6 HURUF
Masukkan pertanyaan atau kata kunci dari pertanyaan ke kotak di bawah ini
| Kata | Petunjuk |
|---|---|
| AACHEN | Kota di Jerman (6) |
| AARHUS | Kota di Denmark penyelenggara piala beregu dunia bulu tangkis putra atau Thomas Cup dan piala beregu dunia bulu tangkis putra atau Uber Cup (6) |
| ABAABA | Kata perintah dalam baris-berbaris, gerak badan, dan sebagainya (6) |
| ABAAKA | Pakaian yang terbuat dari pelepah atau serat pisang, umumnya dikenakan pada upacara adat di daerah Sangihe dan Talaud (6) |
| ABADAN | Kota di Iran (6) |
| ABADEH | Kota di Iran (6) |
| ABAHAN | Bahan untuk membuat rumah atau jembatan (tentang kayu atau bambu) (Jawa); kayu yang digunakan sebagai tatakan memenggal leher (6) |
| ABAHUI | Menarik pohon yang ditebang supaya rebah ke posisi tertentu (Batak) (6) |
| ABAIAN | Penghilangan atau pengubahan bagian naskah yang tidak dipahami lagi oleh penyalin (Sastra) (6) |
| ABAKAN | Kota di Rusia (6) |
| ABAKUS | Dekak-dekak; swipoa; lempeng datar di atas kepala tiang dengan pinggiran cekung atau beralur (Arsitektur); sistem komputer untuk reservasi pesawat yang melayani wisatawan Asia dan Asia Pasifik (6) |
| ABANAT | Menghalangi orang yang lewat dengan cara berdiri sambil merentangkan tangan (Gane) (6) |
| ABARAN | Hambatan kejiwaan (Psikologi) (6) |
| ABASIA | Gangguan koordinasi motorik yang menyebabkan kesulitan dalam berjalan (Psikologi) (6) |
| ABATIS | Rintangan dari pohon (Kemiliteran/Inggris) (6) |
| ABATON | Tempat berlindung yang tidak boleh dimasuki oleh publik (Arsitektur) (6) |
| ABECHE | Kota di Chad (6) |
| ABIDIN | Bentuk jamak dari abid; orang-orang yang taat (beribadah atau mengabdi) kepada Tuhan (Arab) (6) |
| ABILAH | Cacar; ketumbuhan (Parsi) (6) |
| ABISAL | Endapan lumpur atau tanah dari dasar laut pada kedalaman 2.200—5.500 m; teluk atau palung (lembah) yang sangat dalam; berhubungan dengan wilayah dasar laut antara zona batial dan hadal dari kedalaman sekitar sekitar 3.000 sampai dengan 6.000 meter (Oseanologi) (6) |
| ABLASI | Hal terlepasnya sesuatu dari sesuatu; penghilangan dengan jalan pembedahan jaringan atau organ tubuh (Biologi); pemindahan bahan yang telah lapuk dari batuan induknya oleh arus air (Geografi dan Geologi); pengikisan oleh tiupan angin (Geografi dan Geologi); penggabungan (sublimasi, peleburan, penguapan, dan sebagainya) yang memindahkan salju atau es dari permukaan gletser atau medan salju; kikisan (Hidrologi); pemutusan jalur elektris antara bilik atas dan bilik bawah pada jantung (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ABLAUT | Perubahan vokal untuk menandai pelbagai fungsi gramatikal, misalnya untuk mengungkapkan perubahan kala, aspek, jumlah, dan sebagainya (Linguistik) (6) |
| ABOHAR | Kota di India (6) |
| ABOMEY | Kota di Benin (6) |
| ABORAL | Terletak jauh dari mulut atau ke arah yang menjauhi mulut (Biologi) (6) |
| ABORSI | Pengguguran kandungan (6) |
| ABOTOI | Abu tungku (6) |
| ABRASI | Pengikisan batuan oleh air, es, atau angin yang mengandung dan mengangkut hancuran bahan (Geografi dan Geologi); luka lecet atau jejas karena pengikisan kulit oleh benda kasar (Kedokteran dan Fisiologi); pengikisan selaput lendir (dalam membersihkan rahim dan sebagainya) (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ABSISI | Peluruhan secara terkendali suatu bagian seperti daun, bunga, atau buah oleh tumbuhan, yang prosesnya berkaitan dengan perubahan tingkat kandungan auksin dalam bagian yang akan gugur (Biologi) (6) |
| ABSORB | Mengabsorb; menyerap (gas atau cairan) (6) |
| ABSURD | Tidak masuk akal; mustahil (6) |
| ABUABU | Warna antara hitam dan putih (serupa dengan warna abu kayu bakar); kelabu; mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa dengan warna abu; tidak jelas (kiasan); ikan laut yang ukurannya mencapai 145 cm, berat mencapai 35,9 kg, hidup di perairan tropis dengan kedalaman lebih dari 10 m, tersebar di wilayah Indo-Pasifik Barat, yakni perairan Laut Merah dan Afrika Timur sampai Papua Nugini, bagian utara sampai Jepang, bagian selatan sampai Australia (Thunnus tonggol); makanan yang diberikan kepada binatang spy binatang tersebut tidak merusak tanam-tanaman (Batak) (6) |
| ABUHAN | Gembung perut; busung (6) |
| ABULIA | Keadaan kehilangan atau berkurangnya daya kemauan, inisiatif, atau dorongan (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ABULUS | Selancar di atas pasir dengan menggunakan pelepah kelapa (6) |
| ABURAN | Permainan anak dengan cara melemparkan kartu bergambar ke udara, apabila gambar yang terbuka maka menang, apabila gambar tertutup (tertelungkup) maka kalah, pemenang berhak mendapatkan satu kartu dari yang kala (Jawa) (6) |
| ABUTIJ | Kota di Mesir (6) |
| ACABIS | Mengunjungi kiai dengan tujuan bersilaturahmi atau memohon petunjuk (Madura) (6) |
| ACARAM | Cincin kawin; cincin pertunangan; tanda bahwa suatu perjanjian jual beli telah dibuat; tanda jadi (6) |
| ACARYA | Pendidik yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan pasraman; pemimpin spiritual yang diteladani (6) |
| ACATAN | Bahan pakaian sisa penjualan yang panjangnya kurang dari satu meter yang dijual dengan harga lebih murah (Melayu Jakarta) (6) |
| ACERRA | Kota di Italia (6) |
| ACHENG | Kota di Cina (6) |
| ACIACI | Umpama; andai kata; kayu panjang untuk menggulung layar (Pelayaran); pola (6) |
| ACUHAN | Hal yang diindahkan; hal yang menarik minat (6) |
| ACUMAN | Hasutan; tantangan (6) |
| ADAADA | Serat daun pada tulang daun (Jawa) (6) |
| ADAGIO | Tempo yang lambat dan penuh ekspresi (Musik) (6) |
| ADAINI | Urat leher (Jawa) (6) |
| ADAKAH | Apakah ada; benarkah (6) |
| ADAKAN | Mana ada; masakan (6) |
| ADALAH | Identik dengan; sama maknanya dengan; termasuk dalam kelompok atau golongan (6) |
| ADALAT | Kebajikan; keadilan (Arab) (6) |
| ADAMAT | Pengadaan material (akronim) (6) |
| ADANYA | Keadaan; hal ada; demikianlah keadaannya; orangnya (Melayu Jakarta) (6) |
| ADAPUN | Tentang hal; mengenai (6) |
| ADAPUS | Penderita lupus (6) |
| ADDUHA | Surah ke-93 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (6) |
| ADEGAN | Pemunculan tokoh baru atau pergantian susunan (layar) pada pertunjukan wayang; bagian babak dalam lakon (sandiwara film) (6) |
| ADHESI | Keadaan melekat pada benda lain; gaya atau kakas tarik-menarik antarmolekul yang tidak sejenis (Fisika); penyatuan tumbuh-tumbuhan yang biasanya merupakan kelompok yang terpisah (Botani); jaringan tubuh yang tumbuh (melekat) menjadi satu karena radang (Kedokteran dan Fisiologi); kesepakatan, sikap, atau rasa sesuai (6) |
| ADIADI | Puisi yang dibacakan pada upacara pemberian gelar (Komering) (6) |
| ADIKIA | Dewi yang menyimbolkan ketidakadilan dan perbuatan salah, digambarkan sebagai makhluk buruk rupa (6) |
| ADIKSI | Kecanduan atau ketergantungan secara fisik dan mental terhadap suatu zat (Kedokteran dan Fisiologi); ketergantungan secara fisik maupun psikologis terhadap obat-obatan (Psikologi) (6) |
| ADIMAS | Adinda; adik (laki-laki) (Jawa) (6) |
| ADINDA | Kata sapaan akrab kepada adik; salah satu judul lagu karya Titiek Puspa (6) |
| ADITIA | Hari kedelapan setiap bulan dalam penanggalan Batak Karo (Batak) (6) |
| ADITIF | Berkaitan atau dihasilkan dengan penambahan; zat yang ditambahkan pada suatu produk, misalnya sebagai penambah warna, penyedap rasa, pengawet pada makanan (Kimia) (6) |
| ADITYA | Dewa Surya sebagai salah satu dewa yang dipuja dalam upacara persembahyangan (Agama Hindu) (6) |
| ADMISI | Izin masuk (6) |
| ADODUI | Tradisi lisan suku Dayak Pompakng yang berhubungan dengan suatu peristiwa peperangan atau riwayat hidup seorang tokoh sakti (Dayak) (6) |
| ADONAN | Adukan tepung, santan, susu, dan lain-lain (sebagai bahan pembuat kue); adukan semen dengan pasir dan sebagainya untuk pelekat batu bata atau penghalus dinding batu; hasil mengadon (6) |
| ADOPSI | Pengangkatan anak orang lain sebagai anak sendiri; penerimaan suatu usul atau laporan (misalnya dalam proses legislatif) (Hukum); pemungutan (Hukum) (6) |
| ADORAL | Keadaan atau hal yang menunjukkan sesuatu yang terdapat di dekat mulut (Biologi) (6) |
| ADRENG | Ingin sekali (Jawa) (6) |
| ADUADU | Galah lentur (biasanya dipakai utk mengambil sesuatu dari lubang) (Batak) (6) |
| ADUHAI | Kata seru untuk menyatakan rasa duka, kagum, dan sebagainya yang lebih mendalam daripada aduh; hebat; luar biasa (6) |
| ADUKAN | Barang yang diaduk; hasil mengaduk (6) |
| ADUKSI | Pergerakan anggota tubuh mendekati poros median atau mendekati badan (Biologi) (6) |
| ADUMLA | Administrasi umum lanjutan (akronim) (6) |
| ADUNAN | Alat bersolek; hiasan (6) |
| ADUSEN | Otot yang membawa bagian tubuh secara bersama-sama atau menggerakkannya mendekati tubuh (Anatomi) (6) |
| ADUTAN | Kayu yang terbakar sebagian (Putuk) (6) |
| ADYGEA | Negara republik federal di Rusia yang terletak di bagian barat laut Pegunungan Kaukasus (6) |
| ADZOPE | Kota di Pantai Gading (6) |
| AEMONO | Selada yang disajikan dengan saus, dapat berupa saus berbasis tahu, miso, atau wijen (6) |
| AEOLUS | Dewa angin dalam mitologi Yunani (6) |
| AERASI | Penambahan oksigen ke dalam air dengan memancarkan air atau melewatkan gelembung udara ke dalam air (6) |
| AERIAL | Sifat atau keadaan yang berkaitan dengan ruang udara (Biologi); bagian sistem radio yang memancarkan tenaga ke ruang angkasa atau yang menerima tenaga dari ruang angkasa, atau antarmuka tempat terjadinya perubahan dari gelombang elektromagnetik terpandu ke gelombang elektromagnetik bebas, atau sebaliknya (Fisika) (6) |
| AFAFAR | Mangga yang sudah masak (Kur) (6) |
| AFAGIA | Ketakmampuan untuk menelan (Ilmu Gizi) (6) |
| AFAKIA | Ketiadaan lensa mata pada satu atau kedua mata, misalnya katarak (6) |
| AFASIA | Kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan bicara karena penyakit, cacat, atau cedera pada otak (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| AFDRUK | Hasil mencetak film (6) |
| AFEKSI | Rasa kasih sayang (Psikologi); perasaan dan emosi yang lunak (Psikologi) (6) |
| AFEREN | Saraf yang membawa rangsangan ke susunan saraf pusat (Biologi); penghantar impuls saraf dari organ indra menuju sistem saraf pusat (6) |
| AFGANI | Satuan mata uang Afganistan (6) |
| AFIFAR | Buah sukun yang sudah agak besar, tetapi belum matang (6) |
| AFIKPO | Kota di Nigeria (6) |
| AFITIK | Periode sejarah geologi bumi sebelum munculnya tumbuhan (Biologi); daerah perairan dangkal dengan kedalaman di bawah 100 m yang tidak memiliki rumput laut (Biologi) (6) |
| AFLUKS | Aliran menuju ke suatu arah, misalnya aliran darah menuju organ tubuh (6) |
| AFONIA | Kehilangan suara dan kemampuan untuk bicara (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| AFOTIK | Tanpa sinar (misalnya daerah laut yang dalam atau gua) (6) |
| AFRAID | Takut (Inggris) (6) |
| AFRIKA | Benua yang terletak di sebelah selatan Eropa, sebelah barat Samudra Atlantik, dan sebelah timur Samudra Hindia (6) |
| AFYAUF | Makanan tradisional masyarakat Pulau Kur yang terbuat dari sisa pembuatan sagu yang telah dibakar, berbentuk serbuk atau tepung, dapat dimakan langsung atau dicampur dengan gula pasir atau parutan kelapa (Kur) (6) |
| AGADEZ | Kota di Niger (6) |
| AGADIR | Kota di Maroko (6) |
| AGAHAN | Terburu-buru menyanggupi atau melakukan sesuatu tanpa dipikir masak-masak (Jawa) (6) |
| AGAINE | Makanan yang hampir basi (Nias) (6) |
| AGAMEN | Sel hasil pembelahan yang terjadi pada hewan bersel satu (6) |
| AGAMET | Sel tunggal yang mampu berkembang biak tanpa perkawinan (Biologi) (6) |
| AGAMON | Individu aseksual atau generasi yang menghasilkan gamet (Biologi) (6) |
| AGANTA | Ramuan untuk melancarkan persalinan berupa rebusan daun-daunan (Kimaam) (6) |
| AGDAGA | Geladak yang terbuat dari bambu yang sudah dibelah-belah (6) |
| AGEMAN | Ikatan padi hasil panen (biasanya padi gogo) yang siap disimpan di dalam lumbung (Jawa); ukuran yang menunjukkan sepuluh kali panen padi (Jawa) (6) |
| AGENDA | Buku catatan yang bertanggal untuk satu tahun; acara (yang akan dibicarakan dalam rapat) (6) |
| AGENSI | Kantor agen; perusahaan yang berkenaan dengan kegiatan bisnis; divisi administratif pemerintahan (6) |
| AGIHAN | Hasil mengagih (6) |
| AGINTA | Makan tanpa lauk (Tengggalan) (6) |
| AGIRIA | Keadaan tidak terdapat konvolusi permukaan otak karena gangguan perkembangan (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| AGONAN | Lebih baik (Batak) (6) |
| AGONIA | Penderitaan berat; sekarat (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| AGONIS | Penggerak utama atau otot yang secara langsung bertanggung jawab atas perubahan posisi suatu bagian (Biologi); obat yang dikombinasikan dengan reseptor untuk memunculkan akibat tertentu (Psikologi); otot yang bekerja berlawanan dengan antagonis dan menghasilkan gerakan prima dari sebuah sendi (Olahraga) (6) |
| AGOUTI | Protein pada reseptor melanosit yang memicu produksi melanin (Biologi) (6) |
| AGRESI | Penyerangan suatu negara terhadap negara lain; serangan; perasaan marah atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dalam mencapai pemuasan atau tujuan yang dapat diarahkan kepada orang atau benda (Psikologi); perbuatan bermusuhan yang bersifat penyerangan fisik ataupun psikis terhadap pihak lain (Antropologi) (6) |
| AGRIAN | Potongan kayu kecil (Serua); potongan kayu kecil (Seluwarsa) (6) |
| AGRIUM | Komunitas pada lahan pertanian (Biologi) (6) |
| AGUNAN | Cagaran; jaminan; tanggungan (6) |
| AHIMSA | Ajaran agama Hindu dan Buddha untuk tidak menyakiti makhluk apa pun dan menghindari kekerasan; ajaran Mahatma Gandhi yang melarang membunuh (menyakiti) dan menggunakan kekerasan (6) |
| AHKANA | Membagi hasil panen untuk membantu orang yang tidak berkebun karena lumpuh (Papua) (6) |
| AHUITE | Ruas bambu yang digunakan sebagai wadah untuk memasak (Yalahatan) (6) |
| AIKIDO | Olahraga beladiri asal Jepang yang menggunakan teknik mengunci dan menahan serangan lawan dan memanfaatkannya untuk menjatuhkan lawan (Olahraga) (6) |
| AIMALA | Moko yang berharga sama dengan dua buah moko (Kamang) (6) |
| AIMARA | Bahasa yang dituturkan di Bolivia (6) |
| AIRABU | Air yang mengandung zat abu; bahan pengawet atau pengenyal yang dibuat dari merang atau kelaras yang dibakar hingga menjadi abu, direndam air bersih selama 2-3 hari, dan diambil airnya, biasa digunakan sebagai bahan pembuat mi, lontong, ketupat, dan sebagainya (6) |
| AIRAKI | Larutan elektrolit untuk sel (aki) (Kimia) (6) |
| AIRAPI | Zat cair yang mudah menyala, seperti asam nitrat (6) |
| AIRBAD | Di bawah angin (6) |
| AIRBAH | Air yang banyak dan mengalir deras; banjir; air ampuh; air sebak (6) |
| AIRDOA | Air yang sudah diberi doa (mantra) (6) |
| AIRGOT | Air kotor yang terdapat di selokan yang berasal dari pembuangan rumah tangga dan sebagainya (6) |
| AIROLI | Kota di India (6) |
| AIRTEH | Minuman dibuat dari daun teh yang dikeringkan diseduh dengan air panas (6) |
| AISAIS | Rotan atau kayu yang digantung pada bubungan rumah adat Simalungun, berfungsi sebagai pegangan saat naik turun tangga (Batak) (6) |
| AIZAWL | Kota di India (6) |
| AJAKAN | Anjuran (permintaan dan sebagainya) supaya berbuat; undangan; lumpur tebal yang terapung (Banjar); kelompok ikan besar (Jawa) (6) |
| AJARAN | Segala sesuatu yang diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk; paham (6) |
| AJERAN | Terna menggulma, bentuk batang segi empat, daun majemuk beranak tiga dan membundar telur bergerigi, dapat digunakan sebagai obat demam dan usus buntu (Bidens pilos) (Botani) (6) |
| AJIAJI | Benda atau mantra yang dijaga dan dirawat secara baik karena dianggap dan dirasakan memiliki kekuatan gaib; ikan laut yang hidup di dasar batuan karang laut, berat maksimum 5,2 kg, panjang maksimum 70 cm, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; kuwe hitam (Seriolina nigrofasciata) (6) |
| AJINTA | Mertua laki-laki istri (Batak) (6) |
| AJNABI | Orang asing (Arab); orang yang bukan sanak saudara dekat (hukumnya boleh kawin-mengawini antara laki-laki dan perempuan) (Agama Islam) (6) |
| AJONGI | Membuat adonan (Kulisusu) (6) |
| AJUAJU | Meniru pembicaraan atau gerak-gerik orang tua (Melayu Ambon) (6) |
| AJUDAN | Perwira yang diperbantukan kepada raja, presiden, atau perwira tinggi, biasanya diberi tugas mengurus segala keperluan yang berhubungan dengan pekerjaan raja, presiden, atau perwira tinggi dan sebagainya (Kemiliteran) (6) |
| AJUJAH | Ucapan tidak benar yang memburuk-burukkan; fitnah; umpat (6) |
| AJUMAN | Memperbaiki jaring perahu kecil yang rusak(Madura) (6) |
| AJUVAN | Senyawa yang digunakan dalam pengolahan untuk meningkatkan efisiensi fungsional berbagai bahan (6) |
| AKABRI | Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (akronim) (6) |
| AKAMSI | Anak kampung sini; sebutan untuk orang yang berasal dari sebuah kampung atau sesuai dengan daerah asal orang tersebut (akronim) (6) |
| AKANAN | Yang masih akan diselesaikan (Manajemen) (6) |
| AKASHI | Kota di Jepang (6) |
| AKASIA | Pohon, tinggi hingga 20 m, bunganya berwarna kuning atau putih berangkai-rangkai, kayunya dibuat pulp dan berguna sebagai bahan bakar (Acacia auriculiformis) (6) |
| AKCAYA | Tak kunjung binasa; semboyan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (ungkapan/Sanskerta) (6) |
| AKEKUN | Wadah untuk membawa barang yang diletakkan di atas kepala (Hitu) (6) |
| AKELIT | Pohon yang hampir mati tetapi hidup lagi, biasanya batang bagian bawah berukuran sangat kecil (6) |
| AKHBAR | Kabar; berita; surat kabar; harian (Melayu Malaysia) (6) |
| AKHLAK | Perangai; watak; budi pekerti; kelakuan (6) |
| AKHMIM | Kota di Mesir (6) |
| AKHTAJ | Orang yang takluk (6) |
| AKHWAL | Saudara kandung ibu (Arab); sebutan yang diberikan oleh orang keturunan Arab di Indonesia untuk orang pribumi (6) |
| AKHWAT | Saudara perempuan; teman perempuan; perempuan muslim (Arab) (6) |
| AKIAKI | Orang laki-laki yang sudah tua (6) |
| AKIBAT | Sesuatu yang merupakan akhir atau hasil suatu peristiwa (pembuatan, keputusan); persyaratan atau keadaan yang mendahuluinya (6) |
| AKIDAH | Kepercayaan dasar; keyakinan pokok (Agama Islam) (6) |
| AKIKAH | Penyembelihan kambing atau domba sebagai pernyataan syukur orang tua atas kelahiran anaknya, dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan, lazimnya dilaksanakan pada hari ketujuh (Agama Islam); tradisi penyembelihan ternak pada upacara pencukuran rambut bayi ketika berusia tujuh hari sebagai pernyataan syukur (Agama Islam) (6) |
| AKILAH | Pihak yang berhak memakan buah-buahan dari pohon yang dikenakan zakat, mereka adalah pemilik buah, keluarga dan tetamu yang kebetulan berada di tempat sebelum panen (6) |
| AKINET | Sel berdinding tebal yang terdapat pada ganggang hijau atau ganggang biru bersel tunggal, yang mempunyai peran untuk perkembangbiakan setelah mengalami masa istirahat (Biologi) (6) |
| AKLIAH | Masuk akal (6) |
| AKRESI | Pertumbuhan dengan penambahan luar bahan baru (Biologi); pelekatan bahan pencemar bawaan udara pada benda takbergerak atau bergerak (Biologi); pertumbuhan objek masif melalui penarikan atau pengumpulan materi melalui gravitasi, terutama materi bergas, pada cakram akresi (Astronomi); pertumbuhan zarah es akibat benturan dengan tetesan air (Hidrometeorologi) (6) |
| AKRODA | Kemampuan untuk mengendalikan amarah (Agama Hindu) (6) |
| AKRUAL | Cara dalam pembukuan yang menganggap biaya dan pendapatan bukan jumlah yang dibayarkan atau diterima saja (6) |
| AKSARA | Sistem tanda grafis yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyak mewakili ujaran (Linguistik); jenis sistem tanda grafis tertentu, misalnya aksara Pallawa, aksara Inka (Linguistik); huruf (Linguistik); Akademi Sandi Negara (akronim) (6) |
| AKSESI | Pengaksesan; tambahan yang dimasukkan dalam suatu kumpulan atau koleksi (6) |
| AKSILA | Sudut antara tangkai daun dan batang tempat tunas tumbuh; ketiak daun (Botani) (6) |
| AKTINA | Spikulum yang berbentuk bintang (Biologi) (6) |
| AKTING | Seni berperan di atas pentas, televisi, atau film; penampilan pemeran melalui gerak tubuh, ekspresi wajah, dan emosi ketika memerankan tokoh cerita di hadapan penonton (Kesenian); (6) |
| AKTIVA | Harta kekayaan, baik yang berupa uang maupun benda lain yang dapat dinilai dengan uang ataupun yang tidak berwujud secara nyata, seperti hak paten (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| AKTOBE | Kota di Kazakhstan (6) |
| AKTRIS | Wanita yang berperan sebagai pelaku dalam pementasan cerita drama, dan sebagainya di panggung, radio, televisi, atau film; pemain film wanita (6) |
| AKTUAL | Betul-betul ada (terjadi); sesungguhnya; sedang menjadi pembicaraan orang banyak (tentang peristiwa dan sebagainya); baru saja terjadi; masih baru (tentang peristiwa dan sebagainya); hangat (6) |
| AKUENE | Perisai yang digunakan untuk menangkis pedang, biasanya digunakan pada saat menari cakalele (Alune) (6) |
| AKULEA | Rambut yang terdapat pada kutikula (Biologi); spikulan yang berbentuk seperti jarum pada sayap Lepidoptera (Biologi) (6) |
| AKURAT | Tepat (tentang informasi, data, hasil, dan sebagainya), terbebas dari kemelesetan, kekeliruan, dan sebagainya; kena benar; salah satu slogan Litbang Kompas (6) |
| ALABIO | Itik yang berasal dari daerah Alabio (Kalimantan Selatan) dan unggul dalam kemampuan bertelur (Anas domesticus) (Peternakan) (6) |
| ALAHAN | Yang sudah dikalahkan; yang selalu kalah; kerugian yang diderita (dalam perjudian dan sebagainya); bekas alur sungai; selokan (sungai) yang dikeringkan; selokan; tebat; bendungan (6) |
| ALALIA | Ketidakmampuan untuk berbicara karena kelainan atau kerusakan pada alat ucap luar, bukan pada pusat saraf (Linguistik) (6) |
| ALAMAH | Orang yang sangat pandai (berilmu) (Arab) (6) |
| ALAMAI | Peminangan yang dilakukan untuk menentukan jumlah harta pinangan (Hitu) (6) |
| ALAMAK | Kata seru untuk menyatakan keheranan yang mengandung kekecewaan (6) |
| ALAMAR | Kota di Kuba (6) |
| ALAMAS | Intan (6) |
| ALAMAT | Tanda; pertanda (tanda akan terjadi sesuatu); sasaran; tujuan; nama orang dan tempat yang menjadi tujuan surat (telegram dan sebagainya); nama buku dan sebagainya; judul; nilai numerik yang merepresentasikan lokasi data di dalam beberapa media penyimpan, seperti memori atau cakram keras (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| ALAMIN | Alam semesta (6) |
| ALANYA | Kota di Turki (6) |
| ALASAN | Dasar; asas; hakikat; dasar bukti (keterangan) yang dipakai untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dan sebagainya); hal yang menjadi pendorong (untuk berbuat); hal yang membenarkan perlakuan tindak pidana dan menghilangkan kesalahan terdakwa (6) |
| ALASKA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Juneau; negara bagian Amerika Serikat yang terbesar, dan terkaya sumber alamnya (6) |
| ALATUD | Alat peralatan Udara (akronim) (6) |
| ALAWAR | Setan yang tugasnya menyebarkan zina dan perbuatan mesum sehingga manusia tidak malu melakukannya (Arab) (6) |
| ALAZON | Pelaku yang berperan sebagai pembual, pembohong, dan sebagainya (Sastra) (6) |
| ALBANY | Ibu kota negara bagian New York, Amerika Serikat (6) |
| ALBEDO | Fraksi (bagian) pantulan cahaya yang datang ke suatu permukaan (Fisika); faktor pantulan (refleksi) sebuah permukaan seperti parafin terhadap neutron (Fisika); ukuran besar daya pantul permukaan, yaitu bagian permukaan sinaran datang, seluruhnya atau monokromatik, yang dipantulkan oleh permukaan tersebut (Hidrometeorologi) (6) |
| ALBINO | Organisme (makhluk hidup, terutama manusia dan binatang) yang memperlihatkan keadaan kekurangan pigmen, umumnya ditandai dengan kebulaian (warna kulit dan rambut putih, serta mata kemerah-merahan) (6) |
| ALBUNG | Hambar (tentang tuak) karena telah bercampur air (Batak) (6) |
| ALCEMA | Patok pembatas yang dibuat dari susunan batu secara vertikal dan menyerupai balok (6) |
| ALEGRO | Cepat (tentang irama); lebih cepat daripada alegreto, tetapi tidak secepat presto (Musik) (6) |
| ALEKNA | Ujung perahu yang melingkar ke atas, sebagai penanda bagian depan dari sebuah perahu (Serua); ujung depan dan belakang pada sisi kapal bagian bawah (6) |
| ALEMAN | Manja; kolokan (6) |
| ALEPPO | Kota terbesar kedua di Suriah (6) |
| ALERGI | Perubahan reaksi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit (Kedokteran dan Fisiologi); keadaan sangat peka terhadap penyebab tertentu (zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dan sebagainya) yang dalam kadar tertentu tidak membahayakan untuk sebagian besar orang (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ALEWAR | Kayu yang dipotong persegi kecil-kecil (6) |
| ALEWOH | Kembang labu (Sunda) (6) |
| ALFORN | Alat musik tiup dengan panjang sekitar 1,5—4,3 m yang digunakan terutama oleh para gembala di Swiss (Musik) (6) |
| ALFUIL | Jahe yang sudah tua (Kur) (6) |
| ALGENI | Manipulasi komposisi genetika suatu sel atau makhluk; rekayasa genetika (Biologi) (6) |
| ALGOID | Mirip alga (6) |
| ALGOJO | Orang yang melaksanakan hukuman mati; orang yang bengis dan kejam (suka membunuh) (6) |
| ALHAYY | Kota di Irak (6) |
| ALHIJR | Surah ke-15 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (6) |
| ALIALI | Pengumban tali; tali pelontar batu; pengikat tali kendang berbentuk cincin yang dibuat dari jangat sapi atau kerbau (Sunda) (6) |
| ALIANG | Lingkar leher (tentang babi) yang akan disembelih (Batak) (6) |
| ALIASE | Campuran logam yang terbentuk karena pelelehan bersama komponennya, dapat berupa larutan padat atau campuran yang tidak saling larut; aloi; laku (Kimia) (6) |
| ALIDAD | Alat untuk pengukuran dan pemetaan topografi yang sederhana, terdiri atas papan gambar yang dipasang pada kaki tiga, dilengkapi dengan penyipat datar, unting-unting, kompas, dan teropong atau pembidik (Geofisika) (6) |
| ALILIU | Kelompok bintang yang berjumlah lima bintang dan membentuk pola siku (Serua) (6) |
| ALIMEN | Makanan atau gizi (6) |
| ALIMUN | Serba tahu (Minangkabau); golongan pekerja yang sebenarnya sudah tidak produktif (6) |
| ALINEA | Bagian wacana yang mengungkapkan satu pikiran yang lengkap atau satu tema yang dalam ragam tulis ditandai oleh baris pertama yang menjorok ke dalam atau jarak spasi yang lebih; paragraf (6) |
| ALIRAN | Sesuatu yang mengalir (tentang hawa, air, listrik, dan sebagainya); sungai kecil; selokan; saluran untuk benda cair yang mengalir (seperti pipa air); haluan; pendapat; paham (politik, pandangan hidup, dan sebagainya); gerakan maju zat cair (fluida), misalnya gas, uap, atau cairan secara berkesinambungan (Fisika) (6) |
| ALISRA | Surah ke-17 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (6) |
| ALKALI | Hidroksida dari logam Li, Na, K, Rb, dan Cs (Kimia); zat yang bersenyawa dengan asam(an) yang merupakan garam, digunakan dalam pembuatan sabun (Kimia) (6) |
| ALKANA | Kumpulan hidrokarbon alifatik (CnH2n+2) (Kimia) (6) |
| ALKARI | Lak; laka (6) |
| ALKENA | Hidrokarbon alifatik yang mengandung satu ikatan rangkap (CnH2n) (Kimia) (6) |
| ALKHOR | Kota tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022 Qatar (6) |
| ALKUNA | Nama kelompok hidrokarbon yang memiliki satu ikatan ganda tiga CnH2n-2 (Kimia) (6) |
| ALLAIL | Surah ke-92 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (6) |
| ALMANG | Rumah adat suku Kamang di Kabupaten Alor, berbentuk rumah panggung dengan atap ilalang berbentuk piramid, biasanya difungsikan tempat tinggal kepala suku dan tempat menyimpan benda adat (6) |
| ALMARI | Lemari; peti besar tempat menyimpan sesuatu (seperti buku, pakaian) (6) |
| ALMARJ | Kota di Libya (6) |
| ALMATY | Kota di Kazakhstan (6) |
| ALMELO | Kota di Belanda (6) |
| ALMOST | Hampir (Inggris) (6) |
| ALNAUD | Alat navigasi udara untuk memberikan bantuan penyelamatan dan meteorologi penerbangan (Kedirgantaraan) (6) |
| ALOALO | Bau ketiak (Nias) (6) |
| ALODNA | Menyalakan rokok dengan bara api dari tungku (Moa) (6) |
| ALOFAN | Silikat alumina yang berasal dari endapan gunung berapi; mineral tanah nonkristalin berukuran lempung (Ilmu Tanah) (6) |
| ALOFON | Varian fonem berdasarkan posisi di dalam kata, misalnya fonem pertama pada kita dan kata secara fonetis berbeda, tetapi masing-masing adalah alofon dari fonem /k/ (Linguistik) (6) |
| ALOGEN | Sebuah alel yang resesif (Biologi); memiliki perangkat gen yang berbeda (Biologi) (6) |
| ALOGIA | Cacat wicara akibat penyakit otak atau kecerdasan yang rusak (6) |
| ALOKAI | Gelap gulita (6) |
| ALOMON | Substansi kimia yang dihasilkan oleh suatu jenis untuk berkomunikasi dengan jenis lain (Biologi) (6) |
| ALONIM | Varian dalam nama misalnya Dullah adalah alonim dari Abdullah (6) |
| ALOSOM | Kromosom atau fragmen kromosom yang tidak tergolong pada kromosom yang biasa (Biologi) (6) |
| ALOZIM | Varian protein suatu enzim yang dihasilkan oleh bentuk-bentuk alel pada lokus yang sama yang dapat dibedakan dengan elektroforesis (Biologi) (6) |
| ALPAKA | Metal paduan nikel, tembaga, dan seng yang berkilap seperti perak; mamalia berkuku genap, berbentuk seperti domba, berleher panjang, memiliki tinggi bahu 0,9—1,3 m dan panjang tubuh 1,2—2,25 m, jenis terkecil dalam keluarga unta, berasal dari pegunungan selatan Andes (Peru sampai Argentina), merupakan penghasil wol (Lama pacos); kain wol dengan tekstur halus dan lembut, terbuat dari bulu domba alpaka (Tata Busana); tidak taat (Bali) (6) |
| ALPEKA | Alat pemadam kebakaran (akronim) (6) |
| ALQADR | Surah ke-97 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (6) |
| ALTERN | Suksesi ekologi akibat perubahan lingkungan (Biologi) (6) |
| ALTIUS | Salah satu moto Olimpiade yang berarti lebih tinggi (6) |
| ALTONA | Kota di Jerman (6) |
| ALUALU | Ikan laut, bentuk mulut memanjang dan lancip, panjang mencapai 75 cm, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 6–300 m, tersebar di perairan Afrika Timur sampai Asia Tenggara dan Kepulauan Marquesan, bagian utara sampai Jepang, bagian selatan sampai Kaledonia Baru, Australia; senuk (Sphyraena forsteri); penganan khas Tegal yang terbuat dari ketan yang dibungkus daun pisang dimakan dengan saus gula merah dan parutan kelapa (Jawa) (6) |
| ALUANG | Peti besar yang selalu dijaga, tempat menyimpan pusaka atau surat berharga lain (Minangkabau); sebutan untuk orang yang paling mengetahui seluk-beluk adat dan permasalahannya dan tempat orang bertanya tentang permasalahan adat (Minangkabau) (6) |
| ALUMBU | Kain panjang berwarna putih yang dibentangkan di lantai sebagai alas berbagai macam makanan, khusus digunakan pada saat doa arwah (Gorontalo) (6) |
| ALUMNI | Orang-orang yang telah mengikuti atau tamat dari suatu sekolah atau perguruan tinggi (6) |
| ALUMPA | Melompati sesuatu (seperti parit atau kali) dengan satu kali lompatan (Muna) (6) |
| ALUNAN | Ayunan ombak kecil; buaian (6) |
| ALURAN | Lekuk memanjang di sungai dan sebagainya; silsilah kekeluargaan; susur galur (6) |
| ALUTAN | Sisa kayu api yang terbakar (Bali) (6) |
| ALUTTA | Paham kepercayaan orang Toraja terhadap dewa-dewa (Bugis) (6) |
| ALVAND | Kota di Iran (6) |
| ALWASI | Yang memenuhi seluruhnya (tentang Allah) (6) |
| ALYTUS | Kota di Lithuania (6) |
| AMAHAI | Suku bangsa yang mendiami Pulau Seram bagian selatan, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (6) |
| AMALAN | Perbuatan (baik); perbuatan, bacaan yang harus dikerjakan dalam rangkaian ibadah, seperti dalam ibadah haji dan salat (6) |
| AMANAH | Kerabat; sesuatu yang dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain; keamanan; ketenteraman; dapat dipercaya (boleh dipercaya); setia; bidang hukum; kekuatan (Arab) (6) |
| AMANAT | Pesan; perintah (dari atas); keterangan (dari pemerintah); wejangan (dari orang yang terkemuka); keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yang disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca (Linguistik); gagasan yang mendasari karya sastra; pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengar (Sastra) (6) |
| AMANGO | Membetulkan lubang kancing baju (Gorontalo) (6) |
| AMANRA | Saudara dari pihak ayah (6) |
| AMANUE | Menebarkan jaring ke tengah laut, tetapi ujungnya tetap dipegang sambil perahu berjalan mengikuti arus laut, setelah ikan dirasa cukup lalu jaring ditarik (6) |
| AMARAH | Kemarahan (6) |
| AMARAN | Tugas yang harus dilaksanakan; perintah (6) |
| AMARIS | Anak bulan; diberi oleh Tuhan (6) |
| AMASYA | Kota di Turki (6) |
| AMATAN | Hasil mengamati; hasil mengamati (mendengarkan, mewawancarai, ataupun mengadakan percobaan) yang berupa kumpulan keterangan untuk satu tujuan melalui kontak langsung dengan orang atau objek yang diteliti (Kemiliteran) (6) |
| AMATIR | Kegiatan yang dilakukan atas dasar kesenangan dan bukan untuk memperoleh nafkah, misalnya orang yang bermain musik, melukis, menari, bermain tinju, sepak bola sebagai kesenangan; orang yang melakukan sesuatu atas dasar kesenangan dan bukan sebagai pekerjaan; orang yang melakukan sesuatu dengan hasil yang kurang baik (6) |
| AMATOL | Bahan peledak campuran antara trinitrotoluena dan amonium nitrat (Kimia) (6) |
| AMBAKS | Kuli bangunan (Manggarai) (6) |
| AMBALA | Kota di India (6) |
| AMBANG | Balok yang melintang (antara dua tiang pintu atau jendela); kayu palang (antara tiang dan sebagainya); saat mendekatnya kejadian atau peristiwa (kiasan); muara (kiasan); tingkat (kiasan); apung; lingkungan sekeliling suatu organisme; parang khas Banjar; kotak peralatan yang terdapat dalam sampan nelayan, biasanya berisi alat-alat untuk memperbaiki mesin (Melayu Medan); lubang angin berbingkai kayu, berbentuk bujur sangkar (Bengkulu); mandau polos tanpa ukiran berukuran lebih kecil dari mandau biasa (Banjar) (6) |
| AMBARA | Awang-awang (Kawi) (6) |
| AMBARO | Tembok di laut sebagai dinding penyekat yang digunakan untuk menutupi pelabuhan dari deburan ombak dan air pasang (Jawa) (6) |
| AMBATO | Kota di Ekuador (6) |
| AMBENG | Makan dan minum sambil berdiri (Sunda) (6) |
| AMBIGU | Bermakna lebih dari satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dan sebagainya); bermakna ganda; taksa (6) |
| AMBING | Kelenjar dalam payudara yang mengeluarkan air susu (Kedokteran dan Fisiologi); kelenjar berbentuk kantong yang berputing dua atau lebih (Peternakan) (6) |
| AMBISI | Keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu (6) |
| AMBLAS | Hilang; lenyap; tidak muncul-muncul lagi (kiasan); tidak muncul-muncul lagi (6) |
| AMBLEK | Jatuh; runtuh (Jawa) (6) |
| AMBLES | Turun (ke dalam tanah); tenggelam (Jawa) (6) |
| AMBONG | Keranjang kulit kayu atau bambu yang biasa digunakan untuk tempat durian (Melayu Kalimantan) (6) |
| AMBORI | Penangkal serangan harimau untuk hewan piaraan, terbuat dari bambu, dimantrai dan digantungkan di lehernya (Batak) (6) |
| AMBROL | Terban; runtuh (6) |
| AMBRUK | Roboh; runtuh; jatuh sakit; pailit (tentang usaha dagang); bangkrut (6) |
| AMBUNG | Keranjang atau karung untuk menggendong barang-barang; wadah berbentuk bulat panjang, terbuat dari anyaman rotan, bagian tengah diberi tali untuk dikaitkan ke bahu, dan bagian atas diberi tali untuk disangkutkan ke kepala (Melayu Jambi); cium (Jawa); diulang: tumbuhan yang biasanya hidup di pantai, batangnya keras dan daunnya digunakan sebagai obat (Scaevola frutescens) (6) |
| AMBURU | Keadaan bibir bergetar akibat terlalu lama berenang atau mandi (Moronene) (6) |
| AMBYAR | Bercerai-berai; berpisah-pisah; tidak terkonsentrasi lagi (6) |
| AMBYOK | Datang ke rumah pihak keluarga perempuan dan menetap (tentang laki-laki) (Jawa) (6) |
| AMBYUR | Melompat ke air dari ketinggian (Jawa) (6) |
| AMEGOP | Tarian yang dilakukan tanpa iringan musik (Muyu) (6) |
| AMERTA | Tidak dapat mati; abadi (tidak terlupakan); air kehidupan (Agama Hindu) (6) |
| AMETIS | Batu permata kuarsa yang tembus cahaya dengan warna yang beraneka, seperti ungu, merah, biru (Geografi dan Geologi); mineral yang terdiri atas silikon dioksida, digunakan sebagai ampelas (Kimia) (6) |
| AMFIBI | Binatang berdarah dingin yang dapat hidup di air dan di darat, misalnya katak; benda yang dapat berfungsi di air dan di darat; pesawat yang dapat lepas landas dan mendarat, baik di darat maupun di air (6) |
| AMIENS | Kota di Prancis (6) |
| AMIGOL | Lava beku yang berlubang-lubang membulat akibat lepasnya gas (Geografi dan Geologi) (6) |
| AMIKAL | Bersahabat; akrab; ramah (6) |
| AMILOM | Parenkim kayu yang mengandung pati (Biologi) (6) |
| AMILUM | Pati tumbuhan (Biologi) (6) |
| AMLAUT | Gejala linguistik ketika sebuah vokal belakang berubah menjadi vokal depan (Linguistik) (6) |
| AMLENG | Tidak ada kabar sama sekali (Jawa) (6) |
| AMNION | Selaput paling dalam yang mengelilingi janin sebelum kelahiran dan berisi cairan atau ketuban; selaput ketuban (Kedokteran dan Fisiologi); selaput janin binatang melata, burung, binatang menyusui (Biologi); selaput embrio bagian dalam pada serangga (Biologi) (6) |
| AMONGA | Tikar yang terbuat dari anyaman daun pandan duri (Gorontalo) (6) |
| AMONIA | Gas tidak berwarna, baunya menusuk, terdiri atas unsur nitrogen dan hidrogen, mudah sekali larut dalam air, senyawaannya banyak dipakai dalam pupuk, obat-obatan, dan sebagainya (Kimia) (6) |
| AMONIT | Bahan peledak yang berisi 70%–95% amonium nitrat (Kimia) (6) |
| AMORAL | Tidak bermoral; tidak berakhlak (6) |
| AMPANA | Ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| AMPANG | Gampang; mudah; ringan; pematang dan sebagainya penahan air; bendungan; keranjang besar (Batak); tikar kecil khas Gayo berbentuk persegi empat, dihiasi sulaman, biasanya digunakan sebagai pelapis tempat duduk pada acara adat (Gayo) (6) |
| AMPEAN | Selir (untuk raja-raja) (Jawa) (6) |
| AMPELA | Empedal (6) |
| AMPENG | Hamil di luar pernikahan (Benuaq) (6) |
| AMPERA | Amanat penderitaan rakyat (akronim) (6) |
| AMPERE | Satuan ukuran arus listrik (6) |
| AMPLEH | Tempat keris dari kain bertali yang diikatkan di pinggang (Sunda) (6) |
| AMPLEK | Baju tanpa lengan dengan model mirip kutang; bikini (Jawa) (6) |
| AMPLOP | Sampul surat; uang sogok (kiasan) (6) |
| AMPORO | Telur bungkus (Bugis) (6) |
| AMPRAH | Permintaan; pengajuan; surat atau berkas tanda permintaan atau pengajuan (6) |
| AMPROK | Bersua secara tiba-tiba di tengah jalan atau di tempat lain (Melayu Jakarta) (6) |
| AMPRUT | Ampas tahu; penganan yang terbuat dari jagung sangrai yang ditumbuk halus, dicampur dengan gula, berasa manis gurih (6) |
| AMPULA | Pembesaran berbentuk pundi-pundi pada sebuah saluran (Zoologi); ruangan berbentuk pundi-pundi pada saluran setengah lingkaran dalam rongga telinga dalam (Anatomi); pembesaran persatuan saluran empedu dan pankreas (Biologi); gelembung udara kecil pada beberapa tanaman air (Botani) (6) |
| AMPUNI | Maafkan (6) |
| AMRELI | Kota di India (6) |
| AMROHA | Kota di India (6) |
| AMUKAN | Serangan membabi buta (6) |
| AMULET | Benda (tulisan) yang dipakai untuk melindungi si pemakai dari segala macam kejahatan atau gangguan; jimat (6) |
| ANABUL | Sebutan untuk hewan peliharaan yang berbulu, seperti kucing, anjing, hamster, kelinci, dan sebagainya; anak bulu (akronim) (6) |
| ANAHAR | Anak panah yang bagian ujungnya terbuat dari pinang hutan, digunakan untuk memanah burung cendrawasih (6) |
| ANAKAN | Bunga uang; rente; tunas yang tumbuh dari akar atau umbi (Botani); siklon tropis kecil yang sering diikuti dengan gangguan yang lebih hebat (Meteorologi); anak ayam berusia satu minggu yang masih membutuhkan perawatan intensif (6) |
| ANAKDA | Kata sapaan untuk anak (6) |
| ANAKIA | Kelas sosial yang memiliki kedudukan tertinggi dalam masyarakat suku Tolaki (seperti raja dan keturunan raja) (6) |
| ANALIS | Orang yang menganalisis atau melakukan analisis; ahli ilmu kimia yang bekerja di laboratorium (menjalankan penyelidikan dan sebagainya); orang yang mencari dan mengumpulkan data untuk penilaian kekayaan atau kemampuan perusahaan demi kepentingan pemodal (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| ANALOG | Bersangkutan dengan analogi; sama; serupa; bersangkut paut atau berhubungan dengan sistem atau peranti komputer yang menyajikan data yang bermacam-macam berdasarkan kualitas fisik yang terukur (Komputer dan Teknologi Informasi); bahan kimia dengan struktur yang mirip dengan yang lain, tp berbeda sedikit dalam komposisi (6) |
| ANAMUR | Kota di Turki (6) |
| ANANDA | Anak (6) |
| ANANIM | Nama yang ditulis dari belakang (Linguistik) (6) |
| ANANTA | Tak terhingga (6) |
| ANAPES | Sajak yang terdiri atas tiga suku kata atau dua suku kata tidak bertekanan, yang diikuti oleh suku kata bertekanan (Sastra) (6) |
| ANARIA | Yatim piatu (Serua) (6) |
| ANARKI | Hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban; kekacauan (dalam suatu negara) (6) |
| ANASIR | Sesuatu (orang, paham, sifat, dan sebagainya) yang menjadi bagian dari atau termasuk dalam keseluruhan (suasana, perkumpulan, gerakan, dan sebagainya); (menurut pendapat ahli pikir zaman dulu) zat pokok yang merupakan bagian dari segala benda; segala yang ada di dunia; makhluk; unsur (6) |
| ANCALA | Gunung (6) |
| ANCANG | Diulang: persiapan hendak berbuat sesuatu; langkah akan melompat dan sebagainya; anju; gerakan permulaan untuk mendapat kecepatan pada waktu akan melakukan suatu bentuk gerakan (lompat jauh, tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram, menendang bola, dan sebagainya) (Olahraga) (6) |
| ANCONA | Kota di Italia (6) |
| ANCRUB | Turun ke tempat air yang dangkal (seperti kolam ikan, sawah, atau sungai yang dangkal) (Sunda) (6) |
| ANCRUK | Ulat kumbang (Bali) (6) |
| ANCUAN | Tugal bambu (Melayu Medan) (6) |
| ANDAKA | Jenis banteng (Bos frontalis) (6) |
| ANDALA | Laut yang sangat dalam (Culambacu) (6) |
| ANDANG | Obor yang dibuat dari daun nyiur yang kering; suluh (6) |
| ANDARA | Penganan yang terbuat dari tepung beras, dicampur dengan gula putih yang dipanaskan, kemudian digoreng (Bacan) (6) |
| ANDARU | Gejala alam berupa api kecil yang terbang di atas air atau rawa disebabkan oleh terbakarnya gas (Melayu Jakarta) (6) |
| ANDEGE | Jejak kaki (Batak) (6) |
| ANDENG | Diulang: tahi lalat (6) |
| ANDEWI | Tanaman kecil berbunga, daunnya lebar dan keriting, daunnya dimakan sebagai lalapan (Cichorium endivia) (6) |
| ANDIKA | Kehormatan tertinggi yang diberikan kepada raja atau dimiliki raja atau penguasa dari zaman pra-Islam; sapaan hormat orang kedua; Tuanku (6) |
| ANDIKO | Penghulu adat (6) |
| ANDINA | Anak laki-laki yang dikandung selama setahun (Sunda) (6) |
| ANDINI | Anak perempuan yang dikandung selama setahun (Sunda) (6) |
| ANDOLO | Ibu kota Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (6) |
| ANDONG | Kereta kuda sewaan (seperti dokar atau sado), beroda empat (Jawa); perdu tanaman hias, tinggi hingga 4 m, tergolong tanaman hias, daunnya panjang meruncing lurus atau bergelombang, berwarna hijau, ungu kemerah-merahan, atau sangat merah, akar, daun, dan kulit kayu dapat digunakan sebagai obat; hanjuang, juang-juang; lenjuang; sawang; senjuang (Cordyline fruticosa) (Jawa); pohon yang tingginya mencapai 37 m, daun elips bertulang tiga, bunga berwarna putih, merah muda, hingga kuning, buah berwarna merah muda dan dapat dimakan, daun digunakan sebagai obat, kayu digunakan untuk bahan bangunan, kulit kayu digunakan sebagai pewarna; tempoyan (Rhodamnia cinerea) (Botani); kota di Korea Selatan (6) |
| ANDRIA | Kota di Italia (6) |
| ANDUNG | Nenek (Minangkabau); tempat menaruh kepala musuh yang dipenggal saat pulang perang, terbuat dari batu karst; ratapan berirama ketika menghadapi kematian atau penderitaan yang memilukan (Batak) (6) |
| ANEKSI | Gabungan morfem dasar yang bersifat nonidiomatis, seperti cincin emas (6) |
| ANEMER | Pemborong pekerjaan (membuat rumah dan sebagainya); kontraktor (6) |
| ANEMIA | Penyakit kekurangan kadar hemoglobin di dalam darah; kekurangan butir darah merah (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ANEMON | Jenis tanaman kebun yang memiliki bunga berwarna putih, ungu, atau merah yang berbentuk seperti cangkir (Botani) (6) |
| ANERGI | Keadaan tidak adanya daya untuk bereaksi (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ANETOL | Senyawa aromatik turunan dari kelompok senyawa fenilpropena, digunakan sebagai bahan pengganda rasa pada pasta gigi, pencuci mulut, dan pewangi (Kimia) (6) |
| ANGAIR | Angkutan air (akronim) (6) |
| ANGCIU | Arak yang dibuat dari fermentasi beras ketan, biasa digunakan untuk penyedap masakan (6) |
| ANGDAM | Angkutan daerah militer (akronim) (6) |
| ANGDES | Angkutan perdesaan (moda transportasi darat di perdesaan dalam satu daerah kabupaten yang tidak bersinggungan dengan trayek angkutan perkotaan) (akronim) (6) |
| ANGERS | Kota di Prancis (6) |
| ANGGAI | Isyarat; retak kecil (tentang piring, dan sebagainya) (Muna) (6) |
| ANGGAK | Congkak; sombong; angkuh (Jawa) (6) |
| ANGGAL | Ringan (tentang penyakit, perasaan hati, dan sebagainya); senggang (tidak banyak kerja); tidak tenang karena kurang muatan; sedikit muatannya; kotoran manusia yang mengeras (Melayu Belitung) (6) |
| ANGGAN | Perkawinan dengan janda bekas istri saudara (6) |
| ANGGAP | Menganggap; memandang sebagai; berpendapat bahwa; menyilakan (mengajak) minum atau menari, dan sebagainya dengan menundukkan kepala atau membungkukkan badan (6) |
| ANGGAR | Permainan (perkelahian) yang kedua belah pihak menggunakan pedang; olahraga bela diri yang menggunakan alat atau senjata (untuk menusuk, memarang, atau menusuk dan sekaligus memarang); tenggeran burung dalam sangkar; ukuran luas tanah 100 x 100 depa (Melayu Riau); tanah atau sawah yang mengandung sedikit unsur hara (Sunda) (6) |
| ANGGAS | Generasi keenam atau keturunan kelima; karang buatan (Madura); tali yang digunakan untuk mengikat perut perempuan setelah melahirkan agar sisa-sisa kotoran dapat segera keluar (Jawa) (6) |
| ANGGAU | Jenis kepiting (di Mentawai); penjelmaan roh orang yang sudah meninggal (Melayu Medan) (6) |
| ANGGER | Gelar di Kasunan Surakarta untuk anak kelima dari anak perempuan tertua dari permaisuri ketika sudah dewasa (6) |
| ANGGIR | Jeruk purut (Batak) (6) |
| ANGGIT | Susun (6) |
| ANGGUH | Jaring ikan (6) |
| ANGGUK | Gerakan menundukkan kepala (tanda setuju, mengantuk, dan sebagainya); anggut; nama tali pada perahu; tongkat bambu untuk memikul padi yang dijadikan instrumen musik pada seni rengkong (Sunda) (6) |
| ANGGUL | Angkat, naik (6) |
| ANGGUN | Apik dan berwibawa (tentang bangun, tingkah laku, gaya) (6) |
| ANGGUR | Keratan cabang atau batang yang akan ditanam; setek; tumbuhan merambat, buahnya kecil-kecil sebesar kelereng dan berangkai (Vitis vinifera); buah anggur; minuman dari sari buah anggur yang difermentasi; minuman keras tradisional yang dimasak dengan menggunakan gula merah, nanas, dan lain-lain (Serua) (6) |
| ANGGUS | Menggigit makanan dengan membuka mulut lebar (6) |
| ANGGUT | Gerakan menundukkan kepala (tanda setuju, mengantuk, dan sebagainya); angguk (6) |
| ANGHUN | Tembakau merah (Cina) (6) |
| ANGINA | Penyakit radang di dalam rongga hulu kerongkongan (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ANGKAK | Bahan pewarna makanan buatan yang tidak berbahaya, dibuat dari fermentasi beras dengan zat Monascus purpureus; beras merah Cina yang biasa digunakan sebagai obat demam berdarah (6) |
| ANGKAP | Adat perkawinan suku Gayo di Aceh yang ditandai dengan menetapnya suami di sekitar kediaman orang tua istri (Gayo) (6) |
| ANGKAR | Setengah masak (masakan), misalnya telur, daging (Batak) (6) |
| ANGKAT | Naikkan; tinggikan; ambil; bawa; yang diambil (6) |
| ANGKEL | Uang kontrak yang diberikan kepada orang yang masuk serdadu (pada zaman penjajahan); menandatangani kontrak lagi (setelah kontrak berakhir) (6) |
| ANGKER | Tampak seram dan tidak semua orang dapat menjamahnya karena dianggap berhantu; tampak menyeramkan (menakutkan) (kiasan); jangkar (6) |
| ANGKET | Daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan (Statistik); pemeriksaan saksi dalam persidangan perkara perdata, baik yang diajukan oleh penggugat maupun oleh tergugat (Hukum); penyelidikan oleh lembaga perwakilan rakyat terhadap kegiatan pemerintah (Hukum) (6) |
| ANGKIN | Ikat pinggang yang dibuat dari cita dan kain, biasanya dipakai oleh wanita (6) |
| ANGKIT | Angkat (6) |
| ANGKOP | Bunga pohon nangka (Madura) (6) |
| ANGKOT | Angkutan kota (akronim) (6) |
| ANGKUB | Angkutan kuda beban (akronim) (6) |
| ANGKUH | Sifat suka memandang rendah kepada orang lain; tinggi hati; sombong; congkak; rupa (Minangkabau) (6) |
| ANGKUK | Kepala-kepalaan pada perahu kolek (6) |
| ANGKUL | Diulang: pengikat tali temberang yang berlubang dua; pintu gerbang pekarangan (Bali) (6) |
| ANGKUP | Penjepit untuk memegang barang yang kecil-kecil; sepit angkup; pucuk (pepohonan); tunas; tumbuhan herba yang akar, daun, dan bunganya dapat digunakan untuk obat berbagai penyakit (Cyathula prostrata); bunga nangka (Jawa) (6) |
| ANGKUR | Potongan besi bercagak atau paku besar untuk mengukuhkan berdirinya tiang rumah (6) |
| ANGKUT | Angkat; bawa; muat (6) |
| ANGLAP | Ambil milik orang lain; curi (Jawa) (6) |
| ANGLEK | Terlalu manis (Jawa); sangat sedih (Jawa) (6) |
| ANGLER | Melembutkan tanah sebelum ditanami dng cara mencangkul dan mengairi tanah (Sunda); nyenyak; nyaman (Jawa) (6) |
| ANGOLA | Negara yang terletak di Afrika Barat Daya, beribu kota Luanda (6) |
| ANGONO | Kota di Filipina (6) |
| ANGORA | Ikan berbentuk oval, berwarna keperakan, panjang mencapai 25 cm, tersebar di perairan Kepulauan Andaman sampai Vanuatu, bagian utara sampai Filipina, bagian selatan sampai Australia Utara (Selar boops); kain yang terbuat dari rambut kelinci angora, memiliki tekstur permukaan yang sangat halus dan lembut (Tata Busana) (6) |
| ANGPAU | Uang yang diberikan kepada anak-anak kecil, orang yang belum menikah, atau orang tua (oleh anak-anak yang telah menikah) pada hari raya Imlek, biasanya dibungkus kertas merah, diberikan dengan harapan bahwa penerima angpau akan mendapatkan keberuntungan dan bernasib baik sepanjang tahun baru (Cina); amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yang diberikan kepada orang yang punya mempunyai hajat (perkawinan dan sebagainya) (Cina) (6) |
| ANGRAT | Angkutan darat (akronim) (6) |
| ANGREM | Ragam hias batik yang menggambarkan hewan (biasanya unggas) yang sedang mengerami telur (6) |
| ANGREN | Kota di Uzbekistan (6) |
| ANGSEL | Perhentian sebentar atau jeda pendek (dalam lagu, tari, dan sebagainya) dengan tiba-tiba (Bali) (6) |
| ANGSIO | Masakan yang diberi bumbu tertentu (kecap, saus tiram, dan sebagainya) hingga muncul warna gelap kemerahan (Cina) (6) |
| ANGSLE | Minuman penghangat badan dari rebusan jahe dan santan diberi campuran roti tawar, kacang hijau, ketan hitam, mutiara, dan sebagainya (6) |
| ANGSON | Anjing peliharaan (Bali) (6) |
| ANGSOP | Pakaian anak berupa terusan dengan bawahan celana (Jawa) (6) |
| ANGSUR | Bayar sedikit demi sedikit, tidak sekaligus; cicil (6) |
| ANGULA | Ukuran sepanjang ruas atas ibu jari atau sekitar 1,8 cm (6) |
| ANIANI | Pisau pemotong padi terbuat dari kayu dan bambu yang saling menyilang dengan pisau kecil yang ditancapkan pada bagian muka kayu; tuai; wanita yang menjadi simpanan lelaki kaya hidung belang (6) |
| ANIAYA | Perbuatan bengis (seperti penyiksaan, penindasan) (6) |
| ANIMIN | Meminta air untuk minum (Boing) (6) |
| ANIMIS | Orang yang menganut paham animisme (6) |
| ANINGO | Upacara cukur alis untuk mempercantik pengantin perempuan, biasa dilakukan oleh gorango (Gorontalo) (6) |
| ANITYA | Tidak kekal; fana (tentang sifat alam) (Agama Hindu) (6) |
| ANIWUI | Bulan pertama dari musim tanam, yaitu antara Desember dan Januari (6) |
| ANJALI | Bentuk penghormatan berupa merangkapkan atau mengepalkan kedua telapak tangan di depan dada atau menundukkan kepala (Agama Buddha) (6) |
| ANJANG | Menganjang (Sunda); panggilan kepada orang yang berperawakan tinggi (Melayu Riau) (6) |
| ANJENG | Pergi menghadiri undangan pesta hajatan (Jawa) (6) |
| ANJING | Mamalia karnivor yang persebarannya paling luas, memiliki berat tubuh berkisar antara 1—60 kg (Canidae); anjing yang biasa dipelihara untuk menjaga rumah, berburu, dan sebagainya (Canis familiaris) (6) |
| ANJLOK | Meloncat ke bawah dari tempat ketinggian (dengan posisi kedua kaki sebagai tumpuan); turun dari posisi semula (tentang jembatan, bangunan, dan sebagainya); keluar dari rel (tentang kereta api); turun banyak dalam waktu sangat singkat (tentang harga, berat badan, kesehatan orang, dan sebagainya) (6) |
| ANJONG | Mengangkat layang-layang dengan tinggi agar dapat ditarik dan diterbangkan (Melayu Kalimantan) (6) |
| ANJRAH | Saat menjelang panen ketika banyak orang yang sudah membuat dangau dan memanen padi (Sunda) (6) |
| ANJUNG | Bagian rumah (bilik) di sisi atau di tengah rumah yang lantainya lebih tinggi daripada lantai rumah (6) |
| ANKANG | Kota di Cina (6) |
| ANKARA | Ibu kota Turkiye atau sebelumnya disebut Turki (6) |
| ANKENY | Kota di Amerika Serikat (6) |
| ANMORE | Kota di Kanada (6) |
| ANNABA | Kota di Aljazair (6) |
| ANNAHL | Surah ke-16 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (6) |
| ANNASR | Surah ke-110 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (6) |
| ANNISA | Surah keempat dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (6) |
| ANODIN | Obat untuk meredakan rasa nyeri (misalnya candu) (Farmasi dan Farmakologi) (6) |
| ANOMER | Pasangan stereoisomer yang satu sama lain dihubungkan dengan cara yang sama seperti hubungan alfa dan beta glukosa (Kimia) (6) |
| ANONIM | Tanpa nama; tidak beridentitas; awanama; tidak ada penandatangannya (Sosiologi) (6) |
| ANORAK | Parka tanpa kancing di depan, cara memakainya dengan memasukkannya melalui kepala seperti kaus oblong (6) |
| ANPEIN | Orang yang memiliki bentuk kepala tidak bulat sempurna (Kur) (6) |
| ANQING | Kota di Cina (6) |
| ANSARI | Kaum ansar (6) |
| ANSHAN | Kota di Cina (6) |
| ANSHUN | Kota di Cina (6) |
| ANSICH | Pada diri; lepas hubungannya dengan apa pun; itu sendiri (Jerman) (6) |
| ANSUAN | Peti untuk menyimpan kerangka jenazah yang sudah dibersihkan (Batak) (6) |
| ANTANG | Tempayan besar dan tinggi untuk menyimpan tulang belakang nenek moyang pada suku Dayak (Dayak) (6) |
| ANTARA | Jarak (ruang, jauh) di sela-sela dua benda; waktu yang menyelang dua saat atau peristiwa; selang; di tengah dua benda (orang, tempat, batas, dan sebagainya); di tengah-tengah dua waktu (peristiwa, bilangan, bobot); dalam kelompok (himpunan, golongan); sementara; dalam pada itu; tengah-tengah atau pertengahan dua waktu (peristiwa); tidak jauh dari; dekat dengan; lebih kurang; kira-kira; lembaga kantor berita Indonesia yang didirikan tanggal 13 Desember 1938 (6) |
| ANTARI | Baju dalam yang panjang dan di luarnya dikenakan jubah model Arab yang bentuknya seperti baju anggerka; baju panjang yang dipakai oleh orang yang naik haji (6) |
| ANTENA | Seperangkat sistem kawat untuk memancarkan atau menangkap isyarat gelombang radio atau televisi (6) |
| ANTENG | Tenang; diam, tidak menangis atau rewel, dan sebagainya (tentang anak-anak) (Jawa); tidak banyak tingkah (Jawa); senang tinggal di rumah (tidak banyak keluar rumah) (Jawa); selendang yang diikatkan di pinggang dalam acara peribadatan di Bali (6) |
| ANTERA | Kepala sari (Biologi) (6) |
| ANTERO | Seluruh; segenap (6) |
| ANTING | Pemberat (dari batu, timah, dan sebagainya) yang tergantung pada tali, lonceng, (alat) penduga, dan sebagainya; perhiasan telinga; anting-anting (6) |
| ANTLER | Tanduk berbentuk cabang pada rusa (6) |
| ANTLIA | Rasi bintang yang terletak di belahan langit selatan, namanya berarti ′pompa′ dalam bahasa Latin (Astronomi) (6) |
| ANTONG | Peralatan sandiwara dibuat dari kain berfungsi sebagai hiasan yang menutupi peralatan panggung bagian atas (Sunda); kain pelapis punggung resonator rebab yang digunakan untuk menyimpan alat-alat rebab, seperti arpus dan penegang senar (Sunda) (6) |
| ANTONI | Ikan laut yang panjangnya mencapai 20 cm, dapat meloncat keluar air dan terbang jauh di atas permukaan, badan silindris, gurat sisi bercabang di dada, rahang atas dapat memanjang, badan bagian dorsal berwarna biru kehijauan, ventral putih keperakan, sirip dorsal hitam, hidup di perairan tropis dan subtropis dengan kedalaman 0—20 m, tersebar di perairan Laut Merah dan Indo-Pasifik; ikan belalang; ikan terbang; ikan capung (Hirundichthys oxycephalus) (6) |
| ANTONY | Kota di Prancis (6) |
| ANTRAP | Memulai pekerjaan (Jawa) (6) |
| ANTUNG | Gelar keturunan bangsawan Banjar yang dilekatkan pada anak dari seorang laki-laki bergelar gusti yang menikah dengan seorang wanita biasa (Banjar); hantu laut yang dapat menyerupai apa pun yang ada di sana, diusir dengan memecahkan botol pada haluan perahu (Sangir) (6) |
| ANUDUN | Pohon lontar yang belum berbuah (6) |
| ANULIR | Anggap tidak sah; batal (6) |
| ANULUS | Daerah antara pipa bor dan dinding lubang bor (Teknik); struktur berbentuk cincin berupa tanda atau lubang (Zoologi); tempat menerima sperma pada udang betina (Zoologi); cincin sirkulus pada sisik ikan (Zoologi); bidang yang dibatasi oleh dua buah lingkaran sepusat yang berlainan jari-jarinya (Matematika) (6) |
| ANUNGO | Senjata tajam yang diselipkan pada ikat pinggang (Gorontalo) (6) |
| ANURIA | Ketidakmampuan memproduksi urine; anuresis (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ANUTAN | Contoh yang baik; ikutan; keyakinan (ajaran) yang dianut (6) |
| ANVIAN | Tunas kelapa (Kur) (6) |
| ANYAMA | Kota di Pantai Gading (6) |
| ANYANG | Kota di Cina (6) |
| AOMORI | Kota di Jepang (6) |
| APAAPA | Segala apa; apa pun; segala sesuatu; apa saja (6) |
| APAKAH | Kata tanya untuk menanyakan benda bukan manusia; kata tanya untuk menanyakan nama (sifat, jenis, dan sebagainya); kata tanya untuk menyatakan pilihan dan menegaskan informasi yang ingin diketahui (6) |
| APAKAN | Luka mulut karena kelebihan mengonsumsi kapur sirih (Gayo) (6) |
| APALIT | Kota di Filipina (6) |
| APAMAU | Apa boleh buat (6) |
| APARAT | Alat; perkakas; badan pemerintahan; instansi pemerintahan; pegawai negeri; alat negara; perlengkapan (6) |
| APATAH | Kata tanya untuk menanyakan sesuatu yang tidak memerlukan jawaban (6) |
| APATIS | Acuh tak acuh; tidak peduli; masa bodoh (6) |
| APEMAN | Tradisi masyarakat Jawa menyambut Ramadan dengan membuat kue apam untuk dimakan bersama atau dibagikan (Jawa) (6) |
| APEPSI | Pencernaan yang lemah (6) |
| APIAPI | Geretan; korek api; kunang-kunang; tali api; pohon yang pada umumnya rendah, tumbuh di hutan-hutan payau, kayunya berwarna putih, digunakan untuk bahan bangunan, buahnya dapat dimakan (Avicennia marina); tumbuhan benalu (Viscum orientale) (6) |
| APIKAL | Berkenaan dengan ujung lidah (Linguistik); bunyi atau fonem yang terjadi karena penyempitan antara ujung lidah dan gigi atas atau alveolum (Linguistik) (6) |
| APILAN | Papan tebal untuk dinding pada haluan kapal atau untuk menempatkan meriam (6) |
| APINAN | Bayi perempuan (6) |
| APINDO | Asosiasi pengusaha Indonesia (akronim) (6) |
| APITAN | Alat untuk mengapit (mengempa, menindih, menjepit); barang apa yang diapit; hiasan yang diletakkan pada ujung atap genting di bagian kanan dan kiri (Jawa) (6) |
| APLAUS | Tepuk tangan dengan serentak tanda setuju, pujian, atau simpati (dalam rapat, pertunjukan, dan sebagainya) (Belanda) (6) |
| APODAL | Bersifat tanpa kaki; bersifat tanpa sirip pinggul seperti pada belut (6) |
| APOMIK | Biotipe yang berasal dari apogami ataupun perbanyakan vegetatif (Biologi) (6) |
| APORIA | Kebingungan antara nyata atau tidak (tentang apa yang harus dikatakan atau dilakukan) (6) |
| APOSIA | Ketiadaan rasa haus (Ilmu Gizi) (6) |
| APOTEK | Toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis; rumah obat (6) |
| APSARA | Makhluk kayangan (Arkeologi) (6) |
| APSARI | Bidadari (Bali) (6) |
| APSTRA | Apresiasi strategi (akronim) (6) |
| APTASI | Ciri yang sedang diseleksi, berasal dari proses seleksi (Biologi) (6) |
| APUAPU | Tumbuhan yang mengapung di permukaan air tenang yang tidak dalam, berdaun kecil bulat, berkembang biak dengan cepat, berfungsi sebagai tempat persembunyian ikan; kayu apu; kapu-kapu; kiambang (Pistia stratiotes) (6) |
| APURAN | Selokan pembuangan air kotor (Melayu Jakarta) (6) |
| APUTAN | Penyakit kulit seperti cacar, menyerang bagian betis sampai mata kaki (Hitu) (6) |
| AQUILA | Rasi bintang yang terletak di ekuator, namanya berarti 'elang' dalam bahasa Latin (Astronomi) (6) |
| ARAARA | Pagar khusus yang dibuat untuk melindungi kebun, terbuat dari papan atau potongan kayu yang sudah dibelah (Boing) (6) |
| ARABAN | Petarangan; sangkar (sarang) ayam untuk bertelur dan mengeraminya; sangkak (Minangkabau) (6) |
| ARABES | Gambar atau hiasan bermotif bunga, daun, binatang, pola-pola geometri, dan sebagainya, dalam satu jalinan yang rumit dan terperinci (6) |
| ARAFAH | Nama tempat yang terletak sekitar 25 km di luar kota Makkah yang digunakan oleh jemaah haji untuk wukuf pada pelaksanaan haji tanggal 9 Zulhijah (6) |
| ARAHAN | Petunjuk untuk melaksanakan sesuatu; perintah resmi seorang pemimpin perusahaan kepada bawahannya yang berupa petunjuk untuk melaksanakan sesuatu dan jika tidak dilaksanakan akan mendapat sanksi; orang yang menjadi pembantu (6) |
| ARAHAT | Tingkat kesucian tertinggi yang membuat seseorang mencapai kesempurnaan dengan melenyapkan samyojana dan tidak akan mengalami kelahiran kembali sebagai makhluk (Agama Buddha) (6) |
| ARAHKE | Ke jurusan (6) |
| ARAKAN | Arak-arakan (6) |
| ARAKIN | Protein globulin yang terdapat dalam kacang tanah (6) |
| ARAMBA | Alat musik (dari Pulau Nias) berbentuk bundar dengan pemicu di tengahnya, dibuat dari logam atau perunggu, dibunyikan dengan pemukul kayu yang berujung bulat (ukurannya lebih kecil daripada gong) (6) |
| ARARAS | Kota di Brasil (6) |
| ARARIA | Kota di India (6) |
| ARARUT | Tanaman umbi berpelepah seperti pisang yang berukuran kecil (tinggi 60–80 cm), umbinya berserat, berwarna putih, berbentuk silinder yang tertutup oleh kulit bersisik, berwarna cokelat muda, biasa dibuat keripik atau direbus untuk dimakan atau diperas untuk diambil tepungnya; ararut; larut; ubi garut; sagu belanda; sagu betawi (Maranta arundinacea); ubi garut (6) |
| ARAUCA | Kota di Kolumbia (6) |
| ARAURE | Kota di Venezuela (6) |
| ARAYAT | Kota di Filipina (6) |
| ARBEBA | Artileri berlapis baja (akronim) (6) |
| ARDANG | Sesuatu yang berpindah-pindah tangan tanpa diketahui pemiliknya (Batak) (6) |
| AREOLA | Lingkaran berwarna merah, hitam, atau cokelat yang mengelilingi suatu titik sentral (seperti pupil mata atau puting susu) (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| AREZZO | Kota di Italia (6) |
| ARGARI | Belenggu tangan; borgol; gari (6) |
| ARGUNI | Suku bangsa yang berasal dari atau mendiami wilayah pantai barat laut Semenanjung Bomberao, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat (6) |
| ARIANA | Kota di Tunisia (6) |
| ARIARI | Mata uang Madagaskar; organ berbentuk cakram yang menghubungkan janin dengan dinding rahim yang menjadi jalan perantara bagi pernapasan, pemberian makanan, dan pertukaran zat buangan antara janin dan darah ibu, keluar dari rahim mengikuti janin yang baru lahir; tembuni; plasenta (Jawa) (6) |
| ARIFIN | Golongan orang cerdik pandai (bijaksana) (6) |
| ARIGOL | Bakal buah durian (Serua) (6) |
| ARILUS | Aril (Biologi) (6) |
| ARIMBI | Dalam lakon Mahabharata versi pewayangan Jawa, Dewi ini adalah ibu kandung Gatotkaca (6) |
| ARISAN | Kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya, undian dilaksanakan dalam sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya (6) |
| ARJONA | Kota di Kolumbia (6) |
| ARJUNA | Tokoh (wayang) dalam wiracarita Mahabharata, merupakan putra dari Pandu, ia dikenal memiliki paras menawan dan budi lemah lembut (Sanskerta); gunung dengan ketinggian 3.339 mdpl yang terletak di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur (6) |
| ARKADE | Lorong pejalan kaki yang beratap dengan deretan kedai atau warung di kedua sisinya; pusat hiburan yang memiliki mesin permainan yang dioperasikan dengan koin (6) |
| ARKAIS | Berhubungan dengan masa dahulu atau berciri kuno, tua; tidak lazim dipakai lagi (tentang kata) (6) |
| ARKATI | Penunjuk jalan di laut bagi kapal yang hendak masuk atau keluar pelabuhan; pandu laut (6) |
| ARKIAN | Sesudah itu; kemudian dari itu (6) |
| ARKTIK | Daerah di seputar Kutub Utara yang mencakupi Laut Arktika dan daratan pada garis 70° lintang utara; Arktika (Geografi dan Geologi) (6) |
| ARLOJI | Jam kecil, biasa dipakai pada pergelangan tangan atau ditaruh dalam saku (6) |
| ARMADA | Rombongan (pasukan) kapal perang; rombongan kapal dagang; rombongan suatu kesatuan (6) |
| ARNHEM | Kota di Belanda (6) |
| ARNIKA | Cairan yang dibuat dari bunga famili Asteraceae, digunakan untuk mengobati lebam, keseleo, dan juga sebagai penyegar kulit (Kimia) (6) |
| ARNONG | Selada air (6) |
| AROGAN | Sombong; congkak; angkuh; mempunyai perasaan superioritas yang dimanifestasikan dalam sikap suka memaksa atau pongah (Psikologi) (6) |
| ARONAN | Beras yang sudah direbus setengah matang yang siap untuk dikukus; hasil mengaron (6) |
| ARORUT | Garut (Maranta arundinacea) (6) |
| AROWON | Kata sapaan atau panggilan untuk orang tua perempuan dan laki-laki (Muyu) (6) |
| ARRASS | Kota di Arab Saudi (6) |
| ARRIFA | Kota di Bahrain (6) |
| ARSOBO | Meletakkan sajen di tempat-tempat keramat untuk menghormati leluhur atau meminta restu leluhur sebelum melaksanakan suatu kegiatan atau pekerjaan (6) |
| ARTERI | Pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian badan; nadi (Kedokteran dan Fisiologi); tempat penyaluran transportasi atau komunikasi yang utama (kiasan) (6) |
| ARTIAN | Arti; tafsiran; pengertian (6) |
| ARTLAP | Artileri lapangan (akronim) (6) |
| ARTONA | Ulat pemakan daun kelapa; hama pohon yang menyerang daun sehingga tinggal lidinya (6) |
| ARTROK | Artileri roket (akronim) (6) |
| ARUARU | Sayur bersantan yang dibuat dari labu tua (Kulisusu) (6) |
| ARUMBA | Alunan rumpun bambu; pergelaran musik yang disajikan dengan menggunakan alat musik bambu yang tersusun dalam rak (akronim) (6) |
| ARURIS | Kelapa muda (Kur) (6) |
| ARUSHA | Kota di Tanzania (6) |
| ARVADA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| ARWANA | Ikan air tawar yang ukuran sisiknya besar, mempunyai sungut di dagu, tubuh pipih memanjang, sirip lengkap dan sirip ekor membulat, bersisik, pangkal ekor pendek, dan sirip dada panjang (6) |
| ASABAT | Urat yang menyebabkan kita dapat merasa (melihat dan sebagainya); saraf; ahli waris yang berhubungan darah langsung dengan yang meninggal; ahli waris yang berhubungan dengan yang meninggal secara kerabat dari pihak bapak; ahli waris yang hanya memperoleh sisa warisan setelah dibagikan kepada ahli waris yang mendapat bagian tertentu (6) |
| ASAGAN | Balai-balai dari bambu sebagai tempat sesajen, jenazah yang akan dimandikan, dan sebagainya (Agama Hindu/Bali) (6) |
| ASAHAN | Hasil mengasah; yang sudah diasah; kabupaten di Provinsi Sumatra Utara, ibukotanya Kisaran; kesultanan Melayu-Batak dan Aceh di pesisir timur Sumatra yang didirikan pada tahun 1695, sebelumnya merupakan bawahan kerajaan Siak (6) |
| ASAKUE | Kasur atau alas tidur yang terbuat dari kapuk (Alune) (6) |
| ASALAN | Barang yang belum diolah (Banjar) (6) |
| ASAMAN | Buah-buahan dan sebagainya yang diasamkan; zat senyawaan dalam ilmu kimia (Kimia) (6) |
| ASANGO | Tempat hidangan makanan pejabat kerajaan (Wolio) (6) |
| ASBEST | Kota di Rusia (6) |
| ASEMEN | Padi yang mulai berisi dan diberi pupuk asam dari batang kecombrang supaya cepat tumbuh (Sunda) (6) |
| ASEPAN | Kukusan (Sunda) (6) |
| ASERAN | Pemarah; lekas marah; kasar tindakannya (Melayu Jakarta) (6) |
| ASESOR | Penilai (6) |
| ASETAL | Larutan asiri yang diperoleh dari asetaldehida dan alkohol yang digunakan sebagai pelarut pada parfum sintetis (Kimia) (6) |
| ASETAT | Ester atau garam yang mengandung gugus CH3COO- atau ion CH |
| ASETON | Zat cair tanpa warna yang mudah terbakar dan mempunyai bau serta rasa yang khas (dipakai sebagai pelarut dalam industri dan dalam percobaan laboratorium) (CH3COCH3) (Kimia) (6) |
| ASETUM | Cuka (Kimia) (6) |
| ASHDOD | Kota di Israel (6) |
| ASHIYA | Kota di Jepang (6) |
| ASHMUN | Kota di Mesir (6) |
| ASIDAH | Penganan khas Arab, terbuat dari adonan tepung terigu yang dimasak, kadang-kadang ditambah mentega atau madu, di Maluku biasa disajikan pada bulan Ramadan (Arab); penganan yang terbuat dari rempah-rempah berupa kayu manis, pandan, dan cengkih, rasanya gurih dan manis, biasa disajikan pada acara-acara tertentu (Melayu Riau) (6) |
| ASIMPI | Asosiasi Industri Mesin Perkakas Indonesia (induk organisasi bagi industri mesin perkakas di Indonesia) (akronim) (6) |
| ASIMUS | Ujung saluran kecil yang berbentuk kantong (seperti kantong udara paru-paru) (6) |
| ASINAN | Sayuran atau buah-buahan yang diawetkan dalam cuka yang diberi garam, gula, dan rempah-rempah (6) |
| ASITES | Penumpukan cairan dalam rongga perut (6) |
| ASKESE | Perilaku bertapa untuk menahan hawa nafsu; ulah tapa mati raga (Agama Katolik) (6) |
| ASMARA | Perasaan senang kepada lain jenis (kelamin); (rasa) cinta; ibu kota Eritrea (6) |
| ASNAWI | Asli Cina Betawi (akronim) (6) |
| ASPRAK | Janji lisan; persetujuan lisan (6) |
| ASRAMA | Bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri atas sejumlah kamar, dan dipimpin oleh seorang kepala asrama (6) |
| ASRENA | Asisten perencana (akronim) (6) |
| ASROMA | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Roma dengan pertandingan kandang di Stadio Olimpico (6) |
| ASSALT | Kota di Yordania (6) |
| ASSAMI | Yang Maha Mendengar (ungkapan/Arab) (6) |
| ASTAGA | Astagfirullah (6) |
| ASTANA | Ibu kota Kazakhstan, tahun 2019 bernama Nursultan atau Nur-Sultan dan tahun 2022 dikembalikan lagi namanya oleh Presiden Kassym-Jomart Tokayev (6) |
| ASTENG | Asia Tenggara (akronim) (6) |
| ASTRAL | Mengenai (terdiri atas, menyerupai) bintang-bintang; berkaitan dengan objek yang tidak kasatmata; gaib (6) |
| ASUANG | Tiang pagar kebun (Melayu Ambon) (6) |
| ASUHAN | Hasil mengasuh; bimbingan; didikan; anak dan sebagainya yang diasuh (6) |
| ASUMSI | Dugaan yang diterima sebagai dasar; landasan berpikir karena dianggap benar (6) |
| ASUPAN | Masukan (biasanya tentang makanan, gizi); tambahan (6) |
| ASWAJA | Ahlusunah waljamaah (akronim) (6) |
| ASYERA | Dewi penduduk asli tanah Kanaan yang dipuja sebagai penjamin kesuburan (6) |
| ASYURA | Muharam; hari ke-10 Muharam; perayaan tanggal 10 Muharam yang dilakukan oleh kaum Syiah (hari raya Hasan dan Husen) (6) |
| ATALAT | Pengait dari bambu, digunakan untuk mengambil timba yang jatuh ke dalam sumur (Hitu) (6) |
| ATASAN | Yang lebih tinggi; yang di atas (6) |
| ATAURO | Pulau di Timor Leste di sebelah utara Dili (6) |
| ATBARA | Kota di Sudan (6) |
| ATELIR | Bengkel tempat kerja para seniman; sanggar; studio; bengkel (6) |
| ATEMPO | Menurut tempo semula (digunakan dalam tempo musik) (ungkapan/Italia) (6) |
| ATENSI | Perhatian; minat (6) |
| ATERET | Mundur (6) |
| ATHENA | Ibu kota Yunani (6) |
| ATHENS | Kota di Amerika Serikat (6) |
| ATIATI | Tumbuhan terna, bunganya berwarna ungu dan bertangkai panjang, akarnya dapat dibuat obat sakit perut, pembiakannya dengan cara menyetek; iler; miana (Coleus atropurpureus) (6) |
| ATLAUT | Orang yang mengidap penyakit gondok (Kur) (6) |
| ATRISI | Proses saling mengikis antara sesama pecahan batuan ketika terangkut oleh air, es, atau angin (Geografi dan Geologi) (6) |
| ATRIUM | Ruang tengah yang terbuka di dalam sebuah gedung, biasanya beratap kaca seperti pusat perbelanjaan dan hotel; beranda; rongga dada (Anatomi); bagian jantung yang menerima darah dari pembuluh darah balik (Anatomi) (6) |
| ATROFI | Penyusutan atau pengecilan ukuran suatu sel, jaringan, organ, atau bagian tubuh (Kedokteran dan Fisiologi); keadaan otot yang mengecil sehingga tidak dapat berkontraksi (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ATSUGI | Kota di Jepang (6) |
| ATTALL | Kota di Suriah (6) |
| ATTILI | Kota di India (6) |
| ATURAN | Hasil perbuatan mengatur; (segala sesuatu) yang sudah diatur; cara (ketentuan, patokan, petunjuk, perintah) yang telah ditetapkan supaya diturut; tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan; adat sopan santun; ketertiban; seharusnya; menurut (kebiasaan dan sebagainya); biasanya (6) |
| ATYRAU | Kota di Kazakhstan (6) |
| AUBADE | Nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pada pagi hari; nyanyian cinta pada pagi hari; pujian yang disampaikan dalam bentuk nyanyian atau permainan oleh sekelompok orang (6) |
| AUDIAL | Dapat didengar; berdasarkan pendengaran (6) |
| AUDISI | Pengujian atau tes yang dilakukan terhadap penyanyi, penari, dan sebagainya; kemampuan atau kepekaan untuk mendengar; tindakan mendengarkan secara kritis (6) |
| AUDITE | Pihak yang diaudit (6) |
| AUFEIS | Es yang terbentuk bila air bawah tanah membeku di atas es yang sudah ada (6) |
| AUGMEN | Bentuk sisipan berupa perpanjangan cerita dari karya asal (Filologi) (6) |
| AUKSIN | Setiap substansi organik yang memacu pertumbuhan tunas ke arah sumbu batang; hormon tanaman (Biologi) (6) |
| AUNGAN | Bunyi aung (6) |
| AUNING | Kanopi kain yang dipasang pada dinding teras, jendela, balkon dan sebagainya bertujuan untuk melindungi area tertentu dari hujan dan panas matahari (Arsitektur) (6) |
| AUREOL | Lingkaran cahaya yang tampak di sekeliling kepala pada gambar atau patung orang suci (6) |
| AURIGA | Rasi bintang utama di belahan bumi utara (6) |
| AURORA | Gejala berupa cahaya di langit yang berbentuk berkas, pita, atau tirai, biasanya berwarna merah, hijau, dan ungu (6) |
| AUSTIN | Ibu kota negara bagian Texas, Amerika Serikat (6) |
| AVARUA | Ibu kota Kepulauan Cook (Selandia Baru) (6) |
| AVATAR | Titisan dewa dalam konsep Hindu; awatara; gambar tiga dimensi yang digunakan untuk menggambarkan seseorang dalam dunia maya (6) |
| AVEIRO | Kota di Portugal (6) |
| AVERSA | Kota di Italia (6) |
| AVERSI | Perasaan tidak setuju yang disertai dorongan untuk menarik diri atau menghindar (Psikologi) (6) |
| AVESTA | Nama kitab suci agama Zoroaster; bahasa kuno Iranika yang digunakan sebagai bahasa suci agama Zoroaster (6) |
| AVIARI | Bangunan berukuran besar tempat memiara berbagai jenis burung agar burung itu dapat terbang bebas dan leluasa di dalamnya (6) |
| AVIASI | Ilmu tentang penerbangan (6) |
| AVIDIN | Protein dalam putih telur yang mengikat biotin dengan afinitas sangat tinggi (6) |
| AVILES | Kota di Spanyol (6) |
| AVOKAD | Pohon, tinggi hingga 10 m, buahnya berbentuk bulat lonjong, berkulit hijau atau cokelat keungu-unguan, berdaging tebal berwarna kuning kehijau-hijauan dan lunak; alpokat; alpukat; advokat (Persea americana) (6) |
| AVULSI | Kondisi otot terobek baik secara sengaja maupun karena bedah (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| AWAAIR | Bebas air (6) |
| AWABAU | Hilang bau (6) |
| AWALAN | Imbuhan yang dirangkaikan di depan kata; prefiks (Linguistik); ancang-ancang (Olahraga) (6) |
| AWANES | Awan yang sebagian besar atau hampir seluruhnya terdiri atas kristal es yang suhunya berada jauh di bawah 0°C (6) |
| AWASAN | Penjagaan (6) |
| AWELAT | Mengayun orang dengan memegang kedua tangan dan kakinya (Elnama) (6) |
| AWETAN | Sesuatu yang diawetkan (6) |
| AWIDYA | Kebodohan akan kebenaran sejati; kegelapan batin (Sanskerta) (6) |
| AWITAN | Waktu kejadian (Psikologi) (6) |
| AWURAN | Sesuatu yang tidak teratur, terencana, dan sebagainya; bahan makanan berupa cokelat atau buah-buahan kering yang ditabur di atas roti atau kue (Tata Boga) (6) |
| AYAKAN | Hasil mengayak; perkakas untuk mengayak; alat yang terbuat dari anyaman bilah bambu halus berbentuk bulat, biasanya digunakan untuk menangkap benih ikan atau untuk penampungan ikan sementara; alat yang bentuknya seperti pengayak (6) |
| AYAPAN | Makanan (pemberian raja) (6) |
| AYETAN | Penganan yang terbuat dari adonan tepung yang dibulatkan atau dipipihkan, diisi dengan potongan pisang kecil, kemudian digoreng (6) |
| AYOMAS | Kulit pohon yang sudah kering (6) |
| AYUMAN | Bantuan terhadap perbuatan jahat (6) |
| AYUNAN | Perkakas yang bergantung untuk menidurkan anak, terbuat dari rotan, kain panjang, dan sebagainya; buaian; mainan untuk berayun-ayun; bandul (buaian pada lonceng); gerakan mengayun; tali untuk melontarkan batu; pengumban; hasil mengayun; satu periode lengkap dalam gerakan berkala, misalnya dalam gerak bandul, gerakan dari suatu titik asal itu lagi dengan arah gerak yang sama (Fisika) (6) |
| AYUNDA | Kakanda (perempuan) (6) |
| AZALEA | Tanaman hias yang mengandung racun, bunganya berwarna putih, merah, kuning, biru, ungu, mekar di musim semi, bertahan selama beberapa minggu (Rhododendron Spp) (6) |
| AZIANA | Golongan hamba sahaya suku Lamaholot (6) |
| AZIMAT | Barang (tulisan) yang dianggap mempunyai kesaktian dan dapat melindungi pemiliknya, digunakan sebagai penangkal penyakit dan sebagainya (6) |
| AZIMUT | Besarnya sudut yang diapit oleh garis yang ditentukan dengan garis Utara-Selatan (dihitung menurut perputaran jarum jam mulai dari titik utara dengan limit 0°–360°); bantalan magnetik yang digunakan dalam navigasi dan dalam menentukan lokasi situs (Arkeologi) (6) |
| AZONAL | Berkaitan dengan atau bersifat seperti tanah yang tidak memiliki horizon yang berkembang dengan baik, seringkali karena ketidakmatangan tanah (Ilmu Tanah) (6) |
| AZURIT | Tembaga karbonat alamiah, berwarna biru muda (Cu3(CO3)2(OH)2) (Mineralogi) (6) |
| AZZABA | Kota di Aljazair (6) |
| BAASUH | Upacara adat memangku bayi yang baru lahir sambil berdoa dan berpantun semalam suntuk (Banjar) (6) |
| BABANG | Perempuan yang meninggal karena gagal melahirkan (Melayu Riau) (6) |
| BABASU | Pohon palem dari Brazil yang tingginya mencapai 20 m, buahnya lonjong dan terletak di dalam tandan, minyak dari biji buahnya digunakan untuk berbagai keperluan seperti bahan sabun, kosmetik, atau obat (Attalea speciosa) (Botani) (6) |
| BABAUN | Penganan dari sagu yang dimasak di wajan atau kuali, berbentuk pipih, rasanya tawar Srm (6) |
| BABIBU | Bicara sesuatu (6) |
| BABLAS | Terus (Jawa); lenyap (hilang) (kiasan/Jawa); mati (kiasan/Jawa) (6) |
| BABULU | Berlayar ke pulau-pulau untuk mencari barang dagangan, seperti kelapa, sagu mentah, dan ubi-ubian (Melayu Ambon) (6) |
| BABURU | Kelelawar kecil (Madura) (6) |
| BACAAN | Buku dan sebagainya yang dibaca; cara membaca; penafsiran makna sebuah kalimat (Linguistik) (6) |
| BACANG | Pohon, tinggi hingga 30 m, kulit batangnya berwarna abu-abu dan pecah-pecah, pada bagian kulit yang pecah keluar getah, daunnya keras dan rapuh, bunganya berbentuk malai, warnanya merah tua dan harum, buahnya berbentuk bulat telur dan berbiji besar, daging buahnya berserat, rasanya asam agak manis, dicampurkan dalam minuman atau dibuat rujak (Mangifera foetida); buah bacang; penganan, dibuat dari beras (ketan) yang diisi daging, dibungkus daun bambu seperti lepat, dan dikukus (6) |
| BACOHO | Keramas khas Maluku Utara dengan menggunakan rempah-rempah, berfungsi memperkuat akar rambut (6) |
| BACOOR | Kota di Filipina (6) |
| BACUUR | Saling menyebutkan silsilah untuk mengetahui apakah dua orang atau lebih memiliki hubungan kekerabata (Banjar) (6) |
| BACUYA | Maskot Piala Dunia U-20 2023; dari Badak Cula Cahaya (singkatan) (6) |
| BADANG | Nyiru atau ayakan yang besar; suku bangsa yang mendiami Provinsi Kalimantan Tengah (6) |
| BADANI | Berhubungan dengan badan; mengenai badan (6) |
| BADARE | Nasi yang masih mentah (Melayu Medan) (6) |
| BADARI | Ikan yang suka makan anaknya; pemimpin dan sebagainya yang penghidupannya diperoleh dari pengikutnya (6) |
| BADASI | Melakukan perdamaian; berdamai (dalam adat di Ternate) (6) |
| BADASS | Sangat keren (ungkapan/Inggris); seseorang atau sesuatu yang dikagumi atau anggap mengesankan (ungkapan/Inggris) (6) |
| BADAUS | Kembang tebu (Sunda) (6) |
| BADIRI | Upacara tanda dimulainya penggilingan tebu dengan mengarak dua batang tebu yang pertama dipanen untuk digiling (Sunda) (6) |
| BADOLA | Tengkulak ikan (Gorontalo); pedagang yang menjual bermacam-macam barang, biasanya disesuaikan dengan jenis musim (Gorontalo) (6) |
| BADONG | Perlengkapan wayang; badung (Jawa); penutup kelamin wanita pada zaman dahulu, terbuat dari logam, berbentuk segitiga dan bertali (Jawa); lagu atau nyanyian duka (Toraja); (ikan) kuwe (6) |
| BADUNG | Ikan laut, kadang-kadang ada yang sangat besar; nakal; bandel; pelat perak (emas) penutup payudara atau kemaluan perempuan; baju besi pelindung dada; benda antik peninggalan zaman kerajaan Majapahit yang berbentuk segitiga dan terbuat dari emas; perlengkapan wayang, berfungsi sebagai sayap Jw; perlengkapan wayang, berfungsi sebagai sayap; kabupaten di Provinsi Bali, terkenal dengan sebutan Hawaii van Bally (6) |
| BADUTA | Anak bawah dua tahun (6) |
| BAFANG | Kota di Kamerun (6) |
| BAFTAH | Kain belacu yang halus (6) |
| BAGABA | Umpan ikan tuna berupa cumi yang dicincang, diberikan dengan cara dihamburkan (Gorontalo) (6) |
| BAGANA | Sejenis lira dari Etiopia (Musik) (6) |
| BAGANG | Ikan laut yang panjangnya mencapai 20 cm, bermulut panjang, badan tinggi pipih berwarna putih keperakan dengan tiga setrip melintang berwarna oranye, satu setrip oranye melewati mata, dan satu setrip gelap di pangkal ekor, hidup di area terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 25 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Chelmon rostratus); rumah ikan buatan yang dipasang di dasar laut, biasanya ditumbuhi terumbu karang (Jawa) (6) |
| BAGARA | Daun pandan yang dilipat, berfungsi untuk memasukkan beras ke dalam bambu saat pembuatan nasi jaha (Sahu) (6) |
| BAGASI | Barang muatan (kereta api, pesawat udara dan sebagainya); gerbong kereta api tempat memuat barang; para-para besi tempat menaruh barang (di sepeda dan sebagainya); tempat khusus untuk barang (di mobil) (6) |
| BAGDAD | Ibu kota Irak (7) |
| BAGIAN | Hasil membagi; perolehan atau penerimaan (dari barang yang diberi); yang diperuntukkan; jatah; penggal (buku, cerita, dan sebagainya); jilid; sepenggal dari sesuatu yang utuh; sesuatu (benda, alat, dan sebagainya) yang menjadi pelengkap; cabang dari suatu pekerjaan (jawatan dan sebagainya); nasib (untung, malang); peruntungan; pecahan dari kesatuan (seperti dari dewan, panitia) yang bertugas mengurus sesuatu; seksi (6) |
| BAGITO | Upacara masuk suku, merupakan tahapan upacara perkawinan di Indragiri (Melayu Riau) (6) |
| BAGLOG | Media tanam jamur yang terdiri atas serbuk gergaji, tepung tapioka, dan lain-lain (6) |
| BAGONG | Besar dan berat; babi hutan; celeng (Sunda) (6) |
| BAGUIO | Kota di Filipina (6) |
| BAGUNG | Belahan tempurung kelapa yang digunakan untuk menyedot air susu ibu yang baru melahirkan (Madura); tempat membawa air dari tempurung kelapa, kawista (Madura) (6) |
| BAHALA | Bencana; kecelakaan (6) |
| BAHANA | Bunyi (suara) nyaring; kumandang; gema; gaung; sipongang; bunyi (suara) riuh rendah; luar biasa; amat elok (besar dan sebagainya); terang; nyata; sebab, karena (6) |
| BAHANG | Hawa panas yang terjadi karena nyala api atau dari panas tubuh; tenaga gerak (energi kinetik), gerak acak total atom atau molekul penyusun suatu benda (Fisika) (6) |
| BAHARA | Muatan; satuan ukuran berat yang ukurannya tidak tetap bergantung pada barang yang ditimbang (6) |
| BAHARI | Dahulu kala; kuno; bertuah; indah; elok sekali; mengenai laut; bahari; kepramukaan yang diselenggarakan atas kerja sama dengan TNI Angkatan Laut dengan penambahan keterampilan khusus di bidang maritim dan kelautan, artinya 'pramuka cinta kelautan'; saka bahari (Pramuka) (6) |
| BAHARU | Ikan laut atau payau, hidup di perairan pantai subtropis, dasar berlumpur, dan terumbu karang dengan kedalaman 10–49 m, ukuran panjang mencapai 50 cm, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; baharu-baharu (Drepane punctata) (6) |
| BAHASA | Sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri (Linguistik); percakapan (perkataan) yang baik; tingkah laku yang baik; sopan santun; sistem kata atau simbol yang memungkinkan untuk berkomunikasi dengan komputer, terutama untuk memasukkan instruksi-instruksi komputer melalui kata-kata yang mudah dipahami, dan kemudian diterjemahkan ke dalam kode mesin (Komputer dan Teknologi Informasi); kata yang digunakan untuk menghubungkan bagian ujaran (Minangkabau); sedikit (6) |
| BAHAYA | Yang (mungkin) mendatangkan kecelakaan (bencana, kesengsaraan, kerugian, dan sebagainya) (6) |
| BAHELA | Dahulu kala; kuno (Sunda) (6) |
| BAHERI | Kota di India (6) |
| BAHKAN | Kata penghubung bagian kalimat dengan bagian yang lain atau kalimat dengan kalimat untuk menyatakan penguatan; lebih-lebih; malahan (6) |
| BAHLUL | Bodoh (6) |
| BAHUKU | Retribusi yang harus dibayar karena mengambil hasil tanah milik orang lain (di Halmahera) (6) |
| BAIDOA | Kota di Somalia (6) |
| BAILAU | Sastra lisan Minangkabau di daerah Bayang, Pesisir Selatan, dalam bentuk pantun yang dilagukan oleh kaum perempuan untuk mengusir harimau yang masuk kampung (Minangkabau) (6) |
| BAILEO | Rumah adat Maluku (6) |
| BAINAH | Bukti yang nyata (6) |
| BAIYIN | Kota di Cina (6) |
| BAJABU | Abon ikan (Kulisusu) (6) |
| BAJANG | Hantu yang berkuku panjang, yang menurut kepercayaan sebagian masyarakat, suka mengganggu anak-anak dan wanita hamil; tangkai padi yang kecil, biasanya tumbuh tidak sama tinggi dengan tangkai padi yang lain, walaupun umurnya sama (Gayo); miniatur rumah adat kecil di atas bubungan rumah tradisional Simalungun dan Karo (Batak); diulang: rumput tahunan, bulirannya berujung tajam dan mudah menempel pada pakaian atau bulu-bulu binatang, rumput yang muda dijadikan makanan ternak; kalakanji; cerucup; rumput jarum; temucut; kemuncup (Chrysopogen aciculatus) (6) |
| BAJAWA | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur; ibu kota Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (6) |
| BAJBAJ | Kota di India (6) |
| BAJING | Mamalia pengerat, memiliki badan relatif panjang, rambut halus, mata relatif besar, kaki belakang berjari empat, sedangkan kaki depan berjari tiga, rambut ekor lebat dan halus (Sciuridae) (6) |
| BAJUJU | Keras kepala (Dayak) (6) |
| BAKAYA | Membuat sagu dengan tahapan menebang, membela, membersihkan, dan menokok pohon sagu (Bacan) (6) |
| BAKDUL | Tali kalung kuda (6) |
| BAKERA | Mandi uap air panas untuk perempuan yang baru melahirkan (Sangir) (6) |
| BAKERI | Tempat pembuatan dan penjualan roti, kue, dan pastri (6) |
| BAKERO | Bodoh (makian dalam bahasa Jepang) (6) |
| BAKESE | Daging hiu kering (Sangir) (6) |
| BAKHIL | Kikir; lokek; pelit (6) |
| BAKHIR | Penembak mahir (akronim) (6) |
| BAKHOR | Tembakan kehormatan (akronim) (6) |
| BAKIAK | Terompah kayu (6) |
| BAKKAH | Nama lain untuk Makkah (6) |
| BAKOPA | Tanaman air yang memiliki sifat antioksidan, bersifat sedatif ringan, digunakan untuk meningkatkan memori, mengobati insomnia dan epilepsi, serta digunakan sebagai bahan pengondisi kulit (Botani) (6) |
| BAKPAO | Penganan terbuat dari terigu yang diisi daging atau kacang hijau kemudian dikukus, berbentuk seperti tempurung tertelungkup (Tata Boga) (6) |
| BAKPIA | Kue kering terbuat dari terigu dengan isi kacang hijau, berbentuk bundar agak pipih, bagian luarnya mudah remuk (Tata Boga) (6) |
| BAKRIK | Alat pertanian berbentuk garpu dengan ujung melengkung untuk mengumpulkan jerami (Sunda) (6) |
| BAKSIS | Upah; persen (6) |
| BAKSOS | Bakti sosial (akronim) (6) |
| BAKUNG | Terna, tinggi hingga 125 cm, ditanam sebagai tanaman hias, bunganya berwarna putih atau merah, akarnya digunakan untuk mengobati luka dan dianggap sebagai penawar racun, buah dan bijinya dicampurkan dalam ramuan obat penyakit puru; landap (Crinum asiaticum) (6) |
| BAKWAN | Penganan, dibuat dari jagung muda dan sebagainya yang dilumatkan, dicampur dengan tahu atau udang, kemudian diadon bersama telur dan tepung terigu dan digoreng; ote-ote (Tata Boga) (6) |
| BALABA | Wadah yang terbuat dari anyaman daun sagu, digunakan sebagai tempat menyimpan makanan (Culambacu) (6) |
| BALADA | Sajak sederhana yang mengisahkan cerita rakyat yang mengharukan, kadang-kadang berupa nyanyian (dinyanyikan), kadang-kadang berupa dialog (Sastra) (6) |
| BALADO | Makanan bersambal (Tata Boga) (6) |
| BALADU | Pisau bermata dua (Gorontalo) (6) |
| BALAKI | Tuna yang panjangnya mencapai 65 cm, sirip dada panjang, ujungnya mencapai garis vertikal melewati batas anterior area tanpa sisik di atas korselet, korselet menyempit di bagian posterior, badan bagian dorsal kebiruan, kepala ungu gelap hingga hitam, terdapat 15 atau lebih garis-garis gelap miring hingga horisontal di atas gurat sisi, bagian ventral putih, sirip dada dan perut ungu, tersebar di perairan sirkumglobal di daerah tropis dan subtropis (Auxis thazard) (6) |
| BALANA | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, panjang mencapai 100 cm, sisiknya lebih kasar daripada ikan bandeng, sirip punggung pendek, tersebar di perairan pantai seluruh dunia; jumpul; loban; belanak (Mugil cephalus) (6) |
| BALANG | Botol berleher panjang dan sempit; perahu layar bertiang dua; perahu balang; sampan balang (6) |
| BALANS | Neraca (timbangan); keseimbangan; daftar perhitungan laba rugi, utang piutang, dan sebagainya (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| BALANU | Keranjang yang terbuat dari anyaman daun kelapa segar biasanya sebagai tempat ayam mengeram (Mandar) (6) |
| BALAON | Air panas, biasanya untuk membuat teh, kopi, dan lain-lain (6) |
| BALASE | Wadah berupa kantung yang dibuat dari anyaman daun palem, biasanya digunakan untuk menyimpan bahan makanan atau perlengkapan di dapur (Wolio) (6) |
| BALATA | Tiang penghubung kerangka pada perahu nelayan pencari ikan nike (Gorontalo) (6) |
| BALATO | Pedang khas suku Nias dengan pegangan berhiaskan kepala atau mulut seekor binatang (6) |
| BALATU | Kain berwarna putih yang bergaris-garis lurus yang hanya boleh dipakai oleh golongan tertentu dalam masyarakat Tolaki (Tolaki) (6) |
| BALBOA | Mata uang Panama (6) |
| BALELA | Membangkang; menentang (perintah); memberontak (6) |
| BALERA | Kayu atau bambu yang dibuat tiang-tiang pagar (Sunda) (6) |
| BALERO | Alat untuk membuat motif atau ragam hias dari benang lungsi (dasar kain tenunan) (Melayu Medan); papan tipis untuk menusukkan benang atas dan benang bawah (Melayu Medan) (6) |
| BALETA | Masak secara bergotong-royong untuk persiapan pesta adat, biasanya dilakukan oleh perempuan (6) |
| BALGAM | Cairan seperti ingus yang keluar dari kerongkongan (ketika batuk); dahak (6) |
| BALIAN | Sawah atau ladang yang dimiliki, tetapi letaknya di luar daerah tempat tinggal (Batak); orang yang memiliki kekuatan gaib dan dipercaya untuk mengucapkan mantra pada upacara adat dan mengobati orang sakit; dukun; upacara pengobatan khas suku Dayak (Dayak) (6) |
| BALIEM | Daerah di Papua; bahasa yang dituturkan di daerah Baliem; lembah di Pegunungan Jayawijaya (6) |
| BALIGA | Perkakas tenun tradisional terbuat dari pelepah daun enau, berfungsi sebagai perapat benang (Batak) (6) |
| BALIGE | Ibu kota Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara (6) |
| BALIHO | Publikasi yang berlebih-lebihan ukurannya agar menarik perhatian masyarakat (biasanya dengan gambar yang besar di tempat-tempat ramai) (6) |
| BALIKA | Arus olakan (Wolio) (6) |
| BALING | Batu dan sebagainya yang diikatkan pada tali yang dilemparkan dengan cara memutar-mutarkan tali di atas kepala; ikan laut yang panjangnya mencapai 200 cm, pangkal sirip dada terletak jauh di bawah garis tengah tubuh, bibir bawah pendek, sirip dada memiliki empat filamen, jumlah gurat sisi 71-80, kepala dan dada gelap keperakan, bagian ventral lebih cerah, tepi anterior dari sirip punggung pertama dan kedua berwarna kehitaman, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 23 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; kesumbang; kurau; senangin (Eleutheronema tetradactylum); tidak seimbang dan tidak lurus, berat atau tebal sebelah (tentang papan, kayu, dan sebagainya) (Melayu Riau) (6) |
| BALITA | Anak bawah lima tahun (6) |
| BALKAM | Geraham bungsu (Batak) (6) |
| BALKAN | Wilayah Eropa bagian tenggara yang dikelilingi Laut Adriatik, Ionia, Aegea, Marmara, dan Laut Hitam; bangsa yang mendiami Eropa Tenggara (6) |
| BALKAS | Kantong besar (6) |
| BALKIR | Pengembalian dan penyingkiran (akronim) (6) |
| BALKON | Sebangsa langkan atau serambi atas; teras lantai atas pada bangunan bertingkat; tempat duduk yang ada di tingkat atas, baik di samping kiri dan kanan maupun belakang menghadap ke panggung dalam gedung kesenian atau gedung bioskop (6) |
| BALOBE | Menangkap ikan dengan tombak ketika bulan gelap menggunakan penerangan lampu minyak (Papua); menangkap (ikan, dan sebagainya) di pesisir pantai pada saat bulan gelap dengan cara menghunjamkan tombak kayu (Papua) (6) |
| BALOBO | Tumpukan rumput bekas babatan (Batak) (6) |
| BALOBU | Tembikar yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan (Wolio) (6) |
| BALOKI | Papan penutup liang lahad (Culambacu) (6) |
| BALONG | Kolam untuk membudidayakan ikan (Sunda); tanah rendah (lekuk) yang tergenang air dan berlumpur (Jawa); tempat menyimpan ikan, biasanya digantung, dibuat dari anyaman pelepah sagu (Sangir) (6) |
| BALSAM | Minyak kental yang mengandung minyak damar dan minyak asiri, terasa panas jika digosokkan pada kulit, sebagai obat sakit kepala, masuk angin, dan sebagainya; bahan yang digunakan untuk mengawetkan mayat (6) |
| BALSAS | Kota di Brasil (6) |
| BALSOM | Cokelat tua (Batak) (6) |
| BALUAT | Seruling yang terbuat dari seruas bambu, panjangnya 30 cm, diameternya 1,5 cm, memiliki enam lubang, lima lubang di tengah dan satu lubang dekat ujung (Batak) (6) |
| BALULA | Kulit menebal pada telapak tangan atau kaki akibat sering bekerja keras atau memakai alas kaki (Wolio) (6) |
| BALUNG | Jengger; ranggah; tulang (Jawa); hantu yang berupa ular besar yang melancar di air; hantu badai; tempat menyepuh parang (Melayu Riau) (6) |
| BALUSE | Perisai perang masyarakat Nias (Nias) (6) |
| BALUSU | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan tawar, ukurannya mencapai 120 cm, bentuk tubuh cenderung bulat memanjang, siripnya berwarna gelap, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Elops hawaiensis) (6) |
| BAMAKO | Ibu kota Mali (6) |
| BAMAYO | Berburu dengan membawa hewan seperti anjing (Bacan) (6) |
| BAMBAM | Alat musik (6) |
| BAMBAN | Ikan laut yang panjangnya mencapai 234 cm, badannya tipis memanjang, tidak terdapat gigi taring yang menonjol ke depan di rahang atas, duri sirip pertama kecil, panjangnya kurang dari diameter pupil, tidak ada celah di sisi ventral rahang bawah, badan berwarna biru keperakan, sirip dada semi transparan, sirip yang lain kadang-kadang bersemburat kuning, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman 0–400 m, tersebar di perairan sirkumglobal di daerah tropis dan subtropis; selayur; layur (Trichiurus lepturus) (6) |
| BAMBUA | Alat yang terbuat dari cangkang kerang laut, digunakan dengan cara ditiup seperti trompet oleh penjual ikan untuk memanggil pembeli (Gorontalo) (6) |
| BAMYAN | Kota di Afganistan (6) |
| BANANG | Besar pada jenisnya (6) |
| BANAWA | Kapal raja Banjar; ibu kota Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| BANCAK | Tempat nasi tumpeng (Jawa) (6) |
| BANCAN | Makanan pendamping nasi khas Korea, dapat terbuat dari daging, ikan, sayur, dan lainnya, biasa disajikan dalam piring-piring kecil dengan porsi terbatas (6) |
| BANCAR | Lancar keluar (tentang air susu, air seni, dan sebagainya) (6) |
| BANCAU | Khawatir atau was-was menjadi gagal atau merugi (Melayu Riau) (6) |
| BANCEA | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar pesisir Danau Poso, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| BANCEI | Perkampungan tempat istal kuda dan rumah perawat kuda (Sunda) (6) |
| BANCET | Katak kecil (6) |
| BANCIK | Kuda-kuda dari kayu yang menahan berat gendang, biasanya berbentuk seperti dua huruf x yang dihubungkan titik silangnya (6) |
| BANCUH | Campur aduk; kacau (6) |
| BANCUT | Kerdil (Minangkabau) (6) |
| BANDAN | Burung yang kepalanya berjambul seperti ayam hutan (Melayu Jakarta); nama tarian (6) |
| BANDAR | Selokan aliran air (ke sawah dan sebagainya); selokan; parit; tempat berlabuh (kapal, perahu, dan sebagainya); pelabuhan; kota pelabuhan; kota perdagangan; pemain yang menjadi lawan pemain-pemain lain sekaligus (dalam permainan dadu, rolet, dan sebagainya); orang yang menyelenggarakan perjudian; bandar judi; orang yang mengendalikan suatu aksi (gerakan) dengan sembunyi-sembunyi; orang yang membiayai suatu gerakan yang kurang baik; orang yang bermodal dalam perdagangan dan sebagainya; tengkulak (6) |
| BANDEA | Baki; talam (6) |
| BANDEL | Melawan kata atau nasihat orang; tidak mau menurut atau mendengar kata orang; kepala batu; tidak mudah rusak; awet (6) |
| BANDES | Bantuan desa (akronim) (6) |
| BANDHA | Kekayaan; harta benda (Jawa) (6) |
| BANDIH | Ikan laut yang panjangnya mencapai 30 cm, sirip punggung memiliki 9 duri dan 15–17 jari-jari lunak, sirip dubur memiliki 8 jari-jari lunak, sirip ekor membulat, kepala tidak memiliki bintik-bintik gelap atau biru, badan putih pucat dengan 7 atau 8 garis cokelat melintang, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 1–64 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Cephalopholis boenak) (6) |
| BANDIR | Tonggak pohon yang berada di permukaan tanah (Benuaq) (6) |
| BANDIT | Penjahat; pencuri; tokoh penjahat dalam cerita drama (6) |
| BANDOL | Pedagang atau juru pilah tembakau di gudang pembelian (Madura); alat untuk menimbang hasil ikan tangkapan yang akan dilelang (Jawa); pemberat kail, biasanya terbuat dari timah, besi, atau batu kecil (Jawa) (6) |
| BANDOS | Penganan, dibuat dari ubi kayu (Melayu Jakarta); penganan, dibuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan gula dan kelapa parut (Melayu Jakarta) (6) |
| BANDOT | Kambing jantan dewasa; laki-laki tua yang gila perempuan (kiasan) (6) |
| BANDUL | Buaian (lonceng dan sebagainya); benda yang digantungkan sebagai pemberat; batang tegar atau tali yang satu ujungnya dihubungkan dengan bola atau silinder pembobot dengan massa tertentu dan ujung yang lain diikatkan pada suatu titik tetap sehingga ujung yang mempunyai pembobot dapat bergantung bebas dan berayun dengan kala (periode) tertentu (Fisika); pembobot yang dapat berayun dari suatu sistem ayunan (Fisika); pukulan yang diayunkan dari bawah ke atas (terutama dalam pencak silat) (Olahraga) (6) |
| BANDUT | Tali pengikat barang yang akan disambung (karena retak, akan patah, hendak pecah) (6) |
| BANERA | Ikan laut yang panjangnya mencapai 20 cm, badannya tinggi, pipih, dan oval, berwarna putih bergaris-garis kuning, pada kepala bergaris-garis hitam, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 1–36 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Chaetodon ornatissimus) (6) |
| BANGAL | Sedikit air susunya (tentang perempuan yang baru melahirkan) (Batak) (6) |
| BANGAN | Ekor kuning (6) |
| BANGAR | Bau busuk seperti bau bangkai; tidak tulen lagi (tentang rasa air); riuh, gemuruh; ramai; ingar bingar; warna merah kekuning-kuningan (tentang padi) (Bali) (6) |
| BANGAS | Nama pohon, ada beberapa macam; bau busuk (seperti bau rumput terendam) (Banjar); ikan air tawar yang ukurannya di bawah 20 cm, tubuhnya pipih memanjang, warnanya perak kekuningan dengan dua garis vertikal berwarna hitam, tersebar di perairan Sarawak dan Kalimantan Barat (Barbodes kuchingensis) (6) |
| BANGAT | Lekas; segera; musim angin kencang, biasanya ditandai dengan ombak air laut yang besar (6) |
| BANGAU | Unggas besar yang kaki, leher, dan paruhnya panjang, pemangsa ikan, hidup di tempat yang berair, seperti tepi pantai, sawah, paya-paya, jenisnya bermacam-macam (6) |
| BANGET | Sangat (6) |
| BANGGA | Besar hati; merasa gagah (karena mempunyai keunggulan); tidak mau menurut; mendaga; membangkang (Jawa); tidak mudah dikerjakan (kiasan/Jawa) (6) |
| BANGGI | Uang sebagai upah pekerja teh (Jawa) (6) |
| BANGIL | Pura-pura tidak mendengar (Batak); ibu kota Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur (6) |
| BANGIR | Mancung (tentang hidung) (6) |
| BANGIT | Rasa sakit sebelum melahirkan (6) |
| BANGKA | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian selatan Pulau Bangka, dibedakan dari suku bangsa Melayu Bangka; perahu tradisional yang dipakai untuk berlayar jauh (Pulo) (6) |
| BANGKO | Ikan laut jenis belut laut, bentuk memanjang, berwarna cokelat kekuningan, panjang mencapai 45 cm, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman mencapai 22 m, tersebar di perairan Kenya, ke selatan sampai Madagaskar dan Afrika Selatan, bagian timur sampai Taiwan, Thailand, dan Filipina (Ophichthus apicalis); ibu kota Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi (6) |
| BANGKU | Papan dan sebagainya (biasanya panjang) berkaki untuk tempat duduk (6) |
| BANGLE | Tanaman (rimpang), umbi akarnya berwarna kuning, digunakan dalam berbagai obat tradisional (jamu); bunglai; bonglai (Zingiber cassumunar) (6) |
| BANGLI | Kabupaten di Provinsi Bali; ibu kota Kabupaten Bangli, Provinsi Bali (6) |
| BANGLO | Peti berlubang tempat memelihara ikan di tebat (sungai dan sebagainya) (6) |
| BANGON | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 4 cm, tubuhnya memanjang, tidak bersisik, sungut hidung mencapai pangkal sirip dada, celah insang memanjang sampai ke atas pangkal sirip dada, bagian depan sirip punggung dan pingiran belakang duri sirip dada bergerigi, warnanya kecokelatan, tersebar di Asia Tenggara (Akysis variegatus) (6) |
| BANGOR | Kota di Inggris (6) |
| BANGSA | Kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri; golongan manusia, binatang, atau tumbuhan yang mempunyai asal-usul dan sifat khas yang sama; macam; jenis; kedudukan (keturunan) mulia (luhur); jenis kelamin; kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum, dan menempati wilayah tertentu di muka bumi (Antropologi); satuan taksonomi (takson) yang berada di antara suku dan kelas, serta merupakan tempat mewadahi kumpulan suku yang berkerabat erat satu sama lain (pada tumbuhan nama-nama bangsa berakhiran –ales, seperti Zingiberales); ordo (Biologi) (6) |
| BANGSI | Aat musik tiup sejenis suling bambu dengan empat sampai tujuh lubang nada; suling; seruling; suling dari batang padi (6) |
| BANGUI | Ibu kota Afrika Tengah (6) |
| BANGUN | Bangkit; berdiri (dari duduk, tidur, dan sebagainya); jaga (dari tidur); belum (tidak) tidur; jaga; siuman dari pingsan; mendusin; mulai sadar (insaf) akan nasibnya; mulai memuai (tentang adonan); mulai menjadi cair (tentang minyak kelapa yang beku); bentuk (bulat, segi empat, dan sebagainya); cara menyusun atau susunan yang merupakan suatu wujud; struktur; uang ganti rugi karena membunuh, melukai, dan sebagainya; denda; denda berupa uang duka yang harus diberikan oleh seorang laki-laki kepada perempuan bersuami yang telah melakukan hubungan seksual dengannya dan hubungan itu mengakibatkan kematian suami perempuan itu ataupun mengakibatkan perceraian (di Palembang) (6) |
| BANGUS | Moncong anjing atau babi (Melayu Jakarta); sarang semut yang terdapat pada kayu (Batak) (6) |
| BANIEN | Peti kecil (koper kecil) tempat menyimpan barang-barang berharga (seperti emas atau permata) (6) |
| BANING | Bulus (kura-kura) besar (kulitnya dibuat gong) (Tetsuda elongata) (6) |
| BANIUS | Meruncing ke ujung akibat lama dipakai (tentang parang, tombak, dan sebagainya) (Dayak) (6) |
| BANJAR | Jajar; deret; saf; leret; baris; bentuk barisan yang memanjang ke belakang (Kemiliteran); bagian desa setingkat dengan rukun warga atau dukuh yang dikepalai oleh seorang kelian (Bali); balai tempat dilakukannya berbagai kegiatan masyarakat setempat (Bali); ikan laut, panjang mencapai 35 cm, umur mencapai 4 tahun, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 20–90 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat, (Laut Merah dan Afrika Timur sampai Indonesia, utara sampai Kepulauan Ryukyu dan Cina, Australia Selatan, Melanesia dan Samoa); banyara (Rastrelliger kanagurta); suku bangsa yang berasal atau mendiami daerah Kalimantan Selatan; kota di Provinsi Jawa Barat (6) |
| BANJET | Seni pertunjukan gulat rakyat daerah Jawa Barat bagian utara (6) |
| BANJIR | Berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap (tentang kali dan sebagainya); air yang banyak dan mengalir deras; air ampuh; air bah; air sebak; peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat (Geografi dan Geologi); datang (ada) banyak sekali (kiasan) (6) |
| BANJUL | Ibu kota Gambia (6) |
| BANJUR | Siram; guyur (Melayu Jakarta) (6) |
| BANKES | Bantuan kesehatan (akronim) (6) |
| BANKET | Perjamuan resmi yang diadakan untuk menghormati tamu undangan; andrawina; kue, seperti tarcis yang manis (6) |
| BANKIR | Orang yang mengusahakan bank; orang yang memperdagangkan uang; orang yang menjadi penyokong dalam urusan keuangan; cukong (6) |
| BANKRA | Kota di India (6) |
| BANLOG | Bantuan logistik (akronim) (6) |
| BANLOL | Suku bangsa yang mendiami Pulau Salawi di sebelah barat Kepala Burung, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (6) |
| BANMAI | Kota di Thailand (6) |
| BANOFI | Makanan penutup khas Inggris berupa kerak pai atau biskuit yang dihancurkan, kemudian di atasnya ditambahi dengan tofi, pisang, dan krim (6) |
| BANPOL | Bantuan polisi (akronim) (6) |
| BANPUR | Bantuan tempur (akronim) (6) |
| BANSOS | Bantuan sosial (akronim) (6) |
| BANTAE | Balai pertemuan untuk pertemuan adat (Wolio) (6) |
| BANTAH | Lawan; sangkal; tengkar (6) |
| BANTAI | Daging (binatang yang disembelih) (6) |
| BANTAK | Nilem yang mempunyai satu sampai tiga tubus keras pada moncongnya dan sebuah garis warna hitam memanjang dari tutup insang sampai awal sirip ekor, tersebar di Asia Tenggara; petan (Osteochilus microcephalus) (6) |
| BANTAL | Alas kepala, alas duduk, sandaran punggung, dan sebagainya yang dijahit seperti karung, diisi dengan kapuk, sabut, dan sebagainya; alas kepala (6) |
| BANTAM | Jenis ayam kecil; ayam katik; kelas dalam olahraga tinju atau gulat yang berat petinju atau pegulatnya berkisar antara 51–54 kg (6) |
| BANTAR | Membantar; menolak (mencegah) penyakit dan sebagainya (6) |
| BANTAT | Belum masak benar dan keras (tentang roti dan sebagainya) (6) |
| BANTAU | Jaring yang teranyam rapat untuk menangkap burung dan sebagainya; pukat panah (6) |
| BANTEA | Bangunan terbuka yang biasa dibangun di sekitar pasar, dekat pelabuhan atau di sekitar pusat keramaian (Wolio); pos ronda (6) |
| BANTEH | Radang atau bengkak pada luka atau cedera lama yang tidak dirawat (Bali) (6) |
| BANTEK | Bantuan teknis (akronim) (6) |
| BANTEN | Provinsi yang terletak di bagian barat Pulau Jawa, dengan ibu kota Serang; suku bangsa di Provinsi Banten; dialek bahasa Sunda dan Jawa yang dituturkan di daerah Banten; daerah di sebelah barat Pulau Jawa; sajen (persembahan dalam upacara Hindu di Bali) (Bali) (6) |
| BANTER | Sangat; keras (dalam keadaan dan sebagainya); tinggi (tentang harga); lekas; cepat; lama; lambat (tentang waktu); banyak (tentang jumlah) (6) |
| BANTET | Kembang pohon manggis (Madura) (6) |
| BANTIK | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian barat laut dan selatan Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (6) |
| BANTUL | Kabupaten di Provinsi DI Yogyakarta, terkenal dengan sebutan Kota Geplak, Kota Gerabah, Bumi Projotamansari, atau Sahara van Java; ibu kota Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta (6) |
| BANTUN | Tarik; cabut (6) |
| BANTUT | Hambat; mengobati penyakit dengan cara memindahkannya ke tempat atau ke benda lain (Gayo) (6) |
| BANYAK | Besar jumlahnya; tidak sedikit; jumlah bilangan; amat; sangat; lebih-lebih (6) |
| BANYOL | Lucu; jenaka; kocak (6) |
| BANYUN | Barang cair untuk menghitamkan gigi (dibuat dari air kelapa dengan bakaran besi tua atau arang tempurung kelapa dan sebagainya); banyu (6) |
| BANYUP | Daun yang digunakan untuk membungkus papeda (6) |
| BANZAI | Teriakan tentara Jepang ketika menghadapi musuh, artinya "(hiduplah) sepuluh ribu tahun (lagi)!" (Jepang); seruan ketika mendengar atau mengalami suatu kemenangan atau kesuksesan (Jepang) (6) |
| BAOLOC | Kota di Vietnam (6) |
| BAOTOU | Kota di Cina (6) |
| BAPANG | Bapak (sebagai panggilan); pending kuningan; papan penunjuk arah (Jawa) (6) |
| BAPANI | Kekuatan yang dipercayai oleh suku Banggai, berasal dari darah haid yang dapat menangkal ilmu sihir (6) |
| BAPOMI | Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (akronim) (6) |
| BAPTIS | Sakramen penerimaan seseorang ke dalam gereja, biasanya menggunakan air sebagai lambang penyucian; permandian (Agama Kristen) (6) |
| BARAAT | Langkah (Arab); pengawal (Arab) (6) |
| BARAGO | Bakul yang terbuat dari anyaman lidi (Minangkabau) (6) |
| BARAKI | Kota di Aljazair (6) |
| BARANG | Benda umum (segala sesuatu yang berwujud atau berjasad); semua perkakas rumah, perhiasan, dan sebagainya; bagasi; muatan (kereta api dan sebagainya); muatan selain manusia atau ternak; sedikit banyak; sekadar; kira-kira; mudah-mudahan; kata yang digunakan untuk menambah ketidakpastian (6) |
| BARASE | Penghalang buatan melintasi sungai atau muara untuk mencegah banjir, irigasi, navigasi, atau menghasilkan listrik dengan tenaga pasang surut; tembakan artileri cepat dan serentak untuk melindungi pasukan (Kemiliteran); rangkaian balon-balon pelindung pada ketinggian tertentu sebagai tabir untuk mencegah dan menggagalkan serangan udara (Kemiliteran) (6) |
| BARATU | Tabung yang terbuat dari bambu, digunakan sebagai tempat menyimpan uang (Toraja) (6) |
| BARAUT | Kota di India (6) |
| BARBAR | Tidak beradab (6) |
| BARBEL | Batang besi yang pada kedua ujungnya dibubuhi piringan besi dengan berat tertentu yang dapat dilepas, digunakan dalam angkat besi; halter (Olahraga) (6) |
| BARBER | Tukang cukur; pemangkas rambut (6) |
| BARBIL | Kota di India (6) |
| BARBUK | Barang bukti (akronim) (6) |
| BARBUR | Bercempung-cempung dalam air; suka menghambur-hamburkan uang; boros (6) |
| BARENG | Bersama-sama (6) |
| BARIER | Penghalang; pencegah (6) |
| BARIKA | Kota di Aljazair (6) |
| BARING | Berbaring (6) |
| BARION | Nama kelompok partikel elementer jenis nukleon dan hiperon dengan nomor massa 1 atau lebih (Kimia); zarah elementer yang berat dan dapat ditransformasi menjadi sebuah nukleon, beberapa meson, dan zarah-zarah yang ringan (Fisika) (6) |
| BARITA | Barium oksida (BaO) (Kimia); perkawinan dalam tradisi masyarakat Rana, Maluku yang dilakukan dengan syarat mempelai laki-laki mengabdikan diri kepada orang tua pihak perempuan setelah menikah karena ketidakmampuannya membayar mahar (6) |
| BARITO | Sungai terbesar di Indonesia dengan panjang lebih dari 900 km, membentang dari bagian hulunya di Kalimantan Tengah sampai bagian muaranya di Kalimantan Selatan, berfungsi utama sebagai sarana transportasi dan irigasi, saat ini berkembang menjadi objek wisata; bahasa yang dituturkan suku Pasir; bawang, rica, tomat (akronim) (6) |
| BARIUM | Unsur kimia alkali tanah, logam putih dan lunak; unsur dengan nomor atom 56, lambang Ba, dan bobot atom 137,34 u (6) |
| BARJAD | Kristal yang dipakai untuk batu permata (6) |
| BARKAS | Kapal api kecil, digunakan untuk mengangkut barang-barang dari kapal (6) |
| BARKOD | Kode batang (6) |
| BARLAD | Kota di Rumania (6) |
| BARMER | Kota di India (6) |
| BAROAR | Kandang anjing (Batak) (6) |
| BAROBO | Bubur yang terbuat dari jagung muda dan sayur-sayuran (Bugis) (6) |
| BARONG | Tarian yang memakai topeng dan kelengkapan sebagai binatang buas (singa), dimainkan oleh dua orang (satu di depan, yaitu di bagian kepala dan satu di belakang, yaitu di bagian ekor), dipertunjukkan dengan cerita Calon Arang (Bali); nama corak batik (parang besar-besar) bermotif bulu pada leher singa (Jawa) (6) |
| BARRIE | Kota di Kanada (6) |
| BARTER | Perdagangan dengan saling bertukar barang (6) |
| BARUGA | Bangunan tradisional khas Sulawesi Selatan, berbentuk rumah atau bangunan kecil, biasa ditempatkan di bagian paling depan rumah atau halaman, biasanya menjadi tempat kumpul-kumpul atau diskusi setengah resmi; yang terdepan atau utama; bangunan khusus yang berfungsi sebagai tempat pertemuan, pesta, atau upacara adat (Tolaki) (6) |
| BARUJE | Hak seorang kreditor untuk mengambil ternak, rumah, dan tanah milik debitur yang tidak sanggup membayar atau melunasi utangnya (di Maluku) (Hukum) (6) |
| BARUNA | Dewa laut (6) |
| BARUNG | Menendang bola bersamaan dengan lawan dalam permainan sepak bola (Sunda); satuan terkecil pramuka siaga yang terdiri atas 5 – 10 orang (Pramuka) (6) |
| BARUNI | Kota di India (6) |
| BARVAS | Penganan, dibuat dari tepung beras dicampur dengan adukan telur, gula, dan kelapa sangrai (Bima) (6) |
| BASALO | Kesatuan sosial suku Banggai yang memiliki wilayah adat, upacara religi, dan warisan nenek moyang yang sama (6) |
| BASANG | Penganan khas Makassar, dibuat dari biji jagung yang sudah direbus kemudian dicampur dengan santan dan gula pasir (Makassar) (6) |
| BASIHA | Tiang penyangga utama rumah adat, berbentuk bulat panjang, biasanya dari kayu jihar yang berusia ratusan tahun (Batak) (6) |
| BASKET | Lingkaran berjaring yang dipasang pada ketinggian tiga meter pada papan sebagai tempat memasukkan bola pada olahraga bola basket (Olahraga); keranjang (Inggris) (6) |
| BASKOM | Tempat air pencuci tangan atau muka (6) |
| BASMAT | Kota di India (6) |
| BASODA | Kota di India (6) |
| BASRAH | Kota di Irak (6) |
| BASSAR | Kota di Togo (6) |
| BASTAR | Keturunan dua makhluk yang sebangsa (sejenis), tetapi mempunyai faktor keturunan yang berbeda; keturunan yang berdarah campuran (misalnya pada manusia, binatang); hibrida (Biologi) (6) |
| BASUNG | Akar kayu yang ringan; daun yang digulung meruncing atau bulat panjang untuk pembungkus sagu; ukuran banyak yang jumlahnya sama dengan dua puluh empat atau dua lusin; tendang (6) |
| BASYUN | Kota di Mesir (6) |
| BATAKO | Bata yang dibuat dari adukan pasir dan teras atau semen, dan berongga (ukurannya lebih besar daripada batu bata biasa, biasanya berukuran 8 x 24 x 32 cm) (6) |
| BATALA | Kota di India (6) |
| BATANG | Bagian tumbuhan yang berada di atas tanah, tempat tumbuhnya cabang dan ranting (pada tumbuhan berkeping satu tempat melekatnya pelepah daun); benda yang bentuknya panjang-panjang atau bulat panjang; tangkai (bunga, cendawan, dayung, dan sebagainya); bagian tubuh yang berbentuk bulat panjang; kata penggolong bilangan bagi benda yang bentuknya panjang-panjang; kata penggolong untuk sungai; rangka sepeda kecuali roda; sungai; tempat mandi, cuci, dan kakus yang berada di tepi sungai, dibuat dari balok kayu besar yang diikat menyerupai rakit (Banjar); bangkai; mayat; bait pantun dalam sastra lisan di daerah Basemah, Sumatra Selatan (Basemah); kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, ibu kotanya Batang; ibu kota Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah (6) |
| BATARA | Dewa; sebutan untuk dewa atau raja (6) |
| BATARI | Dewi; sebutan untuk dewa (6) |
| BATATA | Upacara meminta keselamatan kampung dari gangguan penyakit atau binatang liar (Muna) (6) |
| BATAWI | Penganan khas Tagulandang yang terbuat dari ubi, sagu, atau tepung ketan, dicampur dengan gula pasir, air kelapa, dan kelapa mengkal, adonan dibentuk lonjong, digoreng dan dilumuri dengan gula merah cair ((Tata Boga/Sangir) (6) |
| BATIAL | Berkaitan dengan bagian dasar laut yang memiliki kedalaman antara 0,2 km sampai 3,5 km, merupakan karakteristik landas kontinen dan pegunungan samudra (Oseanologi) (6) |
| BATITA | Anak bawah tiga tahun (akronim) (6) |
| BATLEY | Kota di Inggris (6) |
| BATMAN | Kota di Turki (6) |
| BATMAT | Tatakan makanan (6) |
| BATOBO | Kegiatan menggarap sawah atau ladang secara gotong royong sambil berpantun (Melayu Riau) (6) |
| BATUAN | Mineral atau paduan mineral yang membentuk bagian utama kerak bumi (Geografi dan Geologi) (6) |
| BATUMI | Kota di Georgia (6) |
| BATUNG | Siput kecil; ikat pinggang yang bertatahkan kulit siput; betung (Banjar) (6) |
| BATUTU | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 65 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya seperti marmer, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku), Indocina, Filipina, dan Fiji; betutu; beloso; belantuk; kedebuk; bakut; ketutuk; malas (Oxyeleotris marmorata) (6) |
| BATUWA | Golongan hamba sahaya suku Mandar (6) |
| BATYAM | Kota di Israel (6) |
| BAUBAU | Kota di Provinsi Sulawesi Tenggara (6) |
| BAUCHI | Kota di Nigeria (6) |
| BAURAN | Hasil membaurkan; campuran (6) |
| BAWAAN | Barang-barang yang dibawa (diangkat dan sebagainya); harta benda yang dibawa pada ketika kawin; buah tangan; oleh-oleh; pembawaan; sifat (tabiat dan sebagainya) yang dibawa sejak lahir; akibat (dari); asali (6) |
| BAWANG | Tanaman umbi lapis yang digunakan dalam berbagai masakan, banyak macamnya; sungai buatan, panjangnya paling sedikit 200 m, digunakan untuk mengarahkan ikan-ikan yang berasal dari sungai besar agar masuk ke dalam perangkap (Lampung) (6) |
| BAWEAN | Pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 120 kilometer sebelah utara Gresik; suku bangsa yang mendiami Pulau Bawean di sebelah utara Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, merupakan hasil percampuran orang Bugis, Makassar, Banjar, Madura, dan Jawa selama ratusan tahun (6) |
| BAWUSU | Peranti untuk meniriskan sagu basah, terbuat dari kayu, bentuknya seperti perahu (Sangir) (6) |
| BAYAMO | Kota di Kuba (6) |
| BAYANG | Diulang: ruang yang tidak kena sinar karena terlindung benda; wujud hitam yang tampak di balik benda yang kena sinar; gambar pada cermin, air, dan sebagainya; rupa (wujud) yang kurang jelas dalam gelap; gambar dalam pikiran; angan-angan; khayal (kiasan); tanda-tanda akan terjadi sesuatu (kiasan); sesuatu yang seakan-akan ada, tetapi sebenarnya tidak ada (kiasan); sesuatu yang sudah siap bekerja bilamana diperlukan (kiasan) (6) |
| BAYATA | Pelonco putra (laki-laki) (6) |
| BAYATI | Pelonco putri (perempuan) (6) |
| BAYAWA | Kewajiban seorang anak memberikan nafkah kepada orang tuanya yang sudah tidak mampu lagi mencari nafkah sendiri (Gorontalo) (6) |
| BAYEUX | Kota di Brasil (6) |
| BAYONG | Anak ikan gabus (Sunda); membayong; mengangkat; memanggul (6) |
| BAYUAN | Makanan (minuman) yang basi (6) |
| BAYUNG | Pisau pengukir; pisau wali; parang; golok; daun kacang panjang (biasa disayur) (Melayu Jakarta); orang-orangan di sawah (6) |
| BAZARI | Pedagang kecil; pengecer (6) |
| BAZNAS | Badan Amil Zakat Nasional (badan bentukan pemerintah yang bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah pada tingkat nasional) (akronim) (6) |
| BAZOKA | Meriam sandang berbentuk tabung, panjang sekitar 1 m, untuk menembak tank, mobil lapis baja, dan sebagainya (6) |
| BEAWAR | Kota di India (6) |
| BEBALI | Tarian sakral untuk menyertai upacara di pura (Bali) (6) |
| BEBANG | Terbebang; tidak dapat terus keluar; terhenti; tertahan (6) |
| BEBARU | Pohon kecil, tumbuh di sepanjang pantai, tetapi umum ditanam di pekarangan, bunganya berwarna kuning ketika pagi, sore hari berubah menjadi kemerah-merahan, kayunya banyak digunakan sebagai bahan bakar, serat kulit batangnya digunakan untuk tali; baru; embaru; waru (Hibiscus tiliaceus) (6) |
| BEBASO | Ragam bahasa halus yang dahulu digunakan di kalangan Kesultanan Palembang Darussalam (6) |
| BEBEKE | Anyaman khas Gayo, dibuat dari pandan tanpa hiasan (Gayo) (6) |
| BEBREK | Memperluas lingkungan tanah yang telah digarap (6) |
| BEBUKU | Kumpulan buku (6) |
| BECENG | Senjata api genggam; pistol (6) |
| BECHAR | Kota di Aljazair (6) |
| BEDAMA | Pisau besar (lebih besar daripada pisau biasa, tetapi lebih pendek daripada pedang, ada bermacam-macam); golok; parang (6) |
| BEDANO | Bau yang sangat busuk (Melayu Kep. Riau) (6) |
| BEDARU | Pohon yang tingginya mencapai 40 m, daun elips hingga agak membundar telur, bunga kecil menggerombol berwarna hijau, buah berbentuk fusi berwarna hijau hingga hitam, kayu berwarna kuning hingga cokelat digunakan sebagai bahan bangunan, jembatan, dan kapal; daru-daru; tempilai; garu (Cantleya corniculata) (6) |
| BEDAWI | Orang Badui (6) |
| BEDAYA | Penari wanita istana; serimpi; tari bedaya (6) |
| BEDENG | Rumah darurat (sementara) bagi para pekerja; tanah gembur yang ditinggikan sebagai pematang di sawah (kadang-kadang ditanami sayuran); bidang tanah yang digunakan untuk perkecambahan biji di persemaian (Pertanian); tanggul (Pertanian) (6) |
| BEDODO | Jenis tradisi lisan berbentuk lagu yang mempunyai lirik dan irama yang khas dan biasanya dinyanyikan untuk menidurkan anak (Dayak) (6) |
| BEDOMO | Tarian tradisional suku Bonai, dilakukan oleh dukun ketika mengobati orang sakit, diiringi pukulan gendang (6) |
| BEDUNG | Kain penutup dan dan perut yang ujung bertali sebagai pengikat pada leher dan perut (untuk anak balita); barut; oto (6) |
| BEDZIN | Kota di Polandia (6) |
| BEGANA | Nasi campur (waktu memasaknya nasi dicampur dengan lauk-pauk) (6) |
| BEGAWI | Upacara adat pemberian gelar (Lampung) (6) |
| BEGENG | Sangat kurus sehingga tulang iganya sangat menonjol (Melayu Jakarta) (6) |
| BEGINI | Seperti ini (6) |
| BEGITU | Seperti itu; demikian itu; sangat; terlalu; segera setelah ... (6) |
| BEIBEI | Kota di Cina (6) |
| BEIDAO | Kota di Cina (6) |
| BEIHAI | Kota di Cina (6) |
| BEIRUT | Ibu kota Lebanon (6) |
| BEJAIA | Kota di Aljazair (6) |
| BEJANA | Benda berongga yang dapat diisi dengan cairan atau serbuk dan digunakan sebagai wadah; bak (tempat air); tabung; bajan; jambang (6) |
| BEJEGE | Acara pementasan didong dalam rangkaian adat perkawinan, dilaksanakan pada malam hari sebelum akad nikah (Gayo) (6) |
| BEKADU | Pengungkapan rasa simpati laki-laki terhadap perempuan dengan memberikan sesuatu, biasanya berupa makanan atau uang (Lampung) (6) |
| BEKANG | Perbekalan dan angkutan (akronim/Kemiliteran) (6) |
| BEKASI | Kota di Provinsi Jawa Barat, terkenal dengan sebutan Kota Patriot; kabupaten di Provinsi Jawa Barat (6) |
| BEKILE | Makan yang dilakukan secara bersama-sama (Sasak) (6) |
| BEKKAN | Perbekalan makanan (akronim) (6) |
| BEKLES | Punggung terbuka (6) |
| BEKLIT | Penutup karoseri truk (6) |
| BEKMAT | Perbekalan material (akronim) (6) |
| BEKPAL | Perbekalan dan peralatan (akronim) (6) |
| BEKSAN | Tarian tradisional Jawa (6) |
| BEKUAN | Sesuatu yang membeku atau dibekukan (6) |
| BEKUKU | Ikan laut atau payau, hidup di dasar perairan subtropis, dengan kedalaman 1–150 m, bentuk tubuh panjang, mempunyai titik hitam pada operkulum, panjang mencapai 70 cm, berat mencapai 17,2 kg, umur mencapai 11 tahun, tersebar di perairan Atlantik Timur, ditemukan pada wilayah padang lamun dan substrat berpasir (Sparus aurata) (6) |
| BELACU | Kain mori yang masih mentah (belum diputihkan) sehingga warnanya agak kekuning-kuningan (6) |
| BELADA | Golok (pisau) pendek (6) |
| BELADU | Kayu penggulung benang; belendong (Melayu Jakarta) (6) |
| BELAKA | Semuanya (tiada kecualinya); seluruhnya; sama sekali (tidak bercampur dengan yang lain); semata-mata (6) |
| BELAKO | Maskawin dari pihak laki-laki (adat Dayak) (Dayak) (6) |
| BELANG | Telau-telau pada dasar warna yang lain (tentang kulit dan sebagainya); warna yang lebih dari semacam; bentong; berwarna loreng-loreng; sifat-sifat (kelakuan) buruk; kejelekan; noda; cacat (kiasan) (6) |
| BELATI | Keluaran luar negeri (negeri asing); pisau runcing, agak tebal, lebih banyak dipakai untuk menusuk daripada mengiris (biasa dibawa sebagai perlengkapan pramuka atau tentara) (6) |
| BELAWA | Strok karena serangan jantung mendadak (Banjar) (6) |
| BELEDA | Bubur kacang hijau yang diminum bercampur sirop (6) |
| BELEDI | Ember; pintu yang memiliki dua daun (Minangkabau) (6) |
| BELEDU | Kain dengan permukaan yang tebal, berbulu halus pada bagian depan dan rata pada bagian belakang, lembut, berkilat, sering dibuat kopiah atau baju kebesaran; velvet; beludru (6) |
| BELEID | Cara (langkah) yang ditempuh untuk melaksanakan program dan sebagainya; kebijaksanaan (Belanda) (6) |
| BELENG | Sial terus-menerus (Tunjung); saja; hanya (satu); berbeleng; berputar; berpusing (6) |
| BELERA | Perkakas tenun berupa papan tipis dan panjang untuk memadatkan atau mengerapkan tenunan; belebas tenun (6) |
| BELETE | Buah yang lebih dahulu matang (Tolaki); bakal buah (Tolaki) (6) |
| BELGIA | Negara yang terletak di Eropa Barat, beribu kota Brussel (6) |
| BELIAK | Membeliak; membuka lebar-lebar (tentang mata) (6) |
| BELIAN | Hasil membeli; pawang; dukun; ulin (6) |
| BELIAU | Orang yang dibicarakan (digunakan untuk menghormatinya) (6) |
| BELICO | Ikan pindang yang berukuran kecil (Madura) (6) |
| BELIDA | Ikan air tawar yang ukurannya dapat melebihi 100 cm, tubuhnya pipih memanjang dan berbentuk menyerupai pisau (6) |
| BELIGO | Tanaman menjalar, buahnya besar berbentuk lonjong, biasa dibuat sayur atau manisan tangkue; beligu (Benincasa hispida) (6) |
| BELIGU | Tanaman menjalar, buahnya besar berbentuk lonjong, biasa dibuat sayur atau manisan tangkue; beligo (Benincasa hispida) (6) |
| BELIKU | Kelok (sungai, jalan, dan sebagainya) (6) |
| BELING | Pecahan kaca (porselen dan sebagainya); serbuk halus-halus dari pecahan kaca dan sebagainya; barang pecah belah; tembikar; porselen; nakal (Jawa) (6) |
| BELIUT | Piuh atau bengkok (tentang pisau, keris, dan sebagainya) karena kena barang keras (6) |
| BELIZE | Negara yang terletak di Amerika Tengah, beribu kota Belmopan (6) |
| BELKIH | Rusa jantan (Batak) (6) |
| BELOAN | Benih ikan yang berukuran sebesar jari tangan (6) |
| BELONG | Tempat penyimpanan air untuk keperluan masak-memasak di dapur, terbuat dari batu padas, berbentuk silinder, dan berpenutup di bagian atasnya (Bali) (6) |
| BELOON | Bodoh; tolol; dungu (6) |
| BELOPA | Ibu kota Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan (6) |
| BELOSO | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 65 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya seperti marmer, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku), Indocina, Filipina, dan Fiji; batutu; kedebuk (Oxyeleotris marmorata) (6) |
| BELOVO | Kota di Rusia (6) |
| BELUAM | Kantong (tas) kecil dari kain (6) |
| BELUAN | Takaran beras, dibuat dari rotan yang dianyam, bentuknya seperti songkok (Putuk) (6) |
| BELUBU | Guci (dari tanah liat yang bermulut kecil) tempat menyimpan beras agar jangan dimakan bubuk atau tikus (6) |
| BELUGA | Paus yang memiliki warna putih di seluruh tubuhnya (Delphinapterus leucas) (6) |
| BELUKU | Bajak (6) |
| BELURU | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 65 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya seperti marmer, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku), Indocina, Filipina, dan Fiji; betutu; batutu; beloso; belantuk; bakut; kedebuk; ketutuk; malas (Oxyeleotris marmorata (6) |
| BEMBAM | Peram dalam abu (tentang ubi, talas, dan sebagainya) supaya matang (6) |
| BEMBAN | Terna berimpang yang tingginya hingga 3 m, berdaun tunggal menjorong, bertangkai, berpelepah, berbunga putih, dan berbuah putih kekuningan, kulit batang dijadikan bahan anyaman (keranjang, tikar, dan sebagainya) (Donax canniformis) (Botani); alat penangkap ikan menyerupai bubu, bertali yang diikatkan pada tongkat; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 45 cm, tubuhnya pipih memanjang dengan sirip punggung pendek, matanya terletak di belakang sudut mulut, warnanya kecokelatan dengan bercak kehitaman di atas pangkal sirip dada, tersebar di perairan Indocina, India, dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan); ompok; ikan bembam (Ompok bimaculatus) (6) |
| BEMBAR | Mimbar (6) |
| BEMOWO | Kota di Polandia (6) |
| BENALU | Tumbuhan yang menumpang pada tanaman lain dan mengisap makanan dari tanaman yang ditumpanginya; pasilan; bendalu (Loranthaceae); orang yang menumpang hidup pada orang lain (kiasan) (6) |
| BENANG | Tali halus yang dipintal dari kapas (sutra dan sebagainya) dipakai untuk menjahit atau menenun (6) |
| BENARA | Usaha atau orang yang bergerak di bidang pencucian (penyetrikaan) pakaian; penatu; dobi; benatu; menara (6) |
| BENATU | Usaha atau orang yang bergerak di bidang pencucian (penyetrikaan) pakaian; penatu; dobi; benara (6) |
| BENCAH | Tanah yang berair dan berlumpur; paya (6) |
| BENCAT | Gencat; terhenti; terbantut (tentang pekerjaan dan sebagainya) (6) |
| BENCOK | Makanan yang dibuat dari kentang yang diiris panjang tipis-tipis, digoreng garing, dan diberi sambal (Melayu Jakarta) (6) |
| BENCOL | Benjol (6) |
| BENDER | Kota di Moldova (6) |
| BENDIR | Gong kecil; canang (6) |
| BENDUL | Balok kayu yang dipasang melintang pada tiang rumah untuk menyangga lantai; balai di istana tempat raja bermusyawarah tidak resmi; balai bendul (6) |
| BENGAD | Perbengkelan TNI Angkatan Darat (akronim) (6) |
| BENGAH | Dalam keadaan duduk dengan menegakkan badan dan kepala; sombong; angkuh (6) |
| BENGAL | Pekak atau tuli sementara (karena ditampar, menelan pil kinine, dan sebagainya); tidak mau mengindahkan nasihat dan sebagainya; keras kepala; nakal; suka mengganggu (Melayu Jakarta) (6) |
| BENGAP | Berasa pekak dalam telinga (karena air masuk ke dalam telinga, pilek, dan sebagainya); tidak nyaring atau jernih (tentang bunyi gendang, mata uang, dan sebagainya); sukar mengeluarkan perkataan (karena takut, malu, dan sebagainya); gagap (6) |
| BENGBU | Kota di Cina (6) |
| BENGEK | Sesak napas; penyakit sesak napas; asma (6) |
| BENGEP | Bengkak-bengkak (tentang muka); sembap (Melayu Jakarta) (6) |
| BENGGE | Tempat menyimpan air yang terbuat dari batok kelapa (Tolaki) (6) |
| BENGIS | Bersifat keras tanpa belas kasihan kepada manusia atau binatang; suka berbuat aniaya; kejam; menyebabkan penderitaan (kesengsaraan) yang berat; tajam dan pedas (tentang perkataan); marah; gusar (6) |
| BENGKA | Memperlonggar, memperbesar lubang cuping telinga seorang gadis (Aceh) (6) |
| BENGKI | Tempat menyimpan dan membawa air yang terbuat dari tempurung kelapa (Pulo) (6) |
| BENGKU | Pohon yang tingginya mencapai 45 m, bergetah putih, daun elips, bunga berwarna putih, buah pelok hijau hingga cokelat, biji buah digunakan sebagai minyak untuk lampu, kayu digunakan untuk bahan bangunan (Madhuca motleyana) (Botani) (6) |
| BENGOH | Bekerja mati-matian; bekerja keras (6) |
| BENGOK | Beguk; gondok (Melayu Jakarta); bengkak dan merah (tentang mata) (Gayo); murung; benguk (Minangkabau) (6) |
| BENGOT | Tidak lurus benar; tidak tepat benar; benyot; serong (tentang segi empat dan sebagainya); agak miring (mendaki); landai (6) |
