dengan kata atau dengan satuan lain yang lebih besar (Linguistik); cabang linguistik tentang susunan kalimat dan bagiannya; ilmu tata kalimat; ilmu nahu (Linguistik); subsistem ilmu bahasa yang mencakup hal tersebut (Linguistik) (9) |
| SINTAKTIS | Berkenaan dengan sintaksis (9) |
| SINTILASI | Fluktuasi amplitudo target yang tampak pada radar, biasanya disebabkan oleh adanya ketidakteraturan pada lapisan ionosfer (9) |
| SINTULANG | Pohon, tinggi mencapai 28 m, kayunya keras, berat, dan padat, berwarna cokelat kemerahan, biasanya digunakan untuk bahan bangunan rumah; selumar (Jackia ornata) (9) |
| SINUSITIS | Radang pada rongga di sekitar hidung (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SIOUXCITY | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SIPENMARU | Seleksi penerimaan mahasiswa baru (akronim) (9) |
| SIPONGANG | Pantulan bunyi atau suara; gaung; gema; kumandang; bahana (9) |
| SIPUTAKIK | Jenis karang (Helix richmondia) (9) |
| SIPUTLAUT | Siput yang hidup di laut; kerang (9) |
| SIRAIRAJA | Palem yang populer di Kalimantan Timur, tinggi mencapai 20 m, diameter 50 cm, daun bersirip ganda, anak daun menyerupai sirip ikan, bunga berbentuk tandan yang bercabang-cabang, buahnya berwarna ungu tua sampai hitam ketika masak (Caryota rumphiana) (9) |
| SIRAJGANJ | Kota di Bangladesh (9) |
| SIRANGKAK | Ketam kecil (Minangkabau) (9) |
| SIRIGANTI | Penjaga rumah adat Muna (9) |
| SIRIPANAL | Sirip yang terdapat di bagian bawah tubuh ikan, tepat di belakang anus; sirip anus (9) |
| SIRIPANUS | Sirip yang terdapat di bagian bawah tubuh ikan, tepat di belakang anus; sirip anal (9) |
| SIRIPEKOR | Bagian vertikal tetap dari sistem ekor, digunakan untuk menjaga kestabilan pesawat udara (9) |
| SIRKADIAN | Perputaran waktu selama 24 jam (9) |
| SIRKULASI | Peredaran; jumlah terbitan; oplah (9) |
| SISAPURBA | Sisa-sisa manusia purba, binatang purba dan tanaman purba yang membatu; peninggalan organisme yang terpendam di bumi atau di batu-batuan; fosil (9) |
| SISIKNAGA | Tumbuhan epifit dengan akar merayap, daun bertangkai pendek, ujung tumpul membundar, daunnya dapat digunakan sebagai obat antiradang dan analgesik (Drymoglossum piloselloides) (9) |
| SISIRAFRO | Sisir dengan gigi panjang dan jarang, digunakan untuk meluruskan dan merapikan rambut tanpa menghilangkan keriting; sisir garpu (9) |
| SISIRALIS | Sikat alis (9) |
| SISIRBULU | Sisir dengan bulu berujung bulat disusun pada pegangan berlekuk, digunakan untuk meluruskan dan menata rambut (9) |
| SISIRGARU | Sisir berbentuk garu, bergerigi jarang, bertangkai, digunakan untuk merapikan rambut pendek keriting kecil atau untuk menata rambut yang baru selesai digunting supaya garis guntingan jelas terlihat (9) |
| SISIUDARA | Sisi bangunan terminal bandara yang menghadap pesawat dan landasan pacu (Penerbangan) (9) |
| SISTALTIK | Berkerut dan mengembung secara bergiliran (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SITAMARHI | Kota di India (9) |
| SITARALAK | Silat khas Minangkabau yang berasal dari Kabupaten Agam, Sumatra Barat yang mengutamakan serangan pada saat lawan akan menyerang, menyebar dan berkembang di luar negeri (Minangkabau) (9) |
| SITINGGIL | Bangunan terbuka yang lantainya tinggi, merupakan bagian bangunan keraton yang terdepan (biasa digunakan untuk menghadap raja) (Jawa) (9) |
| SITOFOBIA | Ketakutan patologis terhadap makanan; fagofobia (9) |
| SITOKIMIA | Cabang ilmu kimia tentang susunan kimia sel hidup serta sifat, tabiat, dan reaksi penyusunannya (Kimia) (9) |
| SITOLISIS | Perusakan atau pelarutan sel hidup (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SITOMANIA | Keranjingan terhadap makanan (Ilmu Gizi) (9) |
| SITUBONDO | Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, ibu kotanya Situbondo, terkenal dengan sebutan Kota Surga Burung atau Afrikaanse van Java; ibu kota Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur (9) |
| SITZKRIEG | Peperangan statis; peperangan yang tidak agresif (ungkapan/Jerman) (9) |
| SIUHBAKAR | Pembakaran terhadap rumah atau ladang orang lain (Melayu Jambi) (9) |
| SKALAMOHS | Skala yang digunakan untuk menentukan tingkat kekerasan batu (9) |
| SKALAPETA | Perbandingan antara jarak di dalam peta dengan jarak sebenarnya (9) |
| SKATOLOGI | Perhatian (kecenderungan) akan hal-hal yang bersifat cabul (terutama dalam bacaan); pengkajian tentang kotoran (misalnya tinja) untuk tujuan taksonomi (9) |
| SKEDASTIK | Distribusi galat (Matematika); perihal distribusi galat (Matematika) (9) |
| SKIAMETER | Alat untuk mengukur intensitas sinar Roentgen untuk menentukan berapa lama paparan yang diperlukan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SKIOFILIA | Perasaan senang tinggal di tempat yang teduh (Psikologi) (9) |
| SKIOFOBIA | Fobia terhadap bayangan (Psikologi) (9) |
| SKLERITIS | Peradangan pada bagian putih mata atau sklera (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SKLEROSIS | Pengerasan jaringan, biasanya disebabkan oleh radang (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SKOLASTIK | Sistem logika, filsafat, dan teologi para sarjana Abad Pertengahan atau orang terpelajar abad ke-10 hingga abad ke-15, berlandaskan logika Aristoteles dan tulisan para ahli agama Kristen dari zaman permulaan agama (9) |
| SKOLIOSIS | Tulang belakang yang bengkok dengan lengkungan yang tidak normal (9) |
| SKOMBROID | Nama kelompok ikan yang meliputi ikan hearing, tuna, dan kembung; nama penyakit keracunan karena makan ikan yang sudah tercemar (9) |
| SKORKIMIA | Ukuran mutu protein yang dinyatakan dengan kandungan asam amino pembatas yang dibandingkan dengan protein telur (Ilmu Gizi) (9) |
| SLOVIANSK | Kota di Ukraina (9) |
| SLURICAIR | Sluri yang memiliki derajat keasaman 7,9-8,3 dan kadar air 90-93%, berwarna cokelat atau hijau gelap, tidak mengeluarkan gelembung, tidak berbau, dan tidak mengundang lalat (9) |
| SMALLTALK | Obrolan ringan (Inggris) (9) |
| SMEDEREVO | Kota di Serbia (9) |
| SMESKILAT | Pukulan bola yang dilakukan pemain secara cepat dari hasil umpan dekat di atas net (dalam olahraga voli) (Olahraga) (9) |
| SNEZHINSK | Kota di Rusia (9) |
| SOALJAWAB | Tanya jawab (ada yang bertanya dan ada yang menjawab, dalam ruang surat kabar dan sebagainya); perdebatan; perbahasan; perbantahan (9) |
| SOCCEROOS | Julukan tim nasional sepak bola Australia (9) |
| SOFABULIR | Sofa berisi bulir-bulir polistirena atau stirofoam (9) |
| SOFALIPAT | Sofa yang dapat dibuka lipatan joknya sehingga berbentuk seperti ranjang; sofa ranjang; sofa tidur (9) |
| SOFATIDUR | Sofa lipat (9) |
| SOKOLNIKI | Kota di Rusia (9) |
| SOLFATARA | Sumber gas belerang (yang setelah membeku menjadi belerang padat) (9) |
| SOLFEGGIO | Menyanyi dengan suku kata sol fa (ungkapan/Musik/Italia) (9) |
| SOLIDITAS | Keadaan (sifat) solid (kukuh, berbobot, dan sebagainya) (9) |
| SOLIKAMSK | Kota di Rusia (9) |
| SOLILOKUI | Senandika; wacana seorang tokoh dalam karya susastra dengan dirinya sendiri di dalam drama yang dipakai untuk mengungkapkan perasaan, firasat, konflik batin yang paling dalam dari tokoh tersebut, atau untuk menyajikan informasi yang diperlukan pembaca atau pendengar; cara aktor menyampaikan curahan hati dan keluhan dari tokoh yang diperankan dengan berbicara seorang diri (Kesenian) (9) |
| SOLNTSEVO | Kota di Rusia (9) |
| SONARGAON | Kota di Bangladesh (9) |
| SONGJIANG | Kota di Cina (9) |
| SONOMETER | Alat untuk mengukur getaran bunyi (9) |
| SONSONATE | Kota di El Salvador (9) |
| SONTOLOYO | Konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sebagai kata makian) (9) |
| SOPIMANIS | Minuman keras yang harum baunya dan manis rasanya (9) |
| SOPIPAHIT | Jin (arak keras); jenewer (9) |
| SOPORIFIK | Obat tidur (Farmasi dan Farmakologi) (9) |
| SOSIALITA | Orang penting atau sosok yang berpengaruh (9) |
| SOSIOLOGI | Pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat; ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya (9) |
| SOSNOWIEC | Kota di Polandia (9) |
| SOSOMPANG | Bangunan tambahan yang menempel pada bangunan induk (Sunda) (9) |
| SOSROBAHU | Teknik konstruksi yang digunakan untuk menyangga bahu lengan beton jalan layang (9) |
| SOTOKUDUS | Soto khas Kudus dengan kuah bening kecokelatan, berisi daging sapi atau ayam suwir, tauge, bawang putih goreng, dan sebagainya (Tata Boga) (9) |
| SOTOMEDAN | Soto khas Medan dengan kuah santan berwarna kekuningan, berisi daging ayam atau sapi, taoge, telur rebus, dan sebagainya (9) |
| SOTTOVOCE | Berbisik (aba-aba dalam musik) (ungkapan/Musik/Italia) (9) |
| SOUKAHRAS | Kota di Aljazair (9) |
| SOULMUSIC | Musik yang berasal dari nyanyian rohani keturunan Afrika-Amerika (ungkapan/Inggris) (9) |
| SOUTHAVEN | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SOUTHBEND | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SOUTHGATE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SOUTHHILL | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SOUTHPORT | Kota di Inggris (9) |
| SOYAPANGO | Kota di El Salvador (9) |
| SPAGETINI | Mi yang bentuknya lebih tipis daripada spageti, tetapi lebih tebal daripada vermiseli (Tata Boga/Italia) (9) |
| SPASMODIS | Berhubungan dengan spasmus (9) |
| SPEKTAKEL | Pertunjukan; tontonan; ruang visual yang disimbolkan melalui keterkaitan unsur-unsur pertunjukan (Kesenian) (9) |
| SPEKTATOR | Penonton (9) |
| SPEKULASI | Pendapat atau dugaan yang tidak berdasarkan kenyataan; tindakan yang bersifat untung-untungan; (perihal) membeli atau menjual sesuatu yang mungkin mendatangkan untung besar (9) |
| SPELEOLOG | Ahli speleologi (9) |
| SPERMATID | Sel haploid yang langsung berkembang menjadi sel mani yang berfungsi tanpa melalui pembelahan sel (Biologi) (9) |
| SPESIALIS | Ahli suatu cabang ilmu atau keterampilan (9) |
| SPIRITUAL | Berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin) (9) |
| SPIROGRAM | Gambar yang menunjukkan perubahan volume paru pada berbagai kondisi pernapasan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SPIRULINA | Mikroorganisme yang kaya akan protein, vitamin, mineral, asam lemak esensial, dan antioksidan (9) |
| SPODUMENA | Mineral kristalin yang mengandung litium, berwarna putih keabuan, kehijau-hijauan, atau ungu agak merah muda pucat, biasa digunakan sebagai sumber litium atau batu permata (Kimia) (9) |
| SPOROKARP | Organ yang membulat, keras, dan mengandung spora (Botani) (9) |
| SPOROZOIT | Stadium infektif yang motil pada sporozoa tertentu yang merupakan hasil reproduksi seksual dan menimbulkan daur aseksual di dalam inang yang baru (Biologi) (9) |
| SRIGADING | Perdu yang batangnya berkayu, berwarna putih kotor dan bercabang amat rapat, bunganya berbentuk malai, tabung kelopaknya berbentuk corong, sedangkan tabung mahkotanya berbentuk silinder warna oranye, buahnya bulat telur terbalik seperti jantung, tetapi pipih; seridanta; serigading (Nyctanthes arbortristis) (9) |
| SRIGUNGGU | Senggugu (Clerodendron serratum) (9) |
| SRINSPPOL | Senior inspektur polisi (singkatan/Kemiliteran) (9) |
| SRIREJEKI | Tanaman hias berdaun tebal berwarna hijau dengan motif perak keabu-abuan di tengah (Aglaonema commutatum) (9) |
| SSCNAPOLI | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Napoli dengan pertandingan kandang di Stadio Diego Armando Maradona (9) |
| STAGFLASI | Keadaan inflasi yang sangat tinggi dan berkepanjangan, ditandai dengan macetnya kegiatan perekonomian (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| STALAGMIT | Susunan batu kapur berbentuk kerucut berdiri tegak di lantai gua (9) |
| STALAKTIT | Batangan kapur yang terdapat pada langit-langit gua dengan ujung meruncing ke bawah (9) |
| STASIONER | Tetap; tidak berubah; ajek (tentang jumlah, nilai, ukuran, posisi, dan sebagainya); pedagang alat-alat tulis (9) |
| STATISTIK | Catatan angka-angka (bilangan); perangkaan; data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala (9) |
| STATISTIS | Berkaitan dengan statistik (9) |
| STATUSQUO | Keadaan tetap, pada suatu saat tertentu; keadaan sekarang; kemapanan (ungkapan/Latin) (9) |
| STATUTORI | Dibutuhkan, diizinkan, atau diberlakukan oleh undang-undang (9) |
| STAVANGER | Kota di Norwegia (9) |
| STAVROPOL | Kota di Rusia (9) |
| STEATOSIS | Keadaan sakit berupa kemunduran yang menyangkut lemak tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| STEGOFILI | Orang yang sangat senang memanjat gedung (Psikologi) (9) |
| STENOGRAM | Catatan dengan tulisan steno (9) |
| STENSILAN | Hasil merekam atau mencetak dengan stensil; rekaman atau cetakan yang dihasilkan oleh stensil; cetakan stensil (9) |
| STERADIAN | Satuan sudut tiga dimensi (9) |
| STEROIDAL | Bersifat steroid (9) |
| STETOSKOP | Alat yang digunakan oleh dokter untuk mendengarkan bunyi kerja alat tubuh dalam rongga dada (terutama bunyi paru-paru dan jantung) (9) |
| STEVENAGE | Kota di Inggris (9) |
| STGEORGES | Ibu kota Grenada (9) |
| STIGMATIK | Sifat sistem optika yang berdaya pumpun sama di semua meridian (Fisika) (9) |
| STILOGRAF | Aneka ragam pena berujung jarum (9) |
| STIMULASI | Dorongan; rangsangan (9) |
| STIPULASI | Persyaratan suatu kesepakatan (9) |
| STIROFOAM | Gabus sintetis terbuat dari polistirena, tahan panas, tidak mudah bocor, ringan, dan berwarna putih (Kimia) (9) |
| STOCKHOLM | Ibu kota Swedia (9) |
| STOCKPILE | Persediaan barang-barang esensial yang akan dikeluarkan hanya apabila terjadi kekurangan; timbunan persediaan (ungkapan/Inggris) (9) |
| STOCKPORT | Kota di Inggris (9) |
| STOIKISME | Mahzab yang mencakupi bidang metafisika, astronomi, sampai tata bahasa, berfokus pada saran dan panduan praktis bagi orang yang berusaha mencapai kesejahteraan atau kebahagiaan (9) |
| STOKASTIK | Mempunyai unsur peluang atau kebolehjadian (9) |
| STOPKERAN | Keran (pipa air) yang dipakai untuk menghentikan aliran (9) |
| STORMKING | Lampu yang menggunakan kaus sebagai sumbu, dinyalakan dengan batuan nyala spiritus, bahan bakar yang berupa minyak tanah disemburkan ke sumbu kaus oleh udara yang dipompakan; petromaks (9) |
| STRALSUND | Kota di Jerman (9) |
| STRATADUA | Tingkat pendidikan setelah S-1 yang memberikan gelar magister; S-2 (9) |
| STRATEGEM | Taktik tipuan dalam pertempuran atau peperangan (9) |
| STRATEGIS | Berhubungan, bertalian, berdasar strategi; baik letaknya (tentang tempat) (9) |
| STRATFORD | Kota di Amerika Serikat (9) |
| STROMBOLI | Salah satu gunung berapi di Italia; gunung berapi aktif di Italia (9) |
| STRONTIUM | Logam alkali tanah, kristalin, dan berwarna putih perak; unsur kimia alkali tanah dengan nomor atom 38, berlambang Sr, bobot atom 87,62 u (9) |
| STUTTGART | Kota di Jerman (9) |
| SUAKAALAM | Perlindungan yang diberikan pemerintah atau badan yang berwenang terhadap suatu daerah yang memiliki tumbuhan atau binatang yang terancam punah; cagar alam; lingga alam (9) |
| SUARAHATI | Perasaan yang timbul di dalam hati; gerak hati; kata hati (9) |
| SUARBAKAR | Perkara pembakaran (rumah dan sebagainya); siar bakar (9) |
| SUBBAGIAN | Di bawah bagian; seksi; subbag (9) |
| SUBBIDANG | Bagian dari bidang; subbid (9) |
| SUBDIVISI | Bagian dari suatu divisi (9) |
| SUBJEKTIF | Mengenai atau menurut pandangan (perasaan) sendiri, tidak langsung mengenai pokok atau halnya (9) |
| SUBKLINIS | Berkenaan dengan tingkat awal atau bentuk ringan dari kondisi medis, tidak ada gejala yang terdeteksi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SUBKULTUR | Bagian dari suatu kultur (9) |
| SUBLIMASI | Perubahan ke arah satu tingkat lebih tinggi; usaha pengalihan hasrat yang bersifat primitif ke tingkah laku yang dapat diterima oleh norma masyarakat (Psikologi); perubahan langsung bentuk padat suatu zat menjadi uap tanpa melalui bentuk cair (Kimia) (9) |
| SUBMARINE | Tumbuh, hidup, atau bergerak di bawah permukaan laut; kapal selam (Inggris) (9) |
| SUBMIKRON | Partikel dengan garis tengah antara 5–200 nm dan hanya tampak dengan ultramikroskop (Kimia) (9) |
| SUBMUKOSA | Lapisan jaringan di bawah mukosa (Biologi) (9) |
| SUBSEKTOR | Bagian sektor; anak sektor (9) |
| SUBSIDENS | Gerakan udara perlahan-lahan ke bawah (Meteorologi) (9) |
| SUBSISTEM | Bagian dari suatu sistem (9) |
| SUBSPECIE | Dalam rupa (ungkapan/Latin) (9) |
| SUBSTANSI | Watak yang sebenarnya dari sesuatu; isi; pokok; inti; unsur; zat; kekayaan; harta; medium yang dipakai untuk mengungkapkan bahasa (Linguistik) (9) |
| SUBTROPIK | Daerah yang terletak di antara daerah tropik yang beriklim panas dan beriklim sedang (Meteorologi) (9) |
| SUBTROPIS | Wilayah bumi yang secara astronomis berada di bagian utara dan selatan setelah wilayah tropis yang dibatasi oleh garis balik utara dan garis balik selatan pada lintang 23,5° utara dan selatan dari garis ekuator (khatulistiwa); daerah yang memiliki empat musim yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin; Myanmar adalah satu-satunya negara ASEAN yang beriklim ini (9) |
| SUBVERSIF | Berkenaan dengan subversi (9) |
| SUDIPLEPA | Sendok tukang batu (9) |
| SUDUTALAS | Dua sudut dalam sebuah segitiga dengan alas segitiga itu sebagai kaki persekutuan (Matematika) (9) |
| SUDUTMATA | Sudut yang dibentuk oleh pertemuan tepi kelopak mata (9) |
| SUGARLAND | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SUHUBASAL | Suhu tubuh sebelum beraktivitas, biasanya saat bangun tidur (Biologi) (9) |
| SUJANGARH | Kota di India (9) |
| SUJANTRUS | Perdu, bercabang banyak, tingginya 1–2 m, batangnya cokelat tua dan berduri, daunnya tunggal, lanset, dan berwarna hijau, bunganya berwarna kuning, buahnya berwarna hijau, digunakan untuk mengobati gigitan anjing dan ular berbisa; landik (Barleria lupulina) (9) |
