7 HURUF
Masukkan pertanyaan atau kata kunci dari pertanyaan ke kotak di bawah ini
| Kata | Petunjuk |
|---|---|
| AALBORG | Kota di Denmark (7) |
| ABADIAH | Kekekalan (Arab) (7) |
| ABAJANG | Terlambat bangun pagi (Bugis) (7) |
| ABALALU | Sikap berpura-pura bodoh (Madura) (7) |
| ABALONE | Gastropoda yang memiliki otot kaki lebar dan kuat serta cangkang berlubang di tepi yang biasanya berjumlah tujuh, hidup di laut, tersebar di perairan tropis dan temperata, dapat dimakan; kerang mata tujuh (Haliotis sp.) (7) |
| ABANCAY | Kota di Peru (7) |
| ABANGAN | Talang air pada atap rumah dan sebagainya; golongan masyarakat yang menganut agama Islam, tetapi tidak melaksanakan ajaran secara keseluruhan (Jawa) (7) |
| ABANGDA | Kata sapaan hormat kepada kakak laki-laki (7) |
| ABANGGA | Sikap berdiri sebuah arca (Arkeologi) (7) |
| ABATOAR | Tempat pemotongan hewan untuk umum; pejagalan (7) |
| ABDOMEN | Bagian tubuh berupa rongga perut yang berisi alat pencernaan; bagian di antara sekat rongga badan dan pinggul (perut bagian bawah); bagian tubuh di belakang dada (toraks) pada antropoda (Anatomi) (7) |
| ABDUKSI | Pengambilan secara paksa (terutama perempuan) untuk dikawini atau digauli; gerakan ke arah luar sumbu badan (tentang tangan dan kaki) atau ke arah luar sumbu kaki (tentang ibu jari kaki) (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ABDUSEN | Otot yang membawa bagian tubuh menjauh dari satu dengan lainnya atau menggerakkannya menjauh dari tubuh (Anatomi) (7) |
| ABERASI | Penyimpangan dari yang normal (7) |
| ABIDJAN | Kota di Pantai Gading (7) |
| ABIKARA | Orang yang terhormat dan disegani di masyarakat (Jawa) (7) |
| ABILENE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ABILITY | Kemampuan (Inggris) (7) |
| ABIOSEN | Komponen abiotik suatu ekosistem atau habitat (Biologi) (7) |
| ABIOTIK | Tidak memiliki ciri hidup; tidak hidup; berkenaan dengan atau dicirikan oleh tidak adanya organisme hidup (7) |
| ABISEKA | Upacara yang dilakukan dengan cara mandi dengan air suci (tentang penobatan raja atau pejabat tinggi) (agama Hindu); nama yang digunakan oleh raja setelah upacara penobatan (7) |
| ABJEKSI | Pemisahan spora dari pembawanya berdasarkan kekuatan dari dalam jamur sendiri (Biologi) (7) |
| ABKLATS | Teraan prasasti yang dibuat di atas kertas, dibuat dengan menempelkan kertas yang berlapis-lapis yang telah dibasahi pada permukaan prasasti sehingga tercetak tulisan atau gambar yang dapat dibaca dengan mudah; acuan kertas (Arkeologi) (7) |
| ABLATIF | Berhubungan dengan ablasi (7) |
| ABOLISI | Peniadaan peristiwa pidana; penghapusan (perbudakan di Amerika) (7) |
| ABORTIF | Terhenti dalam perkembangan (Kedokteran dan Fisiologi); tidak sempurna (7) |
| ABORTUS | Fetus dengan berat kurang dari 500 g pada saat dikeluarkan dari uterus, yang tidak mempunyai kemungkinan hidup (Kedokteran dan Fisiologi); guguran (janin); keadaan terhentinya pertumbuhan yang normal (tentang makhluk hidup) (7) |
| ABRASIF | Partikel halus (bahan seperti arang atau karborundum) yang dicampurkan pada inokulum atau ditaburkan pada permukaan daun untuk memudahkan transmisi mekanis virus tanaman (Biologi); bahan seperti pasir halus yang tersaring dengan ukuran tertentu, tetapi juga sebagai padatan, pasta atau suspensi, yang digunakan untuk menggerinda, mengikir, atau mengupam (Fisika); bahan kosmetik alami atau sintetik yang digunakan untuk melepaskan lapisan permukaan sel atau jaringan kulit (Kosmetik) (7) |
| ABRIKOS | Buah yang berbentuk bulat berwarna oranye, berdaging tebal dan berbiji besar dan keras; aprikot (Prunus armeniaca) (7) |
| ABRIPDA | Ajun Brigadir Polisi Dua (pangkat tamtama polisi, di atas Bharaka dan Abriptu) (akronim) (7) |
| ABRIPTU | Ajun Brigadir Polisi satu (pangkat tamtama polisi, di atas Abripda dan di bawah Abrip) (akronim) (7) |
| ABROSIA | Kekurangan makan (7) |
| ABRUPSI | Keadaan terlepas (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ABSENSI | Ketidakhadiran (7) |
| ABSENTE | Seseorang yang tidak hadir; ketidakhadiran seseorang; perkebunan, tanah, perusahaan, dan sebagainya yang jauh dari pemiliknya (7) |
| ABSOLUT | Tidak terbatas; mutlak; sepenuhnya; tanpa syarat; tidak dapat diragukan lagi; nyata; murni; bebas dari campuran (7) |
| ABSONAN | Tidak sesuai; bertentangan (7) |
| ABSTAIN | Tidak memberikan suara (dalam pemungutan suara); tidak menentukan sikap (Politik dan Pemerintahan); berpantang makanan atau minuman tertentu (lemak, kopi) (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ABSTRAK | Tidak berwujud; tidak berbentuk; mujarad; niskala; ikhtisar (karangan, laporan, dan sebagainya); ringkasan; inti (7) |
| ABUDAGA | Kulit ari mutiara (Batak) (7) |
| ABURAGE | Makanan khas Jepang, berbentuk lembaran tahu goreng (7) |
| ABUROAD | Kota di India (7) |
| ABUSODA | Natrium karbonat komersial, berupa bubuk larut air, tetapi tidak larut dalam alkohol, digunakan untuk pembuatan kaca dan pengilangan petroleum, sabun, dan detergen (Kimia) (7) |
| ABUTMEN | Struktur yang terletak pada ujung jembatan atau dam yang berfungsi sebagai penumpu bentangan jembatan atau dam (Teknik) (7) |
| ACARAKI | Penjual jamu (Sanskerta) (7) |
| ACCOORD | Setuju (ungkapan/Belanda); disingkat acc (7) |
| ACERANG | Tumbuhan, daunnya berbentuk jantung, berdaging, harum baunya, dan dapat digunakan sebagai obat (penyembuh luka, penurun demam, dan sebagainya) (Coleus amboinicus) (7) |
| ACHINSK | Kota di Rusia (7) |
| ACINTIA | Gaib; tidak terpikirkan (tentang sifat Tuhan) (agama Hindu) (7) |
| ACISAGU | Pati sagu (7) |
| ACMILAN | Klub sepak bola yang menjuarai Liga Italia 2021/2022; klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Milan dengan pertandingan kandang di San Siro Stadium (7) |
| ACMONZA | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Monza dengan pertandingan kandang di U-Power Stadium (7) |
| ACORUNA | Kota di Spanyol (7) |
| ACUNGAN | Sesuatu (seperti jari, tangan) yang menunjuk ke atas (7) |
| ADABIAH | Berbudaya (Arab) (7) |
| ADAGIUM | Pepatah; peribahasa (7) |
| ADAKALA | Kadang-kadang; sekali-sekali; sekali waktu (7) |
| ADAKTIL | Tidak mempunyai jari tangan atau jari kaki (7) |
| ADAMAIN | Tidak terus terang; ada sesuatu yang disembunyikan (kiasan) (7) |
| ADAPTER | Adaptor (7) |
| ADAPTIF | Mudah menyesuaikan (diri) dengan keadaan (7) |
| ADAPTOR | Alat untuk menghubungkan dua bagian benda, misalnya yang berbeda diameternya; alat listrik yang memungkinkan sesuatu dapat dipakai untuk tujuan tertentu yang berbeda dengan tujuan yang dirancang semula, misalnya alat yang mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah untuk pemanfaatan listrik tertentu; alat yang dapat menyesuaikan jenis dan besar tegangan listrik untuk suatu alat lain (Fisika); alat berbentuk tabung yang menyempit pada salah satu ujungnya dan dibengkokkan (Fisika); alat atau peranti yang dipasang pada kamera sehingga kamera itu dapat dipakai untuk keperluan lain (Fisika) (7) |
| ADARGOM | Celana tradisional yang dipakai oleh penari atau pemimpin upacara adat (Karey) (7) |
| ADARUSA | Orang yang meminjam sesuatu (tentang uang atau barang), tetapi tidak ada kemauan untuk mengembalikan uang atau barang tersebut (Muna) (7) |
| ADBUKIN | Buah durian, mangga, dan kedondong yang masih kecil (Kur) (7) |
| ADEKUAT | Memenuhi syarat; memadai; sama harkatnya (7) |
| ADEMATI | Pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun elips, bunga kecil berwarna hijau muda kekuningan, buah membulat berwarna hijau saat muda dan berwarna hitam saat tua, akar dan daun dapat digunakan sebagai obat radang dan obat penenang (Litsea glutinosa) (Botani) (7) |
| ADENDUM | Jilid tambahan (pada buku); lampiran; ketentuan atau pasal tambahan, misalnya dalam akta (7) |
| ADENINA | Vitamin B-4 yang diturunkan dari teh atau ragi, digunakan untuk pengondisi kulit (Kimia); basa purina yang terdapat dalam DNA, RNA, dan molekul pembawa energi (7) |
| ADENIUM | Kemboja yang bentuknya mini dengan variasi bentuk bunga dan warna serta penampakan akar yang unik (7) |
| ADENOID | Kelenjar sejenis amandel yang terletak di dinding belakang nasofaring dan biasanya menyumbat saluran hidung dan telinga (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ADENOMA | Jaringan kelenjar (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ADERANG | Jin yang berwarna merah (dalam hikayat) (Aceh) (7) |
| ADHESIF | Bersifat melekat (7) |
| ADIABAT | Perubahan yang terjadi dalam suatu sistem tanpa memperoleh atau kehilangan kalor (Fisika) (7) |
| ADIAKSA | Pengawas (Sanskerta); hakim tertinggi (7) |
| ADIARUS | Model dua fluida superkonduktivitas arus yang muncul dari gerak elektron superkonduktif yang berbeda dengan arus normal (Fisika) (7) |
| ADIBASA | Bahasa yang indah; bahasa yang luhung (Jawa) (7) |
| ADIBOGA | Seni memasak tingkat tinggi (dikerjakan, dimasak, dan dihidangkan dengan cita rasa seni) (7) |
| ADICITA | Ideologi (7) |
| ADIDAYA | Adikuasa (7) |
| ADIGANG | Bersifat menonjolkan kekuasaan dan kekuatan (7) |
| ADIGRAT | Kota di Etiopia (7) |
| ADIGUNA | Bersifat menonjolkan kepandaian (7) |
| ADIGUNG | Bersifat menonjolkan keluhuran, keturunan, dan kebangsawanan (7) |
| ADIJANA | Manusia super; adimanusia (7) |
| ADIKARA | Berkuasa; sewenang-wenang; kekuasaan; kewibawaan (7) |
| ADIKONG | Pembantu pribadi pembesar seperti pembantu sultan, perdana menteri (7) |
| ADIKTIF | Bersifat kecanduan; bersifat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya (7) |
| ADILAGA | Permusuhan dengan menggunakan kekerasan antara dua kelompok (Jawa) (7) |
| ADIPATI | Gelar raja muda atau wakil raja (di Jawa Tengah gelar bagi Paku Alam dan Mangkunagara); gelar kebangsawanan yang tinggi (misalnya di Kalimantan); gelar bupati (sebelum zaman kemerdekaan) (7) |
| ADIPOSA | Berkaitan dengan penimbunan lemak yang berlebihan dalam tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ADIPSIA | Hilang rasa haus meskipun air tubuh sudah terdeplesi (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ADIPURA | Kota yang tebersih dan terindah (7) |
| ADIRAJA | Gelar raja yang tertinggi (7) |
| ADISENI | Seni yang bernilai tinggi (7) |
| ADITAMA | Berkemampuan amat baik (7) |
| ADIWIRA | Pahlawan super (Sanskerta); adisatria (7) |
| ADIYUGA | Zaman pertama dari empat zaman dunia: kertayuga; satyayuga (Agama Hindu) (7) |
| ADJUVAN | Obat yang bekerja membantu berkhasiatnya obat lain (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| ADMIRAL | Jenjang kepangkatan pada angkatan laut; laksamana (Kemiliteran) (7) |
| ADNASAL | Tulang kecil yang terletak di depan lubang hidung ikan-ikan tertentu (Biologi) (7) |
| ADONARA | Sebuah pulau kecil di sebelah timur Pulau Flores (7) |
| ADOPTIF | Mengenai penyerahan suatu urusan dilakukan dengan undang-undang yang memuat syarat bahwa penyerahan hanya direalisasi terhadap daerah yang menyatakan sanggup untuk menerima urusan itu (Administrasi dan Kepegawaian) (7) |
| ADORASI | Doa devosi untuk memuji dan menyembah Kristus dalam rupa ekaristi (Agama Katolik) (7) |
| ADRENAL | Kelenjar endokrin di atas ginjal yang menghasilkan hormon (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ADUKTOR | Otot yang berfungsi menggerakkan anggota tubuh ke arah tubuh (Biologi) (7) |
| ADULARI | Pertandingan atau perlombaan lari, biasanya dihitung dari kecepatan, jarak, dan sebagainya (7) |
| ADVEKSI | Gerakan massa udara secara horizontal yang mengakibatkan perubahan unsur fisik udara (seperti suhu) (7) |
| ADVISOR | Ahli yang bertugas memberi saran, masukan, atau nasihat; penasihat (7) |
| ADVOKAT | Ahli hukum yang berwenang sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan; pengacara; advokat; loyar; pokrol (7) |
| AEOLIAN | Bahan-bahan yang ditimbun melalui kerja angin, misalnya gumuk pasir (Ilmu Tanah) (7) |
| AERATOR | Alat bertenaga listrik yang berfungsi menambahkan udara ke dalam air (pada akuarium dan sebagainya) untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut (Elektronika) (7) |
| AEROBIK | Bersifat memerlukan oksigen bagi kehidupan, gerak, dan pertumbuhannya (7) |
| AEROFON | Alat musik tiup yang menggunakan udara sebagai sarana untuk menghasilkan bunyi (seperti seruling, trompet) (7) |
| AEROLIT | Meteorit yang terutama terdiri atas mineral silikat (Geografi dan Geologi) (7) |
| AEROSOL | Sistem tersebarnya partikel halus zat padat atau cairan dalam gas atau udara, misalnya asap (padat dalam gas) dan kabut (cair dalam gas) (Kimia) (7) |
| AFEKTIF | Berkenaan dengan perasaan (seperti takut, cinta) (Psikologi); memengaruhi keadaan perasaan dan emosi; mempunyai gaya atau makna yang menunjukkan perasaan (tentang gaya bahasa atau makna) (Linguistik) (7) |
| AFGOOYE | Kota di Somalia (7) |
| AFKIRAN | Barang yang sudah tidak dapat dipakai (7) |
| AFKOFOR | Penganan yang terbuat dari daging buah nangka yang sudah masak kemudian dipanaskan dengan sedikit minyak goreng, dibungkus dengan daun, kemudian diasap, berbentuk seperti dodol, memiliki rasa yang manis (7) |
| AFOGATO | Es krim yang dituangi dengan espreso (7) |
| AFOREFE | Tarian pergaulan yang dilakukan oleh orang banyak (7) |
| AFRASIA | Ketidakmampuan untuk mengungkapkan atau memakai ujaran yang dibentuk menurut pola gramatikal (Linguistik) (7) |
| AFRIKAT | Gabungan bunyi hambat dan frikatif; bunyi hambat dengan pelepas frikatif (Linguistik) (7) |
| AFTUFIN | Garis senyum yang memanjang dari ujung hidung dan melengkung ke sudut mulut (7) |
| AGAKNYA | Kiranya; rupanya; gerangan (7) |
| AGAMAIS | Agamawi (7) |
| AGAMAWI | Bersifat agama; religius (7) |
| AGAMEON | Organisme yang tidak memproduksi gamet, berkembang biak secara tidak kawin (Biologi) (7) |
| AGAROSA | Agar-agar bebas sulfat, digunakan dalam filtrasi gel (Biologi) (7) |
| AGASTYA | Resi yang menyebarkan agama Hindu dari India ke semenanjung Malaka dan Indonesia; resi yang menyebarkan agama Hindu dari India ke semenanjung Malaka dan Nusantara (Agama Hindu) (7) |
| AGEISME | Prasangka terhadap individu atau kelompok berdasarkan usianya (Psikologi) (7) |
| AGENTIF | Bersifat pelaku; sebagai pelaku (Linguistik) (7) |
| AGENWOL | Perwakilan penjual wol (7) |
| AGEUSIA | Kehilangan daya perasa (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| AGITASI | Hasutan kepada orang banyak (untuk mengadakan huru-hara, pemberontakan, dan sebagainya), biasanya dilakukan oleh tokoh atau aktivis partai politik; pidato yang berapi-api untuk memengaruhi massa; tindakan mengaduk-aduk (tentang air, deterjen, pakaian) untuk mengeluarkan kotoran pada mesin cuci (Pertanian) (7) |
| AGLIKON | Senyawa organik (seperti fenol atau alkohol) yang bersenyawa dengan bagian glikosida yang bergula; bagian bukan gula dari senyawa glikosida yang dapat dibebaskan dengan proses hidrolisis (Kimia) (7) |
| AGMAMAN | Serbuk gergaji (7) |
| AGNATUS | Tidak mempunyai rahang, seperti pada serangga yang struktur mulutnya tidak sempurna (Biologi) (7) |
| AGNOSIA | Ketidaksanggupan mengenali benda dan artinya, biasanya disebabkan oleh kerusakan pada otak atau susunan saraf (Kedokteran dan Fisiologi); hilangnya kemampuan untuk memahami informasi indra (Linguistik) (7) |
| AGNYANA | Akal, pikiran, dan pengetahuan (Kawi) (7) |
| AGRAFIA | Ketidakmampuan menulis sebagai akibat kerusakan atau luka pada otak (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| AGRARIA | Urusan pertanian atau tanah pertanian; urusan pemilikan tanah (7) |
| AGRARIS | Mengenai pertanian atau tanah pertanian; mengenai pertanian atau cara hidup petani; bersifat pertanian (7) |
| AGREGAT | Hasil proses agregasi; mesin kecil pembangkit listrik; bahan-bahan mineral tidak bergerak, misalnya pasir, debu, batu, kerikil, pecahan batu yang bercampur semen, kapur, atau bahan aspal untuk mengikat campuran itu menjadi seperti beton (Pertanian); satuan yang terbentuk oleh partikel yang terhimpun dalam suatu kelompok (Farmasi dan Farmakologi); jumlah skor setelah dua tim yang sama melakukan pertandingan kandang dan tandang (tentang sepak bola) (7) |
| AGRESIF | Bersifat atau bernafsu menyerang; cenderung (ingin) menyerang sesuatu yang dipandang sebagai hal atau situasi yang mengecewakan, menghalangi, atau menghambat (Psikologi) (7) |
| AGRESOR | Orang atau negara yang menyerang pihak lain; penyerang (7) |
| AGROBIS | Agrobisnis (kependekan) (7) |
| AGROFIT | Tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan oleh manusia (7) |
| AGRONOM | Pakar agronomi (7) |
| AGUSTUS | Bulan kemerdekaan Indonesia; bulan ke-8 tarikh Masehi (31 hari) (7) |
| AHADIAT | Keesaan (tentang Tuhan); persatuan (Arab) (7) |
| AHAKORE | Tali yang dipakai untuk mengikat kayu bakar yang diambil dari hutan, biasanya dibuat dari serabut pohon atau kulit pohon (7) |
| AHASALE | Bangunan kecil tempat menyimpan kayu bakar, biasanya berdinding papan dan atap daun sagu, terletak di samping atau belakang rumah (Luhu) (7) |
| AHILOSO | Kandang kambing (7) |
| AHUNEYO | Patut menerima pujaan (tentang biksu) (Agama Buddha) (7) |
| AIBINAN | Tumpukan kayu di dekat akar pohon yang menjadi tempat kasuari bertelur (Baun) (7) |
| AIGALEO | Kota di Yunani (7) |
| AILAKUA | Pijakan yang dibuat di pohon kelapa untuk memudahkan saat memanjat pohon kelapa (Alune) (7) |
| AILERON | Sisik yang menutup pangkal sayap depan pada beberapa serangga (Biologi) (7) |
| AIMITIN | Tanaman yang mati karena dimakan hama (Boing) (7) |
| AINPATI | Pohon tumbang (Serua) (7) |
| AIRADAS | Larutan jenuh minyak adas dalam air (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| AIRALAM | Air yang terdapat dalam alam, baik dalam atmosfer, dalam laut dengan kandungan garam yang tinggi, air permukaan yang tawar, seperti sungai dan danau, maupun air tanah (7) |
| AIRALAS | Air masin; air yang diletakkan pada tatakan untuk menghalau semut naik ke gelas (7) |
| AIRASAM | Air yang mengandung karbon dioksida terlarut (Kimia) (7) |
| AIRASIN | Air dengan salinitas yang lebih dari 40 per mil (7) |
| AIRASLI | Air yang berasal dari dalam bumi yang sebelumnya tidak terdapat sebagai air permukaan (Hidrologi) (7) |
| AIRATAR | Barang cair asiri yang harum baunya; parfum; minyak wangi; minyak atar (7) |
| AIRBAKU | Air yang berasal dari sumber air permukaan, cekungan air tanah, atau air hujan yang memenuhi baku mutu tertentu sebagai air minum (7) |
| AIRBEKU | Es (7) |
| AIRBENA | Air naik (tentang laut); air pasang (7) |
| AIRBIRU | Air yang berwarna biru karena sudah dicampur dengan belau (7) |
| AIRBUMI | Air tanah (7) |
| AIRDIAM | Air yang tergenang atau air yang bergerak dengan aliran tidak tentu; air tergenang (7) |
| AIREMAS | Metal cairan logam berwarna keemasan untuk melapisi perhiasan, benda seni atau benda lain agar tampak lebih indah; lapis emas; tinta emas; benang emas (7) |
| AIRKISI | Air yang terperangkap dalam pori atau kisi di antara butiran kecil penyusun batuan (Hidrologi) (7) |
| AIRLATA | Air terjun yang kecil (7) |
| AIRLAUT | Air di laut yang biasanya mempunyai kadar garam 30–35% (7) |
| AIRLIUR | Air yang keluar dari kelenjar ludah dalam mulut; air ludah; selera (untuk makan atau minum) (kiasan) (7) |
| AIRMATA | Air yang meleleh dari mata (ketika menangis dan sebagainya); lagu yang dipopulerkan grup musik Dewa 19 (7) |
| AIRMATI | Air yang mengalir dengan kecepatan yang tidak nyata; air yang beredar perlahan-lahan atau tidak beredar, biasanya menyebabkan kekurangan oksigen (7) |
| AIRMUKA | Rupa muka (7) |
| AIRORAN | Suku bangsa yang mendiami pesisir pantai utara Papua atau wilayah Memberamo Hilir, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (7) |
| AIRRASA | Air raksa (7) |
| AIRSENI | Air kencing (7) |
| AIRSODA | Minuman terbuat dari air yang mengandung gas karbon (dioksida); air belanda (7) |
| AIRSUCI | Air yang telah diberkati (disucikan) (Agama Kristen) (7) |
| AIRSURI | Nira yang belum menjadi tuak (7) |
| AIRSUSU | Air yang keluar dari susu ibu dan hewan betina; campuran susu sapi tepung (bubuk) dengan air (7) |
| AIRWUDU | Air sembahyang (7) |
| AISIBIA | Kayu yang hanyut dibawa ombak ke tepi pantai (Boing) (7) |
| AISRERU | Rumah yang terbuat dari kayu pulai (Serua) (7) |
| AJACCIO | Kota di Prancis (7) |
| AJENDAM | Ajudan jenderal daerah militer (akronim) (7) |
| AJENGAN | Orang terkemuka, terutama guru agama Islam; kiai (Sunda) (7) |
| AJENREM | Ajudan jenderal resor militer (akronim) (7) |
| AJIRATU | Gelar kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara untuk permaisuri Sultan (7) |
| AJISAKA | Raja (di Jawa) yang menurut legenda menemukan kalender dan alfabet Jawa (7) |
| AJODHYA | Kota di India (7) |
| AJOJING | Dansa dengan gerakan berjingkrak; jojing (7) |
| AKADEMI | Lembaga pendidikan tinggi, kurang lebih 3 tahun lamanya, yang mendidik tenaga profesional; perkumpulan orang terkenal yang dianggap arif bijaksana untuk memajukan ilmu, kesusastraan, atau bahasa (7) |
| AKALUBI | Akal bulus (7) |
| AKAPELA | Paduan suara tanpa iringan alat musik yang lazim dilakukan di gereja kecil (7) |
| AKAPNIA | Kondisi kekurangan karbon dioksida dalam jaringan dan darah (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| AKARIOT | Sel yang tidak memiliki inti jelas (Biologi) (7) |
| AKAROTA | Berpura-pura (diucapkan oleh orang kedua yang tidak yakin terhadap perbuatan/perkataan orang pertama) (7) |
| AKATOPI | Tempat mengikat senar pancing, bisa terbuat dari bambu, kayu, dan lain-lain (7) |
| AKBUKIN | Buah melinjo yang masih kecil (Kur) (7) |
| AKFAKUL | Kenari muda (Kur) (7) |
| AKHAZAH | Pinjaman (Arab) (7) |
| AKHIRAN | Sufiks (Linguistik) (7) |
| AKHIRAT | Alam setelah kehidupan di dunia; alam baka (7) |
| AKHISAR | Kota di Turki (7) |
| AKHLAKI | Memiliki akhlak (budi pekerti); bersifat akhlak (7) |
| AKIHITO | Kaisar Jepang ke-125 (7) |
| AKIMODA | Kota di Ghana (7) |
| AKIYOWA | Pembatas porna yang digunakan saat memasukan tepung sagu ke dalam porna agar tidak tumpah (7) |
| AKLASIA | Keadaan tidak dapat rileks, tegang terus, biasanya mengenai otot jantung atau yang lain (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| AKOLADE | Tanda kurung besar; kurung kurawal (7) |
| AKOMATA | Upacara perundingan pengantin yang disaksikan oleh orang tua dan seluruh kaum keluarga (Wolio) (7) |
| AKRASIA | Campuran sifat jelek, sifat pemarah, tidak mampu mengontrol diri, dan tidak wajar (Filsafat); ketiadaan atau kelemahan tekad (penentuan diri, disiplin diri, pengarahan diri) (Filsafat) (7) |
| AKRILAT | Ester atau garam yang mengandung gugus CH₂=CHCOO atau ion CH₂CHCOO (Kimia) (7) |
| AKRILIK | Berkaitan dengan atau terbuat dari polimer ester poliakrilat; mengandung asam akrilat, CH₂=CHCOOH, yang bersifat merangsang (Kimia) (7) |
| AKROBAT | Kemahiran dalam melakukan berbagai ketangkasan (seperti berjalan di atas tali, naik sepeda beroda satu, menerbangkan pesawat udara) (7) |
| AKRODON | Gigi yang terletak di tepi tulang, seperti pada binatang kadal (Biologi) (7) |
| AKROGEN | Tumbuh atau terbentuk di ujung pembawanya (Biologi) (7) |
| AKROLEK | Variasi bahasa yang dianggap berprestise tinggi (Linguistik) (7) |
| AKRONIM | Singkatan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar (Linguistik) (7) |
| AKROSOM | Bagian kepala sperma manusia atau binatang (Biologi) (7) |
| AKSARAY | Kota di Turki (7) |
| AKSEHIR | Kota di Turki (7) |
| AKSENIK | Biakan murni yang hanya membentuk satu galur, satu jasad renik tanpa adanya makhluk lain (Biologi) (7) |
| AKSIOMA | Pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian (7) |
| AKTINIK | Dihasilkan oleh kerja kimiawi cahaya matahari atau sinar ultraviolet yang serupa (Kimia) (7) |
| AKTIVIS | Orang (terutama anggota organisasi politik, sosial, buruh, petani, pemuda, mahasiswa, wanita) yang bekerja aktif mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya; seseorang yang menggerakkan (demonstrasi dan sebagainya) (Politik dan Pemerintahan) (7) |
| AKTOFIT | Tumbuh-tumbuhan yang terdapat di pantai yang berbatu-batu (Biologi) (7) |
| AKUADES | Akuadestilata (kependekan) (7) |
| AKUADUK | Saluran air buatan (7) |
| AKUAREL | Gambar yang biasanya dibuat dengan cat air transparan (7) |
| AKUARIS | Orang yang memelihara akuarium (7) |
| AKUATIK | Bertalian dengan air (7) |
| AKUEDUK | Saluran (7) |
| AKUIFER | Lapisan kulit bumi berpori yang dapat menahan air dan terletak di antara dua lapisan yang kedap air (Geografi dan Geologi) (7) |
| AKUNTAN | Ahli akuntansi yang bertugas menyusun, membimbing, mengawasi, menginspeksi, dan memperbaiki tata buku serta administrasi perusahaan atau instansi pemerintah; gelar akademis bagi lulusan perguruan tinggi jurusan akuntansi (7) |
| AKUOION | Ion yang mengandung satu molekul air atau lebih (Kimia) (7) |
| AKURASI | Kecermatan; ketelitian; ketepatan (7) |
| AKUSTIK | Mengenai atau berhubungan dengan organ pendengar, suara, atau ilmu bunyi; rancangan dan sifat khusus ruang rekaman, pentas, auditorium, dan sebagainya (Ilmu Komunikasi); tempat rekaman atau reproduksi suara dilaksanakan; keadaan ruang yang dapat memengaruhi mutu bunyi (7) |
| ALABAMA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Montgomery (7) |
| ALAFAYA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ALAHATA | Tempat untuk menggantung jaring, terbuat dari dua pasang kayu bercabang yang ditanam di tanah dan bagian atasnya diberi gaba-gaba (Boing) (7) |
| ALAMEDA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ALAMETE | Malam hari sebelum tengah malam (Hitu) (7) |
| ALAMIAH | Alami (7) |
| ALANDUR | Kota di India (7) |
| ALANFAL | Surah kedelapan dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (7) |
| ALANGAN | Balok, kayu, dan sebagainya yang (dipasang) melintang untuk merintangi jalan (sungai dan sebagainya); busung pasir yang melintang di muara; rintangan; aral; batang tebu berdaun yang dipegang oleh orang-orang yang turut dalam arak-arakan pengantin pria (Aceh) (7) |
| ALANINA | Asam amino alifatik yang umumnya terdapat dalam protein (7) |
| ALAPARI | Tradisi gotong-royong mengerjakan sawah dengan membentuk kelompok kerja secara bergiliran (Batak) (7) |
| ALAPIAH | Kopiah raja yang dibordir pada bagian tengahnya secara melingkar dengan benang kuning keemasan, dipakai sebagai lambang pembesar dan dipakai oleh pejabat pemerintah yang sudah mendapat gelar adat (Gorontalo) (7) |
| ALARIMA | Celah antara dua paraglosa (Biologi) (7) |
| ALATUJI | Alat untuk menguji (mengukur) kualitas (7) |
| ALBAHAH | Kota di Arab Saudi (7) |
| ALBANIA | Negara yang terletak di Eropa Tenggara, beribu kota Tirana (7) |
| ALBASIT | Yang Mahamurah (Allah) (7) |
| ALBAYDA | Kota di Libya (7) |
| ALBERZI | Alat/peralatan berat zeni (akronim) (7) |
| ALBUMEN | Zat cair putih dari telur segar, terutama terdiri atas albumin; putih telur (7) |
| ALBUMIN | Protein yang larut di dalam air, mengendap pada pemanasan, terdapat di dalam air tawar, air laut, otot (serat), darah, cairan jernih telur, susu, dan bagian binatang lain (7) |
| ALEGORI | Cerita yang dipakai sebagai lambang (ibarat atau kias) peri kehidupan manusia yang sebenarnya untuk mendidik (terutama moral) atau menerangkan sesuatu (gagasan, cita-cita, atau nilai kehidupan, seperti kebijakan, kesetiaan, dan kejujuran) (Sastra) (7) |
| ALEKSIA | Hilangnya kesanggupan membaca kata-kata tertulis atau tercetak (7) |
| ALEKSIN | Zat protein dalam serum darah yang membentuk bakteri (Kedokteran dan Fisiologi); kota di Rusia (7) |
| ALELNUL | Alel yang tidak menghasilkan produk berfungsi, bersifat resesif genetika (Biologi) (7) |
| ALERGEN | Substansi yang dapat menyebabkan alergi, misalnya serbuk sari, bulu binatang, dan makanan tertentu (7) |
| ALERGIS | Berkenaan dengan alergi; peka terhadap sesuatu sehingga timbul gangguan kesehatan, rasa tidak enak, dan sebagainya (7) |
| ALETSCH | Gletser terbesar dan terpanjang di Pegunungan Alpen, Swiss (7) |
| ALEURON | Butir-butir protein dalam sitoplasma yang dipakai sebagai cadangan makanan (Biologi) (7) |
| ALFABET | Abjad (7) |
| ALFALAQ | Surah ke-113 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (7) |
| ALFALFA | Kecambah berdaun hijau bulat lonjong asal daratan Mediterania, biasa digunakan dalam masakan Eropa (7) |
| ALFASHN | Kota di Mesir (7) |
| ALFAZIL | Sebutan yang digunakan dalam persuratan untuk menyapa orang yang pernah menolong, ustaz, atau yang setaraf (Melayu Riau) (7) |
| ALFENAS | Kota di Brasil (7) |
| ALFERES | Calon opsir; alperes; (dahulu) pembawa panji-panji (7) |
| ALFUREN | Suku bangsa yang berasal atau mendiami daerah Seram, Maluku, dan Halmahera bagian utara dan timur (7) |
| ALGARVE | Sirkuit internasional di Portugal (7) |
| ALGESIA | Kepekaan terhadap rasa sakit (7) |
| ALGILIK | Tanah yang kadar liatnya sangat tinggi dan dapat menghalangi penyebaran akar (7) |
| ALGINAT | Polisakarida murni dari asam uronat, digunakan sebagai pengemulsi dan pengental produk kecantikan (Kimia) (7) |
| ALGOFAG | Makhluk pemakan ganggang (Biologi) (7) |
| ALGORTA | Kota di Spanyol (7) |
| ALGRAFI | Proses cetak-mencetak dengan menggunakan lempeng aluminium (Grafika); aluminiografi (kependekan) (7) |
| ALHANIK | Alat pertahanan elektronika (akronim) (7) |
| ALHASIL | Kata penghubung antarkalimat untuk menandai kesimpulan; hasilnya (7) |
| ALHUFUF | Kota di Arab Saudi (7) |
| ALIANSI | Ikatan antara dua negara atau lebih dengan tujuan politik (Politik dan Pemerintahan) (7) |
| ALIFURU | Suku asli di kepulauan Maluku, Halmahera, dan Sulawesi yang pada saat penjelajah Portugis datang belum memeluk agama, tinggal di pedalaman (7) |
| ALIGARH | Kota di India (7) |
| ALIKUOT | Bagian dari keseluruhan (Kimia); bertindak atau menjadi faktor bilangan lain (Matematika) (7) |
| ALIKUSU | Pintu gerbang yang dibuat khusus untuk upacara adat, terdiri atas enam batang pohon pinang, bambu kuning, dan janur (Gorontalo) (7) |
| ALIMIAH | Masa, zaman pengetahuan (7) |
| ALIMIAT | Kesarjanaan (Arab); kealiman (Arab); zaman ketika manusia dalam keadaan tahu atau mengerti (Arab) (7) |
| ALINGAN | Aling-aling (7) |
| ALJABAR | Yang Mahaperkasa (Allah Swt.); cabang matematika yang menggunakan tanda-tanda dan huruf-huruf untuk menggambarkan atau mewakili angka-angka (a, b, c, sebagai pengganti bilangan yang diketahui dan x, y, z untuk bilangan yang tidak diketahui); ilmu hitung (7) |
| ALJADID | Kota di Libya (7) |
| ALJALIL | Yang Mahamulia (Allah) (7) |
| ALKABIR | Yang Mahabesar (Allah) (7) |
| ALKADIM | Yang Mahadahulu (Allah) (7) |
| ALKADIR | Yang Mahakuasa (Allah Swt.) (7) |
| ALKAHFI | Nama surah ke-18 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (7) |
| ALKALIS | Bersifat alkali (7) |
| ALKAMAR | Bulan (7) |
| ALKANOL | Alkohol yang diturunkan dengan menggantikan satu atom hidrogen pada alkana dengan gugus hidroksil (Kimia) (7) |
| ALKEMIS | Bersangkut paut dengan alkimia (7) |
| ALKESGI | Alat kesehatan gigi (akronim) (7) |
| ALKHARJ | Kota di Arab Saudi (7) |
| ALKHUMS | Kota di Libya (7) |
| ALKIMIA | Kimia Abad Pertengahan yang mendambakan obat kekekalan hidup dan mengubah logam merah menjadi emas (Kimia) (7) |
| ALKISAH | Ungkapan yang digunakan untuk memulai sebuah cerita atau hikayat (7) |
| ALKITAB | Kitab suci agama Kristen, terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Agama Kristen); Al-Qur'an (Agama Islam) (7) |
| ALKMAAR | Kota di Belanda (7) |
| ALKOHOL | Cairan tidak berwarna yang mudah menguap, mudah terbakar, dipakai dalam industri dan pengobatan, merupakan unsur ramuan yang memabukkan dalam kebanyakan minuman keras (CnH2n+1OH) (Kimia); etanol (C2H5OH) (Kimia); senyawa organik dengan gugus OH pada atom karbon jenuh (Kimia) (7) |
| ALKUDSI | Ibu kota negara Palestina (7) |
| ALLAHAB | Surah ke-111 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (7) |
| ALMALIK | Raja segala raja; Allah (7) |
| ALMALUN | Yang dilaknat (7) |
| ALMANAK | Penanggalan (daftar hari, minggu, bulan, hari-hari raya dalam setahun) yang disertai dengan data keastronomian, ramalan cuaca, dan sebagainya; buku berisi penanggalan dan karangan yang perlu diketahui umum, biasanya terbit tiap tahun (7) |
| ALMARSA | Kota di Tunisia (7) |
| ALMASIH | Sebutan lain dari Nabi Isa a.s. (Agama Islam); yang diurapi (Agama Kristen/Ibrani)) (7) |
| ALMERIA | Kota di Spanyol (7) |
| ALMINYA | Kota di Mesir (7) |
| ALMUHIT | Yang melingkungi segala-galanya (yakni Allah) (Arab) (7) |
| ALOGRAF | Varian dari grafem berdasarkan posisi dalam kata (7) |
| ALOKARP | Buah hasil penyerbukan silang (Biologi) (7) |
| ALOKASI | Penentuan banyaknya barang yang disediakan untuk suatu tempat (pembeli dan sebagainya); penjatahan (Ekonomi dan Keuangan); penentuan banyaknya uang (biaya) yang disediakan untuk suatu keperluan (Ekonomi dan Keuangan); pembagian pengeluaran dan pendapatan (di suatu departemen, instansi, atau cabang perusahaan), baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya (Sosiologi); penentuan penggunaan sumber daya secara matematis (misalnya tentang tenaga kerja, mesin, dan perlengkapan) demi pencapaian hasil yang optimal (Manajemen) (7) |
| ALOKRON | Variasi panjang pendeknya bunyi bahasa yang tidak distingtif; anggota dari kronem (Linguistik) (7) |
| ALOKTON | Berasal dari luar dan dibawa ke dalam suatu habitat, komunitas, atau sistem (Biologi); makhluk luar atau eksogen yang bukan pribumi (Biologi) (7) |
| ALOLEKS | Anggota leksem yang telah ditentukan distribusinya (Linguistik) (7) |
| ALOLONG | Kayu gelondong yang dilintangkan di bawah benda berat yang akan dipindahkan (Minahasa) (7) |
| ALOMORF | Anggota morfem yang sama, yang variasi bentuknya disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya (misalnya morfem ber- mempunyai alomorf ber-, be-, dan bel-) (Linguistik) (7) |
| ALOPATI | Penyembuhan penyakit dengan sistem terapeutik melalui penciptaan suatu kondisi yang berlawanan dengan kondisi yang akan disembuhkan (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ALOPTIK | Alat optik (akronim) (7) |
| ALOTERM | Makhluk yang suhu tubuhnya ditentukan oleh suhu lingkungannya (Biologi) (7) |
| ALOTIPE | Paratipe yang terdiri atas spesimen berlawanan jenis kelamin terhadap holotipe yang ditunjuk sejak awal oleh pengarang nama ilmiah (Biologi) (7) |
| ALOTROF | Perolehan pangan dari makhluk lain (Biologi); pemasukan hara dari luar ke dalam suatu ekosistem (Biologi) (7) |
| ALOTROP | Serangga yang pakannya tidak berspesialisasi dan dapat hidup dari berbagai bunga (Biologi) (7) |
| ALPAHUB | Alat peralatan perhubungan (akronim) (7) |
| ALPERES | Pangkat di bawah letnan; wakil kepala daerah (zaman Kompeni); ikan laut, bermacam-macam jenisnya, seperti (7) |
| ALPIRIS | Laki-laki yang bertugas sebagai pesuruh dalam upacara adat, misalnya memanggil orang-orang untuk menghadiri acara adat (Luhu) (7) |
| ALPUKAH | Kemauan untuk berbuat; daya upaya; inisiatif (7) |
| ALPUKAT | Pohon, tinggi hingga 10 m, buahnya berbentuk bulat lonjong, berkulit hijau atau cokelat keungu-unguan, berdaging tebal berwarna kuning kehijau-hijauan dan lunak; avokad; alpokat; alpukat; advokat (Persea americana); buah alpukat, biasanya digunakan sebagai bahan kosmetik (7) |
| ALQATIF | Kota di Arab Saudi (7) |
| ALQURAN | Kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia (7) |
| ALSATRI | Alat kesatrian (akronim) (7) |
| ALTROSA | Gula yang mengandung enam atom karbon dan kelompok aldehida di ujungnya (Kimia) (7) |
| ALTRUIS | Orang yang banyak mengutamakan kepentingan orang lain (tidak mementingkan diri sendiri) (7) |
| ALUAKAS | Burung khas Indonesia timur, memiliki kicuan keras dan merdu dengan ukuran paruh, leher, dan bulu ekor yang lebih panjang dari burung sejenisnya, serta memiliki jengger pada pangkal paruh bagian atas yang keras seperti tanduk; cucak timor (Philemon buceroides) (7) |
| ALUFIRU | Keadaan yang kacau (7) |
| ALUMINA | Aluminium oksida, terdapat dalam bauksit, tanah liat, dan sebagainya (Al2O3) (Kimia); (7) |
| ALUMNUS | Orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi (7) |
| ALUNDUM | Aluminium oksida yang digunakan sebagai abrasif (ampelas), terutama untuk bahan dengan keuletan tinggi seperti baju (Kimia) (7) |
| ALURAIR | Selokan kecil (7) |
| ALUVIAL | Berhubungan dengan (terdiri atas atau terdapat di dalam) aluvium (seperti tanah -, berlian -) (7) |
| ALUVIUM | Zaman geologi yang paling muda di zaman kuarter atau zaman geologi yang sekarang (Geografi dan Geologi); lempung, pasir halus, pasir, kerikil, atau butir batuan lain yang terendapkan oleh air mengalir (banjir, arus sungai, arus laut) (Geografi dan Geologi) (7) |
| ALUWANA | Juru bicara mempelai perempuan pada proses pernikahan adat di Negeri Oirata, Maluku Barat Daya (Oirata) (7) |
| ALVEOLA | Kantong udara di dalam paru-paru; alveolus (7) |
| ALVEOLI | Kantong udara kecil di dalam paru-paru yang menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida (Olahraga); bentuk jamak dari alveolus (7) |
| ALWASIA | Alwasi (7) |
| AMADORA | Kota di Portugal (7) |
| AMAIGBO | Kota di Nigeria (7) |
| AMALAKA | Hiasan puncak di bawah mahkota berbentuk piringan batu pada menara utama bangunan candi Hindu yang menyerupai teratai (sebagai singgasana untuk dewa) atau melambangkan matahari (sebagai pintu gerbang ke surga) (Arkeologi) (7) |
| AMALAKI | Tumbuhan malaka yang digunakan untuk mengobati batuk, gangguan makan, dan menormalkan fungsi pencernaan, serta mengobati penyakit kulit dan tumor; amla (Phyllanthus emblica) (Botani) (7) |
| AMALGAM | Paduan raksa dengan sejumlah logam atau paduan lain, seperti Ce, Na, Zn, Li, dan dengan beberapa bahan nonlogam, dapat bersifat cair atau padat (Kimia) (7) |
| AMALIAH | Berkenaan dengan amal (7) |
| AMALNER | Kota di India (7) |
| AMANDEL | Almon; alat tubuh menyerupai kelenjar yang terdapat di kiri kanan tekak (ada dua buah) (Kedokteran dan Fisiologi); jaringan menyerupai sel limfa yang membesar (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| AMBAIAN | Hasil mengambai (ikan, udang, dan sebagainya); tempat mengambai; saudara persemendaan (hubungan persaudaraan antara semua suami dari semua anak perempuan di suatu kaum) (Minangkabau) (7) |
| AMBALAN | Rombongan orang berarak; perarakan; papan yang dipasang langsung menempel ke dinding dan ditopang oleh besi siku, berfungsi sebagai rak untuk meletakkan pajangan, buku, dan sebagainya; lantai pada perahu atau kapal tangkap; satuan pramuka penegak yang terdiri atas 12—32 anggota (Pramuka) (7) |
| AMBALAU | Suku bangsa yang berasal dari atau mendiami wilayah Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku (7) |
| AMBEIEN | Puru sembilik; wasir (7) |
| AMBEKAN | Cepat marah; pemarah; giat; napas; bernapas (7) |
| AMBELAR | Tali yang digunakan sebagai tanda dalam permainan gundu (Melayu Jakarta) (7) |
| AMBELAU | Suku bangsa yang mendiami pulau Ambelau di sebelah selatan pulau Buru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (7) |
| AMBERIT | Bahan peledak tidak berasap (7) |
| AMBIENS | Otot-otot paha pada burung tertentu yang dapat membuat burung bertengger (Biologi); suara alami yang melingkupi objek gambar (7) |
| AMBILAN | Yang diambil; hasil mengambil; tangkapan kamera tanpa terpotong dari sebuah film (Perfilman) (7) |
| AMBINAN | Barang yang diambin; gendongan (7) |
| AMBIVER | Orang yang memiliki karakteristik ekstrover dan introver (7) |
| AMBIVOR | Hewan pemakan rumput dan tumbuhan berdaun lebar (Biologi) (7) |
| AMBLONG | Runtuh lurus ke bawah sehingga berlubang (7) |
| AMBRUNG | Nama angklung ketiga dari angklung terkecil dalam seni angklung buncis (Sunda) (7) |
| AMBURAT | Pekerjaan yang tidak selesai dikerjakan lalu ditinggalkan (Batak) (7) |
| AMBYANG | Rumput kering dan sebagainya yang disulut utk membakar sampah dan lain-lain (Jawa) (7) |
| AMEBOID | Mirip ameba, baik dalam bentuk, struktur, maupun gerak alih (Zoologi) (7) |
| AMERIKA | Benua terbesar kedua setelah Asia, terletak di wilayah daratan di antara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik, dibagi menjadi Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan (7) |
| AMETRIA | Tidak ada uterus karena kelainan kongenital (bawaan lahir) (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| AMFIBOL | Jenis asbes (Mineralogi) (7) |
| AMFIGEA | Gabungan bersama dunia lama dan dunia baru (Biologi) (7) |
| AMFIGEN | Keadaan tumbuh atau terbentuk di seluruh keliling pembawanya, tidak terbatas pada bagian atau permukaan tertentu (Biologi) (7) |
| AMFIGIN | Keadaan apabila oogonium tumbuh atau terbentuk melalui anteridium (Biologi) (7) |
| AMFIMIK | Makhluk yang secara obligat berkembang biak secara seksual (Biologi) (7) |
| AMFITOP | Populasi yang memiliki toleransi tinggi terhadap keadaan lingkungan (Biologi) (7) |
| AMFOGEN | Sifat menghasilkan anak jantan dan betina lebih kurang dalam jumlah sama (Biologi) (7) |
| AMFOSOM | Struktur vestigial yang ditemukan pada ganggang Cryptophyceae (Biologi) (7) |
| AMHARIK | Bahasa yang dituturkan di Etiopia (7) |
| AMHERST | Kota di Amerika Serikat (7) |
| AMIDASE | Enzim yang menghidrolisis urea menjadi amonia (Kimia) (7) |
| AMIDASI | Proses pembentukan amida (Kimia) (7) |
| AMIDINA | Turunan amida dengan menggantikan oksigen dengan gugus amida (Kimia) (7) |
| AMIKRON | Partikel yang hanya dapat dilihat dengan ultramikroskop (7) |
| AMIKSIS | Kegagalan kawin silang (Biologi) (7) |
| AMILASE | Enzim yang menghidrolisis pasti (Botani) (7) |
| AMILOID | Reaksi substansi yang menyerupai amilum, tetapi memberikan warna ungu keabu-abuan sampai ungu kehitam-hitaman dalam larutan iodin (Biologi); zat tembus lilin yang terdiri atas protein yang dititipkan di beberapa organ hewan dan jaringan dalam kondisi normal (seperti penyakit Alzheimer) (Kimia) (7) |
| AMILOSA | Polisakarida berantai lurus yang terdapat dalam pati (Biologi) (7) |
| AMINASE | Proses pembuatan amina (Kimia) (7) |
| AMINASI | Reaksi suatu aldehida atau keton yang diubah menjadi suatu amino (Kimia) (7) |
| AMITATE | Hubungan kemenakan, yaitu antara kemenakan perempuan dengan bibinya, antara anak dengan saudara kandung perempuan dari ayah, dan antara kemenakan laki-laki dengan saudara perempuan ayah (Antropologi) (7) |
| AMITOHA | Jubah yang dikenakan oleh pendeta perempuan dalam acara ibadah di gereja (Modole) (7) |
| AMJAWAT | Penyakit yang disebabkan oleh kekuatan supranatural perempuan yang sedang haid (Muyu) (7) |
| AMMETER | Alat untuk mengukur besarnya arus listrik dalam ampere (Fisika) (7) |
| AMNESIA | Kehilangan daya ingat, terutama tentang masa lalu atau tentang apa yang terjadi sebelumnya karena penyakit, cacat, atau cedera pada otak (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| AMNESTI | Pengampunan atau penghapusan hukuman yang diberikan kepala negara kepada seseorang atau sekelompok orang yang telah melakukan tindak pidana tertentu (7) |
| AMOFILI | Hidup subur pada habitat pasir (Biologi); orang yang sangat senang pada pasir atau berada di tanah berpasir (7) |
| AMONIUM | Ion NH4+ (Kimia) (7) |
| AMPAIAN | Tali (galah) tempat menggantungkan (menyangkutkan) pakaian (7) |
| AMPARAN | Bagian atap rumah jenis pacenan yang salah satu ujungnya tersambung dengan salah satu ujung yang membentuk segitiga (Jawa) (7) |
| AMPELAS | Pohon, tinggi hingga 20 m, daunnya yang kasap digunakan untuk menggosok (melicinkan) kayu dan sebagainya; rempelas (Ficus ampelas); kertas yang berlapis serbuk kaca dan sebagainya untuk menggosok (melicinkan) kayu, besi, dan sebagainya; amril (7) |
| AMPIANG | Penganan, dibuat dari gula jawa atau gula aren dan kacang tanah digoreng, berbentuk bundar pipih atau bulat (Jawa) (7) |
| AMPILAN | Simbol-simbol kantor; stempel resmi; lambang (Jawa) (7) |
| AMPLANG | Kerupuk yang dibuat dari adonan tepung terigu dan daging ikan yang dilumatkan (misalnya ikan pipih, belida, atau bandeng), berbentuk bulat atau lonjong sebesar ibu jari (7) |
| AMPUNAN | Ampun; maaf; pembebasan dari hukuman atau tuntutan; pengampunan (7) |
| AMPUTAN | Kemaluan (perempuan); gundik; sejumlah padi yang dipersembahkan ke pura subak sebagai ungkapan rasa syukur (Bali) (7) |
| AMSEMAI | Aksesori adat masyarakat Marlasi berupa gelang yang dipakai di kaki dan lengan, dipakai oleh laki-laki dan perempuan, terbuat dari anyaman daun pandan duri selebar sekitar 2 cm (Marlasi) (7) |
| AMTENAR | Pegawai negeri; pegawai pemerintah (7) |
| AMUNGME | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian barat Pegunungan Jayawijaya, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah (7) |
| AMUNISI | Bahan pengisi senjata api (seperti mesiu, peluru); bahan (alat) peledak yang ditembakkan kepada musuh (seperti bom, granat, roket); kiat atau cara (kiasan); teknik (kiasan) (7) |
| AMUNTAI | Ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan (7) |
| AMURANG | Ibu kota Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara (7) |
| ANABATI | Alat musik tiup yang sama fungsinya seperti pikolo (Wolio) (7) |
| ANACINA | Wanita remaja yang telah tiba waktunya untuk berumah tangga (7) |
| ANADROM | Ruaya ikan dari laut ke perairan tawar (darat) dengan tujuan bertelur, misalnya ikan salmon (Perikanan) (7) |
| ANAEROB | Organisme yang dapat hidup secara baik tanpa oksigen (Biologi) (7) |
| ANAFORA | Pengulangan bunyi, kata, atau struktur sintaktis pada larik-larik atau kalimat-kalimat yang berturutan untuk memperoleh efek tertentu (Linguistik); hal atau fungsi merujuk kembali pada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya dalam wacana (yang disebut anteseden) dengan substitusi (Linguistik) (7) |
| ANAGAMI | Tingkat kesucian ketiga yang dicapai seseorang dengan melenyapkan belenggu samyojana pada sotapana dan sakadagami serta hanya akan terlahir kembali sekali lagi (Agama Buddha) (7) |
| ANAGLIF | Hiasan ukiran dengan relief dangkal; gambar tiga dimensi (7) |
| ANAGRAM | Permainan kata (7) |
| ANAHEHA | Mengundang tetua adat dan imam untuk menghadiri tahlilan, biasa saat hari pertama atau hari ke-3 (Luhu) (7) |
| ANAHEIM | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ANAHIDA | Kalung tradisional yang dikenakan perempuan Sumba, terbuat dari manik-manik berwarna jingga, dahulu digunakan sebagai maskawin (7) |
| ANAKAIR | Selokan; sungai kecil (7) |
| ANAKIBU | Anak yang terlalu disayangi oleh ibu sehingga tidak sempat bergaul dengan anak-anak yang lain (7) |
| ANAKMAS | Anak emas (7) |
| ANAKODA | Pawang atau orang tua yang mempunyai kekuatan gaib yang dipanggil untuk upacara pertama membuka kebun atau memandikan rumah (Muna) (7) |
| ANAKRUS | Nada atau sekelompok nada yang mendahului kalimat musik yang tidak mendapat tekanan (Musik) (7) |
| ANALEMA | Grafik posisi matahari di langit pada waktu tertentu di tempat tertentu yang diukur sepanjang tahun dan berbentuk menyerupai angka delapan (Astronomi) (7) |
| ANALOGI | Persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan; kias; kesepadanan antara bentuk bahasa yang menjadi dasar terjadinya bentuk lain (Linguistik); sesuatu yang sama dalam bentuk, susunan, atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan kekerabatan (Mikologi); kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal yang dapat dipakai untuk dasar perbandingan (Mikologi) (7) |
| ANALSIT | Mineral zeolit yang awawarna atau yang berwarna abu-abu kehijau-hijauan, putih kekuning-kuningan, atau putih kemerah-merahan, kekuning-kuningan, kemerah-merahan, atau keputih-putihan (Na2o.AL2O3.4SiO2.2H2O) (Kimia) (7) |
| ANAPASO | Baskom yang terbuat dari tanah liat (7) |
| ANARKIS | Penganjur (penganut) paham anarkisme; orang yang melakukan tindakan anarki (7) |
| ANATASE | Kristal atom yang terbentuk dari titanium dioksida, mempunyai bobot jenis 3,8, indeks bias 2,5, dan titik lebur 1560°C (Kimia) (7) |
| ANATEMA | Sesuatu atau pemikiran yang dibenci karena berlawanan dengan apa yang diyakini (7) |
| ANATOMI | Ilmu yang melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang, atau tumbuh-tumbuhan; ilmu tasrih; ilmu urai; uraian yang mendalam tentang sesuatu (7) |
| ANATROP | Bentuk bakal biji yang nuselus dan mikropilnya terletak berdekatan dengan bagian bawah funikulus (Biologi) (7) |
| ANAWELI | Kegiatan membersihkan lahan sebelum ditanami (Hitu) (7) |
| ANCAMAN | Sesuatu yang diancamkan; perbuatan (hal dan sebagainya) mengancam; usaha yang dilaksanakan secara konsepsional melalui tindak politik dan atau kejahatan yang diperkirakan dapat membahayakan tatanan serta kepentingan negara dan bangsa (Politik dan Pemerintahan) (7) |
| ANDAIAN | Anggapan pendapat (7) |
| ANDALAN | Orang yang dipercayai; yang dapat diandalkan; tumpuan; pembina (dalam gerakan pramuka) (Pramuka); (kuda dan sebagainya) yang kuat (sakti); tanggungan; barang jaminan (7) |
| ANDALAS | Pohon yang tingginya mencapai 35 m, kayunya kuat dan keras mirip kayu jati, digunakan untuk lantai rumah atau mebel; kertau (Morus macroura); Pulau Sumatra (7) |
| ANDAMAN | Hasil mengandam; hasil memingit (mengurung, mengikat); laut yang terletak di tenggara Teluk Benggala (7) |
| ANDANTE | Lambat (tentang irama) (Musik); komposisi musik dalam tempo lambat (Musik) (7) |
| ANDARAN | Uraian; seni suara vokal (tembang) yang dinyanyikan oleh penari gandrung di Lombok dengan mengikuti nada-nada gending pada bagian tertentu (7) |
| ANDEGAN | Bagian akhir dari macapat (Musik/Jawa) (7) |
| ANDEMAN | Lekukan di bagian dada (tentang binatang) (Jawa) (7) |
| ANDERAK | Lubang perangkap untuk menangkap gajah (7) |
| ANDESIT | Batuan keras (Geografi dan Geologi) (7) |
| ANDIJON | Kota di Uzbekistan (7) |
| ANDILAU | Pohon yang tingginya mencapai 15 m, daun elips, bunga berwarna putih, buah berbentuk kapsul, mudah dan cepat tumbuh sehingga cocok untuk penghutanan kembali lereng-lereng bukit yang gundul, kayu digunakan sebagai bahan bangunan, kulit kayu bagian dalam baik untuk dibuat tali; endilau; nilau (Commersonia bartramia) (Botani) (7) |
| ANDORRA | Negara yang terletak di Eropa Barat Daya, beribu kota Andorra la Vella; negara yang terletak di Semenanjung Iberia (7) |
| ANDREAS | Salah satu dari kedua belas rasul Tuhan Yesus (Agama Kristen) (7) |
| ANDROID | Robot yang tampak dan berperilaku seperti manusia; mirip manusia; berkaitan dengan distribusi lemak tubuh, terutama pada bagian abdominal (Kedokteran); sistem operasi seluler berbasis sumber terbuka yang dirancang terutama untuk perangkat seluler layar sentuh seperti telepon pintar dan tablet (Komputer) (7) |
| ANDUHAN | Tali dan sebagainya untuk menganduh; tali tempat sekoci bergantung di kapal (7) |
| ANDUKAN | Permainan memperlombakan merpati (Using) (7) |
| ANEKDOT | Cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya (7) |
| ANELIDA | Cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dan memiliki sistem peredaran darah tertutup (7) |
| ANEROID | Berisi bukan cairan atau dioperasikan tanpa menggunakan cairan (tentang barometer); barometer yang mengukur tekanan udara dengan perpindahan tutup yang luwes dari kotak logam yang hampir hampa (Fisika) (7) |
| ANEVLAP | Analisis dan evaluasi lapangan (akronim) (7) |
| ANFAKAH | Rambut yang tumbuh di bawah bibir (bagian bawah) (Arab) (7) |
| ANFIELD | Stadion utama klub sepak bola FC Liverpool berkapasitas 53.394 penonton (7) |
| ANGARSK | Kota di Rusia (7) |
| ANGGANA | Area terbuka (termasuk bangunan di sekitarnya) di kota yang dibentuk oleh persimpangan dua jalan atau lebih; halaman, lapangan; sendirian (Kawi) (7) |
| ANGGARA | Buas; liar; hari ketiga setiap bulan dalam penanggalan Toba (Batak); hari ketiga dalam jangka waktu satu minggu dalam penanggalan Bali (7) |
| ANGGLAP | Anglap; ambil milik orang lain; curi; mengangglap; menggelapkan milik orang lain (uang, barang, dan sebagainya); tidak membayar utang dan sebagainya (7) |
| ANGGONG | Tersengal-sengal karena membawa beban berat (Jawa) (7) |
| ANGGOTA | Bagian tubuh (terutama tangan dan kaki); bagian dari sesuatu yang berangkai; orang (badan) yang menjadi bagian atau masuk dalam suatu golongan (perserikatan, dewan, panitia, dan sebagainya) (7) |
| ANGGREK | Tumbuhan pasilan yang bunganya indah dan banyak macamnya (Orchidaceae) (7) |
| ANGGUNG | Angkat (7) |
| ANGINAN | Sebidang sawah yang dimiliki orang banyak seperti tanah ulayat (Jawa); polisi tanpa pangkat pada zaman dahulu (Jawa) (7) |
| ANGKARA | Kebengisan; kekurangajaran (terhadap perempuan dan sebagainya); loba; tamak (7) |
| ANGKASA | Lapisan udara yang melingkupi bumi; akasa; awang-awang; langit (7) |
| ANGKLEK | Kembang tanaman ubi kayu (Madura) (7) |
| ANGKONG | Kereta beroda dua yang dihela orang; permainan judi dengan kartu tiga (7) |
| ANGKROK | Boneka yang terbuat dari karton (Jawa); tempat untuk beristirahat para nelayan di tepian pantai setelah melaut (Jawa) (7) |
| ANGKRUK | Angkrok (Jawa); kembang jeruk (Sunda) (7) |
| ANGKUSA | Tongkat gancu (tongkat berpengait untuk mengemudikan gajah); kusa (7) |
| ANGLONG | Menganglong; berbicara tanpa arah tujuan; mengigau (7) |
| ANGLUNG | Paviliun (Cina) (7) |
| ANGONAN | Binatang yang diangon (7) |
| ANGSANA | Pohon yang tingginya mencapai 40 m, daun elips, bunga berbentuk malai kuning, buah polong membundar berwarna cokelat, kayu berurat khas, digunakan untuk bahan bangunan dan mebel, kulit kayu dimanfaatkan untuk obat (Pterocarpus indicus) (Botani) (7) |
| ANGSANG | Pemanggang yang terbuat dari kawat (Jawa); laci yang ada di dalam lemari (Jawa); tempat menyimpan kinang (Jawa) (7) |
| ANGSOKA | Tanaman berbunga biasa dijadikan sebagai tanaman hias (ada berbagai jenis) (Pavetta indica) (7) |
| ANGSUNG | Membakar kemenyan dan membawa sesaji di makam atau tempat-tempat bersejarah (Jawa) (7) |
| ANGWAIN | Orang yang memiliki atau menguasai ilmu hitam (7) |
| ANIBENU | Kesatuan kekerabataan suku Dani yang bersifat patrilineal (Dani) (7) |
| ANILINA | Zat cair berminyak tidak berwarna dengan bau yang khas yang berubah menjadi cokelat pada waktu oksidasi dan mudah menguap dalam air, digunakan untuk membuat zat warna, obat-obatan, dan plastik (C6H4NH2) (Kimia) (7) |
| ANIMASI | Film yang berbentuk rangkaian lukisan atau gambar yang satu dengan lain hanya berbeda sedikit sehingga ketika diputar tampak di layar menjadi bergerak (7) |
| ANIMATO | Tempo penuh semangat dengan kecepatan antara 116-126 ketukan setiap menit (Musik) (7) |
| ANJAKAN | Hasil menganjak; pindahan (7) |
| ANJIANG | Kota di Cina (7) |
| ANJIMAN | Kapal pada zaman kompeni (7) |
| ANJURAN | Yang dianjurkan; usul; saran; nasihat; ajakan (7) |
| ANKANAN | Tempat penampungan pati sagu yang sudah diendapkan, berbentuk menyerupai ember, dibuat dari anyaman daun sagu (Kur) (7) |
| ANNUHUD | Kota di Sudan (7) |
| ANOKSIA | Ketiadaan oksigen dari darah dan jaringan tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ANOKSIK | Keadaan tanpa oksigen yang sering kali terdapat di rawa-rawa daerah tropis atau pada permukaan tertentu suatu perairan (7) |
| ANOMALI | Tidak seperti yang pernah ada; penyimpangan dari yang sudah ada; penyimpangan atau kelainan, dipandang dari sudut konvensi gramatikal atau semantis suatu bahasa (Linguistik); penyimpangan dari keseragaman sifat fisik, sering menjadi perhatian eksplorasi (Teknik) (7) |
| ANOPSIA | Hilangnya daya lihat (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ANORAWI | Daerah tenggelamnya matahari (Sumbawa) (7) |
| ANOSMIA | Kehilangan daya penciuman (7) |
| ANOTANG | Tarian yang dilakukan pada saat upacara penyambutan tamu (pendatang) baru (Muyu) (7) |
| ANOTASI | Catatan yang dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan, mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lain (7) |
| ANSANSI | Kota di Korea Selatan (7) |
| ANSEONG | Kota di Korea Selatan (7) |
| ANTAKYA | Kota di Turki (7) |
| ANTALYA | Kota di Turki (7) |
| ANTAMIR | Mengantamir; memulai (pekerjaan, pembicaraan) (7) |
| ANTANAN | Tumbuhan menjalar yang dijadikan lalap dan obat (Hydrocotyle sibthorpioides) (Sunda) (7) |
| ANTANIK | Bakal buah labu (Kur) (7) |
| ANTARAN | Barang yang diantarkan (dikirimkan); uang dan sebagainya pemberian dari pihak laki-laki kepada calon mertua; orang yang mengantarkan; makanan yang dibuat keluarga laki-laki dalam proses lamaran orang Pasanea Maluku dan dibagikan kepada seluruh masyarakat sebagai penukar mas kawin (7) |
| ANTARES | Bintang paling terang pada rasi Skorpio (Astronomi) (7) |
| ANTASID | Zat atau obat yang menetralkan keasaman yang berlebihan dalam saluran pencernaan makanan; penawar asam; antasida (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| ANTEKEN | Surat tercatat; terdaftar (7) |
| ANTELAS | Kain satin (sutra) yang mengilat (7) |
| ANTELOP | Mamalia berkuku genap yang termasuk dalam kelompok ruminansia, mempunyai kuku dan tanduk berongga, persebarannya lebih banyak di kawasan Afrika (Antilopinae) (Zoologi) (7) |
| ANTENUL | Antena kecil pada sejenis udang yang terletak lebih ke depan dan berukuran lebih kecil daripada antena pada udang yang lain, berfungsi sebagai alat peraba, perasa, dan penjaga keseimbangan (Zoologi) (7) |
| ANTESIS | Periode ketika kuncup bunga mekar sehingga penyerbukan dapat berlangsung (Biologi) (7) |
| ANTIBES | Kota di Prancis (7) |
| ANTIDOT | Obat penawar racun (bisa); penangkal; pencegah (kiasan) (7) |
| ANTIGEN | Zat (misalnya protein atau toksin) yang dapat merangsang pembentukan antibodi jika diinjeksikan ke dalam tubuh (7) |
| ANTIHAN | Hasil mengantih (7) |
| ANTIOCH | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ANTONIM | Kata yang berlawanan makna dengan kata lain (Linguistik); eksem yang berpasangan secara antonimi (Linguistik) (7) |
| ANTRAKS | Penyakit menular pada hewan ternak yang disebabkan oleh kuman Bacillus anthracis, dapat juga menyerang manusia dengan menimbulkan bisul bernanah (7) |
| ANTREAN | Deretan orang, barang olahan, atau unit yang sedang menunggu giliran untuk dilayani, diolah, dan sebagainya (7) |
| ANTUNGA | Gambus yang terbuat dari bambu (Gorontalo) (7) |
| ANTUTAN | Cairan manis yang terdapat di atas daun-daun yang dibawa oleh serangga (7) |
| ANUHUAI | Alat untuk menumbuk singkong, terbuat dari kayu (Luhu) (7) |
| ANUITAN | Orang yang berhak menerima anuitas sebelum waktu yang ditentukan (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| ANUITAS | Rangkaian pembayaran atau penerimaan yang sama jumlahnya, yang harus dibayarkan atau diterima pada tiap akhir periode yang sama jangka waktunya untuk sejumlah tahun tertentu (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| ANXIANG | Kota di Cina (7) |
| ANYAMAN | Hasil menganyam; barang yang dianyam (7) |
| ANYELIR | Tanaman hias yang ujung bunganya melebar dengan tepi berumbai-rumbai, warnanya bermacam-macam, ada yang merah, merah muda, putih, dan sebagainya (Dianthus caryophyllus) (7) |
| APAAKAL | Bagaimana; apa yang harus diperbuat (7) |
| APABILA | Jika; kalau; kata untuk menanyakan waktu (7) |
| APADAYA | Tidak ada kuasa lagi (7) |
| APAKALA | Kata tanya untuk menanyakan waktu; apabila (7) |
| APALAGI | Kata penghubung antara klausa dan klausa untuk menguatkan atau menambahkan apa yang telah dibicarakan terdahulu; lebih-lebih (lagi); tambahan pula; terlebih-lebih pula; lebih-lebih; tambahan lagi (7) |
| APANASE | Bantuan berupa tempat atau tanah yang diberikan oleh badan legislatif atau pemerintah kepada anggota keluarga bangsawan atau tuan tanah (7) |
| APASAJA | Sekalian yang belum diketahui; segala sesuatu (7) |
| APASTIA | Tindakan memuntahkan makanan yang sudah dikonsumsi sebagai ekspresi gangguan psikologis (Ilmu Gizi) (7) |
| APATATE | Penjepit yang terbuat dari bambu, biasanya digunakan untuk mengambil bara api, ikan, dan lain-lain (Yalahatan) (7) |
| APATITY | Kota di Rusia (7) |
| APDENAK | Kegiatan mengotek secara bersama-sama (7) |
| APELIUM | Jarak terjauh planet bumi terhadap matahari (Astronomi) (7) |
| APERTUR | Ukuran pencahayaan yang masuk ke dalam kamera (Perfilman) (7) |
| APINTEL | Aparatur intelijen (akronim) (7) |
| APKIRAN | Barang yang sudah tidak dapat dipakai (7) |
| APLASIA | Perkembangan yang kurang sempurna pada jaringan, alat atau organ (7) |
| APLIKAN | Pemohon; pendaftar (Inggris) (7) |
| APLUSAN | Gantian; giliran (7) |
| APOGAMI | Proses terbentuknya embrio yang tidak berasal dari sel telur dan tanpa melalui proses pembuahan (Biologi) (7) |
| APOGRAF | Salinan manuskrip asli (7) |
| APOKDIM | Alat untuk mengisap tembakau, terbuat dari buluh dan saringan dari pucuk sagu (Muyu) (7) |
| APOKING | Proses menumbuk kulit kayu agar menjadi lebar dan dapat dijadikan cawat atau rok, ukiran, dan pakaian (7) |
| APOKOPE | Hilangnya satu bunyi atau lebih pada akhir sebuah kata (Linguistik) (7) |
| APOKRIN | Mengenai hilangnya sebagian protoplasma pada waktu bersekresi (7) |
| APOLOGI | Tulisan atau pembicaraan formal yang digunakan untuk mempertahankan gagasan, kepercayaan, dan sebagainya; pembelaan (7) |
| APOSISI | Ungkapan yang berfungsi menambah atau menjelaskan ungkapan sebelumnya dalam kalimat yang bersangkutan (Linguistik) (7) |
| APOSTEL | Rasul; pembela; pembawa ajaran baru; catatan tepi (sekarang tidak dipakai lagi) (7) |
| APOTEMA | Ruas garis tegak lurus dari pusat segi banyak beraturan ke sisinya (Matematika); jarak tegak lurus dari pusat segi banyak beraturan ke sisinya (Matematika) (7) |
| APRAKSI | Orang yang mengalami apraksia (7) |
| APRIKOT | Persik; abrikos (Prunus armeniaca); minyak dari tanaman aprikot yang digunakan sebagai minyak rambut dan buahnya digunakan sebagai masker wajah pelembut kulit (7) |
| APRIORI | Berpraanggapan sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dan sebagainya) keadaan yang sebenarnya; metode pernalaran, dimulai dengan teori atau penyebab, untuk kemudian memastikan penyebab atau ketentuan umum (Biologi) (7) |
| APTINDO | Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (induk organisasi bagi produsen tepung terigu di Indonesia) (akronim) (7) |
| APUNGAN | Sesuatu yang mengapung; potongan lepas dari batuan atau bijih yang terdapat pada atau dekat permukaan tanah, atau dasar sungai, dapat digunakan sebagai petunjuk adanya mineral (Mineralogi) (7) |
| AQUIRAZ | Kota di Brasil (7) |
| ARABABU | Alat musik tradisional yang berbentuk biola, berbahan dasar batok kelapa, dan dimainkan dengan cara dipetik (Ternate) (7) |
| ARABAHU | Alat musik jenis rebab yang terbuat dari bambu, wadah gemanya terbuat dari kayu atau tempurung (Musik) (7) |
| ARACAJU | Kota di Brasil (7) |
| ARACRUZ | Kota di Brasil (7) |
| ARAFURA | Laut yang berada di antara Australia dan Pulau Papua, di Samudra Pasifik (7) |
| ARAHJAM | Arah yang sesuai dengan putaran jam (7) |
| ARAJANG | Todiang layana; upacara pemujaan terhadap roh nenek moyang dan benda yang dikeramatkan oleh suku Bentong di Sulawesi untuk menghindari kutukan (7) |
| ARAMRAT | Herba bercita rasa ringan (Tata Boga) (7) |
| ARANDAI | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian tenggara Kepala Burung, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua (7) |
| ARANDAS | Kota di Meksiko (7) |
| ARAPOTA | Dinding rumah adat Yalahatan yang terbuat dari pelepah sagu yang telah kering (7) |
| ARBITER | Orang yang disepakati oleh dua belah pihak yang bersengketa untuk memberikan keputusan yang akan ditaati oleh kedua belah pihak (7) |
| ARBUTIN | Senyawa diuretik dan antiinfeksi, dibuat dari daun tanaman genus Vaccinum, seperti bluberi, digunakan sebagai antioksidan dan pengondisi kulit pada kosmetik (Kimia) (7) |
| ARCADIA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ARCHWAY | Kota di Inggris (7) |
| ARDABIL | Kota di Iran (7) |
| ARDAKAN | Kota di Iran (7) |
| ARDESEN | Kota di Turki (7) |
| ARGANDA | Kota di Spanyol (7) |
| ARGILAN | Kutan yang tersusun terutama dari mineral lempung (Ilmu Tanah) (7) |
| ARGIRIA | Kondisi langka pada kulit yang menimbulkan warna abu-abu kebiruan akibat penggunaan berlebihan bahan yang mengandung perak (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ARGUMEN | Alasan yang dapat dipakai untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan; nomina atau frasa nominal yang bersama-sama predikator membentuk proposisi (Linguistik) (7) |
| ARHANUD | Artileri pertahanan udara (akronim) (7) |
| ARIRANG | Tempat bertautnya buah kelapa pada pohonnya (Batak); lagu rakyat Korea yang sering dianggap sebagai lagu kebangsaan Korea (7) |
| ARITMIA | Irama detak jantung yang tidak teratur (terlalu cepat atau terlalu lambat) karena ada gangguan rangsang berupa aliran listrik, menimbulkan gejala berupa nyeri dada dan rasa berdebar-debar (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ARIZONA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Phoenix (7) |
| ARKARNA | Grup musik rock asal Inggris (7) |
| ARKTIKA | Daerah di seputar Kutub Utara yang mencakupi Laut Arktika dan daratan pada garis 70° lintang utara (Geografi dan Geologi) (7) |
| ARKUNEL | Daun-daunan yang menguning (Batuley) (7) |
| ARLINDO | Arus lintas Indonesia (akroniim/Oseanologi) (7) |
| ARMABAR | Armada barat (akronim) (7) |
| ARMATIM | Armada timur (akronim) (7) |
| ARMATUR | Kerangka untuk menopang suatu sosok atau sistem dalam melawan gaya berat, biasanya digunakan dalam perangkat pada alat penerangan; rumah lampu (7) |
| ARMAVIR | Kota di Rusia (7) |
| ARMENIA | Kota di Kolumbia (7) |
| ARMORER | Orang yang bertanggung jawab terhadap pengadaan aneka senjata pada suatu produksi film atau acara televisi (Perfilman) (7) |
| ARMUZNA | Arafah, Muzdalifah, dan Mina (akronim) (7) |
| AROMBAI | Perahu yang digunakan untuk mencari ikan dengan jaring (Melayu Ambon) (7) |
| AROSUKA | Ibu kota Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat (7) |
| ARPEGIO | Uraian nada-nada dari akor yang berurutan naik dan turun (Musik) (7) |
| ARRAHIM | Salah satu nama Allah yang berarti Maha Penyayang (Agama Islam) (7) |
| ARRIVEE | Mantap kedudukannya (kehidupannya); mapan (ungkapan/Prancis) (7) |
| ARSAKAL | Upacara menggunting rambut bayi, dilakukan oleh beberapa orang secara bergiliran sambil berdiri dan melantunkan selawat (Sunda) (7) |
| ARSENAL | Bangunan permanen tempat penyimpanan, pembuatan, dan perbaikan senjata, amunisi, dan alat-alat perang lain; artileri senjata Angkatan Laut; klub asal London yang dikenal dengan julukan The Gunners (7) |
| ARSENIK | Unsur kimia nonlogam metaloid dengan nomor atom 33, berlambang As, dan bobot atom 74,9216 u (7) |
| ARSIRAN | Hasil mengarsir (7) |
| ARSITEK | Ahli dalam merancang dan menggambar bangunan, jembatan, dan sebagainya, biasanya sekaligus sebagai penyelia konstruksinya; perencana (pencipta suatu paham, negara, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| ARTEFAK | Benda-benda, seperti alat, perhiasan yang menunjukkan kecakapan kerja manusia (terutama pada zaman dahulu) yang ditemukan melalui penggalian arkeologi; benda (barang-barang) hasil kecerdasan manusia, seperti perkakas, senjata (Arkeologi) (7) |
| ARTEMIA | Krustase kecil yang mudah dipelihara untuk makanan larva ikan atau udang (Artemia salina) (Perikanan) (7) |
| ARTESIS | Sumur bor (7) |
| ARTETIS | Bersifat memancar dengan sendirinya (tentang air artesis) (7) |
| ARTICOK | Perdu yang agak tinggi dengan daun yang tirus, pucuk bunganya dimakan sebagai sayuran (Cynara scolimus) (7) |
| ARTIKEL | Karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya; bagian undang-undang atau peraturan yang berupa ketentuan; pasal (Hukum); unsur yang dipakai untuk membatasi atau memodifikasi nomina, misalnya the dalam bahasa Inggris; artikula (Linguistik) (7) |
| ARTISAN | Orang yang ahli membuat barang kerajinan tangan (7) |
| ARTOTEK | Perpustakaan gambar dan seni tempa (7) |
| ARUGULA | Sayuran berwarna hijau, berbunga kuning, berasa agak pedas dan pahit, biasa digunakan dalam hidangan selada (Eruca vesicaria) (7) |
| ARUHAHA | Berkumpulnya beberapa marga pada malam 7 likur menjelang lebaran pada masyarakat adat Desa Seda, Kabupaten Maluku Tengah (7) |
| ARUNIKA | Seberkas cahaya matahari setelah terbit di pagi hari (Linguistik/Sanskerta); pemandangan saat matahari terbit (Linguistik/Sanskerta) (7) |
| ARUPAKO | Ingin melakukan semua pekerjaan (Moronene) (7) |
| ARUPERA | Obat demam tradisional dari perasan daun tumbuhan liar yang bentuk pohonnya mirip tanaman cabai, tetapi di batangnya terdapat duri (Kur) (7) |
| ARUSAIR | Gerak air yang mengalir; aliran air (7) |
| ARUSKAS | Pengeluaran dan pemasukan uang tunai perusahaan atas dasar harian, mingguan, dan jangka waktu lain (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| ARZAMAS | Kota di Rusia (7) |
| ASABIAH | Keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya); fanatisme (7) |
| ASAHEHE | Tradisi pembongkaran sebagian atap pada rumah adat sebelum dibongkar secara keseluruhan di Desa Boano Utara (dalam rangka pemugaran rumah adat yang telah berusia 20—30 tahun, setiap matarumah memiliki rumah adat) (Luhu) (7) |
| ASAISIT | Proses meratakan gigi bagi gadis yang menginjak dewasa (Sumbawa) (7) |
| ASALKAN | Dengan syarat (7) |
| ASANSOL | Kota di India (7) |
| ASAPAIR | Gas yang keluar dari air yang mendidih; uap (7) |
| ASAPAPI | Asap dari api (7) |
| ASBUTON | Aspal buton (akronim) (7) |
| ASEPSIS | Hal bebas dari infeksi (7) |
| ASEPTIK | Bebas dari infeksi (7) |
| ASEPTIS | Aseptik (7) |
| ASEROLA | Buah ceri yang tumbuh di Amerika Tengah dan India Barat, kaya akan vitamin C, digunakan sebagai antioksidan pada produk perawatan kulit (Malpighia emarginata) (Botani) (7) |
| ASERTIF | Tegas (7) |
| ASESANG | Upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Kaitetu untuk menyambut hasil panen ikan dari sero (Hitu) (7) |
| ASESMEN | Penilaian; kegiatan mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya untuk memperoleh gambaran tentang kondisi individu dan lingkungannya sebagai bahan untuk memahami individu dan pengembangan program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan (Pendidikan) (7) |
| ASETOIN | Molekul berupa cairan berwarna kuning kehijauan dan tidak berbau yang secara alami terdapat dalam brokoli, anggur, pir, dan produk susu, digunakan sebagai penambah citarasa makanan dan bahan wewangian pada produk kosmetik (C4H8O2) (Kimia) (7) |
| ASHFORD | Kota di Inggris (7) |
| ASIAWAL | ASI yang dihasilkan di bagian awal saat sedang menyusui, tampak bening dan encer, mengandung laktosa dan protein yang tinggi (7) |
| ASIDOID | Pengasaman (Kimia) (7) |
| ASIKLIK | Tidak mengandung lingkaran dalam bangun molekulnya (Kimia) (7) |
| ASIMTOT | Garis lurus yang makin didekati oleh suatu lengkungan, tetapi tidak pernah dipotong (7) |
| ASINTEL | Asisten intelijen (akronim) (7) |
| ASINYOR | Seseorang yang menyerahkan hak atau miliknya (biasanya tanah) kepada orang lain (Hukum) (7) |
| ASISTEN | Orang yang bertugas membantu orang lain dalam melaksanakan tugas profesional, misalnya dalam pekerjaan, profesi, dan kedinasan (7) |
| ASITABA | Tumbuhan perdu asal Jepang, getahnya mengandung flavonoid kalkon yang berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, digunakan untuk mengobati asma, anemia, diabetes, dan sebagainya; seledri jepang (Angelica keiskei) (7) |
| ASIWUNG | Kapas penutup muka mayat (Sunda) (7) |
| ASJETAN | Laut yang berwarna biru (Seluwarsa) (7) |
| ASKARID | Cacing parasit penghuni usus (Ascaris lumbricoides) (7) |
| ASKETIK | Bersifat sederhana, jujur, dan rela berkorban (7) |
| ASLESAR | Makanan yang disediakan oleh pemilik ladang untuk pekerja yang sedang menanam padi (Kur) (7) |
| ASLOSIN | Mangga muda yang belum berbiji (Kur) (7) |
| ASMATIK | Penderita asma (7) |
| ASONGAN | Barang dagangan yang diasongkan (7) |
| ASOSIAL | Tidak bersifat sosial; tidak memedulikan kepentingan masyarakat (7) |
| ASPIRAN | Orang yang berambisi besar untuk menuntut suatu hal (pangkat, pengetahuan, dan sebagainya); calon (7) |
| ASPIRAT | Bunyi bahasa yang dihasilkan dengan pergeseran dalam rongga (seperti bunyi [h]) (Linguistik) (7) |
| ASPIRIN | Obat sakit kepala (pilek, demam), berupa puyer atau tablet berwarna putih; asam asetil salisilat (7) |
| ASSAMAD | Tempat bergantung (sifat Allah) (ungkapan/Arab) (7) |
| ASTASIA | Mengenai ketidakmampuan untuk berdiri karena gangguan koordinasi gerakan tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ASTATIK | Tidak terpengaruh oleh medan magnet bumi; tidak menghasilkan medan magnet (7) |
| ASTATIN | Unsur kimia nonlogam halogen dengan semua isotopnya radioaktif; unsur dengan nomor atom 85, lambang At, dan bobot atom 211 u (7) |
| ASTENIA | Hilang atau berkurangnya kekuatan; keloyoan (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ASTENIK | Berkenaan dengan astenia (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ASTERIS | Tanda bintang (*), biasanya diletakkan setelah kata tertentu untuk menandakan bahwa ada informasi tambahan yang diletakkan di tempat lain (7) |
| ASTORIA | Kota tertua di negara bagian Oregon Amerika Serikat yang didirikan pada 1811 dan merupakan permukiman Amerika pertama di sebelah barat Pegunungan Rocky (7) |
| ASTRADA | Asisten sutradara (akronim) (7) |
| ASUMTIF | Bersifat dugaan (perkiraan) (7) |
| ASUNGAN | Hasutan (7) |
| ASUSILA | Tidak susila; tidak baik tingkah lakunya (7) |
| ATAKSIA | Kehilangan kendali atas fungsi tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ATALAHE | Golongan rakyat biasa suku Manggarai (7) |
| ATAMBUA | Ibu kota Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (7) |
| ATARIBU | Golongan orang biasa suku Lamaholot (7) |
| ATARURK | Bendungan yang membendung Sungai Efrat di Turki (7) |
| ATAUPUN | Atau; maupun (7) |
| ATEISME | Paham yang tidak mengakui adanya Tuhan (7) |
| ATEROMA | Akumulasi berupa plak kolesterol pada lapisan dalam arteri (7) |
| ATIBAIA | Kota di Brasil (7) |
| ATLANTA | Ibu kota negara bagian Georgia, Amerika Serikat (7) |
| ATLETIK | Cabang olahraga (terutama yang dilakukan di luar dan memerlukan kekuatan, ketangkasan, dan kecepatan), terdiri atas nomor-nomor lari, jalan, lompat, dan lempar (7) |
| ATLETIS | Berotot dan kuat (7) |
| ATLIXCO | Kota di Meksiko (7) |
| ATOGOIM | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian selatan Papua (7) |
| ATOGRAM | Satuan ukuran berat 10-18 gram (7) |
| ATRAKSI | Sesuatu yang menarik perhatian; daya tarik; pertunjukan; tontonan (7) |
| ATRESIA | Ketiadaan lubang yang normal (pada bayi dan sebagainya) (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ATRIBUT | Tanda kelengkapan (berupa baret, lencana, dan sebagainya); lambang (kiasan); sifat yang menjadi ciri khas (suatu benda atau orang) (kiasan); penjelas (kiasan/Linguistik); adjektiva yang menerangkan nomina dalam frasa nominal (kiasan/Linguistik); kata berkelas tertentu yang mempunyai fungsi menerangkan nomina dalam frasa nominal (kiasan/Linguistik); kategori variabel kualitatif (seperti laki-laki atau perempuan menunjukkan jenis kelamin) (kiasan/Linguistik); ciri atau sifat yang terdapat pada setiap benda purbakala, yang dapat dijadikan dasar untuk menentukan kelompok (kiasan/Arkeologi) (7) |
| ATROPIN | Alkaloid sangat beracun yang dikandung antara lain oleh sejenis kecubung (Datura stramonium) (7) |
| AUDIENS | Pengunjung atau pendengar suatu ceramah dan sebagainya; audiensi (7) |
| AUDITAN | Hasil mengaudit; yang diaudit (7) |
| AUDITOR | Pengaudit (7) |
| AUGUSTA | Ibu kota negara bagian Maine, Amerika Serikat (7) |
| AURAIYA | Kota di India (7) |
| AURDURI | Bambu yang berduri (7) |
| AUSTRIA | Negara yang terletak di Eropa Tengah, beribu kota Wina (7) |
| AUTARKI | Kedaulatan mutlak, baik dalam pemerintahan maupun dalam ekonomi, dengan menetapkan kebijakan nasional untuk menghindarkan ketergantungan pada negara lain (7) |
| AUTISME | Gangguan perkembangan pada anak yang berakibat tidak dapat berkomunikasi dan tidak dapat mengekspresikan perasaan dan keinginannya sehingga perilaku hubungan dengan orang lain terganggu (7) |
| AUTODIN | Elemen tabung yang sama, berfungsi serentak sebagai osilator dan detektor (tentang sirkuit listrik) (Elektronika) (7) |
| AUTOGEN | Berasal dari diri sendiri (tentang organisme) (Biologi) (7) |
| AUTOPSI | Pemeriksaan tubuh mayat dengan jalan pembedahan untuk mengetahui penyebab kematian, penyakit, dan sebagainya; bedah mayat (Kedokteran dan Fisiologi); obduksi; nekropsi (7) |
| AUTOSOM | Kromosom yang bukan kromosom seks (Biologi) (7) |
| AVALANS | Massa besar salju, es, batu, dan sebagainya yang bergeser turun dengan cepat sepanjang lereng (7) |
| AVIATOR | Juru terbang (7) |
| AVIGNON | Kota di Prancis (7) |
| AVOLISI | Perilaku yang dilakukan bukan atas kemauan sendiri (Psikologi) (7) |
| AVONTUR | Pertualangan (7) |
| AWAASAM | Kehilangan keasaman (Kimia) (7) |
| AWABEKU | Hilang beku (7) |
| AWABULU | Hilang bulu (7) |
| AWABUSA | Tanpa busa (Kimia) (7) |
| AWADARA | Tanpa (hilang) selaput dara (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| AWAHAMA | Bebas dari hama penyakit (7) |
| AWAKUTU | Tindakan mendeteksi, menemukan, dan memperbaiki kesalahan logis atau sintaksis di dalam suatu program (Komputer dan Teknologi Informasi); menghapus kesalahan pada program komputer (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| AWANAIR | Awan yang terdiri atas butiran air, di bawah atau di atas titik beku dan tidak mengandung kristal es (7) |
| AWANAMA | Tanpa nama; anonim (7) |
| AWANGAN | Langit-langit di bagian atas panggung (7) |
| AWANRAK | Awan rendah berbentuk menyerupai baji, salah satu jenis awan arkus, melekat pada dasar awan induknya yang biasanya merupakan tanda datangnya badai pasir (Hidrometeorologi) (7) |
| AWATARA | Penjelmaan Dewa Wisnu; avatar (Bali) (7) |
| AWONKAT | Penyembuhan penyakit dengan menggunakan sepotong kulit babi (Muyu) (7) |
| AWONKUP | Babi putih (Muyu) (7) |
| AYAHASI | Ayah yang memberi dukungan emosional dan fisik kepada ibu menyusui demi kelancaran pemberian ASI (7) |
| AYAMARU | Suku bangsa yang mendiami daerah sikitar danau di wilayah Kepala Burung, Provinsi Papua Barat; danau yang terletak di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat yang terdiri atas rangkaian tiga danau, tetapi berada pada satu aliran sungai (7) |
| AYAMPOP | Masakan khas Sumatra Barat, terbuat dari ayam kampung yang dilepas kulitnya, ditumis dengan mentega bersama bumbu, seperti salam, serai, dan lengkuas, direbus dengan air kelapa sampai empuk dan matang (Tata Boga) (7) |
| AYAMRAS | Ayam domestikasi yang berasal dari luar Indonesia, seperti ayam leghorn (7) |
| AYVALIK | Kota di Turki (7) |
| AZERTAC | Kantor berita Azerbaijan (7) |
| AZIMPUR | Kota di Bangladesh (7) |
| AZOIKUM | Waktu dalam sejarah perkembangan bumi, saat belum ada kehidupan di bumi (± 800 juta sampai 300 juta tahun yang lalu) (7) |
| AZULENA | Senyawa organik dan isomer dari naftalena yang digunakan sebagai antasid pada kosmetik (Kimia) (7) |
| AZZULFI | Kota di Arab Saudi (7) |
| AZZUMAR | Surah ke-39 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (7) |
| BABAKAN | Kulit kayu yang dikubak dari batangnya (Melayu Jakarta); dusun yang baru (Sunda) (7) |
| BABANCI | Makanan khas Betawi, mirip gulai, tetapi ada cita rasa sayur, terdiri atas daging kepala sapi, serutan kelapa muda, serundeng yang ditumbuk halus, dan campuran rempah-rempah (Tata Boga) (7) |
| BABANGO | Alat capit untuk mengkhitan yang terbuat dari kayu, bambu, dan tanduk (Sunda) (7) |
| BABARAN | Melahirkan anak; bersalin (Jawa) (7) |
| BABATAN | Pusaka asal; pusaka asli; hasil membabat (7) |
| BABELAN | Orang yang selalu ikut ke mana pun orang lain pergi dan tidak mau ketinggalan (Karey) (7) |
| BABELIH | Tetap melawan meskipun sudah kalah (tentang ayam aduan) (Melayu Riau) (7) |
| BABINSA | Bintara pembina desa (akronim) (7) |
| BABURIN | Minyak yang terbuat dari bunga-bungaan yang dimasak dengan lilin dan minyak wangi (Banjar) (7) |
| BABURUA | Suku bangsa yang berasal dari atau mendiami wilayah sebelah barat Sungai Mamberamo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua (7) |
| BACABAL | Kota di Brasil (7) |
| BACALEG | Bakal calon legislatif (akronim) (7) |
| BACEMAN | Yang dibacem; hasil membacem (7) |
| BACLIEU | Kota di Vietnam (7) |
| BACOKAN | Hasil membacok (7) |
| BADAJOZ | Kota di Spanyol (7) |
| BADENGA | Kayu yang tahan air dan kelembapan tanah dan pasir, biasa digunakan untuk jembatan (7) |
| BADUYUT | Tumbuhan merambat, daunnya digunakan untuk obat (Trichosanthes villosa) (7) |
| BAGARIT | Berburu dengan menggunakan jaring atau jerat yang dipasang pada pohon (Banjar) (7) |
| BAGELEN | Roti kering yang renyah, terbuat dari roti manis berbentuk bundar atau panjang yang dibelah dua, bagian atasnya diberi rumboter, kemudian dipanggang hingga kering (7) |
| BAGHDAD | Ibu kota Irak (7) |
| BAGHLAN | Kota di Afganistan (7) |
| BAGINDA | Gelar atau kata sapaan kepada raja (artinya yang berbahagia dan mulia) (7) |
| BAGUSAN | Lebih bagus; penyakit menular seperti cacar air (Melayu Jakarta) (7) |
| BAHADUR | Pahlawan; satria; gagah berani (7) |
| BAHAGIA | Keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan); beruntung; berbahagia (7) |
| BAHALAN | Bengkak bernanah pada selangkangan (7) |
| BAHAROK | Bau busuk yang sangat menyengat (Melayu Jambi) (7) |
| BAHASAN | Yang dibahas; hasil membahas; hal (cara) membahas (7) |
| BAHENOL | Montok dan menggairahkan (7) |
| BAHRAIN | Negara yang terletak di Teluk Persia, beribu kota Manama (7) |
| BAHTERA | Perahu; kapal (7) |
| BAHUTAI | Siluman anjing (Dayak) (7) |
| BAIDURI | Batu permata yang berwarna dan banyak macamnya seperti - bulan, - pandan, - sepah (7) |
| BAIKUTU | Inti jantung pisang (Makeang Timur) (7) |
| BAILMEN | Penyerahan sementara barang kepada pihak lain dengan hak pemilikan tetap di tangan yang menyerahkan (7) |
| BAIQUAN | Kota di Cina (7) |
| BAISHAN | Kota di Cina (7) |
| BAJABUK | Hidangan berupa ikan yang dipisahkan dari tulangnya dan dihaluskan menjadi serat-serat kecil, kemudian digoreng dengan minyak hingga kering (Bugis) (7) |
| BAJAKAH | Pohon rambat di hutan Kalimantan, bagian batang atau akar dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit, seperti kanker dan tumor (Spatholobus littoralis Hassk) (Dayak) (7) |
| BAJAKAN | Hasil membajak tanah; hasil membajak (7) |
| BAJARAH | Bintara sejarah (akronim) (7) |
| BAJARIM | Baja aktif (Metalurgi) (7) |
| BAJETAH | Perdu yang termasuk suku Rutaceae, daunnya berbentuk lonjong, berkhasiat sebagai obat demam dan untuk merangsang selera makan anak; daun tikusan (Clausena excavata) (Sunda) (7) |
| BAJIGUR | Minuman yang dibuat dari campuran santan, gula aren, dan kadang-kadang dibubuhi kopi atau cokelat sedikit, ditambah vanili atau daun pandan (7) |
| BAJUJAS | Pakaian resmi laki-laki berlengan panjang model Barat (biasanya dibuat satu setel dengan celana) yang dipakai di luar kemeja (7) |
| BAKALAN | Akan dijadikan; anakan (tentang burung); calon anak (7) |
| BAKAMLA | Badan Keamanan Laut (akronim) (7) |
| BAKARAN | Sajen berupa daging penyu, babi, ayam, atau itik yang masih mentah (Bali) (7) |
| BAKARAT | Gadis atau dara; alat kelamin gadis; permainan judi dengan kartu besar (7) |
| BAKCUCI | Bak yang dilengkapi dengan saluran yang diperlukan untuk mengalirkan dan membuang air sisa mencuci (7) |
| BAKDAHU | Sesudahnya; sesudah itu (Arab); bakdu (7) |
| BAKELIT | Bahan terbuat dari damar buatan (7) |
| BAKHMUT | Kota di timur Ukraina (7) |
| BAKHTAR | Kantor berita Afganistan (7) |
| BAKLAVA | Penganan khas Turki yang dibuat dari tepung tanpa ragi, aneka kacang-kacangan, dan kayu manis yang disiram sirup dan bubuk pistacio, biasanya disajikan dalam bentuk persegi, trapesium, atau segitiga (7) |
| BAKTERI | Makhluk hidup terkecil bersel tunggal, terdapat di mana-mana, dapat berkembang biak dengan kecepatan luar biasa dengan jalan membelah diri, ada yang berbahaya dan ada yang tidak, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit; benih penyakit (7) |
| BALABAD | Atas angin; angin darat; angin pegunungan (7) |
| BALABAK | Komposisi tembang jenaka dalam karawitan (Musik/Jawa) (7) |
| BALABAR | Pagar sementara terbuat dari bambu atau tanaman untuk membatasi lahan atau tanah sampai dibangun (Sunda) (7) |
| BALABUA | Periuk besar yang terbuat dari tanah liat (Wolio) (7) |
| BALAGAH | Ilmu retorika (Arab) (7) |
| BALAJAR | Janda yang tidak mempunyai anak (Madura) (7) |
| BALAKAN | Geladak tempat pembagian daging kerbau yang dipotong pada pesta kematian khas Toraja, tiangnya terbuat dari kayu dadap atau kayu randu (Toraja) (7) |
| BALALAU | Dialek Lampung yang dituturkan oleh suku Belalau (7) |
| BALANGA | Kota di Filipina (7) |
| BALANGO | Sejumlah batu karang yang dimuat dalam perahu saat berlayar tanpa muatan sebagai pemberat agar perahu tidak oleng (Culambacu) (7) |
| BALANJA | Tempat sirih tradisional yang dibuat dari bambu, bertutup ijuk atau kayu (Batak) (7) |
| BALANJO | Tempat makan ternak terbuat dari bambu (Batak) (7) |
| BALAPAK | Kain songket dari Minangkabau, terbuat dari benang katun dan emas yang ditenun dengan tangan, biasa dipakai pada ucapara adat (7) |
| BALAPAN | Berbalapan; lomba adu kecepatan (mobil dan sebagainya) (7) |
| BALASAN | Jawab (surat dan sebagainya); sambutan (atas perbuatan dan sebagainya yang dikenakan kepadanya); perbuatan (uang, barang, dan sebagainya) yang diberikan untuk membalas kebaikan dan sebagainya; perbuatan (hukuman dan sebagainya) untuk membalas sakit hati dan sebagainya (7) |
| BALATUK | Tangga yang dibuat dari sebatang kayu (Batak) (7) |
| BALAYAN | Kota di Filipina (7) |
| BALEMAN | Bara sabut kelapa yang terbakar dan masih berapi, biasanya untuk membakar ubi, jagung, dan sebagainya (Bali) (7) |
| BALIAGA | Kelompok masyarakat suku Bali yang tinggal di daerah pegunungan; dialek bahasa Bali yang tidak mengenal tingkat tutur (7) |
| BALIBUL | Bawah lima bulan (akronim) (7) |
| BALIGAU | Pemimpin dewan adat kerajaan (Kaili) (7) |
| BALIKAN | Hasil membalikkan; umpan balik (7) |
| BALINAN | Pedagang ikan di tengah laut dengan memakai perahu (Madura) (7) |
| BALIUAG | Kota di Filipina (7) |
| BALOBAS | Alat untuk menyusun motif sewaktu bertenun (Melayu Medan) (7) |
| BALONEY | Omong kosong (Inggris) (7) |
| BALONGA | Perkakas dari bambu, digunakan sebagai tempat minum arak (Kaili) (7) |
| BALOSOK | Jagung yang sudah dibuang kulitnya (Bugis) (7) |
| BALOTRA | Kota di India (7) |
| BALQASH | Kota di Kazakhstan (7) |
| BALUARA | Benteng pertahanan Kerajaan Buton beserta kelengkapan perang seperti bedil, meriam, dan lain-lain (Wolio) (7) |
| BALUBAR | Tempat menyimpan padi yang terbuat dari daun nipah (Melayu Medan) (7) |
| BALUBUA | Tempat menyimpan padi yang diletakkan di tengah rumah, dapat sekaligus berfungsi sebagai tempat tidur (Minangkabau) (7) |
| BALUGUT | Menyusu pada saat sebelum hingga setelah tertidur (Banjar) (7) |
| BALUHUR | Topi dari kulit jagung (Batak) (7) |
| BALUMBA | Bermain di air (sungai) dalam waktu lama (Banjar) (7) |
| BALUNEK | Tebal (tentang daging buah durian) (Dayak) (7) |
| BALURAN | Obat (minyak dan sebagainya) yang dibalurkan (dioleskan, dilumurkan); hasil membalur; gunung api tidak aktif yang terletak di tengah-tengah Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang berbatasan langsung dengan Selat Madura (bagian utara) dan Selat Bali (bagian timur) (7) |
| BALUTAN | Hasil membalut; bebatan (7) |
| BAMBANG | Pipih dan (luas) lebar; kelihatan luas membentang; melarikan gadis (di Palembang) (Hukum) (7) |
| BAMBARU | Gubuk sementara yang dibuat oleh pencari rotan atau orang yang sedang dalam perjalanan (Kaili); bangsal berisi kursi yang dipersiapkan bagi anak yang telah selesai melakukan upacara katoba, digunakan untuk menunggu undangan yang akan datang sampai berakhirnya rangkaian acara (Muna) (7) |
| BAMBERG | Kota di Jerman (7) |
| BAMBOLA | Boneka (Italia) |
| BAMBUNG | Bodoh; pandir (Jawa) (7) |
| BAMENDA | Kota di Kamerun (7) |
| BAMILWA | Bintara militer wajib (akronim) (7) |
| BANBUTA | Ban yang tidak berongga di dalamnya; ban mati; ban pejal (7) |
| BANCANG | Celah-celah pada jari kaki (Benuaq); membancang; merintangi (dengan tali, rotan, dan sebagainya) (7) |
| BANDANA | Ikat kepala (7) |
| BANDANG | Besar dan deras (tentang arus air); orang tua yang sampai akhir hayatnya tidak menikah; kalung tali dari benang sutra berwarna yang dikalungkan pada leher penari (Sunda); palem yang tingginya mencapai 12 m, pangkal batang daunnya menyilang, buah berbentuk bulat dengan beberapa sisi agak menyudut, tertutup tempurung tebal dan keras, daunnya digunakan untuk membuat sapu, serta buah dan batang mudanya untuk dikonsumsi, tumbuh secara alami di hutan Kalimantan (Borassodendron borneense) (7) |
| BANDARA | Bandar udara (akronim) (7) |
| BANDAYO | Balai musyawarah adat pada desa tradisional suku Gorontalo; tempat parkir perahu di pinggir pantai (Gorontalo) (7) |
| BANDELA | Bungkusan besar barang-barang (yang akan dimuat di kapal dan sebagainya) (7) |
| BANDENG | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, ukurannya dapat mencapai 180 cm, tubuhnya pipih memanjang, sisiknya agak kasar, warnanya perak kehijauan, tepian sirip ekor berwarna gelap, tersebar di daerah Indo-Pasifik (Chanos chanos) (7) |
| BANDING | Persamaan; tara; imbangan; pertimbangan pemeriksaan ulang terhadap putusan pengadilan oleh pengadilan yang lebih tinggi atas permintaan terdakwa atau jaksa naik apel (Hukum) (7) |
| BANDREK | Minuman yang dibuat dari jahe, gula aren, lada, dan santan, biasa dicampur dengan air panas; berzina; bermukah (Jawa) (7) |
| BANDROS | Penganan terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan parutan kelapa, dimasak dalam cetakan berbentuk setengah lingkaran yang berderet panjang, memiliki varian rasa asin dan manis (Sunda) (7) |
| BANDUNG | Benda yang dirangkaikan (dua buah); pasang; lahan yang terlantar karena tidak digarap dan tidak terawat (Madura); kota yang juga menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat, terkenal dengan sebutan Kota Kembang atau Kota Mode atau Parijs van Java, bahasa yang dituturkan bahasa Sunda; kabupaten di Provinsi Jawa Barat, ibu kotanya Soreang, terkenal dengan sebutan Kota Kebun Teh (7) |
| BANDUSA | Usungan mayat (7) |
| BANFORA | Kota di Burkina Faso (7) |
| BANGANG | Pohon yang tingginya mencapai 17 m, daun membundar telur, membundar telur sungsang, atau lonjong, bunga berbentuk payungan dengan warna hijau muda kekuningan, buah membulat telur, memanjang, dan bercupak, kayu digunakan sebagai bahan papan, mebel, dan tangkai perkakas, minyak biji digunakan sebagai pelumas, daun digunakan sebagai obat (Litsea monopetala) (7) |
| BANGDES | Pembangunan desa (akronim) (7) |
| BANGDIK | Pembangunan pendidikan (akronim) (7) |
| BANGGAE | Ibu kota Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (7) |
| BANGGAI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah; ibu kota Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah (7) |
| BANGGAN | Perjanjian; perikatan (di Lampung) (Hukum) (7) |
| BANGGEL | Membanggel; menjual barang kepada pedagang lain dengan harga yang lebih rendah daripada harga konsumen atau sama dengan harga beli, dilakukan untuk menghindari kerugian atau mengurangi stok dagangan (7) |
| BANGKAI | Tubuh yang sudah mati (biasanya untuk binatang); barang yang telah tua dan rusak (7) |
| BANGKAL | Pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun majemuk dengan anak daun lonjong, membundar telur, elips, dan miring, bunga bongkol berwarna putih kehijauan, buah polong tipis berwarna cokelat atau kemerahan, kayu digunakan antara lain untuk korek api, kulit kayu digunakan untuk penyamakan kulit, getah untuk bahan karet, dan daun untuk obat tradisional (Albizzia procera) (Botani); babi jantan besar bertaring (Bali) (7) |
| BANGKAR | Kaku dan keras; suluh dari belarak (Melayu Medan); semak yang berlapis-lapis di tepi sungai (Melayu Kep. Riau) (7) |
| BANGKAS | Pirang kekuning-kuningan atau merah (hitam) berbintik-bintik putih (tentang bulu ayam); orang yang menularkan penyakit pada orang lain (Batak) (7) |
| BANGKAT | Rabun ayam (Banjar) (7) |
| BANGKEH | Belang putih pada dahi kuda (Minangkabau); bangkas (Minangkabau); warna putih pada kaki, paruh, kuku, dan bulu, di ujung bulu terdapat warna hitam (tentang ayam) (Minangkabau); penjahat yang telah terkenal (Minangkabau) (7) |
| BANGKET | Perasan kunyit, laos, dan sebagainya untuk menghilangkan bau anyir atau amis pada daging atau ikan (Bali) (7) |
| BANGKIS | Bersin (7) |
| BANGKIT | Bangun (dari tidur, duduk) lalu berdiri; bangun (hidup) kembali; timbul atau terbit (tentang marah); kambuh (tentang penyakit); beterbangan ke udara (tentang debu dan sebagainya); mulai memuai (tentang adonan) (7) |
| BANGKOK | Ibu kota Thailand; ikan laut atau payau, bagian bawah tubuh dan siripnya berwarna kuning, bersungut panjang, panjang mencapai 18 cm, hidup di perairan tropis, dengan kedalaman 1–20 m tersebar di perairan Teluk Oman, bagian selatan sampai Dermaga Alfred, Thailand, Indonesia, Filipina sampai Taiwan (Thryssa setirostris) (7) |
| BANGKOT | Sudah besar; sudah tua (7) |
| BANGKUT | Kerdil; amat kecil (7) |
| BANGLAS | Tidak terhalang, luas, lepas (tentang pandangan); jarak pandang yang terjauh pada siang hari atau malam (Meteorologi) (7) |
| BANGMIL | Pengembangan militer (akronim) (7) |
| BANGOPS | Pengembangan operasi (akronim) (7) |
| BANGPAK | Buruk; jelek; jahat (7) |
| BANGSAI | Rapuh dan buruk; lapuk (tentang kayu); busuk; kurus kering (tentang badan dan sebagainya) (kiasan); tidak bernas (tentang padi) (kiasan) (7) |
| BANGSAL | Rumah yang dibuat dari kayu (untuk gudang, kandang, dan sebagainya); los (di pasar dan sebagainya); rumah besar (untuk pertemuan, bersenam, bermain-main, pertunjukan, dan sebagainya); bedeng; barak; balai (di istana) (Jawa); rumah tak berdinding sebagai tempat bekerja (Melayu Riau); kamar besar di rumah sakit untuk merawat banyak pasien yang memerlukan penanganan serupa (7) |
| BANGSAT | Kutu busuk; kepinding; adi; pijat-pijat; orang yang bertabiat jahat (terutama yang suka mencuri, mencopet, dan sebagainya); gembel; miskin (Minangkabau) (7) |
| BANJANG | Pagar di laut untuk memerangkap ikan; rakit yang dibuat untuk memungut buah tengkawang yang hanyut di sungai (Dayak); rumah yang terbuat dari bambu (Jawa) (7) |
| BANKURA | Kota di India (7) |
| BANLUAR | Ban sebelah luar yang tebal dan keras sebagai lapis penutup (pelindung) ban dalam (7) |
| BANMATI | Ban yang tidak berongga di dalamnya; ban buta; ban pejal (7) |
| BANPONG | Kota di Thailand (7) |
| BANPRES | Bantuan presiden (akronim) (7) |
| BANQIAO | Kota di Taiwan (7) |
| BANTARA | Tingkatan pertama dalam pramuka penegak (Pramuka) (7) |
| BANTAYO | Tempat duduk khusus pemangku adat, pemuka agama, atau pejabat pemerintah yang dihiasi janur yang tdk dipangkas (Gorontalo) (7) |
| BANTENG | Mamalia berkuku genap yang termasuk dalam keluarga sapi, masih liar, berukuran lebih besar daripada sapi ternak, memiliki punuk pada bagian pundak, serta terdapat warna putih pada bagian pantat dan warna putih melingkar pada kaki (Bos javanicus); lembu; sapi (7) |
| BANTING | Lempar keras-keras; perahu layar Aceh, terbuat dari kayu, bertiang dua; lembu; sapi; banteng (Minangkabau) (7) |
| BANTUAN | Barang yang dipakai untuk membantu; pertolongan; sokongan (7) |
| BANTUHA | Ayam yang berekor pendek (Gorontalo) (7) |
| BANYALA | Anak komodo (Madura) (7) |
| BANYARA | Ikan laut yang panjangnya mencapai 38 cm, badannya ramping, garis-garis sempit memanjang di sisi atas, sirip ekor biasanya gelap, punggung hijau kebiruan dengan pita gelap memanjang, terdapat 1 atau 2 baris bintik gelap pada dasar sirip punggung dan bintik hitam dekat tepi bawah sirip dada, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 20–90 m, tersebar di perairan Laut Merah, Laut Mediterania, dan Indo-Pasifik Barat; banjar (Rastrelliger kanagurta) (7) |
| BANYOIS | Orang yang ahli memainkan banyo; pemain banyo (Musik) (7) |
| BAODING | Kota di Cina (7) |
| BAOQING | Kota di Cina (7) |
| BAOSHAN | Kota di Cina (7) |
| BAOYING | Kota di Cina (7) |
| BAPADUO | Sistem bagi hasil tanaman karet atau kelapa antara pemilik dan pekerja yang sama besar pada masyarakat Baturijal, Riau (Melayu Riau) (7) |
| BAPANDA | Ayahanda (7) |
| BAPATLA | Kota di India (7) |
| BAPEKAN | Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara (lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi dan memperbaiki aparatur negara) (akronim) (7) |
| BAPERAN | Mudah baper (7) |
| BAPINDO | Bank Pembangunan Indonesia (bank pemerintah yang pernah ada di Indonesia, tetapi kemudian dimerger dengan tiga bank lain dan menjadi Bank Mandiri) (akronim) (7) |
| BAPLANG | Lebat dan melintang (tentang kumis) (7) |
| BAPOPSI | Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (akronim) (7) |
| BAPPEDA | Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (lembaga teknis daerah yang mempunyai tugas pokok membantu gubernur/bupati/wali kota dalam penelitian dan perencanaan pembangunan daerah) (akronim) (7) |
| BAQUBAH | Kota di Irak (7) |
| BARAAPI | Bara (7) |
| BARABAI | Ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, terkenal dengan sebutan Kota Apam atau Parijs van Borneo (7) |
| BARABEA | Barang-barang yang disediakan setelah pemandian jenazah, seperti sabun, parfum, kain kafan, dan pakaian yang baru (7) |
| BARAHAN | Tinggal dan menginap di hutan selama beberapa hari karena berburu (Dayak) (7) |
| BARAKAI | Suku bangsa yg berasal dr atau mendiami wilayah Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku (7) |
| BARAKAT | Berkat (Arab) (7) |
| BARALEK | Upacara memasuki rumah baru, bertujuan untuk meminta berkah agar penghuni rumah diberi keselamatan (Melayu Jambi) (7) |
| BARAPAN | Petak umpet antara mempelai perempuan dan laki-laki di antara kerumunan penonton (Sumbawa) (7) |
| BARAPEN | Upacara bakar batu; cara memasak makanan berupa umbi-umbian, sayur-sayuran, daging, dan lain-lain dengan menggunakan bara batu yang dipanaskan (7) |
| BARATAN | Daerah yang terletak di antara lintang 35° dan 65° di belahan bumi utara, di atas daerah ini angin utamanya adalah angin barat (Meteorologi) (7) |
| BARATEA | Kain dengan garis tenun yang patah dan bertekstur seperti berkerikil, terbuat dari serat sutra, wol, atau serat sintetis, biasanya digunakan sebagai bahan membuat jas atau blazer (Tata Busana) (7) |
| BARBARI | Santan kelapa yang dimasak untuk menjadi minyak (Kola) (7) |
| BARBEKU | Pertemuan (pesta dan sebagainya) yang biasanya diadakan di luar ruangan dengan hidangan dipanggang di tempat berkumpul tersebut; makanan (daging, ikan, dan sebagainya) yang dipanggang (7) |
| BARDOLI | Kota di India (7) |
| BARENTS | Laut di sebelah utara Norwegia (7) |
| BARGARH | Kota di India (7) |
| BARINAS | Kota di Venezuela (7) |
| BARINDU | Upacara tradisional sehabis panen suku Dayak Bukit di Kalimantan Selatan (Dayak) (7) |
| BARISAL | Kota di Bangladesh (7) |
| BARISAN | Deretan; banjaran; jajaran; kesatuan pasukan (prajurit); kesatuan tentara yang telah disiapkan (untuk bertempur dan sebagainya) (Kemiliteran) (7) |
| BARISTA | Orang yang ahli membuat minuman kopi di kafe atau kedai kopi (7) |
| BARITON | Rentang suara sedang pada pria, antara tenor dan bas (Musik); alat musik yang memiliki jangkauan nada antara tenor dan bas (Musik) (7) |
| BARIUNG | Anyaman ketupat yang dibuat seperti kapak dan berfungsi sebagai simbol kebersihan saat membuka kebun yang bakal ditanami bibit baru (Sangir) (7) |
| BARKING | Kota di Inggris (7) |
| BARKUET | Kulit pastri yang berbentuk perahu kecil (7) |
| BARLANG | Tidak sesuai (misalnya sandal yang berlainan pasangannya) (7) |
| BARNALA | Kota di India (7) |
| BARNAUL | Kota di Rusia (7) |
| BARUASA | Penganan tradisional menyerupai biskuit kepala, yang terbuat dari kelapa parut, tepung beras, telur, dan gula (Tata Boga) (7) |
| BARUCUT | Kulit buah-buahan yang tidak rata dan benjol-benjol karena hama (Sunda) (7) |
| BARUERI | Kota di Brasil (7) |
| BARUKUK | Permainan tradisional masyarakat Sumbawa berbentuk mengadu kekuatan dengan cara saling menjatuhkan (Sabu) (7) |
| BARUSAN | Baru saja; belum lama; baru sebentar (7) |
| BARYSAW | Kota di Belarusia (7) |
| BASAHAN | Penutup badan yang dipakai ketika mandi; yang dipakai sehari-hari (7) |
| BASANIT | Batuan basal (7) |
| BASAROK | Menghadiri undangan pernikahan (7) |
| BASEMAH | Suku bangsa yang mendiami daerah Lahat, Sumatra Selatan; Pasemah (7) |
| BASEMEN | Bagian dari keseluruhan gedung atau sebagian, berada di tingkat dasar; ruang bawah tanah; rubanah (7) |
| BASILUS | Bakteri yang mempunyai bangun sel seperti silinder (merupakan satu dari tiga bentuk utama bakteri), termasuk marga Bacillus (Biologi) (7) |
| BASINET | Keranjang bayi (7) |
| BASIRAH | Pandangan yang sungguh-sungguh dengan mata hat (7) |
| BASKARA | Matahari (7) |
| BASMATI | Varietas beras aromatik berbutir ramping dan panjang yang berasal dari wilayah India dan Pakistan (7) |
| BASONDO | Menyela pembicaraan orang lain dengan sengaja tanpa meminta izin (Hitu) (7) |
| BASRENG | Bakso goreng (akronim) (7) |
| BASTION | Bagian (di sudut) benteng, terdiri atas dua sisi dan dua sayap, dirancang untuk memperkuat pertahanan (7) |
| BASUHAN | Air yang dipakai untuk membasuh tangan dan sebagainya (pada waktu makan dan sebagainya) (7) |
| BASWARA | Memancarkan cahaya (Sanskerta) (7) |
| BATAAPI | Bata yang khusus dibuat sebagai pelapis bagian dalam dapur, tungku, atau tanur (7) |
| BATAGOR | Bakso tahu goreng; makanan khas Bandung yang dibuat dari tahu berisi adonan bakso kemudian digoreng, diberi kuah kacang atau kuah bakso (akronim) (7) |
| BATANAS | Kekuatan yang dipercayai oleh suku Banggai, berasal dari roh kerabat yang sudah meninggal (7) |
| BATANDA | Acara tari-tarian yang diharuskan pada saat pesta kerajaan, perkawinan, sunatan dalam adat suku Wolio di Sulawesi (Wolio) (7) |
| BATARAM | Sastra lisan Minangkabau di Pesisir Selatan yang menceritakan Kaba Sutan Pengaduan, didendangkan oleh laki-laki dan diiringi oleh rebana (penonton pada umumnya kaum laki-laki) (Minangkabau) (7) |
| BATASAN | Batas; sempadan; perhinggaan; penjelasan (ketentuan) arti; definisi (7) |
| BATAUGA | Ibu kota Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (7) |
| BATAVIA | Nama untuk Betawi pada masa lampau; ibu kota Hindia Belanda yang dibangun di bekas lokasi pelabuhan Banten, Jayakarta, menjadi lokasi pos perdagangan VOC (7) |
| BATAYSK | Kota di Rusia (7) |
| BATERAI | Alat untuk menghimpun dan membangkitkan aliran listrik; lampu senter; kesatuan yang terdiri atas beberapa meriam besar (di darat atau di kapal besar) dan orang-orang yang melayaninya (Kemiliteran); sistem kandang ayam yang setiap kandangnya dihuni oleh seekor ayam, biasanya ayam petelur; sejumlah artikel, butir, soal, atau alat yang sama yang disusun, dihubungkan, dan digunakan bersama (7) |
| BATIBUL | Bawah tiga bulan (akronim) (7) |
| BATIKAN | Hasil membatik (7) |
| BATOGAL | Nyanyian yang berisi sajak-sajak (7) |
| BATOHAN | Bingkai tangguk yang terbuat dari rotan (Batak) (7) |
| BATOLIT | Batuan beku yang ukurannya sangat besar dan luas permukaannya, umumnya granit, dan dapat meliputi daerah seluas 40 mil persegi (Geografi dan Geologi) (7) |
| BATOMBE | Berbalas pantun yang diringi alat musik rebab, kesenian khas Nagari Abai, Solok Selatan, Sumatra Barat (Minangkabau) (7) |
| BATONET | Potongan sayuran berbentuk balok dengan ukuran kira-kira 4½ cm x ½ cm x ½ cm (7) |
| BATUAIR | Batu dari sungai; batu kali (7) |
| BATUAPI | Batu untuk membuat api; batu geretan; rijang; baja pencetus api (pada geretan); penghasut (kiasan) (7) |
| BATUORI | Menaburkan beras sedikit-sedikit kepada orang yang datang sebagai tanda pemberian selamat (Bugis) (7) |
| BAUAPAK | Bau kurang sedap yang berasal dari benda yang sudah tidak segar lagi (usang dan sebagainya) (7) |
| BAUKSIT | Barang tambang campuran yang merupakan bahan dasar aluminium (7) |
| BAULACO | Lemas karena belum makan (Bacan) (7) |
| BAURMIN | Bintara urusan administrasi (akronim) (7) |
| BAURYAH | Bintara urusan wilayah (akronim) (7) |
| BAUSUKU | Pekerja rodi; pekerja wajib (untuk kerajaan); tenaga (Jawa) (7) |
| BAWAHAN | Sesuatu yang berada di bawah; orang yang di bawah perintah; (orang, pegawai) rendahan (7) |
| BAWASDA | Badan pengawas daerah (perangkat daerah yang bertugas untuk mengawasi agar pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku) (akronim); Badan Pengawas Pemilu Daerah (perwakilan Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum di daerah) (akronim) (7) |
| BAWASIR | Puru sembilik (dalam dubur); pembengkakan urat-urat pada ujung pelepasan (dubur); hemoroid (7) |
| BAWASLU | Badan Pengawas Pemilu (lembaga negara yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia) (akronim) (7) |
| BAWOKAN | Tokoh antagonis dalam janger Banyuwangi yang bersifat kasar, otoriter, serakah, dan egois (Jawa) (7) |
| BAWSHAR | Kota di Oman (7) |
| BAYAMON | Kota di Puerto Riko (7) |
| BAYARAN | Uang yang dibayarkan; biaya; ongkos; orang yang dibayar; upah; gaji (7) |
| BAYONET | Senjata tajam seperti pisau, runcing sekali, biasanya dipasang pada ujung senapan; sangkur; suntiabu; pin pengunci di tempat lensa, dimasukkan ke kamera atau lampu kilat di soket (Fotografi) (7) |
| BAYONNE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| BAYSIDE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| BAYTOWN | Kota di Amerika Serikat (7) |
| BAZARAK | Kota di Afganistan (7) |
| BEBALAN | Upacara ancak (7) |
| BEBALUN | Anyaman khas Gayo, terbuat dari pandan berbentuk wadah, biasanya dengan hiasan (Gayo) (7) |
| BEBATAN | Hasil membebat (7) |
| BEBATUR | Fondasi rumah joglo yang lebih tinggi dari tanah di sekelilingnya agar air atau kotoran yang berasal dari permukaan tanah tidak masuk dalam bangunan (7) |
| BEBAUAN | Wangi-wangian (7) |
| BEBECEK | Bagian dari sawah yang dijadikan persemaian benih padi (Sunda) (7) |
| BEBEGIG | Orang-orangan sawah (Sunda); kesenian tradisional Kabupaten Ciamis, berupa orang yang memakai topeng berwajah menyeramkan, biasa ditampilkan dalam bentuk karnaval yang diiringi musik tradisional (Sunda) (7) |
| BEBEKEL | Harta yang dibawa suami atau istri (yang berasal dari pemberian orang tua atau kerabat masing-masing, yang merupakan harta warisan ke dalam perkawinan) (Hukum/Bali) (7) |
| BEBELEN | Batang padi yang beruas dan berongga, sering digunakan sebagai alat musik (Gayo) (7) |
| BEBENAH | Membersihkan dan merapikan (tempat tidur dan sebagainya); membenahi; berkemas-kemas; mengemas-ngemasi (Melayu Jakarta) (7) |
| BEBENCE | Puyuh jantan yang terbang malam hari di atas atap, dipercaya sebagai pertanda ada pencuri masuk ke rumah (Sunda) (7) |
| BEBERAN | Sesuatu yang dibentangkan; uraian (7) |
| BEBERAS | Pohon rendah, kayunya tidak tahan lama, hanya dipakai untuk dangau dan dibuat arang; sala; jirak (Eurya japonica) (7) |
| BEBEROK | Makanan terbuat dari campuran sayuran segar dan sambal tomat mentah (Tata Boga/Sasak) (7) |
| BEBETEK | Bambu berhias janur atau daun beringin sebagai penanda ada kenduri (Sunda) (7) |
| BEBETOK | Masakan khas Sasak, dibuat dari daun ubi talas, kelapa parut, dan ikan, dimasak dengan cara dipanggang, dimakan sebagai pendamping nasi (Tata Boga/Sasak) (7) |
| BEBOTOH | Bajingan; penjahat; penjudi (7) |
| BEBULAN | Menyerupai bulan (7) |
| BEBULUN | Umpan pancing ikan dibuat dari bulu ayam (Madura) (7) |
| BEDEBAH | Celaka (sebagai makian) (7) |
| BEDEGAP | Kuat; tegap (7) |
| BEDERIS | Sangat tajam seperti mata pisau (Melayu Kep. Riau) (7) |
| BEDFORD | Kota di Inggris (7) |
| BEDINDE | Orang gajian yang kerjanya membantu mengurus rumah tangga; pembantu rumah tangga; pelayan (7) |
| BEDOLAN | Hasil membedol; panggilan kepada penghulu (naib) untuk menikahkan calon pengantin di rumah (di luar kantor) (7) |
| BEDUDAK | Ular berbisa yang dapat menggembungkan lehernya (tengkuknya); ular kobra; beludak; ular sendok; ular tedung (Naja sputatrix) (7) |
| BEGAWAN | Gelar pendeta atau pertapa; orang yang berbahagia (mulia, suci); orang yang dianggap sebagai peletak dasar dalam bidang tertentu (kiasan) (7) |
| BEGONIA | Tanaman hias yang tidak banyak bunganya, batang, tangkai, daunnya berduri-duri halus (Begoniaceae) (7) |
| BEIJING | Ibu kota Cina (7) |
| BEIPIAO | Kota di Cina (7) |
| BEJIBUN | Banyak sekali (7) |
| BEKAKAK | Ayam yang dimasak atau dipanggang secara utuh (tanpa dipotong-potong), biasanya untuk selamatan; pelengkap ritual tertentu berupa boneka yang terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan air, dibentuk seperti manusia, kemudian dikukus (Jawa) (7) |
| BEKAKAS | Perkakas (7) |
| BEKARAT | Berkelahi (tentang hewan, biasa digunakan untuk kucing jantan yang sedang memperebutkan wilayah kekuasaan dengan cara saling menggigit dan mencakar) (7) |
| BEKATUL | Serbuk halus atau tepung yang diperoleh setelah padi ditumbuk dan kulit padi dipisahkan dari bulirnya; dedak lunak (7) |
| BEKEKOK | Anak bekisar dari induk ayam buras (Bali) (7) |
| BEKERJA | Melakukan suatu pekerjaan (perbuatan); berbuat sesuatu; mengadakan perayaan nikah dan sebagainya (7) |
| BEKERMA | Pohon yang kayunya biasa digunakan untuk kayu bakar (7) |
| BEKICOT | Siput darat pemakan daun-daunan dan batang muda (Achatina variegata) (7) |
| BEKISAR | Ayam hasil persilangan antarspesies, yakni antara ayam hutan (jantan) Gallus varius dan ayam piaraan (ayam jinak) betina Gallus domistica (7) |
| BEKOBOD | Kota di Uzbekistan (7) |
| BELABAR | Pilinan benang berwarna-warni tujuh rupa, yang diputuskan dalam upacara perkawinan Madura sebagai lambang penghilangan rintangan hidup yang ditimbulkan watak jahat manusia (Madura) (7) |
| BELABAS | Kain sutra berbenang emas (7) |
| BELACAK | Belodok yang ukurannya dapat mencapai 9 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya kecokelatan dengan bercak putih pada tutup insang dan sirip-siripnya, tersebar di perairan Singapura, Indonesia, dan Filipina; tembakul (Periophthalmus malaccensis) (7) |
| BELACAN | Bumbu masakan yang terbuat dari udang atau ikan kecil-kecil yang ditumbuk halus, digunakan untuk sambal atau untuk menyedapkan makanan; terasi; kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) (7) |
| BELADAU | Golok pendek (7) |
| BELAHAK | Membelahak; terbatuk-batuk seakan-akan hendak berdahak; berdaham-daham (7) |
| BELAHAN | Celah panjang; bagian hasil membelah; separuh; setengah; sanak saudara; kaum keluarga (seketurunan) (Minangkabau); perihal mengerjakan sawah atau tanah orang lain yang hasilnya dibagi dua; anak dari hasil pernikahan antara suku Duano dengan suku lain (Melayu Jambi) (7) |
| BELAIAN | Elusan; bujukan (dengan elusan tangan) (7) |
| BELAJAR | Berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu; berlatih; berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman (7) |
| BELALAH | Rakus makan; lahap; lalah (7) |
| BELALAI | Jungur atau hidung yang panjang pada beberapa binatang, ada yang berfungsi sebagai tangan (pada gajah), ada yang sebagai pengisap (pada nyamuk, kupu-kupu, dan sebagainya) (7) |
| BELALAK | Lebar terbuka (tentang mata) (7) |
| BELALAU | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung (7) |
| BELANAK | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, panjang mencapai 100 cm, sisiknya lebih kasar daripada ikan bandeng, sirip punggung pendek, tersebar di perairan pantai seluruh dunia; balana; jumpul; loban (Mugil cephalus) (7) |
| BELANDA | Negara yang terletak di Eropa Barat, beribu kota Amsterdam; Negeri Kincir Angin; negara asal pesepak bola Memphis Depay (7) |
| BELANGA | Kuali besar dari tanah untuk menyayur, merebus sayur-sayuran, dan sebagainya (7) |
| BELANJA | Uang yang dikeluarkan untuk suatu keperluan; ongkos; biaya; uang yang dipakai untuk keperluan sehari-hari (rutin); upah; gaji; berbelanja; membeli(-beli) di pasar (toko, kedai, dan sebagainya) (7) |
| BELARAK | Daun kelapa yang sudah kering (7) |
| BELASAH | Pukul; sebat; sesah (7) |
| BELASAN | Bilangan antara 11 dan 19 (7) |
| BELASUT | Membelasut; berbunyi seperti mendengus (tentang kucing, lembu, kerbau, dan sebagainya); melawan atau menjawab dengan suara keras (7) |
| BELATER | Banyak bicaranya dan dapat dengan mudah bergaul (Jawa); pendekar, jawara, atau preman yang kadang menjadi tokoh yang disegani di perdesaan Madura Barat (Madura) (7) |
| BELATIK | Pipit, berbulu abu-abu, berparuh merah, berbadan agak kecil; gelatik (Munia oryzivora); burung pemakan serangga yang membuat sarangnya pada kayu yang dilubanginya (dengan jalan mematukinya); belatuk; pelatuk (Picus spp.) (7) |
| BELATUK | Burung pemakan serangga yang membuat sarangnya pada kayu yang dilubanginya (dengan jalan mematukinya); belatik; pelatuk (Picus spp.) (7) |
| BELAWAN | Pohon yang tingginya mencapai 40 m, daun elips hingga melonjong elips, bunga kecil malai, buah elipsoid atau agak bulat, buah digunakan sebagai obat, kayu keras digunakan untuk bahan bangunan, mebel, dan kapal, kulit kayu digunakan untuk penyamakan kulit (Terminalia citrina) (7) |
| BELEBAS | Bilah yang dipasang melintang pada dinding tempat memakukan dinding papan atau buluh sebagai penguat dinding; perkakas tenun berupa kayu pipih panjang untuk merapatkan (memadatkan) benang tenunan; kayu untuk menahan pukulan (tekanan); penggaris; mistar (7) |
| BELEBAT | Penganan, dibuat dari campuran pisang dan ubi rebus yang dipotong-potong; langkah pendahuluan pada permainan pencak (tari) sebelum pencak (tari) yang sebenarnya dimulai; pedang yang dibuat dari kayu; pedang tumpul (7) |
| BELEBEY | Kota di Rusia (7) |
| BELECAK | Becek (seperti tanah yang berlumpur sesudah hari hujan) (7) |
| BELEKEK | Burung liar, hidup di rawa-rawa (7) |
| BELEKOK | Bangau kecil, warnanya ada yang putih, kuning, dan sebagainya (Ardeola speciosa) (7) |
| BELEMAN | Puntung kayu berapi yang sudah padam (Melayu Kalimantan) (7) |
| BELEPAS | Perahu layar berukuran sedang, terbuat dari kayu, bertiang dua atau lebih (7) |
| BELERAN | Pertemuan muda-mudi di dalam rumah (Sekayu) (7) |
| BELESIR | Menarikan pedang dan tombak yang ditujukan kepada orang yang berpura-pura sebagai musuh; berlesir; berdesir (7) |
| BELFAST | Kota di Inggris (7) |
| BELFORT | Kota di Prancis (7) |
| BELGAUM | Kota di India (7) |
| BELGICA | Benteng di Pulau Naira, Maluku, yang dibangun VOC abad ke-16 (7) |
| BELIBAS | Ikan yang hidup di ekosistem laut dan payau, ukurannya dapat mencapai 45 cm, tubuhnya pipih memanjang, moncong pendek membulat, sebuah duri kait di depan sirip punggung menghadap ke depan, warnanya bervariasi, tersebar di daerah Indo-Pasifik Barat; beronang (Siganus spp.) (7) |
| BELIBAT | Pengayuh yang kedua ujungnya berdaun (7) |
| BELIBEH | Alat untuk menganyam jala, terbuat dari bambu (Aceh) (7) |
| BELIBIS | Burung (liar) yang rupanya seperti itik (Dendrocygna javanica) (7) |
| BELIGAT | Kayu panjang tipis untuk merapatkan benang yang ditenun; belebas tenun (7) |
| BELIKAN | Ladang di hutan yang dikerjakan untuk kedua kalinya (7) |
| BELIKAT | Tulang yang menghubungkan tulang punggung dengan pangkal lengan (7) |
| BELINJO | Tumbuhan yang batangnya lurus bercabang-cabang di bagian atasnya, daunnya bulat telur memanjang, buahnya biasa dibuat emping; meninjau; melinjo (Gnetum gnemon); peluru (pistol, senapan) (kiasan) (7) |
| BELITAN | Lilitan (7) |
| BELIUNG | Perkakas tukang kayu, rupanya seperti kapak dengan mata melintang (tidak searah dengan tangkainya) (7) |
| BELLARY | Kota di India (7) |
| BELOBOR | Meluas (tentang cairan atau warna pada kertas, kain, dan sebagainya); gejala penyakit berupa perubahan warna yang meluas pada daun atau buah (Biologi) (7) |
| BELODOK | Keluar dari lubangnya (tentang mata); tebersil (mata kepiting dan sebagainya); ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, ukurannya dapat mencapai 27 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya keabu-abuan dengan bercak putih pada kepala dan tubuhnya, tepian sirip punggung berwarna putih, tersebar di perairan Singapura, Indonesia, India, Malaysia, dan Thailand; belontok (Periophthalmodon schlosseri) (7) |
| BELOKAN | Hasil membelok; tikungan; kelok (jalan) (7) |
| BELUBUR | Sumpit bulat panjang tempat beras (dianyam dari daun rumbia); tempat menyimpan garam dan beras dalam perahu; lumbung padi, bagian bawah kecil, bagian atasnya besar dan lebar; dapur serupa lumbung tempat pembakaran arang (bata, periuk, sampah, dan sebagainya) (7) |
| BELUDAK | Ular berbisa yang dapat menggembungkan lehernya (tengkuknya); ular sendok; ular tedung (Naja sputatrix) (Jawa); membeludak; mengalir atau meluap karena terlalu penuh; banyak sekali; sangat melebihi jumlah yang normal (kiasan) (7) |
| BELUDAR | Kue yang dibuat dari tepung beras, diberi ragi, santan, dan gula, bentuknya bulat, dimasak di wajan kecil di atas api, bara arang, atau kayu bakar yang relatif tidak panas; apam (Tata Boga) (7) |
| BELUDRU | Kain dengan permukaan yang tebal, berbulu halus pada bagian depan dan rata pada bagian belakang, lembut, berkilat, sering dibuat kopiah atau baju kebesaran; velvet; beledu (7) |
| BELUKAP | Pohon yang tingginya mencapai 27 m, daun elips melebar, bunga berwarna putih dengan kelopak kuning pucat, buah melonjong hingga membulat telur berwarna hijau kecokelatan, kayu digunakan sebagai bahan bakar dan arang, kulit kayu digunakan sebagai bahan pewarna dan obat; bakau hitam (Rhizophora mucronata) (Botani) (7) |
| BELUKAR | Tumbuhan kayu-kayuan kecil dan rendah; lahan yang ditumbuhi kayu-kayuan kecil dan rendah; hutan kecil (7) |
| BELUKOR | Ladang yang hanya ditanami pohon buah-buahan, seperti durian, duku, cempedak, petai, dan rambutan (Melayu Jambi) (7) |
| BELUKUT | Ujung beras yang terlepas ketika ditumbuk; pecahan beras yang halus; menir; melukut (7) |
| BELULUK | Putik buah kelapa; mumbang; buah enau (7) |
| BELUSUK | Ular laut yang berbisa (7) |
| BELUWEK | Kabur warnanya karena sudah usang (tentang pakaian dan sebagainya); sudah lusuh; dekil, kotor, dan berdebu (7) |
| BEMBANG | Mekar; kembang (tentang daun) (7) |
| BENAKUT | Bungkusan besar (Gayo); bermacam barang yang dibungkus dengan tikar (Gayo) (7) |
| BENAMAN | Hasil membenam (7) |
| BENARAN | Yang sesungguhnya (7) |
| BENCANA | Sesuatu yang menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya; gangguan; godaan (7) |
| BENDALA | Tempat membawa mesiu (7) |
| BENDALU | Tumbuhan yang menumpang pada tanaman lain dan mengisap makanan dari tanaman yang ditumpanginya; benalu; pasilan (Loranthaceae) (7) |
| BENDANG | Sawah; persawahan (Minangkabau) (7) |
| BENDARA | Gelar pada Kasunan Surakarta untuk anak keempat dari anak perempuan tertua dari permaisuri ketika sudah dewasa; pengelola harta benda (kekayaan) negara atau raja; orang yang mengepalai semua karyawan yang melayani tamu atau merapikan meja; sebutan bagi bangsawan (Jawa) (7) |
| BENDARI | Juru masak di kapal (7) |
| BENDERA | Sepotong kain atau kertas segi empat atau segitiga (diikatkan pada ujung tongkat, tiang, dan sebagainya) dipergunakan sebagai lambang negara, perkumpulan, badan, dan sebagainya atau sebagai tanda; panji-panji; tunggul (7) |
| BENDESA | Kepala (Bali) (7) |
| BENDIGO | Kota di Australia (7) |
| BENDORO | Majikan (juga kata sapaan kepada pejabat tinggi pada zaman kolonial); tuan (Jawa) (7) |
| BENDOYO | Timun yang dikukus utk dimakan sebagai lalapan (Jawa) (7) |
| BENDRAT | Tali yang terbuat dari besi baja, ukurannya relatif kecil, fungsinya sebagai pengikat besi dengan besi dan sebagainya (Jawa) (7) |
| BENDUAN | Tawanan; hamba (7) |
| BENDUNG | Pengempang untuk menahan air di sungai (tepi laut dan sebagainya); tanggul; rintangan yang bersifat kontinu dan padat, letaknya tidak selalu melintangi sebuah sungai, tujuannya untuk mengalihkan, mengawasi, dan mengukur aliran air (Pertanian) (7) |
| BENGALI | Bahasa yang dituturkan di Bangladesh (7) |
| BENGANG | Terbuka lebar (tentang mulut, lubang, luka, dan sebagainya); menganga; berasa berdesing di telinga (seperti pada sakit demam); kencing nanah; sifilis (7) |
| BENGGIL | Benjol; bincul; bengkil; benggol; benjut (7) |
| BENGGOL | Benjol; bincul; bengkil; benggil; benjut; mata uang tembaga bernilai 2,5 sen (dipakai pada zaman penjajahan Belanda); gobang (7) |
| BENGKAH | Rengkah secara memanjang dan tidak teratur (tentang batu karang, dinding, dan sebagainya) menandakan akan pecah (belah); retak (7) |
| BENGKAK | Menjadi besar karena pengaruh sesuatu (tentang bagian tubuh); tonjolan di atas permukaan kulit yang disebabkan benturan atau penyakit; bengkak (7) |
| BENGKAL | Kebengkalan; termengkelan; tersendat di tenggorok ketika menelan makanan yang terlalu besar atau keras (7) |
| BENGKAR | Mekar; rakit yang terdiri atas batang kayu (Banjar) (7) |
| BENGKEL | Tempat memperbaiki mobil, sepeda, dan sebagainya; pabrik kecil; tempat tukang bekerja; tempat berlatih sandiwara dan sebagainya (Kesenian); tempat melakukan suatu kegiatan dengan arah dan tujuan yang pasti (Kesenian) (7) |
| BENGKER | Tempat menyimpan batu bara dalam kapal (7) |
| BENGKIL | Menjadi besar karena pengaruh sesuatu (tentang bagian tubuh); tonjolan di atas permukaan kulit yang disebabkan benturan atau penyakit; bengkak (7) |
| BENGKOK | Menyimpang dari garis lurus, berkeluk; tidak lurus; kelok; keluk; lengkok; bengkong; tidak jujur; curang (kiasan); tanah milik desa yang dipinjamkan kepada pamong desa untuk digarap dan dipetik hasilnya sebagai pengganti gaji (Jawa) (7) |
| BENGKOS | Membengkos (7) |
| BENGONG | Termenung (terdiam) seperti kehilangan akal (karena heran, sedih, dan sebagainya) (7) |
| BENGPUS | Bengkel pusat (akronim) (7) |
| BENGUNG | Berbunyi berdenging dalam telinga (seperti waktu sakit demam) (7) |
| BENITAN | Pohon yang bengkok, tinggi hingga 18 m, kayunya cukup awet, digunakan untuk bangunan rumah (Arytera littoralis) (7) |
| BENJANG | Seni bela diri (gulat tradisional) yang berasal dari Bandung, Jawa Barat (7) |
| BENSLEO | Pengamat musik dan entertainment Indonesia (7) |
| BENTALA | Bumi; tanah (7) |
| BENTANG | Hampar (7) |
| BENTARA | Pembantu raja yang bertugas melayani dan menyampaikan titah raja atau membawa alat-alat kebesaran kerajaan (7) |
| BENTAUS | Pohon yang biasanya tumbuh bengkok, tinggi mencapai 10 m atau lebih, kayunya halus berwarna putih dan awet, disukai untuk dibuat barang ukiran, misalnya wayang golek, getahnya dapat dipakai untuk mengobati sakit mata; mentaus (Wrightia javanica) (7) |
| BENTENG | Bangunan tempat berlindung atau bertahan (dari serangan musuh); dinding (tembok) untuk menahan serangan; nama salah satu buah catur yang penempatannya pada posisi awal permainan di kotak sudut paling kiri dan sudut paling kanan (Olahraga); sesuatu yang dipakai untuk memperkuat atau mempertahankan kedudukan dan sebagainya (kiasan); permainan anak-anak yang dilakukan dalam dua kelompok dengan cara tiap-tiap kelompok membentuk benteng (berupa tiang, batu, dan sebagainya) dan berusaha menjaga bentengnya dari serangan lawan; ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan (7) |
| BENTING | Setagen menyerupai selendang dari bahan kain katun, digunakan utk menjaga perut kembali ramping setelah melahirkan (Jawa) (7) |
| BENTONG | Suku bangsa yang mendiami daerah yang berbukit-bukit di Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan; belang; telau (7) |
| BENTROK | Bercekcok; berselisih; berlawanan; bertentangan; berlanggaran; bertumbukan (7) |
| BENTULU | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 30 cm, tubuhnya pipih memanjang dengan sisik pada tutup insang, warnanya keperakan, tersebar di perairan Malaysia, Thailand, dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan) (Barbichthys laevis) (7) |
| BENUANG | Pohon yang tingginya mencapai 60 m, garis tengah batangnya 2 m, kayunya digunakan untuk membuat atap, papan, dan dalam pembuatan perahu (Octomeles sumatrana) (7) |
| BENUMAN | Pengangkatan pegawai; penetapan (ketetapan) menjadi pegawai; orang yang dibenum (7) |
| BENZENA | Zat cair tanpa warna, mudah terbakar, berbau harum, digunakan untuk membuat zat warna, bahan peledak, obat, minyak wangi, lak, dan sebagai pelarut organik (C6H6) (Kimia); benzol (Kimia) (7) |
| BENZOAT | Zat kimia untuk bahan pengawet (7) |
| BENZOIN | Dupa dari tumbuhan Styrax benzoin, yang harum baunya ketika dibakar; kemenyan (7) |
| BERABAL | Berjalan dalam kegelapan atau dalam suasana sedikit cahaya (Melayu Riau) (7) |
| BERADAB | Mempunyai adab; mempunyai budi bahasa yang baik; berlaku sopan; telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya (7) |
| BERADAK | Tombak-menombak (dalam perang); tusuk-menusuk; tohok-menohok (7) |
| BERADAT | Mempunyai adat; menurut atau melakukan secara adat; menjalankan perhelatan dan sebagainya menurut adat; tahu sopan santun (7) |
| BERADEH | Berderap; menderap (7) |
| BERADIK | Menyapa orang dengan sapaan adik; mempunyai adik (7) |
| BERADUK | Berbaur; bercampur (7) |
| BERADUN | Berhias; berdandan (7) |
| BERAGAM | Berlarut-larut; tidak berkesudahan; banyak ragamnya; bermacam-macam; berwarna-warni (7) |
| BERAGAN | Bermaksud; berniat (Minangkabau) (7) |
| BERAGIH | Berbagi harta (7) |
| BERAGUN | Memiliki agunan atau jaminan (7) |
| BERAHAN | Mencari hasil bumi di hutan (Benuaq) (7) |
| BERAJUT | Memiliki jaring-jaring atau benang dan sebagainya (7) |
| BERAKAD | Mengikat perjanjian (kontrak) (7) |
| BERAKAH | Sangat pemberani (karena terlalu bangga akan diri sendiri); sombong (7) |
| BERAKAL | Mempunyai akal; pandai mencari ikhtiar; cerdik; pandai (7) |
| BERAKAN | Seakan-akan; seolah-olah (7) |
| BERAKAR | Ada akarnya; keluar akarnya; mendalam benar; berpegang teguh (kiasan); sudah beranak cucu (kiasan); lama benar menetap di suatu tempat (kiasan) (7) |
| BERAKSA | Pohon yang tumbuh bengkok, tinggi mencapai 20 m, kayunya kuat dan awet, daunnya diseduh, digunakan sebagai obat pencahar, buahnya banyak digunakan untuk keperluan pengobatan, buah yang muda warnanya hijau dan lunak, setelah tua menjadi keras dan berkayu, warnanya cokelat atau kehitam-hitaman; trengguli (Cassia fistula); kuda yang dapat terbang; kuda semberani (dalam cerita) (7) |
| BERAKSI | Bergerak melakukan sesuatu; bertindak; bertingkah laku yang dibuat-buat; berlagak (7) |
| BERAKUK | Memiliki rakuk; bertakik; bertakuk (7) |
| BERALAH | Suka mengalah; suka menyabarkan diri (7) |
| BERALAS | Memakai alas (lapik, dasar); berdasar; kukuh kuat (karena ada alasnya) (kiasan) (7) |
| BERALAT | Mengadakan pesta atau upacara adat; mengadakan perjamuan (7) |
| BERALIH | Berpindah (7) |
| BERALUN | Berombak memanjang (7) |
| BERALUR | Berlekuk memanjang; berunding; bermusyawarah (mencari kebenaran) (7) |
| BERAMAL | Berbuat kebajikan; memberi sumbangan atau bantuan kepada orang miskin, organisasi sosial, dan sebagainya; melakukan sesuatu yang baik, seperti memberi nasihat, bekerja untuk kepentingan masyarakat, mengajarkan ilmu, mengaji; berdoa, memohon kepada Tuhan; berbuat amal (7) |
| BERAMIN | Bakul yang digantungkan untuk tempat barang (7) |
| BERAMUK | Saling mengamuk; beramuk-amuk; berkecamuk; kacau; bergelora (kiasan) (7) |
| BERAMUS | Tebal dan panjang (kumis, janggut) (7) |
| BERANAK | Mempunyai anak; melahirkan anak; dengan anaknya; bercabang (kiasan) (7) |
| BERANDA | Ruang beratap yang terbuka (tidak berdinding) di bagian samping atau depan rumah (biasa dipakai untuk tempat duduk santai sambil makan angin, dan sebagainya); teras; langkan; bilik di perahu; halaman utama dari situs web yang diakses oleh pengguna pada awal masuk ke situs tersebut (7) |
| BERANTA | Perahu di sungai, terbuat dari kayu, untuk menangkap ikan, digerakkan dengan dayung (7) |
| BERANYA | Duet penari topeng sebagai pembukaan pada pertunjukan teater topeng (Madura) (7) |
| BERAPAT | Berkumpul untuk bersidang (membicarakan sesuatu dan sebagainya); menghadiri rapat (7) |
| BERAPIT | Berdekatan rapat; berimpit; terletak di antara dua orang (benda dan sebagainya) (7) |
| BERAPUN | Memakai kelim yang berkerut (7) |
| BERARAH | Ada arahnya; bertujuan (7) |
| BERARAK | Berjalan bersama-sama secara beriring; berjalan (bergerak) beriring-iring; berserakan; berantakan; tidak teratur (Melayu Jakarta) (7) |
| BERARIS | Bertepi atau berkelim rotan, tali, dan sebagainya (7) |
| BERARTI | Mengandung maksud; berfaedah; berguna; sama artinya dengan; sama halnya dengan (7) |
| BERARUS | Berisi aliran (listrik, udara, dan sebagainya) (7) |
| BERASAH | Sudah diasah; sudah digosok (7) |
| BERASAK | Berjejal(-jejal); penuh sesak; berdesak-desak; beringsut (bergeser pindah atau pergi); beranjak (7) |
| BERASAL | Bermula; bersumber; bertempat asal (dibuat, dilahirkan, dan sebagainya); keturunan (7) |
| BERASAN | Berunding secara rahasia (7) |
| BERASIO | Mempunyai rasio; berkemampuan menggunakan rasio (akal) dengan baik; berkemampuan untuk memahami, menyimpulkan, berpikir secara logis (masuk akal) (7) |
| BERATUR | Disusun baik-baik (rapi, tertib); berbaris rapi; antre (7) |
| BERAWAI | Kecewa; dengan tangan hampa (Minangkabau) (7) |
| BERAWAK | Mempunyai awak; mempunyai tubuh; menyebut (memanggil awak) (7) |
| BERAWAL | Ada awalnya; bermula (7) |
| BERAWAN | Diliputi awan; mempunyai rawan; merasa rawan (7) |
| BERAWAS | Melihat(-lihat) dengan sepenuh perhatian (dengan berhati-hati) (7) |
| BERAYAH | Mempunyai ayah (bapak); menyebut (menganggap) ayah (kepada) (7) |
| BERAYUN | Bergantung dan bergerak ke depan dan ke belakang secara teratur; berbuai; bergoyang-goyang (7) |
| BERAZAM | Bermaksud; bertujuan (7) |
| BERBADI | Mempunyai kelakuan yang serupa (dengan); menyerupai (7) |
| BERBAGI | Membagi sesuatu bersama; membagi diri; bercabang; padanan dari share (7) |
| BERBAHU | Mempunyai bahu (7) |
| BERBAIK | Tidak bermusuhan (bertengkar); berdamai; rukun; damai kembali; menjadi karib lagi; rukun kembali (7) |
| BERBAIT | Mengucapkan sajak dua baris; bergurindam; berseloka; bersajak dua baris; stanza (7) |
| BERBAJA | Berlapis baja; bercampur baja (7) |
| BERBATU | Mengandung batu; ada batunya (7) |
| BERBAUR | Bercampur; bergaul (dengan); hidup sebagai suami istri; kawin; larut (7) |
| BERBEDA | Ada bedanya; berlainan (7) |
| BERBEGA | Berkeliling (berjalan, terbang); berputar; begar (7) |
| BERBEKA | Bercakap-cakap sambil beramah-tamah (merundingkan sesuatu); bermusyawarah (7) |
| BERBERA | Kota di Somaliland (7) |
| BERBIAK | Bertumbuh (berkembang) menjadi banyak (tentang binatang, tumbuhan, dan sebagainya) (7) |
| BERBIAU | Bersulam dengan hiasan (7) |
| BERBINI | Mempunyai bini; sudah kawin (tentang laki-laki) (7) |
| BERBISA | Mengandung zat racun; dapat merusakkan akhlak kehidupan (kiasan); mengandung unsur jahat yang dapat menjerumuskan orang lain (kiasan); menyakitkan (hati) (kiasan) (7) |
| BERBISU | Diam tidak mau berkata-kata; bersikap membisu (7) |
| BERBOGA | Makan (7) |
| BERBUAH | Ada buahnya; menghasilkan (7) |
| BERBUAI | Berayun-ayun (7) |
| BERBUAL | Meluap (memancar) ke luar dan biasanya berbuih; keluar serentak (kiasan); mengobrol; bercakap yang bukan-bukan (7) |
| BERBUAT | Mengerjakan (melakukan) sesuatu; sedang mengadakan (mendirikan, membuat, dan sebagainya) (7) |
| BERBUCU | Bersudut (7) |
| BERBUDI | Mempunyai budi; mempunyai kebijaksanaan; berakal; berkelakuan baik; murah hati; baik hati (7) |
| BERBUKA | Mengakhiri puasa pada petang hari dengan makan atau minum (7) |
| BERBUKU | Mempunyai buku; berbongkah (bergumpal) kecil-kecil (7) |
| BERBURU | Mengejar atau mencari (binatang dalam hutan dan sebagainya) (7) |
| BERBUSA | Ada busanya; bergelembung-gelembung putih kecil-kecil; berbuih (7) |
| BERCELA | Ada celanya; ada cacatnya; ada kekurangannya (7) |
| BERCIRI | Ada cirinya; mempunyai ciri; bertanda (bersifat dan sebagainya) yang khas (7) |
| BERCULA | Mempunyai cula; ada culanya (7) |
| BERCUMA | Sia-sia; tidak ada gunanya (7) |
| BERCUTI | Meninggalkan pekerjaan untuk beristirahat, berlibur; bervakansi; pergi menghabiskan waktu cuti (7) |
| BERDAYA | Berkekuatan; berkemampuan; bertenaga; mempunyai akal, cara, dan sebagainya untuk mengatasi sesuatu (7) |
| BERDEKU | Duduk berlutut (Melayu Jakarta) (7) |
| BERDIAM | Tidak berkata apa-apa; tidak berbuat apa-apa; berumah; bertempat tinggal (7) |
| BERDIRI | Tegak bertumpu pada kaki (tidak duduk atau berbaring); tegak (tidak terbaring); bangkit lalu tegak; telah dijadikan; telah ada (tentang negara, perkumpulan, dan sebagainya); bertumpu; mandiri (kiasan); berada (pada pihak, golongan, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| BERDOSA | Berbuat dosa; berbuat kesalahan (7) |
| BERDUEL | Melakukan duel (perang tanding); berkelahi seorang lawan seorang (7) |
| BERDUET | Menyanyikan atau bermain musik berdua (7) |
| BERDUIT | Mempunyai uang banyak; beruang (7) |
| BERDUKA | Bersedih; bersusah (7) |
| BERDULI | Berdebu; berjalan kaki; pergi (ke) (7) |
| BERDURU | Berduyun-duyun (datang) (Minangkabau) (7) |
| BEREBUT | Berlomba-lomba (dahulu-mendahului) mengambil sesuatu; mulai; bersaing untuk mendapat sesuatu kedudukan (jabatan, juara) (7) |
| BEREDAR | Berjalan berkeliling (hingga sampai ke tempat permulaan); berpindah-pindah dari tangan ke tangan atau dari tempat satu ke tempat lain; berputar; berlaku dalam masyarakat (7) |
| BEREDEL | Tutup; cabut (tentang pers) (7) |
| BEREHAT | Beristirahat; mengaso (7) |
| BEREKAN | Bersekutu; berserikat; bersama-sama berusaha (berniaga) (7) |
| BEREKOR | Ada ekornya; memiliki ekor; berkelanjutan (kiasan) (7) |
| BEREKUM | Kota di Ghana (7) |
| BERELUK | Berkeluk; berlekuk (7) |
| BEREMAS | Memakai (perhiasan) emas; mempunyai emas (berharta, kaya) (7) |
| BERERAK | Berpisah (dari); bercerai (dari); bergerak (beralih) perlahan-lahan; lepas lalu mengurai atau merenggang (tentang gulungan rotan, per, dan sebagainya) (7) |
| BEREROT | Berduyun-duyun; berderet-deret (Melayu Jakarta); berjalan beriring-iring (berduyun-duyun) (7) |
| BEREWOK | Bulu atau rambut yang tumbuh pada dagu dan pipi belakang; bewok; cambang bauk (7) |
| BERFOTO | Bergambar; berpotret; memiliki foto; dilengkapi foto (7) |
| BERFUSI | Bergabung; meleburkan diri (7) |
| BERGALA | Bersambung erat-erat; berkaitan (antara dua hal); berhubungan (antara dua orang) (7) |
| BERGAMA | Kota di Turki (7) |
| BERGAMO | Kota di Italia (7) |
| BERGAUL | Hidup berteman (bersahabat) (7) |
| BERGAYA | Berkekuatan; bertenaga; berdaya; mempunyai ragam yang khusus; memakai ragam; mempunyai bentuk khas; bersikap; bertingkah; memakai sikap (gerakan) tertentu (dalam olahraga); bersikap elok (bagus, pantas, dan sebagainya) (7) |
| BERGEMA | Ada gemanya; bergaung; berkumandang; berkemandang; bersipongang (7) |
| BERGIAT | Berusaha dengan sungguh-sungguh (7) |
| BERGIGI | Ada giginya; giginya telah tumbuh; mempunyai gigi-gigi; berkuasa (kiasan); memiliki pinggiran yang bergerigi (Biologi) (7) |
| BERGUAM | Berselisih; bersengketa (7) |
| BERGUNA | Berfaedah; bermanfaat; mendatangkan kebaikan (keuntungan) (7) |
| BERGURU | Belajar; berlaku sebagai guru (7) |
| BERHAJI | Pergi ke Makkah mengunjungi Ka'bah untuk menunaikan ibadah haji (7) |
| BERHALA | Menuju; mengarah; patung dewa atau sesuatu yang didewakan untuk disembah dan dipuja (7) |
| BERHATI | Menaruh hati; menaruh belas kasihan (sayang dan sebagainya) (7) |
| BERHAUL | Mempunyai haul; berkuasa (7) |
| BERHIAS | Memperelok diri dengan pakaian atau perhiasan yang indah-indah; berdandan; bersolek (7) |
| BERHINA | Merendahkan (diri) (7) |
| BERHOKI | Mempunyai peruntungan (baik); bernasib (baik); bermain hoki (7) |
| BERHULU | Memakai pegangan atau hulu (tentang pedang, keris, pisau); bermata air (7) |
| BERIANG | Biawak (Varanus salvator) (Minangkabau) (7) |
| BERIANI | Nasi yang dimasak bersama daging atau ayam, sayuran, dan bumbu, biasanya dimasak dari beras basmati yang berasal dari India; biryani (Tata Boga) (7) |
| BERIKUT | Beserta; beriring dengan; yang tersebut di bawah ini; yang datang sesudah ini; yang menjadi lanjutannya (7) |
| BERILAH | Mempunyai sembahan (7) |
| BERILMU | Mempunyai ilmu; berpengetahuan; pandai (7) |
| BERIMAN | Mempunyai iman (ketetapan hati); mempunyai keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (7) |
| BERINAI | Memerahkan kuku dengan inai; memakai pemerah kuku (7) |
| BERIPUH | Beracun (7) |
| BERISIK | Ribut (ramai, hingar-bingar) suaranya (Melayu Jakarta); berasa mendengung pada telinga (Melayu Jakarta) (7) |
| BERJAGA | Bertugas menjaga (menunggui orang sakit dan sebagainya); tidak tidur pada malam hari; bergadang; bersiap-siap; waspada (7) |
| BERJAJA | Pergi berkeliling membawa dan menawarkan barang dagangan (supaya dibeli orang) (7) |
| BERJAMU | Sedang menerima jamu; berkunjung; bertamu (7) |
| BERJASA | Berbuat jasa; telah berbuat kebaikan kepada negara dan sebagainya; berguna; berfaedah; merasa senang (karena ...) (7) |
| BERJAYA | Berhasil; beruntung; menang; mencapai kemegahan (kebesaran) (7) |
| BERJEDA | Berhenti sebentar; ada jedanya; terputus-putus; ada antaranya (7) |
| BERJELA | Berjuntai terayun-ayun; bergantung meliuk-liuk (7) |
| BERJIWA | Ada jiwanya; bernyawa; hidup; berisi (mengandung sesuatu yang utama, penting, dan sebagainya); mempunyai perasaan batin (bersemangat dan sebagainya) (7) |
| BERJUAK | Berlomba (dengan); bersaing dengan; berlawan; bertanding; berjumpa dengan tiba-tiba (7) |
| BERJUAL | Berjualan; berdagang (sesuatu); (akan atau sudah) dijual (7) |
| BERJUDI | Mempertaruhkan sejumlah uang atau harta dalam permainan tebakan berdasarkan kebetulan, dengan tujuan mendapatkan sejumlah uang atau harta yang lebih besar daripada jumlah uang atau harta semula; bermain judi; bermain dadu (kartu dan sebagainya) dengan bertaruh uang (7) |
| BERKACA | Memakai kaca; becermin; mengambil sebagai contoh teladan (kiasan) (7) |
| BERKAIL | Memiliki ujung yang membengkok seperti mata kail, misalnya ujung daun (Biologi); memiliki kail (7) |
| BERKAIN | Memakai kain (panjang dan sebagainya) (7) |
| BERKAIT | Memakai kait; mempunyai kait; bengkok melentuk pada ujung (menyerupai kait); tersangkut (pada); (~ dengan) bersangkut paut; berhubungan; berkaitan (7) |
| BERKAKI | Ada kakinya; mempunyai (memakai) kaki; bersandar (bergantung) (7) |
| BERKALA | Berulang-ulang pada waktu tertentu dan beraturan; ajek (7) |
