5 HURUF
Masukkan pertanyaan atau kata kunci dari pertanyaan ke kotak di bawah ini
| Kata | Petunjuk |
|---|---|
| AALEN | Kota di Jerman (5) |
| AALST | Kota di Belgia (5) |
| ABADI | Kekal; tidak berkesudahan (5) |
| ABAKA | Tumbuhan yang seratnya dibuat tali belati (Musa textilis) (5) |
| ABANG | Kakak laki-laki; saudara laki-laki yang lebih tua; kata sapaan kepada orang laki-laki yang lebih tua atau tidak dikenal; kata sapaan istri kepada suami; kata sapaan kepada penjual sayur, penjual ikan, pengemudi becak, dan sebagainya; kata sapaan untuk saudara laki-laki ayah di kalangan kaum bangsawan Banggai di Sulawesi; merah (Jawa); tempat mengikat kemudi bagian atas (Pelayaran) (5) |
| ABANO | Pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 30 m, bunganya berwarna merah, berbau busuk, daunnya mudah rontok, buahnya berupa bumbung, kulit buahnya tebal berwarna merah digunakan sebagai obat untuk menghentikan perdarahan pada hidung, bijinya hitam dapat digunakan sebagai obat batuk, mengandung minyak yang biasa digunakan sebagai minyak goreng atau minyak lampu; kelumpang; jangkang; kepuh (Sterculia foetida L) (5) |
| ABATE | Kayu yang patah (Seluwarsa); serbuk obat pembasmi larva nyamuk (5) |
| ABAWI | Pihak ayah (5) |
| ABAYA | Busana khas Arab, umumnya berwarna hitam dan berpotongan longgar dan panjang, dikenakan sebagai baju luar ketika berada di luar rumah (Busana) (5) |
| ABDAS | Berabdas; membersihkan diri ketika hendak salat dengan berwudu atau bertayamum (Agama Islam) (5) |
| ABDIS | Kata sapaan untuk kepala biara perempuan (agama Katolik) (5) |
| ABECE | A-b-c (abjad Latin); hal-hal pokok yang pertama-tama harus diketahui dari suatu keadaan atau perkara (kiasan) (5) |
| ABELI | Menjual barang dagangan dengan cara berjalan keliling dari satu tempat ke tempat lain sambil berteriak (Alune) (5) |
| ABHAR | Kota di Iran (5) |
| ABIAN | Pembagian hasil ladang atau tegalan, pemilik dan penggarap masing-masing mendapat setengah dari hasil keseluruhan (5) |
| ABIKO | Kota di Jepang (5) |
| ABILA | Wadah kotak menyerupai koper, dibuat dari anyaman daun gebang, biasa digunakan untuk menyimpan pakaian (Gorontalo) (5) |
| ABINA | Kemampuan batin yang tinggi hasil meditasi (Agama Buddha) (5) |
| ABING | Sebutan tambahan yang diberikan kepada saudara laki-laki atau perempuan yang meninggal (5) |
| ABITI | Mengangkat bahu (5) |
| ABJAD | Kumpulan huruf (aksara) berdasarkan urutan yang lazim dalam bahasa tertentu; sistem aksara yang melambangkan bunyi bahasa yang dipakai untuk menuliskan bahasa; alfabet (5) |
| ABNON | Abang dan none (akronim) (5) |
| ABNUB | Kota di Mesir (5) |
| ABNUS | Kayu arang (5) |
| ABOBO | Tas bertutup yang dibuat dari anyaman daun pandan laut berukuran 50 x 50 cm, digunakan untuk menyimpan rempah-rempah, ikan asin, dan beras (Gorontalo); kota di Pantai Gading (5) |
| ABONE | Pelanggan (5) |
| ABONG | Diulang: mentang-mentang; gunung yang berada di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh yang memiliki ketinggian 2895 Mdpl. (5) |
| ABOYA | Pisang batu yang sudah masak (Gorontalo) (5) |
| ABPAR | Cawat (dari kulit kayu, kain, dan sebagainya) (Putuk) (5) |
| ABRAB | Suku bangsa yang berdiam di perbatasan Papua dan Papua Nugini (5) |
| ABRAG | Perkakas dalam rumah tangga (Jawa) (5) |
| ABRAK | Bahan galian yang jernih seperti kaca; mika (5) |
| ABRAR | Saleh (banyak berbuat kebajikan) (Arab) (5) |
| ABRAS | Kusta; mengidap penyakit kusta (5) |
| ABREK | Seabrek; sejumlah besar; sekumpulan berbagai hal (5) |
| ABRIN | Zat toksik yang menyebabkan aglutinasi butir darah merah; campuran dua macam protein (5) |
| ABRIP | Ajun Brigadir Polisi (pangkat tamtama polisi, di atas Abriptu dan di bawah Bripda) (akronim) (5) |
| ABSAH | Sah (5) |
| ABSEN | Tidak masuk (sekolah, kerja, dan sebagainya); tidak hadir (5) |
| ABSES | Radang jaringan tubuh yang memungkinkan timbulnya rongga tempat nanah mengumpul (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| ABSIS | Jarak titik terhadap sumbu tegak (Matematika) (5) |
| ABTAR | Kudung; kutung; terputus rahmat Allah; tanpa ekor atau dengan ekor yang terpotong; buntung (Melayu Riau) (5) |
| ABUAN | Bagian hasil sawah yang disediakan untuk yang mengerjakan; uang simpanan untuk cadangan (5) |
| ABUBU | Kayu yang sudah lapuk (Modole) (5) |
| ABUDO | Kata sapaan atau panggilan kepada kakek oleh cucu dari anak laki-laki (Sentani) (5) |
| ABUJA | Ibu kota Nigeria (5) |
| ABUMI | Kata sapaan atau panggilan kepada nenek oleh cucu dari anak laki-laki (Sentani) (5) |
| ABUNG | Suku bangsa yang tinggal di Kecamatan Kayu Agung dan Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan; diperkirakan merupakan bagian dari suku bangsa Lampung; disebut juga Abung Bunga Mayang (5) |
| ABUYA | Buya (5) |
| ABUZA | Tidak dapat dipercaya lagi atau kehilangan wibawa karena melakukan sesuatu yang menghancurkan reputasinya (Nias) (5) |
| ABYAD | Putih (Arab) (5) |
| ABYEK | Kota di Iran (5) |
| ABYOR | Tersebar merata gemerlapan (tentang bintang) (Jawa) (5) |
| ACALA | Arca yang tidak dapat dipindah-pindahkan, biasanya dibuat dari batu dan diletakkan di tempat yang paling suci dalam rumah pendewaan (Arkeologi) (5) |
| ACANG | Perkakas kecil yang gunanya untuk menunjukkan keadaan air dalam ketel dan sebagainya (Pelayaran); peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis; gadget; gawai; diulang: orang yang dihormati dan dipercaya dalam suatu negeri (Minangkabau); orang kepercayaan; pesuruh; ikan laut, berbentuk panjang, berwarna kecokelatan, panjang mencapai 40 cm, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman lebih dari 50 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Harpodon neherus) (5) |
| ACARA | Hal atau pokok yang akan dibicarakan (dalam rapat, perundingan, dan sebagainya); agenda; hal atau pokok isi karangan; kegiatan yang dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan; programa (televisi, radio, dan sebagainya); pemeriksaan dalam pengadilan; perkara; cara (5) |
| ACAWI | Tukang kayu (5) |
| ACCRA | Ibu kota Ghana (5) |
| ACENG | Nama panggilan untuk putra ajengan (Sunda) (5) |
| ACIAN | Hasil mengaci (5) |
| ACOAN | Sembrono; ugal-ugalan; serampangan (5) |
| ACTON | Kota di Inggris (5) |
| ACUAN | Cetakan (kue, peluru, dan sebagainya); rujukan; referensi; pola dasar penafsiran yang ditetapkan terlebih dahulu (5) |
| ACUCI | Membersihkan najis yang terdapat pada lubang pembuangan (seperti dubur) pada jenazah (Makassar) (5) |
| ACUNG | Badur (Amorphophallus variabilis); warna ungu lembayung atau ungu kelabu; menunjuk ke atas (tentang tangan); menyepak; mendepak (5) |
| ADACI | Adat atau sarana yang digunakan dalam menyelesaikan setiap persoalan yang berhubungan dengan adat istiadat suku Culambacu di Sulawesi Tenggara (5) |
| ADAKS | Antelop berbulu warna terang, hidup di Afrika Utara, Arab, dan Siria (Addax nasomaculata) (5) |
| ADAMU | Penguasa tanah yang dipercaya oleh masyarakat setempat (Muna) (5) |
| ADANA | Kota di Turki (5) |
| ADANG | Halang; menanak nasi dengan menggunakan dandang (Jawa); saudara tua dari ibu (biasanya wanita); kakak ibu; dang; abu hitam yang menempel pada kuali atau belanga (Aceh); suku bangsa yg berasal dari atau mendiami wilayah Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur; diulang: penyekat, kerai, dan sebagainya untuk penahan angin (hujan, panas matahari, dan sebagainya) (5) |
| ADATI | Bersifat adat; tradisional (5) |
| ADELE | Album terbaru penyanyi asal Inggris ini, menjadi album terlaris sepanjang 2021; nama depan penyanyi lagu ”Easy on Me” asal Inggris (5) |
| ADELO | Flek hitam yang menempel pada pantat, leher, ketiak, dan lekukan-lekukan badan bagian dalam (Gorontalo) (5) |
| ADENA | Bagian ujung gagang pedang yang melindungi tangan (Kaili) (5) |
| ADERA | Penyanyi yang mempopulerkan lagu "Lebih Indah"; ia juga salah seorang putra Ebiet G Ade (5) |
| ADHOC | Dibentuk atau dimaksudkan untuk salah satu tujuan saja (ungkapan Latin) (5) |
| ADIDI | Keranjang yang terbuat dari rotan (Gorontalo) (5) |
| ADIEU | Pamitan (Prancis); selamat tinggal (Prancis) (5) |
| ADIKA | Lebih; lebih baik; terbaik; gelar untuk orang besar (5) |
| ADING | Adik (5) |
| ADION | Ion yang dijerap pada suatu permukaan dan menempel sehingga ion itu bebas bergerak, tetapi tidak lepas dari permukaan tersebut (Fisika) (5) |
| ADIOS | Selamat jalan; selamat tinggal (ungkapan/Spanyol) (5) |
| ADISI | Penambahan yang dilakukan secara terus-menerus; hasil penambahan; tambahan; penambahan senyawa terhadap senyawa lain sehingga terjadi reaksi (Kimia); bentuk kesalahan yang terdapat pada naskah salinan, berupa penambahan suku kata atau kata (Filologi) (5) |
| ADITI | Ibu para dewa; dewi langit (Agama Hindu) (5) |
| ADLER | Kota di Rusia (5) |
| ADLIB | Ad libitum (kependekan); seturut keinginan, sesuai dengan cita rasa (dalam bersantap, berbusana, menata dekorasi, menata perlengkapan rumah, dan sebagainya) (Latin); pemberian makanan tidak dengan ukuran tertentu, tetapi diberikan sekenyang-kenyangnya sampai ikan tidak mau makan lagi (Perikanan) (5) |
| ADMIN | Administrator (kependekan) (5) |
| ADNAN | Surga; firdaus (Arab) (5) |
| ADOBE | Bata mentah (5) |
| ADOLU | Batang atau dahan kayu yang busuk (Nias) (5) |
| ADONG | Ubi yang telah berurat ungu sehingga keras dan tidak enak lagi dimakan (Pertanian) (5) |
| ADONI | Kota di India (5) |
| ADORA | Suku bangsa yang mendiami pesisir pantai utara Papua atau wilayah Memberamo Hilir, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (5) |
| ADORE | Memuja (Inggris) (5) |
| ADPEL | Administrasi pelabuhan (akronim) (5) |
| ADREM | Langsung ke inti masalah (ungkapan Latin) (5) |
| ADRES | Alamat (tempat tinggal, surat) (5) |
| ADUAN | Perlombaan; pertandingan; sabungan; barang yang diadu; perihal atau perkara yang diadukan; hal mengadukan (5) |
| ADUNG | Flek hitam pada wajah; ikan air tawar dengan garis hitam membentang dari punggung sampai perut di bagian tengah tubuh, panjang mencapai 70 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Sungai Mekong, Chao Phraya, Semenanjung Malaya, dan Indonesia (Hampala macrolepidota) (5) |
| ADVEN | Peringatan kedatangan Yesus dalam inkarnasinya serta pengharapan akan kedatangan-Nya kembali; parousia (Latin/agama Kristen); masa yang dimulai empat minggu sebelum Natal dan diisi dengan acara kebaktian dan puasa (Agama Kristen); (ditulis dengan huruf kapital) nama sebuah sekte dalam agama Kristen (5) |
| ADVIS | Nasihat; surat pemberitahuan tertulis dari bank kepada nasabah tentang penerimaan pembayaran, transfer dana, dan jasa atau pembayaran yang dilakukan, misalnya pemberitahuan pengkreditan, pendebitan rekening, penarikan, atau transfer dana (Keuangan) (5) |
| AEROB | Sifat makhluk yang untuk hidup dan pertumbuhannya memerlukan oksigen bebas; makhluk yang dapat hidup hanya apabila tersedia oksigen bebas; lingkungan yang kaya akan oksigen (Biologi) (5) |
| AFAIR | Hubungan asmara yang berlangsung singkat (tidak dilanjutkan dengan perkawinan); kejadian yang menghebohkan atau skandal (5) |
| AFARA | Tikar lebar yang digunakan untuk menjemur padi, cengkeh dan sebagainya (Nias) (5) |
| AFDAL | Lebih baik; lebih utama; lengkap; komplet (5) |
| AFIAN | Orang yang membuat pernyataan di bawah sumpah dalam bentuk afidavit (Hukum) (5) |
| AFIAT | Sehat (5) |
| AFIKS | Bentuk terikat yang apabila ditambahkan pada kata dasar atau bentuk dasar akan mengubah makna gramatikal (seperti prefiks, infiks, konfiks, dan sufiks); bentuk (atau morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata imbuhan (Linguistik) (5) |
| AFKIR | Ditolak; ditampik; tidak dapat dipakai; tidak produktif lagi dan dipisahkan dari kelompoknya untuk kemudian dijual atau dipotong (Peternakan) (5) |
| AFLAO | Kota di Ghana (5) |
| AFLOU | Kota di Aljazair (5) |
| AFOKA | Buah pisang yang terlepas dari tangkainya karena sangat matang (Tobelo) (5) |
| AFORE | Alat ukur yang terbuat dari kayu berskala, digunakan untuk menghitung panjang benang yang dipakai untuk mengukur lingkar dada binatang piaraan (misalnya babi) (Nias) (5) |
| AFRIT | Setan atau jin yang melakukan pekerjaan dengan tipu daya dan cara yang keji; Ifrit (5) |
| AFSUN | Pesona (5) |
| AFTAB | Matahari (5) |
| AFWAH | Tuah (oleh kesucian) (5) |
| AFWAN | Ungkapan permohonan maaf (Arab); ungkapan yang digunakan untuk membalas ucapan syukran (terima kasih) (5) |
| AGADI | Pahat tipis yang digunakan untuk menyadap nira (Batak) (5) |
| AGAIN | Lagi (Inggris) (5) |
| AGAMA | Ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta manusia dan lingkungannya; bapak dan anak (Tenggalan) (5) |
| AGAMI | Kelompok manusia yang tidak mempunyai peraturan yang mengharuskan atau melarang perkawinan (5) |
| AGAPE | Perjamuan persaudaraan yang dilangsungkan sesudah ibadat ekaristi dengan mengundang umat yang kurang mampu (Agama Katolik); cinta yang tidak mementingkan diri sendiri, bentuk tertinggi dari cinta manusiawi (Filologi) (5) |
| AGAPU | Bersiap siaga melawan musuh yang akan segera datang menyerang (Tenggalan) (5) |
| AGATS | Ibu kota Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan (5) |
| AGBOR | Kota di Nigeria (5) |
| AGEGA | Tungkai yang berbentuk O (Nias) (5) |
| AGENS | Nomina yang menampilkan perbuatan atau yang menyebabkan atau yang memulai suatu kejadian, atau yang memengaruhi suatu proses; pelaku (Linguistik); penyebab; agen (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| AGIUM | Komunitas pantai; aigialium (Biologi) (5) |
| AGLAF | Belum disunat (Arab) (5) |
| AGLET | Selubung dari plastik atau logam yang menutupi ujung tali, pita, dan sebagainya (5) |
| AGOGO | Tarian yang diiringi dengan musik pop di kelab malam, diskotek, dan sebagainya (Kesenian) (5) |
| AGONI | Membersihkan rumput sebelum ditanami padi (Jawa) (5) |
| AGORA | Ruang publik yang digunakan unntuk berdagang dan berkumpul (Yunani) (5) |
| AGRAD | Tanaman budi daya (Biologi) (5) |
| AGREE | Setuju (Inggris) (5) |
| AGRIN | Sakit yang mengakibatkan badan menjadi sangat kurus (Jawa) (5) |
| AGULU | Kota di Nigeria (5) |
| AGUNG | Besar; mulia; luhur; gung; bejana dari kuningan, mirip talempong, tetapi ukurannya lebih besar, biasanya dibunyikan dengan cara dipukul sebagai bentuk pemberitahuan kejadian dalam nagari (Minangkabau); gunung api dengan ketinggian 3.142 mdpl, terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali; gunung tertinggi di pulau Bali (5) |
| AHAIR | Ruas buluh (Kei) (5) |
| AHANG | Mati tanpa sebab (tentang hewan), biasanya hanya tersisa bulu atau tulang-belulangnya (Dayak); setengah matang (tentang buah) (5) |
| AHARE | Atap rumah yang terbuat dari susunan batang kayu yang kecil; lapisan bagian dalam atau lapisan pertama dinding rumah yang terbuat dari susunan batang kayu yang berukuran kecil (5) |
| AHAUN | Kumpulan beberapa jenis makanan yang disusun di atas talam, biasanya disajikan saat upacara adat (5) |
| AHIDO | Makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun pisang, diisi air, dan dimasukkan ke dalam bambu, dan dibakar hingga matang, biasanya dihidangkan pada acara tertentu (Tata Boga/Modole) (5) |
| AHING | Penutup bubu yang bisa dibuka dan ditutup untuk menjebak ikan (5) |
| AHIRE | Mata kail yang terbuat dari besi (Yalahatan) (5) |
| AHKAM | Hukum; undang-undang (5) |
| AHLAH | Singkong yang berbonggol besar (Kola) (5) |
| AHLAT | Kota di Turki (5) |
| AHLEN | Kota di Jerman (5) |
| AHMAK | Bodoh; kurang pikir (5) |
| AHMAR | Merah (Arab) (5) |
| AHMER | Ahli meriam (akronim) (5) |
| AHOLA | Menebarkan jaring di pinggir pantai, memukul permukaan air dengan bambu agar ikan berkumpul ke arah jaring, lalu menarik jaring (5) |
| AHORI | Ritual adat di Jazirah Leitimor, Maluku, untuk memperkenalkan istri kepada keluarga suami (5) |
| AHSAN | Lebih baik (Arab) (5) |
| AHUDU | Tempat yang nyaman dan menyenangkan sehingga selalu didatangi orang (Gorontalo) (5) |
| AHUNI | Mengembalikan kesadaran seseorang yang kerasukan (5) |
| AHUTU | Konde yang berasal dari rambut sendiri, lazim digunakan di suku Iha, Maluku (5) |
| AHVAZ | Kota di Iran (5) |
| AHWAL | Keadaan; sesuatu yang singgah di dalam hati (Tasawuf) (5) |
| AIHOI | Serpihan kayu yang terbuang pada pembuatan perahu (Boing) (5) |
| AIMAN | Nama seorang jurnalis dan pembawa berita di Kompas TV (5) |
| AIMAS | Ibu kota Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (5) |
| AIPDA | Ajun Inspektur Polisi Dua (singkatan) (5) |
| AIRAN | Minuman tradisional Turki yang terbuat dari yoghurt, air, dan garam, biasanya disajikan dingin saat musim panas (5) |
| AIRES | Air dingin dari lemari es (5) |
| AIRKI | Air yang dihasilkan dari abu merang, dipakai dalam pembuatan mi (5) |
| AIRUD | Perairan dan udara (akronim) (5) |
| AJAIB | Ganjil; aneh; jarang ada; tidak seperti biasa; mengherankan; sesuatu yang aneh; keheranan; yang tidak dapat diterangkan dengan akal (Sastra); anyaman yang terjadi pada gumpalan ginjal yang arteri darahnya berubah menjadi kapiler, kemudian bersatu kembali menjadi arteri (Biologi) (5) |
| AJANG | Tempat untuk makan sesuatu (piring dan sebagainya) (Jawa); medan; tempat (untuk bertempur dan sebagainya); untuk; bagi (Sunda) (5) |
| AJARA | Kuda sembrani (dalam dongeng) (Kulisusu) (5) |
| AJENG | Kurungan untuk ayam yang berkontes (Sunda) (5) |
| AJIAN | Ilmu (5) |
| AJIMA | Benang yang berwarna hitam, putih, merah, dipakaikan di tangan dan kaki bayi untuk menjauhkannya dari roh halus (Gorontalo) (5) |
| AJING | Seni pertunjukan tradisional masyarakat Madura; bentuk arkais ludruk yang hampir tidak ada nyanyiannya (Madura) (5) |
| AJMAN | Kota di Uni Emirat Arab (5) |
| AJMER | Kota di India (5) |
| AJNAS | Jenis; rupa; macam (Arab) (5) |
| AJOLI | Pihak pengantin laki-laki yang tidak dibukakan pintu apabila tidak memberikan uang kepada penjaga pintu (Wolio) (5) |
| AJUAN | Hasil mengajukan; hasil pengajuan; usul; anjuran (5) |
| AJUNA | Perlengkapan atau hiasan yang dipakai laki-laki dewasa, terbuat dari manik-manik dari biji pohon (Awyu) (5) |
| AKAID | Kepercayaan agama yang telah pasti dan tidak boleh dipersoalkan lagi; akidah (Arab) (5) |
| AKANG | Kakak (laki-laki); abang; aa (Sunda) (5) |
| AKBAR | Besar (5) |
| AKBID | Akademi Kebidanan (akronim) (5) |
| AKBOU | Kota di Aljazair (5) |
| AKENE | Buah kering yang hanya berbiji satu, setelah matang kulit buahnya tetap tidak terbuka; buah padi-padian (Botani) (5) |
| AKEUL | Mengaduk-aduk nasi setelah dikukus, sambil dikipasi supaya pulen dan tidak cepat basi (Sunda) (5) |
| AKHIR | Belakang; yang belakang sekali; kemudian; kesudahan; penghabisan (5) |
| AKING | Sisa nasi yang sudah kering (karena dijemur); bangsa zaman purba yang pernah mendiami tanah Besemah (5) |
| AKITA | Kota di Jepang (5) |
| AKMAL | Amat sempurna; mahasempurna (5) |
| AKMIL | Akademi Militer (akronim) (5) |
| AKOLA | Kota di India (5) |
| AKPEN | Akademi Penerangan (akronim) (5) |
| AKPER | Akademi Perawatan (akronim) (5) |
| AKPOL | Akademi Kepolisian (akronim) (5) |
| AKPRI | Angkatan Perang Republik Indonesia (akronim) (5) |
| AKRAB | Dekat dan erat (tentang persahabatan); intim; Skorpio; Kala (Arab) (5) |
| AKRAK | Diulang: penghalang di jalanan (kayu, besi, batu, dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| AKRON | Kota di Amerika Serikat (5) |
| AKRUK | Sapaan untuk orang yang memiliki dua tangan yang tidak sama panjang (Kur) (5) |
| AKSEN | Tekanan suara pada kata atau suku kata (Linguistik): pelafalan khas yang menjadi ciri seseorang; logat; aksen daerah; tekanan; tanda diakritik (5) |
| AKSEP | Surat pengakuan utang (Ekonomi dan Keuangan) (5) |
| AKSES | Jalan masuk; pencapaian berkas di disket untuk penulisan atau pembacaan data (Elektronika); tindakan untuk memperoleh informasi, seperti cakram keras atau suatu layanan informasi (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| AKSIS | Poros; garis khayal yang melewati pusat planet atau benda langit lainnya, dari kutub utara ke kutub selatan (Astronomi) (5) |
| AKSON | Tonjolan serat saraf yang dimulai pada sel saraf; taji sel saraf yang secara normal membawa rangsangan dari badan sel saraf lain (Biologi); benang saraf yang berasal dari tubuh sel neuron yang berfungsi untuk menyampaikan aksi potensial dari tubuh sel ke neuron terdekat (5) |
| AKTAN | Peran berulang yang memanifestasikan diri sebagai peran nyata dalam cerita di seluruh dunia dan lintas waktu (misalnya pahlawan, pembantu, dan sebagainya) (5) |
| AKTAU | Kota di Kazakhstan (5) |
| AKTIF | Giat bekerja, berusaha; lebih banyak penerimaan daripada pengeluaran; dinamis atau bertenaga (sebagai lawan statis atau lembam); mampu beraksi dan bereaksi; mempunyai kecenderungan menyebar atau berkembang biak (tentang penyakit, sel, dan sebagainya) (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| AKTIN | Filamen tipis dalam miofibril yang berinteraksi dengan miosin untuk menciptakan ketegangan otot (Olahraga) (5) |
| AKTOR | Pria yang berperan sebagai pelaku dalam pementasan cerita, drama, dan sebagainya di panggung, radio, televisi, atau film; orang yang berperan dalam suatu kejadian penting; pemeran tokoh cerita dalam pementasan, drama, dan sebagainya di panggung, radio, televisi, atau film (Kesenian) (5) |
| AKUAN | Yang telah diakui; makhluk halus (hantu dan sebagainya) yang dijadikan sebagai pengawal seseorang; pekarangan atau ladang di Pulau Jawa bagian utara yang digunakan oleh seseorang untuk melakukan usaha atas dasar hak kegiatan dalam waktu tidak lebih dari satu tahun (5) |
| AKURE | Kota di Nigeria (5) |
| AKUWU | Jabatan kepala daerah pada Zaman Kediri (Abad XII) (5) |
| AKWAI | Tumbuhan asal Pegunungan Arfak, Papua Barat, kulitnya digunakan sebagai afrosidiak atau pembangkit gaira (Dyrmis sp) (Botani) (5) |
| AKWAL | Pembicaraan (Arab) (5) |
| ALAAN | Bagian sungai yang banyak ikannya (Batak) (5) |
| ALAIN | Kota di Uni Emirat Arab (5) |
| ALAMA | Kemenyan berbentuk serbuk, dibuat dari getah meranti (Gorontalo) (5) |
| ALAMI | Bersangkutan dengan alam; bersifat alam; wajar (5) |
| ALAMO | Nama Pertempuran yang menjadi titik penting pada Revolusi Texas (5) |
| ALANA | Daun dari pohon srak yang digunakan untuk mengeluarkan bisa ular dengan cara diolesi dengan kapur sirih dan ditempelkan pada bagian tubuh yang digigit (5) |
| ALANE | Kayu yang berukuran besar (5) |
| ALANG | Sesuatu yang melintang; kayu yang dipasang melintang (di antara dua tiang atau dua dinding perahu); dinding penyekat (bilik dan sebagainya); sedang; tanggung(-tanggung); setengah-setengah; tengah-tengah; hadiah; pemberian (Minangkabau); botol berleher panjang tempat air minum (Aceh); lumbung padi yang berbentuk prisma segitiga, atap dan dindingnya terbuat dari alang-alang, terdapat di daerah Lombok (Sasak); diulang: Rumput yang tingginya dapat mencapai satu meter, umumnya tumbuh di dataran rendah, berguna sebagai makanan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; ilalang; lalang; kusu-kusu (Imperata cylindrica); usia tanggung; kurang sedikit dari usia yang dipersyaratkan (Dayak); bagian tertentu dari binatang buruan, biasanya sekitar bahu, yang menjadi bagian pemilik tanah tempat binatang buruan ditemukan atau rebah (Minangkabau); orang yang meminta-minta hasil ikan pada nelayan (Jawa) (5) |
| ALARM | Tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, sinar, dan sebagainya; alat mekanik yang dirancang untuk memperingatkan akan adanya bahaya atau kerusakan (5) |
| ALATA | Keladi yang tumbuh di sela-sela padi (Gorontalo) (5) |
| ALATI | Pembungkus biji pala yang berwarna cokelat kehitaman, tempat menempelnya fuli, berbentuk seperti tempurung tipis (Alune) (5) |
| ALBAB | Kota di Suriah (5) |
| ALBAN | Kutan yang berwarna cerah, terletak di dalam irisan tipis tanah sebagai akibat proses reduksi dan alih tempat (Ilmu Tanah) (5) |
| ALBAS | Batu pualam yang berwarna putih (5) |
| ALBER | Alat/peralatan berat (akronim) (5) |
| ALBIT | Felspar putih (NaAlSi3O8) (Kimia) (5) |
| ALBUM | Buku tempat menyimpan kumpulan foto (potret), prangko, dan sebagainya; kumpulan piringan hitam, kaset lagu-lagu, dan sebagainya; kumpulan lagu dalam rekaman kaset; buku yang berisi antologi (5) |
| ALCOY | Kota di Spanyol (5) |
| ALDOL | Senyawa yang dibuat dari asetaldehid, terdapat pada apel, kopi, anggur, keju, brokoli, serta sayur dan buah yang digunakan sebagai sedatif dan hipnotik (Kimia) (5) |
| ALENA | Berjalan sambil bercerita (Alune); senyawa organik yang satu atom karbonnya memiliki ikatan rangkap dengan tiap-tiap dua atom karbon yang berdekatan (CH2=C=CH2) (Kimia) (5) |
| ALEPA | Memoles badan perahu dengan lepa, dilakukan oleh sedikitnya enam orang selama lebih kurang 12 jam (Bugis) (5) |
| ALFAW | Kota di Irak (5) |
| ALFIL | Surah ke-105 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (5) |
| ALGAE | Ganggang (Inggris) (5) |
| ALGAM | Kepingan yang hilang (tentang keramik, vas, tegel, dan lain-lain) (Batak) (5) |
| ALGIN | Senyawa karbohidrat murni yang diperoleh dari ganggang cokelat, banyak digunakan karena kemampuannya mengikat air, mengentalkan, dan membentuk emulsi (Biologi) (5) |
| ALGOL | Bahasa pemrograman yang berorientasi pada prosedur dan algoritma yang biasanya digunakan pada pemrograman masalah sains (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| ALHUB | Alat perhubungan (akronim) (5) |
| ALIAH | Tingkat pendidikan menengah atas di bawah koordinasi Kementerian Agama yang memberikan materi pelajaran umum dan terutama pelajaran agama Islam (Pendidikan); berkenaan dengan pendidikan tingkat atas (5) |
| ALIAS | Disebut juga; sama dengan (digunakan pada nama); nama samaran; nama representatif yang diberikan kepada berkas, porta, peranti, sel lembar sebar, atau rentang sel (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| ALIBI | Bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian) (Hukum) (5) |
| ALIEF | Kota di Amerika Serikat (5) |
| ALIEN | Makhluk asing yang berasal dari luar bumi, biasa terdapat dalam cerita atau film fiksi sains (5) |
| ALILA | Mengecek kebun, dilakukan setiap pagi hari (5) |
| ALING | Lindung, tutup; diulang: barang yang dipakai untuk menutupi (melindungi) supaya jangan kelihatan dan sebagainya; diulang: barang yang dipakai untuk menutupi (melindungi) supaya jangan kelihatan dan sebagainya (5) |
| ALINO | Menggambarkan sesuatu dengan contoh (Jayawijaya) (5) |
| ALINS | Peralatan instruksi (akronim) (5) |
| ALJIR | Ibu kota Aljazair (5) |
| ALKAH | Darah beku (bakal bayi dalam kandungan); hati kecil; tanah yang tidak dikerjakan, tetapi pembuka tanah atau keturunannya masih mempunyai hak utama atas tanah itu (Hukum); pekuburan muslim (Banjar) (5) |
| ALKAP | Alat perlengkapan (akronim) (5) |
| ALKES | Alat kesehatan (akronim) (5) |
| ALKIL | Kumpulan radikal organik (CnH2n+1) (5) |
| ALKOM | Alat komunikasi (akronim) (5) |
| ALKON | Saluran pembuangan air untuk mengalirkan air yang tergenang dalam badan perahu motor (Karey) (5) |
| ALKUS | Sagitarius (5) |
| ALKUT | Kota di Irak; ibu kota Governorat Wasith, Irak (5) |
| ALLAH | Nama Tuhan dalam bahasa Arab; pencipta alam semesta Yang Mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yang disembah oleh orang yang beriman (5) |
| ALLEN | Kota di Amerika Serikat (5) |
| ALMIL | Alat militer (akronim) (5) |
| ALMON | Badam (Prunus amygdalus); pohon kecil, buahnya menghasilkan minyak, biji buahnya digunakan dalam berbagai masakan (5) |
| ALOCO | Upacara menyucikan senjata yang dilaksanakan pada setiap bulan Sura (Madura) (5) |
| ALOFI | Ibu kota Niue (Selandia Baru) (5) |
| ALOHA | Salam khas Hawaii; kasih (lazim digunakan utk memberi selamat atau salam) (Hawaii) (5) |
| ALOIN | Senyawa kristal berwarna kuning dan berasa pahit, diperoleh dari lidah buaya dan digunakan sebagai laksatif (Kimia) (5) |
| ALONG | Hasil tangkapan nelayan yang melimpah (Jawa); alat penolong (akronim); panggilan untuk anak sulung (Melayu Kalimantan); bersama. Sepanjang (Inggris) (5) |
| ALOSA | Gula dari kelompok aldoheksosa; isomer ruang glukosa (C6H12O6) (Kimia) (5) |
| ALOSU | Alat bunyi-bunyian berupa kotak bertangkai dari anyaman daun kelapa, di dalamnya diberi biji yang apabila digoyang-goyang akan mengeluarkan bunyi tertentu (di Sulawesi Selatan) (5) |
| ALOUN | Tempat berkumpulnya satu marga di dalam desa (Hitu) (5) |
| ALPAL | Alat peralatan (akronim) (5) |
| ALPEN | Pegunungan yang tertinggi dan terluas di Eropa; nama pegunungan besar di Eropa yang membentang dari Austria dan Slovenia di timur, melalui Italia, Swiss, Liechtenstein, dan Jerman, sampai ke Prancis di barat; puncak tertinggi pegunungan ini adalah Mont Blanc (5) |
| ALPHA | Seseorang yang memiliki karakter kepemimpinan yang menonjol (5) |
| ALPIN | Habitat yang terdapat di atas garis pohon dan di bawah garis salju di kawasan pegunungan (Biologi) (5) |
| ALPIS | Kempis (tentang perut wanita yang baru selesai melahirkan (Batak) (5) |
| ALSIL | Alat untuk membersihkan rumput-rumput kecil di kebun, berbentuk seperti parang, tetapi ujungnya lebih lebar dan tajam (Kur) (5) |
| ALTAR | Meja tempat kurban misa (di gereja Katolik); mazbah (tempat mempersembahkan kurban); tangga pada dok gali yang digunakan untuk naik turun ke dan dari lantai dok (Pelayaran) (5) |
| ALTAY | Kota di Cina (5) |
| ALTER | Mengubah atau merombak pola atau bagian dari busana agar sesuai dengan ukuran dan bentuk yang dikehendaki (5) |
| ALULA | Selaput pada pangkal sayap beberapa serangga (Biologi) (5) |
| ALUNE | Suku bangsa yang mendiami daratan Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku (5) |
| ALUNG | Barang (gundu, mata uang, bola kecil, atau keping logam) yang dilemparkan pada sasaran dalam permainan anak-anak; berteduh supaya sejuk (Sabu); tumbuhan yang tumbuh di bawah pohon lain sehingga tumbuhnya tidak normal (Sabu) (5) |
| ALUSI | Majas perbandingan yang merujuk secara tidak langsung seorang tokoh atau peristiwa pada karya sastra; kilatan (Sastra) (5) |
| ALWAH | Kayu gaharu (5) |
| ALWAR | Kota di India (5) |
| AMALI | Berdasarkan atau berhubungan dengan amal (Arab) (5) |
| AMALO | Ukuran segenggam tangan hasil padi yang dipanen dengan ani-ani (Gorontalo) (5) |
| AMANE | Negeri yang dikepalai oleh seorang latu (raja) (Melayu Ambon) (5) |
| AMANG | Kotoran yang menyerupai hasil ikutan dari bijih (seperti dari timah); tahi bijih (Geografi dan Geologi); diulang: perbuatan mengancam sambil mengepalkan tangan atau mengacungkan senjata tajam (5) |
| AMATI | Saudara perempuan ayah; bibi atau uak perempuan dari pihak ayah (Arab) (5) |
| AMATO | Ucapan selamat tinggal, selamat jalan (Melayu Ambon) (5) |
| AMBAH | Pertukangan; gerak-gerik yang tidak menyenangkan sebagai ungkapan rasa marah (Melayu Riau); tidak banyak pantang (Minangkabau); diulang: penyakit sampar (Melayu Jakarta) (5) |
| AMBAI | Jaring yang dipasang pada belat dan sebagainya; suku bangsa yang mendiami Pulau Ambai, sebelah selatan Pulau Yapen, Provinsi Papua; upacara mengambil anak angkat pada suku Dayak dengan cara menorehkan dan mempertukarkan darah, dilakukan oleh orang tua kandung dan calon orang tua angkat; diulang: tumbuhan (benalu) yang banyak bunganya; kerubut (Rafflesia hasseltii); ketam yang termasuk suku Coenobitidae, hidup di pantai, jalannya cepat (5) |
| AMBAK | Mengambak; menambak atau menggalang supaya tinggi (5) |
| AMBAL | Penganan khas Tonsea terbuat dari adonan tepung ketan, lemak babi, dan jahe, dibungkus dengan daun, lalu dimasak atau dikukus dalam talang atau buluh; permadani; tikar dari bulu domba atau katun (5) |
| AMBAN | Sarung atau songket yang dililitkan pada pinggang saat memakai baju melayu (Melayu Jambi) (5) |
| AMBAR | Damar yang keras seperti batu yang terdapat di dasar laut dan berbau harum (ada yang berasal dari perut ikan laut); resin fosil yang digunakan dalam perhiasan, zat celup, dan pernis (Kimia); batu ambar; kahrab (Kimia); racun untuk menangkap ikan, dibuat dari akar tumbuhan liar yang ditumbuk di atas batu, lalu dicelupkan ke dalam air pada saat air surut (Karey) (5) |
| AMBAT | Perangkap ikan di sungai yang terbuat dari bambu yang dijalin rapat dengan rotan, ditancapkan di dasar sungai, tingginya harus melebihi permukaan air sungai (Melayu Jambi) (5) |
| AMBAU | Rakit yang dipasang di kiri kanan perahu agar perahu tidak mudah terbalik; pelampung perahu; gandung (5) |
| AMBEK | Watak; tabiat; sifat (Jawa); berwatak (Jawa) (5) |
| AMBEN | Balai-balai (Jawa); tali perut kuda yang terdiri atas bagian dalam dan bagian luar (Jawa) (5) |
| AMBER | Orang yang tidak termasuk rumpun asli Papua (kaum pendatang) seperti orang Bugis, orang Jawa, orang Batak (Papua); barang harum berasal dari perut ikan laut atau dari sebangsa damar (5) |
| AMBET | Bebat bayi; lampin (5) |
| AMBIL | Pegang lalu dibawa, diangkat, dan sebagainya (5) |
| AMBIN | Pakaian yang dikenakan sapi pada saat karapan sebagai simbol kebesaran (Madura); kain (tali dan sebagainya) pengikat anak (barang dan sebagainya) yang digendong (5) |
| AMBIR | Kamar atau bilik yang terdapat di kiri dan kanan badan rumah (5) |
| AMBIS | Tarik dengan keras (Bali); ambisius (kependekan) (5) |
| AMBOI | Kata seru yang menyatakan rasa heran, kasihan, atau kagum; wadah yang terbuat dari tanah liat, berbentuk bulat, pinggirannya memiliki ukiran, digunakan sebagai wadah untuk menyajikan papeda (5) |
| AMBOK | Keranjang dari daging rotan yang dianyam rapat-rapat, berukuran sedang seperti kerucut, digunakan untuk mengangkut padi (Benuaq) (5) |
| AMBON | Ibu kota Provinsi Maluku; suku bangsa yang mendiami daerah Ambon, Maluku; dialek bahasa Melayu yang dituturkan di Kota Ambon, terkenal dengan sebutan Kota Manise (5) |
| AMBUA | Burung gagak yang bersuara merdu (Berik) (5) |
| AMBUH | Embuh; buangan atau tumpukan pasir dan batu pada mesin sedot emas (Dayak) (5) |
| AMBUL | Anjal (5) |
| AMBUR | Kota di India (5) |
| AMDAL | Analisis mengenai dampak lingkungan (akronim) (5) |
| AMEBA | Protozoa tanpa dinding sel, bentuknya selalu berubah, bergerak dengan kaki semu, biasanya hidup di air atau sebagai parasit pada hewan lain (Zoologi); bentuk tidak menetap yang selalu berubah-ubah (seperti binatang amuba yang tidak mempunyai dinding sel) (Zoologi) (5) |
| AMETO | Tali yang terbuat dari tali gaba-gaba yang masih muda, diikat pada ratee (5) |
| AMIAH | Bersifat kebanyakan; pasaran; tidak baku (5) |
| AMIDA | Golongan senyawa bernitrogen yang berkaitan atau diturunkan dari amonia (Kimia) (5) |
| AMIDO | Senyawa aromatik yang mengandung –NH₂, misalnya dalam amidobenzena (Kimia) (5) |
| AMINA | Kumpulan senyawa organik yang mengandung nitrogen (Kimia) (5) |
| AMINO | Bentuk terikat pada istilah kimia organik untuk mengatakan bahwa suatu senyawa mengandung gugus NH₂ yang dicantumkan langsung pada atom karbon (Kimia) (5) |
| AMIUG | Tersebar luas (tentang berita) (Bali) (5) |
| AMMAN | Ibu kota Yordania (5) |
| AMONG | Perhiasan yang dipakai seseorang ketika akan dilantik menjadi ondoafi (5) |
| AMORA | Kota di Portugal (5) |
| AMORF | Tidak mempunyai bentuk atau tidak jelas bentuknya; tidak menghablur dan tidak mempunyai bentuk geometri tertentu (Kimia); tidak memiliki susunan atom (tentang bahan mineral) (Geografi dan Geologi) (5) |
| AMOSI | Bulu pada kelamin laki-laki (Jayawijaya) (5) |
| AMPAH | Kayu-kayu yang ikut hanyut ketika musim banjir (Dayak) (5) |
| AMPAI | Panjang (tinggi) dan ramping; lampai; rotan dan sebagainya untuk menyesah; jari ampai; joran (tongkat) ampai; diulang: binatang laut yang badannya seperti agar-agar berjurai-jurai tepinya; ubur-ubur (Scyphozoa spp.) (5) |
| AMPAK | Padi yang tidak ada isinya (Kimia) (5) |
| AMPAL | Sapi atau kerbau putih dengan tanduk dan kuku berwarna hitam (Bali) (5) |
| AMPAR | Padi yang sudah menguning (Gayo); penyemaian benih padi (Sasak); benih padi (Sasak) (5) |
| AMPAS | Sisa barang yang telah diambil sarinya atau patinya; sisa hasil proses pengolahan bahan galian yang tidak dikehendaki karena sudah tidak mengandung mineral berharga lagi (Mineralogi) (5) |
| AMPAT | Empat; kayu melintang yang menghubungkan tiang jerjak pada atap rumah (Melayu Riau); kipas yang terbuat dari anyaman daun lontar, biasanya digunakan untuk mengipasi perapian atau tungku (Sabu) (5) |
| AMPAU | Ikan pari yang dikeringkan (Benuaq) (5) |
| AMPEK | Sesak napas karena penyakit bengek (asma dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| AMPEL | Buluh (Jawa) (5) |
| AMPEN | Tali kail yang terbuat dari bahan benang (Using) (5) |
| AMPET | Menahan sesuatu agar tidak keluar (seperti napas, kencing) (Jawa); diulang: ramuan tradisional untuk menghentikan diare yang terbuat dari campuran daun jambu biji, air teh, madu, kunyit, dan parutan buah nangka muda (Jawa) (5) |
| AMPIG | Penutup bagian depan dan belakang langit-langit rumah (Sunda) (5) |
| AMPIK | Sarung yang biasa digunakan wanita (Benuaq) (5) |
| AMPIL | Gulungan daun sirih yang akan dikunyah (Sasak) (5) |
| AMPIS | Pembatas kanan kiri jalan agar hewan berjalan lurus menuju jebakan (Melayu Medan) (5) |
| AMPIT | Dapat disusul atau dapat terkejar (Sabu) (5) |
| AMPOG | Penganan yang terbuat dari dedak jagung (Using) (5) |
| AMPOK | Nasi yang bahan dasarnya jagung, ditumbuk halus menjadi tepung, kemudian diberi percikan air sedikit agar lembap dan langsung ditanak, biasanya dimakan dengan parutan kelapa dan ditambah sedikit gula; diulang: secarik kain hitam untuk menutup kemaluan jenazah pada waktu upacara memandikan jenazah (Bali); pakaian tari yang terbuat dari kulit binatang yang diukir, dipulas dengan cat emas, biasanya dipasang pada pinggul penari Bali (5) |
| AMPON | Gelar untuk bangsawan laki-laki keturunan sultan dalam masyarakat adat Aceh (5) |
| AMPOR | Ujung tajam pada tanaman bambu/kayu (5) |
| AMPOS | Keadaan tdk bertenaga; lemas (Jawa) (5) |
| AMPOT | Tudung pengantin laki-laki Mandailing (Batak) (5) |
| AMPUH | Mempunyai kekuatan gaib yang luar biasa: bertuah; sakti (Jawa); manjur; mujarab (Jawa); mempunyai daya pengaruh yang luar biasa (Jawa); banjir; bah; sebak (Minangkabau) (5) |
| AMPUK | Sentali (Megalaima haemacephala indica) (5) |
| AMPUL | Botol kecil tertutup rapat, biasanya mengandung satu dosis atau jumlah tertentu obat untuk sekali penyuntikan (Kedokteran dan Fisiologi); tempat air dan anggur yang dipakai pada waktu misa (Agama Katolik) (5) |
| AMPUN | Pembebasan dari tuntutan karena melakukan kesalahan atau kekeliruan; maaf; kata yang menyatakan rasa heran (kesal) dan sebagainya; bukan main; panggilan untuk raja di daerah Gayo Aceh Tengah (5) |
| AMPUT | Kudapan berupa kedelai sangrai yang dicampur gula ditumbuk halus diayak (Jawa) (5) |
| AMRIK | Amerika Serikat (5) |
| AMRIL | Kertas ampelas (5) |
| AMSAL | Misal; umpama; perumpamaan (5) |
| AMUDI | Kayu untuk menahan ketam/saringan sagu sehingga menghasilkan sari sagu (5) |
| AMUNG | Tempat membawa barang yang terbuat dari kulit atau kain, diletakkan di punggung (Gayo); diulang: ikan laut yang hidup di batuan karang laut dan air payau di perairan tropis dengan kedalaman mencapai 188 m, panjang mencapai 170 cm, berat mencapai 8 kg, tersebar di perairan Indo-Pasifik; ikan kuwe (Caranx ignobilis) (5) |
| ANACO | Kota di Venezuela (5) |
| ANAMI | Apartemen sederhana milik (apartemen yang status penguasaannya adalah hak milik dengan kualitas di atas rusunami, tetapi di bawah apartemen komersial) (akronim) (5) |
| ANAND | Kota di India (5) |
| ANANG | Anakku; gelar kebangsawanan Banjar; kata sapaan terhadap anak atau orang tua laki-laki Banjar (5) |
| ANANI | Hanya memikirkan diri sendiri; egoistis (Arab) (5) |
| ANAPA | Kota di Rusia (5) |
| ANATA | Anda (Jepang) (5) |
| ANAYE | Rambut halus di dekat pelipis; anak rambut (Melayu Ambon) (5) |
| ANBIA | Nabi; para nabi (5) |
| ANCAI | Abai; rusak binasa; porak poranda (Minangkabau); beban pikiran (Melayu Medan); rusak; hancur; binasa (Minangkabau) (5) |
| ANCAK | Tanda batas kepemilikan (misalnya untuk tanah atau rumah) berupa pohon, potongan besi yang ditanam, dan sebagainya (Melayu Medan); talam dibuat dari anyaman (bambu, daun atau lidi nyiur) untuk tempat barang yang disajikan kepada roh (hantu dan sebagainya); para-para; tempat bilah-bilah gamelan (Using); alat yang dibuat dari bilah-bilah kayu yang digunakan untuk alas merontokkan padi di sawah (Using); lahan atau areal dengan batas luas tertentu yang dikerjakan seseorang atau sekelompok pekerja untuk ditanami kelapa sawit; tempat menampung ikan teri mentah yang akan dimasak, terbuat dari rotan atau bambu (Melayu Kep. Riau); diulang: tidak memedulikan baik buruknya, untung ruginya, dan sebagainya (Minangkabau); gila-gilaan; main-main (Minangkabau) (5) |
| ANCAM | Rugi; sulit; susah; celaka (5) |
| ANCAR | Diulang: perkiraan (waktu, tempat, dan sebagainya) untuk melakukan sesuatu (Jawa) (5) |
| ANCOA | Bagaimana (dalam percakapan dengan atau di antara orang Cina) (5) |
| ANCOK | Keringat pada ketiak (Batak) (5) |
| ANCOL | Pantai di Jakarta Utara; tanah yang menjorok ke laut; tanjung; lokasi wisata di bagian utara Jakarta (5) |
| ANCUL | Bunga alang-alang yang merusak pertumbuhan padi (Sunda) (5) |
| ANCUR | Lem yang pada zaman dulu dipakai untuk melekatkan lapisan prada serbuk emas murni pada kain batik, terbuat dari sisik dan tulang ikan (5) |
| ANCUT | Tempat terpencil (Bali) (5) |
| ANDAI | Peristiwa yang dianggap mungkin terjadi; misal; umpama; diulang: nyanyian atau bahasa berirama yang mengandung unsur epos dalam bahasa Melayu Tengahan (Filologi); proses memarafrasakan karya atau tulisan agama Hindu ke dalam bahasa Melayu (Filologi); tetimbai (5) |
| ANDAK | Gulung, susut (5) |
| ANDAL | Dapat dipercaya; memberikan hasil yang sama pada ujian atau percobaan yang berulang (5) |
| ANDAM | Atur; tata; memepat anak rambut bagian depan dan menghiasnya (tentang merias calon pengantin) (Melayu Riau); kurung, pingit (5) |
| ANDAN | Orang yang putih kulitnya karena lapisan kulitnya tidak mengandung atau kekurangan zat warna tubuh (pigmen); bulai; berkerabat (bersanak) dekat karena perkawinan, bukan karena hubungan darah (Minangkabau); diulang: dua atau lebih tiang yang digunakan sebagai tempat jemuran (Jawa) (5) |
| ANDAP | Bawah, kurang; rendah (5) |
| ANDAR | Urai (Jawa) (5) |
| ANDEK | Batas akhir (untuk apa saja) (Madura) (5) |
| ANDEM | Batu yang diberi tali sebagai pemberat jaring agar ketika ditebarkan di laut tidak berpindah tempat; jangkar batu (Jawa) (5) |
| ANDER | Balok penyangga bubungan rumah (Using) (5) |
| ANDES | Pegunungan Amerika Selatan yang membentang di sepanjang pantai barat dari Panama ke Tierra del Fuego (5) |
| ANDIK | Anak didik (akronim/Pramuka) (5) |
| ANDIL | Bagian modal dalam perusahaan; saham; sero; jasa, usaha, atau bantuan (berupa uang, tenaga, dan sebagainya) yang diberikan (5) |
| ANDIR | Mencari air untuk keperluan pertanian (Sunda); kerutan karena usia, misalnya pada wajah dan tangan (Batak) (5) |
| ANDOI | Lagu rakyat kabupaten Kutai, dinyanyikan secara bersama oleh pria dan wanita pada siang hari, juga merupakan tari untuk menyambut tamu (Musik) (5) |
| ANDOK | Berhenti untuk duduk-duduk; menghabiskan waktu; bercengkerama (Jawa) (5) |
| ANDUH | Ikat; mengikat; kain yang digunakan untuk mengikat tangan yang cedera (patah, retak, dan sebagainya) (5) |
| ANDUN | Pergi (ke); pergi melaut berhari-hari untuk mencari ikan (5) |
| ANDUR | Kereta beroda dua yang ditarik oleh kerbau (5) |
| ANEHE | Mengenal seseorang atau sesuatu dengan sangat baik (Nias) (5) |
| ANEKA | Berbagai; berjenis-jenis; banyak (macamnya, ragamnya) (5) |
| ANFAL | Keadaan kritis karena serangan penyakit mendadak (Kedokteran dan Fisiologi/Belanda) (5) |
| ANFAS | Sangat bernilai tinggi (Arab) (5) |
| ANGAD | Angkutan Angkatan Darat (akronim) (5) |
| ANGAH | Kata sapaan terhadap saudara ayah atau ibu nomor tiga tertua (Banjar); kata sapaan terhadap saudara ayah atau ibu nomor dua tertua (5) |
| ANGAI | Menjemur pakaian dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh (5) |
| ANGAN | Pikiran; ingatan; maksud; niat; diulang: pikiran; ingatan; cita-cita; maksud; niat; gambaran dalam ingatan; harapan sendiri dalam ingatan; khayal; proses berpikir yang dipengaruhi oleh harapan-harapan terhadap kenyataan yang logis (5) |
| ANGAU | Terbayang atau terkenang kepada seseorang, terutama apabila dilamun cinta (Melayu Riau) (5) |
| ANGEL | Kesepian (tentang orang tua yang ditinggal anak-anaknya) (Melayu Riau); sukar; sulit (Jawa); malaikat; bidadari (Inggris) (5) |
| ANGGA | Tanduk rusa (5) |
| ANGGI | Nasi yang diolah dengan campuran rempah-rempah dan sayuran, rasanya enak dan wangi, biasa dibuat pada saat tertentu saja, misalnya pernikahan atau sunatan (Jawa); ibu kota Kabupaten Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat; sebutan untuk dua danau yang berdekatan di Pegunungan Arfak, Kabupaten Manokwari, Papua Barat (5) |
| ANGGO | Jenis kunyit hutan (Abrap); pembakaran barang-barang tertentu, khususnya sisa-sisa binatang yang tertangkap, untuk inisiasi anak laki-laki dalam upacara penyembelihan babi keramat atau upacara perkawinan (Muyu); lagu tradisional yang berisikan puji-pujian dan sanjungan yang berfungsi sebagai pelajaran pembentukan watak kepahlawanan (Tolaki) (5) |
| ANGGU | Jaring kecil berkerangka menyegi empat untuk menangkap ikan berukuran kecil (Madura) (5) |
| ANGIK | Menggilas kuntum padi dan diambil bijinya, biasanya untuk benih (Jawa) (5) |
| ANGIN | Gerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah; hawa; udara; kentut; kesempatan; kemungkinan (kiasan); hampa; kosong (kiasan); kecenderungan yang agak menggembirakan (kiasan); bayu; pawana; diulang: kabar yang belum tentu kebenarannya; gelagat yang menyatakan bahwa sesuatu akan terjadi (kiasan); tidak tetap pendiriannya (5) |
| ANGIT | Berbau seperti kerak terbakar (5) |
| ANGKA | Tanda atau lambang sebagai pengganti bilangan; nomor; nilai (kepandaian, prestasi, dan sebagainya); anggap; sangka; diulang: hitungan dengan angka; bilangan; perangkaan (5) |
| ANGKE | Ikan nuri-nuri; nama kelurahan yang dulunya bernama Kampungbebek berada di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat yang berasal dari bahasa Cina "ang" yang artinya darah dan "ke" yang artinya bangkai, berkaitan dengan peristiwa pembunuhan ribuan penduduk Tionghoa yang dibunuh oleh Belanda dimana mayat-mayatnya banyak bergelimpangan dimana-mana dan banyak diantaranya yang hanyut ke Kali Angke (5) |
| ANGKI | Terbang tinggi berkeliling sambil mengintai (tentang elang) (Batak); tua dan keras (tentang jagung) (Muna) (5) |
| ANGKO | Datar dan luas (tentang permukaan danau, laut, dan sebagainya) (Batak) (5) |
| ANGKU | Mamak (dari pihak ibu); paman; kakek; kata sapaan kepada orang yang patut dihormati (Minangkabau) (5) |
| ANGLA | Angkutan laut (akronim) (5) |
| ANGLO | Tungku kecil dengan arang sebagai bahan bakarnya (5) |
| ANGON | Menggembala (5) |
| ANGOP | Kantor berita Angola; perihal (perbuatan) mengangakan mulut dengan menarik dan mengeluarkan napas karena mengantuk; kuap (5) |
| ANGOT | Sakit lagi; kambuh; sakit gila (mengacau dan sebagainya) (5) |
| ANGSA | Soang (Cygnus spp.) (5) |
| ANGSU | Ambil air; angkut air (dari sumur dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| ANGUR | Lebih baik ... daripada; biarlah; remak (Jawa) (5) |
| ANGUS | Sapi yang warna kulitnya hitam, tidak berpunuk dan bertanduk, pertama kali dikembangkan di Skotlandia, tubuhnya agak pendek tetapi gerakannya lincah dan aktif, serat dagingnya padat dan halus, berat jantan dewasa bisa mencapai 1 ton atau lebih (5) |
| ANGUT | Lelap (5) |
| ANIAN | Pemidangan dari kayu tempat memasang lungsin (pada perkakas tenun); ani (5) |
| ANIDO | Orang yang suka keluar rumah pada malam hari (5) |
| ANILA | Tokoh kera dalam pewayangan (5) |
| ANIME | Animasi atau kartun khas Jepang (5) |
| ANIMO | Hasrat dan keinginan yang kuat untuk berbuat, melakukan, atau mengikuti sesuatu; semangat (5) |
| ANING | Diulang: lebah madu berukuran besar, tubuh berwarna cokelat kehitaman sampai hitam, mempunyai cincin melingkar berwarna putih pada bagian abdomen, hidup berkelompok dalam jumlah besar, sarang besar menggantung pada dahan pohon atau tebing bebatuan, produktif menghasilkan madu, tersebar di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan (Apis dorsata) (5) |
| ANION | Ion yang bermuatan negatif, dapat ditarik oleh elektrode positif di dalam peristiwa elektrolisis, misalnya Cl (Kimia) (5) |
| ANJAK | Penyakit bayi yang diiringi sawan (5) |
| ANJAL | Lentur; elastis; jarum kecil dari bambu (Batak); selalu pergi, tidak betah di satu tempat (Jawa) (5) |
| ANJAN | Tangga yang pijakannya berupa potongan kayu atau bambu yang disusun berjejer dan melintang (Melayu Belitung) (5) |
| ANJAR | Kota di India (5) |
| ANJAT | Tas berbentuk bundar, digendong di punggung, hasil kerajinan rotan suku Dayak di Kalimantan Timur (5) |
| ANJER | Batang kayu atau bambu yang ditancapkan sebagai penanda ditempatkannya jebakan rajungan atau ketam (Jawa) (5) |
| ANJIK | Menganjik; memasukkan benang ke dalam lubang jarum untuk menjahit, baik menjahit dengan menggunakan mesin maupun menjahit dengan tangan (Minangkabau) (5) |
| ANJIR | Terusan; saluran (air); kanal; pohon (Facus carica) (Parsi); penanda letak jebakan rajungan, biasanya berupa sebatang kayu atau balok yang diberi warna mencolok (Jawa) (5) |
| ANJOK | Rak bertingkat dari kayu, bambu, dan sebagainya untuk meletakkan barang-barang keperluan memasak, buah-buahan, biji-bijian, dan sebagainya (Melayu Riau) (5) |
| ANJUL | Batu karang yang besar (Jawa) (5) |
| ANJUN | Orang yang pekerjaannya membuat barang gerabah (Sunda) (5) |
| ANJUR | Tonjol; maju; tarik; hela; ganjur (5) |
| ANKER | Anak kereta; penumpang kereta rel listrik yang menggunakan moda transportasi tersebut setiap hari untuk bekerja dan sebagainya; jangkar (Belanda) (5) |
| ANKLE | Pergelangan kaki (Inggris) (5) |
| ANKUM | Atasan yang berhak menghukum (akronim) (5) |
| ANNAM | Pegunungan yang membentang melewati Laos dan Vietnam (5) |
| ANNAS | Surah ke-114 atau surah terakhir dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (5) |
| ANNUR | Surah ke-24 dalam Alquran (5) |
| ANODE | Bagian yang bermuatan positif dan bertugas untuk menarik elektron negatif dari katode; elektrode positif (Fisika) (5) |
| ANOMI | Perilaku tanpa arah dan apatis; keadaan masyarakat yang ditandai oleh pandangan sinis (negatif) terhadap sistem norma, hilangnya kewibawaan hukum, dan disorganisasi hubungan antarmanusia (Antropologi); gejala ketidakseimbangan psikologis yang dapat melahirkan perilaku menyimpang dalam berbagai manifestasi (Psikologi) (5) |
| ANORA | Film terbaik peraih Oscar 2025 (5) |
| ANQIU | Kota di Cina (5) |
| ANSAI | Mengeringkan baju atau kain dengan cara digantung tanpa terkena panas matahari secara langsung, misalnya di bawah atap (Melayu Belitung) (5) |
| ANSAR | Pembantu; penyokong; penolong; para pembantu perjuangan atau sahabat Nabi Muhammad saw. dari kalangan penduduk Madinah setelah Beliau hijrah dari Makkah ke Madinah (Agama Islam) (5) |
| ANSIS | Analisis sistem (akronim) (5) |
| ANTAH | Gabah (yang terdapat pada beras atau nasi); orang yang tidak berguna (dalam masyarakat); sesuatu yang kurang baik (kiasan); batu-batuan yang tercampur dengan padi (Melayu Kalimantan) (5) |
| ANTAN | Alat untuk menumbuk padi dan sebagainya yang dibuat dari kayu; alu; lenjing; menimbang ayam, itik, dan sebagainya dengan menggunakan tangan (Batak); diulang: bilah yang digunakan untuk menembakkan peluru yang ada dalam mainan bedil buluh (5) |
| ANTAP | Padat; berat (tentang bobot, timbangan); tenang (tidak cerewet dan sebagainya); diam (Minangkabau) (5) |
| ANTAR | Bawa; kirim; diulang: tongkat (kayu) untuk memadatkan isi (5) |
| ANTEK | Orang (negara) yang diperalat atau dijadikan pengikut orang (negara) lain; kaki tangan; budak (Jawa) (5) |
| ANTEM | Antitembam (akronim); berantem; berkelahi; bertengkar; bertinju (5) |
| ANTEP | Percaya; setia (5) |
| ANTER | Diulang: sangat lambat (tentang suara) (5) |
| ANTIH | Pintal (5) |
| ANTIK | Kuno, tetapi tetap bernilai sebagai hasil karya seni atau benda budaya (tentang barang-barang); perilaku, sifat, penampilan, dan sebagainya yang tidak seperti biasanya (tentang orang) (kiasan); batu kecil seberat sekitar 0,5 kg yang diikat pada jaring sebagai pemberat (Jawa) (5) |
| ANTIL | Tanggul di pinggir jalan setapak (Jawa) (5) |
| ANTIP | Gunting kuku (5) |
| ANTOK | Selubung pada jantung pisang (Jawa); benda (kayu dan sebagainya) tipis yang ditempelkan pada sambungan (kusen, belandar, dan sebagainya) agar kuat dan tidak mudah goyang (Jawa) (5) |
| ANTOL | Tongkat kayu sebagai penopang delman atau keretek atau kahar saat berhenti (Sunda) (5) |
| ANTON | Topeng yang bentuknya menyeramkan (Jawa) (5) |
| ANTOP | Serdawa (5) |
| ANTOR | Bunyi yang keluar dari kerongkongan (biasanya apabila masuk angin atau sesudah makan kenyang) (5) |
| ANTRE | Berdiri berderet-deret ke belakang menunggu untuk mendapat giliran (membeli karcis, mengambil ransum, membeli bensin, dan sebagainya; antrean (5) |
| ANTUI | Pohon yang kayunya berwarna keputih-putihan, digunakan untuk pembuatan rumah sementara karena cepat lapuk, kulit kayu sebelah dalam sangat kuat dan dapat dibuat tali (Cyathocalyx bancanus) (5) |
| ANTUK | Bentur (5) |
| ANTUL | Mengantul; melambung kembali (seperti bola jatuh); memantul; melenting (5) |
| ANTUN | Serba rapi (apik, bagus) (5) |
| ANTUS | Mengambil sesuatu dengan cara menyentak dengan keras (Gayo) (5) |
| ANUAL | Tahunan; buku, majalah, atau laporan yang diterbitkan setahun sekali; buku tahunan (5) |
| ANUMA | Tumbuhan liar di hutan, berbatang tegak, berwarna hijau kecokelatan, daunnya berbentuk oval lonjong, ujung meruncing, tepi bergerigi, daunnya digunakan sebagai obat demam (Artemisia annua) (5) |
| ANYAM | Cara menganyam; corak menganyam (5) |
| ANYAR | Baru (Jawa) (5) |
| ANYEH | Minyak goreng (Bahau) (5) |
| ANYEL | Mengkal (hatinya); mendongkol (Jawa) (5) |
| ANYIR | Berbau seperti bau ikan; amis; anak yang masih kecil, belum dapat diajak berunding (kiasan/Minangkabau) (5) |
| AODAI | Pakaian wanita khas Vietnam terdiri atas setelan celana longgar dengan atasan tunik sebetis, berbelahan sisi, dan berlengan panjang (5) |
| AONLA | Kota di India (5) |
| AORTA | Batang nadi (pembuluh nadi yang besar) yang pangkalnya terletak pada bilik kiri jantung (5) |
| APAAN | Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan tindakan, tanpa mengharapkan jawaban (5) |
| APANG | Penganan ringan yang terbuat dari terigu dengan campuran santan dan gula, dimasak dengan cara dibakar, dan biasanya disajikan pada upacara pernikahan (5) |
| APATI | Ketiadaan perasaan; emosi, minat; sikap tidak acuh; sikap masa bodoh (5) |
| APAYA | Ajaran agama Buddha terkait kehidupan yang sengsara, terdiri atas alam neraka, alam setan, alam binatang, dan alam raksasa (asura); alam rendah (Agama Buddha) (5) |
| APEAN | Rumput (alang-alang) yang telah kering (Batak); daun-daun yang tergantung layu di batangnya (Batak) (5) |
| APERD | Agen penjual efek reksa dana (singkatan) (5) |
| APING | Nama panggilan bayi perempuan sebelum bayi tersebut diberi nama oleh orang tuanya (5) |
| APION | Gasing (5) |
| APLIT | Batuan beku intrusif dengan komposisi sederhana, berbutir halus kurang dari 2 milimeter, berwarna terang (Geografi dan Geologi) (5) |
| APLUS | Bergilir (tentang orang yang bertugas, berkawal, dan sebagainya) (5) |
| APNEA | Hal terhentinya pernapasan secara tiba-tiba (Kedokteran dan Fisiologi); gangguan pernapasan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang dalam keadaan tidur (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| APOGE | Titik pada garis edar bulan atau satelit bumi lain yang terjauh dari bumi (Meteorologi) (5) |
| APOLO | Penggemburan tanah di kebun (5) |
| APOMU | Kota di Nigeria (5) |
| APOPA | Kota di El Salvador (5) |
| APRIL | Bulan ke-4 tarikh Masehi (5) |
| APRIT | Kabur; lari (Melayu Jakarta) (5) |
| APRON | Pelataran yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, mengisi bahan bakar, atau sebagai tempat parkir dan perawatan pesawat; pelataran pesawat; bagian panggung yang berada di depan prosenium (Kesenian); celemek; penghalang yang dipasang pada sisi kiri kanan ujung ban berjalan, terbuat dari pelat logam, papan, atau karet untuk mencegah agar material tidak berceceran (Metalurgi) (5) |
| APTER | Aparat/aparatur teritorial (akronim) (5) |
| APULA | Lapisan kulit luar buah kenari yang berwarna hitam dan telah membusuk (Alune) (5) |
| APUNG | Mengapung; mengambang; terkatung-katung di permukaan air (tidak tenggelam); mengawang (di udara); diulang: sesuatu yang terapung-apung di permukaan air atau yang dapat ditempatkan di air dan tidak tenggelam (seperti kayu di laut, pelampung); badan baling-baling (semacam baling-baling kecil yang dipasang di bagian ujung topdal yang ditarik) yang akan berputar selama kapal melaju dan putarannya diteruskan ke roda penerus serta ke piringan penunjuk jarak (Pelayaran) (5) |
| APWIL | Aparatur wilayah (akronim) (5) |
| AQABA | Kota di Yordania (5) |
| ARAMA | Rumah ibadah umat Buddha yang lebih besar daripada wihara, memiliki beberapa sarana dan prasarana yang lengkap (Agama Buddha) (5) |
| ARAME | Rumput laut cokelat yang digunakan dalam masakan Jepang (5) |
| ARANG | Bahan bakar yang hitam warnanya dibuat atau terjadi dari bara kayu dan sebagainya yang dipengap; kayu (tempurung kelapa, dan sebagainya) yang telah hangus terbakar; mulut (Minangkabau) (5) |
| ARARO | Langit-langit mulut (Nias) (5) |
| ARASY | Takhta Tuhan; surga yang tertinggi tempat takhta Tuhan (5) |
| ARAXA | Kota di Brasil (5) |
| ARBAB | Rebab (Arab) (5) |
| ARBEI | Tanaman dan buah stroberi (Fragaria vesca) (5) |
| ARBOR | Struktur lanskap atau taman yang dihiasi tanaman merambat, biasanya untuk berteduh atau memberikan aksen pada taman (5) |
| ARCAS | Roket penduga (5) |
| ARCOT | Kota di India (5) |
| ARDOK | Arsip dokumentasi (akronim) (5) |
| AREAL | Bersangkutan dengan area (5) |
| AREMA | Tim kesebelasan kebanggaan warga Malang; nama depan klub sepak bola profesional dari Malang yang berjuluk ”Singo Edan” (5) |
| ARENA | Gelanggang; bidang (yang menjadi tempat bersaing, berjuang, dan sebagainya) (kiasan); area pertunjukan terbuka di tengah auditorium, teater melingkar (Kesenian) (5) |
| ARENG | Jaring atau jala untuk menangkap rusa dan lain-lain (Aceh); bagian terlebar pada mata keris (Aceh) (5) |
| ARETA | Keberanian dan kebajikan yang dimiliki seseorang yang menyebabkan dia dihormati oleh orang lain (5) |
| ARGOL | Tartar yang mengendap pada peragian anggur (5) |
| ARGON | Gas mulia yang terdapat dalam atmosfer, tidak berwarna dan tidak berbau, biasa digunakan untuk mengisi bola lampu listrik; unsur kimia nonlogam dengan nomor atom 18, lambang Ar, dan bobot atom 39,948 u (5) |
| ARGOT | Bahasa dan perbendaharaan kata yang bersifat rahasia dari suatu kelompok orang, misalnya bahasa para pencopet (Linguistik) (5) |
| ARHIR | Tulang tengah di bagian dalam hidung, pembatas lubang kanan dan kiri (Kur) (5) |
| ARHUS | Kota di Denmark (5) |
| ARIAH | Pohon yang buahnya dihibahkan untuk orang fakir selama satu tahun (tentang zakat) (5) |
| ARICA | Kota di Chili (5) |
| ARIEL | Satelit planet Uranus yang berpermukaan paling cemerlang berupa kawah dan lembah, diduga mengandung material es dan batuan dengan persentase kurang lebih sama, memiliki siklus musim ekstrem karena mengorbit dan berotasi di bidang khatulistiwa Uranus dan hampir tegak lurus terhadap orbit Uranus (Astronomi); vokalis grup band Noah (5) |
| ARIES | Rasi bintang di belahan langit utara khatulistiwa (Astronomi); zodiak pertama yang digambarkan dengan domba jantan sebagai lambang bagi orang yang lahir antara tanggal 21 Maret s.d. 19 April; Mesa; Hamal (Astrologi) (5) |
| ARING | Jebakan untuk menangkap kijang; berbau seperti air kencing; pesing; ukiran pada pangkal mata keris (5) |
| ARISH | Kota di Mesir (5) |
| ARJER | Membuang ludah saat menyirih (Karey) (5) |
| ARKUS | Bentuk awan tambahan, berupa gulungan mendatar, tebal, dengan ujung-ujungnya seperti perca, terletak di bagian bawah awan tertentu dan terlihat seperti busur yang gelap ketika meluas (Hidrometeorologi) (5) |
| ARLES | Kota di Prancis (5) |
| ARMED | Artileri medan (akronim) (5) |
| ARMEL | Arab Melayu (akronim) (5) |
| ARMOS | Sangat renyah (tentang irisan buah, umbi, atau kerupuk) (Madura) (5) |
| ARNAB | Kelinci (5) |
| ARNAL | Tusuk kundai (5) |
| ARNIS | Olahraga bela diri dari Filipina yang menggunakan tongkat rotan sebagai senjata (5) |
| AROMA | Bau-bauan yang harum (yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau akar-akaran); bahan pewangi makanan atau minuman; bersifat atau mengandung hal tertentu (kiasan) (5) |
| ARONA | Kota di Spanyol (5) |
| ARPUS | Damar untuk menguatkan tali, seperti tali penggesek biola (5) |
| ARRAH | Kota di India (5) |
| ARSAP | Daun pisang yang telah layu dan batangnya meliuk ke bawah (Batak) (5) |
| ARSEN | Arsenik; unsur nonlogam dengan nomor atom 33, berlambang As, dan bobot atom 74,9216 u (5) |
| ARSIK | Masakan yang dibuat dari daging atau ikan yang dibumbui sambal dan asam potong, direbus hingga kuahnya kering (Batak) (5) |
| ARSIP | Dokumen tertulis (surat, akta, dan sebagainya), lisan (pidato, ceramah, dan sebagainya), atau bergambar (foto, film, dan sebagainya) dari waktu yang lampau, disimpan dalam media tulis (kertas), elektronik (pita kaset, pita video, disket komputer, dan sebagainya), biasanya dikeluarkan oleh instansi resmi, disimpan dan dipelihara di tempat khusus untuk referensi; tempat penyimpanan berkas (program atau data) sebagai cadangan; dokumentasi penerbitan pers yang berisikan guntingan-guntingan surat kabar, bahan-bahan referensi, dan foto (Ilmu Komunikasi) (5) |
| ARSIR | Garis-garis kecil sejajar berbayang (5) |
| ARSIS | Tekanan suara naik (Sastra); suku kata yang mendapat tekanan pada suatu kaki sajak (Sastra) (5) |
| ARTEM | Kota di Rusia (5) |
| ARTIA | Hari pertama setiap bulan dalam penanggalan Batak Karo dan Batak Toba (Batak) (5) |
| ARTIS | Ahli seni; seniman, seniwati (seperti penyanyi, pemain film, pelukis, pemain drama) (5) |
| ARUAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; gabus; boga; kapuran; kocelan (Channa striata) (5) |
| ARUBA | Negara bagian Belanda yang terletak di pulau Karibia, beribu kota Oranjestad; pulau Antillen Kecil sepanjang 33 km di Laut Karibia sebelah selatan, terletak 27 km sebelah utara pesisir Venezuela (5) |
| ARUDA | Terna tegak yang berdaun lebat, baunya keras, tinggi hingga 1,5 m, sering dibudidayakan karena berguna sebagai obat; inggu (Ruta angustifolia) (5) |
| ARUJA | Kota di Brasil (5) |
| ARUNA | Fajar (Sanskerta) (5) |
| ARUNG | Jalan; lintas; jelajah (5) |
| ARWAH | Jiwa orang yang meninggal; roh; semangat (kiasan) (5) |
| ARWER | Buah salak yang masih kecil (Kur) (5) |
| ARZAK | Permata yang indah warnanya (5) |
| ASABA | Kota di Nigeria (5) |
| ASADA | Hari raya umat Buddha yang jatuh pada bulan Asada saat purnama sidi untuk memperingati khotbah pertama Buddha (Agama Buddha); bulan ke-7 tahun tahun Buddhis (bulan Juni-Juli tahun Masehi) (5) |
| ASAHI | Penganan yang terbuat dari ubi jalar, dicampur dengan tepung terigu dan pewarna makanan, kemudian dibakar (Tata Boga/Bugis) (5) |
| ASAKA | Kota di Jepang dan Uzbekistan (5) |
| ASALI | Bersifat asal (Arab); berasal; berbangsa (Arab); preferensi sebelum diset yang digunakan oleh program untuk kembali ke posisi semula (Komputer dan Teknologi Informasi/Arab) (5) |
| ASANA | Sikap kaki yang berbeda-beda menurut dewa yang diwujudkan (Arkeologi); tempat duduk, misalnya singgasana, yogasana (Arkeologi); pose; gerakan (5) |
| ASARI | Rumah adat yang dindingnya terbuat dari pelepah nipah, atapnya dari gaba-gaba (Hitu) (5) |
| ASASI | Bersifat dasar; pokok (5) |
| ASBAK | Tempat abu rokok (5) |
| ASBES | Serat mineral yang dapat digunakan dalam berbagai ragam industri, bersifat tahan panas, dan tidak mudah menjadi abu apabila terbakar (5) |
| ASBUN | Asal bunyi (sebutan untuk perilaku asal berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu) (akronim) (5) |
| ASBUT | Campuran asap dan kabut (Fisika) (5) |
| ASCUN | Asap racun (akronim) (5) |
| ASDOS | Asisten dosen (akronim) (5) |
| ASEAN | Organisasi negara-negara Asia Tenggara; dari Association of Southeast Asian Nations (akronim/Inggris) (5) |
| ASESE | Bersetuju; bermufakat (5) |
| ASESI | Orang atau pihak yang dinilai (5) |
| ASFAL | Hina; rendah (Arab); terendah (Arab); aspal (5) |
| ASFAR | Kuning (Arab) (5) |
| ASIAN | Bernasib baik; beroleh untung; mujur dalam berdagang; manjur (tentang obat); orang Asia (Inggris) (5) |
| ASIDE | Tokoh yang berbicara langsung dengan menghadap kamera, seolah sedang berbicara pada penonton (Perfilman) (5) |
| ASING | Aneh; tidak biasa; belum biasa; kaku; datang dari luar (negeri, daerah, lingkungan); tersendiri; terpisah sendiri; terpencil; lain; berlainan; berbeda (5) |
| ASIRI | Mudah menguap pada temperatur yang relatif rendah; volatil (5) |
| ASITA | Asosiasi perusahaan perjalanan wisata Indonesia; dari Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (singkatan) (5) |
| ASKAR | Laskar (5) |
| ASKES | Asuransi Kesehatan (BUMN yang bergerak di bidang asuransi kesehatan, sejak 1 Januari 2014 berganti nama menjadi BPJS Kesehatan) (akronim) (5) |
| ASKET | Orang yang menjalani asketisisme; pertapa; aulia (5) |
| ASKON | Bunga karang yang berpori-pori di dalam dinding tubuh dan bermuara langsung dalam paragaster (Zoologi) (5) |
| ASKOT | Syal lebar yang dililitkan pada bagian leher di bawah dagu, dapat dibentuk menyerupai dasi, lilit penuh dan sebagainya (Tata Busana) (5) |
| ASLOG | Asisten logistik (akronim) (5) |
| ASMAT | Suku bangsa yang mendiami daerah Asmat, Provinsi Papua Selatan; kabupaten di Provinsi Papua Selatan, ibu kotanya Agats (5) |
| ASNAD | Penyokong; bukti; nas (5) |
| ASOKA | Bunga yang berfungsi sebagai astringent yang membantu meredakan stres sekaligus menenangkan otot rahim (5) |
| ASONG | Jual dengan menyodor-nyodorkan (5) |
| ASOPS | Asisten operasi (akronim) (5) |
| ASPAL | Campuran hidrokarbon alam yang amorf, berwarna cokelat hitam dan berupa zat padat atau setengah padat yang dihasilkan dari minyak bumi dengan suhu pembakaran tinggi; asli tetapi palsu (sebutan untuk segala hal atau benda palsu yang tampak persis seperti asli) (akronim) (5) |
| ASPEK | Tanda; sudut pandangan; pemunculan atau penginterpretasian gagasan, masalah, situasi, dan sebagainya sebagai pertimbangan yang dilihat dari sudut pandang tertentu; kategori gramatikal verba yang menunjukkan lama dan jenis perbuatan (Linguistik) (5) |
| ASPEL | Tusuk sanggul dari logam berbentuk seperti garpu (Sunda) (5) |
| ASPRI | Asisten pribadi (akronim) (5) |
| ASRAR | Rahasia (Arab) (5) |
| ASROK | Tempat memarkir perahu di bibir sungai, biasanya ditambatkan pada pohon atau batang kayu (Jawa) (5) |
| ASROT | Asisten sorot (orang yang membantu menayangkan dan mengoperasikan bahan presentasi atau bahan rapat) (akronim) (5) |
| ASSEN | Kota di Belanda; sirkuit di Belanda (5) |
| ASSIS | Kota di Brasil (5) |
| ASTAS | Penganan tradisional masyarakat Kur, terbuat dari buah sukun yang dibakar, lalu setelah kulitnya dikupas, dagingnya diiris tipis-tipis dan dijemur, biasa dimakan dengan isi kenari dan parutan kelapa (Kur) (5) |
| ASTEK | Asuransi sosial tenaga kerja (akronim) (5) |
| ASTER | Tumbuhan yang berasal dari Amerika Utara, termasuk suku Compositae, warna bunganya merah, kuning, ungu, putih, atau merah muda (Aster corvifollus); tumbuhan (tanaman hias) yang berasal dari Amerika Utara (5) |
| ASTRA | Bintang; benda angkasa (Yunani) (5) |
| ASUAN | Ikan payau atau laut, berwarna dasar hitam bergaris putih, posisi mata jauh di bagian atas dari mulut, panjang mencapai 90 cm, berat mencapai 9,6 kg, umur mencapai 22 tahun, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 5–30 m, tersebar di perairan Kepulauan Ryukyu (Lethrinus miniatus) (5) |
| ASUNG | Hasut (Minangkabau); mengasung; menghasut; membangkitkan marah dan dendam; memberikan (5) |
| ASURA | Makhluk supranatural dalam mitologi Hindu-Buddha, melambangkan segala sesuatu yang berlawanan dengan dewa (5) |
| ASWAD | Hitam (Arab) (5) |
| ASWAN | Kota di Mesir (5) |
| ASYIK | Dalam keadaan sibuk (melakukan sesuatu dengan gemarnya); sangat terikat hatinya; penuh perhatian; senang; berahi; cinta kasih; sangat suka (gemar); orang yang menetapkan renungan dan pandangan rohaninya kepada Allah Swt. karena didorong oleh rasa cinta kepada-Nya dan tidak takut lagi akan kematian (Tasawuf) (5) |
| ASYUT | Kota di Mesir (5) |
| ATAMA | Kepala (Jepang) (5) |
| ATANI | Kota di Nigeria (5) |
| ATASE | Ahli yang diperbantukan pada kedutaan untuk mengurus (mewakili) suatu bidang (5) |
| ATEIS | Orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan (5) |
| ATELA | Pakaian berwarna hitam putih yang dikenakan oleh para abdi dalem di keraton Yogyakarta (Jawa) (5) |
| ATHAN | Atase pertahanan (akronim) (5) |
| ATIKA | Para-para untuk meletakkan peralatan masak dan makan di dapur (Piliana) (5) |
| ATITA | Masa lampau; masa lalu (Sanskerta) (5) |
| ATLAS | Buku yang berisi peta bumi; jenis sutra yang halus dan berkilat pada satu sisi; satin; antelas; ruas tulang leher yang teratas (5) |
| ATLET | Olahragawan, terutama yang mengikuti perlombaan atau pertandingan (kekuatan, ketangkasan, dan kecepatan) (5) |
| ATMAN | Atma; jiwa; nyawa; roh (5) |
| ATMIL | Atase militer (akronim) (5) |
| ATONI | Suku bangsa yang mendiami pedalaman Pulau Timor bagian barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (5) |
| ATORI | Suku bangsa yang mendiami daerah pedalaman Kepala Burung, Provinsi Papua (5) |
| ATOWA | Gendering yang bagian kayunya dibuat dari kayu ringan agar mudah dibawa, tutupnya dibuat dari selaput kulit biawak, digunakan untuk menghormati tamu (5) |
| ATTIN | Surah ke-95 dalam Al-Qur'an (Agama Islam) (5) |
| ATTUR | Kota di India (5) |
| ATUNG | Diulang: teratung-atung; terkatung-katung (5) |
| AUCHI | Kota di Nigeria (5) |
| AUDIO | Bersifat dapat didengar; alat peraga yang bersifat dapat didengar (misalnya radio) (5) |
| AUDIT | Pemeriksaan pembukuan tentang keuangan (perusahaan, bank, dan sebagainya) secara berkala; pengujian efektivitas keluar masuknya uang dan penilaian kewajaran laporan yang dihasilkannya; pemeriksaan terhadap peralatan, program, aktivitas, dan prosedur untuk menentukan efisiensi dari kinerja keseluruhan sistem terutama untuk menjamin integritas dan keamanan data (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| AUKSI | Tata cara perdagangan sekuritas atas dasar diskonto untuk menentukan harga jadi tawaran tertinggi sampai terendah (Keuangan) (5) |
| AULIA | Orang suci; wali (5) |
| AUMAN | Bunyi aum (5) |
| AUNTY | Tante (Inggris) (5) |
| AURAL | Bersangkutan dengan telinga atau indra pendengaran (5) |
| AURAT | Bagian badan yang tidak boleh kelihatan (menurut hukum Islam); kemaluan; organ untuk mengadakan perkembangbiakan (5) |
| AURUM | Logam mulia kuning dan mulur; unsur dengan nomor atom 79, lambang Au, dan bobot atom 196,9665; emas; kencana (Kimia) (5) |
| AUTAD | Anggapan tentang adanya empat orang yang sangat alim dan saleh, masing-masing menempati empat penjuru dunia, yaitu timur, barat, utara, dan selatan (Agama Islam) (5) |
| AUTIS | Penderita autisme (5) |
| AVADI | Kota di India (5) |
| AVARE | Kota di Brasil (5) |
| AVGAS | Bahan bakar untuk pesawat terbang bukan jet (5) |
| AVILA | Kota di Spanyol (5) |
| AVTUR | Bahan bakar untuk pesawat terbang turbin gas yang batas titik didihnya sekitar 150°C (5) |
| AWAKE | Bangun (Inggris) (5) |
| AWANG | Kata sapaan kepada orang laki-laki; kata sapaan kepada anak muda (terutama anak sulung); naik tinggi-tinggi; berjalan di awang-awang; melangit; merambang; merawak; mengawur; diulang: ruang di atas bumi; angkasa (5) |
| AWARD | Penghargaan, hadiah (Inggris) (5) |
| AWINI | Tali anjat, terbuat dari rautan rotan halus yang dianyam (Basap) (5) |
| AWOTA | Mempererat tali silaturahmi, rasa persaudaraan, dan kebersamaan dengan orang lain sehingga dapat menyatu dengan semua kalangan (Gorontalo) (5) |
| AWSIM | Kota di Mesir (5) |
| AWUHU | Nelayan penangkap ikan-ikan besar (Gorontalo) (5) |
| AWUTA | Permainan menyerupai congkak yang dimainkan dengan melubangi tanah, dilakukan untuk menghibur orang yang sedang berduka (Gorontalo) (5) |
| AYANG | Diulang: tumbuhan yang biasa dijadikan ramuan obat-obatan (Lasianthus longifolius); obat yang dibuat dari ramuan tanam-tanaman (5) |
| AYDIN | Kota di Turki (5) |
| AYEUH | Batang padi yang rebah karena tertiup angin malam dan terlampau berat akibat gabah yang membebaninya (Sunda) (5) |
| AYFAT | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (5) |
| AYONG | Diulang: ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, panjangnya mencapai 76 cm, badannya pipih memanjang, tinggi badan lebih pendek daripada panjang kepala, memiliki gurat sisi dengan percabangan halus di bagian anterior, badan bagian dorsal kebiruan dan bagian lateral putih keperakan, banyak bintik-bintik gelap di sisi tubuh, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 20–90 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Scomberomorus guttatus) (5) |
| AYTEK | Arwah orang yang mati terbunuh (Muyu) (5) |
| AZALI | Bersifat azal; bersifat kekal (5) |
| AZARE | Kota di Nigeria (5) |
| AZERI | Bahasa yang dituturkan di Azerbaijan (5) |
| AZMAT | Hebat; ramai sekali (5) |
| AZUKI | Kacang merah kecil yang berasal dari Jepang (5) |
| BAANG | Perapian yang dibuat dari tanah; alat penangkap tikus dari bambu (5) |
| BAAWU | Gelas yang dibuat dari tempurung kelapa (Gorontalo) (5) |
| BABAD | Kisahan berbahasa Jawa, Sunda, Bali, Sasak, dan Madura yang berisi peristiwa sejarah; cerita sejarah (Sastra); riwayat; sejarah; tambo; hikayat (5) |
| BABAK | Bagian besar dalam suatu drama atau lakon (terdiri atas beberapa adegan) (Sastra); bagian dari suatu keseluruhan proses, kejadian, atau peristiwa; bagian permainan yang waktunya tertentu; ronde (Olahraga); lecet (tentang kulit) (Jawa); membuka dari bawah ke atas (Melayu Kalimantan); membabak; menahan darah mengalir keluar (5) |
| BABAL | Putik nangka; kebabal; laut lepas (Batuley); meratakan tanah yang akan dijadikan lantai dengan balok kayu (Elnama) (5) |
| BABAR | Bentang; menjadi banyak; membiak; bertambah (Jawa); daun kelapa muda yang biasanya ditancapkan di pematang untuk menandai rumput yang akan dimakan oleh ternak milik si penanda (Sasak) (5) |
| BABAT | Tebas; golongan yang sama jenisnya (keadaannya); pasangan (jodoh dan sebagainya) yang seimbang atau setara; perut besar pada binatang memamah biak (seperti lembu, kerbau); daging perut besar; bebat (Minangkabau); tradisi memberi makan undangan saat pengangkatan ketua adat (Sahu); rok panjang dari kain belacu, berwarna merah atau putih, dihiasi dengan ornamen khas Dayak dan dikenakan khusus oleh dukun belian (pebelian) (Tunjung); wadah yang dibuat dari anyaman daun sagu, berbentuk kerucut terbalik, panjangnya 30—60 cm, biasanya digunakan sebagai tempat penampungan sagu basah atau mentah (Bacan) (5) |
| BABEL | Kerajaan kuno di Tigris dan Eufrat yang sering kali mengancam bangsa Israel dan akhirnya merebut Yerusalem (586 SM) (Agama Kristen); kuasa yang menguasai dunia, melawan kerajaan Allah, dan akan disingkirkan pada akhir zaman (Agama Kristen); Bangka Belitung (5) |
| BABIL | Suka membantah; keras kepala; Babilonia (5) |
| BABIT | Paduan logam berwarna putih dengan unsur utama timah putih atau timbal dan sejumlah kecil antimon, tembaga, dan logam lain, digunakan untuk bantalan poros (Mineralogi) (5) |
| BABKA | Roti manis yang dikombinasikan dengan selai cokelat, kismis, kacang, dan sebagainya, berbentuk kepang dengan banyak lapisan (5) |
| BABOL | Kota di Iran (5) |
| BABON | Induk ayam; induk; naskah asli; naskah sumber (Filologi) (5) |
| BABUN | Kera genus Papio yang terdapat di Asia dan Afrika termasuk keluarga Cercopithecoidea; alat musik jenis gendang (dari Kalimantan Selatan), biasanya dipakai untuk mengiringi pencak silat atau pertunjukan wayang (Musik) (5) |
| BABUR | Tidak teratur; kacau balau (5) |
| BABUT | Permadani; karpet (Jawa) (5) |
| BACAH | Cincang; rajang (5) |
| BACAK | Berbintik-bintik (tentang bulu) (Minangkabau); alat untuk menangkap babi atau rusa yang dibuat dari kayu dan anyaman rotan, diletakkan di tanah (Dayak) (5) |
| BACAN | Suku bangsa yang mendiami Pulau Bacan di sebelah barat daya Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara (5) |
| BACAR | Lancar dan banyak (tentang bicara, biasanya dalam arti yang kurang baik); ramah dan simpatik (Melayu Medan) (5) |
| BACAU | Kota di Rumania (5) |
| BACEK | Lunak karena mengandung air (tentang tanah dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| BACEM | Rendam (5) |
| BACIK | Nakhoda kapal (5) |
| BACIN | Berbau busuk (seperti bau ikan busuk) (5) |
| BACOK | Tetak dengan benda tajam (5) |
| BACOT | Mulut (5) |
| BACUL | Kurang semangat (berkelahi, berlaga, dan sebagainya); penakut (5) |
| BADAI | Angin kencang yang menyertai cuaca buruk (yang datang dengan tiba-tiba) berkecepatan sekitar 64–72 knot; angin ribut; topan; prahara; keren; menawan; menakjubkan; luar biasa (kiasan) (5) |
| BADAK | Binatang menyusui yang berkulit tebal, ada yang bercula satu, ada yang bercula dua, termasuk keluarga Rhinocerotidae (5) |
| BADAL | Pengganti (terutama bagi orang naik haji); wakil (5) |
| BADAM | Pohon kecil, buahnya menghasilkan minyak, biji buahnya digunakan dalam berbagai masakan; almon (Prunus amygdalus); buah badam; minyak badam; bintik-bintik merah pada kulit (tanda-tanda penyakit kusta) (5) |
| BADAN | Tubuh (jasad manusia keseluruhan); jasmani; raga; awak; batang tubuh manusia, tidak termasuk anggota dan kepala; bagian utama dari suatu benda; awak; diri (sendiri); sekumpulan orang yang merupakan kesatuan untuk mengerjakan sesuatu (5) |
| BADAR | Ikan kecil-kecil (seperti teri); ikan sia; ikan sia-sia (Stolephorus spp.); nama lauk-pauk; purnama (tentang bulan) (Arab); sangat cantik (kiasan/Arab); batu hablur untuk permata cincin (batu dari Badar, tempat Nabi Muhammad saw. memperoleh kemenangan besar); nama sumber mata air yang terletak di antara Mekkah dan Madinah tempat terjadinya Perang Badar, perang pertama yang dijalani kaum Muslimin, pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah atau 17 Maret 624 Masehi melibatkan 314 orang pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad saw. melawan lebih dari 1.000 orang Quraisy yang dipimpin Abu Jahal yang berakhir dengan kemenangan kaum Muslimin (5) |
| BADAU | Badari (5) |
| BADEK | Keris kecil bermata agak lebar (Melayu Kep. Riau) (5) |
| BADER | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 40,5 cm, berwarna putih keperakan pada saat hidup, mempunyai kebiasaan beruaya ke hulu sungai ketika musim hujan, tersebar di perairan Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Indocina (Barbonymus gonionotus); tawes (5) |
| BADES | Biang keringat (Bali) (5) |
| BADGE | Lencana (Inggris) (5) |
| BADIK | Senjata tradisional khas suku Bugis dan Makassar berbentuk pisau, bersarung, bermata satu, memiliki kegunaan sebagai simbol, azimat, dan untuk membela diri; putik (5) |
| BADIN | Kota di Pakistan (5) |
| BADUI | Suku bangsa pengembara di tanah Arab; suku bangsa yang mendiami daerah Rangkasbitung dan Pandeglang, Banten; dialek bahasa Sunda yang dituturkan oleh suku Badu (5) |
| BADUK | Tidak normal; berbentuk buruk; tembok rendah yang biasa dijadikan tempat untuk duduk bersantai dan memandang orang yang lalu-lalang di depan rumah (Jawa) (5) |
| BADUL | Kembang kunyit (Sunda) (5) |
| BADUR | Tumbuhan talas, getahnya menyebabkan gatal apabila tersentuh kulit, daunnya sebagai makanan ikan, umbinya untuk disayur; acung; iles-iles (Amorphophallus variabilis) (5) |
| BADUT | Pelawak (dalam pertunjukan dan sebagainya); poleng (5) |
| BAFIA | Kota di Kamerun (5) |
| BAFRA | Kota di Turki (5) |
| BAFTA | British Academy Film Awards (singkatan) (5) |
| BAGAI | Jenis; macam; sama; persamaan; banding; kata depan untuk menyatakan perbandingan; seperti; laksana; dimakan cacing (Minahasa) (5) |
| BAGAK | Besar hati; bangga; berani (Minangkabau) (5) |
| BAGAL | Terlampau besar (kuat); kasar; tangkai mayang (nyiur); tongkol jagung; bibit tebu yang diperoleh lewat setek (Pertanian) (5) |
| BAGAN | Pangkalan; kerangka rumah yang baru didirikan seperti tiang, rusuk, kuda-kuda, bubungan; tiang dan kayu palang pada para-para penjemur ikan dan sebagainya; gambar rancangan; skema; alat peraga grafik untuk menyajikan data agar mempermudah penafsiran (Manajemen); gambaran secara analisis dan statistik tentang proses yang terjadi dalam alam, teknologi, dan masyarakat manusia (Antropologi); diagram yang memperlihatkan informasi sebagai serangkaian garis atau blok (Komputer dan Teknologi Informasi); tempat menangkap ikan di laut yang menggunakan cadik untuk peletak jala yang dibenamkan, dilengkapi dengan beberapa lampu agar ikan datang mendekatinya (Minangkabau); perhentian untuk orang yang mencari kayu atau karet di hutan, berupa atap yang miring ke satu sisi, bertiang empat, dan berlantai panggung rendah (Melayu Riau) (5) |
| BAGAR | Gulai daging yang tidak bersantan (Minangkabau) (5) |
| BAGAS | Tetap kuat (tentang badan); kuat dan kencang (tentang angin); sisa batang tebu setelah diperas sarinya (5) |
| BAGAT | Bintik-bintik hitam di badan; enau (Arenga pinnata); ikan kuwe (5) |
| BAGEA | Kue kering, dibuat dari sagu dan dibungkus dengan daun nipah (5) |
| BAGEI | Sebutan untuk orang asing di luar suku Bajau (5) |
| BAGEL | Roti mirip donat yang tekstur bagian dalamnya lebih keras, biasa disantap dengan cara dibelah lalu diolesi krim keju (5) |
| BAGEN | Sistem bagi hasil melaut sesuai bagian dan jabatan awak kapal (Jawa) (5) |
| BAGER | Baik (Sunda) (5) |
| BAGOR | Anyaman kasar dari daun rumbia; karung goni (5) |
| BAGUK | Ikan air payau yang ukurannya dapat mencapai 60 cm, tubuhnya agak membulat, mempunyai sungut, tidak bersisik, pinggiran duri sirip punggung bagian belakang bergerigi mengarah ke bawah, warnanya keperakan, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan; manyung; ikan duri; gaguk; seludu (Arius spp.); belinjo (Gnetum gnemon); ruang (petak-petak) dalam buah-buahan (seperti dalam buah durian); pangsa (5) |
| BAGUL | Gendong (5) |
| BAGUR | Lekas menjadi besar (gemuk) dan tinggi (tentang manusia, binatang); besar dan tinggi yang luar biasa; longgor (5) |
| BAGUS | Baik sekali; elok (5) |
| BAHAK | Elang laut (Haliaeetus leucogaster) (Jawa) (5) |
| BAHAL | Jalan setapak yang biasa dilalui manusia sehingga rumput-rumput di jalan tersebut mati (Batak); jalan masuk (Batak); lapangan kecil yang letaknya tidak jauh dari gerbang kampung (Batak) (5) |
| BAHAM | Penganan yang dibuat dari beras ketan muda yang ditumbuk hingga pipih, diberi garam, parutan kelapa, serta gula, rasannya manis dan gurih; suku bangsa yang mendiami daerah sebelah barat Semenanjung Bomberai di sebelah selatan Kota Fakfak, Provinsi Papua (5) |
| BAHAN | Pecahan kayu (yang terbuang ketika menarah); tatal kayu; barang yang akan dibuat menjadi satu benda tertentu; bakal; segala sesuatu yang dapat dipakai atau diperlukan untuk tujuan tertentu, seperti untuk pedoman atau pegangan, untuk mengajar, memberi ceramah; sesuatu yang menjadi sebab (pangkal) atau sikap (perbuatan); barang yang akan dipakai untuk bukti (keterangan, alasan, dan sebagainya) (5) |
| BAHAR | Laut; sungai (danau) besar; satuan ukuran panjang dari ujung kaki ke ujung tangan yang lurus ke atas; ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, panjangnya mencapai 50 cm, badan tinggi dan sangat pipih, mulutnya dapat memanjang ke bawah, sirip dada panjang, badan memiliki 5-10 rangkaian bintik hitam membentuk garis vertikal, hidup di perairan pantai tropis dan subtropis, dasar berlumpur dan terumbu karang dengan kedalaman 10–49 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; ketang-ketang (Drepane punctata) (5) |
| BAHAS | Selidik; periksa (5) |
| BAHAU | Suku bangsa yang mendiami daerah pedalaman Kalimantan, terutama di hulu Sungai Mahakam (5) |
| BAHEI | Buah pepaya yang busuk, ditandai oleh kulitnya yang rusak tidak merata dan berbintik hitam serta rasa daging buah yang pahit (Minahasa) (5) |
| BAHLA | Kota di Oman (5) |
| BAHOK | Hantu yang menyerupai kambing, dipercaya dapat mendatangkan bencana (Dayak) (5) |
| BAHRI | Keris panjang (Aceh) (5) |
| BAHWA | Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang di depan; kata penghubung untuk mendahului anak kalimat yang menjadi pokok kalimat (5) |
| BAIAT | Pelantikan secara resmi; pengangkatan; pengukuhan; pengucapan sumpah setia kepada imam (pemimpin) (Agama Islam) (5) |
| BAIHE | Kota di Cina (5) |
| BAING | Tahi lalat yang berbulu (Batak) (5) |
| BAIRI | Ungkapan duka oleh keluarga yang baru tiba di rumah duka dengan cara menebang pohon-pohon atau tanaman yang ada di pinggir rumah (Tobelo) (5) |
| BAITA | Panggilan kepada laki-laki yang berkulit hitam (Gorontalo) (5) |
| BAJAJ | Kendaraan umum bermotor, beroda tiga, dengan tempat duduk penumpang di belakang (untuk dua atau tiga penumpang, pengemudinya duduk di depan) (5) |
| BAJAK | Perkakas pertanian yang terbuat dari kayu atau besi untuk menggemburkan dan membalikkan tanah; luku; tenggala; ambil alih secara paksa, disertai ancaman (tentang pesawat dan sebagainya) (5) |
| BAJAN | Tempat atau wadah berbentuk cekung; penggoreng; wajan (5) |
| BAJAO | Sebutan suku Mentawai untuk kekuatan terselubung dalam sebuah benda yang bisa mengganggu manusia (5) |
| BAJAR | Pembayaran utang (di Madura) (5) |
| BAJAS | Bintara pelatih jasmani (akronim) (5) |
| BAJAU | Kelompok masyarakat yang hidup di perahu, berdiam di perairan laut atau selat sekitar pantai timur Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores (akronim); rakyat; Bajo; bintara peninjau (akronim) (5) |
| BAJIK | Baik (5) |
| BAJIR | Ternak betina yang tidak pernah beranak sehingga badannya gemuk dan banyak mengandung lemak (Sunda) (5) |
| BAJOK | Pelan-pelan dan berhati-hati tanpa menimbulkan suara (tentang cara berjalan) (Melayu Riau) (5) |
| BAJUL | Buaya (Jawa); penjahat; pencuri; pencopet (Jawa) (5) |
| BAKAH | Sebutan untuk sesuatu yang memenuhi, meliputi atau melumuri sekujur badan (Minangkabau) (5) |
| BAKAK | Berbakak; kawin; bersetubuh (tentang binatang) (5) |
| BAKAL | Yang akan dijadikan (dibuat); sesuatu yang akan menjadi; calon; bahan; akan; untuk; buat (Melayu Jakarta); onggokan kayu bakar (5) |
| BAKAM | Batu permata mirip dengan batu delima (5) |
| BAKAP | Ikan laut (Ophiocephalus spp.); gabus (5) |
| BAKAR | Panggang (5) |
| BAKAT | Alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi); dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir; bekas; kesan; tanda-tanda (luka dan sebagainya) (5) |
| BAKAU | Pohon dengan tinggi mencapai 30 m, diameter sampai 60 cm, kulitnya berwarna kelabu atau coklat tua dengan akar yang menganjur ke luar, tumbuh di hutan payau sepanjang pantai yang landai, termasuk suku Rhizophora, kulit batangnya bisa digunakan untuk menyamak kulit; mangrove (5) |
| BAKDA | Sesudah; permulaan (5) |
| BAKDU | Sesudahnya; sesudah itu (Arab); bakdahu (5) |
| BAKER | Nyeri kepala sebelah; migrain (Alas); tukang roti (Inggris) (5) |
| BAKES | Kurang kering (Manggarai); bintara kesehatan (akronim) (5) |
| BAKHU | Mesin pengeruk tanah yang menggunakan sejenis ember besi yang menempel pada semacam tangan berengsel yang dioperasikan oleh manusia; serok belakang; begu (5) |
| BAKIK | Tanaman merambat (Piper chaba); burung pantai yang berbadan gemuk, berukuran sedang, kaki pendek, paruh lurus, dipenuhi bercak cokelat dan abu-abu, melompat cepat dan terbang berkelak-kelok, hidup di daerah lahan basah terbuka, pemakan cacing, serangga, dan krustasea, habitat di lahan basah terbuka (Gallinago spp.) (5) |
| BAKIR | Susu atau santan yang sudah basi; kaya; berada; pandai; kaya (tentang pengetahuan) (5) |
| BAKIT | Tombak bermata kait (Benuaq) (5) |
| BAKMI | Bahan makanan dari tepung terigu, bentuknya seperti tali, biasanya dimasak dengan cara digoreng atau direbus, diberi daging, udang, sayuran, bumbu, dan sebagainya; mi (5) |
| BAKON | Daging babi (biasanya dari bagian perut atau punggung) yang diiris tipis, diawetkan, dan diasapkan (5) |
| BAKSI | Layar penyorong, dipasang pada tiang belakang (Pelayaran) (5) |
| BAKSO | Makanan terbuat dari daging, udang, ikan yang dicincang dan dilumatkan bersama tepung kanji dan putih telur, biasanya dibentuk bulat-bulat (5) |
| BAKTI | Pernyataan tunduk dan hormat; perbuatan yang menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk); memperhambakan diri; setia (5) |
| BAKUL | Wadah atau tempat terbuat dari anyaman bambu atau rotan dengan mulut berbentuk lingkaran, sedangkan bagian bawahnya berbentuk segi empat yang ukurannya lebih kecil daripada ukuran bagian mulutnya; pedagang kecil di pasar (biasanya perempuan) (Jawa) (5) |
| BAKUM | Nyanyian yang dilantunkan untuk mengiringi pemasakan daging babi liar (Muyu) (5) |
| BAKUP | Tampak tebal atau cembung (karena bengkak) (5) |
| BAKUT | Perkosa; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 65 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya seperti marmer, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku), Indocina, Filipina, dan Fiji; batutu; beloso; belantuk; kedebuk; betutu; ketutuk (Oxyeleotris marmorata); mata sembap karena terlalu lama tidur (Melayu Riau) (5) |
| BALAD | Negeri; kota (Arab) (5) |
| BALAH | Bantah (5) |
| BALAI | Kutu pada sapi (Gorontalo); gedung; rumah (umum); kantor; rumah (dalam lingkungan istana); pekan (Minangkabau) (5) |
| BALAK | Belang; wilayah klan; balok; kartu (dalam permainan domino) yang tiap sisinya bernilai sama; kotoran pada kulup penis (Batak) (5) |
| BALAM | Tekukur (Geopelia striata); pohon yang mengandung getah, ada beberapa macam, seperti Payena dan Palaquium (5) |
| BALAN | Batu dan sebagainya yang menghalang aliran air dalam sungai; janda; wanita yang tidak bersuami lagi karena bercerai atau ditinggal mati (5) |
| BALAP | Lomba adu kecepatan; pacuan (5) |
| BALAR | Putih karena bulai (tentang kerbau); bulai; londo; keputih-putihan (tentang mata); lebam berwarna biru dan bengkak memanjang karena bekas pukulan (Melayu Kalimantan); balai arkeologi (akronim) (5) |
| BALAS | Jawaban; reaksi; ganjaran; hukuman; tolak bahara; pengimbang kapal; pemberat; beban yang tidak berguna, tetapi sangat memberatkan (kiasan); lapisan kerikil untuk fondasi jalur rel dan berfungsi sebagai drainase; kayu atau bambu untuk menancapkan jaring ikan di tepi laut; padanan dari reply (5) |
| BALAU | Nama berbagai macam pohon; suku bangsa yang mendiami daerah Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat; dialek Iban yang dituturkan oleh suku Balau (5) |
| BALEG | Badan legislatif (akronim); kerangka rumah batu yang posisinya melintang, terbuat dari campuran semen, split, pasir, dan kerangka besi, berfungsi sebagai penguat tekanan dari atas (Jawa) (5) |
| BALEK | Permainan traditional yang dimainkan dengan cara melempar kaleng yang berisi uang mainan dengan batu, jarak pemain dengan objek sekitar 100 meter, jumlah pemain maksimal delapan orang (5) |
| BALEN | Pajak atas tanah apanase yang harus dibayar oleh pemerintah desa tersebut (di Madura) (5) |
| BALET | Tari yang melukiskan suatu kisah (drama), boleh ditarikan oleh seseorang atau oleh kelompok orang (5) |
| BALIG | Cukup umur; akil balig (5) |
| BALIK | Sisi yang sebelah belakang dari yang kita lihat; kembali; pulang (5) |
| BALIM | Memaksakan keinginan dengan ancaman (Melayu Riau) (5) |
| BALIN | Tulang penyaring yang terbuat dari keratin dan tersusun dalam lempeng yang melintasi rahang atas paus dengan kisaran panjang antara 0,4‒3,5 m (Biologi) (5) |
| BALIO | Suling kecil berlubang 2, 3, atau 4 yang dimainkan oleh petani dan penggembala di sekitar danau Sidenreng, Sulawesi (Musik) (5) |
| BALIU | Memenggal kepala (di pedalaman Kalimantan) (Hukum) (5) |
| BALKH | Kota di Afganistan (5) |
| BALOH | Bulatan yang dipasang di sisi kiri dan kanan jaring; pelampung pada jala (Jawa) (5) |
| BALOK | Batang kayu yang telah dirimbas, tetapi belum dijadikan papan dan sebagainya; tanda pangkat ketentaraan yang dipasang di pundak; barang yang menyerupai bentuk balok; papan tumpuan (terutama untuk lompat jauh, lompat jangkit) (Olahraga); bagian samping (lambung) perahu yang terlebar; prisma yang sisi-sisinya berupa empat persegi panjang; balok siku (Matematika); satuan ukuran berat candu sama dengan 1.030 kg (5) |
| BALON | Bola atau pundi-pundi besar dibuat dari karet (kertas, kain, dan sebagainya) yang diisi udara (gas yang ringan); mainan anak-anak terbuat dari karet yang dikembangkan (dengan ditiup atau diisi gas); kabar (pernyataan dan sebagainya) yang disiarkan untuk mengajuk pikiran atau pendapat pihak lain (kiasan); bakal calon (akronim) (5) |
| BALOT | Suara yang diberikan dalam pemilihan (Politik dan Pemerintahan); kertas yang memuat nama calon untuk dipilih yang dibagi-bagikan kepada para pemilih agar mereka dapat menentukan pilihannya atau menambahkan nama yang belum dicantumkan (Politik dan Pemerintahan) (5) |
| BALTI | Kota di Moldova (5) |
| BALUH | Kayu rangka tempat duduk (di punggung gajah); kayu rangka gendang (tabuh-tabuhan); lebah raja yang sengatnya mengandung bisa (Jawa) (5) |
| BALUI | Sama kuat atau sama banyak mendapat kemenangan dalam permainan; tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah; seri (Minangkabau); rumput yang berduri dan bermiang, biasanya digunakan sebagai obat untuk benih padi (Melayu Riau) (5) |
| BALUK | Perahu muatan (5) |
| BALUN | Pukul; gulung; lipat (Minangkabau); kain kafan (Melayu Jambi); membalun; memukuli (dengan tongkat dan sebagainya); menggulung; melipat; menaikkan, menambah, meninggikan, seperti timbunan, agar tanah berpematang (Minangkabau) (5) |
| BALUR | Batu seperti kaca; kristal gunung; hablur; kulit yang tebal dan keras (di tengkuk kerbau dan sebagainya); dendeng (daging atau ikan yang dikeringkan); obat luar yang pemakaiannya dengan cara mengoleskan (melumurkan); jalur merah-merah bekas kena cambuk, pukul, dan sebagainya (Jawa) (5) |
| BALUT | Kain dan sebagainya pengikat atau pembebat luka; barut; pembungkus; pembungkus pegangan atau gagang stik dalam olahraga hoki; tebal seperti bengkak (tentang pelupuk mata); diulang: tampak menebal (membengkak) (5) |
| BAMBO | Wabah virus, biasanya menyerang hewan piaraan, virusnya sangat cepat dan mematikan (Manggarai) (5) |
| BAMBU | Tumbuhan berumpun, berakar serabut yang batangnya bulat berongga, beruas, keras, dan tinggi (antara 10–20 m), digunakan sebagai bahan bangunan rumah dan perabot rumah tangga; buluh; aur (5) |
| BAMUS | Badan musyawarah (akronim) (5) |
| BANAI | Porak-poranda (Melayu Belitung); ampas sisa saringan perasan sagu (Melayu Riau) (5) |
| BANAL | Kasar (tidak elok); biasa sekali (5) |
| BANAS | Sampah sungai, barang atau benda yang dibuang ke sungai karena tidak terpakai lagi dan sebagainya, kotoran seperti daun, kertas (Melayu Kalimantan) (5) |
| BANAT | Kain lakan yang halus dibuat dari bulu (domba); membanat; memukuli; memalu (5) |
| BANCI | Tidak berjenis laki-laki dan juga tidak berjenis perempuan; laki-laki yang bertingkah laku dan berpakaian sebagai perempuan; wadam; waria; cacah jiwa; perhitungan penduduk; sensus (Melayu Malaysia); patil besar untuk menarah kayu dan sebagainya (5) |
| BANDA | Kota di India (5) |
| BANDO | Hiasan kepala; benda pipih melengkung (setengah lingkaran) terbuat dari plastik dan sebagainya untuk mengatur rambut bagian depan (terutama pada anak perempuan); bendu (5) |
| BANDU | Sahabat; kawan; sanak saudara; bendu (5) |
| BANEH | Kota di Iran (5) |
| BANES | Kota di Kuba (5) |
| BANFF | Taman nasional yang berada di Pegunungan Rocky, Kanada (5) |
| BANGA | Tempat minum, terbuat dari tempurung kelapa (Kaili); kota di Filipina (5) |
| BANGI | Umpan yang dipasang di mata pancing berupa cacing, udang, atau ikan kecil (Jawa) (5) |
| BANGO | Kulit sawi (5) |
| BANHA | Kota di Mesir (5) |
| BANIR | Akar yang menganjur ke luar menyerupai dinding penopang pohon (pada pangkal pohon, seperti pada pohon kenari dan beringin); akar papan (5) |
| BANIU | Akar kayu yang muncul di permukaan tanah (Melayu Riau) (5) |
| BANJI | Kisi-kisi hiasan yang dibuat dari kayu atau porselen, dipasang di langkan, di atas jendela, dan sebagainya (Cina) (5) |
| BANJO | Alat musik berdawai sejenis gitar berleher panjang dengan badan berbentuk rebana yang bagian depannya ditutup dengan kulit tipis yang diregang (Musik); banyo (5) |
| BANSA | Keranjang kecil dibuat dari anyaman bambu, digunakan untuk buang air kecil bagi gadis yang dipingit (Muna); dahan pohon palem (Kulisusu) (5) |
| BANTA | Rumput sawah, daunnya pipih dan tajam (Leersia hexandra S.) (Banjar) (5) |
| BANTI | Taring yang tumbuh pertama kali pada anak kuda, tanda bahwa kuda tersebut sudah mulai dapat diberi beban (Minangkabau) (5) |
| BANTO | Alat untuk mengambil tali ujung jaring (Madura) (5) |
| BANTU | Tolong; penolong (5) |
| BANUA | Masyarakat hukum adat, baik yang mencakupi rumah yang didiami keluarga virilokal maupun yang mencakupi keluarga, baik batih maupun yang sudah kawin (di Nias) (Antropologi); sebutan suku Maloh untuk kampung-kampung di tepi sungai; golongan dari lapisan bawah suku Maloh (5) |
| BANYA | Perahu dayung berukuran kecil yang digerakkan oleh 20 orang pendayung (10 orang di sisi kanan dan kiri), dikomandani oleh seorang kapitan laut, dirancang khusus untuk keperluan angkatan laut pada masa Kesultanan Buton (Wolio) (5) |
| BANYO | Alat musik berdawai sejenis gitar berleher panjang dengan badan berbentuk rebana yang bagian depannya ditutup dengan kulit tipis yang diregang (Musik); banjo (5) |
| BANYU | Barang cair untuk menghitamkan gigi (dibuat dari air kelapa dengan bakaran besi tua atau arang tempurung kelapa dan sebagainya) (5) |
| BANZI | Bantuan zeni (akronim/Kemiliteran) (5) |
| BAONG | Hantu berbadan orang dan berkepala anjing atau beruang (Using) (5) |
| BAPAK | Orang tua laki-laki; ayah; orang laki-laki yang dalam pertalian kekeluargaan boleh dianggap sama dengan ayah (seperti saudara laki-laki ibu atau saudara laki-laki bapak); orang yang dipandang sebagai orang tua atau orang yang dihormati (seperti guru, kepala kampung); panggilan kepada orang laki-laki yang lebih tua dari yang memanggil; orang yang menjadi pelindung (pemimpin, perintis jalan, dan sebagainya yang banyak penganutnya); pejabat (5) |