| SUKAMANDI | Kain belacu (yang berwarna hitam dan sebagainya) (9) |
| SUKOHARJO | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, ibu kotanya Sukoharjo, terkenal dengan sebutan Kota Jamu; ibu kota Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah (9) |
| SUKRALOSA | Pemanis rendah kalori yang terbuat dari gula, rasa manisnya 600 kali lebih tinggi daripada gula pasir, tidak mengandung kalori, dan sangat stabil pada berbagai proses pengolahan (9) |
| SUKUBUNGA | Balas jasa atau nilai yang diberikan oleh pihak yang meminjam kepada yang meminjamkan dana atau uang (Keuangan) (9) |
| SUKUDINAS | Unit penanggung jawab tugas terkecil dalam strata perkantoran pemerintah (9) |
| SUKUSAKAT | Golongan orang (keluarga) yang seketurunan (9) |
| SUKUTAHUN | Tiga bulan; triwulan (9) |
| SULAMALIS | Kegiatan menyulam alis dengan jarum halus dan pewarna semipermanen untuk mempertegas garis dan bentuk alis; tato alis (9) |
| SULAMEMAS | Sulam dengan menggunakan benang emas atau berwarna keemasan, biasanya pada kain tenun (Tata Busana) (9) |
| SULANGKAR | Pamor berbentuk garis atau bintik pada kujang yang biasanya mengandung racun (Sunda) (9) |
| SULFANASI | Proses yang menyebabkan gugus -SO3H menjadi terikat pada atom karbon dalam senyawa karbon (Kimia) (9) |
| SULFURASI | Tindakan atau proses pereaksian dengan belerang, misalnya untuk memutihkan (Kimia) (9) |
| SULIHMATA | Meminjam cincin kawin orang tua atau kerabat untuk pernikahan sendiri, lalu mengembalikannya setelah selesai pernikahan (Melayu Riau) (9) |
| SULIHTEKS | Padanan dari subtitle (9) |
| SULINGGIH | Pendeta agama Hindu di Bali; pedanda (Agama Hindu) (9) |
| SULTANPUR | Kota di India (9) |
| SUMBANGAN | Pemberian sebagai bantuan (pada pesta perkawinan dan sebagainya); penyolok; bantuan; sokongan (9) |
| SUMBUBUMI | Garis lurus dari titik Kutub Utara ke titik Kutub Selatan; poros bumi (Geografi dan Geologi) (9) |
| SUMBUMATA | Poros mata (9) |
| SUMURBUTA | Sumur yang tidak dapat dipakai lagi; sumur mati (9) |
| SUMURMATI | Sumur yang tidak dapat dipakai lagi; sumur buta; sumur yang tidak menghasilkan minyak atau gas lagi; sumur yang tidak berproduksi lagi (9) |
| SUNAHNABI | Sunah yang dinukilkan dari rasul; sunah rasul (9) |
| SUNDSVALL | Kota di Swedia (9) |
| SUNGGUHAN | Yang sebenarnya (bukan palsu, bukan tiruan, dan sebagainya) (9) |
| SUNGKEMAN | Sungkem; upacara memohon restu (oleh pengantin, dan sebagainya) (9) |
| SUNGKUPAN | Keranjang (bakul) untuk menyungkup pakaian (yang diukup atau dikeringkan); tempat (berongga dan sebagainya) yang disungkupi sesuatu (9) |
| SUNGKURAN | Nyiur yang masih muda, tempurungnya masih lunak (9) |
| SUNNYVALE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| SUNTINGAN | Sesuatu yang dipakai sebagai sunting atau sesuatu yang disuntingkan; hasil menyunting atau mengedit; proses memperbaiki dan menyusun kembali siaran hingga siap untuk disiarkan (Ilmu Komunikasi); tongkol yang gantilan bunga-bunga bawahnya lebih memanjang sehingga keseluruhan perbungaan mempunyai permukaan atas yang rata (Botani) (9) |
| SUPERBLOK | Deretan beberapa gedung bertingkat dalam suatu kawasan atau area; blok hunian atau blok komersial yang sangat besar yang tertutup untuk lalu lintas, tersedia jalan untuk pejalan kaki, jalan masuk, dan jalur hijau (9) |
| SUPERNOVA | Bintang meledak berukuran besar (Astronomi) (9) |
| SUPERSTAR | Orang yang unggul (cemerlang dan sebagainya) dalam tugasnya (profesinya dan sebagainya); mahabintang (9) |
| SUPERVISI | Pengawasan utama; pengontrolan tertinggi; penyeliaan (9) |
| SUPLETOAR | Penambah (9) |
| SUPLINASI | Rotasi lengan bawah dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas (Ilmu Gizi) (9) |
| SUPRAFIKS | Afiks yang berupa fonem suprasegmental (9) |
| SUPRARENE | Kelenjar adrenal; suprarenal (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| SUPREMASI | Kekuasaan tertinggi (teratas) (9) |
| SURAKARTA | Kota di Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan sebutan Kota Liwet, Kota Serabi, Kota Batik, atau Kota Budaya (9) |
| SURATBUTA | Surat yang tidak dibubuhi nama dan alamat pengirim (biasanya dengan maksud mencela, mengkritik, dan sebagainya); surat kaleng; surat gelap (9) |
| SURATGARH | Kota di India (9) |
| SURATIZIN | Surat yang berisi keterangan bahwa pemegang surat itu diberi izin melakukan sesuatu (9) |
| SURATMATI | Surat keterangan tentang hari, tanggal, tempat, dan sebagainya kematian seseorang; surat kematian (9) |
| SURATSITA | Surat perintah yang dikeluarkan oleh pengadilan (polisi dan sebagainya) untuk menahan (mengambil dan sebagainya) barang-barang dan sebagainya (9) |
| SURATUKUR | Surat yang bergambar tanah pekarangan dan rumah serta ukurannya (9) |
| SURFAKTAN | Zat aktif permukaan, misalnya detergen (Kimia) (9) |
| SURGALOKA | Kayangan; surga (9) |
| SURIFOBIA | Fobia terhadap tikus; musofobia; murofobia (Psikologi) (9) |
| SUSAHHATI | Selalu gelisah dan khawatir; sedih; merasa tidak aman (dalam hati); sedih (9) |
| SUSPENDER | Bretel; tali sandang (9) |
| SUSUBUBUK | Air susu lembu yang dikeringkan dan dijadikan bubuk; susu tepung (9) |
| SUSUKBAJU | Lubang tempat kancing baju; sosok baju (9) |
| SUSUKOCOK | Minuman dingin yang terbuat dari susu, es krim, dan bahan penyedap lain, yang dikocok (dengan blender dan sebagainya) hingga kental dan berbusa (9) |
| SUSUKULIT | Produk kosmetik yang mengandung susu untuk menghaluskan dan melembutkan kulit, biasanya berbentuk cair (9) |
| SUSUMACAN | Nama minuman yang dibuat dari air susu sapi dicampur dengan minuman keras (9) |
| SUSUMANDI | Sediaan untuk mandi berupa emulsi minyak wangi dalam air (9) |
| SUSUMURNI | Susu yang masih asli, seperti pada saat diperah dan belum dicampur dengan bahan (9) |
| SUSUSEGAR | Susu murni hasil pemerahan; susu yang masih dalam keadaan segar dan tidak mengalami pemrosesan (9) |
| SUTRADARA | Orang yang memberi pengarahan dan bertanggung jawab atas masalah artistik dan teknis dalam pementasan drama, pembuatan film, dan sebagainya; sosok guru, pimpinan, pengelola yang berperan terhadap keberhasilan pertunjukan (Kesenian) (9) |
| SVOBODNYY | Kota di Rusia (9) |
| SWAKELOLA | Pengelolaan sendiri (9) |
| SWAPULANG | Swap yang menggantikan swap yang sudah ada (tentang suku bunga, nilai mata uang, dan sebagainya) (9) |
| SWARAWATI | Pesinden (9) |
| SWASENSOR | Upaya dari kalangan pers sendiri yang mencoba menyensor cerita atau berita yang akan dimuat dalam surat kabar atau majalahnya (9) |
| SWATANTRA | Pemerintahan sendiri; otonomi (9) |
| SYKTYVKAR | Kota di Rusia (9) |
| SYUMULIAH | Dalam keadaan mencakup, melingkupi (Arab) (9) |
| TAATAGAMA | Taat pada ajaran agama (9) |
| TABAHHATI | Tabah (9) |
| TABELARIS | Dalam bentuk tabel; berlajur (Administrasi dan Kepegawaian) (9) |
| TABELKODE | Tabel untuk membuat kode (sandi) atau mencari arti kode (9) |
| TABIBCINA | Sinse (9) |
| TABIRASAP | Asap yang dikeluarkan untuk melindungi kapal perang, gerakan pasukan, dan sebagainya (9) |
| TABIRBESI | Dinding besi (batas pemisah yang seolah-olah ada untuk memisahkan negara yang sudah masuk blok Rusia dengan yang mengikuti blok Barat) (9) |
| TABULAHAN | Suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Mambi, Sulawesi Selatan; Mambi (9) |
| TABULATOR | Kunci yang menggerakkan perangkat cetak atau kursor ke pemberhentian tabulator berikutnya; pengatur kolom pada mesin tulis (9) |
| TABULATUR | Penamaan notasi yang telah disesuaikan dengan alat musik tertentu (organ, luit, teorbe, gitar, dan sebagainya) (9) |
| TABUNGGAS | Tabung tempat menyimpan gas (untuk memasak atau mengelas) (9) |
| TACINCANG | Pembunuhan yang dilakukan tanpa sengaja (Melayu Jambi) (9) |
| TADARUSAN | Bertadarus (9) |
| TAEKWONDO | Olahraga bela diri berasal dari Korea (9) |
| TAENIASIS | Penyakit yang disebabkan cacing pita (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| TAFAKURAN | Bertafakur (9) |
| TAFOFOBIA | Fobia terhadap pekuburan atau dikubur hidup-hidup; tafefobia (Psikologi) (9) |
| TAHANBESI | Tidak dapat terluka oleh senjata tajam; kebal (9) |
| TAHANCUCI | Tidak luntur (rusak dan sebagainya) apabila dicuci (9) |
| TAHANHATI | Tetap teguh hati (9) |
| TAHANHAUS | Kuat menanggung haus (9) |
| TAHANHINA | Tidak lekas marah oleh penghinaan (9) |
| TAHANKIAS | Tidak lekas marah apabila disindir (9) |
| TAHANLAMA | Tidak lekas rusak; awet (9) |
| TAHANPALU | Tidak berasa sakit oleh pukulan; tidak rusak karena pukulan; tahan pukul; tahan tapa; kebal (9) |
| TAHANTAPA | Tahan pukul; tahan palu; kebal (9) |
| TAHAPANAL | Tahap kedua pada perkembangan psikoseksual menurut Sigmund Freud yang ditandai dengan munculnya perasaan erotis anak yang berpusat pada anus (Psikologi) (9) |
| TAHAPORAL | Teori Freud tentang fase awal dari perkembangan psikoseksual ketika bayi mencari kepuasan melalui stimulasi mulut (Psikologi) (9) |
| TAHIANGIN | Awan tipis yang dibawa angin; gerimis kecil; omong kosong (kiasan); benalu berbentuk sulur dan berwarna kuning (9) |
| TAHICANDU | Sisa atau bekas bakaran madat pada pipa pengisap (9) |
| TAHIGAGAK | Tinja berwarna hitam kehijau-hijauan yang pertama kali keluar dari dubur bayi yang baru lahir; mekonium (9) |
| TAHIKETAM | Serpih-serpih kayu yang ditarah (diketam); serutan; tatal (9) |
| TAHIKIKIR | Serbuk dari besi dan sebagainya yang dikikir (9) |
| TAHILALAT | Bintil hitam pada kulit; noda hitam pada kulit; andeng-andeng (9) |
| TAHIPALAT | Najis yang melekat pada kemaluan (9) |
| TAHUBACEM | Tahu yang dimasak dengan cara dibacem (9) |
| TAHUBAKSO | Tahu yang diisi adonan bakso, bisa direbus atau digoreng, biasa disajikan dengan sambal kecap atau cabai rawit (9) |
| TAHUBALAS | Mau membalas budi (9) |
| TAHUBERES | Tidak usah berpayah-payah sendiri, melainkan tinggal mendapati bahwa segala-galanya sudah beres (9) |
| TAHUBULAT | Tahu putih yang dicampur dengan puder kue dan telur, dibentuk bulat, dan digoreng rendam, dapat disajikan dengan bubuk cabai atau bubuk halus penyedap lain (9) |
| TAHUKUPAT | Makanan yang terbuat dari tahu goreng, ketupat, dan taoge, diberi kuah berbumbu bawang putih, cabai, gula merah, cuka, rasanya masam-masam manis (9) |
| TAHUMAMBO | Tahu putih yang dihancurkan, dicampur bawang, tomat, telur, dan daun bawang, lalu dibentuk bulat pipih menyerupai perkedel, dan digoreng, dapat disajikan dengan cabai rawit (9) |
| TAHUNBARU | Hari permulaan tahun (9) |
| TAHUNSAKA | Tahun (kalender) menurut perhitungan tahun Jawa yang kalau dipindahkan ke tahun Masehi ditambah 78 tahun (9) |
| TAHUNWADA | Tahun perpisahan, saat nabi Muhammad saw. melaksanakan haji perpisahan sebelum meninggal (9) |
| TAHUPETIS | Tahu goreng yang dimakan dengan sambal petis (9) |
| TAHUSIKSA | Tahu kuning khas Betawi yang digoreng dengan minyak yang sangat sedikit, biasanya bersifat setengah matang, dapat disajikan dengan cabai rawit atau sambal kacang (9) |
| TAHUSUTRA | Tahu yang memiliki tekstur yang sangat lembut; tahu jepang (9) |
| TAHUTAKWA | Tahu yang padat dan gurih, berbentuk segi empat, biasanya berwarna kuning (9) |
| TAHUWALIK | Tahu kopong goreng yang dibalik dan diberi isian daging ayam, sapi, atau aci (9) |
| TAIKONAUT | Sebutan untuk astronaut dari Cina (9) |
| TAJAMMATA | Dapat melihat baik-baik; tajam penglihatan; awas (9) |
| TAJAMOTAK | Cerdas; pandai; mudah mengerti (9) |
| TAKAMATSU | Kota di Jepang (9) |
| TAKATLAYU | Nilai kandungan air dalam tanah yang kecil sehingga tidak mampu memberi tambahan kadar air yang cukup untuk tanaman yang dapat bertahan dari kelayuan (Hidrometeorologi) (9) |
| TAKATSUKI | Kota di Jepang (9) |
| TAKIGRAFI | Penggunaan steno atau tulisan yang disingkat demi kecepatan (Linguistik) (9) |
| TAKIKARDI | Peningkatan detak jantung secara drastis (9) |
| TAKIMETER | Alat ukur untuk menentukan jarak suatu objek secara cepat, terutama dalam penelitian (9) |
| TAKOFOBIA | Fobia terhadap kecepatan (Psikologi) (9) |
| TAKOMETER | Alat untuk mengukur banyaknya putaran per detik atau kecepatan sudut poros yang berputar (Meteorologi) (9) |
| TAKSILIAR | Taksi yang beroperasi tanpa izin resmi (secara gelap); taksi gelap (9) |
| TAKSOLOGI | Ilmu pengelompokan makhluk hidup secara bersistem (9) |
| TAKSONOMI | Klasifikasi bidang ilmu; kaidah dan prinsip yang meliputi pengklasifikasian objek; cabang biologi yang menelaah penamaan, perincian, dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan pembedaan sifatnya; klasifikasi unsur bahasa menurut hubungan hierarkis; urutan satuan fonologis atau gramatikal yang dimungkinkan dalam satuan bahasa (Linguistik) (9) |
| TALAGANTE | Kota di Chili (9) |
| TALAKBAIN | Talak yang dijatuhkan sebanyak tiga kali dan tidak memungkinkan suami rujuk kepada istrinya selesai idah; kecuali jika bekas istri pernah nikah dengan orang lain kemudian diceraikan (tidak dapat dijatuhkan tiga kali berturut-turut atau dijatuhkan sekaligus); talak tiga (9) |
| TALAKSATU | Pernyataan talak yang dijatuhkan sebanyak satu kali dan memungkinkan suami rujuk kepada istri sebelum selesai idah (9) |
| TALAKTIGA | Talak yang dijatuhkan sebanyak tiga kali dan tidak memungkinkan suami rujuk kepada istrinya selesai idah; kecuali jika bekas istri pernah nikah dengan orang lain kemudian diceraikan (tidak dapat dijatuhkan tiga kali berturut-turut atau dijatuhkan sekaligus); talak bain (9) |
| TALANGUBI | Ibu kota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Provinsi Sumatra Selatan (9) |
| TALASCINA | Tumbuhan yang daun dan batangnya dapat digulai, tidak gatal; kemumu (9) |
| TALASEMIA | Penyakit kelainan darah turunan yang ditandai oleh adanya sel darah merah yang abnormal (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| TALASOFIT | Tumbuhan laut (9) |
| TALEMPONG | Alat musik pukul dari logam, perunggu, atau besi, berbentuk bundar (Musik/Minangkabau) (9) |
| TALIBARUT | Tali pengikat (pembarut); ikat pinggang; kendit (9) |
| TALIBAWAT | Tali yang diikatkan pada palang layar untuk menggerakkan layar supaya mendapat angin (Pelayaran) (9) |
| TALIBUSUR | Tali perentang pada busur (untuk melentingkan anak panah) (9) |
| TALIKASIH | Pemberian bantuan untuk mempererat persaudaraan (kiasan) (9) |
| TALIKASTA | Perhiasan berupa rantai melingkar yang dikenakan melingkari bahu kiri, melintang di dada hingga ke pinggang dan punggung; upawita (9) |
| TALIKAWAT | Tali berbentuk garis lembar-lembar kawat berukuran lebih dari 2,5 cm yang pelilitannya dilakukan secara khusus, biasanya digunakan pada tahang penggulung untuk menarik alat angkut dalam sumur tambang (9) |
| TALIKIPAS | Tali karet untuk memutar kipas mesin mobil (9) |
| TALILALAI | Tali kapal (perahu) untuk memutar kayu palang tempat menggantungkan layar (Pelayaran) (9) |
| TALILEHER | Dasi (9) |
| TALILIDAH | Urat di bawah lidah (9) |
| TALILIUNG | Ikat pinggang dari emas (9) |
| TALINILON | Tali raket yang terbuat dari bahan nilon (dalam tenis) (Olahraga) (9) |
| TALINYAWA | Yang dikasihi (disayangi); jantung hati; tali jiwa (9) |
| TALIPERUT | Usus (9) |
| TALIPUSAR | Usus yang menghubungkan tembuni dengan perut (pada pusar) bayi; tali pusat; tali ari-ari (9) |
| TALIPUSAT | Usus yang menghubungkan tembuni dengan perut (pada pusar) bayi; tali pusar; tali ari-ari; bagian buah yang menghubungkan biji dengan dinding buah (Botani) (9) |
| TALIPUTRI | Perambat parasit yang biasa tumbuh di tanaman teh-tehan, batang menyerupai benang halus, bercabang panjang bisa mencapai 300 m, berwarna hijau muda kekuning-kuningan, memiliki alat pengisap, berbunga kecil berwarna putih kekuning-kuningan, alat pengisap digunakan untuk pengobatan kanker (Cuscuta australis) (Botani) (9) |
| TALISAWAR | Tali untuk menghela kerbau dan sebagainya (9) |
| TALISIPAT | Tali (benang) diberi dawat hitam dan sebagainya untuk menandai kayu yang akan digergaji; tali pada batu anting (9) |
| TALITUNDA | Tali untuk menghela perahu dan sebagainya (9) |
| TALIULANG | Tali yang melalui beberapa kapi (kayu kerek) (9) |
| TAMAGARIO | Suku bangsa yang mendiami wilayah pesisir selatan Papua (9) |
| TAMANATAP | Taman yang dibuat di atas atap rumah karena terbatasnya lahan hijau di tanah (Lingkungan) (9) |
| TAMANBURU | Hutan wisata yang di dalamnya terdapat satwa buru yang memungkinkan diselenggarakannya perburuan yang teratur bagi kepentingan rekreasi (9) |
| TAMANEDEN | Tempat terjadinya beberapa peristiwa, yaitu penciptaan Adam dan Hawa, pelanggaran perintah Tuhan untuk tidak makan buah terlarang, dan pengusiran Adam dan Hawa ke dunia (Agama Kristen) (9) |
| TAMANKOTA | Taman yang sengaja dibangun di tengah-tengah kota sebagai ruang hijau (Lingkungan) (9) |
| TAMANLAUT | Taman (daerah) di dalam laut yang penuh dengan kerang, rumah binatang, koral berwarna-warni, dan beraneka ragam ikan; wilayah lautan yang memiliki ciri khas berupa keindahan alam, bermanfaat bagi kepentingan pariwisata, rekreasi, dan pendidikan (9) |
| TAMANSARI | Kebun bunga tempat bersenang-senang (di istana) (9) |
| TAMARINDA | Asam jawa; tamar hindi (9) |
| TAMBALUNG | Borgol yang terbuat dari kayu (Sunda) (9) |
| TAMBANGAN | Perahu tambang; tempat menyeberangkan orang dengan perahu tambang; ongkos tambang (9) |
| TAMBOLAKA | Ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (9) |
| TAMPAKNYA | Kelihatannya (9) |
| TAMPONADE | Penyumbatan bagian badan (misalnya luka) dengan tampon; penggunaan sumbat kain kasa untuk menghentikan perdarahan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| TAMPUNGAN | Hasil menampung; tempat untuk menampung (9) |
| TAMUAGUNG | Orang yang berkedudukan tinggi yang sedang berkunjung dan sebagainya (9) |
| TANAHADAT | Tanah milik yang diatur menurut hukum adat (9) |
| TANAHASAM | Tanah yang memiliki kadar keasaman tinggi (9) |
| TANAHBASA | Tanah yang memiliki kadar keasaman rendah (9) |