| BERKANE | Kota di Maroko (7) |
| BERKANG | Berkekang (7) |
| BERKARU | Tidak keruan (kalut, susah tentang pikiran, perasaan) (Minangkabau) (7) |
| BERKATA | Melahirkan isi hati dengan kata-kata; berbicara (7) |
| BERKAUL | Berjanji hendak melakukan sesuatu (jika permintaannya dikabulkan dan sebagainya); bernazar (7) |
| BERKAUM | Berkerabat (dengan); bersanak (dengan); berpuak-puak; berkelompok-kelompok; salat bersama-sama yang dipimpin oleh imam; berjemaah (7) |
| BERKEJI | Menghinakan diri; merendahkan martabat diri; mau melakukan (berbuat) sesuatu yang keji, hina, dan sebagainya (7) |
| BERKEMU | Mencuci mulut dengan memasukkan air ke dalam mulut, menggerak-gerakkannya sebentar, kemudian mengeluarkannya kembali; berkumur (Jawa) (7) |
| BERKENA | Mengena (7) |
| BERKIAL | Memperlihatkan suatu gerakan tangan (badan dan sebagainya) seperti sandiwara (7) |
| BERKIAS | Berkata-kata dengan menggunakan kias (ibarat) (7) |
| BERKIAT | Kaku atau kejang (tentang anggota tubuh); bergeliat; salah urat; piuh (7) |
| BERKISI | Memakai kisi-kisi; berpusat pada; searah menuju ke (7) |
| BERKOAR | Berkata dengan suara keras (dengan maksud menantang, menghina, dan sebagainya); berteriak; berbunyi dengan nyaring (7) |
| BERKOTA | Berbenteng; berdinding batu (7) |
| BERKUAT | Berbuat sesuatu dengan giat (keras, sungguh-sungguh, dan sebagainya); berkeras (7) |
| BERKUKU | Mempunyai kuku; berkuasa (pandai, cerdik, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| BERKUNG | Sampan kecil, terbuat dari kayu, hanya dapat memuat beberapa orang (7) |
| BERKUTA | Mempunyai tempat berlindung; berkubu (7) |
| BERKUTU | Mempunyai kutu; mencari kutu di kepala; menyelisik kepala sendiri; berkumpul; berserikat; bersekutu (7) |
| BERLAGA | Berkelahi (tentang ayam, kambing, dan sebagainya); berlanggaran; bertumbuk (tentang ombak, perahu, dan sebagainya); bertanding dalam olahraga (7) |
| BERLAGU | Dengan lagu; bernyanyi; menyanyi; bertingkah; beraksi (misalnya dengan gaya bicara yang dibuat-buat); bergamat (7) |
| BERLAKI | Sudah kawin (tentang perempuan); mempunyai laki (7) |
| BERLAKU | Masih berjalan (sedang dikerjakan dan sebagainya); berlangsung; terjadi; berbuat; bertindak; bertindak menjadi; menjalankan tugas menjadi; boleh dipakai (tentang surat, uang, dan sebagainya); sah; dikenakan untuk atau pada (7) |
| BERLALU | Lewat; lampau; pergi; meninggal; mati; tidak makan sahur (waktu puasa) (7) |
| BERLELA | Bertingkah; bermain (pedang dan sebagainya) (7) |
| BERLENA | Berlalai-lalai; berlama-lama (7) |
| BERLIAN | Intan yang diasah baik-baik hingga indah kemilau cahayanya (7) |
| BERLIMA | Bersama-sama lima (tentang orang dan sebagainya) (7) |
| BERLIUK | Memiliki pinggiran-pinggiran bidang yang tidak rata, tetapi bergiliran mencekung dan mencembung dalam-dalam (Biologi) (7) |
| BERLUTU | Bersilutu; ada kotorannya; kotor sekali (tentang muka dan sebagainya) (7) |
| BERMAIN | Melakukan sesuatu untuk bersenang-senang (7) |
| BERMARA | Berbahaya; menempuh bahaya (7) |
| BERMISI | Memiliki misi (7) |
| BERMUDA | Berhubungan dengan wanita lain bukan istrinya; bermukah; bermain muda (7) |
| BERMULA | Ada mulanya; berbuat atau melakukan pertama kali (7) |
| BERMUTU | Baik (tinggi) mutunya; berbobot; mempunyai mutu (kualitas); bertaraf (7) |
| BERNAMA | Kantor berita Malaysia; memakai nama; mempunyai nama; mendapat nama; masyhur; terkenal (7) |
| BERNIAT | Bermaksud (akan) (7) |
| BERNODA | Ada nodanya (sehingga kotor dan sebagainya); bercela (mendapat nama buruk) (kiasan) (7) |
| BEROBAT | Menggunakan obat; meminta atau mencari obat kepada; sudah diobati atau sudah mendapat obat; mendapat balasan; terhibur (kiasan) (7) |
| BEROKAN | Kesenian tradisional berupa arak-arakan orang berkostum binatang dari kayu dan karung goni (Sunda) (7) |
| BEROLAH | Bertingkah; bercanda; berbuat sesuatu untuk mengelabui mata (mengenakan tipu muslihat dan sebagainya) (7) |
| BEROLAK | Berputar; berpusing; berkisar; tidak kuat lagi (tentang badan dan sebagainya); tidak manjur lagi (tentang obat) (7) |
| BEROLEH | Mendapat; menerima; boleh; dapat (7) |
| BERONOK | Hewan laut berbentuk bulat memanjang mencapai 15–20 cm, bagian atas tubuhnya berlipat berwarna agak gelap, bagian bawah rata berwarna lebih terang, hidup di perairan pantai berpasir dan padang lamun; banyak macamnya seperti - landak, - pisang; teripang (Holothuria scabra) (7) |
| BEROSOT | Memberosot; menggelincir turun dengan cepat (karena lepas ikatannya dan sebagainya); merosot (Melayu Jakarta) (7) |
| BEROTAK | Berakal; mempunyai pikiran; mempunyai kecerdasan yang baik; mempunyai otak (7) |
| BEROWAH | Tahlilan menjelang bulan Ramadan (Melayu Kalimantan) (7) |
| BERPACU | Berlari kencang-kencang; berusaha untuk saling mendahului (7) |
| BERPADI | Mempunyai padi; bertanam padi; bersawah; berladang (7) |
| BERPADU | Menjadi satu benar; luluh dan bercampur menjadi satu; beku dan menjadi keras (tentang darah, air gula, dan sebagainya); kukuh karena telah disatukan; bercampur (dengan) (7) |
| BERPAKU | Ada pakunya; dilekatkan dengan paku; berpegang teguh (kiasan) (7) |
| BERPAUT | Terikat erat-erat (pada); melekat, melilit erat-erat (pada); berpegang kuat-kuat; bertaut (menutup) kembali (7) |
| BERPAYA | Berawa; mempunyai rawa; terdiri atas rawa (7) |
| BERPENA | Memakai pena; bertuliskan (kiasan) (7) |
| BERPERI | Berkata (7) |
| BERPILU | Bersedih (7) |
| BERPIUH | Berpilin; berpulas (dipelintir); berputar (7) |
| BERPONI | Berpangkas rambut secara poni; potong secara poni (7) |
| BERPOSE | Bersikap atau bergaya untuk dipotret atau dilukis (7) |
| BERPURU | Menderita sakit puru (7) |
| BERPUSU | Berkelompok; berduyun (7) |
| BERSABA | Bergaul; berkunjung (7) |
| BERSAJI | Mempersembahkan sajian berupa makanan dan benda lain dalam upacara keagamaan yang dilakukan secara simbolis dengan tujuan berkomunikasi dengan kekuatan gaib (7) |
| BERSAMA | Berbareng; serentak; semua; sekalian; seiring dengan (7) |
| BERSAPA | Keteguran; kesambet; tersapa (7) |
| BERSARA | Mendapat pensiun; pensiun; turut serta (dalam perusahaan dan sebagainya); minta pertimbangan bagaimana sebaiknya dan sebagainya (7) |
| BERSATU | Berkumpul atau bergabung menjadi satu; menjadi satu; sepakat; seia sekata (7) |
| BERSAUH | Memakai sauh; menggunakan sauh; berlabuh (berhenti, singgah) (7) |
| BERSAUR | Dalam keadaan berbelit (berkait, bertaut, berpaut) (Minangkabau) (7) |
| BERSEBA | Menghadap (raja) (7) |
| BERSEGI | Ada seginya; bersisi (7) |
| BERSEKA | Menyapu-nyapu (menggosok-gosok, mengusap-usap) diri dengan kain dan sebagainya supaya bersih (kering); senang memperhatikan kebersihan, terutama badan (Sunda) (7) |
| BERSELA | Ada selanya; berselang (7) |
| BERSEMI | Bertunas (7) |
| BERSERI | Bercahaya; bersemarak; tampak elok (indah); tampak ceria atau cerah (tentang air muka); bersambungan; bernomor urut (7) |
| BERSERU | Memanggil atau menarik perhatian dengan suara nyaring; berkata atau bersuara nyaring; mengajak atau menganjurkan (7) |
| BERSIAH | Menghindar ke sisi (ke tepi); menepi (karena ada kendaraan lalu dan sebagainya); menyisi; berlari cepat-cepat dan tidak keruan arahnya (7) |
| BERSIAP | Bersedia-sedia dan berjaga-jaga (menghadapi sesuatu); mengatur segala sesuatu (untuk) (7) |
| BERSIAR | Berjalan-jalan (7) |
| BERSILA | Duduk dengan melipat kaki yang bersilangan (7) |
| BERSIRU | Berubah atau beralih (berbalik) arah (tentang angin dan sebagainya) (Minangkabau) (7) |
| BERSISA | Ada sisanya (sesudah dimakan, diambil, dan sebagainya); ada lebihnya; berlebih (7) |
| BERSISI | Ada pinggirnya; bertepi (7) |
| BERSIUL | Mengeluarkan tiruan bunyi suling (dengan mulut); berbunyi (tentang beberapa macam burung); mendesis (tentang ular) (7) |
| BERSIUT | Bersiul nyaring; bersuit; berbunyi seperti peluit nyaring; berbunyi seperti orang kepedasan; berbunyi “siut” (7) |
| BERSOAL | Bertanya; mengajukan soal; mempunyai soal; beralasan (mengajukan alasan untuk menolak dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| BERSOJA | Tunduk (membungkuk) memberi hormat (7) |
| BERSUAI | Berpadanan (dengan); berpatutan (dengan); selaras; sesuai (7) |
| BERSUAP | Makan (dengan tangan) (7) |
| BERSUAR | Memakai suar; memberi isyarat (tanda) dengan suluh dan sebagainya (7) |
| BERSUCI | Membersihkan diri (sebelum salat dan sebagainya); hidup suci (saleh) (7) |
| BERSUGI | Membersihkan gigi dengan sugi; mengulum tembakau (ketika sedang makan sirih) (7) |
| BERSUIT | Bersiul; mengadakan bunyi (seperti bunyi peluit) dengan jari yang dimasukkan ke dalam mulut dan sebagainya (7) |
| BERSUJI | Bersulam; bertekat (7) |
| BERSUKU | Berkaki; mempunyai suku (bagian dan sebagainya); berbagian; masuk salah satu suku (kiasan/Minangkabau) (7) |
| BERSUSU | Ada (air) susunya; mempunyai buah dada (tetek) (7) |
| BERTAKI | Berbantah; berdebat; berjanji (7) |
| BERTALI | Memakai tali; ada talinya; sudah bertunangan (kiasan) (7) |
| BERTAMU | Datang berkunjung (melawat dan sebagainya) (7) |
| BERTANI | Bercocok tanam; mengusahakan tanah dengan tanam-menanam (7) |
| BERTAPA | Mengasingkan diri dari keramaian dunia dengan menahan hawa nafsu (makan, minum, tidur, birahi) untuk mencari ketenangan batin; menjalani hukuman penjara (kiasan) (7) |
| BERTARA | Ada taranya; berbanding; berimbang (7) |
| BERTARI | Menari (7) |
| BERTAUT | Menutup (berkatup) kembali; menjadi rapat (tentang sesuatu yang renggang, bercerai, luka, dan sebagainya); berpaut (pada, dengan); jalin-menjalin; berpegangan (bergandengan, berjabatan) tangan; tumbuh serta melekat menjadi satu berlekatan (pada, dengan); bertemu (seperti sungai dengan sungai, garis dengan garis, dan sebagainya); melekat kepada (dalam arti ditujukan atau dipusatkan kepada); tertuju kepada; terpusat kepada (kiasan); berhubungan (dengan); bertalian (dengan); berkaitan (dengan) (kiasan) (7) |
| BERTEMU | Ditemukan; diperoleh; terdapat di; kedapatan di; berhadapan muka; bersemuka; mendapat atau menemukan (barang yang dicari); berjumpa; bersua; berdempak; menjadi satu (berhubungan, bersinggungan) ujung dengan ujung, jalan dengan jalan, kali dengan kali, dan sebagainya; sesuai atau cocok (perkataan dengan perbuatan, teori dengan praktik, dan sebagainya); benar-benar terjadi (tentang ramalan, dugaan, dan sebagainya); sampai atau tercapai (tentang harapan, cita-cita, dan sebagainya); dapat atau kena (bahaya, bencana, dan sebagainya) (7) |
| BERTEPI | Ada tepinya; diberi pinggiran (birai, pelisir) (7) |
| BERTERA | Ada teranya (segel, cap) (7) |
| BERTIAN | Mengandung; (sedang) hamil (7) |
| BERTIGA | Berbilangan tiga; berjumlah tiga sekawan atau sekelompok orang dan sebagainya (7) |
| BERTIUP | Bergerak mengalir dengan cepat (tentang angin, udara); berembus; merebak (tentang kabar angin dan sebagainya); tersiar (kiasan); berkerumun (untuk melihat dan sebagainya) (kiasan/Minangkabau) (7) |
| BERTOKO | Berjualan barang-barang di toko (seperti berjualan kain, barang kelontong); mempunyai toko (7) |
| BERTOUA | Kota di Kamerun (7) |
| BERTUAH | Mempunyai tuah; sakti; keramat; mendatangkan untung (keselamatan dan sebagainya); kena tuah (kesaktian) orang; terpesona (7) |
| BERTUAM | Menghangatkan bagian tubuh yang nyeri (dengan tuam); berdemah (7) |
| BERTUAN | Ada tuannya; ada pemiliknya; menyapa dengan tuan; bertuankan (7) |
| BERTUGI | Berakhir mendadak pada cuatan panjang, ramping, tajam, dan baku (bagian ujung) (Biologi) (7) |
| BERTUNG | Menangkap kodok untuk dikonsumsi, biasanya dilakukan oleh perempuan umur 10 tahun ke atas, dilakukan saat menjelang fajar sampai terbit matahari (7) |
| BERTUTU | Berbunyi (tentang ketitir) (7) |
| BERUANG | Mempunyai uang; berduit; kaya (kiasan); memiliki ruang; mamalia karnivor berukuran cukup besar, berambut hitam, cokelat, dan putih, memiliki telinga berukuran kecil dan bulat, ekor pendek, cakar kuat yang melengkung, makanannya beragam bergantung pada habitat atau musim (Ursidae) (7) |
| BERUAYA | Berpindah (tentang ikan, burung, dan sebagainya) (7) |
| BERUBAH | Menjadi lain (berbeda) dari semula; bertukar (beralih, berganti) menjadi sesuatu yang lain; berganti (tentang arah) (7) |
| BERUBAN | Sudah ada ubannya; sudah tumbuh uban; sudah lama atau berpengalaman banyak dalam suatu pekerjaan (kiasan); (sudah) tua; lanjut usia (kiasan) (7) |
| BERUBUH | Perang amuk-amukan (Jawa) (7) |
| BERUBUS | Tiruan bunyi air mendidih (Melayu Jakarta) (7) |
| BERUCAP | Berkata; berujar (7) |
| BERUFUK | Berkaki langit; (tidak ~) tidak berbatas; tidak ada batasnya (tentang dunia) (kiasan) (7) |
| BERUGAK | Bangunan berupa panggung terbuka dengan empat atau enam tiang beratap berbentuk seperti lumbung (Sasak) (7) |
| BERUJAR | Berkata; berucap (7) |
| BERUJUD | Mengandung maksud atau tujuan; bermaksud; bertujuan (7) |
| BERUJUL | Bajak (luku) kecil (Jawa) (7) |
| BERUKIR | Ada ukirannya; ada hiasannya berupa lukisan (gambar bunga-bunga, binatang, dan sebagainya) (7) |
| BERUKUP | Mengasapi diri dengan membakar setanggi, kemenyan, dan sebagainya; sudah diasapi dengan ukup (7) |
| BERULAH | Bertingkah laku, bertindak, bersikap (menyalahi norma, kaidah, adat) (7) |
| BERULAS | Memakai ulas; bersarung; bersambung(an) (7) |
| BERULIT | Bertiduran sambil meninabobokkan anak; tidur bersama-sama (dengan) (7) |
| BERUMAH | Mempunyai rumah; diam (di); tinggal (di) (7) |
| BERUMUN | Membicarakan yang tidak terang atau masih rahasia (7) |
| BERUMUR | Mempunyai umur; (sudah) dewasa; (sudah) agak tua (lebih dari 40 tahun) (7) |
| BERUNAI | Pohon perdu yang tingginya 4–5 m, berbatang lurus, kayunya kuat, biasanya untuk tongkat (Antidesma neurocarpum) (7) |
| BERUNIY | Kota di Uzbekistan (7) |
| BERURAI | Menjadi, dalam keadaan lepas terbuka (tidak terikat); bercerai-cerai; berderai-derai (7) |
| BERURAP | Berlumas dengan urap (boreh dan sebagainya) (7) |
| BERURAS | Diobati (dilumasi) dengan uras; disembuhkan (dipersenang hatinya dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| BERURAT | Ada uratnya; berakar (7) |
| BERURUT | Berderet; beruntun (7) |
| BERUSAK | Bersusah-susah; menderita (7) |
| BERUSIA | Mempunyai usia; berumur (7) |
| BERUSUH | Bersusah hati; berduka cita; gelisah (7) |
| BERUTAS | Ada talinya (7) |
| BERWAAD | Membuat perjanjian; berjanji (7) |
| BERWARI | Maka (tersebutlah) (Minangkabau); maka (tersebutlah ...) (Minangkabau) (7) |
| BERZONA | Mempunyai permukaan yang warnanya seperti bermata-mata, tetapi lebih banyak warna atau bundaran terlibat, sehingga terlihat lingkaran-lingkaran konsentris (Biologi); memiliki zona (7) |
| BESALEN | Bengkel pandai besi (7) |
| BESARAN | Nilai numerik yang menunjukkan jumlah sesuatu, biasanya dinyatakan dalam kelipatan satuan standar (Matematika); pengukuran dalam ilmu pasti, misalnya panjang, bobot, volume, kecepatan sesaat, kerapatan, gaya; besarnya, tingginya; jumlah; murbei (Morus alba) (7) |
| BESELAN | Uang sogok (suap) (Jawa) (7) |
| BESERTA | Bersama(-sama); ikut; turut; mengiringi; membarengi; menemani; mendampingi (7) |
| BESIAJI | Senjata tajam jenis keris pusaka (7) |
| BESICOR | Besi yang telah dilelehkan, lalu dituangkan ke dalam suatu acuan, biasanya digunakan untuk membuat kerangka mesin; besi tuang (7) |
| BESIKAL | Sepeda (7) |
| BESITUA | Senjata tajam (pedang, keris, dan sebagainya) yang berasal dari zaman dulu dan dianggap sakti; besi bekas barang-barang yang tidak terpakai lagi, seperti bekas mobil, kapal (7) |
| BESTARI | Luas dan dalam pengetahuannya; berpendidikan baik; baik budi pekerti (7) |
| BESTRAL | Pembestralan; pengobatan dengan sinar-X (7) |
| BESUTAN | Hasil membesut; asuhan (kiasan); hasil membesut; semburan (7) |
| BETAHAK | Beserdawa (Melayu Jakarta) (7) |
| BETATAS | Ubi jalar (7) |
| BETETAK | Menyatukan papan dan rusuk kapal dengan paku (Melayu Jambi) (7) |
| BETINGA | Tata cara menurut adat dalam melakukan adopsi (di Minahasa) (7) |
| BETTIAH | Kota di India (7) |
| BETULAN | Dekat benar (Melayu Jakarta); betul (Melayu Jakarta) (7) |
| BEVANDE | Minuman (Italia) (7) |
| BEYONCE | Penyanyi yang meraih 4 penghargaan di Grammy Award 2023 (7) |
| BEYPORE | Kota di India (7) |
| BEZIERS | Kota di Prancis (7) |
| BHADOHI | Kota di India (7) |
| BHAKKAR | Kota di Pakistan (7) |
| BHALWAL | Kota di Pakistan (7) |
| BHARADA | Bhayangkara dua (akronim) (7) |
| BHARAKA | Bhayangkara kepala (akronim) (7) |
| BHARATU | Bhayangkara satu (akronim) (7) |
| BHARUCH | Kota di India (7) |
| BHARUDA | Bhayangkara utama dua (akronim) (7) |
| BHARUTU | Bhayangkara utama satu (akronim) (7) |
| BHIMBAR | Kota di Pakistan (7) |
| BHIWANI | Kota di India (7) |
| BHONGIR | Kota di India (7) |
| BIANGES | Bekuan karbon dioksida (padat), biasanya digunakan sebagai pendingin; es kering (7) |
| BIAPERI | Pedagang (terutama pedagang bangsa Hindu, Parsi, dan Arab); saudagar (7) |
| BIARPET | Menyala dan padam secara berulang-ulang (tentang lampu) (7) |
| BIARPUN | Biar; meskipun (7) |
| BIATLON | Olahraga yang terdiri atas dua cabang, misalnya ski lintas alam dan ketepatan menembak sasaran (7) |
| BIBINDA | Kata sapaan hormat kepada bibi (lebih hormat, biasa dipakai dalam surat-menyurat) (7) |
| BICOKOK | Buaya kecil; buaya katak; bingkatak (Melayu Jakarta); kaki tangan atau pengikut penjahat; penipu (Melayu Jakarta); orang yang tamak (kiasan/Melayu Jakarta) (7) |
| BIDASAN | Gerakan membidas; reaksi; serangan (7) |
| BIDAYUH | Suku bangsa yang mendiami daerah hulu sungai di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur; Biatah (7) |
| BIDENGO | Kulit bambu yang masih muda (Gorontalo) (7) |
| BIDIKAN | Hasil membidik; pandangan mata (7) |
| BIELANY | Kota di Polandia (7) |
| BIENHOA | Kota di Vietnam (7) |
| BIENIAL | Dua tahun sekali (diadakan tentang kegiatan); tiap dua tahun; dua tahunan (7) |
| BIFIDIN | Penghasil bakteri (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| BIFOKAL | Mempunyai dua fokus; berhubungan dengan bagian kaca mata, yang terdiri atas lensa yang lebih kecil untuk melekat dekat dan yang ditempatkan di bawah pusat lensa yang lebih besar, yang digunakan untuk melihat jauh; kacamata bifokal (7) |
| BIGAMIS | Orang yang bigami; orang yang beristri (bersuami) dua; dalam keadaan beristri (bersuami) dua (7) |
| BIGOTRI | Sikap keras menentang, taktoleran, dan tidak menyukai orang lain yang memiliki pikiran atau keyakinan yang berbeda (7) |
| BIGUACU | Kota di Brasil (7) |
| BIJAPUR | Kota di India (7) |
| BIKANER | Kota di India (7) |
| BIKINAN | Buatan (7) |
| BIKOANG | Lekuk yang berada di antara bahu dan pangkal leher (7) |
| BIKSUNI | Biksu wanita (7) |
| BILASAN | Hasil membilas (7) |
| BILBAYS | Kota di Mesir (7) |
| BILLAHI | Demi Allah, dengan nama Allah (ucapan sumpah) (Agama Islam) (7) |
| BILOKAL | Adat menetap bagi pengantin baru untuk secara bergantian bertempat tinggal di keluarga suami atau istri (Antropologi) (7) |
| BIMARAN | Nazar yang belum terpenuhi karena orang yang bernazar tidak memberitahukan nazarnya kepada orang lain hingga ia meninggal (Aceh) (7) |
| BIMBANG | Merasa tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu; (merasa) khawatir; cemas; bengap; upacara atau pesta adat; berganti-ganti; bergantian (7) |
| BIMBING | Pimpin; asuh; tuntun (7) |
| BIMEREN | Penyakit yang kemunculannya dipercaya karena janji yang tidak terpenuhi (Gayo) (7) |
| BIMETAL | Lapisan dua metal tidak sejenis yang koefisien muai termalnya berbeda, dan kedua lapisan ini direkatkan menjadi satu (Fisika) (7) |
| BINATAK | Bawaan laki-laki ke rumah istri dalam perkawinan semenda; harta pembujangan (adat Bangka) (Hukum) (7) |
| BINAWAH | Binatang (untuk memaki) (Minangkabau) (7) |
| BINAWAN | Pembina (7) |
| BINAWAS | Pembinaan dan pengawasan (akronim) (7) |
| BINAYAH | Membayar (sejumlah uang) (7) |
| BINCANG | Bicara; runding (7) |
| BINDENG | Bersuara hidung; sengau (Jawa) (7) |
| BINGKAH | Kata takaran untuk tanah, kapur, dan sebagainya yang berkepal-kepal (besar dan padat) (7) |
| BINGKAI | Bilah (papan, rotan) yang dipasang di sekeliling suatu benda supaya kuat; simpai (roda); lis (pigura dan sebagainya); rangka (kacamata); satu bagian pada halaman naskah berupa rangka yang membatasi antara teks dan iluminasi (margin dan teks) (Filologi) (7) |
| BINGKAS | Membingkas; mengganjal atau melenting dengan cepat; terlepas meloncat; bangkit (berdiri, meloncat, dan sebagainya) dengan cepat (7) |
| BINGKIS | Kirim (7) |
| BINGKOD | Persendian pada pergelangan kaki (Bolaang Mongondow) (7) |
| BINGUNG | Hilang akal (tidak tahu yang harus dilakukan); tidak tahu arah (mana barat mana timur dan sebagainya); tidak tahu jalan; gugup tidak keruan; bodoh; tolol; (merasa) kurang jelas (tentang sesuatu); kurang mengerti (7) |
| BINIAJI | Gundik raja; selir raja (7) |
| BINJENG | Penganan goreng, dibuat dari ketela pohon dan sebagainya, berbentuk lempengan (Jawa) (7) |
| BINOBOL | Makanan yang tertinggal di kerongkongan (Bolaang Mongondow) (7) |
| BINONGA | Kota di Filipina (7) |
| BINORNA | Beras kunyit (Batak) (7) |
| BINTANG | Benda langit yang mampu memancarkan cahaya dan memproduksi energi sendiri, misalnya matahari (Astronomi); planet atau gugusan planet yang menjadi pegangan dalam astrologi untuk menentukan nasib seseorang; rasi; nasib; peruntungan; untung malang; tanda jasa yang berupa medali emas (perak dan sebagainya); tanda pangkat perwira tinggi berbentuk seperti bintang, berwarna keemasan; tanda yang menyerupai bintang, seperti tanda (*); pemain yang terkemuka (dalam film, sandiwara); orang yang terbaik (terpandai dalam suatu lingkungan) (7) |
| BINTARA | Kelompok pangkat dalam ketentaraan, satu tingkat di bawah kelompok perwira pertama dan satu tingkat di atas kelompok tamtama, meliputi pembantu letnan satu, pembantu letnan dua, sersan mayor, sersan kepala, sersan satu, dan sersan dua; kelompok pangkat dalam kepolisian, satu tingkat di bawah kelompok bintara tinggi dan satu tingkat di atas kelompok tamtama, meliputi sersan mayor polisi, sersan kepala polisi, sersan satu polisi, dan sersan dua polisi (7) |
| BINTARO | Pohon yang tingginya mencapai 25 m, daun elips hingga membundar telur sungsang, ujungnya lancip, perbungaan terbatas, bunganya harum, berwarna putih, bagian tengah oranye, merah muda menjadi merah hingga ungu, buah pelok, membulat telur atau seperti mangga, berwarna merah, bagian luar buah berdaging, bagian dalam berserat, tumbuh di hutan pantai dan mangrove, buah, akar, dan kulit kayu digunakan sebagai pencahar, kayu untuk arang, ukiran dan furnitur, getah lateks untuk racun hewan, biji untuk racun ikan, minyak biji untuk membuat lilin; bintan (Cerbera manghas) (Botani) (7) |
| BINTENG | Penganan, dibuat dari jenang gula jawa berbumbu sere, berbentuk segi empat (Tata Boga/Jawa) (7) |
| BINTULU | Kota di Malaysia (7) |
| BINTUNG | Buah yang paling besar di antara buah yang lainnya (7) |
| BINTUNI | Ibu kota Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat (7) |
| BINUHEN | Tumpukan ikatan padi yang telah dipotong, dikumpulkan di dangau sebelum dirontokkan bulirnya (Gayo) (7) |
| BIOASAI | Penentuan pengaruh berbagai pemusatan substansi tertentu atau suatu keadaan fisik atau tekanan terhadap organisme yang diperoleh dengan cara pengujian pada suatu keadaan baku (7) |
| BIODATA | Riwayat hidup singkat (7) |
| BIOFERA | Bagian bumi yang dihuni oleh bermacam-macam bentuk kehidupan (Geografi dan Geologi) (7) |
| BIOFILM | Cabang ilmu yang bersangkutan dengan penerapan metode dalam masalah film (7) |
| BIOLOGI | Ilmu tentang keadaan dan sifat makhluk hidup (manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan); ilmu hayat (7) |
| BIOPORI | Lubang buatan pada tanah yang diisi sampah organik untuk resapan air (7) |
| BIOSFER | Bagian atmosfer yang paling bawah di dekat permukaan bumi, tempat tinggal makhluk hidup; lingkungan yang berupa segala sesuatu yang hidup (manusia, hewan, tumbuhan) (7) |
| BIOSIDA | Zat kimia yang merupakan racun bagi semua bentuk kehidupan (7) |
| BIOSKOP | Pertunjukan yang diperlihatkan dengan gambar (film) yang disorot sehingga dapat bergerak (berbicara); film; gedung pertunjukan film cerita (7) |
| BIOTIPE | Kelompok individu dengan susunan genotipe yang sama (7) |
| BIOTROF | Organisme yang bersifat parasit yang memakan jaringan hidup inangnya (7) |
| BIOTRON | Lingkungan hidup buatan untuk binatang dan tumbuhan yang dilengkapi dengan alat untuk mengontrol intensitas cahaya, kelembapan, suhu, dan sebagainya (7) |
| BIPOLAR | Mempunyai dua kutub (Fisika) (7) |
| BIREUEN | Kabupaten di Provinsi Aceh, terkenal dengan sebutan Kota Juang; ibu kota Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh (7) |
| BIRGANJ | Kota di Nepal (7) |
| BIRIGUI | Kota di Brasil (7) |
| BIRJAND | Kota di Iran (7) |
| BIRUTUA | Biru yang agak hitam; biru dongker (7) |
| BIRYANI | Nasi yang dimasak bersama daging atau ayam, sayuran, dan bumbu, biasanya dimasak dari beras basmati yang berasal dari India; beriani (Tata Boga) (7) |
| BISAKAN | Lecet atau luka karena dimakan kutu air (biasanya di sela-sela jari) (Melayu Jakarta) (7) |
| BISAWAB | Dengan sebenarnya (Arab) (7) |
| BISHKEK | Ibu kota Kirgistan (7) |
| BISIKAN | Yang dibisikkan; ilham (7) |
| BISKUIT | Penganan kering yang dibuat dari adonan tepung (terigu dan sebagainya) dan telur dengan atau tanpa diberi gula (biasanya dibuat di pabrik dan dijual dalam bentuk kalengan) (7) |
| BISLAMA | Bahasa yang dituturkan di Vanuatu (7) |
| BISULAN | Berbisul; ada bisulnya; bisul (7) |
| BITCOIN | Uang elektronik berbasis kripto (7) |
| BITGULA | Tanaman dataran tinggi yang dibudidayakan karena umbi akarnya memiliki kadar gula yang tinggi untuk dibuat gula (Beta vulgaris f. Altissima) (7) |
| BITISIK | Anak dari cicit; cucu dari cucu seseorang (7) |
| BITONTO | Kota di Italia (7) |
| BITUMEN | Aspal yang dibuat dari minyak tanah (7) |
| BIUMBAI | Tunangan (Dayak) (7) |
| BIVALEN | Memiliki dua valensi (Kimia); berkaitan dengan asosiasi dua kromosom homolog (Biologi); sepasang kromosom, terutama saat meiosis (Biologi) (7) |
| BIZERTE | Kota di Tunisia (7) |
| BIZURAI | Raja muda (7) |
| BLANGKO | Kosong (belum diisi); tidak memberikan suara (dalam pemungutan suara); surat isian (7) |
| BLANGSI | Karung seperti goni yang digunakan sebagai tempat mengemas gula pasir pada zaman dahulu (Jawa) (7) |
| BLANGUH | Saluran air terbuat dari bambu atau batang pohon pisang (Bali) (7) |
| BLANTIK | Makelar hewan (Jawa) (7) |
| BLASTER | Hasil perkawinan campuran dari dua jenis yang berbeda; hasil perkawinan silang; peranakan (bukan keturunan asli) (7) |
| BLASTIN | Batu ginjal (Jawa) (7) |
| BLENDER | Alat bertenaga listrik untuk melumatkan buah, makanan, dan sebagainya (7) |
| BLERENG | Motif kain bergaris-garis tebal (Jawa) (7) |
| BLOKADE | Pengepungan (penutupan) suatu daerah (negara) sehingga orang, barang, kapal, dan sebagainya tidak dapat keluar masuk dengan bebas (7) |
| BLOKING | Gerak dan pengaturan posisi pelaku menurut cara tertentu dalam suatu pertunjukan drama (Inggris); gerakan menahan serangan lawan dalam permainan olahraga (bola voli, bola basket, dan sebagainya) (Inggris) (7) |
| BLOKNOT | Buku yang berisi helaian kertas kosong untuk catatan dan sebagainya dan mudah dilepas (biasanya berukuran kecil) (7) |
| BLONDOS | Batu sebesar kepalan tangan (Jawa) (7) |
| BLONYOH | Campuran air, minyak kelapa, dan kunyit yang telah ditumbuk, dipakai untuk melumuri bagian luar babi, bebek, dan sebagainya saat dipanggang atau diguling (Bali); boneka dari tanah liat yang berupa sepasang pengantin, biasanya diletakkan di kamar pengantin ketika malam midodareni (Jawa) (7) |
| BLOTONG | Kotoran yang dapat dipisahkan dengan proses penapisan dalam proses klarifikasi nira dan mengandung bahan organik, mineral, protein kasar, dan gula yang masih terserap di dalam kotoran tersebut (7) |
| BLUBERI | Tanaman semak dari genus Vaccinium, bunganya berbentuk menyerupai lonceng, buahnya berukuran kecil dan berwarna ungu gelap saat matang (7) |
| BLUDREK | Tekanan darah; tekanan darah tinggi yang menyebabkan orang merasa pusing yang berat (7) |
| BLUKANG | Pangkal tangkai daun kelapa (Jawa) (7) |
| BLUMKOL | Sayuran berdaun besar memusar, gumpalan perbungaannya padat membonggol membulat seperti bola, berwarna putih atau krem, gagangnya pendek mendaging; kembang kol; bunga kol (Brassica de race aver. Botrytis) (7) |
| BLUNDER | Kesalahan serius atau memalukan yang disebabkan oleh kebodohan, kecerobohan, atau kelalaian (7) |
| BLUSTRU | Tumbuhan merambat sejenis mentimun, buah yang masih muda dapat disayur, kulit buah yang tua dapat dijadikan spons; ketola; petola (Luffa cylindrica) (7) |
| BOBBILI | Kota di India (7) |
| BOBOKAN | Hasil membobok (7) |
| BOBOKOR | Ayakan kecil (Sunda) (7) |
| BOBOLAN | Hasil membobol (7) |
| BOBOTOH | Sebutan untuk pendukung sepak bola (Sunda) (7) |
| BOBOTOK | Lauk-pauk yang dicampur kelapa yang berbumbu dan dibungkus dengan daun singkong, kemudian dimasak (Tata Boga/Minangkabau); botok (Sunda) (7) |
| BOCHOLT | Kota di Jerman (7) |
| BOCOKOK | Anak buaya (Sunda) (7) |
| BOCORAN | Lubang yang menyebabkan air (udara) dapat keluar atau masuk; air (udara) yang keluar atau masuk dari tempat yang bocor (berlubang); hasil membocorkan (7) |
| BODOLAN | Adegan persiapan keberangkatan pasukan untuk melaksanakan tugas dalam janger Banyuwangi (Using); adegan peperangan dalam janger Banyuwangi (Using) (7) |
| BODORAN | Lawakan (7) |
| BOHICON | Kota di Benin (7) |
| BOHOROK | Angin kencang yang terdapat di dataran Sumatra Utara selama musim timur laut, yang dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuh-tumbuhan, khususnya tembakau (Geografi dan Geologi) (7) |
| BOHPONG | Buah kelapa yang jatuh dengan kondisi berlubang karena dimakan oleh tupai (Aceh) (7) |
| BOHRIUM | Unsur kimia logam transisi untuk mengenang Niels Bohr, penemu orbit elektron, dengan nomor atom 107, berlambang Bh, dan bobot atom 270 u (Kimia) (7) |
| BOJNURD | Kota di Iran (7) |
| BOKUNGO | Bagian yang menonjol di tengah-tengah sesuatu (7) |
| BOLAAIR | Polo air (Olahraga) (7) |
| BOLAAPI | Meteor besar; bolide (Astronomi) (7) |
| BOLEHAN | Bagus; bermutu; bernilai (7) |
| BOLIVAR | Mata uang Venezuela (7) |
| BOLIVIA | Negara yang terletak di Amerika Selatan, beribu kota Sucre (7) |
| BOLOGNA | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Bologna dengan pertandingan kandang di Stadio Renato Dall'Ara; kota di Italia (7) |
| BOLONTA | Lubang pada rumah panggung (Kulisusu) (7) |
| BOLOSAN | Memakan makanan yang terlalu manis sehingga menimbulkan rasa pahit di kerongkongan (Gayo) (7) |
| BOLPOIN | Pena yang bermata bulat (tumpul) yang dilengkapi dengan tinta kental dalam tabung; pena bola (7) |
| BOLZANO | Kota di Italia (7) |
| BOMATOM | Bom yang ledakannya terjadi karena pelepasan energi atom yang dihasilkan dengan pemecahan inti suatu unsur kimia yang berat (misalnya uranium atau plutonium) dengan neutron dalam suatu reaksi berantai yang sangat cepat (7) |
| BOMLAUT | Bom yang dilemparkan ke dalam laut (untuk menghancurkan kapal selam) (7) |
| BOMSEKS | Julukan untuk wanita yang mempunyai citra erotis dan sensual yang tinggi (7) |
| BONANZA | Sumber keuntungan; sumber kebahagiaan dan kemakmuran (Spanyol) (7) |
| BONCENG | Ikut (naik kendaraan dan sebagainya) (7) |
| BONCONG | Buyung dari tanah (7) |
| BONDONG | Kelompok; gugus; kumpulan (Minangkabau) (7) |
| BONDRES | Bentuk topeng yang lucu-lucu (Bali); lawakan dalam pertunjukan yang memakai bondres (Bali) (7) |
| BONERAF | Suku bangsa yang mendiami daerah Tor Atas, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (7) |
| BONGENG | Padi yang kuntum buahnya hampir keluar (Gayo) (7) |
| BONGGAS | Orang yang disegani atau dihormati (Batak) (7) |
| BONGGOL | Bonjol pada batang kayu dan sebagainya; daging pada tengkuk; punuk; pukul (Melayu Jakarta) (7) |
| BONGKAH | Bingkah; gumpal; gumpalan (tanah dan sebagainya); gumpalan batu dengan garis tengah lebih besar dari 265 mm (Geografi dan Geologi) (7) |
| BONGKAR | Angkat, turunkan (tentang muatan atau barang dari truk, mesin mobil, dan sebagainya); padanan dari uninstall (7) |
| BONGKIN | Permainan judi cara Cina dengan kartu ceki (7) |
| BONGKOR | Bakul dari kulit kayu yang dipakai untuk mengambil sarang lebah (madu); sebidang tanah yang tidak dikerjakan, antara lain, karena tidak ada waktu untuk mengerjakannya (Jawa) (7) |
| BONGKOT | Pangkal (batang kayu, tebu, dan sebagainya); punggur (Melayu Jakarta); menyambar benang layang-layang lawan dari jarak serendah mungkin (Melayu Jakarta) (7) |
| BONGLAI | Tanaman (rimpang), umbi akarnya berwarna kuning, digunakan dalam berbagai obat tradisional (jamu); bunglai; bangle (Zingiber cassumunar) (7) |
| BONGMEH | Membongmeh; merasai debar jantung dengan meraba pergelangan tangan (Cina); mengajuk (hati atau pendapat orang) (Cina) (7) |
| BONGSOR | Besar (gemuk dan tinggi); besar dan tingginya luar biasa, terutama jika dibandingkan dengan usianya (tentang manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan) (7) |
| BONTANG | Kota di Provinsi Kalimantan Timur; kenakalan anak-anak yang tidak membahayakan (Batak) (7) |
| BONTULA | Ayam danau yang berbulu hitam, balungnya rata di atas kepala, paruh dan kakinya berwarna merah (Gorontalo) (7) |
| BOPLANG | Susunan papan yang dipasang sekeliling pekerjaan galian tanah yang menunjukkan batas fondasi bangunan yang akan dibangun (Teknik) (7) |
| BORBATU | Alat pengebor batu, biasanya untuk membuat lubang pada tembok (7) |
| BORIVLI | Kota di India (7) |
| BORJUIS | Kelas masyarakat dari golongan menengah ke atas (biasanya dipertentangkan dengan rakyat jelata) (7) |
| BORNUNG | Menggembung karena terlalu subur (tentang daun) (Batak) (7) |
| BOROKAN | Berborok (7) |
| BORSANG | Ampas kelapa parut (Batak) (7) |
| BORUJEN | Kota di Iran (7) |
| BORULIR | Bor bermata alur spiral (7) |
| BOSANAN | Pembosan (7) |
| BOSARAK | Baki (berkaki atau tidak berkaki) yang berpenutup bundar, biasanya digunakan untuk menyuguhkan kue pada acara adat atau resmi (Bugis-Makassar) (7) |
| BOTANIS | Bersifat botani (7) |
| BOTEKAN | Tempat menyimpan bahan-bahan jamu (Jawa) (7) |
| BOTELIR | Awak kapal bagian logistik yang mengepalai pelayan di kapal (7) |
| BOTTROP | Kota di Jerman (7) |
| BOTULIN | Eksotoksin yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum, menyebabkan keracunan makanan yang fatal (Kimia) (7) |
| BOUAFLE | Kota di Pantai Gading (7) |
| BOUGARA | Kota di Aljazair (7) |
| BOULDER | Kota di Amerika Serikat (7) |
| BOURBON | Wiski yang diproduksi di Amerika, hasil penyulingan gandum dan sedikitnya 51 persen jagung (ungkapan/Inggris) (7) |
| BOURGES | Kota di Prancis (7) |
| BOYEROS | Kota di Kuba (7) |
| BOZUYUK | Kota di Turki (7) |
| BRAFAKS | Berita faksimile (akronim) (7) |
| BRAHMIN | Pendeta agama Hindu; kasta tertinggi dalam agama Hindu; orang yang masuk golongan pendeta dalam agama Hindu; brahmana (7) |
| BRAILLE | Sistem tulisan dan cetakan (berdasarkan abjad Latin) untuk para tunanetra berupa kode yang terdiri atas enam titik dalam pelbagai kombinasi yang ditonjolkan pada kertas sehingga dapat diraba (7) |
| BRAKPAN | Kota di Afrika Selatan (7) |
| BRAKTEA | Daun gagang; daun pelindung (Botani) (7) |
| BRANDER | Alat untuk membakar; pembakar (7) |
| BRANDON | Kota di Amerika Serikat (7) |
| BRANKAR | Usungan untuk mengangkat orang sakit (dengan cara membaringkannya) (7) |
| BRANKAS | Lemari terbuat dari besi (baja, atau logam lain) tempat menyimpan uang atau barang berharga; lemari besi (7) |
| BRANTAS | Sungai di provinsi Jawa Timur; sungai yang terletak di Jawa Timur (320 km), berhulu di Gunung Anjasmoro, bermuara di Selat Madura (7) |
| BRANWIR | Mobil pemadam kebakaran (7) |
| BRASERI | Pakaian dalam wanita untuk menutupi payudara terdiri atas kain berbentuk mangkuk, tali bahu, ban kerut untuk menyangga dada; kutang; bra; beha (Tata Busana); tempat makan yang menyediakan bir (7) |
| BREGADA | Pasukan perang keraton Yogyakarta, terdiri atas sepuluh kesatuan prajurit (7) |
| BREKSIA | Batuan yang terdiri atas komponen yang bersudut dan pekat menjadi satu (Geografi dan Geologi) (7) |
| BRESCIA | Kota di Italia (7) |
| BRIFING | Pengarahan; taklimat (7) |
| BRIGADE | Satuan angkatan bersenjata yang terdiri atas dua, tiga, atau empat resimen, merupakan bagian dari divisi; satuan berseragam dengan tugas khusus (7) |
| BRIGJEN | Brigadir jenderal (7) |
| BRIGKAV | Brigade kavaleri (7) |
| BRIGPOL | Brigadir polisi (akronim) (7) |
| BRIGPUR | Brigade tempur (akronim) (7) |
| BRIGTER | Brigade teritorial (akronim) (7) |
| BRIKAMA | Kota di Gambia (7) |
| BRILIAN | Pandai sekali; cemerlang; hebat (tentang kemampuan otak, berpikir); mengagumkan (7) |
| BRIOZOA | Hewan lumut, dapat hidup berkoloni, berukuran kecil dengan bentuk seperti mangkuk (7) |
| BRISKET | Daging sapi yang berasal dari bagian dada bawah sekitar ketiak, lebih berlemak daripada bagian yang lain; sandung lamur (Tata Boga) (7) |
| BRISTOL | Kota di Inggris dan Amerika Serikat (7) |
| BRIXTON | Kota di Inggris (7) |
| BRIYANI | Nasi yang dimasak bersama daging atau ayam, sayuran, dan bumbu, biasanya dimasak dari beras basmati yang berasal dari India; beriani (7) |
| BROILER | Alat untuk memanggang daging atau ayam; ayam pedaging muda yang besarnya cocok untuk dimasak pada pemanggangan; ayam pedaging (7) |
| BROKADE | Kain sutra yang bersulam benang emas atau perak; brokat (7) |
| BROKOLI | Sayuran, berdaun besar, berwarna hijau, gagang mendaging, memanjang, dan bercabang-cabang (Brassica oleracea var. Italica); sayuran hijau mirip kembang kol (7) |
| BROMIDA | Campuran bromin dengan zat lain (Kimia) (7) |
| BROMPIT | Sepeda kumbang (7) |
| BRONKUS | Cabang tenggorok yang bersambung ke bagian kiri dan kanan paru-paru; cabang tenggorok (Anatomi) (7) |
| BROVARY | Kota di Ukraina (7) |
| BROWSER | Perangkat lunak komputer untuk mencari informasi dalam situs internet; peramban (7) |
| BRUMASI | Dormansi atau hibernasi pada reptilia (7) |
| BRUMBUN | Campuran empat warna (merah, putih, hitam, dan kuning) (Bali); warna bulu ayam yang tersusun secara acak tanpa membentuk pola tertentu, terdiri atas warna putih, merah, kuning, dan hitam (Bali) (7) |
| BRUNOIS | Potongan berbentuk kubus kecil dengan ukuran sisi sekitar 3 mm, biasanya pada wortel, lobak, atau bawang bombai (Tata Boga) (7) |
| BRUSQUE | Kota di Brasil (7) |
| BRYANKA | Kota di Ukraina (7) |
| BRYANSK | Kota di Rusia (7) |
| BUAHDAM | Keping untuk bermain dam (7) |
| BUAHTIN | Buah-buahan dalam kaleng (7) |
| BUANGAN | Yang dibuang; hasil membuang; orang yang dijatuhi hukuman buang (7) |
| BUBARAN | Usai; selesai (7) |
| BUBUARA | Meninggalkan kampung halaman untuk bermukim di tempat lain (Sunda) (7) |
| BUBUHAN | Sesuatu yang dibubuhkan; imbuhan (Linguistik); anggota partai politik (di Banjarmasin) (7) |
| BUBUKAN | Hasil membubuk jadi tepung (7) |
| BUBULAK | Tegalan yang diapit ladang atau kebun (Sunda) (7) |
| BUBUTAN | Hasil membubut; bubut (7) |
| BUCKEYE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| BUCKLEY | Kota di Inggris (7) |
| BUDDHIS | Penganut Buddhisme; bersangkut paut dengan Buddha (7) |
| BUDIMAN | Orang yang pintar, bijaksana, dan berbudi (7) |
| BUFFALO | Kota di Amerika Serikat (7) |
| BUGULMA | Kota di Rusia (7) |
| BUHULAN | Hasil membuhul; simpul; ikatan (7) |
| BUJETER | Yang berhubungan dengan bujet (7) |
| BUJUKAN | Rayuan (7) |
| BUJUKIN | Buku petunjuk induk (akronim) (7) |
| BUJUTIS | Buku petunjuk taktis (akronim) (7) |
| BUKARES | Ibu kota Rumania (9) |
| BUKETAN | Motif rangkaian bunga pada batik (Jawa) (7) |
| BUKHARA | Kota di Uzbekistan (7) |
| BUKUKAS | Buku yang berisi catatan mengenai keluar masuknya uang (Perdagangan) (7) |
| BUKUKIR | Buku yang memuat keterangan mengenai laik tidaknya kendaraan umum beroperasi; buku uji kendaraan (7) |
| BULACAN | Kota di Filipina (7) |
| BULAKAN | Pancaran air di dalam air yang menggenang, tampak seperti mendidih; sawah atau ladang yang cukup luas di antara dua perkampungan atau permukiman (Jawa) (7) |
| BULANAN | Tiap-tiap bulan (tentang gaji, laporan, majalah, dan sebagainya) (7) |
| BULATAN | Sesuatu yang bulat seperti bola; sesuatu yang bulat seperti roda; lingkaran (7) |
| BULDANA | Kota di India (7) |
| BULETIN | Media cetak berupa selebaran atau majalah, berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik oleh suatu organisasi atau lembaga untuk kelompok profesi tertentu; siaran kilat resmi tentang perkembangan atau hasil-hasil penyelidikan (pertandingan, dan sebagainya) (7) |
| BULEVAR | Jalan raya yang lebar, biasanya dengan deretan pohon di kiri kanannya; adimarga (7) |
| BULGOGI | Makanan khas Korea berbahan dasar daging yang dibumbui kecap asin, gula, dan rempah lain, diolah dengan cara dipanggang atau digoreng (7) |
| BULIMIA | Penyakit merasa lapar yang berlebihan dan ingin selalu makan, tetapi setelah makan lalu muntah (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| BULUKAN | Jelek (tentang makanan); lusuh dan berjamur (karena lama tersimpan) (7) |
| BULUSUA | Bulu di leher ayam dan sebagainya; bulu tengkuk; bulu suak (7) |
| BUMBUNG | Tabung bambu; perian; pembuluh; buluh-buluh (7) |
| BUMPING | Tidak rata (tentang permukaan tanah dan sebagainya) (7) |
| BUNBURY | Kota di Australia (7) |
| BUNCANG | Goyang; oleng; menjadi jauh; terpisah (7) |
| BUNCING | Kembar laki-laki dan perempuan; dampit (Bali) (7) |
| BUNDUNG | Penyakit bengkak pada leher (tentang binatang ternak) (7) |
| BUNGAES | Uap air yang membeku di dalam kulkas (7) |
| BUNGALE | Tanaman obat seperti kunyit, berkhasiat untuk memperlancar peredaran darah (Gorontalo) (7) |
| BUNGALO | Rumah peristirahatan di luar kota (di daerah pegunungan atau di pantai), ada yang dibangun secara permanen, ada juga yang tidak (7) |
| BUNGBUN | Menangkap ikan dengan membuat kolam kecil di pinggir sungai agar ikan berenang ke dalam kolam, kemudian air kolam disurutkan (Sunda) (7) |
| BUNGGUA | Alat tenun tradisional yang dipasang di punggung penenun (Tolaki) (7) |
| BUNGKAK | Buah kelapa muda yang belum berdaging (Bali) (7) |
| BUNGKAL | Gumpal; bongkah; anak timbangan; pemberat jala (timah dan sebagainya); ukuran berat emas (tahil, setengah kati); lempeng batu asahan halus untuk menajamkan pisau cukur (Madura) (7) |
| BUNGKAM | Tertutup (tentang mulut); tidak bersuara (7) |
| BUNGKAS | Terjungkit pada ujungnya atau pada pangkalnya (7) |
| BUNGKEL | Bibit pohon pisang (Madura) (7) |
| BUNGKIL | Ampas (kacang, kedelai, kelapa) yang sudah diambil minyaknya (7) |
| BUNGKUK | Melengkung punggungnya (7) |
| BUNGKUL | Tombol atau kepala pada tongkat, payung, tiang bendera, dan sebagainya (Jawa) (7) |
| BUNGKUS | Kata penggolong untuk benda yang dibalut dengan kertas (daun, plastik, dan sebagainya); pak; bahan yang dipakai untuk membalut (7) |
| BUNGLAI | Tanaman (rimpang), umbi akarnya berwarna kuning, digunakan dalam berbagai obat tradisional (jamu); bonglai; bangle (Zingiber cassumunar) (7) |
| BUNGLON | Bengkarung yang hidup di pohon, dapat bertukar warna menurut tempatnya (Callotes); orang yang tidak tetap pendiriannya (memihak ke sana sini asal menguntungkan dirinya) (kiasan) (7) |
| BUNGOMA | Kota di Kenya (7) |
| BUNGSIL | Putik buah kelapa yang sudah agak besar (kira-kira sebesar jambu); putik nyiur; mumbang (7) |
| BUNGSUT | Luka karena jatuh (7) |
| BUNTANG | Terbuka lebar tidak berkedip (tentang mata); melotot; terbeliak; bangkai (Minangkabau); bagian alat tenun (7) |
| BUNTING | Dalam keadaan mengandung anak dalam perut (biasanya dikatakan bagi binatang); hamil; berbadan dua (bagi manusia); sudah berisi bakal buah atau bakal bunga (tentang tumbuh-tumbuhan) (7) |
| BUNTUNG | Putus (terpotong dan sebagainya) tentang kaki, tangan, ekor, dan sebagainya; kutung; merugi; celaka (7) |
| BURAKAH | Sombong (Minangkabau) (7) |
| BURAKSA | Pohon yang tumbuh bengkok, tinggi mencapai 20 m, kayunya kuat dan awet, daunnya diseduh, digunakan sebagai obat pencahar, buahnya banyak digunakan untuk keperluan pengobatan, buah yang muda warnanya hijau dan lunak, setelah tua menjadi keras dan berkayu, warnanya cokelat atau kehitam-hitaman; trengguli; tengguli (Cassia fistula) (7) |
| BURANGA | Ibu kota Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (7) |
| BURAYAK | Anak ikan yang masih kecil-kecil (7) |
| BURAYOT | Penganan khas Garut berbahan dasar tepung beras, gula merah, santan, dan kacang tanah, berbentuk seperti benda yang menggantung (Sunda) (7) |
| BURBANK | Kota di Amerika Serikat (7) |
| BURITAN | Bagian belakang kapal atau perahu (7) |
| BURMESO | Ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua (7) |
| BURNABY | Kota di Kanada (7) |
| BURNLEY | Kota di Inggris (7) |
| BURTDPR | Badan Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat (alat kelengkapan DPR yang salah satu tugasnya adalah menetapkan kebijakan kerumahtanggaan DPR) (singkatan) (7) |
| BURUHAN | Upah bekerja; upah memburuh (7) |
| BURUKAN | Tanah yang ditinggalkan oleh pemiliknya, dan boleh diambil hasilnya oleh seorang pendatang selama satu hari penuh (pada suku Dayak di Kalimantan) (Hukum) (7) |
| BURUNDI | Negara yang terletak di Afrika Timur Tengah, beribu kota Bujumbura (7) |
| BURUWAI | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian selatan Semenanjung Momberai di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua; Karufa (7) |
| BUSAKAP | Bus antarkota antarprovinsi (bus yang melayani perjalanan antarkota yang terletak pada provinsi yang berbeda) (akronim) (7) |
| BUSAKDP | Bus antarkota dalam provinsi (bus yang melayani perjalanan antarkota dalam provinsi yang sama) (akronim) (7) |
| BUSHEHR | Kota di Iran (7) |
| BUSHIDO | Jalan ksatria; kode etik prajurit Jepang pada masa feodal yang menekankan kesatriaan dan ketaatan para prajurit (samurai) tanpa syarat kepada tuannya (7) |
| BUSKOTA | Bus yang melayani angkutan penumpang di dalam kota (7) |
| BUSTIER | Atasan ketat tanpa tali atau bertali transparan elastis, biasa dikenakan sebagai kutang atau pakaian dalam (Tata Busana) (7) |
| BUTEMBO | Kota di Republik Kongo (7) |
| BUTINGO | Penyakit pada tanaman tebu yang menyebabkan ruasnya terbelah (Gorontalo) (7) |
| BUTIRAN | Bulat-bulat kecil (7) |
| BUTIRAT | Garam atau ester asam butirat (Kimia) (7) |
| BUTULAN | Pintu (jalan) tembus dari samping atau dari belakang rumah atau halaman (7) |
| BUYUTAN | Selalu gemetar karena telah tua (7) |
| BUZULUK | Kota di Rusia (7) |
| CABIKAN | Hasil mencabik; carikan; robekan; sobekan (7) |
| CABIMAS | Kota di Venezuela (7) |
| CABINDA | Kota di Angola (7) |
| CABUTAN | Sesuatu (benda) yang sudah dicabut; hasil mencabut (7) |
| CABUYAO | Kota di Filipina (7) |
| CACADAN | Kayu penghubung bajak dan kerbau yang dijadikan pijakan pembajak (Sunda) (7) |
| CACADOR | Kota di Brasil (7) |
| CACAHAN | Hasil mencacah; gambar pada kulit yang dibuat dengan cara melukai dengan barang tajam atau runcing yang kemudian diwarnai; tato (7) |
| CACATAN | Celaan; cercaan (7) |
| CACERES | Kota di Spanyol (7) |
| CACIBAR | Burung (Eurostopodius temminckii) (7) |
| CAGARAN | Yang dicagarkan; jaminan; rungguhan (7) |
| CAHRAYA | Tempua (7) |
| CAIDIAN | Kota di Cina (7) |
| CAISSON | Gerobak pengangkut (ungkapan/Prancis); kotak yang kedap air, digunakan sebagai fondasi dalam pembangunan dalam air (ungkapan/Prancis) (7) |
| CAJAMAR | Kota di Brasil (7) |
| CAKEPAN | Teks lagu dalam karawitan (Musik/Jawa) (7) |
| CAKILAN | Sangkutan (7) |
| CAKPADI | Pipit padi; pipit uban; ciak (Munia malayensis maja) (7) |
| CAKRAYA | Tempua (Ploceus philippinus infortunatus) (7) |
| CAKUPAN | Hasil mencakup (menyauk); jangkauan; sebanyak tangan menyauk (7) |
| CALABAR | Kota di Nigeria (7) |
| CALACAH | Abu rokok (Sunda) (7) |
| CALAMBA | Kota di Filipina (7) |
| CALAPAN | Kota di Filipina (7) |
| CALARCA | Kota di Kolumbia (7) |
| CALECER | Batas sementara (berupa tonggak, pancang) pada tanah yang baru dibuka untuk ditanami dan sebagainya (7) |
| CALGARY | Kota di Kanada (7) |
| CALOBAK | Genangan air di dasar sungai saat musim kemarau (Sunda) (7) |
| CAMAQUA | Kota di Brasil (7) |
| CAMBANG | Rambut (bulu) yang tumbuh di pipi (7) |
| CAMBRIC | Linen putih tipis (ungkapan/Inggris) (7) |
| CAMBUNG | Mangkuk atau pinggan cekung (tempat nasi, buah, gulai, dan sebagainya); basi (Minangkabau) (7) |
| CAMILAN | Makanan kecil (kue, kolak, dan sebagainya); penganan; kudapan (7) |
| CAMPANA | Kota di Argentina (7) |
| CAMPANG | Kayuh; dayung; wadah kecil terbuat dari daun pandan kering untuk menyimpan rempah-rempah, gunting kecil, atau jimat yang diletakkan di ujung gendongan bayi, digunakan untuk melindungi bayi dari gangguan makhluk halus (Melayu Belitung) (7) |
| CAMPINA | Kota di Spanyol (7) |
| CAMPING | Koyak (robek, sobek) panjang; cabik (7) |
| CAMPNOU | Stadion utama FC Barcelona berkapasitas 115.000 penonton (7) |
| CAMPUNG | Terpenggal atau putus (tentang puncak atau ujung sesuatu); jatuh ke dalam air (Minangkabau) (7) |
| CAMRANH | Kota di Vietnam (7) |
| CANAIAN | Sesuatu yang sudah dicanai; hasil mencanai; pelatihan yang keras (kiasan) (7) |
| CANASTA | Permainan kartu, variasi dari remi (ungkapan/Spanyol) (7) |
| CANCANG | Pancang; mencancang (Jawa) (7) |
| CANDAAN | Hasil bercanda; gurauan; kelakar (7) |
| CANDALA | Rendah; hina; nista; merasa rendah diri (7) |
| CANDOLI | Perempuan yang bertugas menjaga dan menyediakan makanan dalam pesta (hajatan) (Sunda) (7) |
| CANDUNG | Parang yang dibuat dari satu batang besi yang bilah dan hulunya bersambung (7) |
| CANGGAH | Galah (tongkat dan sebagainya) yang ujungnya bercabang (untuk senjata, menggancu, dan sebagainya); dahan yang bercabang dua; piut (cucu dari cucu) (7) |
| CANGGAI | Canggal; kuku jari (terutama kelingking) yang dibiarkan panjang (untuk hiasan); kuku buatan (dari emas, perak) untuk hiasan jari; tanggai (7) |
| CANGGAL | Canggai; kuku jari (terutama kelingking) yang dibiarkan panjang (untuk hiasan); kuku buatan (dari emas, perak) untuk hiasan jari; tanggai; prasasti peninggalan kerajaan Mataram Kuno, dibuat pada masa pemerintahan Sanjaya tahun 654 Saka, berisi tentang peresmian lingga oleh raja untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya, ditulis dengan huruf Pallawa dalam bahasa Sanskerta (7) |
| CANGGIH | Banyak cakap; bawel; cerewet; suka mengganggu (ribut); tidak dalam keadaan yang wajar, murni, atau asli; kehilangan kesederhanaan yang asli (seperti sangat modern, rumit, ruwet, atau terkembang) (Teknik); banyak mengetahui atau berpengalaman (dalam hal-hal duniawi); bergaya intelektual (7) |
| CANGKAT | Agak tinggi dan melereng (tentang tanah); dangkal; cetek; tidak dalam (tentang air) (7) |
| CANGKIR | Mangkuk kecil yang bertelinga (tempat air teh atau kopi yang hendak diminum); jari cakar yang belakang (tentang burung, ayam, dan sebagainya) (Minangkabau) (7) |
| CANGKOK | Cabang (dahan) yang dijadikan akar untuk ditanam; sambungan atau pengganti anggota badan yang rusak; palsu; gadungan (kiasan) (7) |
| CANGKUK | Benda yang ujungnya melengkung merupakan kait (seperti gancu, angkus, sangkutan kelambu); obat yang dibuat dari bunga yang dikeringkan; pekasam ikan (Minangkabau) (7) |
| CANGKUL | Alat untuk menggali dan mengaduk tanah, dibuat dari lempeng besi dan diberi tangkai panjang untuk pegangan; pacul (7) |
| CANGKUM | Peluk; rangkum (7) |
| CANGKUP | Makan dari suap tangan ke dalam mulut dengan cara melempar (7) |
| CANKAYA | Kota di Turki (7) |
| CANNOCK | Kota di Inggris (7) |
| CANTING | Sibur kecil (untuk mencedok minyak, sayur, dan sebagainya); pencedok air (dibuat dari bambu dan sebagainya); alat untuk membatik berupa pencedok lilin cair yang bercerat, dibuat dari tembaga (7) |
| CANTRIK | Orang yang berguru kepada orang pandai (sakti); murid pendeta (pertapa) (Jawa); pengikut (Jawa) (7) |
| CAOLANH | Kota di Vietnam (7) |
| CAPAIAN | Hasil mencapai (7) |
| CAPELIN | Tudung kepala berbentuk kerucut yang dibuat dari anyaman bambu; caping; capil (7) |
| CAPGOME | Hari raya tahun baru Cina (tanggal 15 bulan kesatu), biasanya dirayakan dengan bermacam-macam pawai termasuk barongsai (7) |
| CAPIATA | Kota di Paraguay (7) |
| CAPJARI | Sidik jari; bekas tekanan jari (seperti jempol, tiga jari) sebagai pengesahan atau ganti tanda tangan; cap jempol (7) |
| CAPJIKI | Permainan judi dengan undian dua belas angka (huruf) (Cina) (7) |
| CAPLANG | Lebar (tentang telinga) (Melayu Jakarta) (7) |
| CARACAS | Ibu kota Venezuela (7) |
| CARACAT | Anak burung gelatik (Madura) (7) |
| CARDIFF | Kota di Inggris (7) |
| CARIKAN | Sobekan (kertas, kain, dan sebagainya) (7) |
| CARMONA | Kota di Filipina (7) |
| CARPINA | Kota di Brasil (7) |
| CARRARA | Kota di Italia (7) |
| CARTAGO | Kota di Kolumbia (7) |
| CARUARU | Kota di Brasil (7) |
| CARUBAN | Ibu kota Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur (7) |
| CARULUK | Buah pohon nira yang belum dikupas, berisi kolang-kaling (Sunda) (7) |
| CASCADE | Pegunungan di Oregon, Amerika Serikat; riam (Inggris) (7) |
| CASERTA | Kota di Italia (7) |
| CASORIA | Kota di Italia (7) |
| CASUQUO | Bilamana perlu; menurut hal; disingkat c.q. (ungkapan/Latin) (7) |
| CATALAO | Kota di Brasil (7) |
| CATALIS | Cat penghitam (pemalit) alis (7) |
| CATANIA | Kota di Italia (7) |
| CATATAN | Hasil mencatat; peringatan; syarat; kata di dalam sebuah buku yang masih perlu dijelaskan (kata itu diberi tanda, yang diulang pada tempat lain dan di belakang tanda diberi penjelasan, biasanya dicetak dengan huruf yang lebih kecil daripada teksnya) (Grafika) (7) |
| CATKUKU | Cat pewarna kuku; kuteks (7) |
| CATOKAN | Alat penjepit yang dilengkapi pemanas, digunakan untuk mempercepat pelurusan rambut yang keriting, bentuknya seperti capit makanan; catok (7) |
| CATUKEN | Gemeletuk suara gigi karena kedinginan (Jawa) (7) |
| CATURAN | Catur; sulaman yang berpetak-petak (7) |
| CATUTAN | Pendapatan (hasil) mencatut (7) |
| CAUCAIA | Kota di Brasil (7) |
| CAWOKAH | Senang berbicara tentang hal yang porno atau yang berkaitan dengan masalah berahi (Sunda) (7) |
| CAYENNE | Ibu kota Guyana Prancis (7) |
| CEBAKAN | Galian tambang; barang tambang (7) |
| CEBIKAS | Bunglon yang dapat melayang; cecak terbang; kubin (Draco volans) (7) |
| CECERAN | Hasil mencecerkan; cairan dan sebagainya (dalam jumlah yang tidak besar) yang mengalir atau keluar dari suatu wadah (7) |
| CECURUT | Tikus kecil yang berbau tidak sedap, hidup di tanah, pemakan serangga, bermoncong panjang, berbulu cokelat keabu-abuan, matanya kecil dan sipit; tikus kesturi; curut; celurut (Suncus murinus linnaeus) (7) |
| CEDILLA | Tanda ( ¸ ) di bawah huruf c yang menandai perubahan ucapannya, misalnya façade (ungkapan/Spanyol) (7) |
| CEGAHAN | Hasil mencegah (7) |
| CEGUKAN | Mengeluarkan bunyi “ceguk” dari kerongkongan (Jawa); mudah tersinggung dan merajuk (kiasan/Melayu Jakarta) (7) |
| CEKAKAK | Gelak tawa terbahak-bahak; raja udang (7) |
| CEKAKAN | Morfin berukuran paling kecil (0,08 g) yang diperdagangkan secara gelap (7) |
| CEKALAN | Pegangan (7) |
| CEKAMAN | Pegangan atau genggaman dengan cakar (kuku) atau tangan; cengkeraman; cengkaman; genggaman (kekuasaan, tekanan) (kiasan); hasil mencekam (kiasan) (7) |
| CEKARAU | Tumbuhan air (batangnya berlubang besar) (Minangkabau) (7) |
| CEKATAK | Kantung udara dalam perut ikan (Jawa) (7) |
| CEKATAN | Cepat mengerti; pintar; cerdik; cepat dan mahir melakukan sesuatu; gapah; tangkas (7) |
| CEKBANK | Cek yang ditarik oleh suatu bank atas bank yang lain (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| CEKERAU | Tumbuhan air (batangnya berlubang besar) (Minangkabau); cekarau (7) |
| CEKIBAR | Cecak yang diam di pohon-pohon dan pandai melayang; cecak terbang; kubin (Draco volans) (7) |
| CEKIKAN | Perbuatan mencekik; hasil mencekik (7) |
| CEKIKIK | Tiruan bunyi suara orang tertawa kecil agak tertahan-tahan (Jawa) (7) |
| CEKMEJA | Pengujian perangkat lunak atau spesifikasi melalui simulasi eksekusi perangkat lunak tersebut secara manual (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| CEKOKAN | Obat cekok; ajaran atau penerangan yang diterima begitu saja secara terus-menerus (kiasan) (7) |
| CELAPAK | Jatuh atau duduk mengangkang (7) |
| CELATUK | Bercelatuk; beromong-omong (berbual-bual, bersenda gurau, dan sebagainya) (7) |
| CELEBUK | Tiruan bunyi batu dan sebagainya yang jatuh ke air; pung (7) |
| CELEKAP | Memukul secara diam-diam (Melayu Belitung) (7) |
| CELEKEH | Kotor karena terlapis lumpur dan sebagainya; berselekeh (7) |
| CELEMEK | Kain kecil penutup baju pada dada anak kecil sebagai alat untuk menjaga kebersihan (dari ingus, makanan, dan sebagainya) (Jawa); kain penutup baju dari dada atau pinggang sampai ke lutut sebagai alat untuk menjaga kebersihan (dipakai pada waktu memasak, membersihkan rumah, dan sebagainya) (Jawa) (7) |
| CELENIT | Rasa sakit seperti digigit semut atau tersulut api rokok (Melayu Jakarta) (7) |
| CELEPAK | Jenis perahu mayang ukuran tanggung, lebih kecil daripada perahu, lebih besar daripada sampan atau jukung (Using) (7) |
| CELEPIK | Tiruan bunyi barang kecil (cecak, kertas, dan sebagainya) yang jatuh di lantai; sudut kertas atau kain yang berlipat sedikit (7) |
| CELEPUK | Tiruan bunyi barang kecil jatuh di lantai dengan keras; jenis burung hantu; jampuk (Bubo orientali) (7) |
| CELETOK | Sumber api dari serbuk kawung yang digosok dengan dua bilah bambu (Sunda) (7) |
| CELETUK | Ucapan spontan (7) |
| CELIBER | Ketidakmampuan memilah sesuatu yang baik dan pantas untuk dilakukan atau diucapkan (7) |
| CELOMES | Lemah; berpenyakitan; merana; cerewet; banyak omong (7) |
| CELOMOK | Coreng-moreng (mukanya) (7) |
| CELONOK | Kotor (7) |
| CELOPAR | Cerewet; bawel; banyak mulut (7) |
| CELOROT | Anak panah (Jawa); pintasan kilat; kilat (Jawa) (7) |
| CELOTEH | Obrolan atau percakapan yang tidak keruan (seperti percakapan anak kecil); ocehan (7) |
| CELSIUS | Satuan suhu yang berasal dari nama penemu Anders Celsius, digunakan untuk suhu termometer yang memperlihatkan air membeku pada 0° dan mendidih pada 100° dalam keadaan normal (7) |
| CELUPAK | Pelita, dibuat dari mangkuk tanah liat yang kecil, dengan minyak kelapa sebagai bahan bakarnya (Minangkabau) (7) |
| CELUPAN | Hasil mencelup atau mencelupkan; sesuatu yang dicelupkan (7) |
| CELURAN | Hasil mencelur; yang dicelur (7) |
| CELURIT | Sabit; senjata tradisional khas Madura yang bentuknya melengkung seperti sabit, biasa digunakan untuk bertarung atau mempertahankan diri (7) |
| CELURUT | Tikus kecil yang berbau tidak sedap, hidup di tanah, pemakan serangga, bermoncong panjang, berbulu cokelat keabu-abuan, matanya kecil dan sipit; cucurut; curut; tikus kesturi (Suncus murinus linnaeus) (7) |
| CELUTAK | Suka makan sesuatu yang tidak layak karena bukan hak atau jatahnya (Jawa); suka menggoda wanita dan istri orang lain (kiasan) (7) |
| CELUTUK | Burung rawa, seperti belekok, pemakan binatang kecil-kecil yang terdapat di lumpur; kedidi; berkik (Capella sternurs) (7) |
| CEMARAN | Sesuatu yang tercemar (7) |
| CEMBUNG | Membusung bulat (tentang pipi, dan sebagainya); melengkung ke luar (pipi dan sebagainya); berbentuk tonjolan melengkung setengah bola; tidak cekung (tentang lensa) (7) |
| CEMBURU | Kurang percaya; curiga (karena iri hati); merasa tidak atau kurang senang melihat orang lain beruntung dan sebagainya; sirik; iri (7) |
| CEMETUK | Pemberian (menurut adat) (7) |
| CEMOMOT | Cemong (7) |
| CEMPAKA | Pohon, tinggi hingga 25 m, kayu teras dapat dibuat sarung senjata yang indah, bunganya berwarna kuning dan berbau harum; cempaka kuning; kantil (Michelia champaca); batu permata yang warnanya kuning muda (7) |
| CEMPALA | Lancang; kayu (alat) pemukul kotak wayang (Jawa) (7) |
| CEMPANA | Pohon, tingginya hingga 25 m, kayunya awet dan jarang dimakan rayap, digunakan sebagai penyangga atap, biji buahnya dibuat salep untuk obat penyakit bawasir (Teysmanniodendron pteropodum) (7) |
| CEMPERA | Cerai-berai (7) |
| CEMPING | Sobekan kain; perca (7) |
| CEMPRES | Alat musik gamelan seperti saron, mempunyai kurang lebih empat belas bilah, digunakan dalam gamelan degung (Musik) (7) |
| CEMPUNG | Tiruan bunyi barang jatuh ke air (7) |
| CENCALA | Burung pemakan serangga yang menyerupai murai dengan ukuran tubuh sekitar 19 cm, tubuh bagian atas berwarna abu-abu jelaga, alis, dagu, dan leher berwarna putih, tubuh bagian bawah berwarna putih, ujung bulu ekor berwarna putih, memiliki garis hitam pada dada (Rhipidura javanica); lancang mulut (7) |
| CENCANG | Potong kecil-kecil (halus-halus) (7) |
| CENCARU | Ikan payau dan laut, panjang mencapai 80 cm, berat mencapai 4 kg, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 20–100 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik (Afrika Timur sampai Jepang dan Australia) (Megalaspis cordyla) (7) |
| CENCAWI | Burung berkicau, berbulu hitam atau abu-abu, postur tegak, ekor panjang dan ujungnya bercabang, berhabitat di hutan dan kebun, pemakan serangga; cawi-cawi (Dicrurus spp.) (7) |
| CENDALA | Hina; buruk; keji; cabul (7) |
| CENDANA | Pohon yang kayunya keras dan berbau harum (Santalum album); kayu cendana (7) |
| CENDANG | Juling (Minangkabau) (7) |
| CENDERA | Nyenyak (tentang tidur) (7) |
| CENDUAI | Guna-guna (mantra) untuk memikat hati perempuan (7) |
| CENGANG | Heran; kagum (7) |
| CENGENG | Mudah menangis; suka menangis; mudah tersinggung (terharu dan sebagainya); lemah semangat; tidak dapat mandiri (7) |
| CENGGEK | Tenggek; bertenggek; duduk di tempat yang agak tinggi (seperti kera atau burung hinggap di atas dahan kayu); bertengger; terletak miring (tentang peci di kepala) (7) |
| CENGGER | Daging yang tumbuh di kepala ayam; balung; jengger; tulang (Jawa); hantu yang berupa ular besar yang melancar di air; hantu badai; tempat menyepuh parang (Melayu Riau) (7) |
| CENGKAL | Satuan ukuran panjang sekitar 3,75 m atau 12 kaki; tombak (Jawa); tongkat penopang kain sarung yang dipakai oleh anak yang dikhitankan (Jawa) (7) |
| CENGKAM | Genggaman (pegangan) dengan cakar (kuku); cengkeraman; genggaman (kekuasaan, penindasan, pemerasan) (kiasan); pegang dengan cakar (kuku) (7) |
| CENGKAR | Gersang; tandus (7) |
| CENGKAU | Perantara dalam perdagangan; pialang; makelar (Cina) (7) |
| CENGKEH | Tanaman industri, tinggi pohon mencapai 10 m, daunnya rimbun, bunganya (buahnya) berbau harum dan rasanya pedas segar, digunakan sebagai rempah-rempah, isi rokok keretek, dan sebagainya; cengkih (Syzygium aromaticum) (7) |
| CENGKEK | Kecil atau genting (di tengah) (7) |
| CENGKIH | Tanaman industri, tinggi pohon mencapai 10 m, daunnya rimbun, bunganya (buahnya) berbau harum dan rasanya pedas segar, digunakan sebagai rempah-rempah, isi rokok keretek, dan sebagainya; cengkeh (Syzygium aromaticum); kartu besar (untuk berjudi) yang bergambar bunga cengkih (7) |
| CENGKIK | Anak kakap hitam (Jawa) (7) |
| CENGKIR | Buah kelapa yang masih muda; mumbang (Jawa) (7) |
| CENGKOK | Bengkok; kelok; logat (bahasa); irama lagu; kera; cigak; tempat merajang tembakau (7) |
| CENGKOL | Belok; tikung; keluk; tidak lurus (tentang jalan); pengkol (7) |
| CENGUNG | Tercengung; tertegun karena keheranan, terkejut, dan sebagainya; melengung; tercengang (7) |
| CENTANG | Tanda koreksi, bentuknya seperti huruf v atau tanda cawang; pukul; pematang yang melengkung, tidak lurus (Sunda) (7) |
| CENTENG | Penjaga rumah (pabrik, gudang, dan sebagainya) pada waktu malam dan sebagainya; penjaga malam; mandor di tanah partikelir; tukang pukul bayaran (Melayu Jakarta); pengawas pada penjualan candu (Melayu Jakarta) (7) |
| CENTONG | Cedok yang bertangkai (seperti gayung, sibur) (7) |
| CENTUNG | Sejambak rambut pada kepala burung dan sebagainya; jambul; ujung rambut pada rambut (pendek) yang berikat (7) |
| CEPALAN | Ancaman hukuman terhadap delik adat yang berupa denda apabila hukuman dijatuhkan (7) |
| CEPATAN | Cepat (lekas) sedikit (7) |
| CEPEKAN | Uang senilai seratus (ribu) rupiah (7) |
| CEPIRIT | Buang air besar di celana tanpa sengaja, biasanya keluarnya sedikit-sedikit (7) |
| CERABAH | Tidak sedap dipandang mata (karena tidak rapi dan sebagainya); ceroboh (7) |
| CERABIH | Banyak omong (7) |
| CERABUT | Lepas; cabut (7) |
| CERACAK | Berceracak; bercerancang; mencuar-cuar tajam (tinggi-tinggi); kayu tempat menggantung timba dan air pencuci kaki di dekat tangga rumah (Aceh) (7) |
| CERACAM | Menceracam; melakukan sesuatu tanpa perhitungan (secara nekat, asal berani); membabi buta (7) |
| CERACAP | Bunyi seperti canang kecil atau angklung kayu (7) |
| CERACAU | Igauan; ocehan (7) |
| CERAKIN | Peti yang di dalamnya berkotak-kotak, tempat menyimpan bahan obat-obatan; pendadah; pohon kecil, akarnya memanjang, bijinya sebagai obat pencahar; cemekian (Croton tiglium) (7) |
| CERAMAH | Pidato oleh seseorang di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya; suka bercakap-cakap (tidak pendiam); ramah; cerewet; banyak cakap; nyinyir (7) |
| CERAMBE | Luka dengan darah yang masih mengalir (Melayu Belitung) (7) |
| CERAMUK | Kecamuk (7) |
| CERAPAN | Sesuatu yang dicerap atau yang diterima dengan indra; tanggapan (7) |
| CERATAN | Cerat yang kecil (7) |
| CERATUK | Berceratuk; duduk dengan kepala menunduk sedikit; tercatuk (7) |
| CERAWAT | Kembang api yang digunakan sebagai alat isyarat dalam keadaan darurat; panah api (7) |
| CERBUNG | Cerita bersambung (akronim) (7) |
| CERECEK | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 29 cm, tubuhnya pipih memanjang dan pipinya berpori, tidak bersungut, terdapat bulatan hitam pada pangkal ekor, sisiknya berbintik hingga membentuk pola garis, tersebar di perairan Indocina, Malaysia, Myanmar, dan Indonesia (Sumatra dan Kalimantan); engkaras; keperas (Cyclocheilicthys apogon) (7) |
| CEREMAI | Pohon kecil batangnya lurus bercabang-cabang, kayunya mudah patah, daunnya sejajar, buahnya kecil-kecil, bentuknya bulat kecil dan beralur, berwarna kuning, dan rasanya masam; cermai (Phyllanthus acidus) (7) |
| CEREWET | Suka mencela (mengomel, mengata-ngatai, dan sebagainya); banyak mulut; nyinyir; bawel (7) |
| CERICAP | Burung kecil yang elok bulunya; kelicap (7) |
| CERICAU | Bercericau; beromong kosong (7) |
| CERICIP | Bunyi gersik yang terus-menerus (7) |
| CERIGAN | Wadah keris yang dikenakan di pinggang (Sanskerta) (7) |
| CERIWIS | Sangat suka bercakap-cakap; banyak omong (7) |
| CERLANG | Cahaya terang (7) |
| CERLING | Pandangan mata ke sebelah kanan atau kiri tanpa menggerakkan kepala, tetapi hanya menggerakkan bola mata ke arah sudut mata sebelah kanan atau kiri; kerling (7) |
| CERNAAN | Hasil mencerna (7) |
| CEROBOH | Tidak sopan; kasar (kurang ajar dan sebagainya); keji; sembrono; tidak berhati-hati; tidak cermat; tidak dipikirkan baik-baik; tidak rapi; tidak bersih; gabas (7) |
| CEROCOK | Pancang-pancang yang dipasang di tepi laut; tembok tumpuan arus (pengempang ombak); pangkalan di pelabuhan; jembatan di tepi laut atau yang menjorok ke laut; corong; cerat; pembuluh (Minangkabau) (7) |
| CEROCOS | Mencerocos; berbicara terus-menerus (7) |
| CEROROT | Penganan, dibuat dari tepung beras yang dicampur gula merah dan santan, dibungkus dengan daun kelapa yang dibentuk seperti kerucut (Sasak) (7) |
| CEROTEH | Lempar, banting; rengek (7) |
| CEROWOK | Garuk (7) |
| CERUCUH | Jenis perahu (7) |
| CERUCUP | Berbentuk seperti kerucut; lancip; rumput tahunan, bulirannya berujung tajam dan mudah menempel pada pakaian atau bulu-bulu binatang, rumput yang muda dijadikan makanan ternak; bajang-bajang; kalakanji; rumput jarum; temucut; kemuncup (Chrysopogen aciculatus); alat tangkap udang yang terbuat dari bambu bulat dengan panjang sekitar 40-50 cm dan berdiameter 10 cm (Melayu Belitung) (7) |
| CERUDIK | Selalu ingin tahu urusan orang lain (7) |
| CERUKAN | Jumlah penarikan yang melebihi dana yang tersedia pada akun giro (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| CETAKAN | Sesuatu yang telah dicetak; hasil mencetak; penerbitan (buku dan sebagainya); acuan (kue dan sebagainya); sesuatu yang sudah jadi; bentukan (kiasan) (7) |
| CETERIA | Anak raja; satria (7) |
| CETUSAN | Bunga api yang terloncat; kilatan api; hasil mencetuskan (pernyataan, perasaan, kehendak, gagasan, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| CHAKWAL | Kota di Pakistan (7) |
| CHANGDE | Kota di Cina (7) |
| CHANGJI | Kota di Cina (7) |
| CHANGLI | Kota di Cina (7) |
| CHANGTU | Kota di Cina (7) |
| CHAPECO | Kota di Brasil (7) |
| CHATHAM | Kota di Inggris (7) |
| CHEKHOV | Kota di Rusia (7) |
| CHELSEA | Juara Piala Dunia sepak bola antarklub tahun 2021 yang digelar tahun 2022; kota di Inggris (7) |
| CHENGDE | Kota di Cina (7) |
| CHENGDU | Kota di Cina; kota tempat berlangsung kejuaraan Piala Thomas dan Piala Uber 2024 (7) |
| CHENNAI | Kota di India (7) |
| CHEONAN | Kota di Korea Selatan (7) |
| CHESTER | Kota di Inggris (7) |
| CHIBUTO | Kota di Mozambik (7) |
| CHICAGO | Kota terbesar negara bagian Illinois, Amerika Serikat (7) |
| CHIFENG | Kota di Cina (7) |
| CHIKHLI | Kota di India (7) |
| CHILLAN | Kota di Chili (7) |
| CHIMBAS | Kota di Argentina (7) |
| CHIMOIO | Kota di Mozambik (7) |
| CHINIOT | Kota di Pakistan (7) |
| CHIPATA | Kota di Zambia (7) |
| CHIPLUN | Kota di India (7) |
| CHIRALA | Kota di India (7) |
| CHITOSE | Kota di Jepang (7) |
| CHIZHOU | Kota di Cina (7) |
| CHOLOMA | Kota di Honduras (7) |
| CHOLULA | Kota di Meksiko (7) |
| CHORZOW | Kota di Polandia (7) |
| CHOSICA | Kota di Peru (7) |
| CHUNIAN | Kota di Pakistan (7) |
| CHUZHOU | Kota di Cina (7) |
| CIANJUR | Kabupaten di Provinsi Jawa Barat; ibu kota Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat (7) |
| CIBIRAN | Ejekan (7) |
| CICILAN | Uang untuk mencicil (utang dan sebagainya); angsuran (7) |
| CICINDA | Cicit (untuk menyatakan hormat); cinda (7) |
| CIDUKAN | Hasil menciduk (7) |
| CIENAGA | Kota di Kolumbia (7) |
| CIKADAS | Tonggeret; uir-uir; cenggeret (7) |
| CIKURAY | Gunung tertinggi di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang bentuknya menyerupai kerucut (7) |
| CIKUTAN | Terteguk-teguk; tersedak (biasanya habis makan, karena tidak minum); cegukan (Melayu Jakarta) (7) |
| CILACAP | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan sebutan Kota Bercahaya; ibu kota Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (7) |
| CILEGON | Kota di Provinsi Banten, terkenal dengan sebutan Kota Baja (7) |
| CILUKBA | Permainan anak kecil dengan cara menutup dan membuka mata dengan telapak tangan (7) |
| CIMPAGA | Ayam burik, bercorang-coreng putih-hitam atau putih-merah (Kulisusu) (7) |
| CINAGAN | Butiran tanah halus pada air (biasanya air yang bersumber dari rawa) (Minangkabau) (7) |
| CINCANG | Cencang (7) |
| CINCONG | Perbuatan yang tidak sewajarnya; tingkah; ulah; banyak bicara; cerewet (7) |
| CINDAKU | Orang yang dapat menjadi harimau jadi-jadian (Minangkabau) (7) |
| CINEMBU | Pakaian adat pengantin Karo (Batak) (7) |
| CINGKAT | Buah kelapa yang masih muda; mumbang (7) |
| CINGKEH | Tanaman industri, tinggi pohon mencapai 10 m, daunnya rimbun, bunganya (buahnya) berbau harum dan rasanya pedas segar, digunakan sebagai rempah-rempah, isi rokok keretek, dan sebagainya; cengkih (Syzygium aromaticum) (7) |
| CIPTAAN | Yang diciptakan; hasil mencipta (7) |
| CIREBON | Kota di Provinsi Jawa Barat, terkenal dengan sebutan Kota Udang, Kota Petis atau Kota Wali; kabupaten di Provinsi Jawa Barat, ibu kotanya Sumber (7) |
| CIREMAI | Gunung api soliter dengan kawah ganda (barat dan timur), merupakan gunung tertinggi (3.084 mdpl) di Jawa Barat, terletak di wilayah administratif Kabupaten Kuningan dan Majalengka (7) |
| CITRAAN | Cara membentuk citra mental pribadi atau gambaran sesuatu; kesan atau gambaran visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa dan puisi (Sastra) (7) |
| CLAMART | Kota di Prancis (7) |
| CLIFTON | Kota di Amerika Serikat (7) |
| COCOLAN | Sesuatu (sambal, saus, dan sebagainya) yang dicocol (7) |
| COIMBRA | Kota di Portugal (7) |
| COKEKAN | Cokek (Melayu Jakarta); ragam irama pengiring ronggeng Betawi (7) |
| COKELAT | Pohon yang termasuk jenis tanaman daerah panas, tingginya antara 5–6 m, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pada batang yang besar, bentuknya lonjong, panjangnya antara 15–20 cm, mengandung biji seperti kacang-kacangan antara 50–100 biji, biasa diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lain (Theobroma cacao); bubuk dari biji cokelat; gula-gula yang dibuat dari bubuk cokelat; merah kehitam-hitaman seperti warna sawo matang; mengandung warna cokelat (7) |
| COKETAN | Alat penggulung senar atau benang, terbuat dari bambu berujung runcing, bagian bawah berbentuk setengah lingkaran, untuk memperbaiki jaring (Madura) (7) |
| COKORDA | Gelar bangsawan (golongan atau kasta kesatria) di Bali (7) |
| COLEKAN | Sentuhan; gamitan (palitan) dengan ujung jari; hasil mencolek (7) |
| COLENAK | Dicocol enak; penganan, dibuat dari singkong yang dibakar dan dicocolkan ke kinca (cairan dari gula merah) (akronim/Sunda) (7) |
| COLETAN | Pemberian warna pada bidang hiasan (tentang batik) dengan menggunakan kuas (7) |
| COLOKAN | Tampuk lampu listrik; piting (7) |
| COLOMBO | Kota di Brasil (7) |
| COMBONG | Pisau (sikin) yang berlubang pada bilahnya (dianggap bertuah) (Melayu Jakarta); gadis yang sudah tidak perawan (Sunda) (7) |
| COMELAN | Gerutu; omelan (7) |
| COMILLA | Kota di Bangladesh (7) |
| COMITAN | Kota di Meksiko (7) |
| COMOTAN | Hasil mencomot (7) |
| COMPENG | Sobek-sobek (koyak-koyak) pada tepinya (tentang pakaian, kertas, dan sebagainya) (7) |
| COMPTON | Kota di Amerika Serikat (7) |
| COMRANG | Nama kembang honje atau kecombrang (Sunda) (7) |
| CONAKRY | Ibu kota Guinea (7) |
| CONCONG | Menconcong; berjalan terus dengan tidak menoleh ke kanan atau ke kiri (7) |
| CONCORD | Ibu kota negara bagian New Hampshire, Amerika Serikat (7) |
| CONDONG | Miring (tentang barang yang tegak); bergeser dari titik kulminasi (tentang matahari); cenderung (kepada); memihak (kepada); suka atau tertarik hatinya (kepada); parang tanpa gagang (Melayu Medan) (7) |
| CONGGET | Tercongget-congget; terangkat-angkat naik turun (tentang ekor burung dan sebagainya) (7) |
| CONGGOK | Tegak; congok (7) |
| CONGKAK | Merasa dan bertindak dengan memperlihatkan diri sangat mulia (pandai, kaya, dan sebagainya); sombong; pongah; angkuh; jemawa; kulit lokan yang dipakai dalam permainan, ada bermacam-macam seperti - baiduri, - putih; permainan dengan kulit lokan (biji-bijian dan sebagainya) dan kayu yang bentuknya seperti perahu yang berlubang-lubang (di Jawa disebut dakon) (7) |
| CONGKEL | Alat yang dipakai untuk mengorek (mengeluarkan sesuatu dari lubang, melepaskan sesuatu yang melekat, dan sebagainya); cungkil (7) |
| CONGKOK | Harimau loreng di Sumatra (Panthera tigris); harimau campa (7) |
| CONGSAM | Model pakaian wanita Cina (7) |
| CONSOLE | Meja atau panel untuk mengontrol peralatan elektronik (ungkapan/Inggris) (7) |
| CONTENG | Coret (palit) dengan jelaga, arang, dan sebagainya; coreng (7) |
| CONTONG | Pembungkus atau wadah (dari daun atau kertas) yang berbentuk kerucut; basung (Jawa) (7) |
| COPIAPO | Kota di Chili (7) |
| CORDOBA | Kota di Spanyol, Argentina, dan Meksiko (7) |
| CORETAN | Hasil mencoret; hal (cara, perbuatan) mencoret; buah pena; karangan (ringkas) (7) |
| CORONEL | Kota di Chili (7) |
| CORUMBA | Kota di Brasil (7) |
| COSENZA | Kota di Italia (7) |
| COSLADA | Kota di Spanyol (7) |
| COTONOU | Kota di Benin (7) |
| COTTBUS | Kota di Jerman (7) |
| COULOMB | Satuan muatan listrik di dalam sistem internasional; dilambangkan dengan huruf C (ungkapan/Prancis) (7) |
| COUTURE | Usaha merencanakan, membuat, dan menjual pakaian wanita mode terakhir (ungkapan/Prancis) (7) |
| COWOKAN | Pajak tidak resmi (7) |
| COZUMEL | Kota di Meksiko (7) |
| CRAIOVA | Kota di Rumania (7) |
| CRATEUS | Kota di Brasil (7) |
| CRAWLEY | Kota di Inggris (7) |
| CREMONA | Kota di Italia (7) |
| CRETEIL | Kota di Prancis (7) |
| CREWCUT | Model potongan rambut yang sangat pendek sehingga menyerupai bulu sikat (ungkapan/Inggris) (7) |
| CRICKET | Kriket (Inggris); salah satu cabang olahraga PON XX Papua 2021 (Inggris) (7) |
| CRIPING | Keripik (kentang, singkong, dan sebagainya) (7) |
| CROONER | Penyanyi yang menyanyi dengan suara lembut yang disesuaikan dengan sistem pengeras suara (ungkapan/Inggris) (7) |
| CROYDON | Kota di Inggris (7) |
| CUACARU | Warna putih pada tifa khas Kimaam, melambangkan matahari terbit dan matahari terbenam (Kimaam) (7) |
| CUAUTLA | Kota di Meksiko (7) |
| CUBATAO | Kota di Brasil (7) |
| CUBITAN | Perbuatan mencubit; getilan; hasil mencubit (7) |
| CUCUNDA | Cucu Anda (kependekan); cucu (untuk menyatakan takzim atau hormat) (7) |
| CUCURAK | Munggahan (Sunda) (7) |
| CUCURAN | Hasil mencucurkan; yang dicucurkan; tepi atap tempat air hujan memancur turun (7) |
| CUCURUT | Tikus kecil yang berbau tidak sedap, hidup di tanah, pemakan serangga, bermoncong panjang, berbulu cokelat keabu-abuan, matanya kecil dan sipit; celurut; curut; tikus kesturi (Suncus murinus linnaeus) (7) |
| CUKILAN | Pembuatan gambar atau hiasan pada kayu dengan cara memahat, melubangi, mengukir kayu tersebut dengan pahat; hasil mencukil; pahatan (7) |
| CUKIMAI | Puki makmu (dipakai untuk cacian) (7) |
| CUKUPAN | Sedang-sedang saja; tidak kurang dan tidak berlebih-lebihan; lumayan (7) |
| CULIKAN | Hasil menculik (7) |
| CUMBUAN | Kata-kata manis; bujukan; lelucon; senda gurau (7) |
| CUMEPAK | Sudah tersedia dan mudah diambil (Jawa) (7) |
| CUMSUIS | Dengan kawan-kawan; dengan sekutunya; disingkat c.s. (ungkapan/Latin) (7) |
| CUNDANG | Hasutan (Minangkabau); mencundang; mengeluarkan perkataan yang pedas-pedas yang dapat menyakiti hati orang yang mendengarnya; menghasut (7) |
| CUNDRIK | Badik; sikin (Jawa); keris kecil yang biasanya disisipkan di bagian yang tersembunyi (7) |
| CUNGKAI | Sesuatu yang terjadi sesuai dengan prasangka (7) |
| CUNGKIL | Alat yang dipakai untuk mengorek (mengeluarkan sesuatu dari lubang, melepaskan sesuatu yang melekat, dan sebagainya) (7) |
| CUNGKUP | Bangunan beratap di atas makam sebagai pelindung makam; rumah kubur (Jawa) (7) |
| CUNIHIN | Suka menggoda atau berbuat kurang sopan kepada lawan jenis (tentang laki-laki) (Sunda) (7) |
| CURAHAN | Sesuatu yang dicurahkan (seperti hujan); hasil mencurahkan; hidrometer yang terdiri atas kumpulan partikel air dalam bentuk cair atau padat, yang jatuh dari awan atau kelompok awan dan mencapai permukaan bumi (Meteorologi) (7) |
| CURAIAN | Hasil mencuraikan; uraian; paparan (7) |
| CURIWIS | Bunga rumput gelagah (Sunda) (7) |
| CURVELO | Kota di Brasil (7) |
| CUTLERY | Alat-alat tajam yang dipakai sebagai peranti makan untuk memotong dan makan hidangan seperti pisau, garpu (ungkapan/Inggris) (7) |
| CUTTACK | Kota di India (7) |
| CZECHIA | Negara yang terletak di Eropa Tengah, beribu kota Praha yang mengganti nama negara lamanya Republik Ceko sejak tanggal 15 Mei 2023 (7) |
| DABWALI | Kota di India (7) |
| DACCORD | Menyetujui; setuju (tentang perjanjian, kontrak dan sebagainya) (ungkapan/Prancis) (7) |
| DADAKAN | Sesuatu yang dilakukan secara tiba-tiba; (datang) dengan tiba-tiba (7) |
| DADUKOU | Kota di Cina (7) |
| DAEJEON | Kota di Korea Selatan (7) |
| DAGELAN | Lawakan; pertunjukan jenaka; hasil mendagel (7) |
| DAGUPAN | Kota di Filipina (7) |
| DAHANAM | Bunyi yang kuat; gelegar (7) |
| DAHOMEY | Kerajaan di Afrika yang ditaklukkan Perancis pada abad ke-19; sekarang terletak di daerah Benin (7) |
| DAHRIAH | Orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan; ateis (Arab) (7) |
| DAHSYAT | Mengerikan; menakutkan; hebat; amat sangat; takut; bingung; ketakutan; kebingungan (kiasan) (7) |
| DAKOCAN | Boneka yang terbuat dari karet dan seluruh tubuhnya diberi warna hitam, diberi anting-anting bulat dan besar (7) |
| DAKSINA | Selatan; kanan (7) |
| DAKTILO | Bentuk terikat jari (7) |
| DAKWAAN | Yang didakwakan; tuntutan perkara; tuduhan (7) |
| DALALAH | Perempuan yang memperhubungkan laki-laki dan perempuan dengan memperoleh uang jasa; induk semang perempuan lacur; nenek kebayan; comblang; pinang muda; muncikari; jaruman; barua (Arab); penunjuk jalan wanita (Arab); petunjuk yang benar mengenai makna isi Al-Qur'an (Arab) (7) |
| DALALAT | Kesesatan (Arab) (7) |
| DALAMAN | Semua yang ada dalam perut atau bagian perut (seperti babat, usus, paru-paru, hati); jeroan; visera; pakaian yang dikenakan di bagian dalam (7) |
| DALEMAN | Tanah milik pembesar kerajaan Madura (7) |
| DALIANG | Kota di Cina (7) |
| DALUANG | Kain atau kertas dibuat dari kulit pohon; saeh; jerat burung yang dipasang pada sarangnya (Minangkabau) (7) |
| DALUMAN | Cincau (Tata Boga) (7) |
| DAMBAAN | Sesuatu yang didambakan; keinginan yang kuat (7) |
| DAMBONG | Gelar untuk kepala suku Dayak Ngaju, artinya 'mahir dan bijak dalam bertindak' (Dayak) (7) |
| DAMGHAN | Kota di Iran (7) |
| DAMOTIN | Dinamit amonia gelatin (digunakan sebagai bahan peledak) (Teknik) (7) |
| DAMPAIN | Sakit yang disebabkan melanggar pantangan, biasanya berlangsung selama dua sampai tiga hari (Dayak) (7) |
| DAMPENG | Bersilat beramai-ramai berdekat-dekat membentuk sebuah lingkaran (lingkungan) dengan diiringi nyanyian (Minangkabau) (7) |
| DAMPING | Dekat; karib; rapat (tentang persaudaraan dan sebagainya) (7) |
| DAMPRAT | Caci(an); cerca (7) |
| DAMPUNG | Tiruan bunyi orang memukul besi (7) |
| DAMSABO | Dam yang berfungsi mengontrol luncuran lahar dingin (7) |
| DANBURY | Kota di Amerika Serikat (7) |
| DANDANG | Periuk besar untuk mengukus nasi dan makanan lainnya, biasanya dibuat dari tembaga atau aluminium; wadah terbuka atau bertutup untuk menguapkan zat cair atau membangkitkan uap air; perahu yang dibuat dari sebatang kayu yang besar; dendang; gagak; dendang (7) |
| DANDELI | Kota di India (7) |
| DANDONG | Kota di Cina (7) |
| DANGDUT | Jenis dan irama musik yang ditandai oleh pukulan tetap bunyi gendang rangkap yang memberikan bunyi dang pada hitungan ke-4 dan dut pada hitungan ke-1 dari birama berikut (Musik) (7) |
| DANGKAL | Tidak dalam (tentang sungai dan sebagainya); tohor; cetek; belum paham atau belum mendalam benar (tentang pengetahuan dan sebagainya); belum meresap benar (kiasan); keras dan tidak baik masaknya (tentang buah-buahan) (Melayu Jakarta); tidak berair dan tidak subur (tentang tanaman) (Melayu Jakarta); tebal hati tidak lemah lembut (kiasan/Melayu Jakarta); terbengkalai; tanggung-tanggung (tentang pekerjaan) (kiasan/Melayu Jakarta) (7) |
| DANGKAP | Dekap (7) |
| DANGKAR | Dangkal; tohor; cetek; gulung; sangat berani; dakar (7) |
| DANSHUI | Kota di Cina (7) |
| DANUSAN | Barang yang dijual untuk berdanus (7) |
| DANYANG | Hantu penjaga (rumah, pohon, dan sebagainya) (7) |
| DAPATAN | Pendapatan; perolehan (7) |
| DAPITAN | Kota di Filipina (7) |
| DAPODIK | Data pokok pendidikan (akronim) (7) |
| DARATAN | Tanah yang luas (sebagai lawan laut atau pulau) (7) |
| DARAYYA | Kota di Suriah (7) |
| DARBUKA | Alat musik perkusi sejenis gendang berbentuk seperti piala atau jam pasir, berasal dari Timur Tengah (7) |
| DARPANA | Cermin yang dalam seni arca berbentuk bundar atau lonjong dengan tangkai yang dipahat dengan bagus (7) |
| DARURAT | Keadaan sukar (sulit) yang tidak tersangka-sangka (dalam bahaya, kelaparan, dan sebagainya) yang memerlukan penanggulangan segera; keadaan terpaksa; keadaan sementara (7) |
| DASARAI | Sebutan atau gelar untuk bangsawan suku Buna (Benuaq) (7) |
| DASARAN | Yang menjadi dasar (7) |
| DASOGUZ | Kota di Turkmenistan (7) |
| DASSEIN | Keadaan yang sebenarnya pada waktu sekarang; eksistensi (ungkapan/Jerman) (7) |
| DASTARI | Kain yang berwarna putih yang dililit di tengah penutup kepala, biasa digunakan oleh imam atau khatib salat (Bacan) (7) |
| DATARAN | Tanah yang datar; lapangan; padang (7) |
| DAUNTAU | Tumbuhan jenis palem (Livistona tahanensis) (7) |
| DAUNTEH | Daun dari Camelia sinensis yang pucuknya dilayukan dan dikeringkan (di pabrik dan sebagainya) (7) |
| DAWELOR | Suku bangsa yang berasal dari atau mendiami wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku (7) |
| DAWUKOU | Kota di Cina (7) |
| DAYAAIR | Potensi yang terkandung dalam air atau pada sumber air, dapat memberikan manfaat ataupun kerugian bagi kehidupan dan penghidupan manusia serta lingkungan (7) |
| DAYANGO | Tarian pengobatan tradisional Gorontalo, penari dalam keadaan kesurupan sehingga dapat menari di atas bara api, dilakukan untuk mengobati orang yang penyakitnya parah dan sudah lama tidak sembuh (Gorontalo) (7) |
| DAYAREM | Daya abar (7) |
| DAZAIFU | Kota di Jepang (7) |
| DAZHONG | Kota di Cina (7) |
| DEAMINO | Pemecahan amonia dari asam amino dan protein, dengan pembentukan asam lemak yang sepadan (Kimia) (7) |
| DEBARAN | Gerakan (7) |
| DEBITUR | Orang atau lembaga yang berutang kepada orang atau lembaga lain (7) |
| DEBUTAN | Orang yang memulai tampil (tentang artis dan sebagainya); pemula (7) |
| DEDANGO | Cabang kayu yang sudah mati dan membusuk (Gayo) (7) |
| DEDAPUR | Perangkat dapur berbentuk lemari kabinet tempat menyimpan perlengkapan dapur dan dilengkapi dengan peralatan yang menunjang untuk kegiatan memasak (7) |
| DEDEMIT | Makhluk halus yang jahat dan suka mengganggu manusia; roh jahat (7) |
| DEDERUK | Burung yang hidup berpasangan, kadang-kadang membentuk kelompok kecil, dan bersuara merdu (ada macam-macam); tekukur (7) |
| DEDIKUT | Pemberian berupa rumah, kebun, dan sebagainya dari orang tua angkat kepada anak yang akan diadopsi (Minahasa Tonsea) (7) |
| DEDUKSI | Penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum; penyimpulan dari yang umum ke yang khusus; pengurangan setiap biaya dari pendapatan (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| DEFACTO | Menurut kenyataan yang sesungguhnya (tentang pengakuan atas suatu pemerintahan); menurut hakikatnya (ungkapan/Latin) (7) |
| DEFENSI | Pembelaan (Kemiliteran); proses alam bawah sadar seseorang untuk menghindarkan dirinya dari kecemasan, dipermalukan, tidak percaya diri, dan lain-lain, termasuk bentuk penipuan terhadap diri sendiri (Psikologi) (7) |
| DEFINIT | Tertentu; pasti (7) |
| DEFISIT | Kekurangan (dalam anggaran belanja); defisiensi atau gangguan pada fungsi mental atau fisik (Psikologi) (7) |
| DEFLASI | Penambahan nilai mata uang, antara lain, dengan pengurangan jumlah uang kertas yang beredar dengan tujuan mengembalikan daya beli uang yang nilainya menurun (Ekonomi dan Keuangan); gejala perekonomian yang merupakan akibat keadaan tersebut, seperti penurunan produksi, langkanya lapangan kerja, rendahnya daya beli masyarakat; pemindahan atau pengangkutan bahan (pasir, abu) oleh angin (Geografi dan Geologi) (7) |
| DEGAUSS | Mengenyahkan kemagnetan suatu benda magnetik (ungkapan/Inggris) (7) |
| DEGRESI | Penyimpangan (7) |
| DEIKSIS | Hal atau fungsi menunjuk sesuatu di luar bahasa; kata yang mengacu kepada persona, waktu, dan tempat suatu tuturan (Linguistik) (7) |
| DEIKTIS | Bersangkutan dengan atau mempunyai sifat deiksis (7) |
| DEKADEN | Dalam keadaan merosot (mundur); jatuh; merosot (tentang akhlak dan sebagainya) (7) |
| DEKAGON | Segi sepuluh (7) |
| DEKANAL | Aldehida dengan sepuluh atom karbon (Kimia); aldehida yang digunakan sebagai bahan wewangian (Kimia) (7) |
| DEKANAT | Kantor dekan beserta struktur organisasinya (7) |
| DEKODER | Ahli sandi; alat yang dapat mendekodekan sesuatu; pesawat tambahan untuk menangkap siaran televisi (7) |
| DEKOPIN | Dewan Koperasi Indonesia (gerakan koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi yang sudah berbadan hukum dan lembaga nonkoperasi) (akronim) (7) |
| DEKSTRO | Dekstrorotatori (kependekan) (7) |
| DEKSURA | Kurang ajar; tidak tahu sopan santun (Jawa) (7) |
| DEKUNCI | Terna yang dibudidayakan, umbi induk berupa bola kecil yang dilingkari akar-akar kecil yang menjadi lebar, digunakan sebagai rempah-rempah, rimpangnya berkhasiat sebagai obat; temu kunci (Gastrochilus panduratum) (7) |
| DELAMAK | Kain penutup tudung saji yang bersulam (benang emas) (7) |
| DELAPAN | Bilangan yang dilambangkan dengan angka 8 (Arab) atau VIII (Romawi); urutan ke-8 sesudah ke-7 atau sebelum ke-9 (7) |
| DELEGAT | Utusan; duta istimewa (7) |
| DELEPAK | Lampu yang tempat minyaknya terbuat dari piring tanah dengan sumbu kecil, dan menggunakan minyak kelapa sebagai bahan bakar (7) |
| DELGADO | Kota di El Salvador (7) |
| DELIKAN | Petak umpet (7) |
| DELIKAT | Lembut; mudah tersinggung (7) |
| DELTOID | Berbentuk segitiga; berkaitan dengan muara sungai (7) |
| DELTONA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| DELUSIF | Bersifat delusi (khayal, tidak nyata) (7) |
| DEMAGOG | Penggerak (pemimpin) rakyat yang pandai menghasut dan membangkitkan semangat rakyat untuk memperoleh kekuasaan (Politik dan Pemerintahan) (7) |
| DEMONIM | Nama diri untuk penduduk asli suatu tempat; gentilik (7) |
| DEMPANG | Tiruan bunyi tong (kaleng besar dan sebagainya) kosong jatuh dan sebagainya; berhampiran; damping; dekat; rapat (7) |
| DEMPLON | Cantik dan montok (Sunda) (7) |
| DEMPRAK | Permukaan datar yang bisa digunakan untuk duduk atau salat seperti batu dan permukaan tanah (Sunda) (7) |
| DEMPUNG | Tiruan bunyi barang yang jatuh di air (7) |
| DENCANG | Bunyi yang bergerencang (seperti bunyi pedang yang bersentuhan) (7) |
| DENCING | Denting; decing (7) |
| DENDAAN | Hasil mendenda; uang pendapatan mendenda (7) |
| DENDANG | Nyanyian ungkapan rasa senang, gembira, dan sebagainya (sambil bekerja atau diiringi bunyi-bunyian); (burung) gagak; dandang (7) |
| DENDENG | Daging sayatan yang dibumbui dan dikeringkan (7) |
| DENDRIT | Cabang-cabang panjang pada sel tubuh untuk mengumpulkan impuls saraf dari neuron lain (7) |
| DENGGAL | Melentuk ke belakang (tentang jari-jari tangan) (Batak) (7) |
| DENGING | Tiruan bunyi lebah, bunyi nyamuk (bunyi “nging” di telinga dan sebagainya) (7) |
| DENGKEL | Tidak berair (tentang buah-buahan); kering; penyakit kaku atau bengkak pada mata kaki (7) |
| DENGKIK | Lunglai; tidak ada daya kerja; tanpa semangat (7) |
| DENGKOL | Bengkok (tentang lengan dan sebagainya); pelat; telor (kiasan) (7) |
| DENGKUL | Lutut; bohong; palsu; kosong (kiasan) (7) |
| DENGKUR | Tiruan bunyi napas yang kuat dari orang tidur; keruh; napas yang berbunyi keras pada waktu tidur atau pada waktu kesadaran menurun; keruh (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| DENGKUS | Tiruan bunyi orang menarik dan mengembuskan napas kuat-kuat dari hidung (7) |
| DENGUNG | Tiruan bunyi yang bergema dari baling-baling pesawat terbang, sirene, kumbang, dan sebagainya (7) |
| DENHAAG | Kota di Belanda, merupakan kota diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar; kota lokasi Mahkamah Internasional berada (7) |
| DENIZLI | Kota di Turki (7) |
| DENJAKA | Detasemen Jala Mengkara (akronim) (7) |
| DENMARK | Negara yang terletak di Eropa Utara, beribu kota Kopenhagen; salah satu negara Nordik (7) |
| DENTANG | Tiruan bunyi besi dipukul keras-keras (7) |
| DENTING | Tiruan bunyi uang logam jatuh di ubin (7) |
| DENTOBU | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, badannya panjang pipih, mulut besar mengarah ke atas, bertaring besar, sirip punggung dan dubur terletak di posterior, badan berwarna biru kehijauan dengan semburat ungu di bagian dorsal, sisi lateral keperakan, ujung sirip punggung dan dubur hitam, panjang jantan mencapai 100 cm, betina 36,6 cm, hidup di perairan karang tropis dengan kedalaman mencapai 120 m, tersebar di perairan Laut Merah dan Indo-Pasifik Barat; bale-bale (Chirocentrus dorab) (7) |
| DENTUNG | Tiruan bunyi guruh (7) |
| DEOBAND | Kota di India (7) |
| DEOLALI | Kota di India (7) |
| DEPLESI | Kerugian akibat hilangnya atau berkurangnya nilai barang modal (Ekonomi dan Keuangan); kehabisan, penipisan; keausan sumber alam, terutama tambang (Mineralogi) (7) |
| DEPONIR | Mendeponir; menaruh untuk disimpan (uang dalam bank); menyimpan untuk tidak digarap (perkara dan sebagainya) (7) |
| DEPOSAN | Penyimpan uang di bank secara deposito (7) |
| DEPOSIT | Batu, tanah, atau bahan padat lain yang dibawa air sungai, air laut atau gletser dari satu tempat ke tempat lain (Geografi dan Geologi); sejumlah uang yang disimpan dalam rekening tertentu untuk tujuan keamanan atau kemudahan transaksi; uang jaminan (7) |
| DEPRESI | Keadaan perniagaan yang sukar dan lesu (Ekonomi dan Keuangan); gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot (seperti muram, sedih, perasaan tertekan) (Psikologi); daerah merosot atau tenggelam akibat terbentuknya antiklin dan sinklin pada waktu yang sama (Geografi dan Geologi); daerah yang bertekanan rendah (Meteorologi) (7) |
| DERAGEM | Cokelat tua (tentang warna kuda) (Jawa) (7) |
| DERAIAN | Tetesan; cucuran (7) |
| DERAJAH | Garis-garis khayal lingkaran besar di permukaan bumi yang melalui kutub; garis lintang; meridian (7) |
| DERAJAT | Tingkatan; martabat; pangkat; gelar yang diberikan oleh perguruan tinggi (universitas) kepada mahasiswa yang telah lulus dalam ujian yang diharuskan; satuan ukuran sudut, satu derajat (ditulis 1°) sama dengan 1/90 besar sudut siku-siku; satuan ukuran 1/90 bagian dari sudut siku tegak lurus (90°) (Matematika); satuan ukuran panjang dan lebar (Geografi dan Geologi); satuan ukuran suhu (Fisika); bagian yang sama dari skala (pengukur suhu dan sebagainya) (7) |
| DERAKAN | Bunyi derak; kertak (7) |
| DERASAN | Sastra lisan Lengkayap (di Sumatra Selatan), termasuk prosa lirik yang dilagukan (Lengkayap) (7) |
| DERBENT | Kota di Rusia (7) |
| DEREBAR | Pengemudi (Melayu Malaysia) (7) |
| DEREJET | Ikan belanak kecil (Using) (7) |
| DERGAMA | Fitnah (7) |
| DERINGO | Terna yang daunnya memita seperti ilalang, perbungaan berbentuk tongkol, tumbuh di bioma tropis dan subtropis, umbinya dapat digunakan sebagai obat atau campuran beberapa jenis minuman keras, akarnya dapat digunakan sebagai bahan ramuan obat, bumbu dapur, dan insektisida; jaringau; jerangau (Acorus calamus) (7) |
| DERIVAT | Kata berimbuhan; kata turunan (Linguistik) (7) |
| DERMAGA | Tembok rendah yang memanjang di tepi pantai menjorok ke laut di kawasan pelabuhan (untuk pangkalan dan bongkar muat barang); kade; tembok penahan ombak (di pelabuhan) (7) |
| DERMOID | Berkenaan dengan kulit atau menyerupai kulit; tumor bawaan lahir berisi cairan atau lemak yang dindingnya berasal dari kulit (7) |
| DERSANA | Pohon jambu yang berbatang tegak warnanya cokelat kotor, kasar, tingginya antara 10–15 m (Syzygium samarangense) (Jawa); buah jambu berwarna merah keputihan; jambu dersana (Jawa) (7) |
| DESAKAN | Dorongan (tolakan) yang keras; tekanan yang keras; permintaan (anjuran dan sebagainya) yang menekan keras (7) |
| DESEPSI | Perbuatan menipu atau curang yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan hal yang diinginkan (Psikologi) (7) |
| DESERSI | Perbuatan lari meninggalkan dinas ketentaraan; pembelotan kepada musuh; perbuatan lari dan memihak kepada musuh (7) |
| DESIBEL | Satuan ukuran untuk mengukur kerasnya suara; satuan ukuran untuk mengukur ketajaman pendengaran, dilambangkan dengan dB; satuan untuk mengukur rasio dua daya atau intensitas, atau rasio antara suatu daya dan daya acuan; satuan yang sama dengan 10 kali logaritma rasio tersebut (Fisika); satuan untuk menyatakan intensitas bunyi relatif pada skala dari 0 untuk rata-rata bunyi yang dapat didengar sampai 130 untuk rata-rata bunyi pada ambang pendengaran tertinggi (Linguistik) (7) |
| DESIDUA | Selaput lendir rahim dalam keadaan hamil (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| DESIKAN | Bahan atau zat yang dapat menyerap uap air seperti gel silika, klorida kapur; zat penyerap; zat pengering (Kimia) (7) |
| DESIMAL | Persepuluhan; sistem bilangan yang menggunakan basis sepuluh (7) |
| DESIMOL | Not berjumlah sepuluh dengan nilai jarak yang sama dalam dua satuan hitungan lainnya (Musik) (7) |
| DESIRAN | Bunyi desir (7) |
| DESKTOP | Keseluruhan tampilan layar monitor yang terdiri atas ikon yang tertata untuk memudahkan identifikasi program aplikasi (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| DETASIR | Mendetasir; menempatkan pegawai untuk bertugas di suatu tempat dalam jangka waktu tertentu (7) |
| DETEKSI | Usaha menemukan dan menentukan keberadaan, anggapan, atau kenyataan (7) |
| DETENSI | Penahanan; penawanan (7) |
| DETENTE | Peredaan ketegangan (dalam hubungan antarnegara dan sebagainya) (7) |
| DETIKAN | Bunyi “tik, tik” (7) |
| DETMOLD | Kota di Jerman (7) |
| DETROIT | Kota terbesar negara bagian Michigan, Amerika Serikat (7) |
| DEVAYAN | Suku bangsa yang mendiami daerah Aceh Selatan dan Simeulu, Provinsi Aceh (7) |
| DEVIASI | Penyimpangan (dari peraturan) (7) |
| DEWAAPI | Agni (Agama Hindu) (7) |
| DEWAAYU | Gelar kebangsawanan wanita Bali (Bali) (7) |
| DEWISRI | Tokoh legenda dalam masyarakat Indonesia yang sering dikaitkan dengan mitologi asal-usul padi; Dewi Padi (7) |
| DHAHRAN | Kota di Arab Saudi (7) |
| DHANBAD | Kota di India (7) |
| DHORAJI | Kota di India (7) |
| DHUBURI | Kota di India (7) |
| DHULIAN | Kota di India (7) |
| DIADANG | Dihalangi (7) |
| DIADEMA | Kota di Brasil (7) |
| DIAGRAM | Gambaran (buram, sketsa) untuk memperlihatkan atau menerangkan sesuatu (7) |
| DIAJENG | Panggilan untuk adik perempuan atau perempuan yang lebih muda (Jawa) (7) |
| DIAMBAK | Digalang supaya tinggi (7) |
| DIAMORF | Satuan morfologis abstrak yang dirumuskan untuk menandai kesepadanan antara satuan morfologis di antara pelbagai dialek (Linguistik) (7) |
| DIANJAK | Dipindahkan (7) |
| DIATIPE | Ragam bahasa (Linguistik) (7) |
| DIBAKAR | Dipanaskan (dipanggang) di atas api (7) |
| DIBAWAH | Berada di tempat yang lebih rendah; berada dalam kedudukan rendah (kiasan); danau yang terletak di kabupaten Solok, provinsi Sumatra Barat (7) |
| DIBUSUR | Dibersihkan dengan busur (tentang kapas) (7) |
| DIDIANG | Dipanaskan di atas api; dipanggang (7) |
| DIDIKAN | Hasil mendidik; anak atau hewan yang dididik; cara mendidik (7) |
| DIETHAY | Sistem makan dengan konsep protein dan karbohidrat tidak boleh dimakan pada waktu yang sama, dicetuskan oleh William Howard Hay (Ilmu Gizi) (7) |
| DIFABEL | Penyandang cacat (7) |
| DIFTERI | Penyakit menular berupa peradangan selaput lendir pada hulu kerongkongan, pangkal tenggorok, dan batang tenggorok (7) |
| DIFTONG | Bunyi vokal rangkap yang tergolong dalam satu suku kata (Linguistik) (7) |
| DIFUSAT | Bahan yang menembus keluar dari dalam kantong dialisis (Kimia) (7) |
| DIGDAYA | Tidak terkalahkan; sakti (7) |
| DIGITAL | Berhubungan dengan angka-angka untuk menunjukkan informasi atau sistem perhitungan tertentu; berkaitan dengan atau menggunakan komputer atau internet (7) |
| DIGRESI | Peristiwa yang menyimpang dari pokok masalah yang sedang dihadapi dalam karya sastra (Sastra); bagian yang tidak langsung bertalian dengan tema dan alur karya sastra (Sastra) (7) |
| DIJUANG | Dilanggar, diserang (7) |
| DIKECEK | Dibujuk (ditipu) dengan kata-kata manis (7) |
| DIKEJAR | Diburu (7) |
| DIKETON | Senyawa organik yang mengandung dua gugus keton (C=O), dikelompokkan dalam jenis alfa dan beta menurut kedudukan gugus dalam molekul (Kimia) (7) |
| DIKOTIL | Tanaman yang bijinya mempunyai dua daun benih (terbelah dua seperti mangga, kacang) (7) |
| DILAMUN | Digenangi; diliputi (seperti karang tertutup air); dirundung; diliputi (bencana, kesenangan, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| DILAPAH | Dipotong-potong (dimakan) dengan potongan besar (7) |
| DILAPIH | Dijalin; dianyam (7) |
| DILATAN | Bahan yang mampu bertambah volumenya apabila bentuknya diubah (Kimia) (7) |
| DILETAN | Pencinta atau penggemar seni; orang yang mempelajari suatu cabang seni (melukis, musik, sastra, dan sebagainya) dengan tidak penuh minat dan tanpa mendalaminya benar-benar (7) |
| DIMABUK | Terganggu oleh sesuatu (pikiran dan sebagainya) (7) |
| DIMAKAN | Dimusnahkan; dirusakkan; dihabiskan (kiasan); mendapat penyakit (7) |
| DIMAPUR | Kota di India (7) |
| DIMEDON | Reagensia untuk mendeteksi etil alkohol dan mengidentifikasi aldehida (Kimia) (7) |
| DIMENSI | Ukuran (panjang, lebar, tinggi, luas, dan sebagainya); matra (7) |
| DINAMIK | Penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dan sebagainya; dinamis (7) |
| DINAMIS | Penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dan sebagainya; mengandung dinamika (7) |
| DINAMIT | Julukan tim nasional sepak bola Denmark; alat peledak yang sangat kuat (biasa dipakai dalam tambang untuk menghancurkan batu cadas, karang, dan sebagainya) (7) |
| DINASTI | Keturunan raja-raja yang memerintah, semuanya berasal dari satu keluarga (7) |
| DINDING | Penutup sisi samping (penyekat) ruang, rumah, bilik, dan sebagainya (dibuat) dari papan, anyaman bambu, tembok, dan sebagainya (7) |
| DINGANG | Dua orang yang akan pergi melaut (Sangir) (7) |
| DINGDET | Kembang singkong (Sunda) (7) |
| DINGKIS | Ikan laut dan payau, tubuh berwarna putih kebiruan, kepala kecokelatan atau kuning keemasan, berbentuk hampir bulat telur, berdaging tebal dan tidak bertulang, panjang mencapai 45 cm, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 15–20 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Siganus vermiculatus) (7) |
| DINGKIT | Sesak (7) |
| DINGTAO | Kota di Cina (7) |
| DIOESIS | Tumbuhan yang memiliki organ perkembangan jantan dan betina pada individu yang berbeda (Biologi) (7) |
| DIOKSIN | Bahan beracun berbentuk kristal putih yang dihasilkan saat terjadi pembakaran substansi alami kimiawi, serta larut dalam lemak (7) |
| DIOPTRI | Ukuran kekuatan lensa yang panjangnya fokus pada 1 m, dan kekuatan ini adalah hasil dari panjang fokus dalam ukuran meter (Fisika) (7) |
| DIORAMA | Sajian pemandangan dalam ukuran kecil yang dilengkapi dengan patung dan perincian lingkungan seperti aslinya serta dipadukan dengan latar yang berwarna alami; pola atau corak tiga dimensi suatu adegan atau pemandangan yang dihasilkan dengan menempatkan objek dan tokoh di depan latar belakang dengan perspektif yang sebenarnya sehingga dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya; pameran spesimen satwa liar atau pemandangan dalam ukuran aslinya yang dilengkapi dengan lingkungan alam asli dan latar yang bercat (7) |
| DIPLOID | Sifat (keadaan) yang ditandai dengan dua perangkat kromosom (Biologi) (7) |
| DIPLOMA | Surat keterangan resmi yang menyatakan telah tamat sekolah (lulus ujian dan sebagainya) (7) |
| DIPOLOG | Kota di Filipina (7) |
| DIPTERA | Suku serangga dengan dua sayap (7) |
| DIPUPUK | Disuburkan dengan pupuk; digemukkan (7) |
| DIREKSI | Dewan pengurus atau (dewan) pimpinan perusahaan, bank, yayasan, dan sebagainya (7) |
| DIRIGEN | Pemimpin orkes simfoni, korps musik, atau paduan suara (7) |
| DISAGIO | Perbedaan kurs mata uang yang mengakibatkan kerugian (7) |
| DISALTO | Dengan meloncat-loncat (ungkapan/Italia) (7) |
| DISANIA | Kondisi seseorang yang sulit bangun tidur pada pagi hari (7) |
| DISIDEN | Orang yang tidak sepakat dengan pendapat seseorang atau kelompok; orang yang tidak mau menurut pemerintahnya karena menganggap pemerintah itu tidak sah (keliru, dan sebagainya); pembangkang (7) |
| DISIGAI | Dipanjat dengan tangga bersigai (7) |
| DISISIH | Disingkirkan; diasingkan (7) |
| DISJOKI | Pemandu dan penyiar musik di kelab malam (diskotek, radio) yang memutar lagu-lagu rekaman atau piringan hitam dengan diselingi komentar yang tidak berhubungan dengan lagu itu (7) |
| DISKOID | Bundar dan pipih; menyerupai cakram (7) |
| DISKRET | Terpisah dan berbeda dari yang lain; mengandung bagian-bagian yang berbeda atau terpisah (7) |
| DISKUSI | Pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah (7) |
| DISPLAI | Tampilan (7) |
| DISPNEA | Gangguan bernapas (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| DISTOMA | Cacing parasit di dalam tubuh manusia (Zoologi) (7) |
| DISTRES | Stres yang tercipta dari emosi negatif karena kejadian yang tidak terkendali atau gangguan lingkungan yang tidak mampu diatasi; stres negatif (7) |
| DISTRIK | Bagian kota atau negara yang dibagi untuk tujuan tertentu; wilayah; daerah bagian dari kabupaten yang pemerintahannya dipimpin oleh pembantu bupati (sebelum tahun 1970); kewedanaan (7) |
| DISUASI | Ancaman (7) |
| DISURIA | Rasa nyeri saat berkemih (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| DITANAM | Ditaruh di tanah; dimasukkan dalam tanah; dipendam (7) |
| DITEBUK | Ditusuk hingga tembus (7) |
| DITEKIK | Dibelah sedikit demi sedikit dengan linggis (7) |
| DITIMPA | Ditindih (7) |
| DITIRAM | Himne untuk menghormati Dewa Dionisus, dinyanyikan sepanjang festival atau pesta pada masa Yunani kuno (Kesenian) (7) |
| DITZIAD | Direktorat Zeni Angkatan Darat (akronim) (7) |
| DIURAPI | Dipenuhi oleh kuasa Illahi; dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus (Agama Kristen) (7) |
| DIURNAL | Berhubungan dengan siang hari; keadaan bunga yang mekar pada siang hari dan menutup pada malam hari (Botani); keadaan hewan yang sifat atau kebiasaannya aktif terutama pada siang hari (Zoologi) (7) |
| DIVIDEN | Bagian laba atau pendapatan perusahaan yang besarnya ditetapkan oleh direksi serta disahkan oleh rapat pemegang saham untuk dibagikan kepada para pemegang saham (Perdagangan); sejumlah uang yang berasal dari hasil keuntungan yang dibayarkan kepada pemegang saham sebuah perseroan (Perdagangan) (7) |
| DJOUGOU | Kota di Benin (7) |
| DKIJAYA | Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Raya (akronim) (7) |
| DMITROV | Kota di Rusia (7) |
| DOBRICH | Kota di Bulgaria (7) |
| DOCLANG | Makanan khas Bogor berisi ketupat, tahu, telur, dan kentang yang disiram dengan saus kacang (7) |
| DOGIYAI | Kabupaten di Provinsi Papua Tengah, ibu kotanya Kigamani, Distrik Kamu (7) |
| DOKGALI | Kolam buatan tertutup, dapat dimasuki kapal, digunakan untuk membersihkan dan memperbaiki kapal, mempunyai pintu masuk yang kedap air yang apabila ditutup, air di dalam kolam dapat dipompa sampai kering; dok benam (7) |
| DOKSING | Kegiatan mencari, membongkar, dan memublikasikan informasi pribadi seseorang di internet tanpa izin yang bersangkutan, biasanya dilakukan untuk tujuan yang tidak baik, seperti balas dendam atau memberi hukuman (7) |
| DOKTRIN | Ajaran (tentang asas suatu aliran politik, keagamaan); pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan) secara bersistem, khususnya dalam penyusunan kebijakan negara (7) |
| DOKUMEN | Surat yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti keterangan (seperti akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian); barang cetakan atau naskah karangan yang dikirim melalui pos; rekaman suara, gambar dalam film, dan sebagainya yang dapat dijadikan bukti keterangan; berkas yang berisi teks yang dibuat dengan perangkat lunak pengolah kata (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| DOLALAK | Tarian dari Jawa Tengah yang penari laki-laki dan perempuannya memakai celana pendek, baju seperti baju pramuka berwarna hitam berumbai-rumbai daun, bertopi hitam dengan hiasan yang mencolok warnanya (7) |
| DOLANAN | Bermain-main; mainan (7) |
| DOLDRUM | Daerah bertekanan rendah (minimum) di sekitar khatulistiwa, tempat udara panas selalu naik dan agak jarang angin; daerah tenang khatulistiwa; daerah angin mati (Meteorologi) (7) |
| DOLERIT | Bantuan beku bertekstur sedang yang berupa tanggul, tanggul lempeng, dan sumbat, berwarna hitam (Ilmu Tanah) (7) |
| DOLISIE | Kota di Republik Demokratik Kongo (7) |
| DOLOGDA | Depo logistik daerah (akronim) (7) |
| DOLOMIT | Batu kapur yang kemasukan ion magnesium sehingga unsur kalsiumnya diganti oleh magnesium, biasa ditemukan di bawah suatu bukit batu kapur (untuk bahan batu tahan api, keramik, dan sebagainya) (Geografi dan Geologi) (7) |
| DOMINAN | Bersifat sangat menentukan karena kekuasaan, pengaruh, dan sebagainya; berpengaruh kuat; tampak menonjol (tentang warna dan sebagainya) (7) |
| DOMINUS | Gelar untuk pastor atau pendeta Protestan; domine; disingkat ds (ungkapan/Latin) (7) |
| DOMPENG | Alat untuk penambangan emas di sungai, berfungsi menyedot pasir dari dasar sungai, selanjutnya butiran emas akan dipisahkan dari butiran pasir dengan menggunakan merkuri (Melayu Jambi) (7) |
| DONATUR | Orang yang secara tetap memberikan sumbangan berupa uang kepada suatu perkumpulan dan sebagainya; penyumbang tetap; penderma tetap (7) |
| DONCANG | Lompat (Minangkabau) (7) |
| DONDANG | Ayunan; buaian (untuk menidurkan bayi dan sebagainya) (7) |
| DONETSK | Kota di Ukraina dan Rusia (7) |
| DONGCUN | Kota di Cina (7) |
| DONGENG | Cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh); perkataan (berita dan sebagainya) yang bukan-bukan atau tidak benar (kiasan) (7) |
| DONGHAI | Kota di Cina (7) |
| DONGKAK | Lompat (Minangkabau) (7) |
| DONGKAL | Penganan tradisional Cirebon dari tepung beras dan gula merah yang dikukus, saat disajikan dilengkapi dengan taburan kelapa parut (Sunda) (7) |
| DONGKAN | Kota di Cina (7) |
| DONGKEL | Alat untuk menyungkit (mencungkil); tuil; tuas (7) |
| DONGKER | Gelap; tua (tentang warna) (7) |
| DONGKOK | Pendongkok; cincin logam pada keris yang terletak antara tangkai dan mata keris (7) |
| DONGKOL | Tidak bertanduk; sudah tidak berkuasa (menjabat) lagi (kiasan); kesal (7) |
| DONGPAN | Kelas; golongan (7) |
| DONGSOK | Mendongsok; mendesak dengan sangat, mendorong maju (Sunda) (7) |
| DONGTAI | Kota di Cina (7) |
| DONJUAN | Laki-laki yang suka menggoda wanita (7) |
| DOPAMIN | Senyawa kimia dalam otak yang terbentuk sebelum epinefrina yang berfungsi sebagai penghubung sesama sel saraf dan sel otot (7) |
| DORSLAH | Kertas tipis yang biasanya dipakai untuk tindasan (7) |
| DORSTEN | Kota di Jerman (7) |
| DOSADOS | Punggung dengan punggung; tarian yang penarinya bergerak saling membelakangi (ungkapan/Prancis) (7) |
| DOUTDES | Aku memberi supaya engkau memberi; tindakan timbal balik (ungkapan/Latin) (7) |
| DRAGOES | Julukan klub sepak bola FC Porto dari Portugal, juara Liga Champions UEFA tahun 2003–2004 dan 1986–1987 (7) |
| DRAKULA | Tokoh vampir dalam cerita horor di Eropa yang suka mengisap darah manusia yang menjadi mangsanya (7) |
| DRAMMEN | Kota di Norwegia (7) |
| DRAPERI | Bahan yang dilipit secara dekoratif dan bergantung lepas sebagai hiasan (misalnya pada dinding, pintu, jendela); model busana wanita (7) |
| DRASTIS | Tegas dan cepat; keras dan berpengaruh cepat; menyeluruh; radikal; hebat; luar biasa (7) |
| DRESDEN | Kota di Jerman (7) |
| DRESOAR | Bufet (7) |
| DRUMBEN | Kelompok pemusik yang sambil berbaris memperagakan berbagai gerak dan bentuk dengan memainkan alat-alat musik perkusi, terompet, gendang, dan sebagainya di bawah pimpinan gitapati (7) |
| DSCHANG | Kota di Kamerun (7) |
| DUALIPA | Penyanyi, penulis lagu, dan aktris berkebangsaan Inggris-Albania (7) |
| DUBELIR | Dublir; mendublir; mengulangi (7) |
| DUBNIUM | Unsur kimia logam transisi yang diambil dari nama kota di Rusia, Dubna, dengan nomor atom 105, berlambang Db, dan bobot atom 268 u (Kimia) (7) |
| DUBUQUE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| DUCHENG | Kota di Cina (7) |
| DUDUKAN | Posisi duduk; jok; bagian yang terdiri atas dasar dan batang, menyangga berbagai hal (seperti peralatan laboratorium dan lain-lain) (7) |
| DUGDENG | Tidak mempan oleh senjata apa pun; kebal (7) |
| DUITAMA | Kota di Kolumbia (7) |
| DUKARIA | Kesedihan dan kesenangan (7) |
| DUKATEN | Dukat; satuan mata uang emas atau perak (yang nilainya berbeda) (7) |
| DUMPING | Sistem penjualan barang di pasaran luar negeri dalam jumlah banyak dengan harga yang rendah sekali (dengan tujuan agar harga pembelian di dalam negeri tidak diturunkan sehingga akhirnya dapat menguasai pasaran luar negeri dan dapat menguasai harga kembali) (Perdagangan) (7) |
| DUMRAON | Kota di India (7) |
| DUNDALK | Kota di Amerika Serikat (7) |
| DUNDANG | Nyanyian gembira untuk menidurkan anak-anak (Melayu Jambi) (7) |
| DUNEDIN | Kota di Selandia Baru (7) |
| DUNGKUL | Bertanduk melengkung ke bawah (tentang kerbau dan sebagainya); tidak bertanduk (tentang kerbau dan sebagainya); dongkol; jenis hantu (7) |
| DUNIAWI | Mengenai dunia; bersifat dunia (tidak kekal dan sebagainya) (7) |
| DUOPOLI | Oligopoli yang terbit pada dua perusahaan yang menguasai seluruh penawaran satu jenis barang tertentu (7) |
| DUPLEKS | Rangkap dua; papan atau karton berlapis dua; hotel bertingkat dengan ruang tamu di bagian bawah dan ruang tidur di bagian atas (Perhotelan) (7) |
| DURATIF | Bersifat durasi; berhubungan dengan durasi (Linguistik) (7) |
| DURHAKA | Ingkar terhadap perintah (Tuhan, orang tua, dan sebagainya); tidak setia kepada kekuasaan yang sah (negara) (7) |
| DURIPAN | Horizon bawah permukaan tanah yang tersementasi oleh silika iluvial (Ilmu Tanah) (7) |
| DURJANA | Jahat; kejahatan; penjahat (7) |
| DURJASA | Kehilangan kepercayaan; perbuatan yang merugikan (7) |
| DURNOIS | Bersikap (bersifat) seperti durno; orang yang melakukan persekongkolan (7) |
| DURSILA | Durjana; buruk kelakuan; jahat (7) |
| DWIARTI | Dua arti (7) |
| DWIATOM | Memiliki dua atom dalam tiap molekulnya (Kimia) (7) |
| DWIBASA | Memiliki dua atom hidrogen dalam tiap molekul, yang dapat digantikan oleh atom logam (Kimia) (7) |
| DWIGUNA | Manfaat ganda; dapat menghasilkan dua manfaat sekaligus (misalnya sapi menghasilkan susu dan daging) (7) |
| DWIKORA | Dwikomando rakyat (akronim) (7) |
| DWILOGI | Seri karya sastra yang terdiri atas dua satuan yang saling berhubungan dan mengembangkan satu tema; dua hal yang saling bertaut dan saling bergantung (7) |
| DWIMUKA | Dua muka; dua segi; bersegi dua; beraspek dua (7) |
| DWINAMA | Binomial (7) |
| DWISEGI | Beraspek dua; dwimuka (7) |
| DWISULA | Tombak bermata dua (7) |
| EBOLOWA | Kota di Kamerun (7) |
| EBULISI | Pembentukan gelembung sebagai permulaan cairan mendidih (Kimia) (7) |
| EBURINA | Gading tiruan (7) |
| EDAMAME | Kedelai yang dipanen sebelum matang (masih berwarna hijau), biasanya direbus bersama kulitnya dan dijadikan sebagai kudapan (Jepang) (7) |
| EDDAMER | Kota di Sudan (7) |
| EDENTAT | Tidak mempunyai gigi seri (Biologi) (7) |
| EDUKASI | Perihal pendidikan (7) |
| EFEKTIF | Ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); manjur atau mujarab (tentang obat); dapat membawa hasil; berhasil guna (tentang usaha, tindakan); mangkus; mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan) (7) |
| EFEKTOR | Organ, jaringan, sel yang mampu mengadakan reaksi terhadap rangsangan (Biologi); molekul yang konsentrasinya mengatur kegiatan molekul protein dengan bereaksi dengan tapak pengikat spesifik pada protein (Biologi) (7) |
| EFIKASI | Kemampuan untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan (Psikologi) (7) |
| EFISIEN | Tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya); mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat; berdaya guna; bertepat guna; sangkil (7) |
| EGOISME | Tingkah laku yang didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri daripada untuk kesejahteraan orang lain (Psikologi); teori tentang segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri (Filsafat) (7) |
| EGRESIF | Dihasilkan dengan aliran udara bergerak ke luar dari alat ucap (Linguistik) (7) |
| EIDETIK | Berkenaan dengan kemampuan melihat kembali secara jelas hal-hal yang dialami pada masa lampau (Psikologi) (7) |
| EIJKMAN | Lembaga Biologi Molekuler di Jakarta; Christiaan ..., pemenang Hadiah Nobel karena menemukan kaitan beri-beri dan vitamin B1. (7) |
| EIKOSAN | Campuran hidrokarbon jenuh (Kimia) (7) |
| EIPOMEK | Suku bangsa yang mendiami dataran tinggi Papua sebelah timur (7) |
| EJEKTIF | Ditandai oleh penutupan glotis dan penyempitan lain di atas glotis (Linguistik) (7) |
| EJEKTOR | Alat untuk mengeluarkan gas cair dari ruangan dengan menggunakan aliran zat cair atau uap lain yang berkecepatan tinggi (7) |
| EKAASAM | Senyawa dengan satu gugus OH yang dapat menggantikan atom H dari satu asam (Kimia) (7) |
| EKACULA | Hewan bercula satu (7) |
| EKAJATI | Nama strata terendah dari kasta Sudra (7) |
| EKARAGA | Sanggama; setubuh; koitus (7) |
| EKASUKU | Satu suku kata (7) |
| EKDEMIK | Bukan pribumi (Biologi) (7) |
| EKDERON | Lapisan luar atau lapisan epidermis kulit (Biologi) (7) |
| EKDISIS | Tindakan melepaskan atau menukar kutikula atau kulit luar secara berkala (seperti pada serangga, reptilia) (Biologi) (7) |
| EKIOFIT | Tumbuhan yang dibudidayakan untuk keperluan hiasan (7) |
| EKISTIK | Ilmu tentang permukiman (7) |
| EKKUDAG | Ekonomi, keuangan, dan perdagangan (akronim) (7) |
| EKLOGIT | Kelompok batuan metamorf yang dibedakan berdasarkan komposisinya (Kimia) (7) |
| EKOGRUP | Masyarakat yang saling menggantikan dalam habitat yang sama (dalam penelitian paleontologi) (7) |
| EKOLOGI | Ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan (kondisi) alam sekitarnya (lingkungannya) (7) |
| EKONOMI | Ilmu tentang asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan) (Ekonomi dan Keuangan); pemanfaatan uang, tenaga, waktu, dan sebagainya yang berharga (Ekonomi dan Keuangan); tata kehidupan perekonomian (suatu negara) (Ekonomi dan Keuangan); urusan keuangan rumah tangga (organisasi, negara) (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| EKOPATI | Kondisi patologis yang menyebabkan seseorang secara tidak sadar menirukan kata dan perbuatan orang lain (Psikologi) (7) |
| EKORNIA | Air dari sejenis bunga bakung (7) |
| EKOSFER | Ekosistem planet bumi yang melibatkan semua makhluk dan seluruh komponen lingkungannya (7) |
| EKOSIDA | Upaya terencana untuk memusnahkan ekosistem atau bagian dari ekosistem (Ekologi) (7) |
| EKOTIPE | Bagian populasi suatu jenis yang menunjukkan ciri-ciri morfologi kimia atau fisiologi yang mantap dan agaknya diatur oleh faktor-faktor genetika yang berkorelasi dengan keadaan ekologi tertentu, tetapi yang dianggap kurang berarti dari sudut taksonomi (Biologi); ras atau populasi yang beradaptasi terhadap tekanan seleksi lingkungan, mempunyai ciri khas (Biologi); bagian ekospesies yang berbeda karena tekanan seleksi dan isolasi habitat setempat (Biologi) (7) |
| EKOZONA | Zona himpunan fosil yang mencirikan keadaan ekologi tertentu (7) |
| EKSAKTA | Bidang ilmu tentang hal-hal yang bersifat konkret yang dapat diketahui dan diselidiki berdasarkan percobaan serta dapat dibuktikan dengan pasti (7) |
| EKSAMEN | Ujian (untuk kenaikan tingkat, kelas, dan sebagainya) (7) |
| EKSEGET | Ahli eksegesis; fenomena alam atau takson yang dipakai sebagai indikator proses ekologi (Biologi) (7) |
| EKSEPSI | Pengecualian; masalah atau perubahan kondisi yang menyebabkan mikroprosesor untuk menghentikan apa yang dilakukannya dan menangani situasi rutin yang terpisah (tentang pemrograman) (7) |
| EKSESIF | Berkenaan dengan keadaan yang melampaui kebiasaan, ketentuan (7) |
| EKSITUS | Lubang keluar (Anatomi) (7) |
| EKSODOS | Adegan penutup dalam drama Yunani kuno, khususnya tragedi (Sastra) (7) |
| EKSODUS | Bagian kedua dari Alkitab; perbuatan meninggalkan tempat asal (kampung halaman, kota, negeri) oleh penduduk secara besar-besaran (7) |
| EKSOGAM | Bersifat eksogami (7) |
| EKSOGEN | Berasal dari atau disebabkan oleh faktor-faktor luar suatu organisme (Biologi); zat-zat yang ada di bagian luar tubuh, tetapi sangat memengaruhi organisme dari tubuh itu (Kimia) (7) |
| EKSOGIN | Bunga yang mempunyai putik menyembul ke luar karena lebih panjang daripada mahkotanya (7) |
| EKSONIM | Bentuk asing untuk nama geografis (Linguistik) (7) |
| EKSOTIK | Eksotis (7) |
| EKSOTIS | Memiliki daya tarik khas karena belum banyak dikenal umum; diperkenalkan atau dimasukkan dari luar negeri (tentang mode, gagasan, dan sebagainya); bergaya asing; luar biasa; istimewa; aneh; ganjil (7) |
| EKSPLAN | Jaringan tanaman yang paling cocok untuk perlakuan kultur jaringan (Pertanian) (7) |
| EKSPOSE | Pernyataan (pengungkapan, penyingkapan) secara formal tentang suatu kenyataan; penyingkapan (pengungkapan) sesuatu yang dapat mengurangi kepercayaan atau martabat (7) |
| EKSPRES | Cepat; pesat (7) |
| EKSTASE | Keadaan di luar kesadaran diri (seperti keadaan orang yang sedang khusyuk bersemadi) (7) |
| EKSTASI | Ekstase; tablet yang mengandung zat adiktif yang mampu memacu kekuatan daya tubuh hingga berjam-jam dan menimbulkan perasaan senang, gembira, dan riang yang luar biasa terhadap sesuatu, mempunyai efek yang dapat menyerang susunan saraf pusat (otak) (7) |
| EKSTERN | Datang dari luar; bersangkutan dengan hal-hal luar (7) |
| EKSTRAK | Kentalan; pati; sari; sediaan yang diperoleh dari jaringan hewan atau tumbuhan dengan menarik sari aktifnya dengan pelarut yang sesuai, kemudian memekatkannya hingga tahap tertentu (Kimia); salinan; petikan (Hukum) (7) |
| EKSTREM | Sangat keras dan teguh; fanatik; paling ujung (paling tinggi, paling keras, dan sebagainya) (7) |
| EKSUDAT | Campuran serum, sel, atau sel yang rusak yang keluar dari pembuluh darah ke dalam jaringan, biasanya akibat radang (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| EKUADOR | Negara yang terletak di Amerika Selatan, beribu kota Quito (7) |
| EKUATIF | Bersifat sama (tentang sifat, status, hak, ke wajiban); tipe ketransitifan klausa yang menyangkut partisipan dan cirinya (Linguistik) (7) |
| EKUATOR | Garis khayal keliling bumi, terletak melintang pada nol derajat (yang membagi bumi menjadi dua belahan yang sama, yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan); garis lintang nol derajat; khatulistiwa (7) |
| EKUITAS | Kepemilikan dalam bentuk nilai uang; perbedaan antara nilai suatu harta yang dapat dijual dan tagihan (Keuangan); saham (Keuangan); modal (Keuangan) (7) |
| ELACHIR | Kota di Aljazair (7) |
| ELASTIK | Karet; tali atau pita yang dibuat lentur (mulur, kenyal) dengan diberi bahan dari karet di dalamnya; daya tahan tubuh untuk deformasi (Olahraga) (7) |
| ELASTIN | Serat protein dengan keelastikan dan daya memanjang yang tinggi yang ditemukan di dalam jaringan penghubung vertebrata (Kimia) (7) |
| ELASTIS | Mudah berubah bentuknya dan mudah kembali ke bentuk asal; lentur; luwes (kiasan) (7) |
| ELBANCO | Kota di Kolumbia (7) |
| ELBASAN | Kota di Albania (7) |
| ELBICHO | Julukan pemain sepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo, yang bermain untuk klub Juventus (7) |
| ELCAJON | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ELDAEIN | Kota di Sudan (7) |
| ELDORET | Kota di Kenya (7) |
| ELEJIDO | Kota di Spanyol (7) |
| ELEKTIF | Bersifat pilihan (tentang mata pelajaran di sekolah) (7) |
| ELEKTRO | Yang berkaitan atau yang diadakan dengan tenaga listrik (dalam gabungan kata); elektronika (7) |
| ELEULMA | Kota di Aljazair (7) |
| ELEVASI | Ketinggian suatu tempat terhadap daerah sekitarnya (di atas permukaan laut); ketinggian atau sudut tinggi suatu benda langit di atas horizon (7) |
| ELHAMMA | Kota di Tunisia (7) |
| ELIELAT | Sebutan diri untuk orang suku Banda yang mendiami Kepulauan Banda dan daerah bagian barat Kepulauan Kei di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (7) |
| ELIKSIR | Zat cair yang oleh para ahli zaman dahulu (Abad Pertengahan) diharapkan dapat mengubah logam menjadi emas dan dapat memperpanjang kehidupan tanpa batas (usia); obat yang serbaguna (untuk menyembuhkan segala penyakit); ramuan untuk menyiapkan obat secara farmasi (seperti larutan dengan gula, etanol, atau bahan lain) (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| ELIPSIS | Tanda berupa tiga titik yang diapit spasi (...), menggambarkan kalimat yang terputus-putus atau menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan (Linguistik) (7) |
| ELIPTIS | Berbentuk bundar lonjong seperti elips (garis perjalanan atau orbit planet, bentuk daun meja makan, dan sebagainya); bersifat atau bersangkutan dengan elipsis (Linguistik) (7) |
| ELITRON | Sayap depan kumbang yang menebal dan mengeras (Zoologi) (7) |
| ELJADID | Kota di Maroko (7) |
| ELKHART | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ELLIMON | Kota di Venezuela (7) |
| ELMONTE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ELOBEID | Kota di Sudan (7) |
| ELTIGRE | Kota di Venezuela (7) |
| ELUSIAN | Larutan yang dihasilkan pada elusi; hasil elusi; eluat (Kimia) (7) |
| ELUVIAL | Berhubungan dengan atau terdiri atas eluvium (7) |
| ELUVIUM | Sisa-sisa batuan yang ditimbulkan oleh kerapuhan batu di tempat (Geografi dan Geologi); pasir atau tanah halus yang diendapkan oleh angin (Geografi dan Geologi) (7) |
| ELVIEJO | Kota di Nikaragua (7) |
| ELVIGIA | Kota di Venezuela (7) |
| EMANASI | Sesuatu yang memancar (mengalir); pancaran; hasil pancaran berupa gas yang timbul pada disintegrasi unsur radioaktif (Fisika) (7) |
| EMANGIN | Jiwa manusia yang masih hidup dalam kepercayaan suku Buru (7) |
| EMASTUA | Emas yang tinggi mutunya (tinggi kadar emasnya), 24 atau 23 karat (7) |
| EMBALAU | Damar yang dipakai sebagai lak untuk mengetatkan puting keris dan sebagainya pada hulunya (7) |
| EMBALOH | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; Dayak Maloh; Memaloh; Maloh; Sanggau (7) |
| EMBARAN | Siaran (maklumat, undang-undang, dan sebagainya); informasi (7) |
| EMBARAU | Pagar kayu atau tembok batu yang kuat dipasang di tepi laut atau di tepi sungai (untuk menahan luapan air); pematang yang besar dan kuat; tanggul (7) |
| EMBARGO | Penyitaan sementara terhadap kapal-kapal asing, misalnya pada waktu perang, dengan maksud agar kapal-kapal itu tidak meninggalkan pelabuhan; larangan lalu lintas barang (antarnegara); larangan menyiarkan berita sebelum waktu yang telah ditentukan (7) |
| EMBELAN | Pelengkap atau tambahan pada tubuh serangga berupa sungut peraba (antena), alat-alat mulut, sayap, dan tungkai (Zoologi) (7) |
| EMBIKAN | Suara kambing mengembik (7) |
| EMBOLUS | Benda asing dalam aliran darah, misalnya bekuan darah, lemak, udara, yang dapat menyumbat salah satu cabangnya (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| EMBOSUR | Mulut sungai (senjata, seperti meriam, dan sebagainya); kuala; mulut senjata (seperti meriam); bagian tiup pada alat musik (Musik); posisi dan cara menggerakkan bibir untuk menghasilkan nada pada alat tiup (Musik) (7) |
| EMBUNAN | Cairan yang diperoleh dari mengembunnya uap karena kalor penguapan yang tersembunyi telah ditarik, misalnya dengan pendinginan (Kimia) (7) |
| EMBUSAN | Gerak udara yang bertiup; tiupan (7) |
| EMETINA | Alkaloid serbuk putih, emetik kuat, dan berbahaya (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| EMIGRAN | Orang yang meninggalkan tanah airnya dan pergi ke negeri lain untuk tinggal menetap di sana (7) |
| EMINSER | Potongan (tentang daging, buah, sayur) yang sangat tipis (Tata Boga) (7) |
| EMITANS | Daya yang dipancarkan persatuan luas dari suatu permukaan pemancar; daya pancar (Fisika) (7) |
| EMOLIEN | Obat yang dioleskan pada kulit untuk melunakkan kulit atau melemaskan kulit yang tegang (Kimia) (7) |
| EMPASAN | Tempat ombak mengempas (di pantai atau di tempat yang dangkal); hal mengempas (tentang ombak); pukulan (7) |
| EMPEDAL | Kantong perut unggas (ayam, burung, dan sebagainya) tempat pencernaan makanan sebelum makanan tiba ke dalam usus; ampela (7) |
| EMPENAK | Mempersenang hati orang lain (7) |
| EMPERAN | Emper (7) |
| EMPIEMA | Nanah dalam rongga suatu alat tubuh, biasanya dalam rongga paru-paru (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| EMPIRIS | Berdasarkan pengalaman (terutama yang diperoleh dari penemuan, percobaan, pengamatan yang telah dilakukan) (7) |
| EMPLOYE | Pegawai; pembantu (biasanya dikalangan swasta dan niaga) (7) |
| EMPOSAN | Embusan; tiupan; hasil mengempos (misalnya buah-buahan); lubang tempat memeram (7) |
| EMPULUR | Batang yang lunak dalam batang tumbuh-tumbuhan jenis palem (kelapa, pinang, dan sebagainya); bagian yang di dalam sekali (tentang buah-buahan), seperti hati cempedak, hati nangka (7) |
| EMPUNYA | Tuannya; pemiliknya; punya; mempunyai (7) |
| EMULASI | Ambisi atau usaha keras untuk menyamai atau melebihi yang lain dalam prestasi; kedengkian; iri hati; imitasi; tiruan (7) |
| ENCANTO | Film animasi terbaik peraih Piala Oscar 2022; pesona (Portugis); kota di Amerika Serikat (7) |
| ENCERAN | Hasil mengencerkan; sesuatu yang diencerkan (7) |
| ENCHENG | Kota di Cina (7) |
| ENDAPAN | Sesuatu yang bercampur dengan barang cair yang telah turun ke bawah dan bertimbun di dasar (seperti ampas kopi yang bertimbun di dasar cangkir); bahan lepas yang mengendap dan terhampar di dasar laut, danau, sungai, atau rawa; sedimen (Geografi dan Geologi) (7) |
| ENDASAN | Landasan atau alas untuk meracik dan sebagainya (7) |
| ENDEMIK | Berkenaan dengan penyakit yang muncul dalam wilayah tertentu; berkenaan dengan spesies organisme yang terbatas pada wilayah geografis tertentu (7) |
| ENDEMIS | Secara tetap terdapat penyakit di tempat-tempat atau di kalangan orang-orang tertentu dan terbatas pada mereka saja (seperti penyakit malaria di daerah pesisir, penyakit cacing tambang di kalangan buruh tambang) (Kedokteran dan Fisiologi); tumbuh atau terdapat pada tempat atau wilayah tertentu (Botani) (7) |
| ENDILAU | Pohon, tinggi mencapai 15 m, mudah dan cepat tumbuh sehingga cocok untuk penghutanan kembali lereng-lereng bukit yang gundul, kayunya digunakan sebagai bahan bangunan rumah seperti atap, tiang pancang, kasau, dan sebagainya, kulit kayu bagian dalam baik dibuat tali; nilau; andilau (Commersonia bartramia) (Botani) (7) |
| ENDOFIT | Tumbuhan yang hidup di dalam tumbuhan lain atau di dalam hewan, biasanya sebagai parasit (Biologi) (7) |
| ENDOGEN | Berasal dari dalam; bersumber dari kekuatan di dalam bumi, seperti pembentukan gunung api (Geografi dan Geologi); berasal atau terbentuk di dalam organisme atau salah satu bagiannya (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ENDONAN | Orang yang mengendon; tempat mengendon (7) |
| ENDONIM | Nama untuk sesuatu, khususnya tempat, sekelompok orang, atau bahasa, yang digunakan secara internal di tempat itu, atau oleh orang atau komunitas bahasa itu sendiri (7) |
| ENDOSAN | Pemegang surat berharga yang memindahkan haknya atas surat berharga tersebut kepada pihak lain (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| ENDOTEL | Lapisan sel gepeng yang melapisi permukaan dalam pembuluh darah, pembuluh limfa, dan rongga tubuh (7) |
| ENERGIK | Penuh energi; bersemangat (7) |
| ENGGANG | Burung besar anggota suku Bucerotidae, di atas paruhnya yang besar terdapat tonjolan menyerupai cula, makanannya buah-buahan, terutama buah beringin, juga serangga, kadal, cecak, ular, tikus, kelelawar; rangkok; rangkong (Buceros rhinoceros) (7) |
| ENGGANO | Pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudra Hindia; suku bangsa yang mendiami daerah Enggano, Bengkulu (7) |
| ENGKANG | Mengengkang; berjalan dan sebagainya dengan kaki terkangkang (7) |
| ENGKLEK | Berjalan dengan satu kaki (Jawa); permainan yang dimainkan oleh sekurang-kurangnya dua orang pemain, dilakukan dengan cara melempar gaco ke dalam kotak-kotak yang digambar di atas tanah, lalu pemain melompati kotak demi kotak dengan satu kaki (Jawa) (7) |
| ENGKONG | Kakek (Cina) (7) |
| ENGROSS | Dalam jumlah besar (ungkapan/Prancis); ditulis dengan huruf besar (ungkapan/Prancis) (7) |
| ENJELAI | Jenis padi-padian; tanaman semusim, tumbuh berumpun, terdiri atas beberapa buluh yang berempulur dan biasanya bercabang pada bagian atas, daunnya berbentuk seperti pita, buahnya keras, kadang-kadang dibuat tasbih, dan sebagainya; jelai; jali (Coix lacryma jobi) (7) |
| ENKLAVE | Negara atau bagian negara yang dikelilingi oleh wilayah suatu negara lain; daerah (wilayah) budaya yang terdapat di dalam wilayah budaya lain (7) |
| ENMASSE | Secara massal (ungkapan/Prancis) (7) |
| ENOLOGI | Pengetahuan tentang minuman anggur dan pembuatannya (7) |
| ENROUTE | Sedang dalam perjalanan (ungkapan/Prancis) (7) |
| ENSEMAK | Nyanyian pujian suku Iban kepada dewa untuk memohon berkat ketika membuka ladang atau pada waktu menanam (7) |
| ENSEPAT | Sepat yang ukurannya dapat mencapai 12 cm, terdapat bercak menyerupai mutiara di seluruh tubuhnya, tersebar di perairan Malaysia, Thailand, dan Indonesia (Sumatra dan Kalimantan; ikan sepat mutiara (Trichopodus leeri) (7) |
| ENSOPOR | Dan sebagainya; dan lain-lain (7) |
| ENTAKAN | Hasil mengentak; injakan kuat-kuat (7) |
| ENTALPI | Energi kalor yang dikandung suatu zat disebabkan oleh getaran atau rotasi dari atom ion atau molekul (Fisika) (7) |
| ENTEBBE | Kota di Uganda (7) |
| ENTENTE | Persetujuan (biasanya tidak tertulis) antara dua negara atau lebih dalam melakukan tindakan atau kebijaksanaan kerja sama (Politik dan Pemerintahan) (7) |
| ENTERON | Saluran pencernaan secara keseluruhan (mulai dari mulut sampai ke usus) (Anatomi) (7) |
| ENTIMEN | Silogisme yang diperpendek dengan tidak menyebutkan lagi premis umum (7) |
| ENTISOL | Tanah yang masih sangat muda, masih dalam proses permulaan perkembangannya, dicirikan oleh bahan mineral tanah yang belum membentuk horizon pedogenik yang nyata (Ilmu Tanah) (7) |
| ENTITAS | Satuan yang berwujud; maujud (7) |
| ENTOZOA | Binatang parasit yang hidup di dalam usus, khususnya cacing usus (Biologi) (7) |
| ENTROPI | Keseimbangan termodinamis, terutama mengenai perubahan energi yang hukumnya disebut hukum termodinamika kedua yang menyatakan bahwa semua energi hanya dapat berpindah dari tempat yang mengandung banyak energi ke tempat yang kurang mengandung energi (Fisika) (7) |
| ENVOGUE | Sedang digemari (ungkapan/Prancis) (7) |
| EPIDEMI | Penyakit menular yang berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan menimbulkan banyak korban, misalnya penyakit yang tidak secara tetap berjangkit di daerah itu; wabah (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| EPIFORA | Pengulangan sebuah kata atau lebih pada akhir beberapa larik sajak atau pada akhir beberapa frasa yang berurutan untuk mencapai kesedapan bunyi atau keefektifan bahasa; pengulangan kata-kata untuk penegasan dalam puisi (Sastra) (7) |
| EPIGINI | Cara mengatur bagian bunga apabila benang sari, mahkota, dan kelopak ditempelkan di atas bakal buah sehingga terjadi bakal buah terbenam (Botani) (7) |
| EPIGRAF | Prasasti; kalimat atau bagian kalimat pada bagian awal karya sastra yang menggambarkan tema (Sastra) (7) |
| EPIGRAM | Syair atau ungkapan pendek yang mengandung gagasan atau peristiwa yang diakhiri dengan pernyataan menarik dan biasanya merupakan sindiran (Sastra); peribahasa yang padat dan penuh kearifan, sering mengandung paradoks (Sastra) (7) |
| EPISODE | Bagian riwayat atau peristiwa (yang seakan-akan berdiri sendiri); seri cerita (7) |
| EPISTEL | Salah satu surat dari para rasul yang menjadi bagian dari Kitab Perjanjian Baru (Agama Kristen) (7) |
| EPITOME | Contoh yang sangat ideal mewakili bentuk, tipe, karakteristik, dan sebagainya (7) |
| EPIZOIK | Hidup dengan menempel pada bagian luar tubuh binatang (tentang tumbuhan dan sebagainya) (Biologi) (7) |
| EPSILON | Huruf ke-5 abjad Yunani (7) |
| EPWORTH | Kota di Zimbabwe (7) |
| ERANGAN | Hasil mengerang (7) |
| ERDENET | Kota di Mongolia (7) |
| ERECHIM | Kota di Brasil (7) |
| EREKTOR | Benda yang berereksi; otot yang menegakkan suatu alat; penegang (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| EREPSIN | Enzim pemecah protein yang diperoleh dari cairan usus yang sebenarnya merupakan campuran beberapa macam peptidase (Biologi) (7) |
| ERGATIF | Berkenaan dengan ergativitas (Linguistik) (7) |
| ERGODIK | Sifat suatu sistem atau proses (yang rerata waktunya dihitung dari suatu cuplikan data) menjadi sama, dalam pengertian secara probabilistik, dengan rerata rakitan (Fisika); sifat suatu sistem atau proses menjadi sama (7) |
| ERITEMA | Peristiwa memerahnya kulit secara tidak normal (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ERITREA | Negara yang terletak di Afrika Timur Laut, beribu kota Asmara (7) |
| ERPALSI | Cedera persarafan akibat tindakan pengeluaran bayi dari perut ibunya (dalam keadaan sulit) (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ERZURUM | Kota di Turki (7) |
| ESBJERG | Kota di Denmark (7) |
| ESCARUK | Minuman khas Singaraja, semacam ronde, tetapi lebih lengkap dengan tambahan pisang, santan, dan sebagainya (7) |
| ESDOGER | Minuman dari serutan es yang dicampur dengan pacar cina, tapai, cincau hitam, susu, dan sirop yang berwarna merah (7) |
| ESENLER | Kota di Turki (7) |
| ESKADER | Kelompok kecil satuan kapal perang (7) |
| ESKALOP | Potongan daging yang diratakan sebelum digoreng atau ditumis (Tata Boga) (7) |
| ESLEKAT | Es laut yang tetap melekat di tempat terbentuknya semula dan mungkin akan menjadi makin tebal (7) |
| ESLILIN | Es yang bentuknya menyerupai lilin, terbuat dari santan, tepung, es, gula, dan lain-lain, bertekstur lembut dan memiliki beragam varian rasa, disajikan dengan diberi gagang pada ujung es (7) |
| ESLODER | Minuman dingin khas Bogor, terbuat dari adonan tepung hunkue, candil, dan sagu mutiara yang disiram dengan kuah santan dan gula merah (7) |
| ESMAMBO | Sajian dingin yang dibuat dari sari buah, susu, gula, dan lain-lain, biasanya disajikan dengan dibungkus plastik berukuran kecil (7) |
| ESPARTO | Tanaman rumput-rumputan dengan serat kasar dan pendek, dibuat pulp kimia, digunakan membuat kertas buku dan kertas cetak lain (Kimia) (7) |
| ESPINAL | Kota di Kolumbia (7) |
| ESPRESO | Kopi pekat (Tata Boga) (7) |
| ESPUTER | Es krim yang massanya sedikit kasar, tidak begitu lembut, dibuat dengan jalan diputar (7) |
| ESSENIA | Kota di Aljazair (7) |
| ESSERUT | Penganan, terbuat dari es yang diserut, kemudian disiram dengan sirup, biasa ditambahkan dengan potongan buah (7) |