| BAPER | Terbawa perasaan; berlebihan atau terlalu sensitif dalam menanggapi suatu hal (5) |
| BAPET | Tidak mempunyai uang (Melayu Jakarta); tidak berharga; buruk (Melayu Jakarta) (5) |
| BAPRA | Pagar batu bata (Jawa) (5) |
| BARAH | Bengkak yang mengandung nanah (karena infeksi); bisul; tumor; permainan lemparan kulit kerang (Aceh) (5) |
| BARAI | Siput laut yang dapat dimakan; tepeh (Lingular spp.) (5) |
| BARAK | Sebuah atau sekumpulan gedung tempat tinggal tentara; asrama tentara (polisi); bangsal khusus tempat merawat orang sakit (menular); bangunan yang bersifat sementara bagi pekerja; kandang kambing (Batak) (5) |
| BARAM | Tuak khas Kalimantan yang terbuat dari hasil fermentasi beras ketan (5) |
| BARAN | Kota di India (5) |
| BARAS | Suku bangsa yang mendiami wilayah Pasangkayu di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (5) |
| BARAT | Nama mata angin yang arahnya berlawanan dengan timur; arah tempat matahari terbenam; orang, bangsa, negara Eropa dan Amerika; ladang luas yang kepemilikannya bersama-sama (Jawa); diulang: ikan laut yang panjangnya mencapai 31 cm, badan tinggi pipih, memiliki banyak tentakel kulit yang besar pada kepala dan badan, sirip punggung pertama bengkok, sepasang gigi tengah di rahang atas dan bawah meruncing, badan berwarna putih hingga kecokelatan dengan garis-garis bergelombang gelap horisontal, sirip punggung, dubur, dan ekor transparan dengan banyak bintik hitam, hidup di area terumbu karang dengan kedalaman 2-25 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Chaetodermis penicilligerus); ikan laut yang panjangnya mencapai 76 cm, badannya tinggi tipis, moncong cembung, sirip dorsal pertama berada tepat di atas mata, pada perut individu dewasa tidak terdapat duri kecil, warna pucat kecokelatan, jari-jari lunak sirip dorsal dan dubur kuning hingga kecokelatan, juvenil bermotif, hidup di perairan padang lamun tropis, tersebar di perairan sirkumglobal tropis dan subtropis (Aluterus monoceros)(5) |
| BARAU | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir Teluk Bintuni di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua (5) |
| BARDI | Pohon kecil yang tumbuh di tepi Sungai Nil, batangnya seperti tebu atau bambu cina, daunnya seperti sapu (5) |
| BAREK | Angin utara yang berembus kencang dan disertai hujan (Mentawai); ayam jantan berbulu hitam dengan corak putih (Toraja) (5) |
| BAREL | Satuan ukuran isi, sama dengan 158,97 liter atau 42 galon (5) |
| BAREN | Alat yang memberikan tekanan pada bagian belakang kertas untuk membantu tinta agar menempel (5) |
| BARET | Goresan (pada kulit, kaca); topi yang bentuknya bundar pipih (dipakai oleh tentara, mahasiswa, dan sebagainya) (5) |
| BARGA | Sanak, kaum kerabat; sanak keluarga (5) |
| BARGE | Kapal tongkang (Inggris) (5) |
| BARID | Utusan (yang mengantarkan surat dan sebagainya); pos (5) |
| BARIK | Serangkaian pengobatan tradisional yang menggunakan musik dan ramuan (Bakatik); makan beras perdana hasil panen (Dayak); diulang: garis-garis (pada kayu, marmer, dan sebagainya); bintik-bintik (pada telur burung gereja dan sebagainya) (5) |
| BARIS | Deret; leret; banjar; jajar; garis lurus; coret; setrip; deretan huruf pada tulisan atau cetakan; tanda bunyi dalam tulisan Arab (fatah, kasrah, damah); barisan; pasukan; berbaris; berderet (berjajar) dengan teratur; berbanjar (5) |
| BARIT | Barium sulfat alamiah (BaSO4) (Kimia) (5) |
| BARKA | Kota di Oman (5) |
| BARLI | Tumbuhan padi-padian, bijinya dipakai sebagai bahan pembuat bir dan wiski (Hordeum vulgare) (5) |
| BAROK | Ciri-ciri tertentu yang dimiliki oleh tokoh drama tragedi (seperti sikap agung, tidak langsung) (Sastra); gaya dalam seni bangunan dan hiasan, gaya agung yang dihias penuh (dari Italia abad ke-16) (Arsitektur); bentuk mutiara yang tidak beraturan (Arsitektur) (5) |
| BARON | Gelar bangsawan di Eropa (5) |
| BAROS | Pohon yang tingginya 25–40 meter, daunnya berbentuk elips atau bulat telur dan berwarna hijau, bunganya soliter, berwarna kuning muda, dan harum, kayunya biasa digunakan sebagai bahan pembuat perkakas; manglid; cempaka bulus (Manglietia glauca) (5) |
| BARRU | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan; ibu kota Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan (5) |
| BARRY | Kota di Inggris (5) |
| BARSI | Kota di India (5) |
| BARSO | Kekasih; kesayangan (di Medan) (5) |
| BARUA | Muncikari; tempat menyimpan sirih pinang (Hitu) (5) |
| BARUH | Tanah yang lebih rendah; kaki gunung, hilir, tanah dekat pantai dan sebagainya; bawah; sawah (5) |
| BARUK | Pelapis sambungan papan perahu dari kulit kayu atau kulit batang enau (Sunda); wadah padi dari kulit kayu tebal yang dibuat seperti tong, berdiameter 100cm atau lebih sebagai tempat penyimpanan benih setelah diketam (Dayak); masakan khas Manggarai, terbuat dari daging sapi atau babi yang dibumbui dan dibungkus dengan kelopak pinang, lalu dibakar (Manggarai); tanah di tengah rawa, biasanya mengandung pasir (Mentawai) (5) |
| BARUN | Bahan pakaian atau selimut yang dibuat dari kulit kayu (Benuaq) (5) |
| BARUR | Parit berukuran besar (Batak) (5) |
| BARUT | Kain pembalut luka; kain pembebat bayi yang baru lahir; bedung; oles; lumas; goresan; amuan tradisional dari rempah-rempah, biasanya kunyit, kunyit bulai, dan sebagainya yang direbus dan dibungkus dengan kain, diurutkan ke bagian yang sakit (Melayu Riau) (5) |
| BASAH | Mengandung air atau barang cair; belum dikeringkan; masih baru; banyak mendatangkan keuntungan (uang dan sebagainya) (5) |
| BASAL | Batuan beku berwarna gelap, berbutir halus, yang umumnya merupakan pembekuan lava dari gunung api (Geografi dan Geologi); penyakit bengkak (karena penyakit beri-beri dan sebagainya) (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| BASAP | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian hilir dan muara Sungai Sembakung dan Sesayap di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur (5) |
| BASAR | Salah satu sifat melihat, sifat yang wajib bagi Allah (5) |
| BASAT | Harapan dalam hati nurani untuk memperoleh rahmat dan keridaan Allah Swt. (Agama Islam) (5) |
| BASAU | Tidak empuk; keras (terutama tentang ubi, kentang, dan sebagainya yang direbus); kelapa busuk (Melayu Riau); warna beras yang kemerahan karena lama disimpan (5) |
| BASEL | Kota di Swiss (5) |
| BASIC | Bahasa pemrograman sederhana yang dirancang untuk pemrograman dengan cepat dan mudah oleh mahasiswa dan pemula; dari Beginners' All-purpose Symbolic Instruction Code (singkatan) (5) |
| BASIL | Bakteri yang berbentuk batang (Biologi); selasih (5) |
| BASIN | Relief permukaan bumi berbentuk baskom atau belanga; depresi yang berukuran besar; cekungan; lembah; lubuk (Geografi dan Geologi) (5) |
| BASIR | Terang dan tajam pengamatannya (tentang Allah swt) (Agama Islam); jelas terlihat; terang (Agama Islam); ranjau bambu yang ditanam dalam tanah sebagai perangkap hewan (Batak); rohaniwan Hindu Kaharingan; imam-imam pendamping di dalam upacara balian (Dayak) (5) |
| BASIS | Asas; dasar; (dalam geometri) sisi yang berupa garis lurus yang terletak paling bawah (tentang segitiga atau bentuk lain dalam bidang; sisi yang berupa bidang datar yang terletak paling bawah (tentang alas kerucut atau bangun lain) (Matematika); (aljabar) himpunan vektor bebas linear yang merentang pada suatu ruang vektor (Matematika); pangkalan (angkatan laut, angkatan darat, dan sebagainya) untuk melakukan operasi (Matematika); bilangan atau besaran yang dipakai sebagai rujukan (Matematika) (5) |
| BASMI | Tumpas (5) |
| BASTI | Kota di India (5) |
| BASUH | Cuci (dengan air); kumbah (5) |
| BASUR | Menjadi bengkak karena penyakit (tentang kaki, badan) (Gayo) (5) |
| BASUT | Pancaran (air) (5) |
| BATAI | Pohon tropis dari marga Paraserianthes, ada beberapa jenis, seperti Albizzia falcataris, Paraserianthes falcataris dan Paraserianthes pullenii (Paraserianthes spp.) (Botani); datang dan pergi secara tiba-tiba, seperti anak yang lahir langsung meninggal atau hujan yang tiba-tiba datang dan segera reda (Minahasa) (5) |
| BATAK | Petualang; pengembara (Sastra); suku bangsa yang berasal atau mendiami sebagian besar daerah Sumatra Utara (5) |
| BATAL | Tidak berlaku; tidak sah; tidak jadi dilangsungkan; ditunda; urung; tidak berhasil; gagal (5) |
| BATAM | Kota di Provinsi Kepulauan Riau (5) |
| BATAN | Badan Tenaga Atom Nasional (lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas di bidang penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan tenaga nuklir) (akronim) (5) |
| BATAS | Garis (sisi) yang menjadi perhinggaan suatu bidang (ruang, daerah, dan sebagainya); pemisah antara dua bidang (ruang, daerah, dan sebagainya); sempadan; ketentuan yang tidak boleh dilampaui; perhinggaan (5) |
| BATAT | Tumbuh dan berkembang dengan sendirinya (Alas); diulang: cabang baru yang tumbuh setelah batang pertama ditebang (pada pokok ubi, kayu manis, dan sebagainya) (Batak) (5) |
| BATEH | Saudara sedarah hasil perkawinan inses (Jawa) (5) |
| BATEK | Tali panjang yang digunakan saat berlayar, biasanya digunakan untuk mengikat jaring yang dipakai untuk menangkap ikan atau keperluan lain di atas kapal (Jawa) (5) |
| BATEL | Perahu layar, terbuat dari kayu, bertiang dua (dari Malabar atau Zanzibar) (5) |
| BATIH | Orang seisi rumah yang menjadi tanggungan seseorang; penganan khas Minangkabau seperti kerupuk yang renyah, dibuat dari beras yang dimasak hingga menjadi nasi, dilarut, dibumbui, kemudian dicetak dan dijemur sampai kering lalu digoreng hingga kuning (Minangkabau) (5) |
| BATIK | Kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya melalui proses tertentu; kain batik; kain bermotif (5) |
| BATIL | Pencedok air, dibuat dari tempurung; wadah (bekas) yang dibuat dari tempurung (tembaga, kuningan, dan sebagainya yang bentuknya seperti tempurung), ada yang bertutup ada yang tidak; batal; sia-sia; tidak benar, lawan dari hak; kesalahan; kejahatan; kemungkaran (Agama Islam); bak kecil tempat memasak candu (Batak) (5) |
| BATIN | Sesuatu yang terdapat di dalam hati; sesuatu yang menyangkut jiwa (perasaan hati dan sebagainya); sesuatu yang tersembunyi (gaib, tidak kelihatan); semangat; hakikat; penghulu adat; kepala (daerah, negeri); suku bangsa yang mendiami beberapa kecamatan di Kabupaten Sorolangun Bangko, Provinsi Jambi (5) |
| BATIR | Diulang: hiasan dari emas yang dipasang pada tuli-tuli keris (5) |
| BATIS | Kain (putih) yang tipis dan halus (5) |
| BATNA | Kota di Aljazair (5) |
| BATOK | Tempurung (Jawa); sukatan beras dan sebagainya; liter(an) (Jawa) (5) |
| BATON | Serahan atau hadiah yang disampaikan pada upacara pelamaran gadis (adat Madura); tongkat kecil di tangan dirigen yang digunakan untuk memberi aba-aba kepada para pemain atau penyanyi yang dipimpinnya (Musik) (5) |
| BATUA | Kelompok masyarakat terendah atau kelompok budak (Wolio) (5) |
| BATUI | Potongan atau irisan daging, umbut, ubi kayu dalam sayur (5) |
| BATUK | Penyakit pada jalan pernapasan atau paru-paru yang kerap kali menimbulkan rasa gatal pada tenggorok sehingga merangsang penderita mengeluarkan bunyi yang keras seperti menyalak (ada banyak macam namanya); mengeluarkan bunyi yang keras seperti menyalak yang disebabkan oleh penyakit pada jalan pernapasan atau paru-paru (5) |
| BATUN | Pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun menjari, membundar telur, membundar telur sungsang, atau lonjong, daun kasap, tangkai daun memerisai, bunga berbentuk jari dengan warna putih, buah kasap berbentuk kapsul, kayu ringan tetapi awet, bunga berkhasiat sebagai obat, daun digunakan untuk alas dan penguat atap (Pterospermum acerifolium) (Botani) (5) |
| BATUR | Tumpukan batu yang dibuat agar ikan berkumpul di tempat itu (Gayo); nisan dari kayu ulin, diukir sesuai jenis kelamin orang yang dikubur, dipasang minimal satu tahun setelah pemakaman pada suku Dayak Dy; danau kaldera terbesar di Bali yang terbentuk akibat letusan Gunung Batur dan terletak di ketinggian 1.031 mdpl; gunung api aktif yang terletak di Kintamani, Kabupaten Bangil, Provinsi Bali (5) |
| BAUNG | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 57 cm, tidak bersisik, mata tertutup oleh kulit, mempunyai sirip lemak, sungut umumnya lebih pendek daripada kepala, warnanya perak kekuningan, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan (Mystus spp.); melengkung sedikit seperti pisang; beruang (5) |
| BAURU | Kota di Brasil (5) |
| BAUZI | Suku bangsa yang mendiami daerah aliran sungai Dataran Danau-danau di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (5) |
| BAWAB | Penunggu (penjaga pintu) (Arab) (5) |
| BAWAH | Tempat (letak, sisi, bagian, arah) yang lebih rendah (5) |
| BAWAK | Kulit kerbau; belulang (Minangkabau); pacul yang melebar di bagian ujungnya (Sunda) (5) |
| BAWAL | Ikan laut yang enak dimakan, badannya pipih, kulitnya agak kasar bersisik halus-halus (5) |
| BAWAS | Badan pengawasan (akronim) (5) |
| BAWAT | Payung kebesaran (bertangkai panjang dan warnanya sesuai dengan pangkat pembesar yang memakainya); tergantung ke bawah (seperti tali-temali di perahu, pakaian di sampaian, rumbai-rumbai pada pakaian, sulur pada beringin); hampir tidak dapat dibuka lagi karena sangat mengantuk (tentang mata) (kiasan) (5) |
| BAWEL | Suka mencela; cerewet (5) |
| BAWKU | Kota di Ghana (5) |
| BAWON | Pembagian upah menuai padi yang berdasarkan banyak sedikitnya padi yang dipotong (Jawa) (5) |
| BAWOR | Anak bungsu tokoh Semar dalam cerita wayang versi Banyumas, selalu membawa senjata berupa kudi, memiliki sifat jujur dan selalu berbicara apa adanya (5) |
| BAYAH | Itik betina domestikasi yang siap bertelur (5) |
| BAYAK | Terlampau besar atau gemuk, tetapi kurang tinggi; besar atau gendut (tentang perut); cerai-berai tidak beraturan; terserak (5) |
| BAYAM | Nama kelompok sayuran daun, bentuk daunnya bulat telur dengan ujung meruncing dan urat-urat yang jelas, bunganya berbentuk malai yang tegak (banyak macamnya, ada yang dibuat sayur, ada yang untuk obat) (Amaranthus); ikan laut yang ukurannya mencapai 25 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 5–100 m, tersebar di Laut Merah, Afrika Selatan sampai Kepulauan Marshall dan Samoa, bagian utara sampai Jepang (Bodianus diana) (5) |
| BAYAN | Nyata; terang; burung termasuk keluarga kakaktua, membuat sarang di lubang pohon, yang jantan sebagian besar bulunya berwarna hijau terang, sedangkan yang betina berwarna merah campur biru; nuri (Palaeornis longicauda); kota di Cina (5) |
| BAYAR | Beri uang untuk ditukar dengan sesuatu (5) |
| BAYAS | Nama pohon palem, umbutnya dianggap orang enak dimakan (Oncosperma horridum); anak kepiting (Madura) (5) |
| BAYUH | Hak istri yang dimadu atas suaminya; giliran istri yang dimadu untuk menerima suaminya (5) |
| BAYUR | Pohon yang tingginya mencapai 50 m, daunnya lonjong asimetris dengan permukaan bawah berwarna perak dan berambut, bunganya berbentuk tandan panjang berwarna kuning muda, buahnya berbentuk kapsul dan dapat merekah dengan warna cokelat dan berambut, kayunya digunakan bahan bangunan dan mebel (Pterospermum javanicum) (5) |
| BAZAR | Pasar yang sengaja diselenggarakan untuk jangka waktu beberapa hari; pameran dan penjualan barang-barang kerajinan, makanan, dan sebagainya yang hasilnya untuk amal; pasar amal (5) |
| BAZIS | Badan amil, zakat, infak, dan sedekah (lembaga nonstruktural pemerintah daerah di bidang pengumpulan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah) (singkatan) (5) |
| BBNKB | Bea balik nama kendaraan bermotor (singkatan) (5) |
| BEBAK | Lahan baru hasil menebas hutan yang sudah dibagi menjadi petak-petak; rumah yang lama tidak dihuni serta tidak dirawat sehingga ditumbuhi lumut dan semak belukar (Melayu Belitung) (5) |
| BEBAL | Sukar mengerti; tidak cepat menanggapi sesuatu (tidak tajam pikiran); bodoh; tidak mau mendengar nasihat orang; tidak mau diberi tahu; keras kepala (5) |
| BEBAN | Barang (yang berat) yang dibawa (dipikul, dijunjung, dan sebagainya); muatan (yang ditaruhkan di punggung kuda, keledai, dan sebagainya); sesuatu yang berat (sukar) yang harus dilakukan (ditanggung); kewajiban; tanggungan; tanggung jawab (kiasan); jarak terdekat antara lubang tembak dan bidang bebas pada suatu kegiatan peledakan (5) |
| BEBAR | Lari ke sana kemari (5) |
| BEBAS | Lepas sama sekali (tidak terhalang, terganggu, dan sebagainya sehingga dapat bergerak, berbicara, berbuat, dan sebagainya dengan leluasa); lepas dari (kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan sebagainya); tidak dikenakan (pajak, hukuman, dan sebagainya); tidak terikat atau terbatas oleh aturan dan sebagainya; merdeka (tidak dijajah, diperintah, atau tidak dipengaruhi oleh negara lain atau kekuasaan asing); tidak terdapat (didapati) lagi (5) |
| BEBAT | Perban; pengikat; pembarut; pembalut (5) |
| BEBEK | Itik domestikasi; embik (tiruan bunyi kambing) (Minangkabau) (5) |
| BEBEL | Sukar mengerti; tidak cepat menanggapi sesuatu (tidak tajam pikiran); bodoh; tidak mau mendengar nasihat orang; tidak mau diberi tahu; keras kepala; bebal (5) |
| BEBER | Membeber; membuka (layar, gulungan, payung, dan lain-lain); membeberkan (5) |
| BEBOP | Jaz yang memiliki irama dan harmoni yang kompleks (Musik); jenis gaya musik jaz dengan irama yang kompleks (ungkapan/Inggris) (5) |
| BECAK | Kendaraan umum seperti sepeda tidak bermotor beroda tiga, bertutup (tutupnya dapat dibuka), satu sadel di belakang, tempat duduk untuk penumpang di depan, dijalankan dengan tenaga manusia (pengemudinya duduk di belakang); angkong (kereta beroda dua yang dihela orang); bintik-bintik; kurik; noda (5) |
| BECEK | Berair dan berlumpur (5) |
| BECIK | Alat pertukangan untuk membuat garis lurus (Banjar) (5) |
| BECUK | Ikan laut (Pseudodax moluccanus) (5) |
| BECUS | Cakap; mampu (mengerjakan sesuatu) (5) |
| BEDAH | Pengobatan penyakit dengan jalan memotong (mengiris dan sebagainya) bagian tubuh yang sakit; operasi; sobek besar (tentang kain dan sebagainya); rusak (tentang tambak, bendungan, dan sebagainya); bobol; robek (Jawa) (5) |
| BEDAK | Serbuk halus untuk mempercantik muka atau untuk obat kulit; pupur; penganan yang terbuat dari tepung beras mentah dicampur gula merah, lazim dibuat pada acara memasuki rumah baru (Bugis) (5) |
| BEDAL | Pukul; lepas dan lari (tentang kuda dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| BEDAN | Bengkak-bengkak merah pada kulit (bekas kena pukul atau garuk) (5) |
| BEDEL | Bedah; wakil raja di suatu kampung atau wilayah (Gayo) (5) |
| BEDIH | Pohon yang tingginya mencapai 30 m, daun membundar telur, membundar telur panjang, atau elips, buah buni berwarna jingga, kayu dapat digunakan utk berbagai keperluan (Balakata baccata) (Botani) (5) |
| BEDIL | Senjata api (terutama senapan model kuno) (5) |
| BEDOL | Cabut (5) |
| BEDOR | Bagian yang runcing pada ujung anak panah (Jawa) (5) |
| BEDUK | Gendang besar (di surau atau masjid yang dipukul untuk memberitahukan waktu salat); tabuh (5) |
| BEGAH | Berasa penuh di perut karena terlalu kenyang dan sebagainya (Melayu Jakarta) (5) |
| BEGAL | Perampas, peleceh, dan sebagainya yang beraksi di ruang terbuka, biasanya dilakukan sambil mengendarai sepeda motor atau menghentikan paksa sasaran yang sedang lewat (5) |
| BEGAP | Gemuk dan tegap (tentang tubuh); besar dan kokoh (tentang kaki meja dan sebagainya) (5) |
| BEGAR | Tetap keras tidak dapat menjadi empuk (walaupun direbus atau diperam); tidak dapat berubah lagi (tentang tabiat, kelakuan buruk) (kiasan); kasar (tentang buatan suatu benda) (kiasan) (5) |
| BEGOG | Anak monyet (Sunda) (5) |
| BEGUK | Bengkak (radang) pada kelenjar ludah leher; gondong (5) |
| BEHEL | Kawat gigi (5) |
| BEIAN | Kota di Cina (5) |
| BEIRA | Kota di Mozambik (5) |
| BEJAT | Rusak (anyaman, sol sepatu, dan sebagainya) (Jawa); rusak (tentang akhlak, budi pekerti); buruk (kelakuan) (kiasan) (5) |
| BEKAH | Rekah; belah (5) |
| BEKAL | Sesuatu yang disediakan (seperti makanan, uang) untuk digunakan dalam perjalanan; sesuatu yang dapat digunakan kelak apabila perlu (kiasan); modal (kiasan) (5) |
| BEKAM | Bekas pijitan (tindihan) pada kulit; membekam; mengeluarkan (memantik) darah dari badan orang (dengan menelungkupkan mangkuk yang diisi api pada kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dengan benda tajam supaya darahnya keluar); mencengkam; mencengkeram (Melayu Jakarta); memendam (menyembunyikan) perasaan dan sebagainya (5) |
| BEKAP | Sumbat (5) |
| BEKAS | Tanda yang tertinggal atau tersisa (sesudah dipegang, diinjak, dilalui, dan sebagainya); kesan; sesuatu yang tertinggal sebagai sisa (yang telah rusak, terbakar, tidak dipakai lagi, dan sebagainya); pernah menjabat atau menjadi ..., tetapi sekarang tidak lagi; mantan; sudah pernah dipakai; tempat menaruh sesuatu; wadah (5) |
| BEKAT | Banyak (rapat) sekali; sesak; pekat; tumpat (5) |
| BEKEL | Permainan dengan sebuah bola karet kecil dan buah mainan berupa kerang (siput laut, dan sebagainya yang berjumlah 4, 6, atau 8, dan seterusnya), yang dilakukan dengan cara melambungkan bola ke atas, sementara bola melambung, buah mainan diatur dan disusun sesuai dengan aturan permainan, kemudian disauk dengan tangan kanan, dan sekaligus setelah itu menangkap bola yang sedang dilambungkan; pamong desa pada zaman dahulu (setingkat di bawah lurah); pengurus sawah milik bangsawan pada masa raja-raja masih memerintah Pulau Jawa (5) |
| BEKEN | Terkenal; masyhur (5) |
| BEKER | Jam yang dilengkapi dengan alat yang dapat berdering pada waktu yang dikehendaki (untuk membangunkan orang); piala (5) |
| BEKIL | Ikan laut yang panjangnya mencapai 55 cm, mulut relatif kecil, bentuk kepala miring, gigi vomer tidak memanjang ke arah posterior, preoperkulum halus tanpa lekukan, baris sisik membujur miring di atas gurat sisi, badan berwarna merah muda, biasanya dengan garis merah tipis, hidup di area terumbu karang dan berbatu dengan kedalaman hingga 100 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; bambangan (Lutjanus erythropterus) (5) |
| BEKUK | Lipat (5) |
| BELAH | Celah retak yang besar dan panjang dari suatu benda; sebagian (dari benda yang berpasangan); separuh; sisi; pihak; pecah terbagi (menjadi dua); terbagi (menjadi dua, tiga, dan sebagainya); nama klan pada suku bangsa Gayo; kelompok yang ada dalam suatu kampung, mempunyai jabatan masing-masing dalam pelaksanaan tugasnya (Gayo) (5) |
| BELAI | Elus; bujuk; tali pengaman yang digunakan untuk membantu para pemanjat tebing, dinding bangunan tinggi, dan sebagainya (5) |
| BELAK | Belang putih pada kulit (karena suatu penyakit); telau (belang) berwarna hitam pada kayu (karena bentuk urat kayu) (5) |
| BELAM | Kabur; suram; palang atau kancing pintu (pagar dan sebagainya); membelam; memasukkan secara paksa; menjejalkan; memasang palang agar pintu tidak dapat dibuka (5) |
| BELAN | Rintangan; halangan; gerendel (5) |
| BELAR | Membelar; berkeliaran kian kemari (tentang anak-anak dan sebagainya); berkerumun atau mengeriap (tentang semut, anai-anai, dan sebagainya) (5) |
| BELAS | Perasaan iba atau sedih melihat orang lain menderita; satuan bilangan dari 11–19 (5) |
| BELAT | Bilah bambu yang dijalin dengan ijuk atau rotan, dipakai untuk mengurung ikan di laut atau di sungai; kerai; bidai; papan kecil untuk membalut tulang yang patah dan sebagainya; alat untuk membawa ikatan tangkai padi dari sawah, berbentuk tikar atau goni (Gayo) (5) |
| BELAU | Tepung biru sebagai bahan pencampur air pembilas cucian agar warna pakaian menjadi kebiru-biruan, biasanya untuk pakaian putih; biru (5) |
| BELEK | Penyakit yang menyebabkan mata merah dan berair serta banyak mengeluarkan kotoran mata; kaleng; blek; kangsa; belah; kota di Turki (5) |
| BELEL | Sudah pudar warnanya, rusak jahitannya (tentang pakaian); lusuh (5) |
| BELEM | Kota di Brasil (5) |
| BELER | Mabuk (5) |
| BELGA | Kantor berita Belgia (5) |
| BELIA | Muda sekali; remaja (5) |
| BELIK | Mata air kecil (5) |
| BELIO | Sapaan untuk bapak yang anaknya meninggal di tempat lain (misalnya di perantauan) (5) |
| BELIS | Maskawin (di Sumba) (5) |
| BELIT | Lilit (seperti lingkaran tali atau benang pada kumparan); kelok-kelok (sungai, jalan, dan sebagainya) (5) |
| BELLO | Kota di Kolumbia (5) |
| BELOH | Bodoh; dungu; tolol (5) |
| BELOK | Becek; berlumpur; tanah becek, tetapi agak keras sehingga melekat jika diinjak; besar dan lebar (tentang mata); kerek besar; kapi; pasung (kayu untuk membelenggu kaki); berkelok; berlekuk; beralih arah (5) |
| BELOM | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Bangka Utara, Sumatra; Lom; Mapor; Mapur (5) |
| BELON | Belum lolos dari daerah penjagaan (pada permainan galah panjang) (5) |
| BELOT | Membelot; lari (dari pihaknya, golongannya, kaumnya, bangsanya) lalu, memihak kepada musuh; meninggalkan agamanya (keyakinannya); murtad (5) |
| BELOW | Di bawah (Inggris) (5) |
| BELTA | Perdu atau pohon yang sangat muda sehingga masih dapat dijadikan bibit (Madura) (5) |
| BELUK | Kesenian berupa pembacaan cerita dengan ditembangkan secara bergilir (Sunda); hama perusak tanaman yang sudah berbunga yang mengakibatkan mengeringnya malai (5) |
| BELUM | Masih dalam keadaan tidak (5) |
| BELUS | Mudah lulus (lepas) karena longgar (tentang celana, cincin, dan sebagainya) (5) |
| BELUT | Mata pisau (Batak); ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya berbentuk silindris, warnanya kecokelatan, tersebar di perairan India, Cina, Indocina, Jepang, Malaysia, dan Indonesia; lindung (Monopterus albus) (5) |
| BENAH | Tanah bekas hutan yang belum digarap atau diproses (di Pulau Alor); wereng (Nephotettix virescens); berbenah; berkemas-kemas; memberes-bereskan; merapikan (perabotan dan sebagainya) (5) |
| BENAK | Isi tulang berupa bahan lunak terdiri atas sel lemak dan butir darah yang sudah matang sebagai persediaan pengganti sel dan butir darah yang rusak; sumsum; isi kepala; otak; pikiran (kiasan); berbunyi tidak nyaring atau tidak jernih (tentang mata uang); bengap; sukar mengerti; bodoh (kiasan) (5) |
| BENAM | Masukkan ke dalam air, lumpur, dan sebagainya (5) |
| BENAR | Sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah; tidak berat sebelah; adil; lurus (hati); dapat dipercaya (cocok dengan keadaan yang sesungguhnya); tidak bohong; sah; sangat; sekali; sungguh (5) |
| BENCI | Sangat tidak suka; antipati (5) |
| BENDA | Segala yang ada dalam alam yang berwujud atau berjasad (bukan roh); zat (misalnya air, minyak); barang yang berharga (sebagai kekayaan); harta; barang (5) |
| BENDE | Gong kecil (untuk memberi alamat, menguar-uarkan pengumuman, dan sebagainya); lempari; mungmung; mongmong; canang (Musik)anang; kota di Nigeria (5) |
| BENDI | Kereta beroda dua yang ditarik oleh seekor kuda dengan pengemudi di depan; dokar (5) |
| BENDO | Parang (Jawa); kain kepala yang sudah dibentuk sebagai kopiah (ketu); ketu udeng (Sunda) (5) |
| BENDU | Sahabat; kawan; sanak saudara; bandu (5) |
| BENEP | Arwah orang kaya yang telah meninggal dunia (Muyu) (5) |
| BENET | Menyisipkan kayu atau ranting pohon pada pagar supaya terlihat rapat dan rapi (Gayo) (5) |
| BENGA | Membelah sesuatu tanpa membuatnya terpisah (5) |
| BENGU | Berbau tidak sedap (seperti bau tembakau yang sudah lama disimpan) (Melayu Jakarta) (5) |
| BENIH | Biji atau buah yang disediakan untuk ditanam atau disemaikan; bibit atau semaian yang akan ditanam; sperma untuk bibit pengembangbiakan ternak dan sebagainya; sesuatu yang menjadi sebab; asal mula; keturunan; turunan; asal; sesuatu yang akan tumbuh atau akan menjadi (5) |
| BENIK | Kancing yang menempel pada baju; buah baju; kancing baju (5) |
| BENIN | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Porto-Novo (5) |
| BENOH | Mengangkat padi yang sudah dipotong (Gayo) (5) |
| BENSE | Kesatuan keluarga luas terbatas yang terdiri atas beberapa keluarga inti dalam masyarakat suku Balantak (5) |
| BENTA | Bisul dalam daging (di bibir sebelah atas); rumput menahun, tinggi 0,25 hingga 1,5 m, batang-batangnya pada pangkal menjalar-jalar dan berbiak akar, baik sekali digunakan sebagai makanan kuda dan lembu (Leersia hexandra) (5) |
| BENTO | Bekal makanan ala Jepang, biasanya berisi nasi dan lauk-pauk dengan tampilan yang menarik (Jepang) (5) |
| BENUA | Bagian bumi berupa tanah atau daratan yang sangat luas sehingga bagian tengah benua itu tidak mendapat pengaruh langsung dari angin laut (seperti Eropa, Australia, Amerika, Afrika, dan Asia); kontinen; negeri; kerajaan (5) |
| BENUM | Membenum; mengangkat (menetapkan) seseorang dalam suatu jabatan dan sebagainya (5) |
| BENUR | Benih udang yang hampir tidak kasatmata; anak udang windu (5) |
| BENXI | Kota di Cina (5) |
| BEPPU | Kota di Jepang (5) |
| BERAK | Buang kotoran; buang air besar; kotoran manusia atau binatang; tahi (5) |
| BERAM | Minuman keras yang terbuat dari air tapai; brem; air maram; merah tua (5) |
| BERAS | Padi yang telah terkelupas kulitnya (yang menjadi nasi setelah ditanak); biji-bijian; butir-butiran (seperti jagung, kopi) (5) |
| BERAT | Besar ukurannya (di antara jenisnya atau benda-benda yang serupa); besar tekanannya (timbangannya); payah; parah (tentang luka penyakit dan sebagainya); sulit (susah, sukar) melakukannya; melebihi ukuran (kekuatan, kemampuan, kesanggupan, dan sebagainya); sukar digerakkan, seakan-akan ditindih atau ditekan (tentang anggota badan dan sebagainya); kuat merangsang saraf; keras (tentang rokok, obat, dan sebagainya); memihak; cenderung; hamil (kiasan); sangat keras (perkiraan, dugaan, dan sebagainya); besarnya tekanan suatu benda apabila diangkat, ditimbang, dan sebagainya; bobot (Fisika); timbangan; gaya tarikan yang diderita suatu benda karena massanya dan keberadaannya di dalam, di sekitar, ataupun pada suatu sistem massa; bobot; susah; celaka (kiasan) (5) |
| BERAU | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, termasuk suku bangsa Kelabit; kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, ibu kotanya Tanjung Redeb, terkenal dengan sebutan Maldives van Borneo atau Bumi Batiwakal (5) |
| BEREK | Ikan yang sudah rusak dan berbau (Jawa) (5) |
| BEREO | Cambang bauk; berewok (Melayu Jakarta) (5) |
| BERES | Ada esnya; mengandung es; sejuk sekali (Minangkabau); teratur baik-baik; rapi; tidak kacau; selesai; tidak kusut; lunas (tentang utang); habis; bagus (terlaksana dengan baik) (5) |
| BERET | Tergores, lecet (tentang kulit dan sebagainya); banyak permintaan (Melayu Jakarta); sangat pemilih (Melayu Jakarta) (5) |
| BERGO | Kerudung instan yang memiliki ciri khas pet di bagian depan (5) |
| BERIA | Berkata “ya”; bergembira (5) |
| BERIK | Suku bangsa yang mendiami daerah Sarmi, Papua; kapal layar bertiang dua, terbuat dari besi, bertutup, digunakan untuk mengangkut orang atau barang (5) |
| BERIL | Mineral yang sangat keras terdiri atas silikat dari berilium dan aluminium (Be3Al2Si6O18) (Kimia) (5) |
| BERKO | Lentera listrik pada sepeda (5) |
| BERMA | Merah (5) |
| BERMI | Tumbuhan menjalar yang hidup di air, daunnya biasa dipakai sebagai obat perut kembung dengan cara mengunyahnya sebagai lalap (Herpestis monnieria) (5) |
| BEROK | Sampan kecil, terbuat dari kayu, tidak bertutup, digunakan untuk mengangkut orang; perut bagian bawah (Melayu Jakarta) (5) |
| BERON | Memberon; menikahi seorang gadis yang masih sangat muda (5) |
| BERUI | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan tawar, ukurannya dapat mencapai 750 cm, tubuhnya menyerupai hiu dengan moncong panjang seperti gergaji, tersebar luas di kawasan tropis dan subtropis; pari gergaji (Pristis pristis) (5) |
| BERUK | Primata yang termasuk dalam keluarga monyet, memiliki ekor sangat pendek, rambut berwarna cokelat keabu-abuan dengan bagian perut berwarna putih pucat, makanan utamanya buah (Macaca nemestrina); penakar kedelai, beras dan sebagainya, terbuat dari tempurung kelapa (Jawa) (5) |
| BERUS | Sikat (5) |
| BESAN | Orang tua dari menantu (baik menantu laki-laki maupun menantu perempuan); hubungan keluarga antara dua orang tua yang terjadi karena anak mereka kawin (5) |
| BESAR | Lebih dari ukuran sedang; lawan dari kecil; tinggi dan gemuk; luas; tidak sempit; lebar; hebat; mulia; berkuasa (kiasan); banyak; tidak sedikit (tentang jumlah) (kiasan); menjadi dewasa (kiasan); lebih dewasa daripada sebelumnya (kiasan); penting (berguna) sekali (kiasan) (5) |
| BESEK | Tempat yang terbuat dari anyaman bambu bertutup bentuknya segi empat (5) |
| BESER | Sebentar-sebentar kencing (5) |
| BESET | Terkupas atau terkelupas (tentang kulit) (5) |
| BESIK | Memukul hewan agar jalannya cepat (Gayo) (5) |
| BESIT | Sebat (dengan rotan) (5) |
| BESOA | Suku bangsa yang mendiami bagian barat daya Provinsi Sulawesi Tengah (5) |
| BESOK | Hari sesudah hari ini; esok hari; waktu yang akan datang; kelak (5) |
| BESOT | Terkelupas (tentang kulit); beset; calar (Melayu Jakarta) (5) |
| BESUK | Melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk orang sakit yang dirawat (5) |
| BESUT | Gosok (logam dan sebagainya); asuh; latih (kiasan); sembur (tentang darah, air, dan sebagainya) (5) |
| BETAH | Tahan mengalami suatu penderitaan (keadaan yang tidak menyenangkan); tabah; merasa senang (berdiam atau tinggal di suatu tempat); sembuh (5) |
| BETAM | Menghitam (tentang perhiasan, logam, dan sebagainya) karena sering dipakai, terlalu lama disimpan, dan sebagainya (Palembang) (5) |
| BETAS | Sobek atau retas (tentang barang tenunan, kelim, jahitan, dan sebagainya); retak lalu pecah atau belah (tentang telur dan sebagainya) (5) |
| BETAU | Anak-anak yang dilahirkan oleh satu ibu, tetapi dari ayah yang berlainan, atau sebaliknya (pada suku Dayak) (5) |
| BETEK | Pagar bambu di halaman (Jawa) (5) |
| BETET | Burung dalam suku Psittacidae, tubuhnya kecil, bulunya hijau, ekornya panjang (5) |
| BETIK | Pepaya (Carica papaya); ikan yang hidup di ekosistem perairan tawar dan payau, ukurannya dapat mencapai 25 cm, tubuhnya pipih agak membulat dan bersisik keras, warnanya hijau kekuningan, tersebar luas di perairan Indonesia, India, dan Cina; harfan; bato; betik; papuyu; betok (Anabas testudineus) (5) |
| BETIM | Kota di Brasil (5) |
| BETIS | Bagian kaki antara lutut dan pergelangan kaki, di belakang tulang kering; pohon belian (5) |
| BETOK | Ikan yang hidup di ekosistem perairan tawar dan payau, ukurannya dapat mencapai 25 cm, tubuhnya pipih agak membulat dan bersisik keras, warnanya hijau kekuningan, tersebar luas di perairan Indonesia, India, dan Cina; harfan; krucilan; bato; papuyu; betik (Anabas testudineus); hangus (oleh air keras dan sebagainya) (5) |
| BETON | Campuran semen, kerikil, dan pasir yang diaduk dengan air untuk tiang rumah, pilar, dinding, dan sebagainya; biji buah nangka (Jawa) (5) |
| BETOT | Cabut; tarik (5) |
| BETUL | Kota di India (5) |
| BETUN | Ibu kota Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (5) |
| BEWOK | Cambang bauk (5) |
| BEZEL | Bingkai luar layar komputer, ponsel, atau peralatan elektronik lainnya (5) |
| BEZIT | Menguasai atau menikmati suatu benda yang berada dl penguasaannya hingga seolah-olah benda itu miliknya dengan tidak mempersoalkan hak milik atas benda itu sebenarnya ada pada siapa (Hukum) (5) |
| BHIND | Kota di India (5) |
| BHOLA | Kota di Bangladesh (5) |
| BIADI | Cacing kecil-kecil dalam perut; cacing kerawit; cacing keremi (Oxyris vermicularis) (5) |
| BIANG | Induk (tentang binatang, tumbuhan); kepala; pimpinan; sari atau pati (yang dapat dijadikan banyak dengan menambahkan air dan sebagainya kepadanya); jenis yang tulen; jenis belum bercampur dengan jenis yang lain; ras; pokok pangkal; asal mula (kiasan); hampir tembuk (tembus); lubang-lubang kecil (pada sela-sela dinding atau atap yang sudah bocor); ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, panjang jantan mencapai 15 cm, panjang betina mencapai 22 cm, abdomen memiliki 32–40 sisik lunas dari tubuh bagian depan hingga dubur, jari-jari insang bagian bawah 17–21, jari-jari pertama sirip dada membentuk filamen panjang yang ujungnya mencapai pangkal jari-jari ke-23 dari sirip dubur, warna bagian dorsal cokelat atau biru, lateral keperakan, sirip ekor kekuningan dengan tepi hitam, hidup di kedalaman 0–50 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; galeberan; empirang; kasai janggut (Setipinna taty) (5) |
| BIARA | Rumah (asrama) tempat para petapa (rubiah dan sebagainya); bangunan tempat tinggal laki-laki atau perempuan yang mengkhususkan diri terhadap pelaksanaan ajaran agama di bawah pimpinan seorang ketua menurut aturan alirannya (Agama Kristen) (5) |
| BIASA | Lazim; umum; seperti sediakala (sebagai yang sudah-sudah); sudah merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari; sudah menjadi adat; sudah sering kali (5) |
| BIAYA | Uang yang dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan, dan sebagainya) sesuatu; ongkos; belanja; pengeluaran (5) |
| BIBEL | Kitab suci agama Kristen; Alkitab (5) |
| BIBIR | Tepi (pinggir) mulut (sebelah bawah dan atas); tepi sesuatu atau bagian barang yang menyerupai bibir; mulut atau lidah (dalam arti perkataan dan sebagainya) (5) |
| BIBIT | Semaian (padi dan sebagainya yang akan ditanam); benih (dalam arti sesuatu yang akan dikembangkan, diternakkan, dan sebagainya); anak (orang) yang akan dididik lebih lanjut; kader; yang akan menyebabkan timbulnya (terjadinya) penyakit atau pertikaian dan sebagainya (kiasan); jinjing (5) |
| BIBLE | Kitab-kitab agama Yahudi dan Kristen (Inggris) (5) |
| BIBOK | Sisa yang dapat dimanfaatkan kembali (Alas) (5) |
| BICIK | Alat yang terbuat dari tali untuk mengukur kelurusan tanaman (Melayu Kalimantan) (5) |
| BICOH | Pergantian giliran tidur suami dari satu istri ke istri lainnya (tentang poligami) (Melayu Kep. Riau) (5) |
| BIDAH | Perbuatan atau cara yang tidak pernah dikatakan atau dicontohkan Rasulullah atau sahabatnya, kemudian dilakukan seolah-olah menjadi ajaran Islam (Agama Islam); pembaruan ajaran Islam tanpa berpedoman pada sumber otoritatif, seperti Al-Qur'an, hadis, ijmak, dan kias (Agama Islam); kebohongan; dusta (kiasan/Agama Islam) (5) |
| BIDAI | Jalinan bilah (rotan, bambu) sebagai kerai (untuk tikar, tirai penutup pintu, belat, dan sebagainya); jalinan bilah bambu (kulit kayu randu dan sebagainya) untuk membalut tangan patah dan sebagainya; tempat menjemur ikan, terbuat dari bambu, berbentuk persegi; penutup atap seperti kanvas atau bahan sejenis, digunakan sebagai pelindung dari terik matahari, hujan dan lain-lain; batas atau tempat berhenti dalam beberapa permainan (Olahraga); kepercayaan masyarakat Talang Mamak tentang adanya ular yang mulutnya terdapat di tengah badannya (Melayu Riau) (5) |
| BIDAK | Buah catur yang terdepan; pion; piadah; laskar; buah permainan papan (5) |
| BIDAL | Peribahasa atau pepatah yang mengandung nasihat, peringatan, sindiran, dan sebagainya; sarung jari dari logam (dipakai sebagai tudung ujung jari); pengemudi sepeda motor yang berada di depan kolone sebagai penunjuk atau pembuka jalan (5) |
| BIDAN | Wanita yang mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya (5) |
| BIDAR | Kota di India (5) |
| BIDAS | Ukuran lingkaran yang terbentuk dengan mempertemukan ibu jari kiri dan jari tengah kiri dengan ibu jari kanan dan jari tengah kanan (Banjar); membidas; bergerak (terlepas, memantul) dengan cepat karena digerakkan oleh barang yang melenting atau karena dilepaskan tahanannya (seperti anak panah terlepas dari tali busurnya); bergerak membalik; memantul; maju menyerang (menembus); membalas serangan (kecaman dan sebagainya) (5) |
| BIDAT | Limbah terakhir dari pengolahan sagu, berbentuk seperti serabut, dapat dijadikan pakan ternak (Melayu Riau); persekutuan kecil Kristen yang dengan sengaja memisahkan diri dari gereja besar dan mengembangkan doktrin baru yang bertentangan dengan doktrin esensial; bidah (Agama Kristen) (5) |
| BIDET | Tempat buang air kecil bagi wanita yang dilengkapi dengan alat pembersih (5) |
| BIDIK | Arahkan (pistol dan sebagainya) ke sasaran (5) |
| BIDUK | Perahu kecil terbuat dari kayu, tidak berlayar, dipakai untuk menangkap ikan atau mengangkat barang-barang di sungai; pembinaan penduduk (akronim) (5) |
| BIDUR | Bongkah timah yang beratnya sekitar 3 pon (dipakai juga untuk ukuran harga) (5) |
| BIGAS | Sehat kembali; sembuh (5) |
| BIGAT | Roti keras yang dihidangkan dengan makanan lain, biasanya tahan lama (5) |
| BIGOS | Biang gosip (akronim) (5) |
| BIGOT | Orang yang tidak mendengarkan atau menghargai pendapat orang lain (5) |
| BIHAC | Kota di Bosnia dan Herzegovina (5) |
| BIHUN | Mi yang halus, putih warnanya, dibuat dari beras; mihun (5) |
| BIJAK | Selalu menggunakan akal budinya; pandai; mahir; pandai bercakap-cakap; petah lidah (Minangkabau) (5) |
| BIJAN | Tumbuhan suku biji-bijian dengan tinggi 2 m, buahnya berbentuk kotak lonjong, bijinya kecil-kecil mengandung minyak untuk minyak goreng, margarin, dan sebagainya; wijen (Sesamum orientale) (5) |
| BIJAR | Kota di Iran (5) |
| BIJIE | Kota di Cina (5) |
| BIJIH | Pasir, tanah, atau batuan yang mengandung cukup mineral yang berguna untuk diolah menjadi barang ekonomi (5) |
| BIKIN | Buat (5) |
| BIKIR | Perawan; gadis (5) |
| BIKOI | Sisa makanan yang belum sempat dimakan (Bolaang Mongondow) (5) |
| BIKSI | Suku bangsa yang mendiami daerah perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan (5) |
| BIKSU | Pendeta atau petapa pria (Buddha) (5) |
| BILAH | Belahan bambu (kayu dan sebagainya) yang tipis dan panjang; sesuatu yang menyerupai bilah (terutama pisau, pedang, dan sebagainya); kata penggolong bagi sesuatu yang tipis dan panjang; belah menjadi dua atau lebih bagian; bagian buldoser yang berfungsi sebagai alat gali dan dorong (5) |
| BILAI | Tepi dan sebagainya yang disambungkan; sambungan (Minangkabau); luka panjang pada kulit (bekas kena cambuk dan sebagainya); bilur (5) |
| BILAK | Pohon maja (Aegle marmelos) (5) |
| BILAL | Orang yang bertugas mengumandangkan azan; muazin; modin (Agama Islam) (5) |
| BILAS | Cuci; basuh (5) |
| BILGA | Bagian kapal yang berada di dalam air (di tengah-tengah, antara tingkat atas dan tingkat bawah) (Pelayaran); tempat penampungan cairan (air, minyak) untuk menjaga agar ruangan tertentu, misalnya palka, kamar mesin tetap kering (Pelayaran) (5) |
| BILIK | Anyaman dari bilah bambu (untuk dinding dan sebagainya); gedek; tepas; sasak; ruangan kecil yang tersekat; kamar; kesatuan beberapa rumah keluarga yang berpusat pada rumah anak tertua (di Lampung) (5) |
| BILIS | Sakit dan merah matanya; teri yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, panjangnya mencapai 19 cm, badan sangat langsing dan silindris, sebelum sirip perut terdapat 2–6 sisik tebal menyerupai jarum, sirip dubur pendek dengan 16–18 jari-jari bercabang, terdapat garis perak lebar di sisi, sirip ekor berwarna gelap, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 20–50 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik (Stolephorus indicus) (5) |
| BILUR | Luka panjang pada kulit (bekas kena cambuk); bilai (5) |
| BIMAS | Bimbingan massal (akronim); bimbingan masyarakat (akronim) (5) |
| BIMBO | Kota di Republik Afrika Tengah (5) |
| BINAL | Bengal; tidak menurut; selalu hendak lari dan sebagainya (tentang kuda dan sebagainya); liar (5) |
| BINAN | Kota di Filipina (5) |
| BINAR | Sinar (5) |
| BINCU | Pewarna bibir; lipstik; gincu; benjol (pada kepala, dahi); bincul (5) |
| BINDE | Membuka sesuatu dengan cara menindih pinggirnya (5) |
| BINDU | Perkakas untuk memutar kayu dan sebagainya yang akan dilarik (dilicinkan dan dijadikan bulat atau bulat panjang); bubut (5) |
| BINEN | Telah berhasil (memperoleh kedudukan, kekayaan, dan sebagainya); mapan (5) |
| BINER | Terjadi dari atau ditandai oleh dua benda atau dua bagian; serba dua; berdasar dua (tentang bilangan pada sistem bilangan) (Matematika) (5) |
| BINES | Benih padi (Madura); tari yang khusus dibawakan oleh wanita di Gayo Lues, ditarikan dalam formasi melingkar (Gayo) (5) |
| BINGI | Suku bangsa yang mendiami daerah pedalaman di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat; Tobingi (5) |
| BINGO | Permainan keberuntungan menggunakan kartu yang memiliki kotak-kotak bernomor sesuai dengan bola bernomor yang diambil secara acak, dimenangkan jika seorang pemain berhasil menutupi kotak-kotak tersebut dalam satu baris (5) |
| BINHE | Kota di Cina (5) |
| BINTI | Kata untuk menyatakan anak perempuan dari seseorang (biasa dipakai untuk keterangan antara nama seseorang dan nama ayah) (Arab) (5) |
| BINYI | Bibit padi (Dayak) (5) |
| BIOLA | Alat musik gesek, kecil, berlekuk di bagian tengahnya, bertali empat, bersuara melengking jika digesek, cara memainkannya dengan menempatkan pangkalnya di antara dagu dan pundak; Idris Sardi adalah maestro alat musik ini (5) |
| BIOMA | Ekosistem dalam skala luas, berupa wilayah yang mempunyai sifat geografis atau iklim yang sama (misalnya hutan tropis, padang pasir, padang rumput), ditunjukkan dengan garis lintang dan bujur (Ekologi) (5) |
| BIOTA | Keseluruhan flora dan fauna yang terdapat di dalam suatu daerah (5) |
| BIPIM | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian selatan Papua, di Kabupaten Merauke (5) |
| BIPOD | Penyangga yang terdiri atas dua buah kaki berbentuk batang (5) |
| BIRAH | Talas yang besar dan getahnya gatal, dapat menimbulkan gatal apabila kena kulit, umbinya enak setelah direbus dan sebagainya (Alocasia macrorrhiza); gatal (kiasan) (5) |
| BIRAI | Pagar (dinding) rendah di tepi jembatan (tangga) atau di pinggir perahu; parapet; bingkai; lis; tepi (5) |
| BIRAM | Gajah; ular berkepala dua pada ujung dan pangkalnya (dalam dongeng); merah; intan berwarna merah (Aceh) (5) |
| BIRAS | Pertalian persaudaraan antara dua orang karena kawin dengan dua orang yang bersaudara (5) |
| BIRAT | Parut atau bekas kurap di keliling mulut (5) |
| BIRIH | Bagian dari jendela layar belah (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| BIRIK | Lemparan jala (Dayak) (5) |
| BIRIT | Pantat (5) |
| BISAI | Bagus; elok; pesolek (suka berdandan baik-baik) (5) |
| BISIK | Suara desis perlahan-lahan (5) |
| BISMA | Putra dari Prabu Santanu dan Dewi Gangga dalam wiracarita Mahabharata (5) |
| BISON | Banteng liar yang terdapat di Amerika Utara; mamalia berkuku genap, bertubuh besar, bertanduk kecil, berpunuk besar, dengan rambut bagian depan lebih panjang (Bison spp.) (5) |
| BISSU | Tradisi sastra lisan yang hidup di daerah Pangkep (Sulawesi Selatan), dilakukan oleh sekelompok laki-laki yang mengenakan pakaian serta bersuara dan bertingkah seperti perempuan (5) |
| BISUH | Cuci tangan (5) |
| BISUL | Bintil yang membengkak pada kulit yang berisi nanah dan bermata; barah; sesuatu yang menyusahkan (menyulitkan) (kiasan) (5) |
| BITOT | Putih keabu-abuan (5) |
| BIUKU | Kura-kura yang sudut matanya bergaris kuning sehingga pandangan matanya tampak suram (tidak berseri-seri) (Notochelys platynota) (5) |
| BIVAK | Pondok (tempat bermalam) sementara di tengah hutan dan sebagainya (bagi tentara dan sebagainya) (5) |
| BIYAK | Panggilan untuk anak laki-laki atau anak perempuan (Dayak) (5) |
| BIYSK | Kota di Rusia (5) |
| BKKBN | Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera, dulu bernama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) (singkatan) (5) |
| BKKKS | Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (organisasi yang bertugas melakukan koordinasi terhadap organisasi-organisasi yang menyelenggarakan kesejahteraan sosial di tingkat provinsi) (singkatan) (5) |
| BKSDA | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (singkatan) (5) |
| BLACK | Hitam (Inggris) (5) |
| BLADE | Film yang dibintangi Wesley Snipes tahun 1998; bilah (Inggris) (5) |
| BLALO | Kembang tanaman bawang merah (Madura) (5) |
| BLANG | Upacara kesuburan yang biasa dilakukan setiap tahun oleh masyarakat petani Aceh dan Gayo (Aceh) (5) |
| BLAUK | Anak capung yang belum dapat terbang, biasanya hidup di permukaan lumpur sawah (Bali) (5) |
| BLENG | Cairan yang digunakan untuk campuran pembuatan kerupuk dan sebagainya (5) |
| BLIDA | Kota di Aljazair (5) |
| BLITZ | Lampu kilat (5) |
| BLOIS | Kota di Prancis (5) |
| BLONG | Tidak berfungsi karena tidak ada tahanan (tentang rem); dol; tidak berisi apa-apa; kosong; menganga atau terbuka lebar (tentang lubang dan sebagainya); tempat hasil tangkapan berupa tong plastik besar yang dilapisi karung plastik dan tali tambang yang dianyam (Jawa) (5) |
| BLORA | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, ibu kotanya Blora; ibu kota Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah (5) |
| BLUES | Jenis lagu ratapan orang Negro Amerika yang berkembang mulai 1911 sebagai perintis musik jaz (Musik) (5) |
| BLUME | Bunga (Jerman) (5) |
| BLUNG | Wadah yang digunakan untuk menampung ikan hasil tangkapan atau hasil pancingan yang terbuat dari bahan plastik berbentuk silinder (Jawa); tong atau drum berbalut terpal yang dililit anyaman tali tambang mengelililingi drum, digunakan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan (Jawa) (5) |
| BOANO | Suku bangsa yang mendiami daerah sebelah barat Pulau Seram di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dan Sulawesi Tengah (5) |
| BOBAK | Kulit binatang (Batak) (5) |
| BOBAR | Batas kebun berupa kayu-kayu sisa yang disusun (5) |
| BOBAT | Menggendong sesuatu di punggung dengan menggunakan tali yang disangkutkan ke dahi (Melayu Riau); suku bangsa yang berasal dari atau mendiami wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku (5) |
| BOBIN | Kumparan benang yang ada di bagian bawah mesin jahit (5) |
| BOBOK | Tidur (untuk anak-anak); daun, umbi-umbian, dan sebagainya yang dilumatkan (dengan batu penggiling dan sebagainya) dipakai sebagai obat luar dengan cara menempelkannya pada bagian yang sakit (Jawa); melengkung ke bawah (tentang tanduk) (Batak) (5) |
| BOBOL | Jebol atau rusak (tentang bendungan dan sebagainya); tembus (tentang barisan, pertahanan, dan sebagainya) (5) |
| BOBOR | Tidak tumbuh lagi karena sudah dewasa (tentang tanaman) (Batak) (5) |
| BOBOS | Berlubang besar karena sobek, pecah, dan sebagainya; bocor besar (5) |
| BOBOT | Berat suatu benda; berat seekor ternak pada suatu keadaan; timbangan; arti penting; nilai; mutu (kiasan); derajat warna hitam pada huruf cetak (mulai dari yang sangat tipis warna hitamnya sampai dengan yang hitam sekali) (kiasan/Grafika) (5) |
| BOCAH | Anak (kecil); kanak-kanak (5) |
| BOCIL | Bocah kecil (5) |
| BOCOK | Kelambu (kain tipis) penutup buaian bayi; tanah tandus; tanah tidak subur (Jawa) (5) |
| BOCOR | Berlubang sehingga air (udara) dapat keluar atau masuk; tiris; tersiar sedikit-sedikit (tentang rahasia dan sebagainya); kerap kali buang air; mengeluarkan darah; datang bulan; haid (5) |
| BODAR | Memukul kuat-kuat dengan maksud untuk menyakiti (Melayu Riau) (5) |
| BODOH | Tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dan sebagainya); tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman); terserah (kepadamu) (5) |
| BODOK | Kusta pada taraf permulaan; buduk (5) |
| BODOR | Lucu; jenaka (Sunda) (5) |
| BOFOT | Upacara peminangan atau pertunangan (Sorong) (5) |
| BOGAM | Keping-keping kecil dari emas untuk perhiasan tajuk dan sebagainya; nama rangkaian bunga mawar dan melati yang terletak pada sanggul atau hiasan kepala pengantin perempuan pada masyarakat Banjar zaman dulu (5) |
| BOGAS | Jejak hewan liar (Batak) (5) |
| BOGEL | Telanjang; bugil (5) |
| BOGEM | Bidang persegi pembatas badan dan kepala kain batik Cirebon yang biasanya berisi hiasan flora dan fauna (Sunda) (5) |
| BOGOK | Jago (tentang ayam aduan) (Melayu Riau) (5) |
| BOGOL | Borgol; luka yang sering berulang pada bagian yang sama di kaki sehingga dapat menebal (Melayu Ambon) (5) |
| BOGOR | Enau (Arenga pinnata); belinjo (Gnetum gnemon); kota di Provinsi Jawa Barat, terkenal dengan sebutan Kota Hujan; kabupaten di Provinsi Jawa Barat, ibukotanya Cibinong (5) |
| BOGOT | Buruk sekali (membangkitkan rasa ngeri) (5) |
| BOGRA | Kota di Bangladesh (5) |
| BOHAI | Mempunyai bentuk badan yang bagus dan terkesan seksi (5) |
| BOISE | Ibu kota negara bagian Idaho, Amerika Serikat (5) |
| BOKAP | Ayah (5) |
| BOKAR | Bahan pengolah karet (5) |
| BOKCA | Kantong untuk membawa bekal (makanan dan sebagainya); uncang (5) |
| BOKEH | Foto yang menonjolkan objek utama dengan fokus yang sangat tajam, sementara latar belakang (dan/atau depan) sangat kabur (Fotografi/Jepang) (5) |
| BOKEK | Tidak punya uang (5) |
| BOKEO | Gelar raja pada zaman Kerajaan Konawe dan Mekongga (Tolaki) (5) |
| BOKEP | Film porno (5) |
| BOKOH | Lemah; lembik (5) |
| BOKOL | Anak ikan tombro (Madura); tempat (semacam peti) yang terbuat dari anyaman daun tikar, biasanya untuk menyimpan pakaian (5) |
| BOKOP | Bengkak; bakup (5) |
| BOKOR | Pinggan besar yang cekung dan bertepi lebar (biasanya dibuat dari logam); tempat untuk menyimpan sirih (Sunda) (5) |
| BOKSU | Pendeta Kristen Cina (5) |
| BOLAK | Salah; keliru; tidak kena (5) |
| BOLAS | Ikat pinggang laki-laki dari kulit hewan yang dihiasi uang perak (5) |
| BOLEH | Diizinkan; tidak dilarang; dapat; beroleh; mendapat (5) |
| BOLEN | Penganan yang berbahan dasar pisang, biasanya diberi tambahan cokelat atau keju, lalu dililit dengan adonan pastri, kemudian dipanggang (Tata Boga) (5) |
| BOLOK | Pohon khas Kalimantan Timur, buahnya berbentuk seperti apel kecil-kecil, rasanya manis tetapi memabukkan, biasa dimakan oleh pelanduk, kijang, dan rusa; bengkak karena terlalu lama menangis (tentang mata) (Melayu Kep. Riau) (5) |
| BOLON | Rumah adat Batak (5) |
| BOLOS | Tidak masuk bekerja (sekolah dan sebagainya) (5) |
| BOLOT | Balut; bungkus; daki; tuli; pekak; bodoh; tolol (5) |
| BOLTA | Kayu pendek yang berukuran 0,6-2,4 cm, biasanya digunakan dalam industri pengolahan kayu (Kehutanan) (5) |
| BOMOH | Dukun; pawang (5) |
| BONAB | Kota di Iran (5) |
| BONAI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kampar, Riau (5) |
| BONAO | Kota di Republik Dominika (5) |
| BONAR | Gencatan senjata (di Tapanuli) (5) |
| BONDO | Pakaian yang masih basah (Tolaki) (5) |
| BONEN | Buncit tetapi badannya kurus (Gayo) (5) |
| BONET | Sastra lisan dari Timor berupa tuturan syair, dilantunkan sambil menari membentuk lingkaran dan bergandeng tangan, biasanya dilakukan saat perkawinan atau pesta adat (Sastra) (5) |
| BONGA | Ulat kecil berwarna putih, tubuhnya berdebu seperti abu, sering ditemukan di dedaunan pohon (Melayu Riau) (5) |
| BONGO | Alat musik berupa sepasang gendang kecil (yang dipukul-pukul dengan tangan) yang bagian bawahnya tidak bertutup (5) |
| BONTO | Tidak segar lagi (tentang ikan) (Melayu Jakarta); kepala adat kampung (Muna) (5) |
| BONUS | Upah tambahan di luar gaji atau upah sebagai hadiah atau perangsang; gaji, upah ekstra yang dibayarkan kepada karyawan; gratifikasi; insentif; halaman atau artikel tambahan (pada majalah, koran) (5) |
| BONYO | Patahan beras sisa penapisan berukuran kecil (5) |
| BOPEM | Jendela yang ukurannya relatif pendek (Jawa) (5) |
| BOPOK | Rusak; tidak terpakai lagi; lemah sekali (tentang badan) (5) |
| BORAK | Diulang: kain kasar hasil tenun khas Toraja, dibuat dari benang nanas atau kapuk, digunakan sebagai pembungkus mayat (Toraja) (5) |
| BORAS | Kota di Swedia (5) |
| BORAT | Istilah generik untuk garam atau ester asam borat (Kimia) (5) |
| BORCI | Kertas emas untuk hiasan, sulaman, dan sebagainya (5) |
| BORDU | Dinding pada tepi perahu (kapal) (5) |
| BOREH | Bedak basah yang kuning warnanya dan harum baunya; burat; barang (atau surat berharga) yang diserahkan oleh orang yang berutang sebagai jaminan utangnya; agunan; jaminan; orang yang menanggung utang orang lain (dalam hal timbulnya kesulitan dalam pembayaran utang dan sebagainya); penanggung; penjamin (5) |
| BOREK | Burik; bopeng; rajin dan gesit dalam bekerja (Gayo) (5) |
| BOROH | Bengkak di wajah akibat penyakit atau sengatan lebah (Melayu Riau) (5) |
| BOROK | Luka bernanah dan busuk (karena infeksi); cacat (kiasan) (5) |
| BOROM | Tempat mencari ikan dan hasil laut lainnya untuk dijual, biasanya di laut dalam yang jauh dari kampung dan membutuhkan perjalanan selama satu minggu (Karey) (5) |
| BORON | Zat yang sekaligus meredam dan menetralkan neutron; unsur kimia metaloid bukan logam dengan nomor atom 5, berlambang B, dan bobot atom 10,81 u (5) |
| BOROS | Berlebih-lebihan dalam pemakaian uang, barang, dan sebagainya; lepas, terurai (tentang tali yang dikaitkan); banyak dalam pemakaian tenaga, bensin, dan sebagainya (tentang mesin dan sebagainya) (5) |
| BORTA | Pohon aren muda (Batak) (5) |
| BORTO | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian utara Papua (5) |
| BOSAN | Sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau banyak; jemu (5) |
| BOSIK | Benang yang dihitamkan dengan jelaga dan digunakan sebagai tanda pada kayu yang akan digergaji (Batak) (5) |
| BOSOK | Masakan pada periuk yang mendidih dan masak pada bagian tengahnya (Bugis) (5) |
| BOSON | Partikel elementer, inti atom, dan partikel lain yang tunduk pada statistika Bose-Einstein (5) |
| BOSOR | Berlubang tembus; pecah (sobek) hingga berlubang (bocor) (5) |
| BOSOT | Bodong (tentang pusar) (5) |
| BOSUN | Bosman; serang (Pelayaran) (5) |
| BOTAD | Kota di India (5) |
| BOTAK | Tidak berambut (tentang kepala orang); gundul; tidak berbulu (tentang kepala binatang) (5) |
| BOTIA | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 30,5 cm, tubuhnya agak membulat, mulutnya bersungut, terdapat duri di bawah mata (Botia spp.) (5) |
| BOTIR | Cara tebang kayu dengan memotong atau menoreh keliling batang untuk mencegah pecahnya batang pada waktu rebah, mengakibatkan arah rebah yang tidak menentu (Minahasa) (5) |
| BOTOH | Penyabung ayam dan sebagainya (Jawa); pejudi (Jawa); pelerai; wasit (Jawa) (5) |
| BOTOK | Ikan dan sebagainya yang dicampur dengan parutan kelapa muda yang dibumbui, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus (5) |
| BOTOL | Wadah untuk benda cair, yang berleher sempit dan biasanya dibuat dari kaca atau plastik (5) |
| BOTOR | Biji buah kecipir (Jawa) (5) |
| BOTOU | Kota di Cina (5) |
| BOWIE | Kota di Amerika Serikat (5) |
| BOXER | Anjing besar, berbulu halus, berhidung pesek, dan berekor pendek (ungkapan/Inggris); perkumpulan rahasia di Tiongkok yang anti terhadap orang asing (memberontak tahun 1900) (ungkapan/Inggris) (5) |
| BOYAK | Hambar (tidak sedap) rasanya (lagi) karena sudah kering atau busuk (tentang tembakau); menjemukan; membosankan; tidak menyenangkan; bangkrut; remuk; berantakan (5) |
| BOYAS | Buncit; gendut; berdus (5) |
| BOYUT | Tempat penyimpanan benih atau biji yang terbuat dari kajang atau rotan (5) |
| BOZAH | Minuman keras yang dibuat dari jelai (5) |
| BPHTB | Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (singkatan) (5) |
| BPKLN | Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (singkatan) (5) |
| BRAGA | Jalan yang sangat bersejarah, populer dan ikonis di Kota Bandung; kota di Portugal (5) |
| BRAJG | Bendara Raden Ajeng Gusti (singkatan) (5) |
| BRATA | Tindakan pengendalian diri (Agama Hindu) (5) |
| BRATI | Anak persilangan antara itik dengan entok (Jawa) (5) |
| BRATU | Bandar judi; uang pinjaman supaya bisa melanjutkan permainan judi; uang tambahan; bonus (5) |
| BRAVO | Kata yang digunakan untuk memuji seseorang karena telah melakukan sesuatu dengan baik; syabas (ungkapan/Italia) (5) |
| BREDA | Kota di Belanda (5) |
| BREST | Kota di Prancis dan Belarusia (5) |
| BRICK | Bata (Inggris) (5) |
| BRICS | Indonesia resmi bergabung ke organisasi ini pada 6 Januari 2025, dari Brazil, Russia, India, China, South Africa (singkatan/Inggris) (5) |
| BRITS | Kota di Afrika Selatan (5) |
| BROME | Alat untuk menimba dan menampung air yang terbuat dari pelepah pohon sagu, pada kedua sisinya dijahit tali rotan sebagai pegangan (5) |
| BROMO | Gunung api aktif yang terletak di perbatasan empat kabupaten di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang (5) |
| BRUTO | Kotor (tentang berat, gaji, hasil keuntungan, pendapatan) (5) |
| BRUTU | Bagian belakang tubuh unggas tempat ekor tumbuh dan kotoran keluar (Jawa) (5) |
| BRYAN | Kota di Amerika Serikat (5) |
| BUANA | Dunia; jagat; benua (5) |
| BUANG | Lempar; lepaskan; keluarkan; kumbang (Minangkabau) (5) |
| BUANI | Berhubungan dengan buana (dunia) (5) |
| BUARI | Daging yang dijemur di panas matahari; dendeng (5) |
| BUAWU | Tempurung kelapa (Gorontalo) (5) |
| BUAYA | Binatang melata (reptilia) berdarah dingin bertubuh besar dan berkulit keras, bernapas dengan paru-paru, hidup di air (sungai, laut); penjahat (kiasan) (5) |
| BUBAR | Bercerai-berai ke mana-mana (tentang orang ramai yang berkumpul); berserak-serak ke sana kemari; selesai; usai (tentang pasar, rapat, upacara, dan sebagainya); selesai tugas; berhenti bertugas (tentang panitia, dewan, kabinet, dan sebagainya); ditiadakan (tentang perserikatan, kongsi, dan sebagainya) (5) |
| BUBUH | Taruh; cantumkan sesuatu pada (5) |
| BUBUK | Binatang kecil yang berkulit keras, berupa kumbang yang suka makan kayu, balok, beras, dan sebagainya; serbuk dari barang yang lapuk; barang yang ditumbuk menjadi tepung halus; rebus; alat untuk mengambil air, dibuat dari tempurung kelapa (Benuaq) (5) |
| BUBUL | Bisul pada tumit orang atau pada kuku kuda; bisul di telapak kaki (Madura); tambal (jala, jaring, dan sebagainya) (5) |
| BUBUN | Ubun-ubun (Minangkabau) (5) |
| BUBUR | Makanan lembek dan berair yang dibuat dari beras, kacang-kacangan, dan sebagainya yang direbus; barang yang rupanya sebagai bubur (5) |
| BUBUS | Lauk-pauk yang terbuat dari daun talas (Jawa); membubus; beterbangan ke luar dengan ramai; keluar beramai-ramai (5) |
| BUBUT | Tali bubut (Pelayaran); alat pemusing besi (kayu) untuk dibulatkan dan dilicinkan; burung, bentuknya seperti gagak, tetapi mempunyai sayap yang lebar dan berwarna cokelat (Centropus bengalensis); cabut (5) |
| BUCIK | Kata panggilan untuk pembantu pembina pramuka siaga putri (Pramuka) (5) |
| BUCIN | Budak cinta (akronim) (5) |
| BUCKS | Milwaukee ..., juara NBA 2021 (5) |
| BUDAK | Anak; kanak-kanak; antek; hamba; jongos; orang gajian (5) |
| BUDEK | Tuli (5) |
| BUDEL | Barang-barang warisan (Jawa) (5) |
| BUDIG | Padi yang rusak karena terganggu oleh orang-orang yang lalu-lalang di pematang (Sunda) (5) |
| BUDTA | Kota di Filipina (5) |
| BUDUK | Kusta (Jawa); beruntus dan gatal-gatal karena kuman pada kulit (Sunda) (5) |
| BUDUR | Sembul ke luar (5) |
| BUENG | Daerah berpaya yang dapat ditanami padi karena tidak terlalu dalam (di Aceh) (5) |
| BUERA | Pohon yang mempunyai buah dan biji berwarna merah, biasa dijadikan perhiasan oleh masyarakat Orya (Orya) (5) |
| BUFER | Penyangga; dapar; larutan yang mampu menahan perubahan kepekatan ion H+ (Kimia) (5) |
| BUFET | Lemari tempat menyimpan makanan atau barang-barang pajangan (hiasan); tempat berjual minuman, makanan, dan sebagainya di stasiun; hidangan makanan yang disajikan di atas meja dan dipilih sendiri oleh para tamu (Tata Boga) (5) |
| BUGAR | Sehat dan segar (tentang badan) (5) |
| BUGAT | Pemberontak (Arab) (5) |
| BUGGY | Jenis mobil terbuka untuk satu hingga dua orang (ungkapan/Inggris) (5) |
| BUGIL | Tidak berpakaian sedikit pun; telanjang bulat (5) |
| BUGIS | Suku bangsa yang berasal atau mendiami sebagian besar daerah Sulawesi; penganan yang terbuat dari tepung ketan dicampur parutan kelapa muda dengan isian gula merah dan dibungkus daun pisang (Tata Boga/Jawa) (5) |
| BUHUK | Gondok; beguk (Minangkabau) (5) |
| BUHUL | Simpul pada tali; ikatan (pada dasi) (5) |
| BUJAL | Tersembul; tersempal (seperti pusat); tumpul (5) |
| BUJAM | Tempat sirih yang dibuat dari daun mengkuang yang dianyam (5) |
| BUJAN | Penganan khas Bangka yang terbuat dari keladi atau talas yang digoreng dan dimakan dengan cocolan sambal belacan (5) |
| BUJET | Anggaran pemasukan dan pengeluaran uang; anggaran belanja; rencana anggaran terperinci sebagai pedoman untuk menjalankan operasi pada masa yang akan datang dan juga digunakan sebagai dasar untuk melakukan penilaian atas pelaksanaan (Ekonomi dan Keuangan) (5) |
| BUJUK | Usaha untuk meyakinkan seseorang dengan kata-kata manis dan sebagainya bahwa yang dikatakan benar; rayu; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; aruan; gabus (Channa striata) (5) |
| BUJUL | Kawin dengan orang yang satu marga (Alas) (5) |
| BUJUR | Panjang dari suatu bidang; panjang; posisi timur atau barat suatu tempat di permukaan bumi, yang ditentukan atau diukur dengan meridian (Geografi dan Geologi) (5) |
| BUJUT | Kusut (benang, rambut, dan sebagainya) (5) |
| BUKAN | Kota di Iran (5) |
| BUKAT | Kotor; hitam; becek; suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (5) |
| BUKAU | Lembah (5) |
| BUKET | Karangan bunga (5) |
| BUKIT | Tumpukan tanah yang lebih tinggi daripada tempat sekelilingnya, lebih rendah daripada gunung; suku bangsa yang mendiami sebagian wilayah pedalaman Provinsi Kalimantan Selatan (5) |
| BUKTI | Sesuatu yang menyatakan kebenaran suatu peristiwa; keterangan nyata; tanda; hal yang menjadi tanda perbuatan jahat (5) |
| BUKUR | Bongkah atau gumpal kecil seperti tanah atau garam; buku (5) |
| BUKUT | Bungkus; tutup; orang yang ditugaskan khusus untuk menjaga kamar tempat penyimpanan makanan pada acara pesta sebelum makanan disajikan (5) |
| BULAI | Putih seluruh tubuh dan rambutnya karena kekurangan pigmen; balar; londo (5) |
| BULAN | Satelit alami yang mengitari bumi, tampak bersinar pada malam hari karena pantulan sinar matahari (Astronomi); masa atau jangka waktu perputaran bulan mengitari bumi dari mulai tampaknya bulan sampai hilang kembali (29 atau 30 hari); masa yang lamanya 1/12 tahun; satelit alami suatu planet (Astronomi) (5) |
| BULAR | Warna keputih-putihan pada bagian mata yang hitam (5) |
| BULAT | Berbentuk sebagai bola; berbentuk lingkaran; bundar (tanpa bersudut); tidak terpecah; utuh; tanpa kecuali; seia sekata; sepenuhnya (5) |
| BULEK | Hamil di luar pernikahan (5) |
| BULGA | Tunggul bambu (Madura); patok bambu yang tersisa dalam tanah karena dipotong (Madura) (5) |
| BULIK | Ibu cilik (akronim); sapaan adik perempuan ibu atau ayah (akronim) (5) |
| BULIR | Tangkai beserta buah (bunga) majemuk yang terdapat pada tangkai itu; tipe susunan rangkum bunga dengan satu sumbu utama yang tidak bercabang, tempat melekat bunga yang tidak bertangkai pendek (5) |
| BULIT | Ayam jantan yang warna bulunya menyerupai warna bulu burung elang (Dayak); bubur dari beras yang dicampur dengan daun mentimun yang ditumbuk saat hampir matang (Kenyah) (5) |
| BULOG | Badan Urusan Logistik (lembaga pangan di yang mengurusi tata niaga beras) (akronim) (5) |
| BULUH | Bambu; aur (5) |
| BULUK | Kotor karena debu (5) |
| BULUR | Sangat lapar (5) |
| BULUS | Gundul sama sekali (tidak berdaun, tidak berbulu, tidak beranting); tidak dapat mempunyai anak karena mandul; tidak memiliki apa-apa lagi; miskin; papa; dapat masuk (lulus); kena pukul (dalam permainan pencak dan sebagainya); tembus; labi-labi (5) |
| BUMBA | Kota di Republik Kongo (5) |
| BUMBU | Berbagai jenis hasil tanaman yang berbau harum atau sedap, seperti jahe, kunyit, lengkuas, pala, merica yang digunakan untuk menyedapkan masakan (5) |
| BUMIL | Ibu hamil (akronim) (5) |
| BUNAK | Suku bangsa yang mendiami daerah perbatasan antara Timor Leste dan Provinsi Nusa Tenggara Timur di Pulau Timor (5) |
| BUNDA | Kata sapaan kepada ibu; kata sapaan untuk orang tua perempuan; ibunda (kependekan); panggilan kepada pembina pramuka siaga putri (Pramuka); kota di Tanzania (5) |
| BUNDI | Kota di India (5) |
| BUNDU | Bunyi langkah orang yang berjalan di atas papan (Wolio) (5) |
| BUNGA | Bagian tumbuhan yang akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; kembang; jenis untuk berbagai-bagai bunga; gambar hiasan (pada kain, pamor ukiran, dan sebagainya); tambahan untuk memperindah; tanda-tanda baik; sesuatu yang dianggap elok (cantik) seperti bunga (kiasan); nama yang dipakai untuk beberapa jenis tumbuhan yang tidak berkerabat satu sama lain (kiasan); imbalan jasa untuk penggunaan uang atau modal yang dibayar pada waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan, umumnya dinyatakan sebagai persentase dari modal pokok (Ekonomi dan Keuangan); pendapatan atas setiap investasi modal (Ekonomi dan Keuangan) (5) |
| BUNGO | Kabupaten di Provinsi Jambi, ibu kotanya Muaro Bungo (5) |
| BUNIA | Kota di Republik Kongo (5) |
| BUNTU | Tertutup (tidak dapat terus tentang pintu, jalan, pipa, dan sebagainya); tertutup salah satu ujungnya (jalan, pipa, dan sebagainya); terhalang (oleh sekatan dan sebagainya); tersekat; tersuntuk (tentang akal, pikiran, dan sebagainya) (5) |
| BUNUH | Habisi nyawa secara sengaja (5) |
| BUNUT | Pohon, tinggi mencapai 26 m, bercabang dekat tanah, kayunya digunakan sebagai bantalan rel dan bahan bangunan (Cynometra ramiflora) (5) |
| BUNYI | Sesuatu yang terdengar (didengar) atau ditangkap oleh telinga; nada; laras (pada alat musik atau nyanyian dan sebagainya); kesan pada pusat saraf sebagai akibat getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara (Linguistik); ucapan apa yang tertulis (surat, huruf, dan sebagainya) (Linguistik); sembunyi (5) |
| BURAI | Memburai; berderai; berburai; keluar bertaburan (cerai-berai dan sebagainya seperti usus dari dalam perut); terurai (ke luar) dan kusut; bocor dan tersiar ke mana-mana (tentang rahasia dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| BURAK | Kendaraan yang sangat cepat, digunakan Nabi Muhammad saw. ketika melaksanakan Isra (Agama Islam) (5) |
| BURAM | Tidak bercahaya; tidak bening (tentang kaca dan sebagainya); bentuk kasar dari sesuatu yang akan dikerjakan; rancangan (gambar, tulisan, surat, dan sebagainya); konsep (5) |
| BURAO | Kota di Somaliland (5) |
| BURAS | Omongan; cakap; obrolan; penganan, dibuat dari beras dan santan, dibungkus dengan daun pisang, dan dikukus; lontong bersantan; persengketaan atau perselisihan yang tidak dapat diselesaikan; proses peradilan yang tidak memenangkan salah satu pihak yang berperkara; penyakit kulit yang berupa bercak-bercak putih; bukan ras (tentang ayam) (akronim) (5) |
| BURAT | Bedak basah yang kuning warnanya dan harum baunya; boreh (5) |
| BURDA | Tradisi kaum Islam di India yang memberi tempat terpisah bagi kaum wanita (5) |
| BUREM | Anak panah tradisional yang terbuat dari tulang daun rumbia (Kur) (5) |
| BURES | Habis tanpa sisa (tentang makanan) (Jawa) (5) |
| BURET | Tabung kaca panjang berskala dan dilengkapi dengan keran untuk mengatur kecepatan tetesan (aliran) cairan, yang digunakan untuk mengukur dengan cermat volume sejumlah cairan yang ditambahkan ke dalam suatu wadah, misalnya dalam titrasi (Kimia) (5) |
| BURGO | Penganan, dibuat dari tepung beras, dikukus lalu digulung dan dimakan dengan kuah santan (Palembang) (5) |
| BURID | Merapikan jala seperti semula (Jawa) (5) |
| BURIK | Bopeng; berbintik-bintik putih (pada bulu ayam); kurik (5) |
| BURIT | Bagian belakang; buntut; dubur; punggung; sore (5) |
| BURMA | Bahasa yang dituturkan di Myanmar (5) |
| BUROK | Pengarakan boneka pengantin tebu untuk menandai dimulainya musim giling tebu di Cirebon; batu karang yang tampak di dalam laut (Aceh) (5) |
| BURON | Orang yang (sedang) diburu (oleh polisi); orang yang melarikan diri (karena dicari polisi) (5) |
| BURSA | Tempat memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya; pemilihan (pencalonan dan sebagainya) tidak resmi; pembicaraan; desas-desus (kiasan); kantong atau sesuatu yang menyerupai kantong yang berisi cairan kental (pada ternak) (Peternakan); kota di Turki (5) |
| BURUH | Orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah; pekerja (5) |
| BURUJ | Tanda pada rasi (gugusan bintang dalam zodiak) (Arab) (5) |
| BURUK | Rusak atau busuk karena sudah lama; (tentang kelakuan dan sebagainya) jahat; tidak menyenangkan; tidak cantik, tidak elok, jelek (tentang muka, rupa, dan sebagainya) (5) |
| BURUM | Jarum dari tulang untuk menjahit dan membuat keranjang dari kulit kayu (Berik) (5) |
| BURUT | Penyakit yang disebabkan karena isi perut (usus) turun, biasanya kantong kemaluan menjadi besar; turun berok; herniasi (5) |
| BUSAI | Tersebar (5) |
| BUSAN | Kota dengan populasi terbanyak kedua di Korea Selatan (5) |
| BUSER | Buru sergap (sebutan untuk polisi bagian reserse kriminal yang bekerja di lapangan untuk menangkap pelaku kejahatan) (akronim) (5) |
| BUSET | Kata makian lembut untuk menyatakan umpatan, keheranan, dan sebagainya (5) |
| BUSIA | Kota di Kenya (5) |
| BUSIK | Burik-burik pada kaki atau tangan yang disebabkan kulit pecah-pecah (akibat panas matahari dan sebagainya) (5) |
| BUSUI | Ibu menyusui (akronim) (5) |
| BUSUK | Rusak dan berbau tidak sedap (tentang buah, daging, dan sebagainya); berbau tidak sedap (tentang bangkai dan sebagainya); buruk; jelek; tidak menyenangkan; penyakit yang ditandai dengan penghancuran jaringan sebagai hasil kegiatan jamur atau bakteri (Biologi) (5) |
| BUSUR | Bilah kayu, bambu, dan sebagainya yang direntangkan dengan tali untuk melepaskan anak panah; alat (perkakas) untuk membersihkan kapas (kapuk) yang bentuknya seperti busur; alat berbentuk setengah lingkaran untuk mengukur derajat (dalam matematika); hak milik atas tanah perkebunan kopi (di Jawa Timur) (5) |
| BUSUT | Longgok tanah sarang anai-anai, semut, dan sebagainya; bukit kecil; pongsu; rumah semut (5) |
| BUTAH | Ransel yang terbuat dari purun (Banjar) (5) |
| BUTEK | Keruh (5) |
| BUTIK | Toko pakaian eksklusif yang menjual pakaian modern, terutama untuk wanita, yang sesuai dengan mode mutakhir dengan segala kelengkapannya (5) |
| BUTIR | Barang yang kecil-kecil seperti beras, intan; kata penggolong bagi barang yang bulat-bulat atau kecil-kecil; salah satu bagian dari keseluruhan; perincian (kiasan) (5) |
| BUTON | Pulau di daerah Sulawesi Tenggara; suku bangsa yang mendiami daerah Buton; kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara (5) |
| BUTUH | Perlu; kemaluan laki-laki; zakar (5) |
| BUTUL | Tembus; berlubang dari sisi satu ke sisi lain (Jawa) (5) |
| BUTUT | Rusak karena sudah tua (lama); rombeng (5) |
| BUWEI | Sebutan untuk klan dalam masyarakat suku Abung (5) |
| BUWUH | Uang atau bahan yang diberikan oleh tamu kepada tuan rumah sebagai sumbangan suatu upacara atau pesta (Jawa) (5) |
| BUXAR | Kota di India (5) |
| BUYAR | Mengalir atau meresap mengembang (seperti tinta pada kertas yang kurang baik); terserak; tercerai; berantakan (tentang awan, barang-barang yang berkumpul, dan sebagainya); tidak terpusat lagi (tentang pikiran) (5) |
| BUYUR | Guyur; siram (Melayu Jakarta) (5) |
| BUYUT | Tempat keramat; ibu dari nenek (urutannya: bapak/ibu, nenek, buyut); anak dari cucu (5) |
| BUZAU | Kota di Rumania (5) |
| BYTOM | Kota di Polandia (5) |
| CABAI | Tanaman perdu yang buahnya berbentuk bulat panjang dengan ujung meruncing, apabila sudah tua berwarna merah kecokelat-cokelatan atau hijau tua, berisi banyak biji yang pedas rasanya; lombok (Capsicum annuum); buah cabai (biasa dibuat sambal atau campuran sayur) (5) |
| CABAK | Burung yang rupanya seperti burung layang-layang, biasa keluar pada malam hari; tetibar (Lyncornis temminchi); koyak yang lebar; tempat air suci, dibuat dari tempurung (Bali); cangkul berukuran kecil untuk menyiangi sawah, digunakan dengan cara menyamping (Melayu Riau) (5) |
| CABAR | Hilang dayanya; tidak manjur (tentang guna-guna dan sebagainya); tawar (tentang hati, keberanian); kurang ingat; lalai; lengah; kurang (tidak) hemat; boros (5) |
| CABAU | Cakar; garuk (Minangkabau) (5) |
| CABIK | Koyak (robek, sobek) panjang; diulang: koyak-koyak, robek-robek, sobek-sobek, suwir-suwir (tentang benda-benda tipis seperti kain, kertas, daun) (5) |
| CABIR | Robek panjang; koyak; cabik (5) |
| CABOR | Cabang olahraga (akronim) (5) |
| CABUH | Dalam keadaan kacau; rusuh; heboh (Minangkabau) (5) |
| CABUK | Penyakit kulit (di kaki) yang berbau busuk; pekung; ikan laut atau payau, panjang jantan mencapai 100 cm, panjang betina mencapai 36,6 cm, hidup di perairan karang tropis dengan kedalaman sampai 120 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik (Laut Merah dan Afrika Timur sampai Pulau Solomon, utara sampai Jepang bagian selatan, selatan sampai Australia bagian utara (Chirocentrus dorab); mangkuk tempat mencuci tangan; ampas wijen yang telah diambil minyaknya (Tata Boga); saus terbuat dari wijen dan kelapa sangrai yang dihaluskan bersama dengan bumbu lainnya (Tata Boga) (5) |
| CABUL | Keji dan kotor; tidak senonoh (melanggar kesopanan, kesusilaan) (5) |
| CABUR | Rusuh, ribut (5) |
| CABUT | Mencabut; meniadakan naskah yang sudah diset (Ilmu Komunikasi); keluar (pergi, lari) dari suatu tempat (5) |
| CACAH | Gambar (pada kulit) bekas cacahan; cencang; petani yang tetap menjadi warga desa (Jawa); bilangan; jumlah (Jawa) (5) |
| CACAK | Tegak lurus (tentang barang panjang yang dipancangkan di tanah); tudung kepala pengantin laki-laki Belitung (Melayu Belitung); kota di Serbia (5) |
| CACAP | Lendir yang terdapat pada sendi tulang (sapi, kerbau, dan sebagainya); cairan untuk memperlebat tumbuhnya rambut (dibuat dari lendir sendi tulang sapi, kerbau, dan sebagainya atau dari batang pisang, lendir daun lidah buaya, dan sebagainya) (5) |
| CACAR | Penyakit kulit yang disebabkan oleh virus; ketumbuhan (variola) (Kedokteran dan Fisiologi); lincah (tentang gerakan); cacau; membabat rumput dan memangkas pohon di lahan (Sunda) (5) |
| CACAT | Kekurangan yang menyebabkan nilai atau mutunya kurang baik atau kurang sempurna (yang terdapat pada badan, benda, batin, atau akhlak); lecet (kerusakan, noda) yang menyebabkan keadaannya menjadi kurang baik (kurang sempurna); cela; aib; tidak (kurang) sempurna (5) |
| CACAU | Lincah; selalu berpindah-pindah; tidak tetap (tentang pikiran, pendapat); gugup (kebingungan); sebentar-sebentar kawin (tentang laki-laki); banyak bicara, cerewet (tentang orang); banyak, senang, atau sering berkicau (tentang burung dan sebagainya) (5) |
| CACEM | Kota di Portugal (5) |
| CACIL | Amat kecil (jika dibandingkan dengan pasangannya atau yang lain); terlalu kecil daripada pasangannya (5) |
| CADAI | Kain basahan untuk mandi (5) |
| CADAR | Kain yang menutupi seluruh tubuh termasuk kepala dan wajah, kecuali mata, biasa dikenakan oleh wanita muslim (Arab); kain penutup meja; alas meja; seprai (untuk kasur) (5) |
| CADAS | Lapisan tanah yang keras; batu yang terbentuk dari padatan pasir atau tanah (Geografi dan Geologi) (5) |
| CADEL | Kurang sempurna mengucapkan kata-kata sehingga bunyi [r] dilafalkan [l], (misalnya kata raja diucapkan laja); pelat; telor (Sunda) (5) |
| CADIK | Bambu atau kayu ringan yang dipasang di kiri kanan perahu, berbentuk seperti sayap, sebagai alat pengatur keseimbangan agar perahu tidak mudah terbalik; katir (5) |
| CADIZ | Kota di Spanyol dan Filipina (5) |
| CADOK | Tidak dapat melihat jauh; rabun (tentang mata) (Jawa) (5) |
| CAGAK | Tongkat (galah dan sebagainya) yang ujungnya bercabang (untuk penopang, penahan, penyangga); cabang (kayu); tiang (listrik, telepon, dan sebagainya); kaki atau penyangga (perkakas potret, senapan mesin, dan sebagainya); simpang; cabang (tentang jalan); tunjangan (kiasan); bentuk rias garis alis yang tebal dan bercabang (5) |
| CAGAR | Barang yang dipakai sebagai tanggungan utang; barang yang digadaikan; panjar; uang muka; daerah perlindungan untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan, binatang, dan sebagainya; lindungan (5) |
| CAGAT | Tegak lurus (Banjar) (5) |
| CAGER | Sehat (Sunda) (5) |
| CAGUA | Kota di Venezuela (5) |
| CAGUB | Calon gubernur (akronim) (5) |
| CAGUH | Cagu (5) |
| CAHAR | Cair (terutama tentang tahi) (5) |
| CAICO | Kota di Brasil (5) |
| CAIMA | Biarawati di kelenteng yang bertugas menyembahyangkan orang mati (5) |
| CAING | Cabik; koyak; satuan ukuran yang jumlahnya sama dengan 200 ikat (tentang padi) (Sunda); diulang: cabik-cabik; koyak-koyak (5) |
| CAKAH | Lebar (tentang sudut, cabang, kaki yang dilangkahkan); lurus mendatar, tidak melengkung (tentang tanduk kerbau) (5) |
| CAKAK | Perkelahian (Minangkabau) (5) |
| CAKAP | Sanggup melakukan sesuatu; mampu; dapat; pandai; mahir; mempunyai kemampuan dan kepandaian untuk mengerjakan sesuatu; bagus rupanya; cantik; rupawan; bagus; elok (potongan atau halus bahannya tentang pakaian dan sebagainya); patut; serasi; tangkas; cekatan (tidak lamban) (Minangkabau); bicara; omong (5) |
| CAKAR | Kaki dan kuku yang panjang (pada ayam, itik, burung); kuku yang panjang dan tajam (pada harimau, kucing, dan sebagainya); gores (parut) bekas kena kuku atau digaruk; penggaruk; kukur; barang bekas seperti pakaian, sepatu, dan karung (5) |
| CAKEP | Dapat terangkul hingga kedua ujung tangannya bertemu (5) |
| CAKIL | Batang kayu yang berkait untuk melilitkan ujung tali pada benda tersebut (Pelayaran); pasak dari bambu yang ujungnya runcing (Jawa) (5) |
| CAKRA | Roda; besi bundar, pipih, dan tajam (untuk senjata); cakram; nama senjata sakti Dewa Wisnu, berupa panah dengan mata senjata bulat seperti roda bergerigi, dapat mengakhiri segala yang hidup (dalam pewayangan); energi yang terdapat pada jiwa seseorang, seperti emosi, karakter, mental, spiritual, dan kesehatan tubuh (5) |
| CAKUR | Kencur (Kaempferia galanga); cekur (5) |
| CAKUS | Geretan; korek api (5) |
| CAKWE | Penganan tradisional khas Tionghoa berupa roti goreng panjang, rasanya asin dan gurih, biasanya ditaburkan ke bubur atau dimakan bersama kopi (Cina) (5) |
| CALAK | Pandai bicara; suka turut campur pembicaraan orang; lancang mulut; banyak bicara; bawel; bagus; elok; cakap; cemerlang; alat untuk menggosok intan (pisau dan sebagainya) (Minangkabau) (5) |
| CALAR | Baret (gores, parut) pada kulit (karena terkena benda tajam) (5) |
| CALEG | Calon legislator (akronim) (5) |
| CALIR | Cairan yang digunakan untuk kosmetik (5) |
| CALIT | Cairan atau bubuk yang biasa ditempelkan untuk rias muka seperti celak mata, cat alis, cat bibir; palit; mengoleskan sesuatu dengan ujung jari (Gayo) (5) |
| CALOK | Lubang yang agak dalam di sawah (Aceh); paya kecil (Aceh); hutan kecil di sebuah padang (Aceh) (5) |
| CALON | Orang yang akan menjadi; orang yang dididik dan dipersiapkan untuk menduduki jabatan atau profesi tertentu; orang yang diusulkan atau dicadangkan untuk dipilih atau diangkat menjadi sesuatu; kandidat; bakal (5) |
| CALUI | Suka makan uang (suka menerima sogok atau suap) (5) |
| CALUK | Sambal yang menggunakan bahan dari udang atau teri sebagai penyedap rasa (5) |
| CALUM | Berlumuran cairan kental (tentang jari atau tangan) (Melayu Belitung) (5) |
| CAMAR | Burung laut berwarna putih keabu-abuan, berparuh panjang dan runcing, bersayap panjang yang ujungnya meruncing, ekornya bercanggah seperti garpu, badannya langsing, berkaki pendek kemerah-merahan dan berselaput renang; dara laut (Thalasseus bengalensis); lahap; rakus; sangat gemar (Minangkabau) (5) |
| CAMAT | Kepala pemerintahan daerah di bawah bupati (wali kota) yang mengepalai kecamatan (5) |
| CAMAU | Perdu, tinggi hingga 8 m, akarnya digunakan untuk obat penyakit kencing nanah; cakmau (Dracaena angustifolia); akar camau; kota di Vietnam (5) |
| CAMBE | Kota di Brasil (5) |
| CAMCA | Sendok kecil; sendok teh (Cina) (5) |
| CAMER | Calon mertua (akronim) (5) |
| CAMOK | Keranjang kecil yang dipasang pada mulut sapi atau kerbau ketika membajak agar sapi atau kerbau tidak makan rumput yang ada di pematang (Bali) (5) |
| CANAI | Batu asah berbentuk bundar, dijalankan dengan cara memutarnya, digunakan untuk menajamkan atau menghaluskan sesuatu; gerinda (5) |
| CANDA | Tingkah; kelakar; senda gurau; seloroh; tombak pendek; (tak -) tidak peduli; tidak ambil pusing; rupanya; suku kata dalam mantra Sunda (5) |
| CANDI | Bangunan kuno yang dibuat dari batu (sebagai tempat pemujaan, penyimpanan abu jenazah raja-raja, pendeta-pendeta Hindu atau Buddha pada zaman dulu) (5) |
| CANDU | Madat; opium; morfin; pohon besar, tingginya 4,5 m, kayunya rapuh; getah kering pahit berwarna cokelat kekuning-kuningan yang diambil dari buah Papaver somniferum, dapat mengurangi rasa nyeri dan merangsang rasa kantuk serta menimbulkan rasa ketagihan bagi yang sering menggunakannya; cairan kental berwarna hitam yang keluar dari rokok yang diisap yang melekat pada pipa; sesuatu yang menjadi kegemaran (kiasan) (5) |
| CAOHE | Kota di Cina (5) |
| CAONG | Penampilan orang yang baru sembuh dari sakit, yakni kurus, tidak bertenaga, bermuka pucat (Madura) (5) |
| CAPAH | Cakah; bejana atau jambangan besar yang dibuat dari kayu untuk tempat air dan sebagainya; capar; piring besar, bulat, dan datar terbuat dari kayu (Aceh) (5) |
| CAPAI | Raih; sampai; lelah; letih (5) |
| CAPAK | Tidak mengindahkan; abai; tiruan bunyi kecap (sewaktu makan atau mengecap sesuatu); duduk dengan posisi kaki terbuka lebar (5) |
| CAPAL | Terompah yang bertapak kulit; cerpu (5) |
| CAPAN | Penampi beras berbentuk segi empat, terbuat dari anyaman bambu atau rotan (Kapuas Hulu) (5) |
| CAPAR | Capah (5) |
| CAPAS | Kota di Filipina (5) |
| CAPEG | Calon pegawai (akronim) (5) |
| CAPEK | Capai; lelah; letih; cape (5) |
| CAPER | Cari perhatian (akronim) (5) |
| CAPIK | Lumpuh (tentang kaki dan tangan); capai; lelah (5) |
| CAPIL | Tudung kepala berbentuk kerucut yang dibuat dari anyaman bambu; caping; capelin (5) |
| CAPIR | Piring kaleng (Gayo) (5) |
| CAPIT | Sepit (Jawa) (5) |
| CAPOL | Lepas dari ikatan (tentang binatang dan sebagainya) (Melayu Riau) (5) |
| CAPRA | Calon prajurit (akronim) (5) |
| CAPUK | Bopeng; burik (5) |
| CARAH | Cencang (Minangkabau); jual secara eceran (Minangkabau) (5) |
| CARAK | Isap; ambil secara berlebih; mulai terlihat; buka dan lihat; saluran air terbuat dari batang pinang atau bambu (Aceh) (5) |
| CARAM | Uang muka; panjar (5) |
| CARAN | Tengkar (terutama wanita) (Minangkabau) (5) |
| CAREN | Palung di dasar tambak yang gunanya untuk mempermudah penangkapan ikan dan sebagai tempat perlindungan ikan dari sinar matahari (Perikanan) (5) |
| CARET | Tanda koreksi ( v ) pada naskah atau cetakan yang perlu diberi sisipan (ungkapan/Inggris) (5) |
| CARIK | Cabik; robek; kata penggolong untuk surat, kertas, helai, dan sebagainya; juru tulis desa; kerani (Jawa); sawah (5) |
| CAROK | Perkelahian dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan secara ksatria satu lawan satu (Madura); pojok di bagian luar rumah (Melayu Belitung) (5) |
| CARUK | Kupas (kulit); lahap; rakus; pajuh; berkelahi satu lawan satu atau secara massal dengan menggunakan senjata tajam (celurit), dengan latar belakang wanita, dendam, dan sebagainya (Madura); ruang antara dinding haluan dan buritan perahu (Aceh); pertunjukan kesenian angklung Banyuwangi, terdiri atas dua kelompok pemain angklung yang diadu kemampuannya dalam memainkan angklung (Using); cara membunyikan saron, bonang, demung yang bersahut-sahutan (Kesenian/Sunda) (5) |
| CARUT | Keji, kotor, cabul (tentang perkataan); luka bekas goresan (5) |
| CASAN | Pengecas (5) |
| CATAM | Calon tamtama (akronim) (5) |
| CATAN | Hasil mengecat (5) |
| CATAR | Calon taruna (akronim) (5) |
| CATAT | Tulisan sesuatu (dalam kertas dan sebagainya) (5) |
| CATEK | Pagut; gigit (5) |
| CATEL | Hak pemanfaatan atas agunan debitor oleh kreditor (Ekonomi dan Keuangan) (5) |
| CATIK | Potongan kecil daun sirih berbentuk jajaran genjang yang ditempelkan di kening antara dua mata (Banjar) (5) |
| CATIN | Calon pengantin (akronim) (5) |
| CATOK | Ragum; alat penjepit yang dilengkapi pemanas, digunakan untuk mempercepat pelurusan rambut yang keriting, bentuknya seperti capit makanan (5) |
| CATRA | Payung kebesaran raja (Jawa) (5) |
| CATUK | Patuk (dengan paruh); cencang (dengan parang dan sebagainya); tukul besi besar; tukul besi besar yang berparuh (untuk memecahkan batu, cadas, dan sebagainya); takaran sebanyak isi sendok makan; takaran sebanyak isi tempurung (batok); satuan ukuran isi atau takaran (beras) yang sama dengan 1/8 cupak (5) |
| CATUR | Permainan oleh dua orang, dilengkapi dengan buah catur sebanyak 16 buah berwarna hitam dan 16 buah berwarna putih, masing-masing terdiri atas 8 bidak (pion), 2 benteng, 2 gajah (menteri), 2 kuda, 1 permaisuri atau wazir, dan 1 raja (Olahraga); sekak dan papan catur yang berpetak-petak (64 petak) hitam putih atau kuning putih (Olahraga); dialog; jahitan pembatas pada tengah kasur yang berfungsi untuk meratakan kapuk dan membentuk tonjolan pada kasur (Melayu Jambi) (5) |
| CATUT | Angkup atau penjepit (untuk mencabut janggut dan sebagainya); alat untuk mencabut (memotong) paku dan sebagainya, bentuknya seperti paruh burung kakaktua (5) |
| CAUNG | Cekung pipinya (karena tidak bergigi atau karena kurus) (5) |
| CAWAI | Jenis murai (Copsychus) (5) |
| CAWAK | Lekuk (pada bagian kulit tubuh dan sebagainya); lesung; tali kulit (dipasang di leher anjing dan sebagainya) (5) |
| CAWAN | Cangkir yang tidak bertelinga; mangkuk untuk makan nasi dan sebagainya; lapik cangkir (5) |
| CAWAT | Kain dan sebagainya penutup kemaluan, yang bagian atasnya bertali untuk diikatkan di pinggang (5) |
| CAWIS | Sedia, tersedia (Jawa) (5) |
| CDROM | Cakram plastik kecil yang digunakan sebagai peranti penyimpan ROM dengan kapasitas tinggi yang dapat menyimpan data; dari Compact Disc-Read Only Memory (singkatan) (5) |
| CEBAK | Menggali barang tambang seperti timah, aluminium (5) |
| CEBAN | Sepuluh ribu (Cina) (5) |
| CEBIK | Menganjurkan bibir bawah ke depan (untuk mengejek, menghina, dan sebagainya) (5) |
| CEBIL | Memandang rendah pandangan seseorang; mencibir (5) |
| CEBIR | Cebis; cabik (5) |
| CEBIS | Cebir; cabik (5) |
| CEBOK | Membersihkan (membasuh) dubur sesudah buang air besar; membersihkan (membasuh) kemaluan dari kotoran (air kencing dan sebagainya) (5) |
| CEBOL | Pendek sekali (tentang tubuh); katai (5) |
| CEBUR | Tiruan bunyi benda besar yang jatuh ke dalam air (5) |
| CECAH | Tersentuh sedikit pada; kena sedikit pada; tercelup sedikit (5) |
| CECAK | Binatang merayap, biasa hidup di rumah (pada langit-langit, di dekat lampu), makanannya binatang kecil (nyamuk dan sebagainya), sering berbunyi “cek, cek”; cicak (Hemidactylus frenatus); cubit (Minangkabau); bintik-bintik atau belang-belang kecil; berbintik-bintik atau berbelang-belang kecil (tentang bulu kucing dan sebagainya) (5) |
| CECAP | Cicip; burung kecil yang biasa mengisap sari bunga (Lichmera indistincta) (5) |
| CECAR | Terus-menerus memukuli (menanyai, menembaki) (Melayu Jakarta) (5) |
| CECEH | Kemaluan anak laki-laki (5) |
| CECEP | Memberi uang kepada anak yang baru disunat (Sunda) (5) |
| CECER | Jatuh atau tumpah sedikit-sedikit (5) |
| CEDOK | Perkakas rumah tangga dan sebagainya yang cekung dan bertangkai sebagai alat untuk menyauk air, nasi, pasir, dan sebagainya (5) |
| CEDUK | Cekung; caung (tentang pipi, mata); timbul (Minangkabau) (5) |
| CEENG | Takaran beras terbuat dari tempurung kelapa, sama dengan ½ kg (Bali) (5) |
| CEGAH | Menahan atau merintangi (5) |
| CEGAK | Kuat dan tangkas; giat; gembira; sembuh dan segar kembali (dari sakit) (Minangkabau); tegak; gagah; tegap; kuat (tentang keadaan badan); ramai dan makmur (5) |
| CEGAR | Aliran air yang deras di sungai (yang dasarnya dari batu-batu terhampar); serasah; riam kecil; sehat kembali sesudah sakit; segar; jenis burung (Enicurus leschenaulti frontalis) (5) |
| CEGAT | Menghalangi (5) |
| CEGUK | Tiruan bunyi “guk” karena udara di kerongkongan tersendat (seperti jika setelah memakan makanan kering, kemudian tidak minum yang mengakibatkan udara di kerongkongan tersendat-sendat keluar) (Jawa); liana merambat dengan tinggi mencapai 8 m, batang berbentuk silindris dan berongga, permukaan bersisik, bunga menjuntai berwarna merah keunguan, berbau harum, buah bersegi lima memanjang dan berwarna cokelat, digunakan sebagai obat cacing (Combretum indicum) (5) |
| CEKAH | Terbuka (terbelah) sedikit; rekah; potong tebal-tebal (Bali) (5) |
| CEKAK | Ukuran lingkar, sebesar lingkaran yang terbentuk dengan merapatkan ujung ibu jari dan ujung jari tengah atau telunjuk; terlalu kecil (tentang ukuran pakaian, jumlah uang); tidak cukup (5) |
| CEKAL | Tahan menderita; (tetap) kuat; tabah; pegang; tangkap; cegah dan tangkal (akronim) (5) |
| CEKAM | Pegang erat-erat dengan kuku atau tangan; tugal (5) |
| CEKAP | Cakap (5) |
| CEKAR | Menggerakkan kemudi kapal dengan keras (5) |
| CEKAU | Pegang dengan cakar atau tangan (5) |
| CEKEL | Lembing yang kecil; kikir; bakhil; pelit; cantrik; murid pendeta (Jawa) (5) |
| CEKER | Cakar (tentang unggas); kikir; pelit (5) |
| CEKIH | Terbuka sedikit seperti merekah (tentang kerang-kerangan) (5) |
| CEKIK | Cekam leher (5) |
| CEKIT | Patuk (5) |
| CEKOK | Obat tradisional yang dibuat dari ramuan rempah-rempah yang digiling dan dibungkus kain untuk diminumkan secara paksa dengan memeraskannya ke dalam mulut (biasanya untuk anak kecil) (5) |
| CEKUH | Rogoh; cekur; kencur (5) |
| CEKUK | Cekung (5) |
| CEKUP | Menangkupkan kedua telapak tangan (5) |
| CEKUR | Kencur (Kaempferia galanga) (5) |
| CEKUT | Jumput (5) |
| CELAH | Sela antara dua benda (5) |
| CELAK | Cahaya (Minangkabau); bubuk (hitam, biru, dan sebagainya) untuk memalit kening (alis mata) atau disapukan di sekeliling mata (5) |
| CELAR | Kain (sarung) sutra yang tepinya bersulam benang emas (5) |
| CELAT | Lompat hingga jauh (5) |
| CELEK | Buta mata sebelah (Minangkabau) (5) |
| CELEP | Cat yang dicampur air untuk mewarnai kain (pakaian dan sebagainya); celup (5) |
| CELIH | Malas-malas; segan-segan (5) |
| CELIK | Terbuka (tentang mata); mampu melihat; tidak buta; sadar; insaf (kiasan) (5) |
| CELIS | Cencang (halus) (5) |
| CELLE | Kota di Jerman (5) |
| CELOS | Membelah-belah daun pandan (Alas) (5) |
| CELUK | Menceluk; memasukkan tangan ke dalam sesuatu (kaleng, kantong, dan sebagainya) untuk mengambil barang; mencelok; mencopet; mencuri (kiasan) (5) |
| CELUP | Cat yang dicampuri air untuk mewarnai baju, kain, dan sebagainya (5) |
| CELUR | Sumpah dengan mencelupkan tangan ke dalam air (minyak) yang mendidih; sumpah celur; sumpah ceker (5) |
| CELUS | Dapat lolos (masuk) ke dalam lubang; dapat lepas (seperti cincin di jari tangan) (5) |
| CEMAR | Kotor; ternoda; keji; cabul; mesum (kiasan); buruk (tentang nama baik); tercela (kiasan) (5) |
| CEMAS | Risau hati (karena khawatir, takut); gelisah; diulang: hampir-hampir (5) |
| CEMAT | Mencemat; menarik dengan tali yang diikatkan pada benda (perahu dan sebagainya) yang ditarik (5) |
| CEMCE | Bidang terbuka di dalam rumah yang terpisah dari kamar mandi, digunakan untuk mencuci piring, mencuci pakaian, dan berwudu (Cina) (5) |
| CEMEH | Buta mata sebelah; celek; buta dengan mata melek seperti orang normal (tidak pejam matanya); cemer; tidak penting; tidak berharga; remeh (kiasan); permainan judi dengan kartu kecil (Melayu Jakarta) (5) |
| CEMEN | Cetek mental (akronim); tidak punya nyali; penakut (5) |
| CEMER | Buta yang tidak pejam matanya; cemeh (5) |
| CEMPA | Padi yang tidak berbulu atau berbulu pendek sekali (Jawa) (5) |
| CEMPE | Anak kambing atau domba yang masih menyusu (Jawa) (5) |
| CEMUK | Pukul (dengan alat, seperti tongkat); kulit kacang (petai dan sebagainya) (5) |
| CENAH | Konon (Sunda) (5) |
| CENAK | Tulang selangka (5) |
| CENGI | Ucapan sengau (dari vokal) (5) |
| CENGO | Diam, bingung, dan hanya menatap pada satu titik; bengong (5) |
| CENIL | Penganan yang dibuat dari adonan tepung kanji dan gula pasir, diberi pewarna, dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil, dimakan dengan kelapa parut (Jawa) (5) |
| CENOS | Belum berisi (tentang kacang muda) (Jawa) (5) |
| CENTE | Wadah minyak dari porselen (Sunda) (5) |
| CENTO | Sajak atau komposisi yang merupakan campuran dari bagian-bagian sajak atau komposisi musik lain (ungkapan/Latin) (5) |
| CEPAK | Tiruan bunyi orang mengunyah makanan; kecap; pendek (tentang potongan rambut); krukat (5) |
| CEPAT | Dalam waktu singkat dapat menempuh jarak cukup jauh (perjalanan, gerakan, kejadian, dan sebagainya); laju; deras; cekatan; tangkas; terdahulu (tentang arloji, jam) maju; mendahului; dalam waktu singkat; lekas; segera (5) |
| CEPEK | Seratus (Cina) (5) |
| CEPEL | Hampir kering (tentang jemuran) (Jawa) (5) |
| CEPER | Tidak berjeluk (tentang piring dan sebagainya); pendek, rendah (tentang mobil dan sebagainya); talam (piring) dari logam (5) |
| CEPOL | Tercabut; terlepas (tentang barang yang melekat); terbantun (Jawa); rusak (bejat) (Jawa); tinju; tonjok (Melayu Jakarta); sanggul (5) |
| CEPUK | Kotak kecil (dari kayu, logam, dan sebagainya) tempat perhiasan, sirih, dan sebagainya; tiruan bunyi batu jatuh ke dalam air dan sebagainya; wadah lentur berbentuk pipa berisikan cat air dalam bentuk pasta (5) |
| CERAH | Terang (tentang hari, bulan, warna); jernih (tentang kaca); berseri (tentang muka); baik; bahagia (kiasan); retak (Sunda); garis (Sunda); keadaan atmosfer yang sangat bening dan hampir tak berawan (Hidrometeorologi) (5) |
| CERAI | Pisah; putus hubungan sebagai suami istri; talak (5) |
| CERAK | Bicara (5) |
| CERAM | Bunyi orang mandi (Melayu Medan) (5) |
| CERAP | Acuh; memperhatikan; mencangkul bersama dengan posisi berderet ke samping (Gayo) (5) |
| CERAT | Bagian pada cerek (kendi, teko, karaf, dan sebagainya) yang berbentuk corong kecil untuk menuang air; talang yang berbentuk sedemikian rupa sehingga meningkatkan kecepatan air yang melaluinya (Fisika) (5) |
| CERAU | Tiruan bunyi air hujan yang deras (5) |
| CERCA | Celaan (ejekan) yang keras; makian; umpatan; cacian (5) |
| CEREK | Tempat air minum yang bercerat, dibuat dari loyang dan sebagainya; alat untuk menjerang air, rupanya seperti cerek, dibuat dari tembaga, kaleng, dan sebagainya; alat untuk menyiram bunga yang berbentuk seperti cerek yang besar; embrat; gembor; sicerek (Clausena excavata) (5) |
| CERGY | Kota di Prancis (5) |
| CERIA | Bersih; suci; murni; berseri-seri (tentang air muka, wajah); bersinar; cerah; perkataan tertentu (seperti mantra) yang dibacakan ketika penobatan raja; aturan-aturan dan adat kebiasaan terhadap raja (semacam pernyataan setia) (5) |
| CERIH | Sisa; ampas (5) |