| BENGUK | Murung; bersedih; kacang babi; biji benguk (6) |
| BENGUL | Balut (tentang mata yang baru habis menangis) (Melayu Jakarta) (6) |
| BENIAN | Peti kecil (koper kecil) tempat menyimpan barang-barang berharga (seperti emas atau permata) (6) |
| BENING | Bersih, putih, dan tidak bercampur tanah dan sebagainya (tentang air); jernih; bersih dan berkilau (tentang mata, kaca, dan sebagainya) (6) |
| BENJOL | Bengkak atau bincul (pada dahi atau kepala); benjut; bengkil; benggol; benggil (6) |
| BENJUT | Benjol; betul-betul hancur tentang berdagang, bertani, dan sebagainya (kiasan) (6) |
| BENKAP | Kulit di atas sepatu untuk menutupi kaki bagian atas sampai ke lutut (6) |
| BENONI | Kota di Afrika Selatan (6) |
| BENSIN | Minyak bumi yang mudah menguap dan mudah terbakar (dipakai sebagai bahan bakar mobil dan sebagainya) (6) |
| BENTAK | Hardik dengan suara keras (6) |
| BENTAN | Jatuh sakit lagi sesudah (agak) sembuh; kambuh (6) |
| BENTAR | Jalan (berkeliling); belah; bangunan kuno berupa gapura atau gerbang yang tidak mempunyai atap (Arkeologi) (6) |
| BENTAT | Kulit yang memerah dan membengkak (Gayo) (6) |
| BENTEH | Permainan sepak-menyepak dengan betis; menyepak, menendang, dan merusak (6) |
| BENTEL | Lima ikat benih padi yang setiap ikat berisi dua puluh batang (Sunda) (6) |
| BENTET | Retak (tentang barang yang mudah pecah) (Jawa) (6) |
| BENTIK | Gambaran bagian lingkungan perairan yang dihuni oleh organisme yang hidup pada atau di dalam sedimen; gambaran bagian lingkungan perairan yang dihuni oleh organisme yang hidup pada atau di bagian dasar (6) |
| BENTOK | Tumbuk (6) |
| BENTOL | Bintik-bintik (agak besar) yang timbul pada tubuh (6) |
| BENTOR | Becak motor; becak yang digerakkan dengan tenaga motor (akronim); bambu kering yang dijadikan sebagai kayu api (Gayo) (6) |
| BENTOS | Organisme yang mendiami daerah dasar perairan (6) |
| BENTRE | Kota di Vietnam (6) |
| BENTUK | Lengkung; lentur; bangun; gambaran; rupa; wujud; sistem; susunan (pemerintahan, perserikatan, dan sebagainya); wujud yang ditampilkan (tampak); acuan atau susunan kalimat; kata penggolong bagi benda yang berkeluk (cincin, gelang, dan sebagainya) (6) |
| BENTUL | Tumbuhan berumbi; talas; keladi (Colocasia esculenta) (6) |
| BENTUR | Tubruk; langgar; bentus (6) |
| BENTUS | Bentur; tubruk; langgar (6) |
| BENUAQ | Suku bangsa yang mendiami daerah Kutai, Kalimantan Timur (6) |
| BENYAI | Terlalu lunak (seperti nasi yang terlalu banyak airnya atau buah yang hampir busuk); terlalu lembek; lelah sekali dan hampir tidak bertenaga; rengsa (kiasan) (6) |
| BENYEK | Benyai (6) |
| BENYOH | Bekerja mati-matian; bekerja keras (6) |
| BENYOT | Bengot; erot (6) |
| BENZIL | Radikal bervalensi tunggal yang dibentuk dari toluena (C6H5CH2) (6) |
| BENZOL | Campuran benzena dengan hidrokarbon aromatik yang diperoleh dari gas batu bara atau ter batu bara (6) |
| BERABE | Susah, repot (mengerjakannya, mengurusnya) (Melayu Jakarta) (6) |
| BERADA | Ada (di); berpunya (tidak kekurangan) (6) |
| BERADU | Berlanggaran; bertumbukan; berlaga; bersabung; (sedang) memperlagakan; bertanding berebut menang (dalam pertandingan, perlombaan, dan sebagainya); bersentuhan; terbentur; terantuk (pada); berhenti; beristirahat; tidur (6) |
| BERAGA | Berlagak; bermegah; memperlihatkan (mempertontonkan) diri atau memamerkan diri; berlagak (6) |
| BERAGI | Memakai ragi; berbuih atau memuai (karena ragi) (6) |
| BERAHI | Asyik; sangat suka; sangat tertarik; perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin; gejala yang timbul secara berkala pada ternak betina sebagai perwujudan berahi untuk dikawinkan; entrus (Peternakan) (6) |
| BERAIR | Mengandung (berisi, mengeluarkan, dan sebagainya) air (6) |
| BERAJA | Berlaku sebagai raja; menjadi raja; menghambakan diri (kepada); mempunyai raja; bintang beralih (Melayu Jakarta) (6) |
| BERAKU | Memakai kata aku (6) |
| BERANG | Sangat marah; sangat gusar; pisau besar untuk merajang daun tembakau (Melayu Medan); senjata parang khas Sumbawa (Sumbawa) (6) |
| BERANI | Mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sebagainya; tidak takut (gentar, kecut) (6) |
| BERAPA | Kata tanya untuk menanyakan bilangan yang mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu; kapan; bilamana; berulang-ulang; berkali-kali; betapa (6) |
| BERAPI | Berisi (mengandung) api; mengeluarkan api (6) |
| BERASA | Mendapat rasa (yang dialami oleh badan); mempunyai rasa (pahit, manis, dan sebagainya); dirasa(i); terasa (sebagai) (Minangkabau) (6) |
| BERBAU | Mempunyai bau; mengeluarkan bau (harum, busuk, dan sebagainya); baunya seperti bau ...; mendapat bau; tercium; terkandung di dalamnya (sesuatu yang lain); telah mulai diketahui sedikit-sedikit (tentang rahasia dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| BERBER | Bahasa yang dituturkan di Maroko (6) |
| BERCAK | Burik kecil-kecil; bintik-bintik; noda atau kotoran pada lembaran bersih (6) |
| BERCAT | Diwarnai dengan cat (6) |
| BERDOA | Mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Tuhan (6) |
| BERDSK | Kota di Rusia (6) |
| BERDUA | Dua orang bersama-sama; terdiri atas dua orang: (6) |
| BERDUS | Buncit (perutnya); gendut (6) |
| BEREDA | Berlindung; berteduh (Minangkabau) (6) |
| BEREGU | Berupa regu; berkelompok yang terdiri atas beberapa orang; sangkakala yang terbuat dari tanduk kerbau atau kayu untuk menyampaikan isyarat (Aceh) (6) |
| BERGAS | Mengandung gas; gagah; cergas (6) |
| BERGEN | Kota di Norwegia (6) |
| BERGUK | Selubung muka dan badan seperti yang dipakai oleh wanita yang naik haji; layah; jilbab instan yang diberi bantalan busa di bagian depannya (6) |
| BERHAD | Berbatas; berhingga (6) |
| BERHAK | Mempunyai hak; berkuasa (6) |
| BERHAL | Ada suatu urusan (karena perselisihan dan sebagainya); berurusan; mendapat kesukaran (halangan dan sebagainya) (6) |
| BERIAK | Bergerak mengombak (tentang air, udara); berdahak; mengeluarkan dahak (6) |
| BERIAN | Pemberian; maskawin (6) |
| BERIAS | Berhias diri; berdandan (6) |
| BERIDA | Tua; banyak pengalaman; ulung (kiasan) (6) |
| BERISI | Ada isinya; tidak kosong; tidak hampa; berilmu; mempunyai kesaktian (kiasan); padat dan kuat (tentang tubuh) (kiasan); mengandung; memuat (kiasan) (6) |
| BERITA | Cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar; laporan; pemberitahuan; pengumuman (6) |
| BERKAH | Karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia; berkat; mendatangkan kebaikan atau manfaat (6) |
| BERKAP | Memakai kap; bertudung; kulit kayu yang tebal dan berpermukaan tidak rata, berasal dari pohon yang besar (Gayo) (6) |
| BERKAS | Kumpulan (gabungan) benda seperti lidi, batang padi, kayu api, diikat menjadi satu; bundel (surat-surat); lipatan kertas tebal persegi panjang untuk melindungi dan menyimpan surat (Administrasi dan Kepegawaian); kumpulan data yang dapat diberi nama berbeda dan disimpan pada tempat penyimpanan sekunder dalam komputer (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| BERKAT | Karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia; doa restu dan pengaruh baik (yang mendatangkan selamat dan bahagia) dari orang yang dihormati atau dianggap suci (keramat), seperti orang tua, guru, pemuka agama; makanan dan sebagainya yang dibawa pulang sehabis kenduri; mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah; karena; akibat dari (6) |
| BERKIK | Burung rawa, seperti belekok, pemakan binatang kecil-kecil yang terdapat di lumpur (Capella sternurs) (6) |
| BERKIL | Ikan laut yang panjangnya mencapai 55 cm, mulut relatif kecil, bentuk kepala miring, gigi vomer tidak memanjang ke arah posterior, preoperkulum halus tanpa lekukan, baris sisik membujur miring di atas gurat sisi, badan berwarna merah muda, biasanya dengan garis merah tipis, hidup di area terumbu karang dan berbatu dengan kedalaman hingga 100 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; bambangan (Lutjanus erythropterus) (6) |
| BERLAU | Biru belau (6) |
| BERLIK | Melindungi diri dengan dalih; berdalih (6) |
| BERLIN | Ibu kota Jerman (6) |
| BERLUK | Berkeluk-keluk; berbelok-belok; meliuk-liuk (6) |
| BERMAD | Pedagang kebutuhan nelayan atau masyarakat di sekitar laut (pantai) (Jawa) (6) |
| BERMAT | Perahu layar besar bertiang satu, terbuat dari kayu, bertutup, digunakan untuk menangkap ikan (6) |
| BERNAS | Berisi penuh (tentang butir padi, susu, bisul, dan sebagainya); banyak isinya (tentang pidato, petuah, ceramah, dan sebagainya) (kiasan); dapat dipercaya (kiasan) (6) |
| BERNGA | Ulat yang terdapat pada bangkai, buah, dan sayuran yang telah membusuk, berguna dalam proses dekomposisi bahan organik, larva lalat (Diptera); belatung (6) |
| BEROCI | Kain sutra halus (keluaran Bharokh, Gujarat) (6) |
| BEROGA | Ayam liar; ayam hutan (Gallus ferrugineus) (6) |
| BERONA | Mempunyai rona; berwarna; baik warnanya (rupanya) (6) |
| BERONG | Serong (6) |
| BEROTI | Bilah atau belebas untuk mengapit dinding bambu atau dinding papan tempat menancapkan paku (6) |
| BEROTO | Bermobil (6) |
| BERSAT | Salah masuk (seperti makanan masuk ke liang napas atau ke hidung); tersesat; salah jalan (6) |
| BERSEP | Mempunyai kepala; mengabdi kepada (6) |
| BERSIH | Bebas dari kotoran; bening tidak keruh (tentang air), tidak berawan (tentang langit); tidak tercemar (terkena kotoran); tulus; ikhlas; tidak bernoda; suci; tidak dicampur dengan unsur atau zat lain; asli; jelas dan rapi; neto (pendapatan, berat, isi, dan sebagainya sesudah diambil biaya-biaya, pembungkus, dan sebagainya); habis sama sekali; bebas dari kejahatan (6) |
| BERSIN | Keluar udara dengan tiba-tiba dari hidung dan mulut karena tidak tertahan (seperti waktu terserang pilek, tercium bau yang menusuk hidung) (6) |
| BERSIT | Membersit; tersembul dengan tiba-tiba; memancar dan membias secara sekilas; tebersit; terpancar samar-samar; tersiar (tentang kabar dan sebagainya secara samar-samar) (6) |
| BERSUA | Datang saling mendekati (berdekat-dekatan); bertemu; berjumpa; berdempak; bertemu (dalam arti mendapat, memperoleh); kedapatan; terdapat; ada; tersua; terjadi (atas); terlaksana (tentang harapan dan sebagainya); benar-benar terjadi (tentang ramalan dan sebagainya) (6) |
| BERSUH | Mempunyai panas badan; (masih) hidup; bernyawa (6) |
| BERSUT | Tampak merengut; cemberut (marah) (6) |
| BERTAM | Pohon palem yang menghasilkan sagu (Eugeissona tristis); puyuh hutan hitam (Melanoperdix nigra) (6) |
| BERTIH | Beras yang disangrai di kuali sampai kulitnya pecah meletup (6) |
| BERTUS | Ikan yang dibakar beserta isi perutnya (Benuaq) (6) |
| BERUAS | Pohon yang mirip pohon manggis, buahnya tidak enak dimakan, akarnya biasa dijadikan obat sesak napas (Garcinia hombroniana) (6) |
| BERUDU | Bermusuh(an); anak katak yang masih seperti ikan (berinsang) (6) |
| BERUJI | Mengadu kekuatan (kepandaian dan sebagainya); mengikuti ujian (6) |
| BERUJU | Bungsu (6) |
| BERUPA | Ada rupanya yang nyata (kelihatan); berwujud; berbentuk sebagai; terjadi dari; terdiri atas; elok rupanya; cantik (6) |
| BERURI | Periode atau jangka waktu ketika orang tidak boleh bekerja (untuk mengusir penyakit dalam adat Dayak) (6) |
| BERUSU | Suku bangsa yang mendiami daerah Kalimantan Timur (6) |
| BERWYN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| BESALE | Pemimpin spiritual suku Anak Dalam, biasanya dapat meramal atau menyembuhkan orang sakit (Melayu Jambi) (6) |
| BESAOH | Tradisi tolong-menolong atau gotong-royong dalam masyarakat Bangka Belitung (terutama di desa), misalnya dalam hal membuka lahan untuk berladang, membangun rumah, membersihkan lingkungan sekitar, dan lain-lain (6) |
| BESBES | Kota di Aljazair (6) |
| BESERO | Berkongsi; berserikat dagang (6) |
| BESING | Desing; terlalu kenyang makan (6) |
| BESKAL | Jaksa (6) |
| BESKAP | Baju jas pendek, berleher tinggi, berlengan panjang, berkancing di atas dan di sisi sebelah kiri (6) |
| BESLAH | Sita (6) |
| BESLIT | Surat keputusan (penetapan pengangkatan) (6) |
| BESTEK | Rencana pembuatan bangunan (gedung dan sebagainya) dengan segala perinciannya (gambar, biaya) (6) |
| BESTEL | Tempat mengirimkan barang (lewat stasiun dan sebagainya) (6) |
| BESTIR | Pengurus perkumpulan dan sebagainya (6) |
| BESUSU | Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) (6) |
| BESUTA | Kain sutra yang halus (6) |
| BETANG | Rumah panjang khas suku Dayak digunakan untuk pertemuan damai (6) |
| BETAPA | Kata tanya untuk menanyakan cara, perbuatan, pendapat, dan sebagainya; bagaimana; kata seru penanda rasa heran, kagum, sedih, dan sebagainya; alangkah; sungguh; meskipun; sebagaimana; seperti (6) |
| BETAWI | Suku bangsa yang mendiami daerah Jakarta, sebagian Jawa Barat dan Banten; dialek bahasa Melayu yang dituturkan oleh suku Betawi (6) |
| BETHAL | Kota di Afrika Selatan (6) |
| BETHEL | Tempat suci; salah satu mazhab dalam agama Protestan (ungkapan/Ibrani) (6) |
| BETINA | Perempuan (biasanya dipakai untuk binatang atau benda); pasangan (bagi binatang jantan) (6) |
| BETING | Timbunan pasir atau lumpur yang panjang di muara sungai atau di tepi laut; gosong; awan satu jenis yang sambung-menyambung dan mempunyai tinggi dasar yang hampir sama, umumnya hanya menutup sebagian kecil langit dan memiliki ukuran mendatar yang memanjang (Meteorologi) (6) |
| BETONG | Tempayan besar tempat air, terbuat dari batu padas, biasanya ditempatkan di dalam kolam (Bali) (6) |
| BETUNG | Bambu yang besar (Dendrocalamus asper) (6) |
| BETUTU | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 65 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya seperti marmer, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku), Indocina, Filipina, dan Fiji; batutu; beluru; beloso; belantuk; bakut; kedebuk; ketutuk; malas (Oxyeleotris marmorata); pohon kecil; jirak; daging ayam yang masih utuh, tetapi sudah diambil tulang-tulangnya; masakan yang terbuat dari daging ayam atau bebek yang diberi bumbu khas, dimasak dalam sekam hingga daging dan tulang menjadi empuk (Bali) (6) |
| BEXLEY | Kota di Inggris (6) |
| BHILAI | Kota di India (6) |
| BHISHO | Kota di Afrika Selatan (6) |
| BHOPAL | Kota di India (6) |
| BHUTAN | Negara yang terletak di Asia Selatan, beribu kota Thimphu (6) |
| BIABIA | Kain penutup tubuh jenazah perempuan sampai di dada (Wolio); sarung pengantin dibuat dari benang yang berwarna cemerlang keputihan atau kuning keemasan, garis-garis lurus dengan warna dasar pada umumnya hitam, kuning, dan merah (Muna) (6) |
| BIADAB | Belum beradab; belum maju kebudayaannya; tidak tahu adat (sopan santun); kurang ajar; tidak beradab; kejam; lalim (6) |
| BIADAT | Tidak bersifat kemasyarakatan (tidak suka bergaul dalam masyarakat) (6) |
| BIAKAN | Barang yang dibiakkan; hasil membiakkan; penumbuhan atau hasil penumbuhan jamur atau jasad renik lain pada media buatan (Biologi) (6) |
| BIALAO | Batanga yang sedang ditempeli papan di badan perahu (Gorontalo) (6) |
| BIAROM | Tari tradisional khas Desa Karey yang menceritakan sejarah masyarakat Aru, dilakukan oleh enam penari yang terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan dan diiringi nyanyian adat (Karey) (6) |
| BIATAH | Suku bangsa yang mendiami daerah hulu sungai di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur; Bidayuh (6) |
| BIAWAK | Reptilia serupa dengan bengkarung besar, panjang seluruh tubuhnya kira-kira 2,5 m (dapat lebih), jenis Varanus dan banyak macamnya (6) |
| BIAWAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 30 cm, tubuhnya pipih memanjang, mulutnya kecil dan berbibir tebal, warnanya perak kehijauan, tersebar di perairan Thailand dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan); tambakan; tembakang (Helostoma temminckii) (6) |
| BIAWAS | Jambu biji (6) |
| BIBLIO | Catatan bibliografi dan/atau yang ditempatkan di balik halaman judul (6) |
| BICANA | Tanah kelahiran; bijana (6) |
| BICARA | Akal budi; pikiran; perundingan; beperkara; berurusan; pertimbangan pikiran; pendapat; berbahasa; berkata; sedang dipakai untuk bercakap (dalam telepon); tanggung, tentu (pasti) (Melayu Jakarta) (6) |
| BIDANG | Permukaan (yang) rata dan tentu batasnya; ukuran panjang (5 hasta) untuk mengukur panjang (tikar, layar, kulit, dan sebagainya); lapangan (dalam arti lingkungan pekerjaan, pengetahuan, dan sebagainya); segi pandangan; aspek; kata penggolong bagi barang-barang yang luas seperti tanah, sawah, ladang; lebar; kolom yang terdapat pada kartu berlubang untuk menuliskan informasi khusus; bagian tertentu dalam rekaman komputer, misalnya dalam rekaman bibliografi, pengarang, atau tanggal publikasi dokumen (6) |
| BIDARA | Pohon yang tingginya hingga 20–25 m, digunakan sebagai bahan bangunan (Zizyphus celtidifolia) (6) |
| BIDARI | Batas atau tempat berhenti dalam permainan kasti dan sebagainya; bidai (6) |
| BIDENG | Sisa sayatan penyiangan pada tanaman kumpai yang tidak digunakan (Aceh); kepiting kecil (Jawa) (6) |
| BIDUAN | Penyanyi (terutama yang diiringi musik) (6) |
| BIDURI | Pohon kecil yang bergetah, tinggi hingga 3 m, daunnya berwarna hijau kebiru-biruan, batangnya berbulu, bunganya berwarna ungu, getahnya cair berwarna putih dan pahit, digunakan sebagai obat berbagai penyakit, akarnya untuk mengobati luka gigitan ular berbisa; widuri (Calotropis gigantea) (6) |
| BIGAIR | Tanpa; kecuali; melainkan (6) |
| BIGAMI | Beristri atau bersuami dua (6) |
| BIJANA | Tanah kelahiran (6) |
| BIJNOR | Kota di India (6) |
| BIKANG | Penganan, dibuat dari adonan tepung beras, santan, gula, dan vanili; bingka (Tata Boga) (6) |
| BIKINI | Pakaian (renang) wanita yang hanya terdiri atas celana dalam dan kutang (kain) penutup buah dada (6) |
| BIKSAH | Kebangkitan; perutusan; pengutusan (6) |
| BIKUNI | Biksuni (Agama Buddha) (6) |
| BILAIH | Mata pedih karena asap (Aceh) (6) |
| BILALO | Melicinkan lantai dengan semen yang tidak dicampuri pasir (Melayu Ambon) (6) |
| BILANG | Hitung; berkata; mengatakan (6) |
| BILBAO | Kota di Spanyol (6) |
| BILHAK | Sebenarnya; sesungguhnya (Arab) (6) |
| BILIAR | Permainan yang menggunakan bola (kecil) dari gading dan sebagainya dan tongkat panjang sebagai pendorong bola putih agar mengenai bola sasaran yang bernomor sehingga masuk ke lubang yang dituju di atas meja persegi panjang yang berlapis kain laken; bola sodok (Olahraga) (6) |
| BILIER | Memengaruhi saluran empedu atau sistem saluran di hati (6) |
| BILIUN | Satuan bilangan yang dilambangkan dengan dua belas nol (000.000.000.000) di belakang angka 1–9 (di Inggris dan Jerman); satuan bilangan yang dilambangkan dengan sembilan nol (000.000.000) di belakang angka 1–9 (di Amerika Serikat dan Prancis) (6) |
| BILOKS | Bilangan oksidasi (akronim/Kimia) (6) |
| BILQAS | Kota di Mesir (6) |
| BILYET | Kartu; karcis; kertas berharga seperti yang dikeluarkan oleh bank (6) |
| BIMBEL | Bimbingan belajar (akronim) (6) |
| BIMBIT | Bawa; jinjing (6) |
| BIMSON | Kota di Vietnam (6) |
| BIMSUH | Bimbingan dan pengasuhan (akronim) (6) |
| BIMTEK | Bimbingan teknis (akronim) (6) |
| BINAAN | Hasil membina; yang dibina (6) |
| BINANG | Bambu bekas pakai untuk membuat lemang (6) |
| BINARA | Menara (6) |
| BINASA | Rusak sama sekali; hancur lebur; musnah (6) |
| BINCUL | Benjol (pada kepala, dahi); benjol; benggil; bengkil; benggol; benjut (6) |
| BINCUT | Benjol (pada kepala, dahi); bincul (6) |
| BINDAM | Hitam lebam dan bengkak-bengkak (karena terpukul dan sebagainya); memar (6) |
| BINDER | Alat untuk menjilid buku, majalah, dan sebagainya; orang yang (pekerjaannya dan sebagainya) menjilid buku, majalah, dan sebagainya (6) |
| BINEKA | Beragam; beraneka ragam (6) |
| BINGAH | Kata sapaan untuk kerabat anak tengah (Melayu Jambi) (6) |
| BINGAR | Tak acuh terhadap lawan bicara (Melayu Riau) (6) |
| BINGAS | Lekas marah; beringas; berangasan (6) |
| BINGIT | Tidak senang; kurang nyaman; iri hati; dengki (Minangkabau) (6) |
| BINGKA | Penganan, dibuat dari adonan tepung beras, santan, gula, dan vanili; bikang (Tata Boga) (6) |
| BINGOL | Kota di Turki (6) |
| BINGSU | Nama untuk pendeta di wilayah timur Toraja (Toraja); minuman berupa es yang diserut menyerupai salju dan diberikan tambahan gula, kacang tanah, buah, dan berbagai pugasan lain (Korea) (6) |
| BINJAI | Pohon yang kulit batangnya berwarna abu-abu dan pecah-pecah, tinggi mencapai 40 m, bunganya terdapat dalam malai, menyerupai bunga mangga, berwarna ungu tua, bagian tepi berwarna putih, buahnya besar berbentuk seperti avokad dan tidak simetris, berwarna kecokelat-cokelatan, daging buah berwarna kuning kotor mengandung banyak cairan dan rasanya asam manis; kemang (Mangifera caesia); buah binjai; buah kemang; kota di Provinsi Sumatra Utara, ibu kotanya Binjai (6) |
| BINJAS | Pembinaan jasmani (akronim) (6) |
| BINJAT | Angkat (6) |
| BINMAS | Pembinaan masyarakat (akronim) (6) |
| BINNEN | Masuk (ungkapan/Belanda); sudah jadi kaya; mapan (kiasan/ungkapan/Belanda) (6) |
| BINOMO | Aplikasi investasi yang jadi perbincangan hangat di media akhir-akhir ini (6) |
| BINRAT | Benang kain yang tercabut (Melayu Kalimantan) (6) |
| BINSIK | Pembinaan fisik (akronim) (6) |
| BINTAK | Perahu terbuat dari kayu, bertiang dua atau lebih, untuk menangkap ikan, digerakkan dengan dayung (6) |
| BINTAL | Bintil (agak besar) (6) |
| BINTAN | Pohon yang tingginya mencapai 25 m, daun elips hingga membundar telur sungsang, ujungnya lancip, perbungaan terbatas, bunganya harum, berwarna putih, bagian tengah oranye, merah muda menjadi merah hingga ungu, buah pelok, membulat telur atau seperti mangga, berwarna merah, bagian luar buah berdaging, bagian dalam berserat, tumbuh di hutan pantai dan mangrove, buah, akar, dan kulit kayu digunakan sebagai pencahar, kayu untuk arang, ukiran dan furnitur, getah lateks untuk racun hewan, biji untuk racun ikan, minyak biji untuk membuat lilin; bintaro (Cerbera manghas) (Botani) (6) |
| BINTIK | Titik (putih) atau kurik pada kulit; titik pada dasar warna yang berbeda pada kain dan sebagainya (6) |
| BINTIL | Bintul (bercak) kecil (seperti bekas digigit nyamuk) (6) |
| BINTIT | Bintil (terutama di pinggir kelopak mata) (6) |
| BINTUL | Bengkak kecil pada kulit (karena digigit nyamuk, disengat lebah, dan sebagainya) (6) |
| BINTUR | Bubu (tangguk) untuk menangkap udang (ketam dan sebagainya) (6) |
| BIODIN | Zat yang ditemukan dalam sel hidup yang memengaruhi pernapasan (6) |
| BIOFAK | Objek yang ditemukan pada situs arkeologi, memiliki unsur biotik dan abiotik, terkait dengan lingkungan (seperti tanduk hewan, arang, dan tanaman); biofak; ekofak (Arkeologi) (6) |
| BIOGAS | Gas yang terbuat dari kotoran ternak (6) |
| BIOLIT | Batuan yang terbentuk oleh proses organik (Geografi dan Geologi) (6) |
| BIOLOG | Ahli biologi (6) |
| BIONIK | Tentang memiliki beberapa organ atau fungsi tubuh yang diganti atau ditingkatkan dengan organ bertenaga elektronik yang menghasilkan kemampuan manusia super; memiliki kekuatan, kecepatan, atau intensitas manusia super; berkenaan dengan ilmu bionika (6) |
| BIOPIK | Film biografi (6) |
| BIOPSI | Pemeriksaan terhadap organisme, organ, atau jaringan yang hidup (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| BIOTEK | Pemanfaatan sistem biologi untuk menghasilkan barang dan jasa bagi kepentingan manusia (6) |
| BIOTIK | Makhluk hidup (tumbuhan, hewan, manusia), baik yang mikro maupun yang makro (Biologi) (6) |
| BIOTIN | Unsur vitamin dalam kelompok vitamin B kompleks (Kimia) (6) |
| BIOTIT | Bentuk umum dari mika feromagnesian yang terjadi dalam beberapa batuan beku dan metamorfik, biasanya berwarna gelap (Ilmu Tanah) (6) |
| BIOTOP | Daerah kecil dengan kondisi lingkungan berbeda yang mendukung komunitas ekologi tumbuhan dan hewan tertentu (6) |
| BIRAMA | Ayunan gerak kelompok beberapa pulsa yang pulsa pertamanya mendapat aksen kuat secara berulang dan teratur (Musik); satuan kelompok ketukan tetap yang dimulai dengan ketukan kuat sampai ketukan kuat berikutnya; metrum (Musik) (6) |
| BIRANG | Malu karena dihina (6) |
| BIRIBA | Kelompok srikaya berukuran besar, berat buah mencapai 2 kg, kulit buah berwarna kekuningan dihiasi tonjolan yang menyerupai tanduk, daging buah lembut tanpa serat, sedikit berair, rasa manis (Rollinia mucosa) (6) |
| BIRINE | Kota di Aljazair (6) |
| BIRING | Penyakit kulit berupa bintik-bintik dan menimbulkan rasa gatal; bisul yang muncul di ketiak (Gayo); merah kekuning-kuningan (tentang warna bulu ayam); oleng, tidak stabil (tentang layang-layang) (Jawa); bagian tepi kulit (pada bulus atau penyu) (Dayak) (6) |
| BIRONI | Menutup bagian-bagian kain batik yang akan tetap berwarna biru dengan malam (Jawa) (6) |
| BIRSAM | Radang pada selaput dada; pleuritis (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| BISARA | Upacara sidang adat Dayak Halong, untuk mengetahui silsilah serta ada atau tidaknya hubungan darah kedua calon pengantin (Dayak) (6) |
| BISBAN | Potongan kain tipis yang diaplikasikan pada tepi kain, biasanya digunakan sebagai hiasan pada pakaian (Tata Busana) (6) |
| BISBOL | Olahraga dengan menggunakan bola keras kecil (sebesar bola kasti) dan pemukul, dilakukan oleh dua regu yang masing-masing terdiri atas sembilan orang pemain (Olahraga) (6) |
| BISBUL | Pohon yang tingginya mencapai 15 m, daunnya rimbun, bentuknya bulat, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan harum baunya, buahnya bulat agak pipih, kulit buah berwarna merah muda atau kekuning-kuningan dengan bulu halus kemerah-merahan, berbau seperti mentega (Diospyros discolor) (6) |
| BISEPS | Otot yang mempunyai dua kepala (6) |
| BISING | Ramai (seperti berdengung-dengung, berdesir-desir, berdesing-desing) hingga menyebabkan telinga seperti pekak (tentang suara atau bunyi); hiruk-pikuk; gempar; berasa pada telinga seakan-akan pekak (karena mendengar bunyi yang tidak keruan) (6) |
| BISKRA | Kota di Aljazair (6) |
| BISLIG | Kota di Filipina (6) |
| BISMAM | Suku bangsa yang mendiami sebagian besar wilayah Agats di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, merupakan bagian dari kelompok suku Asmat (6) |
| BISMIL | Kota di Turki (6) |
| BISMUT | Logam yang dipakai untuk mengobati sakit usus, perut, dan sebagainya; logam getas berwarna putih perak; unsur kimia logam dengan nomor atom 83, berlambang Bi, dan bobot atom 208,9804 u (6) |
| BISNIS | Usaha komersial dalam dunia perdagangan; bidang usaha; usaha dagang (6) |
| BISSAU | Ibu kota Guinea Bissau (6) |
| BISTIK | Lauk bersaus yang dibuat dari daging dan sebagainya (6) |
| BISTRO | Restoran kecil atau sederhana bergaya Prancis; kedai minuman atau bar kecil (6) |
| BISWAN | Kota di India (6) |
| BITING | Penyemat yang dibuat dari lidi (bambu dan sebagainya) untuk menyemat daun pembungkus; semat (Jawa) (6) |
| BITMAP | Metode penyimpanan informasi grafis dalam memori yang tiap pikselnya berisi bit pada layar (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| BITOLA | Kota di Makedonia Utara (6) |
| BITUNG | Tumbuhan tahunan, tingginya mencapai 17 m, bunganya berambut, berwarna putih kemerahan, daun hijau, buah berbentuk segi empat sebesar kepalan tangan, bijinya digunakan sebagai insektisida nabati (Barringtonia asiatica); kota di Provinsi Sulawesi Utara (6) |
| BIURET | Bahan kristalin yang tidak larut, terbentuk dari urea, digunakan untuk uji coba biokimia protein dan urea, sangat beracun sehingga kandungannya tidak boleh melebihi 50% dalam pupuk (Ilmu Tanah) (6) |
| BIUSAN | Hasil membius (6) |
| BIYADA | Gadis yang bekerja di keraton (Jawa) (6) |
| BIYODU | Telur ikan (6) |
| BIYUNG | Panggilan untuk orang tua (ibu) (Jawa) (6) |
| BKPSDM | Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (sebelumnya BKD) (singkatan) (6) |
| BLABAR | Alat untuk menangkap ikan yang dibuat dari rangkaian beberapa ikat daun tanaman kering yang dipasang di pantai (6) |
| BLABUR | Sisa berlebih karena terlalu banyak (Jawa); pandangan kabur, tidak jelas (Jawa) (6) |
| BLAINE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| BLAZER | Baju luar berbentuk jas untuk perempuan, dipakai di luar blus (6) |
| BLEBER | Bakal buah pinang (Jawa) (6) |
| BLEBES | Peralatan tukang batu, berupa potongan kayu, besarnya sekitar tiga jari tangan, lurus pada sisi-sisinya, fungsinya sebagai alat bantu untuk meratakan pembuatan dinding (Jawa) (6) |
| BLEDEK | Daun jarak (Jawa); daun tanaman jarak (Madura) (6) |
| BLEDIK | Mengejar sampai objek yang dikejar terpegang (Jawa) (6) |
| BLEDUG | Anak gajah (Jawa) (6) |
| BLEKEK | Berkik yang bertubuh gemuk, berbulu ekor pendek dan kaku, berbiak di Asia Timur, dan bermigrasi ke seluruh wilayah Indonesia, kecuali Papua; berkik ekor lidi (Gallinago stenura) (6) |
| BLEKOK | Burung berkaki dan berparuh panjang, pemakan daging (ikan, katak, siput, dan sebagainya), biasa hidup di sawah atau rawa-rawa, berbulu putih dan cokelat (Ardeola speciosa) (6) |
| BLENDA | Zink sulfida alamiah (Kimia) (6) |
| BLEWAH | Tanaman menjalar, panjangnya 1,5–3 m, daunnya lebar berbentuk jantung dengan tangkai daun yang keras dan panjang, bunganya besar berwarna kuning dan harum, buahnya cepat busuk berbentuk bulat lonjong dan berlekuk-lekuk, dapat dimakan langsung atau dicampur dengan sirop, berbulu licin jika masih muda, banyak bijinya dan berkulit sangat tipis; semangka belanda (Cucumis melo) (6) |
| BLIBAR | Buah manggis yang masih sangat muda; pentil manggis (Jawa) (6) |
| BLIRIK | Motif bintik-bintik pada bulu ayam (Jawa) (6) |
| BLITAR | Kota di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Lahar, Kota Proklamator, Kota PETA atau Kota Patria; kabupaten di Provinsi Jawa Timur, beribu kota Kanigoro (6) |
| BLOBOH | Murah hati; suka memberi (Jawa) (6) |
| BLOCOK | Teri berukuran besar (Jawa) (6) |
| BLOGER | Sebutan untuk orang yang mengeblog; pengeblog; narablog (6) |
| BLOKIR | Bekukan sesuatu (rekening bank dan sebagainya) (6) |
| BLONDO | Ampas yang tersisa dari pembuatan minyak kelapa, biasanya dibuat untuk lauk (Jawa) (6) |
| BLOROK | Corak bergradasi, biasanya coklat kekuningan bercampur hitam, ukurannya lebih besar (tentang bulu ayam dan sebagainya) (Jawa) (6) |
| BLOTER | Catatan harian yang berisi semua transaksi yang dibuat oleh dealer (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| BLOWER | Pompa udara bertenaga listrik yang udaranya dihasilkan melalui kipas (6) |
| BLUANG | Anjing tanah (Bali) (6) |
| BLUBUH | Mudah tertidur (Bali) (6) |
| BLUSUK | Masuk (Jawa) (6) |
| BOBAKA | Kulit batang sagu (Pamona) (6) |
| BOBAKU | Roh jahat yang menyebabkan penyakit (6) |
| BOBALE | Gelang yang terbuat dari kulit kerang dan dipakai sebagai perlengkapan pakaian adat daerah Maluku (Alune) (6) |
| BOBARA | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, panjangnya mencapai 170 cm, badan tinggi dan pipih, bagian ventral tidak bersisik, jumlah jari-jari insang 20–24, kepala dan badan abu-abu keperakan, hidup di area terumbu karang di perairan tropis dengan kedalaman mencapai 188 m, tersebar di perairan Laut Merah dan Indo-Pasifik; ikan kuwe; amung-amung (Caranx ignobilis) (6) |
| BOBASO | Nyanyian perumpamaan yang bermakna ajakan, memberikan dorongan, menghibur, bahkan juga ungkapan sindirian (Tobelo) (6) |
| BOBATO | Kepala desa yang warganya beragama Islam (di Ternate) (6) |
| BOBILI | Kumpulan gelang yang digunakan wanita, terbuat dari logam (emas, perak, besi putih, dan sebagainya) (6) |
| BOBOKO | Tempat nasi terbuat dari anyaman bambu atau rotan (Sunda) (6) |
| BOBONG | Ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (6) |
| BOBOTO | Penganan berbentuk limas segi empat, terbuat dari ikan, dicampur dengan santan, telur, tepung, dan rempah-rempah, dibungkus dengan daun pisang, kemudian dikukus, biasanya disajikan pada saat upacara adat Kesultanan Ternate (Tata Boga) (6) |
| BOBROK | Rusak sama sekali; bejat (6) |
| BOCAUE | Kota di Filipina (6) |
| BOCCIA | Cabang olahraga paralimpiade untuk penyandang serebral palsi, dapat dimainkan secara perseorangan atau beregu dengan bergantian melempar bola merah atau biru agar mengenai sasaran bola putih (Olahraga/Italia) (6) |
| BOCHUM | Kota di Jerman (6) |
| BOCONG | Tempat air yang bagian perutnya (tengahnya) besar (terbuat dari tanah); buyung (Melayu Jakarta); lampu teplok berukuran besar yang digunakan untuk ke laut (Melayu Medan) (6) |
| BODHAN | Kota di India (6) |
| BODONG | Tersembul pusatnya; bujal (Jawa); angin kencang; palsu (6) |
| BOGALE | Kota di Myanmar (6) |
| BOGHNI | Kota di Aljazair (6) |
| BOGOTA | Ibu kota Kolumbia (6) |
| BOHANA | Puntung yang berasap (Sorong) (6) |
| BOHLAM | Bola lampu listrik; lampu busur (6) |
| BOHONG | Tidak sesuai dengan hal (keadaan dan sebagainya) yang sebenarnya; dusta; bukan yang sebenarnya; palsu (biasanya mengenai permainan) (6) |
| BOIKOT | Tolak kerja sama (6) |
| BOITAN | Batu asah besar berukuran besar, digunakan untuk mengasah benda tajam selain pisau, seperti parang, tombak, dan lain-lain (6) |
| BOKARO | Kota di India (6) |
| BOKONG | Pantat; belakang; pinggul (Melayu Jakarta); bengkak; balut (tentang mata); kembung; berjendul (Minangkabau) (6) |
| BOKSEN | Tinju; olahraga tinju (6) |
| BOKSER | Petinju; celana dalam pria dengan model seperti celana petinju, biasanya panjangnya di atas lutut atau sepaha; anjing domestikasi yang berasal dari Jerman, berukuran besar, berambut halus, dan berekor pendek, biasa digunakan untuk berburu (Canis familiaris) (6) |
| BOKSET | Dekorasi rumah di atas pentas, berbentuk tiga sisi tanpa dinding depan sehingga isi rumah akan terlihat oleh penonton (Kesenian) (6) |
| BOLANG | Bocah petualang (akronim) (6) |
| BOLBAK | Bebal/bodoh dan kasar (Melayu Manado) (6) |
| BOLDER | Ukuran zarah tanah atau endapan geologi yang lebih besar daripada ukuran batu, diameternya lebih dari 20 cm (Ilmu Tanah) (6) |
| BOLERO | Jaket pendek untuk perempuan; tarian khas Spanyol; irama musik pengiring tarian bolero (6) |
| BOLIDE | Meteor besar; bola api (Astronomi) (6) |
| BOLING | Permainan dengan menggelindingkan bola khusus untuk merobohkan sejumlah pin yang berderet yang kemudian dapat tertata lagi secara otomatis; bola gelinding (Olahraga) (6) |
| BOLONG | Berlubang tembus (6) |
| BOLOTU | Perahu layar dari Sulawesi Tengah, terbuat dari kayu, bertiang dua atau lebih, digunakan untuk mengangkut orang atau barang; perahu kecil tidak bercadik, terbuat dari kayu, digunakan untuk mencari karang atau memuat barang yang akan dinaikkan ke kapal yang lebih besar di pelabuhan (Sangir) (6) |
| BOLOWA | Teri yang telah kering atau dikeringkan (Gorontalo) (6) |
| BOLOWO | Batang pohon enau yang sudah kering (Sahu) (6) |
| BOLPUR | Kota di India (6) |
| BOLTAM | Warna hitam pekat; cemani (6) |
| BOLTON | Kota di Inggris (6) |
| BOMBAS | Ucapan yang baik terdengar, tetapi tidak mengandung arti; omong kosong; ungkapan yang berlebih-lebihan dalam berlakon; bahasa atau kata yang muluk-muluk (Sastra) (6) |
| BOMBER | Pesawat terbang pengebom; orang yang gemuk kekar (kiasan); pemain penyerang; striker; penggrafiti (6) |
| BONANG | Alat musik pukul dalam orkes gamelan, terbuat dari perunggu, bentuknya menyerupai periuk atau belanga, atau gong kecil yang disusun di atas tali yang terentang di antara kerangka sandaran kayu (Musik) (6) |
| BONBON | Gula-gula; permen; kembang gula (6) |
| BONCEL | Kecil (Melayu Jakarta) (6) |
| BONCOL | Benjol; bincul; jenggul; jendul (6) |
| BONDEK | Diseruduk babi (Melayu Riau) (6) |
| BONDOL | Burung kecil berkepala putih (Munia maja); pendek (tentang potongan rambut) (6) |
| BONDOT | Berkas; ikatan (padi dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (6) |
| BONEKA | Tiruan anak untuk permainan; anak-anakan; orang (negara dan sebagainya) yang hanya menjadi mainan orang (negara dan sebagainya) lain (kiasan) (6) |
| BONGAK | Sombong; congkak; angkuh; bohong; dusta; bodoh (Minangkabau) (6) |
| BONGGO | Suku bangsa yang mendiami daerah muara sungai dan rawa-rawa di sebelah barat Kota Jayapura, Provinsi Papua (6) |
| BONGKO | Lauk kukus yang dibuat dari kedelai (gude dan sebagainya), dicampur parutan kelapa muda, dibungkus daun pisang (Jawa); penganan khas Brebes yang terbuat dari tepung ketan dicampur santan kelapa dan gula, kemudian dibungkus daun pisang (Jawa) (6) |
| BONGOK | Besar (gemuk) tetapi pendek; tidak seimbang (besar dengan tingginya) (6) |
| BONGOS | Sayur daun papaya, biasanya dicampur daun ubi kayu, diberi bumbu dan dimasak dalam bambu (Minahasa) (6) |
| BONJOR | Kubu; tabung bambu untuk tempat air (Bali) (6) |
| BONMOT | Ungkapan yang tepat (ungkapan/Prancis) (6) |
| BONSAI | Tumbuhan kerdil, diperoleh dengan menanamnya dalam pot dengan cara tertentu (pot dangkal, pemangkasan akar dan cabang, pemupukan terkendali, dan sebagainya); tanaman yang dikerdilkan (6) |
| BONTAK | Gemuk bulat (tentang pipi dan sebagainya) (Minangkabau) (6) |
| BONTAN | Sebutan untuk anak-anak yang kelelahan dari bepergian (Batak) (6) |
| BONTET | Keadaan buah cengkih yang sudah lewat masa petiknya, berwarna merah kehitam-hitaman, bunganya sudah gugur (Melayu Manado); gemuk dan pendek (tentang tubuh) (Palembang) (6) |
| BONTOK | Tidak segar lagi (tentang ikan); bonto (Melayu Jakarta) (6) |
| BONTON | Tindak-tanduk yang sopan (ungkapan/Prancis) (6) |
| BONTOT | Yang terakhir; yang termuda (tentang anak); bungsu (Melayu Jakarta) (6) |
| BONYOK | Memar dan lunak (tentang buah dan sebagainya); sangat lembek dan agak busuk (tentang makanan, ikan, dan sebagainya) (6) |
| BOOTLE | Kota di Inggris (6) |
| BOPENG | Cacat yang berupa lubang-lubang (lekuk-lekuk) kecil pada kulit; burik; capuk; berlubang-lubang (kiasan) (6) |
| BOPONG | Gendong (6) |
| BORAKS | Bahan pembersih (antiseptik; zat pembantu melelehkan zat padat) yang berupa hablur (kristal) berwarna kuning atau serbuk berwarna cokelat (Kimia) (6) |
| BORANG | Ranjau; formulir (6) |
| BORDES | Tangga untuk naik ke pintu (kereta api dan sebagainya); platform yang cukup luas di antara anak-anak tangga, berfungsi sebagai area jeda pada tangga (Arsitektur); sambungan atau penghubung antargerbong kereta api, biasanya terdapat toilet dan pintu keluar masuk kereta api (6) |
| BORDIL | Rumah panjang terbagi oleh sekat-sekat yang membentuk banyak kamar; rumah pelacuran; cakela (6) |
| BORDIR | Hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain; sulaman; tekat (6) |
| BOREAL | Kawasan beriklim sejuk atau sedang di belahan bumi utara (6) |
| BORETE | Menjemur padi yang ditimbun tangkainya dengan untaian padi (Sunda) (6) |
| BORGOL | Belenggu tangan terbuat dari besi, berbentuk bulat, dapat ditutup dan dibuka dengan memakai kunci (6) |
| BORGOT | Kalung yang terbuat dari rangkaian 32 keping emas yang diikat dengan benang tiga warna dan diberi mata kalung bermotif kepala kerbau (Batak) (6) |
| BORKOL | Sayuran, berdaun besar, berwarna hijau, gagang mendaging, memanjang, dan bercabang-cabang (Brassica oleracea var. Italica); brokoli (6) |
| BORNEO | Nama lain untuk Kalimantan (6) |
| BOROKO | Ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara (6) |
| BORONG | Melakukan pembelian secara besar-besaran, tidak satu-satu atau sedikit-sedikit (tentang jual beli, penanganan pekerjaan, dan sebagainya); semuanya; secara keseluruhan; dalam jumlah besar; ibu kota Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (6) |
| BORSAD | Kota di India (6) |
| BORTEL | Wortel (6) |
| BOSANG | Keranjang yang terbuat dari anyaman bambu (Sabu) (6) |
| BOSANO | Kesatuan permukiman sosial dalam suku Balantak di Sulawesi (6) |
| BOSASO | Kota di Somalia (6) |
| BOSETA | Keranjang atau peti kecil (6) |
| BOSHAN | Kota di Cina (6) |
| BOSIKI | Menghaluskan kapas sebelum membuat benang (Kulisusu) (6) |
| BOSMAN | Awak kapal yang tugasnya memimpin awak kapal bawahan bagian dek; serang; bosun (Pelayaran) (6) |
| BOSNIA | Bahasa yang dituturkan di Bosnia-Herzegovina (6) |
| BOSTON | Ibu kota negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat (6) |
| BOTANG | Kancing baju (6) |
| BOTANI | Cabang biologi tentang kehidupan tumbuh-tumbuhan; ilmu tentang tumbuh-tumbuhan (6) |
| BOTAWA | Ibu kota Kabupaten Waropen, Provinsi Papua (6) |
| BOTOKS | Protein yang disuntikkan ke bawah kulit untuk menghilangkan keriput di wajah dengan cara melemaskan kontraksi otot; botulinum toxin (6) |
| BOTRAM | Acara makan bersama yang dilakukan secara santai dan kekeluargaan dengan saling berbagi makanan yang dibawa dari rumah masing-masing (Sunda) (6) |
| BOUAKE | Kota di Pantai Gading (6) |
| BOUIRA | Kota di Aljazair (6) |
| BOWLER | Jenis topi yang berasal dari Inggris (6) |
| BOYONG | Pindah tempat tinggal (dengan membawa semua barang miliknya) (6) |
| BOZHOU | Kota di Cina (6) |
| BPUPKI | Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (badan yang dibentuk oleh Jepang sebagai upaya mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia dengan menjanjikan akan membantu proses kemerdekaan Indonesia) (singkatan) (6) |
| BRAHMA | Salah satu dewa Trimurti yang berperan sebagai dewa pencipta alam semesta (Agama Hindu) (6) |
| BRAHMI | Nama huruf India kuno (6) |
| BRAILA | Kota di Rumania (6) |
| BRALEM | Minyak kelapa (Melayu Jambi) (6) |
| BRALET | Bra tipis tanpa kawat, umumnya berenda, dan kurang kuat menyangga dada (Tata Busana) (6) |
| BRASIL | Negara di Amerika Selatan, ibu kotanya Brasilia (6) |
| BRASOV | Kota di Rumania (6) |
| BRATSK | Kota di Rusia (6) |
| BRAZZA | Subsuku bangsa Asmat yang mendiami daerah aliran Sungai Brazza di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (6) |
| BREBES | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, ibu kotanya Brebes, terkenal dengan sebutan Kota Bawang, Mumbai van Java, atau Kota Telor Asin; Ibu kota Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah (6) (6) |
| BREMEN | Kota di Jerman (6) |
| BRENDI | Minuman anggur hasil distilasi (6) |
| BRETEL | Tali elastis atau tidak elastis, tersandang di kedua bahu untuk mengikat celana (pantalon), rok dan sebagainya agar tidak lepas (6) |
| BREVET | Dokumen tanda penghargaan kepada seseorang yang menyatakan telah dianugerahkannya suatu titel, gelar, dan lain-lain; surat tanda bukti keahlian, kepandaian, atau kemampuan; ijazah (untuk penerbang); surat izin; akta (6) |
| BRIGIF | Brigade infanteri (akronim) (6) |
| BRIKET | Bata; gumpalan (sebesar kepalan tangan) dari barang lunak yang dikeraskan melalui pembakaran (6) |
| BRIMOB | Brigade mobil (akronim) (6) |
| BRIPDA | Brigadir polisi dua (akronim) (6) |
| BRIPKA | Brigadir polisi kepala (akronim) (6) |
| BRIPTU | Brigadir polisi satu (akronim) (6) |
| BROKAT | Kain sutra yang bersulam benang emas atau perak; brokade (6) |
| BROKER | Pedagang perantara yang menghubungkan pedagang satu dengan yang lain dalam hal jual beli atau antara penjual dan pembeli (saham dan sebagainya); cengkau; makelar; pialang (6) |
| BROMAT | Garam yang mengandung ion BrO3 (Kimia) (6) |
| BROMIN | Cairan berwarna cokelat tua, mempunyai bau tidak enak; unsur kimia nonlogam halogen dengan nomor atom 35, berlambang Br, dan bobot atom 79,904 u (6) |
| BROMMA | Kota di Swedia (6) |
| BRONAT | Bronis donat (akronim) (6) |
| BRONIS | Keik cokelat bertekstur padat dan lembut yang disajikan dalam bentuk potongan kotak kecil, biasanya diberi kacang-kacangan atau parutan keju di atasnya (Tata Boga) (6) |
| BRONZE | Perunggu (Inggris) (6) |
| BROSUR | Bahan informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem; cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid; selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat, tetapi lengkap (tentang perusahaan atau organisasi) (Manajemen) (6) |
| BRUDER | Saudara laki-laki; sebutan bagi biarawan (Agama Katolik) (6) |
| BRUGGE | Kota di Belgia (6) |
| BRUISE | Memar (Inggris) (6) |
| BRUKUT | Tertutup rapat (tentang pakaian) (Jawa) (6) |
| BRUTAL | Kejam; kurang ajar; tidak sopan; kasar, biadab (tentang perilaku) (6) |
| BUAIAN | Ayunan (untuk menidurkan anak kecil); hasil membuai; bandul (pada lonceng) (6) |
| BUALAN | Hal membualkan atau berbual; bual; sesuatu yang dibualkan; omong kosong (6) |
| BUATAN | Sesuatu yang telah dibuat; hasil pekerjaan; hasil membuat; cara membuat; sesuatu yang dikerjakan; pekerjaan; sesuatu yang dibuat dari bahan atau bahan kimia menjadi bahan baru, bukan asli dari alam; artifisial; tidak alami (6) |
| BUBUAI | Tumbuhan merambat, rotan yang sangat besar, panjang mencapai 35 m dengan diameter lebih dari 5 cm, kulit batangnya kekuningan, mengilat dan beruas-ruas; kembang rotan (Plectocomia elongata) (6) |
| BUBUNG | Penuh sekali (sampai melewati bibir tabung); puncak rumah; balok pada puncak rumah; deretan genting dan sebagainya pada puncak rumah; satuan kelompok terkecil dalam skema permukiman masyarakat di Pulau Bangka (6) |
| BUBUSI | Menyiram batu nisan (Tolaki) (6) |
| BUDAUN | Kota di India (6) |
| BUDAYA | Pikiran; akal budi; adat istiadat; sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju); sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah (6) |
| BUDDHA | Agama yang diajarkan oleh Sidharta Gautama; orang yang telah mencapai kesempurnaan Buddhisme; penjelmaan Sidharta Gautama (6) |
| BUDIAN | Orang desa yang mempunyai pekarangan, tetapi tidak mempunyai sawah (Jawa) (6) |
| BUGUMA | Kota di Nigeria (6) |
| BUILON | Kaldu yang terbuat dari daging, sayuran, atau unggas yang direbus dalam air (6) |
| BUJANG | Anak laki-laki dewasa; jaka; anak perempuan; gadis; perawan; anak laki-laki; budak; laki (perempuan) yang belum menikah (kawin); orang laki-laki gajian; jongos; kemaluan (Batak); janda (Batak); padi yang ditanam di pinggir pematang untuk menjaga padi dari hama (Sunda) (6) |
| BUKAAN | Hasil membuka; makanan untuk berbuka (6) |
| BUKAVU | Kota di Republik Kongo (6) |
| BUKBER | Buka puasa bersama (akronim) (6) |
| BUKHUR | Dupa khas Timur Tengah (Arab) (6) |
| BUKLET | Buku kecil yang berfungsi sebagai selebaran (6) |
| BUKOBA | Kota di Tanzania (6) |
| BUKONG | Topeng khas suku Dayak Otdanum, terbuat dari kayu, dipakai pada malam hari saat upacara kematian sambil menari mengelilingi mayat, tujuannya agar roh jahat tidak mendekati orang yang mati (6) |
| BUKUEL | Buku elektronik (kependekan) (6) |
| BUKUNG | Berambut pendek (tentang perempuan) (Jawa); tidak berekor atau tidak bertulang ekor; ponggok; kuntul; tukung; dogel; togel; pokeng (Jawa) (6) |
| BULANG | Tali pengikat taji; cara mengikat taji pada kaki ayam sabungan; tali pengikat sampan atau perahu yang merapat di pelabuhan (Madura); tutup kepala laki-laki suku Karo, terbuat dari kain tenun dengan hiasan benang emas, dikenakan saat upacara adat; bugenvil; pohon, tinggi 18 m, kayunya disukai sebagai bahan bangunan (Premna tomentosa); bahasa yang dituturkan oleh suku Lembak di Sumatra; kain dan sebagainya yang dililitkan pada kepala; destar; perhiasan dari emas dipakai pengantin di kepala; tutup kepala laki-laki suku Karo, terbuat dari kain tenun dengan hiasan benang emas, dikenakan saat upacara adat (6) |
| BULAON | Kota di Filipina (6) |
| BULBUL | Burung yang bernyanyi pada malam hari, bulunya berwarna keabu-abuan atau kecokelat-cokelatan (hidup di Iran pada zaman dahulu) (Luscinia golzii) (6) |
| BULDAN | Negeri; kota (6) |
| BULDOG | Anjing domestikasi yang berasal dari Inggris, berukuran sedang, bermoncong lebar dan pendek, serta berkaki kekar (Canis familiaris); pistol berlaras pendek berkaliber besar (kiasan) (6) |
| BULENG | Alat tradisional yang terbuat dari bambu untuk menyimpan dan memindahkan ikan (6) |
| BULGUR | Biji gandum jenis Tricum yang ditumbuk kasar dan dikeringkan (untuk bahan makanan) (6) |
| BULIAN | Pohon yang tingginya sedang, kayunya berat, keras, dan sangat awet, biji buahnya berkulit keras dan digunakan sebagai obat; belian; bulian; ulin (Eusideroxylon zwageri) (6) |
| BULING | Potongan rotan yang ditusukkan ke hidung kerbau, kemudian dijalin dengan tali membentuk lingkaran kecil, berfungsi untuk menarik kerbau (Melayu Jambi) (6) |
| BULOWE | Mayang pinang (Gorontalo) (6) |
| BULSAK | Kasur; tilam (6) |
| BUMBAN | Karangan bunga atau daun-daunan sebagai perhiasan kepala (6) |
| BUMBUN | Rimbun; rindang; dangau tempat pemburu mengintai buruan; timbunan padi, tanah, dan sebagainya (Minangkabau) (6) |
| BUMDES | Badan Usaha Milik Desa (badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa) (singkatan) (6) |
| BUMIAH | Bersifat bumi; yang berhubungan dengan bumi (6) |
| BUMPER | Batang besi atau plastik yang melintang pada bagian muka dan belakang mobil (untuk menahan benturan); pagar besi pada sisi kapal dan perahu (untuk menahan benturan); penahan pukulan (serangan, hantaman, dan sebagainya); orang yang menjadi sasaran pengganti (kiasan) (6) |
| BUMPET | Pendek; kecil; tersumbat; tertutup (6) |
| BUMTIK | Bumbu aromatik (bumbu tambahan sebagai penyedap atau pewangi makanan bayi, seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, daun jeruk, dan sebagainya) (akronim) (6) |
| BUNBIN | Kebun binatang (akronim) (6) |
| BUNCAH | Keruh (tentang air); gelisah; kacau (tentang hati atau pikiran) (6) |
| BUNCAK | Barang yang ditumpuk; timbunan; onggokan; tumpukan (6) |
| BUNCIS | Tumbuhan jenis kacang-kacangan, daun dan buahnya yang muda dibuat sayur (Phaseolus vulgaris) (6) |
| BUNCIT | Besar perut; gendut; bunting; paling belakang; terakhir; bungsu (Melayu Jakarta) (6) |
| BUNDAK | Kacau; rusuh; huru-hara (Minangkabau) (6) |
| BUNDAR | Berbentuk lingkaran (melengkung) dengan jari-jari yang sama; sikat untuk membersihkan pakaian dan sebagainya (6) |
| BUNDAS | Luka sedikit pada bagian kulit; lecet (6) |
| BUNDEL | Kumpulan beberapa benda yang sejenis diikat menjadi satu; berkas (surat-menyurat dan sebagainya); simpul; buhul (Jawa) (6) |
| BUNDIR | Bunuh diri; membunuh diri (akronim) (6) |
| BUNDUK | Keturunan yang tidak asli (tidak murni, tidak sejati); bastar (Arab) (6) |
| BUNGAH | Senang, gembira (6) |
| BUNGAN | Wadah mata sumpit (Dayak) (6) |
| BUNGKU | Suku bangsa yang mendiami daerah Bungku di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah; ibu kota Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| BUNGLI | Pohon yang tingginya 10 m, berdaun majemuk berbentuk lonjong runcing, berbunga majemuk dengan kelopak berbentuk tabung mahkota seperti terompet, buahnya berbentuk kotak dan berwarna cokelat, biji dan kayunya dapat digunakan sebagai obat bronkitis dan hepatitis (Oroxylum indicum) (6) |
| BUNGSU | Yang terakhir; yang termuda (tentang anak) (6) |
| BUNGUR | Pohon yang berbunga ungu, merah muda, atau putih, kayunya dapat digunakan untuk tiang rumah dan sebagainya (Lagerstroemia speciosa) (6) |
| BUNIAN | Makhluk halus; siluman; orang kerdil yang berdiam di pesisir (Aceh) (6) |
| BUNION | Benjolan yang terdapat pada pangkal jempol kaki yang menyebabkan jempol kaki terdorong ke depan dan ke samping ke arah jari-jari kaki lainnya (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| BUNJAI | Alat pada ubur-ubur yang terdapat di sekeliling lubang mulut dan diliputi dengan sel-sel jelatang untuk melumpuhkan (mematikan) mangsanya; rumbai-rumbai (Minangkabau) (6) |
| BUNKER | Lubang perlindungan di bawah tanah; ruangan yang dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dari serangan musuh, biasanya berupa tumpukan pasir; tempat dalam kapal untuk menyimpan bahan bakar (arang atau minyak) (6) |
| BUNTAK | Pendek gemuk; bundar (6) |
| BUNTAL | Gembung; buncit; ikan laut yang berbisa, dapat menggembungkan perutnya apabila tersentuh, berduri besar dan membahayakan terdapat di laut tropis; bermacam-macam jenisnya (Diodon hystrix) (6) |
| BUNTAR | Bundar (6) |
| BUNTAT | Bagian kapur yang menjadi keras dan membatu pada tumbuh-tumbuhan, badan binatang, atau manusia (6) |
| BUNTEK | Postur tubuh yang pendek dan kekar (6) |
| BUNTEL | Bungkusan; bungkus kecil (Jawa) (6) |
| BUNTET | Tersumbat (tentang lubang); buntu; tidak bercabang (tentang pipa) (Jawa) (6) |
| BUNTIL | Lauk yang dibuat dari parutan kelapa muda (biasanya dicampuri ikan teri, diberi bumbu), dibungkus dengan daun keladi, pepaya, atau daun singkong, kemudian dikukus; pundi-pundi yang dasarnya berpapan (untuk membawa pakaian dan sebagainya) (6) |
| BUNTOK | Ibu kota Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah (6) |
| BUNTUT | Bagian yang di belakang sekali; ekor; kesudahan; akibat; permainan judi yang menebak angka-angka akhir dari suatu undian resmi; judi buntut (6) |
| BUPALA | Raja (6) |
| BUPATI | Jabatan, sebutan kepala daerah kabupaten (daerah tingkat II); (jabatan, sebutan) pegawai istana yang tertinggi (di Yogyakarta dan Surakarta) (6) |
| BURAAN | Mencari ikan di malam hari tanpa lampu, dengan memanfaatkan cahaya yang ditimbulkan oleh sisik ikan yang sedang berkelompok (Madura) (6) |
| BURDAH | Jubah dari bulu domba; rebana besar terbuat dari batang pohon kelapa (gelugu); seni musik tradisional Bali Utara dengan tetabuhan rebana besar terbuat dari gelugu; bacaan yang berisi puji-pujian yang menceritakan riwayat Nabi Muhammad saw., sering dibacakan pada perayaan maulid (Agama Islam) (6) |
| BURDUR | Kota di Turki (6) |
| BURENG | Buram (Jawa) (6) |
| BURGAS | Kota di Bulgaria (6) |
| BURGER | Hamburger (kependekan) (6) |
| BURGOS | Kota di Spanyol (6) |
| BURHAN | Tanda yang nyata; barang bukti (Arab) (6) |
| BURIEN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| BURITO | Penganan khas Meksiko berupa tortila yang diberi isian daging, kacang merah, keju, dan sebagainya, kemudian digulung (Tata Boga) (6) |
| BURKAK | Pakaian yang menutupi seluruh tubuh serta wajah, bagian mata ditutup oleh kawat kasa agar dapat melihat, biasanya dikenakan oleh sebagian perempuan muslim di Afganistan, Pakistan, dan India Utara; selubung (Arab) (6) |
| BURORI | Memasukkan sesuatu (jari, lidi, besi, dan sebagainya) ke dalam lubang dengan cara diputar-putar (6) |
| BURUAN | Binatang yang diburu; orang atau penjahat yang dicari polisi untuk ditangkap; buronan; terburu-buru (6) |
| BURUNG | Binatang berkaki dua, bersayap dan berbulu, dan biasanya dapat terbang; unggas; sebutan jenis unggas (biasanya yang dapat terbang); kemaluan laki-laki (6) |
| BUSAMI | Suku bangsa yang mendiami daerah pantai utara Papua dan sebagian pesisir Pulau Yapen (6) |
| BUSANA | Pakaian; baju (6) |
| BUSIEH | Perut yang membesar karena terkena sihir atau guna-guna (Melayu Riau) (6) |
| BUSTAN | Kebun; taman (Arab) (6) |
| BUSTER | Roket peluncur yang dilepas (dibuang) dari orbit setelah bahan bakarnya habis (6) |
| BUSUNG | Gembung atau menjadi besar berisi cairan (tentang perut); gembung karena penuh berisi (tentang susu, dada, saku, dan sebagainya); tanah yang membukit; timbunan pasir di muara dan sebagainya; gosong; daun kelapa yang masih muda; janur (Melayu Jakarta) (6) |
| BUTAHU | Kayu yang dibelah-belah untuk dijadikan pagar) (Gorontalo) (6) |
| BUTALA | Bumi; tanah (6) |
| BUTANA | Gas yang diambil dari minyak bumi atau langsung dari bumi yang mudah terbakar dan dipakai sebagai bahan bakar (Petrologi dan Migas) (6) |
| BUTANG | Kancing baju dan sebagainya (6) |
| BUTARE | Kota di Rwanda (6) |
| BUTBUT | Bubut (6) |
| BUTONG | Suku bangsa terasing yang mendiami daerah pedalaman Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan (6) |
| BUTUAN | Kota di Filipina (6) |
| BUTULU | Botol yang digunakan sebagai tempat minum (Gorontalo) (6) |
| BUTWAL | Kota di Nepal (6) |
| BUYONG | Wadah yang terbuat dari tempurung kelapa utuh yang dilubangi pada bagian atas (Melayu Belitung) (6) |
| BUYUHU | Ulat pada buah nangka yang sudah tua atau masak (Gorontalo) (6) |
| BUYUNG | Tempat untuk membawa air yang besar perutnya, dibuat dari tanah; panggilan kepada anak laki-laki; awang (6) |
| BYPASS | Jalan yang dibangun mengitari kota untuk menghindarkan kemacetan di tengah kota (ungkapan/Inggris) (6) |
| BYUMBA | Kota di Rwanda (6) |
| CABANG | Bagian batang kayu yang tumbuh dari pokok atau dahan (cabang yang besar disebut dahan dan cabang yang kecil disebut ranting); galah (tongkat dan sebagainya) yang ujungnya berbelah menjadi sudut (Y); canggah; cagak; bagian yang terpecah atau terbelah dari pokoknya; satuan usaha (kedai, toko), lembaga, perkumpulan, kantor, dan sebagainya yang merupakan bagian dari satuan yang lebih besar; filial (6) |
| CABLAK | Bermulut besar (Melayu Jakarta) (6) |
| CABREK | Penggarapan sawah secara bersamaan dalam satu waktu (Sunda) (6) |
| CACIAN | Hasil mencaci; kata-kata buruk yang dipakai untuk menjelekkan (mencerca, mencela, atau memaki) (6) |
| CACING | Binatang kecil, melata, tidak berkaki, tubuhnya bulat atau pipih panjang dan tidak beranggota (ada yang hidup dalam air, tanah, perut manusia, atau perut binatang) (6) |
| CACOAL | Kota di Brasil (6) |
| CADANG | Hadiah perkawinan dari orang tua mempelai laki-laki (6) |
| CAGUAS | Kota di Puerto Riko (6) |
| CAHANG | Campah (6) |
| CAHARI | Cari (6) |
| CAHAYA | Sinar atau terang (dari sesuatu yang bersinar seperti matahari, bulan, lampu) yang memungkinkan mata menangkap bayangan benda-benda di sekitarnya; kilau gemerlap (dari emas, berlian); kejernihan yang terpancar dari air muka; bentuk gelombang elektromagnetik dalam kurun frekuensi getar tertentu yang dapat ditangkap oleh mata manusia (Fisika) (6) |
| CAHCAM | Keturunan yang terdahulu dari silsilah nenek moyang (Gayo) (6) |
| CAILAH | Kata seru untuk menyatakan rasa kagum; wah! (6) |
| CAINTA | Kota di Filipina (6) |
| CAIRAN | Benda cair; larutan; hasil mencairkan (6) |
| CAIRNS | Kota di Australia (6) |
| CAISIM | Sayuran, batang bercabang, daun menyudip membundar telur, berwarna hijau, bertangkai langsing panjang yang tidak memeluk batang; sosin; sawi hijau (Brassica rapa var. Parachinensis) (6) |
| CAKELA | Pertemuan antara pangkal dua batang pohon yang membentuk sudut (Madura); bangunan tempat tinggal yang khusus disediakan untuk pelacuran (kadang-kadang merangkap sebagai tempat tinggal pelacur); rumah pelacuran; bordil (6) |
| CAKIAK | Bakiak (6) |
| CAKMAU | Perdu, tinggi hingga 8 m, akarnya digunakan untuk obat penyakit kencing nanah; camau (Dracaena angustifolia) (6) |
| CAKRAM | Besi bundar, pipih, dan tajam; cakra; salah satu alat nomor lempar pada cabang olahraga atletik, terbuat dari kayu bundar dan pipih, di pinggirannya dibalut dengan besi (beratnya 2 kg untuk putra dan 1 kg untuk putri) (Olahraga) (6) |
| CAKRUK | Rumah jaga (gardu) di desa; rumah kecil di pinggir jalan, digunakan sebagai tempat istirahat pejalan kaki atau sebagai pos jaga (Jawa) (6) |
| CALADI | Burung pelatuk kecil (Picidae) (6) |
| CALAIS | Kota di Prancis (6) |
| CALAMA | Kota di Chili (6) |
| CALANG | Tidak banyak daunnya; gundul (tentang pohon); tidak memakai perhiasan (perabotan dan sebagainya) (kiasan); ibu kota Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh (6) |
| CALDAS | Kota di Kolumbia (6) |
| CALHAJ | Calon haji (akronim) (6) |
| CALING | Taring (6) |
| CALLAO | Kota di Peru (6) |
| CALONG | Jenis calung renteng (di Kalimantan), memiliki empat bilah dengan ukuran yang tidak terlalu panjang, talinya diikat pada kedua ibu jari kaki pemain yang memainkannya sambil duduk mengangkang (Musik); cangkir besar terbuat dari aluminium (Melayu Medan); penakar beras yang terbuat dari kaleng susu kental manis dan dilubangi bagian atasnya (6) |
| CALUNG | Tabung bambu untuk mengambil air (Minangkabau); timba kecil dari bambu (Minangkabau); mangkuk dari timah untuk menampung getah karet (Minangkabau); cangkir besar yang terbuat dari aluminium (Melayu Medan); alat musik pukul dari bambu bulat, ada yang menyerupai gambang, ada yang tersusun melintang dari atas ke bawah (Sunda); takaran beras dari kaleng susu (Melayu Riau) (6) |
| CALVIA | Kota di Spanyol (6) |
| CAMARA | Air comberan (Wolio) (6) |
| CAMBAH | Tumbuhan kecil yang baru tumbuh dari biji kacang-kacangan yang disemaikan; kecambah (6) |
| CAMBUK | Alat untuk melecut binatang (kuda, kerbau, dan sebagainya), berupa jalinan tali dari serat tumbuhan, benang, atau kulit yang diikatkan pada sebuah tangkai; cemeti besar; sesuatu yang dapat menimbulkan dorongan untuk maju (lebih baik) (kiasan); gerakan melentingkan badan (pada senam) dengan cara menggerakkan pinggul dan pinggang (Olahraga); gerakan kaki pada renang (Olahraga) (6) |
| CAMBUL | Kotak kecil (dari logam) (6) |
| CAMCAO | Daun dari tumbuhan hia, yang setelah direbus dimakan dengan sambal dan cuka (6) |
| CAMCAU | Tumbuhan yang daunnya dapat diperas menjadi kental untuk isi minuman; cincau (Cyclea barbata) (6) |
| CAMDEN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| CAMPAH | Tidak sedap karena kurang bumbu; hambar; tawar (tentang rasa) (6) |
| CAMPAK | Lempar; penyakit menular yang disebabkan oleh virus, terjadi pada anak-anak yang mengakibatkan suhu badan naik, menimbulkan bintik-bintik merah pada kulit; penyakit tampek; morbili; pertunjukan berbalas pantun yang dilakukan oleh biduan sambil menari di atas panggung dan menantang para penonton beradu pantun, diiringi instrumen tradisional gendang dan gong serta instrumen modern biola dan kibor yang menggantikan tamborin dan simbal (Melayu Belitung) (6) |
| CAMPAT | Perangkap ikan yang terbuat dari dua ruas bambu yang diiris dan dianyam sedemikian rupa dengan tetap mempertahankan buku bagian bawahnya, bentuknya seperti piala (Manggarai) (6) |
| CAMPIN | Cekatan; gapah; tangkas; cakap; pandai; mahir (6) |
| CAMPUH | Saling menikam (menombak) musuh (dalam peperangan atau bentrokan ramai-ramai yang menggunakan senjata tajam dan sebagainya) (Jawa) (6) |
| CAMPUR | Berkumpul (beraduk, berbaur, berkacau) menjadi satu; berkumpul; bersama-sama; bersetubuh; bersanggama (kiasan) (6) |
| CANANG | Gong kecil (untuk memberi alamat, menguar-uarkan pengumuman, dan sebagainya); bendir; bende; mungmung; mongmong; lempari (Musik) (7) |
| CANAPE | Jenis umpan tekak dari roti atau roti bakar dengan kaviar atau keju (ungkapan/Prancis) (6) |
| CANCAN | Jenis tarian wanita dengan menendang-nendangkan kaki tinggi-tinggi dan dengan mengangkat gaun (ungkapan/Prancis) (6) |
| CANCAR | Kota kecil di Kabupaten Manggarai, Flores (6) |
| CANCUN | Kota di Meksiko (6) |
| CANDAI | Cindai (6) |
| CANDAK | Kail bermata lima, biasanya digunakan untuk menangkap cumi-cumi (Melayu Belitung) (6) |
| CANDAT | Sauh atau gancu yang banyak pencakarnya (6) |
| CANDIK | Perempuan yang diperlakukan sebagai istri oleh seorang laki-laki, tetapi tidak dinikahi; gundik (6) |
| CANDIL | Penganan yang terbuat dari tepung kanji, berbentuk bulat kecil, dicampur air gula merah dan santan (6) |
| CANDIT | Barang yang lentik dan lebar pada ujungnya (seperti ujung kait sauh, pemicu bedil, injak-injak atau pemijak kaki pada kereta) (6) |
| CANDOK | Alat bekam tradisional berbentuk cawan logam untuk menyedot darah (Melayu Belitung) (6) |
| CANDRA | Bulan (Sastra); sebangsa dewa (Sastra) (6) |
| CANGAK | Bangau pemangsa belut, ikan kecil, dan binatang kecil lain yang hidup di lumpur (Ardea cinerea rectirostris) (Jawa) (6) |
| CANGAM | Cakup (dengan mulut); cengam (Minangkabau) (6) |
| CANGAP | Takuk pada permukaan ujung atau pangkal galah (tiang dan sebagainya); sesuatu yang bentuknya seperti canggah; rakus (Minangkabau) (6) |
| CANGGU | Cagu (Minangkabau) (6) |
| CANGIO | Kota di Vietnam (6) |
| CANGOK | Suka meminta-minta makanan kepada orang tanpa merasa malu (Melayu Riau) (6) |
| CANGUT | Agak condong dan menonjol (6) |
| CANITU | Genitu (6) |
| CANNES | Kota di Prancis (6) |
| CANOAS | Kota di Brasil (6) |
| CANOYU | Upacara minum teh hijau pada masyarakat Jepang (6) |
| CANTAS | Gagah, tampan; berani, tegas; terampil (6) |
| CANTEK | Balok kayu lanjutan lunas di haluan dan buritan sampan atau perahu Madura (kelelaan, pegon, janggolan) yang berfungsi sebagai bumper (Madura) (6) |
| CANTEL | Tanaman dalam suku Graminae, rumpunnya tidak banyak, biasanya terdiri atas beberapa buluh, tingginya hingga 3 m, helaian daunnya berujung lancip, perbungaannya berupa malai, berwarna hijau muda atau hijau muda keunguan, biji yang tua merupakan sumber karbohidrat, daunnya untuk bahan makanan ternak (Sorghum halepense); sangkut Jw (6) |
| CANTHO | Kota di Vietnam (6) |
| CANTIK | Elok; molek (tentang wajah, muka perempuan); indah dalam bentuk dan buatannya; suka bersikap menarik perhatian laki-laki; genit; centil (Minangkabau); amat suka bersetubuh; gasang (Minangkabau) (6) |
| CANTOL | Kait (6) |
| CANTUK | Alat (biasanya dibuat dari bonggol bambu) untuk menggiling rempah-rempah (sambal dan sebagainya) di atas cobek; ulekan; muntu (Using) (6) |
| CANTUM | Semat (6) |
| CAPANG | Panjang melengkung (tentang tanduk, kumis, dan sebagainya) (Using); panjang dan lebar (tentang daun telinga) (Using); gerak lengan pada tari yang menyerupai gerakan membenahi pakaian (Sunda) (6) |
| CAPATI | Roti yang dibuat dari tepung gandum utuh, dapat dimakan dengan atau tanpa kari, sumber karbohidrat utama selain jagung dan kentang (India) (6) |
| CAPCAI | Masakan yang terdiri atas sayur (wortel, sawi hijau, bunga kol, dan sebagainya) ditambah bakso, kembang tahu, udang dan sebagainya, dan diberi bumbu tertentu (Cina); campur aduk (Cina) (6) |
| CAPING | Penutup yang dibuat dari barang yang tipis (seperti penutup pada lubang kunci); penutup kemaluan anak perempuan (bentuknya seperti daun sirih, dibuat dari perak atau emas); tudung kepala berbentuk kerucut yang dibuat dari anyaman bambu; capelin; capil; hiasan pada sudut-sudut tiang bangunan (Bali); orang muda yang mendampingi mempelai laki-laki ketika pulang pertama kali ke rumah mempelai perempuan (Minangkabau) (6) |
| CAPLAK | Hewan invertebrata artropoda suku Ixodidae sebagai ektoparasit penghisap darah pada hewan vertebrata yang ditumpanginya (Ixodidae dan Argasidae); lalat kuda (kerbau dan sebagainya); pikat; kutil besar; alat dari kayu dengan ujung bergerigi sama untuk membuat garis jarak tanam padi (Sunda); teknik menanam padi dengan membentuk pola empat persegi panjang dalam sepetak sawah agar padi dapat tumbuh rapi (Bali) (6) |
| CAPLOK | Ambil; tangkap (6) |
| CAPLUK | Orang yang menjual ikan di tepi pantai (Jawa) (6) |
| CAPPOS | Stempel pos (6) |
| CAPRES | Calon presiden (6) |
| CAPUNG | Serangga bersayap dua pasang dan berbadan panjang (sering menjadi mangsa burung), terbang cepat, hidup di dekat perairan; sipatung; sibur-sibur; papatong (Anisoptera); jenis pesawat terbang ringan (6) |
| CARAKA | Utusan, duta (Jawa); huruf Jawa; jabatan fungsional umum yang bertugas mencatat dan mengirimkan surat atau dokumen yang dikirimkan ke instansi lain serta mengadministrasi bukti pengiriman (Administrasi dan Kepegawaian) (6) |
| CARANG | Sulur hijau atau bakal ranting muda yang tumbuh pada batang tumbuhan menjalar (seperti mentimun, petola) dan bentuknya seperti tali melingkar-lingkar; daun sirih yang muda; ranting bambu yang berduri (Madura) (6) |
| CAREBI | Anak laba-laba (Madura) (6) |
| CAREOF | Dengan alamat (lazim digunakan pada surat yang ditujukan kepada orang yang tinggal di rumah/tempat orang lain); disingkat c.o. (ungkapan/Inggris) (6) |
| CARIAN | Barang yang dicari (6) |
| CARING | Langgar (hak) (6) |
| CARIYU | Akar beluru (Entada phaseoloides) (6) |
| CARMEL | Kota di Amerika Serikat (6) |
| CARORA | Kota di Venezuela (6) |
| CARSON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| CARTER | Sewa (6) |
| CASPER | Kota di Amerika Serikat (6) |
| CATAIR | Cat yang diencerkan dengan air (6) |
| CATANG | Pohon yang telah tumbang dan kering, biasa digunakan sebagai jembatan (Sunda) (6) |
| CATUAN | Hasil mencatu (6) |
| CAWANG | Tanda, catatan (Sunda); cabang (6) |
| CAXIAS | Kota di Brasil (6) |
| CEBONG | Anak katak yang masih seperti ikan (berinsang); berudu (Jawa) (6) |
| CECAWI | Burung berkicau, berbulu hitam atau abu-abu, postur tegak, ekor panjang dan ujungnya bercabang, berhabitat di hutan dan kebun, pemakan serangga; cawi-cawi (Dicrurus spp.) (6) |
| CECENG | Seribu (Cina) (6) |
| CECERE | Ikan air tawar (payau) kecil, biasanya hidup berkelompok (Aplocheilus panchax) (6) |
| CEDERA | Perselisihan; pertengkaran; cacat (luka) sedikit; ada cacatnya; rusak; merana (karena berpenyakitan dan sebagainya); rugi; khianat; datang secara tiba-tiba (6) |
| CEDING | Selalu kecil (kurus) saja (tentang anak, tumbuh-tumbuhan, buah); kerdil; kuncup batang yang tumbuh setelah batang pohonnya dipotong; tunas (6) |
| CEKANG | Tegang; kaku; sempit (6) |
| CEKCOK | Bertengkar; berbantah; berselisih (6) |
| CEKDAM | Tanggul sejajar dengan arus air untuk mencegah pelebaran sungai; tanggul pengaman (6) |
| CEKING | Kecil pada bagian tengah; genting (Melayu Jakarta); hampir putus (tentang tali, tambang) (Melayu Jakarta); kurus kering (Melayu Jakarta) (6) |
| CEKLEK | Tiruan bunyi alat potret pada saat dipakai untuk memotret; tiruan bunyi pengunci, pengokot, dan sebagainya saat digunakan (6) |
| CEKLUK | Tercekluk; tergelincir dan jatuh (6) |
| CEKREM | Uang muka; panjar (6) |
| CEKRES | Tiruan bunyi seperti gunting memotong kertas (6) |
| CEKUNG | Berlekuk (tentang mata, pipi) karena kurus, ompong dan sebagainya; melengkung ke dalam, tidak cembung (tentang lensa); konkaf (6) |
| CELAAN | Hasil mencela; kecaman; kritikan (6) |
| CELAGA | Bam kemudi; tangkai kemudi; potongan kayu untuk pegangan penggerak di pangkal kemudi sampan atau perahu (Madura) (6) |
| CELAKA | Selalu mendapat kesulitan, kemalangan, kesusahan, dan sebagainya; malang; sial; keparat, jahanam, bangsat; kata seru menyatakan perasaan tidak senang, kecewa dan sebagainya (6) |
| CELANA | Pakaian luar yang menutup pinggang sampai mata kaki, kadang-kadang hanya sampai lutut, yang membungkus tungkai kaki secara terpisah, terutama merupakan pakaian lelaki (6) |
| CELANG | Terbuka lebar (tentang mata) (6) |
| CELARI | Kain (sarung) sutra yang tepinya bersulam benang emas; celar (6) |
| CELAYA | Kota di Meksiko (6) |
| CELENG | Babi hutan; babi yang liar (Jawa); kayu, balok, dan sebagainya yang digunakan sebagai penyangga bangk (Jawa) (6) |
| CELETU | Padi yang berumur kira-kira seratus hari, sudah mulai keluar batang umbutnya (Sunda) (6) |
| CELOLA | Anak tokek; celolmeo; celolo (6) |
| CELOLO | Anak tokek (Jawa) (6) |
| CELONG | Pucat karena sakit (Bali) (6) |
| CELUNG | Cekung (tentang pipi, mata); tiruan bunyi angklung dan sebagainya; kandang gajah atau kerbau yang sempit; diulang: berbagai-bagai bunyi seperti bunyi angklung dan sebagainya (6) |
| CEMANI | Hitam sama sekali (sampai ke tulang-tulangnya) (Jawa) (6) |
| CEMARA | Secekak bulu kuda (lembu, kerbau, dan sebagainya) yang dipakai sebagai hiasan pada tombak dan sebagainya; secekak bulu ekor kuda dan sebagainya yang diberi tangkai untuk berkipas, mengusir lalat, dan sebagainya; secekak rambut yang dipakai untuk memperbesar konde atau sanggul; benda yang rupanya seperti bulu ekor kuda atau lembu (misalnya bulu pada buah jagung); pohon yang berbatang tinggi lurus, kayunya berwarna kelabu kemerahan, padat dan keras, merupakan bahan bakar yang sangat baik, kulit kayunya digunakan untuk obat disentri, daunnya dapat diekstrak untuk pengobatan penyakit kejang perut; eru; ru; kasuarina (Casuarina equisetifolia) (6) |
| CEMBUL | Tempat tembakau (gambir dan sebagainya) dibuat dari logam (biasa ditaruh dalam cerana atau puan); tonjolan kecil dan bundar (seperti pada kepala jarum pentol) (6) |
| CEMEEH | Ejekan; hinaan; cemooh (Minangkabau) (6) |
| CEMENG | Anak kucing (Jawa) (6) |
| CEMETI | Cambuk; pecut (6) |
| CEMONG | Kotor atau coreng-coreng (pada muka) (6) |
| CEMOOH | Ejekan; hinaan; cemoohan (6) |
| CEMPAL | Memberi hadiah berupa kain, uang, pakaian, atau makanan untuk bayi yang baru lahir (Sunda); daun dan sebagainya yang dipakai untuk mengambil kotoran dan sebagainya; kain atau sarung tangan tebal yang digunakan untuk mengangkat panci, wajan, atau loyang yang panas dari kompor atau oven; lampin (6) |
| CEMPEK | Cabik-cabik pada tepinya; sompek (Minangkabau) (6) |
| CEMPIN | Sampanye (6) |
| CEMPOR | Lampu minyak yang tidak memakai semprong (biasanya dibuat dari kaleng bekas yang dilubangi untuk tempat sumbu) (Sunda) (6) |
| CEMUAS | Kotor (coreng-moreng) pada muka dan sebagainya; cemong; jemuas (6) |
| CEMUIT | Berhubungan dengan bunyi hewan pengerat (tikus dan sebagainya) (6) |
| CENDET | Burung pengicau dan pemakan serangga, berukuran agak besar dan berekor panjang, dahi dan ekornya berwarna hitam, mahkota dan tengkuknya berwarna abu-abu, bulu pada punggung, tunggir, dan sisi tubuhnya berwarna cokelat kemerahan, serta berwarna putih pada dagu, tenggorokan, dada, dan perut tengah; pentet (Lanius schach) (6) |
| CENDOK | Sendok (6) |
| CENDOL | Penganan dibuat dari tepung beras dan sebagainya yang dibentuk dengan penyaring, kemudian dicampur dengan air gula dan santan (untuk minuman) (6) |
| CENDRO | Ikan laut dengan panjang mencapai 1 m, badannya agak bundar memanjang, berwarna hijau keabu-abuan dengan perut berwarna putih keperakan, moncong runcing dengan gigi yang tajam, sirip perut berpasangan, sirip dada berjumlah 13–15, sirip ekor berlekuk, hidup di terumbu karang perairan tropis, tersebar di perairan Indo-Pasifik (Tylosurus crocodilus) (6) |
| CENELA | Selop (cerpu) yang bagian penutup jarinya diberi perhiasan (bersulam dan sebagainya) (6) |
| CENGAL | Pohon rimba yang besar dan tinggi, kayunya berat, digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti jembatan, bantalan rel dan mebel, menghasilkan damar yang baik (Balanocarpus) (6) |
| CENGAM | Tangkap (dengan mulut); cengap (6) |
| CENGAP | Tangkap (dengan mulut); cengam (6) |
| CENGEH | Manja; centil; genit (6) |
| CENGEK | Cabai kecil yang rasanya sangat pedas; cabai rawit (Sunda); sambal yang dimasak dengan cara ditumis, terbuat dari cabai, bawang, dan gula merah yang dihaluskan (Palembang) (6) |
| CENGIS | Bau sangat sangit (seperti kerak terbakar) (6) |
| CENGKA | Belok ke kanan (tentang perahu atau kapal) (Jawa) (6) |
| CENGKE | Anak cakalang (Madura) (6) |
| CENGKI | Mujur; beruntung (dalam permainan) (6) |
| CENGLI | Sudah sepatutnya (semestinya); masuk akal; lurus hati; jujur (6) |
| CENGUT | Mencengut; tertegun (keheranan, kecewa, dan sebagainya); termangu-mangu; melengung (6) |
| CENTIL | Suka bergaya (tentang gadis); genit (6) |
| CENUNG | Tercenung; duduk dan sebagainya diam-diam tafakur karena memikirkan sesuatu dalam-dalam; termenung-menung; termangu-mangu (6) |
| CEPAKA | Pohon, tinggi hingga 25 m, kayu teras dapat dibuat sarung senjata yang indah, bunganya berwarna kuning dan berbau harum; cempaka kuning; kantil; cempaka (Michelia champaca) (6) |
| CEPENG | Setengah sen; rimis; peser (6) |
| CEPERA | Lauk sangrai khas Gayo, dibuat dari jamur dan beras, disajikan pada perayaan perkawinan (Gayo) (6) |
| CEPIAU | Tudung kepala; topi yang berbidang pinggir (seperti dipakai penunggang kuda) (6) |
| CEPLES | Kelihatannya seperti; mirip (6) |
| CEPLOK | Bulatan (berwarna dan sebagainya) untuk hiasan (Jawa) (6) |
| CEPLOS | Berkata terus terang (6) |
| CEPUNG | Kesenian asli rakyat Lombok berbentuk seni tutur (6) |
| CERAKA | Pengukup pakaian dan sebagainya (dibuat dari rotan dan sebagainya); tumbuhan, tinggi hingga 1,5 m, kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias, bunganya berwarna merah, akarnya digunakan sebagai obat penyakit beri-beri; setaka (Plumbago indica) (6) |
| CERAKI | Pedagang bahan obat atau jamu; wadah berbentuk persegi empat yang di bagian dalamnya terdapat kotak-kotak sebagai tempat menaruh bumbu-bumbu (Bali) (6) |
| CERANA | Tempat sirih yang bentuknya seperti dulang berkaki (dibuat dari kuningan, perak, dan sebagainya) (6) |
| CERANG | Tempat dalam rimba yang sudah ditebang pohon-pohonnya (seperti bekas ladang) (6) |
| CERBAK | Sangat suka makan (tidak pantang makanan apa pun); rakus (Jawa) (6) |
| CERCAH | Sinar yang dapat ditangkap mata (6) |
| CERCAK | Burik (bopeng) yang tidak berapa dalam; bercak (6) |
| CERCAP | Mencercap; berloncatan keluar (tentang ikan) (6) |
| CERDAS | Sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dan sebagainya); tajam pikiran; sempurna pertumbuhan tubuhnya (sehat, kuat) (6) |
| CERDIK | Cepat mengerti (tentang situasi dan sebagainya) dan pandai mencari pemecahannya dan sebagainya; panjang akal; banyak akal; banyak tipu muslihatnya; licik; licin (6) |
| CEREPU | Alas kaki dari kulit yang tidak disamak (6) |
| CERETE | Kota di Kolumbia (6) |
| CERGAM | Cerita bergambar (cerita-cerita berupa gambar dengan penyajian teks jalannya cerita di dalam atau di bawahnya) (akronim) (6) |
| CERGAS | Tangkas dan giat; gesit; cekatan (6) |
| CERIGA | Pedang pendek (seperti golok yang sedikit lengkung); sewar (6) |
| CERITA | Tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya); karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka); lakon yang diwujudkan atau dipertunjukkan dalam film (sandiwara, wayang, dan sebagainya); omong kosong; dongengan (yang tidak benar); omongan (kiasan) (6) |
| CERKAM | Cengkam; cengkeram (6) |
| CERKAN | Cerita rekaan (akronim) (6) |
| CERKAU | Mencerkau; menangkap (memegang) dengan tangan (cakar, mulut); mencengkam; mencengkeram; mencekau (6) |
| CERLIH | Tupai yang kecil (Callosciurus) (6) |
| CERMAI | Pohon kecil batangnya lurus bercabang-cabang, kayunya mudah patah, daunnya sejajar, buahnya kecil-kecil, bentuknya bulat kecil dan beralur, berwarna kuning, dan rasanya masam; ceremai (Phyllanthus acidus) (6) |
| CERMAT | Penuh minat (perhatian); saksama; teliti; berhati-hati dalam memakai uang dan sebagainya; hemat (6) |
| CERMIN | Kaca bening yang salah satu mukanya dicat dengan air raksa dan sebagainya sehingga dapat memperlihatkan bayangan benda yang ditaruh di depannya, biasanya untuk melihat wajah ketika bersolek dan sebagainya; sesuatu yang menjadi teladan atau pelajaran (kiasan); sesuatu yang membayangkan perasaan (isi hati, keadaan batin, dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| CERPEN | Cerita pendek (akronim); rubrik pada Harian Kompas edisi Minggu (6) |
| CERUTU | Hasil komoditas negara Kuba yang sangat terkenal; rokok yang dibuat dari gulungan daun tembakau kering; serutu; lisong (6) |
| CESENA | Kota di Italia (6) |
| CETENG | Jinjing, tenteng (6) |
| CETERA | Payung (terutama payung kebesaran seperti payung ubur-ubur) (6) |
| CETERI | Tenda (di perahu dan sebagainya) (6) |
| CETING | Perkakas tradisional Jawa, dibuat dari anyaman bambu, biasa digunakan untuk tempat nasi (6) |
| CETIYA | Rumah ibadah umat Buddha berukuran kecil yang dapat dimiliki oleh perorangan (Agama Buddha) (6) |
| CETREK | Tiruan bunyi ketika mengunci, menekan sakelar, dan sebagainya (6) |
| CEWANG | Tidak tetap hati (pikiran) (Minangkabau) (6) |
| CEYHAN | Kota di Turki (6) |
| CHACAO | Kota di Venezuela (6) |
| CHAIHE | Kota di Cina (6) |
| CHALCO | Kota di Meksiko (6) |
| CHALET | Rumah kayu kecil di pegunungan Swiss (ungkapan/Prancis) (6) |
| CHALUS | Kota di Iran (6) |
| CHAMAN | Kota di Pakistan (6) |
| CHANDA | Kota di India (6) |
| CHANIA | Kota di Yunani (6) |
| CHAOHU | Kota di Cina (6) |
| CHAPRA | Kota di India (6) |
| CHERIA | Kota di Aljazair (6) |
| CHINJU | Kota di Korea Selatan (6) |
| CHIRYU | Kota di Jepang (6) |
| CHODOK | Kota di Vietnam (6) |
| CHOKWE | Kota di Mozambik (6) |
| CHOLET | Kota di Prancis (6) |
| CHOPDA | Kota di India (6) |
| CIALAT | Celaka (6) |
| CIAMIK | Baik; bagus (6) |
| CIAMIS | Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, terkenal dengan sebutan Kota Tertib Lalu Lintas atau Kota Galendo; ibu kota Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat (6) |
| CIBLEK | Burung mungil spesies endemis Pulau Jawa, Sumatra, dan Bali; perenjak jawa (Prinia familiaris) (6) |
| CIBLON | Permainan anak-anak ketika mandi di sungai atau di permandian dengan cara menepak-nepakkan telapak tangan pada permukaan air sehingga menimbulkan bunyi tertentu (Jawa) (6) |
| CICERO | Nama ukuran untuk mengukur lajur surat kabar di Indonesia; kota di Amerika Serikat (6) |
| CIDOMO | Dokar yang ditarik kuda, memakai roda dari ban mobil bekas, bentuknya seperti cikar (perpaduan antara cikar, dokar, dan mobil) (di Nusa Tenggara Barat) (6) |
| CIKELI | Kuku pada ujung kaki lembu, kuda, dan sebagainya (Batak) (6) |
| CIKRAK | Keranjang untuk mengambil dan membuang sampah (Jawa) (6) |
| CIKUWA | Produk makanan olahan berbentuk menyerupai tabung yang terbuat dari surimi, pati, garam, gula, telur putih, dan penguat rasa (Jepang) (6) |
| CILING | Babi hutan; celeng (Minangkabau) (6) |
| CIMAHI | Kota di Provinsi Jawa Barat (6) |
| CIMPIN | Terletak di pinggir atau sisi terluar (pada meja, tebing, dan lain-lain) (Melayu Medan) (6) |
| CINCAI | Maklum; bisa diatur; terserah (Cina); sepakat; setuju (Cina) (6) |
| CINCAU | Tumbuhan yang daunnya dapat diperas menjadi kental untuk isi minuman; camcau (Cyclea barbata); minuman dingin yang di antara isinya ada semacam agar-agar dibuat dari daun cincau (6) |
| CINCIN | Perhiasan berupa lingkaran kecil yang dipakai di jari, ada yang berpermata, ada yang tidak; segala sesuatu yang berbentuk lingkaran (seperti gelang-gelang kecil pada tombak atau mata rantai) (6) |
| CINDAI | Kain sutra yang berbunga-bunga; sabuk dari sutra yang berbunga-bunga; kain berikut selendang yang disimpan seorang gadis untuk dikenakan pada hari pernikahan; kain pitula; kuntilanak (Minangkabau); sambungan kuku yang terbuat dari logam (Melayu Medan) (6) |
| CINDIL | Anak tikus (6) |
| CINGAM | Perdu yang bercabang banyak, tinggi 5 m, kayunya biasa dibuat centong, dayung, dan sebagainya, daunnya untuk obat sakit perut (Scyphiphora hydrophyllacea) (6) |
| CINGGE | Perarakan orang Cina dengan berpakaian bermacam-macam pada hari besar Cina (6) |
| CINGOK | Anak ikan bogo (Sunda) (6) |
| CINGUR | Hidung dan bibir atas kerbau atau sapi (6) |
| CINLOK | Cinta lokasi (akronim) (6) |
| CIPRAT | Percik (6) |
| CIRCIR | Genta kecil (6) |
| CIREMI | Hiasan kepala terbuat dari rumput rawa halus atau pucuk daun sagu, dipakai perempuan saat menari (Kimaam) (6) |
| CIRENG | Wadah dari anyaman bambu yang dilengkapi dengan penjinjing (Sunda); penganan yang dibuat dari tepung kanji dan air yang dibentuk pipih lalu digoreng, disajikan dengan sambal kacang (6) |
| CIRING | Cincin penggantung kain pintu (Bugis) (6) |
| CIRUAS | Ibu kota Kabupaten Serang, Provinsi Banten (6) |
| CISAPU | Siraman air mendidih pada tangkai padi yang telah dibakar dan setelah dingin digunakan untuk memandikan jenazah (Sunda) (6) |
| CITIUS | Salah satu moto Olimpiade yang berart lebih cepat (6) |
| CIUMAN | Berciuman; hirupan dengan hidung; kecupan; tubrukan (6) |
| CLARET | Anggur merah dari Bordeaux, Prancis (ungkapan/Prancis) (6) |
| CLEMER | Suka mengambil barang milik orang lain (mencuri; mengutil) (Jawa) (6) |
| CLICHY | Kota di Prancis (6) |
| CLOVIS | Kota di Amerika Serikat (6) |
| CLUTCH | Maskot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (6) |
| COBAAN | Sesuatu yang dipakai untuk menguji (ketabahan, iman, dan sebagainya) (6) |
| COBLOS | Memasukkan (dengan cara menikamkan) suatu benda yang runcing (jarum, pisau, dan sebagainya) ke benda lain; cocok; tusuk (6) |
| COCHIN | Kota di India (6) |
| COCORA | Bagian leher kendi, cerek, atau teko yang berbentuk corong kecil untuk menuang air atau minyak (6) |
| CODING | Tumbuh kembali (tentang tanaman yang sudah dipotong) (Melayu Medan) (6) |
| COIPAN | Penganan terbuat dari adonan tepung beras dan tepung kanji yang dibentuk kulit pipih, diisi dengan bengkoang serut dan ebi atau pepaya serut, dapat disajikan dengan bawang putih cincang goreng dan saus asam manis (6) |
| COKBOK | Tanda berbentuk bulat pada dahi sebagai pertanda seseorang banyak melakukan sujud dengan khusyuk (Mandar) (6) |
| COKLIT | Pencocokan dan penelitian (akronim) (6) |
| COKMAR | Gada besar (penggunaannya dengan melemparkannya ke sasaran) (6) |
| COLENG | Curi (dengan kekerasan) (Melayu Jakarta) (6) |
| COLIMA | Kota di Meksiko (6) |
| COLMAR | Kota di Prancis (6) |
| COLONG | Ambil milik orang lain dengan diam-diam; curi (6) |
| COLTON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| COMPES | Sumbing-sumbing pada tepi pisau (piring, cangkir, dan sebagainya) (6) |
| COMPOH | Juru masak (di kapal); bendari (Cina) (6) |
| CONDRE | Senjata tradisional seperti badik (Sunda); alat semacam serok untuk menangkap udang di sungai (Jawa) (6) |
| CONFER | Bandingkan; disingkat cf. (ungkapan/Latin) (6) |
| CONGAK | Dongak; taksiran yang dibuat dalam kepala saja, tidak ditulis (6) |
| CONGEH | Terbuka; ternganga (tentang luka) (6) |
| CONGEK | Penyakit telinga yang mengeluarkan cairan bercampur nanah; tuli (6) |
| CONGKI | Permainan seperti permainan catur (Cina) (6) |
| CONGOK | Mencongok; berdiri (atau duduk) tegak-tegak; conggok (6) |
| CONGOL | Menyembul (menonjol) ke luar; menganjur ke atas (6) |
| CONGOR | Moncong yang panjang; haluan kapal (Pelayaran); jungur (6) |
| CONROE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| CONTAI | Kota di India (6) |
| CONTOH | Barang atau sebagian dari barang yang rupa, macam, dan keadaannya sama dengan semua barang yang ada; barang yang dapat mewakili barang yang lain karena sama sifat-sifatnya; sesuatu yang akan atau yang disediakan untuk ditiru atau diikuti; pola (untuk membatik, membuat pakaian, dan sebagainya); model (rumah, pesawat terbang, dan sebagainya dalam bentuk kecil untuk memperlihatkan bagaimana rupa rumah, pesawat terbang, dan sebagainya yang sesungguhnya atau yang akan dibuat); teladan (tentang kelakuan, perbuatan, dan sebagainya); hal (seperti peristiwa) yang menjadi teladan (6) |
| CONTOK | Bentuk tanduk sapi jantan yang ujungnya melengkung ke depan (Bali) (6) |
| CONWAY | Kota di Amerika Serikat (6) |
| COPLOK | Tidak melekat lagi; tanggal; terlepas (seperti permata dari ikatannya); copot (6) |
| CORENG | Garis tebal dan panjang; conteng; coret (6) |
| CORONG | Pipa pembuang asap; cerobong; semprong; teropong; keker; alat untuk menuang barang cair ke botol dan sebagainya (bentuknya seperti kerucut); pembuluh kaca penutup nyala lampu; kolom atau kerucut awan di dasar awan kumulonimbus yang berbelalai air (Hidrometeorologi); pelita; suluh; juru bicara (6) |
| COWCOW | Anjing domestikasi yang berasal dari Cina, berambut tebal dan halus, ekor melingkar, dan lidah berwarna hitam (Canis familiaris) (6) |
| CRATER | Danau terdalam di Amerika Serikat, terletak di Pegunungan Cascade di Oregon, Amerika Serikat (6) |
| CROSBY | Kota di Inggris (6) |
| CUAMBA | Kota di Mozambik (6) |
| CUANKI | Hidangan khas daerah Jawa Barat berupa makanan berkuah berisi bakso, siomai, tahu, dan gorengan, dari cari uang jalan kaki (6) |
| CUATAN | Hasil mencuat atau menonjol (tentang prestasi, karya, dan sebagainya); pancaran (perasaan) pada air muka (6) |
| CUBLIK | Dian; lampu minyak; pelita (Jawa) (6) |
| CUBLUK | Pengolahan kotoran manusia menjadi kompos (6) |
| CUBUNG | Kecubung; pondok kecil biasanya beratap welit, misalnya tempat untuk pembakaran batu bara, genting, batu kapur, dan sebagainya (6) |
| CUCIAN | Barang yang dicuci; hasil mencuci (6) |
| CUCING | Mangkuk mungil (biasa digunakan untuk mencetak kue talam) (6) |
| CUCUNG | Cucu (untuk memanggil) (6) |
| CUCUTA | Kota di Kolumbia (6) |
| CUDANG | Tabung bambu tempat menyimpan air yang telah dimasak untuk dibawa ke ladang (Lampung) (6) |
| CUENCA | Kota di Spanyol dan Ekuador (6) |
| CUIABA | Kota di Brasil (6) |
| CUITAN | Twit; kicau; padanan dari tweet (6) |
| CUKANG | Titian dari batang pohon (Sunda) (6) |
| CUKONG | Orang yang mempunyai uang banyak yang menyediakan dana atau modal yang diperlukan untuk suatu usaha atau kegiatan orang lain; pemilik modal (6) |
| CUKRIK | Arak jawa (6) |
| CULIAH | Nama kelompok untuk para pembeli tertentu (6) |
| CULIKA | Penipu; pencuri (Jawa) (6) |
| CUMANA | Kota di Venezuela (6) |
| CUMBUM | Kota di India (6) |
| CUMDEO | Dengan Tuhan; bersama Tuhan; dengan pertolongan Tuhan (ungkapan/Latin) (6) |
| CUMING | Cuma; hanya (Melayu Jakarta) (6) |
| CUNDUK | Tusuk konde (disematkan pada sanggul atau rambut) (Jawa) (6) |
| CUNGAP | Buka tutup (tentang mulut) (6) |
| CUNGUL | Mencungul; muncul di permukaan (6) |
| CUNGUR | Moncong; congor; jungur (Melayu Jakarta); bagian kepala hewan yang menonjol termasuk rahang, mulut, dan hidung (Melayu Jakarta) (6) |
| CUPANG | Tanda merah bekas gigitan atau cubitan pada tubuh; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 6,5 cm, tubuhnya pipih memanjang dan siripnya merumbai, warnanya bervariasi, banyak dimanfaatkan sebagai ikan hias, berasal dari perairan Sungai Mekong (Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam), saat ini tersebar di banyak negara, termasuk Indonesia (Betta splendens) (6) |
| CUPIDO | Celah yang terbentuk dari garis vertikal yang terdapat di bagian bawah hidung dan atas bibir (6) |
| CUPING | Bagian yang tidak bertulang pada daun telinga dan hidung; sudut atau kiri dan/atau kanan pada halaman pertama surat kabar (Grafika); cuatan kanan kiri pada matris huruf; ruangan tempat elektron tertentu suatu atom berada untuk sebagian besar waktunya (Kimia) (6) |
| CUPLIK | Ambil (tentang tulisan); kutip (6) |
| CURANG | Berlaku tidak jujur; memiliki sifat tidak lurus hati; tidak adil (6) |
| CURCOL | Curhat colongan; curhat yang dilakukan bersamaan dengan hal lain yang tidak berhubungan secara langsung, tidak pada waktu dan tempat yang tepat, atau terjadi karena berkaitan dengan topik yang sedang dibicarakan (6) |
| CURENG | Kerut (tentang dahi) (6) |
| CURHAT | Menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi pada orang terdekat seperti orang tua, teman, dan sebagainya; curahan hati (akronim) (6) |
| CURIAH | Suka bercakap-cakap; ramah-tamah (Minangkabau) (6) |
| CURIAN | Hasil mencuri; barang yang dicuri (6) |
| CURICO | Kota di Chili (6) |
| CURIGA | Keris; berhati-hati atau berwaswas (karena khawatir, menaruh syak, dan sebagainya); merasa kurang percaya atau sangsi terhadap kebenaran atau kejujuran seseorang (takut dikhianati dan sebagainya); alat musik dari Sulawesi Selatan, berupa lempeng logam, berbentuk kipas segi empat yang sudut-sudutnya digantungi gelang-gelang logam (Musik) (6) |
| CYCLOP | Raksasa bermata satu dalam mitologi Yunani (ungkapan/Inggris) (6) |
| DAAYAH | Propaganda (Arab) (6) |
| DABHOI | Kota di India (6) |
| DABING | Sulih suara (6) |
| DABLEK | Tidak ambil pusing meskipun dimaki-maki, dinasihati, dan sebagainya; tebal telinga (Jawa); tidak tahu malu; tebal muka (Jawa) (6) |
| DACAPO | Dimulai dari permulaan; kembali ke awal (ungkapan/Musik/Italia) (6) |
| DADAKO | Alat musik pukul dari daerah Timor berupa seruas bambu yang ditakik kulitnya dan diganjal ujung-ujungnya sehingga mirip kecapi (Musik) (6) |
| DADALI | Burung berekor panjang yang dapat berdiri tegak, berwarna cokelat (Falco moluccensis) (6) |
| DADASA | Hiasan dahi untuk menutupi pangkal rambut pengantin perempuan (Kaili) (6) |
| DADING | Persetujuan atau perjanjian tertulis secara damai untuk menyelesaikan atau menghentikan sengketa atau perkara (Hukum) (6) |
| DADUNG | Dendang; tali besar (untuk menambat kerbau, lembu, dan sebagainya); tali besar untuk menambatkan kapal (Pelayaran) (6) |
| DAERAH | Bagian permukaan bumi dalam kaitannya dengan keadaan alam dan sebagainya yang khusus; lingkungan pemerintah; wilayah; selingkungan tempat yang dipakai untuk tujuan khusus; kawasan; tempat sekeliling atau yang termasuk dalam lingkungan suatu kota (wilayah dan sebagainya); tempat dalam satu lingkungan yang sama keadaannya (iklimnya, hasilnya, dan sebagainya); tempat yang terkena peristiwa yang sama; bagian permukaan tubuh (6) |
| DAFTAR | Catatan sejumlah nama atau hal (tentang kata-kata, nama orang, barang, dan sebagainya) yang disusun berderet dari atas ke bawah (6) |
| DAGANG | Pekerjaan yang berhubungan dengan menjual dan membeli barang untuk memperoleh keuntungan; jual-beli; niaga; dari negeri asing; asing; orang dari negeri asing; pengembara; pikul (Minangkabau) (6) |
| DAGDAG | Genderang dengan sehelai selaput kulit, dibunyikan dengan pukulan tangan atau dengan sebuah pemukul (Musik/Sunda) (6) |
| DAGING | Gumpal (berkas) lembut yang terdiri atas urat-urat pada tubuh manusia atau binatang (di antara kulit dan tulang); bagian tubuh binatang sembelihan yang dijadikan makanan; tubuh manusia (sebagai imbangan jiwa atau batin); bagian dari buah yang lunak di bawah kulit, biasanya boleh dimakan (6) |
| DAHAGA | Haus (berasa kering pada kerongkongan dan ingin minum); rasa haus; rasa ingin minum (karena kerongkongan terasa kering); perlawanan (terhadap perintah); daga (6) |
| DAHAGI | Perlawanan (6) |
| DAHAMI | Sawah yang ditelantarkan (Sangir) (6) |
| DAHIAT | Sial (Arab) (6) |
| DAHINA | Siang hari (6) |
| DAHLIA | Tumbuhan yang akarnya berbonggol (berumbi), warna bunganya bermacam-macam (Dahlia pinnata); bunga dahlia (6) |
| DAHOPI | Persembahan doa dengan sesajen (kepada leluhur yang dilakukan pada bulan puasa) (Muna) (6) |
| DAHULU | Waktu yang telah lalu; (masa) lampau; lebih awal; paling depan; yang mula-mula (dikerjakan, diperbuat, dan sebagainya); dulu; lebih awal; sebelum (6) |
| DAIDAI | Lagu resmi Piala Dunia 2026 (6) |
| DAIDAN | Batalion (Jepang) (6) |
| DAIMAN | Kartu bridge dengan gambar belah ketupat (Melayu Malaysia) (6) |
| DAITIA | Raksasa (6) |
| DAKAIK | Hal-hal kecil; detail (Arab) (6) |
| DAKHIL | Yang di dalam; yang mengenai batin (Arab); yang telah karib benar (Arab) (6) |
| DAKHLA | Kota di Sahara Barat dan Maroko (6) |
| DAKIAN | Tanjakan (6) |
| DAKRON | Nama niaga untuk serat tekstil poliester (6) |
| DAKTIL | Kaki yang terdiri atas satu ruas panjang dan dua ruas pendek (Zoologi) (6) |
| DAKWAH | Penyiaran; propaganda (Agama Islam); penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat; seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama (Agama Islam) (6) |
| DALANG | Orang yang memainkan wayang; orang yang mengatur (merencanakan, memimpin) suatu gerakan dengan sembunyi-sembunyi (kiasan) (6) |
| DALASI | Mata uang Gambia (6) |
| DALFIN | Lumba-lumba; dolfin (6) |
| DALIAN | Kota di Cina (6) |
| DALING | Tarian tradisional suku Bajau di Pulau Derawan, daerah Berau, Kalimantan Timur (Benuaq) (6) |
| DALLAS | Kota di Amerika Serikat (6) |
| DALMIL | Pengendalian militer (akronim) (6) |
| DALUNG | Dulang besar dibuat dari logam (perak); lampu besar dibuat dari logam (tembaga) dipakai pada pertunjukan wayang kulit; belencong (Jawa) (6) |
| DAMANG | Kepala adat suku Dayak (Banjar) (6) |
| DAMARU | Gendang kecil (Musik) (6) |
| DAMBIN | Tiruan bunyi benda berat jatuh; debuk; degum; terlalu gemuk (besar) sehingga serba lamban (6) |
| DAMBIR | Kulit (daging) yang menggelepai pada leher lembu, orang tua, dan sebagainya; pial ayam; gelabir; gelambir; jumbil (6) |
| DAMDAM | Dam; kota di India (6) |
| DAMKAR | Pemadam kebakaran (akronim) (6) |
| DAMMAM | Kota di Arab Saudi (6) |
| DAMONG | Ikan laut, bentuk tubuh lebar, berwarna perak, sirip ventral berwarna hitam, panjang mencapai 26,5 cm, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Atropus atropos) (6) |
| DAMPAK | Benturan; pengaruh kuat yang mendatangkan akibat (baik negatif maupun positif); impak; benturan yang cukup hebat antara dua benda sehingga menyebabkan perubahan yang berarti dalam momentum (pusa) sistem yang mengalami benturan itu (Fisika); lebar dan bidang (tentang dada) (Jawa) (6) |
| DAMPAL | Telapak; kaki (Sunda) (6) |
| DAMPAN | Bangku kecil (Jawa) (6) |
| DAMPIL | Rapat (6) |
| DAMPIT | Anak kembar laki-laki dan perempuan (6) |
| DANANE | Kota di Pantai Gading (6) |
| DANANG | Kota di Vietnam (6) |
| DANAWA | Raksasa (6) |
| DANDAN | Mengenakan pakaian dan hiasan serta alat-alat rias; memperbaiki; menjadikan baik (rapi); panggung tambahan pada geladak perahu (untuk berbagai-bagai maksud); tali yang besar; kabel; merampas milik seseorang dengan kekerasan (6) |
| DANDIM | Komandan distrik militer (akronim) (6) |
| DANGAI | Penganan, dibuat dari beras ketan, kelapa, dan gula (Melayu Malaysia) (6) |
| DANGAR | Gubuk (rumah kecil) di sawah atau di ladang tempat orang berteduh untuk menjaga tanaman; dangau (6) |
| DANGAU | Gubuk (rumah kecil) di sawah atau di ladang tempat orang berteduh untuk menjaga tanaman; dangar (6) |
| DANGKA | Duga; kira; sangka; suku Badui yang sudah banyak meninggalkan adat istiadat dan sering melakukan pelanggaran adat (6) |
| DANGKE | Makanan khas daerah Massenrempulu, dibuat dari susu murni yang dipadatkan (6) |
| DANJEN | Komandan jenderal (akronim) (6) |
| DANPOS | Komandan pos (akronim) (6) |
| DANPUS | Komandan pusat (akronim) (6) |
| DANRAN | Komandan kendaraan (akronim) (6) |
| DANREM | Komandan resor militer (akronim) (6) |
| DANSAT | Komandan satuan (akronim) (6) |
| DANSEK | Komandan sektor (akronim) (6) |
| DANSKA | Komandan skuadron (akronim) (6) |
| DANTON | Komandan peleton (akronim) (6) |
| DANTOR | Komandan sektor (akronim) (6) |
| DANWIL | Komandan wilayah (akronim) (6) |
| DANYON | Komandan batalion (akronim) (6) |
| DANYUH | Daun kelapa yang sudah kering; belarak (Bali) (6) |
| DAOKOU | Kota di Cina (6) |
| DAQING | Kota di Cina (6) |
| DARANG | Lubang atau gua di dasar sungai, digunakan oleh buaya untuk tidur (6) |
| DARDOR | Tiruan bunyi tembakan yang beruntun (6) |
| DARGAH | Tabut (pada perayaan Hasan-Husen) (6) |
| DARHAN | Kota di Mongolia (6) |
| DARING | Dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya (akronim); padanan dari online (6) |
| DARIOL | Cangkang pastri yang diisi dengan makanan manis atau gurih (Tata Boga); cetakan pastri berbentuk silinder kecil, terbuat dari aluminium (6) |
| DARNAH | Kota di Libya (6) |
| DARUBA | Ibu kota Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (6) |
| DARUJU | Perdu yang tingginya mencapai 2 m, bentuk daun bergerigi besar, banyak dijumpai di daerah yang lembab seperti pinggir rawa-rawa dan sungai, bagian daun, biji dan akarnya sering digunakan sebagai obat cacing dan hepatitis (Acanthus montanu) (6) |
| DARUNG | Binatang seperti cacing, sebesar benang berwarna hitam, tinggal dalam air yang tergenang, dapat masuk ke dalam mata binatang (Putuk) (6) |
| DARUNU | Tanda hak milik (di Halmahera) (6) |
| DARWIN | Ibu kota negara bagian Australia Utara, Australia (6) |
| DARWIS | Penganut sufi yang sengaja hidup miskin (sebagai jalan untuk mencapai kesempurnaan jiwa) (Agama Islam) (6) |
| DASAIR | Tradisi menyambut perahu baru dengan memercikkan air dari tempurung kelapa ke perahu (Kur) (6) |
| DASBOR | Panel dalam mobil, kapal terbang, dan sebagainya di bawah kaca depan berisi penunjuk panel kontrol (6) |
| DASTER | Gaun yang sengaja dibuat longgar untuk dipakai di rumah (6) |
| DASUHA | Tuak yang mengental di bagian dasar bambu penyimpanan (Batak) (6) |
| DATANG | Tiba di tempat yang dituju; berasal; hadir; muncul; kelak kemudian; nanti (6) |
| DATUNG | Datuk; kakek (Sastra) (6) |
| DAULAT | Berkat kebahagiaan (yang ada pada raja); bahagia; tulah; kekuasaan; pemerintahan (6) |
| DAUNAN | Bagian melebar di ujung dayung (Madura) (6) |
| DAURAN | Gagang atau tangkai dayung (Madura) (6) |
| DAWALA | Tokoh wayang golek Sunda yang digambarkan mempunyai hidung panjang, muka bersih, sabar, dan penurut, tetapi kurang cerdas dan kurang terampil; Petruk (6) |
| DAWUAN | Bendungan kecil (Sunda) (6) |
| DAXING | Kota di Cina (6) |
| DAYANG | Gadis pelayan di istana; anak perempuan, gadis; kata sapaan untuk perempuan muda (di Bangka) (6) |
| DAYRUT | Kota di Mesir (6) |
| DAYTON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| DAYUNG | Tongkat besar yang pipih dan lebar pada ujungnya untuk mengayuh (menjalankan, menggerakkan) perahu; pengayuh; injak-injak pada sepeda (untuk menjalankannya); pedal; sirip pada dada ikan sebagai alat untuk berenang; olahraga air dengan menggunakan perahu (Olahraga) (6) |
| DAZHOU | Kota di Cina (6) |
| DEALAT | Stadium serangga dalam keadaan tanpa sayap (Zoologi) (6) |
| DEALER | Pedagang penyalur; pengedar narkotika (6) |
| DEANOL | Senyawa yang memiliki gugus amina dan alkohol sebagai gugus fungsionalnya, digunakan sebagai krim antipenuaan (Kimia) (6) |
| DEBING | Tiruan bunyi gendang kecil (6) |
| DEBRIS | Tumpukan pecahan batu atau reruntuhan akibat erosi (Geografi dan Geologi); puing (Inggris) (6) |
| DEBUNG | Tiruan bunyi beduk, gendang (6) |
| DECING | Tiruan bunyi uang logam jatuh di ubin; dencing; denting (6) |
| DEDAGU | Alat pemeras tebu yang terbuat dari kayu, terdiri atas tuas pemeras dengan bilah yang panjang dan bagian yang lebih pendek di bawahnya seperti dagu sebagai saluran untuk mengalirkan hasil perasan (Gayo) (6) |
| DEDALU | Perdu peluruh, bunganya berjenis tunggal dan tidak berdaun mahkota, tumbuh di tempat lembap beriklim sedang (Salix gracilistyla) (6) |
| DEDARA | Hampir dewasa (6) |
| DEDARE | Anak ayam (6) |
| DEFILE | Parade; celah sempit di antara gunung-gunung (6) |
| DEGING | Berdeging; berkeras hati; berkuat-kuat; mengotot (Melayu Jakarta) (6) |
| DEGUNG | Tiruan bunyi gong dan sebagainya; gamelan Sunda (6) |
| DEIMOS | Bulan milik Mars yang berdiameter sekitar 12 km, berukuran lebih kecil dan berjarak lebih jauh dari Mars dibandingkan dengan Fobos, bentuknya tidak teratur (Astronomi) (6) |
| DEISME | Pandangan hidup atau ajaran yang mengakui adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta, tetapi tidak mengakui agama karena ajarannya didasarkan atas keyakinannya pada akal dan kenyataan hidup (6) |
| DEIYAI | Kabupaten di Provinsi Papua Tengah, ibu kotanya Distrik Tigi (6) |
| DEJAVU | Perasaan bahwa apa yang dialami sekarang pernah terjadi pada masa lampau (6) |
| DEJURE | Berdasarkan hukum (tentang pengakuan atas suatu pemerintahan) (ungkapan/Latin) (6) |
| DEKADE | Masa 10 tahun; dasawarsa (6) |
| DEKARE | Satuan ukuran 10 are (6) |
| DEKODE | Pengubahan informasi dari bentuk sandi dan sebagainya ke dalam bahasa yang dikenal; pengubahan suatu sistem kode ke sistem kode yang lain; menemukan (menafsirkan) makna atau arti suatu pesan dalam bahasa (rahasia); mengurai (menjabarkan) kode atau bahasa; tindakan mengonversi data kembali ke dalam bentuk aslinya, biasanya berupa teks yang dapat dibaca (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| DEKRET | Keputusan (ketetapan) atau perintah yang dikeluarkan oleh kepala negara, pengadilan, dan sebagainya (6) |
| DEKUNG | Tiruan bunyi gong dipukul; degung (6) |
| DELANO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| DELEKA | Suka mencelakai atau menyakiti orang lain (Sunda) (6) |
| DELIMA | Tumbuhan perdu dengan cabang yang rendah dan berduri jarang, daunnya kecil-kecil agak kaku berwarna hijau berkilap, buahnya berkulit kekuning-kuningan hingga merah tua, dapat dimakan, ketika masak merekah (Punica granatum); buah pohon delima; cempaka tanjung; nama buah yang sekarang sudah langka (6) |
| DELMAN | Kereta beroda dua yang ditarik kuda; dokar (6) |
| DELMAS | Kota di Afrika Selatan (6) |
| DELONG | Mendelong; lekuk (tentang mata); cekung (6) |
| DELUSI | Pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal (Psikologi) (6) |
| DEMANG | Kepala distrik; wedana pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda; gelar kepala daerah (6) |
| DEMBAM | Tiruan bunyi nyiur jatuh (6) |
| DEMBUN | Tiruan bunyi barang berat jatuh (6) |
| DEMISE | Pengalihan hak (aset dan sebagainya) (6) |
| DEMOSI | Pemindahan suatu jabatan ke jabatan yang lebih rendah (6) |
| DEMPAK | Rendah papak; tidak merunjung (tentang rumah, topi, dan sebagainya); papak (tentang haluan perahu); lebar bilahnya (tentang pisau dan sebagainya); pendek gemuk (tentang tubuh) (6) |
| DEMPAM | Tiruan bunyi anak kecil (yang baru pandai berjalan) jatuh (6) |
| DEMPER | Alat tambahan yang sering dipasangkan pada beberapa alat musik guna meredam kekuatan bunyinya (6) |
| DEMPET | Rapat (6) |
| DEMPIR | Bunyi nyaring tiruan bunyi canang dan sebagainya (6) |
| DEMPOK | Berdempok; bertumbuk (dengan); berlanggaran (dengan) (6) |
| DEMPUL | Bahan penutup lubang pada kayu dan sebagainya, dibuat dari kapur dan minyak cat; gala-gala (6) |
| DEMUNG | Gambang kecil dengan 6–7 lempeng logam berjejer di atas kerangka kayu, beroktaf lebih rendah (Madura); alat musik gamelan (semacam gambang dari logam) (Jawa); kepala distrik (lokal) (6) |
| DENAWA | Pegawai polisi desa; pesuruh desa (6) |
| DENDAM | Berkeinginan keras untuk membalas (kejahatan dan sebagainya) (6) |
| DENGAK | Terdengak; terdongak; terangkat kepalanya (6) |
| DENGAN | Beserta; bersama-sama; dan; memakai (menggunakan) suatu alat; kata penghubung menyatakan hubungan kata kerja dengan pelengkap atau keterangannya; kata penghubung untuk menerangkan cara (bagaimana terjadinya atau berlakunya); sambil; seraya; kata penghubung menerangkan (sifat); oleh; karena; atas; penghubung untuk menyatakan keselarasan (kesamaan, kesesuaian); sahabat; hamba tebusan; budak (Minangkabau); saya; aku (Minangkabau) (6) |
| DENGAP | Berdengap; berdenyut keras (tentang jantung); berdebar; sesak dan cepat (tentang napas) (6) |
| DENGAR | Tangkap (suara) (6) |
| DENGEN | Pohon endemik Sulawesi, buahnya masam dan mirip jeruk, kelopaknya terbuka sendiri ketika masak (Dillenia serrata) (6) |
| DENGIH | Tiruan bunyi napas orang yang sesak (6) |
| DENGKI | Menaruh perasaan marah (benci, tidak suka) karena iri yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain (6) |
| DENGUE | Penyakit yang datangnya mendadak dan cepat menular, disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes, dengan gejala demam, nyeri pada otot dan tulang (6) |
| DENGUK | Tiruan bunyi “nguk” (6) |
| DENGUS | Tiruan bunyi binatang seperti lembu, kerbau, kuda mengembuskan napas kuat-kuat (6) |
| DENGUT | Tiruan bunyi gema memanjang seperti bunyi burung puyuh, dan gung (6) |
| DENKES | Detasemen kesehatan (akronim/Kemiliteran) (6) |
| DENOVO | Dari semula; mulai lagi; baru lagi (ungkapan/Latin) (6) |
| DENPAL | Detasemen peralatan (akronim) (6) |
| DENPOL | Detasemen kepolisian (akronim) (6) |
| DENSUS | Detasemen khusus (akronim/Kemiliteran) (6) |
| DENTAL | Berhubungan dengan gigi atas dalam proses artikulasi suatu bunyi (Linguistik); terjadi karena penyempitan atau persentuhan antara (ujung) lidah dan gigi (Linguistik); bunyi terbentuk dengan cara demikian (Linguistik) (6) |
| DENTAM | Tiruan bunyi yang berat dan keras dari meriam; dentum (6) |
| DENTAT | Bertakik; bergigi (6) |
| DENTIN | Bahan berzat kapur mirip dengan bahan tulang, tetapi lebih keras dan padat (tugas utamanya membentuk bagian terpenting dari gigi); tulang gigi (6) |
| DENTON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| DENTUM | Tiruan bunyi yang berat dan keras dari bunyi meriam; dentam (6) |
| DENTUR | Tiruan bunyi letusan kecil (6) |
| DENVER | Ibu kota negara bagian Colorado, Amerika Serikat (6) |
| DENYAR | Sinar yang bergerak cepat; denyaran (6) |
| DENYIT | Tiruan bunyi tikus atau bunyi besi bergesekan (6) |
| DENYUT | Gerak turun naik (pada urat nadi, ubun-ubun, dan sebagainya) (6) |
| DEORIA | Kota di India (6) |
| DEPANG | Mendepang; merentangkan kedua belah tangan ke kanan ke kiri; mengadang (merintangi dan sebagainya) dengan kedua belah tangan direntangkan ke kanan dan ke kiri (6) |
| DEPATI | Pemimpin suku Anak Dalam (Melayu Jambi) (6) |
| DEPROK | Mendeprok; duduk di lantai dengan kedua kaki terlipat ke satu sisi (ke kiri atau ke kanan) (Jawa) (6) |
| DEPUTI | Orang yang diangkat sebagai wakil atau pengganti dengan kuasa jabatan untuk bertindak; orang kedua dalam organisasi yang mengambil alih pimpinan jika atasannya tidak di tempat (6) |
| DEQING | Kota di Cina (6) |
| DERANA | Tahan dan tabah menderita sesuatu (tidak lekas patah hati, putus asa, dan sebagainya) (6) |
| DERANG | Tiruan bunyi genderang; berderang; berbunyi “rang, rang”; mulai terang (Minangkabau); mulai terbuka (kiasan/Minangkabau) (6) |
| DEREMI | Kebun yang dipenuhi tumbuhan liar (Tobelo) (6) |
| DERESI | Wagon kereta api untuk penumpang; kereta penumpang (6) |
| DERING | Tiruan bunyi giring-giring; medang buaya (Cryptocarya griffithiana) (6) |
| DERITA | Sesuatu yang menyusahkan yang ditanggung dalam hati (seperti kesengsaraan, penyakit) (6) |
| DERMAN | Banyak (anak, untung, dan sebagainya) (6) |
| DERMIS | Lapisan atau jaringan kulit di bawah epidermis (Anatomi); pembuluh darah yang sensitif di bawah lapisan mesodermik di dalam kulit (Anatomi) (6) |
| DERSIK | Desir (bunyi angin dan sebagainya) (6) |
| DERUNG | Tiruan bunyi atau suara seperti bunyi genderang (6) |
| DESAIN | Kerangka bentuk; rancangan; motif; pola; corak; tahapan dalam siklus hidup perangkat lunak yang menekankan pada solusi logis, yaitu bagaimana sistem dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| DESERT | Gurun (Inggris) (6) |
| DESING | Tiruan bunyi peluru yang ditembakkan, tiupan angin, dan sebagainya (6) |
| DESOTO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| DESPOT | Penguasa tunggal yang berbuat sekehendak hati; kepala negara atau raja yang menjalankan kekuasaan dengan sewenang-wenang (6) |
| DESSAU | Kota di Jerman (6) |
| DESTAR | Ikat kepala (dibentuk dari kain batik segitiga) (6) |
| DETAIL | Bagian yang kecil-kecil (yang sangat terperinci); segala hal ihwal (6) |
| DETING | Tiruan bunyi kawat kecapi atau gitar dipetik (6) |
| DETOKS | Detoksifikasi (kependekan) (6) |
| DEURNE | Kota di Belgia (6) |
| DEVISA | Alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan dengan uang luar negeri (6) |
| DEVOSI | Kebaktian yang tidak resmi, misalnya doa rosario, penghormatan kepada santo (Agama Katolik) (6) |
| DEWALA | Dinding tembok sekeliling kota dan sebagainya (6) |
| DEWANA | Tergila-gila; dendam berahi (6) |
| DEWASA | Sampai umur; akil balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi); telah mencapai kematangan kelamin (Peternakan); matang (tentang pikiran, pandangan, dan sebagainya) (kiasan); waktu; masa (akhir-akhir ini) (6) |
| DEWATA | Dewa; sifat dewa; kedewaan (6) |
| DEYANG | Kota di Cina (6) |
| DEZHOU | Kota di Cina (6) |
| DHAMAR | Kota di Yaman (6) |
| DHARAN | Kota di Nepal (6) |
| DHOLKA | Kota di India (6) |
| DHULIA | Kota di India (6) |
| DIADEM | Hiasan kepala; mahkota (6) |
| DIAFON | Satuan fonologis abstrak yang dirumuskan untuk menandai kesepadanan antara sistem bunyi dari dialek yang berbeda, misalnya dalam bahasa Melayu diafon //a// yang direalisasikan dalam dialek Melayu Riau [rupe] dan dalam dialek lain [rupa], [rupe], dan sebagainya (Linguistik) (6) |
| DIAGAK | Dimaksudkan; dikirakan (6) |
| DIAJUK | Diduga (6) |
| DIAJUN | Dimulai (tentang perbuatan, perundingan, dan sebagainya) (6) |
| DIAKEN | Pelayan gereja (Agama Kristen) (6) |
| DIAKON | Rohaniwan yang sudah mendapat tahbisan yang pertama (tingkatnya di bawah imam) (Agama Katolik) (6) |
| DIALAS | Diberi alas (6) |
| DIALEK | Logat; variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai (misalnya bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu, atau kurun waktu tertentu) (Linguistik) (6) |
| DIALOG | Percakapan (dalam sandiwara, cerita, dan sebagainya); karya tulis yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih (6) |
| DIAPER | Popok atau lampin yang digunakan hanya sekali kemudian dibuang (6) |
| DIASAK | Didesak; dianjak (6) |
| DIATAS | Berada di tempat yang lebih tinggi; danau yang terletak di nagari Alahan Panjang, kecamatan Lembah Gumanti, kabupaten Solok, provinsi Sumatra Barat (6) |
| DIATOM | Ganggang yang selnya dikelilingi oleh suatu cangkang yang menyerupai kotak yang mengandung silika (Zoologi) (6) |
| DIAYAH | Pengumuman; penyebarluasan (6) |
| DIBASA | Asam yang sanggup melepas dua proton per molekul (Kimia) (6) |
| DIDONG | Orang Prancis; orang asing berkulit putih (orang Eropa); pertunjukan komedi wayang boneka; pertunjukan tari dan musik; kesenian tradisional Gayo yang dimainkan dengan cara menyanyikan pantun sambil menari (Antropologi) (6) |
| DIEBAN | Diempaskan (dibanting) ke sisi (6) |
| DIESEL | Mesin motor yang memakai bahan bakar solar (6) |
| DIETGM | Diet penurunan berat badan dengan menerapkan pola makan tertentu selama tujuh hari (Ilmu Gizi) (6) |
| DIFUSI | Percampuran gas atau zat cair di luar daya mekanik (Fisika); penyebaran atau perembesan sesuatu (kebudayaan, teknologi, ide) dari satu pihak ke pihak lain; penghamburan; pemencaran; pengaruh migrasi dan pengalihan pranata budaya melewati batas-batas bahasa, khususnya inovasi dan peminjaman (Linguistik) (6) |
| DIGLUR | Kota di India (6) |
| DIGRAF | Dua huruf yang melambangkan satu fonem (seperti kh dalam kata makhluk, ng dalam kata singa, ny dalam kata nyata) (Linguistik) (6) |
| DIJUAL | Diberikan sesuatu kepada orang lain untuk memperoleh uang (6) |
| DIKARA | Indah; mulia (6) |
| DIKATI | Ditimbang dengan kati (6) |
| DIKDAS | Pendidikan dasar (akronim) (6) |
| DIKLAT | Pendidikan dan pelatihan (akronim) (6) |
| DIKMEN | Pendidikan menengah (akronim) (6) |
| DIKSAR | Pendidikan dasar (akronim) (6) |
| DIKTAT | Catatan pelajaran yang dibuat oleh siswa pada waktu mengikuti pelajaran; buku pelajaran yang disusun oleh guru berupa stensilan (bukan cetakan); berita yang didiktekan melalui radio (6) |
| DIKTUM | Ucapan (pernyataan) resmi; keputusan; bagian dari ketetapan yang mengandung keputusan; bagian yang memuat hal yang ditetapkan hakim dalam putusan pengadilan; amar putusan (Hukum) (6) |
| DILASI | Fraksi pemuaian volume bahan elastik atau benda yang mengalami deformasi (Fisika) (6) |
| DILEMA | Situasi sulit yang mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yang sulit dan membingungkan (6) |
| DILUEN | Bahan pengencer, digunakan pada pewarnaan tubuh, makanan, dan obat (Kimia) (6) |
| DILUSI | Pengurangan hasil sekuritas karena pemberian hak opsi atau karena jumlah yang diterbitkan melebihi jumlah semestinya (Keuangan) (6) |
| DIMANA | Kata tanya untuk menerangkan tempat; kata untuk menunjukkan tempat yang tidak tentu (6) |
| DIMSUM | Hidangan tradisional Cina yang terdiri atas berbagai jenis makanan, seperti pangsit atau siomai, yang dikukus atau digoreng dan disajikan dalam porsi kecil (6) |
| DINAJU | Gelar putri bangsawan Madura (Madura) (6) |
| DINAMO | Mesin atau alat pembangkit tenaga listrik; generator (6) |
| DINGIN | Bersuhu rendah apabila dibandingkan dengan suhu tubuh manusia; tidak panas; sejuk; tawar (tentang rasa makanan dan sebagainya) (kiasan); tidak ramah; kaku (tentang suasana dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| DINIAH | Berhubungan dengan agama; bersifat keagamaan (Arab) (6) |
| DINOYO | Prasasti peninggalan kerajaan Kanjuruhan, dibuat pada masa pemerintahan Gajayana tahun 682 Saka, berisi tentang silsilah kerajaan dan pembuatan arca Agastya, ditulis dengan huruf Jawa Kuno dalam bahasa Sanskerta; Kanjuruhan (6) |
| DIORIT | Batuan beku yang terdiri atas butiran kasar (6) |
| DIOSES | Wilayah keuskupan Katolik (6) |
| DIRAJA | Adiraja (kependekan) (6) |
| DIRHAM | Mata uang emas atau perak; mata uang Maroko dan Uni Emirat Arab (6) |
| DIRJEN | Direktur jenderal (akronim) (6) |
| DIRNDL | Pakaian tradisional wanita Jerman (6) |
| DISANA | Kata penunjuk untuk menyatakan tempat yang agak jauh dari pembicara (6) |
| DISAPA | Bersapa (6) |
| DISAPU | Dipukul (dengan rotan) (6) |
| DISHNA | Kota di Mesir (6) |
| DISINI | Kata penunjuk yang menyatakan tempat yang dekat dengan pembicara (6) |
| DISITU | Kata penunjuk yang menyatakan tempat yang agak mendekat dengan pembicara (6) |
| DISKET | Piringan kecil, pipih berlapis bahan magnet dipakai sebagai penyimpan data pada komputer (6) |
| DISKON | Potongan harga; korting; rabat (6) |
| DISKUS | Cakram (Olahraga); ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 15 cm, tubuhnya berbentuk persegi seperti cakram, bersisik, sirip punggung dan sirip dubur panjang, sirip perut memanjang membentuk filamen, warnanya sangat bervariasi tergantung spesiesnya, tersebar di Amerika Selatan dan terintroduksi ke banyak negara termasuk Indonesia (Symphysodon spp.) (6) |
| DISTAL | Terletak jauh dari arah titik pusat suatu benda; jauh dari asalnya; terjauh dari sumbu tengah tubuh (tentang bagian tubuh) (6) |
| DISTRO | Distributor outlet; tempat berbelanja pakaian, berfungsi menerima titipan dari berbagai macam industri pakaian lokal yang memproduksi sendiri produknya (kaos, tas, dompet, dan sebagainya) (akronim) (6) |
| DITJEN | Direktorat jenderal (akronim) (6) |
| DITUAI | Dipotong dengan tuai (6) |
| DIULAS | Disambung (6) |
| DIVEHI | Bahasa yang dituturkan di Maladewa (6) |
| DIVISI | Satuan militer yang besar (jumlahnya sampai puluhan ribu) yang biasanya lengkap dengan peralatannya, dipimpin oleh perwira tinggi (biasanya mayor jenderal); kelompok dalam suatu organisasi (sepak bola dan sebagainya); bagian dari suatu perusahaan besar; satuan taksonomi dalam klasifikasi tumbuhan, yang berada di antara kelas dan dunia, namanya berakhiran -phyta, seperti Bryophyta (Botani); pemisahan sinyal dan sebagainya menjadi beberapa bagian atau kelompok (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| DJAMAA | Kota di Aljazair (6) |
| DJELFA | Kota di Aljazair (6) |
| DLLAJR | Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (singkatan) (6) |
| DNIPRO | Kota di Ukraina (6) |
| DOBLET | Garis kembar; dwigaris (Kimia) (6) |
| DOBOLO | Permainan dengan menggunakan kartu besar (dua puluh satu) (6) |
| DOBRAK | Tiruan bunyi pintu, pagar, dan sebagainya yang ambruk (rusak) (6) |
| DOCANG | Makanan khas Cirebon yang terdiri atas tauge, lontong, daun singkong, kelapa parut, kerupuk, dan kuah oncom (Tata Boga) (6) |
| DODOMA | Ibu kota Tanzania (6) |
| DODONG | Golok pendek; beladau (6) |
| DODOPO | Bermimpi buruk (Moronene) (6) |
| DOELOE | Dulu (dalam ejaan lama) (6) |
| DOGANG | Tali keseimbangan pada perahu yang agak besar yang bermuatan 10−15 orang (Melayu Riau) (6) |
| DOGDOG | Alat musik jenis genderang, terdiri atas sehelai selaput kulit (sapi dan sebagainya), dibunyikan dengan pukulan tangan atau dengan pemukul (Musik/Sunda) (6) |
| DOJANG | Tempat latihan seni bela diri Korea, seperti taekwondo, hapkido, dan kumdo (Olahraga/Korea) (6) |
| DOKDAK | Memancing tanpa menggunakan mata pancing (umpan diikat pada tali atau sejenis rumput) (6) |
| DOKPOL | Kedokteran kepolisian (akronim) (6) |
| DOKTER | Lulusan pendidikan kedokteran yang ahli dalam hal penyakit dan pengobatan (6) |
| DOKTOR | Gelar kesarjanaan tertinggi yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada mahasiswa strata tiga (S-3) atau seorang sarjana yang telah menulis dan mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi; gelar kesarjanaan tertinggi strata tiga (S-3) (6) |
| DOLFIN | Mamalia laut yang cerdas, memiliki bentuk kepala yang khas dengan dahi menonjol, tubuh ramping, sirip di bagian punggung, menggunakan sistem sonar untuk komunikasi dan navigasi; lumba-lumba (Delphinidae) (6) |
| DOLINA | Rongga di permukaan tanah di daerah batu gamping yang berbentuk corong dan berhubungan dengan sistem saluran bawah tanah; dolin (Hidrologi) (6) |
| DOLMAN | Mantel dengan potongan lengan lebar dan sama panjang dengan bagian tubuhnya (Tata Busana) (6) |
| DOLMEN | Monumen prasejarah berupa meja batu datar yang ditopang oleh tiang-tiang batu (6) |
| DOMAIN | Wilayah; daerah; ranah (6) |
| DOMINE | Gelar untuk pastor atau pendeta Protestan (6) |
| DOMINO | Permainan dengan 28 kartu (kayu, tulang, dan sebagainya) yang bermata (bertitik besar), tiap kartu dibagi menjadi dua bidang, tiap bidang berisi 0–6 titik (6) |
| DOMPAK | Sangat rapat; berdompak; melompat-lompat serta menerjang-nerjang dalam berkelahi; terlampau rapat (tentang rumah dan sebagainya); mendompak; mengangkat kaki depan tinggi-tinggi hendak menerjang (tentang kuda) (6) |
| DOMPET | Tempat uang yang terbuat dari kulit, plastik, dan sebagainya (6) |
| DOMPOL | Berdompol; bergerombol (tentang buah-buahan seperti buah duku, rambutan, dan anggur) (6) |
| DOMPON | Telaga kecil tempat menampung ikan untuk sementara waktu (Minahasa Tonsea) (6) |
| DONASI | Sumbangan tetap (berupa uang) dari penderma kepada perkumpulan; derma; pemberian; hadiah (6) |
| DONDER | Mendonder; memarahi (6) |
| DONDON | Warna atau corak (kain dan sebagainya); mendondon; menggadai(kan) sawah; menyerahkan hasil tanah dengan sejumlah uang sebagai penukarnya (Batak) (6) |
| DONGAK | Angkat ke muka (tentang kepala dan sebagainya) (6) |
| DONGAN | Kawan; sahabat; orang-orang satu marga (6) |
| DONGDU | Kota di Cina (6) |
| DONGOK | Pendek gemuk; tidak ramping (bentuk badan yang tidak seimbang); dungu; tolol (6) |
| DONTOK | Kura-kura kecil (Amungkal) (6) |
| DOPING | Pendadahan; produk berupa obat atau darah untuk meningkatkan prestasi atlet (Olahraga); obat terlarang bagi olahragawan (6) |
| DORAMA | Drama Jepang (Jepang) (6) |
| DORANG | Ikan laut, panjang mencapai 60 cm, hidup di dasar perairan tropis dan subtropis dengan kedalaman 5–110 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Teluk Persia sampai Indonesia dan Jepang (Pampus argentus); mereka (di daerah Indonesia bagian timur) (6) |
| DORMAN | Berkenaan dengan terhambatnya pertumbuhan (perkembangan) untuk sementara waktu meskipun keadaan lingkungannya sebenarnya bersifat menunjang (air dan cahaya cukup serta suhu naik) (Botani) (6) |
| DORONG | Tolak (dari belakang atau depan); sorong (6) |
| DORSAL | Berkenaan dengan punggung; termasuk bagian dan sebagainya tentang punggung (Anatomi); bunyi yang terjadi karena penyempitan punggung lidah dan langit-langit keras atau langit-langit lembut (Linguistik) (6) |
| DORSUM | Punggung (bagian belakang manusia dan bagian atas hewan) (Anatomi); bagian belakang lidah sesudah daun lidah (6) |
| DOSPEM | Dosen pembimbing (akronim) (6) |
| DOTHAN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| DOUALA | Kota di Kamerun (6) |
| DOUANE | Kota di Tunisia (6) |
| DOUCHE | Pembersihan bagian badan dengan penyemprotan (ungkapan/Prancis) (6) |
| DOULIU | Kota di Taiwan (6) |
| DOWNEY | Kota di Amerika Serikat (6) |
| DOYANG | Tempat berlatih taekwondo (Olahraga) (6) |
| DOYONG | Condong; miring; hampir roboh (tentang pohon, rumah, dan sebagainya) (6) |
| DRACIN | Drama Cina (akronim) (6) |
| DRAGAO | Stadion Final Liga Champions UEFA 2021 antara Chelsea dan Manchester City di Porto, Portugal (6) |
| DRAGEE | Pil yang disalut gula (ungkapan/Latin) (6) |
| DRAGON | Jenis nomor dalam pertandingan mendayung (Olahraga); naga (6) |
| DRAKOR | Drama Korea (akronim) (6) |
| DRAKUP | Dokter Akupuntur (singkatan) (6) |
| DRANCY | Kota di Prancis (6) |
| DRESUR | Latihan pembiasaan untuk menguasai kecakapan tertentu terutama pada hewan (seperti anjing pelacak, kuda) (6) |
| DRIBEL | Mendribel; menggiring atau membawa bola cepat dengan langkah-langkah kecil (dalam sepak bola) (Olahraga); memantul-mantulkan bola ke lantai atau ke tanah (dalam bola basket, bola tangan) dengan berlari cepat atau pelan dengan langkah-langkah panjang atau kecil (Olahraga) (6) |
| DROPSI | Pembengkakan organ bagian dalam yang biasanya disebabkan oleh bakteri (Anatomi) (6) |
| DRPHIL | Doktor; dari doctor philosophiae; doctor of philosophy (singkatan) (6) |
| DRUMER | Pemain drum (genderang, tambur); penabuh drum (Musik) (6) |
| DUADUA | Setiap kali dua; dua demi dua (6) |
| DUALIS | Kategori gramatikal jumlah kata untuk menunjukkan dua hal atau benda yang dipertentangkan dengan singularis dan pluralis (Linguistik); orang yang menganut paham dualisme (Filsafat) (6) |
| DUBING | Penyulihsuaraan; pengedaban (6) |
| DUBIUS | Bersifat ragu-ragu; bersifat meragukan (misalnya karena mempunyai dua pengertian) (6) |
| DUBLIN | Kota di Amerika Serikat dan ibu kota Irlandia (6) |
| DUBLIR | Mendublir; mengulangi (6) |
| DUDLEY | Kota di Inggris (6) |
| DUEREN | Kota di Jerman (6) |
| DUGAAN | Hasil dari perbuatan menduga; sangkaan: perkiraan; taksiran (6) |
| DUGANG | Mendugang; menahan dengan tali agar tidak roboh (6) |
| DUGDER | Festival yang diadakan pada malam hari sebelum bulan puasa (6) |
| DUGONG | Mamalia laut bertubuh besar, memiliki sirip depan pendek, ekor berbentuk seperti dayung, dan kelenjar susu di bagian dada, biasanya memakan lamun; lembu laut; duyung (Dugong dugon) (Zoologi) (6) |
| DUHUNA | Rumah ibadat adat (Rampi) (6) |
| DUILAH | Kata seru untuk menyatakan terkejut atau kagum (6) |
| DUKANA | Kuat syahwat; nafsu berahi (6) |
| DUKHAN | Awan molekul yang berada di antara bintang-bintang; nebula (Arab) (6) |
| DUKTUS | Saluran (Kedokteran dan Fisiologi); pembuluh (Kedokteran dan Fisiologi); arah gerakan tangan ketika menulis huruf, misalnya huruf la (Filologi) (6) |
| DUKUNG | Mendukung; membawa sesuatu atau seseorang di atas punggung; menggendong; menyokong; membantu; menunjang (kiasan); berdukung; duduk di punggung atau di pinggang orang (6) |
| DULAHA | Makan lahap (Batak) (6) |
| DULANG | Baki yang biasanya berbibir pada tepinya dan berkaki, dibuat dari kayu; memasukkan makanan ke dalam mulut orang lain; suap (Jawa); mengepul (tentang asap) (Minangkabau); perdu, tinggi 2 m, batangnya mudah patah, daunnya besar berwarna hijau kebiru-biruan, buahnya berbiji polong, bijinya sebesar kacang tanah, ketika tua berwarna hitam, dapat digunakan sebagai bahan minyak pelumas; jarak; keliki; kelikih (Ricinus communis); tempat mengisi bunga rampai yang terbuat dari kayu (Melayu Kep. Riau); diulang: talam kecil untuk mencuci barang sepuhan; kayu lintang pada tiang kapal (Pelayaran); pohon merunggai; petai laut (Desmodium umbellatum) (6) |
| DULNGO | Berasa sangat manis (Batak) (6) |
| DULUTH | Kota di Amerika Serikat (6) |
| DUMBEL | Pembeban kecil untuk tangan dengan beban tetap (Olahraga) (6) |
| DUMDUM | Peluru yang meledak bila kena sasarannya (6) |
| DUMUNG | Jenis ular berbisa yang berwarna hitam, suka menyemburkan bisa dengan menegakkan leher (Jawa) (6) |
| DUNDEE | Kota di Inggris dan Afrika Selatan (6) |
| DUNGAS | Dengus (6) |
| DUNGGU | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat; Toribinggi (6) |
| DUNGUN | Pohon di pantai, biasanya batangnya bengkok, berbonggol, dan bercabang tidak teratur rendah sekali dekat tanah, kayunya liat (Heritiera littoralis) (6) |
| DUNHUA | Kota di Cina (6) |
| DUOBAO | Kota di Cina (6) |
| DUPLET | Tiga ketuk dibagi dua dengan nilai tempo yang sama (Musik) (6) |
| DUPLIK | Jawaban kedua (dari terdakwa atau pembela) sebagai jawaban atas replik (Hukum) (6) |
| DUPRAH | Kekuasaan; kekuatan; ketetapan; takdir (6) |
| DURASI | Lamanya sesuatu berlangsung; rentang waktu; lamanya suatu bunyi diartikulasikan (Linguistik); waktu latihan yang direkomendasikan untuk menjaga kebugaran jasmani (Olahraga) (6) |
| DURBAN | Kota di Afrika Selatan (6) |
| DURENG | Musim di Flores yang ditandai dengan turun hujan setiap hari, siang dan malam (6) |
| DURHAM | Kota di Amerika Serikat (6) |
| DURIAN | Pohon yang batangnya lurus, tingginya sekitar 20–40 m, dahannya jarang, kulit batangnya kasar dan berwarna kelabu, bunga tersusun dalam malai, berwarna kuning (Durio zibethinus); buah durian, berkulit tebal dan berduri, berbentuk bundar lonjong atau bundar telur, dagingnya berwarna putih, kuning tua atau putih kekuning-kuningan, berbau tajam dan dapat memabukkan (6) |
| DURIAS | Kain (cita) halus (6) |
| DURRES | Kota di Albania (6) |
| DUSTER | Pakaian luar panjang menyerupai jubah, terbuat dari bahan yang ringan dan tipis (Tata Busana) (6) |
| DUSTUR | Undang-undang dasar suatu negara (Arab); daftar nama tentara serta pangkat yang dijabatnya (Arab); susunan kalimat bersajak berisi pujian kepada Nabi Muhammad saw. (Arab) (6) |
| DUWALO | Papan atau bambu yang diletakkan secara miring untuk menutupi jenazah sebelum ditimbun dengan tanah (Gorontalo) (6) |
| DUYUNG | Mamalia laut bertubuh besar, memiliki sirip depan pendek, ekor berbentuk seperti dayung, dan kelenjar susu di bagian dada, biasanya memakan lamun; lembu laut; dugong (Dugang dugon) (Zoologi) (6) |
| DWIGOL | Dua gol yang diciptakan oleh seorang pemain dalam sebuah pertandingan sepak bola (Olahraga) (6) |
| EBETSU | Kota di Jepang (6) |
| EBONIT | Karet vulkanisasi yang keras dan hitam, terbuat dari campuran karet dan belerang, digunakan antara lain sebagai penyekat listrik (6) |
| ECERAN | Secara satu-satu; sedikit-sedikit (tentang penjualan atau pembelian barang); ketengan (6) |
| EDAFIK | Yang berhubungan dengan tanah (6) |
| EDAFIT | Tumbuhan yang hidup pada permukaan atau tepat di bawah permukaan tanah (6) |
| EDAFON | Fauna dan flora yang hidup dalam rongga dan celah zarah tanah (6) |
| EDARAN | Sesuatu yang diedarkan; lintasan tertutup yang dijalani oleh zarah yang dikenai gaya memusat; orbit (Fisika) (6) |
| EDIRNE | Kota di Turki (6) |
| EDISON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| EDITOR | Orang yang mengedit naskah tulisan atau karangan yang akan diterbitkan dalam majalah, surat kabar, dan sebagainya; pengedit; penyunting; program yang berfungsi menciptakan berkas atau membuat perubahan pada berkas yang sudah ada (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| EDMOND | Kota di Amerika Serikat (6) |
| EFELIS | Bintik hitam cokelat dengan pigmen yang berlebihan yang disebabkan oleh sinar matahari (6) |
| EFENDI | Tuan (sebutan terhadap orang yang dihormati) (6) |
| EFEREN | Mengarah ke luar (tentang arah aliran informasi dari sistem saraf pusat) (6) |
| EFFIUM | Kota di Nigeria (6) |
| EFLATA | Bahan-bahan yang dihasilkan atau dikeluarkan dari letusan gunung api (Geografi dan Geologi) (6) |
| EFLUEN | Sampah padat, cair atau gas yang memasuki lingkungan sebagai suatu produk samping (tambahan) dari kegiatan manusia; pengaliran atau pencurahan air tanah atau air di bawah permukaan; luahan dari pabrik pulp dan kertas yang cenderung mencemari lingkungan, terutama perairan, danau, dan bahan air yang lain (Kimia) (6) |
| EFORUS | Pucuk pimpinan gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) (6) |
| EGRANG | Alat yang digunakan untuk bermain jangkungan; alat untuk berjalan berupa dua batang tongkat bambu yang diberi pijakan setinggi sekitar 0,5 meter dari permukaan tanah (6) |
| EIRAJA | Sarung yang dipakai perempuan bangsawan suku Sabu (Sabu) (6) |
| EJEKAN | Perbuatan mengejek; olok-olok; sindiran (6) |
| EJEKTA | Debu letusan gunung berapi; batu apung (6) |
| EJIGBO | Kota di Nigeria (6) |
| EKIDNA | Mamalia bertelur menyerupai landak dengan duri yang lebih pendek, ukurannya sekitar 0,35—0,76 m, beratnya bisa mencapai 10 kg, banyak dijumpai di Papua dan Australia; nokdiak (Tachyglossidae) (6) |
| EKLAIR | Kue ringan berbentuk lonjong, berisi krim vla dan biasanya diberi lelehan cokelat di atasnya (6) |
| EKLIPS | Penutupan sebagian atau seluruh sinar matahari dilihat dari bumi (apabila bulan berada pada garis antara matahari dan bumi) atau penutupan sebagian atau seluruh pantulan sinar bulan dilihat dari bumi (apabila bumi berada di antara matahari dan bulan); gerhana (Astronomi) (6) |
| EKLOSI | Kemunculan bentuk dewasa pupa (Biologi); penetasan larva telur (Biologi) (6) |
| EKOFAK | Objek yang ditemukan pada situs arkeologi, memiliki unsur biotik dan abiotik, terkait dengan lingkungan (seperti tanduk hewan, arang, dan tanaman); biofak (Arkeologi) (6) |
| EKONOM | Ahli perekonomian (6) |