| ESTAFET | Lomba (lari atau renang) beregu dengan cara pembagian jarak tempuh di antara para peserta, pada akhir bagiannya masing-masing menyerahkan benda (misalnya tongkat, bendera) kepada peserta berikutnya; perjalanan yang dilakukan dengan berganti-ganti kendaraan (7) |
| ESTEBAK | Minuman tradisional Minang, terbuat dari adonan tepung beras, sagu, air kapur sirih, adonannya disaring sehingga berbentuk seperti mi, disajikan dengan cincau, tapai, kolang-kaling, susu, sirup, diminum dengan es (Tata Boga) (7) |
| ESTELER | Minuman dari serutan es yang dicampur dengan pacar cina, tapai, cincau hitam, avokad, nangka, kelapa muda, susu, dan sirop gula pasir (7) |
| ESTESIA | Kemampuan untuk merasa atau merasakan (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ESTETIK | Mengenai keindahan; menyangkut apresiasi keindahan (alam, seni, dan sastra); mempunyai penilaian terhadap keindahan; estetis (7) |
| ESTETIS | Mengenai keindahan; menyangkut apresiasi keindahan (alam, seni, dan sastra); mempunyai penilaian terhadap keindahan; estetik (7) |
| ESTIVAL | Berhubungan dengan atau terjadi pada musim panas (7) |
| ESTONIA | Negara yang terletak di Eropa Utara, beribu kota Tallinn (7) |
| ESTRIOL | Zat yang ditemukan dalam air kencing perempuan dan terbentuk dari estron dengan menambahkan kalium bisulfat, mempunyai keaktifan hormon seks perempuan, tetapi tidak seaktif estron (C18H24O3) (Kimia); hormon seks betina (Biologi) (7) |
| ESTUARI | Perairan pantai setengah tertutup tempat air laut bertemu dengan air tawar (Geografi dan Geologi); muara sungai berbentuk corong yang melebar ke arah laut karena pengaruh pasang (Geografi dan Geologi); perairan terlindung yang kemasinannya berbeda dengan jelas apabila dibandingkan dengan kemasinan air laut, beberapa di antaranya mempunyai kemasinan tinggi (estuari negatif), yang ditandai dengan fluktuasi kemasinan dibandingkan dengan air payau atau danau asin yang mempunyai kadar garam tetap (Geografi dan Geologi) (7) |
| ETALASE | Tempat memamerkan barang-barang yang dijual (biasanya di bagian depan toko) (7) |
| ETERNET | Sistem kabel dan perangkat yang menghubungkan komputer agar dapat beroperasi secara bersamaan (7) |
| ETERNIT | Bahan bangunan dibuat dari campuran asbes halus dan semen, dipakai untuk langit-langit rumah (7) |
| ETILASI | Reaksi memasukkan gugus etil ke dalam suatu senyawa (Kimia) (7) |
| ETILENA | Gas tidak berwarna dengan berasa manis, di gunakan sebagai pembius dan untuk mengeluarkan bau limau, serta dapat mematangkan buah〈CH2==CH2〉 (7) |
| ETIOLIN | Pigmen kuning yang terdapat dalam klorofil tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap (7) |
| ETIOPIA | Negara yang terletak di Tanduk Afrika, ibu kotanya Addis Ababa (7) |
| ETNOLOG | Ahli etnologi (7) |
| ETOLOGI | Cabang ilmu hewan tentang perilaku dan cara hidup hewan (Biologi); cabang ilmu yang berhubungan dengan pembentukan dan evolusi karakter manusia (7) |
| EUFOBIA | Fobia mendengar kabar baik (Psikologi) (7) |
| EUFONIK | Enak didengar (tentang bunyi); berkenaan dengan eufoni (7) |
| EUFORIA | Perasaan nyaman atau perasaan gembira yang berlebihan (7) |
| EUFOTIK | Terjangkau sinar matahari (tentang kedalaman air laut) (Oseanologi) (7) |
| EUGENOL | Zat cair tanpa warna, konstituen utama minyak bunga cengkih, digunakan sebagai bahan wangi-wangian dan bakterisida (C10H12O2) (Kimia) (7) |
| EUPLOID | Memiliki jumlah kromosom yang besarnya merupakan kelipatan jumlah pada monoploid atau haploid (Biologi) (7) |
| EURASIA | Benua Eropa dan Asia; benua yang terbentang dari Lautan Atlantik sampai ke Lautan Pasifik (7) |
| EUSTELE | Stele yang dalam penampang melintang tersusun membentuk lingkaran berkas pembuluh kolateral atau bikolateral, biasanya terdapat pada tumbuhan dikotil (Biologi) (7) |
| EUSTRES | Stres yang bersifat positif yang dapat dikendalikan dan dapat membangkitkan motivasi untuk mencapai keberhasilan (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| EUTOSIA | Kelahiran bayi atau persalinan yang berlangsung normal (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| EVERETT | Kota di Amerika Serikat (7) |
| EVOKASI | Daya penggugah rasa; pengalihan pemeriksaan orang asing dari pengadilan kepada instansi lain (Hukum) (7) |
| EVOLUSI | Perubahan (pertumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan (sedikit demi sedikit) (7) |
| EZZAOHU | Kota di Nigeria (7) |
| FADIHAT | Kejelekan; keaiban; kenistaan (7) |
| FADILAH | Fadilat (Arab) (7) |
| FADILAT | Kemuliaan; keluhuran; keutamaan dalam ibadah, amal, dan sebagainya (7) |
| FAGOSIT | Sel-sel yang berfungsi mematikan mikroorganisme asing di sekitarnya dengan cara meluluhkannya ke dalam plasma selnya, misalnya sel darah putih memakan kuman (Biologi) (7) |
| FAHOMBE | Olahraga lompat batu (di Pulau Nias) (7) |
| FAKTUAL | Berdasarkan kenyataan; mengandung kebenaran (7) |
| FALAFEL | Penganan khas Timur Tengah berbahan dasar kacang arab yang dibentuk bulat bersama dengan campuran tepung, wijen, dan bumbu lainnya, bertekstur garing di luar dan empuk di dalam, biasanya disajikan dengan roti pita, sayuran segar, dan acar (7) |
| FALSAFI | Bersifat falsafah (7) |
| FALSETO | Kontra tenor (Musik) (7) |
| FANATIK | Teramat kuat (tentang kepercayaan atau keyakinan terhadap suatu ajaran, seperti politik dan agama) (7) |
| FANFARE | Komposisi musik pendek yang bersemangat dan gembira, biasanya dimainkan dengan alat musik dari tembaga, terutama trompet (digunakan pada upacara kemiliteran dan sebagainya) (7) |
| FANTASI | Gambar (bayangan) dalam angan-angan; khayalan; daya untuk menciptakan sesuatu dalam angan-angan; hiasan tiruan (7) |
| FAREHAM | Kota di Inggris (7) |
| FARMASI | Cara dan teknologi pembuatan obat serta cara penyimpanan, penyediaan, dan penyalurannya (7) |
| FARSAKH | Ukuran jarak, sepanjang lebih kurang 8 km (7) |
| FARSHUT | Kota di Mesir (7) |
| FASIHAT | Kebaikan tutur kata (lafal dan sebagainya) (7) |
| FASISME | Prinsip atau paham golongan nasionalis ekstrem yang menganjurkan pemerintahan otoriter (7) |
| FATALIS | Orang yang percaya atau menyerah saja kepada nasib (7) |
| FATANAH | Pintar; cerdik; cerdas (7) |
| FATIHAH | Pembukaan; surah Fatihah (dengan huruf pertamanya kapital dan didahului dengan penanda makrifah al-) (7) |
| FAVORIT | Orang yang diharapkan (dijagokan, diunggulkan) untuk menjadi juara; kesayangan; kegemaran (7) |
| FAZILKA | Kota di India (7) |
| FEDERAL | Berpemerintahan sipil yang beberapa negara bagian membentuk kesatuan dan setiap negara bagian memiliki kebebasan dalam mengurus persoalan di dalam negerinya (7) |
| FELSPAR | Salah satu mineral pembentuk batuan (Geografi dan Geologi) (7) |
| FEMININ | Mengenai perempuan; bersifat perempuan; menyerupai atau seperti perempuan (7) |
| FEMINIS | Orang yang menganut paham feminisme; berkaitan dengan feminisme (7) |
| FENAKIT | Mineral bening seperti kaca yang tidak berwarna atau berwarna putih, kuning anggur, merah jambu, biru, dan cokelat, umum dipakai sebagai batu permata (Be2SiO4) (Kimia) (7) |
| FENETIK | Berkaitan dengan fenetika (Biologi) (7) |
| FENGHUA | Kota di Cina (7) |
| FENGKOU | Kota di Cina (7) |
| FENGRUN | Kota di Cina (7) |
| FENGSUI | Letak bangunan atau rumah (dengan bagian atau isinya) yang dianggap mempunyai pengaruh baik atau buruk terhadap penghuninya (Cina) (7) |
| FERGANA | Kota di Uzbekistan (7) |
| FERITIN | Protein yang mengandung zat besi yang terdapat dalam hati dan limpa (Biologi) (7) |
| FERIZAJ | Kota di Kosovo (7) |
| FERMATA | Tanda pada notasi berupa garis setengah lingkaran dengan titik di dalamnya, berfungsi untuk memperpanjang not lebih lama daripada nilai not atau diamnya (Kesenian) (7) |
| FERMION | Zarah seperti elektron, proton, atau neutron yang mematuhi fungsi distribusi Fermi-Dirac dalam pendistribusiannya (Fisika) (7) |
| FERMIUM | Unsur kimia aktinida dengan nomor 100, berlambang Fm, berbobot atom 254 u, tidak terdapat dalam alam, dan semua isotopnya radioaktif (7) |
| FEROMON | Zat kimia yang dikeluarkan oleh seekor hewan yang memungkinkannya berkomunikasi dengan anggota lain dari jenis yang sama; wewangian yang dikeluarkan oleh spesies binatang ketika birahi, berfungsi untuk menarik pasangan pada musim kawin (seperti kucing) (7) |
| FERRARA | Kota di Italia (7) |
| FETHIYE | Kota di Turki (7) |
| FIBRASI | Getaran (suara dan sebagainya) (7) |
| FIBROID | Mioma uteri (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| FIBROSA | Jaringan ikat berbentuk serabut (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| FIDUSIA | Pendelegasian wewenang pengelolaan uang dari pemilik uang kepada pihak yang didelegasi (7) |
| FIGURAN | Pemain (film, sandiwara) yang memegang peran yang tidak berarti (7) |
| FIKSASI | Perasaan terikat atau terpusat pada sesuatu secara berlebihan; kondisi seseorang yang berhenti pada salah satu tahap psikoseksual masa kanak-kanak (Psikologi) (7) |
| FILAMEN | Benda yang berbentuk seperti benang yang tipis; tangkai sari (Botani) (7) |
| FILARIA | Cacing benang (7) |
| FILODIA | Tangkai daun yang bersayap dan berfungsi sebagai daun (Botani) (7) |
| FILOLOG | Ahli filologi (7) |
| FILOPUR | Merek dagang untuk penyaring air tawar (guna membersihkan air dari kotoran atau bakteri) (7) |
| FILTRAT | Substansi yang telah melewati penyaring (7) |
| FILTRUM | Lekukan vertikal antara bibir atas dan hidung; oreng (Anatomi) (7) |
| FIMBRIA | Saluran indung telur tempat pembuahan terjadi (7) |
| FINALIS | Orang atau tim yang mengikuti final (tentang perlombaan) (7) |
| FINTECH | Financial technology (akronim) (7) |
| FIOLAKS | Kaca bebas alkali yang tahan terhadap perubahan suhu (Kimia) (7) |
| FIRASAT | Keadaan yang dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat; kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dengan melihat keadaan (muka dan sebagainya); pengetahuan tentang tanda-tanda pada badan (tangan dan sebagainya) untuk mengetahui tabiat (untung malang dan sebagainya) orang; keadaan muka (mata, bibir, dan sebagainya) yang dihubung-hubungkan dengan tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang) (7) |
| FIRDAUS | Taman kesenangan (surga) tempat Adam dan Hawa berdiam sebelum diturunkan ke bumi; surga (7) |
| FISALIN | Karotenoid yang terdapat dalam buah cermai (7) |
| FISHERS | Kota di Amerika Serikat (7) |
| FISHMAW | Perut ikan (Inggris) (7) |
| FISIBEL | Terlaksana; terwujud (7) |
| FISTULA | Saluran abnormal yang terbentuk antara dua organ dalam akibat luka atau tindakan bedah (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| FITOFAG | Suka memakan tumbuhan (tentang serangga) (Zoologi) (7) |
| FLAGAMI | Kota di Amerika Serikat (7) |
| FLAGELA | Alat gerak spora kembara berupa embel-embel yang ramping seperti benang atau cambuk yang panjang (Biologi) (7) |
| FLEKSOR | Otot pengetul anggota gerak; otot ketul; otot pembengkok (7) |
| FLEXING | Seseorang yang menyombongkan gaya hidupnya demi memberikan kesan mampu kepada orang lain; memamerkan harta kekayaan yang dimiliki di media sosial (7) |
| FLOFELA | Lembaga yang menangani masalah pertahanan dan keamanan kampung (Sentani) (7) |
| FLORIDA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Tallahassee; kota di Kuba (7) |
| FLOTASI | Cara untuk memisahkan campuran zat padat dengan air berdasarkan perbedaan daya pembasahan atau daya penyerapan air (partikel yang mendapat pembasahan lebih besar akan tenggelam atau mengendap, sedangkan yang daya pembasahannya kecil akan mengapung sebagai busa) (7) |
| FLUENSI | Kesiapan, kelancaran, serta kemampuan menghasilkan gagasan (7) |
| FLUORIN | Unsur kimia nonlogam halogen berupa gas hijau muda bersifat racun, dikenal sebagai unsur yang paling elektronegatif; unsur dengan nomor atom 9, berlambang F, dan bobot atom 18,9984 u (F2) (7) |
| FLUORIT | Mineral bening, berwarna biru; fluor (CaF2) (7) |
| FLURONA | Kondisi saat seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan akibat influenza dan Covid-19 secara bersamaan (akronim) (7) |
| FLUVIAL | Berhubungan dengan sungai atau aliran sungai; ditemukan atau hidup di sungai (7) |
| FOCSANI | Kota di Rumania (7) |
| FOIMERE | Alat musik tiup (seperti seruling) dari Pulau Flores (7) |
| FOKASIA | Roti datar ala Italia, dibuat dari tepung, ragi, minyak zaitun, dan rempah-rempah (Tata Boga) (7) |
| FOLASIN | Vitamin B kompleks yang berfungsi sebagai pembawa unit satu karbon pada berbagai reaksi metabolis, terdapat dalam sayuran hijau dan hati, sangat penting bagi tubuh dalam pembentukan sel baru dan perawatan sel; asam folat (7) |
| FOLIKEL | Kantong kelenjar yang kecil dan sempit (misalnya pada rambut); buah kering berbiji banyak yang pecah pada satu sisinya untuk melepaskan biji (Botani) (7) |
| FOLKLOR | Adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi tidak dibukukan; ilmu adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang tidak dibukukan (7) |
| FONDASI | Dasar bangunan yang kuat, biasanya (terdapat) di bawah permukaan tanah tempat bangunan itu didirikan; fundamen (7) |
| FONEMIK | Ilmu bahasa (linguistik) tentang sistem fonem; sistem fonem suatu bahasa; prosedur untuk menentukan fonem suatu bahasa (7) |
| FONEMIS | Bersangkutan dengan fonem; bersangkutan dengan fonemik; berbeda dipandang dari sudut bahasa (dikatakan tentang bunyi-bunyi yang berbeda karena mampu menyatakan kontras makna) (7) |
| FONETIK | Bidang linguistik tentang pengucapan (penghasilan) bunyi ujar; sistem bunyi suatu bahasa (7) |
| FONETIS | Bersangkutan dengan bunyi; bersangkutan dengan fonetik (7) |
| FONTANA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| FORAMEN | Lubang kecil (bukaan) pada tulang atau pada biji bibit tanaman (Biologi); lubang atau saluran ke dalam atau melintasi tulang (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| FORDHAM | Kota di Amerika Serikat (7) |
| FORKLIF | Mesin pengangkat barang (7) |
| FORMASI | Susunan (pegawai, pengurus, kabinet, pesawat terbang, dan sebagainya); seperangkat lapisan atau strata yang memiliki ciri litologis yang sama dan mengandung sisa-sisa kehidupan (fosil) yang sama pula (Geografi dan Geologi); susunan atau barisan (dalam sepak bola, bola basket, dan sebagainya) sebagai pola penyerangan atau pertahanan; penempatan pemain atau orang-orang yang akan melakukan senam (Olahraga) (7) |
| FORMIGA | Kota di Brasil (7) |
| FORMIKA | Lembaran pelapis penggilap perabot kayu, seperti daun pintu, daun meja, terbuat dari bahan plastik dengan warna dan corak yang bermacam-macam (7) |
| FORMOSA | Kota di Argentina dan Brasil (7) |
| FORMULA | Susunan atau bentuk tetap; rumus; makanan yang digunakan sebagai alternatif ASI dan sediaan nutrisi bagi bayi yang membutuhkan (Ilmu Gizi) (7) |
| FORTIUS | Salah satu moto Olimpiade yang berarti lebih kuat (7) |
| FOSFIDA | Senyawa yang terdiri atas fosforus yang berpadu secara langsung dengan logam (Kimia) (7) |
| FOSFINA | Gas tidak berwarna dan mudah terbakar, bersifat racun (PH3) (7) |
| FOTOFOR | Bagian tubuh hewan yang hidup di laut dalam yang berfungsi menghasilkan cahaya (Biologi) (7) |
| FOTOLIT | Zat yang diuraikan oleh cahaya (Kimia) (7) |
| FOTOSEL | Sel yang sifat elektriknya diubah oleh tenaga sinar (Kimia) (7) |
| FOUMBAN | Kota di Kamerun (7) |
| FOUMBOT | Kota di Kamerun (7) |
| FRAGMEN | Cuplikan atau petikan (sebuah cerita, lakon, dan sebagainya); bagian atau pecahan sesuatu (7) |
| FRAKTUR | Keretakan atau keadaan patah (tentang tulang dan sebagainya) (7) |
| FRAKTUS | Awan yang berbentuk tidak teratur sehingga terdapat pecahan awan yang di sana sini tampak jelas (Meteorologi) (7) |
| FRAMBOS | Buah ceri berwarna merah atau hitam; rasberi (Rubus idaeus) (7) |
| FRANCIS | Waralaba (7) |
| FREATIK | Letusan hidrotermal akibat tekanan air yang besar dari dalam bumi (Geografi dan Geologi) (7) |
| FREKLES | Kelainan warna kulit akibat pajanan sinar matahari, kulit bercak-bercak cokelat kecil, termasuk penyakit keturunan, pada umumnya menimpa orang berkulit putih (7) |
| FREKUEN | Sering (7) |
| FREMONT | Kota di Amerika Serikat (7) |
| FRONTAL | Secara terbuka (berhadap-hadapan) (7) |
| FRUKTAN | Polimer fruktosa yang terjadi dalam tanaman (Kimia) (7) |
| FRUSTUM | Bagian dasar dari sebuah kerucut atau piramida yang dibentuk dengan memotong bagian atasnya dengan bidang yang sejajar dengan dasarnya (Matematika) (7) |
| FUJIEDA | Kota di Jepang (7) |
| FUJIOKA | Kota di Jepang (7) |
| FUKSINA | Zat warna merah tua (Kimia) (7) |
| FUKUOKA | Kota di Jepang (7) |
| FUKUROI | Kota di Jepang (7) |
| FULKRUM | Titik poros dalam sistem tuas (7) |
| FUMAROL | Kawah lubang di daerah vulkanis yang mengeluarkan gas bercampur uap (Geografi dan Geologi) (7) |
| FUMIGAN | Pestisida yang mudah menguap dan biasanya uapnya dipakai untuk membasmi jasad hidup (Kimia) (7) |
| FUNCHAL | Kota di Portugal (7) |
| FUNGOID | Berkaitan dengan, bermiripan dengan, atau menunjukkan ciri jamur (Biologi) (7) |
| FURERAK | Ayakan dari anyaman kulit kayu (Kur) (7) |
| FURLONG | Satuan ukuran panjang 1/8 mil atau 201 m (ungkapan/Inggris) (7) |
| FUTURIS | Orang yang mempelajari dan memprediksi masa depan, terutama yang berkaitan dengan tren; orang yang menganut futurisme (7) |
| FYZABAD | Kota di India (7) |
| GABROVO | Kota di Bulgaria (7) |
| GADAIAN | Barang yang biasa digadaikan (7) |
| GADURAN | Tak jelas tujuannya (Jawa) (7) |
| GAGALUR | Balok penyangga rangka dinding rumah tradisional (Sunda) (7) |
| GAGARAN | Tumpukan padi seperti menara yang terbentuk dari hasil pemilahan antara padi hampa yang terbang tertiup angin dan padi yang berisi jatuh membentuk tumpukan (Dayak) (7) |
| GAGASAN | Hasil pemikiran; ide (7) |
| GAGATON | Rumput makanan hewan ternak (Batak) (7) |
| GAJEBOH | Bagian daging sapi atau kerbau yang bercampur lemak (Minangkabau) (7) |
| GALAKSI | Tata surya dan kabut-kabut (biasanya terdiri atas beratus-ratus biliun bintang dan banyak sekali kabut) (7) |
| GALAPAK | Terbang ketakutan hingga mengenai barang-barang di sekitarnya pada saat akan ditangkap (tentang ayam dan sebagainya) (Sunda) (7) |
| GALARAN | Uang hasil menggadaikan sesuatu (Aceh) (7) |
| GALASIN | Gobak sodor (7) |
| GALATSI | Kota di Yunani (7) |
| GALBANI | Penyepuhan atau pelapisan dengan arus listrik pada permukaan benda dari besi atau baja dengan logam seng agar tahan korosi; galvanisasi (7) |
| GALENDO | Ampas minyak kelapa yang diolah menjadi makanan (Sunda) (7) |
| GALETER | Perputaran gasing yang tidak mulus karena paksi gasing terlalu panjang (Melayu Ambon) (7) |
| GALIBUT | Jalibut (7) |
| GALIPAR | Tikar yang terbuat dari daun pandan hutan yang berukuran sangat besar (Seluwarsa) (7) |
| GALISIA | Wilayah otonomi yang terletak di barat laut Spanyol dan berbatasan dengan Portugal (7) |
| GALIUNG | Kapal layar besar (kiasan) (7) |
| GAMBANG | Alat musik pukul tradisional (bagian dari perangkat gamelan) yang dibuat dari bilah-bilah kayu (16–25 bilah) yang panjang dan besarnya tidak sama, dimainkan dengan alat pukul (Musik) (7) |
| GAMBOGE | Cemaran getah kuning pada buah manggis (Biologi); getah pohon berwarna oranye gelap, digunakan sebagai pewarna (7) |
| GAMBORU | Kota di Nigeria (7) |
| GAMBUSU | Alat musik petik, semacam gitar, terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan senar sebagai sumber bunyi (Muna) (7) |
| GAMELAN | Perangkat alat musik Jawa (Sunda, Bali, dan sebagainya) yang terdiri atas saron, bonang, rebab, gendang, gong, dan sebagainya (7) |
| GAMITAN | Sesuatu atau seseorang yang disentuh atau digamit; hasil menggamit; padanan dari mention (7) |
| GAMPANG | Mudah; tidak sukar; enteng; remeh; sepele; panjang dan mencuat ke atas (tentang tanduk) (Gayo) (7) |
| GAMPING | Batuan berwarna putih, jika dibakar dapat digunakan sebagai campuran bahan bangunan yang sebagian besar terdiri atas kalsium karbonat; batu kapur (7) |
| GAMPONG | Permukiman masyarakat adat Aceh (7) |
| GAMPRET | Ikan laut, badannya berwarna hitam legam, semua sirip sangat lebar dan berwarna oranye pada semua ujungnya (sisi luar), panjang mencapai 45 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 15–30 m, tersebar di perairan Kepulauan Ryukyu sampai Australia (Platax pinnatus) (7) |
| GANCANG | Cepat (gerakannya); tangkas dan cekatan; tempo cepat (tentang tari) (7) |
| GANDENG | Bersambung; berhubungan; berbimbing (tangan) (7) |
| GANDEWA | Busur panah (7) |
| GANDING | Dekat; hampir; banding; tanding; anjing yang bulunya berwarna lebih dari satu; anjing belang (Batak) (7) |
| GANDUNG | Rakit (dari bambu) yang dipasang di kiri kanan perahu supaya tidak oleng atau untuk menambah muatan; ambau (7) |
| GANGGUT | Cabut; renggut (7) |
| GANGREN | Pembusukan daging yang terjadi pada bagian tubuh yang tidak lagi dialiri darah (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| GANGSAR | Lancar; tidak ada halangan; prosa (7) |
| GANGSIR | Jangkrik berukuran besar, tubuh berwarna cokelat hingga cokelat gelap, suka mengorek tanah untuk membuat lubang sebagai tempat tinggalnya, aktif di malam hari atau nokturnal (Tarbinskiellus portentosus) (7) |
| GANIMAH | Harta rampasan perang yang diperoleh melalui pertempuran (Arab) (7) |
| GANTALA | Makanan khas Jeneponto yang terbuat dari daging kuda, dibumbui garam dan direbus, disajikan sebagai hidangan pesta pernikahan (Makassar) (7) |
| GANTANG | Satuan ukuran isi atau takaran, sama dengan 3,125 kg, biasanya untuk menakar atau menyukat beras, kacang-kacangan, dan sebagainya; tiang tempat sangkar burung digantung sampai pada ketinggian tertentu, fungsinya untuk melatih burung bernyanyi atau manggung; gantangan (Jawa) (7) |
| GANTENG | Mulai mengental (tentang gula); elok dan gagah (tentang perawakan dan wajah, khusus untuk laki-laki); tampan (7) |
| GANTING | Kental; pekat; lekat (Melayu Jakarta); perahu (7) |
| GANTOLE | Kendara terbang tidak bermesin dan tidak mempunyai ruang, untuk olahraga terbang layang (dari Bugis) (7) |
| GANTUNG | Sangkut; kait (7) |
| GANYANG | Lahap; kikis (7) |
| GANYONG | Tanaman umbi berumpun, tinggi kurang lebih 2 m, berdaun hijau dengan warna ungu di pinggir, umbinya biasanya direbus untuk dimakan; laos jambe; laos mekah (Canna edulis) (7) |
| GAOPING | Kota di Cina (7) |
| GAOZHOU | Kota di Cina (7) |
| GAPURAN | Ikan gabus (7) |
| GARANSI | Jaminan; tanggungan (7) |
| GARAPAN | Pekerjaan (apa yang dikerjakan); hasil menggarap; tanah (yang diolah) (7) |
| GARBSEN | Kota di Jerman (7) |
| GARDENA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| GAREBEK | Perayaan besar yang bertalian dengan hari raya Islam tiga kali dalam setahun (Jawa) (7) |
| GARISAN | Hasil menggaris; penggaris; belebas; mistar (7) |
| GARISSA | Kota di Kenya (7) |
| GARITAN | Garit (7) |
| GARIZAH | Naluri; insting (7) |
| GARLAND | Kota di Amerika Serikat (7) |
| GAROOWE | Kota di Somalia (7) |
| GAROTAK | Jembatan yang terbuat dari papan atau kayu, beratap seng (Melayu Riau) (7) |
| GARPUAN | Perbungaan yang membentuk dikotomi semu, yaitu bunga pertama yang membuka terletak di ujung sumbu dan diapit oleh dua bunga samping, misalnya pada bunga melati (Botani) (7) |
| GARUKAN | Hasil menggaruk; bekas-bekas digaruk (7) |
| GASAKAN | Hasil menggasak (7) |
| GASALAM | Gas yang diperoleh langsung dari tanah, dipakai sebagai bahan bakar, bahan dasar dalam industri pupuk urea, dan sebagainya; gas bumi (7) |
| GASBUMI | Semua jenis hidrokarbon berupa gas yang dihasilkan dari sumur, yang mencakup gas tambang basah, gas kering, gas pipa selubung, gas residu setelah ekstraksi hidrokarbon cair dan gas basah, dan gas nonhidrokarbon yang tercampur di dalamnya secara alamiah; percampuran gas dan uap hidrokarbon yang terjadi secara alamiah, yang komponen terpentingnya adalah metana, etana, propana, butana, pentana, dan heksana (7) |
| GASOLIN | Campuran hidrokarbon yang berwujud cairan dan tidak berwarna, mudah menguap, serta mudah terbakar, yang merupakan fraksi dari minyak bumi dan digunakan sebagai bahan bakar; bensin (Kimia) (7) |
| GASRAWA | Gas yang mudah terbakar, sebagian besar terdiri atas metana, ditemukan dalam tambang batu bara dan gas bumi (Kimia) (7) |
| GASTRIN | Hormon saluran makanan yang pada kepekatan faal merangsang penggetahan asam lambung, tetapi pada kepekatan tinggi menekan penggetahan (Biologi) (7) |
| GAUKANG | Perhiasan milik kerajaan; pusaka kerajaan (di Sulawesi) (7) |
| GAWATAN | Bagian alur yang mencakup rumitan, tikaian, serta menuju ke klimaks atau titik balik (Sastra) (7) |
| GAYAMAN | Ikan laut yang badannya lebar, berwarna perak, sirip ventral berwarna hitam, panjang mencapai 26,5 cm, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Atropus atropos) (7) |
| GAYUANG | Lolongan anjing (Dayak) (7) |
| GAYUTAN | Tempat bergayut; tempat bergantung; sangkutan; gantungan; sangkut paut; perihal (hasil) menggayut (7) |
| GAZETER | Kamus, senarai, atau indeks nama-nama geografis, biasanya disertai informasi deskriptif atau statistis (7) |
| GBONGAN | Kota di Nigeria (7) |
| GEBARAN | Getaran (7) |
| GEBETAN | Seseorang yang sedang ditaksir atau disukai (7) |
| GEBOGAN | Sajian untuk makhluk halus yang berisi buah-buahan yang ditusukkan dengan lidi ke batang pisang (Bali) (7) |
| GEBUKAN | Pukulan; hantaman (7) |
| GEDABAH | Hiasan rambut berbentuk segitiga (dari emas) (7) |
| GEDEBEG | Kereta kecil (Jawa) (7) |
| GEDEBOK | Batang pisang (untuk menancapkan wayang kulit dan sebagainya) (Jawa); kulit batang pisang yang kering; kelesek (Jawa) (7) |
| GEDEBUK | Tiruan bunyi seperti bunyi barang berat jatuh ke tanah (7) |
| GEDOGAN | Kesenian musik tradisional Banyuwangi yang menggunakan lesung-lesung dan alu (dengan berbagai ukuran, dari bentuk lesung yang paling kecil hingga ke bentuk lesung yang paling besar) (Using) (7) |
| GEDOKAN | Mesin penggiling padi yang digunakan untuk memisahkan beras pecah kulit dari gabah, terdiri atas ruang-ruang yang disusun secara zig-zag (7) |
| GEDORAN | Ketukan keras (pada pintu); hasil merampok (kiasan) (7) |
| GEDUBUG | Burung elang besar, berbulu cokelat dengan dada warna putih (Using) (7) |
| GEDUYUT | Bergeduyut; melentur; meluyut (7) |
| GEELONG | Kota di Australia (7) |
| GEGABAH | Terlampau berani sehingga mengakibatkan kurang hati-hati (tentang sikap, tindakan, perbuatan) (Jawa) (7) |
| GEGADAN | Patut; layak; tertib; sopan (7) |
| GEGAMAN | Berbagai senjata (Jawa) (7) |
| GEGARES | Makan banyak-banyak (rakus) (Melayu Jakarta) (7) |
| GEGETAR | Perhiasan sanggul (dari emas atau perak) berbentuk bunga sunting yang mudah bergetar (7) |
| GEGETUN | Menyesal (Melayu Jakarta); tercengang (karena keheran-heranan, kecewa, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (7) |
| GEGILAK | Tingkah laku aneh yang ditampikan seseorang selama sakit yang dipercaya menjadi tanda orang tersebut akan meninggal dunia (Tunjung) (7) |
| GEGISIK | Bidang tanah yang membatasi air; tanjung (Jawa); bagian dari pantai laut yang menandai batas air pasang dan air surut (Jawa) (7) |
| GEJOLAK | Luapan (bualan) air seperti pada waktu mendidih; nyala api yang berkobar-kobar; gerakan (pemberontakan dan sebagainya); huru-hara (kiasan) (7) |
| GELABAH | Kemenangan (7) |
| GELABAT | Daun tebu yang kering (Madura) (7) |
| GELABIR | Kulit (daging) yang menggelepai pada leher lembu, orang tua, dan sebagainya; pial ayam; gelambir; jumbil; dambir (7) |
| GELABUR | Tiruan bunyi benda besar yang jatuh ke dalam air; cebur (7) |
| GELADAK | Lantai kapal atau lantai perahu (7) |
| GELADIR | Lendir; kotoran (tahi yang encer sekali); cepat meluncur; laju (7) |
| GELAGAH | Rumput yang tingginya dapat mencapai 5 m, batangnya beruas-ruas (Saccharum spontaneum); ikan laut yang panjangnya mencapai 12 cm, hidup di terumbu karang tropis, tersebar di perairan Laut Merah sampai Kepulauan Line dan Mangareva, bagian utara sampai Kepulauan Ryukyu, bagian selatan sampai Great Barrier Reef, Australia (Apogon frenatus) (7) |
| GELAGAR | Gemuruh; belahan bambu yang dirangkai, digunakan sebagai alas duduk dan sebagainya; bambu panjang untuk menjepit pagar (Sunda); konstruksi baja atau beton yang membentuk bentangan jembatan, dermaga, atap (Teknik); bentangan baja atau kayu yang mendukung kuda-kuda lantai (Teknik) (7) |
| GELAGAT | Yang menjadi tanda atau alamat akan terjadinya suatu peristiwa; gerak-gerik; tingkah laku (7) |
| GELAKAK | Tertawa gelak-gelak (7) |
| GELALAR | Meronta (7) |
| GELAMAI | Penganan dibuat dari tepung beras pulut, gula, dan santan; dodol (7) |
| GELASAH | Ramuan obat yang dikunyah dan disemburkan ke bagian tubuh yang sakit (Gayo) (7) |
| GELASAK | Tikar (7) |
| GELASAN | Adonan serbuk halus dari pecahan kaca (porselen dan sebagainya) dan bahan perekat sebagai bahan pelapis benang layang-layang (kadang-kadang diberi warna) (7) |
| GELATAK | Cerewet; banyak mulut; gelitik (7) |
| GELATIK | Burung pipit, berbulu abu-abu, berparuh merah, berbadan agak kecil (Munia oryzivora) (7) |
| GELATIN | Zat dari tulang atau jaringan hewan yang digunakan untuk media pembiakan menjadi gel yang dicairkan oleh beberapa bakteri dan cendawan; agar-agar (7) |
| GELATUK | Geletuk (7) |
| GELAYUT | Ayun (7) |
| GELEBAH | Sedih; gelisah (7) |
| GELEBAP | Tiruan bunyi setumpuk kertas jatuh (7) |
| GELEBAR | Gerak mengombak (7) |
| GELEBER | Menggeleber; menggelepai ke bawah (pial ayam, dan sebagainya); bergeleberan; bergantungan menggelepai (seperti gelambir atau baju yang terlampau longgar) (7) |
| GELEBUK | Tiruan bunyi barang jatuh (7) |
| GELECIK | Gelincir (7) |
| GELEDAH | Memeriksa (orang, rumah, dan sebagainya) untuk mencari sesuatu (seperti barang larangan, barang curian, surat-surat bukti) (7) |
| GELEDEK | Guruh yang keras; petir (7) |
| GELEDUR | Menggeledur; berlipat-lipat (tentang kulit perut dan sebagainya) (7) |
| GELEGAH | Gelagah; gong (7) |
| GELEGAK | Bergelegak; berbual-bual dan berbunyi (seperti air mendidih pada waktu direbus); bergelora (kiasan) (7) |
| GELEGAR | Tiruan bunyi gemuruh seperti bunyi meriam atau bom; kayu (balok) penyangga papan lantai dan sebagainya (pada rumah panggung) (7) |
| GELEKAK | Kelupas; lepas (7) |
| GELEKEK | Menggelekek; tertawa terkekeh-kekeh (7) |
| GELEMAT | Geladak di haluan dan di buritan perahu (7) |
| GELENAK | Penganan seperti dodol, dibuat dari adonan tepung ketan kasar, santan kental, gula merah, dan air jahe (Palembang) (7) |
| GELENDO | Air ampas masakan gula (Melayu Jakarta) (7) |
| GELENYE | Kembang genjer (Sunda) (7) |
| GELEPAI | Menggelepai; terkulai ke bawah (dahan yang patah, gelambir, bendera yang basah dan lain-lain) (7) |
| GELEPAR | Menggelepar; bergerak memukulkan sayapnya; bergeleparan; bergerak ke sana kemari; berloncatan (karena kebingungan) (7) |
| GELEPEK | Menggelepek; bergantung menggelepai (seperti bendera yang tidak berkibar) (7) |
| GELEPOT | Kotor berlumur lumpur dan sebagainya (7) |
| GELEPUR | Melompat memukulkan sayap seperti ayam berlaga (7) |
| GELESER | Menggeleser; bergerak-gerak (tidak henti-hentinya); mulai berputar (tentang roda dan sebagainya); bergulir di permukaan tanah (7) |
| GELESOT | Menggelesot; duduk (di tanah, lantai, dan sebagainya) tanpa alas; beringsut sambil duduk (7) |
| GELETAK | Telentang (7) |
| GELETAR | Menggeletar; menggigil; gemetar; menggentar (bergentar); berdebar-debar (tentang hati) (7) |
| GELETIK | Menggeletik; bergerak-gerak seperti menggelepar; meronta-ronta; geliang-geliut (seperti ulat) dan sebagainya; berdebar-debar (tentang hati); berbunyi “tik-tik” (seperti detak arloji) (7) |
| GELETIS | Menggeletis; bergerak-gerak (geliang-geliut) (7) |
| GELETUK | Menggeletuk; gemetar karena menggigil kedinginan dan sebagainya; menggelatuk (7) |
| GELIANG | Gerakan meliuk-liuk dan melilit (seperti belut dipegang kepalanya); geliang-geliut (7) |
| GELIBIR | Menggelibir; terkulai karena tebalnya (seperti bibir gajah) (7) |
| GELICIK | Elak (7) |
| GELIGIN | Kayu (tongkat) pada alat tenun untuk menggulung benang (7) |
| GELIGIS | Menggeligis; menggigil; menggentar keras (7) |
| GELIGIT | Menggeligit; menggigit berulang-ulang (7) |
| GELIMIR | Kulit ari; selaput (7) |
| GELIMUN | Selubung; selimut (7) |
| GELIPAR | Meleset (tentang pedang dan sebagainya yang ditebaskan) (7) |
| GELISAH | Tidak tenteram, selalu merasa khawatir (tentang suasana hati); tidak tenang (tentang tidur); tidak sabar lagi dalam menanti dan sebagainya; cemas (7) |
| GELITAR | Stoples kecil (Melayu Medan); menggelitar; meronta-ronta; menggelodar (7) |
| GELITIK | Kilik-kilik (menyebabkan geli); hasutan; perbuatan memberanikan (kiasan) (7) |
| GELOBAK | Luka parah; koyak; rusak (7) |
| GELOBOK | Menggelobok; berbunyi seperti air yang diisikan ke dalam botol (7) |
| GELOCAK | Berkocak-kocak (tentang air dan sebagainya) (7) |
| GELODAR | Keruh berlumpur (tentang air) (7) |
| GELODOK | Kotak; peti (7) |
| GELOGOK | Ancaman (7) |
| GELOJOH | Suka makan banyak; lahap; rakus (7) |
| GELOPAK | Menggelopak; terlepas (tidak melekat lagi, tentang kayu, cat dan sebagainya); terkelupas (7) |
| GELOSOK | Gosok (7) |
| GELOTAK | Kupas; menggelotak; mengupas buah yang keras kulitnya (7) |
| GELOYOR | Tentang kulit kendur; pergi; terhuyung; pergi; terhuyung (7) |
| GELUDUK | Suara menggelegar di udara (disebabkan oleh halilintar); guntur; guruh (7) |
| GELUGUR | Pohon, tinggi hingga 18 m, batangnya lurus, kayunya tidak awet, mengandung getah yang menyebabkan gatal-gatal apabila terkena tubuh, buahnya mirip buah manggis berwarna merah kekuning-kuningan, digunakan untuk mengasami gulai (Garcinia macrophylla); alur (pada kaki meja dan sebagainya sebagai perhiasan) (7) |
| GELUGUT | Menggelugut; menggigil dengan hebat; gemeletuk (tentang gigi) (7) |
| GELULUR | Menggelulur; mudah lulus; melincir (gelingsir); turun (tentang seluar dan sebagainya) (7) |
| GELUMAT | Riuh rendah (ramai sekali) (7) |
| GELUTAK | Sambal mentah yang berbahan cabai, daging buah durian, buah kemang, serai, dan garam, dimakan dengan nasi panas dan ikan bakar (7) |
| GELUTAN | Gulatan; gumulan; yang digeluti (7) |
| GEMAUNG | Berkumandang; bergaung (Sastra) (7) |
| GEMAWAN | Berbagai-bagai rupa awan (Sastra); melayang (tentang awan) (Sastra) (7) |
| GEMBALA | Penjaga atau pemiara binatang (ternak); penjaga keselamatan orang banyak (7) |
| GEMBENG | Cenderung mudah menangis (7) |
| GEMBILI | Tanaman perdu merambat, tinggi mencapai 5 m, daunnya berbentuk seperti ginjal, umbinya dapat dimakan, bentuknya bulat atau bulat panjang, daging umbi berwarna putih sampai putih kekuningan; kembili (Dioscorea aculeata) (7) |
| GEMBIRA | Suka; bahagia; bangga; senang (7) |
| GEMBLAK | Penari (ronggeng) laki-laki (Jawa); ronggeng laki-laki yang menjadi piaraan laki-laki lain (Jawa); pembuat barang-barang dari kuningan (7) |
| GEMBLEP | Gemuk berisi (tentang wajah) (Jawa) (7) |
| GEMBOLO | Umbi gembili yang besar (7) |
| GEMBONG | Harimau yang berbulu belang-belang; jagoan; pendekar; orang yang terkemuka (7) |
| GEMBROT | Gemuk, tetapi tidak sintal (untuk badan dan sebagainya) (Jawa) (7) |
| GEMBUNG | Menjadi besar karena berisi udara, air, dan sebagainya; kembung; melembung (7) |
| GEMETAR | Bergetar anggota badan karena ketakutan (kedinginan dan sebagainya); menggigil karena ketakutan dan sebagainya (7) |
| GEMILAP | Berkilap-kilap; berkilauan (7) |
| GEMINAT | Proses duplikasi konsonan dalam sebuah kata (Linguistik) (7) |
| GEMINTE | Kota praja (7) |
| GEMPANG | Duduk (tentang hewan berkaki empat) (Batak) (7) |
| GEMPITA | Menggempita; riuh rendah; meriah sekali; ribut sekali; gegap gempita (7) |
| GEMULAI | Lemah lembut (tentang gerak anggota tubuh) (7) |
| GEMURUH | Menderu-deru seperti bunyi guruh atau suara ombak besar mengalun menepis pantai; gemuntur (7) |
| GENAHAR | Keran (perapian) besar yang dibuat dari tanah (7) |
| GENDANG | Alat bunyi-bunyian berupa kayu bulat panjang, di dalamnya ada rongga dan salah satu lubangnya atau kedua-duanya diberi kulit (untuk dipukul) (Musik); gulung (untuk kertas) (7) |
| GENDENG | Condong; miring; ereng; gila; tidak normal (ingatan, pikiran) (Jawa) (7) |
| GENDEWA | Busur (7) |
| GENDING | Lagu; lagu atau tarian tradisional masyarakat Palembang dan Jawa, biasanya untuk menyambut tamu istimewa (7) |
| GENDOLA | Tumbuhan memanjat, daunnya dapat dibuat sayur, dan juga digunakan sebagai obat, buahnya ada yang berwarna merah, ada yang putih; gandola; lembayung (Basella rubra) (7) |
| GENDONG | Bawa sesuatu dengan melekatkan pada tubuh, dapat menggunakan kain atau hanya dengan tangan (biasanya pada dada, pinggang, atau punggung); penopang reng pada plafon (Jawa) (7) |
| GENEGIN | Minuman beralkohol yang dibuat dengan cara fermentasi biji-bijian (Kimia) (7) |
| GENEINA | Kota di Sudan (7) |
| GENERIK | Umum; lazim; berhubungan dengan kekhasan sifat yang dimiliki oleh suatu kelompok; kompatibel dengan seluruh keluarga perangkat keras atau perangkat lunak dari satu perusahaan (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| GENESIS | Awal mula sesuatu; asal-usul; proses atau asal mula pembentukan batuan atau mineral (Geografi dan Geologi); bagian pertama Perjanjian Lama (Agama Kristen) (7) |
| GENETIK | Berhubungan dengan keturunan atau gen (7) |
| GENETIS | Berhubungan dengan awal pertumbuhan (7) |
| GENGGAM | Kepalan atau cengkeraman tangan pada waktu keadaan memegang (7) |
| GENGSAH | Lauk yang terbuat dari cumi-cumi yang ditumis, berkuah kental dengan warna kehitaman, disajikan dengan ditaburi bawang goreng (7) |
| GENGSOT | Berjoget; berdansa (7) |
| GENITAL | Berhubungan dengan organ genitalia (7) |
| GENITIF | Berkaitan dengan penanda hubungan kemilikan seperti dalam bahasa inflektif (Linguistik) (7) |
| GENITRI | Pohon, tinggi mencapai 30 m, kayunya kurang awet, berwarna cokelat kelabu, buahnya berbentuk bola-bola kecil, berwarna biru, berbiji keras (Elaeocarpus angustifolia) (7) |
| GENJANG | Serong; empat persegi miring (paralelogram); jajaran genjang (7) |
| GENOHOR | Dapur gula (Melayu Medan) (7) |
| GENOSOM | Kromosom seks yang menentukan jenis kelamin (Biologi) (7) |
| GENTALA | Kereta sakti yang bergerak sendiri (Sastra) (7) |
| GENTIAN | Perdu yang berakar pahit, akarnya dapat diekstrak untuk tonikum (7) |
| GENTING | Kecil (tipis, sempit) pada bagian tengah; hampir putus (tentang tali dan sebagainya); tegang; berbahaya (tentang keadaan yang mungkin segera menimbulkan bencana perang dan sebagainya); tutup atap rumah yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dan dibakar, bermacam-macam bentuknya (7) |
| GENTONG | Tempat air yang berbentuk seperti tempayan besar, biasanya terbuat dari tanah liat (7) |
| GENUREN | Peranti memasak manisan, terbuat dari tanah liat (Gayo) (7) |
| GEODESI | Cabang geologi yang menyelidiki ukuran dan bangun bumi; ilmu mengukur tanah; lintasan terpendek antara dua titik pada satu permukaan (Matematika) (7) |
| GEOGRAF | Ahli geografi (7) |
| GEOLOGI | Ilmu tentang komposisi, struktur, dan sejarah bumi (7) |
| GEONOMI | Ilmu tentang jenis tanah dan penggunaannya (7) |
| GEORGIA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Atlanta; negara yang terletak di Eropa bagian timur, beribu kota Tbilisi; bahasa yang dituturkan di Georgia (7) |
| GEOSFER | Bagian terpadat bumi yang sebagian besar kandungannya merupakan bebatuan dan regolit (Geografi dan Geologi) (7) |
| GEPOKAN | Berkas (uang kertas dan sebagainya) (7) |
| GERABAH | Alat dapur (untuk masak-memasak dan sebagainya) yang dibuat dari tanah liat yang dibakar (misalnya kendi, belanga) (Jawa) (7) |
| GERABAK | Kondisi melebih-lebihkan (tentang perbuatan, gaya hidup, dan sebagainya) (Melayu Belitung); menggerabak; bercucuran (tentang air mata dan sebagainya) (7) |
| GERAGAI | Pengait untuk menangkap (buaya dan sebagainya) (7) |
| GERAGAP | Menggeragap; tidak tahu apa yang harus dikatakan; gugup; terkejut (7) |
| GERAGAS | Garuk-garuk (7) |
| GERAGAU | Gerapai; jenis udang; menggeragau; mencakar-cakar; menggerak-gerakkan cakar (kaki, tangan, dan sebagainya); menggerapai-gerapai (7) |
| GERAGIH | Batang yang tumbuh horizontal di atas permukaan tanah dan menghasilkan tumbuhan baru pada ujungnya; selantar (Botani) (7) |
| GERAGUK | Udang kecil-kecil, biasa dibuat terasi dan sebagainya; udang geragau (7) |
| GERAHAM | Gigi belakang (untuk mengunyah) (7) |
| GERAKAN | Perbuatan atau keadaan bergerak (air, laut, mesin); pergerakan, usaha, atau kegiatan dalam lapangan sosial (politik dan sebagainya) (7) |
| GERAMAN | Bunyi auman atau deruman (seperti harimau atau babi hutan); geraham (7) |
| GERAMUS | Makan banyak-banyak; menggeramus; memakan sebanyak-banyaknya tanpa memilih-milih; melahap (7) |
| GERAPAI | Gapai; suka memegang segala benda (Melayu Medan) (7) |
| GERATAK | Pergi ke sana kemari untuk mencari sesuatu (Melayu Jakarta) (7) |
| GERATIH | Ligas (tentang lari kuda) (7) |
| GERAWAN | Warna yang bercampur sehingga kabur (7) |
| GERAWAT | Tinggal (7) |
| GERAYAH | Raba-raba sekeliling (7) |
| GERBANG | Pintu masuk; peranti yang menghubungkan jaringan-jaringan yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dapat disampaikan dari satu jaringan ke jaringan lainnya (Komputer dan Teknologi Informasi); perute pada jaringan komputer yang memungkinkan terjadinya perpindahan data (Komputer dan Teknologi Informasi); rangkaian elektronis yang memiliki satu keluaran dan satu atau lebih masukan serta dirancang agar keluaran hanya bekerja ketika terdapat kombinasi pulsa tertentu pada masukan (Elektronika) (7) |
| GERBERA | Tumbuhan hias berbatang basah, berbunga bongkal tunggal pada ujung tangkainya berbentuk bunga pita berwarna kuning, merah atau merah jambu (Gerbera jamesonii) (7) |
| GERBONG | Wagon kereta api (untuk orang atau barang) (7) |
| GERDUNG | Ruas tulang punggung (Madura) (7) |
| GEREBEK | Datang dengan tiba-tiba untuk menangkap dan sebagainya (7) |
| GEREBOK | Wadah yang terbuat dari tempurung kelapa atau pelepah pinang untuk menyimpan pulut perangkap burung (Melayu Belitung) (7) |
| GERECOK | Ganggu; goda (7) |
| GEREGET | Nafsu (semangat, kemauan) untuk berbuat (Jawa) (7) |
| GEREIDA | Kota di Sudan (7) |
| GEREMET | Menggeremet; maju sedikit-sedikit; maju bergerak perlahan-lahan (7) |
| GERENEK | Bunyi air dari dasar tanah yang disertai gelembung (Melayu Riau) (7) |
| GERENIK | Kecil mungil; rendah menggeletar (tentang suara) (7) |
| GEREPEK | Menggerepek; tidak cebok sesudah buang air (7) |
| GEREPES | Kuit; rompoh (7) |
| GERESEK | Bunyi daun kering bersentuhan (7) |
| GERETAK | Tiruan bunyi “kertak, kertak” seperti gigi digesekkan (7) |
| GERETAN | Korek api; kerik api; gores api; gorek api; keretan (7) |
| GERGAJI | Besi tipis bergigi tajam (perkakas pemotong atau pembelah kayu dan sebagainya) (7) |
| GERGASI | Raksasa yang besar, suka makan orang (7) |
| GERHANA | Bulan (matahari) gelap sebagian atau seluruhnya dilihat dari bumi; eklips; dalam kesulitan (kesusahan) (kiasan) (7) |
| GERIBAS | Bangun dari tidur dengan tergesa-gesa (7) |
| GERIBIK | Jalinan bilah (rotan, bambu) sebagai kerai (untuk tikar, tirai, penutup belat, dan sebagainya); jalinan bilah bambu (kulit kayu randu dan sebagainya) untuk membalut tangan patah dan sebagainya (7) |
| GERICAU | Bunyi yang keras dan berulang-ulang (bunyi burung, kera, angsa, dan sebagainya) (7) |
| GERIDIP | Menggeridip; berkedip-kedip (7) |
| GERIGIK | Tabung (bambu) bertangkai (untuk mengambil air dan sebagainya) (7) |
| GERIGIS | Bergerigi atau bertakik-takik tajam (seperti mata pisau yang rusak, kikir) (7) |
| GERILYA | Cara berperang yang tidak terikat secara resmi pada ketentuan perang (biasanya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan secara tiba-tiba); perang secara kecil-kecilan dan tidak terbuka (7) |
| GERIMIS | Hujan rintik-rintik (7) |
| GERINDA | Batu asahan yang berputar; batu canai (7) |
| GERIPIR | Jabatan panitera (penulis) pada kantor pengakuan-dilan (7) |
| GERIPIS | Cuil-cuil sedikit pada pinggirnya; gerepes; rompoh (7) |
| GERISIK | Tiruan bunyi daun kering bersentuhan (7) |
| GERITAN | Belanak (7) |
| GERMANG | Seram (tegak bulu badannya) (7) |
| GEROBAK | Pedati; alat yang berupa kotak besar beroda dua, tiga, atau empat untuk mengangkut sesuatu (barang, sayur, dan sebagainya) yang ditarik atau didorong oleh manusia (7) |
| GEROBOK | Lemari dari bambu (tempat menyimpan makanan dan sebagainya) (Melayu Jakarta); peti besar (tempat pakaian dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (7) |
| GEROCOK | Tiruan bunyi air mengucur dari pancuran (7) |
| GERODAK | Tiruan bunyi batu yang dilemparkan ke dalam bak truk (7) |
| GEROGOL | Rumah di atas rakit; cerocok; sogang (7) |
| GEROHOK | Lubang besar (pada pohon); gerohong (7) |
| GEROJOK | Menggerojok; mengalir deras (dari atas ke bawah) (7) |
| GEROSAK | Tiruan bunyi “kerosak” (7) |
| GEROWOT | Gerogot (7) |
| GERPUNG | Memotong daun atau cabang bagian atas saja (Gayo) (7) |
| GERSANG | Kering dan tidak subur (tentang tanah, rambut); pahit; penuh derita (kiasan); tidak ada gairah dan semarak (tentang suasana kehidupan) (kiasan) (7) |
| GERUBUK | Peti kayu besar yang dipenuhi ukiran, bagian atasnya untuk tempat tidur (Madura) (7) |
| GERUGUT | Kasar dan beringgit-ringgit atau berigi-rigi (seperti tanduk kerbau) (7) |
| GERUMIT | Menggerumit; lambat sekali (jalannya); menggeremet; maju sedikit-sedikit; maju bergerak perlahan-lahan (7) |
| GERUMUK | Menggerumuk; duduk meromok; meringkuk (7) |
| GERUMUT | Menggerumuti; mengerumuni sesuatu (7) |
| GERUPIS | Menggerupis; melakukan pekerjaan yang kecil-kecil (halus-halus) (7) |
| GERUPUK | Menggerupuk; terperosok jatuh (7) |
| GERUSAN | Hasil menggerus (7) |
| GERUTUP | Tiruan bunyi berdetus-detus seperti bunyi senapan mesin atau mercon; gerutus (7) |
| GERUTUS | Tiruan bunyi berdetus-detus seperti bunyi senapan mesin atau mercon; gerutup (7) |
| GESEKAN | Perbuatan menggesek; hasil menggesek; kekuatan paralel antara dua permukaan yang menahan geseran permukaan terhadap satu sama lain (7) |
| GESERAN | Hasil menggesel (menggesek); gesekan; kikisan (7) |
| GESTALT | Pola atau struktur yang utuh, yang keseluruhannya tidak dapat dianggap jumlah dari unsur-unsurnya dan yang unsur-unsurnya tidak dapat dianggap bagian dari keseluruhannya (ungkapan/Psikologi/Jerman) (7) |
| GESTAPU | Gerakan September Tiga Puluh; G-30-S (akronim) (7) |
| GETAPAN | Lekas terkejut; lekas sakit hati (7) |
| GETARAN | Goyangan cepat dan berulang-ulang (tentang benda-benda halus seperti jarum jam, per); gentaran (7) |
| GHARYAN | Kota di Libya (7) |
| GIANYAR | Kabupaten di Provinsi Bali; ibu kota Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali (7) |
| GIESSEN | Kota di Jerman (7) |
| GIFUSHI | Kota di Jepang (7) |
| GIGIAIR | Tepi sebagai pertemuan air laut dengan lengkung langit (kiasan) (7) |
| GIGIASU | Taring (7) |
| GIGIRAN | Tanah di sepanjang pinggir pantai (Jawa) (7) |
| GIGITAN | Hasil menggigit; perihal (cara) menggigit (7) |
| GILAAPI | Dorongan yang tidak terkendali untuk membakar sesuatu; piromania (7) |
| GILAPAN | Warna mengilat pada ricikan gamelan berbahan perunggu karena digosok dan dibersihkan sehingga warna asli perunggu yang kekuning-kuningan tampak jelas (Jawa) (7) |
| GILASAN | Alat untuk menggilas; hasil menggilas (7) |
| GILBERT | Kota di Amerika Serikat (7) |
| GILIRAN | Waktu (saat) atau kesempatan untuk mengerjakan (menjalankan) atau menerima sesuatu; pertukaran (pergantian) dengan teratur (tentang sesuatu yang beredar atau yang berlaku berganti-ganti); hasil menggilir (7) |
| GIMBANG | Lukisan arah mata angin (pada atap bangunan), melambangkan seorang raja memiliki tanah, kebun, dan sawah yang luas (Batak) (7) |
| GINDING | Rapi dan bagus (tentang pakaian) (Sunda) (7) |
| GINGSIR | Ingsut; gelingsir; bergeser (7) |
| GINGSUL | Keadaan tumbuh tidak teratur atau ada yang menonjol ke luar; keadaan tumbuh tidak sejajar dengan yang lain (tentang gigi) (7) |
| GINKANG | Penguasaan gerakan badan dalam olahraga silat melalui tenaga dalam (Cina) (7) |
| GINOFOR | Tangkai yang mendukung ginesium yang letaknya menjorok ke dalam hiasan bunga (Botani) (7) |
| GINOWAN | Kota di Jepang (7) |
| GINSENG | Tumbuhan yang berasal dari Asia Timur, dijadikan ramuan obat-obatan dan berkhasiat membangkitkan nafsu syahwat (Panase ginseng) (7) |
| GINTUNG | Kerinjing (Bischofia javanica) (7) |
| GIRASOL | Batu opal berwarna bara (Geografi dan Geologi) (7) |
| GIRESUN | Kota di Turki (7) |
| GIRIDIH | Kota di India (7) |
| GIRIKAN | Alat pertanian (di Kalimantan Selatan); peralatan tradisional utk membuat api, terbuat dari bambu atau kayu, digunakan dengan cara digesekkan satu sama lain (Batak) (7) |
| GIROPOS | Giro yang dikeluarkan oleh kantor pos (7) |
| GISENYI | Kota di Rwanda (7) |
| GISIAMO | Burung nuri berkepala merah (Berik) (7) |
| GITARIS | Orang yang ahli bermain gitar; pemain gitar yang terampil (7) |
| GIURGIU | Kota di Rumania (7) |
| GJAKOVE | Kota di Kosovo (7) |
| GLABELA | Dahi di antara alis mata kiri dan alis mata kanan (7) |
| GLADIOL | Tanaman bunga yang daunnya berbentuk pedang dan bunganya tersusun dalam tandan berbentuk bulir, warnanya ada yang merah kehitaman, kuning, dan merah muda (Gladiolus) (7) |
| GLASGOW | Kota di Inggris (7) |
| GLASIAL | Gletser dan es (7) |
| GLASNOS | Keterbukaan, baik ucapan maupun kebijaksanaan dan kemauan politik yang dilaksanakan secara berani serta konsekuen (di Uni Soviet dahulu) (7) |
| GLENOID | Lekukan dangkal (Anatomi) (7) |
| GLETSER | Lapisan besar es yang bergerak turun perlahan-lahan di lereng gunung atau di dataran (Geografi dan Geologi) (7) |
| GLIADIN | Protein sereal sederhana (7) |
| GLIKASI | Reaksi yang terjadi jika hemoglobin berikatan dengan glukosa (Kimia) (7) |
| GLIPANG | Musik dan tarian yang merupakan perpaduan budaya Jawa dan Islam yang dilakukan secara berkelompok dengan menampilkan unsur silat dan baris, biasanya ditampilkan saat hajatan, resepsi, atau festival budaya (Jawa) (7) |
| GLISINA | Asam amino yang terdapat pada protein yang menghambat transmisi impuls saraf dalam sel (7) |
| GLIWICE | Kota di Polandia (7) |
| GLUKOSA | Zat gula sederhana yang banyak terdapat di dalam tumbuhan dan hewan (Kimia) (7) |
| GLUSIDA | Serbuk hablur putih, tidak berbau dan rasanya manis (dipakai sebagai pengganti gula); sakarin (7) |
| GLUTASI | Senyawa kimia yang berfungsi sebagai antioksidan (7) |
| GLUTOSA | Gula yang ditemukan dalam tumbuhan dan darah, dapat digunakan dalam pembuatan bir dan kue (Kimia); dekstrosa (7) |
| GLYFADA | Kota di Yunani (7) |
| GNIEZNO | Kota di Polandia (7) |
| GOCEKAN | Hasil menggocek (7) |
| GODOKAN | Rebusan; olahan; pertimbangan (kiasan) (7) |
| GOGOSOK | Penganan dibuat dari ketan dan santan, dibungkus daun pisang, berbentuk bulat panjang dan dipanggang di atas bara api (Bugis-Makassar) (7) |
| GOIANIA | Kota di Brasil (7) |
| GOLAKAN | Gerakan memusar; pusaran (7) |
| GOLEKAN | Perahu tradisional Madura yang besar, bermuatan hingga 100 ton, bertiang dan berlayar tunggal, bermagun dan berkokop (Madura) (7) |
| GOLEMAS | Gol yang dihasilkan pada masa perpanjangan waktu bertanding yang menjadi penentu kemenangan bagi sebuah kesebelasan (Olahraga) (7) |
| GOLPING | Sisiran rambut yang ditinggikan (Batak) (7) |
| GOMARAB | Gom yang diperoleh dari kulit batang tanaman akasia, digunakan sebagai pengental atau bahan pengemulsi; gom akasia (Kimia) (7) |
| GOMBANG | Guci besar; tempayan besar; situn; tampan; elok rupanya (7) |
| GOMBENG | Renggang (7) |
| GOMBONG | Besar tetapi kurang berisi (tentang kacang tanah) (7) |
| GOMBROH | Terlalu besar (7) |
| GOMBYOK | Benda yang berjuntai seperti benang, rambut yang sama panjang dan diikat di ujungnya; jumbai; jerumbai; jerambai; rambu; rumbai (7) |
| GOMGUAR | Gom yang larut dalam air yang berguna sebagai suspensi, pengental, dan pengikat air (Kimia) (7) |
| GOMPIOK | Tebal (tentang rambut, daun, dan sebagainya) (7) |
| GONAYIV | Kota di Haiti (7) |
| GONDANG | Pohon yang tinggi besar, kulit batangnya mengeluarkan getah putih yang dapat diolah menjadi lilin untuk membatik (Ficus variegata); nama sejenis siput (Dolium); seni menumbuk lesung dengan alu dalam upacara penghormatan terhadap dewi padi (Sunda) (7) |
| GONDOLA | Perahu kecil yang dasarnya ceper dengan satu atau lebih tempat duduk di tengah-tengahnya dan kedua ujungnya (haluan dan buritan) lancip menjulang ke atas, digunakan untuk berpesiar di jalan-jalan air di kota Venesia; kabin yang bergantung pada balon untuk penumpang atau alat-alat; kabin tempat penumpang pada kereta gantung (7) |
| GONDONG | Bengkak (radang) pada kelenjar ludah leher; beguk (7) |
| GONGGOK | Menggulung (7) |
| GONJANG | Guncang dengan keras (7) |
| GONJING | Dalam keadaan akan runtuh (7) |
| GONJONG | Makin ke ujung makin lancip (seperti bentuk rebung); merupakan sudut lancip (pada pinggirnya dan sebagainya) (7) |
| GONRANG | Alat musik seperti gendang (di Simalungun) (Musik) (7) |
| GORDING | Balok induk tempat bertumpu usuk atau kasau sebagai penahan elemen struktur di atasnya dan beban yang bekerja di atas rangka atap (7) |
| GORESAN | Yang telah digores; bekas digores; hasil menggores (7) |
| GORILYA | Pencuri; maling; pencoleng (7) |
| GOROGOL | Jerat untuk menangkap binatang besar (Sunda) (7) |
| GOSOKAN | Yang telah digosok; cara (hasil) menggosok; hasutan (kiasan) (7) |
| GOSPORT | Kota di Inggris (7) |
| GOTENBA | Kota di Jepang (7) |
| GOYAWAS | Jambu biji (7) |
| GOYOBOD | Campuran hunkue dan santan encer yang direbus dan didiamkan hingga mengeras, merupakan bahan utama minuman es goyobod (Sunda) (7) |
| GRADASI | Susunan derajat atau tingkat; tingkat perubahan (7) |
| GRADIEN | Kecepatan perubahan suatu variabel dengan mengikuti koordinat ruang (7) |
| GRADUAL | Berangsur-angsur; sedikit demi sedikit; sedikit; kecil (7) |
| GRAFIKA | Ilmu tentang cetak-mencetak (pada kertas atau logam); segala cara pengungkapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, tanda, dan gambar yang diperbanyak melalui proses percetakan guna disampaikan kepada khalayak (7) |
| GRAFITI | Coretan dalam berbagai bentuk (kata, simbol, dan sebagainya) dan warna yang terdapat pada tembok atau dinding properti umum (7) |
| GRAHITA | Memahami; mengerti (Sanskerta) (7) |
| GRANADA | Kota di Spanyol dan Nikaragua; klub di La Liga 2023-2024 (7) |
| GRANOLA | Campuran gandum gulung, tepung gandum utuh, kacang-kacangan, buah-buahan kering, minyak, dan bahan alami lain, lalu dipanggang, biasanya dimakan sebagai sereal sarapan atau camilan (7) |
| GRANULA | Bulatan kecil-kecil seperti butir padi; butir (7) |
| GRAPYAK | Suka bergaul dan menyenangkan; ramah (Jawa) (7) |
| GRAVATA | Kota di Brasil (7) |
| GREELEY | Kota di Amerika Serikat (7) |
| GRENADA | Negara yang terletak di Kepulauan Karibia, beribu kota Saint George (7) |
| GRESHAM | Kota di Amerika Serikat (7) |
| GRIMSBY | Kota di Inggris (7) |
| GRITUNG | Jarak antara satu puncak bukit dan puncak bukit lain yang berdekatan, tetapi jarak tempuhnya jauh karena dipisahkan oleh lembah dan ngarai (7) |
| GROZNYY | Kota di Rusia (7) |
| GRUWUNG | Berlubang tanpa tutup (hidung yang tidak ada cupingnya) (7) |
| GUACARA | Kota di Venezuela (7) |
| GUANARE | Kota di Venezuela (7) |
| GUANINA | Kristal-kristal berwarna putih berkilau seperti mutiara, terdapat dalam sisik ikan dan jaringan hewan yang digunakan dalam industri mutiara buatan (7) |
| GUANKOU | Kota di Cina (7) |
| GUARANI | Mata uang Paraguai; bahasa yang dituturkan di Paraguai (7) |
| GUARUJA | Kota di Brasil (7) |
| GUASAVE | Kota di Meksiko (7) |
| GUATIRE | Kota di Venezuela (7) |
| GUBAHAN | Bunga dan sebagainya yang telah digubah; hasil menggubah; karangan (terutama yang masuk kesusastraan); susunan lagu (7) |
| GUBUKAN | Tempat seperti gubuk kecil untuk menyajikan makanan dalam acara (pesta pernikahan, jamuan makan, dan sebagainya), biasanya makanan atau minuman yang disajikan berfungsi sebagai menu pelengkap dari menu utama (Tata Boga) (7) |
| GUEINES | Kota di Kuba (7) |
| GUELMIM | Kota di Maroko (7) |
| GUERCIF | Kota di Maroko (7) |
| GUGAHAN | Hasil menggugah (7) |
| GUGATAN | Tuntutan; celaan; kritikan; sanggahan; tuntutan yang diajukan oleh satu pihak yang merasa haknya dilanggar kepada pihak lain (Hukum) (7) |
| GUGURAN | Sesuatu yang digugurkan (7) |
| GUGUSAN | Rangkaian; kumpulan; kelompok (7) |
| GUIGANG | Kota di Cina (7) |
| GUIPING | Kota di Cina (7) |
| GUIYANG | Kota di Cina (7) |
| GUKAKAS | Susunan gaya (kakas) yang terdiri atas dua buah gaya yang sama besar, sejajar, dan berlawanan arah (Teknik) (7) |
| GULABIT | Sukrosa yang diperoleh dari akar bit gula (Kimia) (7) |
| GULATAN | Yang digulati (7) |
| GULUDAN | Gulud; petak tanah yang telah digemburkan untuk tempat menyemaikan bibit (Jawa) (7) |
| GUMAMAN | Hasil menggumam (7) |
| GUMBAAN | Alat pertanian (di Banjarmasin) (7) |
| GUMBANG | Guci besar; baju pendek yang terbelah sedikit bagian belakangnya (di tengkuk) (7) |
| GUMBORO | Virus yang biasa menyerang anak ayam, dengan gejala mengantuk, bulu mengerut, menceret keputih-putihan (Peternakan); penyakit yang disebabkan oleh virus gumboro (Peternakan) (7) |
| GUMBREG | Wuku ke-6 (Bali) (7) |
| GUMULAN | Yang digumuli (7) |
| GUMUNDA | Sebutan untuk perempuan yang sudah beranak dan mampu merawat kecantikannya (Sunda) (7) |
| GUNAAIR | Pemerolehan air untuk keperluan tertentu (7) |
| GUNAWAN | Orang yang mempunyai sifat-sifat yang baik; orang atau benda yang banyak manfaatnya (gunanya) (7) |
| GUNCANG | Goyah; tidak tetap (berubah-ubah, bergerak-gerak, dan sebagainya) (7) |
| GUNDALA | Tokoh komik superhero ciptaan Hasmi yang muncul pertama kali dalam komik "Gundala Putra Petir" pada tahun 1969 dan difilmkan pada tahun 2019 dengan sutradara Joko Anwar; diulang: drama tradisional suku Karo (7) |
| GUNDANG | Lekum; tenggorok (Jawa) (7) |
| GUNJING | Umpat; fitnah (7) |
| GUNTANG | Pelampung pada pancing; bagian perkakas tenun yang berbentuk torak yang di dalamnya berisi benang (7) |
| GUNTING | Perkakas untuk memotong kain (rambut dan sebagainya) (7) |
| GUNTUNG | Papak; tidak lancip; kotong (7) |
| GUOZHEN | Kota di Cina (7) |
| GURATAN | Hasil menggurat (7) |
| GURAUAN | Kelakar; lelucon (7) |
| GURGAON | Kota di India (7) |
| GURIANG | Makhluk gaib yang dipercaya menunggu atau menjaga pegunungan (Sunda) (7) |
| GURITAN | Karangan berbentuk puisi yang berirama; tembang (7) |
| GUSELAN | Berguselan; bercumbu; bercintaan (7) |
| GUSURAN | Hasil menggusur; bongkaran; yang terkena penggusuran (7) |
| GUYONAN | Gurauan; bergurau (7) |
| GUYURAN | Hasil mengguyur (7) |
| GWALIOR | Kota di India (7) |
| HAARLEM | Kota di Belanda (7) |
| HABAJAU | Mandi sambil bermain-main di air (Dayak) (7) |
| HABITAT | Tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelompok masyarakat; tempat hidup organisme tertentu; tempat hidup yang alami (bagi tumbuhan dan hewan); lingkungan kehidupan asli (Biologi); tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dengan kondisi tertentu pada permukaan bumi (Geografi dan Geologi) (7) |
| HABITUS | Bentuk badan; perawakan (Latin); gaya hidup, nilai, kecenderungan, dan harapan kelompok sosial tertentu yang diperoleh melalui kegiatan dan pengalaman kehidupan sehari-hari (Sosiologi); kecenderungan untuk bertindak dengan cara tertentu yang diperoleh dengan pengulangan tindakan yang sama sampai menjadi kebiasaan; karakteristik praktik yang bersifat instingtif pada hewan atau kecenderungan alamiah pada tumbuhan (Biologi) (7) |
| HABOTAI | Sejenis sutra yang sangat halus (7) |
| HADANAH | Kewajiban memelihara, mendidik, dan mengatur segala kepentingan atau keperluan anak yang belum mumayiz; pengasuhan (Agama Islam) (7) |
| HADAPAN | Muka; depan; yang akan datang (7) |
| HADEJIA | Kota di Nigeria (7) |
| HADIRAT | Hadapan; yang mulia (dipakai di dalam sastra lama untuk orang yang dimuliakan); semua yang hadir (perempuan) (7) |
| HADIRIN | Semua orang yang hadir (7) |
| HAFALAN | Yang dihafalkan; hasil menghafal (7) |
| HAFIZAH | Hafiz wanita (7) |
| HAFNIUM | Logam yang ditemukan dalam mineral zirkonium oleh Coster dan Havesy pada tahun 1924; unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 72, berlambang Hf, dan bobot atom 179,49 u (7) |
| HAGATNA | Ibu kota Guam (Amerika Serikat) (7) |
| HAGONOY | Kota di Filipina (7) |
| HAHALAN | Sebutan untuk penjual ikan yang membawa dagangan dengan pikulan (7) |
| HAHNIUM | Unsur radioaktif yang mula-mula ditemukan di Amerika Serikat, bernomor atom 105, lambang Ha, dan bobot atom 262 u; diganti namanya menjadi dubnium (Kimia) (7) |
| HAIKING | Menjelajah; mendaki gunung (Olahraga) (7) |
| HAINING | Kota di Cina (7) |
| HAIZHOU | Kota di Cina (7) |
| HAJARAN | Hasil menghajar; hantaman (7) |
| HAJATAN | Acara (seperti resepsi dan selamatan) (7) |
| HAJIPUR | Kota di India (7) |
| HAKANAK | Jaminan yang berhak diterima anak berkenaan dengan perlindungan, kasih sayang, dan sebagainya dari keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara (Hukum) (7) |
| HAKGUNA | Hak, kewenangan untuk memperoleh, melakukan, menggunakan, mengusahakan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam jangka waktu tertentu (7) |
| HAKIKAT | Inti sari atau dasar; kenyataan yang sebenarnya (sesungguhnya) (7) |
| HAKIMAH | Bijak (7) |
| HAKJUAL | Keleluasaan (hak) yang diberikan produsen kepada distributor untuk menjual produk-produknya dalam wilayah tertentu (7) |
| HAKKARI | Kota di Turki (7) |
| HAKSIAR | Hak seseorang atau instansi untuk menyiarkan sesuatu (7) |
| HAKULAH | Tanah yang tidak bertuan; tanah yang belum dibuka (7) |
| HAKVETO | Hak yang dimiliki seseorang atau badan tertentu untuk menolak suatu keputusan (7) |
| HALAKAH | Lingkungan; gelanggang; kalangan (Arab); diskusi yang pesertanya duduk membentuk lingkaran untuk membahas masalah keislaman (biasanya di masjid, musala); sarasehan (Arab) (7) |
| HALAMAN | Pekarangan rumah (sekolah dan sebagainya); tanah di sekitar rumah (sekolah dan sebagainya); muka dari lembaran buku (majalah, surat kabar, dan sebagainya); pagina (7) |
| HALAZON | Serbuk putih penyuci hama air minum; asam p-sulfodikloroamidobenzoat (HOOCC6H4SO2NCl2) (Kimia) (7) |
| HALIFAX | Ibu kota Provinsi Nova Scotia, Kanada; kota di Inggris (7) |
| HALIMUN | Kabut tipis; gunung dengan ketinggian 1925 mdpl yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (7) |
| HALIOHO | Dalam sekali sehingga dasarnya tidak kelihatan (Batak) (7) |
| HALIPAN | Lipan (7) |
| HALOFIT | Tumbuhan yang hidup subur di daerah atau lingkungan (tanah) yang berkadar garam tinggi (7) |
| HALOGEN | Anggota golongan unsur nonmetalik yang sangat aktif, terdiri atas fluorin, bromin, iodin, klorin, atau astatin, yang mempunyai sifat kimia yang sama antara satu dan lain (Kimia) (7) |
| HALOTAN | Cairan tidak berwarna yang berbau khas, mudah menguap, tidak mudah terbakar atau meledak, yang digunakan di rumah sakit sebagai anestesi, diberikan melalui saluran pernapasan (Kimia) (7) |
| HALSDUK | Selendang penutup leher (7) |
| HAMADAN | Kota di Iran (7) |
| HAMATUM | Tulang pangkal tangan yang berkait (Anatomi) (7) |
| HAMBALI | Mazhab ilmu fikih yang dipelopori oleh Imam Ahmad bin Hambali dengan sumber hukum, antara lain, Al-Qur'an, hadis marfuk, hadis mursal, fatwa sahabat, serta kias (7) |
| HAMBURG | Kota di Jerman (7) |
| HAMHUNG | Kota di Korea Utara (7) |
| HAMINTE | Pemerintahan kota praja pada masa pendudukan Belanda (7) |
| HAMMOND | Kota di Amerika Serikat (7) |
| HAMPANG | Sistem budi daya ikan dengan cara memagari suatu luasan perairan untuk memelihara ikan (7) |
| HAMPTON | Kota di Amerika Serikat (7) |
| HAMSTER | Mamalia pengerat, memiliki telinga kecil dan berambut, kaki dan ekor pendek, rambut panjang dan tebal, perut terdiri dari dua bilik, dan tidak memiliki kantong empedu (Cricetinae) (7) |
| HAMULUS | Kait tulang hamatum (Anatomi) (7) |
| HANALAM | Anak binatang ternak yang masih berada di dalam perut induk yang disembelih dan halal dimakan (Sunda) (7) |
| HANCING | Bau busuk seperti bau air kencing (7) |
| HANFORD | Kota di Amerika Serikat (7) |
| HANGGAR | Bangunan tertutup tempat menaruh (menyimpan, memperbaiki, dan sebagainya) pesawat terbang (7) |
| HANINGE | Kota di Swedia (7) |
| HANTALO | Musik pengiring, menggunakan tambur, upacara adat (perkawinan, pengukuhan tokoh adat, penyambutan tamu, pemberian gelar, dan sebagainya) (Gorontalo) (7) |
| HANTING | Kota di Cina (7) |
| HAPDONG | Kantor berita Korea Selatan (7) |
| HAPETAN | Alat musik sejenis kecapi dari daerah Tapanuli, berdawai dua dimainkan dengan sebuah bilah petik (Musik) (7) |
| HAPLOID | Keadaan dalam sel jaringan, atau stadium yang inti selnya hanya mempunyai satu perangkat kromosom yang tidak berpasangan (Biologi) (7) |
| HARAKAH | Pergerakan kegiatan dalam lapangan sosial (politik dan sebagainya) (Arab) (7) |
| HARAKAT | Baris tanda bunyi a (fatah), i (kasrah), u (damah), untuk menandai an, in, un (tanwin) (Arab); (huruf -) huruf hidup (a, i, u) (Arab) (7) |
| HARAPAN | Sesuatu yang (dapat) diharapkan; keinginan supaya menjadi kenyataan; orang yang diharapkan atau dipercaya (7) |
| HARBURG | Kota di Jerman (7) |
| HARFIAH | Terjemahan atau arti menurut huruf, kata demi kata; berdasarkan arti leksikal (7) |
| HARGAEZ | Harga dasar yang ditetapkan oleh pemerintah (7) |
| HARIHAR | Kota di India (7) |
| HARIIBU | Hari peringatan gerakan kaum perempuan Indonesia (tanggal 22 Desember) (7) |
| HARIMAU | Mamalia karnivor berambut oranye kemerahan atau putih, dengan ciri loreng berwarna hitam atau cokelat tua, pemangsa soliter, dan merupakan hewan teritorial (Panthera spp.) (7) |
| HARIPUR | Kota di Pakistan (7) |
| HARISAH | Bubur yang dicampur dengan lauk-pauk (biasanya dibuat pada tanggal 10 Muharam) (7) |
| HARITUA | Masa ketika orang telah tua (7) |
| HARMIKA | Bagian stupa yang berbentuk pagar mengelilingi yasti (Arkeologi) (7) |
| HARMONI | Pernyataan rasa, aksi, gagasan, dan minat; keselarasan; keserasian; kelipatan dari frekuensi dasar (7) |
| HASANAH | Kebaikan (Arab) (7) |
| HASKOVO | Kota di Bulgaria (7) |
| HASLUAR | Has dari bagian bawah tulang iga, terdiri atas bagian otot yang keras, harganya lebih murah daripada has dalam, biasanya digunakan sebagai bahan membuat steik (Tata Boga) (7) |
| HASSELT | Kota di Belgia (7) |
| HASSIUM | Unsur kimia logam transisi, nomor atom 108, massa atom 277 u (7) |
| HASUTAN | Perbuatan, perkataan, dan sebagainya yang bersifat menghasut (7) |
| HASYIAH | Tepi; pinggir; catatan atau keterangan yang dituliskan di tepi buku; catatan peringatan (di bawah karangan dan sebagainya) (7) |
| HATHRAS | Kota di India (7) |
| HAVIROV | Kota di Republik Ceko (7) |
| HAWALLI | Kota di Kuwait (7) |
| HAWASSA | Kota di Etiopia (7) |
| HAYWARD | Kota di Amerika Serikat (7) |
| HEBRING | Hebat; heboh (7) |
| HECHUAN | Kota di Cina (7) |
| HEDONIS | Pengikut hedonisme (7) |
| HEERLEN | Kota di Belanda (7) |
| HEGEMON | Seseorang atau sesuatu yang memiliki hegemoni (7) |
| HEISHAN | Kota di Cina (7) |
| HEKINAN | Kota di Jepang (7) |
| HELAIAN | Bagian daun yang pipih melebar (Biologi) (7) |
| HELIPAD | Landasan untuk helikopter (7) |
| HELMOND | Kota di Belanda (7) |
| HEMATIN | Pigmen yang terbentuk dalam dekomposisi hemoglobin (Biologi) (7) |
| HEMATIT | Bijih besi yang berwarna merah kehitam-hitaman (Fe2O3) (7) |
| HEMATOM | Pembekuan darah dalam rongga kepala (tengkorak) (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| HEMOSIT | Sel darah merah (7) |
| HENDALA | Kota di Sri Lanka (7) |
| HENDAYA | Gangguan atau kekurangan secara fisik maupun mental (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| HENGELO | Kota di Belanda (7) |
| HENTIAN | Yang dihentikan; tempat berhenti; jeda; bunyi konsonan yang dihasilkan dengan sepenuhnya menghambat udara dalam mulut (p, t, k, b, d, g) (Linguistik) (7) |
| HEPTANA | Hidrokarbon dari seri alkoma yang terdapat dalam petroleum, digunakan sebagai pelarut, dan untuk menentukan angka oktan (C7H |
| HEPTOSA | Monosakarida yang mengandung tujuh atom karbon dan enam atom oksigen (C7H14O7) (Kimia) (7) |
| HERFORD | Kota di Jerman (7) |
| HERNALS | Kota di Austria (7) |
| HETAUDA | Kota di Nepal (7) |
| HIALEAH | Kota di Amerika Serikat (7) |
| HIBAHAN | Hasil menghibahkan (7) |
| HIBRIDA | Turunan yang dihasilkan dari perkawinan antara dua jenis yang berlainan (tentang hewan atau tumbuhan) (Biologi); kata kompleks yang bagian-bagiannya berasal dari bahasa berbeda, seperti dwifungsi (Linguistik); penggunaan atau pemasangan dua teknologi yang berlainan untuk fungsi yang sama dalam satu mesin (Otomotif); padanan dari hybrid (7) |
| HIBURAN | Sesuatu atau perbuatan yang dapat menghibur hati (melupakan kesedihan dan sebagainya) (7) |
| HIDATOD | Bentukan seperti kelenjar, terutama terdapat pada daun, dan mengeluarkan cairan berupa air (Biologi) (7) |
| HIDAYAH | Petunjuk atau bimbingan dari Allah Swt. (7) |
| HIDRASI | Penggabungan dengan air (Kimia) (7) |
| HIDRIDA | Senyawa biner hidrogen, umumnya dengan logam (Kimia) (7) |
| HIDRILA | Tanaman air yang sering digunakan sebagai penghias akuarium, akarnya kadang tidak tertanam di tanah (Hydrilla verticillata) (Botani) (7) |
| HIDUPAN | Semaian; sekelompok makhluk hidup, biasanya dengan jenis tertentu (7) |
| HIGIENE | Ilmu tentang kesehatan dan berbagai usaha untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan; praktik atau prinsip kebersihan (7) |
| HIJABER | Orang yang memakai hijab; pehijab (7) |
| HIJAIAH | Sistem aksara Arab; abjad Arab (7) |
| HIJAUAN | Makanan ternak yang terdiri atas rumput, dedaunan, batang lunak, dan sebagainya (Pertanian) (7) |
| HIJRIAH | Berhubungan dengan hijrah; berkenaan dengan tarikh Islam yang dimulai ketika Nabi Muhammad saw. berpindah ke Madinah (7) |
| HIKAYAT | Karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta (7) |
| HIMANGA | Hadiah dari pihak kerabat mempelai wanita kepada pihak kerabat mempelai pria dalam adat Halmahera sebagai balasan terhadap pemberian maskawin (Hukum) (7) |
| HINDAUN | Kota di India (7) |
| HINGGAP | Bertengger setelah terbang (tentang burung); menimpa (tentang penyakit dan sebagainya); menjangkit (tentang noda, api, cacat, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| HINGGUT | Goyang; guncang (7) |
| HINGOLI | Kota di India (7) |
| HIPERON | Partikel elementer yang berusia pendek dengan massa lebih besar daripada massa neutron (Kimia); zarah elementer, mempunyai nomor berion B plus satu yang ikut serta dalam interaksi kuat dan dapat berubah menjadi sebuah nukleon dan sejumlah meson atau partikel ringan yang lain (Fisika) (7) |
| HIPOGEN | Terbentuk (terjadi) dari pembekuan magma pijar jauh di bawah tanah, misalnya plutonik (Geografi dan Geologi) (7) |
| HIPONIM | Kata yang memiliki makna lebih sempit dan terliput dalam makna dari satu kata yang lebih umum, misalnya kucing, anjing, kambing disebut hiponim dari hewan (Linguistik) (7) |
| HIPOSIT | Pangan rendah energi (Ilmu Gizi) (7) |
| HIPOTEK | Kredit yang diberikan atas dasar jaminan berupa benda tidak bergerak; surat pernyataan berutang untuk jangka panjang yang berisi ketentuan bahwa kreditor dapat memindahkan sebagian atau seluruh hak tagihannya kepada pihak ketiga (7) |
| HIPSTER | Orang yang mengikuti tren atau mode yang tidak umum atau berbeda dari arus utama; pas dan ketat di pinggul daripada di pinggang; celana yang pas dan ketat di pinggul (7) |
| HIRIYUR | Kota di India (7) |
| HIRUDIN | Zat yang diperoleh dari kelenjar ludah lintah; molekul protein yang mencegah pembekuan darah (7) |
| HISTORI | Sejarah (7) |
| HITACHI | Perusahaan raksasa yang didirikan oleh Namihei Odaira, tahun1910, kantor pusatnya di Chiyoda, Tokyo, Jepang; kota di Jepang (7) |
| HIUBIRU | Hiu yang panjang dan ramping dengan punggung berwarna indigo dan perut berwarna putih, ukurannya mencapai 4 meter, dapat mencapai berat 240 kg, hidup di perairan tropis, subtropis, dan sedang dengan kedalaman hingga 350 m (Prionace glauca) (7) |
| HIWALAH | Memindahkan utang kepada pihak ketiga karena pemberi utang mempunyai utang kepada pihak ketiga (ungkapan/Arab) (7) |
| HIYAYAT | Pemberian hidup (7) |
| HOABINH | Kota di Vietnam (7) |
| HOBOKEN | Kota di Amerika Serikat (7) |
| HOILTOM | Menceritakan silsilah keluarga kepada anak cucu (Kei) (7) |
| HOLGUIN | Kota di Kuba (7) |
| HOLIDAY | Hari libur (Inggris) (7) |
| HOLISME | Cara pendekatan terhadap suatu masalah atau gejala, dengan memandang masalah atau gejala itu sebagai suatu kesatuan yang utuh (7) |
| HOLMIUM | Logam tanah langka yang terdapat dalam gadolinit, ditemukan oleh Soret pada tahun 1879; unsur kimia lantanida dengan nomor atom 67, berlambang Ho, dan bobot atom 164,9303 u (7) |
| HOLOFIT | Tumbuhan yang hidup dari makanan anorganik dan hasil fotosintesis, misalnya ubi, padi (Botani) (7) |
| HOLOSEN | Periode geologis sesudah pleistosen terakhir, ditandai oleh susutnya es di daerah kutub dan pegunungan tinggi, naiknya permukaan air laut, dan terjadinya pengendapan; aluvium (Geografi dan Geologi) (7) |
| HOMINID | Suku yang mencakupi manusia dan makhluk mirip manusia yang telah punah (Antropologi) (7) |
| HOMOFON | Kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya (seperti masa dan massa, sangsi dan sanksi) (Linguistik) (7) |
| HOMOGEN | Terdiri atas jenis, macam, sifat, watak, dan sebagainya yang sama (7) |
| HOMOLOG | Sama asal-usulnya (tentang kromosom) (7) |
| HOMONIM | Kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan (seperti hak pada hak asasi manusia dan hak pada hak sepatu) (Linguistik) (7) |
| HONGBAO | Uang yang diberikan kepada anak-anak kecil, orang yang belum menikah, atau orang tua (oleh anak-anak yang telah menikah) pada hari raya Imlek, biasanya dibungkus kertas merah, diberikan dengan harapan bahwa penerima angpau akan mendapatkan keberuntungan dan bernasib baik sepanjang tahun baru (Cina); amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yang diberikan kepada orang yang punya mempunyai hajat (perkawinan dan sebagainya) (Cina); angpau (Cina) (7) |
| HONGWON | Kota di Korea Utara (7) |
| HONIARA | Ibu kota Kepulauan Solomon (7) |
| HONORER | Bersifat sebagai kehormatan; bersifat menerima honorarium (bukan gaji tetap) (7) |
| HOPAGEN | Agen polisi (Belanda); agen utama (Belanda) (7) |
| HOPBIRO | Kantor utama (Belanda) (7) |
| HORENSO | Bayam Jepang (Botani) (7) |
| HORIDUS | Tanaman sejenis palem purba, berbonggol, daun berwarna hijau kebiruan, berduri tegas (Encephalartos horridus) (Botani) (7) |
| HORIZON | Kaki langit; cakrawala (Geografi dan Geologi); lapisan tanah alami yang terendapkan pada waktu tertentu, biasanya teridentifikasi oleh fosil yang khas (Ilmu Tanah) (7) |
| HORSENS | Kota di Denmark (7) |
| HORSHAM | Kota di Inggris (7) |
| HOSAINA | Kota di Etiopia (7) |
| HOSIAMI | Tanaman perdu dengan tinggi mencapai 1 m, berbatang bulat, berambut, berwarna keputihan, daun tunggal, berbentuk bulat telur, ujung meruncing, pertulangan menyirip, berwarna hijau pucat, bunga tunggal, berbentuk corong, kelopak berbentuk lonceng, berbulu, bertajuk lima, berwarna kuning muda, buah buni, berbentuk bulat, berwarna putih kotor (Hyosc L. aus) (Botani) (7) |
| HOUSTON | Kota terbesar negara bagian Texas, Amerika Serikat (7) |
| HRIVNIA | Mata uang Ukraina (7) |
| HRYVNIA | Mata uang Ukraina (7) |
| HSINCHU | Kota di Taiwan (7) |
| HUADIAN | Kota di Cina (7) |
| HUAIBEI | Kota di Cina (7) |
| HUAIHUA | Kota di Cina (7) |
| HUAINAN | Kota di Cina (7) |
| HUAKIAU | Cina perantauan (7) |
| HUANGPI | Kota di Cina (7) |
| HUANREN | Kota di Cina (7) |
| HUANUCO | Kota di Peru (7) |
| HUBABAH | Nenek (Arab); sebutan untuk ulama perempuan keturunan Rasulullah saw., terutama yang sudah lanjut usia (Arab) (7) |
| HUBUBAN | Puputan; embusan (Jawa) (7) |
| HUILONG | Kota di Cina (7) |
| HUIZHOU | Kota di Cina (7) |
| HUJANES | Titik-titik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan dan berupa es (7) |
| HUJATAN | Hasil menghujat (7) |
| HUKUMAN | Siksa dan sebagainya yang dikenakan kepada orang yang melanggar undang-undang dan sebagainya; keputusan yang dijatuhkan oleh hakim; hasil atau akibat menghukum (7) |
| HUKUMDM | Konstruksi bahasa Indonesia, baik dalam kata majemuk maupun dalam kalimat bahwa bagian yang menerangkan (M) selalu terletak di belakang bagian yang diterangkan (D) (misalnya rumah Ali, rumah diterangkan (D) dan Ali menerangkan (M)) (Linguistik) (7) |
| HULAHOP | Permainan dengan menggunakan lingkaran rotan yang dipasang di bagian perut melewati kepala, pemain menggoyangkan tubuh secara konstan agar rotan dapat berputar; bilah rotan berbentuk lingkaran yang digunakan dalam permainan hulahop (7) |
| HULANGO | Bidan kampung yang ditunjuk sebagai pelaksana acara tujuh bulanan (Gorontalo) (7) |
| HUMANIS | Orang yang mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia; penganut paham yang menganggap manusia sebagai objek terpenting; penganut humanisme (7) |
| HUMERUS | Tulang lengan atas (Anatomi) (7) |
| HUMILIS | Awan jenis kumulus berukuran kecil dengan tinggi lebih rendah daripada lebar dasarnya (Meteorologi) (7) |
| HUMORIS | Orang yang mempunyai rasa humor (7) |
| HUNCALI | Menggugurkan daun atau buah dengan menggoyang-goyangkan dahan atau batang pohon (Wolio) (7) |
| HUNCHUN | Kota di Cina (7) |
| HUNGNAM | Kota di Korea Utara (7) |
| HUNTARA | Hunian sementara (akronim) (7) |
| HURIKAN | Angin pusar dengan kecepatan yang luar biasa di daerah tropis (7) |
| IAIDOKA | Pemain (atlet) iaido (7) |
| IAPETUS | Bulan milik Saturnus dengan diameter sekitar 1.500 km, dijuluki bulan Yin-Yang karena memiliki dua warna berbeda, yaitu hitam dan putih (Astronomi) (7) |
| IBARAKI | Kota di Jepang (7) |
| IBIRITE | Kota di Brasil (7) |
| IBRAHIM | Nabi dan rasul keenam yang diutus Allah Swt., dikenal sebagai bapak para nabi, dan peletak pertama fondasi Ka'bah di Makkah; surah ke-14 dalam Al-Qur'an (7) |
| IBUAKAR | Akar yang utama; pokok akar (7) |
| IBUAYAM | Induk ayam (7) |
| IBUJARI | Jari yang paling besar, terletak di bagian dalam kalau kedua tangan atau kaki dijajarkan tertelungkup; empu jari; jempol (7) |
| IBUKAKI | Empu kaki (7) |
| IBUKOTA | Kota tempat kedudukan pusat pemerintahan suatu negara, tempat dihimpun unsur administratif, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif; kota yang menjadi pusat pemerintahan; ibu negeri (7) |
| IBUSURI | Ibunda raja atau ratu (7) |
| IBUSUSU | Ibu yang menyusui dan merawat bayi yang bukan anak kandungnya; ibu susuan (7) |
| IBUTIRI | Sebutan anak kepada istri ayahnya, bukan ibu kandung (7) |
| IDEALIS | Orang yang bercita-cita tinggi; pengikut aliran idealisme (7) |
| IDENTIK | Sama benar; tidak berbeda sedikit pun; sama dan sebangun (7) |
| IDENTIS | Identik (7) |
| IDEOFON | Ungkapan yang sering tidak lazim atau tidak teratur dalam fonologi (misalnya dengan memakai lambang bunyi) dan konstruksi sintaksisnya, terutama yang mengungkapkan konotasi yang spesifik, biasanya berupa kata yang sangat khas (Linguistik) (7) |
| IDIOFON | Alat musik dengan sumber suara berupa getaran badan alat musik itu sendiri, seperti gong, simbal, angklung, dan lain-lain (Musik) (7) |
| IDIOLEK | Keseluruhan ciri perseorangan dalam berbahasa (Linguistik) (7) |
| IFTITAH | Permulaan; pembukaan (Arab) (7) |
| IGBOORA | Kota di Nigeria (7) |
| IHSANAT | Kebaikan; kebajikan (7) |
| IHTIFAL | Perayaan (Arab) (7) |
| IHTIKAR | Spekulasi (7) |
| IHTIMAL | Asumsi; perkiraan (7) |
| IJTIHAD | Usaha sungguh-sungguh yang dilakukan para ahli agama untuk mencapai suatu putusan (simpulan) hukum syarak mengenai kasus yang penyelesaiannya belum tertera dalam Al-Qur'an dan Sunah; pendapat; tafsiran (7) |
| IJTIMAK | Saat berakhirnya bulan lalu dan munculnya bulan baru dalam penanggalan Hijriah; perihal bertemunya posisi bulan dan matahari dalam satu garis edar; rapat atau pertemuan (7) |
| IKANALU | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, panjangnya mencapai 200 cm, bermata besar, badannya panjang gempal, rahang atas mencapai bawah lubang nostril anterior, lapis insang pertama tidak memiliki jari-jari, platelet kasar dengan duri-duri kecil, gurat sisi 75–87, terdapat bercak gelap di belakang aksila sirip dada, sirip ekor hitam dengan sepasang cuping besar pada tepi luar, berwarna hitam dengan ujung putih, hidup di terumbu karang perairan subtropis dengan kedalaman 1–100 m, tersebar di perairan sirkumglobal tropis dan subtropis; barakuda (Sphyraena barracuda) (7) |
| IKANCUE | Pindang (Melayu Jakarta) (7) |
| IKANMUA | Belut (7) |
| IKANOLE | Ikan yang hanya ditemukan di perairan Tomia (Pulo) (7) |
| IKANSIA | Ikan sia-sia; ikan badar (7) |
| IKEBANA | Seni merangkai bunga gaya Jepang (7) |
| IKHTIAR | Alat, syarat untuk mencapai maksud; daya upaya; pilihan (pertimbangan, kehendak, pendapat, dan sebagainya) bebas (7) |
| IKONPOP | Tanda atau lambang kepopuleran (7) |
| IKTIBAR | Contoh; pengajaran (7) |
| IKTIDAL | Lurus; berdiri tegak setelah rukuk sebelum sujud (Agama Islam) (7) |
| IKTIKAD | Kepercayaan; keyakinan yang teguh; maksud (yang baik); kemauan (7) |
| IKTIKAF | Diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjauhkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.) (Agama Islam) (7) |
| IKTIRAD | Kritik (Arab) (7) |
| IKTIRAF | Pengakuan (tentang pemerintahan dan sebagainya) (Arab) (7) |
| IKTISAB | Usaha mencari untung yang halal (7) |
| ILAHIAH | Ketuhanan (Arab) (7) |
| ILAHIAT | Ketuhanan (Arab); ilahiah (7) |
| ILALANG | Rumput yang tingginya dapat mencapai satu meter, umumnya tumbuh di dataran rendah, berguna sebagai makanan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; lalang; kusu-kusu; alang-alang (Imperata cylindrica) (7) |
| ILINGAN | Hasil mengiling (7) |
| ILMENIT | Campuran mineral yang terdiri atas besi dan titanium (Kimia) (7) |
| ILMUTIB | Ilmu mengenai obat-obatan atau kesehatan; ilmu kedokteran (7) |
| ILMUWAN | Orang yang ahli atau banyak pengetahuannya mengenai ilmu; orang yang berkecimpung dalam ilmu pengetahuan (7) |
| ILYASAK | Nabi dan rasul kedua puluh yang mengajarkan sahifah Nabi Ibrahim dan Taurat (Agama Islam) (7) |
| IMAICHI | Kota di Jepang (7) |
| IMATUAK | Kapal yang bocor di tengah laut (Kur) (7) |
| IMBALAN | Upah sebagai pembalas jasa; honorarium; balasan (berupa pujian, hukuman, dan sebagainya) atas tindakan yang dilakukan (7) |
| IMBAUAN | Panggilan; permintaan (seruan); ajakan (7) |
| IMBESIL | Dalam keadaan mempunyai kecerdasan berpikir yang sangat rendah pada orang dewasa (IQ sekitar 35–50) (Psikologi); dungu; bodoh sekali (Psikologi); orang yang kecerdasan berpikirnya sangat rendah (Psikologi) (7) |
| IMBUHAN | Bubuhan (yang berupa awalan, sisipan, akhiran) pada kata dasar untuk membentuk kata baru; afiks (Linguistik); bahan yang ditambahkan pada suatu campuran dengan jumiah yang relatif kecil daripada komponen utamanya (Kimia) (7) |
| IMIGRAN | Orang yang datang dari negara lain dan tinggal menetap di suatu negara (7) |
| IMITASI | Tiruan; bukan asli (7) |
| IMPAKSI | Gigi yang mengalami posisi erupsi tidak normal yang disebabkan kekurangan tempat, obstruksi gigi tetangga, atau pertumbuhan posisi yang tidak normal (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| IMPITAN | Tekanan (dari segala jurusan); perbuatan dan sebagainya mengimpit (menyesak, menindih, dan sebagainya); gencetan (7) |
| IMPOTEN | Tidak ada daya untuk bersanggama; mati pucuk; lemah syahwat; lemah zakar; tidak mempunyai tenaga; tidak dapat berbuat apa-apa (7) |
| IMPRESI | Kesan; efek pada indra; efek atau pengaruh yang dalam terhadap pikiran atau perasaan (kiasan); lekukan pada suatu struktur karena adanya tekanan struktur lain (Anatomi) (7) |
| IMTIHAN | Ujian; seleksi (Arab); upacara saat pengumuman kenaikan kelas atau pengumuman ujian (Arab) (7) |
| INANGDA | Inang bagi anak-anak raja (7) |
| INARUWA | Kota di Nepal (7) |
| INAZAWA | Kota di Jepang (7) |
| INBRIDA | Pengembangbiakan spesies tertentu yang masih berkerabat untuk melestarikan sifat yang diinginkan (Pertanian) (7) |
| INCARAN | Sasaran yang diincar (7) |
| INCHEON | Kota di Korea Selatan; bandar udara terbesar di Korea Selatan (7) |
| INCLING | Bentuk kesenian semacam kuda lumping yang penampilannya didahului reog anak-anak, merupakan visualisasi bagian Babad Jenggala (7) |
| INDARUS | Ayam sabungan yang telah kalah berlaga (menjadi kepunyaan pemilik ayam yang menang) (Minangkabau) (7) |
| INDEHOI | Asyik bermesraan (7) |
| INDEKOS | Tinggal di rumah orang lain dengan atau tanpa makan (dengan membayar setiap bulan); memondok (7) |
| INDIANA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Indianapolis (7) |
| INDIKAN | Glikosida beracun tidak berwarna yang terdapat dalam beberapa jenis tumbuhan indigo (7) |
| INDOLEN | Tidak bersemangat; lamban (7) |
| INDOLES | Senyawa yang dapat mencegah kerusakan sel-sel (kanker) (7) |
| INDRAJA | Pengindraan jarak jauh (7) |
| INDRAWI | Menurut pengindraan (7) |
| INDUBIO | Dalam hal yang meragukan (ungkapan/Latin) (7) |
| INDUKAN | Bibit yang dapat dijadikan biang atau induk (7) |
| INDUKSI | Penentuan kaidah umum berdasarkan kaidah khusus (7) |
| INDUPLO | Rangkap dua; dalam salinan rangkap dua (ungkapan/Latin) (7) |
| INERSIA | Kelembaman (Fisika) (7) |
| INERTIA | Tidak bertenaga; keadaan tidak bergerak; keadaan tidak aktif (ungkapan/Latin) (7) |
| INFAUNA | Organisme bentik yang hidup di dasar sedimen atau menggali sampai ke dasar sedimen (Biologi) (7) |
| INFEKSI | Terkena hama; kemasukan bibit penyakit; ketularan penyakit; peradangan; pengembangan penyakit (parasit) dalam tumbuhan (Biologi); keadaan terkena hama atau bakteri ke dalam tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| INFERNO | Neraka; tempat atau keadaan yang menyerupai neraka (sangat tidak menyenangkan) (kiasan) (7) |
| INFINIT | Abadi; kekal; tidak memiliki batas yang ditentukan; tidak terhingga (Matematika) (7) |
| INFLASI | Kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| INFLUEN | Limbah, air, dan cairan lain yang mentah atau sudah diolah secara parsial, yang masuk ke tempat pengolahan, reservoir, atau kolam (Kimia); masuknya buangan atau limbah industri atau pertanian ke dalam suatu lingkungan yang menyebabkan terjadinya pencemaran dalam lingkungan tersebut (Kimia) (7) |
| INGATAN | Apa yang diingat (teringat); apa yang terbayang dalam pikiran; alat (daya batin) untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yang pernah diketahui (dipahami, dipelajari, dan sebagainya); pikiran (dalam arti angan-angan); kesadaran; apa yang terbit dalam hati (seperti niat atau cita-cita) (7) |
| INGESTA | Segala sesuatu yang masuk ke dalam lambung (makanan, minuman) (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| INGGRIS | Nama bangsa yang mendiami Kepulauan Inggris; bahasa yang dituturkan suku bangsa Inggris; negara bagian dari Britania Raya, beribu kota London; Sungai Thames berada di negara ini (7) |
| INGGUNG | Goyang; guncang (7) |
| INGKLIK | Bunga singkong (Jawa) (7) |
| INGUSAN | Keluar ingusnya; ada ingusnya; beringus; muda sekali; belum tahu apa-apa; belum mempunyai pengalaman (kiasan) (7) |
| INGWANG | Kembang pepaya (Sunda) (7) |
| INHEREN | Berhubungan erat (dengan); tidak dapat diceraikan; melekat; yang menjadi sifat (7) |
| INISIAL | Huruf pertama kata atau nama orang; paraf (7) |
| INJAKAN | Hasil menginjak; tekanan berat kaki (7) |
| INJEKSI | Suntikan (Kedokteran dan Fisiologi); tambahan (dana,bantuan, dan sebagainya) (kiasan); proses, cara, perbuatan memasukkan atau menyemprotkan bahan bakar melalui pompa ke dalam silinder bagian dalam mesin pembakaran internal dan menghilangkan penggunaan karburator (Mekanika); pendorongan satelit ke orbit yang direncanakan (Kedirgantaraan) (7) |
| INKLUSI | Keadaan terkepung atau dikelilingi oleh suatu zat, misalnya gas dalam logam atau bahan asing yang tersuspensi dalam suatu hablur (Kimia); ketercakupan; kegiatan mengajar siswa dengan kebutuhan khusus pada kelas reguler (7) |
| INKOPOL | Induk Koperasi Kepolisian (akronim) (7) |
| INKUIRI | Penelaahan sesuatu yang bersifat mencari informasi secara kritis, analisis, dan argumentatif (ilmiah) dengan menggunakan langkah tertentu menuju kesimpulan (7) |
| INOMOSI | Bulu badan manusia (Dani) (7) |
| INOVASI | Pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru; pembaruan; penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat); unsur yang mengalami pembaruan dalam bahasa modern (Linguistik) (7) |
| INSANAN | Hasil menginsankan; majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada barang yang tidak bernyawa; personifikasi (Sastra) (7) |
| INSEKTA | Kelas insek (artropoda) (7) |
| INSERSI | Pelekatan otot pada tulang yang dapat digerakkan (Anatomi) (7) |
| INSIDEN | Kejadian (7) |
| INSINYE | Tanda berupa medali dari logam sebagai lambang keanggotaan dalam suatu organisasi (biasanya disematkan pada baju bagian dada sebelah kiri); lencana (7) |
| INSTING | Pola tingkah laku yang bersifat turun-temurun yang dibawa sejak lahir; naluri; garizah; kecenderungan pada tingkah laku yang diwarisi dari nenek moyang dan kebiasaan pada binatang jenis tertentu tanpa pengalaman sebelumnya atau tanpa tujuan yang mendasar (seperti pembuatan tempat tinggal yang khas, mendapat dan menyimpan serta mencerna makanannya yang mungkin dapat dimanfaatkan pada musim hujan) (Zoologi); daya dorong utama pada manusia bagi kelangsungan hidupnya (seperti nafsu berahi, rasa takut, dorongan untuk berkompetisi); dorongan untuk secara tidak sadar bertindak yang tepat (Psikologi) (7) |
| INSULER | Berkenaan dengan pulau (7) |
| INSULIN | Hormon yang dibentuk dalam pankreas yang mengendalikan kadar gula dalam darah (7) |
| INTAIAN | Hasil mengintai atau yang diintai (7) |
| INTEGER | Bilangan bulat (Matematika) (7) |
| INTELEK | Daya atau proses pemikiran yang lebih tinggi yang berkenaan dengan pengetahuan; daya akal budi; kecerdasan berpikir (Psikologi); terpelajar; cendekia (7) |
| INTENSI | Maksud; tujuan; keinginan atau permohonan khusus yang diajukan umat dalam upacara misa (Agama Katolik); perangkat atribut atau ciri yang menjelaskan sesuatu yang dapat diacu dengan kata tertentu (dibedakan dengan ekstensi) (Linguistik) (7) |
| INTERES | Minat; perhatian (7) |
| INTERIM | Sementara; sementara waktu (7) |
| INTIKAD | Kritik; sanggahan (7) |
| INTIPAN | Hasil mengintip; hal atau sesuatu yang diintip (7) |
| INTRUSI | Penerobosan magma ke dalam batuan atau di antara batuan lain; perembesan air laut dan sebagainya ke dalam lapisan tanah sehingga terjadi percampuran air laut dengan air tanah (Geografi dan Geologi) (7) |
| INTUISI | Daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati (7) |
| INUYAMA | Kota di Jepang (7) |
| INVACUO | Dalam keadaan hampa udara (ungkapan/Latin) (7) |
| INVALID | Lemah atau cacat anggota badan karena sakit atau luka; cedera; bangkrut (7) |
| INVASIF | Prosedur memecah kulit karena elektromiografi dengan menggunakan elektrode jarum dalam otot (Olahraga); organisme, asli atau bukan, yang mengolonisasi habitat tertentu secara masif dan dapat menimbulkan kerugian ekologi, ekonomi, dan sosial, seperti mentangan dan mujair (Botani) (7) |
| INVENSI | Penciptaan atau perancangan sesuatu yang sebelumnya tidak ada; reka cipta (7) |
| INVERSI | Pembalikan posisi, arah, susunan, dan sebagainya; pembalikan susunan bagian kalimat yang berbeda dari susunan yang lazim (Linguistik); keterbalikan posisi dan sebagainya (yang mestinya ada di dalam menjadi di luar, yang mestinya di atas ada di bawah); sungsang (Kedokteran dan Fisiologi); pembalikan tanda rotasi apabila sukrosa dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa (Ilmu Gizi); kondisi kaki yang mengarah ke dalam (Olahraga) (7) |
| INVITRO | Dalam lingkungan buatan (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| IOFOBIA | Fobia terhadap racun (Psikologi) (7) |
| IOVIVAT | Hiduplah dia! (ungkapan/Latin) (7) |
| IPIALES | Kota di Kolumbia (7) |
| IPOJUCA | Kota di Brasil (7) |
| IPSWICH | Kota di Inggris (7) |
| IQALUIT | Ibu kota Teritori Nunavut, Kanada (7) |
| IQUIQUE | Kota di Chili (7) |
| IQUITOS | Kota di Peru (7) |
| IRADIAN | Jumlah radiasi (fluks radian) yang melalui luas permukaan tertentu (Kedirgantaraan) (7) |
| IRAHUTU | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian timur Semenanjung Momberai, Kepala Burung, Papua Barat (7) |
| IRIDIUM | Logam putih, keras, getas, dan berkilat, ditemukan oleh Tennant pada tahun 1804; unsur kimia lantanida dengan nomor atom 77, berlambang Ir, bobot atom 192,22 u (7) |
| IRIGASI | Pengaturan pembagian atau pengaliran air menurut sistem tertentu untuk sawah dan sebagainya; pengairan (7) |
| IRIHATI | Kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dan sebagainya); cemburu; sirik; dengki (7) |
| IRINGAN | Yang mengiringi (mengikuti, menyertai) (tentang lagu, orkes, dan sebagainya); sisi; lambung; samping; iring-iringan (7) |
| IRISASI | Warna-warna yang tampak pada awan, kadang-kadang kabur, berbentuk pita warna yang hampir sejajar dengan sisi awan, kebanyakan berwarna hijau dan merah muda (Meteorologi) (7) |
| IRITASI | Kejengkelan (hati); gangguan; perangsangan (7) |
| IRKUTSK | Kota di Rusia (7) |
| ISAHAYA | Kota di Jepang (7) |
| ISEHARA | Kota di Jepang (7) |
| ISESAKI | Kota di Jepang (7) |
| ISFAHAN | Kota di Iran (7) |
| ISHIOKA | Kota di Jepang (7) |
| ISHURDI | Kota di Bangladesh (7) |
| ISIDADA | Isi hati (7) |
| ISIHATI | Apa yang terkandung di dalam hati; apa yang terasakan atau terpikirkan (7) |
| ISIRAWA | Suku bangsa yang mendiami daerah pantai utara Papua di Kabupaten Jayapura (7) |
| ISKEMIA | Anemia lokal yang disebabkan oleh penyumbatan arteri yang membawa darah (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ISKEMIK | Kekurangan oksigen (Kimia) (7) |
| ISKITIM | Kota di Rusia (7) |
| ISLAMIS | Bersifat Islam (7) |
| ISOBRON | Garis pada peta yang menghubungkan tempat yang mempunyai jumlah bunyi guntur yang sama dalam satu periode (Meteorologi) (7) |
| ISOFASE | Lampu suar yang sama periode terang dan gelapnya (Pelayaran) (7) |
| ISOFLOR | Garis pada peta yang menghubungkan tempat yang mempunyai flora yang sama (Geografi dan Geologi) (7) |
| ISOGAMI | Produksi dengan cara konjugasi isogamet, seperti pada protozoa (Zoologi) (7) |
| ISOGLOS | Garis pada peta bahasa yang menghubungkan daerah yang mewakili kelompok penutur yang menggunakan unsur bahasa (fonologi, gramatikal, dan leksikal) yang sama (Linguistik) (7) |
| ISOGRAM | Garis pada peta yang menghubungkan tempat yang mempunyai unsur meteorologi atau klimatologi yang sama (Meteorologi) (7) |
| ISOHIET | Garis pada peta yang menghubungkan tempat yang mempunyai jumlah curah hujan yang sama dalam satu periode (Geografi dan Geologi) (7) |
| ISOKEMI | Berkurangnya atau tidak cukupnya darah setempat (Anatomi) (7) |
| ISOKLIN | Lengkung yang titik-titik anggotanya memiliki kemiringan yang sama (Matematika) (7) |
| ISOKRON | Garis pada suatu peta, yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai waktu kejadian yang sama dari suatu gejala tertentu atau suatu nilai besaran tertentu (Hidrometeorologi) (7) |
| ISOLASI | Pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia lain; pengasingan; pemencilan; pengucilan; keadaan terpencilnya satu wilayah karena jauh dari hubungan lalu lintas; penyekatan (penghambatan atau penahanan) arus listrik oleh suatu bahan sehingga arus itu tidak dapat mengalir (Elektronika); pemisahan satu kelompok ikan dari kelompok ikan lain sehingga perkawinan antarkelompok dapat dihindari (Perikanan); tindakan pemisahan pasien berpenyakit menular dari orang lainnya (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ISOMORF | Isoglos pada peta bahasa yang digambarkan melingkari satu unsur morfologis tertentu (Linguistik); organisme yang mempunyai struktur yang serupa, tetapi berbeda keturunan (Zoologi) (7) |
| ISONOMI | Persamaan dalam hak dan undang-undang (7) |
| ISOPLET | Garis yang digambarkan pada peta bahasa yang menandai, baik batas pemakaian ciri bahasa maupun ciri adat istiadat, ciri geografis, dan ciri budaya yang menjadi faktor penyatu bagi dialek atau bahasa regional (Linguistik) (7) |
| ISORIZA | Jenis sel jelatang yang dilengkapi dengan sebuah tabung lurus dan tidak berduri (Zoologi) (7) |
| ISOTERM | Garis dalam peta cuaca yang menghubungkan tempat yang mempunyai temperatur rata-rata yang sama pada periode tertentu (Meteorologi); garis yang menghubungkan titik dengan suhu sama dalam ruang (Fisika) (7) |
| ISOTIPE | Duplikat holotipe (7) |
| ISOTROP | Daya perkembangan yang sama ke semua arah; daya bias yang tidak berbeda (7) |
| ISPARTA | Kota di Turki (7) |
| ISTIBRA | Berpantang bersetubuh (Arab); mencari kepastian suci tidaknya seorang janda sebelum kawin lagi dengan laki-laki lain yang bukan bekas suaminya (seperti menunggu sampai tiga kali datang bulan atau haid) (Arab); mengeluarkan tinja yang tersisa pada dubur atau air seni pada kemaluan sesudah buang air Ar (7) |
| ISTILAH | Kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu; sebutan; nama; kata atau ungkapan khusus (7) |
| ISTINJA | Membersihkan dubur atau kemaluan setelah buang air besar maupun kecil (7) |
| ISTIRJA | Pernyataan kembali kepada Allah Swt. (Agama Islam); ucapan innalillahi wa inna ilaihi rajiun yang artinya 'sesungguhnya kami milik Allah dan hanya kepada-Nya kami kembali', diucapkan ketika mendapat musibah (Agama Islam) (7) |
| ISTISNA | Pengecualian (7) |
| ISYARAT | Segala sesuatu yang dipakai sebagai tanda atau alamat (7) |
| ISYTIAK | Perasaan tertarik hati seorang hamba kepada Allah Swt. ketika berkomunikasi dengan-Nya untuk mendapatkan kenikmatan (Agama Islam) (7) |
| ITABIRA | Kota di Brasil (7) |
| ITABUNA | Kota di Brasil (7) |
| ITAGUAI | Kota di Brasil (7) |
| ITAGUEI | Kota di Kolumbia (7) |
| ITAJUBA | Kota di Brasil (7) |
| ITAPEVA | Kota di Brasil (7) |
| ITAPEVI | Kota di Brasil (7) |
| ITAPIRA | Kota di Brasil (7) |
| ITATIBA | Kota di Brasil (7) |
| ITAUGUA | Kota di Paraguay (7) |
| ITERASI | Perulangan; proses yang serangkaian operasinya dilakukan, baik yang jumlahnya telah ditetapkan maupun sampai kondisi tertentu terpenuhi (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| ITIKAIR | Belibis (Dendrocygna javanica) (7) |
| IVANOVO | Kota di Rusia (7) |
| IWAKUNI | Kota di Jepang (7) |
| IWIMUTU | Kuku burung pemangsa, yang dipakai sebagai hiasan hidung (Muyu) (7) |
| IZHEVSK | Kota di Rusia (7) |
| IZMAYIL | Kota di Ukraina (7) |
| JABALYA | Kota di Palestina (7) |
| JABARAN | Penjelasan secara terperinci; uraian (7) |
| JABATAN | Pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi; fungsi; dinas; jawatan (7) |
| JABFUNG | Jabatan fungsional (akronim) (7) |
| JACAREI | Kota di Brasil (7) |
| JACKPOT | Kombinasi angka atau nomor pada mesin judi sehingga semua uang logam pada mesin dapat diperoleh (ungkapan/Inggris) (7) |
| JACKSON | Ibu kota negara bagian Mississippi, Amerika Serikat (7) |
| JADAYAT | Garis lintang selatan bumi (23½ derajat) (Geografi dan Geologi) (7) |
| JAGALAN | Barang jualan (dagangan) (7) |
| JAGRAON | Kota di India (7) |
| JAGTIAL | Kota di India (7) |
| JAHANAM | Terkutuk; jahat sekali; celaka; binasa; laut api tempat penyiksaan di akhirat (7) |
| JAIGAON | Kota di India (7) |
| JAILOLO | Ibu kota Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara (7) |
| JAIPONG | Tarian tradisional Jawa Barat yang dilakukan dengan gerakan tangan, bahu, serta pinggul, dapat dilakukan oleh penari perempuan atau secara berpasangan, biasanya diiringi gendang (7) |
| JAJAHAN | Daerah yang masuk dalam suatu pemerintahan dan sebagainya; lingkungan; negeri dan sebagainya yang dijajah oleh negeri asing; daerah taklukan (7) |
| JAJANAN | Penganan yang dijajakan; kudapan (7) |
| JAJARAN | Baris; deret(an); susunan unsur dalam bentuk baris dan kolom digunakan dalam determinan dan matriks; barisan; susunan kelompok dengan tugas yang sama (kiasan); jajar (7) |
| JAKARTA | Ibu kota Negara Republik Indonesia, nama lengkapnya Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Raya, terkenal dengan sebutan Kota Megapolitan (7) |
| JALALAH | Ternak yang diberi makan kotoran (7) |
| JALANAN | Jalan; lorong; berkaitan dengan sepanjang jalan (tanpa tempat yang tentu); bermutu rendah (7) |
| JALARAN | Hal menjalar (7) |
| JALGAON | Kota di India (7) |
| JALIBUT | Barkas pengangkut barang-barang dari kapal (7) |
| JALIGUR | Daun ubi jalar (Madura) (7) |
| JALINAN | Tali dan sebagainya untuk menjalin; yang dijalin (7) |
| JALINGO | Kota di Nigeria (7) |
| JAMAAME | Kota di Somalia (7) |
| JAMADAT | Benda padat yang tidak bernyawa, seperti batu, kayu (7) |
| JAMAHAN | Hasil menjamah; sentuhan (dengan jari); rabaan; pegangan (7) |
| JAMAICA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| JAMAIKA | Negara yang terletak di Kepulauan Karibia, beribu kota Kingston (7) |
| JAMARAT | Lokasi di Mina yang menjadi sasaran lemparan batu (dalam ibadah haji) sebagai simbol tempat melempar setan yang menggoda Nabi Ibrahim, Ismail, dan Siti Hajar ketika Ibrahim melaksanakan perintah Allah Swt. untuk menyembelih Ismail sebagai ujian ketaatan kepada-Nya (Agama Islam) (7) |
| JAMASAN | Ritual penyucian benda-benda pusaka, seperti keris, dengan menggunakan air kembang (Jawa) (7) |
| JAMAYUN | Jam yang dilengkapi pendulum yang berayun dengan teratur, diletakkan pada benda yang lurus dan tinggi, biasanya dipasang tegak lurus terhadap lantai (7) |
| JAMBANG | Tempat menaruh bunga untuk hiasan; pasu bunga; pasu; belanga besar (7) |
| JAMBIAH | Belati lebar melengkung (7) |
| JAMBIAN | Ungar (7) |
| JAMBORE | Pertemuan besar para pramuka (7) |
| JAMBRET | Renggut; rebut (7) |
| JAMBRON | Ikan kerong; jangian; jambrung (7) |
| JAMINAN | Tanggungan atas pinjaman yang diterima; agunan; biaya yang ditanggung oleh penjual atas kerusakan barang yang dibeli oleh pembeli untuk jangka waktu tertentu; garansi; janji seseorang untuk menanggung utang atau kewajiban pihak lain apabila utang atau kewajiban tersebut tidak dipenuhi (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| JAMPIAN | Jampi; mantra; telah dijampi; cara menjampi; hasil menjampi (7) |
| JAMUDIN | Penganan, dibuat dari jagung, digoreng dengan minyak (setelah dipanaskan dengan air panas dan dibuang kulit arinya) (Using) (7) |
| JAMURAN | Berjamur (7) |
| JAMURIA | Kota di India (7) |
| JANABAH | Mempunyai jamur; ada jamurnya (7) |
| JANAUBA | Kota di Brasil (7) |
| JANDIRA | Kota di Brasil (7) |
| JANGGAL | Tidak sedap dipandang mata (karena letak atau susunannya tidak tepat dan sebagainya); tidak sedap didengar (karena iramanya, bunyinya tidak harmonis, dan sebagainya); tidak biasanya; tidak menurut kebiasaan (tentang tingkah laku); canggung (7) |
| JANGGAN | Tabib desa (Sanskerta) (7) |
| JANGGIR | Anak kerbau jantan (Jawa) (7) |
| JANGGUT | Bulu yang tumbuh di dagu; jenggot; dagu; nama pelbagai tumbuhan (7) |
| JANGIAN | Ikan kerong; jambron; jambrung; janjan (7) |
| JANGJAN | Kuda yang bulunya berwarna kuning muda (Sunda) (7) |
| JANGKAH | Langkah; alat penyanggah untuk menjaga keseimbangan perahu saat diperbaiki (Madura) (7) |
| JANGKAP | Genap; lengkap (Jawa) (7) |
| JANGKAR | Pemberat pada kapal atau perahu, terbuat dari besi, diturunkan ke dalam air pada waktu berhenti agar kapal (perahu) tidak oleng; sauh; bahan feromagnetik tanpa lilitan yang secara permanen menghubungkan dua teras magnet atau lebih untuk menjadi untai magnetik yang lengkap (Fisika); akar yang bercabang-cabang di atas tanah seperti akar pada pokok pandan, bakau, dan sebagainya; menjangkar; bunga durian; bagian dari kaki berupa lekuk di atas tumit yang sejajar dengan mata kaki (Kimia) (7) |
| JANGKAT | Bakul (keranjang); bagian yang dangkal di sungai dan sebagainya untuk tempat menyeberang (memandikan kerbau dan sebagainya) (7) |
| JANGKAU | Jarak mendatar maksimum yang dapat dicapai peluru atau proyektil; jarak terbesar antara dua zarah sebelum interaksinya (Fisika) (7) |
| JANGKIR | Jari kaki burung yang paling belakang (Minangkabau) (7) |
| JANGKIT | Berjangkit (7) |
| JANJANG | Tangga; jenjang (7) |
| JANTANG | Terang; nyata (7) |
| JANTINA | Kelamin (seks); biseksual (dari jantan dan betina) (7) |
| JANTUNG | Bagian tubuh yang menjadi pusat peredaran darah (letaknya di dalam rongga dada sebelah atas); sesuatu yang bentuk, atau fungsinya seperti jantung (7) |
| JANUARI | Bulan pertama tarikh Masehi (31 hari) (7) |
| JARAHAN | Hasil menjarah; rampasan; barang yang dijarah (7) |
| JARAKAN | Pohon, tinggi hingga 20 m, kayunya kurang baik, tetapi digunakan untuk pembangunan rumah; temesar (Croton argyratus) (7) |
| JARAMBA | Bangunan berbentuk panggung, tempat mengolah masakan pada saat pesta (Batak) (7) |
| JARANAN | Jaran (7) |
| JARIMAH | Tindak kejahatan seperti mencuri, berzina, dan minum-minuman keras; tindak pidana (Arab); kejahatan yang dilarang oleh syariat Islam dengan ancaman hudud atau takzir (Arab) (7) |
| JAROSIT | Mineral potasoim besi sulfat yang berwarna kuning pucat dengan komposisi KFe₃(OH)₆(SO₄)₂ (Ilmu Tanah) (7) |
| JAROTAN | Tua dan keras (tentang buah) (7) |
| JARUJUT | Getaran saat ikan menelan umpan pancing (Banjar) (7) |
| JARUMAN | Jahitan; tipu muslihat halus (kiasan); muncikari (7) |
| JASBUKA | Jas yang bagian depan pada leher terbuka (7) |
| JASEKOR | Jas pria dengan bagian belakang lebih panjang daripada bagian depan, biasanya dikenaka pada acara resmi (Tata Busana) (7) |
| JASMANI | Tubuh; badan; benda sebagai lawan rohani (7) |
| JASWADI | Kondom (7) |
| JATILAN | Kesenian khas Jawa Tengah berupa tarian yang penarinya menaiki kuda lumping, diiringi gamelan (bende, kendang, dan sebagainya); kuda lumping (7) |
| JATMIKA | Selalu sopan santun (tentang tingkah laku, gerak-gerik, dan sebagainya) (7) |
| JATNIKA | Mulia, senang (Sunda); hidup dalam kesenangan (Sunda) (7) |
| JATUHAN | Bahan dari atmosfer yang terendap, terutama yang telah menjadi radioaktif; jatuh sendiri (7) |
| JAUHARI | Tukang (pedagang) intan; orang pandai; orang cerdik atau ahli (7) |
| JAUNPUR | Kota di India (7) |
| JAWABAN | Sahutan; balasan; tanggapan (7) |
| JAWATAN | Bagian dari departemen atau pemerintah daerah yang mengurus (menyelenggarakan) suatu tugas atau pekerjaan yang luas lingkungannya; dinas; tanda pangkat atau kebesaran (7) |
| JAWAWUT | Tumbuhan keluarga padi-padian, bijinya kecil dan lembut, biasa digunakan sebagai makanan burung; sekoi (Setaria italica) atau (Panicum viride) (7) |
| JAZIRAH | Tanah yang menganjur ke laut seakan-akan merupakan pulau; semenanjung (7) |
| JEBAKAN | Hasil menjebak; jebak; perangkap; tipu muslihat (kiasan); pintu yang membelah lantai panggung atau gambar latar yang memberi jalan aktor-aktor untuk masuk tanpa diduga penonton (Kesenian) (7) |
| JEBOLAN | Keluaran (lulusan; tamatan) lembaga pendidikan formal (7) |
| JEGALAN | Hasil menjegal; yang dijegal (7) |
| JEGOGAN | Alat musik gender, berbilah besar sebanyak lima buah, bernada rendah, dimainkan dengan sebuah pemukul yang berbentuk bulat dan bertangkai (Musik/Bali) (7) |
| JEJABAH | Jerami dan daun-daun kering yang dipakai sebagai alas tidur hewan, induk hewan yang hendak beranak, atau untuk anak sapi (7) |
| JEJAMPI | Kata-kata atau kalimat yang dibaca atau diucapkan, dapat mendatangkan daya gaib (untuk mengobati penyakit dan sebagainya); jampi-jampi; jampi; mantra (7) |
| JEJARUM | Bulu yang coraknya bergaris-garis (tentang ayam) (Gayo) (7) |
| JEJERAN | Adegan silaturahmi serta perembukan dalam wayang kulit dan sebagainya (7) |
| JEJUNUM | Pangkal usus halus, bagian usus halus sesudah duodenum sampai ke ileum (Anatomi) (7) |
| JELABAK | Roboh; runtuh (7) |
| JELABIR | Longgar, besar, dan tidak rapi (tentang baju dan sebagainya); jabir (7) |
| JELADAN | Gelatik (Munia oryzivora) (7) |
| JELADRI | Lautan (7) |
| JELAGRA | Orang yang pekerjaannya memahat batu, memecah batu, dan sebagainya (7) |
| JELAJAH | Pergi; telusur; menjelaskan (7) |
| JELALAT | Lihat ke mana-mana (7) |
| JELANAK | Selinap (7) |
| JELAPAK | Berkaparan; berserakan; jatuh telentang (7) |
| JELARUS | Nelayan yang bertugas sebagai tukang selam (Madura) (7) |
| JELAWAT | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, gurat sisi memanjang dan berakhir di bawah pertengahan pangkal sirip ekor, warnanya perak kemerahan, tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Thailand; lemak (Leptobarbus hoevenii) (7) |
| JELEJEH | Meleleh (tentang air liur dan sebagainya) (7) |
| JELEPAK | Merata (tentang warna rambut yang sudah putih) (7) |
| JELEPOK | Terduduk di lantai (tanah) dengan posisi condong ke belakang; jatuh terduduk atau tertelentang (7) |
| JELGAVA | Kota di Latvia (7) |
| JELIJIH | Air liur (Minangkabau); keluar air liur (7) |
| JELIMET | Sampai kepada hal-hal yang kecil-kecil; mengenai hal-hal yang sekecil-kecilnya (Jawa) (7) |
| JELMAAN | Hasil menjelma (7) |
| JELOBOK | Gelembung udara dari dalam air yang pecah di permukaan (Gayo) (7) |
| JELUANG | Kertas (pakaian) dari kulit kayu (7) |
| JELUJUR | Jahit dengan jarak jarang; kayu (bambu) yang dipasang mendatar sebagai penutup pintu kandang (pagar dan sebagainya) (7) |
| JELUNUT | Melekat (Minangkabau) (7) |
| JEMBAAN | Satuan ukuran panjang 8 (hasta); ulur (tentang tangan); jemba (7) |
| JEMBIAH | Kerambit (golok pendek bermata dua) (7) |
| JEMPANA | Tandu; usungan (7) |
| JEMPANG | Penutup kemaluan wanita berbentuk segitiga yang terbuat dari emas atau perak, dipakai dengan cara mengikatkan talinya ke pinggang, merupakan pakaian sehari-hari untuk gadis bangsawan suku Gowa, Sulawesi Selatan (Makassar) (7) |
| JEMPINA | Bayi yang lahir prematur (Sanskerta) (7) |
| JEMURAN | Barang (yang dijemur); alat (perkakas) untuk menjemur (7) |
| JENAHAR | Ikan laut atau payau, panjang mencapai 97 cm, berat mencapai 10,5 kg, hidup di perairan tropis dengan kedalaman mencapai 80 m; ikan merah (Lutjanus johnii) (7) |
| JENAZAH | Mayat (7) |
| JENDALA | Cendala; hina; cabul; buruk; keji (tentang kelakuan) (7) |
| JENDELA | Lubang yang dapat diberi tutup dan berfungsi sebagai tempat keluar masuk udara; tingkap; lubang angin; bingkai layar dalam monitor (biasanya berbentuk segi empat) yang berisi tampilan berkas; bagian persegi panjang dari layar yang berfungsi sebagai area tampilan untuk suatu aplikasi dalam antarmuka pengguna grafis (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| JENDERA | Nyenyak (tentang tidur); lena; cendera (7) |
| JENEWER | Jin (arak keras); sopi pahit (7) |
| JENGANG | Mengiang-ngiang (telinga) (Minangkabau); meluangkan waktu untuk mampir atau melihat tanpa direncanakan (Melayu Belitung) (7) |
| JENGGER | Daging yang tumbuh di kepala ayam; balung; ranggah (7) |
| JENGGIK | Berkas atau jambul kecil yang tumbuh tepat di bawah bibir bawah (Madura) (7) |
| JENGGOT | Janggut (7) |
| JENGGUK | Dorong (Jawa) (7) |
| JENGGUL | Benjol; bincul; jendul; jendol; bincul (7) |
| JENGGUT | Renggut (7) |
| JENGKAL | Ukuran sepanjang rentangan antara ujung ibu jari tangan dan ujung jari lain yang direntangkan (7) |
| JENGKAR | Berdiri seketika dan langsung berjalan (Jawa) (7) |
| JENGKEK | Lompat; jingkat; alat yang digunakan untuk memisahkan mineral berat dari mineral ringan dengan prinsip penjengkekan (7) |
| JENGKEL | Kesal (tentang perasaan); mendongkol (7) |
| JENGKER | Kaku (tentang badan) (Sunda) (7) |
| JENGKET | Jalan (dengan ujung jari kaki) (7) |
| JENGKIT | Menjengkit; melentik ke atas (tentang ujung jari, rambut, ekor, dan sebagainya) (7) |
| JENGKOL | Pohon yang tingginya dapat mencapai 25 m, daunnya rimbun, buahnya gepeng bundar polong, rumpunnya berbelit, biasanya berisi 5–7 biji yang berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan sakit (ketika kencing) jika terlalu banyak dimakan; jering (Pithecolobium lobatum) (7) |
| JENGKOT | Timpang; pincang (7) |
| JENIPER | Jeruk nipis peras, minuman khas daerah Kuningan yang terbuat dari perasan buah jeruk nipis (akronim) (7) |
| JENITRI | Buah keras dari pohon Quercus lusitanica yang digunakan untuk ramuan obat, jamu, atau menghitamkan gigi, mengandung limin yang berkhasiat sebagai bahan keset; majakan; majakane; manjakani (7) |
| JENJANG | Tingkat-tingkat yang beraturan dari bawah ke atas; tangga; tingkat; tahap; palang bertingkat (dalam cabang senam) terbuat dari kayu yang dibulatkan, dipasang ke atas, berjejer dengan jarak antara 30–40 cm, untuk latihan bergantung (dalam latihan otot perut, punggung, dan sebagainya) (Olahraga); panjang dan langsing (tentang leher) (7) |
| JENTAKA | Celaka; sengsara; sial (Sastra) (7) |
| JENTANG | Tikar, permadani, dan sebagainya yang terhampar di atas tanah atau di atas lantai rumah (7) |
| JENTAYU | Nama burung garuda yang besar (dalam cerita wayang); jatayu (7) |
| JENTERA | Barang yang bundar berupa lingkaran, bersumbu, dan dapat berputar (untuk memutar benda yang lain, menaikkan air, dan sebagainya); roda; roda-roda yang dijalankan dengan per, tali, dan sebagainya untuk menggerakkan sesuatu (seperti perkakas arloji); pesawat; mesin; roda pemintal benang (kincir) (7) |
| JEPITAN | Penjepit; keadaan (hasil) kekuatan menjepit (7) |
| JERABAI | Benda yang berjuntai seperti benang, rambut yang sama panjang dan diikat di ujungnya; jumbai; jerumbai; jerambai; rambu; rumbai (7) |
| JERADIK | Kue yang dibuat dari tepung (7) |
| JERAGIH | Daun kardemon (Limnophila aromatica) (7) |
| JERAHAK | Lantar; bengkalai (7) |
| JERAHAP | Tiarap; telungkup (7) |
| JERAMAH | Pegang (kuat-kuat); cengkeram (7) |
| JERAPAH | Mamalia berkuku genap, berkaki panjang, kaki depan lebih panjang dari kaki belakang sehingga punggungnya menurun ke belakang, leher sangat panjang, kepalanya dapat mencapai ketinggian 5–6 m dari tanah (Giraffa camelopardalis) (7) |
| JERAPAN | Hasil menjerap (7) |
| JERATAN | Hasil menjerat (7) |
| JERAWAT | Bisul kecil-kecil berisi lemak, terutama pada muka (7) |
| JEREKET | Dalam keadaan melekat (seperti pisang sale, pelupuk mata ketika mengantuk); lengket (7) |
| JEREMAK | Jerempak; berjerempak; bertemu dengan tiba-tiba (tidak diduga sebelumnya); berhadapan dengan tiba-tiba (7) |
| JEREMBA | Menjeremba; mengulurkan tangan (untuk mencapai sesuatu); menggapai (7) |
| JEREMIE | Kota di Haiti (7) |
| JEREPET | Dalam keadaan berangkaian paut-memaut (seperti mata rantai); tumbuh melekat (seperti jari); lekat; lengket (7) |
| JERIKEN | Tempat (bensin, air, minyak tanah, dan sebagainya) biasanya berisi 20 liter, dibuat dari logam atau plastik, berbentuk empat persegi panjang, pipih, dan berkepala sempit; wadah serupa itu, tetapi lebih kecil (7) |
| JERITAN | Teriakan; pekikan; jerit; keluh kesah yang sangat (kiasan) (7) |
| JERMANG | Kayu pendek yang dipasang mendatar untuk menopang perahu dan sebagainya supaya tidak miring (7) |
| JERNANG | Kemenyan merah atau damar merah yang berasal dari rotan (dibuat bahan cat); warna merah menyerupai jernang (7) |
| JEROHOK | Terjerohok; terperosok (7) |
| JEROJOL | Sembul (7) |
| JERUKUN | Menjerukun; merungkup; melingkup (7) |
| JERUKUP | Menjerukup; merungkup (7) |
| JERUMAT | Jahit (dengan tangan); tambal (tentang kain) (7) |
| JERUMUN | Pondok (tempat berteduh, bersembunyi, dan sebagainya); dangau; belukar yang serupa dangau tempat babi hutan dan sebagainya; kawanan (babi hutan) yang banyak (7) |
| JERUMUS | Dorong masuk ke lubang (7) |
| JERUNUK | Terjerunuk; jatuh tertelungkup; jatuh tersungkur (7) |
| JERUPIH | Papan yang ditempel pada bagian atas perahu untuk melebarkan badan perahu (7) |
| JESSORE | Kota di Bangladesh (7) |
| JEWERAN | Tarikan (pilinan) pada telinga; teguran; peringatan (dari pihak atas) (kiasan) (7) |
| JEYPORE | Kota di India (7) |
| JIAMUSI | Kota di Cina (7) |
| JIAOZUO | Kota di Cina (7) |
| JIASHAN | Kota di Cina (7) |
| JIAWANG | Biawak kudung; jawang (Varanus dumerili) (7) |
| JIAXING | Kota di Cina (7) |
| JIBILAH | Tabiat; sifat bawaan; bakat (7) |
| JICAPGO | Dua puluh lima (Cina) (7) |
| JIESHOU | Kota di Cina (7) |
| JIEYANG | Kota di Cina (7) |
| JIHADIS | Orang yang berjihad; pejihad; mujahid (7) |
| JIHLAVA | Kota di Republik Ceko (7) |
| JIJIANG | Kota di Cina (7) |
| JIKALAU | Kata penghubung untuk menandai syarat (janji); kalau; jika (7) |
| JILATAN | Yang dijilat; hasil menjilat (7) |
| JIMAKIR | Nama tahun ke-8 dalam satu windu berdasarkan perhitungan Jawa (7) |
| JIMAWAL | Nama tahun ke-3 dalam satu windu berdasarkan perhitungan Jawa (7) |
| JIMIJIB | Derek kamera yang dapat digerakkan ke mana saja hingga sudut 360 derajat, digunakan untuk mengambil berbagai macam gambar dari berbagai sudut (Perfilman) (7) |
| JINAYAH | Perkara yang berhubungan dengan perusakan anggota badan atau jiwa orang lain; tindakan kriminal; kejahatan (Agama Islam) (7) |
| JINEMAN | Penjaga di perkebunan gula (7) |
| JINGKAT | Jengket; jalan (dengan ujung jari kaki) (7) |
| JINGKIK | Jalan meloncat-loncat (7) |
| JINGMEN | Kota di Cina (7) |
| JINJANG | Pemimpin atau ketua (golongan, hantu, dan sebagainya); dukun yang menguasai hantu; badan atau orang yang kemasukan setan; orang yang menemani utusan raja (7) |
| JINJING | Bawa; pohon yang kayunya keras dapat dibuat papan dan sebagainya, tingginya mencapai 20 meter (Albizzia moluccana) (7) |
| JITAHAN | Tumbuhan melilit, batangnya digunakan sebagai tali, getahnya likat seperti getah karet untuk obat tukak yang parah; jantahan; jitah akar (Willughbeia apiculata) (7) |
| JIUQUAN | Kota di Cina (7) |
| JODHPUR | Kota di India (7) |
| JOENSUU | Kota di Finlandia (7) |
| JOLAKAN | Kobaran api (yang sedang menyala) (7) |
| JOMBANG | Elok; cantik; tampan; kabupaten di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Beriman; ibu kota Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur (7) |
| JOMBONG | Penganan, dibuat dari ubi kayu yang diisi gula jawa, dikukus dan dimakan dengan parutan kelapa (Using) (7) |
| JONGANG | Tonggos (gigi atas depan ke muka); agak menonjol ke luar (7) |
| JONGGOL | Jonggolan; tanggungan; jaminan (7) |
| JONGKEH | Sisir yang giginya jarang, terbuat dari tanduk, bambu, dan sebagainya (Minangkabau) (7) |
| JONGKOK | Menempatkan badan dengan cara melipat kedua lutut, bertumpu pada telapak kaki, dengan pantat tidak menjejak tanah; bercangkung; berjongkok; rendah (tentang inteligensi); bebal (kiasan) (7) |
| JONTROT | Pemikat di rumah makan dan sebagainya (berupa wanita cantik) untuk menarik tamu (Melayu Jakarta); barang dagangan yang dipajang untuk menarik pembeli (Melayu Jakarta) (7) |
| JORGUNG | Perangkap harimau (Gayo) (7) |
| JOTOSAN | Saling menjotos (meninju); hasil menjotos; pukulan (7) |
| JOUNIEH | Kota di Lebanon (7) |
| JRAMBAH | Lantai yang lebih tinggi (7) |
| JUEGANG | Kota di Cina (7) |
| JUJITSU | Olahraga bela diri dari Jepang yang memerlukan pengetahuan tentang anatomi dan penerapan prinsip pengumpilan sehingga kekuatan dan berat badan lawan dapat digunakan untuk mengalahkannya (7) |
| JUJURAN | Hasil bagi secara ikhlas atas usaha kerja sama, satu pihak mendapat sepertiga bagian, pihak lain memperoleh dua pertiga bagian; kerja sama dengan bagi hasil (7) |
| JUJUTAN | Kapas atau kapuk yang sudah dilepaskan dari kelopak dan biji (Sunda) (7) |
| JUKUEJA | Julukan klub sepak bola Liga 1 Indonesia, PSM Makassar (7) |
| JULIACA | Kota di Peru (7) |
| JULUKAN | Nama yang diberikan sehubungan dengan keistimewaannya dan sebagainya; gelar kehormatan; nama sindiran; nama ejekan (7) |
| JUMATAN | Salat Jumat (7) |
| JUMBREK | Penganan tradisional khas Lamongan yang berbahan dasar tepung beras, gula siwalan/legen dan santan, dicampur dan dicetak pada wadah corong panjang yang terbuat dari lilitan daun siwalan, selanjutnya dikukus (7) |
| JUMPANG | Perdu, tingginya mencapai 4 m, kulit batangnya dapat dibuat tali atau karung; jelumpang (Helicteres isora) (7) |
| JUNDIAI | Kota di Brasil (7) |
| JUNGKAL | Terjungkal; terguling; terjatuh; tersisih; kalah (dalam pertandingan, percaturan politik, dan sebagainya) (7) |
| JUNGKAR | Menjungkar; tampak ke luar mencuat (tentang barang yang terselip seperti keris) (7) |
| JUNGKAT | Terjungkat; agak miring ke atas (tentang papan, lantai, dan sebagainya) (7) |
| JUNGKIR | Tungging (7) |
| JUNGKIT | Angkat ke atas (7) |
| JUNGKOL | Gigi yang sudah tidak sehat lagi (7) |
| JUNJUNG | Bawa di atas kepala; junjungan (7) |
| JUPITER | Dewa tertinggi, dewa penerang, langit dan udara bagi bangsa Romawi; planet ke-5 dari matahari; Musytari; kota di Amerika Serikat (7) |
| JURAGAN | Sebutan orang upahan terhadap majikan; tuan; nyonya; pemilik perusahaan (terutama perusahaan batik); pemilik dan pemimpin perahu (kapal) (7) |
| JURMALA | Kota di Latvia (7) |
| JURUAPI | Awak kamar mesin yang bertugas melayani ketel (Pelayaran) (7) |
| JURULAS | Orang yang ahli melakukan berbagai proses pengelasan sesuai prosedur yang berlaku (Metalurgi) (7) |
| JURUSAN | Arah; tujuan; bagian (pengkajian ilmu); bagian dari suatu fakultas atau sekolah tinggi yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan suatu bidang studi, misalnya jurusan akuntansi, jurusan manajemen (7) |
| JURUTIK | Tukang tik (7) |
| JUSSOLI | Hukum yang menetapkan bahwa kewarganegaraan anak ditentukan oleh tempat lahirnya (ungkapan/Latin) (7) |
| JUTAWAN | Orang kaya yang mempunyai harta berjuta-juta; hartawan (7) |
| JUVENIL | Muda, masuk golongan pemuda; terjadinya semasa masih muda; berkaitan dengan orang muda, biasanya di bawah umur yang masih dalam wajib belajar (Psikologi); binatang atau tumbuhan yang belum dewasa (7) |
| JUZAMMA | Kumpulan surah juz ke 30 dalam Al-Qur'an (7) |
| KABANTI | Prosa liris dengan syair-syair bebas dan kebanyakan dipentaskan dengan lagu-lagu (Muna) (7) |
| KABARET | Pertunjukan hiburan berupa nyanyian, tarian, dan sebagainya; tempat (kafetaria, restoran) yang menjual minuman, seperti anggur, minuman keras, dan dihibur oleh penyanyi dan penari (7) |
| KABIHAT | Buruk ucapan, perbuatan, atau rupa (7) |
| KABILAH | Suku bangsa; kaum yang berasal dari satu ayah (7) |
| KABINDA | Kota di Republik Kongo (7) |
| KABINET | Badan atau dewan pemerintahan yang terdiri atas para menteri; kantor kerja (terutama bagi presiden, perdana menteri, dan sebagainya); lemari kecil tempat menyimpan surat-surat (dokumen dan sebagainya); peti kecil mesin tik (mesin jahit dan sebagainya) (7) |
| KABISAT | Tahun yang jumlah harinya 366 hari (dalam tahun itu, jumlah hari dalam bulan Februari adalah 29 hari) (7) |
| KABUDUL | Anak jangkrik (Madura) (7) |
| KABULOG | Kepala Badan Urusan Logistik (akronim) (7) |
| KABUMBU | Siung kecil yang terbentuk pada bagian tumbuhan di atas tanah yang berfungsi sebagai alat perbanyakan; siungan (Botani) (7) |
| KABUMUH | Penyembuhan penyakit dengan cara menarik-narik rambut sambil menyebut nama orang-orang tertentu yang dicurigai (Awyu) (7) |
| KABUTES | Keadaan udara yang penuh dengan kristal es kecil sehingga mengurangi jarak pandang di permukaan bumi (7) |
| KACAAIR | Natrium silikat atau larutan pekatnya (7) |
| KACAUAN | Barang yang campur aduk tidak keruan (7) |
| KACUKAN | Campuran dari berbagai unsur (tentang bahasa dan sebagainya) (7) |
| KADAPOL | Kepala daerah kepolisian (akronim) (7) |
| KADAVER | Jenazah, biasanya digunakan mahasiswa kedokteran untuk praktikum anatomi; bangkai (Hukum) (7) |
| KADENSA | Naik turunnya nada, kelantangan atau tekanan pada akhir kalimat atau di depan jeda dalam pola intonasi (Linguistik) (7) |
| KADIRLI | Kota di Turki (7) |
| KADMIUM | Logam putih, mulur; unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 48, berlambang Cd, bobot atom 112,41 u (7) |
| KADOFOR | Penjuluran pada bagian dorsal induk, tempat tunas melekat selama beberapa waktu (Zoologi) (7) |
| KADOLOG | Kepala depot logistik (akronim) (7) |
| KADUAYA | Burung gagak (Toraja) (7) |
| KADUGLI | Kota di Sudan (7) |
| KAESONG | Kota di Korea Utara (7) |
| KAFARAT | Denda yang harus ditunaikan/dilaksanakan karena melanggar larangan Allah Swt. atau janji (Agama Islam); persembahan kepada Allah Swt. sebagai tanda mohon pengampunan (karena telah melanggar hukum-Nya) (Agama Islam); tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya; keparat; kafir (Agama Islam) (7) |
| KAFEINA | Alkaloid yang terdapat dalam biji kopi dan daun teh (C8H10N4O2) (Kimia) (7) |
| KAFILAH | Rombongan berkendaraan (unta) di padang pasir; kontingen (7) |
| KAGANGA | Kumpulan beberapa aksara yang berkerabat di Sumatra bagian selatan, seperti aksara Rencong, aksara Rejang, dan aksara Lampung, dengan tiga abjad pertama berbunyi ka-ga-nga (7) |
| KAGETAN | Mudah kaget; pengejut (7) |
| KAGOMBE | Nyanyian rakyat Muna, berupa pantun yang digunakan sebagai mantra untuk mengobati wabah cacar (7) |
| KAHAYAN | Daerah di Kalimantan Tengah; sungai yang membelah kota Palangka Raya (7) |
| KAHOHON | Tali yang terbuat dari kulit kayu (7) |
| KAHOLEO | Ikan ole yang dimasak dan dikeringkan (Pulo) (7) |
| KAHWAJI | Penjual kopi (Arab); kedai kopi (Arab) (7) |
| KAIFENG | Kota di Cina (7) |
| KAIFIAH | Tata cara peribadatan seperti cara bersuci, baik berwudu, mandi besar, maupun ibadah wajib dan ibadah sunah (Agama Islam) (7) |
| KAIFIAT | Keadaan menurut sifatnya; sifat (tabiat) yang asli (Arab); cara yang khusus (baik) (Arab) (7) |
| KAILALO | Klan pihak laki-laki yang berfungsi sebagai penerima perempuan (di Ambon) (7) |
| KAIMANA | Kabupaten di Provinsi Papua Barat; ibu kota Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, terkenal dengan sebutan Kota Senja (7) |
| KAINCAT | Kain tebal dengan lapisan berkilat (7) |
| KAINLAP | Penggosok (biasanya dari kain); penyeka; penghapus (7) |
| KAINTAF | Kain sutra tipis, halus, ringan, permukaannya berkilap, biasanya untuk busana wanita; taf; tafeta (7) |
| KAINWOL | Kain yang terbuat dari wol yang telah mengalami proses penyisiran sehingga berkualitas tinggi (7) |
| KAIRANA | Kota di India (7) |
| KAITHAL | Kota di India (7) |
| KAITONG | Kota di Cina (7) |
| KAIZUKA | Kota di Jepang (7) |
| KAJATAN | Pohon dengan tinggi mencapai 40 m, bunga berwarna krem, batang kayu digunakan untuk bahan bangunan, banyak ditemukan di Kalimantan atau tanah bergambut (Dryobalanops rappa) (7) |
| KAKABAN | Danau yang terletak di pulau kecil tak berpenghuni, gugusan Kepulauan Derawan, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur; ijuk yang dijepit dengan bambu dibelah dua memanjang, dipakai untuk melindungi telur-telur ikan di dalam empang (Sunda) (7) |
| KAKAGAU | Putusan lembaga hukum tertinggi (di Toraja) (7) |
| KAKALAN | Nasi yang belum matang (Banjar) (7) |
| KAKANCO | Penopang untuk menggantungkan gong (Sunda) (7) |
| KAKANDA | Kata sapaan lebih hormat, lebih mesra kepada kakak (7) |
| KAKARAI | Upacara meminta hujan, biasanya pada saat menanam padi di ladang (Sahu) (7) |
| KAKAWIN | Jenis puisi Jawa Kuno (Sastra); kekawin (7) |
| KAKICAK | Penganan kukus, dibuat dari adonan tepung ketan, dibentuk sebesar benggol dengan lekukan di tengah, dimakan dengan unti (Banjar) (7) |
| KAKODIL | Cairan tidak berwarna dan sangat mudah terbakar, berbau memualkan ((CH3)2As-As(CH3)2) (Kimia) (7) |
| KAKOLEH | Penganan kukus, dibuat dari adonan tepung beras, diberi pandan wangi, dimakan dengan kinca (7) |
| KALAKAI | Tumbuhan sejenis paku-pakuan yang tumbuh di lahan gambut, daunnya hijau kemerahan dengan pucuk melengkung, biasa diolah menjadi sayur (Stenochlaena palustris) (7) |
| KALALAH | Penyakit perempuan sehabis melahirkan akibat melanggar pantangan (Banjar) (7) |
| KALAMBA | Kubur batu peninggalan zaman megalitikum di Sulawesi Tengah; perahu besar dari daerah Kepulauan Mentawai dan Hawai yang mempunyai satu atau dua tiang utama dan dua sayap imbang atau kater (Pelayaran) (7) |
| KALAMIN | Zink karbonat alamiah (7) |
| KALAPIA | Tumbuhan kayu dengan tinggi mencapai 40 m, bunga berwarna kuning, batang digunakan untuk membuat perahu, hanya tumbuh di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (Kalappia celebica) (7) |
| KALASAU | Bambu yang digunakan untuk menegakkan lembaran atap sagu (7) |
| KALASIN | Kota di Thailand (7) |
| KALAWAI | Trisula dengan mata tombak dari besi dan pegangan dari kayu atau buluh, digunakan untuk menangkap ikan (Melayu Ambon) (7) |
| KALDERA | Kawah gunung berapi yang sangat luas, terjadi karena peledakan atau runtuhnya bagian puncak gunung berapi (Geografi dan Geologi) (7) |
| KALDRON | Kawah; kuali besar; kepundan (7) |
| KALEBAS | Kulit keras buah labu yang dijadikan wadah penyimpan air oleh suku bangsa pemburu ketika melakukan perburuan (7) |
| KALELES | Bambu yang dibuat sedemikian rupa untuk karapan sapi (Madura) (7) |
| KALEMIE | Kota di Republik Kongo (7) |
| KALIABO | Ayam jantan yang bulunya hitam bercampur merah tua dan kakinya hitam (Toraja) (7) |
| KALIBER | Garis tengah laras senapan (meriam, pistol); garis tengah peluru; ukuran (tingkatan) kecakapan atau sifat batin (pikiran, watak) (7) |
| KALIBIT | Besi (II) karbonat alamiah; siderit (FeCO3) (Mineralogi) (7) |
| KALIBUT | Huru-hara; kekacauan (Minangkabau) (7) |
| KALICAU | Elak; hindar (7) |
| KALIMAH | Perkataan; ucapan (7) |
| KALIMAT | Kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran dan perasaan; perkataan; satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa (Linguistik) (7) |
| KALIPER | Ketebalan selembar kertas yang diukur pada kondisi yang sudah dispesifikasikan; alat untuk mengukur ketebalan kertas, semacam mikrometer; alat berbentuk lengkung atau lurus, biasanya dipakai untuk mengukur lebar dada, lebar pinggul, dan sebagainya (7) |
| KALIPSO | Anggrek yang bunganya kemerah-merahan (Calypso bulbosa); bentuk musik yang mengarah ke bentuk musik tradisional di Hindia Barat, yang digubah berdasarkan lagu rakyat atau berpokok pada hal-hal yang bersifat humor (7) |
| KALISTO | Bulan milik Jupiter dengan diameter sekitar 4.820 km dan merupakan bulan terbesar ketiga di tata surya (Astronomi) (7) |
| KALKRIT | Kerak kapur yang keras (Ilmu Tanah) (7) |
| KALOMEL | Obat pencuci perut; urus-urus (7) |
| KALSIOL | Vitamin D yang terdapat dl tubuh (7) |
| KALSIUM | Logam putih, menyerupai kristal; kandungan yang terdapat pada susu; unsur kimia alkali tanah dengan nomor atom 20, berlambang Ca, dan bobot atom 40,08 u (7) |
| KALTARA | Kalimantan Utara (akronim) (7) |
| KALTENG | Kalimantan Tengah (akronim) (7) |
| KALUMET | Pipa bergagang panjang yang diberi hiasan bulu-bulu burung dan sebagainya, dipakai oleh orang Indian Amerika Utara khusus pada upacara (7) |
| KALYANI | Kota di India (7) |
| KALZONA | Piza yang bagian atasnya ditutup atau dilipat sehingga taburan di atasnya berada di dalam; piza tutup; piza lipat (7) |
| KAMALIA | Kota di Pakistan (7) |
| KAMALIR | Palung pada dasar kolam atau sawah yang berguna dalam pengeringan atau penangkapan ikan (7) |
| KAMANGA | Batu asahan yang permukaannya sangat halus, dibuat dari akik (Sangir) (7) |
| KAMATAN | Memancing di atas perahu kecil (Jawa) (7) |
| KAMBALA | Kain dari bulu domba (Sahu) (7) |
| KAMBANG | Terapung di air (7) |
| KAMBATU | Dendeng dari daging kerbau atau rusa (Tolaki) (7) |
| KAMBEBE | Penganan kukus, dibuat dari jagung muda yang ditumbuk, dicampur gula merah, dibungkus dengan daun jagung (Tata Boga/Muna) (7) |
| KAMBELI | Kain kasar yang dibuat dari bulu domba untuk selimut, peci, dan sebagainya (7) |
| KAMBILO | Batu asah kecil (Wolio) (7) |
| KAMBING | Binatang pemamah biak dan pemakan rumput (daun-daunan), berkuku genap, tanduknya bergeronggang, biasanya dipelihara sebagai hewan ternak untuk diambil daging, susu, kadang-kadang bulunya (Capra) (7) |
| KAMBIUM | Lapisan sel hidup pada tumbuhan berkeping dua, terletak di kulit dan di kayu, yang membuat jaringan kayu baru ke sebelah dalam dan jaringan kulit baru ke sebelah luar (Botani) (7) |
| KAMBOJA | Negara yang terletak di Asia Tenggara, beribu kota Phnom Penh (7) |
| KAMBOSE | Makanan, dibuat dari jagung tua yang kering, kemudian dimasak, dimakan dengan ikan pindang dan sayur bening (Tata Boga/Muna) (7) |
| KAMBOTI | Keranjang yang dibuat dari daun enau untuk membawa ayam (Kaili) (7) |
| KAMBRAU | Suku bangsa yang mendiami Semenanjung Bomberai, di sekitar Teluk Kamberau, Kabupaten Fak-fak, Provinsi Papua (7) |
| KAMBRIK | Kain halus yang terbuat dari linen atau kapas (7) |
| KAMELIA | Perdu dengan bunga mirip mawar (Camelia japonica) (Botani) (7) |
| KAMEOKA | Kota di Jepang (7) |
| KAMERAD | Saudara separtai; teman seperjuangan; kata sapaan terhadap sesama anggota partai komunis (juga oleh orang antikomunis untuk mengejek orang komunis) (7) |
| KAMERUN | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Yaounde (7) |
| KAMFANA | Kristal putih yang larut dalam alkohol pada suhu 158–159°C (C10H18) (Kimia) (7) |
| KAMISOL | Baju tanpa lengan, seperti kutang yang sudah dimodifikasi, baik bahan, model, maupun warnanya, dipakai sebagai baju dalam atau baju luar (7) |
| KAMITUA | Kepala dukuh (dusun kecil) (Jawa) (7) |
| KAMOMIL | Tumbuhan berbau keras, ekstrak bunga dan daunnya untuk obat (Anthemis nobilis) (7) |
| KAMPALA | Ibu kota Uganda (7) |
| KAMPANG | Anak yang dilahirkan dari kedua orang tua yang tidak menikah (Lampung) (7) |
| KAMPING | Perkemahan (7) |
| KAMPIUN | Pemenang pertama dalam perlombaan atau pertandingan; juara; pandai sekali; lihai; baik sekali (7) |
| KAMPRET | Kelelawar kecil pemakan serangga, hidungnya berlipat-lipat (Microchiroptera) (7) |
| KAMPROT | Plesteran kasar tanpa acian (7) |
| KAMPUNG | Kelompok rumah yang merupakan bagian kota (biasanya dihuni orang berpenghasilan rendah); desa; dusun; kesatuan administrasi terkecil yang menempati wilayah tertentu, terletak di bawah kecamatan; terbelakang (belum modern); berkaitan dengan kebiasaan di kampung; kolot (7) |
| KANABIS | Sediaan kimiawi yang berasal dari getah rami dan dapat memengaruhi akal dan perilaku (7) |
| KANANGA | Kota di Republik Kongo (7) |
| KANASIN | Kota di Meksiko (7) |
| KANCING | Alat untuk menutup bagian pakaian (baju, celana, dan sebagainya) yang harus ditutup; buah baju; alat untuk merapatkan daun pintu, jendela, dan sebagainya sehingga tertutup erat dan terkunci (7) |
| KANCUNG | Tempat air yang terbuat dari bambu (7) |
| KANDANG | Bangunan tempat tinggal binatang; ruang berpagar tempat memelihara binatang; ruang yang diberi pagar atau batas dan sebagainya; garis dan sebagainya pada tepi halaman buku; kalangan; garasi; tempat tinggal; kampung; negeri (kiasan) (7) |
| KANDELA | Satuan untuk menyatakan besarnya kekuatan cahaya (Fisika) (7) |
| KANDUNG | Kantong; pundi-pundi; kantong peranakan (7) |
| KANERON | Tas dari anyaman pandan atau rotan (Sunda) (7) |
| KANGEAN | Suku bangsa di daerah Jawa Timur; dialek bahasa Madura yang dituturkan oleh suku bangsa Kangean (7) |
| KANGGYE | Kota di Korea Utara (7) |
| KANGMAS | Kakanda; kakak (laki-laki) (Jawa) (7) |
| KANGPHO | Kangguru pohon mantel emas (Dendrolagus Pulcherrimus) maskot PON XX di Papua (7) |
| KANGSAR | Pohon (Hibiscus flocosus) (7) |
| KANGTAU | Rezeki yang tiba-tiba diterima (7) |
| KANGURU | Mamalia berkantung yang memiliki kaki belakang lebih besar dan panjang daripada kaki depan, jari kedua dan ketiga kaki belakang menyatu, serta berekor panjang (Dendrolagus spp.) (7) |
| KANIBAL | Orang yang suka makan daging manusia; pemakan daging sejenis; binatang yang suka membunuh dan memakan daging binatang lain yang sejenis; ternak yang suka menggigit atau mematuki temannya sampai luka; pengambilan suku cadang kendaraan untuk dipasang di kendaraan lain yang sejenis (kiasan) (7) |
| KANILEM | Tanaman hias termasuk keluarga Compositae, bentuknya mirip bunga aster, tetapi lebih kecil, berwarna putih dan tengahnya kuning (Asteromoae indica margriet) (7) |
| KANIRAN | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Manokwari, Papua; Faranyao; Mairasi (7) |
| KANISAH | Tempat ibadat orang Yahudi; sinagoge (Arab) (7) |
| KANJANG | Nisbah besaran vektor angin rata-rata terhadap laju angin rata-rata tanpa memperhatikan arah (Hidrometeorologi); berkanjang; berkeras hati (dalam melakukan pekerjaan dan sebagainya); tekun tidak jemu-jemunya; sifat organ yang tidak melayu, tidak luruh, tetapi tetap melekat sampai pembawanya menjadi sempurna (Biologi) (7) |
| KANJENG | Pangkat atau gelar yang diberikan oleh Sultan Yogyakarta atau Sunan Surakarta kepada orang yang kedudukannya sepangkat bupati (7) |
| KANJOLI | Peserta pertandingan yang menempati posisi paling akhir (Bugis); lampu tradisional yang dipergunakan pada zaman Jepang, dibuat dari kemiri yang digoreng kemudian ditumbuk dengan kulit gaba-gaba yang telah dibakar, sesudah itu dililitkan pada lidi (Melayu Ambon) (7) |
| KANNAUJ | Kota di India (7) |
| KANOMAN | Anggota desa (penduduk asli) yang bertugas mengurus desa dan menjaga ketertiban desa (7) |
| KANONIR | Orang yang mengurusi kanon (meriam); penembak dengan kanon (7) |
| KANONIS | Menurut (sesuai dengan) hukum (undang-undang) gereja; yang termasuk kanon (Agama Katolik); bersifat kuasa; bersifat dasar (baku, standar); yang paling lazim (dikatakan tentang pola bentuk kata) (Linguistik); disederhanakan sampai ke nilai terendah (Matematika) (7) |
| KANOWIT | Suku bangsa yang mendiami daerah di sekitar Sungai Kanowit, dan Hilir Leboyan, Provinsi Kalimantan Tengah (7) |
| KANSTOF | Barang tenunan; kain (7) |
| KANTANG | Kering apabila air surut (tentang muara, selat, dan sebagainya) (7) |
| KANTATA | Nyanyian untuk paduan suara (7) |
| KANTOLA | Syair dalam lagu-lagu tradisional daerah Muna (Muna) (7) |
| KANTONG | Pundi-pundi; saku (baju dan sebagainya); kantung; tempat membawa sesuatu (belanjaan dan sebagainya) yang terbuat dari kain, plastik, dan sebagainya; wadah; wilayah; kelompok; komunitas (kiasan) (7) |
| KANTUNG | Kantong (7) |
| KAODILA | Lapisan putih di lidah bayi yang sering mengganggu bayi sewaktu menyusui (Minahasa Tonsawang) (7) |
| KAOLACK | Kota di Senegal (7) |
| KAPABEL | Mampu; cakap; pandai; sanggup (7) |
| KAPALAN | Mengalami penebalan dan pengerasan (tentang kulit, telapak tangan, telapak kaki, dan sebagainya) (7) |
| KAPARAN | Barang-barang yang telantar (tidak terpelihara); kayu-kayuan dan sebagainya yang berhanyutan (di laut atau di sungai) (7) |