| CERNA | Hancur; luluh menjadi satu; hancur menjadi cair (tentang makanan dalam perut) (5) |
| CERPU | Sandal (dari kulit) yang bentuknya seperti terompah (5) |
| CERRO | Kota di Kuba (5) |
| CERUH | Terkupas atau tertumbuk bersih (tentang padi dan sebagainya) (5) |
| CERUK | Relung yang masuk ke dinding (tembok, tanah, dan sebagainya); lekuk, lubang; lombong (dalam tambang); gua (di gunung); ruang berpetak-petak (di lemari dan sebagainya); sudut (pojok) di dapur (kamar, rumah, dan sebagainya); lekuk (di geladak kapal dan sebagainya); rongga (sela-sela dalam timbunan barang dan sebagainya); serokan; teluk kecil; sudut jalan; jalan kecil (simpangan dan sebagainya) (5) |
| CERUN | Satu sisi turun sebelah (tentang lantai, tanah, dan sebagainya) (5) |
| CERUP | Tiruan bunyi mulut mengisap air dan sebagainya; tiruan bunyi benda kecil yang jatuh (5) |
| CERUS | Menggoreng dengan lemak yang dicairkan (Gayo) (5) |
| CERUT | Belit (5) |
| CETAI | Mencuri secara bertahap agar si pemilik tidak menyadari kepunyaannya dicuri; robek, koyak (5) |
| CETAK | Cap (terutama yang dipakai untuk membuat buku dan sebagainya); acuan (untuk membuat batu bata, kue, dan sebagainya); cetakan (5) |
| CETEK | Tidak jauh jaraknya dari permukaan ke dasar (tentang sungai, sumur, dan sebagainya); dangkal; tohor (Melayu Jakarta); tidak mendalam (tentang pengetahuan dan sebagainya) (kiasan/Melayu Jakarta) (5) |
| CETER | Tiruan bunyi cemeti (cambuk dan sebagainya) yang dilecutkan (5) |
| CETOK | Alat untuk mencedok adukan semen, tanah, dan sebagainya (Jawa); tudung kepala (seperti yang dipakai oleh petani Cina) (Melayu Jakarta); topi gabus (Melayu Jakarta) (5) |
| CETUS | Tiruan bunyi besi yang digoreskan ke batu (5) |
| CEUKI | Hukuman mati dengan cara dicekik (di Aceh) (5) |
| CEUTA | Daerah kecil milik Spanyol, berada di daerah utara Afrika; kota di Spanyol (5) |
| CEWEK | Sebutan kepada wanita atau perempuan yang masih muda (gadis) (5) |
| CHALK | Kapur (Inggris) (5) |
| CHAUK | Kota di Myanmar (5) |
| CHELM | Kota di Polandia (5) |
| CHIBA | Kota di Jepang (5) |
| CHICO | Kota di Amerika Serikat (5) |
| CHILI | Negara di Amerika Selatan, beribu kota Santiago; cabai (Inggris) (5) |
| CHINA | Sebuah negeri di Asia; Tiongkok; Cina; bangsa yang tinggal di Tiongkok; Tionghoa (5) |
| CHINO | Kota di Amerika Serikat dan Jepang (5) |
| CHITA | Kota di Rusia (5) |
| CHLEF | Kota di Aljazair (5) |
| CHOFU | Kota di Jepang (5) |
| CHURU | Kota di India (5) |
| CHUST | Kota di Uzbekistan (5) |
| CIBAK | Atap yang dibuat dari belahan potongan-potongan bambu (Bugis) (5) |
| CIBIR | Mencibir; menganjurkan bibir bawah ke depan untuk menyatakan tidak senang (mengejek, mencemoohkan) (5) |
| CIBIT | Mencibit; mencubit (5) |
| CIBOR | Tanah gembur bekas kotoran hewan terutama di kandang lembu dan kerbau (Batak) (5) |
| CIBUK | Bumbung tempat air untuk pencuci kaki; cebok (5) |
| CICER | Lincah (tentang perilaku unggas) (Gayo); riang gembira (karena baru sembuh) (Gayo) (5) |
| CICIK | Desis; desing; jijik; panggilan untuk anak perempuan (Mandar) (5) |
| CICIL | Bayar sedikit demi sedikit (5) |
| CICIP | Coba untuk merasai (5) |
| CICIT | Generasi keempat atau keturunan ketiga; anak dari cucu (secara berurutan: anak, cucu, cicit atau buyut, piut atau canggah, anggas); buyut; tiruan bunyi suara tikus atau anak burung (5) |
| CIDRA | Ingkar janji (dengan tidak merasa bersalah) (Jawa) (5) |
| CIDUK | Cedok air dibuat dari tempurung kelapa dan sebagainya yang diberi tangkai (5) |
| CIGAK | Kera (Minangkabau) (5) |
| CIGAL | Buah pala tua dan yang terbelah daging luarnya dan masih tergantung di pohon (5) |
| CIGER | Pukul dua belas siang (Batak) (5) |
| CIHUI | Kata seru untuk menyatakan gembira (5) |
| CIKAI | Daun rotan yang digunakan untuk membuat atap rumah (5) |
| CIKAK | Luka menganga di kepala (Komering) (5) |
| CIKAL | Tunas buah kelapa; pohon kelapa yang masih kecil (Jawa) (5) |
| CIKAR | Kereta beroda dua yang ditarik oleh lembu, kerbau, atau kuda; pedati; berbelok; berganti haluan (Pelayaran) (5) |
| CIKGU | Encik guru; panggilan bagi guru (baik guru laki-laki maupun guru perempuan) (akronim) (5) |
| CIKOK | Sendok (5) |
| CIKUN | Sembunyi-sembunyi (Minangkabau) (5) |
| CILAK | Botak hanya di bagian depan kepala (Melayu Riau) (5) |
| CILAP | Kelip; kedip (5) |
| CILAT | Kerang berbentuk bulat (Melayu Jambi) (5) |
| CILEH | Kotoran mata yang menempel pada ujung mata, biasanya pada waktu bangun tidur (Sunda) (5) |
| CILIK | Kecil (5) |
| CILOK | Mencilok; mengambil milik orang secara tidak sah; mencuri; mencopet (Minangkabau); penganan yang terbuat dari tapioka, bentuknya bulat menyerupai bakso, diberi isian gajih, daging, dan sebagainya, biasanya disajikan dengan saus, kecap, sambal kacang, dan sebagainya (Sunda) (5) |
| CILOR | Aci telor; penganan yang terbuat dari tapioka, berbentuk bulat, ditusuk dengan batang bambu kecil dan digoreng dengan adonan telur (akronim/Sunda) (5) |
| CIMIN | Cireng mini; penganan yang terbuat dari adonan sagu yang direbus lalu digoreng bersama telur yang sudah dikocok, biasanya diberi rasa balado, jagung manis, dan lain-lain (akronim/Sunda) (5) |
| CIMOL | Adonan tepung kanji yang dibentuk bulat seperti bakso dan dikukus, disajikan dengan sambal kacang (5) |
| CINCU | Wakil pemilik perusahaan kapal (Cina); nakhoda kapal (Cina) (5) |
| CINDA | Cicit (untuk menyatakan hormat); cicinda (5) |
| CINDE | Bunga dari kain sutra (5) |
| CINTA | Suka sekali; sayang benar; kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan); ingin sekali; berharap sekali; rindu; susah hati (khawatir); risau (5) |
| CIPAI | Jenis kera simpai (Semnopithecus melalophos) (5) |
| CIPAN | Senjata seperti kapak; badak tidak bercula; tapir; tenuk (Tapirus indicus) (5) |
| CIPEH | Lancang dan suka menyambung atau memotong percakapan orang, kadang-kadang suka menyampaikan atau menyebarluaskan berita yang tidak benar sehingga menimbulkan keresahan bagi orang lain (Minangkabau) (5) |
| CIPOK | Ciuman yang berbunyi (Melayu Jakarta) (5) |
| CIPTA | Kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yang baru; angan-angan yang kreatif (5) |
| CIPUK | Penganan dari tepung tapioka yang dicampur kerupuk basah dan digoreng (Sunda) (5) |
| CIPUT | Penutup kepala yang digunakan sebagai dasar jilbab; dalaman jilbab (5) |
| CIRCA | Kira-kira; disingkat ca (ungkapan/Latin) (5) |
| CIRIT | Kotoran manusia (binatang); tahi; endap-endap; ampas; penyakit berak-berak (buang-buang air) (5) |
| CITAH | Mamalia karnivor bertubuh panjang dan ramping, memiliki tutul hitam pada seluruh tubuh dan warna putih pada bagian perut, berekor dan berkaki panjang, serta mampu berlari dengan kecepatan 80−100 km per jam (Acinonyx jubatus) (5) |
| CITAI | Alat yang matanya melintang, digunakan untuk menarah atau menakik (Melayu Riau) (5) |
| CITRA | Rupa; gambar; gambaran; gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk (Manajemen); kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa dan puisi (Sastra); data atau informasi dari potret udara untuk bahan evaluasi (Kehutanan) (5) |
| CITTA | Bulan ke-4 tahun Buddhis (bulan Maret-April tahun Masehi); kota (Italia) (5) |
| CIVRI | Mentega yang dicampur dengan bawang merah, kervil, peterseli, taragon, dan sebagainya, kemudian ditekan melalui saringan (Tata Boga); saus klasik Prancis yang dibuat dari saus velote, dibumbui dengan anggur putih, bawang merah, taragon, kervil, dan mentega civri (5) |
| CIZRE | Kota di Turki (5) |
| CLEAR | Bebas dari sangkaan atau tuduhan (ungkapan/Inggris); bebas dari kewajiban membayar (ungkapan/Inggris); sudah mendapat izin (ungkapan/Inggris); pergi kepada yang berwajib untuk meminta izin sebelum berlaku (ungkapan/Inggris) (5) |
| CLING | Berhubungan dengan kilap secara cepat atau sesaat (5) |
| CMIIW | Correct Me If I'm Wrong (singkatan) (5) |
| COANG | Mencoang; tampak mencuat ke atas (5) |
| COARI | Kota di Brasil (5) |
| COBAN | Jarum yang besar dan kasar (dibuat dari bambu, tanduk, dan sebagainya) untuk menyirat jaring, jala, dan sebagainya; tongkat dengan ujung terbelah yang digunakan menjepit bibit padi untuk ditanamkan dalam tanah (Sunda); kota di Guatemala (5) |
| COBEK | Perabot dapur, terbuat dari batu atau tanah liat yang dibentuk seperti piring, untuk mengulek bumbu (merica, cabai, dan sebagainya) (5) |
| COCOK | Memasukkan (dengan cara menikamkan) suatu benda yang runcing (jarum, pisau, dan sebagainya) ke benda lain; coblos; tusuk; benda yang runcing tajam untuk menusuk sesuatu (seperti penyemat, jarum); kata penggolong bilangan bagi barang yang dirangkaikan dengan tusuk; sama benar; tidak berlainan; sepadan; sesuai; betul; tepat; berpatutan (dengan); berpadanan (dengan); senang (suka) dengan; setuju di hati; serasi; baik benar untuk; setuju; sepakat; akur; kena benar; pas benar; seimbang; sepadan; memenuhi (syarat dan sebagainya) untuk; baik (layak) untuk (5) |
| COCOL | Sentuh; colek (Melayu Jakarta) (5) |
| COCOR | Paruh yang lebar (seperti paruh itik, angsa); sudu; ujung depan kaki (5) |
| CODAK | Angkat, dongak (5) |
| CODET | Bekas luka (pada muka, dahi, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| CODOT | Kelelawar yang makan buah-buahan, tergolong jenis Cynopterus (5) |
| COGAH | Gagah; bagus (tentang pakaian dan sebagainya) (Minangkabau); kaya (Minangkabau) (5) |
| COGAN | Panji-panji sebagai tanda; lencana yang mengandung semboyan; kata-kata semboyan; cowok ganteng (akronim) (5) |
| COGOK | Tegak; conggok (5) |
| COHAI | Sandal yang terbuat dari karet ban (5) |
| COKEK | Kesenian tradisional Betawi yang diiringi gambang keromong dengan penari wanita yang juga bersedia diajak menari bersama para tamu (Melayu Jakarta); penari wanita dari rombongan tontonan cokek yang dapat diajak menari bersama (Melayu Jakarta) (5) |
| COKER | Kalung yang dikenakan menempel tepat sesuai dengan lingkar leher (5) |
| COKET | Ambil sedikit (5) |
| COKOK | Teriak (jerit) orang yang latah apabila terkejut (5) |
| COKOL | Bercokol; duduk-duduk berkumpul di; diam di; bertempat tinggal (bersarang tentang kawanan penjahat dan sebagainya) di (kiasan) (5) |
| COKOR | Kaki binatang berkaki empat (Sunda) (5) |
| COKSU | Cokelat susu (akronim) (5) |
| COLAK | Pohon, kayunya untuk bahan bakar; culak (Callicarpa maingayi) (5) |
| COLEK | Sentuhan dengan ujung jari dan sebagainya; penggolong sesuatu yang lembut dan sedikit sekali (sebanyak yang diambil dengan ujung jari) (5) |
| COLET | Teknik pewarnaan pada kain dengan menggunakan kuas seperti melukis (5) |
| COLOK | Suluh yang dibuat dari kain usang dan sebagainya yang terpilin dan dicelupkan ke dalam minyak; lidi dan sebagainya yang diberi damar atau belerang untuk pelita (pengganti gores api dan sebagainya); belang putih pada anjing yang berbulu hitam; celupan (Minangkabau); derajat (kedudukan dan sebagainya) (kiasan/Minangkabau) (5) |
| COLON | Mata uang Kosta Rika; kota di Panama dan Kuba (5) |
| COLOT | Mencolot; meloncat; melompat (seperti katak dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| COMEK | Bulu yang tumbuh di bawah bibir bawah (di atas dagu); cumi-cumi (Loligo pealii) (5) |
| COMEL | Kecil manis (cantik); mungil; bagus; perkataan yang dikeluarkan terus-menerus yang tidak jelas maksudnya (karena rasa marah, dongkol, tidak suka, dan sebagainya); sifat suka mengomel (menggerutu) (5) |
| COMOR | Kotor sekali; comot (5) |
| COMOT | Kotor sekali (seperti coreng-moreng, berlumur lumpur); ambil; diulang: sangat kotor (5) |
| COMRO | Penganan dari singkong yang diparut, dibentuk bulat panjang, di dalamnya diisi oncom yang dibumbui, kemudian digoreng; dari oncom di jero (Sunda) (5) |
| CONET | Menconet; terangkat naik sedikit (tentang ujung sesuatu seperti ujung kumis, ujung ekor); tumbuh ke luar (seperti daging berlebih pada jari) (5) |
| CONGO | Penjahat kaliber kecil (tukang copet, pencuri, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| COPET | Ambil (sesuatu) milik orang lain tanpa sepengetahuan pemilik; orang yang mencuri (sesuatu yang sedang dipakai, uang di dalam saku, barang yang dijajakan, dan sebagainya) dengan cepat dan tangkas; tukang copet; pencopet (5) |
| COPOT | Terlepas; tanggal; keluar; padanan dari uninstall (5) |
| CORAK | Bunga atau gambar (ada yang berwarna-warna) pada kain (tenunan, anyaman, dan sebagainya); berjenis-jenis warna pada warna dasar (tentang kain, bendera, dan sebagainya); sifat (paham, macam, bentuk) tertentu (kiasan) (5) |
| CORAN | Hasil mengecor (Teknik); adukan semen dan batu kerikil (Teknik) (5) |
| CORBY | Kota di Inggris (5) |
| COREK | Garis panjang; coret (5) |
| CORET | Garis panjang; coreng; corek; semprot (Minangkabau); diulang: garis-garis yang tidak keruan (pada kertas dan sebagainya); gambar yang dibuat dari garis-garis saja (yang dibuat dengan cepat dan hanya garis besarnya saja, seperti untuk buram, sketsa); gambar ejekan (karikatur); tulisan yang buruk (asal ditulis saja); karangan yang asal ditulis saja (tidak ada isinya dan rendah mutunya) (5) |
| CORLU | Kota di Turki (5) |
| COROB | Penyakit kulit; bercak-bercak putih (pada tangan) (Sunda) (5) |
| COROT | Cerat (pada cerek dan sebagainya); terakhir (5) |
| CORUM | Kota di Turki (5) |
| COTIA | Kota di Brasil (5) |
| COTOK | Paruh (5) |
| COUNT | Gelar kebangsawanan Eropa untuk laki-laki, sama seperti earl di Inggris (ungkapan/Inggris) (5) |
| COVID | Penyakit pernapasan yang disebabkan oleh koronavirus, ditandai oleh demam dan batuk yang dapat memburuk menjadi pneumonia, gagal ginjal, gagal napas, koagulasi darah abnormal, bahkan kematian, kondisi akut dapat terjadi terutama pada lansia atau pasien dengan penyakit bawaan, dari Coronavirus Disease (akronim) (5) |
| COWOK | Sebutan kepada pria atau laki-laki yang biasanya masih muda (5) |
| COYAH | Kota di Guinea (5) |
| CRASH | Kegagalan beroperasinya sistem, perangkat, atau program komputer, biasanya disertai hilangnya data (ungkapan/Inggris) (5) |
| CRATO | Kota di Brasil (5) |
| CREME | Krim (Inggris) (5) |
| CREPE | Kain cita berkerut (ungkapan/Prancis) (5) |
| CREWE | Kota di Inggris (5) |
| CUACA | Keadaan udara (tentang suhu, cahaya matahari kelembapan, kecepatan angin, dan sebagainya) pada satu tempat tertentu dengan jangka waktu terbatas (5) |
| CUANG | Mengangkat, menjunjung (5) |
| CUBEK | Alat dari besi, berbentuk tongkat berukuran sekitar 20 cm, digunakan untuk menumbuk sirih dalam lesung besi (Aceh) (5) |
| CUBIT | Yang dijepit dengan ujung jari atau ujung telunjuk dengan ibu jari; getil; jepit dengan ibu jari dan telunjuk (5) |
| CUBUK | Kota di Turki (5) |
| CUCAN | Proses penyuntikan heroin, putau, atau morfin ke dalam pembuluh darah; kipe (5) |
| CUCHI | Kota di Vietnam (5) |
| CUCUH | Pasang; sundut (5) |
| CUCUK | Cotok; paruh; patuk (Jawa); barisan atau pasukan yang paling depan (kiasan/Jawa); duri (Sunda); tusuk konde (Bali) (5) |
| CUCUN | Sebutan bagi nenek (di Bali) (5) |
| CUCUP | Isap; kecup (5) |
| CUCUR | Pancaran menurun (tentang air mata dan sebagainya); bagian perahu sebelah depan yang menganjur panjang; jungur (Pelayaran); layar segitiga (dipasang pada tiang terdepan) pada perahu; jib (Pelayaran); penganan, dibuat dari adonan tepung beras dan gula (merah), kemudian digoreng (5) |
| CUCUT | Ikan laut jenis hiu (Pleurotremata) (5) |
| CUDAK | Muncul lebih tinggi daripada yang lain (Melayu Riau); menjungkit atau muncul ke permukaan (5) |
| CUDAT | Runcing dengan ujung melengkung ke atas (Melayu Riau) (5) |
| CUDIT | Runcing dengan ujung melengkung sedikit ke bawah (Melayu Riau) (5) |
| CUDUH | Rentang waktu yang tidak terlalu lama dari waktu terjadinya peristiwa (biasanya paling lama 2 jam) (Minangkabau) (5) |
| CUGAT | Angkat (5) |
| CUITO | Kota di Angola (5) |
| CUKAI | Pajak atau bea yang dikenakan pada barang impor dan barang konsumsi; sebagian dari hasil tanah (seperti sawah, ladang) yang wajib diberikan kepada tuan (pemilik) tanah sebagai ongkos tanah; kota di Malaysia (5) |
| CUKIL | Alat untuk mengorek (melepaskan sesuatu yang ada di dalam atau yang melekat); cungkil (5) |
| CUKIN | Kain kecil penutup dada (pada waktu makan); alas dada (5) |
| CUKIT | Garpu (dipakai bersama sendok) (5) |
| CUKUP | Dapat memenuhi kebutuhan atau memuaskan keinginan dan sebagainya; tidak kurang; lengkap; genap (umur, waktu, dan sebagainya); sudah memadai (tidak perlu ditambah lagi); lumayan; sedang; agak kaya; berada; tidak kekurangan; agak (5) |
| CUKUR | Potong (tentang rambut dan sebagainya) (5) |
| CULAK | Pohon, kayunya untuk bahan bakar; colak (Callicarpa maingayi); menculak; menganjur ke atas; mencuar (5) |
| CULAN | Tanaman perdu, bunganya kecil berwarna kuning dan berbau harum dapat dicampurkan pada daun teh, daunnya digunakan sebagai obat; pacar cina (Aglaia odorata) (5) |
| CULAS | Malas sekali; tidak tangkas; lamban; curang; tidak jujur; tidak lurus hati (5) |
| CULIK | Burung yang keluar mencari mangsa pada malam hari; kulik-kulik (Chalcococcyx honorata); ambil (anak atau orang) untuk tujuan tertentu (5) |
| CULIM | Pipa tembakau; pengudut (madat); tembakau atau madat isi pipa yang diisap (5) |
| CULUN | Kecil; naif dan tidak berpengalaman (5) |
| CUMAN | Hanya (5) |
| CUMBU | Kata-kata manis yang dipakai untuk membujuk (waktu berkasih-kasihan dan sebagainya); senda gurau; lelucon (kelakar, olok-olok, dan sebagainya) (5) |
| CUMIL | Manis; menarik (5) |
| CUNAM | Sepit (penyepit) kecil; pinset (5) |
| CUNGO | Tukang copet; congo (Melayu Jakarta) (5) |
| CUNIA | Perahu (sampan yang agak besar) terbuat dari kayu, digunakan untuk mengangkut barang-barang (5) |
| CUPAI | Lalai; lengah (Minangkabau) (5) |
| CUPAK | Takaran beras (biasanya 1 cupak = ¼ gantang); kepala pengudut (tempat candu dibakar); struktur berbentuk gelembung; alat dari kain atau semacamnya berbentuk lipatan-lipatan yang kedap cahaya dan/atau kedap udara, dipakai pada kamera atau alat untuk mengembus udara (Grafika) (5) |
| CUPAR | Suka berkata-kata keji (serampangan saja dan sebagainya); sangat pelit dan selalu mencampuri urusan dapur atau pekerjaan orang perempuan (tentang seorang laki-laki) (Melayu Jakarta) (5) |
| CUPET | Kurang mencukupi (panjangnya dan sebagainya); tidak sampai; cupul (Jawa); picik; sempit (tentang akal atau pikiran) (kiasan/Jawa) (5) |
| CUPUL | Kurang mencukupi (panjangnya dan sebagainya); tidak sampai (5) |
| CURAH | Banyaknya air dan sebagainya yang turun (tercurah) (5) |
| CURAI | Lepas; tercerai; terurai; terang; nyata (5) |
| CURAM | Terjal dan dalam (5) |
| CURAS | Pencurian dengan kekerasan (akronim) (5) |
| CURAT | Bagian pada cerek (kendi, teko, karaf, dan sebagainya) yang berbentuk corong kecil untuk menuang air; cerat; corot (5) |
| CUREK | Kotoran telinga (5) |
| CURIE | Satuan radioaktivitas suatu zat; 1 curie sama dengan 3,7 x 1010 tiap detik; peluruhan per detik; disingkat c (ungkapan/Inggris) (5) |
| CURIK | Golok pendek; burung jalak (Bali) (5) |
| CURNA | Hancur; cerna (5) |
| CURUG | Air terjun (Sunda) (5) |
| CURUP | Ibu kota Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu (5) |
| CURUT | Tikus kecil yang berbau tidak sedap, hidup di tanah, pemakan serangga, bermoncong panjang, berbulu cokelat keabu-abuan, matanya kecil dan sipit; tikus kesturi; cecurut; celurut (Suncus murinus linnaeus) (7) (5) |
| CUSCO | Kota di Peru (5) |
| CUTAK | Distrik (5) |
| CUTEL | Tamat; habis (tentang cerita dan sebagainya); berakhir (Jawa) (5) |
| DABAK | Secara tiba-tiba (Minangkabau) (5) |
| DABAL | Pundi-pundi yang digantungkan pada ikat pinggang (5) |
| DABAT | Binatang (5) |
| DABIH | Sembelih (Minangkabau) (5) |
| DABIK | Pukul (Minangkabau) (5) |
| DABIR | Juru tulis; penulis (5) |
| DABIT | Orang yang kuat hafalnya, selalu berhati-hati dalam menukil hadis, tidak keliru tentang urutan perawi hadis (Agama Islam) (5) |
| DABOL | Bentuk kesenian (musik) yang dimainkan oleh beberapa orang dengan menggunakan genderang (Kesenian) (5) |
| DABOU | Kota di Pantai Gading (5) |
| DABRA | Kota di India (5) |
| DACIN | Alat untuk menimbang sesuatu berupa tongkat yang diberi skala yang dilengkapi dengan anak timbangan dan tempat untuk meletakkan barang (yang ditimbang, digantungkan pada tongkat tersebut) (5) |
| DADAH | Berbagai obat yang tersedia (sudah terkemas, siap pakai); bahan narkotika (seperti ganja, heroin) yang membius, meracuni, dan mematikan orang yang menggunakannya secara berlebihan; mengatakan dah (untuk memberi salam pertemuan atau perpisahan) (5) |
| DADAL | Pencabutan hak pakai atas tanah apabila yang mempunyai hak pakai atas tanah itu meninggal atau meninggalkan desa (Hukum) (5) |
| DADAP | Nama untuk berbagai jenis pohon, ada yang berduri dan ada yang tidak, bunganya merah (Erythrina); perisai yang terbuat dari kulit atau rotan, berbentuk bulat (5) |
| DADAR | Telur yang diaduk (dikocok) bersama bumbu (bawang, merica, garam, dan sebagainya) kemudian digoreng, berbentuk pipih (5) |
| DADIA | Pemujaan untuk keluarga besar dalam satu keturunan (Bali) (5) |
| DADIH | Air susu sapi, kerbau, dan sebagainya yang pekat atau dikentalkan (5) |
| DADRI | Kota di India (5) |
| DAEGU | Salah satu kota metropolitan di Korea Selatan dengan tekstil sebagai industri utama; kota metropolitan terbesar ke-4 di Korea Selatan (5) |
| DAENG | Gelar bangsawan Bugis (5) |
| DAHAK | Lendir yang keluar dari kerongkongan atau dari jalan pernapasan (5) |
| DAHAM | Deham (5) |
| DAHAN | Cabang batang pohon; bagian batang pohon yang tumbuh mencuat ke samping (beranting dan berdaun); pendahan; lembing (5) |
| DAHAR | Makan; santap (5) |
| DAHES | Ritual meminta petunjuk leluhur untuk suatu kepentingan, misalnya hendak membangun rumah di tanah yang terkenal angker (5) |
| DAING | Ikan atau daging yang dikeringkan (5) |
| DAIRI | Kabupaten di Provinsi Sumatra Utara (5) |
| DAJAL | Setan yang datang ke dunia apabila kiamat sudah dekat (berupa raksasa); orang yang buruk kelakuannya; penipu; pembohong (5) |
| DAKAH | Daka (5) |
| DAKAK | Diulang: penganan khas Minangkabau, dibuat dari tepung beras yang direndang, didinginkan, dituangi air panas, diaduk sampai dapat dibentuk dengan cetakan yang berlubang-lubang kecil, rasanya gurih (5) |
| DAKAR | Tetap tidak mau menurut (mengalah, menyerah); keras kepala; tegar hati; terlalu berani (tanpa perhitungan); nekat; ibu kota Senegal (5) |
| DAKIK | Tidak dapat dibagi; subtil; halus (Arab) (5) |
| DAKON | Alat untuk permainan congklak (5) |
| DAKSA | Badan; tubuh (Sanskerta) (5) |
| DAKWA | Tuduhan; pengaduan atau tuntutan yang diajukan kepada hakim; tuntutan atau gugatan yang diajukan oleh seseorang terhadap orang lain karena haknya telah dilanggar, dirugikan, dan sebagainya (5) |
| DALAI | Kota di Cina (5) |
| DALAL | Perantara jual beli; makelar; pialang (Arab); wakil penjual; agen (Arab); potongan keuntungan untuk agen (Arab); perantara dalam penyelesaian pertikaian (Arab); penunjuk jalan (Arab) (5) |
| DALAM | Jauh ke bawah (dari permukaan); jauh masuk ke tengah (dari tepi); paham benar-benar (tentang ilmu pengetahuan dan sebagainya); sampai ke lubuk hati; betul-betul terasakan di hati (tentang cinta, dendam, penderitaan, sakit hati) (kiasan); mengandung makna (maksud) yang sukar dipahami (tentang perkataan); mengandung arti (maksud tertentu); bagian yang di dalam, bukan bagian luar; lingkungan daerah (negeri, keluarga) sendiri; jeluk; batin; yang tidak tampak dari luar (tentang penyakit dan sebagainya); kata depan untuk menandai tempat yang mengandung isi; kata depan untuk menandai sesuatu yang dianggap mengandung isi (kiasan); kata depan untuk menunjukkan kebalikan dari makna di luar; kata depan untuk menandai waktu dalam jangka tertentu; di antara; di kalangan; diulang: banyak-banyak; jauh ke lubuk hati (sehingga betul-betul dapat dihayatinya) (kiasan) (5) |
| DALAT | Kota di Vietnam (5) |
| DALEM | Rumah; istana (Jawa); saya (Jawa); sebutan untuk bupati zaman dulu (Sunda) (5) |
| DALIH | Alasan (yang dicari-cari) untuk membenarkan suatu perbuatan (5) |
| DALIL | Keterangan yang dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran (terutama berdasarkan ayat Al-Qur'an); patokan dalam matematika dan sebagainya; pendapat yang dikemukakan dan dipertahankan sebagai suatu kebenaran; tanda; penunjukan (5) |
| DALIM | Kain untuk menghaluskan gerabah (Sunda) (5) |
| DALOA | Kota di Pantai Gading (5) |
| DAMAH | Tanda seperti koma di atas huruf Arab yang menyatakan bahwa huruf tersebut berbunyi u (Arab) (5) |
| DAMAI | Tidak ada perang; tidak ada kerusuhan; aman; tenteram; tenang; keadaan tidak bermusuhan; rukun (5) |
| DAMAK | Kawat (bambu dan sebagainya) yang ujungnya ditajamkan dan pangkalnya diberi gabus atau dibebat dengan kapas dan digunakan sebagai peluru sumpitan; panah pendek, badannya berbentuk seperti tabung yang meruncing pada satu ujungnya, dan terdapat sirip dari plastik atau logam pada sisi yang lain; permainan melemparkan damak ke papan damak dari jarak tertentu; buah bulat dan kecil yang digunakan sebagai peluru sumpitan (Sunda) (5) |
| DAMAL | Gerakan maju perlahan-lahan (tentang kapal; suku bangsa yang mendiami daerah Nabire, Papua Tengah; Amungkal (5) |
| DAMAN | Tali kelat pada perahu (Pelayaran) (5) |
| DAMAR | Getah keras yang berasal dari bermacam-macam pohon; lampu; pelita; sisa padat yang diperoleh dari terpentin (dengan sifat keras rapuh, tembus sinar, tanpa rasa, berwarna kuning, dapat digunakan untuk membuat sabun, pernis, cat, dan sebagainya dalam industri farmasi) (Kimia); kemiri (Minangkabau); suku bangsa yang mendiami Kepulauan Damar di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku (5) |
| DAMAS | Habis uang karena boros; kain sutra, linen, atau beludru yang berbunga-bunga dan berwarna (5) |
| DAMAT | Riuh rendah; ramai sekali (5) |
| DAMBA | Sangat ingin; rindu; diam, tidak bercakap-cakap karena kurang senang hati (5) |
| DAMEN | Jerami (Jawa) (5) |
| DAMIK | Tampar (Minangkabau) (5) |
| DAMIR | Perasaan kemanusiaan yang sangat halus dan dimiliki setiap orang berakal (5) |
| DAMOH | Kota di India (5) |
| DAMPA | Kemiri berbiji dua (Sunda) (5) |
| DAMPO | Sapaan untuk orang tua yang anaknya diadopsi, artinya 'saudara' (Dayak) (5) |
| DANAO | Kota di Filipina (5) |
| DANAU | Genangan air yang amat luas, dikelilingi daratan; telaga; tasik (5) |
| DANDA | Tongkat kekuasaan (5) |
| DANDI | Gendang kecil (Musik); kecapi (alat musik); belang-belang kecil (5) |
| DANGA | Jarang atau tidak musim (tentang buah) (Batak) (5) |
| DANGE | Upacara tutup tahun pada suku Dayak setelah penuaian padi yang berlangsung selama tujuh hari sesudah Paskah (Dayak); proses memasak sagu dengan wajan (Sangir) (5) |
| DANGU | Bunga pohon enau (Jawa) (5) |
| DANKI | Komandan kompi (akronim)/Kemiliteran) (5) |
| DANRU | Komandan regu (akronim) (5) |
| DANSA | Tari cara Barat yang dilakukan oleh pasangan pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan yang diiringi musik (Musik) (5) |
| DANTA | Gigi; gading; putih seperti gading (5) |
| DANUH | Sagitarius; kaus; busur (5) |
| DANUR | Air yang keluar dari bangkai (mayat) yang sudah membusuk (5) |
| DANUS | Dana usaha (akronim) (5) |
| DAPAR | Penyangga (5) |
| DAPAT | Mampu; sanggup; bisa; menerima; memperoleh; ditemukan; tertangkap dan sebagainya; berhasil; tercapai (maksudnya dan sebagainya); datang bulan; haid (5) |
| DAPIL | Daerah pemilihan (akronim) (5) |
| DAPRA | Bantalan yang dipasang pada lambung kapal atau perahu (untuk menjaga supaya jangan bersentuhan dengan tembok dermaga atau pangkalan dan sebagainya) (Pelayaran) (5) |
| DAPUK | Atur; rancang (Jawa) (5) |
| DAPUR | Ruang tempat memasak; tempat membakar batu bata, batu kapur, dan sebagainya; tungku; perapian (pada lokomotif dan sebagainya); masyarakat desa dalam prasasti Jawa Kuno (Arkeologi); diulang: bagian yang di luar (tentang beberapa benda atau bagian tubuh) (5) |
| DARAB | Pukulan keras; hasil kali (Matematika); kota di Iran (5) |
| DARAH | Cairan terdiri atas plasma, sel-sel merah dan putih yang mengalir dalam pembuluh darah manusia atau binatang; keturunan (kiasan); bakat; pembawaan (kiasan) (5) |
| DARAI | Suku bangsa yang mendiami beberapa desa di wilayah Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat (5) |
| DARAS | Membaca Alquran dengan lantang untuk berlatih melancarkan bacaan; belajar membaca Alquran; belajar (mempelajari, menyelidiki) dengan sungguh-sungguh; pengajian; proses, cara, perbuatan mendaras (mempelajari Al-Qur'an) (5) |
| DARAT | Bagian permukaan bumi yang padat; tanah yang tidak digenangi air (sebagai lawan dari laut atau air); tanah atau bumi (sebagai lawan dari angkasa); tanah yang tinggi (sebagai lawan dari tanah yang rendah di pantai, biasanya berpaya-paya atau sebagai lawan tanah persawahan dan rawa-rawa); daerah pedalaman (sebagai lawan dari daerah pantai) (5) |
| DARIA | Sungguh-sungguh dalam mengerjakan atau menekuni sesuatu (Sunda) (5) |
| DARIH | Zat seperti rosin, gelatin, lem, kanji, atau malam yang ditambahkan pada stok kertas atau pada permukaan lembaran kertas yang dihasilkannya, digunakan untuk memberi sifat penolak tinta dan air (Kimia) (5) |
| DARJI | Penjahit; tukang jahit (5) |
| DARMA | Kewajiban; tugas hidup; kebajikan (5) |
| DARNE | Potongan ikan yang diiris melintang, potongan berbentuk bulat utuh, digunakan untuk membuat steik (Tata Boga) (5) |
| DARUN | Bunyi keras yang serentak; derum (Minangkabau) (5) |
| DASAR | Tanah di bawah air (tentang kali, laut, dan sebagainya); bagian terbawah (tentang kuali, botol, dan sebagainya) di sebelah dalam atau luar; lantai; latar (warna yang menjadi alas gambar dan sebagainya); lapisan terbawah; bakat atau pembawaan sejak lahir; alas; fondasi; pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran, aturan); asas; memang begitu (tentang adat, tabiat, kelakuan, dan sebagainya); bentuk gramatikal yang menjadi asal dari suatu bentukan (Linguistik); memang (5) |
| DASHA | Kota di Cina (5) |
| DASIN | Setan yang pekerjaannya merusak rumah tangga dan keutuhan keluarga (Arab) (5) |
| DASOI | Tari adat masyarakat Kur, dibawakan oleh dua belas penari perempuan yang memakai kebaya dan rok sarung, dilakukan saat musim kemarau untuk memanggil hujan, biasa diiringi tifa dan seruling (Kur) (5) |
| DASSI | Golongan masyarakat dalam suku Belu di daerah Timor (5) |
| DASUN | Bawang putih (Allium sativum); sesuatu yang menyerupai bentuk bawang putih (kiasan) (5) |
| DATAR | Berpermukaan rata; tidak turun naik; tidak tinggi rendah; tidak berbukit-bukit (5) |
| DATAU | Dan atau; dan/atau (akronim) (5) |
| DATIA | Kota di India (5) |
| DATIF | Kata yang menduduki fungsi sebagai objek tidak langsung dari kata kerja (misalnya saya memberikan buku kepadanya; kepadanya adalah datif) (Linguistik) (5) |
| DATIN | Wanita yang dituakan atau bermartabat tinggi; gelar kehormatan bagi istri datuk; data dan informasi (akronim) (5) |
| DATUK | Bapak dari orang tua kita; kakek; aki; orang yang tertua dalam keluarga; gelar kehormatan bagi orang yang dituakan (berpangkat tinggi atau bermartabat tinggi); penghulu adat (Minangkabau); jin atau hantu penunggu (suatu tempat dan sebagainya) (Minangkabau); berhala; toapekong (Minangkabau); harimau (Minangkabau); to; engku; datung (5) |
| DATUM | Titik, garis, atau bidang yang digunakan sebagai acuan, seperti dalam pemetaan, topografi, atau geologi; tanggal; hari bulan; satu informasi; informasi tunggal; bentuk tunggal dari data (5) |
| DAURA | Kota di Nigeria (5) |
| DAUSA | Kota di India (5) |
| DAVAO | Kota di Filipina (5) |
| DAVID | Kota di Panama (5) |
| DAVIE | Kota di Amerika Serikat (5) |
| DAVIS | Kota di Amerika Serikat (5) |
| DAWAI | Kawat (yang halus); senar; diulang: liana yang batang dan rantingnya berduri, daunnya bertulang tiga, perbungaan berbentuk malai, buahnya bulat berwarna hijau, buah yang matang berwarna kuning-cokelat, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Indocina Selatan sampai Malesia Barat (Zyzyphus calophylla) (Botani); perdu yang tingginya mencapai 2,5 m, rimpangnya digunakan untuk mengobati penyakit gonore; sedawai (Smilax calophylla) (5) |
| DAWAN | Barang-barang milik pribadi di suku Dayak; suku bangsa yang mendiami beberapa daerah yang tersebar di Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (5) |
| DAWAT | Tinta (5) |
| DAWEH | Racun yang sudah dihilangkan pengaruhnya dan tidak berbahaya lagi (Melayu Riau) (5) |
| DAWEI | Kota di Myanmar (5) |
| DAWET | Minuman berupa campuran air gula, santan, dan cendol (biasanya dicampur es) (Jawa) (5) |
| DAWUH | Perintah (Jawa) (5) |
| DAYAH | Orang perempuan (ibu) yang diserahi mengasuh atau menyusui anak orang lain; inang pengasuh; ibu susu; tempat pengajian khusus untuk perempuan di Aceh; lembaga pendidikan agama Islam di Aceh (5) |
| DAYAK | Suku bangsa yang mendiami daerah Kalimantan (5) |
| DAYAS | Roh berbentuk panah yang memancarkan sinar terang, diyakini sebagai pertanda bencana kebakaran, kematian, dan sebagainya (Batak) (5) |
| DAYUH | Sedih (Minangkabau) (5) |
| DAYUK | Terliuk (Minangkabau) (5) |
| DAYUS | Hina budi pekertinya (5) |
| DEBAH | Sembelih; bantai; zabah (5) |
| DEBAK | Tiruan bunyi orang meninju; debuk (5) |
| DEBAM | Tiruan bunyi benda berat jatuh ke lantai (tanah) (5) |
| DEBAP | Tiruan bunyi barang jatuh dan sebagainya (5) |
| DEBAR | Berdebar; bergerak-gerak atau berdenyut lebih kencang daripada biasa (tentang jantung karena kaget dan sebagainya) (5) |
| DEBAS | Tiruan bunyi embusan napas dan sebagainya (5) |
| DEBAT | Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing (5) |
| DEBIK | Tiruan bunyi tepukan (5) |
| DEBIL | Berdaya pikir rendah atau berkemampuan berpikir tidak lebih daripada daya pikir anak yang berumur 12 tahun (5) |
| DEBIT | Uang yang harus ditagih dari orang lain; piutang; catatan pada pos pembukuan yang menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban; jumlah yang mengurangi deposito pemegang rekening pada banknya (Manajemen); volume air yang mengalir dari suatu saluran melalui penampang lintang tertentu dalam satuan waktu (Pertanian) (5) |
| DEBUK | Tiruan bunyi orang meninju, barang jatuh, dan sebagainya (5) |
| DEBUM | Tiruan bunyi buah (misalnya kelapa) jatuh ke tanah dan sebagainya; lebum (5) |
| DEBUN | Tiruan bunyi hampir sama dengan debap (5) |
| DEBUP | Tiruan bunyi barang besar jatuh, hampir sama dengan debap (5) |
| DEBUR | Tiruan bunyi barang besar jatuh ke air; bunyi ombak memecah (5) |
| DEBUS | Tiruan bunyi embusan angin; kesenian bela diri dari Banten yang mempertunjukkan kekebalan diri terhadap senjata tajam atau api dengan cara menusuk, menyayat, atau membakar bagian tubuh, memanjat tiang bambu dan berdiri di ujungnya, atau berputar pada tambang yang diikatkan pada kedua tiang bambu yang tinggi; tidak dapat atau tidak kena (tentang jala ikan) (5) |
| DEBUT | Penampilan untuk pertama kali di depan umum (tentang penyanyi, artis, dan sebagainya); tiruan bunyi kentut (5) |
| DECAK | Tiruan bunyi jam; bunyi “cek” dari mulut (5) |
| DECAN | Kota di Kosovo (5) |
| DECAP | Tiruan bunyi orang mengecap makan; deceh; sinar yang bergerak cepat; denyar (5) |
| DECEH | Tiruan bunyi orang mengecap makan; decap (5) |
| DECIN | Kota di Republik Ceko (5) |
| DECIT | Tiruan bunyi anak burung, tikus (5) |
| DECUP | Tiruan bunyi ikan menangkap kelekatu (5) |
| DECUR | Tiruan bunyi air memancur dan sebagainya (5) |
| DECUT | Tiruan bunyi bayi menyusu (5) |
| DEDAH | Buka; singkap; ungkap (5) |
| DEDAK | Serbuk halus dari kulit padi (untuk makanan ayam, itik, dan sebagainya); sempit; sesak; berdedak; bersesak-sesak; berapat-rapat (tentang perahu dan sebagainya); menaruh dendam; sakit hati; ada dedaknya (5) |
| DEDAL | Sarung (selubung) jari dari logam; bidal (5) |
| DEDAP | Dadap (Erythrina lithosperma) (5) |
| DEDAR | Berasa panas (tentang badan) (5) |
| DEDAS | Tiruan rentetan bunyi letusan kecil (tentang senapan dan sebagainya); rasa tidak tuntas (tentang kencing) (5) |
| DEDAU | Mendedau; berteriak (menjerit) nyaring-nyaring (5) |
| DEDEK | Dedak (Melayu Jakarta) (5) |
| DEDEL | Retas (jahitan, kelim, dan sebagainya) (5) |
| DEDER | Mendeder; menabur benih (bibit); mengembangbiakkan (5) |
| DEDES | Kesturi yang harum baunya; musang (5) |
| DEDOK | Menenggelamkan dengan cara paksa (Gayo) (5) |
| DEGAM | Tiruan bunyi guruh, meriam, dan sebagainya (5) |
| DEGAN | Buah kelapa muda (Jawa) (5) |
| DEGAP | Tiruan bunyi papan dipukul; tiruan bunyi debaran jantung; tegap; gagah; diulang: berbagai-bagai bunyi degap (5) |
| DEGAR | Tiruan bunyi petir, meriam, kayu dipukul, pintu didobrak, dan sebagainya (5) |
| DEGEN | Pedang, baik dengan satu mata maupun dua mata (digunakan dalam olahraga anggar) (Olahraga) (5) |
| DEGIL | Tidak mau menuruti nasihat orang; keras kepala; kepala batu (5) |
| DEGOS | Bekas luka di bawah bibir bawah (Gayo) (5) |
| DEGUK | Tiruan bunyi orang meneguk air (5) |
| DEGUM | Tiruan bunyi tembakan meriam (5) |
| DEGUP | Tiruan bunyi benda, seperti kopor jatuh ke tanah; tiruan bunyi denyut jantung yang keras (5) |
| DEHAM | Tiruan bunyi seperti batuk kecil tertahan (5) |
| DEHRI | Kota di India (5) |
| DEHUI | Kota di Cina (5) |
| DEITO | Nama seseorang sebelum menikah yang harus diganti setelah menikah pada beberapa etnis di Sulawesi Utara (5) |
| DEKAH | Gelak; suara tawa yang keras (5) |
| DEKAI | Ibu kota Kabupaten Yakuhimo, Provinsi Papua Pegunungan (5) |
| DEKAK | Diulang: alat untuk menghitung berupa deretan bulatan dari kayu, plastik, dan sebagainya yang bertusuk (setusuk berisi sepuluh butir) dan berbingkai; swipoa (5) |
| DEKAM | Berdekam; merendahkan tubuh dalam-dalam sambil berlutut dan menunduk (seperti ayam yang sedang mengeram, harimau yang hendak menerkam mangsanya, maling yang sedang bersembunyi); selalu tinggal di rumah saja; lama tinggal di suatu tempat (tidak berpindah-pindah); meringkuk; selalu melekat dalam ingatan; mendekam; meringkuk; berdekam (5) |
| DEKAN | Pemimpin (kepala) fakultas di perguruan tinggi; ulat pemakan pembuluh (Rhizomys sumatransis) (5) |
| DEKAP | Peluk; lekap; dekat (Minangkabau) (5) |
| DEKAR | Mendekar; bermain pedang (5) |
| DEKAT | Pendek, tidak jauh (jarak atau antaranya); hampir; berhampiran dengan; akrab; rapat (tentang hubungan persahabatan, persaudaraan, dan sebagainya); menjelang; diulang: terlalu dekat; rapat-rapat (5) |
| DEKIK | Lekuk kecil (terutama pada pipi); lesung pipi (5) |
| DEKIL | Sangat kotor; berdaki; kumal (Melayu Jakarta) (5) |
| DEKOR | Perlengkapan panggung teater yang diatur sedemikian rupa sehingga menggambarkan tempat kejadian (Kesenian); latar belakang suara (dalam siaran sandiwara radio) (Kesenian); hiasan (5) |
| DEKUS | Bunyi mengembus-embus (5) |
| DEKUT | Tiruan bunyi burung merpati atau tekukur (5) |
| DELAH | Ikan laut jenis ikan pisang-pisang (5) |
| DELAN | Kerut atau riak kecil pada permukaan air yang disebabkan oleh ikan yang ada di dalam air (5) |
| DELAP | Api dan asap yang keluar dari mulut senapan pada saat ditembakkan; suka meminta sesuatu kepada orang lain tanpa mempunyai rasa malu (5) |
| DELAS | Tanah yang semula dibuka dan dikerjakan, kemudian ditinggalkan sehingga ditumbuhi kembali oleh semak belukar dan pepohonan (5) |
| DELAT | Kilat (5) |
| DELAY | Penundaan (Inggris) (5) |
| DELER | Gelar anggota Dewan Hindia Belanda (5) |
| DELFT | Kota di Belanda (5) |
| DELHI | Kota di India (5) |
| DELIK | Perbuatan yang dapat dikenakan hukuman karena merupakan pelanggaran terhadap undang-undang; tindak pidana (Hukum); pohon yang tingginya mencapai 20 m, berbatang besar, bercabang banyak dan tidak lurus; temberos (Memecylon caloneuron) (5) |
| DELIS | Gantung diri (Batak); menguliti sekeliling pangkal pohon agar pohon tersebut mati perlahan-lahan (Batak) (5) |
| DELIT | Suka menyimpan perasaan atau rahasia di dalam hati (Melayu Jakarta) (5) |
| DELTA | Tanah endapan berbentuk segitiga di muara sungai (Geografi dan Geologi); huruf ke-4 abjad Yunani; kota di Kanada (5) |
| DEMAH | Barang yang panas (seperti abu panas, daun-daunan yang dipanaskan, batu panas) untuk menyembuhkan bagian tubuh yang sakit (dengan jalan ditekankan di atasnya); tuam (5) |
| DEMAK | Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan sebutan Kota Wali atau Kota Jambu; ibu kota Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah (5) |
| DEMAM | Panas badannya (suhu badan lebih tinggi daripada biasanya, umumnya karena sakit); sakit yang menyebabkan suhu badan menjadi lebih tinggi daripada biasanya; tergila-gila (5) |
| DEMAP | Gelojoh; rakus (5) |
| DEMEK | Lembap; tidak kering benar (Melayu Jakarta); kumal (Melayu Jakarta) (5) |
| DEMEN | Senang; suka (5) |
| DEMES | Pipih (tentang hidung); pesek (5) |
| DEMIK | Tampar; tepuk (Minangkabau) (5) |
| DEMON | Makhluk atau roh yang jahat; hantu; setan; orang yang bengis, tidak mengenal belas kasihan (5) |
| DEMPO | Gunung berapi aktif, merupakan puncak tertinggi di Pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian 3.195 mdpl, terletak di Sumatra Selatan (5) |
| DEMTA | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir utara Papua (5) |
| DENAH | Gambar yang menunjukkan letak kota, jalan, dan sebagainya; peta; gambar rancangan (rumah, bangunan, dan sebagainya) (5) |
| DENAI | Bekas (jejak) binatang besar di hutan (5) |
| DENAK | Binatang (burung dan sebagainya) yang digunakan sebagai umpan untuk menjebak binatang lain (5) |
| DENAR | Mata uang Makedonia (5) |
| DENDA | Hukuman yang berupa keharusan membayar dalam bentuk uang (karena melanggar aturan, undang-undang, dan sebagainya) (5) |
| DENDI | Pria yang perlente (5) |
| DENEN | Jalan berlumpur yang dilalui (dibuat) kerbau (Batak) (5) |
| DENGE | Tarian penjemputan tamu, ditarikan oleh 12 gadis, diringi dengan rebana dan harmonika (Sula) (5) |
| DENGU | Dengkus; tiruan bunyi orang menarik dan mengembuskan napas kuat-kuat dari hidung; dungu (5) |
| DENIM | Kain katun kasar yang tahan lasak dan berlarik-larik, mudah dicuci, biasa dipakai untuk pakaian kerja (5) |
| DENMA | Detasemen markas (akronim) (5) |
| DENOK | Montok (tentang perempuan); panggilan untuk anak perempuan (5) |
| DENOV | Kota di Uzbekistan (5) |
| DENZI | Detasemen zeni (akronim) (5) |
| DEOLI | Kota di India (5) |
| DEPAK | Sepak, usir, buang; tiruan bunyi kuda berjalan atau bunyi buku jatuh di lantai (5) |
| DEPAN | Hadapan; muka (5) |
| DEPAP | Tiruan bunyi telempap yang dipukulkan ke meja (5) |
| DEPIK | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 12 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, ujung rahang bawah terdapat tonjolan, awal sirip punggung di atas awal sirip perut, warna tubuhnya keperakan, endemik Danau Laut Tawar (Rasbora tawarensis) (5) |
| DEPOK | Kota madya di Provinsi Jawa Barat, terkenal dengan sebutan Kota Belimbing atau Kota Petir; rumah pendeta (5) |
| DEPOT | Tempat menyimpan barang (dagangan dan sebagainya); rumah kecil tempat berjualan es, rokok, obat, dan sebagainya; depo (5) |
| DEPUN | Kelim atau lipatan tambahan pada tepi kain (pakaian) sebagai hiasan (5) |
| DEPUS | Tiruan bunyi embusan angin (5) |
| DEQEN | Kota di Cina (5) |
| DERAI | Tiruan bunyi titik-titik air hujan yang jatuh di kaca dan sebagainya; butir-butir (tanah, emas, dan sebagainya) (Minangkabau) (5) |
| DERAK | Tiruan bunyi dahan patah (bambu dibelah dan sebagainya); bunyi kertak (5) |
| DERAM | Tiruan bunyi besar dan kuat seperti bunyi aum harimau (guruh, gendang besar, dan sebagainya) (5) |
| DERAN | Bunyi, getaran, atau sinyal (isyarat) yang tidak diinginkan atau yang mengganggu suatu sistem (Fisika) (5) |
| DERAP | Tiruan bunyi kaki orang berjalan cepat; gerak lari cepat (tentang kuda dan sebagainya); kecepatan langkah; laju gerak (5) |
| DERAS | Sangat cepat (tentang aliran, gerakan, dan sebagainya); lebat (tentang hujan); tiruan bunyi sampah atau pasir dituang (5) |
| DERAU | Tiruan bunyi gemuruh hujan dibawa angin; bunyi, getaran, atau isyarat (sinyal) yang tidak diinginkan (Fisika); gangguan yang terjadi dalam sistem transmisi telekomunikasi yang memengaruhi kualitas informasi (Kedirgantaraan) (5) |
| DERBI | Pertandingan sepak bola antara dua tim sewilayah (sekota) (Olahraga) (5) |
| DERBY | Kota di Inggris (5) |
| DEREK | Deret; leret; baris; kerek untuk menarik, mengangkat, menaikkan, atau menurunkan muatan dari kapal dan sebagainya (5) |
| DEREL | Tembakan serentak; salvo (5) |
| DEREP | Menolong memotong padi dengan imbalan kurang lebih seperlima dari hasil panen (Jawa) (5) |
| DERES | Sering (atau kerap) melahirkan banyak anak (Sunda); menderes; menyadap nira dan sebagainya dari pohon (5) |
| DERET | Banjar; jajar; leret; saf; baris; susunan (dalam bentuk garis lurus) teratur yang sama arah, jarak, tinggi, dan tingkatan; kumpulan zat, bilangan, atau kuantitas lain pada kumpulan yang sama yang disusun secara beraturan (Statistik); hubungan antara unsur bahasa secara linear, misalnya deret fonem dalam kata; realisasi dari urutan (Linguistik); barisan bilangan yang mempunyai perbedaan antarsuku yang sama (Matematika) (5) |
| DERIK | Tiruan bunyi papan bergesekan (5) |
| DERIS | Tiruan bunyi rumput kering diinjak, kain digunting, dan sebagainya (5) |
| DERIT | Tiruan bunyi lantai bambu diinjak, engsel yang tidak berminyak, dan sebagainya (5) |
| DERJI | Penjahit (5) |
| DERMA | Pemberian (kepada fakir miskin dan sebagainya) atas dasar kemurahan hati; bantuan uang dan sebagainya (kepada perkumpulan sosial dan sebagainya) (5) |
| DERRY | Kota di Inggris (5) |
| DERUK | Tiruan bunyi derak, tetapi lebih besar (5) |
| DERUM | Tiruan bunyi guruh (iringan mobil dan sebagainya) yang kedengaran dari jauh (5) |
| DERUP | Tiruan bunyi derap (langkah sekelompok orang secara serentak dan sebagainya) (5) |
| DERUS | Tiruan bunyi barang bergeser dan sebagainya; masakan yang belum masak (Melayu Medan) (5) |
| DESAH | Tiruan bunyi barang digosok, air hujan jatuh di daun-daunan, napas orang sakit bengek, dan sebagainya (5) |
| DESAK | Gelar perempuan golongan bangsawan tertentu di Bali (Bali); dorong (dengan tubuh dan sebagainya); tiruan bunyi kertas diremas-remas dan sebagainya (5) |
| DESAR | Tiruan bunyi tikar diseret, bunyi api disiram dengan air, dan sebagainya (5) |
| DESAU | Tiruan bunyi daun-daunan yang tertimpa hujan lebat dan sebagainya (5) |
| DESIH | Tiruan bunyi berbisik, bernapas, dan sebagainya (5) |
| DESIK | Tiruan bunyi daun-daunan kecil beradu karena tertiup angin (5) |
| DESIL | Nilai yang menandai batas interval dari sebaran frekuensi yang berderet dalam sepuluh bagian sebaran yang sama (Statistik); radikal bervalensi satu yang diturunkan dari dekanal (C10H21) (Kimia) (5) |
| DESIR | Tiruan tiupan bunyi angin, bunyi uap yang keluar dari cerek, dan sebagainya (5) |
| DESIS | Tiruan bunyi yang lebih lembut daripada desus (seperti orang meniup atau berbisik) (5) |
| DESIT | Tiruan bunyi seperti orang mengisap (menyedot) melalui celah gigi (5) |
| DESUK | Tiruan bunyi kertas diremas-remas (5) |
| DESUP | Tiruan bunyi benda yang jatuh terbenam dalam lumpur (5) |
| DESUR | Tiruan bunyi yang hampir sama dengan desar (5) |
| DESUS | Tiruan bunyi orang berbisik (5) |
| DESUT | Tiruan bunyi orang meniup, angin kencang, dan sebagainya (5) |
| DETAK | Tiruan bunyi detik, tetapi lebih berat, tiruan bunyi debar jantung yang memukul keras (5) |
| DETAP | Tiruan bunyi air hujan jatuh di atas genting (5) |
| DETAR | Tiruan bunyi jagung dibakar yang bulirnya meletus karena terlalu panas dan sebagainya (5) |
| DETAS | Tiruan bunyi letusan kecil, kulit telur pecah, dan sebagainya (5) |
| DETIK | Tiruan bunyi arloji dan sebagainya; ukuran satuan waktu 1/60 menit; sekon (5) |
| DETUP | Tiruan bunyi letusan senapan, petasan, dan sebagainya; letup; detus (5) |
| DETUS | Tiruan bunyi letusan senapan, petasan, dan sebagainya; letup; detup (5) |
| DEUCE | Kartu atau dadu yang berangka dua (ungkapan/Inggris); angka yang sama-sama diperoleh kedua pihak sebelum salah satu di antaranya memenangkan pertandingan dengan dua angka lagi (ungkapan/Olahraga/Inggris) (5) |
| DEWAL | Daerah lapis pertama di luar kampung, biasanya bagian hulu sungai (Gayo) (5) |
| DEWAN | Majelis atau badan yang terdiri atas beberapa orang anggota yang pekerjaannya memberi nasihat, memutuskan suatu hal, dan sebagainya dengan jalan berunding; mahkamah (tinggi) (5) |
| DEWAS | Kota di India (5) |
| DHAKA | Ibu kota Bangladesh; kota ini terletak di pinggir Sungai Buriganga (5) |
| DHOHO | Bandara internasional di Kediri, Jawa Timur (5) |
| DHURI | Kota di India (5) |
| DIANA | Dewi bulan (5) |
| DIANG | Panasi (sesuatu) di atas api; tempat sampah di pinggir atau batas kebun (Sahu) (5) |
| DIARE | Penyakit dengan gejala berak-berak; menceret (5) |
| DIARI | Buku harian (5) |
| DIBAL | Anak singa (Jawa) (5) |
| DIDIH | Gelembung karena panas (5) |
| DIDIK | Pelihara dan latih (5) |
| DIDIS | Mendidis; mengiris tipis-tipis; menyayat; mencari kutu kepala; mengutui; menyelisik (Jawa) (5) |
| DIDIT | Anyaman dari daun pandan hutan yang dikeringkan, berfungsi sebagai alas duduk atau tidur (Bacan) (5) |
| DIDUM | Penganan yang dibuat dari ketan dan kelapa parut, diberi garam, dibungkus daun pisang, dipanggang di atas bara api (5) |
| DIENG | Dataran tinggi di Jawa Tengah, terkenal dengan tempat wisatanya seperti telaga, candi, kawah, dan sebagainya, sering jg disebut sebagai negeri di atas awan (5) |
| DIGIT | Letak angka pada bilangan; angka Arab dari 0–9; setiap angka yang terdapat dalam deret angka yang tidak merujuk kepada sistem desimal, misalnya nomor telepon (5) |
| DIGOS | Kota di Filipina (5) |
| DIGUL | Nama sebuah tempat di Papua (dahulu Irian Jaya) yang dipakai untuk tempat pengasingan pada zaman penjajahan; tidak berbulu (tentang ayam) (Gayo); tempat untuk minum yang terbuat dari batok kelapa yang dikeringkan (5) |
| DIHOK | Kota di Irak (5) |
| DIJON | Kota di Prancis (5) |
| DIKAU | Engkau (5) |
| DIKIT | Sedikit (5) |
| DIKSA | Berdiksa (5) |
| DIKSI | Pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan) (Linguistik) (5) |
| DIKTE | Yang diucapkan atau dibaca keras-keras supaya ditulis orang lain; imla (5) |
| DIKTI | Pendidikan tinggi (akronim) (5) |
| DILAH | Suluh dari buah jarak dan sebagainya; lampu minyak (yang kecil); pelita; dian (5) |
| DILAK | Mendilak; melemparkan pandangan ke samping untuk menunjukkan rasa marah, tidak puas (Sunda) (5) |
| DILAM | Tumbuhan terna yang daunnya harum, dipakai untuk mengharumkan kain dan sebagainya (Pogostemon cablia) (5) |
| DILDO | Benda berbentuk penis yang digunakan sebagai alat bantu untuk kenikmatan seksual (5) |
| DILER | Dealer (5) |
| DIMBA | Orkes tradisional masyarakat Tolaki, terdiri atas dua buah gendang dan sebuah gong besar untuk mengiringi tarian tradisional (Tolaki) (5) |
| DIMER | Senyawa yang terjadi dari gabungan dua molekul yang sama (Kimia); alat untuk menata lampu dan suara di area pertunjukan (Kesenian) (5) |
| DINAR | Mata uang emas lama; mata uang di beberapa negara, seperti Aljazair, Bahrain, dan Irak (5) |
| DINAS | Bagian kantor pemerintah yang mengurus pekerjaan tertentu; jawatan; segala sesuatu yang bersangkutan dengan jawatan (pemerintah), bukan swasta; bertugas, bekerja (dalam jawatan pemerintah) (5) |
| DINDA | Adinda (kependekan) (5) |
| DINGO | Anjing liar yang berasal dari Australia, bertubuh sedang dan ramping, berekor meruncing, bermoncong lebih panjang, serta volume otaknya lebih besar daripada anjing lainnya (Canis lupus dingo) (5) |
| DIODE | Alat yang terdiri atas dua elemen dan digunakan sebagai pengarah arus (Grafika) (5) |
| DIONE | Bulan milik Saturnus yang berdiameter sekitar 1.120 km, mengandung banyak es (Astronomi) (5) |
| DIPAN | Bangku panjang rendah (untuk duduk-duduk atau berbaring); tempat tidur terbuat dari papan yang tidak berkelambu (5) |
| DIPHU | Kota di India (5) |
| DIPLO | Jaringan tulang bentuk spons yang diapit oleh lapisan luar dan lapisan dalam dari tulang pipih, seperti pada susunan tulang tengkorak (Anatomi) (5) |
| DIPOL | Muatan elektrik yang sama, tetapi berbeda tanda dengan jarak yang cukup dekat (Kimia) (5) |
| DIRAH | Lapis besi; lapis baja (5) |
| DIREK | Langsung (5) |
| DIRIS | Siram (5) |
| DIRUM | Direktur umum (akronim) (5) |
| DIRUS | Siram (5) |
| DIRUT | Direktur utama (akronim) (5) |
| DISEL | Dimasukkan (ditahan) dalam sel; diesel (5) |
| DISKA | Peranti untuk menyimpan informasi atau data dalam komputer (5) |
| DISKO | Gaya (irama) dalam musik pop yang lincah dan digemari oleh remaja (bersifat kontemporer); diskotek (kependekan) (5) |
| DISUP | Dibuat sup (5) |
| DISUQ | Kota di Mesir (5) |
| DIUJI | Dicoba untuk diketahui mutunya (5) |
| DLIKA | Bilah dari kayu atau bambu yang dipasang melintang pada dipan dan sebagainya (Jawa) (5) |
| DOANG | Hanya; saja (Melayu Jakarta) (5) |
| DOBEL | Rangkap dua; lipat dua; dua sekaligus; kembar; bermain berpasangan; bermain ganda (Olahraga) (5) |
| DOBLE | Tembaga dan sebagainya berlapis emas (5) |
| DOBOL | Berlubang (tentang karung dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| DOBRA | Mata uang Sao Tome dan Principe (5) |
| DODAL | Sidik jari; cap jempol (Batak) (5) |
| DODET | Mendodet; meretas (perut, karung beras, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| DODOI | Lagu yang didendangkan untuk menidurkan anak (Melayu Riau) (5) |
| DODOK | Jongkok (Jawa) (5) |
| DODOL | Penganan, dibuat dari tepung ketan, santan kelapa, dan gula merah, kadang-kadang dicampur dengan buah-buahan, seperti durian, sirsak dibungkus daun (jagung), kertas, dan sebagainya; bahan peledak berbentuk tabung dodol yang digunakan pada pekerjaan peledakan di tambang (5) |
| DODOS | Alat untuk memetik dan menjolok sawit, berbentuk panjang dan berujung tajam (Batak); mendodos; mengetam papan dan sebagainya supaya licin; memetik buah sawit dengan alat dodos (5) |
| DODOT | Pakaian adat Jawa dari kain batik atau cindai panjang dan lebar, dipakai pada upacara resmi (oleh pengantin dan sebagainya); alat musik tradisional (5) |
| DOGEL | Tidak berekor atau tidak berbulu (tentang ayam) (5) |
| DOGER | Pertunjukan tari (tandak) (Sunda) (5) |
| DOGMA | Pokok ajaran (tentang kepercayaan dan sebagainya) yang harus diterima sebagai hal yang benar dan baik, tidak boleh dibantah dan diragukan; keyakinan tertentu (5) |
| DOGOL | Tidak bertanduk (tentang lembu dan sebagainya); tidak berbalung (tentang ayam); bodoh; jendul (5) |
| DOGON | Bersabar menunggu orang lain (Jayawijaya) (5) |
| DOHAD | Kota di India (5) |
| DOHOI | Bahasa yang dituturkan suku Ngaju (5) |
| DOHUR | Terbang beramai-ramai dan serentak (tentang burung) (Melayu Medan) (5) |
| DOHYO | Ring atau arena gulat sumo (Jepang) (5) |
| DOKAN | Lubang pada pohon sebagai sarang burung enggang atau pelatuk (Batak) (5) |
| DOKAR | Bendi (5) |
| DOKET | Ikhtisar dari isi dokumen (5) |
| DOKOH | Hiasan kalung berupa lempeng emas (5) |
| DOKOK | Diulang: kue dibuat dari tepung beras, kelapa, gula, dan pisang dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus (5) |
| DOLAN | Pergi bersenang-senang (Jawa) (5) |
| DOLAR | Mata uang di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Australia, dan Singapura; tanaman hias dengan ciri khas daunnya berwarna hijau tua, tumbuh sejajar, berukuran kecil, simetris, dan mengilap, serta pangkal batangnya tampak seperti membengkak (Zamioculcas zamiifolia) (5) |
| DOLIN | Rongga di permukaan tanah di daerah batu gamping yang berbentuk corong dan berhubungan dengan sistem saluran bawah tanah; dolina (Hidrologi); danau alami yang terbentuk dari proses erosi atau pelarutan batuan kapur oleh air hujan di wilayah batuan berkapur, hasilnya berupa cekungan yang terisi air hujan; danau karst (Geografi dan Geologi) (5) |
| DOLMA | Makanan khas Turki yang berupa terung, tomat, atau paprika yang bagian dalamnya diisi daging cincang, dimasak dengan cara dikukus (5) |
| DOLOG | Depot logistik (akronim) (5) |
| DOLOK | Gunung (Batak); potongan batang kayu yang belum dibelah (5) |
| DOMBA | Kambing kibas; biri-biri; umat manusia (kiasan/Agama Kristen) (5) |
| DOMEI | Kantor berita Jepang sebelum sampai berakhirnya Perang Dunia II (Ilmu Komunikasi) (5) |
| DOMEN | Tepung beras (Batak) (5) |
| DOMOT | Dungu; bodoh (5) |
| DOMPO | Ibu yang memiliki dua anak dan keduanya perempuan (Sunda) (5) |
| DOMPU | Suku bangsa yang mendiami Pulau Sumbawa bagian timur, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat; kabupaten di bagian tengah Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat; ibu kota Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (5) |
| DONAT | Penganan, dibuat dari tepung terigu, mentega, gula, dan sebagainya berbentuk bundaran yang berlubang di tengahnya (5) |
| DONDO | Kota di Mozambik (5) |
| DONOR | Penderma; pemberi sumbangan; penderma darah (yang menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yang memerlukan); unsur kimia yang jika ditambahkan ke dalam semikonduktor murni dapat menambah konsentrasi elektron bebas di dalam semikonduktor itu (Fisika) (5) |
| DONTO | Montok (Sunda) (5) |
| DOPAK | Dua ikat kecil (Sumbawa) (5) |
| DOPIS | Mesiu pada persumbuan senapan kuno yang digunakan untuk meledakkan mesiu bedil yang ada di dalam senapan; penggalak senapan; bom rakitan untuk mencari ikan (Papua) (5) |
| DORAL | Kota di Amerika Serikat (5) |
| DORBI | Binatang ternak yang berkaki empat, seperti sapi, kerbau, kuda, babi, dan kambing (5) |
| DORNA | Orang yang suka menghasut atau membangkit perselisihan, mengadudombakan dan sebagainya (bertabiat seperti pendeta Dorna dalam cerita pewayangan) (5) |
| DOSEN | Tenaga pengajar pada perguruan tinggi (5) |
| DOSIR | Semua dokumen atau berkas mengenai sesuatu perkara atau urusan; mendosir; memberi kuliah (5) |
| DOSIS | Takaran obat untuk sekali pakai (dimakan, diminum, disuntikkan, dan sebagainya) dalam jangka waktu tertentu (Kedokteran dan Fisiologi); ukuran pengobatan yang harus diberikan untuk jangka waktu tertentu (tentang radiasi atau penyinaran pada daerah atau bagian tubuh tertentu) (Kedokteran dan Fisiologi); jumlah energi atau tenaga yang diberikan oleh zarah pengion kepada suatu satuan massa bahan yang disinari atau diradiasi pada tempat yang diselidiki atau diminati (Fisika) (5) |
| DOULA | Seseorang yang terlatih secara profesional untuk memberikan nasihat, informasi, dukungan emosional, dan kenyamanan fisik kepada seorang ibu sebelum, selama, dan setelah persalinan (5) |
| DOUMA | Kota di Suriah (5) |
| DOVER | Ibu kota negara bagian Delaware, Amerika Serikat; selat yang memisahkan antara Benua Eropa dan Inggris Raya (5) |
| DOWER | Berbibir tebal dan menonjol ke depan (5) |
| DOYAK | Hewan laut, termasuk golongan hewan lunak (Moluska), masa hidup 6 bulan sampai 5 tahun; gurita raksasa Pasifik Utara (Octopus giganteus) (5) |
| DOYAN | Suka sekali; gemar sekali (5) |
| DRAMA | Komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (peran) atau dialog yang dipentaskan (Sastra); cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater (Sastra); kejadian yang menyedihkan (Sastra); koin emas yang pernah digunakan sebagai mata uang di Aceh (5) |
| DRAWA | Burung cendrawasih (Paradisaea raggiana) maskot PON XX di Papua (5) |
| DREAN | Kota di Aljazair (5) |
| DRONA | Salah satu tokoh dalam wiracarita Mahabharata (5) |
| DRUMA | Bentuk komposisi tembang jenis macapat (terdapat di Jawa, Sunda, Bali), biasanya untuk melukiskan cerita-cerita keras (perkelahian, perang) (Kesenian); durma (5) |
| DRUWE | Tanah (garapan dan sebagainya) yang dimiliki oleh raja (Bali) (5) |
| DUAFA | Orang-orang lemah ekonominya dan sebagainya (5) |
| DUAJA | Bendera, panji-panji; pataka (Sanskerta); lambang; lencana; isyarat (Sanskerta) (5) |
| DUANE | Instansi pemerintah yang bertugas di pelabuhan udara atau laut untuk menyelenggarakan dan mengawasi semua urusan yang berhubungan dengan bea cukai; pabean (5) |
| DUBAI | Kota terpadat di negara Uni Emirat Arab (5) |
| DUBAS | Duta bahasa (akronim) (5) |
| DUBES | Duta besar (akronim) (5) |
| DUBLE | Kuningan disepuh perak atau emas (5) |
| DUBNA | Kota di Rusia (5) |
| DUBUK | Hiena yang memiliki tutul hitam atau cokelat di seluruh tubuh (Crocuta crocuta) (5) |
| DUBUR | Lubang pada ujung bawah usus; pelepasan; anus (Anatomi) (5) |
| DUDUH | Alat penunjuk (biasanya sejenis lidi) untuk membaca Al-Qur'an (Using) (5) |
| DUDUK | Meletakkan tubuh atau letak tubuhnya dengan bertumpu pada pantat (ada bermacam-macam cara dan namanya seperti bersila dan bersimpuh); ada di (dalam peringkat belajar); kawin atau bertunangan; tinggal; diam; tumbuhan palma merumpun, tinggi batangnya 5 hingga 6 m (Caryota mitis); diulang: duduk santai (5) |
| DUDUP | Bunga turi (Madura) (5) |
| DUDUR | Mendudur; menyerahkan seseorang kepada yang berwajib (di Gayo) (5) |
| DUDUS | Upacara mencuci rambut pengantin baru yang dilakukan oleh kepala adat, di Bali (5) |
| DUGAL | Mual (hendak muntah); agak kurang ajar; nakal (Jawa) (5) |
| DUGAS | Berjalan tergopoh-gopoh; bergegas; terburu-buru (5) |
| DUGEM | Dunia gemerlap (seperti klub malam dan diskotek) (akronim); menikmati musik disko, biasanya pada malam hari dan disertai minuman beralkohol (5) |
| DUHAI | Kata seru menyatakan kesedihan, kasih sayang, dan sebagainya (5) |
| DUKAN | Rumah untuk berjualan; kedai; warung (5) |
| DUKAT | Satuan mata uang emas atau perak (yang nilainya berbeda) (5) |
| DUKUH | Dusun atau kampung kecil; bagian dari desa; orang yang pekerjaannya menyembelih ternak (di Bali, Lombok); kata sapaan untuk anak tunggal (Melayu Riau) (5) |
| DUKUN | Orang yang mengobati, menolong orang sakit, memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dan sebagainya) (5) |
| DUKUT | Wuku ke-29 (Bali) (5) |
| DUKWA | Senjata yang terbuat dari tulang kasuari bagian paha (5) |
| DULAG | Gendang besar (di surau atau masjid yang dipukul untuk memberitahukan waktu salat); tabuh; beduk (5) |
| DULUR | Saudara (5) |
| DUMAI | Kota madya di Provinsi Riau, terkenal dengan sebutan Kota Pelabuhan (5) |
| DUMBO | Cerita untuk menidurkan anak yang mengandung pengajaran (Melayu Riau) (5) |
| DUMUT | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Merauke, Papua; Nub; Kaeti; Mandobo; Wandub; Wambon (5) |
| DUNAH | Burung pemikat (untuk menangkap burung lain) (5) |
| DUNAK | Bakul besar, terbuat dari anyaman bambu (Jawa) (5) |
| DUNGU | Sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh; tungku peleburan timah dan tembaga (Sunda) (5) |
| DUNIA | Bumi dengan segala sesuatu yang terdapat di atasnya; planet tempat kita hidup; alam kehidupan; semua manusia yang ada di muka bumi; lingkungan atau lapangan kehidupan; segala yang bersifat kebendaan; yang tidak kekal; peringkat antarbangsa (seluruh jagat atau segenap manusia); pembicaraan mengenai perkawinan (di Halmahera); peringkat tertinggi dalam klasifikasi makhluk dan fitogeografi (Biologi) (5) |
| DUPAK | Tendang (Jawa) (5) |
| DUPET | Tidak mau pisah dan jauh dari ibunya (Dayak) (5) |
| DUPLO | Rangkap dua (tentang surat) (5) |
| DURAP | Minum dengan rakus (Melayu Medan) (5) |
| DURAT | Mutiara; dur (Arab) (5) |
| DUREN | Duda keren (akronim) (5) |
| DURGA | Istri Dewa Siwa dalam agama Hindu, dikenal pula dengan beragam nama, seperti Uma, Parwati, dan Durga Mahisasuramardini (5) |
| DURJA | Muka (5) |
| DURMA | Bentuk komposisi tembang jenis macapat (terdapat di Jawa, Sunda, Bali), biasanya untuk melukiskan cerita-cerita keras (perkelahian, perang) (Kesenian); druma (5) |
| DURNO | Dikatakan tentang orang yang suka menghasut, memfitnah, berbuat licik, mengadu domba, dan sebagainya (berbuat seperti Durno dalam cerita wayang) (5) |
| DUSIN | Mendusin; sebentar bangun dari tidur (Melayu Jakarta); bangun; sadar (akan); insaf (akan) (Melayu Jakarta) (5) |
| DUSTA | Tidak benar (tentang perkataan); bohong (5) |
| DUSUN | Kampung; desa; dukuh; suku bangsa yang mendiami daerah Pasir, Kalimantan Timur (5) |
| DUVET | Penutup kasur tebal berupa kantong tipis berisi bahan kain sebagai penghangat (Perhotelan) (5) |
| DUWET | Jamblang (Syzygium cumini) (5) |
| DUYUK | Kalah dalam perkelahian atau berjudi (Batak) (5) |
| DUYUN | Kota di Cina (5) |
| DUZCE | Kota di Turki (5) |
| EAGAN | Kota di Amerika Serikat (5) |
| EAGLE | Burung elang (Inggris) (5) |
| EBOLA | Salah satu jenis virus penyebab demam berdarah (5) |
| EBONI | Kayu yang keras dan berat berwarna kehitam-hitaman yang dihasilkan berbagai pohon genus Diospyros dari famili Ebenaceae; pohon yang menghasilkan kayu eboni (5) |
| ECENG | Tumbuhan rawa, daunnya berwarna hijau muda berbentuk bulat telur dengan tangkai yang panjang dan tebal, daun yang muda dan bunga yang berupa kuncup dapat disayur; genjer; kelayan (Limnocharis flava) (5) |
| EDANE | Grup musik hard rock dari Jakarta, digagas Eet Sjahranie sejak 1991 (5) |
| EDEMA | Pembengkakan jaringan karena kandungan cairannya bertambah (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| EDINA | Kota di Amerika Serikat (5) |
| EDISI | Bentuk buku yang diterbitkan; keluaran (buku, surat kabar, majalah, kamus, dan sebagainya yang di terbitkan) dari macam yang sama dan dalam waktu yang sama pula; versi karya sastra yang diterbitkan pada waktu dan tempat tertentu (Sastra) (5) |
| EFRAT | Sungai terpanjang di Asia Barat (5) |
| EFUSI | Lewatnya gas yang mendapat tekanan melalui lubang-lubang kecil atau pori-pori (Fisika); letusan gunung api yang tidak secara eksplosif (5) |
| EGOIS | Orang yang selalu mementingkan diri sendiri (Psikologi); penganut teori egoisme (Filsafat) (5) |
| EHOMO | Tiang penunjang rumah tradisional Nias, biasanya dari kayu keras (5) |
| EJAAN | Kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (5) |
| EJIDO | Kota di Venezuela (5) |
| EJURA | Kota di Ghana (5) |
| EKAGI | Suku bangsa yang mendiami Pegunungan Jayawijaya bagian barat, Provinsi Papua; Tapiro (5) |
| EKANG | Batas-batas wilayah suatu suku (5) |
| EKRAK | Keranjang untuk menaruh sampah (Jawa) (5) |
| EKRIN | Sifat kelenjar yang bersekresi tanpa disertai sel kelenjar, misalnya kelenjar keringat (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| EKSAK | Pasti; tentu (5) |
| EKSEM | Penyakit kulit, biasanya berasa amat gatal, yang menimbulkan bintik-bintik atau gelembung-gelembung kecil, bercak berwarna kemerah-merahan yang mengerisik; dermatitis atopik; ruam susu (5) |
| EKSES | Hal (peristiwa) yang melampaui batas (5) |
| EKSIL | Keluar; terpinggirkan (5) |
| EKSIN | Bagian terluar dinding serbuk sari yang biasanya mempunyai pola permukaan yang khas untuk tiap jenis tumbuhan dan tahan terhadap pelapukan (Biologi) (5) |
| EKSIS | Ada dan berkembang; dikenal dan mendapat perhatian dari banyak orang; tenar; populer (5) |
| EKSIT | Keluar; berhenti dari pekerjaan; pintu keluar (5) |
| EKSPO | Eksposisi (kependekan); bazar (5) |
| ELANG | Sebutan untuk anak lelaki sultan Cirebon (Sunda); keranjang bambu untuk membawa berbagai barang dengan cara dipikul; burung pemangsa berukuran sedang sampai besar, umumnya berwarna cokelat, hitam, putih, dan abu-abu, ujung sayap lebih membulat dan tumpul, mencari mangsa di siang hari, berhabitat di terestrial dan perairan, tersebar di seluruh dunia, seperti elang laut, elang tikus, dan elang bondol (Accipitridae) (5) |
| ELCHE | Kota di Spanyol (5) |
| ELEGI | Syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dan ungkapan dukacita (khususnya pada peristiwa kematian) (Kesenian) (5) |
| ELEMI | Jenis resin yang digunakan untuk pernis dan salep olesan (Farmasi dan Farmakologi) (5) |
| ELENG | Miring; oleng (tentang perahu) (5) |
| ELGIN | Kota di Amerika Serikat (5) |
| ELING | Berpikiran sehat; bijaksana; pantas (Jawa); ingat akan Tuhan Yang Maha Esa (dalam aliran kepercayaan) (Jawa) (5) |
| ELIPS | Benda atau bidang datar berbentuk bundar lonjong (5) |
| ELITE | Orang-orang terbaik atau pilihan dalam suatu kelompok; kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dan sebagainya) (5) |
| ELPEK | Ujung anak sumpit yang beracun (Batak) (5) |
| ELTOR | Penyakit perut, seperti kolera (5) |
| ELTRI | Julukan tim nasional sepak bola Meksiko (5) |
| ELUAT | Larutan yang dihasilkan pada elusi; hasil elusi (Kimia) (5) |
| ELUEN | Zat cair yang digunakan untuk mengekstraksi suatu zat padat dari campuran zat padat (Kimia) (5) |
| ELUNG | Lengkung (5) |
| ELUSI | Proses mengekstraksi zat yang umumnya padat dari campuran zat dengan menggunakan zat cair (pelarut) (Kimia) (5) |
| Massa berupa kaca tidak bening yang di pakai untuk melapisi benda dari logam, gelas, atau tembikar; barang-barang yang diberi salutan email; bahan padat berwarna putih dan keras yang melapisi dan melindungi bagian dentin mahkota gigi; surat elektronik (Inggris) (5) | |
| EMANG | Paman (Sunda) (5) |
| EMBAH | Nenek; kakek (Jawa) (5) |
| EMBAK | Kata sapaan untuk kakak perempuan (yang dirasa lebih tua usianya); mbak (5) |
| EMBAL | Belum kering benar; lembap (5) |
| EMBAN | Kain pembebat badan (dada, susu, perut); tali pembebat perut (pada kuda); inang pengasuh (Jawa) (5) |
| EMBAT | Pukul dengan benda panjang dan tipis; tempo dalam lagu tradisional yang ditentukan oleh jumlah ketukan instrumen dalam satu detik (Sunda) (5) |
| EMBEK | Kambing (5) |
| EMBEL | Paya-paya yang tertutup oleh rerumputan (Melayu Jakarta); bau lemah; bau tidak tajam (Batak); diulang: tambahan (yang tidak penting) (5) |
| EMBER | Tempat air berbentuk silinder (terbuat dari plastik, seng, dan sebagainya) dipakai untuk menimba air dan sebagainya (5) |
| EMBIH | Kata sapaan kepada anak perempuan (5) |
| EMBIK | Tiruan bunyi kambing; bibi (adik perempuan dari ayah atau ibu) (5) |
| EMBOK | Sebutan untuk ibu-ibu (dari kalangan rendah di Jawa); kata sapaan kepada wanita pembantu rumah tangga; simbok (5) |
| EMBOL | Sembul (5) |
| EMBOS | Cetak timbul (Grafika) (5) |
| EMBUH | Mau; ingin (5) |
| EMBUN | Titik-titik air yang jatuh dari udara (terutama pada malam hari); uap yang menjadi titik-titik air; endapan tetes air yang terdapat pada benda dekat atau di permukaan tanah yang terbentuk akibat pengembunan uap air dari udara di sekitarnya (Meteorologi) (5) |
| EMBUS | Enyah; pergi; tiup (5) |
| EMBUT | Tarik atau angkat perlahan-lahan (tentang tali kail) (5) |
| EMDEN | Kota di Jerman (5) |
| EMERI | Ampelas yang terdiri atas bubuk korundum takmurni, digunakan dalam pengupaman dan penggerindaan; korundum berwarna abu-abu gelap berbutir halus, mengandung oksida besi, banyak terdapat dalam batu gamping (5) |
| EMISI | Pancaran; pemancaran cahaya, panas, atau elektron dari suatu permukaan benda padat atau cair; pemancaran (Fisika); pengeluaran (surat berharga seperti saham, obligasi) oleh perusahaan pada saat perusahaan yang bersangkutan memerlukan tambahan modal (Ekonomi dan Keuangan); pengeluaran mata uang logam atau kertas oleh bank sentral (Keuangan); kandungan gas mesin yang dibuang ke udara (5) |
| EMMEN | Kota di Belanda (5) |
| EMOJI | Emotikon yang berasal dari Jepang (5) |
| EMONG | Asuh; didik; urus (5) |
| EMOSI | Luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan); keberanian yang bersifat subjektif; marah (5) |
| EMPAL | Daging (sapi dan sebagainya) yang dipotong agak pipih dan digoreng (setelah direbus dan dibumbui) (Jawa) (5) |
| EMPAP | Tindih atau tekan dengan barang berat; banting; lempar; empas (5) |
| EMPAR | Hanyut, salah sasar (5) |
| EMPAS | Banting (5) |
| EMPAT | Bilangan yang dilambangkan dengan angka 4 (Arab) atau IV (Romawi); urutan ke-4 sesudah ke-3 dan sebelum ke-5; bilangan genap (5) |
| EMPEK | Bapak (Cina); anak sapi yang baru dilahirkan (Madura); penganan khas daerah Palembang dari adonan tepung sagu dan ikan, dimakan dengan kuah yang bercuka; diulang: laki-laki yang sudah tua sekali; kakek-kakek; pempek; empek-empek (5) |
| EMPER | Atap tambahan yang bersambung pada rumah induk; sengkuap; serambi (di samping, di muka, atau di belakang rumah atau bangunan) (5) |
| EMPIK | Desak dengan keras (5) |
| EMPOH | Lampau pinggir; luap (tentang air) (5) |
| EMPOK | Kakak perempuan (Melayu Jakarta); kata sapaan untuk orang perempuan yang lebih tua (Melayu Jakarta); atap atau bangunan yang menempel pada pagar (Jawa) (5) |
| EMPON | Diulang: rimpang (jahe, kunyit, temulawak, dan sebagainya) yang digunakan sebagai ramuan tradisional (5) |
| EMPOS | Embus; tiup (5) |
| EMPOT | Susah payah; gelisah; diulang: susah payah (dengan mengeluarkan banyak tenaga dan sebagainya); gelisah; resah; harap-harap cemas; tidak sabar (5) |
| EMPUK | Lunak; tidak keras; tidak liat; mudah dikunyah; merdu (tentang suara); menyenangkan; enak (karena fasilitas yang cukup dan sebagainya); mudah (ditipu orang) (kiasan) (5) |
| EMPUL | Terkatung (5) |
| EMUMU | Suku bangsa yang berdiam di sebelah selatan Kota Jayapura, dekat perbatasan Indonesia dan Papua Nugini (5) |
| ENCAL | Diulang: terloncat-loncat (tentang anak yang diangkat ke atas dan ke bawah, turun naik) (5) |
| ENCEH | Mangkuk bertutup (tempat kecap dan sebagainya) (5) |
| ENCEK | Mengakhiri permainan judi sesudah menang (Batak); kata sapaan untuk laki-laki Cina totok (Melayu Jakarta) (5) |
| ENCEL | Selang (5) |
| ENCER | Cair; tidak kental; menjadi cair; bercampur air, tidak kental, atau sangat kurang sari patinya (tentang barang cair yang mengandung suatu zat); mudah mengerti; lekas menerima pelajaran; cerdas; sepele; mudah (5) |
| ENCIK | Kata sapaan untuk laki-laki atau perempuan yang berkedudukan sedang atau yang tidak dikenal; kata sapaan untuk guru perempuan; kakak (5) |
| ENCIM | Perempuan keturunan Cina yang sudah bersuami; kata sapaan kepada perempuan keturunan Cina yang sudah bersuami (5) |
| ENCIT | Kain cita yang kasar (Cina) (5) |
| ENCOK | Penyakit pada tulang; sengal; reumatik; rasa kejang atau pegal (pada kaki atau tangan) (5) |
| ENCOT | Pincang; timpang; incut (Melayu Jakarta) (5) |
| ENDAH | Lain dari yang lain (Kimia) (5) |
| ENDAL | Masuk; gasak; jejal (5) |
| ENDAP | Seluduk; diulang: sesuatu yang bercampur dengan air atau cairan lain yang turun ke bawah dan tertimbun di dasar (5) |
| ENDED | Berakhir (Inggris) (5) |
| ENDEK | Kain tenun khas Bali (5) |
| ENDON | Pergi dan tinggal beberapa waktu di suatu tempat (5) |
| ENDUK | Kata sapaan untuk anak perempuan (Jawa) (5) |
| ENDUL | Buaian (5) |
| ENDUS | Cium (5) |
| ENDUT | Diulang: berdenyut-denyut (ubun-ubun bayi dan sebagainya) (5) |
| ENEMA | Injeksi cairan ke dalam kolon melalui anus (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| ENENG | Anak kerbau (Sunda); kata sapaan untuk anak perempuan atau gadis dari golongan menengah; neng (5) |
| ENGAH | Tahu (sadar atau mengerti) (Melayu Jakarta); diulang: napas yang mengembus keras-keras (seperti napas orang yang baru berlari cepat) (5) |
| ENGAP | Diulang: megap-megap; tersengal-sengal; terengah-engah (susah bernapas) (Melayu Jakarta) (5) |
| ENGAS | Bau busuk (Melayu Jakarta); bau yang kurang enak (seperti bau keringat dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| ENGEL | Bergurau secara berselebihan (Melayu Riau) (5) |
| ENGKU | Kata sapaan kepada keluarga raja; kata sapaan kepada orang yang patut dihormati (guru dan sebagainya); paman; mamak (dari pihak ibu) (Minangkabau); kata sapaan kepada kakek (datuk) (Minangkabau); sebutan (kata sapaan) untuk laki laki dewasa sebaya yang tidak dikenal; angku (Minangkabau) (5) |
| ENJAK | Injak; pijak (5) |
| ENJAL | Mengenjal; jatuh terperenyak; memantul; melenting; jejal mulut (dengan makanan) (5) |
| ENJIN | Mesin; pesawat (yang dijalankan dengan uap dan sebagainya) (5) |
| ENJUT | Mengenjut; menarik (mengangkat) perlahan-lahan supaya bergerak; menggerak-gerakkan turun naik; mengayuh (sepeda, becak, dan sebagainya) (5) |
| ENSHI | Kota di Cina (5) |
| ENTAH | Kata untuk menyatakan atau menjawab bahwa tidak tahu; boleh jadi; baik ... maupun ... (5) |
| ENTAK | Injak; tekan ke bawah (5) |
| ENTAL | Organ, seperti daun, yang khas dimiliki oleh tumbuhan paku (5) |
| ENTAR | Sebentar; nanti (5) |
| ENTAS | Angkat dari suatu tempat ke tempat lain (5) |
| ENTEN | Setek; sepotong batang yang akan ditanam; cara menanam pohon (jarak, singkong, dan sebagainya) dengan jalan memotong batang yang akan ditanam; diulang: campuran parutan kelapa muda dan gula jawa direbus sampai kental, biasanya digunakan sebagai isi penganan, seperti mendut, onde-onde (5) |
| ENTER | Tombol di papan tik untuk berpindah ke baris baru; masuk (Inggris) (5) |
| ENTIK | Penakar beras yang terbuat dari tempurung kelapa (Sunda) (5) |
| ENTIT | Curi; colong; serobot (5) |
| ENTOK | Itik manila; itik surati (Cairina scutulata) (5) |
| ENTOS | Padi yang siap dipanen (Tombulu) (5) |
| ENTRE | Jalan masuk; uang pangkal untuk masuk menjadi anggota perkumpulan dan sebagainya (5) |
| ENTRI | Kata atau frasa dalam kamus beserta penjelasan maknanya dengan tambahan penjelasan berupa kelas kata, lafal, etimologi, contoh pemakaian, dan sebagainya (Linguistik); kata kepala; lema (Linguistik); butir informasi atau data yang dimasukkan dalam daftar, buku, komputer, dan sebagainya; proses perekaman sesuatu secara tertulis atau pada komputer; pengentrian; pintu atau jalan masuk (5) |
| ENUGU | Kota di Nigeria (5) |
| ENVOI | Bait penutup yang pendek (Sastra) (5) |
| ENYAH | Pergi; lari (5) |
| ENYAK | Injak kuat-kuat; ibu; mama (Melayu Jakarta); panggilan akrab terhadap orang yang di tuakan (pemuka, pemimpin) (Melayu Jakarta) (5) |
| ENZIM | Molekul protein yang kompleks yang dihasilkan oleh sel hidup dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia di dalam tubuh makhluk hidup (5) |
| EOFIL | Daun awal yang dibentuk semai, berupa daun transisi sebelum munculnya daun dewasa (Botani) (5) |
| EOLIT | Pecahan batu yang digunakan sebagai alat oleh manusia pada masa paleolitik awal (5) |
| EOSEN | Salah satu zaman geologi (40–60 juta tahun yang lalu) (Geografi dan Geologi) (5) |
| EOSIN | Zat bening seperti hablur merah berupa bu buk, dipakai untuk mewarnai sutra wol dan juga dipakai dalam kosmetik (Kimia) (5) |
| EQUAL | Sederajat (Inggris) (5) |
| ERANG | Biru kehitam-hitaman; hitam; serong; keluh atau rintih (karena kesakitan) (5) |
| ERATA | Daftar pembetulan kesalahan yang terdapat di dalam buku yang sudah tercetak; pembetulan; ralat (5) |
| ERBAA | Kota di Turki (5) |
| ERBIL | Kota di Irak (5) |
| ERBIS | Tumbuhan memanjat dan bersulur sejenis markisa, batangnya hijau, kuat dan agak bulat, daunnya besar, bundar, dan agak lonjong, bunganya besar, berwarna ungu dan berbau harum, buahnya lonjong besar (Passiflora quadrangularis) (5) |
| ERCIS | Kacang polong; kapri (Pisum sativum); kota di Turki (5) |
| ERENG | Miring; condong; serong; diulang: sisi yang landai dan miring; lereng (5) |
| ERGOT | Penyakit yang menyerang tanaman serealia yang disebabkan oleh jenis-jenis jamur (5) |
| ERKAN | Kalung dengan permata berlian (Banjar) (5) |
| ERODE | Kota di India (5) |
| ERONG | Lubang kecil untuk mengalirkan air; alur air (di perahu, bendungan); mangkuk kecil untuk minum arak dan sebagainya; kuburan khas Toraja, terbuat dari kayu dengan ukiran di sekelilingnya, panjangnya hampir mencapai 2 meter dan lebar sekitar 60 cm, memuat 7–9 tengkorak (5) |
| EROPA | Benua ini disebut juga ”benua biru”; benua yang terletak di sebelah barat Asia, sebelah utara Afrika, dan sebelah timur Samudra Atlantik (5) |
| EROSI | Hal menjadi aus (berlubang) karena geseran air (tentang batu); pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan pengangkatan benda-benda, seperti air mengalir, es, angin, dan gelombang atau arus (Geografi dan Geologi); luka pada kulit yang sangat dangkal, hanya mengenai lapisan kulit luar dan mengeluarkan serum (Kedokteran dan Fisiologi) pengikisan; penyusutan; penipisan (kiasan) (5) |
| ERPAH | Tanah sewa turun-temurun (dengan batas waktu tertentu); tanah erpah (5) |
| ERPAK | Hak untuk menarik keuntungan sepenuh-penuhnya dari suatu benda tidak bergerak milik orang lain dengan pembayaran tahunan berupa uang atau barang; hak temurun; hak guna pakai (5) |
| ESAIS | Pengarang esai (5) |
| ESENS | Sari; ekstrak; bibit; biang (5) |
| ESHER | Kota di Inggris (5) |
| ESKAN | Wadah bercerat dengan pegangan yang digunakan untuk menyimpan dan menuangkan cairan (5) |
| ESKAS | Kulkas (5) |
| ESKRO | Perjanjian dengan sumpah yang diberikan kepada pihak ketiga dan akan dikembalikan kepada orang yang menerima jaminan setelah terpenuhi semua syarat yang ditentukan (Hukum) (5) |
| ESONG | Lubang di pinggiran sungai, biasanya tempat landak bersembunyi (Jawa) (5) |
| ESPOO | Kota di Finlandia (5) |
| ESSAY | Esai, karangan (Inggris) (5) |
| ESSEN | Kota di Jerman (5) |
| ESTER | Senyawa yang terbentuk pada reaksi antara alkohol dan asam organik dengan pengeluaran satu molekul air (Kimia) (5) |
| ETANA | Hidrokarbon ringan yang terkandung di dalam gas bumi (C2H6) (5) |
| ETAPE | Jarak (antara dua tempat); perhentian; tahap; fase (5) |
| ETAWA | Kota di India (5) |
| ETIDA | Senyawa logam dengan gugus etil, seperti Zn(2H5)2 (Kimia) (5) |
| ETIKA | Ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) (5) |
| ETNIK | Bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya; etnis (Antropologi) (5) |
| ETNIS | Bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya; etnik (Antropologi) (5) |
| ETUDE | Komposisi musik yang dibuat khusus untuk melatih teknik tertentu (Musik) (5) |
| EURIH | Terna yang tingginya dapat mencapai 1 meter, berdaun memita, berbunga majemuk malai dengan banyak biji yang berukuran kecil, berguna sebagai pakan ternak, penahan erosi, akarnya dapat dijadikan obat tradisional; ilalang; lalang; kusu-kusu (Imperata cylindrica); alang-alang (Sunda) (5) |
| EVDEM | Evaluasi demografi (akronim) (5) |
| EVDIK | Evaluasi pendidikan (akronim) (5) |
| EVGEO | Evaluasi geografi (akronim) (5) |
| EVLAP | Evaluasi lapangan (akronim) (5) |
| EVORA | Kota di Portugal (5) |
| EWEAI | Rumah tradisional masyarakat Papua, berbentuk bulat, yang dihuni oleh kaum perempuan (Dani) (5) |
| EYANG | Nenek (laki-laki atau perempuan); datuk (kakek) (Jawa) (5) |
| EZHOU | Kota di Cina (5) |
| EZHVA | Kota di Rusia (5) |
| FAALI | Bersifat otomatis atau kodrati (mengenai kerja atau gerak alat tubuh) (5) |
| FABEL | Cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti); satwacarita (Sastra) (5) |
| FADED | Pudar (Inggris); salah satu lagu dari Alan Walker (5) |
| FADEM | Satuan ukuran isi 6,11643 m3 untuk muatan kayu (Pelayaran) (5) |
| FADIL | Mulia; luhur; terkemuka (dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya) (5) |
| FAGOT | Alat musik tiup dengan ujungnya berupa lembar tipis rangkap yang suaranya besar dan berfungsi sebagai instrumen bas (Musik) (5) |
| FAJAR | Cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur pada menjelang matahari terbit; waktu sebelum matahari terbit (5) |
| FAKAR | Kayu yang masih hidup atau telah mati, digunakan sebagai patok untuk pembatas antar pekarangan (Seluwarsa) (5) |
| FAKIH | Ahli hukum Islam; ahli fikih (Arab) (5) |
| FAKIR | Orang yang sangat berkekurangan; orang yang terlalu miskin; orang yang dengan sengaja membuat dirinya menderita kekurangan untuk mencapai kesempurnaan batin; aku (bagi pengarang dalam syair dan sebagainya) (5) |
| FAKSI | Kelompok di dalam suatu partai politik, beranggotakan para politisi yang mencoba menonjolkan diri dengan cara-cara oportunistis atau dengan cara mendorong perpecahan di dalam partai politiknya, bahkan di dalam negara (Politik dan Pemerintahan) (5) |
| FAKTA | Hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi (5) |
| FALAH | Kemenangan (Arab) (5) |
| FALAJ | Saluran air dari waduk di daerah pegunungan (Arab); sumber air di bawah tanah untuk pertanian (Arab) (5) |
| FALAK | Lengkung langit; lingkaran langit; cakrawala; pengetahuan mengenai keadaan (peredaran, perhitungan, dan sebagainya) bintang-bintang; ilmu perbintangan; astronomi (5) |
| FALIA | Pantangan yang tidak boleh dilanggar pada upacara adat, misalnya upacara kematian (Muna) (5) |
| FALIK | Sagu tumang yang dicampur kelapa atau kenari, dibungkus dengan daun rumbia, kemudian diasap (Kur) (5) |
| FAMAI | Misionaris pemula (Sentani) (5) |
| FAQUS | Kota di Mesir (5) |
| FARAD | Satuan kapasitas listrik (kapasitas satu farad berarti apabila kapasitas diberi beda potensial 1 volt, akan tersimpan muatan sebesar satu coulomb pada setiap pelat) (Fisika) (5) |
| FARAK | Perbedaan; kelainan (Arab) (5) |
| FARDU | Sesuatu yang wajib dilakukan; kewajiban (Agama Islam) (5) |
| FARET | Angin barat (Seluwarsa) (5) |
| FARGO | Kota terbesar negara bagian North Dakota, Amerika Serikat (5) |
| FARIK | Berbeda; nyata bedanya (Arab) (5) |
| FARJI | Kemaluan perempuan (Arab) (5) |
| FASAD | Kerusakan (moral dan sebagainya); kebinasaan (Arab); muka bangunan (5) |
| FASDU | Terapi untuk mengeluarkan darah dari pembuluh vena yang di dalamnya terdapat sumbatan–sumbatan yang merugikan tubuh (Jawa) (5) |
| FASET | Permukaan yang tergosok rata (pada permata, kaca, dan sebagainya); segi atau bagian (dari suatu pembicaraan) (5) |
| FASIA | Cacat wicara; gagap; selaput jaringan ikat tipis yang membungkus otot dan memisahkan kelompok satu dengan yang lain serta meliputi atau menutupi struktur yang lain (Anatomi) (5) |
| FASID | Sesuatu yang rusak atau busuk (tentang perbuatan, pekerjaan, isi hati) (Arab) (5) |
| FASIH | Lancar, bersih, dan baik lafalnya (tentang berbahasa, bercakap-cakap, mengaji, dan sebagainya) (5) |
| FASIK | Tidak peduli terhadap perintah Tuhan (berarti: buruk kelakuan, jahat, berdosa besar); orang yang percaya kepada Allah Swt., tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa (5) |
| FASIS | Penganut fasisme (5) |
| FASOS | Fasilitas sosial (akronim) (5) |
| FASUM | Fasilitas umum (akronim) (5) |
| FATAH | Penaklukan (Arab); kemenangan (Arab); pembuka (Arab); tanda diakritik berupa garis di atas huruf Arab yang menyatakan bunyi a (Arab); partai berkuasa di Tepi Barat Palestina yang didirikan Yasser Arafat yang menganut ideologi nasionalis sekuler (5) |
| FATAL | Mematikan; tidak dapat diubah atau diperbaiki lagi (tentang kerusakan, kesalahan); menerima nasib (tidak dapat diubah lagi); celaka (5) |
| FATIR | Adonan roti yang tidak beragi (5) |
| FATRI | Kelompok kekerabatan yang bersifat patrilineal atau matrilineal yang merupakan gabungan dari klan lokal (Antropologi) (5) |
| FATSA | Kota di Turki (5) |
| FATUR | Membatalkan puasa (dengan makan atau minum pada saat matahari tenggelam); buka (5) |
| FATWA | Jawab (keputusan, pendapat) yang diberikan oleh mufti tentang suatu masalah; nasihat orang alim; pelajaran baik; petuah (kiasan) (5) |
| FAULT | Pukulan yang salah (tentang tenis) (ungkapan/Inggris) (Olahraga) (5) |
| FAUNA | Keseluruhan kehidupan hewan di suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; dunia hewan; karya atau penerbitan yang memuat daftar dan penelaahan jenis hewan suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu (5) |
| FELON | Orang yang telah melakukan tindak pidana atau kejahatan yang tergolong berat (Hukum) (5) |
| FEMTO | Bentuk terikat kelipatan minus seribu triliun (10-15) (5) |
| FEMUR | Tulang kaki yang terkuat dan terbesar, terletak di antara panggul dan lutut manusia (5) |
| FENIT | Bahan logam bermagnet yang mempunyai hambatan listrik yang besar dan mempunyai struktur hablur (Fisika) (5) |
| FENOL | Senyawa kristal beracun yang terdapat di dalam hasil pembakaran arang atau kayu (5) |
| FENYI | Kota di Cina (5) |
| FERAL | Menjadi liar kembali (tentang binatang) (5) |
| FERON | Pembawa enzim, bersifat koloid dan merupakan sumber keaktifan katalis (Kimia) (5) |
| FERUM | Unsur logam, berwarna putih perak, dengan nomor atom 26, berlambang Fe, dan bobot atom 55,847 u; besi (Kimia) (5) |
| FESES | Tinja (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| FETIS | Jimat (Antropologi) (5) |
| FETOR | Kepala kampung di Nusa Tenggara; kepala kelompok suku di Nusa Tenggara; golongan bangsawan biasa (bukan keturunan raja) suku Dawan di Kupang (5) |
| FETUS | Janin (Anatomi) (5) |
| FIBER | Serat (5) |
| FICHE | Kartu dalam kartotek (ungkapan/Prancis) (5) |
| FIDAH | Perak (5) |
| FIDER | Kotak atau corong persegi empat yang terbuat dari papan dan dipasang pada mulut palka untuk pengisian muatan curah biji-bijian ke ruang kosong di bagian bawah palka (Pelayaran) (5) |
| FIGUR | Bentuk; wujud; tokoh (5) |
| FIKIH | Ilmu tentang hukum Islam (Agama Islam) (5) |
| FIKLI | Berupa perbuatan; berwujud pengamalan dengan perbuatan nyata (5) |
| FIKSI | Cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya) (Sastra); rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan; pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran (5) |
| FIKUS | Tumbuhan dari suku Moraceae, getahnya mengandung zat yang dapat digunakan untuk pengempuk daging (5) |
| FILET | Potongan tipis daging (sapi, ikan, atau ayam) yang tidak bertulang (5) |
| FILMB | Film berbujet dan berkualitas rendah; film kelas B (Perfilman) (5) |
| FILUM | Golongan besar dalam klasifikasi hewan dan tumbuhan yang mempunyai persamaan sifat dasar tertentu, yang masih terbagi lagi menjadi subfilum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies (Biologi); kelompok bahasa berkerabat yang anggotanya telah berpisah antara 50–100 abad yang lampau (Linguistik) (5) |
| FINAL | Tahap (babak) terakhir dari rangkaian pemeriksaan (pekerjaan, pertandingan); tahap penyelesaian (5) |
| FINIR | Lembaran kayu yang seragam ketebalannya (5) |
| FINIS | Bagian terakhir (suatu perlombaan); penghabisan; habis; berakhir; selesai (5) |
| FIRMA | Perserikatan dagang yang didirikan untuk menjalankan usaha dagang bersama di bawah satu nama yang setiap pesertanya turut bertanggung jawab (5) |
| FISIK | Jasmani; badan; jasmaniah; badaniah (5) |
| FISIN | Faktor pertumbuhan di hati yang kemudian diidentifikasi sebagai vitamin B-12 (5) |
| FISIP | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (singkatan) (5) |
| FISIS | Berhubungan dengan badan atau jasmani; ragawi (5) |
| FITOL | Alkohol yang berasal dari klorofil, digunakan untuk menyintesis vitamin E dan K (Biologi) (5) |
| FITON | Bagian terkecil tumbuhan (batang, akar, atau daun) yang mampu berkembang menjadi tumbuhan baru (Biologi) (5) |
| FITRI | Berhubungan dengan fitrah (sifat asal) (Arab); berhubungan dengan berbuka puasa (Arab); kesederhanaan; hal yang tidak dibuat-buat (5) |
| FITUR | Karakteristik khusus yang terdapat pada suatu alat (televisi, ponsel, dan sebagainya); fungsi, kemampuan, atau desain khusus dari perangkat keras atau perangkat lunak (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| FJORD | Teluk yang sempit dan panjang, kiri kanannya tebing batu yang amat curam (terdapat di Norwegia dan Greenland) (ungkapan/Norwegia) (5) |
| FLAKS | Tanaman yang menghasilkan minyak dari bijinya dan serat dari batangnya (Linum usitatissimum) (5) |
| FLASH | Kilat (Inggris) (5) |
| FLINT | Batu api (Inggris); kota di Amerika Serikat (5) |
| FLOEM | Jaringan kompleks yang terdapat dalam batang, akar, dan tulang daun (tempat mengalirnya makanan yang dibuat dalam daun) (Biologi) (5) |
| FLOIT | Seruling bambu dari daerah Maluku (5) |
| FLORA | Keseluruhan kehidupan jenis tumbuh-tumbuhan di suatu habitat, daerah, atau strata geologi tertentu; alam tumbuh-tumbuhan; karya atau terbitan tentang flora (5) |
| FLUKS | Cucuran cairan dari tubuh (diare); gerakan bersinambung atau gerakan terus-menerus (misalnya arus); jumlah besaran (misalnya massa, bahang) yang mengalir melalui luasan tertentu yang tegak lurus terhadap aliran itu per satuan waktu (Fisika) (5) |
| FMIPA | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (singkatan) (5) |
| FOBIA | Ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya (5) |
| FOBOS | Bulan milik Mars yang berdiameter sekitar 22 km, berbentuk tidak teratur, merupakan bulan yang berjarak terdekat dengan planet induknya di tata surya (Astronomi) (5) |
| FODAK | Foto dan daktiloskopi (akronim) (5) |
| FOKUS | Titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa, berkas cahaya yang datang berada dalam keadaan paralel dengan sumbu cermin atau lensa itu; titik api (Fisika); pusat; unsur yang menonjolkan suatu bagian kalimat sehingga perhatian pendengar (pembaca) tertarik pada bagian itu (Linguistik); ciri predikat verbal yang menentukan hubungan semantis predikat verbal itu dengan subjek, biasanya ditandai oleh afiks verbal (Linguistik); memusatkan perhatian (5) |
| FOLAT | Asam folik (5) |
| FOLIO | Ukuran kertas lebih kurang 21,5 x 32,5 cm; ukuran selembar plano berukuran baku yang dilipat satu kali, ditulis dengan tanda 2°; ukuran kertas A-4 menurut ukuran satuan sistem A; catatan akun tamu yang berisi tagihan selama menggunakan produk, fasilitas, dan layanan hotel (Perhotelan) (5) |
| FONDU | Hidangan yang terdiri atas potongan kecil (daging atau buah) yang dimasak atau dicelupkan ke dalam cairan panas (Tata Boga) (5) |
| FONEM | Satuan bunyi terkecil yang mampu menunjukkan kontras makna (Linguistik) (5) |
| FONIK | Metode mengajar membaca dengan menggunakan konsep fonetik yang sederhana (5) |
| FONIS | Berkenaan dengan produksi bunyi atau bunyi bahasa (Linguistik) (5) |
| FONON | Kuantum atau catu ragam akustik getaran termal di dalam kekisi hablur (Fisika) (5) |
| FORES | Buah pinang yang dagingnya sudah mulai mengeras (Kur) (5) |
| FORIN | Satuan mata uang Hungaria (5) |
| FORIS | Ruang tamu (Melayu Ambon); ruangan tengah rumah (Melayu Ambon) (5) |
| FORKI | Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (akronim) (5) |
| FORLI | Kota di Italia (5) |
| FORMA | Populasi beberapa biotipe yang terdapat secara sporadis dalam daerah penyebaran jenisnya dan berbeda dari kelompok biotipe jenisnya dalam beberapa sifat morfologi (Biologi) (5) |
| FORNA | Cetakan untuk membuat sagu bakar (Alune) (5) |
| FORTE | Kuat; keras (tentang musik) (Musik) (5) |
| FORUM | Lembaga atau badan; wadah; sidang; tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas (5) |
| FOSIL | Sisa tulang belulang binatang atau sisa tumbuhan zaman purba yang telah membatu dan tertanam di bawah lapisan tanah (5) |
| FOTON | Partikel dasar atau kuantum radiasi elektromagnet; zarah nirmassa yang merupakan kuantum (catu) cahaya (gelombang elektromagnetik) (Fisika) (5) |
| FOTUR | Burung merpati dengan dada berwarna merah (Berik) (5) |
| FOVEA | Bagian kecil yang melekuk pada retina mata yang menghasilkan penglihatan yang tajam (Biologi); dasar polinia pada tanaman anggrek (Botani); cekungan pada dasar daun paku Isoetales yang mengandung sporangium (5) |
| FOYER | Area antara auditorium dan pintu masuk di gedung teater, sering dipakai untuk berjualan makanan dan minuman (Kesenian) (5) |
| FPIPS | Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (singkatan) (5) |
| FRAME | Bingkai (Inggris) (5) |
| FRAPE | Minuman dingin bertekstul kental, dapat terbuat dari berbagai bahan, seperti susu, cokelat, kopi, gula, buah (5) |
| FRASA | Gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif (Linguistik) (5) |
| FREON | Gas atau zat cair yang dipakai untuk pendingin udara (CCl2F2) (Kimia) (5) |
| FRONT | Bagian terdepan; garis depan; medan pertempuran; gerakan kesatuan atau gerakan bersama dalam mencapai suatu tujuan politik atau ideologi (5) |
| FUJIN | Kota di Cina (5) |
| FUJUR | Perbuatan yang menyalahi syariat atau perikemanusiaan; perbuatan maksiat (Arab) (5) |
| FUKIN | Sendi pada ruas jari (5) |
| FULDA | Kota di Jerman (5) |
| FULUS | Uang (5) |
| FULUT | Penganan dari sagu tumang yang dimasak di dalam bambu dengan cara diasap (Kur) (5) |
| FUNGI | Tumbuhan tanpa daun atau klorofil, hidup dari bahan tumbuhan atau binatang lain, dapat terdiri atas satu sel, dan dapat menyebabkan penyakit pada tumbuhan (binatang), atau membusukkan kayu, makanan, dan sebagainya; cendawan; jamur; fungus (Biologi) (5) |
| FUNZA | Kota di Kolumbia (5) |
| FURTH | Kota di Jerman (5) |
| FURUK | Hukum tentang kewajiban agama yang tidak pokok yang dijabarkan (bersumber) dari hukum dasar; hukum tambahan (Agama Islam) (5) |
| FUSIA | Paduan warna merah, merah muda, dan ungu (5) |
| FUSSA | Kota di Jepang (5) |
| FUSTA | Perahu (kapal) (5) |
| FUSUK | Perbuatan yang menyimpang dari jalan yang benar menurut agama; fasik (5) |
| FUTOI | Tanaman mirip bambu mini yang tumbuh di air, batang mengerucut ke ujung, berwarna hijau, beruas dan berongga, diameter batang 3 cm, panjang 50–100 cm; bambu air (Equisetum hyemale) (5) |
| FUTON | Perangkat tidur tradisional Jepang berupa kasur lipat tipis lengkap dengan selimutnya (5) |
| FUTUR | Makan pagi (Arab); kala nanti; masa depan (Linguistik); kondisi malas atau mengendurnya semangat untuk beribadah dan menjalankan ajaran agama (Tasawuf) (5) |
| FUXIN | Kota di Cina (5) |
| FYLDE | Kota di Inggris (5) |
| FYORD | Celah sempit yang jauh masuk ke darat (sering kali bercabang atau berbentuk U) di pantai daerah pegunungan yang curam dan berbatu-batu (misalnya di pantai Norwegia) (Geografi dan Geologi) (5) |
| GABAH | Butir padi yang sudah lepas dari tangkainya dan masih berkulit; antah; kubah; gegabah (Melayu Jakarta) (5) |
| GABAI | Gapai; diulang: perhiasan sanggul yang dibuat dari emas tipis (5) |
| GABAK | Redup (Minangkabau); mendung (awan mengandung hujan) (Minangkabau); penyakit panas dan menular yang menimbulkan bintik-bintik merah pada kulit; campak; tampek; garu (penggaruk) besar, dipakai di sawah yang ditarik oleh sapi atau kerbau (5) |
| GABAL | Kasar (tentang hasil pekerjaan); tidak halus buatannya (5) |
| GABAR | Hilang sari patinya (Jawa) (5) |
| GABAS | Kasar buatannya; tidak rapi pengerjaannya (5) |
| GABES | Kota di Tunisia (5) |
| GABIR | Kikuk; canggung; tidak tangkas; belum biasa; belum begitu pandai (Minangkabau) (5) |
| GABON | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Libreville (5) |
| GABOR | Tarian penyambutan kreasi modern serupa dengan tari pendet (Bali) (5) |
| GABRO | Batuan beku basa berwarna kehitam-hitaman (Geografi dan Geologi) (5) |
| GABSI | Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (akronim) (5) |
| GABUK | Hampa (tentang padi dan sebagainya); tidak dapat beranak; mandul; penganan kukus dibuat dari ketan yang dicetak dan ditaburi parutan kelapa (Madura) (5) |
| GABUS | Kayu yang lunak, biasanya dari pohon Alstonia scholaris (biasa dipakai untuk mengasah pisau, taji, dan sebagainya); kayu atau hati kayu yang lunak untuk sumbat botol dan sebagainya; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuhnya silindris, bersisik, kepalanya seperti kepala ular, rahang bergigi, sirip punggung dan sirip dubur panjang, warnanya keperakan dengan garis-garis hitam menyilang, tersebar di Asia; aruan; kapuran; kocelan; boga (Channa striata) (5) |