| EKOTEL | Hotel dengan sistem dan operasi yang dibuat dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan (6) |
| EKPOMA | Kota di Nigeria (6) |
| EKSISI | Pemindahan atau pengeluaran organ tubuh dengan cara pembedahan (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| EKSKUL | Ekstrakurikuler (akronim) (6) |
| EKSPAT | Ekspatriat (kependekan) (6) |
| EKSPER | Orang yang ahli dalam bidangnya; pakar (6) |
| EKSPOR | Pengiriman barang dagangan ke luar negeri; tindakan memindahkan informasi dari satu sistem atau program ke dalam sistem atau program lainnya (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| EKSPOS | Beber; pamer (6) |
| EKSTIN | Bagian terluar dinding serbuk sari yang biasanya mempunyai pola permukaan yang khas untuk tiap jenis tumbuhan dan tahan terhadap pelapukan (Biologi); eksin (6) |
| EKSTRA | Bentuk terikat di luar; tambahan di luar yang resmi; sangat; luar biasa (6) |
| EKUASI | Persamaan; penyamaan (6) |
| ELATIF | Tingkat bandingan yang meliputi tingkat komparatif dan superlatif (Linguistik) (6) |
| ELAZIG | Kota di Turki (6) |
| ELBLAG | Kota di Polandia (6) |
| ELBRUS | Gunung tertinggi dan terbesar di Rusia dengan ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut (6) |
| ELEGAN | Anggun dan luwes (tentang penampilan); elok; rapi (6) |
| ELELIM | Ibu kota Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan (6) |
| ELEMEN | Zat sederhana (tunggal) yang dianggap sebagai komposisi bahan alam semesta (seperti udara, tanah, air, api); bagian (yang penting, yang dibutuhkan) dari keseluruhan yang lebih besar; unsur; alat pembangkit tenaga listrik secara kimia; zat yang tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana (yang tidak kompleks) (Fisika); zat yang terdiri atas atom yang semuanya memiliki bilangan atom yang sama (Fisika); bagian dari sebuah tabung elektron, sebuah peranti semikonduktor, atau dari sebuah susunan antena yang langsung berhubungan dengan penampilan sifat listriknya (Fisika) (6) |
| ELISTA | Kota di Rusia (6) |
| ELITIS | Terpilih; terpandang (tentang kelompok dalam masyarakat); berhubungan dengan kelompok elite dalam masyarakat (6) |
| ELLORE | Kota di India (6) |
| ELNINO | Fenomena pemanasan suhu muka laut (SML); julukan mantan pemain sepak bola asal Spanyol, Fernando Torres, pernah bermain untuk klub Liverpool dan kini menjadi pelatih tim muda klub Atletico Madrid (6) |
| ELOUED | Kota di Aljazair (6) |
| ELPASO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| ELPIJI | Ucapan asing bentuk singkatan dari liquified petroleum gas; gas minyak cair (6) |
| ELREAL | Julukan klub sepak bola Real Madrid, juara Liga Champions Eropa 2023-2024 (6) |
| ELUSAN | Usapan tangan yang lembut dengan rasa sayang; belaian; bujukan (kiasan) (6) |
| ELUSIF | Sukar dipahami atau diartikan; sukar diidentifikasi (6) |
| ELYRIA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| EMBARA | Pergi ke mana-mana tanpa tujuan dan tempat tinggal tertentu; kembara (6) |
| EMBARI | Duri rotan (Abrap) (6) |
| EMBARU | Pohon kecil, tumbuh di sepanjang pantai, tetapi umum ditanam di pekarangan, bunganya berwarna kuning ketika pagi, sore hari berubah menjadi kemerah-merahan, kayunya banyak digunakan sebagai bahan bakar, serat kulit batangnya digunakan untuk tali; baru; embaru; waru (Hibiscus tiliaceus) (6) |
| EMBLEM | Rancangan atau lukisan yang mengandung makna tertentu; lambang; simbol; tanda pengenal (berupa pita silang, lukisan pada kain, logam, dan sebagainya) yang dipakai orang di dada untuk menunjukkan keanggotaan suatu perkumpulan, kesatuan, angkatan, kontingen, dan sebagainya; lencana (6) |
| EMBOLI | Penyumbatan pembuluh darah oleh embolus (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| EMBRAT | Cerek besar dengan cerat berlubang-lubang kecil untuk menyirami bunga atau tanaman; gembor (Melayu Jakarta) (6) |
| EMBRET | Mencari penumpang (Melayu Jakarta) (6) |
| EMBRIO | Bakal anak (dalam kandungan) hasil pembuahan sel telur pada stadium permulaan yang kemudian menjadi janin, yang berumur antara satu minggu sampai delapan minggu (pada manusia); benih (bibit) yang akan menjadi sesuatu (kiasan); lembaga (6) |
| EMBUAI | Sebutan untuk perempuan pegawai istana (6) |
| EMBUNG | Tidak mau (Sunda); anak laki-laki yang sulung; penampungan air hujan yang digunakan pada saat musim kemarau untuk tujuan irigasi dan air bersih (6) |
| EMETIK | Obat penyebab muntah (Farmasi dan Farmakologi) (6) |
| EMINEN | Unggul; ulung; ternama; termasyhur (6) |
| EMIRAT | Pemerintahan (negeri, negara) yang dikepalai oleh seorang emir (6) |
| EMITEN | Badan usaha (pemerintah) yang mengeluarkan kertas berharga untuk diperjualbelikan (6) |
| EMITER | Salah satu elektrode pada suatu transistor (6) |
| EMOTIF | Berkenaan dengan (berhubungan dengan) emosi; bersifat menimbulkan (membangkitkan) emosi (6) |
| EMPALA | Ikan air tawar yang panjangnya dapat mencapai 5,5 cm, tubuhnya pipih memanjang dan siripnya merumbai, badannya berwarna abu kecokelatan, sementara sirip, insang, dan mulut bawahnya berwarna biru kehijauan, banyak dimanfaatkan sebagai ikan hias, berasal dari perairan Kalimantan, saat ini tersebar di banyak negara (Betta taeniata) (6) |
| EMPANG | Pematang penahan air; bendungan; tebat; kolam tempat memelihara ikan; tambak (6) |
| EMPATI | Keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain (Psikologi) (6) |
| EMPEDU | Organ pelengkap sistem pencernaan; zat yang dihasilkan hati yang berguna untuk mencerna lemak; perkataan atau ucapan yang pedas dan menyakitkan hati (perasaan) (kiasan) (6) |
| EMPENG | Dot kosong tanpa botol susu (6) |
| EMPING | Penganan yang dibuat dari padi yang belum masak benar atau dari biji-bijian (ditumbuk lalu disangrai); penganan yang dibuat dari buah melinjo, biji-bijian, dan sebagainya ditumbuk, dibentuk bundar tipis-tipis, dikeringkan, dan digoreng seperti kerupuk (6) |
| EMPIRE | Kekaisaran (Inggris) (6) |
| EMPIRI | Pengalaman (yang ditemui dari alam ini) sebagai sumber pengetahuan (6) |
| EMPLEK | Warung di pinggir jalan yang menggunakan terpal (6) |
| EMPLOK | Memasukkan makanan ke mulut (Jawa) (6) |
| EMPOLI | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Empoli dengan pertandingan kandang di Stadio Carlo Castellani (6) |
| EMPRAK | Pertunjukan tari dengan berselawat (Jawa); kesenian rakyat Jawa Tengah dan Jawa Timur yang terdiri atas sekelompok pemain laki-laki dan perempuan, mulai dari pembacaan dan pelaguan riwayat Nabi Muhammad saw. dan teks keislaman lain sampai pada pergerakan tubuh dilakukan sambil duduk dan kemudian berdiri bersama-sama (6) |
| EMPUAN | Perempuan (6) |
| EMULSI | Cairan yang terbentuk dari campuran dua zat, zat yang satu terdapat dalam keadaan terpisah secara halus atau merata di dalam zat yang lain (seperti persenyawaan zat-zat bergetah atau berlemak dengan air) (Kimia) (6) |
| ENAKAN | Lebih enak (6) |
| ENAMEL | Email (6) |
| ENBLOC | Semuanya secara bersamaan; serentak (ungkapan/Prancis) (6) |
| ENCANG | Injak; pukul; kakak dari ibu atau bapak (Melayu Jakarta) (6) |
| ENCING | Adik dari ibu atau bapak (Melayu Jakarta) (6) |
| ENDANG | Pertapa perempuan (Jawa); anak perempuan atau istri pertapa (pendeta) (Jawa) (6) |
| ENDEMI | Penyakit yang berjangkit di suatu daerah atau pada suatu golongan masyarakat; hawar (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ENDONG | Menginap; wadah anak panah (Jawa) (6) |
| ENDRAK | Anak kunang-kunang (Madura) (6) |
| ENDRIN | Cairan yang biasa dipakai sebagai racun pembunuh tikus (Kimia); hablur putih berbentuk serbuk tidak melarut di dalam air (C12H8Ocl6) (Kimia) (6) |
| ENDURO | Perlombaan jarak jauh (misalnya mobil atau sepeda motor) yang lebih mengutamakan ketahanan daripada kecepatan (6) |
| ENEPUR | Alat yang digunakan mengalirkan sopi dari tungku (6) |
| ENERGI | Kemampuan untuk melakukan kerja (misalnya untuk energi listrik dan mekanika); daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan, misalnya dapat merupakan bagian suatu bahan atau tidak terikat pada bahan (seperti sinar matahari); tenaga (Fisika) (6) |
| ENFACE | Dari atau di depan (tentang gambar atau foto) (ungkapan/Prancis) (6) |
| ENGELS | Kota di Rusia (6) |
| ENGGAK | Tidak (6) |
| ENGGAN | Tidak mau; tidak sudi; tidak suka; diulang: mau tak mau; acuh tak acuh (6) |
| ENGGET | Ambil dengan galah (6) |
| ENGGIL | Gerigi; ringgit-ringgit (6) |
| ENGKAH | Getah (untuk melekatkan kayu); perekat; lem; diulang: belum empuk (setengah masak tentang sesuatu yang direbus); mengkal; belum masak benar (tentang buah-buahan dari pohonnya) (6) |
| ENGKAK | Ikan laut kecil; kue pai dengan isi selai, agar-agar, atau setup buah; gagak kecil (Corvus enca) (Jawa); penganan dibuat dari adonan tepung ketan, telur, dan santan, lalu dibakar dalam loyang (Palembang) (6) |
| ENGKAM | Satuan ukuran panjang dengan menggunakan kepalan tangan (Bahau) (6) |
| ENGKAU | Yang diajak bicara, yang disapa (dipakai untuk orang yang sama atau lebih rendah kedudukannya), digunakan juga untuk berdoa kepada Tuhan (Engkau) (6) |
| ENGKET | Diulang: hama pohon mangga (6) |
| ENGKOH | Kakak (laki-laki) (Cina) (6) |
| ENGKOL | Alat pemutar untuk menghidupkan mesin mobil dan sebagainya (6) |
| ENGKUK | Memilin leher lawan dan menekannya ke bawah (Melayu Jakarta); menekan ke bawah agar menjadi lurus (tentang kayu, pipa besi, dan sebagainya) (Melayu Jakarta); hama tanaman yang mengakibatkan tanaman mati kering; burung kecil yang berbunyi “kuk, kuk” (Xantholaema rosea) (6) |
| ENGSEL | Sendi-sendi yang biasanya terbuat dari besi yang menghubungkan daun pintu (jendela) dengan jejenangnya atau yang menghubungkan tutup peti dengan petinya dan sebagainya; wesel pada rel (jalan kereta api) (6) |
| ENIGMA | Teka-teki; tidak jelas (tentang ucapan); misterius (6) |
| ENKODE | Menyampaikan pesan dalam bentuk lain (seperti menyampaikan berita dalam bentuk sandi); mengodekan (6) |
| ENTANG | Gendong di depan menggunakan kain (Dayak) (6) |
| ENTENG | Tidak berat timbangannya; ringan; tidak perlu diperhitungkan; remeh; tidak sukar; mudah (kiasan) (6) |
| ENTONG | Anak laki-laki; panggilan kepada anak laki-laki; buyung (6) |
| EOIPSO | Justru karena itu (ungkapan/Latin) (6) |
| EPIFIL | Sifat parasit yang hidup atau tumbuh di permukaan sebelah atas daun inangnya (Biologi) (6) |
| EPIFIT | Tumbuhan yang menumpang pada tumbuhan lain, tetapi tidak mengambil unsur hara secara langsung dari tumbuhan yang ditumpanginya itu (Biologi) (6) |
| EPIGON | Orang yang tidak memiliki gagasan baru dan hanya mengikuti jejak pemikir atau seniman yang mendahuluinya (6) |
| EPILOG | Bagian penutup pada karya sastra, yang fungsinya menyampaikan inti sari cerita atau menafsirkan maksud karya itu oleh seorang aktor pada akhir cerita (Sastra); pidato singkat pada akhir drama yang memuat komentar tentang apa yang dilakonkan (Sastra); peristiwa terakhir yang menyelesaikan peristiwa induk (Sastra) (6) |
| EPITAF | Tulisan singkat pada batu nisan untuk mengenang orang yang dikubur di situ; pernyataan singkat pada sebuah monumen (6) |
| EPITEL | Lapisan sebelah atas kulit dan selaput lendir; jaringan sel, terdiri atas satu lapis atau lebih, yang menutup permukaan bebas dari tubuh dan beberapa alat tubuh; kata atau frasa yang ditambahkan pada nama seseorang atau sesuatu untuk memerikan sifat khas nya; julukan (Sastra) (6) |
| EPITET | Kata sifat, kata benda, atau frasa yang biasa digunakan untuk meremehkan/menghina orang atau benda; deskripsi nama atau judul (6) |
| EPOKSI | Mengandung atom oksigen dalam lingkar organik (Kimia); plastik hasil polimerisasi senyawa epoksi (Kimia) (6) |
| EPOLET | Hiasan berupa lidah-lidah yang terletak pada bahu baju seragam perwira angkatan laut, darat, atau udara sebagai tanda pangkat dan sebagainya (Kemiliteran) (6) |
| EPONIM | Nama tempat atau pranata yang dibentuk menurut nama orang (6) |
| EPULIS | Produksi air liur yang berlebihan yang menyebabkan pembengkakan pada gusi (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ERAGIK | Bunga yang telah menjadi buah (Jayawijaya) (6) |
| ERAMAN | Hasil mengerami (6) |
| ERBIUM | Logam tanah langka; unsur kimia lantanida dengan nomor atom 68, lambang Er, dan bobot atom 167,26 u (6) |
| EREKSI | Menegangnya penis atau klitoris ketika timbul nafsu berahi karena terisi darah pada jaringan yang mengandung banyak pembuluh darah (Kedokteran dan Fisiologi); proses mendirikan struktur atau objek (6) |
| ERETAN | Yang dieret; perahu tambangan (di kali) (6) |
| ERFURT | Kota di Jerman (6) |
| ERGANI | Kota di Turki (6) |
| EROTAN | Perubahan bentuk yang tidak diinginkan di luar bentuk yang lazim; distorsi (Fisika) (6) |
| ERTASI | Proses memotong kayu di kebun menggunakan parang, khusus untuk pohon yang berukuran kecil (Kola) (6) |
| ERTUFA | Racun ikan (Hitu) (6) |
| ERUPSI | Letusan gunung api (Geografi dan Geologi); semburan sumber minyak dan uap panas (Geografi dan Geologi); kelainan pada kulit yang timbul secara cepat dan mendadak (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| ESBATU | Es, biasanya berbentuk kotak kecil, biasa digunakan untuk mendinginkan makanan atau minuman (6) |
| ESELON | Formasi bertingkat-tingkat dari pasukan, armada laut, dan sebagainya (Kemiliteran); formasi dalam struktur organisasi; jenjang jabatan dalam struktur organisasi (Manajemen) (6) |
| ESENSI | Hakikat; inti; hal yang pokok (6) |
| ESKIMO | Suku bangsa yang hidup di daerah kutub bumi (6) |
| ESKRIM | Sajian dingin yang dibuat dari susu, kuning telur, kepala susu, dan gula, berupa massa yang lembut dan halus (6) |
| ESKUDO | Mata uang Tanjung Verde (6) |
| ESOYEN | Minuman tradisional Bandung, terbuat dari serutan es yang dicampur dengan pacar cina, kelapa muda, kolang kaling, nangka, alpukat, dan susu (Tata Boga) (6) |
| ESTEIO | Kota di Brasil (6) |
| ESTELI | Kota di Nikaragua (6) |
| ESTRON | Hormon yang mempunyai aktivitas estrogen (C18H22O2) (Kimia) (6) |
| ESTRUS | Masa aktivitas seks pada binatang, timbul secara periodik pada waktu-waktu tertentu; masa berahi (Zoologi) (6) |
| ETALIA | Dan yang lain-lain; disingkat et al. (ungkapan/Latin) (6) |
| ETANOL | Alkohol; etil alkohol (C2H5OH) (Kimia) (6) |
| ETAWAH | Kota di India (6) |
| ETIHAD | Stadion utama klub sepak bola Manchester City berkapasitas 55.097 penonton (6) |
| ETIKET | Carik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang (dagangan) yang memuat keterangan (misalnya nama, sifat, isi, asal) mengenai barang tersebut; tata cara (adat sopan santun, dan sebagainya) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusia (6) |
| ETIMON | Bentuk yang menurunkan bentuk dalam beberapa bahasa turunan (misalnya vayeg adalah etimon dari kata Toba aek, Jawa we, Melayu air, Fiji wai) (Linguistik) (6) |
| ETINIL | Turunan asetilena, radikal hidrokarbon yang terdapat pada bahan organik (Kimia) (6) |
| ETMOID | Salah satu tulang dasar tengkorak; tulang tapis (Anatomi) (6) |
| ETNATE | Keluarga inti dalam sistem kekerabatan suku Buru di Maluku (6) |
| EUFILI | Sifat bunga yang dalam hubungannya dengan penyerbuknya secara tegas beradaptasi untuk dimanfaatkan oleh penyerbuk khusus (Botani) (6) |
| EUFONI | Kombinasi bunyi yang dianggap enak didengar (6) |
| EUGENE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| EULESS | Kota di Amerika Serikat (6) |
| EULOGI | Ucapan atau tulisan yang memuji atau menghormati seseorang, terutama yang sudah meninggal dunia; penghargaan atau pujian yang tinggi (6) |
| EUREKA | Saya menemukannya! (biasanya diucapkan sebagai ungkapan kegembiraan menemukan sesuatu atau memenangi pertandingan (ungkapan/Yunani) (6) |
| EUROPA | Bulan milik Jupiter yang berdiameter sekitar 3.000 km dengan periode orbit tiga kali sehari dan berjarak orbit dua kali jarak antara bumi dan bulan (Astronomi) (6) |
| EUROPE | Grup musik hard rock terkenal asal Swedia (6) |
| EVBANG | Evaluasi pembangunan (akronim) (6) |
| EVERSI | Gerak memutar ke arah luar (Kedokteran dan Fisiologi); kondisi (tentang kaki) yang cenderung terputar atau terarah ke luar (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| EVIDEN | Jelas; nyata (6) |
| EVREUX | Kota di Prancis (6) |
| EXETER | Kota di Inggris (6) |
| EXNUNC | Berlaku pada saat ditetapkan (tentang hukum, ketetapan dan sebagainya) (ungkapan/Latin) (6) |
| EXSITU | Di luar tempat(nya) (ungkapan/Latin) (6) |
| EXTUNC | Berlaku surut ke belakang (tentang hukum, ketetapan dan sebagainya) (ungkapan/Latin) (6) |
| FABRIK | Susunan fisik bahan tanah yang dinyatakan oleh susunan ruang partikel padatan tanah beserta rongga atau pori-pori di dalamnya (Ilmu Tanah) (6) |
| FABULA | Istilah Latin untuk berbagai bentuk drama (Sastra) (6) |
| FAEDAH | Guna; manfaat; maslahat; sesuatu yang menguntungkan; untung; laba (6) |
| FAFIRI | Alat permainan dari Nias, terbuat dari bambu, berbentuk lengkung seperti bumerang (6) |
| FAHSYA | Keji; tercela (Arab) (6) |
| FAKFAK | Daerah di Papua; bahasa yang dituturkan di daerah Fakfak; ibu kota Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat (6) |
| FAKTIF | Verba yang mempunyai komplemen kalimat dan yang menyimpulkan kebenaran komplemen itu (misalnya tahu dalam para sarjana tahu bahwa mereka masih belajar); verba yang mempunyai dua komplemen, seperti memilih, mengangkat (6) |
| FAKTOR | Hal (keadaan, peristiwa) yang ikut menyebabkan (memengaruhi) terjadinya sesuatu; bilangan (atau bangun) yang merupakan bagian hasil perbanyakan: 2, 3, dan 5 ialah - dari 30; a² - b² adalah hasil perbanyakan dari dua -, yaitu (a – b) dan (a + b) (Matematika); zat biologis yang memiliki efek fisiologis (Kimia) (6) |
| FAKTUR | Daftar barang kiriman yang dilengkapi keterangan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar; invois (Perdagangan) (6) |
| FALANG | Jari tangan dan kaki (Olahraga) (6) |
| FALOWA | Pesta perkawinan (Nias) (6) |
| FAMILI | Kaum keluarga; kerabat; sanak saudara; pengelompokan makhluk hidup yang mempunyai sifat atau ciri-ciri yang sama (Biologi) (6) |
| FANDOM | Kumpulan fan (artis, klub olahraga, film, dan sebagainya), biasanya bertukar informasi atau melakukan aktivitas bersama-sama, baik secara daring maupun luring (6) |
| FANFIK | Fanfiksi (kependekan) (6) |
| FANKAM | Potongan video penampilan penyanyi atau musikus yang direkam oleh penggemar dan dipos pada media sosial (6) |
| FANTOM | Bentuk khayal tentang sesuatu (terutama tentang bentuk manusia) (6) |
| FARAID | Pembagian harta pusaka; aturan pembagian harta pusaka (Agama Islam) (6) |
| FARING | Bagian tubuh yang terletak di antara rongga mulut dan pembuluh tenggorok; hulu kerongkongan (Anatomi) (6) |
| FARISI | Penganut aliran agama Yahudi zaman dahulu yang terkenal sangat fanatik pada ajaran agama dan tradisi mereka (6) |
| FASAKH | Pembatalan ikatan pernikahan oleh pengadilan agama berdasarkan dakwaan (tuntutan) istri atau suami yang dapat dibenarkan oleh pengadilan agama atau karena pernikahan yang telah telanjur menyalahi hukum pernikahan (Hukum) (6) |
| FASKES | Fasilitas kesehatan (akronim) (6) |
| FASKON | Fasilitas dan konstruksi (akronim) (6) |
| FASLAN | Fasilitas pangkalan (akronim) (6) |
| FASLOG | Fasilitas logistik (akronim) (6) |
| FASMIL | Fasilitas militer (akronim) (6) |
| FASTEL | Fasilitas telekomunikasi (akronim) (6) |
| FASTIV | Kota di Ukraina (6) |
| FATELE | Tarian perang dari Nias Selatan, menggambarkan pertempuran yang dilakukan oleh para prajurit dengan pakaian kerajaan, ditampilkan seperti pertunjukan sandiwara dengan adegan mirip pertempuran nyata (Nias) (6) |
| FATSUN | Sopan santun (Belanda) (6) |
| FAVANO | Jaring besar untuk menangkap ikan secara beramai-ramai (Waropen) (6) |
| FEBRIN | Protein darah yang tidak dapat beku, yang dihasilkan dari hidrolisis fibrinogen oleh kerja trombin (Kimia) (6) |
| FEODAL | Berhubungan dengan susunan masyarakat yang dikuasai oleh kaum bangsawan; mengenai kaum bangsawan (tentang sikap, cara hidup, dan sebagainya); mengenai cara pemilikan tanah pada Abad Pertengahan di Eropa (6) |
| FERMEN | Zat yang menyebabkan peragian (6) |
| FERROL | Kota di Spanyol (6) |
| FERTIL | Subur (Kedokteran dan Fisiologi); berpotensi untuk membelah menjadi dua inti (Fisika) (6) |
| FERULE | Metal yang menjepit penghapus pada pensil (6) |
| FESTON | Hiasan dekoratif berupa karangan bunga yang tergantung pada dua titik yang membentuk setengah lingkaran (Tata Busana) (6) |
| FESYEN | Mode (6) |
| FIASKO | Kegagalan total; ketidakserasian (6) |
| FIBRIL | Serabut akar yang paling halus (Botani); serabut otot (jaringan atau saraf) yang sangat halus (Anatomi) (6) |
| FIBRIN | Protein berserat yang tidak larut, terbentuk dari fibrinogen melalui aksi trombin khususnya dalam pembekuan darah (6) |
| FIBULA | Bros yang bentuknya mirip peniti (6) |
| FIDIAH | Denda (biasanya berupa makanan pokok, misalnya beras) yang harus dibayar oleh seorang muslim karena melanggar salah satu ketentuan dalam ibadah puasa karena penyakit menahun, penyakit tua yang menimpa dirinya, dan sebagainya (Agama Islam) (6) |
| FIDITI | Kota di Nigeria (6) |
| FIDLOT | Tempat pemberian pakan ternak sapi berupa kurungan, baik di dalam maupun luar ruangan (Peternakan) (6) |
| FIGURA | Perayaan akhir tahun di Manado, berupa pawai berkeliling kampung, diikuti oleh laki-laki yang berdandan seperti perempuan dan perempuan berdandan seperti laki-laki (Melayu Manado) (6) |
| FIKRAH | Ideologi; pemikiran (Arab) (6) |
| FIKTIF | Bersifat fiksi; hanya terdapat dalam khayalan (6) |
| FILIAL | Bagian perusahaan yang berkedudukan tersendiri (terutama tentang perusahaan perbankan dan pertokoan); anak perusahaan; cabang (perusahaan, sekolah, dan sebagainya); hasil pembastaran (Biologi) (6) |
| FILMIS | Bersifat film (6) |
| FILSUF | Ahli filsafat; ahli pikir; orang yang berfilsafat (6) |
| FILTER | Alat untuk menyaring; penyaring; penapis; alat untuk meloloskan cahaya dari frekuensi atau selang frekuensi tertentu (Fisika); rangkaian listrik yang dapat meloloskan listrik arus rangga (bolak-balik) dari frekuensi atau selang frekuensi tertentu; tapis (Fisika) (6) |
| FIRAUN | Gelar bagi raja-raja Mesir Kuno; raja yang berkuasa pada masa Nabi Musa a.s., dikenal dengan nama Ramses II (Agama Islam) (6) |
| FIRKAH | Kelompok; bagian yang terpisah dari kesatuan; pecahan (6) |
| FIRMAN | Kata (perintah) Tuhan; sabda (6) |
| FISIKA | Ilmu tentang zat dan energi (seperti panas, cahaya, dan bunyi) (6) |
| FISKAL | Berkenaan dengan urusan pajak atau pendapatan negara (6) |
| FISKUS | Pegawai atau pejabat pemerintah yang bertugas mengurus dan menarik pajak (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| FITASE | Enzim fosfatase yang mengatalisis hidrolisis asam fitat dan melepaskan bentuk fosfor anorganik yang dapat digunakan (Biologi) (6) |
| FITING | Tempat memasang bola lampu listrik yang menghubungkan kabel listrik dengan lampu; alat untuk membagi aliran listrik tiga arah atau lebih dari satu titik lampu (6) |
| FITNAH | Perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang); perbuatan yang menimbulkan kekacauan, seperti mengusir orang lain dari kampung halamannya, merampas harta, menyakiti orang lain, menghalangi dari jalan Allah, atau melakukan kemusyrikan (Agama Islam) (6) |
| FITRAH | Sifat asal; kesucian; bakat; pembawaan; sedekah wajib berupa bahan makanan pokok (beras, gandum, dan sebagainya) yang harus diberikan pada bulan Ramadan sampai menjelang salat Idulfitri; zakat fitrah (Agama Islam) (6) |
| FLAKON | Botol kecil yang berbentuk mungil, biasanya diberi hiasan dan tertutup rapat, untuk tempat minuman keras, minyak wangi, dan obat suntik (6) |
| FLAMBE | Teknik memasak dengan jilatan api di atas wajan, dihasilkan dengan menyiramkan alkohol pada masakan (Tata Boga) (6) |
| FLANEL | Kain halus yang dibuat dari tenunan rapat, dari wol atau kombinasi dengan benang, bertekstur seperti kapas yang lembut, terasa hangat jika dipakai (6) |
| FLARES | Pipa celana yang melebar di bagian mata kaki (lebarnya kurang lebih 21 inci) (6) |
| FLAVIN | Molekul, termasuk riboflavin, terdapat pada jaringan tanaman dan hewan sebagai koenzim dari flavoprotein (6) |
| FLAVON | Bahan pewarna kuning terang yang berasal dari daun dan batang tanaman (Kimia) (6) |
| FLEGMA | Ketidakacuhan atau sikap dingin yang apatis dan menjemukan (6) |
| FLEKSI | Perubahan bentuk kata sesuai dengan perbedaan waktu, jenis kelamin, jumlah, dan sebagainya, misalnya terdapat pada bahasa Inggris dan Jerman (Linguistik); proses atau hasil penambahan afiks pada dasar atau pada akar untuk membatasi makna gramatikalnya (Linguistik); gerakan lentur pada persendian (Anatomi); gerakan bersama yang menyebabkan sudut antara dua anggota badan menurun dengan posisi batang leher membungkuk ke depan (Olahraga) (6) |
| FLENSA | Pinggiran luar yang menonjol seperti pipa gas, pipa air, atau alat bantu lain untuk menyambung atau menempatkan pada kedudukan yang baik (6) |
| FLOKUS | Spesies awan yang tiap bagiannya berupa berkas kecil yang tampak seperti awan kumulus dengan bagian bawahnya kasar dan sering disertai virga (Meteorologi) (6) |
| FLORAL | Bercorak bunga (6) |
| FLORES | Pulau di daerah Nusa Tenggara Timur (6) |
| FLORET | Pedang yang digunakan dalam olahraga anggar yang matanya berbentuk persegi dan pada pangkalnya terdapat penutup berbentuk kuncup bunga; pedang anggar (Olahraga); bunga kecil yang merupakan bagian dari bunga majemuk (seperti pada bunga matahari) (6) |
| FLUIDA | Benda seperti air atau gas yang berubah bentuknya oleh pengaruh gaya geser (Kimia); zat yang mudah mengalir (seperti zat cair dan gas); zat alir; zalir (Fisika) (6) |
| FNIDEK | Kota di Maroko (6) |
| FOGGIA | Kota di Italia (6) |
| FOLDER | Selebaran (barang cetakan) yang dilipat sedemikian rupa sehingga bagian yang tercetak tidak terkena lipatan; pengaturan elemen pada sistem komputer yang digunakan untuk mengelompokkan fail komputer (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| FOLFUS | Sebuah titik pada sumbu utama cermin atau lensa yang dilewati sinar-sinar terpantul (cermin) atau terbias (lensa) setelah berkas sinar sejajar jatuh pada cermin atau lensa tersebut; titik api (6) |
| FOLSOM | Kota di Amerika Serikat (6) |
| FOMITE | Benda yang dapat menjadi sarana penularan penyakit, seperti gagang pintu (6) |
| FONASI | Suara yang dihasilkan oleh pangkal tenggorok (Anatomi) (6) |
| FONDAN | Bahan dekorasi kue, terbuat dari gula, gelatin, glukosa, dan gliserin, berbentuk seperti lilin, agak elastis dan mudah dibentuk, biasanya dipakai untuk menutupi kue atau sebagai ornamen pada kue (Tata Boga) (6) |
| FORDON | Kota di Polandia (6) |
| FOREST | Hutan (Inggris) (6) |
| FORMAL | Sesuai dengan peraturan yang sah; menurut adat kebiasaan yang berlaku; resmi (6) |
| FORMAN | Garis horizontal yang tergambar pada spektogram yang ditimbulkan oleh penguatan suara dari pelbagai rongga dalam mulut dan tenggorok (Linguistik) (6) |
| FORMAT | Bentuk dan ukuran (buku, surat kabar, dan sebagainya) (6) |
| FORSEP | Alat untuk menjepit atau memegang erat dan menarik ke luar (dipakai pada persalinan) (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| FOSFAT | Bahan asam fosfor yang dipakai untuk pupuk; mineral senyawaan antara fosfor, oksigen, dan unsur lain (6) |
| FOSFEN | Sensasi melihat cahaya karena rangsangan mekanis retina, seperti ketika mata terpejam atau adanya tekanan pada bola mata (6) |
| FOSFIT | Ester yang mengandung gugus -OPHO(OH) atau garam yang mengandung ion HPO32- (6) |
| FOSFOR | Zat, organik ataupun anorganik, cair atau kristal yang mampu berpendar (Kimia) (6) |
| FOSGEN | Gas racun tanpa warna; karbonil klorida (Kimia) (6) |
| FOSHAN | Kota di Cina (6) |
| FPMIPA | Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (singkatan) (6) |
| FRAKSI | Bagian kecil; pecahan; kelompok dalam badan legislatif yang terdiri atas beberapa anggota yang sepaham dan sependirian (6) |
| FRANCA | Kota di Brasil (6) |
| FRATER | Calon pastor (Agama Katolik) (6) |
| FREGAT | Kapal perang berukuran sedang, berbobot antara 1.100–2.800 ton, dapat bergerak dengan lincah dan cepat; kapal bertiang tiga lengkap dengan layar ondang-ondang dan layar buritan (Pelayaran) (6) |
| FREJUS | Kota di Prancis (6) |
| FRENDA | Kota di Aljazair (6) |
| FRESNO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| FRIGID | Tidak bergairah dalam hal seks; dingin (tidak mudah terangsang) (6) |
| FRIKSI | Pergeseran yang menimbulkan perbedaan pendapat; perpecahan (6) |
| FRISCO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| FUDENG | Mengumpan bola sebelum melakukan smes (tentang permainan bola voli) (6) |
| FUDING | Kota di Cina (6) |
| FUHRER | Sang pemimpin; gelar untuk pemimpin NAZI, yaitu Hitler (ungkapan/Jerman) (6) |
| FUKAHA | Para ahli hukum Islam; para fakih (Arab) (6) |
| FUKARA | Orang-orang fakir (Arab) (6) |
| FULING | Kota di Cina (6) |
| FUNDUS | Bagian dari organ berongga yang paling jauh dari bibir lubang, misalnya bagian retina mata yang berlawanan dengan pupil (Kedokteran dan Fisiologi); dasar organ atau bagian terjauh dari lubang atau mulut suatu organ tubuh seperti kandung kemih, empedu, dan rahim (Anatomi) (6) |
| FUNGSI | Jabatan (pekerjaan) yang dilakukan; faal (kerja suatu bagian tubuh); besaran yang berhubungan, jika besaran yang satu berubah, besaran yang lain juga berubah (Matematika); kegunaan suatu hal; peran sebuah unsur bahasa dalam satuan sintaksis yang lebih luas (seperti nomina berfungsi sebagai subjek) (Linguistik) (6) |
| FUNGUS | Cendawan; fungi (6) |
| FUNTUA | Kota di Nigeria (6) |
| FUQING | Kota di Cina (6) |
| FURING | Pelapis terbuat dari kain atau kulit, dijahit menempel di bagian dalam busana, sepatu, tas, dompet, koper, dan sebagainya; lining (Tata Busana) (6) |
| FURQAN | Pembeda antara yang hak dan yang batil; Al-Qur'an (6) |
| FUSHUN | Kota di Cina (6) |
| FUSILI | Pasta berbentuk seperti spiral terbuat dari tepung terigu, berwarna merah atau hijau, dapat diolah dengan saus krim dan kacang polong, dihidangkan dengan bahan lainnya seperti daging ayam, daging sapi, dan sayur-sayuran (Tata Boga) (6) |
| FUTSAL | Permainan sepak bola, dengan lapangan dan gawang lebih kecil, biasanya dimainkan di dalam ruang yang besar, setiap tim terdiri atas lima orang (Olahraga) (6) |
| FUTTSU | Kota di Jepang (6) |
| FUWWAH | Kota di Mesir (6) |
| FUZHOU | Kota di Cina (6) |
| GABAHA | Akar bahar (Nias) (6) |
| GABION | Bendungan sementara yang digunakan untuk mencegah masuknya air dan tanah pada galian yang telah dibuat (6) |
| GABLEK | Punya (Melayu Jakarta) (6) |
| GABPUS | Gabungan pusat (akronim) (6) |
| GABRAH | Gabungan daerah (akronim) (6) |
| GABRUK | Tiruan bunyi barang keras yang berbenturan (6) |
| GABUKA | Gula palem berbentuk serbuk (Gorontalo) (6) |
| GABUNG | Ikat; berkas (6) |
| GACOAN | Taruhan; pacar; kekasih (6) |
| GACONG | Menuai padi di sawah orang lain dan mendapat upah sepersepuluh bagian dari hasil tuaiannya (Sunda) (6) |
| GADANG | Besar (Minangkabau); ayakan (beras dan sebagainya) yang besar; badang (6) |
| GADGET | Peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis; gawai; acang (6) |
| GADIDI | Ikan air tawar atau payau, berwarna keperakan, panjang mencapai 17,9 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Taiwan, Filipina, dan Indonesia sampai Kepulauan di Pasifik (Kuhlia marginata) (6) |
| GADING | Taring panjang dan tajam pada binatang (gajah, walrus) yang berguna untuk menggali atau sebagai senjata; tulang keras putih dan bersih dari gading; (warna) putih kekuning-kuningan seperti gading; dua orang anak perempuan yang mengipasi pengantin di pelaminan; biji kemiri yang sudah tertanam atau tertimbun lama dan tempurungnya sudah memutih (Gayo); bagian dalam perahu yang berupa sekat-sekat untuk menempelkan papan agar perahu menjadi kuat (Jawa); penampang badan perahu secara keseluruhan (Jawa); diulang: rangka atau penguat konstruksi kapal secara melintang sekaligus tempat melekatnya kulit atau lambung kapal agar bentuk kapal tidak berubah, yang biasanya diberi nomor mulai dari nol di bagian buritan (Pelayaran); lingkar atau bingkai roda (Pelayaran); dua orang anak laki-laki yang mengipasi pengantin (6) |
| GADONG | Gudang yang berada di dalam rumah (Melayu Ambon) (6) |
| GADRIL | Pagar pembatas jalan (6) |
| GADRON | Motif dekorasi kerajinan logam dan tembikar (6) |
| GADUNG | Tumbuhan melilit, umbinya memabukkan apabila dimakan langsung, tetapi jika direndam dahulu dalam abu basah, racunnya akan hilang atau menjadi berkurang (Dioscorea hispida) (6) |
| GADWAL | Kota di India (6) |
| GAEVLE | Kota di Swedia (6) |
| GAFLAH | Terputus ingatan kepada Allah karena terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat materi; lalai (Arab); terlena dari jalan kebenaran karena pengaruh keduniaan (Arab) (6) |
| GAFLAT | Kelalaian; kelengahan (Arab) (6) |
| GAFTAR | Gambar daftar (akronim) (6) |
| GAGANG | Tangkai (daun, bunga, dan sebagainya); hulu (pisau, golok, dan sebagainya); batang tumbuh-tumbuhan yang menjalar atau melilit (seperti sirih); sulur (Minangkabau); tangkai utama perbungaan atau bunga tunggal (Botani/Minangkabau); tempat stik yang dipegang (tentang hoki) (Olahraga) (6) |
| GAGAPE | Masakan yang terbuat dari ayam yang diungkep dengan santan dan parutan kelapa goreng (Tata Boga) (6) |
| GAGNOA | Kota di Pantai Gading (6) |
| GAHARA | Keturunan raja yang tulen (ayah ibunya anak raja-raja) (6) |
| GAHARI | Sedang; ugahari (6) |
| GAHARU | Kayu yang harum baunya, biasanya dari pohon tengkaras (Aquilaria malaccensis) (6) |
| GAHGAR | Pohon kelapa yang sudah tidak berbuah (Sunda) (6) |
| GAIRAH | Keinginan (hasrat, keberanian) yang kuat (6) |
| GAITAN | Penggait (6) |
| GAJIAN | Hari pembayaran gaji; menerima gaji; yang digaji (6) |
| GAKANG | Anjing tanah; orong-orong (6) |
| GAKARI | Tugas; kewajiban (6) |
| GALABA | Pilu; sedih (6) |
| GALAGA | Bekas jaring laba-laba dan kotoran lain, biasanya terdapat pada ujung langit-langit, lemari, dan bagian rumah lainnya (Kulisusu); balok tempat memasang papan lantai rumah panggung (Wakatobi); suara serak (biasanya disertai dengan lendir yang sudah mulai naik ke tenggorokan), menandakan nyawa yang sudah mulai berpisah dari jasad (tentang sakratulmaut) (Bugis) (6) |
| GALANG | Barang yang dipasang melintang (seperti bantal, penyangga, ganjal, landasan dari kayu, balok); kayu dan sebagainya penunjang atau penopang supaya tinggi atau supaya tidak rebah; kalang; rintang; halang (6) |
| GALATI | Kota di Rumania (6) |
| GALERI | Ruangan atau gedung tempat memamerkan benda atau karya seni dan sebagainya (6) |
| GALGAL | Serba tergesa-gesa dan kasar (tentang perbuatan, tingkah laku, pekerjaan, dan sebagainya); mudah marah (6) |
| GALIAN | Hasil menggali (6) |
| GALIAS | Kapal perang kuno berukuran agak besar, tidak bermesin, terbuat dari kayu, bergeladak satu dan bertiang tiga, digerakkan dengan layar dan dayung; galyas (6) |
| GALIGO | Geliga (Biologi) (6) |
| GALING | Diulang: tumbuhan yang memanjat, panjang hingga 10 m, cairan batang dan daunnya digunakan sebagai obat untuk sakit demam tinggi; lakum; kepialu (Vitis trifolia) (6) |
| GALIOT | Kapal layar niaga zaman kompeni (6) |
| GALIUM | Logam berbentuk kristal putih kebiru-biruan atau keabu-abuan; unsur kimia logam dengan nomor atom 31, berlambang Ga, bobot atom 69,72 u (6) |
| GALOBA | Tumbuhan berbatang kecil, tidak berkayu, hanya berpelepah, biasanya tumbuh di hutan (Hornstedtia alliacea) (6) |
| GALYAS | Kapal perang kuno berukuran agak besar, tidak bermesin, terbuat dari kayu, bergeladak satu dan bertiang tiga, digerakkan dengan layar dan dayung; galias (6) |
| GAMANG | Merasa takut (ngeri serta khawatir) ketika melihat ke bawah dan sebagainya (6) |
| GAMBAR | Tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dan sebagainya) yang dibuat dengan coretan pensil dan sebagainya pada kertas dan sebagainya; lukisan (6) |
| GAMBAS | Oyong (Luffa acutangula) (6) |
| GAMBIA | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Banjul; negara dengan kode mata uangnya GMD (6) |
| GAMBIR | Tumbuhan membelit, berbatang keras, bertangkai pendek dengan daun berwarna hijau muda, pada ketiak daun terdapat bunga berbongkol bulat berwarna putih kecil-kecil, dipakai sebagai obat batuk dan bahan penyamak, ditanam dengan cara menyetek (Uncaria gambir); endapan rebusan daun gambir yang airnya diuapkan, dicetak bulat atau persegi, dipakai sebagai campuran makan sirih (6) |
| GAMBIT | Mengorbankan satu atau lebih pion sebagai bagian dari strategi untuk mendapatkan keuntungan dalam gerakan selanjutnya (Olahraga) (6) |
| GAMBUH | Tembang macapat yang bentuknya ditentukan oleh jumlah baris pada bait, yaitu 5 baris, jumlah suku kata pada tiap baris, dari baris pertama 7, 10, 12, 8, 8, dan vokal akhir pada tiap baris, dari baris pertama, u, u, i, u, o; drama tari Bali tertua yang menjadi sumber bentuk tari Bali yang lain, gerak tariannya lebih tenang jika dibandingkan dengan tarian Bali lain; tarian ritual, baik bertopeng atau tidak bertopeng pada upacara pembukaan pertunjukan wayang topeng atau ludruk (Madura); kesenian tradisional lama yang pernah ada di Banyuwangi, semacam kesenian langendrian (Using); penari gambuh (Using); penutup kepala dari kulit sapi atau kerbau yang dikenakan dalam pertunjukan tari atau sandiwara (Sunda) (6) |
| GAMBUK | Pohon besar dan rimbun (Alas) (6) |
| GAMBUS | Alat musik petik mirip kecapi (mandolin) berasal dari Arab, biasanya diiringi gendang (Musik); orkes dengan gambus sebagai alat musik utamanya (Musik) (6) |
| GAMBUT | Tanah lunak dan basah, terdiri atas lumut dan bahan tanaman lain yang membusuk (biasanya terbentuk di daerah rawa atau di danau yang dangkal); batu bara sangat muda yang berasal dari tumpukan tumbuhan dengan kadar air hingga 90% dan berwarna cokelat terang sampai cokelat muda; gambut rawa (6) |
| GAMPAR | Memukul (menampar) secara keras dengan telapak tangan terbuka; tampar (6) |
| GAMPET | Menjepit sesuatu dengan kedua paha (Aceh) (6) |
| GAMUTU | Perangkap ikan yang berupa anyaman yang terbuat dari serabut pelepah pohon enau; serat aren (Melayu Ambon) (6) |
| GANACE | Krim yang dibuat dari lelehan cokelat yang dicampur dengan krim dan mentega, digunakan sebagai pengisi atau penyalut kue (Tata Boga) (6) |
| GANDAL | Halang; rintang (6) |
| GANDAR | Tongkat untuk memikul; pikulan; sumbu; poros; tangan (lengan) neraca (timbangan dan sebagainya); tongkat atau batang kayu untuk penggesek rebab (Sunda); kendara (6) |
| GANDEK | Pembantu atau pengiring di perjalanan (Sunda) (6) |
| GANDEM | Sangat memuaskan (tentang makanan dan sebagainya) (6) |
| GANDES | Anggun; luwes (6) |
| GANDIA | Kota di Spanyol (6) |
| GANDIK | Perhiasan emas pada dahi pengantin perempuan; perhiasan pada keris sebelah atas; batu giling; bagian paha belakang sapi, biasanya dimasak untuk dendeng balado atau abon sapi (Tata Boga) (6) |
| GANDIL | Cabang kayu yang tidak berkembang lebih lanjut, tetapi berkembang menjadi duri-duri kasar dan kaku (Botani) (6) |
| GANDIN | Palu besar yang dibuat dari kayu (6) |
| GANDOK | Bangunan (tempat tinggal) yang menempel di samping kiri atau kanan rumah utama (Jawa); teras depan (Jawa) (6) |
| GANDOS | Penganan dibuat dari tepung beras, kelapa, dan garam, kemudian digoreng; bakal benih pada buah yang akan tumbuh menjadi tunas (kelapa dan sebagainya) (Jawa) (6) |
| GANDOT | Tarian laki-laki dan perempuan yang erotis seperti ronggeng (Banjar) (6) |
| GANDUH | Tokok; imbuh (tambahan sedikit dalam bertukar barang dan sebagainya) (6) |
| GANDUL | Benda yang berfungsi sebagai pemberat; bandul (6) |
| GANDUM | Tanaman seperti padi yang hidup di daerah beriklim subtropis yang menghasilkan terigu (Triticum sativum); terigu (untuk membuat roti dan sebagainya) (6) |
| GANEFO | Pesta olahraga negara-negara berkembang, didirikan oleh Bung Karno pada akhir tahun 1962 sebagai tandingan Olimpiade, dari Games of the New Emerging Forces (akronim/Inggris) (6) |
| GANGAN | Makanan khas dari Belitung berupa masakan berkuah, berbahan dasar ikap kakap merah atau tenggiri, berkuah santan kuning, biasanya dimasukkan juga potongan nanas (6) |
| GANGGA | Sungai besar yang berhulu di Pegunungan Himalaya, melintasi bagian utara dan tengah negara India, dan berhilir di Teluk Benggala di negara Bangladesh; ayam yang berbulu keriting (Tolaki) (6) |
| GANGGU | Goda; usik (6) |
| GANGOH | Kota di India (6) |
| GANGSA | Logam perunggu (untuk membuat gamelan, genta, dan sebagainya); kangsa; angsa batu (Sulidae) (6) |
| GANGSI | Harum-haruman; wewangian (6) |
| GANJAK | Mengingsut; menggeser sedikit (6) |
| GANJAL | Benda yang disisipkan sebagai tumpuan (supaya tegak kukuh atau tidak timpang); benda yang ditaruh sebagai penghalang (penahan) supaya tidak bergerak turun; papan, balok, tikar, dan bahan lain yang digunakan untuk melindungi muatan di dalam palka agar muatan tidak bergeser akibat cuaca buruk (Pelayaran) (6) |
| GANJAR | Beri hadiah; imbal (6) |
| GANJAT | Terentang tegang-tegang (tentang urat-urat, benang tenun, kulit, dan sebagainya) (6) |
| GANJEN | Lincah dan genit (terutama tentang perempuan) (Melayu Jakarta) (6) |
| GANJIL | Gasal; tidak genap; lain daripada yang lain; tidak sebagaimana biasa; aneh; ajaib (6) |
| GANJOR | Balok (kayu) berpalang untuk gantungan gong (Using) (6) |
| GANJUR | Tombak; tarik; hela; sentak (Minangkabau) (6) |
| GANNAN | Kota di Cina (6) |
| GANOID | Rata dan berkilat (misalnya sisik ikan) mirip email (Zoologi) (6) |
| GANSAI | Senjata tajam berupa tombak dengan kaitan pada bagian ujung (6) |
| GANTAK | Jenis jangkrik bertubuh kecil, berwarna cokelat keputihan (Madura) (6) |
| GANTAL | Gulungan daun sirih yang dipakai untuk sesaji dan sebagainya (Jawa) (6) |
| GANTAR | Galah (Sunda) (6) |
| GANTEL | Sangkut; cantel (6) |
| GANTIH | Menggantih; memintal benang (dengan rahat); mengantih (6) |
| GANTIP | Karung kecil bervolume sekitar empat gantang beras, digunakan sebagai wadah persembahan untuk raja (Batak) (6) |
| GANTOL | Kait; mencuri arus listrik (kiasan) (6) |
| GANYAH | Gosok (6) |
| GANYAR | Tidak dapat lunak meskipun direbus (tentang kentang, ubi, dan sebagainya); keras; basau; ganyut (6) |
| GANYUT | Tidak dapat lunak meskipun direbus (tentang kentang, ubi, dan sebagainya); keras; basau; ganyar (6) |
| GAOGOU | Kota di Cina (6) |
| GAOYOU | Kota di Cina (6) |
| GAPBAR | Kain tenunan dengan dasar putih dan pinggir berwarna merah (Batak) (6) |
| GAPLEK | Ubi kayu (singkong) yang telah dikupas dan dikeringkan (dijemur); truk angkutan barang (Jawa) (6) |
| GAPLOK | Menggaplok; memukul dengan telapak tangan (pada pipi); menampar (Melayu Jakarta) (6) |
| GAPMMI | Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (singkatan) (6) |
| GAPTEK | Gagap teknologi (akronim) (6) |
| GAPURA | Pintu besar untuk masuk pekarangan rumah (taman, dan sebagainya); pintu gerbang (6) |
| GARADE | Motif berbentuk lingkaran-lingkarang pada tiang rumah adat Modole, Halmahera Utara (6) |
| GARAGE | Kandang mobil; garasi (Inggris) (6) |
| GARAGU | Anak udang (Madura) (6) |
| GARANG | Pemarah lagi bengis; galak; ganas; kuat (hebat, gemar) sekali (Minangkabau); terik (tentang panas matahari) (Minangkabau); panggang; bagian dapur tempat mencuci beras, piring, dan peralatan dapur yang lain (Melayu Jambi) (6) |
| GARASI | Rumah-rumahan atau bagian rumah tempat menyimpan (menaruh) mobil dan sebagainya; kandang mobil (6) |
| GARBIS | Jenis melon, bentuknya bundar, besar, ringan, berwarna kuning, sangat lunak (6) |
| GARCIA | Kota di Meksiko (6) |
| GARCIP | Mudah menyala (tentang korek api) (Batak) (6) |
| GARDAH | Kesenian tradisional suku Abung berupa pembacaan syair yang diiringi musik rebana (6) |
| GARDAN | Bagian atau komponen mobil yang berfungsi memindahkan tenaga motor ke roda lewat persneling (6) |
| GARDEZ | Kota di Afganistan (6) |
| GARDON | Alat yang terbuat dari kayu atau besi, berbentuk bulat panjang, terdapat pegangan untuk memutar, digunakan untuk menggulung tambang kapal (Jawa) (6) |
| GARENG | Anak tertua Semar dalam cerita pewayangan (6) |
| GARIDA | Centil (sebutan yang biasa diberikan kepada perempuan nakal) (Melayu Manado); mata yang sangat kontras antara bagian bola mata yang hitam dan putihnya (tentang perempuan) (Melayu Ambon) (6) |
| GARING | Ikan air tawar yang termasuk golongan Cyprinid, panjang mencapai 100 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Sungai Chao Phraya dan Sungai Mekong, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, dan Kalimantan (Tor tambroides); keras dan kering (seperti biskuit); kering; keranjang terbuat dari rotan (6) |
| GARISH | Garis observasi spektrum sinar matahari merah yang mempunyai panjang gelombang 6563 Angstrom (Kedirgantaraan) (6) |
| GARMEN | Pakaian jadi (6) |
| GARNET | Akik (batu mulia) merah tua yang termasuk kelompok mineral silika (Mineralogi) (6) |
| GARNIS | Penghias hidangan (6) |
| GARONG | Perampok; kawanan pencuri (penyamun dan sebagainya) (6) |
| GAROUA | Kota di Kamerun (6) |
| GARUDA | Burung lambang negara kita (6) |
| GARUNG | Tangisan keras-keras (karena kesakitan); raungan (Minangkabau); deru (tentang topan) (Minangkabau); selokan yang sudah kering atau tidak dipakai lagi (Jawa); seniman tradisional yang belajar secara autodidak (Sunda) (6) |
| GARURU | Serok sampah yang dibuat dari pelepah sagu (Melayu Ambon); wadah yang terbuat dari pelepah pinang, digunakan sebagai tempat tuak (Melayu Ambon) (6) |
| GASAIR | Gas yang keluar (menguap) dari air (rawa dan sebagainya) (6) |
| GASANG | Sangat suka bersetubuh (6) |
| GASGAS | Ladang atau kebun yang sudah ditinggalkan dan menjadi hutan kembali (Batak) (6) |
| GASHUA | Kota di Nigeria (6) |
| GASING | Mainan terbuat dari kayu dan sebagainya yang diberi pasak (paku atau kayu) yang dapat dipusingkan dengan tali (6) |
| GASKET | Suku cadang (onderdil) mobil untuk mencegah kebocoran-kebocoran (6) |
| GASRAT | Tugas darat (akronim) (6) |
| GASROK | Alat pertanian berupa papan kayu berduri besi untuk menyiangi sawah (Sunda) (6) |
| GASTER | Lambung (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| GATANG | Pemberian atau hadiah berupa kain dari pihak keluarga yang meninggal (Minangkabau) (6) |
| GATENG | Sidat; kepala zakar (Madura) (6) |
| GATING | Ukuran isi yang sama dengan seratus liter (Gayo) (6) |
| GATRIK | Permainan anak-anak (laki-laki) dengan menggunakan bilah (6) |
| GAWANG | Dua tiang yang dihubungkan dengan kayu palang pada bagian ujung atas; dua tiang yang berpalang sebagai tempat sasaran memasukkan bola (dalam permainan sepak bola dan sebagainya) (Olahraga) (6) |
| GAYANG | Terhuyung-huyung atau tidak tegak berdiri karena mabuk (pusing kepala, pening, dan sebagainya); pohon yang tingginya bisa 35–40 meter, berasal dari Papua, buahnya mirip buah kakao, berbuah sepanjang tahun, kandungan vitamin C-nya tinggi (Inocarpus fagifer) (6) |
| GAYENG | Menyenangkan; menggembirakan (Jawa) (6) |
| GAYUNG | Tempurung dan sebagainya yang diberi tangkai untuk mengambil air; sibur (6) |
| GAZEBO | Bangunan kecil yang dirancang khusus, biasanya dibangun di lokasi yang memiliki pemandangan yang indah (6) |
| GDANSK | Kota di Polandia (6) |
| GDYNIA | Kota di Polandia (6) |
| GEBANG | Jenis palem, tinggi mencapai 20 m, hati batangnya digunakan sebagai makanan babi, daunnya dibuat tikar; ibus; lontar hutan (Corypha gebanya) atau (Corypha utan) (6) |
| GEBENG | Bilik kecil (tentang perahu); besar; lebar (tentang dayung) (Pelayaran); bagian yang gepeng dari dayung yang dikayuhkan ke air; daun dayung (Pelayaran) (6) |
| GEBLAG | Hari meninggalnya seseorang (Jawa) (6) |
| GEBLAK | Telentang (6) |
| GEBLEK | Penganan goreng, dibuat dari adonan pati ubi kayu, dibentuk seperti cincin berangkai (Jawa); bodoh sekali; bebal (6) |
| GEBLIK | Anyaman rotan berbentuk seperti raket untuk memukul-mukul kasur yang dijemur (Madura) (6) |
| GEBLOG | Penganan yang terbuat dari nasi yang dikukus, diratakan di panci dan ditumbuk, kemudian dibentuk kotak dan diiris-iris, tekstur dan rasanya mirip ketupat, biasanya dimakan dengan pecel bumbu kacang (Jawa) (6) |
| GEBLOK | Gulungan cita dan sebagainya, panjangnya 28–30 yard; geblokan (6) |
| GEBRAK | Pukul; gebot; gecek; gebuk (6) |
| GEBUNG | Berkas; ikatan (Jawa) (6) |
| GEBYAR | Gemerlap (6) |
| GEBYOK | Penyekat ruangan terbuat dari kayu (dalam rumah adat Kudus) (Jawa); pintu rumah yang tersusun dari beberapa daun pintu yang berderet panjang (Jawa) (6) |
| GEBYUR | Siram; guyur (6) |
| GEDEAN | Lebih gede (Melayu Jakarta); berstatus sosial tinggi dalam masyarakat (Melayu Jakarta) (6) |
| GEDENG | Ikatan padi dan sebagainya yang terdiri atas dua belah, beratnya lebih kurang 10 kati (Jawa) (6) |
| GEDONG | Gedung (Melayu Jakarta); bangunan gaya Bali berbentuk mengecil ke atas, beratap alang-alang atau ijuk (Bali) (6) |
| GEDUNG | Bangunan tembok dan sebagainya yang berukuran besar sebagai tempat kegiatan, seperti perkantoran, pertemuan, perniagaan, pertunjukan, olahraga, dan sebagainya; rumah tembok yang berukuran besar (6) |
| GEGALA | Gala; gala-gala; residu berat yang hampir-hampir padat, yang tersisa setelah penyulingan ter arang batu atau terpentin (6) |
| GEGANA | Udara; awan; yang menimbulkan suara keras atau ledakan (halilintar, dinamit, granat, dan sebagainya) (6) |
| GEGARA | Gara-gara (6) |
| GEGELO | Mandi tanpa basahan (Komering) (6) |
| GEGELU | Tanah yang dipadatkan dan dibentuk bulat-bulat untuk mengganjal mayat dalam kuburan (Sunda) (6) |
| GEIGER | Alat untuk memeriksa ada tidaknya sinar radioaktif (6) |
| GEISER | Mata air panas yang mengeluarkan uap air atau gas yang disemburkan ke udara (6) |
| GEJALA | Perihal (keadaan, peristiwa, dan sebagainya) yang tidak biasa dan patut diperhatikan; keadaan yang menjadi tanda-tanda akan timbulnya (terjadinya, berjangkitnya) sesuatu (6) |
| GEJUJU | Menggejuju; bergumpal-gumpal membubung tinggi (tentang awan, asap) (6) |
| GELAMA | Ikan laut berbentuk memanjang, berwarna cokelat, panjang mencapai 160 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Pakistan dan sepanjang Pantai India dan Srilangka sampai Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan, dan Vietnam (seperti jenis - batu, - bongkok, - hitam, - panjang, dan sebagainya) (Otolithoides biauritus) (6) |
| GELANA | Sibuk dan gelisah (Gayo) (6) |
| GELANG | Tumbuhan menjalar, batangnya berair, daunnya kecil berwarna hijau kecokelatan, biasa dimakan sebagai lalap; kerokot (Portulaca oleracea); barang yang berbentuk lingkaran atau cincin besar; perhiasan (dari emas, perak, dan sebagainya) berbentuk lingkaran yang dipakai di lengan atau di kaki; sisa cadar dalam yang melingkari tangkai cendawan tertentu, tudungnya mekar (Biologi); benda yang dipakai untuk menentukan sah atau tidaknya suatu stik pemain (tentang hoki) (Olahraga); ikan laut (banyak macamnya) (6) |
| GELATO | Sajian dingin dari Italia terbuat dari susu, krim, dan gula yang disajikan dalam suhu ideal tiga derajat dan memiliki tekstur lebih padat daripada es krim (Tata Boga) (6) |
| GELECA | Tilam yang tipis; rami; kue; penganan (6) |
| GELEMA | Dahak yang kental (6) |
| GELENG | Gerak ke kiri kanan (tentang kepala) (6) |
| GELETA | Kendi atau buyung berleher panjang (6) |
| GELIAT | Geliang; menggeliat; meregang-regang serta menarik-narik tangan dan badan (seperti setelah bangun dari tidur); memulas (memiuh) barang yang kaku; meregang (tentang papan kayu dan sebagainya) (6) |
| GELIGA | Sisa metabolisme makanan yang membatu di usus binatang, berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit; guliga (Biologi) (6) |
| GELIGI | Menggeligi; menggigil; gemeletuk (6) |
| GELITA | Gelap (6) |
| GELOMO | Ikan laut atau payau, berwarna perak kehitaman, panjang mencapai 40 cm, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman 40 m, tersebar di perairan Pakistan sampai Kepulauan Andaman (Johnius dussumieri) (6) |
| GELORA | Gerakan gelombang yang hebat seperti dikarau; gejolak (6) |
| GELOSO | Menggeloso; menggelepar-gelepar di lantai karena kesakitan dan sebagainya (6) |
| GELUGA | Pohon kecil, tinggi 8 m, bijinya menghasilkan zat pewarna yang warnanya merah jingga; pacar keling; kesumba; gelinggam (Bisea orellana) (6) |
| GELUGU | Batang pohon kelapa yang sudah ditebang (6) |
| GELUNG | Lingkar atau gulung (tali, rotan, ular); keluk (setengah bulatan); sanggul perempuan yang dilingkarkan di kepala bagian belakang; konde; lekuk-lekuk permukaan otak; girus (Kedokteran dan Fisiologi); mahkota (hiasan kepala) yang dikenakan penari (Bali) (6) |
| GEMANG | Besar (tentang barang yang bulat torak seperti batang kayu) (6) |
| GEMBAK | Rambut anak-anak yang dibiarkan tidak dipotong (sampai saat dikhitankan) pada ubun-ubunnya; gombak; ombak (pada rambut); rambut pada dahi kuda (6) |
| GEMBEL | Melarat; miskin sekali (6) |
| GEMBES | Tempat minum berbentuk botol bertutup, terdapat tali panjang untuk mencangklong, terbuat dari bahan plastik, biasanya untuk bekal anak sekolah (Jawa); wadah cairan (minyak atau air) serupa jeriken berukuran sedang, terbuat dari bahan plastik bertutup dan terdapat pegangan tangan (Jawa) (6) |
| GEMBIL | Tembem (pipi) (Jawa) (6) |
| GEMBOK | Induk kunci (6) |
| GEMBOL | Bonggol (pada pipi); kutil (pada tumbuhan dan sebagainya); menggembol; membawa barang di dalam saku (baju, kain, dan sebagainya) (6) |
| GEMBOR | Cerek besar, ujung pancurannya bertutup corong yang diberi lubang-lubang kecil, dipakai untuk menyiram tanaman; pohon yang kayunya dapat dipakai sebagai bahan bangunan atau industri (di Kupang); kayu gembor (6) |
| GEMBOS | Kempis (6) |
| GEMBUL | Selalu tidak merasa kenyang; banyak makan; gemuk (6) |
| GEMBUR | Berderai-derai tidak keras dan tidak padat (tentang tanah); lunak dan lembik (tidak padat) (6) |
| GEMBUS | Ampas tahu atau kelapa yang disiapkan sebagai bahan salah satu jenis tempe (6) |
| GEMBUT | Lunak dan lembek (6) |
| GEMENA | Kota di Republik Kongo (6) |
| GEMGAM | Pisau kecil bersarung, digunakan sebagai simbol penghentian permusuhan, diserahkan oleh pihak yang berselisih kepada penengah atau juru pisah (Batak) (6) |
| GEMIAT | Gelap gulita (Melayu Belitung) (6) |
| GEMING | Bergeming; tidak bergerak sedikit juga; diam saja (6) |
| GEMINI | Rasi bintang di belahan langit utara khatulistiwa (tampak pada malam hari antara bulan Januari–Mei) (Astronomi); zodiak ke-3 yang digambarkan dengan orang kembar sebagai lambang bagi orang yang lahir antara tanggal 21 Mei dan 21 Juni; Mintuna; Jauza (Astrologi) (6) |
| GEMLIK | Kota di Turki (6) |
| GEMPAL | Padat berisi; sintal (6) |
| GEMPAR | Geger atau ramai sekali (karena ada kabar buruk, kerusuhan, hal yang ajaib, keributan); seru; hebat; ikan laut, berbentuk pipih, berwarna keperakan, panjang mencapai 14 cm, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman sampai 40 m, tersebar di perairan Teluk Aden, sepanjang Pantai India dan Srilangka, Pakistan, bagian timur sampai Filipina (Leiognathus daura) (6) |
| GEMPER | Gempar (6) |
| GEMPIL | Cuil sedikit pada bagian pinggir atau tepinya (6) |
| GEMPOL | Pohon yang tingginya mencapai 35 m dengan diameter 0,5 m, kayunya terutama digunakan untuk membuat tangkai pisau dan sebagainya, jarang digunakan dalam pembuatan rumah dan mudah terkena rayap, buahnya dimakan setelah dimasak lebih dahulu, dalam keadaan mentah rasanya pahit (Sarcocephalus cordatus); penganan berbahan utama tepung beras yang dibulatkan dan direbus serta disajikan dengan santan (Jawa) (6) |
| GEMPOR | Timpang; pincang; hampir tidak dapat berjalan karena sebelah kakinya sakit (6) |
| GEMPUR | Menggempur; merusakkan dan menghancurkan; menyerang dan membinasakan (musuh dan sebagainya) (6) |
| GEMUTU | Ikan laut yang panjangnya mencapai 10 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 2–36 m, tersebar di perairan Laut Merah dan Afrika Timur sampai Samoa dan Tonga, bagian utara sampai Kepulauan Ryukyu, bagian Selatan sampai Kaledonia Baru Selatan (Chromis ternatensis) (6) |
| GENANG | Menggenang; mengumpul karena tidak mengalir (tentang air); bergenang; terhenti mengalir (tentang air); berlinang-linang di mata (tentang air mata); tertutup atau terendam air (yang tidak mengalir) (6) |
| GENCAR | Terus-menerus tidak terputus-putus (tentang tembakan dan sebagainya); cepat sekali (6) |
| GENCAT | Bencat; terhenti; terbantut (tentang pekerjaan dan sebagainya) (6) |
| GENCEL | Sisa; peninggalan (Jawa) (6) |
| GENCET | Impit; tindih; tekan (6) |
| GENDAK | Perempuan yang disukai (diajak berzina); perempuan simpanan (6) |
| GENDAM | Mantra atau guna-guna untuk menguasai dan mengendalikan kesadaran orang lain; pohon jati yang digunakan sebagai tempat bersarangnya burung-burung kecil, biasanya dipakai sebagai bahan membuat kandang ternak (Jawa); mencairkan gula pasir dengan cara dipanaskan (Using) (6) |
| GENDAR | Penganan yang dibuat dari nasi yang dibentuk lempeng (seperti kerupuk) dikeringkan lalu digoreng; nasi padat (Tata Boga/Jawa) (6) |
| GENDER | Jenis kelamin; gamelan Jawa yang dibuat dari bilah-bilah logam berjumlah empat belas buah dengan penggema dari bambu (Musik) (6) |
| GENDIR | Jahitan pada kasur agar kapuknya tetap terbagi rata (Madura) (6) |
| GENDIS | Gula (Jawa) (6) |
| GENDON | Bernga besar (ulat putih pada rotan); larva kumbang yang ada di dalam tanah (Jawa) (6) |
| GENDUK | Kata sapaan kepada anak perempuan (6) |
| GENDUT | Besar dan seakan-akan bergantung (tentang perut); bunting; banyak mendapat keuntungan (kiasan) (6) |
| GENENG | Manja; gagah (elok dan sebagainya) (Minangkabau) (6) |
| GENEVE | Kota di Swiss (6) |
| GENGGE | Gelang kaki (Sunda) (6) |
| GENGON | Berjalan tertatih-tatih karena membawa barang yang berat (Gayo) (6) |
| GENGSI | Sanak keluarga (orang-orang yang masih ada hubungan keturunan); asal turunan; kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat (6) |
| GENIAL | Luar biasa (tentang kecerdasan berpikir); hebat (6) |
| GENITU | Pohon asli Jember, buahnya mirip jambu biji, jika matang daging buah lunak, rasa buah tidak terlalu manis, bergetah, dan berlendir; canitu (Chrysophyllum cainito) (6) |
| GENIUS | Berkemampuan (berbakat) luar biasa dalam berpikir dan mencipta (6) |
| GENJAH | Lekas berbuah (tentang padi, kelapa, dan sebagainya) (6) |
| GENJER | Eceng (Limnocharis flava) (6) |
| GENJIK | Anak babi (6) |
| GENJOT | Kayuh (6) |
| GENJUR | Kaku (tentang rambut); keras sekali (tentang tabiat) (6) |
| GENPUL | Kemungkinan keseluruhan genotipe dalam populasi antarsilang; semua gen yang dipunyai populasi dalam suatu jenis pada suatu saat; jumlah informasi genetik dari semua individu dalam satu populasi yang secara tetap diturunkan kepada generasi berikutnya (6) |
| GENSET | Mesin pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar solar (6) |
| GENTAR | Gerakan berulang-ulang yang cepat sekali (seperti kawat kecapi yang dipetik); getar; geletar; takut (kiasan) (6) |
| GENTAS | Terpetik dengan kuku (tentang tangkai bunga dan sebagainya); habis; putus; berakhir (6) |
| GENTAT | Lekuk atau bengkok ke dalam (6) |
| GENTEL | Butir (bulatan seperti pil); gelintir (6) |
| GENTOO | Salah satu jenis penguin (6) |
| GENTUR | Tekun dan dengan sepenuh hati (tentang bertapa dan sebagainya) (Jawa) (6) |
| GENYOT | Tidak sejalan (tentang garis dan sebagainya); erot (6) |
| GEOFON | Detektor yang diletakkan atau ditancapkan di atas tanah dalam pekerjaan seismik untuk menerima getaran pada titik bumi yang ditentukan (6) |
| GEOLOG | Geologiwan; ahli geologi (6) |
| GEPENG | Pipih (6) |
| GEPLAK | Penganan yang dibuat dari adonan kelapa parut dicampur gula dan vanili, ada yang dicampuri durian, sirsak, atau nangka (6) |
| GEPRAK | Tiruan bunyi galah dipukulkan ke kelompok dahan dan daun dengan keras (6) |
| GERADI | Pagar besi; para-para cerocok (6) |
| GERAMA | Penyembuhan penyakit tanpa menggunakan obat, tetapi dengan tindakan tertentu (misalnya menyembuhkan mata kelilipan dengan cara menggaruk-garuk kepala sambil meludah) (Batak) (6) |
| GERANG | Bubuk hitam dari arang tempurung dan sebagainya dicampuri minyak untuk menghitamkan gigi (6) |
| GERAPU | Bergerapu; berasa kasap (tentang rabaan) seperti kulit katak puru (6) |
| GERBAK | Menggerbak; menjadi semerbak (6) |
| GERBIL | Paku besar berbentuk persegi, biasanya digunakan untuk memaku kayu-kayu besar (Using) (6) |
| GERBUS | Menggerbus; menguliti (biji kopi) (6) |
| GERCEP | Gerak cepat (akronim) (6) |
| GERDAN | Gardan (6) |
| GERDEK | Alat musik tiup dari Kalimantan, terbuat dari tempurung (6) |
| GERDUM | Tiruan bunyi benda berat yang jatuh (6) |
| GERDUT | Murung (tentang unggas), ditandai dengan bulu yang mengembang dan jalan yang tidak lincah (Gayo) (6) |
| GEREGE | Kutu jantan (Batak) (6) |
| GEREJA | Tempat ibadah umat Kristen, gedung (rumah) tempat berdoa dan melakukan upacara agama Kristen; badan (organisasi) umat Kristen yang sama kepercayaan, ajaran, dan tata cara ibadahnya (6) |
| GEREPE | Raba-raba di tempat gelap (6) |
| GERIAK | Kerumun (6) |
| GERIAP | Sipit; merinding (6) |
| GERIGI | Gigi-gigi tajam pada tepi (gergaji, piringan sepeda) (6) |
| GERING | Sakit (6) |
| GERLAP | Kerlap; kilat; kilau (6) |
| GERLIP | Kerlip (6) |
| GERMUT | Mengeriap (6) |
| GEROAK | Berlubang besar (Melayu Jakarta) (6) |
| GERONG | Lubang (rongga) di dalam tanah (Melayu Jakarta) (6) |
| GERPOL | Gerakan politik (akronim) (6) |
| GERPUH | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, panjang mencapai 100 cm, sisiknya lebih kasar daripada ikan bandeng, sirip punggung pendek, tersebar di perairan pantai seluruh dunia; balana; jumpul; loban; belanak (Mugil cephalus) (6) |
| GERSIK | Pasir kasar (6) |
| GERTAK | Suara keras (entakan kaki, ancaman, dan sebagainya) untuk menakut-nakuti (6) |
| GERTIK | Tiruan bunyi “kertak”, tetapi lebih halus (6) |
| GERUAH | Berusaha dengan susah payah; berusaha dengan sisa tenaga yang ada (untuk keluar dari bencana) (Batak) (6) |
| GERUIT | Cacing kecil-kecil di dalam perut yang sering keluar menempel di dubur; cacing keremi; keruit (6) |
| GERUNG | Raung; tangis keras; geru (Minangkabau); ibu kota Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (6) |
| GERUTU | Perkataan yang diucapkan dengan cara bergumam terus-menerus karena rasa mendongkol atau tidak puas dengan keadaan atau peristiwa yang dialaminya; kesat; tidak licin; sangat kasap (berkerut-kerut dan sebagainya) (6) |
| GESAAN | Perkataan, usaha, dan sebagainya untuk menggesa; desakan (6) |
| GESANG | Pencipta lagu ”Bengawan Solo” (6) |
| GESPER | Gelangan besi dan sebagainya yang berlidah untuk menghubungkan (mengikatkan) ujung ikat pinggang dan sebagainya (6) |
| GESTUR | Gerak anggota tubuh aktor (Kesenian) (6) |
| GETAFE | Kota di Spanyol (6) |
| GETANG | Penutup yang tipis (dari kulit, kertas) yang dibentangkan; terna, daunnya dapat disayur; jotong (Spilanthes acmella) (6) |
| GEWANG | Tanaman mirip lontar tetapi lebih tinggi dan batangnya lebih besar, daunnya lebih berkembang dan ujungnya panjang mencuat seperti tombak (Corypha umbraculifera) (6) |
| GEWENG | Melempar dengan memutarkan badan (Alas) (6) |
| GHATAL | Kota di India (6) |
| GHAZNI | Kota di Afganistan (6) |
| GHETTO | Bagian kota yang didiami oleh golongan minoritas, terutama karena berbagai tekanan, seperti tekanan sosial dan ekonomi (ungkapan/Italia) (6) |
| GHOTKI | Kota di Pakistan (6) |
| GIBANG | Menggibang; menghalangi jalan orang (6) |
| GIBLET | Organ tubuh unggas yang dapat dimakan (seperti jantung dan rempela) (Peternakan) (6) |
| GIBSIT | Mineral yang umumnya berbentuk pipih, terbentuk dalam tanah yang telah mengalami pelapukan tinggi dan dalam laterit (Kimia) (6) |
| GIBTAH | Keinginan terhadap suatu benda seperti yang dimiliki orang lain tanpa rasa dengki terhadap orang yang memilikinya (Arab) (6) |
| GIBUNG | Makan bersama (dari satu wadah) (Bali) (6) |
| GIGAKU | Drama tari profesional dari Korea yang didatangkan ke Jepang pada tahun 612 M (Kesenian) (6) |
| GIGOLO | Laki-laki bayaran yang dipelihara seorang wanita sebagai kekasih; laki-laki sewaan yang pekerjaannya menjadi pasangan berdansa (6) |
| GILGAI | Timbulan renik tanah yang dihasilkan dari pengembangan dan pengerutan yang menyertai perubahan lengas, banyak dijumpai pada tanah yang banyak mengandung lempung (Ilmu Tanah) (6) |
| GILIAN | Gelitikan (6) |
| GILING | Lumatkan dengan batu; hancurkan (6) |
| GILROY | Kota di Amerika Serikat (6) |
| GIMBAL | Lebat dan tidak teratur (karena tidak disisir); udang di goreng dengan tepung; bagian atap rumah yang menjorok ke luar bangunan, berfungsi sebagai pelindung dinding luar rumah agar tidak terkena air hujan (Jawa) (6) |
| GIMONG | Ginjal ayam atau bebek (Gayo) (6) |
| GIMPAL | Aguk atau hiasan pada kalung (untuk anak-anak atau pengantin perempuan) (6) |
| GINANG | Diulang: penganan yang dibuat dari beras ketan yang ditanak, berbentuk lempeng bulat, dikeringkan, kemudian digoreng; rengginang (6) |
| GINDUL | Pembacaan syair yang iramanya kacau karena jumlah suku kata pada sebuah larik kurang atau lebih daripada patokan yang ditentukan (Madura) (6) |
| GINGOR | Menggoyangkan atau mengguncangkan pohon, biasanya dilakukan untuk merontokkan buah (Melayu Belitung) (6) |
| GINJAL | Sepasang organ tubuh (berbentuk seperti biji kacang merah, terletak di dekat tulang belakang), berfungsi mengeluarkan atau memisahkan produk buangan metabolisme dari darah; buah pinggang (6) |
| GINOTI | Batang kayu yang terapung dan hanyut di laut atau sungai (6) |
| GINTIR | Pilin (6) |
| GINYOL | Tempat menggantung gambar latar, lampu, dan peralatan lainnya di area pertunjukan (Kesenian) (6) |
| GIPSAN | Kutan yang tersusun dari gipsum (Ilmu Tanah) (6) |
| GIPSUM | Mineral yang tidak larut dalam air, umumnya berwarna putih, keras seperti kapur yang ditemukan secara alamiah, digunakan untuk membuat plafon, dinding, partisi, patung, dan sebagainya (6) |
| GIRANG | Riang; gembira (6) |
| GIRING | Halau ke suatu tempat; bawa lari bola dengan kaki; jinak dan dapat pulang masuk kandang sendiri (tentang merpati); diulang: tumbuhan yang digunakan sebagai pupuk hijau (Crotalaria); genta kecil (untuk perhiasan gelang kaki, pakaian, dan sebagainya); kelinting; bel (pada sepeda dan sebagainya) (6) |
| GIRONA | Kota di Spanyol (6) |
| GITAAN | Tanaman yang tumbuh merambat pada pohon besar bertajuk lebar di hutan Kalimantan, kulit buah berwarna kuning atau hijau, rasa buah mirip campuran manggis dan sirsak, termasuk famili Apocynaceae (Apocynaceae) atau (Willughbeia sp.) (6) |
| GITING | Keadaan nyaman (yang sebetulnya semu) bagi pemakai narkoba (6) |
| GIWANG | Subang (6) |
| GJILAN | Kota di Kosovo (6) |
| GLAMOR | Tampak mewah, sangat memikat, dan modis (6) |
| GLASIN | Kertas bening, rapat, ringan, yang dibuat dari pulp kimia yang sangat murni dan diolah dengan tingkat penggilingan yang tinggi (Kimia) (6) |
| GLASIR | Lapisan keras yang berkilap pada porselen atau keramik; lapisan tipis mengilap yang melapisi permukaan kue atau makanan, rasanya manis atau gurih (Tata Boga) (6) |
| GLAZOV | Kota di Rusia (6) |
| GLEGEK | Beserdawa (6) |
| GLENIK | Berbicara pelan-pelan (tentang hal yang kecil-kecil) (Jawa); janji kosong (Jawa) (6) |
| GLIDIK | Bekerja sebagai buruh, biasanya di pabrik gula atau kebun tebu (6) |
| GLIKOL | Alkohol dihidroksil yang diturunkan dari etilena (6) |
| GLITER | Bahan berkilap yang digunakan untuk hiasan, dapat berupa potongan kertas berbagai bentuk, serbuk, dan sebagainya (6) |
| GLOBAL | Secara umum dan keseluruhan; secara bulat; secara garis besar; bersangkut paut, mengenai, meliputi seluruh dunia (6) |
| GLOBUS | Kepala buah pelir (6) |
| GLOGOW | Kota di Polandia (6) |
| GLOMUS | Kumpulan darah yang membentuk anyaman di dalam kulit (Anatomi) (6) |
| GLOSEM | Konsep dasar dalam teori glosematik (Linguistik) (6) |
| GLOTAL | Bunyi yang dihasilkan oleh celah pita suara (glotis) tertutup; bunyi hamzah (Linguistik) (6) |
| GLOTIS | Bagian laring (pangkal tenggorok) pada lekukan pita suara (Anatomi) (6) |
| GLUKAN | Polisakarida glukosa yang dapat larut, tp tidak dapat dicerna (6) |
| GLUTEN | Campuran likat, cokelat dari protein di dalam benih bijian yang tinggal setelah pencucian kanji, keluar dari tepung bijian (Biologi) (6) |
| GNOMON | Bilah yang dipasang tegak lurus pada jam matahari untuk menentukan waktu berdasarkan bayangan bilah tersebut (Astronomi); bilangan yang ditambahkan pada bilangan kuadrat untuk mendapatkan bilangan kuadrat yang baru (Matematika); bentuk yang harus ditambahkan pada bentuk tertentu untuk mendapatkan bentuk yang baru (Matematika) (6) |
| GOBANG | Uang tembaga yang bernilai 2,5 sen; benggol; pedang (Sunda) (6) |
| GOBLOK | Bodoh sekali; tuli (Sunda) (6) |
| GOCENG | Lima ribu (Cina) (6) |
| GOCEPE | Perahu khas Minahasa yang bagian perut atau badannya agak gembung dan lebar (Minahasa) (6) |
| GODAAN | Sesuatu yang dapat menggoda ketabahan hati; gangguan (6) |
| GODHRA | Kota di India (6) |
| GODONG | Bagian bawah rumah panggung yang digunakan untuk menyimpan alat-alat dan hasil pertanian dan sebagainya (6) |
| GOETIT | Mineral oksida besi yang berwarna cokelat kekuningan, terbentuk hampir di setiap jenis tanah dan wilayah iklim (Ilmu Tanah) (6) |
| GOGOLI | Mengencangkan simpul (Wolio) (6) |
| GOGROK | Jatuh; hilang (6) |
| GOHADI | Kota di India (6) |
| GOHANA | Kota di India (6) |
| GOHONG | Liang; lubang; gua (6) |
| GOJLOK | Menggojlok; menggerakkan sesuatu dengan mengguncang-guncangkan tempatnya; mengacau perasaan orang lain dengan kata-kata kasar yang menyakitkan hati (kiasan) (6) |
| GOLENG | Menggoleng; menyentuh; menyinggung (6) |
| GOLKAR | Golongan Karya (akronim) (6) |
| GOLONG | Alat dari besi untuk memisahkan biji kapas dari serat-seratnya (Sasak) (6) |
| GOLPUT | Golongan putih (akronim) (6) |
| GOMBAK | Jambul (pada ayam, burung, bunga, dan sebagainya); jambak (rambut di dahi kuda); rambut di atas dahi (yang ditinggalkan sehabis berpangkas); kuncung (6) |
| GOMBAL | Kain yang sudah tua (sobek-sobek); bohong; omong kosong (6) |
| GOMPAL | Rompes; sompek; rekah-rekah (tentang tembok, jalan, dan sebagainya) (6) |
| GONDAL | Kota di India (6) |
| GONDAR | Kota di Etiopia (6) |
| GONDIA | Kota di India (6) |
| GONDOK | Gemuk pendek (tentang badan, leher, barang); penyakit bengkak pada leher depan karena kelenjar yang menjadi besar; beguk; mendongkol; marah yang tertahan (6) |
| GONDOL | Bawa dengan mulut (6) |
| GONGGO | Laba-laba (6) |
| GONGJU | Kota di Korea Selatan (6) |
| GONGYO | Doa; ibadat (Agama Buddha) (6) |
| GONJAK | Cemooh (6) |
| GONORE | Penyakit kelamin yang mudah menular akibat peradangan yang disebabkan oleh bakteri gonokokus; penyakit kencing nanah (Gonorrhea) (6) |
| GONTAI | Lambat (dari yang lain); perlahan-lahan dan agak terhuyung-huyung (karena lemah dan sebagainya); lembam (6) |
| GONTOK | Bergontok; berkelahi; tinju-meninju; berselisih; bertengkar (kiasan) (6) |
| GONYEH | Menggonyeh; mengunyah-ngunyah seperti orang yang tidak bergigi (6) |
| GONYEL | Menggonyel; menekan-nekan atau memijit-mijit perlahan-lahan (pada orang sakit); menggonyeh; menggigit-gigit puting susu (tentang bayi) (6) |
| GONYOH | Gosok (6) |
| GOPHER | Semacam tikus tanah; menggali (Inggris) (6) |
| GORDEN | Kain penutup jendela, pintu, dan sebagainya; tirai (6) |
| GORENG | Masak dengan minyak (6) |
| GORGAN | Kota di Iran (6) |
| GORGET | Kain sutra krep yang ringan dan tipis, biasanya digunakan sebagai lapisan luar pada gaun (Tata Busana) (6) |
| GORILA | Primata terbesar yang berasal dari Afrika, tidak memiliki ekor, berkulit hitam, bermoncong pendek, berlubang hidung besar, serta memiliki mata dan telinga yang kecil (Gorilla spp.) (6) |
| GOSABA | Kota di India (6) |
| GOSALI | Tempat membuat gamelan, khususnya gamelan perunggu (Sunda) (6) |
| GOSONG | Timbunan pasir di muara sungai atau tepi laut; beting; hangus (6) |
| GOSPEL | Nyanyian atau lagu gerejawi (6) |
| GOTONG | Bawa bersama-sama; bayar utang mendiang secara bersama-sama (6) |
| GOTROK | Kereta api kecil (untuk mengangkut tebu dan sebagainya); lori (Jawa) (6) |
| GOYANG | Bergerak berayun-ayun; selalu berubah; goncang (tentang keadaan) (kiasan) (6) |
| GRABAG | Ikan laut atau payau, warna hitam keperakan, panjang mencapai 90 cm, berat 7 kg, hidup di dasar dan kolom perairan tropis dengan kedalaman 10–40 m, tersebar di perairan Afrika Timur, termasuk Madagaskar, ke arah Timur sampai Laut Cina Selatan dan Queensland, Australia; grabak (Otolithes ruber) (6) |
| GRABAK | Ikan laut atau payau, warna hitam keperakan, panjang mencapai 90 cm, berat 7 kg, hidup di dasar dan kolom perairan tropis dengan kedalaman 10–40 m, tersebar di perairan Afrika Timur, termasuk Madagaskar, ke arah Timur sampai Laut Cina Selatan dan Queensland, Australia; grabag (Otolithes ruber) (6) |
| GRABEN | Hasil dari patahan pada kulit bumi yang mengalami depresi dan terletak di antara dua bagian yang lebih tinggi (6) |
| GRACIA | Rahmat (Spanyol); kota di Spanyol (6) |
| GRAFEM | Satuan terkecil sebagai pembeda dalam sebuah sistem aksara (Linguistik) (6) |
| GRAFID | Hamil (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| GRAFIK | Lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar (tentang turun naiknya hasil, statistik, dan sebagainya); penyajian informasi dalam bentuk gambar, bukan dalam bentuk teks (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| GRAFIS | Bersifat graf; bersifat huruf; dilambangkan dengan huruf; bersifat matematika, statistika, dan sebagainya dalam wujud titik-titik, garis-garis, atau bidang-bidang yang secara visual dapat menjelaskan hubungan yang ingin disajikan secara terbaik; tentang penyajian hasil penghitungan; bersifat grafik (6) |
| GRAFIT | Barang tambang yang rupanya seperti arang batu (untuk pensil dan sebagainya) (6) |
| GRANAT | Senjata peledak yang dilemparkan (biasanya sebesar kepalan tangan) (6) |
| GRANBY | Kota di Kanada (6) |
| GRANIT | Batuan keras yang keputih-putihan (6) |
| GRATAK | Tidak dapat membiarkan sendiri (tentang anak kecil) (6) |
| GRATIN | Hidangan khas Prancis seperti kentang atau brokoli yang diberi remah roti dan keju leleh, kemudian dipanggang hingga berwarna kecokelatan (6) |
| GRATIS | Cuma-cuma (tidak dipungut bayaran) (6) |
| GRAVEL | Kerikil; campuran pasir dan tumbukan batu merah (tentang lapangan tenis) (6) |
| GRAVER | Alat berbentuk jarum untuk mengukir benda logam, tanduk, dan sebagainya; orang yang pekerjaannya mengukir; juru ukir; pengukir (6) |
| GRECOK | Mengganggu; mengacaukan (6) |
| GREGES | Meriang (6) |
| GREHON | Jenis anjing yang tinggi dan langsing (biasanya dipakai untuk pacuan) (6) |
| GRELIN | Hormon yang berperan dalam peningkatan nafsu makan sehingga membuat seseorang merasa lapar (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| GREMIO | Klub sepak bola di Brasil yang berbasis di Porto Alegre, ibu kota negara bagian Rio Grande do Sul di Brasil (6) |
| GRENEK | Nada hias atau ornamentasi yang diungkapkan secara spontan oleh penyanyi dan pemusik hingga menambah keindahan pada lagu yang didendangkan (Musik/Melayu Riau) (6) |
| GRESIK | Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Pudak; ibu kota Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur; ragam hias batik Cirebon berupa bentuk sisik binatang (Sunda) (6) |
| GRESSI | Suku bangsa yang mendiami daerah sebelah barat Danau Sentani di Papua (6) |
| GRIPIR | Pejabat kantor sekretariat pengadilan yang bertugas pada bagian administrasi pengadilan, membuat berita acara persidangan, dan tindakan administrasi yang lain; penulis; sekretaris (dalam perkumpulan, organisasi); panitera (6) |
| GROMET | Mata itik (6) |
| GROSIR | Pedagang yang menjual barang dalam jumlah besar (6) |
| GUAIBA | Kota di Brasil (6) |
| GUBANG | Perahu layar (pada suku Orang Laut di Riau); takik-takik pada pohon untuk tumpuan memanjat (6) |
| GUBKIN | Kota di Rusia (6) |
| GUBRIS | Peduli (6) |
| GUBYAG | Tradisi menangkap ikan secara massal di danau atau di sungai besar pada waktu tertentu dan dihadiri para pembesar (Sunda) (6) |
| GUDANG | Rumah atau bangsal tempat menyimpan barang-barang (6) |
| GUDERI | Permadani halus (6) |
| GUELMA | Kota di Aljazair (6) |
| GUELPH | Kota di Kanada (6) |
| GUFASA | Pohon dengan tinggi mencapai 40 m, daun bersilang, susunan bunga terminal, berkelamin ganda, buah berdaging berbentuk bulat hingga lonjong (Vitex cofassus) (Botani) (6) |
| GUIDER | Kota di Kamerun (6) |
| GUIGUE | Kota di Venezuela (6) |
| GUILIN | Kota di Cina (6) |
| GUINEA | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Konakri (6) |
| GUIREN | Kota di Cina (6) |
| GUJRAT | Kota di Pakistan (6) |
| GUKOVO | Kota di Rusia (6) |
| GULALI | Penganan yang dibuat dari air gula yang kental; harum manis; permen kapas (6) |
| GULANA | Letih; lesu; layu (6) |
| GULIGA | Batu yang terdapat di tubuh binatang (ular, landak, dan sebagainya) yang mempunyai khasiat untuk menawarkan bisa dan sebagainya (6) |
| GULING | Bantal yang bentuknya bulat panjang; gulung berbolak-balik; gerak benda pada suatu permukaan secara translasi dan rotasi sekaligus (Fisika); masakan (berupa kambing dan sebagainya) yang dipanggang sepenuhnya (6) |
| GULITA | Gelap; pekat; penglihatan di darat yang sangat terbatas jaraknya, atau jarak penglihatan yang sama dengan nol (Perhubungan) (6) |
| GULUNG | Benda yang berlembar-lembar atau berutas-utas yang dilipat menjadi berbentuk bulat; kata penggolong untuk benda berlembar-lembar atau berutas yang dilipat menjadi bulat (6) |
| GUMBAR | Hati batang enau (nipah dan sebagainya) (6) |
| GUMBUK | Bujuk (6) |
| GUMPAL | Bongkah (tanah, tanah liat, dan sebagainya); kepal atau bagian yang keras; kental (tentang darah, adonan, dan sebagainya); sesuatu yang berkepal-kepal; kelompok awan (asap dan sebagainya) (6) |
| GUMPIL | Gumpal (kecil) dari tanah (Jawa) (6) |
| GUNDAH | Sedih; bimbang; gelisah (6) |
| GUNDAL | Tanda berupa simpul pada tali, coretan, takik untuk catatan penghitungan (barang, pekerjaan, dan sebagainya); abdi; pengikut; kaki tangan (Melayu Jakarta) (6) |
| GUNDAR | Sikat pakaian dan sebagainya (Minangkabau) (6) |
| GUNDIK | Istri tidak resmi; selir; perempuan piaraan (bini gelap) (6) |
| GUNDUK | Tumpuk kecil (tanah, sampah, daging, dan sebagainya) (6) |
| GUNDUL | Tidak berambut (tentang kepala); botak; tidak ditumbuhi bulu atau bulu-bulunya telah rontok (tentang binatang); tidak ditumbuhi tanaman (tentang daerah, tanah); tidak berdaun (tentang pohon) (6) |
| GUNJAI | Jumbai; rumbai-rumbai (perhiasan tajuk dan sebagainya); gunci (6) |
| GUNJIK | Ujung-ujung rambut yang menyatu dan mencuat melewati batas cukuran di belakang leher (umumnya terlihat pada laki-laki) (Madura) (6) |
| GUNRIT | Jenis beton berkekuatan tinggi yang dicor dengan udara tekan (Teknik) (6) |
| GUNSAN | Kota di Korea Selatan (6) |
| GUNTAK | Tiruan bunyi “kelotak-kelotak” seperti bunyi biji di dalam buah kering yang dikocak (6) |
| GUNTIL | Pundi-pundi kecil (6) |
| GUNTUR | Suara menggelegar di udara (disebabkan oleh halilintar); guruh; geluduk; gunung berapi dengan ketinggian 2249 mdpl, terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat; kota di India (6) |
| GUNUNG | Bukit yang sangat besar dan tinggi (biasanya tingginya lebih dari 600 m) (6) |
| GUNYAM | Suara omongan yang tertahan di dalam mulut; gumam; gerunyam (6) |
| GUPUNG | Pendek sekali atau hampir tak berambut (tentang rambut perempuan) (Gayo) (6) |
| GURAME | Gurami (6) |
| GURAMI | Ikan yang hidup di ekosistem perairan tawar dan payau, ukurannya dapat mencapai 70 cm, tubuhnya pipih membulat, bersisik, sirip perut membentuk filamen yang sangat panjang, pada ikan muda terdapat 8—10 garis vertikal, warna ikan dewasa abu kehitaman, tersebar di Asia (Osphronemus gouramy) (6) |
| GURDAN | Ringgit (6) |
| GURISI | Kota di Korea Selatan (6) |
| GURITA | Hewan laut, termasuk golongan hewan lunak (Moluska), umur mencapai 6 bulan sampai 5 tahun; kain pembalut dada atau perut yang memiliki tali-tali pengikat atau perekat, biasanya digunakan oleh bayi atau ibu yang baru melahirkan (6) |
| GURJEM | Buah pohon beringin (Madura) (6) |
| GURUNG | Galah yang berceracah melingkar pada ujungnya untuk memetik buah agar tidak jatuh (6) |
| GURUPI | Kota di Brasil (6) |
| GUSGAS | Gugus tugas (akronim) (6) |
| GUSPAN | Gugus depan (akronim) (6) |
| GUSPUR | Gugus tempur (akronim) (6) |
| GUSREK | Menggusrek; menggerakkan (tangan) ke atas ke bawah berkali-kali seperti menghapus (6) |
| GUTASI | Pengeluaran tetesan air dari permukaan tumbuhan (biasanya dari daun) tanpa terjadi pelukaan (6) |
| GUTRAH | Kain penutup kepala khas Arab (6) |
| GUYANA | Negara yang terletak di Amerika Selatan, beribu kota Georgetown (6) |
| GUYANG | Memandikan hewan; mencuci kendaraan (6) |
| GUYONG | Kota di Filipina (6) |
| GUYUNG | Kulit pohon sagu (Melayu Kep. Riau) (6) |
| GWADAR | Kota di Pakistan (6) |
| GYUMRI | Kota di Armenia (6) |
| HABAIB | Para habib (Arab) (6) |
| HABANI | Adat perkawinan suku Belu di Timor, pihak suami tidak membayar maskawin secara penuh dan akibatnya suami harus tinggal di lingkungan pihak istri dan anak-anaknya menjadi bagian dari keluarga istri (6) |
| HABIBI | Kekasihku; kesayanganku (Arab) (6) |
| HABLUK | Belang (tentang kuda) (6) |
| HABLUN | Tali (Arab); hubungan (Arab) (6) |
| HABLUR | Benda keras yang bening seperti kaca; kristal; bentuk padat yang homogen dan bersudut dari suatu zat (Kimia); sesuatu yang tampak bening berkilau (tentang mata); bersinar-sinar (kiasan) (6) |
| HABSYI | Negeri Etiopia; orang Afrika (6) |
| HABUAN | Banyaknya makanan untuk tiap orang; porsi; bagian; abuan (6) |
| HABUNG | Keranjang (biasanya terbuat dari rotan) untuk wadah gabah dan sebagainya, dapat memuat kurang lebih 40–45 kg (6) |
| HADANO | Kota di Jepang (6) |
| HADERA | Kota di Israel (6) |
| HADIAH | Pemberian (kenang-kenangan, penghargaan, penghormatan); ganjaran (karena memenangi suatu perlombaan); tanda kenang-kenangan (tentang perpisahan); cendera mata (6) |
| HADONG | Kota di Vietnam (6) |
| HADRAH | Repertoar lagu kasidah yang dilakukan oleh kaum laki-laki dengan diiringi rebana bersimbal sambil ditarikan (Madura) (6) |
| HADRON | Zarah elementer yang mempunyai interaksi kuat (Fisika) (6) |
| HAFLAH | Perayaan (Arab) (6) |
| HAFOLI | Adat perkawinan suku Belu di Timor, pihak laki-laki harus menyerahkan maskawin yang jumlahnya telah ditentukan menurut kedudukan sosial kedua belah pihak; maskawin dalam adat suku Belu di daerah Timor (6) |
| HAILAI | Olahraga yang berasal dari Spanyol, menggunakan bola sebesar bola tenis, dimainkan dalam ruangan tertutup oleh dua regu yang memukulkan bola ke tembok dengan pemukul khusus sehingga lawannya tidak dapat mengembalikannya (6) |
| HAILAR | Kota di Cina (6) |
| HAILIN | Kota di Cina (6) |
| HAILUN | Kota di Cina (6) |
| HAIMEN | Kota di Cina (6) |
| HAINAN | Provinsi di Cina (6) |
| HAKAIK | Segala kebenaran (Arab) (6) |
| HAKIKI | Benar; sebenarnya; sesungguhnya (6) |
| HAKPEN | Jarum rajut (6) |
| HAKUJI | Hak untuk menguji materi undang-undang atau rancangan undang-undang (Hukum) (6) |
| HALAIK | Penyembah berhala; orang yang tidak menganut agama (6) |
| HALANG | Rintang, lintang (6) |
| HALASA | Kotak penyimpanan padi berukuran besar untuk jangka waktu satu tahun (Nias) (6) |
| HALDAP | Sesak napas karena batuk (Melayu Medan) (6) |
| HALDIA | Kota di India (6) |
| HALIDA | Ion halogen yang bermuatan negatif (Kimia) (6) |
| HALIFA | Pemimpin pada upacara tikam dabus (Kur) (6) |
| HALKAH | Halakah; gelang (kaki); gelang-gelang pintu; gelang-gelang untuk sasaran menombak dan sebagainya (6) |
| HALONG | Teluk di sebelah utara Vietnam; kota di Vietnam (6) |
| HALTER | Alat olahraga angkat besi berupa batang besi yang pada kedua ujungnya diberi besi pemberat dengan ukuran berat tertentu; barbel; pakaian (atasan) tanpa lengan dengan tali atau pita dari dada melilit leher, membiarkan leher terbuka (Tata Busana); pakaian dengan potongan leher bentuk V yang tercipta dari bagian depan baju yang saling tumpang, diteruskan ke belakang mengitari leher, membiarkan bahu dan punggung terbuka (Tata Busana); tali (biasanya dari kulit) yang dipasang pada kepala kuda agar penunggang mudah mengendalikan kuda (6) |
| HALUAN | Bagian perahu (kapal) yang sebelah muka; yang terdahulu atau terdepan; arah; tujuan; pedoman (tentang ajaran dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| HALUJA | Memukul-mukul air laut dengan tangan saat berlayar agar ikan mendekat ke perahu (Tobelo) (6) |
| HALWAN | Kota di Mesir (6) |
| HAMADA | Gurun dengan permukaan batu-batuan yang sudah gundul akibat deflasi; ... Asahi, vokalis grup idol K-Pop pria TREASURE yang berasal dari Osaka, Jepang (6) |
| HAMBAR | Tidak ada rasanya; tawar; kurang bergairah (bersemangat) (kiasan) (6) |
| HAMDEN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| HAMELN | Kota di Jerman (6) |
| HAMLET | Drama tragedi yang ditulis William Shakespeare (6) |
| HAMPAL | Ikan air tawar dengan garis hitam melintang di bawah sirip punggung, hidup di dasar perairan tropis Asia, tersebar di perairan Sungai Mekong, Chao Phraya, Semenanjung Malaya, dan Indonesia; langkung; barau-barau; sebarau (Hampala macrolepidota) (6) |
| HAMPAR | Bentang; buka lebar-lebar (6) |
| HAMPER | Parsel (6) |
| HAMPIR | Kurang sedikit; nyaris; tidak lama lagi; dekat (pada, dengan); menjelang; diulang: hampir saja; kurang sedikit (6) |
| HAMULA | Kelompok kekerabatan dalam masyarakat keturunan Arab (6) |
| HAMZAH | Huruf ke-28 abjad Arab (6) |
| HANAFI | Mazhab ilmu fikih yang dipelopori oleh Imam Abu Hanifah dengan sumber hukum Al-Qur'an, sunah Nabi, fatwa sahabat Nabi, istihsan, dan adat (6) |
| HANAMI | Tradisi masyarakat Jepang untuk menyambut atau menikmati keindahan bunga sakura (musim semi), biasanya dilakukan dengan bertamasya, makan bersama keluarga atau kerabat di sekitar pohon sakura (Jepang) (6) |
| HANBOK | Baju tradisional Korea berupa atasan berlengan panjang menyerupai jaket berkerah V yang diikat pita dan dipadukan dengan rok panjang berpinggang tinggi dan berpotongan lebar di bagian bawah bagi perempuan atau celana longgar panjang bagi pria, biasa digunakan pada acara formal seperti pernikahan dan upacara kematian atau hari peringatan nasional (Korea) (6) |
| HANCUR | Pecah menjadi kecil-kecil; remuk; keremus; tidak tampak lagi wujudnya; luluh; larut; rusak; binasa (kiasan); sangat sedih (tentang hati) (kiasan) (6) |
| HANDAI | Kawan; teman (6) |
| HANDAN | Kota di Cina (6) |
| HANDEL | Bagian dari suatu objek yang digunakan untuk memegang atau membawa objek tersebut (6) |
| HANDUK | Kain yang mudah menyerap air sebagai penyeka badan; tuala (6) |
| HANEDA | Bandara internasional di Jepang (6) |
| HANGAT | Agak panas; sedikit lebih daripada timbangan (bobot) yang sebenarnya; gembira; genting; tegang; baru saja terjadi; masih baru (tentang peristiwa, kabar) (6) |
| HANGER | Gantungan baju (6) |
| HANGIT | Bau seperti bau kerak terbakar; sangit (6) |
| HANGUL | Rasa makanan yang mengandung terlalu banyak kunyit (Melayu Riau) (6) |
| HANGUS | Terbakar sampai menjadi hitam; gosong; terbakar sampai habis; batal (kiasan) (6) |
| HANKAM | Pertahanan dan keamanan (akronim) (6) |
| HANSIP | Pertahanan sipil (akronim) (6) |
| HANSOP | Baju longgar terusan, dipakaikan kepada anak-anak sebagai baju tidur (6) |
| HANTAI | Pohon yang kayunya baik untuk dipakai sebagai bahan bangunan rumah (6) |
| HANTAM | Pukul; tinju (6) |
| HANTAP | Pohon, tinggi mencapai 35 m, kayunya digunakan untuk membuat peti kemas, biji buahnya diperdagangkan sebagai jamu (Sterculia macrophylla) (6) |
| HANTAR | Meletakkan dengan sembarang letak; menyalurkan (6) |
| HANTIR | Menggunakan (dengan tangan) (6) |
| HANWIL | Pertahanan wilayah (akronim) (6) |
| HANYUT | Terbawa oleh arus (banjir, ombak, dan sebagainya); terbawa mengalir; habis; hilang; lenyap; terharu (kiasan); terlalu asyik (kiasan); pergi jauh-jauh; mengembara (kiasan); berhanyut (kiasan) (6) |
| HAPANG | Anak bayi yang belum diberi nama (Bahau) (6) |
| HAPTIK | Berkenaan dengan indra peraba (6) |
| HARAPU | Papan yang dihiasi tanduk kerbau yang berkhasiat magis (Kulawi); tempat saji-sajian sirih pinang (Kulawi) (6) |
| HARARE | Ibu kota Zimbabwe (6) |
| HARATU | Bunyi gong sebagai penanda ada warga yang meninggal (Dayak) (6) |
| HARAUN | Flek hitam di wajah (6) |
| HARBIN | Kota di Cina (6) |
| HARDIK | Perkataan yang keras (untuk memarahi dan sebagainya); bentakan (6) |
| HARDOI | Kota di India (6) |
| HARFAN | Ikan yang hidup di ekosistem perairan tawar dan payau, ukurannya dapat mencapai 25 cm, tubuhnya pipih agak membulat dan bersisik keras, warnanya hijau kekuningan, tersebar luas di perairan Indonesia, India, dan Cina; bato; betik; papuyu; betok (Anabas testudineus) (6) |
| HARIAN | Setiap hari; surat kabar atau koran yang terbit tiap hari (6) |
| HARIES | Hari dengan suhu maksimum lebih rendah daripada 0°C (6) |
| HARING | Jebak; jerat; berbau seperti air kencing; pesing; ikan laut atau payau, panjang mencapai 45 cm, berat 1,05 kg, umur mencapai 22 tahun, berbadan bulat agak panjang, hidup berkelompok di Lautan Atlantik dan sekitarnya dengan kedalaman 0–364 m (Clupea harengus) (6) |
| HARINI | Hari ini (6) |
| HARKAT | Derajat (kemuliaan dan sebagainya); taraf; mutu; nilai; harga; tenaga; kekuatan; gerak(an) (6) |
| HARLAH | Hari lahir (akronim) (6) |
| HARLEM | Kota di Amerika Serikat (6) |
| HARLOW | Kota di Inggris (6) |
| HARNAL | Tusuk konde (6) |
| HARNET | Rajut untuk menahan rambut, pembungkus sanggul, dan sebagainya agar tetap rapi (6) |
| HARPIS | Orang yang ahli memainkan harpa; pemain harpa (6) |
| HARPUN | Tombak untuk berburu ikan besar atau paus; meriam dengan peluru baja, ujungnya menyerupai ujung anak panah yang diberi tali, untuk berburu atau menangkap ikan besar atau paus (6) |
| HARSIN | Kota di Iran (6) |
| HARTAL | Bedak kuning dari berangan yang dicampur belerang, dipakai untuk bahan obat (boreh dan sebagainya), lulur pengantin, dan pemain wayang orang; pemogokan umum (salah satu cara perjuangan Mahatma Gandhi melawan Inggris di India sebelum kemerdekaan); warna kuning biasa seperti warna bijih besi (6) |
| HARTIB | Pemeliharaan ketertiban (akronim) (6) |
| HARUAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; kocelan; kapuran; aruan; gabus (Channa striata) (6) |
| HASAPI | Alat musik petik bersenar dua yang memiliki lubang resonantor di bagian belakang (Batak) (6) |
| HASRAT | Keinginan (harapan) yang kuat (6) |
| HASSAN | Kota di India (6) |
| HASUDA | Kota di Jepang (6) |
| HASYIS | Damar pekat, diperoleh dari tudung bunga betina tanaman Cannabis sativa, yang kalau diisap, dikunyah, atau diminum mengakibatkan mabuk (6) |
| HATURI | Sabut kelapa (Hitu) (6) |
| HATYAI | Kota di Thailand (6) |
| HAUDAH | Kemah di atas punggung gajah; tempat orang duduk yang bertenda di atas punggung gajah (Arab) (6) |
| HAVANA | Ibu kota Kuba (6) |
| HAVERI | Kota di India (6) |
| HAWAII | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Honolulu (6) |
| HAWARA | Padi yang cepat tumbuh (Sunda) (6) |
| HAWARI | Sahabat Nabi Isa a.s.; sahabat yang tulus (6) |
| HAWIAH | Neraka tingkat ketujuh (Arab) (6) |
| HAWKER | Pedagang kecil (Inggris) (6) |
| HAYATI | Mengenai hidup; berhubungan dengan hidup (6) |
| HEBRAS | Tumbuhan hias berbatang basah, berbunga bongkal tunggal pada ujung tangkainya berbentuk bunga pita berwarna kuning, merah atau merah jambu; gerbera (Gerbera jamesonii) (6) |
| HEBRON | Kota di Palestina (6) |
| HECTIC | Sangat sibuk (Inggris) (6) |
| HEGANG | Kota di Cina (6) |
| HELENA | Ibu kota negara bagian Montana, Amerika Serikat (6) |
| HELIUM | Gas lamban yang terdapat dalam udara, gas bumi, dan mineral radioaktif; unsur kimia nonlogam gas mulia dengan nomor atom 2, berlambang He, dan bobot atom 4,003 u (6) |
| HELMET | Helm (Inggris) (6) |
| HELONG | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; kota di Cina (6) |
| HEMBAK | Maskawin dalam jumlah besar yang harus dibayar karena melarikan gadis untuk dinikahi (Bali) (6) |
| HEMIAN | Ekor pari (Kei) (6) |
| HEMPAP | Menindih (6) |
| HEMPAS | Mencampak; membanting; menjatuhkan diri; memukul pada (tentang ombak) (6) |
| HENDAK | Mau; akan; bermaksud akan (6) |
| HENDEL | Tangkai; pegangan; mengambil alih; mengendalikan (6) |
| HENGIT | Selalu menderita sakit; merana (6) |
| HENING | Jernih; bening; bersih; diam; sunyi; sepi; lengang (6) |
| HENTAI | Komik, animasi, atau gim komputer khas Jepang yang berisi pornografi (Jepang); berkaitan dengan atau berisi pornografi (Jepang) (6) |
| HENTAR | Iman (dalam agama Kristen) (6) |
| HERBAL | Hal-hal yang berkaitan dengan herba (6) |
| HERDER | Anjing ras gembala dari Jerman, berbadan besar, dan mempunyai kemampuan untuk dilatih sebagai penjaga rumah, pelacak, dan sebagainya (Canis lupus familiaris) (6) |
| HERESI | Bidah yang menentang ajaran resmi gereja (6) |
| HERING | Burung pemakan bangkai dengan kepala dan leher gundul, paruh kuat, serta cakar lemah; ering (Gyps indicus nudiceps) atau (Torgos calvus) atau (Pseudogips bengalensis) (6) |
| HERMES | Dewa pengantar pesan, dewa penunjuk jalan, dewa pelindung para petualang, dan dewa penuntun arwah dalam mitologi Yunani (6) |
| HERNIA | Menonjolnya suatu alat tubuh atau jaringan ke permukaan tubuh atau ke rongga lain melalui lubang atau saluran abnormal; burut (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| HEROIK | Bersifat pahlawan (6) |
| HEROIN | Bubuk kristal putih yang dihasilkan dari morfin; jenis narkotik yang amat kuat sifat mencandukannya (memabukkannya) (C21H23O5N) (6) |
| HERPES | Ruam kulit disebabkan oleh virus, ditandai dengan gelembung-gelembung kecil berisi getah bening, letaknya berkumpul-kumpul, serta lekas kering (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| HERTEN | Kota di Jerman (6) |
| HETERO | Bentuk terikat berbeda; beraneka atau yang bersifat lain; bentuk terikat menunjuk pada ketidaksamaan (6) |
| HEWANI | Bersifat hewan; terdiri atas atau dibuat dari hewan atau bagian tubuh hewan (daging, susu, dan sebagainya) (6) |
| HEYUAN | Kota di Cina (6) |
| HIALIN | Mirip kaca; benda mirip kaca (6) |
| HIALIT | Jenis batu opal yang tidak berwarna (Geografi dan Geologi) (6) |
| HIASAN | Barang yang dipakai untuk menghiasi sesuatu; hasil menghias (6) |
| HIATUS | Peralihan di antara dua monoftong yang berdampingan, yang membentuk dua suku yang berurutan tanpa jeda atau konsonan antara (Linguistik) (6) |
| HIDANG | Menghidangkan; menyuguhkan (tentang makanan, minuman, dan sebagainya) kepada orang lain; menyajikan; menyediakan ; suguh; saji (6) |
| HIDRAN | Alat pemadam kebakaran yang dipasang permanen, dilengkapi selang untuk mengalirkan air yang bertekanan tinggi secara terus-menerus (6) |
| HIDRAT | Zat yang dibentuk oleh ikatan kimia suatu senyawa dengan satu atau lebih molekul air, yang jumlah molekul airnya khas bagi tiap zat (2CaSO4.H2O) (Kimia) (6) |
| HIDRIK | Lingkungan atau habitat yang basah (6) |
| HIJIKI | Sayuran berwarna cokelat yang tumbuh liar di garis pantai berbatu di Jepang, Korea, dan Cina (Sargassum fusiforme) (Botani) (6) |
| HIJRAH | Perpindahan Nabi Muhammad saw. bersama sebagian pengikutnya dari Makkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy; berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya); perubahan (sikap, tingkah laku, dan sebagainya) ke arah yang lebih baik (6) |
| HIKMAH | Kebijaksanaan (dari Allah Swt.); sakti; kesaktian; arti atau makna yang dalam; makna yang terkandung di balik suatu peristiwa; manfaat (6) |
| HIKMAT | Kebijakan; kearifan; kesaktian (kekuatan gaib) (6) |
| HIKONE | Kota di Jepang (6) |
| HILANG | Tidak ada lagi; lenyap; tidak kelihatan; tidak ada lagi perasaan (seperti marah, jengkel, suka, duka), kepercayaan, pertimbangan, dan sebagainya; tidak dikenang lagi; tidak diingat lagi; lenyap; tidak ada, tidak kedengaran lagi (tentang suara, bunyi, dan sebagainya); meninggal (6) |
| HILDEN | Kota di Jerman (6) |
| HIMEJI | Kota di Jepang (6) |
| HIMLAO | Perkawinan yang dilakukan dengan prosedur peminangan yang dianggap ideal dalam tradisi suku Rana, Maluku, dengan penyerahan mahar dari pihak lelaki kepada calon mempelai perempuan yang jumlahnya telah disepakati oleh kedua belah pihak (6) |
| HIMPUN | Menghimpun; mengumpulkan (6) |
| HIMUDU | Pertanda yang menunjukkan bahwa seseorang tidak lama lagi akan meninggal (Gorontalo) (6) |
| HINAAN | Cercaan; nistaan (6) |
| HINDAR | Pergi (menjauh) (6) |
| HINDIA | Samudra terbesar ketiga di dunia, meliputi sekitar 20% permukaan air di bumi (6) |
| HINGGA | Batas penghabisan; batas; sampai; sampai menjadi (atau sampai pada keadaan ...) (6) |
| HINGGI | Kain tenun ikat, panjangnya sekitar dua meter, dipakai sebagai selendang, selimut, dan sebagainya, hanya dikenakan oleh kaum pria (Sabu) (6) |
| HINTUK | Cara pengobatan dengan menarik sebagian rambut hingga berbunyi untuk menghilangkan sakit kepala (Banjar) (6) |
| HINYAI | Berminyak (Sunda) (6) |
| HIOSIN | Alkaloid bersifat racun yang digunakan untuk obat hipnosis dan penekan saraf (Kimia) (6) |
| HIPHOP | Mode yang menjadi bagian dari budaya pop yang sangat berpengaruh dan mendunia, berawal dari para joki yang muncul di acara MTV era 80-an, mode hiphop cepat sekali bergonta-ganti, di antaranya celana komprang dengan bretel, baju kaus warna-warni, perhiasan serba berat dan mencolok, dan sebagainya (Kesenian); jenis musik yang biasanya didasarkan pada musik rap dengan jenis musik lain seperti blues (Musik) (6) |
| HIPPIE | Anak muda yang menolak norma-norma yang lazim, menganjurkan cara hidup tanpa kekerasan dan biasanya memakai obat-obat bius (ungkapan/Inggris); anak muda berambut panjang tidak teratur yang berpakaian ganjil (ungkapan/Inggris) (6) |
| HISTON | Protein yang larut dalam air, tetapi tidak larut dalam amonia encer (6) |
| HITUNG | Membilang (menjumlahkan, mengurangi, membagi, memperbanyakkan, dan sebagainya) (6) |
| HIWANG | Teks puisi yang berisi kesedihan (tangisan) dalam tradisi tulis Lampung (Filologi) (6) |
| HOBART | Ibu kota negara bagian Tasmania, Australia (6) |
| HOBIIS | Pehobi (6) |
| HOHHOT | Kota di Cina (6) |
| HOISEM | Makanan khas Cina Bangka berupa sejenis cacing laut yang besar, dimasak sebagai campuran sup (6) |
| HOKIES | Hoki yang dimainkan di atas lapangan es (6) |
| HOMILI | Khotbah yang berkaitan dengan isi kitab suci (6) |
| HONCHO | Kota di Jepang (6) |
| HONCOE | Pipa lengkung untuk mengisap tembakau yang salah satu ujungnya berbentuk cawan sebagai tempat tembakau yang akan disulut; cangklong (6) |
| HOOVER | Kota di Amerika Serikat (6) |
| HOPANA | Senyawa pentasiklik yang diperkirakan berasal dari bakteri, digunakan sebagai penanda proses yang berkaitan dengan lingkungan pengendapan dan kematangan (Kimia) (6) |
| HOPYES | Gula-gula (Belanda) (6) |
| HORMAT | Menghargai (takzim, khidmat, sopan); perbuatan yang menandakan rasa khidmat atau takzim (seperti menyembah, menunduk) (6) |
| HORMON | Zat yang dibentuk oleh bagian tubuh tertentu (misalnya kelenjar gondok) dalam jumlah kecil dan dibawa ke jaringan tubuh lain serta mempunyai pengaruh khas (merangsang dan menggiatkan kerja alat-alat tubuh) (6) |
| HORMUZ | Selat yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman (6) |
| HOSKUT | Gaun panjang dan longgar untuk dipakai di rumah (6) |
| HOSPET | Kota di India (6) |
| HOSTEL | Tempat untuk menginap yang murah (biasanya mendapat bantuan pemerintah) bagi mahasiswa, karyawan yang sedang dalam pelatihan dan sebagainya; asrama (6) |
| HOSTES | Wanita yang pekerjaannya menerima, menjamu, dan menghibur tamu (di hotel, kelab malam, bar, dan sebagainya); pramuria (6) |
| HOTANG | Hot dog kentang (penganan yang dibuat dari sosis tusuk yang dibalut terigu, maizena, dan kentang berbentuk dadu lalu digoreng rendam, dapat disajikan dengan saus dan mayones) (akronim) (6) |
| HOTDOG | Roti berbentuk bulat panjang, diisi sosis goreng, dihidangkan dengan sayuran (seperti selada) dan saus tomat (Inggris) (6) |
| HRODNA | Kota di Belarusia (6) |
| HUACHO | Kota di Peru (6) |
| HUAHIN | Kota di Thailand (6) |
| HUAIAN | Kota di Cina (6) |
| HUAMBO | Kota di Angola (6) |
| HUANAN | Kota di Cina (6) |
| HUARAL | Kota di Peru (6) |
| HUARAZ | Kota di Peru (6) |
| HUAYIN | Kota di Cina (6) |
| HUBAYA | Diulang: kata penghubung untuk memperkuat (peringatan, larangan, dan sebagainya) sekali-kali; benar-benar (jangan ...); kata penghubung untuk mengeraskan harapan; mudah-mudahan; terlebih lagi; terutama (6) |
| HUBDAR | Perhubungan darat (akronim) (6) |
| HUBUNG | Sambung (6) |
| HUDHUD | Burung bermahkota (berjambul) (Arab) (6) |
| HUELVA | Kota di Spanyol (6) |
| HUERTH | Kota di Jerman (6) |
| HUESCA | Kota di Spanyol (6) |
| HUINAN | Kota di Cina (6) |
| HUJUNG | Bagian yang penghabisan (tentang sesuatu yang panjang seperti tongkat atau galah); ujung (6) |
| HUKAMA | Orang-orang cerdik pandai (Arab); bentuk jamak hakim (Arab) (6) |
| HULBAH | Terna tahunan, tumbuh tegak, tinggi 30–60 cm, daunnya berbentuk bundar telur, bunganya tunggal atau sepasang, keluar di ketiak daun, mahkotanya berwarna kuning terang, buahnya polong gundul, memanjang atau berbentuk lanset, berisi 10–20 biji (Trigonella foenum graecum) (Botani); biji dari hulbah, biasanya digunakan sebagai bumbu masakan dan pengobatan herbal (Botani) (6) |
| HUNCUE | Tepung kacang hijau; penganan yang dibuat dari tepung kacang hijau; hunkue (6) |
| HUNIAN | Tempat tinggal; kediaman (yang dihuni) (6) |
| HUNJAM | Menghunjam; menukik lurus-lurus ke bawah; masuk (menancap) lurus-lurus dan dalam (ke tanah dan sebagainya); telah mendalam benar (meresap dalam hati sanubari) (kiasan); menusuk hati atau perasaan (tentang perkataan) (kiasan) (6) |
| HUNKUE | Tepung kacang hijau; penganan yang dibuat dari tepung kacang hijau; huncue (6) |
| HURIAH | Kebebasan; kemerdekaan (Arab) (6) |
| HURUPA | Tuisan Arab yang telah disesuaikan dengan fonologi bahasa Bugis, Makassar (Filologi) (6) |
| HUTANG | Kota di Cina (6) |
| HUWALI | Ruangan dalam rumah adat yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, biasanya berjumlah sepuluh ruangan (Gorontalo) (6) |
| HUYTON | Kota di Inggris (6) |
| HUYUNG | Terhuyung; berjalan dan sebagainya bergoyang-goyang ke kiri kanan seperti orang mabuk (6) |
| HUZHOU | Kota di Cina (6) |
| HWASUN | Kota di Korea Selatan (6) |
| HWAWON | Kota di Korea Selatan (6) |
| HYERES | Kota di Prancis (6) |
| HYESAN | Kota di Korea Utara (6) |
| IAMBUS | Pertentangan bunyi keras (panjang) dan lunak (pendek) (Sastra) (6) |
| IBADAH | Perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah Swt., yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya; ibadat (6) |
| IBADAN | Kota di Nigeria (6) |
| IBADAT | Ibadah; segala usaha lahir dan batin sesuai dengan perintah Tuhan untuk mendapatkan kebahagiaan dan keseimbangan hidup, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat maupun terhadap alam semesta; upacara keagamaan (6) |
| IBAGUE | Kota di Kolumbia (6) |
| IBARAT | Perkataan atau cerita yang dipakai sebagai perumpamaan (perbandingan, lambang, kiasan); isi (maksud, ajaran)yg terkandung dalam suatu perumpamaan (cerita dan sebagainya); seumpama; perbandingan antara orang atau benda dan hal-hal yang lain dengan menggunakan kata-kata bagai, seperti (6) |
| IBARRA | Kota di Ekuador (6) |
| IBAYUH | Upacara adat bagi istri pertama apabila suaminya ingin menikah lagi (dalam masyarakat suku Dayak Maanyan) (6) |
| IBIDEM | Dalam karangan, buku, dan sebagainya yang sama; sama dengan yang sudah disebutkan di atas (6) |
| IBRANI | Bahasa yang dituturkan di Israel (6) |
| IBTIDA | Permulaan (Arab) (6) |
| IBUNDA | Kata sapaan kepada ibu (6) |
| ICARUS | Anak Daedalus, perajin ulung yang mendesain labirin Raja Minos dalam mitologi Yunani (6) |
| IDAAYU | Gelar atau kata sapaan kepada perempuan keturunan Brahmana (6) |
| IDAMAN | Sesuatu yang didambakan (diharapkan); cita-cita; hasrat (6) |
| IDANRE | Kota di Nigeria (6) |
| IDAPAN | Penyakit yang tidak lekas sembuh; selalu sakit-sakit (6) |
| IDARAH | Usaha mengatur dengan baik suatu organisasi, baik kecil maupun besar (6) |
| IDEASI | Proses penciptaan, pengembangan, dan pengorganisasian ide-ide (6) |
| IDIOSI | Taraf kecerdasan yang paling rendah; keadaan idiot; perbuatan yang bodoh (6) |
| IFRANE | Kota di Maroko (6) |
| IGAUAN | Perkataan yang keluar sewaktu tidur; perkataan yang bukan-bukan; omong kosong; ocehan (kiasan) (6) |
| IGBOHO | Kota di Nigeria (6) |
| IGUANA | Kadal berukuran besar yang hidup di Amerika, subkeluarga Iguaninae, pemakan tumbuhan, terdapat pinggiran bergerigi di sepanjang punggung dari kepala hingga ekor (6) |
| IGUATU | Kota di Brasil (6) |
| IHANAH | Penghinaan luar biasa yang ditimpakan kepada pendurhaka sebagai balasan terhadap perbuatannya (Arab) (6) |
| IHIALA | Kota di Nigeria (6) |
| IIZUKA | Kota di Jepang (6) |
| IJABAH | Hal meluluskan (doa dan sebagainya); perkenan menerima (doa dan sebagainya) (6) |
| IJAJIL | Setan (6) |
| IJAMBE | Upacara membakar tulang-belulang orang mati oleh suku Maanyan (6) |
| IJARAH | Perjanjian (kontrak) dalam hal upah-mengupah dan sewa-menyewa (Arab) (6) |
| IJAZAH | Surat tanda tamat belajar; sijil; izin yang diberikan oleh guru kepada muridnya untuk mengajarkan ilmu yang diperoleh si murid dari gurunya (6) |
| IKADIN | Ikatan Advokat Indonesia (akronim) (6) |
| IKALAN | Hasil (cara) mengikal; perbungaan uliran yang ruasnya pendek-pendek sehingga hampir tergelung (Botani) (6) |
| IKAMAH | Panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat (berjemaah) (Agama Islam) (6) |
| IKANAN | Yang menyerupai ikan; barang yang terjatuh atau tertinggal dalam sumur pada waktu pengeboran atau kerja ulang yang harus diambil atau dikeluarkan sebelum pekerjaan dapat dilanjutkan (Petrologi dan Migas) (6) |
| IKATAN | Yang diikat; cara mengikat; berkas; gabungan; susunan (hubungan) kata dan sebagainya; rangkaian; pertalian; perserikatan; perkumpulan; lambang untuk menyatakan jumlah serta ikatan valensi atom dalam rumus struktur (Kimia) (6) |
| IKHBAR | Penyampaian berita; pengabaran (6) |
| IKHLAS | Bersih hati; tulus hati (6) |
| IKHWAN | Saudara; teman (Arab); sebutan untuk laki-laki muslim (Arab) (6) |
| IKIRUN | Kota di Nigeria (6) |
| IKONIK | Berkaitan dengan gambar atau lambang yang langsung menimbulkan pertalian dengan benda yang dilambangkannya; ikonis (6) |
| IKONIS | Berkaitan dengan gambar atau lambang yang langsung menimbulkan pertalian dengan benda yang dilambangkannya; ikonik (6) |
| IKUTAN | Yang diikuti; yang dianut; yang mengikut; proses terseretnya zat alir yang terletak berdampingan dengan aliran (Fisika) (6) |
| ILAGAN | Kota di Filipina (6) |
| ILANUN | Bajak laut (banyak beraksi di Laut Cina Selatan dan Laut Sulu); lanun; perompak (6) |
| ILDUCE | Pemimpin (ungkapan/Italia) (6) |
| ILEGAL | Tidak legal; tidak menurut hukum; tidak sah (6) |
| ILHEUS | Kota di Brasil (6) |
| ILIGAN | Kota di Filipina (6) |
| ILMIAH | Bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan (6) |
| ILOILO | Kota di Filipina (6) |
| ILORIN | Kota di Nigeria (6) |
| ILUSIF | Hanya ada dalam angan-angan; bersifat khayal; bersifat memperdayakan atau menipu (6) |
| IMAMAH | Kepemimpinan (6) |
| IMAMAT | Imamah; sakramen pengangkatan seseorang menjadi uskup, imam, atau diakon, sehingga penerima sakramen ini dibaktikan sebagai citra Kristus (Agama Katolik) (6) |
| IMANEN | Berada dalam kesadaran atau dalam akal budi (pikiran) (6) |
| IMBANG | Setimbang; sebanding; sama (berat, derajat, ukuran, dan sebagainya); bimbang (6) |
| IMPALA | Jenis antelop di Afrika yang banyak menghuni daerah stepa di bagian selatan Gurun Sahara (6) |
| IMPASE | Kesulitan yang seolah-olah tidak terpecahkan; jalan buntu (6) |
| IMPHAL | Kota di India; ibu kota negara bagian Manipur, India (6) |
| IMPIAN | Barang yang diimpikan; barang yang sangat diinginkan (6) |
| IMPLAN | Materi yang secara buatan ditempelkan pada suatu makhluk (6) |
| IMPORT | Pemasukan barang dan sebagainya dari luar negeri (Inggris) (6) |
| IMPULS | Rangsangan atau gerak hati yang timbul dengan tiba-tiba untuk melakukan sesuatu tanpa pertimbangan; dorongan hati; hasil kali gaya yang bekerja pada suatu benda dan lamanya gaya itu bekerja (Fisika) (6) |
| INACTU | Dalam keadaan yang nyata (ungkapan/Latin) (6) |
| INASCA | Forum Bisnis Indonesia dengan Asia Selatan dan Asia Tengah, dari Indonesia - South & Central Asia Business Forum (singkatan/Inggris) |
| INAYAT | Pertolongan; pemeliharaan (biasanya dari Tuhan) (Arab) (6) |
| INCASU | Dalam hal ini; disingkat i.c. (ungkapan/Latin) (6) |
| INCIPU | Arang hitam dari butiran tungku atau jelaga yang dipakai untuk melukis badan penari (Awyu) (6) |
| INCRIT | Keluarkan sedikit-sedikit (tentang uang logam) (6) |
| INCUNG | Tulisan Kerinci, misalnya tulisan pada naskah Undang-Undang Tanjung Tanah (Filologi) (6) |
| INDANG | Nyiru yang berbentuk lonjong; sastra lisan Minangkabau di Padang Pariaman, dimainkan oleh kaum laki-laki yang terdiri atas tiga tim dengan jumlah masing-masing tim 9–15 orang (Minangkabau) (6) |
| INDEKS | Daftar kata atau istilah penting yang terdapat dalam buku cetakan (biasanya pada bagian akhir buku) tersusun menurut abjad yang memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan; daftar harga sekarang dibandingkan dengan harga sebelumnya menurut persentase untuk mengetahui turun naiknya harga barang; (artikel) daftar berita penting hari itu (dalam majalah, surat kabar) yang dimuat di halaman depan (Ilmu Komunikasi); rasio antara dua unsur kebahasaan tertentu yang mungkin menjadi ukuran suatu ciri tertentu; penunjuk (Linguistik) (6) |
| INDIAN | Penduduk asli Amerika (6) |
| INDIGO | Tumbuhan tropis, termasuk marga Indigofera, menghasilkan zat celup biru; warna ungu lembayung; zat celup warna biru tua yang diperoleh dari indigo; karakter manusia yang dicirikan dengan kecerdasan dan kemampuan spiritual yang tinggi, seperti dapat melihat masa depan, melakukan telepati, berkomunikasi dengan alam gaib, dan membaca pikiran (6) |
| INDING | Pandang penuh harap; hutan larangan yang diyakini masyarakat sebagai tempat berkumpulnya mahluk gaib (Melayu Belitung) (6) |
| INDIUM | Logam mulur abu-abu perak, ditemukan oleh Reich dan Richter pada tahun 1863; unsur kimia logam dengan nomor atom 49, berlambang In, dan memiliki bobot atom 144,82 u (6) |
| INDORE | Kota di India (6) |
| INDUNG | Emak; induk (6) |
| INEGOL | Kota di Turki (6) |
| INFIKS | Morfem yang disisipkan di tengah kata; sisipan (Linguistik) (6) |
| INFUSI | Penambahan sesuatu yang dibutuhkan atau bermanfaat (6) |
| INGKAH | Pindah; beranjak; bangkit (dari suatu tempat) (6) |
| INGKAR | Mengingkari; tidak mengaku; tidak membenarkan; menyangkal; memungkiri; menampik; tidak melaksanakan; tidak menepati; tidak mau; tidak menurut; (6) |
| INGKIR | Tarsius bermata besar, berambut cokelat kemerahan sampai dengan abu-abu tua, berekor panjang dan berambut pada ujungnya, serta berjari panjang dan memiliki bantalan pada ujungnya (Cephalopachus bancanus) (6) |
| INGSAR | Ingsut; geser (6) |
| INGSUT | Pindah (perlahan-lahan); geser (6) |
| INKASO | Penagihan kepada pihak yang wajib membayar (tertagih) berdasarkan warkat (cek, wesel, surat utang, dan sebagainya) untuk kepentingan dan atas risiko pihak yang mempunyai tagihan (Ekonomi dan Keuangan); upah bagi pemungut uang (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| INKRAH | Berkekuatan hukum tetap (Hukum) (6) |
| INKUES | Penyelidikan di peradilan umum untuk menentukan penyebab kematian seseorang (Hukum) (6) |
| INLOCO | Di tempat (ungkapan/Latin) (6) |
| INPRES | Instruksi presiden (akronim) (6) |
| INSANG | Alat untuk bernapas (pada ikan, udang, dan sebagainya) yang terdapat di kanan kiri kepala (6) |
| INSANI | Bersifat atau menyangkut manusia; kemanusiaan; manusiawi (6) |
| INSISI | Irisan atau luka yang dihasilkan oleh pemotongan dengan alat tajam; tindakan memotong (6) |
| INSITU | Di tempat; dalam keadaan aslinya (ungkapan/Latin) (6) |
| INSLAN | Latihan memukul (dalam permainan tenis) (Olahraga) (6) |
| INSTAL | Menginstal; memasukkan program ke komputer, terutama ke dalam cakram keras (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| INSTAN | Langsung (tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan (tentang mi, sup, kopi, susu bubuk) (6) |
| INSTAR | Fase perkembangan serangga yang ditandai dengan pergantian kulit (Biologi) (6) |
| INSULA | Bagian otak yang berperan dalam mengatur perasaan, kecemasan, kemampuan motorik, gangguan makan, dan ketergantungan atau adiksi (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| INTENS | Hebat atau sangat kuat (tentang kekuatan, efek, dan sebagainya); tinggi (tentang mutu); bergelora, penuh semangat, berapi-api, berkobar-kobar (tentang perasaan); sangat emosional (tentang orang) (6) |
| INTERN | Menyangkut bagian dalam (tubuh, diri, mobil,dsb); dalam (negeri); sebelah dalam; di kalangan sendiri; dalam lingkungan sendiri; internal (6) |
| INTIES | Inti yang menyebabkan terjadinya es (6) |
| INTIHA | Akhir; penghabisan; penutup (6) |
| INTIMA | Lapisan terdalam dinding pembuluh darah yang terdiri atas endotel dan jaringan ikat halus di bawahnya (Anatomi) (6) |
| INTONE | Menyanyikan (Inggris) (6) |
| INTOTO | Keseluruhan (ungkapan/Latin) (6) |
| INTRIK | Penyebaran kabar bohong yang sengaja untuk menjatuhkan lawan; perilaku tokoh-tokoh yang bersekongkol untuk menjatuhkan tokoh lain (Kesenian) (6) |
| INULIN | Jenis gula yang dapat dikonsumsi oleh penderita kencing manis (Kimia); polisakarida fruktosa yang merupakan cadangan makanan yang terdapat pada akar dan umbi tanaman (Biologi) (6) |
| INVASI | Penyerbuan ke dalam wilayah negara lain dengan maksud menguasai negara itu (6) |
| INVIVO | Ada atau dilaksanakan di dalam makhluk hidup (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| INVOIS | Daftar barang kiriman yang dilengkapi dengan nama, jumlah, dan harga yang harus dibayar oleh pembeli (pemesan); faktur (Perdagangan) (6) |
| INZIAJ | Tergetarnya hati di hadapan Allah Swt. karena pengaruh mendengarkan ajaran agama (Agama Islam) (6) |
| IODIDA | Garam asam hidrolik (Kimia) (6) |
| IPUBUN | Penganan khas Riau, terbuat dari sagu, dimakan dengan ikan, gulai, kuah udang, atau ketan (6) |
| IPUKAN | Semai(an) (6) |
| IRADAT | Kehendak, kemauan (Allah Swt.) (6) |
| IRAFAH | Ramalan (Arab) (6) |
| IRAIRA | Ikan lumba-lumba yang kulitnya kekuning-kuningan (8) |
| IRASAN | Bagian benda yang dibuat dari satu bahan dengan induknya, tidak merupakan bahan sambungan (6) |
| IRESIM | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir selatan Teluk Cendrawasih, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah (6) |
| IRINGA | Kota di Tanzania (6) |
| IRISAN | Potongan; keratan; penampang (6) |
| IRITAN | Bahan yang secara langsung menyebabkan peradangan atau ketidaknyamanan ketika terjadi kontak dengan bagian tubuh (6) |
| IRITIS | Peradangan pada iris atau bagian berwarna dari mata yang menyebabkan rasa sakit pada bagian dalam mata (6) |
| IRONIS | Bersifat ironi (6) |
| IRSYAD | Petunjuk; pimpinan (Arab) (6) |
| IRVINE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| IRVING | Kota di Amerika Serikat (6) |
| ISAPAN | Yang telah diisap; hasil mengisap (6) |
| ISIEKE | Kota di Nigeria (6) |
| ISLAMI | Bersifat keislaman (6) |
| ISLAND | Pulau (Inggris) (6) |
| ISMAIL | Nabi dan rasul kedelapan yang diutus Allah Swt., putra Nabi Ibrahim dari Hajar yang diperintah meletakkan fondasi Ka'bah bersama bapaknya (Agama Islam) (6) |
| ISOBAR | Garis pada peta yang menghubungkan tempat yang sama tekanan udaranya pada waktu tertentu (Meteorologi); garis yang menghubungkan titik yang bertekanan sama pada grafik variabel termodinamik (Fisika) (6) |
| ISOBAT | Garis pada peta yang menghubungkan tempat yang sama kedalaman lautnya (6) |
| ISODIN | Garis pada peta yang menghubungkan titik dengan tarikan dinamometer yang sama besar (Meteorologi) (6) |
| ISOFEN | Garis pada peta yang menghubungkan tempat yang pada tanggal yang sama mempunyai tanaman sejenis dan tingkatan yang sama (kalau yang satu berbunga, pada waktu yang sama yang lain juga berbunga, dan sebagainya) (Meteorologi) (6) |
| ISOFET | Garis pada peta yang menghubungkan titik yang mempunyai tingkat terang cahaya yang sama (Meteorologi) (6) |
| ISOFON | Isoglos pada peta bahasa yang digambarkan melingkari satu unsur fonologis tertentu (Linguistik) (6) |
| ISOGIR | Peta gelap pada rajah interferens yang terletak pada titik-titik yang bertautan dengan arah-arah transmisi melalui keping kristal (Fisika) (6) |
| ISOGON | Garis pada peta yang menghubungkan tempat yang mempunyai arah angin yang sama (Meteorologi); bangun yang sudutnya sama besar (Meteorologi) (6) |
| ISOHEL | Garis lengkung yang menghubungkan tempat yang mengalami lama penyinaran matahari yang sama dalam jangka waktu tertentu (Meteorologi) (6) |
| ISOKAL | Garis pada peta yang menghubungkan tempat yang mempunyai harga nilai kotor batu bara yang sama (6) |
| ISOKOR | Grafik yang menunjukkan hubungan dua variabel termodinamik, sedangkan volumenya tetap (Fisika) (6) |
| ISOLEK | Istilah netral yang digunakan untuk merujuk pada varian bahasa yang belum ditentukan statusnya (sebagai bahasa, dialek, subdialek, dan sebagainya) (Linguistik) (6) |
| ISOMAN | Isolasi mandiri (isolasi yang dilakukan individu tertentu di ruangan tersendiri, seperti kamar dalam rumah, apartemen, dan sebagainya) (akronim) (6) |
| ISOMER | Satu dari sepasang senyawa atau lebih yang mempunyai rumus sama, tetapi sifatnya berlainan (Kimia) (6) |
| ISONEF | Garis yang ditarik melalui semua titik pada peta dan banyaknya awan yang sama (Hidrometeorologi) (6) |
| ISOPAK | Garis di peta yang melewati titik-titik satuan geologi tertentu yang berketebalan sama (6) |
| ISOPAL | Garis yang menghubungkan kenaikan atau penurunan air tanah yang sama dalam satu periode (6) |
| ISOTAK | Garis yang menghubungkan tempat yang mempunyai kecepatan angin yang sama (Meteorologi) (6) |
| ISOTER | Isolasi terpusat (akronim) (6) |
| ISOTON | Atom-atom yang memiliki neutron sama, tetapi bernomor atom berbeda (6) |
| ISOTOP | Unsur yang atomnya mempunyai jumlah proton yang sama, tetapi berbeda jumlah neutron dalam intinya (Fisika) (6) |
| ISRAEL | Kerajaan di Palestina kuno yang didiami oleh bangsa Yahudi; bangsa Yahudi (6) |
| ISRAIL | Sebutan untuk Nabi Yakub a.s. (Agama Islam) (6) |
| ISTANA | Rumah kediaman resmi raja (kepala negara, presiden) dan keluarganya; setana (6) |
| ISTIMA | Pertimbangan (pendapat dan sebagainya) yang baik (Arab); pendengaran (Arab) (6) |
| ISTIWA | Paralel (6) |
| ISTORA | Istana olahraga (akronim) (6) |
| ITAJAI | Kota di Brasil (6) |
| ITALIA | Juara sepak bola Piala Eropa 2020; negara ini dijuluki “Negeri Spaghetti” (6) |
| ITALIK | Huruf miring (6) |
| ITARSI | Kota di India (6) |
| ITAUNA | Kota di Brasil (6) |
| ITIBAK | Mengikuti (contoh) (Arab) (6) |
| ITIFAK | Persetujuan; persamaan; persesuaian (Arab) (6) |
| ITIHAD | Persatuan; perhimpunan (Arab) (6) |
| ITISAL | Terbukanya hati untuk mengetahui dan melihat sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain (Arab) (6) |
| ITOMAN | Kota di Jepang (6) |
| ITRIUM | Unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 39, lambang Y, dan bobot atom 88,9059 u (6) |
| ITULAH | Demikianlah akibatnya (6) |
| JABANG | Cambang (Minangkabau); penyimpan senjata khas Banjar (6) |
| JABATA | Roh yang bersemayam di tengah hutan atau di gunung yang dapat memberikan petunjuk kepada manusia; penguasa alam (Melayu Kalimantan) (6) |
| JABLAH | Kota di Suriah (6) |
| JABLES | Bunyi ketukan yang keras berulang-ulang (6) |
| JABMIL | Jabatan militer (akronim) (6) |
| JABRIK | Lebat dan kaku seperti sikat (tentang rambut) (6) |
| JABUNG | Gala-gala dibuat dari gambir dan damar (dipakai sebagai alat perekat) (6) |
| JACMEL | Kota di Haiti (6) |
| JADIAN | Hasil menjadi(kan) (6) |
| JADWAL | Pembagian waktu berdasarkan rencana pengaturan urutan kerja; daftar atau tabel kegiatan atau rencana kegiatan dengan pembagian waktu pelaksanaan yang terperinci (6) |
| JAFFNA | Kota di Sri Lanka (6) |
| JAGAAN | Hal menjaga (6) |
| JAGANG | Tiang penopang; parit yang dalam (di sekeliling benteng dan sebagainya) (6) |
| JAGOAN | Orang yang suka berkelahi; pendekar; samseng; orang yang sangat gemar terhadap sesuatu (misalnya pesta, pertunjukan); orang yang dijagokan (dalam suatu pertandingan dan sebagainya) (6) |
| JAGRAK | Kuda-kuda (6) |
| JAGUAR | Mamalia karnivor yang termasuk ke dalam kelompok kucing, berukuran paling besar di kawasan Amerika, berambut kuning pucat, cokelat kemerahan, atau hitam dengan tutul hitam di leher, tubuh, dan tungkai (Panthera onca) (0) |
| JAGUNG | Tanaman yang termasuk keluarga Gramineae, batangnya pejal mencapai 2 m, berdaun pita lebar, umur sekitar 3 bulan, buahnya dapat dimakan sebagai makanan pokok; milu (Zea mays); buah atau biji jagung (6) |
| JAHARU | Orang hina; orang kurang ajar; penjahat (6) |
| JAIPUR | Kota di India (6) |
| JAJAAN | Barang dagangan yang dijajakan (6) |
| JAKANG | Perdu yang tingginya mencapai 2 m, bercabang menyerupai pita memanjang dan beruas-ruas, bentuk daun memanjang, bunga berukuran kecil berwarna putih dan berkelompok, buah bulat lonjong berwarna merah, digunakan sebagai tanaman hias dan obat memar (Muehlenbeckia platyclada) (6) |
| JAKUZI | Bak rendam dengan jet yang mengedarkan dan menyemburkan air terus-menerus (Perhotelan) (6) |
| JALAAN | Hasil menjala (6) |
| JALANG | Tidak dipelihara orang (tentang binatang); liar; nakal (tentang perbuatan yang melanggar susila); pergi ke (Minangkabau) (6) |
| JALAUN | Kota di India (6) |
| JALUSI | Nako (6) |
| JAMANG | Perhiasan kepala (dipasang di atas dahi), dibuat dari emas atau perak; ikat kepala dari kulit berukir yang dikenakan oleh petani (Sunda); cincin dari bambu yang diikatkan pada lubang tiup suling, berfungsi sebagai akses masuk udara dari mulut sampai lubang masuk udara pada suling (Sunda) (6) |
| JAMBAK | Jambul; gombak (bulu pada dahi kuda); jambu bol (Syzygium malaccenses) (Minangkabau) (6) |
| JAMBAL | Ikan air tawar, berbadan lonjong agak pipih, tidak bersisik, punggungnya berwarna hitam keabu-abuan, panjang mencapai 90 cm, berat mencapai 16 kg, hidup di rawa-rawa atau sungai di dasar perairan tropis, tersebar di Sungai Mekong, Malaysia, dan Indonesia (Pangasius djambal); pohon yang biasa digunakan untuk pewarna alami sebagai bahan utama campuran warna soga (Pelthoporum pterocarpum) (6) |
| JAMBAN | Tempat buang air; kakus; tandas; peturasan (6) |
| JAMBAR | Gubuk atau bangsal untuk beristirahat dan sebagainya; hidangan; hak bagian atau hak perolehan dari milik bersama yang dibagikan pada setiap anggota masyarakat adat (Batak) (6) |
| JAMBON | Merah jambu; merah muda (tentang warna) (6) |
| JAMBUL | Rambut yang dianyam baik-baik di atas dahi atau di kepala; sejambak bulu (rambut) di kepala binatang (ayam, burung, kuda, dan sebagainya); jambu-jambu (pada tarbus, kopiah, dan sebagainya (6) |
| JAMBUR | Rumah untuk pendatang; rumah untuk para pemuda dan untuk mengadakan rapat atau pertemuan (6) |
| JAMIAH | Universitas; institut (Arab) (6) |
| JAMNAS | Jambore nasional (akronim) (6) |
| JAMONG | Ikan laut, bentuk tubuhnya lebar, berwarna perak, sirip berwarna hitam, panjang mencapai 26,5 cm, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Atropus atropos) (6) |
| JAMPAL | Satuan ukuran berat emas (1,5 rial), dipakai juga sebagai satuan ukuran uang (kurang lebih 50 sen pada zaman dulu) (6) |
| JAMPEN | Kesenian tradisional dari daerah Aceh yang alat-alat musiknya terbuat dari kayu, kulit kambing, suling, dan tali dawai (6) |
| JAMPUK | Celepuk (Bubo orientalis); sela (6) |
| JAMPUR | Kota di Pakistan (6) |
| JAMRAH | Batu kecil; kerikil; kumpulan batu kecil (Agama Islam); tugu di Mina yang menjadi sasaran lemparan batu (dalam ibadah haji) sebagai simbol tempat melempar setan yang menggoda Nabi Ibrahim, Ismail, dan Siti Hajar ketika Ibrahim melaksanakan perintah Allah Swt. untuk menyembelih Ismail sebagai ujian ketaatan kepada-Nya (Agama Islam) (6) |
| JAMSOS | Jaminan sosial (akronim) (6) |
| JAMUAN | Barang yang dihidangkan kepada tamu; hidangan (6) |
| JAMUJU | Pohon yang mempunyai serat halus dan digunakan sebagai bahan pembuatan mebel dan pohon hias, tergolong tumbuhan konifer, kayu embun (Dacrycarpus imbricatus) (Botani) (6) |
| JAMUNG | Suluh yang dibuat dari daun nyiur kering; obor (6) |
| JANARI | Waktu yang menunjukkan sekitar pukul 4 pagi (Sunda) (6) |
| JANGAK | Tidak senonoh tingkah lakunya; risau; cabul; necis atau flamboyan berlebihan (Melayu Belitung) (6) |
| JANGAN | Kata yang menyatakan melarang, berarti tidak boleh; hendaknya tidak usah; diulang: barangkali; mungkin (6) |
| JANGAR | Penyakit pening kepala (6) |
| JANGAT | Kulit luar (rotan, kayu, binatang, dan sebagainya); kulit rotan yang sudah diraut untuk tikar dan sebagainya; tali dari kulit (6) |
| JANGER | Kesenian tradisional Bali berupa tarian yang dimainkan oleh 10 pasang penari (laki-laki dan perempuan) (Bali); kesenian tradisional dari Banyuwangi yang diadaptasi dari kesenian tradisional Bali (Using) (6) |
| JANGGI | Orang Habsi; orang hitam; segala sesuatu yang ajaib (kiasan) (6) |
| JANGGU | Suku bangsa yang mendiami wilayah Arso dan Abepura, Provinsi Papua (6) |
| JANGKA | Alat untuk membuat bulatan (lingkaran, mengukur jarak pada peta, dan sebagainya), berupa benda yang berkaki dua yang dapat dilebarkan dan disempitkan langkahnya atau ukurannya; ukuran waktu tertentu; niat; tujuan (yang dituntut) (6) |
| JANGKI | Tali pengikat bakul (keranjang) yang digendong (6) |
| JANGKO | Alat untuk meraut daun pandan, terbuat dari kepingan seng yang bertangkai kayu (Melayu Jambi) (6) |
| JANGLA | Suka berkeliaran ke mana-mana; liar; tidak jinak (Melayu Jakarta) (6) |
| JANJAN | Ikan kerong; jambron; jambrung; jangian (6) |
| JANTAN | Yang berjenis kelamin laki-laki (hanya untuk binatang dan tumbuh-tumbuhan seperti ayam -, sapi -, kuda -, bunga -, pepaya -; di beberapa daerah dipakai juga untuk manusia; gagah dan berani (kiasan); (tentang benda) dianggap berjenis laki-laki (yaitu: besar, lancip, panjang, dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| JANTEL | Bunga pohon pepaya (Madura) (6) |
| JANTEN | Jagung yang masih muda (Melayu Medan) (6) |
| JANTUK | Menonjol ke depan (tentang dahi) (Melayu Jakarta) (6) |
| JANTUR | Ilmu sulap; ilmu sihir (6) |
| JANUBI | Selatan (tentang kutub) (Arab) (6) |
| JAPERI | Kota di Brasil (6) |
| JARANG | Renggang atau lebar jaraknya (tidak rapat tentang tulisan, tumbuhan, tanaman, gigi, dan sebagainya); bersela-sela; tidak kerap (tentang tenunan, anyaman, dan sebagainya); tidak merata (hanya di sana sini); tidak padat (tentang penduduk di suatu daerah); diulang: tidak kerap (terjadi, ada, dan sebagainya); terdapat tidak merata dan tidak banyak; tidak lazim (6) |
| JARGON | Kosakata khusus yang digunakan dalam bidang kehidupan (lingkungan) tertentu (6) |
| JARIAH | Hamba perempuan (Arab) (6) |
| JARIJI | Jari (6) |
| JARING | Alat penangkap ikan, burung, dan sebagainya yang berupa siratan (rajutan) tali (benang) yang membentuk mata jala; net (dalam tenis, bulu tangkis, dan sebagainya) (Olahraga); jebakan; perangkap (kiasan/Olahraga); diulang: jala (6) |
| JARJAU | Kayu penyangga lantai (6) |
| JARONG | Gulma yang tumbuh di pinggir jalan, berbatang kayu segi empat, bercabang banyak, berdaun tunggal silang berhadapan, bunga bulir memanjang, berbuah kecil, berkhasiat sebagai obat radang sendi dan radang amandel (Achyranthes aspera) (Botani); landep; pemimpin kampung (6) |
| JASADI | Mengenai (berupa) badan (benda) (6) |
| JASENG | Jawa Serang (akronim) (6) |
| JASMIL | Jasmani militer (akronim) (6) |
| JASPER | Kuarsa kristal opak, biasanya berwarna merah, hijau, cokelat, atau kuning (Kimia) (6) |
| JASTIP | Jasa titip (akronim) (6) |
| JASUKE | Jagung, susu, keju, penganan yang dibuat dari jagung pipil rebus, dicampur susu kental manis dan keju (akronim) (6) |
| JATAKA | Cerita fabel Jawa Kuno yang bersumber dari India, berisi ajaran agama Buddha (Filologi) (6) |
| JATANI | Kota di India (6) |
| JATAYU | Nama burung garuda yang besar (dalam cerita wayang) (6) |
| JATENG | Jawa Tengah (akronim) (6) |
| JAUHAR | Intan; mani; benih manusia (6) |
| JAWANG | Biawak pohon; jiawang (Varanus domerili) (6) |
| JAWARA | Pendekar; jagoan (6) |
| JAYENG | Menang atas; menang di (Sastra) (6) |
| JEBANG | Perisai panjang yang dibuat dari kayu berlapis kulit hewan (misalnya kulit kerbau); lebar dan tegak (tentang telinga) (Gayo) (6) |
| JEBLOK | Becek; berlumpur; jatuh; turun (tentang harga, nilai); anjlok (kiasan); rugi; bangkrut (kiasan); turun dari posisi semula (kiasan) (6) |
| JEBLOS | Masuk; terperosok (6) |
| JEBLUK | Letup (6) |
| JEBROL | Keluar (sekaligus); lahir (tentang anak) (6) |
| JEBUNG | Ikan laut, panjang mencapai 60 cm, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 7–350 m, tersebar di perairan Laut Merah dan Teluk Persia sampai Afrika selatan, bagian timur sampai Pasifik Barat (Ballistes stellatus); anjung perahu tempat juragan pemilik perahu dan sebagainya beristirahat (Pelayaran) (6) |
| JEDDAH | Kota di Arab Saudi (6) |
| JEDING | Bak (tempat air); teng (tangki) air (Jawa); berbentuk melentik ke atas (tentang bibir) (Sunda) (6) |
| JEGANG | Duduk dengan salah satu kaki bertekuk dengan posisi lutut terarah ke atas (biasanya untuk menopang lengan) (Jawa); tegang; kaku; tegak kaku; liat (6) |
| JEGUNG | Ruang di kapal tempat menyimpan tali (layar dan sebagainya) (Pelayaran) (6) |
| JEJAKA | Anak laki-laki yang telah dewasa (tetapi belum berumah tangga); bujang; perjaka (6) |
| JEJAMU | Obat yang dibuat dari akar-akaran, daun-daunan, dan sebagainya; jamu-jamu (6) |
| JEJAWI | Beringin yang banyak sekali akar tunjangnya dan banyak tumbuh di tepi sungai atau telaga; jejawi; jawi (Ficus rhododendrifolia) (6) |
| JEJURI | Tempat berdiri juru mudi pada kapal, terbuat dari kayu berbentuk segi empat, diletakkan di belakang roda kemudi (Pelayaran) (6) |
| JEKUAN | Jarum dari kayu untuk menyulam jala (Bahau) (6) |
| JELAGA | Butiran arang yang halus dan lunak, terjadi dari asap lampu dan sebagainya berwarna hitam; sulang (6) |
| JELANG | Kunjung; tengok; cair; encer (tentang susu dan sebagainya) (Minangkabau) (6) |
| JELATA | Bukan bangsawan atau hartawan (tentang rakyat, orang); biasa (6) |
| JELING | Melihat ke samping tanpa menolehkan kepala (6) |
| JELITA | Cantik sekali; elok (tentang wajah; indah; manis (tentang kota, pemandangan alam, dan sebagainya) (kiasan) (7) |
| JELUAK | Tiruan bunyi serdawa seperti ketika hendak muntah (6) |
| JEMAAH | Kumpulan atau rombongan orang beribadah; orang banyak; publik (6) |
| JEMAAT | Sehimpunan umat; jemaah (Agama Kristen) (6) |
| JEMALA | Kepala; tengkorak (6) |
| JEMANG | Sebentar (Minangkabau) (6) |
| JEMARI | Jari-jari (6) |
| JEMAWA | Angkuh; congkak; suka mencampuri perkara orang lain (6) |