| KAPASAN | Burung pekicau berukuran kecil, berwarna hitam dan putih, umumnya beralis putih, tubuh bagian bawah berpola garis hitam putih, bagian sayap berwarna putih, pemakan serangga, habitat di hutan dan kebun, sebaran Asia, Australia, dan Afrika (Lalage spp.) (7) |
| KAPAUKU | Suku bangsa yang mendiami pegunungan tengah bagian barat, sekitar danau Wissel, yang dikelilingi lembah-lembah, Provinsi Papua (7) |
| KAPAURI | Suku bangsa yang mendiami desa Pagai yang terletak di sebelah utara Sungai Taritatu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (7) |
| KAPILER | Pembuluh darah halus (7) |
| KAPIRAN | Tidak terurus; telantar; tidak beroleh apa-apa; sia-sia (Jawa) (7) |
| KAPITAL | Modal (pokok) dalam perniagaan; besar (tentang huruf seperti A, B, C, dan seterusnya) (7) |
| KAPITAN | Gelar (sebutan) kepala daerah pada zaman pemerintahan raja, setingkat dengan camat di daerah Nusa Tenggara Timur dan Maluku; kepala golongan penduduk Cina (pada zaman pemerintahan Belanda); kepala dalam bala tentara (7) |
| KAPITOL | Kuil kuno dewa Jupiter di Roma; gedung perwakilan rakyat Amerika Serikat di Washington dan di ibu kota negara bagian (7) |
| KAPLARS | Sepatu bot tinggi; kaplares (7) |
| KAPOLDA | Kepala kepolisian daerah (akronim) (7) |
| KAPOLRI | Kepala Kepolisian Republik Indonesia (akronim) (7) |
| KAPORIT | Bahan kimiawi untuk membersihkan air, mematikan kuman-kuman, memutihkan kain, dan sebagainya (7) |
| KAPRODI | Kepala program studi (akronim) (7) |
| KAPSTAN | Perangkat kapal yang ditempatkan di haluan dan di buritan kapal yang digunakan untuk menarik atau mengukur tros atau dadung kapal, biasanya digerakkan oleh tenaga listrik atau uap (Pelayaran) (7) |
| KAPSTER | Pemangkas dan penata rambut (7) |
| KAPSTOK | Barang yang digunakan untuk menyangkutkan atau menggantungkan pakaian (topi dan sebagainya); sangkutan; gantungan (7) |
| KAPURAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; kocelan; aruan; gabus (Channa striata) (7) |
| KARABIN | Senapan mesin (otomatis) (7) |
| KARABUK | Kota di Turki (7) |
| KARACHI | Kota di Pakistan (7) |
| KARAENG | Gelar bangsawan Makassar (7) |
| KARAGEN | Rumput laut yang agarnya dapat dimakan (Botani) (7) |
| KARAHAH | Sesuatu yang lebih baik tidak dikerjakan (hukumnya makruh) (Arab) (7) |
| KARAKOL | Kota di Kirgistan (7) |
| KARAMAH | Kemuliaan berupa sesuatu di luar logika manusia yang Allah Swt. berikan kepada para wali Allah (7) |
| KARAMAN | Kota di Turki (7) |
| KARAMAY | Kota di Cina (7) |
| KARAMBA | Kurungan dari anyaman bambu yang ditempatkan (diapungkan) di sungai (danau, tepi laut) sebagai tempat beternak ikan (udang dan sebagainya) (7) |
| KARAMEL | Cokelat yang diperoleh dari pemanasan gula tebu atau zat karbohidrat lain; gula bakar (7) |
| KARANJA | Kota di India (7) |
| KARAOKE | Jenis hiburan dengan menyanyikan lagu-lagu populer dengan iringan musik yang telah direkam terlebih dahulu (Jepang) (7) |
| KARAPAN | Pacuan sapi atau kerbau (di Madura dan Sumbawa) (7) |
| KARAPAO | Rumah adat masyarakat suku Kamoro (7) |
| KARAPAS | Cangkang atau bagian atas kura-kura, penyu, dan krustasea (7) |
| KARATAN | Berkarat (7) |
| KARATSU | Kota di Jepang (7) |
| KARAULI | Kota di India (7) |
| KARAVAN | Kereta beroda empat atau lebih atau kendaraan bermotor bertutup berfungsi sebagai tempat tinggal (bagi pengembara atau orang yang berlibur); rombongan orang (haji, peziarah, pedagang) yang melakukan perjalanan bersama demi keselamatan (7) |
| KARBALA | Kota di Irak (7) |
| KARBIDA | Senyawa biner antara karbon dan zat kapur (Kimia) (7) |
| KARDIAK | Bertalian dengan jantung; berkenaan dengan bagian atas perut (7) |
| KAREDOK | Makanan khas Sunda, terbuat dari sayuran mentah seperti mentimun, taoge, kol, kacang panjang, daun kemangi, dan terong, disajikan dengan saus bumbu kacang (7) |
| KAREMOS | Bekas air liur atau tahi mata di wajah pada saat bangun tidur (Melayu Ambon) (7) |
| KARIBIA | Laut sebelah tenggara Teluk Meksiko (7) |
| KARIMAH | Baik; terpuji (Arab) (7) |
| KARIMUN | Suku bangsa yang mendiami Pulau Karimun Jawa, Jawa Tengah (7) |
| KARIPAP | Kue pedas yang terbuat dari kentang atau ubi jalar dan sebagainya yang dicampur dengan rempah-rempah, kulitnya dibuat dari tepung gandum yang biasanya dicampur dengan santan, margarin, dan sebagainya (7) |
| KARISMA | Keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya; atribut kepemimpinan yang didasarkan atas kualitas kepribadian individu; karunia Roh Kudus yang luar biasa yang diberikan kepada orang beriman supaya melayani umat (Agama Kristen) (7) |
| KARITAS | Uang atau barang (pakaian, bahan makanan, obat-obatan, dan sebagainya) yang disumbangkan untuk penolong orang miskin atau orang yang tertimpa bencana (alam, perang, dan sebagainya); organisasi kemanusiaan yang mengumpulkan uang untuk keperluan kemanusiaan; tingkah laku yang simpatik terhadap orang lain (7) |
| KARKATA | Zodiak ke-4 yang dilambangkan dengan kepiting sebagai lambang bagi orang yang dilahirkan antara tanggal 22 Juni dan 22 Juli; Kanser (Astrologi) (7) |
| KARMINA | Pantun kilat (7) |
| KARPATU | Penghias baju berupa payet bermotif sisik ikan (Sunda) (7) |
| KARTIKA | Bintang (Sanskerta); bintang tujuh (Sanskerta) (7) |
| KARTUAS | Kartu truf; senjata ampuh untuk menjatuhkan atau mematahkan lawan (kiasan) (7) |
| KARUHUN | Nenek moyang; leluhur (Sunda) (7) |
| KARUNIA | Kasih; belas kasih; pemberian atau anugerah dari yang lebih tinggi kedudukannya kepada yang lebih rendah (7) |
| KARUPIT | Daun sirih yang kecil (Benuaq) (7) |
| KARVERI | Restoran yang menyajikan daging panggang yg dapat diiris sesuai dengan keinginan pelanggan (Tata Boga) (7) |
| KARVINA | Kota di Republik Ceko (7) |
| KASAKER | Kepala satuan kerja (akronim) (7) |
| KASAOKA | Kota di Jepang (7) |
| KASBIAH | Berkaitan dengan usaha (Arab) (7) |
| KASEMAT | Pertengkaran; permusuhan; kebencian; dendam (7) |
| KASERIN | Nama pohon (7) |
| KASEROL | Cawan tembikar dengan pegangan, digunakan dalam laboratorium (Kimia); makanan yang dibuat dari berbagai bahan yang dikukus atau dipanggang dan disajikan dalam satu pinggan (7) |
| KASGANJ | Kota di India (7) |
| KASHGAR | Kota di Cina (7) |
| KASHIWA | Kota di Jepang (7) |
| KASHMAR | Kota di Iran (7) |
| KASIDAH | Bentuk puisi, berasal dari kesusastraan Arab, bersifat pujaan (satire, keagamaan), biasanya dinyanyikan (dilagukan) (7) |
| KASIHAN | Rasa iba hati; rasa belas kasih; seruan menyatakan rasa belas (karena melihat dan sebagainya) (7) |
| KASINTU | Ayam hutan (Sunda) (7) |
| KASKADE | Deretan air terjun kecil di taman atau kebun; deretan peranti yang bekerja berurutan satu setelah yang lain; mengatur jendela-jendela di layar komputer agar tumpang tindih, tetapi bilah judul masih terlihat; bahan berpola yang jatuh seperti renda, menggantung membentuk pola zig-zag, biasanya digunakan sebagai hiasan pada pakaian (Tata Busana) (7) |
| KASKADO | Kondisi kulit bersisik dan terkelupas yang disebabkan oleh jamur (7) |
| KASKAYA | Kekuasaan; kecakapan; kekayaan; harta yang dibawa oleh suami atau istri yang berasal dari usaha masing-masing sebelum atau selama perkawinan (Hukum) (7) |
| KASONGO | Kota di Republik Kongo (7) |
| KASSALA | Kota di Sudan (7) |
| KASTAWA | Sembah puji (Sanskerta) (7) |
| KASTROL | Panci berbentuk bulat tanpa telinga, dilengkapi dengan gantungan, biasa digunakan untuk memasak nasi liwet (Sunda) (7) |
| KASUARI | Burung tanah berukuran besar, mempunyai kulit wajah dan leher berwarna biru cerah tanpa bulu, bertanduk bulat pipih, gelambir berwarna merah, berhabitat di hutan dan savana, pemakan buah yang jatuh ke tanah, serangga, dan vertebrata kecil, tersebar di Papua, Papua Nugini, dan Australia (Casuarius spp.) (7) |
| KASUGAI | Kota di Jepang (7) |
| KATAFIL | Sisik kuncup atau daun sisik yang berfungsi untuk melindungi kuncup atau semai dari kekeringan (Botani) (7) |
| KATALAN | Bahasa yang dituturkan di Andorra (7) |
| KATALIS | Zat yang dapat mempercepat atau memperlambat reaksi yang pada akhir reaksi dilepaskan kembali dalam bentuk semula (Kimia) (7) |
| KATALOG | Carik kartu, daftar, atau buku yang memuat nama benda atau informasi tertentu yang ingin disampaikan, disusun secara berurutan, teratur, dan alfabetis (Manajemen); daftar barang yang dilengkapi dengan nama, harga, mutu, dan cara pemesanannya; daftar yang berisi informasi khusus, seperti nama, panjang, jenis, dan lokasi dari berkas atau ruang penyimpan (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| KATAPEL | Mainan anak-anak, gagangnya dibuat dari dahan bercabang dua yang pada kedua ujungnya diikatkan tali karet, dan kedua ujung tali karet lain diikatkan pada kulit selebar 3–4 cm, gunanya untuk melontarkan batu kecil; plinteng (7) |
| KATARAK | Pengaburan lensa mata dan membran transparan di sekitarnya yang menghalangi jalan masuknya cahaya; bular mata (Kedokteran dan Fisiologi); rangkaian beberapa air terjun pada sebuah sungai; air terjun besar (7) |
| KATEKIN | Kandungan utama pada polifenol dalam teh, merupakan senyawa tidak berwarna dan larut dalam air, berperan dalam menentukan aroma dan rasa serta membawa sifat pahit dan sepat pada seduhan teh (Kimia) (7) |
| KATEKIS | Guru agama Kristen (7) |
| KATELUM | Penjuru benteng yang menganjur ke luar (7) |
| KATETER | Slang kecil yang dapat dimasukkan ke dalam alat berongga atau saluran (Kedokteran dan Fisiologi); pipa karet yang biasa dimasukkan ke dalam saluran kandung kencing untuk penyembuhan (7) |
| KATIBAM | Sekretaris umum (7) |
| KATIBAS | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar aliran sungai Katibas dan Hulu Embaluh, Provinsi Kalimantan Tengah (7) |
| KATIBIN | Para katib; para penulis (7) |
| KATIFAH | Permadani (7) |
| KATIFAN | Kain tebal untuk selimut (7) |
| KATIHAR | Kota di India (7) |
| KATIOLA | Kota di Pantai Gading (7) |
| KATOLIK | Agama (umat) Kristen yang pemimpin tertingginya adalah Paus, yang berkedudukan di Vatikan; Katolik Roma (7) |
| KATRILI | Tarian khas Tonsea (peninggalan bangsa Spanyol dan Portugis), dilakukan secara berpasangan oleh laki-laki yang berpakaian hitam dan perempuan berpakaian putih, dengan iringan lagu dari kelompok musik (Minahasa Tonsea) (7) |
| KATSINA | Kota di Nigeria (7) |
| KATSUTA | Kota di Jepang (7) |
| KATUMBA | Kota di Tanzania (7) |
| KAUDARA | Perkampungan masyarakat suku Enggano di Bengkulu (7) |
| KAUMIBU | Golongan orang perempuan (7) |
| KAUMNON | Orang-orang yang tidak mau bekerja sama dengan pemerintah (Belanda) pada zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia (7) |
| KAUSTIK | Dapat terbakar, berkarat, hancur, atau rusak akibat peristiwa kimia (7) |
| KAVAKLI | Kota di Turki (7) |
| KAWAGOE | Kota di Jepang (7) |
| KAWAKAN | Sudah kawak; sudah tua sekali; sudah berpengalaman (kiasan) (7) |
| KAWALAN | Yang dikawal; hasil mengawal (7) |
| KAWANAN | Kumpulan orang (binatang) yang berkawan; kumpulan (binatang sejenis); kelompok (manusia) (7) |
| KAWANUA | Suku bangsa Minahasa; orang senegeri (setanah air) (7) |
| KAWASAN | Daerah tertentu yang mempunyai ciri tertentu, seperti tempat tinggal, pertokoan, industri, dan sebagainya (7) |
| KAWISTA | Pohon yang termasuk suku Rutaceae, tingginya 10–15 m, batangnya berduri, daunnya kecil berwarna hijau tua, buahnya mengelompok 5–9 buah pada setiap tangkai, kulit buah licin berkilap dan keras seperti botol, bijinya kecil, pipih, berwarna kuning sampai hijau muda, buah yang masak dibuat sirop (Feronia elephantum); maja (Aegle marmelos) (7) |
| KAYSERI | Kota di Turki (7) |
| KAYUAPI | Kayu yang dipakai untuk bahan bakar (7) |
| KAYUAPU | Tumbuhan yang mengapung di permukaan air tenang yang tidak dalam, berdaun kecil bulat, berkembang biak dengan cepat, berfungsi sebagai tempat persembunyian ikan; apu-apu; kapu-kapu; kiambang (Pistia stratiotes) (7) |
| KAZERUN | Kota di Iran (7) |
| KEADAAN | Sifat; perihal (suatu benda); suasana; situasi yang sedang berlaku (7) |
| KEAGAAN | Keangkuhan; kesombongan (7) |
| KEAIBAN | Cela; noda; perasaan malu (7) |
| KEAIRAN | Kena air; tergenang air; bocor; kena luka (kiasan) (7) |
| KEAKUAN | Sifat mementingkan diri sendiri (7) |
| KEBABAL | Buah nangka muda yang masih kecil (belum ada isinya) (7) |
| KEBACUT | Telanjur (7) |
| KEBAUAN | Tercium bau dengan tidak sengaja (7) |
| KEBAWAH | Menuju arah bawah (7) |
| KEBAYAN | Pegawai desa yang pekerjaannya menyampaikan perintah dan menjaga keamanan desa (Jawa); perempuan tua yang biasa berperan sebagai perantara hubungan antara pria dan wanita (Jawa); orang yang pekerjaannya disuruh-suruh (Jawa) (7) |
| KEBELET | Ingin sekali; tidak tertahankan lagi untuk melaksanakan keinginan (7) |
| KEBUDUL | Anak jangkrik (Madura) (7) |
| KEBUMEN | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah; ibu kota Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah (7) |
| KECAMAN | Teguran yang keras; kritikan; celaan (7) |
| KECAMUK | Kobar (7) |
| KECAPAN | Hasil mengatup-ngatupkan mulut yang menimbulkan bunyi; hasil mencicipi (tentang rasa makanan) (7) |
| KECEPEK | Senapan lantakan (yang mesiunya diisikan dari lubang larasnya) (7) |
| KECIBAK | Tiruan bunyi air dipukul-pukul atau bunyi air kejatuhan benda berat; kecipak (7) |
| KECILAN | Lebih kecil (7) |
| KECIMOL | Dangdut jalanan, biasanya dipakai untuk mengiring pengantin di daerah Lombok (Sasak) (7) |
| KECIMUS | Ejekan (penghinaan dan sebagainya) dengan mencibirkan bibir (Minangkabau) (7) |
| KECIPAK | Tiruan bunyi permukaan air dipukul-pukul dengan tapak tangan (7) |
| KECIPIR | Tanaman merambat, buahnya panjang seperti belimbing bersegi empat, seginya berembel-embel seperti sayap yang berumbai-rumbai, bunganya berwarna biru muda, buahnya yang muda dibuat lalap atau disayur; jaat (Psophocarpus tetragonolobus) (7) |
| KECIPUK | Tiruan bunyi tepukan tangan pada permukaan air (7) |
| KECIPUL | Tidak membayarkan hak orang lain (Melayu Belitung); menggelapkan uang (Melayu Belitung) (7) |
| KECIPUT | Kue kering, dibuat dari tepung ketan, dibentuk bulat atau memanjang kecil-kecil seukuran kelingking, ditaburi wijen (Sumbawa) (7) |
| KECOHAN | Hasil mengecoh (7) |
| KECUALI | Tidak termasuk (dalam golongan, aturan, dan sebagainya yang umum); yang selain dari; yang lain daripada; sesuatu yang diistimewakan dari golongan aturan dan sebagainya yang tidak menurut hukum (menyimpang dari aturan umum dan sebagainya); hanya; melainkan (hanya) (7) |
| KECUMIK | Mulut yang bergerak-gerak tanpa mengeluarkan suara (7) |
| KECUPAN | Hasil mengecup; ciuman (dengan melekatkan bibir) (7) |
| KECUWIS | Bunga jengkol (Jawa) (7) |
| KEDADAK | Penyakit buang-buang air dan muntah-muntah; cika (7) |
| KEDAIAN | Tempat berkedai; tempat mengedaikan dagangan (7) |
| KEDAONG | Hantu dalam kepercayaan masyarakat Belitung yang berbentuk burung dan bisa membunuh manusia (Melayu Belitung) (7) |
| KEDASIH | Burung kecil berparuh tajam, ekornya panjang, lebar, dan bergaris melintang, biasanya bertelur di dalam sarang burung lain, misalnya di sarang burung kipas atau burung betet (Cacomantis variolosus) (7) |
| KEDATON | Kerajaan; singgasana (7) |
| KEDAUNG | Pohon besar tinggi mencapai 50 m, berbuah polong (seperti buah petai), dapat dibuat obat, bijinya berwarna hitam dan tidak berbau (Parkia biglobosa) (7) |
| KEDAYAN | Sanak saudara raja yang menjadi pengiring, inang, pengasuh (7) |
| KEDEBUK | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 65 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya seperti marmer, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku), Indocina, Filipina, dan Fiji; batutu; beloso; betutu; belantuk; ketutuk; malas (Oxyeleotris marmorata) (7) |
| KEDEKAI | Pohon yang buahnya dibuat ramuan obat (Terminalia chebula) (7) |
| KEDEKIK | Obat semacam garam yang berwarna hijau untuk mencegah kerusakan gigi (7) |
| KEDEKUT | Kikir (sekali); pelit (sekali); kedikit (7) |
| KEDELAI | Tumbuhan kacang-kacangan yang dibudidayakan sebagai tanaman pangan, berbuah kecil-kecil, berwarna hitam atau kuning keputih-putihan, (biasa untuk bahan membuat tahu, tempe, susu, dan sebagainya) daunnya agak kasar dan berbulu halus (Glycine max) (7) |
| KEDEPAN | Ke muka; maju; selanjutnya; seterusnya (7) |
| KEDEWAS | Ikan laut, panjang mencapai 50 cm, hidup di perairan subtropis, tersebar di perairan Atlantik Timur (Stromateus fiatola) (7) |
| KEDIKIT | Kikir (sekali); pelit (sekali); kedekut (7) |
| KEDUBES | Kedutaan besar (akronim) (7) |
| KEDUDUK | Perdu, tinggi mencapai 4 m, tumbuh di tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari, bercabang banyak, daun berwarna hijau berbentuk lonjong berujung lancip, bunganya berwarna ungu kemerahan, buah yang masak berwarna ungu tua dan dapat dimakan, daun yang muda dibuat lalap atau sayur; senduduk; sekeduduk; harendong; senggani (Melastoma malabathricum) (7) |
| KEDURAI | Kenduri yang dilangsungkan dengan mempersembahkan sesajen untuk mengusir makhluk halus oleh dukun dalam tradisi suku Rejang (7) |
| KEDUTAN | Lipatan (pada kulit, kain, dan sebagainya); kedut; keadaan bergetarnya urat-urat pada kelopak mata dan sebagainya (yang dianggap sebagai alamat atau pertanda) (7) |
| KEELUNG | Kota di Taiwan (7) |
| KEESAAN | Sifat yang satu (7) |
| KEHICAP | Burung pekicau berukuran kecil, berwarna biru keabu-abuan, jantan berjambul hitam dan leher berkalung hitam, berhabitat di hutan, pemakan serangga, tersebar di India, Indocina, dan Asia Tenggara (Hypothymis azurea) (7) |
| KEIBAAN | Rasa pilu; rasa terharu; rasa sedih; rasa rawan; rasa belas kasihan (7) |
| KEIBUAN | Bersifat seperti ibu (7) |
| KEIRIAN | Kecemburuan melihat kelebihan orang lain (7) |
| KEJAMAS | Ramuan atau obat tradisional untuk mencuci rambut; langir (7) |
| KEJAPAN | Gerakan mata ketika mengejap (7) |
| KEJARAN | Hasil atau akibat mengejar (7) |
| KEJAWEN | Segala yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa (7) |
| KEJURDA | Kejuaraan daerah (akronim) (7) |
| KEJUTAN | Segala yang menimbulkan kaget; guncangan; segala yang munculnya tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya; pembangkit gerakan listrik untuk mengeluarkan mani (Peternakan); perubahan dalam lakuan secara tiba-tiba dan tidak terduga sehingga lanjutan cerita tidak sesuai dengan dugaan pembaca (Sastra) (7) |
| KEKANDI | Pundi-pundi; kantong (7) |
| KEKAPAS | Bulbul kuning (Chloropsis) (7) |
| KEKASIH | Orang yang dicintai; buah hati (7) |
| KEKAWIN | Jenis puisi Jawa Kuno; kakawin (Sastra) (7) |
| KEKEBIK | Kamar tidur untuk anak istri; kamar tidur (7) |
| KEKEHAN | Suara tawa terkekeh-kekeh (7) |
| KEKITIR | Tanda pemilikan tanah dan besarnya pajak (tanah) yang harus dibayar (7) |
| KELABAK | Gelepar (7) |
| KELABAT | Tumbuhan yang dibudidayakan, bijinya berbau harum dan mempunyai sifat penyegar, dibuat campuran param atau digunakan sebagai obat untuk mengurangi rasa sakit; halba (Trigonella foenumgraecum); hulbah (7) |
| KELABAU | Nilem yang terdapat bercak hitam besar di atas sirip dada, mulut mengarah ke atas, warnanya cokelat kemerahan, endemik Kalimantan (Osteochilus kelabau) (7) |
| KELADAK | Ampas (kotoran) yang mengendap pada bagian bawah cairan; anak yang dilahirkan terakhir dalam keluarga (kiasan) (7) |
| KELADAN | Pohon, tinggi hingga 50 m, kayunya berat, berwarna cokelat pudar, digunakan untuk bangunan rumah, dari retak-retak kulit kayunya keluar damar yang sangat banyak; logam (Dipterocarpus gracilis) (7) |
| KELADAU | Jaga agar selamat (7) |
| KELAKAH | Tempat membuat garam tradisional (7) |
| KELAKAR | Perkataan yang bersifat lucu untuk membuat orang tertawa (gembira); lawak; olok-olok; senda gurau; kecandan (7) |
| KELAMBU | Tirai (tempat tidur dan sebagainya) dari kain kasa untuk mencegah nyamuk (7) |
| KELAMIN | Jodoh (laki-laki dan perempuan atau jantan dan betina); sepasang; sifat jasmani atau rohani yang membedakan dua makhluk sebagai betina dan jantan atau wanita dan pria; jenis laki-laki atau perempuan; genus; alat pada tubuh manusia, binatang, dan sebagainya untuk mengadakan keturunan; kemaluan; genitalia (7) |
| KELARAH | Ulat dalam buah yang menyebabkan buah busuk (7) |
| KELARAI | Corak (tenunan, anyaman, dan sebagainya) yang berbentuk tapak catur; simpul anyaman di pinggir (Minangkabau); sulaman (tekat) pada tepi kain (Minangkabau) (7) |
| KELARAS | Daun pisang (terkadang juga dikatakan tentang daun tebu dan daun jagung) yang kering (Jawa) (7) |
| KELASAH | Kesah (7) |
| KELASAK | Tikar; perisai panjang terbuat dari kayu atau kulit yang berbentuk sempit di tengah (digunakan untuk pegangan) dan ujungnya lebar (7) |
| KELAWAN | Tali yang dicocokkan pada hidung lembu atau kerbau yang berfungsi sebagai alat kendali; keluan (7) |
| KELAYAN | Orang yang dibantu atau dilayani; klien; eceng (Limnocharis flava) (7) |
| KELEBAK | Terbuka besar (tentang luka) (Melayu Riau) (7) |
| KELEBAT | Berkelebat; bergerak dengan cepat; mengadakan gerakan cepat (7) |
| KELEBEK | Terlipat pada ujung atau tepinya (tentang seprei, taplak meja, dan sebagainya) sehingga bagian yang terlipat bergantung (7) |
| KELEDAI | Kuda domestikasi bertelinga panjang, ujung ekor berambut, ukuran bervariasi bergantung pada proses pengembangbiakan; himar (Equus asinus); orang bodoh (kiasan) (7) |
| KELEDAR | Sabuk (tali pinggang) yang dipakai untuk keselamatan (di dalam mobil dan sebagainya); sabuk pengaman; berkeledar; bersiap-siap menghadapi bahaya (mempertahankan diri dan sebagainya) (7) |
| KELEDEK | Tanaman menjalar yang banyak ditanam untuk umbinya yang mengandung karbohidrat, daunnya dibuat sayur; ubi jalar; ketela; ketela rambat; setela (Ipomoea batatas) (7) |
| KELEJAT | Berkelejat; menggelepar; kejang-kejang (7) |
| KELEKAP | Ganggang yang hidup di dasar tambak (kolam) (7) |
| KELELAP | Tenggelam (ke dalam air); tergenang (oleh air) (7) |
| KELELEP | Keadaan tenggelam (7) |
| KELELOT | Berkelelot; menjulurkan lidah (7) |
| KELEMUR | Penyakit pada kulit kepala, menyebabkan bersisik halus dan gatal; ketombe (Tinea furfuracea) (7) |
| KELENTO | Kotoran kulit kacang hijau atau kedelai yang sudah terlepas dari bijinya karena direndam (Using) (7) |
| KELEPAI | Jendela yang dibuka dengan cara mendorongnya ke atas serta diikat dengan tali untuk menguatkannya (Melayu Jambi); mengelepai; bergantung terkulai (seperti pipi orang tua); menjadi terkelepai; melayu atau mengering, tetapi tetap melekat dan tidak jatuh (Biologi) (7) |
| KELEPAK | Tiruan bunyi sayap dikepak-kepakkan; tiruan bunyi tangan menampar; tergantung terkelepai (seperti telinga gajah, dan sebagainya) (7) |
| KELEPAT | Mengelepat; menutup celah-celah papan kapal dengan gala-gala (campuran damar), pukal (7) |
| KELEPEK | Terkelepek; terkulai; terkelepai; diulang: menggelepar-gelepar (seperti ayam yang sedang meregang nyawa, dan sebagainya); sangat terpesona (terpikat) sehingga tidak berdaya (kiasan) (7) |
| KELEPET | Lipatan; lempit; kelebek (7) |
| KELEPIK | Tiruan bunyi benda kecil jatuh; tiruan bunyi bendera berkibar-kibar jika ditiup angin kencang (7) |
| KELEPIR | Bola-bola isi kantong kemaluan laki-laki; buah zakar; buah pelir (7) |
| KELEPIT | Tiruan bunyi ranting yang terkulai jika ditiup angin kencang (7) |
| KELEPUK | Tiruan bunyi benda jatuh (7) |
| KELEPUR | Gelepar (7) |
| KELEPUS | Merokok terus-menerus (Melayu Jakarta) (7) |
| KELESAH | Tidak tenteram hatinya; tidak dapat tenang; gelisah (7) |
| KELESEK | Kulit batang pisang yang kering; gedebok (7) |
| KELESOT | Mengelesot; duduk di atas tanah tanpa dialasi tikar (7) |
| KELETAH | Banyak tingkah; suka bertingkah; suka bergaya; genit (7) |
| KELETAK | Tiruan bunyi batu kecil yang jatuh di papan dan sebagainya (7) |
| KELETIK | Minyak kelapa yang dibuat dengan cara tradisional, kelapa diparut, dicampur air, lalu diperas menjadi santan, kemudian dijerang di dalam kuali (Sunda); tiruan bunyi benda kecil yang jatuh ke lantai; tidak dapat diairi (tentang sawah) (7) |
| KELETUK | Tiruan bunyi ketukan; perkakas dari kayu yang berbunyi “tuk, tuk” jika diguncang-guncang (7) |
| KELEWAT | Teramat sangat; terlalu (7) |
| KELIBAT | Dayung (pengayuh) yang kedua ujungnya berdaun (7) |
| KELICAP | Burung pekicau berukuran kecil, berwarna biru keabu-abuan, jantan berjambul hitam dan leher berkalung hitam, berhabitat di hutan, pemakan serangga, tersebar di India, Indocina, dan Asia Tenggara; kehicap (Hypothymis azurea) (7) |
| KELICUK | Penganan khas Rejang yang terbuat dari adonan pisang dan beras ketan yang dibungkus membentuk kerucut dengan daun pisang, dimasak dengan cara dikukus (Tata Boga) (7) |
| KELIJAK | Bulu mata; bulu getar (tentang binatang air) (7) |
| KELIKAT | Sifat; tabiat (7) |
| KELIKIH | Tumbuhan buah daerah tropis, batangnya lurus tidak beranting seperti palem, tetapi tidak berkayu, buahnya berdaging tebal dan manis; betik; kates; pepaya (Carica papaya) (Minangkabau); perdu, tinggi 2 m, batangnya mudah patah, daunnya besar berwarna hijau kebiru-biruan, buahnya berbiji polong, bijinya sebesar kacang tanah, ketika tua berwarna hitam, dapat digunakan sebagai bahan minyak pelumas; jarak; dulang; keliki (Ricinus communis) (Sunda) (7) |
| KELIKIK | Mengelikik; tertawa terkikik-kikik (7) |
| KELIKIR | Kili-kili dari rotan; kili-kili (dari rotan, logam, dan sebagainya) pada kemudi, tiang, dan sebagainya (Pelayaran); kili-kili (rotan dan sebagainya) yang dicocokkan pada hidung kerbau; batu kecil-kecil; kerikil (7) |
| KELILIP | Benda yang kecil sekali (seperti abu, agas) yang masuk ke dalam mata sehingga mata menjadi sakit (7) |
| KELIMAN | Hasil kelim (7) |
| KELIMUN | Kelompok orang banyak; kerumun (7) |
| KELIMUT | Kelam (7) |
| KELINCI | Mamalia pengerat, berekor pendek dengan kaki belakang lebih panjang daripada kaki depan, dan bertelinga panjang (Leporidae) (7) |
| KELIPAR | Lalai sehingga menyebabkan kehilangan sesuatu (7) |
| KELIPAT | Keliman, jahitan (7) |
| KELIWON | Pegawai pamong desa di bawah kuwu (di daerah Cirebon); pegawai keraton Surakarta atau Yogyakarta setingkat di bawah bupati (7) |
| KELOBOT | Daun pembungkus tongkol jagung (biasa dibuat rokok); benda (alat dan sebagainya) yang digunakan secara berulang-ulang (kiasan) (7) |
| KELOCAK | Kelupas; berkelocak; berguncangan (tentang benda cair); berpalu (tentang ombak di pantai dan sebagainya); berkocak (7) |
| KELODAN | Nama panah; bintang beralih; tahi bintang (7) |
| KELOJOT | Kejang yang sifatnya bergantian kaku dan lemas secara cepat (7) |
| KELOKAK | Melepaskan; keloyak (Minangkabau) (7) |
| KELOKOK | Tiruan bunyi kalkun (Melayu Kep. Riau) (7) |
| KELONET | Sekelonet; sangat sedikit; sangat kecil; sekelumit (7) |
| KELONYO | Minyak wangi yang mudah menguap, tidak berwarna, bening seperti air (7) |
| KELOPAK | Sesuatu yang tipis yang menjadi penutup atau pembalut; bagian bunga yang berada di lingkaran terluar, terdiri atas bagian yang umumnya berwarna hijau dan bentuknya menyerupai daun yang lazim disebut sepal, bagian ini melindungi bagian bunga lain yang ada di lingkaran sebelah dalam pada waktu bunga belum mekar (Biologi) (7) |
| KELORAK | Terna menahun yang tingginya sekitar 0,5 hingga 1,2 m, bertangkai banyak, daun berseling membundar telur panjang, biasanya digunakan sebagai pakan ternak (Lophatherum gracile) (7) |
| KELOSOK | Gosok kuat-kuat (7) |
| KELOTOK | Ikan asin; perahu bermotor (di daerah Kalimantan Selatan) terbuat dari kayu untuk kendaraan sungai; rakit bambu; mengelotok; terlepas dari tempat melekat (7) |
| KELOWNA | Kota di Kanada (7) |
| KELOWOR | Hama yang menyebabkan padi tidak dapat tumbuh normal, menguning, bahkan mati (Sunda) (7) |
| KELOYAK | Berkeloyak; hilang atau lepas kulitnya; mengelupas (7) |
| KELOYOR | Mengeloyor; pergi tanpa pamit (7) |
| KELPONG | Kempis sampai mencekung (tentang pipi orang tua karena gigi ompong) (Madura) (7) |
| KELUANG | Kelelawar berukuran besar, pemakan buah-buahan, tidur di siang hari dengan menggantungkan diri pada dahan pohon; kalong (Pteropus spp.) (7) |
| KELUBAK | Terkelubak; terkuliti; terlepas kulitnya; terkelupas (7) |
| KELUHAN | Apa yang dikeluhkan; keluh kesah (7) |
| KELUKUP | Pohon besar, tinggi hingga 40 m, kayu terasnya berwarna cokelat, kayu yang tidak terserang hama digunakan untuk bahan rumah, mengeluarkan damar dalam jumlah besar dari celah-celah kulit kayunya; kuyung (Shorea eximia) (7) |
| KELUKUR | Berkelukur; tergores-gores; lecet (terkelupas) kulitnya (Minangkabau) (7) |
| KELULUS | Kendaraan air (biasanya tidak bergeladak) bermesin atau tidak bermesin, pada umumnya berbentuk lancip pada kedua ujungnya dan lebar di tengahnya; perahu (7) |
| KELULUT | Agas yang bersarang dalam liang-liang kayu, liangnya ditutup dengan gala-gala atau semacam damar yang dihasilkan oleh agas itu sendiri (Melipona minuta) (7) |
| KELUMUK | Cairan yang berlendir pada kulit ikan (Gayo) (7) |
| KELUMUN | Kain dan sebagainya penutup kepala (tubuh, muka, dan sebagainya); selubung (Minangkabau) (7) |
| KELUNAK | Jenis ubi liar yang tumbuh di dalam semak belukar di pinggir sungai, buahnya kecil, rasanya pahit (Dioscorea oppositifolia) (7) |
| KELUPAS | Lepas kulit (7) |
| KELUPUR | Mengelupur; menggelepar (7) |
| KELURON | Keadaan terpancarnya embrio (mudigah yang tidak mungkin hidup lagi (sebelum habis bulan keempat dari kehamilan) (Jawa); keguguran (tentang kandungan); abortus (Jawa) (7) |
| KELURUT | Bengkak dan sakit pada ujung jari (7) |
| KELUTUM | Pohon hutan yang besar dan indah, kayunya memiliki semacam bunga-bunga berwarna cokelat dan tergolong awet, digunakan untuk membuat perahu dan bahan bangunan rumah (Artocarpus altissima) (7) |
| KELUYUK | Masakan Cina yang terbuat dari daging babi, gula, dan sebagainya (7) |
| KELUYUR | Berkeluyuran; pergi ke mana-mana tanpa tujuan tertentu (7) |
| KEMAMAH | Ikan kayu (Aceh) (7) |
| KEMANGI | Terna atau perdu, sering kali bercabang banyak, tinggi mencapai 150 cm, daunnya berbau wangi, digunakan sebagai lalapan atau penambah bau harum pada masakan ikan, daging, dan sebagainya (Ocimum sanctum) (7) |
| KEMARAU | Kering (tentang musim, ruang perahu sesudah ditimba, dan sebagainya); musim antara bulan April–Oktober (7) |
| KEMARIN | Hari sebelum hari ini; (beberapa) waktu yang lalu; kepetang (7) |
| KEMARUK | Selalu ingin makan (sesudah sembuh dari sakit); selalu berbuat yang berlebih-lebih karena baru saja menjadi kaya dan sebagainya (kiasan); selalu ingin mendapat banyak; loba (kiasan) (7) |
| KEMASAN | Hasil mengemas; bungkus pelindung barang dagangan (niaga) (7) |
| KEMATUS | Sakit paru-paru (7) |
| KEMAUAN | Apa yang dimaui; keinginan; kehendak (7) |
| KEMBALI | Balik ke tempat atau ke keadaan semula; lagi; sekali lagi; berulang lagi (7) |
| KEMBANG | Buka lebar; bentang; bunga (dipakai juga untuk menyebut berbagai macam bunga) (7) |
| KEMBARA | Pergi ke mana-mana tanpa tujuan dan tempat tinggal tertentu (7) |
| KEMBATU | Jenis penyakit kulit; kutil (7) |
| KEMBENG | Mengembeng; berlinang-linang air mata (Melayu Jakarta) (7) |
| KEMBERA | Terbang berbondong-bondong (7) |
| KEMBILI | Tanaman perdu merambat, tinggi mencapai 5 m, daunnya berbentuk seperti ginjal, umbinya dapat dimakan, bentuknya bulat atau bulat panjang, daging umbi berwarna putih sampai putih kekuningan; gembili (Dioscorea aculeata) (7) |
| KEMBOJA | Pohon yang berbatang bengkok dan berkayu lunak, tinggi hingga 6 m, bunganya harum berwarna putih kekuning-kuningan, merah tua, dan sebagainya, biasa ditanam di pekuburan; semboja (Plumiera acuminata) (7) |
| KEMBUNG | Menjadi gembung; melembung (karena kemasukan angin); senak dan terasa seperti berisi angin (tentang perut); membesar (tentang perut) karena berisi gas hasil fermentasi yang tidak dapat dikeluarkan melalui mulut (Kedokteran dan Fisiologi); ikan laut, panjang mencapai 35 cm, umur mencapai 4 tahun, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 20–90 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Laut Merah dan Afrika Timur sampai Indonesia, utara sampai Kepulauan Ryukyu dan Cina, Australia Selatan, Melanesia dan Samoa); lumbung (7) |
| KEMEJAN | Jenis hiu kia-kia (Zhinobatidae) (7) |
| KEMELOM | Sebutan lain untuk suku Mombum (7) |
| KEMELUT | Keadaan yang berbahaya (tentang menderita penyakit, terutama penyakit demam); keadaan genting (berbahaya, kritis) (7) |
| KEMENAG | Kementerian Agama (akronim) (7) |
| KEMENLU | Kementerian Luar Negeri (akronim) (7) |
| KEMILAP | Berkilau-kilau (7) |
| KEMILAT | Kilatan; kilauan; berkilat; berkilau (7) |
| KEMLAKA | Pohon yang batangnya bengkok, tinggi hingga 10 m, kayunya dibuat arang, kulit batang digunakan sebagai bahan pewarna, buahnya berwarna hijau laut, rasanya asam sepat, dibuat asinan dan juga manisan; malaka (Phyllanthus emblica) (7) |
| KEMOSIS | Kumpulan cairan di bawah membran yang menutupi putih mata yang membengkak, mengindikasikan konjungtivitis (Biologi) (7) |
| KEMPAAN | Hasil mengempa; sesuatu yang diperoleh dengan kempa (7) |
| KEMPANG | Perahu yang dibuat dari batang kayu (7) |
| KEMPRIT | Ikan yang hidup di ekosistem perairan tawar dan payau, ukurannya dapat mencapai 5 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya perak kehijauan, terdapat bercak hitam pada sirip punggung dan sirip ekor, berasal dari perairan Amerika Utara dan Amerika Tengah, saat ini tersebar di banyak negara, termasuk Indonesia; cere; cecere (Gambusia affinis) (7) |
| KEMPUNG | Kempot (tentang pipi); bagian perut sebelah bawah (Jawa); gelembung (Jawa) (7) |
| KEMUKUS | Tumbuhan merambat termasuk suku Piperaceae, tinggi hingga 15 m, daun berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing, bagian bawahnya berbulu, bunganya berupa bulir, buahnya bundar merah, digunakan sebagai obat penyakit kelamin, disentri, penyakit saluran kencing, dan bronkitis; lada berekor; temukus (Piper cubeba); bintang berekor; komet (7) |
| KEMURGI | Penerapan ilmu kimia pada pengusahaan lahan pertanian agar diperoleh produk yang bukan bahan makanan (misalnya kacang kedelai untuk pembuatan plastik) (Kimia) (7) |
| KEMUTUL | Pohon yang kayunya keras dan liat, getahnya biasa dipakai untuk obat kudis (Cratoxylon formosum) (7) |
| KEMUTUN | Pohon, tinggi hingga 35 m, kayunya keras dan liat, rebusan kulit kayunya merupakan obat sakit perut, getahnya digunakan untuk mengobati kudis; kemuntul; semampat; mempitis; gerunggung (Cratoxylon formosum) (7) |
| KENAAPA | Apa yang diderita dan sebagainya; apa sebab; kenapa (7) |
| KENALAN | Orang yang sudah dikenal; sahabat; teman (7) |
| KENANGA | Pohon, tinggi hingga 38 m, bunganya kecil berwarna hijau kekuning-kuningan, berbau harum (Canangium odoratum) (7) |
| KENAROK | Raja pertama Singasari yang memerintah pada tahun 1222-1227 Masehi (7) |
| KENCANA | Emas (7) |
| KENCANG | Tegang; tidak kendur; laju; cepat; erat-erat; erat dan kuat (7) |
| KENCENG | Gurdi (bor) yang diputar dengan busur (Cina); kawah (kuali besar) bertelinga (dibuat dari besi atau tembaga) (7) |
| KENCING | Buang air kecil; berkemih; pipis (7) |
| KENCONG | Pencong; serong; pohon kecil, tingginya 6 m, kayunya berwarna gelap dan tidak awet, tetapi digunakan untuk bangunan rumah sebagai balok; girah (Ellipeia nervosa) (7) |
| KENCUNG | Tiruan bunyi “cung, cung” (7) |
| KENDAGA | Peti atau kotak kayu yang dihiasi dengan kulit kerang dan sebagainya atau dibebat dengan anyaman (7) |
| KENDALA | Halangan; rintangan; gendala; faktor atau keadaan yang membatasi, menghalangi, atau mencegah pencapaian sasaran; kekuatan yang memaksa pembatalan pelaksanaan (Manajemen); hal (khususnya bentuk geometri lingkungan) yang membatasi keleluasaan gerak sebuah benda atau suatu sistem (Fisika); hal-hal yang membatasi kemampuan gerak seseorang (Olahraga) (7) |
| KENDALI | Kekang (7) |
| KENDALL | Kota di Amerika Serikat (7) |
| KENDANA | Mengendanai; mengamat-amati; mengawasi; menjaga (7) |
| KENDANG | Gendang (Jawa); kemasan kertas berisi antara 480–500 helai; rim (7) |
| KENDARA | Sesuatu yang dipakai untuk mengangkut orang atau barang (seperti kuda, kereta, mobil) (7) |
| KENDARI | Kota madya di Provinsi Sulawesi Tenggara, terkenal dengan sebutan Kota Lulo atau Kota Tolaki; ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (7) |
| KENDATI | Kata penghubung untuk menandai hal tidak bersyarat; meskipun; biarpun; jangankan (7) |
| KENDEKA | Pohon yang garis tengah kayunya mencapai 140 cm, digunakan untuk membuat lesung, tiang rumah, dan sebagainya (Avicennia officinalis) (7) |
| KENDERI | Ukuran berat untuk menimbang emas (seberat biji saga); pohon, tinggi mencapai 30 m, kayunya kuat dan tahan lama, digunakan untuk bahan bangunan rumah dan jembatan (Adenanthera microsperma) (7) |
| KENDOKA | Pemain olahraga kendo (7) |
| KENDONG | Bawa dengan membungkus (7) |
| KENDUNG | Pohon, yang kulit batangnya untuk menguatkan warna merah pada kain (Symplocos laurina) (7) |
| KENDURI | Perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, minta berkat, dan sebagainya; selamatan (7) |
| KENEKER | Kelereng; guli; gundu; kelici (7) |
| KENIDAI | Pohon, tinggi hingga 20 m, biasanya berbatang bengkok, kayunya tidak banyak digunakan, seduhan daunnya diminum untuk obat sakit perut (Bridelia monoica) (7) |
| KENIKIR | Tumbuhan perdu, termasuk suku Compositae, bunganya berwarna kuning atau jingga, baunya kurang sedap, daunnya dimakan sebagai sayur (Cosmos caudatus) (7) |
| KENITRA | Kota di Maroko (7) |
| KENOSHA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| KENTANG | Ubi yang bentuknya bulat-bulat, termasuk tumbuhan sayuran yang banyak mengandung pati (Solanum tuberosum) (7) |
| KENTARA | Nyata; terang kelihatan; tampak (7) |
| KENTENG | Menjadi besar karena pengaruh sesuatu (7) |
| KENTUNG | Tiruan bunyi “tung, tung”; diulang: bunyi-bunyian dibuat dari bambu atau kayu berongga (dibunyikan atau dipukul untuk menyatakan tanda waktu atau tanda bahaya atau untuk mengumpulkan massa); kerantong (7) |
| KENYANG | Sudah puas makan; sudah penuh perutnya; (sudah) berisi (bermuatan) hingga penuh (kiasan); sudah banyak merasai (mengalami); puas sekali (kiasan) (7) |
| KEPALAN | Genggaman; tinju (dengan jari tergenggam); nasi (tanah dan sebagainya) yang sudah dikepal(-kepal); gumpalan; kepal (7) |
| KEPARAT | Kafir; tidak bertuhan; bangsat; jahanam; terkutuk (kata makian) (7) |
| KEPERAS | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 29 cm, tubuhnya pipih memanjang dan pipinya berpori, tidak bersungut, terdapat bulatan hitam pada pangkal ekor, sisiknya berbintik hingga membentuk pola garis, tersebar di perairan Indocina, Malaysia, Myanmar, dan Indonesia (Sumatra dan Kalimantan); cerecek; engkaras (Cyclocheilicthys apogon) (7) |
| KEPIALU | Pening; sakit kepala; pusing; tumbuhan yang memanjat, panjang hingga 10 m, cairan batang dan daunnya digunakan sebagai obat untuk sakit demam tinggi; galing-galing; lakum (Vitis trifolia) (7) |
| KEPINIS | Pohon, tinggi hingga 20 m, teras kayu berwarna cokelat kemerahan, keras dan liat, tahan terhadap rayap dan jamur, kayunya sangat baik dan awet; tepinis; tempinis (Sloetia elongata) (7) |
| KEPITAN | Hasil mengepit; barang yang dikepit; bagian tubuh yang digunakan untuk mengepit (seperti ketiak); alat untuk mengepit (7) |
| KEPPRES | Keputusan Presiden (akronim) (7) |
| KEPULAN | Gumpalan asap yang dikepulkan (7) |
| KEPURUN | Bubur sagu (7) |
| KEPUYUK | Serangga yang mempunyai mulut bertipe pengunyah, kepala relatif kecil, tubuh lebar dan rata, mata majemuk besar, antena panjang yang lentur, sebagian besar berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat tua, terdapat di berbagai macam habitat; lipas; coro; kecoak (Blattidae) (7) |
| KERABAT | Yang dekat (pertalian keluarga); sedarah sedaging; keluarga; anak saudara; keturunan dari induk yang sama yang dihasilkan dari gamet yang berbeda (7) |
| KERABIK | Sobek; robek; kerebok; koyak; cabik (7) |
| KERACAK | Melonjak-lonjak (kegirangan dan sebagainya); laju (tentang perahu) (7) |
| KERACAP | Bunyi-bunyian dari buluh atau kayu (dipakai pada permainan makyong) (7) |
| KERAHAN | Hasil mengerahkan; pekerjaan yang dilakukan beramai-ramai (seperti rodi, gugur gunung); perbuatan (usaha, cara, dan sebagainya) mengerahkan (7) |
| KERAJAT | Anak rambut yang tumbuh di dahi; pajak; bea (7) |
| KERAKAH | Kapal dagang pada zaman dulu; gigit (7) |
| KERAKAL | Batu kerikil yang agak besar; hasil peremukan batuan; batuan berbentuk tidak teratur dan bersudut runcing; endapan batuan bulat dengan garis tengah antara 10–15 mm (Geografi dan Geologi) (7) |
| KERAKAP | Sirih yang daunnya lebar-lebar, lebih lebar daripada sirih biasa dan tidak enak rasanya (Minangkabau); daun sirih yang tebal dan keras (lawan dari sirih carang) (Minangkabau) (7) |
| KERAMAN | Hasil mengeram; sesuatu yang dikerami; binatang ternak yang dikurung dalam kandang saja dengan maksud agar dapat berkembang biak dengan baik; pendurhakaan; pemberontakan (Jawa) (7) |
| KERAMAS | Mencuci rambut dengan sampo (dengan cara mengguyur dan membersihkannya (7) |
| KERAMAT | Suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa karena ketakwaannya kepada Tuhan (tentang orang yang bertakwa); suci dan bertuah yang dapat memberikan efek magis dan psikologis kepada pihak lain (tentang barang atau tempat suci) (7) |
| KERAMBA | Keranjang pengangkut atau tempat ikan, bentuknya lonjong, terbuat dari anyaman bambu dengan kerangka kayu, biasanya berlapis ter supaya kedap air; keranjang atau kotak dari bilah bambu untuk membudidayakan ikan di sungai (danau, bendungan) (7) |
| KERAMIK | Tanah liat yang dibakar, dicampur dengan mineral lain; barang tembikar (porselen) (7) |
| KERANDA | Tempat usungan mayat bertutup; batu besar yang dicekungkan bagian atasnya sehingga berbentuk lesung atau palung dan diberi tutup batu, digunakan sebagai tempat menyimpan kerangka manusia dalam tradisi penguburan prasejarah (7) |
| KERANJI | Pohon, tinggi hingga 30 m, kayunya kuat dan awet, buahnya kecil berwarna hitam seperti beludru, umumnya disukai anak-anak; asam keranji (Dialium indum) (7) |
| KERANTA | Kutu yang tampak pada tubuh orang yang (akan) mati (7) |
| KERARAS | Daun pisang yang sudah kering (Jawa) (7) |
| KERASAK | Sampah di hutan berupa dedaunan kering atau ranting kayu (7) |
| KERASAN | Merasa senang, nyaman, dan tahan tinggal di suatu tempat; betah (7) |
| KERATAN | Barang yang sudah dikerat; bagian benda dari hasil mengerat (potongan, irisan) (7) |
| KERATIN | Protein berserat yang mengandung belerang yang menjadi dasar jaringan tanduk (7) |
| KERATON | Tempat kediaman ratu atau raja; istana raja; kerajaan (7) |
| KERAWAI | Tabuhan penyengat yang sarangnya dibuat dari tanah; kacang babi (7) |
| KERAWAK | Tupai besar, bulunya merah; nandung (Sciurus bicolor) (7) |
| KERAWAT | Tali dari kulit rotan (untuk mengikat beliung); tali rotan (7) |
| KERAWIT | Cacing kecil di dalam perut yang kadang-kadang keluar menempel di dubur; cacing kerawil; kerwit (Enterobius vermicularis) (Biologi) (7) |
| KERBANG | Pohon, tingginya mencapai 40 m, kayunya berwarna kuning muda atau cokelat, kulit kayu berwarna agak putih dan umumnya dibuat tali (Artocarpus elastica) (7) |
| KERCING | Picing; pejam; kerepas (7) |
| KEREBOK | Koyak; cabik; robek; sobek; kerabik (7) |
| KERECIK | Gemercik (7) |
| KEREDAK | Kotoran yang kering atau berkerak (seperti ingus kering) (7) |
| KEREDEP | Berkedip-kedip (Melayu Jakarta); berkilau-kilau (Melayu Jakarta) (7) |
| KEREDOK | Makanan jenis gado-gado, bahan sayurannya (seperti taoge, mentimun, kacang panjang, kemangi) mentah (Tata Boga) (7) |
| KEREKAN | Tiang tempat sangkar burung digantung sampai pada ketinggian tertentu, berfungsi untuk melatih burung berkicau (7) |
| KEREKET | Tiruan bunyi balai-balai diinjak-injak (7) |
| KEREKOT | Bengkok-bengkok (sehingga sendinya mati) atau tumbuh saling melekat (tentang jari tangan); berkerut-kerut atau tidak rata (tentang lantai); sangat kikir (kiasan) (7) |
| KEREMOT | Berkerut-kerut (tentang muka) (7) |
| KEREMUS | Remuk; hancur (7) |
| KERENAH | Ragam; tingkah laku; kemauan (Melayu Riau) (7) |
| KEREPAS | Picing; pejam; kercing (7) |
| KEREPES | Tipis dan gepeng; mengerepes; meraba-raba (mencari sesuatu) (7) |
| KERESEK | Tiruan bunyi daun atau ranting kering terinjak (Jawa) (7) |
| KERESOT | Kerut; kedut (pada dahi); kisut (7) |
| KERETAN | Korek api; geretan; gores api; gorek api; kerik api (7) |
| KERETEK | Tiruan bunyi daun terbakar; rokok yang tembakaunya dicampuri serbuk cacahan cengkih; kereta berkuda beroda dua; dokar (7) |
| KERIAAN | Kegembiraan; kegirangan; pesta (perkawinan, khitanan, dan sebagainya) (7) |
| KERICAL | Hamba (budak) yang hina (7) |
| KERICAU | Berkericau; berkicau terus-menerus (tentang burung murai dan sebagainya) (7) |
| KERIDAS | Kurap yang gatal sekali (7) |
| KERIDIK | Jangkrik; cengkerik; riang-riang (7) |
| KERIKAL | Pinggan besar berkaki (biasanya dibuat dari logam) (7) |
| KERIKAM | Kain linen kasar (7) |
| KERIKAN | Hasil mengerik; kikisan; kerokan (Jawa) (7) |
| KERIKIL | Butiran batu lebih besar daripada pasir dan lebih kecil daripada kerakal (kira-kira sebesar biji kacang tanah atau biji nangka); endapan batuan yang komponennya bulat, biasanya bercampur dengan tanah liat dan pasir (Geografi dan Geologi) (7) |
| KERIKIT | Tiruan bunyi mengerik; kerip (7) |
| KERIMUT | Berkerut-kerut (tentang muka); keremot; keriput (7) |
| KERINAN | Terlambat bangun; kesiangan (tentang bangun dari tidur) (Jawa) (7) |
| KERINCI | Danau vulkanik yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi; gunung api aktif tertinggi di Sumatra yang terletak di Provinsi Sumatra Barat dan Provinsi Jambi dengan ketinggian 3.805 mdpl (7) |
| KERIPIK | Penganan goreng yang dibuat dari kentang, ubi kayu, dan sebagainya yang diiris tipis-tipis lalu digoreng (Tata Boga) (7) |
| KERIPUT | Kerut (7) |
| KERISIK | Daun pisang yang sudah kering; bunyi daun kering bergesekan; pasir kasar; kersik (7) |
| KERISUT | Berkerut-kerut; lisut; kisut (7) |
| KERIWIL | Keriting yang menggantung (tentang rambut) (7) |
| KERJANG | Tendang (dalam keadaan berbaring) (7) |
| KERLING | Pandangan mata ke sebelah kanan atau kiri tanpa menggerakkan kepala, tetapi hanya menggerakkan bola mata ke arah sudut mata sebelah kanan atau kiri (7) |
| KERMIAN | Sakit yang disebabkan oleh terlalu banyaknya kermi di dalam perut (Melayu Jakarta) (7) |
| KERNELI | Tanaman menjalar yang buahnya berbentuk polong, berisi biji harum yang dikeringkan sebagai pengharum makanan; vanili (Vanilla planifolia) (7) |
| KERNYAU | Tiruan bunyi seperti yang timbul waktu mengunyah mentimun (7) |
| KERNYIH | Serengit; seringing; kerenyot; seringai; jeringing; kumut; ringis; kerising (7) |
| KERNYIT | Kerut alis (dahi) (7) |
| KERNYUT | Kerut; kedut; tiruan bunyi seperti gigi bergesekan (7) |
| KEROBAK | Berlubang(-lubang); sobek besar; berparut-parut (seperti bopeng) (7) |
| KEROBEK | Cabik (7) |
| KEROCOK | Tiruan bunyi “cok, cok”, seperti bunyi air dalam botol yang dikocok; semacam orok-orok (nama bunyi-bunyian) (7) |
| KEROGEN | Zat padat bersifat mineral dan bitumen yang terdapat dalam serpih minyak (7) |
| KEROKAN | Hasil mengerok; hal atau perbuatan mengerok (menggaruk-garuk bagian tubuh, punggung, leher) orang yang masuk angin dengan uang logam dan sebagainya agar cepat sembuh (7) |
| KEROKOT | Tumbuhan menjalar, batangnya berair, daunnya kecil berwarna hijau kecokelatan, biasa dimakan sebagai lalap; gelang (Portulaca oleracea); mengerokoti; menggigiti sedikit demi sedikit dengan jumlah gigitan yang agak besar (misalnya waktu makan mangga); menggerogoti (7) |
| KEROPAK | Daun lontar bertulis (naskah kuno di Jawa dan Bali); surat (naskah) kuno yang tertulis pada lontar, terdapat di Jawa dan Bali (7) |
| KEROPOK | Tidak ada isinya; kosong; berlubang-lubang (berongga-rongga) karena lapuk dimakan rayap (tentang kayu) atau dimakan panas (cuaca); lemah; lembek (kiasan) (7) |
| KEROPOS | Tidak ada isinya (tentang kelapa dan sebagainya); tidak bernas (tentang padi, biji-bijian); lapuk di dalam (tentang kayu); lapuk karena berkarat (tentang besi, logam, dan sebagainya); bodoh; tidak mempunyai pikiran; lemah; keropok (kiasan) (7) |
| KEROSAK | Tiruan bunyi seperti daun kering terinjak (7) |
| KEROSIN | Bahan bakar hidrokarbon yang diperoleh sebagai hasil penyulingan minyak bumi dengan titik didih yang lebih tinggi daripada bensin; minyak tanah; minyak patra (7) |
| KEROSOK | Tiruan bunyi seperti bunyi daun kering terinjak; daun tembakau kering yang mutunya kurang baik (7) |
| KEROTAK | Derak-derak (7) |
| KEROTOT | Berkerut-kerut; berlubang-lubang; beringgit-ringgit (seperti kikir, limau purut) (7) |
| KEROYOK | Serang beramai-ramai (7) |
| KERSANG | Kering tidak subur (tentang tanah); gersang; tegak kaku dan tidak lembut (tentang rambut); kancing hiasan yang diberi permata (7) |
| KERSANI | Besi yang keras sekali, konon berasal dari daerah Khorasan di Persia (7) |
| KERTANG | Kotor karena ada sesuatu yang melekat; tiruan bunyi seperti bunyi kaleng dipukul; ikan laut (Epinephelus pantherinus) (7) |
| KERUBIN | Kerubinan; malaikat (dewa) (7) |
| KERUBUT | Tumbuhan (benalu) yang banyak bunganya; ambai-ambai (Rafflesia hasseltii); mengerubuti; datang banyak-banyak hendak melihat, membeli, dan sebagainya; mengerubungi; mengeroyok (7) |
| KERUCIL | Anak kecil (Jawa); wayang yang dibuat dari kayu pipih, biasanya untuk melakonkan cerita Panji, terdapat di Jawa Timur; wayang kelitik (7) |
| KERUCUT | Gulungan meruncing dari kertas (daun, kelopak bambu, dan sebagainya) untuk tempat kacang dan sebagainya; benda (ruang) yang beralas bundar dan merunjung sampai ke satu titik (Matematika) (7) |
| KERUING | Pohon yang menghasilkan minyak, biasanya dicampur dengan dempul untuk memakal dan sebagainya (Dipterocarpus) (7) |
| KERUKAN | Hasil mengeruk (7) |
| KERUKUT | Mengerukut; berkerut-kerut (tentang daun yang kena penyakit); kokot (tentang jari); mengerut (tentang tangan dan kaki) (7) |
| KERUMIT | Mengerumit; menggigit (memakan) sedikit-dikit; mengerip; mengunggis (7) |
| KERUMUK | Renyuk; remas (Minangkabau) (7) |
| KERUMUN | Berkerumun; berhimpun banyak-banyak; berkerubung (7) |
| KERUMUS | Peluk dan cium (7) |
| KERUPES | Kata sapaan kepada anak perempuan; upik (7) |
| KERUPUK | Makanan yang dibuat dari adonan tepung dicampur dengan lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak, dijemur agar mudah digoreng (Tata Boga); bingung (7) |
| KERUTAK | Mengerutak; mengerkah (tentang tulang dan sebagainya) (7) |
| KERUTAN | Lipatan kulit pada dahi (7) |
| KERUTUP | Tiruan bunyi berdetasan seperti bunyi daun basah yang terbakar (7) |
| KERUYUK | Tiruan bunyi kokok ayam jantan (7) |
| KESAHAN | Hal atau keadaan sah (benar, asli, autentik, tidak meragukan) (7) |
| KESAMBI | Pohon, tinggi hingga 40 m, biasanya berbatang bengkok dan bermata kayu, kayunya padat, keras, dan bermutu tinggi, digunakan untuk membuat perabot rumah, gerobak, dan sebagainya, digunakan sebagai bahan bakar yang baik (Schleichera oleosa) (7) |
| KESASAR | Salah jalan; tersesat (7) |
| KESELAK | Tersedak; kesedakan; terselak (7) |
| KESELEO | Terpelecok; terkilir; salah urat (7) |
| KESEMEK | Pohon, buahnya yang masak berwarna kuning, rasanya manis; kaki (Diospyros kaki) (7) |
| KESERAN | Kereta belanja atau kereta barang; pengupas gabah atau alat untuk memproses beras jagung, berbentuk dua buah lempengan yang terbuat dari batu atau kayu, bagian atasnya dapat berputar, sedangkan bagian bawahnya statis, digerakkan tenaga manusia (7) |
| KESESER | Kalah (7) |
| KESIREP | Tersirep; terkena sirep sehingga tertidur (7) |
| KESOHOR | Termasyhur; ternama; terkenal (7) |
| KESONGO | Nama musim menurut hitungan Jawa, berhubungan dengan musim kemarau yang jatuh pada bulan April sampai Desember (di beberapa tempat menjadi musim menangkap nener atau benih bandeng) (7) |
| KESTING | Kain sutra nilon, rayon, atau yang semacam itu yang lembut dan mengilat; satin (7) |
| KESTURI | Zat yang harum baunya, berasal dari musang kesturi (Zoologi); tumbuhan yang mengeluarkan bau harum; zat lembut seperti pasta, diperoleh dari tanduk banteng atau kerbau; bayan kecil; serindit (Loriculus galgulus) (7) |
| KESUMAT | Pertengkaran; perselisihan; permusuhan; kebencian (7) |
| KESUMBA | Pohon kecil, tinggi 8 m, bijinya menghasilkan zat pewarna yang warnanya merah jingga; pacar keling; gelinggam (Bixa orellana); warna merah tua; merah menyala (7) |
| KETABAN | Kayu palang pada kemudi sepak (yang ada di rusuk perahu) (7) |
| KETAKAR | Menggapai-gapai (orang jatuh yang berusaha bangun) (7) |
| KETAPAK | Batu alas tiang; tapak; alas (7) |
| KETAPIK | Tumbuhan atau tanaman berkayu yang merambat atau memanjat dengan arah tumbuh tidak beraturan, biasanya tumbuh di hutan tropis; liana (7) |
| KETARAP | Ikan laut (Pseudoscarus gholbam) (7) |
| KETATON | Terluka; kena cedera (Jawa) (7) |
| KETAYAP | Kopiah putih atau songkok haji yang dibebat serban (7) |
| KETEGAR | Tidak mau menurut kata (nasihat) orang; keras kepala; tegar hati (7) |
| KETEPEL | Batu (kerikil) yang diikat di ujung tali (benang) yang dilemparkan dan disangkutkan pada benang layang-layang dan sebagainya yang akan diambil; pengumban tali; bandering (7) |
| KETETER | Tertinggal jauh di belakang; ketinggalan jauh (Jawa); hampir kalah; tidak kuat lagi melawan (Jawa) (7) |
| KETIBAN | Kejatuhan (Jawa); tidak disangka-sangka memperoleh (mendapat) sesuatu (rezeki dan sebagainya) (kiasan/Jawa) (7) |
| KETIKAN | Hasil mengetik; tikan (7) |
| KETIMUN | Tumbuhan yang menjalar, bentuk buahnya bulat panjang, berwarna hijau, hijau muda, atau kuning, dimakan mentah sebagai lalap, dibuat acar, dan sebagainya; lepang; timun; mentimun (Cucumis sativus) (7) |
| KETIRAH | Pohon kecil, tinggi hingga 11 m, serutan kayunya digunakan untuk mengobati luka, daunnya berwarna merah, digunakan sebagai obat luar sakit kepala, buah yang muda dapat digunakan sebagai obat (Leea indica) (7) |
| KETITIR | Perkutut yang menyebar di Filipina, semenanjung Malaysia, dan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Lombok); perkutut jawa (Geopelia striata) (7) |
| KETOKAN | Hal mengetok atau mengetuk; hasil mengetok (7) |
| KETOMBE | Penyakit kulit kepala yang ditandai dengan rasa gatal dan sisik-sisik putih yang berasal dari kulit kepala yang mengelupas; kelemur (Tinea fururacea) (7) |
| KETOSIS | Keadaan tingginya kadar zat keton dalam darah (7) |
| KETUAAN | Terlalu tua; perihal tua (sudah berumur) (7) |
| KETUBAN | Air yang keluar dari rahim, mendahului bayi yang akan lahir; tuban-tuban (7) |
| KETUKAN | Hasil mengetuk; pukulan (pada pintu, meja, dan sebagainya) (7) |
| KETULAN | Sesuatu yang berketul-ketul (7) |
| KETUMBI | Tahi yang penghabisan (7) |
| KETUMBU | Bakul bertutup (7) |
| KETUPAT | Makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa, berbentuk kantong segi empat dan sebagainya, kemudian direbus, dimakan sebagai pengganti nasi; topak; hidangan khas saat merayakan Idul Fitri; hidangan khas di hari lebaran (7) |
| KETUPUK | Burung hantu; elang malam; kokok beluk (Strix seloputo) (7) |
| KETUTUK | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 65 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya seperti marmer, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku), Indocina, Filipina, dan Fiji; batutu; betutu; beloso; belantuk; kedebuk; bakut; malas (Oxyeleotris marmorata) (7) |
| KEUJIAN | Kelihatan atau ketahuan (kejahatannya dan sebagainya (Minangkabau) (7) |
| KEWATEK | Sarung perempuan dari Lembata (Nusa Tenggara Timur), dibuat dari kain tenun ikat lusi (7) |
| KHAGAUL | Kota di India (7) |
| KHAIRAT | Perbuatan baik; kemakmuran; kesenangan (7) |
| KHALATI | Saudara perempuan ibu; bibi atau uak perempuan dari pihak ibu (Arab) (7) |
| KHALWAT | Pengasingan diri (untuk menenangkan pikiran, mencari ketenangan batin dan sebagainya) (7) |
| KHAMMAM | Kota di India (7) |
| KHAMSIN | Angin gurun yang kering, berdebu, umumnya panas (di Mesir dan di atas Laut Merah) (Hidrometeorologi) (7) |
| KHANDWA | Kota di India (7) |
| KHANJAR | Golok besar bermata dua, berpangkal lebar, makin ke ujung makin tirus dan sedikit melengkung (7) |
| KHANPUR | Kota di Pakistan (7) |
| KHANZAB | Anak setan yang bertugas mengacaukan orang yang sedang melakukan salat (Arab) (7) |
| KHARDAH | Kota di India (7) |
| KHARIAN | Kota di Pakistan (7) |
| KHARKIV | Kota di Ukraina (7) |
| KHASIAT | Faedah (kegunaan) yang bersifat khas; kekuatan (kegunaan, faedah) yang istimewa (tentang obat, azimat, dan sebagainya) (7) |
| KHAYALI | Bersifat khayalan (hanya ada dalam angan-angan); berada dalam keadaan tidak sadar (terutama dalam tasawuf) (7) |
| KHELASI | Pengobatan secara intravena dengan menggunakan cairan yang terdiri atas mineral, vitamin, dan asam amino khusus buatan untuk menghilangkan dampak pengerasan dinding pembuluh darah (7) |
| KHERSON | Kota di Ukraina (7) |
| KHIANAT | Perbuatan tidak setia; perbuatan yang bertentangan dengan janji (7) |
| KHIDAAH | Perbuatan atau tindakan untuk menyalahkan atau menjatuhkan lawan dengan cara diam-diam; tipu daya; muslihat (Arab) (7) |
| KHIDMAH | Kegiatan, pengabdian, dan pelayanan (7) |
| KHIDMAT | Hormat; takzim (7) |
| KHINZIR | Babi (Susserofa) (Arab) (7) |
| KHITBAH | Peminangan seorang wanita untuk dijadikan istri (Agama Islam) (7) |
| KHOMEYN | Kota di Iran (7) |
| KHOPOLI | Kota di India (7) |
| KHOTBAH | Pidato (terutama yang menguraikan ajaran agama) (7) |
| KHUJAND | Kota di Tajikistan (7) |
| KHULAFA | Para khalifah (7) |
| KHUSHAB | Kota di Pakistan (7) |
| KHUSYUK | Penuh penyerahan dan kebulatan hati; sungguh-sungguh; penuh kerendahan hati; tujuan; niat (7) |
| KHUZDAR | Kota di Pakistan (7) |
| KIAGENG | Gelar jabatan untuk putra di keraton (7) |
| KIAMBOI | Manisan yang terbuat dari buah plum yang dikeringkan (7) |
| KIARONO | Alat untuk membawa hasil pertanian, buruan, atau benda keseharian, terbuat dari anyaman bambu, rotan, pelepah sagu berbentuk kerucut (7) |
| KIASMUS | Pengulangan dan sekaligus pembalikan dua kata dalam satu kalimat (Linguistik) (7) |
| KIAUPAU | Penduduk (Cina) (7) |
| KIBARAN | Gerakan mengombak (tentang bendera yang berkibar) (7) |
| KIBASAN | Gerakan mengibas(kan) (7) |
| KIBBUTZ | Tanah pertanian kolektif di Israel (ungkapan/Ibrani) (7) |
| KIBRIAH | Ketakaburan; kesombongan; keangkuhan (7) |
| KIFOSIS | Tubuh bungkuk karena sudut kemiringan tubuh menjadi lebih besar (7) |
| KIHANAT | Pertenungan; ramalan (7) |
| KIKIRAN | Serbuk (sisa) barang yang dikikir; tahi kikir (7) |
| KIKISAN | Hasil (akibat) mengikis; kerikan (7) |
| KIKITIR | Surat bukti dari lurah tentang pemilikan tanah (sawah, kebun, dan sebagainya) (7) |
| KILASAN | Kilas (7) |
| KILATAN | Sekilas cahaya; ragam gaya bahasa perbandingan yang merujuk secara tidak langsung pada suatu karya sastra, salah seorang tokoh, atau peristiwanya; alusi (Sastra) (7) |
| KILAUAN | Kilatan; kilapan (7) |
| KILAUEA | Gunung berapi aktif di Hawaii, Amerika Serikat (7) |
| KILIKAN | Gelitikan (7) |
| KILIRAN | Alat untuk mengilir; hasil mengilir (7) |
| KILLEEN | Kota di Amerika Serikat (7) |
| KILOBIT | Satuan kapasitas penyimpanan 1.024 bit (7) |
| KILOTON | Satuan ukuran berat 1.000 ton (disingkat kt) (7) |
| KIMANTU | Panggilan kepada orang Cina totok (7) |
| KIMIAWI | Secara atau berkenaan dengan kimia (7) |
| KIMITSU | Kota di Jepang (7) |
| KIMOSIN | Enzim yang mampu menggumpalkan susu (Kimia) (7) |
| KINANTI | Bentuk komposisi tembang jenis macapat (terdapat di Jawa, Sunda, Bali), biasanya untuk melukiskan cerita-cerita percintaan (kasih sayang) (7) |
| KINASIH | Sangat dikasihi (Jawa) (7) |
| KINAYAH | Lafaz yang memerlukan penjelasan (Arab) (7) |
| KINCANG | Kecoh; tipu (Minangkabau) (7) |
| KINCUNG | Kecoh; tipu (Minangkabau); tumbuhan yang membentuk rumpun yang tidak rapat, rimpangnya digunakan untuk mendapatkan warna kuning, bunganya dijadikan pengganti buah asam atau disayur, buahnya berbentuk seperti nanas; asam cekala; kecombrang; honje (Nicolaia speciosa) (7) |
| KINERJA | Sesuatu yang dicapai; prestasi yang diperlihatkan; kemampuan kerja (tentang peralatan) (7) |
| KINETIK | Berhubungan dengan gerak (Fisika) (7) |
| KINTAKA | Surat (Kawi) (7) |
| KINYANG | Hablur atau kristal (tentang batu permata dan sebagainya) (7) |
| KIPASAN | Yang dikipasi; hasil mengipas (7) |
| KIPSIAU | Teko (tempat membuat air teh dan sebagainya) (Cina); cerek (dari tanah liat) (Cina) (7) |
| KIPUSHI | Kota di Republik Kongo (7) |
| KIRAMAT | Doa restu (7) |
| KIRANYA | Agaknya; rupanya; semoga; mudah-mudahan (untuk menyatakan harapan); sekiranya (7) |
| KIRIMAN | Barang yang dikirimkan; barang yang dititipkan (diamanatkan) untuk disimpan (dijual dan sebagainya) (Melayu Jakarta); tulisan atau unggahan yang disebarkan melalui media sosial (7) |
| KIRINYU | Nama bunga (Sambacus Javanica) (7) |
| KIRISHI | Kota di Rusia (7) |
| KIRMIZI | Merah tua atau ungu (7) |
| KIRUNDI | Bahasa yang dituturkan di Burundi (7) |
| KISAHAN | Wacana yang bersifat cerita, baik berdasarkan pengamatan maupun berdasarkan rekaan; narasi (7) |
| KISAIAN | Ayakan; pengayak (alat penyaring tepung) (7) |
| KISANAK | Saudara; sapaan bagi orang yang diajak bicara (Jawa) (7) |
| KISARAN | Putaran (roda dan sebagainya); pusaran (air, angin, dan sebagainya); (peng)gilingan; peralihan; pergantian; keturunan ayam biasa dengan ayam hutan (Melayu Jakarta); ibu kota Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatra Utara (7) |
| KISIKAN | Bisikan (7) |
| KISMAYO | Kota di Somalia (7) |
| KISPEST | Kota di Hungaria (7) |
| KITARAN | Gerakan berkitar; putaran (7) |
| KITIRAN | Baling-baling (Jawa); titiran (7) |
| KITOLOD | Tanaman liar, tumbuh di pinggir sungai, tinggi 60 cm, bergetah putih mengandung racun, berdaun tunggal, berbentuk lanset berujung runcing (Isotoma longiflora Presi) (7) |
| KITOSAN | Bahan antimikrob, turunan zat kitin, mengandung enzim lisin dan gugus aminopolisakarida, banyak terdapat pada hewan yang memiliki cangkang, seperti udang, kepiting, dan bekicot, digunakan untuk meningkatkan daya simpan buah, misalnya jambu kristal; kandungan pada tekstil, yang bercampur di dalam serat dan menghasilkan tekstil antibakteri yang ramah lingkungan dan tubuh manusia; zat yang berasal dari kitin kepiting, lobster, dan krustasea lainnya, untuk menghentikan perdarahan, membantu penyembuhan, serta sebagai pelembab dan suplemen makanan (7) |
| KIZLYAR | Kota di Rusia (7) |
| KLABANG | Anyaman daun kelapa untuk dinding, atap, atau alas duduk (Bali); wadah yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk persegi panjang, biasanya digunakan untuk menjemur makanan (Bali) (7) |
| KLAKSON | Alat (berupa trompet) yang dibunyikan dengan listrik pada mobil atau kendaraan bermotor lain, digunakan sebagai tanda peringatan akan keberadaan kendaraan tersebut; berasal dari nama pabrik yang memproduksinya, yaitu Klaxon (7) |
| KLARINO | Alat musik dengan pipa kerucut tanpa katup atau kunci dan digunakan untuk panggilan militer (7) |
| KLASTER | Beberapa benda atau hal yang berkelompok menjadi satu; gugus (7) |
| KLAUSUL | Ketentuan tersendiri dari suatu perjanjian, yang salah satu pokok atau pasalnya diperluas atau dibatasi; yang memperluas atau membatasi (7) |
| KLIMAKS | Puncak dari suatu hal, kejadian, keadaan, dan sebagainya yang berkembang secara berangsur-angsur; kejadian atau adegan yang paling menarik atau penting (Sastra); saat keadaan memuncak atau keadaan paling gawat dalam suatu proses perkembangan penyakit (Kedokteran dan Fisiologi); tingkat terakhir pertumbuhan tanaman di suatu tempat apabila telah diadakan penyesuaian yang sempurna dengan keadaan udara, jenis, serta struktur tanah sehingga tidak ada perubahan lebih lanjut yang dapat diusahakan (Botani); tingkat dalam perkembangan daerah urban setelah hubungan ekologi dalam daerah itu mencapai keseimbangan (Botani) |
| KLINISI | Orang yang berkecimpung dalam bidang pengembangan ilmu kedokteran (7) |
| KLINTSY | Kota di Rusia (7) |
| KLIPING | Guntingan atau potongan bagian tertentu dari surat kabar, majalah, dan sebagainya, yang kemudian disusun dengan sistem tertentu (7) |
| KLIRING | Penyelesaian pembukuan dan pembayaran antarbank dengan memindahkan saldo kepada pihak yang berhak (Keuangan) (7) |
| KLONING | Pengklonaan (7) |
| KLORIDA | Senyawa biner klorin (Kimia) (7) |
| KLOWONG | Motif batik yang baru terisi dengan motif utama, belum ditambahkan isen-isen (Tata Busana) (7) |
| KLUSIUM | Suksesi tumbuhan yang terjadi pada tanah yang tergenang air (Biologi) (7) |
| KLUSTER | Beberapa benda atau hal yang berkelompok menjadi satu; gugus (7) |
| KNALPOT | Bagian motor berbentuk pipa panjang yang berfungsi meredam bunyi letupan tempat saluran buangan gas; peredam bunyi (7) |
| KNESSET | Parlemen Israel (7) |
| KOALISI | Kerja sama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen (Politik dan Pemerintahan) (7) |
| KOBAGMA | Ibu kota Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan (7) |
| KOBAKAN | Lubang kecil di tanah; lekuk tanah yang berisi air (sehabis hujan) (7) |
| KOBARAN | Nyala (7) |
| KOBLENZ | Kota di Jerman (7) |
| KOBOKAN | Mangkuk tempat air untuk mencuci jari tangan sebelum dan sesudah makan; kembok; hasil mengoboki (7) |
| KOCELAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; gabus; boga; kapuran; kocolan (Channa striata) (7) |
| KOCHANG | Kota di Korea Selatan (7) |
| KOCOKAN | Hasil mengocok (7) |
| KOCOLAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; gabus; boga; kapuran; kocelan (Channa striata) (7) |
| KOCORAN | Tempat air mengocor (mengalir) (7) |
| KODAMAR | Komando daerah maritim (akronim) (7) |
| KODEBAR | Kode identifikasi khusus yang dicetak, berupa rangkaian batang vertikal tercetak yang berbeda lebarnya dan mewakili angka-angka; kode batang (7) |
| KODEPOS | Rangkaian angka atau huruf yang ditambahkan pada alamat pos untuk memfasilitasi penyortiran dan pengiriman surat (7) |
| KODRATI | Berhubungan dengan kodrat; mengenai kekuasaan; berkaitan dengan kemampuan alami (7) |
| KOENZIM | Senyawa nonprotein tahan panas yang akan membentuk bagian aktif sistem enzim setelah bereaksi dengan apoenzim; katalis untuk mengaktifkan enzim (7) |
| KOERSIF | Bersifat atau berkenaan dengan koersi (7) |
| KOGALYM | Kota di Rusia (7) |
| KOGNISI | Kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan (termasuk kesadaran, perasaan, dan sebagainya) atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri; proses, pengenalan, dan penafsiran lingkungan oleh seseorang (Sosiologi); hasil pemerolehan pengetahuan (Sosiologi) (7) |
| KOGONGO | Aksara bahasa Rejang (7) |
| KOHANDO | Wadah berukuran kecil terbuat dari pelepah sagu, biasanya berbentuk tabung, digunakan untuk membawa barang (tomat, rambutan, dan lain-lain) (7) |
| KOHANUD | Komando pertahanan udara (akronim) (7) |
| KOHEREN | Berhubungan; bersangkut paut (7) |
| KOHESIF | Melekat satu dengan yang lain; padu; berlekatan (7) |
| KOKAANA | Pemimpin klan dalam suku Helong di Kupang (7) |
| KOKAINA | Zat dari daun koka, dipakai sebagai obat pembiusan setempat sehingga tidak berasa sakit (Farmasi dan Farmakologi); zat tanpa warna, sangat sukar larut dalam air, larut dalam 10 bagian etanol, diperoleh dari daun koka; Erythroxylium coca dan Erythroxylium truxillense (C17H21NO4) (Kimia) (7) |
| KOKAMLA | Komando keamanan laut (akronim) (7) |
| KOKARDE | Pita atau bunga berwarna tertentu, terbuat dari kertas dan sebagainya, disematkan di dada (baju) sebagai tanda pengenal dalam suatu perhelatan atau upacara (7) |
| KOKINEA | Tanaman hias asal Trinidad, bunganya berwarna merah, panjang bunga mencapai 0,5 meter, daunnya mirip daun mangga (Warszewiczia coccinea) (7) |
| KOKOKAN | Suara ayam berkokok (7) |
| KOKOPIT | Media tanam, dibuat dari sabut kelapa, berbentuk busa, berbobot ringan (7) |
| KOKOSAN | Buah langsat yang asam rasanya (Lansium domesticum) (Jawa) (7) |
| KOKTAIL | Minuman beralkohol dibuat dari campuran berbagai bahan, biasanya diminum dengan es batu dan gula; umpan tekak; buah-buahan campur (7) |
| KOLAGEN | Protein perekat yang terdapat dalam tulang dan tulang rawan (Kimia) (7) |
| KOLARET | Kerah baju; garis, batas, atau rantai yang mengelilingi leher (7) |
| KOLATOR | Orang (petugas) yang membanding-bandingkan naskah untuk menentukan naskah yang dianggap asli; orang (petugas) yang melakukan kolase (Sastra); peranti yang membandingkan dan menggabungkan himpunan kartu tumbuk atau dokumen lainnya ke dalam susunan yang berurutan (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| KOLCINA | Kol berbatang panjang berwarna putih, berdaun menyerupai selada, berserat tidak beraturan di bagian ujungnya, beraroma lebih segar daripada kol jenis lain, teksturnya renyah, dapat dimakan mentah, atau sebagai campuran sup; petsai; kol seledri; sawi putih (Brasica rapa) (7) |
| KOLDING | Kota di Denmark (7) |
| KOLEKSI | Kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dan sebagainya) yang sering dikaitkan dengan minat atau hobi objek (yang lengkap); kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian; cara dan sebagainya mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dan sebagainya (7) |
| KOLEKTE | Pengumpulan uang persembahan dalam upacara ibadah (misa kudus dan sebagainya); persembahan (Agama Kristen) (7) |
| KOLEMIA | Penyakit yang disebabkan oleh adanya empedu di dalam darah (7) |
| KOLERIS | Bertemperamen emosional; sangat cepat bereaksi dan mudah memuncak emosinya apabila menghadapi ancaman (7) |
| KOLESOM | Akar yang dibuat obat kuat; ginseng (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| KOLIBRI | Burung terkecil yang hanya memiliki berat sekitar 3 gram, berwarna hijau metalik di punggung, leher depan pada jantan merah metalik dan betina putih keabu-abuan, habitat di hutan dan kebun, pemakan nektar dan serangga, persebaran di kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, Meksiko dan Florida (Archilochus colubris) (7) |
| KOLITIS | Peradangan usus besar (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| KOLKATA | Kota di India (7) |
| KOLKHOZ | Tanah pertanian (di Rusia) yang merupakan milik kolektif rakyat yang diawasi pemerintah; koperasi produksi yang dimiliki secara bersama-sama (di Rusia) (7) |
| KOLOFON | Catatan penulis, umumnya pada akhir naskah atau terbitan, berisi keterangan mengenai tempat, waktu, dan penyalin naskah (Sastra) (7) |
| KOLOGEN | Protein yang bernilai gizi rendah karena susunan aminonya tidak lengkap dan tidak seimbang (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| KOLOKAN | Manja sekali (senang disanjung, dipuji-puji, dan sebagainya) (7) |
| KOLOKAT | Kata yang memiliki asosiasi tetap dengan kata lain dalam lingkungan yang sama (Linguistik) (7) |
| KOLOMBO | Kota di Sri Lanka (7) |
| KOLOMNA | Kota di Rusia (7) |
| KOLONEL | Pangkat perwira menengah TNI peringkat pertama dalam ketentaraan, satu tingkat di bawah brigadir jenderal TNI AD, laksamana pertama TNI AL, dan marsekal pertama TNI AU, satu tingkat di atas letnan kolonel (tanda pangkatnya tiga bunga melati emas yang ditempatkan di bahu baju); kornel (7) |
| KOLONIS | Orang yang tinggal di daerah jajahan; penduduk baru dari daerah koloni (7) |
| KOLONYE | Cairan harum, terbuat dari campuran alkohol dan minyak beraroma (7) |
| KOLOSAL | Dibuat secara besar-besaran; luar biasa besarnya (7) |
| KOLOSOM | Bagian jaringan ikat yang terdiri atas albumin dan merupakan zat organik utama tulang, kalau dimasak akan menghasilkan semacam perekat (Kimia) (7) |
| KOLPINO | Kota di Rusia (7) |
| KOLRABI | Sayuran sejenis kubis dengan bentuk umbi bulat, dipanen saat musim semi (7) |
| KOLWEZI | Kota di Republik Kongo (7) |
| KOMANDO | Aba-aba; perintah; satuan militer yang disiapkan dan diorganisasi sebagai pasukan gerak cepat, terutama untuk menyerang dan segera lari dari suatu serangan (Kemiliteran) (7) |
| KOMARAN | Upacara sedekah laut di Pantai Selatan, khususnya di sekitar Cilacap dan Nusa Kambangan, dilakukan oleh para nelayan dengan memberikan sesaji untuk Nyai Rara Kidul agar kehidupan mereka sebagai nelayan tetap direstui (7) |
| KOMATSU | Kota di Jepang (7) |
| KOMEDIA | Drama atau komedi Spanyol yang berkembang pada abad ke-18 (Kesenian) (7) |
| KOMIKAL | Berbentuk komik (cerita bergambar); bersifat komik; lucu; kocak; menggelikan (kiasan) (7) |
| KOMIKUS | Orang yang ahli membuat komik; pelukis yang membuat gambar komik untuk disiarkan di surat kabar atau majalah (Ilmu Komunikasi) (7) |
| KOMISAR | Kepala urusan pemerintahan di Rusia; petugas politik partai komunis Rusia yang mendampingi komandan satuan militer (7) |
| KOMODOR | Pangkat perwira tinggi pertama dalam angkatan udara atau angkatan laut (langsung di atas perwira menengah) (7) |
| KOMOLOM | Suku bangsa yang mendiami Pulau Komelom (Komolom) di bagian selatan Papua; Mombum (7) |
| KOMPANG | Gendang pipih bundar, dibuat dari tabung kayu pendek, ujungnya agak lebar, satu ujungnya diberi tutup kulit (Melayu Jambi) (7) |
| KOMPENI | Persekutuan dagang Belanda di Nusantara pada pertengahan abad ke-17 sampai dengan awal abad ke-19 (VOC); pemerintah Belanda (pada zaman penjajahan); serdadu (terutama serdadu VOC atau serdadu Belanda) (7) |
| KOMPLET | Lengkap; genap; tidak kurang suatu apa (7) |
| KOMPLOT | Sahabat baik; sekutu secara rahasia untuk kejahatan (7) |
| KOMPONG | Rompong; kudung; kotong; alat musik jenis rebana (7) |
| KOMPRES | Kain pembebat dan sebagainya yang dibasahi dengan air dingin (es dan sebagainya) untuk menyejukkan kepala dan sebagainya; jaram; pampat (7) |
| KOMUNAL | Bersangkutan dengan komune; milik rakyat atau umum (7) |
| KOMUNIS | Penganut paham komunisme (7) |
| KOMUTER | Ulang-alik; kereta api penumpang yang menghubungkan tempat-tempat strategis di dalam kota dengan jadwal teratur; orang yang bepergian ke suatu kota untuk bekerja dan pulang kembali ke kota tempat tinggalnya setiap hari (7) |
| KONATIF | Berhubungan dengan keinginan dan kemauan (7) |
| KONDANG | Terkenal; ternama (7) |
| KONDISI | Persyaratan; keadaan (7) |
| KONDRIN | Bahan pembentuk tulang rawan yang diperoleh dengan cara memasak tulang rawan (Zoologi) (7) |
| KONEKSI | Hubungan yang dapat memudahkan (melancarkan) segala urusan (kegiatan); kenalan; tautan fisik melalui kawat, radio, kabel serat optik, atau media lainnya antara dua atau beberapa peranti komunikasi; sambungan (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| KONFESI | Pengakuan iman penganut agama; pengakuan dosa (7) |
| KONFETI | Potongan-potongan kecil kertas berwarna yang ditaburkan dengan alat tertentu seperti balon, biasanya pada pesta ulang tahun, pernikahan, dan sebagainya (7) |
| KONFIKS | Afiks tunggal yang terjadi dari dua unsur yang terpisah; sirkumfiks (Linguistik) (7) |
| KONFLIK | Percekcokan; perselisihan; pertentangan; ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dan sebagainya) (Sastra) (7) |
| KONFORM | Sesuai dengan; sudah memenuhi (Inggris) (7) |
| KONGALU | Syair lagu yang umumnya dilagukan pada musim rontoknya asam (Wolio) (7) |
| KONGRES | Pertemuan besar para wakil organisasi (politik, sosial, profesi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah; muktamar; rapat besar; pertemuan wakil-wakil negara untuk membicarakan satu masalah; dewan legislatif yang terdiri atas senat dan dewan perwakilan di Amerika Serikat, yang pada dasarnya bertugas mengawasi dan mencocokkan kegiatan pemerintah (Politik dan Pemerintahan) (7) |
| KONKLAF | Pertemuan para kardinal gereja Katolik yang diadakan untuk memilih Paus yang baru; ruang tempat para kardinal bersidang untuk memilih Paus yang baru (7) |
| KONKRET | Nyata; benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya) (7) |
| KONKURS | Perlombaan (menyanyi dan sebagainya) (7) |
| KONOTOP | Kota di Ukraina (7) |
| KONPERS | Konferensi pers (akronim) (7) |
| KONSELI | Orang yang membutuhkan nasihat (arahan) (7) |
| KONSESI | Izin untuk membuka tambang, menebang hutan, dan sebagainya; kerelaan (mengurangi tuntutan dan sebagainya); keputusan yang berpihak pada kepentingan umum (Hukum) (7) |
| KONSILI | Musyawarah besar pemuka gereja Katolik Roma (7) |
| KONSTAN | Tetap tidak berubah; terus-menerus (7) |
| KONTANO | Perintah untuk menghitung birama istirahat secara bersama-sama (Musik) (7) |
| KONTEKS | Bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna (Linguistik); situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian (7) |
| KONTIKI | Nama rakit kayu yang digunakan oleh Thor Heyerdahl dalam ekspedisi penjelajahan melintasi Samudra Pasifik pada 1947 (7) |
| KONTINU | Berkesinambungan; berkelanjutan; terus-menerus (7) |
| KONTOID | Bunyi ujar yang pada dasarnya dihasilkan oleh alat ucap dengan hambatan pada pita suara (digunakan dalam bidang fonetik yang maksudnya sama dengan konsonan dalam bidang fonemik) (Linguistik) (7) |
| KONTRAK | Perjanjian (secara tertulis) antara dua pihak dalam perdagangan, sewa-menyewa, dan sebagainya; persetujuan yang bersanksi hukum antara dua pihak atau lebih untuk melakukan atau tidak melakukan kegiatan (7) |
| KONTRAS | Perbedaan yang sangat mencolok; memperlihatkan perbedaan yang nyata apabila diperbandingkan; memperlihatkan perbedaan nyata (dalam hal warna, rupa, ukuran, dan sebagainya) (7) |
| KONTROL | Pengawasan; pemeriksaan; pengendalian (7) |
| KONVEKS | Cembung (7) |
| KOPAIBA | Resin aromatik yang digunakan untuk obat (Kimia) (7) |
| KOPASKA | Komando pasukan katak (akronim) (7) |
| KOPEYSK | Kota di Rusia (7) |
| KOPIJOS | Kopi yang dibuat dengan cara memasukkan arang yang masih membara ke dalam kopi tubruk; kopi arang (7) |
| KOPILOT | Pembantu pilot; pendamping sopir (dalam balap mobil) (7) |
| KOPLING | Bagian mesin kendaraan yang dipakai untuk mengatur perpindahan gigi persneling yang mengatur kecepatan maju dan mundur (7) |
| KOPOKAN | Berpenyakit telinga yang mengeluarkan nanah berbau busuk (7) |
| KORALIT | Kerangka tiap individu karang batu (7) |
| KORAMIL | Komando rayon militer (akronim) (7) |
| KORAPUN | Suku bangsa yang mendiami daerah pegunungan Jayawijaya sebelah timur, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan; Nalca; Kimyal (7) |
| KORATLA | Kota di India (7) |
| KORDIAL | Ramah tamah; peramah (7) |
| KORDOBA | Mata uang Nikaragua (7) |
| KOREKAN | Hasil mengorek (7) |
| KOREKSI | Pembetulan; pemeriksaan; pembetulan kesalahan (pada cetak coba, naskah, dan sebagainya); pembetulan hasil susunan untuk disesuaikan dengan contohnya; pembacaan dan pembetulan cetak coba dengan tanda-tanda tertentu untuk menjamin kecocokan cetak coba dengan naskahnya (Grafika); pemeriksaan hasil ujian (7) |
| KORENAH | Kelakuan; perangai (Minangkabau) (7) |
| KORESTA | Komando resort kepolisian kota (akronim) (7) |
| KORETAN | Sisa makan yang tertinggal (Jawa); yang penghabisan sekali, paling belakang; yang terakhir (kiasan/Jawa) (7) |
| KORHOGO | Kota di Pantai Gading (7) |
| KORIDOR | Lorong dalam rumah; lorong yang menghubungkan gedung yang satu dengan gedung yang lain; tanah (jalan) sempit yang menghubungkan daerah terkurung; tanah yang menghubungkan dua bagian negara; jalur lalu lintas yang dimiliki suatu negara yang memintas negara lain (7) |
| KOROLEV | Kota di Rusia (7) |
| KORONAL | Dihasilkan dengan daun lidah sebagai artikulator dan langit-langit keras sebagai titik artikulasi (Linguistik) (7) |
| KORONER | Pembuluh nadi tajuk jantung; petugas yang melakukan pemeriksaan mayat dalam hal kematian mendadak akibat kekerasan atau akibat hal-hal yang tidak dapat dijelaskan (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| KOROSIF | Obat yang mengikis jaringan organ secara kimia atau secara peradangan (Farmasi dan Farmakologi); bahan yang menyebabkan pengikisan; mampu merusak sesuatu secara progresif dengan proses kimiawi (7) |
| KOROWAI | Suku bangsa yang mendiami daerah hulu sungai Brazza di bagian selatan pegunungan Jayawijaya, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan (7) |
| KORSASE | Bandana dengan aksentuasi kerut; kembang buatan untuk hiasan yang disematkan di dada (kebaya dan sebagainya) (7) |
| KORTEKS | Bagian luar suatu alat organ (7) |
| KORTING | Potongan harga; rabat; diskon (7) |
| KORUPSI | Penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain (7) |
| KOSAMUI | Kota di Thailand (7) |
| KOSEKAN | Kebalikan sinus suatu sudut (Matematika) (7) |
| KOSERSE | Komando reserse (akronim) (7) |
| KOSGORO | Kesatuan Organisasi Serba Guna Gotong Royong (akronim) (7) |
| KOSINUS | Sinus dari sudut pelengkap sudut itu (Matematika) (7) |
| KOSTRAD | Komando Strategi Angkatan Darat (akronim) (7) |
| KOTADDU | Kota di Pakistan (7) |
| KOTOGUT | Suku bangsa yang mendiami daerah hulu sungai Digul, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (7) |
| KOTORAN | Tahi (binatang atau manusia); sesuatu yang menyebabkan kotor, berupa noda, bintik-bintik, daki, dan sebagainya; sisa pencernaan dan metabolisme yang dikeluarkan dari tubuh, berupa tinja dan air kencing (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| KOVENAN | Perjanjian (7) |
| KOWEKAN | Takikan berukuran kecil (7) |
| KOWLOON | Kota di Hongkong (7) |
| KPALIME | Kota di Togo (7) |
| KRAMPON | Rangka logam dan bergerigi yang dipasang pada sepatu untuk berjalan atau mendaki daerah bersalju (7) |
| KRANIAL | Berhubungan dengan tengkorak (Anatomi) (7) |
| KRANIUM | Bagian yang keras dan bertulang dari kepala dan berfungsi melindungi otak; tulang kepala; tengkorak (7) |
| KREATIF | Memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; bersifat (mengandung) daya cipta (7) |
| KREATOR | Pencipta; pencetus gagasan (7) |
| KREFELD | Kota di Jerman (7) |
| KREMASI | Pembakaran mayat hingga menjadi abu; pengabuan (7) |
| KREMLIN | Istana tempat kediaman tsar-tsar Rusia dulu tetapi sekarang merupakan istana kediaman resmi Presiden Rusia (7) |
| KRENTEK | Hasrat; keinginan (Jawa) (7) |
| KREOLIN | Bahan cairan terbuat dari campuran minyak ter dengan sabun, digunakan sebagai pemusnah hama pada lantai, dan sebagainya; karbol (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| KREOSOL | Cairan seperti minyak dengan bau tajam dibuat dari ter batu bara, digunakan sebagai bahan antiseptik atau bahan pengawet kayu (7) |
| KRIFOLI | Mikroorganisme yang tumbuh baik pada suhu antara 10°–20°C; psikrofili (Biologi) (7) |
| KRIOFIL | Menyukai temperatur yang rendah (Biologi) (7) |
| KRIOFIT | Tumbuhan yang telah menyesuaikan diri hidup di daerah yang tertutup lapisan es atau salju, seperti jenis lumut dan jamur (Biologi) (7) |
| KRIOGEN | Campuran pendingin (Fisika) (7) |
| KRIPTOL | Campuran grafit, karborundum, dan tanah liat untuk membuat resistor (Kimia) (7) |
| KRIPTON | Gas lamban yang terdapat di udara; unsur kimia nonlogam gas mulia dengan nomor atom 36, berlambang Kr, bobot atom 83,80 u (7) |
| KRISTAL | Hablur; unsur pembentukan batuan yang atomnya tersusun dan terikat oleh kekuatan intermolekuler sehingga menjadi padat (Geografi dan Geologi); sangat jelas dan jernih (tentang suara) (7) |
| KRISTEN | Agama yang disampaikan oleh Kristus (Nabi Isa) (7) |
| KRISTIK | Sulam berbentuk huruf x, dapat dibuat dalam berbagai macam pola (7) |
| KRISTUS | Yesus Sang Mesias (Agama Kristen) (7) |
| KRITISI | Kaum kritikus (7) |
| KROASIA | Negara yang terletak di Eropa Tenggara, beribu kota Zagreb (7) |
| KROISAN | Roti dari adonan pastri berlapis, bentuknya seperti bulan sabit, rasanya gurih (7) |
| KROMIUM | Mineral yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah dengan cara meningkatkan kinerja insulin; unsur kimia logam transisi berwarna putih perak, bersifat getas dan keras, digunakan sebagai campuran besi dalam penyepuhan; unsur dengan nomor atom 24, berlambang Cr, dan bobot atom 51,996 u (7) |
| KROSBOI | Anak berandal (7) |
| KRUSIAL | Penting atau esensial untuk memecahkan masalah; gawat; genting; menentukan; rumit, sulit sekali; berkenaan dengan kehancuran perusahaan (7) |
| KUADRAN | Seperempat lingkaran; setiap dari empat bagian suatu bidang datar yang terbagi oleh suatu sumbu silang (Matematika); alat kuno untuk mengukur sudut (7) |
| KUADRAT | Kelipatan atau pengalian sebesar jumlah yang dilipatkan atau dikalikan; pangkat dua (7) |
| KUADRIK | Berhubungan dengan lebih dari dua variabel (Matematika) (7) |
| KUANGSU | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian barat danau Sentani, dekat pesisir utara Papua, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (7) |
| KUANTAN | Kota di Malaysia (7) |
| KUANTUM | Banyaknya (jumlah) sesuatu; bagian dari energi yang tidak dapat dibagi lagi |
| KUARSIT | Batu pasir dengan kandungan silika (SiO2) yang tinggi (7) |
| KUARTAL | Suku tahun (waktu seperempat tahun, yaitu tiga bulan); triwulan (7) |
| KUARTER | Zaman geologi terakhir (keempat), meliputi dua hingga tiga juta tahun terakhir dari sejarah bumi (Geografi dan Geologi); seperempat periode waktu dalam pertandingan olahraga (Olahraga) (7) |
| KUARTET | Kelompok, kumpulan, dan sebagainya yang terdiri atas empat; komposisi musik yang terdiri atas empat instrumen (7) |
| KUARTIL | Nilai yang menandai batas interval dari sebaran frekuensi yang berderet dalam empat bagian sebaran yang sama (Statistik) (7) |
| KUATREN | Puisi yang terdiri atas empat larik dalam satu bait; puisi empat seuntai (Sastra) (7) |
| KUBATUR | Penentuan atau pengukuran kandungan bahan padat dalam kubik (7) |
| KUBISME | Bentuk permulaan seni abstrak (tentang seni lukis), mengutamakan pemecahan bentuk menjadi bidang bersiku-siku dan berimpitan, kemudian disusun kembali; usaha (dalam puisi) untuk memecah-mecah unsur pengalaman, kemudian menyusunnya kembali dalam sintesis baru (Sastra) (7) |
| KUBURAN | Tanah tempat menguburkan mayat; makam; perkuburan (7) |
| KUCEKAN | Hasil mengucek (7) |
| KUCHING | Kota di Malaysia (7) |
| KUCURAN | Cucuran; bantuan; pertolongan; sokongan (kiasan) (7) |
| KUDAAIR | Tapir; tenuk (Tapirus matayanus) (7) |
| KUDANIL | Mamalia daratan termasuk ke dalam kelompok herbivor yang sebagian besar kehidupannya dilewatkan dalam air, kepala dan mulutnya besar dan lebar, kulit sangat tebal, berkaki pendek; badak air; hipopotamus (Hippopotamus amphibius) (7) |
| KUDAPAN | Penganan yang dimakan di luar waktu makan; makanan kecil (7) |
| KUDAPOS | Kuda (berpenunggang) yang mengangkut surat-surat pos (7) |
| KUDISAN | Berkudis; ada kudisnya (7) |
| KUEABUK | Kue yang dibuat dari tepung aren; abuk-abuk (7) |
| KUEAMPO | Penganan khas Tuban, terbuat dari tanah liat yang dipanggang, berbentuk gulungan (7) |
| KUEBUSA | Kue bertekstur renyah yang terbuat dari putih telur dan gula yang dikocok hingga kaku, kemudian dibentuk kecil-kecil atau besar; putih telur dan gula yang dikocok hingga kaku dan dijadikan elemen tambahan pada bagian atas keik atau pai (Tata Boga) (7) |
| KUEJAHE | Kue yang dibuat dari adonan terigu, maizena, telur, gula, jahe, dan sebagainya yang dipanggang hingga cokelat, dapat berbentuk menyerupai manusia, bintang, dan lain-lain, rasanya manis, dan biasa disajikan saat hari natal (7) |
| KUEKOCI | Kue yang dibuat dari tepung pulut, berisi kacang hijau yang dicampur gula merah (7) |
| KUESATU | Kue yang dibuat dari tepung kacang hijau dan gula yang dicetak satu-satu dan dijemur hingga padat, bertekstur keras, berwarna putih, dan rasanya manis gurih (7) |
| KUINGIN | Salah satu judul lagu dari grup band Gigi (7) |
| KUININA | Alkaloid pahit yang terkandung di dalam kulit pohon kina (C22H24N2O2) (7) |
| KUINTAL | Satuan ukuran berat 100 kg (7) |
| KUINTET | Komposisi musik yang terdiri atas lima instrumen atau lima suara; kelompok atau regu (tentang olahraga, musik, dan sebagainya) yang terdiri atas lima orang; puisi (sajak) yang setiap baitnya terdiri atas lima larik (Sastra) (7) |
| KUINTIL | Nilai yang menandai batas interval dari sebaran frekuensi yang berderet dalam lima bagian sebaran yang sama (Statistik) (7) |
| KUJARAT | Bunga (kata ini sering dipakai dalam pantun dan berpasangan dengan kata melarat) (7) |
| KUKURAN | Hasil mengukur (memarut) (7) |
| KUKUSAN | Barang anyaman (bakul) berbentuk kerucut untuk mengukus nasi (menanak nasi di dandang); hasil mengukus (7) |
| KULAKAN | Hasil mengulak (7) |
| KULAPAI | Tirai pada kelambu tradisional Banjar (7) |
| KULIMAT | Hemat (tentang makanan) (Minangkabau) (7) |
| KULINER | Berhubungan dengan masak-memasak (7) |
| KULTALI | Kota di India (7) |
| KULUBAN | Lauk yang terbuat dari sayuran yang dikukus (direbus), dicampur kelapa parut yang dibumbui (7) |
| KUMANGA | Barang-barang kelontong (barang plastik, kaca, dan sebagainya) seperti piring atau gelas (7) |
| KUMARIN | Senyawa berbentuk kristal, berbau harum, digunakan dalam sabun dan wewangian (Kimia) (7) |
| KUMATAN | Setiap kali kumat; sering kumat; ekstraserbasif (7) |
| KUMBANG | Serangga yang besar dan hitam berkilap warnanya; serangga yang mempunyai eksoskeleton sangat keras, sayap depan keras untuk melindungi bagian belakang tubuh, sayap belakang tipis seperti membran; hitam dan mengilat seperti warna sayap kumbang (kiasan); angin fohn yang sewaktu-waktu berembus di Pulau Jawa (pantai utara Jawa Tengah), sering merusak tanaman tembakau; seruling dari dua ruas bambu berlubang empat yang ditiup secara horizontal (Sunda) (7) |
| KUMBUNG | Bangunan untuk membudidayakan jamur; rumah jamur (7) |
| KUMPANG | Sarung mandau yang terbuat dari kayu, dilapisi tanduk rusa, biasanya diberi hiasan dari anyaman rotan, manik-manik atau bulu burung, memiliki kantong kecil tempat pisau penyerut (Banjar); suku bangsa yang mendiami daerah sekitar sungai Kanto dan sungai Merakai Hulu, Provinsi Kalimantan (7) |
| KUMULUS | Timbunan; tumpukan; awan padat dengan garis pinggir yang jelas, timbulnya ke atas dalam bentuk onggokan seperti stupa atau menara, bagian atasnya menyerupai kol bunga (Meteorologi) (7) |
| KUNARPA | Bangkai; mayat (7) |
| KUNCIAN | Teknik melumpuhkan lawan agar tidak dapat bergerak, melibatkan gerakan menghindar dengan tipuan yang cepat, biasanya mengincar bagian pergelangan tangan, leher, dagu, dan bahu musuh (Olahraga) (7) |
| KUNCUNG | Jambul (pada ayam, burung, bunga, dan sebagainya); jambak (rambut di dahi kuda); rambut di atas dahi (yang ditinggalkan sehabis berpangkas); gombak (Jawa) (7) |
| KUNDANG | Bawa ke mana-mana (Minangkabau); sayang; kundangan (7) |
| KUNGKUM | Berendam dalam air selama berjam-jam pada waktu malam dengan maksud bertirakat (7) |
| KUNJUNG | Datang untuk menjumpai; bertandang; berziarah; lekas; pernah (7) |
| KUNMING | Kota di Cina (7) |
| KUNSHAN | Kota di Cina (7) |
| KUNTING | Kondisi kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek pada anak balita (di bawah usia 5 tahun) (Jawa) (7) |
| KUNTUAN | Kain sutra yang berkilat seperti satin (Cina) (7) |
| KUNTUNG | Kucir (terutama tentang rambut); taucang (7) |
| KUNYANG | Kota di Cina (7) |
| KUNZITE | Batu permata berwarna ungu kemerahan (7) |
| KUOSIEN | Bilangan sebagai hasil bagi suatu bilangan oleh bilangan lain; hasil bagi (7) |
| KUOTASI | Penawaran harga terhadap produk atau jasa yang ditawarkan (Perdagangan) (7) |
| KUPAHAN | Orang yang naik pentas dengan mendapat bayaran (Bali) (7) |
| KUPAKAN | Pecahan; patahan (7) |
| KUPASAN | Hasil mengupas; barang yang sudah dikupas; analisis; ulasan; uraian (7) |
| KURASAO | Minuman keras yang dicampur dengan kulit jeruk (7) |
| KURATIF | Dapat menolong menyembuhkan (penyakit dan sebagainya); mempunyai daya untuk mengobati (7) |
| KURATOR | Pengurus atau pengawas harta benda orang yang pailit dan sebagainya; anggota pengawas dari perguruan tinggi; penyantun; pengurus atau pengawas museum (gedung pameran seni lukis, perpustakaan, dan sebagainya); orang yang mengelola atau mengawasi sesuatu yang berkaitan dengan koleksi museum, perpustakaan, dan lain-lain (7) |
| KURAWAL | Tanda {...} untuk mengumpulkan beberapa kelompok yang telah diberi tanda kurung (7) |
| KURCACI | Orang halus yang konon kecil-kecil; (orang) yang suka mengganggu (kiasan); pramuka (pandu) putri kecil (7) |
| KURIPAN | Kapur yang belum disiram air; kapur tohor; (tanah) milik perseorangan (7) |
| KURIRIK | Serangga, biasa hidup di tanah (sawah), berwarna cokelat atau hitam, bersayap 2 pasang, mengeluarkan bunyi “krik, krik”; riang-riang; cengkerik; keridik; jangkrik (Minangkabau) (Teleogryllus mitratus) (7) |
| KURKUMA | Tumbuhan, suku Zingiberaceae, marga Curcuma, banyak digunakan dalam masakan, misalnya sebagai bumbu penyedap, pemberi warna kuning, dan dapat membuat makanan lebih awet, dapat juga digunakan sebagai obat; kunir; kunyit (Curcuma domestica) (7) |
| KURNOOL | Kota di India (7) |
| KUROISO | Kota di Jepang (7) |
| KURTASE | Upah yang diberikan kepada makelar; komisi (Perdagangan) (7) |
| KURUSAN | Agak lebih kurus daripada sebelumnya (7) |
| KUSANIN | Bangunan khusus yang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus dipakai sebagai tempat usaha (industri kecil dan sebagainya) (7) |
| KUSATSU | Kota di Jepang (7) |
| KUSHIRO | Kota di Jepang (7) |
| KUSHTIA | Kota di Bangladesh (7) |
| KUSTODI | Tanggungjawab dan kontrol atas seseorang atau barang (7) |
| KUTAHYA | Kota di Turki (7) |
| KUTAISI | Kota di Georgia (7) |
| KUTIKAN | Sentuhan; singgungan (7) |
| KUTIPAN | Pungutan; petikan; nukilan; sitat; pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri (Linguistik) (7) |
| KUTUAIR | Kuman yang menyebabkan gatal-gatal pada jari kaki (7) |
| KUTUKAN | Sumpah (makian, nista, dan sebagainya); laknat (Tuhan) (7) |
| KWARCAB | Kwartir cabanga (akronim) (7) |
| KWARNAS | Kwartir nasional (akronim) (7) |
| KWARRAN | Kwartir ranting (akronim) (7) |
| KWARTIR | Markas; organisasi pelaksana yang bertugas mengatur dan mengelola kegiatan kepramukaan yang beranggotakan para andalan (Pramuka) (7) |
| KWETIAU | Mi yang pipih dan lebar (7) |
| KYAUKSE | Kota di Myanmar (7) |
| LAARANA | Julukan pesepak bola Argentina, Julian Alvarez, yang bermain di Manchester City (7) |
| LABELUM | Perpanjangan bibir atas serangga yang menutupi bagian basal moncongnya; mahkota bunga anggrek yang bentuknya seperti lidah (7) |
| LABINSK | Kota di Rusia (7) |
| LABIRIN | Tempat yang penuh dengan jalan dan lorong yang berliku-liku dan simpang siur; sesuatu yang sangat rumit dan berbelit-belit (tentang susunan, aturan, dan sebagainya); sistem rongga atau saluran yang berhubungan (7) |
| LABKRIM | Laboratorium kriminal (akronim) (7) |
| LABORAN | Orang (ahli kimia dan sebagainya) yang bekerja di laboratorium; ahli kimia (7) |
| LABUAIR | Buah labu, daunnya berbentuk ginjal dan bertangkai panjang, bunganya besar berwarna hijau, berbiji banyak, buah yang muda dibuat sayur, jika sudah tua berkulit keras dan dapat digunakan sebagai alat rumah tangga, seperti ciduk; labu putih (Lagenaria lencantha) (7) |
| LABUGAS | Wadah berbentuk labu yang digunakan untuk menampung gas (Kimia) (7) |
| LABUHAN | Pelabuhan; upacara tradisional keraton yang dilaksanakan di tepi laut di sebelah selatan Yogyakarta, merupakan wujud syukur atas kelangsungan Kerajaan Mataram, juga untuk mendoakan keselamatan pribadi Sri Sultan, Keraton Yogyakarta, dan rakyat Yogyakarta; diadakan secara rutin setiap tahun pada tanggal kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni tanggal 30 Rajab (7) |
| LACEIBA | Kota di Honduras (7) |
| LADAAPI | Cabai rawit (Capsicum frutescens); lada burung; lada cili (7) |
| LADENAN | Layanan; pelayanan (7) |
| LAFIAGI | Kota di Nigeria (7) |
| LAGIPUN | Lagi pula (7) |
| LAGUDUA | Jenis musik Melayu lama (7) |
| LAHABRA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| LAIWONU | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar bagian hulu Sungai Kalaena di Provinsi Sulawesi Tengah (7) |
| LAIYANG | Kota di Cina (7) |
| LAIYOLO | Suku bangsa yang mendiami ujung selatan Pulau Selayar di Sulawesi Selatan; Layolo; Lajolo; Da'ang (7) |
| LAIZHOU | Kota di Cina (7) |
| LAJEADO | Kota di Brasil (7) |
| LAKAHIA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Mimika, Papua Tengah; Kamoro; Mukamuga; Nefarpi; Mimika (7) |
| LAKALEI | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Kabupaten Manufahi, Timor Timur (sekarang negara Timor Leste) (7) |
| LAKOLIT | Batuan beku berbentuk kubah, terbentuk di antara dua lapisan batuan sedimen yang lebih tua karena intrusi magma (Geografi dan Geologi) (7) |
| LAKONIK | Singkat (ringkas) dan jelas (7) |
| LAKSANA | Tanda yang baik; sifat; laku; perbuatan; seperti; sebagai; benda yang dipegang dan menjadi tanda khusus suatu arca (Arkeologi) (7) |
| LAKSDYA | Laksamana madya (akronim) (7) |
| LAKSHAM | Kota di Bangladesh (7) |
| LAKTASE | Enzim dalam cairan pencernaan yang menghidrolisis laktosa menjadi dektrosa dan galaktosa (7) |
| LAKTASI | Pengeluaran susu dari kelenjar susu; masa ternak (sapi, kerbau, kambing) sedang berproduksi susu (Peternakan) (7) |
| LAKTOSA | Gula susu yang keras, berupa bubuk putih berasa manis, tidak berbau, stabil di udara, larut dl air, berguna dalam pembuatan makanan bayi, mentega, dan ragi (C12H22O11/Kimia) (7) |
| LAKURAN | Campuran; kata baru yang terbentuk dari hasil penggabungan dua kata atau lebih kata sehingga menghasilkan arti gabungan dari kata-kata pembentuknya (Linguistik) (7) |
| LALAPAN | Lalap (7) |
| LALEMNA | Masakan yang dibuat dari isi perut babi seperti, hati, usus, dan jantung atau darah, diberi bumbu, dibungkus dengan daun, dimasukkan ke dalam bambu, lalu dibakar (Tombulu) (7) |
| LALUPON | Kota di Nigeria (7) |
| LAMALIF | Huruf lam dengan alif (la), artinya ‘tidak’ (7) |
| LAMARAN | Pinangan; permintaan untuk meminang; permintaan pekerjaan (7) |
| LAMBANG | Sesuatu seperti tanda (lukisan, lencana, dan sebagainya) yang menyatakan suatu hal atau mengandung maksud tertentu; simbol; tanda pengenal yang tetap (menyatakan sifat, keadaan, dan sebagainya); huruf atau tanda yang digunakan untuk menyatakan unsur, senyawa, sifat, atau satuan matematika; gambar atau nama surat kabar atau penerbit yang dicetak di bagian bawah nama surat kabar atau pada halaman judul utama (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| LAMBARE | Kota di Paraguay (7) |
| LAMBERT | Terang permukaan; permukaan tidak berkilat yang memancarkan atau memantulkan 1 lumen cahaya per sentimeter persegi dikatakan mempunyai terang 1 lumen (Fisika) (7) |
| LAMBING | Telinga yang cupingnya panjang karena biasa diberati hiasan telinga pada suku pedalaman di Kalimantan Timur (Benuaq) (7) |
| LAMBOYA | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir barat daya Pulau Sumba (7) |
| LAMBUNG | Perut; perut besar; bagian rusuk atau samping (badan, kapal, dan sebagainya); melompat tinggi (bola, perahu yang dipukul ombak, dan sebagainya); naik; pakaian adat perempuan suku Sasak (7) |
| LAMINAR | Menyerupai lapisan tipis yang tersusun atas lamina (Kimia) (7) |
| LAMMURI | Sebutan untuk suku bangsa Aceh (Aceh) (7) |
| LAMPANG | Memukul telinga atau kepala orang dengan tapak tangan (Minangkabau); tanda yang terdapat pada bagian tubuh atau organ yang diakibatkan oleh luka; bekas melekatnya suatu bagian tumbuhan (daun) atau otot, dapat berupa tanda alami atau buatan; kota di Thailand (7) |
| LAMPENI | Pohon yang banyak dahannya, tingginya sekitar 2 m, bentuk daunnya bujur telur, buahnya yang muda berasa masam dan berwarna merah, sedangkan yang sudah tua berasa manis dan berwarna merah tua, jika dimakan menyebabkan bibir dan lidah menjadi ungu (Ardisia humilis) (7) |
| LAMPIAS | Lancar dan deras mengalir (keluar, memancar, dan sebagainya); gancang; lancar (tidak tertahan-tahan) (7) |
| LAMPING | Lereng (gunung) (Melayu Jakarta) (7) |
| LAMPION | Lentera yang terbuat dari kertas (penerangannya dengan lilin), dipakai pada pesta (perayaan); tanglung; loleng (7) |
| LAMPONG | Lampung (7) |
| LAMPUNG | Suku bangsa di Provinsi Lampung; suku bangsa yang mendiami daerah di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Selatan; Tolampung; provinsi di Pulau Sumatra, ibu kotanya Bandar Lampung; terapung di permukaan air (7) |
| LAMTORO | Pohon perdu yang biasa digunakan sebagai pupuk hijau dan pelindung berbagai tanaman, misalnya kopi, cokelat, vanili; petai cina (Leucaena glauca) (7) |
| LAMUNAN | Angan-angan yang bukan-bukan; khayalan; fantasi (7) |
| LAMUSIR | Bagian daging ternak yang terdapat pada bagian punggung (7) |
| LANCANG | Tidak tahu adat; kurang sopan terhadap orang tua dan sebagainya; terlalu berani mengambil keputusan sendiri, di luar yang disepakati; perahu layar yang sangat laju, dipakai sebagai kapal perang pada zaman dahulu; tempat sirih; daun biji kacang (Euphorbia hirta) (7) |
| LANCENG | Lebah lilin (Zoologi) (7) |
| LANCING | Celana; seluar; lancingan (7) |
| LANCONG | Bepergian untuk bersenang-senang; bertamasya; pesiar; cara berpacaran pada malam hari pada masyarakat Betawi (Antropologi) (7) |
| LANCUNG | Tidak tulen; palsu; tiruan; tidak jujur; curang (7) |
| LANDANG | Tahi lalat (7) |
| LANDORS | Pegawai negeri yang ditugasi mengawasi daerah yang belum dimasukkan ke dalam wilayah provinsi dan kota (7) |
| LANDRAD | Pengadilan negeri (Belanda) (7) |
| LANDUNG | Terjurai panjang (tentang lengan baju, tali, dan sebagainya) (7) |
| LANGARA | Ibu kota Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara (7) |
| LANGARI | Dahan kawung yang akan diambil lahangnya (Sunda) (7) |
| LANGGAH | Lubang dalam di daerah kapur tempat air masuk ke bawah permukaan tanah; ponor (Geografi dan Geologi) (7) |
| LANGGAI | Belat penangkap ikan; kulit buah kacang-kacangan; ikan laut yang bentuk tubuhnya pipih, umur mencapai 15 tahun, hidup di dasar perairan tropis sampai beriklim sedang; layur (Trichiurus lepturus) (7) |
| LANGGAM | Gaya; model; cara; adat atau kebiasaan; bentuk irama lagu (nyanyian); ragam bahasa menurut sikap penutur dan jenis pemakaiannya (Linguistik) (7) |
| LANGGAN | Membeli produk atau menggunakan jasa secara tetap (7) |
| LANGGAR | Menubruk; menabrak; menumbuk; menyalahi; melawan; melewati; melalui (secara tidak sah); menyerang; melanda; masjid kecil tempat mengaji atau bersalat, tetapi tidak digunakan untuk salat Jumat; surau; musala (7) |
| LANGGAS | Tidak terikat kepada sesuatu atau kepada seseorang; bebas (7) |
| LANGGUK | Congkak; sombong (7) |
| LANGGUR | Ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku (7) |
| LANGKAH | Gerakan kaki (ke depan, ke belakang, ke kiri, ke kanan) waktu berjalan; jarak antara kedua kaki waktu melangkah ke muka (waktu berjalan); sikap; tindak-tanduk; perbuatan; tahap; bagian (7) |
| LANGKAI | Lampai; ramping (Minangkabau) (7) |
| LANGKAN | Serambi atas tempat meninjau; anjung peranginan; balkon; pagar berupa kisi-kisi (pada jembatan dan sebagainya) (Melayu Jakarta); loneng (7) |
| LANGKAP | Pohon palem hutan, daunnya dapat dianyam untuk nyiru, badang, dan sebagainya (Arenga obtusifolia); tepak tempat sirih, pinang, tembakau, dan sebagainya; lalat; langau (7) |
| LANGKAS | Tangkas; giat; cerdas; rajin; gugur karena sudah cukup matang (tentang buah-buahan dan sebagainya); berakhir musim buah-buahan (7) |
| LANGKAT | Waktu tiga hari lagi dari sekarang; tulat; bersuji (bersulam) timbul; suku bangsa yang mendiami beberapa daerah di Provinsi Sumatra Utara; Melayu Deli; Melayu Langkat (7) |
| LANGKAU | Melampaui; melewati (melewatkan); tempat menjemur kopra (7) |
| LANGKIR | Wuku ke-13 (Bali) (7) |
| LANGKUP | Terbalik; tertelungkup; petak pembagi air, biasanya merupakan bagian dari suatu satuan tambak; melarikan istri orang lain, merupakan delik adat di daerah Batak (Hukum) (7) |
| LANGLAI | Lunglai (7) |
| LANGSAI | Sudah terbayar semua (tentang utang, janji); lunas; tirai (7) |
| LANGSAM | Lambat; pelan-pelan (7) |
| LANGSAR | Kecil (sempit) panjang; panjang ramping; beruntung; berbahagia (Minangkabau) (7) |
| LANGSAT | Pohon yang tingginya mencapai 10–20 m, batang pokoknya lurus, bunganya berwarna putih atau kuning, buahnya menyerupai duku, bergerombol dalam tandan, rasanya asam-asam manis (lebih asam daripada duku), berkulit tipis, bergetah; kokosan (Lansium domesticum) (7) |
| LANGSIR | Mengatur sambil menggandeng-gandengkan gerbong kereta api; berjalan mondar-mandir (bolak-balik); serdadu (pasukan) bertombak (7) |
| LANGSON | Kota di Vietnam (7) |
| LANJANG | Kecil dan panjang (7) |
| LANJUNG | Kecil tinggi (tentang batang tebu, pohon pinang, dan sebagainya); kecil panjang; tinggi; bakul besar dari rotan (Banjar) (7) |
| LANOLIN | Zat mirip lilin yang diperoleh dari lemak bulu domba, digunakan sebagai bahan dasar untuk obat luar dan kosmetik (Kimia) (7) |
| LANSING | Ibu kota negara bagian Michigan, Amerika Serikat (7) |
| LANSKAP | Tata ruang di luar gedung (untuk mengatur pemandangan alam); jumlah total aspek setiap daerah, baik pedesaan maupun kota (7) |
| LANTAMA | Pangkalan utama (akronim) (7) |
| LANTANA | Tanaman tahi ayam (7) |
| LANTANG | Jelas dan nyaring kedengaran; jelas dan bebas kelihatan (tidak ada yang menghalangi); rumah panggung bambu yang dibangun khusus untuk menerima tamu atau tempat tinggal kerabat dalam upacara adat kematian di Toraja (7) |
| LANTING | Rumah di atas rawa-rawa tempat memelihara itik (di Kalimantan Selatan) (Melayu Kalimantan); rumah atau pondok di atas rakit di tepian sungai, digunakan untuk tempat tinggal atau kegiatan menenun (Melayu Kalimantan); melanting; melempar; terlempar jauh; memegang dengan tangan yang terulur; berlanting; bergerak melonjak-lonjak; bergerak turun naik (7) |
| LANTUNG | Bunyi yang ingar bingar (seperti barang yang meletup); bau yang menyengat menusuk hidung (seperti bau bangkai yang hancur membusuk); sentuh; kotoran, endapan, atau lumpur yang mengandung minyak (Geografi dan Geologi) (7) |
| LANZHOU | Kota di Cina (7) |
| LAPISAN | Susunan; deretan; bagian; hasil melapis(i); tingkatan; golongan (kiasan); sesuatu yang berkaitan dengan bet atau pemukul (tentang tenis meja) (Olahraga); tingkatan dalam program atau sistem yang memiliki fungsi tertentu dan antarmuka yang didefinisikan untuk menyampaikan hasil ke atau dari lapisan berikutnya (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| LAPLATA | Kota di Argentina (7) |
| LAPORAN | Segala sesuatu yang dilaporkan; berita (7) |
| LAPULGA | Julukan pemain sepak bola asal Argentina, Lionel Messi, yang baru pindah ke klub PSG (7) |
| LARACHE | Kota di Maroko (7) |
| LARIKAN | Hasil melarik; deretan (7) |
| LARIOJA | Kota di Argentina (7) |
| LARKANA | Kota di Pakistan (7) |
| LARKANG | Arit dengan bilah sangat besar dan diberi tangkai panjang sehingga harus dipegang dengan kedua belah tangan, dipakai untuk memotong batang tebu dan membelah bambu (Madura) (7) |
| LARNACA | Kota di Siprus (7) |
| LARNAKS | Peti mati yang terbuat dari tanah liat bakar (Arkeologi) (7) |
| LARUTAN | Luluhan (barang cair); enceran; campuran homogen dari zat terlarut dan zat cair pelarut (Kimia) (7) |
| LASAGNA | Masakan Italia berupa pasta yang terdiri atas beberapa lapis yang di dalamnya berisi daging, keju, tomat, saus, dan sebagainya, dipanggang dalam oven (Tata Boga) (7) |
| LASANYA | Pasta berbentuk lembaran-lembaran tipis, ukurannya lebih lebar daripada jenis pasta lain; sajian khas Italia berupa lapisan lasanya, di antaranya diisi dengan olahan daging sapi cincang, keju, dan sebagainya (Tata Boga) (7) |
| LASIKAT | Pengelasan sepanjang kira-kira 0,5–2 cm untuk mengikat bagian konstruksi supaya tetap pada kedudukannya sampai penguatan menyeluruh dilaksanakan (Teknik) (7) |
| LASINIA | Penjuluran pada ruas maksila, yang mirip duri, terletak lebih ke tengah (Biologi) (7) |
| LASUSUA | Ibu kota Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (7) |
| LATAKIA | Kota di Suriah (7) |
| LATENSI | Sifat sukar mengubah kebiasaan; sifat laten; periode waktu yang dibutuhkan oleh salah satu komponen dalam sistem untuk menunggu komponen lain (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| LATERAL | Di sebelah sisi; di sisi; ke sisi; ke pinggir; dihasilkan dengan penutupan sebagian lidah (tentang bunyi ujar) (Linguistik); bunyi yang dihasilkan dengan penutupan sebagian lidah; arah referensi yang lebih jauh dari garis tengah tubuh (Olahraga) (7) |
| LATERIT | Tanah yang kemerah-merahan yang mengandung batu bara, zat besi, aluminium, dan sebagainya (Geografi dan Geologi) (7) |
| LATIHAN | Hasil berlatih; pelatihan; pendidikan untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan; pelatihan aktor dalam rangka memproduksi pertunjukan, pertemuan sutradara, pemeran, dan pendukung lainnya pada setiap aspek pertunjukan (Kesenian); berlatih; belajar dan membiasakan diri agar mampu (dapat) melakukan sesuatu; berbuat agar menjadi biasa (7) |
| LATISAN | Rintisan untuk jalan dan sebagainya dalam hutan (7) |
| LATOPIA | Penganan seperti bakpia khas Tegal, ukurannya lebih besar dan rasanya lebih gurih (Jawa) (7) |
| LATOSOL | Larutan tanah tropis yang berwarna merah dan kuning yang memiliki kandungan tanah liat lebih dari 60% (Geografi dan Geologi) (7) |
| LAUTOKA | Kota di Fiji (7) |
| LAWAKAN | Perbuatan melawak; yang dilawakkan; hasil melawak; lelucon; bentuk drama yang memiliki karakteristik humor dan plot yang rumit (Kesenian) (7) |
| LAWATAN | Kunjungan ke negeri (negara) lain (7) |
| LAWAZIM | Kewajiban yang harus dilaksanakan (berupa amar makruf, nahi munkar, dan berjuang di jalan Allah) (Agama Islam) (7) |
| LAYANAN | Perihal atau cara melayani; hasil melayani (7) |
| LEBANON | Negara yang terletak di Asia Barat Daya, beribu kota Beirut (7) |
| LEBARAN | Hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan; Idulfitri (7) |
| LEBIHAN | Sesuatu yang berlebih, bersisa; lebihnya; sisanya; keadaan terlampau banyak; kelebihan (7) |
| LEBURAN | Sesuatu yang telah dilebur (tentang logam yang sejenis, perkumpulan); hasil melebur (7) |
| LECHENG | Kota di Cina (7) |
| LEDAKAN | Hasil meledakkan; letusan; peningkatan jumlah yang terjadi amat cepat dan banyak (7) |
| LEGANES | Kota di Spanyol (7) |
| LEGARAN | Giliran (7) |
| LEGASPI | Kota di Filipina (7) |
| LEGATOR | Orang yang menyerahkan kuasa (7) |
| LEGENDA | Cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah; tokoh terkenal; keterangan atau penjelasan pada gambar atau peta (7) |
| LEGETAN | Tumbuhan semusim, batang berbuku dan berbulu kasar, tinggi mencapai 0,6 m, buku batang yang mengenai tanah akan keluar akar, daunnya hijau, berbulu, dan berbentuk oval sampai lonjong, bunganya berkelompok, berwarna kuning (Synedrella nodiflora) (Biologi) (7) |
| LEGHORN | Ayam petelur yang badannya kecil, tetapi telurnya besar; ayam leghorn (7) |
| LEGISME | Aliran yang sangat menjunjung undang-undang (7) |
| LEGNANO | Kota di Italia (7) |
| LEGNICA | Kota di Polandia (7) |
| LEGUMIN | Protein globulin yang terdapat dalam kacang-kacangan (7) |
| LEHAVRE | Kota di Prancis (7) |
| LEIPZIG | Kota di Jerman (7) |
| LEIYANG | Kota di Cina (7) |
| LEKAPAN | Hasil perekatan atau pemasangan potongan kain, benang, atau pita pada permukaan kain (Tata Busana) (7) |
| LEKATAN | Hasil melekat, stiker (7) |
| LEKTRIS | Wanita yang bertugas membacakan Alkitab pada saat misa (Agama Katolik) (7) |
| LEKUKAN | Hasil melekukkan; bentuk yang melekuk (7) |
| LELAKON | Perjalanan nasib (7) |
| LELUASA | Lapang; bebas; tidak terbatas (terlarang dan sebagainya); boleh berbuat sesuka hati (7) |
| LELUCON | Hasil melucu; tindak (perkataan) yang lucu; penggeli hati; percakapan yang jenaka (7) |
| LELUHUR | Nenek moyang (yang diluhurkan) (7) |
| LELUING | Pohon, tinggi hingga 17 m dan garis tengah 40 cm, getahnya digunakan sebagai obat luar seperti luka pada telapak kaki, buahnya baik untuk makanan itik petelur jika dicampur dedak, dapat juga ditumbuk halus dicampur dengan bawang merah, daun turi putih dan adas sebagai obat kutil (Ficus hispida); buah dari pohon leluing; getah leluing; luing; binatang jenis lipan, merayap, berkaki banyak; lintibang (7) |
| LEMBAGA | Asal mula (yang akan menjadi sesuatu); bakal (binatang, manusia, atau tumbuhan); bentuk (rupa, wujud) yang asli; acuan; ikatan (tentang mata cincin dan sebagainya); badan (organisasi) yang tujuannya melakukan suatu penyelidikan keilmuan atau melakukan suatu usaha; kepala suku (di Negeri Sembilan); pola perilaku manusia yang mapan, terdiri atas interaksi sosial berstruktur dalam suatu kerangka nilai yang relevan; sporofit muda calon tumbuhan baru yang terdapat dalam biji, terdiri atas radikula, hipokotil, epikotil, dan kotiledon (Botani) (7) |
| LEMBANG | Alat musik tiup sejenis seruling panjang dari Toraja; lekuk (tentang tanah, dahi, dan sebagainya); menjadi rendah dan dalam (seperti tanah tempat air lalu); lembah; tanah rendah; melembang; melekukkan (tanah dan sebagainya); bercakap dengan lemah lembut; membujuk (7) |
| LEMBATA | Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur; salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang dilanda bencara alam pada tahun 2021 (7) |
| LEMBENG | Suara yang nyaring; bawel; suka menangis (7) |
| LEMBESU | Nama berbagai pohon yang kayunya dibuat bahan bangunan; tembesu (Fagraea) (7) |
| LEMBING | Tombak pandak (dapat ditohokkan, dapat dilemparkan); tombak kayu atau bambu kecil panjang yang ujungnya berlapis logam yang runcing untuk berolahraga (dengan cara melemparkannya jauh-jauh); serangga sejenis kepik yang dalam jumlah banyak bisa menjadi hama padi (Sunda) (7) |
| LEMBOKO | Batang padi yang sudah dipotong (Gayo) (7) |
| LEMBORA | Ikan laut yang berukuran besar; ikan paus (Physeter macrocephalus) (7) |
| LEMBRAH | Mantel dari wol atau sutra untuk perempuan (Sunda) (7) |
| LEMBUNG | Melembung; menjadi besar karena berisi udara; bergembung (7) |
| LEMIKAN | Perekat yang dibuat dari bahan dasar ikan (7) |
| LEMPANG | Melempang; terletak melintang; lompayang (7) |
| LEMPARI | Gong kecil (untuk memberi alamat, menguar-uarkan pengumuman, dan sebagainya); bende; mungmung; mongmong; canang (Musik) (7) |
| LEMPENG | Pipih seperti bata tipis (tentang tembakau) (Melayu Jakarta); nama penganan (terbuat dari tepung beras, tipis dan pipih bentuknya) (Melayu Jakarta); keping (besi, kaca, dan sebagainya) yang tipis (Melayu Jakarta); bagian kulit bumi (dengan ketebalan antara 50 dan 250 km) yang hampir tegar, tetapi masih dapat bergerak (Geografi dan Geologi); bagian badan sisi kiri dan kanan antara ketiak dan pinggul; lurus betul (tidak bengkok); bulat (tentang jumlah uang) (7) |
| LEMPING | Penganan yang bentuknya tipis dan pipih; kata penggolong untuk benda-benda yang berbentuk gulungan (7) |
| LEMPIRA | Mata uang Honduras (7) |
| LEMPUNG | Ringan (lunak) dan mudah patah (tentang kayu dan sebagainya); lemah sekali; tidak berguna sedikit pun (kiasan); tanah pekat; tanah liat; partikel tanah yang garis tengahnya 0,005 mm (Geografi dan Geologi); batuan berwarna, terutama terdiri atas butir halus silikat alumina berair sebagai hasil pelapukan batuan felspar dan batuan silikat alumina lain (Geografi dan Geologi) (7) |
| LEMURAN | Pohon, tinggi mencapai 4 m, kayunya tidak keras sehingga tidak digunakan untuk bahan bangunan, buahnya berbusa, dapat digunakan sebagai sabun; pohon lerak (Sapindus rarak) (7) |
| LEMUSIR | Bahu atau belikat (dikatakan tentang daging kerbau, sapi, dan sebagainya) (7) |
| LENCANA | Tanda yang berbentuk medali (bendera kecil, pita bersilang, dan sebagainya), dipasang di dada sebagai tanda anggota suatu perkumpulan, panitia, dan sebagainya; tanda yang menunjukkan status sebagai kapten regu yang sedang bermain (Olahraga) (7) |
| LENCANG | Lurus arahnya atau jajarannya (7) |
| LENCENG | Melenceng; menyimpang dari arah yang seharusnya; tidak mengenai sasaran (7) |
| LENCONG | Licin; lencun; melencong; menyimpang dari arah yang seharusnya; menyimpang dari tujuan (maksud) semula; tersesat (kiasan) (7) |
| LENDUNG | Lekuk (lengkung) ke bawah; lendut (7) |
| LENGANG | Sunyi sepi; tidak ramai; tidak banyak orang (tentang dusun, pesta, dan sebagainya); sepi; sunyi; tidak sibuk; terasa sunyi (karena tidak ada teman, tidak ada pekerjaan, dan sebagainya) (7) |
| LENGGAK | Melenggak; mengangkat kepala agar mukanya menengadah; mendongak (7) |
| LENGGEK | Tingkat; susun (7) |
| LENGGER | Pertunjukan, (tarian) rakyat (Jawa); nama penyakit tanaman padi (Using) (7) |
| LENGGOK | Gerak meliuk ke kiri dan ke kanan (ketika berjalan, menari, dan sebagainya); gerakan leher dan kepala yang elok (seperti pada waktu menari); yang tetap berpusing pada poros yang telah berubah arahnya dan berputar mengelilingi sumbunya semula, seperti sebagian gerakan gasing presesi (Fisika) (7) |
| LENGGOR | Melenggor; mengenai; menimpa (7) |
| LENGGUT | Mengangguk ke atas ke bawah pada benda tegar yang berputar, seperti gasing sambil melakukan gerak; rotasi (Fisika); diulang: bergerak mengangguk-angguk (7) |
| LENGKAI | Ramping dan tidak kaku; semampai; lampai; langsing (7) |
| LENGKAP | Tidak ada kurangnya; genap; sedia segala-galanya; sempurna dengan alat senjata dan sebagainya; berikut pasangannya (paduannya dan sebagainya) (7) |
| LENGKET | Sangat erat menempel jika diraba (seperti lendir, kanji); lekat (7) |
| LENGKOB | Sawah yang terletak lebih rendah dari permukiman (Sunda) (7) |
| LENGKOK | Menyimpang dari garis lurus, berkeluk; tidak lurus; bengkok; kelok; keluk (7) |
| LENGKUR | Dengkur (7) |
| LENGONG | Menoleh (Minangkabau); menengok (melawat) (Minangkabau) (7) |
| LENGSER | Melengser; turun dari jabatan; menggelincir ke bawah atau ke sisi; meluncur; mengoles (dengan); menyapukan sesuatu pada (7) |
| LENGSET | Belengset; terlipatnya tepi kelopak mata (karena sakit trakoma dan sebagainya); terlipat keluar (tentang pelupuk mata yang sebelah bawah) (7) |
| LENGUNG | Melengung; termenung-menung, termangu-mangu (karena terkejut, keheranan, dan sebagainya); menengok; melenggong (7) |
| LENJING | Alat untuk menumbuk padi dan sebagainya yang dibuat dari kayu; antan; alu (Melayu Jakarta) (7) |
| LENTANG | Tiruan bunyi keras seperti bunyi kaleng dipukul; melentang; menelentang; terbaring (terletak dan sebagainya) telentang (7) |
| LENTENG | Lampu yang ditutupi dengan kaca (lampu delman, sepeda, mobil, dan sebagainya) (7) |
| LENTERA | Lampu kecil bertutup kaca (seperti pada dekor dan sebagainya) (7) |
| LENTIGO | Bercak cokelat pada kulit karena pengendapan melanin dan peningkatan jumlah melanosit (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| LENTING | Tiruan bunyi denting atau dencing (seperti bunyi uang logam terjatuh di batu); melenting; mengenyal; kenyal (seperti per, karet busa, rotan); menjadi kering sekali; bergelung (seperti daun kering, papan kena panas); mendencing (7) |
| LENTOID | Berbentuk mirip lensa (7) |
| LENTONG | Tekanan suara; lagu bicara; intonasi (Sunda) (7) |
| LENTORA | Pasar malam yang diadakan seminggu sebelum Idulfitri (Kaili) (7) |
| LENTUNG | Tiruan bunyi tongtong atau lonceng; melentung; berbunyi lentung; menyentuh (kaleng, orang, dan sebagainya) (7) |
| LEOGANE | Kota di Haiti (7) |
| LEPASAN | Yang telah dilepas(kan); tamatan atau lulusan (sekolah dan sebagainya); bekas (7) |
| LEPOTAU | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur; Kenyah Tau (7) |
| LEPROMA | Simpul kecil pembuluh yang penuh dengan bakteri lepra (7) |
| LERAIAN | Bagian struktur alur sesudah mencapai klimaks yang menunjukkan perkembangan lakuan ke arah penyelesaian (Sastra); tahapan alur yang berada di akhir cerita, tahapan ini merupakan peleraian konflik untuk menemukan solusi (Sastra) (7) |
| LERETAN | Jajaran memanjang (ke belakang atau ke samping); deretan (7) |
| LESEHAN | Berlesehan; duduk di lantai dengan beralaskan tikar dan sebagainya untuk suatu pertemuan, makan, minum, dan sebagainya (7) |
| LESOTHO | Negara yang terletak di Afrika Selatan, beribu kota Maseru (7) |
| LESTARI | Tetap seperti keadaannya semula; tidak berubah; bertahan; kekal (7) |
| LETARGI | Keadaan lemah badan dan tidak ada dorongan untuk melakukan kegiatan, nafsu tidur berlebihan (apabila dibangunkan langsung tertidur kembali), muncul pada penderita penyakit otak atau keracunan (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| LETUPAN | Letusan; ledakan (7) |
| LETUSAN | Letupan; ledakan (7) |
| LEUKOMA | Parut pada kornea, berwarna putih, tanpa ada tanda radang, dan kekeruhan itu menyebabkan ketajaman penglihatan terganggu, jalan masuk sinar ke dalam mata terganggu karena permukaan selaput bening mata tidak rata, tetapi dapat diperbaiki dengan pencangkokan selaput bening mata (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| LEUKORE | Cairan putih yang keluar berlebihan dari liang sanggama (Kedokteran dan Fisiologi); keputihan (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| LEUSINA | Asam amino esensial, diperoleh dari hidrolisis protein oleh enzim pankreas selama proses pencernaan (7) |
| LEVIRAT | Adat yang menetapkan bahwa jika suami mati, jandanya diperistri oleh saudara suami itu (menjadi istri ipar sendiri) atau oleh keluarga dekat suami (Hukum); adat yang timbul dari anggapan bahwa istri termasuk harta warisan, seperti harta benda yang lain (Hukum) (7) |
| LEVITIN | Protein persediaan lembaga telur, kurang lebih seperlima dari seluruhnya, dan sisanya adalah vitelin, kaya akan belerang dan mengandung setengah dari belerang dalam persediaan lembaga (7) |
| LEWISID | Cairan arsenik yang mengakibatkan pelepuhan dan dapat mematikan (Kimia) (7) |
| LEXFORI | Hukum yang berlaku di tempat gugatan itu dimasukkan dan diterima (ungkapan/Latin) (7) |
| LIABUKU | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (7) |
| LIANGHU | Kota di Cina (7) |
| LIANRAN | Kota di Cina (7) |
| LIBERAL | Bersifat bebas; berpandangan bebas (luas dan terbuka) (7) |
| LIBEREC | Kota di Republik Ceko (7) |
| LIBERIA | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Monrovia (7) |
| LIBIDIS | Bersifat libido (7) |
| LIBRARY | Perpustakaan (Inggris) (7) |
| LIBRASI | Gerak memutar dan mengelilingi suatu keadaan keseimbangan, misalnya suatu benda langit yang tidak bulat sempurna akan melakukan gerak memutar mengelilingi kedudukan yang momen kelemahan massanya di bidang gravitasi paling kecil (Fisika) (7) |
| LIBRETO | Naskah (teks) opera, operet, atau gubahan musik; buku libreto; syair lagu yang ditulis bersama dengan notasinya (Kesenian) (7) |
| LIBURAN | Masa libur; vakansi (7) |
| LICHUAN | Kota di Cina (7) |
| LICURAI | Tarian selamat datang (di Timor Timur) (7) |
| LIDIAIR | Tanaman air; berbentuk mirip lidi terbalik, berbatang gepeng berwarna hijau bergaris kuning, dan berujung runcing (Typha angustifolia) (Botani) (7) |
| LIEPAJA | Kota di Latvia (7) |
| LIGAMEN | Jaringan ikat yang kuat yang mengikat tulang pada persendian (Anatomi) (7) |
| LIGATUR | Tanda untuk membayangkan dan menyanyikan dua atau beberapa nada yang sama tingginya sebagai satu tanda (tersambung tanpa terputus) (Musik); huruf tercetak atau tertulis yang merupakan gabungan dua huruf atau lebih yang berlainan (Linguistik); benang yang dipakai untuk mengikat suatu organ berongga; pengikatan unsur geligi dengan benang kawat dari logam (7) |
| LIGIKEN | Hujan salju (Dani) (7) |
| LIJIANG | Kota di Cina (7) |
| LIKOPEN | Zat antioksidan yang terdapat pada buah dan sayuran berwarna merah, seperti cabai, bit, dan tomat yang berkhasiat meningkatkan produksi kolagen; likopena (Kimia) (7) |
| LIKUIDA | Konsonan malaran apikoalveolar yang menyerupai vokal, yaitu [r] dan [l] (Linguistik) (7) |
| LIKURAN | Berlikur-likur; beberapa likur (7) |
| LILIAIR | Tanaman air, daun berbentuk bulat berlapis lilin pada permukaannya, bunga berwarna putih, kuning, ungu, dan merah jambu (Nymphaea lotus) (Botani) (7) |
| LILIPUT | Sesuatu yang kecil-kecil (tentang orang, rumah, dan sebagainya); nama negeri (Liliput) dalam novel Petualangan Gulliver karya Jonathan Swift, dihuni oleh makhluk setinggi enam inci (7) |
| LILITAN | Hasil melilit atau melilitkan; kumpulan kawat penghantar tersekat yang berbentuk gulungan atau kumparan (Fisika) (7) |
| LILLAHI | Demi (karena, untuk) Allah (7) |
| LIMASAN | Berbentuk limas (tentang atap) (7) |
| LIMBANG | Cahaya tengah hari; rembang; melimbang; mencuci (emas, intan, beras, dan sebagainya) dengan cara mengayak dalam nyiru; pergi (berjalan) ke mana-mana; mengembara (7) |
| LIMBATO | Memindahkan hewan ternak ke tempat yang agak jauh karena petani sedang panen (Gorontalo) (7) |
| LIMBING | Daun telinga (bagian telinga sebelah luar) ayam, burung, dan sebagainya (7) |
| LIMBOTO | Ibu kota Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo; danau yang terletak di Kabupaten Limboto, Gorontalo, Provinsi Gorontalo (7) |
| LIMBUBU | Angin puting beliung; angin puyuh (7) |
| LIMBUNG | Tempat yang dipagari di tepi pantai tempat perahu berlabuh; galangan kapal; dok; tempat mandi di pinggir laut; tidak mantap, goyah (berdirinya, duduknya, letaknya) (Melayu Jakarta); tidak tetap pendiriannya (pikirannya, tujuannya, dan sebagainya) (kiasan) (Melayu Jakarta) (7) |
| LIMEIRA | Kota di Brasil (7) |
| LIMFOID | Jaringan yang terdiri atas sel-sel limfosit saja (Biologi) (7) |
| LIMFOMA | Pembesaran kelenjar getah bening; limfadenoma; adenopati (7) |
| LIMOGES | Kota di Prancis (7) |
| LIMONIN | Senyawa yang memiliki rasa pahit yang terdapat dalam jeruk (7) |
| LIMOSIN | Sedan mewah beruang lega, berpintu empat atau lebih, dan ruang penumpang terpisah dari ruang sopir (7) |
| LIMOSIS | Rasa lapar atau nafsu makan yang berlebihan yang disebabkan oleh penyakit (7) |
| LIMPUNG | Tombak pendek dengan mata di kedua ujungnya (7) |
| LIMUNAN | Sirna, tidak kelihatan (7) |
| LIMUSIN | Limosin (7) |
| LINARES | Kota di Chili, Meksiko, dan Spanyol (7) |
| LINCOLN | Kota di Inggris dan ibu kota negara bagian Nebraska, Amerika Serikat (7) |
| LINDANG | Tidak bersisa sama sekali; habis; lenyap (tentang uang, harta) (Minangkabau); lingkap (7) |
| LINDUAN | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah; Lindu; Tado (7) |
| LINDUNG | Berlindung; menempatkan dirinya di bawah (di balik, di belakang) sesuatu supaya tidak terlihat atau tidak kena angin, panas, dan sebagainya; bersembunyi; bersembunyi (berada) di tempat yang aman supaya terlindung; minta pertolongan kepada Tuhan Yang Mahakuasa supaya selamat atau terhindar dari godaan, bencana, dosa; belut; sidat (7) |
| LINGGIS | Sepotong besi yang tajam ujungnya (untuk menggali tanah yang keras, membelah batu, dan sebagainya); perejang; alabangka (7) |
| LINGHAI | Kota di Cina (7) |
| LINGKAP | Habis sama sekali (tentang uang, harta, dan sebagainya); lenyap; lindang (7) |
| LINGKAR | Keluk membelit merupakan bundaran; gelung; bingkai (pada roda); simpai (pada tong dan sebagainya); keliling bulatan (7) |
| LINGKIS | Melingkis; menyingsingkan atau menggulung (lengan baju) (7) |
| LINGKUP | Menutup; habis pergi (datang dan sebagainya) semuanya (Minangkabau) (7) |
| LINGSIR | Terbenam; turun (tentang matahari) (7) |
| LINGUAL | Berkaitan dengan kebahasaan (7) |
| LINGUIS | Ahli linguistik; ahli ilmu bahasa (7) |
| LINIMEN | Cairan yang dibubuhkan pada kulit untuk menghilangkan rasa nyeri atau gatal (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| LINPING | Kota di Cina (7) |
| LINSANG | Mamalia karnivor yang termasuk kelompok musang, berukuran sedang dengan panjang tubuh 0,35 m—0,4 m, tubuhnya langsing dengan kepala agak runcing, rambutnya berwarna kuning keputih-putihan dengan garis atau tutul berwarna hitam, ekornya panjang berwarna kekuningan dengan garis hitam (Prionodon linsang) (7) |
| LINSHUI | Kota di Cina (7) |
| LINTANG | Lebar (suatu bidang); menurut lebar suatu bidang (ruangan, bumi, dan sebagainya); malang; melintang; garis atau lingkaran yang dibuat dari arah timur ke barat pada peta bumi dan globe sebagai salah satu ordinat untuk menentukan letak tempat pada permukaan bumi (Geografi dan Geologi) (7) |
| LINTING | Satuan barang yang digulung atau dilipat; gulung (7) |
| LINTONG | Kota di Cina (7) |
| LINTUNG | Daun pisang yang masih berpelepah (Alas) (7) |
| LIONTIN | Perhiasan (seperti berlian, batu permata) yang digantungkan pada rantai kalung (7) |
| LIOTROP | Zat yang mudah larut (Kimia); ion, radikal, atau garam yang mengubah sifat pelarut sehingga berpengaruh dalam berbagai gejala kimia koloid, baik secara fisiologis maupun secara katalis (Kimia) (7) |
| LIPATAN | Hasil melipat; barang yang dilipat atau berlipat-lipat; kerutan; peristiwa terjadinya pergeseran pada permukaan bumi yang menjadikan permukaan bumi melekuk atau melipat (Geografi dan Geologi) (7) |
| LIPEMIA | Lipid di dalam darah yang berlebihan jumlahnya (Biologi) (7) |
| LIPETSK | Kota di Rusia (7) |
| LIPSTIK | Pewarna bibir, terbuat dari sejenis lilin, biasanya berbentuk batang, pejal, licin, warnanya macam-macam (7) |
| LIPUTAN | Hasil meliput; tulisan berupa berita atau laporan tentang suatu masalah (7) |
| LIRIKAN | Pandangan yang tajam ke samping (kiri atau kanan) (7) |
| LIRKACA | Seperti kaca; mirip kaca (7) |
| LISBURN | Kota di Inggris (7) |
| LISENSI | Surat izin untuk mengangkut barang dagangan, usaha, dan sebagainya; pajak yang harus dibayarkan untuk memperoleh surat izin, terutama tentang ekspor-impor; izin menggunakan oktroi pihak lain dalam hukum tentang milik industri, dapat diberikan oleh si pemegang oktroi atau berdasarkan ketetapan Dewan Oktroi (7) |
| LISOSOM | Partikel sel yang mempunyai ukuran antara mikrosom dan mitokondria dan mempunyai bentuk seperti vakuola (Biologi) (7) |
| LISTRIK | Daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia, dapat digunakan untuk menghasilkan panas atau cahaya, atau untuk menjalankan mesin (7) |
| LITBANG | Penelitian dan pengembangan (akronim) (7) |
| LITERAL | Harfiah; berdasarkan arti yang paling dasar (Inggris) (7) |
| LITERAN | Takaran yang isinya satu liter (7) |
| LITERAT | Melek huruf (7) |
| LITERER | Berhubungan dengan tradisi tulis (7) |
| LITOFIL | Sifat unsur yang terkonsentrasi dalam fase silikat dari meteorit atau dalam kerak dari lapisan kulit bumi (Kimia) (7) |
| LITORAL | Daerah pantai yang terletak antara pasang tertinggi dan surut terendah; vegetasi yang tumbuh di lingkungan atau kedalaman laut antara garis pandang mata (7) |
| LITOTES | Pernyataan yang memperkecil sesuatu atau melemahkan, dan menyatakan kebalikannya (7) |
| LITUAVI | Bahasa yang dituturkan di Lituania (7) |
| LITURGI | Ibadat umum di gereja (Agama Kristen); tata cara kebaktian (Agama Kristen) (7) |
| LIVETIN | Fraksi protein dalam kuning telur yang larut dalam air (Kimia) (7) |
| LIVONIA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| LIVORNO | Kota di Italia (7) |
| LOBAMBA | Kota di Eswatini (7) |
| LOBERCI | Hiasan (pada tepi selendang dan sebagainya) dibuat dari kertas emas dan sebagainya; kida-kida; jemeki (7) |
| LOBSTER | Udang laut, termasuk dalam genus Homarus, berwarna hitam kebiru-biruan, berkaki delapan, dan mempunyai sepasang sepit yang besar, hidup di perairan terumbu karang; udang karang (7) |
| LOCUPAN | Mi berukuran pendek seukuran jari dengan bagian tengah agak tebal dan bagian ujung menipis, terbuat dari tepung beras sebagai bahan utama, diolah dan disajikan seperti mi pada umumnya (Cina) (7) |
| LODHRAN | Kota di Pakistan (7) |
| LOGRONO | Kota di Spanyol (7) |
| LOKALIS | Orang yang gaya bicara dan gaya perilakunya memperlihatkan kekhasan daerah tertentu; orang yang ruang lingkup pengetahuannya hanya seluas daerahnya sendiri (7) |
| LOKALIT | Saluran komunikasi antarpribadi dan media massa yang berasal dari sumber-sumber setempat (7) |
| LOKATIF | Kasus yang menunjukkan makna tempat pada nomina atau sejenisnya (Linguistik) (7) |
| LOKATOR | Pelokasi (7) |
| LOKCUAN | Sutra buatan Cina (7) |
| LOKOSSA | Kota di Benin (7) |
| LOLIPOP | Permen keras yang disajikan dengan tangkai, biasanya berbentuk bulat dan berwarna-warni (7) |
| LOLOHAN | Ruang resonansi di bawah cekungan gong, bonang, dan alat musik dalam bentuk yang sama; makanan burung yang terbuat dari campuran beberapa bahan (7) |
| LOMBLEN | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (7) |
| LOMBONG | Jeluk; dalam (tentang mangkuk, pinggan, dan sebagainya); tambang (7) |
| LOMPONG | Kosong; hampa; bodoh (kiasan); talas (Jawa) (7) |
| LONAVLA | Kota di India (7) |
| LONCENG | Genta; jam dinding dan sebagainya yang besar (7) |
| LONCONG | Suku bangsa yang mendiami daerah di pesisir pulau-pulau di Kepulauan Riau sampai ke perairan Bangka Belitung, Sumatra; Orang Laut (7) |
| LONDANG | Tanah jeluk berisi air dan lumpur; kubangan; ruang (petak) dalam buah-buah; pangsa; lundang; ulas; ira (7) |
| LONDONG | Melondong; menghanyutkan; mencelakakan; membinasakan (kiasan) (7) |
| LONGGAR | Tidak sempit (tentang lubang, ruangan, dan sebagainya); tidak sesak; lapang; tidak tepat benar; besar (tentang baju dan sebagainya); tidak sendat; tidak ketat (tentang paku, sekrup, dan sebagainya); tidak akrab (tentang persahabatan dan sebagainya); tidak erat; tidak terlalu mengikat (tentang aturan, undang-undang, dan sebagainya); tidak terlalu terbatas (tentang pemakaian uang dan sebagainya); senggang; tidak sibuk; tidak ketat (mudah diterobos dan sebagainya tentang penjagaan dan sebagainya) (7) |
| LONGGOK | Timbunan (himpunan) barang, seperti buah, padi, sampah; tumpuk; onggok (7) |
| LONGGOR | Lekas menjadi besar dan tinggi (tentang tubuh); bagur (7) |
| LONGGUM | Ramuan dari dedaunan yang dilumurkan ke bagian tubuh yang sakit (Batak) (7) |
| LONGKAH | Buah kecil, kering, tak merekah, dan berdinding tipis yang merapat pada selaput biji tunggalnya, berasal dari bakal buah menumpang, misalnya pada kembang pagi sore (Botani) (7) |
| LONGKAP | Lompati; lewati (7) |
| LONGSER | Hiburan rakyat (pemain musik, tukang sulap, dan sebagainya) (Sunda) (7) |
| LONGSOR | Gugur dan meluncur ke bawah (tentang tanah) (7) |
| LONGSUT | Tanda atau bekas tusukan jari pada buah-buahan, seperti pepaya, pisang, dan sebagainya (Melayu Medan) (7) |
| LONJONG | Berbentuk seperti kerucut; runjung; bulat panjang; bulat telur; bentuk daun atau buah yang memanjang dengan bagian terlebar di tengah-tengah, panjangnya lebih dari dua kali lebarnya (Biologi) (7) |
| LONOMIA | Ulat yang sangat beracun, bentuknya mirip batang yang ditempelinya (Lonomia obliqua) (Zoologi) (7) |
| LONTARA | Naskah dari lontar (di Sulawesi Selatan) (7) |
| LONTONG | Makanan yang dibuat dari beras dibungkus dengan daun pisang, kemudian direbus sampai matang; sabuk yang dikenakan pada pakaian adat Jawa (Tata Busana/Jawa) (7) |
| LOPBURI | Kota di Thailand (7) |
| LOPRADO | Kota di Chili (7) |
| LORENTZ | Taman Nasional di Papua; gaya yang timbul akibat adanya arus listrik dalam suatu medan magnet (7) |
| LORIENT | Kota di Prancis (7) |
| LORNYET | Kacamata yang dipakai di depan mata dengan satu tangkai di samping bingkai (7) |
| LOSIANG | Kekurangan darah (Melayu Ambon) (7) |
| LOYALIS | Pengikut atau pendukung (pemerintah dan sebagainya) yang setia (7) |
| LOZENGE | Tablet untuk dikulum, biasanya berbentuk belah ketupat (7) |
| LUANGAN | Suku bangsa di Provinsi Kalimantan Tengah; Lawangan (7) |
| LUBANGO | Kota di Angola (7) |
| LUBBOCK | Kota di Amerika Serikat (7) |
| LUBERAN | Sesuatu yang meluber (7) |
| LUCHENG | Kota di Cina (7) |
| LUCKNOW | Kota di India; ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, India (7) |
| LUCUTAN | Hasil melucuti; pelintasan melalui gas yang lazimnya disertai bunga api (Fisika) (7) |
| LUEBECK | Kota di Jerman (7) |
| LUHANSK | Kota di Ukraina (7) |
| LUKISAN | Hasil melukis; gambar(an) yang indah-indah; cerita atau uraian yang melukiskan sesuatu (hal, kejadian, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| LULUHAN | Hasil meluluhkan; remukan; hancuran; adukan pasir, semen, dan sebagainya (untuk membuat dinding tembok); lepa (Jawa) (7) |
| LULUSAN | Yang sudah lulus dari ujian; tamatan (7) |
| LUMATAN | Hasil melumatkan (7) |
| LUMAYAN | Agak banyak; sedang; cukup juga; agak baik (cantik, pandai, dan sebagainya) (7) |
| LUMBAGO | Nyeri pinggang; sengal pinggang (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| LUMBUNG | Tempat menyimpan hasil pertanian (umumnya padi), berbentuk rumah panggung dan berdinding anyaman bambu; rangkiang (7) |
| LUMPANG | Perkakas yang dibuat dari kayu atau batu yang berlekuk di tengahnya untuk menumbuk beras dan sebagainya; lesung; laras meriam (7) |
| LUMPING | Kulit (sapi, kerbau, dan sebagainya) yang keras; belulang (Jawa); lumpang yang berbentuk bulat dan persegi (Jawa) (7) |
| LUMPUNG | Lengkung pada permukaan suatu benda; mungkum (7) |
| LUMURAN | Hasil melumurkan; olesan; noda yang kotor (seperti minyak, lumpur, dan darah) (7) |
| LUNASAN | Objek hukum yang harus diserahkan oleh debitur kepada kreditur (Hukum) (7) |
| LUNCUNG | Lancip, tetapi tidak runcing pada ujungnya (7) |
| LUNDANG | Ruang (petak) dalam buah-buah; pangsa; londang; ulas; ira (7) |
| LUNDAYA | Suku bangsa yang mendiami pedalaman Kalimantan Tengah; Dayak Lun Dayeh; Lun Dayah; Lun Dayoh; Lundayeh (7) |
| LUNGGUH | Tanah garapan yang diberikan kepada pegawai kerajaan sebagai pengganti gaji sesuai dengan kedudukannya (jabatannya); melungguh; duduk (7) |
| LUNGKAH | Mudah terlepas (kulitnya, bijinya, daging buahnya, dan sebagainya); lekang; mengelotok (7) |
| LUNGKUM | Lengkung pada permukaan suatu benda; mungkum; lumpung (7) |
| LUNGKUN | Gulungan sirih (Sunda) (7) |
| LUNGLAI | Lemah sekali; lesu; loyo; letih; lelah; penat (7) |
| LUNGLEI | Kota di India (7) |
| LUNGSAR | Terlungsar; telentang (tidur dan sebagainya) (7) |
| LUNGSIN | Benang yang membujur pada barang tenunan (7) |
| LUNGSUR | Melungsur; meluncur turun; longsor (7) |
| LUNTANG | Sepotong kayu atau buluh yang ringan, satu depa, yang diberi kail untuk memancing ikan (7) |
| LUORONG | Kota di Cina (7) |
| LUOYANG | Kota di Cina (7) |
| LURUBAN | Kain dan sebagainya penutup kurung batang; lurub (7) |
| LUSINAN | Beberapa lusin; banyak sekali (tentang benda yang dapat dihitung dengan lusin); berlusin-lusin (7) |
| LUSTRUM | Masa lima tahun (tentang perguruan tinggi); pancawarsa (7) |
| LYNWOOD | Kota di Amerika Serikat (7) |
| MAANYAK | Suku bangsa yang mendiami daerah di bagian hilir Sungai Barito dan di anak-anak sungainya, mulai dari Provinsi Kalimantan Tengah sampai wilayah Provinsi Kalimantan Selatan; Dayak Ma'anyak; Maanyan; Dayak Siang (7) |