| TANAHBEKU | Tanah yang suhunya 0°C atau di bawah 0°C dan mengandung es dan uap air, tetapi tidak mengandung air cair (9) |
| TANAHBERA | Tanah yang dibiarkan tidak ditanami agar kembali kesuburannya (9) |
| TANAHDATI | Tanah milik kelompok kekerabatan di daerah yang penduduknya beragama Islam (dalam adat Ambon); tanah yang dimiliki dan dikuasai oleh klen atau subklen (9) |
| TANAHDAUN | Tanah yang terjadi dari daun-daun yang sudah lama terpendam; humus; tanah labu; tanah laku (9) |
| TANAHGLEI | Tanah yang berkembang pada kondisi drainase yang buruk yang menyebabkan reduksi besi dan unsur lain dan menyebabkan warna kelabu serta bebercak-bercak (Ilmu Tanah) (9) |
| TANAHKUNU | Suku bangsa yang mendiami pedalaman Pulau Flores; Lio; Aku; Li'o (9) |
| TANAHLABU | Tanah yang terjadi dari daun-daun yang sudah lama terpendam; humus; tanah daun; tanah laku (9) |
| TANAHLAKU | Tanah yang terjadi dari daun-daun yang sudah lama terpendam; humus; tanah daun; tanah labu (9) |
| TANAHLAUT | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan (9) |
| TANAHLIAT | Tanah hasil pelapukan kerak bumi yang sebagian besar terdiri atas batuan granit dan batuan beku; lempung (9) |
| TANAHPUSO | Tanah yang dibiarkan tidak ditanami, tanah yang tidak terpelihara atau terurus; tanah lantar (9) |
| TANAHRAYA | Benua (9) |
| TANAHSUCI | Daerah atau negara yang dianggap suci oleh para penganut agama (seperti Makkah dan Madinah bagi umat Islam atau Palestina bagi umat Kristen) (9) |
| TANAHSUKU | Tanah yang menjadi milik segenap kaum (suku) (9) |
| TANAHURUK | Tanah untuk menguruk atau menimbun lubang (pada tanah rendah, sawah, dan sebagainya) supaya rata (9) |
| TANAPASER | Ibu kota Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (9) |
| TANCAPGAS | Menginjak pedal gas (mobil) untuk menjalankan mobil kencang-kencang; mempercepat bekerja (belajar dan sebagainya) untuk menutupi ketinggalan (9) |
| TANDABACA | Tanda yang dipakai dalam sistem ejaan (seperti titik, koma, titik dua) (9) |
| TANDABAGI | Tanda untuk menyatakan habis dibagi atau pembagian (titik dua :) (Matematika) (9) |
| TANDABETI | Bukti suatu perkara kejahatan (9) |
| TANDADIAM | Tanda titik pada not angka atau bentuk lain pada not balok yang menandakan tidak dimainkannya musik pada tanda itu, lamanya diukur dengan ketuk seperti pada not (Musik) (9) |
| TANDAJADI | Uang muka atau panjar sebagai tanda disepakatinya suatu transaksi jual beli; tanda putus (9) |
| TANDAKRES | Tanda seperti silang ganda pada garis paranada yang berfungsi meninggikan not setengah nada (Musik) (9) |
| TANDAMATA | Pemberian (sebagai kenang-kenangan, sebagai pertanda ingat, dan sebagainya); tanda hayat; tanda hidup; cendera mata (9) |
| TANDAMATI | Tanda untuk menyatakan sebuah huruf tidak dibaca (dalam aksara Arab); jazam (9) |
| TANDAMULA | Tanda yang menunjukkan mulainya lagu dalam notasi balok (Musik) (9) |
| TANDAOPSI | Surat penunjukan pemberian hak kepada pemegangnya untuk membeli saham dengan kurs yang ditetapkan (Perdagangan) (9) |
| TANDASERU | Tanda baca (!) yang dipakai sesudah ungkapan dan pernyataan yang berupa seruan atau perintah, yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat (9) |
| TANDINGAN | Yang seimbang (sebanding, sama) dengan yang lain; imbangan; lawan yang seimbang; pasangan; jodoh; tumpukan (timbunan, longgokan) dagangan sayur-sayuran atau buah-buahan yang dijual setumpuk-setumpuk (tidak ditimbang lebih dahulu) (9) |
| TANDONAIR | Bak yang berfungsi sebagai tempat cadangan air (9) |
| TANDUKLOK | Bagian kepala kereta api yang sebelah depan (9) |
| TANFIZIAH | Eksekutif (9) |
| TANGCUCUT | Tang dengan rahang sempit dan panjang yang dirancang khusus untuk atau mencapai bagian mesin dan sebagainya yang sulit dijangkau (9) |
| TANGERANG | Kota di Provinsi Banten, terkenal dengan sebutan Kota Seribu Industri; kabupaten di Provinsi Banten (9) |
| TANGGALAN | Penanggalan; kalender (9) |
| TANGGAMUS | Kabupaten di Provinsi Lampung (9) |
| TANGGAPAN | Sambutan terhadap ucapan (kritik, komentar, dan sebagainya); apa yang diterima oleh pancaindra; bayangan dalam angan-angan; pertunjukan (tontonan) yang (biasa) ditanggap (9) |
| TANGKAHAN | Tempat menjemur ikan (di perkampungan nelayan tradisional) (9) |
| TANGKAPAN | Sesuatu yang ditangkap; hasil menangkap; mangsa (yang ditangkap untuk dimakan); orang yang dalam keadaan tertangkap; tahanan (yang ditangkap oleh polisi dan sebagainya) (9) |
| TANGKARAN | Hasil menangkarkan (9) |
| TANGKIAIR | Tempat untuk menyimpan air; tandon air (9) |
| TANGKIGAS | Tangki berisi gas bertekanan sebagai persediaan untuk tungku (9) |
| TANGKIOLI | Tangki yang berisi bahan pelumas kendaraan bermotor (Petrologi dan Migas) (9) |
| TANGKISAN | Perbuatan (gerakan dan sebagainya) menangkis; perlawanan; penolakan; hasil menangkis (9) |
| TANGKRING | Menongkrong atau bertengger di suatu tempat (9) |
| TANGLAPUI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Pulau Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (9) |
| TANOTURAN | Suku bangsa yang mendiami beberapa wilayah di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (9) |
| TANTANGAN | Ajakan berkelahi (berperang dan sebagainya); hal atau objek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah; rangsangan (untuk bekerja lebih giat dan sebagainya); hal atau objek yang perlu ditanggulangi (9) |
| TANTRISME | Ajaran dalam agama Hindu dan Buddha yang mengandung mistik dan magi (9) |
| TANURTIUP | Teknologi untuk memproduksi logam, umumnya besi dengan cara mencairkannya lewat bantuan panas dan udara; tungku tiup (9) |
| TAOZHUANG | Kota di Cina (9) |
| TAPABIALA | Pelatihan meditasi dalam keheningan (9) |
| TAPABRATA | Bertarak; menahan hawa nafsu, berpantang, dan sebagainya (9) |
| TAPACHULA | Kota di Meksiko (9) |
| TAPAHOSUT | Orang yang pekerjaannya membuat sagu (9) |
| TAPAKBESI | Besi yang dipasang pada kuku kuda; ladam (9) |
| TAPAKDARA | Tanaman hias, bunganya di ujung batang atau cabang, berbentuk lingkaran lima helai mahkota, dapat digunakan sebagai obat luka kecil (Selaginella plana) (9) |
| TAPAKKAKI | Telapak kaki (9) |
| TAPAKKUDA | Terna menjalar, tumbuh dekat pantai, batangnya liat dan panjang, daunnya lebat, digunakan sebagai obat untuk mematangkan bisul, akarnya direbus, air rebusan dibuat obat sebagai pencuci kaki penderita beri-beri; katang-katang (Ipomoea pescaprae) (9) |
| TAPAKKUKU | Kasut besi untuk kuda; ladam (9) |
| TAPAKTUAN | Ibu kota Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, terkenal dengan sebutan Kota Naga (9) |
| TAPALGIGI | Bahan pembersih gigi; pasta gigi (9) |
| TAPALKUDA | Besi pelapis tapak kuda; ladam; kasut besi; sepatu kuda (9) |
| TARANTULA | Salah satu spesies laba-laba besar dan berbisa (Biologi) (9) |
| TARANTUNG | Susunan karang di tepi pantai yang kelihatan jika air surut (Sangir) (9) |
| TARATULIT | Herba epifit dengan bentuk memanjang sekitar 20 m, batang tipis berwarna hijau dan cokelat, percabangan menggarpu, daun pucat hijau kekuningan dan melingkar sepanjang sumbu batang, ditanam sebagai tanaman hias dan obat-obatan (Huperzia squarrosa) (9) |
| TARIGALOP | Tari riang dalam birama dua hitungan yang mengadopsi derap kuda, populer di abad ke-19 di Jerman dan Prancis (Kesenian) (9) |
| TARIKEDAR | Penarikan buku dari peredaran perpustakaan karena sudah melewati masa edar, rusak, atau kotor (Ilmu Perpustakaan dan Dokumentasi) (9) |
| TARIKERIS | Tarian yang dilakukan dengan memainkan keris (sikin, pedang, kelewang, dan sebagainya) (9) |
| TARIKIPAS | Tarian yang dilakukan dengan memainkan kipas (9) |
| TARIKMUKA | Melihat dengan marah atau cemberut (9) |
| TARIKOLOT | Perkampungan yang ditinggalkan penghuninya (Sunda) (9) |
| TARIKTALI | Mengadu tenaga dengan menghela tali (9) |
| TARIKULUR | Menunda-nunda atau menunjukkan sikap yang tidak jelas terhadap suatu masalah secara sengaja dengan tujuan tertentu (kiasan) (9) |
| TARIKURAT | Bersitegang; mengotot (9) |
| TARIPERUT | Tarian dari Timur Tengah yang penarinya mengenakan pakaian terbuka di bagian perut agar gerakan yang menonjolkan bagian perut itu dapat terlihat jelas (9) |
| TARITIANG | Tarian yang dibawakan dengan menggunakan tiang (biasanya dari logam) sebagai penyangga (9) |
| TARNTARAN | Kota di India (9) |
| TAROUDANT | Kota di Maroko (9) |
| TARPAULIN | Kain atau kanvas kedap air karena disalut ter (9) |
| TARUHKATA | Taruhlah seandainya; sekiranya (9) |
| TARUMAKAR | Perdu merambat yang menghasilkan nila; tamtam; santam; akar areui; tarum areui (Marsdenia tinctoria) (9) |
| TASKANTOR | Tas kerja (9) |
| TASOFOBIA | Fobia terhadap kondisi menganggur (Psikologi) (9) |
| TASRANSEL | Tas besar yang dipakai untuk membawa peralatan mendaki gunung (9) |
| TASTANGAN | Tas yang biasanya terbuat dari kulit atau kain, dipegang pada tangan atau digantung pada bahu, digunakan oleh wanita untuk menaruh uang dan perlengkapan pribadi, seperti bedak, parfum, lipstik, sisir (9) |
| TATAACARA | Proses (dalam pengadilan); susunan acara |
| TATABANYA | Kota di Hungaria (9) |
| TATAGERHA | Tata cara mengelola atau menata akomodasi, bukan hanya sekadar sarana tempat tinggal sementara bagi orang yang sedang bepergian, melainkan sudah berkembang ke arah pemenuhan kebutuhan lain, seperti makan, minum, rekreasi, olahraga; tata cara menyelenggarakan rumah tangga |
| TATAHIDUP | Pola (cara, sistem) dalam menghadapi (menjalani) kehidupan; adat istiadat (kebiasaan) hidup |
| TATAHUKUM | Peraturan dan cara atau tata tertib hukum dalam suatu negara |
| TATAKERJA | Aturan (sistem dan sebagainya) bekerja |
| TATAKRAMA | Adat sopan santun; basa basi |
| TATALATAR | Tempat atau pemandangan yang diperlengkapi berbagai peralatan untuk pertunjukan drama di atas pentas dalam siaran radio atau televisi |
| TATALETAK | Pengaturan, penempatan, dan penataan unsur grafika pada halaman atau seluruh barang cetakan supaya yang disajikan kelihatan menarik dan mudah dibaca |
| TATANIAGA | Sistem perdagangan komoditas tertentu |
| TATAOUINE | Kota di Tunisia (9) |
| TATAPMUKA | Pertemuan (dalam keadaan bersemuka) (9) |
| TATAPRAJA | Penyelenggaraan pemerintahan negara |
| TATARUANG | Cara mengatur ruang |
| TATASINAR | Pengaturan sinar (cahaya lampu dan sebagainya) |
| TATASURYA | Tatanan yang terdiri atas matahari sebagai pusat peredaran sembilan planet, membentuk suatu fisik karena gravitasi matahari |
| TATATANAM | Pengaturan cara bercocok tanam atau cara pengelolaan tanah untuk tanaman sehingga tanah dimanfaatkan seefektif mungkin dengan memperhatikan berbagai faktor, antara lain, keadaan kesuburan tanah, iklim, dan tersedianya air irigasi |
| TATAUSAHA | Penyelenggaraan urusan tulis-menulis (keuangan dan sebagainya) dalam perusahaan (negara dan sebagainya); administrasi |
| TATAWARNA | Kombinasi warna |
| TAUHIDIAH | Mengenai keesaan Allah Swt. (Arab) |
| TAUTOFONI | Dua kata bersajak yang digunakan secara berdampingan (Linguistik) |
| TAUTOLOGI | Pengulangan gagasan, pernyataan, atau kata yang berlebih yang tidak diperlukan (Linguistik) |
| TAUTONIMI | Nama taksonomi yang penunjuk atau nama jenisnya sama dengan nama marganya, misalnya Chanos chanos (bandeng), Gecko gecko (tokek), dalam tata nama botani pemakaiannya tidak diizinkan |
| TAWAFWADA | Tawaf yang dilakukan setelah selesai melaksanakan ibadah haji dan sebelum meninggalkan kota Makkah; tawaf perpisahan (Agama Islam) |
| TEATRIKAL | Berkenaan dengan sandiwara atau teater; teatris |
| TEBALHATI | Tidak menaruh belas kasihan; sampai hati; bengis (kiasan) |
| TEBALIMAN | Teguh atau kuat imannya (pendiriannya) |
| TEBALMUKA | Tidak tahu malu; muka tebal (kiasan) |
| TEBALPIPI | Ikan laut (Pomadasys) |
| TEBANTIGA | Dibayar sebanyak tiga kali jumlah taruhan |
| TEBARSIAR | Menginformasikan ke segenap lapisan dan seluruh penjuru |
| TEBERKAHI | Sudah diberkahi (9) |
| TEBERKATI | Diberi berkat; sudah diberi berkat (9) |
| TEBUHITAM | Tebu yang berwarna kehitam-hitaman, rasanya lebih manis daripada tebu yang lain (9) |
| TEBUKAPUR | Tebu berwarna hijau muda dan batangnya berkapur (9) |
| TEBUTELUR | Tebu berbatang hijau, tidak beruas, isi batang berwarna kulit telur mirip telur ikan dan dapat disayur; bunga tebu; terubuk (Saccharum edule) (9) |
| TEDAKSITI | Tradisi selamatan yang diadakan ketika anak usia 6–7 bulan, untuk pertama kali menginjak tanah dengan tujuan agar anak cepat dapat berjalan (9) |
| TEDUNGABU | Jenis ular (Naja bungarus) (9) |
| TEGAKROMA | Tegak bulu kuduk (9) |
| TEGAPHATI | Teguh hati; kuat hati (9) |
| TEGAPSASA | Gagah dan kuat; tegap tegun (9) |
| TEGARHATI | Keras hati (9) |
| TEGMENTUM | Salah satu bagian dari batang otak, berperan dalam ketidaksadaran, pergerakan, dan gerak refleks (9) |
| TEGURAJAR | Celaan; kritik; peringatan (sentilan, jeweran) (9) |
| TEGURSAPA | Ucapan untuk menyapa (mengajak bercakap-cakap) (9) |
| TEHHERBAL | Teh yang umumnya diolah dari ramuan bunga daun, biji, akar, atau buah kering; tisane (9) |
| TEHKUNING | Teh langka yang diproses melalui pengeringan lambat sehingga daunnya dibiarkan mulai menguning, memiliki bau dan rasa yang khas, berfungsi sebagai penangkal radikal bebas (9) |
| TEHOOLONG | Teh tradisional Cina yang proses oksidasinya sebagian menghasilkan antioksidan seratus kali lebih besar dari vitamin C, berkhasiat untuk membersihkan racun dalam tubuh, membuat kulit lebih halus dan lembut, menurunkan kadar kolesterol jahat, kadar gula, eksem, kardiovaskular, dan sebagainya (9) |
| TEHTUBRUK | Teh yang dibuat dengan cara mencampurkan daun teh dengan air, diminum langsung tanpa disaring (9) |
| TEJAPASIR | Tanaman yang kayunya baik untuk perkakas rumah; teja betina (Neolitsea zeylanica) (9) |
| TEKENMATI | Bersedia mengorbankan nyawa untuk masuk menjadi pasukan berani mati (9) |
| TEKIBODOT | Rumput semu menahun, rimpangnya menjalar datar sedikit di bawah permukaan tanah, digunakan untuk pakan ternak; teki rawa; teki sela (Kyllinga monocephala) (9) |
| TEKIDANTO | Senjata pelempar bom tangan; mortir pelempar granat (Jepang) (9) |
| TEKNESIUM | Unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 43, berlambang Tc, dan bobot atom 98 u; unsur radioaktif paling ringan yang digunakan secara luas dalam pencitraan medis; unsur pertama yang diproduksi secara buatan atau artifisial (9) |
| TEKNIKTES | Teknik pengukuran dengan menggunakan tes (9) |
| TEKNOFILI | Orang yang sangat senang pada teknologi (Psikologi) (9) |
| TEKNOKRAT | Cendekiawan yang berkiprah dalam pemerintahan (9) |
| TEKNOLOGI | Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia (9) |
| TEKNONIMI | Pemberian nama kepada ayah atau ibu berdasarkan nama anaknya (Antropologi) (9) |
| TEKSTURAL | Berkenaan dengan tekstur (9) |
| TEKUKKAYU | Upacara perceraian yang dilambangkan dengan membelah sepotong kayu (di daerah Kerinci) (9) |
| TELAMPUNG | Pelampung; kayu apung (kayu yang terapung di air) (9) |
| TELANCANG | Nama burung (Arthostoma rostratum) (9) |
| TELANGGER | Perahu dalam posisi terhadang karang (Madura) (9) |
| TELANGKAI | Perantara dalam perkawinan (juga dalam perundingan); perantara (wakil); menelangkai; menanyakan (meminang) gadis untuk; menyerbu; menyergap; menyerang (9) |
| TELANGKUP | Berbaring dengan perut di bawah; telungkup (9) |
| TELANJANG | Tidak berpakaian; terhunus (tidak bersarung tentang keris, pedang); tidak mempunyai pakaian (perhiasan dan sebagainya) (9) |
| TELAPAKAN | Tapak kaki; tapak tangan; lapis(an) yang tebal pada ban (mobil, sepeda) (9) |
| TELEDRAMA | Drama jarak jauh yang dapat ditonton melalui layar televisi atau didengar melalui radio (9) |
| TELEGENIK | Mempunyai penampilan yang menarik bagi pemirsa (9) |
| TELEGRAFI | Pengiriman pesan atau isyarat dengan menggunakan huruf atau angka (biasanya dalam bentuk sandi Morse) melalui media elektronik (9) |
| TELEKARYA | Pekerjaan yang dilakukan di rumah dengan komputer yang terhubung pada tempat kerja melalui telepon, internet, dan posel (9) |
| TELELENSA | Lensa foto yang dipakai untuk memfoto benda dari kejauhan (9) |
| TELEMATIK | Berkenaan dengan telematika (9) |
| TELEMETER | Alat untuk menentukan jarak dari suatu titik ke titik lain (9) |
| TELEMETRI | Cara mengukur dari jauh, biasanya dengan bantuan peranti komunikasi (Elektronika); teknik mengirim sinyal biomekanik ke perangkat perekam tanpa kabel menggunakan pemancar dan penerima radio FM (Olahraga) (9) |
| TELEMPONG | Geloneng (nama gamelan) (9) |
| TELENTANG | Terbaring, terletak, dan sebagainya dadanya atau bagian depannya menghadap ke atas (9) |
| TELENTUNG | Tersentuh (9) |
| TELEOLOGI | Teori atau ajaran bahwa semua kejadian (setiap gejala) terarah pada suatu tujuan (9) |
| TELEPATIK | Berkenaan dengan telepati (9) |
| TELERGHMA | Kota di Aljazair (9) |
| TELESAINS | Teknologi dalam melakukan observasi dan eksperimen dari jarak yang sangat jauh (9) |
| TELINGKAH | Bertelingkah; tidak bersatu hati; berselisih; bercekcok; banyak tingkahnya; banyak akal busuk (9) |
| TELUNGKUP | Menelungkup; meniarap (mukanya atau sisi atasnya berada di sebelah bawah) (9) |
| TELURASIN | Telur itik (kadang-kadang telur ayam) yang diasinkan (9) |
| TELURAYAM | Tumbuhan (Psychotria rostrata) (9) |
| TELURBEKU | Telur yang didinginkan sampai beku agar tahan lama dan tidak busuk (rusak) (9) |
| TELURIKAN | Rumput yang biasanya tumbuh agak tinggi, batangnya ramping, daunnya lembut, cocok untuk makanan ternak (Panicum trigonum) (9) |
| TEMANNASI | Lauk-pauk atau sayur (9) |
| TEMBAKANG | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 30 cm, tubuhnya pipih memanjang, mulutnya kecil dan berbibir tebal, warnanya perak kehijauan, tersebar di perairan Thailand dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan); tambakan; biawan (Helostoma temminckii) (9) |