| JEMBAK | Mengurai dan berkibar (seperti rambut panjang yang terurai ditiup angin); sayur yang tumbuh di tempat yang becek (Jawa); daun bawang (6) |
| JEMBAR | Luas, lebar; lapang dada (hati) (6) |
| JEMBEL | Melarat; miskin sekali; gembel (6) |
| JEMBER | Kotor dan lembap (Jawa); kabupaten di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Suwar-Suwir; ibu kota Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (6) |
| JEMBUT | Rambut kemaluan (6) |
| JEMEKI | Hiasan (pada tepi selendang dan sebagainya) dibuat dari kertas emas dan sebagainya; kida-kida; loberci (6) |
| JEMPOL | Ibu jari (tangan dan kaki) (6) |
| JEMPUL | Belanak yang ukurannya dapat mencapai 70 cm, moncongnya tumpul dan berbentuk seperti huruf V (Mugil spp.) (6) |
| JEMPUT | Sambut, undang; pungut; kutip (6) |
| JEMUAN | Hal-hal yang menjemukan; cepat jemu (6) |
| JEMUAS | Kotor (bergelimang) oleh cairan dan sebagainya yang lekat-lekat (tentang muka, tangan, dan sebagainya) (6) |
| JEMUJU | Biji-bijian yang bentuknya seperti jintan dan mungsi, biasanya untuk makanan burung, juga digunakan sebagai campuran keju (6) |
| JENAKA | Membangkitkan tawa; kocak; lucu; menggelikan (6) |
| JENAMA | Merek; jenis; padanan dari brand (6) |
| JENANG | Tiang untuk memperkuat pintu (jendela dan sebagainya); jejenang; orang yang mengatur perjamuan (Minangkabau); pelerai atau juara dalam persabungan ayam; bubur kental; dodol (6) |
| JENAWI | Pedang yang lurus panjang digunakan dengan dua belah tangan (seperti pedang samurai Jepang); cermat; teliti (Melayu Riau) (6) |
| JENDEL | Menjadi kental (tentang barang cair) (Jawa) (6) |
| JENDIL | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, bentuk tubuh pipih bersegi, tidak bersisik, sungut rahang atas mencapai pinggiran belakang mata, mata sangat besar, moncong berbentuk persegi, warna bagian atas hitam, warna bagian bawah putih keperakan, tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Thailand; lawang (Pseudolais micronemus) (6) |
| JENDOL | Benjol; bincul; jenggul; jendul (6) |
| JENDUL | Benjol; bincul; jenggul; jendol (6) |
| JENENG | Miring; condong (6) |
| JENGAH | Malu; kemalu-maluan (Melayu Jakarta) (6) |
| JENGEK | Menjengek; berteriak-teriak (mengejek dan sebagainya); berkata-kata dengan suara meninggi (6) |
| JENGIT | Menjengit; bergerak-gerak turun naik atau mundur maju (tentang ujung ekor, kepala, dan sebagainya) (6) |
| JENGKI | Celana panjang yang bagian kakinya sangat sempit; celana jengki (6) |
| JENGUH | Jenguk (6) |
| JENGUK | Tengok (6) |
| JENGUL | Sembul; timbul (6) |
| JENJAM | Tenang; aman (hati) (6) |
| JENONG | Menonjol ke depan (tentang dahi dan sebagainya) (6) |
| JENTIK | Jepit; cubit; kelingking (Jawa); pohon sekerabat dengan kapul, buahnya kecil (seujung jentik kelingking), beralur dua dan mudah terbuka apabila mendapat tekanan (Baccaurea pyriformis); diulang: anak nyamuk yang masih seperti ulat kecil hidup dalam air; cuk (6) |
| JEONJU | Kota di Korea Selatan (6) |
| JEPANG | Negara yang terletak di Asia Timur, beribu kota Tokyo (6) |
| JEPARA | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan sebutan Kota Ukir, Bumi Kartini, Kota Durian atau Scheveningen van Java; ibu kota Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah (6) |
| JEPRAT | Menjeprat; memercik (6) |
| JEPRET | Menjepret; melontarkan kerikil dan sebagainya dengan pelanting karet; memotret (6) |
| JEQUIE | Kota di Brasil (6) |
| JERAIT | Berjerait; tumbuh berpaut atau berjalin dengan yang lain (tentang jari, akar-akaran, dan sebagainya) (6) |
| JERAMI | Batang padi yang sudah kering atau sudah dituai, (baik yang sudah dipotong maupun yang masih tinggal di sawah); serat; serabut (yang terdapat di antara isi buah nangka) (6) |
| JERANG | Tanak; masak (air) (6) |
| JERAUS | Sigap; tangkas; cekatan (6) |
| JERBAK | Jatuh (6) |
| JEREBU | Debu, asap, kabut; jerubu (6) |
| JEREKA | Alat untuk memintal sutra kasar (Aceh) (6) |
| JERENG | Juling; bentangkan (6) |
| JERIAU | Kayu (bambu dan sebagainya) yang dipasang melintang pada kasau untuk memasang atap atau pada rusuk (balok) untuk memasang lantai (pada rumah panggung) (6) |
| JERIJI | Jari; jeruji; terali; kisi-kisi (6) |
| JERING | Pohon yang tingginya dapat mencapai 25 m, daunnya rimbun, buahnya gepeng bundar polong, rumpunnya berbelit, biasanya berisi 5–7 biji yang berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan sakit (ketika kencing) jika terlalu banyak dimakan; jengkol (Pithecolobium lobatum) (6) |
| JERJAK | Kisi-kisi (terali) pada jendela dan sebagainya; bilah-bilah yang dipasang tegak (pada bakul, keranjang, dan sebagainya); tiang kecil-kecil (untuk memasang dinding rumah); rusuk (tentang tulang); tiang-tiang besi dan sebagainya yang dipasang berjajar agak renggang sebagai pagar (jembatan dan sebagainya) (6) |
| JERKAH | Ucapan yang keras dan pedas; hardik; bentak (6) |
| JERKAT | Buah pinang yang masih muda (dimakan dengan sirih) (6) |
| JERMAL | Alat untuk menangkap ikan berupa pagar dari pancang yang dipasang di tepi laut, diberi pintu seperti bubu dan di belakangnya dipasang jaring besar yang dapat diangkat-angkat (6) |
| JERMAN | Negara yang terletak di Eropa bagian tengah, beribu kota Berlin; juara Piala Dunia U-17 2023 (6) |
| JERNIH | Terlihat terang (tentang air); bening; bersih; tidak keruh; berseri (tentang muka); tidak muram (kiasan); tidak kacau; runtut (tentang jalan pikiran dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| JEROAN | Isi perut (babat, usus, limpa, dan sebagainya); dalaman (6) |
| JERSEI | Jenis kain yang terbuat dari wol, katun, nilon, rayon, atau sutra untuk pakaian (Tata Busana); seragam resmi tim olahraga (Olahraga) (6) |
| JERUBU | Debu, asap, kabut; jerebu (6) |
| JERUJI | Kayu atau besi yang dipasang berdiri dan berjarak (pada jendela, pintu, dan sebagainya) sehingga terdapat celah-celah; terali; kisi-kisi (6) |
| JERUJU | Perdu yang tumbuh lurus, tinggi hingga 2 m, daunnya berduri, tebal dan sangat kaku, akarnya digunakan sebagai obat luar terhadap racun anak panah, daun yang muda disukai kambing dan sapi (Acanthus ilicifolius) (6) |
| JERUNG | Ikan laut, jenis ikan hiu, bertubuh besar dan ganas, panjang mencapai 120 cm, hidup di perairan tropis, kedalaman mencapai 170 m, tersebar di perairan teluk Persia, Laut Arab antara Teluk Oman dan Pakistan sampai Jawa, Indonesia dan Laut Arafura (Carcharias dussumieri) (6) |
| JETPUR | Kota di India (6) |
| JETSAM | Muatan kapal yang sewaktu-waktu dapat dilemparkan ke laut untuk meringankan beban kapal (misalnya pada waktu angin ribut) (Pelayaran) (6) |
| JETSET | Kelompok orang yang sangat kaya dengan kebiasaan hidup bersenang-senang dan bermewah-mewah (6) |
| JETSKI | Salah satu cabang olahraga di SEA Games 2023 (6) |
| JHANSI | Kota di India (6) |
| JHARIA | Kota di India (6) |
| JHELUM | Kota di Pakistan (6) |
| JIANOU | Kota di Cina (6) |
| JIBAKU | Berjibaku; menyerang musuh dengan jalan menubrukkan dirinya (yang sudah dipersenjatai dengan bom atau alat peledak lain) pada musuh; bertindak nekat (6) |
| JIBRIL | Malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu Allah Swt. kepada para rasul (6) |
| JIBRUT | Kesenian tradisional dengan iringan bunyi dari tepukan tangan di ketiak dan belakang dengkul (Sunda) (6) |
| JIBUTI | Negara yang terletak di Afrika Timur, beribu kota Jibouti (6) |
| JICING | Abu (jelaga) dari candu (Cina) (6) |
| JIDONG | Kota di Cina (6) |
| JIESHI | Kota di Cina (6) |
| JIEXIU | Kota di Cina (6) |
| JIGONG | Kotoran pada gigi (6) |
| JIGRAH | Penuh semangat menyala-nyala; gembira (Arab) (6) |
| JIJIGA | Kota di Etiopia (6) |
| JILBAB | Kain lebar yang dipakai wanita muslim untuk menutupi kepala dan rambut, termasuk telinga, hingga leher dan dada; baju lebar yang digunakan untuk menutup kepala hingga dada wanita (Arab); kain longgar yang menutupi seluruh tubuh, termasuk kepala, rambut, dan telinga, kecuali tangan, kaki dan wajah (6) |
| JIMBIT | Pegang (dengan jari) (Jawa) (6) |
| JIMETA | Kota di Nigeria (6) |
| JIMPIT | Ambil (dengan ujung telunjuk dan ibu jari) (Jawa) (6) |
| JINDRA | Dawai atau senar rebab yang bernada rendah (Musik) (6) |
| JINENG | Bangunan tempat menyimpan padi (6) |
| JINGAH | Tumbuhan rawa, dapat menyebabkan alergi jika tersentuh langsung (Glutha rengas) (6) |
| JINGAP | Menjingap; menjenguk; menjingau (6) |
| JINGAU | Menjingau; menjenguk (6) |
| JINGGA | Kuning kemerah-merahan; oranye (6) |
| JINHUA | Kota di Cina (6) |
| JINJIT | Jengket; tarik; jewer (6) |
| JINSHA | Kota di Cina (6) |
| JINSHI | Kota di Cina (6) |
| JINSOM | Akar untuk ramuan obat kuat (6) |
| JINTAN | Tumbuhan menjalar yang bijinya dapat dipakai untuk rempah-rempah dan untuk obat-obatan (Carum roxburghianum); biji-bijian berbentuk agak pipih lembut, berwarna kuning kecokelat-cokelatan, berbau sedap, dipakai untuk rempah-rempah atau ramuan obat (6) |
| JINTUL | Penganan berbahan utama singkong yang diparut kasar, dikukus, dipadatkan, dan disajikan langsung dengan taburan kelapa parut atau digoreng (Jawa) (6) |
| JIPANG | Perisai panjang yang dibuat dari kayu berlapis kulit hewan (misalnya kulit kerbau); jebang; cabang (pohon); dahan (Minangkabau); labu siam (Sechium edule); kapak (untuk berperang); penganan yang dibuat dari ketan dan gula (6) |
| JIPENG | Drama tradisional yang memainkan cerita rakyat dengan iringan musik tradisional (Sunda) (6) |
| JIPLAK | Menjiplak; menggambar atau menulis garis-garis gambaran atau tulisan yang telah tersedia (dengan menempelkan kertas kosong pada gambar atau tulisan yang akan ditiru); mencontoh atau meniru (tulisan, pekerjaan orang lain); mencontek; mencuri karangan orang lain dan mengakui sebagai karangan sendiri; mengutip karangan orang lain tanpa seizin penulisnya (6) |
| JIRIAN | Penyakit keputihan (pada wanita) (6) |
| JIRING | Polong yang menceking di antara deretan bijinya, setiap segmen yang berbiji tunggal memisah bila buahnya dewasa, misalnya pada jengkol (Botani) (6) |
| JISHUI | Kota di Cina (6) |
| JIUTAI | Kota di Cina (6) |
| JIZYAH | Upeti atau pajak yang dikenakan kepada orang (negeri) bukan Islam oleh pemerintah (negeri) Islam yang menaklukkannya (terakhir dihapuskan oleh Khalifah Umar bin Khatab) (Arab) (6) |
| JIZZAX | Kota di Uzbekistan (6) |
| JLEGUR | Tiruan bunyi letusan besar (6) |
| JODANG | Kotak panjang yang dipakai untuk menaruh penganan, barang-barang pinangan, dan sebagainya, biasanya diangkat dengan dipikul oleh dua orang (Jawa) (6) |
| JODONG | Cibir (tentang bibir, mulut) (6) |
| JOENAN | Bambu untuk rel tali pancing (6) |
| JOETSU | Kota di Jepang (6) |
| JOGING | Berlari pelan (antara lari dan berjalan) untuk kesehatan (Olahraga) (6) |
| JOHARI | Tukang (pedagang) intan; orang pandai; orang cerdik atau ahli; jauhari (6) |
| JOJING | Dansa dengan gerakan berjingkrak; ajojing (6) |
| JOJOBA | Tumbuhan belukar dengan tinggi antara 1−2 m, daunnya berbentuk oval dengan panjang 2−4 cm dan lebar 1,5−3 cm, tebal, berlapis lilin, dan berwarna abu-abu hijau, bunganya berukuran kecil, berwarna kuning kehijauan, memiliki 5−6 kelopak, dan tidak bermahkota, bijinya digunakan untuk produksi minyak, lilinnya digunakan untuk produk kosmetik kulit (Simmondsia chinensis) (Botani) (6) |
| JOLIET | Kota di Amerika Serikat (6) |
| JOLONG | Menjolong; menganjur (menjulur) ke luar; tampak panjang lancip; mula-mula; mulai; pertama-tama (tentang pohon yang mulai berbuah dan sebagainya) (Minangkabau); diulang: pertama sekali; ikan laut, bermulut dan berhidung panjang (berukuran kira-kira sebesar ibu jari tangan orang dewasa), panjang mencapai 45 cm, hidup di terumbu karang perairan subtropis, tersebar di perairan Laut Merah dan Afrika Timur sampai Samoa, bagian utara sampai Kepulauan Ryukyu, bagian selatan sampai Australia Utara dan Kaledonia Baru (Hemiramphus far) (6) |
| JOMPAK | Berjompak; mengangkat kaki depan ke atas; melompat dengan kaki depan terangkat ke atas (6) |
| JONGET | Menjonget; dalam keadaan melentik ke atas pada ujung atau tepinya (6) |
| JONGGA | Rusa kecil (terdapat di Sulawesi Selatan) (6) |
| JONGKI | Keranjang dan sebagainya yang terbuat dari rotan untuk mengangkut padi (6) |
| JONGKO | Warung; kedai kecil (6) |
| JONGOS | Pembantu rumah tangga (laki-laki); pelayan; bujang (6) |
| JONJOT | Menjonjot; mencabut (menjemput) hanya dengan sekali cabut atau jemput saja (terhadap tembakau, kapas, dan sebagainya) (6) |
| JONSON | Sampan (di Maluku dan Papua) yang digerakkan dengan motor (6) |
| JONTOH | Dongeng yang bertalian dengan adat (6) |
| JONTOR | Bengkak (pada bibir) akibat kena pukul, disengat lebah, dan sebagainya (Melayu Jakarta) (6) |
| JOPLIN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| JOPRAK | Jatuh terduduk atau terkapar (Melayu Jakarta) (6) |
| JORENG | Bidang atau bagian kecil (tentang tanah); lembar; carik; potong (tentang kain, kertas, dan sebagainya) (6) |
| JORHAT | Kota di India (6) |
| JORONG | Bulat panjang; tempat sirih yang bangunnya bulat panjang; bagian yang menganjur atau menyembul (tentang tanah, buah, dan sebagainya); bagian desa; dukuh; sudut; penjuru (6) |
| JOTANG | Terna, daunnya dapat disayur; getang (Spilanthes acmella) (6) |
| JOTING | Nyanyian Batak (Batak); titik panduan penulisan teks (Filologi) (6) |
| JUADAH | Penganan (dibuat dari ketan dan sebagainya); makanan untuk bekal (6) |
| JUALAN | Barang-barang yang dijual; dagangan; berdagang; berjualan sesuatu (6) |
| JUAREZ | Kota di Meksiko (6) |
| JUBLAG | Alat musik termasuk jenis gender, berbilah enam, besar-besar, bernada rendah dimainkan dengan pemukul berbentuk palu agak tumpul (Musik/Bali) (6) |
| JUBLEK | Menjublek; diam termenung (Melayu Jakarta); diam tidak peduli (Melayu Jakarta) (6) |
| JUBUNG | Perabot berbentuk silinder dari anyaman bambu untuk menyimpan asepan atau kukusan (Sunda) (6) |
| JUDOGI | Pakaian khusus yang digunakan dalam latihan atau pertandingan judo (Olahraga) (6) |
| JUDOKA | Pemain judo; pejudo (6) |
| JUGALA | Sangat kaya karena usaha yang sungguh-sungguh (Sunda); besar-besaran (pesta dan sebagainya) (Sunda) (6) |
| JUGANG | Pelindung penis yang baru dikhitan, terbuat dari tapas kelapa (Sunda) (6) |
| JUJUBE | Tanaman yang buahnya seperti kurma berwarna merah, memiliki beragam khasiat, dapat digunakan sebagai bumbu (Ziziphus jujuba) (6) |
| JUKLAK | Petunjuk pelaksanaan (akronim) (6) |
| JUKLAP | Petunjuk lapangan (akronim) (6) |
| JUKNIS | Petunjuk teknis (akronim) (6) |
| JULANG | Ukuran tinggi benda yang sangat tinggi (Biologi) (6) |
| JULIEN | Potongan tipis panjang seperti korek api (Tata Boga) (6) |
| JULING | Miring (tentang letak hitam mata yang tidak di tengah-tengah benar) (6) |
| JULUNG | Nasib malang karena lahir pada hari yang menurut perhitungan (Jawa) tidak membawa keberuntungan; perahu besar (dari Madura bagian timur); ikan laut dan payau, moncongnya panjang lancip, panjang mencapai 40 cm, hidup di perairan subtropis dengan kedalaman lebih dari 5 m, tersebar di perairan New York, Amerika Serikat dan Teluk Meksiko bagian utara sampai Brazil; julung-julung; kacang-kacangan (Hemirhamphus balao) (6) |
| JUMBAI | Benda yang berjuntai seperti benang, rambut yang sama panjang dan diikat di ujungnya; jumbai; jerumbai; jerabai; jerambai; rambu; rumbai; gombyok; diulang: rumbai-rumbai (pada tepi selendang dan sebagainya) (6) |
| JUMBIL | Kulit (daging) yang menggelepai pada leher lembu, orang tua, dan sebagainya; pial ayam; gelabir; gelambir; dambir (6) |
| JUMBUH | Sesuai; selaras (Jawa) (6) |
| JUMHUR | Golongan terbanyak (ulama dan sebagainya) (6) |
| JUMLAH | Banyaknya (tentang bilangan atau sesuatu yang dikumpulkan menjadi satu) (6) |
| JUMPUL | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, panjang mencapai 100 cm, sisiknya lebih kasar daripada ikan bandeng, sirip punggung pendek, tersebar di perairan pantai seluruh dunia; balana; loban; belanak (Mugil cephalus) (6) |
| JUMPUT | Pungut dengan jari (6) |
| JUMRAH | Perihal terpengaruh; keterpengaruhan (6) |
| JUNCTO | Berkenaan dengan; berkaitan dengan; bertalian dengan; disingkat jo. (ungkapan/Latin) (6) |
| JUNEAU | Ibu kota negara bagian Alaska, Amerika Serikat (6) |
| JUNGAK | Melihat dengan hanya memperlihatkan atau menongolkan kepala, sedangkan anggota tubuh lain tertutup benda lain (misalnya tembok, bilik, dan sebagainya) (Melayu Belitung); melihat sekilas (Melayu Belitung) (6) |
| JUNGAT | Menjungat; menjungkit ke atas pada sebelah depan atau belakang (Melayu Jakarta) (6) |
| JUNGUR | Moncong yang panjang; haluan kapal (Pelayaran) (6) |
| JUNGUT | Tanah (gunung) yang menganjur (Minangkabau) (6) |
| JUNIOR | Lebih muda, khususnya antara dua orang bersaudara (kakak beradik) atau antara bapak dan anak yang mempunyai nama akhir sama; berpangkat atau berkedudukan lebih rendah; lebih muda keanggotaannya (6) |
| JUNPUR | Penerjun tempur (akronim) (6) |
| JUNTAI | Julurkan (kaki) ke bawah (6) |
| JUPANG | Berjupang; bercupang; bercabang (6) |
| JURAMI | Tanah pertanian bekas garapan yang tetap berada di bawah pengawasan penggarap (6) |
| JURANG | Lembah yang dalam dan sempit, serta curam dindingnya; lurah (6) |
| JURDIL | Jujur adil (akronim) (6) |
| JURING | Juringan; ulas; pangsa (6) |
| JURIST | Ahli hukum (ungkapan/Belanda) (6) |
| JURKAM | Juru kampanye (akronim) (6) |
| JURMAK | Menguasai tanah milik orang lain tanpa izin yang berhak; pencurian tanah (di Tapanuli) (6) |
| JURNAL | Buku catatan harian; surat kabar harian; buku yang dipakai sebagai buku perantara antara buku harian dan buku besar (Perdagangan); buku yang dipakai untuk mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu (Perdagangan); majalah yang khusus memuat artikel dalam bidang ilmu tertentu; log atau catatan transaksi berbasis komputer yang terjadi di komputer atau di dalam jaringan (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| JURUNG | Anjungan rumah; tempat sirih dari emas, perak, ataupun tembaga (6) |
| JUSTRU | Kata penghubung yang dipergunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu benar atau salah; malahan sebetulnya (sebaliknya); bahkan kebalikannya (6) |
| JUTAAN | Berjuta-juta; satuan bilangan yang besarnya 1.000.000 (6) |
| JUWATA | Bandar udara kota Tarakan (6) |
| KABAEA | Baju adat Muna untuk laki-laki golongan Walaka (6) |
| KABAIR | Dosa besar (6) |
| KABALU | Permainan pada saat musim panen padi, dilakukan oleh dua orang atau lebih, untuk menemukan sebatang pohon padi yang belum mekar sehingga yang lebih dahulu menemukannya akan menjadi pemenangnya (6) |
| KABANA | Bangunan atau kamar hotel yang menghadap ke air (kolam renang, pantai, sungai, danau) (6) |
| KABANG | Diulang: sarang laba-laba yang bercampur dengan jelaga dan kotoran (biasanya terdapat di dapur) (6) |
| KABAZA | Alat musik perkusi Latin menyerupai alat musik Afrika berupa tempurung kering dengan untaian biji-bijian membentuk jaring yang menyelimuti permukaan tempurung (Musik) (6) |
| KABITA | Tertarik dan menginginkan sesuatu yang dimiliki atau yang dialami orang lain (Sunda) (6) |
| KABOCA | Labu berkulit hijau tua dengan bercak kuning atau cokelat muda, dagingnya kuning keemasan; labu Jepang (Melanoformis makino) (6) |
| KABOLA | Suku bangsa yang mendiami Pulau Alor bagian Barat Laut, Provinsi Nusa Tenggara Timur (6) |
| KABUKI | Teater rakyat yang diperankan oleh para pemain laki-laki sebagai perpaduan antara unsur sandiwara, tari, dan musik, biasanya mengetengahkan kisah nyata atau cerita sejarah (Kesenian/Jepang) (6) |
| KABUNG | Kain putih yang diikatkan di kepala sebagai tanda berduka cita; ukuran panjang (= 4 hasta = 2 m); enau (Arenga pinnata); kerat; penggal; potong (Minangkabau); pekerjaan pertama yang dilakukan dalam bersawah (Alas) (6) |
| KABURI | Suku bangsa yang mendiami daerah di sebelah utara Kokoda dan Fakfak, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua (6) |
| KABUTO | Makanan kukus, dibuat dari ubi kayu yang sudah dikeringkan, diiris-iris, direndam dalam air garam, dimakan dengan kelapa parut dan ikan kapindang (Muna) (6) |
| KACAES | Kaca yang buram dan tidak tembus pandang (6) |
| KACANG | Tanaman yang ditanam di sawah atau di ladang, berbuah polong (macamnya banyak sekali) (6) |
| KACONG | Sebutan untuk anak laki-laki Madura (Madura) (6) |
| KACREK | Tidak mau lagi (karena takut, malu, dan sebagainya); jera; kapok (Jawa) (6) |
| KACUNG | Pesuruh, pelayan, jongos (biasanya anak laki-laki) (6) |
| KADANG | Keluarga; sanak saudara (ada pertalian darah) (Jawa); kadang-kadang; diulang: adakalanya; sekali-sekali (6) |
| KADERA | Kursi; tandu; usungan (6) |
| KADIRI | Kota di India (6) |
| KADOMA | Kota di Jepang dan Zimbabwe (6) |
| KADORI | Bahasa yang dituturkan oleh suku Ngaju (6) |
| KADUNA | Kota di Nigeria (6) |
| KADUNG | Telanjur (Jawa) (6) |
| KAFAAH | Seimbang (6) |
| KAFIRI | Bersifat kafir (Arab) (6) |
| KAFTAN | Jubah panjang dengan bagian lengan yang longgar; pakaian tradisional Mongolia, deel (6) |
| KAGORO | Kota di Nigeria (6) |
| KAHOTI | Makanan persembahan sultan kepada rakyatnya (pada zaman dahulu), terdiri atas makanan mentah dan makanan yang sudah dimasak (Wolio) (6) |
| KAHRAB | Batu ambar (Arab) (6) |
| KAHRIZ | Kota di Iran (6) |
| KAIDAH | Rumusan asas yang menjadi hukum; aturan yang sudah pasti; patokan; dalil (dalam matematika) (6) |
| KAIGIR | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (6) |
| KAIGUN | Angkatan laut Jepang (Jepang) (6) |
| KAIHUA | Kota di Cina (6) |
| KAILAN | Sayuran yang berdaun tebal, membundar telur, tepi daun bergelombang dan menguping di bagian tangkai yang kaku mendaging sehingga tidak membonggol, gundul dan hijau mengilap (Brassica oleracea var. Albaglabra) (6) |
| KAIMAT | Kuantitas (Arab) (6) |
| KAINIT | Mineral monoklin, berwarna putih, abu-abu, merah jambu, atau hitam, berbentuk hablur, digunakan untuk pupuk (6) |
| KAIRUI | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Baukau, Timor Leste (6) |
| KAISAR | Maharaja; raja diraja (6) |
| KAITAK | Dulunya merupakan bandara utama Hong Kong (6) |
| KAITAN | Kait; gancu; hubungan (sangkutan) (kiasan) (6) |
| KAJANG | Anyaman dari bambu (daun nipah, mengkuang, dan sebagainya) untuk atap (penutup) pedati dan sebagainya; daun nipah muda yang dikeringkan untuk melinting rokok (Madura); gubuk kecil, tidak berdinding, berada di samping atau di belakang rumah (biasanya tempat menyimpan kayu bakar, atau tempat memasak pada saat penyelenggaraan pesta) (Minangkabau); suku bangsa yang hidup berpindah-pindah di daerah perbatasan Indonesia dengan Serawak, Malaysia; daun gebang (Jawa) (6) |
| KAJARI | Kepala kejaksaan negeri (akronim) (6) |
| KAJATI | Kepala kejaksaan tinggi (akronim) (6) |
| KAJIAN | Hasil mengkaji (6) |
| KAKANG | Abang (6) |
| KAKTUS | Tumbuhan yang termasuk suku Cactaceae, berbatang hijau lunak (berdaging) dan berduri, biasanya tumbuh di daerah panas dan kering (6) |
| KALAKA | Denda perceraian, biasanya telah ditetapkan pada waktu perkawinan (6) |
| KALANG | Penyangga (bantal, ganjal, dan sebagainya); penunjang; ikan lele yang lebih pipih dan berwarna kekuning-kuningan; gundukan tanah memanjang sebagai media tanam untuk sayuran (Minangkabau); kuda yang berwarna cokelat kehitaman (6) |
| KALASA | Anyaman bambu yang dibuat jarang, digunakan untuk jemuran (akronim) (6) |
| KALASE | Permainan yang menggunakan 41 potong ranting, satu di antaranya lebih panjang daripada yang lain (Wolio) (6) |
| KALAZA | Tali pilin pada albumen yang tersambung pada tiap ujung kuning telur pada lapisan membran di dalam telur unggas, berfungsi untuk menjaga agar posisi kuning telur tidak berubah (Biologi); bagian dasar bakal biji tempat nuselus dan integumen menyatu (Botani) (6) |
| KALBAR | Kalimantan Barat (akronim) (6) |
| KALEDO | Masakan khas Kota Palu berupa sup kaki sapi, biasa disajikan dengan singkong rebus (6) |
| KALENG | Besi tipis berlapis timah; belek; tempat minyak (air, susu, dan sebagainya) yang dibuat dari belek (6) |
| KALEPA | Tempat nasi yang terbuat dari seludang pinang (Bugis) (6) |
| KALERO | Anyaman bambu atau rotan untuk menyaring pasir atau kerikil dari dalam air (6) |
| KALESA | Ikan air tawar, panjang mencapai 90 cm, mendiami dasar dan kolom perairan tropis, tersebar di perairan Myanmar bagian selatan, Semenanjung Malaya, Indonesia dan Thailand (Sclerophages formosus) (6) |
| KALIAN | Yang diajak bicara yang jumlahnya lebih dari satu orang (dalam ragam akrab) (6) |
| KALIKI | Tumbuhan buah daerah tropis, batangnya lurus tidak beranting seperti palem, tetapi tidak berkayu, buahnya berdaging tebal dan manis; betik; kates; pepaya (Carica papaya) (Minangkabau) (6) |
| KALING | Pemusnahan atau pengurangan populasi hewan yang tidak produktif, cacat, dan berkualitas buruk (6) |
| KALISZ | Kota di Polandia (6) |
| KALIUM | Logam putih perak, lunak, dan mirip lilin; unsur kimia logam alkali dengan nomor atom 19, berlambang K, dan bobot atom 39,102 u; potasium (Kimia) (6) |
| KALKIR | Kertas tembus pandang yang biasanya digunakan oleh desainer untuk membuat rancangan atau gambar (6) |
| KALKON | Keton aromatik dan enon yang membentuk inti pusat beberapa senyawa biologis penting, menunjukkan berbagai karakteristik biologis seperti antidiabetes, antihipertensi, antimalaria, dan antioksidan (Kimia) (6) |
| KALKUN | Unggas yang bertubuh besar dan kuat, berbulu kurik, mempunyai gelambir, bertungkai panjang, dipelihara untuk menghasilkan daging; ayam belanda (Meleagris gallopavo) (6) |
| KALOBE | Labu yang berbuah keras dan berleher kecil, biasanya dijadikan sebagai tempat tuak atau air minum (Toraja) (6) |
| KALOCI | Penganan yang dibuat dari adonan tepung ketan, gula, dan garam yang dikukus, diuleni, dan dibalurkan kacang sangrai yang telah dihaluskan lalu dipotong-potong, biasa ditemukan di Pontianak, bertekstur kenyal, rasanya manis atau gurih (6) |
| KALOLO | Obat batuk tradisional berupa perasan daun jeruk (6) |
| KALONG | Kelelawar berukuran besar, pemakan buah-buahan, tidur di siang hari dengan menggantungkan diri pada dahan pohon; keluang (Pteropus spp.) (6) |
| KALORI | Satuan panas yang menyatakan jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 g air setinggi satu derajat Celcius (1°C) (Fisika); satuan tenaga panas sebesar 4,1868 joule, disingkat kal (Fisika); ukuran panas untuk menunjukkan nilai energi potensial yang ada di dalam makanan (Olahraga); energi yang didapat dari makanan atau minuman (6) |
| KALOWO | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Polewali Mamasa, Provinsi Sulawesi Selatan (6) |
| KALSEL | Kalimantan Selatan (akronim) (6) |
| KALSIN | Alat untuk memanaskan bahan keramik nirbentuk (amorf) dalam tungku atau bijih logam, endapan, konsentrat atau residu dengan suhu tinggi tanpa meleleh, sehingga hidrat, karbonat, atau senyawa yang lain terurai dan zat yang mudah menyerap hilang; alat untuk memanaskan di bawah persyaratan oksidasi (6) |
| KALSIT | Mineral berwarna putih atau tanpa warna (banyak terdapat di alam seperti di dalam batu gamping, pualam); kalsium karbonat (CaCO3) (Geografi dan Geologi) (6) |
| KALTIM | Kalimantan Timur (akronim) (6) |
| KALUGA | Kota di Rusia (6) |
| KALUNG | Perhiasan yang terbuat dari emas, perak, dan sebagainya yang dilingkarkan pada leher sebagai hiasan (6) |
| KALUSH | Kota di Ukraina (6) |
| KALYAN | Kota di India (6) |
| KAMALI | Berkaitan dengan kesempurnaan (Arab); bentuk bangunan istana tempat tinggal raja (Muna) (6) |
| KAMASI | Gadis atau anak perempuan yang diguna-gunai oleh seseorang (Moronene) (6) |
| KAMBAM | Mengurung dalam waktu yang lama (tentang binatang ternak) (Alas) (6) |
| KAMBAN | Ikat; peluk dari belakang (Minangkabau) (6) |
| KAMBAR | Kota di Pakistan (6) |
| KAMBAU | Binatang melata berkaki empat, punggungnya berkulit keras, hidup di air dan di darat; kura-kura; kambar (Testudinata) (6) |
| KAMBEH | Tumbuhan menjalar, bunganya kecil-kecil berwarna kuning hampir serupa dengan bunga mentimun, buahnya seperti mentimun mempunyai permukaan kulit yang tidak licin, berbintil-bintil kecil, agak pahit rasanya, daunnya berwarna hijau dan bergerigi, bermanfaat untuk menyembuhkan sakit encok; pepare; pare; peria (Momordica charantia) (Minangkabau) (6) |
| KAMBER | Lengkungan ke atas bagian tengah geladak kapal sehingga bagian ini lebih tinggi daripada bagian pinggirnya (Pelayaran); jarak vertikal antara bagian tengah dan bagian samping geladak yang melintang di kapal (Pelayaran) (6) |
| KAMBIS | Daftar yang memuat nilai tukar mata uang asing (6) |
| KAMBOI | Bilik yang berada di tengah rumah (Biak) (6) |
| KAMBUH | Jatuh sakit lagi (biasanya lebih parah daripada yang dahulu) (6) |
| KAMBUS | Tertimbun oleh pasir (6) |
| KAMBUT | Keranjang empat persegi terbuat dari anyaman pandan, dipakai sebagai tempat menaruh bahan makanan atau buah-buahan (6) |
| KAMEKO | Minuman keras yang terbuat dari air enau (Muna) (6) |
| KAMERA | Kotak kedap sinar yang dipasang dengan lensa yang menyambung pada lubang lensa tempat gambar (objek) yang direkam dalam alat yang pekat cahaya; alat potret; tustel (6) |
| KAMFOR | Senyawa yang mengandung gugus karbonil dan kerangka karbon kamfana, didapat dalam daun Cinnamomun camphore; kapur barus (C10H16O) (6) |
| KAMHAR | Benang dari bulu domba; kain yang dibuat dari benang bulu domba (6) |
| KAMINA | Kota di Republik Kongo (6) |
| KAMISA | Kemeja (6) |
| KAMNAS | Keamanan nasional (akronim) (6) |
| KAMOKE | Kota di Pakistan (6) |
| KAMORO | Suku bangsa yang mendiami daerah Mimika, Papua Tengah; Mimika (6) |
| KAMPAI | Baring (geletak) (6) |
| KAMPAR | Kabupaten di Provinsi Riau, beribu kota Bangkinang; dahan dan potongan pohon yang hanyut di sungai (Melayu Kalimantan) (6) |
| KAMPAS | Barang tenun yang tebal dan kuat untuk melapis ban dan sebagainya (6) |
| KAMPER | Kristal (hablur) yang mudah menguap, terbuat dari getah pohon kapur barus, digunakan sebagai bahan antihama atau untuk campuran obat-obatan; kapur barus; pohon asli dari Cina, termasuk suku Lansaceae, tinggi pohon antara 20–30 m, daun bertulang utama tiga, buahnya bulat panjang, berdaging, jika masak berwarna hitam, tumbuh pada tanah lempung berpasir di daerah pegunungan dengan ketinggian 600–1.500 m di atas permukaan laut (Cinnamomum camphora) (6) |
| KAMPIH | Wadah berbentuk persegi, terbuat dari anyaman daun pandan berduri, dipakai untuk membawa bekal ke sawah (Melayu Jambi) (6) |
| KAMPIL | Pundi-pundi yang dibuat dari anyaman daun pandan; kelewang panjang (6) |
| KAMPOS | Padang rumput di Amerika Selatan (6) |
| KAMPUA | Upacara adat pemotongan rambut bayi setelah berusia 44 hari; pesta gunting rambut (Muna) (6) |
| KAMPUH | Kain selimut yang dibuat dari tiga helai kain dijahit menjadi satu; jahitan dari dua helai barang tipis (kertas, kulit buku, dan sebagainya); jahitan yang menyatukan dua helai kain, dapat dikerjakan dengan mesin maupun tangan (Tata Busana); jarak antara garis pola atau jahitan dan tepi potongan kain; garis pertautan dua organ yang sama, misalnya antara daun dan buah (Botani) (6) |
| KAMPUS | Daerah lingkungan bangunan utama perguruan tinggi (universitas, akademi) tempat semua kegiatan belajar-mengajar dan administrasi berlangsung (6) |
| KAMRAD | Roda; roda (bergerigi atau bertali) yang dapat berputar untuk menggerakkan perkakas lain (seperti pada perkakas jam); roda pemintal benang (kincir) (6) |
| KAMSEN | Uang komisi (6) |
| KAMSIA | Kata yang dipergunakan untuk menyatakan kelegaan; terima kasih (Cina) (6) |
| KAMTHI | Kota di India (6) |
| KAMTIB | Keamanan dan ketertiban (akronim) (6) |
| KANAAH | Rela menerima yang diberikan kepadanya oleh orang tua, atasan, ataupun oleh Allah Swt. (Arab) (6) |
| KANADA | Negara yang terletak di Amerika Utara, beribu kota Ottawa; daun maple merupakan ciri khusus dari bendera negara ini (6) |
| KANALB | Saluran data utama dalam koneksi jaringan digital layanan terpadu; kanal pembawa (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| KANALD | Kanal persinyalan 16 Kbps yang mendukung dua saluran data 64 Kbps dan sesuai dengan standar jaringan digital layanan terpadu (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| KANANG | Pohon, tinggi hingga 20 m, kayunya lunak tetapi liat, berwarna putih, daunnya dapat digunakan sebagai obat kudis atau sering dijadikan makanan ayam sabung (supaya kuat dan galak dalam bersabung), kulit rantingnya dipakai untuk tali, buahnya digunakan untuk perekat; kendal (Cordia oblique) (6) |
| KANAPE | Makanan pembuka yang terdiri atas selapis roti, roti panggang, atau biskuit kecil dan makanan asin (keju, kaviar, dan sebagainya) di atasnya (6) |
| KANCAB | Kantor cabang (akronim) (6) |
| KANCAH | Kuali besar; kawah; wadah; ajang; medan; tempat (kiasan); keadaan atau situasi susah (sengsara, perang, sukar) (6) |
| KANCAP | Penuh sekali hingga rata dengan tepinya (bibirnya); peres (6) |
| KANCIL | Pelanduk yang berukuran paling kecil kurang lebih 0,5 m; pelanduk kancil (Tragulus kanchil); tokoh utama binatang yang cerdik dalam cerita rakyat di Asia Tenggara (kiasan); orang yang cerdik dan licik (banyak akal) (kiasan); kendaraan angkutan bentuk kecil beroda empat hasil modifikasi dari bemo dan bajaj (6) |
| KANCRA | Semah yang tidak memiliki cuping pada dagunya (Neolissochilus soro) (6) |
| KANCUT | Cawat; celana dalam (6) |
| KANDAR | Peranti komputer yang dapat menulis dan membaca informasi pada diska (6) |
| KANDAS | Terlanggar (terantuk) pada dasar laut, sungai, dan sebagainya; gagal; tidak berhasil; terhenti (kiasan) (6) |
| KANDEL | Tebal (Jawa); banyak uang (kiasan/Jawa) (6) |
| KANDEP | Kantor departemen (akronim) (6) |
| KANDET | Lipatan dalam sebuah kantong kecil atau kain yang dipakai di perut atau di antara perut dan ikat pinggang (6) |
| KANDIL | Pelita; lampu; (tempat) lilin (6) |
| KANDIS | Pohon, tinggi mencapai 15 m, kayunya berwarna kekuning-kuningan agak keras dan awet jika digunakan di bawah atap, kulit kayunya mengandung getah berwarna kuning yang sangat banyak, yang mengeras menjadi gumpalan kecil pada batang, buahnya berwarna kuning, rasanya agak masam, digunakan sebagai bumbu masak sebagai pengganti jeruk (Garcinia parvifolia); manis (6) |
| KANDUL | Lipatan pada ujung jaring menyerupai kantong pada bagian bawah jerat ayam-ayam (Melayu Jambi); bakul (keranjang) yang biasa digunakan ketika membuat gambir; lipatan pada ujung jala yang membentuk kantong (6) |
| KANDUT | Mengandut; mengandung; hamil (Jawa); membawa sesuatu di dalam kain (baju dan sebagainya) yang dipakai di dekat perut (Jawa) (6) |
| KANGAR | Kota di Malaysia (6) |
| KANGEN | Ingin sekali bertemu; rindu (6) |
| KANGKA | Perkebunan gambir (6) |
| KANGSA | Perunggu; kuningan; gangsa; kaleng; blek; belek (Minangkabau) (6) |
| KANINA | Anjing (6) |
| KANJAL | Terhenti karena terhalang dan sebagainya (6) |
| KANJAR | Tari persembahan dari Kutai yang dimainkan oleh pria dan wanita untuk menghormati tamu (Melayu Kalimantan); berkanjar; menari-nari (6) |
| KANKAN | Kota di Guinea (6) |
| KANKER | Penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal; tumor ganas; puru ayal (6) |
| KANNUR | Kota di India (6) |
| KANOPI | Tirai atau langit-langit dari terpal, kain, logam dan sebagainya; tajuk hutan (Botani) (6) |
| KANOYA | Kota di Jepang (6) |
| KANPUR | Kota di India (6) |
| KANSAS | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Topeka (6) |
| KANSEL | Mengansel; membatalkan (6) |
| KANSER | Rasi bintang di belahan langit utara khatulistiwa (Astronomi); zodiak ke-4 yang dilambangkan dengan kepiting sebagai lambang bagi orang yang dilahirkan antara tanggal 22 Juni dan 22 Juli; Karkata (Astronomi) (6) |
| KANTAN | Halia hutan yang bunganya dapat dirujak atau digunakan sebagai bumbu gulai (Nicolaia imperialis) (6) |
| KANTIH | Benang tenun (6) |
| KANTIL | Cempaka; Michelia champaca (6) |
| KANTIN | Ruang tempat menjual minuman dan makanan (di sekolah, di kantor, di asrama, dan sebagainya) (6) |
| KANTIP | Pembelah batang pinang dengan engsel di ujungnya (Melayu Belitung) (6) |
| KANTON | Bahasa yang dituturkan di Hong Kong (6) |
| KANTOR | Balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan (perusahaan dan sebagainya); tempat bekerja (6) |
| KANTUK | Rasa hendak tidur (6) |
| KANUKU | Bagian pangkal kuku berwarna putih (Sangir) (6) |
| KANUMA | Kota di Jepang (6) |
| KANVAS | Kain kasar yang kuat, dipakai untuk kemah, layar, kantong surat pos, lukisan, dan sebagainya; kain terpal; lantai gelanggang tinju (6) |
| KANWIL | Kantor wilayah (akronim) (6) |
| KANYON | Lembah yang sempit dan dalam dengan tepi yang terjal, biasanya ada sungai yang mengalir di dasarnya; jurang (6) |
| KAOLIN | Tanah liat lunak, halus, dan putih, terjadi dari pelapukan batuan granit, dijadikan bahan untuk membuat porselen atau untuk bahan campuran membuat kain tenun, kertas, karet, obat-obatan, dan sebagainya; tanah liat cina (6) |
| KAOTIS | Bersifat kaos; dalam keadaan kaos (6) |
| KAPANG | Jenis kerang laut yang melubangi kayu atau papan yang terbenam di dalam air sehingga dapat merusak kulit kapal kayu atau perahu; tembatar; teritip (Toredo navalis) (6) |
| KAPAUR | Suku bangsa yang mendiami daerah paling ujung utara Semenanjung Bomberai, Kabupaten Fakfak, Papua (6) |
| KAPELA | Bintang paling terang dalam susunan bintang Auriga (6) |
| KAPISA | Berwarna seperti bulu serigala; warna cokelat kemerah-merahan (6) |
| KAPITA | Kepala; jiwa (6) |
| KAPLET | Obat tablet yang berbentuk seperti kapsul (6) |
| KAPLOK | Tepuk (6) |
| KAPRAH | Lazim; biasa (6) |
| KAPSEL | Tata rias rambut wanita; tatanan rambut wanita (6) |
| KAPSUL | Pembungkus kecil dari sejenis agar-agar tempat obat yang harus ditelan; ruang khusus yang bertekanan udara tertentu yang digunakan oleh penerbang ruang angkasa (astronaut) dalam penerbangan ke angkasa luar; buah kering beruangan sebanyak daun buah yang membentuknya, merekah, dan berbiji banyak (Botani) (6) |
| KAPTEN | Pangkat perwira pertama peringkat pertama dalam ketentaraan, satu tingkat di bawah mayor, satu tingkat di atas letnan satu (tanda pangkatnya tiga balok emas lurus mendatar yang ditempatkan di bahu baju); orang yang mengepalai atau memimpin (regu, kapal, dan lain-lain) (6) |
| KAPUAN | Kotak yang terbuat dari perunggu untuk menyimpan barang, seperti perhiasan, uang, dan bahan untuk menyirih (6) |
| KAPUAS | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (6) |
| KARABU | Luka di telapak kaki (Melayu Ambon) (6) |
| KARAGE | Teknik memasak makanan (biasanya ayam, tetapi dapat pula daging atau ikan, yang dibumbui dan dibaluri tepung) dengan cara menggoreng bahan makanan terendam dalam minyak panas (Jepang) (6) |
| KARANG | Batu kapur di laut yang terjadi dari zat yang dikeluarkan oleh binatang kecil jenis anthozoa (tidak bertulang punggung); batuan organik sebagai tempat tinggal binatang karang; koral; pulau (gunung, batu) di laut yang terjadi dari tumpukan karang yang sudah membatu; tumbuhan laut yang menyerupai atau seperti karang; susun; rangkai; jalin; gunung api aktif bertipe strato dengan ketinggian 1.778 mdpl, terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten (6) |
| KARAPA | Gumpal (nasi, tanah, dan sebagainya) yang ditekan-tekan dengan genggaman tangan (Minangkabau) (6) |
| KARASI | Penganan tradisional khas Wakatobi, dibuat dari tepung beras (Wakatobi) (6) |
| KARATE | Cabang olahraga bela diri dengan menggunakan tangan kosong dan kaki untuk melumpuhkan lawan; seni bela diri dari Jepang (6) |
| KARAWO | Kain tradisional khas Gorontalo, memiliki motif yang disulam dengan tangan (Gorontalo) (6) |
| KARBOL | Benda cair berwarna putih dan berbusa seperti air sabun serta berbau harum yang dapat dipakai untuk mematikan kuman penyakit (C6H5OH); kreolin; sebutan untuk taruna AAU (Akademi Angkatan Udara) (6) |
| KARBON | Unsur kimia nonlogam, dalam alam terdapat sebagai intan, grafit, dan arang; zat arang; unsur dengan nomor atom 6, berlambang C, bobot atom 12,0111 u; kertas tipis berlumas zat hitam untuk membuat tembusan ketikan atau tulisan; batang arang yang dipakai pada lampu busur (Grafika); elektrode positif pada baterai kering; zat arang (6) |
| KARCIS | Surat kecil (carik kertas khusus) sebagai tanda telah membayar ongkos dan sebagainya (untuk naik bus, menonton bioskop, dan sebagainya) (6) |
| KARDIA | Jantung (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| KARDIL | Bagian tros kapal, baik yang terbuat dari tali manila maupun baja, yang terdiri atas sejumlah benang atau serat yang dipintal menjadi satu (6) |
| KARDIO | Kardiovaskular (kependekan) (6) |
| KARDUS | Karton (6) |
| KAREES | Sisi sungai yang banyak pasir (Sunda) (6) |
| KARELA | Warna cokelat muda pada bulu kucing dan sebagainya (Bugis) (6) |
| KARENA | Kata penghubung untuk menandai sebab atau alasan; disebabkan oleh; lantaran (6) |
| KAREPU | Bekas luka di sudut-sudut bibir (Melayu Ambon) (6) |
| KARIAU | Hantu hutan (Dayak) (6) |
| KARIBU | Rusa yang bergelambir, terdapat di Amerika Utara dan termasuk kelas Rangifer (6) |
| KARIER | Perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya; pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju (6) |
| KARIES | Pembusukan atau perusakan pada tulang atau gigi (6) |
| KARINA | Bagian tulang dada burung yang menjorok dan tipis (Zoologi); rasi bintang di belahan langit selatan yang merupakan bagian dari rasi lama Argo Navis (Astronomi) (6) |
| KARKAS | Daging bertulang; pelepasan daging dari tulang; bagian tubuh ternak yang disembelih selain kepala, kulit, jeroan, kaki bawah, ekor, dan bulu (6) |
| KARKUN | Juru tulis; sekretaris (6) |
| KARLAK | Pengutil ikan tangkapan di pelabuhan (6) |
| KARNAL | Kota di India (6) |
| KARODA | Masakan, dibuat dari jagung, ikan dan sayur (Kaili) (6) |
| KARONG | Kerabat dari pihak ibu dalam sistem perkawinan masyarakat Aceh (Aceh) (6) |
| KAROSI | Kematian akibat bekerja terlalu keras (Jepang) (6) |
| KARPAI | Tas tempat menyimpan peluru senjata (6) |
| KARPAL | Tulang di daerah pergelangan tangan (Olahraga) (6) |
| KARPEG | Kartu pegawai (akronim) (6) |
| KARPEL | Daun buah (Botani) (6) |
| KARPER | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 120 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, mempunyai dua pasang sungut, bagian belakang duri sirip dubur bergerigi, warnanya abu-abu keemasan, berasal dari Cina dan diintroduksi ke banyak negara; tombro; ikan emas (Cyprinus carpio) (6) |
| KARPET | Hamparan (tikar) penutup lantai yang dibuat dari bulu domba atau kain tebal; permadani; ambal (6) |
| KARTEL | Gabungan perusahaan sejenis yang bertujuan mengendalikan produksi, persaingan, dan harga; gabungan partai politik yang memiliki tujuan yang sama (Politik dan Pemerintahan); persekutuan antara dua pihak atau lebih (Hukum) (6) |
| KARTON | Kertas tebal (untuk kulit buku, gambar, dan sebagainya) dengan berat dasar antara 150–600 g; kardus (6) |
| KARTUN | Film yang menciptakan khayalan gerak sebagai hasil pemotretan rangkaian gambar yang melukiskan perubahan posisi; gambar dengan penampilan yang lucu, berkaitan dengan keadaan yang sedang berlaku (terutama mengenai politik); rubrik yang tampil di harian Kompas Minggu (6) |
| KARUAN | Pasti; tentu (6) |
| KARUFA | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian selatan Semenanjung Momberai di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua; Buruwai (6) |
| KARUNG | Kantong besar dari goni yang kasar (untuk tempat beras dan sebagainya); kantong pakan yang mempunyai volume tertentu (Peternakan); sering dipakai untuk balapan saat hari raya kemerdekaan (6) |
| KARUSI | Penyakit yang ditandai dengan keinginan hidup hanya untuk bekerja, siang malam seperti robot, dan akhirnya membawa kepada kehidupan yang tertekan karena tujuannya untuk mengejar karier dan prestasi, jika tidak tercapai timbul depresi yang berakhir dengan bunuh diri (6) |
| KARWAR | Kota di India (6) |
| KARYAH | Desa (6) |
| KASAMA | Kota di Zambia (6) |
| KASANG | Kering (6) |
| KASASI | Pembatalan atau pernyataan tidak sah oleh Mahkamah Agung terhadap putusan hakim karena putusan itu menyalahi atau tidak sesuai dengan undang-undang (Hukum) (6) |
| KASBON | Dana pinjaman yang disediakan oleh perusahaan sebagai fasilitas bagi karyawan untuk mengambil sebagian gaji bulanan lebih awal sebelum waktu penerimaan gaji (6) |
| KASDAM | Kepala staf daerah militer (akronim) (6) |
| KASEDA | Kain merah yang biasa dipakai pada pesta kematian atau pada acara persembahan kepada dewata (Toraja) (6) |
| KASEIN | Hasil pengolahan susu yang larut dalam larutan alkali dan asam pekat, mengendap dalam asam lemak, dan tidak larut dalam air, digunakan dalam pembuatan kertas sebagai bahan perekat dan pengikat pigmen pada permukaan kertas cetak seni atau digunakan dalam ofset sebagai bahan peka cahaya dalam pembuatan pelat (Grafika); protein susu yang mencakup 80 persen dari protein total susu (Ilmu Gizi) (6) |
| KASESE | Kota di Uganda (6) |
| KASGAR | Kepala staf garnisun (akronim) (6) |
| KASIKU | Kena kutuk; kualat (Jawa) (6) |
| KASINO | Gedung atau kamar yang digunakan untuk berdansa, berjudi, dan sebagainya; rumah peranginan (6) |
| KASKAS | Bumbu dari bunga candu yang menghasilkan rasa gurih, dapat mengentalkan masakan, dan dapat mengempukkan daging (6) |
| KASMIR | Bahan wol halus yang terbuat dari bulu kambing (6) |
| KASRAH | Tanda baca huruf Arab untuk menyatakan bunyi i (berupa garis di bawah huruf) (6) |
| KASSEL | Kota di Jerman (6) |
| KASTAF | Kepala staf (akronim) (6) |
| KASTAL | Pohon kayu yang tumbuh di gurun atau di tanah yang kering (6) |
| KASTEL | Rumah (benteng) yang dikelilingi parit; istana yang sekaligus dijadikan benteng (6) |
| KASUAL | Santai dan sederhana (6) |
| KASUIS | Orang yang ahli dalam penentuan baik atau buruk berdasarkan kesesuaian antara perbuatan dan kata hati serta norma etika umum; sofis (6) |
| KASULA | Jubah luar tanpa lengan yang dikenakan oleh pendeta saat misa (6) |
| KASWAH | Keras kepala (Arab) (6) |
| KATAKA | Perisai berbentuk bulat atau persegi panjang (Arkeologi) (6) |
| KATAWI | Secara kata demi kata; secara harfiah (6) |
| KATENA | Deretan tanah yang mempunyai umur kurang lebih sama yang berasal dari bahan yang sama dan terjadi pada kondisi iklim yang sama, tetapi mempunyai sifat khas yang berbeda (Ilmu Tanah) (6) |
| KATIAN | Timbangan kati (6) |
| KATING | Kakak tingkat (akronim) (6) |
| KATION | Ion yang bermuatan positif (Kimia) (6) |
| KATITI | Telah diteliti (Jawa); telah ditentukan waktunya (tanggal, hari, bulan, dan tahunnya) (Jawa) (6) |
| KATOBA | Upacara menginjak kehidupan beragama untuk anak yang telah disunat dan telah ideal untuk memahami hal yang baik dan buruk; upacara pertobatan (Muna) (6) |
| KATODE | Kutub negatif dari sel elektrolit (Elektronika); kutub positif sel primer atau baterai penyimpan (basah) yang mengalirkan arus (Elektronika); elektrode yang bermuatan elektrik negatif (Fisika) (6) |
| KATONG | Kita orang (Melayu Ambon) (6) |
| KATOYA | Kota di India (6) |
| KATRAS | Kota di India (6) |
| KATRIJ | Wadah penyimpan tinta pada pencetak (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| KATROL | Alat pengangkat dari besi; kerek (6) |
| KATUNG | Penyu (Dermochelys coriacea) (6) |
| KATWAL | Pegawai polisi; komisaris polisi (6) |
| KAUGAT | Suku bangsa yang mendiami pesisisr selatan antara Sungai Cook dan Kronkel, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (6) |
| KAUKAB | Bintang siarah; bintang berekor (6) |
| KAUKUS | Pertemuan tertutup antartokoh partai politik untuk merencanakan strategi, kebijakan, ataupun program yang akan dikemukakan dalam pertemuan terbuka partai (6) |
| KAULAN | Membayar (melepas) kaul; bergembira (berpesta dan sebagainya) karena maksud tercapai (kiasan) (6) |
| KAUMAN | Wilayah, biasanya di sekitar masjid yang penduduknya beragama Islam (6) |
| KAUNAS | Kota di Lithuania (6) |
| KAUPUI | Makelar pada perkebunan karet rakyat (di Jambi) (6) |
| KAUREH | Suku bangsa yang mendiami daerah Jayapura, Papua (6) |
| KAUSAL | Bersifat menyebabkan suatu kejadian; bersifat saling menyebabkan (6) |
| KAUWOL | Suku bangsa yang mendiami lembah sungai Kau, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (6) |
| KAVALA | Kota di Yunani (6) |
| KAVALI | Kota di India (6) |
| KAVIAR | Telur ikan besar (terutama ikan sturgeon) yang diawetkan dan diasinkan (6) |
| KAWALU | Upacara setelah padi hasil panen dimasukkan ke lumbung (Sunda) (6) |
| KAWANG | Minyak yang diperoleh dari pohon tengkawang; minyak tengkawang (6) |
| KAWARE | Pesta perahu pada masyarakat suku Kamoro (Kamoro) (6) |
| KAWOTO | Upacara menyanyikan bayi selama 40 hari (Muna) (6) |
| KAWULA | Hamba sahaya; budak; abdi; rakyat dari suatu negara; orang yang di bawah perintah suatu negara; pengikut; saya; aku (untuk menghormat) (6) |
| KAWUNG | Enau (Sunda); rokok dengan daun enau sebagai pembungkusnya; motif (corak) batik (Sunda) (6) |
| KAYANG | Sikap melentingkan badan bertumpu pada kedua telapak tangan dan kaki hingga menyerupai busur (pada olahraga senam) (Olahraga) (6) |
| KAYGIR | Suku bangsa yang mendiami pesisir Papua bagian selatan, kabupaten Asmat, Provinsi Papua (6) |
| KAYUNG | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (6) |
| KEATAS | Menuju arah atas (6) |
| KEBAJI | Guna-guna yang membuat suami istri saling berbantah sehingga bercerai (Minangkabau) (6) |
| KEBANG | Berjalan sambil bergoyang-goyang (Melayu Riau) (6) |
| KEBAYA | Baju perempuan bagian atas, berlengan panjang, dipakai dengan kain panjang (6) |
| KEBIRI | Sudah dihilangkan (dikeluarkan) kelenjar testisnya (pada hewan jantan) atau dipotong ovariumnya (pada hewan betina); sudah dimandulkan (6) |
| KEBULI | Nasi yang dirempahi dan dicampur lauk-pauk (6) |
| KEBURU | Dapat dikejar; sempat; lebih dahulu; belum terlambat; tergesa-gesa (Melayu Jakarta) (6) |
| KEBYAR | Tari Bali yang dilakukan secara tunggal (6) |
| KECAPI | Alat musik petik tradisional yang berdawai (bersenar) tiga, lima, enam dan sebagainya, tidak bergaris nada, dan dimainkan dengan jari; pohon, yang batangnya tumbuh tegak dan lurus, tingginya mencapai 25–30 m, berdaun majemuk dan beranak daun tiga, buahnya bulat, kulit buahnya tebal berwarna kuning kehijau-hijauan, daging buahnya berwarna putih lunak, masam, dan dapat dimakan; sentul (Sandoricum koecape) (6) |
| KECELE | Dalam keadaan tidak mendapat (menemukan, memperoleh) apa yang diharapkan (diduga, dicari, dan sebagainya) (6) |
| KECENG | Dalam keadaan tertutup sebelah (tentang mata) (6) |
| KECEWA | Kecil hati; tidak puas (karena tidak terkabul keinginannya, harapannya, dan sebagainya); tidak senang; cacat; cela; gagal (tidak berhasil) dalam usahanya dan sebagainya (6) |
| KECIAK | Tiruan bunyi “ciak, ciak” (seperti bunyi anak ayam dan sebagainya) (6) |
| KECIUT | Tiruan bunyi desing peluru yang ditembakkan; tiruan bunyi ban mobil yang sangat keras bergeser dengan aspal (misalnya ketika mobil sedang berjalan cepat lalu direm mendadak) (6) |
| KECOAK | Serangga yang mempunyai mulut bertipe pengunyah, kepala relatif kecil, tubuh lebar dan rata, mata majemuk besar, antena panjang yang lentur, sebagian besar berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat tua, terdapat di berbagai macam habitat; lipas; coro; kepuyuk (Blattidae) (6) |
| KECONG | Tipu; kecoh (6) |
| KECREK | Bilah-bilah dari logam (besi), besarnya kira-kira setelapak tangan yang dimainkan oleh dalang dengan ujung kakinya (6) |
| KEDABU | Pohon yang biasanya tumbuh di tanah berlumpur, kayunya berantai rendah, digunakan sebagai kayu bakar, buahnya berasa sepat, biasanya dibuat rujak (Sonneratia ovata) (6) |
| KEDANG | Terentang atau terulurkan lurus (tentang tangan dan sebagainya); membuang air nasi; penampakan bulan antara sabit dan purnama, terjadi pada malam ketujuh atau kedelapan (Melayu Belitung) (6) |
| KEDERA | Ikan laut, seperti belanak kecil, panjang mencapai 35 cm, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 0–32 m, tersebar di perairan Atlantik Barat (Bermuda dan Florida bagian selatan sampai Amerika Selatan bagian utara dan Brazil) (Holocentrus rufus) (6) |
| KEDIDI | Burung pantai yang memiliki tubuh berwarna hitam, cokelat, dan putih, dengan paruh yang pendek dan hitam, kaki abu-abu, habitat di pantai, pemakan krustasea (Charadrius peronii); batu berwarna putih keabu-abuan yang dahulu dipakai untuk membersihkan gigi (Gayo); komposisi musik kulintang yang hanya dimainkan pada saat pemasangan panji-panji adat dalam upacara perkawinan (Melayu Jambi) (6) |
| KEDIRI | Kota madya di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Tahu; kabupaten di Provinsi Jawa Timur (6) |
| KEDUIT | Sendok terbuat dari labu putih (Putuk) (6) |
| KEDUNG | Lubuk (6) |
| KEJANG | Kaku dan menegang (tentang urat atau otot); pengerutan otot yang berlebihan di luar kehendak (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| KEJARI | Kejaksaan negeri (akronim) (6) |
| KEJATI | Kejaksaan tinggi (akronim) (6) |
| KEJORA | Bintang yang biasanya terbit pada dini hari; Bintang Timur (6) |
| KEJUJU | Bergerak naik secara terus-menerus (6) |
| KEKANG | Besi bergerigi yang dipasang pada mulut kuda; kendali; tali (kulit dan sebagainya) untuk mengendalikan kuda; segala sesuatu yang dipakai untuk mencegah perbuatan yang diangggap kurang baik; larangan (kiasan) (6) |
| KEKARA | Tumbuhan berbuah polongan, pohonnya merambat, buahnya sepanjang 5–7 cm, lebar dan berdaging tipis, kalau sudah tua berwarna hijau keputih-putihan; kacang kara; kara (Dolichos lablab) (6) |
| KEKEBA | Upacara selamatan menujuhbulani kehamilan pertama (Melayu Jakarta) (6) |
| KEKENG | Pematang yang merupakan batas antara kolam kecil dan sawah, hanya dapat dilalui oleh pemiliknya (6) |
| KEKISI | Kisi-kisi (6) |
| KELABU | Warna antara hitam dan putih, seperti warna abu; abu-abu; samar-samar; saru (kiasan) (6) |
| KELADI | Tumbuhan berumbi, daunnya lebar berbentuk hati, umbinya di beberapa daerah merupakan bahan makanan pokok; seratah; talas (Colocasia esculenta); umbi keladi (6) |
| KELAHI | Pertengkaran adu kata-kata; pertengkaran dengan adu kata-kata dan/atau adu tenaga (6) |
| KELANA | Mengadakan perjalanan ke mana-mana tanpa tujuan tertentu; kembara; penggunaan telepon seluler di luar area jangkauan lokal (Ilmu Komunikasi); gelar kehormatan bagi orang Bugis di Kepulauan Riau (6) |
| KELANG | Petis ikan yang masih belum mengental (Madura) (6) |
| KELAPA | Tumbuhan palem yang berbatang tinggi, buahnya tertutup sabut dan tempurung yang keras, di dalamnya terdapat daging yang mengandung santan dan air, merupakan tumbuhan serba guna; nyiur; kerambil (Cocos nucifera) (6) |
| KELARA | Anak sembilang (Plotosus canius) (6) |
| KELARI | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 35 cm, tubuhnya bulat memanjang, bersisik, bersungut, tidak terdapat lekukan pada moncong, tetapi banyak tubus, warnanya perak kehijauan, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan (Lobocheilos sp.) (6) |
| KELASA | Bonggol di tengkuk atau punggung binatang (seperti unta, lembu) (6) |
| KELASI | Awak kapal dengan pangkat yang terendah; matros; kelompok pangkat paling rendah dalam angkatan laut, mencakupi kelasi kepala, kelasi satu, dan kelasi dua; kera yang berhidung panjang (Hylobates leuciscus) (6) |
| KELATI | Kacip (6) |
| KELAWU | Wuku ke-28 (Bali) (6) |
| KELAYU | Pohon kecil, kayunya kuat, digunakan untuk membuat gagang berbagai alat perkakas, daun yang muda dibuat sayur, buahnya berasa masam; mentayam (Erioglossum rubiginosum) (6) |
| KELDER | Ruang pada rumah (gedung dan sebagainya) yang berada di bawah tanah, biasa dipakai untuk menyimpan barang (6) |
| KELEBU | Kemasukan air (tentang perahu); tenggelam; karam (Melayu Jakarta) (6) |
| KELESA | Malas melakukan sesuatu; arwana asli Indonesia yang berukuran maksimal 90 cm, jari-jari lemah sirip punggung berjumlah 20–21, gurat sisi berjumlah 21–24 sisik, mulut menghadap ke atas dengan kemiringan 55–60°, tersebar di perairan Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Myanmar; arwana kalimantan (Scleropages formosus) (6) |
| KELIAN | Kepala desa (Bali); galian; tambang (timah dan sebagainya) (6) |
| KELIAR | Berkeliaran; berjalan (terbang dan sebagainya) ke mana-mana; bertualang; merayau (6) |
| KELICI | Biji buah yang bulat dan keras (untuk permainan dan sebagainya); kelereng; gundu; keneker; guli (6) |
| KELIKA | Kulit kayu yang keras, biasanya tebal dan kering (Jawa) (6) |
| KELIKI | Tumbuhan buah daerah tropis, batangnya lurus tidak beranting seperti palem, tetapi tidak berkayu, buahnya berdaging tebal dan manis; betik; kates; pepaya (Carica papaya) (Minangkabau); perdu, tinggi 2 m, batangnya mudah patah, daunnya besar berwarna hijau kebiru-biruan, buahnya berbiji polong, bijinya sebesar kacang tanah, ketika tua berwarna hitam, dapat digunakan sebagai bahan minyak pelumas; jarak; dulang; kelikih (Ricinus communis) (Sunda) (6) |
| KELING | Orang berkulit hitam yang berasal dari India sebelah selatan; paku berkepala dua untuk menyambung besi; paku buta; kapal (6) |
| KELIRU | Salah; khilaf; silap; sesat; tertukar (6) |
| KELITI | Penyangga dayung pada sekoci atau perahu sewaktu dayung digunakan; sangkutan di tepi perahu tempat meletakkan tangkai dayung; pengayuh; roda yang dipasang untuk memutar kemudi (pada kapal kecil) (6) |
| KELMOK | Gentong kecil (Madura) (6) |
| KELOID | Daging tumbuh (6) |
| KELOKO | Alat musik tiup terbuat dari kerang, trompet dari Flores (Musik) (6) |
| KELOLA | Mengelola; mengendalikan; menyelenggarakan (pemerintahan dan sebagainya); mengurus (perusahaan, proyek, dan sebagainya); menjalankan (6) |
| KELONG | Belat besar yang di dalamnya memakai sekatan (kurung); pantun Bugis (Sastra) (6) |
| KELONO | Tarian tunggal penari bertopeng yang mengawali pertunjukan wayang topeng atau ludruk (Madura) (6) |
| KELTIS | Menendang ke samping atau ke belakang (Gayo) (6) |
| KELUAI | Mamalia karnivor bermoncong panjang, bertungkai pendek, rambut berwarna abu-abu sampai abu-abu kehitam-hitaman dengan corak tutul dan garis, ekornya panjang, aktif di malam hari; musang (Viverrividae) (6) |
| KELUAK | Buah pohon kepayang, bijinya direbus hingga masak dan diperam dalam abu selama satu bulan, biasa dipakai untuk bumbu masak rawon (6) |
| KELUAN | Tali yang dicocokkan pada hidung lembu atau kerbau yang berfungsi sebagai alat kendali; kelawan (6) |
| KELUAR | Bergerak dari sebelah dalam ke sebelah luar; tersembul; menampakkan diri; timbul; muncul; terbit; terlahir; pergi ke luar (rumah dan sebagainya); diumumkan; berhenti dari perkumpulan (pekerjaan, sekolah, dan sebagainya); muncul sebagai pemenang pertandingan dan sebagainya (6) |
| KELUBI | Palem tidak berbatang, tumbuh berupa semak yang sangat rapat, buahnya mirip buah salak, tetapi lebih kecil dan rasanya masam (Zalacca comferta) (6) |
| KELUIH | Pohon besar yang kayunya tidak keras, daunnya lebar berbulu halus dan berbentuk seperti tangan terentang, buahnya berwarna hijau, berdaging dan berbiji, biasanya dibuat sayur; ketimbul; timbul; kulur (Artocarpus communis) (6) |
| KELUKU | Gambar dengan ukuran lebih kecil daripada ukuran aslinya yang ditampilkan pada monitor untuk menghemat ruang (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari thumbnail (6) |
| KELULI | Baja (6) |
| KELULU | Patut (6) |
| KELUNA | Perdu merambat, panjang hingga 15 m, buahnya kecil-kecil hijau, dibuat selai dan manisan (Smilax macrocarpa) (6) |
| KELUNG | Lengkung di tengah-tengah; lekuk dalam (tentang piring dan sebagainya) (6) |
| KELVIN | Satuan suhu dalam skala termometer yang membagi suhu di antara pembekuan air dan pendidihan air dalam 100° dari 273°–373°, dilambangkan dengan (K) (6) |
| KEMALA | Batu yang indah dan bercahaya (berasal dari binatang), banyak khasiatnya dan mengandung kesaktian (6) |
| KEMANG | Pohon yang kulit batangnya berwarna abu-abu dan pecah-pecah, tinggi mencapai 40 m, bunganya terdapat dalam malai, menyerupai bunga mangga, berwarna ungu tua, bagian tepi berwarna putih, buahnya besar berbentuk seperti avokad dan tidak simetris, berwarna kecokelat-cokelatan, daging buah berwarna kuning kotor mengandung banyak cairan dan rasanya asam manis; binjai (Mangifera caesia); hantu yang dipercayai suka mengganggu bayi (6) |
| KEMARI | Ke sini (6) |
| KEMATU | Berbatu-batu; keras (6) |
| KEMAYU | Genit; centil (untuk gadis) (6) |
| KEMBAL | Pundi-pundi (yang bentuknya seperti kepis); bakul dari pandan atau rotan tempat menyimpan barang kecil-kecil; kantong kecil, kotak kecil, tempat barang-barang kecil (6) |
| KEMBAN | Kain pembebat dan penutup dada (wanita); kekemben (6) |
| KEMBAR | Sama rupanya (keadaannya); dilahirkan bersama-sama dari satu ibu (tentang anak); rangkap; dobel (tentang nomor kendaraan, majalah, dan sebagainya) (6) |
| KEMBOK | Mangkuk tempat air untuk mencuci jari tangan sebelum dan sesudah makan; kobokan (6) |
| KEMBOL | Mengembol (6) |
| KEMBUK | Mangkuk berkaki untuk membasuh jari-jari tangan (6) |
| KEMBUL | Bersama-sama makan (6) |
| KEMBUR | Berkembur; mengobrol; bercakap angin; membual (6) |
| KEMBUT | Sumpit (kantong) pendek yang dianyam dari pandan (untuk membawa buah-buahan dan sebagainya) (Minangkabau) (6) |
| KEMEJA | Baju laki-laki, pada umumnya berkerah dan berkancing depan, terbuat dari katun, linen, dan sebagainya (ada yang berlengan panjang, ada yang berlengan pendek) (6) |
| KEMENG | Kaku atau mati rasa pada bagian tubuh karena terlalu lama berdiam diri (6) |
| KEMERO | Belum matang tetapi sudah mulai besar (tentang buah) (Gayo) (6) |
| KEMESU | Pohon, tinggi mencapai 30 m, kayunya yang berwarna merah muda tidak awet, buahnya yang tua dapat dimakan; renkinang; tempawak (Elaeocarpus floribunda) (6) |
| KEMIRI | Pohon, tinggi hingga 39 m, kayunya ringan, tidak awet sebagai kayu bangunan, buahnya berkulit keras, isinya mengandung minyak, dan biasa digunakan dalam berbagai masakan; muncang; buah keras (Aleurites moluccana) (6) |
| KEMISE | Pakaian dalam wanita yang panjangnya selutut, terbuat dari bahan sutra dengan tali spageti yang dapat disesuaikan panjangnya (Tata Busana) (6) |
| KEMPAL | Berpadu padat (tidak berongga di dalamnya); tidak gembur (tentang tanah) (6) |
| KEMPAS | Pohon yang batangnya tegak lurus, kulit batang mudah terkelupas, berwarna keabu-abuan, kayunya keras dan berat, tetapi tidak awet, digunakan untuk perabot rumah tangga (Koompassia malaccensis) (6) |
| KEMPEK | Tas kecil dibuat dari barang anyaman (untuk tempat sirih, uang, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (6) |
| KEMPIS | Menjadi pipih (kendur dan sebagainya) karena hilang atau kurang isinya (tidak gembung lagi); menjadi keluar atau habis anginnya (tentang ban); botol yang dibebat dengan anyaman rotan (untuk tempat air minum dan sebagainya) (6) |
| KEMPIT | Tempat untuk mengangkat air, terbuat dari tembikar; buyung; bawa dengan menjepit (6) |
| KEMPOT | Cekung atau kempis (tentang pipi); caung; kempung; tidak mempunyai uang lagi; habis harta bendanya dan sebagainya (6) |
| KEMPUH | Empuk (tentang makanan) (Minangkabau); masak (karena dimasak, dipanggang, dan sebagainya) (Minangkabau); ranum (tentang buah-buahan) (Minangkabau); busuk (rusak) (Minangkabau) (6) |
| KEMPUL | Bagian gamelan, rupanya seperti canang besar, biasa dibunyikan untuk peningkah bunyi (6) |
| KEMPUT | Seluruhnya (sampai tuntas) (6) |
| KEMUDI | Perkakas pada kendaraan (mobil, pesawat terbang, kapal, dan sebagainya) yang gunanya untuk mengatur arah perjalanan; pemimpin (pengurus, pengatur arah) pada perserikatan, pemerintahan, dan sebagainya (kiasan); pusar-pusar bulu (pada kuda) (kiasan) (6) |
| KEMUDU | Mengkudu (Morinda citrifolia) (6) |
| KEMUKA | Ke depan; maju (6) |
| KEMUMU | Jenis talas yang tingginya mencapai 2 m, banyak tumbuh di alam liar di tempat-tempat yang rindang bertanah lembap, daunnya digulai, umbinya berbau seperti lengkuas, dapat dimakan; talas padang (Colocasia gigantea); jenis lumut laut (6) |
| KEMUNG | Bagian gamelan berbentuk gong kecil yang berbunyi “mung mung” (6) |
| KENANG | Bangkit kembali dalam ingatan (6) |
| KENAPA | Kata tanya untuk menanyakan sebab atau alasan; mengapa; diulang: kata untuk mengungkapkan kekhawatiran akan terjadinya peristiwa yang tidak diharapkan (6) |
| KENARI | Pohon, tinggi dapat mencapai 30 m, batangnya abu-abu keputih-putihan, daunnya kecil-kecil, buahnya berwarna hijau tua, berkulit keras, dan bijinya dibuat minyak (Canarium indicum); burung pekicau berukuran kecil, berparuh tebal, berwarna kombinasi kuning, hitam, dan cokelat, pemakan biji-bijian, berhabitat di padang terbuka dan semak, tersebar di hampir seluruh dunia (Serinus spp.) (6) |
| KENCAN | Janji untuk saling bertemu di suatu tempat pada waktu yang telah ditentukan bersama (antara teman, muda-mudi, kekasih) (6) |
| KENCIT | Makhluk halus yang konon berupa bocah berkepala gundul, dapat diperintah oleh orang yang memeliharanya untuk mencuri uang dan sebagainya; tuyul (6) |
| KENCUR | Terna berimpang yang berdaun hijau muda lonjong melebar, berbunga putih atau ungu, rimpangnya berkulit cokelat, berdaging putih, beraroma khas biasanya digunakan sebagai bahan rempah (Kaempferia galanga) (Botani); belum banyak pengalaman; belum banyak mengetahui dunia luar (kiasan); belum dewasa; di bawah umur (kiasan) (6) |
| KENDAL | Pohon, tinggi hingga 20 m, kayunya lunak tetapi liat, berwarna putih, daunnya dapat digunakan sebagai obat kudis atau sering dijadikan makanan ayam sabung (supaya kuat dan galak dalam bersabung), kulit rantingnya dipakai untuk tali, buahnya digunakan untuk perekat; kanang; sekendal (Cordia oblique); buah kendal; kayu kendal; kabupaten di Provinsi Jawa Tengah; ibu kota Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah (6) |
| KENDIL | Periuk (Jawa) (6) |
| KENDIT | Ikat pinggang dari kain, benang, dan sebagainya (6) |
| KENDUR | Tidak tegang (tentang tali dan sebagainya); tidak erat (tentang ikatan); menjadi lembap; tidak kencang (kiasan); melemah; berkurang (kiasan) (6) |
| KENEMA | Kota di Sierra Leone (6) |
| KENING | Bulu di atas mata (di dahi sebelah bawah); alis; dahi (6) |
| KENINI | Pil kina (Sanskerta) (6) |
| KENKEN | Rok dalam untuk perempuan dari kain tipis dan berenda (6) |
| KENNEL | Kandang (Inggris) (6) |
| KENNER | Kota di Amerika Serikat (6) |
| KENONG | Alat musik gamelan Jawa yang bernada tinggi dan nyaring dibuat dari perunggu, bentuknya seperti gong, diletakkan pada posisi telungkup pada dua utas tali yang direntangkan bersilang pada sebuah landasan; tiruan bunyi canang besar dipukul (6) |
| KENSEL | Hapus; batal; tunda (6) |
| KENTAL | Antara cair dan keras; pekat (tidak cair); hampir beku; akrab (tentang persahabatan); karib; memperlihatkan keasliannya (tentang pengucapan bahasa) (6) |
| KENTAR | Ukuran berat untuk menimbang emas (6) |
| KENTAU | Kota di Kazakhstan (6) |
| KENTUT | Gas berbau busuk (gas busuk) yang keluar dari anus; berkentut; mengeluarkan gas busuk dari perut melalui anus (6) |
| KENYAH | Suku bangsa yang mendiami daerah Kalimantan Timur (6) |
| KENYAL | Empuk dan berdaya pantul (apabila ditekan kembali ke bentuk semula, seperti bola karet); liat (tentang daging dan sebagainya) (6) |
| KENYAM | Kecap; cicip; ibu kota Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan (6) |
| KENYAT | Rasa segan atau rikuh ketika akan menemui seseorang karena rasa bersalah (Melayu Jakarta); rasa tidak nyaman pada kulit wajah (Melayu Jakarta) (6) |
| KENYIH | Bawel; cerewet (6) |
| KENYIR | Bernafsu makan banyak; lahap (6) |
| KENYIT | Mengenyit; mengerutkan alis (mengejapkan mata) untuk memberi isyarat; mengerling (6) |
| KENYUT | Isap (tentang puting, dot, dan sebagainya) (6) |
| KEPADA | Kata depan untuk menandai tujuan orang (6) |
| KEPALA | Bagian tubuh yang di atas leher (pada manusia dan beberapa jenis hewan merupakan tempat otak, pusat jaringan saraf, dan beberapa pusat indra); bagian tubuh yang di atas leher tempat tumbuhnya rambut; bagian suatu benda yang sebelah atas (ujung, depan, dan sebagainya) (kiasan); bagian yang terutama (yang penting, yang pokok, dan sebagainya) (kiasan); pemimpin; ketua (kantor, pekerjaan, perkumpulan, dan sebagainya) (kiasan); otak (pikiran, akal, budi) (kiasan); kata penggolong bagi manusia; orang; mekanisme baca atau tulis dalam cakram atau penggerak pita (Komputer dan Teknologi Informasi); bagian pengodean yang mendahului tubuh dokumen dan digunakan untuk menggambarkan dokumen itu sendiri (6) |
| KEPANG | Jalinan (anyaman) tali (rambut dan sebagainya); anyaman silang miring terbuat dari bilah bambu tipis, untuk menjemur gabah atau pelapis dinding; gedek (Jawa); pohon, tinggi mencapai 18 m, kayunya ada yang berdamar dan ada yang tidak, menghasilkan gaharu, kulit kayunya menghasilkan serat, digunakan untuk membuat kain ikat kepala, tali, dan pelapis keranjang; mengkaras; tengkaras; kelembak (Aquilaria malaccensis) (6) |
| KEPENG | Nama mata uang zaman dahulu (½ duit); uang (6) |
| KEPIAT | Ampas nyiur yang diparut (sesudah diperas); ampas kelapa (6) |
| KEPING | Sesuatu yang berbentuk pipih tipis (tentang papan, uang, dan sebagainya); kata penggolong bilangan (untuk barang yang pipih seperti papan atau uang logam); pecahan; sobekan; tembereng; bagian kecil-kecil; bagian kecil dari kristal tunggal semikonduktor, biasanya silikon, yang membentuk substrat tempat sirkuit terpadu dibuat; sirkuit terpadu; cip (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| KEPIRI | Bahan kain; damas (6) |
| KEPLAK | Mengeplak; menampar muka (6) |
| KEPLOK | Bertepuk tangan (Jawa) (6) |
| KEPRAK | Bunyi-bunyian pengiring gerakan dan sebagainya dalam pertunjukan wayang (dibuat dari keping kayu dan logam) (Jawa) (6) |
| KEPRAS | Potong (6) |
| KEPREK | Mengeprek; memukul hancur (6) |
| KEPRET | Memercik (6) |
| KEPRIS | Mengepris; menyiangi (6) |
| KEPRUK | Pukul supaya pecah (6) |
| KEPSEK | Kepala sekolah (akronim) (6) |
| KEPUNG | Kitari hingga tidak lolos (6) |
| KERABU | Rujak dari iris-irisan (cacahan) mentimun dan sebagainya yang dibubuhi cabai, garam, dan sebagainya (Tata Boga); subang tipis terbuat dari emas, perak, dan sebagainya (Minangkabau) (6) |
| KERAHI | Mentimun yang besar dan panjang, berwarna hijau tua bergaris-garis putih, dagingnya agak lembek dan kurang berair; kraing (Cucumis melo) (6) |
| KERAHU | Garis leher yang membentuk huruf U, biasanya diaplikasikan pada pakaian berbahan kaus (Tata Busana) (6) |
| KERAHV | Garis leher yang pinggirannya menyatu di depan dan membentuk huruf V (Tata Busana) (6) |
| KERAKA | Daun kering yang telah jatuh ke tanah (Jawa) (6) |
| KERAMA | Kutuk; tulah; kecelakaan (yang didatangkan karena kutuk) (6) |
| KERAMU | Tumbuhan berkayu tinggi dapat mencapai belasan meter, diameter lebih 1 m, buah berwarna ungu kehitaman, hanya ditemukan di hutan-hutan Kalimantan, sebelum dikonsumsi harus direbus dahulu (Santiria sp.) (6) |
| KERANG | Binatang lunak yang hidup di air (laut) keluarga tiram, berinsang pipih, cangkangnya terdiri atas sepasang katup yang dihubungkan dengan engsel hingga dapat dibuka atau ditutup, bermacam-macam jenisnya seperti - batu; - bulu, Anadara antiquata; - buwel, Periglipta reticulata (Biologi) (6) |
| KERANI | Pegawai yang mengurusi administrasi sederhana (misalnya mencatat, mengetik, menerima, dan mengirimkan surat); juru tulis; klerek (6) |
| KERAPU | Ikan laut, bersisik, siripnya diperkuat dengan jari-jari lunak dan berduri, sirip perutnya terletak agak ke depan dan di bawah dada (ada yang beracun), hidup di daerah terumbu karang tropis dengan kedalaman 1–300 m tersebar di daerah Indo-Pasifik (6) |
| KERBAT | Pundi-pundi kulit (tempat air, susu, anggur, dan sebagainya); kirbat (6) |
| KERBAU | Mamalia berkuku genap menyerupai lembu, tanduknya panjang, sering berkubang, rambut kelabu kehitam-hitaman, biasa diternakkan untuk diambil dagingnya atau untuk dipekerjakan (membajak, menarik pedati) (Bubalus bubalis); orang bodoh (kiasan) (6) |
| KERBIN | Kayu tempat meletakkan seng dan sebagainya pada bagian atap sebelah depan, belakang, atau samping rumah (6) |
| KERBUK | Lubangi; gerek (6) |
| KERCIT | Kedip; kejap; kelip; kerjap (6) |
| KERCUT | Terna tegak, tinggi hingga 1,4 m, dengan rimpang datar, batang-batangnya diolah dijadikan bahan untuk membuat tikar, karung beras, pundi-pundi, dan sebagainya; kumbuh (Scirpus mucronatus) (6) |
| KERDAK | Keladak; endap-endap; barang yang tidak berharga (6) |
| KERDAM | Bunyi yang bergema seperti bunyi barang berat jatuh ke dalam palka (6) |
| KERDIL | Selalu kecil saja; tidak dapat menjadi besar (tentang orang, binatang, tumbuhan, dan sebagainya) karena kekurangan gizi atau karena keturunan; tidak berkembang, tidak maju; picik (tentang pikiran, pandangan, dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| KERDOM | Perdom; caci maki (6) |
| KERENG | Wadah ikan tangkapan, dibuat dari bambu yang dianyam jarang-jarang (Madura); keras segala perintahnya (terhadap anak dan sebagainya); garang (Jawa); hitam pekat (tentang pensil dan sebagainya); tebal (sehingga tampak seperti orang pemarah) (Melayu Jakarta) (6) |
| KEREPU | Memecahkan (menghancurkan) sesuatu dalam mulut dengan gigi geraham (Wolio) (6) |
| KERETA | Kendaraan yang beroda dua atau empat (biasanya ditarik oleh kuda); kereta api; sepeda motor (6) |
| KERIAP | Kerumun (6) |
| KERIAS | Penganan yang terbuat dari adonan kentang, tepung, dan gula (Tata Boga) (6) |
| KERIAU | Berkeriau; berteriak; memekik-mekik (6) |
| KERICU | Keripik cumi (akronim) (6) |
| KERING | Tidak basah; tidak berair; tidak lembap; tidak ada airnya lagi; tidak mengeluarkan susu atau tidak diperah lagi susunya (tentang sapi dan sebagainya); sudah habis atau kosong (tentang uang dan sebagainya) (kiasan); sudah tidak mendapat haid lagi; sudah tidak datang bulan lagi (tentang perempuan) (kiasan); tersirap (tentang darah); kaget; keheranan (kiasan); tiruan bunyi bel berdering; tiruan bunyi “kring, kring” (6) |
| KERISI | Ikan laut yang ukurannya mencapai 60 cm, berat 2,53 kg, umur mencapai 10 tahun, hidup di wilayah terumbu karang subtropis dengan kedalaman 10–400 m, tersebar di perairan Bermuda, Carolina Utara sampai Brazil bagian tenggara, termasuk Teluk Meksiko dan Laut Karibia (Lutjanus synagris) (6) |
| KERIUK | Tiruan bunyi ayam jantan berkokok; bunyi kerupuk atau kudapan sejenis saat dikunyah (6) |
| KERIUT | Tiruan bunyi “kiut, kiut”, seperti bunyi gesekan pohon bambu ditiup angin (6) |
| KERJAP | Kejap; kercit; kelip; kedip (6) |
| KERKAH | Mengerkah; memakan (mengunyah, menggigit) barang yang keras atau liat (6) |
| KERKAK | Tiruan bunyi tulang dikerkah (6) |
| KERKAU | Cengkeram dengan cakar (6) |
| KERKOP | Kuburan orang Eropa (6) |
| KERKOS | Mencari sesuatu dengan cara membongkar-bongkar barang (Gayo) (6) |
| KERKUP | Tiruan bunyi tulang dikerkah (6) |
| KERLAP | Mengerlap; berkilauan (6) |
| KERLIP | Cahaya kecil yang sinarnya tampak terputus-putus (sebentar terang, sebentar redup); kelip (tentang cahaya, mata); jatuh cinta; perlip (6) |
| KERLOG | Bahan komposit atau perpaduan yang dibuat dengan cara mencampur, memampatkan, dan memanaskan keramik dengan logam, misalnya karbida silikon dan karbida kromium alumina (Fisika) (6) |
| KERMAK | Terna yang batangnya bersegi, daunnya berbentuk jorong, perbungaan berbentuk bulir rapat melekat pada batang, tumbuh di bioma tropis kering musiman, daunnya dapat dimanfaatkan sebagai obat sakit kepala (Alternanthera sessilis) (6) |
| KERMAN | Kota di Iran (6) |
| KERMIT | Protokol transfer berkas yang ditempatkan di dalam domain publik dan digunakan untuk mentransfer berkas dari komputer ke komputer bingkai utama melalui saluran telepon standar (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| KERNAI | Sayat; iris (6) |
| KERNAS | Makanan tradisional Natuna yang berbahan utama sagu butir atau sagu lemak, dicampur dengan tuna atau tongkol yang sudah dihaluskan, bentuknya berupa keping-keping dengan buliran sagu di permukaan dan di dalamnya (Melayu Kep. Riau) (6) |
| KERNET | Pembantu sopir; pembantu tukang (6) |
| KEROCO | Siput kecil (Jawa); yang hina; yang tidak berharga (kiasan/Jawa); yang tidak berpangkat (berkedudukan) (kiasan/Jawa) (6) |
| KERONG | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, ukurannya dapat mencapai 36 cm, tubuhnya memanjang, bersisik, tutup insang bagian atas bergerigi, warnanya keperakan, ujung sirip punggung terdapat bercak hitam besar, pada sisi badan terdapat tiga garis melengkung ke bawah, tersebar di daerah Indo-Pasifik Barat; jambron; jambrung; jangian (Terapon jarbua); tiruan bunyi seperti kaleng berisi batu yang diguncangkan (6) |
| KEROSI | Mengerosi; menduduki (6) |
| KERPAI | Tas tempat peluru; patrun (6) |
| KERPAK | Tiruan bunyi seperti bunyi cabang kayu patah (6) |
| KERPAS | Tiruan bunyi seperti bunyi semak-semak yang diinjak, tetapi agak halus (lembut) (6) |
| KERPEN | Kota di Jerman (6) |
| KERPUK | Tiruan bunyi seperti cabang kayu patah, tetapi lebih halus (6) |
| KERPUS | Kopiah tidur; bubungan rumah yang dilepa (diturap); rumah tahanan bagi prajurit (6) |
| KERSAI | Berbutir-butir (berderai), tidak lembik (tentang nasi) (6) |
| KERSAK | Tiruan bunyi seperti rumput kering yang diinjak (6) |
| KERSEN | Pohon yang buahnya bulat kecil dan lunak, rasa buahnya manis (Prunus cerasus) (6) |
| KERSIK | Pasir kasar; tiruan bunyi seperti daun kering yang bersentuhan (6) |
| KERSUK | Tiruan bunyi yang hampir sama seperti bunyi kersik, tetapi lebih keras (6) |
| KERTAH | Ketam darat (Scylla serrata) (6) |
| KERTAK | Tiruan bunyi seperti dahan patah atau lantai papan yang terinjak (6) |
| KERTAP | Tiruan bunyi seperti bunyi daun pintu dikatupkan; waktu memegang jabatan (6) |
| KERTAS | Barang lembaran dibuat dari bubur rumput, jerami, kayu, dan sebagainya yang biasa ditulisi atau dijadikan pembungkus dan sebagainya (6) |
| KERTAU | Pohon yang tingginya mencapai 35 m, daun menjantung dan kasar, buah berbentuk malai berwarna merah hingga hitam, kayu kuat dan keras mirip kayu jati, digunakan untuk bahan bangunan atau mebel; andalas (Morus macroura); tumbuhan perdu, daunnya yang mirip daun kembang sepatu dijadikan makanan ulat sutra, buahnya agak masam, dapat dimakan atau dibuat bahan sirop; besaran; bebesaran; murbei (Morus alba); roh jahat (6) |
| KERTUK | Tiruan bunyi “kertuk-kertuk” seperti mengetuk-ngetuk (6) |
| KERTUS | Peluru senapan (6) |
| KERUAN | Pasti; tentu (6) |
| KERUMA | Kuman (pada kudis dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (6) |
| KERUNG | Lekuk (pada sendok dan sebagainya); lubang berbentuk bulat dalam suatu benda (6) |
| KERWIT | Cacing kecil di dalam perut yang kadang-kadang keluar menempel di dubur; cacing kerawil; kerawit (Enterobius vermicularis) (Biologi) (6) |
| KESANG | Mengesang; membuang ingus dengan memijit hidung (bukan disapu dengan saputangan) (6) |
| KESATU | Pertama (6) |
| KESDAM | Kesehatan daerah militer (akronim/Kemiliteran) (6) |
| KESHOD | Kota di India (6) |
| KESIAP | Terkesiap; terkejut sekali (Melayu Jakarta) (6) |
| KESIMA | Terkesima; tercengang; hilang akal; termangu-mangu (6) |
| KESINI | Ke tempat ini; kemari (6) |
| KESIUR | Berkesiur; bersiul; berbunyi (seperti seruling, peluit) (6) |
| KESKUL | Tempat makanan terbuat dari tempurung yang biasa dibawa oleh pengemis (6) |
| KESUSU | Tergesa-gesa; terburu-buru (Jawa) (6) |
| KETANG | Erat mengikat (seperti memakai ikat pinggang yang erat); sempit atau ketat (tentang baju); ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, ukurannya dapat mencapai 38 cm, tubuhnya berbentuk segi empat, bersisik, sirip punggung yang mengeras hampir terpisah dengan sirip yang lunak, sirip dada kecil dan bulat, warnanya keperakan dengan bercak-bercak hitam, tersebar di daerah Indo-Pasifik (Scatophagus argus); ketam besar dan kuat yang hidup di daerah pantai yang berbatu, biasa makan buah nyiur (terdapat di Ternate dan sekitarnya); diulang: ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, panjangnya mencapai 50 cm, badan tinggi dan sangat pipih, mulutnya dapat memanjang ke bawah, sirip dada panjang, badan memiliki 5-10 rangkaian bintik hitam membentuk garis vertikal, hidup di perairan pantai tropis dan subtropis, dasar berlumpur dan terumbu karang dengan kedalaman 10–49 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; bahar (Drepane punctata) (6) |
| KETAYA | Suluh dari bambu yang diberi damar pada ujungnya (untuk dibakar); tali leher (kerbau, sapi) terbuat dari anyaman rotan terpilin yang diikatkan pada bom pedati (6) |
| KETELA | Ubi kayu; kaspe (6) |
| KETENA | Gas racun yang dapat bereaksi dengan air yang menghasilkan asam karboksitat dengan alkohol yang menghasilkan ester (Kimia) (6) |
| KETENG | Setengah sen; peser (uang logam zaman Belanda); sedikit demi sedikit; ecer (6) |
| KETGAT | Benang aseptik (steril) terbuat dari usus hewan yang digunakan sebagai benang penjahit luka bedah (Farmasi dan Farmakologi) (6) |
| KETIAK | Bagian yang lekuk di antara pangkal lengan dan badan (6) |
| KETIAL | Sangat ketat atau sangat kuat melekat (tidak mudah tercabut, misalnya sumbat botol); tidak mudah bergerak (karena terlalu gemuk dan sebagainya); lamban (6) |
| KETIAP | Perahu kecil terbuat dari kayu, digerakkan dengan dayung untuk pelayaran di sungai; papan teratas dari susunan papan yang merupakan dinding sampan (6) |
| KETIAU | Pohon yang kayunya untuk bahan bangunan rumah, bijinya mengandung minyak (Ganua motleyana) (6) |
| KETIKA | Waktu yang sangat singkat atau yang tertentu; saat; waktu atau saat yang bertalian dengan nasib dan sebagainya (dalam perhitungan, primbon, atau tenung); kata penghubung untuk menandai waktu yang bersamaan; tatkala; pada waktu (yang bersamaan) (6) |
| KETING | Bagian kaki antara tumit dan betis; ikan yang hidup di ekosistem perairan payau dan tawar, ukurannya dapat mencapai 46 cm, tubuhnya memanjang, mata tidak tertutup oleh kulit, sungut umumnya lebih panjang daripada kepala, sirip lemak pangkalnya lebih pendek daripada pangkal sirip dubur, warnanya perak kekuningan, tersebar di Asia; lundu (Mystus gulio) (6) |
| KETOKA | Jenis ikan pari yang kecil (Madura) (6) |
| KETOLA | Tanaman menjalar, buahnya hijau sebesar mentimun, kulitnya bersegi-segi, dagingnya yang masih muda empuk berongga seperti kapas, biasa dibuat sayur (ada bermacam-macam, seperti ketola ular, ketola manis); petola; blustru (Luffa cylindrica) (6) |
| KETOSA | Sakarida yang mempunyai gugus karbonil yang mengikat dua atom C lain yang mengandung gugus keton (Kimia) (6) |
| KETPOM | Tempat yang dianggap keramat dan terlarang untuk dimasuki oleh orang asing oleh suku Muyu, dapat berupa hutan, tempat atau benda-benda tertentu yang dianggap memiliki roh (6) |
| KETREK | Goda; pikat (6) |
| KETROK | Ketuk; pukul (Melayu Jakarta) (6) |
| KETUAT | Bintil (daging yang kecil dan keras) pada kulit; kutil; mata ikan (6) |
| KETUIR | Pohon tinggi hingga 10 m yang hidup di tepi pantai, biasa digunakan nelayan untuk menawarkan bisa dan sebagainya; gambir laut; melati hutan (Clerodendron inerme) (6) |
| KETUNG | Membawa sesuatu dengan kain yang sedang dipakai (Gayo) (6) |
| KETUPA | Pohon yang tingginya mencapai 15 m, buahnya bulat seperti buah menteng, berwarna hijau kekuning-kuningan, daging buahnya berwarna putih dan manis rasanya (Baccaurea dulcis) (6) |
| KEURUS | Terurus; terpelihara (Melayu Jakarta) (6) |
| KEWANG | Polisi hutan (Melayu Ambon) (6) |
| KHABIS | Kotor; tidak suci (Arab) (6) |
| KHADAM | Pelayan; orang gajian; khadim (6) |
| KHADIM | Pelayan; orang gajian; khadam (6) |
| KHADKI | Kota di India (6) |
| KHALAF | Sesuatu atau orang yang belakangan (lawan dari salaf) (Agama Islam) (6) |
| KHALAS | Berakhir; selesai (6) |
| KHALIK | Pencipta (yakni Allah Swt.) (6) |
| KHALIS | Kota di Irak (6) |
| KHAMAR | Minuman keras; anggur (minuman) (6) |
| KHAMIR | Jamur yang berkembang biak dengan tunas kecambah; ragi (6) |
| KHANNA | Kota di India (6) |
| KHANUN | Topan yang menerjang Jepang dan Korea Selatan belum lama ini (6) |
| KHARAB | Rusak; binasa; musnah (6) |
| KHATAM | Cincin meterai; cincin stempel; tamat; selesai; habis (6) |
| KHATIB | Orang yang menyampaikan khotbah (pada waktu salat Jumat dan sebagainya); juru khotbah; pegawai masjid; pelamar (6) |
| KHAWAS | Golongan mukmin yang beramal semata-mata karena Allah Swt. (Agama Islam) (6) |
| KHAYAL | Lukisan (gambar) dalam angan-angan; fantasi; yang diangan-angankan seperti benar-benar ada (6) |
| KHILAF | Keliru; salah (yang tidak disengaja) (6) |
| KHIMAR | Kerudung (Arab) (6) |
| KHIMKI | Kota di Rusia (6) |
| KHISIT | Dengki; iri hati (6) |
| KHITAH | Cita-cita; langkah; rencana; tujuan dasar; garis haluan; landasan perjuangan; kebijakan (6) |
| KHITAN | Sunat (6) |
| KHOBAR | Kota di Arab Saudi (6) |
| KHUDUK | Rendah hati (6) |
| KHULDI | Buah larangan (yang dimakan Adam dan Hawa dalam taman Firdaus) (6) |
| KHULKI | Melekat (6) |
| KHULNA | Kota di Bangladesh (6) |
| KHULUK | Sifat asli (dibawa sejak lahir); pembawaan; tabiat; perceraian atas permintaan pihak perempuan dengan membayar sejumlah uang atau mengembalikan maskawin yang diterimanya; tebus talak (Agama Islam) (6) |
| KHURJA | Kota di India (6) |
| KHUSUF | Gerhana bulan (6) |
| KHUSUS | Khas; istimewa; tidak umum (6) |
| KIAKIA | Bersenang-senang; berfoya-foya (Cina) (6) |
| KIALAN | Pertunjukan drama tanpa suara karena dialog diganti dengan gerakan tangan, badan, dan mimik; pantomim (Sastra) (6) |
| KIAMAT | Hari kebangkitan sesudah mati (orang yang telah meninggal dihidupkan kembali untuk diadili perbuatannya); hari akhir zaman (dunia seisinya rusak binasa dan lenyap); berakhir; tidak akan muncul lagi; celaka sekali; bencana besar; rusak binasa (kiasan) (6) |
| KIASAN | Pertimbangan tentang suatu hal dengan perbandingan atau persamaan dengan hal yang lain; perumpamaan; ibarat; arti kata yang bukan sebenarnya; lambang; sindiran; pelajaran (dari suatu cerita dan sebagainya) (6) |
| KIBANG | Bakul (Minangkabau) (6) |
| KIBLAT | Arah ke Ka'bah di Makkah (pada waktu salat); arah; jurusan; mata angin (6) |
| KIBLIK | Republik (6) |
| KIDUNG | Nyanyian, lagu (syair yang dinyanyikan); puisi (6) |
| KIELCE | Kota di Polandia (6) |
| KIGALI | Ibu kota Rwanda (6) |
| KIGOMA | Kota di Tanzania (6) |
| KIHIUR | Pohon berangan (Castanea javanica) (6) |
| KIJANG | Mamalia berkuku genap, ruminansia, berukuran lebih kecil daripada rusa, serta berangga atau bertanduk pendek (Muntiacus spp.) (6) |
| KIJING | Kepah (remis) yang agak besar, tetapi lebih kecil daripada kerang, halal dimakan, cangkangnya agak pipih (Tellina); batu penutup makam yang menyatu dengan batu nisannya (terbuat dari pualam, tegel, atau semen) (6) |
| KIKWIT | Kota di Republik Kongo (6) |
| KILANG | Apitan yang berputar; penggilingan; bangunan (kelompok bangunan) tempat mengolah atau membuat barang-barang; pabrik; instalasi industri tempat minyak bumi dimurnikan menjadi produk yang lebih berguna dan yang dapat diperdagangkan; giling (olah) dengan kilang; air tebu atau nira yang diasamkan sebelum menjadi tuak (6) |
| KILAYU | Pohon kecil, kayunya dibuat alu dan gagang perkakas; mertayam (Erioglossum rubiginosum) (6) |
| KILERA | Benih padi yang sudah tua (Sunda) (6) |
| KILOAN | Timbangan dalam kilogram (6) |
| KILOSA | Kota di Tanzania (6) |
| KIMAAM | Suku bangsa yang berdiam di sebelah barat Papua bagian tenggara (6) |
| KIMBAH | Kais (pasir dan sebagainya) (6) |
| KIMBUL | Tempat tinggi di atas buritan perahu (6) |
| KIMHAE | Kota di Korea Selatan (6) |
| KIMKHA | Kain sutra halus yang berbunga-bunga (6) |
| KIMONO | Baju panjang tradisional Jepang, berlengan lebar dengan selempang besar di pinggang, dipakai oleh perempuan; baju panjang berlengan lebar, dipakai untuk tidur, sebelum dan sesudah mandi (6) |
| KIMPAL | Padat (tidak berongga di dalamnya) (6) |
| KIMPUL | Tumbuhan talas yang umbinya kecil-kecil, kulitnya berwarna hitam; birah hitam; keladi hitam (Xanthosoma violaceum); tas kecil (tempat uang dan sebagainya) (Jawa) (6) |
| KIMPUS | Kepek; cekung (Minangkabau) (6) |
| KIMPUT | Kecut (hati); gentar; takut (6) |
| KIMYAL | Suku bangsa yang mendiami daerah pegunungan Jayawijaya sebelah timur, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan; Korapun; Nalca (6) |
| KINANG | Sekapur sirih (6) |
| KINASA | Enzim yang mengatalisasi aktivitas dari suatu enzim lain (Kimia) (6) |
| KINASE | Enzim yang mengatalis transfer gugus fosfat dari molekul yang mengandung fosfat berenergi tinggi ke substrat (Kimia) (6) |
| KINCAH | Bersihkan dengan air; aduk supaya keruh (6) |
| KINCAU | Kincah (6) |
| KINCIR | Jentera yang dijalankan dengan angin atau air; jentera pemintal (penggulung); rahat (6) |
| KINCIT | Keluar tahi sedikit dengan tidak terasa; tercirit (6) |
| KINCUP | Tidak terbuka lebar; hampir tertutup (tentang lubang hidung dan sebagainya) (6) |
| KINDAP | Intai kian kemari (6) |
| KINDET | Padat bertepung, biasanya pada umbi-umbian dan buah-buahan (6) |
| KINDIA | Kota di Guinea (6) |
| KININE | Obat berupa pil dibuat dari kulit pohon kina; obat (pil) antimalaria (6) |
| KINOWU | Penganan tradisional, dibuat dari beras ketan, dibungkus daun pisang, lalu dibakar di atas bara api (Tolaki) (6) |
| KINRED | Berhubungan darah (tentang orang dalam kelompok kekerabatan yang batas-batasnya kabur) (Antropologi) (6) |
| KINTAL | Katak yang dapat menggembungkan perutnya (6) |
| KINTIL | Ikuti terus; buntuti (Jawa) (6) |
| KIPAIT | Tumbuhan liar, bunganya menyerupai bunga matahari, daunnya sebagai obat diabetes dan obat gatal; bunga matahari meksiko (Tithonia diversifolia) (6) |
| KIPANG | Penganan yang terbuat dari kacang tanah, bijan, beras, diaduk dengan gula (merah), gurih rasanya; tenteng (Minangkabau) (6) |
| KIPRAH | Gerakan cepat dan dinamis tarian Jawa dalam pertunjukan wayang orang dan sebagainya (biasanya ditarikan seorang laki-laki) (Kesenian); derap kegiatan (kiasan/Kesenian) (6) |
| KIRAAN | Kira-kira (6) |
| KIRANA | Sinar; molek; cantik; elok (kiasan) (6) |
| KIRBAT | Pundi-pundi kulit (tempat air, susu, anggur, dan sebagainya); kerbat (6) |
| KIRGIZ | Bahasa yang dituturkan di Kirgiztan (6) |
| KIRKUK | Kota di Irak (6) |
| KIRUNG | Rajah (pada kulit tubuh) (6) |
| KISMAT | Bagian; nasib; apa boleh buat (6) |
| KISMIS | Buah anggur yang dikeringkan dan dihilangkan bijinya (6) |
| KISRUH | Tidak sesuai dengan rencana (aturan dan sebagainya); tidak lancar; kacau; kalut (6) |
| KISUMU | Kota di Kenya (6) |
| KISWAH | Selubung permadani penutup Ka'bah (6) |
| KITALE | Kota di Kenya (6) |
| KITAMI | Kota di Jepang (6) |
| KITANG | Ikan laut yang bersirip tajam, panjang mencapai 30 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Somalia dan Kenya sampai Afrika Selatan, Australia, dan Papua Nugini (Scatophagus tetracanthus) (6) |
| KITGUM | Kota di Uganda (6) |
| KITING | Dua jari tangan atau jari kaki yang saling melekat (bertumpang tindih) (6) |
| KIUKIU | Permainan judi dengan kartu kecil (6) |
| KIWANO | Buah mirip melon, berwarna jingga, kulitnya dipenuhi tonjolan, seperti duri, daging buah lunak, seperti biji mentimun (Cucumis metuliferus) (6) |
| KIWARI | Zaman yang sedang dijalani saat ini; zaman kontemporer (Sunda) (6) |
| KLADNO | Kota di Republik Ceko (6) |
| KLAENG | Kota di Thailand (6) |
| KLANTE | Tali yang digunakan untuk menggantungkan gong atau kempul (Musik); pagar pembatas untuk membatasi tumbuhan enceng gondok (6) |
| KLASIK | Mempunyai nilai atau mutu yang diakui dan menjadi tolok ukur kesempurnaan yang abadi; tertinggi; karya sastra yang bernilai tinggi serta langgeng dan sering dijadikan tolok ukur atau karya susastra zaman kuno yang bernilai kekal; bersifat seperti seni klasik, yaitu sederhana, serasi, dan tidak berlebihan; termasyhur karena bersejarah; tradisional dan indah (tentang potongan pakaian, kesenian, dan sebagainya) (6) |
| KLASIS | Kesatuan wilayah gereja (Agama Kristen); sidang pemimpin agama Kristen yang lingkupnya lebih kecil daripada sinode (Agama Kristen) (6) |
| KLATAN | Penyajian gending secara mandiri dan tidak berkaitan dengan bentuk kesenian yang lain (Jawa) (6) |
| KLATEN | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah; ibu kota Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah (6) |
| KLAUSA | Satuan gramatikal yang mengandung predikat dan berpotensi menjadi kalimat (Linguistik) (6) |
| KLAVER | Bentuk (gambar) yang menyerupai daun semanggi (berupa tiga bulatan dengan tangkai daun semanggi) (6) |
| KLAYAR | Ikan laut besar, berbentuk bulat panjang, bermoncong panjang membentuk tombak bulat, bersirip punggung panjang dan besar (bila ditegakkan waktu berenang tampak seperti perahu layar), ukurannya mencapai 348 cm, berat 100,2 kg, dapat mencapai umur 13 tahun, hidup di perairan subtropis, tersebar di perairan Indo-Pasifik dari perairan tropis sampai beriklim sedang (Istiophorus platypterus) (6) |
| KLEBUN | Panggilan untuk kepala desa (Madura) (6) |
| KLEDER | Orang yang bertugas mengawasi dan mengurus hewan yang diangkut kapal selama pelayaran sampai ke tempat tujuan (Pelayaran) (6) |
| KLEMUT | Belukar yang tingginya mencapai 2 m, daunnya besar berujung tajam, bunganya berbentuk payung, buahnya berbentuk telur, daunnya digunakan sebagai obat penyakit ayan (Ipomeea crassicaulis) (6) |
| KLENIK | Kegiatan perdukunan (pengobatan dan sebagainya) dengan cara-cara yang sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang (6) |
| KLEPON | Penganan kukus yang terbuat dari tepung pulut yang dibulatkan, diisi gula merah, dan diguling-gulingkan pada kelapa parut (6) |
| KLEREK | Pegawai rendah yang melakukan pekerjaan tulis-menulis di kantor pemerintah, berpangkat setingkat di atas juru tulis; pegawai yang mengerjakan pekerjaan tulis-menulis di kantor swasta; juru tulis; kerani (6) |
| KLERUS | Golongan rohaniwan (6) |
| KLEYEM | Misro (Jawa) (6) |
| KLIKAN | Hasil mengeklik (6) |
| KLIKER | Alat pada pegangan busur untuk mengecek panjang tarikan (6) |
| KLIMIS | Licin dan berkilap; rapi dan bersih (tentang pakaian, dandanan, dan sebagainya); agak gemuk (tentang badan) (6) |
| KLINIK | Bagian rumah sakit atau lembaga kesehatan tempat orang berobat dan memperoleh nasihat medis serta tempat mahasiswa kedokteran melakukan pengamatan terhadap kasus penyakit yang diderita para pasien; balai pengobatan khusus; organisasi kesehatan yang bergerak dalam penyediaan pelayanan kesehatan kuratif (diagnosis dan pengobatan), biasanya terhadap satu macam gangguan kesehatan (6) |
| KLINIS | Bersangkutan atau berdasarkan pengamatan klinik (6) |
| KLIPAK | Patahan bilah kayu (6) |
| KLISAR | Daun nipah yang kering, biasanya dapat dibuat rokok (Palembang) (6) |
| KLISER | Suksesi ekologi yang diakibatkan oleh perubahan utama iklim (Biologi) (6) |
| KLITIK | Bentuk yang terikat secara fonologis, tetapi berstatus kata karena dapat mengisi gatra pada tingkat frasa atau klausa (Linguistik) (6) |
| KLIWON | Hari ke-5 pasaran Jawa (6) |
| KLOAKA | Bagian akhir alat pencernaan makanan tempat bermuaranya saluran kencing dan saluran reproduksi (terdapat pada hewan vertebrata, amfibi, dan unggas) (Zoologi) (6) |
| KLONAL | Berkaitan dengan tumbuhan, hewan, atau organisme lain yang secara genetis identik dengan induknya, pengembangannya secara vegetatif (6) |
| KLONUS | Gerak otot mengejang dan melentur yang berganti-ganti (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| KLORAL | Zat cair seperti minyak tanpa warna terbentuk dari klorin dan alkohol dan dapat merangsang rasa mengantuk (kadang-kadang digunakan sebagai obat tidur) (CCl3CHO) (Kimia) (6) |
| KLORAT | Garam yang mengandung ion ClO3 (Kimia) (6) |
| KLORIN | Unsur kimia nonlogam halogen yang dipisahkan menjadi gas yang bersifat racun dan berbau menyesakkan, dipakai sebagai zat pemutih dan pembunuh kuman dalam air; unsur dengan nomor atom 17, berlambang Cl, dan bobot atom 35,453 u (6) |
| KLORIT | Garam yang mengandung ion ClO2 (Kimia) (6) |
| KLOSET | Tempat buang air besar, biasanya terbuat dari porselen dan dipasang di dalam kamar kecil (6) |
| KLOTER | Kelompok terbang; pengelompokan rombongan jemaah haji berdasarkan waktu penerbangannya (akronim) (6) |
| KLUANG | Kota di Malaysia (6) |
| KLUWER | Muncul dan berbelok tiba-tiba (Jawa) (6) |
| KNYSNA | Kota di Afrika Selatan (6) |
| KOAGEL | Gel yang terbentuk dalam proses koagulasi (Kimia) (6) |
| KOAKSI | Sama-sama melakukan aksi terhadap pihak lain; saling memengaruhi antara berbagai macam tumbuhan atau antara tumbuhan dan binatang yang hidup di tempat yang sama (6) |
| KOBALT | Logam berwarna putih perak, agak merah muda, bersifat mulur, digunakan terutama sebagai logam campuran; unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 27, berlambang Co, dan bobot atom 58,9332 u (6) |
| KOBONG | Pondok (rumah dan sebagainya) tempat tinggal santri (6) |
| KOBOTA | Upacara pemujaan kepada pencipta pertama yang diyakini oleh suku Gane di Halmahera (6) |
| KOBRYN | Kota di Belarusia (6) |
| KOCONG | Kain putih penutup kepala mayat (atau orang yang akan digantung); bungkusan yang panjang (diikat sebelah atau dua belah ujungnya) (6) |
| KODEIN | Alkaloid bersifat narkotik lembut, terbuat dari candu, biasanya untuk mengobati batuk berat (C18H21NO) (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| KODEKS | Naskah kuno yang berupa tulisan tangan (6) |
| KODIAN | Hasil menghitung; yang dijual (dikeluarkan, diproduksi) dalam jumlah besar; kurang baik buatannya (tentang barang dagangan); cacat (kiasan); berkodi-kodi (6) |
| KODRAT | Kekuasaan (Tuhan); hukum (alam); sifat asli; sifat bawaan; berkuasa, sifat yang wajib bagi Allah Swt.; Keluarga Olahraga Tarung Derajat (akronim) (6) |
| KOERSI | Bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan dengan menggunakan tekanan sehingga salah satu pihak yang berinteraksi berada dalam keadaan lemah dibandingkan dengan pihak lawan (Sosiologi); sistem komunikasi yang menggunakan paksaan dan kekerasan (Ilmu Komunikasi) (6) |
| KOFEIN | Alkaloid yang terdapat dalam biji kopi dan daun teh (C8H10N4O2); kafeina (6) |
| KOGNAT | Sama; serupa; berhubungan karena hubungan darah (keturunan); berhubungan karena bersumber pada bahasa yang sama (tentang kata-kata dari dua bahasa atau lebih) (Linguistik) (6) |
| KOHESI | Gaya (kakas) tarik-menarik di antara molekul sejenis dalam suatu benda (Fisika); hubungan yang erat; perpaduan yang kokoh; keterikatan antarunsur dalam struktur sintaksis atau struktur wacana yang ditandai antara lain dengan konjungsi, pengulangan, penyulihan, dan pelesapan (Linguistik) (6) |
| KOHIMA | Kota di India (6) |
| KOHONG | Berbau busuk (seperti bau bangkai, ikan busuk); bau lada atau lombok yang digoreng (6) |
| KOHORT | Sekelompok orang dengan karakteristik yang sama, hidup pada periode waktu tertentu dan memiliki sejarah yang sama (Psikologi) (6) |
| KOIPUK | Tengkulak dalam perdagangan karet (6) |
| KOITUS | Persetubuhan antara laki-laki dan perempuan; hubungan seksual; sanggama (6) |
| KOIWAI | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir selatan Papua, sebelah barat laut, di Kaimana terus ke Tenggara Maimai, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua (6) |
| KOJANG | Penyakit ayam yang hanya sekali berjangkit (6) |
| KOKANG | Tarik pelatuk senjata (6) |
| KOKILA | Tiung (Gracula religiosa) (6) |
| KOKLEA | Saluran tulang yang melingkar dan berbentuk kerucut, yang membentuk sebagian telinga bagian dalam dan di dalamnya terdapat sel indra pendengar; rumah siput (Anatomi) (6) |
| KOKODA | Suku bangsa di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya (6) |
| KOKOLE | Makanan khas Gorontalo berupa jagung muda yang ditumbuk halus dan dicampur santan, dan gula merah, kemudian dikukus dan disiram dengan bumbu ebi atau ikan cakalang (6) |
| KOKOMO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| KOKPIT | Ruang terbuka di buritan tempat mengemudikan kapal (kecil); ruang kursi pilot atau kopilot pada ruang kemudi (dalam pesawat penumpang yang besar, ruang khusus untuk pilot dan awak pesawat lain) (6) |
| KOLAKA | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara; ibu kota Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (6) |
| KOLANA | Suku bangsa yang mendiami pulau Alor, sekitar Kolana dan Silopa, Provinsi Nusa Tenggara Timur (6) |
| KOLANO | Sebutan bagi raja (sultan) di Ternate (6) |
| KOLAPS | Jatuh; roboh; pingsan (6) |
| KOLASE | Komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan (dari kain, kertas, kayu) yang ditempelkan pada permukaan gambar; teknik penyusunan karya sastra dengan cara menempelkan bahan-bahan, seperti ungkapan asing dan kutipan, biasanya dianggap tidak berhubungan satu dengan yang lain (Sastra); cara menentukan naskah yang dianggap asli dengan membanding-bandingkan naskah yang ada (Sastra) (6) |
| KOLBAS | Ukuran ketinggian suhu air mendidih yang dapat melepuhkan kulit (Madura) (6) |
| KOLEGA | Teman sejawat; kawan sepekerjaan (6) |
| KOLENG | Terapung-apung (6) |
| KOLERA | Penyakit perut, disertai buang-buang air dan muntah-muntah, dapat menular, disebabkan oleh basil, kuman (6) |
| KOLESE | Dewan majelis; sekolah; akademi (6) |
| KOLINA | Basa organik, penyusun vitamin B kompleks, terdapat dalam kuning telur (Kimia) (6) |
| KOLLAM | Kota di India (6) |
| KOLOID | Zat yang berpencar dalam zat pelarut sebagai butir yang lebih besar daripada molekul, tetapi tidak dapat dilihat dengan mata (harus dengan mikroskop); zat yang lekat seperti getah atau lem (Biologi) (6) |
| KOLOKE | Masakan ayam khas Cina yang terbuat dari potongan filet ayam yang dibalur tepung dan digoreng, kemudian disiram saus asam manis; ayam kuluyuk (Cina) (6) |
| KOLONE | Barisan tentara yang diatur sebagai lajur (makin ke belakang makin melebar); sekumpulan (barisan) binatang yang jumlahnya banyak (6) |
| KOLONG | Ruang atau rongga (yang lebar) di bawah benda berkaki atau bertiang (seperti ranjang, rumah panggung); lubang (tembusan) di dalam tanah (tambang); korok; ruang di bawah panggung tempat aktor menunggu sebelum muncul di panggung; lubang sembunyi (Kesenian); lingkar; diulang: gelang-gelang besar atau lingkaran dari rotan dan sebagainya (6) |
| KOLONI | Daerah penempatan penduduk; tanah jajahan; daerah pengasingan tempat penyembuhan orang sakit; kelompok orang yang bermukim di daerah baru yang merupakan daerah asing, sering jauh dari tanah air dan tetap mempertahankan ikatan dengan tanah air atau negara asal (Politik dan Pemerintahan); kawanan binatang yang tinggal di suatu daerah, hidup sangat berdekatan dan saling berhubungan satu dengan yang lain (Zoologi) (6) |
| KOLUSI | Kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji; persekongkolan (6) |
| KOMAKI | Kota di Jepang (6) |
| KOMANG | Panggilan atau nama anak ketiga pada masyarakat Bali (Bali) (6) |
| KOMBAI | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir selatan Papua, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (6) |
| KOMBAT | Pertempuran (persaingan, perebutan) antarperseorangan atau antarkelompok (6) |
| KOMBES | Komisaris besar (polisi) (akronim) (6) |
| KOMBOR | Longgar (tentang celana) (6) |
| KOMDAK | Komando daerah kepolisian (akronim) (6) |
| KOMDIS | Komisi disiplin (akronim) (6) |
| KOMEDI | Sandiwara ringan yang penuh dengan kelucuan meskipun kadang-kadang kelucuan itu bersifat menyindir dan berakhir dengan bahagia; drama ria (6) |
| KOMEDO | Sumbatan kecil berupa sebum atau lemak di muka (6) |
| KOMENG | Kerdil; selalu kecil saja (tidak seperti yang biasa); kecil sekali (6) |
| KOMIDI | Pertunjukan berbagai kepandaian gerak badan (menjengkolet, meniti kawat, dan sebagainya); akrobat; pertunjukan keterampilan (6) |
| KOMIKA | Pelawak yang membawakan lawakannya sendirian, biasanya di depan pemirsa langsung (6) |
| KOMISI | Sekelompok orang yang diberi kepercayaan dan wewenang oleh pemerintah atau lembaga resmi untuk menjalankan tugas tertentu; imbalan (uang) atau persentase tertentu yang dibayarkan karena jasa yang diberikan dalam jual beli dan sebagainya; kurtase; barang dagangan yang dititipkan untuk dijualkan kepada seseorang; memeriksa suatu tempat; memeriksa suatu hal (6) |
| KOMITE | Sejumlah orang yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas tertentu oleh kelompok yang lebih besar, biasanya orang-orang tersebut berasal dari kelompok itu sendiri (6) |
| KOMNAS | Komisi nasional (akronim) (6) |
| KOMODO | Biawak besar yang panjangnya dapat mencapai 5 m dengan berat sekitar 150 kg, ekornya pipih, kepalanya bermoncong, lidahnya panjang bercabang di ujungnya dengan warna kuning kemerah-merahan, terdapat di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (Varanus komodoensis) (6) |
| KOMORO | Negara yang terletak di Afrika Tenggara, beribu kota Moroni; sebuah negara kepulauan di Samudra Hindia (6) |
| KOMPAK | Bersatu padu (dalam menanggapi atau menghadapi suatu perkara dan sebagainya) (6) |
| KOMPAS | Alat untuk mengetahui arah mata angin (biasanya berbentuk seperti jam yang berjarum besi berani yang menunjuk arah utara dan selatan); pedoman arah; minta uang dengan paksaan; harian yang terbit perdana pada tanggal 28 Juni 1965 (6) |
| KOMPES | Cecar dengan pertanyaan (6) |
| KOMPET | Satu lipat daun yang terdiri atas beberapa lembar (Sunda) (6) |
| KOMPOL | Komisaris polisi (akronim) (6) |
| KOMPON | Halaman tertutup; bahan campuran (6) |
| KOMPOR | Perapian untuk memasak yang menggunakan minyak tanah, gas, atau listrik sebagai bahan bakar (6) |
| KOMPOS | Pupuk campuran yang terdiri atas bahan organik (seperti daun dan jerami yang membusuk) dan kotoran hewan (6) |
| KOMPRI | Tanaman hias, berdaun tunggal berbentuk bulat telur, ujungnya meruncing, bunga majemuk berbentuk corong berwarna putih kekuning-kuningan, bijinya yang bulat kecil dan keras serta daun dan akarnya dapat digunakan sebagai obat pegal dan luka memar (Symphytum officinale) (Botani) (6) |
| KOMSIT | Komedi situasi (akronim) (6) |
| KOMUNE | Wilayah administrasi terkecil yang ditandai oleh pemilikan dan pemakaian hak secara kolektif; kelompok orang yang hidup bersama (6) |
| KOMUNI | Sakramen dalam gereja yang diwujudkan dengan penyantapan roti dan anggur (Agama Katolik); bagian misa saat diterimakannya roti dan anggur (Agama Katolik) (6) |
| KONANG | Pohon yang memiliki kayu yang liat dan berkualitas, daunnya besar lonjong, tepinya bergerigi, daunnya digunakan sebagai antibisa ular (Alstonia sp.) (Botani) (6) |
| KONASI | Bagian dari kehidupan mental yang banyak berhubungan dengan usaha termasuk di dalamnya keinginan atau kemauan (6) |
| KONAWE | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara (6) |
| KONDOM | Alat kontrasepsi keluarga berencana yang terbuat dari karet dan pemakaiannya dilakukan dengan cara disarungkan pada kelamin laki-laki ketika akan bersanggama (6) |
| KONDOR | Burut; hernia (Melayu Jakarta); elang bangkai berukuran sangat besar, berbulu hitam, bersayap putih keabu-abuan, berkerah leher putih mencolok, kepala dan leher tanpa bulu dengan warna bervariasi, berhabitat di pegunungan tinggi, pemakan bangkai dari mamalia besar dan sedang, tersebar di pegunungan Andes dan pantai Pasifik Amerika Selatan (Vultur gryphus) (Zoologi) (6) |
| KONDUM | Nyanyian keramat yang dinyanyikan pada saat penyembelihan babi (Muyu) (6) |
| KONGKO | Bercakap-cakap yang tidak ada artinya; mengobrol (Melayu Jakarta); diulang: duduk santai dengan pembicaraan yang tidak menentu ujung pangkalnya (beberapa orang bersama-sama) (6) |
| KONGSI | Persekutuan dagang; perseroan; perkumpulan; kantor tuan tanah (6) |
| KONJEN | Konsulat jenderal (akronim) (6) |
| KONKAF | Cekung (6) |
| KONOHA | Desa fiksi dalam serial anime Naruto yang mirip dengan Indonesia (6) |
| KONOID | Kelenjar di tengah otak (Kedokteran dan Fisiologi); benda tiga dimensi yang diperoleh apabila elips, parabola, atau hiperbola diputar mengelilingi sumbunya (Teknik) (6) |
| KONOSU | Kota di Jepang (6) |
| KONSEP | Rancangan atau buram surat dan sebagainya; ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret; gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yang ada di luar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (Linguistik) (6) |
| KONSER | Pertunjukan musik di depan umum; pertunjukan oleh sekelompok pemain musik yang terjadi dari beberapa komposisi perseorangan (6) |
| KONSIL | Lembaga yang mewakili dan menangani satu bidang tertentu (6) |
| KONSOL | Balok yang satu ujungnya terpasang pada suatu penopang tetap dan ujung lainnya bebas (Fisika); unit kendali (misalnya terminal) yang dapat digunakan oleh pengguna untuk berkomunikasi dengan komputer (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| KONSOM | Sup bening yang terbuat dari kaldu dan sayuran ditambah daging cincang dan putih telur, dihidangkan dengan atau tanpa hiasan (Tata Boga) (6) |
| KONSUL | Orang yang diangkat dan ditugasi sebagai wakil pemerintah suatu negara dalam mengurus kepentingan perdagangan atau perihal warga negaranya di negara lain; konsultasi (akronim); berkonsultasi; bertukar pikiran atau meminta pertimbangan dalam memutuskan sesuatu (tentang usaha dagang dan sebagainya); meminta nasihat (tentang kesehatan, pendidikan, dan sebagainya) (6) |
| KONTAK | Hubungan satu dengan yang lain; sambungan arus listrik; bertemu (dengan); tembak-menembak (6) |
| KONTAN | Tunai (tentang pembayaran); pada ketika itu juga; langsung sekaligus (6) |
| KONTEN | Informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik (6) |
| KONTER | Lawan; gerai (6) |
| KONTES | Perlombaan (kecantikan dan sebagainya) (6) |
| KONTET | Tidak dapat tumbuh menjadi besar; kerdil (tentang pertumbuhan) (6) |
| KONTOL | Kemaluan laki-laki; zakar (6) |
| KONTRA | Dalam keadaan tidak setuju; dalam keadaan menentang; menentang (pendapat dan sebagainya); petunjuk untuk suara yang lebih rendah daripada yang tertulis, biasanya satu oktaf lebih rendah (Musik) (6) |
| KONTUR | Garis bentuk; pola ciri-ciri yang terjadi dari pola nada, gerak nada dengan atau tanpa tekanan yang meliputi sebagian atau seluruh ujaran tertentu (Linguistik); garis ketinggian tetap permukaan isobar; garis kontur (Hidrometeorologi) (6) |
| KONVOI | Iring-iringan mobil (kapal) dengan pengawalan bersenjata; iring-iringan kendaraan (dalam suatu perjalanan bersama) (6) |
| KONYAK | Brendi Prancis berkualitas terbaik (6) |
| KONYAL | Tumbuhan merambat, buahnya kira-kira sebesar sawo, kulitnya berbintik-bintik berwarna kuning atau hijau muda keputih-putihan, daging buahnya berasa asam, digunakan sebagai bahan dasar sirop (Passiflora edulis); markisa (Sunda) (6) |
| KONYAN | Perayaan tahun baru Cina (6) |
| KONYOL | Tidak sopan; kurang ajar; agak gila; kurang akal; tidak berguna; sia-sia (6) |
| KOPBAL | Sundulan terhadap bola (dalam sepak bola); perbuatan mengekop bola (6) |
| KOPDAR | Kopi darat (akronim) (6) |
| KOPIAH | Peci (biasa dipakai orang Islam waktu salat) (6) |
| KOPIAN | Hasil memfotokopi (6) |
| KOPING | Cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah dan beradaptasi dengan perubahan (6) |
| KOPONG | Kosong; tidak ada isinya; tidak berisi daging buah (tentang buah-buahan) (6) |
| KOPPAL | Kota di India (6) |
| KOPRAK | Alat bunyi-bunyian untuk menakut-nakuti tupai atau hewan lain, dibuat dari bambu dibelah yang diberi tali untuk diguncang-guncangkan supaya berbunyi, diletakkan pada pohon yang sedang berbuah (Jawa) (6) |
| KOPRAL | Kelompok pangkat tamtama dalam ketentaraan, satu tingkat di bawah bintara satu tingkat di atas prajurit, yang mencakupi kopral kepala, kopral satu, dan kopral dua (6) |
| KOPREK | Utak-atik (6) |
| KOPROK | Permainan dadu kocok (Melayu Jakarta) (6) |
| KOPROL | Gerakan berguling ke depan; rol depan (Olahraga) (6) |
| KOPUAN | Buah berbentuk bulat, berduri lunak dan panjang, kulit buah muda berwarna hijau dan keras, apabila matang berwarna cokelat kekuning-kuningan dan lunak, mirip buah tarap (Artocarpus lanceifolia) (Botani) (6) |
| KOPULA | Verba yang menghubungkan subjek dengan komplemen (Linguistik) (6) |
| KOPYOK | Kocok; aduk; kacau (6) |
| KOPYOR | Lunak dan hancur (tentang bagian daging kelapa); kelapa yang dagingnya lunak dan hancur; rusak karena bagian-bagiannya bercampur (tentang telur); bingung (kiasan) (6) |
| KORANO | Kepala kampung (di Papua) (6) |
| KORBAN | Pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya; kurban; orang, binatang, dan sebagainya yang menjadi menderita (mati dan sebagainya) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dan sebagainya (6) |
| KORDIT | Peledak yang dibuat dari campuran selulosa nitrat dan nitrogliserin (Kimia) (6) |
| KORDON | Garis pelindung; garis pertahanan (6) |
| KOREKE | Pura tempat mengadakan upacara kurban (di Solor) (6) |
| KORENG | Loreng; coreng; belang; luka yang bernanah dan membusuk; borok (6) |
| KORFEZ | Kota di Turki (6) |
| KORION | Selaput terluar pembungkus janin (Kedokteran dan Fisiologi); selaput luar embrio yang berfungsi sebagai selaput pelindung dan pencari makanan (Zoologi) (6) |
| KORLAP | Koordinator lapangan (akronim) (6) |
| KORMIN | Koordinator administrasi (akronim) (6) |
| KORNEA | Selaput mata yang tembus cahaya yang terdapat di bagian depan mata; selaput bening mata (Anatomi) (6) |
| KORNEL | Pangkat perwira menengah TNI peringkat pertama dalam ketentaraan, satu tingkat di bawah brigadir jenderal TNI AD, laksamana pertama TNI AL, dan marsekal pertama TNI AU, satu tingkat di atas letnan kolonel (tanda pangkatnya tiga bunga melati emas yang ditempatkan di bahu baju); kolonel (6) |
| KORNER | Tendangan penjuru dalam permainan sepak bola karena pemain dari kesebelasan yang bertahan membuat bola ke luar lapangan melalui batas garis gawangnya (6) |
| KORNET | Daging giling yang diawetkan dl kaleng; alat musik berkatup, terdiri atas pipa berbentuk kerucut lengkung dan sebuah genta lebar (Musik) (6) |
| KORNIS | Hiasan di atas tembok, pilar, atau gedung yang menonjol keluar (6) |
| KOROID | Selaput yang banyak mengandung pembuluh darah pada mata (Anatomi) (6) |
| KORONA | Lingkaran atau cincin cahaya yang tampak di sekeliling benda langit, terjadi karena penyebaran cahaya dari materi partikulat tersuspensi atau debu (Astronomi); lingkaran sinar yang mengelilingi matahari; bagian terluar atmosfer matahari (Astronomi); mahkota; struktur seperti mahkota (6) |
| KORONG | Daerah (bagian) yang termasuk dalam lingkungan kampung; lingkungan kampung (Minangkabau) (6) |
| KORONI | Suku bangsa yang mendiami daerah di Kabupaten Bungku, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| KOROSI | Proses, perubahan, atau perusakan yang disebabkan oleh reaksi kimia; proses kimia atau elektrokimia yang kompleks yang merusak logam melalui reaksi dengan lingkungannya; erosi kimia oleh oksigen (O₂) di udara yang menimbulkan batuan yang mengandung besi berkarat (6) |
| KORPRI | Korps Pegawai Republik Indonesia (akronim) (6) |
| KORPUS | Badan (manusia atau binatang yang mati); himpunan karangan dengan tema, masalah, pengarang, atau bentuk yang sama; kumpulan ujaran yang tertulis atau lisan yang digunakan untuk menyokong atau menguji hipotesis tentang struktur bahasa (Linguistik) (6) |
| KORSEL | Kuda-kudaan yang dapat bergerak mengikuti gerakan roda besar yang berputar pada sumbunya (komidi putar); Korea Selatan (akronim) (6) |
| KORSET | Pembebat perut berbentuk kemban yang diberi kancing agar perut (pada wanita) tampak lebih kecil; kutang yang ketat dan panjang dari dada sampai pinggul, digunakan untuk membuat tubuh wanita tampak langsing (6) |
| KORSIK | Korps musik (akronim) (6) |
| KORTEK | Koordinator teknis (akronim) (6) |
| KORUNA | Mata uang Republik Cheska (6) |
| KORVET | Kapal perang berukuran kecil, kelasnya di bawah kapal kelas fregat, laju jalannya, berfungsi sebagai kapal pemburu atau kapal perusak (6) |
| KORVUS | Rasi bintang kecil di belahan langit selatan, namanya berarti gagak dalam bahasa Latin (Astronomi) (6) |
| KORWAR | Patung kayu berupa manusia dengan kepala yang biasanya berukuran lebih besar daripada badannya, dengan sikap berdiri atau jongkok, dibuat sesudah meninggalnya seorang pembesar di Papua (6) |
| KORWIL | Koordinator wilayah (akronim) (6) |
| KOSBAS | Pemilik rumah tumpangan (yang menerima orang untuk menumpang tinggal dan makan dengan membayar); bapak atau ibu tempat indekos; induk semang (6) |
| KOSICE | Kota di Slowakia (6) |
| KOSMIS | Mengenai kosmos (semua yang ada); berhubungan dengan jagat raya (6) |
| KOSMOS | Jagat raya; alam semesta (6) |
| KOSONG | Kota di Korea Selatan (6) |
| KOSTUM | Pakaian khusus (dapat pula merupakan pakaian seragam) bagi perseorangan, regu olahraga, rombongan, kesatuan, dan sebagainya dalam upacara, pertunjukan, dan sebagainya (6) |
| KOTABI | Buku yang mencatat adat istiadat di bagian pulau Halmahera yang dikuasai oleh kesultanan Ternate (Sahu) (6) |
| KOTAMA | Komando utama (akronim/Kemiliteran) (6) |
| KOTEKA | Penutup kemaluan laki-laki berbentuk lonjong panjang, terbuat dari buah labu yang dikeringkan, dipakai oleh beberapa suku di Papua (6) |
| KOTEKS | Kalimat yang mendahului dan/atau mengikuti sebuah kalimat dalam wacana (Linguistik) (6) |
| KOTENG | Sendiri (6) |
| KOTIPA | Suntikan pencegahan terhadap penyakit perut (kolera, tipus, dan paratipus) (akronim) (6) |
| KOTLAS | Kota di Rusia (6) |
| KOTONG | Pendek karena terpotong; kudung; buntung (6) |
| KOTREK | Alat untuk mencabut sumbat botol (seperti batang kawat berulir yang diberi tangkai) (6) |
| KOVROV | Kota di Rusia (6) |
| KOWANG | Tumbuhan pasilan yang setelah dewasa dapat tumbuh sendiri, ranting ditutupi rambut, daun kaku berbentuk bulat telur dengan ujung tumpul, buah berbentuk lonjong bewarna merah, seluruh bagiannya dapat dijadikan obat luka (Ficus drupacea) (Botani) (6) |
| KOWANI | Kongres Wanita Indonesia (akronim) (6) |
| KOYABU | Penganan tradisional Minahasa yang terbuat dari tepung ketan, parutan kelapa muda, dan gula merah, dibungkus dengan daun pandan, kemudian dikukus (Melayu Manado) (6) |
| KRAENG | Golongan bangsawan suku Manggarai (6) |
| KRAING | Mentimun yang besar dan panjang, berwarna hijau tua bergaris-garis putih, dagingnya agak lembek dan kurang berair; kerahi (Cucumis melo) (6) |
| KRAKOW | Kota di Polandia (6) |
| KRASIS | Peleburan dua vokal atau dua diftong menjadi satu vokal panjang atau diftong karena vokal yang pertama terdapat pada akhir sebuah kata, vokal yang kedua terdapat pada awal kata yang berdekatan (Linguistik) (6) |
| KRAVAT | Syal atau pita kain untuk pria, dikenakan di leher dan diikat di bagian depan, dapat dipakai pada acara formal sebagai pengganti dasi kupu-kupu (Tata Busana) (6) |
| KRAYON | Pensil berwarna yang terbuat dari lilin (biasanya digunakan untuk melukis atau menggambar) (6) |
| KREASI | Hasil daya cipta; hasil daya khayal (penyair, komponis, pelukis, dan sebagainya); ciptaan buah pikiran atau kecerdasan akal manusia (6) |
| KRECEK | Kerupuk dari kulit sapi atau kerbau; kerupuk kulit (6) |
| KREDIT | Cara menjual barang dengan pembayaran secara tidak tunai (pembayaran ditangguhkan atau diangsur); pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsur; penambahan saldo rekening, sisa utang, modal, dan pendataan bagi penabung; pinjaman sampai batas jumlah tertentu yang diizinkan oleh bank atau badan lain; sisi kanan neraca (di Indonesia); harga atau nilai untuk suatu tindakan (yang baik); nilai suatu mata pelajaran dalam satu semester (6) |
| KREMAH | Terna merambat, batangnya beruas, daunnya majemuk berhadapan, berbentuk tombak atau menjorong, berwarna hijau, bunganya bulir di ketiak daun dan di ujung batang, berwarna putih, dapat digunakan sebagai sayur atau obat; kremek; kremak (Alternanthera sessilis) (6) |
| KREMAK | Terna merambat, batangnya beruas, daunnya majemuk berhadapan, berbentuk tombak atau menjorong, berwarna hijau, bunganya bulir di ketiak daun dan di ujung batang, berwarna putih, dapat digunakan sebagai sayur atau obat; kremek; kremah (Alternanthera sessilis) (6) |
| KREMEK | Terna merambat, batangnya beruas, daunnya majemuk berhadapan, berbentuk tombak atau menjorong, berwarna hijau, bunganya bulir di ketiak daun dan di ujung batang, berwarna putih, dapat digunakan sebagai sayur atau obat; kremak; kremah (Alternanthera sessilis) (6) |
| KREPON | Kain krep dengan tekstur tidak rata, berpola kerutan memanjang atau agak berat (Tata Busana) (6) |
| KRESOL | Zat antiseptik turunan fenol yang diperoleh dari dalam ter batu bara (Kimia) (6) |
| KRETIN | Penyakit yang menyebabkan seseorang menderita keterbelakangan mental (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| KREVAS | Rekahan yang terbentuk dalam satu gletser (Hidrologi) (6) |
| KRICAK | Pecahan batu yang biasanya digunakan untuk cor (6) |
| KRIKET | Olahraga luar ruangan, dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri atas 11 orang, menggunakan bet dan bola kecil keras, biasa dimainkan di Inggris dan negara Persemakmuran Inggris (Olahraga) (6) |
| KRIMER | Produk nonsusu yang digunakan sebagai pengganti santan dan susu pada makanan atau krim pada kopi (6) |
| KRINOK | Nyanyian berupa lantunan isi hati yang dilagukan pada saat menjaga sawah yang padinya sedang menguning, biasanya diiringi dengan alat musik gendang, biola, atau gong (Melayu Jambi) (6) |
| KRIPTA | Celah atau cekungan, terutama pada muara kelenjar (Anatomi) (6) |
| KRISAN | Perdu berbunga majemuk termasuk suku Compositae yang dibudidayakan untuk diambil bunganya yang berwarna kuning atau putih; krisantemum (Chrysanthemum indicum) (6) |
| KRISIS | Keadaan yang berbahaya (dalam menderita sakit); parah sekali; keadaan yang genting; kemelut; keadaan suram (tentang ekonomi, moral, dan sebagainya); saat yang menentukan di dalam cerita atau drama ketika situasi menjadi berbahaya dan keputusan harus diambil (Sastra); konfrontasi yang intensif dan dahsyat yang terjadi dalam waktu singkat dan merupakan ganti peperangan dalam era nuklir (Politik dan Pemerintahan) (6) |
| KRISMA | Minyak zaitun yang disucikan untuk sakramen baptis, penguatan, dan imamat (Agama Katolik) (6) |
| KRISPI | Renyah (tentang gorengan) (6) |
| KRISTA | Tepi; sisi (Biologi) (6) |
| KRITIK | Kecaman atau tanggapan, atau kupasan kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya (6) |
| KRITIS | Dalam keadaan krisis, gawat; genting; dalam keadaan yang paling menentukan berhasil atau gagalnya suatu usaha; bersifat tidak lekas percaya; bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; tajam dalam penganalisisan (6) |
| KROFEL | Kroisan wafel; kue yang terbuat dari adonan kroisan yang dipanggang pada cetakan wafel (6) |
| KROKET | Penganan yang dibuat dari kentang yang dihaluskan, diisi daging di dalamnya, dibentuk lonjong, lalu digoreng (6) |
| KROMAT | Garam yang mengandung ion CrO42- (6) |
| KROMIK | Berkaitan dengan kroma; sifat tanah yang mempunyai nilai kroma yang tinggi (Ilmu Tanah) (6) |
| KROMIT | Garam yang mengandung ion (Kimia) (6) |
| KRONEM | Satuan panjangnya bunyi bahasa yang distingtif (Linguistik) (6) |
| KRONIK | Catatan peristiwa menurut urutan waktu kejadiannya; susunan waktu; yang berhubungan dengan waktu (6) |
| KRONIS | Terus-menerus berlangsung; tahan dalam waktu yang lama (tentang keadaan); berjangkit terus dalam waktu yang lama; menahun (tentang penyakit yang tidak sembuh-sembuh) (6) |
| KROTON | Tanaman hias yang berkayu, bentuk daunnya bermacam-macam (lonjong membundar, panjang seperti pita dan sebagainya) dan warnanya merah atau hijau bercak-bercak merah atau kuning; puring (Codiaeum variegatum) (6) |
| KRUKAT | Potongan rambut yang sangat pendek; cepak (6) |
| KRULUT | Wuku ke-17 (Bali) (6) |
| KRYMSK | Kota di Rusia (6) |
| KSTOVO | Kota di Rusia (6) |
| KUALAT | Mendapat bencana (karena berbuat kurang baik kepada orang tua dan sebagainya); kena tulah (Jawa); celaka; terkutuk (Jawa) (6) |
| KUALON | Bukan darah daging sendiri; tiri (Jawa) (6) |
| KUANTA | Jumlah atau porsi besaran fisika yang tertentu, terbedakan, dan taksinambung (Kimia) (6) |
| KUARIK | Bulatan emas (perak) tipis penutup buah dada; semacam medalion dari emas atau perak, sebesar uang ringgit, untuk perhiasan dada dan punggung (6) |
| KUARSA | Penyusun utama dalam pasir, batuan, dan berbagai mineral, bersifat lebih tembus cahaya ultra-ungu daripada kaca biasa sehingga banyak digunakan dalam alat optik; silika (Mineralogi) (6) |
| KUARTO | Ukuran kertas yang lebarnya 21 cm dan panjangnya 29 cm (6) |
| KUASAR | Inti galaksi aktif yang memancarkan radiasi sangat besar dan kuat yang bersumber dari lubang hitam (Astronomi); benda langit yang memancarkan gelombang radio (6) |
| KUAYAN | Pohon yang buahnya menyerupai buah gayam (6) |
| KUBANG | Tanah lekuk yang berisi air dan lumpur (tempat kerbau dan sebagainya berendam diri atau berguling-guling) (6) |
| KUBOID | Berbentuk tiga dimensi persegi panjang (Matematika) (6) |
| KUBUNG | Tempat menanam jamur merang, biasanya terbuat dari bambu sebagai rangka dan lembaran plastik sebagai penutupnya; mamalia luncur, berkepala lebar, bertelinga pendek dan bulat, bermoncong tumpul, bermata besar, serta mempunyai selaput peluncur yang membentang dari leher ke ujung kaki depan dan kaki belakang, hingga ke ujung ekor, makanannya daun, tunas pucuk, bunga, dan buah yang lunak (Galeopterus variegatus) (6) |
| KUCICA | Burung pekicau berukuran sedang, berwarna hitam pada tubuh bagian atas dan dada, berekor panjang dan sering ditegakkan sewaktu-waktu, pemakan serangga, cacing, dan invertebrata lainnya, berhabitat di hutan dan kebun, tersebar di hampir seluruh dunia, seperti kucica hutan dan kucica kampung (Copsychus spp.) (6) |
| KUCING | Mamalia karnivor yang berukuran kecil hingga sedang, memiliki cakar berbentuk arit yang dapat keluar masuk dari kantong jari-jarinya, termasuk hewan teritorial (Felidae) (6) |
| KUDETA | Perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa (6) |
| KUDIAN | Kemudian; kelak (Minangkabau); yang terakhir; yang belakangan (Minangkabau) (6) |
| KUDUNG | Terpotong atau terpenggal pada ujungnya; kain selubung (penutup) kepala; kerudung (6) |
| KUEAPE | Kue tradisional khas Betawi yang menyerupai serabi, dengan pinggiran yang lebar, tipis, dan renyah serta bagian tengah yang menonjol dan lembut, dibuat dari adonan terigu, tepung beras, dan gula pasir, biasanya diberi tambahan pasta pandan untuk memberi aroma wangi dan air perasan daun suji dan pandan sebagai pewarna alami (6) |
| KUESUS | Kue ringan berbentuk bulat dengan rongga berisi krim vla (6) |
| KUETAR | Kue, biasanya dibuat dari adonan tepung terigu, gula, mentega telur, dan sebagainya, biasanya berbentuk bundar (6) |
| KUINOL | Prisma heksagon tanpa warna, penghambat polimerisasi, pencuci gambar foto, dan zat antara bagi pencelup; kuinol; hidrokuinol (C6H4(OH)2); hidrokuinon (Kimia) (6) |
| KUJANG | Senjata tajam khas suku Sunda, berbentuk melengkung setengah lingkaran, berujung runcing, tajam pada kedua matanya, biasanya bagian mata dan punggung pisaunya memiliki satu sampai sembilan lubang, lebih banyak digunakan untuk simbol dan azimat (6) |
| KUJUNG | Siput laut (6) |
| KUKILA | Burung (6) |
| KUKKUS | Sebutan untuk keluarga inti dalam masyarakat suku Alor (6) |
| KUKUET | Kulit kerbau yang direbus dan dikeringkan menjadi kikil atau kerecek (Aceh) (6) |
| KUKULU | Tali pengikat bambu penadah air nira (Tombulu) (6) |
| KULAER | Kusir kereta kerajaan atau kereta kebesaran (Sunda) (6) |
| KULAWI | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian selatan Danau Lindu, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| KULIAH | Sekolah tinggi; pelajaran yang diberikan di perguruan tinggi; mengikuti pelajaran di perguruan tinggi; ceramah (6) |
| KULIAN | Upah kerja untuk kuli; uang kuli (6) |
| KULKAS | Lemari pendingin (tempat menyimpan makanan supaya tidak cepat busuk dan sebagainya); lemari pendingin; lemari es (6) |
| KULOPU | Tali atau kain yang dibakar untuk mengusir nyamuk (Wolio) (6) |
| KULTUM | Kuliah tujuh menit; ceramah agama, durasinya tujuh menit, biasanya diberikan setelah salat berjemaah atau menjelang berbuka puasa bulan Ramadan (akronim) (6) |
| KULTUR | Kebudayaan; pemeliharaan; pembudidayaan (Perikanan) (6) |
| KULTUS | Penghormatan resmi dalam agama; upacara keagamaan; ibadat; sistem kepercayaan; penghormatan secara berlebih-lebihan kepada orang, paham, atau benda (6) |
| KULZUM | Merah (Arab) (6) |
| KUMASI | Kota di Ghana (6) |
| KUMBAH | Cuci (Jawa) (6) |
| KUMBAR | Palem berduri (Zalacca wallichiana) (6) |
| KUMBIK | Kemiri (6) |
| KUMBUH | Terna tegak, tinggi hingga 1,4 m, dengan rimpang datar, batang-batangnya diolah dijadikan bahan untuk membuat tikar, karung beras, pundi-pundi, dan sebagainya; kercut (Scirpus mucronatus) (6) |
| KUMENA | Zat pencampur bahan bakar kapal terbang (C6H5CH(CH3)2) (Kimia) (6) |
| KUMICO | Ketua rukun tetangga (pada zaman pendudukan Jepang) (6) |
| KUMPAI | Rumput (gelagah), tumbuh di paya (Panicum stagninum); jumbai; rumbai (6) |
| KUMPAR | Gulung (tentang benang) (6) |
| KUMPAS | Tulang ayam (6) |
| KUMPUL | Himpun; gabung; bawa dan satukan (6) |
| KUNANI | Kinantan (6) |
| KUNCAH | Berkas besar (padi, pandan, jerami, dan sebagainya); satuan ukuran isi, beratnya 160 gantang (seperlima koyan); pantun berisi sindiran dan ejekan terhadap bujang dan gadis yang berhubungan dengan sifat ataupun tingkah laku (Komering) (6) |
| KUNCEN | Juru kunci (di tempat keramat dan sebagainya) yang juga mengetahui riwayat tempat yang dijaganya (Melayu Jakarta) (6) |
| KUNCIT | Paling terakhir; paling belakang (Minangkabau) (6) |
| KUNCUP | Tertutup (tidak kembang, tidak mekar tentang bunga, payung, dan sebagainya); kuntum (tentang bunga yang masih kuncup, tetapi hampir mekar); pucuk vegetatif atau generatif yang belum dewasa, berupa meristem rembang yang kadang-kadang ditutupi sisik (Botani) (6) |
| KUNDAI | Gelung rambut; sanggul; konde (6) |
| KUNDLA | Kota di India (6) |
| KUNDUR | Buah beligo yang bentuknya lonjong kecil (Benincasa hispida) (6) |
| KUNDUZ | Kota di Afganistan (6) |
| KUNEFE | Penganan yang biasa ditemukan di Timur Tengah, dibuat dari keju leleh yang disiram sirup, biasanya disajikan dengan bubuk atau taburan pistacio cincang, bertekstur renyah di luar dan lembut di dalam (6) |
| KUNGFU | Seni bela diri (asal Cina), pada umumnya tanpa senjata (menyerupai pencak), mengandalkan sepakan atau pukulan untuk melumpuhkan lawan (Olahraga) (6) |
| KUNGKI | Pohon, tinggi hingga 40 m, kayunya cocok untuk bahan bangunan rumah dan dibuat lesung, kulit batangnya untuk mengobati luka yang bernanah, buah yang masak dapat dimakan, rasanya manis; matoa (Pommetia pinnata) (6) |
| KUNGUR | Kota di Rusia (6) |
| KUNING | Warna yang serupa dengan warna kunyit atau emas murni; mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa dengan kuning (6) |
| KUNKER | Kunjungan kerja (akronim) (6) |
| KUNTAU | Pencak cara Cina (6) |
| KUNTIT | Ikut (dari belakang); anak belut (Sunda) (6) |
| KUNTUL | Tidak berekor; togel (tentang ayam dan sebagainya); pokeng; bukung; tukung; dogel; bangau berbulu putih, pemangsa ikan, katak, dan sebagainya; bermacam-macam jenisnya (6) |
| KUNTUM | Kuncup bunga yang hampir mekar (berkembang); kata penggolong untuk bunga; gadis muda (kiasan) (6) |