| MAANYAN | Suku bangsa yang mendiami daerah di bagian hilir Sungai Barito dan di anak-anak sungainya, mulai dari Provinsi Kalimantan Tengah sampai wilayah Provinsi Kalimantan Selatan; Dayak Ma'anyak; Maanyak; Dayak Siang (7) |
| MABESAD | Markas Besar TNI Angkatan Darat (akronim) (7) |
| MABESAL | Markas besar TNI Angkatan Laut (akronim) (7) |
| MABESAU | Markas besar TNI Angkatan Udara (akronim) (7) |
| MABRIUK | Bergotong royong untuk membuat jalan, selokan, dan sebagainya (Belanda) (7) |
| MACAPAT | Bentuk puisi Jawa tradisional, setiap baitnya mempunyai baris kalimat (gatra) tertentu, setiap gatra mempunyai jumlah suku kata (guru wilangan) tertentu, dan berakhir pada bunyi sanjak akhir (guru lagu; guru suara tertentu), misalnya Dandanggula, Kinanti, Maskumambang; tembang cilik (Jawa) (7) |
| MACHALA | Kota di Ekuador (7) |
| MACHENG | Kota di Cina (7) |
| MACHIDA | Kota di Jepang (7) |
| MADGAON | Kota di India (7) |
| MADIHIN | Kesenian khas Kalimantan Selatan berupa pembacaan syair atau pantun yang diiringi dengan tabuhan rebana (Banjar) (7) |
| MADINAH | Kota suci kedua umat Islam setelah Makkah (Agama Islam) (7) |
| MADISON | Ibu kota negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat (7) |
| MADMSDA | Magister administrasi sumber daya aparatur (singkatan) (7) |
| MADUARA | Selendang pengantin wanita yang transparan dan berwarna-warni serta dihiasi sulaman benang emas (Melayu Medan) (7) |
| MADURAI | Kota di India (7) |
| MAESTRO | Orang yang ahli dalam bidang seni, terutama bidang musik, seperti komponis, konduktor; empu (7) |
| MAFIOSO | Anggota mafia (7) |
| MAGADAN | Kota di Rusia (7) |
| MAGALAH | Pasukan pengawal istana yang bersenjata tombak (7) |
| MAGANDI | Pasukan pengawal istana yang bersenjatakan pemukul (Arkeologi) (7) |
| MAGASIN | Bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang (kepunyaan pedagang dan sebagainya); tabung berisi peluru yang dapat dipasang di bedil (pistol, senapan, dan sebagainya) (7) |
| MAGENTA | Warna merah keunguan atau pink tua, mirip dengan warna fusia; mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa dengan magenta (7) |
| MAGETAN | Kabupaten di Provinsi Jawa Timur; ibu kota Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur (7) |
| MAGRIBI | Sebelah barat; termasuk sebelah barat, khususnya tentang bangsa dan negara Arab di Afrika Utara (7) |
| MAHABAD | Kota di Iran (7) |
| MAHABAH | Perasaan kasih sayang; lupa akan kepentingan diri sendiri karena mendahulukan cintanya kepada Allah Swt. (Tasawuf) (7) |
| MAHAESA | Amat tunggal (Allah Swt.) (7) |
| MAHAKAM | Sungai terbesar di Kalimantan Timur dengan panjang sekitar 920 km melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir dan bermuara di Selat Makassar (7) |
| MAHAMEN | Keadaan yang memalukan bagi seseorang yang tidak tunduk pada putusan hakim adat (Dayak) (7) |
| MAHATMA | Jiwa besar (sebutan untuk mendiang Gandhi, pemimpin besar India); maju sehat bersama (akronim) (7) |
| MAHATUR | Kata sapaan kepada salah satu istri raja Jawa pada zaman dahulu (7) |
| MAHERAT | Pergi (melarikan diri); hilang (7) |
| MAHKOTA | Hiasan kepala atau songkok kebesaran bagi raja atau ratu; seseorang yang menguasai; raja (kiasan); kekuasaan (atas kerajaan) (kiasan); gelar orang besar (kiasan); sesuatu yang dihargai atau yang dijunjung tinggi (kiasan); sesuatu yang dicintai (kiasan); bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran dalam, berwarna-warni, dan menentukan corak warna bunga, dapat terbagi atas daun mahkota (bersifat polipetal) atau bertautan (bersifat gamopetal atau simpetal) (7) |
| MAHSYAR | Tempat berkumpul di akhirat (Agama Islam) (7) |
| MAHYONG | Permainan dari Cina, dimainkan dengan 144 kartu bergambar, mirip kartu domino, dibuat dari tulang atau bambu, dengan aturan permainan yang disederhanakan (7) |
| MAIBRAT | Suku bangsa yang berdiam di daerah Papua (7) |
| MAINTOP | Bermain judi (7) |
| MAIRASI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Manokwari, Papua; Faranyao; Kaniran (7) |
| MAIZENA | Tepung jagung (7) |
| MAIZURU | Kota di Jepang (7) |
| MAJAKAN | Buah keras dari pohon Quercus lusitanica yang digunakan untuk ramuan obat, jamu, atau menghitamkan gigi, mengandung limin yang berkhasiat sebagai bahan keset; jenitri; majakane; manjakani (7) |
| MAJALAH | Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik dan pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca, menurut waktu penerbitannya dibedakan atas majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya, menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya (7) |
| MAJEDUB | Manusia pilihan Tuhan yang merasa bahwa Tuhan selalu berada di sisinya (Tasawuf); orang yang sakit ingatan karena terlalu berat memikirkan masalah agama (suluk dan sebagainya) (7) |
| MAJELIS | Dewan yang mengemban tugas tertentu mengenai kenegaraan dan sebagainya secara terbatas; pertemuan (kumpulan) orang banyak; rapat; kerapatan; sidang; bangunan tempat bersidangelok; cantik; permai; apik; rapi; bersih (7) |
| MAJEMUK | Terdiri atas beberapa bagian yang merupakan kesatuan; mengenai penambahan bunga kepada pokok berdasarkan waktu dengan tujuan mendapatkan dasar baru untuk menghitung bunga berikutnya (Ekonomi dan Keuangan) (7) |
| MAJENUN | Kemasukan jin (orang halus) (Arab); gila (Arab) (7) |
| MAJIKAN | Orang atau organisasi yang menyediakan pekerjaan untuk orang lain berdasarkan ikatan kontrak; orang yang menjadi atasan (yang kuasa memerintah bawahan) (7) |
| MAJIZAT | Pegawai tinggi kepolisian (7) |
| MAKADAM | Pengerasan jalan dengan cara memberi dua macam lapisan batu-batuan, kasar dan halus, pada lapisan dasar batu sungai (batu kali) (7) |
| MAKADOK | Bagian warisan setelah dikurangi biaya pemakaman pewaris (di Sulawesi) (Hukum) (7) |
| MAKALAH | Tulisan resmi tentang suatu pokok yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan; karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi (7) |
| MAKANAN | Segala sesuatu yang dapat dimakan (seperti penganan, lauk-pauk, kue); segala bahan yang kita makan atau masuk ke dalam tubuh yang membentuk atau mengganti jaringan tubuh, memberikan tenaga, atau mengatur semua proses dalam tubuh (kiasan); rezeki (kiasan) (7) |
| MAKANYA | Maka itu; maka dari itu; oleh sebab itu; oleh karena itu (7) |
| MAKARON | Kue berbentuk kecil dan bulat dengan berbagai macam warna, terbuat dari campuran telur putih, gula, dan kacang badam atau kelapa, terdiri atas dua lapis, bagian tengahnya diberi krim manis; makarun (Tata Boga) (7) |
| MAKARUN | Kue berbentuk kecil dan bulat dengan berbagai macam warna, terbuat dari campuran telur putih, gula, dan kacang badam atau kelapa, terdiri atas dua lapis, bagian tengahnya diberi krim manis; makaron (Tata Boga) (7) |
| MAKASAR | Suku bangsa yang mendiami daerah Sulawesi Selatan; Makassar (7) |
| MAKASIH | Terima kasih (kependekan) (7) |
| MAKELAR | Calo; perantara; pialang (7) |
| MAKEREL | Ikan, bentuknya panjang dan langsing, punggungnya kehitam-hitaman, perutnya bersinar keperak-perakan, mengandung zat lemak tinggi, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Atlantik Utara (Scomberomorus scombrus) (7) |
| MAKHDUM | Tuan (gelar untuk ahli agama) (Arab); orang yang dilayani (Arab) (7) |
| MAKHLUK | Sesuatu yang dijadikan atau diciptakan oleh Tuhan (seperti manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan) (7) |
| MAKHRAJ | Daerah artikulasi (Arab); ketepatan ucapan (Arab) (7) |
| MAKIATO | Espreso dengan lapisan susu di atasnya (7) |
| MAKITAM | Sebutan untuk lokomotif uap yang pernah dipakai untuk mengangkut bahan tambang di daerah Sawahlunto, Sumatra Barat, saat ini masih dipakai untuk keperluan wisata (7) |
| MAKIYAH | Surat atau ayat Al-Qur'an yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad saw. hijrah ke Madinah (Agama Islam) (7) |
| MAKLUNG | Kata sapaan akrab untuk saudara ibu atau bapak yang sulung (7) |
| MAKMUDA | Mak kecil; bini muda (7) |
| MAKNAWI | Mengenai makna; berkenaan dengan makna; menurut artinya; asasi; penting (7) |
| MAKNGAH | Nama panggilan kekerabatan untuk saudara ibu atau bapak yang tengah (7) |
| MAKNYUS | Lezat; enak (tentang makanan) (7) |
| MAKODAL | Markas Komando Daerah Angkatan Laut (akronim) (7) |
| MAKODAM | Markas komando daerah militer (akronim) (7) |
| MAKODAU | Markas Komando Daerah Angkatan Udara (akronim) (7) |
| MAKODIM | Markas Komando Daerah Militer (akronim) (7) |
| MAKRAME | Bentuk seni kerajinan membuat berbagai simpul pada rantai benang sehingga terbentuk aneka rumbai dan jumbai; kerajinan tangan simpul-menyimpul dengan menggunakan berbagai macam benang (7) |
| MAKRANA | Kota di India (7) |
| MAKSIAT | Perbuatan yang melanggar perintah Allah; perbuatan dosa (tercela, buruk, dan sebagainya) (7) |
| MAKSILA | Tulang rahang atas yang terdapat pada vertebrata (Biologi) (7) |
| MAKTIRI | Ibu tiri (7) |
| MAKULAR | Berkaitan dengan makula (7) |
| MAKULAT | Pengetahuan tentang sesuatu yang gaib berdasarkan akal budi (tidak langsung berdasarkan wahyu); metafisika (Arab) (7) |
| MAKURDI | Kota di Nigeria (7) |
| MAKYONG | Seni teater tradisional dari daerah Bintan, Riau, dengan pelaku kurang lebih lima belas orang laki-laki dan perempuan yang semuanya memakai topeng dan canggai (7) |
| MALABAR | Gunung dengan ketinggian 2.343 mdpl yang terletak di Bandung Selatan, Jawa Barat (7) |
| MALABAU | Bau tidak sedap (7) |
| MALACCA | Kota di Malaysia (7) |
| MALAHAN | Bahkan; makin (bertambah); bahkan sebaliknya; justru; malah (7) |
| MALAISE | Keadaan lesu dan serba sulit dalam perekonomian (7) |
| MALAKAL | Kota di Sudan Selatan (7) |
| MALAKAT | Kerajaan (Arab) (7) |
| MALAKIT | Mineral tembaga karbonat basa (Kimia) (7) |
| MALAKUT | Kerajaan yang besar (Arab); kekuasaan (7) |
| MALAMBO | Kota di Kolumbia (7) |
| MALANJE | Kota di Angola (7) |
| MALARAN | Ciri pembeda dari bunyi yang tidak mengalami hambatan, yakni vokal dan bunyi frikatif (Linguistik) (7) |
| MALARIA | Penyakit infeksi yang banyak dijumpai di daerah tropis, disertai gejala demam dan turun naiknya suhu yang tidak teratur, ditularkan oleh nyamuk anofeles (7) |
| MALASIA | Melunaknya jaringan atau organ tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| MALATYA | Kota di Turki (7) |
| MALAYER | Kota di Iran (7) |
| MALEMAN | Selamatan atau kenduri pada malam tanggal ganjil pada bulan puasa (Ramadan) tanggal 20 sampai dengan tibanya Lebaran (7) |
| MALESIA | Kawasan floristik (memiliki kesamaan flora atau jenis-jenis tumbuhan) yang mencakup wilayah-wilayah kedaulatan politik Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Timor Leste, dan Papua Nugini (Botani) (7) |
| MALIGAI | Ruang di istana tempat kediaman raja (atau putri-putri raja) (7) |
| MALINAU | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur; ibu kota Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (7) |
| MALINDI | Kota di Kenya (7) |
| MALISOL | Tanah berwarna cokelat yang sangat berkapur di daerah setengah kering di Australia bagian tenggara, bersifat alkalis dan agak masin (7) |
| MALLAWI | Kota di Mesir (7) |
| MALMING | Malam Minggu (akronim) (7) |
| MALOLOS | Kota di Filipina (7) |
| MALPASS | David ..., Presiden Bank Dunia sekarang (7) |
| MALTASE | Enzim yang mengaktifkan perubahan maltosa menjadi glukosa (Kimia) (7) |
| MALTEPE | Kota di Turki (7) |
| MALTOSA | Gula kristal yang dapat memuai, terbuat dari pati (Kimia); disakarida hablur putih yang terbentuk apabila kanji dihidrolisis oleh amilase (C12H22O11) (Kimia) (7) |
| MAMAHAN | Barang yang dimamah; hasil memamah (7) |
| MAMALIA | Binatang vertebrata yang memiliki kelenjar susu, rambut, bernapas dengan paru-paru; binatang menyusui (mammalia) (7) |
| MAMANAH | Pasukan pengawal istana yang bersenjatakan panah (Arkeologi) (7) |
| MAMANDA | Kata sapaan takzim kepada mamak; pamanda; seni teater rakyat di Kalimantan Selatan dengan tema cerita yang pada umumnya menggambarkan pertentangan antara penguasa yang kurang bijak dan warga masyarakat yang baik (7) |
| MAMBANG | Makhluk halus yang menurut kepercayaan sebagian orang membinasakan manusia (bermacam-macam warnanya, ada yang kuning, merah, hitam, dan sebagainya, dan disebut juga menurut tempatnya) (7) |
| MAMBORO | Tidak tertutup rapat (tentang mata); menjadi sayu seperti ketika hendak tidur (Melayu Ambon) (7) |
| MAMBORU | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Sumba, Nusa Tenggara Timur; Memboro (7) |
| MAMBRUK | Merpati berukuran besar, berwarna biru dengan kombinasi putih dan coklat, berjambul pipih biru, berhabitat di hutan dataran rendah, pemakan buah dan serangga, tersebar di Papua dan Papua Nugini (Goura spp.) (7) |
| MAMBUNG | Kering dan kosong di dalamnya (tentang buah-buahan, bunga karang, batu apung, dan sebagainya); mampung (7) |
| MAMPUNG | Kering dan kosong di dalamnya (tentang buah-buahan, bunga karang, batu apung, dan sebagainya); mambung (7) |
| MAMUDJU | Suku bangsa yang mendiami daerah Sulawesi Barat; Mamuju (7) |
| MANAGER | Manajer, pengelola (Inggris) (7) |
| MANAGUA | Ibu kota Nikaragua (7) |
| MANAJER | Orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama di antara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran; orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu (7) |
| MANAKAN | Bagaimana akan boleh (dapat); bagaimana; kemenakan (7) |
| MANAKIB | Kisah kekeramatan para wali (Tasawuf) (7) |
| MANAOAG | Kota di Filipina (7) |
| MANASAI | Menari tarian khas suku Dayak (Dayak) (7) |
| MANASIK | Ibadah (Agama Islam) (7) |
| MANCUNG | Makin ke ujung makin kecil; runcing; lancip; seludang kelapa yang telah kering (Jawa) (7) |
| MANDALA | Wilayah kekuasaan lembaga keagamaan; bulatan; lingkungan (daerah); alat yang digunakan untuk berkonsentrasi selama bersemadi, berbentuk lukisan yang menggunakan taburan beras berwarna di atas kain atau tanah (7) |
| MANDIRI | Dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain (7) |
| MANDOBO | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Merauke, Papua; Nub; Dumut; Kaeti; Wandub; Wambon (7) |
| MANDRIL | Monyet besar yang warna rambutnya paling beragam, muka tidak berambut, hidungnya memanjang dengan strip merah di tengah dan tonjolan berwarna biru di pinggir, janggut berwarna kuning dan putih, pantatnya multiwarna antara spektrum warna biru sampai ungu (Mandrillus sphinx) (Zoologi) (7) |
| MANDRIN | Benang logam yang dimasukkan ke dalam suatu alat untuk menyalurkan kateter supaya menjadi lebih tegang dan tidak tersumbat ketika dimasukkan ke dalam rongga tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| MANDUNG | Ayam; ayam jantan; membuka tanah (Madura) (7) |
| MANEKEN | Boneka seluruh tubuh atau setengah badan, sering kali dapat dilepas-lepas, untuk memamerkan pakaian jadi di toko-toko; peragawati (7) |
| MANFAAT | Guna; faedah; laba; untung (7) |
| MANGAKA | Pembuat manga (Jepang) (7) |
| MANGARO | Tarian adat dalam karia, dilakukan oleh laki-laki yang gerakannya sama dengan silat (7) |
| MANGERE | Kota di Selandia Baru (7) |
| MANGGAH | Sesak napas (asma) (7) |
| MANGGAR | Tangkai mayang kelapa; pangkal pelepah (nyiur dan sebagainya); jangkar sampan atau perahu yang dibuat dari batu dan kayu berkait (Madura); ibu kota Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (7) |
| MANGGIS | Pohon yang tingginya mencapai 25 m, buahnya berbentuk bulat, setelah masak berwarna ungu kemerah-merahan, daging buah berulas-ulas berwarna putih, rasanya manis (Garcinia mangostana); manggusta (7) |
| MANGGUT | Mengangguk; menganggut (Jawa); diulang: kepala bergerak-gerak ke atas dan ke bawah; mengangguk-angguk (7) |
| MANGINO | Permainan sesudah upacara perkawinan dengan cara kerabat atau sahabat pengantin laki-laki memberi hadiah uang kepada pengantin perempuan (Mandar) (7) |
| MANGKAK | Besar hati; bangga (7) |
| MANGKAR | Keras, tidak bisa menjadi lunak (tentang ubi yang direbus dan sebagainya); mangkas; bangkar; mengkal (tentang buah) (7) |
| MANGKAS | Keras; mangkar; bangkar (7) |
| MANGKAT | Meninggal (tentang raja) (7) |
| MANGKEL | Merasa tidak enak hati karena marah dan sebagainya; jengkel; mendongkol (Jawa) (7) |
| MANGKIR | Tidak datang (ke sekolah, ke tempat kerja, dan sebagainya); absen (7) |
| MANGKOK | Tumbuhan yang ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar, daun yang muda dapat disayur; daun berlangkas; daun mangkok; mangkokan (Nothopanax scutellarium) (7) |
| MANGKUK | Alat dapur; cangkir; cawan; tempat untuk makanan yang berkuah, tidak bertelinga, cekung, bundar, bagian permukaannya lebih luas daripada bagian alasnya, terbuat dari porselen atau bahan lain; pinggan; komponen alat gali muat untuk menggali atau wadah material hasil galian yang akan dipindahkan untuk dimuat pada alat angkut atau tempat lain (Teknik) (7) |
| MANGKUS | Mustajab; mujarab; manjur; efektif; berhasil guna (7) |
| MANGLID | Pohon yang tingginya 25–40 meter, daunnya berbentuk elips atau bulat telur dan berwarna hijau, bunganya soliter, berwarna kuning muda, dan harum, kayunya biasa digunakan sebagai bahan pembuat perkakas; baros; cempaka bulus (Manglietia glauca) (7) |
| MANGOLE | Suku bangsa yang mendiami Maluku Utara (7) |
| MANGROL | Kota di India (7) |
| MANGUNI | Burung hantu; celepuk (Otus manadensis) (Minahasa) (7) |
| MANIFES | Pernyataan terbuka tentang tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok; manifesto; daftar isi muatan yang diangkut kapal, yang memuat jumlah merek dan nomor barang muatan, nama pengirim, serta alamat yang dituju; konosemen; surat muatan (7) |
| MANIKAM | Intan; batu permata; mani (7) |
| MANIKUR | Orang yang pekerjaannya merawat tangan dan kuku (biasanya dilakukan di salon); perawatan tangan dan kuku (7) |
| MANIMBA | Alat musik pukul jenis gambang kayu, penguat bunyinya berupa tabung logam yang diletakkan di bawah setiap bilahnya, dimainkan dengan dua pemukul pada tiap-tiap tangan, sebagai hiburan sering dimainkan oleh lebih dari satu orang (di Afrika dan Amerika Tengah) (Musik) (7) |
| MANIPOL | Manifesto Politik, nama garis-garis besar haluan negara yang diambil dari amanat Presiden Soekarno, tanggal 17 Agustus 1959, berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” (akronim) (7) |
| MANISAN | Segala sesuatu yang rasanya manis; gula-gula; buah-buahan yang direndam dalam air gula; halwa (7) |
| MANITOL | Alkohol gula dengan enam atom karbon yang terdapat dalam bit gula, labu kuning, jamur, atau bawang (7) |
| MANJERI | Kota di India (7) |
| MANJING | Pucuk yang daunnya halus sekali (7) |
| MANJUNG | Suluh atau obor besar (untuk menangkap ikan); manjungan; perahu mancung (7) |
| MANRESA | Kota di Spanyol (7) |
| MANSUKH | Batal; ditiadakan; terhapus; tidak berlaku lagi (Arab) (7) |
| MANTECA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| MANTIKI | Berdasarkan pikiran (bukan berdasarkan emosi); logis; daerah lingkungan; zona; mintakat (Arab) (7) |
| MANTILA | Kerudung dari renda berwarna hitam atau putih yang dipakai oleh perempuan Katolik ketika menghadiri misa (Agama Katolik) (7) |
| MANTION | Suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Bintuni, Anggi, Merdei, dan Ransiki di Papua; Sougb; Sogh; Manikion (7) |
| MANTISA | Bagian desimal logaritma biasa (Matematika) (7) |
| MANUSIA | Makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain); insan; orang (7) |
| MANUTAN | Penurut (7) |
| MANUVER | Gerakan yang tangkas dan cepat dari pasukan (kapal dan sebagainya) dalam perang (Kemiliteran); latihan perang oleh militer (Kemiliteran); perubahan cepat yang terjadi pada setiap orbit atau trayek pesawat terbang, wahana peluncur, atau wahana antariksa (Kedirgantaraan) (7) |
| MANYANG | Perbungaan jantan pohon siwalan (Madura) (7) |
| MANYUNG | Ikan air payau yang ukurannya dapat mencapai 60 cm, tubuhnya agak membulat, mempunyai sungut, tidak bersisik, pinggiran duri sirip punggung bagian belakang bergerigi mengarah ke bawah, warnanya keperakan, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan; baguk; ikan duri; gaguk; seludu (Arius spp.) (7) |
| MANZINI | Kota di Eswatini (7) |
| MAPALUS | Semangat gotong royong cara Minahasa, juga dapat dijadikan senjata melawan tindak kriminal (Minahasa) (7) |
| MAPOLDA | Markas Kepolisian Daerah (akronim) (7) |
| MARACAY | Kota di Venezuela (7) |
| MARAHAN | Tidak mau bergaul dan sebagainya karena marah (Melayu Jakarta) (7) |
| MARAKAS | Alat musik yang diguncang-guncang, terbuat dari labu kering berisi biji kering atau kerikil (Musik) (7) |
| MARANTA | Tanaman hias, berakar rimpang dan berumbi, daunnya berbentuk jantung, pada bagian bawah berwarna ungu terang, sedangkan pada bagian atas berwarna hijau pucat dengan noda-noda besar agak kecokelat-cokelatan, bunganya kecil berwarna putih dengan bercak berwarna ungu (Maranta bicolor) (7) |
| MARASAI | Tanaman herba dari keluarga Hypoxidaceae, sering dijumpai di pinggiran hutan di Indonesia, tinggi kurang dari 1 m, daun tumbuh langsung dari dalam tanah, bentuknya memanjang dan bertekstur seperti lipatan-lipatan kecil (Curculigo latifolia) (7) |
| MARATON | Perlombaan lari jarak jauh (10 km atau lebih); terus-menerus (tanpa berhenti) (kiasan) (7) |
| MARATUA | Bandara di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur (7) |
| MARAWIS | Gendang kecil yang kedua lubangnya ditutup kulit (Madura) (7) |
| MAREMBI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Papua; Marengge (7) |
| MARGANA | Anak yang terlahir ketika sang ibu dalam perjalanan (Jawa) (7) |
| MARGATE | Kota di Inggris dan Amerika Serikat (7) |
| MARGRIT | Tanaman hias, berbunga pada permulaan musim semi, warna kelopak bunganya putih dan di tengahnya kuning (Chrysanthemum leucanthemum) (7) |
| MARHAEN | Penyebutan untuk kelompok petani kecil, buruh kecil, nelayan kecil, dan sebagainya (7) |
| MARIANO | Kota di Filipina (7) |
| MARIARA | Kota di Venezuela (7) |
| MARIBOR | Kota di Slovenia (7) |
| MARILAO | Kota di Filipina (7) |
| MARILIA | Kota di Brasil (7) |
| MARIMBA | Alat musik seperti kolintang dari Afrika Selatan (Musik) (7) |
| MARINGA | Kota di Brasil (7) |
| MARINIR | Tentara (pasukan) yang menjadi bagian dari angkatan laut (Kemiliteran) (7) |
| MARINYO | Polisi militer; orang yang bertugas menyampaikan titah, pengumuman, berita dari raja atau pemerintah kepada masyarakat atau rakyat; marinyo (7) |
| MARINYU | Polisi militer; orang yang bertugas menyampaikan titah, pengumuman, berita dari raja atau pemerintah kepada masyarakat atau rakyat; marinyo (7) |
| MARITAL | Berhubungan dengan perkawinan atau kedudukan perkawinan; berhubungan dengan seorang suami dan peranannya dalam perkawinan (7) |
| MARITIM | Berkenaan dengan laut; berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut (7) |
| MARIVAN | Kota di Iran (7) |
| MARKADO | Pasar (di Timor Leste) (7) |
| MARKALA | Kota di Mali (7) |
| MARKHAM | Kota di Kanada (7) |
| MARKISA | Tumbuhan merambat, buahnya kira-kira sebesar sawo, kulitnya berbintik-bintik berwarna kuning atau hijau muda keputih-putihan, daging buahnya berasa asam, digunakan sebagai bahan dasar sirop; konyal (Passiflora edulis) (7) |
| MARKONI | Alat komunikasi di kapal, dipakai untuk mengirim berita secara radiotelegrafi (Pelayaran) (7) |
| MAROUSI | Kota di Yunani (7) |
| MARPAUD | Menyatakan lebih dari satu atau banyak (7) |
| MARSALA | Kota di Italia (7) |
| MARSOSE | Korps polisi militer pada masa pemerintahan Hindia Belanda (7) |
| MARTINI | Minuman beralkohol (7) |
| MARZAHN | Kota di Jerman (7) |
| MASAGUS | Gelar bangsawan laki-laki Palembang, dahulu gelar untuk kelompok pegawai kerajaan (Palembang) (7) |
| MASAKAN | Hasil memasak; penganan atau lauk-pauk yang dimasak; bukan sebenarnya; buatan (kiasan); masak (7) |
| MASAKAT | Kesukaran; kesusahan; masyakah (7) |
| MASALAH | Sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan); soal; persoalan; masyaallah (7) |
| MASALIA | Masa tertentu yang harus ditaati oleh setiap calon ibu atau bapak, suami atau istri terhadap beberapa pantangan (Antropologi) (7) |
| MASAMBA | Ibu kota Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (7) |
| MASATUA | Waktu dalam hidup seorang individu sesudah fungsinya sebagai warga masyarakat selesai berkembang (7) |
| MASCARA | Kota di Aljazair (7) |
| MASHHAD | Kota di Iran (7) |
| MASINAL | Dengan menggunakan mesin; berlaku (bertindak, bekerja) seperti mesin; seperti tidak menggunakan pikiran lagi; tidak mau menyimpang dari yang sudah ditentukan (kiasan) (7) |
| MASINIS | Orang yang menjalankan atau melayani mesin (di kapal, lokomotif, dan sebagainya); juru mesin (7) |
| MASKARA | Kosmetik berupa cairan berwarna (hitam, cokelat, dan sebagainya) untuk membuat bulu mata tampak lebih tebal, panjang, atau lentik (7) |
| MASKOKI | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 48 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, tidak bersungut, pangkal sirip ekor tebal dan pendek, dibudidayakan dalam berbagai bentuk tubuh dan warna, berasal dari Asia Tengah, Cina, dan Jepang serta diintroduksi ke banyak negara; ikan koki (Carassius auratus) (7) |
| MASNAWI | Jenis puisi asal Parsi, berirama dua-dua, dan berisi pujaan (Sastra) (7) |
| MASTULI | Kain yang ditenun dari sutra kasar (7) |
| MASUKAN | Hasil memasukkan; apa-apa yang dimasukkan; pengaruh yang membawa akibat terhadap jalannya fungsi suatu sistem politik; komentar, saran, dan sebagainya yang diberikan untuk suatu kelompok; sumber daya yang diperlukan untuk produksi yang berkaitan dengan industri, seperti barang modal dan bahan baku (Ekonomi dan Keuangan); daya, energi listrik, dan sebagainya yang mengalir ke dalam peranti, komponen, dan sebagainya (Elektronika); data yang dimasukkan ke dalam komputer; terminal atau koneksi tempat data masuk ke dalam komputer (7) |
| MASYGUL | Bersusah hati karena suatu sebab; sedih; murung; kesal; sebal (7) |
| MASYHUR | Dikenal orang banyak; terkenal; kenamaan (7) |
| MASYRIK | Timur (negeri-negeri sebelah timur) (Arab) (7) |
| MATAAIR | Tempat air yang mengalir dari batuan atau tanah ke permukaan tanah secara alamiah; sumber air (7) |
| MATABOR | Bagian gurdi yang berfungsi untuk memotong (Teknik) (7) |
| MATADOR | Julukan tim nasional sepak bola Spanyol (7) |
| MATAGAS | Menangkap ikan saat air laut surut (Toulour) (7) |
| MATAKAO | Gambar binatang yang digantungkan dan diletakkan di tengah-tengah tanaman tertentu sebagai penolak secara gaib terhadap hewan yang sebenarnya (kebiasaan di Pulau Mentawai) (7) |
| MATARAM | Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat; kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang didirikan oleh Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram pada abad ke-8 yang dikuasai oleh Dinasti Sanjaya, Dinasti Syailendra, dan Dinasti Isyana dengan peninggalan Candi Borobudur dan Prambanan; kerajaan bercorak Islam (kesultanan) yang terbesar di Nusantara didirikan oleh Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senapati pada abad ke-16 dan berjaya pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma namun terpecah menjadiKesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta dengan peninggalan karya sastra Ghending, penerapan tahun saka (kalender Jawa), Masjid Agung Negara, Pasar Legi Kotagede, dan lainnya (7) |
| MATHURA | Kota di India (7) |
| MATRIKS | Kerangka, bagan; rekaman induk (tentang piringan hitam); matris; pola acuan untuk ragam hias relief atau patung; tabel yang disusun dalam lajur dan jajaran sehingga butir-butir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan (Manajemen); substansi antarselular pada suatu jaringan, seperti pada tulang atau jaringan tempat berkembangnya struktur, seperti pada rambut dan kuku (Anatomi); pita logam untuk membuat bentuk yang tepat pada restorasi gigi (Kedokteran dan Fisiologi); susunan unsur matematis yang berbentuk segi empat, ditulis di antara kurung, terdiri atas kolom dan baris (Matematika); larik dua dimensi yang disusun dalam baris dan kolom yang nilai baris dan kolomnya dapat sama atau berbeda (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| MATSUDO | Kota di Jepang (7) |
| MATSUTO | Kota di Jepang (7) |
| MATURIN | Kota di Venezuela (7) |
| MAUIZAH | Nasihat atau pelajaran (Agama Islam) (7) |
| MAUKHID | Pertunjukan musik (7) |
| MAULAGE | Tulang tengkorak yang saling menumpuk pada bayi saat lahir (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| MAULANA | Gelar kehormatan untuk Tuhan (sebagai pelindung penolong); gelar kehormatan untuk para nabi (sebagai pembimbing umat) (Agama Islam); gelar kehormatan bagi ulama besar atau sufi; tuan kita (7) |
| MAUMERE | Ibu kota Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (7) |
| MAWADAH | Kasih sayang (Arab) (7) |
| MAYBRAT | Kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya, ibu kotanya Kumurkek (7) |
| MAYMANA | Kota di Afganistan (7) |
| MAYONES | Saus dingin yang dimakan dengan selada, dibuat dari bahan kuning telur, garam, merica, moster, cuka, dan minyak yang dijadikan emulsi (7) |
| MAYORET | Orang (biasanya gadis) yang memimpin drumben; gitapati (7) |
| MAZARIN | Biru tua pekat (7) |
| MAZURKA | Tarian rakyat Polandia, dilakukan secara berpasangan dengan menggerakkan tungkai dan mengetukkan kaki (Kesenian) (7) |
| MBABANE | Ibu kota Eswatini (7) |
| MBARARA | Kota di Uganda (7) |
| MBITORO | Motif atau jenis seni hias dari daerah Papua (7) |
| MBOLOLO | Gong yang berukuran sedang, terbuat dari kuningan (Muna) (7) |
| MCALLEN | Kota di Amerika Serikat (7) |
| MEANDER | Kelokan sungai yang terdapat di sepanjang alirannya sebagai akibat pengikisan dan pengendapan (Geografi dan Geologi); ragam hias berupa garis tepi berbentuk siku-siku (7) |
| MEDALIS | Orang yang menerima medali (7) |
| MEDIASI | Proses pengikutsertaan pihak ketiga dalam penyelesaian suatu perselisihan sebagai penasihat (7) |
| MEDIKUS | Dokter (7) |
| MEGABIT | Sama dengan 1.000.000 bit; Mb (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| MEGAFIL | Daun biasa yang terdapat pada tumbuhan biji dan paku-pakuan, umumnya berukuran relatif besar dan dengan rumpang daun yang dikaitkan dengan runutan daun (Botani); kelas ukuran daun yang luas permukaan helaiannya melebihi 164.025 mm2 (= 25 mm x 95 mm); makrofil (Botani) (7) |
| MEGAFON | Alat berbentuk corong untuk mengeraskan suara dan mengatur arah suara itu (7) |
| MEGALIT | Batu besar peninggalan masa prasejarah (7) |
| MEGAOHM | Tahanan listrik yang terdiri atas sejuta ohm disingkat megohm (Fisika/Inggris) (7) |
| MEGATON | Satuan ukuran daya sebesar satu juta ton dinamit (= 1.000.000 ton TNT) (7) |
| MEIOSIS | Pembelahan sel kelamin dari diploid menjadi haploid (Biologi); majas yang mengandung pernyataan yang merendah untuk penekanan, sering dipakai secara ironis, khususnya untuk menggambarkan sesuatu yang luar biasa atau yang mengesankan, misalnya hasilnya agak kurang baik untuk maksud “pekerjaannya gagal” (Sastra) (7) |
| MEIZHOU | Kota di Cina (7) |
| MEJAUAP | Meja yang dilengkapi lubang utk menahan kotak makanan supaya tetap hangat (Tata Boga) (7) |
| MEKANIK | Ahli mesin (7) |
| MEKANIS | Otomatis menurut kerja mesin (Teknik); berhubungan (berkenaan) dengan mesin (Teknik) (7) |
| MEKSIKO | Negara di bagian selatan Amerika Utara, ibu kotanya Meksiko; ibu kota negara Meksiko; topi lebar sombrero adalah khas dari negara ini (7) |
| MELABUH | Menurunkan (tentang sauh); beranak (tentang kerbau, sapi) (Minangkabau) (7) |
| MELABUR | Menyapu (mengoles, mengecat) dengan kapur tembok; memberi makanan atau uang makan kepada pekerja; memberi perbekalan (modal dan sebagainya) (7) |
| MELACAK | Banyak terdapat di mana-mana (tentang barang dagangan dan sebagainya); banyak sekali; mencari atau menuruti jejak; memeriksa dengan teliti; menyelidiki; mengusut; melincir (tidak menyangkut, tentang sauh dan sebagainya); larat (7) |
| MELACUT | Menyebat, memukul (dengan cemeti, rotan, dan sebagainya); lecut (Minangkabau) (7) |
| MELAGAK | Berlagak; menakut-nakuti dengan memperlihatkan kekayaan, kekuasaan, dan sebagainya (7) |
| MELAHAP | Makan banyak-banyak; menghabiskan, mengambil tanpa hak (kiasan) (7) |
| MELAINI | Menyalahi (7) |
| MELAKAK | Memukul dengan barang yang keras (7) |
| MELAKUR | Mencampur (7) |
| MELALAH | Mengejar; memburu (Minangkabau) (7) |
| MELALAK | Menyala; meletup (7) |
| MELALAP | Memakan lalap; menghabiskan (kiasan); mengalahkan dengan mudah (tanpa perlawanan) (kiasan); memerkosa; menyetubuhi; menggagahi (kiasan) (7) |
| MELALAU | Merintangi; menghalang-halangi; mencegah (7) |
| MELALUI | Menempuh (jalan, ujian, percobaan, dan sebagainya); melintasi; melewati; melanggar, tidak mengindahkan (nasihat, perintah, dan sebagainya); melampaui; melangkahi; melangkaui (7) |
| MELAMAR | Meminta wanita untuk dijadikan istri (bagi diri sendiri atau orang lain); meminang; meminta pekerjaan (di kantor dan sebagainya) (7) |
| MELAMIN | Menghiasi tempat tidur pengantin (Minangkabau); bahan kristal tanpa warna, dapat larut dalam air, digunakan sebagai bahan pelapis dan plastik (Kimia) (7) |
| MELAMUN | Termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana; menumpukkan (melonggokkan) tidak beraturan (Minangkabau); menggenangi, meliputi (seperti air menutupi karang) (Minangkabau) (7) |
| MELANDA | Mengenai; menimpa; melanggar; melimbang (emas, intan, timah, dan sebagainya); melandau (7) |
| MELANIN | Pigmen atau zat warna gelap (cokelat tua atau hitam) yang ditemukan di kulit, rambut, bulu, dan mata (7) |
| MELANJA | Pergi bertandang (7) |
| MELANUS | Dapat dilihat; kelihatan (tentang sesuatu yang dibebat) (7) |
| MELAPAH | Menguliti dan memotong-motong binatang sesudah disembelih; memotong-motong (makan) daging dengan potongan besar (7) |
| MELAPAK | Membuka lapak (tentang berjualan) (7) |
| MELAPIH | Menganyam; menjalin (Minangkabau) (7) |
| MELAPIS | Memberi lapis; menyalut; menyaput; bersusun-susun (7) |
| MELAPOR | Memberi tahu; mengadu (7) |
| MELAPUK | Menjadi lapuk; menepuk; menampar (Minangkabau) (7) |
| MELAPUR | Menyerang (menghantam) dengan kepakan sayap (seperti ayam atau burung yang berlaga) (7) |
| MELARAH | Mengambil giliran (untuk menari dan sebagainya) (7) |
| MELARAI | Memisahkan; menceraikan; menghindarkan; membuang; menawarkan (7) |
| MELARAM | Menunjukkan gaya atau lagak (7) |
| MELARAS | Menyesuaikan nada (7) |
| MELARAT | Berlarat-larat; menjalar ke mana-mana (tentang api); miskin (kiasan); miskin; sengsara; rugi (7) |
| MELARAU | Menjadi terganggu (oleh anak-anak nakal dan sebagainya); menangis keras-keras dengan suara serak (7) |
| MELARIH | Menuangkan minuman ke dalam gelas dan sebagainya (7) |
| MELARIK | Membuat bulat dan licin dengan bindu dan sebagainya (tentang kayu dan sebagainya); membubut; melubangi (dengan bor dan sebagainya); mengatur menjadi larik-larik; mengatur berderet-deret; menderet-deretkan (7) |
| MELASAH | Memukul; menyiksa (7) |
| MELASIK | Mengoperasi mata dengan laser (7) |
| MELASMA | Bercak hiperpigmentasi, terutama pada bagian yang terkena sinar matahari (misalnya dahi, pipi, dan bagian bawah hidung) (7) |
| MELASTI | Upacara penyucian arca-arca simbol dewa dan sebagainya di laut (Bali) (7) |
| MELATAM | Menginjak-injak supaya padat (pipih dan sebagainya) (7) |
| MELATAS | Memotong (rumput dan sebagainya) (Minangkabau) (7) |
| MELATIH | Mengajar seseorang dan sebagainya agar terbiasa (mampu) melakukan sesuatu; membiasakan diri (belajar) (7) |
| MELATIS | Menebas semak-semak; merintis jalan di hutan dan sebagainya (dengan menyingkirkan belukar) (7) |
| MELATUR | Membengkak dengan mengandung air, seperti kulit terbakar; melepuh (7) |
| MELAUNG | Menyeru dengan suara kuat dan nyaring; berteriak kuat-kuat (7) |
| MELAUTI | Mengarungi laut; melayari (7) |
| MELAWAH | Perahu Bugis (7) |
| MELAWAK | Berbuat jenaka (lucu); berlawak-lawak (7) |
| MELAWAN | Menghadapi (berperang, bertinju, bergulat, dan sebagainya); menentang; menyalahi; bersaing lebih murah daripada yang lain; melayani; mengajak; mencegah; menghilangkan; menjauhkan (7) |
| MELAWAR | Menyayat daging (ikan) tipis-tipis (7) |
| MELAWAS | Luas, lapang, lega (tentang pemandangan dan sebagainya); mulai habis (tentang buah-buahan dan sebagainya) (7) |
| MELAWAT | Bepergian mengunjungi negara (provinsi, kota, dan sebagainya) lain; datang menjenguk (orang meninggal dan sebagainya); melayat (7) |
| MELAYAH | Meliuk (condong) ke kiri ke kanan, ke muka ke belakang (seperti pohon kayu tertiup angin, orang menari); melayang (terbang) rendah dekat permukaan tanah (air) (7) |
| MELAYAK | Membelah ikan untuk dikeringkan (7) |
| MELAYAM | Mengayunkan (memainkan) pedang dan sebagainya (7) |
| MELAYAP | Pergi tanpa arah dan tujuan; terbang rendah sekali; merambat terbawa oleh angin (tentang suara); mulai hendak tidur; tidur-tidur ayam; di antara jaga dan tidur (Melayu Jakarta) (7) |
| MELAYAS | Menolak; mengabaikan (7) |
| MELAYAT | Menjenguk (melawat) keluarga orang yang meninggal dengan tujuan menghibur dan menyabarkan hatinya (7) |
| MELAYUK | Meliuk (melayah) ke kiri kanan (tentang pohon) (7) |
| MELAYUR | Memanaskan di atas (dekat) api (supaya kering, layu, hangat, dan sebagainya); memanggang; membakar (dengan sinar matahari) (7) |
| MELAYUT | Melentur; melendut (tentang dahan pohon yang lebat buahnya); bersambung-sambung, mendayu-dayu (tentang suara) (7) |
| MELEBAR | Menjadi (bertambah) lebar; (dalam sepak bola) menyamping; ke sebelah kanan atau kiri (Olahraga) (7) |
| MELEBAS | Menyebat, memukulkan (rotan, cambuk, dan sebagainya) (7) |
| MELEBAT | Menjadi (bertambah) lebat (7) |
| MELEBIH | Berbuat sesuatu (berkata dan sebagainya) lebih daripada keadaan yang sebenarnya atau lebih tinggi daripada orang lain (7) |
| MELEBUK | Menggemburkan (tentang tanah) (7) |
| MELEBUN | Menipu (seperti menjual barang palsu) (7) |
| MELEBUR | Menjadikan lebur (luluh); menjadi cair (tentang logam); membubarkan diri kemudian bergabung dengan yang lain (tentang perkumpulan) (7) |
| MELECEH | Memuji-muji supaya disukai; menjilat pantat; memandang rendah (tidak berharga); mengabaikan; menghinakan (7) |
| MELECEK | Melumatkan dan melembekkan (nasi, pisang, dan sebagainya) (7) |
| MELECIT | Terlepas (terloncat dan sebagainya) ke luar dengan cepat (seperti biji sawo dipijit); lesit (7) |
| MELECUN | Menipu; memperdayakan (Cina) (7) |
| MELECUR | Membengkak berair (karena terbakar dan sebagainya); melepuh (7) |
| MELECUT | Terloncat ke luar dengan cepat; melecit; terlepas; berbunyi seperti cambuk yang dikibaskan; mencambuk; menggiatkan (kiasan) (7) |
| MELEDAK | Pecah dan mengeluarkan bunyi sangat keras; meletus; terbit perang (revolusi, huru-hara, kemarahan, dan sebagainya); menggema, gegap gempita (tentang sambutan, tepuk tangan, sorak-sorai); tergelak keras-keras (tentang tertawa); bertambah banyak (7) |
| MELEDEK | Mengejek; menghina (Melayu Jakarta) (7) |
| MELEDOS | Pecah meledak; meletup (Melayu Jakarta); terban (tentang jembatan dan sebagainya); rusak (Melayu Jakarta) (7) |
| MELEDUK | Meledak; meletus (7) |
| MELEGAR | Berputar; beredar; bergilir (7) |
| MELEJIT | Berlari (keluar dan sebagainya) dengan cepat; melonjak dengan cepat; memantul, mental (tentang bola dan sebagainya) (7) |
| MELEKAM | Memegang erat-erat dengan telunjuk dan ibu jari (7) |
| MELEKAP | Melekat; menempel; merapat, melengket, tidak mau berpisah (tentang anak kecil dengan orang tuanya) (7) |
| MELEKAS | Mengeluarkan mantra untuk menjalankan ilmu hitam; berubah rupa dengan menggunakan ilmu hitam (7) |
| MELEKAT | Menempel benar-benar (sehingga tidak mudah lepas); karib sekali (tentang persahabatan) (kiasan); tertanam (tentang modal) (kiasan); terpakai (tentang pakaian, topi); tetap terpaku pada (tentang pandangan mata) (kiasan); terpaut (kiasan) (7) |
| MELELAH | Mengejar (7) |
| MELELAI | Tergantung melengkung ke bawah; menjulai; terkulai: (7) |
| MELELAS | Menjadi licin karena tergosok; memotong licin-licin (sampai habis) (7) |
| MELELEH | Mengalir perlahan-lahan (seperti air mata, getah) (7) |
| MELELER | Meleleh (terutama tentang barang yang lekat-lekat seperti ingus, air liur, lava cair) (7) |
| MELEMAH | Menjadi lemah; mengalami penurunan nilai, indeks, dan sebagainya (7) |
| MELENGE | Terdiam, membisu (Melayu Jakarta) (7) |
| MELENJA | Berbuat kurang adat; agak kurang ajar; lancang; mengeluarkan air liur atau buih dari mulut (7) |
| MELENSA | Menyerupai lensa bulat atau terkadang agak memanjang (Biologi) (7) |
| MELEPAK | Menjadi putih benar (7) |
| MELEPAS | Menjadikan lepas; membiarkan (lalu, pergi, berangkat, berlayar, dibeli, dan sebagainya); mengantarkan orang (berjalan, berangkat, dan sebagainya); memberhentikan (dari pekerjaan); memecat (7) |
| MELEPEK | Menampar (menepuk) perlahan-lahan (7) |
| MELEPES | Halus (untuk bahasa, sikap, cara berbusana); rapi dan sopan (Jawa) (7) |
| MELEPIH | Melipat tepi atau ujung (tikar, kertas, dan sebagainya); menjalin atau mengepang (rambut anak perempuan) (7) |
| MELEPOH | Melepa atau mengoles (dengan semen dan sebagainya) (7) |
| MELEPUK | Memukul; menampar (7) |
| MELEPUR | Terbenam dalam lumpur; menyerang dengan memukulkan sayap (7) |
| MELERAI | Memisahkan (tentang pertikaian); mendamaikan, meredakan (tentang perasaan hati, ketegangan) (7) |
| MELERAK | Merusakkan hingga bercerai-berai; membuka satu per satu bagian-bagiannya (7) |
| MELERET | Membaris; memanjang hingga terseret (seperti tali yang panjang ke tanah) (7) |
| MELEROK | Mendilak; melemparkan pandangan ke samping untuk menunjukkan rasa marah, tidak puas (Sunda) (7) |
| MELESAK | Terbenam ke dalam benda padat (tanah, tembok, dan sebagainya); ambles (7) |
| MELESEK | Ambles; masuk ke dalam tanah (7) |
| MELESIT | Berbunyi seperti bunyi peluit ditiup, jangkrik; memancarkan ke luar; menyemprot; membuang ingus dengan memijit hidung (7) |
| MELESOT | Jatuh bertaburan (7) |
| MELETAK | Menaruh; menempatkan (Minangkabau) (7) |
| MELETER | Menandai dengan huruf; beleter (7) |
| MELETIK | Berbunyi “tik” (karena retak dan sebagainya); menggerak-gerakkan badan dengan cepat; menggelepar (tentang ikan); meloncat (dengan cepat); melenting (7) |
| MELETIS | Memerciki (dengan air) (7) |
| MELETOS | Meletus; meledak (Melayu Jakarta) (7) |
| MELETUP | Pecah atau terbuka dengan tiba-tiba karena adanya tekanan atau dorongan yang kuat sehingga mengeluarkan bunyi (tentang balon, senapan yang ditembakkan, dan sebagainya) (7) |
| MELETUS | Pecah atau terbuka dengan tiba-tiba karena adanya tekanan atau dorongan yang sangat kuat sehingga mengeluarkan bunyi yang sangat keras; meledak; terjadi, timbul (tentang perang, perselisihan, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MELEVER | Mengirimkan (menyerahkan) barang-barang dagangan (7) |
| MELEWAH | Tumpah; berlimpah (tentang buah-buahan, barang, dan sebagainya); mewah; berlebihan (tentang kata); mubazir (7) |
| MELEWAR | Berkeliaran (beterbangan, berenang); berhamburan (tentang kelelawar, burung, ikan, dan sebagainya) (7) |
| MELEYOT | Tidak lurus; bengkok karena lemas (lunak) (7) |
| MELIBAS | Melebas; memukulkan (cambuk dan sebagainya); menyebat; mengalahkan; menundukkan; mengakali; menipu (kiasan) (7) |
| MELIBAT | Membebat; membelit; menyangkut; memasukkan atau membawa-bawa (ke dalam suatu perkara, urusan, dan sebagainya) (7) |
| MELIDAH | Menyerupai bentuk bidang yang memanjang, mencembung rata, dan berujung tumpul (7) |
| MELIGAS | Berlari dengan kedua belah kaki kanan, lalu kedua belah kaki kiri (tentang kuda, katak, dan sebagainya) (7) |
| MELIGAT | Berpusing cepat sekali (tentang gasing dan sebagainya) (7) |
| MELIGIH | Menggigil (7) |
| MELIHAT | Menggunakan mata untuk memandang; (memperhatikan); menonton; mengetahui; membuktikan; menilik; meramalkan; menengok (orang sakit); menjenguk (7) |
| MELIKAS | Menggulung benang yang baru dipintal (7) |
| MELIKIP | Banyak dan biasanya bentuknya kecil-kecil (Lampung) (7) |
| MELILAH | Muntah (7) |
| MELILAU | Memandang ke sana kemari (7) |
| MELILIN | Menggosok dengan lilin; menyerupai lilin; tumbuhan, kayunya berwarna putih, hanya dipakai sebagai kayu bakar (Vernonia arborea) (7) |
| MELILIT | Membelit; membalut; menyebat; berasa mulas (tentang perut) (7) |
| MELILLA | Daerah kecil milik Spanyol, berada di daerah utara Afrika; kota di Spanyol (7) |
| MELIMUT | Banyak sekali (tentang buah-buahan yang kecil-kecil) (7) |
| MELINJO | Tumbuhan yang batangnya lurus bercabang-cabang di bagian atasnya, daunnya bulat telur memanjang, buahnya biasa dibuat emping; belinjo; meninjau (Gnetum gnemon) (7) |
| MELIPAT | Melepit menjadi rangkap; membekuk, meringkus, menggulung (perampok, penjahat, dan sebagainya) (kiasan); menjadi berlipat (kiasan); menggelapkan (kiasan); menjual sesuatu untuk menutupi kebutuhan hidup (kiasan); tidak mengindahkan; mengabaikan (kiasan); menghabiskan, menyikat (makanan dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MELIPIT | Melipat (dengan lipatan kecil) pada tepi kain dan sebagainya (7) |
| MELIPUR | Menghilangkan; melenyapkan; menghapuskan; menghibur (7) |
| MELIPUT | Membuat berita atau laporan secara terperinci tentang suatu masalah atau peristiwa (7) |
| MELIRIK | Menjara (membuat lubang); menggerek; melihat dengan tajam ke samping (kiri atau kanan); mengincar (kiasan) (7) |
| MELISMA | Sekelompok not yang dinyanyikan dalam satu nada (Musik) (7) |
| MELITIN | Protein beracun dalam racun lebah yang menyebabkan nyeri lokal dan peradangan, tetapi juga memiliki efek antibakteri dan antijamur (7) |
| MELIWIS | Belibis (Jawa) (7) |
| MELOCOK | Menggerakkan batang besi (kayu, bambu) turun naik (maju mundur) di dalam tabung untuk menumbuk atau melumatkan sesuatu (7) |
| MELOCOT | Mengelupas (tentang kulit) (7) |
| MELOKAP | Menahan (di kantor polisi) (7) |
| MELOLOH | Menyuapi (7) |
| MELOMOT | Memasukkan benda yang bulat panjang (ibu jari dan sebagainya) ke dalam mulut (7) |
| MELONGO | Terbuka (tentang mulut) karena heran dan sebagainya (7) |
| MELOROT | Meluncur turun; merosot; membuang lilin pada kain batik sesudah diberi warna dengan cara merendamnya pada air mendidih secara keseluruhan (Jawa) (7) |
| MELUAKI | Mengurangi; menyusuti (7) |
| MELUANG | Berasa pegal (ngilu) sekujur badan (7) |
| MELUCUP | Hilang masuk ke dalam (7) |
| MELUCUT | Lepas atau terlepas (dari genggaman, pegangan, ikatan, dan sebagainya); mengelupas (tentang kulit dan sebagainya) (7) |
| MELUKAI | Membuat luka pada; menyakiti (hati) (kiasan) (7) |
| MELUKAT | Terlepas (tentang barang yang dilekatkan); lekang (7) |
| MELUKIS | Membuat gambar dengan menggunakan pensil, pulpen, kuas, dan sebagainya, baik dengan warna maupun tidak (7) |
| MELUKUT | Ujung beras yang terlepas ketika ditumbuk; pecahan beras yang halus; menir; belukut (7) |
| MELULUK | Memata-matai; mengintai (musuh) (7) |
| MELULUM | Menjilat-jilat (jari dan sebagainya); mengulum (7) |
| MELULUR | Meluncur masuk dengan mudah; meluncur; menelan; menggosok badan dengan lulur; melulut (7) |
| MELUMAS | Menyapu (dengan kapur, minyak, dan sebagainya); mengoles (7) |
| MELUMAT | Melumatkan; mengalahkan dengan telak (7) |
| MELUMER | Meleleh; menjadi cair (7) |
| MELUMUR | Menyapu; mengolesi (7) |
| MELUNAK | Menjadi lunak; menjadi lembut (hati, sikap, dan sebagainya) (7) |
| MELUPUH | Memukuli bambu bulat supaya pipih seperti papan (7) |
| MELURUH | Bertukar bulu (tentang ayam dan sebagainya); rontok (tentang daun) (7) |
| MELURUT | Menjepit dan mengurut dengan jari; melucutkan (meluluskan); melicinkan dengan menjepit dengan jari (kertas dan sebagainya); memetiki sampai habis; mengalir (tentang air sungai dan sebagainya); mengelupas (misalnya daging dari tulang) (7) |
| MELUYUT | Berluyutan; luyu; ruyup (7) |
| MEMAAFI | Memberi ampun kepada; mengampuni (7) |
| MEMACAK | Mencocok (satai); menusuk (7) |
| MEMACEK | Masuk ke tanah (tentang akar) (Sunda); menjantani; mengawini; menyetubuhi (tentang binatang) (Sunda) (7) |
| MEMACIK | Memegang erat-erat (Minangkabau) (7) |
| MEMACUK | Mencotok; memagut; mencatuk (7) |
| MEMACUL | Menggali atau membalik tanah dengan pacul; mencangkul; memijit (menekan) supaya keluar isi (7) |
| MEMADAI | Memenuhi (syarat, keinginan) dan sebagainya; mencukupi (7) |
| MEMADAN | Membanding untuk mengetahui mana yang lebih baik (kuat, besar, dan sebagainya) (7) |
| MEMADAT | Menjejal (menginjak-injak dan sebagainya) supaya padat (7) |
| MEMAGAS | Memenggal; memangkas (7) |
| MEMAGUT | Mematuk; mencatuk; menggigit (tentang ular); memeluk (Minangkabau) (7) |
| MEMAIRI | Merondai (perairan, pelabuhan) dengan kapal atau perahu; mengawasi atau mengamat-amati dengan kapal (7) |
| MEMAJUH | Melahap; memakan banyak-banyak dan lekas-lekas (7) |
| MEMAKAI | Mengenakan; menggunakan; mempergunakan (dalam arti yang luas); mematuhi; mengindahkan; memerlukan; menghabiskan; naik; menumpang; mempekerjakan; mengikuti (7) |
| MEMAKAL | Menutup celah-celah papan geladak atau dinding perahu dengan sabut (7) |
| MEMAKAN | Makan (biasanya mengandung arti lebih aktif); mengakibatkan, menyebabkan (kiasan) (7) |
| MEMAKSA | Memperlakukan, menyuruh, meminta dengan paksa; berbuat dengan kekerasan (mendesak, menekan); memerkosa (7) |
| MEMAKUK | Memotong dengan benda tajam yang dipukulkan keras-keras; menetak; memarang (Minangkabau) (7) |
| MEMALAI | Menjadi seperti malai; menghiasi dengan malai; memepes (ikan kecil-kecil) (7) |
| MEMALAK | Menyusahkan; mengganggu; meminta secara paksa; memeras (7) |
| MEMALAM | Menyumbat; menutup (7) |
| MEMALIS | Memandang arah lain (kiri, kanan, dan sebagainya) karena malu, berkecil hati, dan sebagainya; menggosok licin-licin; menyapukan (cat, cat bibir, dan sebagainya) pada; mencolek (dengan ujung jari) (7) |
| MEMALOH | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; Dayak Maloh; Embaloh; Sanggau; Maloh (7) |
| MEMALSU | Membuat sesuatu yang palsu; melancungkan (7) |
| MEMALUI | Merasa malu terhadap (kepada); menaruh hormat pada; menyegani (7) |
| MEMALUN | Memeluk; membelit (Minangkabau) (7) |
| MEMALUT | Membungkus; menyalut; menyampul (7) |
| MEMAMAH | Mengunyah makanan (7) |
| MEMANAU | Merentang gawar-gawar dari manau; memukul dengan manau; merotan (7) |
| MEMANDU | Menjadi pandu bagi; memimpin (kapal, masyarakat, dan sebagainya); mencoba; menguji (7) |
| MEMANEN | Mengambil (memetik, memungut, mengutip) hasil tanaman (di sawah atau ladang); menuai (7) |
| MEMAPAH | Menolong orang berjalan dengan menyangga tangan orang itu (7) |
| MEMAPAK | Menyambut kedatangan orang; menyongsong (7) |
| MEMAPAR | Menjadikan rata; memepat; menguraikan dengan panjang lebar; membentangkan; mencari orang untuk dijadikan kelasi (prajurit) (7) |
| MEMAPAS | Melucuti atau menanggalkan (pakaian, kemah, kajang, gambar-gambar di dinding, dan sebagainya); mengambili misalnya untuk dibawa pergi; menyerobot; menyongsong; menentang (arah angin, arus air) (7) |
| MEMARAK | Menyala; menjadi ramai (7) |
| MEMARAP | Memukul (terutama dengan paparan kelewang); meninju; menampar (7) |
| MEMARAS | Meratakan, misalnya beras dalam takaran; memotong (memangkas, menarah) supaya rata (tentang kayu, pepohonan, dan sebagainya); mencukur atau memangkas supaya rapi (tentang rambut, janggut) (7) |
| MEMARIH | Menjatuhkan dadu (ketika bermain atau mengundi); membuang (dadu); membagi-bagikan (kartu permainan dalam judi dan sebagainya); mengundi; meramal dengan kartu (7) |
| MEMARUH | Mencotok (mematuk) dengan paruh; membagi dua (7) |
| MEMARUN | Membakar barang-barang yang tidak berguna lagi, seperti sampah dan daun-daun kering (7) |
| MEMASAK | Membuat (mengolah) penganan, makanan, gulai, dan sebagainya; memasang pasak; memaku dengan pasak (7) |
| MEMASAP | Menjadi asap (uap); meruap (7) |
| MEMASOK | Membayar pajak; mengadakan persediaan; menyuplai (7) |
| MEMASUK | Mengelompok; mengumpul (7) |
| MEMATIK | Menyentuh dengan jari (7) |
| MEMATOK | Memancang; memberi patok (pancang, tonggak); menghentikan laju kenaikan (harga) (kiasan); memberikan ketentuan (kiasan); menetapkan; menentukan (kiasan) (7) |
| MEMATRI | Melekatkan dan sebagainya dengan patri; menyolder; melekatkan; menetapkan; meneguhkan (kiasan) (7) |
| MEMATUK | Mencatuk; mencotok; memagut (dengan paruh); memukul (tentang picu bedil) (7) |
| MEMATUT | Mengatur supaya baik; memperbaiki; berdandan dan sebagainya supaya elok rupanya; bersolek (7) |
| MEMBACA | Melihat serta memahami isi apa yang tertulis (dengan melisankan atau hanya dalam hati); mengeja atau melafalkan apa yang tertulis; mengucapkan; mengetahui; meramalkan; memperhitungkan; memahami (7) |
| MEMBADI | Membaca mantra (guna-guna) untuk membinasakan orang lain (7) |
| MEMBAGI | Menceraikan (memecahkan, memisahkan, membelah) menjadi beberapa bagian (yang sama); memecahkan (menyederhanakan) bilangan dengan bilangan tertentu (Matematika); memecahkan (sesuatu) lalu memberikannya kepada pihak lain; memberikan (sebagian) untuk orang lain (7) |
| MEMBAHU | Memikul; menyangga; menyokong; memainkan bola dengan menggunakan bahu untuk bertahan dari serangan bola yang mendadak dari lawan dalam posisi yang kurang baik (tentang sepak takraw) (Olahraga) (7) |
| MEMBAIK | Menjadi baik; mulai pulih (tentang kesehatan, keadaan luka, dan sebagainya); makin baik (7) |
| MEMBARA | Menjadi bara; berapi-api (tentang semangat) (kiasan) (7) |
| MEMBARU | Timbul lagi; muncul lagi (7) |
| MEMBASI | Menjadi basi; memberi basi; memberi uang tambahan (7) |
| MEMBATU | Menyerupai batu; menjadi keras seperti batu; menjadi batu; diam saja; membisu (kiasan) (7) |
| MEMBAUI | Mencium-cium (bau); mencari keterangan (tentang suatu perkara) dengan diam-diam (kiasan) (7) |
| MEMBAUR | Masuk ke dalam (pergaulan, golongan) sehingga serupa dengan yang dimasuki; membaurkan diri (7) |
| MEMBAWA | Memegang atau mengangkat sesuatu sambil berjalan atau bergerak dari satu tempat ke tempat lain; mengangkut; memuat; memindahkan; mengirimkan; mengajak pergi; pergi bersama-sama; memimpin; mendatangkan; mengakibatkan; menyebabkan; menarik atau melibatkan (dalam urusan, perkara, dan sebagainya) (7) |
| MEMBEGA | Berbega; membidik (7) |
| MEMBEKA | Membujuk dengan perkataan yang manis-manis untuk menipu (7) |
| MEMBELA | Menjaga baik-baik; memelihara; merawat; melepaskan dari bahaya; menolong; memihak untuk melindungi dan mempertahankan; membantu terdakwa memperoleh perlindungan hukum dalam sidang pengadilan; mengikuti mati; membalas membunuh (karena tuannya dan sebagainya dibunuh) (7) |
| MEMBELI | Memperoleh sesuatu melalui penukaran (pembayaran) dengan uang; memperoleh sesuatu dengan pengorbanan (usaha dan sebagainya) yang berat (7) |
| MEMBELU | Memeriksa (mencoba) benar tidaknya (tentang penemuan, hitungan, pelajaran, dan sebagainya) (7) |
| MEMBERI | Menyerahkan (membagikan, menyampaikan) sesuatu; menyediakan (melakukan dan sebagainya) sesuatu untuk; memperbolehkan; mengizinkan; menyebabkan (menjadikan) menderita (kena); menjadikan supaya; membubuhi (meletakkan, mengenakan, dan sebagainya); mengucapkan (menyampaikan); melayangkan, mengirimkan, dan sebagainya (pukulan, tendangan) (7) |
| MEMBIAS | Berbelok dari arah (seperti perahu yang dilanggar ombak, hujan yang tertiup angin); berbelok arah dari garis tempuhan karena menembus benda bening yang lain (seperti cahaya yang menembus kaca, bayangan yang berada dalam air) (Fisika); menyimpang (tentang nilai, ukuran) dari yang sebenarnya (kiasan) (7) |
| MEMBICU | Menuil; mendongkrak; mengungkit (7) |
| MEMBIJI | Memberi nilai; menilai (7) |
| MEMBINA | Membangun; mendirikan (negara dan sebagainya); mengusahakan supaya lebih baik (maju, sempurna, dan sebagainya) (7) |
| MEMBISU | Bersikap seperti orang bisu (berdiam diri tidak mau berkata-kata); diam saja (tidak memberi kabar) (kiasan) (7) |
| MEMBIUS | Melakukan pembiusan; menjadikan tidak sadar (hilang kesadarannya); membuat terlena (kiasan) (7) |
| MEMBORO | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Sumba, Nusa Tenggara Timur; Mamboru (7) |
| MEMBOYA | Mencerai-beraikan (7) |
| MEMBRAN | Selaput, kulit tipis, atau lembaran bahan tipis yang merupakan pemisah; rentangan selaput atau kulit yang dapat membangkitkan atau menangkap getaran; lapisan pemisah tipis antara dua fase cair yang berbeda yang memengaruhi peralihan molekul dan ion (Biologi); lembaran (lempengan) tipis yang lentuk; pelat getar (Teknik) (7) |
| MEMBUAI | Mengayun; berayun; mengayun-ayunkan; menggoncangkan hingga terbuai-buai; membuat lupa akan hal lain (seolah-olah tertidur) (kiasan) (7) |
| MEMBUAK | Membual (7) |
| MEMBUAS | Mengganas; berlaku bengis (7) |
| MEMBUAT | Menciptakan (menjadikan, menghasilkan); membikin; melakukan; mengerjakan; menggunakan (untuk); memakai (untuk); menyebabkan; mendatangkan (7) |
| MEMBUKA | Menjadikan tidak tertutup atau tidak bertutup (seperti menyingkap penutupnya, tudungnya, pagarnya); menanggalkan; mengangkat; membentangkan; mengembangkan; mengurai; meretas; merintis; membuat; mengadakan atau memberi (kesempatan); memulai; mengusahakan; menyelenggarakan; mengembangkan; mengungkapkan; memperlihatkan (7) |
| MEMBUKU | Menjadi gumpal kecil-kecil; mengganggu perasaan (kiasan) (7) |
| MEMBUMI | Menetap (tinggal) di satu tempat; menuju ke bumi; mendarat di bumi; realistis (tentang pandangan, pemikiran) (kiasan) (7) |
| MEMBURA | Menyembur (tentang ular dan sebagainya); menyembur (keluar dari); pecah bercerai-cerai (7) |
| MEMBURU | Mengejar atau menyusul (hendak menangkap dan sebagainya); mengejar untuk menangkap binatang dalam hutan dan sebagainya; berusaha keras supaya mendapat (uang, pangkat, dan sebagainya); berusaha keras supaya dapat ikut (menumpang dan sebagainya) (7) |
| MEMBUSA | Mengembus keras-keras; menyembur; mengembus-embus; engah-engah (seperti napas orang terengah-engah) (7) |
| MEMBUTA | Berlaku sebagai orang buta; berpura-pura buta; berbuat sesuka hati (tidak peduli, apa-apa, main serampangan saja) (kiasan); tidur nyenyak (kiasan) (7) |
| MEMECAH | Menjadi pecah-pecah (tentang ombak dan sebagainya); merusak; mengganggu (7) |
| MEMECAL | Memijit (dengan jari atau tangan); mengurut (7) |
| MEMECAT | Melepaskan (dari jabatan); memberhentikan (dari keanggotaan perkumpulan dan sebagainya); mengeluarkan (dari sekolah dan sebagainya); membebaskan dari pekerjaan (jabatan dan sebagainya untuk sementara waktu); mengabaikan; tidak mengindahkan (7) |
| MEMECUT | Mencambuk; melecut; mengerasi; menggiatkan (7) |
| MEMEGAS | Melenting seperti pegas; mengepak-ngepakkan sayap hendak terbang; memukul kasur (kapuk dan sebagainya) dengan rotan dan sebagainya (7) |
| MEMEGAT | Memutuskan (perhubungan dan sebagainya); menahan (mengadang dan sebagainya) di jalan; mencegat (7) |
| MEMEKAU | Menjerit; memekik (7) |
| MEMEKIK | Berteriak; menjerit (7) |
| MEMEKIS | Mengeluarkan perkataan yang pedas (menghinakan, menistakan, menantang, dan sebagainya) (7) |
| MEMEKUK | Menetak; memakuk (Minangkabau) (7) |
| MEMELAS | Menimbulkan rasa belas kasihan (Jawa); memohon belas kasih; mengikat tali perahu (supaya bersambung dan sebagainya) (Pelayaran) (7) |
| MEMELET | Menggetah burung; menarik (memikat) hati perempuan dan sebagainya dengan minyak pelet (guna-guna); mengambil hati; merayu dengan kata-kata manis; membujuk (7) |
| MEMELUK | Meraih seseorang ke dalam dekapan kedua tangan yang dilingkarkan; mendekap; menganut (mengikuti ajaran) (kiasan) (7) |
| MEMENDA | Memperbaiki; membetulkan (kesalahan dan sebagainya); mengoreksi (7) |
| MEMEPAH | Memukul dengan tongkat dan sebagainya (7) |
| MEMEPAK | Mengunyah makanan yang kering, seperti kerupuk (7) |
| MEMEPAS | Mengail; memancing (7) |
| MEMEPAT | Memotong (mengerat) sampai rata; mendabung sampai rata (tentang gigi); memangkas sampai rata (tentang rambut); memaras (tentang isi sukatan) (7) |
| MEMEPER | Menyimpang dari arahnya (tentang perahu, kapal); hanyut dibawa arus (kapal, perahu) dengan rusuknya ke muka (7) |
| MEMEPET | Mendesak; mengimpit; mendesak (ke sudut atau pinggir); merapat (7) |
| MEMERAI | Mencerai-beraikan; menumbuk supaya bercerai-berai (berderai-derai) (7) |
| MEMERAM | Menyimpan buah-buahan (dengan membungkusnya dan sebagainya) supaya lekas masak; menyimpan (rahasia, perasaan, dan sebagainya); menyembunyikan; menyuruh tinggal di rumah saja; menyekap; memingit; mendekut (tentang burung merpati) (7) |
| MEMERAP | Mengepak-ngepakkan sayap; menggelepar (tentang ayam, burung, dan sebagainya) (7) |
| MEMERAS | Memijit (menekan dan sebagainya) supaya keluar airnya; memerah; mengambil untung banyak-banyak dari orang lain (kiasan); meminta uang dan sebagainya dengan ancaman (kiasan) (7) |
| MEMERLI | Menyindir; mengejek; mencemooh; menggoda (7) |
| MEMERUK | Memasukkan ke dalam (saku, tas, dan sebagainya); membenamkan (7) |
| MEMERUM | Membuang perum; menduga dalamnya (laut dan sebagainya) (7) |
| MEMERUN | Membakar sisa kayu-kayuan, daun-daunan, dan sebagainya kedua kalinya di tanah yang baru dijadikan ladang; membakar sampah (7) |
| MEMESAN | Memberi pesan (nasihat, petunjuk, dan sebagainya); menyuruh (meminta) supaya dikirim (disediakan, dibuatkan) sesuatu; mengorder (7) |
| MEMESAT | Makin maju dengan cepat; makin cepat (7) |
| MEMETIA | Memperhatikan (7) |
| MEMETIK | Mengambil dengan mematahkan tangkainya (bunga, buah, dan sebagainya); mengambil; mengutip (sebagian) dari karangan dan sebagainya; menukil; membunyikan kecapi, gitar, dan sebagainya dengan menggamit senar atau dawainya; memijitkan dan menggesekkan ibu jari dengan jari lainnya hingga berbunyi; menarik picu (senjata api) dengan jari; menarik tali busur dengan jari; mengisap (rokok, cerutu) dengan cara menjepit dengan jari; memilin kumis dengan dua jari; menekan tombol lampu listrik dan sebagainya (7) |
| MEMFIAT | Memberikan persetujuan (dengan membubuhkan paraf atau tanda tangan tanda setuju); memberi fiat (7) |
| MEMFOTO | Memotret (7) |
| MEMIALA | Menyerupai gelas anggur (7) |
| MEMIARA | Memelihara (tentang binatang atau tanaman) (7) |
| MEMICIT | Menekan keras-keras (dengan ibu jari dan sebagainya); memijit; memencet (7) |
| MEMIJAK | Menaruh kaki di; menginjak (7) |
| MEMIJAR | Menjadi berpijar; memercikkan nyala api (7) |
| MEMIJAT | Menekan dengan jari; memencet; mengurut bagian tubuh untuk melemaskan otot sehingga peredaran darah lancar; memijit (7) |
| MEMIJIT | Mengurut; memijat (7) |
| MEMIKAT | Menarik dan membujuk hati (penonton, pembeli, dan sebagainya); memancing (musuh dan sebagainya); menangkap burung dengan burung yang jinak sebagai penarik (7) |
| MEMIKIR | Berpikir tentang sesuatu; mengingat akan (sesuatu) (7) |
| MEMIKUL | Membawa barang dengan menggantungkannya di tongkat (pikulan) yang ditaruh di atas bahu; menggandar; menanggung (kiasan) (7) |
| MEMILAH | Memisah; membagi; mengatur data ke dalam susunan tertentu (7) |
| MEMILIH | Menentukan (mengambil dan sebagainya) sesuatu yang dianggap sesuai dengan kesukaan (selera dan sebagainya); mencari atau memisah-misahkan mana yang baik (besar, kecil, dan sebagainya); menunjuk (orang, calon, dan sebagainya) dengan memberikan suaranya (7) |
| MEMILIN | Memulas atau memintal (dua atau tiga utas benang, tali, dan sebagainya) dengan jari, telapak tangan, dan sebagainya; terasa sakit pada perut, seperti dijepit dan diputar; mulas; menjepit dengan jari lalu diputar (dipulas) (7) |
| MEMINDA | Memperbaiki; membetulkan (kesalahan dan sebagainya); mengoreksi; mengubah; meniru; mencontoh; meneladan (7) |
| MEMIPIL | Melepas biji jagung dari tongkolnya (7) |
| MEMIPIT | Mengapit (Jawa) (7) |
| MEMIRIK | Memipis; menumbuk lumat-lumat; melumatkan; mencubit; menjepit (7) |
| MEMISAH | Menjauhkan diri (dari); mengasingkan diri; tidak mau bersatu (dengan); melerai (7) |
| MEMISIT | Memijit; menekan; menanyai dengan teliti atau dengan ancaman (supaya mengaku, membuka rahasia, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MEMITAR | Mengarahkan (meriam dan sebagainya) (7) |
| MEMOCES | Menyisihkan satu demi satu; memisahkan satu demi satu (7) |
| MEMOCOK | Memenggal; menebas; mengambil (kiasan) (7) |
| MEMOHON | Meminta dengan hormat (7) |
| MEMOLES | Melicinkan dan menggilapkan dengan poles; membubuhkan poles (mengecat) supaya kelihatan lebih indah dan sebagainya; memperbaiki kelemahan yang ada; meningkatkan kemampuan (mutu dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MEMOLOK | Makan lekas-lekas dan rakus (7) |
| MEMOMPA | Menggunakan pompa (untuk mengisi udara, mengambil air, dan sebagainya); mengisi (memberikan) banyak-banyak (tentang pelajaran atau sesuatu yang diajarkan) (7) |
| MEMOPOK | Menempel, melepa dengan lumpur, lempung, dan sebagainya (7) |
| MEMORAT | Legenda alam gaib yang merupakan pengetahuan pribadi seseorang, baik yang dialami sendiri maupun yang didengar dari pengalaman orang lain (7) |
| MEMOROT | Menggerek; menggigit; meretas (karung beras dan sebagainya); memeras (menguras) dengan cara yang licik hingga habis (uang atau benda milik orang lain) mencuri (beras dalam karung dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MEMOSER | Cara pengolahan telur dengan mengeluarkan isi telur dari cangkangnya serta merebusnya dalam air mendidih (7) |
| MEMPHIS | Kota terbesar negara bagian Tennessee, Amerika Serikat (7) |
| MEMUATI | Mengisi; menaruh (menempatkan, memasukkan) sesuatu untuk diangkut (7) |
| MEMUDAR | Menjadi pudar; menjadi suram (7) |
| MEMUDUR | Menjadi padam; menjadi mati; tidak aktif lagi (tentang gunung berapi) (7) |
| MEMUGAR | Memperbaiki kembali; membaharui; memulihkan; melakukan dengan sungguh-sungguh (Minangkabau) (7) |
| MEMUGAS | Menambahkan sesuatu supaya sempurna (misalnya menambahkan krim atau buah di atas masakan atau hidangan); menyelesaikan; menyempurnakan (7) |
| MEMUJUK | Membujuk (7) |
| MEMUJUT | Mencekik (mengikat) leher (sebagai hukuman); mengujut (7) |
| MEMUKAL | Menjadikan pukal (gumpal, bongkah) (7) |
| MEMUKAU | Menggunakan pukau (untuk memabukkan atau membius orang); mengakali; menipu (kiasan); menarik hati; memesona (kiasan); mengagumkan (kiasan) (7) |
| MEMUKUL | Mengenakan suatu benda yang keras atau berat dengan kekuatan (untuk mengetuk, memalu, meninju, menokok, menempa, dan sebagainya); menyerang; menempuh; mengalahkan (kiasan); mengambil (mendapat) untung terlalu banyak (kiasan); memakan atau membunuh (dalam permainan catur) (kiasan) (7) |
| MEMULAS | Memutar (sekrup, kunci, leher, telinga, dan sebagainya); memilin atau memiuh (cucian, saputangan, tali, dan sebagainya); memutarbalikkan (perkataan, kebenaran, dan sebagainya) (kiasan); berasa sakit seperti terpilin-pilin (tentang perut) (kiasan); mewarnai; mengecat; menyapu (dengan bubuk berwarna); memperbaiki (mengembangi) ban luar yang telah aus (dengan karet dan belerang yang dibakar) (7) |
| MEMULUR | Menjadi panjang; dapat menjadi panjang; dapat ditunda; diperpanjang (tentang waktu) (kiasan); mempunyai toleransi; tidak keras kepala (kiasan) (7) |
| MEMULUT | Menggetah (burung dan sebagainya); memikat hati; membujuk-bujuk (kiasan) (7) |
| MEMUPUH | Memukul; menyabung (ayam) lama-lama (7) |
| MEMUPUK | Menyuburkan tanah (tanaman) dengan pupuk; merabuk; menggemukkan (badan, binatang, dan sebagainya) (kiasan); menumbuhkan; meningkatkan (kiasan); melekatkan pupuk (7) |
| MEMUPUS | Menghilangkan; menghapuskan; memusnahkan (7) |
| MEMUPUT | Meniup; mengembus (7) |
| MEMURAH | Menjadi murah; turun (tentang harga) (7) |
| MEMUSAR | Memutar; mengisarkan; menggiling (daun sirih dan sebagainya) dengan diimpit di antara telapak tangan yang digerakkan berputar-putar (7) |
| MEMUSUT | Menusuk; melubangi; menggerek (7) |
| MEMUTAH | Pohon, akarnya dapat dibuat obat, kayunya ringan, tetapi kuat (Excoecaria agallocha) (7) |
| MEMUTAR | Menggerakkan supaya berputar (berpusing); memusing; mengalihkan (tentang perhatian, pandangan, arah); menjalankan uang di dalam perniagaan; mengarau, mengaduk; menyetel atau memasang supaya hidup atau berbunyi (tentang radio, televisi, kaset); membelokkan hingga arah menjadi berlawanan (7) |
| MEMUTER | Mengiris tanah dan mengangkat tanaman di atasnya tanpa merusak dan memberantakkan susunan akar beserta tanah yang meliputi akar-akar itu (Pertanian) (7) |
| MEMUTUS | Memotong hingga putus; menghentikan (tentang arus); menghalangi; merusakkan (tentang jalan); memintas; memotong (tentang jalan); menyela (tentang perkataan orang); membatalkan; mengurungkan (tentang janji, hubungan kasih); menyudahi; mengakhiri (tentang yang sebenarnya belum berakhir); mencabut (tentang nyawa); membunuh; mematikan (tentang hidup atau nyawa, umur) (7) |
| MEMVETO | Menggunakan hak veto terhadap; membatalkan (menolak) keputusan (7) |
| MENAATI | Mematuhi; menurut (perintah, aturan, dan sebagainya) (7) |
| MENABAK | Menyanyikan lagu-lagu lama (7) |
| MENABIK | Memberi salam; memberi hormat (7) |
| MENABOK | Memukul (kepala dan sebagainya) dengan telapak tangan; menampar (7) |
| MENABUH | Memalu (tabuh, gamelan, dan sebagainya) (7) |
| MENABUN | Membubung berkepul-kepul (tentang asap); membakar timbunan sampah dan sebagainya; memasang api unggun (7) |
| MENABUR | Menghamburkan sesuatu pada; menyebarkan (benih, bunga, dan sebagainya) (7) |
| MENADAH | Menerima barang yang jatuh atau dilemparkan; menampung; (menampung) menerima barang hasil curian (untuk menjualnya lagi) (kiasan) (7) |
| MENAGAK | Menahan; menghadapi atau menempuh (bahaya, kesukaran, dan sebagainya) (7) |
| MENAGAN | Menahan (lapar, haus, dan sebagainya) (7) |
| MENAGIH | Meminta (memperingatkan, mendesak) supaya membayar (utang, pajak, iuran, dan sebagainya); menuntut atau menggugat supaya melaksanakan janji (pernyataan dan sebagainya); objek hukum yang harus diterima kreditor dari debitur (Hukum) (7) |
| MENAHAN | Menghentikan; mencegah; menanggulangi; tidak membiarkan lepas (terus berlangsung); menopang (menyangga) supaya tidak rebah; membiarkan tidak terjadi (terwujud dan sebagainya); mengekang (hawa nafsu, keinginan, dan sebagainya); tidak meneruskan; tidak menyampaikan; tidak mengizinkan (untuk pergi, berangkat, dan sebagainya); mengurung (memenjarakan) untuk sementara; tidak memberikan sesuatu (gaji dan sebagainya) kepada yang berhak; menyimpan (untuk persediaan, cadangan, dan sebagainya); menderita; menanggung; menguatkan diri supaya tahan (7) |
| MENAHUI | Memahami; memaklumi (Melayu Jakarta) (7) |
| MENAHUN | Tinggal sampai satu atau beberapa tahun; lama sekali; (tentang penyakit) untuk waktu yang lama (bertahun-tahun); kronis (7) |
| MENAIKI | Naik di; mendaki; memanjat; menunggangi; mengendarai; masuk (rumah dan sebagainya); mendiami (rumah) (7) |
| MENAJAM | Memuncak (tentang keadaan) (kiasan) (7) |
| MENAJIN | Menganji (7) |
| MENAJUK | Sebagai tajuk menganjur; terkemuka; tampak tinggi (7) |
| MENAKAH | Tampak elok (cakap, gagah); bergaya agar tampak tampan (7) |
| MENAKAK | Menjahit dua bagian kain sarung menjadi satu (7) |
| MENAKAR | Mengukur banyaknya barang cair, beras, dan sebagainya; membatasi jumlah (7) |
| MENAKER | Menteri Tenaga Kerja (akronim) (7) |
| MENAKIK | Menoreh batang pohon untuk mempermudah orang memanjat; menoreh batang pohon untuk mendapatkan getah; menadah getah dari takik; menyadap (7) |
| MENAKMA | Menjalin tali (kabel dan sebagainya) (7) |
| MENAKOL | Memukul (7) |
| MENAKUK | Memarang dan sebagainya untuk membuat takuk; menakik; menentukan (janji, hari, waktu, dan sebagainya) (7) |
| MENAKUR | Menunduk (7) |
| MENALAK | Menceraikan istri; menjatuhkan talak (7) |
| MENAMPI | Membersihkan (beras, padi, kedelai, dan sebagainya) dengan nyiru digerak-gerakkan turun naik (7) |
| MENAMUI | Datang mengunjungi (melawat dan sebagainya); menemui (menemani) tamu yang datang (7) |
| MENANAI | Menatang; menating (7) |
| MENANAK | Memasak nasi (dalam periuk, dengan direbus saja tidak dikukus); memasak dengan merebus atau mengukus (7) |
| MENANAM | Menaruh (bibit, benih, setek, dan sebagainya) di dalam tanah supaya tumbuh; menaruh di dalam tanah yang dilubangi, lalu ditimbuni dengan tanah; memendam; menguburkan (mayat, bangkai); menaburkan (paham, ajaran, dan sebagainya); memasukkan, membangkitkan, atau memelihara (perasaan, cinta kasih, semangat, dan sebagainya); menyertakan (modal, uang, dan sebagainya) ke dalam perusahaan dan sebagainya; menegakkan (kekuasaan); menempatkan (pengaruh, kepentingan, dan sebagainya); mempertumbuhkan atau membiakkan (benih penyakit dan sebagainya); mengandung (niat dan sebagainya); mengangkat atau menempatkan (wakil, tenaga, agen, dan sebagainya) (7) |
| MENANAP | Memandang dengan mata terbeliak; melihat dengan teliti (7) |
| MENANTI | Menunggu (7) |
| MENANTU | Istri atau suami dari anak kita (7) |
| MENAPAK | Memijakkan (mengenakan) telapak kaki pada; berjalan tanpa alas kaki; berjalan dengan mengikuti jejak; mengukur dengan tapak (kaki atau tangan); menyepak bola dengan menggunakan telapak kaki, digunakan untuk menahan smes dari lawan atau menyelamatkan bola dekat net (tentang sepak takraw) (Olahraga) (7) |
| MENAPIS | Menyaring (terutama benda cair) dengan tapis; memilih yang baik dari yang kurang baik (kiasan) (7) |
| MENAPUK | Menampar muka (bagian pipi, muka) (7) |
| MENAPUS | Memerah atau memeras (7) |
| MENARAH | Meratakan atau melicinkan (kayu, batu, dan sebagainya) dengan rimbas dan sebagainya (untuk dibakalkan) (7) |
| MENARIK | Menghela (supaya dekat, maju, ke atas, ke luar, dan sebagainya); membawa (mengambil dan sebagainya) ke luar; mengeluarkan dan sebagainya; menyenangkan (menggirangkan, menyukakan hati karena indahnya, cantiknya, bagusnya, dan sebagainya); membangkitkan rasa kasih (sayang, suka, ingin, dan sebagainya); memengaruhi atau membangkitkan hasrat untuk memperhatikan (mengindahkan dan sebagainya) (7) |
| MENARIS | Mengikat dengan tali atau benang di beberapa tempat (7) |
| MENARKE | Menstruasi pertama (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| MENARUH | Meletakkan; menempatkan; membubuh (cap, nama, dan sebagainya); menambah (rempah-rempah, garam, dan seterusnya); mengenakan (memberi dan sebagainya) sesuatu pada; mencantumkan atau menentukan (harga dan sebagainya); memasang taruhan; menitipkan; menyimpan; menabung; menanam (modal); menyimpan (dalam hati); mempunyai; memelihara (binatang, gundik, dan sebagainya); mengandung perasaan (cinta, kasih, sayang, harapan, dendam, dan sebagainya); mempunyai (minat, perhatian, kepercayaan, dan sebagainya) (7) |
| MENATAH | Memahat; memberi permata (intan dan sebagainya); memasang permata; melatih berjalan (kanak-kanak dan sebagainya); menatih (7) |
| MENATAP | Melihat atau memperhatikan objek, biasanya dalam jarak dekat, dengan saksama dan durasi yang agak panjang (7) |
| MENATAR | Membidik; mengajar (membimbing, memberikan pendidikan, pelatihan, kursus, dan sebagainya) tambahan untuk meningkatkan mutu (kemampuan, pengetahuan, keterampilan (7) |
| MENATIH | Memimpin (biasanya kanak-kanak) untuk belajar berjalan (7) |
| MENAURI | Menebus (7) |
| MENAWAN | Menangkap (menahan) musuh dan sebagainya; merampas (merebut, menjarah) harta musuh dan sebagainya; menarik hati; memikat (7) |
| MENAWAR | Menghilangkan daya kekuatan (racun, bisa, mantra); negosiasi yang terjadi dalam transaksi jual beli; mengemukakan permintaan hendak membeli (menyewa dan sebagainya); meminta pengurangan harga (sewa, tuntutan); menyebutkan harga “kurang” dari harga (sewa dan sebagainya) yang ditetapkan penjual dan sebagainya (7) |
| MENCACI | Mencacat keras; memaki; mencela; menistakan; mengeluarkan perkataan yang tidak sopan; memaki-maki (7) |
| MENCAIR | Menjadi cair (encer); luluh; baik kembali (tidak marah lagi) (kiasan); berubah menjadi bentuk lain (kiasan); pulih menjadi baik; tidak tegang lagi (tentang hubungan persahabatan) (kiasan); memperoleh pemecahan atau jalan keluar (tentang perundingan yang hampir menemui jalan buntu) (kiasan) (7) |
| MENCARI | Berusaha mendapatkan (menemukan, memperoleh); berusaha mendapat nafkah (rezeki); memilih (Minangkabau); menemukan lokasi berkas (Komputer); mencari data tertentu di dalam berkas atau struktur data (Komputer) (7) |
| MENCATU | Menentukan (membatasi) banyaknya (tentang pemakaian sesuatu); memberi jatah; memberi catu (jatah, ransum); membagikan berdikit-dikit atau tertentu banyaknya (7) |
| MENCECE | Gemar menikah dan mempunyai banyak anak (Melayu Riau) (7) |
| MENCEKU | Menekan (melukai dan sebagainya) dengan kuku; membenamkan barang-barang kecil yang tajam; hendak muntah (7) |
| MENCELA | Mengatakan bahwa ada celanya; mencacat; mengecam; mengkritik; menghina (7) |
| MENCEMA | Menuduh; menyangka; mengadukan (kepada hakim) (7) |
| MENCENG | Tidak lurus; terletak agak ke samping dari tempat yang sebenarnya (7) |
| MENCIDO | Melakukan serangan (pukulan) dengan curang (7) |
| MENCITA | Menciptakan (membuat sesuatu dengan kekuatan batin) (7) |
| MENCIUM | Menangkap bau dengan hidung; membau; menghirup sesuatu dengan hidung untuk mengetahui baunya; melekatkan hidung pada sesuatu (seperti pipi, tangan, kening) serta menghirupnya; mendapat endusan (kabar, keterangan, dan sebagainya); mengetahui (gelagat dan sebagainya) (kiasan); mencari keterangan dan sebagainya; mengusut (kiasan); menabrak; membentur; menubruk (kiasan) (7) |
| MENCIUT | Menjadi kecil (sempit); menyusut; mengerut; menjadi tawar atau takut (tentang hati, perasaan) (kiasan) (7) |
| MENCLOK | Hinggap (7) |
| MENCOBA | Mengerjakan (berbuat) sesuatu untuk mengetahui keadaannya dan sebagainya; mengenakan (baju, sepatu) untuk mengetahui pas tidaknya; berusaha melakukan (berbuat) sesuatu; mencicipi (makanan); menguji (kepandaian, kesetiaan, dan sebagainya) (7) |
| MENCONG | Tidak lurus; serong; tidak tepat mengenai sasaran (7) |
| MENCUAR | Tegak menganjur ke atas (tentang tiang, pohon yang tinggi, dan sebagainya); menganjur memanjang (tentang kaki dan sebagainya) (7) |
| MENCUAT | Menganjur atau memanjang ke depan dan sebagainya (tentang ekor ayam, rokok di bibir, dan sebagainya) (7) |
| MENCUCA | Mencerca; mengumpat; memantrai (untuk menawar bisa, menyembuhkan luka, mengebalkan tubuh, dan sebagainya) (7) |
| MENCUCI | Membersihkan dengan memakai air atau barang cair, biasanya dengan sabun (7) |
| MENCUIL | Menyentuh dengan ujung jari (untuk memberi isyarat); menggamit; merompalkan sedikit pada bagian pinggirnya atau luarnya (7) |
| MENCUIT | Menyentuh dengan ujung jari; menggamit (7) |
| MENCURI | Mengambil milik orang lain tanpa izin atau dengan tidak sah, biasanya dengan sembunyi-sembunyi (7) |
| MENCURU | Sakit buang-buang air; menceret (7) |
| MENDADA | Menangkis atau menahan dengan dada; menyambut atau melawan serangan (7) |
| MENDAGA | Menentang perintah dan sebagainya; membuat kerusuhan (7) |
| MENDAGI | Melawan (menentang) perintah; mendaga; membangkang (7) |
| MENDAKI | Memanjat; menaiki (gunung, bukit, dan sebagainya); menanjak naik; naik (tentang matahari) (7) |
| MENDAKU | Mengakui; mengeklaim (7) |
| MENDAPA | Pendapa; balai (7) |
| MENDAYU | Berbunyi (bersuara) sayup-sayup sampai; menimang-nimang anak sambil bersenandung (supaya tidur) (7) |
| MENDEPA | Mengukur dengan kedua belah tangan yang didepangkan (7) |
| MENDERA | Memukul (dengan rotan, cemeti, dan sebagainya) sebagai hukuman; elok; alap santun (7) |
| MENDING | Lebih baik (daripada yang lain); agak baik; lumayan; lebih baik kalau; masih untung (7) |
| MENDIRA | Pohon besar yang tingginya mencapai 20–35 m, berakar tunggang, dari cabang-cabangnya keluar akar gantung, daunnya kecil berbentuk bulat telur yang meruncing ke ujung dan rimbun dengan tajuk berbentuk payung, buahnya kecil, bulat, dengan permukaan halus; beringin (Ficus benjamina) (7) |
| MENDOAN | Tempe yang dipotong tipis lebar, dicelupkan ke dalam adonan tepung berbumbu, kemudian digoreng setengah matang (Jawa) (7) |
| MENDONG | Terna yang termasuk suku Cyperaceae, tingginya dapat mencapai 120 cm, berdaun memita, berpelepah silinder, berbunga majemuk, dapat dimanfaatkan sebagai bahan anyaman (Fimbristylis umbellaris) (Botani) (7) |
| MENDOZA | Kota di Argentina (7) |
| MENDUAI | Menambah satu lagi hingga menjadi dua (istri dan sebagainya) (7) |
| MENDUDU | Berjalan (berenang, berlari, dan sebagainya) mengikuti dari belakang; berjalan (berlari, berenang, dan sebagainya) terus saja tanpa menoleh ke kiri kanan; terpaksa menurut (7) |
| MENDUGA | Mengukur dalamnya laut (sungai dan sebagainya); menyangka; memperkirakan (akan terjadi sesuatu); hendak mengetahui (isi hati dan sebagainya) (7) |
| MENDUNG | Awan yang mengandung hujan; dalam keadaan langit yang agak gelap, tidak ada sinar matahari (karena tertutup awan) (7) |
| MENDURA | Sandiwara Siam (7) |
| MENDURI | Seperti duri; tajam; menyakiti hati (kiasan) (7) |
| MENDURU | Mengumpulkan ranting kayu sisa pembakaran ladang (Banjar) (7) |
| MENEBAH | Memukul sesuatu dengan barang yang pipih; memukul dengan memegang tangan bagian depan (Olahraga); menebahkan (Olahraga) (7) |
| MENEBAK | Menarah (dengan kapak dan sebagainya); menetak; memenggal; menerka; menduga; mengira-ngira(kan); menggali (tentang tanah dan sebagainya) dengan tebak (7) |
| MENEBAN | Bertaruh (dalam perjudian); menggadaikan hasil tanah dan sebagainya (7) |
| MENEBAS | Memotong (merambah) tumbuhan yang kecil-kecil; memborong hasil tanaman (misalnya padi, buah-buahan) ketika belum dituai atau dipetik (7) |
| MENEBAT | Mengempang; membendung; membuat kolam ikan (di sungai, di rawa, dan sebagainya) (7) |
| MENEBOK | Meninju keras-keras; menggocoh; menumbuk (7) |
| MENEBUK | Menusuk hingga tembus; menggerek; melubangi (7) |
| MENEBUS | Membayar dengan uang untuk mengambil kembali barang yang tergadai; membayar dengan uang dan sebagainya untuk membebaskan (tawanan, sandera, budak belian, dan sebagainya); membeli kembali; menguangkan wesel (cek) ke bank; mengambil barang pembagian (distribusi dan sebagainya) dengan bon (kupon dan sebagainya) dan dengan membayarnya dengan uang; memperbaiki kesalahan (dosa dan sebagainya) dengan berbuat jasa, kebaikan; memulihkan kekalahan (kerugian); memulihkan kehormatan (nama baik); menghapus (malu); membalas (jasa, kebaikan, karunia) yang sudah diterima; menepati atau menunaikan (janji, perkataan, cita-cita, nazar) yang telah terucapkan; menyelamatkan (jiwa, hidup) orang lain; memperoleh sesuatu dengan pengorbanan (jiwa, harta, benda) (7) |
| MENEGAH | Melarang; mencegah; menahan; menyita (7) |
| MENEGAK | Dalam keadaan tegak; vertikal (7) |
| MENEGAS | Meminta keterangan (penjelasan) (7) |
| MENEGER | Memancing ikan dengan menggunakan teger, biasanya tidak ditunggui dan beberapa saat kemudian baru ditengok (Sunda) (7) |
| MENEGUK | Meminum (air, obat) (7) |
| MENEGUR | Mengajak bercakap-cakap (bertanya dan sebagainya); menyapa; mencela; mengkritik; memperingatkan; menasihatkan; mengganggu (tentang setan, hantu) (7) |
| MENEKAK | Seakan-akan melekat di tekak (tentang rasa) (7) |
| MENEKAN | Menindih (mendesak) kuat-kuat; menghentikan atau menahan (mencegah, mengekang) dengan kekerasan; mengadakan desakan berat kepada; melakukan kekerasan, kekuatan, desakan, atau paksaan pada; menindas atau menggencet; memaksa-maksa; mendesak keras; mengucapkan (kata, suku kata) dengan suara yang agak keras; meletakkan aksen pada; menitikberatkan pada; (sangat) mementingkan; (sangat) mengutamakan (7) |
| MENEKAP | Menutup dengan sesuatu yang pipih atau lingkup (7) |
| MENEKAT | Membuat tekat; membordir (7) |
| MENEKEK | Memukul atau mengetuk dengan buku jari (7) |
| MENEKEL | Menangani (menggarap, mengerjakan) (7) |
| MENEKEN | Menandatangani (7) |
| MENEKER | Membuat api dengan memantikkan baja pada batu teker yang sudah diberi serbuk kayu atau kawul (7) |
| MENEKIK | Membelah sedikit demi sedikit dengan linggis (tentang batu gunung) (7) |
| MENEKUK | Melipat (tentang barang yang agak kaku); membongkokkan; membekuk (leher); telah menangkap (kiasan) (7) |
| MENEKUR | Melihat ke bawah sambil memikirkan sesuatu; menunduk; mengalah (7) |
| MENELAH | Meramal; menenung (7) |
| MENELAN | Memasukkan (makanan) ke dalam kerongkongan; memakan mangsa dan sebagainya (dipakai juga dalam arti kiasan); melulur; banyak menghabiskan (ongkos dan sebagainya) (kiasan); menderita (kekalahan, malu) (kiasan); mengambil (memiliki, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MENELAP | Makan pada (tentang senjata); melukai; mengena (tentang senjata) (7) |
| MENELIK | Memata-matai; mengintai (7) |
| MENELUS | Menembus (7) |
| MENELUT | Memotong cabang atau batang (singkong, anggur, dan sebagainya) untuk ditanamkan; setek (7) |
| MENEMEN | Kota di Turki (7) |
| MENEMPA | Memukul-mukul (besi dan sebagainya) untuk dibuat perkakas (seperti pisau); menggembleng; membuat (pisau, keris, dan sebagainya); mencetak (batu bata dan sebagainya); membentuk; mendidik dan melatih (7) |
| MENEMUI | Menjumpai; bertemu dengan; mendapatkan; pergi hendak bertemu dengan; mengunjungi; mendapat; mendapati; mengalami; menderita (kegagalan dan sebagainya); memenuhi (panggilan dan sebagainya) (7) |
| MENENES | Mengalir (meleleh) berdikit-dikit (seperti nanah dari kudis) (7) |
| MENENOK | Membidik (7) |
| MENENTU | Teratur; menjadi rapi; menjadi pasti (7) |
| MENENUN | Membuat barang-barang tenun (dari benang kapas, sutra, dan sebagainya) (7) |
| MENEPAK | Menepuk; memukul tidak keras; memukul (menepis, menangkis) dengan telapak atau punggung tangan; menepuk (gendang); memukul (gendang) (7) |
| MENEPAM | Meletakkan tapak tangan pada (untuk meraba, menjamah); menepuk bahu dan sebagainya (7) |
| MENEPAT | Langsung menuju; terus arah ke …; terus datang ke (rumah orang dan sebagainya untuk bermalam, menumpang, dan sebagainya) (7) |
| MENEPEK | Menempel(kan); melekat(kan) (7) |
| MENEPIK | Menepuk; menampar (7) |
| MENEPIS | Menangkis (mengelakkan, menolak) dengan belakang tangan; melayang (melayap dan sebagainya) menyisir tanah (air dan sebagainya); berjejak (kena) sedikit (7) |
| MENEPUK | Menampar dengan telapak tangan (untuk mengadakan bunyi); memukul seseorang tidak keras dari belakang atau dari samping dengan telapak tangan (7) |
| MENERAL | Menggiatkan bekerja; menyuruh dengan memaksa-maksa supaya berbuat sesuatu (7) |
| MENERAN | Menahan napas dan menekan seperti orang akan melahirkan; merejan (7) |
| MENERAP | Menangkap burung dengan getah pohon terap; memasang permata pada cincin, keris, dan sebagainya; mengikat permata pada tempat ikatannya; memasang ubin (lantai); memasang mesin dan sebagainya (7) |
| MENERAU | Mengambil benang dari gelendong, lalu dipasang lagi di buluh peleting (7) |
| MENERKA | Menebak; menduga; mengira; menuduh; menyangka; mendakwa (7) |
| MENERNA | Menjadi lunak dan mengandung air sari (Biologi) (7) |
| MENEROK | Menusuk (karung beras dan sebagainya) untuk mengetahui isinya (7) |
| MENEROR | Berbuat kejam (sewenang-wenang dan sebagainya) untuk menimbulkan rasa ngeri atau takut (7) |
| MENERPA | Melompati dan menerkam; mengejar hendak menyergap (menyerang dan sebagainya) (7) |
| MENERUS | Melantas; menembus; merembes (mengalir) selalu (7) |
| MENETAK | Memotong dan sebagainya dengan barang yang tajam yang dipukulkan keras-keras; membacok; menentukan; memastikan; menetapkan (7) |
| MENETAP | Bertempat tinggal tetap (di); bermukim di; mengesatkan atau mengeringkan (sesuatu yang basah, seperti tulisan tinta dan sebagainya) dengan cara menekankan barang yang dapat mengisap (seperti kertas kembang dan kain) (7) |
| MENETAR | Mengarahkan; mengacungkan (keris dan sebagainya); mengatur anian (dalam perkakas tenun) (7) |
| MENETAS | Pecah dan terbuka kulitnya (tentang telur yang akan menjadi binatang); keluar dari telur; memecahkan (membelah dan sebagainya) supaya terbuka; meretas (7) |
| MENETEK | Menyusu (7) |
| MENETES | Jatuh menitik (7) |
| MENGACA | Berkaca; becermin; tampak berlinang; menjadi berkaca-kaca (tentang mata) (kiasan) (7) |
| MENGACI | Menghaluskan plester tembok atau tembok dengan aci (7) |
| MENGACO | Berkata tidak keruan; memberi keterangan asal berkata saja; mengigau; berjalan tidak betul (tentang mesin, arloji, dan sebagainya) (7) |
| MENGACU | Mencetak (kue, peluru, dan sebagainya); menuang; membentuk; mengocok; mengangkat atau mengacungkan (tinju, senjata, dan sebagainya) untuk mengancam atau menakut-nakuti; mengarahkan (senapan dan sebagainya); menodongkan; membidikkan; memikir-mikirkan cara menyampaikan maksud (cita-cita dan sebagainya); berniat (akan); menunjuk (kepada); merujuk (7) |
| MENGADU | Mempertemukan (mendekatkan) dua benda; menyentuhkan; mengantukkan; membenturkan; melanggarkan; menyabung; memperlagakan; menghasut (supaya cekcok, berkelahi, dan sebagainya); memperebutkan kemenangan (dengan menyabung tenaga, kepandaian, dan sebagainya); mempertandingkan; menyampaikan sesuatu dengan memburuk-burukkan orang lain; menimbang; memikirkan (7) |
| MENGAIL | Menangkap ikan dengan kail; memancing (7) |
| MENGAIS | Mencakar-cakar atau menggaruk-garuk tanah (sampah dan sebagainya) untuk mencari makanan (tentang ayam dan sebagainya); bekerja untuk mencari nafkah (kiasan) (7) |
| MENGAIT | Menarik (meraih dan sebagainya) dengan kait (atau barang yang menyerupai kait); melukai dengan barang yang seperti kait; menarik uang (untung dan sebagainya) dengan jalan tidak halal (kiasan) (7) |
| MENGAJI | Mendaras (membaca) Al-Qur'an; belajar membaca tulisan Arab atau ilmu agama; belajar; mempelajari (7) |
| MENGAKI | Turut bekerja dengan tidak mendapat upah (sebagai magang); mengabdi; menghamba; menurut segala perintah (7) |
| MENGAKU | Menyatakan (menganggap) dirinya (pandai, kaya, dan sebagainya); membenarkan (tuduhan dan sebagainya terhadap dirinya); menerima dan menyatakan (bahwa dirinya salah, keliru, dan sebagainya); menanggung (akan); menyanggupi; menganggap (sebagai); selalu menceritakan diri sendiri; memegahkan diri; membanggakan diri; menjadi kaku (7) |
| MENGALI | Menampak-nampakkan (memperlihatkan) diri untuk menarik perhatian (7) |
| MENGANI | Memasang lungsin (pada perkakas tenun) (7) |
| MENGAPA | Kata tanya untuk menanyakan sebab, alasan, atau perbuatan (7) |
| MENGAPI | Menjadi (ber)api; mengeluarkan api; menyerupai api; menyala-nyala (berkobar-kobar) menyerupai api (kiasan) (7) |
| MENGARI | Menambat; mengikat pada kandang (7) |
| MENGARU | Menyela orang yang sedang berbicara; melakukan interupsi (7) |
| MENGASA | Menyangka; menyengaja (7) |
| MENGASI | Mengindahkan; memedulikan; memperhatikan; membenarkan; menyetujui (7) |
| MENGASO | Beristirahat; melepaskan lelah (7) |
| MENGATA | Mengatakan; menyebut (7) |
| MENGAUM | Berbunyi menderam (tentang harimau, singa); mengeluarkan bunyi aum (7) |
| MENGAUR | Menyebarkan (benih, bunga, dan sebagainya); menghamburkan; menabur (7) |
| MENGAUT | Mengumpulkan dengan tangan; meraup (7) |
| MENGAYU | Memiliki tekstur padat, kering, keras, dan rapat (Biologi) (7) |
| MENGECU | Merampok (7) |
| MENGEJA | Melafalkan (menyebutkan) huruf-huruf satu demi satu (7) |
| MENGEMU | Berkata-kata dengan mulut tertutup; menggumam; mengulum (7) |
| MENGENA | Tepat kena (pada sasarannya, pada yang diarah, dan sebagainya); berhasil (tidak gagal, tidak keliru) (7) |
| MENGETI | Menimbang (7) |
| MENGGEI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Papua; Menggei; Munggai; Mungge; Menggwei; Munkei; Mooi; Moi; Mekwai (7) |
| MENGGOK | Waktu yang menunjukkan pukul 13.00 siang, saat petani selesai bekerja di sawah (Sunda) (7) |
| MENGIAH | Menarik supaya renggang (7) |
| MENGIAP | Menghitung dengan menggunakan alat bantu seperti lidi atau biji jagung (7) |
| MENGIAS | Menyindir (7) |
| MENGIAT | Membuka kartu (7) |
| MENGICU | Melakukan penipuan; menipu; mengakali (7) |
| MENGIDU | Meludah (7) |
| MENGILI | Menyelamatkan diri ke tempat yang aman; mengungsi; mengelim (7) |
| MENGILO | Membaca dalam hati (Sunda); menimbang dengan timbangan (7) |
| MENGIRA | Membuat kira-kira; menyangka; menduga; memperhitungkan; menaksir (berapa jumlahnya) (7) |
| MENGIRI | Iri hati (kepada); merasa iri; menuju (membelok, menepi, dan sebagainya) ke kiri; berubah arah angin yang melawan arah jarum jam (ke kiri) di kedua belahan bumi (Hidrometeorologi) (7) |
| MENGISI | Memberi isi; memasukkan sesuatu ke dalam; mengirim berkas, data, atau program dari tempat penyimpanan komputer induk ke sekunder agar dapat dijalankan (Komputer) (7) |
| MENGKAL | Baru masak di dalam (belum seluruhnya matang); setengah matang (tentang buah) (Melayu Jakarta); berasa keras dalam perut (Melayu Jakarta); kesal dalam hati; marah dalam hati; berasa dongkol (Melayu Jakarta) (7) |
| MENGKIS | Memengkis; berteriak (memanggil dan sebagainya) dengan maksud mengejek, menantang, dan sebagainya (7) |
| MENGOEK | Memanen buah pala (Sangir) (7) |
| MENGOJA | Menggalakkan (ayam dan sebagainya) supaya menyerang lawannya; memberanikan; menghasut (kiasan); mengambil ancang-ancang (7) |
| MENGOPI | Minum kopi; menyalin (meniru sesuai dengan aslinya); membuat salinan (berkas, perangkat lunak, dan sebagainya) tanpa mengubah bentuk aslinya (7) |
| MENGOTA | Mendirikan tembok sekeliling; membenteng; datang bermukim ke kota (7) |
| MENGSOL | Miring; erot (mulut dan sebagainya) (Melayu Jakarta); bergeser sedikit dari tempatnya semula (Melayu Jakarta) (7) |
| MENGUAK | Mengeluarkan bunyi “kuak” (tentang kerbau, sapi, dan sebagainya); menjadi terbuka (tersibak, terungkap); membuka; mengeluarkan bunyi uak (7) |
| MENGUAP | Mengangakan mulut dengan mengeluarkan napas karena mengantuk; menjadi uap; mengeluarkan uap; hilang; lenyap (kiasan) (7) |
| MENGUAR | Mengeluarkan uap (bau dan sebagainya); mengepul (7) |
| MENGUAT | Menjadi kuat (tentang nilai mata uang dan sebagainya) (7) |
| MENGUIK | Mengeluarkan bunyi wik, wik, wik (tentang anak itik, anak anjing, dan sebagainya) (7) |
| MENGUIS | Menyepak ke sisi; menepis; mencari makan (tentang ayam); mengais; mengupas kulit buah (mangga dan sebagainya) dengan gigi (Minangkabau) (7) |
| MENGUIT | Menyentuh-nyentuh dan menggerak-gerakkan dengan barang yang tajam; menggerakkan (menaikkan, mengangkat) sedikit demi sedikit barang yang berat dengan tongkat, linggis, dan sebagainya yang ujungnya diletakkan di bawah barang tersebut dan ujung lainnya diangkat atau diletakkan; mengumpil; mengungkit; mencungkil (7) |
| MENGUJI | Memeriksa untuk mengetahui mutu (kepandaian dan sebagainya) sesuatu dan sebagainya; memeriksa (kadar emas) dengan batu uji dan sebagainya; mencobai (ketaatan, kesetiaan, cinta, kesucian, dan sebagainya) (7) |
| MENGULI | Menjadi kuli; meremas-remas dan menekan-nekan (adonan roti dan sebagainya) dengan tangan supaya lembut (7) |
| MENGUNG | Bengong (7) |
| MENGUPA | Memberikan dukungan moril agar teguh semangat dan iman dalam menempuh hidup (Batak) (7) |
| MENGURI | Berpusing ligat (tentang gasing); berputar cepat sekali (7) |
| MENGUTI | Mencabik (mengoyak) kecil-kecil (7) |
| MENGYIN | Kota di Cina (7) |
| MENIADA | Menjadi tidak ada; ingkar (menjawab “tidak”); enggan menurut (7) |
| MENIAGA | Melakukan usaha dagang (7) |
| MENIFEE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| MENIGAS | Memenggal (leher) (7) |
| MENIKAH | Melakukan nikah; kawin (7) |
| MENIKAI | Tidak menyetujui; membantahi (7) |
| MENIKAM | Menusuk dengan senjata tajam; melukai (hati, perasaan) (kiasan); memasang petaruh (dalam permainan tebak-tebakan, tombola, dan sebagainya); memasang lotre; membeli kupon undian (7) |
| MENIKAS | Mengaum (7) |
| MENIKUS | Berdiam diri tidak berkata-kata atau membantah karena takut dan sebagainya (kiasan) (7) |
| MENILAI | Memperkirakan atau menentukan nilainya; menghargai; memberi nilai; menganggap; memberi angka (biji) (7) |
| MENILAP | Melipat; menggelapkan (7) |
| MENILIK | Melihat dengan sungguh-sungguh; mengamat-amati; mengawasi; memeriksa; melihat (mengamati) dengan mata hati (terhadap nasib orang); meramal; memandang; menganggap; melihat (meninjau) dari; menjenguk; menenung; meneluh (7) |
| MENIMBA | Mengambil air (dari sumur dan sebagainya) dengan timba; mengeringkan air (dari perahu dan sebagainya); mencari, mengambil, memperoleh, (tentang ilmu, pengalaman, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MENIMPA | Jatuh menindih (mengenai) sesuatu; menjatuhi atau mengenai (terutama tentang sesuatu yang tidak menyenangkan, seperti penyakit, bencana, dan sebagainya); memukul; mengenakan senjata kepada; mencuri; menyerobot (7) |
| MENIPIS | Menjadi tipis; berkurang (menjadi sedikit; hampir habis dan sebagainya) (7) |
| MENIRAN | Tumbuhan terna, daunnya mirip daun asam, tangkainya bersegi-segi dan halus berwarna hijau, air perasan batang dan akarnya digunakan untuk mengobati sakit batuk dan melancarkan air kencing (Phyllanthus urinaria); makanan yang dibuat dari adonan beras menir dan santan, diberi daun pandan dan garam, dibungkus dengan daun pisang dan dikukus (Jw) (7) |
| MENIRIS | Menjadi tiris (airnya habis merembes) (7) |
| MENIRUS | Menjadi tirus; makin ke ujung makin kecil (7) |
| MENISIK | Menjahit kain dan sebagainya yang sobek (berlubang) dengan tangan (7) |
| MENISTA | Menganggap nista; mencela (7) |
| MENITAH | Melatih bayi berjalan; menatih; menatah (7) |
| MENITIP | Menaruh (barang dan sebagainya) supaya disimpan (dirawat, disampaikan kepada orang lain, dan sebagainya); mengamanatkan (untuk disampaikan dan sebagainya); menumpangkan (barang dagangan) supaya dijualkan (7) |
| MENITIR | Memukul (gendang, kentungan, dan sebagainya) dengan gencar (7) |
| MENITIS | Bertitik-titik; menitik; menurun; pindah (beralih) ke tubuh manusia (binatang dan sebagainya); menjelma (7) |
| MENJADI | Diangkat, dipilih sebagai; (dibuat) untuk; berubah keadaan (wujud, barang) lain; menjelma sebagai; menjabat pekerjaan (sebagai) (7) |
| MENJAGA | Menunggui (supaya selamat atau tidak ada gangguan); mengiringi untuk melindungi dari bahaya; mengawal; mengasuh (mengawasi anak kecil); mengawasi sesuatu supaya tidak mendatangkan bahaya; mencegah (bahaya, kesukaran, kerugian); mempertahankan keselamatan (orang, barang, dan sebagainya); mengikhtiarkan (supaya); mengurus (supaya); memelihara; merawat (7) |
| MENJAMU | Menerima kedatangan dan menghidangkan makanan dan sebagainya kepada tamu (7) |
| MENJARA | Melubangi (menggerek) dengan jara; menggurdi (7) |
| MENJUAK | Memberanikan ayam sabungan (dengan jalan menghadapkan ayam lain pada ayam sabungan itu) agar mau bertanding; menghasut (supaya berkelahi, berperang, dan sebagainya) (kiasan); menganjur ke atas (tinggi) (Minangkabau) (7) |
| MENJUAL | Memberikan sesuatu kepada orang lain untuk memperoleh uang pembayaran atau menerima uang; menggunakan cara-cara jahat untuk kepentingan pribadi (kiasan); mengkhianati (kiasan) (7) |
| MENJUJU | Menuju; mengarah; membidik (7) |
| MENJURA | Membungkuk dengan menangkupkan kedua tangan (dengan maksud menghormat) (7) |
| MENJURU | Menjorok; menganjur (7) |
| MENOBAK | Memepat kuku (7) |
| MENODAI | Menjadikan ada nodanya; mengotori; mencemarkan; menjelekkan (nama baik); merusak (kesucian, keluhuran, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MENOGAN | Melemparkan gundu dan sebagainya yang diarahkan kepada sasarannya (7) |
| MENOHOK | Menusuk miring (dengan lembing, tombak, dan sebagainya) arah ke bawah (7) |
| MENOKAK | Menggigit (tentang anjing, harimau, dan sebagainya) (7) |
| MENOKOH | Menipu; mengecoh; memperolok-olokkan; mempermainkan (7) |
| MENOKOK | Memberi tokok; menambah; mengimbuhi; melengkapi (yang kurang); memukul dengan martil dan sebagainya; memalu; mengetuk; memukul supaya pecah (menjadi kecil-kecil); menabuh (gamelan dan sebagainya) (7) |
| MENOLAK | Mendorong; menyorongkan; mendesak ke depan (ke samping); mencegah (bahaya dan sebagainya); menangkal (penyakit dan sebagainya); mengelakkan atau menangkis (serangan dan sebagainya); tidak menerima (memberi, meluluskan, mengabulkan); menampik; tidak membenarkan (pendapat); mengusir; menghalau; mengurangi; memotong (7) |
| MENOLEH | Melihat dengan memalingkan muka ke kiri, ke kanan, ke belakang (7) |
| MENOLOK | Membandingkan; menyamakan (ukuran, timbangan) dengan ukuran (timbangan) yang benar (7) |
| MENOPEK | Menyayat (daging dan sebagainya) tipis-tipis (7) |
| MENORAH | Lambang agama Yahudi berbentuk tempat lilin bercabang tujuh atau sembilan (7) |
| MENOREH | Mengiris tidak terlalu dalam (pada kulit kayu dan sebagainya); menggores; mengiris (meretas) supaya terbuka; membelek (7) |
| MENOTAL | Menjumlah(kan) (7) |
| MENOTOK | Mengetuk (memukul) dengan jari (7) |
| MENOYOR | Memukul (dengan tangan dan sebagainya); menggocoh (7) |
| MENPORA | Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (akronim) (7) |
| MENSMES | Melakukan smes (7) |
| MENSREA | Sikap batin pelaku ketika melakukan tindak pidana (ungkapan/Latin) (7) |
| MENSTOK | Menyediakan barang keperluan (7) |
| MENSTOP | Menghentikan; menyuruh berhenti (7) |
| MENTANG | Diulang: hanya karena merasa ..., maka (7) |
| MENTARI | Matahari (7) |
| MENTAUS | Pohon yang biasanya tumbuh bengkok, tinggi mencapai 10 m atau lebih, kayunya halus berwarna putih dan awet, disukai untuk dibuat barang ukiran, misalnya wayang golek, getahnya dapat dipakai untuk mengobati sakit mata; bentaus (Wrightia javanica) (7) |
| MENTEGA | Lemak kental, lunak, terbuat dari susu (biasa dipakai untuk membuat kue, memasak, atau sebagai kelengkapan makan roti) (7) |
| MENTENG | Pohon, tinggi mencapai 25 m, kayunya kuat, cocok untuk bangunan rumah dan perahu, buahnya berbentuk bulat, berwarna hijau kekuning-kuningan, daging buahnya berwarna putih kekuning-kuningan, rasanya masam manis; kepundung (Baccaurea racemosa) (7) |
| MENTERI | Kepala suatu departemen (anggota kabinet), merupakan pembantu kepala negara dalam melaksanakan urusan (pekerjaan) negara; gajah (dalam permainan catur); pegawai tinggi (sebagai penasihat raja dan sebagainya) (7) |
| MENTIBU | Pohon berukuran sedang, tumbuh di paya gambut dan tanah berpasir putih, susunan daun duduk berhadapan, bentuknya bundar telur, bunganya berbulir, terletak di ujung cabang, kayunya untuk bahan bangunan, kayu lapis, bahan pembungkus (Dactylocladus stenostachys) (7) |
| MENTIGI | Pohon perdu, kayunya dibuat barang hiasan seperti hulu keris, sarung pedang (Pemphis acidula) (7) |
| MENTORA | Balai di istana tempat menerima tamu dan sebagainya (7) |
| MENTUNG | Penuh sekali hingga melebihi permukaan (Melayu Jakarta) (7) |
| MENUAHI | Memberi tuah; mendatangkan tuah (kebaikan, kebahagiaan, dan sebagainya); memengaruhi (memberkati) supaya baik; mengatakan bertuah (7) |
| MENUANG | Mencurahkan atau mengisikan (benda cair) ke dalam (cangkir, mangkuk, acuan, dan sebagainya); melebur dengan dipanaskan; mencetak luluhan besi, timah, perunggu, dan sebagainya (untuk membuat lonceng, patung, dan sebagainya) (7) |
| MENUANI | Menjadi tuan pada; menguasai; memiliki (7) |
| MENUDUH | Menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang berbuat kurang baik; menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang melakukan perbuatan yang melanggar hukum; mendakwa (7) |
| MENUGAL | Membuat lubang dengan tugal (misalnya untuk menanamkan benih padi, jagung, dan sebagainya); menukai (7) |
| MENUJAH | Menusuk dengan tombak atau lembing dan sebagainya arah ke bawah; menohok; meradak (7) |
| MENUJUM | Meramal (7) |
| MENUKAI | Membuat lubang dengan tugal (misalnya untuk menanamkan benih padi, jagung, dan sebagainya); menugal (7) |
| MENUKAM | Melawat (orang yang kematian) (7) |
| MENUKAR | Mengganti (dengan yang lain); menyilih; mengubah (nama dan sebagainya); memindahkan (tempat dan sebagainya); berbelanja; membeli-beli (Minangkabau) (7) |
| MENUKAS | Mendakwa (menuduh) tanpa alasan yang cukup (asal menuduh saja); mengulang lagi (permintaan, jawab, minum obat, panggilan, dan sebagainya); menghentikan (memotong dan sebagainya) perkataan atau ucapan seseorang (7) |
| MENUKIK | Terbang (terjun dan sebagainya) arah ke bawah dengan kepala di bawah; membidik (memandang dan sebagainya) arah ke bawah; menakik; memantik (api, batu, dan sebagainya) (7) |
| MENUKIL | Mengutip; menulis (memetik) kembali apa yang pernah ditulis (diucapkan) orang lain (7) |
| MENUKUL | Memalu dan sebagainya dengan tukul (martil) (7) |
| MENULAR | Mengenai yang lain; menjangkit (tentang penyakit atau benih penyakit); memengaruhi yang lain (tentang sesuatu yang kurang baik); menjalar (kiasan) (7) |
| MENULIS | Membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya); melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan; menggambar; melukis; membatik (kain) (7) |
| MENULUP | Menyumpit (7) |
| MENUMPU | Bertumpu; memberi tumpu; menyokong; menunjang (kiasan) (7) |
| MENUNDA | Menarik (sampan dan sebagainya) dengan tali; menghentikan dan akan dilangsungkan lain kali (lain waktu); mengundurkan waktu pelaksanaan; menangguhkan; mendorong ke depan (ke samping dan sebagainya); meratakan lumpur di sawah dengan tunda (7) |
| MENURAP | Menyalut, melapis (misalnya tembok dan sebagainya) (7) |
| MENURIS | Menggores (menoreh, menakik) tidak berapa dalam; mencacar (imunisasi terhadap penyakit cacar) (7) |
| MENURUN | Makin depan makin ke bawah; landai; pergi ke bawah; berangsur-angsur turun (berkurang, surut); berpindah; melemah (tentang kondisi tubuh) (kiasan); melemah (tentang kondisi tubuh) (kiasan); menyalin (tulisan, surat, dan sebagainya); mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain) (7) |
| MENURUS | Tegak lurus seperti turus; memberi tiang (tonggak) untuk mengukuhkan pagar tersebut (7) |
| MENURUT | Berjalan dan sebagainya melalui atau mengikuti (jalan, garis, jejak, dipakai juga dalam arti kiasan, dan sebagainya); meniru; mencontoh; meneladan; melakukan apa yang diperintahkan (disetujui, dikatakan, dan sebagainya); tidak melawan (membantah atau menentang); mengindahkan (nasihat, petunjuk, ajaran, dan sebagainya); patuh kepada; memenuhi (syarat, ketentuan, harapan, permintaan, dan sebagainya); ikut; berdasar; sepanjang (kabar, pendapat, dan sebagainya); sesuai dengan (tidak melanggar, tidak bertentangan dengan); selaras dengan (7) |
| MENUSIR | Menyentuh dengan ringan (daripada permainan anggar); memperbaiki kesalahan (percetakan) (7) |
| MENUSUK | Mencocok dengan barang yang runcing; mencoblos; menikam (7) |
| MENUTUH | Memangkas atau menebang cabang-cabang kayu; merusak (perahu dan sebagainya) untuk diambil kayunya (7) |
| MENUTUK | Mengetuk (memukul) perlahan-lahan (7) |
| MENUTUP | Menjadikan tidak terbuka (seperti mengatupkan, mengunci, merapatkan); memberi tutup (dengan) menudungi; menyelubungi dan sebagainya; menyekat (menyumbat, menimbun, dan sebagainya) supaya buntu; menyatakan tidak boleh dilalui atau dimasuki (tentang jalan dan sebagainya); mengurung; memasukkan ke dalam penjara; mencukupi (ongkos, kekurangan, dan sebagainya); menyudahi (rapat, pembicaraan, dan sebagainya); mengakhiri; menyembunyikan; merahasiakan (kiasan); melunasi (tentang utang); melengkapi (apa yang kurang) (kiasan) (7) |
| MENYABA | Kerap kali mengunjungi (mendatangi) (7) |
| MENYALA | Tampak atau keluar nyalanya; tampak mempunyai nyala; terang sekali; tampak bersinar; cemerlang; bersinar (menyorot) tajam (tentang mata ketika sedang marah dan sebagainya); cantik menarik (7) |
| MENYAPA | Mengajak bercakap-cakap; menegur (7) |
| MENYAPU | Membersihkan dengan sapu; mengusap; menghapus; menyeka (keringat dan sebagainya); menyapu-nyapu; melumas (dengan cat dan sebagainya); menghancurkan (kiasan); membersihkan; menangani (kiasan); merotan (memukul dengan rotan, biasanya sebagai hukuman) (kiasan) (7) |
| MENYARA | Memelihara kehidupan (7) |
| MENYARU | Menyamar (7) |
| MENYATU | Menjadi satu; berpadu; manunggal (7) |
| MENYAUH | Membuang sauh agar perahu atau kapal berhenti; satai khas Brebes (Jawa Tengah) terbuat dari daging blengong yang dipotong dadu dan dicampur bumbu, kacang tanah tumbuk yang disangrai, direbus bersama santan kering (7) |
| MENYAUK | Mencedok; menimba; memegang dan meraih (seperti hendak memeluk); menuntut (ilmu, pengetahuan, dan sebagainya); memukulkan kaki ke kaki orang lain dari samping; meminjam (uang dan sebagainya); mencuri (menyerobot dan sebagainya); melempar tali (jerat) untuk menjerat (7) |
| MENYAUR | Membelit, melemparkan tali (rotan dan sebagainya) pada kaki orang (binatang) supaya jatuh (7) |
| MENYEBA | Pergi menghadap (raja) (7) |
| MENYEBU | Mengisi penuh-penuh; menimbun (liang dan sebagainya) (7) |
| MENYEKA | Menyapu (menggosok dan sebagainya) dengan kain dan sebagainya supaya bersih (kering dan sebagainya) (7) |
| MENYELA | Terletak (tersisip dan sebagainya) di antara dua benda dan sebagainya; menaruh (menyisipkan dan sebagainya) sesuatu di antara dua benda dan sebagainya; menyelang (7) |
| MENYEMU | Melakukan tipu muslihat kepada; mengakali; memperdayakan (7) |
| MENYENI | Halus; lembut; berseni (7) |
| MENYEPI | Pergi ke tempat yang sepi; mengasingkan diri ke tempat sepi; mencari suasana sepi; menyendiri; menjadi sepi (sunyi) (7) |
| MENYERI | Mengisap madu bunga (tentang kupu-kupu, kumbang, dan sebagainya) (7) |
| MENYERU | Memanggil atau menarik perhatian dengan suara nyaring (7) |
| MENYEWA | Memakai (meminjam, menampung dan sebagainya) dengan membayar uang sewa (7) |
| MENYIAH | Mengelakkan (menggeserkan, menolakkan) ke sisi (7) |
| MENYIAR | Membakar; melepa atau menampalkan sambungan antara batu bata dan batu bata; mematri (7) |
| MENYIAT | Mengiris tipis-tipis; menyayat (7) |
| MENYIGI | Menjolok (mencungkil, mengorek) lubang (7) |
| MENYIPI | Menyerempet; mengenai tepinya; tidak tepat benar mengenai sasaran (7) |
| MENYISI | Menuju sisi; menepi; pergi ke pinggir; berjalan dan sebagainya sepanjang tepi; menyusur (7) |
| MENYITA | Mengambil, merampas, dan menahan barang, dilakukan oleh alat negara (polisi dan sebagainya) sesuai dengan putusan hakim; membeslah; mengambil; mengurangi (7) |
| MENYIUK | Menarik napas (karena sakit, berasa pedas, susah, dan sebagainya) (7) |
| MENYOAL | Mengemukakan pertanyaan (yang sulit); menanyakan sesuatu (dalam ujian) dan sebagainya (7) |
| MENYOJA | Memberi hormat dengan tunduk membungkuk (7) |
| MENYUAK | Menyibakkan (rambut, air, dan sebagainya) (7) |
| MENYUAP | Makan dengan tangan (tidak dengan sendok dan sebagainya); memberi makan dengan memasukkan makanan ke dalam mulut yang disuapi; memberi uang sogok; menyogok; menyuapi (kiasan) (7) |
| MENYUAR | Menyuluhi; menerangi (7) |
| MENYUDI | Menyiasat; menanyai; memeriksai (7) |
| MENYUGI | Menggosok gigi (membersihkan sisa-sisa makanan dan sebagainya) dengan sugi; membersihkan gigi dan sebagainya dengan tembakau (ketika sedang makan sirih) (7) |
| MENYUJI | Menyulam; menekat; membordir (7) |
| MENYUKE | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat; Dayak Menyuke (7) |
| MENYUNU | Memasang (api); membakar; menyulut; menunu (7) |
| MEOSWAR | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Manokwari, Papua; Maswar (7) |
| MERABAK | Mengoyak; merobek (7) |
| MERABAN | Mengeluarkan suara (bagi bayi) sebagai latihan persiapan berbicara; berkata-kata yang bukan-bukan; mengigau (kiasan) (7) |
| MERABAS | Bertitikan (tentang air, air mata, dan sebagainya); berjatuhan (tentang buah) (7) |
| MERABAT | Memotong harga (7) |
| MERABET | Memukul habis-habisan (7) |
| MERABIT | Mencabik (panjang); menyobek (panjang) (7) |
| MERABUT | Mencabut; menyentak; merenggut (7) |
| MERACAK | Menunggang; mengendarai (7) |
| MERACAU | Berbicara tidak keruan (waktu sakit, demam, dan sebagainya); mengigau; mengingau; mengeluarkan bunyi secara berulang-ulang tanpa mempunyai arti khusus (pada anak usia 3—12 bulan) (7) |
| MERACIK | Mengiris (mengerat) tipis-tipis; merajang; menangkap burung dengan racik; mencampur bahan-bahan untuk dijadikan jamu (obat); meramu (7) |
| MERACUH | Mengusik (7) |
| MERADAH | Menebang sampai habis; meredah (7) |
| MERADAI | Mengarak tabut (Minangkabau); meminta sedekah (derma) (Minangkabau) (7) |
| MERADAK | Menusuk (menohok dengan tombak terutama dari bawah); berjalan melanggar (Minangkabau); menerobos; menyerang; mendobrak (Minangkabau) (7) |
| MERAGAM | Mencampur dua atau lebih bahan makanan yang berbeda rasa, warna, atau bentuk; melagukan ragam (lagu); menyanyi; memberi ragam atau corak (kain); mewarnai (7) |
| MERAGAS | Mencabut (rambut, rumput, dan sebagainya); menyentak; memotong rambut; memangkas tanaman dan sebagainya; merambat; memanjat (tentang tumbuh-tumbuhan) (7) |
| MERAGUI | Menaruh syak kepada; bimbang terhadap; sangsi terhadap; mensyaki (7) |
| MERAGUK | Mereguk; meneguk (7) |
| MERAGUT | Sedang makan rumput (tentang ternak dan sebagainya); merumput; menampilkan rekaman dalam format yang sesuai untuk melihat secara cepat pada layar (Komputer) (7) |
| MERAHAP | Menutup mayat dengan kain rahap; menyelimuti; menyelubungi; rahap; bertengger; meniarap; menjerahap; duduk (berlutut) di samping orang yang terbaring (7) |
| MERAJAH | Membuat rajah (dengan kapur sirih dan sebagainya) untuk menyembuhkan orang sakit; membuat rajah di badan; mencacah badan; menusuk dengan benda tajam (lembing, tombak); merodok (7) |
| MERAJAI | Menjadi raja di (atas); menguasai (mengungguli) karena kekuatan dan kepandaiannya; menguasai; memengaruhi (kiasan) (7) |
| MERAJAK | Tumbuh subur (7) |
| MERAJAM | Menghukum dengan hukuman badan sampai yang bersalah merasa sangat menderita; menyakiti (sebagai hukuman badan dengan siksaan yang menyebabkan sangat menderita); menyiksa (7) |
| MERAJAN | Pura keluarga milik golongan brahmana dan kesatria, umumnya terletak di pekarangan depan rumah (Bali) (7) |
| MERAJUK | Menunjukkan rasa tidak senang (dengan mendiamkan, tidak mau bergaul); bersungut-sungut; mengomel (7) |
| MERAJUT | Menyirat jaring-jaring; membuat rajut; memasang rajut; menjaring (burung dan sebagainya) dengan rajut (7) |
| MERAKAH | Tertawa terbahak-bahak (terkakak-kakak); bercekakakan (7) |
| MERAKAN | Terna yang termasuk suku Poaceae, tingginya mencapai 70 cm, daun memita hingga 12 cm, berbunga majemuk keunguan (Eragrostis ciliaris); rumput tahunan, termasuk suku Poaceae, berbatang kecil, tegak, berwarna ungu berkilap, daunnya berbentuk pita dan berbulu, digunakan sebagai obat sakit pinggang (Themeda arguens) (7) |
| MERAKAP | Bergerak (perlahan) dengan lutut dan tapak tangan; merangkak (7) |
| MERAKAT | Bermain tari-tarian (pakai topeng) (7) |
| MERAKEH | Wuku ke-18 (Bali) (7) |
| MERAKIT | Membuat rakit; menyusun dan menggabungkan bagian-bagian mobil, perahu, mesin, dan sebagainya sampai dapat berfungsi dengan baik; mereka-reka; mencari akal (kiasan) (7) |
| MERAKSI | Mengharumkan dengan bunga-bungaan, minyak wangi, dan sebagainya (7) |
| MERAKUT | Memasang jaring; memasang sarang (tentang laba-laba); memperdayakan; menipu (kiasan) (7) |
| MERALAT | Membetulkan; memperbaiki (7) |
| MERALIP | Amat mengantuk; setengah tidur; antara tidur dan bangun (7) |
| MERAMAL | Melihat nasib orang dengan membuka ramal; menduga; menelaah (7) |
| MERAMUS | Berbulu (berambut) banyak (7) |
| MERANAP | Meratakan dengan tanah; membuat menjadi rata dengan tanah (7) |
| MERANCA | Menganggap mudah (gampang, ringan) (7) |
| MERANDA | Hidup menjadi randa (wanita); tidak kawin (wanita) (7) |
| MERANGU | Bunyi-bunyian tiup (7) |
| MERANTI | Pohon, termasuk jenis Shorea, kayunya keras, digunakan untuk bahan bangunan, landasan rel kereta api, tiang listrik, dan sebagainya, jenisnya bermacam-macam; seraya (7) |
| MERAPAH | Berjalan menginjak-injak (tanaman); menjelajah; mengembara; menyiangi (sawah) (7) |
| MERAPAI | Menggapai; menggerapai (7) |
| MERAPAL | Mengucap; membaca (7) |
| MERAPAT | Menjadi rapat; mendekat; berlabuh dekat pangkalan dan sebagainya; menjadi (berusaha) supaya akrab, erat (tentang persahabatan); tumbuh dekat secara menyeluruh pada sumbu sambil menuju ke atas atau menaik dengan sudut kurang dari 15° (Biologi) (7) |
| MERAPEL | Membayar rapel; mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus (kiasan) (7) |
| MERAPIK | Berkata yang bukan-bukan; beromong kosong; mengobrol (7) |
| MERAPUN | Menghancurkan (7) |
| MERAPUS | Mengikat keempat kaki binatang (yang akan disembelih) (7) |
| MERARAI | Melarai; melerai; memisah (7) |
| MERARIK | Melarikan calon mempelai perempuan, biasa dilakukan pada malam hari dalam adat perkawinan suku Sasak (Sasak) (7) |
| MERASAI | Mengecap (makanan); mencicipi; mengalami (mendapat) kesenangan dan sebagainya; meraba dengan tangan dan kaki untuk mendapatkan sesuatu; menduga (mengajuk) hati orang dan sebagainya (kiasan); (banyak) menderita (kesusahan); mengalami (kesedihan) (7) |
| MERASUK | Memasuki tubuh manusia (tentang roh jahat dan sebagainya); mendalam; meresap benar; berkesan benar; bercampur baur; bergaul (7) |
| MERATAH | Makan lauk saja (tidak dengan nasi) (7) |
| MERATAI | Merata ke segenap bagian (penjuru, lapisan, dan sebagainya); meliputi (mengenai, melingkupi, mencakup) semua (7) |
| MERATAP | Menangis disertai ucapan yang menyedihkan; mengeluh (dengan menangis, menjerit, dan sebagainya) (7) |
| MERATIB | Melakukan ratib; berzikir (7) |
| MERATUS | Berkicau; bernyanyi (burung); berkata yang bukan-bukan (karena kecewa); mengoceh; memberi ratus (dupa); pegunungan di Kalimantan Selatan (7) |
| MERAUKE | Kabupaten di Provinsi Papua Selatan, terkenal dengan sebutan Kota Rusa, ibu kotanya Merauke; ibu kota Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan (7) |
| MERAUNG | Berbunyi nyaring dan panjang (harimau, anjing, dan sebagainya) (7) |
| MERAWAK | Mengawur, tidak merata; mengacak; memanggil dari jauh dengan menangkupkan kedua tangan di sekitar mulut menyerupai corong agar suara terdengar nyaring (Minangkabau) (7) |
| MERAWAL | Bendera kecil panjang; panji-panji (7) |
| MERAWAN | Merasa rawan terhadap; pohon, tinggi hingga 40 m, kayunya agak keras, padat, dan halus, digunakan sebagai bahan bangunan, mebel, dan sebagainya, kulit kayunya dibuat tali, batang dan cabang pohon mengeluarkan damar dalam jumlah besar; mengerawan (Hopea mengerawan) (7) |
| MERAWAT | Memelihara; menjaga; mengurus; membela (orang sakit) (7) |
| MERAWIT | Melibat (menyangkut, membabit) dalam suatu perkara (7) |
| MERAYAH | Menjarah; merampok; merampas (7) |
| MERAYAN | Mengigau; meracau; mimpi yang berhubungan dengan pengalaman pada siang hari atau yang berhubungan dengan peristiwa yang selalu mengganggu pikiran (7) |
| MERAYAP | Berkerumun banyak seperti rayap; bergerak maju dengan tangan dan kaki serta badan bertumpu ke tanah; bergerak perlahan-lahan; menjalar (7) |
| MERAYAU | Meraba-raba untuk mencari sesuatu; berjalan berkeliling untuk mencari sesuatu (berkeliaran untuk mencari mangsa dan sebagainya); mengembara; mondar-mandir karena gelisah (7) |
| MERBABU | Gunung api dengan ketinggian 3.145 mdpl dan terletak di empat kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Magelang, Boyolali, Salatiga, dan Semarang (7) |
| MERDEKA | Bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa (7) |
| MERDESA | Layak; patut; sopan (beradab) (7) |
| MEREBAH | Berbaring (7) |
| MEREBAK | Meleleh (air mata); menjalar atau menular (tentang penyakit); tersebar atau tersiar (tentang kabar dan sebagainya); meluas atau merembet (tentang api, perang) (7) |
| MEREBAT | Menutup jalan dengan rintangan (kayu, duri, dan sebagainya); memasang duri (dengan melilitkannya pada pohon supaya tidak dapat dipanjat); memagar (kebun) dengan pohon-pohon dan sebagainya supaya tidak dapat dimasuki orang atau tidak dimasuki binatang (7) |
| MEREBEH | Menjadi rebeh; melentur (tidak tegang lagi); menjadi kendur; menjadi terkulai (7) |
| MEREBUK | Bernanah; mengandung nanah (7) |
| MEREBUS | Memasak sesuatu dengan air atau memasak sesuatu dalam air mendidih (7) |
| MEREBUT | Mengambil sesuatu dengan kekerasan atau dengan paksa; mengambil dengan kekuatan senjata; merampas; memperoleh sesuatu dengan susah payah (pertandingan, perlombaan, dan sebagainya) (7) |
| MERECAK | Menaiki; menunggangi (binatang, sepeda, dan sebagainya) (7) |
| MERECIK | Memercik; memerciki; merenjis; keluar peluh banyak; bertitik peluh (7) |
| MERECOK | Membuat gaduh; mengganggu; membuat ribut (gaduh) (7) |
| MERECUP | Mulai menyembul dan tumbuh (dalam jumlah banyak) (seperti recup biji kacang, padi, dan sebagainya); timbul dan berloncatan (ikan kecil-kecil, udang) (7) |
| MEREDAH | Menebang (menebas) dalam jumlah banyak; menempuh (bahaya, hutan, dan sebagainya); mengarungi; melintasi (7) |
| MEREDAM | Mengurangi; menghilangkan; menghalangi; membendung (kiasan); menghancurkan; meremukkan (7) |
| MEREDIH | Menanam semaian (padi dan sebagainya) (7) |
| MEREDIK | Menghardik (7) |
| MEREDUT | Menjadi kesal; mendongkol (7) |
| MEREGAH | Pecah memanjang dan terbuka (tentang kulit buah-buahan, kulit bibir, telapak tangan); lekang (tentang tanah); merekah; mulai mekar (tentang kuntum bunga) (7) |
| MEREGAS | Memotong, memangkas (tentang rumput, rambut, dan sebagainya) (7) |
| MEREGAT | Menyeberangi (jalan, sungai, dan sebagainya) lurus, memintas; melalui jalan (cara) yang sependek-pendeknya (sesingkat-singkatnya) (7) |
| MEREGUK | Meneguk; meminum; merasai (nikmat dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MEREGUP | Mereguk; menikmati; merasai (7) |
| MEREJAH | Berjalan menempuh (melanggar, melanda) dengan tidak memedulikan apa pun (7) |
| MEREJAN | Menahan napas dengan tenaga seperti ketika hendak buang air; mengejan (7) |
| MEREJUK | Melompat ke muka dan ke atas (seperti harimau, kucing) (7) |
| MEREKAH | Pecah memanjang dan terbuka (tentang kulit buah-buahan dan sebagainya); retak (tentang tanah); mulai mekar (tentang bunga); fajar mulai terbit (kiasan) (7) |
| MEREKAM | Mengecap; mencetak; memberi gambar (garis-garis) berwarna pada kain dan sebagainya; menyulam (dengan benang emas atau benang berwarna); menyuji; lengkap; melekatkan (seperti baju tubuh, sambungan kayu) (Minangkabau); memindahkan suara (gambar, tulisan) ke dalam pita kaset, piringan, dan sebagainya; mencatat (dalam hati, angan-angan, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MEREKAT | Melekat; menempel (7) |
| MEREKEN | Menghitung; memperhitungkan; memperkirakan; memasukkan dalam bilangan; membilang (7) |
| MEREKES | Memasukkan surat permohonan, melamar pekerjaan, membuat surat permohonan (lamaran) (7) |
| MERELAI | Mengizinkan; memperkenankan; dengan rela membiarkan; menyambungsiarkan (tentang siaran televisi dan radio); menyiarkan (7) |
| MERELAP | Berkilau; berkilap; berkilat (7) |
| MERELAS | Mengupas; menguliti; mengubak (7) |
| MEREMAS | Mengepal-ngepal dan memerah-merah (kelapa, adonan); memulas dan memerah (kain basah dan sebagainya); memeras; merenyukkan; mengumalkan; memijit-mijit; mengurut (7) |
| MEREMET | Berkata-kata tidak keruan ujung pangkalnya; merepek (7) |
| MEREMOH | Menyelesaikan masalah, pekerjaan dan sebagainya secara asal-asalan (Minangkabau) (7) |
| MEREMPA | Merempuh; menempuh; melanggar (7) |
| MERENEK | Menggeletar (tentang suara) (7) |
| MEREPES | Mengerjakan sesuatu yang tidak ada gunanya atau untuk iseng-iseng saja (7) |
| MEREPET | Bercakap yang bukan-bukan (hingga menjemukan); mericau; menyanyu; menyanyah (7) |
| MERERAK | Mengambil (mencabut dan sebagainya) bagian-bagiannya hingga bercerai-cerai (7) |
| MEREROT | Berderet-deret; berduyun-duyun; berjejer; beruntun-runtun (Melayu Jakarta) (7) |
| MERESAP | Masuk pelan-pelan ke dalam lubang-lubang kecil atau lembut (terutama tentang barang cair); merembes (masuk atau keluar); menetes (tentang keringat); hilang lenyap (dari pandangan); masuk dan melekat benar (ke dalam hati dan sebagainya) (7) |
| MERESIK | Berbunyi (bersuara) nyaring; lantang; berdesir-desir; berkerisik; berkasak-kusuk; menyebarkan desas-desus (7) |
| MERETAS | Memutuskan benang-benang pada jahitan; membuka (surat) dengan pisau; membedah atau membelah kulit (karung dan sebagainya); menebangi pohon untuk membuat jalan; merintis; merentas; menembus dengan merusak dinding dan sebagainya; menggunakan komputer atau perangkat teknologi lainnya untuk mengakses data milik orang atau organisasi lain secara tidak sah (7) |
| MERETEK | Menggigil; gemetar (Minangkabau) (7) |
| MERETIH | Berbunyi seperti daun-daunan basah dibakar; mendedas; tampak berbutir-butir pada kulit (seperti keringat, bintik-bintik berair); berloncatan (seperti udang ditangguk) (kiasan) (7) |
| MERETOK | Melakukan sesuatu dengan lambat-lambat dan bersusah payah karena badan lemah atau baru sembuh dari sakit (Aceh) (7) |
| MERETUR | Mengirim kembali; mengembalikan (7) |
| MEREWAK | Tersebar merata (tentang kabar); merembet-rembet (tentang kerusuhan); meluas (7) |
| MEREWET | Menyambar atau mengenai yang lain-lainnya; merembet (7) |
| MERIANG | Berasa tidak enak badan karena kurang sehat; terasa agak demam (misalnya karena masuk angin atau terserang influenza) (7) |
| MERIBUT | Menjadi ribut; membadai; mengamuk (7) |
| MERICAU | Menggericau; berkicau seperti burung murai; meracau; beleter; mengoceh (7) |
| MERICIK | Menderau (7) |
| MERIDAI | Memperkenankan; mengizinkan (untuk Tuhan) (7) |
| MERIDEN | Kota di Amerika Serikat (7) |
| MERIKAN | Kain cita atau bahan baju dari Amerika; kain kepar; kain belacu yang agak tebal (7) |
| MERILIS | Menyampaikan secara resmi berita, pengumuman, informasi, dan sebagainya untuk disiarkan; mengeluarkan (menerbitkan, mengadakan) buku, film, album lagu, dan sebagainya (7) |
| MERINAI | Bersenandung; bernyanyi-nyanyi kecil (7) |
| MERISAK | Mengusik; mengganggu; merundung (7) |
| MERISAU | Hidup dengan tidak beraturan; berkeliaran; bertualang (7) |
| MERISET | Melakukan riset; meneliti (7) |
| MERISIK | Meraba-raba (ke dalam saku dan sebagainya); melakukan penyelidikan pendahuluan (dengan sembunyi-sembunyi); menyelidiki berhasil tidaknya pinangan; menyuruh orang menyampaikan pinangan; menggerisik (berbunyi seperti daun tertiup angin); berbisik-bisik (7) |
| MERITUL | Mengadakan perubahan; merombak; memecat atau memberhentikan dari jabatan dan mengganti dengan pegawai lain (7) |
| MERITUS | Yang telah berjasa (ungkapan/Latin) (7) |
| MERIUNG | Duduk berkumpul (7) |
| MERKURI | Merkurium (Kimia) (7) |
| MERKURO | Bentuk penggabungan air raksa (sebutan kuno) (7) |
| MEROBEK | Menyobek, mengoyak (tentang tikar, baju, kain, dan sebagainya); mengacaukan; meresahkan (kiasan) (7) |
| MEROBOK | Terluka di bagian dalam saja, di luar tidak tampak; menggelegak (seperti botol kosong dan sebagainya yang dibenamkan ke dalam air) (7) |
| MEROBOT | Berbunyi mendedas (seperti mercon, senapan) (Jawa) (7) |
| MERODOK | Menikamkan atau menusukkan (barang yang panjang) ke atas atau ke depan; menjolok; meniduri; berlari dengan menjulurkan leher ke muka (seperti angsa hendak menyudu); berbuat sesuatu dengan membabi buta (7) |
| MEROGOH | Mengambil sesuatu dengan memasukkan tangan ke dalam saku; mencekuh; menyeluk (7) |
| MEROGOK | Menyogok (7) |
| MEROJOL | Tersembul atau keluar dari lubang dan sebagainya (7) |
| MEROKET | Menembakkan roket; membubung seperti roket; membubung dengan pesat; membubung tinggi; melonjak ke atas (tentang karier, harga) (7) |
| MEROMET | Melakukan pekerjaan yang halus-halus atau yang sulit-sulit (7) |
| MEROMOK | Duduk meringkuk (mendekam) seperti burung atau ayam sakit (7) |
| MERONCE | Merampok; merampas; mengarang bunga; menguntai (7) |
| MERONDA | Berjalan berkeliling untuk menjaga keamanan; berpatroli; meraun (7) |
| MERONEO | Memperbanyak dengan mesin stensil (7) |
| MERONIM | Kata yang menunjukkan objek yang merupakan bagian dari objek lain (Linguistik) (7) |
| MERONTA | Bergerak sekuat-kuatnya hendak melepaskan diri (dari pegangan, ikatan, dan sebagainya) (7) |
| MEROROD | Kedodoran; melorot; membuang tanaman liar yang mengganggu tanaman utama (7) |
| MEROROK | Memelihara anak orang lain, biasanya bayi yang tidak bisa menyusu kepada ibunya (7) |
| MEROSET | Membentuk roset (7) |
| MEROSOK | Meraba; merogoh (7) |
| MEROSOT | Memerosot; meluncur ke bawah; turun (dengan badan menempel pada sesuatu yang dituruni); menggelongsor; melingsir; banyak turun (tentang harga barang); sangat berkurang (tentang hasil, pendapatan, pengaruh); sangat mundur (tentang mutu, kepandaian, peradaban) (7) |
| MEROTOK | Berbunyi seperti bunyi senapan; mendedas; bersungut-sungut; mengomel; menggerutu (7) |
| MEROWOT | Berpantang makan nasi, hanya makan sayuran (7) |
| MEROYAK | Melebar, meluas (tentang kudis, pakaian yang sobek); bertambah hebat (tentang tangis) (7) |
| MEROYAN | Menderita sakit sesudah melahirkan (7) |
| MEROYER | Mengeluarkan atau memecat seseorang dari salah satu perkumpulan (7) |
| MERPATI | Burung arboreal, berukuran sedang, warnanya didominasi abu-abu kebiruan dan lebih gelap pada bagian kepala, paruhnya abu-abu gelap, leher dan dada bagian atas ungu, kaki merah, habitat di hutan dan kebun, pemakan buah dan biji-bijian (Columbidae); muda-mudi yang sedang dalam masa bercinta-cintaan (pacaran) (kiasan) (7) |
| MERPAUD | Jamak (menyatakan banyak) (7) |
| MERTELU | Perjanjian bagi hasil dari tanah yang dikerjakan oleh penggarap, yakni ⅓ untuk penggarap dan ⅔ untuk pemilik tanah (di Jawa) (Hukum) (7) |
| MERUANG | Menyucikan mayat (dengan jalan mengeluarkan kotoran dari dalam perut); membersihkan; menciptakan hubungan atau interaksi seseorang dengan ruang atau orang lain dalam suatu lingkup sosial (Kesenian) (7) |
| MERUJAH | Merodok (menusuk) arah ke bawah (7) |
| MERUJAK | Memakan rujak; melumat; merundung (kiasan) (7) |
| MERUJUK | Mengambil kembali istri yang sudah ditalak; melihat untuk meneliti; mengacu (melihat) lebih lanjut (7) |
| MERUKUK | Melakukan rukuk (pada waktu salat); membungkuk (7) |
| MERUMBU | Berlaku tidak senonoh; berjalan (berkeliaran) ke mana-mana; penuh melimpah (tentang cairan) (7) |
| MERUMPI | Mengobrol sambil bergunjing dengan teman, biasanya dalam kelompok kecil (Melayu Jakarta) (7) |
| MERUMUK | Duduk meringkuk (mendekam) seperti orang sakit (7) |
| MERUNTI | Menggosok rotan (terutama rotan saga) supaya hilang bagiannya yang keras (7) |
| MERUNUT | Mengikuti jejak; mengusut perkara; menyelidiki; mencari pencuri (keterangan) (kiasan); menelusuri kembali (asal bentuk bahasa dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MERUPAI | Serupa dengan; menyerupai; mirip dengan (7) |
| MERURUT | Melurut; melucutkan; meluluskan (cincin dan sebagainya) (7) |
| MERUSUH | Berbuat atau membuat rusuh (seperti mengacau, mengganggu keamanan); menjadi rusuh (gelisah, khawatir, dukacita) (7) |
| MERUSUK | Menohok (menikam) dari sisi atau pada lambung; menurut sisi; menepi; menyusur (tepi); mendekat dari samping; ertekankan tulang rusuk (misalnya merebahkan diri miring) (7) |
| MERUTUK | Menggerutu; mencomel; mengomel (7) |
| MERUTUP | Berbunyi letupan secara beruntun (Melayu Medan) (7) |
| MERUWAT | Memulihkan kembali sebagai keadaan semula; membebaskan orang dari nasib buruk yang akan menimpa (7) |
| MERUYAK | Melebar; meluas (7) |
| MESOFIL | Kelas ukuran daun yang luas permukaan helaiannya antara 2025-18255 mm2 (Botani) (7) |
| MESOFIT | Tumbuhan yang hidup di tanah yang tidak terlalu kering atau tidak terlalu basah (Botani) (7) |
| MESOTEL | Lapisan sel gepeng, berasal dari mesoderm yang meliputi permukaan dalam rongga (Anatomi) (7) |
| MESOZOA | Bagian dunia hewan antara hewan bersel tunggal (protozoa) dan hewan bersel banyak (metazoa) dari keturunan yang bernama sama (Biologi) (7) |
| MESSAAD | Kota di Aljazair (7) |
| MESSINA | Kota di Italia (7) |
| MESTIKA | Batu permata yang berharga (seperti intan) (7) |
| MESTIZO | Orang yang merupakan keturunan orang Indian dengan orang Eropa di Amerika Selatan; orang yang berdarah campuran (terutama campuran Spanyol/Portugis dan Indian) (ungkapan/Spanyol) (7) |
| METAFIL | Daun pada semai yang bentuknya sudah seperti daun pohon dewasa (Botani) (7) |
| METALIK | Berkenaan dengan metal; terbuat atau mengandung metal; bersifat memantulkan cahaya (7) |
| METAMER | Senyawa yang memamerkan metamerisme (Kimia); salah satu bagian tubuh embrio (Biologi) (7) |
| METANOL | Bahan bakar yang berasal dari gas bumi atau dari salah satu komponen tambang minyak bumi dengan bahan baku komposisi karbon dan hidrogen (CH3OH) (7) |
| METAZOA | Bagian dunia hewan yang meliputi semua hewan bersel banyak (Zoologi) (7) |
| METERAI | Cap tanda berupa gambar yang tercantum pada kertas atau terukir pada kayu, besi, dan sebagainya; cap; tera; segel (7) |
| METERAN | Meter; alat untuk mengukur banyaknya aliran air, listrik, dan sebagainya (7) |
| METIKAL | Mata uang Mozambik (7) |
| METODIK | Pengetahuan tentang metode atau cara mengajar (mendidik, meneliti, dan sebagainya); metodologi (7) |
| METODIS | Berdasarkan atau menurut metode; dengan cara yang teratur (7) |
| MEWABAH | Menjadi wabah; merata di mana-mana; menular (7) |
| MEWAWAS | Meneliti; meninjau; memandang; mengamati (7) |
| MEWEDAR | Membentangkan (memaparkan) ilmu dan sebagainya; membaca mantera (7) |
| MEWEDEL | Mewarnai kain dengan mencelupkannya ke dalam larutan nila; mencelup (7) |
| MEWUJUD | Menjadi berwujud; muncul; timbul (7) |
| MEZANIN | Tingkat bangunan beratap rendah yang terletak menjorok di antara dua tingkat sebuah gedung (biasanya antara lantai dua dan tiga) (7) |
| MIALGIA | Nyeri pada otot (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| MIBAKSO | Mi yang dimasak, berkaldu dan dihidangkan dengan bakso dan daun sawi hijau (Tata Boga) (7) |
| MICELOR | Mi yang dimasak dengan cara mencelupkannya sebentar ke dalam air panas berserta taoge, dimakan dengan kuah kental yang terbuat dari daging udang atau kepiting yang dilumatkan (Tata Boga/Palembang) (7) |
| MIDADAK | Mi yang setelah dimasak sekejap sudah siap untuk dimakan; mi instan (Tata Boga) (7) |
| MIDLAND | Kota di Amerika Serikat (7) |
| MIDRAND | Kota di Afrika Selatan (7) |
| MIEJSKI | Stadion Final Liga Eropa UEFA 2021 antara Villareal dan Manchester United di Gdańsk, Polandia (7) |
| MIELOMA | Tumor yang terdapat pada sumsum tulang (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| MIGRAIN | Sakit kepala yang disertai rasa nyeri berdenyut pada satu sisi saja dan timbul dalam bentuk serangan, biasanya terdapat pada wanita; nyeri kepala sebelah (Kedokteran dan Fisiologi); migren (7) |
| MIGRASI | Perpindahan penduduk dari satu tempat (negara dan sebagainya) ke tempat (negara dan sebagainya) lain untuk menetap; perpindahan dari satu tempat ke tempat lain bagi burung dan sebagainya karena pergantian musim; proses pembuatan aplikasi dan data yang ada agar dapat berjalan atau digunakan pada komputer atau sistem operasi yang berbeda (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| MIGRULA | Simpanan biji dalam tanah (Biologi) (7) |
| MIKOCOK | Mi rebus yang cara memasaknya dikocok dengan telur dan sayuran (Tata Boga) (7) |
| MIKOSIS | Penyakit tumbuhan yang ditimbulkan oleh cendawan (Pertanian) (7) |
| MILAGRO | Kota di Ekuador (7) |
| MILFORD | Kota di Amerika Serikat (7) |
| MILIBAR | Seperseribu bar (satuan untuk tekanan atmosfer sebesar 106 dine/cm2) (Fisika) (7) |
| MILIMOL | Satu perseribu mol, mengandung 6,02 X 1020 molekul (7) |
| MILITAN | Bersemangat tinggi; berhaluan keras (7) |
| MILITER | Tentara; anggota tentara; ketentaraan (7) |
| MILLAUT | Satuan jarak sebesar 1 detik busur derajat lintang (1/60 menit) sama dengan 1.852 m atau 6.076 kaki) (7) |
| MIMESIS | Tiruan perilaku atau peristiwa antarmanusia (Sastra) (7) |
| MIMETIK | Bersifat tiruan; imitatif (7) |
| MIMIKRI | Tindakan menirukan (misalnya menirukan suara kera, jalannya katak); penyesuaian diri (dengan mengubah warna dan sebagainya) sesuai dengan alam sekitarnya untuk melindungi diri dari bahaya (misalnya pada bunglon) (Biologi) (7) |
| MIMISAN | Keluar darah dari hidung (karena sakit kepala, jatuh, dan sebagainya) (7) |
| MIMPIAN | Apa yang dialami dalam mimpi; impian; cita-cita (keinginan) yang mustahil atau susah dicapai (kiasan) (7) |
| MINARET | Menara masjid yang tinggi dan langsing, berbalkon, tempat muazin mengumandangkan azan (7) |
| MINDELO | Kota di Tanjung Verde (7) |
| MINDOAN | Anak saudara sepupu ayah atau ibu; saudara satu cicit (Jawa) (7) |
| MINERAL | Benda padat homogen bersifat takorganis yang terbentuk secara alamiah dan mempunyai komposisi kimia tertentu, jumlahnya sangat banyak, misalnya tembaga, emas, intan; barang tambang; pelikan; zat organik yang dalam jumlah tertentu diperlukan oleh tubuh untuk proses metabolisme normal yang diperoleh melalui makanan sehari-hari (7) |
| MINERBA | Mineral dan batu bara (akronim) (7) |
| MINGGAT | Melarikan diri; pergi tanpa minta izin (berpamitan) (7) |
| MINGGIR | Meminggir; menepi (7) |
| MINGORA | Kota di Pakistan (7) |
| MINGYUE | Kota di Cina (7) |
| MINIBAR | Kulkas kecil di hotel yang biasanya menyediakan minuman ringan atau minuman beralkohol dan makanan ringan (7) |
| MINIBUS | Bus yang ukurannya lebih kecil daripada bus pada umumnya sehingga jumlah penumpang yang dapat diangkutnya juga lebih sedikit (7) |
| MINIKAR | Kendaraan bermotor yang digunakan untuk angkutan umum berukuran kecil, beroda tiga dan hanya cukup untuk dua orang penumpang dan seorang pengemudi (7) |
| MINIMAL | Sedikit-dikitnya; sekurang-kurangnya (7) |
| MINIMUM | Yang paling kecil (sedikit, kurang); yang paling rendah (tentang nilai, harga, upah, dan sebagainya) (7) |
| MINISET | Kutang khusus untuk anak perempuan yang baru mengalami perkembangan payudara (7) |
| MINTUNA | Binatang laut berkulit duri (berbulu-bulu hitam) sebesar mentimun muda (dikeringkan dan diperdagangkan); timun laut; teripang; gamat (Holothusia edulis); zodiak ke-3 yang digambarkan dengan orang kembar sebagai lambang bagi orang yang lahir antara tanggal 21 Mei dan 21 Juni; Jauza; Gemini (Astrologi) (7) |
| MINUMAN | Barang yang diminum (7) |
| MINUTNI | Administrasi umum TNI (singkatan) (7) |
| MIOLOGI | Ilmu atau pengetahuan tentang otot (7) |
| MIOPATI | Gangguan pada otot atau jaringan otot (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| MIPSTER | Kaum hipster muslim (7) |
| MIRACLE | Keajaiban (Inggris) (7) |
| MIRAKEL | Peristiwa ajaib yang menakjubkan; mukjizat (7) |
| MIRAMAR | Kota di Amerika Serikat dan Meksiko (7) |
| MIRANDA | Bulan milik Uranus yang berdiameter sekitar 480 km, merupakan benda langit yang memiliki permukaan paling tidak rata (Astronomi) (7) |