| TEMBELANG | Tidak dapat menetas dan busuk (tentang telur yang dierami); kemungkus; keburukan; kejahatan (kiasan) (9) |
| TEMBERANG | Tali-temali di perahu (kapal) untuk memperteguh tiang (Pelayaran); cakap yang muluk-muluk; bual (9) |
| TEMBERENG | Pecahan (beling dan sebagainya); tembikar; porselen; bagian dari bidang lingkaran yang berbatas sebagian dari keliling lingkaran (Matematika) (9) |
| TEMBILANG | Alat untuk menggali lubang yang bertangkai panjang (9) |
| TEMBOKAPI | Program yang berfungsi untuk memeriksa lalu lintas data dari dan ke komputer personal dan mendeteksi program yang mencurigakan (Komputer dan Teknologi Informasi) (9) |
| TEMPAYANG | Pohon, tinggi hingga 40 m, kayunya tidak awet, digunakan untuk membuat batang korek api, kulit kayu digunakan sebagai tuba ikan, buahnya mengandung biji yang memabukkan; simaung; pucung; kepayang; hapesong (Pangium edule) (9) |
| TEMPAYUNG | Rumput raksasa yang tingginya mencapai 3 m, daunnya tersusun rapi seperti kipas, bagian tepinya tajam, tunasnya yang muda dimakan sebagai lalap karena rasanya manis; rumput perimping (Themeda gigantea) (9) |
| TEMPELENG | Pukulan di kepala (pelipis) dengan telapak tangan; tamparan (9) |
| TEMPEOREK | Masakan berupa tempe yang dipotong dadu, kemudian ditumis dengan bumbu dasar, kecap, dan cabai (9) |
| TEMPESAGU | Keripik yang dibuat dari kedelai, sagu, dan ragi yang difermentasi menjadi tempe, diiris tipis, dicelupkan dalam bumbu garam dan kaldu lalu digoreng, berekstur renyah dan memiliki rasa asin gurih (Tata Boga) (9) |
| TEMPETURI | Tempe yang dibuat dari biji turi tua dan sudah kering (9) |
| TEMPODULU | Zaman dulu; dahulu kala (9) |
| TEMPOHARI | Dahulu pada waktu itu; baru-baru ini; belum lama ini (9) |
| TEMPOLONG | Perkakas yang terbuat dari kaleng dan sebagainya, biasanya untuk tempat meludah; peludahan (9) |
| TEMPULING | Tombak pendek untuk menangkap ikan besar (9) |
| TEMPURUNG | Kulit buah yang keras (seperti kulit buah kelapa dan sebagainya); belahan kulit kelapa yang keras (untuk tempat air dan sebagainya); geluk; yang menyerupai tempurung (9) |
| TEMPUYUNG | Terna, tumbuhan semusim, tingginya 10–50 cm, air seduhannya dapat digunakan sebagai obat sakit kandung kemih atau peluruh batu ginjal (Nasturtium indicum) (9) |
| TEMUHITAM | Terna, rimpangnya mengandung pati, banyak digunakan sebagai pembersih darah, juga untuk mengobati penyakit kulit; temu ireng (Curcuma aeruginosa) (9) |
| TEMUIRENG | Terna, rimpangnya mengandung pati, banyak digunakan sebagai pembersih darah, juga untuk mengobati penyakit kulit; temu hitam (Curcuma aeruginosa) (9) |
| TEMUKADER | Pertemuan antarkader dengan pemimpin (tentang organisasi dan sebagainya) (9) |
| TEMUKARYA | Pertemuan antara para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yang bersangkutan dengan pelaksanaan dalam bidang keahliannya; sanggar kerja; lokakarya (9) |
| TEMUKUNCI | Terna yang dibudidayakan, umbi induk berupa bola kecil yang dilingkari akar-akar kecil yang menjadi lebar, digunakan sebagai rempah-rempah, rimpangnya berkhasiat sebagai obat; dekunci (Gastrochilus panduratum) (9) |
| TEMULAWAK | Terna, tinggi hingga 2,5 m, umbinya besar dan banyak digunakan dalam obat-obat tradisional, irisan rimpang yang dikeringkan dibuat minuman; temu lawas (Curcuma xanthorrhiza) (9) |
| TEMULAWAS | Terna, tinggi hingga 2,5 m, umbinya besar dan banyak digunakan dalam obat-obat tradisional, irisan rimpang yang dikeringkan dibuat minuman; temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) (9) |
| TEMULILIN | Terna rendah, daunnya digunakan sebagai obat sakit perut, umbinya dibuat bedak; temu rapet; temu putri (Kaempferia rotunda) (9) |
| TEMULUTUT | Duduk dengan merapatkan kaki (lutut) (9) |
| TEMUNGKUL | Menunduk (dalam berdoa, menghadap orang tua) (Jawa) (9) |
| TEMUNIAGA | Pertemuan antara produsen dan pengusaha untuk membicarakan niaga di antara mereka (9) |
| TEMUPUTIH | Terna, tinggi 2 m, rimpangnya berwarna putih dengan hati berwarna kuning muda, rasanya sangat pahit (Curcuma zeodaria) (9) |
| TEMUPUTRI | Terna rendah, daunnya digunakan sebagai obat sakit perut, umbinya dibuat bedak; temu lilin; temu rapet (Kaempferia rotunda) (9) |
| TEMURAMAH | Ramah tamah (santai, tidak merundingkan hal-hal yang penting, resmi, dan sebagainya) (9) |
| TEMURAPET | Terna rendah, daunnya digunakan sebagai obat sakit perut, umbinya dibuat bedak; temu lilin; temu putri (Kaempferia rotunda) (9) |
| TEMUUSAHA | Pertemuan para pengusaha untuk membicarakan masalah perdagangan, produksi, dan sebagainya (9) |
| TENDANGAN | Sepakan; depakan (9) |
| TENGGADAI | Pohon yang tumbuh di rawa-rawa di bagian dalam hutan bakau, kulit kayunya mengandung tanin (Ceriops decandra) (9) |
| TENGGAYUN | Pohon, tinggi mencapai 35 m, berbatang tegak, kayunya berwarna putih kekuning-kuningan, lunak dan tidak begitu awet, getahnya beracun, digunakan untuk membasmi tikus dan sebagai obat kudis (Parartocarpus triandra) (9) |
| TENGGEHEM | Berdeham; berbatuk-batuk kecil yang tertahan (9) |
| TENGGEKAN | Tempat bertenggek (9) |
| TENGGELAM | Masuk terbenam ke dalam air; karam (tentang perahu, kapal); terbenam (tentang matahari); jatuh ke dalam kesengsaraan (kesusahan dan sebagainya) (kiasan); hilang; lenyap (kiasan); asyik (kiasan) (9) |
| TENGGERAN | Tempat bertengger; tenggekan (9) |
| TENGGOROK | Bagian saluran napas atas antara laring dan percabangan bronkus (9) |
| TENGKALAK | Lukah panjang berbentuk limas; bubu (9) |
| TENGKALUK | Biji mangga (asam dan sebagainya) yang masih muda (9) |
| TENGKARAH | Perselisihan pendapat; pertengkaran yang mendalam (Minangkabau) (9) |
| TENGKARAP | Rusak sama sekali; binasa (Minangkabau) (9) |
| TENGKARAS | Pohon, tinggi mencapai 18 m, kayunya ada yang berdamar dan ada yang tidak, menghasilkan gaharu, kulit kayunya menghasilkan serat, digunakan untuk membuat kain ikat kepala, tali, dan pelapis keranjang; mengkaras; kepang; kelembak (Aquilaria malaccensis) (9) |
| TENGKELEK | Lapik (alas) kaki dibuat dari kayu (9) |
| TENGKORAK | Bagian yang keras dan bertulang dari kepala dan berfungsi melindungi otak; tulang kepala; kranium (9) |
| TENGKUJUH | Musim hujan lebat (9) |
| TENGKULAK | Pedagang perantara (yang membeli hasil bumi dan sebagainya dari petani atau pemilik pertama); peraih (9) |
| TENGKULUK | Kain kepala; kerudung; destar; kain penutup kepala atau muka; cadar (9) |
| TENGKURAP | Telungkup (9) |
| TENISMEJA | Permainan yang menggunakan bola pingpong dan bet (berlapis karet) sebagai pemukulnya dan meja yang dirancang khusus sebagai lapangannya (Olahraga) (9) |
| TENNESSEE | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Nashville (9) |
| TENTANGAN | Dari hal; imbangan; padanan; sesuatu yang menjadi bandingan (tanggungan); perlawanan; penolakan; sanggahan; seberang; hadapan (9) |
| TENUNBULU | Tenun yang memiliki permukaan berbulu (Tata Busana) (9) |
| TENUNDOBI | Tenun yang berdesain geometris kecil, bertekstur, elastis, dibuat dari nilon, katun, atau sutra dengan berbagai pola dan warna (Tata Busana) (9) |
| TENUNIKAT | Salah satu teknik bertenun, seperti yang terdapat di Nusa Tenggara (Tata Busana) (9) |
| TENUNLENO | Tenun yang terbentuk dari dua benang lungsin yang diputar pada pakan dan membentuk angka delapan (Tata Busana) (9) |
| TENUNSLUB | Tenun yang benangnya tidak rata (Tata Busana) (9) |
| TEOKRATIS | Berdasar pada teokrasi (9) |
| TEOMORFIK | Dalam bentuk atau kesamaan dengan dewa atau Tuhan; teomorfis (9) |
| TEOMORFIS | Dalam bentuk atau kesamaan dengan dewa atau Tuhan; teomorfik (9) |
| TEORETISI | Perumus atau pengembang teori (9) |
| TEORIAKSI | Teori kemandirian dalam menumbuhkan motivasi untuk berinisiatif sendiri dan mencapai tujuan hidup yang sifatnya personal (Psikologi) (9) |
| TEORIATOM | Teori yang menyatakan bahwa materi disusun oleh partikel-partikel kecil (9) |
| TEORIFRON | Teori tentang pembentukan dan perkembangan massa udara dan fron serta pembentukan dan pengembangan depresi luar tropis yang bersangkutan dengan massa udara dan fron itu (Meteorologi) (9) |
| TEORISASI | Sumber primer yang menghasilkan teori, penjelasan dengan menjawab pertanyaan ‘mengapa’ dari peristiwa dan hasil-hasil sejarah (9) |
| TEPATGUNA | Daya guna (9) |
| TEPERBUAT | Telah diperbuat (dilakukan, dikerjakan) (9) |
| TEPERCAYA | Paling dipercaya; dapat dipercaya (9) |
| TEPERDAYA | Tertipu; tersemu (9) |
| TEPERLING | Berkilat (mata) (9) |
| TEPITENUN | Tepi kain tenun yang dianyam untuk mencegah lepas benang (Tata Busana) (9) |
| TEPUKDADA | Tamparan pada dada (9) |
| TEPUKTARI | Tepuk tangan dan tarian (9) |
| TERAHERTZ | Satuan frekuensi sama dengan satu triliun gelombang hertz (9) |
| TERAKTUAL | Sangat aktual, sangat baru (9) |
| TERAMBANG | Mengambang-ambang; terapung-apung; melayang-layang (9) |
| TERAMISIN | Antibiotik yang digunakan sebagai penyembuh peradangan pada saluran pernapasan (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| TERAMPUNI | Dapat diampuni; dapat dimaafkan (9) |
| TERANGKAT | Sudah diangkat; dapat diangkat; usungan atau kereta pembawa jenazah (9) |
| TERANGKER | Paling menakutkan (9) |
| TERANGKUP | Dapat dirangkup; dapat dilingkup (9) |
| TERANIAYA | Tersiksa; tertindas (9) |
| TERAPIGEN | Pengobatan penyakit genetik melalui penggantian gen dengan memasukkan gen-gen normal ke dalam sel untuk menggantikan atau memperbaiki gen-gen yang tidak berfungsi atau hilang (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| TERATOGEN | Kondisi atau agen yang secara potensial membahayakan organisme prenatal (Psikologi) (9) |
| TERAULANG | Pengujian kembali terhadap timbangan, takaran, dan ukuran yang dipakai dalam perdagangan (9) |
| TERBABANG | Terbuka lebar; menganga (tentang mulut, luka, dan sebagainya) (9) |
| TERBAHANA | Terdengar; terkenal (9) |
| TERBANCUT | Tersembul (tentang mata); menonjol ke luar; tidak dapat tumbuh secara wajar (tertahan pertumbuhannya) (9) |
| TERBANGAI | Terbengkalai; tidak diselesaikan (tentang pekerjaan); ditinggalkan atau tidak dirawat (rumah, halaman, dan sebagainya); tidak ada yang meminang (tentang gadis) (kiasan) (9) |
| TERBANGUN | Bangun (secara tidak sengaja) (9) |
| TERBANTAI | Sudah dibantai (9) |
| TERBANTUN | Tercabut (9) |
| TERBANTUT | Terlarang; terhambat (sehingga gagal, tidak jadi, tidak selesai, dan sebagainya); tidak dapat menjadi besar (tentang buah-buahan, tanaman, dan sebagainya) (9) |
| TERBARING | Terletak membujur; tergeletak; tergelimpang (9) |
| TERBAYANG | Seakan-akan tampak; tampak bayang-bayangnya; sudah ada tanda-tandanya (akan berhasil dan sebagainya); dapat dilihat; tampak (9) |
| TERBEBANG | Tidak dapat terus keluar; terhenti; tertahan (9) |
| TERBELIAK | Terbuka lebar-lebar (tentang mata); membeliak (9) |
| TERBENTUK | Sudah dibentuk; dapat dibentuk (dididik) (kiasan) (9) |
| TERBENTUR | Terlanggar; tertumbuk; terjumpa sesuatu yang menghalangi atau menghambat (9) |
| TERBENTUS | Terantuk; terbentur (9) |
| TERBERITA | Tersiar (tentang berita); terkabar (9) |
| TERBETING | Terkandas (terdampar) di beting (9) |
| TERBILANG | Dapat dihitung; termasuk dalam hitungan (golongan, lingkungan, dan sebagainya); terpandang; terkemuka (9) |
| TERBULANG | Sudah diberi taji (9) |
| TERBUSUNG | Menjadi gembung (9) |
| TERCAMBUK | Terkena cambuk; terlecut (9) |
| TERCAMPAK | Terlempar (jauh); terbuang; terpelanting; terbanting; terhempas; sampai (terdampar) ke tempat yang jauh dan terasing (kiasan) (9) |
| TERCAMPUR | Sudah dicampur(kan); teraduk; terkacau (9) |
| TERCANANG | Terpatri (9) |
| TERCANGAH | Mencangah; terbuka lebar; terbabang; menganga (mulutnya); melongo (9) |
| TERCANTIK | Paling cantik (bagus, elok, indah, molek) (9) |
| TERCANTOL | Terkait; tersangkut; terpaut hati (pada seseorang yang dicintai) (kiasan); tinggal kelas; tidak naik kelas (kiasan) (9) |
| TERCANTUM | Tertera, termuat (dalam acara, karangan, dan sebagainya); dicantumkan; terkandung dalam hati (cita-cita dan sebagainya) (9) |
| TERCEDERA | Terluka; merana (9) |
| TERCEKLUK | Tergelincir dan jatuh (9) |
| TERCENGUT | Mencengut; tertegun (keheranan, kecewa, dan sebagainya); termangu-mangu; melengung (9) |
| TERCENUNG | Duduk dan sebagainya diam-diam tafakur karena memikirkan sesuatu dalam-dalam; termenung-menung; termangu-mangu (9) |
| TERCIPRAT | Kena percikan (air, lumpur); mendapat bagian (uang dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| TERCORENG | Terconteng; tercoret (9) |
| TERCUKUPI | Sudah dipenuhi; dapat dipenuhi (9) |
| TERCUNGAP | Ternganga (mengap-mengap) (9) |
| TERDAFTAR | Sudah tercatat (tercantum, dimasukkan) dalam daftar (9) |
| TERDAGING | Sampai ke daging (tentang mengiris dan sebagainya); sangat melukai hati (kiasan) (9) |
| TERDAHULU | Paling dahulu; mula-mula (9) |
| TERDAMPAR | Hanyut dan tercampak ke darat; terlanggar pada dasar laut (karang dan sebagainya); kandas (9) |
| TERDANGUK | Berdanguk; duduk dengan kepala agak mendongak ke depan sambil bertopang dagu (9) |
| TERDEMPOK | Tertumbuk (pada); terbentur (pada) (9) |
| TERDENGAK | Terdongak (9) |
| TERDENGAR | Dapat didengar (tentang suara, bunyi); diketahui atau tersiar (tentang kabar, berita) (9) |
| TERDENGUK | Mendenguk; berbunyi “nguk-nguk”; menundukkan kepala (seperti lembu makan rumput) (9) |
| TERDERITA | Tertanggung; tertahan(kan) (9) |
| TERDODONG | Terdorong; telanjur (9) |
| TERDONGAK | Terangkat kepalanya (9) |
| TERDORONG | Tertolak ke depan atau ke belakang; tersorong; teranjur; terlebih ke depan; terdesak (terpaksa) hingga mau berbuat sesuatu (9) |
| TEREDUKSI | Berkurang; tertangani (9) |
| TEREKSPOS | Terlihat dengan jelas; dapat diekspos; terbuka (9) |
| TEREMPANG | Tertebat; terbendung; tertahan (9) |
| TERENDONG | Tersangkut (terlibat) dalam perkara; terbawa-bawa (9) |
| TERENTANG | Sudah direntangkan; terbentang; teralang (9) |
| TERESTRIS | Terestrial (9) |
| TERGABUNG | Telah disatukan; telah menjadi satu (9) |
| TERGALANG | Terganjal, tertopang, dan sebagainya; tertahan (9) |
| TERGAMANG | Merasa kesunyian (lengang) (9) |
| TERGAMBAR | Terlukis; terbayang (9) |
| TERGAMPAR | Kena tampar; terpukul (tidak sengaja) (9) |
| TERGANGGU | Terhalang; mendapat rintangan; tergoda; kurang sehat; tidak normal (tentang kesehatan, pikiran, jiwa); tidak lancar; terhenti (untuk sementara) (9) |
| TERGANJAK | Sudah (dapat) diganjak; teranjak; tergeser (9) |
| TERGANJAL | Sudah diberi ganjal; ketat (tidak galir); kukuh (tidak goyah) (9) |
| TERGELIAT | Terkilir; terpelecok (9) |
| TERGELUNG | Tergulung (9) |
| TERGEMBOK | Terkunci dengan induk kunci; sudah digembok (9) |
| TERGEMING | Terdiam (9) |
| TERGENANG | Bergenang; terhenti mengalir (tentang air); berlinang-linang di mata (tentang air mata); tertutup atau terendam air (yang tidak mengalir) (9) |
| TERGENCET | Terimpit; terjepit (9) |
| TERGERUNG | Meraung (menangis dan sebagainya) dengan tiba-tiba (9) |
| TERGOLONG | Termasuk (dalam golongan, kelompok); masuk dalam bilangan (9) |
| TERGOMBAL | Paling gombal; paling manis dan berlebihan (tentang rayuan); paling pandai atau paling gemar menggombal: (9) |
| TERGOYANG | Tergoncang; bergerak berayun-ayun (9) |
| TERGULING | Tergelincir (9) |
| TERGULUNG | Sudah digulung; sudah dibasmi (dikalahkan dan sebagainya) (9) |
| TERHALANG | Tertahan (sehingga tidak dapat lalu atau tidak dapat melanjutkan); terhenti; tertutup sehingga tidak tampak (9) |
| TERHAMBAT | Tertahan; terhalang (9) |
| TERHAMBUR | Tersebar; tertabur; terserak-serak (9) |
| TERHAMPAR | Terbentang merata (9) |
| TERHANGAT | Paling hangat; terbaru; terkini (kiasan); paling banyak dibicarakan (kiasan) (9) |
| TERHANTAR | Terletak di tanah dan sebagainya; tergeletak; telantar; tidak terpelihara; dapat dihantarkan (9) |
| TERHASRAT | Diinginkan; dikehendaki (9) |
| TERHEMPAP | Tertindih (9) |
| TERHEMPAS | Tercampak; terbanting (9) |
| TERHIDANG | Sudah dihidangkan; tersaji (9) |
| TERHIMPUN | Terkumpul; telah dikumpulkan (9) |
| TERHINDAR | Terlepas (dari); terjauhkan (dari); luput (dari) (9) |
| TERHINGGA | Ada batasnya; terbatas (9) |
| TERHITUNG | Sudah dihitung; termasuk dalam hitungan; terbilang (9) |
| TERHORMAT | Dihormati; mulia (9) |
| TERHUBUNG | Sudah atau dapat dihubungkan atau dihubungi (9) |
| TERHUNJAM | Tertancap (ke dalam tanah); terpancang (9) |
| TERHUYUNG | Berjalan dan sebagainya bergoyang-goyang ke kiri kanan seperti orang mabuk (9) |
| TERIMEDAN | Teri yang panjangnya mencapai 10 cm, memiliki 6–7 sisik kecil menyerupai jarum sebelum sirip perut, terdapat duri kecil di depan sirip punggung dan sisik lunas perut, rahang atas mencapai bagian belakang dari preoperkulum, sirip dubur pendek dengan pangkal di bawah pertengahan pangkal sirip punggung, 2 garis pigmen di depan dan belakang sirip punggung, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 0–50 m, tersebar di Pasifik Barat; teri nasi (Stolephorus tri) (9) |
| TERINDANG | Dapat diindang; tertampi (9) |
| TERINTANG | Teralang; terganggu (9) |
| TERIONKAN | Diubah atau dijadikan ion (berasal dari atom atau molekul suatu zat) (9) |
| TERIUJUNG | Tombak bermata tiga; trisula (9) |
| TERJANTUR | Tersulap; terpesona (9) |
| TERJARING | Kena jaring; tertangkap secara tiba-tiba (9) |
| TERJEBLOK | Terperosok ke dalam lumpur (9) |
| TERJEBLOS | Terperosok; mendapat celaka (masuk penjara dan sebagainya); tertipu (kiasan) (9) |
| TERJEPRET | Terkena lontaran benda (batu dan sebagainya); terpotret (9) |
| TERJERANG | Dipanaskan (9) |
| TERJUMBAI | Bergantungan ujungnya (9) |
| TERJUMLAH | Telah dijumlahkan (dihitung); terhitung; terkumpul (9) |
| TERJUNTAI | Tergantung (terjulur) ke bawah (9) |
| TERKADANG | Kadang-kadang; adakalanya; sekali-sekali (9) |