| KUNYAH | Lumat dalam mulut; mamah (6) |
| KUNYAM | Kempis (tentang pipi karena tidak bergigi); kempot (Minangkabau) (6) |
| KUNYIT | Tumbuhan, suku Zingiberaceae, marga Curcuma, banyak digunakan dalam masakan, misalnya sebagai bumbu penyedap, pemberi warna kuning, dan dapat membuat makanan lebih awet, dapat juga digunakan sebagai obat; kunir; kurkuma (Curcuma domestica) (6) |
| KUNYUK | Kera kecil; monyet (Melayu Jakarta); orang bodoh (tidak tahu adat) (Melayu Jakarta) (6) |
| KUOPIO | Kota di Finlandia (6) |
| KUORUM | Jumlah minimum anggota yang harus hadir dalam rapat, majelis, dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota) agar dapat mengesahkan suatu putusan (6) |
| KUPANG | Mata uang zaman dahulu yang nilainya berbeda-beda berdasarkan daerah sirkulasinya, misalnya di Penang 10 sen, di Kelantan 12½ sen, di Padang 50 sen, di Agam 30 sen, di Payakumbuh 40 sen; satuan ukuran berat emas (sekitar ½ real = 10 g); siput laut termasuk genus Mytilus yang dahulu digunakan sebagai mata uang (Musculus); gelinggang; kerang laut kecil yang dagingnya sering dimasak untuk dijadikan soto dan petis (Madura); ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, terkenal dengan sebutan Kota Kasih (6) |
| KUPING | Telinga; kotak kecil di kanan atau kiri nama surat kabar yang sering digunakan untuk keperluan periklanan atau untuk berita-berita khas, biasanya menjadi tempat tulisan susunan redaksi, nama penerbit, alamat atau telepon, dan tarif iklan (Ilmu Komunikasi) (6) |
| KUPLET | Bait sajak (nyanyian) yang terdiri atas dua baris atau lebih (6) |
| KUPLUK | Kopiah, biasanya dibuat dari beludru hitam dan berbentuk segi panjang; peci; songkok (Jawa) (6) |
| KUPNAT | Lipatan pada pakaian, biasanya dijahit membujur pada pinggang, untuk mengepas pakaian dengan bentuk tubuh; lipit kup (6) |
| KUPOLA | Tungku berbentuk silinder vertikal yang digunakan untuk meleburkan besi saat pengecoran; kubah kecil (Arsitektur) (6) |
| KUPRIT | Mineral merah yang mengandung oksida tembaga dan merupakan bijih tembaga minor (Cu2O) (Geografi dan Geologi) (6) |
| KUPRON | Pereaksi pengendap kuantitatif bagi tembaga (Kimia) (6) |
| KUPROY | Kuli proyek (singkatan) (6) |
| KUPRUM | Logam berwarna kemerah-merahan, bersifat mulur dan mudah ditempa; unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 29, berlambang Cu, dan bobot atom 63,546 u; tembaga (6) |
| KUPULE | Struktur anatomis berbentuk seperti cangkir pada tumbuhan atau hewan (Biologi) (6) |
| KURADA | Badai hujan parah di Kepulauan Mariana (barat Samudera Pasifik) selama monsun timur laut, terjadi dari bulan November hingga April atau Mei, terutama dari bulan Januari sampai Maret (Hidrometeorologi) (6) |
| KURANG | Belum atau tidak cukup (sampai, genap, lengkap, tepat, dan sebagainya); (untuk menyatakan bilangan, ukuran, dan sebagainya yang) sedikit (satu, dua, dan sebagainya) lagi menjadi bilangan bulat; belum atau tidak sama dengan yang seharusnya; (dalam perbandingan menyatakan) tidak lebih dari; tidak berapa; sedikit; sesuatu yang tidak ada (yang menyebabkan tidak lengkap, tidak genap, tidak cukup, tidak sempurna, dan sebagainya); cacat; cela (6) |
| KURASH | Seni bela diri tradisional Uzbekistan yang menyerupai gulat dan judo; salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games 2021 Hanoi (digelar tahun 2022) (6) |
| KURASI | Kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri (6) |
| KURAWA | Sebutan bagi musuh pandawa dalam wiracarita Mahabharata yang berjumlah 100 orang (Jawa) (6) |
| KURBAN | Persembahan kepada Allah (seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari Lebaran Haji) sebagai wujud ketaatan muslim kepada-Nya (Agama Islam); pujaan atau persembahan kepada dewa-dewa (6) |
| KURGAN | Kota di Rusia (6) |
| KURIAK | Kombinasi beberapa warna yang membentuk noktah atau garis-garis kecil (tentang bulu ayam); jali (Melayu Kalimantan) (6) |
| KURING | Coreng; loreng; rakyat biasa; rakyat jelata; saya; aku (Sunda) (6) |
| KURIUM | Unsur yang tidak terdapat dalam alam, semua isotopnya radio aktif dibuat dengan menggunakan Pu-239 dengan partikel alfa, mengebom Am-241 dengan neutron; unsur kimia aktinida dengan nomor atom 96, berlambang Cm, berat atom 244 u (6) |
| KURLEB | Kurang lebih (akronim) (6) |
| KURSIF | Miring (tentang tulisan, cetakan) (6) |
| KURSOR | Tanda segi empat, segitiga, garis bawah, atau simbol lain yang digunakan untuk mengenali posisi data secara visual pada monitor komputer; penunjuk bergerak pada layar komputer untuk mengarahkan pengguna ke posisi mulai (6) |
| KURSUS | Pelajaran tentang suatu pengetahuan atau keterampilan, yang diberikan dalam waktu singkat; lembaga di luar sekolah yang memberikan pelajaran serta pengetahuan atau keterampilan dalam waktu singkat (6) |
| KURSUT | Penggaris yang terbuat dari kayu (peranti tukang kayu) (Jawa) (6) |
| KURUDU | Suku bangsa yang mendiami pulau Kurudu yang terletak diantara ujung pulau Yapen dengan daratan sebelah utara Papua, Kabupaten Yapen Waropen, Provinsi Papua (6) |
| KURUME | Kota di Jepang (6) |
| KURUNG | Tanda baca (...) yang mengapit tambahan keterangan atau penjelasan; tanda untuk mengumpulkan beberapa unsur menjadi satu kelompok; lingkung; lingkar (6) |
| KUSALA | Hadiah yang diberikan untuk pencapaian istimewa di bidang tertentu (Sanskerta) (6) |
| KUSKUS | Mamalia berkantung, berekor panjang, berambut lebat, bermata bundar, bertelinga kecil, pemanjat pohon, aktif di malam hari, banyak dijumpai di Sulawesi, Timor, Seram, Papua, dan Australia (Phalangeridae); pasta yang terbuat dari biji-bijian, dibentuk menjadi pelet kecil dan biasanya dikukus (6) |
| KUSPIS | Peninggian dengan ujung yang meruncing (Anatomi) (6) |
| KUSRUK | Tersungkur (6) |
| KUSTAR | Saus yang terbuat dari campuran susu, krim, dan kuning telur, biasa disajikan sebagai saus puding, bahan dasar makanan, atau hidangan penutup (Tata Boga) (6) |
| KUSUMA | Bunga; perempuan yang cantik (elok, molek); bangsawan (kiasan) (6) |
| KUTAHA | Agaknya; konon (6) |
| KUTANG | Pakaian dalam wanita untuk menutupi payudara terdiri atas kain berbentuk mangkuk, tali bahu, ban kerut untuk menyangga dada; braseri; bra; beha (Tata Busana) (6) |
| KUTEKS | Cat kuku; pewarna kuku (6) |
| KUTERI | Bilik tempat tidur dalam perahu (kapal) (6) |
| KUTIKA | Alat untuk menentukan waktu yang baik untuk perkawinan, bercocok tanam, atau bepergian ke luar rumah (Tolaki) (6) |
| KUTING | Ikut tidak membantah (6) |
| KUTLET | Irisan daging tipis (tentang sapi, domba, atau ikan), diiris dari kaki atau tulang rusuk (Tata Boga) (6) |
| KUTUAN | Berkutu (6) |
| KUTUNG | Terpotong; buntung (6) |
| KUWAIT | Negara yang terletak di Asia Barat Daya, beribu kota Kuwait (6) |
| KUWANA | Kota di Jepang (6) |
| KUWENI | Pohon berbatang tegak, tinggi mencapai 30 m, kulit batangnya pecah-pecah berwarna abu-abu, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya terdapat pada malai yang tumbuh pada ujung ranting, buahnya berbentuk bulat panjang, berdaging tebal berwarna kuning dan berserat, berbau harum menusuk, rasanya manis; kueni; kuini; kebembem (Mangifera odorata) (6) |
| KUYANG | Hantu perempuan yang menurut kepercayaan orang Kalimantan Timur, pada malam hari kepala dan isi perutnya dapat terbang, mengisap darah orang hamil atau orang yang baru melahirkan (6) |
| KUYUNG | Pohon besar, tinggi hingga 40 m, kayu terasnya berwarna cokelat, kayu yang tidak terserang hama digunakan untuk bahan rumah, mengeluarkan damar dalam jumlah besar dari celah-celah kulit kayunya; kelukup (Shorea eximia) (6) |
| KWALOT | Perdu, tingginya 0,3-10 m, daunnya majemuk, membundar telur, bunganya kecil, putih kehijauan-merah, buahnya kecil, bulat, dan menjadi hitam saat masak, rasanya pahit; lebih dikenal sebagai biji Makassar yang banyak dijadikan jamu berbagai macam sakit perut (Brucea javanica) (Botani) (6) |
| KWANSU | Suku bangsa yang mendiami sebelah barat danau Sentani, Provinsi Papua (6) |
| KWANZA | Mata uang Angola (6) |
| KWARDA | Kwartir daerah (akronim) (6) |
| KWEKWE | Kota di Zimbabwe (6) |
| KYOSAI | Kota di Korea Selatan (6) |
| LABEAU | Suku bangsa yang mendiami daerah di kabupaten Kendari dan Kolaka, Sulawesi Tenggara (6) |
| LABFOR | Laboratorium forensik (akronim) (6) |
| LABIAL | Berkaitan dengan bunyi yang terjadi karena penyempitan jarak antara bibir atas dan bibir bawah, misalnya [p], [b], [f], [v] (Linguistik) (6) |
| LABIUM | Bibir (6) |
| LABRAK | Memukuli (secara tidak beraturan); mengata-ngatai (mencela dan sebagainya) dengan keras; menyerang; menghantam musuh dengan hebatnya (6) |
| LABRES | Kalah besar; habis-habisan (6) |
| LABRUM | Bibir depan serangga yang menutup pangkal rahang dan membentuk atap mulut (Zoologi) (6) |
| LABUDA | Tidak boleh tidak; tentu; mesti; harus (Arab) (6) |
| LABUHA | Ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (6) |
| LADANG | Tanah yang diusahakan dan ditanami (ubi, jagung, dan sebagainya) dengan tidak diairi; tegal; tanah atau tempat yang luas yang diusahakan karena mengandung sumber daya alam, seperti minyak; sumber ilham, pendapatan, dan sebagainya (kiasan) (6) |
| LADING | Parang yang pendek dan agak lebar di tengah-tengah, matanya yang tajam melengkung ke luar; muatan kapal (Belanda); perahu panjang, biasanya dibuat dari sebatang pohon yang utuh; ladu (Geografi dan Geologi) (6) |
| LADNER | Kota di Kanada (6) |
| LADNUN | Kota di India (6) |
| LADUNG | Tidak mengalir atau meluik (seperti embun di atas daun); terhenti; timah pemberat kail, jala, batu duga, dan sebagainya supaya tenggelam di dalam air; lekuk; keluk (Minangkabau); tumpukan padi (6) |
| LAGIAH | Perkataan yang tidak berguna, tidak berisi, dan belum tentu benar (Arab) (6) |
| LAGIAN | Lagi pula; tambahan lagi (6) |
| LAGOKO | Penunjuk waktu yang sama pada hari berikutnya untuk suatu janji pertemuan (Aceh) (6) |
| LAGUAN | Nyanyian (6) |
| LAGUNA | Danau air asin dekat pantai yang dahulu merupakan bagian laut (yang dangkal), yang karena peristiwa geografi terpisah dari laut (Geografi dan Geologi); danau kecil atau tasik yang terjadi pada laut dangkal yang dikelilingi oleh beting karang atau gosong pasir yang menutup pesisir atau muara sungai (6) |
| LAHANG | Nira; tuak (6) |
| LAHOMI | Ibu kota Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatra Utara (6) |
| LAHORE | Kota terpadat kedua di Pakistan (6) |
| LAHUNG | Pohon, tinggi hingga 40 m, berbanir, buahnya mirip durian bergaris tengah 15 cm, berwarna merah tua, biji buah yang berwarna cokelat dibungkus salut biji berwarna kuning tua; lai (Durio dulcis); buah lahung (6) |
| LAIBIN | Kota di Cina (6) |
| LAIFAN | Penurunan tingkat (aras) suatu besaran, misalnya intensitas gelombang cahaya; atenuasi (Fisika) (6) |
| LAIKAS | Rumah adat Sulawesi Tenggara (6) |
| LAILAH | Malam (Arab) (6) |
| LAJANG | Sendirian (belum kawin); bujangan (6) |
| LAJING | Ular naga berbisa dalam dongeng yang dapat terbang (Madura) (6) |
| LAJNAH | Panitia; komisi (6) |
| LAJOLO | Suku bangsa yang mendiami ujung selatan Pulau Selayar di Sulawesi Selatan; Layolo; Laiyolo; Da'ang (6) |
| LAKARA | Perahu kecil (6) |
| LAKBAN | Selotip yang berukuran besar (6) |
| LAKEAN | Bangunan khas di daerah Toraja, menyerupai menara, tempat jenazah disemayamkan sebelum dimakamkan (6) |
| LAKERI | Lak; perekat keras dari damar berwarna merah atau hitam, untuk cap, meterai, dan sebagainya (6) |
| LAKLAK | Tulisan Batak Kuno (6) |
| LAKMUS | Kertas yang diberi warna biru kemerah-merahan, menjadi merah oleh zat asam dan menjadi biru oleh alkali (6) |
| LAKNAT | Kutuk; orang yang terkutuk (6) |
| LAKSAN | Irisan pempek yang diberi kuah bersantan (Palembang) (6) |
| LAKSDA | Laksamana muda (akronim) (6) |
| LAKSMA | Laksamana pertama (akronim) (6) |
| LAKSMI | Nama dewi (Batari Laksmi) istri Batara Wisnu; elok; molek; cantik (6) |
| LAKSUS | Pelaksana khusus (akronim) (6) |
| LAKTAT | Senyawa yang mengandung gugus yang berasal dari asam laktat, DOC.CHO.CH₃ (Kimia) (6) |
| LAKTON | Ester intramolekul yang terjadi oleh reaksi antara gugus hidroksil dan gugus karboksil yang terletak dalam satu molekul (6) |
| LAKUAN | Deretan peristiwa nyata atau fiksi yang membangun sebagian alur dramatik (Sastra) (6) |
| LAKUNA | Lekukan kecil, rongga di antara sel-sel atau lapisan (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| LALAEO | Suku bangsa yang mendiami daerah di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (6) |
| LALANG | Alang-alang (Imperata cylindrica); endapan permukaan yang dihasilkan oleh arus air atau arus udara (Geografi dan Geologi) (6) |
| LALODA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Maluku Utara, Maluku; Loloda (6) |
| LALUAN | Tempat berlalu, lewat (6) |
| LAMANG | Pedang (pendek) yang lurus; cenangkas (Melayu Jakarta) (6) |
| LAMBAI | Mengayun-ayun turun naik (seperti daun-daunan tertiup angin); menggerak(-gerak)kan tangan turun naik (untuk memanggil dan sebagainya); berkibar-kibar (6) |
| LAMBAK | Longgok atau timbunan (barang yang tidak teratur rapi) (6) |
| LAMBAN | Tidak cekatan (dalam bekerja dan sebagainya); lembam; tidak tangkas; ujung kain yang dilipat berbentuk zigzag dan dililitkan sehingga lipatannya berada di bagian depan tubuh (Sunda) (6) |
| LAMBAR | Alas; lapik (Jawa) (6) |
| LAMBAT | Perlahan-lahan (geraknya, jalannya, dan sebagainya); tidak cepat; memerlukan waktu banyak; tidak tepat pada waktunya; ketinggalan (6) |
| LAMBDA | Huruf ke-11 abjad Yunani; satuan isi yang sama dengan 10-6 liter atau 10-9 m³ (6) |
| LAMBIT | Tangguk besar untuk menyerok udang; tubin; hari keempat dari sekarang (6) |
| LAMBUK | Celana longgar langgam Aceh yang dibuat dari sutra; gembur (tentang tanah); perahu (6) |
| LAMBUR | Binatang laut yang rupanya seperti payung terapung-apung (sejenis ubur-ubur besar) (Medusa spp.) (6) |
| LAMELA | Lapisan tipis (6) |
| LAMESA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| LAMINA | Baju dari logam atau baju rantai (untuk berperang); lembaran tipis (6) |
| LAMPAI | Tinggi dan ramping (tentang tubuh dan sebagainya); mudah dilenturkan (tidak kaku); lengkai; semampai; langsing (6) |
| LAMPAK | Sampul pustaha, umumnya dari kayu atau kulit kayu yang tebal (Filologi) (6) |
| LAMPAM | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencpai 35 cm, tubuhnya pipih memanjang dan berwarna perak atau kuning keemasan, siripnya berwarna kemerahan dan terdapat bercak hitam pada ujung sirip punggung, tersebar di perairan Malaysia, Indonesia (Sumatra dan Kalimantan), dan Indocina (Barbonymus schwanefeldii) (6) |
| LAMPAN | Menggali (barang tambang); mencetak (timah dan sebagainya) (6) |
| LAMPAR | Terserak merata (tidak bertimbun atau berlonggok); bertebaran; tersebar; tersiar merata (tentang kabar dan sebagainya) (kiasan); senang menjelajah tempat yang jauh atau belum pernah didatangi (Sunda) (6) |
| LAMPAS | Halus; mudah tersinggung; lekas marah; suka mengatakan sesuatu tanpa berpikir panjang; lepas mulut (6) |
| LAMPAU | Lalu; lewat; lebih (banyak, berat, dan sebagainya); sangat (6) |
| LAMPES | Tumbuhan perdu, tingginya mencapai 1,5 m, daunnya berbau seperti cengkih, tetapi tidak enak, digunakan sebagai obat; ruku-ruku; kemangi hutan (Ocimum sanctum) (6) |
| LAMPIK | Tikar kecil yang digunakan pada upacara perkawinan (di Lampung) (6) |
| LAMPIN | Kain popok bayi; bebat bayi; ambet; lapis atau alas (terbuat dari kain, kertas, dan sebagainya) untuk memegang barang yang panas (6) |
| LAMPIR | Menyertai (dengan surat, daftar, dan sebagainya) (6) |
| LAMPIT | Tikar yang terbuat dari jalinan bilah-bilah rotan (bambu); tikar rotan (6) |
| LAMPOI | Ikan yang keluar dari perangkap jaring bagian atas (Madura) (6) |
| LAMPOK | Unggunan (longgokan) batang padi yang sudah disabit (Minangkabau) (6) |
| LAMPOR | Makhluk halus yang berarak (Jawa) (6) |
| LAMPUS | Mampus; mati (Jawa) (6) |
| LAMUSA | Suku bangsa yang mendiami daerah di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| LANANG | Laki-laki (Jawa); memintal (memilin) tali dengan memakai pemberat yang digantungkan pada ujungnya (6) |
| LANBAU | Tanah pertanian; perkebunan (6) |
| LANCAP | Rata dan licin (6) |
| LANCAR | Tidak tersangkut-sangkut; tidak terputus-putus; tidak tersendat-sendat; fasih; tidak tertunda-tunda; (berlangsung) dengan baik (6) |
| LANCIA | Kereta beroda dua yang dihela oleh orang; angkong; langca (6) |
| LANCIP | Makin ke ujung makin kecil; meruncing; tajam (6) |
| LANCOR | Arit berbilah panjang melengkung seperti bulu ekor ayam jantan, dipakai untuk merambah gelagah atau memotong tebu (Madura) (6) |
| LANCUR | Memancur; senjata tajam (pedang) yang lengkung ke bagian yang tajam (Using) (6) |
| LANCUT | Memancar kencang-kencang; tidak mendatangkan faedah; sia-sia (6) |
| LANDAI | Menurun sedikit demi sedikit; agak miring; tidak curam (tentang tanah, tepi sungai, pintu, dan sebagainya) (6) |
| LANDAK | Binatang yang kulitnya berduri panjang dan runcing (Hystrix brachura); kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat (6) |
| LANDAP | Terna, tinggi hingga 125 cm, ditanam sebagai tanaman hias, bunganya berwarna putih atau merah, akarnya digunakan untuk mengobati luka dan dianggap sebagai penawar racun, buah dan bijinya dicampurkan dalam ramuan obat penyakit puru; bakung (Crinum asiaticum) (6) |
| LANDAS | Alas; tumpuan (6) |
| LANDAU | Memunguti bijih timah (yang masih tersisa) (6) |
| LANDEP | Perdu, batangnya berbuku-buku dan berambut, tingginya 1,5–2 m, daunnya tunggal dan ujungnya meruncing, bunganya berwarna kuning, buahnya berwarna hijau, daun dan akarnya dapat digunakan sebagai obat reumatik dan cacingan (Barleria prionitis) (Botani); wuku ke-2 (Bali) (6) |
| LANDIK | Perdu, bercabang banyak, tingginya 1–2 m, batangnya cokelat tua dan berduri, daunnya tunggal, lanset, dan berwarna hijau, bunganya berwarna kuning, buahnya berwarna hijau, digunakan untuk mengobati gigitan anjing dan ular berbisa; sujantrus (Barleria lupulina) (6) |
| LANDUK | Ikan laut yang ukurannya mencapai 45 cm, hidup di perairan karang tropis dengan kedalaman mencapai 30 m, tersebar di perairan Maladewa, Srilangka, Kepulauan Ryukyu, Papua Nugini, dan Australia bagian utara (Lethrinus ornatus) (6) |
| LANDUR | Terjurai panjang (tentang lengan baju, tali, dan sebagainya); landung; berasa lemah pada lutut (karena terlalu lama berdiri dan sebagainya) (6) |
| LANGAH | Ternganga (tentang mulut, pintu, dan sebagainya); terbuka (lebar-lebar) (6) |
| LANGAU | Lalat besar yang suka mengisap darah hewan (seperti kerbau, lembu); pikat (Stomoxys calcitrans); (6) |
| LANGEN | Perbuatan mengapung-apungkan diri dengan berenang (Jawa); pelampung dari bambu (Jawa) (6) |
| LANGGI | Kuliner olahan nasi Solo dengan rempah, santan, dan asam jawa (6) |
| LANGIH | Sengau karena bibir sumbing, anak lidah pendek, atau gangguan saluran tenggorok (Minangkabau); membersihkan tanah sawah sebelum ditanami sampai benar-benar bersih dan tanahnya menjadi gembur (Minangkabau) (6) |
| LANGIR | Perdu, kulit kayu dan daunnya digunakan sebagai pencuci rambut dan kulit kepala (Albizzia saponaria); ramuan untuk pencuci rambut (kepala); kejamas (6) |
| LANGIS | Habis binasa (punah) seluruhnya; tumpas (6) |
| LANGIT | Ruang luas yang terbentang di atas bumi, tempat beradanya bulan, bintang, matahari, dan planet yang lain (6) |
| LANGKA | Jarang didapat; jarang ditemukan; jarang terjadi (6) |
| LANGSA | Kota di Provinsi Aceh (6) |
| LANGSE | Kain putih untuk menutupi cungkup dan sebagainya (6) |
| LANGSI | Bunyi mendering (mendengung) (6) |
| LANGUN | Mengembara ke hutan lain (6) |
| LANGUR | Monyet berekor panjang, pemakan daun, warnanya bervariasi dari merah, perak, abu-abu, emas, hingga hitam (Presbytis melalophos) (Zoologi) (6) |
| LANGUS | Penganyam terbuat dari bambu untuk melembutkan daun pandan yang mulai dianyam (Gayo) (6) |
| LANGUT | Merasa rindu (sedih, kasih, dan sebagainya) (6) |
| LANHIR | Tuan tanah (6) |
| LANJAI | Tinggi lampai; ramping; semampai (6) |
| LANJAK | Mencapai usia tinggi; menendang dengan telapak kaki (Sasak) (6) |
| LANJAM | Besi tajam pada baja yang masuk ke dalam tanah; nayam; mata bajak (6) |
| LANJAR | Bertambah panjang (karena diulurkan, dijulurkan); lantas; lalu; langsung; cepat hilang (lenyap); lancar (6) |
| LANJAU | Terbentang (6) |
| LANJUK | Telanjur (6) |
| LANJUR | Terdorong (ke depan); lanjut (6) |
| LANJUT | Tua; berumur; panjang (perundingan, pembicaraan, dan sebagainya); tidak tanggung; terus; lama; usang; tinggi; dalam (6) |
| LANSET | Pisau kecil, berujung dua yang sangat tajam, digunakan dalam pembedahan; mata tombak; melengkung dengan ujung meruncing (tentang daun) (6) |
| LANSIA | Lanjut usia (akronim) (6) |
| LANSIR | Siar; melancarkan; menyiarkan; mengabarkan; membagi sama banyak (Melayu Jambi) (6) |
| LANTAH | Membawa lari (6) |
| LANTAI | Bagian bawah (alas, dasar) suatu ruangan atau bangunan (terbuat dari papan, semen, ubin, dan sebagainya); tingkatan pada gedung bertingkat; geladak perahu; tikar dari potongan panjang rotan utuh yang dijajar rapat-rapat dan dijalin dengan ditusuki benang (Madura) (6) |
| LANTAK | Memukul kuat-kuat supaya keras atau padat; memukul supaya masuk ke dalam tanah; menggasak; menghantam; menghabiskan; kayu yang digunakan untuk menahan tanah longsor (6) |
| LANTAM | Keras sekali (tentang suara, bunyi); angkuh; sombong (6) |
| LANTAN | Menjaga; memelihara; memanjakan (Minangkabau) (6) |
| LANTAR | Menyebabkan (pertikaian, kerugian, dan sebagainya); menyampaikan (usul, permintaan, dan sebagainya) (6) |
| LANTAS | Langsung; terus; lalu; kemudian; menyeberangi air dengan berjalan kaki (Alas) (6) |
| LANTIK | Mengangkat (biasanya dengan mengucapkan sumpah dalam sebuah upacara); meresmikan; bengkok (Minangkabau); lentik (Minangkabau) (6) |
| LANTIN | Lampu; lentera (6) |
| LANTIP | Berotak cemerlang; cerdas (Jawa) (6) |
| LANTIS | Terkena zat cair secara merata (Sunda) (6) |
| LANTUK | Peti mati (Batak) (6) |
| LANTUN | Melantun; memantul; mengambul; mengalun (6) |
| LANTUR | Melantur; menyimpang (tentang pembicaraan, angan-angan, dan sebagainya); tersesat; teralih; tumbuh mengakar secara liar di atas permukaan tanah (6) |
| LANUGO | Rambut halus pada tubuh janin, mulai tumbuh sejak usia lima bulan, biasanya akan rontok sendiri setelah seminggu dilahirkan (6) |
| LANULA | Bagian kuku yang menyerupai bulan sabit, berwarna putih, terletak dekat akar kuku (6) |
| LANUMA | Pangkalan udara utama (akronim) (6) |
| LANYAH | Becek; (ber)lumpur (Minangkabau) (6) |
| LANYAK | Penganan dibuat dari tepung sagu dicampur parutan kelapa, irisan gula merah, kemudian dipanaskan di wajan sambil ditekan-tekan hingga tipis (Bugis); melanyak; melumat-lumat tanah dengan diinjak-injak supaya gembur atau berlumpur; tidak memedulikan; melecehkan (kiasan); memukul kuat-kuat (kiasan) (Minangkabau) (6) |
| LANYAP | Suka mengumbar aib orang lain (Jawa) (6) |
| LANYAU | Lumpur yang kelihatannya keras (tetapi jika diinjak, kaki akan terbenam) (6) |
| LAOTSE | Pendiri ajaran taoisme; Lao Tzu; Laozi (6) |
| LAOTZU | Pendiri ajaran taoisme; Lao Tse; Laozi (6) |
| LAPANG | Lebar (tentang ruangan, kamar, dan sebagainya); luas; lega; senang; tidak sibuk; tidak repot; senggang; longgar; tidak sempit; tumbuhan memanjat (Bauhinia comifolia) (6) |
| LAPILI | Bahan hasil letusan gunung api berupa butiran bergaris tengah 2–50 mm, terdiri atas kepingan lava berongga yang kaku atau membundar (Geografi dan Geologi) (6) |
| LAPING | Kejahatan yang dilakukan oleh petugas bank untuk menutupi kekurangan kas dengan melakukan penundaan pembukuan penyetoran nasabah atau membukukan jumlah tersebut ke dalam akun nasabah lain (Keuangan) (6) |
| LAPRAK | Laporan praktikum (akronim) (6) |
| LAPTOP | Komputer pribadi yang agak kecil, yang dapat dibawa-bawa dan dapat ditempatkan di pangkuan pengguna, terdiri atas satu perangkat yang mencakup papan tombol, layar tampilan, mikroprosesor, biasanya dilengkapi dengan baterai yang dapat diisi ulang; komputer jinjing (6) |
| LAPUAN | Laki-laki dan perempuan; gender (akronim) (6) |
| LARANG | Jarang (Minangkabau); melarang; memerintahkan supaya tidak melakukan sesuatu; tidak memperbolehkan berbuat sesuatu (6) |
| LARBAA | Kota di Aljazair (6) |
| LAREDO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| LARIAN | Pelarian (6) |
| LARING | Bagian atas tenggorok yang berisi pita suara (Anatomi) (6) |
| LARISA | Bulan milik Neptunus yang berbentuk tidak teratur dan ditutupi kawah (Astronomi); kota di Yunani (6) |
| LARUNG | Peti mayat yang tidak berdasar; melarungkan; membiarkan hanyut; menghanyutkan (Jawa) (6) |
| LASANA | Perdu berduri, bunganya berwarna kuning, digunakan sebagai pengharum kain, akar, kulit batang, dan daunnya digunakan sebagai obat muntah; kembang jepun; bunga siam (Acacia farnesiana) (6) |
| LASANG | Dukun atau pengobat tradisional pada etnis Dayak Ngaju yang dipercaya menjadi perantara antara pasien dengan dewa kesembuhan (Dayak) (6) |
| LASGAS | Pengelasan dengan menggunakan gas (gas asetilena, propana, atau hidrogen), dengan cara membakar gas bakar dengan oksigen (zat asam) sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu yang dapat mencairkan logam induk dan logam pengisi (Teknik) (6) |
| LASHIO | Kota di Myanmar (6) |
| LASIAN | Ketakutan; hilang keberanian (6) |
| LASISI | Pengelasan sambungan pelat tumpang yang pelat sebelah atasnya berlubang tempat memasukkan logam pengisi las (Teknik) (6) |
| LASKAR | Tentara; kelompok serdadu; pasukan (6) |
| LASROL | Ngalas ngerol (tentang burung) (6) |
| LATAAN | Proses perpindahan massa udara karena gerak (Hidrometeorologi) (6) |
| LATEKS | Getah pohon karet; zat cair seperti susu yang dihasilkan oleh tumbuhan tertentu, mengandung protein dan karbohidrat (6) |
| LATGAB | Latihan gabungan (akronim) (6) |
| LATINA | Kota di Spanyol dan Italia (6) |
| LATING | Pemantik api berupa sepotong besi yang dipantikkan pada batu sehingga mengeluarkan bunga-bunga api (6) |
| LATPUR | Latihan tempur (akronim) (6) |
| LATSAR | Latihan dasar (akronim) (6) |
| LATUNG | Minyak tanah (Jawa) (6) |
| LATVIA | Negara yang terletak di Eropa Timur Laut, beribu kota Riga (6) |
| LAUDJE | Suku bangsa yang mendiami daerah sepanjang Teluk Tomini di Sulawesi; Lauje; Tinombo; Ampibabo (6) |
| LAUTAN | Laut yang luas sekali; samudra; yang besar (banyak) sekali (kiasan) (6) |
| LAVABO | Perlengkapan misa berupa bejana atau mangkuk, digunakan sebagai wadah air untuk mencuci tangan imam (Agama Katolik) (6) |
| LAVASE | Pengurasan lambung (dalam tubuh) (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| LAVRAS | Kota di Brasil (6) |
| LAWANG | Pintu (gerbang); pohon yang kulit kayunya keputih-putihan dan rapuh, rasa dan baunya seperti cengkih, dapat dijadikan minyak untuk mengobati penyakit kolera; kulit kayu lawang (Cinnamomum); ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, bentuk tubuh pipih bersegi, tidak bersisik, sungut rahang atas mencapai pinggiran belakang mata, mata sangat besar, moncong berbentuk persegi, warna bagian atas hitam, warna bagian bawah putih keperakan, tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Thailand; jendil (Pseudolais micronemus); kulit buah pala (yang sudah dikeringkan) yang digunakan sebagai rempah-rempah (6) |
| LAWEAN | Dua puluh lima (6) |
| LAWINA | Tumpukan salju atau massa bahan (batu, tanah, dan sebagainya) yang karena gaya gravitasi pada lereng pegunungan runtuh secara mendadak (Geografi dan Geologi) (6) |
| LAWTON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| LAYANG | Terbang; iris; sayat (6) |
| LAYOFF | Pemutusan hubungan kerja (Inggris) (6) |
| LAYOLO | Suku bangsa yang mendiami ujung selatan Pulau Selayar di Sulawesi Selatan; Laiyolo; Lajolo; Da'ang (6) |
| LAYTON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| LAYUNG | Kuning kemerah-merahan di langit pada saat matahari akan terbenam; mambang kuning (Sunda) (6) |
| LAYYAH | Kota di Pakistan (6) |
| LEBANG | Pegal (6) |
| LEBONG | Kabupaten di Provinsi Bengkulu (6) |
| LEBUNG | Tiruan bunyi (lebih kecil daripada lebum) (6) |
| LEDANG | Putih kekuning-kuningan; bercahaya (seperti awan kena sinar matahari); meledang; memperagakan diri (berjalan-jalan) supaya dilihat orang (6) |
| LEDING | Saluran air bersih yang terbuat dari besi, pralon, dan sebagainya; meleding; menjadi bengkok atau lengkung ke atas (tentang panah kayu dan sebagainya karena kena panas) (6) |
| LEDUNG | Meledung; melengkung ke bawah (seperti titian yang sedang dilewati); bengkok (6) |
| LEGAAT | Pemberian barang dengan surat wasiat; hibah wasiat (ungkapan/Belanda) (6) |
| LEGASI | Kelompok diplomat yang mewakili pemerintahnya di luar negeri, tetapi wewenangnya tidak lebih besar daripada wewenang duta besar (Politik dan Pemerintahan); sesuatu yang diwariskan dari para pendahulu kepada generasi berikutnya (6) |
| LEGATO | Tanda untuk memainkan atau menyanyikan dua atau beberapa nada yang tidak sama tingginya secara bersambung halus tanpa terputus (Musik) (6) |
| LEGAWA | Dapat menerima keadaan atau sesuatu yang menimpa dengan tulus hati; ikhlas; rela (6) |
| LEGIUM | Mimbar kecil yang dipakai oleh imam selebran untuk membaca buku misa (Agama Katolik) (6) |
| LEGIUN | Pasukan bala tentara terdiri atas 5.000–6.000 personel (6) |
| LEGONG | Tari tradisional yang berasal dari lingkungan istana, melukiskan riwayat hidup raja-raja Karangasem, dibawakan oleh penari wanita (Bali) (6) |
| LEGUNG | Tiruan bunyi gong; degung; jenis pohon palem hias (Pinanga disticha) (6) |
| LEHERU | Leher baju yang berbentuk huruf U di tengah dada (Tata Busana) (6) |
| LEHERV | Leher baju berbentuk V di tengah dada, lancip di bawah melebar ke atas (Tata Busana) (6) |
| LEIDEN | Kota di Belanda (6) |
| LEJANG | Sepak; terjang; rejang; gerakan (loncat, lari) yang cepat; gerakan yang laju (tentang peluru, anak panah) (6) |
| LEKANG | Belah (seperti tanah kepanasan); retak; lepas (seperti cat kena panas); tercerai (dari) (6) |
| LEKNAS | Lembaga Ekonomi Kemasyarakatan Nasional (akronim) (6) |
| LEKSEM | Satuan leksikal dasar yang abstrak yang mendasari pelbagai bentuk kata (Linguistik); satuan terkecil dalam leksikon; lema (Linguistik) (6) |
| LEKSIS | Telaah leksikon (Linguistik); leksikologi (Linguistik) (6) |
| LEKTIN | Protein yang hanya terdapat pada biji kacang-kacangan yang bersifat mitogenik dan juga berperan mengaglutinasi sel (6) |
| LEKTON | Makna suatu rumus (6) |
| LEKTOR | Pengajar di perguruan tinggi, berpangkat pembina atau golongan IV/a; asisten profesor; pangkat sebelum atau di bawah profesor; pria yang bertugas membaca Alkitab pada saat misa (Agama Katolik) (6) |
| LEKTUR | Bacaan; bahan bacaan (seperti buku, majalah); pustaka; pidato (6) |
| LEKUNG | Lekuk; cekung (6) |
| LELAKI | Pria; laki-laki (6) |
| LELANG | Penjualan di hadapan orang banyak (dengan tawaran yang atas-mengatasi) dipimpin oleh pejabat lelang (6) |
| LELATU | Bunga api; kilatan api (6) |
| LELEWA | Lagak (Jawa) (6) |
| LELURI | Adat dan sebagainya yang turun-temurun dari nenek moyang; tradisi (Jawa) (6) |
| LEMANG | Penganan yang dibuat dari ketan diberi santan, dipanggang dalam buluh bambu (6) |
| LEMANS | Kota di Prancis (6) |
| LEMARI | Peti besar tempat menyimpan sesuatu (seperti buku, pakaian) (6) |
| LEMBAH | Tanah rendah (di kiri kanan sungai, di kaki gunung); ngarai (6) |
| LEMBAI | Melembai; melambai (tangan, saputangan, dan sebagainya); menjilat-jilat (tentang api) (6) |
| LEMBAK | Limpah; suku bangsa yang mendiami beberapa daerah di Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatra Selatan; Linggau (6) |
| LEMBAM | Tidak tangkas; lamban; malas (6) |
| LEMBAP | Mengandung air (tentang hawa dan sebagainya); tidak kering benar (tentang tembakau dan sebagainya); tidak nyaring bunyinya (seperti gendang yang kendur); lengas (6) |
| LEMBAR | Benang; tali; kata penggolong bagi benda yang lebar dan tipis (tentang papan, kertas, seng, dan sebagainya); helai; kata penggolong bagi benda yang panjang (seperti rambut, tali, dan sebagainya); utas; helai; lembaran (6) |
| LEMBAT | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya agak silindris, tidak bersisik, kepala datar dan keras, mulut lebar dengan empat pasang sungut, sirip dada berpatil, sirip punggung dan sirip dubur hampir menyatu dengan sirip ekor, warnanya hitam keperakan, tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Filipina (Clarias nieuhofii) (6) |
| LEMBEK | Lunak (seperti nasi, bubur); kurang keras; agak empuk (tentang bantal dan sebagainya); kendur; kurang tegang (tentang tali, per); kurang (tidak) bersemangat; lemah hati (6) |
| LEMBOK | Suka memberi (memakai) lebih dari yang patut; boros; royal (6) |
| LEMBUR | Pekerjaan dinas yang dikerjakan di luar jam (waktu) dinas; bagian kampung yang merupakan kesatuan (Sunda) (6) |
| LEMBUT | Lunak dan halus (tidak keras); lemas (tidak kaku); lemah (mudah dilentuk); tidak keras atau tidak nyaring (tentang suara, bunyi); baik hati (halus budi bahasanya); tidak bengis; tidak pemarah; kecil sekali; sangat kecil (halus); halus dan enak didengar; tidak kasar (kiasan) (6) |
| LEMENA | Baju besi (logam) penutup dada (6) |
| LEMIDI | Tumbuhan jenis pakis, daun mudanya dapat dimasak untuk sayur; akar pakis (Stenochlaena palustris) (6) |
| LEMPAH | Makanan khas dari Bangka berupa masakan berkuah, berbahan dasar makanan laut atau daging sapi yang dibumbui rempah-rempah (6) |
| LEMPAI | Melempai; menggantung lemah (seperti dahan yang lentur); terkelepai (seperti bendera, telinga anjing) (6) |
| LEMPAP | Melempap; memukuli kapas dengan kayu (6) |
| LEMPAR | Dorong sesuatu dengan tenaga ke depan melalui udara menggunakan gerakan tangan dan lengan; buang jauh-jauh (6) |
| LEMPEH | Layang-layang yang rangkanya terlalu tipis sehingga tidak dapat diterbangkan (Melayu Jakarta) (6) |
| LEMPEM | Melempem; tidak kering benar; lembap; lembek; tidak giat (kiasan); tidak kering benar; lembek; tidak bisa berbunyi (tentang petasan, tambur, dan sebagainya); tidak giat bekerja; tidak bersemangat (kiasan) (6) |
| LEMPER | Penganan yang dibuat dari ketan, di dalamnya diisi daging cincang (dibungkus dengan daun pisang) (6) |
| LEMPIR | Helai daun (naskah) lontar di Bali (Filologi) (6) |
| LEMPIT | Lipat (6) |
| LEMPUH | Melempuh; bengkak karena terbakar (kena air panas dan sebagainya); lepuh (6) |
| LEMPUK | Penganan yang dibuat dari pisang, durian, dan sebagainya direbus dengan gula sehingga liat dan lekat (Tata Boga) (6) |
| LEMURU | Ikan laut kecil-kecil jenis sarden, biasanya dijadikan umpan penangkap ikan besar, banyak terdapat di sekitar Pulau Jawa, panjangnya 23 cm, berat 200 g, umur mencapai 3 tahun, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 20–200 m (Sardinella longieps) (6) |
| LENCAM | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, panjangnya mencapai 87 cm, badannya tinggi pipih, memiliki bintik-bintik dan garis biru di area pipi, pigmen hitam menutupi sebagian besar membran sirip perut, hidup di area terumbu karang, padang lamun, dan rawa bakau, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; asuh-asuh; ketamba (Lethrinus nebulosus) (6) |
| LENCIR | Tinggi, lurus, semampai; pohon yang berbatang lurus dan bertajuk sangat kecil, tidak mampu bereksistensi tanpa bantuan tumbuhan yang menjadi tetangganya (6) |
| LENCIT | Melencit; terlepas ke luar dengan cepat (seperti biji buah-buahan yang licin dipijit dengan dua jari) (6) |
| LENCUN | Licin; lencong (6) |
| LENDEH | Melendeh; duduk bersandar (6) |
| LENDIR | Barang cair yang pekat dan licin (seperti dahak, ingus) yang dihasilkan oleh kelenjar bersel satu pada selaput lendir, menyebabkan permukaan yang dilapisi selalu basah (Mucus) (6) |
| LENDOT | Melendot; bersandar dengan manja (6) |
| LENDUT | Melendut; berlekuk ke bawah; tidak tegang rata (6) |
| LENEXA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| LENGAH | Lalai; kurang perhatian; kurang berhati-hati; kurang awas; bermalas-malas (6) |
| LENGAI | Tidak tangkas; tidak giat; lengah; lalai; tidak mudah (tidak dapat) bereaksi atau tidak dapat mengalami perubahan kimia (6) |
| LENGAK | Melengak; mendongak; mencongak; tercengang (heran) (Melayu Jakarta); keheran-heranan (kiasan) (Melayu Jakarta) (6) |
| LENGAN | Anggota badan dari pergelangan tangan sampai ke bahu; kaki depan (tentang binatang berkaki empat; bagian benda yang menyerupai lengan (kiasan) (6) |
| LENGAR | Berasa pening, pusing (ketika hendak tidur dan sebagainya) (6) |
| LENGAS | Berair (seperti hidung anjing, tangan berpeluh); mengandung air (tentang hawa dan sebagainya); lembap (6) |
| LENGAT | Tim (nasi); nasi tim (6) |
| LENGGI | Penerus lunas berupa papan tegak berujung runcing di haluan dan buritan sampan atau perahu, umumnya dihias dengan ukiran dicat berwarna-warni (Madura) (6) |
| LENGIT | Culas; cerdik (banyak akal buruk) (Melayu Jakarta); penyakit ayam (6) |
| LENGLI | Anak lubang (Sunda) (6) |
| LENGOH | Lengah (Melayu Jakarta) (6) |
| LENGOS | Melengos; memalingkan muka (tidak sudi melihat dan sebagainya); membuang muka (Jawa) (6) |
| LENGUH | Bunyi lembu; lumpuh; tidak bertenaga; penat; lesu (6) |
| LENING | Tiruan bunyi genta, bunyi giring-giring (6) |
| LENISI | Perubahan bunyi keras yang diucapkan dengan pernapasan yang lembut dan otot kendur (Linguistik) (6) |
| LENJAN | Melenjan; menghinakan seseorang dan mengelompokkan seluruh keluarganya ke dalam jenis penghinaan itu (6) |
| LENONG | Pertunjukan sandiwara dengan iringan gambang keromong (di Jakarta) (6) |
| LENTIK | Lengkung ke atas atau ke belakang (pangkal dan ujungnya mengarah ke atas atau ke belakang, sedangkan bagian tengahnya lendut seperti rumah Minangkabau); berkeluk ke atas sedikit pada ujungnya (seperti haluan perahu); berkenaan dengan air yang diam (tidak mengalir) seperti danau, empang, dan rawa (6) |
| LENTIL | Kacang, bentuknya pipih seperti cakram mini, diameternya sekitar 0,5 cm, warnanya cokelat muda, merah jingga, atau abu-abu (Lens culinaris) (Botani) (6) |
| LENTOG | Lontong (6) |
| LENTOK | Terkulai ke sisi (seperti sumbu pelita, seperti kepala orang yang pingsan) (6) |
| LENTUK | Berkeluk atau mudah dibengkok-bengkokkan (tidak kaku); lentur (6) |
| LENTUM | Tiruan bunyi meriam meletus; dentum (6) |
| LENTUR | Keluk (pada benda yang dilengkungkan); patahan (biasan) sinar (seperti sinar yang jatuh ke dalam air); mudah dikeluk-kelukkan (tidak kaku, tidak mudah patah); dapat (mudah) disesuaikan dengan keadaan (kebutuhan) (kiasan) (6) |
| LENTUS | Perairan tergenang (seperti tanah); senak (6) |
| LENUNG | Tiruan bunyi canang, piano, atau lonceng (6) |
| LENYAH | Becek; berlumpur (6) |
| LENYAI | Kendur; lemah; lembek (6) |
| LENYAK | Nyenyak tidur; lenyap (6) |
| LENYAP | Tidak kelihatan lagi; tidak ada lagi; hilang; musnah; tidak jaga lagi; nyenyak; kembang kecipir (Sunda) (6) |
| LENYAU | Lunak, tetapi keras pada bagian atasnya (tentang lumpur); lanyau (6) |
| LENYEH | Melenyeh; meremas-remas (tepung dan sebagainya) (6) |
| LENYET | Lunak atau lembek berair (seperti buah yang terlampau ranum) (6) |
| LENYUT | Melenyut; duduk termenung (6) |
| LEONID | Hujan meteor, biasanya puncaknya terjadi pada bulan November (Astronomi) (6) |
| LEOTAN | Menyambungkan dua nada atau lebih untuk satu suku kata; legato (Sunda) (6) |
| LEPANG | Tumbuhan yang menjalar, bentuk buahnya bulat panjang, berwarna hijau, hijau muda, atau kuning, dimakan mentah sebagai lalap, dibuat acar, dan sebagainya; ketimun; timun; mentimun (Cucumis sativus) (6) |
| LEPERI | Wasit (pada permainan sepak bola dan sebagainya) (6) |
| LEPTIN | Hormon yang dilepaskan oleh sel-sel lemak ke dalam aliran darah dan bertugas memengaruhi wilayah otak yang mengatur perilaku untuk makan secukupnya (6) |
| LERANG | Jalur tepi (pada kain batik atau tenun); setrip; pias; setengah hari pelayaran (6) |
| LERENG | Sisi (bidang, tanah) yang landai atau miring; permukaan pada keliling benda yang pipih bundar atau bulat (seperti uang, roda); sepeda; berjalur-jalur menyerong (tentang corak kain batik dan sebagainya) (Jawa) (6) |
| LESANG | Melesang; mengendarai (kerbau, sepeda, dan sebagainya) dengan mengangkangi (6) |
| LESEMA | Proses memasak pada upacara bakar batu yang dilakukan di dalam rumah (Dani); dapur panjang, biasanya di sebelahnya terdapat kandang babi (Dani) (6) |
| LESHAN | Kota di Cina (6) |
| LESING | Pidato; ceramah yang dibacakan; desing (6) |
| LESNAR | Meja kecil lipat (tempat meletakkan kitab yang sedang dibaca) (6) |
| LESNOY | Kota di Rusia (6) |
| LESTEK | Pengumban yang dibuat dari karet; jepretan (6) |
| LESUNG | Lumpang kayu panjang (untuk menumbuk padi dan sebagainya) (6) |
| LESZNO | Kota di Polandia (6) |
| LETANG | Bunyi seperti bunyi besi dipalu (6) |
| LETENG | Tidak sedap (tentang aroma minyak yang sudah tidak layak pakai) (Jawa) (6) |
| LETING | Tiruan bunyi dawai gitar atau mandolin yang dipetik; meleting; meloncat-loncat (seperti ikan dalam bakul); berleting; berbunyi “ting, ting” (6) |
| LETJEN | Letnan jenderal (akronim) (6) |
| LETKOL | Letnan Kolonel (akronim) (6) |
| LETNAN | Kelompok pangkat perwira pertama dalam ketentaraan yang mencakup letnan satu, letnan dua, pembantu letnan satu, dan pembantu letnan dua (6) |
| LETOAN | Aram-aram yang diberi hiasan, dibawa dengan arak-arakan dalam pesta besar khas Toraja, berfungsi sebagai tempat memikul babi (Toraja) (6) |
| LETUNG | Tiruan bunyi tong dipukul (6) |
| LEUSER | Gunung dengan ketinggian 3.446 mdpl yang membentang antara Provinsi Sumatra Utara dan Aceh, tergabung dalam Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS) yang sejak 2004 masuk daftar situs warisan dunia (6) |
| LEUVEN | Kota di Belgia (6) |
| LIANHE | Kota di Cina (6) |
| LIARAN | Individu (flora atau fauna) yang tahan terhadap penyakit karena tidak pernah terserang penyakit; tumbuhan liar yang berasal dari hasil pembudidayaan (6) |
| LIBERO | Posisi dalam permainan sepak bola; pemain penjelajah (dalam sepak bola) (Olahraga); pemain yang bertugas menjaga daerah berbahaya di sekitar gawang (tentang sepak bola) (Olahraga) (6) |
| LIBIDO | Nafsu berahi yang bersifat naluri (6) |
| LIFTER | Atlet dalam olahraga angkat besi (6) |
| LIGASI | Pengikatan suatu organ berongga dengan suatu ligatur untuk mengikat pembuluh darah agar dapat menghentikan perdarahan (6) |
| LIGNAN | Senyawa alami yang terdapat dalam tanaman, memiliki aktivitas estrogenik dan antiestrogenik, serta dapat melawan tumor dan virus (6) |
| LIGNIN | Bahan polimer tidak berbentuk yang bersama-sama dijumpai di antara sel dan dinding sel tumbuhan, berfungsi sebagai pembentuk kayu (Biologi) (6) |
| LIGNIT | Jenis batu bara yang merupakan tingkat pertama hasil proses pembatubaraan gambut (Mineralogi) (6) |
| LIKASI | Kota di Republik Kongo (6) |
| LIKUID | Cair; dalam bentuk cair (6) |
| LIMBAD | Salah satu pesulap kita (6) |
| LIMBAH | Sisa proses produksi; bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian; barang rusak atau cacat dalam proses produksi (6) |
| LIMBAI | Melimbai; mengayunkan tangan dan sebagainya (ke depan); mengayunkan tangan (selendang dan sebagainya) ketika menari (berjalan dan sebagainya) (6) |
| LIMBAK | Jumlah atau bagian yang besar (6) |
| LIMBAN | Jembatan kecil untuk pejalan kaki; titian (6) |
| LIMBUR | Melimbur; menggenangi; membanjiri (6) |
| LIMPAH | Tumpah ke luar karena terlalu banyak atau penuh (tentang barang cair) (6) |
| LIMPAP | Berlimpap; bertumpuk-tumpuk atau berlipat-lipat dan tidak tersusun rapi (tentang pakaian, kain-kain, dan sebagainya); terlalu banyak (tentang uang); jumlah informasi yang berlebihan dari yang diperlukan dalam berkomunikasi (Linguistik) (6) |
| LIMPAS | Melimpas; mengalir melewati sungai, saluran, tanggul dan sebagainya karena sudah penuh sehingga menggenangi jalan atau bidang lain (6) |
| LIMPAU | Melimpaui; menghindari (6) |
| LIMPIO | Kota di Paraguay (6) |
| LIMPIT | Lapis(an) (Minangkabau) (6) |
| LIMPOH | Longgok atau timbunan (padi, barang dagangan, dan sebagainya) (Minangkabau) (6) |
| LINANG | Meleleh (tentang air mata); tampak berkilap; berkilau-kilauan (6) |
| LINCAH | Selalu bergerak; tidak dapat diam; tidak tenang; tidak tetap (tempat tinggal, pikiran, dan sebagainya); selalu bertukar (pekerjaan dan sebagainya) (6) |
| LINCAK | Bangku panjang dari bambu (Jawa) (6) |
| LINCAM | Melincam; melancar dengan cepat seperti kilat; menghunjamkan senjata tajam dengan cepat; berlalu dengan cepat (6) |
| LINCIR | Licin karena berminyak dan sebagainya; lancar (tentang percakapan dan sebagainya) (6) |
| LINCUN | Kuyup; basah sama sekali (6) |
| LINDAP | Redup; samar; (mulai) kabur; berkurang (tentang cahaya, panas, terang) (Minangkabau); (mulai) padam (Minangkabau); mendung (Minangkabau); kurang dapat ditangkap maknanya; kurang jelas (Minangkabau); sejuk; teduh (Minangkabau) (6) |
| LINDAS | Tindih dengan benda bulat; gilas (6) |
| LINDIK | Melindik; lindis; melindis; menindih dengan benda yang berat (hingga hancur, lumat, rata); menggiling; menggilas; menindas; menghancurkan (pemberontakan, gerakan, dan sebagainya) (6) |
| LINDIS | Melindis; menindih dengan benda yang berat (hingga hancur, lumat, rata); menggiling; menggilas; menindas; menghancurkan (pemberontakan, gerakan, dan sebagainya); lindik; melindik (6) |
| LINDUR | Tanaman yang dominan tumbuh di hutan mangrove, tingginya mencapai 30 m, memiliki akar papan dan akar lutut, kulit kayunya memiliki lentisel dan berwarna abu-abu tua sampai cokelat, dapat tumbuh di daerah dengan salinitas rendah dan kering, berbunga dan berbuah sepanjang tahun; bakau daun besar (Bruguiera gymnorrhiza); buah dari pohon lindur, memiliki kelopak berwarna kemerahan; melindur; mengigau; berkata-kata dengan tidak benar (6) |
| LINEAR | Berbentuk garis (Matematika); bersifat seperti garis (6) |
| LINFEN | Kota di Cina (6) |
| LINGAR | Melingar; liar; beringas (tentang pandangan mata) (6) |
| LINGAT | Lihai; cekatan; dalam keadaan berputar cepat sekali (tentang poros roda, gasing, dan sebagainya); ligat (6) |
| LINGEN | Kota di Jerman (6) |
| LINGGA | Batu berbentuk tiang sebagai tugu peringatan dan sebagainya; tanda kelaki-lakian Dewa Siwa, berbentuk tiang, melambangkan kesuburan; kabupaten di Kepulauan Riau, terkenal dengan sebutan Bunda Tanah Melayu (6) |
| LINGGI | Kayu melengkung pada haluan dan buritan perahu (Pelayaran) (6) |
| LINGKE | Kerak di sekitar luka yang mulai sembuh (Gayo) (6) |
| LINGKO | Tanah adat yang dimiliki dan digunakan secara bersama, berupa persawahan yang luas dan melingkar seperti jaring laba-laba dengan pokok kayu sebagai titik pusat pembagian sawah (Manggarai) (6) |
| LINGLO | Gerakan mengangkat badan kawan secara bergantian dengan posisi saling membelakangi dan saling mengaitkan lengan (Gayo) (6) |
| LINGSA | Telur kutu yang terdapat pada rambut di kepala manusia (6) |
| LINGSU | Lempaung (Sunda) (6) |
| LINHAI | Kota di Cina (6) |
| LINIER | Terletak pada suatu garis lurus (6) |
| LINING | Pelapis terbuat dari kain atau kulit, dijahit menempel di bagian dalam busana, sepatu, tas, dompet, koper, dan sebagainya; furing (Tata Busana) (6) |
| LINJAK | Melinjak; menginjak berulang-ulang (6) |
| LINKOU | Kota di Cina (6) |
| LINMAS | Perlindungan masyarakat (orang atau organisasi yang membantu memelihara dan meningkatkan keamanan dan tata tertib di lingkungan masyarakat) (akronim) (6) |
| LINTAH | Hewan air seperti cacing, berbadan pipih bergelang-gelang, berwarna hitam atau cokelat tua, pada kepala dan ujung badannya terdapat alat untuk mengisap darah (Hirudinae) (6) |
| LINTAP | Bersusun; berlapis-lapis (tentang barang yang tipis, piring, buku); bergugus-gugus; bergerombol (misalnya orang) (6) |
| LINTAR | Halilintar (kependekan); lilit (suatu benda); keliling (suatu bidang) (6) |
| LINTAS | Trayek (6) |
| LINTIR | Tergulung ke dalam (6) |
| LINTUH | Lemah; lunak (Minangkabau) (6) |
| LINTUP | Tertutup rapat-rapat; lingkup (6) |
| LINYAK | Pipih (karena terinjak, tertindih, dan sebagainya); penyek (Minangkabau) (6) |
| LINYAR | Melinyar; melancar di atas air (6) |
| LIOGEL | Gel yang mengandung bagian besar medium dispersi yang digunakan, misalnya kanji, gelatin (Kimia) (6) |
| LIPASE | Enzim yang menguraikan lemak menjadi alkohol dan asam lemak, terdapat dalam hati, pankreas, perut, dan organ pencerna yang lain, dan juga dalam tumbuhan tertentu, misalnya pada biji-biji palem berkadar lemak (minyak) (Biologi) (6) |
| LIPIDA | Bahan organik yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik, seperti benzena dan kloroform; salah satu dari tiga macam zat makanan yang mengandung energi, biasanya merupakan bagian jaringan atau hewan (Kimia) (6) |
| LIPLAP | Berlainan warna pada barang yang berlapis-lapis; blaster; peranakan (tentang anak dan sebagainya); tiruan (tentang emas dan sebagainya) (6) |
| LIPOID | Mirip lemak (tentang zat) (Kimia) (6) |
| LIRIDA | Hujan meteor yang berlangsung antara tanggal 18–24 April (6) |
| LISALA | Kota di Republik Kongo (6) |
| LISBOA | Ibu kota Portugal (6) |
| LISHUI | Kota di Cina (6) |
| LISINA | Asam amino esensial yang merupakan konstituen dari kebanyakan protein (6) |
| LISONG | Rokok yang tembakaunya dicampur dengan kemenyan dan kelembak; cerutu (Melayu Jakarta) (6) |
| LISTER | Bajak ganda yang mata bajaknya membalik tanah ke arah yang berlawanan, membuat serangkaian gundukan dan alur bajak berselang-seling, benihnya ditaburkan di dasar alur bajak atau puncak gundukan sewaktu terbuka (6) |
| LITANI | Doa yang kata-katanya tertentu dan diungkapkan secara sambut-menyambut pada upacara kebaktian di gereja, mula-mula oleh pastor yang memimpin misa, kemudian disambut oleh seluruh jemaat (doa ini sering dinyanyikan) (Agama Katolik); puisi atau prosa berirama yang berisi doa, permohonan, mantra, bentuk yang sama dapat pula dituangkan dalam suatu komposisi musik, misalnya litani ciptaan Mozart; pembawaan puisi secara bersama dan bersahut-sahutan (6) |
| LITIUM | Logam berwarna abu-abu perak yang ditemukan oleh J. A. Arfvedson pada tahun 1817, lebih keras daripada natrium, tetapi lebih lunak daripada timbal, ulet dan dapat dibuat kawat atau dijadikan lembaran; unsur kimia logam alkali dengan nomor atom 3, berlambang Li, dan bobot atom 6,94 u (6) |
| LITMUS | Zat pewarna ungu yang biasa digunakan sebagai indikator asam basa dalam analisis kimia (Kimia) (6) |
| LITSUS | Penelitian khusus (akronim) (6) |
| LIURAI | Kaum bangsawan yang menjadi raja atau kepala desa di daerah Belu di Timor (6) |
| LLEIDA | Kota di Spanyol (6) |
| LLIVIA | Kota di bagian utara Spanyol (6) |
| LOAKAN | Barang bekas yang diperdagangkan (6) |
| LOBITO | Kota di Angola (6) |
| LOBNYA | Kota di Rusia (6) |
| LOCCIT | Tulisan yang diterakan jika hendak mengutip halaman yang sama dari sumber yang baru saja dikutip, artinya 'dikutip dari tempat yang sama'; dari loco citato (Latin) (6) |
| LODANG | Alat musik dari bambu yang dimainkan dengan cara dipukulkan ke lantai atau benda keras (Sunda) (6) |
| LODONG | Tabung bambu besar (Jawa); tempat kue terbuat dari gelas; stoples (Jawa); tabung bambu yang dijadikan meriam tradisional berisi karbida dan mengeluarkan bunyi, biasa dimainkan saat bulan puasa (Sunda) (6) |
| LOGIKA | Pengetahuan tentang kaidah berpikir; ilmu mantik; jalan pikiran yang masuk akal (6) |
| LOHIDU | Pantun yang berbahasa Gorontalo (Gorontalo) (6) |
| LOKASI | Letak; tempat (6) |
| LOKCAN | Ragam hias batik berupa burung hong yang dipadukan dengan motif daun dan bunga (Sunda) (6) |
| LOKIKA | Penduduk dunia, masyarakat, keduniaan, adat (6) |
| LOKLOK | Mutiara (6) |
| LOKOJA | Kota di Nigeria (6) |
| LOKSEK | Pailit; bangkrut (Cina) (6) |
| LOKSUN | Batuk kering (Cina) (6) |
| LOKUSI | Gaya bicara (idiom, kata, atau frasa) (Linguistik) (6) |
| LOLAMA | Pantun pesta rakyat (Tolaki) (6) |
| LOLENG | Pelita yang berkurung kertas; tanglung; lampion (Cina) (6) |
| LOLODA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Maluku Utara, Maluku (6) |
| LOLONG | Raung (anjing dan sebagainya) (6) |
| LOMBAR | Pelepah pinang atau pelepah sagu (Melayu Ambon); melombar; mengulur (tali dan sebagainya); menurutkan kehendak anak dan sebagainya (kiasan) (6) |
| LOMBOK | Cabai; pulau di Kepulauan Nusa Tenggara, berbatasan dengan Selat Lombok di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur, merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (6) |
| LOMPAT | Bergerak menjauhi permukaan secara horizontal (ke arah depan, samping, atau belakang) dengan menggunakan otot-otot kaki (6) |
| LOMULI | Pandan berduri (Gorontalo) (6) |
| LONCAT | Bergerak menjauhi permukaan secara vertikal (ke atas) dengan menggunakan otot kaki; lompat; lompat dengan melantingkan tubuh atau menggerakkan sirip dan ekor (tentang ikan) (6) |
| LONCEK | Katak (Minahasa) (6) |
| LONCER | Longgar atau galir (tentang sekrup dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (6) |
| LONCOS | Makin ke ujung makin runcing (seperti kerucut); lancip; gundul; licin; telanjang (6) |
| LONDOK | Topi anak-anak (Batak) (6) |
| LONDON | Ibu kota Kanada dan ibu kota Inggris (6) |
| LONENG | Kelek-kelek (pada jembatan dan sebagainya); pagar berupa kisi-kisi (pada jembatan dan sebagainya); langkan (Melayu Jakarta); tembok rendah di depan halaman rumah (Melayu Jakarta) (6) |
| LONGAN | Pohon yang tingginya 4–10 m, berasal dari Cina, kulit kayunya cokelat, daunnya rimbun kecil-kecil dan kaku, buahnya bulat kecil berwarna cokelat dan berumpun, daging buahnya berwarna putih berasa manis, dan bijinya hitam keras berkilat; kelengkeng; lenci; lengkeng (Euphoria longana) (6) |
| LONGGO | Tadi malam (Melayu Riau) (6) |
| LONGIT | Hewan potong untuk pesta adat (Batak) (6) |
| LONGOK | Melongok; melihat dengan mengeluarkan kepala (melalui jendela dan sebagainya); menjenguk orang sakit dan sebagainya (Melayu Jakarta); menoleh (Melayu Jakarta) (6) |
| LONGYI | Sarung khas Myanmar; pakaian tradisional Myanmar, serupa dengan sarung di Indonesia (6) |
| LONJAK | Gerakan meloncat ke atas dengan kedua belah kaki bersama-sama (seperti orang hendak mencapai buah di pohon dan sebagainya) (6) |
| LONJOR | Batang (kata penggolong untuk barang yang panjang) (Jawa) (6) |
| LONTAI | Melontai; berkeluk (tentang garis dan sebagainya); melentuk (6) |
| LONTAR | Pohon palem yang tumbuh tunggal, batangnya lurus, tinggi mencapai 30 m, daunnya berbentuk kipas yang bundar, tepinya berlekuk-lekuk dan lancip, buahnya besar dan bulat, dari dalamnya berserabut, berair, dan berbiji tiga, perbungaannya disadap menghasilkan nira; pohon siwalan; rontal (Borassus flabellifer); daun pohon lontar yang digunakan orang untuk menulis cerita dan sebagainya; naskah kuno yang tertulis pada daun lontar; daun siwalan (Jawa); melontar; melempar; memiliki lembaran yang bertekstur tipis, legap, dan agak kuat (Biologi) (6) |
| LONTOK | Pendek dan besar (gemuk); tua sekali; tua renta (6) |
| LONYOK | Lodoh kena api atau siraman air panas (6) |
| LORAIN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| LORBER | Pohon dafnah (Laurus nobilis) (6) |
| LORENA | Kota di Brasil (6) |
| LORENG | Bercoreng-coreng panjang (berjalur-jalur tentang kulit ular, corak cita, dan sebagainya); berjalur-jalur; lorek (6) |
| LORJUK | Kerang, panjangnya 1-2 inci, berbentuk tipis dan memanjang, bercangkang terbuka, permukaannya halus dan agak mengilap; kerang hijau; kerang kuku (Solen spp.) (6) |
| LORONG | Jalan kecil (terutama yang ada rumah kiri-kanannya); tentang; mengenai (Minangkabau) (6) |
| LOSION | Zat cair yang dibuat dari campuran bahan kimia dan wewangian, digunakan untuk merawat kulit (merupakan kosmetik) (Kimia) (6) |
| LOSMEN | Penginapan yang menyewakan kamar tanpa menyediakan fasilitas makan (6) |
| LOSONG | Tidak berisi (6) |
| LOSTER | Bahan bangunan yang terbuat dari kayu, beton, tanah liat, dan sebagainya, berbentuk persegi dan bagian tengahnya terdapat lubang-lubang dengan berbagai motif, berfungsi sebagai lubang udara atau cahaya, biasanya dipasang pada dinding rumah bagian atas atau dinding pagar; roster (6) |
| LOTENG | Bagian rumah bertingkat yang sebelah atas; tingkat rumah; langit-langit rumah (dari papan) (6) |
| LOTONG | Lutung; hitam; pohon berbatang lurus, tinggi hingga 20 m, kayunya keras dan awet, digunakan untuk kosen, tiang rumah, dan sebagainya, buahnya seperti buah rambutan tetapi lebih besar, berwarna merah dan masam (Nephelium eriopetalum); loki (6) |
| LOURES | Kota di Portugal (6) |
| LOWELL | Kota di Amerika Serikat (6) |
| LOWONG | Terluang (tentang jabatan, pekerjaan, dan sebagainya) (6) |
| LOYANG | Tembaga kuning (kuningan); gangsa; talam besar (dari kuningan atau gangsa) (Jawa); talam yang terbuat dari seng atau aluminium tempat adonan kue yang akan dimasak (Jawa) (6) |
| LOYONG | Meloyong; jatuh melayang-layang (layang-layang putus dan sebagainya); berjalan terhuyung-huyung (6) |
| LOZOVA | Kota di Ukraina (6) |
| LUANDA | Ibu kota Angola (6) |
| LUAPAN | Cairan yang melembak (karena terlampau penuh dan sebagainya) (6) |
| LUARAN | Yang bukan dari lingkungan (keluarga, daerah, negeri, dan sebagainya) sendiri; baju yang dikenakan di luar baju lainnya, biasanya tidak ketat, dapat berlengan dan tidak (6) |
| LUASAN | Hasil meluaskan (6) |
| LUBANG | Liang; lekuk di tanah dan sebagainya; lowongan yang ditinggalkan oleh elektron yang berpindah dalam zat padat dan bermuatan positif dan dapat menghantar arus listrik (Fisika); belut besar (Sunda) (6) |
| LUBLIN | Kota di Polandia (6) |
| LUCENA | Kota di Filipina (6) |
| LUDING | Ikan yang hidup di laut, bentuknya panjang dan langsing, punggungnya kehitam-hitaman dan perutnya bersinar keperak-perakan, mengandung banyak zat lemak, ukurannya mencapai panjang 240 cm, berat mencapai 70 kg, hidup di perairan tropis (Scomberomorus commerson); tenggiri (6) |
| LUDIRA | Darah (Kawi) (6) |
| LUDLOW | Mesin pengecor huruf yang dipakai sebagai judul utama atau iklan (Ilmu Komunikasi) (6) |
| LUDRUK | Kesenian rakyat Jawa Timur berbentuk sandiwara yang dipertontonkan dengan menari dan menyanyi (6) |
| LUENEN | Kota di Jerman (6) |
| LUGANO | Kota di Swiss (6) |
| LUHUNG | Tinggi; mulia; luhur (Jawa) (6) |
| LUMANG | Berlumang; berlumur (dengan) (6) |
| LUMBAL | Pinggang bagian belakang antara punggung dan bokong (Anatomi) (6) |
| LUMBAN | Permukiman komunal dalam masyarakat suku Batak Toba, biasanya didirikan di lereng bukit dan dipagari batu atau bambu (Batak) (6) |
| LUMBAR | Bagian dari tulang belakang yang berisi lima tulang; tulang L (6) |
| LUMOLI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Maluku Tengah, Maluku (6) |
| LUMPAI | Jenis belut, ekor seperti lele, mata besar, berkulit tebal (Minangkabau) (6) |
| LUMPIA | Penganan yang dibuat dari adonan tepung dan telur yang didadar, diisi daging, rebung, dan sebagainya, lalu digulung, biasanya digoreng (Tata Boga) (6) |
| LUMPUH | Lemah dan tidak bertenaga atau tidak dapat bergerak lagi (tentang anggota badan, terutama kaki); tidak berjalan (berlangsung) sebagaimana mestinya (kiasan) (6) |
| LUMPUK | Melumpukkan; mengumpulkan; menghimpun (6) |
| LUMPUR | Tanah lunak dan berair; tanah becek; luluk (6) |
| LUMRAH | Biasa; lazim (6) |
| LUMSUM | Uang yang dibayarkan sekaligus untuk semua biaya (transpor, uang makan, dan sebagainya) (6) |
| LUNCAI | Gendut (tentang perut); buncit (6) |
| LUNCAS | Tidak mengenai sasaran; luput; lewat (6) |
| LUNCUR | Meluncur; gerak meluncurkan badan atau kaki untuk menghalangi bola yang hanya dilakukan oleh penjaga gawang (tentang hoki) (Olahraga) (6) |
| LUNGSE | Lesu (Sunda); lewat waktu; kasip (Jawa) (6) |
| LUNGUN | Peti mati pada suku Dayak (6) |
| LUNJUR | Luruskan kaki (6) |
| LUNTAM | Berlebihan; melanggar norma adat kesopanan (tentang tingkah laku, cara bicara) (6) |
| LUNTAS | Perdu yang tumbuh tegak, tinggi hingga 2 m, sering digunakan sebagai pagar hidup, daunnya kecil agak bulat dan berbau langu, biasa dibuat obat; beluntas (Pluchea indica) (6) |
| LUNTUR | Berubah atau hilang warna (tentang cat, pakaian, emas sepuhan, dan sebagainya); berubah (tentang pendirian, keyakinan, dan sebagainya) (kiasan); menjadi kurang atau hilang (tentang kepercayaan, cinta kasih, dan sebagainya) (kiasan); turun (tentang kemegahan, nama baik, dan sebagainya) (kiasan); tidak manjur lagi (tentang mantra, kesaktian, dan sebagainya) (kiasan); mudah keluar, lancar keluar (tentang buang air) (6) |
| LUNULA | Bagian dari monstrans yang berfungsi untuk menjepit hosti (Agama Katolik) (6) |
| LUNYAH | Melunyah; menginjak-injak tanah supaya gembur dan lunak sehingga siap ditanami; meninju (Minangkabau) (6) |
| LUNYAI | Lusuh (tentang pakaian dan sebagainya); kumal (6) |
| LUQIAO | Kota di Cina (6) |
| LUREKS | Benang metalik yang disisipkan pada kain rajut sehingga membuat kain tampak gemerlap (Tata Busana) (6) |
| LURING | Luar jaring(an); terputus dari jejaring komputer (akronim); padanan dari offline (6) |
| LUSAIL | Kota tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022 Qatar (6) |
| LUSAKA | Ibu kota Zambia (6) |
| LUSHUN | Kota di Cina (6) |
| LUTEIN | Zat yang terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap, seperti bayam dan brokoli, berguna untuk meningkatkan hidrasi dan elastisitas kulit (pada manusia) (Kimia) (6) |
| LUTUNG | Monyet yang memiliki perut besar dengan ekor panjang, rambut tubuhnya memiliki variasi warna merah, perak, abu-abu, emas, dan hitam, serta mengonsumsi daun (Colobinae) (6) |
| LUWENG | Sumur yang sangat dalam yang terdapat di dalam gua (di pegunungan) (Jawa); lubang yang dalam (Jawa); balong pada tempat pembakaran kapur (Jawa); keran (dapur) besar yang terbuat dari bata atau tanah (Jawa) (6) |
| LUZERN | Kota di Swiss (6) |
| LYCEUM | Sekolah menengah persiapan untuk perguruan tinggi (ungkapan/Latin) (6) |
| MABBIM | Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (badan yang dibentuk untuk merancang dan memantau perkembangan bahasa Melayu/Indonesia di Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia) (akronim) (6) |
| MABIMS | Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (singkatan) (6) |
| MABRUR | Diterima Allah; baik (6) |
| MABUNG | Rontoknya bulu dan rambut atau mengelupasnya kulit secara periodik karena perubahan musim atau karena sering terkena sinar matahari langsung (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| MACANG | Pohon berbatang tegak, tinggi mencapai 30 m, kulit batangnya pecah-pecah berwarna abu-abu, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya terdapat pada malai yang tumbuh pada ujung ranting, buahnya berbentuk bulat panjang, berdaging tebal berwarna kuning dan berserat, berbau harum menusuk, rasanya manis; kueni; kuini; kebembem; kuweni (Mangifera odorata) (6) |
| MACAPA | Kota di Brasil (6) |
| MACEIO | Kota di Brasil (6) |
| MACKAY | Kota di Australia (6) |
| MADABA | Kota di Yordania (6) |
| MADALI | Alat bunyi-bunyian (6) |
| MADAME | Nyonya (Inggris) (6) |
| MADANG | Tidak patuh terhadap adat (Dayak) (6) |
| MADANI | Berhubungan dengan hak-hak sipil; berhubungan dengan perkotaan; menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, ilmu, dan teknologi yang berperadaban (6) |
| MADERA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| MADEWI | Istri yang kedudukannya sederajat dengan suami (Bali) (6) |
| MADING | Majalah dinding (akronim) (6) |
| MADIUN | Kota di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Gadis, Kota Brem, atau Kota Kereta Api; kabupaten di Provinsi Jawa Timur (6) |
| MADMKP | Magister administrasi kebijakan publik (singkatan) (6) |
| MADONA | Perwujudan Santa Maria dalam seni rupa (lukisan, patung, dan sebagainya) sebagai ibu dengan kanak-kanak Yesus (6) |
| MADRAS | Kain sutra atau kain katun yang ulet (6) |
| MADRID | Ibu kota Spanyol (6) |
| MADURA | Pulau di daerah Jawa Timur; suku bangsa yang berasal atau mendiami Pulau Madura; pulau garam (6) |
| MAFELA | Syal (6) |
| MAFHUM | Sudah paham (mengerti, tahu) (6) |
| MAFRAQ | Kota di Yordania (6) |
| MAGAME | Kantor berita Mongolia (6) |
| MAGANA | Buah mirip sawo, berukuran besar, berasa masam, struktur buah lembut seperti ketela atau ubi, sangat harum bila buah sudah matang (Momey sapote) (6) |
| MAGANG | Calon pegawai (yang belum diangkat secara tetap serta belum menerima gaji atau upah karena dianggap masih dalam taraf belajar); calon ahli; terlalu masak (tentang buah-buahan); ranum; hampir masam (tentang nira) (6) |
| MAGLUB | Sesuatu yang dikalahkan atau ditaklukkan (Arab) (6) |
| MAGNET | Setiap bahan yang dapat menarik logam besi; daya rangsang (kiasan) (6) |
| MAGNUM | Botol anggur besar yang berisi kurang lebih 1,5 liter (6) |
| MAGONG | Kota di Taiwan (6) |
| MAGORI | Buah pertama dari pohon (Makeang Timur) (6) |
| MAGRIB | Arah barat matahari terbenam; waktu matahari terbenam; saat membatalkan puasa; waktu salat wajib menjelang matahari terbenam sampai lenyapnya sinar merah di ufuk barat; salat wajib sebanyak tiga rakaat pada waktu menjelang matahari terbenam sampai lenyapnya sinar merah di ufuk barat (Agama Islam) (6) |
| MAGRUR | Sombong; angkuh (Arab) (6) |
| MAGWAY | Kota di Myanmar (6) |
| MAHANG | Pohon yang tidak terlalu tinggi, kayunya lunak dan tidak tahan lama; jenisnya bermacam-macam (6) |
| MAHARO | Perangkap ikan, dibuat dari bambu yang di dalamnya terdapat sejumlah bubu (Lampung) (6) |
| MAHBUB | Kekasih (laki-laki) (Arab) (6) |
| MAHESA | Kerbau (banyak dipakai sebagai nama orang, misalnya Mahesa Jenar, Mahesa Wongateleng) (6) |
| MAHFUZ | Sesuatu yang dihafalkan, yang tersimpan di dalam hati (ingatan, pikiran) (Arab); sesuatu yang terjaga dan terpelihara (Arab) (6) |
| MAHMIL | Mahkamah militer (akronim) (6) |
| MAHMUD | Sesuatu yang terpuji (Arab) (6) |
| MAHOBA | Kota di India (6) |
| MAHONI | Pohon tropis yang tingginya mencapai 30 m, biasanya ditanam sebagai pohon peneduh di tepi jalan, kayunya digunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga, papan dinding, lantai, industri kayu lapis, kerajinan tangan, dan sebagainya, meliputi beberapa jenis, antara lain Swietenia macrophylla, Swietenia mahagoni (6) |
| MAHRAM | Orang (perempuan, laki-laki) yang masih termasuk sanak saudara dekat karena keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak boleh menikah di antaranya; orang laki-laki yang dianggap dapat melindungi wanita yang akan melakukan ibadah haji (suami, anak laki-laki, dan sebagainya) (6) |
| MAICAO | Kota di Kolumbia (6) |
| MAILOT | Kaus kaki ketat yang biasa dikenakan oleh pesenam, penari balet, atau pemain akrobat (Tata Busana); baju renang terusan untuk wanita (Tata Busana) (6) |
| MAILSI | Kota di Pakistan (6) |
| MAIMUN | Beruntung; mujur; bahagia (Arab) (6) |
| MAINAN | Alat untuk bermain; perhiasan tambahan (seperti medalion pada kalung; benda-benda kecil pada ikat pinggang, dan sebagainya); barang yang dipermainkan (6) |
| MAINPO | Permainan judi orang Cina dengan memakai kartu kecil (6) |
| MAIRAT | Hilang; pergi (Arab); mati (Arab) (6) |
| MAISIR | Perjudian (Arab) (6) |
| MAJANG | Menangkap ikan di rumpun pada waktu siang hari (Madura) (6) |
| MAJASI | Tidak sebenarnya (sebagai kiasan, persamaan, dan sebagainya) (6) |
| MAJATI | Memberitahukan kepada kepala desa tentang terjadinya perselisihan (dalam adat Bali dan Lombok) (6) |
| MAJENE | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat (6) |
| MAJEUR | Utama (ungkapan/Prancis); lebih tinggi setengah nada daripada mineur (ungkapan/Musik/Prancis) (6) |
| MAJONG | Kain untuk menggosok mesin dan sebagainya; potongan sisa bahan (bukan kain bekas) yang digunakan sebagai lap; majun (Melayu Jakarta) (6) |
| MAJUNG | Serat dan sebagainya untuk menyumbat celah-celah papan dan sebagainya (Minangkabau) (6) |
| MAJURO | Ibu kota Kepulauan Marshall (6) |
| MAJUSI | Pengikut agama pemuja api (di Persia Kuno) (6) |
| MAKALE | Ibu kota Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan (6) |
| MAKARA | Binatang dalam cerita yang bersifat mitologis dengan rupa mengerikan yang dipakai sebagai motif hiasan, umumnya pada candi atau arca pada zaman dahulu, baik dikombinasi dengan kepala kala maupun tidak (Arkeologi); Kaprikornus; Jadi (6) |
| MAKBUD | Sesuatu yang disembah (Arab) (6) |
| MAKBUL | Diluluskan (tentang permintaan, doa); terkabul (Arab); berhasil; tercapai (tentang maksud) (Arab); manjur (tentang obat, guna-guna, dan sebagainya) (Arab) (6) |
| MAKCIK | Mak kecil; bibi (6) |
| MAKDAN | Tambang (Arab) (6) |
| MAKENI | Kota di Sierra Leone (6) |
| MAKIAN | Kata keji yang diucapkan karena marah dan sebagainya; suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Maluku Utara (6) |
| MAKING | Berbau busuk sekali (Minangkabau) (6) |
| MAKKAH | Kota paling suci bagi umat Islam, tempat berdirinya Ka'bah dan Masjidilharam, tujuan utama umat Islam dalam ibadah haji dan umrah (6) |
| MAKLAF | Tempat pakan kuda; palung (Arab) (6) |
| MAKLUM | Paham; mengerti; tahu; dapat dipahami (dimengerti) (6) |
| MAKLUN | Upah membuat pakaian, perhiasan, dan sebagainya (6) |
| MAKMAL | Laboratorium (Arab) (6) |
| MAKMUM | Orang yang dipimpin (dalam salat berjemaah) oleh imam; pengikut; penurut (6) |
| MAKMUR | Banyak hasil; banyak penduduk dan sejahtera; serba kecukupan; tidak kekurangan (6) |
| MAKOKO | Kota di Nigeria (6) |
| MAKRAB | Malam keakraban (akronim) (6) |
| MAKRUF | Perbuatan baik; jasa (Arab); terkenal; masyhur (Arab) (6) |
| MAKRUH | Dianjurkan untuk ditinggalkan, tetapi tidak berdosa apabila dikerjakan (Agama Islam) (6) |
| MAKSIM | Pernyataan ringkas yang mengandung ajaran atau kebenaran umum tentang sifat-sifat manusia; aforisme; peribahasa (6) |
| MAKSUD | Yang dikehendaki; tujuan; niat; kehendak; arti; makna (dari suatu perbuatan, perkataan, peristiwa, dan sebagainya); keazaman (6) |
| MAKSUM | Terbagi; terpisah; tercerai; lepas (dari) (Arab); terbagi; terpisah; tercerai; lepas (dari) (Arab) (6) |
| MAKTAB | Tempat belajar (menulis dan sebagainya); sekolah (Arab); kantor; lembaga; biro (Arab) (6) |
| MAKTAL | Wuku ke-21 (Bali) (6) |
| MAKTUA | Kata sapaan akrab untuk kakak perempuan ibu atau kakak perempuan bapak; bini yang tua (6) |
| MAKUDA | Mak muda; bini yang muda (6) |
| MAKULA | Bintik-bintik yang terdapat pada struktur, misalnya bintik kuning pada mata, bercak pada kulit berupa perubahan warna; kelainan kulit yang mengalami perubahan warna, tidak disertai penonjolan kulit, dan tidak ada lekukan pada kulit (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| MAKZUL | Berhenti memegang jabatan; turun takhta (6) |
| MALABO | Ibu kota Guinea Ekuatorial (6) |
| MALABU | Mangkuk rendah yang terbuat dari porselen, berfungsi sebagai wadah nasi, khususnya pada pesta upacara adat (Tolaki) (6) |
| MALAGA | Kota di Spanyol (6) |
| MALAKA | Pohon yang batangnya bengkok, tinggi hingga 10 m, kayunya dibuat arang, kulit batang digunakan sebagai bahan pewarna, buahnya berwarna hijau laut, rasanya asam sepat, dibuat asinan dan juga manisan; kemlaka (Phyllanthus emblica) (6) |
| MALANG | Terletak melintang; bernasib buruk; celaka; sial; suku bangsa yang mendiami daerah Provinsi Kalimantan Barat bagian tengah; Dayak Dusun Malang; kabupaten di Provinsi Jawa Timur; kota di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Kota Apel, Kota Susu, Kota Bunga, Kota Pelajar atau Parijs van Oost Java (6) |
| MALARD | Kota di Iran (6) |
| MALAUT | Kota di India (6) |
| MALAWI | Negara terdapat kota Lilongwe (6) |
| MALDEN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| MALIGI | Tempat khusus untuk berkhitan putra para bangsawan Mangkunegara Solo yang terletak di dalam Masjid Alwustho (6) |
| MALIKA | Kedelai hitam (Botani) (6) |
| MALIKI | Mazhab ilmu fikih yang dipelopori oleh Imam Malik bin Anas dengan sumber hukum (Al-Qur'an, sunah Rasul, ijmak, kias, dan istislah) (Agama Islam) (6) |
| MALILI | Ibu kota Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan; danau tektonik purba yang terbentuk akibat aktivitas lempeng sekitar 1-4 juta tahun lalu, terletak di Kabupaten Luwu, Timur, Provinsi Sulawesi Selatan (6) |
| MALING | Orang yang mengambil milik orang lain secara sembunyi-sembunyi; pencuri (terutama yang mencuri pada malam hari) (6) |
| MALJUM | Malam Jumat (akronim) (6) |
| MALMOE | Kota di Swedia (6) |
| MALUKU | Provinsi di bagian timur Indonesia, ibu kotanya Ambon, luasnya 62.946,04 km2 (6) |
| MALUNG | Mua besar (6) |
| MAMANG | Kabur matanya (karena hendak pingsan dan sebagainya); bingung; ketakutan; tumbuhan terna suku Capparidaceae, daunnya dibuat asinan dan sebagai pewangi nasi, air remasan daun dipakai untuk obat masuk angin (Cleome gynandra); peribahasa yang mengandung nasihat (Minangkabau); paman (Sunda) (6) |
| MAMANO | Semak yang berbau enak, sering dipakai untuk wangi-wangian dan obat (Waropen) (6) |
| MAMASA | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat; suku bangsa yang mendiami daerah Sulawesi Barat; bahasa yang dituturkan oleh suku Mamasa; ibu kota Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (6) |
| MAMATA | Bekas dahan yang bulat dan keras pada bambu (Sunda) (6) |
| MAMAYU | Bertambah nafsu makan setelah sakit (Sunda) (6) |
| MAMBAE | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Ermera dan Kabupaten Ainaro di Provinsi Timor Timur (sekarang negara Timor Leste); Manbae; Mambai (6) |
| MAMBAI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Ermera dan Kabupaten Ainaro di Provinsi Timor Timur (sekarang negara Timor Leste); Mambae; Manbae (6) |
| MAMBEK | Tidak mengalir (tentang air); berhenti (Jawa) (6) |
| MAMPAI | Pembakaran mayat pada waktu upacara pemakaman (di Kalimantan) (6) |
| MAMPIR | Singgah (6) |
| MAMPIS | Masih sedikit buahnya (tentang pohon) (Batak); mengambil sisa buah pohon (Batak) (6) |
| MAMPUS | Mati (6) |
| MAMUJU | Ibu kota Provinsi Sulawesi Barat; ibu kota Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat; suku bangsa yang mendiami daerah Sulawesi Barat; bahasa yang dituturkan oleh suku Mamuju; udai (6) |
| MANADO | Ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, terletak di Teluk Manado, terkenal dengan sebutan Kota Tinutuan; Minahasa; dialek bahasa Melayu yang dituturkan di Manado (6) |
| MANAMA | Ibu kota Bahrain (6) |
| MANANA | Memasak sampai matang dengan menggunakan api kecil dalam jangka waktu yang lama (Bugis) (6) |
| MANAUS | Kota di Brasil (6) |
| MANBAE | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Ermera dan Kabupaten Ainaro di Provinsi Timor Timur (sekarang negara Timor Leste); Mambae; Mambai (6) |
| MANBIJ | Kota di Suriah (6) |
| MANDAH | Daun atau kulit yang ditaruh di lesung (sebagai lapik) (6) |
| MANDAI | Nama pohon; melamar gadis yang dilakukan sendiri oleh pemuda (di Kalimantan); jerami cempedak yang diasinkan (Banjar); makanan khas Kalimantan Selatan, terbuat dari kulit nangka, cempedak, dan tarap yang ditaburi garam (Tata Boga) (6) |
| MANDAM | Berasa pusing karena mabuk; mabuk; terlampau asyik (kiasan) (6) |
| MANDAR | Suku bangsa yang mendiami daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat; burung tanah berukuran sedang, berwarna cokelat karat dan cokelat gelap, beberapa bagian tubuh berpola garis hitam, putih, atau cokelat karat, berparuh lurus dan kuat, kaki dan jari-jari panjang, bersayap pendek, sering kali berjalan atau berlari, kebanyakan dapat berenang, pemakan pucuk tanaman, biji-bijian, dan invertebrata, berhabitat di hutan, semak, dan rerumputan sekitar perairan, tersebar di hampir seluruh dunia (Rallidae) (6) |
| MANDAT | Perintah atau arahan yang diberikan oleh orang banyak (rakyat, perkumpulan, dan sebagainya) kepada seseorang (beberapa orang) untuk dilaksanakan sesuai dengan kehendak orang banyak itu; kekuasaan untuk melakukan kewenangan kekuasaan dari suatu badan atau organ kekuasaan atas nama badan atau organ kekuasaan tersebut; instruksi atau wewenang yang diberikan oleh organisasi (perkumpulan dan sebagainya) kepada wakilnya untuk melakukan sesuatu dalam perundingan, dewan, dan sebagainya; surat perintah bayar; perwakilan atas suatu wilayah yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa; pemberian kekuasaan (6) |
| MANDAU | Senjata tradisional khas Kalimantan berbentuk parang, bersarung khas atau kumpang, berujung runcing, bagian punggung biasanya berukir, gagangnya terbuat dari tanduk rusa yang diberi hiasan bulu kambing atau ekor kuda (Dayak) (6) |
| MANDEH | Mak; ibu (Minangkabau) (6) |
| MANDEK | Berhenti; terhambat; terhenti; tertahan; macet; menemui jalan buntu (6) |
| MANDER | Suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Pantai Timur dan Kecamatan Tor Atas di Provinsi Papua (6) |
| MANDIL | Saputangan (Arab) (6) |
| MANDIR | Kata sapaan kepada hakim (di Kalimantan) (6) |
| MANDOR | Orang yang mengepalai beberapa orang atau kelompok dan bertugas mengawasi pekerjaan mereka; karyawan biasa yang tugasnya sama dengan tugas karyawan yang lain dan di samping itu merangkap tugas pengawasan atas rekan-rekannya (6) |
| MANDUL | Tidak dapat mempunyai anak; majir (6) |
| MANDYA | Kota di India (6) |
| MANGAN | Logam berwarna putih keabu-abuan, bersifat keras dan getas, mirip besi, tetapi tidak magnetis; unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 25, berlambang Mn, dan bobot atom 54,938 (6) |
| MANGAP | Membuka mulut; menganga (tentang mulut) (Jawa); berbicara (kiasan/Jawa) (6) |
| MANGAS | Pohon, kayunya untuk tiang rumah (Memecylon acuminatum) (6) |
| MANGGA | Pohon yang berbatang tegak, bunganya berbentuk malai, buahnya bulat panjang atau bulat pendek, warna daging, buah, dan rasanya bervariasi, dihidangkan sebagai buah, dibuat rujak, manisan, selai, dan sebagainya; mempelam; pauh (Mangifera indica) (6) |
| MANGIR | Bedak dari tepung beras dicampur rempah-rempah, untuk menghaluskan, membersihkan, dan menguningkan kulit; lulur (6) |
| MANGKU | Orang yang ditugaskan menimbang keputusan dalam sidang adat Suku Anak Dalam (Melayu Jambi) (6) |
| MANGLE | Untaian bunga melati (Sunda) (6) |
| MANGSA | Daging binatang yang menjadi makanan binatang buas; organisme yang ditangkap dan dimakan oleh binatang predator (Peternakan); sasaran perbuatan jahat (kiasan/Peternakan) (6) |
| MANGSI | Tinta; dawat; tepung arang untuk menghitamkan gigi; tarum (Minangkabau) (6) |
| MANGUN | Nama tingkap (6) |
| MANGUT | Bingung; melamun; termenung; ikan yang digoreng atau dipanggang, dimasak dengan santan kental yang telah dibumbui dengan cabai (Jawa) (6) |
| MANHAJ | Cara; metode; sistem berpikir (Agama Islam) (6) |
| MANHWA | Komik khas Korea (6) |
| MANIAK | Orang yang tergila-gila akan sesuatu; orang yang sangat menyukai sesuatu (6) |
| MANILA | Ibu kota Filipina (6) |
| MANINI | Keadaan selalu basah (misalnya tempat garam) (Toraja) (6) |
| MANIPA | Suku bangsa yang mendiami daerah Maluku Utara (6) |
| MANIRA | Saya, aku (untuk menyebut diri ketika berbicara dengan bawahan) (6) |
| MANISA | Kota di Turki (6) |
| MANISE | Alangkah manisnya (6) |
| MANJAU | Bermanjau; bertandang (tentang anak laki-laki ke rumah gadis) (6) |
| MANJUR | Dapat menyembuhkan (tentang obat dan sebagainya); mustajab; mujarab; benar-benar besar dayanya (tentang doa, mantra, dan sebagainya); sakti; benar-benar dapat lekas mematikan (tentang bisa, racun, dan sebagainya); memancing tanpa kait, dengan memasukkan mata kail dalam lubang yang diduga ada ikannya (Kapuas Hulu) (6) |
| MANMAD | Kota di India (6) |
| MANORA | Tombak ikan yang terbuat dari bambu halus seperti sangkur (6) |
| MANSET | Bagian ujung lengan baju yang berupa bagian tambahan (biasanya dibuat kaku); kancing (dari logam dan sebagainya) pada lengan baju tambahan; kaus (lengan panjang, lengan pendek, atau tanpa lengan) yang bisa digunakan sebagai pakaian dalam, biasa digunakan oleh wanita berhijab saat mengenakan pakaian berbahan transparan, berlengan pendek, atau tak berlengan untuk menutupi aurat (6) |
| MANSIM | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Manokwari, Papua (6) |
| MANTAN | Bekas (pemangku jabatan, kedudukan, dan sebagainya) (6) |
| MANTAP | Tetap hati; kukuh; kuat; tetap (tidak berubah, tidak bergoyah); tidak ada gangguan; stabil; bagus; elok; baik; sempurna (6) |
| MANTAU | Penganan sejenis roti, berbahan dasar tepung beras dan ragi, biasanya tanpa isi, teksturnya lebih padat daripada bakpao, dapat dikukus atau digoreng (Tata Boga) (6) |
| MANTEL | Baju panjang (biasanya dari bahan kain tebal), berlengan atau tidak berlengan untuk menyelubungi tubuh; lipatan kulit yang menyelubungi badan pada moluska, cangkang pada individu bercangkang, dan dinding tubuh pada cumi-cumi (Zoologi); bagian terbesar dari lapisan kulit bumi yang terdapat di antara inti dan kerak bumi (Geografi dan Geologi); lapisan batuan lepas pada permukaan bumi yang merupakan bahan dasar bagi pembentukan tanah (Geografi dan Geologi) (6) |
| MANTEN | Pengantin (Jawa) (6) |
| MANTIK | Cara berpikir yang hanya berdasarkan pikiran belaka; perkataan yang benar (6) |
| MANTRA | Perkataan atau ucapan yang memiliki kekuatan gaib (misalnya dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya); susunan kata berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain; kata atau frase yang diulang-ulang untuk tujuan pengobatan (Psikologi) (6) |
| MANTRI | Nama pangkat atau jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas (keahlian) khusus; juru; juru rawat kepala (biasanya laki-laki); pembantu dokter (6) |
| MANTUK | Arti yang sebenarnya (Arab) (6) |
| MANTUL | Mantap betul (akronim) (6) |
| MANUAL | Dilakukan dengan tangan; buku petunjuk praktis tentang suatu jenis pekerjaan atau tentang cara kerja suatu alat atau peranti tertentu (6) |
| MANULA | Manusia usia lanjut (akronim) (6) |
| MANUWA | Kewajiban suami untuk bekerja bagi kepentingan kerabat istrinya sampai maskawinnya lunas (di Seram) (6) |
| MANYAR | Burung kecil, termasuk burung pemakan biji-bijian, suku Ploceidae dari bangsa burung berkicau, hidupnya di tempat terbuka dekat sumber air, dan terkenal akan kemahirannya membuat sarang yang indah; tempua; pintan (Ploceus hypoxanthus) (6) |
| MANYUN | Mengerucut dan maju (tentang bibir), biasanya karena kesal atau kecewa (6) |
| MANZIL | Rumah atau tempat perhentian (untuk mengaso, bermalam, dan sebagainya) (Arab) (6) |
| MAPRAM | Masa prabakti mahasiswa (akronim) (6) |
| MAPRAS | Masa prabakti siswa (akronim) (6) |
| MAPUTO | Ibu kota Mozambik (6) |
| MAQUIS | Tentara bawah tanah Prancis dalam pendudukan Jerman pada Perang Dunia II (ungkapan/Prancis) (6) |
| MARABA | Kota di Brasil (6) |
| MARADI | Kota di Niger (6) |
| MARAJA | Maharaja (kependekan) (6) |
| MARAND | Kota di Iran (6) |
| MARAPI | Gunung dengan ketinggian 2.891 mdpl yang terletak di antara Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kotamadya Padang Panjang di Provinsi Sumatra Barat (6) |
| MARAPU | Kepercayaan asli suku Sumba yang memuja roh-roh leluhur; marapu humba (6) |
| MARASI | Herba yang tingginya mencapai 1 m, batangnya bulat, bunganya kecil berwarna kuning cerah dan tersusun rapat, buah buni berbentuk bulat, warna bening keputihan, bisa digunakan sebagai pemanis, daun tumbuh langsung dari batang dalam tanah, bentuknya memanjang dan bertekstur seperti lipatan-lipatan kecil, sering digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional di Karo, digunakan sebagai tali dan bahan pembuatan benang (Curculigo latifolia) (6) |
| MARBUT | Orang yang menjaga dan mengurus masjid; siak (6) |
| MARDAN | Kota di Pakistan (6) |
| MARDIN | Kota di Turki (6) |
| MARDUD | Ditolak karena diragukan kebenarannya (tentang hadis) (Agama Islam); ditolak karena kemusyrikan (tentang iman) (Agama Islam) (6) |
| MAREMA | Keramaian di pasar atau pusat perbelanjaan menjelang hari raya (Sunda) (6) |
| MARGIN | Tepi; batas; laba bruto; tingkat selisih antara biaya produksi dan harga jual di pasar; deposit atau uang muka oleh investor dengan atau tanpa makelar yang merupakan pembayaran sebagian atau harga beli saham atau komoditas (6) |
| MARICA | Kota di Brasil (6) |
| MARIKH | Planet ke-4 dari matahari; Mars (Astronomi) (6) |
| MARIMU | Kata sapaan kepada pembantu kepala kampung (di Pulau Seram) (6) |
| MARINA | Pelabuhan khusus yang disediakan untuk kapal pesiar, dilengkapi dengan prasarana yang dibutuhkan, misalnya air tawar dan telekomunikasi (6) |
| MARIND | Suku bangsa yang mendiami daerah Papua bagian selatan; Marind-Anim; Marindanim; Gawir; Tugeri; bahasa yang dituturkan oleh suku Kokoda (6) |
| MARINE | Berhubungan dengan laut; angkatan laut (6) |
| MARINO | Kota di Rusia (6) |
| MARISA | Ibu kota Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo (6) |
| MARJIK | Tempat kembali (kepada Tuhan) (Arab) (6) |
| MARKAH | Tanda; merek; tanda pada tali penduga (6) |
| MARKAS | Tempat kedudukan pemimpin tentara (pandu, badan perjuangan, dan sebagainya) (6) |
| MARKIS | Bidai lipat yang dipasang di atas jendela atau pintu sebagai penahan sinar matahari; batu mulia yang diasah berbentuk oval (6) |
| MARKUS | Nama kitab Injil kedua dalam Alkitab Perjanjian Baru (Agama Kristen); makelar kasus (6) |
| MARLIN | Ikan laut yang panjangnya mencapai 500 cm, berat 170 kg, umur mencapai 28 tahun, hidup di perairan subtropis sampai tropis dengan kedalaman mencapai 200 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik (Makaira mazara) (6) |
| MARMER | Batu gamping yang telah mengalami metamorfosis, dan dapat dipakai untuk lantai, dinding, dan sebagainya; pualam (6) |
| MARMOT | Mamalia pengerat dari kelompok bajing, berukuran besar, berkomunikasi melalui siulan nyaring, pemakan rumput dan sayuran (Marmota spp.) (6) |
| MAROBO | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Provinsi Timor Timur (sekarang negara Timor Leste); Kemak Marobo (6) |
| MAROKO | Negara yang terletak di Afrika Barat Laut, beribu kota Rabat (6) |
| MAROUA | Kota di Kamerun (6) |
| MARSDA | Marsekal muda (akronim) (6) |
| MARTIL | Pemukul dari besi (bertangkai besi atau kayu); palu; alat yang digunakan dalam olahraga lontar martil (Olahraga) (6) |
| MARTIN | Kota di Slowakia (6) |
| MARTIR | Orang yang rela menderita atau mati daripada menyerah karena mempertahankan agama atau kepercayaan; orang yang mati dalam memperjuangkan kebenaran agama; syahid (6) |
| MARWAS | Alat musik seperti genderang, mempunyai dua helai selaput kulit, biasanya dimainkan diiringi orkes gambus (Musik) (6) |
| MARYAM | Nama surah ke-19 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (6) |
| MASAKA | Kota di Uganda (6) |
| MASALA | Lapik (tikar dan sebagainya) tempat salat (Agama Islam) (6) |
| MASAMA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah; Bobongko (6) |
| MASASE | Pemijatan, pengurutan, dan sebagainya pada bagian badan tertentu dengan tangan atau alat-alat khusus untuk melancarkan peredaran darah sebagai cara pengobatan atau untuk menghilangkan rasa capai (6) |
| MASAYA | Kota di Nikaragua (6) |
| MASAYU | Gelar di Kasunan Surakarta untuk Selir Susuhunan Pakubuwana urutan keempat; kata sapaan hormat untuk wanita keturunan bangsawan Palembang (6) |
| MASBUK | Makmum yang datang terlambat pada saat salat berjemaah, sementara imam sudah mengerjakan sebagian rukun salat atau sudah masuk ke rakaat berikutnya (Agama Islam) (6) |
| MASDAR | Bentuk nomina yang diturunkan dari bentuk verba dengan fleksi; infinitif (Linguistik) (6) |
| MASEHI | Kristen; Nasrani; perhitungan waktu yang dimulai sejak lahirnya Yesus Kristus (6) |
| MASERU | Ibu kota Lesotho (6) |
| MASINA | Kota di Republik Kongo (6) |
| MASJID | Rumah atau bangunan tempat beribadah umat Islam (6) |
| MASKAT | Baju luar; rompi; sadariah (6) |
| MASKER | Alat untuk menutup muka; topeng; kain penutup mulut dan hidung (seperti yang dipakai oleh dokter dan perawat di rumah sakit) (6) |
| MASKON | Konsentrasi massa yang terdapat di permukaan planet atau bulan (Astronomi) (6) |
| MASKOT | Orang, binatang, atau benda yang diperlakukan oleh suatu kelompok sebagai lambang pembawa keberuntungan atau keselamatan (6) |
| MASOHI | Bentuk tolong-menolong di Ambon, Maluku; ibu kota Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (6) |
| MASRUM | Jamur (6) |
| MASSAL | Dalam jumlah yang banyak sekali (6) |
| MASSEP | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir utara muara Sungai Mamberamo, Papua; Masep (6) |
| MASTER | Orang yang memimpin orang lain; yang utama, yang paling tinggi (pandai, cakap, dan sebagainya) di antara yang lain; juara (olahraga catur); acuan untuk pencetakan lebih lanjut; disket yang menjadi dasar untuk memperbanyak rekaman; magister (6) |
| MASTIK | Jenis tanaman lada hitam yang mengeluarkan getah (resin) yang digunakan untuk vernis (Biologi) (6) |
| MASULA | Kelompok kecil mikrospora atau megaspora (Botani) (6) |
| MASWAR | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Manokwari, Papua; Meoswar (6) |
| MATADI | Kota di Republik Kongo (6) |
| MATANG | Sudah tua dan sudah sampai waktunya untuk dipetik, dimakan, dan sebagainya (tentang buah-buahan); masak; sudah empuk (kering dan sebagainya) dan sudah sampai waktunya untuk diambil, diangkat, dan sebagainya (tentang makanan); masak; sudah dipikirkan (dipertimbangkan) baik-baik; sudah diputuskan (disetujui bersama); sudah sempurna atau sudah pada tingkatan yang terbaik (terakhir); mulai dewasa (tentang perkembangan manusia secara fisik dan psikologis); sudah selesai dikerjakan (dididik, disiapkan, dan sebagainya) (kiasan); tanah tinggi yang letaknya di tengah-tengah daerah datar atau berpaya-paya (Aceh) (6) |
| MATARA | Kota di Sri Lanka (6) |
| MATARO | Kota di Spanyol (6) |
| MATBAT | Suku bangsa yang mendiami daerah Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya; Me; Biga (6) |
| MATERA | Kota di Italia (6) |
| MATERI | Benda; bahan; segala sesuatu yang tampak; sesuatu yang menjadi bahan (untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan, dikarangkan, dan sebagainya); substansi yang menempati ruang dan memiliki massa (Fisika) (6) |
| MATINE | Pertunjukan (film dan sebagainya) pada siang hari (Kesenian) (6) |
| MATIUS | Salah satu dari kedua belas rasul Tuhan Yesus (Agama Kristen); nama kitab Injil pertama dalam Alkitab Perjanjian Baru (Agama Kristen) (6) |
| MATLAK | Daerah tempat terbit matahari, terbit fajar, atau terbit bulan (Arab) (6) |
| MATOLA | Kota di Mozambik (6) |
| MATRAS | Tabung gelas kimia dengan ujung yang sebelah tertutup, badan bulat, dan lehernya panjang; kasur tebal dan padat yang diisi dengan kapuk (sabut kelapa dan sebagainya) untuk alas tempat tidur; bolsak; kasur karet busa; alas lantai untuk olahraga loncat dan sebagainya (6) |
| MATRIS | Acuan huruf cetak (6) |
| MATROS | Kelasi (6) |
| MATSUE | Kota di Jepang (6) |
| MAUAPA | Apa yang dikehendaki (6) |
| MAUBIN | Kota di Myanmar (6) |
| MAUJUD | Benar-benar ada; nyata; konkret; berwujud; entitas (6) |
| MAUKIF | Tempat pemberhentian sementara; halte (Arab) (6) |
| MAUKUF | Iman yang tidak diterima, seperti halnya orang munafik yang imannya baru dapat diterima jika kemunafikannya telah hilang; sifat hadis yang sanadnya terhenti sehingga tidak berlanjut kepada Nabi Muhammad saw. (6) |
| MAULAI | Tuan hamba; tuanku (6) |
| MAULID | Hari lahir (terutama hari lahir Nabi Muhammad saw.); tempat lahir; (peringatan) hari lahir Nabi Muhammad saw. (6) |
| MAULUA | Pemindahan hak penggarapan suatu area persawahan dengan cara calon penggarap terlebih dahulu diminta kesediaannya oleh pihak pemilik untuk menyerahkan beberapa takaran padi (Minangkabau) (6) |
| MAULUD | Yang dilahirkan; maulid (6) |
| MAUPUN | Meskipun; dan; serta (6) |
| MAWAIH | Cara bagi hasil untuk sawah atau ternak (Aceh) (6) |
| MAWANA | Kota di India (6) |
| MAWEDA | Upacara keagamaan di Bali yang dilakukan oleh para pedanda, dengan mengucapkan mantra menyebabkan Dewa Syiwa turun ke dalam tubuhnya sehingga dewa itu dapat mengubah air menjadi air suci (Bali) (6) |
| MAXIXE | Kota di Mozambik (6) |
| MAYANG | Virgo; Kanya; Sunbulat (Astronomi); tongkol bunga palem (kelapa, enau, pinang, dan sebagainya yang terbungkus seludang); perahu layar untuk menangkap ikan di laut yang dibuat dari kayu, berlayar, bertiang satu atau lebih (biasanya dengan menggunakan jaring atau pukat); perahu pukat; perahu mayang (6) |
| MAYDAY | Tolong saya; panggilan darurat dalam komunikasi radio-telepon internasional (ungkapan/Inggris) (6) |
| MAYENG | Terus-menerus (6) |
| MAYJEN | Mayor jenderal (akronim) (6) |
| MAYKOP | Kota di Rusia (6) |
| MAYSIR | Transaksi spekulasi yang identik dengan judi (Arab) (6) |
| MAZBAH | Tempat menyembelih binatang yang akan dikurbankan; meja tinggi, terbuat dari kayu, batu; dan sebagainya tempat mempersembahkan kurban (6) |
| MAZHAB | Haluan atau aliran mengenai hukum fikih yang menjadi ikutan umat Islam (dikenal empat mazhab, yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali) (Agama Islam); golongan pemikir yang sepaham dalam teori, ajaran, atau aliran tertentu di bidang ilmu, cabang kesenian, dan sebagainya dan yang berusaha memajukan hal itu (6) |
| MAZMUR | Kumpulan nyanyian keagamaan dan puji-pujian dari kitab Zabur (6) |
| MBAIKI | Kota di Republik Afrika Tengah (6) |
| MBAKYU | Kata sapaan untuk perempuan yang lebih tua di daerah Jawa; mbak (Jawa) (6) |
| MBOUDA | Kota di Kamerun (6) |
| MEBELE | Permainan tradisional dengan memakai tempurung kelapa sebagai bahan mainan (Tolaki) (6) |
| MEDALI | Tanda jasa (tanda penghargaan, tanda peringatan) dibuat dari logam (emas, perak, perunggu), berbentuk bundar, lonjong, dan sebagainya, kadang-kadang diberi tali, seperti kalung; nama bunyi-bunyian seperti seruling (6) |
| MEDANG | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Sungai Segah, Kelinyau, dan Belayan, di Provinsi Kalimantan Tengah; Dayak Modang; kerajaan Mataram kuno yang didirikan oleh Sanjaya (6) |
| MEDIAL | Berada di tengah; medialis (6) |
| MEDIAN | Nilai di tengah deret nilai yang disusun dengan tata urut dari kecil sampai besar, misalnya dalam deret 3,4,7 mediannya adalah 4 (Statistik); ukuran antara yang kecil (pendek dan sebagainya) dan yang besar (tinggi, panjang); sedang; ukuran untuk huruf yang berukuran sedang (11 titik); ukuran kertas (47 x 56 cm); lahan memanjang yang memisahkan dua jalan dengan arah yang berlawanan (6) |
| MEDIAS | Kota di Rumania (6) |
| MEDINA | Kota di Arab Saudi (6) |
| MEDIUM | Ukuran sedang; alat untuk mengalihkan atau mencapai sesuatu; media; seseorang yang dapat bertindak sebagai penghubung antara roh orang yang sudah meninggal dan manusia hidup dengan cara membiarkan diri kemasukan roh itu; zat perantara untuk merambatnya gelombang bunyi; zat yang digunakan untuk membiakkan bakteri, fungus, dan sebagainya (Biologi) (6) |
| MEDSOS | Media sosial (akronim) (6) |
| MEDULA | Bagian tengah (terdalam) sesuatu, misalnya sumsum (pada tulang), empulur (pada batang tumbuhan); bagian pada batang otak (Psikologi) (6) |
| MEDUSA | Makhluk wanita mengerikan dalam mitologi Yunani, rambutnya berupa ular-ular kecil, sinar matanya dapat membuat orang yang memandangnya berubah menjadi batu (6) |
| MEERUT | Kota di India (6) |
| MEFTAH | Kota di Aljazair (6) |
| MEGANG | Rangkaian kegiatan menyambut bulan puasa (Alas) (6) |
| MEGOHM | Megaohm (kependekan) (6) |
| MEJANA | Sedang; semejana; semenjana (6) |
| MEJATI | Memberitahukan keberadaan calon mempelai perempuan yang dilakukan oleh utusan keluarga calon mempelai laki-laki, biasa dilakukan tidak lebih dari tiga hari setelah merarik (Sasak) (6) |
| MEJENG | Meragakan diri dengan penampilan atau dandanan yang berlebihan untuk menarik perhatian orang (Melayu Jakarta) (6) |
| MEKELE | Kota di Etiopia (6) |
| MEKNES | Kota di Maroko (6) |
| MEKWAI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Papua; Mekwei; Menggei; Munggai; Mungge; Menggwei; Munkei; Mooi; Moi (6) |
| MEKWEI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Papua; Menggei; Munggai; Mungge; Menggwei; Munkei; Mooi; Moi; Mekwai (6) |
| MELABU | Menjadi seperti labu (tentang perut); gendut; menjaram atau mengompres (dengan labu); memperlabu (kiasan) (6) |
| MELAGA | Menyabungkan (ayam) (6) |
| MELAGU | Bernyanyi; menyanyi (6) |
| MELAIS | Menolak (air dengan dayung dan sebagainya) (6) |
| MELAJU | Menjadi laju; maju; meningkat; melakukan perjalanan pulang pergi dari satu kota ke kota lain dalam satu hari secara rutin (6) |
| MELALA | Berenang menelentang (6) |
| MELALI | Menjadikan tidak sadar; menjadikan tidak berasa apa-apa (pada kulit dan sebagainya) (6) |
| MELARU | Mencampur dengan laru (6) |
| MELASE | Bagian dari gula yang tidak mengering setelah dimasak karena banyaknya campuran tambahan sehingga gula tidak dapat menghablur lebih lanjut, dimanfaatkan dalam pembuatan sirop, arak, spiritus, atau sebagai campuran pakan ternak (6) |
| MELATA | Berjalan dengan menempelkan perut ke tanah; tumbuh merata dengan permukaan tanah (Biologi) (6) |
| MELATI | Tumbuhan perdu suku Rubiaceae, biasanya ditanam di halaman rumah, warna bunganya putih berbentuk bintang, berbau sangat harum, sering digunakan dalam berbagai upacara adat, melur (Jasminum sambac); tanda pangkat perwira menengah dalam ketentaraan dan kepolisian (6) |
| MELAUR | Membengkok; melengkung; melentur (6) |
| MELAUT | Menyerupai (sebagai) laut; pergi ke laut; berlayar (6) |
| MELAWA | Menghalangi rombongan pengantin laki-laki pergi ke rumah pengantin perempuan sebelum uang adat dilunasi pihak pengantin laki-laki; berhias, melagak (6) |
| MELAWI | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat (6) |
| MELAYU | Menjadi layu; suku bangsa dan bahasa di Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan di pelbagai daerah di Asia Tenggara (6) |
| MELEGO | Mengoperkan (barang dan sebagainya); memindahtangankan; menjual (6) |
| MELEGU | Melipat tepi anyaman supaya rata dan kuat (seperti tikar, bakul, keranjang) (6) |
| MELEJA | Memaki-maki; mencerca; memarahi (6) |
| MELEKU | Bertopang siku; berteleku (6) |
| MELELA | Bermain (seperti menari-nari, memainkan tangan); memperagakan diri; bertingkah; zat besi (warnanya kebiru-biruan) (6) |
| MELENA | Kondisi yang ditandai oleh produksi tinja berwarna hitam yang disebabkan oleh perdarahan ke dalam usus dan perubahan kimia dalam darah yang dipengaruhi oleh cairan usus (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| MELENG | Tidak berhati-hati; lengah (Melayu Jakarta) (6) |
| MELEOT | Miring dan turun; melengkung (Jawa) (6) |
| MELEPA | Memplester (6) |
| MELEUZ | Kota di Rusia (6) |
| MELEWA | Mendua hati; ragu-ragu; bata-bata (6) |
| MELIAR | Melarikan diri dari penjinakan atau penangkaran dan kembali menjadi liar (Zoologi); menjadi liar; tumbuh tanpa ada yang memelihara (tentang tumbuhan) (6) |
| MELIAT | Menjadi liat (6) |
| MELIAU | Bernanah (6) |
| MELIRA | Menyerupai biola, tetapi ada beberapa cekungan pada kedua sisi pangkalnya (Biologi) (6) |
| MELIUK | Berkeluk ke sisi (gerak pesenam, penari, dan sebagainya) (6) |
| MELOAK | Menjual barang yang sudah tidak dipakai lagi, barang yang sudah tua, dan sebagainya (6) |
| MELOBI | Melakukan pendekatan secara tidak resmi (6) |
| MELODI | Susunan rangkaian tiga nada atau lebih dalam musik yang terdengar berurutan secara logis serta berirama dan mengungkapkan suatu gagasan (Musik) (6) |
| MELOKA | Melihat (6) |
| MELOSO | Merangkak (dada kena tanah) (Melayu Jakarta); melata (seperti ular) (Melayu Jakarta); berbaring bergerak-gerak (kesakitan) (Melayu Jakarta) (6) |
| MELOYA | Berasa hendak muntah; berasa mual (terutama wanita yang sedang hamil); berasa jijik; berasa tidak suka (kiasan) (6) |
| MELOYO | Melemah (6) |
| MELTON | Kain wol berserat padat dan tebal dengan permukaan halus dan agak berbulu (Cucumis melo) (Tata Busana) (6) |
| MELUAH | Berasa hendak muntah; meloya; muntah (6) |
| MELUAP | Menjadi banyak dan melimpah karena mendidih; meruap; (terlampau penuh) melimpah; melembak; menghebat; menjadi-jadi (kiasan) (6) |
| MELUAR | Menonjol ke luar; tersembul (terdorong) ke luar (6) |
| MELUAS | Bertambah luas (banyak dan sebagainya); merata (6) |
| MELUAT | Berasa hendak muntah; meluah; meloya (6) |
| MELUCU | Mengucapkan (berbuat) sesuatu yang menggelikan hati (6) |
| MELUIK | Meleleh ke luar (tentang barang cair yang pekat) seperti air gula, nanah; meludah-ludah (tentang orang yang hendak muntah) (6) |
| MELUKU | Membajak (sawah); menenggala (6) |
| MELULI | Menggulung kapas pada luli (6) |
| MELULU | Tiada lain hanya; hanya; semata-mata (6) |
| MELUPA | Menjadi lupa; membiarkan diri lupa (6) |
| MELURU | Mengejar cepat (hendak menyerang, menerkam, dan sebagainya) (6) |
| MELUTI | Merenyuk-renyuk (kertas dan sebagainya); mengumal (6) |
| MELUTU | Menyerang (dengan ganas); memukul(i); menimpa (kiasan) (6) |
| MEMACU | Membuat agar berlari cepat; mencepatkan (6) |
| MEMADU | Melebur (emas); melebur dan mencampurkan menjadi satu (tentang logam); mengaduk (meremas, mengocok, dan sebagainya) supaya bercampur (tentang tepung dengan mentega, semen dengan pasir, dan sebagainya); menyatukan; menggabungkan (bunyi, perkataan, kalimat, dan sebagainya) menjadi satu; mengumpulkan (modal); menjadikan padu (padat, kukuh, teguh); mengikat menjadi satu; membandingkan (satu dengan yang lain); menyesuaikan (untuk mengetahui cocok tidaknya); menyerasikan (6) |
| MEMAES | Mempercantik muka (pengantin perempuan dan sebagainya) dengan menggunakan bahan-bahan kosmetik dengan cara-cara serta bentuk tertentu (6) |
| MEMAHA | Memainkan bola dengan menggunakan paha untuk mengontrol , menahan, menerima, atau menyelamatkan bola dari lawan (Olahraga) (6) |
| MEMAJU | Bergerak menuju ke depan (6) |
| MEMAKI | Mengucapkan kata-kata keji, tidak pantas, kurang adat untuk menyatakan kemarahan atau kejengkelan (6) |
| MEMAKU | Melekatkan dengan paku; mengikat (tentang hati, perhatian, dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| MEMALE | Menguatkan dengan memijit-mijit (Melayu Jakarta); memberi makan baik-baik (tentang kuda pacuan, ayam aduan, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (6) |
| MEMALU | Memukul dengan palu (6) |
| MEMANG | Sebenarnya; benar-benar (6) |
| MEMAUI | Menghendaki; memaksudkan; menuntut (supaya) (6) |
| MEMAUK | Mengait; menggancu (6) |
| MEMAUT | Melekat (melilit, memegang, dan sebagainya) erat-erat; menyangkut; mengikat (6) |
| MEMBAL | Melenting lalu kembali ke keadaan semula (seperti bola ditekan); menganjal; mengambul (Melayu Jakarta) (6) |
| MEMBEA | Mengenakan bea (6) |
| MEMBEO | Berbuat seperti burung beo dengan meniru saja perkataan (ucapan) orang lain (tanpa memahami maksudnya) (6) |
| MEMBLE | Terkelepai ke bawah (tentang bibir); bodoh; dungu; tidak berjalan dengan baik atau sesuai dengan harapan (kiasan) (6) |
| MEMEDA | Mengasinkan ikan (dalam belanga dan sebagainya); membuat peda (6) |
| MEMEDI | Makhluk halus; hantu (Jawa) (6) |
| MEMEKA | Memedulikan; memperhatikan (6) |
| MEMIAT | Memilin (tentang tali dan sebagainya) (6) |
| MEMICU | Menarik picu; menggerakkan sesuatu yang berakibat membahayakan (kiasan) (6) |
| MEMIDI | Mengarahkan (kelereng dan sebagainya) ke ...; membidik; menuju (Melayu Jakarta) (6) |
| MEMITA | Menyerupai empat persegi panjang yang sempit dengan nisbah panjang dan lebar melebihi 21:1 (Biologi) (6) |
| MEMIUH | Memegang sesuatu lalu dipilin (dipulas, diputar); memutar (6) |
| MEMOAR | Catatan (rekaman) tentang pengalaman hidup seseorang (6) |
| MEMOLA | Membuat pola (6) |
| MEMORI | Kesadaran akan pengalaman masa lampau yang hidup kembali; ingatan; catatan yang berisi penjelasan; peringatan; keterangan; peranti komputer yang dapat menyimpan dan merekam informasi (6) |
| MEMPAN | Dapat dikenai (oleh senjata dan sebagainya); dapat terbakar (oleh api); dapat menyembuhkan penyakit (tentang obat); dapat menerima nasihat (kritik dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| MEMPER | Hampir serupa (dengan); menyerupai; mirip (6) |
| MEMPUR | Empuk (tentang singkong, ubi, dan sebagainya) (Jawa) (6) |
| MEMUAI | Muai (6) |
| MEMUAT | Berisi; mengandung (6) |
| MEMUJA | Menghormati dewa-dewa dan sebagainya dengan membakar dupa, membaca mantra, dan sebagainya; memuja-muja; menjadikan sesuatu dengan mantra (6) |
| MEMUJI | Melahirkan kekaguman dan penghargaan kepada sesuatu (yang dianggap baik, indah, gagah berani, dan sebagainya); memuliakan (nama Tuhan dan sebagainya) (6) |
| MEMULA | Pertama sekali berbuat (melakukan) sesuatu; mengawali (6) |
| MENAGA | Pohon, daun dan kulitnya dapat dibuat obat (Calophyllum inophyllum) (6) |
| MENAIK | Menjadi naik; menjadi tambah besar (tinggi, banyak, dan sebagainya); meningkat; menanjak (6) |
| MENAIL | Wuku ke-23 (Bali) (6) |
| MENAJA | Memulai; memelopori; mengatur; merancangkan; mengurus segala keperluan (material); membiayai; mensponsori (6) |
| MENAKI | Membantah; mendebat; menentang (6) |
| MENALA | Menentukan bunyi (alat musik, gamelan, dan sebagainya) dengan tala untuk memperoleh nada yang betul (6) |
| MENALI | Mempertalikan (6) |
| MENAMU | Bertamu (6) |
| MENANG | Dapat mengalahkan (musuh, lawan, saingan); unggul; meraih (mendapat) hasil (perolehan) karena dapat mengalahkan lawan (saingan); lulus (dalam ujian); mendapat hadiah (dalam undian, sayembara, dan sebagainya); dapat melebihi; lebih dari; dinyatakan benar (dalam perkara) (6) |
| MENARA | Bangunan yang tinggi (seperti di masjid, gereja); bagian bangunan yang dibuat jauh lebih tinggi daripada bangunan induknya; bangunan tinggi untuk mengawasi daerah sekitar atau yang menjadi petunjuk bagi kapal dan sebagainya yang sedang berlayar (6) |
| MENARI | Memainkan tari (menggerak-gerakkan badan dan sebagainya dengan berirama dan sering diiringi dengan bunyi-bunyian) (6) |
| MENATA | Mengatur; menyusun; membenahi; mengarang (bunga) (6) |
| MENATO | Melukis pada kulit tubuh dengan cara menusuki kulit dengan jarum halus kemudian memasukkan zat warna ke dalam bekas tusukan itu (6) |
| MENAUL | Mengikatkan atau meletakkan (dayung, pengayuh) di pinggir perahu; menggantungkan sauh di pinggir perahu (6) |
| MENAUP | Mengikis kulit kayu dengan taup (Melayu Jambi) (6) |
| MENCAK | Mencak-mencak; diulang: meloncat-loncat dan mengentak-entakkan kaki ke tanah; marah sekali; mengamuk (kiasan) (6) |
| MENCIT | Mamalia pengerat dari kelompok tikus, berukuran kecil, berambut tipis dan halus, warna tubuh bervariasi hitam, abu-abu, dan putih (Mus spp.) (6) |
| MENCOS | Lancip (Sunda); menyimpang dari sasaran; mencong (6) |
| MENDAG | Menteri Perdagangan (akronim) (6) |
| MENDAK | Mengendap (tentang badan); tunduk; melaksanakan selamatan tahunan untuk memperingati orang yang telah meninggal (Jawa) (6) |
| MENDAM | Mabuk (terutama karena minuman keras atau salah makan) (Jawa) (6) |
| MENDAP | Mengendap; berhenti bergerak; menjadi tenang (kiasan) (6) |
| MENDEN | Kota di Jerman (6) |
| MENDIP | Kota di Inggris (6) |
| MENDOA | Berdoa (6) |
| MENDUA | Menjadi dua kali dan sebagainya; berhaluan dua (tidak lurus, tidak hanya satu); samar-samar atau tidak jelas (karena bisa ditafsirkan lain); berlari menderap (6) |
| MENDUR | Melur (jenis bunga melati bersusun) (6) |
| MENDUT | Penganan, dibuat dari adonan tepung ketan dan santan, dibentuk bola-bola kecil, diisi dengan unti kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus (6) |
| MENEJA | Menyerupai teja (6) |
| MENEMU | Mendapat (6) |
| MENENG | Cincin tanpa sambungan, biasa digunakan sebagai cincin kawin karena mengandung makna kasih sayang yang tidak ada putusnya (Sunda) (6) |
| MENEPI | Menuju ke tepi; meminggir (6) |
| MENERA | Memberi tera; memberi cap; memberi stempel; membubuhkan tanda uji; mencetak (6) |
| MENGAP | Terbuka (tentang mulut); ternganga; diulang: bernapas yang sangat sulit; megap-megap (6) |
| MENGOT | Erot; tidak lurus; serong; miring (6) |
| MENHAN | Menteri Pertahanan (akronim) (6) |
| MENHIR | Batu besar seperti tiang atau tugu, yang ditegakkan di atas tanah, hasil kebudayaan megalit, sebagai tanda peringatan dan lambang arwah nenek moyang (6) |
| MENHUB | Menteri Perhubungan (akronim) (6) |
| MENIGA | Menjadi tiga (tentang istri, anak, dan sebagainya); menjadi yang ke-3 (6) |
| MENIPU | Mengenakan tipu muslihat; mengakali; memperdayakan (6) |
| MENIRU | Melakukan sesuatu seperti yang diperbuat orang lain dan sebagainya; mencontoh; meneladan; berkata (berbunyi) sebagai kata (bunyi) orang lain dan sebagainya; membuat sesuatu yang tidak sejati (tiruan); memalsukan (6) |
| MENITI | Berjalan di titian; berjalan di jalan dan sebagainya yang sempit dan panjang; menjalani; menapaki (6) |
| MENIUP | Mengembus; membunyikan dengan mengembus (suling, peluit, dan sebagainya); menyemburi; memantrai; menjampi; mengobarkan (perselisihan, semangat bertanding, dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| MENKEH | Menteri Kehakiman (akronim) (6) |
| MENKES | Menteri Kesehatan (akronim) (6) |
| MENKEU | Menteri Keuangan (akronim) (6) |
| MENONG | Usungan atau kendaraan untuk pengantin, bentuknya seperti ikan laut (6) |
| MENSOS | Menteri Sosial (akronim) (6) |
| MENTAH | Belum masak; belum waktunya untuk dipetik, diambil hasilnya dan sebagainya (seperti buah-buahan); belum matang; belum selesai diolah untuk dimakan (tentang makanan); belum mantap benar; belum sempurna; belum putus (6) |
| MENTAK | Mungkin; boleh jadi (Melayu Jakarta) (6) |
| MENTAL | Bersangkutan dengan batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga; batin dan watak; terpelanting; terpental; terlempar kembali; berbalik arah; ada gunanya, ada pengaruhnya (tentang obat, nasihat, dan sebagainya) (Sunda) (6) |
| MENTAN | Menteri Pertanian (akronim) (6) |
| MENTAS | Keluar (dari dalam air) (Jawa); lepas dari tanggungan keluarga (misalnya bekerja atau kawin); berdiri sendiri (kiasan/Jawa) (6) |
| MENTIS | Bertunas (Melayu Jakarta) (6) |
| MENTOK | Itik keturunan mentok liar, berwarna dominan hitam, pial berwarna merah dan hitam, berbadan gemuk dan berkaki pendek, berhabitat di perairan, memakan moluska, krustasea, pucuk tumbuhan, dan sebagainya, tersebar di Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan; terantuk (pada); tidak dapat terus (tentang jalan dan sebagainya); buntu (Melayu Jakarta) (6) |
| MENTOL | Terna tahunan, suku Lamiaceae yang membentuk stolon, bagian tanaman seluruhnya mengandung minyak asiri yang berbau harum dan dapat diekstrak dengan penyulingan, setelah didinginkan menghasilkan mentol (Mentha arvensis); alkohol, yang diperoleh dari pelbagai kristal, digunakan sebagai bahan pengharum dan penyedap pada kembang gula, minuman keras, pasta gigi, dan obat-obatan (C10H20O) (Kimia) (6) |
| MENTOR | Pembimbing atau pengasuh (biasanya untuk mahasiswa) (6) |
| MENTUL | Perhiasan yang dipasang pada rambut atau sanggul, berupa tusuk sanggul bertangkai panjang dengan hiasan kuntum bunga bermata (intan, berlian, atau permata imitasi) pada bagian atasnya dan dapat bergerak berayun-ayun (berangguk-angguk) (6) |
| MENUAI | Memotong padi (dengan ani-ani); mengetam padi; menjalankan panen; memanen; memetik hasil; menanggung akibat perbuatan sendiri (kiasan) (6) |
| MENUAM | Mengenakan tuam pada; menghangatkan tubuh dengan tuam; mengurut bagian tubuh yang sakit dengan tuam (6) |
| MENUAS | Mengangkat (mengungkit) dengan tuas (6) |
| MENUBA | Membunuh (ikan dan sebagainya) dengan tuba; menyakiti; menyiksa (hati dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| MENUET | Tarian rakyat Prancis, terutama populer pada abad ke-18, ditarikan oleh sepasang penari, gemulai, khidmat dengan langkah-langkah kecil dan rapat, berirama sedang; irama musik ¾ yang mengikuti sebuah sonata, simfoni dengan tempo adagio atau andante (6) |
| MENUIL | Menaikkan (mengungkit) dengan tuil (6) |
| MENUJU | Pergi ke arah; mengarah (ke); pergi (ke) jurusan; mengarah; mengabah; melemparkan, melontarkan, dan sebagainya arah ke; menjadikan maksud (sasaran, arah); memaksudkan; mendatangi; mengenakan tuju kepada (6) |
| MENUNG | Bermenung; diam sambil berpikir dalam-dalam; tepekur (6) |
| MENUNU | Menyalakan; mengobarkan; membakar; menyunu (6) |
| MENYUA | Menghadapkan (ayam yang akan diadu) (Minangkabau) (6) |
| MEPIDO | Permainan tradisional dengan memakai kemiri sebagai bahan mainan (Tolaki) (6) |
| MERABA | Menyentuh (memegang, menjamah) dengan telapak tangan karena hendak merasai atau mencari sesuatu; mencari sesuatu dalam saku; menggeledah (kiasan); menduga; mengira-ngira (kiasan); marah (Minangkabau) (6) |
| MERAGA | Seperti raga; kasap; berserabut; beraga; binatang liar; marga (6) |
| MERAGI | Membubuhi ragi pada; menjadi ragi; mewarnai (kain dan sebagainya); burung (Rostratula capensis) (6) |
| MERAGU | Mengganggu; mengacau (Minangkabau); menampilkan rekaman dalam format yang cocok untuk melihat secara cepat pada layar (Komputer dan Teknologi Informasi); merasa ragu (6) |
| MERAIH | Menggapai kemudian menarik (sesuatu) ke arah diri sendiri; mencapai; memperoleh (dengan susah payah); mengumpulkan; memperoleh; menarik (hati); memikat (orang) (kiasan); membeli (memborong) untuk dijual lagi (6) |
| MERAIS | Menyapu dengan mengumpulkan (sampah, repih-repih makanan, dan sebagainya) (6) |
| MERAJA | Berbuat sebagai raja (sesuka hati); berlagak sebagai raja; maharaja (6) |
| MERAMU | Mencari dan mengumpulkan bahan-bahan (akar-akaran, kayu-kayuan) yang diperlukan; meracik (6) |
| MERANA | Lama menderita sakit; selalu sakit-sakit; makin lama makin kurus; selalu menderita sedih (susah dan sebagainya) (6) |
| MERANG | Bekas tangkai padi yang sudah kering (6) |
| MERAPI | Gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia; gunung api paling aktif di Indonesia dengan ketinggian 2.968 mdpl yang terletak di antara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Sleman) dan Provinsi Jawa Tengah (Magelang, Boyolali, dan Klaten), dan pada tahun 2004 ditetapkan menjadi Taman Nasional gunung Merapi (TNGM) (6) |
| MERAPU | Memunguti (barang-barang yang terbuang atau tidak berguna); meminta sedekah; benda keramat atau pusaka keramat pada masyarakat Sumba (6) |
| MERASA | Mengalami rangsangan yang mengenai (menyentuh) indra (seperti yang dialami lidah, kulit, atau badan); mengalami rasa dalam hati (batin) (6) |
| MERASI | Meramalkan nasib, jodoh seseorang dengan menilik perhitungan bintang kelahiran (mimpi dan sebagainya); gugur semua daunnya (tentang pohon); merarasi (Minangkabau) (6) |
| MERATA | Menjadi rata; menular ke segala penjuru; tersiar; tersebar (6) |
| MERAUM | Mengaum (6) |
| MERAUN | Berjalan (berkendaraan) berkeliling; berjalan berputar-putar; meronda; berpatroli (6) |
| MERAUP | Menciduk dengan merapatkan kedua belah tangan; menciduk (mengumpulkan) dengan tangan; memperoleh banyak-banyak (kiasan) (6) |
| MERAUT | Melicinkan (menghaluskan, meruncingkan) dengan pisau dan sebagainya (6) |
| MERAWI | Beriwayat (tentang hadis); bercerita; mendongeng; meriwayat (6) |
| MERAYU | Merasa pilu; terharu; menyenangkan hati (menyedapkan hati, menawan), seperti hiburan dan sebagainya; membujuk (memikat) dengan kata-kata manis dan sebagainya; mengajukan permohonan (6) |
| MERBAH | Burung (6) |
| MERBAU | Pohon, termasuk suku Caesalpiniaceae (6) |
| MERBUK | Perkutut jawa; ketitir (6) |
| MERCED | Kota di Amerika Serikat (6) |
| MERCON | Peledak berupa bubuk yang dikemas dalam kertas dan sebagainya, biasanya bersumbu, digunakan untuk memeriahkan berbagai peristiwa; komponen cabai berjumlah banyak dalam suatu olahan masakan atau penganan yang menimbulkan sensasi sangat pedas dan seperti meledak dalam mulut (6) |
| MERDUK | Barang (harta benda yang) tidak berharga (6) |
| MEREBU | Masuk (banyak-banyak) sekaligus; menyerbu masuk (6) |
| MEREDA | Menjadi reda (6) |
| MEREKA | Menyusun (mengatur, mengarang) baik-baik; mencari akal (ikhtiar, daya upaya); memikirkan (sesuatu); merancang; merencanakan; membayangkan (dalam angan-angan); mencita-citakan; menduga; mengira-ngirakan; orang ketiga jamak (dia dengan yang lain); orang-orang yang dibicarakan (6) |
| MERGAT | Enau; aren (Arenga pinnata) (6) |
| MERGER | Penyatuan usaha sehingga tercapai pemilikan dan/atau pengawasan bersama; penggabungan; penggabungan dua atau lebih perusahaan di bawah satu pemilikan; pengambilalihan seluruh aktiva dan pasiva yang dimiliki suatu perusahaan untuk digabungkan dengan perusahaan yang mengambil alih atau perusahaan yang baru (6) |
| MERGUL | Mamalia karnivor semiakuatik, memiliki hidung berambut dan bibir bagian atas berwarna putih, makanannya ikan, ular air, katak, kadal, dan udang; berang-berang (Lutra sumatrana) (6) |
| MERIAH | Ramai yang bersifat sukaria (6) |
| MERIAM | Senjata berat yang larasnya besar dan panjang, pelurunya besar, sering diberi roda untuk memudahkan pengangkutannya (6) |
| MERIAP | Tumbuh atau bertambah besar; bertambah banyak (6) |
| MERIAS | Menghiasi; mendandani (6) |
| MERIBA | Memangku (6) |
| MERIBI | Banyak ingus berlepotan di wajah anak-anak (Banjar) (6) |
| MERICA | Tanaman merambat, seperti sirih, buahnya bulat kecil (Piper nigrum); buah tanaman merica; lada; sahang (6) |
| MERIDA | Kota di Spanyol, Meksiko, dan Venezuela (6) |
| MERJAN | Manik-manik (dari batu karang merah) untuk dibuat perhiasan, kalung, dan sebagainya (6) |
| MERODA | Menyerupai roda (Biologi) (6) |
| MEROMA | Memiliki banyak bulu yang halus dan jarang (Biologi) (6) |
| MERONA | Menjadi atau mengeluarkan warna (6) |
| MERSIK | Berbunyi keras dan nyaring; kering; tidak berair (tentang sambal); garing; kering; keras (tentang gorengan); kurus sekali; kurus kering (6) |
| MERSIN | Kota di Turki (6) |
| MERTUA | Ibu dari istri atau suami (6) |
| MERUAH | Mencurah; melimpah ruah; memanggil (dari jauh); menyeru (6) |
| MERUAK | Merata ke mana-mana; meluas (tentang api dan sebagainya); bertambah lebar; meroyak (tentang kudis); terbuka dan menjadi lebar; mengembang (tentang gulungan tikar, bibir yang terkatup, gulungan ular) (6) |
| MERUAP | Berbuih; membuih; mendidih dan melimpah; meluap; menguap (menjadi uap); membual; menyombong; bercakap besar (kiasan); merebak (bau) (kiasan); mendidih (kiasan) (6) |
| MERUBI | Bentuk hulu keris yang seperti ubi (6) |
| MERUBU | Merubu-rubu; pergi ke mana-mana (dengan tidak bertujuan); berkelana; meraba-raba atau mencari-cari ke sana kemari (dalam gelap) (6) |
| MERUDU | Berjalan membungkuk; melancar maju (seperti angsa berenang); berlari menuju atau mengarah (seperti itik) (6) |
| MERUGI | Mendapat rugi; menanggung rugi (6) |
| MERUJI | Membuat ruji (6) |
| MERUKU | Berbunyi ruku (tentang burung tekukur) (6) |
| MERUOK | Berbuih; membual (Minangkabau); meluap; mendidih (Minangkabau); marah (kiasan/Minangkabau) (6) |
| MERUPA | Menampakkan diri (tentang jin, hantu, dan sebagainya); angan-angan tampak rupanya; menjadi berwujud; menampakkan diri; tampak membayang (dalam mimpi, angan-angan) (6) |
| MESARA | Belanja; gaji; sara (6) |
| MESIAS | Yang Diurapi, gelar yang diberikan kepada Yesus karena Yesus adalah Juru Selamat yang dijanjikan untuk menyelamatkan umat manusia; Almasih (Agama Kristen) (6) |
| MESTRE | Kota di Italia (6) |
| MESUJI | Kabupaten di Provinsi Lampung (6) |
| METANA | Gas tanpa warna dan tanpa bau, yang dapat meledak jika dicampur dengan udara, sifatnya lebih ringan daripada udara (CH4) (6) |
| METARI | Mentari; matahari (6) |
| METEOR | Lintasan terang di angkasa yang disebabkan oleh meteoroid yang masuk ke dalam atmosfer planet, terbakar dan menyala karena gesekan udara, pada umumnya habis terbakar sebelum mencapai permukaan, jika bersisa maka jatuh sebagai meteorit (Astronomi) (6) |
| METODE | Cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan; sikap sekelompok sarjana terhadap bahasa atau linguistik (Linguistik); prinsip dan praktik pengajaran bahasa, misalnya metode langsung dan metode terjemahan (Linguistik); langkah-langkah kreatif aktor dengan motivasi-motivasi batin tokoh untuk menemukan sosok tokoh dan perannya dalam cerita dramatik (Kesenian) (6) |
| METRIK | Ilmu tentang irama (ritme) dalam puisi; yang berhubungan dengan ukuran; yang mengenai sistem desimal yang menggunakan meter sebagai ukuran panjang dan gram sebagai ukuran berat; abstraksi tentang jarak (Matematika) (6) |
| METRIS | Berhubungan dengan ritme; tersusun dalam ritme (tidak dalam proses biasa); berhubungan dengan ukuran (sistem desimal) (6) |
| METRUM | Ukuran irama yang ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata dalam setiap baris (Sastra); pergantian naik turun suara secara teratur dengan pembagian suku kata yang ditentukan oleh golongan sintaksis (Sastra) (6) |
| METTUR | Kota di India (6) |
| METUNA | Radikal CH yang terikat pada dua atom karbon lain (Kimia) (6) |
| MEURAH | Gelar raja-raja di Aceh sebelum kedatangan agama Islam (6) |
| MEWARA | Membawakan acara dalam suatu upacara, pertemuan, dan sebagainya (6) |
| MEWARI | Mengangkat seseorang menjadi kerabat (Lampung) (6) |
| MEWIRU | Melipat-lipat kain (6) |
| MEYACH | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Manokwari, Papua; Meiyah, Meaks; Meah; Meyak; Meyah (6) |
| MEYBOD | Kota di Iran (6) |
| MFLOPS | Megaflop (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| MIACEH | Mi berwarna kuning dan tebal, dimasak dengan bumbu rempah yang kental dan pedas, dicampur dengan daging irisan daging sapi, daging kambing, kepiting, udang, atau cumi, biasanya disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun (6) |
| MIASMA | Racun yang keluar dari tanah atau rawa (6) |
| MIAYAM | Mi yang dimasak, berkaldu dan dihidangkan dengan potongan daging ayam dan daun sawi hijau (6) |
| MIDYAT | Kota di Turki (6) |
| MIELEC | Kota di Polandia (6) |
| MIELIN | Selubung yang melindungi saraf, berperan penting untuk penyampaian pesan dari otak ke seluruh tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| MIGRAN | Orang (hewan) yang melakukan migrasi (6) |
| MIGREN | Sakit kepala yang disertai rasa nyeri berdenyut pada satu sisi saja dan timbul dalam bentuk serangan, biasanya terdapat pada wanita; nyeri kepala sebelah (Kedokteran dan Fisiologi); migrain (6) |
| MIHARA | Kota di Jepang (6) |
| MIHRAB | Ruang kecil di langgar atau di masjid, tempat imam memimpin salat berjemaah (6) |
| MIJUHI | Mi khas Betawi yang disajikan dengan daun selada, potongan timun, irisan kol, mi kuning, kentang rebus, juhi (cumi atau sotong), dan bumbu kacang (6) |
| MIKAIL | Malaikat yang bertugas membagikan rezeki (6) |
| MIKRAJ | Perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dari Masjidilaksa ke Sidratulmuntaha (langit ke tujuh) pada malam hari yang intinya menerima perintah salat lima waktu (Agama Islam) (6) |
| MIKROB | Organisme yang sangat kecil ukurannya sehingga untuk mengamatinya secara jelas diperlukan mikroskop (6) |
| MIKRON | Satuan ukuran panjang yang sama dengan sepersejuta meter (10-6 m) (6) |
| MIKSER | Alat pengocok atau pengaduk (adonan dan sebagainya) (6) |
| MILIAR | Seribu juta (6) |
| MILIDI | Penganan yang dibuat dari adonan terigu, sagu, puder kue, telur, dan penyedap rasa yang digiling dan dipotong tipis-tipis menyerupai lidi, digoreng, dan diberi bubuk cabai, rasanya gurih pedas; lidi-lidian (Tata Boga) (6) |
| MILIEU | Lingkungan (ungkapan/Prancis) (6) |
| MILISI | Kewajiban masuk tentara untuk masa tertentu; orang yang menjadi prajurit karena memenuhi wajib militer (6) |
| MILIUN | Juta (6) |
| MILTON | Kota di Kanada (6) |
| MIMBAR | Panggung kecil tempat berkhotbah (berpidato); tempat melahirkan pikiran dan menyatakan pendapat (seperti surat kabar) (kiasan) (6) |
| MIMIKA | Kabupaten di Provinsi Papua Tengah, ibu kotanya Timika, Distrik Mimika Baru; suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah; Kamoro; Mukamuga; Lakahia; Nefarpi (6) |
| MIMOSA | Tumbuhan perdu suku Mimosaceae, kebanyakan berduri, daunnya bersirip ganda dan berbulu, bunganya berbentuk genta kecil dalam karangan, berbenang sari merah, ungu, atau putih (Biologi) (6) |
| MINATO | Kota di Jepang (6) |
| MINCID | Gerak kaki melangkah ke depan dengan telapak kaki serong (Sunda) (6) |
| MINDEN | Kota di Jerman (6) |
| MINDER | Rendah diri (6) |
| MINDIT | Taring anjing untuk hiasan (Muyu) (6) |
| MINEUR | Bernada rendah (ungkapan/Musik/Prancis) (6) |
| MINGGU | Hari pertama dalam jangka waktu satu minggu; Ahad; jangka waktu yang lamanya tujuh hari; pekan (6) |
| MINHAJ | Jalan (Arab); cara; metode (Arab) (6) |
| MINIUM | Oksida merah timah yang dipakai sebagai bahan pembuat aki, baterai, kaca, cat, dan sebagainya; timah merah (6) |
| MINTAK | Ikat pinggang; sabuk; kendit (Arab) (6) |
| MINYAK | Zat cair berlemak, biasanya kental, tidak larut dalam air, larut dalam eter dan alkohol, mudah terbakar, bergantung pada asalnya, dikelompokkan sebagai minyak nabati, hewani, atau mineral dan bergantung pada sifatnya terhadap pemanasan dapat dikelompokkan sebagai asiri atau tetap (6) |
| MINZHU | Kota di Cina (6) |
| MIOPIA | Keadaan mata yang dapat melihat dari jarak dekat lebih baik daripada jarak jauh; cadok; rabun jauh (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| MIOSET | Sel yang dapat berkontraksi, khususnya sel otot (Biologi) (6) |
| MIOSIN | Protein yang biasanya bersama dengan aktina menghasilkan gerakan sel (Biologi) (6) |
| MIOSIS | Penyempitan pupil mata (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| MIOTIK | Berkenaan dengan miosis (Kedokteran dan Fisiologi); obat yang menyebabkan miosis (Farmasi dan Farmakologi) (6) |
| MIRING | Berkenaan dengan sisi yang satu lebih tinggi daripada sisi yang lain (tentang garis atau permukaan) rendah sebelah; tidak datar; landai; tidak tegak lurus; condong; senget; agak gila; kurang waras; sinting (kiasan); agak murah (kiasan) (6) |
| MISBAH | Pelita; lampu; lentera (Arab) (6) |
| MISBAR | Perpindahan pegawai antarinstansi; gerimis bubar (akronim) (6) |
| MISHAN | Kota di Cina (6) |
| MISKAL | Ukuran berat untuk menimbang emas atau perak (4,2 g) (Arab) (6) |
| MISKIN | Tidak berharta; serba kekurangan (berpenghasilan sangat rendah) (6) |
| MISTAR | Kayu penggaris; kayu lurus pada bagian atas gawang (tentang sepak bola dan sebagainya); kayu palang yang dipasang melintang pada dua tiang (tonggak) sebagai batas loncatan (pada loncat tinggi); garis; baris; bungkus; kulit (Arab); perbuatan atau tindakan menutupi (Arab) (6) |
| MISTER | Tuan (kata sapaan untuk orang asing) (Inggris) (6) |
| MISTIK | Subsistem yang ada dalam hampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dengan Tuhan; tasawuf; suluk; hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia yang biasa (6) |
| MISTIS | Bersifat mistik (6) |
| MISTRI | Awak kapal yang tugasnya, antara lain, membuka dan menutup lubang palka, secara teratur setiap selang waktu tertentu, menduga tangki, menangani dan memelihara jangkar dan rantainya, serta memelihara geladak kayu (Pelayaran) (6) |
| MISWAK | Ranting atau batang pohon dari famili Salvadora Persica, biasa digunakan untuk membersihkan gigi dari kotoran; siwak (6) |
| MISWAT | Setan yang tugasnya menyiarkan desas-desus, fitnah, kabar angin, dan pidato dusta sehingga masyarakat menjadi kacau karena berita bohong menjadi tolok ukur (Arab) (6) |
| MITASI | Imitasi (6) |
| MIYAKO | Kota di Jepang (6) |
| MIYANG | Kota di Cina (6) |
| MIZHOU | Kota di Cina (6) |
| MKESJA | Magister kesehatan kerja (singkatan) (6) |
| MOABIT | Kota di Jerman (6) |
| MOANDA | Kota di Republik Kongo (6) |
| MOBARA | Kota di Jepang (6) |
| MOBILE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| MOBITI | Permainan dengan adu betis, yang biasa dilakukan kaum laki-laki, yang sakit itulah yang kalah (Tolaki) (6) |
| MOBNAS | Mobil nasional (akronim) (6) |
| MOCOCA | Kota di Brasil (6) |
| MODANG | Ragam hias di tengah selendang batik Cirebon (Sunda) (6) |
| MODASA | Kota di India (6) |
| MODENA | Kota di Italia (6) |
| MODERN | Terbaru; mutakhir; sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman (6) |
| MODERO | Berbalas pantun oleh sekelompok muda-mudi dengan gerak melingkar (Muna); tarian yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang berpasang-pasangan diringi oleh musik gambus (Wolio) (6) |
| MOHAIR | Kain yang ditenun dari bulu kambing angora; bulu (6) |
| MOHALI | Kota di India (6) |
| MOIETY | Pembagian atas dua atau lebih dalam beberapa suku bangsa (ungkapan/Antropologi/Inggris) (6) |
| MOJANG | Perawan; gadis (Sunda) (6) |
| MOKOLO | Kota di Kamerun (6) |
| MOLASE | Produk yang dihasilkan selama pembuatan gula, berupa cairan kental berwarna cokelat dan dapat digunakan sebagai campuran bahan makanan ternak (6) |
| MOLEST | Kerusakan karena huru-hara atau perang (ungkapan/Belanda) (6) |
| MOLTON | Kain tebal yang dapat menyerap cairan, diletakkan di bawah taplak meja (6) |
| MOLULU | Pesta panen atau pesta perkawinan, berbentuk lingkaran dan saling berpegangan, biasanya dijadikan ajang untuk mencari jodoh (Tolaki) (6) |
| MOMANG | Bakal buah kelapa (Gayo) (6) |
| MOMBUM | Suku bangsa yang mendiami Pulau Komelom (Komolom) di bagian selatan Papua (6) |
| MOMOLO | Ragam hias pada atap atau kubah masjid (Sunda) (6) |
| MOMONG | Mengasuh (anak) (Jawa) (6) |
| MOMUNA | Suku bangsa yang mendiami daerah dataran tinggi di bagian selatan Pegunungan Jayawijaya sebelah selatan Wamena (6) |
| MONACO | Sebuah klub sepak bola Ligue 1 Prancis yang bermarkas di Monako (6) |
| MONAKO | Negara yang terletak di Eropa Selatan, beribu kota Monako (6) |
| MONCER | Bersinar; cemerlang (6) |
| MONCOR | Mengalir ke luar; memancur (Jawa); sakit buang-buang air (sakit berak-berak) (Jawa) (6) |
| MONDOH | Ikan yang hidup di air laut atau payau, bentuk memanjang dengan mulut lancip, panjangnya mencapai 200 cm, berat mencapai 68 kg, umur mencapai 15 tahun, hidup di terumbu karang perairan subtropis, tersebar di perairan Kanada, sampai Bermuda dan Massachusett, Maroko ke selatan sampai Afrika Selatan, Afrika Timur dan Hokkaido, Jepang sampai Australia (Rachycentron canadum) (6) |
| MONDOK | Pendek gemuk (tentang bentuk sesuatu) (6) |
| MONDOU | Sukun hutan yang menjadi makanan pokok pada masa lampau di Jazirah Onim (Fakfak) (6) |
| MONGGO | Silakan (Jawa) (6) |
| MONGOL | Masyarakat nomad yang mendiami daerah Mongolia dan mendirikan kerajaan pada abad ke-3 M; bahasa yang dituturkan oleh orang Mongol (6) |
| MONKEY | Monyet; kera (Inggris) (6) |
| MONODI | Sajak yang dinyanyikan seorang pemeran dalam tragedi Yunani (Sastra); sajak duka yang dibawakan oleh satu orang dalam meratapi kematian seseorang (Sastra) (6) |
| MONSUN | Iklim yang ditandai oleh pergantian arah angin dan musim hujan atau kemarau selang lebih kurang enam bulan, mengikuti posisi matahari pada bulan Juni dan Desember, terdapat di daerah tropis dan subtropis yang diapit oleh benua dan samudra (6) |
| MONTEK | Jukung kecil tidak bercadik yang diikatkan di belakang perahu, berfungsi sebagai sekoci (Madura) (6) |
| MONTIR | Orang yang pekerjaannya memasang, memperbaiki, dan sebagainya mesin kendaraan bermotor, dan sebagainya yang rusak (6) |
| MONTIT | Lokomotif kereta api perkebunan (Jawa) (6) |
| MONTOK | Gemuk berisi; gemuk padat; sintal; besar dan berisi (tentang buah dada) (6) |
| MONYET | Primata yang memiliki ekor, ukuran lengan sama atau lebih pendek daripada ukuran kaki, berjalan dengan menggunakan kedua lengan dan kakinya (Cercopithedae) (6) |