| MIRYANG | Kota di Korea Selatan (7) |
| MISHIMA | Kota di Jepang (7) |
| MISKOLC | Kota di Hungaria (7) |
| MISKRAM | Mengalami keguguran kandungan (7) |
| MISSION | Kota di Amerika Serikat (7) |
| MISTERI | Sesuatu yang masih belum jelas (masih menjadi teka-teki; masih belum terbuka rahasianya); kenyataan yang begitu luhur sehingga secara mendasar melampaui daya tangkap manusia; apa pun yang makin dapat dimengerti atau dihayati, tetapi tidak pernah ditangkap seluruhnya sehingga tetap merupakan rahasia, menyangkut kehadiran atau kegiatan Ilahi, misalnya Allah Tritunggal (Agama Kristen) (7) |
| MITELUR | Mi mentah yang terbuat dari telur, digunakan untuk berbagai sajian mi, seperti mi goreng (Tata Boga) (7) |
| MITOGEN | Zat yang merangsang mitosis (7) |
| MITOSIS | Proses pembelahan inti sel biasa sehingga dari satu inti sel induk terjadi dua inti sel baru yang jumlah dan susunan kromosomnya sama benar (juga sama dengan kromosom induknya semula) (7) |
| MOBILET | Sepeda motor kecil atau ringan (7) |
| MOBLONG | Terbuka lebar (tentang pintu); jelas; nyata (7) |
| MODAAIR | Jenis angkutan air (7) |
| MODERAT | Selalu menghindarkan perilaku atau pengungkapan yang ekstrem; berkecenderungan ke arah dimensi atau jalan tengah (7) |
| MODERNA | Salah satu vaksin Covid-19 buatan Amerika Serikat (7) |
| MODESTO | Kota di Amerika Serikat (7) |
| MODISTE | Wanita yang ahli dalam membuat pakaian wanita (7) |
| MODULAR | Bersifat standar (7) |
| MODULUS | Bilangan yang membagi dua bilangan lain sehingga memperoleh sisa yang sama (Matematika); nilai mutlak dari bilangan kompleks (Matematika); tetapan yang membuat kesebandingan menjadi kesamaan (menyangkut pengukuran gaya atau massa dan sifat-sifat yang bersangkutan dengan gaya dan massa) (Kimia) (7) |
| MOKAMEH | Kota di India (7) |
| MOKASIN | Sepatu datar, terbuat dari bahan kulit yang lembut, dengan jahitan menonjol, ciri khasnya sehelai penutup yang dijahit di bagian depan sesuai dengan bentuk kaki; jenis sepatu tradisional yang berasal dari suku asli Amerika Utara (7) |
| MOKBANG | Siaran langsung atau video yang mempertontonkan orang memakan banyak makanan untuk hiburan, biasanya disiarkan secara daring; mukbang (Korea) (7) |
| MOKOTOW | Kota di Polandia (7) |
| MOKTAIL | Minuman yang terbuat dari kombinasi sari buah dan minuman bersoda (7) |
| MOLASES | Cairan manis, lengket, berwarna cokelat gelap sampai keemasan, merupakan sisa proses kristalisasi gula yang terjadi berulang-ulang (7) |
| MOLEKUL | Bagian terkecil senyawa yang terbentuk dari kumpulan atom yang terikat secara kimia (Fisika); bagian terkecil senyawa yang masih sanggup memperlihatkan sifat-sifat dari senyawa itu (Fisika) (7) |
| MOLUSKA | Hewan berbadan lunak, sering bercangkang keras, misalnya siput dan bekicot (Zoologi) (7) |
| MOMBASA | Kota di Kenya (7) |
| MOMONTO | Upacara pemberian tanda suci dari orang tua kepada anak gadisnya agar dilindungi oleh Tuhan serta sebagai pernyataan sikap sang anak bahwa dia akan meninggalkan sifat-sifat tercela dan persetujuan orang tua atas peralihan status anak gadisnya (Gorontalo) (7) |
| MONARKI | Bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh rajamonarki (7) |
| MONCONG | Mulut yang panjang atau memanjang (seperti mulut anjing atau babi); bagian benda yang mempunyai fungsi dan bentuk seperti mulut yang panjang; cerat; panjang lancip (tentang mulut) (7) |
| MONCTON | Kota di Kanada (7) |
| MONDIAL | Berkaitan dengan seluruh dunia (7) |
| MONDONG | Menggendong pengantin perempuan di depan (tentang pengantin laki-laki) (Jawa) (7) |
| MONETER | Mengenai atau berhubungan dengan uang atau keuangan (7) |
| MONGCAI | Kota di Vietnam (7) |
| MONGGOL | Ada bonggolnya (tentang pohon); berbonggol (7) |
| MONGHYR | Kota di India (7) |
| MONGKOK | Berbesar hati; bangga; bermongkok; menganjur ke atas; lebih tinggi daripada yang lain; lebih baik (utama, unggul) (kiasan) (7) |
| MONISME | Pandangan bahwa semesta itu merupakan satu satuan tunggal; pandangan bahwa materi dan alam pikiran itu satu (7) |
| MONITOR | Orang yang memantau; alat untuk memantau (seperti alat penerima yang digunakan untuk melihat gambar yang diambil oleh kamera televisi, alat untuk mengamati kondisi atau fungsi biologis, alat yang memantau kerja suatu sistem, terutama sistem komputer, dan sebagainya); alat semprot air dengan tekanan 4–7 atmosfer yang digunakan pada tambang timah aluvial untuk menambang biji timah; alat yang dirancang untuk mengobservasi, mengawasi, mengontrol, atau memverifikasi operasi suatu sistem; pengawasan dan tindakan memverifikasi kebenaran operasi suatu program selama pelaksanaannya berdasarkan rutin diagnostik yang digunakan dari waktu ke waktu untuk menjawab pertanyaan tentang program tersebut; pantau; cek secara cermat; perangkat video yang menampilkan data atau gambar yang dihasilkan oleh komputer (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| MONKAYO | Kota di Filipina (7) |
| MONOFAG | Bersifat makan satu jenis makanan (tentang hewan), misalnya beruang panda makan tunas bambu (Biologi) (7) |
| MONOGAM | Yang berkaitan dengan monogami (7) |
| MONOKEL | Kacamata untuk satu mata (kacamata satu sisi) (7) |
| MONOLIT | Bongkahan batu besar yang sering kali berbentuk (atau dibentuk menjadi) pilar atau tugu (Geografi dan Geologi); sesuatu yang berbentuk kokoh kuat; kesatuan terorganisasi yang membentuk kekuatan tunggal dan berpengaruh (7) |
| MONOLOG | Pembicaraan yang dilakukan dengan diri sendiri; adegan sandiwara dengan pelaku tunggal yang membawakan percakapan seorang diri (Kesenian); monodrama (Kesenian) (7) |
| MONOMER | Kelompok kecil molekul yang dapat dirangkaikan dan disebut polimer; senyawa kimia yang dapat dipolimerisasi (7) |
| MONONIM | Dikenal dengan nama yang hanya terdiri atas satu kata; seseorang yang dikenal luas atau disebut dengan nama yang hanya terdiri atas satu kata (7) |
| MONOPOD | Penyangga berkaki satu untuk kamera atau perangkat genggam lain (7) |
| MONOREL | Rel tunggal; kereta api yang berjalan di atas rel tunggal (7) |
| MONOSEM | Kata atau frasa yang hanya mempunyai satu makna (Linguistik) (7) |
| MONOSIT | Sel darah putih yang berukuran besar, inti selnya berbentuk bulat telur, terdapat pada darah manusia dan hewan vertebrata lain (Biologi) (7) |
| MONOTON | Berulang-ulang selalu sama nada, bunyi, ragam, dan sebagainya; selalu sama dengan yang dulu; itu-itu saja, tidak ada ragamnya; jenis adegan dengan dinamika yang selalu sama (Kesenian) (7) |
| MONSTER | Contoh barang dagangan untuk dinilai mutunya (bobotnya, warnanya, dan sebagainya); binatang, orang, atau tumbuhan yang bentuk atau rupanya sangat menyimpang dari yang biasa; makhluk yang berukuran luar biasa (sangat besar); makhluk yang menakutkan, hanya terdapat dalam dongeng, seperti ular naga raksasa (7) |
| MONTANA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Helena (7) |
| MONTASE | Komposisi gambar yang dihasilkan dari pencampuran unsur beberapa sumber; karya sastra, musik, atau seni yang terjadi dari bermacam-macam unsur; gambar berurutan yang dihasilkan dalam film untuk melukiskan gagasan yang berkaitan; pemilihan dan pengaturan pemandangan untuk pembuatan film; kumpulan gambar yang dipilih, diatur, dan dikaitkan dari beragam unsur untuk menghasilkan bentuk dengan gagasan baru (Kesenian) (7) |
| MONTERO | Kota di Bolivia (7) |
| MONUMEN | Bangunan atau tempat yang mempunyai nilai sejarah yang penting dan karena itu dipelihara dan dilindungi negara (7) |
| MONYONG | Mulut yang menjorok ke depan (seperti mulut anjing); moncong; jungur (7) |
| MORALIS | Orang yang terlalu mementingkan moral; orang yang mengajarkan atau mempelajari moral sebagai cabang filsafat; orang yang menaruh perhatian terhadap pengaturan moral orang lain (7) |
| MORAORI | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir selatan Papua, sebelah timur Merauke (7) |
| MORBILI | Penyakit menular yang disebabkan oleh virus, terjadi pada anak-anak yang mengakibatkan suhu badan naik, menimbulkan bintik-bintik merah pada kulit; penyakit tampek; campak (7) |
| MOREKAT | Waktu menanam palawija di sela waktu menggarap sawah (Sunda) (7) |
| MORELIA | Kota di Meksiko (7) |
| MORENDO | Makin lama makin hilang atau lenyap (dalam tempo musik) (ungkapan/Italia) (7) |
| MORIOKA | Kota di Jepang (7) |
| MORNANG | Kulit yang menggelembung berisi nanah sebagai akibat penyakit kudis (Madura) (7) |
| MOROTAI | Kota (madya) di Provinsi Maluku Utara (7) |
| MOSKONA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (7) |
| MOSSORO | Kota di Brasil (7) |
| MOTEKAR | Mampu menjalankan berbagai usaha untuk menambah pengetahuan atau untuk meningkatkan kehidupan (Sunda) (7) |
| MOTORIK | Bersangkutan dengan penggerak (7) |
| MOTORIS | Orang yang menjalankan motor (pada kereta api listrik dan sebagainya) (7) |
| MOUNDOU | Kota di Chad (7) |
| MOUTONG | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (7) |
| MOVUNJA | Upacara selamatan panen (Kaili) (7) |
| MTHATHA | Kota di Afrika Selatan (7) |
| MUALANG | Suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Sungai Ayak dan Belitang Hulu, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (7) |
| MUARIKH | Penulis sejarah (Arab); ahli sejarah (Arab) (7) |
| MUBALIG | Orang (laki-laki) yang menyiarkan (menyampaikan) ajaran agama Islam; juru dakwah; orang yang mengumandangkan takbir dan tahmid (dalam salat berjemaah) agar terdengar dengan jelas oleh makmum (7) |
| MUBARAK | Mendapat berkat (7) |
| MUBARAT | Perceraian atas permintaan pihak istri dengan tidak bersyarat (tidak mengembalikan mahar) (Agama Islam) (7) |
| MUBAZIR | Menjadi sia-sia atau tidak berguna; terbuang-buang (karena berlebihan); berlebih(an); bersifat memboroskan; berlebihan; royal; orang yang berlaku boros; pemboros (7) |
| MUBTADI | Yang baru memulai atau baru dalam taraf awal (dalam menuntut ilmu dan sebagainya) (Arab) (7) |
| MUDARAT | Sesuatu yang tidak menguntungkan; rugi; kerugian; tidak berhasil; gagal; merugikan; tidak berguna (7) |
| MUDARIB | Pengelola dana (7) |
| MUDASIR | Orang yang berselimut (Nabi Muhammad saw. sebelum menerima wahyu) (Arab); surah ke-74 dalam Al-Qur'an (diawali dengan al-) (Arab) (7) |
| MUDIGAH | Hasil pembuahan antara sperma dan sel telur hingga umur dua bulan dalam kandungan; embrio; janin (7) |
| MUFAHAM | Paham; mengerti (Arab) (7) |
| MUFAKAT | Setuju; seia sekata; sepakat; persetujuan; kata sepakat; pembicaraan; perundingan; berunding; berbicara dengan (7) |
| MUFARIK | Menarik diri (memisahkan diri) dari jemaah atau masyarakat; berpisah dari (Arab) (7) |
| MUFASAL | Yang diperinci; yang terperinci (Arab) (7) |
| MUFASIR | Orang yang menerangkan makna (maksud) ayat Al-Qur'an; ahli tafsir (terutama penafsiran) (Arab) (7) |
| MUGABAT | Percintaan; cinta kasih; muhabah (7) |
| MUHABAH | Percintaan; cinta kasih; mugabat (7) |
| MUHADAT | Terbatas, tidak luas (Arab); menguraikan dengan jelas (Arab) (7) |
| MUHAJAT | Pertengkaran mulut; perdebatan (7) |
| MUHAJIR | Orang yang pindah; orang yang mengungsi (Arab); pengikut Nabi Muhammad saw. yang ikut hijrah dari Makkah ke Madinah (Arab) (7) |
| MUHALIL | Orang yang nikah dengan perempuan yang telah tiga kali ditalak suaminya, sesudah itu diceraikannya supaya perempuan itu dapat kawin lagi dengan bekas suaminya yang terdahulu (Arab); cinta buta (Arab) (7) |
| MUHARAM | Bulan pertama tahun Hijriah (30 hari) (7) |
| MUHIBAH | Cinta kasih; mahabah; perasaan persahabatan dan kasih; harta yang tidak berwujud dari suatu perusahaan yang ditaksir sebagai nilai tambahan dari perusahaan itu, misalnya nama baik dan ketenaran perusahaan itu (Manajemen) (7) |
| MUJADID | Orang yang membaharui ajaran agama (Arab) (7) |
| MUJAHID | Orang yang berjuang demi membela agama (Islam) (7) |
| MUJARAB | Manjur; mustajab (7) |
| MUJARAD | Abstrak; tidak maujud (sesuatu yang dianggap sebagai benda yang ada, seperti keadilan ialah sesuatu yang mujarad) (Arab); terlepas atau terhindar dari semua sifat, tidak berkaitan dengan sesuatu yang lain (Arab) (7) |
| MUKADAM | Sesuatu yang mendahului; pendahuluan; orang yang terkemuka; pemuka (7) |
| MUKADAS | Yang suci; (yang) disucikan (dianggap suci) (7) |
| MUKADIM | Orang yang menempati jabatan sebelumnya (Arab) (7) |
| MUKADIS | Yang menyucikan (7) |
| MUKALAF | Orang dewasa yang wajib menjalankan hukum agama (Agama Islam) (7) |
| MUKALID | Orang yang bertaklid (Arab) (7) |
| MUKALLA | Kota di Yaman (7) |
| MUKARAM | Orang yang dimuliakan; orang yang dihormati (7) |
| MUKBANG | Siaran langsung atau video yang mempertontonkan orang memakan banyak makanan untuk hiburan, biasanya disiarkan secara daring; mokbang (Korea) (7) |
| MUKENEL | Prinsip hidup orang Gayo yang membuat mereka berani berkompetisi di dalam dan luar masyarakatnya (Gayo) (7) |
| MUKHLIS | Jujur, tulus ikhlas; lurus hati; orang yang ikhlas; orang yang lurus hati (7) |
| MUKIBAT | Ketela pohon hasil okulasi antara ketela pohon biasa dan batang karet, membuahkan ubi yang banyak, besar, dan berat; besar; kuat; tegap (7) |
| MUKIMIN | Yang bermukim (di Makkah) (7) |
| MUKTSAR | Kota di India (7) |
| MULAFID | Bersifat tidak dapat dipercaya (7) |
| MULAKAT | Pertemuan; perjumpaan (7) |
| MUMAYIZ | Sudah dapat membedakan sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk (± umur 7 tahun) (Agama Islam) (7) |
| MUMBANG | Putik buah kelapa yang sudah agak besar (kira-kira sebesar jambu); putik nyiur; bungsil (7) |
| MUMBUNG | Sangat penuh isinya hingga melebihi ukuran (perahu, sukatan, dan sebagainya), tetapi tidak sampai melimpah (biasanya isinya berupa benda padat); munjung (7) |
| MUMPUNG | Selagi; kebetulan (ada baik dan sebagainya); senyampang (7) |
| MUMPUNI | Mampu melaksanakan tugas dengan baik (tanpa bantuan orang lain); menguasai keahlian (kecakapan, keterampilan) tinggi (Jawa) (7) |
| MUNAFIK | Berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua; orang yang berpura-pura percaya atau setia kepada agama, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak demikian (Agama Islam) (7) |
| MUNAJAT | Doa sepenuh hati kepada Tuhan untuk mengharapkan keridaan, ampunan, bantuan, hidayat, dan sebagainya (Agama Islam) (7) |
| MUNAJIM | Orang yang meramal berdasarkan ilmu perbintangan; ahli nujum (Arab) (7) |
| MUNCANG | Pohon, tinggi hingga 39 m, kayunya ringan, tidak awet sebagai kayu bangunan, buahnya berkulit keras, isinya mengandung minyak, dan biasa digunakan dalam berbagai masakan; muncang; buah keras (Aleurites moluccana); kemiri (Sunda) (7) |
| MUNCRAT | Memuncrat; memancar; menyembur (tentang air, barang cair) (7) |
| MUNDING | Kerbau (Sunda) (7) |
| MUNGGAH | Pesta adat perkawinan Palembang (Palembang); sebutan untuk hari terakhir di bulan Ruwah sehari sebelum dimulai berpuasa Ramadan (Sunda) (7) |
| MUNGGAI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Papua; Mekwei; Menggei; Mungge; Menggwei; Munkei; Mooi; Moi; Mekwai (7) |
| MUNGGUI | Suku bangsa yang mendiami Pulau Yapen bagian utara, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua (7) |
| MUNGGUL | Gundukan yang dibentuk oleh serangga, seperti semut atau tawon yang berukuran besar (7) |
| MUNGGUR | Trembesi (Enterolobium saman) (7) |
| MUNGKAR | Durhaka (melanggar perintah Tuhan) (7) |
| MUNGKID | Ibu kota Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah (7) |
| MUNGKIN | Tidak atau belum tentu; barangkali; boleh jadi; dapat terjadi; tidak mustahil (7) |
| MUNGKIR | Tidak mengaku(i); tidak mengiakan; tidak setia; tidak menepati (janji); menolak; menyangkal (7) |
| MUNGKUM | Lengkung pada permukaan suatu benda; lumpung; lungkum (7) |
| MUNGKUR | Usungan (tandu); jempana (7) |
| MUNGKUS | Ikan yang hidupnya di ekosistem perairan tawar, payau, dan laut, ukurannya dapat mencapai 20 cm, tubuhnya agak silindris, bersisik, sirip perut menyatu membentuk alat perekat, warna tubuh kekuningan dengan belang-belang hitam, tersebar di Kepulauan Hawai (Sicyopterus stimpsoni); ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 3 cm, tubuhnya agak silindris, bersisik, sirip perut menyatu membentuk alat perekat, warna tubuh dan sirip putih keperakan, bagian kepala kecokelatan, tersebar di Sumatra (Schismatogobius risdawatiae) (7) |
| MUNJUNG | Penuh (lebih tinggi daripada permukaan takaran); mumbung; memuja makhluk halus tertentu untuk memperoleh kekayaan (Sunda) (7) |
| MUNTAHA | Tingkatan terakhir atau penghabisan (Tasawuf) (7) |
| MURADIF | Bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk lain; sinonim (7) |
| MURAHAN | Tidak bermutu (tentang barang); lebih murah; gampang terbujuk atau gampang diajak berzina dan sebagainya (7) |
| MURAKAB | Dalam keadaan bersusun; majemuk; bercampur (Arab) (7) |
| MURICAY | Kota di Filipina (7) |
| MURIDKE | Kota di Pakistan (7) |
| MURORAN | Kota di Jepang (7) |
| MURSYID | Orang yang menunjukkan jalan yang benar; guru agama (Arab); yang baik hidupnya; yang berbakti kepada Tuhan (Arab) (7) |
| MURWARA | Kota di India (7) |
| MUSABAB | Sebab dari segala sebab; sebab (yang menjadi asal); yang menyebabkan (7) |
| MUSAFIR | Orang yang bepergian meninggalkan negerinya (selama tiga hari atau lebih); pengembara (7) |
| MUSAKAH | Perjanjian pengelolaan kebun dengan pembagian hasil (7) |
| MUSAKAT | Sengsara; dalam kesulitan; celaka (Arab) (7) |
| MUSANZE | Kota di Rwanda (7) |
| MUSAPAT | Pengadilan umum di Aceh (7) |
| MUSAQAT | Pembagian hasil yang sama rata (tentang panen, ternak, dan sebagainya) antara pemilik dan penggarap atau penggembala setelah dikurangi biaya operasional (Arab) (7) |
| MUSIBAH | Kejadian (peristiwa) menyedihkan yang menimpa; malapetaka; bencana (7) |
| MUSIKAL | Berkenaan dengan musik; mempunyai kesan musik; mempunyai rasa peka terhadap musik; cerita untuk pentas yang sering kali jenaka dan sentimental, menggunakan nyanyian, tari, dan dialog (7) |
| MUSIKAN | Bermusik (7) |
| MUSIKUS | Orang yang mencipta, memimpin, atau menampilkan musik; pencipta atau pemain musik; musisi (7) |
| MUSIMAN | Pada musim tertentu (7) |
| MUSPIDA | Musyawarah pimpinan daerah (akronim) (7) |
| MUSPIKA | Musyawarah pimpinan kecamatan (akronim) (7) |
| MUSTAID | Siap sedia; selesai (7) |
| MUSTAKA | Kepala (Jawa); ujung (Jawa) (7) |
| MUSTANG | Pesawat terbang pemburu bermesin satu tipe P-51, di Indonesia dikenal sebagai pesawat Cocor Merah karena moncongnya dicat merah; sejenis kuda feral rayau-bebas yang berasal dari barat Amerika Utara (7) |
| MUSTARI | Planet Jupiter (Arab) (7) |
| MUSYRIK | Orang yang menyekutukan (menyerikatkan) Allah Swt.; orang yang memuja berhala (7) |
| MUSYTAK | Diturunkan (dari); berasal (dari) (Arab); orang yang merindu (Arab) (7) |
| MUTAGEN | Sesuatu yang menjadi sebab (misalnya zat kimia, cahaya, gas, dan virus) terjadinya mutasi (7) |
| MUTAKIN | Orang-orang yang bertakwa (Arab) (7) |
| MUTATOR | Pemutasi (7) |
| MUTATUS | Perubahan total awan sehingga terjadi perubahan dari genus yang satu ke genus yang lain (Meteorologi) (7) |
| MUTAWIF | Orang yang membimbing tawaf; pembimbing tawaf; pemandu tawaf (Agama Islam) (7) |
| MUTIARA | Permata berbentuk bulat dan keras, berasal dari kulit kerang mutiara, terbentuk karena ada benda atau pasir yang masuk ke dalam tubuh kerang itu kemudian diselubungi oleh kulit ari; air mata (kiasan); sesuatu yang sangat berharga (dihargai dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| MUTILAN | Pelaku mutilasi (7) |
| MUTISME | Keadaan seseorang yang tidak mempunyai kemampuan berbicara atau latah (Psikologi) (7) |
| MUWAHID | Orang yang mengakui keesaan Allah Swt.; orang yang percaya bahwa Allah Swt. itu esa (Agama Islam) (7) |
| MUWAKAL | Wakil; dalam keadaan mencakupi; representatif (7) |
| MUWAKIL | Yang mewakilkan; yang menyerahkan urusan, perkara, dan sebagainya kepada orang lain (7) |
| MUWALAD | Peranakan Arab (Arab) (7) |
| MUYINGA | Kota di Burundi (7) |
| MUZAKAR | Maskulin (Arab) (7) |
| MUZAKIR | Ahli pikir; cendekiawan (7) |
| MUZAMIL | Orang yang berselimut (Nabi Muhammad saw. sebelum menerima wahyu) (Agama Islam); surah ke-73 dalam Al-Qur'an (diawali dengan al-) (Agama Islam) (7) |
| MUZAWIR | Orang yang membimbing ibadah haji; pembimbing ibadah haji (Agama Islam); pemandu wisata (7) |
| MYANMAR | Negara yang terletak di Asia Tenggara, beribu kota Nay Pyi Taw (7) |
| NABATAH | Flora (7) |
| NAFSIAH | Berkaitan dengan jiwa (Arab) (7) |
| NAFTENA | Senyawa hidrokarbon jenuh yang molekulnya paling sedikit memiliki satu struktur cincin; sikloparafin (Kimia) (7) |
| NAGAOKA | Kota di Jepang (7) |
| NAGEKEO | Suku bangsa yang mendiami Pulau Flores bagian tengah, Kabupaten Ngada dan Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur; kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (7) |
| NAIHATI | Kota di India (7) |
| NAIROBI | Ibu kota Kenya (7) |
| NAJASAH | Kenajisan; kecemaran (7) |
| NAKATSU | Kota di Jepang (7) |
| NAKHODA | Juragan (pemimpin) perahu (kapal); perwira laut yang memegang komando tertinggi di atas kapal niaga; kapten kapal; pengemudi kapal laut(7) |
| NALCHIK | Kota di Rusia (7) |
| NAMASAH | Nama atau penunjuk yang penerbitannya berlaku (7) |
| NAMATAD | Tumbuhan selokan (7) |
| NAMDINH | Kota di Vietnam (7) |
| NAMIBIA | Negara yang terletak di Afrika Barat Daya, beribu kota Windhoek (7) |
| NAMPING | Membersihkan rerumputan yang berada di tepian pematang (Sunda); memapas pematang lama yang akan diperbaiki (Sunda) (7) |
| NAMPULA | Kota di Mozambik (7) |
| NAMROLE | Ibu kota Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku (7) |
| NANAIMO | Kota di Kanada (7) |
| NANDING | Kota di Cina (7) |
| NANDONG | Pantun atau syair yang dinyanyikan atau dilagukan (Melayu Riau) (7) |
| NANDUNG | Tupai yang besar; kerawak (Sciurus bicolor) (7) |
| NANDYAL | Kota di India (7) |
| NANFENG | Kota di Cina (7) |
| NANGONG | Kota di Cina (7) |
| NANIURA | Masakan khas Batak berupa ikan mentah yang diolah dengan cara didiamkan dalam rendaman asam beberapa lama sehingga hilang rasa amis ikannya; ikan yang diasam dengan direndam dalam air jeruk nipis selama 6 sampai 8 jam (Batak) (7) |
| NANJING | Kota di Cina (7) |
| NANKING | Kota di Cina (7) |
| NANLONG | Kota di Cina (7) |
| NANNING | Kota di Cina (7) |
| NANOFIL | Kelas ukuran daun yang luas permukaan helaiannya antara 25-225 mm2 (7) |
| NANPIAO | Kota di Cina (7) |
| NANPING | Kota di Cina (7) |
| NANTONG | Kota di Cina (7) |
| NANYANG | Kota di Cina (7) |
| NANZHOU | Kota di Cina (7) |
| NAQADEH | Kota di Iran (7) |
| NARASHI | Kota di Jepang (7) |
| NARATIF | Bersifat narasi; bersifat menguraikan (menjelaskan dan sebagainya); prosa yang subjeknya merupakan suatu rangkaian kejadian (7) |
| NARATOR | Orang yang bercerita; pencerita; pencerita atau tokoh dalam naskah yang bercerita kepada penonton tentang kejadian-kejadian dalam cerita dramatik (Kesenian) (7) |
| NARKOBA | Narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (akronim) (7) |
| NARKOSE | Obat pembius (7) |
| NARNAUL | Kota di India (7) |
| NAROWAL | Kota di Pakistan (7) |
| NARWANA | Kota di India (7) |
| NASABAH | Orang yang biasa berhubungan dengan atau menjadi pelanggan bank (dalam hal keuangan); pelanggan; orang yang menjadi tanggungan asuransi; perbandingan; pertalian (7) |
| NASIHAT | Ajaran atau pelajaran baik; anjuran (petunjuk, peringatan, teguran) yang baik; ibarat yang terkandung dalam suatu cerita dan sebagainya; moral (7) |
| NASITIM | Nasi lembek yang dimasak dengan cara ditim (ditaruh dalam mangkuk yang direbus di kuali atau panci bertutup) (7) |
| NASRANI | Sebutan untuk orang Kristen; sebutan untuk pengikut Yesus Kristus (7) |
| NASTITI | Teliti, cermat, dan hati-hati (Jawa) (7) |
| NASUGBU | Kota di Filipina (7) |
| NATALAN | Merayakan Hari Natal (7) |
| NATIJAH | Hasil; akibat (Arab) (7) |
| NATIVIS | Pengikut paham nativisme (7) |
| NATRIUM | Logam alkali lunak, berwarna putih perak; unsur kimia logam alkali dengan nomor atom 11, berlambang Na, dan bobot atom 22,9898 u (7) |
| NATURAL | Bersifat alam; alamiah; bebas dari pengaruh; bukan buatan; asli; dapat dipakai untuk warna apa saja (tentang semir dan sebagainya) (7) |
| NAUNGAN | Lindungan; tempat bernaung (7) |
| NAUTIKA | Ilmu tentang kelautan atau pembuatan kapal (7) |
| NAVOJOA | Kota di Meksiko (7) |
| NAVOTAS | Kota di Filipina (7) |
| NAWAITU | Niat (saya berniat) (Arab) (7) |
| NAWASTU | Narwastu (7) |
| NAZILLI | Kota di Turki (7) |
| NEALOGI | Ilmu tentang binatang yang masih muda usia (7) |
| NEFARPI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Mimika, Papua Tengah; Kamoro; Mukamuga; Lakahia; Mimika (7) |
| NEGATIF | Tidak pasti; tidak tentu; tanpa pernyataan; kurang baik; menyimpang dari ukuran umum; film dari foto (potret) yang dipakai untuk memperbanyak foto; kabel yang aliran listriknya berpotensi lebih rendah (7) |
| NEGOMBO | Kota di Sri Lanka (7) |
| NEGRITO | Penduduk asli Filipina; kelompok bangsa yang termasuk bangsa Negro yang berperawakan kecil, tinggal di pulau-pulau di Lautan Teduh (7) |
| NEGROID | Orang dengan ciri-ciri jasmani Negro (Antropologi) (7) |
| NELAYAN | Orang yang mata pencaharian utamanya adalah menangkap ikan (di laut) (7) |
| NELLORE | Kota di India (7) |
| NEMAGON | Zat untuk membasmi hama tanaman (terutama untuk nematoda) (Kimia) (7) |
| NENENDA | Nenek (dipakai dalam surat-menyurat dan sebagainya); nenekanda; nenda (7) |
| NEOFILI | Orang yang sangat menyenangi hal-hal atau tren baru (Psikologi) (7) |
| NEOLOGI | Ilmu tentang seluk-beluk makhluk muda dan belum dewasa (Biologi) (7) |
| NEPOTIS | Penganut paham nepotisme (7) |
| NERITIK | Dangkal sepanjang pesisir (tentang perairan) (7) |
| NERVASI | Penataan pembuluh dalam daun atau sayap serangga (Zoologi) (7) |
| NESTAPA | Sedih sekali; susah hati (7) |
| NETANYA | Kota di Israel (7) |
| NETENGA | Pucuk pohon sagu (Abrap) (7) |
| NETIKET | Etika berinternet (7) |
| NETIZEN | Warganet; warga internet; orang yang aktif menggunakan internet (7) |
| NETTING | Pengarahan bola atau kok ke net dalam tenis dan bulu tangkis (ungkapan/Inggris) (7) |
| NEUQUEN | Kota di Argentina (7) |
| NEUTRON | Partikel inti atom yang tidak bermuatan listrik dan massanya sedikit lebih besar daripada massa proton (Fisika) (7) |
| NEUWIED | Kota di Jerman (7) |
| NEWPORT | Kota di Inggris (7) |
| NEWYEAR | Tahun baru (Inggris) (7) |
| NEWYORK | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Albany; kota terbesar negara bagian New York, Amerika Serikat (7) |
| NGABANG | Ibu kota Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat (7) |
| NGANJUK | Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Angin; ibu kota Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur (7) |
| NGECENG | Jual tampang (7) |
| NGEMPOS | Kondisi kehilangan tenaga (tentang mesin) (7) |
| NGENGAT | Serangga dari ordo Lepidoptera (famili Tineidae), larva memakan pakaian, kertas, dan serat alami lainnya, merupakan hama (Tineola spp.); serangga dari ordo Lepidoptera, sebagian besar spesies aktif di malam hari, tetapi ada juga spesies krepuskular dan diurnal, menyukai cahaya (fototaksis positif), memiliki antena yang biasanya berbulu, berwarna kusam, memiliki sayap yang lebih kecil daripada kupu-kupu, larva umumnya pemakan tumbuhan; gegat; kaper (7) |
| NGENGER | Orang yang menyerahkan jiwa dan raganya kepada majikannya (Jawa); menitip anak kepada para priyayi untuk dijadikan abdi, atau abdi dalam di kalangan kerajaan (Jawa) (7) |
| NGLURUK | Bergerak secara berkelompok untuk mendatangi kelompok yang lain (Jawa) (7) |
| NGONTEL | Bersepeda ontel (7) |
| NGUNJAL | Mengangkut hasil panen padi dari huma ke kampung untuk disimpan dl lumbung pada masyarakat Banten Kidul (Sunda) (7) |
| NIAGAEL | Niaga elektronik (kependekan) (7) |
| NIAGARA | Air terjun di perbatasan internasional negara bagian Amerika Serikat, New York, dengan Ontario, Kanada (7) |
| NICOSIA | Ibu kota Siprus (7) |
| NIDIFUG | Sifat anak hewan tertentu yang segera meninggalkan sarangnya setelah kelahirannya (Biologi) (7) |
| NIDULUS | Kelompok bahan sel saraf di dalam susunan saraf pusat; inti tempat suatu saraf berasal (7) |
| NIGERIA | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Abuja (7) |
| NIHILIS | Pengikut paham nihilisme (7) |
| NIIGATA | Kota di Jepang (7) |
| NIIHAMA | Kota di Jepang (7) |
| NIKOPOL | Kota di Ukraina (7) |
| NIKOTIN | Zat racun yang terdapat dalam tembakau, digunakan dalam perobatan dan untuk insektisida (7) |
| NILBIRU | Sungai yang melintasi negara Etiopia (7) |
| NIMFEUM | Bangunan atau ruang pada Romawi Kuno yang dihiasi dengan air mancur, tanaman, atau patung, digunakan sebagai tempat beristirahat (Arsitektur) (7) |
| NINGRAT | Aristokrat (7) |
| NIOBIUM | Unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 41, berlambang Nb, dan bobot atom 92,9064 u (7) |
| NIRAWAK | Tanpa awak (7) |
| NIRGUNA | Tidak ada gunanya (7) |
| NIRLABA | Bersifat tidak mengutamakan pemerolehan keuntungan (7) |
| NIRLEKA | Tanpa tulisan (7) |
| NIRMALA | Tanpa cacat cela; bersih; suci; tidak bernoda (7) |
| NIRMANA | Pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual, seperti titik, garis, warna, ruang, dan tekstur menjadi suatu kesatuan yang harmonis (Kesenian) (7) |
| NIRWANA | Keadaan dan ketenteraman sempurna bagi setiap wujud eksistensi karena berakhirnya kelahiran kembali ke dunia (Agama Hindu); tempat kebebasan (kesempurnaan); surga; keadaan tanpa 'diri' atau ketiadaan yang dicapai oleh seorang yang telah mencapai penerangan sempurna (Agama Buddha); keadaan terbebas sepenuhnya dari siklus lahir dan mati, hilang total semua penderitaan yang disebabkan oleh kegelapan batin, kebencian, dan keserakahan (Agama Buddha) (7) |
| NISCAYA | Tentu; pasti; tidak boleh tidak (7) |
| NISKALA | Tidak berwujud; mujarad; abstrak (7) |
| NISTAAN | Cercaan; makian; perbuatan (perkataan dan sebagainya) untuk menista (7) |
| NITEROI | Kota di Brasil (7) |
| NJAWANI | Memiliki sifat orang atau budaya Jawa (7) |
| NKOTENG | Kota di Kamerun (7) |
| NKWERRE | Kota di Nigeria (7) |
| NOBEOKA | Kota di Jepang (7) |
| NODULUS | Simpul atau ruas-ruas kecil (7) |
| NOGALES | Kota di Meksiko (7) |
| NOGINSK | Kota di Rusia (7) |
| NOKDIAK | Mamalia bertelur menyerupai landak dengan duri yang lebih pendek, ukurannya sekitar 0,35—0,76 m, beratnya bisa mencapai 10 kg, banyak dijumpai di Papua dan Australia; ekidna (Tachyglossidae) (7) |
| NOMADEN | Berpindah-pindah; nomadik (7) |
| NOMADIK | Berpindah-pindah (7) |
| NOMINAL | Hanya namanya; menurut yang tercatat atau apa yang tertulis saja; bersangkutan dengan nomina (Linguistik) (7) |
| NOMPLOK | Hinggap; melekat; datang (tentang rezeki) (7) |
| NONAGON | Segi sembilan (Matematika) (7) |
| NONBANK | Bukan bank (7) |
| NONBLOK | Tidak bergabung dalam satu blok tertentu (tentang negara, partai politik, dan sebagainya); netral (7) |
| NONSENS | Omong kosong; tidak berarti (7) |
| NONSTOP | Terus-menerus; tanpa berhenti (7) |
| NONTONI | Kesempatan melihat dan berkenalan dengan seorang gadis yang diberikan kepada seorang jejaka (dengan kemungkinan untuk diperistri) (ungkapan/Jawa) (7) |
| NOOSFER | Bagian biosfer yang diubah atau dipengaruhi oleh kegiatan manusia (Biologi) (7) |
| NORFOLK | Kota di Amerika Serikat (7) |
| NORILSK | Kota di Rusia (7) |
| NORWICH | Kota di Inggris (7) |
| NOSHIRO | Kota di Jepang (7) |
| NOSOFIT | Tumbuhan yang bersifat patogen (Biologi) (7) |
| NOSTRUM | Obat dengan susunan yang dirahasiakan yang dikatakan sangat mujarab, tetapi belum dibuktikan secara ilmiah; obat rahasia (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| NOTARIS | Orang yang mendapat kuasa dari pemerintah (dalam hal ini Departemen Kehakiman) untuk mengesahkan dan menyaksikan berbagai surat perjanjian, surat wasiat, akta, dan sebagainya (7) |
| NOTIMEX | Kantor berita Meksiko (7) |
| NOTULIS | Orang yang bertugas membuat notula (catatan rapat) (7) |
| NOVATIE | Pembaruan utang (ungkapan/Belanda) (7) |
| NOVELET | Novel pendek; novela (Sastra) (7) |
| NOVELIS | Pengarang novel (Sastra) (7) |
| NOVISAD | Kota di Serbia (7) |
| NUDISME | Tradisi tidak mengenakan pakaian (bertelanjang bulat), baik pria maupun wanita, yang tergabung dalam satu kelompok, pada waktu tertentu dan di tempat yang terpencil (7) |
| NUGRAHA | Anugerah (7) |
| NUJUMAN | Hasil menujum; hasil meramal; ramalan (7) |
| NUKILAN | Kutipan; tulisan yang dicantumkan pada suatu benda (7) |
| NUKLEON | Partikel pembentuk inti atom (proton atau neutron) (Fisika) (7) |
| NUKLEUS | Bagian dari sel yang dianggap penting sekali untuk melangsungkan kehidupan (Biologi); inti; inti atom (Fisika) (7) |
| NUKLIDA | Jenis atom yang dibedakan dari jenis atom lain oleh susunan intinya, mempunyai jumlah proton dan neutron yang sama (Kimia) (7) |
| NUMERAL | Berkaitan dengan angka (7) |
| NUMERIK | Yang berwujud nomor (angka); yang bersifat angka atau sistem angka (7) |
| NUMERIS | Yang berwujud nomor (angka); yang bersifat angka atau sistem angka; numerik (7) |
| NUNATAK | Puncak gunung atau tonjolan batuan yang mencuat di atas kawasan bersalju (7) |
| NUNCIUS | Utusan Paus berpangkat duta besar (ungkapan/Latin) (7) |
| NUNSIUS | Duta besar Negara Vatikan (7) |
| NUNUKAN | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur; ibu kota Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (7) |
| NUPTIAL | Berhubungan dengan perkawinan atau perkembangbiakan binatang (Biologi) (7) |
| NURBISA | Penawar bisa (7) |
| NURSERI | Kebun bibit; tempat menanam tanaman muda (7) |
| NUSAINA | Sebutan lain untuk Pulau Seram (7) |
| NUSELUS | Jaringan tengah bakal biji yang berisi kantong embrio (Biologi) (7) |
| NUTRIEA | Zat yang mendorong pertumbuhan, pemeliharaan, fungsi, dan pengembangbiakan sel dari suatu organisme (Biologi) (7) |
| NUTRIEN | Zat yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk hidup, tumbuh, dan berkembang; hara (7) |
| NUTRISI | Proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh (Kedokteran dan Fisiologi); makanan bergizi (Kedokteran dan Fisiologi); ilmu tentang gizi (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| NYALANG | Terbuka lebar (tentang mata); tajam (memandang) (7) |
| NYAMBAI | Upacara meminang seorang gadis menurut adat Musi (Sekayu) (7) |
| NYANGKU | Upacara pencucian benda-benda pusaka di Panjalu, Ciamis (Sunda) (7) |
| NYANYAH | Selalu berkata yang bukan-bukan; merepek; meracau (7) |
| NYANYAR | Lunak pada kulit; bonyor; bonyok; menjadi lunak dan gembur (tanah yang diinjak-injak lembu dan sebagainya) (7) |
| NYANYUK | Tidak jernih pikirannya (suka termenung-menung dan sebagainya) (7) |
| NYAPANG | Teman; sahabat (7) |
| NYARANG | Tumbuhan liar, merambat, daunnya dapat diramu untuk obat sakit panas dan kejang-kejang (untuk anak-anak) (Achyranthes aspera); daun nyarang (7) |
| NYARING | Keras, tinggi, dan terang (tentang suara, bunyi); lantang (7) |
| NYAWANG | Pembakaran patung (Bali) (7) |
| NYENYAI | Tidak kerap, tidak padat, atau tidak rapi (tentang tenunan, anyaman, jahitan); jarang (7) |
| NYENYAK | Tidak ingat apa-apa lagi (ketika tidur); sukar dibangunkan (dijagakan); lelap; pulas (7) |
| NYENYAT | Sunyi senyap; hening (7) |
| NYENYEH | Selalu mengulang perintah atau permintaan sehingga orang bosan mendengarkannya; nyinyir (7) |
| NYENYEP | Nyenyak (7) |
| NYINYIR | Mengulang-ulang perintah atau permintaan; nyenyeh; cerewet (7) |
| NYONYEH | Tua dan tidak bergigi lagi (7) |
| NYONYOR | Bengkak (pada bibir) (7) |
| NYUNYUT | Menarik panjang-panjang; menjujut; menghela; mengulum dan mengisap (permen, tetek, dan sebagainya); bergerak turun naik (tentang ubun-ubun bayi); mengembut (7) |
| NYURENG | Melihat dengan mata dikecilkan karena silau (Jawa) (7) |
| OAKLAND | Kota di Amerika Serikat (7) |
| OAKLAWN | Kota di Amerika Serikat (7) |
| OAKPARK | Kota di Amerika Serikat (7) |
| OBDUKSI | Pemeriksaan mayat untuk kepentingan pengadilan dengan tujuan mengetahui sebab kematiannya; bedah mayat; autopsi; nekropsi (7) |
| OBELISK | Tiang segi empat meruncing ke ujung dan bermahkota piramida (7) |
| OBIHIRO | Kota di Jepang (7) |
| OBJEKAN | Hal, perkara, atau benda yang dijadikan sasaran usaha sambilan untuk menambah penghasilan; hasil mengobjek (7) |
| OBLIGAT | Kondisi yang merupakan sifat esensial suatu organisme (Biologi) (7) |
| OBNINSK | Kota di Rusia (7) |
| OBONOMA | Kota di Nigeria (7) |
| OBRALAN | Barang yang dijual secara obral (7) |
| OBROLAN | Percakapan ringan dan santai; omong kosong (7) |
| OBSESIF | Bersifat obsesi (7) |
| OBSOLET | Tidak dipakai lagi; usang; ketinggalan zaman (7) |
| OCOTLAN | Kota di Meksiko (7) |
| ODAWARA | Kota di Jepang (7) |
| OEDEMIS | Kota di Turki (7) |
| OEREBRO | Kota di Swedia (7) |
| OERSTED | Satuan kuat medan magnet (7) |
| OFALLON | Kota di Amerika Serikat (7) |
| OFENSIF | Serangan; bersikap menyerang; bersifat menyinggung perasaan orang lain (biasanya melalui kata-kata) (7) |
| OFFLINE | Luring (Inggris) (7) |
| OFFSIDE | Di luar baris lapangan; lewat posisi; mendahului bola (ungkapan/Olahraga/Inggris) (7) |
| OFISIAL | Orang bukan pemain yang terlibat secara langsung dalam suatu pertandingan seperti wasit, manajer, pelatih (7) |
| OFIUKUS | Rasi bintang yang tampak di lintang antara 80° dan -80° pada meridian 25 Juli, pukul 21.00 (Astronomi) (7) |
| OGONIUM | Sel indung telur yang menghasilkan sel telur (Biologi) (7) |
| OKARINA | Alat musik tiup kecil tanpa kunci nada (7) |
| OKAYAMA | Kota di Jepang (7) |
| OKAZAKI | Kota di Jepang (7) |
| OKCHEON | Kota di Korea Selatan (7) |
| OKEGAWA | Kota di Jepang (7) |
| OKEMESI | Kota di Nigeria (7) |
| OKINAWA | Pulau terbesar di Kepulauan Ryukyu, Jepang; kota di Jepang (7) |
| OKLUSIF | Bersifat oklusi (tentang konsonan) (Linguistik); berkenaan dengan oklusi (Kimia) (7) |
| OKSALAT | Garam, ester atau asam yang mengandung satuan (COO)2 (Kimia) (7) |
| OKSIBIL | Ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan (7) |
| OKSIDAN | Zat yang memasak oksigen dalam suatu proses oksidasi (Kimia) (7) |
| OKSIGEN | Gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau, merupakan komponen dari kerak bumi; zat asam; unsur kimia nonlogam dengan nomor atom 8, berlambang O, dan bobot atom 15,9994 u (7) |
| OKSISER | Suksesi ekologi yang bermula pada habitat asam (Biologi) (7) |
| OKSITON | Kata yang bertekanan pada suku akhir (7) |
| OKSONIT | Bahan peledak yang terdiri atas asam pikrat yang dilarutkan dalam asam nitrat (Kimia) (7) |
| OKTAGON | Segi delapan (7) |
| OKTOBER | Bulan ke-10 tarikh Masehi (31 hari) (7) |
| OKULASI | Cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan menempelkan sepotong kulit pohon yang bermata dari batang atas pada suatu irisan pada kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman baru; tempel mata (Pertanian) (7) |
| OKULTIS | Ahli ilmu gaib (kekuatan yang tersembunyi) yang tidak dimiliki oleh orang biasa (7) |
| OKUPASI | Pendudukan, penggunaan, atau penempatan tanah kosong; pendudukan dan penguasaan suatu daerah oleh tentara asing (7) |
| OLEAGIN | Menyerupai atau bersifat seperti minyak; menghasilkan atau mengandung minyak (7) |
| OLENGAN | Gerakan mengoleng; ayunan; goyangan (7) |
| OLIGARK | Anggota dari sekelompok kecil orang yang memegang kekuasaan dalam suatu negara; anggota oligarki (Politik dan Pemerintahan) (7) |
| OLMALIQ | Kota di Uzbekistan (7) |
| OLOMOUC | Kota di Republik Ceko (7) |
| OLSZTYN | Kota di Polandia (7) |
| OLUPONA | Kota di Nigeria (7) |
| OLYMPIA | Ibu kota negara bagian Washington, Amerika Serikat (7) |
| OMICRON | Varian Covid-19 (7) |
| OMIKRON | Huruf ke-15 abjad Yunani; salah satu varian terbaru Covid-19; nama lain varian virus korona B11529 atau yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan (7) |
| OMNIBUS | Bus; kompilasi beberapa karya (film, buku, dan sebagainya), biasanya ditulis atau dibuat oleh orang yang sama, melibatkan karakter yang sama atau memiliki tema yang sama, yang sebelumnya pernah diluncurkan secara terpisah (Sastra); berkaitan atau mencakup tentang banyak hal (7) |
| OMNIVOR | Makhluk pemakan tumbuhan dan pemakan daging (bahan nabati dan hewan); pemakan segala (7) |
| OMONGAN | Perkataan; percakapan; pembicaraan; bahan pembicaraan; buah mulut (7) |
| OMPRENG | Besek kecil (dari kaleng, plastik, dan sebagainya) tempat menaruh nasi dan lauk pauk (7) |
| OMPRONG | Mengeringkan daun tembakau dan sebagainya dengan cara mengasapi (7) |
| ONAGATA | Aktor yang memainkan peran perempuan dalam kabuki (Jepang) (7) |
| ONDEROK | Jenis busana wanita; rok dalam (Belanda) (7) |
| ONDOAFI | Kepala suku yang berada dalam satu keondofoloan dan bertanggung jawab kepada ondofolo (Papua) (7) |
| ONGKANG | Diulang: duduk dengan kaki berjuntai; tidak berbuat apa-apa; berpangku tangan (kiasan) (7) |
| ONIGIRI | Nasi kepal, berisi berbagai isian seperti ikan, sayuran, dan sebagainya, biasanya diberi nori di luarnya (Jepang) (7) |
| ONITSHA | Kota di Nigeria (7) |
| ONKOGEN | Merupakan bibit sel kanker (tentang virus) (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ONKOLOG | Ahli onkologi (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ONTARIO | Kota di Amerika Serikat; provinsi terbesar kedua di Kanada berdasarkan luas wilayah, setelah Quebec (7) |
| ONTOHOD | Sebutan untuk orang yang tidak tahu malu (Sunda) (7) |
| ONYOTAN | Sesuatu yang dionyot; hasil mengonyot (7) |
| OOGONIA | Sel kelamin betina yang telah matang (Biologi) (7) |
| OPENDIM | Selaput yang melapisi rongga otak dan saluran pusat sumsum punggung (7) |
| OPENKAP | Mobil dengan kap terbuka (7) |
| OPERASI | Bedah; bedel (untuk mengobati penyakit) (Kedokteran dan Fisiologi); pekerjaan, gerakan, tindakan, atau aksi yang dilakukan secara fisik dan terpimpin dengan waktu yang singkat, berfokus pada satu tujuan tertentu untuk memperoleh efek penghancuran, pelumpuhan, pencegahan, pembinasaan, atau peniadaan; pelaksanaan rencana yang telah dikembangkan (7) |
| OPLOSAN | Hasil mengoplos; campuran; larutan (7) |
| OPOSISI | Partai penentang di dewan perwakilan dan sebagainya yang menentang dan mengkritik pendapat atau kebijaksanaan politik golongan yang berkuasa (Politik dan Pemerintahan); pertentangan antara dua unsur bahasa untuk memperlihatkan perbedaan arti (Linguistik) (7) |
| OPRUIEN | Menghasut supaya orang lain melakukan suatu tindak pidana dengan cara lisan, tulisan, gambar, dan sebagainya (ungkapan/Belanda) (7) |
| OPSETER | Pegawai yang mengawasi pekerjaan pembangunan (membuat rumah, jembatan, dan sebagainya) (Belanda) (7) |
| OPSINER | Penilik atau pengawas (7) |
| OPTATIF | Kata-kata yang ada hubungannya dengan penyusunan sebuah kalimat yang menyatakan harapan atau keinginan, seperti kiranya, semoga (Linguistik) (7) |
| OPTIMAL | Terbaik; tertinggi; paling menguntungkan (7) |
| OPTIMIS | Orang yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal (7) |
| OPTIMUM | Dalam kondisi yang terbaik (yang paling menguntungkan); optimal; kondisi atau derajat yang terbaik atau yang paling menguntungkan; keadaan faktor lingkungan yang merupakan derajat kesesuaian tertinggi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan makhluk secara penuh (Biologi) (7) |
| OPTOFON | Alat yang dapat mengubah teks menjadi suara, dirancang khusus untuk orang buta atau yang mengalami gangguan penglihatan (7) |
| ORANGAM | Orang awam (7) |
| ORBITAL | Bagian ruang dengan peluang tinggi untuk menjumpai elektron tertentu dalam sebuah atom (Fisika) (7) |
| ORDINAL | Menyatakan urutan bagi sebuah unsur dalam suatu kumpulan; berturut; (bilangan) bertingkat (Matematika) (7) |
| ORDINAT | Salah satu penentu letak titik pada bidang, dan letak titik pada bidang biasa ditentukan terhadap dua garis yang berpotongan tegak lurus yang disebut sumbu mendatar dan sumbu tegak (Matematika) (7) |
| ORDINER | Biasa; tidak berarti; tidak halus (sopan); berlebih-lebihan (dalam berhias, berpakaian, dan sebagainya) (7) |
| OREGANO | Tanaman penyedap masakan, tumbuh di Asia Tengah, panjang tanaman 20–80 cm, daun berlawanan, bunga berwarna ungu (Origanum vulgare) (7) |
| ORGANDA | Organisasi Angkutan Darat (akronim) (7) |
| ORGANDI | Kain katun yang tipis, kaku, dan tembus pandang dengan sistem tenun sederhana (7) |
| ORGANEL | Bagian tertentu di dalam sel yang berfungsi sebagai organ (Biologi) (7) |
| ORGANIK | Berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup (hewan atau tumbuhan, seperti minyak dan batu bara) (Kimia); berhubungan dengan organisme hidup (Kimia); ditanam atau dipelihara tanpa menggunakan bahan kimia sintetis (tentang makanan); bersangkutan dengan pegawai tetap dalam struktur suatu instansi, bukan pegawai honorer (7) |
| ORGANIS | Berkenaan dengan organ (alat-alat); dilengkapi dengan organ (alat-alat); organik; pemain alat musik organ (7) |
| ORGANON | Alat untuk memperoleh dan mengatur pengetahuan (Filsafat) (7) |
| ORGANZA | Kain tipis atau menerawang, dari serat sutra, rayon, atau sintetis (poliester atau nilon) (Tata Busana) (7) |
| ORGASME | Puncak kenikmatan seksual, khususnya dialami pada akhir sanggama (7) |
| ORIGAMI | Seni melipat kertas dari Jepang (7) |
| ORIZABA | Kota di Meksiko (7) |
| ORLANDO | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ORLEANS | Kota di Prancis (7) |
| ORMILTI | Oditur militer tinggi (singkatan) (7) |
| ORNAMEN | Hiasan dalam arsitektur, kerajinan tangan, dan sebagainya; lukisan; perhiasan; hiasan yang dibuat (digambar atau dipahat) pada candi (gereja atau gedung lain); serangkaian not yang digunakan untuk menghias melodi (Musik); aksesori penghias panggung yang menempel pada set panggung (Kesenian) (7) |
| ORTOEPI | Lafal standar suatu bahasa (Linguistik) (7) |
| ORTOTIK | Objek berupa kawat gigi yang benar atau kelainan posisi sendi (Olahraga) (7) |
| OSEALUS | Tanda pada tubuh binatang yang berbentuk bulatan seperti mata, misalnya bulatan berbentuk mata pada ekor burung merak (Biologi); sel daun yang warnanya memudar dan ukurannya membesar (Biologi) (7) |
| OSEANIA | Gugusan pulau di Samudra Pasifik dan laut sekitarnya, termasuk Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia (7) |
| OSHKOSH | Kota di Amerika Serikat (7) |
| OSILASI | Gerakan (goyangan) ke kiri dan ke kanan atau ke atas dan ke bawah atau ke depan dan ke belakang; ayunan; getaran; setiap peristiwa yang berubah secara berkala atau bolak-balik antara dua nilai (Fisika) (7) |
| OSILIMA | Proses memasak pada upacara bakar batu yang dilakukan di luar rumah (Mimika) (7) |
| OSKULUM | Lubang besar pada ujung bunga karang tempat air keluar dari dalam tubuh (7) |
| OSMOSIS | Percampuran dua macam cairan melalui dinding sel atau selaput (yang banyak porinya) (Biologi); gerakan pelarut dari satu bagian tubuh melalui membran semipermiabel ke bagian lain yang mengonsentrasi melekul yang lebih tinggi (7) |
| OSMOTIK | Perihal osmosis (7) |
| OSTITIS | Radang tulang (7) |
| OSTRAVA | Kota di Republik Ceko (7) |
| OTAUNGA | Tanaman endemik asal Nusa Tenggara Timur, berdaun lebar, dan berbunga putih kecil-kecil (Begonia kelimutuensis) (Botani) |
| OTAWARA | Kota di Jepang (7) |
| OTDANUM | Suku bangsa yang mendiami daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah; subetnis dari suku Dayak yang tinggal di hulu Sungai Kapuas selatan (7) |
| OTOLOGI | Ilmu pengetahuan tentang penyakit telinga (7) |
| OTONOMI | Pemerintahan sendiri (Politik dan Pemerintahan); swatantra (7) |
| OTOSKOP | Kaca kecil yang digunakan dalam pemeriksaan telinga (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| OTOTIPI | Pembuatan bentuk acuan cetak dengan raster dengan cara fotografi (Grafika) (7) |
| OTTOMAN | Tanggal 12 September 1683, tentara Eropa bersatu untuk mengalahkan kerajaan ini (7) |
| OUARGLA | Kota di Aljazair (7) |
| OUEDZEM | Kota di Maroko (7) |
| OURENSE | Kota di Spanyol (7) |
| OVARIOL | Tabung telur ovarium serangga (Biologi) (7) |
| OVARIUM | Alat kelamin dalam yang membentuk sel telur pada wanita; indung telur (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| OVERSTE | Letnan kolonel (dalam ketentaraan Hindia Belanda) (ungkapan/Belanda); pangkat perwira menengah dalam ketentaraan (letnan kolonel); obrus; kepala biarawan(-wati) (7) |
| OVULASI | Terlepasnya sel telur dari indung telur (biasanya di antara hari ke-3 dan hari ke-17 sesudah haid) (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| OZONASI | Proses, cara, perbuatan mengozonkan atau memberi ozon (7) |
| OZUBULU | Kota di Nigeria (7) |
| PABELAH | Orang yang pekerjaannya menyeberangkan orang dengan rakit di sungai (Sunda) (7) |
| PABERSI | Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (7) |
| PACITAN | Kabupaten di bagian barat daya Provinsi Jawa Timur; ibu kota Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur (7) |
| PADAHAL | Kata sambung untuk menunjukkan pertentangan antara bagian-bagian yang dirangkaikan; menurut halnya; sedangkan (7) |
| PADAHAN | Akibat (yang kurang baik dari suatu perbuatan); timbalan; imbangan (Minangkabau) (7) |
| PADANAN | Keadaan seimbang (sebanding, senilai, seharga, sederajat, sepadan, searti); kata atau frasa dalam sebuah bahasa yang memiliki kesejajaran makna dengan kata atau frasa dalam bahasa lain, misalnya maison dalam bahasa Prancis padanannya rumah dalam bahasa Indonesia; ekuivalen (Linguistik) (7) |
| PADASAN | Tempayan yang diberi lubang pancuran (tempat air wudu) (7) |
| PADATAN | Hasil memadatkan; cerita yang disarikan atau dipendekkan dengan membuang bagian tertentu (Sastra); benda padat (7) |
| PADUDAN | Pipa untuk mengisap candu (7) |
| PAGOFIT | Jenis tumbuh-tumbuhan yang sering tumbuh di kaki bukit (Biologi) (7) |
| PAGUPON | Kandang merpati (7) |
| PAGUTAN | Hasil memagut; mangsa yang dipagut; pelukan (7) |
| PAHATAN | Hasil (pekerjaan) memahat; ukiran (7) |
| PAHEMAN | Pembicaraan; perundingan; organisasi; asosiasi; himpunan (7) |
| PAHINUM | Sayuran berkuah untuk dimakan oleh perempuan bersalin dan disajikan juga saat selamatan empat puluh hari setelah melahirkan (Sunda) (7) |
| PAIAPEL | Pai berisi apel yang dimasak dengan mentega, gula, kayu manis, dan sedikit lemon (Tata Boga) (7) |
| PAIBUAH | Pai yang diisi potongan aneka buah (seperti stroberi, anggur, kiwi) (7) |
| PAISLEY | Kota di Inggris (7) |
| PAISUSU | Pai yang diisi campuran krimer kental manis, maizena, kuning telur, dan sebagainya, kemudian dipanggang (Tata Boga) (7) |
| PAJAGAN | Bangunan tempat membatik (Sunda) (7) |
| PAJANAN | Sesuatu yang dipajankan (7) |
| PAKACAR | Pesuruh di tempat pesta atau hajatan (Sunda) (7) |
| PAKAIAN | Barang yang dipakai (baju, celana, dan sebagainya); busana (7) |
| PAKANAN | Barang sesuatu yang dipakai sebagai pakan (7) |
| PAKANSI | Libur (7) |
| PAKETAN | Hasil memaket; set (7) |
| PAKINAN | Ilmu gaib yang digunakan untuk melindungi tubuh (Melayu Jambi) (7) |
| PAKITAM | Sapaan untuk paman kedelapan dalam keluarga (Melayu Riau) (7) |
| PAKITEN | Tahap ketiga profase meiosis ketika kromosom homolog telah berpasangan seluruhnya dan menjadi lebih pendek dan tebal (Biologi) (7) |
| PAKKRET | Kota di Thailand (7) |
| PAKLUNG | Kata sapaan akrab untuk saudara laki-laki ibu atau bapak yang sulung (akronim) (7) |
| PAKNGAH | Panggilan kekerabatan untuk saudara laki-laki ibu atau bapak yang tengah (7) |
| PAKOGAH | Nama tokoh rekaan dalam film anak-anak yang memiliki karakter suka meminta tip untuk bantuan yang ia berikan; sebutan untuk orang yang membantu polisi mengatur lalu lintas dengan mengharapkan tip dari para pengendara (kiasan) (7) |
| PAKOKKU | Kota di Myanmar (7) |
| PAKPUNG | Rokok yang mengandung morfin (7) |
| PAKSAAN | Hasil memaksa; tekanan; desakan (7) |
| PAKSINA | Mata angin yang arahnya berlawanan dengan selatan; mata angin yang arahnya sebelah kiri jika kita menghadap ke timur (matahari terbit); syamali; utara (7) |
| PAKUAIR | Tanaman paku yang hidup mengapung di air, terkadang hidup di sawah dan menjadi gulma, perkembangbiakannya sangat cepat, digunakan sebagai pupuk karena kaya akan nitrogen (Salviniales) (Botani) (7) |
| PAKUWON | Rumah atau tanah milik kepala desa (Jawa) (7) |
| PALAGAN | Perang; pertempuran (Jawa); medan perang; medan laga (Jawa); gelanggang; arena (Jawa) (7) |
| PALAKAN | Hasil memalak (7) |
| PALAKSA | Perwira pelaksana (akronim/Pelayaran) (7) |
| PALATAL | Berhubungan (berkaitan) dengan langit-langit keras (Linguistik); bunyi yang dihasilkan dengan menempatkan bagian depan lidah di dekat atau pada langit-langit keras (bunyi c, j) (7) |
| PALATUK | Orang yang bertugas berjalan mendahului iring-iringan (Sunda) (7) |
| PALATUM | Bangun tulang cekung yang membentuk atap mulut di belakang alveolus (Linguistik); tulang yang terdapat pada langit-langit mulut (Anatomi) (7) |
| PALBEGU | Sistem kepercayaan tertua dalam suku Batak, disebut juga agama raja-raja, berisi kepercayaan bahwa seluruh alam diciptakan oleh Ompu Mulajadi Nabolon yang berdiam di langit ketujuh; perbaringin; permalim (Batak) (7) |
| PALENDE | Suku bangsa yang mendiami daerah lembah Sungai Laa, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (7) |
| PALEPAI | Kain songket khas Lampung dengan panjang 1–3 m, biasanya memiliki motif bergambar kapal kematian; kain kapal (Tata Busana) (7) |
| PALERMO | Kota di Italia (7) |
| PALGHAR | Kota di India (7) |
| PALGHAT | Kota di India (7) |
| PALGUNA | Bulan ke-3 tahun Buddhis (bulan Februari-Maret tahun Masehi) (Agama Buddha) (7) |
| PALHOCA | Kota di Brasil (7) |
| PALIHUN | Jalan pembatas antara tanah milik dan tanah tutupan atau tanah larangan (Sunda) (7) |
| PALIKIR | Ibu kota Mikronesia (7) |
| PALLAWA | Aksara yang dipakai untuk menuliskan bahasa di India Selatan dan diturunkan dari aksara Brahmi (disebut juga aksara grantha); aksara Pallawa (7) |
| PALMBAY | Kota di Amerika Serikat (7) |
| PALMIRA | Kota di Kolumbia (7) |
| PALOPOK | Penganan, dibuat dari gula merah yang dicairkan, dimasak bersama santan dan telur sampai agak mengental, biasanya dimakan dengan nasi ketan; serikaya (Bugis) (7) |
| PALPASI | Pemeriksaan (biasanya kehamilan) dengan jalan meraba (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| PALUPUH | Lantai rumah panggung yang terbuat dari bambu atau papan (Sunda) (7) |
| PAMANDA | Kata sapaan hormat kepada paman (7) |
| PAMEGET | Sapaan pembantu terhadap majikan laki-laki; tuan (Sunda); laki-laki (Sunda) (7) |
| PAMERAN | Pertunjukan (hasil karya seni, barang hasil produksi, dan sebagainya) (7) |
| PAMFLET | Surat selebaran (7) |
| PAMITAN | Berpamitan; minta pamit; minta diri (7) |
| PAMPANG | Memampang; memasang; memuat (dalam bentuk gambar, tulisan) (7) |
| PANAHAN | Hasil memanah; cabang olahraga yang memakai panah sebagai alat lomba; olahraga memanah (7) |
| PANANTI | Perangkat pakaian laki-laki yang disediakan mempelai perempuan untuk mengimbangi panibo yang diantar oleh mempelai laki-laki (Minangkabau) (7) |
| PANARAT | Tali kendali pada bajak (Sunda) (7) |
| PANASEA | Remedi bagi semua penyakit atau kesulitan; obat mujarab (7) |
| PANCAKA | Gedung tempat membakar mayat; tempat penunuan mayat; tempat pembakaran mayat (7) |
| PANCANA | Suku bangsa yang mendiami Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (7) |
| PANCANG | Potongan bambu (kayu dan sebagainya) yang pangkalnya runcing, ditancapkan atau dihunjamkan ke tanah (untuk tanda batas, tambatan, penguat pinggir parit, dan sebagainya) (7) |
| PANCARA | Lambang diraja berupa perhiasan bercabang lima (7) |
| PANCEVO | Kota di Serbia (7) |
| PANCING | Alat untuk menangkap ikan, terbuat dari sepotong kawat yang ujungnya melengkung dan berkait, diberi tali dan gagang dari kayu, bambu, dan sebagainya; kail (7) |
| PANCONG | Penganan yang dibuat dari terigu atau tepung ketan dicampuri gula dan telu (Tata Boga) (7) |
| PANCUNG | Punca (ujung, penjuru) kain dan sebagainya; bersegi runcing; penggal, potong (7) |
| PANDANG | Penglihatan yang tetap dan agak lama; lihat (7) |
| PANDAWA | Sebutan bagi kelima saudara keturunan Pandu Dewanata, Raja Negara Astina (dalam cerita wayang: Yudistira, Werkudara, Arjuna, Nakula, dan Sadewa); sebutan untuk lima saudara laki-laki dalam satu keluarga, dalam budaya tertentu dianggap kurang baik dan perlu diruwat; pohon jati yang bercabang lima, biasanya digunakan sebagai kerangka pendapa atau saka guru, dipercaya menambah kekuatan tenaga serta memperteguh hati penghuninya (Jawa) (7) |
| PANDAWI | Sebutan untuk lima bersaudara, perempuan semua, yang dianggap kurang baik dan harus diruwat (Sunda) (7) |
| PANDEGA | Ahli; pemuka; anggota pramuka yang berusia 21–25 tahun (7) |
| PANDEMI | Wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas (7) |
| PANDITA | Perumah tangga yang memberikan pelayanan kepada umat Buddha (Agama Buddha); orang yang ahli dalam ilmu agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari; sulinggih; pedanda (Agama Hindu) (7) |
| PANDORO | Anak-anak yang meminta ikan kepada nelayan yang baru pulang dari laut (Mandar) (7) |
| PANDUAN | Penunjuk jalan; pengiring; buku petunjuk; wisaya (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| PANEBAS | Uang sebagai pengganti sajen dalam pertunjukan ruwatan (Sunda) (7) |
| PANEKUK | Penganan dadar yang dibuat dari tepung terigu, gula, dan telur, diolesi selai atau pasta cokelat, lalu dilipat atau digulung (Tata Boga) (7) |
| PANELIS | Peserta diskusi panel (7) |
| PANENAN | Hasil memanen; yang dipanen; tuaian; musim panen (7) |
| PANGDAM | Panglima daerah militer (akronim) (7) |
| PANGGAK | Bangga; megah (Minangkabau) (7) |
| PANGGAR | Para-para untuk tempat menjemur ikan dan sebagainya; panggau (7) |
| PANGGAU | Para-para untuk tempat menjemur ikan dan sebagainya; panggar (7) |
| PANGGIH | Temu; bertemu (dalam upacara pengantin) (Jawa) (7) |
| PANGGIL | Memanggil; mengajak (meminta) datang (kembali, mendekat, dan sebagainya) dengan menyerukan nama dan sebagainya; mengundang; menyilakan datang (ke perjamuan dan sebagainya); menyebut; menamakan (7) |
| PANGGON | Tempat tinggal (Jawa) (7) |
| PANGGUL | Pangkal paha; memanggul; membawa di atas bahu; menjulang (7) |
| PANGKAH | Tanda silang atau coretan, misalnya pada dahi untuk penangkal roh jahat (7) |
| PANGKAI | Besar (7) |
| PANGKAL | Bagian permulaan atau bagian yang dianggap sebagai dasar (terutama tentang benda yang panjang seperti pohon, tongkat, tiang); awal; permulaan; asal; sebab utama; pokok; bagian (isi) yang utama; modal; kapital; morfem, kata, atau frasa yang bergabung dengan afiks (Linguistik) (7) |
| PANGKAM | Golongan budak suku Maloh; ulun (7) |
| PANGKAS | Memangkas; memotong ujung (tumbuh-tumbuhan dan sebagainya); menggunting (rambut); fitur dalam program grafis untuk memotong bagian-bagian yang tidak perlu (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| PANGKAT | Tingkat (pada tangga atau sesuatu yang bersusun seperti mahkota); lantai yang ketinggiannya bertingkat-tingkat (pada pancapersada); lenggek (rumah dan sebagainya); tingkatan dalam jabatan kepegawaian (ketentaraan dan sebagainya); kedudukan atau derajat kebangsawanan dalam masyarakat; martabat; kelas (di sekolah, gedung pertunjukan, dan sebagainya); eksponen (Matematika) (7) |
| PANGKEK | Memangkek; menghukum mati tanpa pemeriksaan (7) |
| PANGKIN | Tempat tidur; petiduran (Cina); kamar tidur (Cina) (7) |
| PANGKOH | Pelangi yang tampak pada waktu pagi (Alas) (7) |
| PANGKON | Kayu berongga, bagian yang atas dipakai untuk menumpangkan (meletakkan) bilah-bilah logam gamelan, saron, dan sebagainya, berperan sebagai pembentuk bunyi (Bali); tanda penutup konsonan pada akhir kalimat (Linguistik/Jawa) (7) |
| PANGKUR | Cangkul; pacul; kapak untuk membelah sagu; bentuk komposisi tembang macapat, mempunyai bait lagu yang terdiri atas tujuh baris, biasanya dipakai untuk mengungkapkan hal-hal yang bersifat keras, seperti kemarahan, perkelahian, dan perang (7) |
| PANGPET | Padat; tumpat; pejal (tidak berongga-rongga); terhenti (tidak mengalir tentang air selokan); pampat (7) |
| PANGSET | Sangat asin (Sunda) (7) |
| PANGSIT | Makanan yang dibuat dari adonan tepung terigu dan daging cincang, digoreng atau direbus (Tata Boga) (7) |
| PANIPAT | Kota di India (7) |
| PANITIA | Kelompok orang yang ditunjuk atau dipilih untuk mempertimbangkan atau mengurus hal-hal yang ditugaskan kepadanya; komite (7) |
| PANJANG | Berjarak jauh (dari ujung ke ujung); jarak membujur dari ujung ke ujung; lama (waktu) (7) |
| PANJING | Hamba di rumah pesirah (untuk wanita yang hamil di luar nikah dan tidak mau memberitahukan siapa yang menghamilinya) (7) |
| PANOPLI | Pasukan bersenjata lengkap (7) |
| PANRUTI | Kota di India (7) |
| PANSHAN | Kota di Cina (7) |
| PANTANG | Hal (perbuatan dan sebagainya) yang terlarang menurut adat atau kepercayaan; pantangan; makanan (minuman dan sebagainya) yang terlarang bagi penderita suatu penyakit; makanan (minuman dan sebagainya) yang sengaja dihindari; pantangan; berpantang; sedang dalam keadaan tidak boleh makan sesuatu yang terlarang karena dapat mengganggu kesehatan dan sebagainya; tidak mau; tidak boleh (biar bagaimanapun) (7) |
| PANTEIS | Penganut panteisme (7) |
| PANTEON | Kuil (candi) tempat pemujaan dewa; bangunan makam yang di dalamnya terdapat tanda peringatan mengenang orang kenamaan yang telah meninggal (seperti monumen, patung); dewa-dewa suatu bangsa, terutama dewa yang diakui secara resmi; sekelompok orang termasyhur (7) |
| PANTING | Alat musik khas Kalimantan Selatan (7) |
| PANTURA | Pantai utara (akronim) (7) |
| PANUNTU | Pembantu utama ulutumba dalam melaksanakan tugas sehari-hari (Kaili) (7) |
| PANUTAN | Anutan; teladan (7) |
| PAOTERE | Salah satu pelabuhan tertua di Indonesia, warisan Kerajaan Gowa Tallo yang terletak di bagian utara Kota Makassar (7) |
| PAPAKEN | Durian yang durinya tidak tajam, dagingnya berwarna jingga, dan rasanya manis (7) |
| PAPANGO | Papan untuk bermain go, berbentuk bujur sangkar yang di dalamnya terdapat garis horizontal dan vertikal, biasanya dengan jumlah persinggungan 9x9 atau 13x13 (7) |
| PAPARAN | Hasil memapar; dasar laut yang datar dan dangkal (Geografi dan Geologi); hasil memapar; yang dipaparkan; keterangan atau penjelasan yang dibentangkan; uraian; sesuatu yang dialami yang bersentuhan dengan kondisi lingkungan atau pengaruh sosial yang memiliki efek merugikan atau menguntungkan (7) |
| PAPASAK | Menangkap atau memegang dengan posisi objek (ikan, dan lain-lain) berada dalam wadah yang cekung, lubang, genangan lumpur dan air (Makassar) (7) |
| PAPASAN | Pertemuan, perjumpaan, persilangan jalan (7) |
| PAPEETE | Ibu kota Polinesia Prancis (7) |
| PAPIKAT | Uang pemikat yang disimpan dalam pundi-pundi atau tempat uang lainnya (Banjar); orang tua yang selalu ada di rumah dan tidak dapat bekerja apa-apa lagi (kiasan/Banjar) (7) |
| PAPIRUS | Alang-alang air yang tumbuh di Eropa Selatan dan Afrika Utara, digunakan sebagai bahan kertas pada zaman dahulu (Cyperus papyrus) (7) |
| PAPRIKA | Tanaman perdu tahunan, berdaun lonjong dengan tangkai agak panjang, buahnya berbentuk bulat, berongga berisi biji yang tersebar tidak merata, berdaging agak tebal, warna buah ada yang hijau tua, hijau muda, kuning, atau merah, biasa digunakan sebagai pelengkap hidangan (Capsicum annuum var. abbreviata) (7) |
| PARABAN | Nama julukan (Jawa) (7) |
| PARABEL | Cerita rekaan untuk menyampaikan ajaran agama, moral, atau kebenaran umum dengan menggunakan perbandingan atau ibarat (Sastra) (7) |
| PARABEN | Senyawa yang digunakan sebagai pengawet dalam mi instan, bersifat mirip dengan hormon estrogen di dalam tubuh, jika digunakan melebihi ambang batas keamanan dapat memicu ketidakseimbangan yang dapat meningkatkan risiko menjadi kanker payudara (Kimia); senyawa yang sering digunakan sebagai campuran sabun, sampo, pasta gigi, dan deodoran, dapat menyebabkan alergi pada kulit yang sensitif (Kimia) (7) |
| PARABUN | Tenung atau jampi yang berakibat korban sakit pikiran (Sunda) (7) |
| PARACEL | Kepulauan di Laut Cina Selatan (7) |
| PARADAH | Kapak dengan hulu seperti beliung digunakan untuk memotong dahan (Banjar); puting beliung (Banjar) (7) |
| PARADAM | Kata seru untuk menyatakan tidak mau tahu lagi; masa bodoh; tidak peduli; persetan (7) |
| PARADOS | Kedua bagian kiri dan kanan teater Yunani yang merupakan jalan masuk penonton dan pemain (Sastra); lagu pertama yang dinyanyikan paduan suara sambil berjalan menuju orkestra (Sastra) (7) |
| PARAFIL | Salah satu bentukan atau cabang yang mengandung klorofil yang terdapat di antara daun-daun atau pangkal (Biologi) (7) |
| PARAFIN | Lilin putih dengan bobot jenis 0,890 dan titik leleh 47°C–66°C yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik, merupakan campuran hidrokarbon yang jenuh secara alamiah, terdapat di dalam gambut, arang, dan terutama dalam minyak bumi; campuran hidrokarbon, digunakan untuk membuat lilin penerang dan sebagai bahan pelapis yang kedap air (7) |
| PARAGOG | Penambahan huruf atau bunyi pada akhir sebuah kata (Linguistik) (7) |
| PARAGON | Intan dengan bobot lebih dari 100 karat; orang atau benda dengan kualitas sangat tinggi (7) |
| PARAKAN | Norma hukum (Makassar) (7) |
| PARAKOU | Kota di Benin (7) |
| PARALEL | Sejajar; mirip (7) |
| PARALON | Pipa plastik yang kuat, ringan, dan tahan lama, terbuat dari polivinil klorida; pipa PVC (7) |
| PARAMEN | Pakaian upacara gereja (7) |
| PARANIM | Nama ilmiah yang penulisan ejaannya sangat mirip dengan nama lain sehingga dapat menimbulkan kekeliruan; pendamping yang bertugas mencatat dan menyampaikan pertanyaan dari para penguji kepada promovendus dalam sidang promosi doktor (7) |
| PARANJE | Kandang ayam di bawah rumah panggung (Sunda) (7) |
| PARAPAT | Daerah wisata di tepi Danau Toba (7) |
| PARAPET | Dinding pelindung di sepanjang tepi atap, jembatan, atau balkon; birai (Arsitektur); dinding penghalang untuk melindungi tepi atap, jembatan, atau struktur lain (Arsitektur) (7) |
| PARASIT | Benalu; pasilan; organisme yang hidup dan mengisap makanan dari organisme lain yang ditempelinya; orang yang hidupnya menjadi beban (membebani) orang lain (kiasan) (7) |
| PARASOL | Tabir surya; payung pelindung dari sinar matahari (7) |
| PARASUT | Payung yang dipakai untuk terjun dari pesawat terbang; payung udara; bahan sintetis yang terbuat dari poliester dan nilon, kadang dilapisi silikon, dahulu terbuat dari sutra, ada yang bersifat antiair sehingga cocok untuk dibuat jaket (Tata Busana) (7) |
| PARESIS | Keadaan lumpuh sebagian pada lambung (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| PARIKAN | Pantun kilat (Jawa) (7) |
| PARITAS | Kesamaan harga atau nilai; kemiripan; kesepadanan; keseimbangan; keadaan kelahiran; partus; penggunaan sandi periksa pada rangkaian elektronika melalui digit biner agar banyaknya bit 1 selalu ganjil atau selalu genap (Elektronika) (7) |
| PARITIK | Air yang menetes dari jangkar yang baru diangkat dari permukaan laut dan tetesan air untuk diminum oleh awak perahu atau penumpang sebagai obat anti mabuk (Mandar) (7) |
| PARMITU | Orang yang gemar minum minuman keras (Batak) (7) |
| PARONIM | Kata yang bentuknya sama dengan kata seasal dalam bahasa lain, misalnya mahal dalam bahasa Tagalog dan bahasa Indonesia (Linguistik) (7) |
| PAROTIS | Kelenjar ludah yang terdapat di dekat telinga (Biologi) (7) |
| PARSIAL | Berhubungan atau merupakan bagian dari keseluruhan (7) |
| PARTISI | Dinding pemisah; sekat; pembagian diska ke dalam beberapa bagian untuk tujuan tertentu (7) |
| PARTNER | Orang (badan usaha dan sebagainya) dari dua pihak yang berbeda yang bekerja sama karena saling membutuhkan atau melengkapi (dalam suatu kegiatan, usaha dagang, dan sebagainya); mitra; pasangan; pasangan main (dalam olahraga, menari, dan sebagainya) (7) |
| PARUHAN | Belahan; setengah bagian (7) |
| PARUNAN | Barang-barang bekas, daun-daun kering, dan sebagainya yang diparun (dibakar) (7) |
| PARUTAN | Hasil memarut; barang yang sudah diparut (kelapa dan sebagainya); alat untuk memarut (7) |
| PARVENU | Orang yang dengan cepat mencapai kedudukan sosial yang sangat penting tanpa bersusah payah berusaha; orang yang dibesarkan dan dididik di dalam lingkungan sosial yang tinggi tanpa berusaha (7) |
| PASAMAN | Kabupaten di Provinsi Sumatra Barat (7) |
| PASARAN | Daerah (lingkungan) tempat suatu barang dagangan diperjualbelikan; resmi di pasar, misalnya tentang harga; kurang baik mutunya (tentang barang dagangan); dipakai dalam komunikasi tidak resmi (tentang bahasa yang kurang baik); jangka waktu yang lamanya lima hari (7) |
| PASASIR | Penumpang kapal, pesawat terbang, dan sebagainya (7) |
| PASEBAN | Balai yang digunakan untuk menghadap (raja dan sebagainya); balai penghadapan (Jawa) (7) |
| PASEKON | Alat pembuat atau pengukur sudut siku (Sunda) (7) |
| PASEMAH | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan; Basemah (7) |
| PASFOTO | Foto kecil dari kepala sampai dada (7) |
| PASIFIK | Samudra terbesar di dunia, membentang dari Antartika di kutub selatan hingga ke daerah Antartika di kutub utara, luasnya sepertiga bumi; samudra terluas di dunia (7) |
| PASILAN | Tumbuhan yang menumpang pada tanaman lain dan mengisap makanan dari tanaman yang ditumpanginya; benalu; bendalu (Loranthaceae); parasit (7) |
| PASIRAH | Pengurus adat tingkat desa (Dayak) (7) |
| PASMINA | Kain wol dan sebagainya yang berbentuk persegi panjang, berukuran sekitar 160 x 50 cm, dapat digunakan sebagai selendang, kerudung, dan sebagainya (Tata Busana) (7) |
| PASNAIK | Kartu yang membenarkan seseorang boleh menaiki pesawat terbang, termuat tulisan nama penumpang, maskapai penerbangan, nomor pesawat, tempat tujuan, tanggal dan jam keberangkatan, nomor tempat duduk, dan sebagainya (7) |
| PASOKAN | Yang dipasokkan; pasok (7) |
| PASORON | Pondok berbentuk panggung, tidak berdinding, yang digunakan untuk membaringkan jenazah (7) |
| PASOWAN | Tempat pertemuan (7) |
| PASPOIL | Lubang kancing berbisban (Tata Busana) (7) |
| PASSAIC | Kota di Amerika Serikat (7) |
| PASTEUR | Pengawetan dengan pemanasan (susu) pada suhu 60°C–70°C (7) |
| PASTURA | Padang rumput; pengangonan (7) |
| PASUKAN | Kawanan; kumpulan; kelompok atau golongan prajurit (laskar dan sebagainya); regu (olahraga) (7) |
| PASUNJU | Tabung bambu yang digunakan untuk menyimpan garam atau bumbu kering seperti merica yang digantungkan di atas perapian (Kaili) (7) |
| PASUTRI | Pasangan suami istri (akronim) (7) |
| PATAHAN | Bagian yang patah (putus); potongan; barang yang patah (7) |
| PATAMON | Tempat pertemuan atau menerima tamu (Sunda) (7) |
| PATEHAN | Ruangan rumah yang letaknya ada di samping rumah induk, fungsinya sebagai tempat untuk membuat minuman pada saat orang sedang mempunyai hajat (Jawa) (7) |
| PATEPOK | Musim kawin, saat banyak pernikahan dalam satu kurun waktu di satu tempat yang sama atau berdekatan (Sunda) (7) |
| PATERNA | Kota di Spanyol (7) |
| PATETIS | Penuh dengan perasaan; menimbulkan belas kasihan; menerbitkan rasa iba (7) |
| PATHEIN | Kota di Myanmar (7) |
| PATIALA | Kota di India (7) |
| PATIKAN | Daun biji kacang (Euphorbia hirta) (7) |
| PATIMAN | Tempat menyimpan garam, berbentuk seperti tabung, dibuat dari tanah liat (Minangkabau) (7) |
| PATISAH | Penganan khas Aceh, terbuat dari adonan tepung beras, air, gula, dan telur, dibakar dengan mentega atau lemak, berbentuk dadar dilipat dua (Tata Boga/Aceh) (7) |
| PATOGEN | Parasit yang mampu menimbulkan penyakit pada inangnya; bahan yang menimbulkan penyakit (7) |
| PATOKAN | Tonggak; pancang; ketentuan yang menjadi dasar atau pegangan untuk melakukan sesuatu; syarat (hukum); kaidah (7) |
| PATOLOG | Ahli patologi (7) |
| PATRIAN | Hasil mematri (7) |
| PATRIOT | Pencinta (pembela) tanah air (7) |
| PATROLI | Perondaan (oleh polisi, tentara, dan sebagainya); polisi (tentara dan sebagainya) yang sedang meronda (7) |
| PATTAYA | Kota di Thailand (7) |
| PATTOKI | Kota di Pakistan (7) |
| PAVLOVO | Kota di Rusia (7) |
| PAWAGAM | Panggung wayang gambar; bioskop (akronim/Melayu Malaysia) (7) |
| PAWUKON | Perhitungan (hari baik, hari buruk, watak, dan sebagainya) berdasarkan tanggal dan wuku kelahiran seseorang (Jawa) (7) |
| PEABODY | Kota di Amerika Serikat (7) |
| PEANUTS | Komik setrip karya Charles M Schulz; kacang-kacangan (Inggris) (7) |
| PEASTEP | Danau terkecil di Aceh dengan luas 10,9 hektar yang terletak di Gayo Lues (7) |
| PEBALET | Orang yang berprofesi sebagai penari balet (7) |
| PEBINOR | Perebut bini orang (laki-laki yang merebut istri orang) (akronim) (7) |
| PECAHAN | Barang yang sudah pecah (dipecahkan, dicerai-beraikan, dan sebagainya); serpihan; bilangan yang bukan bilangan bulat: 2/3, 3/8, 0,76 (7) |
| PECATON | Sawah yang diberikan kepada kerabat dan keluarga pegawai sultan (Sunda) (7) |
| PECICAP | Upacara tradisional untuk mengenalkan bayi pada berbagai jenis makanan dengan mencicipinya (Aceh) (7) |
| PECINAN | Tempat permukiman orang Cina (7) |
| PECINTA | Orang yang bercinta (7) |
| PECKHAM | Kota di Inggris (7) |
| PECOTAN | Undangan yang disertai rokok agar pihak yang diundang hadir dengan membawa sejumlah uang (Madura) (7) |
| PEDADAH | Peti tempat menyimpan ramuan obat-obatan; cerakin (7) |
| PEDAGOG | Ahli pedagogi (7) |
| PEDANDA | Pendeta agama Hindu di Bali; sulinggih (Agama Hindu) (7) |
| PEDIGRE | Asal, sejarah, atau catatan baik atau berkesan tentang asal-usul sesuatu (7) |
| PEDIKUR | Orang yang mempunyai pekerjaan merawat kaki; perawatan kaki dengan merawat kuku jari-jari kaki (7) |
| PEDISEL | Tangkai atau penyuluran yang berfungsi sebagai alat yang melekat pada suatu objek (7) |
| PEDOMAN | Alat untuk menunjukkan arah atau mata angin (biasanya seperti jam yang berjarum besi berani); kompas; kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan; hal (pokok) yang menjadi dasar (pegangan, petunjuk, dan sebagainya) untuk menentukan atau melaksanakan sesuatu; pemimpin (yang menerangkan cara menjalankan atau mengurus perkumpulan) (7) |
| PEDONIK | Makhluk yang tumbuh atau hidup di dasar danau (Biologi) (7) |
| PEDOTAN | Pemisahan atau jeda antara kata dan kata lain yang menyebabkan terpotongnya puisi atas beberapa suku metris (Jawa); saat mengambil napas dalam menyanyikan suatu lagu (Sunda) (7) |
| PEGAGAN | Tumbuhan menjalar, mempunyai sulur yang berakar, daunnya seperti ginjal, melekat pada tangkai yang panjang dan menggerombol menjadi satu di seputar batang, tangkai daun yang agak melebar di bagian bawah kadang-kadang berwarna kemerah-merahan, daunnya untuk obat; penggaga (Centella asiatica); suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan (7) |
| PEGASUS | Rasi bintang di sebelah utara yang tampak di lintang antara +90° dan −65° pada meridian Oktober (Astronomi); kuda jantan bersayap dalam Mitologi Yunani(7) |
| PEGAWAI | Pekerja di kantor; karyawan; orang yang bekerja pada pemerintah (perusahaan, dan sebagainya); yang bekerja pada kerajaan; alat perkakas (kiasan); sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang direktur, ketua, dan sebagainya mengelola sesuatu (kiasan/Administrasi dan Kepegawaian) (7) |
| PEGOWES | Orang yang mengendarai sepeda; pesepeda (7) |
| PEHIJAB | Orang yang memakai hijab; hijaber (7) |
| PEHUMOR | Orang yang suka melucu; pelawak (7) |
| PEJABAT | Pegawai pemerintah yang memegang jabatan penting (unsur pimpinan); kantor; markas; jawatan (7) |
| PEJIHAD | Orang yang berjihad; mujahid (7) |
| PEJUANG | Orang yang berjuang; prajurit (7) |
| PEKAKAK | Jenis burung (Pelargopsis amauroptera); suku bangsa di Kepulauan Riau (7) |
| PEKAMUS | Orang yang profesinya sebagai penyusun kamus; leksikograf (7) |
| PEKASAM | Bahan masakan berupa ikan yang difermentasi bersama nasi dan garam selama satu minggu (7) |
| PEKASEH | Petugas yang mengatur sistem irigasi (mengatur pembagian air dan perbaikan saluran air) (Bali) (7) |
| PEKASIH | Guna-guna untuk membangkitkan rasa cinta kasih (7) |
| PEKASIN | Larutan garam yang sangat pekat yang dihasilkan oleh penguapan atau pembekuan air laut (Hidrologi) (7) |
| PEKAWAI | Pohon, tinggi hingga 20 m, daunnya berwarna hijau pada permukaannya, sedangkan bagian bawahnya berwarna cokelat, bunganya berwarna merah tua, buahnya berduri mirip durian berbentuk lonjong, daging buahnya berwarna kuning dan rasanya agak manis; durian pulu; lai; sekawi (Durio kutejensis) (Botani) (7) |
| PEKERJA | Orang yang bekerja; orang yang menerima upah atas hasil kerjanya; buruh; karyawan (7) |
| PEKERTI | Perangai; tabiat; akhlak; watak; perbuatan (kurang baik) (7) |
| PEKIWAN | Bilik tempat kencing (buang air besar dan sebagainya); jamban (Jawa) (7) |
| PEKOJAN | Kampung yang pada mulanya ditempati oleh orang Koja yang berasal dari India Selatan, tetapi kemudian dikenal sebagai kampung orang Arab (7) |
| PEKTOSA | Gugusan karbohidrat yang terdapat pada dinding sel tumbuhan (Biologi) (7) |
| PEKULUN | Tuanku (Jawa) (7) |
| PELABUR | Bekal (makanan atau uang); ransum; catu (makanan atau uang) (7) |
| PELACAK | Orang (anjing dan sebagainya) yang melacak (mencari jejak); dokumen yang dikirim ke pelabuhan yang disinggahi kapal untuk mencari muatan yang tertinggal (Pelayaran); pewarta yang melibatkan diri menjadi anggota khusus pemberitaan yang memerlukan penyelidikan (Ilmu Komunikasi) (7) |
| PELADEN | Orang yang meladeni; pelayan; pengantar naskah khusus ke ruang redaksi, biasanya dikerjakan oleh laki-laki (Komputer); komputer dalam jejaring yang berfungsi sebagai penyedia layanan ke komputer lain (Komputer); padanan dari server (7) |
| PELAGAK | Orang yang suka berlagak; barang-barang perhiasan dan sebagainya untuk memperagakan diri (7) |
| PELAGAS | Tumbuhan yang hidup pada permukaan laut (7) |
| PELAGIK | Ikan yang hidup di lapisan permukaan perairan pantai atau di perairan pantai; pelagis (7) |
| PELAGIS | Ikan yang hidup di lapisan permukaan perairan pantai atau di perairan pantai; pelagik (7) |
| PELAGRA | Penyakit yang disertai ruam (radang) kulit, terutama di tangan (merah-merah) (Kedokteran dan Fisiologi); gangguan pada pusat susunan saraf, alat pencernaan, dan radang rongga mulut yang menyebabkan ketumpulan otak atau menjadi gila (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| PELAHAP | Orang yang rakus (apa pun dimakan); orang yang tamak (serakah) (kiasan) (7) |
| PELAJAR | Anak sekolah (terutama pada sekolah dasar dan sekolah lanjutan); anak didik; murid; siswa (7) |
| PELAKON | Pemain dalam sandiwara; tokoh dalam cerita; pelaku; pemeran (7) |
| PELAKOR | Perebut laki orang; sebutan utk perempuan yang menggoda dan merebut suami orang; selingkuhan (akronim) (7) |
| PELALAH | Orang yang bersifat lalah; pelahap; orang yang mengejar; pengejar (Minangkabau) (7) |
| PELALAI | Orang yang bersifat lalai; pelengah; pemalas; mantra untuk menjadikan orang jadi lalai (lupa) (7) |
| PELALAU | Alat dan sebagainya untuk merintangi; perintang; mantra untuk menghalang-halangi perkawinan (supaya tidak dipinang orang dan sebagainya) (7) |
| PELANDA | Tempat untuk melimbang emas atau intan di sungai (7) |
| PELANGI | Lengkung spektrum warna di langit, tampak karena pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun; bianglala; keluwung; warna yang beraneka macam (kiasan); kain atau selendang yang bermacam-macam warnanya (kiasan); ikan hias yang bermacam-macam warna sisiknya (kiasan); ular mengiang (7) |
| PELAPAK | Orang yang melapak (7) |
| PELARAI | Orang yang melarai perselisihan; penawar (penyembuh penyakit) (7) |
| PELARAP | Buku, novel, dan sebagainya dengan tingkat penjualan tinggi (7) |
| PELARIK | Perkakas untuk melarik (kayu, gading, dan sebagainya); alat untuk membentuk tanah liat yang akan dibuat kendi, periuk, dan sebagainya (7) |
| PELARIS | Mantra atau jimat untuk membuat laris; barang dagangan yang dijual murah agar yang lain dapat laku (biasanya penjualan pertama) (7) |
| PELASAH | Pakaian sehari-hari; pakaian yang sudah buruk; pelasak (Minangkabau) (7) |
| PELASAK | Pakaian sehari-hari; pakaian yang sudah buruk; pelasah (7) |
| PELASIK | Belalang kecil; pelesit (7) |
| PELASUH | Pemalas (7) |
| PELATDA | Pemusatan latihan daerah (pusat pelatihan untuk atlet daerah) (akronim) (7) |
| PELATUK | Burung pemakan serangga yang membuat sarangnya pada kayu yang dilubanginya (dengan jalan mematukinya); belatuk (Picidae); bagian ujung kulit kacang tanah dan sebagainya yang berbentuk seperti paruh burung (Botani); bagian bedil yang digunakan untuk menggerakkan picu (dapat dijangkau dan digerakkan oleh jari telunjuk) (7) |
| PELAWAK | Orang yang suka melucu; orang yang pekerjaan nya melucu; badut; alan-alan; tukang lawak; nama tokoh cerita dalam pertunjukan komedi Italia; badut (Kesenian) (7) |
| PELAWAN | Orang yang suka (melawan, menentang, membantah); orang yang tidak suka menurut (nasihat, ajaran, dan sebagainya); pencegah; penangkal; pohon yang daunnya berbentuk lonjong, bunga kecil, bunganya sebagai sumber nektar untuk lebah hutan, kayunya biasa dimanfaatkan untuk bahan bangunan, pembuat kapal, dan sebagainya (Tristaniopsis merguensis griff) (Botani) (7) |
| PELAWAT | Orang yang datang menjenguk (orang mati dan sebagainya); orang yang datang berkunjung ke negeri atau negara lain (7) |
| PELAYAN | Orang yang melayani; pembantu; pesuruh (7) |
| PELAYON | Denda karena melarikan perempuan (di Palembang) (7) |
| PELEBAR | Alat untuk melebarkan; zat, obat, dan sebagainya untuk melebarkan (7) |
| PELEBAT | Permainan adu ketangkasan dengan menggunakan batang bambu (7) |
| PELEBON | Upacara pembakaran jenazah (7) |
| PELECEH | Orang yang suka memuji-muji dan sebagainya; penjilat; orang yang suka meremehkan (merendahkan) orang lain (7) |
| PELECET | Uang sogok; uang semir; uang pelicin (7) |
| PELECOK | Terpelecok; tergeliat (kaki, tangan, dan sebagainya) (7) |
| PELECUT | Alat untuk melecut (mencambuk) (7) |
| PELEKAT | Alat untuk melekatkan; kain sarung tenun (berloreng-loreng atau bertapak catur), berasal dari Negeri Pelekat di Pantai Koromandel (7) |
| PELEKOK | Terpelekok; terpelecok; keseleo; terkilir (7) |
| PELEKUK | Bengkok; bungkuk (7) |
| PELEMAS | Awak perahu yang bertugas menghalau ikan (Madura) (7) |
| PELEPAH | Tulang daun yang terbesar (tentang daun pisang, daun pepaya, dan sebagainya); tangkai daun nyiur dan sebagainya; bagian tangkai daun yang melebar dan membentuk tabung serta mengelilingi batang atau buluh, umumnya terdapat pada rumput-rumputan (Biologi) (7) |
| PELEPAS | Uang, makanan, dan sebagainya yang diberikan kepada orang yang hendak bepergian; bekal (7) |
| PELEPES | Kembang labu air (Sunda); bunga pohon kulur (Sunda) (7) |
| PELERAI | Orang (sesuatu) yang meleraikan (memisahkan, mendamaikan, meredakan) (7) |
| PELESAT | Memelesat; memental; terlepas dengan cepat; terpelesat; terpental (terpelanting) jauh-jauh (7) |
| PELESET | Memeleset; tidak mengenai sasaran; tidak mengenai yang dituju; terpeleset; tergelincir (7) |
| PELESIR | Berpelesir; mencari kesenangan (kesukaan dan sebagainya); bersenang-senang; berjalan-jalan untuk bersenang-senang; bertamasya; berpesiar (7) |
| PELESIT | Hal yang mengisap (darah); belalang kecil; belalang bajang; pelasik; hantu yang konon gemar sekali mengisap darah perempuan yang baru melahirkan dan anak yang baru lahir atau masih kecil sekali (kepercayaan lama); peluit (7) |
| PELETAN | Hasil memelet; perbuatan memelet; pekasih; guna-guna; pesona; kata-kata manis untuk mengambil (memikat) hati dan sebagainya; bujukan (7) |
| PELETEK | Memeletek; merekah (Jawa) (7) |
| PELETER | Orang yang suka meleter; pembual (7) |
| PELETIK | Tiruan bunyi benda yang patah (7) |
| PELETON | Satuan pasukan yang terdiri atas 20–40 orang (7) |
| PELETUP | Bahan peledak (seperti mesiu) (7) |
| PELICIN | Yang digunakan untuk melicinkan; uang atau barang yang diberikan sebelumnya agar suatu urusan dapat lancar (kiasan) (7) |
| PELIHAT | Orang yang tajam tiliknya, dapat mengetahui apa yang akan terjadi (7) |
| PELIKAN | Barang tambang; mineral; undan (Pelecanus spp.) (7) |
| PELIKEL | Membran tipis sebagai pelindung, seperti pada protozoa tertentu (Zoologi) (7) |
| PELIMAU | Bangunan kecil tempat mandi (7) |
| PELIPIR | Pinggir (tentang jalan) (7) |
| PELIPIS | Bagian kepala di ujung kiri kanan dahi di antara mata dan telinga (7) |
| PELIPUR | Penghibur (7) |
| PELIPUT | Orang yang membuat berita (7) |
| PELISIR | Pita dan sebagainya yang dijahit pada tepi pakaian (7) |
| PELISIT | Usapan tangan (Melayu Jakarta) (7) |
| PELITUR | Cat pengilap kayu (kursi, meja, pintu, dan sebagainya) (7) |
| PELOJOK | Pelosok (Melayu Jakarta) (7) |
| PELONCO | Pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan baru dengan mengendapkan (mengikis) tata pikiran yang dimiliki sebelumnya (Jawa); gundul tidak berambut (tentang kepala) (Jawa); semangka muda; masih terlalu muda (bodoh, kurang pengalaman, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| PELOPOR | Yang berjalan terdahulu; yang berjalan di depan tentang perarakan dan sebagainya; perintis jalan; pembuka jalan; pionir; pasukan perintis (yang terdepan) gerak pembaharuan (tanpa memperhitungkan risiko yang mungkin dialami) (7) |
| PELOSOK | Tempat yang jauh atau yang tidak mudah didatangi; penjuru (7) |
| PELOSOT | Terpelosot; merosot; turun sekali (tentang harga) (7) |
| PELOTAS | Kota di Brasil (7) |
| PELOTOT | Memelotot; terbuka lebar-lebar (tentang mata); membelalak (7) |
| PELPLES | Tempat air (minum) berupa termos kecil yang dapat dibawa ke mana-mana (biasa dipakai tentara dengan disangkutkan pada ikat pinggang) (7) |
| PELUANG | Ruang gerak, baik yang konkret maupun yang abstrak, yang memberikan kemungkinan bagi suatu kegiatan untuk memanfaatkannya dalam usaha mencapai tujuan; kesempatan; kans; terhenti atau senggang (tentang angin, pekerjaan, dan sebagainya) (7) |
| PELUKAN | Dekapan dengan dua tangan (7) |
| PELULUK | Orang yang memata-matai atau mengintai (musuh dan sebagainya); pohon aren (Arenga pinnata) (7) |
| PELULUT | Orang yang pekerjaannya melulut; tukang pijat (7) |
| PELUMAS | Minyak kental yang digunakan untuk melicinkan (melancarkan) jalannya mesin mobil dan sebagainya; minyak pelicin (7) |
| PELUNAK | Resin dalam air kolam untuk mengurangi kesadahan air yang dialirkan ke dalam kolam itu (Kimia) (7) |
| PELUPUH | Orang yang melupuh; belahan bambu yang dipukuli sehingga pipih seperti papan (7) |
| PELUPUK | Kulit penutup mata; kelopak mata (7) |
| PELURUH | Sesuatu yang meluruhkan; sesuatu yang menggugurkan; obat (yang diminum) untuk membangkitkan muntah (7) |
| PEMACEK | Binatang jantan untuk membiakkan keturunan (bibit); pejantan (7) |
| PEMACIK | Alat atau bagian untuk memegang erat-erat (7) |
| PEMAJAK | Pengepak (7) |
| PEMAKAI | Yang memakai; yang menggunakan; pencandu obat keras; pemadat (7) |
| PEMALAK | Pemarah; orang yang suka melakukan pekerjaan berbahaya; orang yang memalak; pemeras (7) |
| PEMALAM | Alat untuk menyumbat; penutup (7) |
| PEMALUT | Pembalut; pembungkus (7) |
| PEMANAS | Alat untuk memanaskan (menghangatkan) (7) |
| PEMANDU | Penunjuk jalan (di hutan); orang yang memandu sesuatu (dalam diskusi dan sebagainya); moderator (7) |
| PEMANIS | Barang yang menjadikan (menyebabkan, menambah) manis, indah, cantik, dan sebagainya (7) |
| PEMAPAH | Orang yang memapah; alat bantu berjalan (7) |
| PEMAPAR | Orang atau hal yang memaparkan (7) |
| PEMARAP | Alat untuk memarap (memukul); orang yang memarap; punggung tangan yang biasa dipakai sebagai peninju lawan (7) |
| PEMARAS | Alat untuk meratakan (7) |
| PEMARIP | Hamba raja yang pekerjaannya menyanyi untuk anak-anak raja supaya mereka lekas tidur (7) |
| PEMARUH | Yang membagi dua; orang yang mengusahakan tanah orang lain dengan perjanjian mendapat setengah dari hasil (7) |
| PEMARUN | Orang yang memarun (membakar) barang-barang bekas dan sebagainya (7) |
| PEMASAK | Orang yang pekerjaannya memasak; juru masak; (alat) yang dipakai untuk memasak; bumbu; rempah-rempah (7) |
| PEMATIH | Yang suka menurut perintah (7) |
| PEMATOK | Orang yang mematok (7) |
| PEMAYAR | Pemair (7) |
| PEMBACA | Orang yang membaca; orang yang gemar dan berbakat membacakan (puisi, cerita, dan sebagainya); orang yang oleh pencetak diberi tugas membaca cetak coba dengan kopinya untuk meyakinkan bahwa semua pembetulan sudah dikerjakan dengan baik (Grafika); orang yang menggunakan bahan bacaan di perpustakaan; anggota perpustakaan yang sering meminjam buku (Grafika); alat untuk membaca (7) |
| PEMBAUN | Rakitan bambu untuk mengukuhkan pembeberan layar sampan atau perahu (Madura) (7) |
| PEMBAUR | Orang yang membaurkan; alat untuk membaurkan (7) |
| PEMBELA | Orang yang merawat; orang yang membela; ahli hukum yang dipilih atau ditunjuk untuk membela terdakwa dalam sidang pengadilan; pengacara; advokat (7) |
| PEMBERI | Orang yang memberi; orang yang suka memberi; dermawan (7) |
| PEMBINA | Orang yang membina; alat untuk membina; pembangun; pangkat struktural pegawai negeri sipil golongan IV/a, satu tingkat di bawah pembina tingkat satu, satu tingkat di atas penata tingkat satu; pendidik dalam gerakan pramuka (Pramuka) (7) |
| PEMBUIH | Zat kimia yang ditambahkan pada luluhan bijih, yang terdiri atas drum yang terbuat dari pelat berlubang dan berputar menurut sumbu horizontal (Teknik) (7) |
| PEMBUKA | Alat untuk membuka; orang yang membuka; pendahuluan (7) |
| PEMBUSA | Pengembus (pembuat botol dan sebagainya) (7) |
| PEMELUK | Orang yang memeluk; penganut ajaran (kiasan) (7) |
| PEMERAH | Bahan untuk menjadikan sesuatu berwarna merah; orang yang pekerjaannya memerah susu pada usaha ternak perah (7) |
| PEMERAN | Orang yang memerankan sesuatu dalam film, sandiwara; orang yang menjalankan peranan tertentu dalam suatu peristiwa; sosok atau aktor yang memerankan tokoh dalam cerita dramatik (Kesenian) (7) |
| PEMETIK | Orang yang memetik (tentang buah, bunga, dan sebagainya); orang yang memetik (dawai pada alat musik); cembul (lampu listrik) (7) |
| PEMIKIR | Orang cerdik pandai yang hasil pemikirannya dapat dimanfaatkan orang lain; filsuf (7) |
| PEMILIK | Yang memiliki; yang empunya (7) |
| PEMIMPI | Orang yang suka bermimpi meskipun tidak tidur; orang yang suka mengkhayal (kiasan) (7) |
| PEMINTA | Orang yang meminta; permintaan; nasib (yang ditentukan Tuhan) (7) |
| PEMIPIH | Alat untuk memipihkan (7) |
| PEMIRSA | Orang yang menonton (terutama siaran televisi); penonton (7) |
| PEMISAH | Sesuatu yang dipakai untuk memisahkan (membatasi); pelerai; wasit (7) |
| PEMITAR | Pengarah (7) |
| PEMOBIL | Pengendara mobil (7) |
| PEMOHON | Orang yang memohon; orang yang mengajukan permohonan ke pengadilan berupa tuntutan hak perdata terhadap suatu hak yang tidak mengandung sengketa (Hukum) (7) |
| PEMPROV | Pemerintah provinsi (akronim) (7) |
| PEMUDAH | Orang yang suka bermudah-mudah; yang suka menggampangkan (7) |
| PEMUDIK | Orang yang pulang ke kampung halaman (udik) (7) |
| PEMUJUR | Orang yang selalu beruntung (7) |
| PEMUKAT | Nelayan yang menggunakan pukat; perahu mayang (7) |
| PEMUKIM | Orang yang menetap di suatu tempat; orang yang bermukim (7) |
| PEMULIA | Orang yang memuliakan; orang yang membuat (menjadikan) sesuatu bermutu lebih tinggi (7) |
| PEMURAH | Orang yang suka memberi; orang yang tidak pelit; orang yang murah hati (7) |
| PEMURAS | Senapan model kuno (mulut larasnya lebar seperti corong, dipasang dengan tunam, tetapi tidak bercaping) (7) |
| PEMURNI | Alat untuk memurnikan (7) |
| PENABUR | Orang yang menabur (benih dan sebagainya); alat untuk menabur; mimis berukuran kecil (7) |
| PENADAH | Yang dipakai untuk menadah atau menampung; pemain yang menadah bola (dalam permainan kasti) (Olahraga); orang yang menerima atau memperjualbelikan barang-barang curian; tukang tadah (Olahraga) (7) |
| PENAJAM | Yang menajamkan; ibu kota Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (7) |
| PENAJUR | Leret memanjang (tonggak di laut, cerocok, dan sebagainya) (7) |
| PENALTI | Tendangan atau tembakan hukuman karena melanggar peraturan permainan di daerah depan gawang pada batas tertentu (dalam sepak bola, polo air, dan sebagainya) (Olahraga); hukuman; denda (karena lalai membayar pajak, utang, dan sebagainya) (7) |
| PENALTY | Hukuman (Inggris) (7) |
| PENALUN | Alat yang digunakan untuk membuat sesuatu mengeluarkan suara yang lebih keras (7) |
| PENAMPI | Alat untuk menampi; nyiru; badang (7) |
| PENAMPO | Kuli penjaga perahu di pantai saat tidak berlayar (Madura) (7) |
| PENANAK | Orang yang tugasnya menanak nasi; juru tanak (7) |
| PENANDA | Sesuatu yang digunakan untuk memberi tanda; petunjuk; sifat khusus satuan kebahasaan yang menunjukkan kelas atau fungsinya (Linguistik) (7) |
| PENANTI | Orang yang menanti (menunggu); penerima tamu (7) |
| PENARAM | Penganan dibuat dari tepung dan gula merah, diaduk dengan air, kemudian digoreng (7) |
| PENATAP | Orang yang menatap (7) |
| PENATUA | Orang yang bertugas untuk memimpin jemaat, mengantar pengkhotbah ke mimbar, mengatur serta mengadakan perkunjungan jemaat, mendampingi pendeta dalam ibadah, dan sebagainya; presbiter (Agama Kristen) (7) |
| PENAUNG | Sesuatu yang menaungi; pelindung (7) |
| PENAWAN | Orang yang menawan; penahan; alat untuk menawan; orang yang menarik (karena cakap atau cantik) (kiasan) (7) |
| PENAWAR | Obat dan sebagainya untuk menghilangkan daya kekuatan bisa (racun, penyakit, dan sebagainya); mantra (jampi) untuk menawar, menawari, atau menawarkan; orang yang menawar (7) |
| PENCIUM | Indra untuk menangkap bau; hidung (7) |
| PENCIUT | Alat untuk membuat menjadi ciut (7) |
| PENCONG | Bentuk (tentang mulut) yang miring; perot (7) |
| PENCURI | Orang yang mencuri; maling (7) |
| PENDAAN | Hasil pembetulan; koreksian (7) |
| PENDAGA | Orang yang menentang pemerintah dan sebagainya; peti (tempat pakaian dan sebagainya); kendaga (7) |
| PENDAGI | Orang yang melawan (menentang) perintah; pendaga; pembangkang (7) |
| PENDANA | Orang atau badan yang menyediakan dana; penyumbang (7) |
| PENDAPA | Bangunan yang luas terbuka (tanpa batas atau sekat), terletak di bagian depan rumah, disediakan untuk pertemuan, rapat, peralatan, serta keperluan lain yang ada hubungannya dengan keperluan masyarakat; pendopo (7) |
| PENDEGA | Awak sampan dan perahu (Madura) (7) |
| PENDETA | Orang pandai; pertapa (dalam cerita-cerita lama); pemuka atau pemimpin agama atau jemaah (dalam agama Hindu atau Protestan); rohaniwan; guru agama (7) |
| PENDIAM | Orang yang tidak banyak bicara; tidak banyak bicara (7) |
| PENDING | Hiasan dada atau ikat pinggang dibuat dari lempeng emas (perak) berkerawang, dan sebagainya; tertunda (Inggris) (7) |
| PENDOPO | Bangunan yang luas terbuka (tanpa batas atau sekat), terletak di bagian depan rumah, disediakan untuk pertemuan, rapat, peralatan, serta keperluan lain yang ada hubungannya dengan keperluan masyarakat; pendapa (7) |
| PENDUGA | Alat untuk menduga (mengukur dalamnya laut dan sebagainya); orang yang menduga (7) |
| PENEBAK | Orang yang menebak; penduga; penerka; alat untuk menebak (7) |
| PENEBAR | Orang yang menebar(kan); alat untuk menebar(kan); penyiar (kiasan) (7) |
| PENEBAS | Orang yang memborong hasil tanaman (misalnya padi, buah-buahan) sebelum dituai atau dipetik; tengkulak (7) |
| PENEGAK | Orang yang menegakkan (mendirikan); pramuka yang berusia 16—20 tahun (Pramuka) (7) |
| PENEKUK | Alat untuk menekukkan (7) |
| PENELAH | Orang yang menelah; penenung (7) |
| PENELIK | Mata-mata (7) |
| PENEMAN | Yang menemani; yang mengawani (7) |
| PENEMPA | Tukang besi; tukang membuat keris (parang dan sebagainya) (7) |
| PENENTU | Orang (sesuatu) yang menentukan; bentuk yang membatasi atau menentukan acuan nomina (Linguistik) (7) |
| PENEPUK | Orang yang menepuk; alat untuk menepuk; panel yang terdiri atas dua papan kecil yang ditepukkan untuk menandakan awal dari pengambilan gambar (Kesenian) (7) |
| PENERKA | Orang yang menerka (menebak) (7) |
| PENERUS | Yang meneruskan (melanjutkan; menggantikan) (7) |
| PENESAK | Suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Prabumulih, Provinsi Sumatra Selatan (7) |
| PENETAS | Burung, unggas yang menetaskan (mengeluarkan dari telur); alat untuk menetaskan telur (7) |
| PENGADA | Orang yang mengadakan atau menyediakan sesuatu (7) |
| PENGAEH | Pengepul ikan langsung dari nelayan (Melayu Riau) (7) |
| PENGALI | Bilangan yang dipakai untuk memperbanyak (7) |
| PENGANG | Bising (tentang telinga) (7) |
| PENGATU | Senjata tua (7) |
| PENGAYA | Sesuatu yang ditambahkan pada zat tertentu; peranti, program, aplikasi, dan sebagainya yang dipasang pada komputer untuk meningkatkan kemampuan atau kinerja; padanan dari add-on (7) |
| PENGENG | Sangat pening kepala; terasa berdengung di telinga (Melayu Jakarta) (7) |
| PENGGAH | Megah (7) |
| PENGGAL | Potong; kerat; tebas; bagian dari buku (kutipan cerita dan sebagainya); jilid (7) |
| PENGGAR | Tulang pelepah sagu berwarna kemerah-merahan (Abrap); palang untuk lantai sampan (Melayu Medan); merasa berat di kepala; pusing; pengar (7) |
| PENGIAL | Pemain yang bermain dengan kialan (Sastra) (7) |
| PENGIBA | Pengasih dan penyayang (7) |
| PENGICU | Orang yang mengicu; penipu (7) |
| PENGION | Pengubah atom dan molekul menjadi ion (7) |
| PENGIUR | Orang yang membayar iuran (7) |
| PENGKAR | Bengkok (tentang kaki, ada yang ke luar, ada yang ke dalam) (7) |
| PENGKIS | Menghina; menantang, menghadapi, melawan (7) |
| PENGKOL | Belok; tikung; keluk; tidak lurus (tentang jalan) (7) |
| PENGKOR | Pincang (tentang kaki terpiuh dan sebagainya); timpang (7) |
| PENGODE | Alat untuk mengodekan (7) |
| PENGUAT | Yang menguatkan atau yang dipakai untuk memperkuat; alat untuk meningkatkan sesuatu (tegangan arus, dan sebagainya); alat untuk membangkitkan medan magnet generator listrik; bahan peledak dengan sifat khusus yang digunakan untuk mengawali peledakan bahan peledak berikutnya (7) |
| PENGUIN | Burung laut keluarga Spheniscidae yang tidak dapat terbang, terdapat di daerah Kutub Selatan dengan sayap yang dapat digunakan untuk berenang, kaki berselaput renang, di darat berjalan tegak (7) |
| PENIAGA | Orang yang pekerjaannya berniaga; pedagang (7) |
| PENILAI | Yang menilai; juru taksir (harga barang gadai dan sebagainya); penaksir (7) |
| PENILIK | Orang yang menilik atau mengawasi; pengawas (sekolah dan sebagainya); orang yang tajam tiliknya (dapat mengetahui sesuatu yang gaib dan sebagainya); peramal (7) |
| PENINTA | Penebal gambar komik yang dibuat oleh pemensil dengan tinta, merupakan pengontrol suasana, laju, dan keterbacaan cerita (Kesenian) (7) |
| PENITEN | Orang berdosa yang menerima sakramen tobat dari seorang imam (Agama Katolik) (7) |
| PENJADI | Orang (sesuatu) yang menjadikan; pembuat (7) |
| PENJAGA | Orang yang bertugas menjaga; penunggu (hantu atau roh yang menunggu atau mendiami suatu tempat) (7) |
| PENJARA | Bangunan tempat mengurung orang hukuman; bui; hotel prodeo; lembaga pemasyarakatan; rumah perai; jeruji besi; terali besi; terungku (7) |
| PENJUAK | Penghasut (7) |
| PENJURA | Pembuat keramik (7) |
| PENJURU | Arah; pojok; sudut (7) |
| PENOKOH | Orang yang suka menipu; penipu; pengecoh; orang yang suka memperolok-olokkan (7) |
| PENOLAK | Alat untuk menolak; penangkal; penangkis; pencegah; orang yang menolak (7) |
| PENOLOK | Ukuran (timbangan) yang dipakai sebagai patokan (standar); imbangan (yang sama) (7) |
| PENOREH | Alat dan sebagainya untuk menoreh; penyadap (orang yang menyadap) karet dan sebagainya (7) |
| PENPRES | Penetapan Presiden (akronim) (7) |
| PENSIUN | Tidak bekerja lagi karena masa tugasnya sudah selesai; uang tunjangan yang diterima tiap-tiap bulan oleh karyawan sesudah ia berhenti bekerja atau oleh istri (suami) dan anak-anaknya yang belum dewasa kalau ia meninggal dunia (7) |
| PENSTOP | Orang yang bertugas menstop; alat untuk menstop (7) |
| PENTANA | Gas hidrokarbon yang dapat terbakar, tidak dapat larut dalam air (C5H12) (7) |
| PENTASE | Enzim yang memfermentasi pentosa (7) |
| PENTENG | Permainan mengadu ketangkasan melontarkan sepotong kayu dari lubang dengan dorongan batang kayu pemukul (Madura) (7) |
| PENTING | Utama; pokok; sangat berharga (berguna); mempunyai posisi yang menentukan (dalam pemerintahan, perusahaan, dan sebagainya seperti pejabat atau direktur); tiruan bunyi “ting”, seperti bunyi gitar dipetik, uang logam dilemparkan (7) |
| PENTODE | Tabung elektronik yang terdiri atas lima elektrode (Elektronika) (7) |
| PENTOSA | Gula monosakarida dengan lima atom karbon dalam satu molekul (Kimia) (7) |
| PENTUNG | Kayu pemukul (7) |
| PENUAAN | Proses, cara, perbuatan menjadi tua; proses kemunduran fungsi tubuh yang tidak terelakkan sejalan dengan peningkatan usia (Biologi); proses menjadi tua dalam konteks psikologi perkembangan dengan memfokuskan perhatian pada aspek konflik di masa tua (Psikologi); proses meningkatkan mutu makanan dengan cara mendiamkannya selama beberapa saat (Ilmu Pangan) (7) |
| PENUDUH | Orang yang menuduh; pendakwa (7) |
| PENUKUL | Orang yang menukul; alat untuk menukul; martil; tukul (7) |
| PENULAR | Sesuatu yang menularkan; orang yang menularkan (7) |
| PENULIS | Orang yang menulis; pengarang; panitera; sekretaris; setia usaha; pelukis; penggambar; redaktur yang menulis naskah dari bahan berita untuk dimuat dalam terbitan pers (Komputer) (7) |
| PENUMAN | Pinggan ceper biasanya dari logam untuk mengulas sesuatu (Aceh) (7) |
| PENUMPU | Orang yang menumpu; sesuatu yang digunakan untuk menumpu(kan); sepasang sisik, duri, kelenjar, atau organ yang menyerupai daun yang terdapat pada dasar tangkai daun (Botani) (7) |
| PENURUN | Seseorang atau sesuatu yang menurunkan (mengurangi dan sebagainya); alat untuk menurunkan (7) |
| PENURUT | Orang yang suka menurut (tidak melawan dan sebagainya); orang yang patuh; pengikut (7) |
| PENUTUP | Tutup (alat untuk menutup); pengunci (karangan, rapat, surat, dan sebagainya); bagian akhir (7) |
| PENUTUR | Orang yang bertutur; orang yang berbicara; orang yang mengucap atau mengucapkan (7) |
| PENYAIR | Pesyair; penyajak; pujangga (7) |
| PENYARU | Orang yang menyamar; penyamar (7) |
| PENYELA | Orang yang menyela; sesuatu yang digunakan untuk menyela; alat untuk menyela; sekat yang bertahan terus bahkan sampai sesudah merekahnya buah (Botani) (7) |
| PENYEMU | Orang yang menyemu; penipu; pengkhianat (7) |
| PENYIAR | Orang yang menyiarkan; penyeru pada radio; pemancar (radio); penerbit dan penjual (buku dan sebagainya) (7) |
| PENYIGI | Orang yang menyigi (menyelidiki dengan teliti) (7) |
| PENYUSU | Orang yang menyusui; inang; anak (bayi) yang lebih senang menyusu pada ibunya daripada makan (7) |
| PEPABRI | Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (akronim) (7) |
| PEPAGAN | Jaringan terluar yang melapisi batang kayu; kulit jaringan kayu (7) |
| PEPATAH | Peribahasa yang mengandung nasihat atau ajaran dari orang tua-tua (biasanya dipakai atau diucapkan untuk mematahkan lawan bicara) (7) |
| PEPETEK | Ikan yang hidup di air laut atau payau, berbadan amat pipih, bersisik kecil-kecil berkilat, rahangnya dapat menjulur untuk mengisap makanan, ukurannya mencapai 25 cm, hidup di kolom perairan beriklim sedang, tersebar di perairan Jepang bagian selatan, Taiwan, dan Fujian Selatan hingga Teluk Tonkin; ikan petek (Leiognathus nuchalis) (7) |
| PEPSINA | Zat dalam perut yang memecahkan protein menjadi asam amino (7) |
| PEPTIDA | Amida yang berasal dari beberapa asam amino dan diperoleh dengan hidrolisis atas protein (7) |
| PEPUTUT | Murid seorang pertapa (pendeta); putut (7) |
| PERABOT | Barang-barang perlengkapan (7) |
| PERABUN | Daun-daunan, (dupa) yang dibakar untuk mengusir setan dan sebagainya (7) |
| PERAGAT | Tanda-tanda kebesaran (raja) (Minangkabau) (7) |
| PERAHAN | Hasil memerah; air susu dari binatang ternak (sapi, kambing, dan sebagainya); yang diperah (diambil air susunya) (kiasan) (7) |
| PERAHAP | Kain penutup atau penudung (7) |
| PERAJAH | Bagian dari peralatan yang menandai poin pada grafik (Komputer) (7) |
| PERAKIT | Yang merakit; penyusun; pengatur (7) |
| PERANAN | Bagian yang dimainkan seorang pemain (dalam film, sandiwara, dan sebagainya); tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu peristiwa; orang yang bertugas dan berkewajiban menjadi dan menampilkan seorang tokoh dalam sebuah cerita dramatik (Kesenian) (7) |
| PERANTI | Alat; perkakas; syarat; bahan (untuk); padanan dari device (7) |
| PERANYE | Rumbai; jumbai (7) |
| PERAPAT | Alat untuk merapatkan sambungan bagian mesin (7) |
| PERAPUH | Sesuatu yang merapuhkan (melemahkan dan sebagainya) (7) |
| PERARAI | Pelarai; penghilang; penawar (7) |
| PERASAN | Hasil memeras; perahan; sadar (akan adanya atau terjadinya sesuatu) (7) |
| PERASAT | Pegangan; kepandaian memegang (7) |
| PERAWAN | Anak perempuan yang sudah patut kawin; anak dara; gadis; belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; masih murni (tentang anak perempuan); belum digarap (diusik-usik, dijamah tentang hutan, daerah, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| PERAWAS | Pohon jambu biji, daunnya yang dikeringkan dipakai sebagai obat (Litsea odorifera) (7) |
| PERAWAT | Tenaga kesehatan profesional yang bertugas memberikan perawatan pada klien atau pasien baik berupa aspek biologis, psikologis, sosial, dan spiritual dengan menggunakan proses keperawatan; orang yang merawat (7) |
| PERAWIS | Segala macam bahan yang perlu untuk sesuatu; perbekalan (7) |
| PERBANI | Dalam keadaan setinggi-tingginya atau serendah-rendahnya (tentang pasang surutnya air laut); dalam keadaan bertambah besar (tentang bulan muda yang sehari demi sehari bertambah penuh); purbani (7) |
| PERBASI | Persaruan Bola Basket Seluruh Indonesia (akronim) (7) |
| PERBAWA | Daya yang terpancar dari sifat luhur; keluhuran (Jawa); pengaruh (Jawa); pengaruh yang memancar dari dalam diri; kewibawaan (Jawa) (7) |
| PERCASI | Persatuan Catur Seluruh Indonesia (akronim) (7) |
| PERCAYA | Mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata; menganggap atau yakin bahwa sesuatu itu benar-benar ada; menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dan sebagainya); yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dan sebagainya) (7) |
| PERCUMA | Tidak ada gunanya (hasilnya dan sebagainya); sia-sia; cuma-cuma; gratis (7) |
| PERDANA | Bendahara; pertama (kali) (7) |
| PERDATA | Sipil (sebagai) lawan kriminal atau pidana (Hukum); hati-hati; ingat-ingat; teliti (Jawa); memperhatikan; memedulikan (Jawa) (7) |
| PERDIEM | Setiap hari (tentang uang saku) (ungkapan/Latin) (7) |
| PERECOK | Orang yang membuat recok; orang yang membuat ribut (7) |
| PEREDAN | Lipatan kecil dan tipis pada kain (Jawa) (7) |
| PEREDIH | Tempat meredih; persemaian padi (7) |
| PEREDUS | Terperedus; gendut (perutnya) (7) |
| PEREIRA | Kota di Kolumbia (7) |
| PEREJAH | Pelanggar (adat, sopan santun, dan sebagainya) (7) |
| PEREKAT | Barang cair yang lekat untuk menempelkan; lem; bahan untuk merekatkan atau menempelkan guntingan kertas tercetak untuk keperluan pekerjaan redaksi surat kabar atau majalah (Ilmu Komunikasi) (7) |
| PEREKIK | Tendangan bebas; melanggar aturan permainan (7) |
| PERELAK | Ladang dekat desa yang ditanami sayur-sayuran (Melayu Jambi) (7) |
| PERELEK | Pengumpulan beras yang diambil dari ruas bambu yang diletakkan di depan rumah warga, digunakan untuk kepentingan sosial (Sunda) (7) |
| PEREPAT | Pohon yang biasa tumbuh di pantai, kayunya keras, untuk gading-gading perahu dan sebagainya (Sonneratia alba); teman; kawan (7) |
| PERESAU | Telur buaya; memungkiri apa yang telah dikatakannya sendiri (Melayu Medan) (7) |
| PERESIH | Putih bersih (7) |
| PERETAS | Orang yang meretas jalan dan sebagainya; alat yang dipakai untuk meretas sesuatu; orang yang terobsesi untuk mengetahui lebih banyak tentang komputer; orang yang mengakses komputer orang lain tanpa izin, biasanya dengan bantuan teknologi komunikasi; padanan dari hacker (7) |
| PERETEL | Lepas; copot; luruh (7) |
| PERGOLA | Struktur luar ruangan, atapnya tersusun dari rusuk kayu yang sejajar berseling, berfungsi sebagai peneduh (Arsitektur); displang (7) |
| PERHATI | Amati; cermati (7) |
| PERIANG | Orang yang selalu bersuka hati (bergembira); waktu yang baik untuk melakukan sesuatu (7) |
| PERIFER | Terletak di tepi, jauh dari pusat (7) |
| PERIGEL | Pandai dan sigap (bekerja dan sebagainya); cekatan dan terampil (7) |
| PERIHAL | Keadaan; hal; peristiwa; kejadian (7) |
| PERIKSA | Lihat dengan teliti (7) |
| PERINCI | Memerinci; menyebutkan (menguraikan) sampai ke bagian yang sekecil-kecilnya (7) |
| PERINDU | Buluh yang tipis, biasa digunakan untuk suling; pekasih; guna-guna; alat yang digunakan untuk melarik atau membubut kayu sehingga membentuk gasing (Melayu Riau); orang yang sedang rindu (7) |
| PERIODE | Kurun waktu; lingkaran waktu (masa); kelompok bilangan yang selalu berulang dalam pecahan (Matematika); baris mendatar dari unsur-unsur dalam tabel periodik (Kimia) (7) |
| PERISAI | Alat untuk melindungi diri dan untuk menangkis senjata (ada yang dibuat dari kulit, kayu, besi, dan sebagainya); tameng; besi (baja) tipis sebagai pelindung (pada meriam dan sebagainya); orang yang digunakan sebagai pelindung diri (dari serangan, tuduhan, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| PERISAK | Orang yang merisak; perundung (7) |
| PERISAU | Orang jahat (yang suka berbuat jahat atau berkelakuan jahat); perusuh; pengganggu (keamanan); orang yang mudah menjadi risau (7) |
| PERISET | Orang yang melakukan riset; peneliti; penelaah (7) |
| PERITEL | Penjual barang eceran (pengecer) (7) |
| PERJAKA | Laki-laki yang belum berumah tangga; bujang; jaka (7) |
| PERKALE | Kain katun dengan tenunan sangat rapat (7) |
| PERKARA | Masalah; persoalan; urusan (yang perlu diselesaikan atau dibereskan); tindak pidana; tentang; mengenai; karena (7) |
| PERKASA | Kuat dan tangguh serta berani; gagah berani; kuat dan berkuasa; hebat; keras (7) |
| PERKEMI | Persatuan Bela Diri Kempo Indonesia (akronim) (7) |
| PERKUSI | Cara pemeriksaan dengan ketukan jari; ketukan (Kedokteran dan Fisiologi); alat musik pukul (7) |
| PERLENG | Diperpanjang (tentang waktu) (7) |
| PERLIAN | Sindiran (7) |
| PERLINA | Hilang; tidak kelihatan (7) |
| PERLING | Nuri yang merah matanya; cemperling (Aplonis strigatus) (7) |
| PERMANA | Banyaknya (kuantitas); bilangan (7) |
| PERMATA | Batu berharga yang berwarna indah (seperti intan, berlian, nilam) (7) |
| PERMEAN | Makhluk yang sering berpindah tempat dari satu komunitas ke komunitas lain (Biologi) (7) |
| PERMISI | Izin; perkenan; (minta) maaf; minta izin; minta (mohon) diri; tidak masuk bekerja (dengan izin) (7) |
| PERNIKA | Perang elektronik (akronim) (7) |
| PEROKOK | Orang yang suka merokok (7) |
| PEROMAN | Roman muka (7) |
| PERONCE | Orang yang meronce (7) |
| PERONDA | Orang yang berjalan berkeliling untuk menjaga keamanan di kampung-kampung (7) |
| PEROSIS | Penyakit infeksi akut atau kronis pada unggas yang disebabkan oleh Streptococcus zooepidemicus (7) |
| PEROSOT | Hal turun; meluncur ke bawah (7) |
| PERPANI | Persatuan Panahan Indonesia (akronim) (7) |
| PERPRES | Peraturan presiden (akronim) (7) |
| PERSADA | Lantai yang lebih tinggi atau bertangga, tempat duduk orang besar (raja dan sebagainya); taman tempat bersenang-senang; pancapersada; tempat (gedung, istana, dan sebagainya) (7) |
| PERSAJA | Persatuan Jaksa Indonesia (akronim) (7) |
| PERSAMI | Perkemahan Sabtu Minggu; kegiatan berkemah, biasanya dilakukan oleh anggota Pramuka selama hari Sabtu dan Minggu (akronim) (7) |
| PERSANI | Persatuan Senam Indonesia (akronim) (7) |
| PERSEGI | Segi empat sama sisi; bujur sangkar; bersegi; kuadrat (7) |
| PERSEUS | Rasi yang kaya akan bintang; pahlawan dalam mitologi Yunani kuno anak Dewa Zeus yang membunuh Medusa, menyelamatkan putri Andromeda dan mendirikan kota Mycenae dan Dinasti Perseid (7) |
| PERSIJA | Juara sepak bola Piala Menpora 2021 (7) |
| PERSISI | Posisi yang tepat; ketepatan (7) |
| PERSLAH | Uraian atau keterangan tentang peristiwa (hal, perkara, rapat, dan sebagainya); laporan; siaran radio yang menceritakan keadaan suatu peristiwa (seperti sepak bola, upacara di istana, yang langsung disiarkan dari tempat peristiwa) (7) |
| PERSONA | Orang; pribadi; orang atau benda yang berperanan dalam pembicaraan (persona I, pembicara; persona II, orang yang diajak bicara; persona III, orang yang dibicarakan) (Linguistik); topeng, wajah, ciri khas seseorang, identik dengan pribadinya (Linguistik) (7) |
| PERTAMA | Kesatu; mula-mula; terutama; terpenting (7) |
| PERTAPA | Orang yang bertapa; ajar; resi; zahid; petapa (7) |
| PERTINA | Persatuan Tinju Amatir Indonesia (akronim) (7) |
| PERTIWI | Bumi; dewi yang menguasai bumi; tanah tumpah darah; ibu pertiwi (7) |
| PERUANG | Mantra yang menyebabkan dapat tahan lama menyelam di dalam air; ilmu peruang; siksaan atau hukuman dengan mengikatkan si terhukum pada tiang, kemudian kepalanya disiram dengan minyak babi yang mendidih hingga terhukum meninggal dunia (7) |
| PERUBAH | Simbol yang digunakan untuk menyatakan unsur yang tidak tentu dalam suatu himpunan; peubah (Matematika) (7) |
| PERUGIA | Kota di Italia (7) |
| PERUIBE | Kota di Brasil (7) |
| PERULUN | Kantong air madu pada sarang lebah (7) |
| PERUMDA | Perusahaan umum daerah (akronim) (7) |
| PERUNUT | Orang yang merunut; entitas kimiawi (biasanya radioaktif) yang ditambahkan pada unsur atau senyawa pereaksi dalam proses kimia, yang dapat ditelusuri sepanjang proses itu dengan metode deteksi yang tepat (Kimia) (7) |
| PERUPUK | Tumbuhan yang menghasilkan kayu ringan untuk dibuat dayung dan sebagainya (Hemigyrosa longifolia); alat bunyi-bunyian (seperti gong yang dibuat dari kayu dan digunakan dalam upacara penobatan raja) (7) |
| PERUSUH | Pembuat kerusuhan; penyebab kerusuhan; pengacau; pengganggu keamanan (7) |
| PERUSUT | Alat terbuat dari kayu yang ujungnya berpaku, berfungsi sebagai penanda berupa garis pada permukaan kayu; alat terbuat dari kayu yang ujungnya berpaku, berfungsi sebagai penanda berupa garis pada permukaan kayu (7) |
| PERUTAK | Sarang semut yang menempel atau menggantung di pohon (7) |
| PERWARA | Gadis pengiring raja atau permaisuri; candi kecil pelengkap kompleks percandian (7) |
| PERWATA | Anak laki-laki yang dilahirkan pada bulan ketujuh kehamilan (Sunda) (7) |
| PERWATI | Anak perempuan yang dilahirkan pada bulan ketujuh kehamilan (Sunda) (7) |
| PERWIRA | Anggota tentara yang berpangkat di atas bintara (yaitu dari letnan ke atas); opsir (dalam ketentaraan); gagah; berani; pahlawan (7) |
| PERWOSI | Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (akronim) (7) |
| PESAING | Lawan dalam bersaing; konkuren (7) |
| PESAKIN | Kepala rumah tangga (di Jambi) (7) |
| PESALAH | Orang yang bersalah (7) |
| PESANAN | Permintaan hendak membeli (supaya dikirim, dibuatkan, dan sebagainya); barang yang dipesan (7) |
| PESAWAT | Alat perkakas; mesin; kapal terbang; tali (rotan, kulit, dan sebagainya) untuk menjalankan jentera, roda, perangkap, dan sebagainya (7) |
| PESCARA | Kota di Italia (7) |
| PESERTA | Orang yang ikut serta atau yang mengambil bagian (misalnya dalam kongres, seminar, lokakarya, dan pertandingan) (7) |
| PESIMIS | Orang yang bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik (khawatir kalah, rugi, celaka, dan sebagainya); orang yang mudah putus (tipis) harapan (7) |
| PESIRAH | Kepala marga (di Palembang) (7) |
| PESISIR | Tanah datar berpasir di pantai (di tepi laut) (7) |
| PESOHOR | Orang yang tersohor (terkenal, termasyhur, ternama); selebritas (7) |
| PESOLOK | Sumbangan (pemberian) kepada orang yang mengadakan pesta perkawinan dan sebagainya, berupa bahan makanan dan sebagainya; penyolok (7) |
| PESOLOT | Teluk kecil di pantai (7) |
| PESTAKA | Kitab primbon (yang berisi ramalan, mantra, dan sebagainya); pustaka; pengaruh baik atau buruk (yang ada pada suatu benda dan sebagainya) (7) |
| PESYAIR | Orang yang bersyair; pengarang syair; pengarang sajak; penyair; penyajak; pujangga (7) |
| PETANEN | Bilik yang ada di tengah-tengah bangunan rumah Jawa (Jawa) (7) |
| PETARAM | Keris kecil yang dipakai oleh perempuan (7) |
| PETARUH | Orang yang bertaruh; wasiat (7) |
| PETASAN | Mercon (7) |
| PETATUS | Tanaman menjalar yang banyak ditanam untuk umbinya yang mengandung karbohidrat, daunnya dibuat sayur; ketela; ketela rambat; ubi jalar (Ipomoea batatas) (7) |
| PETIKAN | Hasil memetik; alat untuk memetik seperti picu (bedil dan sebagainya); pemetik cembul (lampu listrik); kutipan; nukilan (7) |
| PETIKUT | Rok dalam perempuan (dipakai sebagai pelapis rok luar, biasanya terbuat dari bahan tipis dan berenda) (7) |
| PETILAN | Sebagian dari cerita lakon (pertunjukan wayang orang dan sebagainya) (Jawa) (7) |
| PETINJU | Orang yang bermain tinju; bokser (7) |
| PETITIH | Peribahasa; pepatah (Minangkabau) (7) |
| PETITUM | Bagian surat gugat yang dimohon untuk diputuskan atau diperintahkan oleh pengadilan (7) |
| PETOPAN | Tempat bermain judi; perjudian; rumah judi (7) |
| PETUNIA | Tanaman terna dari famili Solanaceae, tingginya antara 16–30 cm, bunganya ada yang bermahkota tunggal dan ada pula yang bermahkota ganda dengan warna yang bervariasi (merah, putih, kuning pucat, biru, dan ungu tua) (7) |
| PEWATAS | Sesuatu yang digunakan untuk membatasi (7) |
| PEZIKIR | Orang yang melakukan zikir; pembawa lagu (puji-pujian kepada Allah Swt. dan Nabi Muhammad saw.) (7) |
| PHALTAN | Kota di India (7) |
| PHOENIX | Ibu kota negara bagian Arizona, Amerika Serikat (7) |
| PIALANG | Perantara dalam kegiatan jual beli; makelar (7) |
| PIALING | Serindit gajah (7) |
| PIANGGU | Pohon berbuah merah yang dapat dibuat sambal (Clerodendron umbatrile) (7) |
| PIANIKA | Peralatan musik (tiup) diatonik untuk ensambel musik kecil (7) |
| PIANOLA | Piano yang dapat main sendiri (di dalamnya terdapat mekanik khusus) (7) |
| PIANTAN | Waktu tertentu yang biasanya terjadi sesuatu; sehari semalam (24 jam) (7) |
| PIARAAN | Yang dipiara; hasil memiara; di luar nikah; tidak resmi (kiasan) (7) |
| PIARAWI | Buah yang berasal dari Papua, berbentuk lonjong dan berwarna ungu kehitaman, dapat dimakan langsung atau dicampur sagu, rasanya seperti alpukat, disajikan saat perkawinan atau serah terima mas kawin atau menandai kesepakatan perdamaian antarsuku (Haplolobus monticola) (7) |
| PIASTER | Nama mata uang di beberapa negara, seperti Siria (7) |
| PICISAN | Uang ketip; bermutu rendah (kiasan); tumbuhan merambat, berbatang kecil menyerupai akar, hidup liar pada batang pohon, berdaun bundar tebal, air perasan daunnya dapat dibuat obat batuk, burut, susah buang air besar; sisik naga; pakis duwitan (Drymoglossum heterophyllum) (7) |
| PICITAN | Hasil memijit; pijatan; hasil menekan (7) |
| PICOLLO | Jenis seruling kecil; dari picollo flauto (kependekan/ungkapan/Italia) (7) |
| PIEROGI | Makanan khas Polandia yang berbentuk seperti pangsit (7) |
| PIJAKAN | Yang dipijak atau hasil memijak; injakan; tempat berpijak (7) |
| PIJATAN | Hasil memijat (7) |
| PIJITAN | Hasil memijit (7) |
| PIKARAS | Syarat untuk memperkuat proses pengobatan tradisional, misalnya jarum dengan benang hitam, uang sepicis atau benda lain yang diminta oleh dukun (Banjar) (7) |
| PIKATAN | Yang dipikat; hasil memikat (7) |
| PIKIRAN | Hasil berpikir (memikirkan); akal; ingatan; akal (dalam arti daya upaya); angan-angan; gagasan; niat; maksud (7) |
| PIKULAN | Hasil memikul; beban (muatan) yang dipikul; sebatang kayu untuk memikul (7) |
| PILATES | Metode senam ringan untuk memperkuat otot perut, memperbaiki postur tubuh, dan meningkatkan keseimbangan (7) |
| PILBIRU | Pil untuk meningkatkan gairah seksual (7) |
| PILEREN | Penyakit menular pada unggas, disebabkan oleh virus yang sangat merugikan peternakan ayam, biasanya berjangkit pada peralihan musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya; tetelo (7) |
| PILGRIM | Peziarah (Inggris) |
| PILIHAN | Yang dipilih atau hasil memilih; yang terpilih (terbaik, terkemuka, dan sebagainya); jalan, upaya dan sebagainya yang dapat dilakukan (7) |
| PILINAN | Hasil memilin atau yang dipilin (7) |
| PILKADA | Pemilihan kepala daerah (akronim) (7) |
| PILKHUA | Kota di India (7) |
| PILORUS | Pelepasan lambung ke usus dua belas jari (Anatomi) (7) |
| PILPRES | Pemilihan presiden (akronim) (7) |
| PIMPING | Gelagah yang batangnya tidak berongga, berdaun kasar panjang-panjang dan tajam, dipakai untuk tangkai pancing, tangkai pena, dan sebagainya (Themeda gigantea) (7) |
| PINAFOR | Pakaian wanita tanpa lengan, berleher rendah, menyerupai celemek, biasanya digunakan sebagai baju luaran (Tata Busana) (7) |
| PINCANG | Timpang kakinya atau timpang jalannya (karena pembawaan sejak lahir, karena terkilir, kena beling, dan sebagainya); tidak seimbang; tidak sebanding; ada kurangnya (cacatnya dan sebagainya); tidak sebagaimana mestinya (tentang keadaan); tidak tetap bunyinya atau jalannya (tentang arloji, mesin mobil, dan sebagainya) (7) |
| PINCARA | Alat penyeberangan dibuat dari dua buah perahu yang saling digandengkan atau drum-drum kosong yang disusun, kemudian di atasnya diberi papan, digerakkan dengan cara menarik tali yang telah disambungkan dengan tali utama yang terbentang di atas kedua sisi sungai (Bugis) (7) |
| PINDAAN | Hasil atau cara memperbaiki (membetulkan, mengoreksi, mengubah); yang diperbaiki (dibetulkan, dikoreksi, diubah); hasil meniru (mencontoh, meneladan); tiruan; yang ditiru (dicontoh, diteladani) (7) |
| PINDANG | Ikan yang digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama; ikan cue |
| PINDIGA | Kota di Nigeria (7) |
| PINDUKU | Tanah yang ditinggikan dari tanah sekitar, digunakan untuk bercocok tanam di daerah pasang surut (Banjar) (7) |
| PINGGAH | Putih kekuning-kuningan; kuning muda (7) |
| PINGGAN | Piring makan yang besar (7) |
| PINGGIR | Tepi; sisi (7) |
| PINGGUL | Pangkal paha di sebelah belakang (7) |
| PINGKOM | Menekan sesuatu dengan kuku ibu jari (Aceh) (7) |
| PINGNAN | Kota di Cina (7) |
| PINGSAN | Kehilangan kesadaran (7) |
| PINGYIN | Kota di Cina (7) |
| PINHAIS | Kota di Brasil (7) |
| PINJUNG | Cara membungkus dengan daun pisang, biasa digunakan untuk membungkus bunga rampai, botok, penganan, dan sebagainya yang tidak basah, bentuknya seperti limas (7) |
| PINRANG | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan; ibu kota Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan (7) |
| PINRUNG | Pemimpin barung (akronim/Pramuka) (7) |
| PINTANG | Hilang sama sekali; hilang lenyap; hilang pintang (7) |
| PIPABOR | Pipa khusus dengan panjang tertentu yang kedua ujungnya berulir, berfungsi sebagai penerus energi putar, energi tekan, berikut keratan-keratan dari lubang bor (7) |
| PIPAISI | Pipa untuk mengisikan cairan ke dalam suatu tangki (7) |
| PIPAPVC | Pipa plastik yang kuat, ringan, dan tahan lama, terbuat dari polivinil klorida; paralon (7) |
| PIPERIN | Senyawa khas yang terdapat pada lada hitam, dapat menghalangi pembentukan sel-sel lemak baru sehingga dapat melawan obesitas dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan obesitas (7) |
| PIPILAN | Biji jagung yang sudah terlepas dari tongkolnya (7) |
| PIPISAN | Alat untuk memipis atau melumatkan; batu giling; hasil memipis (7) |
| PIPITAN | Apitan (minyak dan sebagainya) (7) |
| PIRAEUS | Kota di Yunani (7) |
| PIRANHA | Ikan air tawar asli Amerika Selatan yang tergolong ikan buas, tubuhnya pipih memanjang dan bersisik, struktur gigi tajam dan mengarah ke dalam; ikan air tawar yang hidup di sungai, danau, dan dataran banjir Amerika Selatan, termasuk Sungai Amazon; ikan air tawar omnivora yang hidup di sungai-sungai di Amerika Selatan (7) |
| PIRETIK | Sifat substansi yang menyebabkan kenaikan suhu badan (Biologi) (7) |
| PIRIKAN | Alat terbuat dari kuningan, berbentuk menyerupai mangkuk dengan pegangan pada dua sisi, berlubang-lubang pada bagian dasar, biasa digunakan untuk melembutkan atau melumatkan daging ikan dan mencetak pempek keriting; pirik ikan (7) |
| PIRITAN | Jeroan ikan (Sunda) (7) |
| PIROGEN | Zat yang merangsang timbulnya demam (Biologi) (7) |
| PIRUANG | Lubang yang besar untuk memerangkap binatang (Sunda) (7) |
| PIRUVAT | Garam atau ester asam piruvat yang digunakan sebagai suplemen olahraga untuk meningkatkan metabolisme (Kimia); senyawa antara pada metabolisme karbohidrat yang terbentuk dari glikolisis glukosa secara anaerob (Ilmu Gizi) (7) |
| PISAHAN | Hasil memisah; hasil perubahan sebuah fonem menjadi dua fonem (Linguistik) (7) |
| PISITAN | Pohon yang tingginya mencapai 10–20 m, batang pokoknya lurus, bunganya berwarna putih atau kuning, buahnya menyerupai duku, bergerombol dalam tandan, rasanya asam-asam manis (lebih asam daripada duku), berkulit tipis, bergetah; kokosan; langsat (Lansium domesticum) (7) |
| PISTOIA | Kota di Italia (7) |
| PISUHAN | Kata-kata yang dilontarkan karena marah; makian (Jawa) (7) |
| PITANET | Pita yang terletak di net atau jaring dalam tenis (Olahraga) (7) |
| PITAPAK | Jerat kecil untuk menangkap burung (Sunda) (7) |
| PITARAH | Orang dulu yang menurunkan kita; leluhur; nenek moyang (7) |
| PITAWAT | Nasihat; petuah (Minangkabau) (7) |
| PITESTI | Kota di Rumania (7) |
| PITSTOP | Tempat perhentian sementara untuk mengisi bahan bakar, mengganti ban dan sebagainya dalam perlombaan balap motor atau mobil (ungkapan/Inggris); tempat perhentian untuk mengisi bahan bakar kendaraan, istirahat, makan, dan sebagainya ketika dalam perjalanan (ungkapan/Inggris) (7) |
| PITUGUR | Tiang induk rumah Banjar (Banjar) (7) |
| PITUTUR | Nasihat turun-temurun yang bersumber dari leluhur (Jawa) (7) |
| PIUTANG | Uang yang dipinjamkan (yang dapat ditagih dari seseorang); utang piutang, uang yang dipinjam dari orang lain dan yang dipinjamkan kepada orang lain; tagihan uang perusahaan kepada para pelanggan yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan (7) |
| PLAGIAT | Pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan (7) |
| PLANDAN | Kolam atau kubangan air berukuran 1 x 2 m untuk menyepuh gamelan (Jawa) (7) |
| PLANING | Rencana; perencanaan (7) |
| PLANULA | Larva bebas yang sangat muda pada kelompok Coelenterata, biasanya berbentuk bulat telur, pipih, atau lonjong (7) |
| PLASMID | Cincin DNA selain kromosom yang dapat bereplikasi secara otonom, biasanya dalam sel bakteri (7) |
| PLASMIN | Plasma enzim yang membantu penguraian fibrin (Kimia) (7) |
| PLASMON | Catu kuantum gelombang bujur kolektif dalam gas elektron suatu zadat (Fisika) (7) |
| PLASPAS | Memplaspas; menyucikan bangunan yang baru selesai dengan upacara sebelum ditempati atau digunakan (Bali) (7) |
| PLASTID | Bahan atau butiran kecil yang terdapat di dalam plasma sel tumbuhan (Biologi) (7) |
| PLASTIK | Yang dapat diacu dalam bentuk, misalnya tanah liat; kumpulan zat organik yang stabil pada suhu biasa, tetapi pada beberapa tahap pembuatannya plastis sehingga dapat diubah bentuk dengan menggunakan kalor dan tekanan; bahan sintetis yang memiliki bermacam-macam warna (dibuat sisir, dompet, ember, dan sebagainya) (7) |
| PLASTIN | Bahan dalam inti yang menarik zat warna asam (7) |
| PLASTIS | Bersifat mudah dibentuk (diwujudkan menjadi benda yang lain); bersifat plastik; dilukiskan sebagai berwujud (seperti benar-benar terjadi dan sebagainya) (7) |
| PLATINA | Logam berwarna putih keabu-abuan (lazim disebut juga emas putih); maskodok (7) |
| PLEIDOI | Pidato pembelaan terhadap terdakwa yang dibacakan oleh advokat (pembela) atau terdakwa sendiri (7) |
| PLEKSUS | Anyaman atau jalinan antara struktur, misalnya anyaman serat saraf atau pembuluh darah (Anatomi) (7) |
| PLEOPOD | Alat renang pada bangsa udang-udangan (Zoologi) (7) |
| PLESTER | Perekat untuk menampal (menutup) luka dan sebagainya; campuran semen, pasir, kapur, dan air untuk melekatkan batu bata atau menghaluskan dinding batu (7) |
| PLETORA | Kuantitas melimpah berlebih-lebihan (Kedokteran dan Fisiologi); keadaan sakit karena terlalu banyak butir darah merah (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| PLINTIT | Jenis lempung merah (Geografi dan Geologi) (7) |
| PLIOSEN | Zaman dalam sejarah perkembangan kulit bumi, kira-kira 16 juta sampai dengan 4 juta tahun yang lalu (Geografi dan Geologi); bagian akhir dari zaman tersier (Geografi dan Geologi); batu-batuan yang berasal dari zaman tersier (Geografi dan Geologi) (7) |
| PLISKET | Kerutan atau lipatan permanen pada kain yang dihasilkan dari proses tenun atau dengan bantuan bahan kimia (Tata Busana); kain dengan pola berlipat-lipat permanen (Tata Busana) (7) |
| PLOMBIR | Meterai dari timah dan sebagainya dipakai sebagai tanda sudah membayar pajak kendaraan; pengisi (penampal) gigi yang berlubang (7) |
| PLONTOS | Tidak berambut sama sekali (tentang kepala); gundul (7) |
| PLOVDIV | Kota di Bulgaria (7) |
| PLUMBUM | Logam lunak berwarna abu-abu, terdiri atas isotop dengan nomor massa 203–210; unsur kimia logam dengan nomor atom 82, lambang Pb, dan bobot atom 207,22 u; timbel; timah hitam (7) |
| PLUMULA | Pucuk lembaga (Botani) (7) |
| PLUTOID | Benda-benda angkasa yang mengorbit matahari pada jarak yang lebih jauh daripada Neptunus; planet kerdol (7) |
| PLUVIAL | Curah hujan tinggi yang menandai bagian kala pleistosen; masa hujan yang panjang; bagian dari busana liturgi yang dikenakan oleh imam atau uskup di luar misa, seperti liturgi pemberkatan, berupa jas atau mantel panjang tanpa lengan (Agama Katolik) (7) |
| POCOKAN | Hasil tebasan; hal mengambil pembagian orang lain (kiasan) (7) |
| PODOLSK | Kota di Rusia (7) |
| POETIKA | Penyelidikan mengenai puisi dari sudut linguistik (Linguistik) (7) |
| POKHARA | Kota di Nepal (7) |
| POLANCO | Kota di Meksiko (7) |
| POLARIS | Bintang di atas belahan bumi utara yang lurus searah dengan poros bumi; Bintang Utara (Astronomi) (7) |
| POLATLI | Kota di Turki (7) |
| POLATSK | Kota di Belarusia (7) |
| POLEMIK | Perdebatan mengenai suatu masalah yang dikemukakan secara terbuka dalam media massa (7) |
| POLEMIS | Bersifat polemik; bersangkutan dengan polemik; menimbulkan polemik (7) |
| POLESAN | Yang sudah dipoles; hasil memoles (7) |
| POLIENA | Senyawa yang mengandung banyak ikatan rangkap (Kimia) (7) |
| POLIFON | Huruf atau karakter yang memiliki lebih dari satu cara pengucapan (Linguistik) (7) |
| POLIGAM | Bersifat poligami (7) |
| POLIGEN | Salah satu kelompok gen yang jumlah gennya hadir bersama untuk menentukan sifat (7) |
| POLIGON | Segi banyak (bidang rata yang sudut atau sisinya lebih dari empat) (Matematika) (7) |
| POLIKEL | Membran tipis; selaput (Zoologi); lapis permulaan protoplasma pada berbagai protozoa (Zoologi) (7) |
| POLIKET | Yang mempunyai banyak bulu (rambut) (7) |
| POLIMER | Zat yang dihasilkan dengan cara polimerisasi dari molekul yang sangat banyak dengan satuan struktur berantai panjang, baik lurus, bercabang, maupun menyilang yang berulang, misalnya plastik, serat, karet, dan jaringan tubuh manusia (7) |
| POLINES | Politeknik Negeri Semarang (akronim) (7) |
| POLINIA | Daerah air berbentuk lonjong yang terkurung di dalam es, luas daerah air ini tetap; gumpalan massa serbuk sari yang dalam proses penyerbukan dipindahkan satu persatu, dihasilkan oleh kepala sari (Botani) (7) |
| POLIOMA | Virus pada hewan pengerat yang dapat menyebabkan tumor (7) |
| POLIPIL | Pil atau obat yang biasanya digunakan untuk mengurangi kemungkinan serangan jantung dan strok, mengandung dosis dari beberapa jenis obat untuk menurunkan kadar kolesterol, mengontrol tekanan darah, dan mengurangi kecenderungan penggumpalan darah (7) |
| POLISEM | Bentuk bahasa (kata, frasa, dan sebagainya) yang bermakna lebih dari satu (Linguistik) (7) |
| POLISOM | Sekelompok ribosom yang terhubung dengan seuntai RNA kurir dan berfungsi sebagai tempat sintesis protein; poliribosom (kependekan) (7) |
| POLITIK | Pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan (seperti tentang sistem pemerintahan, dasar pemerintahan); segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain; cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah); kebijakan; rubrik tentang pemerintahan negara di harian Kompas (7) |
| POLITIS | Bersifat politik; bersangkutan dengan politik (7) |
| POLIURI | Gangguan berkemih berlebihan akibat mengidap penyakit dan mengonsumsi obat-obatan tertentu; poliuria (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| POLIZOA | Hewan lumut yang hidup sendiri, berkoloni, dan tergolong filum Ectoprocta (7) |
| POLOAIR | Polo yang dimainkan di air dengan bola karet yang besar, pemainnya berenang, setiap tim terdiri atas tujuh orang (7) |
| POLONES | Dansa berjalan bersama, berpasangan laki-laki dan perempuan sebelum acara dansa dimulai (7) |
| POLSTRA | Politik strategi (akronim) (7) |
| POLTAVA | Kota di Ukraina (7) |
| POLTERA | Politeknik Negeri Madura (akronim) (7) |
| POLUGRI | Politik luar negeri (akronim) (7) |
| POLUTAN | Bahan yang mengakibatkan polusi (7) |
| POLUTIF | Bersifat polusi (7) |
| POMPAAN | Sesuatu yang dipompa; hasil memompa (7) |
| POMPANG | Alat musik tiup dari Sulawesi yang mengeluarkan satu nada, terbuat dari tabung bambu (Musik) (7) |
| POMPONG | Cumi-cumi kecil yang beracun; memompong; membawa di punggung atau di pinggang; membopong; mendukung; perahu tradisional dari kayu yang digerakkan dengan tenaga diesel (Melayu Riau) (7) |
| PONAKAN | Keponakan; anak saudara; kemenakan (7) |
| PONDING | Gesper ikat pinggang berukir kepala singa yang terbuat dari perak atau emas (Batak) (7) |
| PONDONG | Atap atau para-para pelindung (tanaman yang baru tumbuh) dari panas matahari atau hujan (7) |
| PONGGAL | Pohon nira yang sudah tidak mengeluarkan air lagi (Batak) (7) |
| PONGGOK | Buntung ekor; pokeng; kuntul; bukung; tukung; dogel; togel (7) |
| PONGKOL | Pangkal (pokok) batang (yang tertanam di tanah); umbi (Melayu Jakarta) (7) |
| PONNANI | Kota di India (7) |
| PONNURU | Kota di India (7) |
| PONTIAC | Kota di Amerika Serikat (7) |
| PONTING | Anak terakhir atau termuda (tentang binatang) (7) |
| POPAYAN | Kota di Kolumbia (7) |
| POPELIN | Kain tipis terbuat dari benang lungsin sutra dan benang kapas, biasa digunakan untuk kemeja dan baju wanita (7) |
| POPOKAN | Hantu; momok (7) |
| POPONDI | Alat musik petik dari Toraja (7) |
| POPULER | Dikenal dan disukai orang banyak (umum); sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya; mudah dipahami orang banyak; disukai dan dikagumi orang banyak (7) |
| POPULIS | Berkenaan dengan rakyat kecil (7) |
| PORANAN | Oleh-oleh (seperti makanan atau barang) yang dibawa oleh pengantin baru ketika mengunjungi keluarga terdekat (Batak) (7) |
| PORDASI | Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (akronim) (7) |
| PORIRUA | Kota di Selandia Baru (7) |
| PORLASI | Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (akronim) (7) |
| PORTICI | Kota di Italia (7) |
| POSADAS | Kota di Argentina (7) |
| POSEMBA | Permainan adu betis (tendang betis) yang terdiri atas beberapa orang berpasang-pasangan, biasanya diadakan pada saat musim panen atau musim tanam (Wolio) (7) |
| POSESIF | Bersifat merasa menjadi pemilik; mempunyai sifat cemburu (7) |
| POSITIF | Pasti; tegas; tentu; yakin; bersifat nyata dan membangun; menunjukkan adanya penyakit, kondisi tertentu, dan sebagainya (tentang hasil pemeriksaan); lebih besar daripada nol (Matematika); potret yang sudah jadi (bukan klise atau film); bermuatan listrik lebih tinggi daripada yang lain (tentang kutub), yang merupakan sumber arus listrik (Fisika); tidak menyangkal (membantah, dan sebagainya); mengiakan (tentang kalimat, pernyataan, ucapan, dan sebagainya) (7) |
| POSLAUT | Pengiriman surat dan sebagainya melalui angkutan laut (7) |
| POSTING | Tulisan atau gambar yang ditampilkan secara daring, terutama di media sosial atau blog (7) |
| POTATOR | Peminum alkohol yang kronis (7) |
| POTENSI | Kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya (7) |
| POTENZA | Kota di Italia (7) |
| POTSDAM | Kota di Jerman (7) |
| POUNDAL | Satuan daya dalam sistem absolut Inggris yang sama dengan 0,13825 newton (Fisika) (7) |
| PRADANA | Dana yang disediakan pada awal kegiatan; dana permulaan; pemimpin sangga utama (Pramuka) (7) |
| PRADESA | Daerah terpencil (yang penduduknya masih terbelakang); yang belum menjadi desa; calon desa; pemukiman yang belum dapat digolongkan desa karena keadaan administrasi pemerintahannya belum memenuhi syarat (7) |
| PRADINI | Belum waktunya (7) |
| PRADUGA | Anggapan tentang sesuatu tanpa (harus) membuktikannya terlebih dahulu; prasangka (7) |
| PRAHARA | Angin ribut; angin topan; badai (Jawa); kejadian yang bersifat sangat menghancurkan (7) |
| PRAHOTO | Mobil besar yang memakai bak untuk mengangkut barang; truk (7) |
| PRAJURU | Perangkat desa (Bali) (7) |
| PRAKALA | Sebelumnya; sebelum itu (7) |
| PRAKATA | Keterangan (uraian dan sebagainya) yang ditulis oleh penulis atau pengarang sebagai pengantar suatu karya tulis (buku, laporan, penelitian, dan sebagainya); kata pendahuluan; prawacana; mukadimah (7) |
| PRAKSIS | Praktik (dalam bidang kehidupan dan kegiatan praktis manusia) (7) |
| PRAKTIK | Pelaksanaan secara nyata apa yang disebut dalam teori; pelaksanaan pekerjaan (tentang dokter, pengacara, dan sebagainya); perbuatan menerapkan teori (keyakinan dan sebagainya) (7) |
| PRAKTIS | Berdasarkan praktik; mudah dan senang memakainya (menjalankan dan sebagainya) (7) |
| PRAMUDI | Pengemudi; sopir (7) |
| PRAMUKA | Praja Muda Karana; organisasi untuk pemuda yang mendidik para anggotanya dalam berbagai keterampilan, disiplin, kepercayaan pada diri sendiri, saling menolong, dan sebagainya; anggota organisasi pramuka (akronim) (7) |
| PRANALA | Hubungan antara elemen kata, simbol, gambar dan sebagainya dalam dokumen hiperteks dengan dokumen hiperteks yang sama atau berbeda; hipertaut (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari hyperlink (7) |
| PRANATA | Sistem tingkah laku sosial yang bersifat resmi seperti adat istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku, dan seluruh perlengkapannya guna memenuhi berbagai kompleks kebutuhan manusia dalam masyarakat; institusi (7) |