| TERKALANG | Tergalang; terganjal (9) |
| TERKAMBUS | Tertimbun oleh pasir; menjadi tohor karena penuh dengan pasir (tentang sungai) (9) |
| TERKAMPAI | Terbaring tidak berdaya (karena lelah dan sebagainya); tergeletak (9) |
| TERKANCAH | Terpeluk; terlibat (dalam kesengsaraan dan sebagainya) (9) |
| TERKANCEH | Terhalang pertumbuhannya sehingga menjadi kecil; tidak dapat menjadi besar; terbantut (kerdil) (Minangkabau) (9) |
| TERKANTUK | Tiba-tiba mengantuk (9) |
| TERKEKANG | Tertahan; tercegah; dikendalikan orang lain; tidak bebas (9) |
| TERKELOLA | Dikendalikan (diselenggarakan, dijalankan, diurus) dengan baik (tentang perusahaan, pemerintahan, dan sebagainya) (9) |
| TERKEMUKA | Terpandang (disegani karena kedudukannya, kekayaannya, kepandaiannya, dan sebagainya); ternama; terkenal; paling baik (unggul, pandai, dan sebagainya) di antara yang lain-lain (9) |
| TERKENANG | Teringat (kepada) (9) |
| TERKEPANG | Sudah dikepang (9) |
| TERKESIAP | Terkejut sekali (Melayu Jakarta) (9) |
| TERKESIMA | Tercengang; hilang akal; termangu-mangu (Melayu Jakarta) (9) |
| TERKHUSUS | Paling khusus; teristimewa; terutama (9) |
| TERKINJAT | Terloncat; tersentak; terperanjat (9) |
| TERKUASAI | Dapat dikuasai (diperintah dan sebagainya) (9) |
| TERKUDIAN | Terbelakang; terkemudian; terlambat (9) |
| TERKUMPAR | Tergulung; sudah digulung (9) |
| TERKUMPUL | Telah dijadikan satu (kelompok dan sebagainya); terhimpun (9) |
| TERKUNTUM | Menguntum; mulai mekar atau berkembang (tentang bunga) (9) |
| TERKURUNG | Tertutup dalam ruang (rumah dan sebagainya); terpenjara; terkepung (9) |
| TERLAMBAK | Berlambak; berlonggok-longgok; bertimbun-timbun (tidak teratur); banyak sekali; berlimpah (9) |
| TERLAMBAT | Melewati waktu yang ditentukan; tidak tepat waktu (9) |
| TERLAMPAI | Melampai; bergerak berayun-ayun (daun, ranting, kayu-kayuan, dan sebagainya); meliuk-liuk (tentang tubuh dan sebagainya) (9) |
| TERLAMPAU | Terlalu; teramat sangat; terlebih-lebih; terlampaui; terlewati; sudah lalu; sudah di lalui (9) |
| TERLAMPIR | Disertakan (9) |
| TERLANCAP | Terdorong; telanjur (tentang perkataan dan sebagainya) (Minangkabau) (9) |
| TERLANGAH | Ternganga; terbuka lebar (9) |
| TERLANJAU | Terbentang (9) |
| TERLANTAN | Terjaga baik-baik; terpelihara baik-baik (9) |
| TERLANTAS | Termasuk (terlangsung) ke dalam dan sebagainya (9) |
| TERLARANG | Tidak diperbolehkan (diperkenankan) (9) |
| TERLAYANG | Tertidur; terpejam (9) |
| TERLEMBEK | Paling lembek; paling lemah (9) |
| TERLEMBUT | Paling lembut (baik hati); paling halus budi bahasanya; paling halus (kecil) (9) |
| TERLEMPAI | Tergantung lemah (seperti dahan yang lentur); terkulai (seperti bendera, telinga anjing); lampai (9) |
| TERLEMPAR | Terbuang (9) |
| TERLENGAH | Terlalai; terlupa; tidak mengindahkan; sangat asyik melakukan sesuatu hingga terlupa segala-galanya; terleka; terlena (9) |
| TERLENGAR | Berasa pusing (karena terkena pukulan dan sebagainya); pingsan (9) |
| TERLENTUK | Sudah dikelukkan; sudah dilentukkan (9) |
| TERLEWATI | Terlampaui; terlalui; terlangkaui (tidak turut serta dibaca); sudah (dapat) ditempuh (dijalani) (9) |
| TERLIMPAS | Tertuangi; terlampaui (oleh air) (9) |
| TERLINTAS | Sudah dilalui (dilampaui, diatasi); terbayang, teringat, dan sebagainya dalam angan-angan, pikiran, dan sebagainya (9) |
| TERLOKASI | Terpusat (9) |
| TERLOMPAT | Tiba-tiba atau tidak sengaja melompat; meloncat; telanjur terucapkan (dengan tidak sengaja atau di luar kesadarannya) (kiasan) (9) |
| TERLONJAK | Tiba-tiba melonjak (karena kegirangan dan sebagainya) (9) |
| TERLONTAR | Terlempar (9) |
| TERLUMRAH | Paling lumrah; terbiasa (9) |
| TERLUNCUR | Terlepas turun; terlincir; keluar tanpa disadari (tentang kata-kata) (9) |
| TERLUNJUR | Terunjur lurus (tentang kaki); terjulur (9) |
| TERMAKTUB | Tertulis; tercantum (9) |
| TERMANDAM | Mandam; berasa pusing karena mabuk; mabuk; terlampau asyik (kiasan) (9) |
| TERMANGAU | Ternganga; tercenung; termangu (9) |
| TERMATERI | Terlekat; tersurat (di hati); terpatri (9) |
| TERMAZKUR | Tersebut; termaktub (9) |
| TERMENUNG | Bermenung; diam sambil berpikir dalam-dalam; tepekur (9) |
| TERMINASI | Proses, cara, perbuatan mengakhiri sesuatu; penghentian; hasil akhir; keluaran; aborsi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| TERMISTOR | Zat yang daya hantar listriknya akan meningkat dengan naiknya suhu (Elektronika) (9) |
| TERMOFILI | Mikroorganisme yang tumbuh baik pada suhu antara 45°–70°C (Biologi) (9) |
| TERMOGRAF | Alat rekam suhu (9) |
| TERMOGRAM | Grafik suhu hasil rekaman yang dilaksanakan oleh termograf (9) |
| TERMOKLIN | Lapisan permukaan air yang tipis di antara lapisan yang lebih hangat dan lapisan dasar yang lebih dingin di dalam danau yang sifat airnya berlapis-lapis (Hidrologi) (9) |
| TERMOSFER | Bagian atmosfer bumi yang bermula dari kira-kira 50 mil di atas permukaan bumi sampai angkasa luar dan ditandai dengan suhu udara tinggi terus-menerus (9) |
| TERMOSKOP | Alat untuk mengukur perubahan suhu suatu zat dengan mencatat perubahan yang menyertai volumenya (9) |
| TERMOSTAT | Alat untuk mengatur suhu secara otomatis yang bekerja karena perubahan suhu (9) |
| TERNGANGA | Terbuka lebar (tentang mulut, pintu, dan sebagainya); kagum; tercengang (sehingga mulutnya terbuka) (9) |
| TERNGIANG | Terdengar berdenging; terdengar mengiang (9) |
| TEROBOSAN | Hasil menerobos; perbuatan menerobos; gambaran dalam psikoterapi mengenai pemahaman pasien (Psikologi) (9) |
| TERONGGOK | Tergeletak (9) |
| TERORISME | Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror (9) |
| TERPAHAMI | Dapat dimengerti (9) |
| TERPANCAR | Tersembur ke luar; memancar dengan tiba-tiba; terlahir (9) |
| TERPANGAH | Ternganga (9) |
| TERPANTAU | Dapat dipantau; termonitor (9) |
| TERPANTEK | Terpasak; tertancap (tentang pisau; paku, dan sebagainya) (kiasan) (9) |
| TERPANTIK | Sudah dipantik; tergerak (9) |
| TERPENCAR | Terserak(-serak) (9) |
| TERPENCIL | Tersendiri; terasing; jauh dari yang lain (9) |
| TERPENDAM | Tertanam (dalam tanah dan sebagainya); tersimpan dalam hati; tersembunyi (tidak diketahui atau digunakan) (9) |
| TERPENTAL | Terpelanting jauh (9) |
| TERPENTIN | Minyak (damar yang cair) untuk memasak cat dan sebagainya; zat yang berasal dari tumbuhan pinus dan sebagainya berupa cairan untuk mengencerkan cat, tinta, dan sebagainya (9) |
| TERPERUAK | Menjadi lebar (luas); melebar; meluas (tentang luka dan sebagainya) (9) |
| TERPESONA | Kena pesona (guna-guna); terkena daya tarik; sangat terpikat (tergiur) hatinya; terkagum-kagum (9) |
| TERPESONG | Menyimpang dari sasarannya (tujuannya); menyeleweng (9) |
| TERPICING | Terpejam (matanya); tertidur (9) |
| TERPIDANA | Dikenai hukuman; orang yang dikenai hukuman (Hukum) (9) |
| TERPIMPIN | Dapat dipimpin; terkendali (9) |
| TERPINCUT | Tertarik hatinya; jatuh cinta (9) |
| TERPINTAL | Sudah dipintal; terpilin (9) |
| TERPINTAR | Paling pintar (cakap, cerdik, mahir) (9) |
| TERPOLUSI | Terkotori, tercemar (9) |
| TERPOTONG | Terpenggal; kena potong; sudah dipotong (dipenggal, diputus); kena pengurangan (tentang gaji, harga); tidak sengaja sudah digunting (tentang bahan pakaian); kena tebang (tentang pohon, kayu) (9) |
| TERPULANG | Terserah (9) |
| TERPUMPUN | Terkumpul; terhimpun; terpusat (pada) (9) |
| TERSABUNG | Tidak sengaja diperadukan (9) |
| TERSAGANG | Tersandar; tertunjang (9) |
| TERSAMBIL | Dilakukan bersama-sama dengan melakukan pekerjaan lainnya (pekerjaan yang tidak begitu dipentingkan) (9) |
| TERSAMPAI | Tergantung; tersampir (9) |
| TERSAMPIR | Tergantung (9) |
| TERSAMPUK | Terlanggar; tertumbuk; terbentur (9) |
| TERSANDAR | Terletak miring (9) |
| TERSANGAI | Sudah disangai; sudah dipanaskan; tidak laku (tentang gadis) (kiasan) (9) |
| TERSANGAT | Teramat sangat (9) |
| TERSANGKA | Diduga; dicurigai; orang yang telah disangka berdasarkan keterangan saksi atau pengakuannya sendiri (Hukum) (9) |
| TERSANTUN | Paling santun; orang yang disantuni (9) |
| TERSAYANG | Terasa amat sayang (menyesal); telah disayang (9) |
| TERSEKANG | Terhenti (tersangkut) dalam kerongkongan, liang, dan sebagainya; tersumbat; terganjal (9) |
| TERSELAMI | Dapat diselami; dapat diduga; dapat dipahami dan sebagainya (9) |
| TERSEMBAM | Jatuh tersungkur; terjungkal (9) |
| TERSEMBUL | Menyembul; keluar dari liang atau permukaan air dan sebagainya; menganjur atau mencuat ke luar (ujungnya dan sebagainya); membersil; menampakkan diri; muncul; timbul (9) |
| TERSEMBUR | Kena sembur; sudah disemburkan; kena sembur; kena marah; digusari; dikata-katai (kiasan) (9) |
| TERSEMPAL | Terhenti di kerongkongan dan sebagainya; tersumbat (9) |
| TERSEMPIL | Tersisip; terselip (9) |
| TERSEMPUL | Tersembul (9) |
| TERSENDAL | Ditarik dengan paksa; tersentak; terenggut (9) |
| TERSENDAM | Jatuh meluncur ke bawah; terhunjam (9) |
| TERSENDAT | Terhenti; tersumbat (tentang saluran dan sebagainya); tersekat; tertegun (9) |
| TERSENDOK | Ikut terambil oleh sendok; tercedok (9) |
| TERSENGAT | Telah disengat; dapat disengat; terkena rasa tidak enak; tertusuk (tentang perasaan) (kiasan) (9) |
| TERSENGEH | Menampakkan senyum karena malu; cengar-cengir (9) |
| TERSENGET | Miring; condong; sendeng (tentang letak sesuatu) (9) |
| TERSENGIH | Terbuka sedikit (tentang mulut, bibir, kelopak mata, dan sebagainya) (9) |
| TERSENTAK | Tertarik kuat-kuat; tercabut; terbangun atau tersadar tiba-tiba (dari tidur, lamunan, dan sebagainya) karena terkejut (9) |
| TERSENTIL | Tampak tersembul sedikit di antara bibir (sugi, gula-gula, dan sebagainya); tersongel; tertegur (9) |
| TERSENTUH | Terkena (tersinggung) sedikit; terjamah; terantuk (pada); terlanggar sedikit; terkena rasa haru, sedih, dan sebagainya (kiasan) (9) |
| TERSENTUK | Terantuk (pada) (9) |
| TERSENYAP | Paling senyap; berhenti (9) |
| TERSENYUM | Memberikan senyum; tertawa dengan tidak bersuara (9) |
| TERSERANG | Terkena (menderita) serangan; menderita; dilanda (banjir, badai, dan sebagainya); kejangkitan (tentang penyakit) (9) |
| TERSETRUM | Tidak sengaja kena aliran listrik (9) |
| TERSILANG | Berada dalam keadaan bersilang; disilangkan (9) |
| TERSIMBAH | Tersingsing; tersisih (9) |
| TERSIMBUR | Tiba-tiba memancar; tersembur (9) |
| TERSIMPAI | Sudah disimpai; sudah diberi simpai; terikat erat-erat (kiasan) (9) |
| TERSIMPAN | Sudah ditaruh di tempat yang aman; dirahasiakan; disembunyikan baik-baik; terkandung di dalamnya; tercantum (9) |
| TERSIMPUL | Sudah disimpulkan (diikatkan); tercantum (termuat) di dalamnya; tersungging (kiasan) (9) |
| TERSINGIT | Tersingkap atau terbuka sedikit (tentang selimut dan sebagainya); tampak sedikit (sebagian); terbit sedikit (9) |
| TERSOMPOK | Bertemu (berjumpa) dengan tiba-tiba; tersobok (9) |
| TERSONGEL | Tersembul sedikit (9) |
| TERSORONG | Terdorong; telanjur (9) |
| TERSTILIR | Dapat diubah sesuai norma keindahan (Kesenian) (9) |
| TERSULING | Terbalik (kaki di atas, kepala di bawah); terjungkir; tertunggang (9) |
| TERSUMBAT | Tertutup (dengan sumbat); tersumpal; rasa kerongkongan seperti tertutup (karena termengkelan dan sebagainya) (9) |
| TERSUMPAL | Sudah disumpal; tersumbat (9) |
| TERSUNDAK | Terbentur; terantuk (9) |
| TERSUNDUT | Terkena sundutan; sudah disundut; tersulut (9) |
| TERSUNJAM | Jatuh terjungkir (kepalanya di bawah); terjunam; terhunjam; mengapung atau berenang di bawah permukaan air (Biologi) (9) |
| TERSUNTUK | Tertahan atau teralang (hingga tidak dapat maju, naik, dan sebagainya) (9) |
| TERTABRAK | Tertubruk (9) |
| TERTADUNG | Tersandung (9) |
| TERTAKUNG | Sudah diendapkan; terhenti atau tergenang (tentang air dan sebagainya) (9) |
| TERTAMBAT | Terikat (pada); terpikat; tertawan (hati) (kiasan) (9) |
| TERTAMBUS | Terbakar (9) |
| TERTAMPAK | Terlihat; kelihatan; dapat dilihat (9) |
| TERTANCAP | Sudah menancap; tercocok; terhenti; terpaku; tertanam (tentang kekuasaan dan sebagainya) (9) |
| TERTARUNG | Terantuk; tersentuh; terbentur; tersandung (9) |
| TERTAWAAN | Bahan untuk ditertawakan (9) |
| TERTAYANG | Dapat ditayang; terbawa(kan); telah dipertunjukkan (9) |
| TERTELENG | Dalam keadaan miring atau senget (tentang perahu dan sebagainya) (9) |
| TERTEMPUH | Terlalui; terselesaikan (9) |
| TERTIARAP | Rebah, jatuh, dan sebagainya tengkurap (9) |
| TERTIMBUN | Ditimbun(i); tertimbus; tertanam dan sebagainya (9) |
| TERTIMBUS | Tertimbun; tertanam (9) |
| TERTINDAS | Disengsarakan; teraniaya (9) |
| TERTINDIH | Sudah ditindih; ditimpa; tidak sengaja ditindih; tertindas; teraniaya (9) |
| TERTOLONG | Dapat ditolong; terlepas dari (bahaya dan sebagainya); (dapat) diselamatkan (9) |
| TERTONJOL | Tersembul; teranjur (9) |
| TERTUBRUK | Terlanggar (kereta, mobil, dan sebagainya); tertumbuk (9) |
| TERTUDUNG | Tertutup dengan tudung; telah atau dapat diberi tudung (9) |
| TERTULANG | Terasa benar sampai ke tulang; tinggal tulang saja (kurus sekali); miskin sekali (kiasan) (9) |
| TERTULARI | Terkena atau terjangkiti penyakit (9) |
| TERTUMBUK | Terlanggar; tertubruk; terbentur; sudah ditumbuk; sudah dilumatkan, dan sebagainya; tergocoh; terpukul; tertinju; terjumpa (pada, dengan); tersuntuk; sampai (pada); jatuh di; timbul (tembus; tersembul) di (9) |
| TERTUMPAH | Sudah tumpah (ditumpahkan); tercurahkan; dengan tidak disengaja tumpah (9) |
| TERTUMPAT | Terjejal (tertimbun dan sebagainya) hingga penuh sesak (mampat, buntu, dan sebagainya) (9) |
| TERTUMPUK | Tersusun bertumpang-tindih; terkumpulkan banyak-banyak (9) |
| TERUBUSAN | Hasil tumbuh tunas (9) |
| TERUCUKAN | Merbah (Melayu Jakarta) (9) |
| TERUNGKAI | Dapat diungkai; terurai; terungkap (9) |
| TERUNGKAP | Dapat diungkapkan; terbongkar; diketahui (9) |
| TERUSMATA | Tajam tiliknya; dapat mengetahui barang yang tersembunyi atau yang akan terjadi (9) |
| TERWADAHI | Tertampung (dalam wadah) (9) |
| TESBURPEE | Tes untuk mengukur kelincahan dan keseimbangan atlet (Olahraga) (9) |
| TESERLING | Terjatuh (terperosok) ke dalam pelubang (9) |
| TESFORMAL | Tes untuk mengukur kualitas calon pegawai (9) |
| TESKOSMIN | Tes untuk memprediksi waktu lari atlet dalam jarak 800 dan 1600 meter (Olahraga) (9) |
| TESMENTAL | Tes untuk mengetahui bakat dan kemampuan seseorang (9) |
| TESPHALEN | Tes untuk mengecek sindrom lorong karpal dengan meminta pasien untuk memegang pergelangan tangan dalam hiperfleksi selama satu menit, ditandai positif jika terasa sakit, kesemutan, atau mati rasa (Olahraga) (9) |
| TESPOSTUR | Tes sederhana untuk menilai postur (Olahraga) (9) |
| TESTIMONI | Lembaran hukum Musa yang berisi sepuluh Perintah Tuhan; bukti yang diberikan saksi di pengadilan (Hukum); pengakuan (Hukum); pernyataan kepuasan atau ketakpuasan konsumen tentang pengalaman bertransaksi, termasuk pelayanan dan kualitas produk atau jasa yang dibeli (9) |
| TETABUHAN | Tabuh-tabuhan (9) |
| TETAPHATI | Tabah hati; keras hati; tidak tergoda (tergiur) dan sebagainya; teguh berpegang pada keyakinannya (adatnya dan sebagainya); sudah tidak berubah lagi (tentang niat, putusan, dan sebagainya) (9) |
| TETEATETE | Pembicaraan di bawah empat mata; pertemuan antara dua orang tanpa adanya orang lain yang ikut hadir (ungkapan/Prancis) (9) |
| TETESAWAN | Butir-butir awan yang bergaris tengah 4–100 mikron (9) |
| TETESTEBU | Sirop yang terbuat dari sisa pengolahan gula (9) |
| TETRALOGI | Seri karya sastra yang terdiri atas empat satuan yang saling berhubungan dan mengembangkan satu tema; empat hal yang saling bertaut dan saling bergantung (9) |
| TETRAPODA | Hewan berkaki empat (9) |
| TETUNGGUL | Bermacam-macam tunggul (9) |
| TEUKUUMAR | Salah satu pahlawan kita yang berasal dari Aceh (9) |
| TEZIUTLAN | Kota di Meksiko (9) |
| THEPOLICE | Grup musik asal Inggris yang memopulerkan lagu "Every Breath You Take" (9) |
| THEVALLEY | Ibu kota Anguilla (Inggris) (9) |
| THOMAZEAU | Kota di Haiti (9) |
| TIANCHANG | Kota di Cina (9) |
| TIANGJAUH | Tiang gawang yang berada paling jauh dari pemain yang membawa atau menggiring bola, biasanya pemain yang mengambil tendangan sudut (9) |
| TIANGMUAT | Tiang penahan pada kapal untuk menaikkan dan menurunkan muatan (9) |
| TIANGSERI | Tiang yang pertama kali didirikan ketika membangun rumah; tiang rumah yang di tengah-tengah yang mula-mula dipasang ketika mendirikan rumah; tiang tengah; tiang sendi rumah; saka guru rumah (9) |
| TIAPORANG | Masing-masing (9) |
| TIFLOFILI | Orang yang sangat tertarik pada orang buta (Psikologi) (9) |
| TIGABESAR | Tiga pihak (negara, pemain, dan sebagainya) yang terbesar (terkuat, terunggul) (9) |
| TIGARAKSA | Ibu kota Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten (9) |
| TIGASINGA | Julukan untuk tim nasional Inggris (9) |
| TIGAZAMAN | Tiga masa (pemerintahan Belanda, Jepang, dan Indonesia) (9) |
| TIKABAWAH | Letak huruf lebih ke bawah daripada yang lain; subskrip (9) |
| TIKAHWANA | Suami-istri yang hidup bersama kembali setelah bercerai tanpa rujuk atau pernikahan kembali (Sunda) (9) |
| TIKAMDADU | Main dadu (9) |
| TIKAMGARH | Kota di India (9) |
| TILAWATIL | Pembacaan (ayat Alquran) dengan baik dan indah; tilawah (9) |
| TILTMETER | Alat untuk mengukur kemiringan atau penggelembungan gunung berapi akibat tekanan magma, sebelum gunung meledak (9) |
| TIMAHSARI | Besi tipis yang berlapis timah (supaya tidak mudah berkarat) untuk atap dan sebagainya; seng (9) |
| TIMBANGAN | Imbangan; timbalan; bandingan; alat untuk menimbang (seperti neraca, kati); pendapatan menimbang; pendapat (tentang baik buruk dan sebagainya); putusan (yang diuraikan sebagai nasihat dan sebagainya); batu timbang; hasil menimbang (9) |
| TIMGEGANA | Tim dalam Kepolisian Republik Indonesia yang bertugas menjinakkan bahan peledak (9) |