| GABUT | Gaji buta; tidak melakukan apa pun, sehingga menjadi bosan (akronim) (5) |
| GACOK | Orang yang mengikuti ujian atas nama orang lain dengan mendapatkan bayaran; joki (5) |
| GACOR | Berkicau di setiap tempat dan waktu (tentang kicauan burung) (5) |
| GACUK | Segala sesuatu yang digunakan sebagai andalan (Jawa); kerikil atau batu kecil yang digunakan sebagai alat pelempar pada permainan tradisional (Jawa); modal awal (Jawa); benda (seperti pecahan genting) yang dijadikan penanda keikutsertaan pada sebuah permainan tradisional (5) |
| GADAG | Kota di India (5) |
| GADAI | Meminjam uang dalam batas waktu tertentu dengan menyerahkan barang sebagai tanggungan, jika telah sampai pada waktunya tidak ditebus, barang itu menjadi hak yang memberi pinjaman; barang yang diserahkan sebagai tanggungan utang; kredit jangka pendek dengan jaminan yang berlaku tiga bulan dan setiap kali dapat diperpanjang apabila tidak dihentikan oleh salah satu pihak yang bersangkutan (5) |
| GADAP | Jatuh tergeletak (Batak) (5) |
| GADEH | Belanak (5) |
| GADIS | Anak perempuan yang sudah akil balig; anak dara; anak perempuan yang belum kawin; perawan; binatang yang belum beranak atau bertelur; dara (5) |
| GADON | Masakan yang dibuat dari campuran daging cincang, telur, dan santan yang dibumbui, dibungkus dengan daun pisang, lalu dikukus (5) |
| GADRI | Ruangan di bagian samping rumah induk yang digunakan sebagai dapur, tempat menyimpan hasil panen, dan sebagainya (Jawa) (5) |
| GADUH | Rusuh dan gempar karena perkelahian (percekcokan dan sebagainya); ribut; huru-hara; sistem bagi hasil dalam usaha pertanian atau peternakan (biasanya separuh atau sepertiga dari hasil untuk penggaduh) (5) |
| GADUK | Congkak; sombong; angkuh (Minangkabau) (5) |
| GADUN | Hidung belang (5) |
| GAFAR | Maha pengampun (tentang sifat Allah Swt.) (Arab) (5) |
| GAFER | Orang yang bertanggung jawab atas percahayaan dan pengelola kelompok tukang listrik (5) |
| GAFSA | Kota di Tunisia (5) |
| GAGAH | Kuat; bertenaga; besar dan tegap serta kuat (tentang badan); tampak mulia; megah (5) |
| GAGAI | Panjat (5) |
| GAGAK | Burung yang berbulu hitam, bentuk badannya besar, pemakan bangkai, dan suaranya keras (Corvus macrorhynchos) (5) |
| GAGAL | Tidak berhasil; tidak tercapai (maksudnya); tidak jadi; melakukan kesalahan pukulan servis, ditandai dengan terlemparnya bola ke luar daerah servis yang dituju (Olahraga) (5) |
| GAGAN | Pegagan (Centella asiatica) (5) |
| GAGAP | Gangguan bicara (kesalahan dalam ucapan dengan mengulang-ulang bunyi, suku kata, atau kata); kelainan wicara berupa pengulangan konsonan dan suku kata secara spasmodis karena gangguan psikofisiologis dan lebih banyak terjadi pada pria (Psikologi) (5) |
| GAGAR | Lantai rumah terbuat dari pohon palem (Abrap) (5) |
| GAGAS | Pikir (5) |
| GAGAU | Raba (5) |
| GAGUK | Gagu; ikan air payau yang ukurannya dapat mencapai 60 cm, tubuhnya agak membulat, mempunyai sungut, tidak bersisik, pinggiran duri sirip punggung bagian belakang bergerigi mengarah ke bawah, warnanya keperakan, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan; baguk; ikan duri; manyung; seludu (Arius spp.) (5) |
| GAHAM | Gertakan; ancaman (Minangkabau) (5) |
| GAHAR | Gosok kuat-kuat; rasa segar dari perpaduan rasa asam dan pedas (Sunda); kasar; ganas (5) |
| GAING | Kayu lancip tambahan pada lunas perahu (pada haluan dan pada buritan) yang berbentuk paruh (Pelayaran) (5) |
| GAJAH | Mamalia berbelalai, bergading, berkaki besar, berkulit tebal, berambut abu-abu, berdaun telinga lebar, terdapat di Asia dan Afrika (Elephantidae); nama buah catur yang jalannya selalu menyerong (disebut juga menteri); segala sesuatu yang berukuran besar (kiasan); ikan laut atau payau, berbentuk menyerupai setengah lingkaran, bagian atas tubuh berwarna cokelat dan putih pada bagian bawahnya, panjang mencapai 116 cm, berat mencapai 32,7 kg, umur mencapai 35 tahun, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 5–180 m, tersebar di perairan Laut Merah, Afrika Timur sampai Kaledonia Baru, bagian utara sampai Jepang Selatan, bagian selatan sampai Australia (Lutjanus sebae) (5) |
| GAJAK | Sepak terjang; tindakan; sikap (5) |
| GAJAS | Anak kumbang (Madura) (5) |
| GAJIH | Gemuk; lemak (Jawa); ikan laut, berwarna putih dengan corak totol-totol cokelat di seluruh tubuh (termasuk kepala), panjang mencapai 100 cm, berat 6,3 kg, hidup di terumbu karang perairan tropis, tersebar di perairan Laut Merah dan Afrika Timur sampai Jepang, bagian selatan sampai Kaledonia Baru (Diagramma pictum) (5) |
| GAJUS | Jambu mete (Anacadium occidentale) (5) |
| GAKIN | Keluarga miskin (akronim) (5) |
| GALAH | Tongkat yang panjang (dari bambu atau kayu dan sebagainya untuk menjolok buah-buahan, menolak perahu, menjemur pakaian, dan sebagainya); tombak (untuk memburu babi hutan dan sebagainya) (5) |
| GALAI | Perahu perang berukuran panjang, terbuat dari kayu, berlayar, bertiang dua atau lebih (5) |
| GALAK | Buas dan suka melawan (menyerang, menggigit, menanduk, dan sebagainya tentang binatang); suka marah, mencaci maki, dan sebagainya (5) |
| GALAN | Tahu sopan santun dan pandai bergaul (khusus untuk laki-laki) (5) |
| GALAR | Pelupuh yang terbuat dari bambu dan sebagainya, dipakai sebagai alas tikar di atas balai-balai; bahan pembuat adonan yang dicampur dengan pasir dan semen, fungsinya untuk memasang batu bata untuk menjadi tembok (Jawa) (5) |
| GALAS | Tongkat yang ditaruh di bahu untuk menyandang (membawa) barang-barang; pikulan; barang (beban) yang disandang dengan tongkat atau dipikul; barang dagangan yang dijajakan dengan dipikul atau disandang dengan tongkat di bahu; rak piring yang terbuat dari bambu (Dayak) (5) |
| GALAT | Kekeliruan; kesalahan; cacat; garam asam galat (Kimia); nilai atau kondisi yang tidak konsisten dengan nilai yang benar, sesuai dengan yang ditentukan, atau nilai sesuai kondisi yang diharapkan (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari error (5) |
| GALAU | Kacau (tentang pikiran) (5) |
| GALIB | Umum; lazim; jaya; menang; beruntung (5) |
| GALIH | Teras kayu yang keras dan berwarna hitam karena tuanya (5) |
| GALIR | Tidak ketat atau tidak sendat; longgar; mudah lepas; licin (tentang kunci, sekrup, cincin, dan sebagainya); lancar (tentang perkataan) (kiasan); tangkas bergerak (kiasan) (5) |
| GALLE | Kota di Sri Lanka (5) |
| GALON | Satuan takaran barang cair (bensin dan sebagainya), sama dengan 3,785 liter (AS) atau 4,546 liter (Ing); botol besar yang biasa digunakan sebagai tempat untuk menyimpan air mineral isi ulang (5) |
| GALOS | Sepatu dengan sol yang berat; sepatu bersol tebal yang biasanya digunakan di atas salju (5) |
| GALUH | Perak; ratna (intan) sebagai sebutan putri raja; kata sapaan kepada anak perempuan (Banjar) (5) |
| GALUR | Lekuk memanjang; alur; garis keturunan; susur galur; ciri khas yang terdapat pada sekelompok ternak dalam satu bangsa yang ada pada ternak lain dalam bangsa yang sama (Peternakan); saluran sempit dari kayu untuk meluncurkan dan mengeluarkan properti pertunjukan ke dan dari atas panggung (Kesenian) (5) |
| GAMAK | Ragu; segan; diulang: mencoba-coba atau mengira-ngira saja (kiasan) (5) |
| GAMAL | Unta (Arab); pohon yang tingginya hingga 12 m, dianggap efektif sebagai pembasmi alang-alang (Gliricidia sepium) (5) |
| GAMAM | Tidak tetap hati (ragu-ragu, gelisah, khawatir, merasa takut-takut); tidak dapat berbuat sesuatu karena terkejut dan sebagainya (5) |
| GAMAN | Senjata (5) |
| GAMAT | Teripang berukuran besar; lagu; dendang; sentuh; gamit (5) |
| GAMBU | Duet penari pada acara pembukaan pertunjukan (bertopeng pada teater topeng dan tidak bertopeng pada ludruk yang bersifat ritual) (Madura) (5) |
| GAMEL | Unta (Camelus) (5) |
| GAMET | Sel sperma yang matang dan sudah berfusi dalam pembiakan (5) |
| GAMIK | Menyentuhkan jari untuk memberi isyarat (memanggil dan sebagainya); menggamit (5) |
| GAMIS | Kemeja arab; baju yang panjangnya semata kaki atau lebih menyerupai kemeja dengan potongan longgar (5) |
| GAMIT | Colek (5) |
| GAMON | Substansi yang dikeluarkan gamet yang berfungsi untuk menarik gamet lawan jenisnya (Biologi) (5) |
| GAMUH | Kendi yang tidak memakai cerat (5) |
| GANAL | Seperti; serupa; diulang: seakan-akan; persis seperti (5) |
| GANAR | Bingung; hilang akal (5) |
| GANAS | Galak dan suka menyerang (melawan dan sebagainya); mudah menular (tentang penyakit dan sebagainya) (5) |
| GANCO | Perangkai kendaraan yang berbentuk kail (5) |
| GANCU | Galah yang berpengait pada ujungnya; pengait; cangkul penggali atau pembelah, berukuran tebal dan bermata dua, ujung yang satu bermata runcing, dan ujung yang satu lagi bermata pipih dan tajam; belencong (5) |
| GANDA | Tentang hitungan kali; lipat; berbayang (seakan-akan ada dua); berpasangan (terdiri atas dua); berpasangan dua-dua (dalam bulu tangkis, tenis, dan sebagainya); bau; berani melawan (meskipun tidak seimbang); sanggup mengerjakan sesuatu dengan tenaga yang lebih sedikit (meremehkan) (5) |
| GANDI | Busur; alat untuk melepaskan anak panah (5) |
| GANDU | Ikan laut yang badannya lebar, tipis, berwarna keperakan, ukurannya mencapai 25 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 10–30 m, tersebar di perairan Teluk Persia sampai Teluk Natal, Afrika Selatan, ke timur sampai India dan Pulau Jawa (Indonesia), bagian utara sampai Jepang dan Taiwan, bagian selatan sampai Australia Utara (Ephippus orbis); biji buah tumbuhan akar beluru (Entada phaseoloides), bentuknya bulat pipih dan warnanya hitam; kata penggolong bagi barang yang berbentuk atau dicetak silinder (Sunda) (5) |
| GANIH | Putih (tentang kain) (Minangkabau) (5) |
| GANJA | Bagian keris yang melekat pada bilah (Jawa); gagang atau pegangan kujang (Sunda); tanaman setahun yang mudah tumbuh, merupakan tumbuhan berumah dua (dalam satu pohon hanya ada bunga jantan saja atau bunga betina saja), pada bunga betina terdapat tudung bulu-bulu runcing yang mengeluarkan sejenis damar yang kemudian dikeringkan, damar dan daunnya mengandung zat narkotik aktif, terutama tetrahidrokanabinol yang dapat memabukkan, sering dijadikan campuran tembakau untuk rokok (Cannabis sativa); nada suara remaja yang berubah menjadi besar karena mulai dewasa (Madura); kota di Azerbaijan (5) |
| GANJO | Tinggi (tentang kuda) (Batak) (5) |
| GANTI | Sesuatu yang menjadi penukar yang tidak ada atau hilang, seperti sulih, pampas; orang yang menggantikan pekerjaan, jabatan, dan sebagainya; wakil; pengganti; berganti; bertukar; berpindah (5) |
| GAOMI | Kota di Cina (5) |
| GAPAH | Cekatan; tangkas; tidak kikuk (5) |
| GAPAI | Raih (5) |
| GAPAN | Ukuran berkas padi yang diikat sehabis dipanen dengan ani-ani (Madura); kota di Filipina (5) |
| GAPIL | Suka mencampuri (mengganggu dan sebagainya) urusan orang lain; usil (5) |
| GAPIT | Bilah penjepit (seperti pada wayang kulit) (5) |
| GAPLE | Permainan dengan kartu domino (terdiri atas dua pasang pemain) (Melayu Jakarta) (5) |
| GAPUK | Tambun; gemuk (Minangkabau) (5) |
| GARAH | Bergarah; bersenda-gurau; berolok-olok; halau; usir; diulang: senda gurau; kelakar; lelucon (5) |
| GARAI | Sorgum; orang yang badannya terkena penyakit kulit seperti kadas (Jayapura) (5) |
| GARAM | Senyawa kristalin NaCl yang merupakan klorida dan sodium, dapat larut dalam air, dan asin rasanya; hasil reaksi asam dengan basa, yaitu satu atau lebih atom hidrogen pada asam diganti oleh satu atau lebih kation suatu basa (Kimia); pupuk (obat dan sebagainya) yang rupanya seperti garam (Kimia) (5) |
| GARAN | Hulu (pisau dan sebagainya); tangkai (Melayu Jakarta); gerangan (5) |
| GARAP | Kerja (5) |
| GARAR | Transaksi yang tidak halal (Arab) (5) |
| GARAU | Besar dan dalam (tentang suara); parau (5) |
| GARBA | Perut (5) |
| GARDA | Pengawal (5) |
| GARDU | Rumah jaga (tempat berkawal); rumah kecil di tepi jalan (tempat menjual es batu, dan sebagainya); depot; bangunan kecil (tempat distribusi listrik) (5) |
| GARIB | Jarang didapat (aneh, ganjil, luar biasa); asing (5) |
| GARIS | Parut bekas digaruk dan sebagainya; garit; gores; coretan panjang (lurus, bengkok, atau lengkung); setrip; ketentuan (nasib, takdir, dan sebagainya); batas; tanda berupa coretan panjang di tanah dan sebagainya sebagai batas dan sebagainya (misalnya pada lapangan sepak bola dan bulu tangkis) (Olahraga); deretan titik-titik yang saling berhubungan (Matematika); aturan (kiasan/Matematika); kubu atau daerah pertahanan (yang dikuasai) (kiasan); himpunan titik-titik pada bidang atau dalam ruang sehingga apabila letak dua unsurnya diketahui, letak semua unsurnya dapat ditentukan dengan pasti (kiasan/Matematika) (5) |
| GARIT | Gores; gerak (Minangkabau); garis memanjang hasil torehan benda tajam; gundukan tanah yang memanjang menyerupai pematang yang akan ditanami (kiasan) (5) |
| GARPU | Sendok yang bentuk ujungnya seperti jari-jari tangan, runcing, dan tajam untuk mencocok daging, lauk, dan sebagainya; porok (5) |
| GARUK | Kukur; garu; kerok, cakar (5) |
| GARUT | Gores; tanaman umbi berpelepah seperti pisang yang berukuran kecil (tinggi 60–80 cm), umbinya berserat, berwarna putih, berbentuk silinder yang tertutup oleh kulit bersisik, berwarna cokelat muda, biasa dibuat keripik atau direbus untuk dimakan atau diperas untuk diambil tepungnya; ararut; larut; ubi garut; sagu belanda; sagu betawi (Maranta arundinacea); ubi garut; kabupaten di Provinsi Jawa Barat, terkenal dengan sebutan Zwitserland van Java, Kota Pangkas Rambut, Kota Domba atau Kota Dodol; batu asah (Batak) (5) |
| GARWA | Istri (Jawa) (5) |
| GASAB | Menggasab; mempergunakan milik orang lain secara tidak sah untuk kepentingan sendiri (5) |
| GASAK | Terjang; pukul (5) |
| GASAL | Ganjil; tidak genap (5) |
| GATAL | Berasa sangat geli yang merangsang pada kulit tubuh (karena kutu dan sebagainya); mendatangkan perasaan gatal; suka atau ingin bersetubuh (tentang perempuan); gasang (kiasan); ingin sekali hendak berbuat sesuatu (memukul dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| GATAP | Daun sirih yang sudah tua (Alas) (5) |
| GATET | Ikan katadrom yang ukurannya dapat mencapai 200 cm, tubuhnya silindris, bersisik sangat halus, mempunyai sirip dada yang terletak tepat di belakang tutup insang sehingga menyerupai daun telinga, dapat berwarna hitam polos atau bercorak seperti marmer, tersebar luas kecuali beberapa jenis hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu; gateng; lindung; uling; sidat (Anguilla spp.) (5) |
| GATIK | Permainan anak-anak yang dilakukan dengan cara membenturkan batu pada sebuah bidang (Jawa) (5) |
| GATOT | Penganan kukus, dibuat dari gaplek yang disayat kecil-kecil memanjang kemudian direbus dan dicampur dengan gula, dimakan dengan parutan kelapa (Jawa); gagal total (akronim) (5) |
| GATRA | Wujud; sudut pandangan; aspek (5) |
| GATUK | Cocok; sesuai; serasi (5) |
| GATUL | Ikan kepala timah (5) |
| GAUNG | Pantulan bunyi atau suara; gema; kumandang; sipongang; ceruk (lubang) di tebing; gua (Minangkabau) (5) |
| GAURA | Suku bangsa terasing yang mendiami Pulau Sumba bagian Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (5) |
| GAWAI | Kerja; pekerjaan; alat; perkakas; peranti elektronik atau mekanik dengan fungsi praktis; gadget; acang (5) |
| GAWAL | Khilaf; keliru; salah (Minangkabau) (5) |
| GAWAN | Harta bawaan suami atau istri di dalam perkawinan, merupakan harta masing-masing dan tidak boleh dicampur dengan harta gana-gini (Jawa); hadiah wajib yang menyertai maskawin (Jawa) (5) |
| GAWAR | Tanda peringatan (berupa tali dan sebagainya); diulang: tali dari rotan dan sebagainya yang diberi rumbai-rumbai daun nyiur dan sebagainya sebagai tanda bahwa orang dilarang datang atau dilarang berjalan di situ (karena adanya penyakit menular dan sebagainya) (5) |
| GAWAT | Genting; berbahaya; kritis; mengkhawatirkan; dekat kepada kematian; sulit; terancam (5) |
| GAWIR | Dinding terjal (kerap kali disebabkan oleh pergeseran); bahasa yang dituturkan oleh suku Kokoda; suku bangsa yang mendiami daerah Papua bagian selatan; Marind-Anim; Marindanim; Tugeri; Marind (5) |
| GAWUL | Alat untuk menangkap ikan yang terbuat dari kayu pohon aren (kawung) (Sunda) (5) |
| GAYAL | Liat (tentang daging dan sebagainya); membingkas; melenting; ulet; tidak mudah putus asa; khayal (5) |
| GAYAM | Pohon, tinggi hingga 20 m, bunganya harum, daunnya lebat dan dapat digunakan sebagai pembungkus, buahnya yang masak berwarna kuning, dimakan setelah direbus; tolok (Inocarpus edulis); ikan laut yang badannya lebar, warna badannya perpaduan antara garis-garis hitam, putih, dan kuning, panjang mencapai 24 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis, tersebar di perairan Afrika Timur sampai Kepulauan Tuamoto, bagian utara sampai Jepang Selatan, bagian selatan sampai Tonga (Heniochus monoceros) (5) |
| GAYAN | Pekerjaan sehari-hari, seperti berladang, berjualan, dan sebagainya (Batak) (5) |
| GAYAR | Ubun-ubun bayi yang masih lunak (5) |
| GAYAT | Merasa ngeri atau pusing (seperti ketika melihat ke bawah dari tempat yang tinggi); gamang; warga dusun yang sangat miskin yang ditanggung warga lain yang bukan kerabatnya (5) |
| GAYAU | Permainan yang menggunakan buah bulat pipih (5) |
| GAYOR | Posisi tanduk domba mengarah ke tengah; hiasan berbentuk gapura atau ornamen lain berbahan janur (Bali) (5) |
| GAYOT | Jerawat besar dan membatu (Bali) (5) |
| GAYUH | Gantung; menggayuh; berusaha mencapai (cita-cita dan sebagainya) (5) |
| GAYUK | Jangkau (5) |
| GAYUN | Ayun (5) |
| GAYUT | Gelantung (5) |
| GAZAL | Puisi yang berasal dari Persia, terdiri atas delapan baris, tiap bait berisi perihal asmara dan tiap baris berakhir dengan kata yang sama (Sastra); musik yang dimainkan oleh masyarakat Jambi, dengan menggabungkan irama gambus, zapin, dan langgam, berfungsi sebagai musik hiburan pada hari besar Islam dan pada pesta perkawinan (Melayu Jambi) (5) |
| GBRAY | Gusti Bendara Raden Ayu (singkatan) (5) |
| GEBAH | Gertak; usik (5) |
| GEBAK | Tepung sagu mentah (Melayu Riau) (5) |
| GEBAL | Ikan laut, payau, atau air tawar, berbentuk pipih, lebar, tubuh berwarna biru dengan sirip berwarna kuning, panjang mencapai 27 cm, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Laut Merah dan Afrika Timur sampai Samoa, bagian utara sampai Yaeyamas, bagian selatan sampai Australia (Monodactylus argenteus); tanah lunak atau basah yang menempel pada alas kaki (Jawa) (5) |
| GEBAR | Kain untuk menutup, seperti selimut, alas tilam; kain gebar; getar (5) |
| GEBEL | Ikan laut atau payau, bentuk tubuh lebar dan pipih, berwarna abu-abu, panjang mencapai 75 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 15–105 m, tersebar di perairan Afrika Timur sampai Jepang bagian selatan dan Australia (Parastromateus niger) (5) |
| GEBER | Tirai atau layar pada pentas pertunjukan sandiwara dan sebagainya (Jawa); bendera terbuat dari kain, dipakai sebagai tanda dimulainya karapan sapi (Madura) (5) |
| GEBOK | Lempar (5) |
| GEBOS | Hardik; menggebos; keluar asap (api, uap) dengan mendadak; gejala atmosfer yang ditandai dengan perubahan kecepatan angin yang sangat besar (Hidrometeorologi) (5) |
| GEBOT | Pukul; gebrak; gecek; gebuk (5) |
| GEBUK | Pukul; gebrak; gebot; gecek (5) |
| GEBZE | Kota di Turki (5) |
| GECAK | Masakan khas Lombok, dibuat dari rebusan tetelan, jeroan, belimbing, cengkih, dan sebagainya dicampur dengan bumbu rempah-rempah yang sudah ditumis, ditambah kelapa parut sangrai (5) |
| GECAR | Gentar (takut); gemetar (Melayu Jakarta) (5) |
| GECEK | Pukul; gebot; gebrak; gebuk (5) |
| GECIK | Kepala desa adat pada suku Gayo di Aceh (Gayo) (5) |
| GECUL | Lucu; jenaka; nakal (5) |
| GEDAM | Terjun ke tempat berbahaya (Alas) (5) |
| GEDAT | Bungkuk ke belakang (Batak) (5) |
| GEDEK | Menggelengkan kepala (Jawa); anyaman yang terbuat dari bilah-bilah bambu untuk dinding rumah dan sebagainya (5) |
| GEDER | Suara nyaring tinggi dan tidak enak didengar (Gayo) (5) |
| GEDIK | Batang atau pemukul yang terbuat dari bambu atau kayu, digunakan untuk merontokkan butir padi dari malainya (5) |
| GEDOR | Ketuk keras-keras; suara bernada rendah dan sumbang (Gayo) (5) |
| GEGAI | Mudah lepas dan sebagainya; tidak kuat buatannya (tentang perahu, rumah, dan sebagainya); tidak kukuh (5) |
| GEGAP | Gagap (5) |
| GEGAR | Guncang; goyang; gentar (5) |
| GEGAS | Bangat; lekas; segera (5) |
| GEGAT | Binatang kecil-kecil yang suka makan kertas, pakaian, dan sebagainya; ngengat (5) |
| GEGEM | Pandai menyimpan rahasia (Sunda) (5) |
| GEGEP | Catut (penjepit) (5) |
| GEGER | Riuh ramai tidak karuan; gempar; heboh; ribut (5) |
| GEGUA | Gua (5) |
| GEJAH | Becek berlumpur (5) |
| GEJIU | Kota di Cina (5) |
| GEJOS | Tiruan bunyi mendesir, seperti bara yang disiram dengan air (5) |
| GELAK | Suara tertawa yang keras (5) |
| GELAM | Pohon, kayunya agak keras dan berat, berwarna putih kelabu, digunakan dalam pembuatan perahu-perahu kecil; daun yang muda menghasilkan sedikit minyak; kayu putih (Melaleuca leucadendra); warna cokelat kemerah-merahan (5) |
| GELAP | Tidak ada cahaya; kelam; tidak terang; malam; tidak atau belum jelas (tentang perihal, perkara, dan sebagainya); samar (kiasan); rahasia (tidak secara terang-terangan); tidak halal atau tidak sah; tidak menurut aturan (undang-undang, hukum) yang berlaku (kiasan) (5) |
| GELAR | Sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yang biasanya ditambahkan pada nama orang; nama tambahan sesudah nikah atau setelah tua (sebagai kehormatan); julukan yang berhubungan dengan keadaan atau tabiat orang; sebutan; hampar; penempatan dan penyebaran kekuatan (5) |
| GELAS | Tempat untuk minum, berbentuk tabung terbuat dari kaca dan sebagainya; kaca; bekal; persediaan; simpanan (menghadapi saat atau waktu susah) (5) |
| GELEK | Gilas; lindas; ganja; menggelek; menggilas; melindas; menggiling; berguling; bergolek; menggulung-gulungkan (sagu, lilin, dan sebagainya) supaya bangunnya bulat torak; mencenderungkan diri (mengubah sikap) supaya tidak kena pukulan dan sebagainya; mengelak (5) |
| GELET | Garis melingkar pada benda bulat (Alas) (5) |
| GELIK | Ikan laut atau payau, berbentuk memanjang, warna hitam keperakan, panjang mencapai 90 cm, berat 7 kg, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman 10–40 m, tersebar di perairan Afrika Timur, termasuk Madagaskar, ke arah timur sampai Laut Cina Selatan dan Queensland, Australia (Otolithes ruber); tinggi (tentang suara penyanyi atau suara suling) (Sunda) (5) |
| GELOK | Kayu berbentuk silinder digunakan untuk menggulung benang (Jawa) (5) |
| GELUH | Lumpur yang lekat; tanah pekat; liat; pekat (5) |
| GELUK | Tempurung (untuk tempat air); timba; sibur dan sebagainya; buah kering tak merekah yang memiliki satu biji dengan dinding buah yang keras, biasanya berasal dari bakal buah berongga satu (Botani) (5) |
| GELUP | Menggelup; tanggal (tentang gigi) (5) |
| GELUT | Gulat (5) |
| GEMAH | Makmur dan banyak penduduknya (Jawa) (5) |
| GEMAK | Menggemak; memegang-megang; menggamak-gamak (5) |
| GEMAL | Berkas; ikat (padi, buku, dan sebagainya); menggemal; memegang seperti menggenggam; memberkas (5) |
| GEMAN | Berasa takut atau ngeri; gamang; gemang (5) |
| GEMAR | Suka sekali (akan) (5) |
| GEMAS | Sangat jengkel (marah) dalam hati; sangat suka (cinta) bercampur jengkel; jengkel-jengkel cinta (5) |
| GEMIK | Menggemik; memberi isyarat (memanggil dan sebagainya) dengan jari; menggamit (5) |
| GEMIN | Ikan payau atau laut, ukurannya mencapai 110 cm, berat 2,3 kg, tulangnya dapat dipakai untuk obat, biasa hidup menempel pada ikan hiu dewasa, mempunyai pengisap pada ubun-ubun kepala, hidup di perairan subtropis dengan kedalaman 20–50 m, tersebar di perairan Atlantik Barat (Kanada dan Bermuda sampai Uruguay), Atlantik Tengah Timur (Pulau Madeira) (Echeneis naucrates) (5) |
| GEMPA | Guncangan; gerakan (bumi); peristiwa alam berupa getaran atau gerakan bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh tenaga asal dalam; gempa bumi (Geografi dan Geologi) (5) |
| GEMPI | Padat, tetapi lembut (seperti puding) (Jawa) (5) |
| GEMUK | Besar karena banyak dagingnya (tentang tubuh dan sebagainya); tambun; lemak; mengandung banyak zat makanan bagi tumbuh-tumbuhan (tentang tanah) sehingga baik untuk ditanami; subur; pupuk; sebangsa minyak untuk melumas bagian-bagian mesin dan sebagainya (5) |
| GEMUL | Tunas yang tumbuh di dalam tubuh sejenis spons (5) |
| GENAH | Layak; patut; tahu maksudnya (tentang pembicaraan, peraturan, dan sebagainya) (Jawa); normal (Jawa) (5) |
| GENAP | Penuh; utuh (tidak kurang); lengkap; tidak ganjil (tidak gasal) sehingga habis dibagi dua (tentang bilangan); cocok; pantas (5) |
| GENHE | Kota di Cina (5) |
| GENIT | Bergaya-gaya (tingkah lakunya); banyak tingkahnya; keletah (5) |
| GENOA | Kota di Italia (5) |
| GENOM | Satu gugus kromosom yang selaras dengan segugus sel dari suatu jenis (Biologi); perangkat kromosom yang terdapat dalam setiap inti sel satu jenis tumbuhan atau hewan tertentu (Biologi) (5) |
| GENRE | Jenis, tipe, atau kelompok sastra atas dasar bentuknya; ragam sastra (Sastra); generasi berencana (akronim) (5) |
| GENTA | Alat bunyi-bunyian yang terbuat dari logam berbentuk cangkir terbalik dengan sebuah pemukul yang tergantung tepat di poros dalamnya, apabila pemukul itu mengenai dinding cangkir, cangkir tersebut akan menghasilkan bunyi-bunyian; lonceng besar (dipasang di menara gereja dan sebagainya); giring-giring (dipasang pada leher lembu dan sebagainya) (5) |
| GENTE | Jangkrik betina (5) |
| GENUK | Gentong kecil tanpa bibir, untuk menyimpan gabah atau beras (Jawa) (5) |
| GENUS | Jenis; kelas; golongan; keseluruhan ciri yang didukung oleh ciri-ciri anggota kelasnya; tataran dalam taksonomi yang ada di bawah keluarga dan di atas spesies; marga (Biologi) (5) |
| GEODA | Rongga dalam batuan yang berbentuk agak membulat, bagian dalamnya dilapisi oleh kristal kecil yang mencuat ke arah pusat (Petrologi dan Migas) (5) |
| GEPIT | Sepit (5) |
| GEPUK | Gemuk (Minangkabau) (5) |
| GERAH | Berasa panas badan (karena hari hendak hujan, tidak ada angin, dan sebagainya); palak (5) |
| GERAI | Tempat duduk pengantin; pelaminan; balai-balai untuk tempat tidur dan sebagainya; kedai kecil, meja, dan sebagainya tempat melayani pengunjung (pembeli, pelanggan) di hotel, bank, dan sebagainya; gali; gorek (5) |
| GERAK | Peralihan tempat atau kedudukan, baik hanya sekali maupun berkali-kali; dorongan (batin, perasaan, dan sebagainya); denyut-denyut atau kedut-kedut (pada mata, bibir, dan sebagainya) yang dianggap sebagai firasat atau gelagat (5) |
| GERAM | Marah sekali; gemas; berbunyi seperti menderum (5) |
| GERAT | Kertak (tentang gigi) (5) |
| GERAU | Juru masak di istana (5) |
| GERDA | Garuda (5) |
| GEREH | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, panjang mencapai 100 cm, sisiknya lebih kasar daripada ikan bandeng, sirip punggung pendek, tersebar di perairan pantai seluruh dunia; balana; jumpul; loban; belanak (Mugil cephalus); ikan yang dikeringkan dan asin rasanya; ikan asin (Jawa) (5) |
| GEREK | Lubangi; kerbuk (5) |
| GEREP | Batu tulis (Melayu Medan) (5) |
| GERET | Seret; hela (5) |
| GERGA | Ukiran pada bangunan tradisional Batak (Batak) (5) |
| GERHA | Istri; permaisuri; bangunan, kantor, tempat tinggal, dan sebagainya (5) |
| GERIA | Rumah tempat tinggal golongan Brahmana (Bali) (5) |
| GERIH | Akar yang berbelit-belit pada pohon dan menghasilkan getah; akar gerit-gerit (5) |
| GERIL | Sayatan pada daging (ayam, ikan) yang dibuat agar bumbu dapat cepat meresap (Gayo) (5) |
| GERIM | Sekelat kasar (5) |
| GERIP | Anak batu tulis (5) |
| GERIT | Bunyi benda keras (pena dan sebagainya) digariskan dan sebagainya; diulang; tilan yang pinggiran ujung lubang hidungnya memiliki enam tonjolan halus seperti jari (Macrognathus maculatus) (5) |
| GERMO | Pemburu (Jawa); induk semang bagi perempuan pelacur; muncikari (Jawa) (5) |
| GEROS | Dengkur (5) |
| GEROT | Diulang: ikan laut, hidup di perairan pantai, estuari, perairan yang keruh, teluk yang tenang, dan terumbu karang, tersebar di Indonesia, antara lain Laut Jawa, sepanjang Pantai Timur Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Tiworo, dan Arafuru, di dunia meliputi Teluk Benggala, Teluk Siam, sepanjang Laut Cina Selatan, Filipina, ke selatan sampai Pantai Utara Australia, ke barat sampai Afrika Timur (Pomadasys maculatum) (5) |
| GERUH | Celaka; malang; sial; nasib buruk; dengkur (5) |
| GERUN | Takut (malu, gamang, atau sangsi) akan terjadi sesuatu (5) |
| GERUP | Belebas tempat sisir (pada alat tenun) (5) |
| GERUS | Jenis siput (karang), biasa digunakan untuk melicinkan kain; tengkuyung (Crypraea tigris); lumat; rusak (5) |
| GERUT | Tiruan bunyi kayu dipatar dan sebagainya (5) |
| GESEK | Sentuh dan geser (5) |
| GESEL | Geser (5) |
| GESER | Tanpa diangkat; padanan dari swipe (5) |
| GESIT | Giat; cekatan (5) |
| GETAH | Zat cair pekat dari batang kayu, buah-buahan, dan sebagainya yang bersifat melekat; zat cair pekat dari pohon karet (perca); zat cair dari kelenjar (dalam tubuh) (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| GETAP | Pecah; kerkah; kertak (5) |
| GETAR | Gerak berulang-ulang dengan cepat seperti tali biola, per, jarum jam yang tersentuh (5) |
| GETAS | Rapuh; mudah pecah; mudah robek; mudah patah hati (kiasan); penganan goreng, dibuat dari juadah yang disalut dengan gula (Jawa) (5) |
| GETEH | Diulang: ikan yang hidup di ekosistem perairan tawar dan payau, ukurannya dapat mencapai 25 cm, tubuhnya pipih agak membulat dan bersisik keras, warnanya hijau kekuningan, tersebar luas di perairan Indonesia, India, dan Cina; harfan; bato; betik (Anabas testudineus) (5) |
| GETEK | Rakit (Melayu Jakarta); buruk kelakuan (tentang perempuan) (5) |
| GETEM | Diulang: menyatakan kemarahan dengan gerakan (Jawa) (5) |
| GETIH | Tali di sawah untuk mengusir burung (Gayo) (5) |
| GETIK | Sentuh (dengan jari dan sebagainya); jentik (5) |
| GETIL | Menggetil; mencubit (menjepit) dengan telunjuk dan ibu jari; menjentik (5) |
| GETIR | Rasa pahit agak pedas (seperti rasa kulit jeruk); susah dan sengsara (tentang kehidupan) (kiasan) (5) |
| GETIS | Mudah patah; getas (5) |
| GETOK | Pukul (pada bagian kepala) (5) |
| GETOL | Rajin; tekun dalam mencari; bersemangat (Melayu Jakarta) (5) |
| GETUK | Penganan dibuat dari ubi dan sebagainya yang direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa ditumbuk sekaligus (5) |
| GETUN | Kecewa; menyesal (Jawa) (5) |
| GETXO | Kota di Spanyol (5) |
| GEWOR | Terna tinggi 30-60 cm, berbatang tegak sedikit menjalar, gilig, lunak, daun tunggal berseling, berwarna hijau, duduk memeluk batang, melonjong, tepi sedikit bergelombang, permukaan berbulu, bunga majemuk terdiri 2-3 cabang di9 ketiak daun, mahkota menjantung, buah membulat telur (Commelina benghalensis) (Botani) (5) |
| GHANA | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Akra (5) |
| GIANT | Judul film lawas Hollywood yang dibintangi Rock Hudson, Elizabeth Taylor, dan James Dean; raksasa (Inggris) (5) |
| GIBAH | Membicarakan keburukan (keaiban) orang lain; bergunjing (5) |
| GIBAS | Gerakan tangan melintang di depan perut untuk menahan tendangan dalam pencak silat (Sunda) (5) |
| GIDAU | Menghalau dengan mengayunkan tangan atau benda lain (Melayu Belitung) (5) |
| GIDIK | Bergidik; geli; ngeri (5) |
| GIDUH | Bentol di kulit karena alergi (Jawa) (5) |
| GIGAN | Kerangka kayu bercabang dan bermata besi yang dipasang di kaki bajak untuk membalik tanah (Madura) (5) |
| GIGIH | Tetap teguh pada pendirian atau pikiran; keras hati; mengotot; ulet (dalam usaha); gigil; nasi yang baru setengah masak (Sunda) (5) |
| GIGIL | Gemetar karena kedinginan, demam, ketakutan (tentang sikap tubuh atau suara); perdu bertahunan dengan tinggi mencapai 2-4 m, batang berkayu, bercabang, berwana putih kehijauan, daun tunggal, membundar telur, silang berhadapan, perbungaan malai, berbulu, akar digunakan sebagai obat demam (Dichroa febrifuga) (Botani) (5) |
| GIGIR | Punggung (5) |
| GIGIS | Menggigil; cuil-cuil pada pinggirnya (tentang gigi anak kecil yang kupak) (5) |
| GIGIT | Jepit dengan gigi (5) |
| GIJON | Kota di Spanyol (5) |
| GILAP | Bersih dan bercahaya (seperti emas baru diupam) (5) |
| GILAS | Tindih dengan benda bulat; lindas (5) |
| GILDA | Kumpulan pengusaha sejenis, didirikan untuk saling membantu dan melindungi semua anggotanya (5) |
| GILIK | Kecil dan bulat panjang (Jawa); kecil berisi (tampak kekar tentang tubuh yang kecil) (Jawa) (5) |
| GILIR | Ganti; pindah (5) |
| GIMIK | Gerak-gerik tipu daya aktor untuk mengelabui lawan peran (Kesenian); sesuatu (alat atau trik) yang digunakan untuk menarik perhatian; sudut pengambilan khusus untuk menarik perhatian pemirsa dalam produksi program siaran (Perfilman); padanan dari gimmick (5) |
| GIMNI | Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (induk organisasi bagi industri minyak nabati di Indonesia) (singkatan) (5) |
| GIMPA | Gatal dan bentol karena bersentuhan dengan padi dan lain-lain (Sunda) (5) |
| GINCU | Pewarna bibir; lipstik; bahan pewarna (untuk kue-kue dan sebagainya) (5) |
| GINDI | Kemiri berbiji tiga (Sunda) (5) |
| GINEA | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Konakri (5) |
| GINEK | Gelembung-gelembung halus pada air (Melayu Riau) (5) |
| GINEM | Dialog antartokoh dalam pertunjukan wayang (5) |
| GINJE | Perdu tinggi mencapai 1,7 m, batang berkayu, beralur, daun tunggal menjari, perbungaan malai, berwarna kuning kemerahan, berbuah kotak, beruang dua sampai empat, berwarna cokelat kehitaman, digunakan sebagai obat kelainan kulit (Thevetia peruviana) (Botani) (5) |
| GINTO | Rotan halus, seperti batang lidi, digunakan untuk tali pengikat atau penganyam bakul (Sangir) (5) |
| GINZA | Salah satu kawasan pusat perbelanjaan mewah di Distrik Chuo, Tokyo; kawasan perdagangan dan perbelanjaan paling ramai dan elite di Tokyo (5) |
| GIPSI | Kelompok pengembara ras Asia di Eropa yang tidak ingin mempunyai rumah dan tempat tinggal yang tetap (5) |
| GIRAH | Semangat dan dorongan untuk membela kehormatan diri, keluarga, dan agama (Agama Islam); pohon kecil, tingginya 6 m, kayunya berwarna gelap dan tidak awet, tetapi digunakan untuk bangunan rumah sebagai balok; kencong (Ellipeia nervosa) (5) |
| GIRAL | Surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau kantor pos (Ekonomi dan Keuangan) (5) |
| GIRAP | Diulang: terkejut dan ketakutan (5) |
| GIRAS | Linen kasar (5) |
| GIRIK | Kupon; surat kecil (sebagai keterangan dan sebagainya); kartu giliran (untuk jaga, ronda, dan sebagainya); gobek (Minangkabau); surat pajak hasil bumi (Melayu Jakarta); surat pemilikan tanah (Melayu Jakarta) (5) |
| GIRIS | Ketakutan; ngeri (Jawa) (5) |
| GIRON | Kota di Kolumbia (5) |
| GIRUS | Gelung (5) |
| GISAR | Geser (5) |
| GISIK | Pinggir (tentang sungai); bagian pinggir; jalur yang agak miring di tepi laut yang terentang di antara garis muka laut rendah dan medan yang sudah bercorak lain (tebing curam dan sebagainya) (Geografi dan Geologi) (5) |
| GISIL | Geser (5) |
| GITAR | Alat musik dengan bahan dari kayu seperti biola, berleher panjang, berdawai enam atau lebih, dimainkan dengan memetik dawai itu dengan jari (Musik) (5) |
| GITES | Menggites; mematikan (kutu dan sebagainya) dengan cara menjepit di antara kedua kuku ibu jari; menggetu (5) |
| GITIK | Pukul dengan lidi atau rotan (5) |
| GITIR | Berjalan cepat (Jawa) (5) |
| GITOK | Kuduk; jitok; tengkuk (Jawa) (5) |
| GIUNG | Rasa tidak enak di lidah karena terlalu manis atau terlalu banyak makan makanan yang manis-manis (Sunda) (5) |
| GLADI | Berlatih (5) |
| GLANS | Kepala zakar (penis) (Anatomi); kepala kelentit; bagian klitoris yang membesar (Anatomi) (5) |
| GLOBE | Bola bumi buatan; peta bumi yang bulat seperti bola (tiruan bumi); dunia (planet bumi); bola dunia (5) |
| GLORI | Tablo berupa seorang aktor yang berperan sebagai seorang dewa yang turun ke area pertunjukan dalam kilatan cahaya (Kesenian) (5) |
| GLOSA | Sinonim atau parafrase dalam kamus yang menjelaskan makna butir masukan (5) |
| GNOTA | Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (singkatan) (5) |
| GOBAH | Tipe estuari yang terbentuk oleh pemotongan perairan pesisir karena munculnya hamparan pasir yang sejajar dengan pesisir (Oseanologi); perairan dangkal sempit yang dipisahkan dari lautan terbuka oleh terumbu karang atau pulau (Oseanologi) (5) |
| GOBAK | Permainan tradisional dengan menggunakan lapangan berbentuk segi empat berpetak-petak, setiap garis dijaga oleh pihak penjaga, pihak yang mau masuk harus melewati garis dan jika kena sentuh oleh penjaga, harus berganti menjadi penjaga (Olahraga) (5) |
| GOBAN | Lima puluh ribu (Cina) (5) |
| GOBAR | Suram; redup (5) |
| GOBEK | Lumpang kecil untuk menumbuk sirih (5) |
| GOBER | Menuai padi yang disimpan di saung secara beramai-ramai (Sunda) (5) |
| GOBET | Pisau untuk menoreh (Jawa) (5) |
| GOCAP | Lima puluh (Cina) (5) |
| GOCEK | Menggocek; memainkan bola (dalam sepak bola) dengan maksud mempermainkan lawan agar tidak berdaya lagi (Olahraga) (5) |
| GOCOH | Tinju keras-keras (5) |
| GODAK | Nasi yang bercampur dengan lauk-pauk (5) |
| GODAM | Martil besar; gandin besar (5) |
| GODEK | Cambang (5) |
| GODEM | Jawawut berwarna hitam (Bali) (5) |
| GODET | Kain berbentuk segitiga yang disisipkan pada pinggir rok, gaun, atau lengan, untuk menciptakan kelebaran di bagian bawah (5) |
| GODOH | Daun telinga (Jawa) (5) |
| GODOK | Rebus; olah; diulang: penganan khas suku Rejang dari adonan pisang yang dicampur terigu dan daging buah kelapa (5) |
| GODOT | Iris; kerat; potong (5) |
| GOGAH | Tidak bisa diam atau bolak balik (tentang tidur) (Dayak) (5) |
| GOGOH | Menggogoh; menggigil keras (5) |
| GOGOK | Menggogok; meneguk (air dan sebagainya); minum banyak-banyak (5) |
| GOGOP | Mengembangkan sayap untuk menutupi badan dengan (seperti ayam sdg mengerami) (Gayo) (5) |
| GOGOR | Anak harimau (5) |
| GOGOS | Terkikis (rusak) bagian bawah atau longsor karena termakan aliran air (tentang tanah) (5) |
| GOHOK | Gowok (Eugenia polycephala) (5) |
| GOIKU | Centong yang terbuat dari kayu matoa digunakan untuk mengaduk papeda saat disiram dengan air panas (Orya) (5) |
| GOJEK | Canda (5) |
| GOJRA | Kota di Pakistan (5) |
| GOKAK | Kota di India (5) |
| GOKAR | Pedati kecil atau kereta kecil (untuk anak-anak) yang didorong atau ditarik; rangka kecil di atas roda-roda untuk membantu anak belajar berjalan; mobil balap kecil yang tidak bertenda (5) |
| GOKIL | Gila; kocak; konyol (5) |
| GOLAK | Bergolak; menggelegak; mendidih berbual-bual; bergelora keras; tidak tenang (tentang keadaan politik dan sebagainya); terjadi kerusuhan (huru-hara dan sebagainya); rusuh hati (gelisah) (5) |
| GOLBI | Belahan vertikal pada bagian depan di tengah celana yang dirapatkan dengan menarik kancing atau ritsleting yang ditutup dengan lipatan pinggir belahan (Tata Busana) (5) |
| GOLEK | Boneka (biasanya dari kayu); bergolek; berguling; berbaring (5) |
| GOLER | Bergoler; berbaring; tergeletak (5) |
| GOLOK | Pisau besar terbuat dari besi atau baja digunakan untuk membelah atau memotong; parang; pedang yang pendek (5) |
| GOMBE | Kota di Nigeria (5) |
| GOMEL | Kota di Belarusia (5) |
| GOMER | Ukuran isi sebesar 1/10 efa atau lebih kurang 3,6 liter (5) |
| GONAD | Organ hewan yang menghasilkan gamet-gamet; kelenjar kelamin (Biologi) (5) |
| GONJE | Pakaian tradisional kaum pria suku Karo, dibuat dari kain tenun, berbentuk persegi panjang yang dililit di sekeliling pinggang (5) |
| GONOK | Melengkung ke bawah (tentang tanduk) (Gayo) (5) |
| GOPEK | Lima ratus (Cina) (5) |
| GOPOH | Lekas-lekas (dalam melakukan suatu pekerjaan) (5) |
| GORAP | Perahu layar terbuat dari kayu, bercadik, bertutup yang dilengkapi kayu-kayu yang berfungsi sebagai pelampung yang digerakkan oleh dayung (5) |
| GORDO | Nama karakter yang diperankan Michael Peña dalam film Fury (5) |
| GOREK | Korek (5) |
| GORES | Garis; garit; corek; parut (5) |
| GORGA | Motif pinggiran ulos (5) |
| GORIT | Irisan mayang yang menyisakan bagian punggung mayang yang melekat pada pohon enau, tempat keluarnya air nira (Tombulu) (5) |
| GOROK | Sembelih (5) |
| GORUP | Tempat sisir yang berfungsi merapatkan benang yang ditenun (Melayu Medan) (5) |
| GOSAN | Lapisan tudung mineral besi yang berada di atas urat bijih, biasanya terdiri atas mineral oksida besi (5) |
| GOSIP | Obrolan tentang orang-orang lain; cerita negatif tentang seseorang; pergunjingan (5) |
| GOSOK | Proses mengeluarkan komponen suatu campuran gas dengan jalan melewatkan ke arah atas yang berlawanan dengan aliran zat cair yang mampu menyerap komponen yang diingini secara memilih (Kimia); geser; sentuh; gesek (5) |
| GOTAT | Makan satu jenis makanan, misalnya makan nasi saja tanpa lauk (5) |
| GOTES | Petik pada tangkainya (5) |
| GOTIK | Gaya arsitektur (seni pahat dan seni lukis) pada abad XII–XVI di Eropa; barbar; serba hitam (tentang busana) (5) |
| GOTRI | Mimis kecil (Jawa); logam bulat kecil (seperti kelereng kecil) (Jawa) (5) |
| GOTUN | Lima (Cina) (5) |
| GOUDA | Kota di Belanda (5) |
| GOWAI | Lagu dalam bentuk pantun yang indah, isinya berupa penghormatan, pemberkatan, pujian, celaan dan kutukan (Dani) (5) |
| GOWES | Bersepeda; menggowes (5) |
| GOWOK | Pohon, tinggi mencapai 12 m, berdaun rimbun, daunnya berbentuk lebar, buahnya tumbuh dalam kelompok yang padat pada dahan, bentuknya bulat seperti gundu, buah yang masak berwarna ungu kehitam-hitaman, rasanya asam-asam manis, dibuat campuran rujak dan juga selai; kupa (Syzygium polycephalum) (5) |
| GOYAH | Goyang karena tidak kukuh letaknya (tentang gigi, tiang, dan sebagainya); gual-gail; tidak teguh; tidak teguh; tidak tetap (tentang pendirian, keyakinan, kedudukan, dan sebagainya) (5) |
| GOYAK | Guncang (tentang pohon) (5) |
| GRAGO | Udang rebon (5) |
| GRAHA | Menangkap (Sanskerta); buaya (Sanskerta) (5) |
| GRAIN | Padi-padian (Inggris) (5) |
| GRASI | Ampunan yang diberikan oleh kepala negara kepada orang yang telah dijatuhi hukuman (5) |
| GRAVI | Saus yang dibuat dari sari daging yang keluar saat pemanggangan (Tata Boga) (5) |
| GRAYS | Kota di Inggris (5) |
| GREAT | Besar; agung (Inggris) (5) |
| GREED | Ketamakan; kerakusan (Inggris) (5) |
| GREEN | Hijau (Inggris) (5) |
| GRIYA | Bangunan tempat tinggal; rumah; kompleks perumahan; permukiman (5) |
| GROGI | Merasa canggung atau takut berhadapan dengan orang banyak (5) |
| GROSS | Kotor (Inggris) (5) |
| GROTO | Ceruk atau struktur tiruan yang dibuat menyerupai gua alami, berfungsi sebagai dekorasi di sebuah taman atau kebun (Arsitektur) (5) |
| GRUBI | Penganan goreng, dibuat dari ubi dan sebagainya yang diserut panjang, dicampur dengan gula merah, dibentuk bulat (Jawa) (5) |
| GUANO | Kotoran burung laut yang sudah kering yang menumpuk di pulau-pulau kecil atau pantai, dijadikan pupuk (terutama terdapat di pantai barat Amerika dan pulau-pulau di Lautan Pasifik); kotoran kelelawar (5) |
| GUBAH | Atur; karang (5) |
| GUBAI | Makanan pokok masyarakat Sakai, berupa ubi yang dikupas, direndam beberapa hari, diparut, kemudian diperas (Melayu Riau) (5) |
| GUBAL | Kayu yang lunak antara kulit dan teras; rencana; bungkah (tanah, batu, dan sebagainya) (5) |
| GUBEL | Ikat atau pegang erat-erat (5) |
| GUBES | Guru besar (akronim) (5) |
| GUBIT | Lambai; penganan, dibuat dari parutan singkong yang dikukus dan ditaburi parutan kelapa (Madura) (5) |
| GUBUK | Rumah kecil (biasanya yang kurang baik dan bersifat sementara); dangau (5) |
| GUCEN | Semak menahun, tinggi mencapai 5 m, batangnya tegak, sedikit memanjat, berbentuk bulat, berduri, dan berwarna hijau, daunnya majemuk, menyirip gasal, berambut halus, dan ujung meruncing, bunga majemuk, malai di ketiak daun, kelopak bentuk cawan, dan berwarna putih, buah semi majemuk, berbentuk bulat telur, berwarna merah, dan daunnya digunakan sebagai obat sakit perut (Rubus rosaefolius) (Botani) (5) |
| GUDEG | Masakan khas Yogyakarta yang dibuat dari buah nangka muda diberi bumbu, santan, dan lauk pelengkap (ayam, tahu, telur) (5) |
| GUDEL | Anak kerbau (5) |
| GUDEP | Gugus depan (akronim) (5) |
| GUDIK | Kurap; kudis (5) |
| GUDUR | Kota di India (5) |
| GUEST | Pengunjung, tamu (Inggris) (5) |
| GUFRA | Jumlah air yang ada di dalam cakupan tangan (Arab) (5) |
| GUGAH | Bangkit; bangun (5) |
| GUGAT | Dakwa; tuntut; adukan (5) |
| GUGUH | Tanggal semua giginya; mengguguh; memukul (tabuh); mengetuk (pintu dan sebagainya) (5) |
| GUGUK | Bukit kecil (Minangkabau); kelompok masyarakat dalam satu wilayah berdasarkan kesamaan keturunan, pekerjaan, atau gelar (Palembang); anjing (bahasa anak-anak); mengguguk; menangis tersedu-sedu (5) |
| GUGUP | Berbuat atau berkata dalam keadaan tidak tenang; gagap; sangat tergesa-gesa; bingung; riuh tidak keruan bunyinya (5) |
| GUGUR | Jatuh sebelum masak (tentang buah-buahan); lahir sebelum waktunya (tentang bayi); runtuh (tentang tanah); batal; tidak jadi; tidak berlaku lagi; mati dalam pertempuran; kalah; rontok (5) |
| GUGUS | Kelompok (Kimia); beberapa pulau (bintang dan sebagainya) yang berkelompok menjadi satu; atom-atom yang lewat melalui deretan reaksi tanpa terpisah (Kimia); unsur-unsur dengan reaksi serupa (Kimia) (5) |
| GUIDE | Pemandu (Inggris) (5) |
| GUIXI | Kota di Cina (5) |
| GULAH | Peribadatan seseorang yang melebihi ketentuan syarat Allah (5) |
| GULAI | Lauk berkuah santan dan berbumbu khusus (biasanya dicampur dengan ikan, daging kambing, daging sapi, dan sebagainya) (5) |
| GULAM | Budak (Arab); anak (Arab) (5) |
| GULAT | Olahraga bela diri dengan cara merangkul dan menjatuhkan lawan atau mengimpitnya (5) |
| GULEN | Kemudi perahu berbentuk menyerupai kapak besar yang diberi tali panjang untuk mengarahkan perahu (Karey) (5) |
| GULIR | Gelincir; padanan dari scroll (5) |
| GULMA | Tumbuhan yang termasuk bangsa rumput yang merupakan pengganggu bagi kehidupan tanaman utama; tumbuhan pengganggu (5) |
| GULUD | Petak tanah yang telah digemburkan untuk tempat menyemaikan bibit (Jawa) (5) |
| GULUK | Keris kecil yang berbilah gilik (Madura) (5) |
| GULUT | Menggulut; mempersegera; mempercepat; bergulut; tergesa-gesa; tergopoh-gopoh (5) |
| GUMAL | Renyuk; berkerut-kerut (seperti kertas direnyuk); kumal (5) |
| GUMAM | Suara omongan yang tertahan di dalam mulut; gunyam; gerunyam (5) |
| GUMBA | Jendul pada dahi gajah (5) |
| GUMIL | Guru militer (akronim) (5) |
| GUMOH | Kondisi pada balita ketika isi lambung berupa cairan naik ke mulut (5) |
| GUMUK | Bukit pasir di tepi laut (5) |
| GUMUL | Bayi yang bentuk tubuhnya bundar seperti bola (Batak); bergumul; bergulat; bergelut; melibatkan diri dengan (kiasan) (5) |
| GUMUN | Lekuk pada bagian bibir atas, tepat di bawah sekat hidung; alur bibir (Anatomi); alur bibir (5) |
| GUNCI | Rumbai-rumbai; jumbai; gunjai (5) |
| GUNDI | Nama buah (5) |
| GUNDU | Bola kecil dibuat dari tanah yang dibakar, marmer, kaca untuk mainan anak-anak; kelereng; guli (5) |
| GURAB | Perahu layar berukuran panjang dan berbilik pada bagian tertentu (Parsi); burung gagak (Arab) (5) |
| GURAH | Kumur; pohon yang sedang besarnya, kayunya yang berwarna putih, ringan tetapi awet, buahnya dapat digunakan untuk menuba ikan (Sapium indicum); pengobatan tradisional untuk mengeluarkan lendir dari dalam tubuh dengan ramuan cairan srigunggu yang diteteskan melalui hidung (5) |
| GURAM | Suram; muram; tidak bercahaya; tungau yang berkaki panjang, biasanya bertubuh putih keabu-abuan yang menjadi cokelat kemerahan saat membesar, ektoparasit pada unggas, nokturnal, merupakan vektor penyakit (Jawa); kecil dan tidak bermutu; tidak diperhitungkan (kiasan/Jawa) (5) |
| GURAT | Gores (garis, coret) yang dalam (5) |
| GURAU | Percakapan untuk bermain-main saja; kelakar; lelucon (5) |
| GURDI | Bor kecil untuk membuat lubang pada kayu, sarung keris, dan sebagainya; jara (5) |
| GURIH | Enak rasanya (seperti ikan goreng) (5) |
| GURIK | Korek (5) |
| GURIT | Menggurit; mengarang tembang atau puisi yang berirama (5) |
| GUROA | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, panjang mencapai 100 cm, sisiknya lebih kasar daripada ikan bandeng, sirip punggung pendek, tersebar di perairan pantai seluruh dunia; balana; jumpul; loban; belanak (Mugil cephalus) (5) |
| GURUB | Jatuh; runtuh; hilang; tenggelam (Arab) (5) |
| GURUH | Suara menggelegar di udara (disebabkan oleh halilintar); guntur; geluduk (5) |
| GURUK | Binatang buas, lebih besar daripada anjing biasa (5) |
| GURUN | Padang luas yang tandus; padang pasir (5) |
| GURUR | Tipuan (Arab) (5) |
| GUSAH | Halau; usir (Jawa) (5) |
| GUSAR | Marah; berang (5) |
| GUSAU | Kota di Nigeria (5) |
| GUSEL | Gelut (5) |
| GUSHU | Kota di Cina (5) |
| GUSTI | Sebutan untuk bangsawan (Jawa); sebutan untuk Tuhan (atau yang dianggap Tuhan) (Jawa); gelut (5) |
| GUSUL | Membersihkan seluruh bagian tubuh; mandi (Arab) (5) |
| GUSUR | Geser (5) |
| GUTIK | Cubit (5) |
| GUTIS | Satu ikat besar (Sumbawa) (5) |
| GUTUK | Berfaedah; berguna; bermanfaat (Jawa) (5) |
| GUYIR | Tidak kukuh dan kuat lagi (tentang pohon atau kayu yang dipancang) (Melayu Riau) (5) |
| GUYON | Bergurau (Jawa) (5) |
| GUYOT | Gunung berpuncak datar yang terisolasi di bawah permukaan air (5) |
| GUYUB | Rukun; gaib (Arab) (5) |
| GUYUR | Siram (5) |
| GWERU | Kota di Zimbabwe (5) |
| GYODA | Kota di Jepang (5) |
| GYOZA | Penganan berupa pangsit mini yang terbuat dari isian tumis daging dan sayuran yang dibungkus kulit pangsit, dimasak dengan cara digoreng kering, digoreng dengan sedikit minyak pada penggorengan datar, dikukus, atau direbus (Jepang) (5) |
| HABIB | Yang dicintai; kekasih; panggilan kepada orang Arab yang berarti tuan; panggilan kepada orang yang bergelar sayid (5) |
| HABIL | Nama anak Nabi Adam a.s. yang dibunuh saudaranya, Kabil (5) |
| HABIR | Jatuh dan terseret-seret (tentang kain) (Batak) (5) |
| HABIS | Tidak ada yang tinggal lagi (karena sudah digunakan, dibagikan, dimakan, dan sebagainya); tidak bersisa; selesai; tamat; sudah sampai pada batas waktu yang ditentukan; keluar biaya; sesudah; setelah; kalau begitu (tidak begitu); maka; akhir; batas tumbuhnya rambut di atas jidat (5) |
| HABRA | Kota di India (5) |
| HABUK | Benda yang halus seperti tepung; debu (5) |
| HADAL | Bagian laut dengan kedalaman di bawah 6.000 meter (Oseanologi) (5) |
| HADAP | Sisi atau bidang sebelah muka; muka; arah ke (terutama tentang sesuatu yang tidak bergerak) (5) |
| HADAS | Keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf, dan sebagainya (5) |
| HADAT | Dewan pemerintahan penjaga perhiasan dalam masyarakat di wilayah Mandar (Hukum); pengadilan tradisional (Hukum) (5) |
| HADIR | Ada; (ada) datang (5) |
| HADIS | Sabda, perbuatan, takrir (ketetapan) Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan atau diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menetapkan hukum Islam (Agama Islam); sumber ajaran Islam yang kedua setelah Al-Qur'an (Agama Islam) (5) |
| HADRO | Alat musik yang terdiri atas empat buah rebana dan sebuah gendang (Sunda) (5) |
| HADYU | Hewan ternak yang disembelih di Tanah Suci sebagai denda karena meninggalkan wajib haji, melanggar hal-hal yang terlarang selama haji, ungkapan rasa syukur, atau sebagai kurban (Agama Islam) (5) |
| HAEJU | Kota di Korea Utara (5) |
| HAFAL | Telah masuk dalam ingatan (tentang pelajaran); dapat mengucapkan di luar kepala (tanpa melihat buku atau catatan lain) (5) |
| HAFEN | Adat kawin lari suku Belu yang ditandai dengan ikutnya pihak perempuan ke tempat laki-laki yang disukainya tanpa mengikuti adat perkawinan yang biasa (5) |
| HAFIZ | Penghafal Al-Qur'an (5) |
| HAGEN | Kota di Jerman (5) |
| HAGIO | Bentuk terikat suci, kudus (5) |
| HAIFA | Kota di Israel (5) |
| HAIKU | Puisi Jepang yang biasanya menggunakan ilusi dan perbandingan, terdiri atas 17 suku kata yang terbagi menjadi 3 larik, larik pertama 5 suku, larik kedua 7 suku, dan larik ketiga 5 suku (Sastra) (5) |
| HAITI | Negara yang terletak di Kepulauan Karibia, beribu kota Port-au-Prince (5) |
| HAJAH | Sebutan untuk wanita yang sudah menunaikan ibadah haji (5) |
| HAJAR | Hantam; batu (Arab) (5) |
| HAJAT | Maksud; keinginan; kehendak; kebutuhan atau keperluan; selamatan; kotoran; tinja (5) |
| HAJIB | Penjaga pintu (Arab); keluarga orang mati yang menghalangi (mendinding) keluarga lain yang sekerabat sehingga warisan keluarga orang yang mati itu tidak terbagikan ke luar (Agama Islam) (5) |
| HAJIM | Tukang pangkas rambut (merangkap menjadi dukun atau pemantik darah) (Arab) (5) |
| HAJIS | Gerak hati; bisikan hati (Agama Islam) (5) |
| HAKAM | Pengantara; pemisah; wasit (5) |
| HAKIM | Orang yang mengadili perkara (dalam pengadilan atau mahkamah); pengadil; pengadilan; juri; penilai (dalam perlombaan dan sebagainya); orang pandai-pandai, budiman, dan ahli; orang yang bijak (5) |
| HALAL | Diizinkan (tidak dilarang oleh syarak); (yang diperoleh atau diperbuat dengan) sah; izin; ampun (5) |
| HALAU | Suruh pergi (5) |
| HALBA | Tumbuhan yang dibudidayakan, bijinya berbau harum dan mempunyai sifat penyegar, dibuat campuran param atau digunakan sebagai obat untuk mengurangi rasa sakit; kelabat (Trigonella foenumgraecum) (5) |
| HALIA | Tumbuhan berakar serabut (umbinya pedas rasanya, dipakai sebagai aromatik, bumbu dapur, atau obat), berdaun lonjong dan lancip, bunganya berbulir; sepedas; jahe (Zingiber officinale) (5) |
| HALIM | Lemah lembut; baik hati; stasiun ini dilewati Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) (5) |
| HALIT | Kristal tembus cahaya, tidak berwarna, bersifat agak higroskopis, larut dalam air dan gliserol, tidak dapat dibakar, mempunyai toksisitas rendah, dapat digunakan sebagai pengawet makanan (Kimia) (5) |
| HALMA | Permainan di atas papan atau karton bergambar bintang bersudut enam yang dimainkan oleh tiga orang, masing-masing memakai orang-orangan yang berlainan warna berjumlah lima belas buah yang kesemuanya harus dimasukkan ke dalam kubu di seberang kubunya (5) |
| HALOK | Sebutan untuk penduduk asli di Kalimantan Timur yang beragama Islam (5) |
| HALTE | Perhentian kereta api, trem, atau bus (biasanya mempunyai ruang tunggu yang beratap, tetapi lebih kecil daripada stasiun) (5) |
| HALUN | Babi betina besar yang mandul (Bahau) (5) |
| HALUS | Lumat; kecil-kecil; tidak kasar; lembut; licin; baik (budi bahasa); sopan; beradab; tidak kasar (tentang perbuatan dan sebagainya); tidak tampak dan tidak dapat diraba; berupa roh; bermutu; baik (tentang barang tenunan, ukir-ukiran, dan sebagainya) (5) |
| HALVA | Makanan pencuci mulut khas Turki, dibuat dari campuran tahini, madu atau sirup gula, kacang-kacangan, buah kering, dan ekstrak vanila, kemudian didinginkan dalam kulkas sebelum disajikan (5) |
| HALWA | Manisan buah-buahan; segala yang menyenangkan (kiasan) (5) |
| HAMAH | Kota di Suriah (5) |
| HAMAL | Aries (Arab); Mesa; bintang paling terang di rasi bintang Aries (Astronomi) (5) |
| HAMAM | Permandian umum yang dilengkapi dengan uap (di Turki) (5) |
| HAMAS | Gerakan nasionalisme Palestina yang menentang pendudukan Zionis (5) |
| HAMBA | Abdi; budak belian; saya (untuk merendahkan diri); ya, Tuan (sangat takzim) (5) |
| HAMDU | Pujian (5) |
| HAMIK | Kurang, rusak ingatan; bodoh (5) |
| HAMIL | Mengandung janin dalam rahim karena sel telur dibuahi oleh spermatozoa; berbadan dua (5) |
| HAMIN | Umbi atau buah yang sudah sangat tua dan menumbuhkan tunas, biasanya dipisahkan untuk ditanam kembali, seperti pada kelapa atau keladi (Kei) (5) |
| HAMPA | Tidak berisi; kosong; tidak bergairah; sepi (kiasan); sia-sia; tidak ada hasilnya (kiasan); bodoh; tidak berpengetahuan (kiasan) (5) |
| HAMUD | Asam (Kimia) (5) |
| HAMUN | Caci maki yang sangat kasar; sumpah serapah (5) |
| HANAM | Kota di Korea Selatan (5) |
| HANCA | Pekerjaan yang tertunda (Sunda) (5) |
| HANDA | Kota di Jepang (5) |
| HANGU | Kota di Cina (5) |
| HANIF | Berpegang teguh pada agama (Islam); bersikap istikamah (Arab) (5) |
| HANNO | Kota di Jepang (5) |
| HANOI | Ibu kota Vietnam (5) |
| HANRA | Pertahanan rakyat (akronim) (5) |
| HANSI | Kota di India (5) |
| HANTA | Air kelapa yang hangat dan rasanya tidak enak karena terkena panas matahari (Sunda); patah selera (Banjar); virus yang sedang melanda di beberapa belahan dunia, termasuk Indonesia (5) |
| HANTU | Roh jahat (yang dianggap terdapat di tempat-tempat tertentu) (5) |
| HANUD | Pertahanan udara (akronim) (5) |
| HANYA | Cuma; kecuali; tetapi; tidak lebih dari; tidak lain dari; saja (biasanya digunakan bersama “saja” untuk mengeraskan makna) (5) |
| HANYU | Kota di Jepang (5) |
| HAORA | Kota di India (5) |
| HAPUR | Kota di India (5) |
| HAPUS | Tidak terdapat atau tidak terlihat lagi; hilang; musnah; lenyap; diampuni (5) |
| HARAM | Terlarang (oleh agama Islam); tidak halal; suci; terpelihara; terlindung; sama sekali tidak; sungguh-sungguh tidak; terlarang oleh undang-undang; tidak sah (5) |
| HARAP | Mohon; minta; hendaklah; keinginan supaya sesuatu terjadi (5) |
| HARAR | Kota di Etiopia (5) |
| HARBI | Bersifat dapat diperangi (5) |
| HAREM | Bagian rumah terpisah khusus untuk kaum perempuan di negeri Arab; kelompok wanita yang dikawini oleh satu pria; sekelompok betina yang dikendalikan oleh satu ekor jantan pada masa berahi (Biologi) (5) |
| HARGA | Nilai barang yang ditentukan atau dirupakan dengan uang; jumlah uang atau alat tukar lain yang senilai, yang harus dibayarkan untuk produk atau jasa, pada waktu tertentu dan di pasar tertentu; kehormatan (diri) (kiasan); guna (arti, kepentingan, kabar, dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| HARIH | Hari yang ditetapkan untuk melaksanakan sebuah acara atau kegiatan, berasal dari istilah D-day, yakni hari yang ditetapkan untuk meluncurkan operasi invasi Pasukan Sekutu ke Prancis dalam Perang Dunia II pada 6 Juni 1944 (5) |
| HARIS | Penjaga (pintu, gawang, dan sebagainya); pengawal (5) |
| HAROA | Hidangan berupa makanan lambang bekal bagi roh orang mati yang dianggap akan menempuh suatu perjalanan yang jauh (Muna); hidangan berupa makanan (lauk-pauk, kue tradisional) yang disiapkan untuk menyambut malam pada bulan Ramadan (Muna) (5) |
| HARPA | Alat musik petik yang bentuknya menyerupai busur yang direntangi 46 buah dawai pada posisi vertikal dan pedal kaki, dimainkan dengan cara memetik dawai-dawai itu dengan jari kedua belah tangan (5) |
| HARTA | Barang (uang dan sebagainya) yang menjadi kekayaan; barang milik seseorang; kekayaan berwujud dan tidak berwujud yang bernilai dan yang menurut hukum dimiliki perusahaan (5) |
| HARUM | Wangi; sedap (baunya); mendapat banyak pujian; masyhur (kiasan) (5) |
| HARUN | Nabi dan rasul kelima belas yang diutus Allah Swt. untuk Bani Israel mendampingi Nabi Musa (5) |
| HARUS | Patut; wajib; mesti (tidak boleh tidak); boleh dilakukan dan boleh juga ditinggalkan; jaiz; mubah (5) |
| HASAB | Bilangan (5) |
| HASAD | Dengki (Arab); kedengkian (Arab) (5) |
| HASAI | Rapuh (5) |
| HASAN | Baik; elok; cantik (Arab) (5) |
| HASAR | Permainan judi (5) |
| HASIB | Al hasib (sebutan bagi Allah) (Arab); ahli berhitung; ahli pemeriksaan pembukuan (Arab) (5) |
| HASID | Orang yang dengki (5) |
| HASIL | Sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dan sebagainya) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dan sebagainya); pendapatan; perolehan; buah; akibat; kesudahan (dari pertandingan, ujian, dan sebagainya); pajak; sewa tanah; berhasil; mendapat hasil; tidak gagal (5) |
| HASTA | Satuan ukuran sepanjang lengan bawah, sama dengan ¼ depa (dari siku sampai ke ujung jari tengah) (5) |
| HASUD | Hasut (Arab) (5) |
| HASUT | Dengki; iri hati; hasad (5) |
| HATIF | Suara gaib (5) |
| HATTA | Lalu ...; sudah itu lalu...; maka... (5) |
| HAWAR | Musim penyakit yang menular (terutama pada binatang ternak); penyakit yang serentak menyerang penduduk di daerah tertentu (seperti malaria, kolera); diulang: pohon rendah atau perdu, getahnya menyebabkan gatal-gatal (Floscopa scandens) (5) |
| HAWIK | Golongan para budak dan hamba sahaya di suku Lore (5) |
| HAYAT | Hidup; kehidupan; nyawa; hidup, sifat yang wajib bagi Allah Swt. (5) |
| HAYES | Kota di Inggris (5) |
| HAZAD | Berniat melakukan kejahatan atas motif dengki (Hukum) (5) |
| HEBAN | Pegang dengan kedua belah tangan (5) |
| HEBAT | Terlampau, amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan, dan sebagainya); takut; segan; gerun (5) |
| HEBEL | Bata dari beton yang lebih kuat dan lebih ringan daripada bata biasa, atau daripada abu terbang yang ramah lingkungan, tidak beracun, tahan api dan insek, serta mempunyai daya serap yang baik (5) |
| HEBOH | Gaduh; ribut; gempar (5) |
| HECUN | Kota di Cina (5) |
| HEFEI | Kota di Cina (5) |
| HEGAH | Berjalan bergoyang-goyang seperti berjalannya itik (Melayu Riau) (5) |
| HEIHE | Kota di Cina (5) |
| HEIHO | Pasukan pembantu bala tentara Jepang dalam Perang Dunia II (5) |
| HEKSA | Bentuk terikat enam atau mengandung enam (5) |
| HELAI | Wadah yang terbuat dari kayu atau tanah liat, berbentuk wajan, digunakan untuk menyimpan air atau memasak sagu (Sentani); barang yang tipis lebar (seperti daun, kertas); lembar; kata penggolong untuk barang yang tipis atau halus (seperti kertas, kain, rambut, benang) (5) |
| HEMAT | Berhati-hati dalam membelanjakan uang, dan sebagainya; tidak boros; cermat; penuh minat dan perhatian; (dengan) saksama; teliti; pikiran; pendapat (5) |
| HEMET | Kota di Amerika Serikat (5) |
| HENDI | Orang India yang menganut agama Islam (Aceh) (5) |
| HENRY | Satuan induksi listrik (Elektronika) (5) |
| HENTI | Keadaan tanpa gerak; halangan (5) |
| HEPAR | Hati (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| HEPTA | Bentuk terikat tujuh atau mengandung tujuh (5) |
| HERAN | Merasa ganjil (ketika melihat atau mendengar sesuatu); tercengang; takjub; aneh; ajaib (5) |
| HERAT | Kota di Afganistan (5) |
| HERBA | Tumbuhan terna; tumbuhan yang daun, bunga, atau akarnya dapat digunakan untuk bumbu makanan, obat-obatan, atau parfum (5) |
| HERNE | Kota di Jerman (5) |
| HERTZ | Satuan jumlah gelombang atau pulsa tiap detik (lambang Hz) (5) |
| HEWAN | Makhluk bernyawa yang mampu bergerak (berpindah tempat) dan mampu bereaksi terhadap rangsangan, tetapi tidak berakal budi (seperti anjing, kerbau, semut); binatang; satwa (5) |
| HIBAH | Pemberian (dengan sukarela) dengan mengalihkan hak atas sesuatu kepada orang lain (5) |
| HIBAT | Cinta kasih; kasih sayang (5) |
| HIBOB | Menarik atau mengangkat tali, rantai, dan sebagainya ke atas (Pelayaran) (5) |
| HIBUK | Banyak pekerjaan; giat bekerja; sibuk (5) |
| HIBUR | Menghibur; menyenangkan dan menyejukkan hati yang susah; lipur (5) |
| HIDRO | Pembangkit listrik yang menggunakan tekanan air; daya yang dihasilkan dengan menggunakan tekanan air; hidroelektrik (kependekan); bentuk terikat air (5) |
| HIDUP | Masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya (tentang manusia, binatang, tumbuhan, dan sebagainya); bertempat tinggal (diam); mengalami kehidupan dalam keadaan atau dengan cara tertentu; beroleh (mendapat) rezeki dengan jalan sesuatu; berlangsung (ada) karena sesuatu; tetap ada (tidak hilang); masih berjalan (tentang perusahaan, perkumpulan, dan sebagainya); tetap menyala; tetap bergerak terus (tentang lampu, radio, api); masih tetap dipakai (tentang bahasa, adat, sumur, dan sebagainya); ramai (tidak sepi dan sebagainya); seakan-akan bernyawa atau benar-benar tampak seperti keadaan sesungguhnya (tentang lukisan, gambar); seperti sungguh-sungguh terjadi atau dialami (tentang cerita); seruan yang menyatakan harapan mudah-mudahan tetap selamat (5) |
| HIENA | Mamalia karnivor yang berukuran sedang, kaki depan lebih panjang daripada kaki belakang, rahang kuat, gigi geraham besar, taring besar dan tajam (Hyaenidae) (5) |
| HIHID | Kipas yang terbuat dari anyaman bambu, biasanya digunakan saat mengipasi nasi panas atau bara (Sunda) (5) |
| HIJAB | Dinding yang membatasi sesuatu dengan yang lain; dinding yang membatasi hati manusia dan Allah Swt. (Agama Islam); dinding yang menghalangi seseorang dari mendapat harta waris; kain yang digunakan untuk menutupi muka dan tubuh wanita muslim sehingga bagian tubuhnya tidak terlihat; jilbab (5) |
| HIJAU | Warna yang serupa dengan warna daun pada umumnya; gabungan warna biru dan kuning dalam spektrum; mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa dengan hijau; belum berpengalaman (kiasan); berkaitan dengan gerakan, semangat, isu dan sebagainya yang bertujuan untuk mengurangi efek rumah kaca dan pemanasan global (kiasan) (5) |
| HIJIR | Batu; hajar (Arab) (5) |
| HILAL | Bulan sabit; bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Kamariah (5) |
| HILAU | Berhilau; menari-nari beramai-ramai (di dekat harimau atau buaya yang tertangkap mati dan sebagainya) (Minangkabau); meratapi orang mati dan sebagainya (Minangkabau) (5) |
| HILIR | Bagian sungai sebelah muara; daerah sepanjang bagian muara sungai (daerah pesisir) (5) |
| HILUM | Pusar biji berupa lampang bekas tempat pelekatan tali pusar (Botani) (5) |
| HIMAR | Keledai (Arab) (5) |
| HIMEN | Selaput dara (Anatomi) (5) |
| HIMNE | Nyanyian pujaan (untuk Tuhan dan sebagainya); gita puja (5) |
| HINDI | Nama bahasa di India, anggota keluarga bahasa Indo-Eropa, resminya merupakan bahasa nasional India (5) |
| HINDU | Nenek moyang (di Minangkabau); agama yang berkitab suci Weda; kebudayaan yang berdasarkan agama Hindu; penduduk asli India (5) |
| HIPER | Bentuk terikat di atas; bentuk terikat berlebihan; di luar atau terlampau melampaui batas (5) |
| HIPMI | Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (singkatan) (5) |
| HIPUI | Golongan tertinggi dalam masyarakat pada suku Dayak (5) |
| HIRAP | Hilang (5) |
| HIRAU | Menghiraukan; memedulikan; mengacuhkan; mengindahkan; memperhatikan (5) |
| HIRIS | Gude (Sunda); bulu kucing yang berwarna campuran hitam dan putih (Sunda) (5) |
| HIRTA | Lumpur yang sangat halus, biasanya berwarna kuning atau kehitam-hitaman, sering ditemukan di pipa air (5) |
| HIRUK | Gempar; gaduh; ramai dan ribut sekali; riuh rendah; riuh dan bising (5) |
| HIRUP | Menghirup; mengisap; meminum (5) |
| HISAB | Hitungan; perhitungan; perkiraan; peduli (5) |
| HISAR | Kota di India (5) |
| HISKI | Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (akronim) (5) |
| HITAM | Warna dasar yang serupa dengan warna arang; mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa dengan arang (5) |
| HIZIB | Kumpulan zikir, doa, dan ayat Al-Qur'an yang disusun oleh ulama untuk memohon perlindungan atau pertolongan dalam menghadapi persoalan dunia ataupun akhirat (Arab) (5) |
| HOAKS | Informasi bohong (5) |
| HOGOR | Busur panah yang terbuat dari bambu kecil yang dibelah dua dengan rotan sebagai tali busurnya, biasa digunakan untuk memanah hewan besar (Karey) (5) |
| HOHOE | Kota di Ghana (5) |
| HOKAH | Pipa panjang yang diberi air untuk mengisap tembakau (Arab); gudu-gudu; oga (5) |
| HOLON | Kota di Israel (5) |
| HOMER | Ukuran isi sebesar 10 efa atau sekitar 360 liter; kor (5) |
| HONAE | Rumah tradisional masyarakat Papua, berbentuk bulat, biasanya dihuni oleh kaum laki-laki (Dani) (5) |
| HONEY | Madu (Inggris); sayang (Inggris) (5) |
| HONJE | Tumbuhan yang membentuk rumpun yang tidak rapat, rimpangnya digunakan untuk mendapatkan warna kuning, bunganya dijadikan pengganti buah asam atau disayur, buahnya berbentuk seperti nanas; kecombrang; asam cekala; kincung (Nicolaia speciosa) (5) |
| HONJI | Huruf Cina (5) |
| HONJO | Kota di Jepang (5) |
| HONOR | Honorarium (kependekan) (5) |
| HOORN | Kota di Belanda (5) |
| HORAS | Kata seru untuk menyatakan selamat (Batak) (5) |
| HORJA | Kumpulan huta yang berdekatan dengan marga berbeda, tetapi mempunyai pertalian (Batak) (5) |
| HOROR | Sesuatu yang menimbulkan perasaan ngeri atau takut yang amat sangat (5) |
| HORSE | Kuda (Inggris) (5) |
| HOSTI | Roti tanpa ragi yang digunakan dalam perayaan ekaristi (Agama Katolik) (5) |
| HOSUR | Kota di India (5) |
| HOTAN | Kota di Cina (5) |
| HOTEL | Bangunan berkamar banyak yang disewakan sebagai tempat untuk menginap dan tempat makan orang yang sedang dalam perjalanan; bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial, disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan, makan dan minum (5) |
| HPAAN | Kota di Myanmar (5) |
| HUBAD | Perhubungan Angkatan Darat (akronim) (5) |
| HUBLA | Perhubungan laut (akronim) (5) |
| HUBLI | Kota di India (5) |
| HUDAI | Jambang atau bokor besar yang terbuat dari logam atau tanah liat, biasanya untuk tempat memandikan anak-anak raja; mundam (5) |
| HUDIS | Hukuman disiplin (akronim) (5) |
| HUDUD | Hukum yang telah ditentukan bentuk dan kadarnya oleh Allah Swt., seperti hukum potong tangan bagi pencuri (Agama Islam) (5) |
| HUFAZ | Bentuk jamak penghafal Al-Qur'an (5) |
| HUGLI | Kota di India (5) |
| HUJAH | Tanda; bukti; alasan (Arab) (5) |
| HUJAJ | Bentuk jamak orang yang telah menunaikan ibadah haji (5) |
| HUJAN | Titik-titik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan; yang datang dan sebagainya banyak-banyak (kiasan); turun hujan; panjang tungkai (5) |
| HUJAT | Caci; cela; fitnah (5) |
| HUJIN | Uang iuran (5) |
| HUKUM | Peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat, yang dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; undang-undang, peraturan, dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dan sebagainya) yang tertentu; keputusan (pertimbangan) yang ditetapkan oleh hakim (dalam pengadilan); vonis (5) |
| HULAM | Daun-daunan mentah (yang muda) yang dimakan bersama-sama dengan nasi; lalap; ulam (5) |
| HULAN | Kota di Cina (5) |
| HULER | Mesin untuk mengupas kulit tanduk dan kulit ari padi (5) |
| HULUL | Terwujudnya hubungan yang seerat-eratnya antara manusia dan Allah Swt. dengan segala ketenangan rohani yang dapat dirasakan (Tasawuf) (5) |
| HUMAN | Bersifat manusiawi (seperti manusia yang dibedakan dari binatang, jin, malaikat); berperikemanusiaan (baik budi, luhur budi, dan sebagainya) (5) |
| HUMAS | Hubungan masyarakat (akronim) (5) |
| HUMBU | Bakul yang dibuat dari anyaman daun lontar, digunakan sebagai tempat pakaian, selimut, sprei, dan lain-lain (Wolio) (5) |
| HUMEN | Kota di Cina (5) |
| HUMIK | Berkaitan dengan humus (5) |
| HUMIN | Bagian humus yang tidak larut dalam alkali (5) |
| HUMOR | Sesuatu yang lucu; keadaan (dalam cerita dan sebagainya) yang menggelikan hati; kejenakaan; kelucuan; cairan atau zat setengah cair dalam tubuh (5) |
| HUMUS | Bahan organik, terutama berasal dari daun dan bagian tumbuhan lain yang menjadi lapuk sesudah mengalami pelapukan di atas permukaan tanah, berwarna hitam, banyak mengandung unsur hara yang diperlukan tumbuhan (5) |
| HUNTA | Buah tumbuhan teratai (Gorontalo) (5) |
| HUNUS | Menghunus; mencabut (pedang, keris, dan sebagainya) dari sarungnya; meluluskan (cincin) dari jari (5) |
| HURAH | Golongan bangsawan; golongan terhormat (5) |
| HURIA | Sidang gereja Protestan pada suku Batak (5) |
| HURUF | Tanda aksara dalam tata tulis yang merupakan anggota abjad yang melambangkan bunyi bahasa; aksara (5) |
| HUTAN | Tanah luas yang ditumbuhi pohon-pohon (biasanya tidak dipelihara orang); tumbuhan yang tumbuh di atas tanah yang luas (biasanya di wilayah pegunungan); yang tidak dipelihara orang; yang liar (tentang binatang dan sebagainya); kerangas (5) |
| HUWIL | Pohon kelapa yang sudah besar (Kei) (5) |
| HWADO | Kota di Korea Selatan (5) |
| HYANG | Roh yang bersifat ilahi atau berasal dari leluhur (Agama Hindu) (5) |
| IAIDO | Bela diri dengan menggunakan senjata samurai (5) |
| IALAH | Penghubung di antara dua penggal kalimat yang menegaskan perincian atau penjelasan atas penggal yang pertama itu (5) |
| IBLIS | Makhluk halus yang selalu berupaya menyesatkan manusia dari petunjuk Tuhan; roh jahat; setan (5) |
| IBRAH | Hal atau kejadian yang dapat dijadikan pelajaran (Arab) (5) |
| IBUNG | Ibu; mak; bibi (Palembang) (5) |
| ICARA | Kota di Brasil (5) |
| ICTUS | Tekanan yang berulang-ulang pada urutan sajak (ungkapan) (Sastra/Latin) (5) |
| IDAHO | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Boise (5) |
| IDEAL | Sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki; subhimpunan gelanggang yang terdiri atas hasil kali unsur dalam subhimpunan dengan tiap unsur gelanggang (Matematika) (5) |
| IDEST | Yakni; disingkat i.e. (ungkapan/Latin) (5) |
| IDIOM | Konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya, misalnya kambing hitam dalam kalimat dalam peristiwa itu hansip menjadi kambing hitam, padahal mereka tidak tahu apa-apa (Linguistik); bahasa dan dialek yang khas menandai suatu bangsa, suku, kelompok, dan lain-lain (Linguistik) (5) |
| IDIOT | Taraf (tingkat) kecerdasan berpikir yang sangat rendah (IQ kurang dari 20); daya pikir yang lemah sekali; tunagrahita (5) |
| IDLIB | Kota di Suriah (5) |
| IDOLA | Orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan (5) |
| IDRAK | Dalam keadaan merasakan, mencapai, mengetahui, menginsafi (sesuatu) yang diperoleh melalui pancaindra, akal, dan batin (5) |
| IDRIS | Nabi dan rasul kedua yang diutus Allah Swt., yang mengajarkan manusia ilmu menjahit (Agama Islam) (5) |
| IFRIT | Jin yang cerdik dan kuat, mampu melakukan pekerjaan yang berat (5) |
| IFTAR | Hal berbuka puasa (5) |
| IFUMI | Masakan mi yang dibuat dengan cara merebus mi, lalu digoreng hingga garing dan dibentuk menyerupai sarang, disajikan dengan siraman capcai (Cina) (5) |
| IGDIR | Kota di Turki (5) |
| IGORA | Burung kakaktua yang berwarna biru (Berik) (5) |
| IHDAD | Menahan diri selama masa idah dari berhias dan memakai wangi-wangian bagi istri yang kematian suami (Arab) (5) |
| IHOKO | Menimbun bibit padi sebelum disemaikan ke dalam lubang tanah, dan mengeluarkannya saat musim tanam (Minahasa Tonsawang) (5) |
| IHRAM | Suci; dalam keadaan bersuci diri (pada waktu melakukan ibadah haji dan umrah di Makkah) (Agama Islam); meniatkan dan melakukan pekerjaan ihram untuk tujuan ibadah haji dan/atau umrah (Agama Islam) (5) |
| IHSAN | Baik (Arab); derma dan sebagainya yang tidak diwajibkan (Arab) (5) |
| IHSAS | Mengetahui sesuatu melalui salah satu pancaindra (5) |
| IHWAL | Hal; perihal (5) |
| IJBAR | Pemaksaan, seperti yang dilaksanakan terhadap pihak yang kalah dalam pelaksanaan putusan peradilan (5) |
| IJMAK | Kesesuaian pendapat (kata sepakat) dari para ulama mengenai suatu hal atau peristiwa (Agama Islam) (5) |
| IJMAL | Ringkasan; ikhtisar; (secara) umum, tidak terinci (5) |
| IKAPI | Ikatan Penerbit Indonesia (akronim) (5) |
| IKASI | Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (akronim) (5) |
| IKEDA | Kota di Jepang (5) |
| IKEJA | Kota di Nigeria (5) |
| IKIRE | Kota di Nigeria (5) |
| IKLAN | Berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan; pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau di tempat umum; advertensi; reklame; pariwara (5) |
| IKLIM | Keadaan hawa (suhu, kelembaban, awan, hujan, dan sinar matahari) dalam jangka waktu yang agak lama (30 tahun) di suatu daerah; suasana; keadaan (kiasan) (5) |
| IKOMA | Kota di Jepang (5) |
| IKRAB | Perubahan bentuk kata berkenaan dengan perbedaan, posisi, waktu, persona, dan jumlah (dalam kalimat) (Linguistik/Arab); sesuatu yang rapat benar; karib; akrab (5) |
| IKRAM | Penghormatan; pemuliaan (5) |
| IKRAR | Janji yang sungguh-sungguh; janji (dengan sumpah); pengakuan (5) |
| IKSAN | Kota di Korea Selatan (5) |
| IKURA | Telur ikan salmon, berwarna oranye cerah dan transparan, biasa digunakan sebagai bahan makanan (Jepang) (5) |
| ILAFI | Jiwa terhalus yang sudah dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt. (Agama Islam) (5) |
| ILAGA | Ibu kota Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah (5) |
| ILAHI | Tuhanku; bersifat ketuhanan (5) |
| ILANG | Gelendong untuk menggulung sutra (Aceh) (5) |
| ILEBO | Kota di Republik Kongo (5) |
| ILESA | Kota di Nigeria (5) |
| ILEUM | Bagian ketiga usus halus (5) |
| ILHAM | Petunjuk Tuhan yang timbul di hati; pikiran (angan-angan) yang timbul dari hati; bisikan hati; sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta (mengarang syair, lagu, dan sebagainya) (5) |
| ILIAN | Pemindahan massa dengan gerak aliran; konveksi (Fisika) (5) |
| ILING | Tuang (tentang cairan) (Jawa) (5) |
| ILION | Kota di Yunani (5) |
| ILKAL | Kota di India (5) |
| ILOBU | Kota di Nigeria (5) |
| ILUSI | Sesuatu yang hanya dalam angan-angan; khayalan; pengamatan yang tidak sesuai dengan pengindraan; tidak dapat dipercaya; palsu (5) |
| ILYAS | Nabi dan rasul kesembilan belas, anak keempat dari Nabi Harun a.s. yang diutus Allah Swt. kepada kaum Bani Israil agar tidak menyembah berhala (Agama Islam) (5) |
| IMAGE | Kesan; bayangan (Inggris) (5) |
| IMAGO | Stadium dewasa sesudah metamorfosis serangga (Entomologi) (5) |
| IMAJI | Sesuatu yang dibayangkan dalam pikiran; bayangan; imajinasi (5) |
| IMANI | Saleh (5) |
| IMBAL | Miring ke satu pihak; bengot (tidak bundar benar); tidak seimbang; berat sebelah; pincang (tidak sebagaimana mestinya) (kiasan); balas(an); upah (5) |
| IMBAS | Gerakan atau aliran udara (ditimbulkan oleh gerakan kipas, benda bergerak, dan sebagainya); dorongan; akibat (tanpa disengaja terjadinya); penyakit yang disebabkan oleh hantu yang lewat dan sebagainya; perolehan sesuatu sebagai akibat pengaruh sesuatu yang lain, misalnya imbas elektrostatik adalah pemberian muatan listrik statik pada sebuah benda dengan cara mendekatkan benda itu (tetapi tidak menyentuh) kepada sebuah benda yang sudah bermuatan listrik statik (Fisika) (5) |
| IMBAU | Panggil; sebut (Minangkabau); pintakan; serukan (Minangkabau) (5) |
| IMBIT | Ungsi; pindah (5) |
| IMBUH | Tambahan (tidak banyak) pada barang yang ditimbang, dibeli, dimakan, dan sebagainya (5) |
| IMING | Diulang: sesuatu untuk membujuk (memikat hati); pemikat (5) |
| IMKAN | Mungkin; usahakan (5) |
| IMLEK | Penanggalan Cina berdasarkan peredaran bulan (Cina); tahun baru Cina yang jatuh pada tanggal satu bulan pertama di awal tahun, berkaitan erat dengan pesta menyambut musim semi; Sin Cia (Cina) (5) |
| IMOLA | Kota di Italia (5) |
| IMPAK | Benturan; tumbukan; pengaruh yang kuat; dampak (5) |
| IMPAS | Sama besar pendapatan dengan modal, tanpa laba; pulang pokok (5) |
| IMPEK | Perkenaan bola dengan raket (dalam permainan tenis) (Olahraga) (5) |
| IMPIT | Sesakkan; tindih; tekan (5) |
| IMPOR | Pemasukan barang dan sebagainya dari luar negeri (5) |
| IMPUN | Anakan atau larva ikan (5) |
| IMSAK | Saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum (Agama Islam); berpantang dan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sadik sampai datang waktu berbuka (Agama Islam) (5) |
| INACA | Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia, dari Indonesia National Air Carriers Association (singkatan/Inggris) (5) |
| INANG | Perempuan yang merawat (menyusui dan sebagainya) anak tuannya (seperti anak raja atau anak pembesar); organisme tempat parasit tumbuh dan makan (Pertanian); diulang: perempuan (ibu rumah tangga) yang bekerja sebagai pedagang tidak resmi yang memasukkan barang lewat pelabuhan (5) |
| INAPU | Perang yang didasarkan atas perintah leluhur (5) |
| INCAR | Bidik; alat untuk membuat lubang pada kayu, besi, dan sebagainya; gurdi; bor (kecil); jara (5) |
| INCIT | Nyahlah; pergilah (5) |
| INCUT | Timpang; bengkok (5) |
| INDAH | Dalam keadaan enak dipandang; cantik; elok; peduli (akan); menaruh perhatian (akan) (5) |
| INDAI | Penyumbat pada senapan dan mortir (Aceh); penyumbat pada bagian bawah penumbuk sirih (Aceh) (5) |
| INDAP | Jalan dengan diam-diam; endap (5) |
| INDEN | Pembelian barang dengan cara memesan dan membayar lebih dahulu (5) |
| INDIA | Negara yang terletak di Asia Selatan, beribu kota New Delhi; negara yang pertama kali diidentifikasi adanya virus Covid-19 varian Delta; juara Piala Thomas tahun 2022 (5) |
| INDIE | Independen (5) |
| INDIK | Dekati dengan merangkak; mengguncang pohon dengan kaki agar buahnya jatuh (Melayu Belitung) (5) |
| INDIO | Kota di Amerika Serikat (5) |
| INDRA | Alat untuk merasa, mencium bau, mendengar, melihat, meraba, dan merasakan sesuatu secara naluri (intuitif); raja; nama seorang dewa yang menguasai angkasa (Agama Hindu) (5) |
| INDRO | Salah satu anggota grup lawak Warkop (5) |
| INDUK | Ibu (terutama tentang binatang); emak; konstituen terpenting dalam konstruksi modifikasi yang berkemampuan menempati fungsi sintaktis yang sama dengan seluruh konstruksi itu, misalnya berjalan dalam berjalan cepat (Linguistik); yang terutama; yang menjadi pokok atau pangkal yang menjadi asal (kiasan/Linguistik); inti; pati; bibit; biang (kiasan/Linguistik); pusat (yang menjadi penyatu bagian, cabang, dan sebagainya) (kiasan/Linguistik) (5) |
| INDUS | Salah satu sungai besar di India (5) |
| INFAK | Pemberian (sumbangan) harta dan sebagainya (selain zakat wajib) untuk kebaikan; sedekah; nafkah (5) |
| INFAL | Pengganti (5) |
| INFRA | Bentuk terikat bawah, di bawah (5) |
| INFUS | Pemasukan obat dan sebagainya (berupa cairan) tanpa tekanan istimewa melalui pembuluh darah atau rongga badan (5) |
| INGAR | Ramai; ribut; gaduh (5) |
| INGAT | Berada dalam pikiran; tidak lupa; timbul kembali dalam pikiran; sadar; siuman; menaruh perhatian; memikirkan akan; hati-hati; berwaswas; mempertimbangkan (memikirkan nasib dan sebagainya); berniat; hendak; diulang: hati-hati; awas-awas; tidak lengah; (peringatan, harapan, dan sebagainya) resapkan di hati baik-baik; camkan; perhatikan (5) |
| INGAU | Igau; mudah lupa dan tidak tentu pikirannya (Melayu Medan) (5) |
| INGET | Titah raja (Gayo) (5) |
| INGGU | Terna tegak yang berdaun lebat, baunya keras, tinggi hingga 1,5 m, sering dibudidayakan karena berguna sebagai obat; aruda (Ruta angustifolia); getah tumbuhan yang dikentalkan, baunya tidak sedap, biasa dibuat obat (Asa foetida); ikan laut yang ukurannya mencapai 11 cm, hidup di perairan karang tropis dengan kedalaman 1–15 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat, Samudra Hindia bagian Timur, termasuk Pulau Andaman dan Nikobar, Thailand, Semenanjung Malaya, dan Australia hingga Singapura, Indonesia dan Filipina; di wilayah utara hingga Thailand dan Kepulauan Ryukyu; ikan poleng; ikan badu; ikan badut (Amphiphrion ocellaris) (5) |
| INGIN | Hendak; mau; berhasrat (5) |
| INGIR | Diulang: hampir terbenam (tentang matahari) (Gayo) (5) |
| INGOT | Logam cair yang telah dicetak dalam bentuk tertentu dan siap untuk diproses lebih lanjut (Metalurgi) (5) |
| INGUS | Air lendir yang keluar dari lubang hidung (pada orang yang sedang pilek atau sakit influenza) (5) |
| INISA | Kota di Nigeria (5) |
| INJAK | Letakkan kaki (ke tanah, permukaan, dan sebagainya); diulang: alat yang digerakkan dengan kaki (seperti mesin jahit, perkakas tenun); sanggurdi; pedal sepeda; papan besi (kayu) yang dipakai sebagai tangga pada mobil (gerbong kereta api dan sebagainya) (5) |
| INJAP | Pintu bubu (lukah) yang berbentuk seperti corong; katup (Fisika) (5) |
| INJIL | Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa (Agama Islam); salah satu bagian dari kitab suci agama Kristen yang menceritakan kisah hidup dan pelayanan Tuhan Yesus selama di dunia; Perjanjian Baru (Agama Kristen) (5) |
| INKUD | Induk Koperasi Unit Desa (singkatan) (5) |
| INKUS | Bagian atas awan kumulonimbus yang melebar menyerupai landasan dengan serabut halus atau berjalur-jalur (Meteorologi) (5) |
| INMIN | Induk administrasi (akronim) (5) |
| INNER | Batin (Inggris) (5) |
| INORA | Bahasa yang dituturkan di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat (5) |
| INPUT | Masukan (5) |
| INSAF | Sadar (akan); mengerti benar (akan); yakin benar (akan); sadar akan kekeliruannya dan bertekad akan memperbaiki dirinya; belas kasihan (5) |
| INSAN | Manusia (5) |
| INSAR | Ingsar; ingsut; geser (5) |
| INSEK | Binatang filum artropoda, berkaki enam, kakinya beruas-ruas, tubuhnya terdiri atas tiga bagian (kepala, toraks, dan perut), tubuh dan kepalanya berkulit keras, bernapas menggunakan trakea, dan bersayap satu atau dua pasang; serangga (Insecta) (5) |
| INSES | Hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang bersaudara kandung yang dianggap melanggar adat, hukum, atau agama (5) |
| INSET | Peta, gambar, atau foto kecil yang terdapat di dalam peta (koran, gambar, foto) yang lebih besar; halaman tambahan yang disisipkan dalam buku dan sebagainya (5) |
| INTAI | Amati (dari jarak jauh) (5) |
| INTAN | Batu permata yang berkilauan berasal dari karbon murni dalam bentuk kristal (zat yang terkenal paling keras, dipakai untuk permata cincin, gelang, kalung, giwang, bros, dan sebagainya); kristal karbon murni yang dipakai sebagai alat pemotong kaca, jarum gramofon, dan sebagainya; karbonado (5) |
| INTEL | Intelijen (kependekan) (5) |
| INTER | Bentuk terikat (di) antara dua; (di) antara; di tengah (5) |
| INTIM | Akrab; karib; rapat (5) |
| INTIP | Lihat dengan cara sembunyi-sembunyi; bagian (nasi tanak dan sebagainya) yang keras dan gosong yang melekat pada dasar periuk; kerak (nasi dan sebagainya) (5) |
| INTRA | Bentuk terikat di dalam; bagian dalam (5) |
| INTRO | Introduksi; pengantar (kependekan) (5) |
| INUIT | Penduduk asli Amerika yang tinggal di tempat-tempat yang dingin di Kanada Utara dan Alaska (5) |
| INYIK | Nenek; kakek (Minangkabau) (5) |
| INZAR | Berusaha menumbuhkan kesadaran dan keinsafan orang banyak agar menggunakan masa hidupnya untuk kebaikan dan menjauhi semua larangan (5) |
| INZET | Sesuatu yang disisipkan (ungkapan/Belanda) (5) |
| IODIN | Unsur kimia nonlogam halogen, berwarna hitam kebiruan dengan uap ungu; unsur dengan nomor atom 53, berlambang I, dan bobot atom 126,9045 u; yodium (6) |
| IONIA | Daerah kuno di pesisir tengah Anatolia di Turki (5) |
| IONIK | Berkenaan dengan ion (5) |
| IPEDA | Iuran pembangunan daerah (akronim) (5) |
| IPOTI | Kota di Nigeria (5) |
| IPRIT | Lari dengan kencang (karena ketakutan, dan sebagainya) (5) |
| IPTEK | Ilmu pengetahuan dan teknologi (akronim) (5) |
| IPUNG | Ular kecil yang berwarna hijau (5) |
| IRAMA | Gerakan berturut-turut secara teratur; turun naik lagu (bunyi dan sebagainya) yang beraturan; ritme; alunan yang terjadi karena perulangan dan pergantian kesatuan bunyi dalam arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada (dalam puisi (Sastra)); ukuran waktu atau tempo (Musik); pola pertunjukan yang diperlihatkan melalui dialog dan gerakan (Kesenian) (5) |
| IRBID | Kota di Yordania (5) |
| IRECE | Kota di Brasil (5) |
| IREDA | Iuran rehabilitasi daerah (akronim) (5) |
| IREKS | Campuran solar dan minyak tanah untuk bahan bakar diesel (5) |
| IRENG | Diulang: penganan, dibuat dari tepung beras, dicampur pewarna hitam, parutan kelapa dan gula jawa cair (Using) (5) |
| IRIAN | Papua (5) |
| IRING | Ikuti; sertai (5) |
| IRJEN | Inspektur jenderal (akronim) (5) |
| IRMIN | Inspektur administrasi (akronim) (5) |
| IRONI | Kejadian atau situasi yang bertentangan dengan yang diharapkan atau yang seharusnya terjadi, tetapi sudah menjadi suratan takdir; majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan makna sesungguhnya, misalnya dengan mengemukakan makna yang berlawanan dengan makna yang sebenarnya dan ketidaksesuaian antara suasana yang diketengahkan dan kenyataan yang mendasarinya (Sastra) (5) |
| IRUNG | Mangkuk kecil untuk minum arak (5) |
| ISAMA | Istirahat, salat, dan makan (akronim) (5) |
| ISBAT | Penyungguhan; penetapan; penentuan (Arab) (5) |
| ISENG | Merasa menganggur (tidak ada yang perlu segera dikerjakan); berbuat atau mengerjakan sesuatu supaya jangan menganggur sebagai perintang-rintang waktu; tidak mau menganggur (rewel, suka mengganggu, suka omong, suka makan apa saja, dan sebagainya); sekadar main-main; tidak bersungguh-sungguh; diulang: sekadar main-main saja (daripada menganggur) untuk perintang-rintang waktu (5) |
| ISHAK | Nabi dan rasul kesembilan yang diutus Allah Swt., putra Nabi Ibrahim dari Sarah (Agama Islam) (5) |
| ISHIM | Kota di Rusia (5) |
| ISIAN | Sesuatu yang diisikan; sesuatu yang dikosongkan untuk diisi (5) |
| ISIRO | Kota di Republik Kongo (5) |
| ISLAH | Perdamaian (tentang penyelesaian pertikaian dan sebagainya) (Arab) (5) |
| ISLAM | Agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. yang berpedoman pada kitab suci Al-Qur'an yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah Swt. (5) |
| ISLAN | Bahasa yang dituturkan di Islandia (5) |
| ISNAD | Sanad (Agama Islam); sandaran, hubungan, atau rangkaian perkara yang dapat dipercayai (Arab); rentetan rawi hadis sampai kepada Nabi Muhammad saw. (Arab) (5) |
| ISOLA | Pulau (Italia) (5) |
| ISRAF | Boros (Arab) (5) |
| ISSIA | Kota di Pantai Gading (5) |
| ISSUE | Masalah (Inggris) (5) |
| ISTAL | Kandang kuda; setal (5) |
| ISTAN | Tidak tetap; sembrono (5) |
| ISTRI | Pasangan hidup suami; wanita (perempuan) yang telah menikah atau yang bersuami; wanita yang dinikahi (5) |
| ITAMI | Kota di Jepang (5) |
| ITJEN | Inspektorat jenderal (5) |
| ITLAK | Hal mengakui kebenaran suatu ajaran tanpa diselidiki sendiri (5) |
| ITTIK | Bahasa yang dituturkan oleh suku Borto di Papua (5) |
| IURAN | Jumlah uang yang dibayarkan anggota perkumpulan kepada bendahara setiap bulan (5) |
| IVORI | Warna putih semu gading, agak kekuning-kuningan (5) |
| IWADE | Kota di Jepang (5) |
| IWAKI | Kota di Jepang (5) |
| IWAPI | Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (akronim) (5) |
| IWATA | Kota di Jepang (5) |
| IZMIR | Kota di Turki (5) |
| IZMIT | Kota di Turki (5) |
| IZUMI | Kota di Jepang (5) |
| IZUMO | Kota di Jepang (5) |
| IZYUM | Kota di Ukraina (5) |
| JABAL | Gunung atau bukit (Arab); rampas, begal (Melayu Jakarta) (5) |
| JABAN | Sewa yang diterima oleh pemilik sawah dari pemilik bebek karena tanahnya dijadikan kandang ketika panen usai (Sunda); klimaks dari suatu pertandingan, pertarungan, dan sebagainya (Melayu Jakarta) (5) |
| JABAR | Mahaperkasa; urai (secara terperinci); Jawa Barat (akronim) (5) |
| JABAT | Pegang (5) |
| JABAU | Kerumunan (5) |
| JABCE | Masakan khas Korea Selatan, dibuat dari berbagai sayuran, potongan daging, dan sohun yang ditumis dengan lada, bawang putih, dan kecap (Korea) (5) |
| JABER | Seruan yang menyatakan kekesalan atau keterkejutan (Melayu Belitung) (5) |
| JABIL | Karung yang terbuat dari kain atau serat plastik (Using) (5) |
| JABIR | Longgar, besar, dan tidak rapi (tentang baju dan sebagainya) (5) |
| JABON | Pohon dengan tinggi mencapai 40 m, tumbuh pada ketinggian 0−1000 m dari atas permukaan laut, batangnya lurus silindris, daunnya tidak lebat, kayunya tidak begitu keras sehingga banyak digunakan sebagai pelapis, bahan pembungkus korek api, dan pulp (Anthocephalus cadamba) (Botani) (5) |
| JABOT | Wiru yang menempel di bagian kerah, dikenakan pada busana wanita, pria (formal) maupun anak-anak (Tata Busana) (5) |
| JABUT | Bulu yang agak berdiri dan berwarna keabu-abuan pada anjing (Gayo) (5) |
| JADAM | Pati kayu gaharu berwarna hitam, biasa dipakai untuk obat perut dan sebagainya; nama campuran logam berwarna biru tua untuk melapis, menghitamkan perak, dan sebagainya (5) |
| JADUK | Orang yang terkemuka; pemuka; jagoan (Jawa) (5) |
| JADUL | Zaman dulu; kuno (akronim) (5) |
| JAFFA | Kota di Israel (5) |
| JAGAL | Pedagang kecil (di kedai dan sebagainya); orang yang bertugas menyembelih (memotong) binatang ternak (seperti lembu, kambing, kerbau) di rumah pemotongan hewan; pembantai; orang yang berusaha di bidang potong-memotong hewan atau sebagai agen penjual daging hewan; pembunuh orang yang tidak bersalah (5) |
| JAGAT | Bumi; dunia; alam (5) |
| JAGRA | Terjaga selama 36 jam (dalam rangka pengendalian diri) di hari Siwaratri (Agama Hindu); menjaga kewaspadaan (Agama Hindu) (5) |
| JAGUR | Besar tubuhnya (tidak sebanding dengan umurnya); bagur (5) |
| JAHAN | Ikan laut atau payau, panjang mencapai 40 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (India, Pakistan, Bangladesh, Myanmar sampai Singapura, dan Laut Cina Selatan) (Arius arius) (5) |
| JAHAR | Keras suara (dalam berzikir, membaca ayat) (5) |
| JAHAS | Piring kayu (Sunda) (5) |
| JAHAT | Sangat jelek, buruk; sangat tidak baik (tentang kelakuan, tabiat, perbuatan) (5) |
| JAHIL | Bodoh; tidak tahu (terutama tentang ajaran agama); jail (5) |
| JAHIT | Sambung (tentang kain, kulit) dengan jarum dan benang (5) |
| JAHUL | Jahat; jahil (Arab); perbaikan atau pemugaran makam pada hari ke-1000 dari kematian (Sunda) (5) |
| JAJAH | Pergi; kuasai daerah (5) |
| JAJAK | Duga; telaah (5) |
| JAJAL | Coba; uji; tes (5) |
| JAJAN | Kue; penganan; membeli makanan (nasi, kue, dan sebagainya) di warung; berjajan; bermain perempuan; pergi ke tempat wanita lacur (kiasan) (5) |
| JAJAR | Baris; deret; saf; leret; banjar; lubang panjang bekas dibajak; alur (5) |
| JAKAL | Mamalia karnivor yang termasuk ke dalam kelompok anjing, berambut pendek dan kasar, mantelnya berwarna kuning hingga kuning keemasan (Canis aureus) (5) |
| JAKAS | Tumbuhan jenis pandan (5) |
| JAKET | Baju luar berlengan dengan bukaan di depan (untuk penahan dingin atau angin); sampul luar buku (5) |
| JAKSA | Pejabat di bidang hukum yang bertugas menyampaikan dakwaan atau tuduhan di dalam proses pengadilan terhadap orang yang diduga melanggar hukum (5) |
| JAKUN | Ujung kerongkongan yang tampak menonjol pada leher orang laki-laki dewasa; lekum; heran karena melihat suatu benda atau hal yang baru dikenal (Melayu Riau) (5) |
| JALAD | Hawa dingin yang membekukan air (5) |
| JALAK | Burung pekicau bersuara keras, bertubuh tegap, berparuh kuat, tajam, dan lurus, berkaki panjang, berwarna gelap, memiliki pial, jambul, dan ekor yang panjang, berhabitat di iklim sedang dan tropis, tersebar di hampir seluruh dunia (Sturnidae); pemberani; nama ayam sabungan (ayam jantan yang berbulu hitam kurik-kurik); ayam jalak (kiasan); berkaki agak kekuning-kuningan (tentang ayam sabungan) (kiasan/Aceh) (5) |
| JALAL | Kemuliaan; keluhuran; kebesaran (Arab); mahamulia (Arab) (5) |
| JALAN | Tempat untuk lalu lintas orang (kendaraan dan sebagainya); perlintasan (dari suatu tempat ke tempat lain); yang dilalui atau dipakai untuk keluar masuk; lintasan; orbit (tentang benda di ruang angkasa); gerak maju atau mundur (tentang kendaraan); putaran jarum; perkembangan atau berlangsungnya (tentang perundingan, rapat, cerita, dan sebagainya) dari awal sampai akhir; cara (akal, syarat, ikhtiar, dan sebagainya) untuk melakukan (mengerjakan, mencapai, mencari) sesuatu; kesempatan (untuk mengerjakan sesuatu); lantaran; perantara (yang menjadi alat atau jalan penghubung); berjalan; melangkahkan kaki; kelangsungan hidup (tentang organisasi, perkumpulan, dan sebagainya); dapat dipahami; benar; diulang: berjalan-jalan; bertamasya (5) |
| JALAR | Jalan (dengan melata) (5) |
| JALEN | Lantai bambu atau kayu yang dirangkai rapat-rapat dalam perahu untuk mengangkut sesuatu (ikan, pisang, atau tanah) (Aceh) (5) |
| JALIL | Mahamulia; mahaluhur (5) |
| JALIN | Susun; rangkai; anyam (5) |
| JALNA | Kota di India (5) |
| JALON | Bilah bambu penjepit atap alang-alang (Sunda) (5) |
| JALUR | Kolom yang lurus; garis lebar; setrip lebar; ruang di antara dua garis pada permukaan yang luas; ruang memanjang di antara dua deret tanaman; rel; ruang memanjang antara dua garis batas lurus; ruang antara garis permainan tunggal dan garis permainan ganda (Olahraga); suatu tahapan atau deret tahapan suatu proses metabolisme (Kimia); tautan antara dua simpul dalam sebuah jaringan (Komputer dan Teknologi Informasi); rute yang dilalui oleh sistem operasi untuk menuju ke suatu berkas, dari direktori akar cakram dan subdirektori di bawahnya (Komputer dan Teknologi Informasi); perahu belongkang (5) |
| JAMAH | Sentuh; raba; pegang (5) |
| JAMAK | Lazim; tidak aneh; lumrah; wajar; bentuk kata yang menyatakan lebih dari satu atau banyak (Linguistik); penggabungan (tentang salat wajib); antara salat Zuhur dan salat Asar atau salat Magrib dan salat Isya (Agama Islam) (5) |
| JAMAL | Keelokan; keindahan (Arab) (5) |
| JAMAS | Membersihkan dan menyucikan (tentang keris) (5) |
| JAMBE | Pinang sirih (Areca catechu) (Jawa); ayam jantan yang tua dan tidak berbulu (Batak) (5) |
| JAMBI | Daerah di Pulau Sumatra; bahasa yang dituturkan di daerah Jambi; ibu kota Provinsi Jambi, terkenal dengan sebutan Kota Beradat (5) |
| JAMBU | Nama pohon dan buahnya, ada berbagai macam; jambul; gombak; bulu-bulu (pada ujung tombak dan sebagainya); diulang: jambu (5) |
| JAMDA | Jambore daerah (akronim) (5) |
| JAMIK | Masjid (5) |
| JAMIL | Bagus; indah (5) |
| JAMIN | Tanggung; sedia (5) |
| JAMIS | Nama pohon (di Mesir) (Ficus sycomorus) (5) |
| JAMMU | Kota di India (5) |
| JAMOR | Burung kumkum (Berik) (5) |
| JAMPI | Kata-kata atau kalimat yang dibaca atau diucapkan, dapat mendatangkan daya gaib (untuk mengobati penyakit dan sebagainya); mantra; diulang: jampi; mantra (5) |
| JAMUI | Kota di India (5) |
| JAMUR | Jenis tumbuhan yang tidak berdaun dan tidak berbuah, berkembang biak dengan spora, biasanya berbentuk payung, tumbuh di daerah berair atau lembap atau batang busuk; cendawan; kulat (5) |
| JANAH | Surga; taman firdaus (5) |
| JANAT | Sempurna; surga (5) |
| JANDA | Wanita yang tidak bersuami lagi karena bercerai ataupun karena ditinggal mati suaminya (5) |
| JANDO | Gajih yang terletak di bagian punuk atau tulang rawan sapi (5) |
| JANDU | Burung hantu mulut kodok (Berik) (5) |
| JANIK | Binatang laut semacam teripang yang kulitnya berduri-duri (5) |
| JANIN | Bakal bayi (masih dalam kandungan); embrio setelah melebihi umur dua bulan (5) |
| JANJI | Ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (seperti hendak memberi, menolong, datang, bertemu); persetujuan antara dua pihak (masing-masing menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu); syarat; ketentuan (yang harus dipenuhi); penundaan waktu (membayar dan sebagainya); penangguhan; batas waktu (hidup); ajal (5) |
| JANOM | Tahi (biasanya cair) yang keluar tidak disengaja (Using) (5) |
| JANUR | Daun kelapa muda (5) |
| JAORA | Kota di India (5) |
| JAPAH | Nanah yang mengering (Sunda) (5) |
| JAPAN | Gong dan kenong yang bingkainya sempit sehingga nadanya rendah, digunakan untuk gending yang megah (Musik/Jawa) (5) |
| JAPIN | Joget (5) |
| JAPRI | Jalur pribadi (akronim) (5) |