| PRANCIS | Negara di Eropa, berbatasan dengan Belgia, Luksemburg dan Selat Inggris di utara, Luksemburg, Laut Tengah di selatan, Jerman, Swiss, dan Italia, serta Teluk Biskaya dan Samudra Atlantik di barat; bahasa yang dituturkan di Prancis, Belgia, Kanada, Rwanda, Senegal, Swiss, Togo, dan Afrika Tengah (7) |
| PRANGKO | Tanda pembayaran biaya pos (biasanya berupa kertas persegi bergambar); ongkos kirimnya telah dibayar oleh pengirim (tentang barang dagangan yang dikirimkan) (7) |
| PRAPUNA | Kepompong yang tetap dalam kulit larva yang lama (7) |
| PRARASA | Hal mengutamakan; pengutamaan; apa yang lebih disukai atau dicintai (7) |
| PRASADA | Istana (Sanskerta) (7) |
| PRASAJA | Sederhana, tidak berlebih-lebihan (tentang tingkah laku, cara berpakaian, gaya hidup, dan sebagainya) (Jawa) (7) |
| PRASMAN | Perdu tingginya 50-100 cm, batangnya berkayu, beruas, berambut tebal, dan berwarna merah muda, daunnya tunggal, melanset, bunganya majemuk dengan daun kelopak berwarna hijau keunguan dan mahkota membintang, berambut putih, dan berwarna ungu kemerahan (Eupatorium triplinerve) (Botani) (7) |
| PRATAMA | Pemimpin regu utama (Pramuka) (7) |
| PRAUSUL | Buah pikiran yang diajukan dalam suatu pertemuan, seperti konferensi, muktamar, dan dimaksudkan sebagai bahan untuk menyusun hasil pertemuan dan sebagainya; prasaran; preadvis (7) |
| PRAWIRA | Berani; gagah; perwira (Jawa) (7) |
| PRAYANG | Alat yang umumnya terbuat dari bambu digunakan untuk menangkap udang (7) |
| PREDASI | Serangan dan penghancuran langsung satu organisme terhadap organisme lain (7) |
| PREFIKS | Imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar; awalan (Linguistik) (7) |
| PREIPAL | Rel batas akhir kereta api berhenti (7) |
| PREKUEL | Awalan dari cerita sebelumnya (tentang novel, film, atau drama) (7) |
| PRELUDE | Bagian pendahuluan yang dimainkan sebelum bagian utama yang lebih panjang (tentang musik) (ungkapan/Prancis); lagu pendek yang dicipta untuk mengawali atau mengantarkan pergelaran nyanyian atau musik yang sebenarnya (Musik); pendahuluan yang mengisyaratkan atau menyebabkan suatu rangkaian kejadian (kiasan) (7) |
| PREMIER | Pertunjukan (film, drama, dan sebagainya) perdana ke hadapan publik (Perfilman) (7) |
| PREMIUM | Hadiah (kepada pembeli, pelanggan, dan sebagainya); premi; bayaran (kepada asuransi); yang bermutu (berkualitas) (7) |
| PRENJAK | Burung berkicau berukuran kecil, memiliki kepala berwarna abu-abu, sayap atas cokelat tua dengan tepi bulu berwarna menyerupai zaitun dan berbercak putih, serta kaki berwarna merah muda (Prinia familiaris) (7) |
| PRESBAN | Penambalan ban dalam dengan cara pemanasan dan penekanan (pembebanan) pada bagian tambalan (7) |
| PRESDIR | Presiden direktur (akronim) (7) |
| PRESESI | Putaran sumbu spin benda tegar yang berputar yang timbul akibat torka luar yang bekerja pada benda yang sedang berputar itu; lenggok (Fisika) (7) |
| PRESISI | Ketepatan; ketelitian (7) |
| PRESMIT | Bantal setrika ukuran kecil dengan selongsong untuk memasukkan tangan, digunakan sebagai alas saat menyetrika bagian yang sulit dijangkau (Tata Busana) (7) |
| PRESTON | Kota di Inggris (7) |
| PRETZEL | Roti yang bertekstur keras atau lunak, biasanya berbentuk simpul longgar dengan taburan garam di atasnya (Tata Boga) (7) |
| PRIBADI | Manusia sebagai perseorangan (diri manusia atau diri sendiri); keadaan manusia sebagai perseorangan; keseluruhan sifat-sifat yang merupakan watak orang (7) |
| PRIBUMI | Penghuni asli; yang berasal dari tempat yang bersangkutan; inlander (7) |
| PRIMASI | Kondisi menjadi yang terpenting atau terkuat (7) |
| PRIMATA | Mamalia yang memiliki otak relatif besar dan penglihatan stereoskopis, meliputi kera, monyet, dan manusia (Primates) (7) |
| PRIMBON | Kitab yang berisikan ramalan (perhitungan hari baik, hari nahas, dan sebagainya); buku yang menghimpun berbagai pengetahuan kejawaan, berisi rumus ilmu gaib (rajah, mantra, doa, tafsir mimpi), sistem bilangan yang pelik untuk menghitung hari mujur untuk mengadakan selamatan, mendirikan rumah, memulai perjalanan, dan mengurus segala macam kegiatan yang penting, baik bagi perseorangan maupun masyarakat (7) |
| PRIMPEN | Disimpan (disembunyikan) dengan cermat; sukar ditemukan karena disimpan baik-baik (Jawa) (7) |
| PRINSIP | Asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dan sebagainya); dasar (7) |
| PRIVASI | Kebebasan, keleluasaan pribadi (7) |
| PRIZREN | Kota di Kosovo (7) |
| PROBLEM | Masalah; persoalan (7) |
| PROBONO | Bantuan hukum yang diberikan secara cuma-cuma kepada seseorang yang tersangkut kasus hukum, tetapi orang tersebut tidak mampu membayar jasa pengacara sendiri (Hukum) (7) |
| PRODOMO | Pembelaan untuk kepentingan sendiri (ungkapan/Latin) (7) |
| PROFASE | Fase awal pembelahan sel ketika kromosom mulai tampak seperti benang-benang (Biologi) (7) |
| PROFESI | Bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu (7) |
| PROGENI | Keturunan yang berasal dari sumber yang sama; anak cucu (7) |
| PROGRAM | Rancangan mengenai asas serta usaha (dalam ketatanegaraan, perekonomian, dan sebagainya) yang akan dijalankan; urutan perintah yang diberikan pada komputer untuk membuat fungsi atau tugas tertentu (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| PROGRES | Kemajuan (7) |
| PROKTOR | Pengawas ujian di sekolah atau kampus; pengawas asrama (mahasiswa); orang yang bertanggung jawab mengendalikan peladen di sekolah (7) |
| PROLINA | Asam amino yang terdapat dalam banyak protein, terutama kolagen (Ilmu Gizi) (7) |
| PROLITA | Program lima tahun (akronim) (7) |
| PROMOSI | Kenaikan pangkat (tingkat); naik pangkat (tingkat); hal memperoleh gelar doktor; pemberian gelar doktor yang dilakukan dengan upacara khusus; perkenalan (dalam rangka memajukan usaha, dagang, dan sebagainya); reklame (7) |
| PROPANA | Gas yang diperoleh dari penguraian minyak bumi yang dapat dimampatkan ke dalam silinder dan digunakan sebagai bahan bakar (Kimia) (7) |
| PROPFAN | Jenis mesin pesawat terbang berbaling-baling (7) |
| PROSAIS | Bersifat prosa; tidak mengungkapkan daya kreasi; boyak; menjemukan; pengarang prosa (7) |
| PROSEDE | Perubahan yang bersifat sinkronis (Linguistik) (7) |
| PROSESI | Pawai khidmat (perarakan) dalam upacara kegerejaan (perkawinan dan sebagainya) (7) |
| PROSODI | Kajian tentang persajakan, yaitu mengkaji tekanan, matra, rima, irama, dan bait dalam sajak (Sastra) (7) |
| PROSPEK | Kemungkinan; harapan (7) |
| PROSTAT | Kelenjar alat benih kelamin laki-laki yang letaknya melingkari bagian atas aliran kandung kemih, dan berfungsi sebagai pengatur jalan antara air seni dan air mani (pada laki-laki tua kelenjar ini sering membesar sehingga menghambat pengeluaran air seni) (Anatomi) (7) |
| PROTEAN | Protein hasil penguraian protein lain yang lebih kompleks (Kimia) (7) |
| PROTEID | Kelompok senyawa organik bernitrogen yang rumit dengan bobot molekul tinggi yang sangat penting bagi kehidupan; bahan organik yang susunannya sangat majemuk, yang terdiri atas beratus-ratus atau beribu-ribu asam amino, dan merupakan bahan utama pembentukan sel dan inti sel; zat putih telur; protein (7) |
| PROTEIN | Kelompok senyawa organik bernitrogen yang rumit dengan bobot molekul tinggi yang sangat penting bagi kehidupan; bahan organik yang susunannya sangat majemuk, yang terdiri atas beratus-ratus atau beribu-ribu asam amino, dan merupakan bahan utama pembentukan sel dan inti sel; zat putih telur; proteid (7) |
| PROTEOM | Semua protein yang dihasilkan di dalam sel, jaringan, ataupun organisme (7) |
| PROTESE | Penggantian alat tubuh yang rusak dan hilang (Kedokteran dan Fisiologi); alat buatan, misalnya mata, gigi, anggota badan (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| PROTEUS | Satelit milik Neptunus dengan diameter 440 km dan dikenal sebagai salah satu benda yang permukaannya paling gelap di tata surya (Astronomi) (7) |
| PROVISI | Biaya (administrasi dan sebagainya); upah atau imbalan (7) |
| PRURIGO | Penyakit peradangan kronis pada kulit, ditandai dengan pembentukan papula dan rasa gatal (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| PRYLUKY | Kota di Ukraina (7) |
| PTIALIN | Enzim amilase yang terdapat di dalam ludah (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| PUATANG | Gagal (tidak beruntung, tidak sampai maksudnya) (7) |
| PUBIYAN | Salah satu kelompok adat di suku Lampung; Adat Peminggir (7) |
| PUCHENG | Kota di Cina (7) |
| PUGARAN | Hasil memugar (7) |
| PUGASAN | Sesuatu yang ditambahkan; hasil menambahkan (7) |
| PUKAUAN | Pesona; pukau (7) |
| PUKIMAI | Kata makian yang sangat kasar (7) |
| PUKULAN | Perbuatan (cara dan sebagainya) memukul; hasil memukul; ketukan (serangan, hantaman, dan sebagainya); alat untuk memukul (7) |
| PULASAN | Yang sudah dipulas (diwarnai); ban yang dipulas (dikembangi); tumbuhan yang bentuk buahnya seperti rambutan, tetapi lebih besar dan bulunya lebih pendek (kaku, kasar) (Nephelium mutabile) (7) |
| PULAUES | Pulau yang terjadi dari es (7) |
| PULHEIM | Kota di Jerman (7) |
| PULILAN | Kota di Filipina (7) |
| PULKARI | Kain khas India yang memiliki hiasan bordir berpola bunga (Tata Busana) (7) |
| PULOVER | Baju luar terbuat dari wol yang dipakai lewat kepala (7) |
| PULSASI | Denyutan (jantung, nadi); debaran; getaran (7) |
| PULUHAN | Bilangan kelipatan sepuluh; berpuluh-puluh (7) |
| PUNDING | Simpulan pada tali dan sebagainya (7) |
| PUNDUNG | Gundukan tanah (Jawa); sarang semut (berupa gundukan tanah) (Jawa); pergi atau berhenti melakukan sesuatu karena merajuk (Sunda) (7) |
| PUNGGAH | Memunggah; membongkar (muatan kapal dan sebagainya) (7) |
| PUNGGAI | Pohon tinggi, kayunya berwarna kemerah-merahan, keras dan awet, buahnya pahit dan tidak dapat dimakan, tetapi bijinya yang tua jika dibakar dapat dimakan (Coelostegia griffithii) (7) |
| PUNGGAL | Terpotong atau patah ujungnya (pucuk dan sebagainya) (7) |
| PUNGGUK | Elang malam (burung hantu) yang suka memandang bulan (Ninox scutulata malacensis); buntung ekornya; tidak berekor (7) |
| PUNGGUR | Batang kayu mati yang tidak berdahan (7) |
| PUNGKUR | Belakang; punggung; burit(an); buntut; sisa (7) |
| PUNGLOR | Jenis burung kicauan bulunya berwarna cokelat dan paruhnya berwarna hitam; anis (Zoothera) (7) |
| PUNJUNG | Anyaman dari bilah, seperti para-para atau lengkung, tempat menjalarkan tanaman; rumah kecil (di kebun dan sebagainya) yang diberi tanaman menjalar; memunjung; menganjur; membusung (ke depan) (7) |
| PUNTUNG | Sisa rokok (kayu dan sebagainya) yang sudah terbakar sebagian; buntung; kudung; merugi (7) |
| PUPALEH | Mercu yang ditinggikan (Aceh) (7) |
| PUPUTAN | Tiupan (angin); embusan (7) |
| PURBANI | Dalam keadaan setinggi-tingginya atau serendah-rendahnya (tentang pasang surutnya air laut); dalam keadaan bertambah besar (tentang bulan muda yang sehari demi sehari bertambah penuh); perbani (7) |
| PURISME | Aliran atau paham yang ingin mempertahankan kemurnian suatu bahasa (7) |
| PURITAN | Orang yang hidup saleh dan yang menganggap kemewahan dan kesenangan sebagai dosa; anggota mazhab Protestan yang pernah berkembang pada abad ke-16 dan ke-17 di Inggris yang berpendirian bahwa kemewahan dan kesenangan adalah dosa (7) |
| PURNAMA | Saat bulan bundar benar (tanggal 15 bulan Kamariah); bulan (30 atau 31 hari) (7) |
| PURPURA | Penyakit yang disertai bercak-bercak darah pada kulit (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| PUSARAN | Sesuatu yang berpusar; putaran; kisaran (7) |
| PUSHKIN | Kota di Rusia (7) |
| PUSPITA | Bunga; puspa (7) |
| PUSTAHA | Kitab-kitab kuno Batak (7) |
| PUSTAKA | Kitab; buku; buku primbon; kumpulan bahan-bahan rujukan dan perkakas perangkat lunak (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| PUSTULA | Gelembung kulit yang berisi nanah (7) |
| PUTARAN | Gerakan berputar; pusingan; kitaran; kisaran; alat untuk memutar (seperti tombol pada pesawat radio, lampu listrik, roda pada mesin jahit, kunci pada arloji); sesuatu yang diputar (dipindahkan dan sebagainya) (7) |
| PUTATAN | Kota di Malaysia (7) |
| PUTERAN | Hasil memuter; tanah yang sudah diputer (7) |
| PUTIHAN | Golongan masyarakat yang menganut dan taat menjalankan ajaran Islam, lawan dari abangan (7) |
| PUTUSAN | Hasil memutuskan (7) |
| QARCHAK | Kota di Iran (7) |
| QINGDAO | Kota di Cina (7) |
| QINZHOU | Kota di Cina (7) |
| QIONGHU | Kota di Cina (7) |
| QIQIHAR | Kota di Cina (7) |
| QUEVEDO | Kota di Ekuador (7) |
| QUILMES | Kota di Argentina (7) |
| QUILPUE | Kota di Chili (7) |
| QUIMPER | Kota di Prancis (7) |
| QUINHON | Kota di Vietnam (7) |
| QULSARY | Kota di Kazakhstan (7) |
| QUODEST | Yaitu; disingkat q.e. (ungkapan/Latin) (7) |
| QURAISY | Surah ke-106 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (7) |
| RAANANA | Kota di Israel (7) |
| RABKAVI | Kota di India (7) |
| RACAUAN | Hasil meracau; ocehan; igauan (7) |
| RACHGIA | Kota di Vietnam (7) |
| RACIKAN | Hasil meracik; irisan tipis; alat untuk membelah dan menghaluskan rotan terdiri dari pisau, sekrup dan roda yang dipasang pada sebuah kayu kemudian ditancapkan di tanah (Melayu Jambi) (7) |
| RADIANS | Jumlah tenaga cahaya yang dipancarkan tiap satuan waktu per satuan sudut ruang dan per satuan luas benda pemancar cahaya (Fisika) (7) |
| RADIASI | Pemancaran dan perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang atau zantara, misalnya pemancaran dan perambatan gelombang elektromagnetik, gelombang bunyi, gelombang lenting; penyinaran (Fisika); tenaga yang dipancarkan gelombang melalui ruang dan zantara; tenaga sinaran (Fisika); pengobatan dengan zat radioaktif (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| RADIKAL | Secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip); amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan) (Politik dan Pemerintahan); maju dalam berpikir atau bertindak; gugus atom yang dapat masuk ke dalam berbagai reaksi sebagai satu satuan, yang bereaksi seakan-akan satu unsur saja, misalnya CH3- (metil), C2H5- (etil), SO4 (sulfat) (7) |
| RAFAELA | Kota di Argentina (7) |
| RAFAKSI | Pemotongan (pengurangan) terhadap harga barang yang diserahkan karena mutunya lebih rendah daripada contohnya atau karena mengalami kerusakan dalam pengirimannya (7) |
| RAFINAT | Petroleum hasil pemurnian, dihasilkan oleh fraksionasi minyak kasar (Kimia); setiap hasil murni yang diperoleh dari penyulingan bertingkat (Kimia) (7) |
| RAHARJA | Makmur sejahtera (7) |
| RAHASIA | Sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lain; sesuatu yang belum dapat atau sukar diketahui dan dipahami orang; sesuatu yang tersembunyi; cara yang setepat-tepatnya (biasanya tersembunyi atau sukar diketahui); kiat; sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang agar tidak diceritakan kepada orang lain yang tidak berwenang mengetahuinya; secara diam (sembunyi-sembunyi); tidak secara terang-terangan (tentang perkumpulan) (7) |
| RAICHUR | Kota di India (7) |
| RAIGANJ | Kota di India (7) |
| RAIGARH | Kota di India (7) |
| RAIMUNA | Pertemuan atau kegiatan pramuka, berupa perkemahan besar untuk tingkat penegak dan pandega (7) |
| RAINBOW | Pelangi; bianglala (Inggris); grup musik hard rock asal Inggris yang populer dengan lagu ”The Temple of The King” (7) |
| RAJAMAN | Siksaan (7) |
| RAJPURA | Kota di India (7) |
| RAJUTAN | Hasil merajut; bahan pakaian yang dibuat dengan tangan atau mesin rajut; sesuatu yang dirajut (7) |
| RAKITAN | Hasil merakit; sesuatu yang dirakit; kesatuan berbagai komponen, misalnya mobil atau mesin (7) |
| RAKITIS | Penyakit yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang yang tidak wajar pada anak, biasanya karena kekurangan vitamin D atau kurang memperoleh sinar ultraviolet (7) |
| RAKSASA | Makhluk yang menyerupai manusia, konon berbadan tinggi besar; gergasi; buta; sesuatu yang sangat besar, sangat terkenal di bidang tertentu, dan sebagainya (kiasan); besar sekali (melebihi ukuran biasa) (kiasan) (7) |
| RAKSASI | Raksasa perempuan (7) |
| RALEIGH | Ibu kota negara bagian North Carolina, Amerika Serikat (7) |
| RAMADAN | Bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam yang sudah akil balig diwajibkan berpuasa (7) |
| RAMALAN | Hasil meramal (7) |
| RAMANDA | Ayahanda (7) |
| RAMANIA | Tumbuhan berbatang lurus dan bulat, berdaun kenyal, buahnya jika masak berwarna kuning oranye dan berbiji ungu kebiru-biruan, rasanya ada yang manis dan ada pula yang masam, bunganya kecil melekat pada ketiak daun yang telah gugur; pohon gandaria (Bouea macrophylla) (7) |
| RAMBANG | Tidak tetap hati (tujuan); ragu-ragu; seadanya saja; acak; umum; merambang (Melayu Jakarta); suku bangsa Muslim yang mendiami Kecamatan Pedamaran dan Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan, bermata pencaharian sebagai petani di sawah dan di ladang; Rambang Senuling (7) |
| RAMBUNG | Pohon karet yang tingginya mencapai 20–40 m, daunnya lebat, tebal, licin, berkilap, dan berbentuk jorong, pucuk daun muda terbungkus daun pelindung berwarna merah, ditanam sebagai tanaman hias (Ficus elastica) (7) |
| RAMBUSA | Tumbuhan merambat, bunga dan buahnya berwarna mencolok, buahnya berbentuk bulat-bulat kecil berwarna kuning terang, sering dimakan anak-anak karena bentuknya yang menarik (Passiflora foetida) (7) |
| RAMBUTI | Kain tenun dari bulu domba; kain rambuti (7) |
| RAMEKIN | Mangkuk kecil untuk memanggang dan menyajikan satu porsi makanan (Tata Boga) (7) |
| RAMENKI | Kota di Rusia (7) |
| RAMGANJ | Kota di Bangladesh (7) |
| RAMGARH | Kota di India (7) |
| RAMPANG | Marah; berang (7) |
| RAMPING | Kecil panjang (lurus); langsing; lampai; compeng (7) |
| RAMPUNG | Selesai; beres; usai; rampuh (7) |
| RANCANG | Pancang yang berujung tajam untuk dicucukkan ke dalam tanah (untuk tanda, batas, dan sebagainya); pancang yang berpulut untuk menangkap burung dan sebagainya; merancang; mengatur segala sesuatu (sebelum bertindak, mengerjakan, atau melakukan sesuatu); merencanakan (7) |
| RANCUNG | Runcing dan tajam (seperti kalam) (7) |
| RANDANG | Makanan yang terbuat dari sagu (Banjar) (7) |
| RANDERS | Kota di Denmark (7) |
| RANDUNG | Merandung; melanggar; menginjak (7) |
| RANEKEH | Batang-batang padi yang mulai bercabang (Sunda) (7) |
| RANGGAH | Meranggah; gelambir yang tumbuh di kepala ayam; balung; jengger (7) |
| RANGGAK | Meranggakkan; menaikkan (perahu) ke darat (7) |
| RANGGAP | Kurung untuk menjemur ayam (Sunda) (7) |
| RANGGAS | Tidak berdaun lagi; luruh (kering) daunnya; jenis burung kuau yang hidup di atas tanah; meranggas; menjadi kering dan luruh daunnya; luruh bulunya; luruh secara massal (tentang dedaunan), baik karena sebab-sebab alami maupun karena serangan hama dan penyakit (7) |
| RANGGIT | Kait (7) |
| RANGGON | Alat tenun yang digunakan untuk membuat kain songket (Sasak); gubuk di hutan atau ladang yang digunakan utk beristirahat ketika menggembala (Jawa); gubuk bertiang tinggi (Sunda) (7) |
| RANGGUL | Meranggul; terangkat sedikit bagian muka; mendongak sedikit (seperti mobil melanggar batu) (7) |
| RANGINA | Penganan yang dibuat dari daging buah kurma (7) |
| RANGKAH | Pagar yang terbuat dari duri dan ranting-ranting pohon; portal; barikade (Jawa); pagar berduri yang dipasang sebagai penanda batas negara (Jawa); gerbang untuk menarik bea atau cukai di jalan raya; pabean (7) |
| RANGKAI | Hubungan (kaitan, gandengan, dan sebagainya) beberapa benda (7) |
| RANGKAK | Merangkak; bergerak dengan bertumpu pada tangan dan lutut; bergerak lamban tidak pesat kemajuannya (kiasan); tumbuh ke arah atas secara takberaturan pada penunjang atau tempat yang ditumbuhinya, tanpa bantuan organ pemanjat seperti sulur dan sejenisnya (Biologi); deformasi material seiring waktu karena pembebanan (Teknik) (7) |
| RANGKAM | Merangkam (Minangkabau); memegang kuat-kuat dengan semua jari tangan; mencengkam; meraup dengan satu tangan (7) |
| RANGKAP | Merangkap; menungkup dengan telapak tangan; menangkap dengan menungkupkan telapak tangan (sehingga binatang yang ditangkap tidak mati); menangkap dengan kedua belah telapak tangan; memakai (mempergunakan) dua benda atau lebih sekaligus; melekatkan dua benda atau lebih menjadi satu; menduduki jabatan lain di samping jabatan tetap; melakukan lebih dari satu pekerjaan; dua tiga helai melekat menjadi satu; lipat dua (tiga dan sebagainya); kembar; ganda; jodoh; pasangan (7) |
| RANGKET | Merangket; memukuli dengan rotan dan sebagainya (7) |
| RANGKIK | Siput laut (Canus) (7) |
| RANGKOK | Burung besar anggota suku Bucerotidae, di atas paruhnya yang besar terdapat tonjolan menyerupai cula, makanannya buah-buahan, terutama buah beringin, juga serangga, kadal, cecak, ular, tikus, kelelawar; rangkong; enggang (Buceros rhinoceros) (7) |
| RANGKUL | Merangkul; melingkarkan lengan pada pundak (tubuh, pinggang, dan sebagainya); memepetkan badan pada badan dan sebagainya orang lain sambil melingkarkan kedua lengan; mendekap; memeluk (7) |
| RANGKUM | Merangkum; membawa dalam pelukan; meliputi; melingkungi; menyatukan (merangkai) pokok-pokok pembicaraan (uraian, dan sebagainya) yang terpencar; meringkas (uraian, dan sebagainya) dalam bentuk pokok-pokok saja; memeluk (kiasan); merangkai (7) |
| RANGKUP | Rongga antara dua benda yang dikatupkan (seperti dua telapak tangan yang dikatupkan); merangkup; membentuk lekuk atau rongga (seperti dua telapak tangan ketika menciduk air); merangkum; memeluk; menudungi; melingkup; menutup (7) |
| RANGKUS | Merangkus; mengambil habis (semua) (7) |
| RANGKUT | Merangkut; mengambil barang orang lain yang semula disangka milik sendiri (7) |
| RANGOLI | Seni dekorasi tradisional India yang dibuat di atas bidang datar menggunakan tumbukan beras dengan pola warna-warni, biasa dibuat dan digunakan saat festival (7) |
| RANGPUR | Kota di Bangladesh (7) |
| RANGSEK | Desak (Jawa); serbu; serang (7) |
| RANIVOR | Pemakan katak (Biologi) (7) |
| RANJANG | Tempat tidur, biasanya terbuat dari besi (7) |
| RANJING | Keranjingan; tergila-gila; gemar sekali; kemasukan roh jahat; kemasukan hantu; tergila-gila kepada (kiasan) (7) |
| RANKINE | Satuan suhu pada skala mutlak yang menggunakan ukuran skala Fahrenheit (7) |
| RANSIKI | Ibu kota Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat (7) |
| RANTANG | Panci bersusun dan bertutup untuk tempat makanan dengan dilengkapi tangkai, yang berfungsi sebagai pengait dan pegangan (7) |
| RANTING | Bagian cabang yang kecil-kecil; cabang dari cabang; anak cabang dari perkumpulan dan sebagainya; cabang sekunder pada pembuluh darah atau pembuluh saraf (7) |
| RAPALAN | Meranyun; meracau; mengigau (7) |
| RAPATAN | Sesuatu yang menyebabkan rapat (sambungan dan sebagainya); sesuatu yang dirapatkan (7) |
| RAPSODI | Pernyataan kegembiraan (sanjungan) yang berlebihan (dalam puisi, pembicaraan, dan sebagainya); lagu yang merupakan jalinan lagu-lagu (musik) yang sudah ada (7) |
| RARAWAT | Tali jangat penegang kulit pada kendang (Sunda) (7) |
| RASANYA | Kiranya (7) |
| RASBERI | Jenis buah ceri berwarna merah atau hitam (Rubus idaeus) (7) |
| RASISME | Paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul; rasialisme (7) |
| RASYWAH | Pemberian untuk menyogok (menyuap); uang sogok (suap) (Arab) (7) |
| RATAHAN | Kelompok suku bangsa Minahasa yang mendiami daerah bagian Tenggara Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara; Pasan; Bentenen; ibu kota Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (7) |
| RATAPAN | Tangisan yang disertai ucapan yang menyedihkan (7) |
| RATUSAN | Bilangan seratus; beratus-ratus (7) |
| RAUNGAN | Bunyi raung (7) |
| RAVENNA | Kota di Italia (7) |
| RAVIOLI | Pasta berbentuk persegi yang berisi daging, keju, dan sayuran (7) |
| RAWATAN | Yang dirawat; hasil merawat; perawatan (7) |
| RAWATIB | Salat sunat yang dikerjakan (secara tetap) setelah atau sebelum salat fardu; sunah rawatib (7) |
| RAWAYAN | Jembatan gantung dari bambu (Sunda) (7) |
| RAYAHAN | Hasil rampasan (rampokan); sasaran merayah; rebutan (7) |
| RAYAPAN | Gerakan (jalan) perlahan-lahan; gerakan (geseran) tanah yang berlangsung secara perlahan-lahan (7) |
| READING | Kota di Inggris dan Amerika Serikat (7) |
| REAKTAN | Pereaksi (kimia) seperti yang tertera dalam suatu persamaan reaksi (Kimia) (7) |
| REAKTIF | Sifat cenderung tanggap atau segera bereaksi terhadap sesuatu yang timbul atau muncul (7) |
| REAKTON | Bahan yang bekerja dalam suatu reaksi kimia (7) |
| REAKTOR | Sesuatu (seseorang) yang mengadakan reaksi; sarana atau alat pembangkit tenaga (seperti atom dan nuklir) (7) |
| REALITY | Kenyataan (Inggris) (7) |
| REAUMUR | Skala termometer dengan titik didih 80° dan titik beku 0° (7) |
| REBAHAN | Tempat berbaring; pembaringan; rebah-rebahan (7) |
| REBANAN | Kesenian musik yang menggunakan rebana (7) |
| REBEKAN | Kotor (tentang mata), belum cuci muka (mandi) (7) |
| REBEWES | Surat izin mengemudi (mobil, motor) (7) |
| REBUSAN | Sesuatu yang direbus; hasil merebus (7) |
| REBUTAN | Hasil merebut; yang direbut atau yang diperebutkan; perayaan (Cina) dengan mengadakan sedekah yang diperebutkan orang banyak; perlombaan memanjat batang (batang pinang) yang dilumasi lemak untuk memperoleh barang-barang yang digantungkan pada puncaknya; berebutan (7) |
| REBUWES | Surat tanda izin mengemudi (SIM) (7) |
| RECIKAN | Percikan (7) |
| RECYCLE | Daur ulang (Inggris) (7) |
| REDAKSI | Badan (pada persuratkabaran) yang memilih dan menyusun tulisan yang akan dimasukkan ke dalam surat kabar dan sebagainya); cara dan gaya menyusun kata dalam kalimat (7) |
| REDAMAN | Hasil (perihal) meredam (7) |
| REDDEER | Kota di Kanada (7) |
| REDDING | Kota di Amerika Serikat (7) |
| REDHILL | Kota di Inggris (7) |
| REDMOND | Kota di Amerika Serikat (7) |
| REDUKSI | Pengurangan, pemotongan (harga dan sebagainya) (7) |
| REDUSIR | Meredusir; mengurangi (kesukaran, kesulitan); menyederhanakan sesuatu agar lebih mudah (7) |
| REDUZAT | Sedimen yang tertimbun dalam keadaan reduksi sehingga mengandung banyak karbon organik dan mineral besi sulfida, misalnya arang dan serpih hitam (Kimia) (7) |
| REFERAT | Kertas kerja yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah (seminar, konferensi); prasaran; makalah (7) |
| REFEREN | Benda atau orang tertentu yang diacu oleh kata atau untaian kata dalam kalimat atau konteks tertentu (Linguistik) (7) |
| REFLASI | Usaha untuk mengembalikan nilai uang kepada nilai sebelum inflasi (Keuangan) (7) |
| REFLEKS | Gerakan otomatis dan tidak dirancang terhadap rangsangan dari luar yang diberikan suatu organ atau bagian tubuh yang terkena (7) |
| REFLUKS | Aliran balik suatu cairan yang arahnya berlawanan dengan gerakan normal (7) |
| REFREIN | Bagian yang diulang (terutama dalam nyanyian) (7) |
| REGENSI | Perkantoran, yuridiksi, atau pemerintahan di bawah kendali pejabat setingkat gubernur (7) |
| REGHAIA | Kota di Aljazair (7) |
| REGISUR | Sutradara (pemimpin dan pengatur permainan sandiwara atau cerita film) (7) |
| REGOLIT | Bahan tanah lepas-lepas yang terdapat di atas batuan padat yang mendasarinya; lapukan batuan (Ilmu Tanah) (7) |
| REGRESI | Urutan dan sebagainya mundur; urutan berbalik ke belakang; penyusutan luas (air) laut yang disebabkan oleh faktor tertentu (Geografi dan Geologi); proses berbalik ke tahap perkembangan perilaku sebelumnya yang dialami orang karena frustrasi (Psikologi); hubungan rata-rata antarvariabel (Hidrologi) (7) |
| REGUIBA | Kota di Aljazair (7) |
| REGULER | Teratur; mengikuti peraturan; tetap; biasa (7) |
| REHOVOT | Kota di Israel (7) |
| REIGATE | Kota di Inggris (7) |
| REKAHAN | Sesuatu yang pecah memanjang dan terbuka (tentang kulit buah-buahan dan sebagainya); sesuatu yang retak (tentang tanah); sesuatu yang mulai mekar (tentang bunga) (7) |
| REKAMAN | Yang direkam (seperti gambar cetakan, lagu, stensil); hasil merekam (7) |
| REKANAN | Orang yang mempunyai hubungan timbal balik dalam dunia usaha atau dagang; nasabah usaha (7) |
| REKAPAN | Hasil merekap; rekapitulasi (7) |
| REKENAN | Hitungan; perhitungan (7) |
| REKLAME | Pemberitahuan kepada umum tentang barang dagangan (dengan kata-kata yang menarik, gambar) supaya laku; iklan (7) |
| REKONFU | Reorganisasi, konsolidasi, dan fungsionalisasi (akronim) (7) |
| REKSTOK | Palang-palang horizontal untuk latihan jasmani (Olahraga) (7) |
| REKUIEM | Misa untuk arwah orang yang meninggal (Agama Katolik) (7) |
| RELATIF | Tidak mutlak; nisbi (7) |
| RELEVAN | Kait-mengait; bersangkut paut; berguna secara langsung (7) |
| RELIKUI | Benda peninggalan orang suci yang dianggap berharga; benda-benda keramat (7) |
| REMANEN | Berkaitan dengan sisa induksi magnet dalam benda magnetis yang kekuatannya sudah habis (Teknik) (7) |
| REMBANG | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah tempat Kartini dimakamkan, terkenal dengan sebutan Kota Bangkit; ibu kota Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah; setinggi-tingginya (tentang matahari, bulan); titik di langit; tepat benar (waktunya); posisi atau tapak yang berada pada atau dekat daerah titik akhir atau puncak benda (Biologi) (7) |
| REMBEGA | Pohon yang kayunya dibakar dan dijadikan bara untuk penggerak mesin; widuri (Calotropis gigantea); kayu rembega (7) |
| REMBONG | Suku bangsa yang mendiami Pulau Flores tengah bagian utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (7) |
| REMBURS | Pembayaran kembali; jaminan (7) |
| REMENIA | Pohon yang buahnya enak dimakan, kayunya dibuat bahan rumah (Bouea burmanica) (7) |
| REMKAKI | Rem yang diinjak dengan kaki (7) |
| REMPELA | Empedal; ampela (Jawa) (7) |
| RENCANA | Cerita; rancangan; buram (rangka sesuatu yang akan dikerjakan); konsep; naskah (surat dan sebagainya); buram (surat); laporan pemberitaan; catatan mengenai pembicaraan dalam rapat dan sebagainya; acara (pembicaraan); program; artikel; makalah; kertas kerja; maksud; niat (7) |
| RENCANG | Tiruan bunyi yang keras dan nyaring (seperti bunyi ember atau kaleng jatuh di lantai) (7) |
| RENCENG | Panjang lampai (kurus tentang badan); tidak berjantung betis (tentang kaki); untai (7) |
| RENCONG | Senjata tradisional khas Aceh berbentuk pisau, bersarung, bentuknya melengkung dan tipis tajam, biasanya untuk membela diri atau lambang kegagahan (Aceh) (7) |
| RENDANG | Makanan asal Indonesia yang merupakan makanan terenak di dunia versi CNN Travel 2017; daging yang digulai dengan santan sampai kuahnya kering sama sekali, yang tinggal hanyalah potongan daging dengan bumbunya (7) |
| RENDENG | Berendeng; berderet ke samping; beruntun; berurutan; berturut-turut; sambung-menyambung; berdampingan; bersisi-sisian (7) |
| RENGGAM | Tuai; sabit (7) |
| RENGGAN | Perkataan dalam bahasa Kawi atau Jawa sebagai tambahan pemanis dalam pertunjukkan wayang golek, dipakai untuk mengiringi suatu adegan atau suasana (Sunda) (7) |
| RENGGAT | Garis-garis lingkaran pada tanduk atau batang kayu (7) |
| RENGGUT | Tarik; ambil (7) |
| RENGKAH | Pecah-pecah melebar (retak di sana sini); rekah; belah; padanan dari crack (7) |
| RENGKAM | Rumput laut (biasanya tumbuh di batu karang) (7) |
| RENGKEH | Merengkeh; membengkok punggungnya (karena beban terlalu berat dan sebagainya); membungkuk (7) |
| RENGKET | Merengket; menggigil (gemetar) ketakutan (7) |
| RENGKIT | Berasa kaku (pegal) (Minangkabau) (7) |
| RENGKOL | Bilah keris lengkok yang lekukan-lekukannya cukup dalam dibandingkan dengan standar lekuk biasa (7) |
| RENGKUH | Raih; sikap hormat dengan membungkukkan badan (Sunda) (7) |
| RENJANA | Rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya) (7) |
| RENJENG | Angkat (Minangkabau) (7) |
| RENJING | Keranjang bambu yang dianyam jarang-jarang dan diberi tali penggantung untuk dipikul sepasang-sepasang oleh laki-laki (Madura) (7) |
| RENSTRA | Rencana strategi (akronim) (7) |
| RENTAKA | Meriam kecil yang dapat diputar-putar; lela (7) |
| RENTANG | Terulur tegang; uluran; batas jangkauan; ukuran variasi dalam suatu kelompok data yang diperoleh dari pengurangan nilai tertinggi dengan nilai terendah pada kumpulan yang sama (Statistik) (7) |
| RENTENG | Untai; rangkai (7) |
| RENUKUT | Kota di India (7) |
| RENVOOI | Pembetulan, perbaikan, tambahan dalam suatu akta autentik dengan memberikan tanda-tanda di pinggir dan harus diparaf (ungkapan/Belanda) (7) |
| RENYANG | Gelisah; resah; tidak tetap hati; tidak beres; tidak enak badan (7) |
| REOFILI | Orang yang sangat senang tinggal di dekat air mengalir (Psikologi) (7) |
| REOLOGI | Kajian tentang berubahnya bentuk dan mengalirnya materi (7) |
| REOSTAT | Alat untuk mengatur aliran listrik (7) |
| REPETEN | Angka atau kelompok angka yang selalu berulang dalam pecahan perpuluhan (Matematika) (7) |
| REPIHAN | Potongan-potongan kecil; serpihan (7) |
| REPLIKA | Duplikat; tiruan (7) |
| REPRESI | Penekanan; pengekangan; penahanan; penindasan (7) |
| REROTAN | Deretan; runtunan (7) |
| RESAPAN | Perihal meresap (7) |
| RESBANG | Bangku panjang tempat berbaring melepaskan lelah (7) |
| RESEKSI | Prosedur pengangkatan seluruh atau sebagian organ atau jaringan tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| RESENDE | Kota di Brasil (7) |
| RESENSI | Pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku; pendapat atau pertimbangan redaksi tentang hasil kesenian, kesusastraan, dan sebagainya (Ilmu Komunikasi) (7) |
| RESEPSI | Pertemuan (perjamuan) resmi yang diadakan untuk menerima tamu (pada pesta perkawinan, pelantikan) (7) |
| RESERSE | Polisi yang bertugas mencari informasi yang rahasia; polisi rahasia (7) |
| RESERVE | Cadangan; serap; syarat (7) |
| RESESIF | Alel yang tidak dinyatakan dalam fenotipe kecuali homozigot (Biologi) (7) |
| RESIDEN | Pegawai pamong praja yang mengepalai daerah (bagian dari provinsi yang meliputi beberapa kabupaten) (7) |
| RESILIN | Protein khusus yang terdapat pada serangga, bersifat seperti karet, berbentuk mirip kawat pegas, dapat dimampatkan dan menyimpan energi yang dapat dilepaskan dengan cepat sehingga serangga dapat melompat dengan cepat (7) |
| RESIMEN | Pasukan tentara yang terdiri atas beberapa batalion yang biasanya dikepalai oleh seorang perwira menengah (7) |
| RESINOL | Antiseptik yang digunakan untuk mengobati penyakit kulit (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| RESITAL | Konser atau pertunjukan yang ditampilkan seorang pemain musik atau kelompok kecil pemain musik (7) |
| RESKRIM | Reserse kriminal (akronim) (7) |
| RESONAN | Berdengung; bergema; bergetar (tentang suara) (7) |
| RESPONS | Tanggapan; reaksi; jawaban (7) |
| RESTUNG | Penyakit bisul di hidung (ada bermacam-macam dan biasanya ada hubungannya dengan sifilis); setung (7) |
| RETAKAN | Hasil meretakkan; sesuatu yang telah diretakkan (7) |
| RETASAN | Hasil meretas (7) |
| RETENSI | Penyimpanan; penahanan; penahanan terus-menerus zat dalam tubuh yang secara normal seharusnya dikeluarkan (seperti kencing); unsur bahasa purba yang dipelihara dalam isolek (bahasa, dialek, subdialek, atau beda wicara) turunan tanpa ada perubahan (Linguistik) (7) |
| RETINAL | Vitamin A aldehida yang berperan penting dalam proses melihat (7) |
| RETORIK | Bersifat retorika (7) |
| RETORSI | Tindakan pembalasan terhadap negara yang menyulitkan perdagangan (Perdagangan) (7) |
| REUTERS | Kantor berita Inggris (7) |
| REVERSI | Permainan papan yang dimainkan oleh dua orang pada papan berukuran 8x8, menggunakan 64 bidak bundar dengan dua sisi yang salah satu berwarna hitam dan yang lain putih, tiap pemain harus memilih salah satu warna, tujuannya mengubah warna bidak lawan menjadi warna yang dipilih dengan cara mengapit bidak lawan pada garis lurus atau diagonal; otello (7) |
| REVIVAL | Tindakan menghidupkan kembali bentuk dan makna pertunjukan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman (Kesenian) (7) |
| REWANDA | Monyet (7) |
| REYNOSA | Kota di Meksiko (7) |
| RHONDDA | Kota di Inggris (7) |
| RIBATAT | Pertalian (keluarga dan sebagainya) (Arab) (7) |
| RIBNITA | Kota di Moldova (7) |
| RIBOSOM | Butiran dalam setiap sel tempat sintesis protein (Kimia) (7) |
| RICIKAN | Sebutan umum untuk semua alat dan bunyi-bunyian pada gamelan; instrumen gamelan (Jawa) (7) |
| RIMPANG | Batang menjalar yang terdapat di bawah tanah, menghasilkan kuncup yang akan menjadi batang ke arah atas dan akar ke arah bawah, seperti kunyit dan halia; rizom; renggang dan tidak searah (tentang jari tangan atau kaki) (7) |
| RIMPUNG | Terikat kakinya (7) |
| RINDANG | Banyak cabang, ranting, dan daun (tentang pohon) (7) |
| RINDING | Bunyi-bunyian yang dibunyikan dengan ditempelkan pada mulut, lalu dipetik-petik tangkainya; gerinding; merinding; terasa bangun bulu kuduk karena takut dan sebagainya; ngeri; seram (7) |
| RINDUAN | Sesuatu yang dirindukan (7) |
| RINGGIT | Mata uang dari perak yang harganya Rp2,50; mata uang Malaysia; rigi-rigi (seperti pada lereng roda geretan) (7) |
| RINGKAI | Kering sekali (tentang daun, kayu) (7) |
| RINGKAS | Tidak banyak memerlukan tempat; singkat (tentang perkataan, cerita) (7) |
| RINGKIH | Lemah; rapuh; tidak kokoh; tidak kuat (7) |
| RINGKIK | Meringkik; berbunyi (tentang kuda) (7) |
| RINGKUK | Meringkuk; duduk (tidur dan sebagainya) membungkuk; meromok; mendekam (dalam penjara); terpenjara (7) |
| RINGKUS | Ikat kaki dan tangan (7) |
| RINGSEK | Rusak dan pesuk (7) |
| RINITIS | Radang selaput lendir hidung (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| RINJANI | Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat; gunung yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian 3.726 mdpl (7) |
| RINJING | Bakul yang bertangkai terbuat dari anyaman bambu (7) |
| RINTANG | Sibuk; melakukan sesuatu; asyik; sangat gemar (minum, madat); merintang; melakukan sesuatu untuk menghilangkan susah (lelah dan sebagainya); membujuk atau menghibur supaya diam (tidak menangis); merintangi; mengalangi; mengalang-alangi; mengganggu; mengusik (7) |
| RIRIWIT | Sering sekali sakit (Sunda) (7) |
| RISALAH | Yang dikirimkan (surat dan sebagainya) (Arab); surat edaran (selebaran) (Arab); karangan ringkas mengenai suatu masalah dalam ilmu pengetahuan (Arab); laporan rapat; notula (Arab) (7) |
| RISIKAN | Penyelidikan atau penelitian yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi; penyelidikan pendahuluan; keterangan yang diperoleh secara rahasia; mengirim utusan dari keluarga laki-laki kepada keluarga perempuan untuk memperoleh kesepakatan pernikahan (Melayu Kalimantan) (7) |
| RISOLES | Penganan yang terbuat dari kulit risoles, diisi kentang, wortel, daging ayam, dan sebagainya, lalu digulung, ditaburi tepung panir, kemudian digoreng (Tata Boga) (7) |
| RIUNGAN | Kumpulan (7) |
| RIWAYAT | Cerita yang turun-temurun; sejarah; tambo (7) |
| ROANOKE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ROBEKAN | Sesuatu (kain dan sebagainya) yang sudah robek atau sesuatu yang dirobek; hasil merobek (7) |
| ROBOHAN | Runtuhan; reruntuhan; puing (7) |
| ROBOTIK | Berkenaan dengan robot mekanis; menyerupai fungsi robot (7) |
| ROBYONG | Kain batik yang digunakan untuk menutup badan pengantin lelaki saat akad nikah (Sunda) (7) |
| ROCKLIN | Kota di Amerika Serikat (7) |
| RODOLIT | Varietas akik garnet yang berwarna merah jambu (Mineralogi) (7) |
| ROHSUCI | Jibril (Agama Islam); Rohul Kudus; Roh Kudus (Agama Kristen) (7) |
| ROKMIDI | Rok yang ukuran panjangnya sampai ke bawah lutut (7) |
| ROKMINI | Rok pendek (yang panjangnya kira-kira 10 cm di atas lutut) (7) |
| ROKPIAS | Rok terbuat dari pias atau lajur memanjang, biasanya 4, 6, 8 pias atau lebih (7) |
| ROLPRES | Mesin untuk mencetak prangko (7) |
| ROMANSA | Novel atau kisah prosa lainnya yang berciri khas tindakan kepahlawanan, kehebatan, dan keromantisan dengan latar historis atau imajiner; percintaan (7) |
| ROMBENG | Compang-camping; sobek karena sudah tua (7) |
| ROMBOID | Bangun datar, bersegi empat, sisi-sisinya yang berhadapan sejajar dan sama panjang (Matematika); jajaran genjang (7) |
| ROMBONG | Bakul besar yang bertutup, terutama yang dibuat dari daun mengkuang (untuk tempat padi); kambut besar dari daun pandan tempat menyimpan padi atau beras; kambut kecil dari daun pandan tempat menyimpan sirih dengan alat-alatnya atau tempat menyimpan jahitan; gerobak dorong untuk berjualan pedagang kaki lima; merombong; merupakan rombongan; bergabung menjadi rombongan; bertumpuk-tumpuk banyak sekali (lebih dari penuh) (7) |
| ROMFORD | Kota di Inggris (7) |
| ROMPENG | Rusak sedikit pada tepi atau pada sebelah luar; sumbing (7) |
| ROMPONG | Patah atau terpotong pada ujungnya; rusak atau hilang hidungnya, giginya, dan sebagainya (7) |
| ROMPYOK | Buntelan; ikatan; berkas (7) |
| RONGKOH | Bungkuk (karena sudah tua sekali); tua sekali (7) |
| RONGKOK | Merongkok; berjalan (duduk) membungkuk; meringkuk (7) |
| RONGKOL | Berkas; gabung (7) |
| RONGSOK | Rusak sama sekali; bejat (7) |
| RONTGEN | Alat potret yang menggunakan sinar X dapat menembus bagian-bagian dalam tubuh; potret (memotretkan diri) pada alat (pesawat) elektronik yang dilengkapi dengan sinar X (7) |
| ROORKEE | Kota di India (7) |
| ROSARIO | Tasbih (Agama Katolik); alat doa sejenis kalung manik-manik yang dipakai umat Katolik; kota di Argentina (7) |
| ROSASEA | Peradangan kronis pada kulit di area pipi, dahi, hidung, dan dagu, disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah di bawah kulit (7) |
| ROSEOLA | Ruam berwarna merah berbintik, seperti pada penyakit campak dan sifilis (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ROSETTA | Kota di Mesir (7) |
| ROSLAVL | Kota di Rusia (7) |
| ROSTOCK | Kota di Jerman (7) |
| ROSTRUM | Paruh atau moncong organisme (Biologi) (7) |
| ROSWELL | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ROTAMER | Alat yang digunakan secara luas untuk mengukur aliran zat cair dan gas dalam pipa (Kimia) (7) |
| ROTATOR | Otot yang konstruksinya menyebabkan berputarnya suatu struktur (Kedokteran dan Fisiologi); lampu isyarat (7) |
| ROTORUA | Kota di Selandia Baru (7) |
| ROTUNDA | Bangunan berbentuk bundar, biasanya berkubah; ruang atau aula bundar yang besar (7) |
| ROUBAIX | Kota di Prancis (7) |
| ROVENKY | Kota di Ukraina (7) |
| ROWLETT | Kota di Amerika Serikat (7) |
| ROYALTI | Uang jasa yang dibayar oleh penerbit kepada pengarang untuk setiap buku yang diterbitkan; bagian produksi atau penghasilan yang dibayarkan kepada orang yang mempunyai hak memberi izin pengusahaan (eksplorasi) minyak dan sebagainya; uang jasa yang dibayarkan oleh orang (perusahaan) atas barang yang diproduksinya kepada orang (perusahaan) yang mempunyai hak paten atas barang tersebut (7) |
| ROYEMEN | Pembatalan (7) |
| RUANGAN | Tempat yang lega; kamar (besar); bilik (dalam rumah); kelas (tempat belajar); tempat dalam kapal (perahu); tempat muatan; palka; lajur; kolom surat kabar; lapangan; lingkungan; kalangan; rubrik dalam koran (majalah) (7) |
| RUBAIAT | Puisi Melayu lama berasal dari Arab-Parsi, terdiri atas tujuh atau delapan baris dalam bait, bersajak dua-dua (aa/bb/cc/dd) (7) |
| RUBANAH | Ruang bawah tanah; basemen (akronim) (7) |
| RUBEOLA | Rubela (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| RUDIMEN | Struktur yang perkembangannya tidak sempurna (7) |
| RUJUKAN | Keterangan lanjutan mengenai suatu hal; bahan sumber yang dipakai untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut; acuan; referensi (7) |
| RUKHSAH | Kemudahan yang diberikan Allah Swt. kepada seseorang karena suatu sebab tidak dapat melaksanakan (menunaikan) ibadah wajib (salat dan puasa secara sempurna) sehingga dapat dilaksanakan (ditunaikan) dengan cara menjamak atau mengqasar salat dalam perjalanan dan mengqada puasa di luar bulan Ramadan (Agama Islam) (7) |
| RUMAHAN | Seperti keadaan di rumah; hasil rumah; biasa atau lebih sering menghabiskan waktu di rumah (7) |
| RUMANIA | Negara yang terletak di Eropa Tenggara, beribu kota Bukares; bahasa yang dituturkan di Rumania dan Moldova (7) |
| RUMBING | Sumbing; sempak (7) |
| RUMGULA | Campuran susu (mentega) dengan gula (7) |
| RUMIANG | Bulan pertama kehamilan (Sunda) (7) |
| RUMITAN | Bagian tengah alur drama atau cerita rekaan yang mengembangkan tikaian (7) |
| RUMPANG | Bersela-sela karena tanggal giginya; ompong; rongak atau bersela-sela (tentang pagar dan sebagainya); sela (selang waktu, berhenti sebentar, dan sebagainya); cuil sedikit pada pinggirnya (7) |
| RUMPUNG | Bentuk telinga domba yang tumbuh kecil kurang dari 4 cm (7) |
| RUMUSAN | Hasil merumuskan; rumus (7) |
| RUNCING | Makin ke ujung makin lancip (tajam); berujung lancip (tajam); makin genting atau memuncak (tentang perselisihan, keadaan) (kiasan) (7) |
| RUNCORN | Kota di Inggris (7) |
| RUNDING | Perhitungan; perkiraan; pembicaraan yang sungguh-sungguh lagi mendalam (tentang suatu hal) (7) |
| RUNDUNG | Merundung; mengganggu; mengusik terus-menerus; menyusahkan; menimpa (tentang kecelakaan, bencana, kesusahan, dan sebagainya); menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu, seperti memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak disukai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam, atau merongrong (7) |
| RUNGGAS | Renggut; merunggas; merenggut; menyentak (7) |
| RUNGGUH | Barang dan sebagainya yang diserahkan untuk tanggungan uang yang dipinjam; jaminan (biasanya dengan batas waktu, kalau utang tidak dibayar, lalu jadi gadai); cagaran; jongkok; merungguh; bertinggung; berjongkok (7) |
| RUNGGUT | Renggut; merunggut; merenggut (7) |
| RUNGHAL | Menikah lebih dulu dari kakaknya (Sunda) (7) |
| RUNGKAU | Merungkau; terurai dan bergantung menutupi muka (tentang rambut) (7) |
| RUNGKUH | Kelihatan sudah tua sekali (7) |
| RUNGKUN | Rumpun (buluh dan sebagainya) (Sunda) (7) |
| RUNGKUP | Tenda (tabir dan sebagainya) yang melindungi (menutupi, melingkupi) (7) |
| RUNJANG | Merunjang; menusuk (merodok, mencocok) ke dalam lubang dan sebagainya; menjolok; meraba-raba; mencari-cari (ke sana kemari) (kiasan) (7) |
| RUNJUNG | Berbentuk seperti kerucut; kumpulan bunga atau buah yang padat memanjang pada suatu sumbu memanjang dan menyerupai kerucut tidak teratur (Biologi); kumpulan sporofil yang tersusun seperti kerucut di ujung batang yang beruas pendek (Biologi) (7) |
| RUNUTAN | Hasil merunut (7) |
| RUPANYA | Rupa; kelihatannya; tampak; (jika) menilik keadaannya (bentuknya, kelakuannya); agaknya; kiranya; barangkali; gerangan; konon; kiranya (dalam arti, alih-alih, sebetulnya, sebenarnya) (7) |
| RUPAWAN | Elok rupanya; cantik (7) |
| RUPTURE | Perpecahan (Inggris) (7) |
| RUSTAVI | Kota di Georgia (7) |
| RUWAHAN | Tradisi di Jawa untuk mendoakan orang (keluarga, tokoh, dan sebagainya) yang telah meninggal dunia, dilakukan pada pertengahan bulan Ruwah atau Syakban (7) |
| RUWASJA | Ruang pengawasan jalan (ruang di luar rumija yang penggunaannya diawasi oleh penyelenggara jalan agar tidak mengganggu pandangan bebas pengemudi serta konstruksi dan fungsi jalan) (akronim) (7) |
| RUWATAN | Upacara membebaskan orang dari nasib buruk yang akan menimpa (7) |
| RYBINSK | Kota di Rusia (7) |
| RZESZOW | Kota di Polandia (7) |
| SABETAN | Pukulan; serangan; hasil merampas (kiasan) (7) |
| SABHARA | Samapta Bhayangkara (satuan dalam kepolisian) (akronim) (7) |
| SABINAS | Kota di Meksiko (7) |
| SABITAH | Bintang yang posisinya tetap di langit (dilihat dari bumi) (7) |
| SABITAN | Perbungaan uliran yang tidak terpilin dan bunga-bunganya terletak pada satu bidang sehingga terlihat seperti celurit (Botani); hasil menyabit (7) |
| SABLENG | Agak gila; kurang waras (7) |
| SABONGI | Penganan khas Gorontalo berupa kue yang dibuat dari singkong yang diparut, dibentuk bulat memanjang dan diisi potongan pisang di dalamnya (7) |
| SABOTAN | Hasil menyabot (7) |
| SABRINA | Garis leher horizontal pakaian (7) |
| SADAPAN | Hasil menyadap; pohon karet, enau, dan sebagainya yang disadap; tempat untuk menampung air nira dan sebagainya hasil menyadap (7) |
| SADISME | Kekejaman; kebuasan; keganasan; kekasaran; kesadisan; kepuasan seksual yang diperoleh dengan menyakiti orang lain (yang disayangi) secara jasmani atau rohani (Psikologi) (7) |
| SADTARI | Serban bermotif ular yang dipakai ketua adat saat upacara adat di Sasadu (Sahu) (7) |
| SADURAN | Hasil menyepuh; sepuhan (emas, perak, dan sebagainya); hasil menggubah; gubahan bebas dari cerita lain tanpa merusak garis besar cerita; ringkasan; ikhtisar (laporan dan sebagainya) (7) |
| SAFINAH | Kapal (7) |
| SAGAING | Kota di Myanmar (7) |
| SAGUNTO | Kota di Spanyol (7) |
| SAHABAT | Kawan; teman; handai (7) |
| SAHAGUN | Kota di Kolumbia (7) |
| SAHARAH | Peti besar bertutup (tempat beras dan sebagainya); peti berisi bekal bahan makanan dan perlengkapan perjalanan (7) |
| SAHARSA | Kota di India (7) |
| SAHIFAH | Lembaran yang bertulis; surat (Arab); suhuf; dokumen (Arab); halaman (buku) (Arab) (7) |
| SAHIWAL | Kota di Pakistan (7) |
| SAHMURA | Batu permata (7) |
| SAHURUN | Seikat kayu bakar (Sunda) (7) |
| SAHUTAN | Jawaban; balasan; sambutan (7) |
| SAIDPUR | Kota di Bangladesh (7) |
| SAINGAN | Pesaing (7) |
| SAINTIS | Ahli ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan alam (7) |
| SAITAMA | Kota di Jepang (7) |
| SAJADAH | Alas yang digunakan untuk salat, berupa karpet dan sebagainya berukuran kecil; tikar salat (7) |
| SAKAIBA | Perayaan untuk menyambut tahun baru dengan memakai topeng dan berpakaian aneh-aneh berjalan mengelilingi kampung (Toulour) (7) |
| SAKAKAB | Sejumlah ijuk dari satu pelepah nira (Sunda) (7) |
| SAKAKAH | Kota di Arab Saudi (7) |
| SAKAPAN | Garapan; bagian hasil (dari tanah garapan) (7) |
| SAKARIN | Serbuk hablur putih, tidak berbau dan rasanya manis (dipakai sebagai pengganti gula); glusida (7) |
| SAKELAR | Penghubung dan pemutus aliran listrik (untuk menghidupkan atau mematikan lampu) (7) |
| SAKELEK | Lugas; zakelek (7) |
| SAKHRAT | Batu cadas (Arab) (7) |
| SAKINAH | Kedamaian; ketenteraman; ketenangan; kebahagiaan (7) |
| SAKSAMA | Teliti; cermat; tepat benar; jitu (7) |
| SAKSANG | Masakan yang dibuat dari daging diberi bumbu dan dicampur darah (7) |
| SAKURAI | Kota di Jepang (7) |
| SALABAU | Jala yang dipasang terbuka di muara sungai menghadap arus (Banjar) (7) |
| SALAIAN | Alat untuk menyalai; para-para di sebelah atas dapur; hasil menyalai (7) |
| SALAKAN | Bunyi salak; hasil menyalak; ibu kota Kabupaten Banggai Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tengah (7) |
| SALALAH | Kota di Oman (7) |
| SALARAN | Pajak pasar yang dipungut dari pedagang keliling (7) |
| SALARIS | Gaji (7) |
| SALASAL | Kencing manis (7) |
| SALATID | Salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Idulfitri (1 Syawal) dan Iduladha (10 Zulhijah) (7) |
| SALATIN | Para sultan; para raja (Arab) (7) |
| SALATON | Tidak jelas (tentang penglihatan) karena kekurangan darah atau terkejut (Sunda) (7) |
| SALATRI | Sakit atau pingsan karena terlalu lapar atau terlambat makan (Sunda) (7) |
| SALAVAT | Kota di Rusia (7) |
| SALERNO | Kota di Italia (7) |
| SALFORD | Kota di Inggris (7) |
| SALIBIS | Penganut agama Kristen (Agama Kristen) (7) |
| SALIHAH | Saleh (untuk wanita) (7) |
| SALIHLI | Kota di Turki (7) |
| SALINAN | Turunan (surat dan sebagainya); terjemahan (7) |
| SALINAS | Kota di Amerika Serikat (7) |
| SALIRAN | Hasil menyalir (7) |
| SALOSOT | Mata air yang keluar dari celah-celah batu-batu besar yang terdapat di dekat aliran sungai (Toulour) (7) |
| SALPING | Struktur yang berbentuk trompet (misalnya saluran rahim) (7) |
| SALTASI | Gerakan kencang butir-butir (tanah dan batu-batuan) yang sesuai dengan arah angin (Pertanian) (7) |
| SALTING | Salah tingkah (7) |
| SALURAN | Sesuatu yang digunakan untuk mengalirkan air atau barang cair (seperti pembuluh, selokan, terusan, dan sebagainya); pita frekuensi (radio dan televisi); prosedur; perantara (7) |
| SALUTAN | Hasil menyalut (7) |
| SALVAGE | Penyelamatan benda dari kerusakan (ungkapan/Inggris) (7) |
| SAMAADA | Apakah; ataukah (Melayu Malaysia) (7) |
| SAMALUT | Kota di Mesir (7) |
| SAMAPTA | Siap siaga (7) |
| SAMARAN | Yang disamarkan (disembunyikan, dirahasiakan); yang disamarkan (disembunyikan, dirahasiakan); alat untuk menyamar (7) |
| SAMARRA | Kota di Irak (7) |
| SAMBANG | Ronda; penyakit (yang konon disebabkan oleh roh jahat) (Jawa); sarang lebah yang sudah ditinggalkan oleh lebahnya; kotak; tabung (Minangkabau); buah jengkol yang sudah masak dan jatuh sendiri dari pohon (Melayu Riau) (7) |
| SAMBHAL | Kota di India (7) |
| SAMBUNG | Hubungkan; satukan (7) |
| SAMOSIR | Kabupaten di Provinsi Sumatra Utara, ibu kotanya Panguguran (7) |
| SAMOVAR | Cerek yang mempunyai klep untuk merebus air (7) |
| SAMPAKU | Kondisi mata seseorang dengan bagian putih, di atas atau bawah iris, terlihat (Jepang) (7) |
| SAMPANG | Cat untuk mengilapkan kayu; pernis kayu; balok untuk menahan kepala kerbau atau lembu yang akan dicocok hidungnya; sempat; sekiranya; menyampang; pohon yang dulu getahnya dipakai sebagai perekat bilah keris pada hulunya (Euodia latifolia) (Madura); kabupaten di Pulau Madura bagian tengah, Provinsi Jawa Timur, ibu kotanya terkenal dengan sebutan Kota Sate Madura; ibu kota Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur (7) |
| SAMPEAN | Anda; tuan (Jawa) (7) |
| SAMPING | Sisi; sebelah; rusuk; kain sarung; kain (sarung) yang dipakai sampai di lutut; gendang; tambur buatan orang Keling (7) |
| SAMPLOK | Bersamplok; bersenggolan (tentang bagian anggota badan seperti tangan); beradu pandang (kiasan) (7) |
| SAMPUNG | Kepala atau ekor perahu yang mencuat tinggi di haluan dan di buritan (Banjar) (7) |
| SAMSENG | Jagoan; pendekar (Cina); melayat (orang kematian) (Cina) (7) |
| SAMSITI | Sayur yang diolah atau dibuat dari sayur-mayur yang diasinkan dan dimakan sebagai lalap (7) |
| SAMUDRA | Lautan; besar; raksasa (kiasan) (7) |
| SAMUNAN | Hasil menyamun (7) |
| SAMURAI | Aristokrat Jepang dari golongan kesatria (prajurit); pedang khas Jepang, bermata tajam pada satu sisi, dan berbentuk melengkung; katana (7) |
| SANCTUS | Orang suci (laki-laki); disingkat S. atau St. (ungkapan/Latin) (7) |
| SANDANG | Bahan pakaian; tali (dari kulit, kain, rotan, dan sebagainya) yang dipakai untuk membawa sesuatu dengan disampirkan di bahu atau disilangkan di dada; selendang; selempang (7) |
| SANDERA | Orang yang ditawan untuk dijadikan jaminan (tanggungan); orang yang tergadai (bekerja di tempat orang untuk tanggungan utang) (7) |
| SANDILA | Kota di India (7) |
| SANDING | Dekat; damping; sebelah; sudut atau sisi yang tajam (dari suatu benda) (7) |
| SANDNES | Kota di Norwegia (7) |
| SANDONG | Bangunan kecil berbentuk rumah yang didirikan di atas tiang utk menyimpan tulang jenazah (Dayak) (7) |
| SANDUNG | Injak-injak pada perkakas tenun; sentuh; menyandung bola selama belum turun di atas rumput (dalam pertandingan hoki); jegal (Olahraga) (7) |
| SANDWIP | Kota di Bangladesh (7) |
| SANFORD | Kota di Amerika Serikat (7) |
| SANGADI | Kepala desa yang bertugas mengatur pembagian aliran air sungai (Toulour) (7) |
| SANGAJI | Gelar untuk pemimpin kelompok dalam Kesultanan Bacan di Halmahera (7) |
| SANGGAH | Bantah; sangkal; tengkar; tempat pemujaan di dalam rumah (di Bali) (7) |
| SANGGAM | Pinjam; bagus; gagah (Melayu Riau) (7) |
| SANGGAN | Bokor berkaki (untuk membawa antaran dan sebagainya); bakul dari rotan atau lidi yang dianyam untuk tempat pinggan, mangkuk, periuk tanah, dan sebagainya; kerangka kayu sebagai penyangga bilah-bilah sebuah gender; kerangka penyangga gulungan layar yang terletak di tiang pendek buritan sampan atau perahu (Madura) (7) |
| SANGGAR | Tempat pemujaan yang terletak di pekarangan rumah (Jawa); tempat untuk kegiatan seni (tari, lukis, dan sebagainya) (Jawa); dangau kecil yang dibuat untuk tempat menyimpan sesajian pada saat mulai menuai padi (Sunda) (7) |
| SANGGAT | Terdampar (tentang perahu); kandas (7) |
| SANGGAU | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; Dayak Maloh; Embaloh; Memaloh; Maloh; kabupaten di bagian utara Provinsi Kalimantan Barat, ibu kotanya Sanggau; ibu kota Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (7) |
| SANGGEP | Tangkis (7) |
| SANGGER | Bilah bambu yang dijajar rapat-rapat di atas balai-balai (Madura) (7) |
| SANGGIT | Bertemunya bagian motif yang terletak di bagian kanan dan bagian kiri (tentang batik); menyanggit; menggeritkan atau menggertakkan (gigi); bersanggit; bergosokan antara dua benda yang keras; bergeseran; berselisih; bersengketa; bercekcok (kiasan) (7) |
| SANGGUL | Gelung rambut perempuan di atas atau di belakang kepala; kundai; konde (7) |
| SANGGUP | Bersedia; mau; mampu; dapat (7) |
| SANGHAR | Kota di Pakistan (7) |
| SANGKAK | Cabang kayu; dahan (Minangkabau); tempat bertelur ayam yang dibuat dari anyaman bambu berbentuk kerucut terbalik; sarang ayam (Minangkabau); menyangkak; rintang, cegah (7) |
| SANGKAL | Bantah; sanggah; tengkar; tidak membenarkan; tangkai beliung (patil dan sebagainya) (7) |
| SANGKAN | Hutan yang sudah dibuka, tetapi tidak jadi ditanami dan dibiarkan kembali menjadi hutan (Melayu Jambi); laki-laki bertabiat dan berdandan seperti perempuan; banci; wadam; waria (7) |
| SANGKAR | Kurungan; perkandangan dengan cara menempatkan ayam pada lantai kawat sehingga ayam tidak berkontak dengan feses (Peternakan); diagonal (7) |
| SANGKIL | Sampai; kena; mengenai; berdaya guna; efisien (7) |
| SANGKOL | Menggendong (biasanya anak kecil) dengan melingkar di pinggang kiri atau kanan (Bali) (7) |
| SANGKUR | Senjata tajam atau pisau, biasanya ditempatkan pada ujung senapan; bayonet; suntiabu (7) |
| SANGKUT | Gantung, taut (7) |
| SANGLIR | Dalam keadaan tidak turun (tentang testis), yaitu ada di dalam rongga perut (Jawa) (7) |
| SANGRAI | Goreng tanpa minyak; gongseng (7) |
| SANGRAL | Memasak telur (seperti menggoreng) tanpa minyak tetapi menggunakan daun pisang; sangrai (Gayo) (7) |
| SANGRIA | Minuman beralkohol yang terbuat dari anggur merah, jus buah, gula, brendi, buah iris, dan air soda, biasanya dikonsumsi di negara tropis (Spanyol) (7) |
| SANGRUR | Kota di India (7) |
| SANGSAM | Mamalia berkuku genap yang termasuk dalam kelompok ruminansia, bertanduk panjang dan bercabang-cabang, rambutnya berwarna cokelat tua dan bergaris-garis atau berbintik-bintik putih; rusa (Cervidae) (7) |
| SANITAS | Kesehatan (7) |
| SANITER | Berkaitan dengan usaha perbaikan kesehatan; berkenaan dengan kesehatan (7) |
| SANJANG | Tarian magis kuno, dilakukan oleh dua penari pria, dalam ketidaksadarannya pemain menari di atas payung yang dipegang oleh orang lain, kemudian penari menusuk-nusuk tubuhnya dengan sebilah keris tanpa tampak cedera, biasanya diiringi beberapa suling panjang dan sebuah gong (7) |
| SANJOSE | Kota di Amerika Serikat, Filipina, dan ibu kota Kosta Rika (7) |
| SANJUAN | Kota di Argentina, Filipina, dan ibu kota Puerto Riko (7) |
| SANJUNG | Menyanjung; melontarkan kata-kata pujian untuk membangkitkan rasa senang; mempersenangkan hati; memuji (7) |
| SANLUIS | Kota di Argentina dan Kuba (7) |
| SANMING | Kota di Cina (7) |
| SANREGO | Pohon dengan tinggi mencapai 12 m, jarang bercabang, daunnya berhadapan, tunggal, bertumpuk di ujung cabang, berbentuk lanset terbalik; kemaitan; pamaitan (Lunasia amara) (7) |
| SANSHUI | Kota di Cina (7) |
| SANSIRO | Stadion utama klub sepak bola AC Milan yang dikenal juga sebagai Stadion Giuseppe Meazza bagi klub Inter Milan (7) |
| SANTAFE | Ibu kota negara bagian New Mexico, Amerika Serikat (7) |
| SANTANA | Golongan masyarakat menengah yang menduduki jabatan tetapi bukan keturunan bangsawan atau menak (Sunda); kota di Brasil (7) |
| SANTANU | Tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata, anak Raja Pratipa (7) |
| SANTASE | Pemerasan (7) |
| SANTIKA | Kokoh; kuat; yang mendamaikan; salah satu usaha properti di bawah naungan Kompas Gramedia (7) |
| SANTING | Bagus sekali; amat elok (Minangkabau) (7) |
| SANTIRA | Teknik penyusunan batu bata, bagian bawah atau dasar disusun tegak vertikal (Bima) (7) |
| SANTUNG | Pasak atau baji untuk menegangkan kulit rebana, gendang, dan sebagainya; rakus (Minangkabau); kain tenun polos yang memiliki permukaan agak tidak beraturan karena benang pengisinya tidak rata (Tata Busana) (7) |
| SAOJOSE | Kota di Brasil (7) |
| SAOLUIS | Kota di Brasil (7) |
| SAORAJA | Rumah adat Bugis yang berupa rumah panggung, ditempati oleh kalangan bangsawan (Bugis) (7) |
| SAOTOME | Ibu kota Sao Tome dan Principe (7) |
| SAPASIR | Ukuran luas tanah setara dengan dua puluh delapan hektare (Sunda) (7) |
| SAPERSI | Asparagus (7) |
| SAPIHAN | Anak yang (baru) disapih (7) |
| SAPONIN | Zat aktif permukaan yang berasal dari tumbuhan yang larut dalam air yang membentuk larutan mirip sabun (Kimia) (7) |
| SAPPORO | Kota di Jepang (7) |
| SAPUNDU | Patung terbuat dari kayu (Dayak) (7) |
| SARABEK | Menangkap ikan pada pagi hari (Madura) (7) |
| SARAGAN | Serbuk (kayu dan sebagainya) yang telah lama tergeletak, tidak terurus, dan mungkin lapuk (Minangkabau) (7) |
| SARAMBA | Empat bersaudara semuanya laki-laki (Sunda) (7) |
| SARANAN | Sesuatu yang disarankan; anjuran; propaganda (7) |
| SARANDI | Kota di Brasil (7) |
| SARANSK | Kota di Rusia (7) |
| SARAPAN | Makanan pagi hari; makanan pada pagi hari; alas, lapik (7) |
| SARAPUL | Kota di Rusia (7) |
| SARATOV | Kota di Rusia (7) |
| SARAVON | Demonstrasi kekuatan yang lazim dilakukan untuk menenteramkan hati tamu dan juga untuk memberikan peringatan kepada orang yang berniat mengadakan permusuhan agar berpikir dua kali sebelum bertindak (Asmat) (7) |
| SAREPUL | Kota di Afganistan (7) |
| SARIRAH | Pohon atau perdu yang tingginya 3–10 m, daun dan akarnya dapat dibuat obat, daun yang muda dapat dijadikan lalap; sesira (Acronychia laurifolia) (7) |
| SARIUNG | Suku terasing yang mendiami beberapa desa di Kecamatan Sumaorang, Kabupaten Polewali Mamasa, Provinsi Sulawesi Selatan (7) |
| SARIWON | Kota di Korea Utara (7) |
| SARJANA | Orang pandai (ahli ilmu pengetahuan); gelar strata satu yang dicapai oleh seseorang yang telah menamatkan pendidikan tingkat terakhir di perguruan tinggi (7) |
| SARKAND | Kota di Kazakhstan (7) |
| SARKODE | Protoplasma pada badan protista (Biologi) (7) |
| SARKOMA | Tumor ganas yang berkembang seperti jaringan ikat, terutama pada tulang dan otot (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| SARONDE | Tari yang ditampilkan pada malam pertunangan atau untuk menyambut tamu penting (Gorontalo) (7) |
| SARONEN | Instrumen musik tiup tradisional mirip obo, tetapi berpelindung mulut dari tempurung kelapa yang menyerupai kumis (Madura); orkes gamelan khas Madura terdiri atas gong, kempul, bonang, kenong, gendang, dan simbal kecil, biasanya dipakai untuk mengiringi karapan sapi (Madura) (7) |
| SARPRAS | Sarana dan prasarana (akronim) (7) |
| SARSINA | Sel-sel bakteri yang tersusun khas dalam unit-unit, berisi delapan sel berbentuk kubus (Biologi) (7) |
| SASAKAN | Hasil penataan rambut dengan cara menyasak (7) |
| SASAMBO | Syair mantra yang dilantunkan oleh tetua adat masyarakat Sangihe dalam upacara adat yang bertujuan untuk menghibur (Sangir) (7) |
| SASANDO | Alat musik petik dari Pulau Rote yang terdiri atas tabung bambu dengan rentangan beberapa dawai yang ditempatkan pada ruang resonansi yang terbuat dari daun lontar (Musik) (7) |
| SASARAN | Bulan-bulanan; yang disasarkan; hasil menyasar; sesuatu yang menjadi tujuan (yang dikritik, dimarahi, dan sebagainya); bagian tubuh di atas garis khayal pada pusar sampai batas telinga, tidak termasuk lengan atau bahu (Olahraga); tempat berlatih (belajar, menembak, mengaji, bersilat, dan sebagainya); gelanggang (7) |
| SASMITA | Gerakan bagian tubuh, seperti tangan, lengan, bahu, kepala, mata, dan sebagainya, yang mempunyai isyarat tertentu; isyarat tubuh; gerakan bagian tubuh, seperti tangan, lengan, bahu kepala, atau muka dalam pergelaran drama (Sastra) (7) |
| SASSARI | Kota di Italia (7) |
| SASYIMI | Makanan khas Jepang berupa irisan daging ikan mentah, biasanya dihidangkan bersama syoyu dan wasabi (Tata Boga/Jepang) (7) |
| SATELIT | Bintang siarah yang mengedari bintang siarah yang lebih besar; pengikut (kiasan); alat yang diluncurkan mengedari planet (kiasan); baru dan kecil (tentang kota) (kiasan) (7) |
| SATINET | Cita atau kain dari kapas yang menyerupai satin (7) |
| SATIRIS | Pengarang satire; penulis sajak sindiran; bersifat menyindir atau mengejek; mengandung sindiran atau ejekan (7) |
| SAUDARA | Orang yang seibu seayah (atau hanya seibu atau seayah saja); adik atau kakak; orang yang bertalian keluarga; sanak; orang yang segolongan (sepaham, seagama, sederajat, dan sebagainya); kawan; teman; sapaan kepada orang yang diajak berbicara (pengganti orang kedua); segala sesuatu yang hampir serupa (sejenis dan sebagainya) (kiasan); plasenta; ari-ari; tembuni (kiasan) (7) |
| SAUDARI | Saudara perempuan (terutama dalam arti orang yang segolongan, sepaham, seagama, dan sebagainya); kata sapaan kepada perempuan yang diajak berbicara (pengganti orang kedua) (7) |
| SAWERAN | Hasil menyawer (uang dan sebagainya) (7) |
| SAWITAN | Pakaian lengkap (kain panjang dan ikat kepala batik) yang sama warna dan coraknya; seperangkat sawit (7) |
| SAYATAN | Hasil menyayat (7) |
| SAYIDAH | Kata sapaan kepada orang Arab perempuan; nyonya; sebutan bagi perempuan keturunan langsung Nabi Muhammad saw. dari Husein (7) |
| SAYURAN | Sayur-mayur; yang disayur (7) |
| SEABREK | Sejumlah besar; sekumpulan berbagai hal (7) |
| SEATTLE | Kota terbesar negara bagian Washington, Amerika Serikat (7) |
| SEBABAT | Sama jenisnya (rupanya, golongannya); setara; seimbang (7) |
| SEBADAN | Setubuh (7) |
| SEBAGAI | Kata depan untuk menyatakan hal yang serupa; sama; semacam (itu); kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; seakan-akan; seolah-olah; seharusnya; sepatutnya; sewajarnya; semestinya; jadi (menjadi); kata depan untuk menyatakan status; berlaku seperti; selaku (7) |
| SEBAHAT | Liga; pakta; perjanjian (7) |
| SEBARAN | Sesuatu yang disebarkan (7) |
| SEBARAU | Ikan air tawar dengan garis hitam melintang di bawah sirip punggung, hidup di dasar perairan tropis Asia, tersebar di perairan Sungai Mekong, Chao Phraya, Semenanjung Malaya, dan Indonesia; langkung; barau-barau; hampal (Hampala macrolepidota) (7) |
| SEBARIS | Satu baris; sederajat (7) |
| SEBASAH | Pohon yang tidak begitu tinggi, kayunya dapat digunakan sebagai bahan bangunan, kulit kayunya dapat digunakan sebagai bahan pewarna batik (Aporosa frutescens) (7) |
| SEBATIN | Sistem pelapisan sosial dua tingkat di suku Lampung; Seibatin (7) |
| SEBAWAH | Orang yang di bawah perintah; bawahan (7) |
| SEBAYAK | Hantu yang mengganggu orang lewat dengan cara melempar pasir atau menepuk air (Melayu Belitung) (7) |
| SEBEKAH | Ikan laut (banyak jenisnya) (Apogon aureas) (7) |
| SEBELAH | Setengah; separuh; bagian (yang lain) dari suatu pasangan; (di) samping; (di) sisi; (di) dekat; jurusan; arah (7) |
| SEBELAS | Bilangan yang dilambangkan dengan angka 11 (Arab) atau XI (Romawi); urutan ke-11 sesudah ke-10 dan sebelum ke-12 (7) |
| SEBELUM | Ketika belum terjadi; lebih dahulu dari (suatu pekerjaan, keadaan, dan sebagainya); semasih belum (7) |
| SEBESAR | Sama besar; sejumlah (7) |
| SEBITAN | Sayatan bambu, biasanya digunakan sebagai anyaman; potongan atau belahan kayu sisa pembalakan pohon, berbentuk busur tidak lebih seperempat lingkaran (7) |
| SEBLANG | Tarian rakyat Banyuwangi, penarinya dipoles hartal, bertutup kepala daun pisang, menari dalam ketidaksadaran, dimaksudkan sebagai tanda gembira setelah seseorang pulih dari sakit yang lama, biasanya diiringi permainan gambang, rebab, kendang, dan gong kecil (Kesenian) (7) |
| SEBUKAN | Seia; seia sekata; sepakat (7) |
| SEBUNYI | Sama bunyinya; sama isinya; sama ucapannya; sama lafalnya; homofon (7) |
| SEBURAS | Tumbuhan terna (Pollia aclisia) (7) |
| SEBURUT | Tumbuhan terna dengan bunga yang sangat besar berwarna ungu, akarnya terkenal sebagai obat kuat atau tonikum; telinga kelelawar (Thottea grandiflora) (7) |
| SEBUTAN | Sesuatu yang disebut atau disebutkan; panggilan; nama; gelar; kutipan; lafal; ucapan; sesuatu yang selalu dipercakapkan orang; buah mulut; gamit-gamitan; bagian kalimat yang menceritakan atau memberi pernyataan tentang pokok kalimat; predikat (Linguistik) (7) |
| SECARIK | Sehelai (kecil); sesobek (7) |
| SECATAM | Sekolah calon tamtama (akronim) (7) |
| SECEBIR | Sepotong (7) |
| SECEBIS | Secarik; sepotong (7) |
| SECECAH | Sebentar; sesaat; secolek; sedikit sekali (7) |
| SECOLEK | Sebanyak yang diambil (dipalit) dengan ujung jari; sececah (sedikit sekali) (7) |
| SECUBIT | Satu cubit; sedikit sekali; sekelumit (7) |
| SEDAHAN | Lembaga di dalam sistem pemerintahan di Bali yang bertugas memungut pajak dari para petani (7) |
| SEDARUM | Serentak; sederum (7) |
| SEDARUN | Serentak bersama-sama (berbunyi, menjawab, dan sebagainya) (7) |
| SEDATAR | Sama datar; sama rata (7) |
| SEDATIF | Zat alami atau zat sintetis yang dapat meredakan keaktifan dan kegembiraan; obat penenang (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| SEDAWAI | Perdu yang tingginya mencapai 2,5 m, rimpangnya digunakan untuk mengobati penyakit gonore; dawai-dawai (Smilax calophylla) (7) |
| SEDEKAH | Pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi; derma; selamatan; kenduri; makanan (bunga-bunga dan sebagainya) yang disajikan kepada orang halus (roh penunggu dan sebagainya) (7) |
| SEDEKAP | Bersedekap; menumpangkan kedua tangan di atas perut; melipatkan tangan di atas perut (seperti sedang salat) (7) |
| SEDERAP | Sependapat; sepaham (7) |
| SEDERUM | Serentak; sedarum (7) |
| SEDIAAN | Hasil menyediakan; sesuatu yang sudah ada (sedia); persenyawaan yang telah siap melalui proses kimia (7) |
| SEDIKIT | Tidak banyak; tidak seberapa lebih (7) |
| SEDIMEN | Benda padat berupa serbuk yang terpisah dari cairan dan mengendap di dasar bejana (Kimia); benda padat yang diendapkan oleh air atau es (Geografi dan Geologi) (7) |
| SEDOTAN | Hasil menyedot; alat untuk menyedot (7) |
| SEDRATA | Kota di Aljazair (7) |
| SEDUHAN | Hasil menyeduh (7) |
| SEDUKSI | Bujuk rayu (7) |
| SEDUNIA | Seluruh dunia; sejagat; internasional (7) |
| SEELITE | Sama elite (7) |
| SEGAMAT | Kota di Malaysia (7) |
| SEGARIS | Satu garis; seide; sehaluan (kiasan) (7) |
| SEGAYOH | Keluar inti suku Lampung; gayohsai (7) |
| SEGEGER | Sama geger; tumbuhan pakis, dapat dibuat obat; paku kawat; daun siar; daun sinar (Lycopodium cernuum) (7) |
| SEGELAN | Hasil menyegel; sesuatu yang disegel (7) |
| SEGEMAL | Segenggam; seberkas (7) |
| SEGENAP | Seluruh; semua; selengkapnya (7) |
| SEGEPOK | Seberkas; (uang kertas dan sebagainya); segabung (7) |
| SEGETIL | Satu kali getil; secubitan (7) |
| SEGOVIA | Kota di Spanyol (7) |
| SEGUELA | Kota di Pantai Gading (7) |
| SEHABIS | Kata penghubung untuk menandai waktu sesudah; setelah (7) |
| SEHELAI | Selembar (7) |
| SEHIDUP | Hidup bersama-sama (7) |
| SEINGAT | Menurut ingatan; sepanjang ingatan (7) |
| SEIRAMA | Satu irama; senada; sejalan dengan (kiasan) (7) |
| SEIRING | Bersama-sama berjalan; seperjalanan; bersamaan (dengan) (7) |
| SEISMIK | Berkenaan (bertalian) dengan gempa bumi (7) |
| SEJABAT | Sejawat; sepekerjaan (7) |
| SEJAGAT | Sedunia (7) |
| SEJAJAR | Sebaris; seleret; sejalan (sama arah dan jaraknya); paralel; sama derajat (tingkat dan sebagainya) (7) |
| SEJALAN | Sama jalannya (arahnya, tujuannya); setujuan; seiring setujuan (tentang pikiran, kemauan, tujuan); sejajar (tentang garis) (7) |
| SEJARAH | Asal-usul (keturunan) silsilah; kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau; riwayat; tambo; pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau; ilmu sejarah (7) |
| SEJARAS | Seberkas; ikat; cekak (tentang barang yang panjang-panjang) (7) |
| SEJAWAT | Sepekerjaan; sejabatan; teman; sahabat; kawan (7) |
| SEJENAK | Sebentar; sejurus; beberapa saat (7) |
| SEJENIS | Sebangsa; semacam; serupa (7) |
| SEJEPUT | Sebanyak yang dapat diambil dengan ujung jari tangan; sejemput; sejumput; sejimpit (7) |
| SEJERAT | Seikat; seberkas; segabung (7) |
| SEJIBUN | Banyak sekali; berjibun (7) |
| SEJODOH | Sepasang (7) |
| SEJURUS | Sebentar; sejenak (7) |
| SEKADAR | Sesuai atau seimbang dengan; menurut keadaan (kemungkinan, keperluan, dan sebagainya); sepadan (dengan); hanya untuk; seperlunya; seadanya (7) |
| SEKADAU | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, ibu kotanya Sekadau; ibu kota Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat (7) |
| SEKADIM | Seketurunan; dekat (tentang pertalian keluarga) (7) |
| SEKAKAR | Kikir (pelit) sekali (7) |
| SEKALOR | Penyakit ayan; jamu tradisional untuk sakit kepala (7) |
| SEKANAK | Salah satu suku Orang Laut di Kepulauan Riau (7) |
| SEKAPAN | Buah peraman; orang yang disekap (seperti tahanan dan sebagainya); tempat menyekap; kurungan; penjara (7) |
| SEKARAT | Dalam keadaan saat-saat menjelang kematian (menjelang ajal tiba) (7) |
| SEKATAN | Alangan; rintangan; petak (ruang) yang dipisahkan atau dibatasi dengan sekat; sekat (7) |
| SEKATEN | Pasar malam (terutama di Yogyakarta dan Surakarta) yang diadakan tiap bulan Maulid (untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad saw.) (7) |
| SEKEBAT | Satu ikatan (7) |
| SEKEBER | Pengawas atau asisten residen; petor (7) |
| SEKECIL | Sama kecil; semuda (7) |
| SEKEDUP | Pelana atau tempat duduk dari kayu yang dipasang di punggung unta (7) |
| SEKEJAP | Sekali kejap; sebentar sekali; sesaat (7) |
| SEKELAP | Sekejap (mata); sesaat; sekerlip; sekilap (7) |
| SEKELAT | Kain tenun dari bulu domba; laken (7) |
| SEKENDI | Burung laut seperti bangau berukuran besar, berwarna putih, kepala dan leher hitam, paruh panjang dan melengkung ke bawah, habitat di rawa, danau, sawah dan perairan, pemakan katak, berudu, siput, serangga dewasa dan larva, cacing, ikan, dan krustasea, sebaran di India, Cina, Jepang, Asia Tenggara, dan Indonesia (Jawa dan Sumatra); ibis cucuk besi (Threskiornis melanocephalus) (7) |
| SEKEPAL | Segenggam; kecil; sedikit (kiasan) (7) |
| SEKEPAT | Rumah bertiang empat (khas Lombok) (7) |
| SEKERAM | Dinding (tirai, tabir) (7) |
| SEKEREK | Sepuluh kerat gula enau (7) |
| SEKERJA | Sama pekerjaannya; satu pekerjaan; sejawat (7) |
| SEKESEL | Sekat (dinding) yang dapat dipindah-pindahkan; palang angin (7) |
| SEKETEK | Sedikit (7) |
| SEKETEL | Setitik; setetes (7) |
| SEKETIL | Sebutir kecil (sebesar kedelai) (7) |
| SEKETIP | Sepuluh sen; sepicis (7) |
| SEKETUL | Segumpal; sekepal (7) |
| SEKILAP | Sekejap mata; sekilap mata; seketika; sekerlip; sekelap (7) |
| SEKILAS | Sekejap mata; selayang pandang (7) |
| SEKIRAM | Penutup berbentuk bundar yang terbuat dari baja atau kuningan yang dipasang pada jendela kapal sebagai pelindung pada waktu cuaca buruk (Perkapalan) (7) |
| SEKITAR | Daerah sekeliling; berkisar pada; mengenai; lebih kurang; kira-kira (untuk bilangan) (7) |
| SEKOLAH | Bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran; waktu atau pertemuan ketika murid diberi pelajaran; usaha menuntut kepandaian (ilmu pengetahuan); pelajaran; pengajaran; belajar di sekolah; pergi ke sekolah; bersekolah (7) |
| SEKOTAH | Sekalian; semuanya; segenap; seluruh(nya); semuanya; luas sekali (7) |
| SEKOTES | Segetil; sedikit sekali (7) |
| SEKRESI | Pengeluaran hasil kelenjar atau sel secara aktif (Biologi) (7) |
| SEKRETA | Setiap senyawa hasil sekresi (7) |
| SEKRING | Alat untuk mengukur atau mengamankan arus listrik (supaya jangan melampaui batas maksimum sehingga terjadi korsleting); sepotong kawat yang menghubungkan rangkaian arus listrik, apabila arus listrik bertambah, kawat melebur dan putus sehingga hubungan rangkaian arus listrik juga terputus (hubungan singkat) (7) |
| SEKSTAN | Alat untuk mengukur sudut astronomis yang meliputi seperenam lingkaran (60 °) untuk menentukan posisi kapal di laut (7) |
| SEKSTET | Gubahan lagu yang dinyanyikan oleh enam penyanyi atau dimainkan oleh enam orang pemain musik (Musik); grup penyanyi atau orkes yang terdiri atas enam orang (Musik); sajak enam seuntai (Sastra) (7) |
| SEKSUAL | Berkenaan dengan seks (jenis kelamin); berkenaan dengan perkara persetubuhan antara laki-laki dan perempuan (7) |
| SEKUBIT | Sedikit sekali; secubit (7) |
| SEKUENS | Urutan (7) |
| SEKUJUR | Seluruh (tentang badan) (7) |
| SEKULER | Bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian); berlangsung lama sekali (tentang proses, perubahan), demikian lambat sehingga tidak mempunyai efek yang cukup besar untuk dicatat dalam waktu ratusan tahun (Astronomi) (7) |
| SEKULIR | Imam yang tidak terikat pada kongregasi atau ordo tertentu (Agama Katolik) (7) |
| SEKUNAR | Kapal layar bertiang dua terbuat dari kayu, bertutup digunakan untuk mengangkut orang, barang, atau menangkap ikan (7) |
| SEKUTIL | Sedikit sekali (7) |
| SEKUTIP | Secuil (7) |
| SEKUTUK | Satu sukat; sesukat (7) |
| SELABAR | Pengepel lantai (berupa kain kasar, goni, dan sebagainya yang dibasahi) (7) |
| SELADON | Keramik Cina yang berglasir warna hijau (7) |
| SELAMAT | Terbebas dari bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dari bahaya, malapetaka, bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan, kerusakan, dan sebagainya; sehat; tercapai maksud; tidak gagal; doa (ucapan, pernyataan, dan sebagainya) yang mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dan sebagainya); pemberian salam mudah-mudahan dalam keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dan sebagainya) (7) |
| SELAMBA | Kasar dalam tingkah laku dan tutur katanya; tidak tahu sopan santun; kurang ajar (7) |
| SELANAK | Sel yang tumbuh melalui pembelahan sehingga dari satu sel akan menjadi dua anak sel (Biologi) (7) |
| SELAPAN | Delapan (Minangkabau); sembilan (Sunda); 35 hari (Jawa) (7) |
| SELAPUT | Kulit tipis (terutama pada bagian tubuh) (7) |
| SELARAK | Kayu palang sebagai pengunci pintu dan sebagainya; selak pintu (Jawa) (7) |
| SELARAP | Sejodoh (7) |
| SELARAS | Sama laras; setala; serasi; sesuai; sepadan (7) |
| SELARIK | Sederet; sebaris; seberkas (7) |
| SELASAR | Serambi atau beranda (ada yang tidak beratap); bagian balai yang terendah tempat rakyat atau pegawai rendah menghadap (7) |
| SELASIH | Terna yang tingginya lebih kurang 1 m dan berumur pendek, batangnya bersegi empat, daunnya berbentuk bundar telur, bunganya tersusun dalam tandan yang tegak, daun mahkotanya putih atau ungu, bijinya mengembang menjadi massa yang menyerupai agar-agar, biasanya dicampur dalam minuman dingin, daunnya mengandung minyak asiri, digunakan dalam obat-obatan tradisional, juga sebagai disinfektan (Ocimum basilicum) (7) |
| SELATAN | Mata angin yang arahnya berlawanan dengan utara; mata angin yang arahnya sebelah kanan jika kita menghadap ke timur (matahari terbit) (7) |
| SELAWAH | Kotak berongga untuk tempat meletakkan bilah-bilah saron atau alat gamelan sejenis; pangkon (7) |
| SELAWAT | Permohonan kepada Tuhan; doa (Arab); doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan sahabatnya (Arab) (7) |
| SELAYAR | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, ibu kotanya Kota Benteng; suku bangsa yang mendiami Pulau Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan (7) |
| SELAYUN | Tali yang direntangkan di sawah yang digantungi orang-orangan (daun-daunan, kain-kainan, dan sebagainya) untuk menghalau burung (7) |
| SELAYUR | Ikan laut yang panjangnya mencapai 234 cm, badannya tipis memanjang, tidak terdapat gigi taring yang menonjol ke depan di rahang atas, duri sirip pertama kecil, panjangnya kurang dari diameter pupil, tidak ada celah di sisi ventral rahang bawah, badan berwarna biru keperakan, sirip dada semi transparan, sirip yang lain kadang-kadang bersemburat kuning, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman 0–400 m, tersebar di perairan sirkumglobal di daerah tropis dan subtropis; bamban; layur (Trichiurus lepturus) (7) |
| SELEDER | Tidak hati-hati dalam menaruh atau menyimpan barang; lalai; meleng; lengah (Melayu Jakarta) (7) |
| SELEDET | Menyeledet; melihat dengan cara melirik dengan ekspresi datar (pada tarian Bali) (Bali) (7) |
| SELEDRI | Terna tegak, tinggi sekitar 40 cm, berbatang persegi dan beralur membujur, bunganya kecil-kecil berwarna hijau, biasanya digunakan sebagai penyedap makanan, seperti sup dan bakso (Apium graveolens) (7) |
| SELEKEH | Noda; palit; kotoran (7) |
| SELEKOH | Kelok (jalan dan sebagainya); liku; sudut atau penjuru yang menjorok keluar pada benteng (kubu); selekoh kota (7) |
| SELEKOR | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 108 cm, tubuhnya pipih memanjang, giginya mengarah ke depan, warnanya perak kehitaman dengan warna kemerahan pada bagian dada, tersebar di perairan Amerika Selatan (Sungai Amazon dan Orinoko); bawal tawar (Colossoma macropomum) (7) |
| SELEKSI | Pemilihan (untuk mendapatkan yang terbaik); penyaringan; metode dan prosedur yang dipakai oleh bagian personalia (kantor pemerintah, perusahaan, dan sebagainya) waktu memilih orang untuk mengisi lowongan pekerjaan (7) |
| SELELER | Berseleleran; berlelehan; meleleh-leleh (7) |
| SELEPAS | Sesudah; setelah (7) |
| SELEPAT | Lumur, calit (7) |
| SELEPER | Selop atau capal (lapik kaki); sandal; selipar (7) |
| SELERAK | Sebar (7) |
| SELESAI | Sudah jadi (tentang sesuatu yang dibuat); habis dikerjakan; habis; tamat; berakhir; beres (terbayar, lunas, impas); putus (tentang perkara, harga, perundingan, dan sebagainya); teratur rapi; tidak kusut (tentang rambut); jelas lagi baik (tentang perkataan dan sebagainya) (7) |
| SELESMA | Sakit kedinginan sehingga mengeluarkan ingus; pilek (7) |
| SELETUK | Menyeletuk; menyelang (perkataan orang) (7) |
| SELEWAT | Setelah lewat (7) |
| SELFING | Proses penyerbukan atau pembuahan sendiri (Botani) (7) |
| SELIBAT | Pranata yang menentukan bahwa orang dalam kedudukan tertentu tidak boleh kawin (dalam gereja Katolik Roma, para rohaniwan yang telah ditahbiskan harus hidup membujang, tidak boleh kawin); tidak menikah dan hidup membujang (7) |
| SELIBUT | Berselibut; mengadakan kerusuhan (keributan) (7) |
| SELIDIK | Dengan teliti; dengan cermat (7) |
| SELIGIT | Terbang (7) |
| SELILIT | Satu lilit (belit); sekeliling; sisa makanan (daging dan sebagainya) yang menyelip di sela-sela gigi; sesuatu yang menjadi perintang (kiasan) (7) |
| SELIMUT | Kain penutup tubuh (terutama dipakai pada waktu tidur); sesuatu (perbuatan dan sebagainya) yang dipakai untuk menyelubungi kejahatan (maksud jahat dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| SELINAP | Siangi; menyelinap; menyuruk (menyusup, menyelundup, dan sebagainya) lekas-lekas; melantas ke dalam; masuk meresap; masuk terus; menghindarkan diri dengan segera; mengendap (menyembunyikan diri dan sebagainya); menyiangi (ikan dan sebagainya); membersihkan (ayam yang disembelih dan sebagainya) (7) |
| SELIPAN | Sesuatu yang diselipkan (7) |
| SELIPAR | Selop; sandal; sepatu tanpa hak, ringan, dengan mudah kaki masuk ke dalamnya (7) |
| SELIRAK | Berselirak; tersebar (di mana-mana); berserak; berserak-serak (7) |
| SELIRAT | Kusut (7) |
| SELIRIK | Sekejap mata (7) |
| SELISIH | Beda; kelainan; hal tidak sependapat (sehaluan dan sebagainya); pertentangan pendapat; pertikaian (7) |
| SELISIK | Singkap; buka (7) |
| SELISIP | Menyelisipkan; menyisipkan; menyelip; menyelit (7) |
| SELISIR | Komposisi tembang yang sering dipakai untuk cakapan atau teks tembang, gending, tiap bait terdiri atas 4 baris yang masing-masing berisi 8 suku kata (Kesenian); menyelisir; berjalan di tepi; berjalan (berlayar) sepanjang tepi (pantai dan sebagainya); menyisir (7) |
| SELIWEN | Bakal kuku yang keras di ujung jari (Gayo) (7) |
| SELIWER | Mondar-mandir (7) |
| SELOFAN | Lembar tipis bening, biasanya digunakan sebagai pengemas (7) |
| SELOKAN | Bendar (di sawah dan sebagainya); serokan; parit (7) |
| SELOMOT | Menyelomoti; mencucuh-cucuhkan api pada (Jawa); membingungkan, memperdayakan, dan sebagainya (Jawa) (7) |
| SELOPER | Pola dasar yang dibuat tanpa garis desain atau garis jahitan, dibuat pada proses awal pembuatan pola untuk membuat desain baru (Tata Busana) (7) |
| SELOROH | Lucu; lelucon; senda gurau; kelakar (7) |
| SELOTIP | Perekat terbuat dari plastik, baik bermata satu maupun bermata dua; pita perekat (7) |
| SELOYAK | Soyak; keloyak; koyak (7) |
| SELRATU | Sel telur lebah madu yang kemudian berkembang menjadi seekor ratu lebah madu (7) |
| SELUANG | Ikan air tawar yang ukurannya di bawah 20 cm, tubuhnya pipih memanjang dengan pola warna bervariasi, memiliki tonjolan di ujung rahang bawah (Rasbora spp.) (7) |
| SELUDUK | Menyeluduk; merangkak (membungkuk dan sebagainya) hendak menyuruk (di kolong dan sebagainya) (7) |
| SELUDUP | Menyeludup; masuk dengan diam-diam; menyuruk; menukik; menyelinap (7) |
| SELUGOT | Hutan belukar yang berpaya-paya (Aceh) (7) |
| SELUKAT | Alat gamelan kuno sejenis saron kecil dengan bilah-bilah lebar (7) |
| SELULER | Berbentuk sel (Biologi); dibagi dalam sel-sel atau bilik-bilik; sistem radio telepon yang memecah suatu wilayah menjadi subwilayah kecil dengan saluran yang dapat dipakai secara bersamaan oleh beberapa pengguna sekaligus (7) |
| SELULIT | Tekstur kulit yang menyerupai kulit jeruk karena adanya timbunan lemak, biasanya muncul di daerah paha, pantat, daerah sekitar ketiak, dan perut (7) |
| SELULUP | Berselulup; menyelam ke dalam air (7) |
| SELULUR | Terselulur; tergelincir; tergelongsor; terselusur (7) |
| SELULUS | Selalu; kerap kali; setelah lulus (7) |
| SELUMAR | Pohon, tinggi mencapai 28 m, kayunya keras, berat, dan padat, berwarna cokelat kemerahan, biasanya digunakan untuk bahan bangunan rumah; sintulang (Jackia ornata) (7) |
| SELUMUR | Kulit ular (yang lepas dari tubuh sesudah bertukar kulit) (7) |
| SELUPAN | Melati (7) |
| SELUPAT | Kulit tipis; kulit ari (7) |
| SELURAH | Seluruh; semua; segenap; seantero (menunjukkan suatu keutuhan) (7) |
| SELURUH | Semua; segenap; seantero (menunjukkan suatu keutuhan); selurah (7) |
| SELUSUH | Barang (seperti air) yang dimantrai untuk menolong orang yang akan melahirkan; menyelusuh; menggelincir; menggelongsor; melorot (dari pohon); menyelusur (7) |
| SELUSUP | Menyelusup; masuk dengan sembunyi-sembunyi; menyusup; menyelundup (7) |
| SELUSUR | Tempat berpegang pada jembatan dan sebagainya; langkan; menyelusur; (7) |
| SEMACAM | Sejenis; sebangsa; segolongan; seperti; serupa (7) |
| SEMAFOR | Alat atau sistem penyampaian isyarat secara visual (dengan lampu, bendera, dan sebagainya) (7) |
| SEMALAM | Satu malam; malam kemarin; malam sebelum hari ini; malam tadi; sepanjang malam; hari sebelum hari ini; kemarin (7) |
| SEMAMBU | Rotan besar, biasa dibuat tongkat (Calamus scipionum); nama hantu; ikan laut yang ukurannya mencapai 250 cm, umur 11 tahun, hidup di perairan tropis dan subtropis, tersebar di perairan Samudra Atlantik, India, dan Pasifik (Thunus obesusi); sabuk sutera yang diberi hiasan, bagian dari pakaian bangsawan (Sunda) (7) |
| SEMAMPU | Sejauh atau sekuat kemampuan (7) |
| SEMANAK | Bersifat ramah (akrab, kekeluargaan) (Jawa) (7) |
| SEMAPUT | Pingsan (Jawa) (7) |
| SEMARAI | Pecah belah; merekah (Minangkabau); berkembang (Minangkabau) (7) |
| SEMARAK | Seri; cahaya; kemuliaan; kemegahan (kiasan); keelokan; perhiasan (kiasan) (7) |
| SEMARAM | Pohon besar yang kayunya baik dibuat papan (Payena obscura); ikan laut yang ukurannya mencapai 13 cm, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman sampai 70 m, tersebar di perairan India Selatan hingga Cina Selatan dan Kaledonia Baru (Paracentropogon longispinis) (7) |
| SEMASIH | Ketika masih; selama masih (7) |
| SEMATAN | Benda yang disematkan; hasil menyemat atau menyematkan; keterangan tambahan; lampiran (7) |
| SEMAWAR | Kompor terbuat dari logam yang perapiannya menggunakan minyak dan angin yang dipompakan (7) |
| SEMAYAM | Menyemayamkan; mendudukkan (di atas takhta, singgasana); membaringkan; menginapkan (jenazah); bersemayam; duduk; berkediaman; tinggal; tersimpan; terpatri (dalam hati) (kiasan) (7) |
| SEMBADA | Serba cukup (kuat, kaya, dan sebagainya) (Jawa); patut; pantas; cocok (Jawa) (7) |
| SEMBAGI | Kain basahan yang dipakai pada waktu upacara mandi pengantin putri (Jawa) (7) |
| SEMBAKO | Sembilan bahan pokok (sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat menurut keputusan Menteri Industri dan Perdagangan pada 1998) (akronim) (7) |
| SEMBARI | Sambil; serta (7) |
| SEMBESI | Jenis kuda (7) |
| SEMBETA | Kayu (tiang) penyokong atau penahan perahu di darat supaya jangan terguling (Pelayaran) (7) |
| SEMBILU | Kulit buluh yang tajam seperti pisau (dipakai untuk meretas perut ayam, memotong tali pusat, dan sebagainya); selumbar buluh (7) |
| SEMBOJA | Pohon yang berbatang bengkok dan berkayu lunak, tinggi hingga 6 m, bunganya harum berwarna putih kekuning-kuningan, merah tua, dan sebagainya, biasa ditanam di pekuburan; kemboja (Plumiera acuminata) (7) |
| SEMBUNG | Perdu yang tumbuh tegak, berbatang satu atau lebih, tinggi 2–4 m, akar dan daunnya dibuat berbagai macam obat (akarnya sebagai obat pembangkit selera, melancarkan kencing dan sebagainya, daunnya digunakan sebagai obat mandi uap bagi badan yang merasa lemah akibat penyakit) (Blumea balsamifera); alat bunyi-bunyian dari kerang (7) |
| SEMECAH | Permainan anak-anak, yaitu mengadu buah kemiri (7) |
| SEMEDOT | Sedih dan pilu karena harus berpisah dengan orang yang disayangi, biasanya tidak terungkap dalam bentuk tangisan, tetapi hanya dirasakan di dalam hati (Jawa) (7) |
| SEMELEH | Penuh penyerahan (Jawa) (7) |
| SEMELET | Panas terik serasa menusuk kulit (tentang matahari) (Jawa) (7) |
| SEMEMEH | Kotor karena berlumur (seperti mulut yang kena kuah) (7) |
| SEMENAN | Hasil menyemen (7) |
| SEMENDA | Pertalian keluarga karena perkawinan dengan anggota suatu kaum (misalnya orang yang kawin dengan saudara atau kemenakan istri atau suami); kerabat karena hubungan perkawinan (7) |
| SEMENDE | Suku bangsa yang mendiami daerah Sumatra Selatan dan Provinsi Lampung (7) |
| SEMERTA | Serta merta (7) |
| SEMESTA | Seluruh; segenap; semuanya; (berlaku untuk) seluruh dunia; universal (7) |
| SEMIANG | Kecil sekali; sedikit sekali; sedikit; tempuling penusuk ikan di dalam air; piarit; seruit; (7) |
| SEMILAT | Perdu besar yang merambat dan sangat berpilin, berwarna cokelat, rebusan akarnya digunakan sebagai obat sakit perut (Rourea fulgens) (7) |
| SEMILIR | Sepoi-sepoi basa (tentang angin) (7) |
| SEMINAI | Pohon, kayunya digunakan untuk kasau, tiang, papan, dan sebagainya, biji buahnya dibuat minyak untuk masak-memasak (Madhuca utilis) (7) |
| SEMINAL | Bersifat semen; berkaitan dengan benih mani (7) |
| SEMINAR | Bersinar-sinar; pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ahli (guru besar, pakar, dan sebagainya) (7) |
| SEMINAU | Bercahaya; berkilau; kemilau (7) |
| SEMISAL | Seumpama; ibarat; seperti; sebagai (7) |
| SEMPANG | Tanda hubung (7) |
| SEMPENA | Berkat; tuah; mimpi (7) |
| SEMPLAK | Patah terkulai (tentang pelepah daun, cabang kayu, pundak) (7) |
| SEMPRIT | Peluit kecil, terbuat dari logam atau buluh bambu yang kecil; alat untuk memasukkan obat ke dalam tubuh; semprot kecil; kue kering yang dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, dan sebagainya yang dicetak dengan menekannya ke luar dari corong yang ujungnya berkembang-kembang kemudian dipanggang dalam oven (Tata Boga) (7) |
| SEMPROT | Alat semacam pompa untuk menyemburkan air, api, cat, dan sebagainya; alat untuk menyuntik (memasukkan obat ke dalam tubuh) (Kedokteran dan Fisiologi); cercaan; celaan; dampratan (kiasan) (7) |
| SEMUDAH | Sama mudahnya seperti (7) |
| SEMUDIK | Satu arah ke udik (7) |
| SEMUJUR | Sama mujurnya; sama untungnya; seuntung (7) |
| SEMUSIM | Sifat tumbuhan yang melengkapi daur hidupnya dalam satu musim (Biologi) (7) |
| SENAMES | Olahraga yang merupakan gabungan dari lompatan, putaran, dan gerakan badan diiringi alunan musik, dilakukan di atas lapangan es (7) |
| SENANTU | Beberapa hari yang lalu (Palembang) (7) |
| SENAPAN | Senjata api berlaras panjang; bedil (7) |
| SENAPAS | Sejalan (mempunyai pikiran, teori) yang sama (kiasan) (7) |
| SENARAI | Daftar (7) |
| SENASIB | Sama nasib; sependeritaan (7) |
| SENATOR | Anggota senat; wakil rakyat (7) |
| SENAWAK | Kain sarung yang dikenakan di atas atau di luar celana panjang (Alas) (7) |
| SENAWAT | Cambuk rotan (untuk mencambuk kerbau dan sebagainya); cemeti (7) |
| SENDANG | Kolam di pegunungan dan sebagainya yang airnya berasal dari mata air yang ada di dalamnya, biasanya dipakai untuk mandi dan mencuci, airnya jernih karena mengalir terus; sumber air (Jawa) (7) |
| SENDAWA | Bahan kimia kalium nitrat (KNO3,, digunakan sebagai bahan campuran pembuatan mesiu; salpeter (7) |
| SENDENG | Tinggi sebelah; tidak rata (tentang bahu); miring letaknya (tentang kopiah di kepala); senget; condong; juling (tentang mata); kurang ingatan; agak gila; aliran dalam pencak silat yang mengandalkan ketepatan serangan dan kecepatan menghindar dari serangan lawan (Melayu Riau) (7) |
| SENDHWA | Kota di India (7) |
| SENDIRI | Seorang diri; tidak dengan orang lain; tidak dibantu (dipengaruhi) orang lain; tidak dibantu alat lain; otomatis; kepunyaan dari yang disebut (yang bersangkutan), bukan kepunyaan orang lain; diri dari yang bersangkutan (bukan wakil atau pengganti); orang yang sesungguhnya (berkepentingan); terpisah dari yang lain; terasing; sendiri-sendiri; yang paling (7) |
| SENEGAL | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Dakar; negara yang menjadi Juara Piala Afrika 2021 (7) |
| SENEWEN | Gugup; bingung; hilang akal; agak gila (7) |
| SENGAJA | Dimaksudkan (direncanakan); memang diniatkan begitu; tidak secara kebetulan; dibuat-buat; bersengaja (7) |
| SENGETI | Ibu kota Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi (7) |
| SENGGAK | Senggakan (Jawa); hardik (7) |
| SENGGAT | Batas (tanda) yang menunjukkan tingkat ukuran (pada kayu penggaris dan sebagainya); senggatan (7) |
| SENGGAU | Menyenggau; mencapai sesuatu yang agak jauh, tinggi, dan sebagainya; menjilat (tentang api); membakar (7) |
| SENGGET | Menyengget; menjolok (mengait) dengan galah (7) |
| SENGGIK | Kepiting kecil bersapit besar yang hidup di pantai (Madura) (7) |
| SENGGOL | Menyenggol; menyentuh; menyinggung (7) |
| SENGGOT | Biola berkawat dua yang badannya lebih panjang daripada biola biasa (Sunda); alat untuk menimba air dari sumur yang dibuat dari bambu, yang pada ujungnya diberi bandul atau pemberat (Jawa) (7) |
| SENGGUT | Mengantukkan kepala ke; menanduk; menyengguk; mengangguk (7) |
| SENGKAK | Menyengkak; mengurut perut ke atas untuk mengeluarkan angin, mengembalikan usus yang turun, dan sebagainya; seram; menakutkan; menyangkak (Minangkabau) (7) |
| SENGKAL | Kayu balok yang dipasang melintang pada perahu dari satu bibir ke bibir lainnya (7) |
| SENGKAR | Papan yang melintang di perahu tempat duduk orang yang berkayuh (Pelayaran) (7) |
| SENGKED | Keadaan tanah persawahan dan sebagainya yang bertangga-tangga dari atas ke bawah (7) |
| SENGKEK | Selalu meminta barang-barang yang diperlukan kepada orang lain (karena malas bekerja, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (7) |
| SENGKEL | Daging bagian depan kaki sapi, bersifat keras, sedikit lemak, dan berotot (7) |
| SENGKER | Batas (Sunda); menyengker; tidak mengizinkan keluar dari tempatnya; mengurung; memingit (7) |
| SENGSEM | Tersengsem; sangat tertarik hati sehingga terlupa diri; sangat asyik; sangat berahi; jatuh cinta (7) |
| SENIGAI | Palang-palang yang dipasang di tiang (buluh dan sebagainya) untuk tumpuan memanjat; sigai (7) |
| SENIMAN | Orang yang mempunyai bakat seni dan berhasil menciptakan dan menggelarkan karya seni (pelukis, penyair, penyanyi, dan sebagainya) (7) |
| SENIPOP | Seni berdasarkan budaya populer modern dan media massa yang digunakan sebagai media kritik pada nilai seni tinggi tradisional, biasanya menggunakan objek umum (papan jalan, kaleng makanan, spanduk, poster, dan sebagainya) sebagai subjek dan media seni (7) |
| SENJANG | Tidak simetris atau tidak sama bagian yang di kiri dan yang di kanan (tentang ukiran dan sebagainya); genjang; berlainan sekali; berbeda; ada (terdapat) jurang pemisah (7) |
| SENJATA | Alat yang dipakai untuk berkelahi atau berperang (tentang keris, tombak, dan senapan); sesuatu (surat, kop surat, cap, memo, dan sebagainya) yang dipakai untuk memperoleh suatu maksu (kiasan); tanda bunyi pada tulisan Arab (seperti fatah, kasrah, damah, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| SENJONG | Baki kecil dari logam yang berkaki (7) |
| SENONOH | Patut, sopan (7) |
| SENSASI | Sesuatu yang membuat perasaan terharu (merangsang emosi dan sebagainya); sesuatu yang merusuhkan (menggemparkan); kegemparan; keonaran; pengalaman yang dirasakan setelah mengalami stimulasi pada indra perasa, seperti mata atau telinga, dan menjadi pengantar penting menuju persepsi (Psikologi) (7) |
| SENSUAL | Berhubungan dengan kenikmatan yang bersifat naluri (7) |
| SENTADA | Pohon rendah batangnya tegak, kayunya digunakan untuk kayu bangunan dan mebel; taji (Padocarpus neriifolia); jenis semut dan ketam (7) |
| SENTADU | Congcorang; belalang sembah (Tenodera aridifolia); ulat besar berwarna hijau; kopi Cina (7) |
| SENTAGI | Tali; setagen (7) |
| SENTAKA | Pohon jenis medang (7) |
| SENTALI | Burung (Megalaima haemacephala) (7) |
| SENTANA | Kaum kerabat raja (orang bangsawan) (Jawa) (7) |
| SENTANI | Suku bangsa yang mendiami daerah Jayapura, Papua; ibu kota Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua; danau di lereng Pegunungan Cyclops, Papua (7) |
| SENTENG | Pendek (tentang baju, kelambu, dan sebagainya); kurang panjang; kurang (uang dan sebagainya); tidak mencukupi (Minangkabau); sinting (Minangkabau); kain (selendang) penutup dada; kain dada; kemban (Bali) (7) |
| SENTIKA | Bersifat sangat kuat dan energik; perasaan kecemasan, ketidakpastian, atau perasaan gelisah (7) |
| SENTING | Sukar; sulit (Minangkabau); tumbuhan semak untuk pupuk hijau, sering juga dipakai untuk pagar (Cassia occidentalis); tumbuhan, tingginya mencapai 4 m, sering kali digunakan untuk pagar dan juga sebagai pupuk hijau (Cassia laeviagata); baju lelaki bangsawan yang berkancing banyak dan bagian depan lebih panjang daripada bagian belakang (Sunda) (7) |
| SENTONG | Kamar; bilik (Jawa) (7) |
| SENTOSA | Bebas dari segala kesukaran dan bencana; aman dan tenteram; sejahtera (7) |
| SENTRAL | Di tengah-tengah sekali; dianggap sebagai pusat; pusat; sentra (7) |
| SENTUNG | Bagian jaring yang pada saat menangkap ikan, berfungsi sebagai kantong (Melayu Medan) (7) |
| SENYAWA | Padu benar; sudah menjadi satu arti (tentang kata majemuk); sudah menjadi satu zat (tentang unsur kimia); senyawaan; berpadu benar; bersatu padu; sudah menjadi satu arti (tentang kata majemuk)zat murni dan homogen yang terdiri atas dua unsur atau lebih yang berbeda dengan perbandingan tertentu, biasanya sifatnya sangat berbeda dari sifat unsur-unsurnya; senyawaan (Kimia) (7) |
| SEORANG | Satu orang; sendiri (7) |
| SEPADAN | Mempunyai nilai (ukuran, arti, efek, dan sebagainya) yang sama; sebanding (dengan); seimbang (dengan); berpatutan (dengan) (7) |
| SEPADIA | Sekolah pimpinan administrasi tingkat madia (akronim) (7) |
| SEPAHAM | Satu paham; sependapat; sepengertian; satu keyakinan; satu aliran (7) |
| SEPAKAN | Hasil menyepak; tendangan (7) |
| SEPAKAT | Setuju; semufakat; sependapat; seia sekata (7) |
| SEPANAR | Alat untuk mencengkam dan mengetatkan atau melonggarkan (7) |
| SEPARAS | Sama tinggi dengan; sepadan; seimbang (7) |
| SEPARUH | Setengah; seperdua (7) |
| SEPASIN | Binatang yang akan menjadi capung (Minangkabau) (7) |
| SEPEDAS | Tumbuhan berakar serabut (umbinya pedas rasanya, dipakai sebagai aromatik, bumbu dapur, atau obat), berdaun lonjong dan lancip, bunganya berbulir; halia; jahe (Zingiber officinale) (7) |
| SEPEGOH | Lokan yang menghasilkan mutiara yang kurang baik mutunya dan murah harganya (7) |
| SEPELAN | Hasil mengeja; ejaan (7) |
| SEPENUH | Seluruh isi (penghuni); semua(nya); segenap; sebesar-besarnya; selengkap (7) |
| SEPEPAK | Semuanya; selengkapnya (7) |
| SEPERAH | Kain putih (alas) yang dihamparkan untuk alas makanan yang disajikan (7) |
| SEPERSI | Tumbuhan Liliaceae, ujung akar tunggalnya (rebung) dibuat sayur, terutama yang belum terkena sinar matahari, berwarna putih, lunak, dan gemuk; akar parsi; asperses; asparagus (Asparagus officinalis) (7) |
| SEPERTI | Serupa dengan; sebagai; semacam; sama halnya dengan; tidak ubahnya; sebagaimana; sesuai dengan; menurut; seakan-akan; seolah-olah; misalnya; umpamanya; sepertinya; adapun yang sebagai; akan hal (7) |
| SEPERUT | Sama-sama dari satu perut; keluarga senenek perempuan (7) |
| SEPESAN | Binatang kecil, berkaki banyak dan berbisa, biasanya terdapat di tempat tersembunyi di sela-sela bilik, tumpukan kayu, atau bata; binatang berbisa bertubuh pipih, bersegmen seperti cacing, berkaki banyak, bersendi, bagian depannya beracun; lipan (Chilopoda) (7) |
| SEPESER | Serimis (½ sen) (7) |
| SEPETIR | Pohon, tinggi hingga 30 m, umumnya bengkok, kayunya keras dan awet (Ormosia bancana) (7) |
| SEPICIS | Sepuluh sen; seketip (7) |
| SEPIHAK | Satu pihak (sisi); sebelah; sebelah pihak (7) |
| SEPIKER | Pengeras suara (7) |
| SEPILIS | Sekularisme, pluralisme, liberalisme; langit-langit rumah (Melayu Riau) (7) |
| SEPTIMA | Sajak yang terdiri atas tujuh baris (7) |
| SEPUHAN | Sesuatu yang sudah disepuh; hasil menyepuh; saduran (7) |
| SEPUKAL | Segumpal; sebongkah (7) |
| SEPULUH | Bilangan yang dilambangkan dengan angka 10 (Arab) atau X (Romawi); urutan ke-10 sesudah ke-9 sebelum ke-11 (7) |
| SEPUSAT | Memiliki satu pusat bersama; mengenai satu titik yang terdapat tepat di tengah-tengah; konsentrik; kontraksi otot yang dinamis saat otot memendek (Olahraga) (7) |
| SEPUTAR | Sekeliling; sekitar (7) |
| SERABUT | Serat-serat seperti pada sabut; barang yang rupanya seperti bulu atau serat; sabut halus; struktur jaringan yang berbentuk panjang seperti benang (7) |
| SERACIK | Seiris (7) |
| SERAGAM | Sama ragamnya; sejenis; sama; (pakaian) yang sama potongan dan warnanya; sama ragam (corak, bentuk, susunan) (7) |
| SERAHAN | Sesuatu yang diserahkan; hasil menyerahkan (7) |
| SERAING | Kota di Belgia (7) |
| SERAKAH | Selalu hendak memiliki lebih dari yang dimiliki; loba; tamak; rakus (7) |
| SERAKIT | Sepasang (kuda dan sebagainya) (7) |
| SERAMBI | Beranda atau selasar yang agak panjang, bersambung dengan induk rumah (biasanya lebih rendah daripada induk rumah); peron (untuk stasiun) (7) |
| SERANAH | Kutuk; sumpah; serapah; tulah (7) |
| SERANTA | Menyerantakan; memaklumkan kepada orang banyak; mengumumkan; menyeratakan (7) |
| SERAPAH | Kutuk; sumpah (7) |
| SERAPAN | Hasil menyerap (mengisap melalui liang-liang renik); yang diserap; alat untuk menyerap; lubang berisi ijuk dan sebagainya untuk tempat air kotoran (7) |
| SERASAH | Kotoran (buangan, sampah, dan sebagainya) atau bahan organik mati berupa ranting dan daun bekas pangkasan yang dapat dijadikan pupuk; baja; pupuk; alas kandang ternak yang terdiri atas berbagai bahan organik; kain tenun buatan India; air terjun; penderasan sungai; jeram (7) |
| SERASAM | Sesuai (dengan); selaras (dengan) (7) |
| SERATAH | Tumbuhan berumbi, daunnya lebar berbentuk hati, umbinya di beberapa daerah merupakan bahan makanan pokok; talas; keladi (Colocasia esculenta) (7) |
| SERATUS | Bilangan yang dilambangkan dengan angka 100 (Arab) atau C (Romawi); urutan ke-100 sesudah ke-99 dan sebelum ke-101 (7) |
| SERAUNG | Topi lebar berbentuk kerucut yang dibuat dari anyaman daun kering yang dilapisi kain dan manik-manik berwarna cerah, biasanya digunakan untuk melindungi diri dari sinar matahari (Dayak) (7) |
| SERAWAI | Suku bangsa yang mendiami daerah-daerah di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu (7) |
| SERAWAK | Penganan yang terbuat dari pisang, dicampur dengan tepung dan telur, kemudian diberi kuah gula merah bercampur santan (Tata Boga) (7) |
| SERAWAL | Seluar; celana (Minangkabau) (7) |
| SERAWAN | Kata penggolong untuk jala, jaring, kancing, dan sebagainya; selengkap (7) |
| SERBUAN | Hasil menyerbu (menyerang); serangan (7) |
| SERDADU | Prajurit atau anggota tentara (7) |
| SERDANG | Tumbuhan palem yang hidup di tanah bencah dan daunnya dapat dibuat atap (Pholidocarpus sumatrana) (7) |
| SERDAWA | Bunyi yang keluar dari kerongkongan (biasanya apabila masuk angin atau sesudah makan kenyang) (7) |
| SEREGUK | Sebanyak yang diminum (sekali); seteguk (7) |
| SEREMEH | Sekecil; segampang; sesederhana (7) |
| SEREMPE | Teman dalam perjalanan untuk mengunjungi seseorang yang tidak dikenal (Aceh) (7) |
| SEREMPU | Lunas panjang dan lekuk (pada perahu) (Pelayaran); perahu yang dibuat dengan lunas panjang dan lekuk (Pelayaran) (7) |
| SERENTA | Serta; demi (Melayu Jakarta) (7) |
| SEREPIH | Sekeping; secuil (roti, kue, dan sebagainya) (7) |
| SERESAM | Sesuai (dengan) (7) |
| SERESIN | Lilin parafin keras, tetapi getas (7) |
| SERIASI | Kemampuan anak untuk mengatur objek menurut tingkatan, panjang, berat, atau volumenya, biasanya pada usia 7 atau 8 tahun (Psikologi) (7) |
| SERIKAT | Perkumpulan (perhimpunan, gabungan, dan sebagainya); persekutuan (dagang); perseroan; sekutu; kawan (dalam perang dan sebagainya) (7) |
| SERIMIS | Setengah sen; sepeser (7) |
| SERIMPI | Penari wanita di istana; tarian Jawa yang dilakukan oleh empat orang penari wanita, diiringi dengan gamelan, melukiskan cerita Jawa Kuno (semula merupakan tarian keraton) (7) |
| SERIOSA | Jenis irama lagu yang dianggap serius karena membutuhkan teknik suara yang lebih tinggi, dibedakan dari irama keroncong, atau irama hiburan (7) |
| SERISIT | Mika berserat halus atau bersisik, biasanya terdiri atas muskovit dan umumnya dihasilkan dari perubahan hidrotermal (7) |
| SERITAN | Ragam hias pada batik Cirebon yang berbentuk garis lurus dan rapat seperti sisir (Sunda) (7) |
| SERLING | Lubang perangkap (untuk menangkap babi hutan, harimau, dan sebagainya); pelubang (7) |
| SEROBEH | Tidak rapi (tentang berpakaian, menata rambut, dan sebagainya) (7) |
| SEROBOK | Berserobok; bertemu (dari dua arah yang berlainan); berjumpa; bersobok (7) |
| SEROBOT | Menyerobot; mengambil hak atau harta dengan sewenang-wenang atau dengan tidak mengindahkan hukum dan aturan (seperti mencuri, merampas, menempati tanah atau rumah orang lain yang bukan haknya, menculik); menyerang (melanggar, menubruk) secara nekat atau dengan diam-diam; melakukan perbuatan (seperti masuk ke rumah orang, menyela perkataan orang, dan sebagainya) dengan cara yang nekat atau menyimpang dari aturan; menggunakan jalan semau-maunya tanpa mengindahkan aturan (tentang kendaraan) (7) |
| SEROKAN | Teluk kecil (di sungai atau di pantai laut); parit di sawah dan sebagainya; selokan; susukan; terusan (7) |
| SERONOK | Menyenangkan hati; sedap dilihat (didengar dan sebagainya) (7) |
| SEROPOT | Menyeropot; minum dengan mengisap (seperti burung, lebah); minum sampai menimbulkan suara di bibir; menyesap (7) |
| SEROSOH | Menyerosoh; menggelongsor; menyelusur (7) |
| SERTAAN | Sesuatu yang disertakan (7) |
| SERUDUK | Menyeruduk; menyeluduk; menyuruk; menyusup; membungkuk dan menyundul; menanduk; melanggar; menabrak (dengan gerakan maju) (7) |
| SERUGAT | Tumbuhan jenis anggrek (7) |
| SERUMAH | Seisi rumah; segenap isi rumah; tinggal di suatu rumah; sudah kawin (beristri atau bersuami) (7) |
| SERUMEN | Kotoran yang dihasilkan oleh kelenjar di dalam liang telinga luar berupa bahan seperti malam atau lilin; tahi telinga; tahi kuping (7) |
| SERUNAI | Alat musik tiup jenis klarinet yang dibuat dari kayu (Musik) (7) |
| SERUNDA | Menyerunda; menghela (menarik) perahu di darat (untuk dipindahkan ke sungai lain dan sebagainya) (Pelayaran) (7) |
| SERUPIH | Serpih (sumbing) (Minangkabau) (7) |
| SERUPUT | Hirup; perdu, tinggi mencapai 1,5 m, daunnya digunakan untuk mengobati sakit kepala dan sakit perut (Rungia laxiflora) (7) |
| SERUTAN | Hasil menyerut; tatal dari kayu yang diserut; tahi kayu; alat untuk menyerut (7) |
| SERUYAN | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, ibu kotanya Kuala Pembuang (7) |
| SERUYUK | Menyeruyuk; menyusup dengan merangkak atau membungkuk; menyuruk; menyeluduk (7) |
| SERVIKS | Daerah yang menghubungkan rahim (uterus) dan vagina (7) |
| SESAGON | Penganan kering yang terbuat dari tepung beras ketan bercampur kelapa dan gula; sagon (Tata Boga) (7) |
| SESAING | Segandeng; kopel (7) |
| SESAJEN | Makanan (bunga-bungaan dan sebagainya) yang disajikan kepada orang halus dan sebagainya; semah; sajen (7) |
| SESALAN | Perasaan menyesal (menyesali); celaan; sanggahan (7) |
| SESALIN | Selengkap pakaian (7) |
| SESANTI | Wejangan; nasihat (7) |
| SESAPAN | Tempat minum burung; pengisapan (7) |
| SESARAN | Hasil menyesarkan; rengkahan atau retakan pada kulit bumi yang terjadi akibat gaya endogen yang menekan dari dalam bumi; rekahan yang terjadi akibat pergeseran dua sisi yang satu terhadap yang lain (Geografi dan Geologi) (7) |
| SESAYAT | Seiris tipis (7) |
| SESENAP | Perdu yang tumbuh tegak hingga 90 cm, digunakan sebagai makanan tambahan untuk ternak (Alysicarpus nummularifolius) (7) |
| SESEPUH | Orang yang tertua dalam masyarakat; orang yang dituakan atau dijadikan pemimpin karena banyak pengalaman dalam suatu organisasi dan sebagainya (kiasan) (7) |
| SESIBAR | Capung; sibur-sibur; papatong; sibar (7) |
| SESIBIR | Sekerat; secabik; sepotong (7) |
| SESKOAD | Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (akronim) (7) |
| SESKOAL | Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (akronim) (7) |
| SESKOAU | Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (akronim) (7) |
| SESOBEK | Satu sobekan atau cabikan (7) |
| SESTINA | Sajak yang terdiri atas 6 bait yang masing-masing terdiri atas 6 larik, sedangkan envoinya terdiri atas 3 larik (7) |
| SESUATU | Kata untuk menyatakan barang atau hal yang tidak tentu (7) |
| SESUDAH | Sehabis; setelah (7) |
| SESVETE | Kota di Kroasia (7) |
| SETAGEN | Sabuk (ikat pinggang) perempuan (biasanya terbuat dari kain), panjangnya antara 3–5 m, biasanya polos (putih, merah, hitam, hijau, dan sebagainya), dikenakan oleh mereka yang berkain (7) |
| SETAHAP | Setingkat; sejenjang (7) |
| SETAKAR | Seukuran; seimbang; sesuai (7) |
| SETAKAT | Hingga; sampai (7) |
| SETAPAK | Selebar tapak tangan; sepanjang tapak kaki; selangkah; beranda di rusuk rumah (7) |
| SETARAF | Setingkat; sederajat; sejajar (7) |
| SETARIA | Rumput yang mempunyai banyak tunas, seperti pohon padi, daunnya lebar agak berbulu, ditanam untuk makanan ternak (7) |
| SETAWAR | Perdu yang tumbuh di tempat yang lembap, umumnya berwarna hijau muda, batangnya bernas, akar dan batangnya digunakan sebagai obat; tawar-tawar; tabar-tabar (Costus speciosus) (7) |
| SETEBAL | Sama tebal dengan; pohon, kayunya keras dan tahan lama, digunakan sebagai bahan bangunan (Alangium nobile) (7) |
| SETEGAK | Setinggi tegak; sependiri (7) |
| SETEGER | Aram-aram; perancah (7) |
| SETEGUK | Sebanyak yang diminum (sekali); sereguk (7) |
| SETEKAN | Hasil menyetek (pohon, tanaman) (7) |
| SETELAH | Sesudah (7) |
| SETELAN | Selengkap pakaian (celana dan baju); seperangkat (cangkir, kain, dan sebagainya); pasangan; jodoh; bagian sesuatu (perkakas); putaran (arloji dan sebagainya); tombol (radio dan sebagainya); hasil menyetel; cara menyetel; padanan dari setting (7) |
| SETEMAN | Hasil menyetem; pemungutan suara (7) |
| SETIABU | Nama ular (7) |
| SETIKAN | Permainan kelereng (dengan jengkal) (7) |
| SETIMAN | Empat puluh lima (Bali) (7) |
| SETIWEL | Kulit penutup kaki (kalau bersepatu dan sebagainya); benkap; pembalut kaki (7) |
| SETOLOK | Sama tingkatnya (kedudukannya dan sebagainya); sebanding; setara (7) |
| SETOLOP | Lampu yang ditutup dengan tabung kaca; lampu senter; tabung kaca (7) |
| SETOPAN | Tempat perhentian (bus dan sebagainya); penghentian (kendaraan); lampu lalu lintas (merah, hijau, kuning) yang dapat menandai kendaraan yang lewat harus berhenti atau berjalan lagi (7) |
| SETORAN | Hasil menyetorkan; apa-apa yang disetorkan (7) |
| SETOTER | Bermain kartu besar (7) |
| SETRIKA | Alat melicinkan pakaian dan sebagainya (dibuat dari besi, cara memakainya dengan dipanaskan) (7) |
| SETUBAL | Kota di Portugal (7) |
| SETUBUH | Satu badan; sebadan; cocok; seia sekata (kiasan) (7) |
| SETURUT | Sepanjang (berita, kabar, dan sebagainya); sesuai dengan; menurut (7) |
| SEUDATI | Seni tradisional rakyat Aceh berupa tari dan nyanyi, dilakukan oleh sembilan atau sepuluh orang pemuda, dengan memukul-mukulkan telapak tangan ke dada (7) |
| SEULANG | Sekali lagi (7) |
| SEUNTIL | Sebutir kecil; sedikit sekali (7) |
| SEVERSK | Kota di Rusia (7) |
| SEVILLA | Kota di Spanyol (7) |
| SEWAJAR | Selaras (dengan); sama halnya (dengan) (7) |
| SEWAKTU | Ketika; saat; sama waktunya (7) |
| SEZARAH | Sedikit sekali (7) |
| SFEROID | Bentuk mirip bola (7) |
| SHAGAMU | Kota di Nigeria (7) |
| SHAHADA | Kota di India (7) |
| SHAHDOL | Kota di India (7) |
| SHAHKOT | Kota di Pakistan (7) |
| SHAHRUD | Kota di Iran (7) |
| SHAKHTY | Kota di Rusia (7) |
| SHANGYU | Kota di Cina (7) |
| SHANTOU | Kota di Cina (7) |
| SHANWEI | Kota di Cina (7) |
| SHAPING | Kota di Cina (7) |
| SHARJAH | Kota di Uni Emirat Arab (7) |
| SHAWNEE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| SHEGAON | Kota di India (7) |
| SHENGLI | Kota di Cina (7) |
| SHEOPUR | Kota di India (7) |
| SHERKOT | Kota di India (7) |
| SHERPUR | Kota di Bangladesh (7) |
| SHIBATA | Kota di Jepang (7) |
| SHIGUAI | Kota di Cina (7) |
| SHIHEZI | Kota di Cina (7) |
| SHILONG | Kota di Cina (7) |
| SHIMADA | Kota di Jepang (7) |
| SHIMOGA | Kota di India (7) |
| SHINANO | Sungai terpanjang di Jepang (7) |
| SHIQIAO | Kota di Cina (7) |
| SHIRBIN | Kota di Mesir (7) |
| SHIRPUR | Kota di India (7) |
| SHIRVAN | Kota di Iran (7) |
| SHIXING | Kota di Cina (7) |
| SHIZILU | Kota di Cina (7) |
| SHKODER | Kota di Albania (7) |
| SHORKOT | Kota di Pakistan (7) |
| SHOSTKA | Kota di Ukraina (7) |
| SHOUSUI | Tradisi tidak tidur pada malam tahun baru Imlek sebagai tanda syukur karena telah melewati tahun baru (Cina) (7) |
| SIALANG | Sarang lebah di hutan (dicari untuk diambil lilinnya) (7) |
| SIALKOT | Kota di Pakistan (7) |
| SIALONG | Pohon kelapa yang sudah tinggi dan tua (Melayu Belitung) (7) |
| SIAMANG | Primata besar yang berlengan panjang, tidak berekor, jari tangan yang kedua dan ketiga dipertautkan oleh selaput seolah-olah menyatu, makanannya buah-buahan, pucuk daun, telur burung, dan binatang kecil (Symphalangus syndactylus); tungsten (7) |
| SIANANG | Jenis ikan air tawar (7) |
| SIANIDA | Zat beracun ((Cina)–) (7) |
| SIANTAN | Pohon soka; angsoka (Ixora concinna) (7) |
| SIBAKAN | Stadium awal pembelahan sel telur yang sudah dibuahi dan telah berkembang menjadi beberapa sel (Biologi); pemecahan atau kecenderungan pecah sepanjang bidang yang ditentukan oleh struktur hablur dan selalu sejajar dengan suatu permukaan yang mungkin (Fisika) (7) |
| SIBAYAK | Gunung api aktif dengan ketinggian 2.094 mdpl, terletak di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dan termasuk dalam Taman Hutan Raya Bukit Barisan (7) |
| SIBILAN | Bunyi frikatif yang dihasilkan dengan memaksa udara lewat lubang berbentuk alur antara lidah dan bagian belakang pangkal gigi, misalnya bunyi s (Linguistik) (7) |
| SIBIRAN | Keratan; potongan; belahan kecil (7) |
| SIBOLGA | Kota di Provinsi Sumatra Utara, terkenal dengan sebutan Nagari Babilang Kaum atau Negeri Berbilang Kaum, Kota Ikan; kota terkecil di Indonesia (7) |
| SIBUSUK | Pohon yang kayunya biasa untuk bahan rumah dan sebagainya, akarnya untuk obat pencuci pakaian (Cassia nodosa) (7) |
| SICEREK | Perdu yang tumbuh tegak, tinggi 4 m, kayunya digunakan untuk gagang kapak, pisau, dan sebagainya, daunnya untuk obat diare; cerek (Clausena excavata) (7) |
| SIDERIS | Berkenaan dengan bintang atau rasi bintang (Astronomi) (7) |
| SIDERIT | Besi karbonat alamiah, lazim diperoleh dari meteor (Mineralogi) (7) |
| SIDOKAN | Wedana pada masa penjajahan Jepang (Jepang) (7) |
| SIEDLCE | Kota di Polandia (7) |
| SIFILIS | Penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema pallidum yang berbahaya bagi penderita, juga bagi keturunannya; penyakit raja singa; bengang (7) |
| SIGANDO | Terna berumbi yang daunnya memita, perbungaannya memayung, buahnya membulat telur sungsang, tumbuh di bioma empat musim, biasa dimanfaatkan untuk sayuran; kucai (Allium ramosum) (Botani) (7) |
| SIGARET | Rokok (7) |
| SIGASIR | Jangkrik yang hidup di dalam tanah, mempunyai sepasang tungkai depan berbentuk seperti cangkul untuk menggali tanah; orong-orong; anjing tanah (Gymnogryllus spp.) (7) |
| SIGULAI | Suku bangsa yang mendiami daerah Nanggroe Aceh Darussalam (7) |
| SIKASSO | Kota di Mali (7) |
| SIKATAN | Burung yang berpostur kecil seperti burung ketilang, berbulu tebal dan panjang dan berwarna hitam pudar, beralis putih; srikatan (7) |
| SIKEJUT | Putri malu; semalu; simalu; kejut-kejut (Mimosa pudica) (7) |
| SIKERAS | Bersikeras; berkeras (hati); mengotot (7) |
| SIKEREI | Orang yang disegani dan dipandang penting dalam sistem adat Mentawai; pemimpin upacara adat (7) |
| SIKIKIH | Nama burung (7) |
| SIKLOID | Mendekati bundar; lintasan yang dilalui oleh suatu titik pada keliling lingkaran jika titik itu bergulir sepanjang garis lurus (Matematika) (7) |
| SIKSAAN | Hasil menyiksa; penderitaan (kesengsaraan) sebagai hukuman; perlakuan yang sewenang-wenang (seperti menyakiti, menganiaya, dan sebagainya) (7) |
| SIKUTAN | Gerakan menyikut lawan dengan siku, termasuk daerah (bagian badan) yang terlarang (Olahraga) (7) |
| SILABEL | Suku kata (Linguistik) (7) |
| SILABIS | Bersangkutan dengan silabel (Linguistik); dapat berdiri sendiri sebagai suku kata (Linguistik) (7) |
| SILABUS | Kerangka unsur kursus pendidikan, disajikan dalam aturan yang logis, atau dalam tingkat kesulitan yang makin meningkat (Pendidikan); ikhtisar suatu pelajaran (7) |
| SILAKAN | Sudilah kiranya (kata perintah yang halus) (7) |
| SILALAH | Silakan (7) |
| SILATON | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan (7) |
| SILCHAR | Kota di India (7) |
| SILIFKE | Kota di Turki (7) |
| SILIHAN | Yang dipakai untuk mengganti (7) |
| SILIKAT | Istilah generalisasi untuk senyawa yang mengandung silikon, oksigen, dan beberapa logam (Kimia) (7) |
| SILIKON | Unsur kimia metaloid bukan logam dari golongan karbon, terdapat dalam beberapa bentuk (seperti amorf, mirip grafit, mirip intan), ditemukan dalam kerak bumi sebagai silikat; unsur dengan nomor atom 14, berlambang Si, dan bobot atom 28,086 u (7) |
| SILIRAN | Tiupan angin yang lemah lembut (7) |
| SILIVRI | Kota di Turki (7) |
| SILUETA | Desain pakaian dengan bentuk melebar ke bawah menyerupai huruf A (Tata Busana) (7) |
| SILUETH | Desain pakaian dengan potongan lurus dari atas sampai ke bawah, menyerupai huruf H (Tata Busana) (7) |
| SILUMAN | Makhluk halus yang sering menampakkan diri sebagai manusia atau binatang; tersembunyi tidak kelihatan (kiasan) (7) |
| SILVIKA | Ilmu yang mendalami pohon-pohon hutan (7) |
| SIMAUNG | Pohon, tinggi hingga 40 m, kayunya tidak awet, digunakan untuk membuat batang korek api, kulit kayu digunakan sebagai tuba ikan, buahnya mengandung biji yang memabukkan; tempayang; kepayang; pucung; hapesong (Pangium edule) (7) |
| SIMBANG | Permainan dengan melambung-lambungkan batu (biji-biji, manik-manik, dan sebagainya) ke atas lalu ditangkap lagi (Minangkabau); burung laut, sebangsa Laridae (7) |
| SIMBION | Makhluk yang hidup bersimbiosis (7) |
| SIMETRI | Seimbang (tentang bentuk, ukuran, dan sebagainya); selaras (7) |
| SIMFONI | Musik yang ditulis untuk orkes lengkap (biasanya terdiri atas empat bagian) (7) |
| SIMPANG | Sesuatu yang memisah (membelok, bercabang, melencong, dan sebagainya) dari yang lurus (induknya); tempat berbelok atau bercabang dari yang lurus (tentang jalan) (7) |
| SIMPATI | Rasa kasih; rasa setuju (kepada); rasa suka; keikutsertaan merasakan perasaan (senang, susah, dan sebagainya) orang lain (7) |
| SIMPING | Kue berbentuk bulat pipih, dibuat dari adonan tepung beras yang dicampur dengan sedikit garam dan kencur (Tata Boga); kerang yang cangkangnya bundar, pipih dan tipis, satu cangkangnya berwarna merah dan lebih cembung daripada cangkang yang lain yang berwarna putih (Amusium pleuronectes) (7) |
| SIMPRAK | Duduk mengangkang (misalnya di atas kuda) (Aceh) (7) |
| SIMUNTU | Anak-anak yang bertopeng atau bercoreng-coreng muka dengan arang (dalam perarakan tabut) (Minangkabau) (7) |
| SINABAR | Mineral berwarna cokelat kemerahan yang terdiri atas sulfida merkuri yang digunakan sebagai sumber air raksa (Fisika); sulfida merkuri yang digunakan sebagai pigmen merah (Kimia); warna merah terang (7) |
| SINARAN | Hasil menyinari atau menyinarkan; radiasi (Fisika) (7) |
| SINDING | Bela diri dari Belitung yang diwariskan dari tradisi Kerajaan Balok (Melayu Belitung) (7) |
| SINDROM | Himpunan gejala atau tanda yang terjadi serentak (muncul bersama-sama) dan menandai ketidaknormalan tertentu; hal-hal (seperti emosi atau tindakan) yang biasanya secara bersama-sama membentuk pola yang dapat diidentifikasi (7) |
| SINEKIA | Keadaan melekatnya iris dan lensa atau kornea akibat dari trauma, operasi mata, komplikasi glaukoma, atau katarak, dapat menyebabkan kebutaan (7) |
| SINERGI | Kegiatan atau operasi gabungan; sinergisme (7) |
| SINGGAH | Berhenti sebentar di suatu tempat ketika dalam perjalanan; mampir (7) |
| SINGGAN | Sehingga (Minangkabau) (7) |
| SINGGEL | Permainan tunggal, misalnya dalam bulu tangkis (7) |
| SINGGIR | Menyinggir; membuka (menyingkap dan sebagainya) tutup (selubung dan sebagainya); memperlihatkan (menunjukkan, memberi tahu, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| SINGGIT | Menyinggit; menggesel; menggesek (7) |
| SINGGUL | Menyinggul; menyundul ke sisi (7) |
| SINGIDA | Kota di Tanzania (7) |
| SINGKAH | Tanaman kelapa, palem, dan sebagainya yang masih muda, biasa digunakan sebagai bahan masakan (Dayak) (7) |
| SINGKAP | Buka; ungkap; dedah (7) |
| SINGKAT | Pendek (tentang umur, waktu, dan sebagainya); ringkas (tentang cerita, pidato, dan sebagainya) (7) |
| SINGKEK | Orang Cina totok (baru datang dari negeri Cina) (7) |
| SINGKIL | Berasa tidak enak pada pendengaran (seperti ketika mendengar orang mengikir besi dan sebagainya); ngilu; suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh; ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh (7) |
| SINGKIR | Menyingkir; menyisih supaya tidak terbentur (tertabrak, tertumbuk, dan sebagainya) oleh orang (kendaraan dan sebagainya); mengelak; menjauh dari (perbuatan jahat dan sebagainya); meninggalkan; menyelamatkan diri (dari peperangan dan sebagainya); mengungsi; mengedari sambil berjalan berjengkek-jengkek (seperti ayam jantan mengedari betinanya) (7) |
| SINGKUR | Ke tepi; ke sisi (7) |
| SINGLET | Baju dalam laki-laki, tidak berlengan dan tidak berleher, dibuat dari bahan kaus dan sebagainya (7) |
| SINGSAT | Menyingsatkan (Sunda); menggulung; menyingsingkan (7) |
| SINGSET | Erat; langsing (tentang badan) (7) |
| SINHALA | Bahasa yang dituturkan di Sri Lanka (7) |
| SINISME | Pandangan atau pernyataan sikap yang mengejek atau memandang rendah; pandangan atau gagasan yang tidak melihat suatu kebaikan apa pun dan meragukan sifat baik yang ada pada manusia (7) |
| SINJANG | Kain panjang (Jawa) (7) |
| SINKLIN | Lembah lipatan dari lapisan kulit bumi (Geografi dan Geologi) (7) |
| SINKOPE | Hilangnya bunyi atau huruf di tengah kata (misalnya tak untuk tidak) (Linguistik) (7) |
| SINKRON | Terjadi atau berlaku pada waktu yang sama; serentak; sejalan (dengan); sejajar; sesuai; selaras (7) |
| SINOLOG | Ahli sinologi (7) |
| SINOMAN | Sekelompok pemuda yang membantu keluarga yang sedang mempunyai hajat sebagai pelayan tamu (terutama di perdesaan) (Jawa) (7) |
| SINONIM | Bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain; muradif (Linguistik) (7) |
| SINOVIA | Cairan yang berfungsi sebagai pelicin sendi (7) |
| SINRILI | Tradisi lisan yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan, berisi cerita kepahlawanan, keagamaan, dan percintaan, dibawakan oleh seorang penyinrili dengan diiringi musik instrumental dengan gesekan keso-keso (rebab), dimainkan siang hari atau malam hari sesudah sembahyang Isa di anjungan rumah atau tempat terbuka pada waktu-waktu tertentu (perkawinan, syukuran, pesta panen dan sebagainya) (Sastra) (7) |
| SINTANG | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, ibu kotanya Sintang; ibu kota Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (7) |
| SINTING | Sedeng; miring; tidak beres pikirannya; agak gila (7) |
| SINTREN | Kesenian rakyat, khususnya di pantai utara Jawa Tengah, peranan utama dipegang gadis belasan tahun, dibantu oleh gadis lain sebagai pengiring nyanyian, ditingkahi angklung, gong, dan sebagainya (Jawa) (7) |
| SINTUNG | Padi yang dapat dipanen empat bulan dari waktu penanaman (Sunda); menyintung; menyinggung dengan siku; menyentuh dengan siku; menyiku (7) |
| SINUHUN | Baginda (7) |
| SINUIJU | Kota di Korea Utara (7) |
| SINUSAL | Berkaitan dengan sinus (7) |
| SIONGKA | Damar (Cina) (7) |
| SIPADAN | Sebuah pulau di Negara Bagian Sabah, Malaysia (7) |
| SIPATAN | Hasil menyipat; alat untuk menyipat (7) |
| SIPEDAS | Jahe; halia (Minangkabau) (7) |
| SIPEDES | Siaran pedesaan (akronim) (7) |
| SIPESAN | Pesan (7) |
| SIPIROK | Ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara (7) |
| SIPSELA | Buah berbiji satu yang berasal dari bakal buah terbenam (Botani) (7) |
| SIPULUT | Beras pulut; ketan (7) |
| SIRACHA | Kota di Thailand (7) |
| SIRAMAN | Hasil menyiram; guyuran; curahan; upacara membersihkan pusaka pada setiap bulan Sura pada hari Jumat Kliwon (Jawa); upacara memandikan pengantin (Jawa) (7) |
| SIRATAN | Hasil menyirat (merajut) tali jala; simpul-simpul tali jala yang membentuk mata jala; sirat-sirat; celah-celah; sela-sela (7) |
| SIRHIND | Kota di India (7) |
| SIRIKAN | Sesuatu yang dihindari dengan sengaja untuk tidak dimakan atau diminum; pantangan (7) |
| SIRKUIT | Lingkaran; jalan yang melingkar atau berbentuk lingkaran, dipakai untuk berbagai perlombaan; rangkaian arus listrik; kelompok teater di wilayah geografis yang sama (Kesenian) (7) |
| SIRLOIN | Daging sapi has luar atau daging punggung bagian luar yang memiliki lapisan lemak yang menempel di salah satu sisi atau sekeliling daging (7) |
| SIROCCO | Angin panas yang bertiup dari gurun Afrika Utara ke Italia (ungkapan/Italia); angin sektor panas yang bertiup dari daerah panas (ungkapan/Italia) (7) |
| SIROSIS | Gangguan hati berupa pengerutan dan pengerasan yang disebabkan oleh konsumsi alkohol atau penyakit hepatitis (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| SISALAK | Bersisalak; bercekcok; bertengkar; berbantah (Minangkabau) (7) |
| SISIPAN | Sesuatu yang disisipkan; imbuhan (-el-, -er-, -em-, dan sebagainya) yang disisipkan di dalam kata; infiks (Linguistik); lembaran promosi yang disisipkan dalam majalah atau surat kabar (Manajemen); usaha menyisipkan siaran dalam bentuk gambar atau adegan pada siaran utama (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| SISIRAN | Hasil menyisir (7) |
| SISMAMU | Burung nuri hijau kecil (Pygmy lorikeet) (Berik) (7) |
| SISTEIN | Asam amino nonesensial mengandung sulfur yang kadang kala ditemukan dalam urine, berkhasiat sebagai detoksifikasi terbatas〈HO2CCHCH2SH) (Kimia) (7) |
| SISTINA | Asam amino yang terdapat dalam protein, terutama keratin (7) |
| SISTOLE | Penguncupan jantung akibat kontraksi otot jantung (7) |
| SISTRUM | Alat musik yang terdiri atas sebuah rangka dengan batang silang dan cakram logam yang akan saling memukul apabila alat digoyang (Musik) (7) |
| SISURUT | Bersisurut; mundur; mengundurkan diri (Minangkabau) (7) |
| SITAPUR | Kota di India (7) |
| SITERAN | Musik gamelan Jawa yang menitikberatkan permainan siter (7) |
| SITIRAN | Kutipan; sitasi; referensi dalam sebuah karya ilmiah ke tulisan lain yang diambil dari buku, makalah, atau sumber lain (7) |
| SITOKIN | Protein yang disekresi oleh sel sebagai tanggapan terhadap berbagai stimulus yang berperan dalam mengatur proliferasi dan diferensiasi, respons imun dan peradangan, dan sebagainya (7) |
| SITOSIS | Keinginan yang tidak alami terhadap makanan (Ilmu Gizi) (7) |
| SITUASI | Kedudukan (letak sesuatu, tempat, dan sebagainya); keadaan (7) |
| SIUNGAN | Siung kecil yang terbentuk pada bagian tumbuhan di atas tanah yang berfungsi sebagai alat perbanyakan; kabumbu (Botani) (7) |
| SIVEREK | Kota di Turki (7) |
| SIWALAN | Pohon lontar, buahnya berkulit keras, berwarna hijau tua, daging buahnya lunak kenyal, berwarna putih bening, air buahnya manis dan dapat dibuat tuak (Borassus flabellifer); buah lontar (7) |
| SIWOPWI | Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (singkatan) (7) |
| SKABIES | Penyakit kulit menular yang ditandai dengan rasa gatal, peradangan, dan papula merah; penyakit kulit yang menyerang domba dan sapi, disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang bersembunyi di bawah kulit (Peternakan) (7) |
| SKANDAL | Perbuatan yang memalukan; perbuatan yang menurunkan martabat seseorang (7) |
| SKATOLA | Beta-metilindola, suatu hasil urai protein triptofan yang lazim terkandung dalam kotoran manusia (C9H9N) (Kimia) (7) |
| SKENERI | Beragam papan, kain, dan lembaran-lembaran panggung yang digunakan untuk mewujudkan lokasi dan konteks tertentu di atas panggung (Kesenian) (7) |
| SKEPTIS | Kurang percaya; ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dan sebagainya) (7) |
| SKETSEL | Partisi ruangan, biasanya dapat dilipat (7) |
| SKIAFIT | Tumbuhan yang tumbuh dengan subur pada tempat teduh (Biologi) (7) |
| SKILLZY | Maskot untuk Piala Eropa 2020 (7) |
| SKIPING | Olahraga lompat dengan menggunakan tali; lompat tali (7) |
| SKIZOID | Berperilaku cenderung ke skizofrenia (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| SKORBUT | Penyakit karena kekurangan vitamin C dengan tanda perdarahan pada gusi, kulit, usus dan sebagainya, berasa lemah, nyeri sendi, dan kekurangan darah (7) |
| SKORPIO | Nama gugus bintang di belahan langit sebelah selatan khatulistiwa (Astronomi); zodiak ke-8 yang digambarkan dengan kalajengking sebagai lambang bagi orang yang lahir antara 24 Oktober dan 21 November; kala; Akrab (Astrologi) (7) |
| SKOTOMA | Kehilangan atau penurunan sebagian penglihatan atau titik buta pada medan pandang (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| SKRIPSI | Karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya (7) |
| SKROTUM | Kantong buah pelir (7) |
| SKUTELA | Kotiledon anterior pada rerumputan tertentu (Botani) (7) |
| SLAGRUM | Krim kental, dibuat dari krim yang dikocok hingga kental (Tata Boga) (7) |
| SLATINA | Kota di Rumania (7) |
| SLENDRO | Nama laras gamelan Jawa (7) |
| SLENGER | Dekorasi berbentuk rantai yang terbuat dari guntingan kertas yang disambung, biasanya digantung di plafon rumah (Melayu Ambon) (7) |
| SMELTER | Pabrik pengolahan dan pemurnian bijih tambang (7) |
| SMOKING | Hiasan bordir atau siring yang dibentuk dari kerutan atau lipatan kain dengan pola dan jarak tertentu (Tata Busana) (7) |
| SNIZHNE | Kota di Ukraina (7) |
| SNOOKER | Variasi permainan dalam biliar dengan lima belas bola merah dan enam bola berbeda warna (ungkapan/Inggris) (7) |
| SNORKEL | Tabung udara pada kapal selam yang memungkinkan kapal selam itu berjalan di bawah air (Jerman); alat bantu pernapasan pada olahraga selam permukaan, berupa tube atau selang yang berbentuk seperti huruf J, ujungnya yang di sebelah bawah dikenakan dengan cara digigit dan berfungsi sebagai jalan masuk udara ketika bernapas dengan mulut tanpa harus mengangkat muka dari permukaan air (7) |
| SOBEKAN | Hasil menyobek; perca; cabikan (kain, kertas, dan sebagainya) (7) |
| SODAABU | Kalium hidroksida (7) |
| SODAAPI | Soda yang keras sekali; natrium hidroksida (7) |
| SODAKUE | Natrium bikarbonat, digunakan dalam pembuatan kue dan roti, dalam kedokteran dan di laboratorium sebagai pereaksi (7) |
| SODETAN | Hasil menyodet; terusan buatan (7) |
| SODORAN | Permainan perang tanding prajurit berkuda dengan bersenjatakan sodor; hasil menyodorkan (7) |
| SOFISME | Alasan (argumen) palsu yang dimaksudkan untuk menipu atau memperdaya orang lain; ucapan yang muluk-muluk, tetapi hampa (7) |
| SOFITEL | Hotel mewah untuk masyarakat kelas atas (7) |
| SOGOLAN | Tunas tebu yang diafkir (7) |
| SOKHUMI | Kota di Georgia (7) |
| SOLAPUR | Kota di India (7) |
| SOLEDAD | Kota di Kolumbia (7) |
| SOLERAM | Lagu tentang cinta dan persahabatan dari Provinsi Riau (7) |
| SOLIDER | Bersifat mempunyai atau memperlihatkan perasaan bersatu (senasib, sehina, semalu, dan sebagainya); (rasa) setia kawan (7) |
| SOLITER | Secara menyendiri atau sepasang-sepasang, tidak secara kelompok (tentang pola hidup organisme di alam); permainan kartu yang dapat dimainkan oleh satu orang, sekarang terdapat dalam bentuk aplikasi di ponsel atau komputer (7) |
| SOLOKAN | Selokan; parit (7) |
| SOLUTIF | Bersifat solusi (7) |
| SOMALIA | Negara yang terletak di Afrika Timur, beribu kota Mogadishu (7) |
| SOMATIS | Mengenai jasad; berkaitan dengan fisik (badan kasar) (7) |
| SOMBONG | Menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah (7) |
| SOMEITY | Maskot Paralimpiade Tokyo 2020 (7) |
| SOMJAWA | Tumbuhan berdaun tunggal berhadapan, berbunga majemuk seperti payung, akarnya berdaging tebal; ginseng jawa (Talinum paniculatum) (7) |
| SOMPLAK | Sumbing besar; rusak pada bagian pinggir; sompek (Melayu Jakarta) (7) |
| SOMPLOK | Tersomplok; terbentur; terlanggar; tersompok; tiba-tiba berjumpa (dengan) (7) |
| SOMPONG | Berlubang (tentang karung, kelapa, dan sebagainya); rompong (7) |
| SOMPRAL | Ucapan yang tidak pantas atau bernada menantang (Sunda) (7) |
| SOMPRET | Trompet (Melayu Jakarta); kata untuk memaki (mendamprat dan sebagainya); kata makian (Melayu Jakarta) (7) |
| SONDANG | Menyondang; memikul barang-barang berat (7) |
| SONDASE | Parit dalam yang sengaja digali pada suatu situs dengan maksud untuk mengetahui stratigrafinya (Arkeologi) (7) |
| SONDONG | Jaring (tangguk) untuk menangkap udang (7) |
| SONGCAU | Kota di Vietnam (7) |
| SONGGAK | Segak, gagah (7) |
| SONGKET | Tenun yang bersulam benang emas (perak), biasanya dikenakan kaum wanita (7) |
| SONGKOK | Tudung kepala untuk kaum pria (biasanya dibuat dari beludru); kopiah; peci (7) |
| SONGKRO | Alat untuk mengangkut sampah (7) |
| SONGNIM | Kota di Korea Utara (7) |
| SONGONG | Tidak tahu adat (7) |
| SONIPAT | Kota di India (7) |
| SONORAN | Bunyi nasal dan likuida yang dapat membentuk suku kata sendiri (Linguistik) (7) |
| SOPPENG | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, ibu kotanya Watansoppeng (7) |
| SOREANG | Ibu kota Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat (7) |
| SOROBAN | Swipoa dari Jepang (Jepang) (7) |
| SOROGAN | Hasil menjolok (7) |
| SOROSIS | Buah majemuk semu dengan gagang perbungaan tebal berdaging dan hiasan bunga yang berlekatan ujungnya, membentuk kulit buah (Botani) (7) |
| SOROTAN | Hasil menyorot; pancaran sinar (cahaya); tanggapan (atas ucapan, gagasan, dan sebagainya) (7) |
| SOSITET | Balai atau gedung tempat berkumpul dan bersenang-senang; kamar bola (7) |
| SOSOHAN | Hasil menyosoh (7) |
| SOWANDA | Suku bangsa yang mendiami daerah selatan kota Jayapura yang berbatasan dengan Papua Nugini (7) |
| SOYIBUG | Kota di India (7) |
| SPAGETI | Mi yang menjadi makanan utama orang Italia (Tata Boga/Italia) (7) |
| SPALASI | Pengeboman inti sasaran sehingga inti melontarkan beberapa partikel (Kimia); reaksi nuklir yang disebabkan oleh berondongan zarah bertenaga tinggi, sehingga beberapa fragmen dan zarah dipancarkan dari inti lesan itu secara simultan (Fisika) (7) |
| SPANDUK | Kain yang direntangkan yang berisi slogan, propaganda, atau berita yang perlu diketahui umum; kain rentang; tajuk rawal (7) |
| SPANING | Tekanan; tegangan; desakan; tegang (tentang pikiran, suasana) (kiasan) (7) |
| SPANRAM | Rangka kayu yang digunakan untuk melekatkan kanvas sebagai media lukis atau fotografi (7) |
| SPANYOL | Negara di Eropa barat daya yang menempati sebagian besar Semenanjung Iberia dan berbatasan dengan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania, ibu kotanya Madrid; juara Piala Eropa 2024 (7) |
| SPARING | Berlatih (tentang tinju) (7) |
| SPARTAN | Berdisiplin tinggi, tegas, dan berani; orang yang berdisiplin tinggi, tegas, dan berani (7) |
| SPASIAL | Berkenaan dengan ruang atau tempat (7) |
| SPASMUS | Kejang otot (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| SPASTIK | Menjadikan kaku; mengejang (7) |
| SPATULA | Sendok; alat perlengkapan makan (7) |
| SPELTER | Zink niaga, digunakan dalam galvanisasi (7) |
| SPESIAL | Khusus; istimewa; khas; melulu (7) |
| SPESIES | Satuan dasar klasifikasi biologi; jenis (Biologi) (7) |
| SPIKULA | Bentuk seperti jarum atau duri, mengandung kalsium atau silikon (7) |
| SPOKANE | Kota di Amerika Serikat (7) |
| SPONSOR | Orang atau perusahaan yang mengusahakan (memelopori, memprakarsai, mengusulkan, menyelenggarakan) suatu kegiatan (siaran, pertunjukan, dan sebagainya); penanggung jawab (wali); pendukung; pendorong (7) |