| TIMIMPIAN | Regu atau kelompok dalam olahraga yang terdiri atas pemain pilihan atau pemain terbaik; kombinasi terbaik dari beberapa orang yang melaksanakan tugas (9) |
| TIMISOARA | Kota di Rumania (9) |
| TIMUNLAUT | Binatang laut berkulit duri (berbulu-bulu hitam) sebesar mentimun muda (dikeringkan dan diperdagangkan); teripang (Holothusia edulis) (9) |
| TIMUNSURI | Tumbuhan anggota suku labu-labuan, daging buahnya yang dikerok untuk menjadi bahan minuman seperti es buah atau es campur; mentimun suri (9) |
| TIMURJAUH | Negara-negara Asia yang jauh dari Eropa (seperti Cina, Jepang) (9) |
| TIMURLAUT | Mata angin antara timur dan utara (9) |
| TINGGALAN | Barang yang ditinggalkan; sisa; peninggalan (9) |
| TINGKALAK | Bubu yang berbentuk limas panjang; lukah (Minangkabau) (9) |
| TINGKAPAN | Tingkap kecil; pintu (lubang) angin (9) |
| TINGKATAN | Pangkat, kedudukan; lapisan; kelas (9) |
| TINGKEBAN | Upacara selamatan tujuh bulan untuk wanita yang sedang hamil; tingkeb (9) |
| TINGKRANG | Bertingkrang; duduk di atas kursi dan sebagainya dengan cara yang tidak sopan (dengan kedua kaki dinaikkan ke kursi) (9) |
| TINOSIDIN | Nama pelukis dan guru menggambar terkenal tahun 80-an (9) |
| TINTACINA | Tinta hitam pekat, dibuat dari jelaga, perekat, dan air; tinta gambar (9) |
| TINTAEMAS | Tinta yang berwarna berkilat seperti (warna) emas (9) |
| TINTINGAN | Alat untuk menapis (tapisan); pengayak; hasil meninting (9) |
| TIPECUACA | Keadaan cuaca yang biasanya dipakai untuk menyatakan distribusi tekanan udara di suatu daerah yang berhubungan dengan sifat cuaca pada waktu disebutkan (9) |
| TIPEIDEAL | Jenis gambaran, model yang dicita-citakan (9) |
| TIPEIKLIM | Jenis iklim suatu daerah yang ciri-cirinya didasarkan pada perubahan dan nilai rata-rata tekanan suhu (Meteorologi) (9) |
| TIPEPERAH | Jenis ternak yang dipelihara khusus untuk menghasilkan air susu (Peternakan) (9) |
| TIPOGRAFI | Ilmu cetak; seni percetakan (9) |
| TIPOLOGIS | Bersifat tipologi; berhubungan dengan tipologi (9) |
| TIPUTEPOK | Berbagai-bagai tipu muslihat (9) |
| TIQUIPAYA | Kota di Bolivia (9) |
| TIRAIALUN | Tirai yang diatur sedemikian rupa sehingga tergantung lepas dalam lipatan menyerupai alun; draperi (9) |
| TIRAIATAP | Tirai yang biasanya menjadi atap dari sebuah set kotak sebagai alternatif atap adegan yang sesungguhnya (Kesenian) (9) |
| TIRAIBESI | Tirai yang dibuat dari besi (9) |
| TIRAKATAN | Melakukan tirakat (9) |
| TIRUVALLA | Kota di India (9) |
| TISOTROPI | Gejala cairan yang mengental jika didiamkan dan lebih encer jika dikocok (Kimia) (9) |
| TISUBASAH | Kertas tisu yang dibasahi dengan cairan antiseptik, biasanya digunakan untuk membersihkan tangan atau tubuh (9) |
| TISUDAPUR | Kertas tisu, berupa gulungan yang dapat dirobek menjadi lembaran, biasa digunakan untuk menyerap minyak pada gorengan atau membersihkan area dapur yang terkena tumpahan (9) |
| TISUMAKAN | Kertas tisu yang digunakan untuk membersihkan peralatan makan (9) |
| TISUWAJAH | Kertas tisu yang digunakan untuk membersihkan wajah (9) |
| TITIKASAP | Titik keluarnya asap dari minyak yang dipanaskan, penanda rasa dan nutrisi minyak mulai rusak (9) |
| TITIKAWAL | Tempat dimulainya pertandingan (lari, balap mobil), pekerjaan, dan sebagainya (9) |
| TITIKBEKU | Derajat suhu yang menunjukkan suatu barang cair membeku (menjadi padat) (9) |
| TITIKBUTA | Titik kecil pada retina yang tidak peka terhadap cahaya (Anatomi) (9) |
| TITIKCAIR | Suhu tertentu yang menunjukkan benda padat mulai meleleh atau mencair (9) |
| TITIKIBUN | Suhu tertinggi untuk pembentukan ibun putih (Meteorologi) (9) |
| TITIKKAKI | Titik yang paling rendah dari bulatan cakrawala (bola langit) yang terletak tepat di bawah kaki pengamat; nadir (9) |
| TITIKKATA | Keputusan (9) |
| TITIKKOMA | Tanda baca berupa titik dan koma (; ) untuk menandai bagian kalimat yang sejenis dan setara, juga untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung (9) |
| TITIKMATA | Titik yang menjadi pusat segenap penglihatan (pada gambar pemandangan); sesuatu yang menarik perhatian orang banyak; pusat perhatian (minat) (9) |
| TITIKNODA | Salah satu judul lagu tahun 70-an yang dipopulerkan grup band D'Lloyd (9) |
| TITIKTEMU | Titik tempat dua buah garis atau lebih dan sebagainya bertemu; kesepakatan; kesepahaman (9) |
| TIWIKRAMA | Pengubahan diri menjadi raksasa dan sebagainya (dalam cerita wayang); pengerahan segenap tenaga dan pikiran untuk menyampaikan maksudnya (9) |
| TOAMASINA | Kota di Madagaskar (9) |
| TOAPEKONG | Gambar (patung) dewa yang dipuja dalam kelenteng; kelenteng (9) |
| TOILETRIS | Benda-benda yang berhubungan dengan kamar mandi seperti sabun mandi, sampo, pasta gigi (9) |
| TOKALOMPI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan (9) |
| TOKOFEROL | Senyawa aktif yang terdapat pada sarang semut, mempunyai efek mirip vitamin E, berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker, dan dapat menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif (9) |
| TOKOFOBIA | Fobia terhadap kehamilan atau persalinan (Psikologi) (9) |
| TOKSINSEL | Antibodi dengan kerja khas pada sel organ tertentu (9) |
| TOKUSHIMA | Kota di Jepang (9) |
| TOLAKBALA | Penangkal bencana (bahaya, penyakit, dan sebagainya) dengan mantra (kenduri dan sebagainya) (9) |
| TOLAKBARA | Pemberat yang terdiri atas cairan yang dimuat di kapal, ditempatkan di bagian dasar kapal dan bagian lain untuk tujuan stabilitas kapal dan balas atau rem kapal (Pelayaran) (9) |
| TOLAKRAIH | Saling menuruti (memberi); tolak angsur (9) |
| TOLAMPUNG | Suku bangsa yang mendiami daerah di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Selatan; Lampung (9) |
| TOLERANSI | Sifat atau sikap toleran; batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan; penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja; tepa salira; tenggang rasa (9) |
| TOLOKUKUR | Sesuatu yang dipakai sebagai dasar mengukur (menilai, dan sebagainya); patokan; standar (9) |
| TOLSOROJA | Jalan tol yang membentang sepanjang 10,55 kilometer yang menghubungkan antara Kota Bandung dan Soreang (akronim (9) |
| TOMAKOMAI | Kota di Jepang (9) |
| TOMATAPEL | Buah tomat berbentuk bulat, padat, sedikit keras menyerupai buah apel (Lycopersicum) (9) |
| TOMATCERI | Tomat kecil dan bulat seperti buah ceri, rasanya relatif lebih manis daripada tomat biasa, kulitnya tipis, dan kandungan airnya tinggi (9) |
| TOMBELALA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Sulawesi Tengah (9) |
| TOMCRUISE | Aktor utama pada film Top Gun: Maverick (9) |
| TOMOFOBIA | Fobia terhadap bedah atau operasi (Psikologi) (9) |
| TOMOGRAFI | Teknik yang menggunakan ultrabunyi, sinar gama, atau sinar X untuk menghasilkan citra terpusat pada tubuh bagian dalam tertentu dengan mengaburkan bagian tubuh yang lain (9) |
| TONGCHUAN | Kota di Cina (9) |
| TONGGERET | Serangga berukuran besar, mempunyai pelantang di bawah sayap sehingga dapat bersuara nyaring (menandakan akhir musim hujan), hidup di pohon, memakan cairan atau getah tumbuhan; uir-uir; cenggeret; cikadas; turaes (Cicadidae) (9) |
| TONGKAHAN | Landasan; titian (9) |
| TONGKONAN | Rumah adat Toraja yang didiami secara turun-temurun dalam satu klan (9) |
| TONGKRONG | Menongkrong; berjongkok; duduk-duduk saja karena tidak bekerja; berada di suatu tempat (karena rusak dan sebagainya) (9) |
| TONISITAS | Tegangan otot yang sehat (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| TONOMETER | Alat untuk mengukur penyaringan atau penghasil data dengan penyaringan tertentu; alat untuk mengukur tekanan bola mata (9) |
| TONSAWANG | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Minahasa, salah satu suku bangsa Minahasa (9) |
| TONTUTUPO | Simpai pisau (Gorontalo) (9) |
| TONYPANDY | Kota di Inggris (9) |
| TOPEMBUNI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (9) |
| TOPENGGAS | Peranti saring berupa topeng, berfungsi sebagai pemurni gas, digunakan untuk pernapasan dalam udara yang mengandung gas beracun (9) |
| TOPIBALON | Topi wanita dengan pinggiran lebar dan mahkota besar yang menggembung, biasanya terbuat dari kasa di atas dasar kawat atau jerami (Tata Busana) (9) |
| TOPIBONET | Tutup kepala terbuat dari kain lembut, biasanya dikenakan pada bagian atas dan belakang kepala, bagian kening terbuka, dan diikat dengan tali di bawah dagu (9) |
| TOPICETOK | Tudung kepala; topi yang berbidang pinggir (seperti dipakai penunggang kuda); cepiau (9) |
| TOPIDERBI | Topi yang dipakai pada akhir abad ke-19, terbuat dari bahan laken kaku dengan mahkota bulat serta pinggiran sempit yang dilipat ke atas (9) |
| TOPIGABUS | Topi yang bagian dalamnya berlapis gabus, biasanya berbentuk lonjong; topi prop (9) |
| TOPIJAKSI | Topi pandan (9) |
| TOPILAKEN | Topi terbuat dari kain wol, bagian atas berbentuk silinder dan bagian bawah berbentuk bundar, lebih lebar daripada bagian atas (9) |
| TOPIMANDI | Penutup kepala yang terbuat dari plastik, digunakan ketika mandi agar rambut tidak basah (9) |
| TOPIVISOR | Topi dengan pinggiran depan yang lebar dan kaku untuk melindungi mata dari sinar matahari, biasanya tanpa bagian yang menutupi kepala atas (9) |
| TOPOFOBIA | Fobia terhadap tempat tertentu (Psikologi) (9) |
| TOPOGRAFI | Kajian atau penguraian yang terperinci tentang keadaan muka bumi pada suatu daerah; pemetaan yang terperinci tentang muka bumi pada daerah tertentu; keadaan muka bumi pada suatu kawasan atau daerah; uraian tentang suatu bagian tubuh sampai ke segala hal ihwal anatominya (9) |
| TORTELINI | Pasta berbentuk seperti cincin, pusar, atau mangkuk dengan bagian tengah yang menggembung, biasanya berisi campuran daging atau keju dan disajikan dengan kaldu (Tata Boga) (9) |
| TOSUMUNYA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Selatan (9) |
| TOTALITAS | Keutuhan; keseluruhan; kesemestaan (9) |
| TOTALITER | Bersangkutan dengan pemerintahan yang menindas hak pribadi dan mengawasi segala aspek kehidupan warganya (9) |
| TOTEMISME | Sistem religi yang berkeyakinan bahwa warga kelompok unilineal adalah keturunan dewa-dewa nenek moyang, moyang yang satu dengan lainnya mempunyai hubungan kekerabatan (9) |
| TOTOBUANG | Alat musik pukul sejenis talempong dari Maluku (9) |
| TOYOHASHI | Kota di Jepang (9) |
| TRABEKULA | Tonjolan otot (9) |
| TRAKTIRAN | Sesuatu yang dibelikan atau dibayari oleh orang lain, biasanya makanan atau minuman (9) |
| TRAMPOLIN | Kerangka ulet dan lentur yang digunakan oleh seorang akrobat untuk meloncat-loncat (9) |
| TRANSAKSI | Persetujuan jual beli (dalam perdagangan) antara dua pihak; pelunasan (pemberesan) pembayaran (seperti dalam bank) (9) |
| TRANSFUSI | Pemindahan atau pemasukan obat atau darah dan sebagainya kepada orang yang memerlukan (9) |
| TRANSITIF | Bersangkutan dengan kata kerja yang memerlukan objek (Linguistik) (9) |
| TRANSIVER | Radio pemancar dan penerima; pancarima; alat yang dapat menerima dan mengirim data, misalnya modem (9) |
| TRANSKRIP | Salinan (9) |
| TRANSLASI | Pemindahan semua titik di dalam bidang tertentu pada jarak dan arah yang sama (9) |
| TRANSMISI | Pengiriman (penerusan) pesan dan sebagainya dari seseorang kepada orang (benda) lain; penularan, penyebaran, penjangkitan penyakit; bagian kendaraan bermotor yang memindahkan atau meneruskan tenaga dari mesin ke as belakang; persneling; penurunan sebagian naskah yang diubah oleh penyalin untuk disesuaikan dengan selera pembaca sehingga dapat menimbulkan kekeliruan pemahaman (Filologi) (9) |
| TRANSONIK | Melebihi kecepatan suara (9) |
| TRANSPRIA | Transgender pria (orang yang terlahir dengan alat reproduksi perempuan, tetapi mengidentifikasi diri sebagai laki-laki) (akronim) (9) |
| TRANSPUAN | Transgender perempuan (orang yang terlahir dengan alat reproduksi laki-laki, tetapi mengidentifikasi diri sebagai perempuan); waria; wadam (akronim) (9) |
| TRAPESIUM | Bangun segi empat yang dua buah sisinya sejajar, tetapi tidak sama panjang (Matematika) (9) |
| TRAPEZOID | Segi empat tanpa sisi sejajar (9) |
| TRAUMATIS | Menggoncangkan jiwa (tentang pengalaman yang dahsyat) (9) |
| TREMATODA | Kelas binatang yang terdiri atas cacing-cacing pipih yang mempunyai sebuah alat pengisap atau lebih dan hidup pada binatang lain sebagai ektoparasit atau endoparasit (9) |
| TRENGGULI | Pohon yang tumbuh bengkok, tinggi mencapai 20 m, kayunya kuat dan awet, daunnya diseduh, digunakan sebagai obat pencahar, buahnya banyak digunakan untuk keperluan pengobatan, buah yang muda warnanya hijau dan lunak, setelah tua menjadi keras dan berkayu, warnanya cokelat atau kehitam-hitaman; tengguli (Cassia fistula) (9) |
| TRIBOLOGI | Pengkajian gaya gesek dan pelumasan (9) |
| TRIDAKTIL | Jari kaki pada aves yang berjumlah tiga menghadap ke depan, misalnya pada kelompok bebek (Zoologi) (9) |
| TRIDENTAT | Ligan bercabang tiga dan ketiganya dikoordinasi ke kation pusat (Kimia) (9) |
| TRIFOLIAT | Berdaun tiga; benda berdaun tiga (9) |
| TRIFOSFAT | Garam atau ester dengan tiga gugus fosfat (9) |
| TRIGEMIUS | Kembar tiga (9) |
| TRIHEDRON | Bidang tiga (9) |
| TRIHIDRAT | Senyawa yang mengandung tiga molekul air hablur (Kimia) (9) |
| TRIHIDRIK | Alkohol yang dinyatakan dengan tiga gugus OH (9) |
| TRIKLOSAN | Bahan yang digunakan dalam beberapa produk pakaian, mainan, furnitur, sabun, pasta gigi, dan kosmetik untuk mengurangi atau mencegah kontaminasi bakteri, dapat memicu gangguan kesehatan saat bereaksi dengan lingkungan yang berair, memicu resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik, dan memicu kemunculan kuman penyebab penyakit yang tidak dapat dibasmi dengan antibiotik (9) |
| TRIKOLOGI | Ilmu dan praktik yang berhubungan dengan rambut dan kulit kepala (Kesehatan) (9) |
| TRIKOTOMI | Pemisahan atau pembagian atas tiga golongan (kelompok) (9) |
| TRIKROMAT | Seseorang yang memiliki penglihatan standar tentang warna, terutama merah, hijau, dan biru (9) |
| TRIKUSPID | Berujung atau berpuncak tiga (9) |
| TRILINGGA | Reduplikasi berupa pengulangan unsur (suku kata) sebanyak tiga kali (9) |
| TRILIUNAN | Beberapa triliun; bertriliun-triliun (9) |
| TRILIUNER | Orang yang sangat kaya raya; hartawan (9) |
| TRIMESTER | Periode tiga bulan; triwulan (9) |
| TRIPARTIT | Tiga pihak (9) |
| TRIPITAKA | Kitab suci umat beragama Buddha (Agama Buddha) (9) |
| TRIPTOFAN | Asam amino esensial yang diperlukan bagi pertumbuhan (Kimia) (9) |
| TRIPTONIK | Sistem pada transmisi automatik mobil yang memungkinkan pengemudi mengoperasikan perpindahan gigi secara manual (9) |
| TRIPTOTOS | Kata yang mempunyai tiga sufiks yang berbeda untuk menandai kasus-kasus yang ada (Linguistik) (9) |
| TRISANDIA | Sembahyang tiga kali sehari bagi umat Hindu (pagi, siang, dan malam) (Bali) (9) |
| TRISIKLIK | Struktur lingkar yang mengandung tiga atom atau struktur atom dengan tiga lingkar yang bersekutukan dua atom (Kimia) (9) |
| TRITURASI | Penggosokan bahan menjadi bubuk halus (9) |
| TRIWANGSA | Tiga kasta (Brahmana, Kesatria, Waisya) (9) |
| TROFOBLAS | Bagian dari plasenta (9) |
| TROISDORF | Kota di Jerman (9) |
| TROKANTER | Otot yang memanjang pada paha bagian atas (9) |
| TROMBONIS | Pemain trombon (Musik) (9) |
| TROMBOSIS | Pembekuan darah di dalam lumen pembuluh darah; penyumbatan pembuluh darah (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| TROMBOSIT | Keping-keping darah, mempunyai bentuk yang tidak teratur dan tidak mempunyai inti (9) |
| TROMOLPOS | Kotak pos (9) |
| TROPOSFER | Bagian paling bawah atmosfer bumi yang tingginya dari permukaan bumi berkisar 9–17 km, di atas khatulistiwa lebih tinggi daripada di atas daerah kutub (9) |
| TRUKDEREK | Truk yang berfungsi untuk menderek kendaraan lain (9) |
| TRUNGTUNG | Film Animasi Pendek Terbaik dalam FFI 2023 (9) |
| TSURUSAKI | Kota di Jepang (9) |
| TUABANGKA | Tua sekali; tua bengkok; tuyuk-tuyuk (9) |
| TUADAGANG | Kepala pedagang (9) |
| TUAKKERAS | Tuak yang banyak mengandung alkohol (9) |
| TUAKMANIS | Tuak yang tidak banyak mengandung alkohol (rasanya manis atau tidak begitu pahit) (9) |
| TUALONTOK | Tua sekali; sangat tua (9) |
| TUANBESAR | Kepala perusahaan (perkebunan, pabrik, dan sebagainya); orang yang berpangkat tinggi; gubernur jenderal (9) |
| TUANHAMBA | Tuan (pengganti persona, lebih takzim daripada tuan) (9) |
| TUANKEBUN | Penguasa kebun (9) |
| TUANRUMAH | Yang empunya rumah; kepala rumah tangga; orang yang mengadakan perjamuan sebagai lawan kata tamu; orang yang menerima tamu; yang empunya negeri; penduduk asli (9) |
| TUANTANAH | Pemilik tanah pribadi yang sangat luas; pemilik tanah, penginapan, pondokan, atau rumah sewaan (9) |
| TUASUNTUK | Tua sekali (9) |
| TUASWESEL | Tuas yang dioperasikan secara manual yang membuka dan menutup wesel (9) |
| TUBATIKUS | Racun (pembunuh) tikus; berangan (9) |
| TUBEKTOMI | Pemandulan pada wanita, dilakukan dengan cara memotong atau mengikat saluran telur; sterilisasi (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| TUDAMPENI | Kegiatan pada malam menjelang upacara perkawinan berupa duduk bersama antara keluarga dan tetangga dengan acara pembersihan diri calon pengantin dengan simbol meletakkan daun inai di telapak tangan calon pengantin (Bugis) (9) |
| TUKANGAIR | Penjual atau pengangkut air (9) |
| TUKANGBAS | Orang yang pekerjaannya membuat rumah (9) |
| TUKANGPOS | Pengantar surat-surat pos (9) |
| TUKARLALU | Bertukar barang dengan tidak menambah uang (9) |
| TUKULBESI | Martil besi kecil (9) |
| TUKULKAYU | Martil kayu kecil (9) |
| TUKUTOKOL | Daun yang digunakan sebagai penolak roh jahat, biasanya digantungkan pada pintu (9) |
| TULAHANAK | Uang tunjangan untuk anak (9) |
| TULAHPAPA | Kutuk mendatangkan kesengsaraan (9) |