| MONYOS | Mendapat malu (karena kalah dan sebagainya); malu; kemalu-maluan (6) |
| MONYWA | Kota di Myanmar (6) |
| MOPELA | Jenis rubah yang hidup dalam lubang (6) |
| MORAID | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (6) |
| MORDAN | Pengikat zat warna agar tidak melarut dalam air atau kelembapan (Kimia) (6) |
| MORENA | Kota di India (6) |
| MORFEM | Satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna secara relatif stabil dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil (Linguistik) (6) |
| MORFIN | Zat yang diekstraksi dari opium dengan proses maserasi opium dalam air kemudian diendapkan dengan amonia, digunakan sebagai obat penghilang rasa nyeri dan penenteram, digunakan dengan takaran besar berkhasiat sebagai obat bius dan apabila sering dipakai, takarannya makin lama terpaksa makin diperbanyak sehingga mengakibatkan kecanduan (6) |
| MORIYA | Kota di Jepang (6) |
| MORLEY | Kota di Inggris (6) |
| MORMON | Sekte agama yang didirikan di Amerika pada tahun 1830 oleh Joseph Smith (6) |
| MORONG | Cerek tempat air teh; bagian pohon kelapa yang berfungsi sebagai pembungkus bakal buah kelapa berwarna hitam setelah kelapa tua, biasa dipakai sebagai bahan bakar (Muna) (6) |
| MORONI | Ibu kota Komoro (6) |
| MORTAR | Campuran semen, pasir, dan kapur mati untuk menempelkan batu bata; lumpang, lazim dibuat dari porselen atau batu (6) |
| MORTEM | Kematian (Latin) (6) |
| MORTIR | Meriam kecil (pendek); peluru dari meriam kecil (6) |
| MORULA | Tahap awal embrio yang berumur 3–4 hari setelah pembuahan, berbentuk seperti bola, terdiri atas 16 sel yang disebut blastomer (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| MORWAP | Suku bangsa yang mendiami daerah timur Laut Kaureh, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (6) |
| MOSAIK | Seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat; susunan foto udara yang telah disambung satu dengan lainnya sedemikian rupa sehingga membentuk gambaran yang mencakup suatu daerah tertentu; penyakit virus pada tumbuhan yang dijangkitkan oleh serangga dan menyebabkan bercak kekuning-kuningan pada daun (6) |
| MOSANA | Suku bangsa yang mendiami Pulau Salawati bagian timur dan sekitar Kota Sorong; Moi; Mekwai (6) |
| MOSKOW | Ibu kota Rusia (6) |
| MOSSAD | Dinas rahasia Israel (6) |
| MOSTAR | Kota di Bosnia dan Herzegovina (6) |
| MOSTER | Penyedap makanan, bentuknya seperti krim, berwarna kuning, diolah dari biji moster hitam (Brassica nigra) (6) |
| MOTRIL | Kota di Spanyol (6) |
| MOWEWE | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Kendari dan Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (6) |
| MPANDA | Kota di Tanzania (6) |
| MPDKED | Magister pendidikan kedokteran (singkatan) (6) |
| MSAKEN | Kota di Tunisia (6) |
| MSIMED | Magister biomedik (singkatan) (6) |
| MTWARA | Kota di Tanzania (6) |
| MUALAF | Orang yang baru masuk Islam; orang yang imannya belum kukuh karena baru masuk Islam; penerbitan (buku) (Arab) (6) |
| MUALIF | Pengarang (Arab) (6) |
| MUALIM | Ahli agama; guru agama; penunjuk jalan; perwira kapal berijazah pelayaran niaga nautika (6) |
| MUANAS | Feminin (Arab) (6) |
| MUASIR | Modern (6) |
| MUATAN | Barang yang diangkut dengan kendaraan; isi (kapal dan sebagainya); jumlah listrik positif atau jumlah listrik negatif yang ada pada benda (Fisika) (6) |
| MUAZAM | Yang dimuliakan; yang terhormat (6) |
| MUAZIN | Orang yang menyerukan azan; juru azan; bilal; lebai di kampung; modin (6) |
| MUFLIS | Tidak mampu membayar utang; bangkrut (Arab) (6) |
| MUFRAD | Tunggal (lawan jamak) (Arab) (6) |
| MUHAMI | Pengacara; advokat; pembela (Arab) (6) |
| MUHDAS | Bidah (6) |
| MUHRIM | Orang yang sedang mengerjakan ihram (Agama Islam); orang laki-laki yang dianggap dapat menjaga dan melindungi wanita yang melakukan ibadah haji dan/atau umrah (Agama Islam) (6) |
| MUHSAN | Pria baik-baik (6) |
| MUHSIN | Orang yang baik hati, akhlak, dan amalnya; yang baik perjalanan hidupnya; yang saleh (Arab); orang yang baik dan berbuat kebaikan (Agama Islam) (6) |
| MUJAIR | Ikan yang hidup di ekosistem perairan tawar dan payau, ukurannya dapat mencapai 39 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, memiliki lubang hidung tunggal pada tiap sisi kepala dan gurat sisinya terbagi dua, warnanya abu-abu kehitaman, berasal dari Afrika dan terintroduksi ke Indonesia (Oreochromis mossambicus) (6) |
| MUJANG | Hamba; abdi; bujang; pembujangan (6) |
| MUJARI | Pohon, daunnya dikunyah sebagai sirih (Minangkabau) (6) |
| MUJBIR | Orang yang memaksakan sesuatu; orang yang melaksanakan ijbar (Arab) (6) |
| MUKENA | Kain selubung berjahit (biasanya berwarna putih) untuk menutup aurat wanita Islam pada waktu salat; telekung (6) |
| MUKMIN | Orang yang beriman (percaya) kepada Allah Swt. (Agama Islam) (6) |
| MUKONO | Kota di Uganda (6) |
| MUKOSA | Lapisan jaringan yang membatasi rongga saluran cerna dan saluran napas; selaput lendir (6) |
| MULATO | Blasteran kulit hitam (Negro) dan kulit putih (6) |
| MULHID | Orang yang sesat; orang yang tidak percaya kepada Tuhan (Agama Islam) (6) |
| MULLAH | Tokoh agama; ulama (Parsi); sarjana; cendekiawan (Parsi) (6) |
| MULTAN | Kota di Pakistan (6) |
| MUMBAI | Kota di India (6) |
| MUMBUL | Melompat (terlompat) naik; melanting; membubung; melambung (6) |
| MUNARA | Gunung dengan ketinggian 1.119 mdpl, terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat (6) |
| MUNCIE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| MUNCUL | Menyembul; keluar menampakkan diri; timbul; terbit (6) |
| MUNCUS | Tidak manjur; tidak mempan (Minangkabau) (6) |
| MUNDAM | Jambang atau bokor besar yang terbuat dari logam atau tanah liat, biasanya untuk tempat memandikan anak-anak raja; hudai (6) |
| MUNDUR | Berjalan (bergerak) ke belakang; berkurang (mutu, kecakapan, dan sebagainya); menjadi buruk (kurang sehat, kurang baik, dan sebagainya) (kiasan); kurang maju, laku, ramai, dan sebagainya (tentang perdagangan dan sebagainya) (kiasan); menunda pengiriman ulang yang dipaksakan oleh protokol kontrol akses medium setelah sebuah simpul jaringan dengan data yang ditransmisikan menentukan bahwa media fisik sudah digunakan (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| MUNGGE | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Papua; Mekwei; Menggei; Munggai; Menggwei; Munkei; Mooi; Moi; Mekwai (6) |
| MUNGGU | Longgok (timbunan) tanah di tengah sawah; bukit kecil; karang yang membukit (6) |
| MUNGIL | Kecil elok; molek; lucu menarik hati karena eloknya (tentang kanak-kanak) (6) |
| MUNGSI | Tumbuhan terna yang buahnya dapat dibuat obat sakit perut kembung atau mulas (dicampur dengan jintan, jemuju, dan sebagainya) (Carum copticum) (6) |
| MUNGUT | Goyah (tidak teguh); tertatih-tatih; terhuyung-huyung, seperti orang mabuk (6) |
| MUNICH | Kota di Jerman (6) |
| MUNKEI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Papua; Mekwei; Menggei; Munggai; Mungge; Menggwei; Mooi; Moi (6) |
| MUNNAR | Kota di India (6) |
| MUNSYI | Guru bahasa; ahli bahasa; pujangga (6) |
| MUNTAH | Keluar kembali (tentang makanan, minuman, dan sebagainya) yang telah masuk ke dalam mulut atau perut; barang yang dimuntahkan; muntahan; luntur (tentang warna); lepas dari (kiasan) (6) |
| MUNTOK | Ibu kota Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (6) |
| MUNTUL | Tumpul; majal (tidak tajam) (Melayu Jakarta) (6) |
| MUNTUP | Muncul (6) |
| MUNYUK | Kera; monyet (Jawa) (6) |
| MURANG | Tali api-api untuk memasang meriam (6) |
| MURBEI | Tumbuhan perdu, daunnya yang mirip daun kembang sepatu dijadikan makanan ulat sutra, buahnya agak masam, dapat dimakan atau dibuat bahan sirop; besaran; bebesaran; kertau (Morus alba) atau (Morus indica) (6) |
| MURCIA | Kota di Spanyol (6) |
| MURIAE | Kota di Brasil (6) |
| MURING | Marah (6) |
| MURSAL | Utusan; yang diutus (rasul) (Agama Islam); hadis yang diriwayatkan oleh para tabiin langsung dari Nabi Muhammad saw. (Agama Islam); berkelakuan tidak baik; suka berbuat yang menyimpang dari aturan (Jawa) (6) |
| MURTAD | Berbalik belakang; berbalik kafir; membuang iman; berganti menjadi ingkar (6) |
| MURUAH | Kehormatan diri; harga diri; nama baik (6) |
| MURUNG | Mudah sedih; masygul (6) |
| MUSALA | Tempat salat; langgar; surau; tikar salat; sajadah (6) |
| MUSANG | Mamalia karnivor bermoncong panjang, bertungkai pendek, rambut berwarna abu-abu sampai abu-abu kehitam-hitaman dengan corak tutul dan garis, ekornya panjang, aktif di malam hari; keluai (Viverrividae) (6) |
| MUSARA | Gaji; ransum; sara (6) |
| MUSEUM | Gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni, dan ilmu; tempat menyimpan barang kuno; bangunan (gedung) untuk menyimpan barang-barang kuno (6) |
| MUSHAF | Bagian naskah Al-Qur'an yang bertulis tangan (Arab) (6) |
| MUSISI | Orang yang mencipta, memimpin, atau menampilkan musik; pencipta atau pemain musik; musikus (6) |
| MUSKAT | Ibu kota Oman (6) |
| MUSKER | Musyawarah kerja (akronim) (6) |
| MUSKET | Senapan; bedil (6) |
| MUSKIL | Sukar; sulit; pelik (6) |
| MUSLIH | Orang yang membawa perbaikan (6) |
| MUSLIM | Penganut agama Islam (6) |
| MUSLIN | Bahan tenun berupa katun putih polos dengan corak seperti kasa, tetapi kemudian juga digunakan untuk macam bahan yang bermotif bunga, bintik, dan sebagainya (6) |
| MUSNAD | Hadis yang sanadnya bersambung dari para rawinya sampai ke Nabi Muhammad saw. (Agama Islam); kitab kumpulan hadis berdasarkan rawinya (Agama Islam) (6) |
| MUSNAH | Lenyap; binasa; hilang (6) |
| MUSNID | Orang yang sudah mampu meriwayatkan hadis dengan menyebutkan sanadnya sekalipun belum tahu persis (Agama Islam) (6) |
| MUSOMA | Kota di Tanzania (6) |
| MUSPIN | Musyawarah pimpinan (akronim) (6) |
| MUSPRA | Menjadi tidak berguna; sia-sia (Jawa) (6) |
| MUSTAR | Pasta yang dibuat dari biji tanaman yang dihancurkan, biasanya dimakan dengan daging atau digunakan sebagai bahan masakan (Tata Boga); warna kuning gelap atau kuning kecokelatan (6) |
| MUTAKI | Orang yang takwa kepada Allah Swt.; orang yang saleh (6) |
| MUTARE | Kota di Zimbabwe (6) |
| MUTASI | Pemindahan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain (Administrasi dan Kepegawaian); perubahan yang terjadi mendadak dalam kromosom (Biologi); perubahan dalam bentuk, kualitas atau sifat lain (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| MUTLAK | Mengenai segenapnya (segalanya); seutuhnya; tiada terbatas; penuh; tidak boleh tidak; harus ada (6) |
| MUTUNG | Patah hati sehingga tidak mau melanjutkan hubungan dan sebagainya; musnah terbakar (6) |
| MUUHAN | Memasukkan bibit tanaman ke dalam lubang tanam (Sunda) (6) |
| MUWARI | Mengakui seseorang menjadi kerabat atau anggota keluarga (digunakan di daerah Lampung) (6) |
| MUZAKI | Orang yang (wajib) membayar zakat (Agama Islam) (6) |
| MUZHIB | Setan yang bertugas mengganggu orang yang berwudu agar waswas (Arab) (6) |
| MWANZA | Kota di Tanzania (6) |
| MYAYDO | Kota di Myanmar (6) |
| MYSORE | Kota di India (6) |
| NABARI | Kota di Jepang (6) |
| NABATI | Mengenai (berasal dari) tumbuh-tumbuhan (6) |
| NABAUN | Berita (peristiwa) besar (Arab) (6) |
| NABAWI | Berkenaan dengan nabi (Arab) (6) |
| NABEUL | Kota di Tunisia (6) |
| NABIAH | Penjara perempuan; pembawa berita (perempuan) (6) |
| NABIRE | Kabupaten di Provinsi Papua Tengah, ibu kotanya Nabire; ibu kota Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah (6) |
| NABLUS | Kota di Palestina (6) |
| NACALA | Kota di Mozambik (6) |
| NADIAD | Kota di India (6) |
| NAFIRI | Trompet panjang (6) |
| NAFKAH | Belanja untuk hidup; (uang) pendapatan; bekal hidup sehari-hari; rezeki (6) |
| NAFTOL | Zat kristal antiseptik dari ter batu bara, terdapat dalam dua bentuk, alfa dan beta (C10H7OH) (Kimia) (6) |
| NAGANO | Kota di Jepang (6) |
| NAGARI | Wilayah atau sekumpulan kampung yang dipimpin (dikepalai) oleh seorang penghulu; distrik (Minangkabau) (6) |
| NAGAUR | Kota di India (6) |
| NAGINA | Kota di India (6) |
| NAGOYA | Kota di Jepang (6) |
| NAGPUR | Kota di India (6) |
| NAJAAR | Musim gugur atau musim rontok (Belanda) (6) |
| NAJRAN | Kota di Arab Saudi (6) |
| NAKARA | Nekara (6) |
| NAKURU | Kota di Kenya (6) |
| NALURI | Dorongan hati atau nafsu yang dibawa sejak lahir; pembawaan alami yang tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu; insting; perbuatan atau reaksi yang sangat majemuk dan tidak dipelajari yang dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pada semua jenis makhluk hidup (Psikologi); serangkaian kegiatan refleks terkoordinasi, masing-masing terjadi apabila yang sebelumnya telah diselesaikan; reaksi yang tidak bergantung pada pengalaman (Biologi) (6) |
| NAMIBE | Kota di Angola (6) |
| NAMLEA | Ibu kota Kabupaten Buru, Provinsi Maluku (6) |
| NAMNAM | Pohon yang batangnya berbenjol-benjol, mencapai tinggi 12 m, daun yang muda berwarna merah muda, buahnya melekat pada pohon berbentuk seperti ginjal, berlekuk-lekuk, berwarna hijau kecokelat-cokelatan, dagingnya putih kekuning-kuningan dan rasanya masam; anjing-anjing; puki anjing (Cynometra cauliflora); buah namnam; buah anjing-anjing (6) |
| NAMPAN | Baki; talam; dulang (6) |
| NAMRUT | Nama raja Babilonia (sekarang Irak) yang berkuasa pada masa Nabi Ibrahim as. (6) |
| NANANG | Memikirkan sesuatu dalam-dalam; merenung; tafakur (6) |
| NANDED | Kota di India (6) |
| NANGEN | Kota di Korea Selatan (6) |
| NANGKA | Pohon yang mencapai tinggi 10–15 m, kayunya berwarna kuning dan berkulit hitam, daunnya kaku agak bundar sebesar tapak tangan orang dewasa dan berwarna hijau tua, kulit buahnya berduri yang tidak tajam dan bergetah, buah yang muda untuk sayur, sedangkan yang masak dimakan sebagai buah (Artocarpus heterophyllus); buah nangka; daging buah nangka, berbiji, kalau masak berwarna kuning tua (6) |
| NANGUI | Babi kecil yang banyak anaknya (Sus barbatus) (6) |
| NANTAI | Kota di Cina (6) |
| NANTES | Kota di Prancis (6) |
| NANTOU | Kota di Taiwan (6) |
| NAPALM | Bahan kimia (naftena dan palmitat) untuk membuat bensin kental; bensin beku-kental untuk mengisi bom pembakar (6) |
| NAPIER | Kota di Selandia Baru (6) |
| NAPLES | Kota di Italia (6) |
| NAPOLI | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Napoli dengan pertandingan kandang di Stadio Diego Armando Maradona; kota terbesar ketiga di Italia (6) |
| NARAIL | Kota di Bangladesh (6) |
| NARANG | Membaca mantra supaya hujan tidak turun (Alas) (6) |
| NARASI | Kisah; cerita; cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa; kisahan (Sastra); tema suatu karya seni (Sastra); teks yang menceritakan peristiwa atau kejadian secara detail dan kronogis, dapat berupa fiksi maupun nonfiksi, bertujuan untuk menghibur atau memberikan wawasan kepada pembacanya, biasanya ditulis dalam bentuk novel, cerita pendek, biografi dan lain-lain (Linguistik) (6) |
| NARITA | Bandara di kota Tokyo, Jepang; kota di Jepang (6) |
| NAROSA | Musala kecil di tepi sungai (biasanya untuk 3–5 orang) (Melayu Riau) (6) |
| NARSIS | Berbangga diri; tumbuhan berbunga putih, krem, atau kuning, terdapat di daerah subtropis (Amarylidaceae); bunga narsis (6) |
| NARSUM | Narasumber (akronim) (6) |
| NARUTO | Salah satu serial anime yang terkenal (6) |
| NASHIK | Kota di India (6) |
| NASHUA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| NASIKH | Menghapuskan (6) |
| NASION | Bangsa (6) |
| NASKAH | Karangan yang masih ditulis dengan tangan; karangan seseorang yang belum diterbitkan; bahan-bahan berita yang siap untuk diset; rancangan; karya cipta seseorang yang dianggap sebagai karya asli (Ilmu Komunikasi) (6) |
| NASSAU | Ibu kota Bahama (6) |
| NASYID | Lagu yang mengandung unsur keislaman (biasanya dinyanyikan secara berkelompok) (Arab) (6) |
| NATANG | Tingkap atau jendela kecil (6) |
| NATARU | Natal dan Tahun Baru (akronim) (6) |
| NATORE | Kota di Bangladesh (6) |
| NATRON | Campuran dari empat jenis garam, yakni sodium karbonat, sodium bikarbonat, sodium klorida, dan sodium sulfat (6) |
| NATUNA | Kabupaten di Kepulauan Riau, terkenal dengan sebutan Mutiara Laut atau Gerbang Utaraku (6) |
| NATURA | Barang yang sebenarnya, bukan dalam bentuk uang (tentang pembayaran) (6) |
| NAUSEA | Rasa akan muntah; rasa mual (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| NAUTIK | Bersangkutan dengan kelautan atau pembuatan kapal (6) |
| NAVOIY | Kota di Uzbekistan (6) |
| NAWADA | Kota di India (6) |
| NAWALA | Lembaran cetakan berupa pamflet atau surat kabar yang diterbitkan pada waktu-waktu tertentu yang berisi tentang perkembangan perusahaan (Ilmu Komunikasi) (6) |
| NAYAGA | Penabuh gamelan (Madura) (6) |
| NAYAKA | Menteri (6) |
| NAZRAN | Kota di Rusia (6) |
| NAZRET | Kota di Etiopia (6) |
| NDUGWA | Suku bangsa yang mendiami dataran tinggi Pegunungan Jayawijaya, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan (6) |
| NEBENG | Ikut serta (makan, naik kendaraan, dan sebagainya) dengan tidak usah membayar; menebeng (6) |
| NEBULA | Awan di angkasa luar (dari bumi kelihatan seperti bintang yang bersinar redup); sekelompok bintang di langit yang tampak sebagai kabut atau gas pijar bercahaya (6) |
| NEFRIT | Batu mulia yang bening atau buram, ada yang hijau muda, hijau tua, atau cokelat; batu giok (Geografi dan Geologi) (6) |
| NEFRON | Unit fungsional ginjal; bagian ginjal yang berekskresi (6) |
| NEGARA | Organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyat; kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya; ibu kota Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali (6) |
| NEGASI | Penyangkalan; peniadaan; kata sangkalan (misalnya kata tidak, bukan) (6) |
| NEGERI | Tanah tempat tinggal suatu bangsa; kampung halaman; tempat kelahiran; negara; pemerintah (lawan kata swasta); nagari (6) |
| NEGOSI | Perdagangan; perniagaan (6) |
| NEKARA | Gendang besar terbuat dari perunggu berhiaskan ukiran orang menari (perahu, topeng, dan sebagainya), peninggalan dari Zaman Perunggu, dipergunakan dalam upacara keagamaan; kobah; nobat; nakara (Antropologi) (6) |
| NEKSUS | Kesalingbergantungan antara dua unsur benda atau peristiwa (Ilmu Komunikasi) (6) |
| NEKTAR | Minuman para dewa (Yunani dan Romawi); minuman yang dapat memberikan kenikmatan; cairan manis yang terdapat pada bunga yang biasa diserap lebah, merupakan bahan utama untuk madu (Botani) (6) |
| NEKTON | Organisme makroskopis yang berenang secara aktif dalam air, seperti ikan (6) |
| NELSON | Kota di Selandia Baru (6) |
| NEMPIL | Membeli dalam jumlah sangat sedikit kepada pedagang (bukan pembeli) (Jawa) (6) |
| NENGAH | Sebutan untuk anak kedua (pada masyarakat Bali) (Bali) (6) |
| NEOLIT | Perkakas dari batu (yang dihaluskan) (6) |
| NEOTAM | Pemanis nonkalori dan penguat rasa dengan rasa manis, seperti gula, jernih, dan kemanisannya 8.000 kali lipat dari gula (6) |
| NEPALI | Bahasa yang dituturkan di Nepal (6) |
| NEPEAN | Kota di Kanada (6) |
| NERACA | Alat untuk mengukur berat (terutama yang berukuran kecil), biasanya berupa batang lurus dengan dua mangkuk yang digantungkan pada kedua ujungnya untuk tempat anak timbangan dan benda yang ditimbang, seperti alat yang dipakai untuk menimbang emas; catatan perbandingan untung rugi, utang piutang, pemasukan dan pengeluaran, dan sebagainya (Perdagangan); perimbangan (politik, kekuatan, dan sebagainya) (Perdagangan); peranti untuk menimbang massa benda (Fisika) (6) |
| NERAKA | Alam akhirat tempat orang kafir dan orang durhaka mengalami siksaan dan kesengsaraan; sial; celaka; keadaan atau tempat yang menyengsarakan (kemiskinan, penyakit parah) (6) |
| NEREID | Satelit milik Neptunus yang memiliki orbit paling eksentrik di antara satelit di tata surya, biasanya berjarak sejauh 9.660.000 km, tetapi di lain waktu dapat mencapai 1,37 juta km (Astronomi) (6) |
| NERVUR | Pembuluh darah balik pada sayap serangga (Biologi) (6) |
| NESTOR | Orang tua yang bijak (6) |
| NETRAL | Tidak berpihak (tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak); tidak berwarna (dapat dipakai untuk segala warna); tidak dalam kelompok jantan atau betina (tentang kata-kata) (Linguistik); menunjukkan sifat yang secara kimia tidak asam dan tidak basa (Linguistik); bebas; tidak terikat (oleh pekerjaan, perkawinan, dan sebagainya) (6) |
| NEURAL | Berhubungan dengan urat saraf (Psikologi) (6) |
| NEURON | Sel-sel saraf dan cabang-cabang halusnya (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| NEUULM | Kota di Jerman (6) |
| NEVADA | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Carson City (6) |
| NEWARK | Kota terbesar negara bagian New Jersey, Amerika Serikat (6) |
| NEWTON | Satuan gaya dalam sistem SI, berlambang N; kota di Amerika Serikat (6) |
| NEYMAR | Pemain sepak bola asal Brasil (6) |
| NGABAT | Memanen padi yang mulai masak, digunakan untuk sesaji (Dayak) (6) |
| NGABEN | Upacara pembakaran jenazah pada masyarakat Bali yang beragama Hindu; pelebon (Bali) (6) |
| NGALAS | Berkicau seperti suara asli di habitatnya (tentang burung) (6) |
| NGALAU | Gua (Minangkabau) (6) |
| NGALUM | Suku yang mendiami daerah Lembah Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan (6) |
| NGANGA | Membuka lebar (tentang mulut); terbuka lebar; membuka mulut karena tercengang; melihat saja tanpa berbuat apa-apa (6) |
| NGARAI | Lembah (jurang) yang dalam dan luas di antara dua tebing yang curam; lembah sungai berdinding terjal yang terjadi karena erosi sisi pada batuan yang mudah gugur (6) |
| NGASEM | Ibu kota Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur (6) |
| NGAWUR | Sebarang (6) |
| NGEBET | Rasa ingin sekali untuk menikmati sesuatu atau mengerjakan sesuatu; rasa sakit sekali serta terasa berdenyut-denyut (pada bisul, koreng, luka, dan sebagainya) (6) |
| NGEBUT | Mengendarai (mobil, sepeda motor, dan sebagainya) dengan cepat; berlomba-lomba; bertindak (mengerjakan sesuatu) dengan cepat karena waktu yang suntuk (6) |
| NGEDEN | Menahan napas (ketika hendak buang air dan sebagainya); mengejan (6) |
| NGEGER | Mengabdi (ungkapan/Jawa) (6) |
| NGEJOT | Tradisi memberikan makanan kepada tetangga sebagai rasa terima kasih pada masyarakat Hindu dan Islam di Bali (6) |
| NGELOK | Memuja makhluk halus dengan memberikan sesajen (Melayu Jambi) (6) |
| NGENAS | Bersusah hati; pedih hati; mengenas (6) |
| NGEONG | Tiruan bunyi kucing; meong (6) |
| NGERIK | Memisahkan gabah dari batang (Batak) (6) |
| NGEROL | Berkicau sambung-menyambung tanpa putus (tentang burung) (6) |
| NGIANG | Suara denging (6) |
| NGILER | Menimbulkan rasa menginginkan sesuatu (6) |
| NGISEN | Mengambil sisa-sisa makanan yang jatuh di lantai lalu dimakan, biasanya dilakukan oleh anak kecil (Jawa) (6) |
| NGOROK | Penyakit pernapasan kronis pada unggas; cekrek; cekres (6) |
| NGOTEK | Memetik daun tembakau (Melayu Medan) (6) |
| NGOTOT | Tidak mau mengalah; berkeras hati; bersikeras (6) |
| NGOYOS | Membersihkan rerumputan dan membalikkan tanah di sekitar tanaman supaya subur (Sunda) (6) |
| NGURAK | Mabung (6) |
| NIAMEY | Ibu kota Niger (6) |
| NIASIN | Asam nikotinat (Kimia); senyawa organik anggota kelompok vitamin B yang larut dalam air; vitamin B3 (Biologi) (6) |
| NIBUNG | Tumbuhan jenis palem tingginya mencapai 20 m, batangnya lurus berduri, digunakan untuk bahan bangunan, baik dibuat tongkat, umbutnya enak dimakan, daunnya digunakan untuk atap rumah; linau (Oncosperma filamentosum); kayu nibung; daun nibung (6) |
| NICEST | Terbaik (Inggris) (6) |
| NIDASI | Pelekatan embrio pada dinding rahim; implantasi (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| NIDERA | Tidur (nyenyak); kantuk (6) |
| NIKAIA | Kota di Yunani (6) |
| NIKMAT | Enak; lezat; merasa puas; senang; pemberian atau karunia (dari Allah) (6) |
| NIKSIC | Kota di Montenegro (6) |
| NIMBUS | Awan hujan; lingkaran yang terletak di atas kepala orang kudus, malaikat dan sebagainya, digunakan sebagai lambang kemuliaan (Agama Katolik) (6) |
| NINGBO | Kota di Cina (6) |
| NINGDE | Kota di Cina (6) |
| NIPANI | Kota di India (6) |
| NIPPES | Kota di Jerman (6) |
| NIRMAL | Kota di India (6) |
| NISBAH | Perhubungan keluarga; nama yang menyatakan seketurunan; perbandingan antara aspek kegiatan yang dapat dinyatakan dengan angka, misalnya perbandingan antara laba dan penjualan; rasio (6) |
| NISHIO | Kota di Jepang (6) |
| NISOMO | Penganan dibuat dari tepung sagu, dicampur dengan kelapa parut, dibungkus daun sagu muda (Kaili) (6) |
| NITRAT | Garam asam nitrat, dipakai dalam campuran pupuk (HNO3) (Kimia) (6) |
| NITRIT | Garam asam nitrit (Kimia) (6) |
| NITURO | Roh yang berasal dari jiwa manusia yang sudah meninggal menurut kepercayaan asli suku Buru di Maluku (6) |
| NIYAGA | Penabuh gamelan (Jawa) (6) |
| NIZHYN | Kota di Ukraina (6) |
| NOBITA | Tokoh utama protagonis dalam cerita Doraemon (6) |
| NODULA | Jerawat besar merah karena disertai peradangan (6) |
| NOGATA | Kota di Jepang (6) |
| NOKTAH | Titik kecil; bintik (biasanya berwarna hitam atau warna gelap yang lain) (6) |
| NOMINA | Kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak, misalnya rumah adalah nomina karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah, biasanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa (Linguistik) (6) |
| NOMINE | Orang yang dicalonkan (diunggulkan) (6) |
| NONBRT | Bukan BRT; nonkoridor (6) |
| NONGKI | Menongkrong dan berkumpul dengan teman (6) |
| NONGOL | Muncul, datang (6) |
| NONGON | Sarang semut di Lembah Baliem (6) |
| NONIUS | Alat untuk mengukur sudut (derajat, panjang) yang sangat saksama (6) |
| NONONG | Nong-nong (6) |
| NONPRI | Nonpribumi (akronim) (6) |
| NONTOL | Yang bukan tol (6) |
| NOPPEN | Nomor pokok penduduk (akronim) (6) |
| NORDIK | Istilah yang digunakan untuk merujuk kawasan utara Eropa di sekitar Laut Baltik (6) |
| NORMAL | Menurut aturan atau menurut pola yang umum; sesuai dan tidak menyimpang dari suatu norma atau kaidah; sesuai dengan keadaan yang biasa; tanpa cacat; tidak ada kelainan; bebas dari gangguan jiwa; kota di Amerika Serikat (6) |
| NORMAN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| NORTON | Kota di Zimbabwe (6) |
| NOTASI | Seperangkat atau sistem lambang (tanda) yang menggambarkan bilangan (tentang aljabar), nada (tentang musik), dan ujaran (tentang fonetik); proses pelambangan bilangan, nada, atau ujaran dengan tanda (huruf); catatan pendek yang perlu diketahui atau untuk mengingatkan sesuatu; suatu metode pencatatan, sepanjang persiapan dan proses latihan, dalam rangka menyimpan alur perjalanan dari elemen penandaan yang berbeda-beda (Kesenian) (6) |
| NOTULA | Catatan singkat mengenai jalannya persidangan (rapat) serta hal yang dibicarakan dan diputuskan (6) |
| NOUMEA | Ibu kota Kaledonia Baru (6) |
| NOVARA | Kota di Italia (6) |
| NOVASI | Penggantian partai kontrak; penggantian utang atau tanggungan sebelumnya oleh utang atau tanggungan baru (6) |
| NOVATO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| NOVELA | Kisahan prosa rekaan yang lebih panjang dan lebih kompleks daripada cerita pendek, tetapi tidak sepanjang novel, jangkauannya biasanya terbatas pada satu peristiwa, satu keadaan, dan satu titik tikaian; novelet (Sastra) (6) |
| NOVENA | Doa sembilan hari berturut-turut untuk memohon suatu wujud kepada Tuhan (Agama Katolik) (6) |
| NOVICE | Calon biarawan (ungkapan/Latin) (6) |
| NSUKKA | Kota di Nigeria (6) |
| NUANSA | Variasi atau perbedaan yang sangat halus atau kecil sekali (tentang warna, suara, kualitas, dan sebagainya); kepekaan terhadap, kewaspadaan atas, atau kemampuan menyatakan adanya pergeseran yang kecil sekali (tentang makna, perasaan, atau nilai) (6) |
| NUAULU | Suku yang mendiami daerah selatan Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (6) |
| NUBUAT | Wahyu yang diturunkan kepada nabi (untuk disampaikan kepada manusia); ramalan (6) |
| NUKLIR | Berhubungan dengan atau menggunakan inti atau energi (tenaga) atom (6) |
| NULING | Tanaman padi yang siap dipanen (Gayo) (6) |
| NUMAZU | Kota di Jepang (6) |
| NUMBAS | Selamatan untuk pengantin wanita yang dapat menjaga kesuciannya sampai pernikahan (Sunda) (6) |
| NUNGKU | Mengkhitan tiga anak sekaligus yang dianggap sebagai pantangan (Sunda) (6) |
| NUNGUA | Kota di Ghana (6) |
| NURAGA | Simpati; berbagi rasa (6) |
| NURANI | Berkenaan dengan atau sifat cahaya (sinar dan sebagainya); lubuk hati yang paling dalam (6) |
| NURIAH | Terang (6) |
| NUSYUZ | Perbuatan tidak taat dan membangkang seorang istri terhadap suami (tanpa alasan) yang tidak dibenarkan oleh hukum (Agama Islam) (6) |
| NUTASI | Lenggut (Fisika); gerakan berirama atau berotasi ujung pucuk tumbuhan yang sedang tumbuh (Biologi) (6) |
| NUTFAH | Mani (benih manusia); embrio yang berada di dalam biji (Pertanian) (6) |
| NUZVID | Kota di India (6) |
| NYAGAN | Kota di Rusia (6) |
| NYALAR | Selalu (6) |
| NYAMAN | Segar; sehat; sedap; sejuk; enak (6) |
| NYAMUK | Serangga kecil bersayap, yang betina memiliki sepasang sungut yang dipakai sebagai pengisap darah (manusia dan binatang), bertelur di air yang tergenang (6) |
| NYAMUR | Embun (Minangkabau) (6) |
| NYANYA | Merendang (menggoreng tidak dengan minyak); menyangrai (Melayu Jakarta) (6) |
| NYANYU | Selalu berkata yang bukan-bukan; merepek; menyanyah (6) |
| NYAPAH | Areal pertanian yang berada di sepanjang tepi sungai, penanaman dilakukan pada saat musim kering, sedangkan pada musim hujan tidak dapat ditanami karena terendam air atau banjir (Lampung) (6) |
| NYARIK | Keras (tentang suara); nyaring (6) |
| NYARIS | Hampir saja terjadi (6) |
| NYATOH | Nyatuh (6) |
| NYATUH | Pohon yang menghasilkan getah perca; nyatoh (Palaquium) atau (Payena) (6) |
| NYEGIK | Memuja siluman babi untuk memperoleh kekayaan (Sunda) (6) |
| NYEKAK | Pohon, tinggi hingga 20 m, daunnya berwarna hijau pada permukaannya, sedangkan bagian bawahnya berwarna cokelat, bunganya berwarna merah tua, buahnya berduri mirip durian berbentuk lonjong, daging buahnya berwarna kuning dan rasanya agak manis; lai (Durio kutejensis) (6) |
| NYELAP | Terlalu manis sehingga kurang enak (Melayu Jakarta) (6) |
| NYEMEK | Sedikit berkuah (Jawa) (6) |
| NYFGBF | Jenis kabel listrik yang dibuat untuk tahan ditanam di dalam tanah tanpa perlu bahan tambahan sebagai pelindung, memiliki satu inti tembaga atau lebih dengan bahan isolator PVC, memiliki pelindung kawat baja bulat dan lilitan plat baja, serta memiliki bahan isolasi PVC di bagian terluar (6) |
| NYIMAS | Gelar kebangsawanan dari Palembang, Sumatra Selatan (6) |
| NYIORA | Sendok yang terbuat dari cangkang siput, tempurung kelapa, atau daun koli (Moa) (6) |
| NYIRAB | Menangkap ikan di rumpun ikan pada waktu senja hari (Madura) (6) |
| NYMHYO | Jenis kabel listrik yang sering dipakai di peralatan audio, seperti sound system, kabel loudspeaker, dan lain-lain, tidak didesain untuk instalasi listrik arus besar dan penggunaannya hanya untuk di dalam ruangan karena kabel ini tidak memiliki selubung luar yang tahan cuaca, memiliki lebih dari satu inti tembaga berserabut yang diisolasi dengan bahan isolator PVC dan memiliki selubung luar (6) |
| NYOKAP | Ibu (6) |
| NYOMAN | Nama tetap untuk anak ketiga (Bali) (6) |
| NYONYA | Kata sapaan kepada perempuan yang sudah bersuami; istri (6) |
| NYRGBY | Jenis kabel listrik yang dibuat untuk tahan ditanam di dalam tanah tanpa perlu bahan tambahan sebagai pelindung, memiliki satu inti tembaga atau lebih dengan bahan isolator PVC, memiliki pelindung kawat baja bulat dan lilitan plat baja, serta memiliki bahan isolasi PVC di bagian terluar (6) |
| NYUBUK | Tradisi melihat pengantin perempuan dengan cara mengintip dengan menggunakan sarung yang menutupi seluruh tubuh kecuali mata (Lampung) (6) |
| NYULAM | Terlalu lama (tentang waktu bulu yang rontok tumbuh kembali pada burung) (6) |
| OAXACA | Kota di Meksiko (6) |
| OBANDO | Kota di Filipina (6) |
| OBERON | Bulan milik Uranus yang permukaannya dipenuhi kawah tua dan memiliki banyak pegunungan tinggi (6) |
| OBLASI | Kurban keagamaan yang dilakukan dengan upacara, misalnya dalam ekaristi (Agama Katolik) (6) |
| OBLONG | Baju kaus berlengan dan tidak berkerah (6) |
| OBSESI | Ide atau perasaan yang sangat merasuki pikiran; gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan (Psikologi) (6) |
| OBUASE | Kota di Ghana (6) |
| OCEHAN | Perkataan yang bukan-bukan; celoteh; omongan; transmisi yang kontinyu dan tak berarti yang dihasilkan oleh peranti jaringan, biasanya merupakan hasil dari galat pengguna atau kerusakan perangkat keras (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| OCHOTA | Kota di Polandia (6) |
| ODALAN | Perayaan yang diadakan setiap tahun di dalam pura (Bali) (6) |
| ODAPUS | Orang yang terkena penyakit lupus; penderita penyakit lupus (6) |
| ODENSE | Kota di Denmark (6) |
| ODESSA | Kota di Amerika Serikat dan Ukraina (6) |
| ODITUR | Penuntut umum (terutama dalam pengadilan militer); jaksa militer (Hukum) (6) |
| ODOLAN | Kapuk dan sebagainya yang telah diodol (dibersihkan) (6) |
| ODONIM | Penamaan untuk jalan atau rute perjalanan, misalnya Jalur Sutra (6) |
| ODORAN | Pewangi (6) |
| OFERTE | Penawaran tertulis dan terperinci dari pihak pengusaha (tentang harga barang, tarif ongkos cetak, tarif sewa kendaraan, dan sebagainya) yang diajukan kepada pihak pemesan (Perdagangan) (6) |
| OHIDHA | Orang hidup dengan HIV/AIDS (orang atau keluarga yang hidup bersama ODHA) (singkatan) (6) |
| OKIGWE | Kota di Nigeria (6) |
| OKLUSI | Udara yang keluar dari jalan pernapasan mendapat hambatan penuh ketika suara di daerah artikulasi akan keluar (Linguistik); penyerapan suatu zat ke dalam zat lain (Kimia); penyumbatan saluran anatomis (misalnya pembuluh arteri) oleh plak (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| OKOLOD | Suku bangsa yang mendiami daerah perbatasan antara Kalimantan dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia (6) |
| OKRIKA | Kota di Nigeria (6) |
| OKSIDA | Senyawa oksigen yang bersifat biner, umumnya dengan logam (seperti Na₂O) atau bukan logam (seperti NO₂) (6) |
| OKTANA | Alkana yang mengandung delapan atom karbon (Kimia) (6) |
| OKTAVO | Ukuran kertas seperdelapan dari satu plano berukuran baku (6) |
| OKTODE | Tabung elektron delapan elektrode yang berisi anode, katode, elektrode kendali, dan lima elektrode tambahan yang lazim berupa kisi-kisi (Fisika) (6) |
| OKTROI | Izin yang diberikan kepada pengusaha untuk memproduksi atau memperdagangkan jenis barang-barang tertentu (Perdagangan); hak istimewa yang diberikan pemerintah kepada orang atau badan yang menghasilkan suatu penemuan baru untuk melindunginya dari peniruan oleh pihak lain; hak paten (Perdagangan) (6) |
| OKULAR | Kanta atau sistem optika untuk mata pengamat, yang membentuk bayangan dari bayangan yang berasal dari sistem lain (objektif) pada jarak pengamatan yang cocok (6) |
| OKULER | Tentang lensa atau sistem lensa dari alat optik (seperti mikroskop atau teleskop) yang paling dekat (menghadap ke) mata pengamat (Fisika) (6) |
| OKULIS | Dokter mata; ahli penyakit mata (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| OKULUS | Bukaan yang terdapat pada puncak kubah, dapat berupa jendela kaca atau lubang (Arsitektur) (6) |
| OLAHAN | Suka bertingkah; hasil mengolah; tatanan mengolah siaran berita (radio, televisi) setelah pengambilan peristiwa (6) |
| OLAKAN | Hasil berolak; gerakan berkisar (berpusing, berputar, berpusar); pusaran; kisaran (6) |
| OLANDA | Belanda (6) |
| OLATHE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| OLDHAM | Kota di Inggris (6) |
| OLEFIN | Nama kelompok hidrokarbon alifatik takjenuh (Kimia) (6) |
| OLEOLE | Alat musik tiup dari bambu atau batang padi yang dilubangi untuk mengatur nada, dililit dengan daun kelapa dan dibentuk seperti kerucut, biasanya dimainkan sendiri, tidak bersama-sama alat musik lain, terutama terdapat di Sumatra Utara dan Sumatra Barat (7) |
| OLESAN | Hasil mengoles (6) |
| OLIMAN | Awak kapal yang bertugas di bagian bahan bakar (6) |
| OLINDA | Kota di Brasil (6) |
| OLIVIN | Silikat magnesium-besi alam, terdapat dalam batuan beku karena perapian, batuan metamorfik, dan terak tanur; krisolit ((Mg,Fe)2SiO4 ) (Kimia) (6) |
| OLOHOK | Kembang durian (Sunda) (6) |
| OMASUM | Perut ketiga pada binatang pemamah biak; perut buku (6) |
| OMBYOK | Ombyokan; ikat (6) |
| OMELAN | Perkataan yang menyatakan kurang senang (6) |
| OMERTA | Rahasia dengan berdiam diri (ungkapan/Italia); judul salah satu novel karya Mario Puzo (6) |
| OMPONG | Tidak bergigi karena giginya sudah ada yang tanggal, dicabut, tidak tumbuh, atau tidak terbentuk (tentang manusia, hewan, dan sebagainya) (Jawa); kurang berdaya; tidak bertenaga (kiasan/Jawa) (6) |
| OMPROK | Mahkota penari Seblang (terbuat dari bunga dan dedaunan asli) atau penari Gandrung (terbuat dari kulit yang ditatah) (Using); peralatan pakaian kesenian tradisional Gandrung Banyuwangi yang dikenakan di kepala; kuluk (Using) (6) |
| OMSLAH | Kulit (sampul) buku (6) |
| ONANGO | Prosa masyarakat Tolaki (6) |
| ONGGAR | Membongkar muatan (Alas) (6) |
| ONGGOK | Timbunan; tumpukan; longgok; ampas singkong setelah diambil acinya; peranti yang dapat menghasilkan reaksi fisi nuklir berantai yang dapat dipertahankan dan dikendalikan (Fisika) (6) |
| ONGJIN | Kota di Korea Utara (6) |
| ONGKEK | Perangkat pikulan dengan keranjang yang berkaki, seperti yang sering dipakai penjaja sate dan soto (Madura) (6) |
| ONGKIR | Ongkos kirim (akronim) (6) |
| ONGKOS | Biaya; belanja; upah; bayaran (6) |
| ONGOLE | Kota di India (6) |
| ONLINE | Daring (Inggris) (6) |
| ONSLAH | Pemberhentian dengan tidak hormat (dari pekerjaan); pemecatan (6) |
| ONTRAN | Diulang: kehebohan atau keonaran (Jawa) (12) |
| ONYANG | Moyang (6) |
| OOGLEA | Bahan-bahan perekat yang ada pada sel telur (Biologi) (6) |
| OOLOGI | Cabang biologi yang menelaah hal ihwal telur, terutama telur unggas (6) |
| OOSFER | Gamet betina atau telur besar yang tidak bergerak dan siap dibuahi (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| OPAKUS | Varietas awan yang bentuknya seperti lembaran atau tumpukan yang padat dan gelap sehingga matahari atau bulan di baliknya tidak dapat terlihat sama sekali (Meteorologi) (6) |
| OPELET | Mobil sedan yang susunan tempat duduknya diubah dan disesuaikan sebagai kendaraan umum yang ditambangkan (6) |
| OPERAN | Sesuatu yang dioperkan; kiriman; sesuatu yang dioperkan; kiriman (Matematika) (6) |
| OPERET | Opera ringan (nyanyian dan dialog disuguhkan secara bergantian) dengan unsur roman dan satir (6) |
| OPIOID | Zat yang mengandung opium, dihasilkan di dalam otak secara alami (6) |
| OPNAME | Perawatan dengan menginap di rumah sakit; rawat inap (Kedokteran dan Fisiologi); pengambilan foto atau film (6) |
| OPONEN | Pihak lawan (seperti penyanggah dalam suatu perdebatan atau diskusi) (6) |
| OPOSAN | Orang atau golongan oposisi (6) |
| OPRESI | Perlakuan kejam dan tidak adil terhadap orang lain, terutama dengan tidak memberikan kebebasan, hak, dan lain-lain yang sama seperti orang lain (6) |
| OPSGAB | Operasi gabungan (akronim) (6) |
| OPSMIL | Operasi milter (akronim) (6) |
| OPSTAL | Bangunan dan sebagainya yang didirikan di atas tanah tanpa hak kepemilikan tanahnya (Belanda); segala sesuatu yang dibangun, ditempatkan, atau ditanam pada sebidang tanah (Belanda) (6) |
| OPSTIB | Operasi tertib (akronim) (6) |
| OPTIKA | Ilmu tentang cahaya dan penglihatan; studi tentang gejala yang berhubungan dengan pembangkitan, transmisi, dan deteksi radiasi elektromagnetik dalam jangkau spektra dari batas gelombang panjang daerah sinar X sampai ke batas gelombang pendek daerah gelombang radio (6) |
| ORADEA | Kota di Rumania (6) |
| ORAKEL | Ramalan atau pesan yang diberikan orang suci atas petunjuk dewa pada zaman Yunani Kuno; keajaiban (6) |
| ORALIT | Obat berupa bubuk garam untuk dicairkan sebagai pengganti mineral dan cairan yang keluar akibat penyakit muntah berak (6) |
| ORANGE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| ORANJE | Julukan tim nasional sepak bola Belanda (6) |
| ORANYE | Merah kekuning-kuningan; jingga (6) |
| ORATOR | Orang yang ahli berpidato; tokoh cerita yang gemar berpidato dan berbicara dengan gaya meledak-ledak (Kesenian) (6) |
| ORBITA | Lekuk mata, rongga tempat beradanya bola mata (6) |
| ORDNER | Map besar berkulit tebal untuk menyimpan surat-surat dan sebagainya (6) |
| OREGON | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Salem (6) |
| ORETAN | Hasil mengoret; coretan (6) |
| ORKNEY | Kota di Afrika Selatan (6) |
| ORONIM | Homonim; toponimi untuk gunung atau bukit; nama yang diterapkan pada unsur yang berelevasi, seperti dalam nama pergunungan (Linguistik) (6) |
| OSASCO | Kota di Brasil (6) |
| OSHAWA | Kota di Kanada (6) |
| OSIJEK | Kota di Kroasia (6) |
| OSIKEL | Tulang-tulang kecil di telinga tengah, yang dikenal sebagai tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi (Anatomi) (6) |
| OSILUM | Suaka (6) |
| OSIRIS | Dewa yang melambangkan kematian, kebangkitan, dan kesuburan dalam mitologi Mesir Kuno (6) |
| OSMIUM | Logam keras, berwarna putih kebiru-biruan; unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 76, berlambang Os, dan bobot atom 190,2 u (6) |
| OSMOSE | Osmosis (6) |
| OSOGBO | Kota di Nigeria (6) |
| OSORNO | Kota di Chili (6) |
| OSTEND | Kota di Belgia (6) |
| OSTIUM | Lubang tempat air masuk ke dalam saluran radial pada bunga karang (Biologi); lubang tempat darah masuk ke jantung (Anatomi); lubang tempat air masuk ke dalam lubang air dari insang pada kerang; lubang tempat air masuk ke dalam saluran radial pada bunga karang (Biologi) (6) |
| OSUARI | Peti batu untuk menyimpan tulang (6) |
| OTELLO | Permainan papan yang dimainkan oleh dua orang pada papan berukuran 8x8, menggunakan 64 bidak bundar dengan dua sisi yang salah satu berwarna hitam dan yang lain putih, tiap pemain harus memilih salah satu warna, tujuannya mengubah warna bidak lawan menjadi warna yang dipilih dengan cara mengapit bidak lawan pada garis lurus atau diagonal; reversi (6) |
| OTEOTE | Penganan, dibuat dari jagung muda dan sebagainya yang dilumatkan, dicampur dengan tahu atau udang, kemudian diadon bersama telur dan tepung terigu dan digoreng; bakwan (Tata Boga) (6) |
| OTOBUS | Mobil besar angkutan umum yang dapat memuat banyak penumpang; bus (6) |
| OTOMAN | Mebel berbentuk seperti kotak, lingkaran dan sebagainya besar dengan bagian atas yang lunak, digunakan untuk menyimpan barang dan tempat duduk; sandaran kaki berbantalan; kursi rendah berbantalan tanpa sandaran belakang atau tangan; sejenis dipan atau sofa dengan atau tanpa sandaran belakang (6) |
| OTOMAT | Alat atau mesin yang dapat bergerak dan bekerja sendiri (6) |
| OTONAN | Upacara perayaan hari lahir yang diadakan ketika bayi genap berusia 210 hari berdasarkan sistem kalender Saka (Bali) (6) |
| OTONOM | Berdiri sendiri; dengan pemerintahan sendiri; kelompok sosial yang memiliki hak dan kekuasaan menentukan arah tindakannya sendiri (6) |
| OTOPET | Permainan anak berupa papan kecil beroda dan bersetang, diluncurkan dengan kaki (6) |
| OTTAWA | Ibu kota Kanada (6) |
| OUIDAH | Kota di Benin (6) |
| OVALLE | Kota di Chili (6) |
| OVENAN | Dimasak, dibakar, dipanggang dalam oven (6) |
| OVERAL | Pakaian kerja terusan berupa baju dan celana panjang longgar, biasanya dipakai di luar pakaian yang dikenakan; celana panjang dengan cukin dan tali bahu atau selempang (6) |
| OVIDUK | Saluran perjalanan telur pada waktu keluar meninggalkan indung telur; saluran telur (6) |
| OVIEDO | Kota di Spanyol (6) |
| OVIGER | Betina yang membawa atau mengandung telur (Biologi) (6) |
| OVIPAR | Reproduksi yang mengakibatkan telur yang dikeluarkan berkembang dan menetas di luar badan induknya (Zoologi) (6) |
| OVISME | Kepercayaan bahwa embrio hanya terkandung dalam sel telur (Biologi) (6) |
| OVULUM | Telur kecil (6) |
| OWARAI | Seni komedi asal Jepang (Kesenian) (6) |
| OWERRI | Kota di Nigeria (6) |
| OXFORD | Kota di Inggris (6) |
| OXNARD | Kota di Amerika Serikat (6) |
| OZERKI | Kota di Rusia (6) |
| OZERSK | Kota di Rusia (6) |
| PABBSI | Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (akronim) (6) |
| PABEAN | Instansi (jawatan, kantor) yang mengawasi, memungut, dan mengurus bea masuk (impor) dan bea keluar (ekspor), baik melalui darat, laut, maupun melalui udara (6) |
| PABRIK | Bangunan dengan perlengkapan mesin tempat membuat atau memproduksi barang tertentu dalam jumlah besar untuk diperdagangkan (6) |
| PABUNG | Perwira penghubung (akronim) (6) |
| PACUAN | Perlombaan berlari; balapan; gelanggang tempat berpacu (6) |
| PADANG | Tanah yang datar dan luas (tidak ditumbuhi pohon-pohon yang berkayu besar); lapangan; kota madya yang juga menjadi ibu kota Provinsi Sumatra Barat, terkenal dengan sebutan Kota Tercinta atau Kota Bengkuang (6) |
| PADNAS | Kewaspadaan nasional (akronim) (6) |
| PADOVA | Kota di Italia (6) |
| PADUAN | Yang sudah dipadu (disatukan, dijadikan satu, dan sebagainya); hasil memadu (6) |
| PADUKA | Kata sapaan hormat terhadap orang-orang mulia (pembesar, bangsawan, raja); sepatu; lapik kaki (6) |
| PADUNG | Kayu atau bambu penutup liang lahat (Sunda); tanduk burung enggang (Batak); tempat tidur untuk orang tua pada keluarga suku Dayak, ditempatkan di sudut belakang sebuah ruangan (Dayak) (6) |
| PAESAN | Hasil memaes (6) |
| PAGINA | Halaman (buku dan sebagainya) (6) |
| PAGODA | Menara bertingkat yang atapnya terdapat pada tiap tingkat, biasanya dibangun sebagai kuil atau tugu peringatan (misalnya terdapat di India, Sri Lanka, Myanmar, Cina, dan Jepang) (6) |
| PAHALA | Ganjaran Tuhan atas perbuatan baik manusia; buah perbuatan baik (6) |
| PAHANG | Bau tidak sedap (seperti bau daun buah nona); wuku ke-16 (Bali); salah satu negara bagian Malaysia (6) |
| PAHTER | Penyewa tanah; pakter; kolam ikan (6) |
| PAHUGI | Hadiah dari laki-laki kepada perempuan yang dicintainya (Sunda) (6) |
| PAIDON | Jambangan dari kuningan tempat membuang air ludah (ketika makan sirih) (Jawa) (6) |
| PAILAN | Kelaparan; kekurangan (6) |
| PAILIT | Jatuh (tentang perusahaan dan sebagainya); bangkrut; jatuh miskin (6) |
| PAINAN | Ibu kota Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat (6) |
| PAITUA | Kata sapaan untuk seorang bapak yang tua; tuanku (6) |
| PAJANG | Memajang; menghiasi dengan bunga-bunga, daun-daunan, kain, kertas, lampu warna-warni, bendera, panji-panji, umbul-umbul, dan sebagainya untuk memperindah; menempatkan (mengatur) secara rapi untuk dipamerkan; memamerkan diri; kerajaan Islam yang didirikan oleh Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya pada tahun 1568 di Kartasura, Surakarta, Jawa Tengah (6) |
| PAJUAN | Mangsa; umpan (6) |
| PAKANG | Serat pohon enau yang digunakan sebagai tali kail (6) |
| PAKBUL | Layang-layang yang putus dan melayang jauh (Melayu Jakarta) (6) |
| PAKCIK | Paman; om (6) |
| PAKCOI | Sayuran berdaun membundar atau membundar telur berpinggir, tidak membonggol dengan tangkai melebar tidak bersayap, berwarna putih, putih kehijauan, atau hijau; pecai; sawi putih (Brassica rapa var. Chinensis) (6) |
| PAKCOY | Sawi berbentuk kecil seperti sendok, batang melebar, daun berwarna hijau pekat (Brassica rapa) (Tata Boga) (6) |
| PAKIHI | Fikih (6) |
| PAKING | Suku cadang (onderdil) mobil untuk mencegah kebocoran-kebocoran; gasket (6) |
| PAKLIK | Bapak cilik (akronim); sapaan adik laki-laki ibu atau ayah; paman (akronim) (6) |
| PAKOBA | Pohon yang termasuk dalam keluarga Rubiaceae, berukuran besar dengan tinggi 15—20 meter, batangnya berdiameter 30—40 cm, memiliki akar banir, berwarna cokelat dengan bercak putih, buahnya berwarna hijau saat muda (Tricalysia minahassae) (Melayu Manado) (6) |
| PAKODA | Bakwan khas India yang berisi sayuran, biasanya juga bawang dan kentang (India) (6) |
| PAKOLA | Orang yang bertugas mengantar benih padi yang telah dicabuti untuk kemudian diberikan kepada orang yang bertugas menanam di lahan sawah (6) |
| PAKPAK | Salah satu suku Batak yang tinggal di Kabupaten Dairi, Sumatra Utara (6) |
| PAKPUI | Ramalan tentang nasib (peruntungan), terdapat dalam kelenteng (Cina); tukang ramal Cina (Cina) (6) |
| PAKTER | Orang yang mengepak (tanah, sawah, dan sebagainya); penyewa tanah, sawah, dan sebagainya; warung kecil; kedai (6) |
| PALAKA | Tempat makan ternak, dapat dibuat permanen bersatu dengan lantai atau dapat dipindahkan sewaktu-waktu (6) |
| PALANG | Kota di Bangladesh (6) |
| PALANI | Kota di India (6) |
| PALAPA | Dalam dongeng buah yang rasanya pahit; sumpah Mahapatih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit bahwa tidak akan menikmati segala sesuatu sebelum menaklukkan dan mempersatukan seluruh Nusantara; nama satelit komunikasi sistem domestik yang dimiliki Indonesia (6) |
| PALARI | Jenis perahu layar tradisional dari daerah Bone dan Buton yang dibuat dari kayu dan digunakan untuk mengangkut barang antarpulau (6) |
| PALASA | Kota di India (6) |
| PALEAN | Yang dipelihara baik-baik (tentang kuda pacuan, ayam aduan, dan sebagainya) (6) |
| PALIAT | Makanan khas Kalimantan Selatan terbuat dari ikan gabus, ikan baung, atau udang yang dicampur dengan kuah santan yang kental (Tata Boga) (6) |
| PALIKA | Orang yang pekerjaannya menyelam untuk menangkap ikan (Sunda) (6) |
| PALING | Putar; ter-; teramat; diulang: terlampau amat; terlalu; sebanyak-banyaknya; setinggi-tingginya (6) |
| PALMAS | Kota di Brasil (6) |
| PALMIN | Zat lemak kelapa; mentega nabati (6) |
| PALODE | Petani sayur pakis (Tolaki) (6) |
| PALOPO | Kota madya di Provinsi Sulawesi Selatan (6) |
| PALOSO | Wadah menyimpan beras dari seruas bambu (Minahasa Tonsea) (6) |
| PALTAN | Kota di Bangladesh (6) |
| PALUAN | Pukulan dengan palu (6) |
| PALUNG | Tanah yang berlekuk dalam dan berisi air; paluh; daerah yang terletak di antara dua daerah tekanan tinggi dan mempunyai tekanan udara lebih rendah daripada tekanan udara di sekitarnya (Meteorologi) (6) |
| PALWAL | Kota di India (6) |
| PAMALI | Pantangan; larangan (berdasarkan adat dan kebiasaan); pemali (Sunda) (6) |
| PAMANE | Pengurus adat yang berada satu tingkat di bawah pasirah (Dayak) (6) |
| PAMASI | Cairan dari kulit limau yang dicampur ubi kayu yang sudah dimasak untuk memoles benang tenun sarung (Mandar) (6) |
| PAMELO | Buah sejenis jeruk bali, berkulit tebal, isi buah berwarna merah (Citrus maxima) (6) |
| PAMONA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| PAMONG | Pengasuh; pendidik (guru); pengurus (6) |
| PAMPAN | Lubang pada dinding haluan kapal tempat memasangkan rantai sauh (Pelayaran) (6) |
| PAMPAS | Ganti rugi; denda (karena melukai, merusak, dan sebagainya) (6) |
| PAMPAT | Padat; tumpat; pejal (tidak berongga-rongga); terhenti (tidak mengalir tentang air selokan); pangpet (6) |
| PAMPER | Celana bayi yang terbuat dari kertas berdaya serap baik dan kedap air dengan lapisan luar dari plastik tipis; popok; lampin (6) |
| PAMRIH | Maksud yang tersembunyi dalam memenuhi keinginan untuk memperoleh keuntungan pribadi (6) |
| PANABO | Kota di Filipina (6) |
| PANADA | Adonan yang mengandung tepung, remah roti, susu, telur, dan sebagainya yang digunakan sebagai bahan dasar untuk penganan berisi, seperti pastel (6) |
| PANAJI | Kota di India (6) |
| PANAMA | Negara yang terletak di Amerika Tengah, beribu kota Panama; kantor berita Panama; negara dengan kode mata uangnya PAB (6) |
| PANCAL | Memancal; menyepak dengan menekan secara tiba-tiba (6) |
| PANCAR | Sembur ke luar (6) |
| PANCER | Tanda atau ciri batas tanah (Sunda); bambu panjang yang dimasukkan ke dalam bambu-bambu lain supaya kuat (Sunda) (6) |
| PANCIR | Bagian terdepan (tentang pawai) (6) |
| PANCIT | Memancit; memancur (menyemprot) sedikit demi sedikit (6) |
| PANCUR | Memancur; memancar ke bawah (6) |
| PANCUT | Memancut; memancar (memancur) ke luar karena tekanan (6) |
| PANDAI | Cepat menangkap pelajaran dan mengerti sesuatu; pintar; cerdas; mahir; cakap; terampil; dapat; sanggup; berilmu; tukang tempa; juru (tukang) ramu; diulang: lebih rajin dalam melakukan sesuatu; lebih pandai (6) |
| PANDAK | Pendek; kapas yang banyak ditanam di daerah Demak, mempunyai serat yang pendek, kaku, dan mutunya kurang baik; kapas jawa (Gossypium obtusifolium) (6) |
| PANDAM | Damar (gala-gala, embalau) untuk melekatkan pisau, keris, dan sebagainya; gala-gala (embalau) yang hulu (pegangannya) terbuat dari damar (6) |
| PANDAN | Tumbuhan yang daunnya berbentuk pita, berwarna hijau tua, agak kaku seperti daun nanas (Pandanus); daun pandan; ibu kota Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara (6) |
| PANDAU | Paya; rawa (6) |
| PANDIR | Bodoh; bebal (6) |
| PANDIT | Orang yang ahli dalam ilmu agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (6) |
| PANDOM | Pedoman (Jawa) (6) |
| PANEWU | Pejabat administrasi setingkat camat (6) |
| PANGAB | Panglima Angkatan Bersenjata (akronim) (6) |
| PANGAL | Pohon berukuran kecil sampai sedang, berbanir, daun tunggal mengumpul di ujung ranting, biasa tumbuh di tempat yang tergenang air, kulit batang dapat digunakan untuk obat kurap (Baccaurea bracteata) (Botani) (6) |
| PANGAN | Hutan; makanan; salah satu kebutuhan pokok manusia (6) |
| PANGGU | Bagian; segmen (6) |
| PANGKU | Memangku; menaruh sesuatu di atas paha antara pangkal paha dan lutut atau di atas lengan antara lengan atas dan siku yang ditekuk (hampir seperti memeluk); meriba; memeluk (agama dan sebagainya); memendam (cita-cita dan sebagainya); menyelenggarakan atau mengelola (negara, pemerintahan, dan sebagainya); mewakili (sebagai wali); memegang suatu jabatan; berpangku; duduk di haribaan (6) |
| PANGOT | Pisau kecil, tajam, runcing, untuk menggoreskan huruf pada kertas tradisional berbahan daun lontar, enau, nipah, kelapa (6) |
| PANGSA | Petak-petak dalam buah-buahan (seperti dalam buah durian); londang; lundang; ulas; ira; bagian; jatah; jumlah banyaknya sesuatu; garis-garis pada tapak tangan; urat pada batu pualam (6) |
| PANGSI | Paku pada ujung gasing; paksi; kain sutra hitam (Cina); gelondong yang digunakan untuk menggulung tali (Perkapalan) (6) |
| PANGTI | Panglima Tertinggi (akronim) (6) |
| PANGUK | Memanguk; mengangkat kepala sedikit (6) |
| PANGUR | Alat untuk menggaruk (mengorek), misalnya kelapa; kukuran; kikir besar dan kasar untuk melicinkan, misalnya kayu; patar; kikir untuk meratakan gigi (6) |
| PANIAI | Kabupaten di Provinsi Papua Tengah, ibu kotanya Enarotali, Distrik Paniai Timur (6) |
| PANIBO | Perangkat atau kelengkapan mempelai perempuan yang dibawa oleh mempelai laki-laki ke rumah mempelai perempuan (Minangkabau) (6) |
| PANIER | Tas atau wadah untuk membawa barang di sepeda (6) |
| PANIKI | Mamalia yang mampu terbang sempurna, memiliki membran atau selaput di antara jari sehingga menyerupai sayap, aktif di malam hari; kelelawar (Chiroptera) (6) |
| PANJAK | Pemain gamelan (kadang-kadang menjadi penyanyi atau penari juga) (Jawa) (6) |
| PANJAR | Uang muka; persekot; cengkeram (6) |
| PANJAT | Naik (6) |
| PANJUL | Berbentuk menonjol di belakang (tentang kepala) (Melayu Jakarta) (6) |
| PANJUT | Pelita terbuat dari damar yang dibungkus dengan kain bekas atau dari kulit lokan yang diisi minyak kelapa dan memakai sumbu; bintik putih atau warna putih pada ujung keris atau ekor anjing; memanjut; memancut(-mancut); memercik(-mercik) (6) |
| PANKOW | Kota di Jerman (6) |
| PANSEL | Pantai selatan (akronim); panitia seleksi (akronim) (6) |
| PANSER | Kendaraan lapis baja yang digunakan oleh angkatan perang; mobil baja; julukan tim nasional sepak bola Jerman (6) |
| PANSHI | Kota di Cina (6) |
| PANSOS | Panjat sosial; usaha yang dilakukan untuk mencitrakan diri sebagai orang yang mempunyai status sosial tinggi, dilakukan dengan cara mengunggah foto, tulisan, dan sebagainya di media sosial (akronim) (6) |
| PANSUS | Panitia khusus (akronim) (6) |
| PANTAI | Tepi laut; pesisir; perbatasan daratan dengan laut atau massa air yang lain dan bagian yang dapat pengaruh dari air tersebut; daerah pasang surut di pantai antara pasang tertinggi dan surut terendah; landai (6) |
| PANTAK | Memantak; menekan (menurunkan) supaya menancap (masuk) dalam-dalam (tentang paku, pasak, dan sebagainya) (6) |
| PANTAP | Panitia tetap (akronim) (6) |
| PANTAR | Tempat bersantai berada di kolong rumah panggung di Sumbawa (Sumbawa); suku bangsa yang mendiami Pulau Pantar, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Pulau di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur; tiang kayu simbol tangga arwah menuju surga (Dayak) (6) |
| PANTAS | Patut; layak; sesuai; sepadan; kena benar; cocok; tidak mengherankan; tampak elok (bagus, cantik, tampan); cepat; tangkas; cekatan (6) |
| PANTAT | Bagian pangkal paha di sebelah belakang (yang mengapit dubur); bokong; dubur; pelepasan; bagian yang di bawah sekali (tentang kuali, periuk, dan sebagainya) (6) |
| PANTAU | Seluang yang ukurannya dapat mencapai 13 cm, terdapat bercak hitam pada ujung sirip ekor, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan), Malaysia, dan Thailand (Rasbora trilineata); ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 5 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, bagian belakang jari-jari terakhir sirip punggung halus, tidak memiliki sungut pada moncong, warnanya keperakan dgn bercak hitam sepanjang tubuhnya, warna sirip punggung oranye dengan tepian berwarna hitam, endemik Sumatra (Oliotius oligolepis) (6) |
| PANTEK | Pasak; paku semat (6) |
| PANTER | Harimau yang dapat memanjat, berwarna kekuning-kuningan berbintik hitam; macan tutul; harimau kumbang (6) |
| PANTIK | Memantik; menggosokkan batu (dengan batu, logam, dan sebagainya) untuk membuat api; mengadakan bunyi dengan menggesekkan ibu jari dengan telunjuk; memetik; mengeluarkan darah dengan menusuk (meretas) urat darah (tentang urat nadi) (6) |
| PANTIN | Kota di Prancis (6) |
| PANTIS | Penghitam alis (6) |
| PANTRI | Lemari atau kamar berukuran kecil untuk menyimpan makanan atau bahan makanan; ruangan di kapal yang digunakan untuk menyimpan makanan yang siap dihidangkan beserta peralatannya (Pelayaran) (6) |
| PANTUL | Menganjal (seperti bola dilemparkan ke dinding); mengambul; melenting; bergerak balik karena membentur sesuatu atau karena refleksi, dan sebagainya (6) |
| PANTUN | Bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi; peribahasa sindiran; jawab (misalnya pada tuduhan); puisi tradisional Sunda berpola oktosilabik yang berisi kisah sejarah (Sunda) (6) |
| PANVEL | Kota di India (6) |
| PANWAS | Panitia pengawas (akronim) (6) |
| PAOPAO | Dompet kecil yang terbuat dari kulit (pada ikat pinggang) (Cina) (6) |
| PAPAIN | Getah pepaya (mengandung bermacam-macam enzim yang bersifat menghancurkan protein menjadi bentuk yang lebih sederhana, yaitu asam amino) (6) |
| PAPEDA | Makanan tradisional Papua berupa bubur sagu, biasanya dicampur dengan ikan dan sayur (Tata Boga/Papua) (6) |
| PAPERA | Perwira penyerah perkara (akronim) (6) |
| PAPILA | Bagian menonjol pada selaput yang berlendir di bagian atas lidah; struktur berbentuk puting susu (6) |
| PAPRAS | Memapras; memangkas (6) |
| PAPULA | Ruam berbentuk bintik kecil yang keras pada kulit (6) |
| PAPUMA | Suku bangsa yang mendiami desa di pantai selatan Pulau Yapen, Teluk Cendrawasih, Provinsi Papua (6) |
| PAPUYU | Ikan yang hidup di ekosistem perairan tawar dan payau, ukurannya dapat mencapai 25 cm, tubuhnya pipih agak membulat dan bersisik keras, warnanya hijau kekuningan, tersebar luas di perairan Indonesia, India, dan Cina; harfan; krucilan; bato; betik; betok (Anabas testudineus) (6) |
| PARADE | Pawai barisan tentara, kontingen olahraga, dan sebagainya (pada upacara atau perayaan); hiburan yang berbentuk drama pendek yang ditampilkan di luar gedung, dapat langsung disaksikan penonton yang sedang melintas (Kesenian) (6) |
| PARAJI | Dukun beranak (Sunda) (6) |
| PARAKO | Para komando (akronim); tempat perapian berupa bidang persegi empat yang dibatasi kayu dan diisi tanah supaya api tidak mencapai lantai kayu (Sunda) (6) |
| PARANA | Kota di Argentina (6) |
| PARANG | Pisau besar (lebih besar daripada pisau biasa, tetapi lebih pendek daripada pedang, ada bermacam-macam); golok; bedama; corak batik klasik; bale-bale (6) |
| PARATA | Roti khas India bentuknya bulat pipih, dibuat dari tepung gandum utuh, dimasak dalam wajan datar; roti canai (India) (6) |
| PAREWA | Penjahat; perusuh (Minangkabau) (6) |
| PARFUM | Minyak wangi; bau wangi-wangian yang berupa cairan, padatan, dan sebagainya; zat pewangi (6) |
| PARIGI | Ibu kota Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat dan di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| PARING | Pemberian dari orang yang statusnya lebih tinggi kepada yang lebih rendah (Jawa) (6) |
| PARKET | Tempat duduk hakim dan pengacara di ruang pengadilan; bagian yang agak ditinggikan dalam aula; ruang terbatas; ruang tertutup (6) |
| PARKIR | Memarkir; menghentikan atau menaruh (kendaraan bermotor) untuk beberapa saat di tempat yang sudah disediakan (6) |
| PARKIT | Bayan kecil, berbulu cerah, berekor panjang (Psittacula passerina) (6) |
| PARKUR | Olahraga melintasi rintangan dengan berlari, memanjat, atau melompat dengan cepat dan efisien, biasanya dilakukan di lingkungan sekitar gedung (6) |
| PARNAS | Kota di Rusia (6) |
| PARODI | Karya sastra atau seni yang dengan sengaja menirukan gaya, kata penulis, atau pencipta lain dengan maksud mencari efek kejenakaan atau cemooh (6) |
| PAROKI | Daerah (kawasan) penggembalaan umat Katolik yang dikepalai oleh pastor atau imam (Agama Katolik) (6) |
| PARPOL | Partai politik (akronim) (6) |
| PARRAL | Kota di Meksiko (6) |
| PARSEK | Satuan ukuran untuk objek di ruang angkasa yang setara dengan 3,26 tahun cahaya (6) |
| PARSEL | Bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya (6) |
| PARSER | Alat untuk mendeteksi kesalahan sintaksis pada program komputer (6) |
| PARTAI | Perkumpulan (segolongan orang) yang seasas, sehaluan, dan setujuan (terutama di bidang politik); penggolongan pemain dalam bulu tangkis dan sebagainya; kumpulan barang dagangan yang tidak tentu banyaknya (6) |
| PARTUS | Perihal melahirkan (bayi); persalinan (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| PARUGA | Tempat perayaan atau upacara adat khas suku Bima (Bima) (6) |
| PARUJA | Sistem pengolahan sawah dengan membawa sekawanan kerbau ke sawah untuk menginjak-injak tanah sampai hancur (Kaili) (6) |
| PARUKI | Kain tenun ikat khas Toraja (Tata Busana) (6) |
| PASAGE | Penanaman benih penyakit pada binatang satu ke binatang lain (6) |
| PASANG | Dua orang, laki-laki perempuan atau dua binatang, jantan betina; dua benda yang kembar atau yang saling melengkapi; dua organ tubuh yang adanya (munculnya) bersama-sama, seperti paru-paru, mata, dan telinga; set; perangkat; dua orang (pemain dan sebagainya) yang merupakan satu satuan; naik (tentang air laut atau sungai); sedang baik (tentang peruntungan); untung (kiasan); sedang bangkit (menyerang) (tentang penyakit) (kiasan); tembak; pakai; padanan dari install (6) |
| PASARA | Pasar; pekan (6) |
| PASASE | Bagian atau pasal yang dikutip dari sebuah karangan atau pidato (6) |
| PASCAL | Satuan tekanan dalam sistem Satuan Internasional sebesar satu newton per meter kuadrat; dilambangkan dengan Pa (Fisika) (6) |
| PASGAT | Pasukan gerak cepat (akronim) (6) |
| PASIEN | Orang sakit (yang dirawat dokter); penderita (sakit) (6) |
| PASIVA | Saham atau kekayaan yang tidak memberikan bunga atau keuntungan (6) |
| PASKAH | Hari raya peringatan wafat dan kebangkitan Isa Almasih (Agama Kristen) (6) |
| PASLON | Pasangan calon (akronim) (6) |
| PASMAT | Uang ringgit Spanyol (6) |
| PASMEN | Hiasan dari benang emas (perak) yang dijahitkan pada topi, baju, dan sebagainya (6) |
| PASOLA | Permainan tradisional, dilakukan oleh dua kelompok yang berperang sambil menunggang kuda dan melemparkan lembing ke arah lawan (Sumba) (6) |
| PASONG | Perhiasan yang terdiri atas dua keping emas yang berbentuk wajik atau segi enam (Aceh) (6) |
| PASPAL | Ilmu pasti dan pengetahuan alam (akronim) (6) |
| PASPOR | Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk seorang warga negara yang akan mengadakan perjalanan ke luar negeri (6) |
| PASRAH | Menyerah(kan) sepenuhnya (6) |
| PASRUR | Kota di Pakistan (6) |
| PASSAU | Kota di Jerman (6) |
| PASSOS | Kota di Brasil (6) |
| PASTEI | Kue berisi krim, agar-agar, dan sebagainya; pai (6) |
| PASTEL | Penganan yang dibuat dari tepung terigu, bentuknya seperti kerang, di dalamnya diisi dengan daging dan sebagainya (biasanya digoreng atau dipanggang); kapur berwarna untuk menggambar; gambar atau sketsa yang dibuat dengan kapur berwarna; warna lembut polos (6) |
| PASTOR | Pendeta; padri (Agama Kristen) (6) |
| PASTRI | Adonan yang digunakan untuk membuat pai dan kue panggang lainnya; makanan yang terbuat dari adonan berlemak tinggi dengan isian krim, selai, atau buah, seperti sus (Tata Boga) (6) |
| PASTUR | Pastor (Agama Katolik) (6) |
| PASUAN | Perbungaan yang bunga-bunganya melapisi dinding dalam penyangga yang mencekung seperti periuk (Botani) (6) |
| PASUEL | Surat kaleng (6) |
| PASUNG | Alat untuk menghukum orang, berbentuk kayu apit atau kayu berlubang, dipasangkan pada kaki, tangan, atau leher (6) |
| PATAKA | Bendera lambang pasukan; panji-panji; puncak atau kubah masjid (Sunda) (6) |
| PATANG | Empat (biasanya digunakan dalam frasa) (Jawa) (6) |
| PATANI | Suku bangsa yang mendiami semenanjung Pulau Halmahera bagian tenggara, Provinsi Maluku (6) |
| PATAPA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| PATELA | Tulang yang terdapat di depan sendi lutut (6) |
| PATENA | Perlengkapan misa berupa piring kecil, digunakan sebagai wadah hosti besar (Agama Katolik) (6) |
| PATERA | Daun (6) |
| PATINA | Balutan hijau pada perunggu yang sebenarnya suatu oksida dan karbonat dari tembaga (Kimia) (6) |
| PATING | Pasak atau paku kayu (biasa dipantekkan di pohon untuk tumpuan memanjat dan sebagainya); kata yang memberi makna banyak atau berkali-kali pada perbuatan atau sifat (Jawa) (6) |
| PATIRI | Cerita tentang kerelaan orang tua terhadap anaknya untuk dibunuh demi kesuciannya (Muna) (6) |
| PATIYA | Kota di Bangladesh (6) |
| PATNOS | Kota di Turki (6) |
| PATOIS | Variasi lokal suatu bahasa yang bersifat nonstandar (Linguistik) (6) |
| PATOLA | Motif hiasan pada tenunan songket (Antropologi) (6) |
| PATREM | Pisau kecil yang digunakan oleh perempuan (Sunda) (6) |
| PATROL | Orkes gamelan khas Madura berintikan tongtong, rebana, seruling serta instrumen lain, biasanya dilantunkan sambil berkeliling untuk membangunkan orang agar makan sahur pada malam bulan puasa (Madura); daerah yang terletak di pinggir sungai tempat penyeberangan (Sunda); perondaan (Inggris) (6) |
| PATRON | Pola (pakaian, batik, dan sebagainya); suri (teladan) (6) |
| PATRUN | Tabung tembaga yang berisi mesiu dan peluru; kelongsong peluru; isi bedil (6) |
| PATSUS | Tempat khusus, dapat berupa markas, rumah kediaman, atau ruang tertentu (akronim) (6) |
| PATTAE | Suku bangsa yang mendiami Desa Sulai, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (6) |
| PATUHA | Gunung bertipe strato dengan ketinggian 2.386 mdpl yang terkenal dengan kawah putihnya, terletak di Kota Bandung, Jawa Barat (6) |
| PATUNG | Tiruan bentuk orang, hewan, dan sebagainya dibuat (dipahat dan sebagainya) dari batu, kayu, dan sebagainya; arca; golek; anak-anakan; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 20 cm, tubuhnya pipih memanjang dan terdapat sekitar sepuluh garis vertikal berwarna kehitaman, tersebar di perairan Indocina, Myanmar, India, dan Indonesia (Sumatra dan Kalimantan; empatung (Pristolepis fasciata) (6) |
| PATUTO | Kota di Filipina (6) |
| PAULUS | Salah satu dari kedua belas rasul Tuhan Yesus yang secara khusus diperintahkan untuk mengabarkan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi; rasul pengganti Yudas Iskariot (Agama Kristen) (6) |
| PAUTAN | Hasil memaut; tiang dan sebagainya tempat menambatkan lembu dan sebagainya; tempat mengikat ayam dan sebagainya; tempat asal (kiasan); beda; selisih (6) |
| PAWAKA | Api (6) |
| PAWANA | Angin; bayu (6) |
| PAWANG | Orang yang memiliki keahlian istimewa yang berkaitan dengan ilmu gaib, seperti dukun, mualim perahu, pemburu buaya, penjinak ular (6) |
| PAYANG | Jaring (jala) besar dan panjang untuk menangkap ikan; pukat; memayang; mengampu; memapah (6) |
| PAYAPI | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Danau Poso, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| PAYUNG | Alat pelindung badan supaya tidak terkena panas matahari atau hujan, biasanya dibuat dari kain atau kertas diberi tangkai dan dapat dilipat-lipat, dan ada juga yang dipakai sebagai tanda kebesaran; kain berbentuk setengah bulatan diberi tali pada tepinya, dipakai untuk terjun dari pesawat terbang atau balon udara; parasut; payung udara; barang apa yang melindungi (di atas kepala); pelindung dan sebagainya (kiasan); orang yang melindungi; pelindung (kiasan) (6) |
| PEBATO | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Danau Poso, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| PECARA | Benda kuno Keraton Cirebon yang dipertontonkan pada peringatan Maulid Nabi; upacara (6) |
| PEDADA | Pohon yang tumbuh di hutan-hutan bakau, tingginya mencapai 15 m, berakar napas yang keluar dari dalam lumpur, bentuk daunnya bulat telur, ujungnya tumpul dan membundar, panjangnya 5–13 cm; berembang (Sonneratia acida) (6) |
| PEDAKA | Kalung aguk (dokoh) (6) |
| PEDANG | Parang panjang (6) |
| PEDAPA | Ranting (carang) muda (6) |
| PEDATI | Gerobak yang dihela kuda, lembu, atau kerbau (6) |
| PEDEMO | Orang yang berdemonstrasi; pelaku demonstrasi; demonstran (6) |
| PEDENA | Tempayan atau tajau besar (6) |
| PEDERA | Sakit kepala karena diganggu oleh roh halus (Kapuas Hulu) (6) |
| PEDULI | Mengindahkan; memperhatikan; menghiraukan (6) |
| PEDUSI | Perempuan (Minangkabau); istri (Minangkabau) (6) |
| PEGARI | Tampak; kelihatan; muncul (6) |
| PEGIAT | Yang giat melakukan (bekerja, bertindak, dan sebagainya); aktivis (6) |
| PEGUAM | Pengacara; advokat (6) |
| PEHOBI | Orang yang memiliki hobi; penggemar (6) |
| PEHOKI | Orang yang selalu atau sering beruntung (6) |
| PEHONG | Penyakit raja singa; sifilis (6) |
| PEJAKA | Waktu yang tepat (6) |
| PEJERA | Alat yang dipasang pada ujung senapan untuk menepatkan arah sasaran pada waktu membidik; mata bedil (6) |
| PEJUDO | Pemain (atlet) judo; judoka (6) |
| PEKAJA | Bunga teratai; seroja; padma (6) |
| PEKALI | Bilangan yang dikalikan (Matematika) (6) |
| PEKATU | Jenis meriam (6) |
| PEKENG | Gambang kecil dengan 6–7 lempeng logam berjejer di atas kerangka kayu, satu oktaf lebih tinggi daripada saron (Madura) (6) |
| PEKING | Pipit; perangkat gamelan berupa bilah-bilah besi kecil bernada tinggi yang menjadi bagian dari perangkat gamelan (Musik) (6) |
| PEKORO | Piring kayu pada masyarakat suku Kamoro (Kamoro) (6) |
| PEKTAI | Keputihan (6) |
| PEKTIK | Yang berhubungan dengan pektin (Kimia) (6) |
| PEKTIN | Zat bermolekul berat yang terdapat di dalam buah yang masak (6) |
| PEKUNG | Penyakit kulit yang berbau busuk (akibat sakit sifilis atau kanker) (6) |
| PELABI | Dalih; helah; akal (tipu daya) (Melayu Jakarta) (6) |
| PELAGA | Ayam sabungan; orang yang suka berlaga (berkelahi) (6) |
| PELAGU | Orang yang melagukan (syair dan sebagainya); pembawa lagu; penyanyi (6) |
| PELAIF | Peranti untuk mengurangi kekuatan gelombang, khususnya sinyal elektrik; atenuator (6) |
| PELAKU | Orang yang melakukan suatu perbuatan; pemeran, pemain (sandiwara dan sebagainya); orang yang melakukan suatu perbuatan, subjek (dalam suatu kalimat dan sebagainya) yang merupakan pelaku utama dalam perubahan situasi tertentu; orang (tidak harus seorang aktor) yang menampilkan tokoh dalam pertunjukan teater (Kesenian) (6) |
| PELANA | Lapik pada punggung kuda dan sebagainya; tempat duduk orang yang menunggang (di punggung binatang yang ditunggangi); alat untuk pegangan yang terpasang pada kuda-kuda (dalam olahraga senam); sela; titik potong antara garis punggung dan palung tekanan pada peta cuaca, titik relatif tekanan terendah di antara dua daerah tekanan tinggi dan dua daerah tekanan rendah (Meteorologi); bentuk atap yang hanya terdiri atas satu buah sambungan, yaitu pada bagian atas (6) |
| PELANG | Perahu dagang; jalur berwarna (seperti pada bendera, bulu harimau); loreng; buluh yang kulitnya belang-belang hitam; papan (nama dan sebagainya) (6) |
| PELARI | Orang yang lari; peserta lomba lari; perahu layar tradisional yang mempunyai satu tiang layar utama, lima buah layar, tiga di ujung depan dan dua di tengah-tengah digunakan untuk mengangkut barang antarpulau (di daerah Bone dan Buton); palari (6) |
| PELASI | Penakut (6) |
| PELATA | Ikan kembung (Scomber microlepidotus) (6) |
| PELAUT | Orang yang pekerjaannya berlayar di laut; bahariwan; nelayan (6) |
| PELAUW | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (6) |
| PELAWA | Orang yang merintangi (menghalangi); alat yang merintangi (menghalangi); batas surut air laut; alangan; rintangan (6) |
| PELBAK | Bak (tempat) sampah (6) |
| PELBET | Tempat tidur lapangan terbuat dari kain terpal yang disangga oleh bagan-bagan kayu atau besi (dapat dilipat sehingga praktis dan mudah dibawa ke mana-mana) (6) |
| PELIAS | Mantra kekebalan (mantra yang menyebabkan kebal) (6) |
| PELITA | Lampu (dengan bahan bakar minyak); penerang; petunjuk (kiasan); pembangunan lima tahun (program pembangunan pada masa Orde Baru) (akronim) (6) |
| PELONG | Besi tipis penutup roda supaya lumpur tidak memercik; sayap roda; sepatbor (6) |
| PELOTA | Pemukul bola berbentuk cekung, seperti kapal, digunakan oleh pemain hailai (6) |
| PELUAS | Alat untuk meluaskan (6) |
| PELUIT | Alat yang dapat menghasilkan bunyi apabila ditiup; sempritan; sirene (6) |
| PELURU | Barang tajam (dari timah, besi, dan sebagainya) pengisi patrun atau yang dilepaskan dengan senjata api; obat bedil; pelor; timah panas; bola besi yang harus dilempar dengan tolakan tangan; bola peluru (Olahraga) (6) |
| PELVIK | Berkaitan dengan bagian pinggang (6) |
| PELVIS | Tulang panggul (Anatomi) (6) |
| PEMAIN | Orang yang bermain (olahraga, musik, dan sebagainya); seseorang yang memainkan atau memerankan tokoh cerita (Kesenian) (6) |
| PEMAIR | Perahu peronda (penjelajah); penjaga keamanan (peronda) di laut (perairan); orang yang ahli mengukur tanah; mantri ukur (6) |
| PEMAJU | Tamu yang tampil menari bersama penari wanita dalam pertunjukan gandrung (6) |
| PEMALI | Pantangan; larangan (berdasarkan adat dan kebiasaan); pamali (Sunda) (6) |
| PEMANE | Pengurus adat tingkat RT (Dayak) (6) |
| PEMAUK | Gancu; pengait (6) |
| PEMBEO | Orang yang suka membeo atau mengikuti (menirukan) perkataan orang lain (6) |
| PEMILU | Pemilihan umum (akronim); pemilihan yang dilakukan serentak oleh seluruh rakyat suatu negara (untuk memilih wakil rakyat dan sebagainya) (akronim) (6) |
| PEMKAB | Pemerintah kabupaten (akronim) (6) |
| PEMKOT | Pemerintah kota (akronim) (6) |
| PEMPEK | Penganan khas daerah Palembang dari adonan tepung sagu dan ikan, dimakan dengan kuah yang bercuka (6) |
| PEMRED | Pemimpin redaksi (akronim) (6) |
| PEMUAS | Alat untuk memuaskan (6) |
| PEMUDA | Orang yang masih muda; orang muda; taruna (6) |
| PEMUDI | Orang muda perempuan; remaja putri; gadis; taruni (6) |
| PEMUKA | Orang yang menjadi pemimpin; penganjur (6) |
| PEMULA | Orang yang mulai atau mula-mula melakukan sesuatu; anggota pramuka kecil yang baru pada tingkat awal; sesuatu yang dipakai untuk memulai (6) |
| PEMURE | Memulai suatu pekerjaan dengan maksud agar diikuti oleh orang lain (Aceh) (6) |
| PENAJA | Orang yang menaja; sponsor (6) |
| PENAKA | Sebagai; seperti; seolah-olah (6) |
| PENALA | Orang yang pekerjaannya menala (piano dan sebagainya); alat untuk menala; garpu tala; pelapis (6) |
| PENALI | Pengikat; kesimpulan; pembatasan (definisi) (6) |
| PENANG | Salah satu negara bagian Malaysia (6) |
| PENATU | Usaha atau orang yang bergerak di bidang pencucian (penyetrikaan) pakaian; dobi; benara; benatu (6) |
| PENAUT | Yang menautkan; penyambung (Komputer) (6) |
| PENCAK | Permainan (keahlian) untuk mempertahankan diri berupa kepandaian menangkis, mengelak, dan sebagainya (6) |
| PENCAR | Memencar; berpisah-pisah ke mana-mana (tentang pergi, lari, dan sebagainya) (6) |
| PENCET | Tekan keras-keras (dengan ibu jari dan sebagainya); pijit (6) |
| PENCIL | Memencil; terasing (terpisah) dari yang lain; menyendiri; jauh (dari yang lain); pensil (Inggris) (6) |
| PENCOK | Sayur rebus yang diberi bumbu (Jawa) (6) |
| PENCON | Gong-gong kecil yang tidak digantung, tetapi disangkutkan mendatar di atas sepasang tali yang direntangkan di atas kerangka kayu (Madura) (6) |
| PENCUT | Kepencut; tertarik pada; jatuh cinta (Jawa) (6) |
| PENDAK | Tiap (setelah) satu tahun (Jawa) (6) |
| PENDAM | Memendam; menanam (untuk menyembunyikan dan sebagainya) dalam tanah; menyembunyikan; menyimpan (tentang perasaan, rahasia, dan sebagainya) (6) |
| PENDAR | Cahaya seperti yang tampak pada lendir kelemayar atau pada permukaan laut pada malam hari dan sebagainya (6) |
| PENDAU | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| PENDEK | Dekat jaraknya dari ujung ke ujung; dekat jaraknya dari sebelah bawah; tidak tinggi; sebentar (tentang waktu); ringkas; singkat (tentang cerita dan sebagainya) (6) |
| PENDET | Tarian suci untuk upacara menyambut tamu dan sebagainya (Bali) (6) |
| PENDOK | Cincin (pada gagang atau pegangan keris) (Jawa) (6) |
| PENDUA | Keris dan sebagainya yang dipakai sebagai cadangan atau pasangan (keris dan sebagainya) yang lain (6) |
| PENDUK | Salut sarung keris dari emas, perak, dan sebagainya (6) |
| PENDUL | Kembang petai (6) |
| PENEMU | Orang yang menemukan (suatu alat, sesuatu yang belum diketahui orang, dan sebagainya) (6) |
| PENEWU | Asisten wedana; camat (Jawa) (6) |
| PENGAP | Serasa penuh sesak (seperti dalam kamar sempit yang tidak berjendela); kurang mendapat udara dari luar (6) |
| PENGAR | Berasa agak pening (setelah bangun dari tidur yang tidak nyenyak, habis mabuk, dan sebagainya); penggar; bau yang kuat dan menyengat, seperti bau jengkol, petai, atau obat-obatan yang mengandung amonia (Sunda) (6) |
| PENGAT | Masakan yang tidak berkuah, ada yang dibuat dari buah-buahan dengan santan, ada pula yang dari ikan (6) |
| PENGGA | Jeluk (tentang pinggan, mangkuk, dan sebagainya) (6) |
| PENGIN | Ingin, menginginkan sesuatu (6) |
| PENGIS | Bunga pohon kawung (Sunda) (6) |
| PENGIT | Bunga pohon lenca (Sunda) (6) |
| PENGKI | Keranjang (tempat) sampah, terbuat dari anyaman kulit bambu yang berbentuk terbuka dan agak ceper; cikrak; ekrak; pengeruk sampah, terbuat dari anyaman kulit bambu, seng, atau plastik berbentuk kotak terbuka, ceper, dan bergagang (6) |
| PENGOS | Tumpul (tentang sudut dan sebagainya) (6) |
| PENING | Bulatan timah (kaleng dan sebagainya) bertera sebagai tanda sudah membayar pajak (sepeda, anjing, dan sebagainya); pusing kepala; sakit kepala; kepialu; bingung (tidak tahu akal dan sebagainya) (6) |
| PENIPU | Orang yang menipu; pengecoh (6) |
| PENITI | Jarum penyemat (pengelat); orang yang bertugas merawat perangkat gamelan (Jawa) (6) |
| PENJAS | Pendidikan jasmani (akronim) (6) |
| PENJOR | Hiasan berupa bambu (dari pangkal sampai ujung yang dihiasi dengan daun kelapa muda dan sebagainya) (Bali) (6) |
| PENMAS | Pendidikan masyarakat (akronim); penerangan masyarakat (akronim) (6) |
| PENMES | Pisau lipat (6) |
| PENSIL | Alat tulis berupa kayu kecil bulat berisi arang keras; alat menggambar berupa ikatan bulu (rambut) diberi tangkai; kuas (6) |
| PENTAL | Terpental; terpelanting jauh (6) |
| PENTAN | Tentu (6) |
| PENTAR | Lemah (tentang suara) (6) |
| PENTAS | Lantai yang agak tinggi di gedung pertunjukan tempat memainkan sandiwara dan sebagainya; panggung; lantai yang agak tinggi di rumah (untuk tempat tidur) atau di dapur (tempat memasak) (6) |
| PENTET | Burung pengicau dan pemakan serangga, berukuran agak besar dan berekor panjang, dahi dan ekornya berwarna hitam, mahkota dan tengkuknya berwarna abu-abu, bulu pada punggung, tunggir, dan sisi tubuhnya berwarna cokelat kemerahan, serta berwarna putih pada dagu, tenggorokan, dada, dan perut tengah; cendet (Lanius schach) (6) |
| PENTIL | Alat terbuat dari karet tempat memasukkan udara (gas) ke dalam ban (bola dan sebagainya) dan menahan udara (gas) yang sudah masuk; puting susu; cembul kecil; buah yang masih muda sekal; sentil; jentik (6) |
| PENTOL | Sesuatu (bentuk) yang menonjol (agak besar); cembul; tombol; kenop (6) |
| PENUJU | Merasa senang (tertarik hati); suka; yang disukai (6) |
| PENYAP | Lenyap; hilang (6) |
| PENYEK | Pipih karena terinjak, terimpit, dan sebagainya; pesek (6) |
| PENYOK | Berlekuk karena tersodok dan sebagainya (tentang kaleng, bodi mobil, dan sebagainya) (6) |
| PEPAKU | Jenis burung (Sarcogrammus atrinuchalis) (6) |
| PEPARE | Tumbuhan menjalar, bunganya kecil-kecil berwarna kuning hampir serupa dengan bunga mentimun, buahnya seperti mentimun mempunyai permukaan kulit yang tidak licin, berbintil-bintil kecil, agak pahit rasanya, daunnya berwarna hijau dan bergerigi, bermanfaat untuk menyembuhkan sakit encok; peria; pare (Momordica charantia) (6) |
| PEPARU | Paru-paru (6) |
| PEPAYA | Tumbuhan buah daerah tropis, batangnya lurus tidak beranting seperti palem, tetapi tidak berkayu, buahnya berdaging tebal dan manis; betik; kates; keliki (Carica papaya) (6) |
| PEPERA | Perwira penyerah perkara; perwira yang bertugas mengeluarkan surat keputusan penyerahan perkara (Hukum); penentuan pendapat rakyat (akronim) (6) |
| PEPLUM | Bagian di bawah pinggang dari gaun, jaket, atau blus yang merupakan terusan dari bagian atas (6) |
| PEPSIN | Enzim dalam getah lambung untuk menguraikan protein dalam lingkungan asam (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| PEPTIK | Borok pada lapisan selaput lendir lambung; mengenai pencernaan; berkaitan dengan pepsin (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| PEPTON | Hasil hidrolisis dari protein yang dapat larut dalam air; makanan yang telah dicerna atau dihancurkan oleh pepsin (6) |
| PEPUJU | Peranakan; kandungan (Jawa) (6) |
| PEPUNG | Pertemuan (rapat dan sebagainya) untuk mempersiapkan upacara adat (di Lampung) (6) |
| PERABA | Yang meraba; alat untuk meraba; pemarah (6) |
| PERABU | Cepat marah (Melayu Riau) (6) |
| PERADA | Kertas dari emas (perak, timah) untuk perhiasan, tulisan, dan sebagainya (6) |
| PERAGA | Orang yang suka meragakan diri; pesolek; alat media pengajaran untuk meragakan sajian pelajaran (Pendidikan) (6) |
| PERAHU | Kendaraan air (biasanya tidak bergeladak) bermesin atau tidak bermesin, pada umumnya berbentuk lancip pada kedua ujungnya dan lebar di tengahnya; kelulus (6) |
| PERAIH | Tengkulak (ikan, buah-buahan, dan sebagainya); pemborong (barang-barang); sampan untuk berdagang (ikan, buah-buahan); orang yang berhasil meraih sesuatu (6) |
| PERAJI | Orang yang pekerjaannya menolong orang melahirkan; dukun bayi (6) |
| PERAKA | Ruang (di geladak kapal) tempat menyimpan muatan dan sebagainya; palka (6) |
| PERANG | Permusuhan antara dua negara (bangsa, agama, suku, dan sebagainya); pertempuran besar bersenjata antara dua pasukan (tentara, laskar, pemberontak, dan sebagainya) atau lebih; perkelahian; konflik; cara mengungkapkan permusuhan (6) |
| PERATA | Penambahan tempelan-tempelan pada bantalan cetak atau kaki huruf untuk meratakan tekanan (Ilmu Komunikasi); alat untuk meratakan krim adonan pada kue (Tata Boga) (6) |
| PERAUP | Orang atau alat untuk menciduk (6) |
| PERAWI | Rawi; orang yang meriwayatkan hadis Nabi Muhammad Saw. (6) |
| PERBAL | Berita acara; proses verbal (6) |
| PERBAN | Kain pembalut (luka dan sebagainya) (6) |
| PERCIK | Titik-titik air yang berhamburan; recik-recik; renjis (6) |
| PERCIS | Persis; tepat benar (6) |
| PERCIT | Memercit; keluar melecit (seperti nanah dari bisul yang dipijit); memercik; menyembur berdikit-dikit (6) |
| PERCUL | Tepercul; tersembul (dari liang, lubang, dan sebagainya); terpacul (6) |
| PERDAH | Tangkai (pegangan) beliung atau patil (6) |
| PERDEO | Secara cuma-cuma; tidak usah membayar; prodeo (6) |
| PERDOM | Kata untuk memaki (6) |
| PERELI | Orang yang mengikuti perlombaan kendaraan (sepeda, mobil) di jalan umum; peserta reli; pembalap (6) |
| PEREWA | Pemberani (Minangkabau); perisau (Minangkabau); pengacau; orang yang buruk kelakuan (Minangkabau) (6) |
| PERFEK | Sempurna; tanpa cacat (6) |
| PERGAM | Merpati yang berukuran besar dengan warna bulu mengilap, tubuh bagian bawah berwarna keputih-putihan dan abu-abu (Ducula spp.) atau (Columba spp.) (6) |
| PERGOK | Kepergok; tepergok; terjumpa; diketahui oleh orang dan sebagainya ketika melakukan kejahatan; tertangkap basah (6) |
| PERGOL | Lapis emas (perak); sepuh emas (perak) (6) |
| PERHAL | Pergerakan pada hidung anak ketika bernapas pada kondisi sesak (6) |
| PERIAN | Hasil memerikan; tabung bambu tempat air dan sebagainya (6) |
| PERIAS | Orang yang pekerjaannya merias wajah aktor, aktris, pengantin, dan sebagainya; padanan dari make up artist (MUA) (6) |
| PERIDI | Hewan yang bersifat beranak banyak, misalnya tikus, kelinci, dan babi; dapat beranak banyak; cepat berkembang biak (6) |
| PERIGE | Titik pada garis edar suatu benda langit yang terdekat dengan bumi (Astronomi) (6) |
| PERIGI | Sumur; sumber (air) (6) |
| PERING | Berbau busuk seperti bau petai, jering, dan sebagainya; buluh; bambu (6) |
| PERISA | Enak; sedap; penambah rasa (6) |
| PERIUK | Alat untuk menanak nasi, dibuat dari tanah atau logam (6) |
| PERJAN | Perusahaan jawatan (akronim) (6) |
| PERLAK | Kain tebal dengan lapisan berkilat; kain cat; alas tidur bayi yang terbuat dari bahan yang tidak tembus air; kulit tiruan dengan lapisan berkilat (dibuat sepatu dan sebagainya); kebun; taman (Minangkabau) (6) |
| PERLIP | Jatuh cinta; sangat cinta (6) |
| PERLIT | Bahan gelas vulkanis (Geografi dan Geologi); batu silika yang dipanaskan dengan suhu tinggi, memiliki daya serap air cukup tinggi, biasa digunakan sebagai media tanam (Geografi dan Geologi) (6) |
| PERLOP | Cuti (izin tidak bekerja dalam beberapa hari untuk beristirahat atau karena sakit dan sebagainya) (6) |
| PERLUP | Bertunangan; dol (tentang sekrup dan sebagainya); galir (6) |
| PERLUS | Teperlus; terperosok ke dalam lubang (6) |
| PERMAI | Elok; indah (6) |
| PERMAK | Memermak; merombak (agar dapat dimanfaatkan kembali, misalnya pakaian); mengubah dari bentuk atau keadaan asli menjadi bentuk baru; memukuli dan menyiksa (kiasan) (6) |
| PERMEN | Gula-gula yang bau dan rasanya mengandung campuran minyak perangsang (dari tumbuhan) (6) |
| PERMIL | Perseribu (6) |
| PERNAH | Sudah menjalani (mengalami dan sebagainya); ada kalanya (6) |
| PERNIK | Hal-hal kecil (sepele); banyak tingkah; banyak urusan; rumit (tidak sederhana, tidak gampang); kota di Bulgaria (6) |
| PERNIS | Campuran minyak cat, damar, dan sebagainya (untuk mengecat dan mengilapkan barang dari kayu dan sebagainya) (6) |
| PERPAT | Kupang berwarna putih (Melayu Jambi) (6) |
| PERPPU | Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang yang dibentuk dalam kegentingan yang memaksa) (akronim) (6) |
| PERRIS | Kota di Amerika Serikat (6) |
| PERSEN | Hadiah; pemberian; uang sirih; uang rokok; seperseratus (6) |
| PERSIA | Kekaisaran kuno yang terletak di Asia Barat Daya; Iran; kelompok etnis dominan di Iran; bahasa resmi Iran (6) |
| PERSIB | Juara Liga 1 2023-2024; juara Liga 1 musim 2024/2025 (6) |
| PERSIH | Bersih; putih bersih (6) |
| PERSIK | Tanaman jenis mawar, bercabang banyak, berbunga merah jambu, buahnya berdaging tebal, berbiji tunggal, dan dapat dimakan (Prunus persica) (6) |
| PERSIL | Sebidang tanah dengan ukuran tertentu (untuk perkebunan atau perumahan) (6) |
| PERSIS | Benar; secara pasti; tepat; tepat betul (tentang sasaran); sama besar; serupa (6) |
| PERSIT | Persatuan Istri Tentara (akronim) (6) |
| PERSON | Pribadi; perseorangan (6) |
| PERTAL | Memertal; menerjemahkan (6) |
| PERTUA | Yang lahir pertama; yang tertua; senior (6) |
| PERUAK | Terperuak; menjadi lebar (luas); melebar; meluas (tentang luka dan sebagainya) (6) |
| PERUAN | Andang-andang (kayu tempat menggantungkan layar); gandar tiang (Pelayaran) (6) |
| PERUIS | Kendaraan tidak dapat masuk atau melewati tempat karena menunggu giliran kendaraan lain (6) |
| PERURI | Percetakan Uang Republik Indonesia (akronim) (6) |
| PERUSA | Memerusa; memaksa; memerkosa; mengganggu (6) |
| PERUTE | Peranti yang mengatur jalur jalan untuk data antarjaringan (Komputer) (6) |
| PERWIS | Tokoh terpandang dalam suku Buru yang menjadi penasihat bagi pemimpin keluarga adat (6) |
| PESAGI | Gunung dengan ketinggian 2.262 mdpl yang dianggap sebagai lokasi awal mula lahirnya keturunan Suku Lampung, terletak di Kecamatan Balik Bukit, Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung (6) |
| PESARA | Kubur; (pe)kuburan; pusara (Minangkabau) (6) |
| PESARO | Kota di Italia (6) |
| PESERO | Orang yang ikut menanamkan saham; pemegang saham (peserta dalam perserikatan dagang) (6) |
| PESIAR | Orang yang berjalan-jalan; pelancong; berkeliling kota dan sebagainya dengan kendaraan; berjalan-jalan; bertamasya; pelesir (6) |
| PESING | Bau air kencing (6) |
| PESMOL | Masakan ikan bumbu kuning (6) |
| PESONA | Guna-guna; jampi; mantra (sihir); daya tarik; daya pikat (6) |
| PESONG | Serong; mencong; putar (ke kanan atau ke kiri) (6) |
| PESSAC | Kota di Prancis (6) |
| PETAKA | Bencana; kecelakaan (6) |
| PETALA | Lapis; susun(an); tingkat(an) (6) |
| PETANG | Waktu sesudah tengah hari (kira-kira dari pukul tiga sampai matahari terbenam); sore (6) |
| PETANI | Orang yang pekerjaannya bercocok tanam (6) |
| PETAPA | Kota di Guatemala (6) |
| PETARE | Kota di Venezuela (6) |
| PETENG | Bilah bambu berbentuk busur, digunakan untuk mengurai gulungan kapas menjadi serat-serat halus (Sunda) (6) |
| PETIES | Peti (kotak) tempat menyimpan es; peti (kotak; lemari) pendingin (6) |
| PETING | Memeting; membersihkan (serat kapas); memisahkan kapas dari bijinya (6) |
| PETISI | Surat permohonan resmi kepada pemerintah (6) |
| PETLAD | Kota di India (6) |
| PETOLA | Tumbuhan menjalar, buahnya seperti mentimun, tetapi pahit rasanya, daun dan buahnya dapat dibuat sayur; ketola; blustru (Luffa cylindrica); tanaman menjalar, batang dan daunnya berbulu, daun yang muda disayur, buahnya bulat panjang berbentuk belimbing dan meruncing pada kedua ujungnya, dimasak sebagai sayur; gambas; oyong (Luffa acutangula) (6) |
| PETROL | Bahan bakar terbuat dari campuran gas alam dan petroleum; bensin (6) |
| PETRUS | Pemimpin kedua belas rasul Tuhan Yesus (Agama Kristen); penembak misterius (operasi rahasia pemerintah pada 1980-an untuk menanggulangi tingkat kejahatan yang begitu tinggi dengan melakukan penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat) (akronim) (6) |
| PETSAI | Sayuran berdaun besar membundar telur, pinggir bergerigi, hijau keputihan, bertangkai panjang, lebar dan bersayap memeluk batang, membongkal memanjang; kubis cina (Brassica rapa var. Pekinensis) (6) |
| PETUAH | Keputusan atau pendapat mufti (tentang masalah agama Islam); fatwa; nasihat orang alim; pelajaran (nasihat) yang baik (6) |
| PEUBAH | Simbol yang digunakan untuk menyatakan unsur yang tidak tentu dalam suatu himpunan (Statistik); besaran yang bervariasi atau besaran yang dapat mengambil salah satu dari suatu himpunan nilai tertentu (dalam matematika); variabel (Statistik) (6) |
| PEWAKA | Makhluk halus yang jahat (tinggal di pohon kayu) (6) |
| PEWARA | Pembawa acara dalam suatu pertemuan atau upacara; presenter; padanan dari master of ceremony (MC) (6) |
| PHRYGE | Maskot Olimpiade Paris 2024 (6) |
| PHUKET | Kota di Thailand (6) |
| PIADAH | Bidak; pion (6) |
| PIAGAM | Surat (tulisan pada batu, tembaga, dan sebagainya) resmi yang berisi pernyataan pemberian hak, tanah, dan sebagainya atau berisi pernyataan dan peneguhan mengenai suatu hal (tentang ikrar dan sebagainya); ijazah; diploma (6) |
| PIANIS | Orang yang ahli dalam bermain piano; pemain piano (6) |
| PIARIT | Serampang (seruit) yang bermata dua (6) |
| PIAWAI | Pandai; cakap; mampu; betul (tentang anak timbangan); adil (tentang pertimbangan, putusan, dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| PICING | Tertutup (tentang mata); tidak terbuka; pejam; kercing; kerepas (6) |
| PICUNG | Keluih yang masih muda dan mentah, biasanya dimasak sebagai sayur, daging buah berwarna putih; keluih muda (6) |
| PIDANA | Kejahatan (tentang pembunuhan, perampokan, korupsi, dan sebagainya); kriminal (Hukum) (6) |
| PIDATO | Pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak; wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak (6) |
| PIERRE | Ibu kota negara bagian South Dakota, Amerika Serikat (6) |
| PIGMEN | Zat warna tubuh manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan; zat warna yang bisa dicampur air, minyak, atau bahan dasar lain yang digunakan sebagai bahan pewarna pakaian (Tata Busana) (6) |
| PIGURA | Gambar atau lukisan yang berbingkai; bingkai gambar, foto, dan lukisan (6) |
| PIKINE | Kota di Senegal (6) |
| PIKNIK | Bepergian ke suatu tempat di luar kota untuk bersenang-senang dengan membawa bekal makanan dan sebagainya; bertamasya (6) |
| PIKOLO | Seruling kecil yang bernada satu oktaf lebih tinggi daripada suling biasa (6) |
| PIKSEL | Elemen gambar berupa titik terkecil pada layar (6) |
| PIKSIS | Perlengkapan liturgi berupa wadah bundar bertutup, digunakan untuk mengantarkan hosti kepada orang sakit (Agama Katolik) (6) |
| PILANG | Pohon, tingginya mencapai 25 m, teras kayu berwarna cokelat kemerah-merahan, dapat digunakan untuk bahan bangunan, jembatan, dan sebagainya (Acacia leucophloea) (6) |
| PILEUS | Awan tambahan yang ukuran mendatarnya kecil, dalam bentuk tudung atau terdapat penutup di puncaknya, ditembus atau melekat pada bagian atas awan kemawang (Hidrometeorologi) (6) |
| PILONG | Tunanetra; ablepsia; buta (Jawa) (6) |
| PILSEN | Kota di Republik Ceko (6) |
| PIMPEL | Bintul-bintul kecil yang terdapat pada muka, leher, atau tubuh bagian atas yang disebabkan oleh jerawat (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| PIMPIN | Memimpin; mengetuai atau mengepalai (rapat, perkumpulan, dan sebagainya); memenangi paling banyak; memegang tangan seseorang sambil berjalan (untuk menuntun, menunjukkan jalan, dan sebagainya); membimbing; memandu; melatih (mendidik, mengajari, dan sebagainya) supaya dapat mengerjakan sendiri (6) |
| PIMPRI | Kota di India (6) |
| PIMPRO | Pemimpin proyek (akronim) (6) |
| PINANG | Danau terkecil kedua di Aceh dengan luas 34,45 hektar yang terletak di Aceh Singkil (6) |
| PINCUK | Rujak buah (dengan gula, lombok, belacan, dan sebagainya); pikat; wadah (rujak, gado-gado, dan sebagainya) dari daun pisang yang dilipat dan disemat dengan lidi sehingga membentuk lekukan (6) |
| PINDAD | Perindustrian Angkatan Darat (perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial) (akronim) (6) |
| PINDAH | Beralih atau bertukar tempat; suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Batanghari, Sarolangun, dan Merangin, Provinsi Jambi (6) |
| PINDAI | Memindai; melihat dengan cermat dan saksama; memandangi; memeriksa dengan alat pengindraan (seperti fitometer atau sinar radiasi) untuk mendapatkan informasi; melewatkan berkas elektron atau (sesuatu) lalu mengubahnya menjadi variasi sifat-sifat elektron (misalnya vilatase) yang membawa informasi secara elektronis (Kedokteran dan Fisiologi); mengopi gambar atau teks ke dalam komputer dalam bentuk digital (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari scan (6) |
| PINGAI | Putih kekuning-kuningan; kuning muda (6) |
| PINGDU | Kota di Cina (6) |
| PINGGU | Membuka kulit kacang (Tolaki) (6) |
| PINGIT | Kurung (dalam rumah dan sebagainya) (6) |
| PINGUL | Tumpul (tentang sisi meja dan sebagainya) (6) |
| PINGYI | Kota di Cina (6) |
| PINISI | Perahu layar tradisional Bugis Makassar, Sulawesi Selatan, mempunyai dua tiang utama dan tujuh buah layar (tiga di depan, dua di tengah, dan dua di belakang), digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau (6) |
| PINJAL | Serangga bertubuh pipih vertikal, berwarna cokelat kemerahan atau cokelat kehitaman, tidak memiliki sayap, kaki belakang membesar dan kuat untuk melompat, ektoparasit pada mamalia dan burung, mengisap darah dari inangnya (Siphonaptera) (6) |
| PINJAM | Meminjam; memakai barang (uang dan sebagainya) orang lain untuk waktu tertentu (kalau sudah sampai waktunya harus dikembalikan) (6) |
| PINJOL | Pinjaman online; pinjaman daring (6) |
| PINSET | Penyepit kecil, biasanya digunakan oleh dokter, perawat, dan sebagainya (6) |
| PINTAL | Pintal; spiral; pilin (6) |
| PINTAN | Burung kecil, termasuk burung pemakan biji-bijian, suku Ploceidae dari bangsa burung berkicau, hidupnya di tempat terbuka dekat sumber air, dan terkenal akan kemahirannya membuat sarang yang indah; tempua; manyar (Ploceus hypoxanthus) (6) |
| PINTAR | Pandai; cakap; cerdik; banyak akal; mahir (melakukan atau mengerjakan sesuatu) (6) |
| PINTAS | Memintas; mengambil jalan pintas; menempuh jalan yang terdekat; memotong jalan; memenggal atau menyelang perkataan orang; memotong perjalanan (tentang orang, pesawat, dan sebagainya); memegat; menadah (orang yang hanyut dan sebagainya); melintasi; melalui; melewati; memotong secara tiba-tiba proses pengambilan gambar suatu objek oleh kamera televisi atau film (Ilmu Komunikasi) (6) |
| PINTIL | Untingan benang (6) |
| PINTUR | Perangkap berbentuk bundar yang diberi jaring dan umpan di dalamnya serta bandul yang dapat mengapung di permukaan air dan digunakan untuk menangkap kepiting (6) |
| PIOGEN | Sifat jasad renik yang menghasilkan nanah pada luka yang mengalami infeksi (Biologi) (6) |
| PIONIR | Penganjur; pelopor; perintis jalan; pembuka jalan (6) |
| PIOWAN | Perempuan yang sudah lanjut usia tetapi belum menikah; perawan tua (Melayu Riau); sudah matang tetapi tidak dapat dikonsumsi karena kualitasnya tidak bagus (tentang buah kelapa) (Melayu Riau) (6) |
| PIRANG | Merah kecokelat-cokelatan atau kekuning-kuningan (6) |
| PIRDOT | Pohon dengan batang yang mudah patah, daun berbentuk lebar, buah bulat sebesar kelereng, kalau matang seperti berlendir, dan berasa manis (Saurauia bracteosa) (6) |
| PIRIAN | Alat untuk mengangkut air (6) |
| PIRING | Wadah berbentuk bundar pipih dan sedikit cekung (atau ceper), terbuat dari porselen (seng, plastik), tempat meletakkan nasi yang hendak dimakan (tempat lauk-pauk dan sebagainya); barang yang bulat pipih menyerupai piring; petak (sawah) (kiasan) (6) |
| PIRUCA | Contoh jelek (Sunda) (6) |
| PIRUET | Gaya tari balet yang berputar pada satu kaki atau pada ujung jari kaki (6) |
| PISANG | Tanaman jenis Musa, buahnya berdaging dan dapat dimakan, ada bermacam-macam; suku di Provinsi Sumatra Barat; diulang: nama ikan laut (Albula vulpes); gading-gading (bagian dari rangka perahu) (6) |
| PISCOK | Pisang cokelat (akronim) (6) |
| PISHVA | Kota di Iran (6) |
| PISPOT | Panci bertutup dan bertangkai untuk tempat air kencing atau kotoran (biasanya untuk orang sakit) (6) |
| PISTOL | Senjata api genggam yang pendek dan kecil (6) |
| PISTOM | Struktur seperti taring beracun yang terletak di depan atau di tempat mulut pada berbagai hewan invertebrata, seperti pada lipan, kelabang (Biologi) (6) |
| PISTON | Pengisap dalam mesin (Teknik); kelep atau katup dari kuningan (pada instrumen tiup) untuk mengatur bunyi (Teknik) (6) |
| PITING | Apit atau jepit (dengan kaki atau lengan); tampuk lampu listrik (6) |
| PIURIA | Peningkatan jumlah darah putih dalam urin (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| PIZHOU | Kota di Cina (6) |
| PLAFON | Langit-langit rumah; batas tertinggi (biaya, kredit, dan sebagainya) yang disediakan; pagu (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| PLAKAT | Surat pengumuman (undang-undang dan sebagainya) berupa gambar ataupun tulisan yang ditempelkan di dinding, tembok, dan tempat-tempat umum untuk penyebaran yang lebih luas (6) |
| PLAKET | Tanda peringatan yang dibuat dari logam, porselen, dan sebagainya; lencana; celah yang dibuat pada pakaian sebagai tempat untuk memasang kancing, pengait, ritsleting dan sebagainya (Tata Busana) (6) |
| PLAMIR | Cat dasar untuk mobil atau benda yang terbuat dari kayu (6) |
| PLANET | Benda langit (seperti Mars, Venus) yang tidak mengeluarkan panas ataupun cahaya dan bergerak mengelilingi matahari secara tetap; bintang siarah (6) |
| PLANON | Gamet, spora, atau zigot yang mampu bergerak (Biologi) (6) |
| PLASER | Endapan tanah atau batu kerikil yang berisi bagian-bagian kecil dari emas, platina, dan sebagainya yang dapat didulang (Geografi dan Geologi) (6) |
| PLASMA | Barang cair tidak berwarna yang menjadi bagian darah, dalam keadaan normal volumenya kira-kira 5% dari berat badan (Kedokteran dan Fisiologi); gas yang terionisasi sempurna, sering disebut keadaan materi yang keempat (di samping keadaan padat, cair, dan gas) (Fisika); petani (pekebun) yang menjadi bagian dari sistem usaha pertanian (perkebunan) yang bertugas melakukan proses produksi dan memasok hasil produksinya kepada pabrik (yang bertindak sebagai inti), sedangkan biaya produksi dan fasilitasnya disediakan oleh pabrik (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| PLATEA | Area permainan para aktor berdasarkan latar cerita tertentu (Kesenian) (6) |
| PLAUEN | Kota di Jerman (6) |
| PLEGMA | Kemampuan untuk selalu bersikap tenang dalam situasi apa pun (6) |
| PLEIKU | Kota di Vietnam (6) |
| PLENUM | Saluran penghubung antara perapian dan sistem distribusi udara panas (6) |
| PLEREM | Satuan terkecil dari ungkapan yang mempunyai makna (Linguistik) (6) |
| PLEURA | Selaput paru (Anatomi) (6) |
| PLEVEN | Kota di Bulgaria (6) |
| PLISSE | Bahan tekstil yang dibuat dengan soda kaustik supaya dapat melipat dan mengerut (ungkapan/Prancis) (6) |
| PLOIDI | Jumlah himpunan kromosom dalam suatu sel (Biologi) (6) |
| PLONCI | Calon mahasiswi yang sedang mengikuti acara kegiatan pengenalan kampus (6) |
| PLONCO | Calon mahasiswa yang sedang mengikuti acara kegiatan pengenalan kampus (6) |
| PLOSIF | Konsonan yang dihasilkan jika udara yang keluar (nasal atau oral) tertutup secara sempurna dan terbuka (tutupnya) dengan tiba-tiba (Linguistik) (6) |
| PLOTER | Alat untuk mencetak peta digital dalam ukuran besar (6) |
| PLUPOH | Tempat tidur yang terbuat dari potongan-potongan bambu (Melayu Medan) (6) |
| PLURAL | Jamak; lebih dari satu (Linguistik) (6) |
| POCONG | Berkas (padi) yang diikat menjadi satu (Jawa); mayat yang dibalut kain kafan (6) |
| PODENA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (6) |
| PODIUM | Pentas tempat berpidato dan sebagainya; mimbar; tempat pendek yang berada di belakang panggung prosenium, digunakan untuk merekayasa unit pencahayaan tambahan (Kesenian) (6) |
| PODOMO | Guna-guna yang dipakai oleh pencuri untuk menidurkan pemilik rumah (Gorontalo) (6) |
| POGALA | Tarian selamat datang untuk tamu raja (Muna) (6) |
| POGROM | Pembunuhan besar-besaran terhadap orang Yahudi; pembunuhan besar-besaran terhadap suatu bangsa (6) |
| POHANG | Kota di Korea Selatan (6) |
| POHUNG | Patung berbentuk manusia yang memiliki kekuatan magis (dari batu, kayu, dan sebagainya), berfungsi sebagai penjaga kebun (Batak) (6) |
| POKENG | Tidak berekor; dogel; kuntul; bukung; tukung; ponggok (6) |
| POKROL | Pembela atau wakil orang yang beperkara (dalam pengadilan); pengacara; advokat; orang yang pandai berbantah (berdebat, berputar lidah, dan sebagainya) (6) |
| POKSAI | Burung yang termasuk keluarga Muscicapidea, dengan bulu badan berwarna abu-abu, paruh dan warna bulu dagu hitam, ujung ekor berwarna hitam, burung jantannya bersuara nyaring dan keras (6) |
| POLBAN | Politeknik Negeri Bandung (akronim) (6) |
| POLDAN | Sudah lunas; sudah terbayar (6) |
| POLDER | Tanah yang digenangi air dan dikelilingi tanggul, tinggi rendah air diatur oleh sejumlah parit yang bermuara di induk parit, dan pada induk parit terdapat mesin pompa untuk membuang air yang berlebihan (6) |
| POLENG | Bercorak kotak-kotak, seperti papan catur (Jawa); garis-garis hiasan (misalnya pada kain, tikar) (Sunda); kain dari Bali bercorak kotak-kotak hitam dan putih (seperti papan catur), dianggap sebagai kain penolak bala; ikan laut yang ukurannya mencapai 11 cm, hidup di perairan karang tropis dengan kedalaman 1–15 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat, Samudra Hindia bagian Timur, termasuk Pulau Andaman dan Nikobar, Thailand, Semenanjung Malaya, dan Australia hingga Singapura, Indonesia dan Filipina; di wilayah utara hingga Thailand dan Kepulauan Ryukyu; ikan inggu; ikan badu; ikan badut (Amphiphrion ocellaris) (6) |
| POLHUT | Polisi kehutanan (akronim) (6) |
| POLIAD | Serbuk sari yang terdapat dalam kelompok-kelompok lebih dari empat (Botani) (6) |
| POLIJE | Politeknik Negeri Jember (akronim) (6) |
| POLIOL | Alkohol gula; polialkohol (6) |
| POLISI | Badan pemerintah yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum (menangkap orang yang melanggar undang-undang dan sebagainya); anggota badan pemerintah (pegawai negara yang bertugas menjaga keamanan dan sebagainya) (6) |
| POLKAM | Politik dan keamanan (akronim) (6) |
| POLMAH | Surat kuasa; orang yang diberi kuasa (6) |
| POLMAN | Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (akronim) (6) |
| POLONG | Hantu atau roh jahat yang suka mengganggu orang (menyebabkan penyakit dan sebagainya; penyakit saraf yang disebabkan oleh guna-guna; bentuk biji tumbuhan yang bulat atau agak pipih, terdapat dalam kelopak yang lunak atau agak keras, dalam satu kelopak biasanya terdapat beberapa biji (seperti pada kara, ercis); kacang polong; bunga lawang (cengkih) (6) |
| POLRES | Kepolisian resor (akronim) (6) |
| POLSEK | Kepolisian sektor (akronim) (6) |
| POLSKI | Bahasa yang dituturkan di Polandia (6) |
| POLSUS | Polisi khusus (akronim) (6) |
| POLUSI | Pengotoran (tentang air, udara, dan sebagainya); pencemaran (6) |
| POLWAN | Polisi wanita (akronim) (6) |
| POLWIL | Kepolisian wilayah (akronim) (6) |
| POMADE | Minyak rambut yang kental, berbau harum (6) |
| POMELO | Nama yang diberikan orang Inggris untuk jeruk bali, berkulit tebal, isi buah berwarna merah (Citrus maxima) (Botani) (6) |
| POMONA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| POMPOM | Meriam otomatis berukuran 20–40 mm yang dipasang berjajar dua, empat, atau delapan (ungkapan/Inggris) (6) |
| POMPON | Bola-bola kecil dari bahan wol dan sebagainya yang digunakan sebagai hiasan pada baju (wanita), sepatu, dan sebagainya (6) |
| PONDAR | Pendek gemuk (tentang badan) (Minangkabau) (6) |
| PONDIK | Menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah; sombong (6) |
| PONDOH | Nama salak yang daging buahnya empuk, seperti embut, rasanya tidak sepet dan tidak masam (6) |
| PONDOK | Bangunan untuk tempat sementara (seperti yang didirikan di ladang, di hutan, dan sebagainya); teratak; rumah (sebutan untuk merendahkan diri); bangunan tempat tinggal yang berpetak-petak yang berdinding bilik dan beratap rumbia (untuk tempat tinggal beberapa keluarga); madrasah dan asrama (tempat mengaji, belajar agama Islam) (6) |
| PONGAH | Sangat sombong atau angkuh (baik tentang perbuatan maupun tentang perkataan); congkak; pondik; bodoh; dungu (Melayu Jakarta) (6) |
| PONGGE | Biji durian (6) |
| PONGSU | Bukit kecil; busut (6) |
| PONNUR | Kota di India (6) |
| PONPES | Pondok pesantren (akronim) (6) |
| PONSEL | Telepon seluler (akronim) (6) |
| PONTEN | Pancaran air; angka (biji, nilai) kepandaian atau angka pertandingan (perlombaan) (6) |
| PONTOH | Gelang besar dari emas atau perak yang berukir naga atau merak yang dipakai di lengan atas (di atas siku) atau di atas pergelangan tangan (6) |
| PONTON | Sampan yang rendah dan lebar untuk menggalang atau menyangga jembatan darurat dan sebagainya (6) |
| POPERA | Perpaduan antara musik pop dan opera (akronim/Musik) (6) |
| POPNAS | Pekan Olahraga Pelajar Nasional (akronim) (6) |
| POPRAD | Kota di Slowakia (6) |
| PORANG | Suweg sejenis (Amorphophallus muelleri) (6) |
| PORONG | Tanda hitam pada tubuh yang dibawa sejak lahir; kecamatan terdampak lumpur Lapindo di Sidoarjo (6) |
| PORTAL | Pintu gerbang; gapura; jalan (pintu) masuk ke dalam tambang bawah tanah, terowongan, jembatan, dan sebagainya; gang (beranda dan sebagainya) lebar di depan kamar-kamar dalam rumah, gedung, dan sebagainya; tonggak atau palang yang dipasang di ujung gang (jalan) untuk menghalangi masuknya kendaraan tertentu; situs web yang menyediakan tautan; tempat penjualan (6) |
| PORTER | Orang yang membawakan barang atau koper penumpang di stasiun kereta api, bandar udara, atau di hotel; pramubarang; pramuantar (6) |
| PORTIK | Pintu masuk yang berlengkung di atasnya; serambi yang bertiang-tiang (6) |
| PORTIR | Penjaga pintu (di pabrik, stasiun kereta api, kantor, dan sebagainya) (6) |
| POSESI | Gejala umum dalam psikologi yang ditandai dengan pengambilalihan pemikiran seseorang oleh kekuatan di luar dirinya (Psikologi) (6) |
| POSIGA | Ikat kepala kaum laki-laki yang terbuat dari kain (Kaili) (6) |
| POSISI | Letak: kedudukan (orang, barang); jabatan; pangkat (dalam jabatan) (6) |
| POSITA | Uraian dan alasan permohonan pengadilan sengketa (Hukum) (6) |
| POSKAR | Kartu untuk surat-menyurat melalui pos (tidak bersampul); kartu pos (6) |
| POSONG | Anyaman bambu yang berbentuk tabung untuk menangkap ikan (Sunda) (6) |
| POSPAK | Popok sekali pakai (akronim) (6) |
| POSTAR | Tumbuhan jenis pakis yang batangnya hitam dan ringan digunakan sebagai tanaman hias; suplir (A. capillus veneris) (6) |
| POSTEL | Pos dan Telekomunikasi (akronim) (6) |
| POSTER | Plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan) (6) |
| POSTUR | Bentuk atau keadaan tubuh; perawakan (6) |
| POTATO | Kentang (Inggris) (6) |
| POTEHI | Wayang golek Cina (6) |
| POTENG | Penganan yang dibuat dari tape singkong, kemudian dicampur dengan sirup dan es batu (Tata Boga/Makassar) (6) |
| POTLOT | Pensil; alat tulis berupa kayu kecil bulat berisi arang keras (6) |
| POTONG | Penggal; kerat; kata penggolong bilangan bagi berbagai-bagai benda (seperti baju, kain, dan bungkusan); memotong (mengerat, memenggal, menyembelih) (6) |
| POTOSI | Kota di Bolivia (6) |
| POTRET | Gambar yang dibuat dengan kamera; foto; gambaran, lukisan (dalam bentuk paparan) (6) |
| POYANG | Leluhur; nenek moyang; moyang (orang tua kakek atau nenek) (Minangkabau); dukun; pawang (Minangkabau); kota di Cina (6) |
| POZNAN | Kota di Polandia (6) |
| PRAIRI | Padang rumput yang amat luas, datar, atau bergelombang tanpa pohon-pohon (6) |
| PREFAB | Dibuat di pabrik sedemikian rupa sehingga untuk membangunnya tinggal memasang bagian-bagiannya; dari prefabricated (kependekan/ungkapan/Inggris) (6) |
| PREMAN | Partikelir; swasta; bukan tentara; sipil (tentang orang, pakaian, dan sebagainya); kepunyaan sendiri (tentang kendaraan dan sebagainya); sebutan kepada orang jahat (penodong, perampok, pemeras, dan sebagainya) (6) |
| PREMIS | Apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan; dasar pemikiran; alasan; asumsi; kalimat atau proposisi yang dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dalam logika; tanah, bangunan, dan benda-benda utama lain yang berhubungan dengan bagian utama bangunan (Arsitektur) (6) |
| PRESOV | Kota di Slowakia (6) |
| PRESTO | Dalam tempo yang cepat (Musik); panci tekan (6) |
| PRETEL | Rontok; copot semua (6) |
| PRIAYI | Orang yang termasuk lapisan masyarakat yang kedudukannya dianggap terhormat, misalnya golongan pegawai negeri (Jawa) (6) |
| PRIGEL | Ulet dan rajin bekerja atau berusaha (Jawa) (6) |
| PRILEP | Kota di Makedonia Utara (6) |
| PRIMAS | Uskup yang kedudukannya paling tinggi di antara semua uskup di suatu negara (Agama Katolik) (6) |
| PRIMER | Yang pertama; yang terutama; yang pokok (6) |
| PRIPIH | Azimat (Jawa) (6) |
| PRISER | Suksesi ekologi pada suatu habitat yang belum pernah dihuni (Biologi) (6) |
| PRISMA | Zat padat yang mempunyai bentuk geometris dengan dua bidang sejajar yang identik (Fisika); bidang banyak yang memiliki sepasang sisi sejajar dan sebangun yang disebut alas dan sisi-sisi lain yang disebut tinggi (Matematika) (6) |
| PRIVAT | Pribadi; tersendiri; partikelir; swasta (6) |
| PROCOT | Sudah lahir (6) |
| PRODEO | Karena Allah; cuma-cuma; gratis (6) |
| PRODUK | Barang atau jasa yang dibuat dan ditambah gunanya atau nilainya dalam proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses produksi itu; benda atau yang bersifat kebendaan seperti barang, bahan, atau bangunan yang merupakan hasil konstruksi; hasil; hasil kerja; hasil kali (Matematika) (6) |
| PROFAN | Tidak bersangkutan dengan agama atau tujuan keagamaan; lawan sakral; tidak kudus karena tercemar, kotor, dan sebagainya; tidak suci; tidak termasuk yang kudus (suci); duniawi (6) |
| PROFIL | Pandangan dari samping (tentang wajah orang); lukisan (gambar) orang dari samping; penampang (tanah, gunung, dan sebagainya); grafik atau ikhtisar yang memberikan fakta tentang hal-hal khusus; sketsa biografis (6) |
| PROFIT | Untung; keuntungan; manfaat (6) |
| PROJEK | Tugas-tugas belajar yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, baik secara tertulis maupun lisan, dalam waktu tertentu (Pendidikan) (6) |
| PROKES | Protokol kesehatan (akronim) (6) |
| PROKSI | Pihak lain yang oleh seorang pemegang saham ditunjuk dan diberi wewenang untuk mewakilinya dan untuk melakukan segala sesuatu yang diperlukan atau diminta dalam rapat umum pemegang saham; sesuatu yang digunakan untuk mewakili sesuatu hal lain yang diukur atau dikalkulasi; agen; perantara (6) |
| PROLAT | Benda putar yang diperoleh apabila elips diputar mengelilingi sumbu panjangnya (Matematika); berbentuk lonjong tiga dimensi (Matematika) (6) |
| PROLOG | Pembukaan (sandiwara, musik, pidato, dan sebagainya); (kata) pendahuluan; peristiwa pendahuluan; adegan singkat atau pidato yang disampaikan pada awal pertunjukan (Kesenian) (6) |
| PROMIL | Program hamil (akronim) (6) |
| PRONAS | Produksi nasional (akronim) (6) |
| PROPER | Pantas; tepat (Inggris) (6) |
| PROSES | Runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu; rangkaian tindakan, pembuatan, atau pengolahan yang menghasilkan produk; perkara dalam pengadilan (6) |
| PROSIT | Semoga berguna (diucapkan pada waktu mengangkat gelas untuk mengucapkan selamat) (ungkapan/Latin) (6) |
| PROTAP | Prosedur tetap (akronim) (6) |
| PROTES | Pernyataan tidak menyetujui, menentang, menyangkal, dan sebagainya (6) |
| PROTON | Partikel bermuatan listrik positif yang terdapat di dalam inti atom (Fisika) (6) |
| PROVOS | Satuan yang bertugas sebagai polisi dalam kesatuan sendiri (6) |
| PROYEK | Rencana pekerjaan dengan sasaran khusus (pengairan, pembangkit tenaga listrik, dan sebagainya) dan dengan saat penyelesaian yang tegas (6) |
| PRUNUS | Buah berbentuk bulat atau oval, berkulit halus, biasanya berwarna merah atau ungu dan terdapat lekuk pipih, berbiji tunggal; prem (Botani) (6) |
| PSEUDO | Bentuk terikat semu; palsu; bukan sebenarnya (6) |
| PSIKIS | Yang berhubungan dengan psike (6) |
| PTOSIS | Keadaan kelopak mata atas yang melorot akibat kelemahan otot atau ketakmampuan menggerakkan otot (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| PUADAI | Hamparan (kasur, tikar, dan sebagainya) tempat berjalan atau tempat duduk para pembesar, pengantin (ketika bersanding) (6) |
| PUALAM | Marmer (6) |
| PUBLIK | Orang banyak (umum); semua orang yang datang (menonton, mengunjungi, dan sebagainya) (6) |
| PUCANG | Pohon pinang (Jawa) (6) |
| PUCUNG | Kuntul kerbau (Bubulcus ibis); pohon, tinggi hingga 40 m, kayunya tidak awet, digunakan untuk membuat batang korek api, kulit kayu digunakan sebagai tuba ikan, buahnya mengandung biji yang memabukkan; tempayang; simaung; kepayang; hapesong (Pangium edule); buah keluak (Jawa); bentuk komposisi tembang macapat, biasanya dipakai untuk menceritakan hal-hal yang ringan, jenaka, atau teka-teki (6) |
| PUDING | Perdu yang tumbuh lurus, tinggi hingga 8 m, sering ditanam sebagai tanaman hias, daunnya berwarna hijau tua dan hijau muda dengan campuran warna kuning, ada yang berwarna merah, bunganya terdapat pada satu tangkai, mirip melati; melati jepang; daun ungu (Graptophyllum pictum); penganan yang dibuat dari tepung (agar-agar, terigu, maizena, dan sebagainya) (6) |
| PUEBLA | Kota di Meksiko (6) |
| PUEBLO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| PUHING | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 29 cm, tubuhnya pipih memanjang dan pipinya berpori, tidak bersungut, terdapat bulatan hitam pada pangkal ekor, sisiknya berbintik hingga membentuk pola garis, tersebar di perairan Indocina, Malaysia, Myanmar, dan Indonesia (Sumatra dan Kalimantan); cerecek; engkaras; keperas (Cyclocheilicthys apogon) (6) |
| PUITIS | Bersifat puisi (6) |
| PUJAAN | Sesuatu atau orang yang dipuja(-puja); sesuatu yang dipakai untuk memuja; hasil memuja (6) |
| PUJIAN | Pernyataan memuji (6) |
| PUKANG | Paha (lembu, kuda, dan sebagainya); celah kangkang (antara kedua kaki); sudut jangka dan sebagainya (6) |
| PUKNES | Kesatuan kekerabatan dalam suku Dawan di Kupang, terdiri atas beberapa keluarga inti (6) |
| PULANG | Pergi ke rumah atau ke tempat asalnya; kembali (ke); balik (ke) (6) |
| PULKAM | Pulang kampung (akronim) (6) |
| PULPEN | Pena yang dapat diisi tinta (6) |
| PULPER | Mesin untuk mengupas daging buah kopi gelondongan yang masih basah (6) |
| PULSAR | Bintang berdenyut di Bimasakti, sebagai sumber isyarat radio yang berdenyut (Meteorologi) (6) |
| PULUNG | Bintang keberuntungan yang jatuh pada seseorang (Jawa); nasib baik (Jawa); butir (bulatan seperti pil); gelintir; gentel (Melayu Jakarta); memulung; membuat menjadi berbutir-butir (bulat kecil); menggentel (obat dan sebagainya); melinting (rokok dan sebagainya); mengumpulkan barang bekas (limbah) yang terbuang (sampah) untuk dimanfaatkan sebagai bahan produksi dan sebagainya; memungut sesuatu yang berserakan (6) |
| PUMIAO | Kota di Cina (6) |
| PUMPUN | Himpun (Minangkabau); lipan laut (dipakai untuk umpan pancing) (6) |
| PUNASA | Kota di India (6) |
| PUNCAK | Bagian yang paling atas (tentang gunung, menara, pohon, dan sebagainya); titik sudut segitiga yang berhadapan dengan garis dasar; yang tertinggi; teratas; tingkatan (harta, keadaan, dan sebagainya) yang tertinggi atau tersangat (kiasan); kabupaten di Provinsi Papua Tengah, ibu kotanya Distrik Ilaga (6) |
| PUNCEK | Keranjang kulit berbentuk kerucut (Aceh) (6) |
| PUNDAK | Bahu (6) |
| PUNDEN | Tempat terdapatnya makam orang yang dianggap sebagai cikal bakal masyarakat desa; tempat keramat; sesuatu yang dihormati (6) |
| PUNDUH | Orang yang berperan sebagai dalang dalam permainan sintren, biasanya wanita berusia lanjut (6) |
| PUNDUK | Keris adat orang Lampung (6) |
| PUNGGO | Pohon yang sudah mati, tetapi belum tumbang (Melayu Riau) (6) |
| PUNGLI | Pungutan liar (akronim) (6) |
| PUNGSI | Suntikan (tusukan) untuk mengeluarkan cairan atau darah dari badan (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| PUNGUT | Memungut; mengambil yang ada di tanah atau di lantai (karena jatuh dan sebagainya); memetik (buah, hasil tanaman, dan sebagainya); menarik (biaya, derma, dan sebagainya); mengutip (karangan dan sebagainya); meminjam kata-kata (dari bahasa asing); mengangkat (mengambil, menjadikan, mengakui) sebagai anak (6) |
| PUNING | Kota di Cina (6) |
| PUNJUL | Lebih daripada sasaran; unggul (6) |
| PUNJUT | Saputangan, kain bersegi empat, dan sebagainya yang dipakai untuk membungkus atau membawa sesuatu dengan menyimpulkan keempat sudutnya menjadi satu (6) |
| PUNTAL | Memuntal; menggulung (tali, benang, dan sebagainya); menekuk tangan (kayu dan sebagainya); mengumpar; menyingkatkan (perkara, urusan, dan sebagainya) (6) |
| PUNTEN | Permisi; maaf (Sunda) (6) |
| PUNTIR | Memuntir; memulas (memilin) (6) |
| PUNTUK | Longgok tanah; bukit kecil (Jawa) (6) |
| PUNTUL | Tumpul (6) |
| PUPUAN | Daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu disertai ruang jawaban dari setiap pertanyaan; angket (6) |
| PURAGI | Suku bangsa yang mendiami wilayah barat daya Kepala Burung, di sepanjang Teluk Maccluer, dan di pedalaman sekitar daerah aliran Sungai Matamani, Provinsi Papua; Mogao (6) |
| PURATA | Pukul rata; nilai yang diperoleh dengan cara menaksir secara kasar (akronim) (6) |
| PURDAH | Tirai penutup ruang yang ditempati wanita agar tidak terlihat; kain penutup muka untuk wanita; cadar; nikab; selir (6) |
| PURINA | Senyawa dalam DNA yang dapat dimetabolisasi menjadi asam urat (6) |
| PURING | Nama ikan laut; tanaman hias yang berkayu, bentuk daunnya bermacam-macam (lonjong membundar, panjang seperti pita dan sebagainya) dan warnanya merah atau hijau bercak-bercak merah atau kuning; kroton (Codiaeum variegatum) (6) |
| PURLEY | Kota di Inggris (6) |
| PURNIA | Kota di India (6) |
| PURSAT | Kota di Kamboja (6) |
| PURSER | Orang yang mengurus keuangan di kapal (6) |
| PURUSA | Hubungan kekerabatan menurut garis keturunan laki-laki; orang; manusia (6) |
| PUSAKA | Harta benda peninggalan orang yang telah meninggal; warisan; barang yang diturunkan dari nenek moyang (6) |
| PUSANG | Rusuh hati; gelisah; busung (6) |
| PUSARA | Kubur; pekuburan; tali (biasanya dalam arti kendali, pimpinan) (Jawa) (6) |
| PUSHUP | Latihan gerak badan dengan menelungkupkan badan, kemudian mengangkat dan menurunkannya berganti-ganti dengan meluruskan dan melipat lengan (ungkapan/Inggris) (6) |
| PUSING | Putar; sakit kepala; pening; kepialu; dalam keadaan keseimbangan terganggu serasa keadaan sekitar berputar;tidak dapat berpikir (karena bingung tidak keruan, sedih, dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| PUSKUD | Pusat Koperasi Unit Desa (akronim) (6) |
| PUSPAS | Campur aduk (6) |
| PUSPEN | Pusat penerangan (akronim) (6) |
| PUSROH | Pusat rohani (akronim) (6) |
| PUSUNG | Tolol; bodoh (Minangkabau) (6) |
| PUTERA | Pusat Tenaga Rakyat (organisasi yang dibentuk pemerintah Jepang di Indonesia pada 16 April 1943 dan dipimpin oleh empat serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur) (akronim) (6) |
| PUTHIA | Kota di Bangladesh (6) |
| PUTIAN | Kota di Cina (6) |
| PUTING | Bagian pangkal pisau (lading dan sebagainya) yang runcing yang dibenamkan ke dalam tangkai (hulu); sesuatu yang bentuknya seperti pangkal pisau; kelentit (kiasan) (6) |
| PUTREN | Jagung muda (6) |
| PUTTUR | Kota di India (6) |
| PUYANG | Kota di Cina (6) |
| PUYENG | Sakit kepala; pening (Melayu Jakarta) (6) |
| PYAPON | Kota di Myanmar (6) |
| QALYUB | Kota di Mesir (6) |
| QAPQAL | Kota di Cina (6) |
| QARIAH | Pembaca Alquran (perempuan); orang (perempuan) yang mahir dalam seni baca Alquran (6) |
| QARSHI | Kota di Uzbekistan (6) |
| QAZVIN | Kota di Iran (6) |
| QINNAN | Kota di Cina (6) |
| QIRAAH | Hal-hal yang berhubungan dengan cara pembacaan Alquran; pembacaan ayat-ayat Alquran (Agama Islam); bacaan (Agama Islam/Arab) (6) |
| QIRAAT | Qiraah (6) |
| QORVEH | Kota di Iran (6) |
| QUASAR | Kuasar; benda langit yang memancarkan gelombang radio (Inggris) (6) |
| QUCHAN | Kota di Iran (6) |
| QUDRAH | Berkuasa, sifat yang wajib bagi Allah (6) |
| QUEBEC | Provinsi terbesar di Kanada secara geografis, dan terbesar kedua menurut populasi setelah Ontario (6) |
| QUEENS | Kota di Amerika Serikat (6) |
| QUELUZ | Kota di Portugal (6) |
| QUETTA | Kota di Pakistan (6) |
| QUIBDO | Kota di Kolumbia (6) |
| QUINCY | Kota di Amerika Serikat (6) |
| QUJING | Kota di Cina (6) |
| QURANI | Bersifat atau bersangkut paut dengan Alquran (6) |
| QUZHOU | Kota di Cina (6) |
| RABAAN | Cara meraba; elusan (jamahan) dengan tangan; hasil meraba; terkaan; dugaan (kiasan) (6) |
| RABANA | Tuhan kami; Tuhan kita (digunakan dalam doa) (Arab) (6) |
| RABANI | Yang berkenaan dengan Tuhan; bersifat ketuhanan (Arab) (6) |
| RABIES | Penyakit menular yang sering menjangkiti binatang berdarah panas, seperti anjing, kucing, dan serigala, sangat berbahaya, disebabkan oleh virus, biasanya menyerang pusat saraf penderitanya dan dapat menular melalui gigitan binatang itu; penyakit anjing gila (6) |
| RABUNG | Bubungan (puncak) rumah; perabung; besar; tinggi (tentang cakap, bicara); bendungan sederhana untuk mengendalikan banjir dan kekeringan, dibuat dengan cara menyusun batu besar di sungai dan menyumpal sela batu dengan jalinan ilalang utk membendung air ketika banjir dan membukanya ketika musim kering (Gayo) (6) |
| RACINE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| RADANG | Penyakit kerusakan jaringan tubuh yang ditandai oleh demam dan pembengkakan (jika sudah lanjut disertai keluar getah bening, darah, nanah) (6) |
| RADIAL | Berkenaan dengan sinar atau seperti sinar; berkenaan dengan atau menyerupai jari-jari lingkaran; jenis ban luar mobil yang alur kembangnya membuat ban memiliki daya cengkeram yang lebih baik (6) |
| RADIAN | Satuan ukuran sudut pada bulatan (6) |
| RADIKS | Pangkal; sumber; dasar; bagian bawah; asal mula; akar (Botani) (6) |
| RADIUM | Logam radioaktif berwarna putih, bersinar, dan dapat menembus benda keras; unsur kimia alkali tanah dengan nomor atom 88, berlambang Ra, dan bobot atom 226,0254 u (6) |
| RADIUS | Jarak dari pusat ke keliling lingkaran; jari-jari (lingkaran); wilayah yang mengelilingi suatu tempat yang berjarak sama dari titik pusatnya (6) |
| RAFIDI | Ajaran agama yang menyimpang dari ajaran yang pokok (6) |
| RAGANG | Panjat; menyerang dan menyerbu (kota dan sebagainya) (6) |
| RAGAWI | Bersangkutan dengan raga (fisik atau badan) (6) |
| RAGIAN | Hasil meragi (6) |
| RAGUNG | Teragung; tertumbuk; terbentur; terlanggar (Minangkabau) (6) |
| RAGUSA | Kota di Italia (6) |
| RAHANG | Kedua bagian tulang, atas dan bawah, dalam rongga mulut tempat gigi tumbuh (6) |
| RAHAYU | Selamat; tenteram (6) |
| RAHMAN | Belas kasih; pengasih; salah satu nama Allah yang berarti Maha Pengasih (Agama Islam); surah ke-55 dalam Al-Qur'an (diawali dengan ar-) (Agama Islam) (6) |
| RAHMAT | Belas kasih; kerahiman; karunia (Allah Swt.); berkah (Allah Swt.) (6) |
| RAHOPS | Daerah operasi (akronim) (6) |
| RAIDER | Penjarah, perompak (Inggris) (6) |
| RAIHAN | Hasil meraih: capaian (6) |
| RAIPUR | Kota di Bangladesh dan India (6) |
| RAIRAN | Raimuna ranting (akronim/Pramuka) (6) |
| RAISAM | Ketua umum (6) |
| RAJANG | Iris (6) |
| RAJKOT | Kota di India (6) |
| RAKAAT | Bagian dari salat (satu kali berdiri, satu kali rukuk, dan dua kali sujud) (6) |
| RAKANG | Alat untuk menangkap kepiting, terbuat dari jaring yang berbingkai rotan (Makassar) (6) |
| RAKARA | Daun siwalan yang dikeringkan (Madura) (6) |
| RAKBOL | Sikat pembersih yang berujung bulat dan bergagang (6) |
| RAKEHO | Upacara masa peralihan dari masa remaja ke masa dewasa bagi anak laki-laki (Kulawi) (6) |
| RAKILA | Cabang atau sumbu kedua tangkai daun majemuk (6) |
| RAKOLA | Orang yang dijadikan kurban dalam upacara monta di (Kulawi) (6) |
| RAKUNG | Rongkong (Minangkabau) (6) |
| RAKYAT | Penduduk suatu negara; orang kebanyakan; orang biasa; pasukan (bala tentara); anak buah; bawahan (6) |
| RAMADI | Kota di Irak (6) |
| RAMBAH | Babat; tebang; pangkas (tentang tumbuh-tumbuhan, pohon-pohonan) (6) |
| RAMBAI | Pohon yang tingginya mencapai 15—20 m, buahnya seperti langsat, tersusun dalam bentuk malai, kulitnya tipis berwarna kuning gading, isinya merah muda dan rasanya agak masam (Baccaurea motleyana); buah yang masih berkerabat dengan menteng, rasanya lebih manis daripada menteng, banyak tumbuh di Sumatra dan Kalimantan; bulu yang halus dan panjang (pada leher dan ekor ayam dan sebagainya); bulu panjang (pada janggut biri-biri dan sebagainya); akar-akar halus, panjang, dan berumbai-umbai (pada beberapa jenis pohon) (6) |
| RAMBAK | Jalar; kerupuk yang dibuat dari kulit lembu atau kulit kerbau; kerupuk kulit (6) |
| RAMBAN | Berjalan sambil merangkul (Melayu Medan); meramban; mencari daun-daunan yang muda untuk makanan kambing dan sebagainya; mencari daun-daunan yang muda untuk sayuran; membaca dan meninjau dengan cepat berkas dalam komputer atau situs dalam internet (6) |
| RAMBAT | Merambat; bertambah banyak (tentang tumbuh-tumbuhan); merambak; meluas; menjalar (tentang api ganas); menular (tentang penyakit); tersiar (tentang kabar, berita); meluas dan berkepanjangan (tentang percakapan); menjalar (merayap) naik; tempat atau bagian rumah yang lebih tinggi sedikit, biasanya untuk tempat menerima tamu (6) |
| RAMBEH | Merambeh; pergi (berziarah, mengunjungi keluarga) beramai-ramai (6) |
| RAMBIN | Titian yang terbuat dari rotan besar, diberi tambahan rotan pada sisi kanan dan kiri sebagai pegangan (Batak) (6) |
| RAMBUN | Hujan es (dalam butiran kecil-kecil); hujan yang jatuh berupa butiran es dengan garis tengah antara 5–50 mm atau lebih, baik secara lepas maupun dalam kumpulan yang berbentuk gumpalan tidak teratur (Geografi dan Geologi) (6) |
| RAMBUT | Bulu yang tumbuh pada kulit manusia (terutama di kepala); apa saja yang panjang dan halus menyerupai rambut (6) |
| RAMPAI | Campuran atau kumpulan dari berbagai macam (buku, bunga, dan sebagainya) (6) |
| RAMPAK | Berdahan atau bercabang banyak dan panjang memapar (seperti pohon ketapang); banyak pakaian dan perhiasan yang dikenakan (kiasan); tumbang atau roboh (karena dilanggar dan sebagainya); terdengar rapi; teratur; laras (tentang bunyi-bunyian, tetabuhan) (6) |
| RAMPAS | Ambil dengan paksa (dengan kekerasan); rebut (6) |
| RAMPAT | Babat; tebas (6) |
| RAMPES | Jawaban untuk salam sampurasun (ungkapan/Sunda) (6) |
| RAMPOK | Orang yang mengambil dengan paksa dan kekerasan barang milik orang; pancing yang memakai 4–5 mata kail yang dijadikan satu (6) |
| RAMPUH | Selesai; beres; usai; rampung (6) |
| RAMPUR | Kota di India (6) |
| RAMPUS | Tidak lemah lembut; tidak sopan; kasar (tentang perkataan dan sebagainya) (6) |
| RAMUAN | Bahan-bahan untuk membuat sesuatu (kayu-kayuan untuk rumah, daun-daunan untuk obat) (6) |
| RANCAH | Tanah berpaya-paya; berpaya-paya; banyak paya; berawa-rawa (6) |
| RANCAK | Bagus; elok; cantik (Minangkabau); giat; cepat; dinamis; gembira (tentang lagu, musik, tarian, dan sebagainya) (Minangkabau); merancak; menetak-netak; memenggal-menggal; mengerat-ngerat (Jawa) (6) |
| RANCAM | Rancaman; campuran bermacam-macam (bahan dan sebagainya) (6) |
| RANCAP | Hal memuaskan nafsu syahwat dengan jalan tidak wajar (dengan tangan dan sebagainya); tajam sekali (tentang senjata); runcing; rancung (Jawa) (6) |
| RANCAU | Kacau; rincu; bertukar-tukar pemakaiannya, keliru penempatannya; rusuh; tidak aman; tidak tenteram (6) |