| JARAB | Kudis; kurap (Arab) (5) |
| JARAH | Hasil rampasan dalam perang (5) |
| JARAK | Ruang sela (panjang atau jauh) antara dua benda atau tempat; jari-jari bulatan (lingkaran); perdu, tinggi 2 m, batangnya mudah patah, daunnya besar berwarna hijau kebiru-biruan, buahnya berbiji polong, bijinya sebesar kacang tanah, ketika tua berwarna hitam, dapat digunakan sebagai bahan minyak pelumas; dulang; keliki; kelikih (Ricinus communis); biji jarak; minyak jarak (5) |
| JARAM | Kompres dingin penurun panas; daun dan sebagainya yang dipakai untuk membasahi kepala (misalnya pada waktu sakit demam); kuman, bibit penyakit yang menyebabkan gatal; radang (infeksi) (5) |
| JARAN | Kuda (Jawa) (5) |
| JARAS | Hutan yang gersang (Tunjung); (se)berkas; ikat; cekak (tentang barang yang panjang-panjang); sejaras; keranjang yang terbuat dari tali bambu yang jarang anyamannya, digunakan untuk menjinjing (5) |
| JAREM | Masih terasa agak nyeri (bekas dipijat, dipukul, bekas luka, dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| JARIG | Hari ulang tahun (Belanda) (5) |
| JARIK | Kain panjang, biasanya tanpa tumpal (Jawa) (5) |
| JARIT | Kain batik panjang (5) |
| JARUM | Alat jahit yang terbuat dari logam, bentuknya bulat panjang, kecil, berujung runcing (ada yang bertakuk, berkait, atau melengkung pada bagian ujungnya), terdapat lubang tembus pada bagian pangkal tempat memasukkan benang; sesuatu yang panjang (untuk mencocok, menyuntik, dan sebagainya); alat yang berfungsi sebagai penunjuk pada arloji (kompas dan sebagainya); diulang: jarum penunjuk ukuran berat pada timbangan (5) |
| JARWA | Hasil pengolahan, hasil penyaduran (teks Jawa Kuno ke dalam Jawa Baru) (5) |
| JASAD | Tubuh; badan (manusia, hewan, tumbuhan); sesuatu yang berwujud (dapat diraba, dilihat, dan sebagainya); bagian terbatas dari zat (Kimia) (5) |
| JASUS | Orang yang bertugas menyelidiki keadaan musuh; mata-mata (Arab) (5) |
| JATAH | Jumlah atau banyaknya barang dan sebagainya yang telah ditentukan (untuk suatu maksud atau untuk suatu daerah); jumlah atau banyaknya orang yang telah ditentukan (untuk imigrasi, pergi haji, dan sebagainya); kuota (5) |
| JATAI | Kota di Brasil (5) |
| JATIM | Jawa Timur (akronim) (5) |
| JATUH | Terlepas dan turun atau meluncur ke bawah dengan cepat karena gravitasi bumi (baik ketika masih dalam gerakan turun maupun sesudah sampai ke tanah dan sebagainya); turun banyak (harga, nilai, dan sebagainya); merosot; sampai ke ...; tiba di ...; kena pada ...; tembus ke ...; ditujukan ke; bertepatan dengan; berbetulan dengan; tepat pada; berhenti memegang kekuasaan (tentang pemerintah, kabinet, dan sebagainya) (kiasan); bangkrut (tentang toko, kongsi, dan sebagainya) (kiasan); kalah atau dirampas musuh (kota, benteng, dan sebagainya) (kiasan); tidak lulus (dalam ujian); gagal (dalam usaha); sangat menderita (rugi, sengsara, dan sebagainya); tidak tahan lagi (oleh godaan, penderitaan, cobaan, dan sebagainya); menjadi (sakit, miskin, cinta, dan sebagainya) (5) |
| JAUZA | Zodiak ke-3 yang digambarkan dengan orang kembar sebagai lambang bagi orang yang lahir antara tanggal 21 Mei dan 21 Juni; Mintuna; Gemini (Astrologi) (5) |
| JAWAB | Sahut; balas (5) |
| JAWAT | Pegang (tentang tangan); ulur (5) |
| JAWER | Kulit yang menyerupai daging, bergantung pada dasar dan sisi paruh bawah unggas (Peternakan) (5) |
| JAWIL | Sentuh; colek (dengan ujung jari) (5) |
| JAYAU | Orang yang dianggap pandai dalam ilmu pengetahuan (Melayu Kalimantan) (5) |
| JAYUS | Tidak lucu (5) |
| JAZAB | Tarikan ilahiah pada seorang hamba yang dikehendaki agar dekat dan menyatu dengan Allah, ada yang diusahakan melalui riadat, pendidikan, pelatihan rohani, atau tanpa diusahakan (Tasawuf) (5) |
| JAZAM | Memotong; memenggal (Arab); tanda baca huruf Arab (°) yang ditaruh di atas huruf, menyatakan bahwa huruf itu mati atau tidak diucapkan (Arab) (5) |
| JEBAB | Lebar (tentang muka) (5) |
| JEBAH | Berjebah; lebar (tentang muka) (5) |
| JEBAI | Berserak (5) |
| JEBAK | Sangkar untuk memikat (menangkap) binatang; perangkap; alat (rayuan dan sebagainya) yang digunakan untuk memikat atau melemahkan musuh dan sebagainya (5) |
| JEBAR | Diulang: mencepuk-cepuk air (5) |
| JEBAT | Cairan kental yang harum baunya; kesturi; dedes (5) |
| JEBOL | Terangkat dari tempatnya tertanam (tentang tanaman) sampai ke akar-akarnya; rusak parah (terbongkar) hingga tidak berfungsi (tentang tanggul air, dinding, dan sebagainya) karena tidak mampu menahan benturan keras yang melanda; tidak mampu menahan serangan lawan (misalnya dalam pertandingan); tidak mampu mempertahankan nilai-nilai budaya yang dimiliki dalam menghadapi arus budaya lain (asing) yang melanda (kiasan) (5) |
| JEBOR | Pabrik genting (5) |
| JEBOS | Lembek atau empuk karena dalamnya berongga (Gayo) (5) |
| JEBOT | Waktu dahulu (5) |
| JEBUH | Ikan laut, berbentuk bulat, panjang mencapai 20 cm, hidup di perairan subtropis dengan kedalaman 0–50 m, tersebar di perairan Suez dan Samudra India bagian barat (Teluk Persia sampai Mombasa sampai Madagaskar) sampai Cina, Laut Arafura, dan Pulau Solomon (Dussumieria elopsoides) (5) |
| JEBUK | Biji buah pinang (Jawa) (5) |
| JEBUL | Botol-botol kecil untuk menyimpan guna-guna atau obat (Dayak) (5) |
| JEBUR | Tiruan bunyi seperti bunyi benda besar (orang dan sebagainya) jatuh atau terjun ke dalam air (5) |
| JEDOT | Berantuk (Melayu Jakarta) (5) |
| JEGAL | Menjatuhkan orang lain dengan mengait kakinya; menghalangi atau menjatuhkan karier orang lain dan sebagainya (kiasan) (5) |
| JEGET | Kerbau yang bulu dan matanya berwarna putih (Gayo) (5) |
| JEGIL | Terbuka lebar (tentang mata) (5) |
| JEGIR | Anak sapi menjelang dewasa dengan bakal tanduk mulai muncul di kepalanya (Madura) (5) |
| JEGOG | Gamelan atau tetabuhan khas Jembrana, terbuat dari bambu, berukuran besar, biasanya dipakai untuk mengiringi pencak (Musik/Bali) (5) |
| JEJAK | Bekas tapak kaki; bekas langkah; perbuatan (kelakuan) yang jadi teladan; bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dan sebagainya yang telah dilakukan (kiasan); daerah penyimpanan pada cakram liuk atau cakram keras (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| JEJAL | Penuh sesak; penuh hingga berasak-asak (5) |
| JEJAP | Jijik (Minangkabau) (5) |
| JEJAS | Lecet (tergores, luka sedikit, dan sebagainya) pada kulit (5) |
| JEJER | Berderet teratur; berbaris; berbanjar (Jawa) (5) |
| JEKSI | Injeksi; suntik (5) |
| JELAH | Terang; jernih; banglas (tentang pandangan); cerah; terang (tentang warna) (5) |
| JELAI | Tanaman semusim, tumbuh berumpun, terdiri atas beberapa buluh yang berempulur dan biasanya bercabang pada bagian atas, daunnya berbentuk seperti pita, buahnya keras, kadang-kadang dibuat tasbih, dan sebagainya; enjelai; jali (Coix lacryma jobi); selai (bubur kental dari buah-buahan yang biasa dimakan dengan dioleskan pada roti dan sebagainya); jem (5) |
| JELAK | Puas; kenyang (5) |
| JELAR | Menjalar; rebah membujur (5) |
| JELAS | Terang; nyata; gamblang; tegas; tidak ragu-ragu atau bimbang (tentang sikap) (5) |
| JELAU | Jenguk; tengok (5) |
| JELEK | Tidak enak dipandang mata; buruk (tentang wajah); tidak menyenangkan (tidak menenteramkan, tidak membahagiakan, dan sebagainya); jahat; tidak baik (tentang watak); tercemar (kiasan) (5) |
| JELIH | Menjelirkan; menjulurkan; mengeluarkan (tentang lidah) (5) |
| JELIR | Menjulurkan; mengeluarkan (tentang lidah) (5) |
| JELIT | Menyisipkan; mencantumkan (5) |
| JELMA | Lahir kembali menjadi manusia dan sebagainya; mewujudkan diri; mengambil bentuk (rupa dan sebagainya); tergambar; terlukis (5) |
| JELUK | Dalam (tentang mangkuk, pinggan, piring, dan sebagainya) (5) |
| JELUM | Menyeka atau membasahi badan dengan air (bagian kepala tidak dibasahi) (5) |
| JELUR | Kawanan ikan yang melawan arus (Benuaq) (5) |
| JELUS | Iri hati (Jawa); cemburu (Jawa) (5) |
| JELUT | Berasa sakit (pada perut) (Melayu Jakarta); mendongkol; kesal (kiasan/Jawa) (5) |
| JEMAH | Kelak kemudian; di belakang hari; pernah (5) |
| JEMBA | Satuan ukuran panjang 8 (hasta); ulur (tentang tangan); jembaan (5) |
| JEMET | Anak kutu (Gayo) (5) |
| JEMUR | Menjemur (5) |
| JENAH | Mengambil air lahang utk pertama kali (Sunda) (5) |
| JENAK | Sejenak; melihat; nyenyak; pulas (tentang tidur) (5) |
| JENAT | Sudah mati; sudah meninggal (5) |
| JENIS | Yang mempunyai ciri (sifat, keturunan, dan sebagainya) yang khusus; macam; mutu; satuan dasar klasifikasi biologi, terdiri atas gabungan populasi yang diperkirakan dapat saling mengawini dengan bebas dan dapat dikenal cirinya secara morfologi, misalnya jenis sekerabat digabungkan dalam satu marga, setiap jenis tumbuhan mewakili nama yang terdiri atas dua kata, yakni nama marga dan penunjuk jenisnya, seperti Artocarpus altissima, Artocarpus communis; spesies (Biologi); klasifikasi kata yang kadang-kadang bersangkutan dengan kelamin, kadang-kadang tidak; gender (Linguistik) (5) |
| JENUH | Jemu; bosan; pasai; padat udara (tentang senyawa yang terdiri atas karbon dan hidrogen) (Biologi); kenyang; puas sekali (sehingga menjadi bosan); penuh (sehingga tidak mampu memuat tambahan lagi); mengandung jumlah maksimum zat terlarut yang dapat diserap pada suhu tertentu (Kimia); hanya mengandung ikatan tunggal di antara atom-atom karbon (Kimia) (5) |
| JEPIT | Apit, tekan; penjepit (5) |
| JEPUN | Jepang (5) |
| JEPUT | Penuh; pungut (5) |
| JERAH | Sedang musim (tentang buah-buahan); sedang banyak berjangkit (tentang penyakit dan sebagainya) (5) |
| JERAM | Aliran air yang deras dan menurun (air terjun di sungai); penderasan (5) |
| JERAN | Kapok; jera (Minangkabau) (5) |
| JERAP | Menjerap; merekat (melekat) karena suatu proses (5) |
| JERAT | Tali yang ujungnya disimpulkan membentuk lubang yang dapat disempitkan atau dilonggarkan (untuk menangkap burung, kijang, dan sebagainya); kala; tipu muslihat untuk menyusahkan atau mencelakakan orang (kiasan) (5) |
| JERAU | Merah tua (5) |
| JERBA | Terpa (5) |
| JEREZ | Nama sirkuit MotoGP di Spanyol (5) |
| JERIH | Kelelahan; kepayahan (5) |
| JERIT | Suara yang keras melengking (dari manusia atau binatang); teriak; pekik (5) |
| JEROK | Masakan khas Bugis, dibuat dari parutan pepaya muda dicampur taoge yang sudah dikukus, bumbu dapur, kelapa goreng, dan telur udang, biasanya disantap pada acara-acara setengah resmi atau sebelum hari pelaksanaan pesta perkawinan (5) |
| JERSI | Kain rajut yang lembut, licin, polos tanpa lajur-lajur, dan berdaya regang, pertama kali diproduksi di pulau Jersey Inggris (5) |
| JERUK | Pohon yang termasuk keluarga Citrus, pada ketiak daun terdapat duri, mempunyai berbagai jenis dan varietas buahnya dimakan dan daunnya dapat digunakan sebagai bumbu, atau penyedap; limau; buah jeruk, isinya beberapa ulas, rasanya asam dan ada pula yang manis (5) |
| JERUM | Menjerum; menderum (5) |
| JETHA | Bulan ke-6 tahun Buddhis (bulan Mei-Juni tahun Masehi) (5) |
| JETIS | Menjetis; berbunyi keras (seperti bunyi mercon); meletup; pantai di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (5) |
| JEWER | Tarik (tentang daun telinga) (5) |
| JIAZI | Kota di Cina (5) |
| JIBTI | Berhala suku Kuraisy pada Zaman Jahiliah di Tanah Arab (5) |
| JIBUN | Utang yang banyak (5) |
| JICAP | Dua puluh (Cina) (5) |
| JIDAR | Garis (sekeliling surat atau halaman buku); penggaris (5) |
| JIDAT | Dahi (5) |
| JIDUR | Gembira; senang; tetabuhan seperti rebana besar terbuat dari kulit kerbau dan sebagainya, berbingkai kayu; beduk; perangkat gamelan berupa gendang yang sangat besar dan dimainkan dengan penabuh (5) |
| JIEHU | Kota di Cina (5) |
| JIGUR | Ampas atau endapan minuman (kopi dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| JIHAD | Usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan (Agama Islam); usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga (Agama Islam); perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam dengan syarat tertentu (Agama Islam) (5) |
| JIHAT | Arah; sisi; pihak (Sastra) (5) |
| JIJEL | Kota di Aljazair (5) |
| JIJIK | Tidak suka melihat (merasa mual dan sebagainya) karena kotor, keji, dan sebagainya; dipakai sebagai kata seru untuk menyatakan rasa tidak suka (karena keji, kotor, dan sebagainya) (5) |
| JIJIT | Menjijit; menjinjing; menjinjit (5) |
| JILAH | Habis; bersih (Minangkabau) (5) |
| JILAM | Menjilami; menjilat-jilat (bibir dan sebagainya) (Minangkabau) (5) |
| JILAT | Menjilat; menjulurkan lidah untuk merasai (mencolet dan sebagainya); mulai merembet (tentang api); berbuat sesuatu supaya mendapat pujian (dinaikkan pangkat dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| JILID | Jahitan buku (majalah dan sebagainya); penggalan atau bagian buku (5) |
| JILIN | Kota di Cina (5) |
| JIMAK | Perihal bersetubuh; persetubuhan (5) |
| JIMAT | Barang (tulisan) yang dianggap mempunyai kesaktian dan dapat melindungi pemiliknya, digunakan sebagai penangkal penyakit dan sebagainya; azimat; amulet; hemat (dalam membelanjakan uang); teliti, cermat (tentang pekerjaan dan sebagainya); saksama (5) |
| JIMBE | Alat musik tabuh menyerupai gendang yang tengahnya lebih ramping (Musik) (5) |
| JIMMA | Kota di Etiopia (5) |
| JIMPO | Kain persegi lebih besar dari saputangan untuk membungkus pakaian atau makanan ketika bepergian (Sunda) (5) |
| JIMUT | Kue tradisional masyarakat Dayak Mualang berbahan dasar tepung yang dibentuk bulatan sebesar bola pingpong (5) |
| JINAK | Suku bangsa yang mendiami pedalaman dari arah pantai selatan Papua, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua; dapat ditaklukkan; dapat diatur (tidak liar; tidak buas; tidak garang; tidak galak); tidak malu-malu, tidak segan, dan tidak takut-takut lagi; moderat (tidak keras sepak terjangnya; tidak revolusioner) (5) |
| JINAN | Kota di Cina (5) |
| JINGO | Orang yang terlampau memuja-muja tanah airnya (terlalu menonjolkan rasa patriotiknya) (5) |
| JINGU | Intip (5) |
| JINJA | Kota di Uganda (5) |
| JINJI | Kota di Cina (5) |
| JIPRO | Nona; guru perempuan (5) |
| JIRAK | Pohon rendah, kayunya tidak tahan lama, hanya dipakai untuk dangau dan dibuat arang; sala; beberas (Eurya japonica) (5) |
| JIRAN | Orang yang tinggal sebelah-menyebelah atau dekat (sekitar) rumah; tetangga; negara tetangga, misalnya Malaysia atau Brunei Darussalam; segala yang terjadi di luar pembawaan keturunan atau genotipe organisme (Biologi) (5) |
| JIRAT | Batu kubur; nisan (5) |
| JIRJA | Kota di Mesir (5) |
| JIRUS | Siram; makin ke ujung makin kecil; meruncing; tirus (5) |
| JISHU | Kota di Cina (5) |
| JISIM | Jasad; tubuh; badan (Arab) (5) |
| JITAK | Ketuk (5) |
| JITOK | Tengkuk; gitok; kuduk (5) |
| JITRA | Kota di Malaysia (5) |
| JIUPU | Kota di Cina (5) |
| JIWAT | Pohon, tingginya hingga 15 m, kayunya jarang digunakan sebagai bahan bangunan, kulit batang dan juga biji buahnya digunakan sebagai obat diabetes, bentuk buahnya bulat panjang, berwarna ungu kemerahan, rasanya agak sepet; duwet; jambu keling; jamblang (Syzygium cumini) (5) |
| JIWIT | Cubit; pulas (Jawa) (5) |
| JIZAN | Kota di Arab Saudi (5) |
| JOBAK | Berjobak; bergelegak (5) |
| JODOH | Orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup; imbangan; sesuatu yang cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan; cocok; tepat (5) |
| JOGAN | Tombak kebesaran sebagai tanda kebesaran raja (5) |
| JOGAR | Permainan (judi) sejenis permainan dam, menggunakan keping-keping bulat dan papan bertapak catur (5) |
| JOGET | Tari (sebarang tarian) (Kesenian); tarian dan lagu Melayu yang agak rancak iramanya (Kesenian); andak; ronggeng (Kesenian) (5) |
| JOGLO | Gaya bangunan (terutama untuk tempat tinggal) khas Jawa, atapnya menyerupai trapesium, di bagian tengah menjulang ke atas berbentuk limas; serambi depan lebar dan ruang tengah tidak bersekat-sekat (biasanya dipergunakan sebagai ruang tamu) (Jawa) (5) |
| JOGOR | Ikan laut yang bentuk tubuhnya pipih, umur mencapai 15 tahun, hidup di dasar perairan tropis sampai beriklim sedang; layur (Trichiurus lepturus) (5) |
| JOHAN | Dunia; juara; pahlawan (5) |
| JOHAR | Bintang timur; Venus; Zohrah; intan; jauhar; pohon, tingginya mencapai 20 m, biasa ditanam sebagai pohon peneduh, kayunya yang tua sangat kuat dan keras, dibuat hulu dan sarung keris, daunnya digunakan untuk pengobatan malaria; juar (Cassia siamea) (5) |
| JOJOL | Tiang (pancang, cerocok) yang ditancapkan di sungai untuk membendung air dan sebagainya (5) |
| JOKER | Kartu dalam kartu remi yang dapat berfungsi sebagai kartu bebas (menggantikan kartu lain) atau kartu bernilai tertinggi, biasanya digambarkan sebagai badut (5) |
| JOLAK | Berjolak; menyala berkobar-kobar (tentang api) (5) |
| JOLEK | Menjolek; membungkus dengan daun dan sebagainya (5) |
| JOLOK | Menjolok; merodokkan galah (tongkat dan sebagainya) ke suatu benda (buah dan sebagainya) yang berada di atas atau yang ada dalam lubang (liang dan sebagainya); memasukkan jari ke lubang hidung atau kerongkongan; memancing jawaban; bertanya-tanya untuk mencari dan sebagainya (kiasan); memenangkan (kiasan) (5) |
| JOLOR | Rayap; jalar (Minangkabau) (5) |
| JOMLO | Gadis tua; pria atau wanita yang belum memiliki pasangan hidup; tidak ada pasangan (kiasan) (5) |
| JOMPO | Tua sekali dan sudah lemah fisiknya; tua renta; uzur (5) |
| JONGE | Tanaman air yang dimakan sebagai lalapan (Emilia sonchifolia) (Sunda) (5) |
| JORAN | Batang pancing; tangkai pancing (5) |
| JORLO | Mantra atau benda mistis yang dipasang pada barang pribadi sebagai pelindung agar tidak dicuri (Karey) (5) |
| JOROK | Kotor; cemar; cabul (kiasan); tidak peduli pada kebersihan atau tidak merasa jijik terhadap sesuatu yang kotor (5) |
| JOSNA | Lidi yang ditempeli dupa, dipakai untuk perlengkapan sembahyang pada agama tertentu dengan cara dibakar (5) |
| JOTOS | Tinju (5) |
| JOULE | Satuan tenaga, sama dengan tenaga yang dihasilkan oleh tempuhan gaya satu Newton sejauh satu meter (Fisika) (5) |
| JRENG | Tiruan bunyi alat musik seperti gitar; tunai (5) |
| JUANG | Berjuang; berlaga (tentang binatang yang besar-besar); berlawan; memperebutkan sesuatu dengan mengadu tenaga; berperang; berkelahi; berlanggaran (tentang perahu, ombak, dan sebagainya); berusaha sekuat tenaga tentang sesuatu; berusaha penuh dengan kesukaran dan bahaya; diulang: perdu, tinggi hingga 4 m, tergolong tanaman hias, daunnya panjang meruncing lurus atau bergelombang, berwarna hijau, ungu kemerah-merahan, atau sangat merah, akar, daun, dan kulit kayu dapat digunakan sebagai obat; hanjuang, lenjuang; sawang; senjuang; andong (Cordyline fruticosa) (5) |
| JUARA | Orang (regu) yang mendapat kemenangan dalam pertandingan atau perlombaan; kampiun (Olahraga); orang yang gagah berani; orang yang pandai bersilat; pendekar; jagoan; pengatur dan pelerai dalam persabungan ayam; pemimpin peralatan (pesta dan sebagainya); ahli; terpandai dalam sesuatu (pelajaran dan sebagainya); patin jambal (5) |
| JUBAH | Baju panjang (sampai di bawah lutut), berlengan panjang, seperti yang dipakai oleh orang Arab, padri, atau hakim (5) |
| JUBEL | Berjubel; penuh sesak (orang berkerumun dan sebagainya) (5) |
| JUBIN | Lantai terbuat dari batu ubin (5) |
| JUBIR | Juru bicara (akronim) (5) |
| JUDEK | Tidak tahu jalan ke luar; buntu pikiran (Jawa) (5) |
| JUDES | Lekas marah dan suka membentak-bentak atau menyakiti hati orang; ketus; tajam mulut; jutek (5) |
| JUDGE | Hakim (Inggris) (5) |
| JUDUL | Nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan secara pendek isi atau maksud buku atau bab itu; kepala karangan (cerita, drama, dan sebagainya); tajuk (5) |
| JUHUT | Hidangan daging yang disajikan dalam upacara adat Batak (5) |
| JUITA | Nyawa; kekasih; buah hati; cantik; elok (tentang gadis, wanita) (5) |
| JUJAH | Fitnah; umpat; penghinaan (Arab) (5) |
| JUJAI | Berjujai; terus-menerus, tidak berhentinya (tentang hujan, orang yang pergi datang, dan sebagainya) (5) |
| JUJOH | Mengeluarkan hawa, berkeringat, mengeluarkan air (misalnya buah-buahan yang membusuk), menetes (untuk cairan) (Aceh) (5) |
| JUJUH | Berjujuh; mengalir terus-menerus tiada berhenti (tentang hujan, darah dan sebagainya) (5) |
| JUJUL | Mendorong ke atas (Alas) (5) |
| JUJUR | Lurus hati; tidak berbohong (misalnya dengan berkata apa adanya); tidak curang (misalnya dalam permainan, dengan mengikuti aturan yang berlaku); tulus; ikhlas; uang yang diberikan oleh pengantin laki-laki kepada calon mertuanya (Batak) (5) |
| JUJUT | Tarik (tentang tali) (5) |
| JUKIR | Juru parkir (akronim) (5) |
| JUKUT | Rumput (Sunda); ulam (Sunda); ikan yang diolah untuk diawetkan; pindang (Kapuas Hulu) (5) |
| JULAB | Obat pencuci perut; pencahar (5) |
| JULAI | Pucuk ranting (dari tumbuhan yang melata atau melilit); carang (5) |
| JULAT | Seberapa jauhnya (panjangnya, lamanya) (5) |
| JULID | Iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yang menyudutkan orang tertentu (5) |
| JULIR | Tombak pendek bermata dua yang dipakai untuk menangkap ikan yang besar-besar; piarit; tempuling (5) |
| JULUK | Menjuluk; mengintai anak gadis (5) |
| JULUR | Keluar memanjang; rayap; rayap tanah; semut putih; anai-anai; rangas; diulang: keluar masuk ke mana-mana; mondar-mandir (5) |
| JUMAT | Hari ke-6 dalam jangka waktu satu minggu (5) |
| JUMBO | Gajah raksasa (dalam cerita anak-anak); besar sekali (kiasan) (5) |
| JUMIK | Terlalu matang (tentang buah) (Melayu Kep. Riau) (5) |
| JUMIT | Pekerjaan yang hampir selesai, tetapi ditinggalkan (5) |
| JUMPA | Bertemu dengan (seseorang) (5) |
| JUMUD | Beku; statis (Arab) (5) |
| JUNAM | Menjunam; bergerak dengan kepala ke bawah; terbang sambil menyambar (tentang burung dan sebagainya); menukik (5) |
| JUNEL | Sangat mahir, berkeahlian, dan berkewirausahaan (Madura) (5) |
| JUNIN | Kota di Argentina (5) |
| JUNTA | Dewan pemerintahan (5) |
| JUNUB | Keadaan kotor karena keluar mani atau bersetubuh yang mewajibkan seseorang mandi dengan membasahi (membersihkan) seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ke ujung kaki; keadaan berhadas yang mengharuskan mandi wajib; janabah (Agama Islam) (5) |
| JUNUN | Kemasukan jin (orang halus); gila; majenun (5) |
| JUPEN | Juru penerang (5) |
| JURAI | Secarik yang panjang (kain dan sebagainya); lajur; seikat barang yang berjuntai seperti benang, rambut, kacang panjang; rentetan; deretan yang berturut-turut; garis sambungan antara bidang atap yang satu dengan bidang atap yang lain; diulang: pohon yang tingginya mencapai 18 m, kayunya berwarna putih keruh dan cepat termakan bubuk, daun yang muda dimakan sebagai sayuran; putat (Barringtonia spicata) (5) |
| JURAT | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir selatan Papua, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (5) |
| JURIK | Hantu; setan; pengganggu (5) |
| JURIS | Ahli hukum; sarjana hukum; yuris (5) |
| JURIT | Perang (Jawa) (5) |
| JURUH | Cairan kental terbuat dari gula kelapa atau gula jawa; kinca (Jawa) (5) |
| JURUS | Arah yang lurus (langsung); bagian sikap (tegak dan sebagainya) dalam permainan pencak silat (5) |
| JUTEK | Lekas marah dan suka membentak-bentak atau menyakiti hati orang; ketus; tajam mulut; judes (5) |
| KABAG | Kepala bagian (akronim) (5) |
| KABAK | Tumbuhan terna, tingginya mencapai hingga 1 m, biasanya dibuat sayur (Tetragonia expansa) (5) |
| KABAR | Laporan tentang peristiwa yang biasanya belum lama terjadi; berita; warta (5) |
| KABAT | Mengabat; mengikat; mengebat; alat penangkap ikan, dibuat dari bambu, digunakan untuk menutup muara sungai (Benuaq) (5) |
| KABAU | Pohon yang agak besar, kayunya awet, digunakan untuk papan, buahnya berbau tidak sedap seperti jengkol; jering antan (Pithecolobium bubalinum) (5) |
| KABEL | Kawat (penghantar arus listrik) berbungkus karet, plastik, dan sebagainya; kawat besar (5) |
| KABID | Kepala bidang (akronim) (5) |
| KABIL | Nama anak Nabi Adam a.s. yang membunuh saudaranya, Habil; durhaka (5) |
| KABIN | Kamar di dalam kapal; ruang di dalam pesawat terbang tempat para penumpang; ruang penumpang dalam mobil (5) |
| KABIR | Mahabesar (Arab); mengabir; meraih; mengayuh dengan satu pengayuh; mengaut (tanah dan sebagainya) ke arah diri sendiri (5) |
| KABIT | Tukang copet; mengabit; memberi isyarat (mengajak) (Minangkabau) (5) |
| KABOI | Kumbang (5) |
| KABUL | Ucapan tanda setuju (terima) dari pihak yang menerima dalam suatu akad perjanjian atau kontrak; ibu kota negara Afganistan (5) |
| KABUR | Tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas (tentang mata); kurang terang (tentang pemandangan); kurang nyata (tentang lukisan); kurang jernih (tentang kaca); kurang jelas (tentang pertanyaan dan sebagainya); keadaan atmosfer yang tampak berkabut akibat adanya partikel yang sangat kecil dan kering yang cukup banyak terdapat di dalamnya (Meteorologi); berlari cepat-cepat; melarikan diri; meninggalkan tugas (pekerjaan, keluarga, dan sebagainya) tanpa pamit; menghilang (kiasan); kumbang tanduk; kumbang kelapa; bangbung (5) |
| KABUS | Kabut; kabur; tidak nyata kelihatan (seakan-akan tertutup kabut karena jauh dan sebagainya); tidak jernih (tentang mata, kaca, dan sebagainya seakan-akan berkabut); gerbong yang dirangkaikan di ujung kereta untuk operator kereta, seperti juru rem (5) |
| KABUT | Kelam; suram; tidak nyata; awan lembap yang melayang di dekat permukaan tanah; uap air sebagai hasil kondensasi yang masih dekat dengan tanah yang terjadi karena peristiwa pemanasan atau pendinginan udara, biasanya menyebabkan jarak pandang di permukaan bumi berkurang (Geografi dan Geologi); kombinasi beberapa macam gas yang terjadi di dalam tambang bawah tanah (Mineralogi) (5) |
| KABWE | Kota di Zambia (5) |
| KACAK | Tampak gagah; cegak; angkuh; pongah; satuan ukuran besar selingkung ujung ibu jari yang dipertemukan dengan ujung jari yang lain (Minangkabau); berkacak; berpegang (5) |
| KACAM | Tumbuhan memanjat; asam kumbang (Embelia rugosa) (5) |
| KACAR | Kail untuk menangkap cumi-cumi dan sebagainya (biasanya tidak memakai kawat tajam, melainkan memakai bulu dan sebagainya); mengacar; meraba (mencari ikan di sela-sela batu dan sebagainya) (kiasan); menggeledah (kiasan) (5) |
| KACAU | Campur aduk (sehingga tidak terbeda-bedakan lagi); bancuh; kusut (kalut) tidak keruan; rusuh; tidak aman; tidak tenteram; bercampur aduk dengan (tidak dibeda-bedakan dengan); bertukar-tukar dengan (5) |
| KACEK | Selisih; beda (Jawa) (5) |
| KACER | Burung pemakan serangga, berbulu hitam, berparuh lurus dan runcing (Copsychus amoenus) (5) |
| KACIH | Kain penutup dada yang merupakan hiasan pada pakaian penari (Sunda) (5) |
| KACIK | Perahu besar di pantai selatan Madura yang bentuknya khas karena mirip biji mangga (Melayu Medan) (5) |
| KACIP | Gunting tajam sebelah dan sendinya ada di ujung (perkakas untuk membelah pinang, gambir, dan sebagainya); alat penjepit lembaran kertas (surat dan sebagainya), terbuat dari kawat yang dilipat membentuk lingkaran memanjang; kelati (5) |
| KACIR | Mengacir; pergi tanpa pamit (melarikan diri) karena malu (takut dan sebagainya) (5) |
| KACUK | Bingung; kacau (5) |
| KADAH | Belanak yang ukurannya dapat mencapai 60 cm, ujung rahang atas tersembunyi ketika mulut tertutup, kelopak lemak hampir menutupi mata, awal sirip punggung kedua di atas awal sirip dubur; kadih (Valamugil seheli) (5) |
| KADAI | Suku bangsa yang mendiami sebagian daratan Pulau Taliabu dan Pulau Mangole di Kepulauan Sula, Kabupaten Maluku Utara, Provinsi Maluku (5) |
| KADAL | Binatang kecil melata berkaki empat dan berekor, tubuhnya bersisik berkilat, berwarna hijau kekuning-kuningan (Tachyadromus seclineatus) (5) |
| KADAM | Telapak kaki; duli (Arab); cepu; tempat sirih (5) |
| KADAR | Kuasa; kekuatan; ketentuan Tuhan (takdir); untung malang; kodrat; sifat bawaan; ukuran untuk menentukan suatu norma; isi atau bagian yang tulen (tentang emas, perak, dan sebagainya); nilai, harga, taraf (tingkatan); lebih kurang; kira-kira; jumlah hasil pengukuran dalam persentase mengenai gejala tertentu yang terdapat pada populasi tertentu dalam keadaan dan jangka waktu tertentu (Antropologi); kain tenunan sendiri untuk dipakai sendiri; kadah (5) |
| KADAS | Kurap (semacam penyakit kulit) yang disebabkan oleh jenis jamur; mengadas; memelihara ternak orang lain dengan perjanjian bagi hasil (5) |
| KADEK | Sebutan untuk anak kedua (pada masyarakat Bali) (Bali) (5) |
| KADER | Perwira atau bintara dalam ketentaraan; orang yang diharapkan akan memegang peran yang penting dalam pemerintahan, partai, dan sebagainya (5) |
| KADES | Kepala desa (akronim); lumut laut (5) |
| KADET | Pelajar sekolah calon perwira; taruna; pencopet (5) |
| KADIH | Belanak yang ukurannya dapat mencapai 60 cm, ujung rahang atas tersembunyi ketika mulut tertutup, kelopak lemak hampir menutupi mata, awal sirip punggung kedua di atas awal sirip dubur; kadah (Valamugil seheli) (5) |
| KADIL | Ikan laut, bentuk seperti cerutu, bulat memanjang, warna bagian atas cokelat, bagian bawah keperakan, ukuran jantan mencapai 60 cm dan betina 30 cm, hidup di daerah terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 10–60 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; (ikan) belungkur (Saurida tumbil) (5) |
| KADIM | Terdahulu dari tiap-tiap permulaan; awal dari segala permulaan yang tidak terbatas oleh masa; pasti, tentu (tentang perkara atau janji); waktu yang akan datang; kemudian hari; kelak (Arab); saudara dekat; kerabat (Arab) (5) |
| KADIN | Kamar Dagang dan Industri (akronim/Perdagangan) (5) |
| KADIR | Mahakuasa (Arab) (5) |
| KADIS | Kepala dinas (akronim) (5) |
| KADIT | Kepala direktorat (akronim) (5) |
| KADIV | Kepala divisi (akronim) (5) |
| KADOK | Sirih hutan (tidak ada gunanya) (5) |
| KADRU | Warna cokelat kemerah-merahan (5) |
| KADUT | Kain karung (rami) (Jawa); karung; pundi-pundi (Jawa); kantong yang bertali sebagai tempat sirih pinang (Jawa) (5) |
| KAEDI | Kota di Mauritania (5) |
| KAETI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Merauke, Papua; Nub; Dumut; Mandobo; Wandub; Wambon (5) |
| KAFAH | Sempurna; keseluruhan (5) |
| KAFAN | Kain (putih) pembungkus mayat (5) |
| KAFIL | Orang yang menanggung tenaga kerja; majikan (5) |
| KAFIR | Orang yang ingkar; orang yang tidak percaya kepada Allah Swt. dan rasul-Nya (Agama Islam) (5) |
| KAFOA | Suku bangsa yang mendiami daerah sebelah utara Aluben, Provinsi Nusa Tenggara Timur (5) |
| KAGAK | Tidak (Melayu Jakarta) (5) |
| KAGET | Terperanjat; terkejut (karena heran) (5) |
| KAGOK | Susah atau menjadi terhalang untuk melakukan sesuatu; sulit melafalkan kata (5) |
| KAGUM | Heran (dengan rasa memuji); takjub; tercengang (5) |
| KAHAF | Gua (Arab) (5) |
| KAHAK | Dahak (5) |
| KAHAN | Kera dari Kalimantan, bertubuh besar dan berhidung sangat mancung (Macaca fascicularis) (5) |
| KAHAR | Kereta beroda dua yang ditarik oleh kuda, lembu, atau kerbau; pedati; dokar; mahakuasa (tentang sifat Allah Swt.); sewenang-wenang (5) |
| KAHAT | Kekeringan karena tidak turun hujan; kemarau (Arab); kekurangan makanan; (bencana) kelaparan (Arab) (5) |
| KAHIN | Ahli (tukang) sihir (Arab); juru teluh; juru tenung (Arab); ahli nujum (Arab) (5) |
| KAHTA | Kota di Turki (5) |
| KAHWA | Kopi (5) |
| KAIDO | Nyanyian dengan harmonika mulut (berupa teriakan-teriakan nyaring), dilakukan pada saat bekerja atau berperang untuk memberi semangat (Ekari) (5) |
| KAILI | Suku bangsa yang mendiami provinsi Sulawesi Tengah (5) |
| KAIMO | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (5) |
| KAING | Tiruan bunyi salak anjing yang kesakitan (karena dipukul, dilempar, dan sebagainya) (5) |
| KAIRA | Penyu berukuran kecil, dengan tempurung bersisik kecokelatan (Mentawai) (5) |
| KAIRO | Ibu kota Mesir (5) |
| KAJAI | Tali pada leher kuda; kalung kuda; karet berbentuk lingkaran seperti gelang, biasanya dipakai untuk mengencangkan gulungan kertas, dan sebagainya; karet gelang (5) |
| KAJAR | Tulang jaring (Melayu Medan) (5) |
| KAJEN | Ibu kota Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah (5) |
| KAJUR | Kepala jurusan; ketua jurusan (akronim) (5) |
| KAKAK | Saudara tua; kata sapaan kepada orang (laki-laki atau perempuan) yang dianggap lebih tua; sapaan kepada suami; kata panggilan untuk pembina dan pembantu pembina pramuka penggalang, penegak, dan pandega (Pramuka) (5) |
| KAKAO | Pohon cokelat, bijinya dibuat bubuk untuk minuman dan sebagainya (Theobroma cacao); tepung (bubuk) biji cokelat (5) |
| KAKAP | Ikan laut yang sering memasuki perairan tawar, ukurannya dapat mencapai 200 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, warnanya keperakan, tersebar di daerah Indo-Pasifik; siakap; kanja (Lates calcarifer); berukuran besar atau tinggi secara fisik atau kualitas (tentang penjahat, perusahaan, dan sebagainya); penting (tentang berita dan sebagainya) (kiasan); perahu yang sempit dan rendah; kapal perang lama, bentuknya seperti kakap; pegang (Minangkabau) (5) |
| KAKAS | Kuku; cakar; paksa; gaya (Fisika); mengakas; mengais; mengerasi; memaksa (5) |
| KAKEK | Bapak dari ayah atau bapak dari ibu; aki; datuk; kata sapaan kepada orang laki-laki yang sudah tua sekali (sebaya kakek); sudah tua sekali (bagi orang laki-laki) (5) |
| KAKOK | Mengakok; memegang; mengerjakan (Minangkabau) (5) |
| KAKSA | Bijih timah yang terdapat di dasar lembah (Geografi dan Geologi) (5) |
| KAKUS | Tempat buang air; jamban (5) |
| KALAH | Tidak menang atau dalam keadaan tidak menang (dalam perkelahian, perang, pertandingan, pemilihan, dan sebagainya); dapat diungguli lawan; kehilangan atau merugi karena tidak menang; tidak lulus (dalam ujian); tidak menyamai; kurang dari; tidak sebesar; tidak sekuat (5) |
| KALAI | Baring; sandar (Minangkabau); bersihkan dengan menggosok; mengalai; berbaring atau bersandar pada; membersihkan dengan menggosok (barang yang berkarat dan sebagainya) (5) |
| KALAK | Tumbuhan memanjat, panjang hingga 10 m, batangnya liat dan awet, digunakan sebagai tali pengikat rakit; akar layak (Uvaria purpurea); masakan atau lauk semacam satai yang dimasak atau dipanggang dengan rempahnya (Using) (5) |
| KALAM | Perkataan; kata (terutama bagi Allah Swt.); berkata, sifat yang wajib bagi Allah Swt.; alat untuk menulis; alat penunjuk (biasanya sejenis lidi) untuk membaca Al-Qur'an; duduh; kemaluan (laki-laki); pasir hitam yang bercampur emas yang dilimbang (5) |
| KALAN | Tidak tahan disengat binatang (5) |
| KALAP | Lupa diri (ketika marah); gila; bingung (5) |
| KALAR | Leher baju (5) |
| KALAS | Gelang-gelang atau tali dari rotan pada dayung atau pengayuh (Pelayaran); sama sekali tidak ada yang tinggal; tidak bersisa; lingkaran tali yang dikaitkan di antara dua kaki untuk memudahkan pemanjatan batang kelapa (Madura) (5) |
| KALAT | Ikan laut, panjang mencapai 12,7 cm, hidup di dasar perairan beriklim sedang dengan kedalaman mencapai 20 m, tersebar di perairan Pantai Alaska sampai Pulau Aleutian Barat dan Oregon, AS (Callyodon fasciatus) (5) |
| KALAU | Kata penghubung untuk menandai syarat; seandainya; bagi; adapun; bahwa (5) |
| KALBI | Berhubungan dengan kalbu (5) |
| KALBU | Pangkal perasaan batin; hati yang suci (murni); hati; pengelompokan sosial dalam masyarakat pada masa Kesultanan Jambi (Melayu Jambi) (5) |
| KALDU | Air (kuah) daging yang direbus (5) |
| KALEM | Dalam keadaan tidak tergesa-gesa; tenang; santai (5) |
| KALET | Sangat kurus (tentang tubuh) (Jawa) (5) |
| KALIH | Kerak kapur (Ilmu Tanah); berkalih; beralih (5) |
| KALIO | Masakan dari daging dan sebagainya yang diberi santan dan bumbu, dimasak hampir kering; rendang basah (Minangkabau) (5) |
| KALIS | Suci; bersih; murni; tidak berkilat atau bersinar karena tersaput sesuatu (tentang kaca, barang logam, dan sebagainya); tidak dapat kena air atau tidak dapat basah (seperti daun keladi); tidak dapat kena penyakit; kebal (dari penyakit); tidak dapat dimasuki gas (udara); kedap udara; terhindar (dari bahaya); elastis jika ditarik dan tidak mudah sobek (Tata Boga) (5) |
| KALKE | Teknik penerjemahan kata atau frasa dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, baik leksikal maupun gramatikal (5) |
| KALNA | Kota di India (5) |
| KALOR | Tenaga panas yang dapat diterima dan diteruskan oleh satu benda ke benda lain secara hantaran (konduksi), penyinaran (radiasi), atau aliran (konveksi) (Fisika); panas (Fisika); bahang (Kedirgantaraan); kebotakan pada bagian tertentu di kepala akibat rambut rontok (Melayu Ambon) (5) |
| KALUI | Gurami (Osphronemus olfax) (5) |
| KALUS | Bagian kulit yang menebal dan mengeras; kapalan (Kedokteran dan Fisiologi); jaringan permukaan pada luka tumbuhan; bakal bibit tebu berbentuk bongkahan tidak beraturan (5) |
| KALUT | Kusut tidak keruan; kacau; kacau pikiran dan berkata tidak keruan (5) |
| KAMAL | Sempurna; cukup (Arab) (5) |
| KAMAR | Ruang yang bersekat (tertutup) dinding yang menjadi bagian rumah atau bangunan (biasanya disekat atau dibatasi empat dinding); bilik; bulan (Arab) (5) |
| KAMAS | Kakak (5) |
| KAMAT | Kayu yang biasa digunakan untuk membuat cap (tera) (5) |
| KAMAU | Pisau dari tulang binatang (Sentani) (5) |
| KAMBA | Susunan bahan makanan ternak yang tidak padat; alat kelengkapan adat yang diserahkan oleh pengantin perempuan kepada pengantin laki-laki sebagai tanda bahwa mereka telah siap menerima kedatangan pengantin laki-laki, dipakai oleh pengantin laki-laki pada waktu berjalan menuju rumah pengantin perempuan (Wolio) (5) |
| KAMBI | Bingkai dari kayu (papan dan sebagainya) pada pintu (pinggiran dinding dan sebagainya) untuk menguatkan tepi pintu (dinding dan sebagainya) (5) |
| KAMBU | Bakul (5) |
| KAMEO | Peran kecil yang biasanya dimainkan oleh seorang aktor atau aktris terkenal dalam sebuah adegan pendek (Perfilman) (5) |
| KAMIL | Sempurna (Arab) (5) |
| KAMIS | Hari ke-5 dalam jangka waktu satu minggu (5) |
| KAMKA | Kain sutra yang berhiaskan benang emas (5) |
| KAMLA | Keamanan laut (akronim) (5) |
| KAMPA | Wijayakusuma (Pisonia sylvestris) (5) |
| KAMPO | Memecahkan (buah manggis) dengan cara mengapit dengan kedua telapak tangan (Melayu Riau) (5) |
| KAMRA | Keamanan rakyat (akronim) (5) |
| KAMUS | Karya rujukan atau acuan dalam bentuk cetak maupun digital yang memuat kata dan ungkapan, dapat disusun menurut abjad atau tema, berisi keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahan; buku yang memuat kumpulan istilah atau nama yang disusun menurut abjad beserta penjelasan tentang makna dan pemakaiannya; diri, pikiran (kiasan); kulit yang sudah dimasak; samak (Jawa) (5) |
| KANAF | Kesatuan kekerabatan dalam suku Dawan di Kupang yang dipersatukan karena memiliki nenek moyang yang sama (5) |
| KANAK | Diulang: periode perkembangan anak masa prasekolah (usia antara 2–6 tahun) (5) |
| KANAL | Terusan; saluran; padanan dari channel (5) |
| KANAN | Arah, pihak, atau sisi bagian badan kita yang tidak berisi jantung; sisi (pihak) yang merupakan lawan dari kiri; partai atau golongan yang berhaluan moderat, yaitu berdasarkan asas keagamaan, kebangsaan, atau tradisi yang sudah ada di dalam percaturan politik dalam negeri sebagai lawan golongan kiri yang berhaluan keras dan berdasar pada sosialisme (Politik dan Pemerintahan) (5) |
| KANBE | Kota di Myanmar (5) |
| KANCA | Teman; sahabat (Jawa); pembantu; kaki tangan (Jawa); konco (5) |
| KANDA | Kata sapaan hormat kepada kakak; kakanda; kakak (kependekan); tradisi; legenda (5) |
| KANDI | Kota di India dan Benin (5) |
| KANDU | Panggilan sopan bagi orang tua (Alas) (5) |
| KANDY | Kota di Sri Lanka (5) |
| KANIA | Upacara adat masa peralihan anak gadis dari masa kanak-kanak ke masa remaja atau dewasa dengan cara dipingit selama tujuh hari tujuh malam (Wolio) (5) |
| KANJA | Ikan laut yang sering memasuki perairan tawar, ukurannya dapat mencapai 200 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, warnanya keperakan, tersebar di daerah Indo-Pasifik (Lates calcarifer); kakap; siakap (5) |
| KANJI | Tepung dari pati singkong; tapioka; aci; campuran air dan tepung tapioka atau tepung sagu yang dididihkan untuk mengeraskan pakaian dan sebagainya; jera; kapok (Jawa); huruf Jepang yang mulai dipakai sekitar abad-abad pertama Masehi, tiap huruf menggambarkan kata atau morfem (Linguistik) (5) |
| KANON | Uang pajak untuk tanah sewa yang turun-temurun; komposisi musik yang dimainkan secara bersahut-sahutan (Musik); peraturan atau dogma yang dikeluarkan oleh gereja (Agama Kristen); buku-buku autentik yang dianggap bagian Kitab Suci (Agama Kristen); karya drama yang dianggap ciptaan asli seorang penulis (Sastra); meriam; karya drama yang dianggap ciptaan asli seorang penulis (Sastra); peraturan atau dogma yang dikeluarkan oleh gereja (Agama Kristen); buku-buku autentik yang dianggap bagian kitab suci (Agama Kristen) (5) |
| KANSK | Kota di Rusia (5) |
| KANTA | Kaca yang kedua belah permukaannya melengkung (cekung atau cembung); lensa (5) |
| KANTI | Teman; kawan; rekan (5) |
| KANTO | Lensa (Fisika); bagian puisi yang panjang (Sastra) (5) |
| KANTU | Suku bangsa yang mendiami hulu Sungai Kapuas, Provinsi Kalimantan Barat (5) |
| KANUM | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir Papua bagian selatan, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (5) |
| KANYA | Zodiak ke-6 yang digambarkan dengan wanita kembar sebagai lambang bagi orang yang lahir antara tanggal 23 Agustus dan 22 September; Mayang; Sunbulat; Virgo (Astrologi) (5) |
| KAOMU | Golongan bangsawan yang menempati status sosial yang tertinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat, biasa dikenal dengan sebutan La Ode untuk laki-laki dan Wa Ode untuk perempuan, diletakkan di awal nama (Muna) (5) |
| KAPAK | Alat yang terbuat dari logam, bermata, dan bertangkai panjang; beliung besar untuk menebang pohon, membelah kayu, dan sebagainya; kepak; sayap (Minangkabau); ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, ukurannya dapat mencapai 30 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, terdapat gigi pada rahang atas, rahang bawah mengarah ke atas, awal sirip dubur di bawah awal sirip punggung, pinggiran perut bergerigi, warnanya keperakan, tersebar di Jawa; ikan puput (Ilisha pristigastroides) (5) |
| KAPAL | Kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dan sebagainya) terbuat dari kayu atau besi, bertiang satu atau lebih, bergeladak, digerakkan oleh mesin atau layar (5) |
| KAPAN | Kata tanya untuk menanyakan waktu; diulang: sewaktu-waktu; sebarang waktu; kapan saja (5) |
| KAPAR | Kayu atau sampah dan sebagainya yang hanyut di sungai dan sebagainya; belakang pedang atau parang; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 20 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, setiap sisik mempunyai pinggiran hitam, terdapat pola warna hitam berbentuk jala pada sirip ekor, warnanya cokelat kehitaman, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan; ketoprak; selincah (Belontia hasselti) (5) |
| KAPAS | Tanaman yang mencapai tinggi hingga 2 m, buahnya mengandung serat berbulu putih yang dibuat benang dan sebagainya (Gossypium); serat yang berbulu putih yang dapat dipintal menjadi benang dan sebagainya (5) |
| KAPAT | Musim penangkapan nener (pada bulan September) (5) |
| KAPEH | Menyusun papan untuk membuat perahu mulai dari lunas hingga mencapai ketinggian tertentu (Melayu Kalimantan) (5) |
| KAPEL | Gereja kecil (di asrama, biara, dan sebagainya) (5) |
| KAPER | Ngengat; gegat (5) |
| KAPET | Kawasan pengembangan ekonomi terpadu (akronim) (5) |
| KAPIS | Kerang (Pecten) (5) |
| KAPOK | Jera; sudah tidak akan berbuat lagi (5) |
| KAPOL | Kepala polisi (akronim) (5) |
| KAPON | Unggas jantan yang dihilangkan atau ditekan perkembangan buah pelirnya; ayam kebiri (5) |
| KAPPA | Nama huruf ke-10 abjad Yunani; kapa (5) |
| KAPUK | Randu (Ceiba pentandra); isi buah randu yang seperti serat berbulu berwarna putih, digunakan untuk mengisi bantal dan sebagainya; lumbung (yang berdinding anyaman bambu, beratap, dan berbentuk bulat panjang) (Minangkabau) (5) |
| KAPUR | Bahan serbuk yang putih warnanya, diperoleh dari batu putih (sisa-sisa organisme laut) yang dibakar, digunakan sebagai campuran makan sirih, pemutih dinding, bahan obat-obatan, dan sebagainya (5) |
| KAPUS | Kepala pusat (akronim) (5) |
| KARAD | Kota di India (5) |
| KARAF | Kendi tanpa cerat dari tanah dan sebagainya tempat menyimpan air minum atau minuman lain (5) |
| KARAH | Bintik (noda) pada kulit (gigi, daun, dan sebagainya) seperti pada kulit penyu atau siput; sisa kapur yang melekat pada gigi dan sebagainya; buluh (bambu) yang batangnya besar dan dapat dijadikan tiang rumah, tingginya dapat mencapai 30 m; pinggiran yang menonjol pada roda atau gelangan pada sambungan pipa dan sebagainya, yang berfungsi untuk memperkuat bagian itu (Fisika) (5) |
| KARAJ | Kota di Iran (5) |
| KARAK | Kerupuk nasi (Tata Boga) (5) |
| KARAM | Tenggelam ke dasar laut (tentang kapal dan sebagainya) (5) |
| KARAN | Pertumbuhan tulang yang tidak normal pada vagina (5) |
| KARAP | Sisir halus pada perkakas tenun; suri (5) |
| KARAR | Tenang; tenteram; aman; tetap tenang; menetap; berdiam di; kurang gerak (5) |
| KARAS | Suku bangsa yang mendiami Pulau Karas, yang terletak di sebelah barat daya Semenanjung Bomberai, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua; kue atau penganan yang dibuat dari tepung beras; tengkaras (Aquilaria malaccensis); papan kayu atau keping batu yang dipakai oleh penyair susastra Jawa Kuno untuk menuliskan karyanya (Sastra) (5) |
| KARAT | Lapisan merah (kekuning-kuningan) yang melekat pada besi dan sebagainya sebagai akibat proses kimia; zat yang terjadi karena oksidasi logam dengan zat asam (oksigen) yang terdapat di udara; ukuran untuk menentukan kadar emas; satuan ukuran berat berlian (intan) 200 mg; nilai; mutu (5) |
| KARAU | Aduk (5) |
| KARBO | Karbohidrat (Ilmu Gizi); pangan tinggi karbohidrat (5) |
| KAREL | Ruangan di perpustakaan yang terletak dekat koleksi rujukan yang disediakan khusus untuk studi perseorangan atau kelompok, dapat dipakai untuk menyimpan buku dan catatan yang sewaktu-waktu dapat dikunci pada saat ruangan tersebut tidak digunakan (5) |
| KARET | Tumbuhan besar yang tingginya mencapai 25 m dan kulit batangnya menghasilkan getah yang digunakan sebagai bahan membuat ban, bola, dan sebagainya; pohon para (Hevea brassiliensis); getah (perca); barang yang dibuat dari getah pohon para; dapat (mudah) mulur dan mengerut (tidak tentu, tidak pasti, dan sebagainya); bahan pelapis pada alat pemukul (tentang tenis meja) (Olahraga) (5) |
| KARGO | Muatan barang yang diangkut dengan kapal laut, pesawat udara, atau pengangkut lain (5) |
| KARIA | Upacara adat yang dilakukan setelah upacara katoba, yaitu berupa pemingitan gadis sampai waktu menikahkannya (Muna) (5) |
| KARIB | Dekat (tentang hubungan famili); rapat dan erat (tentang persahabatan dan sebagainya); intim (5) |
| KARIH | Karau; aduk (5) |
| KARIL | Kelinci; kucing belanda (Oryctolagus cuniculs) (5) |
| KARIM | Murah hati (Arab); maha pemurah (Arab) (5) |
| KARMA | Perbuatan manusia ketika hidup di dunia; hukum sebab-akibat (5) |
| KARON | Suku bangsa yang mendiami sebelah utara danau Amaru, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (5) |
| KARSA | Daya (kekuatan) jiwa yang mendorong makhluk hidup untuk berkehendak; kehendak; niat (5) |
| KARST | Daerah yang terdiri atas batuan kapur yang berpori sehingga air di permukaan tanah selalu merembes dan menghilang ke dalam tanah (permukaan tanah selalu gundul karena kurang vegetasi) (Geografi dan Geologi) (5) |
| KARTA | Aman sejahtera (5) |
| KARTI | Perbuatan (5) |
| KARTU | Kertas tebal, berbentuk persegi panjang (untuk berbagai keperluan, hampir sama dengan karcis); lembar empat persegi panjang untuk permainan beragam, memiliki gambar, tanda, dan nomor di sisinya dan terbagi dalam empat macam rupa; papan sirkuit terbuat dari plastik, biasanya dipakai sebagai dasar tempel untuk cip (5) |
| KARUK | Bunga atau bakal buah jambu (jambu air atau jambu biji); bunga randu (Jawa) (5) |
| KARUN | Orang yang kaya raya pada zaman Nabi Musa a.s., yang akibat kesombongannya ia dan harta bendanya tertimbun tanah; tidak diketahui asal-usulnya (tentang harta temuan dan sebagainya) (kiasan); tidak sah (tentang pemerolehan atau pendapatan) (kiasan) (5) |
| KARUR | Kota di India (5) |
| KARUT | Kusut; kacau (5) |
| KARYA | Pekerjaan; hasil perbuatan; buatan; ciptaan (terutama hasil karangan) (5) |
| KASAB | Benang emas (perak dan sebagainya); usaha atau ikhtiar yang dilakukan sesuai dengan kemampuannya sebagai manusia dan sejalan dengan kehendak hatinya (5) |
| KASAD | Maksud; tujuan; makna konotasi; Kepala Staf Angkatan Darat (akronim) (5) |
| KASAH | Tikar rotan; lampit (5) |
| KASAI | Bau-bauan untuk mencuci rambut; bedak basah yang harum baunya untuk melulur dan mengharumkan kulit tubuh; bedak wangi; pohon, tinggi mencapai 26 m, kayu terasnya berwarna merah tua dan awet, kayunya bermanfaat (Longetia malayana); nama ikan laut; spesies ikan pari dalam keluarga Engraulidae yang ditemukan di wilayah tropis Indo-Pasifik barat: terutama, arah timur dekat Myanmar, Taiwan, kepala utara Australia dan Papua Nugini dan mungkin Filipina (Thryssa hamiltonii); sabun dari daun-daunan yang dilumatkan (Sunda) (5) |
| KASAM | Dendam; kesumat (5) |
| KASAP | Tidak halus; tidak lembut (jika diraba); kesat; awak kapal yang bertanggung jawab atas gudang, perlengkapan, bahan kerja atau peralatan kapal dan lain-lain (Pelayaran) (5) |
| KASAR | Agak besar; tidak halus; bertingkah laku tidak lemah lembut; kasap; kesat; tidak halus waktu diraba; tidak baik buatannya; gabas; hanya dalam garis-garis besarnya (tidak dengan saksama, tidak dengan perincian yang teliti, hanya perkara yang besar-besar); dapat diraba (dilihat dan sebagainya); mentah; belum dibersihkan (5) |
| KASAU | Kayu (bambu) yang dipasang melintang seakan-akan merupakan tulang rusuk pada atap rumah, jembatan, balai-balai, dan sebagainya; Kepala Staf TNI Angkatan Udara (akronim) (5) |
| KASDU | Sudi; suka (akan); berkenan; mau (5) |
| KASEP | Tampan (untuk laki-laki); cakap (Sunda) (5) |
| KASET | Wadah plastik dengan pita magnetik yang dapat berputar dari satu gelendong ke gelendong yang lain; wadah tertutup untuk menyimpan film atau bahan yang peka cahaya (5) |
| KASIA | Kayu manis; keningar (Cinnamomum burmani) (5) |
| KASID | Kurir; utusan (5) |
| KASIH | Perasaan sayang (cinta, suka kepada); beri (5) |
| KASIM | Kebiri; kasi; laki-laki yang telah dikebiri; orang kasim (5) |
| KASIP | Terlambat; lewat waktu (Jawa); tumbuh-tumbuhan, ada bermacam-macam (5) |
| KASIR | Pemegang kas (uang); orang yang bertugas menerima dan membayarkan uang (5) |
| KASPE | Ubi kayu; ketela (5) |
| KASTA | Golongan (tingkat atau derajat) manusia dalam masyarakat (5) |
| KASTI | Olahraga beregu dengan satu bola kecil (bola tenis) dan satu alat pemukul (5) |
| KASUI | Kue yang terbuat dari tepung dan gula yang dikukus (5) |
| KASUM | Kepala staf umum (akronim/Kemiliteran) (5) |
| KASUP | Gunting khusus untuk mengupas kulit pinang (Benuaq) (5) |
| KASUR | Kota di Pakistan (5) |
| KASUS | Keadaan yang sebenarnya dari suatu urusan atau perkara; keadaan atau kondisi khusus yang berhubungan dengan seseorang atau suatu hal; contoh; masalah; soal; perkara; yang diselidiki oleh orang profesional (dokter, polisi, dan sebagainya); fakta aktual; masalah yang diujikan dalam pengadilan (Hukum); argumen dan bukti yang diberikan dalam pengadilan (Hukum); kategori gramatikal dari nomina, frasa nominal, pronomina, atau adjektiva yang menunjukkan hubungannya dengan kata lain dalam konstruksi sintaksis (Linguistik); hubungan antara argumen dan predikator dalam suatu proposisi (dalam teori kasus) (Linguistik) (5) |
| KASUT | Alas kaki, seperti sepatu dan selop (5) |
| KATAI | Kecil atau kerdil pertumbuhannya (5) |
| KATAK | Binatang amfibi pemakan serangga yang hidup di air tawar atau di daratan, berkulit licin, berwarna hijau atau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang lebih panjang daripada kaki depan, pandai melompat dan berenang; lipit-lipit pada leher dan sebagainya; gelambir; pendek (5) |
| KATAN | Luka yang disebabkan oleh senjata tajam (5) |
| KATAR | Perahu layar (5) |
| KATEL | Laba-laba besar, berbulu, dan berwarna hitam (5) |
| KATER | Sayap di kiri kanan perahu untuk menjaga keseimbangan; sayap imbang; cadik (Pelayaran) (5) |
| KATES | Pepaya (Carica papaya) (Jawa) (5) |
| KATIB | Penulis atau penyalin (tulisan); sekretaris (Arab) (5) |
| KATIK | Rumput gegenjuran (Paspalum scrobiculatum); burung yang bulu kepala dan lehernya berwarna biru keabu-abuan, punggung dan sayap bagian atas berwarna cokelat tua kemerah-merahan, sedangkan bagian sayap yang lain berwarna hitam; punai (Treron curvirostra); satuan ukuran luas tanah atau sawah (5) |
| KATIL | Tempat tidur (dari kayu, besi, dan sebagainya); ranjang (5) |
| KATIR | Kayu ringan atau buluh, dipasang di kanan-kiri perahu untuk menjaga keseimbangan; bagian semah yang berfungsi melampungkan, terdiri atas buluh bambu panjang yang dipegang oleh cadik di kedua sisi jukung (Madura) (5) |
| KATOK | Celana (panjang atau pendek) (Jawa) (5) |
| KATRO | Norak; kampungan (5) |
| KATSU | Potongan daging (Jepang) (5) |
| KATUK | Perdu, tinggi mencapai 3 m, tumbuh lurus ke atas dengan ranting-ranting yang dipenuhi daun berselang-seling pada tangkainya, daunnya dapat disayur, buahnya yang kecil berwarna putih dapat dibuat manisan (Sauropus androgynus) (5) |
| KATUL | Serbuk halus atau tepung yang diperoleh setelah padi ditumbuk dan kulit padi dipisahkan dari bulirnya; dedak lunak; bekatul (5) |
| KATUN | Cita atau bahan pakaian yang dibuat dari benang kapas; benang yang dipintal (terbuat) dari kapas (5) |
| KATUP | Penutup (biasanya hanya dapat terbuka ke satu arah saja) yang dibuat (diciptakan) pas dengan lubangnya sehingga tidak bocor; klep (pada pompa dan sebagainya); alat untuk membuka atau menutup saluran sehingga fluida yang mengalir di dalamnya dapat diteruskan atau dihentikan (5) |
| KATUT | Terbawa (Jawa) (5) |
| KAULI | Berupa perkataan, ucapan Nabi Muhammad saw. (tentang hadis); berkaitan ucapan (hadis) Nabi Muhammad saw. (5) |
| KAUSA | Sebab yang menimbulkan suatu kejadian (5) |
| KAVER | Mengaver; meliput berita (5) |
| KAWAH | Kuali besar; kancah; bagian puncak gunung berapi berbentuk lekukan besar yang dilewati bahan letusan; kaldron; kepundan (Geografi dan Geologi); ketuban (Jawa) (5) |
| KAWAK | Sudah tua; sudah lama sekali (5) |
| KAWAL | Jaga (5) |
| KAWAN | Orang yang sudah lama dikenal dan sering berhubungan dalam hal tertentu (dalam bermain, belajar, bekerja, dan sebagainya); teman; sahabat; sekutu (5) |
| KAWAO | Pohon yang kulitnya dijadikan ramuan pembersih tabung bambu supaya air nira tidak cepat masam (Sunda); gurita besar yang muncul secara tiba-tiba di sekitar kapal atau perahu yang sedang berlayar di lautan, dapat membahayakan pelayaran (Mandar); keranjang ayam yang hanya memuat seekor ayam untuk mengumpan ayam hutan (Pamona) (5) |
| KAWAT | Tali yang dibuat dari logam; telegram (5) |
| KAWIH | Lagu tradisional dalam bahasa Sunda yang iramanya tidak teratur, dinyanyikan sambil bersajak (Sunda) (5) |
| KAWIN | Membentuk keluarga dengan lawan jenis; bersuami atau beristri; menikah; melakukan hubungan kelamin; berkelamin (untuk hewan); bersetubuh; perkawinan (5) |
| KAWIT | Kota di Filipina (5) |
| KAWUK | Biawak besar yang terdapat di Pulau Nusakambangan (5) |
| KAWUL | Bulu-bulu pohon nibung yang kering sebagai bahan untuk memarak api (Wamena) (5) |
| KAYAK | Seperti; sebagai; perahu kecil orang Eskimo yang dibungkus kulit hewan; perahu kecil (dengan seorang atau dua orang pendayung) untuk lomba mendayung (Olahraga) (5) |
| KAYAN | Berbagai macam kayu; kekayuan; suku bangsa di Provinsi Kalimantan Timur (5) |
| KAYAS | Putih sedikit kemerah-merahan; merah muda (Sunda) (5) |
| KAYAT | Nyanyian tradisional Riau yang diiringi dengan gendang dan dulang atau talam (Melayu Riau); cerita yang memuat riwayat seseorang, misalnya nabi, anak saleh, yang disampaikan dalam bentuk nyanyian (Melayu Riau) (5) |
| KAYAU | Mengayau; membunuh orang untuk diambil kepalanya (sebagai adat kebiasaan beberapa suku bangsa yang masih primitif); menggenangi; membanjiri (5) |
| KAYES | Kota di Mali dan Republik Demokratik Kongo (5) |
| KAYUH | Dayung yang berdaun sebelah; pedal (5) |
| KAYUN | Laku; laris (5) |
| KAZAK | Bahasa yang dituturkan di Kazakstan (5) |
| KAZAN | Kota di Rusia (5) |
| KBRAY | Kanjeng bendara raden ayu (singkatan) (5) |
| KEBAB | Daging cincang panggang, diberi sayuran (dipanggang seperti satai); penganan cepat saji terdiri atas daging sapi yang dipanggang kemudian diiris-iris ditambah dengan sayuran segar dan mayones, lalu dibalut dengan kulit tortila (5) |
| KEBAH | Basah berkeringat; hilang panasnya sesudah berkeringat (tentang penyakit demam) (5) |
| KEBAI | Terkulai seperti ayam yang patah sayap (Melayu Riau) (5) |
| KEBAL | Tidak mempan senjata; tidak dapat terlukai oleh senjata; tidak dapat terkena sakit; tahan terhadap penyakit (Kedokteran dan Fisiologi); tidak dapat dituntut dalam perkara (Kedokteran dan Fisiologi); tidak mempan oleh caci maki; tidak malu lagi biarpun dicaci maki; tebal kulit (kiasan/Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| KEBAM | Putih kebiru-biruan (5) |
| KEBAS | Kesemutan (tentang kaki, tangan, dan sebagainya); berasa kaku kakinya (karena lelah); lambai (5) |
| KEBAT | Ikat; balut; kain panjang yang biasa dipakai perempuan (Sunda) (5) |
| KEBEL | Pohon yang tumbuh di pantai, tinggi hingga 6 m, berbagai bagiannya mengandung cairan yang pahit, digunakan sebagai obat kuat, penawar demam, dan sebagainya; bidara laut; bidara pahit; tawar pahit (Eurycoma longifolia) (5) |
| KEBEN | Lumbung padi yang terbuat dari kulit kayu (Alas) (5) |
| KEBIL | Berkedip-kedip karena keheranan (tentang mata) (Melayu Riau) (5) |
| KEBUK | Tabung atau kayu berongga untuk membuat laksa (5) |
| KEBUL | Ikan yang baru menetas, tetapi mempunyai ciri seperti ikan dewasa (5) |
| KEBUN | Sebidang tanah yang ditanami pohon musiman (buah-buahan dan sebagainya); tanah luas yang ditanami kopi, karet, dan sebagainya (5) |
| KEBUR | Mengebur; mengarau atau mengaduk supaya bercampur (5) |
| KEBUT | Hilang; jalankan dengan cepat (5) |
| KECAH | Tidak kemas atau tidak teratur; kacau-balau (5) |
| KECAI | Berkecai; remuk (pecah, robek, dan sebagainya) hingga menjadi kecil-kecil (5) |
| KECAK | Nama tarian Bali (yang dilakukan oleh puluhan orang laki-laki, menggambarkan pasukan kera pengikut Rama) (5) |
| KECAM | Mengecam; menyelidiki (mengamat-amati) dengan teliti; mencamkan; mengkritik; mencela (5) |
| KECAP | Cairan atau saus hasil olahan kacang kedelai yang diberi gula dan rempah-rempah untuk penyedap rasa masakan; bual; omong kosong (kiasan); gerakan mulut (membuka dan mengatup) seperti ketika makan (hingga menimbulkan bunyi “cap, cap”) (5) |
| KECAR | Acar (5) |
| KECEK | Celoteh, cakap, omong (yang bukan-bukan dan bersifat negatif) (Minangkabau); permainan anak-anak dengan buah yang keras atau uang (5) |
| KECER | Alat musik tradisional yang terdiri atas setangkup logam berbentuk bulat atau persegi delapan yang pada bagian atas tengahnya cembung dan berlubang untuk tempat tali pengikat (penggantung) untuk menggerak-gerakkan tangkupan logam itu ke atas dan ke bawah agar dapat berbenturan dan menghasilkan bunyi (Bali); tercecer; tertinggal (5) |
| KECIK | Biji sawo (manila dan sebagainya) (5) |
| KECIL | Kurang besar (keadaannya dan sebagainya) daripada yang biasa; tidak besar; muda; sedikit; sempit (tidak luas, tidak lebar, dan sebagainya); tidak penting (tidak berharga dan sebagainya) (5) |
| KECIT | Kecil (5) |
| KECOH | Lakukan tipu; akali; bohongi; tipu daya (terutama kecurangan yang merugikan orang, seperti barang palsu dikatakan tulen, mengurangi berat atau ukuran barang, mencampuri dengan barang yang kurang baik); tipu; gaduh; ribut (5) |
| KECUP | Tiruan bunyi bibir yang dimoncongkan lalu ditarik kembali (sehingga berbunyi “cup”); mengecup (5) |
| KECUT | Kedut; kerut; lisut; berkerut (tentang kulit tubuh dan sebagainya); takut; merasa ngeri; gentar (tentang hati, perasaan, dan sebagainya) (kiasan); masam (seperti rasa cuka); cemberut; keruh (tentang muka dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| KEDAH | Terbuka lebar (tentang mulut); perangkap untuk menangkap gajah (5) |
| KEDAI | Bangunan tempat berjualan (makanan, minuman dan sebagainya); warung (5) |
| KEDAL | Penyakit kulit yang menyebabkan belang-belang pada kulit (5) |
| KEDAM | Berwarna timbel (timah hitam) (5) |
| KEDAP | Kerap dan rapat sekali (tentang tenunan, anyaman, dan sebagainya); tertutup rapat-rapat sehingga tidak dapat ditembus atau kemasukan air (udara) (5) |
| KEDAU | Teriak (5) |
| KEDEK | Goyang; diulang: berjalan tergoyang-goyang (5) |
| KEDER | Takut; gentar; gemetar (Melayu Jakarta); lendir yang ada pada penganan (misalnya lepat) sebagai penanda penganan tersebut basi (Gayo) (5) |
| KEDIK | Lentik sedikit ke belakang (tentang badan, kepala) (5) |
| KEDIP | Gerak kelopak mata (membuka dan menutup berganti-ganti); kejap; kercit; kelip; kerjap; gerak nyala api dan sebagainya yang kecil (sebentar kelihatan padam, sebentar menyala lagi); kelip; satuan waktu sebesar 10-5 atau 0,864 sekon (5) |
| KEDOK | Tiruan muka untuk menutup muka; topeng; barang atau perbuatan yang dipakai untuk menutupi maksud sebenarnya (kiasan) (5) |
| KEDOT | Kuat; kebal; tahan pukulan (Melayu Jakarta) (5) |
| KEDUA | Nomor dua; kelompok yang terdiri atas dua (orang dan barang) (5) |
| KEDUK | Macis, korek (5) |
| KEDUL | Bola dari kayu (gading atau tanduk); malas (Sunda) (5) |
| KEDUT | Lipatan pada kulit, kain, dan sebagainya; renyuk-renyuk (pada kertas dan sebagainya); kerut; renggut; rebut; gerak jaringan karena tarikan urat (5) |
| KEFFI | Kota di Nigeria (5) |
| KEFIR | Hasil fermentasi susu kambing (Kimia) (5) |
| KEHEL | Keluk; geliat (5) |
| KEJAI | Pohon yang menghasilkan karet (Ficus elastica); getah karet; rentang; regang (tentang kaki, tangan, dan sebagainya) (5) |
| KEJAM | Tidak menaruh belas kasihan; bengis; zalim; sangat kikir; tertutup rapat (tentang mata); pejam (5) |
| KEJAN | Mengejan; melakukan tekanan di dalam tubuh bagian bawah (perut) seperti ketika hendak buang air besar, akan melahirkan anak; meneran; merejan; memaksa (memaksa-maksa); mencari (mencari-cari); menekan dengan menahan napas (seperti orang hendak melahirkan); meneran; merejan (5) |
| KEJAP | Kedip; kelip; kercit; kerjap (5) |
| KEJAR | Susul dengan berlari; kelompok belajar (program pendidikan kesetaraan yang difasilitasi oleh pemerintah bagi peserta didik yang tidak mampu bersekolah formal dan yang putus sekolah tetapi ingin melanjutkan pendidikan kembali, terdiri atas kejar paket A setara SD/MI, B setara SMP/MT, dan C setara SMA/MA) (akronim) (5) |
| KEJAT | Kaku dan tegang (tentang anggota tubuh); kukuh dan ketat sekali (seperti puting pisau pada hulunya); rapat dan padat (hingga tidak bercelah-celah); pincang karena cacat kaki yang kaku (Madura) (5) |
| KEJEN | Mata bajak (Melayu Jakarta) (5) |
| KEJER | Terus-menerus menangis dengan keras (seperti tangis kanak-kanak) (5) |
| KEJIP | Kejap (5) |
| KEJUR | Keras dan kaku (tidak dapat dilentukkan); tegak dan kaku (tentang rambut dan sebagainya); tegar (5) |
| KEJUT | Menjadi kaku (tentang urat, anggota badan) karena terperanjat dan sebagainya; kaget; diulang: putri malu (Mimosa pudica) (5) |
| KEKAH | Kera hitam bertangan panjang; siamang (Presbytes femoralis); kangkang (5) |
| KEKAL | Tetap (tidak berubah, tidak bergeser, dan sebagainya) selama-lamanya; abadi; lestari (5) |
| KEKAM | Buih atau kotoran yang terapung-apung pada permukaan air; kekat (5) |
| KEKAR | Kembang; mekar; bercerai-berai (tidak berkumpul atau berdekatan lagi); rekah (tentang batuan); kerap dan padat (tentang anyaman, tenunan, dan sebagainya); tegap kuat (tentang tubuh) (5) |
| KEKAS | Kais; sebidang tanah di antara ladang baru dan ladang yang telah ditanami (Palembang) (5) |
| KEKAT | Buih (daun-daunan dan sebagainya) yang terapung-apung dalam air (5) |
| KEKAU | Tiba-tiba terjaga (dari tidur) (5) |
| KEKEH | Tawa keras; mengotot; berkeras hati (Sunda) (5) |
| KEKEK | Tawa nyaring; raja udang; ikan berwarna putih keperakan, memiliki badan yang agak lebar dan pipih, serta mulut lurus yang apabila ditarik ke depan membentuk corong serong ke bawah, panjangnya mencapai 140 mm (Leiognathus spp.) (5) |
| KEKEL | Kikir; pelit; ikan air tawar yang ukurannya 10–14 cm, tubuhnya agak silindris, terdapat perekat di dada, warnanya hitam kekuningan, terdapat warna putih di sirip-siripnya, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan (Glyptothorax spp.) (5) |
| KEKEP | Tutup periuk, belanga, dan sebagainya dari tanah (Jawa); burung dari keluarga Artamidae, pemakan serangga dan memiliki habitat di pesisir, sawah, kebun, tegalan, hutan sekunder yang tersebar sampai ketinggian 1.500 m di atas permukaan laut (Artamus) (5) |
| KEKER | Teropong (5) |
| KEKOK | Tidak mudah memakainya (tentang alat perkakas dan sebagainya); tidak dapat memakai (menggunakan) dengan senang; merasa canggung (kaku) karena belum biasa dan sebagainya (5) |
| KEKOL | Suap; sogok (5) |
| KELAB | Tempat hiburan (untuk bersenang-senang) (5) |
| KELAH | Piknik; pemberitahuan yang disertai permintaan oleh pihak yang berkepentingan kepada pejabat yang berwenang untuk menindak, menurut hukum, orang yang melakukan perbuatan yang hanya dapat dituntut berdasarkan aduan; pengaduan (5) |
| KELAI | Tidur dengan bersandar (5) |
| KELAK | Yang akan datang; kemudian hari; jenis tekukur (Macrophygia assimilis) (5) |
| KELAM | Agak gelap; kurang terang; suram; bilah besi untuk menguatkan sambungan balok dan sebagainya (5) |
| KELAR | Takik (pada batang pohon yang hendak ditebang dan sebagainya); sayatan yang tidak dalam (pada ikan yang hendak digarami, dan sebagainya); alur-alur (ringgit-ringgit) pada tanduk; gelang-gelang pada jalan napas, pada tubuh lipan, kumbang, dan sebagainya; gelang-gelang dari rotan dan sebagainya tempat mengikatkan tali dan sebagainya; selesai; siap (5) |
| KELAS | Tingkat; ruang tempat belajar di sekolah; kelompok masyarakat berdasarkan pendidikan, penghasilan, kekuasaan, dan sebagainya; golongan, kumpulan (berdasarkan persamaan berbagai sifat tertentu); satuan taksonomi (takson) yang tingkatnya di antara bangsa dan divisi, serta mewadahi bangsa-bangsa yang erat hubungan kekerabatannya, seperti Mammalia (Dicotyledoneae) (Biologi); struktur fundamental dari pemrograman berbasis objek, terdiri atas semua metode (fungsi dan prosedur) dan data yang diperlukan untuk merepresentasikan beberapa objek; antara pasang dan surut (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| KELAT | Tali besar berpilin empat, dibuat dari sabut kelapa atau rami untuk tali-temali perahu (Madura); sepat (berasa seperti rasa pinang, salak mentah, pisang mentah); pohon yang keras kayunya; lekat; senyawa kimia logam dan nonlogam, biasanya organik, atom-atomnya berkombinasi (5) |
| KELEK | Diulang: kayu (besi dan sebagainya) pemegang pada jembatan (tangga dan sebagainya); sandaran tangan pada kursi dan sebagainya (5) |
| KELEM | Membuat jaring di bawah air (Jawa) (5) |
| KELER | Peti tempat menyimpan botol minuman keras dan sebagainya (5) |
| KELET | Ikan laut, hidup di perairan terumbu karang tropis dengan kedalaman mencapai 96 m, ukuran mencapai panjang 35 cm, umur 11 tahun, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Lutjanus lutjanus) (5) |
| KELIH | Terbuka (mata); dapat melihat; awas; tidak buta; celik (5) |
| KELIK | Keluk kecil; liku (5) |
| KELIM | Lipatan jahitan di tepi kain (layar dan sebagainya); pelipit (5) |
| KELIP | Cahaya kecil yang terputus-putus; mata uang dari nikel bernilai lima sen; berkelip; mengeluarkan cahaya kecil yang terputus-putus; terbuka dan tertutup berganti-ganti dengan cepat; berkedip-kedip; kedip; kercit; kejap; kerjap (5) |
| KELIR | Tirai kain putih untuk menangkap bayangan wayang kulit; layar putih (untuk gambar hidup); kedok (penutup dan sebagainya) untuk menyembunyikan maksud yang sebenarnya (kiasan); warna (5) |
| KELIS | Mengelis; mengelit; mengelik (5) |
| KELIT | Elak (5) |
| KELOK | Lengkung; belokan; tikungan; keluk (5) |
| KELOM | Kelompen (kependekan) (5) |
| KELON | Peluk dengan sayang (5) |
| KELOP | Klop (5) |
| KELOR | Pohon yang cepat tumbuh, tinggi hingga 8 m, akarnya membesar, kulit akar dan daun memiliki rasa atau sifat khusus, digunakan sebagai obat; merunggai (Moringa oleifera); akar kelor; daun kelor (5) |
| KELOS | Kumparan; gulungan benang (5) |
| KELOT | Dataran rendah atau daerah pantai di Pulau Bali yang menjadi tempat tinggal penduduk suku Bali (Bali) (5) |
| KELUA | Manisan kering (5) |
| KELUD | Gunung api bertipe strato dengan ketinggian 1.731 mdpl, terletak di wilayah administratif Kabupaten Kediri dan Malang, Provinsi Jawa Timur (5) |
| KELUH | Ungkapan yang keluar karena perasaan susah (karena menderita sesuatu yang berat, kesakitan, dan sebagainya) (5) |
| KELUI | Tumbuhan semak yang tingginya mencapai 1–3 m, panjang daunnya 7–15 cm dengan tepi bergerigi dan lapisan bawah berbulu putih tebal, bunganya berbentuk malai kecil muncul pada ketiak daun, bunga betina di atas dan bunga jantan di bawah, kulit batangnya dijadikan serat untuk pembuat tali, layar, jala, dan sebagainya; rami (Boehmeria nivea); serat kelui (5) |
| KELUK | Sesuatu yang melengkung; lengkung; kelok (5) |
| KELUS | Terkupas (hilang) kulitnya (5) |
| KELUT | Kalut (5) |
| KEMAH | Tempat tinggal darurat, biasanya berupa tenda yang ujungnya hampir menyentuh tanah dibuat dari kain terpal dan sebagainya (5) |
| KEMAL | Berkemal; lembap; tidak kering benar (5) |
| KEMAM | Menahan (makanan, air, perkataan) di dalam mulut; mengunyah dengan mulut terkatup (tembakau, sirih, permen); berkumur dan menyemprotkan air ke luar mulut (5) |
| KEMAS | Teratur (terbungkus) rapi; bersih; rapi; beres; kuat (5) |
| KEMAT | Kemampuan adikodrati (5) |
| KEMBU | Bakul kecil tempat ikan; kepis; kumbu (5) |
| KEMIH | Air seni; urine, air kencing (5) |
| KEMIK | Penyok; lekuk (5) |
| KEMIS | Kamis; minta (asalnya dilakukan pada hari Kamis) (5) |
| KEMIT | Penjaga malam (5) |
| KEMON | Tumbuhan yang mengambang di air, di beberapa tempat dibudidayakan di rawa-rawa untuk dibuat sayur (Neptunia oleracea) (5) |
| KEMPA | Benda yang dipakai untuk menekan (memerah, mengapit, dan sebagainya); apitan (5) |
| KEMPO | Seni bela diri yang banyak menggunakan permainan tangan (Jepang) (5) |
| KEMPU | Kotak bundar bertutup untuk menyimpan pakaian, barang kecil-kecil, dan sebagainya (5) |
| KEMUL | Selimut (Jawa) (5) |
| KENAF | Tumbuhan yang tingginya mencapai 3 m, kulit pohon dibuat serat nabati untuk pembuatan tali, karung, dan kain kanvas (Hibiscus cannabinus); serat kenaf (5) |
| KENAL | Tahu dan teringat kembali; tahu; mempunyai rasa; pernah tahu (bersahabat); mengerti; mempunyai pengetahuan tentang (5) |
| KENAN | Noda pada kulit yang merupakan bawaan sejak lahir (misalnya tahi lalat) (5) |
| KENAP | Meja kecil (5) |
| KENAS | Peda atau pekasam lokan yang dicampur dengan sagu atau nasi sampai memuai; kerang mentah yang diasamkan (Melayu Medan); mengupas kerang untuk mengambil isinya (Melayu Jambi) (5) |
| KENCA | Batang besi atau kayu runcing bertali untuk mengukur atau menentukan batas tanah (Sunda) (5) |
| KENDI | Tempat air bercerat (dibuat dari tanah) (5) |
| KENDO | Olahraga anggar tradisional Jepang (5) |
| KENEK | Kernet (5) |
| KENEM | Satuan terkecil dalam tingkat ungkapan dan tidak mempunyai makna; satuan ini bersifat kosong (Linguistik) (5) |
| KENES | Lincah dan menawan hati (tentang sikap anak kecil) banyak bicara dan banyak tingkah yang menyenangkan; suka bergaya dan bertingkah laku dibuat-buat supaya menarik perhatian; genit; keletah; bangga akan keadaan dirinya; bermegah diri; mengagungkan diri (5) |
| KENOP | Tombol (pada pintu, lampu, radio, dan sebagainya); kancing baju; pemukul (gada) dari karet (5) |
| KENTI | Anak kancil (Jawa) (5) |
| KENTO | Buah waluh kuning yang masih muda (5) |
| KENUR | Tali; benang besar (5) |
| KENYA | Negara yang terletak di Afrika Timur, beribu kota Nairobi; gadis; wanita (hormat) (Jawa) (5) |
| KENYI | Lekas berasa sakit; mudah kena sakit (5) |
| KEONG | Siput yang besar (Pomacea canaliculata) atau (Cypraea tigris) atau (Syrinx arvanus) (5) |
| KEPAH | Kerang laut kecil, dagingnya biasa dikeringkan untuk dimakan; bermacam-macam jenisnya; mamah dan isap (5) |
| KEPAI | Udang pepat (Mysis) (5) |
| KEPAK | Gendong pada rusuk; sayap (5) |
| KEPAL | Gumpal (nasi, tanah, dan sebagainya) yang ditekan-tekan dengan genggaman tangan (5) |
| KEPAM | Lembap dan mudah robek karena lama tersimpan atau tertutup rapat (tentang kain, sengkelat, dan sebagainya); lembap dan susah dinyalakan (tentang mesiu dan sebagainya); kusam; hilang cahaya atau warnanya (karena panas matahari) (5) |
| KEPAR | Kain cita yang bergaris-garis (berjalur-jalur) miring, terbuat dari kapas atau linen, biasanya digunakan untuk pakaian dalam; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 20 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, setiap sisik mempunyai pinggiran hitam, terdapat pola warna hitam berbentuk jala pada sirip ekor, warnanya cokelat kehitaman, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan; kapar; selincah; ketoprak (Belontia hasseltii) (5) |
| KEPEK | Pipih; pesek; lekuk yang tidak dalam (5) |
| KEPEL | Pohon yang tingginya hingga 20 m, batangnya berbenjol-benjol, kulit batangnya berwarna cokelat tua, daunnya berbentuk jorong, lancip ke ujung, berwarna hijau tua, berkilap, bunganya berbentuk bundar atau jorong, dan wangi, biasanya menempel pada batang, bunga jantan berbentuk lonjong dan bergerombol, buahnya berbentuk bulat, kadang-kadang agak jorong, berwarna cokelat, berdaging manis, berbiji enam buah (Stelechocarpus burahol) (5) |
| KEPER | Katun tipis yang kaku dan berwarna hitam (5) |
| KEPET | Sisa tahi yang menempel pada anus; belum (tidak) cebok setelah buang air besar; sirip (Jawa) (5) |
| KEPIK | Serangga dengan mulut berbentuk seperti jarum untuk menusuk dan kemudian menghisap cairan makanannya, memiliki sayap depan yang bagian pangkalnya keras spt kulit dan bagian belakangnya tipis seperti membran; hemiptera (Hemiptera) (5) |
| KEPIL | Berdampingan; berdampil; rapat berdekatan (5) |
| KEPIR | Membuang sesuatu yang lengket di jemari dengan cara mengibas-ngibaskan tangan (Gayo) (5) |
| KEPIS | Bakul kecil tempat ikan yang baru ditangkap, biasanya digantungkan di pinggang pengail (penjala); kembu (5) |
| KEPIT | Terimpit (tersepit) di antara lengan dan tubuh (di bawah ketiak) atau di antara dua jari (5) |
| KEPOH | Kaki yang bengkok ke arah dalam (Sunda); tangkis dan pentalkan (5) |
| KEPOL | Pergi (5) |
| KEPOT | Erot; gumal; berkerut-kerut (5) |
| KEPRI | Kepulauan Riau (akronim) (5) |
| KEPUH | Pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 30 m, bunganya berwarna merah, berbau busuk, daunnya mudah rontok, buahnya berupa bumbung, kulit buahnya tebal berwarna merah digunakan sebagai obat untuk menghentikan perdarahan pada hidung, bijinya hitam dapat digunakan sebagai obat batuk, mengandung minyak yang biasa digunakan sebagai minyak goreng atau minyak lampu; kelumpang; genderuwo; jangkang (Sterculia foetida) (5) |
| KEPUK | Bakul tempat nasi (beras dan sebagainya dari kulit kayu); lumbung padi (Minangkabau); kepis (bakul ikan) (Minangkabau); lekuk; baju jaket berleher tinggi di belakang, tetapi terbuka pada bagian depan (5) |
| KEPUL | Gumpalan asap (awan) yang tampak tebal (5) |
| KERAH | Leher baju (yang kaku); nia; rodi (5) |
| KERAI | Jalinan bilah (rotan, bambu, dan sebagainya) penutup pintu, jendela, dan sebagainya atau sebagai peneduh; bidai; padam (5) |
| KERAK | Lapisan yang kering (keras) atau hangus yang melekat pada benda lain; tiruan bunyi orang dan sebagainya menggaruk-garuk barang yang keras (5) |
| KERAM | Kejang; konstraksi otot yang tidak teratur; kejang (Olahraga) (5) |
| KERAN | Tempat menyalakan api untuk memasak; perapian; anglo; cerat pancuran (air leding), yang dapat dibuka dan ditutup dengan tutup berulir; pintu (kiasan) (5) |
| KERAP | Berkali-kali; berulang kali; sering; tidak jarang (tentang anyaman, tenunan, dan sebagainya); rapat; tidak jauh antaranya (tentang barang yang berderet-deret); derit (5) |
| KERAS | Bakul tempat garam (Jawa); padat kuat dan tidak mudah berubah bentuknya atau tidak mudah pecah; gigih; sungguh-sungguh hati (kiasan); sangat kuat; sangat teguh (kiasan); dengan cepat (tentang naik turunnya harga barang) (kiasan); membahayakan nyawa; payah (tentang sakit) (kiasan); hebat; menjadi-jadi (kiasan); tidak mengenal belas kasihan (kiasan); tidak lemah lembut (kiasan); bersifat mengharuskan (memaksa, tegas, dan betul-betul) (kiasan); kuat, ketat, dan sungguh-sungguh (kiasan); kencang, cepat (tentang embusan angin) (kiasan); deras (tentang arus air) (kiasan); nyaring (tentang suara) (kiasan); lebat sekali (tentang curah hujan) (kiasan); dapat memusingkan; berat (tentang rokok, tembakau) (kiasan); dapat memabukkan (tentang minuman) (kiasan); terlampau kuat daya reaksinya (tentang obat) (kiasan); sangat merangsang (tentang bau) (kiasan); sukar dibuka atau ditarik (tentang baut, sekrup, paku) (kiasan); liat (tentang daging) (kiasan); tidak memegas lagi (tentang per mobil) (kiasan) (5) |
| KERAT | Tiruan bunyi tupai menggerek kelapa; potong; iris; sayat; kernai; penggal; wadah berbentuk kotak yang bagian atasnya terbuka, dibuat dari kayu atau plastik berbahan keras, terdiri atas sekat-sekat yang berfungsi untuk tempat menyimpan botol (5) |
| KERAU | Bakul atau keranjang yang dibuat dari bilah-bilah bambu (5) |
| KERCH | Selat di mana jembatan Krimea berada; selat yang menghubungkan Laut Azov dengan Laut Hitam; kota di Ukraina (5) |
| KEREK | Roda kecil bersumbu yang bertali atau berantai (untuk menaikturunkan barang); kapi; katrol; tahal; susunan keratan gula enau (5) |
| KEREN | Tempat membakar batu bata atau kapur berbentuk lingkaran yang terbuat dari batu bata (Sasak); tampak gagah dan tangkas; galak; garang; lekas marah; lekas berlari cepat (tentang kuda); perlente (berpakaian bagus, berdandan rapi, dan sebagainya); kota di Eritrea (5) |
| KEREP | Menggigit atau mengunyah yang mengeluarkan bunyi seperti menggigit sesuatu yang garing (Gayo) (5) |
| KERET | Keluarga luas dalam suku Biak Numfor, terdiri atas beberapa keluarga inti dari keturunan laki-laki (Biak) (5) |
| KERIH | Tiruan bunyi kera berteriak; dengan susah payah (menuntut) (5) |
| KERIK | Tiruan bunyi “rik, rik” (tentang bunyi gesekan sayap jangkrik, barang yang dikerik, dan sebagainya); kikis dengan benda tajam, gosok dengan uang logam (5) |
| KERIP | Tiruan bunyi mengerik; kerikit; mengerip; menggigit sedikit demi sedikit (dalam bentuk kecil-kecil); menggerumit; mengunggis (5) |
| KERIS | Senjata tajam bersarung, berujung tajam, dan bermata dua (bilahnya ada yang lurus, ada yang berkeluk-keluk) (5) |
| KERIT | Tiruan bunyi “rit, rit”, seperti menggores dengan ujung pena, pisau (5) |
| KERJA | Kegiatan melakukan sesuatu; yang dilakukan (diperbuat); sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian; perayaan yang berhubungan dengan perkawinan, khitanan, dan sebagainya; pesta perjamuan; pekerjaan; bekerja (5) |
| KERMI | Kerawit (5) |
| KERNU | Tempat mesiu yang terbuat dari tanduk (5) |
| KEROH | Tidak lurus hati; tidak berterus terang; curang (5) |
| KEROK | Tidak dapat menghitung (berpikir dan sebagainya) dengan baik; kacau; persoalan; masalah; keributan (Melayu Jakarta); penggaruk (untuk membersihkan bulu kuda dan sebagainya) (5) |
| KEROM | Kabupaten di Provinsi Papua (5) |
| KERON | Mahkota (5) |
| KEROP | Perawatan (5) |
| KEROT | Ketepatan pengucapan kata (terutama dalam mengaji) (Gayo) (5) |
| KERUH | Buram karena kotor; tidak bening; tidak jernih (tentang air dan sebagainya); kusut tidak keruan; kalut; kacau; tidak beres; dengkur; dengkus; dengus (5) |
| KERUK | Bunyi seperti bunyi menggores, menggaruk, mengikir, dan sebagainya (5) |
| KERUL | Ikal (tentang rambut dan sebagainya) (5) |
| KERUN | Gambar mahkota (5) |
| KERUP | Tiruan bunyi seperti bunyi yang timbul ketika mengunyah mentimun mentah dan sebagainya (5) |
| KERUT | Lipatan kulit (pada dahi dan sebagainya); kedut; gelembur; tiruan bunyi seperti bunyi pisau yang digoreskan pada barang yang keras dan sebagainya (5) |
| KESAH | Suara yang diungkapkan karena perasaan gelisah (kesal, tidak senang, dan sebagainya); keluh kesah; kelasah; dialog, ucapan panjang, atau gumam seorang tokoh yang mengeluhkan nasibnya atau menyampaikan pikirannya langsung kepada penonton; senandika (Kesenian) (5) |
| KESAK | Mengesak; sesak napas (5) |
| KESAL | Mendongkol; sebal; kecewa (menyesal) bercampur jengkel; tidak suka lagi; jemu (5) |
| KESAM | Dendam (5) |
| KESAN | Bekas (kaki dan sebagainya); jejak; yang terasa (terpikir) sesudah melihat (mendengar) sesuatu (5) |
| KESAT | Kasar (apabila diraba); kurang licin; kering (apabila diraba) (5) |
| KESEK | Mengesek; kembang bacang (Sunda) (5) |
| KESEL | Gosok (5) |
| KESET | Pengesat kaki, terbuat dari sabut kelapa dan sebagainya; malas; tidak rajin (Jawa); eset; kuliti (5) |
| KESIK | Bunyi seperti orang berbisik-bisik (5) |
| KESIP | Tidak berbiji (tentang buah); kedip (Melayu Jakarta) (5) |
| KESOT | Mengesot; bergerak maju atau bergerak ke samping dengan pantat; mengisut; berkesot; maju berangsur-angsur dengan menggeserkan pantat (seperti anak yang belum pandai berjalan, orang lumpuh) (5) |
| KESRA | Kesejahteraan rakyat (akronim) (5) |
| KESUP | Tiruan bunyi seperti bunyi isapan (5) |
| KETAI | Paling kalah (tentang bermain kartu) (5) |
| KETAK | Tiruan bunyi “tak, tak” (bunyi ketukan pada papan); pelipatan (kerut) pada kulit leher dan sebagainya; penganan, dibuat dari ampas minyak kelapa atau minyak goreng (5) |
| KETAL | Zat yang dihasilkan dari percampuran dua molekul alkohol dan satu molekul keton (5) |
| KETAM | Terkatup rapat-rapat (kuat-kuat); ani-ani; tuai; alat untuk melicinkan kayu; serut; kepiting berkaki enam dan bersepit, hidup di lumpur di tepi pantai, sungai, parit, atau di pematang sawah; kerat; potong (kuku); ciut secara berangsur (5) |
| KETAN | Beras pulut, kalau dimasak biasanya menjadi lengket atau lekat; pulut (Oryza satifa glutinosa) (5) |
| KETAP | Ketam (katup) rapat-rapat (tentang bibir); gigit bibir (5) |
| KETAR | Gentar; sangat takut; berasa hampir seperti getir (pahit, agak pedas) (5) |
| KETAT | Erat melekat (sehingga sukar dicabut atau dilepaskan seperti keris pada sarungnya, sumbat pada botolnya); sendat; sempit (pakaian); tetap tidak dapat diubah, tanpa kecuali (tentang perkataan, janji, perintah, peraturan, dan sebagainya) (kiasan); teliti, cermat, dan rapi (tentang penjagaan) (kiasan) (5) |
| KETEK | Ketiak (Melayu Jakarta); kecil; sedikit (Minangkabau); perahu bermotor; monyet; kera (Mecacus synomolgus) (Jawa) (5) |
| KETEL | Cerek; kuali besi untuk menanak nasi; tangki di kapal, lokomotif, dan sebagainya untuk memanaskan air yang tenaga uapnya dipakai menggerakkan mesin; titik (air); tetes (Melayu Jakarta); rimbun daunnya, lebat (daun dan buahnya); padat (penduduknya); tebal (rambutnya) (Jawa) (5) |
| KETES | Tetes; titik (air dan sebagainya) (5) |
| KETIK | Kaki cengkerik (5) |
| KETIL | Potong (iris, karat, robek, sayat) sedikit-sedikit (5) |
| KETIP | Gigitan binatang kecil (seperti agas, nyamuk); mata uang yang nilainya sama dengan sepersepuluh rupiah atau sepuluh sen; picis; kelip yang berlangsung cepat (tentang benda yang kecil); kedip (5) |
| KETIS | Sentil (5) |
| KETOK | Ketuk; pukul (5) |
| KETON | Golongan senyawa organik yang sifatnya dinyatakan oleh gugus karbonil (C=O) yang mengikat dua senyawa C lain yang bervalensi satu seperti CH3; asam yang terbentuk dalam darah dan muncul dalam urin; pohon yang menghasilkan jenis kayu yang baik, dijadikan tripleks, peti, dan sebagainya, daunnya dikeringkan lalu ditumbuk halus, digunakan sebagai pengganti candu (Mitragyna speciosa) (5) |
| KETUA | Orang yang tertua dan banyak pengalamannya (dalam suatu kampung dan sebagainya); orang yang mengepalai atau memimpin (rapat, dewan, perkumpulan, dan sebagainya) (5) |
| KETUK | Tiruan bunyi seperti bunyi pukulan pada pintu, meja, dan sebagainya yang dibuat dari kayu; tiruan bunyi kotek ayam betina sesudah bertelur; alat musik gamelan Jawa, berbentuk seperti bonang, tetapi lebih pipih dan berdinding lebih rendah daripada kenong, berfungsi sebagai pemberi tekanan dalam musik gamelan (Musik); beduk (5) |
| KETUL | Sebanyak isi tangan terkepal (tentang nasi, tanah, dan sebagainya); gumpal; kepal; berkerut tegang (tentang otot-otot, urat); tumpul (Jawa); bodoh; kurang cerdas (kiasan/Jawa); tulang muda; tumbuhan gulma anggota suku Asteraceae, tinggi dapat mencapai 1 m, buahnya ramping memanjang dan berwarna cokelat kehitaman jika masak, ekstraknya digunakan sebagai bahan pengondisi kulit dan pelembab (Bidens pilosa) (Botani) (5) |
| KETUM | Ketua umum (akronim) (5) |
| KETUN | Uang ringgit; uang emas yang nilainya Rp5,80; dukat (5) |
| KETUP | Tiruan bunyi seperti kaki yang dientakkan di atas papan dan sebagainya (5) |
| KETUR | Tempat ludah (ketika makan sirih dan sebagainya); peludahan; tempolong (5) |
| KETUS | Keras dan tajam (tentang perkataan); lancang mulut (5) |
| KETUT | Anak keempat dan kelipatannya (Bali) (5) |
| KEWER | Kain alas keris pengantin laki-laki yang dikenakan pada bagian depan di luar kain yang dipakainya (di Jawa Barat) (5) |
| KEWES | Luwes sekali (Jawa) (5) |
| KHAFI | Tersembunyi; tidak tampak (5) |
| KHAIR | Elok; baik (tentang perbuatan dan sebagainya) (Arab) (5) |
| KHAKI | Warna cokelat muda serupa jerami padi kering (5) |
| KHALI | Bebas (lepas, terhindar) dari (Arab); lalai (Arab); saudara laki-laki ibu; paman atau uak laki-laki dari pihak ibu (Arab) (5) |
| KHASH | Kota di Iran (5) |
| KHASI | Kasi; kebiri (5) |
| KHAUF | Ketakutan; kekhawatiran (5) |
| KHIAR | Pilihan yang terbaik antara dua perkara untuk dilaksanakan atau ditinggalkan (5) |
| KHIWA | Kota di Uzbekistan (5) |
| KHMER | Sebuah kerajaan kuno di Asia Tenggara yang mencapai puncak kekuasaannya pada abad ke-11; penduduk kerajaan Khmer kuno; penduduk asli Kamboja; bahasa milik keluarga Mon-Khmer yang menjadi bahasa resmi Kamboja (5) |
| KHOJA | Saudagar (dari Persia atau Hindustan) (5) |
| KHOST | Kota di Afganistan (5) |
| KHOWY | Kota di Iran (5) |
| KHULM | Kota di Afganistan (5) |
| KIANG | Keranjang yang dibuat dari rotan, digunakan untuk mengangkut barang (Benuaq) (5) |
| KIANI | Takhta kerajaan; singgasana (5) |
| KIARA | Pohon jenis fikus (5) |
| KIASI | Menurut kias (analogi); berkenaan dengan kias (5) |
| KIBAN | Kompi bantuan (akronim/Kemiliteran) (5) |
| KIBAR | Berkibar; bergerak-gerak mengombak karena ditiup angin (tentang bendera dan sebagainya); menjadi masyhur (kiasan) (5) |
| KIBAS | Gerakan seperti mengipas; kambing yang bulunya panjang, tebal, dan keriting; domba; biri-biri (Ovis aries) (5) |
| KIBIR | Menganggap dirinya lebih (kuat dan sebagainya); takabur; sombong; angkuh (5) |
| KIBOR | Seperangkat tombol atau bilah dalam satu atau beberapa baris yang digunakan untuk mengoperasikan sesuatu, seperti komputer atau alat musik; papan tombol; papan tuts (Komputer dan Teknologi Informasi); alat musik elektronik, terdiri atas satu papan tuts horizontal seperti piano, dapat memainkan beragam suara, seperti terompet, suling, gitar, biola, atau perkusi (Musik) (5) |
| KIBUL | Pantat; dubur (Melayu Jakarta); bohong; tipu (5) |
| KICAK | Penganan khas Yogyakarta yang lebih mudah ditemui pada bulan Puasa, dibuat dari beras ketan dicampur dengan kelapa muda dan buah nangka, kenyal, berasa gurih dan manis (5) |
| KICAU | Tiruan bunyi burung (terutama burung murai); celoteh; perkataan yang sebarang saja (kiasan); pesan yang dikirim melalui layanan jejaring sosial twitter; twit; cuit; tipu; kecoh; padanan dari tweet (5) |
| KICEP | Diam karena takut atau gelisah (5) |
| KICIK | Kecil (5) |
| KICUT | Tiruan bunyi “cut, cut”, seperti as roda yang kurang minyak (5) |
| KIDAL | Bersifat lebih terampil tentang anggota badan (tangan) bagian kiri daripada bagian kanan (5) |
| KIDAM | Kekal; tidak bermula (Arab) (5) |
| KIDAR | Kisar; kitar (Melayu Jakarta) (5) |
| KIDUL | Selatan (arah mata angin) (5) |
| KIJAG | Keranjang khas Bengkulu Selatan, terbuat dari rotan, berupa anyaman terawang vertikal, bagian pinggir atasnya bertelinga (digunakan untuk memasang tali yang akan diselempangkan pada pembawanya), digunakan oleh perempuan untuk membawa perlengkapan tata cara adat ketika berkunjung ke rumah mertua (5) |
| KIJAI | Pohon, kayunya agak keras dan awet, berwarna kuning atau merah, dibuat bahan bangunan rumah dan sebagainya (Santiria griffithii); kibas jari atau tangan (5) |
| KIJIL | Liana yang batangnya berduri, daunnya menjorong sampai melonjong, perbungaan memayung, buahnya bulat dan berwarna hijau, tumbuh di bioma subtropis, tersebar dari India sampai Filipina; akar banar; banar babi; akar kijil (Smilax luzonensis) (5) |
| KIKAN | Dapat menggunakan kedua belah tangan (kiri dan kanan) dengan sama cakap (5) |
| KIKAS | Bekas yang masih tersisa (Alas) (5) |
| KIKAV | Kompi kavaleri (akronim) (5) |
| KIKIH | Tiruan bunyi ‘kih, kih’ seperti orang tertawa agak tertahan (5) |
| KIKIK | Tiruan bunyi ‘kik, kik’ seperti orang tertawa dengan tenggorok tertekan (5) |
| KIKIL | Daging pada kaki kerbau, sapi, atau kambing; tunjang; satuan ukuran luas tanah, sama dengan dua bau (Jawa) (5) |
| KIKIM | Suku bangsa yang mendiami pemukiman yang tersebar di daerah aliran sungai Kikim, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan (5) |
| KIKIR | Alat dari besi baja yang bergerigi, dipakai untuk meratakan (menajamkan dan sebagainya) sesuatu; terlampau hemat memakai harta bendanya; pelit; lokek; kedekut (5) |
| KIKIS | Kerik (hilangkan, hapuskan, dan sebagainya) dengan benda tajam; hilang; habis (harta benda) (Minangkabau) (5) |
| KIKUK | Canggung; belum pandai; belum biasa (5) |
| KIKUL | Kulit pohon sagu yang keras (Alune) (5) |
| KIKUS | Ikan laut jenis tenggiri, panjangnya mencapai 80 cm, hidup di perairan tropis, tersebar di perairan Pantai Barat India dan Srilangka sampai Thailand, Malaysia dan Jawa (Scomberomorus lineolatus) (5) |
| KILAH | Tipu daya; tipu muslihat; dalih; alasan (yang dibuat-buat); siput laut yang bertanduk (5) |
| KILAI | Kumparan benang untuk memintal (5) |
| KILAN | Jengkal (Jawa) (5) |
| KILAP | Gilap; kilat; pantulan cahaya yang disebabkan oleh gelepar ikan terserang parasit (5) |
| KILAR | Siput yang dapat dimakan (5) |
| KILAS | Jerat atau gelang-gelang dari rotan (untuk mengikat kaki binatang, pengayuh, dan sebagainya); gulungan kain sarung pada pinggang; kilat (5) |
| KILAT | Cahaya yang berkelebat dengan cepat di langit (petir dan sebagainya); cahaya yang berkilau (berkilat); yang sangat cepat; yang dikerjakan dalam waktu singkat; pohon yang banyak terdapat dalam paya-paya di tepi laut, kulit batangnya untuk menyamak kulit, kayunya untuk kayu api; jangkar paya; bakau (Rhizophora conjugata); kayu (kulit) pohon bakau (5) |
| KILAU | Cahaya gemerlap; cahaya berkilap; cahaya yang memantul (5) |
| KILIK | Gelitik; hasut (kiasan) (5) |
| KILIN | Ragam hias berupa hewan berkepala naga, berbadan rusa, bersisik, berekor singa, banyak terdapat pada batik Cirebon, berasal dari Tiongkok, melambangkan kekuasaan (5) |
| KILIR | Gosok; asah; terkilir (5) |
| KILIS | Kota di Turki (5) |
| KILIT | Memutar-mutar layang-layang di udara untuk melawan musuh atau mengait layang-layang lain yang putus di udara (Melayu Jakarta) (5) |
| KILJU | Kota di Korea Utara (5) |
| KILUS | Cairan seperti susu yang diserap di usus yang berasal dari makanan selama pencernaan (5) |
| KIMAH | Harga; nilai (Arab) (5) |
| KIMAS | Kompi markas staf (akronim) (5) |
| KIMCI | Makanan khas Korea berupa acara pedas yang dibuat dari sayuran seperti kubis dan lobak yang digarami, dibumbui (dengan bawang putih, cabai merah, jahe, pasta ikan teri, dan sebagainya), kemudian difermentasikan (5) |
| KIMIA | Ilmu tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat (5) |
| KIMKI | Suku bangsa yang mendiami daerah perbatasan dengan Papua Nugini, sekitar daerah aliran sungai Sepik, Provinsi Papua (5) |
| KIMLO | Sayur berkuah (seperti sup) (5) |
| KIMRI | Salah satu fase pertumbuhan buah kurma, pada fase ini buah kurma masih mentah, berwarna kehijau-hijauan, ukuran buah belum penuh, banyak mengandung air, belum dapat dikonsumsi (5) |
| KIMRY | Kota di Rusia (5) |
| KIMUS | Bahan setengah cair, seperti bubur, terdapat di dalam lambung sebagai hasil pencernaan makanan (5) |
| KINAN | Bersifat lebih terampil menggunakan tangan kanan daripada tangan kiri (5) |
| KINCA | Air gula; tengguli; sirop gula (5) |
| KINDU | Kota di Republik Kongo (5) |
| KINJA | Lompat; loncat; lonjak (5) |
| KINOA | Tanaman herba yang berasal dari pegunungan tinggi Andes, dibudidayakan untuk diambil bijinya sebagai bahan membuat tepung (Chenopodium quinoa) (5) |
| KINTE | Tunangan (5) |
| KIOKO | Suku bangsa yang mendiami daerah di pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (5) |
| KIONG | Luka di kulit kepala karena gigitan kutu (Tombulu) (5) |
| KIPAH | Tutup kepala yang dipakai oleh laki-laki Yahudi (5) |
| KIPAI | Kibas-kibas (5) |
| KIPAM | Komando intai para amfibi (akronim) (5) |
| KIPAN | Kompi senapan (akronim/Kemiliteran) (5) |
| KIPAS | Alat untuk mengibas-ngibas (supaya mendapat angin sejuk dan sebagainya); baling-baling pada pesawat (kapal, mobil, dan sebagainya) (5) |
| KIPER | Penjaga gawang (pada sepak bola dan sebagainya) (Olahraga) (5) |
| KIRAB | Perjalanan bersama-sama atau beriring-iring secara teratur dan berurutan dari muka ke belakang dalam suatu rangkaian upacara (adat, keagamaan, dan sebagainya); pawai; gabah yang cepat rontok dari tangkai (Sunda) (5) |
| KIRAI | Kibas-kibas supaya bersih; jalur; carik (yang paling panjang); pohon nipah, daunnya dapat dibuat atap (Metroxylon rumphii); cerai (5) |
| KIRAP | Kepak-kepakan; tangkis (5) |
| KIRAS | Pohon yang kayunya dapat dijadikan bahan rumah dan sebagainya (Carcinis celebica) (5) |
| KIRAU | Masih mentah dan keras (tentang buah); mengkal (5) |
| KIRIK | Mengirik; anak anjing (Jawa) (5) |
| KIRIM | Antar dengan perantara; sampaikan melalui; mentransmisikan pesan atau berkas melalui saluran komunikasi (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| KIRIP | Siput laut yang enak dimakan (5) |
| KIRIS | Pohon kayu, akarnya dipakai untuk ramuan obat dan buahnya dapat dimakan (Belamcanda chinensis) (5) |
| KIROV | Kota di Rusia (5) |
| KIRUH | Keruh; kacau; tidak tenteram (keadaan dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| KIRYU | Kota di Jepang (5) |
| KISAH | Cerita tentang kejadian (riwayat dan sebagainya) dalam kehidupan seseorang dan sebagainya; kejadian (riwayat dan sebagainya) (5) |
| KISAI | Ayak; saring (5) |
| KISAM | Suku bangsa yang mendiami dusun-dusun di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatra Selatan (5) |
| KISAR | Gerakan berputar pada porosnya; suku bangsa yang mendiami pulau Kisar yang terletak di sebelah timur pulau Timor, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku (5) |
| KISAS | Pembalasan yang setimpal dalam pelaksanaan hukum Islam (seperti hukuman bagi orang yang membunuh dibalas dengan membunuh lagi) (Agama Islam) (5) |
| KISAT | Kering (5) |
| KISIK | Bisik (Melayu Jakarta); tumbuk pelan-pelan (Minangkabau) (5) |
| KISTA | Pembengkakan pada jaringan tubuh yang di dalamnya berongga dan berisi cairan kental menyerupai bubur; selaput yang membentuk kantong tertutup, berisi kuman, tumbuh secara tidak normal dalam suatu jaringan atau rongga badan (5) |
| KISUT | Berkedut karena kering, tua dan sebagainya; lisut; keriput; ayak (5) |
| KITAB | Buku; wahyu Tuhan yang dibukukan; kitab suci (5) |
| KITAR | Keliling; putar; tolak, desak ke sisi (Minangkabau); bilangan yang menunjukkan jumlah kegiatan yang dapat dilakukan oleh suatu sarana angkutan dari satu titik mula per satuan waktu (5) |
| KITIK | Pegang sampai timbul rasa geli (5) |
| KITIN | Zat tanduk setengah bening, terdapat dalam rangka luar yang berfungsi sebagai kulit (pada serangga dan binatang lain, seperti kulit lebah) (Zoologi) (5) |
| KITIR | Surat keterangan pajak bumi yang harus dibayar oleh pemilik tanah (5) |
| KITRI | Pohon buah-buahan (di halaman); benih pohon kelapa (Sunda); tanda pada tanah yang telah ditebangi pohon di atasnya (5) |
| KITWE | Kota di Zambia (5) |
| KIURI | Timun Jepang, bentuknya lebih lonjong dari timun lokal, warnanya hijau pekat, ada sedikit rasa pahit di ujung buahnya, cenderung memiliki rasa manis, segar, dan renyah (Botani) (5) |
| KIZIB | Dusta; bohong; palsu (5) |
| KKOAL | Korps Komando Angkatan Laut (singkatan) (5) |
| KLAIM | Tuntutan pengakuan atas suatu fakta bahwa seseorang berhak (memiliki atau mempunyai) atas sesuatu; pernyataan tentang suatu fakta atau kebenaran sesuatu (5) |
| KLANG | Kota di Malaysia (5) |
| KLAUE | Cakar (Jerman) (5) |
| KLAYU | Ingin ikut pergi karena takut ditinggalkan, biasanya diiringi tangisan (tentang anak-anak) (Jawa) (5) |
| KLEDI | Alat musik tiup dari Kalimantan (5) |
| KLIEN | Orang yang memperoleh bantuan hukum dari seorang pengacara dalam pembelaan perkara di pengadilan (Hukum); orang yang membeli sesuatu atau memperoleh layanan (seperti kesehatan, konsultasi jiwa) secara tetap; pelanggan; komputer desktop atau stasiun kerja yang melekat pada jaringan dan bergantung pada satu atau beberapa server untuk beberapa sumber daya, yaitu berkas, peranti, dan layanan lainnya (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| KLISE | Gambar negatif pada film potret; keping atau pelat berisi gambar yang agak menonjol untuk dicetakkan dengan cetak tinggi (Grafika); tiruan; hasil meniru (kiasan); gagasan (ungkapan) yang terlalu sering dipakai (kiasan) (5) |
| KLONA | Kumpulan sel turunan dari sel induk tunggal dengan reproduksi aseksual (Biologi); peranti lunak atau peranti keras tiruan dari merek terkenal (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| KLUET | Suku bangsa di Provinsi Aceh (5) |
| KLUWO | Penganan dibuat dari ketela, waluh, dan sebagainya, direbus dengan santan, diberi gula jawa dan sebagainya (Jawa) (5) |