| TUMPANGAN | Yang ditumpangkan (seperti muatan, titipan, kiriman); tempat menumpang (untuk sementara waktu); yang ditumpangi; kesempatan menumpang; pemondokan (9) |
| TUMPENGAN | Selamatan dengan menyajikan (nasi) tumpeng sebagai makanan utamanya (9) |
| TUMUNGKUL | Diam menundukkan kepala; tungkul (9) |
| TUNADAKSA | Cacat tubuh (9) |
| TUNAGANDA | Penderita cacat lebih dari satu kecacatan (yaitu cacat fisik dan mental) (9) |
| TUNAKARYA | Tidak mempunyai pekerjaan; tidak bermata pencaharian (9) |
| TUNAKUASA | Tidak memiliki kekuasaan; tidak berdaya (9) |
| TUNALARAS | Cacat suara dan nada (9) |
| TUNANETRA | Tidak dapat melihat; buta; ablepsia; pilong (9) |
| TUNARUNGU | Tidak dapat mendengar; tuli (9) |
| TUNAWISMA | Tidak mempunyai tempat tinggal (rumah); gelandangan (9) |
| TUNDUNGAN | Yang diusir; buangan (9) |
| TUNGGAKAN | Angsuran (pajak) yang belum dibayar; sisa pekerjaan (9) |
| TUNGGANAI | Kepala suku yang dituakan dari suatu keluarga yang sepersukuan (Minangkabau); pawang (Minangkabau); saudara laki-laki dari suami atau istri (Melayu Jambi) (9) |
| TUNGGILIS | Anak yang menjadi anak tunggal karena saudara kandungnya meninggal (Sunda) (9) |
| TUNGIPARA | Kota di Bangladesh (9) |
| TUNGKAHAN | Kayu landasan (di dapur dan sebagainya); kayu dan sebagainya penyangga (jembatan dan sebagainya); kayu tempat duduk sewaktu memarut kelapa dan sebagainya; tongkah (Minangkabau) (9) |
| TUNJANGAN | Uang (barang) yang dipakai untuk menunjang; tambahan pendapatan di luar gaji sebagai bantuan; sokongan; bantuan (9) |
| TUPAIAKAR | Tupai yang bulunya berbintik-bintik (9) |
| TURBULENS | Gerak bergolak tidak teratur yang merupakan ciri gerak zat alir (Fisika) (9) |
| TURIBULUM | Wadah berantai dari logam untuk mendupai dalam misa (Agama Katolik) (9) |
| TUROFILIA | Ketertarikan yang berlebihan pada keju (Psikologi) (9) |
| TURQUOISE | Batu permata yang buram berwarna biru (ungkapan/Prancis) (9) |
| TURUNHAJI | Kembali dari menunaikan ibadah haji (9) |
| TURUNMAIN | Beristirahat (tentang anak-anak sekolah); ikut bermain (sepak bola dan sebagainya) (9) |
| TURUNNAIK | Keadaan yang tidak tetap (tidak menentu) (9) |
| TURUTIRAT | Suka mengikuti aktivitas orang lain (9) |
| TURUWISEN | Penyakit mata berupa benjolan pada kelopak mata (Sunda) (9) |
| TUSUKBIKU | Tusukan yang jalan benangnya berbiku-biku (9) |
| TUSUKBULU | Tusuk berupa garis diagonal yang dikerjakan secara bergantian kiri dan kanan (Tata Busana) (9) |
| TUSUKGIGI | Peranti (sebesar semat) terbuat dari kayu atau bambu, dipakai untuk membersihkan kotoran pada celah-celah gigi (setelah makan) (9) |
| TUTUPATAP | Perayaan untuk menandakan selesainya pembangunan gedung, konstruksi, dan sebagainya (9) |
| TUTUPBUKU | Berhenti catat-mencatat uang dalam buku dagang (9) |
| TUTUPBUMI | Tumbuhan obat-obatan, akarnya untuk obat malaria, daunnya dapat untuk menurunkan panas dengan menumbuknya lalu melekatkannya pada kening dan perut; tapak liman (Elephantopus scaber) (9) |
| TUTUPDIAT | Tutup beralur (9) |
| TUTUPMATA | Tidak peduli (seolah-olah tidak melihat) (kiasan) (9) |
| TUTUPUSIA | Meninggal dunia (9) |
| TUTURKATA | Perkataan (yang diucapkan); kata yang diujarkan (9) |
| TUWURASIA | Burung arboreal, panjang sekitar 42 cm, pada jantan bulu berwarna hitam, sedangkan betina berwarna cokelat abu-abu berbintik putih, merupakan burung parasit bagi burung lainnya, pemakan serangga, invertebrata, dan buah-buahan, berhabitat di hutan dan kebun, persebaran di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi; burung tuhu; burung culik (Eudynamys scolopaceus) (9) |
| UBIKELAPA | Tanaman memanjat, mencapai tinggi 10 m, daunnya berbentuk bundar telur, bentuk umbinya beragam, ada yang bulat, pipih panjang ataupun menjari, daging umbi berwarna putih ungu atau gading, di beberapa daerah digunakan sebagai bahan pangan utama (Dioscorea alata) (9) |
| UBIKUINON | Koenzim pada rantai pernafasan atau transpor elektron dalam mitokondria (9) |
| UBIKUITAS | Keadaan muncul di mana-mana (9) |
| UBIRAMBAT | Ubi jalar (9) |
| UDANLIRIS | Corak batik berupa garis-garis miring sejajar, biasanya berlatar putih (Jawa) (9) |
| UDONTHANI | Kota di Thailand (9) |
| UESKUEDAR | Kota di Turki (9) |
| UFUKKABUT | Lapisan paling atas kabut yang dibatasi oleh sungsangan suhu paras rendah dan tampak seperti ufuk jika dilihat dari atas membelakangi langit (Hidrometeorologi) (9) |
| UFUKRADIO | Kedudukan titik-titik sinar langsung dari pemancar radio menjadi sejajar dengan permukaan bumi (Hidrometeorologi) (9) |
| UITENHAGE | Kota di Afrika Selatan (9) |
| UJIAMBANG | Penetapan kuantitas atau konsentrasi suatu zat dengan sifat khas agar sifat khas itu terasa atau dapat dirasakan akibatnya; uji ambang suatu gas toksik yang mencemari udara pabrik, misalnya, dilakukan dengan menggunakan hewan percobaan yang ditaruh dalam udara yang mengandung gas toksik pada berbagai konsentrasi (sementara kondisi lainnya sama) untuk menetapkan batas kapan hewan percobaan itu mati (9) |
| UJIANESAI | Ujian dengan bentuk pertanyaan yang mengharapkan jawaban secara terurai, membandingkan, baik secara lisan maupun tertulis (9) |
| UJIHAYATI | Uji kekuatan obat, hormon, vitamin, atau zat gizi lain dengan melihat efeknya pada hewan atau jaringan hidup yang diuji (Ilmu Gizi) (9) |
| UJIKLINIK | Tes untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan obat, alat medis, kosmetik, dan sebagainya pada manusia (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| UJIKLINIS | Pengujian terhadap aktivitas biologis suatu obat (terutama yang berhubungan dengan kemanjuran dan keamanannya) yang dilakukan langsung terhadap manusia (9) |
| UJILAKTAT | Uji yang dilakukan untuk mengukur kadar asam laktat di otot setelah melakukan aktivitas tertentu (Ilmu Gizi) (9) |
| UJIMATERI | Tinjauan ulang atas undang-undang atau peraturan oleh komisi yudisial (tentang materinya) (Hukum) (9) |
| UJITABRAK | Bentuk pengujian destruktif terhadap berbagai moda atau sistem transportasi dan komponen terkait, biasanya dilakukan untuk memastikan keamanan standar rancangan ketika terjadi tabrakan (9) |
| UJUNGATAP | Pohon kecil, kayunya kuat, kokoh, berwarna merah tua, daunnya dapat direbus untuk obat demam dan lelah (Baeckea frutescens) (Botani) (9) |
| UJUNGBUMI | Tempat yang jauh sekali (9) |
| UJUNGJARI | Dapat diperoleh secara mendetail dan menyeluruh (kiasan) (9) |
| UJUNGKUKU | Sedikit sekali (kiasan) (9) |
| UJUNGMATA | Sudut mata bagian luar (9) |
| UKURTANAH | Perihal mengukur tanah (9) |
| ULANBATOR | Ibu kota Mongolia (9) |
| ULANBUKIT | Lettsomia peguentas (9) |
| ULANGALIK | Pulang pergi; bolak-balik; mondar-mandir; mondar-mandir ke sana sini (9) |
| ULANPUTIH | Aniseia martinicensis (9) |
| ULARBAKAU | Ular yang hidup di hutan bakau, tidak berbisa (Fordonia leucobalia) (9) |
| ULARCABAI | Ular berbisa yang berkepala tipis dan kecil, di sepanjang tubuhnya membujur garis atau pita kuning atau jingga, punggungnya hitam, perutnya berwarna belang putih dan hitam, ekornya merah seperti cabai, panjangnya kira-kira 60 cm (Maticora intestinalis) (9) |
| ULARCECAK | Ular bertubuh kecil, panjang mencapai 70 cm, berwarna cokelat keunguan, sebagian sisik bertepi putih, mangsanya cecak, kadal, atau tokek (Lycodon capucinus) (Zoologi) (9) |
| ULARHIJAU | Ular yang kulitnya hijau, kepalanya berbentuk segitiga, badannya pendek, bagian perutnya berwarna hijau muda, dan bagian ekornya berwarna merah tua (Trimeresurus albolabris) (9) |
| ULARHITAM | Ular sendok (9) |
| ULARKADUT | Ular yang kulitnya berbenjol-benjol, berwarna cokelat, bernapas dengan paru-paru, berkembang biak dengan cara beranak (Acrochordus javanicus) (9) |
| ULARKAWAT | Ular yang mirip cacing, panjangnya antara 10–20 cm, badannya bersisik kecil-kecil, berwarna hitam mengilap, matanya tersembunyi di bawah sisik kepala, ekornya sangat pendek, ujungnya runcing mirip kepala (Typhlops braminus) (9) |
| ULARKOBRA | Ular sendok (9) |
| ULARKOROS | Ular jali (Zoologi) (9) |
| ULARMINUM | Pelangi (9) |
| ULARPITAR | Ular birang (Zoologi) (9) |
| ULARPUCUK | Ular yang tubuhnya berwarna hijau tua, kepalanya memanjang dengan moncong berujung sangat runcing, dengan panjang badan kira-kira 1,5 m (9) |
| ULARPUTIH | Ular yang kepalanya bundar dan kecil, hampir sama dengan lehernya, tubuhnya sedang, seluruh tubuhnya berwarna putih (9) |
| ULARSANCA | Ular besar yang panjangnya dapat mencapai 10 m, kulitnya bagus, bisa dijadikan bahan sepatu, tas, dan sebagainya (Python reticulatus) (9) |
| ULARSAWAH | Ular yang hidup di sawah, pemakan tikus, tidak berbisa, belitannya sangat kuat dan dapat mematikan; ular sawa (9) |
| ULARSIPUT | Ular pemakan siput, tubuhnya berwarna cokelat dengan gelang-gelang hitam yang samar-samar, kepala bulat dan tebal, matanya besar seperti mata kucing, geraknya lamban dan lemah lembut (Pareas carinatus) (9) |
| ULARTANAH | Ular berbisa, berwarna cokelat tua (dapat juga menyerupai dedaunan atau rumput kering), kepalanya berbentuk segitiga (Agkistrodon rhodostoma) (9) |
| ULARTIKUS | Ular pemakan tikus, seperti ular koros dan ular jali (Zoologi) (9) |
| ULATGAJAH | Hama pemakan daun; larva ngengat; ulat jedung; ulat keket (Attacus atlas) (Zoologi) (9) |
| ULATKEKET | Ulat gajah (Zoologi) (9) |
| ULATKILAN | Ulat jengkal (9) |
| ULATKIPAT | Ulat berwarna hitam dengan bercak dan rambut putih, kepala dan ekornya berwarna merah, larva dari ngengat; ulat kenari (Cricula trifenestrata) (Zoologi) (9) |
| ULATKUBIS | Ulat yang menyerang tanaman kubis, panjangnya mencapai 1,2 cm, larva dari ngengat (Plutella xylostella) (Zoologi) (9) |
| ULATSUTRA | Ulat yang mengeluarkan benang yang dapat dijadikan sebagai bahan sutra (Bombyxmori) (9) |
| ULATTANAH | Ulat yang hidup di tanah biasa sebagai hama yang menyebabkan pangkal batang patah (Agrothis interjectionis) (9) |
| ULTIMATUM | Peringatan atau tuntutan yang terakhir dengan diberi batas waktu untuk menjawabnya; peringatan dengan ancaman (9) |
| ULTRAKAYA | Sangat kaya (9) |
| ULTRAUNGU | Daerah spektrum elektromagnet yang terbentuk sekitar panjang gelombang 10–380 mm; ultraviolet (9) |
| ULUBALANG | Istri seorang malim yang membantu kegiatan pemantraan dan membawa semua hiasan yang akan digunakan oleh malim (Melayu Jambi) (9) |
| ULUKSALAM | Memberi salam (9) |
| ULULABSAR | Orang-orang yang memiliki pikiran cerdas dan pandangan yang luas (Agama Islam) (9) |
| ULULALBAB | Orang-orang yang memiliki akal sehat (Agama Islam) (9) |
| ULYANOVSK | Kota di Rusia (9) |
| UMAKABIHU | Rumah adat suku Sumba mirip joglo yang berbentuk panggung empat persegi panjang, atapnya menjulang tinggi berbentuk trapesium dan dibuat dari rumbia (9) |
| UMBANTALI | Pengumban (9) |
| UMBILAPIS | Bagian batang di bawah permukaan tanah, sangat pendek, dengan daun-daun tebal berbentuk sisik yang berdaging, dari ujung bawahnya (bonggol) tumbuh akar, dari ujung atas tumbuh batang (seperti bawang, gladiol) (9) |
| UMBILIKUS | Pusar; pusat (9) |
| UMBUKUMBI | Berbagai bujukan (dengan maksud hendak menipu) (9) |
| UMMRUWABA | Kota di Sudan (9) |
| UMOTALANG | Ladang yang terletak jauh dari desa, terutama ditanami padi (Melayu Jambi) (9) |
| UMPANALIR | Pancing dengan umpan hidup untuk menangkap buaya; (tali) alir (9) |
| UMULKITAB | Induk kitab (karena merupakan induk dari semua isi Alquran); surah Alfatihah (Agama Islam/Arab) (9) |
| UMULQURAN | Induk Alquran; surah Alfatihah (Agama Islam/Arab) (9) |
| UMUREMOSI | Taraf kesanggupan seseorang untuk mengalami perasaan-perasaan tertentu (9) |
| UMURFISIK | Taraf kematangan (kesiapan) bagian-bagian tubuh seseorang (9) |
| UMURMASUK | Umur pada saat diterima sebagai tertanggung (Ekonomi dan Keuangan) (9) |
| UMURMORAL | Taraf kesanggupan seseorang dalam membedakan hal yang baik dari yang kurang baik (9) |
| UMURPANEN | Masa tumbuhan ditanam sampai dipanen (tentang padi, jagung, dan sebagainya) (9) |
| UMURPARUH | Waktu yang diperlukan suatu reaksi untuk menghabiskan separuh bahan awal (Kimia); waktu yang diperlukan agar radioaktivitas suatu zat berkurang menjadi separuhnya (Kimia) (9) |
| UMURSUBUR | Masa orang (hewan) berkemampuan (besar kemungkinannya) mempunyai anak (9) |
| UNAIEMERY | Pelatih Juara Liga Eropa 2020/2021 (9) |
| UNDAKUSUK | Sistem ragam bahasa menurut hubungan antara pembicara, terjadi dari bahasa cakap, bahasa kasar, bahasa menengah, bahasa sedang, bahasa luwes (Linguistik) (9) |
| UNDULATUS | Varietas awan yang berupa lapisan atau lembaran yang utuh atau terpecah-pecah (Meteorologi) (9) |
| UNDURSIAR | Pengunduran waktu penayangan siaran di televisi atau radio (9) |
| UNGGASAIR | Unggas yang senang hidup di air, seperti bebek dan mentok (9) |
| UNGUTIRUS | Zat pewarna yang diperoleh dari siput yang banyak digunakan di kota Tirus (Lebanon) (9) |
| UNIFIKASI | Hal menyatukan; penyatuan; hal menjadikan seragam (9) |
| UNILINEAL | Melalui satu garis kekerabatan, misalnya patrilineal saja atau matrilineal saja (9) |
| UNILINEAR | Mengikuti satu garis arah (9) |
| UNIONJACK | Sebutan bendera Inggris (ungkapan/Inggris) (9) |
| UNITGERAK | Unit fungsional untuk saraf otot-otot yang terlibat dalam gerakan (9) |
| UNITHAUGH | Ukuran untuk menilai kualitas internal sebutir telur dengan mengukur tingginya putih telur atau albumen (Peternakan) (9) |
| UNITKERJA | Satuan (regu) kerja (9) |
| UNIVERSAL | Umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia); bersifat (melingkupi) seluruh dunia; kategori keilmubahasaan yang berlaku untuk semua bahasa (Linguistik) (9) |
| UNIVERSUM | Alam semesta; jagat raya; sesuatu yang sifatnya semesta (9) |
| UNIVOLTIN | Memiliki satu keturunan dalam satu musim atau tahun (Biologi) (9) |
| UNJUKGAYA | Memperagakan penampilan dalam berbagai gaya (9) |
| UNJUKGIGI | Menunjukkan kekuatan (kepandaian, kekuasaan, kemarahan, dan sebagainya) (9) |
| UNJUKJASA | Unjuk gigi (9) |
| UNJUKMUKA | Memperlihatkan diri (di hadapan atasan, pejabat, dan sebagainya) (9) |
| UNJUKRASA | Pernyataan protes yang dilakukan secara massal; demonstrasi (9) |
| UPAHPREMI | Uang jasa khusus yang diberikan kepada karyawan karena prestasi di luar kelaziman (bekerja pada hari libur, pekerjaan yang berbahaya, dan keahlian yang istimewa) (9) |
| UPAHWAJAR | Upah yang diberikan oleh perusahaan seimbang dengan jasa yang disumbangkan oleh karyawan kepada perusahaan (9) |
| UPANISHAD | Kitab tafsir yang bersifat filosofis tentang kitab Weda, pegangan orang beragama Hindu (9) |
| URANGAWAK | Sebutan orang dari suku bangsa Minangkabau dalam pergaulan (9) |
| URANOLOGI | Ilmu tentang langit dan bintang-bintang (9) |
| URATBIJIH | Urat mineral yang mengandung logam berharga yang dapat diolah dan diambil logamnya; endapan bijih yang bentuknya menyerupai urat (9) |
| URATDARAH | Pembuluh (saluran) kecil-kecil dalam tubuh tempat darah mengalir; arteri (9) |
| URATLEHER | Otot pada leher (9) |
| URATMERIH | Urat darah yang besar pada leher (9) |
| URATSARAF | Struktur jaringan urat yang menghubungkan otak dengan semua bagian tubuh, yang membawa pesan tertentu ke otak dan mengirimkan berita dari otak ke bagian tubuh yang lain; tali rasa; asabat (9) |
| URBANISME | Sikap dan cara hidup orang kota; perkembangan daerah perkotaan; ilmu tentang kehidupan kota (9) |
| UREAMETER | Alat untuk mengukur urea dengan cara menghitung volume gas nitrogen yang timbul (Kimia) (9) |
| URETRITIS | Radang uretra (9) |
| URIANGATO | Kota di Meksiko (9) |
| UROKINASE | Enzim yang dibentuk di ginjal, berperan untuk memulai proses pemecahan gumpalan darah (9) |
| URTIKARIA | Ruam kulit, letaknya tersebar dan disertai rasa gatal, biasanya terjadi karena reaksi alergi; bidur (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| USAHATANI | Kegiatan usaha yang dilakukan dalam bidang pertanian (9) |
| USHIROMBO | Kota di Tanzania (9) |
| USIAKAWIN | Usia yang dianggap cocok secara fisik dan mental untuk kawin (kira-kira di atas 20 tahun) (9) |
| USIAMUDAH | Tahap dalam perkembangan individu, pada waktu seseorang sedang mudah tumbuh dan berkembang (sangat potensial) (9) |
| USIASENJA | Usia 50 tahun ke atas (9) |
| USSURIYSK | Kota di Rusia (9) |
| USTILIMSK | Kota di Rusia (9) |
| USURPATOL | Pengambilan hak milik orang lain secara sewenang-wenang; penyerobotan (9) |
| USUSBESAR | Bagian usus yang menyalurkan sisa-sisa makanan untuk dikeluarkan (sebagai kotoran) (9) |
| USUSBUNTU | Bagian usus yang terletak pada pertemuan usus besar dan usus halus berbentuk kantong; kantong kecil seperti umbai yang menempel pada kantong usus; apendiks (9) |
| USUSHALUS | Bagian usus (di antara perut dan usus besar) yang mencernakan makanan dan menyerapkan zat-zat makanan ke dalam tubuh (9) |
| USUSKECIL | Bagian dari usus yang berdiameter sekitar 3 cm, panjangnya rata-rata 6-7 m, berperan mencerna makanan setelah makanan meninggalkan perut dan menyerap gizi (9) |
| UTANGBUDI | Mendapat kebaikan hati dari orang lain dan wajib dibalas (9) |
| UTANGDANA | Bagian dari utang nasional yang sebagian besar tidak mewajibkan pemerintah membayar sesuai dengan tanggal yang ditentukan (Hukum) (9) |
| UTROLOKAL | Adat yang memberi kebebasan kepada pasangan pengantin baru untuk tinggal menetap di dekat keluarga suami atau istri (Antropologi) (9) |
| UTTARADIT | Kota di Thailand (9) |
| VACAVILLE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| VAESTERAS | Kota di Swedia (9) |
| VAGILITAS | Kecenderungan makhluk atau populasi untuk mengubah lokasi atau persebarannya sesuai dengan perjalanan waktu (Biologi) (9) |
| VAGINITIS | Peradangan pada vagina; kolpitis (9) |