| RANCHI | Kota di India (6) |
| RANDAI | Merandai (Minangkabau); berjalan melalui (menyeberangi); mengarungi (sungai, lalang, dan sebagainya); gerak tari dan silat yang dibawakan oleh sekelompok orang yang berkeliling membentuk lingkaran sambil bernyanyi dan bertepuk tangan, merupakan medium cerita “kaba” (6) |
| RANDAK | Merandak; berjalan perlahan-lahan di landasan (tentang pesawat terbang) (6) |
| RANDAT | Perlahan-lahan (6) |
| RANDAU | Merandau; mencampur makanan dengan bahan makanan lain supaya lebih sedap atau lebih banyak (6) |
| RANDEK | Merandek; berhenti karena sesuatu; terhenti (6) |
| RANDIS | Kendaraan dinas (akronim) (6) |
| RANDUK | Meranduk; mengarungi (sungai, padang); berjanggut dan berbulu panjang (tentang kambing) (6) |
| RANGAH | Congkak; angkuh; pongah; sombong (6) |
| RANGAI | Merangai; membersihkan (menghilangkan, mencabuti) rumput dan sebagainya di sawah dan sebagainya; menyiangi (6) |
| RANGAK | Siput yang dapat dimakan, kulitnya berujung panjang; gaduh; ribut (Minangkabau) (6) |
| RANGAM | Tomat (Solanum lycopersicum) (6) |
| RANGAS | Rayap (anai-anai) yang bergigi tajam (sering makan tikar dan sebagainya) (6) |
| RANGGA | Tanduk tajam dan bercabang-cabang (seperti tanduk rusa); kata sapaan kepada pegawai kerajaan (Jawa); pangkat pegawai kerajaan (Jawa) (6) |
| RANGGI | Elok; tampan; gagah (tentang sikap) (6) |
| RANGIN | Perisai panjang (biasa dipakai untuk menari) (6) |
| RANGKA | Tulang-tulangan (tubuh, barang, rumah, dan sebagainya); kerangka; rancangan; rencana; skema; (dalam) kaitan (dengan); hubungan; bentuk dasar tempat mesin atau alat yang berfungsi sebagai penyangga atau penguat kedudukan (Teknik) (6) |
| RANGUM | Merangum; merebut (menangkap) dengan paksa; merenggut (6) |
| RANGUP | Mudah pecah; rapuh; pecahan (6) |
| RANJAU | Pancang kecil-kecil dan tajam (dari besi, buluh, dan sebagainya) yang ditancapkan di tanah untuk melukai kaki orang atau untuk membunuh binatang; alat peledak yang ditanam di tanah atau ditempatkan di laut; sesuatu yang sengaja dibuat untuk mencelakakan orang; tipu muslihat (kiasan) (6) |
| RANMOR | Kendaraan bermotor (akronim) (6) |
| RANPUR | Kendaraan tempur (akronim) (6) |
| RANSEL | Tas besar, biasanya terbuat dari kain terpal, yang disandang atau digendong di punggung (6) |
| RANSUM | Bagian makanan yang sudah ditentukan ukurannya untuk setiap orang atau setiap ternak; bagian bahan makanan yang diberikan kepada penduduk atau ternak dengan ukuran yang sudah ditentukan; catu makanan (6) |
| RANSUS | Kendaraan khusus (akronim) (6) |
| RANTAB | Penyakit pada daun padi muda (Using) (6) |
| RANTAI | Tali dari cincin yang berkaitan, biasanya dibuat dari logam, plastik, dan sebagainya; kalung; ikatan; pertalian; belenggu; kungkungan; kekuasaan; deret atom yang terikat dengan ikatan homopoler (Kimia) (6) |
| RANTAM | Berantam; bersama-sama (beramai-ramai) melakukan suatu pekerjaan (seperti membeli barang) (6) |
| RANTAP | Rancangan ketetapan (akronim) (6) |
| RANTAS | Hampir putus (tentang tali dan sebagainya); putus sama sekali (6) |
| RANTAU | Pantai sepanjang teluk (sungai); pesisir (lawan darat); daerah (negeri) di luar daerah (negeri) sendiri atau daerah (negeri) di luar kampung halaman; negeri asing; ibu kota Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (6) |
| RANTIS | Kendaraan taktis (akronim) (6) |
| RANTUK | Merantuk; melanggar; membentur (6) |
| RANTUS | Putus; rantas; terjangkit penyakit; tertulari; rancangan keputusan (akronim) (6) |
| RANYAH | Meranyah; mendahului mengambil (tentang lauk-pauk); selalu menangis; rewel (tentang anak kecil); gelisah (6) |
| RANYAU | Meranyau; meracau; mengigau (6) |
| RANYUN | Meranyun; meracau; mengigau (6) |
| RAPANG | Ikan laut (Mugil bleekeri); belanak; pepatah (Makassar) (6) |
| RAPIAH | Rambutan, bentuknya kecil, rasanya manis, dan mengelotok dagingnya (6) |
| RAPUNG | Merapung; mengapung di air (6) |
| RARAHA | Gadis yang telah mencapai usia untuk menikah (6) |
| RASAWA | Suku bangsa yang mendiami pesisir Kabupaten Waropen Bawah, Provinsi Papua (6) |
| RASIAL | Berdasarkan (bersifat) ciri-ciri fisik ras, bangsa, suku bangsa, dan sebagainya (seperti warna kulit, rambut, dan sebagainya); berdasarkan prasangka terhadap ras tertentu (6) |
| RASIAN | Mimpi (terutama yang mengandung arti atau alamat) (Minangkabau) (6) |
| RASIEI | Ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat (6) |
| RASKIN | Beras untuk keluarga miskin (akronim) (6) |
| RASTER | Pelat kaca bergaris-garis halus saling menyilang atau bahan lain pada film fotografi yang mengandung pola titik-titik besar kecil menurut jumlah sinar yang melaluinya (Grafika) (6) |
| RASUAH | Korupsi (6) |
| RASULI | Bersifat kerasulan; berkenaan dengan rasul (6) |
| RASYID | Orang yang menempuh jalan yang benar; orang yang adil dan ikhlas dalam tingkah laku dan perbuatan; keadilan; kebijaksanaan (6) |
| RATING | Peringkat (6) |
| RATLAM | Kota di India (6) |
| RAUDAH | Taman (6) |
| RAUPAN | Hasil meraup; barang apa yang diraup (6) |
| RAUTAN | Hasil meraut; alat untuk meraut (6) |
| RAWANG | Kota di Malaysia (6) |
| RAWEET | Menyisir rambut dengan jari-jari tangan (Aceh) (6) |
| RAYANG | Merayang; merasa agak pening; pusing karena dipukul (6) |
| RAYONG | Kota di Thailand (6) |
| RAYUAN | Hasil merayu; rayu (6) |
| REAGEN | Bahan yang dipakai dalam reaksi kimia, biasa dipakai untuk mengetes darah (6) |
| REAKSI | Kegiatan (aksi, protes) yang timbul akibat suatu gejala atau suatu peristiwa; tanggapan (respons) terhadap suatu aksi; perubahan yang terjadi karena bekerjanya suatu unsur (obat) (6) |
| REALIS | Orang yang dalam tindakan, cara berpikir, dan sebagainya selalu berpegang kepada atau berdasarkan kenyataan; penganut paham realisme (6) |
| REALLY | Benar-benar, sungguh-sungguh (Inggris) (6) |
| REBANA | Gendang pipih bundar yang dibuat dari tabung kayu pendek dan agak lebar ujungnya, pada salah satu bagiannya diberi kulit (6) |
| REBING | Daun telinga yang lebar, dipercaya sebagai tanda kecerdasan seseorang (Sunda) (6) |
| REBUNG | Anak (bakal batang) buluh yang masih kecil dan masih muda, biasa dibuat sayur (6) |
| RECIFE | Kota di Brasil (6) |
| REDANG | Rawa yang dalam (6) |
| REDITE | Hari ke-1 dalam jangka waktu satu minggu; Minggu (Bali) (6) |
| REDOKS | Reaksi kimia yang menyebabkan beralihnya elektron ke atom atau ke molekul lain (6) |
| REDPEL | Redaksi pelaksana (akronim) (6) |
| REGALE | Menghibur (Inggris) (6) |
| REGANG | Tegang; tidak kendur (tentang tali yang ditarik, kain yang direntangkan) (6) |
| REGATA | Perlombaan perahu layar (6) |
| REGGAE | Jenis musik yang berasal dari Jamaika (6) |
| REGINA | Ibu kota Provinsi Saskatchewan, Kanada (6) |
| REGION | Bagian dari wilayah yang luas; kawasan; daerah (6) |
| REJANG | Perhitungan baik buruk untuk tiap hari bulan, biasanya dilambangkan dengan binatang (seperti tanggal 1 dilambangkan dengan kuda); perhitungan nujum; suku bangsa di Provinsi Sumatra Selatan dan di Provinsi Bengkulu; bongkar; gerakan yang cepat (tentang lompat, lari); lejang (6) |
| REJASA | Timah; pohon yang tingginya mencapai 26 m, batangnya tidak lurus sehingga tidak digunakan untuk bahan bangunan, kulitnya untuk obat borok (luka lama), daunnya untuk obat lesu (Elaeocarpus grandiflora); kulit pohon rejasa; daun rejasa (6) |
| REJENG | Merejeng; menangkap (memegang) bersama-sama (6) |
| REJUNG | Puisi yang dibacakan selama tiga hari berturut-turut ketika ada orang meninggal, biasanya diadakan pada malam hari (Basemah) (6) |
| REKAAN | Karangan; cerita karangan (khayal); buatan; rancangan; angan-angan (fantasi); skema; kira-kiraan; perkiraan (perhitungan); reka(-reka) (6) |
| REKATA | Kala (bintang atau rasi) (6) |
| REKRUT | Calon serdadu (dalam tentara); anggota baru (6) |
| REKTAL | Berhubungan dengan rektum (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| REKTOR | Ketua perguruan tinggi (universitas, institut); pemimpin atau kepala di biara (Agama Katolik) (6) |
| REKTUM | Bagian akhir dari usus besar, sebelum anus (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| REKURS | Mengulang pelajaran (6) |
| RELAKS | Santai, tidak tegang (6) |
| RELANG | Kilap; gilap; lingkaran (selang-selang) pada rotan (6) |
| RELASI | Hubungan; perhubungan; pertalian; kenalan; pelanggan (6) |
| RELBAN | Jalan kereta api (6) |
| RELIEF | Pahatan yang menampilkan perbedaan bentuk dan gambar dari permukaan rata di sekitarnya; gambar timbul (pada candi dan sebagainya); perbedaan ketinggian pada bagian permukaan bumi (6) |
| RELIGI | Kepercayaan kepada Tuhan; kepercayaan akan adanya kekuatan adikodrati di atas manusia; kepercayaan (animisme, dinamisme); agama (6) |
| RELUNG | Lekuk atau jeluk (di tanah, di lereng gunung); ukuran luas tanah (ada yang kira-kira 5.300 m³, dan ada yang kira-kira 2.800 m3) (6) |
| REMAJA | Mulai dewasa; sudah sampai umur untuk kawin; muda; pemuda (6) |
| REMANG | Bulu halus di tubuh; bulu roma; embun yang turun pada waktu musim bersawah (Alas) (6) |
| REMBAH | Tidak teratur rapi, miring tentang ujung kain sarung yang dipakai; merembah; meleleh (air mata); diulang: tidak teratur; tidak simetris tentang letak sesuatu (6) |
| REMBAS | Habis sama sekali; rusak sama sekali (6) |
| REMBES | Merah dan berair serta mengeluarkan kotoran mata (tentang penyakit mata); penggantian biaya yang diterima kemudian setelah menjalankan urusan dinas; resap ke luar atau ke dalam (6) |
| REMBET | Tidak dapat berjalan (bergerak) dengan leluasa (karena banyak pekerjaan, banyak diikuti orang); rambat (6) |
| REMBIH | Merembih; meleleh (tentang air mata) (6) |
| REMBUK | Bicara; nasihat (6) |
| REMBUT | Rebut (6) |
| REMCHI | Kota di Aljazair (6) |
| REMEDI | Perbaikan (tentang belajar); penyembuhan dari sakit (6) |
| REMISI | Pengurangan hukuman yang diberikan kepada orang yang terhukum (Hukum); berkurangnya gejala penyakit atau hilangnya gejala penyakit untuk sementara waktu; pembebasan dari utang, penalti, atau kewajiban (6) |
| REMPAH | Berbagai jenis hasil tanaman yang beraroma, seperti pala, cengkih, lada untuk memberikan bau dan rasa khusus pada makanan; merempah; berlari menginjak-injak (tanaman dan sebagainya); menjelajah; mengembara; menyiangi (sawah); membubuh(i) rempah; mencampuri dengan rempah-rempah; membubuhi dengan minyak bau-bauan; mereaksi (6) |
| REMPAK | Sumbing pada tepinya (tentang pisau dan sebagainya); berjejer sederet (bersama-sama maju atau bergerak) (6) |
| REMPAN | Sisa habitat atau ekosistem (dulunya lebih besar, lebih luas, atau lebih lengkap), biasanya berada di area yang terisolasi (6) |
| REMPUH | Merempuh; menempuh (mencari jalan dan sebagainya) dengan paksa; menyerbu (6) |
| RENANG | Berenang; nomor olahraga berupa lomba cepat atau gerakan indah di air dengan jarak tertentu, dalam atau luar ruang (Olahraga) (6) |
| RENASE | Enzim getah perut yang menghidrolisis kaseinogen dan mengkoagulasi susu dengan membentuk dadih dan air dadih yang digunakan dalam pembuatan keju (Kimia) (6) |
| RENCAH | Campuran bumbu (rempah) untuk menyedapkan makanan; merencah; berjalan melalui lumpur (bencah dan sebagainya); menginjak-injak; menggemburkan tanah di sawah (dengan membiarkan kerbau menginjak-injak tanah itu hingga seperti dibajak); melunyah sawah; menempuh (bahaya dan sebagainya) (kiasan); tidak tetap pendirian (pekerjaan dan sebagainya); melakukan berbagai pekerjaan bersama-sama (tetapi tidak ada yang selesai) (6) |
| RENCAK | Kancah (kawah) besar (6) |
| RENCAM | Penuh luka (Aceh); merencam; tidak nyata atau tidak jelas kelihatan; mengaburkan mata (karena terlampau banyak atau karena halus sekali) (6) |
| RENCEH | Kecil (digunakan dalam beberapa perkataan saja); sisa; kelebihan (6) |
| RENDAH | Dekat ke bawah; tidak tinggi; hina; nista; riuh; gemuruh; ramai sekali (6) |
| RENDAM | Merendam; menaruh di dalam air (barang cair) beberapa lamanya (6) |
| RENDUK | Merenduk; menanam padi yang berusia satu bulan (Melayu Medan) (6) |
| RENGAP | Merengap; mengap-mengap; mengah-mengah (lelah) (6) |
| RENGAS | Pohon yang merah kayunya, getahnya sangat tajam, jika getahnya tersentuh, dapat menyebabkan kulit melepuh, getahnya dapat juga dijadikan cat pernis atau minyak kayu dan sebagainya (Gluta renghas) (6) |
| RENGAT | Retak bergaris hampir pecah; merembes; menetes; keluar keringat (lahar); ibu kota Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau (6) |
| RENGEH | Ringkik (6) |
| RENGEK | Meminta sesuatu dengan mendesak (sambil menangis-nangis kecil dan sebagainya) (6) |
| RENGGA | Tempat duduk di punggung gajah (6) |
| RENGGE | Ayam berbulu abu-abu, kuning, dan merah (Sunda); jerat berbentuk jaring untuk menangkap burung atau kelelawar (Dayak) (6) |
| RENGGU | Memijat yang melibatkan sentakan tiba-tiba pada bagian tubuh tertentu sehingga sendi tulang berderak (Madura) (6) |
| RENGIT | Serangga kecil; agas (6) |
| RENGSA | Lemah badan (hilang tenaga); berasa lemas, malas, lesu (tidak bernafsu dan sebagainya); benyai; sengsara; celaka (6) |
| RENGUS | Merengus; masam mukanya; tampak geram (marah); serba keras dan kasar kata-katanya (karena marah) (6) |
| RENGUT | Merengut; bersungut-sungut; mencomel; tampak keruh (masam) mukanya (6) |
| RENIUM | Logam mulia; unsur kimia logam transisi dengan nomor atom 75, lambang Re, dan bobot atom 186,207 u (Kimia) (6) |
| RENJAT | Kejut (6) |
| RENJIS | Percik (6) |
| RENJUL | Tidak licin (banyak tonjol-tonjolan); benjol-benjol (6) |
| RENKAS | Perencanaan kas (akronim/Keuangan) (6) |
| RENNES | Kota di Prancis (6) |
| RENQIU | Kota di Cina (6) |
| RENTAH | Masak sekali (tentang padi) (Aceh) (6) |
| RENTAK | Entakan kaki bersama-sama; sentak; renggut (6) |
| RENTAL | Persewaan (6) |
| RENTAN | Mudah terkena penyakit; peka; mudah merasa (6) |
| RENTAP | Entak (6) |
| RENTAS | Merentas; meretas; memintas; merintis (6) |
| RENTEN | Bunga uang; riba; pembayaran berlebih secara tidak wajar atau ilegal (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| RENTET | Untai; rangkai (6) |
| RENTIK | Merentik; berasa sakit; nyeri (6) |
| RENTON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| RENUNG | Merenung; memandang; menatap; menjenguk; diam memikirkan sesuatu; termenung; termangu (6) |
| RENVOI | Pembetulan (perbaikan) tambahan dalam suatu akta autentik dengan memberikan tanda di pinggir dan harus diparaf (6) |
| RENYAH | Gelisah; tidak senang; mudah dipahami (tentang bahasa); ringan (tentang suara tawa); kering, rapuh, dan mudah remuk (6) |
| RENYAI | Diulang; sakit sedikit (6) |
| RENYAM | Gatal (pada tubuh); rasa hati yang tidak keruan, tidak beres (6) |
| RENYAP | Nyenyak; lenyap (6) |
| RENYAU | Ikan laut (Atherinomorus lacunosus) (6) |
| RENYEH | Rengek (6) |
| RENYEK | Renyuk; kumal (Jawa) (6) |
| RENYEM | Gatal-gatal tubuhnya (Sunda); tidak keruan (rasa hatinya); tidak beres (kiasan/Melayu Jakarta) (6) |
| RENYOK | Merenyok; mengangkat kemudian menjatuhkan keras-keras ke bawah dan menarik atau menggoyang-goyang (tentang karung beras supaya padat isinya) (Aceh) (6) |
| RENYUK | Pecah tetapi tidak berderai (tentang kaca) (Melayu Riau); kumal; berkerumuk; rajuk (Minangkabau); sentak; rentak (Minangkabau) (6) |
| RENYUT | Denyut (6) |
| REOFIT | Tumbuhan yang menyukai atau hidup pada (dalam) air yang mengalir (6) |
| REPAIR | Perbaikan (Inggris) (6) |
| REPANG | Rata (dipangkas); pepat (6) |
| REPLIK | Jawaban penuntut (jaksa) atas tangkisan terdakwa atau pengacaranya (Hukum) (6) |
| REPTIL | Reptilia (kependekan) (6) |
| RERATA | Nilai, angka, dan sebagainya yang paling umum; nilai dan sebagainya rata-rata; statistik yang menunjukkan nilai yang paling umum atau pertengahan di antara nilai-nilai variabel acak yang telah diukur (Statistik) (6) |
| REREMO | Perjodohan yang sudah ditetapkan sejak masih kecil (Sunda) (6) |
| RERENG | Motif lereng pada batik Jawa Barat (6) |
| RERUGI | Kerugian listrik di penghantar alat listrik lain (Elektronika) (6) |
| RERUKU | Tumbuhan perdu, tingginya mencapai 1,5 m, daunnya berbau seperti cengkih, tetapi tidak enak, digunakan sebagai obat; lampes; kemangi hutan; ruku-ruku (Ocimum sanctum) (6) |
| RESESI | Kelesuan dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya (seolah-olah terhenti); menurunnya (mundurnya, berkurangnya) kegiatan dagang (industri) (6) |
| RESIDU | Ampas; endapan (tentang minyak tanah, gula, dan sebagainya) (6) |
| RESITA | Kota di Rumania (6) |
| RESMOB | Reserse mobil (akronim) (6) |
| RESPEK | Rasa hormat; kehormatan (6) |
| RESTAN | Sisa; kelebihan (6) |
| RESTIK | Reserse narkotika (akronim) (6) |
| RESTON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| RESUME | Ikhtisar; ringkasan (6) |
| RETAIL | Usaha bersama dalam bidang perniagaan dalam jumlah kecil kepada pengguna akhir; eceran (6) |
| RETINA | Selaput jala mata; dinding mata sebelah dalam (6) |
| RETIRO | Kota di Spanyol (6) |
| RETRET | Menarik diri sejenak dari rutinitas untuk mendekatkan diri dengan Tuhan (6) |
| REUTOV | Kota di Rusia (6) |
| REVANS | Penebusan kekalahan (dalam permainan, olahraga) (6) |
| REVERE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| REVIEW | Tinjauan (Inggris) (6) |
| REVISI | Peninjauan (pemeriksaan) kembali untuk perbaikan (6) |
| REWANG | Merewang; oleng (tentang perahu); tidak tetap (selalu berpindah-pindah); merawak; merambang; mengawur (6) |
| REWARI | Kota di India (6) |
| REZEKI | Segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah; penghidupan; pendapatan (uang dan sebagainya untuk memelihara kehidupan); keuntungan; kesempatan mendapat makan (kiasan) (6) |
| RHEINE | Kota di Jerman (6) |
| RIADAT | Perihal bertapa dengan mengekang hawa nafsu (memantang berbagai makanan dan sebagainya) (Arab); latihan (Arab) (6) |
| RIALTO | Kota di Amerika Serikat (6) |
| RIASAN | Hasil pekerjaan merias; hiasan (6) |
| RIBAAN | Pangkuan (6) |
| RIBANG | Rindu; mengikat kuat-kuat (Aceh) (6) |
| RIBAWI | Bersifat riba (6) |
| RIBOSA | Senyawa berupa gula dengan lima atom karbon yang terdapat pada metabolisme glukosa (6) |
| RIBUAN | Bilangan ribu; beribu-ribu (6) |
| RIDDER | Kota di Kazakhstan (6) |
| RIDING | Jaring besar (untuk menangkap kijang dan sebagainya); berkuda (Inggris) (6) |
| RIFLER | Kikir kecil untuk menghaluskan lekuk yang sulit dijangkau (6) |
| RIHLAH | Perlawatan; perjalanan; pelancongan; darmawisata (6) |
| RIJANG | Batuan keras dan pejal terdiri atas asam (biasanya terdapat dalam batu gamping dipakai untuk pemantik api) (Geografi dan Geologi) (6) |
| RIJEKA | Kota di Kroasia (6) |
| RIKAZE | Kota di Cina (6) |
| RILEKS | Bersenang-senang; berjalan-jalan untuk melihat-lihat pemandangan alam; berekreasi; beristirahat; mengaso; tidak resmi; tidak kaku; santai (6) |
| RIMATA | Pendeta atau dukun keluarga pada suku bangsa Mentawai (6) |
| RIMBAS | Patil untuk menarah kayu (kadang-kadang untuk menyiangi tanaman) (6) |
| RIMBAT | Balok panjang di bibir perahu; kayu palang pada pintu (6) |
| RIMBUN | Berdaun dan bercabang banyak; lebat atau tebal (tentang rambut kepala); banyak layarnya (tentang perahu); banyak pakaian (dan perhiasan) yang dipakai (6) |
| RIMINI | Kota di Italia (6) |
| RIMPEL | Lipatan-lipatan kecil pada pakaian wanita (rok); kerut (6) |
| RIMPUH | Sudah tua sekali sehingga sudah lemah; habis tenaga (pucat, lelah, lesu, letih) (6) |
| RINCIS | Iris kecil-kecil (6) |
| RINCUG | Rasa sakit atau pegal pada telapak kaki sehingga sulit berjalan (Sunda) (6) |
| RINGAN | Dapat diangkat dengan mudah; sedikit bobotnya; enteng; tidak membahayakan; tidak parah (kiasan); mudah dikerjakan (kiasan); sedikit (tidak besar) jumlahnya (kiasan); sebentar (tidak lama) (kiasan) (6) |
| RINGGI | Satuan ukuran ikatan padi (1 ringgi 12,5 kati) (Using) (6) |
| RINGIH | Meringih; meringkik (6) |
| RINGIK | Meringik; meminta sesuatu dengan tangis kecil; merengek; mengerang; mengeluh (6) |
| RINGIN | Pohon besar yang tingginya mencapai 20–35 m, berakar tunggang, dari cabang-cabangnya keluar akar gantung, daunnya kecil berbentuk bulat telur yang meruncing ke ujung dan rimbun dengan tajuk berbentuk payung, buahnya kecil, bulat, dengan permukaan halus; beringin (Ficus benjamina) (6) |
| RINGIS | Kernyih atau gerenyot muka atau mulut (untuk mengejek atau menunjukkan rasa tidak suka dan sebagainya); serengit; seringing; kerenyot; seringai; jeringing; kumut; kerising (6) |
| RINTAS | Merintas; memintas; melintas (6) |
| RINTIH | Merintih; mengerang (karena kesakitan dan sebagainya); mengeluh; mengesah (kiasan) (6) |
| RINTIK | Titik (kurik) pada dasar warna yang lain; titik (percik air dan sebagainya) (6) |
| RINTIS | Jalan kecil (setapak) yang baru dibuat di hutan; rintisan (6) |
| RISBAN | Kursi panjang terbuat dari kayu untuk bersantai di teras atau di ruang tamu (Jawa) (6) |
| RISHRA | Kota di India (6) |
| RISIKO | Akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan (6) |
| RISKAN | Besar risikonya; berbahaya (6) |
| RISOTO | Nasi yang dimasak dalam kaldu daging atau boga bahari, dapat ditambahkan safron atau tinta cumi agar berwarna kuning atau hitam, biasanya disajikan dengan potongan daging, ikan, dan keju parmesan sebagai pelengkap (6) |
| RITASE | Jumlah keseluruhan rit yang dapat ditempuh (6) |
| RITMIS | Ada ritmenya; berirama (6) |
| RITUAL | Berkenaan dengan ritus; hal ihwal ritus; tindakan seremonial (6) |
| RIVERA | Kota di Uruguay (6) |
| RIYADH | Ibu kota Arab Saudi (6) |
| RIZHAO | Kota di Cina (6) |
| RIZOID | Organ penyerap berbentuk benang yang tumbuh dari talus gametofit lumut daun, lumut hati, dan paku-pakuan (Botani) (6) |
| ROCKER | Kursi goyang (Inggris) (6) |
| ROCOCO | Gaya arsitektur Eropa abad ke-18 yang ditandai dengan bentuk-bentuk ikal (ungkapan/Prancis) (6) |
| RODIUM | Logam putih abu-abu dan mulur termasuk golongan platinum; unsur kimia logam dengan nomor atom 45, lambang Rh, dan bobot atom 102,9055 u (Kimia) (6) |
| RODONG | Karib (tentang persahabatan dan sebagainya); sahabat karib; merodong; tiba-tiba berjumpa (dengan); memergoki; menyandung; melanggar; menempuh (hutan dan sebagainya); mengembara ke mana-mana (6) |
| ROGERS | Kota di Amerika Serikat (6) |
| ROHANI | Roh; berkaitan dengan roh; rohaniah (6) |
| ROHTAK | Kota di India (6) |
| ROJENG | Merojeng; mencuri padi di sawah dengan jalan menyabitnya (6) |
| ROKADE | Pertukaran tempat antara benteng dan raja dalam permainan catur (Olahraga) (6) |
| ROLADE | Makanan yang dimasak atau disajikan dalam bentuk gulungan, dibuat dari gilingan daging sapi, ayam, ikan, dan sebagainya yang dicampur dengan sayuran dan bahan lain, kemudian disebarkan pada lembaran kulit (biasanya telur dadar), kemudian digulung (Tata Boga) (6) |
| ROMAJI | Sistem penulisan bahasa Jepang dengan menggunakan abjad Latin; romanisasi bahasa Jepang (Jepang) (6) |
| ROMANG | Suku bangsa yang mendiami Pulau Roma, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku; Roma; Ruma (6) |
| ROMAWI | Berkaitan dengan kebudayaan, politik, bahasa, dan sebagainya dari kota Roma Kuno; berkaitan dengan huruf Latin; berkaitan dengan angka yang berasal dari daerah Mediterania (dipertentangkan dengan angka Arab, seperti 1, 2, 3, 4, 5,...) (6) |
| ROMBAK | Terbongkar (dirusakkan) sama sekali (6) |
| ROMBEL | Rombongan belajar (singkatan) (6) |
| ROMBIK | Berbentuk belah ketupat (6) |
| ROMBOK | Rimbun; rampak (Minangkabau); nama semacam perhiasan dari emas atau perak (6) |
| ROMBUS | Belah ketupat (6) |
| ROMONG | Rombengan (Melayu Jakarta) (6) |
| ROMPAK | Merompak; merampok atau menyamun di laut; merobohkan; merusakkan (6) |
| ROMPAL | Tanggal (tentang gigi); jatuh berguguran (tentang batu, tembok, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (6) |
| ROMPES | Sumbing sedikit pada tepinya (6) |
| ROMPOH | Rusak atau hilang sedikit pada pinggirnya; rompong (6) |
| ROMPOK | Pondok; rumah (Jawa) (6) |
| ROMSUS | Kue sus berisi vla yang dibuat dari krim susu (6) |
| ROMUSA | Orang-orang yang dipaksa bekerja berat pada zaman pendudukan Jepang; pekerja paksa (6) |
| RONDOK | Sembunyi (6) |
| RONGAK | Ada yang tanggal (tentang gigi); rumpang; ompong; bersela-sela (karena ada yang hilang) (6) |
| RONGGA | Ruang; lubang; suku bangsa yang mendiami Pulau Flores bagian selatan (6) |
| RONGOS | Merongos; mudah (lekas) marah (6) |
| RONTAL | Pohon palem yang tumbuh tunggal, batangnya lurus, tinggi mencapai 30 m, daunnya berbentuk kipas yang bundar, tepinya berlekuk-lekuk dan lancip, buahnya besar dan bulat, dari dalamnya berserabut, berair, dan berbiji tiga, perbungaannya disadap menghasilkan nira; pohon siwalan; lontar (Borassus flabellifer) (6) |
| RONTEK | Bendera kecil yang dihiaskan pada tombak (Jawa) (6) |
| RONTOG | Udang kecil kecil yang diberi ulekan cabai dan ditambah kucuran jeruk nipis (6) |
| RONTOK | Jatuh atau gugur dalam jumlah yang banyak (tentang buah-buahan, daun-daunan); luruh (tentang bulu, rambut, dan sebagainya); lepas; mengelupas (tentang cat, bedak); banyak tanggal (tentang gigi); kalah (kiasan); lauk yang terbuat dari udang kecil yang masih mentah diberi bumbu dapur, kemudian disimpan dalam waktu tertentu sebelum dimakan atau ditumis (Bugis-Makassar) (6) |
| RONYEH | Meronyeh; berkata-kata tidak keruan; bercakap-cakap tidak jelas (seperti orang tua); merepet (6) |
| RONYOK | Renyuk; kumal; berkerut-kerut (6) |
| ROPANG | Roti panggang (akronim) (6) |
| ROREHE | Perahu penangkap ikan terbuat dari kayu, digerakkan dengan dayung (6) |
| ROSEAU | Ibu kota Dominika (6) |
| ROSELA | Tumbuhan yang batangnya sebagian terdiri atas serat, dapat dijadikan tali yang sangat kuat dan bahan untuk membuat karung (goni) (6) |
| ROSKAM | Perkakas tangan kecil yang memiliki bilah logam, kayu, atau plastik datar yang menempel pada pegangan, digunakan untuk meratakan adukan semen, mortar, aci, dan sebagainya pada permukaan beton atau tembok (6) |
| ROSTER | Bahan bangunan yang terbuat dari kayu, beton, tanah liat, dan sebagainya, berbentuk persegi dan bagian tengahnya terdapat lubang-lubang dengan berbagai motif, berfungsi sebagai lubang udara atau cahaya, biasanya dipasang pada dinding rumah bagian atas atau dinding pagar; loster (6) |
| ROTASI | Perputaran; cara menanam berbagai jenis tanaman pada bidang tanah yang sama secara bergilir dalam jangka waktu satu tahun atau lebih (Pertanian) (6) |
| RUADAT | Pernyataan hormat; perihal menyatakan hormat (6) |
| RUBATO | Tidak teratur benar (dalam tempo musik) (ungkapan/Musik/Italia) (6) |
| RUBELA | Campak jerman (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| RUBIAH | Wanita yang saleh; ruhbanat; istri ulama; wanita yang menjadi guru mengaji (Alquran); penyanyi tunggal dalam musik berahi yang juga bertugas sebagai pengarah dan pengontrol setiap syair yang ditembangkan oleh penyanyi lain (6) |
| RUBING | Dinding tambahan sementara untuk meninggikan pinggir perahu (dibuat dari anyaman, kain mota, dan sebagainya); tebing; tepi (6) |
| RUBRIK | Kepala karangan (ruangan tetap) dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya; petunjuk resmi yang mengatur tata laksana liturgi, dulu dicetak merah (Agama Katolik) (6) |
| RUBUNG | Merubung; mengerumuni; mengelilingi (6) |
| RUDNYY | Kota di Kazakhstan (6) |
| RUFIYA | Mata uang Maladewa (6) |
| RUHBAN | Petapa laki-laki; rahib (6) |
| RUKBAN | Kota di Yordania (6) |
| RUKIAH | Segala yang berhubungan dengan pesona (guna-guna dan sebagainya); sinar (Arab); pengobatan hati dengan membaca zikir atau doa seperti yang dilakukan Nabi Muhammad saw., berfungsi untuk mengusir pengaruh jahat dari hati (Agama Islam) (6) |
| RUKYAT | Perihal melihat bulan tanggal satu untuk menentukan hari permulaan dan penghabisan puasa Ramadan (Arab); penglihatan; pengamatan (Arab) (6) |
| RUMAJA | Ruang manfaat jalan (ruang jalan yang dibatasi lebar, tinggi, dan kedalaman tertentu yang ditetapkan oleh penyelenggara jalan, digunakan untuk badan, median, saluran tepi, dan ambang pengaman jalan) (akronim) (6) |
| RUMBAH | Daun-daun mentah sebagai lalap, biasanya dimakan bersama sambal dan nasi (6) |
| RUMBAI | Benda yang berjuntai seperti benang, rambut yang sama panjang dan diikat di ujungnya; jumbai; jerumbai; jerambai; rambu; gombyok; tumbuhan terna rawa, tingginya kira-kira 1,5 m, panjang daunnya mencapai 4 m, hidup di hutan yang berpaya-paya (Scirpodendron ghaeri); diulang: alat pada ubur-ubur yang terdapat di sekeliling lubang mulut dan diliputi dengan sel-sel jelatang untuk melumpuhkan (mematikan) mangsanya; bunjai (6) |
| RUMBIA | Palem yang hidup (tumbuh) di rawa-rawa, tumbuh bergerombol, dan daunnya dapat dibuat atap (Metroxylon sagus); daun rumbia; atap rumbia; ibu kota Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (6) |
| RUMBUK | Alat untuk menangkap udang terbuat dari batang pohon yang diikat dan diberi penambat atau penahan, kemudian ditambatkan di sungai (Melayu Riau) (6) |
| RUMIJA | Ruang milik jalan (rumaja dan sejalur tanah tertentu di luar rumaja (biasanya di kanan dan kiri jalan) yang dibatasi lebar, tinggi, dan kedalaman tertentu, digunakan untuk pelebaran jalan, penambahan jalur lalu lintas di masa mendatang, serta pengamanan jalan (akronim) (6) |
| RUMKIT | Rumah sakit (akronim) (6) |
| RUMPIL | Sukar dijalani (ditempuh); sulit; susah (Jawa) (6) |
| RUMPON | Tempat tinggal atau tempat berkumpul (berbiak) ikan yang sengaja dibuat orang untuk memudahkan penangkapan ikan, terbuat dari tumpukan batu (di sungai), benda-benda bekas, seperti beca dan ban (di laut) (6) |
| RUMPUN | Kelompok tumbuhan yang tumbuh anak-beranak seakan-akan mempunyai akar yang sama (seperti buluh, tebu, pisang, serai, dan talas); perdu; golongan besar bangsa (bahasa) yang sama asal dan jenisnya; golongan hasil susastra yang sejenis; orang-orang yang seketurunan sama nenek moyangnya ki (6) |
| RUMPUT | Nama kelompok tumbuhan yang berbatang kecil, batangnya beruas, daunnya sempit panjang, bunganya berbentuk bulir; buahnya berupa biji-bijian, jenisnya sangat banyak (6) |
| RUMRUM | Merumrum; membelai-belai dan membujuk-bujuk (perempuan) (6) |
| RUMUNG | Rubung; merubung; mengerumuni; mengelilingi; merumung; mengerubungi (6) |
| RUNCIT | Ecer; sedikit demi sedikit (6) |
| RUNDUK | Tunduk; merunduk; menunduk (seperti padi yang sudah berbuah); tumbuh tegak lurus dengan bagian ujungnya membungkuk dan rembangnya mendatar (Biologi) (6) |
| RUNGAU | Kurang tidur (6) |
| RUNGES | Ingus mengering di wajah (biasanya pada anak-anak) (6) |
| RUNGUS | Merungus; menderam; berderam; berbunyi gemuruh (seperti bunyi gendang besar) (6) |
| RUNGUT | Sungut; berengut (6) |
| RUNING | Kota di Cina (6) |
| RUNJAM | Merunjam; menusuk (menikam) dari bawah (6) |
| RUNJAU | Merunjau; panjang ramping; kurus tinggi; lampai (6) |
| RUNTAI | Meruntai; bergantung terayun-ayun; berjuntai (6) |
| RUNTAS | Renggut; meruntas; merenggut; menyentak (6) |
| RUNTIH | Meruntih; memetik(i) atau mengambil (daun dari ranting, bunga); menanggalkan biji jagung dari tongkolnya; menyobek (6) |
| RUNTUH | Roboh karena rusak dan sebagainya (tentang bangunan); jatuh ke bawah atau terban karena rusak (tentang barang yang berat-berat); jatuh; gugur (tentang buah); gugur atau longsor (tentang tanah, lereng gunung); rusak atau hancur sama sekali (tentang kekuasaan, pertahanan, dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| RUNTUN | Meruntun; menarik kuat-kuat; menyentak; merenggut; merebut; merampas; beruntun; berturut-turut; berderet-deret; berurutan (6) |
| RUNTUT | Selaras; bersesuaian (Jawa) (6) |
| RUNYAM | Susah menjalankannya; rumit; sulit; gagal; tidak berhasil (jadi); kalut (6) |
| RUNYUT | Merunyut; lisut; kisut; berkerut (Minangkabau) (6) |
| RUPIAH | Mata uang Indonesia (6) |
| RUPSLB | Rapat umum pemegang saham luar biasa (singkatan) (6) |
| RUPTUR | Pecahan atau belahan yang membagi sesuatu (6) |
| RUSTAQ | Kota di Oman (6) |
| RUTENG | Ibu kota Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur; kota di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (6) |
| RUTING | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; kocelan; gabus; aruan (Channa striata) (6) |
| RUYUNG | Kayu keras dari batang enau (kelapa) untuk tangkai pacul atau sula (6) |
| RWANDA | Negara yang terletak di Afrika Tengah, beribu kota Kigali (6) |
| RYAZAN | Kota di Rusia (6) |
| RYBNIK | Kota di Polandia (6) |
| SAADAH | Kebahagiaan; yang berbahagia; yang mulia (Arab) (6) |
| SAADIN | Penyimpan kunci Kakbah (Arab) (6) |
| SAANEN | Kambing perah yang berasal dari lembah di negara Swiss, bulunya pendek berwarna putih, tidak bertanduk (Capra aegagrus hircus) (6) |
| SAATLI | Kota di Azerbaijan (6) |
| SABANA | Padang rumput yang ada pepohonannya (6) |
| SABANG | Kota di Provinsi Aceh yang terletak di Pulau We, terletak di paling ujung barat Indonesia, terkenal dengan sebutan Kota Seribu Benteng (6) |
| SABLON | Pola berdesain yang dapat dilukis, digunting, atau dipotong sesuai dengan contoh; cetak saring (6) |
| SABUGA | Sasana Budaya Ganesha (pusat konvensi milik Institut Teknologi Bandung yang dirancang untuk acara seperti pertunjukan seni, konser musik, konferensi dan pameran) (akronim) (6) |
| SABUNG | Laga; adu (6) |
| SACABA | Kota di Bolivia (6) |
| SADANG | Kayu jati yang tumbang melintangi sungai dan jurang, yang dipercayai oleh sebagian orang apabila untuk bahan bangunan rumah akan menimbulkan kesengsaraan bagi penghuni rumah itu (6) |
| SADING | Sejenis bunga; kain pintu (6) |
| SADRAH | Pasrah (Sunda) (6) |
| SADRAN | Menyadran; mengunjungi makam atau tempat keramat pada bulan Ruwah untuk memberikan doa kepada leluhur (ayah, ibu, dan sebagainya) dengan membawa bunga atau sesajian (6) |
| SAFARI | Perjalanan atau pertualangan jarak jauh dalam suatu kegiatan ekspedisi (penyelidikan, penelitian, wisata, dan sebagainya) (6) |
| SAFRON | Rempah yang berasal dari biji tanaman crocus yang dibudidayakan, mengandung minyak asiri dan zat pewarna, yakni warna oranye nyata (untuk yang bermutu) dan warna kemerah-merahan (untuk yang kurang baik) (6) |
| SAFSAF | Tandus (tentang tanah, padang, gurun), tidak ada tumbuh-tumbuhan (Arab) (6) |
| SAGANG | Penyangga tombak (senjata dan sebagainya); sandaran; menyagang; menyandarkan (tombak, senjata, dan sebagainya); menopang; menunjang (dengan bambu, kayu, dan sebagainya); memegang; menangkis; mengelakkan (6) |
| SAGERU | Air nira yang digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sopi, dapat difermentasi menjadi cuka (6) |
| SAGITA | Rasi bintang terkecil ketiga yang terletak di sebelah utara ekuator, dapat dilihat dari manapun kecuali belahan selatan bumi, tampak di lintang antara 90° dan −70° pada meridian September (Astronomi) (6) |
| SAGUER | Minuman keras dari nira; arak; tuak (6) |
| SAHAJA | Sebenarnya; memang demikian; sewajarnya; apa adanya; (dengan) sengaja (6) |
| SAHANG | Lada; merica (6) |
| SAHARA | Padang pasir (misalnya di Afrika); gurun di Benua Afrika (6) |
| SAHAYA | Abdi; budak; hamba; saya (6) |
| SAHUMA | Tanaman epifitik yang tumbuh di atas pohon yang tinggi dan tua, tangkainya lembut, berkilau, dan berwarna jingga, tidak mudah layu, biasanya sebagai hiasan atau penutup topi (Sangir) (6) |
| SAILAN | Negara yang terletak di Asia Selatan, beribu kota Sri Jayawardenapura Kotte; Sri Lanka; Serandib (6) |
| SAIPAN | Ibu kota Kepulauan Mariana Utara (AS) (6) |
| SAJANG | Minuman keras (6) |
| SAJIAN | Hidangan (makanan dan lauk pauk), yang sudah disediakan pada suatu tempat untuk dimakan; makanan, bunga-bungaan, dan sebagainya yang dipersembahkan pada kekuatan-kekuatan gaib dalam upacara bersaji (6) |
| SAJOJO | Tari pergaulan dari Papua (6) |
| SAKADO | Kota di Jepang (6) |
| SAKAIT | Ukuran padi sebanyak 50 kati (satu kati = 617, 5 gr) (Sunda) (6) |
| SAKANG | Roh jahat dalam kepercayaan suku Dayak Sungkung di Kalimantan Barat (6) |
| SAKATA | Kota di Jepang (6) |
| SAKDIT | Sepuluh gutis (Sumbawa) (6) |
| SAKHSI | Bersifat perseorangan; individual (Arab) (6) |
| SAKING | Kata depan untuk menandai sumber atau sebab; eksesif; karena sangat (6) |
| SAKLEK | Keras hati; sesuai aturan (6) |
| SAKRAL | Suci; keramat (6) |
| SAKRUM | Bagian tulang punggung yang terdiri atas lima ruas tulang yang menyatu, terletak di bawah deretan ruas tulang pinggang; tulang kelangkang (Anatomi) (6) |
| SAKURA | Bunga berwarna putih atau merah jambu yang mekar pada permulaan musim panas di Jepang; bunga khas Jepang yang sangat terkenal ; kota di Jepang (6) |
| SALANG | Keris panjang; bakul yang tergantung (untuk tempat makanan); lingkaran dari rotan dan sebagainya yang diberi tali gantungan (untuk menempatkan bakul dan sebagainya atau untuk tempat pemikulnya) (6) |
| SALAQI | Kota di Cina (6) |
| SALATA | Buah-buahan yang berbuah di luar musim (Sahu) (6) |
| SALAWI | Hiasan emas atau perak berbentuk pelat bulat, dipakai di dada dan di punggung gadis (Muna); perhiasan leher (kalung); hiasan yang bergantung pada rantai yang menjadi hiasan dada terdiri atas dua lempengan besar yang tebalnya beberapa mili (Muna) (6) |
| SALELE | Tanda larangan untuk tidak memanjat pohon kelapa dengan cara membungkus pohon (Melayu Ambon) (6) |
| SALFOK | Salah fokus (akronim) (6) |
| SALIBU | Tunas padi (Melayu Riau) (6) |
| SALINA | Rawa-rawa, danau, atau mata air yang airnya asin (6) |
| SALING | Kata untuk menerangkan perbuatan yang berbalas-balasan; suku bangsa yang mendiami daerah aliran Sungai Saling, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan (6) |
| SALIVA | Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar ludah; liur (6) |
| SALMAS | Kota di Iran (6) |
| SALMON | Ikan anadrom yang ukurannya dapat mencapai 150 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, bagian belakang langit-langit mulut tidak bergerigi, rahang bawah melengkung ke atas, sirip ekor tidak berbercak, pada ikan dewasa bagian punggung berwarna biru kehijauan dan keperakan di bagian perutnya, terdapat bercak-bercak hitam di atas gurat sisi, tersebar di Samudra Atlantik; salem (Salmo salar) (6) |
| SALONG | Pakaian tradisional khas pria Laos (6) |
| SALTIK | Salah tik (akronim); padanan dari typo (6) |
| SALUAN | Suku bangsa yang mendiami beberapa kecamatan di Kabupaten Luwu-Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| SALUIR | Pernyataan hormat dengan mengangkat tangan dan menempatkannya dekat telinga (seperti para prajurit) (6) |
| SALUNG | Bangunan atau pondok yang diukir dengan indah, tempat meletakkan atau menyimpan jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti; alat musik tiup yang terbuat dari bambu talang, berdiameter sekitar 3 cm, panjangnya sekitar 50 cm, mempunyai enam buah lubang pengatur nada berjarak sekitar 3 cm, pangkal ujungnya tidak bersumbat, ditiup dalam posisi miring dengan menempelkan pangkalnya ke pinggir kiri atau kanan bibir (Musik/Minangkabau); tabung (bambu, pipa) untuk meniup api di tungku (6) |
| SAMARA | Buah kering berbiji satu, bersayap, dan tidak merekah; sakinah mawaddah wa rahmah (singkatan/Arab); kota di Rusia (6) |
| SAMATE | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya; Salawati; Sailolof; Maya (6) |
| SAMAWA | Sakinah mawaddah warahmah (singkatan/Arab) (6) |
| SAMAWI | Bertalian dengan langit (6) |
| SAMBAL | Makanan penyedap yang memiliki rasa pedas, dibuat dari cabai yang ditumbuk, dihaluskan, dan sebagainya, biasanya ditambah bahan lain seperti bawang dan terasi, biasa dimakan bersama nasi (Tata Boga) (6) |
| SAMBAR | Tangkap (6) |
| SAMBAS | Kabupaten di bagian barat laut Provinsi Kalimantan Barat; ibu kota Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat (6) |
| SAMBAT | Sambung; bersambat; bersambung (dengan); bertali (dengan); meminta bantuan tenaga untuk mengerjakan sesuatu; mengaduh; mengeluh (6) |
| SAMBAU | Rumput pakan ternak (Eleusine indica); kembung (tentang perut karena masuk angin terlalu banyak minum air) (Minangkabau) (6) |
| SAMBEN | Sambilan (Jawa) (6) |
| SAMBIK | Lumbung padi yang dibuat di atap beruga (Sasak) (6) |
| SAMBIL | Kata penghubung untuk menandai peristiwa atau perbuatan bersamaan; seraya; sembari; dengan; sementara (6) |
| SAMBIT | Menyambit; melempar (dengan batu, kayu, dan sebagainya) (6) |
| SAMBUK | Perahu kecil; cambuk (6) |
| SAMBUT | Terima; menggarap sawah dengan kerbau (Sunda) (6) |
| SAMCAN | Daging babi yang berasal dari perut bagian bawah, terdiri atas tiga lapis, yakni kulit, lemak, dan daging (6) |
| SAMOSA | Pastri goreng khas Asia Selatan yang berbentuk segitiga, biasanya berisi kentang rebus berbumbu rempah-rempah dicampur kacang kapri, bawang bombai, keju, daging ayam atau sapi, dan lain-lain (6) |
| SAMPAH | Barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas; hina (kiasan) (6) |
| SAMPAI | Mencapai; datang; tiba; berbatas; terlaksana (tentang cita-cita, harapan, niat, dan sebagainya); tercapai; cukup; lebih dari; hingga; mencapai tujuan; tamat (6) |
| SAMPAK | Simpai atau gelang-gelang dari besi dan sebagainya yang dipasang pada hulu pisau (golok dan sebagainya) supaya putingnya tidak goyah; permainan judi dengan gambar pada uang yang dilemparkan ke atas; irama gending gamelan Jawa yang cepat dan ramai, kempul dan kenong dibunyikan secara beruntun mengikuti nada-nada utama, dimainkan di bagian akhir dari rangkaian gending talu atau pada adegan keras di akhir cerita pewayangan (6) |
| SAMPAN | Perahu kecil (6) |
| SAMPAR | Penyakit menular (6) |
| SAMPEK | Gitar berdawai tiga, biasanya diberi hiasan berukir yang sangat bagus, dimainkan untuk mengiringi tari-tarian, yang dilengkapi dengan hiasan bulu-bulu burung kangkareng berwarna hitam putih (Musik) (6) |
| SAMPEL | Sesuatu yang digunakan untuk menunjukkan sifat suatu kelompok yang lebih besar (Statistik); bagian kecil yang mewakili kelompok atau keseluruhan yang lebih besar; percontoh (Statistik) (6) |
| SAMPER | Jemput (6) |
| SAMPIL | Kulit pada pangkal pelepah pinang (rumbia dan sebagainya); paha sapi (kerbau, kambing) sesudah disembelih (Jawa) (6) |
| SAMPIR | Bagian sarung keris sebelah atas (dibuat dari kayu kemuning); menyampirkan; menyampaikan atau menggantungkan pakaian dan sebagainya pada gantungan (tali jemuran dan sebagainya) (6) |
| SAMPIT | Ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, terkenal dengan sebutan Kota Mentaya (6) |
| SAMPOT | Pakaian tradisional Kamboja yang biasa dipakai wanita (6) |
| SAMPUK | Langgar, tabrak, tubruk, bentur (6) |
| SAMPUL | Pembungkus (buku, surat, dan sebagainya dari kertas, plastik, kain, dan sebagainya); sarung; lembaran kertas paling luar di depan dan belakang buku (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| SAMPUR | Selendang yang sempit dan panjang sebagai pelengkap saat menari (disampirkan di bahu atau dililitkan di pinggang) (6) |
| SAMRAH | Tarian khas Betawi yang dilakukan dengan gerakan melenggak- lenggok sambil menggerakkan kedua belah tangan, secara perorangan atau berpasangan, biasanya diiringi orkes atau musik gambus (Melayu Jakarta); musik kasidah yang dimainkan oleh ibu-ibu dengan alat musik tradisional (Jawa) (6) |
| SAMSAK | Karung berisi pasir (sebagai pelindung terhadap tembakan) (6) |
| SAMSAM | Sama-sama (6) |
| SAMSAT | Sistem administrasi manunggal satu atap (sistem administrasi yang dibentuk untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat yang diselenggarakan dalam satu gedung) (akronim) (6) |
| SAMSIR | Pedang yang bentuknya melengkung (6) |
| SAMSUN | Kota di Turki (6) |
| SANANA | Ibu kota Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (6) |
| SANCAN | Daging sapi yang berasal dari otot perut, bentuknya panjang dan datar, lebih keras dibanding bagian lain, biasa dibuat oseng-oseng jika diiris tipis-tipis (Tata Boga) (6) |
| SANCTA | Orang suci (wanita); disingkat S. atau St. (ungkapan/Latin) (6) |
| SANDAL | Alas kaki yang dibuat dari kulit, karet, dan sebagainya; terompah (6) |
| SANDAR | Sangga; tumpu; barang yang menjadi tanggungan utang (6) |
| SANDEK | Perahu khas Mandar lambungnya agak ramping sehingga gerakannya cepat dan lincah, di bagian kanan dan kirinya terdapat cadik yang panjang hulu dan buritannya mencuat ke atas untuk mencari ikan (Mandar); pesan pendek (akronim) (6) |
| SANDRO | Pawang atau dukun yang memimpin upacara laut suku Mboja (6) |
| SANDUR | Upacara yang ditarikan beberapa orang tanpa iringan musik, kecuali suara pantun yang ditembangkan (Madura) (6) |
| SANGAI | Tudung kukusan; tudung saji yang kasar (misalnya dari daun nipah atau daun kelapa); memanaskan (Minangkabau) (6) |
| SANGAN | Perabot dapur yang terbuat dari tanah liat untuk menggoreng sesuatu tanpa minyak (6) |
| SANGAR | Akan (dapat) mendatangkan bala atau bencana (tentang rumah, tanah, dan sebagainya); angker; bau yang merangsang, seperti bau bawang (Minangkabau); tidak subur (tentang tanah) (6) |
| SANGAT | Terlebih-lebih (halnya, keadaannya, dan sebagainya); amat; terlalu; payah (tentang penyakit); teruk; sungguh-sungguh (6) |
| SANGAU | Rumput laut (yang dibuat agar-agar) (Gelidiopsis rigida) (6) |
| SANGGA | Sesuatu yang digunakan untuk menyangga (menopang dan sebagainya); penyangga; penopang; ukuran banyaknya padi yang sama dengan lima ikat (Jawa); satuan terkecil dalam pramuka yang terdiri atas 5 – 10 orang (Pramuka) (6) |
| SANGHA | Pendeta Buddha (6) |
| SANGIH | Besar perutnya karena kekenyangan; segah; senuh (Minangkabau) (6) |
| SANGIR | Pulau di daerah Sulawesi Utara; suku bangsa yang mendiami daerah Sangir; taring; siung (6) |
| SANGIT | Berbau seperti bau kerak gosong atau hangus (Jawa) (6) |
| SANGJU | Kota di Korea Selatan (6) |
| SANGKA | Duga; kira; keraguan; kesangsian; syak; kulit kerang besar (untuk trompet dan sebagainya); sangkakala (6) |
| SANGKE | Suku bangsa yang mendiami daerah sebelah tenggara kota Jayapura, Papua, yang berbatasan dengan Papua Nugini (6) |
| SANGKU | Mangkuk (dari tembaga, kuningan, dan sebagainya) tempat air untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan; kobokan (6) |
| SANGLI | Kota di India (6) |
| SANGON | Bekal untuk di perjalanan (seperti makanan dan minuman); pesangon (6) |
| SANGSI | Bimbang; ragu-ragu (6) |
| SANJAI | Lanjai; lampai (Minangkabau); penganan dari singkong yang diiris tipis memanjang atau melebar, digoreng, dibumbui dengan cabai merah (Minangkabau) (6) |
| SANJAK | Karangan pendek dengan bentuk tertentu (seperti syair, pantun, gurindam) (6) |
| SANKSI | Tanggungan (tindakan, hukuman, dan sebagainya) untuk memaksa orang menepati perjanjian atau menaati ketentuan undang-undang (anggaran dasar, perkumpulan, dan sebagainya); tindakan (mengenai perekonomian dan sebagainya) sebagai hukuman kepada suatu negara; imbalan negatif, berupa pembebanan atau penderitaan yang ditentukan dalam hukum (Hukum); imbalan positif, yang berupa hadiah atau anugerah yang ditentukan dalam hukum (Hukum) (6) |
| SANLAT | Pesantren kilat (akronim) (6) |
| SANSAI | Banyak derita; sengsara (Minangkabau); sedih sekali (Minangkabau) (6) |
| SANTAI | Bebas dari rasa ketegangan; dalam keadaan bebas dan senggang; santuy (6) |
| SANTAK | Menyantak; meninju; menyentak (6) |
| SANTAM | Perdu merambat yang menghasilkan nila; tamtam; akar areui; tarum akar (Marsdenia tinctoria) (6) |
| SANTAN | Air perahan kelapa yang sudah dikukur (6) |
| SANTAP | Makan (6) |
| SANTAU | Racun yang sangat berbahaya yang dibuat dari berbagai ramuan (6) |
| SANTEE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| SANTER | Kencang; hebat; keras; nyaring (Jawa) (6) |
| SANTET | Sihir (6) |
| SANTOL | Kota di Filipina (6) |
| SANTOS | Kota di Brasil (6) |
| SANTRI | Orang yang mendalami agama Islam; orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh (6) |
| SANTUN | Halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya); sabar dan tenang; sopan; penuh rasa belas kasihan; suka menolong (6) |
| SANTUY | Bebas dari rasa ketegangan; dalam keadaan bebas dan senggang; santai (6) |
| SAPAAN | Ajakan untuk bercakap; teguran; ucapan; kata atau frasa untuk saling merujuk dalam pembicaraan dan yang berbeda-beda menurut sifat hubungan di antara pembicara itu, seperti Anda, Ibu, Saudara (Linguistik) (6) |
| SAPELE | Kota di Nigeria (6) |
| SAPRAN | Suku bangsa yang mendiami daerah Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya; Maden (6) |
| SAPTON | Pesta tani pada hari Sabtu pertama setelah panen berupa lomba ketangkasan (Sunda) (6) |
| SAPUAN | Hasil menyapu (6) |
| SAQQEZ | Kota di Iran (6) |
| SARABA | Minuman hangat dibuat dari air jahe dicampur gula merah, telur, dan susu atau rebusan santan (Bima) (6) |
| SARAJU | Empat puluh, biasanya untuk menghitung ikan (Sunda) (6) |
| SARANA | Segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan; alat; media; syarat, upaya, dan sebagainya (6) |
| SARANG | Tempat yang dibuat atau yang dipilih oleh binatang unggas, seperti burung, untuk bertelur dan memiara anaknya; tempat yang dibuat atau yang dipilih untuk beranak dan memiara anaknya (tentang tikus, tupai, dan sebagainya); tempat kediaman atau tempat persembunyian (biasanya bagi segala sesuatu yang kurang baik) (kiasan); ilmu penahan atau penunda turunnya hujan (Gayo) (6) |
| SARATO | Suling berlubang tujuh (Batak) (6) |
| SARDEN | Ikan laut dari suku haring, biasa dikalengkan (6) |
| SAREAN | Sersan; pegawai kepala kampung; kepala kelasi (6) |
| SARHAD | Batas (6) |
| SARING | Menyaring; ramping; langsing (Minangkabau) (6) |
| SARIRA | Badan; tubuh (Jawa) (6) |
| SARKAS | Sarkasme (kependekan) (6) |
| SARMUD | Sarjana muda (akronim) (6) |
| SARNIA | Kota di Kanada (6) |
| SAROSO | Mengiris daun pisang dari pelepahnya (Bugis) (6) |
| SARTAN | Zodiak ke-4 yang dilambangkan dengan kepiting sebagai lambang bagi orang yang dilahirkan antara tanggal 22 Juni dan 22 Juli; Kanser; Karkata (Astrologi) (6) |
| SARUDU | Suku terasing yang mendiami Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Selatan, beragama Islam, hidup dari mengolah sagu dan melaut (6) |
| SARUNG | Selongsong yang dibuat dari kayu, kulit, atau logam tempat memasukkan keris (pedang dan sebagainya); sampul; salut; pembungkus; kain sarung; menyarung (6) |
| SARVAN | Daerah kantong Tajik di Wilayah Sughd yang dikelilingi oleh Uzbekistan (6) |
| SASAKA | Serat yang merupakan penghubung sklerenkima antara berkas pembuluh epidermis daun (Biologi) (6) |
| SASANA | Pelajaran; petunjuk; nasihat; tempat berlatih; gelanggang (6) |
| SASAWA | Suku bangsa yang mendiami daerah aliran Sungai Apawar, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (6) |
| SASEBO | Kota di Jepang (6) |
| SASTRA | Bahasa (kata-kata, gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari); kesusastraan; kitab suci Hindu; kitab ilmu pengetahuan; pustaka; primbon (berisi ramalan, hitungan, dan sebagainya); tulisan; huruf (6) |
| SATANG | Galah (untuk menjalankan perahu) (6) |
| SATARA | Kota di India (6) |
| SATGAS | Satuan tugas (akronim) (6) |
| SATGOM | Satya lencana gerakan operasi militer (akronim/Kemiliteran) (6) |
| SATIRE | Gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang (Sastra); sindiran atau ejekan (6) |
| SATKER | Satuan kerja (akronim) (6) |
| SATORI | Keadaan kesadaran yang bebas dari diskriminasi (dalam agama Buddha aliran Zen) (6) |
| SATPAM | Satuan pengaman; satuan (orang) yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban umum di lingkungan tertentu (akronim) (6) |
| SATPAS | Satuan penyelenggara administrasi surat izin mengemudi (satuan yang menyelenggarakan pelayanan administrasi untuk penerbitan surat izin mengemudi) (akronim) (6) |
| SATPEL | Satuan pelajaran (akronim) (6) |
| SATPOL | Satuan polisi (akronim) (6) |
| SATPUR | Satuan tempur (akronim/Kemiliteran) (6) |
| SATRON | Menyatroni; memusuhi; mendatangi (hendak mengganggu, mencuri, menangkap, dan sebagainya) (6) |
| SATUAN | Bilangan bulat positif terkecil dari bilangan seluruhnya (bilangan satu); standar atau dasar ukuran (takaran, sukatan, uang, dan sebagainya); sekelompok orang (tentara, alat-alat, dan sebagainya) yang merupakan keutuhan; perangkat; unit (6) |
| SAUGOR | Kota di India (6) |
| SAVAGE | Ganas (Inggris) (6) |
| SAVANA | Bulan ke-8 tahun Buddhis (bulan Juli-Agustus tahun Masehi) (6) |
| SAVONA | Kota di Italia (6) |
| SAWADO | Perahu tidak bercadik (Waropen) (6) |
| SAWAHA | Upacara adat pisah sambut tahun lama dan tahun baru dengan cara menari keliling kampung (Sangir) (6) |
| SAWALA | Debat; bantah; diskusi (6) |
| SAWANG | Sarang laba-laba; kotoran yang melekat di langit-langit rumah dan sebagainya; perdu, tinggi hingga 4 m, tergolong tanaman hias, daunnya panjang meruncing lurus atau bergelombang, berwarna hijau, ungu kemerah-merahan, atau sangat merah, akar, daun, dan kulit kayu dapat digunakan sebagai obat; hanjuang, lenjuang; juang-juang; senjuang; andong (Cordyline fruticosa); burung jenis punai; suku bangsa yang hidup berpindah-pindah di perairan laut di wilayah Riau, Jambi, dan sekitarnya (6) |
| SAWERU | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Pulau Serui bagian tengah, Papua Barat (6) |
| SAYAMA | Kota di Jepang (6) |
| SAYANG | Kasih sayang (kepada); cinta (kepada); kasih (kepada); sayang akan (kepada); amat suka akan (kepada); mengasihi; mencintai; kekasih; jantung hatiku; kasihan; (terasa) menyesal; terasa rugi (tidak rela dan sebagainya) kalau ...; tidak rela (akan); tidak ikhlas (akan) (6) |
| SAYHAT | Kota di Arab Saudi (6) |
| SAYIDI | Tuanku (Arab) (6) |
| SAYONG | Menambahkan air tawar ke dalam air laut yang berkurang ketika diproses menjadi garam (Aceh) (6) |
| SAYUNG | Serong (6) |
| SAYUTI | Perlombaan khas dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia (6) |
| SAYYAN | Kota di Yaman (6) |
| SEAGAK | Sekira-kira; semaksud (6) |
| SEANCE | Pertemuan kebatinan (ungkapan/Prancis) (6) |
| SEBAIK | Sama baik; ketika (6) |
| SEBANG | Kayu penjepit lantai pada pintu depan rumah panggung (Melayu Belitung) (6) |
| SEBATI | Bersatu padu; sangat mesra; sesuai (6) |
| SEBAUR | Menyebaurkan; mencampurkan; mempergaulkan (6) |
| SEBAYA | Sama umurnya (tuanya); hampir sama (kekayaannya, kepandaiannya, dan sebagainya); seimbang; sejajar (6) |
| SEBESI | Pulau di Selat Sunda (6) |
| SEBKOS | Cincin yang terbuat dari kulit kerang (6) |
| SEBLAK | Masakan yang terbuat dari kerupuk mentah yang sudah direndam sampai kenyal, biasanya dicampur dengan bakso, ceker, dan sebagainya, dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, kencur, dan cabai (Tata Boga/Sunda) (6) |
| SEBLAT | Gunung dengan ketinggian 2.383 mdpl, terletak di perbatasan Kabupaten Lembong, Provinsi Jambi dan Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan (6) |
| SEBROT | Ambil (dengan paksa) (Jawa) (6) |
| SEBUDI | Segala upaya (usaha); segala ikhtiar (6) |
| SEBURA | Pohon yang kayunya dapat digunakan sebagai bahan bangunan rumah dan sebagainya (Adinandra dumosa) (6) |
| SEBURU | Pohon yang kayunya keras, baik untuk bahan membuat perahu, sari akar dan daunnya dapat digunakan sebagai obat disentri (Ouratea sumatrana) (6) |
| SEBYAR | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kepala Burung dan di sekitar Sungai Wariaga dan Sungai Sebyar di Papua (6) |
| SECABA | Sekolah calon bintara (akronim) (6) |
| SECANG | Pohon berduri, kayunya dapat dibuat bahan pencelup merah; sepang (Caesalpinia sappan) (6) |
| SECAPA | Sekolah calon perwira (akronim) (6) |
| SECARA | Sebagai; selaku; menurut (tentang adat, kebiasaan, dan sebagainya); dengan cara; dengan jalan; dengan (6) |
| SECIAP | Bunyi anak ayam yang berbunyi satu kali (6) |
| SECINA | Kumbang sungut panjang (6) |
| SECUIL | Sepotong kecil; sedikit (6) |
| SEDANG | Masih (dalam melakukan sesuatu); lagi; baru (saja); dalam pada (itu); sementara; dalam waktu (itu); menengah (tidak kurang dan tidak lebih; tidak besar dan tidak kecil, dan sebagainya); patut; pantas; cukup; kena ukurannya; cocok pada tubuh, dan sebagainya; sederhana; tidak melampaui batas; ugahari; sedangkan (6) |
| SEDARI | Sejak (6) |
| SEDASI | Keadaan tenang atau mengantuk, khususnya yang disebabkan oleh obat penenang (6) |
| SEDENG | Gila; kurang waras (6) |
| SEDEPA | Satu depa (6) |
| SEDONG | Galian situs purbakala; semacam gua di dalam air atau di lubuk sungai (6) |
| SEDUIT | Lima perenam (5/6) sen uang zaman Belanda (6) |
| SEFROU | Kota di Maroko (6) |
| SEGALA | Sekalian (tidak ada kecualinya); semua; seluruh; segenap; sama sekali; serba; para (untuk menyatakan banyak); (untuk memaki) terlalu; benar-benar; bambu yang ditarik oleh dua ekor sapi (seperti karapan sapi), digunakan untuk membajak sawah untuk menggemburkan tanah yang keras (Madura) (6) |
| SEGANI | Juru mudi kapal (6) |
| SEGARA | Laut(an) (6) |
| SEGATA | Jenis pantun di daerah Peminggir, Lampung, biasa dipakai sebagai lagu hiburan bagi bujang dan gadis (6) |
| SEGEDE | Sebesar; sejumlah; dalam keadaan besar (ukuran) (6) |
| SEGERA | Lekas; lekas-lekas; buru-buru; tergesa-gesa; cepat (tentang peralihan waktu) (6) |
| SEGMEN | Tembereng (Matematika); ulas (tentang limau), pangsa (tentang durian), dan sebagainya; bagian; satuan rangkaian yang pada dasarnya mempunyai struktur yang sama; bagian ruas tubuh yang berbentuk cincin, seperti ruas tubuh cacing tanah (Biologi); golongan; daerah; satuan bahasa yang diabstraksikan dari kesatuan wicara atau teks (Linguistik) (6) |
| SEHARI | Satu hari (6) |
| SEHATI | Bersatu hati; seia sekata (6) |
| SEHORE | Kota di India (6) |
| SEIRAS | Berasal atau terbuat dari satu bahan (besi, kayu dan sebagainya) yang tidak bersambung; serupa dengan (6) |
| SEJARI | Ikan yang ukurannya mencapai 25 cm (6) |
| SEJATI | Sebenarnya (tulen, asli, murni, tidak lancung, atau tidak ada campurannya) (6) |
| SEJOLI | Sepasang (6) |
| SEJONG | Kota di Korea Selatan (6) |
| SEJUTA | Bilangan yang dilambangkan dengan angka 1.000.000 (Arab) atau M (Romawi); urutan ke-1.000.000 sesudah ke-999999 (6) |
| SEKAAN | Sesuatu yang diseka; hasil menyeka (6) |
| SEKAIT | Satu ikat (tentang rambut); semayang (6) |
| SEKALA | Selalu; sewaktu-waktu; sediakala (6) |
| SEKALI | Satu kali; semuanya; sekaligus; suatu waktu; seluruhnya; tidak ada berkecuali; sama sekali; amat; sangat; yang paling; diulang: kadang-kadang; tidak kerap; tidak sering; tidak selalu; sesekali (6) |
| SEKANG | Sumbat (Minangkabau) (6) |
| SEKATI | Satu kati; gamelan sekaten (6) |
| SEKAUT | Kepala polisi (pada masa penjajahan Belanda) (6) |
| SEKAWI | Pohon, tinggi hingga 20 m, daunnya berwarna hijau pada permukaannya, sedangkan bagian bawahnya berwarna cokelat, bunganya berwarna merah tua, buahnya berduri mirip durian berbentuk lonjong, daging buahnya berwarna kuning dan rasanya agak manis; lai; durian pulu (Durio kutejensis) (6) |
| SEKAYU | Suku bangsa yang mendiami daerah Musi, Sumatra Selatan; dialek bahasa Musi yang dituturkan oleh suku Sekayu; ibu kota Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan (6) |
| SEKERI | Sendi (pada pintu, peti, dan sebagainya) (6) |
| SEKIAN | Sebanyak itu (ini); sampai sebegitu (6) |
| SEKJEN | Sekretaris jenderal (akronim) (6) |
| SEKOCI | Perahu kecil atau kapal api kecil; alat kecil pada mesin jahit berbentuk perahu tempat menaruh kumparan benang yang di bawah jarum (6) |
| SEKPRI | Sekretaris pribadi (akronim) (6) |
| SEKRAP | Mengikis jasad laut yang menempel pada lambung kapal pada waktu kapal berada di atas dok atau sebagai persiapan pengecatan (Perkapalan) (6) |
| SEKRIP | Buku tulis (6) |
| SEKRUP | Pasak (paku besi) dan sebagainya yang berulir (dimasukkan pada kayu, besi, dan sebagainya dengan diputar); pelir itik (6) |
| SEKTOR | Lingkungan suatu usaha; bagian daerah pertempuran (penjagaan atau pertahanan); tembereng tajam (bagian bulatan yang berbatas dua garis lurus yang ditarik dari keliling ke titik pusat bulatan) (Matematika) (6) |
| SEKUAT | Sama kuat (keras dan sebagainya); seluruh kekuatan (kemampuan) (6) |
| SEKUEL | Lanjutan dari cerita sebelumnya (tentang novel, film, atau drama) (6) |
| SEKUFU | Sederajat (tentang martabat); setaraf (6) |
| SEKUIN | Hiasan berbentuk bulat pipih mengilap yang dijahit pada pakaian, biasanya terbuat dari bahan logam atau plastik (Tata Busana) (6) |
| SEKUKU | Sedikit sekali; seujung kuku (kiasan) (6) |
| SEKUTU | Peserta pada suatu perusahaan dan sebagainya; rekanan; kawan (yang ikut berserikat); orang yang ikut melakukan kejahatan; serikat; gabungan; federasi (6) |
| SELADA | Sayuran berwarna hijau yang biasa dimakan sebagai lalap atau digunakan dalam hidangan selada (Lactuca sativa); hidangan yang dibuat dari daun selada dengan mentimun, tomat, dan sebagainya, disiram dengan mayones dan sebagainya (6) |
| SELAGI | Selama (masih, belum); sementara (masih, belum); ketika; pada masa; semasa (6) |
| SELAIN | Kecuali; lain daripada (6) |
| SELAIR | Sel khusus dalam lambung unta, berfungsi menyimpan air atau cairan (6) |
| SELAJU | Berselaju; bermain (berjalan) meluncur dengan sekeping papan di atas air; berselancar; bermain (berjalan) meluncur dengan sepatu sekat dan sebagainya di atas es (air beku) (6) |
| SELAKA | Keranjang (para-para dan sebagainya) di atas perbaraan kemenyan untuk menyingkapi kain dan sebagainya; perak (6) |
| SELAKU | Sebagai (tentang kedudukan) (6) |
| SELALU | Senantiasa; selamanya; tidak pernah tidak; seluruh (Minangkabau) (6) |
| SELAMA | Segenap waktu; semasa (6) |
| SELANG | Antara atau sela (waktu, peristiwa, ruang, dan sebagainya); lat; sesuatu yang mengantarai; selangan; pinjam (Minangkabau); tempat di samping tangga yang masuk ke serambi (tempat membasuh kaki dan meletakkan terompah dan sebagainya sebelum masuk ke dalam rumah) (Minangkabau); sementara; pada waktu; sedang (6) |
| SELARA | Bulu-bulu halus pada tumbuhan yang dapat membuat gatal (pada tebu, rebung, jelatang, dan sebagainya); lugut; miang; (ikan) sembilang; daun yang telah tua (kering); silara (Minangkabau) (6) |
| SELARI | Berturut-turut dengan tiada berhenti-hentinya (6) |
| SELASA | Hari ke-3 dalam jangka waktu satu minggu (6) |
| SELAUR | Sebuah (tentang gelang, cincin); sebentuk (6) |
| SELAWE | Dua puluh lima (6) |
| SELENG | Tali pengikat peti untuk dimuat ke atau dibongkar dari perahu (Aceh) (6) |
| SELEPA | Wadah kecil yang terbuat dari perak dan sebagainya, bentuknya bermacam-macam, digunakan untuk menyimpan tembakau (rokok, sirih, dan sebagainya) (6) |
| SELEPE | Ikat pinggang yang dibuat dari emas, perak, dan sebagainya (Melayu Jakarta) (6) |
| SELEPI | Wadah kecil yang dibuat dari anyaman pandan dan sebagainya untuk menyimpan tembakau (rokok dan sebagainya) (6) |
| SELERA | Nafsu makan; nafsu (kemauan untuk berbuat sesuatu); keinginan; kesukaan; kegemaran (6) |
| SELESA | Luas (tidak sempit, tidak sesak); lega; leluasa; keleluasaan; keluasan; kesempatan (6) |
| SELIAP | Ikan laut jenis talang yang masih muda (Chorinemusu) (6) |
| SELIGI | Tombak (yang dilemparkan) yang dibuat dari ruyung, bambu, dan sebagainya, ujungnya tajam (6) |
| SELING | Menyeling; jala untuk mengangkat barang muatan ke kapal (Pelayaran); tembikar; porselen (6) |
| SELIRA | Badan; tubuh (6) |
| SELIRI | Kursi (6) |
| SELOKA | Jenis puisi yang mengandung ajaran (sindiran dan sebagainya), biasanya terdiri atas 4 larik yang berima a-a-a-a, yang mengandung sampiran dan isi (Sastra) (6) |
| SELOKI | Gelas kecil untuk minum minuman keras (6) |
| SELONG | Ibu kota Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat; mengasingkan (6) |
| SELTER | Bangunan kecil beratap untuk tempat berteduh (di perhentian bus, taman hutan, dan sebagainya) (6) |
| SELUAR | Celana (6) |
| SELUDU | Ikan air payau yang ukurannya dapat mencapai 60 cm, tubuhnya agak membulat, mempunyai sungut, tidak bersisik, pinggiran duri sirip punggung bagian belakang bergerigi mengarah ke bawah, warnanya keperakan, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan; baguk; ikan duri; gaguk; manyung (Arius spp.) (6) |
| SELUMA | Kabupaten di Provinsi Bengkulu, ibu kotanya Tais (6) |
| SELUMU | Berselumu; kotor (berlumur dengan sesuatu yang kotor); berbulu (tentang tepi kain yang digunting dan sebagainya) (Minangkabau) (6) |
| SELURU | Sulur-suluran, daunnya dibuat obat (Pericampylus glaucus) (6) |
| SEMADI | Pemusatan pikiran dan perasaan; meditasi (6) |
| SEMAJA | Sahaja; memang; sebenarnya; sesungguhnya (6) |
| SEMALU | Sama malu; putri malu; simalu; sikejut; kejut-kejut (Mimosa pudica) (6) |
| SEMANG | Hubungan khusus antara orang yang berutang dan orang yang mengutangi (memberi pinjaman); suku bangsa asli yang tinggal di Kedah dan Perak (Malaka), termasuk bangsa Negrito (yang tinggal di Pahang dan Kelantan) (6) |
| SEMARA | Cinta kasih; berahi; asmara (6) |
| SEMASA | Sewaktu; ketika; sama masa dengan; pada ketika yang sama (6) |
| SEMATA | Satu mata; semata-mata; satu-satunya (kiasan) (6) |
| SEMATI | Sama mati; mati seperti ... (kiasan) (6) |
| SEMAYA | Menunda; minta penangguhan (Jawa) (6) |
| SEMAYI | Penganan dari ampas kelapa yang sedang tuanya, diberi bumbu, dihaluskan, dan dibungkus dengan daun pisang, lalu dikukus (Tata Boga/Jawa) (6) |
| SEMBAB | Berair dan berdaging (tentang daun dan batang) (Biologi); tekstur organ yang lunak, berdaging, berair, dan umumnya tebal (Biologi); penimbunan cairan yang berlebih di dalam jaringan (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| SEMBAH | Pernyataan hormat dan khidmat (dinyatakan dengan cara menangkupkan kedua belah tangan atau menyusun jari sepuluh, lalu mengangkatnya hingga ke bawah dagu atau dengan menyentuhkan ibu jari ke hidung); kata atau perkataan yang ditujukan kepada orang yang dimuliakan (6) |
| SEMBAI | Menyembai; menangkap (menyambut) dengan cepat; merenggut (Minangkabau); melambai (Minangkabau) (6) |
| SEMBAK | Ikan yang hidup di laut dan payau, sejenis cakalang, ukurannya mencapai 122 cm, berat 16,5 kg, umur 10 tahun, hidup di terumbu karang perairan tropis dan subtropis dengan kedalaman 1–150 m, tersebar di perairan Mediterania, Laut Karibia, dan Teluk Meksiko (Euthynnus alletteratus) (6) |
| SEMBAM | Sembap; tembam; balut bengkak (mukanya); menyembam; memasak dalam abu panas; membembam (Minangkabau); memanggang setengah masak (Minangkabau) (6) |
| SEMBAP | Bengkak; balut (6) |
| SEMBAR | Sabur; bercampur (berbaur) tidak menentu (sehingga tidak dapat dibedakan lagi, seperti suara tangis bercampur dengan teriak, beribu-ribu orang berkumpul); kabur; agak suram; agak gelap (6) |
| SEMBAT | Menyambat; merenggut; menjambret; menarik (mengangkat) pancing dan sebagainya cepat-cepat; menyentak keris dan sebagainya; membingkas (jerat dan sebagainya); melenting; menganjal (6) |
| SEMBER | Pecah menggeletar (tentang suara, bunyi); sumbang (6) |
| SEMBIR | Tepi atau pinggir (piring, dulang, pinggan, surat, dan sebagainya) yang seakan-akan merupakan lajur atau pias; sanding atau segi (pada buah belimbing dan sebagainya); menyembir; kurang lurus (kurang tepat) arahnya (tentang jarum pedoman dan sebagainya); menyimpang (6) |
| SEMBUH | Menjadi sehat kembali (tentang orang sakit, dari sakit atau penyakit); pulih (6) |
| SEMBUL | Bongkaran kerak bumi yang terangkat (bentuknya memanjang yang pada sisinya dibatasi sesaran) (Geografi dan Geologi); menyembul; keluar dari liang atau permukaan air dan sebagainya; menganjur atau mencuat ke luar (ujungnya dan sebagainya); membersil; menampakkan diri; muncul; timbul (6) |
| SEMBUR | Apa yang dipancarkan (disemprotkan) dari mulut (seperti kunyahan obat-obatan untuk mengobati orang sakit atau untuk mengusir roh jahat) (6) |
| SEMENA | Berimbang; tidak berat sebelah (6) |
| SEMERI | Suku bangsa yang mendiami wilayah sepanjang Sungai Gondu dan Bapai di Papua (6) |
| SEMERU | Gunung di Jawa Timur yang pada tanggal 4 Desember 2021 mengalami erupsi; gunung tertinggi di Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl yang terletak di Malang, Jawa Timur (6) |
| SEMIMI | Suku bangsa yang mendiami wilayah di sekitar Teluk Etna sampai ke arah Teluk Triton di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat (6) |
| SEMNAN | Kota di Iran (6) |
| SEMOGA | Mudah-mudahan; hendaknya; moga-moga (6) |
| SEMONG | Tsunami (Aceh) (6) |
| SEMPAK | Sumbing atau rusak pada bagian tepinya (tentang pecah belah dan barang-barang lain, seperti mangkok, piring); celana dalam (6) |
| SEMPAL | Patah (tentang cabang kayu, ranting, tangkai, atau bagian tubuh seperti lengan); serkah; menyempal; menyembul atau tersembul ke luar sebagian, seperti jantung pisang yang baru akan keluar, pusat yang bujal; menutup dengan cara menjejalkan sesuatu; menyumpal; mematahkan (cabang kayu, lengan, dan sebagainya) (6) |
| SEMPAN | Suku bangsa yang mendiami wilayah Mimika, Papua Tengah (6) |
| SEMPAT | Ada waktu (untuk); ada peluang atau keluasan (untuk); pernah (6) |
| SEMPIL | Menyempil; menyelit; menyisip; menyelip (6) |
| SEMPIT | Kurang dari ukuran luas (besar) yang diperlukan; picik (tentang buah pikiran, pandangan, pengetahuan, dan sebagainya) (kiasan); penuh sesak (tentang kampung dan sebagainya) (kiasan); serba sedikit atau hampir kurang (tentang uang, pendapatan, dan sebagainya) (kiasan); lekas marah; tidak sabar (tentang sifat seseorang) (kiasan); mendesak (tentang waktu) (kiasan); susah (tentang hidup) (kiasan) (6) |
| SEMPOL | Gulungan sarung di pinggang (Banjar); jajanan khas kota Malang berupa campuran daging giling (ayam atau ikan) dan tepung tapioka, dibentuk panjang dan lonjong, ditusuk dengan batang bambu kecil, sebelum digoreng dicelupkan dulu ke dalam adonan telur (Tata Boga) (6) |
| SEMPUL | Tersempul; tersembul (6) |
| SEMPUR | Pohon yang tingginya mencapai 20 m, kayunya keras, tetapi kurang awet, di beberapa tempat digunakan sebagai bahan bangunan (Dillenia aurea) (6) |
| SEMPUT | Susah bernapas; sesak napas (Melayu Riau) (6) |
| SEMUDA | Sama muda; dalam keadaan usia muda (6) |
| SEMUKA | Sama mukanya; berhadapan muka (6) |
| SEMULA | Seperti yang dahulu; yang mula-mula; sediakala; yang mula pertama; yang pertama sekali; sebelum keadaan sekarang; (sejak, dari) mula-mula sekali; diulang sekali lagi (dari mula) (6) |
| SENADA | Satu pikiran (kiasan); seirama (6) |
| SENANG | Puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa, dan sebagainya; betah; berbahagia (tidak ada sesuatu yang menyusahkan, tidak kurang suatu apa dalam hidupnya); suka; gembira; sayang; dalam keadaan baik (tentang kesehatan, kenyamanan, dan sebagainya); mudah; serba mudah; praktis (6) |
| SENAWI | Penumpang perahu yang membayar biaya dengan tenaga (menolong, mengayuh, dan sebagainya) (6) |
| SENAYA | Pasukan (Sanskerta) (6) |
| SENDAI | Kota di Jepang (6) |
| SENDAL | Ganjal; menyendal (Jawa); menarik (mengambil) dengan paksa; menyentak; merenggut; menjambret; mencopet; mengganjal untuk meratakan letak sesuatu (6) |
| SENDAM | Jatuh, hunjam (6) |
| SENDAR | Bersendar; mendengkur halus (seperti dengkur anak-anak pada waktu tidur) (6) |
| SENDAT | Sempit (tentang cincin dan sebagainya); ketat; tidak longgar; tidak lancar (tentang berlangsungnya sesuatu, misalnya lalu lintas dan upacara); terhenti atau tertahan (di dalam liang, pipa, dan sebagainya); padanan dari lag (6) |
| SENDEL | Bersendel; bersandar (6) |
| SENDER | Pemancar radio; pengirim (Inggris) (6) |
| SENDOK | Alat yang digunakan sebagai pengganti tangan dalam mengambil sesuatu (seperti nasi), bentuknya bulat, cekung, dan bertangkai (ada bermacam-macam, misalnya centong, sudip) (6) |
| SENDON | Nyanyian dalang dalam pewayangan untuk melukiskan suasana, tempat, atau keadaan yang sifatnya mengharukan, biasanya diiringi dengan gender, seruling, dan gambang (Jawa) (6) |
| SENGAK | Ketus; tajam atau keras (tentang perkataan); menyengat atau menusuk hidung (tentang bau) (6) |
| SENGAL | Berasa nyeri (pegal, kaku) pada sendi-sendi tulang; penyakit tulang; encok; rematik (6) |
| SENGAM | Menyengam; memakan sampai habis; memakan dengan rakus (6) |
| SENGAP | Berdiam diri; tutup mulut; tidak berkata sepatah pun; bungkam (6) |
| SENGAR | Rasa mulut seperti terbakar (karena pedas) (6) |
| SENGAT | Alat tajam dan berbisa pada serangga dan binatang lain, seperti lebah, lipan, dan kala untuk menyerang atau mempertahankan diri (6) |
| SENGAU | Berhubungan dengan suara yang diucapkan dengan bunyi melalui hidung; nasal (Linguistik) (6) |
| SENGEH | Tertawa karena malu (Melayu Riau) (6) |
| SENGET | Miring; condong; sendeng; singit (6) |
| SENGIH | Menyengih; membuka mulut sedikit hingga tampak giginya (6) |
| SENGIR | Rasa (bau) sebagai rasa (bau) kulit limau (6) |
| SENGIT | Berbau tidak enak seperti bau makanan (kain, rambut, dan sebagainya) hangus terbakar; angit; tajam, keras, dan sangat menyakiti hati (tentang perkataan); pedas (tentang kata-kata); hebat dan dahsyat (tentang perkelahian dan sebagainya); bengis (tentang roman muka, perbuatan, dan sebagainya) (6) |
| SENGKO | Menyengko; bergerak agar berada pada satu sisi benda dari arah belakang (Minangkabau) (6) |
| SENGON | Pohon, tingginya mencapai 35 m, banyak ditanam sebagai pohon naungan di perkebunan, kayunya lunak, gubalnya putih, terasnya cokelat, umumnya tidak tahan lama, biasanya digunakan untuk batang korek api (Albizzia chinensis) (6) |
| SENGUK | Menyenguk; mencium bau; membaui (6) |
| SENGUT | Tersengut-sengut; tersedu-sedu; senguk-sengak (6) |
| SENIOR | Lebih tinggi dalam pangkat dan jabatan kedinasan (pegawai, karyawan, dan sebagainya); lebih matang dalam pengalaman dan kemampuan; berada dalam tingkat sarjana bagi mahasiswa dan kelas terakhir bagi pelajar SMU dan SLTP; lebih tua dalam usia bagi dua orang (ayah dan anak) yang sama namanya (nama famili); lebih dahulu dalam suatu pekerjaan tugas, pengalaman, dan sebagainya (6) |
| SENONG | Tempat minum binatang liar (terutama kerbau liar) (Aceh); tempat berkumpul ikan di dalam sungai (Aceh) (6) |
| SENORA | Nyonya; panggilan untuk wanita yang sudah menikah (ungkapan/Spanyol) (6) |
| SENSEI | Guru bela diri, seperti tai chi atau karate (Jepang); orang yang mengajar; guru; dosen (Jepang) (6) |
| SENSUS | Penghitungan jumlah penduduk, tingkat ekonomi, dan sebagainya yang dilakukan oleh pemerintah dalam jangka waktu tertentu, misalnya waktu sepuluh tahun, dilakukan secara serentak dan bersifat menyeluruh dalam batas wilayah suatu negara untuk kepentingan demografi negara yang bersangkutan; cacah jiwa (6) |
| SENTAK | Menyentak; menarik kuat-kuat; mencabut (keris, pedang, dan sebagainya); merenggut; membentak; menghardik (6) |
| SENTAL | Gosok (6) |
| SENTER | Alat untuk menerangi gelap, berupa tabung dengan bola lampu kecil di ujungnya, yang tertutup kaca dan baterai untuk menyalakannya; lampu senter; lampu yang dapat menyorotkan sinar jauh-jauh; lampu corong; pusat; tengah; sentral (6) |
| SENTIL | Singgung, sentuh; menyentil; menjentik; menggetik; menyinggung; menyentuh; menegur (dalam arti memarahi); mengkritik (kiasan) (6) |
| SENTOL | Pendek atau gemuk (6) |
| SENTRA | Tempat yang terletak di tengah-tengah (bandar dan sebagainya); titik pusat; pusat (kota, industri, pertanian, dan sebagainya); sentral (6) |
| SENTUH | Menyentuh; menyinggung sedikit; menjamah; mengenai; terantuk; menimbulkan, membangkitkan perasaan (haru, sedih, dan sebagainya) di hati (kiasan) (6) |
| SENTUK | Tersentuk; terantuk (pada) (6) |
| SENTUL | Kecapi (Sandoricum koecape); pohon, yang batangnya tumbuh tegak dan lurus, tingginya mencapai 25–30 m, berdaun majemuk dan beranak daun tiga, buahnya bulat, kulit buahnya tebal berwarna kuning kehijau-hijauan, daging buahnya berwarna putih lunak, masam, dan dapat dimakan (6) |
| SENYAP | Tidak ada suara (bunyi) sedikit pun; sunyi; lengang; tidak ada kegiatan; sepi (tentang perniagaan dan sebagainya); tidak terdengar suara apa-apa; tidak berkata-kata; diam; tidak diperbincangkan lagi (6) |
| SENYAR | Berasa geranyam di tangan dan sebagainya (seperti ketika siku terantuk benda keras); berasa geranyam di lidah (apabila makan kulit jeruk atau minuman yang beralkohol) (6) |
| SENYUM | Gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka, dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit (6) |
| SENYUR | Tuan (6) |
| SEOSAN | Kota di Korea Selatan (6) |
| SEPADA | Sekolah pimpinan administrasi dasar (akronim) (6) |
| SEPADI | Sedikit (6) |
| SEPAHA | Setengah rupiah; sesuku; seperempat (6) |
| SEPALA | Sekolah pimpinan administrasi lanjutan (akronim) (6) |
| SEPANG | Kota di Malaysia (6) |
| SEPATU | Lapik atau pembungkus kaki yang biasanya dibuat dari kulit (karet dan sebagainya), bagian telapak dan tumitnya tebal dan keras; sesuatu yang menyerupai sepatu; alat pada mesin jahit yang berfungsi untuk menekan kain pada pakan untuk mempermudah penjahitan (6) |
| SEPEDA | Kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya; kereta angin (6) |
| SEPEKU | Seribu (kepeng) (6) |
| SEPELE | Remeh; enteng; tidak penting (6) |
| SEPLES | Cara membuang sambungan tali, tros, dadung, tali kawat atau baja, antara ujung-ujung dua tali atau antara ujung tali dan talinya sendiri (Pelayaran) (6) |
| SEPRAI | Kain alas tempat tidur, ditempatkan di atas kasur (tempat tidur, dipan) (6) |
| SEPSIS | Kondisi atau sindrom yang disebabkan oleh adanya mikroorganisme atau racunnya dalam jaringan atau aliran darah (6) |
| SEPTET | Gubahan lagu yang dimainkan atau dinyanyikan oleh tujuh orang (Musik); grup penyanyi atau orkes yang terdiri atas tujuh orang (Musik) (6) |
| SEPTUM | Dinding pembatas (Biologi); partisi yang membagi hifa yang berbentuk filamen menjadi sel-sel pada fungi (Mikologi) (6) |
| SEPUIT | Alat untuk menyemprot; semprotan (seperti alat untuk menyuntik) (6) |
| SEPUPU | Saudara senenek; anak dari dua bersaudara; saudara misan (6) |
| SERABI | Penganan berbentuk bundar pipih berpori-pori, dibuat dari adonan tepung beras (gandum), air kelapa (santan dan sebagainya), ragi dan sebagainya, sebelum dimasak dibiarkan mengembang, dimakan dengan kuah gula jawa bercampur santan (Tata Boga) (6) |
| SERAHI | Botol kecil berleher panjang (6) |
| SERAMA | Gendang yang sebelah dipukul dengan tangan dan yang sebelah lagi dipukul dengan pemukul; permainan silat (dengan pedang) (6) |
| SERANA | Menyerana; merana (makin lama makin kurus); termenung (6) |
| SERANG | Silau (Minangkabau); jarang atau lebar-lebar jaraknya (tentang barang yang dirajut seperti keranjang, mata jala); tidak lebat (tentang buah-buahan di pohon); ibu kota di Provinsi Banten, terkenal dengan sebutan Kota Santri; menyerang; mandor di kapal; kepala kelasi (Pelayaran) (6) |
| SERANI | Kristen; Indo-Eropa; orang Portugis (6) |
| SERASA | Sama rasanya dengan; seakan-akan; seolah-olah; sirih (6) |
| SERASI | Cocok; sesuai; kena benar; selaras; sepadan; harmonis (6) |
| SERATA | Seluruh; segenap; seantero (6) |
| SERATI | Penggembala atau pengendali gajah (6) |
| SERAUP | Sebanyak yang dapat diambil dengan sekali meraup (6) |
| SERAUT | Pisau kecil tajam (untuk menakik-nakik, meraut, dan sebagainya); pisau raut; siraut (6) |
| SERAYA | Sambil; serta; penolong; pertolongan (Minangkabau); pohon, termasuk jenis Shorea, kayunya keras, digunakan untuk bahan bangunan, landasan rel kereta api, tiang listrik, dan sebagainya, jenisnya bermacam-macam; meranti (Shorea) (6) |
| SERBAK | Menyerbak; menyebar atau mengeluarkan (bau harum); semerbak (6) |
| SERBAN | Kain ikat kepala yang lebar (yang dipakai oleh orang Arab, haji, dan sebagainya); turban (6) |
| SERBAT | Minuman segar (lezat); minuman penghangat badan terbuat dari rebusan air jahe dan gula merah (6) |
| SERBET | Sepotong kain (semacam saputangan) untuk membersihkan (menyeka) tangan atau mulut sesudah makan; lap makan (6) |
| SERBIA | Negara yang terletak di Eropa Tenggara, beribu kota Beograd; negara di Eropa beribu kota Belgrade (6) |
| SERBUK | Barang yang lumat atau berbutir-butir halus (seperti tepung, abu, bubuk) (6) |
| SERDAK | Debu halus (yang melekat pada pakaian, alat-alat rumah tangga, dan sebagainya) (6) |
| SERDAM | Seruling buluh yang tiupannya seperti klarinet (6) |
| SERDIH | Tampak menonjol (menganjur) ke depan (tentang perut, dada) (6) |
| SEREAL | Bahan makanan siap saji yang biasanya terbuat dari biji-bijian seperti gandum atau jagung (6) |
| SERELA | Sesukanya (6) |
| SERENG | Berada tidak di tengah, tetapi di pinggir (Minangkabau); petasan yang dipasang pada ujung lidi panjang, ketika dinyalakan akan melesat ke atas seperti panah api (Jawa) (6) |
| SERGAH | Kata-kata atau suara yang keras dan mengejutkan (6) |
| SERGAM | Tesergam; tampak lebih tinggi atau lebih besar daripada yang lain (tentang pohon, gunung, dan sebagainya) (6) |
| SERGAP | Menyergap; menyerang atau menyerbu dengan tiba-tiba; mendatangi dengan mendadak untuk menangkap; menggerebek; menyergah (6) |
| SERGUT | Kasar (tentang pekerjaan, barang buatan, dan sebagainya); tidak baik garapannya; gabas (6) |
| SERIAL | Berturut-turut; berurutan; bersambungan (6) |
| SERIAN | Kualitas pemancaran atau pemantulan cahaya, lambang L; satuan ukuran kecerahan cahaya pada suatu permukaan (6) |
| SERIAP | Burung laut seperti bangau (Ardea sumatrana) (6) |
| SERIAT | Berhenti (tentang hujan); reda; jaring besar (untuk menangkap udang) (6) |
| SERIBU | Bilangan yang dilambangkan dengan angka 1.000 (Arab) atau M (Romawi); urutan ke-1000 sesudah ke-999 dan sebelum ke-1001; jumlah bilangan 999 ditambah 1 atau 10 kali 100 (6) |
| SERINA | Asam amino takesensial yang berfungsi membantu tubuh menyerap kreatina dan menghasilkan zat yang diperlukan untuk menjaga sistem kekebalan (6) |
| SERING | Erat dan keras pilinannya (tentang tali, benang); kedap dan kaku (tentang tenunan, anyaman); kuat dan kaku (tentang kertas); kerap; acap; ramping; langsing (Minangkabau); menyering; memilin erat-erat dengan lilin (tentang tali, benang); mengedapkan (menguatkan) tenunan (anyaman); mengisap madu bunga; menyeri (6) |
| SERIUM | Logam tanah langka, berwarna abu-abu, mulur, dan mudah ditempa; unsur kimia lantanida dengan nomor atom 58, berlambang Ce, bobot atom 140,12 u (6) |
| SERIUS | Sungguh-sungguh; gawat; genting (karena menghadapi bahaya, risiko, akibat, dan sebagainya yang mungkin terjadi) (6) |
| SERKAH | Patah, belah, terlepas (tentang dahan, cabang kayu, dan sebagainya); sempal (6) |
| SERKAI | Menyerkai; memulas (memiuh, meremas, memerah) supaya air atau patinya keluar (tentang adonan yang dibungkus kain, kain basah, dan sebagainya); mengayak (tentang tepung dan sebagainya); menapis dengan kain dan sebagainya (tentang kanji dan sebagainya) (6) |
| SERKAM | Batu permata yang menyerupai intan (Banjar) (6) |
| SERKAP | Lukah berbentuk seperti kerucut yang terbuat dari buluh atau rotan dengan ujung terbuka, digunakan untuk menangkap ikan di air dangkal dengan menyungkupkannya pada ikan yang akan ditangkap; sangkar yang bentuknya seperti kerucut (6) |
| SERKUP | Benda yang jeluk (seperti serkap, kukusan, tangan yang dijelukkan), digunakan untuk menyungkup (menutup dan sebagainya) (6) |
| SERLAH | Menyerlah; tampak nyata (karena tidak tertutup awan dan sebagainya); tampak nyata bercahaya (tentang bulan, matahari) (6) |
| SERMET | Bahan majemuk terbuat dari bubuk keramik dan bubuk logam yang dicampur dan dipanaskan (Kimia) (6) |
| SERNAK | Sesak (dalam hati) (6) |
| SEROJA | Tumbuhan air yang rimpangnya terbenam dalam lumpur, daunnya besar membundar, bunganya besar berwarna merah jambu, tegak mencuat ke atas permukaan air; bunga padma; bunga teratai (Nelumbium nucifera); siklon tropis yang melanda Nusa Tenggara Timur pada bulan April 2021 dan telah menyebabkan topan, banjir bandang, dan longsor (6) |
| SEROMA | Serupa dengan (6) |
| SERONG | Tidak lurus (tentang arah); menyimpang dari garis (arah) yang lurus; menyudut (tidak merupakan siku-siku); mencong; tidak sebagaimana mestinya; menyimpang dari arah yang lurus; curang; tidak lurus hati; tidak jujur (kiasan); tidak setia; tidak tulus hati (kiasan) (6) |
| SERPAS | Pergeseran pasukan (akronim/Kemiliteran) (6) |
| SERPIH | Sumbing (terpotong) sedikit; (sobek dan sebagainya) kecil-kecil; kepingan (serpihan, sobekan, dan sebagainya) kecil- kecil; batuan berasal dari endapan tanah liat (mudah pecah) (Geografi dan Geologi) (6) |
| SERRES | Kota di Yunani (6) |
| SERSAN | Pangkat bintara dalam ketentaraan, di bawah perwira pertama dan di atas tamtama, mencakupi sersan mayor, sersan kepala, sersan satu, dan sersan dua (6) |
| SERUAH | Sepemanggil; sejauh suara memanggil; seperuah (6) |
| SERUAK | Kenaikan tekanan atmosfer yang lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan akibat gerakan lembangan atau antisiklon di sekitarnya (Hidrometeorologi); menyeruak; berjalan menyusup dengan menguakkan (menyibakkan) sesuatu yang menghalanginya ke kiri dan kanan (dalam kerumunan orang, semak-semak, tempat yang sempit, dan sebagainya); menjorok masuk; menembus (tentang tatapan mata) (kiasan) (6) |
| SERUAN | Panggilan (dengan suara nyaring); ajakan; anjuran; peringatan; doa (6) |
| SERUAS | Satu ruas; tumbuhan jenis kopi hutan (Fagraea racemosa) (6) |
| SERUDA | Serangkak (duri-duri, ranting-ranting yang dipasang pada pohon agar pohon tidak dipanjat orang) (6) |
| SERUDI | Asah; gosok (6) |
| SERUIT | Tempuling yang bermata satu (untuk menangkap kura-kura); semiang; makanan khas Lampung yang terbuat dari ikan bakar yang dicampur tempoyak atau mangga (6) |
| SERUPA | Satu rupa (macam, jenis); sama rupanya (bentuknya, warnanya); semacam; seragam; sama (dengan); bersamaan (dengan); selaku; seperti; sebagai; sebangun (sama bangunnya atau bentuknya) (6) |
| SERURU | Tumbuhan melilit, panjang mencapai 5 m, batangnya yang ramping dibuat tali, daunnya berbentuk jantung, digunakan untuk mencegah rambut rontok (Perampylus glaucus) (6) |
| SERUTU | Cerutu; lisong (6) |
| SERVER | Komputer dalam jejaring yang berfungsi sebagai penyedia layanan ke komputer lain; peladen (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| SERVIS | Pelayanan; layanan; pukulan permulaan untuk memainkan bola (dalam permainan bola voli, tenis, tenis meja, bulu tangkis) (Olahraga); seperangkat perabot (makan, minum) (6) |
| SERWAL | Celana panjang tradisional kaum pria Aceh (6) |
| SESAAT | Sebentar; sekejap (6) |
| SESAMA | Sama-sama (satu golongan) (6) |
| SESAWI | Sayuran, berdaun melebar, pinggir daun bercuping bergelombang, berwarna hijau pucat, dengan tulang dan tangkai melebar; sawi (Brassica juncea) (6) |
| SESIAK | Elang malam yang berbunyi “rak, rak”; burung siak (6) |
| SESIRA | Pohon atau perdu yang tingginya 3–10 m, daun dan akarnya dapat dibuat obat, daun yang muda dapat dijadikan lalap; sarirah (Acronychia laurifolia) (6) |
| SESIUM | Logam putih perak, lunak, dan mirip natrium; unsur kimia logam alkali dengan nomor atom 55, berlambang Cs, bobot atom 132,9055 u (6) |
| SESMIL | Sekretaris militer (akronim) (6) |
| SESNEG | Sekretaris Negara (akronim) (6) |
| SESOCA | Batu permata yang berkilauan berasal dari karbon murni dalam bentuk kristal (zat yang terkenal paling keras, dipakai untuk permata cincin, gelang, kalung, giwang, bros, dan sebagainya); intan (Jawa) (6) |
| SESPAN | Sepeda motor dengan gandengan samping (beroda satu) untuk penumpang (6) |
| SESPRI | Sekretaris pribadi (akronim) (6) |
| SESTON | Partikel yang bergerak melayang-layang dalam air, dapat berupa plankton hidup atau detritus yang hanyut dalam air (Oseanografi) (6) |
| SESUAI | Pas; sedang (tentang ukuran); cocok (pas dalam ukuran sebagai pasangannya); serasi (tentang pasangan); sepadan; setaraf; seimbang; selaras; seirama; berpatutan; bersamaan; semufakat; setuju; sama; sejalan; sependapat (tentang buah pikiran); sama; tidak bertentangan; cocok; kena benar; baik sekali; bergantung pada; berpadanan; sejalan (6) |
| SESUAP | Satu suap (nasi dan sebagainya) (6) |
| SESUKA | Sekehendak hati; semau-maunya (6) |
| SESUKU | Satu suku; setengah rupiah (Rp0,50) (6) |
| SESURU | Tumbuhan menyerupai kaktus, bercabang banyak, berdaging, mengandung getah berwarna putih susu, berdaun sedikit, bertangkai pendek, berduri di cekungan batang, berbunga kecil berwarna kuning (Euphorbia antiquorum) (6) |
| SETAHU | Sepanjang atau sebanyak yang diketahui (oleh); dengan diketahui atau disaksikan oleh (6) |
| SETAKA | Tumbuhan semak (Plumbago rosea); singgasana; kursi kerajaan (6) |
| SETALA | Sama nada, sama bunyi, dan sama laras suaranya; ceraka (Plumbago indica) (6) |
| SETALI | Senilai 25 sen (6) |
| SETANA | Rumah kediaman resmi raja (kepala negara, presiden) dan keluarganya; istana (6) |
| SETANG | Pegangan dan kemudi kendaraan (pada sepeda dan sebagainya) yang bentuknya bermacam-macam (seperti tanduk, lingkaran); alat pada mobil (6) |
| SETARA | Sejajar (sama tingginya dan sebagainya); sama tingkatnya (kedudukannya dan sebagainya); sebanding; sepadan; seimbang (6) |
| SETELA | Tanaman menjalar yang banyak ditanam untuk umbinya yang mengandung karbohidrat, daunnya dibuat sayur; ketela; ketela rambat; ubi jalar (Ipomoea batatas) (6) |
| SETERU | Musuh perseorangan (orang dengan seorang); musuh pribadi (6) |
| SETIAR | Ikhtiar (6) |
| SETIBA | Sesampai; sedatang (6) |
| SETIGA | Sajak yang terdiri atas tiga baris (dalam soneta); terzina (6) |
| SETJEN | Sekretariat jenderal (akronim) (6) |
| SETMIL | Sekretariat militer (akronim) (6) |
| SETNEG | Sekretariat Negara (akronim) (6) |
| SETORI | Gaduh; ribut (6) |
| SETRAP | Hukuman (di sekolah) (6) |
| SETRAT | Jalan raya (6) |
| SETREN | Tanah yang menjorok ke sungai yang dipakai untuk berladang (6) |
| SETRIK | Pita sutra dan sebagainya untuk perhiasan rambut, baju, dan sebagainya (6) |
| SETRIP | Jalur; garis (sebagai tanda perhiasan pada mobil dan sebagainya); garis skala (pada pengukur suhu dan sebagainya); carik kain dan sebagainya yang dipasang pada bahu atau pada lengan baju (sebagai tanda pangkat dan sebagainya) (6) |
| SETRUK | Carik kecil panjang (dari kertas, bahan, dan sebagainya) (6) |
| SETRUM | Aliran listrik (6) |
| SETRUP | Air gula; sirop (6) |
| SETTAT | Kota di Maroko (6) |
| SETUIL | Tumbuhan memanjat yang daunnya dapat dibuat obat penyembuh penyakit kulit (6) |
| SETUJU | Setujuan; sepakat; semufakat; sependapat (tidak bertentangan, tidak berselisih); cocok; serasi; sesuai; merasa senang atau tertarik hati; suka; berkenan (6) |
| SETUNG | Penyakit bisul di hidung (ada bermacam-macam dan biasanya ada hubungannya dengan sifilis); restung (6) |
| SETURU | Segerombolan; sekomplotan; sekawan (Melayu Jakarta) (6) |
| SEUKUR | Sepadan; sesuai (dengan); seimbang; sama; sepatutnya; selayaknya; seia sekata (6) |
| SEULAS | Sedikit (kiasan) (6) |
| SEUMUR | Sama umurnya (dengan); umur yang sama; sebaya; selama (umur) (6) |
| SEUSAI | Setelah; sehabis (6) |
| SEUTUH | Lengkap, tidak kurang sedikit pun (6) |
| SEWAAN | Sesuatu yang disewa atau disewakan (6) |
| SEWAKA | Bersewaka; menghadap raja; melayani; menghamba (6) |
| SFERIK | Kajian tentang radiasi elektromagnetik yang berasal dari sumber alam dalam atmosfer (Meteorologi) (6) |
| SFERIS | Berbentuk seperti bola; bundar (6) |
| SFINKS | Patung batu berkepala manusia (laki-laki) dan berbadan singa (terdapat di Mesir); patung makhluk besar berkepala manusia perempuan dan berbadan singa yang bersayap (terdapat di Yunani) (6) |
| SHACHE | Kota di Cina (6) |
| SHAMLI | Kota di India (6) |
| SHAOWU | Kota di Cina (6) |
| SHASHI | Kota di Cina (6) |
| SHEKEL | Alat pembayaran yang sah di Teritori Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza (6) |
| SHELBY | Kota di Amerika Serikat (6) |
| SHENDI | Kota di Sudan (6) |
| SHERRY | Anggur yang mengandung rasa kacang (ungkapan/Inggris) (6) |
| SHILIN | Kota di Cina (6) |
| SHIMLA | Kota di India (6) |
| SHINTO | Agama yang berasal dari Jepang (6) |
| SHIRAZ | Kota di Iran (6) |
| SHIROI | Kota di Jepang (6) |
| SHIWAN | Kota di Cina (6) |
| SHIYAN | Kota di Cina (6) |
| SHULAN | Kota di Cina (6) |
| SHUMEN | Kota di Bulgaria (6) |
| SHUNYI | Kota di Cina (6) |
| SHWEBO | Kota di Myanmar (6) |
| SIAKAP | Ikan laut yang sering memasuki perairan tawar, ukurannya dapat mencapai 200 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, warnanya keperakan, tersebar di daerah Indo-Pasifik; kakap; kanja (Lates calcarifer) (6) |
| SIAKON | Bersiakon; berselisih antara dua pihak mengenai masalah hak milik (6) |
| SIALAN | Orang yang sial; (yang) mendatangkan sial; untuk memaki (6) |
| SIALIT | Tumbuhan untuk obat penyakit kencing nanah (Scleria sumatrensis) (6) |
| SIAPUH | Seruan hai! hai!; kata yang dipakai untuk meningkah atau menyelang nyanyian keroncong (6) |
| SIARAN | Yang disiarkan (dalam berbagai-bagai arti); padanan dari broadcast (6) |
| SIASAT | Periksa; pemeriksaan yang teliti; penyelidikan; pertanyaan (yang bermaksud menyelidiki dan sebagainya); teliti; saksama; kecaman; kritik; teguran; celaan; politik (muslihat, taktik, tindakan, kebijakan, akal) untuk mencapai suatu maksud; muslihat dan cara berperang; cara bekerja; cara melakukan sesuatu; metode; siksa; aniaya; hukuman (6) |
| SIASIA | Badar; ikan kecil-kecil (seperti teri); ikan sia; ikan sia-sia (Stolephorus spp.); terbuang-buang saja; tidak ada gunanya (harganya, manfaatnya, hasilnya); percuma; omong kosong; nonsens; gagal; tidak berhasil; tidak mendapat apa-apa; dengan sembarangan saja; tidak dipikirkan baik-baik (6) |
| SIBELA | Gunung tertinggi di Maluku Utara dengan ketinggian 2.118 mdpl, terletak di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (6) |
| SIBENG | Benda berbentuk parabola pada senter untuk membuat cahaya lebih terang dan fokus (Melayu Belitung) (6) |
| SIBGAH | Celupan; iman kepada Allah tanpa disertai kemusyrikan (Agama Islam) (6) |
| SIBORG | Makhluk yang tubuhnya setengah manusia dan setengah robot (tentang film fiksi) (6) |
| SIBORI | Perlengkapan misa berupa piala bertutup, digunakan sebagai wadah hosti kecil yang akan dibagikan kepada umat (Agama Katolik) (6) |
| SIDANG | Pertemuan untuk membicarakan sesuatu; rapat; segenap anggota dewan dan sebagainya; orang banyak; publik; para (untuk menyatakan banyak); sekalian; dewan; majelis (6) |
| SIDING | Jerat dari rotan untuk menangkap kijang dan sebagainya; sudut yang tajam (6) |
| SIDUGA | Bersiduga; berlari dahulu-mendahului; berlomba; adu cepat (Minangkabau) (6) |
| SIEGEN | Kota di Jerman (6) |
| SIESIE | Terima kasih (ungkapan/Cina) (6) |
| SIESTA | Istirahat siang atau tidur siang (ungkapan/Spanyol) (6) |
| SIGUNG | Mamalia karnivor yang dapat mengeluarkan bau busuk jika terganggu, berambut panjang dan lebat, warnanya hitam atau cokelat tua dengan garis putih memanjang dari bagian tengah kepala hingga ekor (Mydaus javanensis); menyigung; menyentuh (menumbuk, mendorong, dan sebagainya) dengan siku; menyiku; menyinggung (6) |
| SIJARO | Pekik yang bertujuan untuk menambah semangat nelayan seperahu saat melaut (Melayu Manado) (6) |
| SIKARI | Pembawa tombak; tombak; pemburu (6) |
| SIKKIM | Kerajaan di Himalaya Timur yang berdiri tahun 1642-1975 (6) |
| SIKLIK | Tersusun dalam lingkar (6) |
| SIKLIS | Berhubungan dengan siklus (6) |
| SIKLON | Angin ribut yang berpusar dan bergerak dengan cepat mengelilingi suatu pusat; angin puting beliung; bagian atmosfer yang tekanannya relatif rendah jika dibandingkan dengan tekanan di sekitarnya pada permukaan yang sama; pusat tekanan rendah; bejana reaksi statik yang di dalamnya cairan bertekanan membentuk pusaran (Kimia) (6) |
| SIKLUS | Putaran waktu yang di dalamnya terdapat rangkaian kejadian yang berulang-ulang secara tetap dan teratur; daur (6) |
| SIKODI | Makhluk halus yang menjaga binatang (Melayu Riau) (6) |
| SIKULE | Suku bangsa yang mendiami pedalaman Pulau Simeulue, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (6) |
| SILANG | Kota di Filipina (6) |
| SILARA | Daun yang telah tua (kering); selara (6) |
| SILASE | Batang-batang jagung yang dipotong (disabit) pada waktu tanaman tersebut masih berwarna hijau, kemudian disimpan; hijauan yang diawetkan dengan fermentasi dalam silo atau pada kondisi hampa udara (Peternakan); cara mengawetkan hijauan pakan ternak dalam bentuk segar (basah) (6) |
| SILIER | Berhubungan dengan jaringan dan otot yang mengelilingi lensa mata (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| SILIKA | Bagian terbesar dari pasir dan batu pasir (SiO2) (Mineralogi); kristal; hablur (Mineralogi) (6) |
| SILIMO | Suku bangsa yang mendiami Pegunungan Tengah bagian selatan, hulu Sungai Baliem sebelah barat, dan Lembah Kiniage di Papua (6) |
| SILIUM | Penjuluran halus dari sitoplasma sel, seperti bentuk rambut yang bergetar menurut irama (Zoologi); bulu mata (Zoologi); bulu getar (Zoologi) (6) |
| SILLOD | Kota di India (6) |
| SILOPI | Kota di Turki (6) |
| SILPIN | Ahli pembuat candi dan arca (6) |
| SILUET | Gambar bentuk menyeluruh secara blok, biasanya berwarna gelap (6) |
| SILVAN | Kota di Turki (6) |
| SILVER | Perak (Inggris) (6) |
| SIMALU | Putri malu; semalu; sikejut; kejut-kejut (Mimosa pudica) (6) |
| SIMARE | Bagian pada toga hakim yang bentuknya seperti selempang, berwarna kuning, merah, atau hijau, berada pada bagian sini kanan kiri kancing baju hingga bagian atas punggung (6) |
| SIMBAH | Basah; embah (Jawa); menyimbah; membasahi; menyimbur; keluar bermanik-manik (tentang peluh); menggulung (lengan baju dan sebagainya); menarik ke atas supaya pendek (tentang kain dan sebagainya); menyingsingkan (6) |
| SIMBAI | Baik (sopan) tingkah lakunya; tertib (6) |
| SIMBAL | Instrumen musik perkusi berbentuk bundar, terbuat dari tembaga, dimainkan dengan cara dipukul dengan stik atau dengan pasangannya secara bersama-sama (Musik) (6) |
| SIMBAR | Tumbuhan berakar rimpang yang hidup melekat pada kayu tertentu, batu, dan sebagainya (Drynaria sparsisora); bulu yang tumbuh di dada laki-laki; antefiks (6) |
| SIMBAT | Jerat (seperti perangkap tikus) (6) |
| SIMBEK | Gerakan menendang dengan cara mengayunkan kaki ke samping (biasanya dilakukan pada permainan sepak raga) (Minangkabau) (6) |
| SIMBEL | Daun yang berfungsi sebagai payung pada saat hujan (Tombulu) (6) |
| SIMBOK | Sebutan untuk ibu-ibu (dari kalangan rendah di Jawa); kata sapaan kepada wanita pembantu rumah tangga; embok (Jawa) (6) |
| SIMBOL | Lambang (6) |
| SIMBUA | Batang bambu besar yang digunakan untuk membawa dan menyimpan air (Kaili) (6) |
| SIMBUR | Menyimbur; menyiram dengan air; bersimbur; membuang air dan sebagainya ke atas dengan tangan; memercik(kan) banyak-banyak; menyembur atau memancar (tentang air dan sebagainya); tersaput (oleh gelap) (kiasan) (6) |
| SIMILE | Majas pertautan yang membandingkan dua hal yang secara hakiki berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa, dinyatakan secara eksplisit dengan kata seperti, bagai, laksana (6) |
| SIMPAI | Lingkar atau gelang-gelang dari rotan atau logam (pengikat bingkai dan sebagainya) untuk mengeratkan atau menegangkan; lingkaran besi dengan penopang dari kayu atau fiber yang digunakan sebagai tempat memasukkan bola basket yang akan dihitung poin atau angkanya (dalam olahraga basket) (Olahraga); kera yang warna bulunya kekuning-kuningan (Semnopithecus melalophos) (6) |
| SIMPAK | Terpotong, patah pada bagian batangnya (6) |
| SIMPAL | Pakaian adat Sulawesi Utara (6) |
| SIMPAN | Singkat; pendek (tentang cerita, pembicaraan, dan sebagainya); ringkas; terkemas (tentang barang dagangan dan sebagainya); beres; menyimpan; menaruh di tempat yang aman supaya jangan rusak, hilang, dan sebagainya; menabung (uang); memegang (rahasia) teguh-teguh; menyembunyikan; mempunyai (ilmu, kesaktian, dan sebagainya); mengandung; ada sesuatu di dalamnya; mengemasi; membereskan; membenahi; padanan dari save (6) |
| SIMPEL | Mudah dikerjakan atau dimengerti (tidak berbelit-belit); sederhana; tunggal (tentang kalimat yang terdiri atas satu subjek, predikat, dan atau tanpa objek) (6) |
| SIMPIR | Menyimpirkan; membuka lebar-lebar (tentang sayap); membentangkan sayap (tentang merak) (6) |
| SIMPUH | Cara duduk dengan kedua belah kaki dilipat ke belakang dan ditindih oleh pantat; timpuh (6) |
| SIMPUK | Menyimpuk; melanggar (membentur) orang dan sebagainya ketika berjalan; merusakkan nama orang (menuduh orang dengan tidak beralasan) (kiasan) (6) |
| SIMPUL | Ikatan pada tali atau benang (6) |
| SIMPUR | Nama jenis pohon Dilleniaceae (6) |
| SIMTOM | Perubahan atau keadaan khusus kondisi tubuh yang menunjukkan tanda adanya suatu penyakit; gejala penyakit (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| SINAPS | Pertemuan antara dua sel saraf yang ujung serabut sarafnya hampir menyentuh sel lain untuk mengirimkan sinyal (6) |
| SINARX | Sinar listrik yang dapat menembus benda padat selain logam; sinar Rontgen (6) |
| SINCIA | Imlek (Cina) (6) |
| SINDAP | Ketombe (Jawa) (6) |
| SINDEN | Penyanyi wanita pada seni gamelan atau dalam pertunjukan wayang (golek, kulit) (6) |
| SINDER | Pengawas pekerja (di perkebunan, hutan, dan sebagainya); penilik sekolah (6) |
| SINDIR | Celaan; ejekan; menyindir; menyatakan sesuatu (seperti kritik, celaan, ejekan) secara tidak langsung (6) |
| SINDUR | Sabuk dari kain merah muda yang tepinya putih (Jawa); motif kain batik yang dipakai oleh orang tua pengantin pada upacara perkawinan dengan cara dililitkan di pinggang, berwarna merah dan putih, warna merah terdapat pada bagian tengah, warna putih pada bagian pinggir yang berbentuk gelombang (Jawa); pohon dengan tinggi mencapai 40 m, tajuk pohon lebar mirip payung (Sindora javanica) (6) |
| SINEAS | Orang yang ahli tentang cara dan teknik pembuatan film; ahli perfilman (6) |
| SINEMA | Gedung tempat pertunjukan film; bioskop; film; gambar hidup (6) |
| SINFRA | Kota di Pantai Gading (6) |
| SINGEL | Bagian dari busana liturgi yang dikenakan oleh imam, berupa tali pengikat alba pada pinggang, sebagai simbol kemurnian hati dan pengekangan diri (Agama Katolik) (6) |
| SINGGA | Sehingga (6) |
| SINGIT | Miring ke sebelah (tidak seimbang); sendeng; senget; menyingit (Minangkabau) (6) |
| SINGKI | Permainan dengan menggunakan potongan bilah bambu, berbentuk seperti kemudi, dipukul dengan bilah bambu yang lain, hingga melayang dan jatuh mengenai benda lawan yang dipasang seperti kuda-kuda (Banjar) (6) |
| SINIAN | Lebih dekat ke sini; kesinian; agak ke sini (6) |
| SINIAR | Siaran (berita, musik, dan sebagainya) yang dibuat dalam format digital (baik audio maupun video) yang diunduh melalui internet (Telekomunikasi); padanan dari podcast (6) |
| SINJAI | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, terletak di Teluk Bone, ibu kotanya Balangnipa (6) |
| SINNAR | Kota di Sudan (6) |
| SINODE | Rapat (sidang) pemimpin agama Kristen; badan pengurus tertinggi di gereja Protestan (6) |
| SINOLE | Penganan sangrai dibuat dari tepung sagu dicampur parutan kelapa dan garam sedikit, biasanya ditaburi gula pasir sebelum dimakan (Bugis) (6) |
| SINTAK | Pohon, tinggi hingga 35 m, kulit kayunya mempunyai bau dan rasa mirip cengkih, digunakan sebagai obat (Cinnamomum sintok) (6) |
| SINTAL | Gemuk padat atau padat berisi (tentang tubuh); kenyal atau tebal dan kencang (tentang daging) (6) |
| SINTAR | Sintal (Minangkabau) (6) |
| SINTAS | Terus bertahan hidup, mampu mempertahankan keberadaannya (6) |
| SINTEK | Kayu kapur (Dryobalanops oiocarpa) (6) |
| SINTER | Hasil menyinter (Metalurgi) (6) |
| SINTIR | Permainan dadu yang diputar; dadu pusing (Melayu Jakarta) (6) |
| SINTUA | Tertua; pengetua; penatua, kepala (puak, golongan, dan sebagainya) (6) |
| SINTUK | Pohon Cinnamomum, kulitnya dipakai sebagai obat dan pencuci (pembersih) rambut; menyintuk; menggosok badan (ketika mandi dan sebagainya) (6) |
| SINYAL | Tanda isyarat (lampu merah, bunyi, larangan parkir, dan sebagainya); tiang dan sebagainya yang menjadi (atau berisi) tanda isyarat (6) |
| SIOMAI | Makanan tradisional Tionghoa, terbuat dari ikan, ayam, atau udang yang dihaluskan bersama tepung sagu dan putih telur, dilapisi kulit pangsit, direkatkan dan dibentuk, kemudian dikukus, biasa dimakan dengan saus kacang atau saus pedas (Tata Boga); makanan yang terdiri atas rebusan kubis, kentang, telur, dan adonan tepung, dipotong-potong, boleh digoreng lagi, dan disiram saus kacang (Tata Boga) (6) |
| SIPAHI | Serdadu India (6) |
| SIPING | Kota di Cina (6) |
| SIPRUS | Negara pulau yang terletak di Mediterania, beribu kota Nikosia (6) |
| SIRAUT | Pisau kecil, tetapi tajam sekali, digunakan untuk meraut, menakik dan sebagainya (6) |
| SIRENE | Alat untuk menghasilkan bunyi yang mendengung keras (sebagai tanda bahaya dan sebagainya) (6) |
| SIRING | Tangguk rotan untuk menangkap ikan-ikan kecil, udang, dan sebagainya; selokan; got; tepi (kain dan sebagainya) yang berbeda warnanya (Minangkabau); hiasan dekoratif pada pakaian, berbentuk kerutan yang dihasilkan dari jahitan paralel dengan menggunakan benang karet (Tata Busana) (6) |
| SIRJAN | Kota di Iran (6) |
| SIRKAM | Sisir kecil, digunakan sebagai penghias rambut atau jepit rambut (6) |
| SIRKOL | Rajangan kol putih yang diasamkan (Tata Boga) (6) |
| SIRKUS | Pertunjukan hiburan yang mempertontonkan keterampilan berbagai binatang dan kemahiran pemain akrobat (Kesenian) (6) |
| SIRLAK | Campuran minyak cat, damar, dan sebagainya (untuk mengecat dan menggilapkan barang-barang dari kayu) (6) |
| SIRNAK | Kota di Turki (6) |
| SIRSAK | Pohon yang tingginya mencapai 8 m, kulit buahnya berduri-duri pendek dan lunak, isinya berwarna putih serta berbiji banyak berwarna hitam, rasanya masam-masam manis; nangka belanda (Anona muricata) (6) |
| SIRVAN | Kota di Azerbaijan (6) |
| SISATA | Pohon kayu besi berkualitas nomor dua (Talaud) (6) |
| SISHUI | Kota di Cina (6) |
| SISTEM | Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas; susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya; metode (6) |
| SISTEP | Sistem tempat pembayaran (akronim) (6) |
| SITAAN | Hasil menyita; sesuatu yang disita; beslahan; rampasan (6) |
| SITASE | Enzim yang terdapat dalam biji berbagai tumbuhan yang mampu melarutkan zat dinding sel (Kimia) (6) |
| SITASI | Kutipan; sitiran; referensi dalam sebuah karya ilmiah ke tulisan lain yang diambil dari buku, makalah, atau sumber lain (6) |
| SITEKI | Kota di Eswatini (6) |
| SITRAT | Ester atau anion yang diturunkan dari asam sitrat (Kimia) (6) |
| SITRIN | Vitamin C yang dijumpai dalam buah jeruk (Kimia) (6) |
| SITRUN | Tanaman jenis jeruk, buahnya berkulit keras, berwarna kuning muda dan berbau enak, daging buahnya sangat asam (Citrus limonnum); buah sitrun; jeruk sitrun; salah satu jenis jeruk (6) |
| SITTWE | Kota di Myanmar (6) |
| SIULAK | Ibu kota Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi (6) |
| SIULAN | Hasil bersiul; siul (6) |
| SIUMAN | Sadar (dari pingsan, lupa, melamun, termenung, dan sebagainya); ingat kembali (tentang orang mabuk, orang gila, dan sebagainya) (6) |
| SIWAPA | Kata sapaan halus dan sopan kepada orang tua yang masih hidup dan yang sudah meninggal (Minahasa Tonsawang) (6) |
| SIZIGI | Peristiwa dua benda langit berseberangan atau sepihak sehingga pengamat dan kedua benda langit itu segaris lurus (Meteorologi) (6) |
| SKALAR | Besaran yang hanya memiliki ukuran dan tidak memiliki arah, seperti massa dan daya (Fisika) (6) |
| SKALOP | Lubang pada komponen konstruksi, misalnya pelat atau profil baja, dimaksudkan agar sambungan las yang melalui komponen tersebut tidak terputus (Pelayaran) (6) |
| SKANES | Kota di Tunisia (6) |
| SKEDUL | Daftar perincian waktu yang direncanakan; jadwal (6) |
| SKELET | Rangka (6) |
| SKENIK | Berkaitan dengan skeneri (Kesenian) (6) |
| SKETSA | Lukisan cepat (hanya garis-garis besarnya); gambar rancangan; rengrengan; denah; bagan; pelukisan dengan kata-kata mengenai suatu hal secara garis besar; tulisan singkat; ikhtisar ringkas; adegan pendek pada suatu pertunjukan drama (6) |
| SKIAIR | Olahraga ski yang dilakukan di atas air (laut, danau, dan sebagainya) dengan ditarik perahu motor; selancar (6) |
| SKIKDA | Kota di Aljazair (6) |
| SKILOT | Permainan ski di atas lumpur di Madura (6) |
| SKISMA | Perpecahan dalam agama (6) |
| SKLERA | Lapisan mata yang berwarna putih dan keras (Anatomi) (6) |
| SKODAM | Staf Komando Daerah Militer (akronim) (6) |
| SKOFRO | Suku bangsa yang mendiami daerah Papua bagian timur laut, dekat daerah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini; Yeti; Wembi; Manem (6) |
| SKOGAR | Staf Komando Garnisun (akronim) (6) |
| SKOKIE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| SKOPJE | Ibu kota Makedonia Utara (6) |
| SKORIA | Batu vulkanik yang terbentuk dari fragmen batuan tajam dan penuh dengan kantong udara (6) |
| SKUDAI | Kota di Malaysia (6) |
| SKURVI | Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin C (6) |
| SKUTER | Kendaraan bermotor beroda dua dengan ukuran roda yang kecil dan tidak berjeruji kawat (6) |
| SKUTIK | Skuter matik (akronim) (6) |
| SLABER | Celemek makan untuk bayi; mengepel (di rumah sakit) (6) |
| SLALOM | Gerakan zig-zag (dalam olahraga ketangkasan mengendarai mobil, bermain ski, dan sebagainya) (Inggris) (6) |
| SLAMET | Gunung dengan ketinggian 3.428 mdpl yang terletak di lima kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang (6) |
| SLEBOR | Acak-acakan (tentang pakaian, pekerjaan, dan sebagainya); kacau; amburadul; mabuk-mabukan (6) |
| SLEMAN | Kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, ibu kotanya Sleman,tempat penghasil salak pondoh; ibu kota Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (6) |
| SLEPAN | Daun kelapa yang masih hijau (Bali) (6) |
| SLIKER | Jas hujan yang terbuat dari bahan yang lebih lembut (Tata Busana) (6) |
| SLIVEN | Kota di Bulgaria (6) |
| SLOGAN | Perkataan atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan atau mengiklankan sesuatu, seperti Solo Berseri (bersih, sehat, indah, rapi); perkataan atau kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dan sebagainya (6) |
| SLONIM | Kota di Belarusia (6) |
| SLOUGH | Kota di Inggris (6) |
| SLUPSK | Kota di Polandia (6) |
| SLUTSK | Kota di Belarusia (6) |
| SMOKEL | Penyelundupan (barang dan sebagainya); hasil menyelundupkan; selundupan; perdagangan gelap (6) |
| SMYRNA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| SNATCH | Angkatan langsung (dalam olahraga angkat besi) dari lantai ke atas kepala, biasanya dengan loncat atau jongkok (ungkapan/Olahraga/Inggris) (6) |
| SNOKER | Olahraga biliar menggunakan lima belas bola merah dan enam bola warna yang lain (6) |
| SOACHA | Kota di Kolumbia (6) |
| SOARMA | Roti khas Turki, berbentuk bulat dan agak tipis, namun keras (6) |
| SOASOA | Kadal air bersirip keras, panjangnya sekitar 0,5 meter, hidup di Indonesia bagian timur (Hydrosaurus ambonesis) (Melayu Ambon) (6) |
| SOBRAL | Kota di Brasil (6) |
| SODIUM | Natrium (6) |
| SOFBOL | Olahraga bisbol yang dimainkan di lapangan yang lebih kecil, pemain melempar bola dengan ayunan tangan di bawah (6) |
| SOFIFI | Ibu kota Provinsi Maluku Utara (6) |
| SOGANG | Cerocok (pagar dari tonggak) yang dipancangkan miring; deretan tonggak yang diberi palang (6) |
| SOKCHO | Kota di Korea Selatan (6) |
| SOKODE | Kota di Togo (6) |
| SOKONG | Tiang dan sebagainya yang dipasang miring untuk menyangga sesuatu agar tidak rebah (roboh) (6) |
| SOKOTO | Kota di Nigeria (6) |
| SOLANA | Kota di Filipina (6) |
| SOLANG | Bantah; sangkal (Minangkabau) (6) |
| SOLDER | Timah yang diluluhkan dengan batang logam yang dipanaskan, lalu dibubuhkan pada sambungan, untuk melekatkan, menyambung, menambal, dan sebagainya; patri (6) |
| SOLOIS | Penyanyi atau pemusik tunggal (melakukan sesuatu dan sebagainya seorang diri) (6) |
| SOLORA | Rumput yang batangnya dapat digunakan sebagai obat sariawan (Muna) (6) |
| SOLUSI | Penyelesaian; pemecahan (masalah dan sebagainya); jalan keluar (6) |
| SOLVEN | Mampu membayar utang (Perdagangan) (6) |
| SOMALI | Bahasa yang dituturkan di Somalia (6) |
| SOMANG | Jurang terjal dan dalam (Sunda) (6) |
| SOMASI | Teguran untuk membayar dan sebagainya (Hukum) (6) |
| SOMBOK | Alat untuk mengeraskan suara pada gramofon dan sebagainya (6) |
| SOMBOL | Suap (6) |
| SOMEAH | Ramah (Sunda) (6) |
| SOMELA | Dua potong kayu yang dipasang pada pangonong atau kuk bajak, pedati, atau kaleles kerapan, berfungsi sebagai alat untuk memantapkan letak leher sapi (Madura) (6) |
| SOMENG | Tidak sedap dilihat (didengar dan sebagainya); sumbang; janggal; memberi malu; menyakitkan hati (6) |
| SOMONI | Mata uang Tajikistan (6) |
| SOMPEK | Sumbing besar; rusak pada bagian pinggir; somplak (6) |
| SOMPOH | Bawa; dukung (6) |
| SOMPOK | Tersompok; bertemu (berjumpa) dengan tiba-tiba; tersobok (6) |
| SOMTAM | Selada khas Thailand, terbuat dari irisan tipis pepaya muda dan berbumbu pedas (6) |
| SONARI | Bambu pemikul padi dalam kesenian rengkong (Sunda) (6) |
| SONATA | Komposisi musik untuk instrumen tunggal (seperti piano) atau ganda (seperti piano dan biola) (6) |
| SONDAI | Miring; landai (Minangkabau); sondek (6) |
| SONDAP | Anak rambut (Minangkabau) (6) |
| SONDER | Selendang sutra pelengkap menari (biasanya untuk penutup bahu) (Jawa); tanpa; tidak dengan ...; tidak ber ... (6) |
| SONDOK | Gombak di dahi; jambak (jambul) pada dahi kuda; surai (Minangkabau) (6) |
| SONDUK | Jaring ikan yang direntangkan pada kerangka batang kayu menyegi tiga, digunakan dengan tangan (Madura) (6) |
| SONETA | Sajak yang terdiri atas empat bait (2 bait pertama masing-masing terdiri atas 4 baris, 2 bait terakhir masing-masing terdiri atas 3 baris); sajak 14 baris yang merupakan satu pikiran atau perasaan yang bulat (6) |
| SONGAR | Suka melagak; sombong; congkak; takabur (Melayu Jakarta) (6) |
| SONGAT | Melebar dan agak terangkat pada bagian ujung hidung sehingga lubang hidung tampak jelas (Minahasa Tonsawang) (6) |
| SONGEA | Kota di Tanzania (6) |
| SONGEL | Tersongel; tersembul sedikit (6) |
| SONGGA | Pohon yang kayunya berwarna kuning pucat, keras, kuat, dan rasanya pahit, dapat digunakan sebagai obat tradisional (Strychnos iucida) (6) |
| SONORA | Bersuara; bergema; salah satu usaha penyiaran di bawah naungan Kompas Gramedia (6) |
| SONTAK | Sompek; sumbing; seketika (6) |
| SONTEK | Menyontek; menggocoh (dengan sentuhan ringan); mencungkil (bola dan sebagainya) dengan ujung kaki; mengutip (tulisan dan sebagainya) sebagaimana aslinya; menjiplak (6) |
| SONTOK | Pendek; singkat (Minangkabau); tumbuk; gocoh (Jawa) (6) |
| SONTOL | Buku jari tangan (umumnya digunakan untuk mengetuk) (Dayak) (6) |
| SOPANG | Pulang dari kebun (Makeang Timur) (6) |
| SOPENG | Sumbing (6) |
| SOPRAN | Suara tertinggi pada golongan wanita dan anak laki-laki (dalam seni suara) (6) |
| SOPRON | Kota di Hungaria (6) |
| SORANG | Seorang (6) |
| SORBET | Minuman segar, dibuat dari sari buah (biasanya buah sitrun) ditambah gula dan sebagainya; serbat (6) |
| SORGUM | Terna tegak yang daunnya memita panjang, perbungaan malai, buahnya berupa butir yang bulat atau hampir bulat, lebih kecil daripada biji jagung, tumbuh di bioma tropis kering musiman, berasal dari Afrika, dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan bahan perekat (Sorghum bicolor) (Botani) (6) |
| SORGUN | Kota di Turki (6) |
| SORONG | Bergeser maju; tolak; dorong; sogok (uang suap); Ibu kota Provinsi Papua Barat Daya, dikenal sebagai Kota Minyak; kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya, ibu kotanya Aimas (6) |
| SOROTI | Kota di Uganda (6) |
| SORTIR | Menyortir; memilih (yang diperlukan dan mengeluarkan yang tidak diperlukan dan sebagainya); memilih-milih; memilah (barang dan sebagainya) (6) |
| SOSBUD | Sosial-budaya (akronim) (6) |
| SOSHUM | Sosial dan humaniora (akronim) (6) |
| SOSIAL | Berkenaan dengan masyarakat; suka memperhatikan kepentingan umum (suka menolong, menderma, dan sebagainya) (6) |
| SOSPOL | Sosial-politik (akronim) (6) |
| SOTANG | Sosis kentang; hotang (Tata Boga) (6) |
| SOTOMI | Soto khas Bogor dengan kuah bening kecokelatan, berisi mi kuning, irisan kikil, risol, dan sebagainya (Tata Boga) (6) |
| SOTONG | Hewan laut yang termasuk golongan moluska, kelas Cephalopoda, tidak bertulang belakang, menggunakan kepala sebagai alat untuk bergerak, mempunyai sepuluh tentakel di sekeliling mulut dan kantong tinta yang terdapat di atas usus besar dan bermuara di dekat anus, berkontraksi dan mengeluarkan cairan hitam apabila ada serangan, dagingnya kenyal berwarna putih; ikan mangsi; ikan tinta (Ommastreephes sloani pacificies); moluska yang memiliki panjang 2,5—90 cm, berat mencapai 10,5 kg, tubuh berbentuk selinder pipih dengan sirip sempit di sisinya yang membatasi bagian atas dan bawah, cangkang internal bertulang tebal dan berkalsifikasi, delapan lengan dan dua tentakel lebih panjang dengan pengisap bergigi yang dapat bergulung untuk menangkap mangsa, pupil besar berbentuk W, merupakan invertebrata tercerdas, hidup di laut tropis dan iklim sedang, tersebar di pantai Asia Timur dan Selatan, Eropa Barat, Mediterania, serta Afrika dan Australia (Sepiida) (0) |
| SOUSSE | Kota di Tunisia (6) |
| SOWETO | Kota di Afrika Selatan (6) |
| SPARKS | Kota di Amerika Serikat (6) |
| SPASME | Kontraksi otot yang tiba-tiba dan involunter (6) |
| SPBONK | Spesialis bedah onkologi (singkatan) (6) |
| SPBTKV | Spesialis bedah toraks dan kardiovaskular (singkatan) (6) |
| SPEKUK | Penganan berlapis, dibuat dari terigu, telur, mentega, gula, dan sebagainya yang diberi bumbu khas, seperti kayu manis dan pala (6) |
| SPERMA | Mani (Biologi) (6) |
| SPEYER | Kota di Jerman (6) |
| SPEZIA | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota La Spezia dengan pertandingan kandang di Stadio Alberto Picco (6) |
| SPIDOL | Alat tulis yang ujungnya lunak, dipakai untuk menulis di kertas, papan, dan sebagainya (6) |
| SPIKUL | Alat kelamin; kemaluan (6) |
| SPINOR | Vektor dengan dua komponen kompleks yang mengalami transformasi uniter bermodulus satu apabila sistem koordinat trimatranya diputar (Fisika); besaran dengan empat komponen kompleks yang dibentuk dari dua spinor (Fisika) (6) |
| SPIRAL | Lilitan; pilin; sulur batang; dalam bentuk keluk atau putaran mengelilingi titik pusat; alat kontrasepsi yang dipasang pada rahim wanita berbentuk sulur batang (6) |
| SPIRIT | Semangat; jiwa; sukma; roh (6) |
| SPPARK | Spesialis parasitologi kedokteran (singkatan) (6) |
| SPPDKH | Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi (singkatan) (6) |
| SPPDKP | Spesialis penyakit dalam konsultan pulmonologi (singkatan) (6) |
| SPPDKR | Spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi (singkatan) (6) |
| SPRING | Kota di Amerika Serikat (6) |
| SPRINT | Lari cepat (dalam jarak dekat); cara lari atlet secepat mungkin untuk menempuh seluruh jarak (6) |
| SPUTUM | Bahan seperti dahak riak, lendir yang dikeluarkan waktu batuk (6) |
| SRAGEN | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, ibu kotanya Sragen; ibu kota Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah (6) |
| SREGEP | Rajin; tekun (6) |
| SRIPAH | Ajal; maut (6) |
| SRISIP | Pucuk rumput-rumputan yang berasal dari dasar batang seperti pada padi (Botani) (6) |
| SRSUPT | Senior superintenden (singkatan/Kemiliteran) (6) |
| STABAT | Ibu kota Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatra Utara (6) |
| STABIL | Mantap; kukuh; tidak goyah (tentang bangunan, pemerintah, dan sebagainya); tetap jalannya; tenang; tidak goyang (tentang kendaraan, kapal, dan sebagainya); tidak berubah-ubah; tetap; tidak naik turun (tentang harga barang, nilai uang, dan sebagainya) (6) |
| STALON | Batang yang tumbuh horizontal di atas permukaan tanah yang menghasilkan tumbuhan baru pada ujungnya (Biologi) (6) |
| STAMBA | Tiang-tiang monumen yang di bawahnya ditulisi dengan dalil-dalil keagamaan (6) |
| STAMEN | Organ bunga yang menghasilkan gamet jantan (sel sperma) dan berubah bentuk menjadi daun spora-kembang (6) |
| STANUM | Unsur kimia logam berwarna putih keperak-perakan, bersifat lentur dan mudah ditempa; timah; unsur dengan nomor atom 50, berlambang Sn, dan bobot atom 118,69 u (6) |
| STANZA | Kumpulan larik sajak yang menjadi satuan struktur sajak, ditentukan oleh jumlah larik, pola matra, atau rima; bait (Sastra) (6) |
| STASIS | Terhentinya aliran darah atau cairan tubuh lain di suatu bagian tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| STATIN | Kelas atau kelompok obat pengurang kadar kolesterol dalam darah (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| STATIS | Dalam keadaan diam (tidak bergerak, tidak aktif, tidak berubah keadaannya); tetap (6) |
| STATOR | Rakitan bilah yang tidak bergerak dalam turbin (Elektronika); bagian yang tidak bergerak dalam motor listrik atau generator; bagian mesin elektrik, lazimnya mesin elektrik arus rangga, meliputi komponen magnet termasuk lilitannya (Fisika) (6) |
| STATUS | Keadaan atau kedudukan (orang, badan, dan sebagainya) dalam hubungan dengan masyarakat di sekelilingnya (6) |
| STEGER | Perancah (6) |
| STEKER | Pencocok yang dipasang pada ujung kabel listrik yang ditusukkan pada lubang aliran listrik untuk menyalakan lampu (listrik), radio, televisi, dan sebagainya (6) |
| STEREO | Perekaman atau penyiaran dengan produksi suara yang lebih realistis dengan menggunakan dua saluran suara, menggunakan dua mikrofon beserta dua pengeras suara yang digunakan bersamaan; sistem atau peralatan yang menghasilkan bunyi stereo (6) |
| STERIL | Bersih dari kuman atau mikroorganisme lain (Kimia); tidak subur; mandul; tidak dapat berkembang biak (Biologi) (6) |
| STEROL | Alkohol tidak jenuh, ditemukan dalam alam pada setiap hewan dan sel tumbuhan (kecuali sel bakteri) yang memainkan peranan penting dalam metabolisme (Kimia) (6) |
| STEVIA | Pemanis alami yang berasal dari daun tumbuhan perdu, rasa manisnya 300 kali gula pasir, dan dapat membantu menurunkan kadar gula darah (6) |
| STIGMA | Ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya; tanda; kepala putik (Botani) (6) |
| STIKER | Lembaran kecil kertas atau plastik yang ditempelkan; etiket; ilustrasi yang biasa digunakan dalam media sosial, seperti emotikon (6) |
| STILIR | Menstilir; membuat sesuai dengan norma-norma keindahan (6) |
| STILUS | Alat yang digunakan zaman dulu untuk menulis di atas tanah liat atau tablet lilin; alat untuk menulis, menandai, atau menoreh berbentuk pena yang digunakan pada gawai, komputer, dan alat canggih lain (6) |
| STIPUL | Dua helai daun kecil yang tumbuh di kiri dan kanan tangkai daun; daun penumpu (Botani) (6) |
| STOKER | Juru api pada lokomotif dan sebagainya (6) |
| STOLON | Batang beruas-ruas panjang yang tumbuh horizontal di atas tanah, berakar dan bertaruk pada buku-bukunya yang menyentuh tanah; geragih (Botani) (6) |
| STOPAN | Tempat perhentian (bus dan sebagainya); penghentian (kendaraan); lampu lalu lintas (6) |
| STOPER | Alat yang berfungsi sebagai penahan gerak ke dalam atau ke luar dari rantai jangkar atau tros (Pelayaran) (6) |
| STOVIA | Sekolah pendidikan kedokteran untuk pribumi di Batavia pada zaman penjajahan Belanda; dari School tot Opleiding van Indische Artsen (singkatan) (6) |
| STRATA | Lapisan; stratum; tingkat masyarakat dan sebagainya; tingkat pendidikan setingkat di atas sarjana muda; bagian populasi yang mempunyai karakteristik unit contoh yang sama (Kehutanan) (6) |
| STRATO | Berlapis-lapis; gunung api yang berbentuk kerucut (6) |
| STRENG | Keras; ketat (6) |
| STROBO | Lampu yang berkedap-kedip dengan cepat (6) |
| STROUD | Kota di Inggris (6) |
| STRUMA | Pembesaran kelenjar gondok; penyakit gondok (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| STUDEN | Pelajar pada perguruan tinggi; mahasiswa (6) |
| STUDIO | Ruang tempat bekerja (bagi pelukis, tukang foto, dan sebagainya); ruang yang dipakai untuk menyiarkan acara radio atau televisi; tempat yang dipakai untuk pengambilan film (untuk bioskop dan sebagainya) (6) |
| STUPOR | Kondisi ketidaksadaran tingkat rendah yang ditandai dengan masih ada respons dari raut wajah (6) |
| SUANGI | Hantu yang jahat; dukun yang bekerja dengan pertolongan orang halus; ikan laut (Holocentrum rubrum) (6) |
| SUAPAN | Sesuatu yang disuapkan (kiasan); hasil menyuap (menyogok); uang suap (kiasan) (6) |
| SUASUA | Nyanyian rakyat Tolaki yang berisi nasihat atau petuah dan ajaran moral, didendangkan bagi bangsawan atau para pejabat daerah dalam berbagai suasana yang melukiskan ungkapan perasaan (Tolaki) (6) |
| SUBANG | Perhiasan cuping telinga wanita yang biasanya berbentuk bundar pipih, terbuat dari emas dan sebagainya, ada yang bermata berlian dan sebagainya; potongan kecil-kecil dan pendek-pendek dari daun tebu, daun lontar, dan sebagainya yang dimasukkan dalam cuping telinga sebagai perhiasan; dasar batang yang membesar, pejal, berdaging, beruas pendek-pendek yang dikelilingi lapisan sisik atau daun (Botani); perkawinan yang terjadi dalam satu marga yang sama (Dani); kabupaten di Provinsi Jawa Barat, ibu kotanya Subang, terkenal dengan sebutan Kota Nanas; ibu kota Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat (6) |
| SUBBAB | Bagian bab; anak bab (6) |
| SUBBAG | Di bawah bagian; seksi; subbagian (akronim) (6) |
| SUBBID | Subbidang (akronim) (6) |
| SUBJEK | Pokok pembicaraan; pokok bahasan; bagian klausa yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat (Linguistik); pelaku; mata pelajaran; orang, tempat, atau benda yang diamati dalam rangka pembuntutan sebagai sasaran (6) |
| SUBLIM | Menampakkan keindahan dalam bentuknya yang tertinggi; amat indah; mulia; utama; perubahan zat padat menjadi uap (6) |
| SUBNET | Bagian dari jaringan (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| SUBSER | Suksesi ekologi yang tertahan oleh faktor edafik atau Bottik (Biologi) (6) |
| SUBTIL | Halus; lembut; perbedaan yang tidak kentara; cerdik; bijaksana (6) |
| SUBUCO | Perwira Jepang (6) |
| SUCENG | Jujur (dalam permainan) (Melayu Jakarta) (6) |
| SUDANG | Sakit perut karena radang usus (Sunda) (6) |
| SUDOKU | Teka-teki berupa persegi berukuran 9x9 yang dibagi menjadi 9 buah persegi kecil berukuran 3x3, tiap persegi kecil diisi beberapa angka acak yang harus dilengkapi sedemikian rupa sehingga tiap kotak pada tiap baris dan kolom pada persegi besar memuat angka 1 hingga 9, dan angka yang sama tidak boleh berdekatan; salah satu jenis permainan yang berbentuk puzzle angka (6) |
| SUDUNG | Sengkuap; kapa-kapa; rumah (untuk merendahkan diri) (kiasan); diulang: dangau; gubuk (di ladang dan sebagainya) (6) |
| SUFIKS | Afiks yang ditambahkan pada bagian belakang kata dasar, misalnya -an, -kan, dan -i; akhiran (Linguistik) (6) |
| SUFRAH | Kain yang dihamparkan untuk alas makanan, kenduri, dan sebagainya; seperah (Arab) (6) |
| SUGAPA | Ibu kota Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah (6) |
| SUGKAL | Gagang ketam (alat tukang kayu) (Bali) (6) |
| SUHIAN | Rumah tempat bersuka-suka (seperti rumah pelacuran) (Cina) (6) |
| SUIHUA | Kota di Cina (6) |
| SUITAN | Siulan; bunyi bersuit (6) |
| SUJANA | Orang berbudi (bijaksana, pandai); tempat (daerah) yang jauh (6) |
| SUJIAN | Perdu, bercabang banyak, tingginya 1–2 m, batangnya cokelat tua dan berduri, daunnya tunggal, lanset, dan berwarna hijau, bunganya berwarna kuning, buahnya berwarna hijau, digunakan untuk mengobati gigitan anjing dan ular berbisa (Barleria lupulina) (Botani) (6) |
| SUKAAN | Sesuatu yang disukai; kekasih; gendak (6) |
| SUKADE | Kulit buah jeruk Citrus medica yang dibuat manisan, digunakan sebagai campuran dalam berbagai macam kue; buah yang dikristalkan (6) |
| SUKKUR | Kota di Pakistan (6) |
| SUKSES | Berhasil; beruntung (6) |
| SUKWAN | Sukarelawan (akronim) (6) |
| SULAAN | Hasil menyula (6) |
| SULANG | Asap lampu yang hitam yang menimbulkan jelaga; menyulang; memberi minuman; mengajak minum (6) |
| SULBAR | Sulawesi Barat (akronim) (6) |
| SULEJA | Kota di Nigeria (6) |
| SULFAT | Garam asam belerang (Kimia); batuan yang mengandung sulfat (Mineralogi) (6) |
| SULFUR | Massa getas berwarna kuning, tetapi juga dapat berbentuk lain, misalnya kristal bening; belerang; unsur kimia nonlogam dengan nomor atom 16, berlambang S, dan bobot atom 32,06 u (6) |
| SULING | Seruling; bangsi; peluit (kapal, kereta api, dan sebagainya); dalam keadaan kepala di bawah dan kaki di atas (tentang sikap badan); jungkir; tunggang (Minangkabau); menyuling; meniup suling; membuat uap menjadi cairan (6) |
| SULSEL | Sulawesi Selatan (akronim) (6) |
| SULTAN | Raja; baginda (6) |
| SULTRA | Sulawesi Tenggara (akronim) (6) |
| SULUNG | Yang terdahulu atau yang mula-mula sekali; (anak) yang tertua; pemimpin barung utama dalam gerakan pramuka (Pramuka); pemimpin barung utama (Pramuka); memasukkan kayu bakar ke dalam tungku (supaya apinya menyala lebih besar) (Bugis) (6) |
| SUMARE | Kota di Brasil (6) |
| SUMASI | Tinggi besar (6) |
| SUMBAR | Sumatra Barat (akronim); bersumbar; bercakap besar; menyombong; menantang (6) |
| SUMBAT | Penutup liang (lubang, mulut, dan sebagainya); gabus penutup botol; sumpal (6) |
| SUMBER | Tempat keluar (air atau zat cair); mata air; asal (dalam berbagai arti); ibu kota Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat (6) |
| SUMBUK | Perahu (6) |
| SUMBUL | Bakul (berkaki) yang mempunyai tutup (Jawa) (6) |
| SUMBUR | Sembul (Minangkabau); menyembul; keluar dari liang atau permukaan air dan sebagainya; menganjur atau mencuat ke luar (ujungnya dan sebagainya); membersil; menampakkan diri; muncul; timbul (6) |
| SUMBUT | Sesuai (dengan ongkosnya, tenaganya, dan sebagainya); sepadan (6) |
| SUMPAH | Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dan sebagainya); pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar; janji atau ikrar yang teguh (akan menunaikan sesuatu); kata-kata yang buruk (makian dan sebagainya); kutuk; tulah (6) |
| SUMPAL | Penutup liang (lubang, mulut, dan sebagainya); gabus penutup botol; sumbat (6) |
| SUMPEK | Sesak; sempit; pengap; merasa tidak enak (melihat dan sebagainya) sesuatu; risau (tentang hati dan sebagainya); resah (6) |
| SUMPIA | Penganan menyerupai lumpia yang lebih kecil dan renyah, biasanya berisi abon atau ebi (6) |
| SUMPIL | Siput kecil dengan cangkang berukuran kecil memanjang dan transparan, biasa ditemukan di bawah pupuk daun dan tanah gembur; siput ujung lidi (Subulina octona) (6) |
| SUMPIT | Alat untuk menyuap makanan berupa batangan (dari kayu dan sebagainya); ikan yang dapat hidup di air tawar dan payau, berukuran kurang lebih 30 cm, bertubuh pipih dengan rahang menonjol dan memiliki garis hitam vertikal di tubuhnya, mampu menyemprotkan air ke arah mangsa di atas permukaan air dengan jarak 1–2 meter (Toxotes jaculatrix); karung dari anyaman pandan dan sebagainya (tempat beras dan sebagainya); sumpitan; pembuluh (dari buluh, logam, dan sebagainya) untuk melepaskan damak dengan jalan ditiup (6) |
| SUMSEL | Sumatra Selatan (akronim) (6) |
| SUMSUM | Benak tulang (6) |
| SUMTIM | Sumatra Timur (akronim) (6) |
| SUNDAK | Ujung sengat; menyundak; menyundul; membentur; naik (tentang pasang) (6) |
| SUNDEP | Hama tanaman padi berupa ulat kupu-kupu (6) |
| SUNDUK | Alat untuk menyunduk; cocok (Jawa) (6) |
| SUNDUL | Menyundul; menundukkan kepala untuk menumbuk (menanduk); menangkis bola dengan kepala (6) |
| SUNDUS | Kain sutra berpakankan benang emas; sundusin (6) |
| SUNDUT | Keturunan; angkatan; bawa (Minangkabau); sulut (Melayu Jakarta) (6) |