| KNOUT | Cambuk (Inggris) (5) |
| KNOWN | Terkenal (Inggris) (5) |
| KOALA | Mamalia berkantung menyerupai beruang, beratnya sekitar 7—15 kg, telinganya besar, membulat, dan berambut, tubuhnya berwarna abu-abu, kukunya tajam, pemanjat pohon, makanannya daun eukaliptus, banyak dijumpai di Australia (Phascolarctos cinereus) (5) |
| KOANA | Lubang berbentuk corong pada rongga hidung belakang yang menuju ke pangkal kerongkongan (Anatomi) (5) |
| KOANG | Layang-layang hias (Melayu Jakarta); luka yang tetap menganga walaupun sudah lama diobati (Minahasa Tonsawang) (5) |
| KOBAH | Gendang (genderang) besar; nekara; nakara; nobat (5) |
| KOBAK | Permainan anak-anak dengan cara melemparkan karet dan sebagainya ke dalam lubang di tanah; permainan judi dengan melemparkan uang (logam) ke dalam lubang di tanah (5) |
| KOBAR | Kecamuk; berkobar; menyala besar; berkecamuk (tentang perang, pemberontakan, dan sebagainya) (kiasan); bertambah besar atau menjadi-jadi (tentang kemarahan dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| KOBER | Makam (Melayu Jakarta); kelompok bermain (pendidikan nonformal bagi anak usia 2—4 tahun yang memfokuskan kegiatannya pada pengembangan motorik, kecerdasan emosional, dan perilaku) (akronim) (5) |
| KOBOH | Busa sabun (Gayo) (5) |
| KOBOI | Penggembala sapi yang menaiki kuda (di Amerika); orang yang bertindak seenaknya sendiri (melanggar aturan, menghakimi sendiri, suka berkelahi, dan sebagainya) (5) |
| KOBOK | Sekelompok (orang); puak; partai; golongan (5) |
| KOBRA | Ular sendok besar yang sangat berbisa, terdapat di Asia dan Afrika (Naja Sputatrix) (5) |
| KOCAH | Sangat sibuk (Melayu Kep. Riau) (5) |
| KOCAK | Gerak bolak-balik (kanan-kiri) yang cepat (tentang benda cair); guncang; lucu; jenaka; gagah; bagus sekali; serba baik; sombong; congkak (5) |
| KOCEK | Kantong; saku (baju dan sebagainya) (5) |
| KOCHI | Kota di Jepang; kota di negara bagian Kerala, India (5) |
| KOCOK | Guncang (tentang obat dalam botol dan sebagainya) (5) |
| KOCOR | Alir (tentang air dari atas ke bawah) (5) |
| KODAK | Alat untuk memotret; kamera (5) |
| KODAL | Komando kendali (akronim/Kemiliteran); komando dan pengendalian (akronim/Kemiliteran) (5) |
| KODAM | Komando daerah militer (akronim) (5) |
| KODAR | Kota di India (5) |
| KODAU | Komando daerah angkatan udara (akronim) (5) |
| KODEK | Perangkat yang mengodekan dan mendekodekan sinyal elektronik; sirkuit terpadu atau keping yang melakukan konversi dari analog ke digital dan sebaliknya (Komputer dan Teknologi Informasi); sarung; rok; bawahan (Minangkabau) (5) |
| KODIM | Komando distrik militer (akronim) (5) |
| KODOK | Katak; mobil kecil merek VW (Volkswagen) (kiasan); raba-raba (5) |
| KODYA | Kota madya (akronim) (5) |
| KOELN | Kota di Jerman (5) |
| KOFTE | Makanan khas Turki yang berbahan daging sapi, kambing, atau ayam yang digiling dan dicampur bumbu, dimasak dengan cara direbus, dipanggang, atau digoreng, biasanya disajikan dengan salad dan saus (5) |
| KOGAB | Komando gabungan (akronim) (5) |
| KOGON | Kota di Uzbekistan (5) |
| KOHAT | Kota di Pakistan (5) |
| KOHIR | Surat atau daftar penetapan pajak (5) |
| KOHOL | Sipat (celak) mata (5) |
| KOHOR | Pengikut; kelompok (5) |
| KOIDU | Kota di Sierra Leone (5) |
| KOJOH | Penuh berisi air (tentang sawah); digenangi air; sebak (Pertanian) (5) |
| KOJOL | Tawa (5) |
| KOJOR | Meninggal dunia; mati (5) |
| KOKAH | Jenis kera (Simnopithecus siamensis) (5) |
| KOKAM | Buah yang bentuknya, seperti asam, rasanya asam manis, masih berkerabat dengan manggis, digunakan sebagai bumbu pada masakan kari (5) |
| KOKAS | Arang sisa yang diperoleh setelah arang gas atau arang lemak dipanaskan (5) |
| KOKOH | Kukuh (tentang bangunan) (5) |
| KOKOK | Tiruan bunyi ayam jantan (5) |
| KOKOL | Tumbuhan semacam resam (pakis) (Gleichenia lineari); keadaan tubuh melengkung (karena kedinginan dan sebagainya) (5) |
| KOKON | Kepompong ulat sutra (5) |
| KOKOP | Palka atau rumah tempat muatan pada perahu (Madura) (5) |
| KOKOT | Besi (kawat) yang dibengkokkan untuk memaut; gembok; bengkok dan melekat (tentang jari tangan, kaki, dan sebagainya); kerukut; layan; pelihara (5) |
| KOKSA | Ruas segmen pertama pada tungkai serangga (5) |
| KOKUS | Bakteri yang berbentuk bulat (Biologi) (5) |
| KOLAB | Kolaborasi (kependekan) (5) |
| KOLAK | Makanan yang dibuat dari pisang, ubi, dan sebagainya yang direbus dengan gula dan santan; sepotong kayu yang bengkok dan bulat pada ujungnya, dipakai untuk menggiling lada atau rempah-rempah pada cobek; takaran beras sebanyak empat gantang atau dua puluh kati (= ± 125 ons = ± 12,5 kg) (5) |
| KOLAM | Ceruk di tanah yang agak luas dan dalam berisi air (untuk memiara ikan dan sebagainya); bak tempat air (5) |
| KOLAR | Kota di India (5) |
| KOLDA | Kota di Senegal (5) |
| KOLEK | Perahu kecil, dibuat dari batang kayu bertiang satu, berlayar, digunakan untuk mengangkut orang (5) |
| KOLET | Daerah perbatasan antara hipokotil dan akar (Botani) (5) |
| KOLIK | Rasa nyeri yang amat sangat yang hilang dan timbul di daerah usus atau sekitarnya, seperti kolik batu empedu, kolik karena masuk angin, dan kolik bawasir (Kedokteran dan Fisiologi); keadaan pada bayi sehat yang menangis lebih dari tiga jam dalam sehari, tiga hari dalam seminggu, selama lebih dari tiga minggu, diikuti dengan mengangkat atau menekuk kaki, mengepalkan tangan dan mengencangkan perut, serta diakhiri dengan buang air besar atau buang angin (Kedokteran dan Fisiologi); mulas yang tidak jelas dan berulang sebagai akibat dari penyakit cacingan (5) |
| KOLIM | Rakit dari bambu yang menggunakan galah sebagai penggeraknya (Melayu Jambi) (5) |
| KOLOK | Manja (untuk anak-anak) (Melayu Jakarta) (5) |
| KOLOM | Ruang antara dua garis tegak pada lembar kertas atau halaman buku; lajur; bagian vertikal pada halaman cetak yang dipisahkan oleh garis tebal atau ruang kosong (seperti dalam surat kabar); bagian khusus yang utama dalam surat kabar atau majalah; deretan unsur yang ditata secara vertikal di dalam beberapa jenis kerangka kerja seperti deret sel kontinyu yang berlaku dari atas ke bawah di dalam lembar sebar (Komputer dan Teknologi Informasi); tiang (pilar) penyangga (biasanya dari beton yang bertulang besi) (Teknik) (5) |
| KOLON | Bagian usus antara usus buntu dan poros usus; usus besar (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| KOLOR | Tali celana, dan sebagainya (dari karet atau kain) (5) |
| KOLOT | Tidak modern; kuno; tua (5) |
| KOLUM | Leher atau struktur berbentuk leher (Zoologi); segmen pertama tanpa kaki di belakang kepala pada binatang kaki seribu (Zoologi) (5) |
| KOMAN | Biasa (5) |
| KOMBO | Baju pengantin perempuan yang terbelah pada bagian depan, berlubang kepala sampai bagian atas dada (Muna); baju adat masa dewasa bagi anak perempuan yang telah lewat masa pingitan (Wolio); kombinasi dari beberapa komponen (5) |
| KOMBU | Ganggang laut yang banyak dipakai sebagai bumbu tradisional di Jepang (5) |
| KOMEN | Bagian kalimat yang memberi pernyataan tentang topik (Linguistik); komentar; orang asli Papua (Papua); komando resimen (akronim) (5) |
| KOMET | Benda angkasa yang beredar mengelilingi matahari, bercahaya seperti bintang, bagian tengahnya bercahaya terang, dan berekor panjang menyerupai kabut (Astronomi) (5) |
| KOMIK | Cerita bergambar (dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk buku) yang umumnya mudah dicerna dan lucu (5) |
| KOMIS | Jabatan kantor di atas juru tulis (5) |
| KOMPI | Bagian dari batalion, terdiri atas 150–200 orang, dipimpin oleh seorang berpangkat kapten (Kemiliteran) (5) |
| KONAN | Kota di Jepang (5) |
| KONCH | Kota di India (5) |
| KONCO | Teman; sahabat; pembantu; kaki tangan; kanca (Jawa) (5) |
| KONDA | Suku bangsa yang mendiami daerah di sepanjang sungai Waromge bagian hilir sebelah selatan kota Teminabuan, Kabupaten Teminabuan, Provinsi Papua (5) |
| KONDE | Gelung rambut; sanggul; kundai (5) |
| KONDO | Kondominium (kependekan) (5) |
| KONGA | Irama lagu ritual yang berasal dari Kuba (Musik) (5) |
| KONGO | Negara yang terletak di Afrika Tengah, beribu kota Brazzaville (5) |
| KONIN | Kota di Polandia (5) |
| KONIS | Berbentuk kerucut berpancung (5) |
| KONJO | Suku bangsa yang mendiami Kabupaten Sinjai, Bulukumba, dan Bantaeng, Provinsi Sulawesi (5) |
| KONON | Agaknya (biasanya di belakang kata tanya); gerangan; kata orang; kabarnya; katanya; barangkali; mungkin; kabar (Sastra); istimewa pula; apalagi; jangan lagi (Sastra/Minangkabau) (5) |
| KONRO | Sup khas Bugis-Makassar, dibuat dari tulang rusuk daging sapi atau kerbau (Tata Boga) (5) |
| KONTE | Pensil yang isinya hitam tebal (5) |
| KONUS | Kerucut (5) |
| KONYA | Kota di Turki (5) |
| KOOPS | Komando operasi (akronim/Kemiliteran) (5) |
| KOPAK | Kupas; kubak; peti kecil tempat menyimpan pakaian; tumbuh; bangkit (5) |
| KOPAL | Damar yang dipakai di pabrik pernis (5) |
| KOPAS | Komando pasukan (akronim) (5) |
| KOPDA | Kopral dua (akronim) (5) |
| KOPEG | Koperasi pegawai (akronim) (5) |
| KOPEK | Pundi-pundi tempat uang; dompet; kantong; tas; kupas (dengan kuku dan sebagainya); panjang terkelepai (tentang payudara yang kempes atau yang tidak montok); uang tembaga Rusia (5) |
| KOPEL | Berpasangan; bergandengan (saling berhubungan); sepasang kakas yang sejajar, sama besar, tetapi berlawanan arah; pasangan kakas (5) |
| KOPER | Peti yang terbuat dari kulit (kaleng dan sebagainya) tempat menyimpan pakaian yang dapat dibawa dalam perjalanan (5) |
| KOPET | Sempit (tentang lubang, jalan, dan sebagainya) (5) |
| KOPKA | Suku bangsa yang mendiami dataran rendah di selatan Papua, sebelah selatan Langda dan Bomela, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua (5) |
| KOPLO | Dungu (Jawa) (5) |
| KOPOK | Bunyi-bunyian seperti rebana kecil dibuat dari kayu atau logam; nanah yang keluar dari lubang telinga (Jawa) (5) |
| KOPRA | Daging kelapa yang telah dijemur dan dikeringkan untuk dibuat minyak; kelapa kering (5) |
| KOPTU | Kopral satu (akronim) (5) |
| KOPUR | Komando tempur (akronim) (5) |
| KORAL | Rumah bekas koloni binatang laut; tumbuhan (bunga) karang yang dibangun di dasar laut oleh binatang karang yang berupa jasad renik; ruang kandang atau lapangan terkurung pagar untuk mengandangkan atau menangkap ternak (5) |
| KORAN | Lembaran-lembaran kertas bertuliskan kabar (berita) dan sebagainya, terbagi dalam kolom-kolom (8–9 kolom), terbit setiap hari atau secara periodik; surat kabar; harian (5) |
| KORBA | Kota di India (5) |
| KORCE | Kota di Albania (5) |
| KOREA | Bahasa yang dituturkan di Korea Utara dan Korea Selatan; negeri Ginseng (5) |
| KORED | Alat untuk membersihkan rumput, bentuknya seperti cangkul kecil (5) |
| KOREK | Cungkil; gerek; alat untuk memantik api; pemantik api; geretan; hati-hati (sesuai dengan segala sesuatu yang benar); teliti (5) |
| KOREM | Komando resort militer (akronim) (5) |
| KORET | Kikir (Sunda) (5) |
| KORLA | Kota di Cina (5) |
| KOROH | Kerongkongan (Minangkabau) (5) |
| KOROK | Lubang atau liang memanjang (dalam tanah dan sebagainya); tembusan; terowongan (5) |
| KORPS | Himpunan orang (badan, organisasi) yang merupakan satu kesatuan (5) |
| KORUP | Buruk; rusak; busuk; suka memakai barang (uang) yang dipercayakan kepadanya; dapat disogok (memakai kekuasaannya untuk kepentingan pribadi) (5) |
| KORUS | Bait atau bagian lagu yang diulang dan merupakan inti lagu (Musik) (5) |
| KORUT | Korea Utara (akronim) (5) |
| KORVE | Kerja paksa (diharuskan oleh penguasa, yang diupah sedikit sekali atau tidak sama sekali); kerja rodi; tugas tambahan (misalnya membersihkan senjata) (Kemiliteran); kerja bakti yang dilakukan di lingkungan militer (Kemiliteran) (5) |
| KOSAR | Pohon yang kayunya baik untuk bahan rumah dan sebagainya (Artocarpus rigida); kayu kosar (5) |
| KOSEK | Asah; sikat; komando sektor (akronim) (5) |
| KOSEL | Sendat (5) |
| KOSEN | Gagah; berani (Melayu Jakarta); kebal (terhadap senjata tajam dan sebagainya) (Melayu Jakarta); ampuh (tentang ilmu silat dan sebagainya) (Melayu Jakarta); kerangka jendela, pintu, dan sebagainya yang ditanamkan ke dinding tempat daun jendela atau pintu mengatup atau bergantung (5) |
| KOSET | Subhimpunan yang terdiri atas semua hasil kali yang diperoleh dengan mengalikan unsur tetap kelompok di bagian kanan dan kiri dengan setiap unsur subkelompok (Matematika) (5) |
| KOSON | Kota di Uzbekistan (5) |
| KOSTI | Kota di Sudan (5) |
| KOTAI | Dalam keadaan masih tergantung (belum putus dari tangkai atau talinya); kurus kering; mersik; tua dan kering (tentang buah nyiur, pinang, dan sebagainya) (5) |
| KOTAK | Peti kecil tempat barang perhiasan, barang kecil, dan sebagainya; petak; tingkatan atau tempat yang tiada masuk dalam hitungan (Olahraga); ruang (bidang) empat persegi (Olahraga); Tantri Syalindri adalah vokalis grup musik ini (5) |
| KOTEK | Tiruan bunyi kokok ayam betina (biasanya setelah selesai bertelur); ekor yang berbulu (5) |
| KOTES | Cabut; petik; kutil (5) |
| KOTKA | Kota di Finlandia (5) |
| KOTLI | Kota di Pakistan (5) |
| KOTOK | Tahi ayam; kotong; rabun senja; buta ayam (5) |
| KOTOR | Tidak bersih; kena noda; banyak sampahnya (barang bekas, barang busuk, dan sebagainya); jorok; menjijikkan; melanggar kesusilaan; tidak patut; keji; tidak mengikuti aturan; tidak jujur; (berat, isi, gaji, dan sebagainya) sebelum dikurangi wadah, pajak, dan sebagainya; bruto (5) |
| KOTRI | Kota di Pakistan (5) |
| KOUDE | Dingin (Belanda) (5) |
| KOUSA | Kota di Mesir (5) |
| KOVEL | Kota di Ukraina (5) |
| KOVER | Liput; sampul; tutup pelindung (5) |
| KOWAD | Korps Wanita Angkatan Darat (akronim) (5) |
| KOWAK | Sarung kujang (Sunda) (5) |
| KOWAL | Korps Wanita Angkatan Laut (akronim) (5) |
| KOWAU | Korps Wanita Angkatan Udara (akronim) (5) |
| KOWEK | Takuk; takik (5) |
| KOWOR | Tabung bambu yang digunakan untuk menyimpan saguer (Melayu Manado) (5) |
| KOYAH | Kue satu; satru (Tata Boga) (5) |
| KOYAK | Cabik; robek; sobek (5) |
| KOYAM | Bubur yang dibuat dari ketan (5) |
| KOYAN | Satuan ukuran berat (beras dan sebagainya) (antara 27–40 pikul) (5) |
| KOYOK | Anjing yang tidak dipiara orang; anjing liar (Canis sp.); obat tempel (seperti plester) yang berkhasiat menyembuhkan reumatik, keseleo, dan masuk angin (5) |
| KOZAN | Kota di Turki (5) |
| KPKNL | Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (instansi vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang bertugas melaksanakan pelayanan di bidang kekayaan negara, penilaian, piutang negara, dan lelang) (singkatan) (5) |
| KRANK | Sakit (Jerman) (5) |
| KRANS | Karangan bunga berbentuk bulat lonjong dan sebagainya untuk ucapan selamat atau duka cita (5) |
| KRAWU | Makanan khas daerah Gresik (5) |
| KREDO | Pernyataan kepercayaan (keyakinan) (Latin); dasar tuntunan hidup (Latin) (5) |
| KREMA | Buih berwarna kuning tua pada permukaan kopi espreso; mahkota kopi (5) |
| KREOL | Alat komunikasi sosial dalam kontak yang singkat (misalnya dalam perdagangan) (Linguistik); ragam pijin yang sudah mempunyai penutur asli (Linguistik) (5) |
| KRETA | Pulau di Laut Tengah; pulau di Yunani (5) |
| KRIAU | Suku bangsa yang mendiami desa Riam Dadap, Aur Gading, Sekukum, Batu Lapis, Beginci Laut dan Beginci Darat, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (5) |
| KRIBI | Kota di Kamerun (5) |
| KRIBO | Keriting sekali dan kaku (5) |
| KRICU | Keripik cumi khas Kepulauan Bangka Belitung yang berbahan dasar sagu dan telur cumi, berbentuk panjang dengan bagian tengah agak menggembung, berasa gurih (5) |
| KRIDA | Olah; perbuatan; tindakan; olahraga (5) |
| KRIJT | Kapur (Belanda) (5) |
| KRING | Tiruan bunyi bel (pada sepeda, telepon, dan sebagainya); bagian dari wilayah paroki; lingkungan (Agama Katolik) (5) |
| KRIUK | Bunyi makanan renyah saat digigit atau dikunyah (5) |
| KRIYA | Pekerjaan (kerajinan) tangan (5) |
| KROCO | Siput kecil; hina; rendah kerdil (kiasan) (5) |
| KROMA | Derajat kejenuhan suatu warna (Kimia) (5) |
| KROMO | Tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa yang termasuk ragam hormat; nama orang yang dipakai sebagai lambang yang menggambarkan rakyat kecil atau orang kebanyakan (Jawa) (5) |
| KRONE | Satuan mata uang Denmark dan Norwegia (5) |
| KRONI | Teman (kawan) dekat (5) |
| KROON | Mata uang Estonia sebelum Euro (5) |
| KROTO | Telur semut kerengga, biasanya digunakan sebagai pakan burung atau ikan (Jawa) (5) |
| KUACI | Biji semangka, bunga matahari, labu kuning, dan sebagainya yang dikeringkan dan diasinkan (untuk dimakan) (5) |
| KUALA | Tempat pertemuan sungai dengan sungai atau sungai dengan laut; muara (5) |
| KUALI | Belanga (dari tanah atau dari besi) tempat memasak; tempat menggoreng, bertelinga sebagai pegangan, terbuat dari besi atau aluminium (5) |
| KUANG | Burung yang berkaki panjang dan kuat, mengais dan membalik-balik tanah untuk mencari makanan yang berupa biji-bijian, keong, cacing, serangga, dan sebagainya, berbulu indah, bersarang di atas tanah dengan dua atau tiga butir telurnya, tidur di cabang pohon yang tidak begitu tinggi (termasuk burung yang dilindungi, hidup di Malaysia, Sumatra, Kalimantan); kuau (Argusianus argus) (5) |
| KUARI | Sistem penambangan terbuka untuk bahan galian industri, biasa diterapkan untuk penambangan batu gamping, batuan andesit, granit, batu pualam, dan sebagainya (5) |
| KUARK | Partikel hipotetis dengan tiga bentuk, merupakan bentuk dasar semua partikel dan materi (Fisika) (5) |
| KUART | Jarak nada antara empat deretan nada diatonik (Musik) (5) |
| KUASA | Kemampuan atau kesanggupan (untuk berbuat sesuatu); kekuatan; wewenang atas sesuatu atau untuk menentukan (memerintah, mewakili, mengurus, dan sebagainya) sesuatu; pengaruh (gengsi, kesaktian, dan sebagainya) yang ada pada seseorang karena jabatannya (martabatnya); mampu; sanggup; orang yang diserahi wewenang; angkusa; kusa (5) |
| KUASI | Hampir seperti; seolah-olah (5) |
| KUAYA | Empedu (Jawa) (5) |
| KUBAH | Lengkung (atap); atap yang melengkung merupakan setengah bulatan (kupel); bagian sebelah atas pesawat terbang, truk atau tank, yang meninggi dan berbentuk setengah bulatan (tempat senapan mesin dan sebagainya) (5) |
| KUBAK | Kupas (5) |
| KUBIK | Kupas; ukuran volume (isi), dihitung dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi, serta diberi tanda pangkat tiga; pangkat tiga (5) |
| KUBIL | Membengkak, menjadi besar (tentang bagian badan, terutama mata) (Melayu Jakarta) (5) |
| KUBIN | Bunglon yang dapat terbang; cebikas; cecak terbang (Draco volans) (5) |
| KUBIS | Sayuran berdaun besar, bundar mencekung, duduk padat menggerombol, bulat membonggol seperti bola, berwarna putih kehijauan atau kemerahan; kol (Brassica oleracea var. Capitata) (5) |
| KUBIT | Cubit; gamit (5) |
| KUBRA | Gagal; batal; tidak jadi; tidak putus (tentang perkara dan sebagainya); tidak putus (tentang perkara dan sebagainya); menceraikan (tentang perkawinan) (5) |
| KUBTI | Nama mazhab Kristen di Mesir; bahasa yang dipakai pada upacara agama dalam mazhab Kristen di Mesir (5) |
| KUBUL | Kemaluan bagian depan tempat keluarnya air seni (baik bagi laki-laki maupun perempuan) (5) |
| KUBUR | Lubang dalam tanah tempat menyimpan mayat; liang lahad; tempat pemakaman jenazah; makam (5) |
| KUBUS | Ruang yang berbatas enam bidang segi empat (seperti dadu) (5) |
| KUCAI | Sayuran jenis bawang yang digunakan dalam berbagai masakan, berdaun panjang kecil-kecil, berwarna hijau (Allium odorum); daun kucai; pencil; kucil (Minangkabau) (5) |
| KUCAK | Goyang; guncang (5) |
| KUCAM | Pucat; muram; suram (5) |
| KUCEK | Anak ayam yang masih kecil (Gayo); gosok (dengan tangan) (5) |
| KUCEL | Kumal (Melayu Jakarta) (5) |
| KUCIR | Seberkas rambut (terkepang atau tidak) yang sengaja dibiarkan tumbuh di kepala yang tercukur, sedangkan rambut di bagian kepala yang lain dicukur; kuncit; taucang; seberkas rambut (terkepang atau tidak) yang diikat dengan ikat penghias (seperti pita) (5) |
| KUCIT | Anak babi (Bali) (5) |
| KUCUR | Pancur (5) |
| KUDAI | Bakul (dari rotan dan sebagainya); tempat sirih bundar dari perak dan sebagainya (5) |
| KUDAP | Diulang: penganan yang dibeli di warung dan sebagainya sebagai makanan kesenangan saja; jajanan; makanan kecil (5) |
| KUDET | Kurang update; kurang mengetahui informasi terbaru (akronim) (5) |
| KUDIS | Penyakit kulit yang gatal dan menular; penyakit kulit yang menular, terutama pada ternak (domba dan sapi), disebabkan oleh sejenis tungau yang hidup di dalam kulit, dapat menular pada manusia (Sarcoptes scabiei) (5) |
| KUDUK | Bagian leher sebelah belakang; tengkuk (5) |
| KUDUN | Periuk untuk menanak nasi (Alas) (5) |
| KUDUP | Kuncup bunga (Jawa) (5) |
| KUDUS | Suci; murni; kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan sebutan Kota Kretek, Jeruzalem van Java, atau Kota Jambu Bol; ibu kota Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (5) |
| KUEKU | Kue basah terbuat dari tepung beras pulut, dicetak dalam bentuk lonjong cembung, berisi tepung kacang hijau, biasanya berwarna merah, diberi alas daun pisang (5) |
| KUERI | Sekumpulan instruksi khusus untuk mengekstraksi data dari pangkalan data (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| KUFUR | Tidak percaya kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya; kafir (Arab); ingkar; tidak pandai bersyukur (Arab) (5) |
| KUHAP | Kitab undang-undang hukum acara pidana (singkatan) (5) |
| KUHPT | Kitab undang-undang hukum pidana tentara (singkatan) (5) |
| KUILU | Terwelu; kelinci (5) |
| KUJUR | Kejang; kaku; lembing (pendek) untuk menangkap ikan dan sebagainya (5) |
| KUJUT | Ikat; kebat (5) |
| KUKAI | Ikan yang hidup di laut, ukurannya mencapai 60 cm, hidup di dasar perairan tropis dan subtropis dengan kedalaman 5–110 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat (Teluk Persia hingga Indonesia dan Jepang; peda (Pampus argentus) (5) |
| KUKAR | Kutai Kartanegara (akronim) (5) |
| KUKER | Kue kering (akronim) (5) |
| KUKIS | Kue kering berbahan dasar tepung yang dipanggang, rasanya manis atau tawar dalam berbagai variasi (Tata Boga) (5) |
| KUKUH | Kuat terpancang pada tempatnya; tidak mudah roboh atau rusak; teguh (tentang pendirian, hati, dan sebagainya) (5) |
| KUKUK | Bangunan kecil atau rumah-rumahan yang digunakan sebagai jalan keluar masuk atau lubang dari geladak cuaca ke ruangan di bawahnya (Pelayaran) (5) |
| KUKUL | Jerawat (Jawa) (5) |
| KUKUP | Timbunan lumpur di sepanjang pantai (5) |
| KUKUR | Alat untuk mengukur (menggaruk, memarut, mengorek) kelapa dan sebagainya; tiruan bunyi burung tekukur (balam) (5) |
| KUKUS | Uap (asap air panas) di sekitar dan di atas titik didih air; air dalam bentuk uap (5) |
| KULAH | Tempat menyimpan air yang dibuat dari batu; bak air; kamar mandi (Jawa); kolam kecil; ukuran banyaknya air yang menggenang yang dapat digunakan untuk mencuci dan berwudu (dua kulah ialah banyaknya air yang menurut ukuran 1,25 hasta panjang, lebar, dan tinggi); jenis pohon mangga; diulang: kopiah atau peci yang tinggi; ketopong (5) |
| KULAI | Kota di Malaysia (5) |
| KULAK | Sukatan (satuan ukuran) beras dan sebagainya (empat cupak); membeli barang dalam jumlah besar untuk dijual kembali (Jawa) (5) |
| KULAN | Pohon, tinggi hingga 38 m, kayunya berwarna cokelat muda, berat dan keras, digunakan untuk perkakas rumah dan sebagainya; balam beringin; nyatuh beringin; nyatuh sondai (Payena leerii) (5) |
| KULAT | Cendawan; jamur (5) |
| KULIM | Kota di Malaysia (5) |
| KULIN | Pohon, tinggi mencapai 36 m, dikenal karena memberi bau yang tajam seperti bawang putih, teras kayunya lebar, berat, padat, dan keras, berwarna merah tua atau cokelat keabu-abuan, digunakan untuk tiang jembatan, umpak, bahan pembangunan rumah, dan sebagainya, buahnya digunakan juga sebagai pengganti bawang putih untuk masakan (Scorodocarpus borneensis) (5) |
| KULIR | Centong untuk menyendok semen (kapur dan sebagainya); sendok semen (5) |
| KULIT | Pemalut paling luar tubuh (manusia, binatang, dan sebagainya); jangat; pemalut biji (buah, kayu, telur, dan sebagainya); pemalut tubuh binatang yang telah dikeringkan atau disamak (sebagai bahan sepatu dan sebagainya); bagian kitab (buku, majalah, dan sebagainya) yang sebelah luar, biasanya lebih tebal; lapisan yang ada di luar sekali; segala sesuatu yang tampak di luar, belum isi yang sebenarnya (kiasan) (5) |
| KULOB | Kota di Tajikistan (5) |
| KULON | Barat (arah mata angin) (5) |
| KULOT | Celana berpotongan lebar, panjangnya sebatas lutut atau sebatas betis (Prancis) (5) |
| KULPA | Kesalahan yang terjadi karena pelaku kurang hati-hati, kurang waspada, dan kurang teliti (Hukum) (5) |
| KULTI | Kota di India (5) |
| KULUB | Hati (jamak dari kalbu) (Arab); sayuran yang direbus (5) |
| KULUK | Kopiah kebesaran (tinggi dan kaku, sekarang biasa dipakai oleh mempelai pria pada upacara perkawinan) (Jawa) (5) |
| KULUM | Mengulum; menahan (gula-gula dan sebagainya) di dalam mulut; menggumam (berkata-kata dengan mulut tertutup); diulang: senggulung; tenggulung (Minangkabau) (5) |
| KULUP | Kelopak kulit yang menutupi ujung kemaluan laki-laki sebelum dikhitan; kulit khitan; panggilan kepada anak laki-laki (terutama murid pertapaan) (5) |
| KULUR | Pohon besar yang kayunya tidak keras, daunnya lebar berbulu halus dan berbentuk seperti tangan terentang, buahnya berwarna hijau, berdaging dan berbiji, biasanya dibuat sayur; ketimbul; timbul; keluih (Artocarpus communis) (Batak) (5) |
| KULUT | Pohon, tinggi hingga 27 m, kayunya dianggap awet untuk digunakan sebagai tiang, balok, dan papan pada pembangunan rumah (Dysoxylum ramiflorum) (5) |
| KUMAI | Ukiran yang beringgit-ringgit atau timbul (seperti pada bingkai gambar, kaki meja); bingkai (pada bakul, keranjang, dan sebagainya) (5) |
| KUMAL | Renyuk dan kotor (pakaian dan sebagainya); berkerut-kerut (seperti kertas direnyuk); kotor dan lusuh; lunyai (5) |
| KUMAN | Binatang yang amat kecil yang menyebabkan penyakit kudis; basil; bakteri; barang yang kecil sekali (debu dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| KUMAT | Kembali sakit; bentan; angot; kambuh (Jawa) (5) |
| KUMBA | Kota di Kamerun (5) |
| KUMBO | Kota di Kamerun (5) |
| KUMBU | Bakul (keranjang kecil) tempat ikan; kembu; penganan yang terbuat dari kacang-kacangan, seperti kacang hijau, kacang merah, dan sebagainya, dihaluskan dan dimasak hingga kalis, rasanya manis dan biasa digunakan untuk isian bakpao, bakpia, onde-onde, dan sebagainya (Tata Boga) (5) |
| KUMDO | Seni bela diri pedang Korea yang berasal dari seni pedang kendo Jepang (5) |
| KUMIS | Bulu (rambut) yang tumbuh di atas bibir atas, biasanya hanya terdapat pada laki-laki; misai; berengos (5) |
| KUMPI | Moyang (laki-laki atau perempuan) (Melayu Jakarta); karung yang dibuat dari daun nipah, digunakan untuk mengangkut barang (Benuaq) (5) |
| KUMUH | Cemar (tentang wilayah, kampung, dan sebagainya); kotor (5) |
| KUMUR | Cuci mulut (dengan air) (5) |
| KUMUS | Pohon rimba yang tinggi besar, kayunya baik digunakan untuk bangunan rumah, gelegar, tiang dan jembatan, damarnya banyak dicari sebagai bahan campuran (Shorea laevis) (5) |
| KUMUT | Kernyih atau gerenyot muka atau mulut (untuk mengejek atau menunjukkan rasa tidak suka dan sebagainya); serengit; seringing; kerenyot; seringai; jeringing; kerising; nyanyian pesta babi (Muyu) (5) |
| KUNCA | Bakul (keranjang) kecil yang biasanya terbuat dari anyaman bambu; ujung kain atau sudut kain; punca (Jawa); ukuran padi (sekitar 160 gantang) (5) |
| KUNCE | Sukatan utk padi, setara dengan 40 kaleng (Gayo) (5) |
| KUNCI | Alat untuk mengancing pintu, peti, dan sebagainya, terdiri atas anak kunci dan induk kunci; alat yang dibuat dari logam untuk membuka atau mengancing pintu dengan cara memasukkannya ke dalam lubang yang ada pada induk kunci; anak kunci; pengancing pintu, peti, dan sebagainya yang terpasang pada pintu, peti, dan sebagainya; alat yang digunakan untuk membuka dan memasang sekrup dan sebagainya; alat untuk menghidupkan atau menjalankan mesin (mobil dan sebagainya); sendi (pertemuan) tulang; jawaban yang disediakan atas pertanyaan ujian dan sebagainya (kiasan); kedudukan (tempat) yang sangat penting untuk menguasai sesuatu atau untuk mengenakan pengaruh (kiasan); runtunan nada yang berhubungan satu sama lain, berdasarkan pada suatu nada utama (kiasan); lambang yang digunakan untuk menunjukkan letak not tertentu pada balok not, seperti kunci G menunjukkan letak not g pada garis kedua balok not (kiasan); alat untuk mencapai suatu maksud (seperti membongkar rahasia, memecahkan masalah, menentukan kalah menang, atau berhasil tidaknya sesuatu) (kiasan); pengidentifikasi catatan atau kelompok catatan di berkas data (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| KUNDI | Biji saga, dahulu digunakan untuk menimbang emas (1 emas = 24 kundi) (Minangkabau); perajin barang yang terbuat dari tanah liat (5) |
| KUNIR | Tumbuhan, suku Zingiberaceae, marga Curcuma, banyak digunakan dalam masakan, misalnya sebagai bumbu penyedap, pemberi warna kuning, dan dapat membuat makanan lebih awet, dapat juga digunakan sebagai obat; kunyit; kurkuma (Curcuma domestica) (5) |
| KUNTA | Lembing yang dilemparkan (5) |
| KUNUT | Doa khusus, biasanya dibaca sesudah iktidal pada rakaat terakhir dalam salat tertentu, seperti dalam salat Subuh (Agama Islam) (5) |
| KUOKA | Mamalia herbivor berkantong endemik Australia bagian selatan, bertubuh kecil seukuran kucing dan menyerupai tikus, berbulu cokelat, jalannya meloncat-loncat seperti kanguru, dijuluki sebagai hewan paling bahagia di dunia (Setonix brachyurus) (5) |
| KUOTA | Jatah; jumlah yang ditentukan; jumlah tertinggi dari barang yang mendapat izin impor (ekspor) ke pasaran internasional, negara lain, dan sebagainya dalam jumlah dan periode tertentu; jumlah tertinggi orang yang boleh masuk (keluar) ke (dari) suatu negara (seperti ketika menunaikan ibadah haji) (5) |
| KUPAK | Patah; rusak; bejat (Minangkabau); sudah tanggal giginya untuk pertama kali (Melayu Jakarta) (5) |
| KUPAS | Buang (kulit dan sebagainya) (5) |
| KUPAT | Ketupat (5) |
| KUPEL | Kubah; pintu masuk pasar; teras pasar (Jawa) (5) |
| KUPER | Kurang pergaulan (akronim) (5) |
| KUPIL | Ambil biji; rontokan biji (5) |
| KUPIR | Tukang gunting (potong) pakaian yang akan dijahit (5) |
| KUPON | Surat kecil atau karcis yang dapat ditukarkan dengan barang atau untuk membeli barang dan sebagainya; surat kecil tanda mendapat bunga uang; surat kecil yang dapat disobek dari buku atau majalah untuk memesan barang dan sebagainya untuk memperoleh hadiah (5) |
| KUPUI | Pohon, tinggi mencapai 18 m, kayunya berwarna kemerah-merahan dan agak awet, buahnya licin dan keras, berasa masam, warnanya hijau muda, dibuat sayur dan juga manisan (Connaropsis griffithii) (5) |
| KUPUR | Perdu memanjat, tinggi mencapai hingga 10 m, rebusan akarnya digunakan untuk obat disentri, daunnya untuk obat batuk (Rubus moluccanus) (5) |
| KURAI | Urat (garis-garis, loreng, dan sebagainya) pada kayu, batu pualam, dan sebagainya; gambar (barik-barik dan sebagainya) pada bilah keris dan sebagainya yang berpamor (5) |
| KURAP | Penyakit kulit semacam kudis yang menyebabkan gatal (5) |
| KURAS | Kertas yang telah dicetak dan sudah dilipat sedikitnya dua kali, merupakan bagian dari buku, biasanya terdapat huruf atau angka pada bagian bawah halaman pertama sebagai pedoman bagi penjilidan (Grafika); bersihkan dengan air; tumbuhan yang berbatang besar dan lurus, kulit kayunya berwara abu-abu keungu-unguan, kayunya dapat digunakan sebagai kapur dan daunnya dapat dijadikan ulam, terdapat di Sumatra, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya (Dryobalanops oblongifolia) (5) |
| KURAU | Ikan laut yang badannya kecil dan dagingnya enak dimakan (Polynemis); ikan laut yang panjangnya mencapai 200 cm, pangkal sirip dada terletak jauh di bawah garis tengah tubuh, bibir bawah pendek, sirip dada memiliki empat filamen, jumlah gurat sisi 71-80, kepala dan dada gelap keperakan, bagian ventral lebih cerah, tepi anterior dari sirip punggung pertama dan kedua berwarna kehitaman, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 23 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik Barat; kesumbang; baling; senangin (Eleutheronema tetradactylum) (5) |
| KURDI | Bahasa yang dituturkan di Irak (5) |
| KUREN | Ikatan suami istri (Bali) (5) |
| KURET | Alat yang dilengkapi dengan sebuah kikis pada salah satu ujungnya untuk membersihkan rahim; kuretase (5) |
| KURIA | Seluruh perangkat departemen kepausan yang membantu pimpinan tertinggi gereja menunaikan tugasnya sehari-hari (Agama Katolik) (5) |
| KURIK | Bintik; rintik (5) |
| KURIR | Utusan yang menyampaikan sesuatu yang penting dengan cepat (5) |
| KURMA | Pohon yang termasuk suku Arecaceae, berasal dari Arab, buahnya berbentuk bulat lonjong, dijadikan semacam manisan dan enak dimakan (Phoenix dactylifera); buah yang baik untuk dikonsumsi saat berbuka puasa (5) |
| KUROK | Dinding terbuat dari pelupuh bambu atau kulit kayu, berfungsi untuk membatasi tempat tidur, ruang makan, dan dapur (Melayu Jambi) (5) |
| KURSI | Tempat duduk yang berkaki dan bersandaran; kedudukan, jabatan (dalam parlemen, kabinet, pengurus, dan sebagainya) (kiasan); ilmu atau kekuasaan Allah Swt. (Agama Islam) (5) |
| KURSK | Kota di Rusia (5) |
| KURUN | Peredaran tahun atau masa; daur; abad (5) |
| KURUS | Kurang berdaging; tidak gemuk (tentang tubuh dan sebagainya); tandus; tidak subur (tentang tanah dan sebagainya); kurang berkayu; kurang lebat daunnya (tentang pohon, tebu, dan sebagainya) (5) |
| KURVA | Garis lengkung; grafik yang menggambarkan variabel (misalnya yang memperlihatkan perkembangan) yang dipengaruhi oleh keadaan; garis yang terdiri atas persambungan titik-titik (5) |
| KUSAL | Gosok dengan benda bulat (5) |
| KUSAM | Suram (tidak berkilap atau bercahaya); muram atau tidak berseri-seri (tentang muka); tidak terang (tentang lampu dan sebagainya) (5) |
| KUSAU | Kusut (tentang rambut) (5) |
| KUSIK | Gerak sedikit (5) |
| KUSIR | Orang yang menjalankan kereta kuda (dokar, andong, dan sebagainya); sais (5) |
| KUSTA | Penyakit menahun yang menyerang kulit dan saraf, yang secara perlahan-lahan menyebabkan kerusakan pada anggota tubuh; lepra; kenohong (5) |
| KUSUF | Gerhana matahari (5) |
| KUSUK | Daun yang dipakai untuk menggosok badan pada waktu mandi (Minangkabau); usap (5) |
| KUSUT | Tersimpul jalin-menjalin tidak keruan hingga sukar diuraikan (rambut, benang, dan sebagainya); kacau; tidak teratur; rumit; rusuh, dan bingung (hati, pikiran, dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| KUTAI | Suku bangsa yang mendiami daerah di Kabupaten Kutai, Provinsi Kalimantan Timur; varian bahasa Melayu yang dituturkan oleh suku Kutai (5) |
| KUTAK | Guncang kuat-kuat (Minangkabau) (5) |
| KUTAL | Tidak rata (tentang cukuran rambut) (Banjar) (5) |
| KUTAN | Selaput lempung yang melapisi permukaan bongkahan tanah atau permukaan pori-pori (Ilmu Tanah) (5) |
| KUTAT | Berkutat; duduk-duduk di kebun untuk menunggu durian jatuh; sibuk memikirkan sesuatu; kupasan pada bagian permukaan kayu atau kulit kayu menggunakan pisau untuk tujuan tertentu (Dayak) (5) |
| KUTIK | Sentuh dengan jari (5) |
| KUTIL | Bintil merah kecil, seperti jerawat pada kulit; ketuat; sisa kecil kelapa yang diparut; ambil sedikit-sedikit (Jawa) (5) |
| KUTIN | Lapisan lilin yang meliputi permukaan tumbuhan (Biologi); zat gabus yang terdapat pada dinding sel primer (Biologi) (5) |
| KUTIP | Ambil sedikit; pungut (5) |
| KUTUB | Ujung poros atau sumbu bumi; ujung batang magnet yang mempunyai sifat menarik besi; ujung baterai; ujung dari garis (rentangan dan sebagainya) (5) |
| KUTUK | Doa atau kata-kata yang dapat mengakibatkan kesusahan atau bencana kepada seseorang atau orang lain; kesusahan atau bencana yang menimpa seseorang atau orang lain yang disebabkan doa atau kata-kata yang diucapkan orang lain; laknat; sumpah; sukat beras (sebanyak empat genggam); anak ayam yang baru menetas (Jawa) (5) |
| KUTUT | Perkutut (5) |
| KUVET | Tabung kaca atau silika yang dipakai sebagai wadah larutan yang akan diuji secara instrumentasi (Kimia) (5) |
| KUWUK | Kucing yang besar atau yang gemar makan anak ayam dan sebagainya (Jawa) (5) |
| KUWUR | Bingung; kacau pikiran (Jawa) (5) |
| KUYUP | Basah; lembap (5) |
| KWACA | Mata uang Malawi dan Zambia (5) |
| KYODO | Kantor berita Jepang (5) |
| KYOTO | Kota di Jepang (5) |
| KYZYL | Kota di Rusia (5) |
| LABAK | Ikan laut kecil yang biasa dijadikan pekasam (5) |
| LABAN | Pohon yang tingginya mencapai 25 m, bunga dalam malai berwarna putih dan ungu, buah bulat berwarna hitam keunguan, kayu sangat kuat dan tahan lama sehingga banyak digunakan dalam pembuatan mebel, daun berbentuk elips yang dilapisi bulu berwarna hijau kekuningan, secara turun temurun digunakan oleh suku Dayak sebagai obat disentri (Vitex quinata) (5) |
| LABAS | Habis sama sekali; tidak bersisa (5) |
| LABEH | Tidak enak (tentang makanan) karena terlalu banyak bumbu atau salah resep (Melayu Riau); tidak berasa (Melayu Riau) (5) |
| LABEL | Sepotong kertas (kain, logam, kayu, dan sebagainya) yang ditempelkan pada barang dan menjelaskan tentang nama barang, nama pemilik, tujuan, alamat, dan sebagainya; etiket; merek dagang; petunjuk singkat tentang zat yang terkandung dalam obat dan sebagainya; petunjuk kelas kata, sumber kata, dan sebagainya dalam kamus; catatan analisis pengujian mutu fisik, fisiologis, dan genetik dari benih dan sebagainya; karakter atau himpunan karakter yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu variabel atau bagian dari data atau berkas (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| LABIA | Bibir vagina (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| LABIL | Goyah; tidak mantap; tidak kokoh (tentang bangunan, pendirian, dan sebagainya); goyang; tidak tenang (tentang kendaraan, kapal, pesawat terbang, dan sebagainya); tidak tetap; mudah berubah-ubah; naik turun (tentang harga barang, nilai uang, dan sebagainya); tidak stabil; cenderung berubah; tidak seimbang dan mudah berubah (Fisika) (5) |
| LABUH | Dalam keadaan turun atau tergelantung ke bawah seperti kelambu, tali, jangkar, tirai, atau layar panggung; penggolong benda bagi tirai; melarung; menghanyutkan (Jawa) (5) |
| LABUR | Larutan kapur atau gamping yang biasa digunakan untuk memutihkan dinding atau tembok; (5) |
| LABUT | Patut; sesuai (5) |
| LACAK | Permainan yang menggunakan batu domino (Melayu Jambi); destar laki-laki khas Jambi, dibuat dari bahan kain beledu yang warna merah pada bagian dalamnya diberi kertas tebal (Melayu Jambi) (5) |
| LACUR | Malang; celaka; sial; buruk laku (5) |
| LADAH | Cemar; kotor; jijik (Minangkabau) (5) |
| LADAK | Karakter dinamis dalam tari (Sunda) (5) |
| LADAM | Besi pelapis tapak kuda; tapal kuda; sepatu kuda; kasut besi (5) |
| LADAN | Pohon yang menghasilkan damar untuk perabot atau ramuan obat; perekat yang dibuat dari damar (5) |
| LADAR | Sistem penjejak rudal yang menggunakan berkas sinar kasatmata sebagai pengganti berkas radar mikrogelombang untuk mengukur laju, tinggi, arah, dan jarak rudal (Fisika) (5) |
| LADAS | Senang atau puas melakukan sesuatu (Palembang) (5) |
| LAFAL | Cara seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat bahasa mengucapkan bunyi bahasa (5) |
| LAFAZ | Ucapan (5) |
| LAFIA | Kota di Nigeria (5) |
| LAGAK | Tingkah laku dan tutur kata yang menunjukkan kesombongan, kegagahan, kebagusan, dan sebagainya (5) |
| LAGAM | Kekang kuda; lagu, cara, langgam (5) |
| LAGAN | Keladan (Dipterocarpus gracilis); perkakas makan di kapal (Pelayaran); barang yang hilang dari kapal, tenggelam ke dasar laut (Pelayaran) (5) |
| LAGAR | Mengendarai kuda tanpa pelana (Sunda) (5) |
| LAGAU | Percuma; tidak berguna (tentang perkataan) (5) |
| LAGES | Kota di Brasil (5) |
| LAGOS | Kota terbesar di Nigeria dan merupakan ibu kota Nigeria hingga tahun 1991 (5) |
| LAHAB | Bernyala-nyala (Arab) (5) |
| LAHAD | Ceruk atau relung di lubang kubur tempat meletakkan mayat (5) |
| LAHAK | Bau busuk (Minangkabau) (5) |
| LAHAN | Tanah terbuka; tanah garapan; lagu (yang baik) (5) |
| LAHAP | Suka makan banyak dengan tidak memilih-milih makanan; rakus; bernafsu sekali ketika makan (5) |
| LAHAR | Lumpur batu yang keluar dari kawah gunung berapi (5) |
| LAHAT | Kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan; ibu kota Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan (5) |
| LAHER | Bantalan yang berfungsi mengurangi gesekan peralatan berputar pada poros atau as, biasanya berbentuk bulat, pada mobil dipasang pada as roda (5) |
| LAHIR | Keluar dari kandungan; muncul di dunia (masyarakat); yang tampak dari luar; berupa benda yang kelihatan; keduniaan; jasmani (5) |
| LAHTI | Kota di Finlandia (5) |
| LAICI | Pohon yang tingginya 10–15 m, bercabang banyak dan rindang, bertajuk bundar, permukaan atas daunnya berkilap, bunga tersusun dalam bentuk malai, berwarna kuning, dan berbulu cokelat, buah bulat meruncing, kulit berbintil-bintil seperti bekas rambut, biji berwarna hitam terbungkus oleh daging buah yang berwarna putih yang mengelupas dari biji, daging buah berair, harum dan manis; lici (Litchi chinensis) (5) |
| LAIWU | Kota di Cina (5) |
| LAIXI | Kota di Cina (5) |
| LAJAK | Kain yang ditenun dari benang atau sutra; lekas; cepat; berlebihan (tentang tingkah laku) (5) |
| LAJAT | Sangat; payah (tentang sakit) (Minangkabau) (5) |
| LAJUR | Deret beberapa benda (orang dan sebagainya) yang merupakan baris atau banjar; kolom (dalam surat kabar dan sebagainya); baris tebal memanjang (pada kain dan sebagainya); baris; garis (pertahanan) (5) |
| LAKAB | Gelar (sebagai kehormatan atau ejekan) (5) |
| LAKAK | Memukul dengan barang yang keras (5) |
| LAKAR | Belum selesai dibuat atau baru dipasang papannya (tentang perahu) (Pelayaran) (5) |
| LAKAS | Cepat, tetapi asal jadi (Minahasa Tonsawang) (5) |
| LAKEN | Kain tenun dari bulu domba; kain wol; kain sekelat (5) |
| LAKIP | Laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (akronim) (5) |
| LAKON | Peristiwa atau karangan yang disampaikan kembali dengan tindak tanduk melalui benda perantara hidup (manusia) atau sesuatu (boneka, wayang) sebagai pemain (Sastra); peran utama (Sastra); karangan yang berupa cerita sandiwara (dengan gaya percakapan langsung) (Sastra); perbuatan; kejadian; peristiwa (kiasan/Sastra) (5) |
| LAKSA | Sepuluh ribu; ukuran tembakau, 10 lempeng (Sunda); lauk yang mengandung banyak kuah bercampur soun, daging ayam, dan sebagainya (5) |
| LAKUM | Tumbuhan yang memanjat, panjang hingga 10 m, cairan batang dan daunnya digunakan sebagai obat untuk sakit demam tinggi; galing-galing; lakum; kepialu (Vitis trifolia) (5) |
| LAKUR | Bercampur (tentang logam) (Metalurgi); logam campur; aloi (5) |
| LALAH | Suka makan sebarang makanan; rakus; mengejar; memburu (Minangkabau) (5) |
| LALAI | Kurang hati-hati; tidak mengindahkan (kewajiban, pekerjaan, dan sebagainya); lengah; tidak ingat karena asyik melakukan sesuatu; terlupa; tali di kapal (perahu) sebagai pemutar kayu palang tempat menggantungkan layar (Pelayaran) (5) |
| LALAK | Menyala; meletup (5) |
| LALAP | Daun-daun muda, mentimun, petai mentah, dan sebagainya yang dimakan bersama-sama dengan sambal dan nasi; ulam (5) |
| LALAT | Serangga kecil berasal dari bernga, dapat terbang, berwarna hitam, suka hinggap pada barang yang busuk (bangkai, kotoran, dan sebagainya) dan dapat menyebarkan penyakit (5) |
| LALAU | Merintangi; menghalang-halangi; mencegah (5) |
| LALIN | Lalu lintas (akronim) (5) |
| LAMAK | Alas sesajen, berbentuk persegi panjang, terbuat dari daun enau yang dirajut dengan semat (Bali) (5) |
| LAMAN | Halaman utama dari suatu situs web yang diakses oleh pengguna pada awal masuk ke situs tersebut (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari homepage (5) |
| LAMAR | Pinang (5) |
| LAMAT | Kasur tipis; diulang: tidak nyata kelihatan (Jawa); sayup-sayup (Jawa) (5) |
| LAMBA | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 22 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, sirip punggung panjang, warnanya keperakan dengan bercak hitam di atas sirip dada dan pangkal ekor, tersebar di Malaysia dan Indonesia; luma (Labiobarbus ocellatus) (5) |
| LAMBE | Bibir; mulut; ucapan (5) |
| LAMBO | Salah satu jenis perahu layar tradisional dari Sulawesi Selatan dan Flores (5) |
| LAMBU | Sampan (perahu) (5) |
| LAMES | Sifat suka meminta-minta apa saja yang dilihat atau diinginkannya (5) |
| LAMIA | Kota di Yunani (5) |
| LAMIN | Bangunan (rumah) kolektif pada suku Dayak Kenyan, bentuknya besar memanjang dan bertingkat, dihuni oleh banyak keluarga; periode menyusui pada mamalia dan manusia (5) |
| LAMMA | Suku bangsa yang mendiami Pulau Pantar Barat Daya di Nusa Tenggara Timur; Lemma (5) |
| LAMPA | Berguling-guling di lantai dengan tangan dan kaki telentang (Melayu Riau) (5) |
| LAMPU | Alat untuk menerangi; pelita; suku bangsa yang mendiami daerah di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (5) |
| LAMUN | Termenung sambil pikiran melayang ke mana-mana; tetapi; namun; biarpun; meskipun; asal(kan); jikalau; tumbuhan yang hidup di laut dangkal, berbiji tunggal, terdiri atas rimpang, daun, dan akar, serta berbunga, berbuah dan menghasilkan biji (Botani); menumpukkan (melonggokkan) tidak beraturan (Minangkabau); menggenangi; meliputi (seperti air menutupi karang) (Minangkabau) (5) |
| LAMUR | Tidak terang penglihatan; rabun; daging yang banyak lemaknya (5) |
| LAMUS | Alat tiup untuk membarakan arang, terbuat dari kulit kambing (Sunda); meniup tanpa tersendat dengan cara menyimpan persediaan udara dalam rongga mulut (Sunda); santet yang berakibat korban mengalami pembengkakan perut (Sunda) (5) |
| LAMUT | Seni tutur dalam masyarakat Banjar yang berisi cerita tentang pesan atau nilai-nilai keagamaan, sosial, dan budaya Banjar, diiringi rebana yang dimainkan oleh si pencerita (5) |
| LANAR | Timbunan lumpur di tepi laut (yang dibawa oleh sungai atau air laut); penyakit tumbuh-tumbuhan (5) |
| LANAS | Penyakit yang menyerang akar dan batang tanaman tembakau, disebabkan oleh cendawan (Phytophthora nicotianae) (Pertanian) (5) |
| LANAU | Berlumpur; becek; kepingan atau butiran batu yang lebih kecil daripada pasir halus, tetapi lebih besar daripada lempung (5) |
| LANCA | Perahu besar bertiang tiga (5) |
| LANCE | Lembing (Inggris) (5) |
| LANDA | Mengenai; menimpa; melanggar; melimbang (emas, intan, timah, dan sebagainya); melandau; air abu batang padi (5) |
| LANGI | Ikan yang hidup di laut, bentuknya panjang dan langsing, punggungnya kehitam-hitaman dan perutnya bersinar keperak-perakan, mengandung banyak zat lemak, ukurannya mencapai panjang 240 cm, berat mencapai 70 kg, hidup di perairan tropis; tenggiri (Scomberomorus commerson) (5) |
| LANGU | Bau atau rasa yang tidak sedap (tentang bau atau rasa tembakau yang tidak kering, rasa ketela mentah) (5) |
| LANJA | Pergi bertandang (5) |
| LANJI | Pelacur (5) |
| LANTU | Pembungkus atau kotak yang terbuat dari pelepah pinang (Alas) (5) |
| LANUN | Bajak laut; perompak; penganan yang dibuat dari tepung beras, dicampur pewarna hitam, parutan kelapa, dan gula jawa (Using) (5) |
| LANUS | Kurang tenaga (tentang anak kecil) karena belum waktunya sudah disapih (Sunda) (5) |
| LANYO | Rasa nikmat naik kendaraan yang bergerak melaju dengan mulus (Madura) (5) |
| LAOAG | Kota di Filipina (5) |
| LAOCU | Sistem agama yang telah disempurnakan di Cina (diajarkan oleh Lao Tse); taoisme (5) |
| LAODE | Gelar kebangsawanan Buton (5) |
| LAOZI | Pendiri ajaran taoisme; Lao Tse; Lao Tzu (5) |
| LAPAH | Kotak tempat rokok (tembakau dan sebagainya); selepa (5) |
| LAPAK | Tempat; lapik (Minangkabau) (5) |
| LAPAN | Lembaga Penerbangan dan Antariksa (lembaga pemerintah nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya) (akronim) (5) |
| LAPAR | Berasa ingin makan (karena perut kosong) (5) |
| LAPAS | Lembaga Pemasyarakatan (akronim); LP (5) |
| LAPAT | Diulang: tidak nyata kedengaran (kelihatan); lamat-lamat; sayup-sayup (Melayu Jakarta) (5) |
| LAPAZ | Ibu kota negara bagian Baja California Sur, Meksiko; ibu kota Bolivia (5) |
| LAPEL | Bagian dada baju yang dilipat ke samping dan yang merupakan lanjutan dari kerah (leher baju) (5) |
| LAPET | Penganan khas Batak yang dibungkus dengan daun pisang, terbuat dari tepung beras, kadang diisi gula merah (Batak) (5) |
| LAPIH | Melapih; menganyam; menjalin (Minangkabau) (5) |
| LAPIK | Alas (seperti tikar atau kain); ganjal (pada bagian bawah) (5) |
| LAPIR | Berjalin rapat-rapat (5) |
| LAPIS | Susun; bagian; saf; deretan; banjar; benda tipis digunakan untuk menyadur atau menyalut benda lain; bersayat (tentang daging dan sebagainya); beriris-iris (5) |
| LAPOR | Beri tahu; melapor; memberi tahu; mengadu (5) |
| LAPUK | Bercendawan karena sudah lama; rusak; busuk (karena sudah tua); berhubungan dengan penghancuran bahan yang berasal dari tumbuhan dan binatang oleh aktivitas jamur dan jasad renik lain; ketinggalan zaman; usang; kolot (kiasan); melapuk; menepuk; menampar (Minangkabau) (5) |
| LAPUN | Jaring (jerat) untuk menangkap burung (kijang dan sebagainya) (5) |
| LAPUR | Berlapur; bergerak-gerak menggelepar (seperti ayam, burung yang berlaga); melapur; menyerang (menghantam) dengan kepakan sayap (seperti ayam atau burung yang berlaga) (5) |
| LARAH | Melarah; mengambil giliran (untuk menari dan sebagainya) (5) |
| LARAI | Melarai; memisahkan; menceraikan; menghindarkan; membuang; menawarkan (5) |
| LARAK | Rapat dan padat isinya (tentang durian) (5) |
| LARAM | Banyak gaya (lagak) (5) |
| LARAP | Laku; laris; jodoh (5) |
| LARAS | Tinggi rendah nada (suara, bunyi musik, dan sebagainya); tala; kesesuaian; kesamaan; bulat panjang dan lurus (seperti batang pohon, bambu); pembuluh senapan (bedil) tempat lewat peluru; kata penggolong untuk senapan; distrik di Minangkabau; dasar pemerintahan menurut adat; gugur; luruh (5) |
| LARAT | Hanyut dan tidak menyangkut; bertambah jauh (panjang, luas, mendalam, dan sebagainya); pergi jauh meninggalkan kampung halaman; mengembara; merantau; sedih sekali; melantur-lantur (tentang perasaan dan pikiran) (kiasan); terharu (tentang perasaan); iba (kiasan); dapat; mampu; sanggup; anggrek (Dendrobium phalaenopsis) (5) |
| LARAU | Tanda tempo lebih lambat dari largo ketika sebuah lagu akan dinyanyikan (Musik); melarau; menjadi terganggu (oleh anak-anak nakal dan sebagainya); menangis keras-keras dengan suara serak (5) |
| LARGE | Besar (Inggis) (5) |
| LARGO | Tempo sangat lambat dalam bermain musik atau bernyanyi (Musik); lebar (Musik); kota di Amerika Serikat (5) |
| LARIH | Melarih; menuangkan minuman ke dalam gelas dan sebagainya (5) |
| LARIK | Baris; leret; deret; bait; baris (dalam sajak); variasi motif batik yang berupa titik-titik yang berderet; struktur berurut yang berisi elemen individu yang dapat diakses melalui rujukan bilangan dan digunakan untuk menyimpan tabel dan himpunan data yang berkaitan (Komputer dan Teknologi Informasi); rumah adat Kerinci berbentuk panggung dan berpetak-petak, yang memiliki dua ruangan (ruangan dalam dan ruangan luar) (Melayu Jambi) (5) |
| LARIS | Cepat laku (tentang barang jualan); amat laku (5) |
| LARON | Kelekatu (Jawa) (5) |
| LARUT | Hanyut makin jauh; bertambah lama (jauh dan sebagainya); makin bertambah; menjadi cair; luluh; hancur; asyik; tenggelam (kiasan); tanaman umbi berpelepah seperti pisang yang berukuran kecil (tinggi 60–80 cm), umbinya berserat, berwarna putih, berbentuk silinder yang tertutup oleh kulit bersisik, berwarna cokelat muda, biasa dibuat keripik atau direbus untuk dimakan atau diperas untuk diambil tepungnya; ararut; ; ubi garut; sagu belanda; sagu betawi; garut (Maranta arundinacea) (5) |
| LARVA | Fase atau bentuk juvenil sebelum bermetamorfosis menjadi hewan dewasa yang sumber makanan dan organ tubuhnya berbeda dari hewan dewasa (5) |
| LARWO | Murai batu Jawa, ukuran tubuhnya paling kecil dibandingkan dengan jenis murai batu pada umumnya (Copsychus malabaricus ssp. Javanicus) (Zoologi) (5) |
| LASAH | Selalu dipakai (digunakan) sehari-hari; lasak; melasah; memukul; menyiksa (5) |
| LASAK | Selalu dipakai (digunakan) sehari-hari; lasah; selalu ingin bergerak; tidak dapat tenang (diam); selalu ingin mengerjakan sesuatu (5) |
| LASAT | Payah (tentang penyakit) (Minangkabau); makin menjadi-jadi (tentang tangis) (Minangkabau) (5) |
| LASEM | Gunung dengan ketinggian 806 mdpl yang terletak di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (5) |
| LASER | Pembangkit cahaya produk sains dan teknologi modern, yang dapat menghasilkan cahaya yang mempunyai intensitas tinggi, bersifat koheren dan monokromatis; dari light amplification by stimulated emission of radiation (Fisika) (5) |
| LASIA | Genus tanaman berbunga di keluarga Araceae asli dari Asia dan Nugini (5) |
| LASIK | Operasi mata dengan laser untuk membebaskan pasien dari ketergantungan pada penggunaan kacamata atau lensa kontak (5) |
| LASUH | Mudah; lancar (dalam menangkap pelajaran dan sebagainya); tidak ada rintangan (Minangkabau) (5) |
| LASUT | Gagal atau tidak berhasil (tentang permainan tradisional) (Sunda) (5) |
| LATAH | Menderita sakit saraf dengan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain; berlaku seperti orang gila (misalnya karena kematian orang yang dikasihi); meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain; sampah (daun-daun dan sebagainya yang telah membusuk) di bawah pohon-pohonan (di hutan dan sebagainya) (5) |
| LATAK | Ampas (tahi) minyak (cat, gula, dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| LATAM | Melatam; menginjak-injak supaya padat (pipih dan sebagainya) (5) |
| LATAR | Permukaan; halaman; rata; datar; dasar warna (pada kain dan sebagainya); keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan dalam karya sastra (Sastra); keadaan atau situasi (yang menyertai ujaran atau percakapan); dekor pemandangan yang dipakai dalam pementasan drama, seperti pengaturan tempat kejadian, perlengkapan, dan pencahayaan (Kesenian) (5) |
| LATAS | Melatas; memotong (rumput dan sebagainya) (Minangkabau) (5) |
| LATEN | Tersembunyi; terpendam; tidak kelihatan (tetapi mempunyai potensi untuk muncul) (5) |
| LATIF | Halus; lembut; cantik (Arab); sedap (Arab) (5) |
| LATIH | Ajar (5) |
| LATIN | Bahasa yang digunakan pada masa Romawi kuno, dalam sejarah digunakan secara luas untuk ilmu pengetahuan dan administrasi; penduduk asli suatu negara dengan bahasa yang dikembangkan dari bahasa Latin, misalnya Spanyol atau Italia; orang yang lahir atau tinggal di Amerika Latin, misalnya Brasil atau Meksiko (5) |
| LATIS | Melatis; menebas semak-semak; merintis jalan di hutan dan sebagainya (dengan menyingkirkan belukar) (5) |
| LATMA | Latihan bersama (akronim) (5) |
| LATUH | Tumbuhan yang hidup di bagian laut dangkal yang waktu surut hampir mengering, rimpangnya menjalar rapat, ditumbuhi akar-akar berbentuk tali, digunakan untuk membuat jala dan benang yang ulet, buahnya berbentuk seperti buah batu yang besar, bijinya dapat dimakan (Enalus acoroides) (5) |
| LATUK | Parang yang ujungnya bengkok (5) |
| LATUR | Bengkak berair, seperti kulit yang terbakar api; lecur; lepuh; kota di India (5) |
| LAUJE | Suku bangsa yang mendiami daerah sepanjang Teluk Tomini di Sulawesi; Laudje; Tinombo; Ampibabo (5) |
| LAULU | Kertas yang diukir untuk hiasan pada upacara adat atau perkawinan (Melayu Riau) (5) |
| LAUNG | Suara yang kuat (nyaring) yang diteriakkan (untuk memanggil atau menyeru); penutup kepala laki-laki khas Banjar, dibuat dari kain, berbentuk segitiga pada bagian depan dan diikat pada bagian belakang (5) |
| LAUYA | Mediator (dukun dan sebagainya) yang menghubungkan dunia kasar dengan dunia halus (5) |
| LAVAL | Kota di Prancis dan Kanada (5) |
| LAWAH | Terbuka luas (tentang pemandangan); lantang; banglas; diulang: binatang berkaki delapan, berwarna abu-abu kehitam-hitaman, menjalin jaring benang sutra dari perutnya yang berfungsi sebagai perangkap mangsa; kawa-kawa; galagasi; laba-laba (Araneae) (5) |
| LAWAI | Benang (tenun) (5) |
| LAWAK | Lucu; jenaka; kocak; perahu di Jawa Barat yang dibuat dari batang pohon yang ditakik (lawakan, lelawak); diulang: perbuatan (permainan) yang lucu; lelucon; palung tempat makanan atau minuman kuda (burung dan sebagainya) (5) |
| LAWAN | Imbangan; bandingan; tandingan; pasangan; teman; musuh; seteru; kebalikan; yang bertentangan; menentang; menghadapi; berbanding (5) |
| LAWAR | Sayatan (keratan) daging atau ikan (5) |
| LAWAS | Luas (Minangkabau); lama (Jawa); tua (Jawa) (5) |
| LAWAT | Melayat; menjenguk (melawat) keluarga orang yang meninggal dengan tujuan menghibur dan menyabarkan hatinya; melawat; bepergian mengunjungi negeri lain; datang menjenguk (orang meninggal dan sebagainya) (5) |
| LAWER | Orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap (Melayu Manado) (5) |
| LAWON | Kain putih (mori) misalnya untuk kain kafan (Jawa) (5) |
| LAYAH | Tudung penutup muka; berguk; ceper (tentang piring, talam, dan sebagainya); melayah; meliuk (condong) ke kiri ke kanan, ke muka ke belakang (seperti pohon kayu tertiup angin, orang menari); melayang (terbang) rendah dekat permukaan tanah (air) (5) |
| LAYAK | Wajar; pantas; patut; mulia; terhormat; ikan yang dibelah memanjang dari ekor ke kepala, lalu dikeringkan tanpa diberi garam (5) |
| LAYAM | Melayam; mengayunkan (memainkan) pedang dan sebagainya; berlayam; mengayun-ayunkan senjata seperti orang menari (5) |
| LAYAN | Melayani; membantu menyiapkan (mengurus) apa-apa yang diperlukan seseorang; meladeni; menerima (menyambut) ajakan (tantangan, serangan, dan sebagainya); mengendalikan; melaksanakan penggunaannya (senjata, mesin, dan sebagainya) (5) |
| LAYAP | Rendah dekat tanah atau air (tentang burung terbang, perahu, rumah, dan sebagainya); melayap; terbang rendah sekali; merambat terbawa oleh angin (tentang suara); mulai hendak tidur; tidur-tidur ayam; di antara jaga dan tidur (Melayu Jakarta) (5) |
| LAYAR | Kain tebal yang dibentangkan untuk menadah angin agar perahu (kapal) dapat berjalan (laju); tabir (tirai) penutup jendela (pintu); tirai; kelir (dipakai pada pertunjukan gambar hidup, drama, wayang kulit, dan sebagainya); bidang (berupa kain, papan, kaca) tempat menayangkan gambar (film, televisi, dan sebagainya); ikan laut besar, berbentuk bulat panjang, bermoncong panjang membentuk tombak bulat, bersirip punggung panjang dan besar (apabila ditegakkan waktu berenang tampak seperti perahu layar), panjangnya 348 cm, berat 100,2 kg, umur 13 tahun, hidup di perairan subtropis, tersebar di perairan Indo-Pasifik dari perairan tropis sampai beriklim sedang (Istiophorus platypterus); ikan laut yang moncongnya panjang seperti tombak, panjangnya 38,2 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis, tersebar di perairan Afrika Timur sampai Kepulauan Hawaii dan Tuamoto, bagian utara sampai Kepulauan Ogasawara; ikan cucut (Platybelone argalus platyura) (5) |
| LAYAS | Bilah (kayu) tempat memasang atap; melayas; menolak; mengabaikan (5) |
| LAYAT | Melawat; bepergian mengunjungi negeri lain; datang menjenguk (orang meninggal dan sebagainya); melayat; menjenguk (melawat) keluarga orang yang meninggal dengan tujuan menghibur dan menyabarkan hatinya (5) |
| LAYER | Ayam (negeri) petelur; lapisan (Inggris) (5) |
| LAYON | Jenazah (5) |
| LAYUH | Lumpuh; tepok (tentang tubuh, kaki, dan sebagainya) (Minangkabau); sangat lemah; tidak bersinar (tentang mata) (Minangkabau) (5) |
| LAYUK | Melayuk; meliuk (melayah) ke kiri kanan (tentang pohon) (5) |
| LAYUP | Jauh sekali sehingga makin tidak tampak (Minangkabau) (5) |
| LAYUR | Ikan laut yang bentuk tubuhnya pipih, umur mencapai 15 tahun, hidup di dasar perairan tropis sampai beriklim sedang (Trichiurus lepturus); melayur; memanaskan di atas (dekat) api (supaya kering, layu, hangat, dan sebagainya); memanggang; membakar (dengan sinar matahari) (5) |
| LAYUT | Melentur; melentur; melendut (tentang dahan pohon yang lebat buahnya); bersambung-sambung; mendayu-dayu (tentang suara) (5) |
| LAZIM | Sudah biasa; sudah menjadi kebiasaan; sudah umum (terdapat, terjadi, dilakukan, dan sebagainya) (5) |
| LAZIO | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Roma dengan pertandingan kandang di Stadio Olimpico (5) |
| LEANG | Diulang: bentuk tanduk domba dengan sedikit lengkungan mulai dari bagian bawah telinga mengarah ke samping dan tidak melebihi lebar muka (Zoologi) (5) |
| LEBAH | Serangga penyengat, bersayap empat dan hidup dari madu kembang (banyak macamnya seperti - keram, - lalat); tawon (5) |
| LEBAI | Pegawai masjid atau orang yang mengurus suatu pekerjaan yang bertalian dengan agama Islam di dusun (kampung); berlebih-lebihan dalam mengekspresikan sesuatu; laku lajak (5) |
| LEBAK | Tiruan bunyi orang menampar; debak; bagian tanah yang rendah di antara ranah atau di antara ranah dan talang (Arkeologi); tempat air yang tergenang dan di dalamnya terdapat lumpur yang dalam; kabupaten di Provinsi Banten (5) |
| LEBAM | Ikan yang hidup di laut atau payau, panjang mencapai 53 cm, hidup di terumbu karang perairan tropis, tersebar di perairan Teluk Persia, Teluk Oman, Pakistan, India, Srilangka, Myanmar, Kepulauan Andaman, Thailand, Vietnam, Cina Selatan, Malaysia, Indonesia, Filipina, Australia, Papua Nugini, Vanuatu, dan Kaledonia Baru (Siganus javus); biru kehitam-hitaman (seperti warna bekas kena pukul); tiruan bunyi barang keras dan besar jatuh (5) |
| LEBAN | Pohon, tinggi hingga 25 m, bercabang dekat tanah, kayunya putih kekuning-kuningan dan awet, digunakan untuk bajak, bahan bangunan dan perkakas rumah tangga, kulit kayu dan daunnya biasa digunakan untuk obat (Vitex pubescens); kayu leban (5) |
| LEBAP | Tiruan bunyi buah jatuh di tanah dan sebagainya (5) |
| LEBAR | Lapang; tidak sempit; lintang suatu bidang; luas (5) |
| LEBAS | Tingkat kematangan buah yang teramat masak, lunak, dan mendekati busuk (Madura); melebas; menyebat; memukulkan (rotan, cambuk, dan sebagainya) (5) |
| LEBAT | Berbuah banyak (tentang pohon); tebal dan rapat sekali (tentang rambut, daun, hutan, dan sebagainya); deras dan banyak (tentang hujan, embun, dan sebagainya) (5) |
| LEBAY | Berlebihan (tentang gaya berbicara, penampilan, dan sebagainya) (5) |
| LEBIH | Lewat dari semestinya (tentang ukuran, banyaknya, besarnya, dan sebagainya); bersisa; ada sisanya; bertambah; makin; diulang: lagi pula; tambahan lagi; apalagi; teristimewa (pula) (5) |
| LEBON | Orang yang bersedia masuk penjara menggantikan orang yang sesungguhnya bersalah, asalkan keluarganya ditanggung (5) |
| LEBUH | Jalan besar (Minangkabau) (5) |
| LEBUK | Tiruan bunyi batu jatuh di tanah; debuk; gembur (5) |
| LEBUM | Tiruan bunyi barang besar yang jatuh dan sebagainya; debum (5) |
| LEBUN | Tipu; kecoh (5) |
| LEBUR | Luluh atau hancur mencair (tentang logam yang dipanaskan); rusak binasa; punah sama sekali (kiasan); keleburan (5) |
| LECAH | Tanah yang berair dan berlumpur; tempat becek; sawah (5) |
| LECAK | Lembek dan berair (tentang tanah); berlumpur; becek; buruk (tentang muka) (5) |
| LECAP | Basah kuyup (5) |
| LECAT | Licin sekali (5) |
| LECCE | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Lecce dengan pertandingan kandang di Stadio Via del mare; kota di Italia (5) |
| LECEH | Meleleh dan melekat pada tempat yang dilalui (seperti lilin yang cair, air gula pada bibir); remeh; tidak berharga (kiasan); rendah sekali mutunya (nilainya) (kiasan); buruk kelakuan; hina (kiasan) (5) |
| LECEK | Lembek dan pekat (tentang nasi dan sebagainya); permainan anak-anak dengan gundu dan gasing yang diputar untuk menyentuh gundu itu; berkerut-kerut (tentang kertas, kain, dan sebagainya); lusuh; kumal (5) |
| LECET | Basah (berair); luka terkelupas kulitnya; hilang lapisannya (tentang cat, barang saduran, dan sebagainya); melepuh; luka berair (5) |
| LECIT | Melecit; terlepas (terloncat dan sebagainya) ke luar dengan cepat (seperti biji sawo dipijit); lesit (5) |
| LECOK | Licin sekali; tergeliat; salah urat (5) |
| LECUH | Agak layu (seperti sayuran disiram dengan air panas) (5) |
| LECUN | Melecun; menipu; memperdayakan (Cina) (5) |
| LECUP | Tiruan bunyi ketika orang mencium (dengan bibir); cup; tiruan bunyi tombak ditikamkan pada pohon pisang (5) |
| LECUR | Melecur; membengkak berair (karena terbakar dan sebagainya); melepuh (5) |
| LECUT | Tiruan bunyi cambuk yang dikibaskan; cambuk (5) |
| LEDAK | Pecah; leduk (5) |
| LEDEK | Penari dan penyanyi kesenian tradisional (keliling); ronggeng keliling (Jawa); ejek (5) |
| LEDES | Lecet merah pada kulit (Melayu Jakarta) (5) |
| LEDOS | Pecah serta mengeluarkan bunyi; letup (5) |
| LEDRE | Penganan yang dibuat dari tepung pisang (atau adonan tepung terigu dan lumatan pisang) berbentuk pipih cetakan (5) |
| LEDUK | Pecah; ledak (5) |
| LEEDS | Kota di Inggris (5) |
| LEGAL | Sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau hukum (5) |
| LEGAN | Batu datar dan licin untuk menggilas ramuan jamu (Madura) (5) |
| LEGAP | Tiruan bunyi debaran jantung (papan dipukul dan sebagainya); degap; suram, tidak bercahaya, dan memberi kesan tidak rata; tidak tembus pandang (5) |
| LEGAR | Melegar; tiruan bunyi petir, meriam; degar (5) |
| LEGAT | Lurus arahnya (jalannya, pandangannya, dan sebagainya) (5) |
| LEGEK | Kumbang yang biasa bertelur pada pelepah daun pisang (5) |
| LEGEN | Nira (yang baru disadap) (Jawa) (5) |
| LEGER | Balok penyangga lantai; pipa air; tempat air; tong (anggur dan sebagainya); buku daftar nilai asli siswa (sebelum dipindahkan ke dalam buku laporan pendidikan) (Pendidikan) (5) |
| LEGES | Meterai tempel (segel) yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah (5) |
| LEGIG | Pengejar binatang buruan yang telah dilukai oleh pemburu (Sunda) (5) |
| LEGIH | Puncak atau garis perbatasan yang memisahkan cekungan saluran yang bersebelahan (5) |
| LEGIO | Nama organisasi kerasulan awam dalam Gereja Katolik (Agama Katolik) (5) |
| LEGIT | Manis sekali; agak kenyal dan enak (Melayu Jakarta) (5) |
| LEGOK | Lekuk; cekung; lebih dalam atau rendah daripada tempat lain (tentang tanah, lembah) (5) |
| LEGUM | Degum; tumbuhan perdu yang berkeping ganda, berbuah polong, menghasilkan mineral, akarnya mengandung campuran nitrogen dan bakteri, termasuk makanan penting untuk ternak (seperti pohon kacang tanah, semanggi); tumbuhan kacang-kacangan (Leguminosae); diulang: degum-degum; berbagai bunyi degum; diulang: degum-degum; berbagai bunyi degum (5) |
| LEGUP | Diulang: tiruan bunyi debaran jantung (benda jatuh dan sebagainya); degap-degup (5) |
| LEHER | Bagian tubuh (manusia atau binatang) yang menghubungkan kepala dengan tubuh yang lain; barang yang rupanya (bentuknya, letaknya) menyerupai leher (5) |
| LEJAR | Sangat penat; sangat capai (5) |
| LEJAS | Tembus pandang; transparan (5) |
| LEJIT | Melejit; berlari (keluar dan sebagainya) dengan cepat; melonjak dengan cepat; memantul; mental (tentang bola dan sebagainya) (5) |
| LEJOK | Drama tradisional dari daerah Pasundan (5) |
| LEKAM | Melekam; memegang erat-erat dengan telunjuk dan ibu jari (5) |
| LEKAP | Lekat; rapat (5) |
| LEKAR | Anyaman rotan atau lidi tempat meletakkan kuali, periuk, dan sebagainya yang baru diangkat dari tungku; larutan pengilap yang lekas kering karena pelarutnya menguap, terutama larutan yang mengandung ester selulosa sebagai bahan utamanya (Kimia) (5) |
| LEKAS | Cepat; segera; tidak berlama-lama; dalam waktu yang singkat; melekas (Bali) (5) |
| LEKAT | Sangat erat menempel jika diraba (seperti lendir, kanji); lengket (5) |
| LEKER | Krep (5) |
| LEKIR | Berjalur-jalur putih; belang putih memanjang (5) |
| LEKIT | Masih lekat; belum kering (tentang cat, lem, dan sebagainya) (5) |
| LEKOK | Kelok; keluk; lekuk (5) |
| LEKUK | Berongga lekung atau jeluk (seperti tanah yang digali); lepih seperti topi yang ditekan; berlekuk ke dalam (seperti lensa) (5) |
| LEKUM | Tenggorok; merih; jakun; diulang: tiruan bunyi ketukan palu tukang (tukang besi dan sebagainya) (5) |
| LEKUN | Penari perempuan dari Siam (5) |
| LELAH | Penat; letih; payah; tidak bertenaga; kecenderungan retak atau patah pada logam apabila mengalami tegangan berulang kali (Fisika); melelah; mengejar (5) |
| LELAI | Melelai; tergantung melengkung ke bawah; menjulai; terkulai (5) |
| LELAP | Nyenyak (tidur); tidak sadarkan diri; hilang; lenyap; lalu tidak boleh ditebus (tentang gadaian); beku (tentang minyak kelapa) (5) |
| LELAS | Licin atau rata (karena digosok, diiris, dan sebagainya); lecet (tentang kulit) (5) |
| LELAT | Daun sirih yang diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan (pada acara pertemuan) (Minangkabau) (5) |
| LELEH | Cair dan mengalir pelan-pelan (5) |
| LELEP | Melelepkan; membenamkan; menenggelamkan (5) |
| LELER | Leleh; nakal; kurang ajar; mulai berhenti atau berkurang (nafsu, angin ribut); reda (5) |
| LELES | Pencari sisa-sisa (5) |
| LELET | Lamban (Melayu Jakarta) (5) |
| LEMAH | Tidak kuat; tidak bertenaga; tidak keras hati; lembut; tidak tegas; tidak kuat; kurang berdasar; ikan yang hidup di laut atau payau, ukurannya mencapai 40 cm, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 15–100 m, tersebar di perairan Afrika Timur hingga Asia Tenggara (Lactarius lactarius) (5) |
| LEMAK | Zat minyak yang melekat pada daging; gemuk; sedap; enak (Minangkabau); ikan air tawar, panjangnya mencapai 22 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan sungai di Malaysia dan Indonesia (Labiobarbus ocellatus) (5) |
| LEMAN | Hasil mengelem (5) |
| LEMAS | Mudah dilentukkan (tidak kaku); lentur; susah bernapas atau tidak dapat bernapas (karena terkena asap gas, tenggelam dalam air, dan sebagainya); tidak bertenaga; lemah; halus (tentang bahasa); lemah lembut (tentang tingkah laku) (5) |
| LEMAU | Lembik; lunak; lemah; lesu; murung; tidak gembira (5) |
| LEMBO | Suku bangsa yang mendiami beberapa daerah di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (5) |
| LEMBU | Sapi (5) |
| LEMMA | Suku bangsa yang mendiami Pulau Pantar Barat Daya di Nusa Tenggara Timur; Lamma (5) |
| LEMON | Jenis limau (Citrus medica); warna kuning muda (5) |
| LEMOT | Lemah otak; lambat (5) |
| LEMPE | Penganan yang terbuat dari beras jagung, dibungkus dengan kulit jagung, dimasak dengan cara direbus, biasanya dicampur dengan kacang untuk menambahkan aroma (Wakatobi) (5) |
| LEMUR | Primata yang berukuran kecil sampai sedang, rambut tubuhnya berwarna hitam, putih, cokelat, atau abu-abu, ekornya panjang berwarna hitam-putih yang berselang-seling menyerupai cincin, banyak dijumpai di Madagaskar dan Pulau Comoro (Lemuridae) (5) |
| LENCA | Tanaman sayuran, bercabang banyak, tinggi mencapai 1,5 m, bunganya berwarna putih, buahnya berupa buah buni, bulat dan berbiji banyak berwarna hijau, jika tua berwarna hitam, dimakan sebagai sayuran atau sebagai lalap; terung hitam (Solanun nigrum) (5) |
| LENCI | Lengkeng (Melayu Jakarta); kelinci (5) |
| LENDA | Melenda; melanda (5) |
| LENDO | Sawah dengan debit air yang tetap atau cukup (Sunda) (5) |
| LENEK | Berputar sangat kencang tentang roda, bor, gasing, mesin, dan sebagainya (Minangkabau) (5) |
| LENGE | Melenge; terdiam, membisu (Melayu Jakarta) (5) |
| LENIS | Bunyi yang terjadi karena pernapasan lembut dan otot kendur, seperti /d/, /g/, /z/ (Linguistik) (5) |
| LENJA | Simpai atau gelang yang tergantung, biasanya untuk tempat lampu dan sebagainya; melenja; berbuat kurang adat; lancang; agak kurang ajar; mengeluarkan air liur atau buih dari mulut (5) |
| LENOR | Lagu anak-anak di Minahasa untuk memanggil hujan (5) |
| LENSA | Kaca bulat melengkung (seperti kaca pembesar, kaca potret); tempat penampungan cairan (air, minyak) agar ruangan seperti palka, kamar mesin tetap kering; bilga; got (5) |
| LENSE | Tarian wujud syukur dan kebahagiaan masyarakat Kulisusu (Muna) (5) |
| LENSO | Tarian muda-mudi (tarian pergaulan) dari daerah Maluku dengan mempergunakan saputangan (Musik); saputangan (Papua) (5) |
| LENTO | Lambat (digunakan dalam tempo musik) (ungkapan/Italia); camilan terbuat dari kacang tolo yang ditumbuk, dibumbui, dikepal dengan tangan, kemudian digoreng (Tata Boga/Jawa) (5) |
| LEPAI | Lemah hampir lumpuh (tentang kaki yang jika berjalan terseret-seret saja) (Minangkabau) (5) |
| LEPAK | Tiruan bunyi barang jatuh ke tanah (seperti buku jatuh dari meja ke lantai); melepak; menjadi putih benar (5) |
| LEPAP | Perahu kecil yang leper (ceper) lunasnya (5) |
| LEPAS | Dapat bergerak (lari) ke mana-mana; tidak tertambat; bebas dari ikatan; tidak terikat lagi; lolos dari kandang (kurungan, kerangkeng, dan sebagainya); melarikan diri; bebas dari hukuman; tidak ada sangkut pautnya lagi; tidak ada ikatan lagi; copot; tidak pada tempatnya lagi; tanggal (tentang gigi); bebas; berdiri sendiri; tidak melekat lagi; hilang; sesudah; sehabis (5) |
| LEPAT | Penganan yang dibuat dari ketan dan kelapa parut serta diberi garam, dibungkus dengan daun kelapa muda, berbentuk silinder dan direbus (5) |
| LEPAU | Warung kecil; kedai nasi; beranda di belakang rumah (untuk dapur dan sebagainya) (5) |
| LEPEK | Lapik; alas; piring kecil alas cangkir (gelas dan sebagainya); basah kuyup; basah sekali (Melayu Jakarta); melepek (Minangkabau) (5) |
| LEPER | Tidak jeluk (tentang piring dan sebagainya); ceper; rata; kurang sempurna atau kurang baik (tentang ucapan); pelat; telor (5) |
| LEPES | Melepes; halus (untuk bahasa, sikap, cara berbusana); rapi dan sopan (Jawa) (5) |
| LEPET | Rata dan kempis (Sunda) (5) |
| LEPIH | Terlipat tepi atau ujungnya ke dalam (seperti tikar, saputangan) (5) |
| LEPIK | Tiruan bunyi barang jatuh ke tanah, lebih halus daripada lepak (seperti bunyi kotak korek api jatuh di lantai) (5) |
| LEPIT | Daun sirih yang dilipat menjadi bentuk segitiga, berisi kapur, gambir, dan pinang (Sunda); melepit; melipat (5) |
| LEPOH | Melepoh; melepa atau mengoles (dengan semen dan sebagainya) (5) |
| LEPOK | Salah lipat (baju dan sebagainya); luka bakar (Gayo) (5) |
| LEPRA | Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae; kusta; kenohong (5) |
| LEPUH | Bengkak mengandung air (misalnya pada kulit karena terbakar dan sebagainya) (5) |
| LEPUK | Tiruan bunyi barang jatuh ke tanah (seperti anak kecil jatuh dari tempat tidur) (5) |
| LEPUR | Mati lemas terbenam dalam lumpur; melepur; terbenam dalam lumpur; menyerang dengan memukulkan sayap (5) |
| LERAH | Bertebaran (barang, buah-buahan, dan sebagainya); lepas dari ikatan; luruh (5) |
| LERAI | Tercerai; terpisah (5) |
| LERAK | Rusak tercerai-cerai (tentang rumah, perahu, dan sebagainya); sudah lepas (dari ikatan); pohon, tinggi mencapai 4 m, kayunya tidak keras sehingga tidak digunakan untuk bahan bangunan, buahnya berbusa, dapat digunakan sebagai sabun; lemuran (Sapindus rarak); buah lerak (5) |
| LERAP | Nama mata uang (pada zaman dulu) (Bali); tiruan bunyi derap (5) |
| LERET | Banjar; jajar; deret; saf; baris (5) |
| LEROK | Melerok; mendilak; melemparkan pandangan ke samping untuk menunjukkan rasa marah, tidak puas (Sunda) (5) |
| LEROT | Berlerot; berjalan beriringan (Melayu Jakarta) (5) |
| LESAK | Tiruan bunyi desau; desar; tidak berhenti; melesak; terbenam ke dalam benda padat (tanah, tembok, dan sebagainya); ambles (5) |
| LESAN | Sasaran; tujuan (Jawa) (5) |
| LESAP | Hilang; lenyap; lucut; menghilang secara berangsur-angsur (suara, gambar); hilang satu dari dua unsur atau bagian konstruksi yang koreferensial (Linguistik) (5) |
| LESEH | Rendahan (tidak terhormat) tentang tempat dan sebagainya; duduk di lantai dengan beralaskan tikar dan sebagainya (5) |
| LESIR | Tari pedang; desir (5) |
| LESIT | Mengisap (darah); berbunyi seperti bunyi peluit ditiup, jangkrik; memancarkan ke luar; menyemprot; membuang ingus dengan memijit hidung (5) |
| LESOT | Melesot; jatuh bertaburan (5) |
| LESUS | Angin puyuh; angin topan (5) |
| LESUT | Tiruan bunyi pedang (cambuk dan sebagainya) yang disebatkan (5) |
| LETAI | Letih; lesu (Minangkabau) (5) |
| LETAK | Lemah sekali; tidak bertenaga; payah; lapar; tempat beradanya sesuatu; kedudukan; keadaan (5) |
| LETAL | Dapat mengakibatkan kematian; mematikan (5) |
| LETDA | Letnan dua (akronim) (5) |
| LETER | Cakap (tutur kata) yang keluar terus-menerus dengan tidak tentu maksud tujuannya; datar (tentang permukaan); huruf (5) |
| LETIH | Tidak bertenaga (karena baru selesai kerja berat dan sebagainya); lelah sekali (5) |
| LETIK | Tiruan bunyi gelas retak kena air panas; gerakan badan; loncatan (5) |
| LETIS | Meletis; memerciki (dengan air) (5) |
| LETOI | Lemah karena lelah (5) |
| LETOK | Anak belalang (Gayo) (5) |
| LETOS | Meletos; meletus; meledak (Melayu Jakarta) (5) |
| LETTO | Grup musik asal Yogyakarta yang vokalisnya bernama Noe (5) |
| LETTU | Letnan satu (akronim) (5) |
| LETUK | Tiruan bunyi ketukan pada pintu dan sebagainya; diulang: tiruan bunyi burung mematuk-matuk dan sebagainya (5) |
| LETUM | Tiruan bunyi meriam ditembakkan; dentum; diulang: dentum-dentum (5) |
| LETUP | Pecah serta mengeluarkan bunyi; meletus; diulang: permainan anak-anak yang berupa bedil-bedilan terbuat dari buluh kecil; balon karet yang ditiup untuk diletupkan (5) |
| LETUS | Letup; ledak (5) |
| LEUCA | Nanti (5) |
| LEVAN | Polimer fruktosa (inulin) yang terdapat dalam akar umbi-umbian (5) |
| LEVEL | Tingkat(an); tataran; lapisan (5) |
| LEVER | Hati; tuas (Inggris) (5) |
| LEVIS | Kota di Kanada (5) |
| LEWAH | Melewah; tumpah; berlimpah (tentang buah-buahan, barang, dan sebagainya); mewah; berlebihan (tentang kata); mubazir (5) |
| LEWAR | Melewar; berkeliaran (beterbangan, berenang); berhamburan (tentang kelelawar, burung, ikan, dan sebagainya) (5) |
| LEWAT | Melalui; lalu di; menempuh; lalu; lampau; lebih; sesudah; terlampau; sangat; terlalu; dengan perantaraan (memakai jasa, alat, dan sebagainya) (5) |
| LEYEH | Diulang: berbaring (bertiduran) untuk melepaskan lelah (Jawa) (5) |
| LEYOT | Meleyot; tidak lurus; bengkok karena lemas (lunak) (5) |
| LEZAT | Enak (tentang rasa makanan atau minuman); sedap; nikmat (dalam arti seksual) (5) |
| LHASA | Kota di Tiongkok yang juga ibu kota daerah otonomi Tibet (5) |
| LHKPN | Laporan harta kekayaan penyelenggara negara (laporan yang berisi daftar seluruh harta kekayaan pejabat serta pasangan dan anak yang masih menjadi tanggungan) (singkatan) (5) |
| LIANA | Tumbuhan atau tanaman berkayu yang merambat atau memanjat dengan arah tumbuh tidak beraturan, biasanya tumbuh di hutan tropis, seperti cincau dan rotan (Ventilago) (Botani); ketapik (5) |
| LIANG | Lubang kecil; satuan ukuran berat sama dengan 37,5 g (5) |
| LIBAS | Melibas; melebas; memukulkan (cambuk dan sebagainya); menyebat; mengalahkan; menundukkan; mengakali; menipu (kiasan) (5) |
| LIBEI | Perjanjian antara dua keluarga yang saling memberikan gadis untuk dikawini laki-laki masing-masing pihak sehingga tidak diperlukan uang jujur (di Bengkulu) (5) |
| LIBIA | Negara yang terletak di Afrika Utara, beribu kota Tripoli (5) |
| LIBON | Kota di Filipina (5) |
| LIBOT | Teknik membelit kaki dan membanting badan lawan ke samping atau ke depan dalam benjang (Sunda) (5) |
| LIBRA | Rasi bintang di belahan langit selatan khatulistiwa (Astronomi); zodiak ke-7 yang digambarkan dengan neraca sebagai lambang bagi orang yang dilahirkan antara 23 September dan 22 Oktober; Tula; Mizan (Astrologi) (5) |
| LIBUR | Bebas dari bekerja atau masuk sekolah (5) |
| LICAK | Linyak (karena terinjak, terjepit); penyek; pipih (5) |
| LICAU | Gilap; berkilat; berkilau (5) |
| LICIA | Wilayah kuno yang terletak di pesisir barat daya Asia Kecil (5) |
| LICIK | Banyak akal yang buruk; pandai menipu; culas; curang; licin; mudah menyerah; gampang kalah; penakut (5) |
| LICIN | Berminyak atau berlendir (seperti belut); tidak kasar; halus; tidak ditumbuhi apa-apa (kepala yang botak, betis yang tidak berbulu); tidak berkerut (tentang pakaian); habis sama sekali (tentang harta dan sebagainya) (kiasan); pandai menipu (memutarbalikkan perkataan dan sebagainya); licik (kiasan); tidak mudah tertangkap (kiasan) (5) |
| LIDAH | Bagian tubuh dalam mulut yang dapat bergerak-gerak dengan mudah, gunanya untuk menjilat, mengecap, dan berkata-kata; sesuatu atau bagian sesuatu yang menyerupai (bersifat dan sebagainya seperti) lidah; ujung suatu benda yang menyerupai lidah (memanjang, agak tipis, bergerak-gerak seperti lidah, dan sebagainya); perkataan; tutur kata (kiasan); ikan laut, payau, atau air tawar, bentuk pipih seperti lidah, panjang mencapai 35 cm, hidup di dasar perairan tropis, dengan kedalaman mencapai 1–140 m, tersebar di perairan India sampai Papua Nugini (Cynoglossus puncticeps); diulang: pohon, kayunya berwarna kuning kuat dan awet, digunakan sebagai bahan bangunan (Alangium ebenaceum); pemanjangan atau cuatan yang tumbuh dari ujung pelepah daun rumput-rumputan Poaceae (Botani); ikan yang hidup di dasar air laut hangat dan berciri memiliki bentuk badan sangat pipih, sirip punggung, sirip anus dan sirip ekornya bersatu membentuk sirip tunggal yang mengelilingi tubuh dan tidak mempunyai sirip pinggul, bertaring pada sisi kanan, dan matanya terletak di sisi kiri, panjang mencapai 48 cm (umumnya di bawah 30 cm) (Cynoglossidae) (5) |
| LIDAR | Instrumen laser merah yang membangkitkan denyut-denyut cahaya inframerah kuat dengan lebar berkas sesempit 30 detik (5) |
| LIDAS | Berasa pedih atau sangat gatal (pada lidah atau mulut) (Jawa) (5) |
| LIDID | Peledak yang diramu dengan asam pikrat, nitrobenzena, dan vaselin (Kimia) (5) |
| LIEGE | Kota di Belgia (5) |
| LIGAN | Atom, ion, atau molekul yang terikat pada atom pusat dari senyawa koordinasi atau kompleks lain (Kimia) (5) |
| LIGAS | Meligas; berlari dengan kedua belah kaki kanan, lalu kedua belah kaki kiri (tentang kuda, katak, dan sebagainya) (5) |
| LIGAT | Berpusing cepat sekali (tentang gasing dan sebagainya); cekatan; cepat; tangkas; meligat; berpusing cepat sekali (tentang gasing dan sebagainya); ; lingat (5) |
| LIGER | Mamalia karnivor hasil persilangan singa jantan dan harimau betina; simau (5) |
| LIGIH | Meligih; menggigil (5) |
| LIHAI | Pintar; cerdik; cekatan; pandai (menipu dan sebagainya); tajam (tentang senjata) (5) |
| LIHAP | Selimut tebal berisi kapuk, dapat digunakan sebagai kasur (Banjar) (5) |
| LIHAT | Melihat; menggunakan mata untuk memandang; (memperhatikan); menonton; mengetahui; membuktikan; menilik; meramalkan; menengok (orang sakit); menjenguk (5) |
| LIKAH | Bilah dari kayu atau bambu yang melintang pada bagian bawah tempat tidur di bawah galar (Bali); rusak tertindih, tetapi masih bisa digunakan (Batak) (5) |
| LIKAS | Alat untuk menggulung benang yang baru dipintal (5) |
| LIKAT | Rekat; lengket; lekat; keruh; agak malu (tidak mau melihat, selalu tunduk saja, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| LIKIR | Tumbuhan terna tingginya mencapai 2 m, umbinya enak dimakan (Tacca leontopetaloides); umbi likir (5) |
| LIKRA | Serat poliuretan elastis dan ringan (Kimia); kain yang terbuat dari serat poliuretan elastis dan ringan (5) |
| LIKUR | Sebutan bilangan antara 20 dan 30 (5) |
| LIKUT | Berlikut; mengendap (bersembunyi) di balik sesuatu (Minangkabau) (5) |
| LILAH | Melilah; muntah (5) |
| LILAN | Kayu lilin (Xylopia elliptica) (5) |
| LILAU | Melilau; memandang ke sana kemari (5) |
| LILIN | Bahan terbuat dari parafin, mudah mencair jika dipanaskan, dapat dipakai sebagai pelita dan/atau untuk membatik; bahan yang mengandung lemak, lekat, mengental, mencair jika dipanaskan, dicetak dalam berbagai bentuk untuk alat penerang (dengan diberi sumbu di tengahnya) atau benda mainan; satuan kuat cahaya (satu lilin = 12,56 lumen) (Elektronika); hidrokarbon padat yang mempunyai titik cair rendah dan mudah larut (Kimia) (5) |
| LILIR | Terbangun sesaat dari tidur (biasanya pada tengah malam) (Sunda) (5) |
| LILIT | Kebatan yang membelit-belit; belit; keliling (suatu bidang) (5) |
| LILLE | Kota di Prancis (5) |
| LIMAI | Puyuh jantan (5) |
| LIMAN | Gajah (5) |
| LIMAR | Motif yang terdapat pada batik Garut, terdiri atas susunan bidang belah ketupat, di dalamnya diisi garis-garis horizontal (Tata Busana); kain sutra bercorak, biasa dipakai untuk sabuk dan sebagainya (Jawa); nama motif songket (Palembang) (5) |
| LIMAS | Takir yang dibuat dari upih pinang, daun pisang, dan sebagainya, yang dilipat berbentuk corong (bulat) untuk tempat air, gulai, dan sebagainya; merunjung ke atas (tentang bentuk atap bangunan, seperti bentuk piramida); benda ruang yang alasnya berbentuk segitiga (segi empat dan sebagainya) dan bidang sisinya berbentuk segitiga dengan titik puncak yang berimpit; rumah adat Palembang (5) |
| LIMAU | Tumbuhan dan buahnya, termasuk keluarga Citrus dan mempunyai berbagai jenis dan varietas; jeruk; buah limau (5) |
| LIMAY | Kota di Filipina (5) |
| LIMBE | Kota di Kamerun (5) |
| LIMED | Lintas medan (akronim) (5) |
| LIMEH | Peranti pertanian dibuat dari pelepah pinang yang dibentuk menjadi kotak, sisi kiri dan kanannya dijahit dengan rotan, untuk menyimpan pupuk yang akan digunakan bersama dengan benih pada waktu menanamnya (Minangkabau) (5) |
| LIMEN | Air limbah rumah tangga (Gayo) (5) |
| LIMFA | Cairan (getah) bening yang terdapat di dalam badan yang menyerupai plasma darah dan mengandung sel darah putih, tetapi tidak mengandung sel darah merah (Biologi) (5) |
| LIMIT | Batas; tapal batas (5) |
| LIMON | Kota di Kosta Rika (5) |
| LIMPA | Organ tubuh, terletak di dalam rongga perut sebelah kiri atas, yang menghasilkan cairan yang membantu pencernaan makanan dan membersihkan darah (5) |
| LIMUN | Minuman manis dengan rasa sari buah-buahan (dikemas dalam botol) (Belanda) (5) |
| LIMUT | Melimut; banyak sekali (tentang buah-buahan yang kecil-kecil) (5) |
| LINAU | Nibung (Oncosperma filamentosum); umbut linau; daun linau (5) |
| LINDA | Tari tradisional Karia (Muna) (5) |
| LINDI | Alkali; cairan yang keluar dari sampah, dapat digunakan sebagai pupuk; kompos cair (5) |
| LINDU | Danau yang sejak tahun 1999 ditetapkan sebagai Taman Nasional Lore Lindu, terletak di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (5) |
| LINEN | Bahan (kain) dibuat dari rami halus, kuat, tampak berkilat, dan dingin apabila dipakai (5) |
| LINQU | Kota di Cina (5) |
| LINUD | Lintas udara (akronim) (5) |
| LINXI | Kota di Cina (5) |
| LINYI | Kota di Cina (5) |
| LIONG | Tiruan naga besar untuk pertunjukan pada arak-arakan Tahun Baru Cina (5) |
| LIPAI | Tudung dari daun pinang atau enau yang kasar buatannya (5) |
| LIPAN | Binatang berbisa bertubuh pipih, bersegmen seperti cacing, berkaki banyak, bersendi, bagian depannya beracun; sepesan (Chilopoda) (5) |
| LIPAS | Serangga yang mempunyai mulut bertipe pengunyah, kepala relatif kecil, tubuh lebar dan rata, mata majemuk besar, antena panjang yang lentur, sebagian besar berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat tua, terdapat di berbagai macam habitat; kepuyuk; coro; kecoak (Blattidae) (5) |
| LIPAT | Patah dua sehingga bidangnya menjadi seperdua (tentang kertas, kain, dan sebagainya); rangkap; ganda (5) |
| LIPID | Zat lemak yang tidak larut dalam air, tetapi umumnya larut dalam alkohol dan eter dan yang memberi rasa lemah (Kimia) (5) |
| LIPIT | Lipatan kecil; kelim (5) |
| LIPUR | Hilang; lenyap; hapus; hilang sedihnya; terhibur hatinya (5) |
| LIPUT | Meliput; membuat berita atau laporan secara terperinci tentang suatu masalah atau peristiwa; meliputi; menutupi; menyelubungi; menggenangi; mencakup (5) |
| LIRIH | Lembut (tentang suara); pelan-pelan; tidak keras (Jawa) (5) |
| LIRIK | Karya sastra (puisi) yang berisi curahan perasaan pribadi (Sastra); susunan kata sebuah nyanyian (Sastra); melirik; menjara (membuat lubang); menggerek; melihat dengan tajam ke samping (kiri atau kanan); mengincar (kiasan) (5) |
| LIRIS | Emosional (tentang sajak, lagu, dan sebagainya); penuh perasaan; corak batik (5) |
| LISAH | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut dan payau, ukurannya dapat mencapai 27 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya keabu-abuan dengan bercak putih pada kepala dan tubuhnya, tepian sirip punggung berwarna putih, tersebar di perairan Singapura, Indonesia, India, Malaysia, dan Thailand; belodok (Periophthalmodon schlosseri); minyak (Jawa) (5) |
| LISAN | Lidah; kata-kata yang diucapkan; berkenaan dengan kata-kata yang diucapkan; dengan mulut (bukan dengan surat) (5) |
| LISHU | Kota di Cina (5) |
| LISIS | Hilangnya gejala suatu penyakit secara perlahan-lahan, terutama pada penyakit infeksi (Kedokteran dan Fisiologi); berkurangnya demam secara perlahan-lahan (Kedokteran dan Fisiologi); peristiwa hancurnya sel karena selaput plasmanya rusak, hancur atau larut dan isi selnya keluar (Biologi) (5) |
| LISKI | Kota di Rusia (5) |
| LISUS | Angin yang berpusing; angin puyuh; angin lisus (5) |
| LISUT | Kisut; berkerut-kerut; layu (5) |
| LITAH | Suka bicara sembarangan (tidak dapat menyimpan rahasia dan sebagainya) (5) |
| LITAK | Letih; lunglai (karena kelaparan) (Minangkabau) (5) |
| LITAS | Mata uang Lituania sebelum Euro (5) |
| LITER | Satuan dasar ukuran isi (disingkat l); alas kandang (ayam, ternak, dan sebagainya) dibuat dari sekam, jerami, dan sebagainya yang dicampur dengan kapur, berfungsi menjaga agar kandang tetap kering (Peternakan) (5) |
| LIUHE | Kota di Cina (5) |
| LIVNY | Kota di Rusia (5) |
| LIWAN | Bagian bangunan (masjid, istana) dengan pintu muka yang melengkung dan pada satu sisi terbuka ke istana dalam (5) |
| LIWET | Memasak (nasi) dengan direbus (5) |
| LIYAN | Lain (5) |
| LOBAK | Sayuran yang umbinya berwarna putih, umbi dan daunnya biasa dibuat sayur (Raphanus sativus) (5) |
| LOBAN | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, panjang mencapai 100 cm, sisiknya lebih kasar daripada ikan bandeng, sirip punggung pendek, tersebar di perairan pantai seluruh dunia; balana; jumpul; belanak (Mugil cephalus) (5) |
| LOBOK | Terlalu besar (tentang ukuran sepatu dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| LOBUS | Cuping telinga (Kedokteran dan Fisiologi); bagian organ atau tubuh yang berbentuk bulat, misalnya paru-paru, otak, dan hati (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| LOCOK | Melocok; menggerakkan batang besi (kayu, bambu) turun naik (maju mundur) di dalam tabung untuk menumbuk atau melumatkan sesuatu (5) |
| LOCOT | Melocot; mengelupas (tentang kulit) (5) |
| LODAN | Ikan paus (Jawa) (5) |
| LODEH | Sayur bersantan yang dibuat dari berbagai sayuran, seperti terung, kacang panjang, kol, cabai hijau (5) |
| LODJA | Kota di Republik Kongo (5) |
| LODOH | Menjadi lunak sekali karena busuk atau terlampau ranum (tentang buah dan sebagainya); bonyok (5) |
| LODRA | Gendang khas Albania yang tiap-tiap sisinya mengeluarkan bunyi yang berbeda, dipukul dengan tongkat (5) |
| LOGAM | Mineral yang tidak tembus pandang, dapat menjadi penghantar panas dan arus listrik (misalnya besi, aluminium, nikel); metal (5) |
| LOGAN | Kota di Amerika Serikat (5) |
| LOGAT | Kata (dalam arti yang sebenarnya); dialek; cara mengucapkan kata (aksen) atau lekuk lidah yang khas; perbendaharaan kata; kamus (5) |
| LOGIS | Sesuai dengan logika; benar menurut penalaran; masuk akal (5) |
| LOGOK | Pukulan dalam pencak silat dengan tangan terbuka dan jari lurus dan rapat (Sunda) (5) |
| LOHAN | Senjata penjaga keamanan kuil shaolin (5) |
| LOHOK | Busuk sekali (5) |
| LOKAL | Ruang yang luas; terjadi (berlaku, ada, dan sebagainya) di satu tempat, tidak merata; setempat; di suatu tempat (tentang pembuatan, produksi, tumbuh, hidup, dan sebagainya); setempat (5) |
| LOKAN | Kerang besar yang dapat dimakan, hidup di lumpur di tepi laut (Polymesoda) (5) |
| LOKAP | Bilik tempat tahanan (di kantor polisi) (5) |
| LOKEK | Sangat pelit; kikir sekali (5) |
| LOKER | Lemari yang dilengkapi dengan kunci, biasanya untuk keperluan penyimpanan perseorangan (5) |
| LOKET | Jendela kecil di gedung, kantor, tempat pertunjukan, dan sebagainya tempat membayar pajak radio, membeli prangko, menjual karcis, dan sebagainya (5) |
| LOKIA | Cairan yang keluar dari rahim setelah bersalin hingga kira-kira empat minggu (pada masa nifas) (Kedokteran dan Fisiologi); perdarahan yang terjadi setelah melahirkan ditandai dengan darah yang mengalir lebih banyak dengan perubahan warna (menjadi merah muda atau merah) setelah beraktivitas (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| LOKIO | Terna yang termasuk suku Amaryllidaceae, tingginya mencapai 30 cm, dapat dimanfaatkan sebagai sayuran (Allium tuberosum) (Botani) (5) |
| LOKON | Sebutan sarang semut di Wamena (5) |
| LOKOS | Gundul atau licin tidak ditumbuhi sesuatu, misalnya kepala, tanah; ranggas (tentang pohon) (5) |
| LOKUM | Pencuci mulut khas Turki berupa manisan yang terbuat dari kanji dan gula, berbentuk potongan kecil segi empat, rasanya beragam (rasa air mawar, jeruk lemon, kacang-kacangan, dan sebagainya) (5) |
| LOKUS | Bagian atau tempat pada kromosom yang diduduki oleh gen; lokus gen (Biologi); tempat kedudukan titik-titik atau himpunan titik yang koordinatnya memenuhi persamaan (Matematika) (5) |
| LOLAK | Kerang berbentuk kerucut dengan 10–12 ulir, berwarna dasar krem keputihan dengan corak bergaris merah lembayung, dasar cangkangnya berbintik merah muda; susu bundar (Trochus niloticus); lola; ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara; bendungan di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (5) |
| LOLOH | Suap; longgar (tentang baju, cincin, dan sebagainya) (Minangkabau) (5) |
| LOLOS | Lucut lalu lepas (seperti cincin dari jari); terlepas lari (dari kurungan, kepungan, dan sebagainya) (5) |
| LOMBA | Adu kecepatan (berlari, berenang, dan sebagainya); adu keterampilan (ketangkasan, kekuatan, dan sebagainya) (5) |
| LOMEK | Biji berdaging (seperti nangka, durian) (5) |
| LOMIE | Masakan mi berkuah kental disajikan dengan daging ayam suwir, kangkung, dan tauge (Tata Boga) (5) |
| LOMOT | Melomot; memasukkan benda yang bulat panjang (ibu jari dan sebagainya) ke dalam mulut (5) |
| LOMPO | Alat untuk menggantungkan papan penggulung (Melayu Medan) (5) |
| LOMZA | Kota di Polandia (5) |
| LONAN | Pohon, tinggi hingga 6 m, kulit kayunya digunakan sebagai obat demam, daunnya sebagai obat cacing, buahnya berasa asam manis; buah nona (Anona reticulata) (5) |
| LONDO | Putih seluruh tubuh dan rambutnya karena kekurangan pigmen; balar; bulai (Jawa) (5) |
| LONGO | Tanaman yang di dalamnya menjadi sarang semut, sarang tersebut dapat digunakan sebagai obat jantung dan kanker; sarang semut (Myrmecodia pendans) (Biologi); melongo; terbuka (tentang mulut) karena heran dan sebagainya (5) |
| LONTO | Lauk goreng dibuat dari parutan kelapa yang dicampur tepung beras, dibumbui, biasanya berbentuk bulat-bulat kecil (5) |
| LOPAK | Lekukan tanah yang berisi air (tidak mengalir); kobakan; petak (sawah) (Minangkabau); kembali bertingkah laku, berpikir, dan sebagainya sebagai anak-anak (tentang orang yang berusia lanjut); tidak tahu yang akan dikatakannya; bingung; tempat menampung air atau cairan lumpur pada tambang yang kemudian dipompakan ke luar (Mineralogi); diulang: tempat tembakau (sirih dan sebagainya) yang dibuat dari anyaman daun pandan, kayu, dan sebagainya (5) |
| LOPEK | Perahu kecil yang bagian dasarnya rata, biasa dipakai di sungai, danau, rawa, dan sebagainya (5) |
| LOPER | Orang yang kerjanya mengantarkan koran, menarik rekening, dan sebagainya (5) |
| LOPIS | Penganan yang dibuat dari ketan, dibungkus daun pisang atau daun tebu, biasa dimakan dengan kelapa parut dan kinca; lupis (Tata Boga) (5) |
| LOPOR | Bagian rantai antara jangkar dan segel pertama yang panjangnya kira-kira sama dengan panjang ulup jangkar (Pelayaran); orang yang bekerja untuk mendampingi dan menghentikan kuda (Sunda) (5) |
| LORAH | Roda kecil bersumbu yang bertali atau berantai (untuk menaikturunkan barang); kapi; katrol; tahal; kerek (5) |
| LORAN | Sistem navigasi elektronik yang menghasilkan garis posisi hiperbola dengan mengukur selisih waktu penerimaan sinyal pulsa yang dibuat selaras (Pelayaran) (5) |
| LORAT | Dalam kebingungan (kesulitan dan sebagainya); rewel (susah dan sebagainya) (5) |
| LORCA | Kota di Spanyol (5) |
| LOREK | Bercoreng-coreng panjang (berjalur-jalur tentang kulit ular, corak cita, dan sebagainya); berjalur-jalur; loreng (5) |
| LOROT | Melorot; meluncur turun; merosot; membuang lilin pada kain batik sesudah diberi warna dengan cara merendamnya pada air mendidih secara keseluruhan (Jawa) (5) |
| LOSAP | Lewat tanpa permisi (di depan orang-orang tua atau orang yang lebih tua) (Batak) (5) |
| LOTAK | Mulai busuk; lusuh (karena tua, usang, dan sebagainya) (5) |
| LOTEK | Makanan jenis gado-gado yang dibuat dari sayuran; dempul (5) |
| LOTIK | Tentang air kolam, danau, dan sebagainya (Perikanan) (5) |
| LOTIS | Makanan terdiri atas buah-buahan (mentah), diiris-iris agak besar, dimakan dengan sambal manis (terbuat dari gula jawa, cabai, garam, dan sebagainya); rujak yang berbumbu sambal gula (Jawa) (5) |
| LOTRE | Mendapat uang (barang dan sebagainya) dari undian; mendapat untung besar (kiasan) (5) |
| LOTUS | Teratai; seroja (Nelumbium nelumbo) atau (N. Nucifera) (5) |
| LOUDI | Kota di Cina (5) |
| LOUGA | Kota di Senegal (5) |
| LOYAK | Terlalu lunak (lembek) (5) |
| LOYAL | Patuh; setia (5) |
| LOYAR | Royal (Melayu Jakarta); pengacara; advokat; pokrol (5) |
| LPPKS | Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (singkatan) (5) |
| LUANG | Lowong (tidak dihuni, ditempati, dan sebagainya); kosong; senggang; tidak sibuk (5) |
| LUBAN | Dupa (5) |
| LUBAO | Kota di Filipina (5) |
| LUBER | Melimpah; meluap; melembak; langsung, umum, bebas, dan rahasia (asas Pemilu) (akronim) (5) |
| LUBIN | Kota di Polandia (5) |
| LUBNY | Kota di Ukraina (5) |
| LUBUK | Bagian yang dalam di sungai (laut, danau, dan sebagainya); berlekuk dalam; jeluk; daerah hidrosfer yang kedalamannya dapat mencapai 6.000 kaki atau lebih di lautan dan 1.000 kaki atau lebih di danau dan yang tidak tertembus oleh cahaya matahari (Hidrologi) (5) |
| LUCAH | Hina sekali; tidak sopan; tidak senonoh; cabul (5) |
| LUCAK | Dimarahi habis-habisan (Melayu Medan); buah pinang yang muda dan telah gugur (Melayu Medan) (5) |