| SPONTAN | Serta merta, tanpa dipikir, atau tanpa direncanakan lebih dulu; melakukan sesuatu karena dorongan hati, tidak karena anjuran dan sebagainya; wajar; bebas pengaruh; tanpa pamrih (7) |
| SPORTIF | Bersifat kesatria, jujur, dan sebagainya; tegap; gagah (7) |
| SPPDKAI | Spesialis penyakit dalam konsultan alergi-imunologi klinik (singkatan) (7) |
| SPPDKGH | Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi (singkatan) (7) |
| SPPDKKV | Spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular (singkatan) (7) |
| SPPERIO | Spesialis periodonsia (jaringan gusi dan penyangga gigi) (singkatan) (7) |
| SPRINGS | Kota di Afrika Selatan (7) |
| SPTHTKL | Spesialis telinga hidung tenggorok-bedah kepala leher (singkatan) (7) |
| SPUTNIK | Satelit bumi buatan yang pertama kali diluncurkan oleh Uni Soviet, masa hidupnya 93 hari (7) |
| SRANDUL | Kesenian tradisional khas D.I. Yogyakarta, berupa teater rakyat yang diiring dengan iringan alat musik seperti rebana dan gendang (Jawa) (7) |
| SRIASIH | Tokoh pahlawan perempuan super Indonesia dalam film yang disutradarai Upi (7) |
| SRIKAYA | Tanaman perdu yang tingginya mencapai 2–7 m, buahnya berbentuk bundar, kulit luarnya kasar bermata banyak dan berwarna hijau keputih-putihan, daging buahnya berwarna putih, kasar, berbiji banyak, dan manis rasanya; serikaya (Anona squamosa) (7) |
| SSLAZIO | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Roma dengan pertandingan kandang di Stadio Olimpico (7) |
| STADION | Lapangan olahraga yang dikelilingi tempat duduk (7) |
| STADIUM | Tingkatan dalam daur hidup atau perkembangan suatu proses; tingkatan masa (penyakit); stadion (Inggris) (7) |
| STAGNAN | Dalam keadaan terhenti (7) |
| STAINES | Kota di Inggris (7) |
| STAMBOM | Surat silsilah yang berisi asal-usul darah atau keturunan (7) |
| STAMBUK | Buku yang memuat daftar nama, nomor, asal dari orang-orang yang tercatat sebagai anggota (misalnya buku stambuk untuk murid sekolah); buku induk (7) |
| STAMBUL | Ibu kota Turki dahulu; Istambul; komedi yang biasanya dimainkan untuk para bangsawan (sebangsa sandiwara keliling); jenis keroncong yang terdiri atas stambul satu, stambul dua, dan stambul tiga (7) |
| STAMINA | Kekuatan dan energi fisik seseorang yang memungkinkan dia dapat bertahan dalam bekerja atau dalam kesehatan tubuh; daya tahan; ketabahan dan ketahanan mental; keuletan (kiasan) (7) |
| STANDAR | Panji-panji; bendera (sebagai lambang); alat penopang yang berkaki (untuk menaruh bendera, menyangga sepeda, menopang alat potret, dan sebagainya); ukuran tertentu yang dipakai sebagai patokan; ukuran atau tingkat biaya hidup; sesuatu yang dianggap tetap nilainya sehingga dapat dipakai sebagai ukuran nilai (harga) (Perdagangan); baku (7) |
| STAPLER | Alat untuk menjepit (kertas dan sebagainya) yang berisi staples (7) |
| STAPLES | Potongan logam berbentuk U yang digunakan untuk menjepit kertas; pengisi stapler (7) |
| STARTER | Alat pada mobil dan sebagainya untuk memulai menghidupkan mesin; orang yang mengatur dan menguasai sepenuhnya perlombaan, dari awal sampai selesainya perlombaan (Olahraga); pemain yang bermain di awal pertandingan dalam suatu tim (Olahraga) (7) |
| STASIUN | Tempat menunggu bagi calon penumpang kereta api dan sebagainya; tempat perhentian kereta api dan sebagainya; tempat atau bangunan yang dilengkapi peralatan secara khusus untuk melaksanakan fungsi tertentu (7) |
| STATIKA | Cabang mekanika yang menelaah keseimbangan benda yang mengalami kakas dan momen-kakas (Fisika) (7) |
| STATUTA | Anggaran dasar suatu organisasi (misalnya perguruan tinggi) (7) |
| STEARAT | Ester yang mengandung gugus atau garam yang mengandung anion (Kimia) (7) |
| STEARIN | Hablur tanpa warna, tanpa rasa, digunakan sebagai pembuat perekat, sabun, lilin, dan pengemas tekstil (Kimia) (7) |
| STEATIT | Batu sabun (7) |
| STELSEL | Aturan; sistem (Belanda) (7) |
| STEMPEL | Cap; tera (7) |
| STENGUN | Senjata semiotomatis ringan yang dikendalikan oleh satu orang (7) |
| STENSIL | Alat untuk merekam tulisan, gambar, dan sebagainya; mesin stensil (7) |
| STERNIT | Lempeng ventral ruas Arthropoda (7) |
| STEROID | Senyawa organik dengan struktur daur khas yang satu dengan lainnya berbeda dengan rantai sampingnya (Kimia) (7) |
| STIBIUM | Unsur kimia metaloid berwarna putih kebiruan, getas, dan permukaannya berkilap seperti logam; antimonium; batu serawak; unsur dengan nomor atom 51, berlambang Sb, dan bobot atom 121,75 u (7) |
| STIBNIT | Mineral abu-abu seperti timbal, berkilat dan merupakan bijih antimon yang penting, digunakan untuk membuat kembang api dan baterai (Kimia) (7) |
| STILETO | Sepatu wanita yang memiliki hak tinggi dan runcing (7) |
| STIRENA | Cairan toksik tidak berwarna dengan bau aromatik kuat, tidak larut dalam air, tetapi larut dalam alkohol dan eter, digunakan untuk membuat polimer, plastik, dan karet sintetik (Kimia) (7) |
| STJOHNS | Ibu kota Provinsi Newfoundland dan Labrador, Kanada (7) |
| STLOUIS | Kota di Amerika Serikat (7) |
| STOKING | Kain penutup kaki wanita, terbuat dari sutra, nilon atau wol (7) |
| STOMATA | Celah-celah pada epidermis tumbuhan, biasanya terdapat dalam jumlah yang banyak, terutama pada daun (Biologi) (7) |
| STOPLES | Tabung kaca atau plastik yang bertutup, biasanya dipakai untuk menyimpan sesuatu, seperti kue (7) |
| STRANAS | Strategi nasional (akronim) (7) |
| STRATUM | Lapisan batuan atau tanah yang setiap lapisannya dapat dibedakan satu dari yang lain karena proses pembentukannya, umurnya, susunannya (Geografi dan Geologi); lapisan batuan sedimen yang dapat dibedakan dengan jelas dari lapisan di atas dan di bawahnya melalui ciri-cirinya yang khas (komposisi, fosil) dalam keadaan aslinya, dan yang selalu bersifat horizontal (Geografi dan Geologi) (7) |
| STRATUS | Lapisan awan tipis yang dekat pada permukaan bumi; awan tinggi yang terdapat pada ketinggian 3.000–5.000 m di daerah kutub, 5.000–13.000 m di daerah sedang, dan 6.000–18.000 m di daerah tropis; genus awan yang berbentuk lembaran yang berlapis-lapis dan membentang mendatar, biasanya berwarna abu-abu dan dapat menyebabkan hujan gerimis (7) |
| STRESOR | Penyebab stres (7) |
| STRIASI | Pemolaan atau penandaan dengan pita sempit yang disusun secara paralel (Fisika) (7) |
| STRIKER | Pemain bagian depan atau ujung tombak dalam olahraga (misalnya sepak bola) (7) |
| STRIMIN | Kain kasa tebal (biasanya untuk membuat sulaman) (7) |
| STRUDEL | Kue berlapis yang dibuat dari pastri, diisi bermacam-macam buah (Tata Boga) (7) |
| STUPIKA | Stupa kecil; miniatur stupa (7) |
| STUPINO | Kota di Rusia (7) |
| SUANGGI | Burung hantu; kepercayaan lama masyarakat suku Aru; roh jahat yang dipercayai suku Belu selalu mengembara untuk memangsa manusia (7) |
| SUARANG | Harta milik bersama, hasil pencaharian suami istri selama dalam perkawinan; harta gana-gini (Minangkabau); milik persekutuan (perserikatan) (Minangkabau) (7) |
| SUASANA | Hawa; udara; keadaan sekitar sesuatu atau dalam lingkungan sesuatu; keadaan suatu peristiwa; salah satu unsur tekstur pertunjukan teater yang berkaitan dengan penggabungan unsur spektakel, dialog, dan irama permainan (7) |
| SUBAKUT | Antara akut dan kronis (tentang penyakit) (7) |
| SUBERIN | Zat kedap yang terdapat, misalnya dalam gabus (Kimia) (7) |
| SUBHANA | Mahasuci (Allah) (Arab) (7) |
| SUBLEMA | Masukan kamus berikut keterangannya yang merupakan bagian yang diturunkan dari lema; subentri (7) |
| SUBMENU | Menu sekunder yang muncul sebagai daftar pilihan atau opsi (7) |
| SUBPLOT | Munculnya alur cerita di dalam cerita yang sedang berlangsung; plot tambahan (Kesenian) (7) |
| SUBSIDI | Bantuan uang dan sebagainya kepada yayasan, perkumpulan, dan sebagainya (biasanya dari pihak pemerintah) (7) |
| SUBTEKS | Situasi atau kondisi yang melekat pada dialog yang sedang berlangsung (Kesenian) (7) |
| SUBUNIT | Bagian dari kesatuan; organisasi kerja di bawah unit; bagian unit (7) |
| SUBVOCE | Pada kata; disingkat s.v. (ungkapan/Latin) (7) |
| SUCEAVA | Kota di Rumania (7) |
| SUDAHAN | Sudah selesai; sudah begitu; sesudah itu; selain itu (7) |
| SUFFOLK | Kota di Amerika Serikat (7) |
| SUFISME | Nama umum bagi berbagai aliran sufi dalam agama Islam (7) |
| SUGESTI | Pendapat yang dikemukakan (untuk dipertimbangkan); anjuran; saran; pengaruh dan sebagainya yang dapat menggerakkan hati orang dan sebagainya; dorongan (7) |
| SUGIONO | Menteri Luar Negeri dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran (7) |
| SUGUHAN | Sesuatu yang dihidangkan; hidangan (7) |
| SUILENG | Kota di Cina (7) |
| SUINING | Kota di Cina (7) |
| SUISEKI | Seni batu alami (Jepang) (7) |
| SUIZHOU | Kota di Cina (7) |
| SUKARIA | Riang gembira; girang hati; suka hati (7) |
| SUKATAN | Ukuran (isi, panjang, atau luas); sukat (7) |
| SUKRASE | Enzim yang mengatalisis hidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa (Kimia) (7) |
| SUKROSA | Hablur putih, yang larut dalam air, diperoleh dari tebu atau bit gula, digunakan sebagai pemanis dalam minuman dan makanan; sakarosa; gula (C12H22O11) (Kimia) (7) |
| SUKSESI | Penggantian (terutama di lingkungan pimpinan tertinggi negara) karena pewarisan; proses pergantian kepemimpinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; proses pembentukan komunitas hutan alam beserta fungsi ekosistemnya; perubahan, baik komposisi jenis, struktur, atau arsitektur, vegetasi dari waktu ke waktu; proses perubahan ekosistem dalam kurun waktu tertentu menuju ke arah lingkungan yang lebih teratur dan stabil (Biologi) (7) |
| SUKULEN | Memiliki batang atau daun yang berdaging tebal; tumbuhan yang batang atau daunnya berdaging tebal sebagai tempat menyimpan air, misalnya kaktus dan lidah buaya (7) |
| SULALAH | Asal-usul; turunan; silsilah; keturunan (Arab) (7) |
| SULAMAN | Hasil menyulam; sesuatu (kain, bahan) yang disulam (7) |
| SULAPAN | Pertunjukan sulap; sesuatu yang disulap (7) |
| SULFIDA | Senyawa organik yang terdiri atas sulfur atom yang terikat dengan dua atom karbon (Kimia) (7) |
| SULIGAR | Kembang kelapa (Sunda) (7) |
| SULIKAT | Teknik memegang belikat dan mendorong lawan ke bawah dalam benjang (Sunda) (7) |
| SULLANA | Kota di Peru (7) |
| SULTANI | Berkenaan (berhubungan) dengan sultan; perihal sultan (7) |
| SULTENG | Sulawesi Tengah (akronim) (7) |
| SUMARAH | Menyerah kepada keadaan; pasrah (Jawa) (7) |
| SUMATIF | Bersifat kumulatif atau berkaitan dengan penambahan (7) |
| SUMATRA | Pulau di wilayah barat Indonesia, di sebelah utara berbatasan dengan Teluk Benggala, di sebelah timur dengan Selat Malaka, di sebelah selatan dengan Selat Sunda, dan di sebelah barat dengan Samudra Hindia (7) |
| SUMBANG | Bersalah (tentang adat) melanggar adat (kebiasaan, kesopanan, dan sebagainya); kurang sopan; berdosa; bermukah; berzina; salah; keliru; tidak sedap didengar atau dilihat; janggal; tidak selaras; sember atau palsu (tentang suara, bunyi); curang (tentang permainan dan sebagainya); tidak seimbang (setara); beri (7) |
| SUMBAWA | Suku bangsa yang mendiami Pulau Sumbawa; bahasa yang dituturkan oleh suku Sumbawa; pulau yang terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dibatasi oleh Selat Alas di sebelah barat, Selat Sape di sebelah timur, Samudra Hindia di sebelah selatan, dan Laut Flores di sebelah utara; Kabupaten yang terletak di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (7) |
| SUMBIAN | Warna kuning kecokelatan yang lebih gelap karena adanya bercak-bercak hitam sepanjang helai bulu (tentang bulu itik) (7) |
| SUMBING | Rompes pada tepi atau pada bagian yang tajam (tentang pisau dan sebagainya); sompek; cabik yang dalam; terbelah (tentang bibir); tidak sewajarnya; dibuat-buat (kiasan); gunung dengan ketinggian 3.371 mdpl yang terletak di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Wonosobo, Temanggung, dan Magelang; gunung api tertinggi ketiga di Jawa (7) |
| SUMBUNG | Kamar bagi tuan rumah dan anggota keluarga pada rumah orang Toraja Lodan (7) |
| SUMELEH | Kepasrahan dengan sepenuh hati (Jawa) (7) |
| SUMENEP | Kabupaten di ujung timur Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, ibu kotanya Sumenep, terkenal dengan sebutan Kota Garam; ibu kota Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur (7) |
| SUMILIR | Sepoi-sepoi (tentang angin) (Jawa) (7) |
| SUMIRAT | Bersinar; bercahaya (Jawa) (7) |
| SUMOHAI | Ibu kota Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua (7) |
| SUMPING | Perhiasan telinga (bentuknya seperti gambar sayap terbuat dari kulit dan sebagainya) yang dicat dengan warna keemasan (Jawa); nagasari (Bali) (7) |
| SUMTENG | Sumatra Tengah (akronim) (7) |
| SUMURAN | Berbentuk sumur (7) |
| SUNATAN | Upacara menyunatkan; khitanan; hasil menyunat (mengkhitan) (7) |
| SUNCHON | Kota di Korea Utara (7) |
| SUNDANG | Keris yang bilahnya lebar (seperti pedang) (7) |
| SUNDARI | Alat bunyi-bunyian terbuat dari sepotong bambu yang dipasang pada layang-layang, merpati, dan sebagainya yang berbunyi apabila tertiup angin; perempuan cantik (Sanskerta) (7) |
| SUNDOKU | Perilaku seseorang yang gemar membeli buku, tetapi hanya ditumpuk dan tidak dibaca (Jepang) (7) |
| SUNDUNG | Pikulan kayu untuk rumput atau kayu bakar berbentuk segitiga (Sunda) (7) |
| SUNGGAU | Tempat lebah bersarang berbentuk setengah lingkaran terbuat dari kayu tertentu seperti pelawan, bintangur, medang, atau ramin (7) |
| SUNGGIT | Ungkit; cungkil (7) |
| SUNGGUH | Benar (cocok dengan keadaan yang sebenarnya, tidak bohong, tidak lancung); betul; sungguh-sungguh; amat; sangat; memang; sebenarnya; diulang: tidak main-main; dengan segenap hati; dengan tekun; benar-benar (7) |
| SUNGKAH | Menyungkah; memakan habis-habis; menyengam (7) |
| SUNGKAI | Pohon yang biasanya ditanam untuk pagar, daunnya direbus untuk berkumur apabila sakit gigi (Peronema canescens); suku bangsa yang mendiami wilayah sebelah timur laut Krui dekat perbatasan antara Lampung, Bengkulu, dan Sumatra Selatan (7) |
| SUNGKAL | Besi tajam pada bajak (7) |
| SUNGKAN | Malas (mengerjakan sesuatu); enggan; merasa tidak enak hati; menaruh hormat; segan (7) |
| SUNGKAP | Tersungkap; terlepas (tentang barang yang melekat); tanggal (tentang kuku) (7) |
| SUNGKEM | Sujud (tanda bakti dan hormat) (Jawa) (7) |
| SUNGKIT | Angkat; korek; menyungkit; menyulam (dengan benang emas dan sebagainya); menyongket; mengeluarkan (mengangkat, mengorek) sesuatu dari lubang atau tempatnya melekat; menyunggit; mencungkil (7) |
| SUNGKUK | Tersungkuk; menunduk-nunduk (membungkuk-bungkuk) (7) |
| SUNGKUL | Hiasan pada atap rumah Banjar (Banjar) (7) |
| SUNGKUM | Menyungkum; meniarap (mukanya mengenai tanah dan sebagainya); menyungkur (7) |
| SUNGKUP | Barang yang berongga di dalamnya, dipakai untuk menutup dengan jalan ditelungkupkan (seperti tudung saji) (7) |
| SUNGKUR | Sekop (Minahasa); menyungkur; menundukkan kepala rendah-rendah (hampir sampai ke tanah); menggali-gali tanah (akar dan sebagainya) dengan moncong (tentang babi hutan dan sebagainya); menyodok tanah dengan sungkur; menyekop (7) |
| SUNRISE | Matahari terbit (Inggris); kota di Amerika Serikat (7) |
| SUNTING | Hiasan (bunga dan sebagainya) yang dicocokkan di rambut atau di belakang telinga; menyunting; menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat); mengedit; merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah); menyusun atau merakit (film, pita rekaman) dengan cara memotong-motong dan memasang kembali (7) |
| SUNYANI | Kota di Ghana (7) |
| SUNYATA | Kesunyataan (Jawa) (7) |
| SUOZHEN | Kota di Cina (7) |
| SUPBUAH | Minuman yang terbuat dari potongan bermacam-macam buah, dibubuhi sirup, susu kental manis, dan es batu; minuman yang dibuat dari santan atau susu yang dimasak dengan gula, lalu ditambah potongan beraneka buah, sirup, susu kental manis, dan dibubuhi es (7) |
| SUPIORI | Kabupaten di Provinsi Papua, ibu kotanya Sorendiweri (7) |
| SUPKRIM | Sup dengan kuah yang kental, rasa yang gurih, biasanya menggunakan daging, jagung, jamur, atau keju sebagai bahan campurannya (Tata Boga) (7) |
| SUPLESI | Penambahan; tambahan (7) |
| SURATAN | Tulisan; rajah tangan; peruntungan; nasib; untung malang (7) |
| SURGAWI | Mengenai surga; bersifat surga (kekal, langgeng) (7) |
| SURIGAO | Kota di Filipina (7) |
| SUROGAT | Pengganti bagi zat lain, misalnya margarin sebagai surogat untuk mentega (7) |
| SURPLUS | Jumlah yang melebihi hasil biasanya; berkelebihan; sisa (7) |
| SURUHAN | Perintah; sesuatu yang disuruhkan; perbuatan (hal dan sebagainya) menyuruh; penyuruh; orang yang disuruh; pesuruh (7) |
| SURUKAN | Persembunyian; barang-barang yang disembunyikan (7) |
| SURYANI | Berasal dari atau berkenaan dengan Siria (7) |
| SUSANTI | Salah satu tokoh dalam serial Upin & Ipin (7) |
| SUSILAT | Sakit bengkak bernanah di leher (Melayu Jakarta) (7) |
| SUSLAPA | Kursus lanjutan perwira (akronim/Kemiliteran) (7) |
| SUSUBAN | Tertinggal di dalam kulit karena tertusuk serat kayu dan sebagainya, biasanya pada jari (Bali) (7) |
| SUSUKAN | Sungai buatan; terusan; kanal (7) |
| SUSULAN | Sesuatu yang disusulkan (yang datang kemudian); tambahan; lampiran (7) |
| SUSUNAN | Sesuatu yang sudah diatur (disusun dan sebagainya) dengan baik (tentang organisasi, karang-mengarang, dan sebagainya); sesuatu yang sudah disusun (ditumpuk); tumpukan; hasil menyusun (7) |
| SUSUPAN | Hasil menyusupkan (7) |
| SUSURAN | Alat yang dipegang sewaktu menyusur agar tidak jatuh; tempat menyusur (7) |
| SUSUTAN | Hasil menyusut (7) |
| SUVENIR | Tanda mata; kenang-kenangan; cendera mata (7) |
| SUWALKI | Kota di Polandia (7) |
| SUWIRAN | Hasil suwiran (7) |
| SWAAGIH | Distribusi yang dilakukan sendiri; swadistribusi (7) |
| SWABELA | Kemampuan untuk mengurus atau membela diri sendiri (7) |
| SWADANA | Dana sendiri (7) |
| SWADAYA | Kekuatan (tenaga) sendiri (7) |
| SWADESI | Gerakan yang dipelopori Mahatma Gandhi yang menganjurkan agar menggunakan barang-barang buatan bangsa sendiri (7) |
| SWAFOTO | Potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera ponsel atau kamera digital, biasanya untuk diunggah ke media sosial; padanan dari selfie (7) |
| SWAHARA | Organisme yang mampu menguraikan bahan anorganik menjadi molekul kompleks bahan organik; autotrofik (Biologi) (7) |
| SWAHILI | Bahasa yang dituturkan di Kenya (7) |
| SWAKAJI | Metode pengajaran yang mendorong peserta penataran menemukan pemecahan persoalan bagi dirinya sendiri; pengkajian (penelaahan) sendiri (7) |
| SWANAMA | Nama diri (7) |
| SWANSEA | Kota di Inggris (7) |
| SWAYASA | Rakitan sendiri; bukan rakitan pabrik (7) |
| SWEMPAK | Baju renang (7) |
| SWINDON | Kota di Inggris (7) |
| SYAFAAT | Perantaraan (pertolongan) untuk menyampaikan permohonan (kepada Allah); pertolongan yang, antara lain, diberikan oleh malaikat, para nabi, atau orang-orang mukmin pilihan atas izin Allah Swt. untuk meringankan azab atau beban seseorang di akhirat (Agama Islam) (7) |
| SYAHDAN | Selanjutnya ..., lalu ... (biasanya dipakai pada permulaan cerita atau permulaan bab) (7) |
| SYAHWAT | Nafsu atau keinginan bersetubuh; keberahian (7) |
| SYAKBAN | Bulan ke-8 tahun Hijriah (29 hari) (7) |
| SYAKHSI | Secara pribadi (Arab) (7) |
| SYAMALI | Mata angin yang arahnya berlawanan dengan selatan; mata angin yang arahnya sebelah kiri jika kita menghadap ke timur (matahari terbit); utara; paksina (7) |
| SYAMSIR | Pedang (7) |
| SYARIAT | Hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah Swt., hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitar berdasarkan Alquran dan hadis (Agama Islam) (7) |
| SYAULAM | Mantra untuk membiuskan (7) |
| SYUBHAT | Keragu-raguan atau kekurangjelasan tentang sesuatu (apakah halal atau haram dan sebagainya) karena kurang jelas status hukumnya; tidak terang (jelas) antara halal dan haram atau antara benar dan salah (Agama Islam) (7) |
| SYUHADA | Orang-orang yang mati syahid (jamak dari syahid) (Agama Islam) (7) |
| SYUKRAN | Terima kasih (Arab) (7) |
| SYURIAH | Legislatif (Arab) (7) |
| SYUTING | Kegiatan merekam adegan, kejadian, dan sebagainya ke dalam film atau video dengan menggunakan kamera (Perfilman) (7) |
| SZOLNOK | Kota di Hungaria (7) |
| TABANAN | Kabupaten di Provinsi Bali; ibu kota Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali (7) |
| TABANAS | Tabungan pembangunan nasional (akronim) (7) |
| TABARAK | Mendapat berkah; diberkahi (Arab) (7) |
| TABARUJ | Memamerkan perhiasan atau kecantikan kepada orang yang bukan muhrim (7) |
| TABARUK | Mencari atau mengambil keberkahan (Arab) (7) |
| TABAYUN | Pemahaman; penjelasan (Arab); perbedaan; ikhtilaf; kontradiksi (Arab) (7) |
| TABLOID | Surat kabar ukuran kecil (setengah dari ukuran surat kabar biasa) yang banyak memuat berita secara singkat, padat, dan bergambar, mudah dibaca umum; surat kabar sensasi; surat kabar kuning; tulisan dalam bentuk ringkas dan padat (tentang kritik, paparan, dan sebagainya) (7) |
| TABUHAN | Hasil menabuh; lebah (tawon) besar, biasanya bersarang di pohon (7) |
| TABUNAN | Timbunan sampah dan sebagainya yang dibakar; api unggun (7) |
| TABURAN | Sesuatu yang ditaburkan (7) |
| TADABUR | Merenung (7) |
| TADAHAN | Hasil atau pendapatan menadah (7) |
| TADARUK | Kesederhanaan; kerendahhatian (Arab) (7) |
| TADARUS | Pembacaan Alquran secara bersama-sama (dalam bulan puasa) (Agama Islam) (7) |
| TADINYA | Pada mulanya; sedianya; dahulu (7) |
| TAFADAL | Silakan (Arab) (7) |
| TAFAHUS | Pemeriksaan dengan teliti (Arab) (7) |
| TAFAKUR | Renungan; perenungan; perihal merenung, memikirkan, atau menimbang-nimbang dengan sungguh-sungguh; pengheningan cipta (7) |
| TAGALOG | Bahasa yang dituturkan di Filipina (7) |
| TAGIHAN | Hasil menagih; uang dan sebagainya yang harus ditagih (7) |
| TAHAJUD | Tidur sambil berjaga agar siap melakukan salat tengah malam atau membaca Al-Qur'an; salat sunah pada tengah malam, seusai tidur (Agama Islam) (7) |
| TAHALUL | Mencukur atau menggunting rambut kepala (Arab); dalam keadaan menjadi boleh; diperbolehkan seseorang melakukan pekerjaan atau kegiatan yang tadinya terlarang selama mengerjakan ibadah haji atau umrah (ditandai dengan bercukur atau memotong beberapa helai rambut) (Agama Islam/Arab); penghalalan (Agama Islam/Arab) (7) |
| TAHANAN | Sesuatu yang menahan (merintangi dan sebagainya); hambatan; rintangan; orang yang ditahan karena dituduh melakukan tindak pidana atau kejahatan; barang dan sebagainya yang ditahan; lembaga pemasyarakatan; tempat menahan; penjara (7) |
| TAHANUT | Bertapa (Agama Islam) (7) |
| TAHAPAN | Tingkatan; jenjang; tabungan hari depan (akronim) (7) |
| TAHAPES | Tahap pada saat udara jenuh terangkat ke atas dan suhunya tetap 0° sampai airnya beku (Meteorologi) (7) |
| TAHARAH | Suci; bersih (Arab); kesucian badan yang diwajibkan bagi orang yang beribadat (Agama Islam/Arab) (7) |
| TAHNIAH | Ucapan selamat (7) |
| TAHUACI | Penganan khas Tegal yang terbuat dari tahu kuning yang dipotong melintang berisi adonan tepung tapioka dan bumbu lainnya kemudian digoreng hingga garing (Tata Boga) (7) |
| TAHUISI | Tahu yang diisi, biasanya dengan wortel, taoge, kol, dan diberi bumbu (7) |
| TAHUKOK | Tahu goreng yang berisi adonan ikan dan biasanya dimasak kuah bersama daging lain (7) |
| TAHUMAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; aruan; kocelan; gabus (Channa striata) (7) |
| TAHUNAN | Yang terjadi tiap-tiap tahun atau setahun sekali; bertahun-tahun; lama sekali (7) |
| TAHUTEK | Masakan khas Surabaya yang terbuat dari potongan tahu goreng, kentang, tempe, tauge, dan telur, kemudian dicampur dengan sambal kacang dan petis (7) |
| TAIKANG | Kota di Cina (7) |
| TAINGAN | Bagian dapur yang dibuat agak tinggi tempat meletakkan tungku (Minahasa Tonsawang) (7) |
| TAIPING | Kota di Malaysia (7) |
| TAIXING | Kota di Cina (7) |
| TAIYUAN | Kota di Cina (7) |
| TAIZHOU | Kota di Cina (7) |
| TAJARUD | Hal berbuat karena semata-mata prinsip (Arab) (7) |
| TAKABUR | Merasa diri mulia (hebat, pandai, dan sebagainya); angkuh; sombong (7) |
| TAKAFUL | Penjaminan; asuransi berdasarkan syariat Islam (7) |
| TAKAHLI | Tidak ahli (7) |
| TAKALAR | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, ibu kotanya Pattallassang (7) |
| TAKAOKA | Kota di Jepang (7) |
| TAKARAN | Alat untuk menakar; sukatan (liter dan sebagainya); ukuran (kiasan) (7) |
| TAKARIR | Catatan yang dituliskan di tepi halaman kitab; taklikat (Arab); terjemahan dialog pada film yang biasanya berada di bagian bawah tayangan atau tampilan; padanan dari subtitle (7) |
| TAKARUB | Mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan cara yang layak, menunaikan ibadah sebaik-baiknya, dan melipatgandakan amalan yang baik (7) |
| TAKEPAN | Jilid naskah lontar, biasanya terbuat dari bilah kayu atau bambu (Bali) (7) |
| TAKFIRI | Kelompok ekstrem yang mudah mengafirkan sesama muslim yang dianggap melakukan dosa karena perbedaan pendapat persoalan khilafiah hukum Islam (7) |
| TAKHLIK | Membentuk, mencipta (Arab) (7) |
| TAKHMAU | Kota di Kamboja (7) |
| TAKHSIS | Pembatasan; pengkhususan (Arab) (7) |
| TAKIGEN | Struktur yang muncul secara tiba-tiba dalam filogeni (Biologi) (7) |
| TAKIKAN | Torehan pada batang pohon (7) |
| TAKISME | Teknik menghasilkan lukisan abstrak dengan memercikkan cat ke kanvas (7) |
| TAKLING | Takbir keliling (akronim) (7) |
| TAKOKAK | Sejenis sayuran yang termasuk anggota suku terung-terungan, buahnya bulat, berwarna hijau, memiliki kandungan vitamin A cukup tinggi (Solanum torvum) (7) |
| TAKSAKA | Makhluk mitologis berupa naga, putera dari Dewi Kadru dan Kashyap yang membunuh Parikesit dalam Mahabharata; ahli pahat arca, relief, dan candi (Arkeologi) (7) |
| TAKSASI | Taksiran (tentang harga barang dan sebagainya) (7) |
| TAKZIAH | Kunjungan (ucapan) untuk menyatakan turut berdukacita atau belasungkawa; hal menghibur hati orang yang mendapat musibah; penghiburan (7) |
| TALAHAB | Atap rumah dari bambu (Sunda) (7) |
| TALAHAN | Tali rotan pengikat gendang (Dayak) (7) |
| TALAMUS | Bagian pada otak yang terletak di antara otak tengah dan korteks serebri, berperan dalam proses penting, seperti kesadaran, tidur, kewaspadaan, dan interpretasi sensorik (7) |
| TALAPOK | Kuku binatang yang berkuku satu atau dua, seperti sapi, kerbau, kuda (Sunda) (7) |
| TALAPUK | Kain warna-warni yang dipasang pada langit-langit rumah saat pesta perkawinan atau kematian (7) |
| TALBIAH | Pengucapan kalimat Labbaika Allahumma labbaik ‘aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah’, diucapkan waktu memulai ihram haji dan/atau umrah (Agama Islam) (7) |
| TALENAN | Landasan untuk memotong, mencencang, dan sebagainya terbuat dari papan (keratan kayu dan sebagainya) (7) |
| TALENTA | Pembawaan seseorang sejak lahir (7) |
| TALIABU | Kota (madya) di Provinsi Maluku Utara (7) |
| TALIAIR | Selokan; saluran air; bendar; ceruk kecil sepanjang tepi kosen dengan tembok; aliran arus; pengairan (7) |
| TALIAPI | Tali dari sabut dan sebagainya yang dipakai sebagai api-api; tali kain yang dibakar apabila memasang rokok orang besar pada zaman dahulu (7) |
| TALIBAN | Kelompok militan yang sedang pegang pemerintahan Afganistan saat ini; kelompok yang sangat berpengaruh dalam sejarah dan politik Afganistan (7) |
| TALIBUN | Bentuk puisi lama dalam kesusastraan Indonesia (Melayu) yang jumlah barisnya lebih dari 4, biasanya antara 16–20, serta mempunyai persamaan bunyi pada akhir baris (ada juga seperti pantun, dengan jumlah baris genap, seperti 6, 8, atau 12 baris) (7) |
| TALIGAI | Tali yang menghubungkan batang-batang muat dan digunakan untuk menarik batang muat ke arah samping; giuk muat; giuk (Pelayaran) (7) |
| TALIKUR | Tali berbentuk bulat, terbuat dari benang berbahan katun, nilon, atau poliester, digunakan sebagai bahan kerajinan tangan, tersedia dalam berbagai warna (7) |
| TALINDO | Alat musik petik dari Sulawesi (7) |
| TALITUM | Tali kekang (7) |
| TALLINN | Ibu kota Estonia (7) |
| TALNAKH | Kota di Rusia (7) |
| TALNGAH | Terbuka lebar (tentang pintu) (Batak) (7) |
| TALONDO | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (7) |
| TALOQAN | Kota di Afganistan (7) |
| TALUNAN | Syarat atau keadaan yang memberikan tanggapan maksimum suatu sistem getar terhadap pengaruh kakas pemaksa (Fisika) (7) |
| TALUPUH | Sepotong bambu yang dipupuh hingga menjadi pipih dan melebar (dipakai sebagai alas kasur) (Sunda) (7) |
| TAMADUN | Peradaban; kebudayaan; kemajuan (7) |
| TAMANCO | Kotoran ayam, burung, itik, atau angsa (Madura) (7) |
| TAMARAC | Kota di Amerika Serikat (7) |
| TAMASYA | Perjalanan untuk menikmati pemandangan, keindahan alam, dan sebagainya (7) |
| TAMATAN | Yang sudah tamat belajar; lulusan; keluaran (7) |
| TAMBABA | Buah nangka muda yang bentuknya kecil (7) |
| TAMBANG | Lombong (cebakan, parit, lubang di dalam tanah) tempat menggali (mengambil) hasil dari dalam bumi berupa bijih logam batu bara, dan sebagainya; sampan (perahu dan sebagainya) untuk menyeberangkan orang; tambangan; orang yang menumpang atau barang muatan (opelet, mobil, dan sebagainya); tambangan; ongkos menumpang bendi (perahu dan sebagainya) sewaan; tambangan; kendaraan yang disewakan (bemo, taksi, dan sebagainya); tali yang besar; pancang (tambatan binatang) (7) |
| TAMBELO | Moluska berbentuk seperti cacing yang hidup di batang bakau yang membusuk, berperan penting sebagai dekomposer di kawasan mangrove, penggerek kayu, di beberapa daerah menjadi sumber makanan karena rasanya yang lezat dan kaya nutrisi (Bactronophorus thoracites) (Kamoro) (7) |
| TAMBERA | Tembaga; piagam atau prasasti yang tertulis pada lempengan tembaga (7) |
| TAMBING | Tendang ke belakang (tentang kuda) (Batak) (7) |
| TAMBOKI | Suku yang mendiami wilayah kota Kendari dan kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (7) |
| TAMBORA | Gunung berapi dengan ketinggian 2851 mdpl, terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (7) |
| TAMBUNG | Sifat atau tingkah laku yang tidak baik; kurang ajar; nakal (7) |
| TAMIAMI | Kota di Amerika Serikat (7) |
| TAMIANG | Suku bangsa di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam; dialek bahasa Minangkabau yang dituturkan oleh suku Tamiang (7) |
| TAMIMAH | Perhiasan (kalung dan sebagainya) yang dianggap mengandung kekuatan gaib untuk menolong pemiliknya; kalung jimat (7) |
| TAMPANG | Keratan rata (seperti keratan ubi, mangga); irisan pipih rata (tentang roti dan sebagainya); bungkah yang bentuknya seperti bata (tentang timah); nama uang timah (1/16 ringgit); garis tengah (bulatan); rupa muka; bentuk muka; benih; bibit; biji; lembaga; janin (Minangkabau); pokok pangkal; asal mula (Minangkabau) (7) |
| TAMPERE | Kota di Finlandia (7) |
| TAMPIAN | Penampi; hasil menampi; bagian sungai yang dangkal, biasanya dijadikan tempat mandi (Sunda) (7) |
| TAMPICO | Kota di Meksiko (7) |
| TAMPING | Pekerja yang mengepalai para pekerja yang lain; mandor (7) |
| TAMPUNG | Menampung; perca dan sebagainya yang ditampalkan atau disambungkan sebagai pengganti kain yang koyak atau rusak (7) |
| TAMTAMA | Kelompok pangkat paling rendah dalam ketentaraan dan kepolisian, satu tingkat di bawah bintara yang dalam ketentaraan meliputi kopral kepala, kopral satu, kopral dua, prajurit kepala, prajurit satu, dan prajurit dua serta dalam kepolisian meliputi ajun brigadir polisi, ajun brigadir polisi satu, ajun brigadir polisi dua, bhayangkara kepala, bhayangkara satu, dan bhayangkara dua (7) |
| TANAMAN | Tumbuhan yang biasa ditanam orang; hasil menanam; yang ditanam; pendaman (7) |
| TANAUAN | Kota di Filipina (7) |
| TANAZUL | Pengenalan Allah Swt. melalui hati yang langsung terbuka untuk mengenalnya (Tasawuf) (7) |
| TANBIAT | Pemberitahuan; ramalan (Arab) (7) |
| TANCANG | Tambat; ikat pada tongkat dan sebagainya (7) |
| TANDANG | Mengambil sayur-sayuran atau lalap-lalapan di kebun untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dan bukan untuk diperdagangkan (Lampung); bertandang; bertamu (ke, kepada, di); berkunjung (untuk bercakap-cakap); singgah di (7) |
| TANDAYA | Satuan ukuran setara 20 tahil (7) |
| TANDING | Yang seimbang; yang sebanding; satu lawan satu; tumpuk; timbun; longgok (7) |
| TANGAIL | Kota di Bangladesh (7) |
| TANGGAH | Uang Persia zaman dulu; penanggah; ruang di hotel atau restoran untuk menyiapkan hidangan dingin, seperti salad dan roti apit, atau untuk memanasi hidangan sebelum diantarkan ke meja tamu; bagian rumah antara dapur dan tengah rumah (7) |
| TANGGAL | Terlepas (kelupas, lulus, lucut) lalu jatuh; luruh (tentang daun, kulit, ular, dan sebagainya); bilangan yang menyatakan hari yang ke berapa dalam bulan; hari bulan; perhitungan hari bulan; tarikh (7) |
| TANGGAM | Persambungan kayu (balok, papan) dengan takuk-takuk sehingga dapat rapat; penjepit (dari besi) (7) |
| TANGGAP | Segera mengetahui (keadaan) dan memperhatikan sungguh-sungguh; cepat dapat mengetahui dan menyadari gejala yang timbul (7) |
| TANGGAR | Menanggar; menyanggupi (pekerjaan dan sebagainya) (7) |
| TANGGON | Tangguh (Jawa) (7) |
| TANGGUH | Tunda; sukar dikalahkan; kuat; andal; kuat sekali (tentang pendirian dan sebagainya); tabah dan tahan (menderita dan sebagainya); teruji; kukuh; tanaman tropis asli Amerika Selatan, tinggi pohon 50 cm, daun berbentuk lanset dengan tepi bergelombang dan berwarna hijau tua mengkilap (Petiveria alliacea) (Botani)+D40 (7) |
| TANGGUI | Topi perempuan khas Banjar berbentuk setengah bola besar terbuat dari daun pandan (Banjar) (7) |
| TANGGUK | Keranjang dari rotan atau jaring berbingkai (untuk menangkap ikan, udang, dan sebagainya); tipu muslihat (untuk menjebak dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| TANGGUL | Tambak (pematang besar) di tepi sungai dan sebagainya untuk menahan air (7) |
| TANGIER | Kota di Maroko (7) |
| TANGKAI | Gagang pada buah (daun, bunga); batang tumbuhan yang kecil-kecil (seperti kecambah, padi); kata penggolong untuk bunga; gagang atau pegangan suatu alat; batang (tombak, dayung, dan sebagainya); hulu (pisau dan sebagainya); tempat menyimpan padi; rengkiang; lumbung (7) |
| TANGKAL | Tolak; cegah (7) |
| TANGKAP | Menangkap; memegang (sesuatu yang bergerak cepat, lepas, dan sebagainya); memegang (binatang, pencuri, penjahat, dan sebagainya) dengan tangan atau alat; menerkam; menadah (menyambut, menampung) barang yang dilemparkan; mendapati (orang berbuat jahat, kesalahan, rahasia, dan sebagainya); menerima (suara, siaran radio, dan sebagainya); dapat memahami (mengetahui dan sebagainya); mencerap; menerima (dengan pancaindra); makan atau mengena (tentang pancing dan sebagainya) (7) |
| TANGKAR | Tulang iga atau tulang paha (belakang) sapi, kambing yang masih berdaging sedikit-sedikit dan masih dapat digulai (Jawa); kembang biakkan (tentang burung, buaya, dan sebagainya) (7) |
| TANGKAS | Cepat (tentang gerakan); cekatan; sigap; gesit; jaring yang sudah selesai dipakai menangkap ikan dan diletakkan di tempat semula (Madura) (7) |
| TANGKEB | Anyaman bambu untuk menangkap binatang di tanah, seperti burung puyuh (Sunda) (7) |
| TANGKIL | Belinjo; meninjau; melinjo (Sunda); menangkil; menghadap (raja dan sebagainya); mengatur berderet-deret (7) |
| TANGKIS | Menangkis; menolak atau menahan (pukulan atau serangan dengan senjata dan sebagainya) dengan menggunakan tangan, perisai, dan sebagainya); menghadapi, melawan, dan menggagalkan (serangan dan sebagainya); menahan dan memukul kembali; menjawab; menanggapi (kecaman, tuduhan, dan sebagainya) (7) |
| TANGKUE | Manisan yang dibuat dari labu putih dan sebagainya (7) |
| TANGKUK | Menangkuk; menangkup (7) |
| TANGKUL | Jermal besar bertangkai yang dapat ditahan di dasar air (sungai, laut) dan dapat pula diangkat ke permukaan air (7) |
| TANGKUP | Tutup; penutup (7) |
| TANGKUR | Kuda laut; unduk-unduk (Microphis boaja); alat kelamin jantan binatang berkaki empat atau binatang melata seperti buaya (7) |
| TANGSEL | Ganjal; baji; sumbat; Tangerang Selatan (singkatan) (7) |
| TANJORE | Kota di India (7) |
| TANJUNG | Ibu kota Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan; tanah (ujung) atau pegunungan yang menganjur ke laut (ke danau); pohon yang bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan berbau harum, biasa dipakai untuk hiasan sanggul (Mimusops elengi); bunga tanjung; tumbuhan paku yang tumbuh di rawa-rawa (Diplazium esculentum); bintang perak atau emas tanda pangkat (disematkan pada epolet atau leher baju); suku di Provinsi Sumatra Barat (7) |
| TANTANG | Menantang; mengajak berkelahi (bertanding, berperang); menghadapi; melawan (7) |
| TANTIEM | Bagian keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada karyawan (Elektronika) (7) |
| TANTRUM | Kemarahan dengan amukan karena ketidakmampuan mengungkapkan keinginan atau kebutuhan dengan kata-kata, biasanya dilakukan oleh anak-anak (7) |
| TANTULU | Membujuk anak kecil dengan cara menimang seraya menembangkan lagu (Dayak) (7) |
| TANYAAN | Hal yang ditanyakan (7) |
| TAOCANG | Seberkas rambut (terkepang atau tidak) yang sengaja dibiarkan tumbuh di kepala yang tercukur, sedangkan rambut di bagian kepala yang lain dicukur; kuncit; kucir (7) |
| TAOISME | Ajaran filsafat dari Lao-Tzu di negeri Cina (abad ke-6 SM) yang menganjurkan bertindak sesuai dengan alam, dan bukan melawannya (7) |
| TAPAIAN | Tempayan (7) |
| TAPAKAN | Sajen yang diinjak dalam upacara potong gigi (Bali) (7) |
| TAPIOKA | Tepung pati ubi kayu (7) |
| TAPISAN | Yang sudah ditapis; hasil menapis; saringan; alat untuk menapis (7) |
| TARAGON | Tanaman herbal atau rempah yang biasa digunakan sebagai obat dan penyedap alami masakan, banyak digunakan pada masakan Prancis (Artemisia dracunculus) (Botani) (7) |
| TARAHAN | Yang ditarah; hasil menarah (7) |
| TARAKAN | Kota (madya) di Provinsi Kalimantan Utara, terkenal dengan sebutan Kota Bakau atau Kota Paguntaka (7) |
| TARANTO | Kota di Italia (7) |
| TARASUL | Surat-menyurat; korespondensi; (surat) tulisan tangan (7) |
| TARAWIH | Salat sunah pada malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) pada bulan Ramadan (bulan puasa) (7) |
| TARBIAH | Pendidikan (Arab) (7) |
| TAREKAT | Jalan (Agama Islam); jalan menuju kebenaran (dalam tasawuf) (Agama Islam); cara atau aturan hidup (dalam keagamaan atau ilmu kebatinan) (Agama Islam); persekutuan para penuntut ilmu tasawuf (Agama Islam) (7) |
| TAREMPA | Ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (7) |
| TARHUNA | Kota di Libya (7) |
| TARIKAN | Hasil menarik; mata pencaharian dari menarik becak (mengemudikan mobil, dan sebagainya); apa-apa yang ditarik; kekuatan gerak pada langkah pertama (tentang sepeda motor, mobil, dan sebagainya) (7) |
| TARLING | Seni musik rakyat Cirebon (dengan peralatan utama gitar dan suling); tarawih keliling (akronim) (7) |
| TARSIUS | Primata dari genus Tarsius, bertubuh kecil sepanjang 10-15 cm, dengan mata sangat besar, berbulu sangat lembut berwarna kecokelatan hingga kuning jingga (Tarsius sp) (Zoologi) (7) |
| TARTRAT | Garam atau ester yang diperoleh dari asam batu anggur (Kimia) (7) |
| TARUHAN | Uang dan sebagainya yang dipasang dalam perjudian; tagan; tanggungan uang dan sebagainya; cagar; yang dipertaruhkan (kalau perlu dikorbankan dan sebagainya); yang disuruh simpan (rawat, selenggarakan, dan sebagainya); titipan; rawatan, dan sebagainya; (pakaian, cincin, permadani, dan sebagainya) yang hanya dipakai apabila ada keperluan (pesta, perayaan, dan sebagainya); hadiah yang dijanjikan (kepada mereka yang dapat menangkap penjahat dan sebagainya); bertaruh (7) |
| TARUJUN | Anak terlahir sungsang yang dipercaya akan bernasib buruk sehingga perlu diruwat (Sunda) (7) |
| TASAMUH | Kelapangan dada; keluasan pikiran; toleransi; uraian; penjelasan (Arab) (7) |
| TASARUF | Pengembalian; penyerahan (7) |
| TASAWUF | Ajaran (cara dan sebagainya) untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga memperoleh hubungan langsung secara sadar dengan-Nya (7) |
| TASBAHU | Tas dengan tali untuk digantungkan di bahu, memakai penutup atau ritsleting (7) |
| TASHOBO | Tas bahu ukuran sedang hingga besar yang berbentuk sabit atau lengkung, berpostur lunak atau lemas (7) |
| TASPRIA | Tas kecil sederhana berbentuk persegi dengan gagang atau tali bahu (7) |
| TASRIAS | Tas berbentuk kotak, dirancang untuk menyimpan alat-alat kosmetik, biasanya memiliki cermin pada bagian dalam tutupnya, dilengkapi nampan atau baki berpetak-petak untuk menyimpan peralatan kecantikan, seperti bedak, lipstik, jepit dan sebagainya (7) |
| TASTOTE | Tas dengan bagian atas terbuka dan memiliki dua tali pegangan, biasanya terbuat dari bahan kanvas (7) |
| TASYAUM | Pesimisme (7) |
| TASYBIH | Penggambaran atau penyerupaan Tuhan dengan wujud dan sifat-sifat manusia; antromorfis (7) |
| TASYDID | Tanda pada tulisan Arab ( ّ ) untuk menyatakan huruf rangkap |
| TASYHID | Hal mengucapkan kalimat syahadat; pengakuan iman (dengan mengucapkan kalimat syahadat) |
| TASYRIH | Uraian; kupasan |
| TATABAN | Lemari rendah di sepanjang dinding bagian dalam rumah yang berfungsi sebagai tempat duduk dan tempat menyimpan barang (Banjar) |
| TATAHAN | Hasil menatah; pahatan |
| TATAKAN | Alas atau lapik (cangkir, gelas) |
| TATAMBA | Naskah teks yang berisi tentang obat-obatan (Filologi) |
| TATANAN | Aturan; tata tertib; sistem |
| TATANGA | Getah pohon jarak (Kaili) |
| TATAPAN | Proses, cara, perbuatan menatap; sesuatu yang ditatap |
| TATARAN | Hasil menatar; tingkatan; tingkatan; hubungan vertikal antara pemain dan lantai panggung; misalnya meniarap, duduk, atau berdiri |
| TATKALA | Ketika (itu); waktu (itu) |
| TATUANG | Tanduk kerbau yang ujungnya dilubangi, dapat ditiup seperti trompet, berfungsi untuk memberi tahu masyarakat pada saat akan mencari jejak rusa (Melayu Jambi) |
| TAUBATE | Kota di Brasil (7) |
| TAUCANG | Rambut panjang yang dikepang (pada orang Cina laki-laki) |
| TAULIAH | Pelantikan atau pengangkatan menjadi wakil, wali, dan sebagainya (Arab); surat pengangkatan atau pelantikan (Arab); surat kepercayaan yang diserahkan oleh duta besar kepada kepala negara (Arab); surat kuasa (Arab) |
| TAUNTON | Kota di Inggris dan Amerika Serikat (7) |
| TAUSIAH | Pesan, misalnya dalam bentuk syair lagu yang berisi nasihat (Arab) |
| TAUWAYU | Golongan bangsawan suku Buol yang berasal dari pembantu raja dan pembesar kerajaan (7) |
| TAVEUNI | Pulau vulkanik Fiji (7) |
| TAWADUK | Rendah hati; patuh; taat (7) |
| TAWAJUH | Bertawajuh; menghadapkan diri dan membulatkan hati kepada Allah Swt. |
| TAWAKAL | Pasrah diri kepada kehendak Allah Swt.; percaya dengan sepenuh hati kepada Allah Swt. (dalam penderitaan dan sebagainya) |
| TAWANAN | Orang yang ditawan (ditangkap, ditahan); rampasan; jarahan |
| TAWARAN | Hasil menawar; hasil menawarkan; sesuatu yang ditawarkan; harga yang diminta oleh pembeli (penyewa dan sebagainya) |
| TAWARIK | Sejarah, tambo, riwayat (Sastra) |
| TAWARUK | Duduk dalam salat pada tahiat akhir dengan kaki kiri melintang di bawah kaki kanan, telapak kaki kanan ditegakkan (Agama Islam) |
| TAWASUL | Mengerjakan suatu amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt.; memohon atau berdoa kepada Allah Swt. dengan perantaraan nama seseorang yang dianggap suci dan dekat kepada Tuhan |
| TAWASUT | Moderat (Arab) |
| TAWAZUN | Keseimbangan dalam kehidupan (Arab) |
| TAWONAN | Penganan dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula dan santan, dimasak dengan cara dikukus, dipipihkan, dipotong-potong seperti bata (Jawa) |
| TAWORTA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah (7) |
| TAWURAN | Tawur; perkelahian beramai-ramai; perkelahian massal |
| TAYAMUM | Bersuci dari hadas kecil atau besar dengan debu (pasir, tanah) yang suci dengan cara tertentu karena tidak ada air atau karena halangan memakai air, misalnya sakit (Agama Islam) |
| TAYIBAH | Baik; bagus |
| TAYUBAN | Tarian yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan diiringi gamelan dan tembang, biasanya untuk meramaikan pesta (perkawinan dan sebagainya) |
| TBILISI | Ibu kota Georgia (7) |
| TEAROFF | Mencabut (Inggris) (7) |
| TEATRIS | Bersifat tontonan (7) |
| TEBAKAN | Sesuatu yang ditebak; teka-teki; hasil menebak; terkaan; dugaan (7) |
| TEBALAN | Hasil menebalkan (7) |
| TEBANAN | Taruhan (7) |
| TEBARAN | Sesuatu yang ditebar; hasil menebar; siaran (agama), maklumat; taburan; sebaran (kiasan) (7) |
| TEBASAN | Sesuatu yang ditebas; hasil menebas; pembelian hasil tanaman sebelum dipetik; hasil menebas; residu pemanenan pohon yang tidak digunakan, seperti dahan, daun, dan kayu yang tidak memenuhi kriteria komersial (Kehutanan) (7) |
| TEBERAU | Gelagah (rumput yang tinggi yang beruas-ruas) (Erianthus arundinaceus) (7) |
| TEBESSA | Kota di Aljazair (7) |
| TEBUHAR | Ijuk yang telah diolah dengan dibersihkan dan disisir terlebih dahulu sehingga menjadi bahan siap ekspor (7) |
| TEBUKAN | Hasil menebuk (lubang dan sebagainya) (7) |
| TEBUSAN | Yang ditebus; (uang dan sebagainya) yang dipakai untuk menebus (7) |
| TECERNA | Dapat dicerna; telah dihancurkan (diserapkan dan sebagainya); dapat dipahami (kiasan) (7) |
| TEGAHAN | Apa yang ditegah; larangan; cegahan (7) |
| TEGAKAN | Bagian atau contoh yang nyata dari suatu masyarakat tumbuhan, misalnya tegakan jati dalam hutan jati; sekumpulan pohon yang tumbuh dalam suatu area (Kehutanan) (7) |
| TEGALAN | Tanah yang luas serta rata (yang ditanami palawija dan sebagainya dengan tidak mempergunakan sistem irigasi dan bergantung pada hujan); ladang; huma; tegal (7) |
| TEGARUN | Kain sutra yang disulam dengan benang emas (7) |
| TEGURAN | Ajakan bercakap-cakap; sapaan; celaan; kritik; ajaran (sentilan, jeweran); peringatan (7) |
| TEHERAN | Ibu kota negara Iran (7) |
| TEHPOCI | Teh yang diseduh secara khas pada poci dan cangkir yang terbuat dari tanah liat (7) |
| TEHPUNG | Kue tradisonal dari daerah dayak Uut Danum yang terbuat dari beras ketan yang ditumbuk halus kemudian digoreng, berbentuk seperti perahu, gong, dan sebagainya, biasanya dibuat pada acara adat (7) |
| TEHRAGI | Teh yang difermentasi sebelum dikeringkan, berwarna hitam (7) |
| TEHSUSU | Teh yang dicampur dengan susu atau krim (7) |
| TEKALAK | Tempat untuk menangkap ikan yang terbuat dari anyaman bambu (di daerah Jambi) (7) |
| TEKANAN | Keadaan (hasil) kekuatan menekan; desakan yang kuat; paksaan; keras lembutnya pengucapan bagian ujaran; aksen (Linguistik); yang dipentingkan (sangat diutamakan); titik berat (Linguistik); keadaan tidak menyenangkan yang umumnya merupakan beban batin (Linguistik); beda antara tekanan oleh barometer yang bergerak relatif terhadap fluida dan tekanan statik (Meteorologi) (7) |
| TEKAPAN | Yang ditekapkan; penutup yang lengkung (lingkup) (7) |
| TEKATAN | Hasil menekat; yang ditekat (7) |
| TEKEJIR | Terkejut karena mendengar suara yang sangat keras (7) |
| TEKENAN | Tanda tangan; hasil meneken (7) |
| TEKERAN | Batu teker; geretan (dengan batu api) (7) |
| TEKNISI | Ahli teknik (7) |
| TEKOKAK | Perdu yang berdaun seperti daun terung, batangnya berduri jarang, buahnya kecil bulat berwarna hijau, dimakan sebagai lalap atau disayur; terong pipit (Solanum torvum) (7) |
| TEKORAN | Kelongsong kue yang dibuat dari daun pisang dan sebagainya; takir; limas (Melayu Jakarta) (7) |
| TEKSTIL | Barang tenun (seperti cita, kain putih); bahan pakaian (7) |
| TEKSTUR | Ukuran dan susunan (jaringan) bagian suatu benda; jalinan atau penyatuan bagian-bagian sesuatu sehingga membentuk suatu benda (seperti susunan serat dalam kain, susunan sel-sel dalam tubuh) (7) |
| TEKUKAN | Yang dilekukkan (dibengkokkan); alat untuk menekuk (mengelukkan); lipatan; hasil menekuk (7) |
| TEKUKUR | Burung yang hidup berpasangan, kadang-kadang membentuk kelompok kecil, dan bersuara merdu (ada macam-macam) (7) |
| TELABAT | Melangkah maju dengan sangat hormat (untuk menghadap raja) (7) |
| TELACAK | Bekas telapak kaki (7) |
| TELADAN | Sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang perbuatan, kelakuan, sifat, dan sebagainya); contoh (7) |
| TELADAS | Air terjun yang rendah; jeram; riam (7) |
| TELAGAH | Berlainan pendapat; berselisih paham; beradu mulut; berbantah-bantahan; berbalah (7) |
| TELAJAK | Patok (tonggak) berderet (Jawa) (7) |
| TELAKUP | Daun pelindung (di bawah bunga dengan bentuk lain daripada daun biasa) (Jawa); penutup telinga (tentang topi) (Jawa) (7) |
| TELAPAK | Telapakan; tapak kaki; tapak tangan; lapis(an) yang tebal pada ban (mobil, sepeda) (7) |
| TELATAH | Gerak-gerik; tingkah laku; kelakuan (sikap dan sebagainya) (Melayu Malaysia); tanda bukti; daerah; lingkungan (Jawa) (7) |
| TELATAP | Pondok untuk bermalam (dalam hutan) (7) |
| TELATEN | Sabar dan teliti (dalam mengerjakan sesuatu); cermat (Jawa) (7) |
| TELAVIV | Ibu kota Israel (7) |
| TELEDEK | Ronggeng; tandak (Jawa) (7) |
| TELEDOR | Lalai; lengah, malas-malas; tidak memenuhi kewajiban; kurang rajin (belajar dan sebagainya); agak kurang maju (pelajarannya); agak kendur atau tidak sebagaimana mestinya dalam hal membayar utang, mengangsur, dan sebagainya; bengal (untuk memaki) (7) |
| TELEFON | Telepon (7) |
| TELEKAN | Bertelekan; menumpukan tangan (siku) pada; bertumpu dengan kedua belah tangan (7) |
| TELEKAP | Penutup dan sebagainya yang melingkup; tekap (7) |
| TELEPOK | Teratai kecil (Nymphaea stellata) (7) |
| TELEPON | Pesawat dengan listrik dan kawat, untuk bercakap-cakap antara dua orang yang berjauhan tempatnya; pesawat telepon; percakapan yang disampaikan dengan pesawat telepon (7) |
| TELEPUK | Gambar bunga-bungaan dan sebagainya dengan perada dan sebagainya (pada kain, kertas, dan sebagainya) (7) |
| TELESAN | Kain basahan (7) |
| TELINAK | Liana yang daunnya menjorong berhadapan, bunga dan buah seperti melinjo, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Semenanjung Thailand sampai Sumatra, bijinya dapat dimakan setelah direbus; akar dagun; akar putat (Gnetum tenuifolium) (7) |
| TELINGA | Organ tubuh untuk mendengar; alat pendengaran yang terletak di kanan kiri kepala (manusia atau binatang); kuping; bagian barang atau nama sesuatu yang rupanya seperti telinga (7) |
| TELOMER | Gen yang terletak di ujung kromosom (7) |
| TELOTAK | Ujung daun (7) |
| TELSTRA | Telaah strategi (akronim) (7) |
| TELURIT | Garam yang mengandung ion TeO2 (Kimia) (7) |
| TELUSUK | Menelusuk; masuk dalam-dalam (7) |
| TELUSUR | Menelusuri; berjalan sepanjang tepi (sungai, jalan); menelaah; menjajaki; mengusut (7) |
| TELUTUH | Noda pada kain dan sebagainya (yang tidak mau hilang); getah tanaman (7) |
| TELUTUR | Lagu karawitan Jawa yang memberikan kesan mengharukan (7) |
| TELUTUT | Lutut (7) |
| TEMABUR | Bertaburan (tentang bintang-bintang di langit) (7) |
| TEMARAM | Remang-remang (7) |
| TEMATIK | Berkenaan dengan tema; tematis (7) |
| TEMATIS | Berkenaan dengan tema; tematik (7) |
| TEMAWAR | Akar kayu yang digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati sakit perut atau sebagai penawar keracunan (Putuk) (7) |
| TEMBAGA | Logam yang berwarna kemerah-merahan sebagai bahan baku seperti kawat, periuk, atau uang (7) |
| TEMBANG | Syair yang diberi lagu (untuk dinyanyikan); nyanyian; puisi; ikan yang hidup di air laut atau payau, ukurannya mencapai panjang 45 cm, berat 1,05 kg, umur 22 tahun, badan bulat agak panjang, hidup berkelompok di Lautan Atlantik dan sekitarnya dengan kedalaman 0–364 m; ikan tamban (Clupea harengus harengus) (7) |
| TEMBATU | Buah yang keras (terutama buah nipah); pisang yang bijinya keras seperti batu; pohon, kayunya baik untuk bahan bangunan dan kayu bakar (Neoscrtechinia kingli); kayu besi (Angelecia splendens) (7) |
| TEMBESU | Nama berbagai pohon yang kayunya dibuat bahan bangunan; lembesu (Fagraea) (7) |
| TEMBISA | Kota di Afrika Selatan (7) |
| TEMBONG | Tanda lahir berwarna hitam pada muka atau pada bagian tubuh lainnya (Jawa) (7) |
| TEMBOSA | Kue dari tepung berisi daging, udang kering, dan sebagainya (Tata Boga) (7) |
| TEMBUKU | Tombol pada tiang perahu (7) |
| TEMBUNG | Tongkat pemukul atau penangkis (sebagai senjata berkelahi); cambuk; cemeti; ukuran untuk setiap 25 gulungan tembakau yang siap diiris (Madura); menembung; memukul dengan tembung; bertembung; bertemu; bersua; bertemu menjadi satu; bertubrukan; bersentuhan; saling berpandangan; bertemu (pandang) (kiasan) (7) |
| TEMBUNI | Organ berbentuk cakram yang menghubungkan janin dengan dinding rahim yang menjadi jalan perantara bagi pernapasan, pemberian makanan, dan pertukaran zat buangan antara janin dan darah ibu, keluar dari rahim mengikuti janin yang baru lahir; plasenta; ari-ari (Kedokteran dan Fisiologi); daerah tempat pelekatan biji pada dinding dalam buah (Botani) (7) |
| TEMEGUN | Tumbuhan, tinggi mencapai 1 m, bunganya berwarna merah jambu atau keungu-unguan, bunganya digunakan untuk memberikan warna merah pada kuku; tempinah (Hydrocera triflora) (7) |
| TEMESAR | Pohon, tinggi hingga 20 m, kayunya kurang baik, tetapi digunakan untuk pembangunan rumah; jarakan (Croton agyratus) (7) |
| TEMOKUS | Tumbuhan merambat termasuk suku Piperaceae, tinggi hingga 15 m, daun berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing, bagian bawahnya berbulu, bunganya berupa bulir, buahnya bundar merah, digunakan sebagai obat penyakit kelamin, disentri, penyakit saluran kencing, dan bronkitis; lada berekor; kemukus (Piper cubeba) (7) |
| TEMOLEH | Ikan yang hidup di ekosistem perairan tawar dan payau, ukurannya dapat mencapai 150 cm, bersisik, terdapat lima garis antara gurat sisi dan pangkal sirip punggung, bibir tidak membesar, sungut rahang atas tidak berkembang dg baik, panjang sungut sepertiga atau lebih dari diameter mata, warna kepalanya sebagian besar merah ada juga yang kuning, tubuh dan sirip berwarna kekuningan, tersebar di Asia Tenggara; temelian (Probarbus jullieni) (7) |
| TEMPAAN | Yang sudah ditempa; gemblengan; buatan (tentang parang, keris, dan sebagainya); model; potongan; sifat asli (kiasan) (7) |
| TEMPALA | Ikan air tawar jenis cupang yang ukurannya dapat mencapai 5,5 cm, tubuhnya pipih memanjang, jari-jari sirip dada dan sirip ekor sebagian memanjang, terdapat setrip dari ujung moncong hingga tutup insang, warna tepian sirip dubur dan sirip ekor kebiruan, endemik Kalimantan Barat (Betta taeniata); lompat atau dompak (seperti kambing yang hendak beradu) (7) |
| TEMPAUS | Bahan bau-bauan (untuk pengisi rokok dan sebagainya) (7) |
| TEMPIAR | Bertempiar; terserak-serak; tercerai-berai; kucar-kacir (7) |
| TEMPIAS | Titik-titik air yang berhamburan atau bepercikan (dari air hujan, ombak yang menempuh perahu, pancaran air); debu dan sebagainya yang berhamburan (7) |
| TEMPLAT | Format (ukuran, pola, dan sebagainya) yang diacu dalam pembuatan sesuatu (7) |
| TEMPLEK | Melekat (Jawa) (7) |
| TEMPLOK | Menemplok (Jawa) (7) |
| TEMPONG | Menempong; melemparkan sesuatu menuju sasarannya; menolak perahu (dari tebing dengan galah) (7) |
| TEMPURA | Makanan yang terbuat dari sayuran atau boga bahari yang bersalut adonan tipis dan digoreng (Tata Boga/Jepang) (7) |
| TEMUCUT | Rumput tahunan, bulirannya berujung tajam dan mudah menempel pada pakaian atau bulu-bulu binatang, rumput yang muda dijadikan makanan ternak; bajang-bajang; cerucup; rumput jarum; kalakanji; kemuncup (Chrysopogen aciculatus) (7) |
| TEMUKUS | Tumbuhan merambat termasuk suku Piperaceae, tinggi hingga 15 m, daun berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing, bagian bawahnya berbulu, bunganya berupa bulir, buahnya bundar merah, digunakan sebagai obat penyakit kelamin, disentri, penyakit saluran kencing, dan bronkitis; lada berekor; kemukus (Piper cubeba) (7) |
| TEMUKUT | Pecahan beras; melukut (7) |
| TEMULUK | Lapisan paling bawah dalam kelas sosial suku Gayo di Aceh, biasanya dahulu diisi kaum budak (Gayo) (7) |
| TEMURAS | Tumbuhan sejenis keladi; udang keladi (Ardisia oxyphylla) (7) |
| TEMURAT | Temu lawak yang berwarna merah (7) |
| TENAHAK | Kecewa (7) |
| TENAPEL | Tikar berlapis dua (Alas) (7) |
| TENDANG | Sepak; depak; terjang (7) |
| TENETIK | Bakal telur yang terdapat dalam perut unggas (Gayo) (7) |
| TENGARA | Tanda; firasat (7) |
| TENGGAK | Menenggak; meneguk air langsung dari botol dan sebagainya (7) |
| TENGGAL | Memotong agak di tengah-tengah (tentang batang kayu, dan sebagainya) (Melayu Jakarta); memintas atau memotong jalan (Melayu Jakarta) (7) |
| TENGGAN | Bekas; tanda (7) |
| TENGGAT | Batas waktu (7) |
| TENGGEK | Menenggek; bertenggek; duduk di tempat yang agak tinggi (seperti kera atau burung hinggap di atas dahan kayu); bertengger; terletak miring (tentang peci di kepala) (7) |
| TENGGER | Suku bangsa yang mendiami daerah Tengger, Jawa Timur; di Provinsi Jawa Timur; bertengger; berdiam; bertempat tinggal (kiasan) (7) |
| TENGGOK | Bakul kecil (7) |
| TENGKAM | Satuan ukuran berat emas 6 kupang atau 60 g (7) |
| TENGKAR | Bantah; sanggah; sangkal; menengkar; membandel; mendegil (7) |
| TENGKEK | Burung pemakan udang dan ikan kecil-kecil, bulunya biru (Halcyon chloris) (7) |
| TENGKEL | Sesuatu yang berbutir-butir keras (seperti tahi kambing, tikus); gentel; pil (7) |
| TENGKEM | Tutup atap kokop atau magun perahu, umumnya dibuat dari ikatan bilah bambu (Madura) (7) |
| TENGKES | Kerdil (tidak dapat tumbuh menjadi besar); kecil (jika dibandingkan dengan pasangannya dan sebagainya); padanan dari stunting (7) |
| TENGKOH | Madat atau candu yang sudah dimasak, siap untuk diisap atau ditelan (Cina) (7) |
| TENGKUK | Kuduk (leher bagian belakang); benda (batang, tandan, tangkai) yang membengkok menyerupai kuduk; jitok; gitok (7) |
| TENIRON | Permintaan selain mahar yang harus dipenuhi pihak pengantin laki-laki dalam adat perkawinan suku Gayo di Aceh (Gayo) (7) |
| TENRENG | Bambu atau kayu yang disandarkan sebagai tanda pada batang enau yang akan disadap atau batang kelapa yang akan dipetik buahnya (Bugis) (7) |
| TENTANG | Terhadap; dekat di depan (muka); berhadapan dengan; tepat berseberangan; tepat (lurus) di atas; kira-kira (pada); kira-kira (di); mengenai (7) |
| TENTARA | Laskar; prajurit; pasukan (dari orang-orang yang berkewajiban berperang); kesatuan alat negara yang terdiri atas orang-orang yang terlatih berperang; orang yang menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (prajurit, bintara, perwira, dan sebagainya); militer; sesuatu yang berhubungan (bertalian) dengan angkatan bersenjata (7) |
| TENTARI | Kata tabu bagi nelayan di tengah laut dan jika diucapkan, dipercaya bahwa nelayan tersebut akan dimakan oleh ikan hiu (Sangir) (7) |
| TENTENG | Menenteng; membawa dengan tangan sebelah; menjinjing (7) |
| TENUNAN | Hasil menenun; barang-barang yang ditenun (7) |
| TEOFANI | Kemunculan Tuhan dalam bentuk yang dapat dilihat oleh manusia (Agama Kristen) (7) |
| TEOGONI | Asal usul dewa (7) |
| TEOLOGI | Pengetahuan ketuhanan (mengenai sifat Allah, dasar kepercayaan kepada Allah dan agama, terutama berdasar pada kitab suci) (7) |
| TEONOMI | Keadaan diperintah oleh Tuhan, dewa, atau pemuka agama (7) |
| TEOREMA | Formula atau proposisi dalam matematika atau logika yang dapat dibuktikan dengan aksioma dan asumsi dasar; ide yang diterima sebagai kebenaran (7) |
| TEOSOFI | Ajaran dan pengetahuan kebatinan (semacam falsafah atau tasawuf) yang sebagian besar berdasarkan ajaran agama Buddha dan Hindu (7) |
| TEPATAN | Orang atau tempat yang didatangi (untuk menumpang, bermalam, dan sebagainya); orang sebagai tempat meminta pertolongan, perlindungan, dan sebagainya; tempat orang-orang datang (berkumpul) (7) |
| TEPERAM | Perhiasan pengantin yang diikatkan pada kepala (7) |
| TEPINIS | Pohon, tinggi hingga 20 m, teras kayu berwarna cokelat kemerahan, keras dan liat, tahan terhadap rayap dan jamur, kayunya sangat baik dan awet; tempinis; kepinis (Sloetia elongata) (7) |
| TEPLICE | Kota di Republik Ceko (7) |
| TEPUKAN | Suara hasil tamparan tapak tangan pada tapak tangan yang lain; perbuatan menepuk atau menepak (7) |
| TERABAI | Tersia-sia; terlalaikan; tidak dipedulikan (7) |
| TERABAK | Terbakar (7) |
| TERABAR | Terhambat; tertahan (7) |
| TERABAS | Terobos; menerobos; menembus; mendobrak (barisan dan sebagainya); melantas; memintas (jalan) (7) |
| TERACAK | Sudah diacak; dapat diacak; kuku kuda (lembu dan sebagainya); bekas telapak kaki (7) |
| TERADAT | Sudah menjadi adat kebiasaan; sudah mendarah daging (7) |
| TERADEM | Paling dingin (7) |
| TERADIL | Paling (sangat) adil (7) |
| TERADUH | Mengaduh dengan tiba-tiba (7) |
| TERADUK | Tercampur; sudah diaduk (7) |
| TERAGAK | Rindu; ingin benar (akan bertemu dan sebagainya); terkira; tersangka (7) |
| TERAHLI | Paling mahir (7) |
| TERAJAM | Menanggung siksaan badan; tersiksa; sudah dirajam; sudah menanggung hukuman badan; pohon yang akarnya digunakan sebagai ramuan obat; akar terajam (7) |
| TERAJUN | Tertinggal jauh (dalam perlombaan dan sebagainya); terlambat (7) |
| TERAJUT | Dapat dirajut; terjalin (7) |
| TERAKUK | Tertunduk (7) |
| TERAKUP | Jenis bubut (Centropus sinensis) (7) |
| TERALAN | Penambahan energi pada atom ataupun molekul oleh sinaran elektromagnetik atau oleh benturan dengan zarah lain sehingga aras tenaganya berubah dari aras dasar ke aras yang lebih tinggi (7) |
| TERALIH | Berpindah (secara tidak sengaja) (7) |
| TERALPA | Lalai; lengah (7) |
| TERALUN | Terbuai alun (7) |
| TERAMAT | Terlampau sangat (7) |
| TERANAS | Tanah yang keras di dasar laut (7) |
| TERAPAN | Keris yang bilahnya berlekuk panjang di tengahnya; salut pada sarung keris; penduk; hasil menerapkan; berkaitan dengan penerapan atau diwujudkan dalam praktik; aplikatif (7) |
| TERAPIS | Orang yang memberikan terapi (7) |
| TERARAH | Tertuju; ditujukan; dimaksudkan; tersusun baik; direncanakan dengan baik (7) |
| TERASAH | Sudah diasah; menjadi mahir (7) |
| TERASAK | Terjejal; terdesak; teranjak; terpindahkan (7) |
| TERATAI | Tumbuhan air yang indah, rimpangnya terbenam dalam lumpur, daunnya besar membundar, bunganya besar berwarna merah jambu atau putih, tegak mencuat ke atas permukaan air; lotus; seroja; padma (Nelumbium nucifera) (7) |
| TERATAK | Dangau; gubuk; rumah (untuk merendahkan diri); atap dari tepas (anyaman bambu) diberi tiang; dusun kecil yang hanya terdiri atas beberapa rumah; panggung pertunjukan (7) |
| TERATAP | Meneratap; terperanjat; serasa takut-takut dalam hati; serasa berdebar-debar (Jawa) (7) |
| TERATUR | Sudah diatur baik-baik (rapi, beres); berturut-turut dengan tetap (7) |
| TERAWAI | Terpegang tidak dengan sengaja; teraba (7) |
| TERAWAT | Terpelihara; sudah dirawat; dapat dirawat (7) |
| TERBACA | Telah dibaca; dapat dibaca; dapat diramalkan atau diketahui (tentang sesuatu yang tersirat di balik yang tersurat) (kiasan) (7) |
| TERBANG | Bergerak atau melayang di udara dengan tenaga sayap (tentang burung dan sebagainya) atau dengan tenaga mesin (tentang pesawat terbang dan sebagainya); berhamburan atau melayang-layang di udara (tentang debu, daun-daunan, dan sebagainya); mudah menjadi uap (gas); mudah menguap (Fisika); hilang lenyap (dicuri orang) (kiasan); berlari cepat (kiasan); melarikan diri; kabur (kiasan); naik pesawat terbang; bepergian dengan pesawat terbang (kiasan); rebana; ikan terbang (7) |
| TERBARU | Paling baru; terakhir; mutakhir; teranyar (7) |
| TERBAUR | Sudah berbaur; tercampur (7) |
| TERBAWA | Sudah dibawa; tidak sengaja dibawa serta; terlibat (dalam perkara, urusan, dan sebagainya); tersangkut; terseret; terbawa-bawa; dapat dibawa; disebabkan oleh (7) |
| TERBEKA | Terbujuk; tertipu (7) |
| TERBELI | Sudah dibeli; dapat dibeli; makan suap; menerima uang sogok (kiasan) (7) |
| TERBETI | Terbukti ada kesalahannya; ada buktinya (7) |
| TERBIAR | Dibiarkan; keadaan beristirahat pada suatu perangkat komunikasi dalam sistem jaringan komputer (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| TERBIUM | Logam tanah langka yang ditemukan oleh Monsander; unsur kimia lantanida dengan nomor atom 65, berlambang Tb, bobot atom 158,9254 u (7) |
| TERBIUS | Terkena bius sehingga tidak sadar (terlupa, tertidur); kehilangan rasa (pada saraf perasa), baik secara keseluruhan maupun sebagian; terlena oleh harta, janji muluk dan sebagainya (kiasan) (7) |
| TERBUAI | Terayun; menjadi lupa akan hal lain (karena sesuatu); terlena (karena sesuatu) (kiasan) (7) |
| TERBUAT | Dibuat dari (7) |
| TERBUKA | Tidak sengaja dibuka; tidak tertutup; tersingkap (7) |
| TERBUNI | Tersembunyi (7) |
| TERBURU | Terkejar; dapat dikejar (7) |
| TERCARI | Terdapatkan; tertemukan (7) |
| TERCELA | Patut dicela; tidak pantas (7) |
| TERCEMA | Tertuduh; terdakwa; tercemar (7) |
| TERCIUM | Sudah dicium; tidak sengaja dicium; terhirup (mendapat) bau; terdengar kabar dan sebagainya; didapat keterangan tentangnya; diketahui (gelagatnya) (kiasan) (7) |
| TERCUAR | Mencuar; tegak menganjur ke atas (tentang tiang, pohon yang tinggi, dan sebagainya); menganjur memanjang (tentang kaki dan sebagainya) (7) |
| TERCUCI | Sudah bersih (dicuci) dari kotoran dan sebagainya; dapat dicuci; tidak sengaja dicuci (7) |
| TERDIAM | Berhenti berbunyi (berkata, bersuara); berhenti bergerak (tidak bergerak lagi) (7) |
| TERDIRI | Tiba-tiba berdiri; telah berdiri; sudah didirikan; terjadi (7) |
| TERDUGA | Dapat diduga (sebelumnya); terkira; tersangka; terkira (7) |
| TEREBAN | Terempas (terlempar) ke sisi (7) |
| TERENAK | Paling enak; mendapat kesenangan (kenyamanan dan sebagainya) (7) |
| TERENEN | Latihan (Belanda) (7) |
| TERESAK | Mengesak; tersedu-sedu; sedu sedan (tentang menangis); bergeser (beralih, beringsut) perlahan-lahan (7) |
| TERESAP | Masuk dengan rata ke dalam bidang atau sesuatu; sudah diserapkan (7) |
| TERETET | Tiruan bunyi trompet (senapan mesin dan sebagainya) (7) |
| TERGIAL | Tergerak kegelian (tentang badan) (7) |
| TERGIUR | Terbangkit berahinya; tertarik hatinya (7) |
| TERGODA | Kena goda; digoda (7) |
| TERHARU | Merasa rawan hati (iba, kasihan, dan sebagainya) karena melihat atau mendengar sesuatu (7) |
| TERHIAS | Sudah dihias; sudah dirias; sudah didandani sehingga tampak bagus (7) |
| TERHINA | Dihinakan; direndahkan (7) |
| TERIGAU | Tergemparkan; terkejut (7) |
| TERIJUK | Kena ijuk; mendapat malu; kecewa (kiasan) (7) |
| TERIKAT | Telah diikat (disusun, dirangkaikan, dan sebagainya) (7) |
| TERIKIT | Layar persegi (di haluan perahu) (7) |
| TERIKUT | Sudah diikutkan; termasuk; tidak sengaja ikut (7) |
| TERINIL | Kedidi (7) |
| TERIRIS | Sudah diiris; sakit (seperti teriris) (kiasan) (7) |
| TERISTA | Sedih; dukacita (7) |
| TERITIH | Pohon, kulit kayunya dahulu digunakan untuk membuat baju dan sabuk (Celtis sinensis) (7) |
| TERITIK | Pohon rimba yang besar, tinggi mencapai 40 m, kayunya berat dan keras (Parinarim corymbosum) (7) |
| TERITIP | Siput kecil yang suka melekat pada dasar perahu; kapang; tembatar (7) |
| TERITIS | Tanah atau lantai di sekeliling rumah yang masih beratap di atasnya (7) |
| TERJADI | Sudah dijadikan (diadakan); sudah berlaku (tentang suatu peristiwa); terdiri atas (7) |
| TERJAGA | Terbangun dari tidur; terpelihara; terawat; dapat (dipertahankan); terlindungi (7) |
| TERJALA | Tertangkap dengan jala (7) |
| TERJALI | Sudah diilhami; mendapat wahyu (ilham) (7) |
| TERJANG | Tendang; sepak (terutama ke depan atau ke bawah dengan tapak kaki); serang (7) |
| TERJELA | Terjuntai (tergantung) berayun-ayun atau meliuk-liuk; terhantar di tanah (misalnya mayat) (7) |
| TERJILA | Tergeletak di tanah; terhantar; terjela (Minangkabau) (7) |
| TERKAAN | Hasil menduga (menebak); dugaan; tebakan; hasil menuduh (mendakwa); tuduhan; dakwaan (7) |
| TERKAIL | Terkena kail; terpancing; terkait (7) |
| TERKAIT | Sudah dikait; tidak sengaja mengait; dapat dikaitkan; bersangkut paut (dengan); berhubungan (dengan); ada kaitannya; ada hubungannya (7) |
| TERKAJI | Dapat diperiksa (dapat diduga, diselidiki, ditelaah) (7) |
| TERKELU | Terdiam sehingga tidak dapat berkata-kata karena sangat terkejut atau sangat ketakutan (7) |
| TERKENA | Sudah dikenakan (dipasang, dilekatkan, dan sebagainya); sudah kena sesuatu (dalam berbagai arti seperti tertipu, teperdaya, dan sebagainya) (7) |
| TERKICU | Kena kicu; tertipu (7) |
| TERKINI | Mutakhir; terbaru; teranyar (7) |
| TERKIRA | Dapat dikira; terduga; tersangka; terhitung (7) |
| TERKIUK | Terpulas; tergeliat; salah urat; terpelecok; keseleo (7) |
| TERKOPI | Dapat disalin; sudah disalin (7) |
| TERKUAK | Terbuka (ke kiri ke kanan); menjadi lebar (tentang lubang, barang yang sobek, dan sebagainya); menjadi renggang bercelah-celah; menghindar (ke kiri ke kanan); menyisih; terpisah; tersibak (7) |
| TERKUBU | Tertangkap di dalam kubu (tentang gajah) (7) |
| TERLALU | Melampaui batas; berlebih-lebihan; amat sangat (7) |
| TERLEKA | Sangat asyik (berbuat sesuatu); terlalai (tidak ingat apa-apa lagi) (7) |
| TERLENA | Mengantuk lalu tidur; tertidur; terlengah; terlalai; sangat asyik; dengan asyiknya; bersenang-senang (7) |
| TERLEPA | Terbaring menelentang; tergeletak; terhantar (di tanah); memanjang (ke bawah tentang jubah dan sebagainya) sampai menyentuh tanah (7) |
| TERLIUK | Terkeluh; terliuk-liuk (7) |
| TERLUKA | Menderita luka; telah dilukai; tidak sengaja dilukai; berasa sakit karena diejek, diremehkan, dan sebagainya (tentang hati atau perasaan) (kiasan) (7) |
| TERLUPA | Tiba-tiba lupa; tidak teringat; sudah dalam keadaan lupa (7) |
| TERMASA | Tamasya (7) |
| TERMION | Ion yang terpancarkan dalam benda berpijar (Fisika) (7) |
| TERMUAT | Telah dimuat (dimasukkan, diisikan, dipasang); dapat dimuat (dimasukkan dan sebagainya) (7) |
| TERMUDA | Paling muda; bungsu (7) |
| TERNAMA | Sangat dikenal namanya; terkenal; termasyhur (7) |
| TERNATE | Pulau di daerah Maluku Utara; suku bangsa yang mendiami daerah Ternate, Tidore, dan sebagian Halmahera; kota di Provinsi Maluku Utara; kota yang terdapat Benteng Oranje di dalamnya, yang didirikan pada 26 Mei 1607; kota yang terletak di kaki Gunung Gamalama, Provinsi Maluku Utara (7) |
| TERNIAT | Sudah diniatkan; termaksud; timbul niat (7) |
| TERNODA | Kena noda; dicemarkan; dikotori (7) |
| TEROBAT | Dapat diobati; terhibur (kiasan) (7) |
| TEROBOS | Menerobos; menembus; mendobrak (barisan dan sebagainya); melantas; memintas (jalan) (7) |
| TERODOK | Tertusuk anak tekak ketika terlalu keras memasukkan sesuatu (makanan dan sebagainya) ke dalam mulut (Melayu Riau) (7) |
| TEROFIT | Tumbuhan yang melengkapi daur hidupnya dalam satu musim saja (Botani) (7) |
| TEROLAH | Sudah dikerjakan, terusahakan (7) |
| TEROMOL | Peti dari kaleng; tempat mengumpulkan uang sumbangan dan sebagainya (7) |
| TERONCE | Terangkai (tentang bunga); teruntai (7) |
| TERORAK | Terurai; terbuka; terungkai (7) |
| TERORIS | Orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik (7) |
| TERPAAN | Serangan, terkaman, dan sebagainya (7) |
| TERPACU | Terdorong untuk lebih cepat atau giat dalam melakukan sesuatu (7) |
| TERPADA | Ada yang menyamai; tersamai (7) |
| TERPADU | Sudah dipadu (disatukan, dilebur menjadi satu, dan sebagainya) (7) |
| TERPAKU | Sudah dipaku; diam berdiri di tempat, tidak sempat bereaksi (kiasan); berdiri (duduk) tidak bergerak-gerak (kiasan); melekat; tertanam (kiasan); terhenti; terbenam; tertuju (kiasan) (7) |
| TERPANA | Heran; terpukau (7) |
| TERPAUT | Tersangkut dan terikat; tertambat (tentang cinta kasih); terpikat; terpaku; berbeda; berselisih (7) |
| TERPETA | Tergambar; terlukis; sudah dipetakan (7) |
| TERPICA | Lengah; lalai; meleng (7) |
| TERPICO | Terlengah (7) |
| TERPICU | Dapat dipicu; terpengaruh (7) |
| TERPIUH | Terpilin; terpulas; tergeliat (terpelecok tentang tangan dan sebagainya) (7) |
| TERPUJI | Sangat baik; terkenal kebaikannya; sangat mulia; mahamulia (7) |
| TERSAJI | Sudah disajikan; tersedia; terhidang (7) |
| TERSAKU | Terpisah; terasing (7) |
| TERSAPA | Diajak berkata-kata; ditegur; keteguran (sakit dan sebagainya karena diganggu orang halus) (7) |
| TERSAPU | Sudah disapu, dibersihkan, dibinasakan sama sekali, dan sebagainya; dapat disapu (7) |
| TERSAUR | Terbelit; tersangkut (7) |
| TERSEMU | Teperdaya; tertipu (7) |
| TERSIAH | Terhindar (dari); tersisihkan; luput (dari) (7) |
| TERSIAR | Telah diumumkan; telah dikabarkan ke mana-mana; telah diterbitkan dan diseratakan (tentang buku dan sebagainya); telah tersebar ke mana-mana; terbakar (7) |
| TERSIER | Yang ketiga; primata yang berasal dari zaman paleosen dan eosen dan yang kini masih dapat ditemukan di Indonesia dan daerah lain di Asia Tenggara (Antropologi) (7) |
| TERSILA | Terserah; pulang maklum kepada (7) |
| TERSIPI | Terserempet (7) |
| TERSIPU | Kemalu-maluan; amat malu (7) |
| TERSISA | Tertinggal (setelah dimakan, diambil, dan sebagainya) (7) |
| TERSITA | Terambil (7) |
| TERSUAR | Terpasang (dinyalakan) (7) |
| TERTARA | Terbandingkan (7) |
| TERTAWA | Melahirkan rasa gembira, senang, geli, dan sebagainya dengan suara berderai (7) |
| TERTERA | Tercap; tercetak; tercantum; termuat (7) |
| TERTUJU | Dituju; ditujukan kepada; dialamatkan kepada; diarahkan ke; dapat dituju (7) |
| TERTUNU | Terbakar (7) |
| TERUBUK | Ikan anadrom yang ukurannya dapat mencapai 60 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik halus, terdapat gerigi di bagian perutnya, di Indonesia ditemukan di Sumatra Utara, Riau, dan Kalimantan Barat (Enualosa spp.); tanaman berimpang kuat, buluh-buluhnya tumbuh saling berdekatan, berwarna hijau kekuning-kuningan, bagian dalamnya berempulur, panjang bunganya mencapai 20 cm, biasanya dibuat sayur; bunga tebu; tebu telur (Saccharum edule) (7) |
| TERUBUS | Bertunas; tumbuh tunas (7) |
| TERUCAP | Sudah dikatakan (7) |
| TERUCUK | Pancang di laut (Jawa) (7) |
| TERUMBA | Sejarah; babad; hikayat; riwayat kuno; uraian sejarah suatu daerah yang sering kali bercampur dengan dongeng; tambo (7) |
| TERUMBU | Dangkalan di laut (yang tidak terlalu luas), terjadi dari gundukan batuan, seperti gamping atau koral, sering kelihatan apabila air surut (Geografi dan Geologi) (7) |
| TERUPAM | Sudah diupam; berkilat (7) |
| TERURAI | Sudah diuraikan; (sudah) lepas terbuka (tidak terikat dan sebagainya); (sudah) dijelaskan terang-terang (7) |
| TERURUS | Terpelihara (terawat, teratur) baik-baik (7) |
| TERUSAN | Kali buatan; kanal; saluran buatan untuk keperluan mengalihkan lalu lintas pelayaran atau mengatur pengaliran air irigasi; tali air galian di daratan yang dapat menghubungkan badan air yang terpisah; lanjutan; terus-menerus; model baju yang atasan dan bawahannya bersambung (7) |
| TERUSIK | Terganggu; tergoda (7) |
| TERWELU | Mamalia pengerat yang memiliki kepala kecil serta kumis dan daun telinganya panjang (Lepus nigricollis) (7) |
| TERZINA | Sajak yang terdiri atas tiga baris seuntai dengan bagan rima a-b-a, b-c-b, c-d-c, d-c-d (Sastra) (7) |
| TESAERO | Tes untuk mengetahui VO2 maksimal (Olahraga) (7) |
| TESASOL | Salah bicara atau salah menyebutkan sesuatu (Melayu Riau) (7) |
| TESAWAL | Tes yang diselenggarakan sebelum pelajaran diberikan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan siswa tentang bahan pelajaran yang akan diajarkan (7) |
| TESERBU | Kena serbu; didatangi beramai-ramai (misalnya oleh wartawan) (7) |
| TESPONG | Terna atau perdu, daunnya berasa seperti min, digunakan sebagai lalapan; seladren (Oenanthe javanicum) (Sunda) (7) |
| TESTING | Pengujian (percobaan) untuk mengetahui tingkat kemampuan (pengetahuan, keterampilan seseorang, dan sebagainya); percobaan (pengujian) sesuatu untuk mengetahui mutunya (nilainya, kekuatannya, susunannya, dan sebagainya) (7) |
| TETANUS | Penyakit akibat infeksi luka oleh bakteri Clostridium tetani dengan gejala kejang-kejang (7) |
| TETAPAN | Hasil menetapkan; sesuatu yang tidak dapat diubah, permanen, tidak dapat divariasikan; konstanta (Kimia) (7) |
| TETAWAK | Gong kecil untuk memberi alamat, mengerahkan orang supaya berkumpul; dan sebagainya; tawak-tawak (7) |
| TETEGUK | Burung hantu berukuran besar yang mukanya tidak berbentuk hati atau piringan, berwarna gelap dengan pola serupa celepuk; pungguk (Ninox spp.) (7) |
| TETELAN | Sisa daging yang melekat di tulang (berupa campuran daging, urat, lemak, dan sebagainya) yang telah dikelupas dari tulang dan dipotong-potong (7) |
| TETELAR | Tanah datar di tengah persawahan yang tidak teraliri air, biasa digunakan sebagai tempat penggembalaan (Sunda) (7) |
| TETESAN | Hasil menetes; titik (7) |
| TETIBAR | Burung yang rupanya seperti burung layang-layang, biasa keluar pada malam hari; burung cabak (Lyncornis temminchi) (7) |
| TETIKUS | Peranti periferal pada komputer yang menyerupai tikus, gunanya, antara lain, untuk mengendalikan kursor (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari mouse (7) |
| TETIRAH | Pergi ke tempat lain dan tinggal sementara waktu (untuk memulihkan kesehatan dan sebagainya); pergi mengungsi (7) |
| TETORON | Serat sintetis untuk bahan tekstil; bahan untuk pakaian dan sebagainya yang dibuat dari serat sintetis dan kapas (7) |
| TETOUAN | Kota di Maroko (7) |
| TETRODE | Tabung elektron empat elektrode yang mempunyai anode, katode, elektrode kendali (Fisika) (7) |
| TETROSA | Gula sederhana yang terdiri atas empat atom karbon (Kimia) (7) |
| TETUANG | Tabung bambu yang ditiup untuk memberitahukan tempat peniup dan sebagainya; corong pengeras suara; tuang-tuang (7) |
| THAMAKA | Kota di Thailand (7) |
| THEREDS | Julukan klub sepak bola Liverpool, juara Liga Primer Inggris 2019-2020 dan juara 6 kali Liga Champions UEFA (7) |
| THIMPHU | Ibu kota Bhutan (7) |
| THONGWA | Kota di Myanmar (7) |
| THUNDER | Guntur; guruh (Inggris) (7) |
| TIAMINA | Vitamin B yang berperan dalam metabolisme karbohidrat (7) |
| TIANGUI | Pasar (7) |
| TIANJIN | Kota di Cina (7) |
| TIDUHAI | Hiasan kepala wanita Sumba, berupa sisir yang terbuat dari kulit penyu dengan ukiran pada bagian atasnya (Kambera) (7) |
| TIDURAN | Berbaring-baring tetapi tidak tidur (untuk melepaskan lelah dan sebagainya) (7) |
| TIELING | Kota di Cina (7) |
| TIJUANA | Kota di Meksiko (7) |
| TIKAIAN | Alat atau sarana terjadinya konflik (Sastra) (7) |
| TIKAMAN | Hasil menikam; tusukan (dengan senjata tajam); uang pasangan (dalam lotre dan sebagainya); tiban (7) |
| TIKHVIN | Kota di Rusia (7) |
| TILAWAH | Pembacaan (ayat Alquran) dengan baik dan indah; tilawatil (7) |
| TILBURG | Kota di Belanda (7) |
| TILIAYA | Penganan yang terbuat dari santan kental, dicampur dengan telur dan gula merah, kemudian dikukus, biasanya dihidangkan pada upacara adat atau ritual keagamaan (Gorontalo) (7) |
| TILIKAN | Hasil menilik; pandangan; pendapat; ramalan (7) |
| TILOSIN | Antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi pernapasan pada binatang (7) |
| TIMARAH | Kertas timah (untuk membungkus teh, rokok, dan sebagainya) (7) |
| TIMBALA | Mangkok yang terbuat dari kaca, tempat air untuk mencuci jari tangan sebelum dan sesudah makan; kobokan (Minangkabau) (7) |
| TIMBANG | Tidak berat sebelah; sama berat; ketimbang (7) |
| TIMBORA | Abu rokok (Batak) (7) |
| TIMBRIM | Pembayaran maskawin berupa emas batangan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan (Orya) (7) |
| TIMBURU | Cemburu (Sunda) (7) |
| TIMPAAN | Tekanan (tindihan) berat; beban yang memberati (menyusahkan dan sebagainya); gencetan; (barang) curian (7) |
| TIMPANG | Pincang yang tetap (karena salah satu kakinya tidak sama panjang); incang-incut; tidak seimbang; ada kekurangan (ada cela); berat sebelah (kiasan) (7) |
| TIMPANI | Perangkat genderang dalam orkes (Musik) (7) |
| TIMPENG | Melangkah panjang-panjang untuk naik atau turun (Aceh) (7) |
| TIMPHAN | Penganan khas Aceh yang dihidangkan pada hari raya Idulfitri dan Iduladha, berupa kue yang berbalut daun pisang (Aceh) (7) |
| TIMTAMU | Tim olahraga yang bermain di tempat atau lapangan lawan (7) |
| TIMTENG | Timur Tengah (akronim) (7) |
| TINDUNG | Tudung kepala yang khusus dikenakan seseorang untuk menjaga janda atau duda yang baru ditinggal oleh suami atau istrinya, dahulu berwarna putih mangkok dan sekarang berwarna hitam, terbuat dari bahan belacu seperti yang dikenakan oleh orang Cina (Minahasa) (7) |
| TINGGAL | Masih tetap di tempatnya dan sebagainya; masih selalu ada (sedang yang lain sudah hilang, pergi, dan sebagainya); sisanya ialah ...; bersisa ...; tersisa ...; yang masih ada hanyalah ...; ada di belakang; terbelakang; tidak naik kelas (tentang murid sekolah); sudah lewat (lalu; lampau); diam (di); selalu; tetap (demikian halnya); melupakan; tidak usah berbuat apa-apa selain dari ...; bergantung kepada; terserah kepada; terpulang kepada; (sebagai keterangan pada kata majemuk) yang didiami; (sebagai keterangan pada kata majemuk) yang ditinggalkan (dikosongkan dan sebagainya) (7) |
| TINGGAM | Guna-guna untuk membuat sakit (bengkak-bengkak dan sebagainya) dengan menusuk-nusukkan duri ekor ikan pari pada gambar orang (Minangkabau) (7) |
| TINGKAH | Ulah (perbuatan) yang aneh-aneh atau yang tidak sewajarnya; lagak; canda; perangai; kelakuan; gendang; pukulan gendang dan sebagainya yang mengiringi lagu, bunyi-bunyian atau tari; nyanyi (sorak, tepuk tangan, dan sebagainya) yang berselang-selangan atau bersambutan dengan bunyi-bunyian; tangga pada bukit, gunung, atau batu besar (Batak) (7) |
| TINGKAI | Tidak tahu aturan (adat) (Abrap) (7) |
| TINGKAL | Garam natrium berwarna putih yang dapat larut dalam air (dipakai untuk patri); boraks (Kimia) (7) |
| TINGKAP | Jendela di atap (di dinding dan sebagainya); ada bermacam-macam rupa dan namanya (7) |
| TINGKAR | Meningkar; mengepung (musuh, penjahat, dan sebagainya); mengelilingi (7) |
| TINGKAS | Nasi putih yang dikelilingi nasi kuning (atau warna lain) (7) |
| TINGKAT | Susunan yang berlapis-lapis atau berlenggek-lenggek seperti lenggek rumah, tumpuan pada tangga (jenjang); tinggi rendah martabat (kedudukan, jabatan, kemajuan, peradaban, dan sebagainya); pangkat; derajat; taraf; kelas; batas waktu (masa); sempadan suatu peristiwa (proses, kejadian, dan sebagainya); babak(an); tahap (7) |
| TINGKEB | Upacara selamatan tujuh bulan untuk wanita yang sedang hamil; tingkeban (7) |
| TINGKIS | Ikan laut yang dapat dimakan (7) |
| TINGKUH | Bertingkuh; bertengkar; berbantah (7) |
| TINGTUR | Ekstrak herbal yang dibuat dengan menggunakan pelarut beralkohol (Farmasi dan Farmakologi) (7) |
| TINITUS | Suara bising dalam teling, dapat berupa dengung atau gemuruh (7) |
| TINJUAN | Hasil meninju (7) |
| TINOMBO | Suku bangsa yang mendiami wilayah kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah; suku bangsa yang mendiami daerah sepanjang Teluk Tomini di Sulawesi; Laudje; Lauje; Ampibabo (7) |
| TINTING | Meninting; mengetuk (membunyikan) uang logam perak dan sebagainya supaya berbunyi “ting, ting” (untuk mengetahui palsu tidaknya); mengguncang-guncang (beras, tepung dan sebagainya di nyiru dan sebagainya untuk membersihkannya); mengetuk-ngetuk lapisan, pengayak, dan sebagainya; memilihi (menyaring) mana yang benar, baik, dan sebagainya (kiasan) (7) |
| TINTRIM | Risau, takut, was-was karena hening, horor, dan sebagainya (Jawa); keadaan yang tidak jelas, ambigu, atau tidak stabil, antara gelap dan terang (7) |
| TINULAT | Tiruan atau salinan (7) |
| TIPIKAL | Khas (7) |
| TIPIKOR | Tindak pidana korupsi (akronim/Hukum) (7) |
| TIRAKAT | Menahan hawa nafsu (seperti berpuasa, berpantang); mengasingkan diri ke tempat yang sunyi (di gunung dan sebagainya) (7) |
| TIRANIS | Berkaitan dengan tirani (7) |
| TIRILIK | Berjalan dengan langkah kecil dan cepat, serta kaki berjinjit (Sunda) (7) |
| TIRISAN | Tempat yang tiris (7) |
| TIROSIN | Asam amino nonesensial yang berfungsi sebagai obat alami pereda depresi (7) |
| TISIKAN | Hasil menisik; cara menisik (7) |
| TITANIA | Satelit milik Uranus dengan diameter 1.577 km dan merupakan satelit terbesar kedelapan di tata surya (Astronomi) (7) |
| TITIPAN | Sesuatu yang dititipkan (7) |
| TITIRAN | Baling-baling; kitiran (7) |
| TITISAN | Sesuatu yang menitis; penjelmaan (7) |
| TITRASI | Penentuan kadar suatu zat atau lebih dalam campuran atau larutan dengan menambahkan bahan penguji yang dapat bereaksi dengan zat tersebut (Kimia) (7) |
| TITULER | Berkaitan dengan pangkat atau gelar kehormatan yang diperoleh tanpa menjalankan tugas jabatan sebagai yang tersebut pada gelarnya (7) |
| TLAHUAC | Kota di Meksiko (7) |
| TLALPAN | Kota di Meksiko (7) |
| TLETONG | Tahi kerbau, kuda, dan sebagainya (Jawa) (7) |
| TOBADAK | Ibu kota Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat (7) |
| TOBINGI | Suku bangsa yang mendiami daerah pedalaman di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat; Bingi (7) |
| TOBOALI | Ibu kota Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (7) |
| TOCUMEN | Kota di Panama (7) |
| TOHPATI | Salah satu gitaris jazz terkenal Indonesia (7) |
| TOIANAS | Suku bangsa yang mendiami wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (7) |
| TOKALAN | Bambu kira-kira berukuran 3 meter yang digunakan sebagai pelampung pada waktu kegiatan menangkap ikan bagi nelayan (Madura) (7) |
| TOKOLAN | Ragam hias batik Cirebon berbentuk kecambah yang menjalar dari bunga (Sunda) (7) |
| TOKONEM | Ilmu penamaan pulau (Melayu Jambi) (7) |
| TOKSOID | Toksin yang telah kehilangan sifat-sifat toksinnya sebagai akibat denaturasi atau modifikasi kimia, tetapi sifat-sifat antigennya masih dipertahankan (Kimia) (7) |
| TOLAKAN | Desakan ke depan (ke samping); sorongan; dorongan; sesuatu yang sudah ditolak; tampikan; potongan (harga dan sebagainya) (7) |
| TOLAMPU | Suku bangsa yang mendiami daerah di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah; Lampu (7) |
| TOLERAN | Bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri; bersifat terus tumbuh walaupun dalam keadaan tertekan oleh pohon yang lain (Kehutanan) (7) |
| TOLERIR | Kemampuan tubuh dalam menanggapi dosis karbohidrat yang besar, biasanya digunakan sebagai uji coba untuk diabetes melitus (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| TOLUBEA | Nama seseorang yang digunakan setelah memiliki cucu pada beberapa etnis di Sulawesi Utara (7) |
| TOLUENA | Cat air membias, tanpa warna dengan bau khas yang terbakar dengan nyala berasap (Kimia) (7) |
| TOMBOLA | Permainan lotre dengan berbagai hadiah, biasanya diadakan di pasar amal dan sebagainya (7) |
| TOMBOLE | Penganan khas Wakatobi terbuat dari ubi kayu yang diparut, dibungkus daun, dan dibakar di atas bara batu (Pulo) (7) |
| TOMBOLO | Endapan sedimen yang menghubungkan sebuah pulau dengan daratan atau pulau lain yang awalnya terlepas (Oseanologi) (7) |
| TOMBULU | Suku bangsa yang mendiami daerah Tomohon, Sulawesi Utara; dialek bahasa Minahasa yang dituturkan oleh suku Tombulu (7) |
| TOMOHON | Kota (madya) di Provinsi Sulawesi Utara (7) |
| TOMPLOK | Pukulan dengan telapak tangan terbuka dalam pencak silat (Sunda) (7) |
| TONDANO | Suku bangsa yang mendiami wilayah Danau Tondano dan daerah pesisir utara Semenanjung Sulawesi Utara; ibu kota Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara; danau yang terletak di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara; danau terluas di Provinsi Sulawesi Utara (7) |
| TONDING | Punggung pisau (Madura) (7) |
| TONGCAI | Sayuran (lobak dan sebagainya) yang diasinkan, biasanya digunakan sebagai pelengkap bubur ayam dan sebagainya (Tata Boga) (7) |
| TONGGAK | Balok (kayu, batu, dan sebagainya) yang dipasang tegak; tiang (rumah, jembatan, dan sebagainya); pal (ukuran jauh 1.500 m); tunggul (pangkal batang kayu yang masih tegak); sisa batang kayu yang sudah dipotong (yang ada di dalam air dan sebagainya); pokok; asal; orang yang sangat pendiam (kiasan); menonggak; menuangkan (air dan sebagainya) ke mulut dari cerek, kendi, botol, dan sebagainya; menuangkan (obat, tepung, dan sebagainya) ke mulut (7) |
| TONGGEK | Tidak lurus punggungnya dan pantatnya terkedik; tunggik (7) |
| TONGGOK | Longgok; tumpuk; menonggokkan; menaruh atau meletakkan sesuatu di atas atau di tempat yang agak tinggi; menenggekkan (7) |
| TONGGOS | Menonjol (tentang gigi depan); jongang (Melayu Jakarta) (7) |
| TONGGUL | Bunga jagung (Madura) (7) |
| TONGHUA | Kota di Cina (7) |
| TONGKAH | Papan untuk tumpuan (titian), biasanya dipasang di tempat yang becek atau basah; menongkah; memasang papan di tempat yang becek dan sebagainya untuk titian (tumpuan) berjalan; berjalan (meniti) di papan; menyongsong (menempuh) arus dan sebagainya; melawan; menyambung (menambah panjang) pada sebelah atas (7) |
| TONGKAT | Sepotong bambu (rotan, kayu, dan sebagainya) yang agak panjang (untuk menopang atau pegangan ketika berjalan, menyokong, dan sebagainya) (7) |
| TONGKOL | Keratan (potongan) kayu; buku (bonggol) pada kayu; tongkol jagung; perhubungan memanjang tak terbatas dan tak bercabang dengan bunga-bunga melekat atau tertanam pada rakis yang mendaging (Botani); ikan laut dan payau, jenis cakalang, ukurannya mencapai panjang 122 cm, berat 16,5 kg, umur 10 tahun, hidup di terumbu karang perairan tropis (7) |
| TONGKOR | Memotong ekor anak hewan (biasanya anak kambing) pada umur 1–2 minggu (7) |
| TONGONG | Dungu; pandir (7) |
| TONGPAN | Anak hasil kawin campur (Melayu Kalimantan) (7) |
| TONGPES | Kantong kempes; tidak mempunyai uang (akronim) (7) |
| TONGSIS | Tongkat narsis (tongkat yang digunakan untuk menopang kamera) (akronim) (7) |
| TONGSIT | Sanggul; kundai (7) |
| TONIKUM | Obat berupa minuman berwarna dan berasa anggur, dipakai untuk memulihkan atau menambah tenaga (kekuatan) bagi orang yang kondisi badannya lemah, kurang darah, dan sebagainya (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| TOPIARI | Pengolahan tanaman menjadi berbagai bentuk yang berbeda dari bentuk aslinya, seperti tanaman yang bentuk aslinya lurus dijadikan bengkok (7) |
| TOPIFEZ | Topi khas Afrika Utara dan Timur Tengah, berbentuk silinder agak mengecil ke atas, dengan hiasan jumbai dari ujung mahkotanya (Tata Busana) (7) |
| TOPIKAL | Pengobatan jerawat yang meliputi pemberian krim, antibiotik, antiradang, dan pengelupasan lapisan kulit kasar (7) |
| TOPIKEP | Topi berbentuk mangkuk untuk menutup bagian atas kepala (7) |
| TOPIPET | Topi yang pas membentuk kepala, dilengkapi bagian yang menjorok ke depan di dahi untuk melindungi wajah dari sinar matahari (7) |
| TOPOADA | Orang yang bertingkah laku sopan dan berbudi; orang yang beradat (Kaili) (7) |
| TOPOIYO | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (7) |
| TOPOLEK | Variasi bahasa, khususnya kosakata, yang berkaitan dengan lokasi geografis tertentu (Linguistik) (7) |
| TORAMPI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan (7) |
| TORBALI | Kota di Turki (7) |
| TOREHAN | Luka dan sebagainya bekas ditoreh; goresan; belekan; sadapan; capaian; perolehan (7) |
| TORNADO | Angin berolak (berpusar) berbentuk spiral, disertai turunnya gumpalan awan yang berbentuk corong dan dapat menimbulkan kerusakan (7) |
| TOROMIA | Mangkuk yang berisi gabah atau beras, disiapkan untuk upacara sunat (Kulisusu) (7) |
| TORONTO | Kota terbesar di Kanada, dan merupakan ibu kota Provinsi Ontario, Kanada (7) |
| TORPEDO | Senjata peledak berbentuk cerutu besar diluncurkan dari kapal, kapal selam, atau pesawat terbang untuk menenggelamkan kapal lain; kapal perang (selam) kecil yang bertugas menembakkan torpedo; naf sepeda yang dipakai untuk mengerem (pedalnya ditekan ke arah belakang); ikan laut jenis ikan pari yang dapat mengeluarkan arus listrik, panjang dan beratnya mencapai 180 cm dan 90 kg, hidup di dasar perairan subtropis dengan kedalaman 2–800 m; buah pelir, seperti pada sapi, kerbau, kambing (7) |
| TORQUAY | Kota di Inggris (7) |
| TORRENT | Kota di Spanyol (7) |
| TORREON | Kota di Meksiko (7) |
| TORTILA | Roti khas Meksiko berbentuk bulat tipis dengan isian daging, keju, dan sebagainya, biasanya dimakan panas-panas; adonan yang dibuat dari tepung gandum atau tepung jagung yang dibentuk bulat pipih dan dibakar di loyang datar, biasanya dipakai sebagai kulit pembungkus kebab (7) |
| TOSERBA | Toko serba ada; pasaraya (akronim) (7) |
| TOTOANG | Jalan panjang dan sepi penghubung antardesa (Sunda) (7) |
| TOTOLAN | Tempat yang ditentukan oleh pemandu adat untuk dibangun rumah (Minahasa) (7) |
| TOULOUR | Suku bangsa yang mendiami daerah Minahasa dan Gorontalo, Sulawesi; dialek bahasa Minahasa yang dituturkan oleh suku Toulour (7) |
| TOURNAI | Kota di Belgia (7) |
| TRABZON | Kota di Turki (7) |
| TRADISI | Adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat; penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan yang paling baik dan benar (7) |
| TRAGEDI | Sandiwara sedih (pelaku utamanya menderita kesengsaraan lahir dan batin yang luar biasa atau sampai meninggal); peristiwa yang menyedihkan (kiasan); bentuk drama yang memiliki karakter serius dan berakhir dengan ketidakbahagiaan (Kesenian) (7) |
| TRAILER | Kendaraan pengangkut barang berat (besar), biasanya panjang dan beroda banyak (lebih dari empat); cuplikan adegan dalam film yang akan dipromosikan (Perfilman); cuplikan adegan dalam film yang akan dipromosikan (Perfilman) (7) |
| TRAKEID | Sel kayu tidak berperforasi di kedua ujungnya, berpenebal cincin spiral atau berceruk terlindung, menghantar air dan menyusun jaringan kayu (Biologi) (7) |
| TRAKOMA | Penyakit mata yang disebabkan oleh virus yang mengakibatkan selaput mata berbintik-bintik; trakom (7) |
| TRAKTAT | Bercak putih pada kulit yang tidak merata akibat sengatan sinar matahari; perjanjian antarbangsa (seperti perjanjian persahabatan, perjanjian perdamaian) (7) |
| TRAKTIR | Membayar makanan dan minuman (di restoran) untuk orang lain; membelikan (membayar) makanan dan minuman (di rumah makan dan sebagainya) untuk orang lain (7) |
| TRAKTOR | Kendaraan yang dijalankan dengan bensin atau motor diesel, dipakai untuk menarik benda yang berat atau membajak (meratakan) tanah (7) |
| TRAKTUS | Saluran; jalur (7) |
| TRAMTIB | Ketenteraman dan ketertiban; trantib (akronim) (7) |
| TRANCAM | Makanan yang dibuat dari sayuran mentah, seperti taoge, kacang panjang, dan mentimun, diberi kelapa muda parut, bumbu, dan daun kemangi (Jawa) (7) |
| TRANSEK | Garis atau jalur sempit untuk keperluan survei persebaran, keterdapatan makhluk sepanjang suatu daerah atau percobaan dan pengamatan lain (Biologi) (7) |
| TRANSIT | Tempat singgah; lintasan barang dagangan (Perdagangan); peristiwa melintasnya suatu benda langit yang berukuran relatif kecil di piringan benda langit lain yang berukuran lebih besar, biasanya bintang atau planet (Astronomi) (7) |
| TRANSOM | Jendela kecil yang terdapat di atas pintu atau di atas pintu dan jendela (7) |
| TRANTIB | Ketenteraman dan ketertiban (akronim) (7) |
| TRAPANI | Kota di Italia (7) |
| TRAULER | Kapal penangkap ikan dengan pukat tarik besar yang ditebarkan sampai ke dasar laut; pukat harimau (7) |
| TRAUSAH | Tidak usah (7) |
| TRAVINH | Kota di Vietnam (7) |
| TREKBAL | Pemindahan bola dari samping-depan ke tengah untuk diteruskan ke gawang lawan; umpan balik (7) |
| TREMBAL | Lapangan sepak bola (Melayu Ambon) (7) |
| TREMOLO | Bagian dari gitar listrik untuk menarik atau mengendurkan senar (7) |
| TRENCIN | Kota di Slowakia (7) |
| TRENTON | Ibu kota negara bagian New Jersey, Amerika Serikat (7) |
| TREVISO | Kota di Italia (7) |
| TRIADIK | Skema warna yang dibentuk dengan menarik garis segitiga pada roda warna (Tata Busana) (7) |
| TRIBOGA | Tiga keperluan hidup utama (pakaian, makanan, dan perumahan) (Bali) (7) |
| TRIBUNE | Panggung untuk tempat berbicara; tempat yang agak tinggi untuk duduk para penonton (di stadion, gedung parlemen, dan sebagainya) (7) |
| TRIBUTA | Tiga buta (buta aksara, buta bahasa Indonesia, dan buta pendidikan dasar) (7) |
| TRICHUR | Kota di India (7) |
| TRIDATU | Untaian benang berwarna merah, putih, dan hitam yang melambangkan kekuatan tiga dewa (Agama Hindu) (7) |
| TRIDUUM | Masa doa selama tiga hari sebagai persiapan pesta agama Katolik (ungkapan/Latin) (7) |
| TRIESTE | Kota di Italia (7) |
| TRIGRAF | Kombinasi tiga huruf untuk melambangkan satu bunyi (Linguistik) (7) |
| TRIKALA | Kota di Yunani (7) |
| TRIKOMA | Rambut-rambut halus pada permukaan tanaman, berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya matahari, melindungi tanaman dari pemangsa, menyerap air, mineral, dan nutrisi (7) |
| TRIKONA | Segitiga (Bali); alat musik yang dipukul dengan batang logam, berupa batang logam yang ditekuk membentuk sebuah segitiga yang terbuka pada salah satu ujungnya (7) |
| TRILIUN | Satuan bilangan yang dilambangkan dengan 12 nol (000.000.000.000) di belakang angka 1–999 (di Amerika Serikat dan Prancis, digunakan juga di Indonesia); satuan bilangan yang dilambangkan dengan 18 nol (000.000.000.000.000.000) di belakang angka 1–999 (di Inggris dan Jerman) (7) |
| TRILOGI | Seri karya sastra yang terdiri atas tiga satuan yang saling berhubungan dan mengembangkan satu tema; tiga hal yang saling bertaut dan saling bergantung (7) |
| TRIPADA | Tempat air suci untuk pendeta (Bali) (7) |
| TRIPLET | Tiga janin yang berkembang simultan di uterus (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| TRIPLIK | Jawaban atas pembelaan kedua atau duplik (Hukum) (7) |
| TRIPOLI | Kota di Lebanon dan ibu kota Libya (7) |
| TRIPSIN | Getah perut yang dibawa oleh aliran darah ke pankreas, merupakan unsur yang penting dalam pencernaan (Biologi) (7) |
| TRISULA | Tombak bermata tiga; teriujung (7) |
| TRITIUM | Isotop hidrogen yang intinya terdiri atas dua neutron dan satu proton (Kimia) (7) |
| TRITURA | Tri tuntutan rakyat (akronim) (7) |
| TRIVIAL | Bernilai kecil; remeh; berkenaan dengan trivia; bernilai nol (Matematika) (7) |
| TRIYUGA | Kota di Nepal (7) |
| TROMBIN | Enzim dalam darah yang berfungsi membekukan darah sebagai katalisator dalam perubahan fibrinogen menjadi fibrin (Biologi) (7) |
| TROMBON | Alat musik tiup berbentuk trompet panjang dan cara memainkannya ditiup sambil menyorong dan menarik alat pada pipa trompet itu (Musik) (7) |
| TROMBUS | Darah beku yang menyumbat pembuluh darah (7) |
| TROMPET | Alat musik tiup; orang (lembaga, organisasi) yang menyuarakan pendapat orang lain (kiasan) (7) |
| TRONKON | Potongan ikan berbentuk bulat utuh tanpa dibuang tulangnya (Tata Boga) (7) |
| TROPIKA | Daerah (darat, laut) yang terletak di antara 23,5°LU dan 23,5°LS, beriklim panas-lembap berhujan; tropik (7) |
| TROTOAR | Tepi jalan besar yang sedikit lebih tinggi daripada jalan tersebut, tempat orang berjalan kaki (7) |
| TRUISME | Pernyataan yang kebenarannya sangat jelas dan diterima secara umum sehingga tidak perlu diucapkan, biasa digunakan sebagai pengingat atau kata bijak (7) |
| TRUNTUM | Motif batik yang berhiaskan bunga-bunga kecil bagaikan bunga tanjung atau bintang dengan latar berwarna hitam polos (7) |
| TSUKUBA | Kota di Jepang (7) |
| TSUNAMI | Gelombang laut dahsyat (gelombang pasang) yang terjadi karena gempa bumi atau letusan gunung api di dasar laut (biasanya terjadi di Jepang dan sekitarnya); gelombang akibat aliran air laut di permukaan laut (disebabkan oleh tiupan angin), tinggi gelombang bisa hanya 300 mm tetapi panjang gelombang bisa mencapai 200 km (7) |
| TSURUGA | Kota di Jepang (7) |
| TUALANG | Tempat jelajah; arena; bertualang; pokok sialang (Koompassia parvifelia) (7) |
| TUANGAN | Yang dituang; hasil menuang; acuan; cetakan (7) |
| TUANGKU | Tuanku; tengku (7) |
| TUARANG | Musim kemarau (7) |
| TUBAGUS | Kata sapaan kepada bangsawan keturunan Sultan Banten (7) |
| TUBARAO | Kota di Brasil (7) |
| TUBULAR | Berbentuk menyerupai tabung (7) |
| TUCURUI | Kota di Brasil (7) |
| TUDUHAN | Hasil menuduh; hal yang dituduhkan; dakwaan (7) |
| TUGALAN | Padi yang ditanam dengan cara menugal; padi tugalan (7) |
| TUGURAN | Tugas berjaga-jaga; bergadang sambil berdoa (7) |
| TUGUTIL | Suku bangsa yang mendiami wilayah Pulau Halmahera bagian tengah, Provinsi Maluku Utara (7) |
| TUKARAN | Bertukaran; saling bertukar (7) |
| TUKASAN | Dakwaan (tuduhan) yang tidak beralasan (7) |
| TUKSEDO | Setelan setengah resmi untuk makan malam (bagi pria); jas pria, berwarna hitam atau hitam kebiru-biruan (7) |
| TULANGL | Bagian dari tulang belakang yang berisi lima tulang; lumbar (7) |
| TULISAN | Hasil menulis; barang yang ditulis; cara menulis; karangan (dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya atau yang berupa cerita, dongeng, dan sebagainya); buku-buku (karya-karya tulis dan sebagainya); gambaran; lukisan; batik (yang dibatik bukan dicetak, tentang kain); suratan (nasib, takdir) (kiasan) (7) |
| TULONGO | Bambu yang dipasang di leher kambing supaya tidak bisa masuk ke kebun yang berpagar (Gorontalo) (7) |
| TUMBANG | Rebah (tentang kayu besar yang terangkat akarnya dan sebagainya); jatuh; runtuh (tentang negara, kekuasaan, dan sebagainya) (kiasan); penganan dibuat dari (keladi, pisang, ubi) yang direbus, ditumbuk halus dan dicampur dengan gula dan parutan kelapa (Minangkabau) (7) |
| TUMBLER | Gelas, tidak bergagang, terbuat dari kaca, plastik, dan sebagainya; wadah air minum berbentuk seperti gelas tanpa gagang, memiliki tutup, terbuat dari kaca atau plastik, dapat menjaga suhu minuman tetap seperti semula, mudah dibawa ke mana saja (7) |
| TUMBUNG | Bakal tumbuhan (pada kelapa) yang berbentuk seperti bola, berwarna putih kekuningan, terletak di dalam buah; sesuatu yang menyerupai tumbung, tumbuh dari organ tubuh yang berlubang (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| TUMISAN | Hasil menumis (7) |
| TUMOREK | Waktu yang menunjukkan sekitar pukul 00.30 dini hari (Sunda) (7) |
| TUMPANG | Menumpang; ada (terletak, tertaruh) di atas sesuatu; naik (kereta, kapal, dan sebagainya); ikut serta (bepergian dan sebagainya); turut tinggal (bermalam dan sebagainya) di rumah orang; membonceng (kereta, mobil, dan sebagainya); turut (makan, membaca, dan sebagainya); minta supaya diizinkan (berjalan, bertanya, dan sebagainya) (7) |
| TUMPENG | Nasi yang dihidangkan dalam bentuk seperti kerucut, dilengkapi dengan lauk-pauk (untuk selamatan dan sebagainya) (7) |
| TUMPLAK | Tertumpah semuanya; tercurah semuanya; datang banyak-banyak; bergerombol (berkerumun) sampai melebihi daya tampung tempat yang tersedia (kiasan) (7) |
| TUMPUAN | Tempat bertumpu; sesuatu untuk menumpukan kaki dan sebagainya; dasar; pangkalan (untuk menyerang dan sebagainya); bagian bawah tempat kaki (tentang tempat tidur); sokongan; tunjangan; bantuan (kiasan); batu loncatan (kiasan); orang dan sebagainya yang menjadi pusat perhatian atau tempat bertanya (tempat menaruh cinta dan sebagainya) (kiasan); yang menjadi sasaran (tujuan dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| TUNDANG | Bertundang (7) |
| TUNDUNG | Menundung; mengusir (keluar dari rumah) (7) |
| TUNGGAK | Sisa batang kayu dan akar yang masih tertinggal di dalam tanah sesudah ditebang; tunggul; tonggak; sepotong kayu, bambu, dan sebagainya yang dipacakkan ke tanah sebagai tanda batas, tempat mengikatkan sapi, dan sebagainya; tonggak (7) |
| TUNGGAL | Satu-satunya; bukan jamak (bukan majemuk); mufrad (Linguistik); utuh; bulat-bulat; yang menjadi satu (tentang kata majemuk); sebelah (7) |
| TUNGGIK | Tungging; bongkok ke depan (tidak lurus) tentang punggung (7) |
| TUNGGIR | Bagian tulang ekor ayam atau burung yang mengandung banyak lemak (Sunda) (7) |
| TUNGGUL | Pangkal pohon yang masih tinggal tertanam di dalam tanah sehabis ditebang; pokok batang yang masih tertinggal sehabis dituai, disabit, dan sebagainya; tonggak (untuk menambatkan perahu dan sebagainya); bendera; panji-panji; diulang: pelangi (kain warna-warni) sepenggal yang tegak; pelangi membangun (7) |
| TUNGGUR | Bertindih (tentang kayu bakar) agar api terkumpul (Batak) (7) |
| TUNGKAI | Kaki (seluruh kaki dari pangkal paha ke bawah); tungkit (7) |
| TUNGKAK | Tumit (Jawa) (7) |
| TUNGKAP | Terdiam seketika; terkelu (7) |
| TUNGKAR | Ranting yang terbenam dalam air (Batak) (7) |
| TUNGKAS | Pembungkus nasi (Melayu Medan) (7) |
| TUNGKIL | Pahat kecil yang sangat tajam untuk mengiris tangkai mayang enau (Batak) (7) |
| TUNGKIT | Kaki (seluruh kaki dari pangkal paha ke bawah); tungkai (7) |
| TUNGKUP | Telangkup; telungkup (Minangkabau) (7) |
| TUNGKUS | Bungkus (dengan daun pisang dan sebagainya); terbenam, tenggelam (7) |
| TUNISIA | Negara yang terletak di Afrika Utara, beribu kota Tunis (7) |
| TUNJANG | Kaki dari lutut ke bawah; tungkai bawah; menopang (menahan dan sebagainya) supaya jangan rebah (condong dan sebagainya); membantu kelancaran (usaha dan sebagainya) dengan uang dan sebagainya; menyokong; menendang; menerjang; melanggar; menubruk (7) |
| TUNJUNG | Tumbuhan bunga, hidup terapung di air, bunganya (ada yang biru, putih, atau merah) yang berbatang panjang muncul dari pelepah daun dan tegak mencuat ke atas permukaan air; teratai; bunga tunjung; lotus (Nelumbirun nelumbo); suku bangsa yang mendiami wilayah aliran Sungai Mahakam bagian hulu, di Provinsi Kalimantan Timur (7) |
| TUNTUNG | Ujung (yang runcing); tabung kecil (untuk tempat garam dan sebagainya); terlalu tinggi jika dibandingkan dengan besar tubuh atau batang; ramping; langsing (misalnya badan orang kurus, batang tebu yang tumbuh kerdil); kura-kura yang hidup di darat, bertelur pada waktu musim kemarau, telurnya lebih besar daripada telur itik; menuntung; mengerat; memotong; menuntungkan; membalikkan (tabung, botol, dan sebagainya) agar isinya keluar; menjungkirbalikkan supaya isinya tumpah; mencurahkan (perasaan hati, kasih sayang, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| TUOLAKO | Kukusan (untuk nasi atau gaplek) dari daun pandan yang dianyam berbentuk kerucut (Tolaki) (7) |
| TUPOKSI | Tugas, pokok, dan fungsi (akronim); tugas pokok dan fungsi (akronim/Administrasi dan Kepegawaian) (7) |
| TURAPAN | Hasil menurap (7) |
| TURBACO | Kota di Kolumbia (7) |
| TURIANG | Anak tanaman padi yang tumbuh secara liar (biasanya setelah dipanen) (Pertanian); sistem penanaman yang tanaman generasi keduanya berasal (tumbuh) dari perakaran tanaman generasi sebelumnya (Pertanian); sisa-sisa padi atau buah setelah dipetik secara besar-besaran (Banjar) (7) |
| TURISME | Perihal perpelancongan; kepariwisataan (7) |
| TURKIYE | Negara di kawasan Eurasia, terbentang dari Semenanjung Anatolia di barat daya Asia sampai ke wilayah Balkan di Eropa bagian tenggara, ibukotanya Ankara yang mengganti nama negara lamanya Turki sejak tanggal 31 Mei 2022 (7) |
| TURKMEN | Bahasa yang dituturkan di Turkmenistan (7) |
| TURLOCK | Kota di Amerika Serikat (7) |
| TURMERO | Kota di Venezuela (7) |
| TURNEDO | Daging sapi yang dipotong kecil-kecil dari bagian tenderloin (Tata Boga) (7) |
| TURUNAN | Keturunan; hasil menurunkan; peranakan; sesuatu yang turun-menurun; kata yang dibentuk dari hasil afiksasi, reduplikasi, atau penggabungan; kata jadian; kata turunan (Linguistik); zat kimia yang dihubungkan secara struktur dengan zat lain dan secara teoretis diturunkan dari zat tersebut (Kimia); zat yang dapat dibuat dari zat lain dalam satu tahap atau lebih (Kimia); bagian yang menurun; jalan yang menurun; hasil menurun; salinan (surat dan sebagainya) (7) |
| TURUTAN | Barang apa yang diturut (dicontoh); contoh; teladan; (orang) yang diturut; sesuatu yang berturut-turut; sesuatu yang turut (ikut); Juz Amma (7) |
| TUSUKAN | Hasil menusuk (7) |
| TUTUODO | Dayung dari bambu panjang (Gorontalo) (7) |
| TUTUPAN | Penutup; hasil menutup; penjara (7) |
| TUTURAN | Sesuatu yang dituturkan; ucapan; ujaran (cerita) dan sebagainya; cucuran atap (7) |
| TUTUYAN | Ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara (7) |
| TUWUHAN | Tumbuhan yang digunakan sebagai pajangan yang diletakkan di dekat pintu, berupa pisang setangkai, tebu, dan kelapa (dalam upacara perkawinan) (Jawa) (7) |
| TUYMAZY | Kota di Rusia (7) |
| UBATUBA | Kota di Brasil (7) |
| UBERABA | Kota di Brasil (7) |
| UBERCUP | Kejuaraan bulu tangkis beregu putri internasional yang diadakan setiap dua tahun sekali (7) |
| UBIJAWA | Ubi jalar (7) |
| UBIKAYU | Perdu yang banyak ditanam, umbinya kaya akan karbohidrat dan nilai ekonominya yang penting, diolah menjadi bermacam-macam makanan dan bahan untuk tepung tapioka; ketela pohon; singkong; kaspe (Manihot utilissima) atau (Manihot esculenta) (7) |
| UBUDIAH | Bersifat peribadatan (Arab); bersifat meninggalkan usaha dan rencana serta memandang apa yang telah terjadi merupakan takdir Allah Swt. (dalam tasawuf) (Arab) (7) |
| UDAIPUR | Kota di India (7) |
| UDARASA | Berkata dalam hati; membatin (Jawa) (7) |
| UDINESE | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Udine dengan pertandingan kandang di Stadio Friuli (7) |
| UFOLOGI | Ilmu tentang objek terbang tak dikenal (UFO) (7) |
| UGAHARI | Sedang; pertengahan; sederhana (7) |
| UGHELLI | Kota di Nigeria (7) |
| UJIALFA | Tes pertama yang dilakukan oleh pemanufaktur terhadap perangkat yang baru atau yang kualitasnya telah ditingkatkan (Komputer dan Teknologi Informasi) (7) |
| UJIASAM | Pemeriksaan kemurnian asam aki (Teknik) (7) |
| UJIBETA | Uji produk kepada pelanggan sebelum dijual, terutama tentang perangkat lunak komputer (7) |
| UJICOBA | Pengujian sesuatu sebelum dipakai atau dilaksanakan (bahan tes, kendaraan, dan sebagainya) (7) |
| UJIRASA | Pencobaan rasa makanan (minuman) dengan jalan mencicipinya (7) |
| UJISUSU | Pemeriksaan untuk menentukan mutu air susu (7) |
| UJITERA | Pengujian terhadap alat-alat timbangan, takaran, dan ukuran yang dipakai dalam perdagangan (7) |
| UJIUSAP | Pengujian untuk mendeteksi adanya infeksi pada saluran pernapasan atas melalui pemeriksaan sekresi yang dikumpulkan dengan menggunakan alat usap yang dimasukkan ke dalam rongga hidung (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| UJUNGAN | Kesenian yang menunjukkan pertarungan dua orang laki-laki yang saling memukul dengan menggunakan rotan (Sunda) (7) |
| UKHRAWI | Mengenai akhirat (Arab) (7) |
| UKRAINA | Negara yang terletak di Eropa Timur, beribu kota Kiev; negara di Eropa Timur yang digempur Rusia (7) |
| UKULELE | Alat musik petik, kecil, berdawai empat, berbentuk gitar dan dimainkan seperti gitar, yang dipakai dalam musik keroncong (Musik) (7) |
| ULANGAN | Sesuatu yang diulang(i); ujian untuk mengetahui kemampuan murid-murid tentang bagian pelajaran yang sudah diajarkan; kata (baris sajak, nyanyian) yang diulang; repetisi (7) |
| ULANHOT | Kota di Cina (7) |
| ULANUDE | Kota di Rusia (7) |
| ULARAIR | Ular yang hidup di air (sungai, rawa, kolam, dan sebagainya) dan tidak berbisa (Homalopsis buccata) (7) |
| ULARAPI | Jilatan api; kobaran api (kiasan) (7) |
| ULARARI | Jenis ular berbisa (7) |
| ULUHATI | Hulu hati (7) |
| UMALASA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (7) |
| UMBALAN | Uang sewa perahu tambangan (7) |
| UMBRIEL | Satelit milik Uranus dengan diameter mencapai 210 km yang terdiri atas es dan batuan (Astronomi) (7) |
| UMMQASR | Kota di Irak (7) |
| UMPATAN | Hasil mengumpat; makian (7) |
| UMPETAN | Permainan cari-carian; petak umpet (7) |
| UMSONST | Gratis (Jerman) (7) |
| UMUAHIA | Kota di Nigeria (7) |
| UMUMNYA | Galibnya; kebanyakan (7) |
| UNDAKAN | Undak-undakan (7) |
| UNDUHAN | Hasil mengunduh (Komputer dan Teknologi Informasi); hasil memanen (Jawa) (7) |
| UNGARAN | Ibu kota Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah (7) |
| UNGSANG | Kota di Korea Selatan (7) |
| UNHATTA | Universitas Bung Hatta (akronim) (7) |
| UNIBRAW | Universitas Brawijaya (akronim) (7) |
| UNICORN | Hewan fantasi atau hewan mitologi berupa seekor kuda putih dengan satu tanduk panjang yang mencuat dari dahinya; tingkatan perusahaan-perusahaan rintisan berbasis teknologi atau startup dengan nilai kapitalisasi lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 14,1 triliunan (7) |
| UNIFORM | Seragam; pakaian tertentu yang dipakai khas oleh suatu golongan; pakaian seragam (7) |
| UNIKORN | Perusahaan rintisan yang nilainya lebih dari satu miliar dolar Amerika (Perdagangan) (7) |
| UNISEKS | Tidak dikaitkan dengan jenis kelamin tertentu; keadaan yang tidak membedakan jenis kelamin tertentu (7) |
| UNJURAN | Tumpuan kaki (pada meja, tempat tidur, dan sebagainya) (7) |
| UNKHAIR | Universitas Khairun (akronim) (7) |
| UNPATTI | Universitas Pattimura (akronim) (7) |
| UNSINUS | Jenis awan sirus yang bentuknya seperti mata kail atau koma, biasanya terdiri atas kristal es (Meteorologi) (7) |
| UNSYIAH | Universitas Syiah Kuala (akronim) (7) |
| UNTAIAN | Rentengan; rangkaian; rangkaian unsur dalam deret linier; deret unsur gramatikal; deret morfem (Linguistik) (7) |
| UNTIDAR | Universitas Tidar (akronim) (7) |
| UPABOGA | Kenikmatan; kelezatan; makanan; mata pencaharian; upajiwa (7) |
| UPACARA | Tanda-tanda kebesaran (seperti payung kerajaan); peralatan (menurut adat istiadat); rangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan tertentu menurut adat atau agama; perbuatan atau perayaan yang dilakukan atau diadakan sehubungan dengan peristiwa penting (seperti pelantikan pejabat, pembukaan gedung baru); seremoni (7) |
| UPADUTA | Pembantu duta (7) |
| UPAJIWA | Mata pencaharian; nafkah; kenikmatan; upaboga (7) |
| UPAKARA | Pemeliharaan; perawatan (7) |
| UPASAKA | Perumah tangga laki-laki (tentang umat Buddha laki-laki yang tidak meninggalkan kehidupan duniawi) (Agama Buddha) (7) |
| UPASIKA | Perumah tangga perempuan (tentang umat Buddha perempuan yang tidak meninggalkan kehidupan duniawi) (7) |
| UPAWASA | Puasa (Agama Hindu) (7) |
| UPAWITA | Perhiasan berupa rantai melingkar yang dikenakan melingkari bahu kiri, melintang di dada hingga ke pinggang dan punggung; tali kasta (7) |
| UPPSALA | Kota di Swedia (7) |
| UPSILON | Huruf ke-20 abjad Yunani (7) |
| URAEMIA | Uremia (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| URANGKA | Antena burung cenderawasih yang dijadikan perhiasan hidung (7) |
| URANIUM | Logam keperak-perakan, bersifat mulur dan dapat ditempa, mudah dibuat berkilat, tetapi lekas suram, sangat radioaktif; unsur dengan nomor atom 92, berlambang U, dan bobot atom 238,029 (7) |
| URAYASU | Kota di Jepang (7) |
| URGANCH | Kota di Uzbekistan (7) |
| URGENSI | Keharusan yang mendesak; hal sangat penting (7) |
| URIBANG | Tanaman hias berbentuk perdu, umumnya bunganya berwarna merah atau merah tua, dikembangbiakkan dengan setek atau cangkokan; bunga raya; kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis) (Melayu Jakarta) (7) |
| URINASI | Proses, cara, atau perbuatan mengeluarkan urine dari tubuh; pengencingan (7) |
| URINOAR | Kamar atau ruangan untuk buang air kecil (seni); tempat kencing; kamar kecil (7) |
| URINOIR | Peturasan; tempat buang air kecil; tempat kencing (7) |
| UROLOGI | Ilmu tentang penyakit saluran kemih (7) |
| UROPODA | Ekor pada krustasea, berfungsi sebagai penyeimbang dan pengatur gerakan saat berenang (Zoologi) (7) |
| URSYNOW | Kota di Polandia (7) |
| URUAPAN | Kota di Meksiko (7) |
| URUGUAI | Negara yang terletak di Amerika Selatan, beribu kota Montevideo (7) |
| USAHKAN | Jangankan; daripada (7) |
| USHANKA | Topi bulu khas Rusia (7) |
| USHUAIA | Kota di Argentina (7) |
| USILIMO | Permukiman tradisional untuk suku Wamena (7) |
| USLECCE | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Lecce dengan pertandingan kandang di Stadio Via del mare (7) |
| USTAZAH | Guru agama atau guru besar (perempuan) (Arab); nyonya (sebutan atau sapaan) (Arab) (7) |
| USUNGAN | Alat untuk mengusung (tandu dan sebagainya); sesuatu yang diusung (7) |
| UTANGAN | Yang diperoleh karena berutang; yang berutang (7) |
| UTINFRA | Seperti di bawah (ungkapan/Latin) (7) |
| UTRECHT | Kota di Belanda (7) |
| UTRIKEL | Membran mirip kantong dalam vestibul di bagian dalam telinga; kantong kecil (dalam tubuh) (Anatomi) (7) |
| UWAJIMA | Kota di Jepang (7) |
| UWUNGAN | Hubungan; wuwungan (Melayu Jakarta); sesuatu yang menonjol untuk tempat mengikat atau menahan (Melayu Jakarta) (7) |
| VACARIA | Kota di Brasil (7) |
| VAEXJOE | Kota di Swedia (7) |
| VAGANZA | Sesuatu yang luar biasa atau fenomenal (7) |
| VAGINAL | Berkenaan dengan vagina (7) |
| VAKANSI | Libur; liburan (7) |
| VAKATUR | Lowongan; pelayanan yang tidak dilakukan; tempat terbuka; tempat kosong (7) |
| VAKUOLA | Ruang di dalam sitoplasma yang berisi cairan dan dikelilingi oleh sebuah selaput (Biologi) (7) |
| VALENCE | Kota di Prancis (7) |
| VALENSI | Pangkat; derajat; tenaga gabungan reaksi atau interaksi; bilangan yang menyatakan kesanggupan bersenyawa suatu unsur dengan unsur lain (Kimia); derajat penarikan hati perseorangan (Psikologi); hubungan sintaksis antara verba dan unsur di sekitarnya, mencakupi ketransitifan dan penguasaan verba atas argumen di sekitarnya (Linguistik) (7) |
| VALERIA | Tumbuhan perdu menahun dengan bunga berkelompok merah atau putih yang akarnya dapat dijadikan obat (7) |
| VALJEVO | Kota di Serbia (7) |
| VALLEJO | Kota di Amerika Serikat (7) |
| VALUASI | Perkiraan nilai suatu produk yang dilakukan oleh penilai profesional (7) |
| VANNUYS | Kota di Amerika Serikat (7) |
| VANUATU | Negara yang terletak di Pasifik, beribu kota Vila (7) |
| VARAMIN | Kota di Iran (7) |
| VARIANS | Variansi (7) |
| VARIANT | Sesuatu yang berlainan (Inggris) (7) |
| VARIASI | Tindakan atau hasil perubahan dari keadaan semula; selingan; bentuk (rupa) yang lain; yang berbeda bentuk (rupa); hiasan tambahan; perubahan rupa (bentuk) yang turun-temurun pada binatang yang disebabkan oleh perubahan lingkungan (Biologi); wujud pelbagai manifestasi, baik bersyarat maupun tidak bersyarat dari suatu satuan (Linguistik); konsep yang mencakupi variabel dan varian (Linguistik) (7) |
| VARIOLA | Cacar (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| VARISES | Pelebaran pembuluh darah balik yang, antara lain, disebabkan oleh kebiasaan terlalu lama berdiri, biasa diderita oleh wanita yang sedang hamil (7) |
| VASELIN | Zat lemak yang terbuat dari minyak bumi, digunakan untuk bahan campuran pembuat salep, pomade, pelumas, dan sebagainya (7) |
| VATERIT | Mineral yang mirip dengan kalsit (7) |
| VATIKAN | Tempat kediaman Paus di Roma; pemerintahan dan kekuasaan Paus (7) |
| VATRENI | Julukan tim nasional sepak bola Kroasia (7) |
| VAUGHAN | Kota di Kanada (7) |
| VELBERT | Kota di Jerman (7) |
| VELIGER | Larva moluska yang berenang bebas setelah mencapai perkembangan velum, sudah memiliki satu kaki dan satu cangkang (Perikanan) (7) |
| VELLORE | Kota di India (7) |
| VENDETA | Permusuhan turun-temurun yang bermula dari terbunuhnya seorang anggota keluarga sehingga keluarga dari yang terbunuh melakukan pembalasan dengan membunuh si pelaku atau salah seorang dari anggota keluarganya; perselisihan atau dendam kesumat yang terjadi antara dua kelompok secara terus-menerus (7) |
| VENISON | Daging hewan buruan yang dimakan, seperti rusa dan kijang (7) |
| VENTRAL | Permukaan bawah atau sisi perut pada organ tubuh hewan (7) |
| VENTURA | Usaha; kota di Amerika Serikat (7) |
| VERAVAL | Kota di India (7) |
| VERBENA | Tanaman hias yang mempunyai bunga indah (bermacam-macam warnanya) (Verbena officinalis) (7) |
| VERMONT | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Montpelier (7) |
| VERNIKS | Zat pelindung berwarna putih seperti lilin, terdiri atas sel epitel yang menutupi kulit janin (7) |
| VERONAL | Obat penenang barbiturat (Kimia) (7) |
| VERSTEK | Tidak hadir (di depan hakim) (Hukum) (7) |
| VERTEKS | Titik tempat permukaan kanta berpotongan dengan sumbu optis (Fisika); titik tembus sumbu optik dengan permukaan lensa dalam optika geometri (Fisika) (7) |
| VERTIGO | Kehilangan keseimbangan disertai rasa pusing; salah satu judul film Hollywood yang disutradarai Alfred Hitchcock (7) |
| VETERAN | Bekas prajurit (pasukan perang, pejuang); orang yang sudah banyak pengalaman (dalam suatu pekerjaan dan sebagainya) (7) |
| VETIVER | Rumput yang berasal dari India sebelah timur, dibudidayakan, terutama diambil akarnya yang harum untuk dibuat lapik, kerai, bahan minyak wangi, dan sebagainya (7) |
| VIBRASI | Getaran (7) |
| VIBRATO | Efek getaran pada nada vokal atau instrumental untuk menambah ekspresi pada variasi nada yang pendek dan cepat (Musik) (7) |
| VICENZA | Kota di Italia (7) |
| VIDIKON | Tabung gambar yang digunakan pada kamera murah dan kamera siar tertentu (7) |
| VIDISHA | Kota di India (7) |
| VIDNOYE | Kota di Rusia (7) |
| VIERSEN | Kota di Jerman (7) |
| VIETNAM | Negara yang terletak di Asia Tenggara, beribu kota Hanoi (7) |
| VIETTRI | Kota di Vietnam (7) |
| VIKARIS | Pembantu (pengganti) dalam jabatan pimpinan gereja (Agama Katolik) (7) |
| VILHENA | Kota di Brasil (7) |
| VILLACH | Kota di Austria (7) |
| VILNIUS | Ibu kota Lithuania (7) |
| VINHEDO | Kota di Brasil (7) |
| VIOLCES | Tanaman hias dalam pot, berbatang pendek berair, daun berbulu di kedua sisinya, bunga berwarna putih, merah muda sampai ungu tua, tumbuh baik di tempat yang teduh dan lembap (Saintpaulia ionantha) (7) |
| VIRILIS | Memiliki sifat dan kualitas jantan; kelaki-lakian (pada wanita) (7) |
| VIROGEN | Gen virus yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan virus tumor yang lengkap (Biologi) (7) |
| VIROSIS | Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| VIRTUAL | Secara nyata; mirip atau sangat mirip dengan sesuatu yang dijelaskan; (secara) nyata; tampil atau hadir dengan menggunakan perangkat lunak komputer, misalnya di internet (7) (7) |
| VIRULEN | Beracun ganas; bersifat mematikan (Kedokteran dan Fisiologi); jahat; menghasut (7) |
| VISALIA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| VISAVIS | Berhadap-hadapan; terhadap; mengenai (tentang) (ungkapan/Prancis) (7) |
| VISIBEL | Dapat dilihat atau diteliti; jelas (7) |
| VISKOSE | Selulosa dalam bentuk benang-benang halus yang diperoleh dari kapas dan dipakai untuk industri sutra buatan (Perindustrian dan Kerajinan) (7) |
| VITAMER | Zat yang mampu menyembuhkan gejala kekurangan vitamin tertentu (Kimia); senyawa yang memiliki susunan dan pengaruh fisiologis (Kimia); senyawa kimia yang secara struktural berhubungan dengan vitamin, dikonversi menjadi metabolit aktif yang sama di dalam tubuh (Ilmu Gizi) (7) |
| VITAMIN | Zat yang sangat penting bagi tubuh manusia dan hewan untuk pertumbuhan dan perkembangan (7) |
| VITEBSK | Kota di Belarusia (7) |
| VITELIN | Globulin telur, serupa dengan protein yang ditemukan dalam jagung (7) |
| VITORIA | Kota di Brasil (7) |
| VITRASE | Kain tipis, tembus pandang, digunakan sebagai gorden (7) |
| VITREUS | Mirip kaca (7) |
| VITRIOL | Garam sulfat (Kimia); kata-kata yang tajam; sarkasme (kiasan) (7) |
| VIUDATA | Videoteks yang mempunyai hubungan dua arah, biasanya melalui telepon atau telegram antara terminal pemakai dengan sistem komputer jarak jauh yang menyimpan informasi (7) |
| VIVIPAR | Reproduksi pada hewan yang mengakibatkan telur berkembang di dalam tubuh hewan betina dan (perkembangan) janinnya mendapat makanan dari induknya (Peternakan) (7) |
| VOKALIA | Lagu-lagu yang dinyanyikan (7) |
| VOKALIS | Penyanyi (tunggal); oposisi ciri pembeda yang secara akustis ditandai oleh adanya lawan dan tiadanya struktur formal yang jelas, secara artikulasi ditandai oleh bergetar tidaknya selaput suara dan ada tidaknya hambatan dalam saluran suara (Linguistik) (7) |
| VOKATIF | Seruan; ajakan; panggilan (7) |
| VOLATIL | Mudah berubah menjadi gas atau uap; asiri (7) |
| VOLOGDA | Kota di Rusia (7) |
| VOLTASE | Tegangan listrik diukur dalam volt (Elektronika) (7) |
| VOLUTIN | Polimer metafosfat anorganik, terdapat sebagai butir-butir yang membiaskan cahaya dan berfungsi sebagai cadangan fosfat pada bakteri (Kimia) (7) |
| VOLZHSK | Kota di Rusia (7) |
| VORKUTA | Kota di Rusia (7) |
| VORTEKS | Cairan atau gas yang partikelnya bergerak berputar (7) |
| VRYHEID | Kota di Afrika Selatan (7) |
| VULGATA | Versi resmi Alkitab dalam bahasa Latin untuk gereja Katolik (Agama Katolik) (7) |
| VUNGTAU | Kota di Vietnam (7) |
| VYRONAS | Kota di Yunani (7) |
| WABAKDU | Dan sesudah itu; dan kemudian dari itu (Arab) (7) |
| WACHENG | Kota di Cina (7) |
| WACINWA | Wayang kulit Cina-Jawa (7) |
| WADASAN | Motif batik khas Cirebon yang menggambarkan batu karang atau batu cadas (Tata Busana) (7) |
| WADILAE | Puisi lama masyarakat Lapandewa yang disampaikan secara lisan, digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan maksud kepada orang lain (Wolio) (7) |
| WADITRA | Alat musik khas Sunda (7) |
| WAERANA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Flores Tengah bagian selatan (7) |
| WAGASYI | Camilan manis khas Jepang, dibuat dalam berbagai bentuk, dari berbagai bahan, dan dengan berbagai metode pembuatan, misalnya moci dan dango, biasanya disantap bersama dengan maca (Jepang) (7) |
| WAHDIAH | Persesuaian, persatuan pendapat (Arab); kesendirian; kesepian (Arab) (7) |
| WAIKIKI | Nama salah satu pantai di Hawaii yang terkenal (7) |
| WAKALAH | Pemimpin wilayah (tentang organisasi) (Arab) (7) |
| WAKUMMO | Tempat khusus yang dipercayai oleh orang Baliem sebagai tempat tinggal roh orang yang telah meninggal (Jayawijaya) (7) |
| WALAJAR | Mencangkul sawah untuk yang pertama kali dalam satu musim tanam (Sunda) (7) |
| WALAKIN | Walaupun begitu; tetapi; akan tetapi (7) |
| WALANGO | Ikan hias yang hidup di air tawar, panjangnya mencapai 8 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Kalimantan bagian utara (Gastromyzon borneensis); ikan yang hidup di air tawar, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Thailand hingga Indonesia (Wallago leerii) (7) |
| WALATRA | Sama rata atau sama banyak (Sunda) (7) |
| WALDORF | Kota di Amerika Serikat (7) |
| WALEDAN | Gaji (tambahan gaji, kenaikan gaji, dan sebagainya) yang diterima sekaligus setelah beberapa bulan tidak (belum) terbayar; rapel (Jawa) (7) |
| WALEHAR | Danau kecil (7) |
| WALILAT | Sedekah pada malam Idulfitri, Iduladha, 12 Rabiulawal, dan 14 Syakban (Sunda) (7) |
| WALIMAH | Perjamuan (Arab) (7) |
| WALLAHI | Demi Allah (dalam sumpah) (7) |
| WALSALL | Kota di Inggris (7) |
| WALTHAM | Kota di Amerika Serikat (7) |
| WAMBRAU | Angin yang kering dan panas (biasanya terjadi di Papua) (7) |
| WANGEYA | Pancing bambu (Gorontalo) (7) |
| WANGGOM | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (7) |
| WANGKAH | Binatang jantan yang sudah tua dan besar (Batak) (7) |
| WANGKAS | Warna dasar yang hampir sama dengan rawisnya (tentang bulu ayam) (7) |
| WANGKIS | Kulit usus besar sapi yang digunakan sebagai penutup atau sumber suara dog-dog (Sunda) (7) |
| WANGKOT | Semaunya sendiri (Jawa) (7) |
| WANGKUI | Kota di Cina (7) |
| WANGSIT | Pesan (amanat) gaib (7) |
| WANNING | Kota di Cina (7) |
| WANODYA | Gadis remaja (7) |
| WANXIAN | Kota di Cina (7) |
| WARAHAN | Cerita dongeng di marga Aji (Sumatra Selatan) (Komering) (7) |
| WARASAH | Ahli waris (7) |
| WARISAN | Sesuatu yang diwariskan, seperti harta, nama baik; harta pusaka (7) |
| WAROPEN | Kabupaten di Provinsi Papua, ibu kotanya Botawa (7) |
| WARSAWA | Ibu kota Polandia (7) |
| WARWICK | Kota di Amerika Serikat (7) |
| WASALAM | Selamatlah; sejahteralah (Arab); (dalam penutup surat) hormat dan takzim dari (Arab) (7) |
| WASERDA | Warung serba ada (akronim) (7) |
| WASILAH | Perantara; sarana (Arab) (7) |
| WASITAH | Wasit perempuan (Arab); perempuan yang dapat berhubungan dengan orang halus (Arab); perantara (dalam perkawinan dan sebagainya) (Arab) (7) |
| WASKITA | Terang tiliknya; tajam penglihatannya (7) |
| WASPADA | Berhati-hati dan berjaga-jaga; bersiap siaga (7) |
| WATENSA | Berdebat tanpa kesimpulan (Serua) (7) |
| WATFORD | Kota di Inggris (7) |
| WATTJAM | Satuan energi yang setara dengan pemakaian daya 1 watt selama 1 jam (Fisika) (7) |
| WAWACAN | Seni tradisi lisan berbentuk puisi (7) |
| WAWASAN | Hasil mewawas; tinjauan; pandangan; konsepsi; cara pandang (7) |
| WEDARAN | Pidato; ceramah (7) |
| WEDELAN | Hasil mencelup (7) |
| WEEKEND | Akhir pekan (Inggris); rubrik pada Harian Kompas setiap edisi Sabtu dan Minggu (7) |
| WEIFANG | Kota di Cina (7) |
| WEINING | Kota di Cina (7) |
| WELAHAR | Danau kecil (7) |
| WELASAN | Tambahan (tentang pembelian barang di Jawa, tiap membeli sepuluh mendapat tambahan satu); (dalam) jumlah sebelas (tetapi tetap dihitung 10) (Jawa) (7) |
| WELLAND | Kota di Kanada (7) |
| WEMBLEY | Kota di Inggris (7) |
| WENLING | Kota di Cina (7) |
| WENXING | Kota di Cina (7) |
| WENZHOU | Kota di Cina (7) |
| WEREDON | Membersihkan kotoran pada jenazah dengan cara mengurut perutnya sehingga keluar melalui lubang pelepasan (Sunda) (7) |
| WETZLAR | Kota di Jerman (7) |
| WEWARAH | Ajaran (7) |
| WHEATON | Kota di Amerika Serikat (7) |
| WICHITA | Kota terbesar negara bagian Kansas, Amerika Serikat (7) |
| WIJIKAN | Mangkuk kecil sebagai tempat air untuk mencuci tangan (7) |
| WIKALAT | Jabatan sebagai wakil; perwakilan (Arab) (7) |
| WILADAH | Lahir (Arab); kelahiran (Arab) (7) |
| WILAHAN | Ricikan gamelan yang berbentuk seperti bilah atau belahan bambu (Jawa) (7) |
| WILAYAH | Daerah (kekuasaan, pemerintahan, pengawasan, dan sebagainya); lingkungan daerah (provinsi, kabupaten, kecamatan) (7) |
| WILLICH | Kota di Jerman (7) |
| WINDSOR | Kota di Kanada (7) |
| WINEJOK | Kota di Sudan Selatan (7) |
| WINGLET | Sayap kecil yang terdapat pada pesawat terbang yang berfungsi mengurangi hambatan udara akibat ulakan udara bertekanan tinggi dari bawah sayap yang berusaha menuju ke atas permukaan sayap lewat ujung sayap (7) |
| WIRAWAN | Pahlawan; gagah perkasa; gagah berani (7) |
| WIRIDAN | Yang akan diwiridkan; hal mengucapkan wirid (7) |
| WITBANK | Kota di Afrika Selatan (7) |
| WIZURAI | Raja muda (sebangsa gubernur jenderal) (7) |
| WOISIKA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Pulau Alor Tengah bagian Timur (7) |
| WOLANDA | Belanda (7) |
| WOLFRAM | Logam berat berwarna kelabu kehitam-hitamanan, keras, dan getas; tungsten; unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 74, berlambang W, dan bobot atom 183,85 u (Kimia) (7) |
| WOLINGO | Kerudung wanita hamil yang digunakan saat keluar rumah, dipercaya dapat menghindarkan janin dari penyakit (Gorontalo) (7) |
| WOLKACA | Benang-benang kaca, digunakan untuk menyaring udara dalam produksi kaca serat (Kimia) (7) |
| WORIASI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Yapen Waropen, Provinsi Papua Barat (7) |
| WREXHAM | Kota di Inggris (7) |
| WRISABA | Nama rasi bintang (zodiak); Taurus; Saur (7) |
| WROCLAW | Kota di Polandia (7) |
| WUCHANG | Kota di Cina (7) |
| WUCHENG | Kota di Cina (7) |
| WUCHUAN | Kota di Cina (7) |
| WUKERAR | Pemberi pinjaman (uang dan sebagainya) (7) |
| WULAITI | Generasi pertama imigran Arab yang lahir di wilayah tanah air mereka (Arab); totok dan berkulit gelap (tentang ciri fisik orang Arab) (7) |
| WULUSAN | Bilah bambu yang dibelah dua, digunakan untuk mengalirkan air (semacam pancuran), biasanya di tegalan sawah (Jawa) (7) |
| WUNGKUL | Anak yang lahir tanpa ari-ari (Jawa) (7) |
| WYOMING | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Cheyenne; kota di Amerika Serikat (7) |
| XANTENA | Oksida organik untuk pembuatan zat warna (Kimia) (7) |
| XANTINA | Purina yang menjadi senyawa antara pada metabolisme adenina dan guanina menjadi asam urat (Kimia) (7) |
| XANTOMA | Bintil kuning, terutama di sekitar kelopak mata, mengindikasikan adanya gangguan metabolisme lemak (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| XENOLIT | Potongan batuan di dalam batuan jenis lain (Geografi dan Geologi) (7) |
| XEROFIT | Tanaman yang dapat hidup atau tumbuh di alam yang kering (gurun pasir dan sebagainya), misalnya kaktus (7) |
| XEROSER | Suksesi ekologi yang bermula pada habitat kering (Biologi) (7) |
| XEROSIS | Kekeringan yang berlebihan pada kulit dan selaput lendir mata karena penebalan membran (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| XIANTAO | Kota di Cina (7) |
| XIAOGAN | Kota di Cina (7) |
| XIAOSHI | Kota di Cina (7) |
| XIAZHEN | Kota di Cina (7) |
| XICHANG | Kota di Cina (7) |
| XILITOL | Alkohol gula dengan lima atom karbon (Kimia) (7) |
| XILOFAG | Serangga pemakan kayu (Biologi) (7) |
| XILOFIT | Tumbuhan hutan berkayu (Biologi) (7) |
| XILOFON | Alat musik pukul yang terdiri atas deretan bilah kayu yang panjangnya berbeda, menghasilkan bunyi yang berbeda jika dipukul dengan alat pukul kecil dari kayu (Musik) (7) |
| XILONIT | Bahan termoplastik dari jenis selulosa nitrat (7) |
| XINDIAN | Kota di Cina (7) |
| XINGHUA | Kota di Cina (7) |
| XINGTAI | Kota di Cina (7) |
| XINQING | Kota di Cina (7) |
| XINYANG | Kota di Cina (7) |
| XINYUAN | Kota di Cina (7) |
| XIUYING | Kota di Cina (7) |
| XIXIANG | Kota di Cina (7) |
| XUCHANG | Kota di Cina (7) |
| XUCHENG | Kota di Cina (7) |
| YACUIBA | Kota di Bolivia (7) |
| YAKESHI | Kota di Cina (7) |
| YAKUTSK | Kota di Rusia sebagai kota terdingin di dunia dengan suhu terendahnya dapat mencapai -70°C (7) |
| YALILAN | Acara buka pintu pengantin laki laki yang akan memasuki rumah pengantin perempuan (Jawa) (7) |
| YAMAHAN | Rak bersusun dari bambu yang berfungsi sebagai alas bahan pengasapan (kelapa, ikan, dan lain-lain) (Seluwarsa) (7) |
| YAMTUAN | Yang dipertuan; baginda (7) |
| YANGCUN | Kota di Cina (7) |
| YANGSAN | Kota di Korea Selatan (7) |
| YANGTZE | Sungai terpanjang di Cina dan Asia dan sungai terpanjang ketiga di dunia dengan panjang 6.300 km (7) |
| YANSUSU | Rumput laut berwarna abu-abu, berdaun panjang dan lembut, biasanya menjadi tempat persembunyian ikan yang berukuran kecil (7) |
| YANZHOU | Kota di Cina (7) |
| YAOUNDE | Ibu kota Kamerun (7) |
| YARDANG | Deretan bukit yang berbaris paralel (7) |
| YAYASAN | Badan hukum yang didirikan untuk tujuan sosial (mengusahakan layanan dan bantuan seperti sekolah, rumah sakit) (7) |
| YENVINH | Kota di Vietnam (7) |
| YEONGAM | Kota di Korea Selatan (7) |
| YEREVAN | Ibu kota Armenia (7) |
| YEVLAKH | Kota di Azerbaijan (7) |
| YIBUNGO | Wadah gabah dari kulit kayu yang disimpan selama 3—4 hari sebelum digunakan (Gorontalo) (7) |
| YICHANG | Kota di Cina (7) |
| YILANGU | Orang yang tiba-tiba sakit perut dan muntah-muntah, diyakini karena diganggu setan atau makhluk halus (Gorontalo) (7) |
| YINGKOU | Kota di Cina (7) |
| YINYANG | Konsep atau pemikiran tentang dua sisi, elemen, atau kekuatan yang saling berlawanan atau bertentangan yang saling melengkapi serta membentuk semua aspek dan fenomena kehidupan (ungkapan/Cina) (7) |
| YOGHURT | Susu yang dihasilkan melalui fermentasi bakteri tertentu, rasanya agak asam, bentuknya seperti krim (7) |
| YOHIMBE | Obat alami dari kulit pohon, digunakan untuk mengobati kemandulan pria (Ilmu Gizi); stimulan pada suplemen olahraga yang berfungsi untuk mengurangi kelelahan (Ilmu Gizi) (7) |
| YOKOIHO | Tradisi mengejar dan menangkap ikan laut yang dilakukan masyarakat Tobelo dan Galela di Halmahera Utara (Tobelo) (7) |
| YONGGOM | Suku bangsa yang mendiami wilayah utara daerah hulu Sungai Fly, Provinsi Papua (7) |
| YONKERS | Kota di Amerika Serikat (7) |
| YONKOMA | Empat panel (Jepang) (7) |
| YONPPRC | Batalion Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (singkatan) (7) |
| YONZIPI | Batalion zeni pionir (akronim) (7) |
| YUANLIN | Kota di Taiwan (7) |
| YUCAIPA | Kota di Amerika Serikat (7) |
| YUCHENG | Kota di Cina (7) |
| YUEYANG | Kota di Cina (7) |
| YUNYANG | Kota di Cina (7) |
| YURIDIS | Menurut hukum; secara hukum (Hukum) (7) |
| YUSTISI | Kehakiman; peradilan (7) |
| YUVENIL | Muda, masuk golongan pemuda (7) |
| YUYITSU | Olahraga bela diri dari Jepang yang memerlukan pengetahuan tentang anatomi dan penerapan prinsip pengumpilan sehingga kekuatan dan berat badan lawan dapat digunakan untuk mengalahkannya (7) |
| ZAANDAM | Kota di Belanda (7) |
| ZAGAZIG | Kota di Mesir (7) |
| ZAHEDAN | Kota di Iran (7) |
| ZAKARIA | Nabi dan rasul kedua puluh dua yang diutus Allah Swt., keturunan Nabi Ibrahim, dan diberi keturunan Nabi Yahya setelah berusia sembilan puluh tahun lebih (Agama Islam) (7) |
| ZAKELEK | Lugas; sakelek (7) |
| ZAKIRAH | Kemampuan untuk menghafal atau mengingat (7) |
| ZANTARA | Zat yang di dalamnya terdapat besaran-besaran fisika dan terjadi gejala fisika, seperti diteruskannya gaya atau tenaga; zat antara; medium (Fisika) (7) |
| ZAOYANG | Kota di Cina (7) |
| ZAPOPAN | Kota di Meksiko (7) |
| ZARATIT | Nikel zamrud (7) |
| ZARINSK | Kota di Rusia (7) |
| ZATASAM | Oksigen (7) |
| ZENDING | Pekabaran Injil; usaha-usaha menyebarkan agama Kristen; badan-badan penyelenggara (misi) penyebaran agama Kristen (7) |
| ZHANGYE | Kota di Cina (7) |
| ZHENLAI | Kota di Cina (7) |
| ZHLOBIN | Kota di Belarusia (7) |
| ZHOUCUN | Kota di Cina (7) |
| ZHOUKOU | Kota di Cina (7) |
| ZHUZHOU | Kota di Cina (7) |
| ZIGOFIT | Tumbuhan yang dihasilkan oleh perkembangbiakan seksual (Biologi) (7) |
| ZIKIRAN | Yang diucapkan untuk berzikir; kegiatan berzikir secara bersama-sama (7) |
| ZIMOGEN | Enzim dalam keadaan tidak aktif (Biologi) (7) |
| ZIMOSIS | Penyakit menular yang disebabkan oleh jamur (7) |
| ZIMOTIK | Yang berkenaan atau yang disebabkan oleh zimosis (Kedokteran dan Fisiologi) (7) |
| ZIMURGI | Ilmu yang mempelajari proses fermentasi dalam pembuatan minuman beralkohol (7) |
| ZIRNIKH | Warangan; berangan (Acidum arsenicosum) (Arab) (7) |
| ZOETROP | Peranti untuk menimbulkan kesan gerakan; stroboskop (7) |
| ZOOFILI | Tumbuhan yang diserbuki oleh hewan selain serangga (Biologi); orang yang mempunyai ketertarikan seksual pada binatang (Psikologi) (7) |
| ZOOGANI | Pembiakan seksual hewan (7) |
| ZOOLOGI | Ilmu tentang kehidupan binatang dan pembuatan klasifikasi aneka macam bentuk binatang di dunia; ilmu hewan (7) |
| ZOONOMI | Penelaahan fisiologi hewan (Biologi) (7) |
| ZORBING | Olahraga ekstrem yang dilakukan dengan memasuki bola raksasa berbahan plastik transparan, kemudian berguling menuruni lereng (Olahraga) (7) |
| ZUGDIDI | Kota di Georgia (7) |
| ZWICKAU | Kota di Jerman (7) |
| ZYUZINO | Kota di Rusia (7) |
Langganan:
Postingan
(
Atom
)