| SUNGAI | Aliran air yang besar (biasanya buatan alam); kali; batang air (6) |
| SUNGGA | Pacu; suda (jenis ranjau) (6) |
| SUNGGI | Bawa (Jawa) (6) |
| SUNGIL | Sulit ditempuh atau dijamah (tentang jurang dan sebagainya) (Jawa) (6) |
| SUNGUT | Rambut panjang yang berfungsi sebagai indra atau perasa (di kepala atau hidung beberapa binatang, seperti jangkrik, ikan lele); misai; kumis; comel; gerutu (6) |
| SUNJAM | Tersunjam; jatuh terjungkir (kepalanya di bawah); terjunam; terhunjam; mengapung atau berenang di bawah permukaan air (Biologi) (6) |
| SUNTIH | Menyuntih; menyayat-nyayat (daging dan sebagainya); mengoyak-ngoyakkan (6) |
| SUNTIK | Menyuntik; mengorek (duri dalam kulit) dengan jarum dan sebagainya; memasukkan cairan obat ke dalam badan dengan jarum; menjarum; menginjeksi; mencocok dengan jarum; mengukir (nama dan sebagainya) pada logam dengan benda tajam; memasukkan benih penyakit yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh untuk memperoleh kekebalan terhadap penyakit; menyerum; membangkit hati (memberanikan, menghasut, dan sebagainya); memberi petunjuk (ajaran, nasihat, dan sebagainya) sebelum terjadi sesuatu (kiasan) (6) |
| SUNTIL | Menyimpan sirih yang sudah dimamah di dalam mulut (Melayu Medan) (6) |
| SUNTUK | Sudah sampai pada batasnya (hingga tidak dapat maju, lanjut, atau naik lagi); telah lampau atau habis (tentang waktu); larut atau jauh (tentang malam); sepanjang (hari, malam, dan sebagainya); pendek (tentang akal, pikiran, dan sebagainya); singkat; picik (Minangkabau) (6) |
| SUNZHA | Kota di Rusia (6) |
| SUPAUL | Kota di India (6) |
| SUPAYA | Kata penghubung untuk menandai tujuan atau harapan; mudah-mudahan sampai pada maksudnya; hendak nya; agar (6) |
| SUPLAI | Perbekalan; pembekalan; persediaan barang-barang yang dibutuhkan dan dapat diperoleh (6) |
| SUPLIR | Tumbuhan jenis pakis yang batangnya hitam dan ringan digunakan sebagai tanaman hias; postar (A. capillus veneris) (6) |
| SURAGA | Tumpukan bantal untuk menyandar setelah melahirkan (Sunda) (6) |
| SURAHI | Mengenai surah (dalam Alquran) (Arab) (6) |
| SURATI | Dari kota Surate (di India) (6) |
| SURGUT | Kota di Rusia (6) |
| SURIAH | Negara yang terletak di Asia Barat Daya, beribu kota Damaskus (6) |
| SURIAN | Pohon, tinggi mencapai 35 m, kayunya digunakan untuk pembangunan rumah dan juga untuk perabot rumah; suren (Toona sinensis); sersan; sarean (6) |
| SURILI | Kera yang berkerabat dengan lutung, bulu pada bagian kepala dan punggung berwarna cokelat keabu-abuan, pada pipi, di atas dahi, putih, tangannya panjang hingga mudah bergerak cepat berpindah dari pohon ke pohon, ekornya juga panjang, makanan utamanya pucuk daun dan buah-buahan (Prebytis anggua) (6) |
| SURIMI | Olahan dari cincangan daging ikan yang telah mengalami penghilangan tulang dan sebagian kadar air, digunakan sebagai bahan dasar pembuatan produk-produk olahan seperti bakso, otak-otak, nuget, pempek, dan olahan lain (Tata Boga) (6) |
| SURJAN | Baju jas laki-laki khas Jawa berkerah tegak, berlengan panjang, terbuat dari bahan lurik atau cita berkembang (Jawa) (6) |
| SURMUK | Ulat bulu (Batak) (6) |
| SURREY | Kota di Kanada (6) |
| SURVEI | Teknik riset dengan memberi batas yang jelas atas data; penyelidikan; peninjauan; pengukuran (tanah) (6) |
| SURVEY | Survei (Inggris) (6) |
| SUSDUK | Susunan kedudukan (akronim) (6) |
| SUSILA | Baik budi bahasanya; beradab; sopan (6) |
| SUSPEK | Terduga; dapat diduga (sebelumnya); terkira; tersangka; terkira (6) |
| SUSTER | Wanita yang menjadi anggota perkumpulan kerohanian yang hidup di dalam biara; juru rawat wanita; perawat (6) |
| SUSUAN | Yang disusui (6) |
| SUSUNG | Berlawanan arah; songsong (6) |
| SUTTON | Kota di Inggris (6) |
| SUTURA | Sendi senyawa antara tulang yang hubungannya terjadi karena adanya gerigi yang berpautan satu sama lain; pertautan dua tulang yang tidak dapat bergerak lagi (Kedokteran dan Fisiologi); pertemuan (jahitan) antara dua bagian bekas luka atau yang terpisah sehingga menjadi satu (Kedokteran dan Fisiologi); celah di antara tulang-tulang yang belum bersambung pada susunan tulang kepala bayi, tersusun dari beberapa lempeng tulang, yaitu 1 buah tulang di bagian belakang (tulang oksipital), 2 buah tulang di kanan dan kiri (tulang parietal), dan 2 buah tulang di depan (tulang frontal) (Anatomi) (6) |
| SUUZAN | Prasangka buruk (Arab) (6) |
| SUWAWA | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo; ibu kota Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo (6) |
| SUWENG | Sumbu pelita yang digunakan untuk mengukur rentang waktu bagi orang-orang yang bekerja bergotong-royong (Minahasa) (6) |
| SUWITA | Sistem hubungan pelindung dengan yang dilindungi dalam masyarakat Jawa; paternalisme Jawa (6) |
| SUWUNG | Kosong (Jawa) (6) |
| SUZAKA | Kota di Jepang (6) |
| SUZANO | Kota di Brasil (6) |
| SUZUKA | Kota di Jepang (6) |
| SWAISI | Isi sendiri (6) |
| SWASTA | Bukan milik pemerintah; partikelir; privat (6) |
| SWEDIA | Negara di Eropa Utara, berbatasan dengan Norwegia dan Finlandia; bahasa yang dituturkan oleh penduduk negara Swedia; salah satu negara Nordik (6) |
| SWEDRU | Kota di Ghana (6) |
| SWETER | Baju dari bahan yang tebal, dipakai pada waktu udara (cuaca) dingin (6) |
| SWIPOA | Alat untuk menghitung (menjumlah, mengurangi, membagi, dan memperbanyak); dekak-dekak (buatan Cina) (Cina) (6) |
| SYABAH | Tidak terang; tidak terbedakan; hampir sama (serupa) (Arab) (6) |
| SYABAS | Seruan untuk menyatakan bagus atau baik (6) |
| SYAFII | Mazhab ilmu fikih yang dipelopori oleh Muhammad bin Idris asy-Syafii dengan sumber hukum, yaitu Alquran, sunah Rasul (hadis), ijmak, kias, dan istidlal (6) |
| SYAHDA | Elok; cantik; mulia; terutama; syahdu (6) |
| SYAHDU | Khidmat; mulia; agung (6) |
| SYAHID | Saksi (dalam usaha menegakkan atau mempertahankan kebenaran agama) (Arab); orang yang mati karena membela agama (Arab) (6) |
| SYAIRI | Bersifat syair (6) |
| SYAKIR | Orang yang mengucapkan syukur dan terima kasih; orang yang bersyukur (6) |
| SYALOM | Salam damai (diucapkan saat bertemu atau berpisah dengan orang lain) (Agama Kristen) (6) |
| SYAMAN | Dukun; tukang sihir; laki-laki yang bertingkah laku seperti perempuan dan bertindak sebagai medium dalam upacara penyembuhan secara tradisi (Kulawi) (6) |
| SYAMSI | Matahari (Arab) (6) |
| SYAMSU | Matahari (Arab) (6) |
| SYARAB | Minuman keras; air anggur (6) |
| SYARAH | Nafsu yang kuat terutama pada makanan; keinginan (Arab); keterangan; uraian; ulasan; penjelasan; pidato; ceramah; terbit (surat kabar, majalah, dan sebagainya) (6) |
| SYARAK | Hukum yang bersendi ajaran Islam; hukum Islam (6) |
| SYARAT | Janji (sebagai tuntutan atau permintaan yang harus dipenuhi); segala sesuatu yang perlu atau harus ada (sedia, dimiliki, dan sebagainya); segala sesuatu yang perlu untuk menyampaikan suatu maksud; ketentuan (peraturan, petunjuk) yang harus diindahkan dan dilakukan; biaya (barang-barang dan sebagainya) yang harus diberikan kepada guru silat, dukun, dan sebagainya (6) |
| SYARIF | Orang yang mulia; bangsawan (sebutan bagi keturunan Nabi Muhammad saw. yang langsung dari Hasan) (6) |
| SYARIK | Teman; kawan (6) |
| SYATAR | Halaman (kitab dan sebagainya); pagina (6) |
| SYAWAL | Bulan ke-10 tahun Hijriah (29 hari) (6) |
| SYDNEY | Ibu kota negara bagian New South Wales, Australia dan kota di Kanada (6) |
| SYIAGA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Papua bagian tenggara, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua; Yenimu (6) |
| SYIKAK | Perselisihan atau perpecahan antara suami istri yang pada dasarnya suami dilarang memukul atau menyakiti istri, kecuali kalau nasihatnya tidak diperhatikan (6) |
| SYIKAL | Ukuran timbangan sebesar 11,4 gram (6) |
| SYIRIK | Penyekutuan Allah Swt. dengan yang lain, misalnya pengakuan kemampuan ilmu daripada kemampuan dan kekuatan Allah, pengabdian selain kepada Allah Swt. dengan menyembah patung, tempat keramat, dan kuburan, dan kepercayaan terhadap keampuhan peninggalan nenek moyang yang diyakini akan menentukan dan memengaruhi jalan kehidupan (6) |
| SYLHET | Kota di Bangladesh (6) |
| SYOGUN | Gubernur yang memerintah Jepang pada abad XII–XIX (kaisar bertakhta hanya sebagai lambang) (6) |
| SYRIAM | Kota di Myanmar (6) |
| SYUAIB | Nabi dan rasul ketiga belas yang diutus Allah Swt. untuk kaum Madyan (Agama Islam) (6) |
| SYUKUR | Rasa terima kasih kepada Allah; untunglah (pernyataan lega, senang, dan sebagainya) (6) |
| SYURUK | Waktu terbit matahari (batas waktu subuh) (Arab) (6) |
| SYZRAN | Kota di Rusia (6) |
| SZEGED | Kota di Hungaria (6) |
| TAAJUL | Segera; lekas-lekas (6) |
| TAARUF | Perkenalan (Arab) (6) |
| TAASUB | Fanatik (Arab) (6) |
| TAAWUZ | Permohonan perlindungan kepada Allah dari gangguan setan, ucapannya "a`ūdzu billāhi minasy-syaitānir-rajīmi" (6) |
| TAAZUR | Terhalang (Arab); halangan; uzur (Arab) (6) |
| TABACO | Kota di Filipina (6) |
| TABATA | Metode olahraga yang menerapkan interval berintensitas tinggi, yakni melakukan gerakan olahraga secara cepat selama 20 detik, istirahat selama 10 detik, kemudian diulang hingga 8 siklus atau selama 4 menit (6) |
| TABELA | Peti mati; peti mayat (6) |
| TABIAT | Perangai; watak; budi pekerti; perbuatan yang selalu dilakukan; kelakuan; tingkah laku (6) |
| TABIIN | Penganut ajaran Nabi Muhammad saw. yang merupakan generasi kedua dari jemaah muslimin setelah generasi para sahabat yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad saw. (Arab); generasi sesudah Nabi Muhammad saw. (Arab) (6) |
| TABING | Anyaman rapat bilah bambu untuk pagar atau dinding bangunan yang kaku dan kekar (Madura) (6) |
| TABLET | Obat dalam bentuk butiran atau pipih; gentel (obat padat); pil; lempeng tanah liat; bidang papan kayu; perangkat bergerak yang berbentuk datar dan persegi panjang menyerupai majalah, biasanya memiliki layar sentuh, digunakan untuk mengakses internet, menonton video, membaca buku elektronik, dan sebagainya (Komputer dan Teknologi Informasi); perangkat bergerak yang berbentuk datar dan persegi panjang menyerupai majalah, memiliki layar sentuh, digunakan untuk mengakses internet, menonton video, membaca buku elektronik, dan sebagainya (Komputer dan Teknologi Informasi); komputer genggam yang dioperasikan melalui layar sentuh atau pena digital (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| TABLIG | Penyiaran ajaran agama Islam; penyampaian (6) |
| TABRAK | Sentuh antarmuka dua benda dari arah berlawanan secara keras; bentur (6) |
| TABRIZ | Kota di Iran (6) |
| TABUNG | Bambu seruas atau lebih (untuk menaruh sesuatu); bumbung; tempat sesuatu yang bentuknya seperti bumbung; bis (kotak surat dan sebagainya); celengan (tempat menyimpan uang); silinder (dalam mesin) (Teknik) (6) |
| TABURA | Alat tiup yang terbuat dari kulit kerang (Waropen) (6) |
| TABZIR | Berlaku mubazir; berbuat mubazir (6) |
| TACOMA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| TADBIR | Perihal mengurus atau mengatur (memimpin, mengelola); pemerintahan; administrasi (Arab) (6) |
| TADMUR | Kota di Suriah (6) |
| TADWIN | Pendaftaran (Arab) (6) |
| TAFETA | Kain sutra tipis, halus, ringan, permukaannya berkilap, biasanya untuk busana wanita (6) |
| TAFSIR | Keterangan atau penjelasan tentang ayat-ayat Al-Qur'an agar maksudnya lebih mudah dipahami; keterangan; penjelasan (6) |
| TAGAWA | Kota di Jepang (6) |
| TAGRIB | Pembaratan; westernisasi (6) |
| TAGUIG | Kota di Filipina (6) |
| TAHANA | Kedudukan; martabat (kebesaran, kemuliaan, dan sebagainya) (6) |
| TAHANG | Pasu dari kayu; tong; jurang; lurah (6) |
| TAHBIS | Menyucikan (memberkati) sesuatu (orang, air) untuk upacara keagamaan (Agama Kristen); menobatkan (6) |
| TAHFIZ | Hafalan (Arab) (6) |
| TAHIAT | Bacaan dalam salat untuk menghormati Allah Swt., doa untuk Nabi Muhammad saw. beserta keluarga, dan doa untuk hamba Allah yang saleh (Agama Islam) (6) |
| TAHINI | Pasta wijen yang terbuat dari biji wijen dan minyak, bertekstur kental, bebas gluten, digunakan sebagai bahan pokok pada masakan Timur Tengah dan Mediterania (6) |
| TAHITI | Bahasa yang dituturkan di Polinesia Prancis (6) |
| TAHKIK | Penetapan (penentuan) kebenaran dengan bukti; sah (6) |
| TAHKIM | Perihal menjadikan hakim (Arab); keputusan (pertimbangan) (Arab) (6) |
| TAHLIL | Pengucapan kalimat tauhid la ila ha illallah ‘tidak ada Tuhan selain Allah’ secara berulang-ulang (Agama Islam); nyanyian pujian; ritual keagamaan mendoakan orang meninggal, diawali pembacaan tawasul, pembacaan surah-surah Al-Qur'an terpilih seperti Yasin, diakhiri zikir sebelum ditutup dengan doa (Agama Islam); pengesahan perkawinan antara suami dan istri yang telah menjatuhkan talak tiga kali dengan perantaraan muhalil (6) |
| TAHMID | Pengucapan pujian kepada Allah secara berulang-ulang dengan menyebut alhamdulillah ‘segala pujian hanya untuk Allah’ dan wa lillahil-hamd ‘dan bagi Allahlah segala pujian’ (6) |
| TAHMIL | Tahanan militer (akronim) (6) |
| TAHNIK | Mengunyahkan kurma kemudian dimasukkan ke mulut bayi dengan digosokkan ke langit-langitnya (6) |
| TAHOUA | Kota di Niger (6) |
| TAHSIL | Hal mendapat; pengumpulan hasil (pajak dan sebagainya) (6) |
| TAHUDA | Nasihat leluhur yang disampaikan pada saat penganugerahan gelar adat (Gorontalo) (6) |
| TAHULI | Puisi berirama yang berisi pesan, peringatan, atau petuah, disampaikan oleh mantan pejabat kepada pejabat baru (Gorontalo) (6) |
| TAHUNA | Ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (6) |
| TAHURA | Taman hutan raya (akronim) (6) |
| TAHUTU | Ujung atap bagian bawah (pada rumah, pondok, dan sebagainya) (Dayak) (6) |
| TAIFUN | Siklon tropis dari Filipina atau di Laut Cina Selatan (Meteorologi) (6) |
| TAIKAT | Suku bangsa yang mendiami wilayah perbatasan dengan Papua Nugini bagian utara, Provinsi Papua (6) |
| TAILAI | Kota di Cina (6) |
| TAINAN | Kota di Taiwan (6) |
| TAIPAN | Konglomerat (Cina) (6) |
| TAIPEI | Ibu kota Taiwan (6) |
| TAIWAN | Negara dengan kode mata uang TWD (6) |
| TAJAAN | Sesuatu yang ditaja (6) |
| TAJALI | Tersingkap atau terbuka (selubung, tudungnya); nyata dan terang (tentang sesuatu yang gaib) (Arab); wahyu (kebenaran yang diperlihatkan Allah) (Arab) (6) |
| TAJDID | Pembaruan; modernisasi; restorasi (Arab) (6) |
| TAJNIS | Kewajiban yang harus dilakukan terhadap jenazah sejak meninggal sampai dengan dikuburkan (6) |
| TAJUNG | Tenunan sutra; nama kain tenun yang biasanya dipakai oleh laki-laki (Palembang) (6) |
| TAJWID | Cara membaca Alquran dengan lafal atau ucapan yang benar (6) |
| TAKAPA | Tidak ada sesuatu; tidak mengapa (6) |
| TAKBIL | Tradisi cium tangan kepada anggota keluarga Sayid yang dilakukan oleh golongan di luar Sayid sebagai bentuk penghormatan (Arab) (6) |
| TAKBIR | Seruan atau ucapan Allahu Akbar ‘Allah Mahabesar’ (Agama Islam); penyingkapan; takwil (biasanya tentang mimpi) (Arab) (6) |
| TAKDIR | Ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; nasib; jika; seandainya; kalau ... pun (6) |
| TAKDIS | Penyucian; pengudusan (Arab) (6) |
| TAKEFU | Kota di Jepang (6) |
| TAKHTA | Tempat duduk raja; kedudukan (kiasan) (6) |
| TAKING | Bahasa pergaulan antara dua orang perempuan yang bersahabat karib (Sangir) (6) |
| TAKJIL | Mempercepat (dalam berbuka puasa) (Agama Islam); penganan dan minuman untuk berbuka puasa (6) |
| TAKJUB | Kagum; heran (akan kehebatan, keindahan, keelokan seseorang atau sesuatu) (6) |
| TAKLID | Keyakinan atau kepercayaan kepada suatu paham (pendapat) ahli hukum yang sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya; peniruan (Agama Islam) (6) |
| TAKLIF | Keyakinan atau kepercayaan kepada suatu paham (pendapat) ahli hukum yang sudah-sudah tanpa mengetahui dasar atau alasannya; peniruan (Agama Islam) (6) |
| TAKLIK | Perjanjian (kawin dan sebagainya); pernyataan; membaca dengan teliti; mempelajari (6) |
| TAKLIM | Pengajaran agama (Islam); pengajian (Arab) (6) |
| TAKLUK | Mengaku kalah dan mengakui kekuasaan pihak yang dianggap menang; menyerah kalah kepada; tunduk kepada (6) |
| TAKMIR | Upaya memakmurkan atau meramaikan misalnya tentang masjid; pengurus masjid (6) |
| TAKOAH | Makanan dari kedelai putih; tahu cina (6) |
| TAKRAW | Bola yang terbuat dari anyaman rotan; bola rotan; raga (6) |
| TAKRIF | Pemberitahuan; pernyataan; penentuan; definisi; batasan (6) |
| TAKRIM | Penghormatan (Arab); penghargaan (Arab) (6) |
| TAKRIR | Peneguhan kebenaran dengan alasan; pengulangan hafalan atau pelajaran (6) |
| TAKSEM | Unsur gramatikal terkecil dari seleksi, urutan, tekanan, titi nada, atau modifikasi fonetik (Linguistik) (6) |
| TAKSIN | Zat resin yang diekstraksi dari daun sejenis pohon cemara (6) |
| TAKSIR | Kira-kira; hitungan (kasar); tidak mengindahkan; lalai; alpa (Arab); kelalaian; kealpaan (Arab) (6) |
| TAKSIS | Kecenderungan organisme untuk bergerak ke arah sumber rangsangan atau menjauhi sumber rangsangan dari luar (Biologi) (6) |
| TAKSON | Kelompok taksonomi, tanpa memandang tingkatannya, misalnya suku, marga, jenis, variabel (6) |
| TAKTIK | Rencana atau tindakan yang bersistem untuk mencapai tujuan; pelaksanaan strategi; siasat; muslihat (6) |
| TAKTIL | Berkaitan dengan sentuhan atau rabaan (6) |
| TAKTIS | Berkenaan dengan taktik atau siasat; cekatan; cakap (6) |
| TAKUNG | Menakung; membiarkan mengendap; menggenangi; membiarkan tergenang (6) |
| TAKWIL | Keterangan; penjelasan (seperti tafsir, takbir); penafsiran makna ayat Alquran, mengandung pengertian yang tersirat (implisit) (6) |
| TAKWIM | Penanggalan; kalender (Arab) (6) |
| TAKWIN | Menjadikan; membentuk (Arab); uraian untuk menerangkan; penjelasan (Arab) (6) |
| TAKYIN | Penentuan; pengkhususan (Arab); penugasan (Arab) (6) |
| TAKZIM | Amat hormat dan sopan (6) |
| TAKZIR | Hukuman yang dijatuhkan atas dasar kebijaksanaan hakim karena tidak terdapat dalam Alquran dan hadis (Arab) (6) |
| TALAKI | Belajar langsung bersemuka dengan ulama besar atau syekh (Arab) (6) |
| TALANG | Ikan laut (Chorinemus lysan); saluran air (dari buluh, seng, dan sebagainya) pada cucuran atap; perantara dalam jual beli; makelar; buluh tipis yang banyak mengandung air; biasanya untuk tabung memasak lemang (Schizostachyum brachycladum); dusun kecil dekat hutan (di peladangan) (6) |
| TALAOK | Tempat memikat burung tekukur (Minangkabau); tempat menyabung ayam (Minangkabau) (6) |
| TALAUD | Kepulauan di daerah Sulawesi Utara; suku bangsa yang mendiami kepulauan Talaud; dialek bahasa Sangir yang dituturkan oleh suku Talaud (6) |
| TALEOT | Kesenian yang menggunakan instrumen tiup dari tanah (Sunda) (6) |
| TALIAN | Hasil menali; ikatan (6) |
| TALING | Tanda (´) atau (`) untuk menyatakan bunyi /e/ seperti dalam kata hemat, sore (6) |
| TALIUM | Logam beracun, berwarna putih kebiruan; unsur kimia logam dengan nomor atom 81, berlambang Tl, dan bobot atom 204,37 u (6) |
| TALKHA | Kota di Mesir (6) |
| TALKIN | Hal membisikkan (menyebutkan) kalimat syahadat kepada orang yang hendak meninggal atau (dalam bentuk doa) untuk mayat yang baru dikuburkan (6) |
| TALMUD | Catatan tentang diskusi para rabi yang berkaitan dengan hukum, etika, kebiasaan, dan sejarah Yahudi (6) |
| TALOKI | Suku bangsa yang mendiami wilayah barat laut Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (6) |
| TALUBA | Sandal yang terbuat dari pelepah daun kelapa yang telah kering (Wakatobi) (6) |
| TAMALE | Kota di Ghana (6) |
| TAMANO | Kota di Jepang (6) |
| TAMBAH | Yang dibubuhkan pada yang sudah ada supaya menjadi lebih banyak (lebih besar dan sebagainya); imbuh; tokok; menjadi lebih banyak (besar dan sebagainya); ditambah (6) |
| TAMBAK | Pematang untuk menahan air; gili-gili; tanggul; bendung; kolam di tepi laut yang diberi pematang untuk memelihara ikan (terutama ikan bandeng; udang); tebat; ikan yang hidup di air laut, panjangnya mencapai 60 cm, dapat mencapai berat 2,53 kg, umur 10 tahun, hidup di wilayah terumbu karang subtropis dengan kedalaman 10–400 m (Lutjanus synagris) (6) |
| TAMBAL | Menambal; melekatkan sesuatu untuk menutup yang bocor (sobek, berlubang, dan sebagainya) (6) |
| TAMBAN | Ikan laut dan payau, berbadan bulat memanjang, panjang mencapai 45 cm, berat mencapai 1,05 kg, umur mencapai 22 tahun, hidup berkelompok di Lautan Atlantik dan sekitarnya, di kedalaman 0–364 m (Clupea harengus harengus) (6) |
| TAMBAR | Obat; penawar (6) |
| TAMBAT | Menambat; mengikat dengan tali yang dikenakan pada tiang (pancang dan sebagainya); mengikat (memikat, menawan, menarik) hati (kiasan) (6) |
| TAMBIR | Wuku ke-19 (Bali) (6) |
| TAMBOV | Kota di Rusia (6) |
| TAMBRA | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya pipih memanjang dengan sisik besar dan bersungut (Tor spp.) (6) |
| TAMBUH | Menambuhkan; mencedok nasi untuk penambah; menambahkan nasi ke piring; bertambuh; menambah nasi pada waktu makan (6) |
| TAMBUL | Penganan yang dihidangkan sebagai teman minuman; minuman untuk dihidangkan (untuk menyegarkan badan); bertambul; dengan tambul; ada tambulnya; bermain komidi (akrobat, sulap, dan sebagainya) (6) |
| TAMBUN | Gemuk (tentang manusia dan binatang); berisi (tentang tubuh); timbun; longgok; tumpuk (Minangkabau) (6) |
| TAMBUR | Alat musik pukul, berbentuk bundar, dibuat dari kulit yang diberi bingkai; genderang (Musik) (6) |
| TAMBUS | Menambus; membakar (ubi dan sebagainya) dalam bara; membakar dengan membenamkannya ke dalam abu hangat; membembam (6) |
| TAMENG | Perisai (6) |
| TAMIRA | Tali layar korakora (6) |
| TAMPAH | Perabot rumah tangga, dibuat dari anyaman bambu dan sebagainya, biasanya berbentuk bulat untuk menampi (membersihkan) beras; nyiru; penampan besar; satuan ukuran luas tanah (6) |
| TAMPAK | Dapat dilihat; kelihatan; memperlihatkan diri; muncul (6) |
| TAMPAL | Perca dan sebagainya yang dilekatkan atau dijahitkan pada barang yang sobek; plester (lepa dan sebagainya) yang ditempelkan; plester (6) |
| TAMPAN | Elok (rupanya, sikapnya, bentuknya, letaknya); gagah; cocok; patut; roman muka; air muka; wajah; sikap (badan); perawakan (6) |
| TAMPAR | Pukul (dengan telapak tangan); tepuk; tali (6) |
| TAMPAS | Pepat rata (dipangkas dan sebagainya) (6) |
| TAMPEL | Tepis; tepuk; tangkis (6) |
| TAMPIK | Menolak (pinangan, pemberian, dan sebagainya); tidak bersedia (mau) menerima (memakai dan sebagainya) (6) |
| TAMPIL | Melangkah maju (ke muka, ke depan); menampakkan diri; muncul (6) |
| TAMPIN | Anyaman dari daun nipah atau rumbia untuk wadah (sagu, belacan, dan sebagainya); taruhan untuk mengimbangi (melawan) taruhan yang lain; lawan; imbangan (Minangkabau); gulungan sirih yang berisi kapur, gambir, dan pinang (Bali) (6) |
| TAMPON | Sumbat dari kain kasa, dengan atau tanpa obat untuk menghentikan perdarahan (6) |
| TAMPUK | Ujung tangkai yang melekat pada buah; berbagai hiasan sebagai penutup (di atas, di ujung, atau pada pangkal sesuatu); berbagai-bagai tangkai yang kecil atau pendek (seperti gagang pistol, pegangan cerek); pucuk (dalam arti yang tertinggi); yang menjadi pokok pangkal; yang terutama (kiasan) (6) |
| TAMPUS | Kuning kemerah-merahan (Minangkabau); jerat berupa jaring kantong untuk menangkap burung (Bali) (6) |
| TAMSIL | Persamaan dengan umpama (misal); ajaran yang terkandung dalam cerita; ibarat; lukisan (sesuatu sebagai contoh) (6) |
| TAMTAM | Tumbuhan (sulur-suluran) yang getah daunnya berwarna biru (Marsdenia tinctoria) (Minangkabau); gendang (bunyi-bunyian India) (6) |
| TAMYIZ | Hal dapat membedakan (antara yang baik dan yang buruk dan sebagainya); pembedaan (Arab) (6) |
| TANAKH | Taurat, nabi, dan kitab dalam agama Yahudi; dari Torah, Nebiim, Khetubim (6) |
| TANANG | Menanang; menatang; menating; mengangkat secara hati-hati dengan kedua belah tangan yang ditinggikan (6) |
| TANASE | Enzim dalam tumbuhan yang mengandung tanin, dan menghidrolisisnya menjadi asam galat (Kimia) (6) |
| TANCAP | Menancap; masuk terbenam atau tercacak oleh benda tajam (seperti pisau, anak panah); menghunjam (6) |
| TANDAK | Tari ronggeng; penari ronggeng (6) |
| TANDAN | Tangkai yang panjang pada buah-buahan yang bergugus (pisang, nyiur, enau, dan sebagainya); perbungaan yang memanjang, tidak terbatas, tidak bercabang dengan bunga-bunga bergantian (Botani) (6) |
| TANDAS | Habis semuanya; hilang sama sekali; habis-habisan; pasti dan tegas sekali; jelas; nyata; jamban, kakus (di atas selokan dan sebagainya); tempat mandi (di sungai); pemandian (6) |
| TANDEM | Sepeda yang dinaiki dua orang atau lebih dengan duduk berurut ke belakang dan semuanya turut mengayuh; pesawat (tempur) untuk dua orang, satu di depan (sebagai pilot) satu di belakangnya; pasangan (6) |
| TANDIA | Suku yang mendiami wilayah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat (6) |
| TANDIK | Sengat (6) |
| TANDIL | Kepala yang mengawasi orang bekerja; mandor; kepala kelasi; serang (Pelayaran) (6) |
| TANDON | Barang tanggungan; barang persediaan; sediaan (6) |
| TANDOR | Oven berbentuk bulat, terbuat dari tanah liat atau logam, ada yang dipasang di dalam tanah, biasa digunakan untuk masakan Asia (6) |
| TANDUK | Cula dua yang tumbuh di kepala (pada lembu, kerbau, kambing, dan sebagainya); bahan dari tanduk; sesuatu yang bentuknya seperti tanduk; penjuluran kulit yang bersifat tanduk; bagian zat kelabu sumsum punggung; kekuasaan (kiasan) (6) |
| TANDUN | Masa dahulu kala (6) |
| TANDUR | Kota di India (6) |
| TANDUS | Tidak dapat ditumbuhi tanaman atau tumbuhan karena kekurangan zat hara (tentang tanah); gersang; tidak subur; habis sama sekali; tandas (6) |
| TANGAN | Anggota badan dari siku sampai ke ujung jari atau dari pergelangan sampai ujung jari; sesuatu yang digunakan sebagai atau menyerupai tangan (kiasan); kekuasaan; pengaruh; perintah (kiasan); diulang: sandaran tangan (pada kursi dan sebagainya); pegangan pada tangga (untuk naik turun); pegangan pada setang sepeda; palang pada neraca dan sebagainya (6) |
| TANGAP | Menangap; menahan; menegahkan (6) |
| TANGAR | Hati-hati; lebar (tentang mulut periuk) (Batak) (6) |
| TANGAS | Menangas; memanaskan dengan uap; menguapi; mengukus (6) |
| TANGEH | Masih jauh; masih lama (6) |
| TANGEN | Garis yang mengenai satu titik pada keliling bulatan (Matematika) (6) |
| TANGGA | Tumpuan untuk naik turun dibuat dari kayu (papan, batu, dan sebagainya) bersusun berlenggek-lenggek; alat untuk tumpuan memanjat; injak-injak (tumpuan naik ke mobil, kereta, dan sebagainya); sesuatu yang bertingkat-tingkat; alat belajar dan sebagainya yang kesukarannya berjenjang meningkat; tingkatan (kiasan) (6) |
| TANGGI | Burung kakaktua hitam merah (Berik) (6) |
| TANGGU | Kota di Cina (6) |
| TANGIS | Ungkapan perasaan sedih (kecewa, menyesal, dan sebagainya) dengan mencucurkan air mata dan mengeluarkan suara (tersedu-sedu, menjerit-jerit, dan sebagainya) (6) |
| TANGKI | Wadah tempat menyimpan (menimbun) air, minyak tanah, dan sebagainya yang terbuat dari logam (6) |
| TANGSA | Genderang (rebana) untuk mengarak tabut (6) |
| TANGSI | Asrama (tentara, polisi); barak; penjara; benang yang digunakan untuk memancing (Melayu Jambi) (6) |
| TANJAK | Menganjur ke atas (tentang jalan, destar, layar, dan sebagainya); ikat kepala adat Melayu yang berbentuk runcing ke atas seperti tengkuluk, tetapi lebih tipis (6) |
| TANJUL | Jerat yang berjoran (bertangkai) untuk menangkap ular (burung dan sebagainya) (6) |
| TANJUR | Sibur; gayung (Minangkabau) (6) |
| TANKER | Kapal yang dibuat khusus untuk mengangkut barang cair (seperti minyak dan sebagainya) tanpa dikemas; kapal tangki (6) |
| TANTAN | Kota di Maroko (6) |
| TANTOU | Kota di Cina (6) |
| TANTRA | Kekuatan suci dalam diri yang dibangkitkan dengan cara-cara yang ditetapkan dalam kitab suci (Agama Hindu) (6) |
| TANTRI | Karya sastra prosa Jawa yang berisi cerita binatang yang bersumber dari kitab Pancatantra (Filologi) (6) |
| TANUKU | Kota di India (6) |
| TANWIN | Tanda baca pada tulisan Arab untuk menyatakan bahwa huruf pada akhir kata diucapkan dengan bunyi an, in, dan un (6) |
| TANWIR | Pemberian nasihat (Arab) (6) |
| TANZIH | Penjauhan atau penghindaran Tuhan dari hal-hal yang menyerupai makhluk dan memiliki sifat manusia; penyucian Tuhan dari keserupaan dengan makhluk dan sifat manusia (6) |
| TANZIL | Penurunan (tentang kitab suci Alquran) (Agama Islam) (6) |
| TAPANG | Balai-balai dari kayu; dipan (Jawa) (6) |
| TAPARU | Sebutan yang menunjuk kepada kelompok orang tertentu yang amat penting (peran, kedudukan, dan sebagainya) dalam hidup sosial orang Mimika (Mimika) (6) |
| TAPERA | Tabungan perumahan rakyat (akronim) (6) |
| TAPIRO | Suku Ekagi di Papua (6) |
| TAPLAK | Kain dan sebagainya yang dipakai sebagai penutup meja (6) |
| TAPLUS | Tabungan plus (akronim) (6) |
| TAPMPR | Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (peraturan perundang-undangan yang disahkan oleh MPR) (akronim) (6) |
| TAPUNG | Baju khas (Bugis), panjang dan sempit; menapung; memasak nasi dengan cara memasukkan beras atau nasi setengah masak ke dalam kukusan atau dandang (6) |
| TARAKI | Proses pengenalan Allah Swt. melalui belajar dan latihan (Tasawuf) (6) |
| TARANG | Menarang; menggantungkan sesuatu (jagung, bawang, dan sebagainya) agar tahan lama (6) |
| TARAPU | Batu yang terdapat di antara batu-batu yang mengandung intan (Banjar) (6) |
| TARAWA | Ibu kota Kiribati (6) |
| TARBES | Kota di Prancis (6) |
| TARBIL | Busur untuk melepaskan bola-bola tanah liat; jepretan; sasaran dengan anak panah atau peluru yang dibuat dari tanah liat (6) |
| TARBUS | Kopiah yang tinggi (dari laken merah, disebut juga kopiah turki); kopiah stambul (6) |
| TARCIS | Kue tar yang kecil (6) |
| TARFIA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (6) |
| TARGET | Sasaran (batas ketentuan dan sebagainya) yang telah ditetapkan untuk dicapai (6) |
| TARHIB | Perayaan selamat datang; penyambutan (Arab) (6) |
| TARHIM | Seruan untuk memberi tanda bahwa waktu sudah menjelang subuh (Agama Islam) (6) |
| TARIAN | Jenis tari; gaya tari (6) |
| TARIJA | Kota di Bolivia (6) |
| TARIKH | Perhitungan tahun; angka (bilangan) tahun; tanggal (hari, bulan, dan tahun); sejarah; tambo; riwayat (Sastra) (6) |
| TARING | Gigi yang runcing, yang terletak di hadapan sudut bibir; siung; saing; caling (6) |
| TARJIH | Bertarjih; memilih pendapat yang dalihnya paling kuat di antara yang telah ada (6) |
| TARKAS | Tabung tempat menyimpan anak panah (6) |
| TARLET | Kue tar kecil (6) |
| TARMAK | Landasan kapal terbang (6) |
| TARSUS | Kota di Turki (6) |
| TARTAN | Kain dari wol dengan corak kotak-kotak khas suku asli Skotlandia (6) |
| TARTAR | Kerak gigi yang ditimbulkan oleh sisa makanan, liur, dan sari berbagai garam; zat yang mengendap dalam pemeraman hasil peragian; orang yang bertabiat beringas (kiasan) (6) |
| TARTIL | Pembacaan Alquran dengan pelan (Agama Islam) (6) |
| TARTIR | Zat asam yang terdapat dalam buah-buahan yang masam (limau dan sebagainya); sedikit-sedikit (6) |
| TARUNA | Pemuda; muda; pelajar (siswa) sekolah calon perwira; kadet (6) |
| TARUNG | Menarung; menyandung; membentur (6) |
| TARUNI | Orang muda perempuan; remaja putri; gadis; pemudi (6) |
| TASBIH | Pembacaan puji-pujian kepada Allah Swt. dengan mengucap subhanallah ‘Mahasuci Allah’ atau subhana rabbiyal azim (a’la) ‘segala kemuliaan bagi Tuhanku Yang Mahabesar (Mahatinggi)’ (Agama Islam); untaian manik-manik yang dipakai untuk menghitung ucapan tahlil, tasbih, dan sebagainya; tanaman hias berbunga besar, pelepah daunnya seperti pohon pisang, bunganya beraneka ragam, berwarna merah tua, kuning, berbintik-bintik merah, merah muda, dan sebagainya (Canna orientalis) (6) |
| TASDIK | Pernyataan atau pengakuan sah (benar, yakin) (6) |
| TASHIH | Pengesahan (setelah diperiksa kebenarannya) (Arab) (6) |
| TASIOK | Cekung karena sakit atau kurang tidur (tentang mata) (Bugis) (6) |
| TASLIM | Penyerahan diri dan kepatuhan kepada perintah Allah (Arab); pemberian hormat; pemberian salam (6) |
| TASMIK | Seruan samiallahu liman hamidah ‘Allah Swt. telah mendengar orang yang memuji-Nya’ dalam salat (Agama Islam) (6) |
| TASPEN | Tabungan dan asuransi pegawai negeri (akronim) (6) |
| TASRIF | Sistem perubahan bentuk kata untuk membedakan kasus, kala, jenis, jumlah, dan aspek (Linguistik) (6) |
| TASRIH | Penguraian (6) |
| TASWIR | Gambaran; lukisan (Arab); pidato untuk menggambarkan (menguraikan) sesuatu (kiasan/Arab) (6) |
| TATAAN | Hasil menata; tempat terjadinya peristiwa dalam suatu pementasan drama, khususnya pengaturan lengkap tempat kejadian, perlengkapan, dan tata cahaya (Kesenian) |
| TATAKI | Teknik memasak kuno khas Jepang, dilakukan dengan cara memanggang daging (sapi, ikan) yang telah dimarinasi dan dipotong tipis di atas wajan panas selama beberapa detik (Jepang); hidangan yang dimasak dengan teknik tataki (6) |
| TATALU | Lagu permulaan dalam permainan gamelan untuk menarik perhatian penonton (Sunda) (6) |
| TATAMI | Tempat bermain, misalnya untuk judo; bantalan tempat jatuh, misalnya pada olahraga lompat galah; matras (Olahraga); tikar penutup lantai yang terbuat dari tenunan alang-alang (Jepang) |
| TATAMU | Penjepit enau, terbuat dari bambu yang sudah dihaluskan (Oirata) (6) |
| TATANG | Menatang; membawa (mengangkat) di atas telapak tangan; menating; memperlakukan dengan hati-hati sekali (kiasan) |
| TATING | Menating; membawa (mengangkat) di atas telapak tangan; menatang; menayang |
| TATUNG | Orang yang dirasuki oleh roh halus, kebal terhadap benda-benda tajam, biasanya ada dalam festival Cap Go Meh |
| TATVAN | Kota di Turki (6) |
| TAUBAH | Surah ke-9 dalam Al-Qur'an (diawali dengan at-) (Agama Islam) (6) |
| TAUFAH | Lalai; alpa (Arab) |
| TAUFIK | Pertolongan (Allah Swt.) |
| TAUHID | Keesaan Allah Swt. (Arab) |
| TAUMAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; aruan; gabus (Channa striata) |
| TAURAN | Tebusan |
| TAURAP | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Yapen Waropen, Provinsi Papua (6) |
| TAURAT | Kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Musa a.s.; hukum Nabi Musa a.s. yang dianut oleh orang Yahudi; kitab Perjanjian Lama, terutama Pentateukh (lima buah kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s.), yaitu: Kejadian (Genesis), Keluaran (Exodus), Imamat (Leviticus), Bilangan (Numeri), dan Ulangan (Deuteronomium) (6) |
| TAURIN | Asam amino yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah dengan cara menyeimbangkan rasio natrium kalsium dalam darah |
| TAURUS | Nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa (Astronomi); zodiak ke-2 yang digambarkan dengan sapi jantan sebagai lambang bagi orang yang lahir antara tanggal 20 April dan 20 Mei; Wrisaba; Saur (Astrologi) (6) |
| TAUSUG | Suku bangsa yang mendiami wilayah pesisir timur laut Kalimantan Timur (6) |
| TAUTAN | Hasil bertaut; kaitan; hubungan; padanan dari link |
| TAWADU | Membersihkan sebagian anggota badan sebelum salat; wudu (Agama Islam) |
| TAWANG | Ruang di antara langit dan bumi; awang-awang (Jawa); kalung (rantai leher) dibuat dari emas atau perak |
| TAYANG | Bawa (di telapak tangan); menayangkan; membawakan; menatangkan; mempertunjukkan (film dan sebagainya) |
| TAYLOR | Kota di Amerika Serikat (6) |
| TAYTAY | Kota di Filipina (6) |
| TEATER | Gedung atau ruangan tempat pertunjukan film, sandiwara, dan sebagainya; ruangan besar dengan deretan kursi-kursi ke samping dan ke belakang untuk mengikuti kuliah atau untuk peragaan ilmiah; pementasan drama sebagai suatu seni atau profesi; seni drama; sandiwara; drama (6) |
| TEBANG | Menebang; memotong (pokok, batang) pohon, biasanya yang besar-besar |
| TEBENG | Pendinding (dari kajang, layar, tikar, dan sebagainya) untuk menolak panas matahari; bertebeng; bergunting rambut |
| TEBING | Tepi sungai (jurang) yang tinggi dan terjal (hampir tegak); lereng gunung (bukit) seperti dinding terjal; tepi tanah darat yang tinggi dan terjal sebagai pemisah dari rawa, sawah, yang ada di samping bawahnya (6) |
| TEBUNG | Alat musik (dari Kalimantan Barat), berupa genderang dengan bingkai panjang dari bambu, selaput suaranya dari kulit, biasanya dimainkan bersama seruling dan rebab bambu berdawai tiga (Musik) (6) |
| TECATE | Kota di Meksiko (6) |
| TEDENG | Penutup atau pelindung (supaya tidak kepanasan, tidak kelihatan); tebeng (Jawa) (6) |
| TEDEUM | Himne pujian Kristen untuk bersyukur kepada Tuhan (ungkapan/Latin) (6) |
| TEDUNG | Ular yang sangat berbisa dan dapat menggembungkan lehernya (tengkuknya) (Naja) (6) |
| TEFARO | Suku bangsa yang mendiami wilayah sisi timur Teluk Cenderawasih (6) |
| TEFLON | Zat termoplastik yang tahan lama dan tahan api, digunakan sebagai pelapis logam, terutama untuk permukaan antilengket pada peralatan masak (politetraflouroetena) (6) |
| TEGANG | Kencang (regang, seperti tali yang ditarik atau direntangkan); regang (tentang gendang dan sebagainya); rata tidak kendur (tentang kulit tubuh); kaku (tentang rambut, urat, dan sebagainya); keras dan liat (tentang daging); terasa mencekam (tentang perasaan, jiwa); bertentangan keras (tentang perhubungan diplomatik, pertalian, dan sebagainya) (kiasan); sangat berbahaya (tentang perselisihan dan sebagainya) (kiasan); ciri pembeda yang ditandai dengan penegangan otot dalam artikulasi, misalnya e adalah tegang, a adalah kendur (kiasan/Linguistik) (6) |
| TEGARI | Tumbuhan yang akarnya harum dan dibuat campuran setanggi (Dianella bancana) (6) |
| TEGMEN | Lapisan dalam selaput biji, biasanya tipis menjangat dan sering disebut kulit ari (6) |
| TEHYAN | Alat musik gesek bersenar dua dengan batok resonator agak besar yang menghasilkan nada tengah (Musik) (6) |
| TEISME | Ilmu yang mengajarkan adanya Tuhan (6) |
| TEKANG | Balok (kayu) yang dipasang melintang untuk menahan dinding sumur (lombong dan sebagainya) supaya tidak runtuh (6) |
| TEKBAL | Olahraga paduan antara tenis meja dan sepak bola (6) |
| TEKLEK | Lapik (alas) kaki yang dibuat dari kayu bertali yang biasanya terbuat dari karet tempat memasukkan seluruh jari kaki; terompah kayu; kelom; bakiak (6) |
| TEKLOK | Lunglai (lemah, lelah) sekali (karena berjalan jauh, berenang) (Sunda) (6) |
| TEKNIK | Pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan hasil industri (bangunan, mesin); cara (kepandaian dan sebagainya) membuat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seni; metode atau sistem mengerjakan sesuatu (6) |
| TEKNIS | Bersifat atau mengenai (menurut) teknik; secara teknik (6) |
| TEKONG | Nakhoda (pada jung); juragan; pemain sepak raga yang melakukan sepak permulaan (Olahraga); calo pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri (6) |
| TEKTIT | Butiran mirip kaca yang diduga berkaitan dengan meteorit (Geografi dan Geologi) (6) |
| TEKTUM | Atap (6) |
| TEKUNG | Ruas (buluh, tebu) (6) |
| TEKWAN | Masakan berkuah dengan isi pempek berbentuk kecil-kecil, irisan bengkuang bentuk korek api, jamur kuping, sedap malam, dan sebagainya ditaburi abon ebi, seledri, dan bawang goreng (Tata Boga/Palembang) (6) |
| TELAAH | Penyelidikan; kajian; pemeriksaan; penelitian (6) |
| TELAGA | Danau (di pegunungan); kolam; perigi; balong; sumur pengeboran sumber minyak tanah (Mineralogi); suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (6) |
| TELANG | Buluh yang tipis sekali, biasa dipakai untuk memasak lemang dan biasa dianyam menjadi dinding; garis-garis seperti kulit harimau (6) |
| TELEKS | Pelayanan komunikasi jarak jauh melalui pesawat sejenis mesin tik yang dihubungkan dengan kabel (6) |
| TELEKU | Berteleku; bertelekan dengan siku (6) |
| TELENG | Miring ke sebelah (tentang kepala, topi, telinga); senget (tidak tegak lurus); juling; orang-orangan mata (bulatan hitam di mata) (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| TELEOS | Ikan-ikan bertulang keras (6) |
| TELITI | Cermat (tentang membeli, memeriksa, dan sebagainya), terbebas dari kecerobohan, keteledoran, dan sebagainya; hati-hati; ingat-ingat (6) |
| TELKOM | Telekomunikasi (akronim) (6) |
| TELLER | Pegawai bank yang bertugas melayani nasabah yang menyetorkan tabungan atau melakukan penarikan tabungan (6) |
| TELOKO | Suku bangsa yang mendiami dusun-dusun di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan (6) |
| TELUKI | Kain sutra; bunga serunai (6) |
| TELUTO | Noda pada pakaian yang disebabkan oleh getah tumbuh-tumbuhan (6) |
| TEMAAH | Loba; tamak (Minangkabau) (6) |
| TEMAHA | Dengan sengaja (Jawa); salah (Sunda) (6) |
| TEMALI | Tali (6) |
| TEMARA | Kota di Maroko (6) |
| TEMBAK | Tuju; arah; maksud (Minangkabau); menembak; melepaskan peluru dan sebagainya dari senjata api (senapan, meriam, dan sebagainya); membedil; menyepak bola ke arah gawang; menujukan; mengarahkan kepada; memaksudkan; menyambar (tentang petir) (kiasan) (6) |
| TEMBAM | Sembap karena gemuk atau bengkak (tentang pipi) (6) |
| TEMBEK | Hampir mengenai sasaran (tentang tembakan, pukulan, dan sebagainya) (6) |
| TEMBIS | Menembis; membentak; menghardik (6) |
| TEMBOK | Dinding dari bata, batako, adonan semen; tambak (bendung) dari batu (batu bata dan sebagainya); menembok; mendinding dengan tembok; membatik dengan melekatkan lilin pada bagian kain yang akan dibiarkan putih; menyejukkan air panas dengan jalan mengacaunya sampai dingin (6) |
| TEMBUK | Berlubang (pada kain, kertas, dan sebagainya); berlubang lekuk atau berongga (tentang gigi, batu, dan sebagainya); tembus; tekuk; ikan darat (Luciophalus pulchur) (6) |
| TEMBUS | Berlubang sampai ke sisi yang lain; tembuk; masuk sampai (ke luar) ke; melantas; merembes (meresap) ke sisi yang lain; terobos (tentang barisan, pertahanan, dan sebagainya); kena benar (tentang dugaan, ramalan, dan sebagainya) (6) |
| TEMETU | Keras (6) |
| TEMPAH | Uang yang dibayarkan lebih dulu (untuk panjar, pembeli barang, upah, dan sebagainya); persekot; uang muka (6) |
| TEMPAN | Kayu panjang sebagai penutup pintu atau jalan; sengkang (6) |
| TEMPAP | Telempap; tapak tangan (6) |
| TEMPAT | Sesuatu yang dipakai untuk menaruh (menyimpan, meletakkan, dan sebagainya); wadah; bekas; ruang (bidang, rumah, dan sebagainya) yang tersedia untuk melakukan sesuatu; ruang (bidang dan sebagainya) yang dipakai untuk menaruh (menyimpan, mengumpulkan, dan sebagainya); ruang (bidang, rumah, daerah, dan sebagainya) yang didiami (ditinggali) atau ditempati; bagian yang tertentu dari suatu ruang (bidang, daerah, dan sebagainya); negeri (kota, desa, daerah, dan sebagainya); sesuatu yang dapat (dipercaya) menampung (tentang isi hati, keluhan, pertanyaan, dan sebagainya); kedudukan; keadaan; letak (sesuatu) (6) |
| TEMPEL | Menempel; melekat; melekati; melekatkan sesuatu; menumpang (tinggal, makan, dan sebagainya); menebeng (kiasan); mendekati (dengan maksud mengajak bergendak, mencari untung, dan sebagainya) (kiasan); menyogok; menyuap (kiasan) (6) |
| TEMPIK | Pekik keras; alat kelamin perempuan (Jawa) (6) |
| TEMPIL | Menempil; meminta atau membeli sedikit (biasanya bahan keperluan sehari-hari, seperti beras, gula, minyak) karena membutuhkan waktu itu juga (Jawa) (6) |
| TEMPLE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| TEMPOH | Berhenti (tidak bekerja lagi dan sebagainya); mengaso; beristirahat; tidak masuk kerja (bersekolah dan sebagainya); libur; vakansi; bervakansi; berlibur (6) |
| TEMPUA | Burung yang pandai menganyam sarangnya; cah raya; manyar (Ploceus philippinus infortunatus) (6) |
| TEMPUH | Pengganti barang yang dirusakkan atau pengganti kerugian; menempuh; melalui atau menyusuri; berjalan (masuk, lalu, dan sebagainya) ke tempat yang sulit-sulit (seperti hutan, belukar, lautan); menyongsong (angin, ombak, dan sebagainya); menghadapi atau dengan sengaja menjumpai (bahaya, kerugian, dan sebagainya); melintasi atau mengalami (kesukaran, kesulitan, kritis); turut atau masuk (ujian); mengikuti (kursus, pelajaran, sekolah, dan sebagainya); sudah menamatkan (pelajaran, sekolah, dan sebagainya); masuk dan mengalami (penghidupan baru, cara baru, lapangan kerja baru, dan sebagainya); melakukan sesuatu yang sukar (memerlukan tenaga, pikiran, keberanian, dan sebagainya); maju menyerang (melawan, menentang); menyerbu; melanggar (tentang ombak, badai, angin, dan sebagainya); menimpa; mendatangi (suatu tempat, rumah) (6) |
| TEMPUR | Menempur; menyerang; melanggar; membeli beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari; mencari dan membeli padi untuk dijual setelah menjadi beras (Sunda); tempuran; tempat bertemu dua aliran sungai (6) |
| TEMPUS | Waktu (sebagai kategori semantis) (Linguistik) (6) |
| TEMUAN | Hasil memikirkan dan melakukan percobaan; unsur kebudayaan baru yang diperoleh berdasarkan eksperimen (6) |
| TEMUCO | Kota di Chili (6) |
| TENAGA | Daya yang dapat menggerakkan sesuatu; kekuatan; kegiatan bekerja (berusaha dan sebagainya); orang yang bekerja atau mengerjakan sesuatu; pekerja; pegawai (6) |
| TENANG | Kelihatan diam tidak bergerak-gerak atau tidak berombak (tentang air, laut); diam tidak berubah-ubah (diam tidak bergerak-gerak); tidak gelisah: tidak rusuh; tidak kacau; tidak ribut; aman dan tenteram (tentang perasaan hati, keadaan) (6) |
| TENDAS | Kepala (6) |
| TENDER | Tawaran untuk mengajukan harga, memborong pekerjaan, atau menyediakan barang (Perdagangan); gerbong kereta api (untuk tempat batu bara, kayu, atau air); lembut (Inggris) (6) |
| TENDON | Jaringan ikat berwarna putih berbentuk tali atau pita yang merupakan ujung otot untuk melekat pada tulang atau struktur lain; urat otot; urat daging (Inggris) (6) |
| TENGAH | Tempat (arah, titik) di antara dua tepi (batas); daerah yang bukan pinggiran; pusat; tempat atau wilayah yang jauh dari tepi; sela-sela; antara (orang banyak, kumpulan, dan sebagainya); paruh; perdua; tempat (arah, titik) dekat garis tengah tubuh (Olahraga); sedang; ketika; sementara (6) |
| TENGAK | Bingung (Minangkabau) (6) |
| TENGAR | Bakau yang tumbuh di rawa-rawa di bagian dalam hutan bakau, kulit kayunya banyak dipakai sebagai pewarna batik atau penyamak jala (Ceriops condolleana) (6) |
| TENGAS | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 120 cm, tubuhnya memanjang, bersisik, mempunyai dua pasang sungut, bibir bawah tidak berubah menjadi tonjolan berdaging (cuping), warnanya perak keemasan, tersebar di Asia (Neolissochilus hexagonolepis); cap pemilik (pada hewan piaraan) (6) |
| TENGIK | Berbau atau berasa tidak sedap (seperti bau minyak kelapa yang sudah lama); berbau busuk; jahat, kejam, kasar (tentang perbuatan, perkataan, dan sebagainya) (kiasan); pohon yang berkayu empuk dan getahnya beracun (Antiaris toxicaria) (6) |
| TENGIL | Menyebalkan (tentang sikap dan kelakuan); menengil; menyembul (menonjol) sedikit (6) |
| TENGIS | Pohon besar, tinggi mencapai 40 m, kayunya berwarna putih dan ringan, getahnya beracun, digunakan sebagai racun panah; ipuh; upas (Antiaris toxicaria); kayu tengik (6) |
| TENGKU | Gelar bangsawan Melayu (anak atau keturunan raja) (6) |
| TENGOK | Toleh; lihat; jenguk (6) |
| TENJET | Jalan dengan ujung jari kaki (6) |
| TENONG | Perkakas tradisional Jawa, terbuat dari anyaman bambu, berbentuk bulat bertutup, biasa digunakan untuk tempat kue basah (6) |
| TENTER | Bingkai atau lintasan tak berujung di sepanjang kedua sisi yang digunakan untuk membentangkan dan mengeringkan kain (Tata Busana) (6) |
| TENTIR | Belajar bersama untuk persiapan ujian (6) |
| TENUNG | Kepandaian dan sebagainya untuk mengetahui (meramalkan) sesuatu yang gaib (seperti meramalkan nasib, mencari orang hilang); ilmu hitam untuk mencelakakan orang (6) |
| TENURA | Waktu memegang jabatan (6) |
| TEOLOG | Ahli ilmu ketuhanan (6) |
| TEPDEK | Peranti elektronik untuk memutar (kaset) dan merekam (pada pita magnetik), biasanya harus dihubungkan dengan sistem audio (6) |
| TEPIAN | Tempat yang dangkal di tepi sungai (biasanya tempat mandi dan sebagainya) (6) |
| TEPLOK | Lampu tempel yang bersumbu dan menggunakan bahan bakar minyak (6) |
| TEPONG | Potongan ayam bagian paha atas; palu untuk meratakan permukaan bilah atau kepala waditra yang bulat (Sunda) (6) |
| TEPUNG | Barang yang lumat-lumat (karena ditumbuk, digiling, dan sebagainya); serbuk yang lumat; bubukan (6) |
| TERAAN | Sesuatu yang ditera; cetakan; cap-capan; stempel (6) |
| TERABA | Meraba secara tidak sengaja (6) |
| TERADA | Pohon yang kayunya kuat dan tahan rayap (Sloetia elongata); pohon yang kayunya kuat, digunakan untuk mebel dan tiang perahu (Dialium indum) (6) |
| TERADU | Sudah diadukan; orang yang diadukan (kepada polisi dan sebagainya) karena dianggap telah melakukan sesuatu yang melanggar hukum atau merugikan orang lain (6) |
| TERAIH | Dapat diraih; dapat diperoleh (dijangkau, dicapai); dicapai (6) |
| TERAJU | Timbangan yang menggunakan dua buah piringan yang digantungkan dengan rantai (tali) pada kedua ujung lengannya; neraca; tali perentang kemah; tali (rantai) untuk menggantungkan lampu dan sebagainya; benang pada layang-layang yang diikatkan di sebelah atas dan bawahnya; kekuasaan tertinggi; pucuk pimpinan (kiasan) (6) |
| TERALA | Tertinggi; termulia; luhur; sangat mulia; mahatinggi (6) |
| TERALI | Kisi-kisi; jerjak (pada jendela, pintu, sangkar, dan sebagainya); langkan yang berkisi-kisi (pada beranda, jembatan, dan sebagainya); pagar pada tepi kapal (6) |
| TERANG | Dalam keadaan dapat dilihat (didengar); nyata; jelas; bayan; cerah; bersinar; siang hari; bersih (tentang halaman atau kebun) karena dibersihkan (disiangi, ditebangi, dan sebagainya); jernih; bersih (tentang udara, langit); sah (tentang bukti, barang-barang, dan sebagainya); sudah tidak meragukan (menyangsikan lagi); terbukti (kebenarannya, kesalahannya, dan sebagainya); cahaya; sinar (6) |
| TERAPI | Usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit; pengobatan penyakit; perawatan penyakit (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| TERASA | Dapat dirasa(i); sudah dirasa(i); berasa dengan tiba-tiba (6) |
| TERASI | Bumbu penyedap masakan yang dibuat dari ikan kecil-kecil atau udang yang dilumatkan halus-halus; belacan (6) |
| TERASO | Alas lantai, dinding, dan sebagainya yang dibuat dari batu alam kecil-kecil, diaduk dalam adukan kapur pasir, dituang di atas dasar batu, lalu digiling (6) |
| TERATU | Penyiksaan; penganiayaan (6) |
| TERBAN | Runtuh (tentang atap, loteng, tanah, dan sebagainya); rusak binasa; hilang lenyap (kiasan) (6) |
| TERBAU | Tercium (bau); ketahuan; diketahui (6) |
| TERBIS | Longsor (tentang lereng gunung, tepi jurang, dan sebagainya); lereng; tambak di lereng parit (6) |
| TERBIT | Timbul, naik, keluar (tentang bulan, matahari); bangkit (tentang perasaan dan sebagainya); keluar untuk diedarkan (tentang surat kabar, buku, dan sebagainya); mulai memancar (tentang mata air dan sebagainya); mulai keluar (tentang air mata, peluh, dan sebagainya); mulai timbul atau datang (dari) (6) |
| TERBUL | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 32 cm, tubuhnya pipih memanjang, tidak memiliki bintil pada moncongnya, sisiknya berbintik hingga membentuk 6–9 pola garis, terdapat bulatan hitam pada pangkal ekor, warnanya perak kekuningan, tersebar di perairan Indocina, Myanmar, dan Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan saat ini tersebar hingga Sulawesi); nilem; asah-asah (Osteochilus vittatus) (6) |
| TERBUT | Baut (paku, pasak) yang besar dari besi atau kayu untuk menghubungkan bagian-bagian kapal (6) |
| TEREIN | Lapangan (Belanda) (6) |
| TERGIT | Lempengan bagian dorsal pada setiap ruas tubuh serangga (6) |
| TERGOS | Penutup kepala dari wol atau kain rajut yang hanya memperlihatkan bagian mata, hidung, dan mulut (Sunda) (6) |
| TERHAD | Terbatas (6) |
| TERHAL | Terlarang; terhenti karena rintangan dan sebagainya; tertahan (6) |
| TERIAK | Seruan yang keras; pekik (6) |
| TERIBA | Perdu, tinggi mencapai 2 m, banyak ditanam sebagai pagar hidup, akar dan daunnya digunakan untuk obat kurap; daun burung (Rhinacanathus nasuta) (6) |
| TERIGU | Biji-bijian sebangsa beras (padi); gandum; tepung gandum (6) |
| TERIKA | Menerika; menyetrika (6) |
| TERIMA | Menyambut; mendapat (memperoleh) sesuatu (6) |
| TERING | Penyakit paru-paru (tuberculosis) (6) |
| TERION | Diubah menjadi ion (tentang atom atau molekul suatu zat) (6) |
| TERJAL | Curam hampir tegak lurus (tentang jurang, lereng gunung, tebing) (6) |
| TERJUN | Melompat turun; turun (lebih rendah jika dibandingkan dengan yang lain); menceburkan diri ke dalam ...; turut serta ...; masuk ke dalam ... (6) |
| TERKAM | Menerkam; menubruk (meloncat) untuk mencekam (menangkap); menerpa (6) |
| TERKAP | Menerkap; menerkam (menguasai dan sebagainya); menyerkap; menerpa (6) |
| TERKUL | Senapan kuno (bedil pendek); karabin (6) |
| TERKUP | Beterkup; berlaga (tentang biri-biri) (6) |
| TERLAK | Silat (pencak) (6) |
| TERLOK | Tunas yang tumbuh dari dalam tanah (bukan dari batang yang terpotong) (Gayo) (6) |
| TERLUT | Mempan (tentang senjata) (6) |
| TERMAE | Pemandian umum pada zaman Yunani Kuno atau Romawi Kuno (Arsitektur) (6) |
| TERMAL | Berkaitan dengan panas (6) |
| TERMIN | Jangka waktu; babak; tahap (6) |
| TERMOS | Botol yang diberi dinding rangkap untuk menyimpan minuman agar tetap memiliki suhu yang semula (6) |
| TERNAK | Binatang yang dipiara (lembu, kuda, kambing, dan sebagainya) untuk dibiakkan dengan tujuan produksi; yang berasal dari; yang diperanakkan di (6) |
| TEROKA | Membuka daerah atau tanah baru (untuk sawah, ladang, dan sebagainya); merintis; menjelajahi (6) |
| TERONG | Perdu, batang dan daunnya berbulu, bunganya berwarna biru, buah, ukuran, dan warnanya bervariasi, dimanfaatkan sebagai sayuran atau dimakan mentah; terung (Solanum melongena) (6) |
| TERPAL | Kain mota yang tebal (untuk kemah, kap mobil, dan sebagainya) (6) |
| TERSUA | Terjumpa (6) |
| TERTIB | Teratur; menurut aturan; rapi; sopan; dengan sepatutnya; aturan; peraturan yang baik (6) |
| TERTUA | Paling tua; sulung (6) |
| TERUIT | Tersangkut; terkait pada; tergoyahkan; dapat diubah (kiasan) (6) |
| TERUJI | Dapat diuji; tangguh (6) |
| TERUNG | Perdu, batang dan daunnya berbulu, bunganya berwarna biru, buah, ukuran, dan warnanya bervariasi, dimanfaatkan sebagai sayuran atau dimakan mentah; terong (Solanum melongena) (6) |
| TERUPA | Dapat dirupakan (diwujudkan); dapat dibayangkan (diangan-angankan) (6) |
| TERUSI | Benda yang kebiru-biruan warnanya, berasal dari tembaga untuk obat puru (CuSO45H2O) (6) |
| TESDNA | Pembandingan DNA pelaku atau korban kejahatan dengan DNA pembanding yang ada pada bank data DNA di kepolisian (Hukum) (6) |
| TESENG | Sewa sapi atau kerbau yang dipakai untuk menggarap sawah (Bugis) (6) |
| TESMAK | Kacamata (6) |
| TESPEN | Alat untuk mendeteksi arus listrik pada alat dan aliran voltase rendah (6) |
| TESTER | Orang yang mengetes; pengetes; alat untuk mengetes (6) |
| TESTIS | Kelenjar yang menghasilkan mani pada alat kelamin laki-laki atau binatang jantan; buah zakar (6) |
| TETAMU | Banyak tamu (6) |
| TETANI | Kondisi yang biasanya disebabkan oleh hipokalsemia, ditandai oleh kejang pada tangan, kaki, dan kotak suara (laring), kram, serta refleks neurologis yang terlalu aktif (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| TETAPI | Kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan atau tidak selaras (6) |
| TETARA | Yang menjelaskan status atau identitas (Linguistik) (6) |
| TETELO | Penyakit menular pada unggas, disebabkan oleh virus yang sangat merugikan peternakan ayam, biasanya berjangkit pada peralihan musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya; pileren (6) |
| TETIBA | Sekonyong-konyong; dengan mendadak; tiba-tiba (6) |
| TETOVO | Kota di Makedonia Utara (6) |
| TETRAD | Serbuk sari yang terdapat dalam kelompak empat-empat (Botani) (6) |
| TETRIS | Permainan menyusun balok tiga dimensi yang berasal dari Rusia (6) |
| TEZPUR | Kota di India (6) |
| TIAKUR | Ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku (6) |
| TIARAP | Merebahkan diri dengan dada ke bawah dan muka menelungkup (di tanah dan sebagainya) (6) |
| TIARET | Kota di Aljazair (6) |
| TIARKA | Sastra lisan khas Maluku Barat Daya, berupa nyanyian rakyat yang dilantunkan secara tunggal tanpa iringan alat musik, hanya boleh dinyanyikan oleh mereka yang berasal dari garis keturunan pelantun tiarka, dibawakan pada acara adat seperti pernikahan atau penyelesaian masalah (6) |
| TIBMAS | Ketertiban masyarakat (akronim) (6) |
| TIDONG | Suku bangsa yang mendiami wilayah aliran Sungai Sembakung dan Sibuka di Kalimantan Timur (6) |
| TIDORE | Pulau di daerah Maluku Utara; suku bangsa yang mendiami daerah Tidore; dialek bahasa Ternate yang dituturkan oleh suku Tidore (6) |
| TIDUNG | Suku bangsa yang mendiami Kalimantan Timur (6) |
| TIFLET | Kota di Maroko (6) |
| TIGARD | Kota di Amerika Serikat (6) |
| TIGARI | Mengadakan selamatan pada hari yang ke-3 sesudah seseorang meninggal; meniga hari; menigari (6) |
| TIGRIS | Salah satu sungai di Irak (6) |
| TIKTOK | Aplikasi jejaring sosial dan platform video musik, penggunanya bisa membuat, mengedit, dan berbagi klip video pendek; salah satu aplikasi media sosial yang populer saat ini; unggas hasil persilangan antara entok jantan dan bebek betina (Peternakan) (6) |
| TIKUNG | Menikung; membelok; berkelok (6) |
| TILANG | Bukti pelanggaran lalu lintas (akronim) (6) |
| TILHAR | Kota di India (6) |
| TIMANG | Kepala tali (ikat) pinggang; gesper (Jawa); menimang; menaruh sesuatu di telapak tangan lalu diangkat-angkat turun naik; memegang anak atau menaruh anak di tangan lalu diayun-ayunkan dan dipuji-puji (6) |
| TIMANI | Orang yang pertama kali menginjakkan kaki di suatu daerah atau tempat (Minahasa Tonsea) (6) |
| TIMBAL | Timbang; imbang (6) |
| TIMBAU | Menimbau; menyambung (menambah dan sebagainya) untuk memperpanjang, mempertinggi, memperlebar, dan sebagainya (rangka perahu dan sebagainya) (6) |
| TIMBEL | Logam lunak berwarna abu-abu, dipakai untuk paduan membuat huruf (pada percetakan); plumbum; timah hitam; unsur dengan nomor atom 82, lambang Pb dan berbobot atom 207,21; bekal berupa nasi dan lauk-pauknya yang dibawa dalam perjalanan dan sebagainya (Sunda) (6) |
| TIMBIL | Bisul kecil pada tepi pelupuk mata; ketimbis (6) |
| TIMBRE | Perbedaan sifat antara dua nada yang sama kuat dan sama tinggi nadanya dalam konstruksi instrumen; irama nada; cocok nada (Musik) (6) |
| TIMBUK | Menimbuk; menepuk; menampar (6) |
| TIMBUL | Naik dan keluar ke atas (dari dalam air, tanah, dan sebagainya); menyembul sedikit dari permukaan yang rata; terbit (bulan, matahari, dan sebagainya); muncul (tentang penyakit, pertikaian, perasaan, pikiran, dan sebagainya); tampak; keluar (dari semak-semak, hutan, dan sebagainya); penimbul; pohon besar yang kayunya tidak keras, daunnya lebar berbulu halus dan berbentuk seperti tangan terentang, buahnya berwarna hijau, berdaging dan berbiji, biasanya dibuat sayur; ketimbul; kulur; keluih (Artocarpus communis) (6) |
| TIMBUN | Tumpukan sesuatu; longgok (yang besar dan tinggi) (6) |
| TIMBUS | Menimbus; menimbun (lubang, rawa, dan sebagainya) dengan tanah dan sebagainya (6) |
| TIMIKA | Ibu kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah (6) |
| TIMNAS | Tim nasional (akronim) (6) |
| TIMPAL | Menimpali; mengimbangi; menimbangi; membalas (kebaikan, kejahatan, dan sebagainya); menjawab; membalas; menyahut (6) |
| TIMPAS | Surut yang serendah-rendahnya (tentang air dan sebagainya); kering (tentang sungai, telaga, dan sebagainya); licin; tandas; habis (tentang uang, tenaga, dan sebagainya) (kiasan); bertimpas-timpas (6) |
| TIMPUH | Simpuh; bertimpuh; duduk dengan kedua belah kaki terlipat dan ditindih oleh pantat (untuk wanita cara duduk yang hormat) (6) |
| TIMPUK | Menimpuk; melempar untuk mengenai sasaran (6) |
| TIMPUS | Makin ke bawah atau ke ujung makin kecil (6) |
| TIMSIN | Tim sinkronisasi (akronim) (6) |
| TIMSUS | Tim khusus (akronim) (6) |
| TIMUNG | Mandi uap khas Banjar (Banjar) (6) |
| TIMURU | Angin timur (Gorontalo) (6) |
| TINDAK | Langkah; perbuatan (6) |
| TINDAN | Bertindan; bertumpuk-tumpuk tidak teratur (6) |
| TINDAS | Menindas; menindih (mengimpit, menekan) kuat-kuat atau dengan barang yang berat; memperlakukan dengan sewenang-wenang (dengan lalim, dengan kekerasan); menggencet; memperkuda (memeras dan sebagainya); memadamkan (pemberontakan dan sebagainya) menguasai dengan paksa; memerangi (memberantas dan sebagainya) dengan kekerasan (6) |
| TINDIH | Tekan; impit (6) |
| TINDIK | Lubang (6) |
| TINGGI | Jauh jaraknya dari posisi sebelah bawah; panjang (tentang badan); sudah agak jauh ke atas (tentang matahari); sudah hampir tengah hari; luhur; mulia; yang sebelah atas (tentang tingkatan, pangkat, derajat, mutu, dan sebagainya); sudah lanjut (tentang umur); banyak atau mahal (tentang harga, nilai, dan sebagainya); sudah maju (tentang kecerdasan, peradaban, dan sebagainya); sudah jauh pada tingkatan atas (tentang pengetahuan, pelajaran, dan sebagainya); sombong (tentang perkataan, tabiat, dan sebagainya); sangat aktif; diucapkan dengan cara mendekatkan lidah ke langit-langit (tentang fonetik); ukuran panjang dari bawah ke atas seseorang atau sesuatu yang berdiri tegak (6) |
| TINILO | Pantun yang dilantunkan pada upacara adat, berisi sanjungan, hiburan, doa, sejarah, dan ajakan (Gorontalo) (6) |
| TINJAK | Langkah keras (entakan kaki); pijak (6) |
| TINJAU | Meninjau; melihat sesuatu yang jauh dari ketinggian; (datang, pergi) melihat-lihat (menengok, memeriksa, mengamati, dan sebagainya); mengintai; menyelidiki; melihat (memeriksa); menilik; mempertimbangkan kembali; mempelajari dengan cermat; memeriksa (untuk memahami dan sebagainya); menduga (hati, perasaan, pikiran, dan sebagainya); tumbuhan yang batangnya lurus bercabang-cabang di bagian atasnya, daunnya bulat telur memanjang, buahnya biasa dibuat emping; belinjo (Gnetum gnemon) (6) |
| TINJUT | Tindak lanjut (akronim) (6) |
| TINTIR | Lampu minyak tanah; pelita; obat merah; merkurokrom (6) |
| TINYOR | Pengerjaan yang dilakukan seseorang agar lebih apik, tetapi belum selesai (Makeang Timur) (6) |
| TIPTIP | Potong rata (tentang ujung sapu lidi) (Batak) (6) |
| TIPTUR | Kota di India (6) |
| TIPUAN | Hasil menipu; teknik memvisualisasikan suatu situasi menurut cerita yang sedang digarap sehingga tampak seperti kejadian yang sesungguhnya, misalnya adegan orang yang ditebas lehernya, kapal laut yang karam (Ilmu Komunikasi) (6) |
| TIRANA | Ibu kota Albania (6) |
| TIRANI | Kekuasaan yang digunakan sewenang-wenang; negara yang diperintah oleh seorang raja atau penguasa yang bertindak sekehendak hatinya (6) |
| TIRKAH | Barang peninggalan (6) |
| TIROID | Kelenjar gondok (6) |
| TIRUAN | Perbuatan meniru; bukan yang sejati (tulen); palsu; imitasi; deskripsi (tentang wujud relief permukaan bumi); mimesis (6) |
| TISANE | Air seduhan dari bunga, akar, atau daun (selain tanaman teh) yang dikeringkan, dikonsumsi sebagai minuman herbal atau obat (Tata Boga) (6) |
| TITIAN | Jembatan kecil (sebatang kayu, papan, dan sebagainya yang dilintangkan di atas sungai dan sebagainya); jalan yang sempit (terutama yang diberi tumpuan papan, batu, dan sebagainya) (6) |
| TIUPAN | Embusan angin (udara); semburan (jampi-jampi) (6) |
| TIZNIT | Kota di Maroko (6) |
| TMESIS | Pemisahan bagian kata majemuk oleh kata lain di antara kata majemuk itu (Linguistik) (6) |
| TOBADA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (6) |
| TOBALO | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan (6) |
| TOBANA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan (6) |
| TOBANG | Pesuruh tentara atau polisi yang bertugas membelikan rokok, menyiapkan makanan, dan membersihkan perlengkapan militer; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; aruan; gabus (Channa striata) (6) |
| TOBATI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (6) |
| TOBELO | Suku bangsa yang mendiami wilayah Provinsi Maluku Utara; ibu kota Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (6) |
| TOBERA | Kulit buah kelapa muda yang telah dikeringkan (Pulo) (6) |
| TOBIKO | Telur ikan terbang, biasanya digunakan sebagai bahan makanan seperti susyi (Jepang) (6) |
| TOBONG | Tempat (pertunjukan) yang sifatnya darurat, biasanya dibuat dari bambu (6) |
| TODOLO | Suku bangsa yang mendiami wilayah lembah Sungai Palu Sulawesi (6) |
| TODONG | Menodong; mengarahkan senjata (pistol dan sebagainya) sebagai ancaman untuk merampok, merampas, dan sebagainya; menyuruh dengan serta-merta (tanpa persetujuan sebelumnya) (kiasan) (6) |
| TOGANE | Kota di Jepang (6) |
| TOHANA | Kota di India (6) |
| TOILET | Peranti untuk berhias, seperti bedak, cermin, dan sikat rambut; tempat cuci tangan dan muka; kamar kecil (kakus) (6) |
| TOKCER | Baik; bagus (tentang mesin, mobil, dan sebagainya); manjur; mujarab; subur (mudah hamil) (kiasan) (6) |
| TOKMOK | Kota di Kirgistan (6) |
| TOKONG | Tidak berekor (tentang ayam dan sebagainya); terpotong rambutnya (tentang perempuan sebagai hukuman) (Sastra); berambut pendek (tentang perempuan) (Sastra); pulau kecil yang terjadi dari karang (tidak ada pohonnya); kelenteng; toapekong; jendul; tonjol (6) |
| TOKSIK | Racun; beracun; berkenaan dengan racun (6) |
| TOKSIN | Zat racun yang dibentuk dan dikeluarkan oleh organisme yang menyebabkan kerusakan radikal dalam struktur atau faal, merusak total hidup atau keefektifan organisme pada satu bagian (Kimia) (6) |
| TOKTOK | Batang kayu yang berongga (terdapat di surau dan sebagainya) yang dipukul untuk memanggil orang agar salat, berkumpul, dan sebagainya; aduan sapi atau kambing jantan dengan saling menandukkan kepalanya (Madura) (6) |
| TOLAGE | Suku bangsa yang mendiami daerah sekitar danau Poso di Sulawesi Tengah; Lage (6) |
| TOLAKI | Suku bangsa yang mendiami sebagian besar daerah Sulawesi Tenggara (6) |
| TOLBAN | Penganan berbahan terigu yang dimasak dengan cara dibakar (6) |
| TOLEDO | Kota di Amerika Serikat, Filipina, Brasil, dan Spanyol (6) |
| TOLIRE | Danau yang terdapat di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara (6) |
| TOLODO | Subsuku bangsa Kaili yang mendiami lereng pegunungan sebelah utara Lembah Palu, Provinsi Sulawesi Tengah; Dolo (6) |
| TOLONG | Bantu (6) |
| TOLOTO | Hama perusak padi yang menyebabkan batang mengering seperti terbakar (Gorontalo) (6) |
| TOLUCA | Kota di Meksiko (6) |
| TOMAKO | Kapak batu istimewa yang dapat digunakan sebagai maskawin (Sentani) (6) |
| TOMANG | Noken ciri khas salah satu suku di Papua (Fakfak); menomang; menyangka (6) |
| TOMBAK | Senjata tajam dan runcing, bermata dua, bertangkai panjang, untuk menusuk dari jarak dekat atau jauh (dengan cara melemparkannya); ada bermacam-macam; satuan ukuran panjang 12 kaki; cengkal (6) |
| TOMBOI | Sifat atau tipe aktif, penuh petualangan dan sebagainya anak laki-laki; sifat kelaki-lakian (tentang anak perempuan) (6) |
| TOMBOK | Terpaksa menambah uang (karena belum cukup, masih kurang); uang yang ditambahkan (karena kekurangan); uang upah kepada tandak (ketika mengibing) (6) |
| TOMBOL | Alat (knop) pada mesin dan sebagainya, yang gerak tekan atau gerak tariknya dapat menjalankan, menghentikan, atau mengubah gerak pada mesin; tonjolan pada kulit (orang, binatang, kayu, dan sebagainya) (6) |
| TOMBRO | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 120 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, mempunyai dua pasang sungut, bagian belakang duri sirip dubur bergerigi, warnanya abu-abu keemasan, berasal dari Cina dan diintroduksi ke banyak negara; karper; ikan emas (Cyprinus carpio) (6) |
| TOMINI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (6) |
| TOMONG | Meriam kecil; mortir (6) |
| TOMPEL | Bekas luka atau noda hitam (di muka dan sebagainya) (6) |
| TOMPOK | Bagian permukaan suatu bidang yang tak teratur bentuknya yang berbeda penampilannya dengan keadaan sekitarnya, mirip tambalan yang terjadi secara alamiah (Biologi) (6) |
| TOMYAM | Masakan khas Thailand berupa sup yang berasa asam dan pedas, terbuat dari udang yang dimasak dengan kaldunya, biasanya dibumbui dengan serai, lengkuas, ketumbar, air jeruk nipis, cabai, kecap ikan, dan daun jeruk purut (Thai) (6) |
| TONALA | Kota di Meksiko (6) |
| TONASE | Kapasitas ruang muat dalam kapal, diukur dalam ton (1 ton = 1 m3) (Pelayaran); daya angkut muatan kapal dinyatakan dalam ton (1 ton = 1.000 kg); ukuran besarnya kapal dinyatakan dalam ton (1 ton = 2,83 m3); bobot air laut dalam ukuran ton (35 kaki kubik) yang dipindahkan oleh bagian kapal yang berada di dalam air (6) |
| TONGAR | Tali penyekat yang ditusukkan ke hidung sapi sebagai kendali (Madura) (6) |
| TONGKI | Hasil persilangan antara entok jantan dan bebek betina; blengong; perempuan yang berpenampilan seperti laki-laki; nama boneka tangan yang dimainkan dengan suara perut, populer pada 1980-an (6) |
| TONGOL | Berjongkok; duduk-duduk saja karena tidak bekerja; berada di suatu tempat (karena rusak dan sebagainya) (6) |
| TONJOK | Tinju (6) |
| TONJOL | Jendul (di kulit, di dahi, dan sebagainya); sesuatu yang tampak berjendul (6) |
| TONSEA | Suku bangsa yang berdiam di Kabupaten Minahasa (6) |
| TONSIL | Amandel (6) |
| TONTIN | Kerja sama finansial yang para pemodalnya menyumbangkan jumlah dana yang sama besar dan menerima keuntungan yang sama, tetapi pada akhirnya pemodal yang menang akan mendapat keseluruhan harta bersama tersebut (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| TONTON | Menonton; melihat (pertunjukan, gambar hidup, dan sebagainya) (6) |
| TONTOR | Lampu minyak bertutup (Jawa); tenda yang dipasang pada kereta api (zaman dulu) (Jawa) (6) |
| TOPANG | Penyokong atau penunjang (kayu dan sebagainya) yang bercagak; bertopang; memakai topang; disokong; disangga; ditunjang (kiasan); bertumpu (pada); berdasar (pada) (kiasan); dibantah; ditegah; berbantah; bertengkar (6) |
| TOPDAL | Buku catatan harian yang memuat segala yang terjadi dalam pelayaran (keadaan cuaca, angin, kecepatan kapal, dan sebagainya) (Pelayaran) (6) |
| TOPEKA | Ibu kota negara bagian Kansas, Amerika Serikat (6) |
| TOPENG | Penutup muka (dari kayu, kertas, dan sebagainya) yang menyerupai muka orang, binatang, dan sebagainya; kepura-puraan untuk menutupi maksud sebenarnya; kedok (kiasan); topeng yang digunakan dalam pertunjukan drama untuk menunjukkan tokoh beserta karakternya (Kesenian) (6) |
| TOPHIT | Mencapai puncak kesuksesan (lagu, pertunjukan, dan sebagainya) (6) |
| TOPONG | Bakul kecil yang kasar anyamannya (dipakai untuk tempat ikan asin, belacan, dan sebagainya) (6) |
| TORAJA | Suku bangsa yang mendiami daerah Toraja dan Luwu, Sulawesi Selatan (6) |
| TORAKS | Dada (Anatomi); bagian kedua atau bagian di belakang kepala pada tubuh serangga yang terdapat tiga pasang kaki dan satu atau dua pasang sayap (Zoologi) (6) |
| TORANI | Ikan laut yang bersayap lebar, mampu terbang dalam jarak agak jauh, ukuran mencapai 30 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 1–55 m (Dactylopus dactylopus) (6) |
| TORIDA | Radioisotop alamiah yang mengandung unsur logam torium (Kimia) (6) |
| TORIDE | Kota di Jepang (6) |
| TORINO | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Torino atau Turin dengan pertandingan kandang di Stadio Olimpico Grande Torino; klub sepak bola Italia yang didirikan pada tahun 1906 (6) |
| TORIUM | Logam berwarna kelabu tua dan radioaktif; unsur kimia aktinida dengan nomor atom 90, berlambang Th, bobot atom 232,0388 u (6) |
| TOROID | Bahan magnetik yang permeabilitasnya tinggi dan berbentuk kue donat serta dililit satu atau lebih kumparan kawat berarus elektrik sehingga fluks magnetiknya hampir seluruhnya ada di dalamnya (Fisika); tabung hampa berbentuk kue donat pada betatron atau sinkroton yang di dalamnya terdapat elektron yang bergerak melingkar (Fisika) (6) |
| TOROSI | Panggilan terhadap istri bangsawan Nias (Nias) (6) |
| TORTOR | Tarian suku Batak yang awalnya dilakukan sebagai persembahan bagi roh leluhur, saat ini dipentaskan sebelum pesta besar, penobatan raja Batak, atau upacara ritual setelah sebuah desa terkena musibah, biasa dilakukan dengan iringan musik gendang, seruling, dan sebagainya (Kesenian); tarian suku Batak yang sangat terkenal (Kesenian) (6) |
| TOSIGI | Suku bangsa yang mendiami wilayah selatan lembah Sungai Palu, termasuk satu bagian dari suku bangsa Kaili (6) |
| TOTABU | Kayu cendana yang telah dilumatkan (Gorontalo) (6) |
| TOTAMO | Tabung bambu yang menghubungkan tempat nira yang sedang disadap dng tempat menampungnya yg tergantung di pohon enau (Gorontalo) (6) |
| TOULON | Kota di Prancis (6) |
| TOWANG | Tempat sepi di antara dua desa (Jawa) (6) |
| TOWSON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| TOYAMA | Kota di Jepang (6) |
| TOYOPO | Wadah yang terbuat dari anyaman daun kelapa muda, berbentuk bulat, biasa digunakan pada acara maulid nabi, berisi nasi kuning, telur rebus, kue tradisional, dan buah-buahan (Gorontalo) (6) |
| TOYOTA | Kota di Jepang (6) |
| TRAGIS | Bersifat menyedihkan (6) |
| TRAGUS | Saluran telinga luar (Anatomi) (6) |
| TRAKEA | Saluran pernapasan yang menyalurkan udara dari tenggorokan ke bronkus (6) |
| TRAKOM | Penyakit mata yang disebabkan oleh virus yang mengakibatkan selaput mata berbintik-bintik merah dan dapat menular (6) |
| TRAKSI | Tarikan; penarikan (6) |
| TRAUMA | Keadaan jiwa atau tingkah laku yang tidak normal sebagai akibat dari tekanan jiwa atau cedera jasmani; luka pada tubuh atau fisik (6) |
| TRAYEK | Jalan yang dilalui; jarak perjalanan yang ditempuh (6) |
| TREMER | Awak kapal bagian mesin yang tugasnya mengurus alat-alat mesin, (jabatan paling rendah di bagian mesin) (Perkapalan) (6) |
| TREMOR | Gerakan pada anggota (bagian) tubuh yang tidak terkontrol (di luar kemauan), seperti gemetar (disebabkan adanya ketegangan emosional) (6) |
| TRENDI | Bergaya mutakhir; memiliki tren; bergaya modern; mengetren (6) |
| TRENTO | Kota di Italia (6) |
| TRESNA | Cinta (Jawa) (6) |
| TRIBAL | Berkenaan dengan suku atau budaya tertentu; etnik (6) |
| TRIGOL | Tiga gol yang diciptakan oleh seorang pemain dalam sebuah pertandingan sepak bola (Olahraga) (6) |
| TRIKOT | Bahan rajut polos terbuat dari nilon, rayon, sutra, atau katun, memiliki permukaan licin, kuat, dan lembut, biasanya digunakan sebagai bahan pakaian dalam, pelapis pakaian, atau pelapis koper, tas, dan sebagainya (Tata Busana) (6) |
| TRINIL | Kedidi (6) |
| TRIODE | Katup dengan tiga elektrode (Kimia) (6) |
| TRIPEL | Himpunan atau kelompok yang terdiri atas tiga buah (Matematika); memiliki tiga unsur, tiga fase, atau tiga himpunan (Matematika) (6) |
| TRIPOD | Penyangga mesin bor (kamera dan sebagainya) yang terdiri atas tiga buah kaki berbentuk batang; kaki tiga (6) |
| TRISEP | Berkepala tiga (6) |
| TRISIK | Gerak berkeliling sambil berjingkat (tentang tari) (Sunda) (6) |
| TRITON | Inti dari tritium (Kimia); satelit milik Neptunus dengan diameter 2.700 km dan dikenal sebagai objek tata surya yang memiliki suhu permukaan paling dingin (Astronomi) (6) |
| TRIVIA | Kumpulan benda, informasi, fakta, dan sebagainya yang tidak penting (6) |
| TRNAVA | Kota di Slowakia (6) |
| TROIKA | Kereta kecil di Rusia yang ditarik oleh tiga ekor kuda dengan posisi sejajar (6) |
| TROKEA | Birama suku bertekanan diikuti oleh suku takbertekanan, atau suku panjang diikuti oleh suku pendek (Linguistik) (6) |
| TROMOL | Bejana yang bentuknya agak bulat yang digunakan untuk menampung lembaran cetak yang dikeluarkan dari unit cetak (6) |
| TROMSO | Kota di Norwegia (6) |
| TROPIK | Daerah (darat, laut) yang terletak di antara 23,5°LU dan 23,5°LS, beriklim panas-lembap berhujan; tropika (6) |
| TROPIS | Beriklim panas; mengenai daerah tropik (sekitar khatulistiwa) (6) |
| TROPUS | Penggunaan kata atau bentuk lain dengan maksud kiasan (6) |
| TROTOL | Banyak totol atau bintik; penyakit pada tanaman bawang merah yang disebabkan oleh cendawan (Alternaria porri) (6) |
| TROYES | Kota di Prancis (6) |
| TSETSE | Lalat berukuran besar yang berasal dari Afrika tropis, bersifat parasit obligat, memakan darah vertebrata, dan merupakan vektor biologis tripanosoma yang dapat menyebabkan penyakit tidur pada manusia dan tripanosomiasis pada hewan; lalat tse-tse (Glossina spp.) (Tswana); lalat pembawa parasit penyebab penyakit tidur di Afrika sebelah selatan Gurun Sahara (6) |
| TSEVIE | Kota di Togo (6) |
| TSWANA | Bahasa yang dituturkan di Afrika Selatan (6) |
| TUAIAN | Yang dituai; hasil menuai (6) |
| TUANKU | Tuan yang mulia (apabila menyebut atau berkata-kata kepada raja) (6) |
| TUAPSE | Kota di Rusia (6) |
| TUATUA | Orang yang dituakan atau dihormati; bintik-bintik hitam di muka (di pipi); tetua; sudah tua, tetapi ... (6) |
| TUBIAN | Latihan yang bertubi-tubi; pengulangan (6) |
| TUBRUK | Lompatan hendak menerkam (menangkap dan sebagainya); terpa; tumbuk (6) |
| TUCSON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| TUDING | Tunjuk; menunjuk; miring arah ke bawah (tentang menikam, menembak, menunjukkan ke lereng, dan sebagainya); meruncing tajam (lancip), tetapi merupakan sudut tumpul (tentang mata pisau, mata pahat, dan sebagainya) (6) |
| TUDUNG | Sesuatu yang dipakai untuk menutup atau melingkupi bagian atas (kepala, lubang, dan sebagainya); penutup (6) |
| TUGERI | Suku bangsa yang mendiami daerah Papua bagian selatan; Marind-Anim; Marindanim; Gawir; Marind; bahasa yang dituturkan oleh suku Kokoda (6) |
| TUGRIK | Mata uang Mongolia (6) |
| TUHFAH | Pemberian yang berharga; tanda mata (Arab); makanan untuk orang yang bertakziah ke rumah ahli bait (Arab) (6) |
| TUHMAH | Buruk sangka; prasangka (Arab) (6) |
| TUJUAN | Arah; haluan (jurusan); yang dituju; maksud; tuntutan (yang dituntut) (6) |
| TUKANG | Orang yang mempunyai kepandaian dalam suatu pekerjaan tangan (dengan alat atau bahan yang tertentu); orang yang pekerjaannya membuat (menjual, memperbaiki, dan sebagainya) sesuatu yang tentu; orang yang pekerjaannya melakukan sesuatu secara tetap; orang yang biasa suka melakukan sesuatu (yang kurang baik); ahli (untuk mencemoohkan) (6) |
| TUKMIS | Laki-laki hidung belang (Jawa) (6) |
| TUKTAK | Perangkap tikus yang terbuat dari bilah bambu dengan pegas dari bambu (Batak) (6) |
| TUKTUK | Perangkat gamelan semacam kentungan dibuat dari batang kelapa yang dironggai (dilubangi) secara memanjang (Madura); angkutan umum khas Thailand mirip bajaj, bagian-bagian sampingnya terbuka dan tidak memiliki pintu (6) |
| TUKUAL | Palu besar untuk memecahkan batu (Melayu Riau) (6) |
| TUKUNG | Tidak berekor atau tidak bertulang ekor; ponggok; bukung; pokeng, togel, dogel (6) |
| TULAGE | Tunjangan yang diberikan kepada bupati zaman dulu (Sunda) (6) |
| TULANG | Rangka atau bagian rangka tubuh manusia atau binatang; duri ikan; barang yang menyerupai tulang atau rangka (kiasan); saudara laki-laki dari ibu (Batak); mertua laki-laki suami (Batak) (6) |
| TULARE | Kota di Amerika Serikat (6) |
| TULBAN | Serban (Jawa) (6) |
| TULIUM | Logam tanah yang ditemukan oleh Cleve dan Soret secara terpisah pada th 1879; unsur kimia lantanida dengan nomor atom 69, berlambang Tm; bobot atom 168,9342 u (6) |
| TULUDE | Upacara meninggalkan tahun lama dan menyambut tahun baru, ditandai dengan pembacaan sasambo dan pemotongan kue tamo (Sangir) (6) |
| TUMANG | Pancang kecil (untuk menyangga, tambatan tali kemah, dan sebagainya); wadah tepung sagu berbentuk piramida dan terbuat dari rumbia; tungku dari pohon pisang; menumang; menampik; menolak; takut akan; gentar akan; khawatir akan; membiarkan; meninggalkan (6) |
| TUMBAL | Sesuatu yang dipakai untuk menolak (penyakit dan sebagainya); tolak bala (Jawa); kurban (persembahan dan sebagainya) untuk memperoleh sesuatu (yang lebih baik) (Jawa) (6) |
| TUMBAS | Habis sama sekali (6) |
| TUMBEN | Ganjil benar kali ini (tidak seperti biasa atau menyalahi dugaan) (Melayu Jakarta); mula-mula sekali (Melayu Jakarta) (6) |
| TUMBIT | Suku bangsa yang mendiami wilayah pedalaman Provinsi Kalimantan Timur, salah satu bagian dari suku bangsa Dayak (6) |
| TUMBUH | Timbul (hidup) dan bertambah besar atau sempurna (tentang benih tanaman; bagian tubuh seperti rambut, gigi, tentang penyakit kulit seperti bisul, jerawat); sedang berkembang (menjadi besar, sempurna, dan sebagainya); timbul; terbit; terjadi (sesuatu) (6) |
| TUMBUK | Alat untuk melantak dan sebagainya supaya lumat hancur (seperti antan, anak gobek); mengupas atau menghaluskan dengan antan (bukan digiling); persamaan frekuensi pada nada, senama antara slendro dan pelog pelengkapnya (Jawa) (6) |
| TUMIKA | Selaput pelindung; jaringan pelindung (6) |
| TUMKUR | Kota di India (6) |
| TUMPAH | Tercurah keluar dari tempatnya (tentang barang cair, barang yang berderai-derai, dan sebagainya) (6) |
| TUMPAK | Kelompok; kumpulan; rumpun (pohon-pohonan, belukar, dan sebagainya) (Minangkabau); tempat; bidang (yang terdiri atas beberapa bidang kecil) (Minangkabau) (6) |
| TUMPAL | Motif batik dengan lukisan tiga setrip yang berjajar (pada sarung dan sebagainya) (6) |
| TUMPAS | Habis binasa (punah) sama sekali; tumpasan; noda-noda (dari tinta dan sebagainya) (6) |
| TUMPAT | Penuh padat (tentang ruang, rongga, dan sebagainya); penuh karena terjejal; mampat; tersuntuk akal (hilang akal, tidak tahu apa yang harus dikerjakan) (kiasan) (6) |
| TUMPER | Puntung (tentang kayu api) (Melayu Jakarta) (6) |
| TUMPIL | Tunjang; sangga (Melayu Jakarta) (6) |
| TUMPIT | Burung pipit (Gayo) (6) |
| TUMPUK | Longgok (timbunan sesuatu) yang tidak berapa banyak; susunan barang yang bertumpang-tindih; sebutan untuk klan dalam masyarakat suku Alas (Alas); menumpuk; menaruh bersusun-susun; menimbun(-nimbun); melonggokkan; mengumpulkan banyak-banyak; menimbun-nimbun (barang dagangan dan sebagainya) (kiasan); mengumpul (kiasan) (6) |
| TUMPUL | Papak pada ujungnya (tidak runcing); tebal pada bagian yang tajam (tidak tajam); majal; tidak mudah mengerti; bodoh (kiasan) (6) |
| TUMPUR | Habis sama sekali; binasa; jatuh miskin; kehabisan uang; habis-habisan (6) |
| TUMTAM | Tiruan bunyi gendang dan sebagainya yang dipukul dengan kedua telapak tangan (6) |
| TUNANG | Calon istri atau suami; ikan laut yang panjangnya mencapai 100 cm, badannya memanjang silindris, ujung ekor meruncing, mata terletak jauh di depan dari bagian posterior rahang, memiliki sirip dada, gigi runcing kecil dan banyak, kepala dan badan bagian dorsal kehijauan, ventral putih, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman mencapai 22 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; bangko (Ophichthus apicalis) (6) |
| TUNDLA | Kota di India (6) |
| TUNDRA | Daerah beku dan tandus di Kutub Utara, tumbuhan tidak dapat hidup, biasanya hanya berupa padang lumut (6) |
| TUNDUK | Menghadapkan wajah ke bawah, condong ke depan dan ke bawah (tentang kepala); melengkung ke bawah (tentang malai padi); takluk; menyerah kalah (kiasan); patuh; menurut (tentang perintah, aturan, dan sebagainya) (kiasan) (6) |
| TUNDUN | Tandan (tentang pisang, kelapa, dan sebagainya) (Jawa); tengkuk (kuda dan sebagainya); bagian sebelah atas (dahi); kemaluan perempuan; bibir kemaluan perempuan (6) |
| TUNGAU | Artropoda yang berukuran sangat kecil, tubuhnya tidak bersegmen, biasanya berwarna cokelat, merah, oranye, hitam, atau hijau, berkaki delapan, hidup sebagai parasit, predator, atau pengurai, dan beberapa jenisnya dapat menyebarkan penyakit dan mengakibatkan alergi (Acarina); menungau; melihat ke bawah dengan membungkuk (menundukkan kepala) (6) |
| TUNGGU | Menunggu; tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang); tinggal sementara untuk merawat, menjaga (barang-barang, rumah, orang sakit, dan sebagainya); menunggui; menantikan (sesuatu yang mesti datang atau terjadi); menunggukan; mengharap; mendiami; menghuni; menunggui; menagih (utang dan sebagainya); menuntut (janji dan sebagainya); meminta kembali (barang dan sebagainya); bertunggu; tinggal sementara untuk berjaga (menjaga); berkawal (6) |
| TUNGKO | Berdiri berhadapan dengan kepala menunduk (Batak) (6) |
| TUNGKU | Batu dan sebagainya yang dipasang untuk perapian (dapur); tempat tumpuan periuk dan sebagainya waktu memasak; dapur (perapian) terbuat dari baja dan sebagainya untuk menjerang atau memasak sesuatu; batu tungku; tenggarang; tuanku; tengku; bilah bambu yang dipasang di sekeliling tanaman yang baru tumbuh agar tidak terganggu (Batak) (6) |
| TUNGRO | Wereng berwarna hijau dengan ujung sayap hitam atau cokelat gelap, mengisap cairan tumbuhan, dan sebagai vektor penyakit tungro, termasuk ordo Hemiptera, merupakan hama tanaman padi; wereng hijau (Nephottetix virescens) (6) |
| TUNJAL | Menunjal; menumpu atau menekankan kaki ketika hendak melompat; menjejakkan kaki (hendak berdiri dan sebagainya); menunjuk dan menyentuh dengan jari (biasanya dengan jari telunjuk) (6) |
| TUNJAM | Menunjam; menghunjam (6) |
| TUNJUK | Menunjuk(kan); telunjuk (6) |
| TUNTAS | Habis (setelah dicurahkan); tidak mengalir lagi; selesai secara menyeluruh; sempurna (sama sekali); singkat dan tegas (jelas) (6) |
| TUNTEN | Sisir tandan pisang yang paling bawah (Aceh) (6) |
| TUNTUN | Sesuatu yang digunakan untuk penutup mata (muka); menuntun; membimbing (dengan menggandeng tangan); menunjuk (mengarahkan) ke jalan yang benar (6) |
| TUNTUT | Menuntut; meminta dengan keras (setengah mengharuskan supaya dipenuhi); menagih (utang dan sebagainya); menggugat (untuk dijadikan perkara); membawa atau mengadu ke pengadilan; berusaha keras untuk mendapat (hak atas sesuatu); berusaha atau berdaya upaya mencapai (mendapat dan sebagainya) suatu tujuan dan sebagainya; berusaha supaya mendapat pengetahuan (ilmu dan sebagainya); mempelajari; menuju (6) |
| TUPANG | Kayu bercabang yang digunakan sebagai pengganti tangga (Batak) (6) |
| TURAES | Serangga berukuran besar, mempunyai pelantang di bawah sayap sehingga dapat bersuara nyaring (menandakan akhir musim hujan), hidup di pohon, memakan cairan atau getah tumbuhan; tonggeret; uir-uir; cenggeret; cikadas (Cryptotympana acuta) (6) |
| TURANG | Sambungan bubungan atap rumah yang berkeluk ke atas seperti bentuk tanduk kerbau; turang atap (Minangkabau); tambahan (Minangkabau) (6) |
| TURBAN | Kain ikat kepala yang lebar (yang dipakai oleh orang Arab, haji, dan sebagainya); serban (6) |
| TURBAT | Kota di Pakistan (6) |
| TURBIN | Mesin atau motor yang roda penggeraknya berporos dengan sudu (baling-baling) yang digerakkan oleh aliran air, uap, atau udara (Teknik) (6) |
| TURFAT | Kemewahan (Arab) (6) |
| TURGOR | Tegangan dalam sel tumbuhan apabila vakuola penuh dengan zat cair (Botani); ketegangan jaringan yang disebabkan terlampau banyak diisi darah (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| TURLAP | Turun lapangan (akronim) (6) |
| TURNOI | Permainan tusuk-menusuk; pertandingan; perlombaan (6) |
| TURPAN | Kota di Cina (6) |
| TURPUK | Pemegang hak tanah (Batak) (6) |
| TUSLAH | Tambahan pembayaran (karcis kereta api, tiket pesawat, dan sebagainya) (6) |
| TUSPUR | Pemutusan pertempuran (akronim) (6) |
| TUSTEL | Alat potret; kamera; alat untuk menenun tikar mendong (Sunda) (6) |
| TUSTIN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| TUTUNA | Penutup kalamba (6) |
| TUTUNG | Hangus; gosong (6) |
| TUVALU | Negara yang terletak di Pasifik, beribu kota Funafuti (6) |
| TUWUNG | Pinggan besar (Jawa) (6) |
| TUXTLA | Kota di Meksiko (6) |
| TUYHOA | Kota di Vietnam (6) |
| TYUMEN | Kota di Rusia (6) |
| UAPAIR | Uap yang terjadi dari air yang dipanaskan (6) |
| UARUAR | Pemberitahuan kepada umum yang disampaikan secara lisan (dengan menggunakan pengeras suara atau teriakan) (6) |
| UBAHAN | Sesuatu yang sudah berubah atau sudah diubah; sesuatu yang berlainan dengan yang semula; hasil mengubah (6) |
| UBANAN | Ada ubannya; tumbuh uban (Melayu Jakarta); (sudah) tua (kiasan/Melayu Jakarta) (6) |
| UBERAN | Hasil menguber (6) |
| UBHARA | Universitas Bhayangkara Jakartaraya (akronim) (6) |
| UBINUS | Universitas Bina Nusantara (akronim) (6) |
| UBUBAN | Hasil mengububi (6) |
| UCAPAN | Kata yang diucapkan (dilisankan, disebutkan); lafal; sebutan; kata-kata dalam pidato atau sambutan; perkataan sebagai pernyataan rasa hati (seperti rasa sukacita, rasa terima kasih, dan sebagainya) (6) |
| UCIUCI | Daging tumbuh yang berjendul keras (6) |
| UDUTAN | Pipa untuk mengisap rokok (madat); pengudut (6) |
| UGANDA | Negara yang terletak di Afrika Timur, beribu kota Kampala (6) |
| UGERAN | Kaidah; norma (Jawa) (6) |
| UGUTAN | Gertak(an); ancaman (6) |
| UHAMKA | Universitas Prof. Dr. Hamka (akronim) (6) |
| UIRUIR | Serangga yang lebih besar daripada kumbang, bersayap ganda, suka hinggap pada pohon-pohon dan berbunyi nyaring (lebih nyaring daripada suara jangkrik); perempuan yang berusaha memikat hati laki-laki (6) |
| UJARAN | Kalimat atau bagian kalimat yang dilisankan; ucapan atau dialog aktor (Kesenian) (6) |
| UJHANI | Kota di India (6) |
| UJIKIR | Uji kelayakan kendaraan (6) |
| UJJAIN | Kota di India (6) |
| UKHUAH | Persaudaraan (Arab) (6) |
| UKIRAN | Hasil mengukir; ukir-ukiran; relief (6) |
| UKUPAN | Hasil mengukup; sesuatu yang diukup; wangi-wangian (setanggi dan sebagainya) untuk mengukup (6) |
| UKURAN | Hasil mengukur; panjang, lebar, luas, besar sesuatu; format; bilangan yang menunjukkan besar satuan ukuran suatu benda; alat untuk mengukur, misalnya penggaris, meteran, jengkal; norma (kiasan); panjang-pendek, besar-kecil, berat-ringan, dan luas-sempit sesuatu (tentang percetakan) (6) |
| ULAKAN | Pusaran (air, angin); ulak-ulak; olakan (6) |
| ULAMAN | Ulam-ulam (6) |
| ULASAN | Sarung (bantal dan sebagainya); kupasan; tafsiran; komentar; sambungan; lanjutan (6) |
| ULATED | Kembang bawang (Sunda) (6) |
| ULAULA | Secarik kertas (sutra dan sebagainya) yang panjang; ular-ular (6) |
| ULAYAH | Daerah (kekuasaan, pemerintahan, pengawasan, dan sebagainya); lingkungan daerah (provinsi, kabupaten, kecamatan) (6) |
| ULEKAN | Hasil mengulek; alat untuk mengulek; pusaran air; ulakan (Jawa) (6) |
| ULEMAN | Undangan (6) |
| ULIRAN | Bentuk alur; perbungaan terbatas tumbuh secara simpodial pada satu sisi sehingga bunga-bunganya yang bergantilan terdapat juga pada satu sisi sumbu yang umumnya terpilin (Botani) (6) |
| ULTIMA | Bagian akhir; final (6) |
| ULTIMO | Bulan yang baru lalu (disingkat ult), digunakan dalam surat-surat dagang (Latin); akhirnya; kesudahannya (Latin) (6) |
| ULUNGA | Peti kayu dengan tutup berlubang, digunakan untuk menyimpan umpan ikan kecil (Gorontalo) (6) |
| ULURAN | Sesuatu yang diulurkan sebagai pemberian (6) |
| ULUULU | Pejabat pamong desa yang pekerjaannya khusus mengurusi pengairan (ke sawah dan sebagainya) (Jawa) (6) |
| UMANDA | Sistem tradisional berburu suku Tolaki yang menggunakan kerbau jinak sebagai umpan untuk menarik kerbau liar pada malam hari (Tolaki) (6) |
| UMBANG | Tampak besar dan menakutkan; mengapung (6) |
| UMBISI | Batang di dalam tanah yang berbentuk seperti bawang dilapisi kulit tipis dan tumbuh menegak (Botani) (6) |
| UMIHAN | Cerewet dalam tawar-menawar (Banjar) (6) |
| UMLAUT | Tanda baca, berupa dua titik di atas huruf vokal (Jerman) (6) |
| UMPAMA | Yang menjadi contoh (persamaan, perbandingan) dengan yang lain-lain; sama halnya dengan; bagaikan; seakan-akan (seumpama); yang diandaikan (bukan hal yang sebenarnya) (6) |
| UMURES | Waktu dari pembekuan sampai ke pelelehan es (6) |
| UMYUNG | Tumbuhan yang daunnya berwarna hijau, bentuknya panjang dengan ujung meruncing, pertulangannya menyirip, dapat digunakan sebagai obat penurun panas, antidemam, dan obat penenang (Gynura aurantiaca) (Botani) (6) |
| UNAAHA | Ibu kota Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (6) |
| UNCANG | Pundi-pundi dari kain untuk tempat barang-barang yang perlu dibawa dalam perjalanan (6) |
| UNDAGI | Tenaga ahli (6) |
| UNDANA | Universitas Nusa Cendana (akronim) (6) |
| UNDANG | Panggil; penghulu (kepala suatu daerah di Negeri Sembilan) (6) |
| UNDIAN | Sesuatu yang diundi; lotre (6) |
| UNDUNG | Diulang: kain penutup kepala (supaya jangan terkena panas matahari atau hujan) (Minangkabau) (6) |
| UNESCO | Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (singkatan/Inggris) (6) |
| UNFCCC | Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (singkatan/Inggris) (6) |
| UNGGAH | Memberi berkas ke layanan informasi daring atau ke komputer lain dari komputer yang digunakan (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari upload (6) |
| UNGGAL | Tunggal (6) |
| UNGGAS | Hewan bersayap, berkaki dua, berparuh, dan berbulu, yang mencakupi segala jenis burung, dapat dipiara dan diternakkan sebagai penghasil pangan (daging dan telur) (6) |
| UNGGIS | Menggigit sedikit-sedikit; mengerat (mengupas) dengan gigi berdikit-dikit seperti orang makan tebu; mengerip; mengerumit (6) |
| UNGGUL | Lebih tinggi (pandai, baik, cakap, kuat, awet, dan sebagainya) daripada yang lain-lain; utama (terbaik, terutama); menang (6) |
| UNGGUN | Timbunan; onggokan; tumpukan (kayu, uang, dan sebagainya); api yang menyala pada tumpukan kayu (6) |
| UNGGUT | Menarik (merenggut) kuat-kuat; merenggut (6) |
| UNGKAH | Membongkar; mengungkai (Minangkabau) (6) |
| UNGKAI | Menguraikan simpulan (tali, ikatan, dan sebagainya); membuka (belenggu, borgol, dan sebagainya); menanggalkan (baju); mengorak; membongkar atau merombak (rumah, mesin, dan sebagainya); membatalkan (janji, jual beli, dan sebagainya); membongkar-bongkar untuk menyelidiki atau membangkit-bangkit perkara lama (kiasan) (6) |
| UNGKAK | Lubang atau sela-sela antara dua pancang tempat rantai sauh diturunnaikkan (Pelayaran) (6) |
| UNGKAL | Keras kepala; tidak mau mendengar nasihat; alat untuk mengasah, terbuat dari batu padas (Jawa) (6) |
| UNGKAP | Buka, singkap; dedah (6) |
| UNGKAU | Elang malam (6) |
| UNGKEP | Teknik memasak (merebus) menggunakan api kecil dengan tujuan agar bumbunya lebih meresap (6) |
| UNGKIL | Mengangkat (menaikkan) sedikit dengan ujung tongkat (linggis dan sebagainya); mengumpil; menuil (6) |
| UNGKIT | Mengangkat (menaikkan) dengan ujung tongkat (linggis dan sebagainya); mengumpil; mengungkil; mengungkap kembali sesuatu yang sudah berlalu; mengungkit-ungkit; diulang: bergerak turun naik; ungkang-ungkit; tempat untuk bermain turun naik (6) |
| UNGKUR | Belakang (Jawa) (6) |
| UNGUIS | Kuku (Anatomi) (6) |
| UNIANG | Panggilan untuk kakak perempuan, digunakan khusus di daerah Pariaman (Minangkabau) (6) |
| UNICEF | Organisasi PBB yang berfokus pada perlindungan hak-hak anak di seluruh dunia (singkatan/Inggris); Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, dari United Nations Children's Fund (singkatan/Inggris) (6) |
| UNICUM | Sesuatu yang khas; sesuatu yang unik (ungkapan/Latin) (6) |
| UNIDIR | Institut PBB untuk Penelitian Perlucutan Senjata (singkatan/Inggris) (6) |
| UNIMED | Universitas Negeri Medan (akronim) (6) |
| UNIPAS | Universitas Panji Sakti (akronim) (6) |
| UNISEX | Mode pakaian, rambut, dan sebagainya yang tidak memperlihatkan apakah untuk perempuan ataukah untuk laki-laki (ungkapan/Inggris) (6) |
| UNITER | Berkaitan dengan unit; berdasarkan unit (6) |
| UNJANI | Universitas Jenderal Ahmad Yani (akronim) (6) |
| UNJUNG | Unjuk, beri (6) |
| UNMUHA | Universitas Muhammadiyah (akronim) (6) |
| UNOCHA | Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, dari United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (singkatan/Inggris) (6) |
| UNSIKA | Universitas Singaperbangsa (akronim) (6) |
| UNSOED | Universitas Jenderal Soedirman (akronim) (6) |
| UNSRAT | Universitas Sam Ratulangi (akronim) (6) |
| UNSURI | Mengenai unsur (asal mula dan sebagainya) (6) |
| UNTING | Kata penggolong untuk tali, malai padi, dan sebagainya atau barang-barang yang terikat; untai; berkas; rantai polinukleotida (Kimia); diulang: rumbai-rumbai pada layang-layang; perkakas tukang batu berupa tali yang berbandul timah (atau besi) untuk mengukur ketegaklurusan tiang, kerataan tepi (bidang) tembok, dan sebagainya (6) |
| UNTUNG | Sesuatu (keadaan) yang telah digariskan oleh Tuhan Yang Mahakuasa bagi perjalanan hidup seseorang; nasib; mujur; bahagia; laba yang diperoleh dalam berdagang dan sebagainya; tidak rugi; guna; manfaat; faedah; diulang: kalau mujur; kalau-kalau; barangkali; biar bagaimanapun boleh dianggap mujur atau untung juga (karena dapat ...); dianggap saja ... (6) |
| UNURUM | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (6) |
| UPAHAN | Pekerja yang memperoleh hasil dari kerja; orang yang diupah; orang sewaan; upah (6) |
| UPAMAN | Yang sudah diupam; (hasil) cara mengupam (6) |
| UPLAND | Kota di Amerika Serikat (6) |
| UPLETA | Kota di India (6) |
| UPTOWN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| URAIAN | Keterangan atau penjelasan mengenai suatu hal; keterangan panjang lebar (6) |
| URAKAN | Tidak mengikuti aturan dan bertingkah laku seenaknya (Jawa) (6) |
| URAKUS | Saluran pada janin yang menghubungkan kandung kencing dengan pusar (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| URAMIR | Merpati berekor panjang dengan dada berwarna cokelat (Berik) (6) |
| URANUS | Perwujudan dari langit atau cakrawala; planet ke-7 dari matahari (6) |
| URAPAN | Hasil mengurapi; curahan kuasa Illahi yang diberikan kepada seseorang; kuasa Roh Kudus yang dicurahkan pada seseorang (6) |
| URAURA | Perundingan; pembicaraan; permusyawaratan; cadangan; rancangan; penganan yang terbuat dari mangga muda diberi cabai dan garam (Batak); mendendangkan lagu dengan santai sambil beristirahat atau sambil mengerjakan sesuatu untuk menghibur diri (Jawa) (6) |
| UREMIA | Penimbunan unsur air kencing dalam darah dan jaringan yang seharusnya dikeluarkan dengan akibat peracunan (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| URETAN | Senyawa mirip kristal, tidak berbau dan tidak berwarna, merupakan ester dari asam karbamat, digunakan sebagai pelarut, pestisida, atau obat-obatan (Kimia) (6) |
| URETER | Saluran kemih bagian dalam yang mengalirkan air kencing dari ginjal ke kandung kemih (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| URETRA | Saluran kemih dari kandung kemih ke luar tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| URITAN | Bakal telur; indung telur (Jawa); telur ikan (terubuk) (Jawa) (6) |
| URITSK | Kota di Rusia (6) |
| UROLOG | Dokter spesialis penyakit saluran kemih (6) |
| URUKAN | Hasil menguruk; tanah untuk menguruk (6) |
| URUMQI | Kota di Cina (6) |
| URUNAN | Sumbangan; sokongan; iuran (6) |
| URUNDI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah (6) |
| URUSAN | Sesuatu yang diurus; perkara; masalah; hal ihwal; persoalan; sesuatu yang berhubungan atau ada sangkut pautnya dengan; bagian pekerjaan (jawatan, dinas, dan sebagainya) yang mengurus sesuatu; cara mengurus (merawat, menyelenggarakan, dan sebagainya) (6) |
| URUTAN | Nomor urut; deretan; rentetan; hal berurut; susunan; kumpulan unsur-unsur bahasa berstruktur yang secara teoretis terletak berderetan dalam suatu hubungan formal (Linguistik) (6) |
| USHIKU | Kota di Jepang (6) |
| USIKAN | Gangguan; celaan; kritik (6) |
| USILAN | Suka usil; bersifat usil (6) |
| USIRAN | Sesuatu yang diusir; sesuatu yang dipakai untuk mengusir (6) |
| USULAN | Sesuatu yang diusulkan (6) |
| USUTAN | Hasil mengusut (6) |
| UTARID | Bintang yang beredar mengelilingi matahari; bintang siarah; Merkurius (Arab) (6) |
| UTASAN | Orang utas (6) |
| UTERUS | Rahim; peranakan (Anatomi); bagian dari saluran telur yang membesar dan menghasilkan kerabang (Zoologi) (6) |
| UTOPIA | Sistem sosial politik yang sempurna yang hanya ada dalam bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dalam kenyataan (6) |
| UTOPIS | Berupa khayal; bersifat khayal; orang yang memimpikan suatu tata masyarakat dan tata politik yang hanya bagus dalam gambaran, tetapi sulit untuk diwujudkan (6) |
| UTRERA | Kota di Spanyol (6) |
| UTUSAN | Orang yang disuruh (ditugasi) menyampaikan sesuatu atau menjadi penghubung; kurir; suruhan; orang yang diutus; yang (ditugasi) untuk mewakili; duta; orang yang diutus (oleh Allah) untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia; rasul (6) |
| UVULAR | Bunyi yang terjadi karena penyempitan antara uvula dan belakang lidah, misalnya bunyi [R] dalam beberapa dialek Melayu dan bahasa Prancis standar (Linguistik) (6) |
| UWAUWA | Tempat memegang bajak dan mengikatkan tali kendali hewan penarik, terbuat dari kayu, bentuknya seperti burung atau ayam (Minangkabau) (6) |
| VACOAS | Kota di Mauritius (6) |
| VAGINA | Saluran antara leher rahim dan alat kelamin perempuan; liang sanggama pada perempuan; liang jimak (6) |
| VAKASI | Uang imbalan bagi penguji atau pemeriksa kertas ujian (6) |
| VAKBON | Serikat sekerja (6) |
| VAKSIN | Bibit penyakit (misalnya cacar) yang sudah dilemahkan, digunakan untuk vaksinasi (Kedokteran dan Fisiologi) (6) |
| VALDES | Nama semenanjung di Argentina (6) |
| VALERA | Kota di Venezuela (6) |
| VALINA | Asam animo esensial, diperlukan untuk pertumbuhan normal (6) |
| VALIUM | Obat penenang; merek dagang obat penenang (6) |
| VALSAD | Kota di India (6) |
| VALUTA | Alat pembayaran yang dijamin oleh cadangan emas atau perak yang ada di bank pemerintah; nilai uang (6) |
| VAMPIR | Kelelawar raksasa yang mengisap darah; makhluk halus yang menurut kepercayaan (orang Barat) bangkit kembali dari kubur, kemudian keluar pada malam hari dan mengisap darah manusia yang sedang tidur; pemeras (kiasan) (6) |
| VANDAL | Perusak hasil karya seni dan barang berharga lain (lukisan, patung, dan sebagainya); orang yang suka merusak dan menghancurkan secara kasar dan ganas (6) |
| VANDEL | Semacam bendera (kadang-kadang berumbai-rumbai pada tepinya), diberi tali untuk menggantungkan, memuat gambar dan tulisan, sebagai tanda kenangan pada ulang tahun perkumpulan dan sebagainya (6) |
| VANGKA | Perahu layar yang berukuran besar dan bermuatan banyak (Pulo) (6) |
| VANILA | Memiliki rasa vanili (6) |
| VANILI | Tanaman menjalar yang buahnya berbentuk polong, berisi biji harum yang dikeringkan sebagai pengharum makanan; kerneli (Vanilla planifolia); biji vanili; serbuk (hablur) berwarna putih yang dibuat dari biji vanili sebagai pengharum makanan (6) |
| VANNES | Kota di Prancis (6) |
| VANTAA | Kota di Finlandia tempat kejuaraan bulu tangkis Piala Sudirman berlangsung (6) |
| VARESE | Kota di Italia (6) |
| VARIAN | Bentuk yang berbeda atau menyimpang dari yang asli atau dari yang baku dan sebagainya; bentuk yang dapat dipakai sebagai alternatif (misalnya tak merupakan varian atau bentuk alternatif tidak); nilai tertentu suatu variabel, misalnya variabel [é] dalam bahasa Indonesia mempunyai dua varian, yaitu [e] dan [ε] (Linguistik); wujud satuan bahasa dalam konteks tertentu, misalnya alofon adalah varian dari fonem, alomorf adalah varian dari morfem (Linguistik) (6) |
| VASLUI | Kota di Rumania (6) |
| VEKTOR | Hewan (serangga dan sebagainya) yang menjadi perantara menularnya (pembawa dan penyebar) penyakit; besaran yang memiliki ukuran dan arah, misalnya gaya kecepatan (Fisika) (6) |
| VELKRO | Kancing perekat (6) |
| VELVET | Kain dengan permukaan yang tebal, berbulu halus pada bagian depan dan rata pada bagian belakang, lembut, berkilat, sering dibuat kopiah atau baju kebesaran; beledu; beludru (6) |
| VENDOR | Orang yang menjual rumah, tanah, dan sebagainya; penjual (6) |
| VENICE | Kota di Italia (6) |
| VERANO | Musim kering yang terjadi pada musim dingin, di Amerika tropis (6) |
| VERBAL | Secara lisan (bukan tertulis); bersifat verba (Linguistik) (6) |
| VERNAL | Berhubungan dengan atau terjadi pada musim semi; masa di akhir musim semi (6) |
| VERNIS | Minyak yang telah dikentalkan dengan jalan pemanasan atau dengan penambahan getah, arpus, dan bahan lain (6) |
| VERONA | Kota di Italia (6) |
| VERSET | Bantahan; banding (Hukum) (6) |
| VERSUS | Melawan (dipakai dalam pertandingan olahraga, dalam perselisihan hukum di pengadilan, dalam perdebatan, dan sebagainya) (6) |
| VERVAL | Verifikasi dan validasi (akronim) (6) |
| VETSIN | Bumbu tambahan untuk menyedapkan masakan berupa serbuk berwarna putih bersih, monosodium glutamat sebagai bahannya; micin (6) |
| VIABEL | Mampu hidup (6) |
| VIADUK | Jembatan atau jalan di atas jalan raya, jalan kereta api, di atas lembah atau sungai yang lebar (6) |
| VIAMAO | Kota di Brasil (6) |
| VIATIS | Tumbuhan sepanjang tepi jalan (6) |
| VIBRAN | Bunyi bahasa yang diartikulasikan dengan getaran yang bersinambung antara alat ucap yang bergerak dan tidak bergerak, misalnya bunyi [v] dengan bibir bawah bergerak dan gigi atas tidak bergerak (Linguistik) (6) |
| VIBRIO | Bakteri yang menyebabkan penyakit (6) |
| VICOSA | Kota di Brasil (6) |
| VIGILI | Hari menjelang suatu hari raya (Agama Katolik) (6) |
| VIHARA | Biara yang didiami oleh para biksu (umat Buddha); wihara (6) |
| VIHARI | Kota di Pakistan (6) |
| VIKUNA | Mamalia berleher panjang, hidup di Pegunungan Andes yang memanjang dari Peru ke Argentina, warna bulunya cokelat muda, banyak diburu karena bulu dan dagingnya, dianggap merupakan moyang dari alpaka (Vicugna vicugna) atau (Lama vicugna); kain dengan permukaan yang sangat lembut, terbuat dari bulu bagian bawah tubuh hewan vikuna (Tata Busana) (6) |
| VINYET | Bentuk hiasan dalam seni grafika dan arsitektur yang diambil dari bentuk tumbuhan merambat, daun, dan sebagainya; goresan atau potret kecil pada bidang tepi sekeliling halaman buku (6) |
| VIOLET | Ungu lembayung (6) |
| VIOLIN | Biola kecil, yang wilayah nadanya dari G bawah ke tengah C, ke atas lebih dari 4½ oktaf (6) |
| VIOLIS | Pemain biola (6) |
| VIRAGO | Perempuan yang mempunyai sifat dan roman laki-laki (6) |
| VIRION | Virus yang terbentuk secara penuh dan sudah dewasa (6) |
| VIROID | Partikel penyebab infeksi yang semula diperkirakan adalah virus (Biologi) (6) |
| VISERA | Organ tubuh yang terdapat dalam rongga dada dan rongga perut; dalaman; jeroan (Anatomi) (6) |
| VISIUN | Bayangan atau gambaran khayal di balik kenyataan; gambaran yang terlihat sebagaimana dalam mimpi; penglihatan yang berada di luar kemampuan daya pikir (Belanda) (6) |
| VISUAL | Dapat dilihat dengan indra penglihatan (mata); berdasarkan penglihatan (6) |
| VITRIN | Lemari kaca untuk memajang objek atau koleksi seni (6) |
| VLOGER | Sebutan untuk orang yang mengevlog; pengevlog; naravlog (6) |
| VOKASI | Pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi atau keahlian (6) |
| VOKOID | Bunyi ujar yang pada dasarnya dihasilkan oleh alat ucap tanpa hambatan pada pita suara (Linguistik) (6) |
| VOKSEL | Unit terkecil dari ruang tiga dimensi dalam citra komputer, setara dengan piksel tiga dimensi (6) |
| VOLARE | Terbang (Italia) (6) |
| VOLTIN | Memiliki keturunan dalam satu musim atau tahun (Biologi) (6) |
| VOLUME | Isi atau besarnya benda dalam ruang; tingkat kenyaringan atau kekuatan (tentang bunyi, suara, dan sebagainya); banyaknya; besarnya; bobot (tentang ekspor, pekerjaan, dan sebagainya) (6) |
| VOUCER | Kupon atau kartu yang dapat digunakan oleh penerimanya untuk berbelanja dan mendapatkan diskon atau gratis terhadap pembelian, layanan, dan sebagainya setelah penerimanya memenuhi syarat yang sudah ditentukan (6) |
| VRANJE | Kota di Serbia (6) |
| VRATSA | Kota di Bulgaria (6) |
| VULGAR | Kasar (tentang perilaku, perbuatan, dan sebagainya); tidak sopan (6) |
| VULKAN | Gunung yang berkawah (lubang pada kerak bumi) yang hampir selalu mengeluarkan gas, abu, lahar, dan sebagainya; gunung berapi (6) |
| VURING | Furing (6) |
| VYAZMA | Kota di Rusia (6) |
| VYBORG | Kota di Rusia (6) |
| WAADAT | Perjanjian (Arab) (6) |
| WACANA | Komunikasi verbal; percakapan; keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan (Linguistik); satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh, seperti novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah (Linguistik); kemampuan atau prosedur berpikir secara sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal sehat (Linguistik); pertukaran ide secara verbal (Linguistik) (6) |
| WADIAH | Titipan (Arab); titipan nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat nasabah yang bersangkutan menghendaki (Ekonomi dan Keuangan) (6) |
| WADUNG | Beliung (Jawa) (6) |
| WAHABI | Aliran reformasi konservatif Islam yang berkembang dari dakwah seorang teolog muslim Arab Saudi pada abad ke-18 yang bernama Muhammad bin ‘Abdul-Wahhāb (Agama Islam) (6) |
| WAHANA | Kendaraan; alat pengangkut; alat atau sarana untuk mencapai suatu tujuan; tafsir mimpi; alamat; anak yang terlahir di tengah perjamuan atau perhelatan (Jawa) (6) |
| WAHDAH | Keesaan (Allah) (Arab) (6) |
| WAIGEO | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (6) |
| WAIRON | Jenis perahu yang biasanya dipakai khusus untuk perang (Biak) (6) |
| WAISAI | Ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya (6) |
| WAISAK | Hari raya umat Buddha yang jatuh pada bulan Waisak saat purnama sidi untuk memperingati kelahiran, pencapaian kesempurnaan, dan wafatnya Buddha; bulan ke-5 tahun era Buddhis (bulan April—Mei tahun Masehi) (6) |
| WAISYA | Kasta ketiga dalam agama Hindu, yaitu golongan pedagang, petani, serta tukang (6) |
| WAKAME | Rumput laut cokelat yang dapat dimakan, biasanya dikeringkan untuk bahan makanan Jepang dan Korea (Undaria pinnatifida) (6) |
| WAKWAK | Wau-wau; kera yang bertangan sangat panjang dan tidak berekor, hidupnya di pohon, biasa mengeluarkan bunyi “wau-wau” dengan keras; wawa; wakwak; ungka (Hylobates moloch) (6) |
| WALABI | Binatang asli Australia, genus Macropus, lebih kecil daripada kanguru (6) |
| WALAGO | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 150 cm, tubuhnya pipih memanjang, mulut mengarah ke atas (cakil), warnanya kehitaman dengan garis putih dari belakang tutup insang hingga pangkal ekor, tersebar di perairan Indocina, Malaysia, dan Indonesia (Sumatra dan Kalimantan) (Wallago leerii); tapah (6) |
| WALAKA | Golongan bangsawan kedua setelah kaum (Wolio) (6) |
| WALANG | Belalang (Jawa) (6) |
| WALAWA | Wajib latih mahasiswa (akronim) (6) |
| WALIAN | Pemimpin adat masyarakat Minahasa (Toulour) (6) |
| WALINI | Sawah yang terletak lebih tinggi dari permukiman (Sunda) (6) |
| WALKOT | Wali kota (akronim) (6) |
| WALMUR | Wali murid (akronim) (6) |
| WALRUS | Binatang sejenis anjing laut yang biasa hidup di laut Artik (Odobenus rosmarus divergens); I am the ..., judul lagu tahun 1967 oleh The Beatles dalam dalam album Magical Mystery Tour; nama hewan dalam film Tusk (2014) (6) |
| WALUKU | Bajak; luku; tenggala (6) |
| WAMBON | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua; sebutan salah satu kelompok suku Mandobo (6) |
| WAMENA | Daerah di Jayapura, Papua; bahasa yang dituturkan di daerah Wamena; ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan (6) |
| WANARA | Kera; monyet (Sanskerta) (6) |
| WANBIN | Dewan pembina (akronim) (6) |
| WANDUB | Sebutan salah satu kelompok suku Mandobo (6) |
| WANGKA | Dialek bahasa yang dituturkan oleh suku Rembong (6) |
| WANGSA | Keturunan raja; keluarga raja; bangsa (6) |
| WANGUR | Bau tidak sedap yang berasal dari bunga atau tanaman (Jawa) (6) |
| WANGYI | Menteri Luar Negeri Cina yang dilantik tanggal 16 Maret 2013 (6) |
| WANHOR | Dewan kehormatan (akronim) (6) |
| WANITA | Perempuan dewasa (6) |
| WANTAH | Keadaan (sifat, rupa, wujud) yang sesungguhnya tanpa bercampur apa-apa; bersahaja; lugu (Jawa) (6) |
| WANTEK | Zat pewarna; tidak luntur warnanya (kiasan) (6) |
| WANUHE | Jalan setapak buatan, digunakan untuk memudahkan pejalan kaki (Gorontalo) (6) |
| WAPRES | Wakil Presiden (akronim) (6) |
| WARDHA | Kota di India (6) |
| WARIBO | Kelapa hutan dengan tinggi mencapai 30 m, buahnya mirip buah lontar, berwarna cokelat, terdapat di Waropen, Papua; siwalan papua (Borassus heineanus) (Botani) (6) |
| WARIGA | Wuku ke-7 (Bali) (6) |
| WARING | Sirib yang ukuran mata jaringnya lebih kecil, biasa digunakan untuk menangkap benih ukuran banyak (6) |
| WARITA | Warta; cerita (6) |
| WARKAT | Surat; isi surat (6) |
| WARKOP | Warung kopi (akronim) (6) |
| WARNET | Warung internet (akronim) (6) |
| WARREN | Kota di Amerika Serikat (6) |
| WARTEG | Warung tegal (akronim) (6) |
| WARUGA | Badan; tubuh; sosok tubuh (Sunda); bentuk kuburan batu yang banyak ditemukan di Minahasa (Sulawesi Utara) berupa peti batu kecil berbentuk kubus dan mempunyai tutup berbentuk atap rumah (6) |
| WARUNA | Dewa laut (Sanskerta) (6) |
| WARUNG | Tempat menjual makanan, minuman, kelontong, dan sebagainya; kedai; lepau (6) |
| WASABI | Tanaman asal Jepang, hidup di tepi aliran air yang bersih, akarnya tebal seperti umbi, berwarna hijau, dan beraroma tajam (Eutrema wasabi) atau (Wasabia japonica) (Botani/Jepang); pasta yang terbuat dari akar tanaman wasabi (6) |
| WASANA | Terakhir; belakang; penghabisan (Sanskerta) (6) |
| WASERA | Warung selera Nusantara (akronim) (6) |
| WASHIM | Kota di India (6) |
| WASIAT | Pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal (biasanya berkenaan dengan harta kekayaan dan sebagainya); pusaka; yang dapat membuat sesuatu yang ganjil; yang bertuah; yang gaib (6) |
| WASKAT | Pengawasan melekat (akronim) (6) |
| WASLAP | Kain untuk mengelap, menyeka, menggosok; serbet untuk menyeka atau membersihkan tangan, muka, dan sebagainya (6) |
| WASNAS | Kewaspadaan nasional (6) |
| WASTRA | Kain tradisional yang memiliki makna dan simbol tersendiri yang mengacu pada dimensi warna, ukuran, dan bahan, contohnya batik, tenun, songket dan sebagainya (Tata Busana/Sanskerta) (6) |
| WASWAS | Ragu-ragu; kurang yakin; khawatir; curiga (6) |
| WATANG | Pohon kayu; batang (Jawa) (6) |
| WATASE | Jumlah satuan tenaga listrik yang diukur dengan watt (6) |
| WAUWAU | Kera yang bertangan sangat panjang dan tidak berekor, hidupnya di pohon, biasa mengeluarkan bunyi “wau-wau” dengan keras; wawa; wakwak; ungka (Hylobates moloch); wawa (6) |
| WAWONI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Provinsi Sulawesi Selatan (6) |
| WAYANG | Boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dan sebagainya), biasanya dimainkan oleh seseorang yang disebut dalang; pertunjukan wayang (selengkapnya); pelaku (yang hanya sebagai pelaku, bukan sebagai perencana); orang suruhan yang harus bertindak sesuai dengan perintah orang lain (kiasan); bayang-bayang (kiasan); wuku ke-27 (Bali) (6) |
| WAYOLI | Suku bangsa yang mendiami wilayah pedalaman utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara (6) |
| WAZARI | Kemenangan yang diperoleh seorang pemain judo (Olahraga) (6) |
| WEBTUN | Komik serial yang dipublikasikan secara daring (6) |
| WEDANA | Pembantu pimpinan wilayah Daerah Tingkat II (kabupaten), membawahkan beberapa camat; pembantu bupati (6) |
| WEDANG | Minuman dari bahan gula dan kopi (teh, jahe, dan sebagainya) yang biasanya diseduh dengan air panas, biasanya dapat menghangatkan tubuh (Jawa) (6) |
| WEDANI | Liana yang daunnya menjorong, bunganya menabung dengan mahkota bunga berwarna putih hingga merah, buahnya bersanding seperti belimbing, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Tanzania, Asia dengan iklim tropis dan subtropis sampai Australia Utara; akar puntianak; udani; wudani (Combretum indicum) (Botani) (6) |
| WEDGES | Model sepatu atau sandal dengan sol yang sangat tebal (6) |
| WEIHAI | Kota di Cina (6) |
| WEIMAR | Kota di Jerman (6) |
| WEINAN | Kota di Cina (6) |
| WEJANG | Nasihat; petuah; petunjuk (6) |
| WELENG | Jerat untuk menangkap harimau (Sunda) (6) |
| WELING | Domba berbulu belang hitam dan putih (Sunda) (6) |
| WELKOM | Kota di Afrika Selatan (6) |
| WELTER | Golongan (kelas) petinju yang berat badannya antara 63,5–67 kg (Olahraga) (6) |
| WEMAWE | Patung leluhur masyarakat suku Kamoro (6) |
| WENTER | Cat pewarna; serbuk pewarna (untuk pakaian) (6) |
| WERENG | Serangga sebesar butir beras sebagai hama tanaman padi, daya sebarnya kuat dan sangat ganas, sulit diberantas karena bertengger di pangkal daun padi (Nila parvata lugens) (6) |
| WERWER | Sendok papeda, terbuat dari kayu kecil, pegangannya bulat dan ujungnya pipih selebar tiga jari orang dewasa, digunakan untuk mengambil papeda dari wadah ke dalam piring (Karey) (6) |
| WESKET | Rompi (6) |
| WESTON | Kota di Amerika Serikat (6) |
| WEWARA | Pengumuman (6) |
| WHOOSH | Nama kereta cepat Jakarta-Bandung (6) |
| WIBAWA | Pembawaan untuk dapat menguasai, memengaruhi, dan dihormati orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik; kekuasaan (6) |
| WICARA | Rangkaian bunyi bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi; tutur kata; bicara (Linguistik) (6) |
| WIDARA | Bidara; sambilata (Andrographis paniculata) (6) |
| WIDENG | Nama alur pada gamelan, berbentuk parit kecil yang mengelilingi pangkal kaki pencu pada ricikan jenis pencon, terbuat dari bahan gangsa (Jawa); ketam sungai berwarna hitam (Jawa) (6) |
| WIDNES | Kota di Inggris (6) |
| WIDORO | Pohon yang cairannya diisap oleh sejenis serangga yang menghasilkan bahan lak (dari kotoran serangga tersebut) (Zizyphus jujuba) (Jawa) (6) |
| WIDURI | Pohon kecil yang bergetah, tinggi hingga 3 m, daunnya berwarna hijau kebiru-biruan, batangnya berbulu, bunganya berwarna ungu, getahnya cair berwarna putih dan pahit, digunakan sebagai obat berbagai penyakit, akarnya untuk mengobati luka gigitan ular berbisa; biduri (Calotropis gigantea); judul lagu yang pernah dipopulerkan oleh Bob Tutupoly dan Broery Marantika (6) |
| WIGATA | Awam (6) |
| WIGATI | Penting; perlu (Jawa) (6) |
| WIHARA | Biara yang didiami oleh para biksu (umat Buddha); vihara (6) |
| WIJAYA | Kemenangan; menang (6) |
| WILALO | Perendaman ubi di dalam air campuran cairan berbusa dari kulit kayu untuk menghilangkan racun pada ubi (Tolaki) (6) |
| WILANG | Burung pemakan mamalia kecil, kadal, dan serangga, habitatnya di daerah ketingggian yang terbuka (Falco moluccensis) (6) |
| WILAPA | Keluh kesah atau ratapan dalam bahasa Sanskerta (Filologi) (6) |
| WILSUS | Wilayah khusus (akronim) (6) |
| WIMANA | Kendaraan; kereta (Sanskerta) (6) |
| WINAYA | Pendidikan; tuntunan (6) |
| WINGIT | Suci dan keramat; angker (6) |
| WINGKA | Pecahan benda yang terbuat dari tanah liat atau tembikar (seperti kuali, genting); kereweng (6) |
| WINGKO | Kue yang terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan, dan gula (Tata Boga) (6) |
| WINTER | Musim dingin (Inggris) (6) |
| WIRAGA | Dasar wujud lahiriah badan beserta anggota badan yang disertai keterampilan geraknya (Kesenian) (6) |
| WIRANG | Malu (Jawa) (6) |
| WISAMA | Gending yang memiliki dua kalimat pada tiap bait (Sunda); metrum Jawa Kuno yang terdiri atas tiga baris dengan jumlah suku kata setiap baris berbeda-beda (Filologi) (6) |
| WISATA | Bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, dan sebagainya); bertamasya; piknik (6) |
| WISAYA | Jerat penangkap binatang; sihir; sistem pakar terkomputerisasi yang memandu pengguna melalui proses (kadang-kadang) rumit dalam mencipta dokumen, seperti pamflet iklan atau nawala (Komputer dan Teknologi Informasi) (6) |
| WISDOM | Wisatawan domestik (akronim); kebijaksanaan (Inggris) (6) |
| WISESA | Penguasa utama; kekuasaan yang tertinggi; semua jenis tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang buahnya dapat dimakan manusia (Bugis) (6) |
| WISKUL | Wisata kuliner (akronim) (6) |
| WISMAN | Wisatawan mancanegara (akronim) (6) |
| WISUDA | Peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat (6) |
| WITTEN | Kota di Jerman (6) |
| WIWAHA | Pesta pernikahan; pernikahan (Sanskerta) (6) |
| WIWEKA | Sangat berhati-hati; sikap berhati-hati (terhadap segala masalah) (6) |
| WIYAGA | Penabuh gamelan; nijaya (6) |
| WIYATA | Pengajaran; pelajaran (Jawa) (6) |
| WOKING | Kota di Inggris (6) |
| WOLANI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah (6) |
| WOLFIS | Kain yang terbuat dari campuran katun, sutera, dan serat sintetis (6) |
| WOLSUM | Hasil kelim obras yang berbentuk bulat (6) |
| WOMBAT | Binatang berkantong termasuk mamalia, bertubuh gemuk pendek, menyerupai beruang kecil, ditemukan di Australia, Tasmania, dan beberapa kepulauan Pasifik (6) |
| WOMBUA | Orang yang melaksanakan ritual pemanggilan roh halus (Gorontalo) (6) |
| WONSAN | Kota di Korea Utara (6) |
| WONTON | Pangsit (Cina) (6) |
| WONUWO | Topi petani yang dibuat dari anyaman bambu, berbentuk menonjol di tengah dengan pinggiran pipih yang mengelilingi kepala, digunakan untuk melindungi diri dari sinar matahari (Gorontalo) (6) |
| WORTEL | Tanaman sayuran berakar pasak berdaging, berwarna kuning jingga, kaya akan zat gula, vitamin, dan garam mineral (Daucus carota) (6) |
| WOTOBU | Perangkap tikus yang terbuat dari bambu (Gorontalo) (6) |
| WUDANI | Liana yang daunnya menjorong, bunganya menabung dengan mahkota bunga berwarna putih hingga merah, buahnya bersanding seperti belimbing, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Tanzania, Asia dengan iklim tropis dan subtropis sampai Australia Utara; akar puntianak; udani; wedani (Combretum indicum) (Botani) (6) |
| WUJING | Kitab suci agama Konghucu (6) |
| WUKARI | Kota di Nigeria (6) |
| WULANG | Ajaran (Jawa); nasihat (Jawa) (6) |
| WULITO | Silsilah keturunan raja-raja (Gorontalo) (6) |
| WULUNG | Biru kehitam-hitaman; elang (6) |
| WUNANG | Juru bicara dalam berbagai acara adat masyarakat etnis Sumba (Sumba) (6) |
| WUNGON | Tidak tidur semalam suntuk (Jawa) (6) |
| WUPATO | Kulit batang pisang yang masih basah (Gorontalo) (6) |
| WUPITO | Penapis yang biasanya terbuat dr pembalut pangkal pelepah daun kelapa (Gorontalo) (6) |
| WUSONG | Kota di Cina (6) |
| WUYANG | Kota di Cina (6) |
| WUZHEN | Kota di Cina (6) |
| WUZHOU | Kota di Cina (6) |
| XAIXAI | Kota di Mozambik (6) |
| XANTAT | Garam (biasanya natrium atau kalium) dari asam xantat yang digunakan sebagai pengumpul dalam metode pengapungan mineral (Kimia) (6) |
| XERXES | Raja keempat dari Akhemeniyah di Kekaisaran Persia yang memimpin pada tahun 486 hingga 465 SM yang menyerang Yunani pada tahun 480 SM dengan salah satu pertempurannya di Thermopylae melawan Raja Leonidas I dari Sparta menginspirasi film berjudul 300 (2006); obat untuk mencegah infeksi bakteri setelah proses pembedahan dan infeksi gonorea (penyakit menular seksual) (6) |
| XIAMEN | Kota di Cina (6) |
| XIANJU | Kota di Cina (6) |
| XIANNU | Kota di Cina (6) |
| XIFENG | Kota di Cina (6) |
| XIFOID | Berbentuk pedang (6) |
| XILENA | Karbon zat cair dengan aroma sedap, diambil dari ter batu bara, digunakan untuk pelarut atau penjernih; xilol (Kimia) (6) |
| XILOID | Berkaitan atau mirip (6) |
| XILOSA | Gula kayu (C5H10O5) (6) |
| XINHUI | Kota di Cina (6) |
| XINING | Kota di Cina (6) |
| XINMIN | Kota di Cina (6) |
| XINSHI | Kota di Cina (6) |
| XINTAI | Kota di Cina (6) |
| XINZHI | Kota di Cina (6) |
| XISHAN | Kota di Cina (6) |
| XISTER | Alat medis untuk melepaskan atau membersihkan (mengerok) selaput tulang; raspatorium (6) |
| XIULIN | Kota di Cina (6) |
| XIUYAN | Kota di Cina (6) |
| YACUNG | Tas suku Awyu yang terbuat dari pintalan serat pohon gaharu atau melinjo (Awyu) (6) |
| YADGIR | Kota di India (6) |
| YAFRAN | Kota di Libya (6) |
| YAGOUA | Kota di Kamerun (6) |
| YAHRAI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (6) |
| YAHUDI | Bangsa (yang berasal dari) Israel (Yakub); Ibrani; agama orang Israel (yang berasal dari ajaran Nabi Musa a.s.); (negatif) sebutan bagi orang yang sangat kikir (kiasan) (6) |
| YAKIMA | Kota di Amerika Serikat (6) |
| YAKUZA | Sindikat kejahatan terorganisasi di Jepang (6) |
| YALIMO | Kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, ibu kotanya Distrik Elelim (6) |
| YALOVA | Kota di Turki (6) |
| YALUSA | Kulit buah kenari (6) |
| YALUSI | Kerai yang memiliki sejumlah beroti yang diset secara serentak pada beberapa sudut (6) |
| YAMATO | Bagian laut atau sungai yang dangkal (Melayu Jambi) (6) |
| YAMBOL | Kota di Bulgaria (6) |
| YAMUNA | Sungai di India (6) |
| YANGAR | Ramuan tradisional yang terbuat dari perasan kulit batang kayu susu dicampur air lalu diminum untuk menambah nafsu makan (6) |
| YANGGU | Kota di Cina (6) |
| YANGJU | Kota di Korea Selatan (6) |
| YANGON | Kota di Myanmar (6) |
| YANKEE | Orang Amerika Serikat (nama ejekan) (ungkapan/Inggris) (6) |
| YANKES | Pelayanan kesehatan (akronim) (6) |
| YANTAI | Kota di Cina (6) |
| YANTRA | Alat untuk melakukan konsentrasi selama bersemadi (dalam aliran Mantrayana), berbentuk lukisan yang menggambarkan bentuk geometris seperti segitiga (6) |
| YANYIO | Makan bersama dalam keluarga inti dengan menu sederhana (Hitu) (6) |
| YAPONG | Tarian kontemporer Betawi ciptaan seniman Bagong Kussudiarjo yang dilakukan oleh 5—10 orang penari, biasanya dibawakan sebagai penghormatan kepada tamu negara (6) |
| YARSUN | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (6) |
| YASHAN | Kota di Cina (6) |
| YASHIO | Kota di Jepang (6) |
| YASMIN | Tanaman berbunga kuning, putih atau merah, baunya semerbak, digunakan untuk wewangian (Oleacées); melati; bunga yasmin; minyak wangi yang dibuat dari bunga yasmin (6) |
| YATANE | Sendok kayu berbentuk agak panjang yang digunakan untuk mengaduk sagu sebagai bahan dasar papeda (Serua) (6) |
| YAWATA | Kota di Jepang (6) |
| YELETS | Kota di Rusia (6) |
| YELMEK | Suku bangsa yang mendiami wilayah pesisir Papua bagian selatan (6) |
| YELYEL | Pekikan atau sorakan para pelajar (mahasiswa, anggota perkumpulan, dan sebagainya) untuk memberikan dorongan semangat kepada regunya yang sedang bermain (bertanding dan sebagainya); teriakan khusus di kalangan pramuka; yel (6) |
| YENBAI | Kota di Vietnam (6) |
| YENIMU | Suku bangsa yang mendiami wilayah Papua bagian tenggara, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua; Syiaga (6) |
| YETYET | Kue khas Bangka berbahan dasar sagu, tepung terigu, gula merah, dikukus, disajikan dengan parutan kelapa dan daun pandan (6) |
| YINZHU | Kota di Cina (6) |
| YIPILO | Kayu jati berkualitas terbaik (Gorontalo) (6) |
| YISHUI | Kota di Cina (6) |
| YIYANG | Kota di Cina (6) |
| YODIUM | Unsur kimia bukan logam, biasanya berbentuk kristal, digunakan untuk obat, fotografi, dan sebagainya; iodin (6) |
| YOHANO | Papan yang dibentangkan di badan perahu, digunakan sebagai tempat duduk (6) |
| YOJANA | Satuan ukuran panjang, sama dengan 9 mil; jarak (6) |
| YONAGO | Kota di Jepang (6) |
| YONKAV | Batalion Kavaleri (akronim) (6) |
| YONPUR | Batalion tempur (akronim) (6) |
| YOROTO | Mengeringkan bambu untuk dijadikan sero (6) |
| YOSONG | Ginseng (6) |
| YOSPAN | Tari pergaulan antarsuku masyarakat Papua (Papua) (6) |
| YOUHAO | Kota di Cina (6) |
| YOZGAT | Kota di Turki (6) |
| YUDONG | Kota di Cina (6) |
| YUKATA | Pakaian tradisional Jepang seperti kimono dengan pemakaian yang lebih sederhana, berbahan tipis, biasanya digunakan saat perayaan festival musim panas (6) |
| YUMPER | Busana tidak berlengan yang dikenakan di luar atau di atas blus atau sweter (6) |
| YUNANI | Negeri dan bangsa di Eropa Selatan; kebudayaan, bahasa, dan huruf ciptaan bangsa itu (6) |
| YUNBAI | Menyelidiki dan melacak pelaku pembunuhan (Muyu) (6) |
| YUWANA | Muda; anak-anak (6) |
| ZABHAH | Penyembelihan binatang dengan ketentuan menggunakan pisau yang tajam, memutuskan tenggorok, dan membaca bismillah (Arab) (6) |
| ZABRZE | Kota di Polandia (6) |
| ZAGREB | Ibu kota Kroasia (6) |
| ZAITUN | Tumbuhan perdu, pohonnya berwarna hijau, tumbuh di daerah Laut Tengah, Kalifornia, dipakai sebagai bahan penghasil minyak zaitun (Olea europaea); buah zaitun; minyak zaitun (6) |
| ZAKIAH | Suci; murni; bersih (Arab) (6) |
| ZAMBIA | Negara yang terletak di Afrika bagian selatan, beribu kota Lusaka (6) |
| ZAMORA | Kota di Spanyol dan Meksiko (6) |
| ZAMOSC | Kota di Polandia (6) |
| ZAMRUD | Batu permata yang berwarna hijau seperti lumut, sebagai mineral terdapat terutama di lapisan-lapisan kapur di Kolombia (6) |
| ZAMZAM | Mata air di Makkah di Masjidilharam; air dari mata air zamzam (6) |
| ZANGGI | Orang hitam dari Afrika (Etiopia); orang Habsyi (6) |
| ZANJAN | Kota di Iran (6) |
| ZARAND | Kota di Iran (6) |
| ZARATE | Kota di Argentina (6) |
| ZARIAH | Zat (6) |
| ZARZIS | Kota di Tunisia (6) |
| ZAWIAH | Tempat berlatih untuk melakukan ibadah (Tasawuf) (6) |
| ZAWIAT | Surau; langgar (Arab) (6) |
| ZAWIYA | Kota di Libya (6) |
| ZENICA | Kota di Bosnia dan Herzegovina (6) |
| ZEOLIT | Mineral dari kelas silikat alami yang memiliki sifat pelunak air (6) |
| ZETTER | Penyusun huruf di percetakan (ungkapan/Belanda) (6) |
| ZEUGMA | Majas retoris berupa penggunaan satu kata untuk dua hal yang berbeda (6) |
| ZGIERZ | Kota di Polandia (6) |
| ZHABEI | Kota di Cina (6) |
| ZHUHAI | Kota di Cina (6) |
| ZIADAH | Tambahan; bubuhan (Arab) (6) |
| ZIARAH | Kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam dan sebagainya); berziarah (6) |
| ZIGONG | Kota di Cina (6) |
| ZIGZAG | Berliku-liku (6) |
| ZILINA | Kota di Slowakia (6) |
| ZIMASE | Enzim dalam ragi (Kimia) (6) |
| ZINDER | Kota di Niger (6) |
| ZINDIK | Orang yang tersesat imannya; orang yang murtad (Arab) (6) |
| ZIONIS | Penganut zionisme (6) |
| ZIRBAD | Negeri bawah angin (seperti Indonesia, menurut pandangan orang Persia) (6) |
| ZIRKON | Batu yang terbuat secara sintetis dari zirkonium oksida, berwarna bening, cokelat, biru, abu-abu, hijau, atau merah, digunakan sebagai material aksesoris; mineral silikat dengan rumus kimia ZrSiO4, merupakan sumber utama logam zirkonium, terakumulasi sebagai endapan pasir pantai, digunakan sebagai pasir cetak, batu permata, batu tahan api, keramik, dan paduan logam (Mineralogi) (6) |
| ZLITEN | Kota di Libya (6) |
| ZODIAK | Lingkaran khayal di langit yang berpusat di ekliptika dan dibagi menjadi dua belas tanda perbintangan, yaitu Aries, Taurus, Gemini, Kanser, Leo, Virgo, Libra, Skorpio, Sagitarius, Kaprikornus, Akuarius, dan Pises (Astrologi) (6) |
| ZOHRAH | Venus (Arab) (6) |
| ZONASI | Pembagian atau pemecahan suatu areal menjadi beberapa bagian, sesuai dengan fungsi dan tujuan pengelolaan; perzonaan (6) |
| ZONDER | Sonder; tanpa (Belanda) (6) |
| ZOOFAG | Makanan hewan (Biologi) (6) |
| ZOOFIT | Binatang laut tidak bertulang belakang, mempunyai bentuk bercabang sehingga menyerupai tumbuhan (bunga karang dan sebagainya) (6) |
| ZUKINI | Tanaman yang menghasilkan zukini, tumbuhnya tegak setinggi 25–40 cm, rimbun, dan daunnya menjari (Botani); labu kecil, bentuknya seperti mentimun, kulitnya hijau tua atau kuning, dagingnya putih dan bertekstur halus, rasanya renyah dan hambar, biasanya dimasak sebagai sayuran (Botani) (6) |
| ZULMAT | Kegelapan; tempat gelap; keadaan gelap (Arab) (6) |
| ZUMBAI | Penghisap darah (6) |
| ZURIAH | Keturunan; anak cucu (Arab); benih; bibit (Arab) (6) |
| ZURICH | Kota tempat trofi piala dunia asli disimpan; kota di Swiss (6) |
| ZUZUMO | Duri atau benda kecil yang masuk ke dalam daging di tangan atau kaki (Nias) (6) |
| ZUZUNI | Duri yang masuk ke dalam tangan, kaki (Nias) (6) |
| ZWOLLE | Kota di Belanda (6) |
Langganan:
Postingan
(
Atom
)