| LUCCA | Kota di Italia (5) |
| LUCUP | Masuk ke dalam (terbenam) seperti paku ke dalam papan, duri ke dalam daging, atau menyelam ke dalam air (5) |
| LUCUT | Terkelupas (tentang kulit dan sebagainya); lecet; hilang; lenyap (Minangkabau); melucut; lepas atau terlepas (dari genggaman, pegangan, ikatan, dan sebagainya); mengelupas (tentang kulit dan sebagainya) (5) |
| LUDAH | Air yang keluar dari mulut; liur (5) |
| LUDES | Habis sama sekali; binasa (5) |
| LUGAS | Mengenai yang pokok-pokok (yang perlu-perlu) saja; bersifat seperti apa adanya; lugu; serba bersahaja; serba sederhana; tidak berbelit-belit; tidak bersifat pribadi; objektif (5) |
| LUGUT | Bulu halus pada tumbuhan, seperti pada rebung, bambu, dan sebagainya, biasanya menimbulkan rasa gatal; selara; miang (Jawa) (5) |
| LUHUR | Tinggi; mulia; luhung; ukuran tinggi benda yang membubung tingi-tinggi secara luar biasa (Biologi) (5) |
| LUING | Leluing; binatang jenis lipan, merayap dan berkaki banyak; lintibang (5) |
| LUJAN | Kota di Argentina (5) |
| LUKAH | Alat untuk menangkap ikan (seperti bubu) yang dipasang di dalam air yang tidak berapa dalam; tampak kemaluannya (karena tidak duduk dengan rapi, dan sebagainya) (Melayu Malaysia); pengerih (5) |
| LUKAS | Nama kitab Injil ketiga dalam Alkitab Perjanjian Baru (Agama Kristen); ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 16 cm, tubuhnya pipih memanjang dan terdapat garis hitam di pertengahan tubuh yang berakhir membulat di pangkal ekor, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan) dan Thailand (Crossocheilus oblongus); selimang batu (5) |
| LUKAT | Melukat; terlepas (tentang barang yang dilekatkan); lekang (5) |
| LUKEH | Tumbuhan terna tingginya mencapai 2 m, umbinya enak dimakan; likir (Tacca leontopetaloides) (5) |
| LUKIS | Melukis; membuat gambar dengan menggunakan pensil, pulpen, kuas, dan sebagainya, baik dengan warna maupun tidak (5) |
| LUKUT | Ganggang (Hydrilla verticillata) (5) |
| LULAI | Pohon, tinggi hingga 25 m, kulit kayunya berwarna cokelat tua, kayunya digunakan untuk bangunan, mebel, dan sebagainya (Garcinia brevirostris) (5) |
| LULUB | Kulit kayu yang direndam sebagai bahan tali tambang (Sunda) (5) |
| LULUH | Hancur menjadi kecil-kecil (seperti serbuk); remuk sama sekali; menjadi lemah (tentang hati) sehingga hilang marahnya; melebar (5) |
| LULUK | Lumpur (Minangkabau); mata-mata; pelupuk (5) |
| LULUM | Melulum; menjilat-jilat (jari dan sebagainya); mengulum (5) |
| LULUP | Kulit kayu (pohon waru, belinjo, dan sebagainya) yang dirabit untuk dibuat tali (Jawa) (5) |
| LULUR | Bedak (kuning) dengan wangi-wangian untuk membersihkan badan dan menghaluskan kulit; lulut (5) |
| LULUS | Dapat masuk atau lalu (ke dalam atau dari lubang dan sebagainya); dapat lepas atau lucut (seperti gelang dari tangan atau cincin dari jari); terperosok masuk (seperti kaki ke dalam lantai bambu dan sebagainya); berhasil (dalam ujian); dapat melalui dengan baik (dalam menghadapi segala cobaan); diperkenankan; terkabul (tentang permohonan, permintaan, dan sebagainya); hilang lenyap; lelap, tidak dapat ditebus lagi (tentang barang gadai) (5) |
| LULUT | Lulur; jinak (tentang binatang); tidak takut-takut lagi (tentang anak); tidak melawan lagi; tunduk patuh; menurut (Jawa); jatuh hati; menaruh cinta kepada (Jawa) (5) |
| LUMAR | Berlumar; berlumur; kotor atau terpalit-palit (oleh minyak, darah, dan sebagainya) (5) |
| LUMAS | Melumas; menyapu (dengan kapur, minyak, dan sebagainya); mengoles (5) |
| LUMAT | Halus benar (seperti tepung, pasir, dan sebagainya) (5) |
| LUMBA | Diulang: mamalia laut yang cerdas, memiliki bentuk kepala yang khas dengan dahi menonjol, tubuh ramping, sirip di bagian punggung, menggunakan sistem sonar untuk komunikasi dan navigasi; dolfin (Delphinidae) (5) |
| LUMBU | Daun talas (5) |
| LUMEN | Rongga di dalam pembuluh (Kedokteran dan Fisiologi); satuan ukuran kekuatan cahaya (lampu, lilin, dan sebagainya) (Fisika) (5) |
| LUMER | Encer; leleh; mau menurut; tidak bersikeras lagi (kiasan) (5) |
| LUMPE | Jembatan gantung yang dilengkapi dua utas tali sebagai pegangan dan dihubungkan batang bambu sebagai tempat berpijak (Gayo) (5) |
| LUMUH | Merasa enggan; tidak merasa tertarik untuk berbuat sesuatu (Jawa) (5) |
| LUMUR | Melumur; menyapu; mengolesi; berlumur; bergelimang dengan (lumpur, darah, minyak, dan sebagainya) (5) |
| LUMUS | Terpalit (oleh barang yang kotor); berlumuran (5) |
| LUMUT | Tumbuhan hijau atau kuning kecil-kecil yang banyak tumbuh dan berkelompok membentuk bantalan (hamparan) menyerupai beludru pada batu, kayu, tanah, atau tembok yang lembap; kulat (Bryophyta) (5) |
| LUNAK | Lembut; empuk; tidak lekas marah; sabar; tidak terlampau keras mempertahankan pendiriannya dan sebagainya (kiasan); reda (kiasan) (5) |
| LUNAR | Bulan; berhubungan dengan bulan atau pergerakannya mengelilingi bumi (5) |
| LUNAS | Balok memanjang di dasar perahu (Pelayaran); bagian bawah (kuali dan sebagainya); beres dan selesai dibayar (tentang utang); terbayar; impas; dua dari lima daun mahkota bunga kacang-kacangan Papilionaceae yang terletak paling bawah dan menyatu, sehingga berbentuk seperti perahu (Botani) (5) |
| LUNAU | Lumpur (yang dihanyutkan banjir) (Minangkabau) (5) |
| LUNDI | Larva kumbang berupa ulat putih yang hidup di dalam tanah (5) |
| LUNDU | Ikan yang hidup di ekosistem perairan payau dan tawar, ukurannya dapat mencapai 46 cm, tubuhnya memanjang, mata tidak tertutup oleh kulit, sungut umumnya lebih panjang daripada kepala, sirip lemak pangkalnya lebih pendek daripada pangkal sirip dubur, warnanya perak kekuningan, tersebar di Asia; keting (Mystus gulio); pohon, tinggi 20 m, kayunya digunakan untuk bahan bangunan sementara, barang-barang kecil seperti tongkat dan gagang peralatan (Antidesma corioceum) (5) |
| LUNER | Berkaitan dengan bulan (5) |
| LUOHE | Kota di Cina (5) |
| LUPAT | Siput laut yang dapat dimakan dan cangkangnya dapat dijadikan buah baju (5) |
| LUPIS | Penganan yang dibuat dari ketan, dibungkus daun pisang atau daun tebu, biasa dimakan dengan kelapa parut dan kinca; lopis (Tata Boga) (5) |
| LUPUH | Melupuh; memukuli bambu bulat supaya pipih seperti papan (5) |
| LUPUS | Penyakit kulit yang berupa borok (terutama pada kulit wajah); rasi bintang di belahan langit selatan, yang terletak di antara rasi bintang Sentaurus dan Skorpio, namanya berarti 'serigala' dalam bahasa Latin (Astronomi) (5) |
| LUPUT | Hilang; lepas (dari); tidak terjangkau dan sebagainya; lepas dari; terhindar (dari); terlepas (dari); tidak kena; meleset; salah (5) |
| LURAH | Kepala pemerintahan tingkat terendah; kepala desa; kepala atau pimpinan suatu bagian pekerjaan; lembah; jurang; alur (lekuk memanjang) di tepi papan (5) |
| LURIK | Kain tenun yang coraknya berjalur-jalur; kurik (5) |
| LURUB | Kain dan sebagainya penutup kurung batang; luruban (5) |
| LURUH | Jatuh atau gugur karena sudah sampai waktunya (tentang buah, daun, rambut, dan sebagainya); undur (surut) dari maksud semula; daerah; daerah taklukan (5) |
| LURUS | Memanjang hanya dalam satu arah, tanpa belokan atau lengkungan (tentang garis, jalan, dan sebagainya); lempeng; tegak benar; jujur; polos (kiasan); baik (tentang budi dan sebagainya); tidak sesat; tepat benar; betul; kata demi kata (tentang terjemahan); kejur; tidak ikal (tentang rambut); sejajar (tentang garis) (5) |
| LURUT | Luruh; gugur; rontok; melurut; menjepit dan mengurut dengan jari; melucutkan (meluluskan); melicinkan dengan menjepit dengan jari (kertas dan sebagainya); memetiki sampai habis; mengalir (tentang air sungai dan sebagainya); mengelupas (misalnya daging dari tulang) (5) |
| LUSIN | Satuan jumlah sama dengan 12 buah (5) |
| LUSOH | Alat angkut barang seperti pedati, tetapi tidak memiliki roda dan gerobak, menggunakan dua buah kayu sebagai tempat meletakkan barang yang diseret oleh sapi atau kerbau (Melayu Jambi) (5) |
| LUSUH | Renyuk dan kotor (tentang pakaian); kumal; sudah usang atau hilang warnanya (tentang pakaian, kain, dan sebagainya) (5) |
| LUTON | Kota di Inggris (5) |
| LUTSK | Kota di Ukraina (5) |
| LUTUT | Bagian kaki pertemuan antara paha dan betis yang menjadi tempat sendi agar kaki bisa dilekukkan (5) |
| LUWAK | Musang; luak (Paradoxurus hermaphroditus) (5) |
| LUWES | Pantas dan menarik; elok; tidak kaku; tidak canggung; mudah disesuaikan (kiasan) (5) |
| LUWUK | Ibu kota Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (5) |
| LUXOR | Kota di Mesir (5) |
| LUYAK | Terlampau lunak atau lembik (seperti nasi yang terlampau banyak airnya) (Minangkabau) (5) |
| LUYUT | Kelihatan sangat mengantuk (tentang mata); ruyup; luyu (5) |
| LYSVA | Kota di Rusia (5) |
| MABAD | Markas besar TNI Angkatan Darat (akronim) (5) |
| MABAI | Kota di Cina (5) |
| MABAL | Memakai jalan yang tidak biasa (Sunda); tersesat dari kepercayaan yang benar ke kepercayaan yang salah (kiasan/Sunda); membolos sekolah (kiasan/Sunda); Markas Besar TNI Angkatan Laut (akronim) (5) |
| MABAR | Main bareng (akronim) (5) |
| MABAU | Markas Besar TNI Angkatan Udara (akronim) (5) |
| MABES | Markas besar (akronim) (5) |
| MABNA | Bangunan; gedung (Arab) (5) |
| MABUH | Memotong padi dengan imbalan upah harian (Madura) (5) |
| MABUK | Berasa pening atau hilang kesadaran (karena terlalu banyak minum minuman keras, makan gadung, dan sebagainya); berbuat di luar kesadaran; lupa diri; sangat gemar (suka) (kiasan); tergila-gila; sangat berahi (kiasan) (5) |
| MABUL | Dalam keadaan berantakan (tentang kapuk, rambut, dan sebagainya) (5) |
| MACAE | Kota di Brasil (5) |
| MACAK | Kurang air (tentang sawah) (Sunda); sok tahu (5) |
| MACAM | Jenis; rupa; cara; (se-)bagai; seperti; diulang: aneh-aneh (5) |
| MACAN | Harimau (lazim digunakan di Jawa); mamalia karnivor, pemangsa soliter, dan merupakan hewan teritorial; manis dan cantik (akronim) (5) |
| MACET | Tidak dapat berfungsi dengan baik (tentang rem, mesin, dan sebagainya); sendat; serat; terhenti; tidak lancar (kiasan); situasi ketika komputer berhenti bekerja dan tidak dapat bereaksi terhadap masukan dari papan ketik atau tetikus (kiasan/Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| MACIS | Korek api; keduk (5) |
| MACON | Kota di Amerika Serikat (5) |
| MADAH | Kata-kata pujian; kata; mad (5) |
| MADAM | Nyonya (5) |
| MADAR | Tidak berperasaan; tebal telinga (Minangkabau) (5) |
| MADAS | Setengah matang; belum masak (5) |
| MADAT | Candu (yang telah dimasak dan siap untuk diisap); mengisap candu; menara tempat orang berjaga (berkawal dan sebagainya); dinding atau tembok di atap atau di menara, diberi lubang-lubang untuk mengintai atau menembak (5) |
| MADEN | Suku bangsa yang mendiami daerah Kepulauan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya; Sapran (5) |
| MADIK | Utusan yang dikirim oleh pihak laki-laki untuk melamar gadis (Palembang); suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (5) |
| MADYA | Tengah; bagian tengah (5) |
| MAFEI | Giring-giring kecil yang biasa dikenakan di betis saat menari (5) |
| MAFIA | Perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan (kriminal) (5) |
| MAFIK | Berkaitan dengan mineral berwarna gelap atau batuan yang kandungan magnesium dan besinya tinggi (Geografi dan Geologi) (5) |
| MAFUR | Suku Biak Numfor (5) |
| MAGEL | Setengah masak (belum matang benar); mengkal; belum pandai benar; belum sempurna pengetahuannya, dan sebagainya (kiasan) (5) |
| MAGER | Malas (ber)gerak; enggan atau sedang tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas (akronim) (5) |
| MAGHA | Bulan ke-2 tahun tahun Buddhis (bulan Januari—Februari tahun Masehi) (5) |
| MAGIS | Bersifat magi; berkaitan dengan hal atau perbuatan magi (5) |
| MAGMA | Lelehan batuan pada kerak bumi yang sangat panas (Geografi dan Geologi) (5) |
| MAGUN | Atap pelindung atau rumah-rumahan pada perahu (5) |
| MAHAH | Lenyapnya kesadaran diri karena mengingat Allah Swt. (Tasawuf) (5) |
| MAHAL | Tinggi harganya; jarang ada; sukar terdapat; tidak mudah (5) |
| MAHAR | Pemberian wajib berupa uang atau barang dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan ketika dilangsungkan akad nikah; maskawin; mahar; harga kawin (5) |
| MAHDA | Ibadah khusus dengan niat, rukun, dan syarat tertentu, seperti salat, haji (Agama Islam) (5) |
| MAHDI | Penunjuk jalan; pemimpin (5) |
| MAHIA | Inti; sumber (5) |
| MAHIR | Sangat terlatih (dalam mengerjakan sesuatu); cakap dan terampil (5) |
| MAHUM | Magister agama bidang humaniora (singkatan) (5) |
| MAHWU | Usaha meninggalkan hal-hal duniawi dengan jalan memfanakan diri dengan menyebut nama Tuhan sehingga segala perbuatan tidak lagi didasari pertimbangan akalnya (Tasawuf) (5) |
| MAIDA | Tepung yang terbuat dari endosperma biji gandum (bagian berwarna putih dan bertepung), digiling halus tanpa dedak, dimurnikan, dan diputihkan sebagai bahan utama pembuatan roti (5) |
| MAIDO | Mencela karena tidak percaya (perbuatan atau hasil pekerjaan orang lain) (Jawa) (5) |
| MAINE | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Augusta (5) |
| MAINZ | Kota di Jerman (5) |
| MAIWA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Enrekang dan Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan; Massenrempulu (5) |
| MAJAL | Tumpul; tidak tajam (5) |
| MAJAS | Cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain; kiasan (Linguistik) (5) |
| MAJIE | Kota di Cina (5) |
| MAJIK | Bakal buah nangka yang gagal (tidak membesar) (Gayo) (5) |
| MAJIR | Tidak dapat beranak; mandul (5) |
| MAJUH | Lahap; rakus; gelojoh (5) |
| MAJUN | Potongan sisa bahan (bukan kain bekas) yang digunakan sebagai lap; majong; jamu atau obat kuat untuk lelaki; dibuat dari bermacam-macam ramuan, menjadikan badan terasa hangat, sehat, kuat, dan bersemangat muda (5) |
| MAKAM | Kubur; pekuburan; tempat tinggal; kediaman; jalan panjang yang berisi tingkatan yang harus ditempuh oleh seorang sufi yang penuh dengan berbagai kesulitan dan memerlukan usaha yang sungguh-sungguh sehingga tercapai keadaan yang tetap menjadi milik pribadi orang sufi (Tasawuf); kedudukan mulia (tinggi) (5) |
| MAKAN | Memasukkan makanan pokok ke dalam mulut serta mengunyah dan menelannya; memasukkan sesuatu ke dalam mulut, kemudian mengunyah dan menelannya; memasukkan sesuatu ke dalam mulut dan mengunyah-ngunyahnya; berboga; memasukkan sesuatu ke dalam mulut dan menelannya; mengisap; memakai; memerlukan; menghabiskan (waktu, biaya, dan sebagainya); menyerang, mematikan, mengambil (dalam permainan catur); bekerja sebagaimana mestinya (tentang rem, gigi roda, dan sebagainya); melukai; mengenai; menembus; memperoleh sesuatu; mencapai sesuatu; (dapat) masuk (tentang barang yang dimasukkan ke lubang, ke air); mengambil; mempergunakan dan sebagainya secara tidak sah (milik orang lain atau negara) (kiasan); meniduri perempuan (biasanya dalam arti hubungan gelap) (kiasan); rezeki (kiasan); tempat berlindungnya hati dan kesehatan jasmani, lenyapnya keragu-raguan yang disebabkan oleh kesibukan kerja jasmani (5) |
| MAKAO | Kain yang ditenun dari benang kapas, berwarna keputih-putihan (5) |
| MAKAR | Akal busuk; tipu muslihat; perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang atau membunuh orang dan sebagainya; perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah; kaku dan keras (tentang buah-buahan); bangkar (5) |
| MAKAU | Daerah di Asia yang pernah menjadi koloni Portugis; dulunya wilayah koloni dari Portugis; Daerah administratif khusus Republik Rakyat Tiongkok (5) |
| MAKDA | Mak muda (5) |
| MAKED | Magister agama bidang kedokteran (singkatan) (5) |
| MAKET | Bentuk tiruan (gedung, kapal, pesawat terbang, dan sebagainya) dalam tiga dimensi dan skala kecil, biasanya dibuat dari kayu, kertas, tanah liat, dan sebagainya (5) |
| MAKIN | Kian bertambah; lebih-lebih; apalagi (5) |
| MAKNA | Arti; maksud pembicara atau penulis; pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebahasaan (5) |
| MAKRO | Besar; tebal; berkaitan dengan jumlah yang banyak atau ukuran yang besar; instruksi program yang mengawali rangkaian operasi tambahan pada komputer (Komputer dan Teknologi Informasi); bentuk terikat besar; bentuk terikat panjang (5) |
| MAKSI | Berukuran sampai menutupi mata kaki (tentang gaun); makan siang (akronim) (5) |
| MAKSU | Kata sapaan akrab untuk adik ibu atau bapak yang bungsu; inang (5) |
| MAKUA | Mak tua; nama gorila Afrika; suku bangsa yang mendiami daerah bagian paling ujung dari Pulau Timor Timur (Negara Timor Leste) (5) |
| MAKUL | Menurut akal (pikiran); berdasarkan akal budi; masuk akal; logis (Arab) (5) |
| MALAH | Bahkan; makin (bertambah); bahkan sebaliknya; justru (5) |
| MALAI | Untaian (bunga, butir padi, gandum, dan sebagainya) (5) |
| MALAM | Waktu setelah matahari terbenam hingga matahari terbit; lilin (dipakai untuk membatik); massa plastis amorf yang berasal dari mineral, tumbuhan, dan hewan (5) |
| MALAN | Merasa kurang senang (agak mabuk, sedih, bingung, cemas, dan sebagainya) (5) |
| MALAP | Suram (tentang cahaya); tidak nyala terang (tentang lampu); hampir padam (tentang api) (5) |
| MALAR | Terus-menerus (terjadi, ada); tetap tidak berubah (5) |
| MALAS | Tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu; tidak bernafsu; tidak suka; segan; enggan; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 65 cm, tubuhnya agak membulat, warnanya seperti marmer, tersebar di perairan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku), Indocina, Filipina, dan Fiji; batutu; beloso; belantuk; kedebuk; betutu; bakut; ketutuk (Oxyeleotris marmorata) (5) |
| MALAT | Cerita Panji di Bali (Filologi) (5) |
| MALBI | Masakan khas Palembang yang terbuat dari irisan daging yang dimasak dengan dibumbui rempah-rempah, dan ditambah kelapa parut yang disangrai dan dihaluskan sehingga menyerupai bumbu rendang (Tata Boga) (5) |
| MALEO | Burung yang besarnya tidak lebih dari seekor ayam kampung, berwarna hitam, pada bagian dada warna bulunya putih bersih, paruhnya abu-abu, jambulnya berwarna kuning, besar telurnya lima kali lebih besar daripada telur ayam (Macrocephalon maleo) (5) |
| MALIH | Berganti (rupa dan sebagainya); berubah; bertukar (rupa dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| MALIK | Orang yang empunya; orang yang memiliki; tuan (Arab); raja (Arab) (5) |
| MALIM | Orang alim; ulama; guru agama Islam; pemimpin; penunjuk jalan; pawang (5) |
| MALIS | Pucat (tentang warna); kurang keras (tentang bau) (5) |
| MALKA | Tempat bertemu (Arab) (5) |
| MALOH | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; Dayak Maloh; Embaloh; Memaloh; Sanggau (5) |
| MALTA | Negara yang terletak di Eropa bagian selatan, beribu kota Valletta (5) |
| MALUN | Terkutuk; kena laknat (Arab) (5) |
| MAMAH | Kunyah (5) |
| MAMAI | Seperti hilang ingatan (mabuk, tidak sadar, dan sebagainya) rupanya; kelam ingatan atau pikiran (karena terlampau tua, habis sakit payah, dan sebagainya); mimpi dan mengigau (5) |
| MAMAK | Saudara ibu yang laki-laki (Minangkabau); mak kecil atau mak tua (Minangkabau); kata sapaan yang digunakan oleh raja kepada pegawai kerajaan yang tua (Minangkabau) (5) |
| MAMAN | Pohon pinang (Areca catechu) (5) |
| MAMAT | Upacara adat di Kalimantan Tengah (5) |
| MAMBI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Mambi, Sulawesi Selatan; Tabulahan (5) |
| MAMBO | Irama musik dan tarian yang berasal dari Kuba; jenis barang yang pada masa lalu dianggap baru (modern) (5) |
| MAMBU | Berbau (Jawa); basi (tentang makanan) (Jawa) (5) |
| MAMIK | Berubah rasanya menjadi kurang sedap (tentang makanan, buah-buahan, dan sebagainya) (5) |
| MAMPU | Kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu; dapat; berada; kaya; mempunyai harta berlebih (5) |
| MAMUT | Keluarga gajah prasejarah, berbulu panjang dengan punggung tinggi, gading melengkung, besar dan kuat, serta panjangnya dapat mencapai 5 m, hidup dalam kelompok kawanan besar (Mamonteus) atau (Mammuthus) (5) |
| MANAH | Amanah; amanat; hati; perhatian; perasaan; harta benda (dari nenek moyang) (Minangkabau) (5) |
| MANAI | Putih pucat (sakit kurang darah dan sebagainya) (5) |
| MANAT | Satuan mata uang Azerbaijan (5) |
| MANAU | Buah dari pohon rotan/manau yang kulitnya bersisik seperti kulit salak, dagingnya berasa masam (Calamus manan) (Botani) (5) |
| MANCA | Bentuk terikat asing; luar (5) |
| MANCI | Panci; kuali besi (5) |
| MANDA | Mamanda (kependekan); kata sapaan kepada mamak; mau; mau atau tahan (menderita); kanda (5) |
| MANDI | Membersihkan tubuh dengan air dan sabun (dengan cara menyiramkan, merendamkan diri dalam air, dan sebagainya); bermandi (kiasan); dipenuhi oleh (cahaya, uang, dan sebagainya) (kiasan); mujarab; manjur (Jawa) (5) |
| MANDO | Menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan (Sunda) (5) |
| MANDU | Pendirian; kaidah; pangsit khas Korea, biasanya menggunakan tofu (Korea) (5) |
| MANEE | Upacara menangkap ikan di daerah Talaud, menggunakan janur kelapa yang disambung dengan tali, dilakukan oleh laki-laki dewasa dengan pembacaan mantra oleh ratumbanua (Talaud) (5) |
| MANEM | Suku bangsa yang mendiami daerah Papua bagian timur laut, dekat daerah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini; Yeti; Wembi; Skofro (5) |
| MANGA | Komik khas Jepang (5) |
| MANGO | Buah mangga (Inggris) (5) |
| MANIA | Gangguan jiwa dengan ciri gejala kemarahan, kegelisahan, kekalutan, atau kebingungan yang berlebih-lebihan, misalnya dipsomania, kleptomania (Psikologi) (5) |
| MANIK | Butir kecil-kecil (dari merjan, karang, dan sebagainya) yang diberi lubang dan dicocok untuk perhiasan, kalung, dan sebagainya; rasa senang tidak terkendali yang muncul; mania (Psikologi) (5) |
| MANIS | Rasa seperti rasa gula; elok; mungil (tentang gadis, benda); sangat menarik hati (tentang muka, senyum, perkataan, dan sebagainya); sangat ramah dan lemah lembut; indah; menyenangkan (5) |
| MANJA | Kurang baik adat kelakuannya karena selalu diberi hati, tidak pernah ditegur (dimarahi), dituruti semua kehendaknya, dan sebagainya; sangat kasih, jinak, mesra (kepada) (5) |
| MANNA | Getah yang dapat dimakan, menempel di pohon dan rasanya manis (Arab) (5) |
| MANOL | Orang yang bekerja pada orang lain untuk mengangkut barang (biasanya di pasar atau gudang); kuli (Jawa) (5) |
| MANPO | Kota di Korea Utara (5) |
| MANSA | Kota di India (5) |
| MANSI | Diulang: hiasan sanggul berupa kembang goyang, digunakan oleh pengantin di Sumatra Barat (5) |
| MANTA | Kota di Ekuador (5) |
| MANTI | Penganan khas Turki, seperti pangsit, diisi daging sapi atau kambing, disajikan dengan saus yoghurt atau mentega (5) |
| MANTU | Menantu; mengawinkan anak; mengadakan pesta perkawinan anak (5) |
| MANUK | Burung; ayam (5) |
| MANUT | Suka menurut; patuh (Jawa) (5) |
| MAOIS | Penganut ajaran Mao Zedong (5) |
| MAORI | Bahasa yang dituturkan di Selandia Baru (5) |
| MAPAN | Mantap (baik, tidak goyah, stabil) kedudukannya (kehidupannya) (5) |
| MAPEL | Mata pelajaran (akronim) (5) |
| MAPOR | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Bangka Utara, Sumatra; Belom; Mapur; Lom (5) |
| MAPPI | Kabupaten di Provinsi Papua Selatan, ibu kotanya Kepi, Distrik Obaa (5) |
| MAPUR | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Bangka Utara, Sumatra; Belom; Mapor; Lom; suku bangsa yang mendiami wilayah pesisir Pulau Belitung dan pesisir utara Pulau Bangka, Provinsi Bangka Belitung; Ameng Sewang; Sekak (5) |
| MARAH | Sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya, dan sebagainya); berang; gusar; gelar anak sutan yang menikah dengan perempuan biasa atau putri (bangsawan) dengan laki-laki biasa (Minangkabau); diulang: berkali-kali marah; mengeluarkan kata-kata menunjukkan rasa marah (5) |
| MARAK | Terang; mencolok (tentang warna); nyala; berseri; meningkat; ramai; menangkap ikan berama-ramai di sungai (Sunda) (5) |
| MARAS | Ketakutan; sangat khawatir; perundingan antara dua keluarga mengenai perkawinan anak-anaknya (di daerah Batak); bentuk perkawinan endogami (di Pulau Buru); membuka tanah (Minahasa) (5) |
| MARAU | Salah satu suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Yapen Waropen, Papua (5) |
| MAREM | Puas hati; senang (5) |
| MARET | Bulan ke-3 tarikh Masehi (31 hari) (5) |
| MARGA | Binatang liar (tidak diternakkan atau dipelihara); kelompok kekerabatan yang eksogam dan unilinear, baik secara matrilineal maupun patrilineal (Antropologi); bagian daerah (sekumpulan dusun) yang agak luas (di Sumatra Selatan) (Antropologi); jalan; dasar (yang dipakai sebagai pegangan hidup, bekerja, dan sebagainya); satuan taksonomi (takson) yang berada di antara suku dan jenis, serta merupakan wadah yang mempersalinkan jenis-jenis yang erat hubungannya, huruf depan nama marga ditulis dengan huruf kapital dan selalu tercantum dalam nama jenis; genus (Biologi) (5) |
| MARIA | Daerah di permukaan bulan dan planet Mars yang terlihat gelap dan luas (Astronomi); mare; ibu dari Yesus, dikenal sebagai Perawan Maria, Bunda Maria, atau Santa Maria, menurut Injil merupakan seorang perawan yang mengandung Yesus dengan kuasa Roh Kudus (Agama Katolik) (5) |
| MARKA | Satuan mata uang negara Bosnia-Herzegovina; kota di Somalia (5) |
| MARKI | Sepotong teks yang bergerak perlahan di layar, digunakan sebagai fitur khusus dari halaman web (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| MAROS | Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, ibu kotanya Turikale (5) |
| MARRY | Kawin, nikah (Inggris) (5) |
| MARUS | Darah (sapi, ayam, dan sebagainya) beku yang dikukus; saren (5) |
| MARUT | Belum sadar sepenuhnya dari tidur (Banjar) (5) |
| MASAK | Sudah tua dan sampai waktunya untuk dipetik, dimakan, dan sebagainya (tentang buah-buahan); sudah matang (empuk, jadi) dan sampai waktunya untuk diambil, diangkat, dan sebagainya (tentang makanan); sudah selesai dikerjakan (dididik dan sebagainya); sudah dipikirkan (dipertimbangkan) baik-baik; sudah diputuskan (disetujui) bersama; sudah sempurna; sudah pada tingkatan yang terbaik (terakhir) (kiasan); matang (dalam berpikir); memasak; mana boleh; masa; diulang: secara baik (tentang buah pikiran) (5) |
| MASAM | Asam (rasa seperti rasa cuka atau buah asam); bersungut; merengut, tidak ramah (tentang muka) karena marah dan sebagainya (kiasan) (5) |
| MASAN | Kota di Korea Selatan (5) |
| MASAP | Memasap; menjadi asap (uap); meruap (5) |
| MASEP | Suku bangsa yang mendiami daerah pesisir utara muara Sungai Mamberamo, Papua; Massep (5) |
| MASER | Alat untuk menghasilkan mikrogelombang (5) |
| MASIF | Utuh dan padat, di dalamnya tidak berongga (tentang batu dan sebagainya); kuat; kukuh; murni (tentang logam mulia); sangat luas (5) |
| MASIH | Sedang dalam keadaan belum selesai atau sedang berlangsung; ada; tinggal; bersisa (5) |
| MASIN | Berasa seperti rasa garam; asin (5) |
| MASIP | Mengambil air dari sungai (Dayak) (5) |
| MASIR | Berbutir-butir seperti pasir; berlapis berbutir-butir (5) |
| MASOI | Mesiu; pohon, kulitnya untuk obat bermacam-macam penyakit, misalnya keputihan (Massoia aromatica) (5) |
| MASON | Anggota perhimpunan yang memperjuangkan persaudaraan serta kebebasan (5) |
| MASSA | Sejumlah besar benda (zat dan sebagainya) yang dikumpulkan (disatukan) menjadi satu (atau kesatuan); jumlah yang banyak sekali; sekumpulan orang yang banyak sekali (berkumpul di suatu tempat atau tersebar); kelompok manusia yang bersatu karena dasar atau pegangan tertentu; ukuran kuantitatif sifat kelembaman (inersia) benda (Fisika); sekelompok orang yang anonim yang berada di suatu tempat yang sama; kota di Italia (5) |
| MASUK | Datang (pergi) ke dalam (ruangan, kamar, lingkungan, dan sebagainya); datang (pergi) ke tempat bekerja (sekolah dan sebagainya); tergolong; terhitung; terbilang; tercantum; menjadi (anggota perkumpulan, prajurit, penganut agama, warga negara, dan sebagainya); turut serta, mengikuti; turut campur; diterima; didapat (5) |
| MATAN | Mata kayu; teras (inti) kayu (Minangkabau); arti (maksud) kalimat; materi atau teks hadis, berupa ucapan, perbuatan dan takrir yang terletak setelah sanad terakhir (Agama Islam) (5) |
| MATAO | Kota di Brasil (5) |
| MATIK | Automatik (kependekan); padanan dari matic (5) |
| MATLI | Kota di Pakistan (5) |
| MATOA | Kungki (Pometia pinnata); nama buah rasanya manis (5) |
| MATON | Patut dipakai untuk pegangan dalam peraturan dan sebagainya; sesuai dengan patokan (Jawa); dapat dipercaya (Jawa) (5) |
| MATRA | Ukuran tinggi, panjang, atau lebar; dimensi; ukuran banyaknya tekanan irama (dalam musik); bagan yang dipakai dalam penyusunan baris sajak yang berhubungan dengan jumlah, panjang, atau tekanan suku kata (Sastra) (5) |
| MATRE | Mata duitan (5) |
| MATUN | Menyiangi gulma di sawah atau tegalan (5) |
| MAULA | Tuan (Arab) (5) |
| MAUNG | Bau yang busuk; rasa atau bau yang memualkan; harimau (Sunda) (5) |
| MAWAR | Tanaman perdu suku Rosaceae, meliputi ratusan jenis, tumbuh tegak atau memanjat, batangnya berduri, bunganya beraneka warna, seperti merah, putih, merah jambu, merah tua, dan berbau harum; bunga ros (5) |
| MAWAS | Orang utan (Pongo pygmacus); gendang terbuat dari tabung kayu dan kulit (Melayu Jambi) (5) |
| MAWES | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Papua (5) |
| MAWON | Saja (Jawa) (5) |
| MAWUT | Berceceran; berserak (Jawa) (5) |
| MAYAM | Satuan ukuran berat emas sama dengan 1/16 bungkal (5) |
| MAYAS | Orang utan (Pongo pygmacus); mawas (5) |
| MAYAT | Badan atau tubuh orang yang sudah mati; jenazah (5) |
| MAYOR | Pangkat perwira menengah peringkat terendah dalam ketentaraan, satu tingkat di bawah letnan kolonel, satu tingkat di atas kapten (tanda pangkatnya sekuntum melati emas yang ditempatkan di bahu baju); yang utama; yang besar; utama, besar; lebih tinggi setengah nada daripada minor (Musik) (5) |
| MAYOS | Ikan yang hidup di air laut atau payau, bentuk memanjang, warna hitam keperakan, panjangnya mencapai 90 cm, berat 7 kg, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman 10–40 m, tersebar di perairan Afrika Timur, termasuk Madagaskar, ke arah timur sampai Laut Cina Selatan dan Queensland, Australia (Otolithes ruber) (5) |
| MAZYR | Kota di Belarusia (5) |
| MBAKE | Kota di Senegal (5) |
| MBALE | Kota di Uganda (5) |
| MBEYA | Kota di Tanzania (5) |
| MBOJA | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat; Boja (5) |
| MBOJO | Suku bangsa yang mendiami daerah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat; Bima (5) |
| MEADS | Kota di Amerika Serikat (5) |
| MEAKS | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Manokwari, Papua; Meiyah, Meyach; Meah; Meyak; Meyah (5) |
| MEAUX | Kota di Prancis (5) |
| MEBEL | Perabot yang diperlukan, berguna, atau disukai, seperti barang atau benda yang dapat dipindah-pindah, digunakan untuk melengkapi rumah, kantor, dan sebagainya; furnitur; salah satu perkakas rumah (5) |
| MECCA | Kota di Arab Saudi (5) |
| MECIN | Garam natrium dari asam glutamat, digunakan sebagai penguat rasa; vetsin (Ilmu Gizi) (5) |
| MEDAN | Tanah lapang; tempat yang luas (untuk berpacu kuda dan sebagainya); alun-alun; lingkungan; ruang lingkup (kiasan); lokasi; daerah (kiasan); batas sentuhan antara dua massa udara yang berbeda keadaannya (kiasan); ruang yang mengandung pengaruh gaya (kiasan/Fisika); himpunan takkosong dengan dua operasi biner, yaitu penjumlahan dan perkalian (kiasan/Matematika; lokasi dalam rekaman tempat jenis data tertentu disimpan (Komputer dan Teknologi Informasi); kota (madya) yang juga menjadi ibu kota Provinsi Sumatra Utara, terkenal dengan sebutan Kota Melayu Deli atau Parijs van Andalas (5) |
| MEDEA | Kota di Aljazair (5) |
| MEDIA | Alat; alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dan sebagainya); perantara; penghubung; zat hara yang mengandung protein, karbohidrat, garam, air, dan sebagainya, baik berupa cairan maupun yang dipadatkan dengan menambah gelatin untuk menumbuhkan bakteri, sel, atau jaringan tumbuhan; bahan yang digunakan dalam pemasukan dan penyimpanan data di komputer, atau dalam perekaman hasil komputer (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| MEDIK | Juru rawat (5) |
| MEDIL | Bedil (5) |
| MEDIO | Tengah; pertengahan (5) |
| MEDIS | Berhubungan dengan bidang kedokteran (5) |
| MEDIT | Kikir; pelit (Jawa) (5) |
| MEDOK | Berlubang-lubang (seperti spons dan roti) (Melayu Jakarta); kotor; dekil (Melayu Jakarta); agak pekat dan kental karena banyak bumbunya (tentang kuah, gado-gado) (Melayu Jakarta); kentara sekali aksen daerahnya (Melayu Jakarta) (5) |
| MEGAH | Tampak mengagumkan (karena besarnya, indahnya, dan sebagainya); gagah kuat; mulia, masyhur; bangga (5) |
| MEGAK | Pemberani; tidak takut-takut; sangat angkuh (5) |
| MEGAN | Penganan semacam kue dodol (5) |
| MEGAP | Diulang: bernapas tersendat-sendat; bernapas pendek-pendek sambil membuka mulut (seperti orang yang akan tenggelam atau sehabis berlari) (Jawa); dalam keadaan sulit sekali (misalnya hampir mati; bangkrut; kekurangan) (kiasan/Jawa) (5) |
| MEGAR | Mekar; berkembang (Jawa) (5) |
| MEGAT | Gelar bangsawan Melayu (ayahnya orang kebanyakan, ibunya keturunan raja); masyhur; terkenal; berpusing (pada gasing); mejam; ligat (5) |
| MEJAM | Berpusing (seperti gasing); ligat (5) |
| MEJAN | Penyakit berak berdarah dan bercampur lendir; disentri; tidak dapat meletus atau meledak (tentang senjata, petasan, dan sebagainya) (5) |
| MEKAN | Mapalus untuk membantu keluarga yang sedang berduka karena ada anggota keluarga meninggal dunia (Toulour) (5) |
| MEKAP | Tata rias muka (5) |
| MEKAR | Mulai berkembang; menjadi terbuka; bengkar; mengurai; menjadi besar dan gembung; menjadi banyak; menjadi bertambah luas (besar, ramai, bagus, dan sebagainya); mulai timbul dan berkembang (kiasan) (5) |
| MELAR | Dapat menjadi besar (memanjang); bengkar; mulur (5) |
| MELAS | Memancing ikan dengan mengulurkan tali di belakang perahu (yang sedang berjalan), dengan memakai umpan buatan (Using); memelas; menimbulkan rasa belas kasihan (Jawa); memohon belas kasih; mengikat tali perahu (supaya bersambung dan sebagainya) (Pelayaran) (5) |
| MELAT | Melilitkan tali pada sepetak sawah supaya padi tidak roboh (Sunda); suka mempermainkan kemaluannya sendiri (tentang anak laki-laki) (Melayu Riau) (5) |
| MELEK | Tidak tidur; jaga; celik mata; dapat melihat; insaf; mengerti (kiasan) (5) |
| MELER | Mengalir ke luar dari hidung (tentang ingus) (5) |
| MELIK | Ingin memiliki (Jawa) (5) |
| MELIT | Selalu ingin mengetahui segala-galanya; selalu menyusahkan (menjengkelkan) karena selalu bertanya dan sebagainya (5) |
| MELON | Tanaman menjalar buahnya hampir sempurna bulat, kulit buahnya berwarna hijau kekuning-kuningan dan agak besar, daging buahnya berasa manis; semangka belanda (Cucumis melo) (5) |
| MELOR | Kereta beroda dua (5) |
| MELUR | Bunga melur; melati susun; mendur; pohon yang kayunya tidak begitu awet, berwarna cokelat pucat, digunakan sebagai bahan dalam industri kerajinan tangan, alat-alat tulis, peti, dan sebagainya (Dacrydium elatum) (5) |
| MEMAR | Rusak atau remuk di sebelah dalam, tetapi dari luar tidak tampak (5) |
| MEMEK | Merengek-rengek, merepek; kemaluan perempuan; vagina (5) |
| MENAG | Menteri Agama (akronim) (5) |
| MENAK | Orang terhormat; bangsawan; ningrat; priayi (5) |
| MENDI | Golongan hamba sahaya suku Manggarai (5) |
| MENDU | Sandiwara (berasal dari Pontianak) (5) |
| MENEL | Anak gajah (Sunda) (5) |
| MENEP | Diam; tenang (5) |
| MENGI | Penyakit sesak napas; penyakit bengek (5) |
| MENIR | Pecahan beras halus yang terjadi ketika ditumbuk; melukut; belukut; tuan (5) |
| MENIT | Satuan ukuran waktu yang lamanya 1/60 jam atau enam puluh detik; ukuran 1/60 bagian dari satu derajat (simbol) (5) |
| MENLU | Menteri Luar Negeri (akronim) (5) |
| MENOR | Mencolok cara berdandannya atau berhiasnya (dengan berpakaian berwarna terang yang berwarna-warni) (5) |
| MENTO | Musik rakyat Jamaika, mirip kalipso (Musik) (5) |
| MENUA | Menjadi tua; kampung halaman (Dayak) (5) |
| MENUR | Bunga melur; melati susun; bagian ujung atas rebab, kadang-kadang dibuat dari gading; hiasan pada candi, rumah, pagar tembok, atau bangunan lain yang pada umumnya dibuat dari terakota; hiasan puncak (5) |
| MENWA | Resimen mahasiswa (akronim) (5) |
| MEONG | Tiruan bunyi kucing (Melayu Jakarta); kucing (Melayu Jakarta) (5) |
| MEPET | Berdekatan satu dengan yang lain; dekat sekali sampai menempel (5) |
| MEPID | Magister epidemiologi (singkatan) (5) |
| MERAH | Warna dasar yang serupa dengan warna darah; mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa dengan merah; tanaman yang termasuk dalam keluarga pandan-pandanan, tingginya mencapai 16 m, berakar tunjang (Pandanan conoideus); buah berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup, warnanya merah, cokelat, atau cokelat kekuningan; gelar penghulu atau raja-raja kecil pada zaman dahulu; gelar di Minangkabau (lebih rendah daripada sutan); marah; molek; bagus; ungar (5) |
| MERAK | Burung besar yang kepalanya kecil, leher dan kakinya panjang, sayapnya pendek, yang jantan mempunyai ekor lebih panjang daripada yang betina, bulu ekornya indah dihiasi dengan lingkaran-lingkaran hijau biru dan apabila dibentangkan menyerupai bentuk kipas (setengah lingkaran) (Pavo muticus); perdu menahun, sebagai tanaman hias banyak di tanam di halaman rumah, bunganya berupa rangkaian, berwarna merah, kuning, atau merah kekuning-kuningan, bentuknya menyerupai ekor burung merak (Caesalpinia pulcherrima); pelabuhan di Jawa (5) |
| MERAT | Menghilang; melarikan diri (Melayu Jakarta) (5) |
| MERCU | Bagian yang tertinggi (paling atas); puncak; menara (5) |
| MERDU | Baik dan sedap didengar (tentang suara dan sebagainya) (5) |
| MEREK | Tanda yang dikenakan oleh pengusaha (pabrik, produsen, dan sebagainya) pada barang yang dihasilkan sebagai tanda pengenal; cap (tanda) yang menjadi pengenal untuk menyatakan nama dan sebagainya; kegagahan; keunggulan; kualitas (kiasan) (5) |
| MEREM | Menutup mata (5) |
| MERES | Rata (tentang barang yang ditakar); peres (5) |
| MERIH | Tenggorok; pembuluh napas (5) |
| MERIK | Burung yang mirip burung hantu (5) |
| MEROK | Upacara adat di Toraja Utara sebagai rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah adat (5) |
| MEROT | Perot; tidak lurus; miring (5) |
| MERUA | Meluas; melebar; meruak; mengembang (5) |
| MESAN | Tonggak pendek dan sebagainya yang ditanam di atas kubur sebagai penanda; nisan (5) |
| MESEM | Tersenyum (5) |
| MESES | Pelengkap makanan roti, biasanya dibuat dari cokelat (warnanya dapat berwarna-warni) (5) |
| MESIK | Bersifat tidak basah, tetapi juga tidak kering (tentang lingkungan); sifat atau ciri tumbuhan yang hanya dapat beradaptasi pada suhu dan kelembapan rata-rata (5) |
| MESIN | Perkakas untuk menggerakkan atau membuat sesuatu yang dijalankan dengan roda, digerakkan oleh tenaga manusia atau motor penggerak, menggunakan bahan bakar minyak atau tenaga alam (5) |
| MESIR | Negara pertama yang mengakui Kemerdekaan Indonesia (5) |
| MESIU | Bahan kimia yang mudah meledak, biasanya berupa bubuk, dipakai untuk mengisi peluru; peluru senjata api (5) |
| MESKI | Kata penghubung untuk menandai perlawanan makna; walaupun; sungguhpun (5) |
| MESON | Partikel keunsuran yang mempunyai interaksi nuklir yang kuat dan angka barionnya nol; penetron (Fisika) (5) |
| MESRA | Lekat (terpadu dan sebagainya) benar; merasuk; sangat erat; karib; mendalam (tentang hubungan persahabatan dan sebagainya) (5) |
| MESTI | Pasti; tentu; tidak boleh tidak; harus (5) |
| MESUM | Kotor; cemar (tentang pakaian, badan, dan sebagainya); tidak senonoh; tidak patut; keji sekali (tentang perbuatan, kelakuan, dan sebagainya); cabul (kiasan) (5) |
| METAH | Sangat; sungguh (5) |
| METAI | Kasur (bantal untuk alas duduk dan sebagainya) (5) |
| METAL | Barang tambang, biasanya berupa bahan dasar berat dan padat, mempunyai sifat tertentu, misalnya berkilau, dapat dibengkokkan, dapat ditempa, dapat dilebur (dicor) dengan menggunakan panas api dan listrik, seperti besi, baja, perak; logam (5) |
| METER | Ibu pembaptis (ungkapan/Latin); satuan dasar ukuran panjang sama dengan 39,37 inci (5) |
| METIL | Gugus CH3- yang berasal dari metana (Kimia) (5) |
| METRO | Jaringan jalan kereta api di bawah tanah; metropolitan; kota (madya) di Provinsi Lampung, terkenal dengan sebutan Kota Pendidikan atau Kota Wawai (5) |
| MEWAH | Serba banyak; serba indah; serba berlebih (biasanya tentang barang dan cara hidup yang menyenangkan) (5) |
| MEWEK | Mulai menangis (terlihat dari wajah yang tampak kecewa dan bibir yang ditarik ke samping) (5) |
| MEYAH | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Manokwari, Papua; Meiyah, Meaks; Meyach; Meah; Meyak (5) |
| MEYAK | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Manokwari, Papua; Meiyah, Meaks; Meyach; Meah; Meyah (5) |
| MEZZO | Pertengahan, medium, setengah; lambangnya M (ungkapan/Musik/Italia) (5) |
| MFARM | Magister farmasi (singkatan) (5) |
| MFILI | Magister filsafat Islam (singkatan) (5) |
| MHKES | Magister hukum kesehatan (singkatan) (5) |
| MIAMI | Kota di Amerika Serikat (5) |
| MIANA | Tumbuhan terna, bunganya berwarna ungu dan bertangkai panjang, akarnya dapat dibuat obat sakit perut, pembiakannya dengan cara menyetek; iler (Coleus atropurpureus) (5) |
| MIANG | Bulu halus pada tumbuhan, seperti pada rebung, bambu, dan sebagainya, biasanya menimbulkan rasa gatal; lugut; selara (5) |
| MIASS | Kota di Rusia (5) |
| MICIN | Bumbu tambahan untuk menyedapkan masakan berupa serbuk berwarna putih bersih, monosodium glutamat sebagai bahannya; vetsin (Tata Boga) (5) |
| MIDAR | Beredar; berkeliling (5) |
| MIERE | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Manokwari, Papua; Miere; Muri (5) |
| MIGAS | Minyak dan gas bumi (akronim) (5) |
| MIHUN | Mi yang halus, putih warnanya, dibuat dari beras; bihun (5) |
| MIJAS | Kota di Spanyol (5) |
| MIJIL | Bentuk komposisi tembang macapat, biasanya untuk melukiskan rasa sedih atau kisah nasihat, mempunyai bait lagu yang terdiri atas enam baris, baris pertama mempunyai sepuluh suku kata yang berakhir bunyi i (10 i), kemudian berturut-turut 6 o, 10 e, 10 i, dan 6 u (5) |
| MIKAT | Batas tempat atau waktu bagi seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji atau umrah untuk memulai ihramnya, seperti mulai berihram dari Bukit Yalamlam bagi jemaah yang datang dari Indonesia (Agama Islam) (5) |
| MIKOM | Magister ilmu komunikasi (singkatan) (5) |
| MIKRO | Kecil; tipis; sempit; berkaitan dengan jumlah yang sedikit atau ukuran yang kecil; bentuk terikat kecil; kecil sekali; bentuk terikat membuat benda dan sebagainya yang kecil kelihatan besar; bentuk terikat seperjuta unit (5) |
| MILAD | Waktu kelahiran; hari kelahiran (5) |
| MILAN | Kota terbesar kedua di Italia (5) |
| MILIK | Kepunyaan; hak; peruntungan; nasib baik (5) |
| MILIR | Menghilir (Melayu Jakarta); pergi mencari nafkah (sebagai kusir delman, penarik becak, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| MILIS | Senarai surat; forum diskusi melalui pos-el (5) |
| MIMAS | Bulan milik Saturnus yang berdiameter sekitar 396 km, material utamanya berupa batuan beku (Astronomi) (5) |
| MIMBA | Pohon yang batangnya agak bengkok dan pendek, dengan tinggi mencapai 20 m, kulit tebal, batang agak kasar, daun menyirip genap, dan berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi dan runcing, buahnya merupakan buah batu dengan panjang 1 cm yang dapat dipanen dalam satu atau dua kali setahun, berbentuk oval, daging buahnya berwarna kuning jika mtelah matang, biji ditutupi kulit keras berwarna cokelat dan di dalamnya melekat kulit buah berwarna putih, termasuk tanaman hijau tropis dengan kemampuan adaptasi yang luas di Asia yang berkhasiat obat (Azadirachta indica) (5) |
| MIMIK | Peniruan dengan gerak-gerik anggota badan dan raut muka; bentuk pertunjukan teatrikal tanpa kata-kata yang diucapkan, makna disampaikan hanya melalui gerakan dan gestur (Kesenian); minum (bahasa anak-anak) (Jawa); makan; termimik-mimik (5) |
| MIMIS | Peluru (senjata api) yang bentuknya bulat (5) |
| MIMPI | Sesuatu yang terlihat atau dialami dalam tidur; angan-angan (kiasan) (5) |
| MINAB | Kota di Iran (5) |
| MINAT | Kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu; gairah; keinginan (5) |
| MINBU | Kota di Myanmar (5) |
| MINDA | Pusat kesadaran yang membangkitkan pikiran, perasaan, ide, dan persepsi, serta menyimpan pengetahuan dan ingatan (5) |
| MINDI | Perdu berbatang lurus, bunganya berupa malai, berwarna lembayung, tumbuh pada ketiak daun dan berbau harum, buahnya berbentuk bulat lonjong, warnanya kuning berisi biji yang keras, kayunya ringan dan kuat, baik untuk pembuatan perkakas rumah tangga, hampir semua bagian tanaman, seperti kulit batang, akar, daun, dan bunga berguna sebagai bahan obat, bijinya banyak mengandung minyak (Melia azedarach) (5) |
| MINDO | Endapan (misalnya kopi, tepung) yang muncul setelah dikocok (Batak); makan beberapa saat setelah makan besar (Melayu Jakarta); makan dua kali (menambah) (Melayu Jakarta); makan nasi tengah hari (dengan nasi sisa bekas makan pagi) (Melayu Jakarta) (5) |
| MINIM | Sedikit (kurang, terbatas) (5) |
| MINNA | Kota di Nigeria (5) |
| MINOR | Kecil (digunakan untuk selang, tangga nada, dan akor) (Musik); kecil; kurang penting; belum dewasa (tentang orang); tambahan (tentang mata pelajaran, mata kuliah); kelas ukuran daun yang menunjukkan ukuran lebih kecil (Botani) (5) |
| MINSK | Ibu kota Belarusia (5) |
| MINTA | Berkata-kata supaya diberi atau mendapat sesuatu; mohon; mempersilakan; beli; meminang; melamar (kiasan); memerlukan; membawa; menimbulkan (5) |
| MINUM | Memasukkan air (atau benda cair) ke dalam mulut dan meneguknya; mengisap (5) |
| MINUS | Kurang; dikurangi (Matematika); jumlah yang kurang dari 0 (Matematika); tidak dengan; tanpa; yang kurang; yang kekurangan (dalam hal menghasilkan bahan pangan); kurang dari yang diperlukan (untuk mencukupi keperluan hidup dan sebagainya) (5) |
| MIOMA | Pertumbuhan jaringan baru abnormal yang jinak yang berasal dari jaringan otot (5) |
| MIPAN | Penganan yang dibuat dari tepung beras dan air abu yang dikukus dan dilumuri saus gula merah dan bawang putih, berbentuk bulat, bertekstur kenyal, dan rasanya manis gurih (5) |
| MIRAH | Batu permata yang berwarna merah (5) |
| MIRAS | Minuman keras (akronim) (5) |
| MIRAT | Cermin; gejala optik berupa gambar bayangan di dalam udara yang berasal dari suatu benda, yang dapat tunggal atau majemuk, tegak atau terbalik, dan dapat tampak lebih besar atau lebih kecil daripada yang sebenarnya (5) |
| MIRIH | Jatuh bertetes; jatuh sedikit demi sedikit (Minangkabau); amat basah (Minangkabau) (5) |
| MIRIK | Meleleh (5) |
| MIRIN | Bumbu dapur berupa cairan berwarna kuning, terbuat dari beras ketan yang dikukus dan dicampur dengan ragi dan ditambahkan arak untuk peragian, kemudian didiamkan selama 2 bulan untuk proses fermentasi, mengandung 40-50% gula dan sekitar 14% alkohol, biasa digunakan dalam masakan Jepang (Jepang) (5) |
| MIRIP | Hampir sama atau serupa (dengan); sama halnya (rupanya) dengan; seolah-olah (5) |
| MIRIS | Waswas; risau; cemas (Jawa) (5) |
| MISAI | Bulu rambut di atas bibir atas (di bawah hidung); kumis; berengos (5) |
| MISAL | Sesuatu yang menggambarkan sebagian dari suatu keseluruhan; contoh; perumpamaan; sesuatu yang dianggap bukan sungguh-sungguh (tentang peristiwa dan sebagainya) (5) |
| MISAN | Saudara sepupu (pada masyarakat Sunda); keturunan kedua dari satu nenek; keturunan ketiga dari satu nenek (pada masyarakat Jawa) (5) |
| MISEL | Molekul berbentuk bulat dalam cairan yang mempunyai dua daerah, yaitu hidrofilik (kelompok kepala polar) dan hidrofobik (rantai ekor nonpolar), yang merupakan sifat dari asam lemak amfatik (Kimia) (5) |
| MISIL | Benda (seperti batu, peluru, roket) yang dapat dilemparkan, dijatuhkan, didorong, ditembakkan, dan sebagainya, dirancang untuk memukul sasaran yang dituju; rudal (5) |
| MISOA | Bahan makanan dari tepung beras seperti bihun, tetapi lebih halus (5) |
| MISRI | Pisau dari kayu atau bambu (Sunda) (5) |
| MISRO | Penganan dibuat dari singkong dan gula merah yang digoreng seperti comro (Sunda) (5) |
| MISUH | Mengeluarkan pisuhan; memaki (Jawa) (5) |
| MITOS | Cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tersebut, mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib; cerita tentang dewa-dewa dan pahlawan pada masa lalu yang memiliki tafsir dan makna tentang kejadian asal usul manusia (Kesenian) (5) |
| MITRA | Teman; sahabat; kawan kerja; pasangan kerja; rekan (5) |
| MITTE | Kota di Jerman (5) |
| MIURA | Kota di Jepang (5) |
| MIXCO | Kota di Guatemala (5) |
| MIZAB | Talang yang terbuat dari emas untuk menyalurkan air dari atap Ka'bah, yang terletak di bagian barat laut tembok Ka'bah (Arab) (5) |
| MIZAN | Libra; Tula; neraca; timbangan (5) |
| MMKES | Magister manajemen kesehatan (singkatan) (5) |
| MMPAR | Magister manajemen pariwisata (singkatan) (5) |
| MOBIL | Kendaraan darat yang digerakkan oleh tenaga mesin, beroda empat atau lebih (selalu genap), biasanya menggunakan bahan bakar minyak untuk menghidupkan mesinnya; oto; otomobil; mudah bergerak (berpindah) atau digerakkan (dipindah-pindahkan) (5) |
| MOBUD | Mobil udara (akronim) (5) |
| MOCAF | Beras analog yang dibuat dari tepung singkong; modified cassava flour (akronim) (5) |
| MOCHA | Topan yang menerjang Myanmar pada tanggal 14 Mei 2023 (5) |
| MODAL | Uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dan sebagainya; harta benda (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan dan sebagainya; barang yang digunakan sebagai dasar atau bekal untuk bekerja (berjuang dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| MODAR | Mampus; mati (5) |
| MODEL | Pola (contoh, acuan, ragam, dan sebagainya) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan; orang yang dipakai sebagai contoh untuk dilukis (difoto); orang yang (pekerjaannya) memperagakan contoh pakaian yang akan dipasarkan; barang tiruan yang kecil dengan bentuk (rupa) persis seperti yang ditiru (5) |
| MODEM | Alat modulator dan demodulator yang terpasang pada telepon untuk mengubah informasi digital ke dalam bentuk suara dan sebaliknya (Ilmu Komunikasi); peranti penghubung dua komputer melalui saluran telepon, biasa dibutuhkan untuk melakukan hubungan ke internet (Ilmu Komunikasi) (5) |
| MODIN | Juru azan; muazin (Agama Islam); pegawai masjid (Agama Islam); lebai di kampung (Agama Islam) (5) |
| MODIS | Yang mengikuti mode, yang berpakaian sesuai dengan mode yang paling baru (5) |
| MODUL | Standar atau satuan pengukur; satuan standar yang bersama-sama dengan yang lain dipergunakan secara bersama; satuan bebas yang merupakan bagian dari struktur keseluruhan; komponen dari suatu sistem yang berdiri sendiri, tetapi menunjang program dari sistem itu; unit kecil dari satu pelajaran yang dapat beroperasi sendiri; kegiatan program belajar-mengajar yang dapat dipelajari oleh murid dengan bantuan yang minimal dari guru pembimbing, meliputi perencanaan tujuan yang akan dicapai secara jelas, penyediaan materi pelajaran, alat yang dibutuhkan, serta alat untuk penilai, mengukur keberhasilan murid dalam penyelesaian pelajaran (Pendidikan); bagian dari program yang ditulis dan diuji secara terpisah dan kemudian digabungkan dengan modul lain untuk membentuk program yang lengkap (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| MODUS | Cara; bentuk verba yang mengungkapkan suasana kejiwaan sehubungan dengan perbuatan menurut tafsiran pembicara tentang apa yang diucapkannya (Linguistik); nilai yang paling besar frekuensinya dalam suatu deretan nilai (Linguistik); angka statistik yang paling sering muncul dalam populasi atau sampel (Statistik); nilai yang paling banyak muncul dalam suatu deret nilai (Matematika) (5) |
| MOERS | Kota di Jerman (5) |
| MOFET | Uap berbahaya yang mengandung gas asam arang (CO2) yang keluar dari gunung berapi (5) |
| MOGAO | Suku bangsa yang mendiami wilayah barat daya Kepala Burung, di sepanjang Teluk Maccluer, dan di pedalaman sekitar daerah aliran Sungai Matamani, Provinsi Papua; Puragi (5) |
| MOGAS | Minyak hidrokarbon ringan yang digunakan untuk mesin pembakaran dalam kendaraan bermotor kecuali pesawat terbang (5) |
| MOGOK | Kota di Myanmar (5) |
| MOHON | Minta dengan hormat; berharap supaya mendapat sesuatu; ampunlah (untuk menyatakan maksud menolak atau mengingkari, jadi berarti tidak mau) (5) |
| MOHOR | Tera; meterai (5) |
| MOIST | Lembab, basah (Inggris) (5) |
| MOJAH | Kaus kaki (5) |
| MOKPO | Kota di Korea Selatan (5) |
| MOKSA | Bebas dari reinkarnasi atau penjelmaan kembali (Agama Hindu); hilang (Agama Hindu) (5) |
| MOKSU | Benda berbentuk kerucut atau silinder yang halus, berasal dari tumbuhan tertentu, untuk menyembuhkan pembengkakan (5) |
| MOLAL | Satu mol larutan per 1000 gram pelarut (Kimia) (5) |
| MOLAR | Gigi geraham (Kedokteran dan Fisiologi); bersangkutan dengan massa suatu benda untuk membedakannya dari sifat atau gerak molekul atau atom; mengandung suatu gram molekul zat terlarut dalam satu liter larutan; penghubung suatu gerakan menjadi satu kesatuan, misalnya perilaku berenang; lawannya molekuler (Psikologi) (5) |
| MOLEK | Elok; cantik (5) |
| MOLEN | Penganan yang terbuat dari pisang, nanas, nangka, dan sebagainya, dililit dengan lembaran adonan tepung, kemudian digoreng; mesin yang berfungsi untuk mengaduk bahan-bahan beton (5) |
| MOLER | Sundal; pelacur; pelacuran; terpelintir layu (tentang daun bawang) (5) |
| MOLES | Kerusakan; gangguan; kerusakan yang ditimbulkan oleh perang (5) |
| MOLOF | Suku bangsa yang mendiami daerah sebelah selatan kota Jayapura di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (5) |
| MOLOR | Tidur; bertambah panjang (tentang karet dan sebagainya); bertambah lama; mundur (kiasan) (5) |
| MOLOS | Dapat masuk ke dalam lubang dan sebagainya; lolos (5) |
| MOMEN | Waktu yang pendek; saat (5) |
| MOMOK | Hantu (untuk menakut-nakuti anak); sesuatu yang menakutkan karena berbahaya, ganas, dan sebagainya (kiasan) (5) |
| MONAD | Mikroorganisme bersel satu (Biologi) (5) |
| MONAS | Monumen nasional (akronim) (5) |
| MONEL | Nama dagang untuk paduan logam yang tahan korosi, berwarna putih keperak-perakan, mengandung 67% nikel (Ni), 30% tembaga (Cu), dan sedikit besi, sulfur, atau unsur lain untuk membuat alat-alat dapur, alat-alat rumah sakit, dan alat-alat setrika (5) |
| MONEV | Monitoring dan evaluasi (akronim) (5) |
| MONEY | Uang (Inggris) (5) |
| MONGU | Kota di Zambia (5) |
| MONIL | Bahan dari poliester yang berfungsi sebagai penyaring dalam penyablonan (5) |
| MONTI | Orang yang menguasai seluk-beluk undang-undang adat (Melayu Riau) (5) |
| MONZA | Klub sepak bola dari Italia bermarkas di kota Monza dengan pertandingan kandang di U-Power Stadium; kota di Italia (5) |
| MOOKA | Kota di Jepang (5) |
| MOORE | Kota di Amerika Serikat (5) |
| MOPED | Kendaraan roda dua yang dirancang seperti sepeda, tetapi dilengkapi dengan mesin bersilinder (5) |
| MOPIT | Kuas khusus untuk menulis huruf Cina (5) |
| MOPOK | Sifat kayu yang terlihat utuh di luar, tetapi bagian dalamnya hancur oleh serangga (Madura) (5) |
| MOPTI | Kota di Mali (5) |
| MORAL | Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak; budi pekerti; susila; kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin, dan sebagainya; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan; ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita (5) |
| MORBI | Kota di India (5) |
| MOREL | Mengenai moral (5) |
| MORES | Daun pandan yang telah diolah kecil-kecil untuk bahan anyaman (Sunda); warna campuran (tentang bulu dan tubuh binatang); adat istiadat yang mengandung arti hukum susila; sopan santun (5) |
| MORON | Orang dewasa yang perkembangan mentalnya sama dengan anak umur 8–12 tahun (Psikologi); kota di Argentina dan Kuba (5) |
| MOROS | Tradisi memberikan hasil pertanian kepada pemerintah menjelang Idulfitri dan Iduladha di kampung adat Dukuh, Garut (Sunda) (5) |
| MOSHI | Kota di Tanzania (5) |
| MOSTO | Moktail khas Spanyol berupa jus anggur yang tidak difermentasi, biasanya disajikan dingin dengan sebutir zaitun dan potongan jeruk (Spanyol) (5) |
| MOSUL | Kota di Irak (5) |
| MOTEL | Mobil hotel; penginapan yang ditujukan terutama untuk pelancong bermobil, kamar-kamarnya mudah dicapai dari tempat parkir yang tersedia (5) |
| MOTIF | Pola; corak; salah satu dari beberapa gagasan yang dominan di dalam karya sastra, yang dapat berupa peran, citra yang berulang, atau pola pemakaian kata; alasan (sebab) seseorang melakukan sesuatu (5) |
| MOTIL | Memiliki kemampuan bergerak (5) |
| MOTOR | Mesin yang menjadi tenaga penggerak; sepeda motor; orang yang memegang peranan penting atas jalannya organisasi dan sebagainya (kiasan) (5) |
| MPASI | Makanan pendamping asi (singkatan) (5) |
| MPDSI | Magister pendidikan sains (singkatan) (5) |
| MPFIS | Magister pengajaran fisika (singkatan) (5) |
| MPKIM | Magister pengajaran kimia (singkatan) (5) |
| MPMAT | Magister pengajaran matematika (singkatan) (5) |
| MPSIP | Magister psikologi profesi (singkatan) (5) |
| MPSIT | Magister psikologi terapan (singkatan) (5) |
| MSILA | Kota di Aljazair (5) |
| MSOSI | Magister sosial Islam (singkatan) (5) |
| MSTAT | Magister statistika (singkatan) (5) |
| MUANG | Mulai berjatuhan karena sudah ranum atau masak (tentang buah) (Alas) (5) |
| MUANI | Binatang jantan yang tidak memiliki tanduk (Moa) (5) |
| MUARA | Tempat berakhirnya aliran sungai di laut, danau, atau sungai lain; sungai yang dekat dengan laut; ujung (kiasan); suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (5) |
| MUBAH | Diizinkan menurut agama (boleh dilakukan, tetapi boleh juga tidak); jaiz (Agama Islam) (5) |
| MUBES | Musyawarah besar (akronim) (5) |
| MUBUT | Mudah patah (putus, robek, pecah, dan sebagainya); mumut (5) |
| MUDAH | Tidak memerlukan banyak tenaga atau pikiran dalam mengerjakan; tidak sukar; tidak berat; gampang; lekas sekali (menjadi, menderita, dan sebagainya); tidak teguh imannya (gampang terbujuk atau gampang diajak berzina dan sebagainya) (5) |
| MUDAT | Perpanjangan (Arab) (5) |
| MUDIK | Berlayar, pergi ke udik (hulu sungai, pedalaman); banyak dilakukan kaum urban menjelang berakhirnya bulan puasa; pulang ke kampung halaman (5) |
| MUDON | Kota di Myanmar (5) |
| MUDRA | Sikap jari-jari tangan dalam bersemadi (Agama Hindu) (5) |
| MUDUN | Bermudun; beradab; bertamadun (5) |
| MUFTI | Pemberi fatwa untuk memutuskan masalah yang berhubungan dengan hukum Islam (Agama Islam) (5) |
| MUGER | Membuka lahan baru (Gayo) (5) |
| MUHAL | Tidak masuk akal; mustahil (Agama Islam) (5) |
| MUHIB | Yang mencintai; pencinta (Arab); orang yang berusaha terus memahami Allah Swt. karena rindunya untuk menyaksikan keagungan-Nya (Arab) (5) |
| MUJUR | Beruntung; bernasib baik; berbahagia; terus pada satu arah, tidak ada yang melintang; terletak menurut panjangnya (5) |
| MUKAH | Perbuatan sanggama secara tidak sah antara laki-laki atau perempuan yang telah menikah dan seseorang yang berlainan jenis yang belum menikah (Hukum); zina (5) |
| MUKIM | Orang yang tetap tinggal di Makkah (lebih dari satu masa haji); penduduk tetap; tempat tinggal; kediaman; daerah (dalam lingkungan suatu masjid); kawasan; kumpulan beberapa kampung dalam suku Gayo di Aceh (Gayo) (5) |
| MUKUN | Mangkuk atau bokor bertutup yang digunakan untuk menyimpan makanan dan sebagainya (5) |
| MUKUS | Bahan kental seperti gel yang berfungsi melembabkan dan melindungi permukaan tubuh bagian dalam (5) |
| MULAI | Mengawali berbuat (bertindak, melakukan, dan sebagainya); sejak (5) |
| MULAS | Sakit seperti diremas-remas (tentang perut) (5) |
| MULET | Gaya rambut yang pendek di bagian sisi-sisi dan atas serta panjang di bagian belakang (5) |
| MULIA | Tinggi (tentang kedudukan, pangkat, martabat), tertinggi, terhormat; luhur (budi dan sebagainya); baik budi (hati dan sebagainya); bermutu tinggi; berharga (tentang logam, misalnya emas, perak, dan sebagainya); ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah (5) |
| MULOH | Bandeng (5) |
| MULOK | Muatan lokal (akronim) (5) |
| MULSA | Bahan seperti jerami (serbuk gergaji, dedaunan, dan sebagainya) yang disebarkan pada permukaan tanah untuk melindungi akar tanaman dari pengaruh air hujan (pemadatan tanah dan sebagainya) (Pertanian) (5) |
| MULTI | Bentuk terikat banyak; lebih dari satu; lebih dari dua; bentuk terikat berlipat ganda (5) |
| MULUI | Lahir sebelum waktunya (Alas) (5) |
| MULUK | Bentuk jamak raja-raja; malik; tinggi (tentang cita-cita, rencana, dan sebagainya); tinggi; sombong (tentang perkataan, tabiat, dan sebagainya); tinggi dan merdu (tentang suara); membubung tinggi (tentang burung, layang-layang, dan sebagainya) (5) |
| MULUR | Memanjang (5) |
| MULUS | Putih bersih; halus; tanpa cacat; lancar; tidak ada halangan; dapat berjalan baik; jujur; suci hati; tulus (kiasan) (5) |
| MULUT | Rongga di muka, tempat gigi dan lidah, untuk memasukkan makanan (pada manusia atau binatang); lubang, liang, atau apa saja yang rupanya sebagai mulut; bagian dari barang tempat masuknya sesuatu (kiasan); cakap; perkataan (kiasan); lubang untuk meluahkan zat alir (kiasan/Fisika) (5) |
| MUMBA | Melihat ke bawah dengan membungkukkan badan (biasanya di tepi jurang) (Batak); kosong atau tidak berisi (tentang buah) (Batak) (5) |
| MUMET | Pusing; pening (Jawa) (5) |
| MUMUK | Lapuk sekali; mumut (5) |
| MUMUT | Hampir rusak (putus dan sebagainya); lapuk (5) |
| MUNAN | Kebun buah (Benuaq) (5) |
| MUNAS | Musyawarah nasional (akronim) (5) |
| MUNCI | Gundik; sundal; pelacur; lonte (5) |
| MUNDU | Pohon berbatang tegak, buahnya bulat, berwarna kuning, halus, dan berkulit tipis, daging buah berwarna kuning, berair, rasanya manis-manis masam, berbiji satu sampai empat, kulit batang digunakan sebagai bahan pewarna tikar (Garcinia dulcis) (5) |
| MUNIB | Janda (5) |
| MUNTU | Batu atau kayu yang khusus digunakan untuk melumatkan bumbu (sebagai pasangan cobek); batu atau kayu pelumat bumbu dan sebagainya (Jawa) (5) |
| MUNUF | Kota di Mesir (5) |
| MUPUS | Putusan pewaris (5) |
| MURAD | Kehendak; maksud; keinginan (Arab); arti atau makna yang lebih luas (Arab) (5) |
| MURAH | Lebih rendah daripada harga yang dianggap berlaku di pasaran; suka memberi atau menolong (tentang kebaikan); berlebih-lebih; banyak; gampang (mudah) (5) |
| MURAI | Kucica yang berekor lebih panjang, bertubuh bagian bawah cokelat karat, bertunggir putih, tersebar di Indocina dan Indonesia (Sumatra, Kalimantan, dan Jawa); ketinjau; kucica hutan (Copsychus malabaricus) (5) |
| MURAL | Lukisan pada dinding (5) |
| MURAM | Tidak terang cahayanya; kurang bercahaya; suram; buram; tidak berseri; tidak kelihatan bergembira; sedih (5) |
| MURAS | Meriam (sundut) (5) |
| MURBA | Rendah; sangat biasa; jelata (bukan bangsawan dan bukan hartawan) (5) |
| MURCA | Pingsan; tidak sadar diri (5) |
| MURIA | Gunung yang terletak di antara Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati di Provinsi Jawa Tengah (5) |
| MURID | Orang (anak) yang sedang berguru (belajar, bersekolah) (5) |
| MURIS | Kain tenun putih, biasanya baik untuk dibatik (5) |
| MURKA | Sangat marah (5) |
| MURNI | Tidak bercampur dengan unsur lain; tulen; belum mendapat pengaruh luar; polos; lugu; tulus; suci; sejati (tentang cinta); belum terpengaruh oleh dunia luar; asli (kiasan); dalam keadaan yang masih suci (perawan); belum ternoda; belum pernah menikah (kiasan) (5) |
| MUROM | Kota di Rusia (5) |
| MUROP | Suku bangsa yang mendiami daerah bagian selatan Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan (5) |
| MURUP | Menyala; berkobar (Jawa); terang sekali (tentang warna) (Jawa) (5) |
| MURUS | Buang-buang air; berak-berak; menceret (5) |
| MURUT | Suku bangsa yang mendiami daerah Kalimantan Barat (5) |
| MUSDA | Musyawarah daerah (akronim) (5) |
| MUSIK | Ilmu atau seni menyusun nada atau suara dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan; nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan (terutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu) (5) |
| MUSIM | Waktu tertentu yang bertalian dengan keadaan iklim; bilangan waktu tertentu (tiga bulan, empat bulan, dan sebagainya ketika pohon buah-buahan, palawija, dan sebagainya banyak menghasilkan); masa; waktu (ketika ada suatu peristiwa); waktu atau masa ketika sesuatu (kegiatan, permainan, dan sebagainya) banyak terjadi atau sering berlangsung (5) |
| MUSKA | Rasi bintang di belahan langit selatan, tepat di sebelah selatan rasi bintang Kruks, namanya berarti 'lalat' dalam bahasa Latin (Astronomi) (5) |
| MUSLI | Hidangan yang terdiri atas kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah-buahan kering (biasanya dimakan dengan susu untuk sarapan) (5) |
| MUSTI | Satuan ukuran sepanjang kepalan tangan ditambah panjang ibu jari untuk menentukan jarak antarbangunan (Bali) (5) |
| MUSUH | Lawan (berkelahi, bertengkar, berperang, berjudi, bertanding, dan sebagainya); seteru; bandingan, imbangan, tandingan; sesuatu yang mengancam (kesehatan, keselamatan); yang merusakkan (5) |
| MUTAH | Sesuatu (uang, barang, dan sebagainya) yang diberikan suami kepada istri yang diceraikannya sebagai bekal hidup (penghibur hati) bekas istrinya (Agama Islam); pohon yang tumbuh di sepanjang pantai, akarnya dapat dibuat obat bengkak-bengkak pada tangan dan kaki, kayunya ringan dan tidak awet, digunakan untuk membuat tusuk gigi (Exocecaria agollocha) (5) |
| MUTAN | Makhluk hidup yang mengalami mutasi (5) |
| MUTIH | Memakan nasi (putih) dan meminum air putih saja, tanpa garam dan gula (Jawa); istilah dalam permainan bekel ketika pemain harus membalikkan kerang dari posisi telungkup menjadi telentang (Bengkulu) (5) |
| MUTON | Satuan terkecil dari mutasi genetik (5) |
| MUTUR | Makan di antara waktu sarapan dan waktu makan siang (biasanya ketan tumis, ketupat sayur) (Melayu Jambi) (5) |
| MUZAH | Kaos (kaki) (Arab) (5) |
| MWEKA | Kota di Republik Kongo (5) |
| MWOGO | Sungai di Rwanda (5) |
| MYEIK | Kota di Myanmar (5) |
| MYTHO | Kota di Vietnam (5) |
| MZUZU | Kota di Malawi (5) |
| NABAB | Orang kaya raya (India) (5) |
| NABAN | Mempertahankan kemenangan (Alas) (5) |
| NABET | Menguliti pohon (Sorong) (5) |
| NABHA | Kota di India (5) |
| NABIL | Orang yang cerdik dan utama (5) |
| NADAM | Uraian; penjelasan (5) |
| NADIM | Orang yang dipercaya; sahabat karib (5) |
| NADIR | Jarang ada; jarang didapat; luar biasa; titik yang paling rendah dari bulatan cakrawala (bola langit) yang terletak tepat di bawah kaki pengamat; titik kaki; perahu (di Malaka); pengawas; inspektur (5) |
| NADOR | Kota di Maroko (5) |
| NAESO | Kota di Korea Selatan (5) |
| NAFAR | Meninggalkan Mina menuju Makkah pada waktu melaksanakan ibadah haji (5) |
| NAFRI | Suku bangsa yang mendiami Desa Nafri, Kabupaten Jayapura, Papua (5) |
| NAFSI | Diri sendiri; orang seorang; sifat mementingkan diri sendiri; kemarahan; panas hati; nafsu (Melayu Jakarta) (5) |
| NAFSU | Keinginan (kecenderungan, dorongan) hati yang kuat; dorongan hati yang kuat untuk berbuat kurang baik; hawa nafsu; selera; gairah atau keinginan (makan); panas hati; marah; meradang (5) |
| NAFTA | Sulingan minyak bumi yang mempunyai titik didih rendah sehingga mudah menguap, digunakan sebagai pelarut dan bahan bakar (5) |
| NAGAM | Karangan (untaian) mutiara; keselarasan suara; keharmonisan suara (5) |
| NAGDA | Kota di India (5) |
| NAHAS | Sial; celaka; malang (terutama dihubungkan dengan hari, bulan, dan sebagainya yang dianggap kurang baik menurut perhitungan) (5) |
| NAIRA | Satuan mata uang Nigeria (5) |
| NAJAF | Kota di Irak (5) |
| NAJAM | Bintang (5) |
| NAJEN | Bantuan berupa tenaga yang diberikan oleh penduduk untuk mengerjakan sawah atau ladang milik kepala desa (Sasak) (5) |
| NAJIS | Kotor yang menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah Swt., seperti terkena jilatan anjing (Agama Islam); kotoran (tinja, air kencing); jijik (5) |
| NAKAL | Suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dan sebagainya, terutama bagi anak-anak); buruk kelakuan (lacur dan sebagainya) (5) |
| NAKAS | Meja kecil dengan satu atau dua laci yang diletakkan di samping kepala tempat tidur (5) |
| NAKES | Tenaga kesehatan (akronim) (5) |
| NAKFA | Satuan mata uang Eritrea (5) |
| NAKTU | Mencari atau menentukan waktu yang baik untuk melaksanakan sesuatu (Sunda) (5) |
| NALAM | Gubahan sajak (syair, karangan) (5) |
| NALAR | Selalu; pertimbangan tentang baik buruk dan sebagainya; akal budi; aktivitas yang memungkinkan seseorang berpikir logis; jangkauan pikir; kekuatan pikir (5) |
| NALCA | Suku Kimyal di Papua; suku bangsa yang mendiami daerah bagian timur Pegunungan Tengah, sebelah timur laut Korupun dan tenggara Nipsan, Provinsi Papua (5) |
| NAMBI | Penyakit puru (terutama pada kaki) (5) |
| NAMPA | Kota di Amerika Serikat (5) |
| NAMPO | Kota di Korea Utara (5) |
| NAMUN | Kata penghubung antarkalimat untuk menandai perlawanan; akan tetapi (5) |
| NAMUR | Kota di Belgia (5) |
| NANAH | Cairan berbau busuk yang keluar dari luka, kudis, bisul, dan sebagainya berwarna putih kehijauan (5) |
| NANAP | Terbuka lebar-lebar (tentang mata); melihat dengan mata tidak berkedip; terbeliak; terkejut (Melayu Jakarta) (5) |
| NANAR | Berasa pusing (karena mabuk, kena pukul, dan sebagainya); agak hilang akal (karena kekalahan dan sebagainya); bingung; tercengang-cengang; marah sekali (mata gelap); garang (5) |
| NANAS | Tanaman tropis dan subtropis, buahnya berbentuk bulat panjang, kira-kira sebesar kepala orang, kulit buahnya bersusun sisik, berbiji mata banyak, daunnya panjang, berserat, dan berduri pada kedua belah sisinya (Ananas comosus); buah nanas (5) |
| NANCY | Kota di Prancis (5) |
| NANDU | Burung unta padang rumput di Amerika Selatan, tinggi 1,2–1,5 m (Rheidae); kota di Cina (5) |
| NANGI | Kota di India (5) |
| NANMA | Kota di Cina (5) |
| NANTI | Waktu yang tidak lama dari sekarang; waktu kemudian; kelak; kalau tidak begitu; kalau tidak; akan; tunggu (5) |
| NAPAL | Tanah liat merah yang dapat dimakan sebagai obat; ampo; batuan yang terdiri atas lempung dan kalium-karbonat (Geografi dan Geologi) (5) |
| NAPAS | Udara yang diisap melalui hidung atau mulut dan dikeluarkan kembali dari paru-paru; kuning kemerah-merahan (tentang warna bulu, terutama kuda) (5) |
| NAPUH | Binatang liar seperti kancil, pemakan tanaman (Tragulus napu) (5) |
| NAPZA | Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (akronim) (5) |
| NAQAL | Kutipan berdasarkan Al-Qur'an dan hadis (Agama Islam) (5) |
| NAQLI | Berdasarkan Al-Qur'an dan hadis; berdasarkan naqal (Agama Islam) (5) |
| NARVA | Sungai terbesar di Estonia; kota di Estonia (5) |
| NARYN | Kota di Kirgistan (5) |
| NASAB | Keturunan (terutama dari pihak bapak); pertalian keluarga (5) |
| NASAL | Bersangkutan dengan bunyi bahasa yang dihasilkan dengan mengeluarkan udara melalui hidung, yaitu m, n, ng, dan ny (Linguistik) (5) |
| NASAR | Elang (Arab) (5) |
| NASEL | Kerangka yang berisi mesin pesawat terbang (Teknik) (5) |
| NASIB | Sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; takdir (5) |
| NASTI | Gerakan pertumbuhan tanaman yang disebabkan oleh rangsangan luar, tetapi tidak menuju ke rangsangan itu (Biologi) (5) |
| NASUT | Raja; baginda (5) |
| NATAL | Kelahiran seseorang; kelahiran Isa Almasih (Yesus Kristus); kota di Brasil (5) |
| NATAR | Dasar warna (pada kain batik dan sebagainya); latar; halaman; pekarangan (Bali) (5) |
| NATUR | Alam semesta dan segala yang diciptakan oleh Tuhan; alam beserta isinya; asli; sifat; watak; pembawaan (5) |
| NAULU | Nama lain suku Nuaulu (5) |
| NAUNG | Bernaung; berada di bawah sesuatu (untuk menghindari panas, hujan, dan sebagainya); berlindung; berada di bawah sesuatu yang besar (suci, berkuasa, dan sebagainya); minta perlindungan (pertolongan dan sebagainya) (5) |
| NAURU | Negara yang terletak di Samudra Pasifik Barat Daya, beribu kota Yaren (5) |
| NAYAM | Besi tajam pada baja yang masuk ke dalam tanah; mata tenggala; mata bajak (5) |
| NAYAP | Mencuri pada siang hari (Jawa) (5) |
| NAYOR | Delman yang dihias seperti opelet dan rodanya diganti dengan ban mobil (Sunda) (5) |
| NAZAM | Puisi yang berasal dari Parsi, terdiri atas dua belas larik, berima dua-dua atau empat-empat, isinya perihal hamba sahaya istana yang setia dan budiman (Sastra); karangan (Sastra) (5) |
| NAZAR | Janji (pada diri sendiri) hendak berbuat sesuatu jika maksud tercapai; kaul (5) |
| NAZIM | Penyair; pengarang (Arab) (5) |
| NAZIR | Penyampai berita duka; kelompok orang atau badan hukum yang bertugas memelihara dan mengurus benda wakaf (5) |
| NDANA | Pulau paling selatan di Indonesia (5) |
| NDESO | Kampungan (Jawa) (5) |
| NDOLA | Kota di Zambia (5) |
| NDORO | Kata sapaan kepada orang bangsawan atau majikan (Jawa); majikan (Jawa) (5) |
| NDUGA | Kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, ibu kotanya Distrik Kenyam; suku bangsa yang mendiami dataran tinggi Pegunungan Jayawijaya, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan; Ndugwa (5) |
| NEALA | Cuping pada sayap belakang serangga (5) |
| NECIS | Bersih dan rapi; rapi (terutama tentang pakaian); apik (5) |
| NEGER | Negro (5) |
| NEGRO | Orang (bangsa) berkulit hitam yang berasal dari Afrika bagian tengah; Neger (5) |
| NEGUS | Kata sapaan kepada Raja Etiopia (5) |
| NEIVA | Kota di Kolumbia (5) |
| NEKAT | Berkeras hati; dengan keras atau kuat kemauan; terlalu berani (dengan tidak berpikir panjang lagi); tidak memedulikan apa-apa lagi (karena putus harap, hilang akal, malu sekali, dan sebagainya); tetap tidak mau (mengalah, menurut, menyerah, dan sebagainya); bersikeras; mengotot; diulang: terlalu nekat (5) |
| NEKET | Peringatan lima puluh hari kematian (Sunda) (5) |
| NEMBY | Kota di Paraguay (5) |
| NENAS | Tanaman tropis dan subtropis, buahnya berbentuk bulat panjang, kira-kira sebesar kepala orang, kulit buahnya bersusun sisik, berbiji mata banyak, daunnya panjang, berserat, dan berduri pada kedua belah sisinya (Ananas comosus); nanas (5) |
| NENDA | Nenek (dipakai dalam surat-menyurat dan sebagainya); nenenda; nenekanda (5) |
| NENEK | Ibu dari ayah atau dari ibu; kata sapaan kepada perempuan yang sudah tua; diulang: perempuan yang sudah tua, sudah patut menjadi nenek (5) |
| NENEN | Menyusu pada ibu (bahasa anak-anak) (5) |
| NENER | Benih ikan bandeng yang baru ditetaskan dengan panjang badan antara 10–30 mm; anak ikan bandeng yang masih kecil (5) |
| NENES | Mengalir (meleleh) berdikit-dikit (seperti nanah dari kudis) (5) |
| NEPAL | Negara ini berada di kawasan pegunungan Himalaya; negara yang terletak di Asia Selatan, beribu kota Kathmandu (5) |
| NETRA | Mata; indra penglihat (5) |
| NEUSS | Kota di Jerman (5) |
| NGADA | Suku bangsa yang mendiami Pulau Flores, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur; kabupaten di Flores Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (5) |
| NGAJU | Suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah (5) |
| NGALO | Keluarga luas terbatas dalam suku Helong, terdiri atas beberapa keluarga inti (5) |
| NGANA | Kamu (Melayu Manado); menjahit bakul kecil dengan tali bambu (Bima) (5) |
| NGAWI | Kabupaten di Provinsi Jawa Timur; ibu kota Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur (5) |
| NGERI | Berasa takut atau khawatir (karena melihat sesuatu yang menakutkan atau mengalami keadaan yang membahayakan) (5) |
| NGGEM | Suku yang mendiami daerah aliran Sungai Haflifoeri tengah, sebelah utara kota Wamena, Provinsi Papua (5) |
| NGILU | Rasa nyeri pada tulang atau gigi; linu (5) |
| NGOKO | Tingkatan bahasa yang terendah dalam bahasa Jawa yang dipakai untuk berbicara dengan orang yang sudah akrab, dengan orang yang lebih rendah kedudukannya, atau dengan orang yang lebih muda (Linguistik/Jawa) (5) |
| NGOYO | Memaksakan diri melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkan kemampuan, kondisi, dan waktu (Jawa) (5) |
| NGUNG | Tiruan bunyi sesuatu yang berdengung (5) |
| NGURA | Diulang: penutup panci dari tanah liat, dipercaya mampu mengatur panas dengan sempurna dan mematangkan masakan dengan takaran yang pas (5) |
| NGURU | Kota di Nigeria (5) |
| NIAGA | Kegiatan jual beli dan sebagainya untuk memperoleh untung; dagang (5) |
| NIFAK | Munafik (5) |
| NIFAS | Darah yang keluar dari rahim wanita sesudah melahirkan; masa sejak melahirkan sampai dengan pulihnya organ produksi dan anggota badan (lamanya 40–60 hari) (5) |
| NIGDE | Kota di Turki (5) |
| NIGEL | Kota di Afrika Selatan (5) |
| NIGER | Negara yang terletak di Afrika Barat, beribu kota Niamey (5) |
| NIHIL | Kosong sama sekali; tidak ada apa-apanya; tidak ada yang tidak hadir (5) |
| NIJAS | Negus (sebutan bagi raja Etiopia) (5) |
| NIKAB | Cadar (Arab); purdah (5) |
| NIKAH | Ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama (5) |
| NIKEL | Unsur kimia logam transisi berwarna putih perak, bersifat lentur; unsur dengan nomor atom 28, berlambang Ni, dan bobot atom 58,71 u (5) |
| NIKKI | Kota di Benin (5) |
| NILAI | Harga (dalam arti taksiran harga); harga uang (dibandingkan dengan harga uang yang lain); angka kepandaian; biji; ponten; banyak sedikitnya isi; kadar; mutu; sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan; sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya (5) |
| NILAM | Ketilang (Pycnonotus aurigaster); tumbuhan, daunnya berbau harum (Pogostemon cablin); daun nilam; batu permata transparan yang berwarna biru; nila; safir (5) |
| NILAU | Pohon yang tingginya mencapai 15 m, daun elips, bunga berwarna putih, buah berbentuk kapsul, mudah dan cepat tumbuh sehingga cocok untuk penghutanan kembali lereng-lereng bukit yang gundul, kayu digunakan sebagai bahan bangunan, kulit kayu bagian dalam baik untuk dibuat tali (Botani); endilau; andilau (Commersonia bartramia) (5) |
| NILEM | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 32 cm, tubuhnya pipih memanjang, tidak memiliki bintil pada moncongnya, sisiknya berbintik hingga membentuk 6–9 pola garis, terdapat bulatan hitam pada pangkal ekor, warnanya perak kekuningan, tersebar di perairan Indocina, Myanmar, dan Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan saat ini tersebar hingga Sulawesi) (Osteochilus vittatus) (5) |
| NILON | Serat sintetis digunakan untuk pelbagai bahan elastis, benang tenunan, tali, sikat, dan sebagainya (5) |
| NILUH | Program Kompas TV yang mendapatkan penghargaan Anugerah Jurnalistik Sahabat Bahari 2023 (5) |
| NIMES | Kota di Prancis (5) |
| NIMFA | Stadium serangga tertentu yang keluar dari telur mirip bentuk dewasanya tetapi tidak bersayap dan organ kelaminnya tak sempurna (Zoologi) (5) |
| NINIK | Nenek (Minangkabau) (5) |
| NINJA | Orang yang terlatih, menguasai ilmu bela diri dari Jepang, bertugas untuk melakukan spionase dan pembunuhan; pembunuh gelap yang berpakaian serba hitam dengan muka berkedok yang melakukan aksinya secara terencana (5) |
| NIORT | Kota di Prancis (5) |
| NIPAH | Palem yang tumbuh merumpun di rawa-rawa daerah tropis, tinggi mencapai 8 m, daunnya digunakan untuk bahan atap, tikar, keranjang, topi, dan payung, nira dari sadapan perbungaannya digunakan untuk pembuatan gula dan alkohol (Nipa fruticans); daun nipah (5) |
| NIPIS | Pohon jeruk yang buahnya kecil (kira-kira sebesar telur ayam), kulitnya agak halus, rasanya masam, dipakai untuk minuman dan sebagainya (Citrus medica); buah jeruk nipis (5) |
| NIRCA | Menyimpang dari aturan agama dan hukum (Sunda) (5) |
| NIROM | Radio pemerintah Hindia Belanda, cikal bakal Radio Republik Indonesia (singkatan/Belanda); dari Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschappij (5) |
| NISAB | Jumlah harta benda minimum yang dikenakan zakat (5) |
| NISAN | Tonggak pendek yang ditanam di atas pusara sebagai penanda (5) |
| NISBI | Hanya terlihat (pasti; terukur) jika dibandingkan dengan yang lain; dapat begini atau begitu; bergantung kepada orang yang memandang; tidak mutlak; relatif (5) |
| NISIN | Antibiotik alami yang diizinkan untuk ditambahkan ke dalam makanan atau pakan (Kimia) (5) |
| NISTA | Hina; rendah; tidak enak didengar; aib; cela; noda (5) |
| NITRA | Kota di Slowakia (5) |
| NIZIP | Kota di Turki (5) |
| NIZWA | Kota di Oman (5) |
| NJERU | Kota di Uganda (5) |
| NKKBS | Norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (norma yang menjadi tujuan dari program keluarga berencana) (singkatan) (5) |
| NKPOR | Kota di Nigeria (5) |
| NNEWI | Kota di Nigeria (5) |
| NOBAR | Nonton bareng (akronim) (5) |
| NOBAT | Gendang besar; nekara; nakara; kobah; gamelan Melayu yang hanya dibunyikan pada waktu upacara penobatan raja; keluar dari penghadapan; dihadap (5) |
| NOBUK | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (5) |
| NODIS | Nota disposisi (akronim/Keuangan) (5) |
| NODUL | Organel pada permukaan akar kacang-kacangan, misalnya kedelai yang mengandung bakteri Rhizobium (Biologi) (5) |
| NODUS | Bagian batang (tanaman yang agak membengkok, tempat tumbuh daun dan tunas) (Botani) (5) |
| NOIDA | Kota di India (5) |
| NOKEN | Tas tradisional dari Papua yang terbuat dari serat kayu (Papua) (5) |
| NOKHA | Kota di India (5) |
| NOLAM | Puisi tradisional Riau yang berasal dari sastra Arab dan sastra Parsi (Melayu Riau) (5) |
| NOMAD | Kelompok orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap, berkelana dari satu tempat ke tempat lain, biasanya pindah pada musim tertentu ke tempat tertentu sesuai dengan keperluan kelompok itu; hidup berkelana, tidak menetap (5) |
| NOMOR | Angka sebagai tanda atau lambang bilangan; angka yang menunjukkan kedudukan dalam urutan, kumpulan, dan sebagainya; jenis lomba (5) |
| NONAI | Umpan pancing (Melayu Ambon) (5) |
| NONET | Kombinasi dari sembilan instrumen atau suara dalam musik (5) |
| NONOK | Vagina (5) |
| NONOL | Binatang kecil (hama) perusak tanaman kopi (Zeazera coffiae) (5) |
| NOPEK | Dua ratus (Cina) (5) |
| NORAK | Merasa heran atau takjub melihat sesuatu; sangat berlebih-lebihan; kurang serasi (tentang dandanan dan sebagainya); kampungan (5) |
| NORIT | Bubuk halus arang murni, tidak berbau dan tidak mempunyai rasa, dipakai sebagai obat penyakit perut (pada keracunan, perut kembung, dan sebagainya) (5) |
| NORMA | Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima; aturan, ukuran, atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu; rasi bintang kecil di belahan selatan yang tampak pada lintang antara 300dan -900 pada meridian 5 Juli, pukul 21.00 (Astronomi) (5) |
| NOTES | Buku yang ukurannya lebih kecil daripada buku tulis, untuk mencatat hal yang dianggap penting (biasanya lembarannya dapat atau mudah dilepaskan); buku catatan (5) |
| NOTTE | Malam (Italia) (5) |
| NOVEL | Karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku (Sastra) (5) |
| NOVIS | Calon imam di lingkungan gereja Katolik yang sedang dalam masa percobaan (5) |
| NOVUM | Peristiwa atau bukti baru (Latin); alasan untuk naik banding dengan ditemukannya bukti baru (Hukum) (5) |
| NOYOD | Terus berjalan dan tidak memedulikan orang lain (Sunda) (5) |
| NOZEL | Pipa atau saluran yang ujungnya menyempit, digunakan untuk mengarahkan aliran zat cair atau gas; alat yang terhubung pada ujung selang untuk membentuk dan mengarahkan semprotan (air, bensin); bagian alat dari logam dengan bukaan tempat keluarnya udara dan cat yang dikombinasikan untuk menghasilkan semprotan warna (Kesenian) (5) |
| NRIMA | Sikap menerima sesuatu sebagaimana adanya (Jawa) (5) |
| NUDIS | Tanpa busana; orang yang gemar melakukan praktik nudisme; sesuatu yang berkaitan dengan nudisme (5) |
| NUFUR | Suku bangsa yang mendiami Kepulauan Biak di sebelah utara Teluk Cendrawasih, Provinsi Papua; Mafur; suku Biak Numfor (5) |
| NUGAL | Tradisi mengajak pemuda-pemudi seluruh desa untuk bergotong royong memulai penanaman padi perdana yang berlangsung dari pagi hingga petang dan diselingi dengan makan bersama (Lampung) (5) |
| NUGAT | Makanan berupa pasta lekat manis dan berisi kacang-kacangan (5) |
| NUGET | Makanan olahan yang terbuat dari campuran daging (sapi, ayam, dan sebagainya) dengan tepung dan bumbu yang dibentuk (bulat, kotak, dan sebagainya) lalu dilapisi tepung roti atau panir, biasanya dijual sebagai produk makanan beku (5) |
| NUGIE | Drumer The Dance Company yang merupakan adik kandung Katon Bagaskara (5) |
| NUJUM | Perbintangan untuk meramalkan (mengetahui nasib orang dan sebagainya; bintang-bintang (5) |
| NUKIL | Kutip (5) |
| NUKUH | Mengeringkan rumput, semak, dan dahan untuk dibakar saat membuka huma (Sunda); upacara di masyarakat adat Banten, membuka ladang baru, dilaksanakan pada waktu tertentu sebagai bentuk permohonan izin kepada makhluk yang dipercaya sebagai penunggu ladang (Sunda) (5) |
| NUKUS | Kota di Uzbekistan (5) |
| NUMAN | Kota di Nigeria (5) |
| NUNUK | Kulit keras pada buah kenari atau pala (Makeang Timur) (5) |
| NUNUT | Menumpang (di kendaraan) (5) |
| NURSE | Perawat (Inggris) (5) |
| NUSUK | Ibadah yang lebih bersifat ritual, seperti ibadah haji (Agama Islam) (5) |
| NUTAN | Buah tunggal dengan dinding sel yang keras (5) |
| NUZUL | Turun (5) |
| NYADU | Suku yang mendiami daerah aliran Sungai Landak, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat (5) |
| NYALA | Massa gas yang berpijar yang timbul dari benda yang terbakar; cahaya yang keluar dari api (sesuatu yang terbakar); kota di Sudan (5) |
| NYALE | Cacing laut (5) |
| NYALI | Empedu; perasaan (kiasan); keberanian (kiasan); proliferasi lokal jaringan tumbuhan yang menghasilkan pembengkakan dengan bentuk khas dan amat berbeda dengan organ normal lain, biasa terbentuk sebagai respons terhadap serangan patogen (kiasan/Biologi) (5) |
| NYAMU | Bau kain yang terbakar (Jawa) (5) |
| NYANA | Mengira; menyangka; menduga (5) |
| NYANG | Yang (Melayu Jakarta) (5) |
| NYARA | Kepala desa adat pada suku Gane di Halmahera (5) |
| NYARI | Satuan ukuran panjang dari ujung sampai pangkal telunjuk (Bali) (5) |
| NYATA | Terang (kelihatan, kedengaran, dan sebagainya); jelas sekali; kentara; benar-benar ada; ada buktinya; berwujud; terbukti (5) |
| NYAWA | Pemberi hidup kepada badan wadak (organisme fisik) yang menyebabkan hidup (pada manusia, binatang, dan sebagainya); jiwa; roh; semangat; hidup; kehidupan (5) |
| NYEPI | Hari raya umat Hindu Darma untuk memperingati tahun baru Saka (5) |
| NYERI | Berasa sakit (seperti ditusuk-tusuk jarum atau seperti dijepit pada bagian tubuh); rasa yang menimbulkan penderitaan; pengalaman fisik dan emosional yang diakibatkan karena luka pada jaringan (Psikologi); kota di Kenya (5) |
| NYING | Diulang: tikus kecil (5) |
| NYIRI | Pohon yang tingginya mencapai 20 m, berkulit kasar tidak rata, bercabang berbentuk garpu, terdapat di hutan dekat pantai, kulit kayunya berwarna merah dipakai sebagai bahan pewarna jaring ikan (Xylocarpus granatum) (5) |
| NYIRU | Alat rumah tangga, berbentuk bundar, dibuat dari bambu yang dianyam, gunanya untuk menampi beras dan sebagainya (5) |
| NYIUR | Tumbuhan palem yang berbatang tinggi, buahnya tertutup sabut dan tempurung yang keras, di dalamnya terdapat daging yang mengandung santan dan air, merupakan tumbuhan serba guna; kelapa; kerambil (Cocos nucifera) (5) |
| NYMHY | Jenis kabel listrik yang sering dipakai untuk instalasi listrik skala rumah tangga di bawah 900 watt, memiliki lebih dari satu inti tembaga berserabut dengan bahan isolasi terluar berupa PVC (5) |
| NYOLO | Perasapan; pedupaan (Cina) (5) |
| NYONG | Panggilan untuk anak laki-laki (di Ambon) (5) |
| NYYHY | Jenis kabel listrik yang sering digunakan di dalam rumah karena fleksibel sehingga mudah untuk dipasang, memiliki satu atau lebih inti tembaga berserabut dan memiliki selubung luar berupa bahan isolator dari PVC (5) |
| OALAH | Kata seru untuk menyatakan rasa terkejut (5) |
| OASIS | Band rock asal Inggris yang dibentuk di Manchester pada tahun 1991 dengan lagu Stand By Me dan Don’t Go Away; band pelantun Wonderwall; daerah di padang pasir yang berair cukup untuk tumbuhan dan permukiman manusia; wahah; tempat, pengalaman, dan sebagainya yang menyenangkan di tengah-tengah suasana yang serba kalut dan tidak menyenangkan (kiasan) (5) |
| OBEKS | Faktor pembatas yang merupakan sawar pemisah populasi (Biologi) (5) |
| OBENG | Alat untuk memutar sekrup (5) |
| OBERA | Kota di Argentina (5) |
| OBJEK | Hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok pembicaraan; benda, hal, dan sebagainya yang dijadikan sasaran untuk diteliti, diperhatikan, dan sebagainya (Kimia); nomina yang melengkapi verba transitif dalam klausa (Linguistik); hal atau benda yang menjadi sasaran usaha sambilan; titik atau himpunan yang bertindak sebagai sumber cahaya bagi suatu lensa, cermin, atau bagi suatu sistem lensa (Fisika) (5) |
| OBLAK | Menjadi lebar (tentang lubang); oleng ke kiri dan ke kanan karena sekrupnya longgar (tentang roda mobil, sepeda, dan sebagainya) (5) |
| OBLIK | Tidak stabil (5) |
| OBRAL | Banting harga; menjual barang secara besar-besaran dengan harga murah; jual banyak barang dengan harga murah; mengeluarkan (memakai dan sebagainya) secara banyak-banyak (kiasan) (5) |
| OBRAS | Jahitan khusus (kelim) pada tepi kain untuk mencegah agar bahan tidak berserabut (yang dikerjakan dengan mesin obras) (5) |
| OBRUS | Sebutan perwira yang berpangkat letnan kolonel; overste (5) |
| OCALA | Kota di Amerika Serikat (5) |
| OCANA | Kota di Kolumbia (5) |
| ODATE | Kota di Jepang (5) |
| ODEUR | Bau (Prancis) (5) |
| ODMIL | Oditur militer (akronim) (5) |
| ODONG | Diulang: permainan anak menyerupai becak, berisi beberapa tempat duduk berbentuk binatang, kendaraan, dan sebagainya yang dapat bergerak atau berputar karena tenaga dinamo atau kayuhan tukang odong-odong; mobil angkutan tidak resmi, biasanya digunakan sebagai hiburan anak-anak untuk jalan-jalan berkeliling kompleks perumahan atau perkampungan, dan dilengkapi dengan lagu-lagu yang diputar dengan suara keras (5) |
| OFSET | Proses cetak buku, koran, dan sebagainya, tinta cetak dari pelat dialihkan dulu ke bahan karet, kemudian baru ke kertas atau bahan cetak lain (Grafika); sistem pembelian barang (pesawat terbang dan sebagainya) yang mewajibkan pabrik penghasil sebagai penjual untuk memberikan lisensi pembuatan sebagian komponennya pada industri di negara pembeli (Teknik); praktik hukum terkait dengan kegiatan perdagangan dalam industri kedirgantaraan dan militer; praktik komersial departemen militer yang tidak mengacu pada aturan negara tetapi telah diberikan kebijakan formal berkenaan kegiatan perdagangan (Hukum) (5) |
| OGAKI | Kota di Jepang (5) |
| OGDEN | Kota di Amerika Serikat (5) |
| OHRID | Kota di Makedonia Utara (5) |
| OJUNG | Pertarungan dua pemain dengan menggunakan senjata tajam atau rotan sebagai ritual mendatangkan hujan (Madura) (5) |
| OKAPI | Mamalia yang memiliki kesamaan belang kulit dengan zebra, tetapi termasuk keluarga jerapah, memiliki lidah panjang berwarna gelap dan sepasang tonjolan kecil mirip tanduk di kepala, hidup di Afrika (Okapia Johnstoni) (5) |
| OKARA | Ampas tahu (Jepang); kota di Pakistan (5) |
| OKAYA | Kota di Jepang (5) |
| OKENE | Kota di Nigeria (5) |
| OKNUM | Penyebut diri Tuhan dalam agama Katolik; pribadi; orang seorang; perseorangan; orang atau anasir (dengan arti yang kurang baik) (5) |
| OKSIN | Zat yang berperan dalam pertumbuhan tanaman (5) |
| OKTAF | Nada yang ke-8 dalam deretan tangga nada diatonik yang mempunyai getaran sebanyak dua kali lipat (Musik); kumpulan delapan nada berturut-turut (Musik); sajak yang terdiri atas delapan larik dalam satu bait (Sastra); selang antara dua bunyi yang rasio frekuensi dasarnya sama dengan dua (Fisika) (5) |
| OKTAL | Tentang bilangan pada sistem bilangan berdasar delapan (5) |
| OKTET | Gubahan lagu delapan suara (Musik); kelompok pemain musik yang terdiri atas delapan orang, masing-masing memegang peranan yang sederajat (Musik) (5) |
| OKURA | Buah okra (Jepang) (5) |
| OLENG | Tidak stabil; berayun-ayun ke kiri ke kanan (tentang perahu dan sebagainya); bergoyang-goyang (5) |
| OLEUM | Asam sulfat yang mempunyai kadar belerang trioksida sangat tinggi; asam sulfat berasap (Kimia) (5) |
| OLIVA | Buah zaitun (5) |
| OLIVE | Zaitun (Inggris) (5) |
| OLONG | Diulang: ulat pada kayu jati (Duoitus cermaicus) (5) |
| OMAHA | Kota terbesar negara bagian Nebraska, Amerika Serikat (5) |
| OMBAI | Selat yang memisahkan Pulau Timor dan Pulau Alor (5) |
| OMBAK | Gerakan air laut yang turun-naik atau bergulung-gulung (5) |
| OMBRE | Memiliki gradasi warna, biasanya pada busana atau pewarnaan rambut (5) |
| OMEGA | Huruf ke-24 abjad Yunani (5) |
| OMONG | Bicara; cakap; kecek; bahasa; perkataan; diulang: partikel untuk menyela dalam percakapan atau mengalihkan pembicaraan (5) |
| OMPOK | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 45 cm, tubuhnya pipih memanjang dengan sirip punggung pendek, matanya terletak di belakang sudut mulut, warnanya kecokelatan dengan bercak kehitaman di atas pangkal sirip dada, tersebar di perairan Indocina, India, dan Indonesia (Sumatra, Jawa, dan Kalimantan); bemban; ikan bembam (Ompok bimaculatus) (5) |
| OMPOL | Air kencing yang keluar pada waktu tidur (5) |
| OMURA | Kota di Jepang (5) |
| OMUTA | Kota di Jepang (5) |
| OMZET | Jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu masa jual (5) |
| ONAIR | Di udara (Inggris) (5) |
| ONANI | Pengeluaran mani (sperma) tanpa melakukan sanggama; masturbasi (5) |
| ONCAT | Melarikan diri; berangkat (Jawa) (5) |
| ONCEK | Kupas (Jawa) (5) |
| ONCEN | Rangkaian bunga (5) |
| ONCER | Lepas; longgar (5) |
| ONCOM | Tempe bercendawan yang dibuat dari bungkil kacang (ampas kacang tanah setelah diambil minyaknya), sering dicampurkan ampas tahu atau ampas tapioka, dan dicendawankan dengan jamur oncom atau dengan ragi bulat (Monalia sitophila) (5) |
| ONCOR | Suluh (Jawa); pengaliran air ke sawah-sawah; irigasi (5) |
| ONDEL | Diulang: orang-orangan dalam ukuran besar terbuat dari bahan ringan yang digerak-gerakkan oleh orang yang berada di dalamnya (biasanya digunakan dalam arak-arakan pengantin, pawai, dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| ONDER | Camat (5) |
| ONDOK | Menyembunyikan (5) |
| ONDOS | Diulang: penganan dari tepung ketan dan kelapa parut yang dikukus (5) |
| ONEGA | Danau di Rusia (5) |
| ONENG | Diulang: keturunan yang kelima (anak piut); anggas (5) |
| ONGEH | Sombong; angkuh (5) |
| ONGJI | Izin; lisensi (Cina) (5) |
| ONGOK | Bodoh; tolol (Minangkabau) (5) |
| ONGOL | Diulang: penganan, dibuat dari tepung sagu, gula, kelapa, dan sebagainya rasanya manis (5) |
| ONIKS | Batu permata kuarsa tembus cahaya, berlapis-lapis, dan beraneka warna (5) |
| ONION | Bawang (Inggris) (5) |
| ONJAL | Muatan yang berlebihan (Alas) (5) |
| ONJEM | Rumpon ikan di laut yang dibuat dari daun kelapa (Madura) (5) |
| ONOJO | Kota di Jepang (5) |
| ONSEN | Kolam pemandian air panas (Jepang) (5) |
| ONTAM | Penganan khas Riau, dibuat dari ubi yang diparut halus dan diawetkan, dimakan dengan parutan kelapa dan gula (Melayu Riau) (5) |
| ONTEL | Bunga pohon sukun dan keluih (Madura); sepeda tua yang umum digunakan pada zaman Hindia Belanda hingga tahun 1970-an dengan ukuran ban 28 inci (5) |
| ONYOK | Mengunjukkan; menonjolkan; menyodorkan; menyuruh (meminta) dengan paksa (5) |
| ONYOT | Menarik panjang-panjang (seperti tali, kulit, atau sesuatu yang dapat meregang) (5) |
| OOLIT | Batuan yang terdiri atas butiran bulat kecil, biasanya dari gabungan kalsium karbonat (Geografi dan Geologi) (5) |
| OOSIT | Sel yang berkembang menjadi ovum yang reproduktif (5) |
| OPANG | Bilah pengukur lebar mata jala, jaring, pukat (tidak standar tergantung kehendak pemesan) (Minangkabau); tangga dari bambu yang dilubangi sisi-sisinya untuk injakan kaki (Minangkabau); ojek pangkalan (akronim) (5) |
| OPAVA | Kota di Republik Ceko (5) |
| OPCIT | Tulisan yang diterkan jika suatu kutipan pada catatan kaki akan dikutip lagi dan telah diselingi kutipan lain, artinya 'telah dikutip'; dari opere citato (Latin) (5) |
| OPDAR | Sistem laser untuk mengukur sudut elevasi dan sudut azimut peluru pada saat ditembakkan dan jarak lintasan miringnya diturunkan dari pengarahan dan penjarakan optis (Fisika) (5) |
| OPERA | Bentuk drama panggung yang seluruhnya atau sebagian dinyanyikan dengan iringan orkes atau musik instrumental (Kesenian) (5) |
| OPINI | Pikiran; pendapat; pendirian; gagasan; rubrik yang memuat artikel dari penulis luar di harian Kompas (5) |
| OPIOR | Burung yang bertubuh kecil, memiliki tubuh bagian atas yang berwarna cokelat atau merah karat dengan lingkar mata abu-abu dan mahkota depan keabu-abuan, tenggorokan dan tubuh bagian bawah putih, serta paruh berwarna hitam, hidup di Pulau Seram (Tephrozosterops stalkeri) (5) |
| OPIUM | Getah buah Papaver sommiferum yang belum masak yang dikeringkan (mempunyai daya memabukkan dan membius, biasanya dimakan atau diisap dengan pipa); candu; madat (5) |
| OPLAH | Jumlah barang cetakan yang diedarkan; tiras; jumlah barang cetakan yang dicetak dari perangkat acuan pelat (5) |
| OPLAS | Operasi plastik (akronim) (5) |
| OPLOS | Mencampur sesuatu yang asli dengan barang atau bahan yang lain sehingga kadar keasliannya berkurang (tentang minyak tanah, bensin, dan sebagainya) (5) |
| OPMAK | Penyusunan jenis huruf dari isi surat kabar, majalah beserta judul-judulnya (Grafika); rias muka dengan alat kecantikan (5) |
| OPOLE | Kota di Polandia (5) |
| OPSEN | Tambahan pajak menurut persentase tertentu, biasanya untuk kepentingan kas pemerintah daerah (5) |
| OPSIN | Protein yang tidak berwarna, dibentuk dari vitamin aldehida dengan pencahayaan pada pigmen visual (Kimia) (5) |
| OPSIR | Perwira (pangkat dalam kemiliteran) (5) |
| OPSUS | Operasi khusus (akronim) (5) |
| OPTIK | Berkenaan dengan penglihatan (cahaya, lensa mata, dan sebagainya) (Fisika); toko peralatan optik (kacamata dan sebagainya) (5) |
| OPTIS | Berkenaan atau bertalian dengan optik (penglihatan, lensa mata, dan sebagainya) (Fisika) (5) |
| OPTUH | Operasi patuh (akronim) (5) |
| ORANG | Manusia (dalam arti khusus); manusia (ganti diri ketiga yang tidak tentu); dirinya sendiri; manusianya sendiri; kata penggolong untuk manusia; anak buah (bawahan); rakyat (dari suatu negara); warga negara; manusia yang berasal dari atau tinggal di suatu daerah (desa, kota, negara, dan sebagainya); suku bangsa; manusia lain; bukan diri sendiri; bukan kaum (golongan, kerabat) sendiri; karena (sebenarnya) (5) |