| VAKSINASI | Penanaman bibit penyakit (misalnya cacar) yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh manusia atau binatang (dengan cara menggoreskan atau menusukkan jarum) agar orang atau binatang itu menjadi kebal terhadap penyakit tersebut (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| VALDEMORO | Kota di Spanyol (9) |
| VALIDATOR | Orang yang melakukan validasi (9) |
| VALIDITAS | Sifat benar menurut bahan bukti yang ada, logika berpikir, atau kekuatan hukum; sifat valid; kesahihan (9) |
| VANCOUVER | Kota di Kanada dan Amerika Serikat (9) |
| VARIKOKEL | Varikosel (9) |
| VARIKOSEL | Pelebaran pembuluh darah balik (vena) pada kantung zakar karena adanya kelainan katup yang menghambat aliran darah (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| VASEKTOMI | Operasi untuk memandulkan kaum pria dengan cara memotong saluran sperma atau saluran mani dari bawah buah zakar sampai ke kantong sperma (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| VASOMOTOR | Menyangkut saraf yang mengatur pelebaran atau penyempitan pembuluh darah atau peredaran darah (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| VEGANISME | Filosofi atau gaya hidup yang tidak mengonsumsi daging, ikan, produk susu, atau telur (9) |
| VEGETARIR | Vegetarian (9) |
| VEGETARIS | Dalam keadaan tidak makan daging, tetapi hanya makan sayuran atau hasil tumbuhan (9) |
| VEGETATIF | Salah satu stadium pertumbuhan dari tumbuhan yang tidak melibatkan perkembangbiakan kawin (9) |
| VEHOFOBIA | Fobia berkendara (Psikologi) (9) |
| VELOSITAS | Kecepatan yang diukur dalam satuan jarak per satuan waktu (9) |
| VENALITAS | Keadaan, kualitas, hal menjadi venal; kemauan untuk disuap (9) |
| VENEZUELA | Negara yang terletak di Amerika Selatan, beribu kota Karakas (9) |
| VENTILASI | Pertukaran udara; ; perputaran udara secara bebas di dalam ruangan; (lubang) tempat udara dapat keluar masuk secara bebas (9) |
| VENTRALIS | Ventral (9) |
| VENTRIKEL | Rongga kecil (Kedokteran dan Fisiologi); rongga pada otak (Kedokteran dan Fisiologi); bilik utama jantung (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| VERACAUSA | Sebab yang sebenarnya (ungkapan/Latin) (9) |
| VERDIGRIS | Karat hijau pada permukaan tembaga (Kimia) (9) |
| VERITISME | Gaya dalam pertunjukan drama yang memakai prinsip menghapuskan cara berpura-pura dalam memainkan drama (Kesenian) (9) |
| VERMILIUN | Mineral merah terang untuk bahan dasar cat merah terang (9) |
| VERMISELI | Makanan pasta yang bentuknya seperti mi panjang tipis terbuat dari adonan gandum (9) |
| VERMISIDA | Racun pembunuh cacing (Kedokteran dan Fisiologi) (9) |
| VEROPAUSE | Andropause (9) |
| VESHNYAKI | Kota di Rusia (9) |
| VESIKULAR | Berkaitan dengan atau bersifat seperti vesikula (9) |
| VESTIBULA | Ruang kecil; lobi; beranda; serambi; pintu sambungan antardua gerbong (dalam kereta api) yang tertutup; rongga yang ada di tengah-tengah labirin telinga (Anatomi) (9) |
| VESTIGIAL | Berkenaan dengan struktur atau bentuk yang berkembang tidak sempurna (menjadi mengecil) (9) |
| VETERINER | Mengenai penyakit hewan (kedokteran hewan) (9) |
| VIBRIOSIS | Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibio sp. (9) |
| VICALVARO | Kota di Spanyol (9) |
| VICEVERSA | Dan sebaliknya; disingkat v.v. (ungkapan/Latin) (9) |
| VICTORIAS | Kota di Filipina (9) |
| VIDEINFRA | Lihat berikutnya (ungkapan/Latin) (9) |
| VIDELICET | Yakni; disingkat viz. (ungkapan/Latin) (9) |
| VIDEOTEKS | Pelayanan data melalui jaringan telepon yang menyangkut kegiatan, seperti jadwal kereta api, acara bioskop melalui terminal video (9) |
| VIDEOTRON | Media yang menayangkan video dengan pencahayaan semikonduktor yang mengubah listrik menjadi cahaya, berukuran besar, biasanya untuk menayangkan iklan atau presentasi (9) |
| VIDESUPRA | Lihat sebelumnya; lihat di atas; disingkat v.s. (ungkapan/Latin) (9) |
| VIENTIANE | Ibu kota Laos (9) |
| VIGORITAS | Daya tumbuh; vigor (9) |
| VIKARIASI | Keterdapatan bentuk, takson atau biota berkerabat erat dan berpersyaratan ekologi serupa pada daerah geografi berbeda yang dipisahkan atau diisolasi satu sama lain oleh timbulnya sawar alami (Biologi) (9) |
| VILAVELHA | Kota di Brasil (9) |
| VILLAREAL | Klub sepak bola Spanyol juara Liga Eropa UEFA 2020-2021 yang dijuluki Kapal Selam Kuning (9) |
| VINNYTSIA | Kota di Ukraina (9) |
| VINOMETER | Hidrometer untuk mengukur kadar alkohol dalam anggur (Kimia) (9) |
| VINUKONDA | Kota di India (9) |
| VIOSTEROL | Ergosterol yang diradiasi; vitamin D2 (9) |
| VIRILISME | Penampilan sifat laki-laki secara fisik dan mental pada wanita (9) |
| VIRILITAS | Kemampuan seks lelaki; kejantanan (9) |
| VIRILOKAL | Adat bertempat tinggal atau dekat dengan keluarga laki-laki (Antropologi) (9) |
| VIRULENSI | Takaran kemampuan suatu mikroorganisme (virus) untuk menimbulkan penyakit (Kedokteran dan Fisiologi); keganasan; kejahatan (9) |
| VIRUSIDAL | Bersifat memiliki kemampuan menghancurkan virus (9) |
| VISADINAS | Visa yang diberikan kepada pemegang paspor dinas dan paspor lain yang melaksanakan tugas resmi (9) |
| VISATURIS | Visa wisatawan (9) |
| VISINISME | Variasi pada individu atau populasi sebagai akibat bercampur atau berhubungan erat dengan makhluk lain (Biologi) (9) |
| VISITATOR | Pembesar biara; superior (Agama Katolik) (9) |
| VISIWARNA | Proses membedakan panjang gelombang warna oleh mata, menghasilkan informasi bagi otak untuk menangkap apa yang disebut warna (Psikologi) (9) |
| VITALITAS | Kemampuan untuk bertahan hidup; daya hidup; kehidupan (dalam seni, sastra, dan sebagainya) (kiasan); daya hidup suatu bahasa yang ditunjukkan oleh eksistensi dan intensitas penggunaannya dalam berbagai konteks sosial (Linguistik) (9) |
| VIVISEKSI | Pembedahan terhadap makhluk hidup (umumnya hewan) yang bersifat eksperimental untuk keperluan ilmiah (9) |
| VOKABULER | Semua kata yang terdapat dalam suatu bahasa; perbendaharaan kata; kosakata; daftar kata yang diurutkan per abjad, biasanya disertai makna atau terjemahannya (9) |
| VOLALITAS | Besarnya tingkat perubahan harga pada aset tertentu (Ekonomi dan Keuangan); kecenderungan terjadinya penguapan pada suhu relatif rendah (Kimia) (9) |
| VOLGOGRAD | Kota di Rusia (9) |
| VOLTEFACE | Perubahan sikap atau pendirian (ungkapan/Prancis) (9) |
| VOLTMETER | Alat untuk mengukur arus listrik dalam satuan volt (Elektronika) (9) |
| VOLUMETER | Alat untuk mengukur volume zat padat, cair, dan gas (Kimia) (9) |
| VOLUMETRI | Pengukuran volume gas atau larutan (9) |
| VOLZHSKIY | Kota di Rusia (9) |
| VRINDAVAN | Kota di India (9) |
| WABAKDAHU | Dan sesudah itu; dan kemudian dari itu (Arab) (9) |
| WADIASSIR | Kota di Yordania (9) |
| WADMEDANI | Kota di Sudan (9) |
| WADYABALA | Balatentara; pengikut setia; penyiar radio (9) |
| WAHDANIAH | Bersifat keesaan (Allah) (Arab) (9) |
| WAITAKERE | Kota di Selandia Baru (9) |
| WAKEFIELD | Kota di Inggris dan Amerika Serikat (9) |
| WALBRZYCH | Kota di Polandia (9) |
| WALIALLAH | Sahabat Allah; orang yang suci dan keramat (9) |
| WALIHAKIM | Pejabat urusan agama yang bertindak sebagai wali pengantin perempuan dalam pernikahan jika pengantin perempuan tidak mempunyai wali (Agama Islam); (9) |
| WALIKELAS | Guru yang diserahi tugas membina murid dalam satu kelas (Pendidikan) (9) |
| WALIKUKUN | Pohon (Actinophora buurmani) (9) |
| WALIMURID | Orang yang menjamin dan bertanggung jawab terhadap seorang anak di sekolahnya, seperti ibu, bapak, saudara (9) |
| WALIPUHUN | Pemangku adat atau semacam pemimpin ritual yang khusus menangani upacara penanaman padi (Sunda) (9) |
| WALIRUMAH | Tungganai (9) |
| WALISANGA | Sembilan penyebar agama Islam di pulau Jawa pada abad ke-14 yang namanya dikenal sesuai dengan nama daerah tempat penyebaran agamanya, yaitu Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, dan Sunan Gunung Jati (9) |
| WALIULLAH | Wali Allah (Arab) (9) |
| WALVISBAY | Kota di Namibia (9) |
| WANGKISAN | Pemasangan kulit pada kendang dan rebab (Jawa) (9) |
| WANGSALAN | Kalimat yang mengandung teka-teki (Jawa) (9) |
| WAREMBORI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (9) |
| WARIAGUNG | Wuku ke-8; Warigadian (Bali) (9) |
| WARISASLI | Waris yang sesungguhnya, misalnya anak dan istri (9) |
| WARKATPOS | Lembar surat pos yang dapat dilipat seperti surat tertutup (9) |
| WARMBATHS | Kota di Afrika Selatan (9) |
| WARNAASLI | Warna yang didapat dari alam, bukan buatan atau olahan manusia (9) |
| WARNANADA | Sifat suatu nada yang membedakannya dari nada lain yang sama tinggi nada dan kenyaringannya (9) |
| WARNASARI | Bermacam-macam bunga; kumpulan bermacam-macam karangan yang penting, menarik atau bagus-bagus; bunga rampai (9) |
| WARNASOGA | Warna cokelat muda (9) |
| WARTAWATI | Wartawan wanita (9) |
| WASANTARA | Wawasan Nusantara (akronim) (9) |
| WATAMPONE | Ibu kota Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (9) |
| WATERBURY | Kota di Amerika Serikat (9) |
| WATERFORD | Kota di Amerika Serikat (9) |
| WATERMARK | Tanda dalam kertas (misalnya pada manuskrip, uang kertas) yang hanya tampak samar-samar jika kena sinar (Inggris) (9) |
| WATERPRUF | Tidak dapat dimasuki air; tahan air; kedap air (9) |
| WAWANCARA | Tanya jawab dengan seseorang (pejabat dan sebagainya) yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal, untuk dimuat dalam surat kabar, disiarkan melalui radio, atau ditayangkan pada layar televisi; tanya jawab direksi (kepala personalia, kepala humas) perusahaan dengan pelamar pekerjaan; tanya jawab peneliti dengan narasumber (9) |
| WAWANMUKA | Temu muka; tatap muka (9) |
| WAWASDIRI | Mewawas diri (9) |
| WAYANGAIR | Wayang yang dimainkan di atas panggung berupa kolam berisi air setinggi pinggang (Kesenian) (9) |
| WAZIRABAD | Kota di Pakistan (9) |
| WELASASIH | Perasaan sayang dan empati yang diikuti dengan keinginan untuk meringankan penderitaan orang lain (Agama Buddha) (9) |
| WESELBANK | Wesel yang ditarik oleh suatu bank atas bank lain (9) |
| WESELLUAR | Wesel yang ditarik oleh negara, tetapi pembayarannya dilakukan di negara lain (9) |
| WESTALLIS | Kota di Amerika Serikat (9) |
| WESTERNIS | Berkiblat ke Barat; berhaluan ke Barat; terkena pengaruh Barat (9) |
| WESTHAVEN | Kota di Amerika Serikat (9) |
| WESTRIDGE | Kota di Amerika Serikat (9) |
| WEWANGIAN | Wangi-wangian; sejumlah pewangi (9) |
| WHANGAREI | Kota di Selandia Baru (9) |
| WHITEROCK | Kota di Kanada (9) |
| WIESBADEN | Kota di Jerman (9) |
| WIJDANIAH | Yang dapat diketahui atau dicapai melalui batin (Arab) (9) |
| WIKAFOBIA | Fobia terhadap sihir atau penyihir (Psikologi) (9) |
| WILLSMITH | Aktor terbaik pada Academy Awards 2022 (9) |
| WINTERKIL | Kematian hewan di danau, kolam, atau perairan lain karena tertutup es yang menghambat fotosintesis dan menyebabkan kurangnya oksigen (Perikanan) (9) |
| WIRAKARYA | Jambore (9) |
| WIRANIAGA | Orang yang melakukan penjualan barang secara langsung kepada konsumen (pembeli); pedagang (9) |
| WIRASUARA | Penyanyi pria dalam karawitan (gamelan) Jawa; penyeling (bagi si penyanyi) (9) |
| WIRAUSAHA | Wiraswasta (9) |
| WISATAWAN | Orang yang berwisata; pelancong; turis (9) |
| WISCONSIN | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Madison (9) |
| WISMATAMU | Rumah (gedung) khusus untuk tamu yang mungkin bermalam (9) |
| WISUDAWAN | Sarjana muda, sarjana laki-laki yang diwisuda (9) |
| WITISISME | Penggunaan kata-kata yang halus, tajam dan mengena (9) |
| WLOCLAWEK | Kota di Polandia (9) |
| WOKUDAONG | Woku yang sebelum dimasak harus dibungkus daun (pisang, dan sebagainya) (9) |
| WOLFSBURG | Kota di Jerman (9) |
| WOLKARPET | Wol kasar bermutu rendah, umumnya berasal dari domba potong yang digunakan sebagai bahan pembuat karpet atau keset, biasanya berasal dari Asia (9) |
| WOLTIMBUL | Wol kasar (9) |
| WONGAGUNG | Orang besar; para pembesar; pejabat (9) |
| WONGCILIK | Rakyat jelata (9) |
| WORCESTER | Kota di Amerika Serikat, Afrika Selatan, dan Inggris (9) |
| WREDATAMA | Orang pensiunan (9) |
| WUERZBURG | Kota di Jerman (9) |
| WULUCUMBU | Bulu yang tumbuh pada ibu jari kaki (Jawa); inang pengasuh laki-laki (kiasan/Jawa); penurut; pengekor (kiasan/Jawa) (9) |
| WUPPERTAL | Kota di Jerman (9) |
| XENOFILIA | Ketertarikan pada hal-hal yang berasal dari luar negeri (gaya, tata cara, dan sebagainya) (Psikologi) (9) |
| XENOFOBIA | Perasaan benci (takut, waswas) terhadap orang asing atau sesuatu yang belum dikenal; kebencian pada yang serba asing (Psikologi) (9) |
| XENOKRASI | Pemerintahan negara yang dipimpin atau dipegang oleh orang asing (9) |
| XENOMANIA | Kesukaan yang berlebihan terhadap segala sesuatu yang asing (berasal dari luar negeri) (Psikologi) (9) |
| XEROFILIA | Perasaan senang tinggal di daerah yang sangat kering (Psikologi) (9) |
| XEROFOBIA | Fobia terhadap keadaan yang kering (Psikologi) (9) |
| XEROGRAFI | Penggandaan bahan cetakan dari film atau kertas dengan menggunakan sinar listrik (Grafika) (9) |
| XIANGYANG | Kota di Cina (9) |
| XIAZHUANG | Kota di Cina (9) |
| XILOFOBIA | Fobia terhadap hutan atau hal-hal yang berhubungan dengan hutan (Psikologi) (9) |
| XILOGRAFI | Seni grafika dalam pembuatan cukilan atau ukiran kayu (9) |
| XILOIDINA | Bahan peledak yang terbuat dari serat nabati dengan asam nitrat (9) |
| XINGCHENG | Kota di Cina (9) |
| XIONGZHOU | Kota di Cina (9) |
| XIROFOBIA | Fobia terhadap pisau cukur (Psikologi) (9) |
| YACHIMATA | Kota di Jepang (9) |
| YAIRLAPID | Perdana Menteri Israel pengganti Naftali Bennett; Perdana Menteri Israel ke-14 yang dilantik pada tanggal 1 Juli 2022 (9) |
| YALOHATAN | Pagar bambu yang memisahkan satu kebun dengan kebun lainnya (9) |
| YAMAGUCHI | Kota di Jepang; kota Kuil Rujiko-ji berada (9) |
| YAMOSABUA | Rumah adat suku Namblong, atapnya terbuat dari daun sagu dan lantainya dari kulit pohon palem (9) |
| YANGJIANG | Kota di Cina (9) |
| YANGPYONG | Kota di Korea Selatan (9) |
| YARITAGUA | Kota di Venezuela (9) |
| YAROSLAVL | Kota di Rusia (9) |
| YEBAISHOU | Kota di Cina (9) |
| YELAHANKA | Kota di India (9) |
| YERUSALEM | Ibu kota Palestina (9) |
| YINGCHUAN | Kota di Cina (9) |
| YOHIMBINA | Alkaloid beracun yang diperoleh dari kulit pohon Corynanthe yohimbe yang tumbuh di Afrika sebelah barat, digunakan sebagai afrodisiak untuk mengobati impotensi (C21H26N2O3) (9) |
| YOKKAICHI | Kota di Jepang (9) |
| YONGCHUAN | Kota di Cina (9) |
| YOSHIKAWA | Kota di Jepang (9) |
| YUDIKATIF | Bersangkutan dengan fungsi dan pelaksanaan lembaga peradilan; bersangkutan dengan badan yang bertugas mengadili perkara (9) |
| YUKSEKOVA | Kota di Turki (9) |
| YUKUHASHI | Kota di Jepang (9) |
| ZACATECAS | Kota di Meksiko (9) |
| ZAMBOANGA | Kota di Filipina (9) |
| ZANTOPSIN | Zat warna yang terdapat pada mata serangga terbang malam (Biologi) (9) |
| ZAOZHUANG | Kota di Cina (9) |
| ZAWIERCIE | Kota di Polandia (9) |
| ZEITGEBER | Rangsangan luar yang bertindak sebagai pemicu ritme biologi (Biologi) (9) |
| ZEITGEIST | Semangat zaman (ungkapan/Jerman) (9) |
| ZELOFOBIA | Fobia terhadap rasa cemburu (Psikologi) (9) |
| ZENDELING | Penyebar agama Kristen (9) |
| ZHALANTUN | Kota di Cina (9) |
| ZHANAOZEN | Kota di Kazakhstan (9) |
| ZHANGZHOU | Kota di Cina (9) |
| ZHANJIANG | Kota di Cina (9) |
| ZHENGZHOU | Kota di Cina (9) |
| ZHENJIANG | Kota di Cina (9) |
| ZHONGSHAN | Kota di Cina (9) |
| ZHONGXING | Kota di Cina (9) |
| ZHOUCHENG | Kota di Cina (9) |
| ZHULEBINO | Kota di Rusia (9) |
| ZHUMADIAN | Kota di Cina (9) |
| ZIGOSPORA | Sel yang terbentuk karena zigogami atau perpaduan konjugasi antara dua gamet yang serupa (Biologi) (9) |
| ZIMOLISIS | Peragian oleh suatu enzim (Kimia) (9) |
| ZIMOMETER | Alat untuk mengukur tingkat fermentasi (9) |
| ZIPAQUIRA | Kota di Kolumbia (9) |
| ZIRKONIUM | Logam tanah langka, berwarna putih perak kristalin atau kelabu amorf, tahan terhadap korosi; unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 40, lambang Zr, dan bobot atom 91,22 u (9) |
| ZONAFOTIK | Lapisan permukaan air yang terkena sinar matahari (9) |
| ZONAJENUH | Zona bawah tanah yang semua pori atau rongganya terisi air, terletak di antara muka air tanah dan air tanah (Ilmu Tanah) (9) |
| ZONALITAS | Perihal zona (9) |
| ZONAMERAH | Wilayah yang dianggap berbahaya atau menjadi pusat suatu kejadian berbahaya (misalnya wilayah perang atau penyebaran wabah penyakit) (kiasan) (9) |
| ZONARUANG | Bagian dalam rumah atau gedung yang dibedakan berdasarkan tingkat privasinya, misalnya ruang publik, ruang privat, dan ruang semiprivat (9) |
| ZONAWAKTU | Zona pembagian waktu di dunia yang ditetapkan oleh perjanjian internasional berdasarkan 15 derajat busur; terbagi menjadi 24 zona berbeda (9) |
| ZONGULDAK | Kota di Turki (9) |
| ZOOAMILON | Persediaan makanan yang terdapat pada bagian yang dapat membiaskan cahaya dalam sitoplasma protozoa (Biologi) (9) |
| ZOOBENTOS | Hewan yang hidup dalam danau atau laut (Biologi) (9) |
| ZOOBIOTIK | Makhluk hidup sebagai parasit hewan (Biologi) (9) |
| ZOOMANIAK | Zoofilia akut (Psikologi) (9) |
| ZOOMORFIK | Gambar atau benda yang bentuknya menyerupai hewan, biasanya digambarkan secara abstrak atau tidak nyata, tetapi masih memperlihatkan unsur yang dapat dikenali sebagai bagian tubuh hewan (Arkeologi) (9) |
| ZOOPLASMA | Bahan atau substansi hidup yang hidupnya bergantung pada hasil organisme lain (Biologi) (9) |
| ZOOPLASTI | Transplantasi organ hewan yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia (9) |
| ZOOSTEROL | Sterol yang dihasilkan oleh hewan (9) |
| ZOOTOKSIN | Racun yang dihasilkan oleh hewan (Biologi) (9) |
| ZOROASTER | Agama kuno di Persia dengan kitab Avesta sebagai kitab sucinya; pendiri agama Zoroaster (9) |
| ZRENJANIN | Kota di Serbia (9) |
| ZULKAIDAH | Bulan ke-11 tahun Hijriah (30 hari) (9) |
Langganan:
Postingan
(
Atom
)