| ORARI | Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (singkatan) (5) |
| ORASI | Pidato pengukuhan (guru besar dan sebagainya); pidato; khotbah (5) |
| ORBIT | Jalan yang dilalui benda langit dalam peredarannya mengelilingi benda langit lain yang lebih besar gaya gravitasinya; jalan yang dilalui elektron ketika bergerak mengelilingi inti atom (5) |
| ORDER | Perintah untuk melakukan sesuatu; pesanan (5) |
| ORDOS | Kota di Cina (5) |
| ORENG | Alur antara hidung dan bibir (Madura) (5) |
| ORGAN | Alat yang mempunyai tugas tertentu di dalam tubuh manusia (binatang dan sebagainya) (Biologi); majalah atau surat kabar milik perkumpulan (partai dan sebagainya) sebagai sarana untuk mengemukakan pendapatnya (suara perkumpulannya); alat musik besar seperti piano yang menghasilkan nada dari udara yang diembuskan ke dalam pipa yang berbeda bentuk dan ukuran; orgel; harmonium (Musik); alat musik yang nadanya dihasilkan melalui dawai elektronik (Musik) (5) |
| ORGEL | Alat musik tiup atau embus (biasa dipakai di gereja, berfungsi sebagai pengiring nyanyian gereja), biasanya terdiri atas seperangkat pipa yang dikontrol oleh papan tombol dan menghasilkan suara musik yang beraneka (Musik) (5) |
| ORIEN | Bumi bagian timur (dilihat dari Eropa) (5) |
| ORION | Rasi bintang yang mudah terlihat karena bintang-bintangnya terletak pada ekuator langit sehingga memungkinkan untuk dilihat dari seluruh dunia (Astronomi); gugusan bintang yang bercahaya sangat terang (5) |
| ORKES | Musik yang dimainkan secara bersama; kelompok pemain musik yang bermain bersama pada seperangkat alat musik; olahraga dan kesehatan (akronim); olahraga dan kesenian (akronim) (5) |
| ORMAS | Organisasi massa (akronim); organisasi masyarakat (akronim) (5) |
| ORMOC | Kota di Filipina (5) |
| ORNOP | Organisasi non-pemerintah (akronim) (5) |
| ORONG | Diulang: lubang sumbu meriam (bedil) kuno (Minangkabau); anjing tanah (5) |
| ORPOL | Organisasi politik (akronim) (5) |
| ORSHA | Kota di Belarusia (5) |
| ORURO | Kota di Bolivia (5) |
| OSAKA | Kota besar di Jepang yang terkenal dengan perdagangan dan kulinernya; kota berpenduduk terbanyak ketiga di Jepang (5) |
| OSARA | Kepala adat yang bertugas menyelesaikan perselisihan pewarisan, dan masalah-masalah adat yang lain (Tolaki) (5) |
| OSEAN | Lautan; samudra (5) |
| OSENG | Diulang: masakan yang dibuat dengan cara digongseng (5) |
| OSING | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (5) |
| OSKAR | Bahan kulit sintetis, biasa digunakan sebagai bahan pelapis sofa, kursi, dan sebagainya (5) |
| OSPEK | Orientasi studi dan pengenalan kampus (akronim) (5) |
| OTAKU | Penggila suatu hal, misalnya produk kebudayaan, alat transportasi (Jepang) (5) |
| OTARU | Kota di Jepang (5) |
| OTONG | Anak lelaki golongan santana di Kuningan, Majalengka, dan Cirebon (Sunda) (5) |
| OTSUS | Otonomi khusus (akronim) (5) |
| OVASI | Penyambutan sebagai tanda penghargaan, seperti dengan bertepuk tangan (5) |
| OYAMA | Kota di Jepang (5) |
| OYONG | Goyang; goyah; tanaman menjalar, batang dan daunnya berbulu, daun yang muda disayur, buahnya bulat panjang berbentuk belimbing dan meruncing pada kedua ujungnya, dimasak sebagai sayur; gambas; petola (Luffa acutangula) (5) |
| OZONE | Udara murni (Inggris) (5) |
| PAARL | Kota di Afrika Selatan (5) |
| PABAN | Perwira pembantu (utama) (akronim) (5) |
| PABNA | Kota di Bangladesh (5) |
| PABSI | Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (5) |
| PACAD | Perwira cadangan (akronim) (5) |
| PACAI | Serbuk cendana (misalnya setanggi) yang sering ditaburkan pada kain kafan (kain pembungkus mayat) (5) |
| PACAK | Telah terlatih atau mahir dalam mengerjakan sesuatu; cakap; cocok (untuk menusuk satai yang akan dipanggang); tongkat (tiang, pancang) yang tajam pada ujungnya; titik-titik air yang berhamburan; percik (Minangkabau) (5) |
| PACAL | Parang; hamba raja; saya (untuk merendahkan diri) (5) |
| PACAR | Teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih yang belum terikat perkawinan; kekasih; inai (Lawasonia enermis); daun inai (5) |
| PACAU | Barang yang berbau busuk, dapat digunakan untuk menakut-nakuti burung; guna-guna yang digantungkan di pohon supaya buah pohon itu tidak dipetik orang (5) |
| PACEK | Memacek; masuk ke tanah (tentang akar) (Sunda); menjantani; mengawini; menyetubuhi (tentang binatang) (Sunda); berpacek; bersetubuh (tentang hewan jantan) (5) |
| PACET | Binatang pengisap darah, sekerabat dengan cacing tanah, berbadan langsing mengecil ke depan, berwarna cokelat kekuning-kuningan sampai kehitam-hitaman, panjangnya sampai 50 mm, pada kepala terdapat lima pasang mata dan sebuah alat sebagai pengisap, di ujung belakang terdapat alat sebagai pelekat, berjalan seperti ulat jengkol, dapat memipihkan tubuh sampai sekecil benang (Haemadipsa teylandica) (5) |
| PACIH | Permainan seperti dam (5) |
| PACIK | Memacik; memegang erat-erat (Minangkabau) (5) |
| PACOI | Pakaian bekas (5) |
| PACOK | Patuk (Melayu Jakarta) (5) |
| PACUK | Tabung buluh untuk tempat air dan sebagainya; memacuk; mencotok; memagut; mencatuk (5) |
| PACUL | Perkakas petani berupa lempeng baja tipis dengan tangkai panjang untuk menggali, mengaduk, dan membalik tanah; cangkul (5) |
| PADAH | Alamat yang memberi peringatan akan terjadinya sesuatu; gelagat; teknik penyusunan peristiwa dan penjelasan dalam alur kisahan atau drama, yang berfungsi memberikan bayangan peristiwa sebelum peristiwa itu terjadi (Sastra) (5) |
| PADAK | Tambak di pinggir laut tempat membuat garam; empang garam (Jawa) (5) |
| PADAM | Mati (tentang api); tidak menyala atau tidak berkobar lagi; reda (tentang kemarahan); tenang kembali (tentang hawa nafsu, berahi, dan sebagainya); aman kembali (tentang huru-hara, kerusuhan, dan sebagainya); menjadi lemah (tentang semangat) (5) |
| PADAN | Banding; imbangan; cocok; sesuai; patut benar; sempadan; batas; garis (titik dan sebagainya) yang menjadi batas atau tempat melemparkan batu (kelereng dan sebagainya) pada permainan lempar-lemparan; janji (Minangkabau); curang (terutama dalam permainan) (Melayu Jakarta) (5) |
| PADAS | Lapisan tanah yang keras (batu yang terjadi dari pasir atau tanah); cadas (Jawa) (5) |
| PADAT | Sangat penuh hingga tidak berongga; padu; mampat; pejal; penuh sesak; penuh tumpat; rapat sekali (tentang penduduk dan sebagainya); tidak ada waktu luang; berimpitan sehingga tidak ada waktu sela; mempunyai isi dan bentuk yang tetap (tidak cair dan tidak berupa gas) (Fisika) (5) |
| PADMA | Teratai yang bunganya berwarna merah jambu; seroja merah (Nelumbium nucifera); terna yang bersifat parasit, hidup pada akar dan bagian bawah batang tumbuhan, termasuk tumbuhan langka, bunganya cokelat kemerah-merahan, berukuran besar yang kelihatan seperti tiba-tiba muncul pada batang tumbuhan yang dililitnya; kembang pakma (Rafflesia patma) (5) |
| PADMI | Permaisuri (Jawa) (5) |
| PADOE | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan (5) |
| PADRE | Ayah (Spanyol) (5) |
| PADRI | Pendeta Katolik; pastor; pendeta Kristen (5) |
| PADUK | Garis batas tempat memulai (melemparkan dan sebagainya) dalam permainan (5) |
| PADUS | Paduan suara (akronim) (5) |
| PAGAN | Kukuh; kuat; teguh; penyembah berhala; bersifat atau berkaitan dengan paganisme (5) |
| PAGAR | Sesuatu yang digunakan untuk membatasi (mengelilingi, menyekat) pekarangan, tanah, rumah, kebun, dan sebagainya (5) |
| PAGAS | Memagas; memenggal; memangkas (5) |
| PAGON | Tanpa perubahan; abadi; tahan lama; alas perunggu tempat menempa alat musik tradisional (Sunda) (5) |
| PAGUN | Kukuh; pagan (Minangkabau) (5) |
| PAGUR | Jukung yang bersemah sebelah (5) |
| PAGUT | Terbentur pada bagian atas tubuh (Sunda); memagut; mematuk; mencatuk; menggigit (tentang ular); memeluk (5) |
| PAHAM | Pengertian; pendapat; pikiran; aliran; haluan; pandangan; mengerti benar (akan); tahu benar (akan); pandai dan mengerti benar (tentang suatu hal) (5) |
| PAHAR | Baki besar berkaki (dibuat dari kuningan dan sebagainya) untuk menyajikan makanan (5) |
| PAHAT | Alat (perkakas) bertukang berupa bilah besi yang tajam pada ujungnya untuk melubangi atau mengukir kayu; bagian alat bor, biasanya terbuat dari baja paling keras dengan dua atau tiga pancang tirus dan gerigi tajam untuk memotong batuan atau membuat lubang (Petrologi dan Migas) (5) |
| PAHIT | Rasa tidak sedap seperti rasa empedu; tidak menyenangkan hati; menyusahkan hati; menyedihkan (kiasan); minuman keras; jenewer (5) |
| PAHUL | Tali dari bambu untuk menguatkan pengikat padi (Sunda) (5) |
| PAING | Hari ke-2 dalam pasaran Jawa (Jawa) (5) |
| PAITA | Kota di Peru (5) |
| PAJAK | Pungutan wajib, biasanya berupa uang yang harus dibayar oleh penduduk sebagai sumbangan wajib kepada negara atau pemerintah sehubungan dengan pendapatan, pemilikan, harga beli barang, dan sebagainya; mempunyai pajak; hak untuk mengusahakan sesuatu dengan membayar sewa kepada negara; pak; hak untuk mengusahakan sesuatu dengan membayar sewa kepada negara; kedai; lepau; los tempat berjualan (di Madura) (5) |
| PAJUH | Banyak-banyak dan lekas-lekas (tentang makan); lahap (5) |
| PAKAI | Mengenakan; ber-...; dibubuhi dengan ...; diberi ...; dengan (5) |
| PAKAL | Kulit kayu, sabut, dan sebagainya yang dipakai untuk menutup celah-celah papan di geladak atau di dinding perahu (5) |
| PAKAN | Benang yang dimasukkan melintang pada benang lungsin (ketika menenun kain); pohon yang mencapai tinggi 27 m, kayunya jarang dipakai sebagai bahan bangunan karena kurang baik (Croton argyratus); makanan ternak (hewan, ikan piaraan) (5) |
| PAKAR | Orang ahli; spesialis (5) |
| PAKAT | Sepakat; setuju; sependapat; mufakat (5) |
| PAKAU | Permainan kartu Cina dengan kartu tiga helai di tangan dan dapat ditukar-tukarkan seperti main ceki; permainan tiga helai; bingung, pusing, kacau (tentang perasaan) (Minangkabau); kelim (dari rotan) untuk menguatkan; kayu palang (pada ember) (5) |
| PAKDE | Bapak gede (akronim); sapaan kakak laki-laki ibu atau ayah; uak (akronim) (5) |
| PAKEM | Kuat mencekam (tentang rem); cerita asli (tentang wayang dan sebagainya) (Jawa); pedoman pokok (tentang aturan, tata cara, dan sebagainya); keaslian; kemurnian (5) |
| PAKER | Pahit sekali (Madura) (5) |
| PAKET | Barang yang dikirimkan dalam bungkusan melalui pos atau perusahaan ekspedisi; sejumlah barang (buku dan sebagainya) yang dibungkus menjadi satu yang dikirimkan atau dijual secara keseluruhan sebagai satu satuan; jatah atau bagian tugas; satuan acara (dalam televisi dan sebagainya); unit data yang berjalan di antara satu sumber dan satu destinasi pada jaringan internet (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| PAKIS | Tumbuhan yang membiak dengan spora, biji atau tunas (anakan) yang muncul dari pangkal pohonnya, ada berbagai macam yang mempunyai ciri khas masing-masing; paku (5) |
| PAKMA | Terna yang bersifat parasit, hidup pada akar dan bagian bawah batang tumbuhan, termasuk tumbuhan langka, bunganya cokelat kemerah-merahan, berukuran besar yang kelihatan seperti tiba-tiba muncul pada batang tumbuhan yang dililitnya; kembang pakma; padma (Rafflesia patma) (5) |
| PAKSA | Mengerjakan sesuatu yang diharuskan walaupun tidak mau; kekerasan; perkosaan; waktu (saat, kesempatan) yang baik; sayap; pihak; sisi; sistem penanggalan Jawa Kuno yang mencakupi waktu 15 hari (dalam satu bulan ada dua paksa, yaitu suklapaksa ‘paruh terang’ dan kresnapaksa ‘paruh gelap’) (5) |
| PAKSE | Kota di Laos (5) |
| PAKSI | Burung; bagian ekor kujang yang lancip (Sunda); poros pada mesin bubut; batang pendek berujung tajam yang merupakan pusat perputaran dari benda yang berputar atau beralur (berosilasi) (Fisika) (5) |
| PAKTA | Perjanjian internasional (5) |
| PAKUH | Burung yang paruhnya bercula, berwarna kekuning-kuningan (5) |
| PAKUK | Memakuk; memotong dengan benda tajam yang dipukulkan keras-keras; menetak; memarang (Minangkabau) (5) |
| PAKUS | Gudang (5) |
| PALAI | Pepes ikan kecil-kecil (Minangkabau) (5) |
| PALAK | Panas badan (karena berkeringat); gerah (Minangkabau); panas hati; marah; merasa benci; kesal (Minangkabau); sangat berani; nekat (Minangkabau) (5) |
| PALAM | Sumbat (5) |
| PALAR | Telapak tangan (Benuaq); memalarkan; mengharapkan; menganggap lumayan (daripada tidak memperoleh apa-apa) (5) |
| PALAS | Pohon palem yang daunnya seperti kipas, daun yang tua dapat dibuat atap, yang muda dipakai sebagai kertas rokok atau pembungkus kue (Licuala); geladak (termasuk anjungan) (Pelayaran) (5) |
| PALAT | Kayu penjepit kaki yang dahulu biasanya dipakai untuk menghukum anak-anak; zakar (5) |
| PALAU | Parut atau bekas luka pada kulit (sebagai ciri); tradisi mengantarkan makanan kepada orang yang berduka (Gorontalo); negara yang terletak di Pasifik, beribu kota Melekeok (5) |
| PALDU | Tabir atau dinding untuk berlindung dari tempias (5) |
| PALEM | Jenis tumbuhan tropis, tidak bercabang, pada puncak batang terletak daun yang melekat pada pelepahnya (enau, kurma, nyiur, pinang, dan sebagainya) (5) |
| PALEN | Barang keperluan sehari-hari (barang pecah belah); barang kelontong (5) |
| PALEO | Bentuk terikat kuno; permulaan (5) |
| PALES | Sumbang (5) |
| PALET | Alat yang digunakan pelukis untuk tempat menaruh cat, berupa lempeng berbentuk perisai; dua lapis bilah kayu yang tersusun searah yang disela balok melintang, digunakan untuk menumpuk muatan supaya dapat diangkat sekaligus (Pelayaran) (5) |
| PALIS | Memalis; memandang arah lain (kiri, kanan, dan sebagainya) karena malu, berkecil hati, dan sebagainya; menggosok licin-licin; menyapukan (cat, cat bibir, dan sebagainya) pada; mencolek (dengan ujung jari) (5) |
| PALIT | Alat yang dipakai untuk menyapukan celak mata, cat alis, cat bibir, dan sebagainya; cairan atau bubuk yang biasa ditempelkan untuk rias muka, seperti celak mata, cat alis, dan cat bibir (5) |
| PALKA | Ruang kapal; lubang pada ruang kapal (tempat menyimpan barang-barang) (5) |
| PALMA | Kota di Spanyol (5) |
| PALSU | Tidak tulen; tidak sah; lancung (tentang ijazah, surat keterangan, uang, dan sebagainya); tiruan (tentang gigi, kunci, dan sebagainya); gadungan (tentang polisi, tentara, wartawan, dan sebagainya); curang; tidak jujur (tentang permainan dan sebagainya); sumbang (tentang suara dan sebagainya) (5) |
| PALTU | Pembantu yang bekerja hanya untuk sementara saja; wakil sementara (5) |
| PALUE | Suku bangsa yang mendiami Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (5) |
| PALUH | Pusaran air; olakan (5) |
| PALUK | Memilih padi yang dipanen untuk benih (Sunda) (5) |
| PALUM | Sudah puas minum; hilang rasa haus (Batak) (5) |
| PALUN | Memalun; memeluk; membelit (Minangkabau) (5) |
| PALUT | Balut; bungkus; sampul (5) |
| PAMAH | Tanah yang rata (datar) (5) |
| PAMAN | Adik laki-laki ayah atau ibu; pakcik; sapaan orang laki-laki yang belum dikenal atau yang patut dihormati (5) |
| PAMEN | Perwira menengah (akronim) (5) |
| PAMER | Menunjukkan (mendemonstrasikan) sesuatu yang dimiliki kepada orang lain dengan maksud memperlihatkan kelebihan atau keunggulan untuk menyombongkan diri (5) |
| PAMIT | Permisi akan pergi (berangkat, pulang); minta diri (5) |
| PAMOR | Baja putih yang disepuhkan pada bilah keris; lukisan pada bilah keris, yang dibuat dari baja putih; seri; semarak (keindahan, kemuliaan, dan sebagainya); perbawa (kiasan) (5) |
| PAMPA | Dataran rendah berumput dan tidak berpohon, terdapat di Amerika Selatan (5) |
| PANAH | Senjata berupa tongkat kecil runcing, panjang, berbulu pada pangkalnya dan tajam pada ujungnya, dilepaskan dengan busur; anak panah; tanda penunjuk; tanda panah (→) (5) |
| PANAI | Baki yang terbuat dari kayu (Melayu Jakarta) (5) |
| PANAR | Tercengang; termangu-mangu; terheran-heran (Minangkabau) (5) |
| PANAS | Terasa seperti terbakar atau terasa dekat dengan api; bersuhu relatif tinggi; kemarau (tentang musim); demam (suhu badannya lebih tinggi daripada biasa); gerah; sangat iri; sakit hati (kiasan); genting sekali; berbahaya (mungkin pecah perang); berpengaruh buruk (tentang uang yang mudah memperolehnya, tetapi mudah juga menghabiskannya, uang pinjaman dengan bunga besar, dan sebagainya) (5) |
| PANAU | Noda atau bercak-bercak putih pada kulit manusia (biasanya berasa gatal kalau berpeluh) (5) |
| PANCA | Bentuk terikat lima (terutama dalam kata majemuk seperti pancaindra, Pancasila); bentuk terikat tangan (kelima jari) (5) |
| PANCI | Peranti masak, terbuat dari logam (aluminium, baja, dan sebagainya), bertelinga pada kedua sisinya, berbentuk silinder atau mengecil pada bagian bawahnya, biasanya digunakan untuk memasak air, sayur berkuah, dan sebagainya (5) |
| PANCO | Olahraga dengan mengadu kekuatan tangan (tolak-menolak atau roboh-merobohkan tangan), dengan posisi siku bertumpu di atas meja (5) |
| PANDA | Mamalia mirip beruang dengan warna khas hitam pada mata, telinga, lengan, dan kaki serta putih pada bagian tubuh lainnya, makanan utamanya bambu muda, terdapat di Cina (Ailuropoda melanoleuca) (5) |
| PANDU | Penunjuk jalan; perintis jalan; mualim (di kapal); kapal penunjuk jalan (dalam pelabuhan); anggota perkumpulan pemuda yang berpakaian seragam khusus, bertujuan mendidik anggotanya supaya menjadi orang yang berjiwa kesatria, gagah berani, dan suka menolong sesama makhluk; sebutan untuk pramuka sebelum tahun 1961 (Pramuka); menjadi pandu bagi; memimpin (kapal, masyarakat, dan sebagainya); mencoba; menguji; tanda di jendela tampilan tempat kegiatan komputer terjadi atau ditampilkan (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| PANEL | Bagian dari permukaan pintu (dinding, langit-langit, dan sebagainya) berupa papan tipis dan sebagainya, biasanya berbentuk persegi panjang, dipasang di dalam bingkai, terletak lebih rendah atau lebih tinggi daripada permukaan sekitarnya; potongan bahan dari jenis atau warna yang berbeda yang disisipkan pada pakaian; lembaran tipis (dari papan atau logam) tempat melekatkan alat (peranti) pengontrol; papan peraga untuk pameran, berbentuk persegi panjang, terbuat dari papan lapis, logam, atau bahan lain, digunakan untuk menempelkan foto, gambar, teks yang dipamerkan (Grafika); kotak atau kerangka dalam komik yang berisi gambar atau adegan yang terangkai menjadi suatu cerita; kelompok pembicara yang dipilih untuk berbicara dalam diskusi dan menjawab pertanyaan di depan hadirin (penonton, pendengar) (5) |
| PANEN | Pemungutan (pemetikan) hasil sawah atau ladang; beroleh keuntungan atau rezeki (dengan mudah) (5) |
| PANIK | Bingung, gugup, atau takut dengan mendadak (sehingga tidak dapat berpikir dengan tenang) (5) |
| PANIL | Penyekat ruang terbuat dari papan tipis, berhias indah, dan dapat dipindah-pindahkan; salah satu bagian dari papan wesel atau papan hubung; weselbor; kotak, meja kontrol, atau sandaran pemisah yang dilengkapi dengan alat pengontrol (pada perangkat keras komputer atau bagian dari perlengkapan listrik); tombol kecil (pada kamera) tempat pijatan alat kontak pada waktu memotret (5) |
| PANIR | Tepung yang dibuat dari roti tawar kering yang dihaluskan (5) |
| PANJA | Panitia kerja (akronim) (5) |
| PANJI | Gelar bangsawan di Jawa, lebih tinggi daripada gelar raden, tetapi lebih rendah daripada gelar raden mas; tokoh cerita sastra Nusantara lama yang dalam pengembangannya menunjukkan sifat kepahlawanan yang mampu mengatasi segala tantangan (Sastra); diulang: bendera (terutama yang berbentuk segitiga memanjang); tanda kebesaran (kebanggaan dan sebagainya); pedoman hidup; naungan (dilindungi oleh) (5) |
| PANKO | Tepung roti yang digunakan dalam kuliner Jepang, bertekstur ringan, biasa digunakan untuk memperkaya tekstur makanan atau memberikan lapisan pada makanan yang digoreng atau dipanggang (Tata Boga/Jepang) (5) |
| PANTI | Rumah; tempat (kediaman) (5) |
| PANTO | Garis-garis pada kayu; belak (Minangkabau) (5) |
| PANUS | Penyangga dian (lilin) (5) |
| PAPAH | Pelepah (nyiur, pisang, dan sebagainya) (Jawa); bapak; memapah; menolong orang berjalan dengan menyangga tangan orang itu (5) |
| PAPAK | Papar; tidak lancip; rata; tidak merunjung (tentang atap dan sebagainya); minuman keras; tuak; sistem taruhan dalam aduan ketika kedua lawan dinilai seimbang, yang kalah membayar sama besar dengan nilai taruhan (Sunda); memapak; menyambut kedatangan orang; menyongsong (5) |
| PAPAN | Kayu (besi, batu, dan sebagainya) yang lebar dan tipis; tempat tinggal; rumah (5) |
| PAPAR | Papak (tidak lancip); rata (tentang gigi); pesek; tidak mancung (tentang hidung); bagian belakang atau punggung (tentang pisau, pedang, dan sebagainya); memapar; menjadikan rata; memepat; menguraikan dengan panjang lebar; membentangkan; mencari orang untuk dijadikan kelasi (prajurit) (5) |
| PAPAS | Jumpa; memapas; melucuti atau menanggalkan (pakaian, kemah, kajang, gambar-gambar di dinding, dan sebagainya); mengambili misalnya untuk dibawa pergi; menyerobot; menyongsong; menentang (arah angin, arus air) (5) |
| PAPUA | Pulau yang terletak di bagian timur Indonesia, berbatasan dengan Papua Nugini; provinsi yang terletak di Pulau Papua, beribu kota Jayapura; provinsi yang menjadi Juara Umum Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2021; pulau terbesar dan paling timur di Indonesia, terdiri atas lima provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan (5) |
| PAPUI | Jenis ramalan menurut orang Cina (5) |
| PAPUS | Kelopak berbentuk bulu kumis atau sisik yang terdapat pada bunga famili Compositae, misalnya bunga matahari, bunga aster (Biologi) (5) |
| PARAF | Kependekan tanda tangan (5) |
| PARAH | Berat (tentang luka); payah (tentang penyakit); dalam keadaan kesulitan yang sangat; sukar diatasi (5) |
| PARAK | Perpisahan; beda; kebun; ladang (Minangkabau); hampir; dekat; antara; sela-sela antara tempat duduk perempuan dan laki-laki; hukuman adat berupa pengasingan diri (Gayo) (5) |
| PARAM | Obat pelumur seperti bedak basah yang dilumurkan pada bagian tubuh untuk menghilangkan rasa pegal (ketegangan urat) atau terkilir (5) |
| PARAN | Arah; tujuan (Jawa); balok bubungan (rumah) (Minangkabau) (5) |
| PARAP | Pukulan yang dilontarkan hanya ke bagian depan, gunanya sebagai pembuka serangan, pengganggu, atau sebagai pengukur jarak pukul dengan lawan dalam olahraga tinju (5) |
| PARAS | Rupa muka; wajah; sejajar dengan permukaan; sama rata; rata; batu atau lapisan tanah keras yang berupa pasir padat; batu paras (5) |
| PARAU | Serak; garau (tentang suara) (5) |
| PAREO | Sarung atau secarik kain bercorak bunga-bungaan dengan warna-warni mencolok, dililitkan di tubuh bagian bawah, berasal dari kepulauan Polinesia, sangat populer sebagai busana pantai (Tata Busana) (5) |
| PARFE | Kustar yang berisi krim kocok dan sirup beku yang dibuat tanpa diaduk (Tata Boga) (5) |
| PARGA | Daerah yang tertutup kapur (Geografi dan Geologi) (5) |
| PARIA | Golongan masyarakat yang terendah atau hina dina (dalam masyarakat Hindu) yang tidak mempunyai kelas (kasta) (5) |
| PARIH | Memarih; menjatuhkan dadu (ketika bermain atau mengundi); membuang (dadu); membagi-bagikan (kartu permainan dalam judi dan sebagainya); mengundi; meramal dengan kartu (5) |
| PARIS | Ibu kota Prancis; salah satu dari ”Empat Besar” Kota Mode Dunia; cita setengah sutra; danau yang terketak di Aceh Singkil, Provinsi Aceh (5) |
| PARIT | Lubang panjang di tanah tempat aliran air; selokan; lubang panjang tempat berlindung (dalam peperangan); selokan besar sekeliling benteng (kota); lombong (dalam tambang); alur; lekuk yang memanjang (pada kayu, papan, dan sebagainya); ranjau darat; terusan (sekeliling benteng) (5) |
| PARKA | Jaket pendaki gunung yang berkancing di depan dan menutupi paha, dilengkapi dengan penutup kepala, lengan jaket di pergelangan dan di bagian pinggang dilengkapi dengan tali pengikat, gunanya untuk menahan angin dan air (hujan) (Olahraga); baju luar terbuat dari bulu sebagai penahan dingin atau angin (5) |
| PARLA | Kota di Spanyol (5) |
| PARMA | Kota di Italia dan Amerika Serikat (5) |
| PARNO | Paranoid (kependekan) (5) |
| PARON | Landasan tempat menempa besi, biasanya juga dibuat dari besi; separuh bagian (Jawa) (5) |
| PARSE | Bibit kelapa yang pinak daun majemuknya sudah menyirip (Madura) (5) |
| PARSI | Komunitas atau pengikut Zoroaster, terutama berlokasi di India dan Pakistan (5) |
| PARUH | Moncong atau mulut (burung, ayam, itik); cotok; perdua; memaruh; mencotok (mematuk) dengan paruh; membagi dua (5) |
| PARUN | Memarun; membakar barang-barang yang tidak berguna lagi, seperti sampah dan daun-daun kering (5) |
| PARUT | Alat untuk mengukur kelapa, keju, wortel, dan sebagainya dibuat dari papan, logam, dan sebagainya berpaku kawat banyak; kukur; bekas luka pada kulit (karena tergores dan sebagainya); barut; memarut; mengukur kelapa dan sebagainya dengan parut (5) |
| PARWA | Bagian dari buku kesusastraan Jawa Kuno, misalnya Adiparwa dan Wirataparwa merupakan bagian dari buku Mahabharata (5) |
| PARYS | Kota di Afrika Selatan (5) |
| PASAI | Jemu; bosan; jenuh (5) |
| PASAK | Paku yang dibuat dari kayu, bambu, dan sebagainya; poros kecil pada roda arloji dan sebagainya; potongan kecil logam yang disisipkan pada alur yang terlipat di antara roda dengan sumbunya agar roda tersebut tidak berputar terhadap sumbu tersebut (Teknik); sepotong besi atau kayu tidak berkepala untuk menyatukan dua bagian besi, kayu, atau bagian mesin (roda) (Teknik) (5) |
| PASAL | Bagian dari bab; artikel (dalam undang-undang); hal; perkara; pokok pembicaraan (perselisihan dan sebagainya); sebab; lantaran (5) |
| PASAN | Kelompok suku bangsa Minahasa yang mendiami daerah bagian Tenggara Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara; Pasan; Ratahan; Bentenan (5) |
| PASAR | Tempat orang berjual beli; pekan; kekuatan penawaran dan permintaan, tempat penjual yang ingin menukar barang atau jasa dengan uang, dan pembeli yang ingin menukar uang dengan barang atau jasa (Ekonomi dan Keuangan); dipakai dalam pergaulan sehari-hari (tentang bahasa yang kurang baik tata bahasanya, pilihan katanya, dan sebagainya) (Linguistik); licin (mati rumputnya tentang jalan yang kerap kali dilalui) (Minangkabau); jangka waktu menurut budaya Jawa, jumlahnya lima hari (5) |
| PASAT | Angin yang berembus di antara garis balik utara dan garis balik selatan yang tetap alirannya (dari sebelah selatan atau utara ke khatulistiwa lalu kembali) (5) |
| PASAY | Kota di Filipina (5) |
| PASCA | Bentuk terikat sesudah (5) |
| PASCO | Kota di Amerika Serikat (5) |
| PASER | Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur; suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Pasir, Provinsi Kalimantan Timur; suku di Provinsi Kalimantan Timur; alat untuk membuat lingkaran; jangka (5) |
| PASIF | Bersifat menerima saja; tidak giat; tidak aktif; kurang atau lebih kecil daripada pengeluaran (tentang penerimaan, pemasukan uang, dan sebagainya) (Ekonomi dan Keuangan); (jenis kalimat) yang menunjukkan bahwa subjek adalah tujuan dari perbuatan (Linguistik); dapat memahami bacaan, pembicaraan, dan sebagainya, tetapi tidak dapat mengemukakan kembali, baik lisan maupun tulis (tentang penguasaan bahasa) (Linguistik) (5) |
| PASIM | Tersebar di sana sini, terdapat di beberapa halaman dalam satu karangan atau buku (5) |
| PASIR | Butir-butir batu yang halus; kersik halus; lapisan tanah atau timbunan kersik halus; berbutir-butir sebagai pasir; laut (5) |
| PASIT | Melengket (tentang pelupuk mata) (5) |
| PASOK | Pembayaran, misalnya pajak kepada; pengadaan persediaan; perbekalan; suplai (5) |
| PASTA | Zat perekat yang lengket; bahan farmasi berupa salep (bubur) setengah padat, pada umumnya dibungkus dalam kemasan tabung pipih, mengandung antiseptik untuk obat luar; bahan beracun untuk membasmi kutu atau tikus; bahan makanan yang dibuat dari terigu dicampur air dan telur, bentuknya bermacam-macam, ada yang pipih panjang seperti lembaran dan ada yang bulat panjang seperti pipa; produk makanan halus yang dibuat melalui penggilingan atau penguapan (5) |
| PASTI | Sudah tetap; tidak boleh tidak; tentu; mesti (5) |
| PASTO | Bahasa yang dituturkan di Afganistan; kota di Kolumbia (5) |
| PASUK | Memasuk; mengelompok; mengumpul (5) |
| PATAH | Putus tentang barang yang keras atau kaku (biasanya tidak sampai bercerai atau lepas sama sekali); terhenti, tidak dapat berlanjut lagi (kiasan); penggolong bilangan kata (5) |
| PATAL | Pabrik pemintalan (akronim) (5) |
| PATAM | Hiasan (dari pasmen, kain, emas, dan sebagainya) yang dipasang pada tepi pakaian; perhiasan yang dipakai di dahi pengantin (5) |
| PATAN | Kota di Nepal dan India (5) |
| PATAR | Alat kikir besar dan kasar (untuk melicinkan kayu dan sebagainya) (5) |
| PATAS | Cepat dan terbatas (akronim) (5) |
| PATAT | Pohon yang daunnya utk membungkus laksa pada upacara ngalaksa (Sunda) (5) |
| PATEK | Frambusia; pelapis gigi atau gigi palsu yang terbuat dari emas atau perak (Madura); penahan mangkuk kejai, dibuat dari kayu atau bambu (Jawa); potongan kayu kecil sebagai penahan picu joran jerat atau kail, jika mengenai ikan atau hewan joran akan terlontar (Dayak); penyakit tanaman yang menyerang buah cabai akibat jamur (Colletrichum capsici) (Botani) (5) |
| PATEN | Hak yang diberikan pemerintah kepada seseorang atas suatu penemuan untuk digunakan sendiri dan melindunginya dari peniruan (pembajakan) (5) |
| PATER | Sebutan (sapaan) untuk pastor (Agama Katolik); pastor (Agama Katolik) (5) |
| PATET | Sistem dalam permainan gamelan yang menentukan tingkat nada dan tanggapan pendengar (Musik/Jawa) (5) |
| PATIH | Menurut (mendengarkan) perintah; patuh; wazir; bendahara; mangkubumi; wakil bupati; sebutan orang besar berarti tuan (5) |
| PATIK | Budak belian; hamba tebusan (5) |
| PATIL | Rimbas (beliung) kecil; duri sirip dada yang tajam dan berbisa (pada sebagian kelompok ikan bersungut) (5) |
| PATIN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 90 cm, tubuhnya memanjang, tidak bersisik dan berkulit halus, bersungut pendek, sirip lemak kecil, kepala agak meruncing, warnanya keperakan, tersebar di Asia; pangasius; sius (Pangasius nasutus) (5) |
| PATIO | Serambi terbuka di belakang rumah; taman terbuka di dalam rumah (5) |
| PATKA | Jimat berupa lembaran kertas merang yang ditulisi aksara Cina sebagai penangkal segala unsur roh jahat (5) |
| PATNA | Kota di India (5) |
| PATNI | Istri (Sanskerta) (5) |
| PATOK | Ukuran untuk luas tanah persawahan (kurang lebih 2.300 m2); pancang; tonggak (5) |
| PATOS | Kota di Brasil dan Albania (5) |
| PATRA | Kota di Yunani (5) |
| PATRI | Solder (timah yang diluluhkan dengan batang logam yang dipanaskan, lalu dibubuhkan pada sambungan, untuk melekatkan, menyambung, menambal, dan sebagainya); tempa; teguh; tetap (kiasan) (5) |
| PATUH | Suka menurut (perintah dan sebagainya); taat (pada perintah, aturan, dan sebagainya); berdisiplin (5) |
| PATUK | Catuk; cotok; pagut (dengan paruh); alat kelamin laki-laki; zakar (Minangkabau) (5) |
| PATUT | Baik; layak; pantas; senonoh; sesuai benar (dengan); sepadan (dengan); seimbang (dengan); masuk akal; wajar; sudah seharusnya (sepantasnya, selayaknya); tentu saja; sebenarnya; kelulu (5) |
| PAUHI | Kerang laut; tiram (Ostrea cucullota) (5) |
| PAUNG | Roti kering (Minangkabau) (5) |
| PAUSE | Istirahat; jeda (5) |
| PAVIA | Kota di Italia (5) |
| PAWAI | Iring-iringan orang, mobil, kendaraan, dan sebagainya; perarakan; arak-arakan; alat-alat kerajaan (5) |
| PAWAK | Patung sebagai kenang-kenangan (5) |
| PAYAH | Lelah; penat; sukar; susah; dalam kesulitan (kesukaran, bahaya, dan sebagainya); sangat atau berat (tentang sakit); usah (5) |
| PAYAR | Pair; perahu peronda; kapal penjelajah (5) |
| PAYAU | Agak asin karena tercampur air laut (tentang air tawar, biasanya di muara) (5) |
| PAYET | Hiasan berkilap, berbentuk bulat kecil yang dilekatkan pada baju, sepatu, topi, dan sebagainya (5) |
| PAYON | Atap rumah (Jawa) (5) |
| PBFSI | Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia (5) |
| PBVSI | Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (5) |
| PEAHI | Alat meniup api dari pelepah sagu (Tolaki) (5) |
| PEANG | Bentuk kepala yang jendol ke belakang (5) |
| PECAH | Terbelah menjadi beberapa bagian; retak atau rekah (tentang kulit, tanah, dan sebagainya); rusak atau belah kulitnya (dindingnya) hingga isinya keluar (tentang telur, ban, bisul, dan sebagainya); menjadi cair atau bergumpal-gumpal (tentang air susu, santan, dan sebagainya); bercerai-cerai (tidak bersatu atau tidak kompak lagi); hilang (tentang kepercayaan); tersiar (tentang kabar, rahasia); mulai (tentang perang, kerusuhan, dan sebagainya); kalah (tentang perang); sember (tentang bunyi suara); bubar; usai; terkalahkan (tentang lawan); tercipta (tentang rekor baru) (5) |
| PECAI | Sayuran berdaun membundar atau membundar telur berpinggir, tidak membonggol dengan tangkai melebar tidak bersayap, berwarna putih, putih kehijauan, atau hijau; pakcoi; sawi putih (Brassica rapa var. Chinensis) (5) |
| PECAK | Pesuk; pipih; buta (sebelah mata) yang bola matanya rusak sama sekali (5) |
| PECAL | Memecal; memijit (dengan jari atau tangan); mengurut (5) |
| PECAT | Memecat; melepaskan (dari jabatan); memberhentikan (dari keanggotaan perkumpulan dan sebagainya); mengeluarkan (dari sekolah dan sebagainya); membebaskan dari pekerjaan (jabatan dan sebagainya untuk sementara waktu); mengabaikan; tidak mengindahkan (5) |
| PECEL | Makanan yang terdiri atas sayuran rebus, seperti kacang panjang, bayam, taoge yang disiram dengan kuah sambal kacang dan sebagainya (5) |
| PECUK | Burung pemakan ikan yang pandai berenang, bentuk tubuh, paruh, dan kakinya mirip belibis, kakinya dilengkapi dengan selaput yang membentang di antara jari-jari kaki yang berguna untuk berenang (Phalacrocoracidae) (5) |
| PECUN | Hari raya Cina yang dirayakan dengan bersampan-sampan di sungai dan sebagainya (5) |
| PECUT | Cambuk (5) |
| PEDAK | Binatang berbisa (5) |
| PEDAL | Pijak-pijak pada sepeda, piano, mesin jahit, dan sebagainya (5) |
| PEDAR | Getir; tengik (tentang rasa dan bau); kesal hati (kiasan) (5) |
| PEDAS | Rasa seperti rasa cabai (merica dan sebagainya); terasa seperti cabai atau merica; tajam atau keras (tentang kritik dan sebagainya); menyakitkan hati (tentang perkataan dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| PEDEK | Sambal tradisional yang terbuat dari ikan teri yang telah difermentasi dan dicampur garam dan asam kandis, biasa ditemukan di Natuna (Melayu Riau) (5) |
| PEDEL | Orang yang bertugas mengatur upacara di perguruan tinggi (pada upacara promosi gelar doktor dan sebagainya) (5) |
| PEDET | Anak sapi (Jawa) (5) |
| PEDIA | Pendidikan; pembelajaran (Yunani) (5) |
| PEDIH | Berasa sakit; perih (5) |
| PEDIS | Menimbulkan rasa sakit karena gesekan; pedih (5) |
| PEDOK | Lapangan tertutup (dipagar) tempat mengumpulkan ternak, biasanya di sekitar tempat-tempat pacuan kuda (5) |
| PEDUT | Kabut (Jawa) (5) |
| PEGAL | Berasa kaku (tentang tulang sendi dan sebagainya); kesal; jengkel (tentang hati) (kiasan) (5) |
| PEGAN | Terpegan; tegak terdiam; pegun (tercengang dan sebagainya) (5) |
| PEGAR | Kuau kecil (Lophuraignita rufa) (5) |
| PEGAS | Per (bilah baja tipis yang dapat melenting); rotan dan sebagainya untuk memukul (kasur dan sebagainya) (Minangkabau) (5) |
| PEGAT | Putus; tahan; hadang (5) |
| PEGOH | Lokan yang menghasilkan mutiara (5) |
| PEGON | Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa (Jawa); tulisan Arab yang tidak diberi tanda-tanda bunyi (diakritik); tulisan Arab gundul (Jawa); versi sampan kelelaan yang diberi kokop dan diperbesar menjadi perahu bercantek yang mampu mengangkut hingga 100 ton muatan (Madura); pakaian adat laki-laki suku Sasak, berupa jas dan berwarna gelap; godek nongkek (5) |
| PEGUN | Diam; keadaan besaran yang tidak berubah dengan waktu dan gelombang yang tidak merambat (Fisika) (5) |
| PEJAL | Padat keras; tidak geronggang (5) |
| PEJAM | Tertutup (tentang mata); tidak terbuka; picing; kercing; kerepas (5) |
| PEKAK | Kurang baik pendengaran (karena kerap kali mendengar suara keras dan sebagainya); agak tuli; tidak dapat berbunyi mendencing atau nyaring (tentang uang perak, gamelan, dan sebagainya); bengap; bunga lawang (5) |
| PEKAL | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu (5) |
| PEKAN | Pasar; minggu (7 hari); pertemuan atau acara yang dibuat untuk memperlombakan sesuatu (tentang olahraga, seni, dan sebagainya) (5) |
| PEKAS | Pemegang kas (akronim) (5) |
| PEKAT | Likat atau kental (tidak encer tentang barang cair); keras (tentang kopi dan sebagainya); tidak jernih (tentang air); mufakat (5) |
| PEKAU | Memekau; menjerit; memekik (5) |
| PEKEK | Wadah berbentuk bulat yang terbuat dari anyaman daun rumbia atau pandan (Melayu Riau) (5) |
| PEKIK | Teriakan; jeritan; sorak atau teriakan (sebagai semboyan dan sebagainya) (5) |
| PEKIS | Memekis; mengeluarkan perkataan yang pedas (menghinakan, menistakan, menantang, dan sebagainya) (5) |
| PEKSI | Burung (5) |
| PEKUK | Mencong atau bengkok ke luar (tentang tangan, kaki); bengkok; memekuk; menetak; memakuk (Minangkabau) (5) |
| PELAH | Kurang sempurna mengucapkan kata-kata terutama bunyi [r]; pelat (5) |
| PELAK | Hantu jahat (dipakai juga untuk memaki); pilak; salah; keliru; luput; berasa panas; gerah; palak (5) |
| PELAN | Tanah lapang; lapangan (bola dan sebagainya) (Melayu Jakarta); bergerak dan sebagainya dengan perlahan-lahan; lambat (5) |
| PELAS | Masakan yang dibuat dari parutan kelapa yang dibumbui, dicampur dengan udang, teri, dan sebagainya, dibungkus dengan daun pisang kemudian dikukus; botok (Jawa) (5) |
| PELAT | Kurang sempurna mengucapkan kata-kata (seperti raja diucapkan laja); telor; piringan hitam (piringan gramofon); logam yang pipih (tipis) (5) |
| PELDA | Pembantu letnan dua (akronim) (5) |
| PELEH | Memisah (dua orang yang sedang berkelahi) (5) |
| PELEK | Lingkar (bingkai) roda, tempat meletakkan (memasangkan) ban; gading-gading roda (5) |
| PELES | Tempat kue, permen, dan sebagainya dari kaca atau plastik bertutup; botol; stoples (5) |
| PELET | Belang-belang pada kayu; getah untuk menangkap burung (Jawa); minyak (dari ikan duyung) untuk memikat hati orang (Jawa); kata-kata manis untuk mengambil hati dan sebagainya; bujukan (Jawa); pesona; pikat (karena kagum akan sesuatu) (Jawa) (5) |
| PELIK | Jarang ada; aneh; tidak biasa; amat indah; sangat rumit; sulit; kerabu; subang kecil (5) |
| PELIR | Kemaluan laki-laki; zakar (5) |
| PELIT | Kikir; lokek (5) |
| PELNI | Pelayaran Nasional Indonesia (perusahaan pelayaran nasional yang menyediakan jasa transportasi laut, meliputi jasa angkutan penumpang, dan muatan barang antarpulau) (akronim) (5) |
| PELOG | Jenis tangga nada dalam karawitan Jawa, Sunda, dan Bali yang memberi kesan tenang dan luhur (tiap oktaf terdiri atas lima, enam, atau tujuh nada yang jaraknya tidak sama) (Musik) (5) |
| PELOH | Lemah zakar; impoten (5) |
| PELOK | Biji buah mangga (Jawa) (5) |
| PELOR | Peluru; timah panas (5) |
| PELTI | Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (akronim) (5) |
| PELTU | Pembantu letnan satu (akronim) (5) |
| PELUH | Air yang keluar dari lubang pada kulit (pori); keringat (5) |
| PELUK | Dekap (pada leher, tubuh, dan sebagainya); depa (untuk ukuran besar); wadah dibuat dari bambu, dan sebagainya berbentuk bulat memanjang digunakan untuk menampung belalang tangkapan (Gayo) (5) |
| PELUS | Mua raksasa pada umumnya hidup di laut dan memakan ikan lain yang lebih kecil, termasuk keluarga Muraenesa (5) |
| PEMBA | Kota di Mozambik (5) |
| PEMDA | Pemerintah daerah (akronim) (5) |
| PEMEO | Ejekan (olok-olok, sindiran) yang menjadi buah mulut orang; perkataan yang lucu (untuk menyindir dan sebagainya) (5) |
| PEMUE | Hipnosis untuk binatang (terutama binatang buas, seperti harimau) (Gayo) (5) |
| PENAD | Relevan (5) |
| PENAI | Periuk tanah besar bermulut lebar, dipakai untuk memindang ikan (Madura) (5) |
| PENAK | Terasa enak (Jawa) (5) |
| PENAT | Merasa letih (sehabis bekerja keras dan sebagainya) (5) |
| PENCU | Bagian yang menonjol di tengah-tengah permukaan gong atau alat gamelan yang sejenis (5) |
| PENDA | Memenda; memperbaiki; membetulkan (kesalahan dan sebagainya); mengoreksi (5) |
| PENES | Kapal kecil; kapal pinisi khas Banjar (5) |
| PENIS | Kemaluan laki-laki; zakar (5) |
| PENSI | Pentas seni (akronim); lokan kecil yang hidup di danau-danau dan dagingnya dapat dimakan (Minangkabau) (5) |
| PENTA | Bentuk terikat lima (5) |
| PENUH | Sudah berisi seluruhnya (tidak ada yang terluang lagi); banyak memuat; banyak sekali; tidak kurang dari jumlah yang seharusnya (kiasan); lengkap; sempurna (kiasan) (5) |
| PENYU | Kura-kura yang hidup di laut, apabila ingin bertelur, naik ke darat dan menyimpan telurnya dalam pasir, kulitnya yang keras biasanya dibuat sisir, tusuk sanggul, dan sebagainya (5) |
| PENZA | Kota di Rusia (5) |
| PEPAH | Perkakas untuk memukul (seperti tongkat, galah) (5) |
| PEPAK | Lengkap (dari bermacam jenis); sangat lengkap (Jawa); memepak; mengunyah makanan yang kering, seperti kerupuk (5) |
| PEPAS | Kail; mata kail (5) |
| PEPAT | Rata (karena dikerat, dipangkas, didabung tentang gigi, dipenggal puncaknya, dan sebagainya); penuh; genap; tidak kurang sedikit pun (5) |
| PEPEK | Taruh luar (tentang main dobolo dan sebagainya); taruhan antara dua orang (pemain dan penonton) di luar taruhan kepada bandar; kemaluan perempuan; licin seperti silinder; penganan, dibuat dari pipilan biji jagung muda yang dipecahkan, diberi gula dan parutan kelapa (Madura) (5) |
| PEPER | Membersihkan sisa tahi (kotoran) pada dubur dengan daun atau barang tipis yang lembut; memeper; menyimpang dari arahnya (tentang perahu, kapal); hanyut dibawa arus (kapal, perahu) dengan rusuknya ke muka (5) |
| PEPES | Lauk yang biasanya dibuat dari ikan, ayam, tahu, dan sebagainya yang dirempahi dan dibungkus dengan daun pisang, kemudian dikukus atau dipanggang; pais (5) |
| PEPET | Tanda “^” untuk menyatakan bunyi /ə/ dalam kata seperti segar, lekas (Linguistik); buntu; tertutup (Jawa); hilang akal; tidak bisa mencari jalan lain (kiasan/Jawa); memepet; mendesak; mengimpit; mendesak (ke sudut atau pinggir); merapat (5) |
| PERAH | Memerah; menjadi merah; memeras (memijit) supaya keluar airnya (5) |
| PERAI | Kota di Malaysia (5) |
| PERAK | Unsur kimia logam transisi berwarna putih (dalam keadaan murni) yang lunak dan lentuk sehingga mudah ditempa dengan nomor atom 47, massa atom 107,8682 u; argentum (5) |
| PERAM | Memeram; menyimpan buah-buahan (dengan membungkusnya dan sebagainya) supaya lekas masak; menyimpan (rahasia, perasaan, dan sebagainya); menyembunyikan; menyuruh tinggal di rumah saja; menyekap; memingit; mendekut (tentang burung merpati); berperam; tetap tinggal di rumah; tidak keluar-keluar (dari rumah, sarang, dan sebagainya) (5) |
| PERAN | Pemain sandiwara (film); tukang lawak pada permainan makyong; perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat; balok yang menghubungkan tiang-tiang rumah di sebelah atas, tempat kasau-kasau bertumpu (5) |
| PERAP | Memerap; mengepak-ngepakkan sayap; menggelepar (tentang ayam, burung, dan sebagainya) (5) |
| PERAS | Memeras; licin; rata; paras; sesajian dari pertunjukan tari seblang, berupa anyaman daun kelapa atau bambu, berisi kelapa yang dikupas sampai batoknya, dihiasi dengan benang lawe dan gula jawa (5) |
| PERAT | Tengik (seperti bau minyak kelapa yang sudah lama disimpan); masam (seperti rasa cuka); kelat; sepat (seperti rasa pinang) (5) |
| PERCA | Sobekan (potongan) kecil kain sisa dari jahitan dan sebagainya; reja kain; carik kain; karet (5) |
| PERDA | Peraturan daerah (akronim) (5) |
| PERDU | Tumbuhan atau tanaman berkayu, berbatang banyak dan mengarah ke atas, berukuran lebih kecil dari pohon, tumbuh rendah dekat dengan permukaan tanah, seperti kembang bokor dan angsoka; rumpun (bambu dan sebagainya) (Botani) (5) |
| PEREI | Bawang yang daunnya panjang-panjang, dapat dimasak (Allium fistulosum) (5) |
| PERES | Penuh sekali hingga rata dengan tepinya (bibirnya); kancap (5) |
| PERGI | Berjalan (bergerak) maju; meninggalkan (suatu tempat); berangkat (5) |
| PERIA | Tumbuhan menjalar, bunganya kecil-kecil berwarna kuning hampir serupa dengan bunga mentimun, buahnya seperti mentimun mempunyai permukaan kulit yang tidak licin, berbintil-bintil kecil, agak pahit rasanya, daunnya berwarna hijau dan bergerigi, bermanfaat untuk menyembuhkan sakit encok; pepare; pare (Momordica charantia); (5) |
| PERIH | Berasa sakit; pedih (5) |
| PERIN | Selaput terluar spora beberapa paku-pakuan yang mempunyai konfigurasi berbeda dengan eksinnya; perispora (Botani) (5) |
| PERIO | Periodontik (kependekan) (5) |
| PERIT | Perih; pedih; burung kecil, paling panjang 12 cm, hidup berkelompok di pohon rendah dan semak dekat sawah, berbulu merah kecokelat-cokelatan, dengan bulu leher hitam, pemakan biji-bijian, kadang-kadang makan serangga (Uroloncha leucogastroides) (5) |
| PERLE | Mutiara (Jerman) (5) |
| PERLI | Sindiran; ejekan; goda; rayu (5) |
| PERLU | Harus; usah; penting (ada gunanya, harus ada, dan sebagainya); butuh (akan); membutuhkan; berhajat (akan); untuk (5) |
| PERMA | Peraturan Mahkamah Agung (akronim) (5) |
| PEROI | Lunak dan rapuh; mudah pecah-pecah (5) |
| PERON | Pelataran (halaman) pada stasiun kereta api, tempat penumpang menunggu atau turun naik kereta (5) |
| PEROT | Pencong (tentang mulut) (Jawa) (5) |
| PERPU | Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang yang dibentuk dalam kegentingan yang memaksa) (akronim) (5) |
| PERSE | Itu sendiri; secara intrinsik (ungkapan/Latin) (5) |
| PERTH | Ibu kota negara bagian Australia Barat, Australia (5) |
| PERUK | Benam (5) |
| PERUM | Batu penduga untuk mengetahui dalamnya laut dan sebagainya (Pelayaran); perusahaan umum (akronim) (5) |
| PERUN | Timbunan daun (kayu dan sebagainya) yang akan dibakar (5) |
| PERUS | Bengis; tidak ramah; kasar (5) |
| PERUT | Bagian tubuh di bawah rongga dada; alat pencernaan makanan di dalam rongga, di bawah rongga dada (terutama yang berupa kantung tempat mencernakan makanan dan usus); makanan (rezeki, nafkah); bagian yang terdapat di tengah atau di dalam suatu benda; kandungan (rahim) (kiasan); barang apa yang rupanya atau bentuknya menyerupai perut 1 atau 2 (kiasan); gulungan kecil (5) |
| PESAI | Cerai (5) |
| PESAK | Secarik kain yang bentuknya seperti baji yang dijahitkan pada selangkangan celana atau depan celana (tempat kancing) atau di bawah ketiak baju (5) |
| PESAM | Hangat (tentang air) (5) |
| PESAN | Perintah, nasihat, permintaan, amanat yang disampaikan lewat orang lain; perkataan (nasihat, wasiat) yang terakhir (dari orang yang akan meninggal dunia); pesanan; lipan yang sangat berbisa (5) |
| PESAT | Cepat sekali; maju (berkembang) dengan cepat (5) |
| PESEK | Penyek; pipih (tentang hidung) (5) |
| PESER | Uang tembaga yang bernilai setengah sen zaman Belanda; rimis (5) |
| PESKI | Orang yang gemar (pandai) bermain ski; pemain ski (5) |
| PESTA | Perjamuan makan minum (bersuka ria dan sebagainya); perayaan (5) |
| PESTO | Saus yang terbuat dari daun basil, bawang putih, keju parmesan, dan sebagainya, biasanya digunakan untuk sajian pasta (Tata Boga) (5) |
| PESUK | Lubang; lekuk (pada topi dan sebagainya) (5) |
| PESUT | Ikan lumba-lumba air tawar yang banyak terdapat di Sungai Mahakam, Kalimantan; jenis lumba-lumba bermoncong pendek, dahi bulat, warna kelabu kebiru-biruan pada badan sebelah atas, pada badan bagian sebelah bawah berwarna lebih muda (Orcaella brevirostris) (5) |
| PETAH | Baik dan lancar bertutur kata; fasih berbicara; pandai bercakap-cakap (mengucapkan kata asing dan sebagainya) (5) |
| PETAI | Pohon tinggi rindang, buahnya berbentuk bilah pedang yang panjangnya 30 cm, tiap bilah berisikan 10–18 biji yang tersusun pada sepanjang bilah itu, berbau kurang sedap, dimakan sebagai sayur atau lalap (Parkia speciosa); biji petai (berbentuk polong, berwarna hijau, berkulit ari kuning); buah petai (5) |
| PETAK | Bagian ruang yang bersekat; kotak; bilik kamar; kamar kecil; piring (sebidang sawah yang dibatasi oleh pematang); bedeng (persemaian yang akan ditanami); belang pada kepala (Jawa); belang putih pada dahi kuda (Jawa) (5) |
| PETAL | Daun mahkota (Botani); tekan (Jawa) (5) |
| PETAM | Penutup atau pembalut dahi mempelai; patam (5) |
| PETAN | Bantak (5) |
| PETAS | Nilem yang mempunyai satu sampai tiga tubus keras pada moncongnya dan sebuah garis warna hitam memanjang dari tutup insang sampai awal sirip ekor, tersebar di Asia Tenggara; petan (Osteochilus microcephalus) (5) |
| PETEK | Ikan laut yang berbadan amat pipih, bersisik kecil-kecil berkilat, berahang yang dapat menjulur untuk mengisap makanan (Leiognathus nuchalis) (5) |
| PETEL | Kapak kecil (5) |
| PETES | Lancar bercakap-cakap (terutama pada anak-anak) (Minangkabau) (5) |
| PETIA | Memetia; memperhatikan (5) |
| PETIK | Memetik; mengambil dengan mematahkan tangkainya (bunga, buah, dan sebagainya); mengambil; mengutip (sebagian) dari karangan dan sebagainya; menukil; membunyikan kecapi, gitar, dan sebagainya dengan menggamit senar atau dawainya; memijitkan dan menggesekkan ibu jari dengan jari lainnya hingga berbunyi; menarik picu (senjata api) dengan jari; menarik tali busur dengan jari; mengisap (rokok, cerutu) dengan cara menjepit dengan jari; memilin kumis dengan dua jari; menekan tombol lampu listrik dan sebagainya (5) |
| PETIR | Kilatan listrik di udara disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan yang bermuatan listrik positif (+) dan negatif (–); petus (5) |
| PETIS | Makanan yang dibuat dari udang segar yang ditumbuk halus, direbus dengan air abu merang dan dibumbui, berwarna hitam, kental, dan berbau tajam (5) |
| PETIT | Kecil, sedikit, tidak penting (Prancis) (5) |
| PETOK | Arit kecil untuk menyiangi rumput di tanah kering (Madura); kotek (5) |
| PETOR | Pengawas atau asisten residen; sekeber (5) |
| PETRA | Boneka dibuat sebagai simbolisasi orang yang sudah meninggal (5) |
| PETUK | Surat keterangan pemerintah yang menunjukkan jumlah milik seseorang untuk menentukan pajak; alat gamelan jenis ketuk (dalam gamelan Jawa), dimainkan secara berpasangan (Musik) (5) |
| PETUS | Kilatan listrik di udara disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan yang bermuatan listrik positif (+) dan negatif (–); petir (5) |
| PETUT | Lumpuh (5) |
| PEUJI | Orang yang diuji (5) |
| PEWAT | Perbedaan (5) |
| PEYEK | Rempeyek (5) |
| PEYOT | Peok; peot (5) |
| PHARR | Kota di Amerika Serikat (5) |
| PHOTO | Foto (Inggris) (5) |
| PIALA | Cawan berkaki dibuat dari emas, perak, dan sebagainya dipakai sebagai tempat minum raja-raja dan orang-orang besar; cawan berkaki, kadang-kadang bertelinga, biasanya diberi tulisan, sebagai tanda peringatan, dibuat dari emas, perak, dan sebagainya, dipakai sebagai hadiah para pemenang perlombaan (5) |
| PIAMA | Pakaian, biasanya terdiri atas dua potong, longgar, dan digunakan di rumah atau untuk tidur (5) |
| PIANG | Penganan yang dibuat dari ketan (5) |
| PIANO | Ananda Sukarlan dan Joey Alexander adalah maestro alat musik ini; alat musik berdawai baja, dibunyikan dengan memukulkan palu-paluan pada dawai itu, dan dimainkan dengan menekan tutsnya (Musik); istilah musik yang berarti lembut (tentang lagu yang harus dimainkan dengan lembut) (Musik) (5) |
| PIARA | Pelihara (5) |
| PIATU | Orang yang tidak beribu-bapak; orang yang tidak bersanak saudara; seorang diri (5) |
| PICIK | Tidak luas (tentang pandangan, pengetahuan, pikiran, dan sebagainya); hemat; tidak lebar (luas); sempit (5) |
| PICIS | Uang yang bernilai sepuluh sen; ketip (5) |
| PICIT | Pencet (5) |
| PICOS | Kota di Brasil (5) |
| PIDEM | Berputar cepat sekali sehingga tampak diam tidak bergerak (Alas) (5) |
| PIDIE | Kabupaten di Provinsi Aceh (5) |
| PIEZO | Bentuk terikat tekanan (5) |
| PIGMI | Suku bangsa di kawasan khatulistiwa Afrika, mempunyai tinggi badan di bawah lima kaki (1,5 m), terkenal sebagai pembuat racun panah yang sangat berbahaya (5) |
| PIHAK | Sisi (yang sebelah); bagian; arah; jurusan; satu dari golongan (partai, orang) yang bertentangan atau berlawanan (dalam perang, permainan, politik, perjanjian, dan sebagainya); (pada -) dalam hal; mengenai; orang yang termasuk dalam satu lingkungan dan kepentingan; kalangan; orang; golongan (5) |
| PIJAK | Memijak; menaruh kaki di; menginjak; berpijak; bertumpu (pada); berjejak (di); berdiri (di); berpedoman (pada); berdasar (pada) (5) |
| PIJAR | Percikan nyala merah kekuning-kuningan karena panas atau terbakar; nyala api; percikan logam (besi dan sebagainya) yang menyala ketika ditempa; diulang: damar untuk meluluhkan patri (5) |
| PIJAT | Tekan; pencet; urut; pijit; diulang: kutu busuk; kepinding; bangsat; adi (5) |
| PIJIN | Alat komunikasi sosial dalam kontak yang singkat (misalnya dalam perdagangan) antara orang-orang yang berlainan bahasanya dan tidak merupakan bahasa ibu para pemakainya (5) |
| PIJIT | Urut; pijat (5) |
| PIKAP | Kendaraan bermotor beroda empat, lebih kecil dari truk, memiliki bak bertutup, digunakan untuk mengangkut barang (5) |
| PIKAT | Lalat berukuran besar yang bermata majemuk menonjol, berantena pendek yang terdiri atas tiga segmen, betinanya mengisap darah hewan atau manusia, lebih suka terbang di bawah sinar matahari, dan tidak aktif di malam hari (Tabanidae); memikat; menarik dan membujuk hati (penonton, pembeli, dan sebagainya); memancing (musuh dan sebagainya); menangkap burung dengan burung yang jinak sebagai penarik (5) |
| PIKAU | Jenis puyuh (Excalfactoria chinensis) (5) |
| PIKET | Kelompok atau regu yang melakukan tugas jaga siang atau malam hari (biasanya dalam kesatuan militer, rumah sakit, kantor, dan sebagainya); menjalankan tugas piket (5) |
| PIKIR | Akal budi; ingatan; angan-angan; kata dalam hati; pendapat (pertimbangan); kira (5) |
| PIKOT | Lingkaran kecil yang terbuat dari kain benang pada tepi kain, pita, atau renda (5) |
| PIKUL | Beban yang digandar (dibawa dengan pikulan yang ditaruh di atas bahu); satuan ukuran berat 62,5 kg (5) |
| PIKUN | Kelainan tingkah laku (sering lupa dan sebagainya) yang biasa terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut; linglung; pelupa; tidak berfungsi dengan baik karena sudah lama atau tua (mesin, perkakas, dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| PILAH | Pisah, bagi (5) |
| PILAK | Bangsat; terkutuk (5) |
| PILAR | Tiang penguat (dari batu, beton, dan sebagainya); dasar (yang pokok); induk (kiasan); tiang berbentuk silinder pejal atau berongga untuk menyangga balok geladak atau bagian konstruksi lain di kapal (kiasan/Perkapalan); kota di Argentina (5) |
| PILAS | Ayam sabungan yang berparuh dan berkuku hitam, berbulu kuning dengan bintik-bintik hitam (Minangkabau) (5) |
| PILAU | Perahu (5) |
| PILEG | Pemilihan anggota legislatif (akronim) (5) |
| PILEH | Warna kaki, paruh, dan matanya putih (tentang ayam) (5) |
| PILEK | Sakit (demam) dengan banyak mengeluarkan ingus (biasanya disertai batuk-batuk kecil); selesma (5) |
| PILIH | Memilih; menentukan (mengambil dan sebagainya) sesuatu yang dianggap sesuai dengan kesukaan (selera dan sebagainya); mencari atau memisah-misahkan mana yang baik (besar, kecil, dan sebagainya); menunjuk (orang, calon, dan sebagainya) dengan memberikan suaranya (5) |
| PILIK | Memegang sesuatu dengan ujung jari sambil memperlihatkan keadaannya (tentang kain) (Aceh) (5) |
| PILIN | Pintal; spiral (5) |
| PILIS | Obat tradisional (berwarna agak hitam) yang dipaliskan atau dilekatkan di dahi dan di pelipis (untuk pereda sakit kepala, wanita yang baru melahirkan, dan sebagainya); garis silang di dahi untuk menangkal penyakit (berdasarkan kepercayaan); ragam hias pada topeng Cirebon yang berupa sulur di sisi kanan dan kiri wajah hingga ke rahang; lis yang dipasang untuk menutup balok pada sekeliling atap rumah tradisional Banjar; bagian berukir yang ada pada bumbungan atap rumah betang (Dayak); papan yang dipaku pada ujung kasau di bawah ujung atap (Melayu Riau) (5) |
| PILON | Tidak tahu apa-apa; tidak tahu-menahu; bodoh (Melayu Jakarta) (5) |
| PILOT | Pengemudi pesawat terbang; penerbang; perintis; bersifat sebagai peranti pemandu, sarana penggiat, atau sarana percobaan (5) |
| PILUS | Penganan yang digoreng, dibuat dari tepung beras dan gula, berbentuk bulat panjang; awan tambahan berbentuk tudung, biasanya terdapat di puncak awan kumulus atau kumulonimbus (Meteorologi) (5) |
| PINAK | Keturunan (5) |
| PINAR | Sinar; pendar (5) |
| PINDA | Meminda; memperbaiki; membetulkan (kesalahan dan sebagainya); mengoreksi; mengubah; meniru; mencontoh; meneladan (5) |
| PINES | Paku kecil berbentuk jamur yang dipakai untuk menempelkan kertas dan sebagainya; paku payung (5) |
| PINRU | Pemimpin regu (akronim/Pramuka) (5) |
| PINSA | Pemimpin sangga (akronim/Pramuka) (5) |
| PINSK | Kota di Belarusia (5) |
| PINTA | Permintaan (5) |
| PINTU | Tempat untuk masuk dan keluar; (papan dan sebagainya) penutup (pintu); penggolong benda bagi rumah; palang (pada) jalan; jalan (ke ...); yang menjadi lantaran (untuk mendapat dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| PINUS | Pohon yang biasa ditanam di lereng-lereng gunung, daunnya seperti jarum; eru; kayu tusam (Pinus merkusii) (5) |
| PIONG | Makanan tradisional yang dibuat dari beras dan daging babi, dimasak bersama di dalam tabung bambu (di Toraja) (5) |
| PIPET | Pipa kecil; pembuluh kaca yang ujungnya kecil (untuk mengisap dan memindahkan benda cair); alat untuk mengisap minuman dari botol dan sebagainya (5) |
| PIPIH | Tipis rata; pesek (tentang hidung) (5) |
| PIPIL | Memipil; melepas biji jagung dari tongkolnya (5) |
| PIPIR | Sisi kiri dan kanan luar rumah yang biasanya digunakan untuk menyimpan alat bertani atau kayu bakar (Sunda) (5) |
| PIPIS | Kencing; air kencing; menghaluskan (melumatkan) dengan batu giling dan pipisan (5) |
| PIPIT | Burung kecil; bagian serunai dan sebagainya yang dikulum apabila hendak meniupnya; memipit; mengapit (Jawa) (5) |
| PIPOT | Mematahkan bagian demi bagian atau sedikit demi sedikit (Aceh) (5) |
| PIRAI | Penyakit pada sendi-sendi tulang; penyakit encok (reumatik) (5) |
| PIRAU | Berwarna abu-abu; kabur (tentang penglihatan); berpirau; berputar atau menyerong ke kanan atau ke kiri (tidak langsung mengarah ke tujuannya) (5) |
| PIRIK | Memirik; cubit; jepit (Minangkabau); memirik; memipis; menumbuk lumat-lumat; melumatkan; mencubit; menjepit (5) |
| PIRIT | Mineral yang mengandung besi dan belerang (5) |
| PIROL | Senyawa cair beracun takberwarna yang mengandung karbon, hidrogen, dan nitrogen (5) |
| PIRSA | Tahu; melihat (Jawa) (5) |
| PIRUS | Batu permata yang berwarna hijau kebiru-biruan atau biru kehijau-hijauan (5) |
| PISAH | Cerai; berpisah; bercerai (5) |
| PISAU | Bilah besi tipis dan tajam yang bertangkai, sebagai alat pengiris dan sebagainya, ada banyak macam dan namanya (5) |
| PISCO | Kota di Peru (5) |
| PISES | Nama gugus bintang di belahan langit sebelah utara khatulistiwa (tampak pada waktu bulan September dan Oktober) (Astronomi); zodiak ke-12 yang digambarkan dengan ikan, sebagai lambang bagi orang yang lahir antara tanggal 21 Februari dan 20 Maret; Mina; Hut (Astrologi) (5) |
| PISIK | Padat; sintal (berdaging banyak) (Minangkabau) (5) |
| PISIN | Piring kecil yang ceper untuk alas cangkir; lepek (5) |
| PISIR | Alat pembidik sasaran pada senapan, terletak di pangkal dan ujung moncong, terbuat dari besi (Kemiliteran) (5) |
| PISIT | Pijit; tekan (5) |
| PISTA | Sikap pengantin (biasanya perempuan) yang menolak digauli suaminya karena sebab tertentu seperti kawin paksa (Sunda) (5) |
| PITAK | Bekas luka atau bekas bisul di kepala atau dahi (Melayu Jakarta) (5) |
| PITAM | Pusing kepala (karena darah naik ke kepala) (5) |
| PITAR | Arah; memitar; mengarahkan (meriam dan sebagainya) (5) |
| PITIS | Uang zaman dahulu, terbuat dari tembaga atau timah tipis yang berlubang bulat di tengahnya; uang (5) |
| PITON | Ular besar yang panjangnya mencapai 10 m, kulitnya yang belang dijadikan sepatu, tas, ikat pinggang, tidak berbisa, tetapi mempunyai daya lilit kuat luar biasa dan mempunyai sepasang kaki kecil berkuku dekat duburnya; ular sanca (Python reticulatus) (5) |
| PITOT | Tabung untuk mengukur kecepatan aliran zat-alir atau kecepatan pesawat terbang (Fisika) (5) |
| PITUT | Bengkok (tentang kaki dan sebagainya) (5) |
| PIUNG | Pegawai polisi (5) |
| PIURA | Kota di Peru (5) |
| PIVOT | Putaran; poros; inti; berputar (5) |
| PIYIK | Anak burung yang baru menetas (5) |
| PLANG | Papan nama yang memuat data atau keterangan tentang suatu hal, misalnya plang proyek, plang dokter (5) |
| PLANO | Kertas lembaran utuh; kota di Amerika Serikat (5) |
| PLATO | Filsuf Yunani kuno yang terkenal; dataran tinggi yang luas dengan lembah dan bukit di sana sini akibat pengikisan (Geografi dan Geologi) (5) |
| PLAZA | Alun-alun di kota; pusat pertokoan dengan tempat parkir; tempat yang luas dan beraspal untuk mobil (5) |
| PLBSI | Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (singkatan) (5) |
| PLENO | Lengkap (tentang rapat yang dihadiri oleh segenap anggota); paripurna (5) |
| PLOCK | Kota di Polandia (5) |
| PLONG | Berasa lega; berasa bebas (dari beban pikiran dan sebagainya) (5) |
| PLTBG | Pembangkit listrik tenaga biogas (singkatan) (5) |
| PLTBM | Pembangkit listrik tenaga biomassa (singkatan) (5) |
| PLTGB | Pembangkit listrik tenaga gasifikasi batu bara (singkatan) (5) |
| PLTGU | Pembangkit listrik tenaga gas dan uap (singkatan) (5) |
| PLUTO | Dewa para penjahat bagi bangsa Romawi; planet ke-9 dari matahari; karakter fiksi Disney yang terkenal (5) |
| POBOX | Kotak terkunci yang beralamat yang terdapat di kantor pos dan dapat disewakan; dari post office box (singkatan) (5) |
| POBSI | Persaruan Olahraga Billiar Seluruh Indonesia (singkatan) (5) |
| POCES | Permainan dengan memakai kelereng (Melayu Jakarta) (5) |
| POCOK | Memocok; memenggal; menebas; mengambil (kiasan) (5) |
| PODSI | Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (singkatan) (5) |
| POHON | Tumbuhan atau tanaman berkayu menahun yang tegak dan tinggi, dengan ukuran dan tinggi tertentu, biasanya memiliki batang, cabang, dan daun yang tumbuh jauh dari permukaan tanah, seperti mangga dan kelapa; bagian yang permulaan atau yang dianggap dasar; pangkal; asal mula; pokok sebab; struktur anatomis yang cabang-cabangnya menyerupai pohon (Anatomi) (5) |
| POISE | Satuan kekentalan dinamik fluida yang berkaitan dengan gaya singgung satu dyne per sentimeter kuadrat yang menghambat aliran antara dua lapisan fluida yang melakukan gerakan relatif dengan kecepatan satu sentimeter per detik untuk beda jarak satu sentimeter antara kedua lapisan itu, dilambangkan dengan huruf P (Fisika) (5) |
| POJOK | Tempat bertemunya dua garis atau dua sisi (ujung, permukaan, dan sebagainya); sudut; penjuru; tempat yang jauh atau yang tidak mudah kelihatan (didatangi, dihubungi, dan sebagainya); lajur di sudut surat kabar tempat karangan pendek, berisikan hal-hal yang humoris, tetapi mengandung kritik atau sindiran (5) |
| POKAH | Banyak; rusak, binasa (5) |
| POKER | Permainan kartu sejenis judi (5) |
| POKET | Kantong; pundi; saku (5) |
| POKJA | Kelompok kerja (akronim) (5) |
| POKKO | Kelompok komando (akronim) (5) |
| POKOK | Segala tumbuhan yang berbatang keras dan besar; pokok kayu; batang kayu dari pangkal ke atas; pokok kayu; uang yang dipakai sebagai induk dalam berniaga; modal; harga pembelian; lantaran; sebab; asas; dasar; inti sari; pusat (yang menjadi titik perhatian dan sebagainya); tergantung; terserah; yang terutama; yang sangat penting (kiasan) (5) |
| POKTA | Terbaik; teramat indah (mulia) (5) |
| POLAH | Tingkah laku; perbuatan; perilaku (Jawa) (5) |
| POLAN | Sebutan kepada orang yang tidak diketahui namanya; sebutan kepada orang yang tidak ingin disebutkan nama sebenarnya atau namanya terlupa (5) |
| POLAR | Kutub; berkutub; bagian dalam kulit gandum yang mengandung pati dan protein (5) |
| POLAV | Pola pengeboran untuk peledak yang arah hubungan pengeborannya membentuk huruf V (5) |
| POLDA | Kepolisian daerah (akronim) (5) |
| POLEM | Poni lempar (akronim) (5) |
| POLEN | Serbuk sari (Botani) (5) |
| POLER | Bersangkutan dengan kutub bumi; bersangkutan dengan kutub magnet; berkutub dua (5) |
| POLES | Bahan untuk melicinkan dan menggilapkan berupa tepung atau minyak (cat) (5) |
| POLET | Tanda pangkat pada tentara dan sebagainya berupa sepotong kain atau logam yang dipasang pada bahu baju; garis tebal berwarna atau takik pada batang kayu sebagai tanda (5) |
| POLIO | Radang zat kelabu sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh virus (pada umumnya menyerang anak-anak dan menyebabkan kelumpuhan); poliomyelitis (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| POLIP | Binatang laut yang berbentuk tabung pendek dengan ujung tertutup yang hidup melekat pada benda lain (karang, batu, dan sebagainya) (Zoologi); tumor bertangkai yang melekat pada selaput lendir (pada hidung, kadang-kadang juga pada kulit, plasenta, dan sebagainya) (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| POLIS | Surat perjanjian antara orang yang ikut asuransi dan perusahaan asuransi (5) |
| POLKA | Tarian cepat (dari negeri Bohemia) dengan tempo 2/4; musik tarian polka (5) |
| POLOK | Memolok; makan lekas-lekas dan rakus (5) |
| POLOS | Berwarna semacam saja (tidak dihiasi atau diberi bunga-bunga dan sebagainya); sangat sederhana (sikap, tingkah laku, dan sebagainya) (kiasan); apa adanya; dengan sebenarnya (kiasan); tidak bermaksud jahat; jujur (tentang hati, pikiran) (kiasan) (5) |
| POLRI | Kepolisian Negara Republik Indonesia (akronim) (5) |
| POMAD | Polisi Militer Angkatan Darat (akronim) (5) |
| POMAL | Polisi Militer Angkatan Laut (akronim) (5) |
| POMAU | Polisi Militer Angkatan Udara (akronim) (5) |
| POMPA | Alat atau mesin untuk memindahkan atau menaikkan cairan atau gas dengan cara mengisap dan memancarkannya, biasanya berupa silinder yang berpelocok dan berkatup (5) |
| PONCE | Kota di Puerto Riko (5) |
| PONCO | Baju untuk penghangat badan atau sebagai jas hujan yang dibuat dari kain persegi empat yang berlubang di tengahnya tempat memasukkan kepala; penutup tubuh berbentuk bundar atau persegi panjang, berlubang di tengah untuk leher, berasal dari Amerika Selatan, populer dalam mode era 1960–1970-an (5) |
| PONIL | Kotak pigura (5) |
| PONOR | Lubang yang mempunyai aliran (di tanah) (5) |
| PONTE | Kain polos berkonstruksi rajut ganda, bermotif tunggal, permukaannya bolak-balik dengan motif sama, merupakan kain yang elastis, kokoh, dan sangat stabil (5) |
| PONTI | Suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (5) |
| PONTO | Patung berbentuk manusia khas suku Dayak Pompang, terbuat dari kayu bulian (kayu besi), digunakan sebagai tempat lampu yang melambangkan orang yang sudah meninggal (5) |
| PONYO | Lahap, nikmat (tentang makan makanan yang lezat) (Sunda) (5) |
| POOLE | Kota di Inggris (5) |
| POPOK | Kain alas bayi; lampin; kemaluan anak perempuan; memopok (Jawa) (5) |
| POPOR | Tangkai bedil; gagang senapan (Melayu Jakarta) (5) |
| PORAH | Suka menghamburkan atau memboroskan uang; boros; royal (Minangkabau) (5) |
| PORDA | Pekan olahraga daerah (akronim) (5) |
| POREN | Pekat dan masih asli pedesaan (tentang logat Melayu) (Melayu Riau) (5) |
| PORNO | Pornografi (kependekan); cabul (5) |
| POROK | Separuh tempurung (untuk permainan); garpu (5) |
| POROS | Sumbu (gandar) roda dan sebagainya; ujung (tentang tombak, tiang, kerucut, dan sebagainya) (5) |
| POROT | Memorot; menggerek; menggigit; meretas (karung beras dan sebagainya); mencuri (beras dalam karung dan sebagainya); memeras (menguras) dengan cara yang licik hingga habis (uang atau benda milik orang lain) (kiasan) (5) |
| PORSI | Bagian (yang menjadi tanggung jawab atau yang harus dikerjakan dan sebagainya); selengkap atau sepiring makanan (di rumah makan) (5) |
| PORTA | Pintu masuk, terutama tempat masuk pembuluh yang membawa dan mengangkut darah dari suatu organ (Anatomi); soket eksternal dalam unit pengolah utama komputer (Komputer dan Teknologi Informasi); kegiatan mengubah perangkat lunak agar dapat bekerja pada sistem operasi yang berbeda (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| PORTO | Biaya pengiriman barang (surat, barang cetakan, dan sebagainya); kota di Portugal (5) |
| PORUS | Kondisi batang rambut yang bercabang dan bersisik sehingga mudah menyerap cairan, tetapi tidak mengikatnya (5) |
| POSEL | Pos elektronik (akronim); padanan dari email (5) |
| POSER | Memoser; cara pengolahan telur dengan mengeluarkan isi telur dari cangkangnya serta merebusnya dalam air mendidih (5) |
| POSKO | Pos komando (akronim) (5) |
| POSMA | Pekan orientasi studi mahasiswa (akronim) (5) |
| POSSI | Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (akronim) (5) |
| POTAS | Kalium karbonat (5) |
| POTEL | Putus (5) |
| POTER | Sumbangan yang diberikan saat meresmikan rumah baru (Batak) (5) |
| POTIA | Mandor; pengawas (Cina) (5) |
| POTIK | Ujung yang runcing pada destar Simalungun (Batak) (5) |
| POTOL | Rumpang; terpenggal (Melayu Jakarta); kehabisan uang sama sekali (untuk belanja dan sebagainya) (Melayu Jakarta) (5) |
| POWAY | Kota di Amerika Serikat (5) |
| POYON | Sayu karena terlalu lama tidak tidur (tentang mata) (Melayu Kep. Riau) (5) |
| PPATK | Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (lembaga sentral yang mengoordinasikan pelaksanaan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang di Indonesia) (singkatan) (5) |
| PRABA | Lingkaran cahaya yang terdapat pada belakang arca (5) |
| PRABU | Sebutan bagi raja (5) |
| PRADA | Prajurit dua (akronim) (5) |
| PRAHA | Ibu kota Czechia atau sebelumnya disebut Republik Ceko (5) |
| PRAIA | Ibu kota Tanjung Verde (5) |
| PRAJA | Kota; negeri; sebutan untuk siswa ikatan dinas di bawah Departemen Dalam Negeri (5) |
| PRAKA | Prajurit kepala (akronim) (5) |
| PRAMA | Pramugara kereta api (5) |
| PRAMI | Pramugari kereta api (kependekan) (5) |
| PRAMU | Bentuk terikat yang bekerja dalam bidang jasa (5) |
| PRANG | Tiruan bunyi benda dari kaca yang jatuh (5) |
| PRASI | Lembaran lontar bergambar, biasanya bergambar ragangan (5) |
| PRATO | Kota di Italia (5) |
| PRATU | Prajurit satu (akronim) (5) |
| PRAUS | Lemah lembut (Yunani) (5) |
| PRAYA | Ibu kota Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (5) |
| PREMI | Hadiah (uang dan sebagainya) yang diberikan sebagai perangsang untuk meningkatkan prestasi kerja; hadiah (dalam undian, perlombaan, pembelian); jumlah uang yang harus dibayarkan pada waktu tertentu kepada asuransi sosial (5) |
| PRIMA | Pertama; sangat baik; utama (5) |
| PRIMI | Primigravida (kependekan/Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| PROCO | Minuman yang terdiri atas potongan buah-buahan yang diberi santan (Melayu Medan) (5) |
| PRODI | Program studi (akronim) (5) |
| PROGO | Sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta (5) |
| PROMO | Promosi (kependekan) (5) |
| PRONA | Program nasional agraria (akronim) (5) |
| PROSA | Karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi) (Sastra) (5) |
| PROTO | Bentuk terikat yang paling dasar atau bawah; yang pertama; yang terdahulu; bentuk terikat derajat pertama sebuah senyawa (5) |
| PROVO | Kota di Amerika Serikat (5) |
| PSALM | Nyanyian untuk memuji Tuhan (terdapat di dalam Kitab Perjanjian Lama); Mazmur (Agama Kristen) (5) |
| PSASI | Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia (singkatan) (5) |
| PSIKE | Jiwa; sukma; rohani (Psikologi) (5) |
| PSKOV | Kota di Rusia (5) |
| PTKAI | PT Kereta Api Indonesia (Badan Usaha Milik Negara yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api, sebelumnya bernama PJKA) (singkatan) (5) |
| PTMSI | Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (singkatan) (5) |
| PUAKA | Demit (hantu penunggu) (5) |
| PUASA | Meniadakan makan, minum, dan sebagainya dengan sengaja (terutama bertalian dengan keagamaan); salah satu rukun Islam berupa ibadah menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari; saum (Agama Islam) (5) |
| PUBAL | Kota di Korea Selatan (5) |
| PUBER | Jenjang usia remaja (5) |
| PUBES | Rambut kemaluan; jembut (5) |
| PUCAT | Putih pudar (tentang air muka); agak putih (tentang warna) (5) |
| PUCIK | Pancang pada belat atau pada kelong (5) |
| PUCUK | Daun muda (di puncak pohon atau di ujung ranting); ujung yang runcing; puncak (pohon, ombak, dan sebagainya); yang tertinggi; penggolong bilangan bagi benda yang ujungnya runcing (seperti jarum), surat, dan senjata api; bagian tanaman muda yang ada di atas tanah terdiri atas batang, ranting, dan daun-daunan; akar tumbuhan yang dikeringkan untuk obat; bunga kembang sepatu (Bali) (5) |
| PUDAK | Kembang pandan; penganan khas Gresik, Jawa Timur, terbuat dari tepung dan gula yang dibungkus pelepah jambe atau siwalan (Jawa) (5) |
| PUDAR | Suram (tidak bercahaya, tidak berseri-seri); pucat (tentang warna); kurang terang atau kabur (tentang gambar, potret, dan sebagainya); sayu, tidak berseri-seri (tentang mata); tidak bersemangat lagi; agak kendur atau tidak keras lagi (tentang ajaran agama dan sebagainya); kurang manjur (tentang kesaktian dan sebagainya); buyar (tentang inspirasi, ilham, dan sebagainya); tidak berkuasa lagi; tidak berpengaruh lagi (kiasan) (5) |
| PUDAT | Penuh tumpat (5) |
| PUDEK | Pembantu dekan (akronim) (5) |
| PUDEL | Anjing berbulu tebal dan keriting, banyak jenisnya, ada yang besar, ada yang kecil (5) |
| PUDER | Bubuk; tepung; bedak berupa tepung; pupur; mesiu (5) |
| PUDUR | Padam (Minangkabau); mati (tentang gunung berapi) (Minangkabau) (5) |
| PUEBI | Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (pedoman ejaan bahasa Indonesia yang merupakan pemutakhiran dari PUEYD) (singkatan) (5) |
| PUEYD | Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (singkatan) (5) |
| PUGAR | Aksidental yang membatalkan pengaruh aksidental lain (Musik); memugar; memperbaiki kembali; membaharui; memulihkan; melakukan dengan sungguh-sungguh (Minangkabau) (5) |
| PUGAS | Hiasan (seperti saus, remah roti, krim kocok) yang disiram di atas makanan untuk menambah rasa atau sebagai dekorasi (5) |
| PUGUH | Tentu; pasti (Melayu Jakarta); tetap pada pendiriannya (Jawa) (5) |
| PUING | Kepingan atau sisa reruntuhan bangunan, gedung, pesawat terbang, dan sebagainya (5) |
| PUISI | Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus; sajak (5) |
| PUJER | Tunas kelapa (Bali) (5) |
| PUJUK | Bujuk (5) |
| PUJUR | Buruk kelakuannya; cabul (5) |
| PUJUT | Wuku ke-15 (Bali); memujut; mencekik (mengikat) leher (sebagai hukuman); mengujut (5) |
| PUKAH | Patah atau bengkok patah (tentang cabang kayu, lengan, dan sebagainya) (5) |
| PUKAL | Gumpal; bongkah (emas dan sebagainya); padat (5) |
| PUKAS | Kemaluan perempuan; celah pada permukaan luar kemaluan wanita; alat kelamin betina pada hewan mamalia (menyusui) (5) |
| PUKAT | Jaring (jala) besar dan panjang untuk menangkap ikan (5) |
| PUKAU | Tepung (dari biji kecubung dan sebagainya) yang dipakai untuk memabukkan atau menyebabkan orang tidur nyenyak (dipakai oleh pencuri) (kiasan); daya tarik; pesona (5) |
| PUKET | Pembantu ketua (akronim) (5) |
| PUKIS | Kue yang dibuat dari terigu, telur, ragi, gula, santan, dan sebagainya, biasanya dipanggang dalam cetakan berbentuk setengah lingkaran hingga kecokelatan pada bagian bawahnya, dapat diberi pugasan, seperti meses atau keju (5) |
| PUKUL | Ketuk (dengan sesuatu yang keras atau berat, dipakai juga dalam arti kiasan) (kiasan); memukul (mengetuk dan sebagainya); ambil; saat yang menyatakan waktu (5) |
| PULAI | Pohon yang populer di Lampung, tingginya mencapai 10-50 m, batangnya kurang disukai karena mudah melengkung, biasanya digunakan untuk perkakas rumah dan patung (Alstonia scholaris) (5) |
| PULAN | Belum masak benar (tentang nasi, ubi yang direbus, dan sebagainya); mengkal (tentang buah); empuk dan enak (tentang nasi, ketela, dan sebagainya); pulen (5) |
| PULAS | Nyenyak (tentang tidur); memulas; memutar (sekrup, kunci, leher, telinga, dan sebagainya); memilin atau memiuh (cucian, saputangan, tali, dan sebagainya); memutarbalikkan (perkataan, kebenaran, dan sebagainya) (kiasan); berasa sakit seperti terpilin-pilin (tentang perut) (kiasan); mewarnai; mengecat; menyapu (dengan bubuk berwarna); memperbaiki (mengembangi) ban luar yang telah aus (dengan karet dan belerang yang dibakar) (5) |
| PULAU | Tanah (daratan) yang dikelilingi air (di laut, di sungai, atau di danau) (5) |
| PULEN | Empuk dan enak (tentang nasi, ketela yang dimasak, dan sebagainya); pulan (5) |
| PULIH | Kembali menjadi semula; menjadi baik (baru) lagi; sembuh atau baik kembali (tentang luka, sakit, kesehatan) (5) |
| PULIK | Kedua belah pihak sama kuatnya; sama untungnya; sama taranya; balui (5) |
| PULIR | Memetik cengkih dengan mengambil buahnya saja (tangkai cengkih ditinggalkan) (Toulour) (5) |
| PULSA | Denyut nadi yang terjadi karena detak jantung; tegangan atau arus yang berlangsung beberapa lama berbentuk segi empat atau gelombang sinus; satuan dalam perhitungan biaya telepon; rangkaian denyutan berulang secara teratur yang terasa dalam musik, jika pulsa itu terdengar disebut ketukan (Musik) (5) |
| PULUH | Satuan bilangan kelipatan sepuluh yang dilambangkan dengan sebuah nol (0) di belakang angka 1–10 (5) |
| PULUN | Lipat gulung (5) |
| PULUS | Tumbuhan yang tingginya mencapai 40 cm, daun berwarna hijau terang, daunnya bergerigi, bagian atas dan pinggir daun berbulu halus, jika bulu tersentuh akan menimbulkan rasa gatal, perih, dan panas yang cukup menyengat (Laportea stimulans) (5) |
| PULUT | Getah (dari tumbuhan yang dipulaskan pada ranting kayu untuk menangkap burung); padi yang berasnya menjadi lengket dan kenyal jika dimasak; beras ketan (Oryza sativa); penganan yang dibuat dari beras ketan (5) |
| PUNAH | Habis semua hingga tidak ada sisanya; benar-benar binasa; hilang lenyap; musnah (5) |
| PUNAI | Burung yang bulu kepala dan lehernya berwarna biru keabu-abuan, punggung dan sayap bagian atas berwarna cokelat tua kemerah-merahan, sedangkan bagian sayap yang lain berwarna hitam (Treron curvirostra) (5) |
| PUNAR | Penganan yang dibuat dari ketan kuning; kuning (5) |
| PUNAT | Mata atau pusat bintil (bengkak dan sebagainya); benih (bisul dan sebagainya); akar segala kejahatan (kiasan) (5) |
| PUNCA | Ujung (tali, benang, obor, dan sebagainya); ujung atau sudut kain (selendang, sebai, dan sebagainya) yang lepas atau terjulai; tingkat permulaan (tentang pengetahuan); pengantar (ilmu pengetahuan dan sebagainya); pangkal (asal mula, lantaran); sumber (berita, penghidupan, dan sebagainya) (5) |
| PUNCH | Pukulan (dalam olahraga tinju) yang sengaja diberikan secara tidak efektif (ungkapan/Olahraga/Inggris); minuman manis, terdiri atas sari buah, air soda, dan sebagainya yang dicampur dengan anggur atau minuman keras dan disajikan dalam gelas besar (ungkapan/Inggris); memukul (Inggris) (5) |
| PUNCI | Baiklah (untunglah); mujur benar (5) |
| PUNDI | Orang yang dimuliakan; junjungan (Jawa); diulang: kantong kecil tempat uang (5) |
| PUNIA | Pemberian secara ikhlas; sedekah (Agama Hindu) (5) |
| PUNTA | Keris Betawi berujung rata (5) |
| PUNTI | Pisang raja; ikan laut yang sering memasuki perairan tawar, ukurannya dapat mencapai 63 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, pinggiran belakang sisik tidak bergerigi, ujung rahang atas terlihat saat mulut tertutup, warnanya keperakan, tersebar di daerah Indo-Pasifik (Ellochelon vaigiensis) (5) |
| PUNUK | Daging yang menonjol pada tengkuk (unta, lembu, dan sebagainya); kelasa; bonggol (5) |
| PUNYA | Menaruh (dalam arti memiliki); memiliki; milik; yang dimiliki (5) |
| PUPIL | Manik mata; biji mata (5) |
| PUPUH | Lagu yang terikat oleh banyaknya suku kata dalam satu bait, jumlah larik, dan permainan lagu (bentuk lagu tradisional Sunda); memupuh; memukul; menyabung (ayam) lama-lama (5) |
| PUPUK | Penyubur tanaman yang ditambahkan ke tanah untuk menyediakan senyawaan unsur yang diperlukan oleh tanaman; obat dari tumbuh-tumbuhan (daun-daunan dan sebagainya) yang digiling lumat-lumat, dilekatkan di dahi sebelah atas, dekat pada ubun-ubun (5) |
| PUPUR | Bedak; berguling-guling dan berkepak-kepak di atas tanah atau pasir (tentang ayam, puyuh, dan sebagainya) (5) |
| PUPUS | Habis sama sekali; hilang lenyap; punah; pucuk yang masih muda; daun muda (5) |
| PUPUT | Alat tiup terbuat dari batang padi atau bambu pendek, ada yang ditambah dengan daun kelapa (pucuk rumbia dan sebagainya) (Minangkabau); peluit (Minangkabau); sepotong besi untuk mencungkil dan sebagainya; linggis (Melayu Jakarta); terlepas; tanggal (tentang tali pusat bayi) (5) |
| PURBA | Dahulu (tentang zaman yang ribuan atau jutaan tahun yang lalu) (5) |
| PUREK | Pembantu rektor; PR (akronim); terlalu pendek sehingga sulit diikat (tentang batang padi) (Sunda) (5) |
| PUREN | Buah mirip nangka, tetapi berukuran mungil, rasanya manis masam, teksturnya lembut (Artocarpus rigida) (5) |
| PURIK | Pergi meninggalkan rumah karena marah (biasanya istri yang marah kepada suami) (5) |
| PURIS | Penganut setia yang berpegang teguh (kadang-kadang secara berlebih-lebihan) pada tradisi, terutama mempertahankan kemurnian bahasa (5) |
| PURNA | Bentuk terikat penuh; selesai (5) |
| PURUK | Benam; perosok (Minangkabau) (5) |
| PURUN | Rumput sejenis mensiang; mendong (5) |
| PURUS | Puting pada pangkal tiang rumah dan sebagainya (misalnya yang dimasukkan ke dalam batu sendi); poros (5) |
| PURUT | Kasap berbintal-bintal (tentang kulit) (5) |
| PURWA | Mula-mula; permulaan; dahulu; yang mengisahkan cerita Mahabarata dan Ramayana (tentang wayang) (5) |
| PUSAD | Kota di India (5) |
| PUSAK | Harta pusaka, baik kualitas maupun kuantitasnya tidak boleh berkurang (dari daerah Timor) (Antropologi) (5) |
| PUSAR | Tempat tumbuh rambut di kepala atau tempat tumbuh bulu pada tubuh yang bentuknya melingkar; cekungan di tengah-tengah dinding perut bekas tempat tali pusar yang menghubungkan perut dengan tembuni ketika bayi baru lahir; pusat (5) |
| PUSAT | Tempat yang letaknya di bagian tengah; titik yang di tengah-tengah benar (dalam bulatan bola, lingkaran, dan sebagainya); pusar; pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai-bagai urusan, hal, dan sebagainya); orang yang membawahkan berbagai bagian; orang yang menjadi pumpunan dari bagian-bagian (5) |
| PUSPA | Bunga; puspita (5) |
| PUSRI | Pupuk Sriwijaya (Badan Usaha Milik Negara yang merupakan pelopor produsen pupuk urea di Indonesia) (akronim) (5) |
| PUSTA | Kapal perang kecil (zaman dahulu); naskah tulisan tangan; kitab; buku (5) |
| PUSTU | Puskesmas pembantu (akronim) (5) |
| PUSUT | Jarum penusuk; mesin pelubang; penggerek; penusuk (Melayu Jakarta) (5) |
| PUTAR | Pusing; pohon yang tumbuh liar, tingginya mencapai 50 m, berbatang tegak lurus, bunganya berupa tandan, banyak benang sarinya, bentuk buah lonjong, kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan, alat-alat rumah tangga (Planchonia valida) (5) |
| PUTAT | Pohon yang tingginya mencapai 18 m, kayunya berwarna putih keruh dan cepat termakan bubuk, daun yang muda dimakan sebagai sayuran; jurai-jurai (Barringtonia spicata) (5) |
| PUTAU | Heroin berkualitas rendah (5) |
| PUTER | Burung piaraan yang bagus suaranya, panjang badan berikut paruh dan ekornya mencapai 29 cm, kalung lehernya berwarna dua, yaitu warna putih di atas dan warna hitam di bawah, warna sayap bagian bulu penutupnya cokelat muda merata, bulu umumnya berwarna cokelat muda atau semu kelabu, warna kaki merah, paruh hitam, mata berwarna cokelat kemerah-merahan (Streptopelia bitorquata); memuter; mengiris tanah dan mengangkat tanaman di atasnya tanpa merusak dan memberantakkan susunan akar beserta tanah yang meliputi akar-akar itu (Pertanian) (5) |
| PUTIH | Warna dasar yang serupa dengan warna kapas; mengandung atau memperlihatkan warna yang serupa warna kapas; murni; suci; tidak ternoda (kiasan); pucat (tentang wajah) (kiasan) (5) |
| PUTIK | Satuan ginesium yang terdiri atas bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik; bakal buah (5) |
| PUTRA | Anak laki-laki raja; anak kandung; anak laki-laki; khusus (untuk) laki-laki (5) |
| PUTRI | Anak perempuan raja; anak perempuan; wanita; khusus (untuk) wanita; anak kandung wanita; gunung dengan ketinggian 1.587 mdpl, terletak di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (5) |
| PUTUS | Tidak berhubungan (bersambung) lagi (karena terpotong dan sebagainya); habis; selesai; rampung; berakhir; ada kepastian (ketentuan, ketetapan, penyelesaian); mendapat kepastian; hilang; tidak ada lagi; tidak mempunyai lagi (tentang harapan, pikiran); mendapat; menang; sudah mendapat atau memperoleh (dalam permufakatan); tidak ada hubungan lagi; berpisah (tentang hubungan persahabatan, jalinan cinta, dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| PUTUT | Pemelihara sanggar yang bertugas memelihara dan melengkapi sesaji pemujaan; peputut (5) |
| PUYAN | Kotoran (Melayu Jakarta); daki (Melayu Jakarta) (5) |
| PUYER | Bubukan; tepung; serbuk (tentang obat) (5) |
| PUYUH | Burung yang tidak berekor yang termasuk keluarga Phasianidae, tidak dapat terbang tinggi, dan dapat diadu; bintang tujuh; angin yang berkisar (berpusing-pusing) (5) |
| QAMDO | Kota di Cina (5) |
| QANUN | Undang-undang; peraturan; hukum; kaidah; kitab undang-undang; alat musik petik dari Arab, mirip kecapi, memiliki 81 dawai (5) |
| QASAR | Pemendekan rakaat salat wajib dari empat rakaat menjadi dua rakaat sebagai keringanan (rukhsah) bagi musafir (Agama Islam) (5) |
| QATAR | Negara yang terletak di semenanjung Arab bagian timur, beribu kota Doha (5) |
| QESHM | Pulau di Iran (5) |
| QOQON | Kota di Uzbekistan (6) |
| QUITO | Ibu kota Ekuador (5) |
| QURAH | Pengundian pemondokan haji di Mekkah (5) |
| QURAN | Alquran (5) |
| RABAK | Terlepas, terputus, terpisah dari jahitannya, atau tenunannya secara memanjang atau melebar; koyak (robek) panjang atau lebar; bakar; kota di Sudan (5) |
| RABAN | Bunyi ujar anak yang berusia sekitar 5–8 bulan, berupa pengulangan bunyi yang mirip suku kata, sebelum anak berhasil mengucapkan kata-kata, misalnya ma ma ma, ba ba ba; kandang ternak, biasanya dibuat di bawah rumah atau di belakang rumah (Melayu Kalimantan) (5) |
| RABAS | Air yang jatuh dari daun-daunan sesudah turun hujan (Minangkabau) (5) |
| RABAT | Potongan harga; korting; diskon; ibu kota Maroko (5) |
| RABEG | Masakan khas Banten, terbuat dari daging dan jeroan kambing yang ditumis dengan berbagai bumbu, daun jeruk purut, kayu manis, dan kecap sampai kering, kemudian digoreng (5) |
| RABET | Merabet (5) |
| RABIT | Terlepas, terputus, terpisah dari anyamannya (jahitannya, tenunannya) secara memanjang (tentang benda yang tipis) (5) |
| RABOK | Menuju arah yang tidak tetap, tidak menentu (Aceh) (5) |
| RABON | Campuran dedaunan kering, bawang, tulang, tanduk, dan sebagainya yang dibakar untuk obat-obatan atau mantra (Aceh) (5) |
| RABUK | Jamur; bulu atau miang halus yang terdapat pada pelepah pohon enau (biasanya dapat dipakai untuk menghidupkan api dari pemantik); ka(w)ul; sesuatu yang mudah menyebabkan perselisihan (kiasan); pupuk; baja (5) |
| RABUN | Kurang jelas; kurang awas; kabur (tentang penglihatan); asap (dari daun-daunan, dupa yang dibakar) untuk mengasapi rumah, mengobati orang sakit (5) |
| RABUT | Lepas karena direnggut (5) |
| RACAK | Tunggang; naik (Minangkabau) (5) |
| RACAU | Lincah (Minangkabau) (5) |
| RACIK | Iris; jerat (dari ijuk, rambut kuda) untuk menangkap burung; ramu (5) |
| RACUH | Usik (5) |
| RACUN | Zat (gas) yang dapat menyebabkan sakit atau mati (kalau dimakan, dihirup); zat yang menurunkan mutu logam atau sepuhan (Kimia); zat yang merusak atau menghambat aksi katalis atau enzim; yang merusak batin (kiasan) (5) |
| RADAH | Menebang sampai habis; meredah (5) |
| RADAI | Sirip (Minangkabau) (5) |
| RADAK | Tohok (dari arah bawah, biasanya dengan tombak); tusuk (5) |
| RADAR | Alat (yang memakai gelombang radio) untuk mendeteksi jarak, kecepatan, dan arah benda yang bergerak atau benda yang diam (biasanya dipakai dalam penerbangan dan pelayaran); dari radio detecting and ranging (singkatan/Inggris); pengamatan; incaran (kiasan) (5) |
| RADAS | Alat (5) |
| RADAT | Pemimpin atau pemberi nada irama pada bacaan salawat (Aceh) (5) |
| RADEN | Gelar putra dan putri raja (Jawa); gelar keturunan raja (untuk kerabat yang sudah jauh) (Jawa); sapaan atau panggilan kepada bangsawan (keturunan raja) (Jawa) (5) |
| RADER | Alat jahit berupa batang dengan roda di bagian ujungnya, digunakan untuk memberi tanda jahitan pada kain sesuai pola yang diinginkan, biasanya dipasangkan dengan kapur jahit; alat berupa batang dengan roda berujung juri di ujungnya, digunakan untuk menandai pola jahitan (Tata Busana) (5) |
| RADIF | Rima (persesuaian bunyi) (5) |
| RADIO | Siaran (pengiriman) suara atau bunyi melalui udara; pemancar radio; pesawat radio; teknologi yang memberitakan Proklamasi kemerdekaan Indonesia 1945 (5) |
| RADIS | Tumbuhan, umbinya berwarna merah atau putih, dapat dimakan mentah, dibuat lalap atau dicampurkan pada selada (Raphanus sativus) (5) |
| RADJA | Ian Kasela adalah vokalis grup musik ini (5) |
| RADOM | Struktur pelindung antena radar berbentuk kubah, terbuat dari bahan yang transparan terhadap gelombang radio; kota di Polandia (5) |
| RADON | Gas berat yang mengandung radioaktif, berasal dari peluruhan radium, yang terberat dikenal dengan nomor massa 222 dan termasuk seri radioaktif uranium; unsur kimia nonlogam gas mulia dengan simbol Rn dan nomor atom 86 (5) |
| RAFAH | Kota di Palestina (5) |
| RAFAS | Perkataan yang menimbulkan berahi (Arab); perbuatan yang tidak senonoh (Arab); hubungan seksual (Arab) (5) |
| RAFIA | Serat tangkai daun jenis palem, dipakai untuk bahan pembuat tali, tas, topi, dan sebagainya (Raphia ruffia) (5) |
| RAFIK | Sahabat; teman, kawan (yang karib) (Arab) (5) |
| RAGAM | Tingkah; laku; ulah; macam; jenis; lagu langgam; warna; corak; ragi; laras (tentang bahasa) (Linguistik); bersatu hati; rukun (5) |
| RAGAS | Cabut; rambat; tanda bukti; tanda yang didapati (5) |
| RAGAZ | Babi jantan yang sedang berahi (Tobelo) (5) |
| RAGIB | Suka sekali; asyik (5) |
| RAGIL | Bungsu (Jawa) (5) |
| RAGIT | Roti jala yang dimakan dengan kuah kari bersantan (Palembang) (5) |
| RAGUH | Bekerja dengan sembarangan atau tidak rapi (Melayu Riau) (5) |
| RAGUK | Reguk; teguk (Minangkabau) (5) |
| RAGUM | Alat penjepit dari besi, biasanya untuk menjepit besi yang akan dikikir (5) |
| RAGUT | Sedang makan rumput (tentang ternak dan sebagainya); merumput; menampilkan rekaman dalam format yang sesuai untuk melihat secara cepat pada layar (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| RAHAB | Kain penutup mayat; rahap (5) |
| RAHAK | Dahak; riak (Minangkabau) (5) |
| RAHAP | Kain penutup mayat; rahab; turun (hinggap) (5) |
| RAHAT | Roda penggulung benang pada alat pemintal benang; mengaso; jeda; beristirahat; rehat (5) |
| RAHEL | Mengetukkan jari untuk memainkan karinding (Sunda) (5) |
| RAHIB | Petapa dalam biara (5) |
| RAHIM | Kantong selaput dalam perut, tempat janin (bayi); peranakan; kandungan; bersifat belas kasihan; bersifat penyayang (5) |
| RAHOP | Melumuri wajah dengan sesuatu, dapat berupa air, sabun, bedak, dan sebagainya (Aceh) (5) |
| RAHUM | Air asin atau air laut yang masuk ke perahu (5) |
| RAISE | Mengangkat (Inggris) (5) |
| RAJAB | Bulan ke-7 tahun Hijriah (30 hari) (5) |
| RAJAH | Suratan (gambaran, tanda, dan sebagainya) yang dipakai sebagai azimat (untuk penolak penyakit dan sebagainya); garis pada tapak tangan; guratan tangan; retak tangan; coreng-coreng (cacahan) pada tubuh yang dibuat dengan barang tajam; tato; gambar berupa garis; bagan; tusuk; mantra permohonan izin kepada leluhur sebelum diadakan upacara atau pertunjukan kesenian tradisional (Sunda) (5) |
| RAJAM | Hukuman atau siksaan badan bagi pelanggar hukum agama (misalnya orang berzina) dengan lemparan batu dan sebagainya (5) |
| RAJIM | Orang yang dihukum dengan lemparan batu (karena melakukan zina) (5) |
| RAJIN | Suka bekerja (belajar dan sebagainya); getol; sungguh-sungguh bekerja; selalu berusaha giat; kerap kali; terus-menerus; kota di Korea Utara (5) |
| RAJOK | Pancang dari pohon hidup (untuk tanda batas) (Minangkabau) (5) |
| RAJUK | Menunjukkan rasa tidak senang (dengan mendiamkan, tidak mau bergaul); bersungut-sungut; mengomel (5) |
| RAJUL | Orang laki-laki; pria (5) |
| RAJUT | Jaring-jaring; jala-jala; siratan benang yang berupa jaring untuk pundi-pundi, penutup sanggul, dan sebagainya; pundi-pundi (pura) yang dibuat dari siratan benang, rami, dan sebagainya; bahan pakaian yang disirat dengan tangan atau mesin rajut (5) |
| RAKAH | Tertawa terbahak-bahak (terkakak-kakak) (5) |
| RAKAP | Bergerak (perlahan) dengan lutut dan tapak tangan; merangkak (5) |
| RAKAT | Pertunjukan tari-tarian dengan lawak (pakai topeng) (5) |
| RAKER | Rapat kerja (akronim) (5) |
| RAKET | Alat untuk memukul bola dalam permainan tenis atau bulu tangkis, ujungnya berbentuk bidang oval (bulat telur) berjaring (dari bahan nilon), bergagang, dan dilengkapi dengan pegangan (5) |
| RAKIS | Sumbu utama tangkai daun majemuk menyirip (5) |
| RAKIT | Kendaraan apung dibuat dari beberapa buluh (kayu) atau batang pisang yang diikat berjajar, dipakai untuk mengangkut barang atau orang di air; getek; kata penggolong untuk getek pasang; dua yang berpasangan (5) |
| RAKNA | Ratna; permata (5) |
| RAKOR | Rapat koordinasi (akronim) (5) |
| RAKSA | Zat cair yang warnanya seperti timah, logam cair dengan titik beku -38,8°C (5) |
| RAKSI | Wangi; harum; bau-bauan yang harum; wangi-wangian (5) |
| RAKUK | Bagian pohon dan sebagainya yang ditoreh sebagian supaya mudah patah; takik; takuk (Minangkabau) (5) |
| RAKUN | Binatang mamalia omnivor dari Amerika yang berbulu cokelat keabu-abuan, bulu di area mata berwarna hitam, dapat berdiri di atas kedua kaki belakangnya, berekor tebal dan bergaris hitam (Procyon lotor) (5) |
| RAKUS | Suka makan banyak dengan tidak memilih; lahap; gelojoh; ingin memperoleh lebih banyak daripada yang diperlukan; loba; tamak; serakah (kiasan) (5) |
| RAKUT | Memasang jaring; memasang sarang (tentang laba-laba); memperdayakan; menipu (kiasan) (5) |
| RAKYU | Hasil pikiran manusia; ilmu (5) |
| RALAT | Pembetulan atau perbaikan atas salah cetak (pada surat kabar, majalah, buku, dan sebagainya) atau atas salah ucap dan sebagainya; kesalahan; kekeliruan (cetak, ucap, dan sebagainya) (5) |
| RALIP | Amat mengantuk; setengah tidur; antara tidur dan bangun; arip (5) |
| RAMAH | Baik hati dan menarik budi bahasanya; manis tutur kata dan sikapnya; suka bergaul dan menyenangkan dalam pergaulan; mudah digunakan atau dioperasikan; mudah dipahami; grapyak (5) |
| RAMAI | Riuh rendah (tentang suara, bunyi) ; riang gembira; meriah; serba giat; sibuk (tentang pasar, perdagangan); banyak (penduduk, orang); banyak kendaraan berlalu-lalang (5) |
| RAMAL | Pasir; pasir yang dipakai untuk melihat nasib atau mengetahui apa yang akan terjadi (primbon, perhitungan, dan sebagainya); saputangan; mengembunkan agar lebih lembut (misalnya tembakau, daun pandan yang sudah dikeringkan) (Gayo) (5) |
| RAMAS | Peranti lunak untuk menganalisis viabilitas populasi dan memodelkan risiko-risiko (5) |
| RAMBI | Instrumentalia gong dan gendang dalam upacara adat (Muna) (5) |
| RAMBU | Rumbai; jumbai; patok atau tiang (untuk batas); pancang; tanda atau petunjuk; rambu-rambu lalu lintas; tanda atau petunjuk bagi kapal yang sedang berlayar, dipasang di tempat tertentu untuk menghindari kecelakaan (Pelayaran); diulang: benang yang lepas berjurai-jurai sebagai hiasan pada tepi selendang, permadani, dan sebagainya (5) |
| RAMEN | Mi kuah khas Jepang, biasanya berisi sayuran, daging, dan sebagainya (5) |
| RAMES | Bercampur menjadi satu (nasi, lauk, sayur, dan sebagainya) (5) |
| RAMET | Individu tumbuhan baru yang dihasilkan melalui reproduksi aseksual, misalnya pembentukan umbi, akar rimpang, atau stolon (5) |
| RAMIN | Pohon yang kayunya berwarna kuning ketika dibelah, sesudah itu berubah menjadi putih, tumbuh di daerah rawa-rawa (Gonystylus bancanus); kayu pohon ramin; anyaman yang berbelit-belit; menyembelih hewan dan sebagainya untuk dimakan bersama-sama di alam terbuka (Aceh) (5) |
| RAMLA | Kota di Israel (5) |
| RAMLI | Ramah lingkungan (akronim) (5) |
| RAMPA | Titian yang menghubungkan kapal dengan dermaga; bidang landai untuk menghubungkan dua bidang yang berbeda ketinggian; lantai miring yang digunakan sebagai akses untuk pengguna kursi roda (5) |
| RAMPI | Daerah di Luwu, Sulawesi; suku bangsa yang mendiami desa-desa yang terisolasi di pegunungan di Kabupaten Luwu, Poso, dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, mayoritas beragama Kristen dan selebihnya beragama Islam, bermata pencaharian sebagai peladang (5) |
| RAMUS | Struktur yang lebih kecil daripada sesuatu yang lebih besar atau cabang kecil dari pembuluh darah atau saraf (Anatomi); berbulu (berambut) banyak (5) |
| RANAH | Tanah rata; dataran rendah; lembah; tanah yang berpaya-paya; elemen atau unsur yang dibatasi; bidang disiplin; lingkungan yang memungkinkan terjadinya percakapan, merupakan kombinasi antara partisipan, topik, dan tempat (misalnya keluarga, pendidikan, tempat kerja, keagamaan, dan sebagainya) (Linguistik); bagian (satuan) perilaku manusia (Psikologi) (5) |
| RANAI | Ibu kota Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (5) |
| RANAP | Hampir rata dengan tanah (karena tumbang, roboh, dan sebagainya); sunyi (Minangkabau) (5) |
| RANAU | Danau yang berada di perbatasan Provinsi Sumatra Selatan dan Bengkulu; suku bangsa yang mendiami perbatasan daerah Sumatra Selatan dan Bengkulu (5) |
| RANCA | Peternakan besar untuk mengembangbiakkan kuda, sapi, atau domba; menganggap mudah (gampang, ringan) (5) |
| RANCU | Tidak teratur; campur aduk; kacau (tentang berpikir, berbahasa) (5) |
| RANDA | Perempuan yang bercerai atau perempuan yang suaminya sudah meninggal; janda; panggilan untuk gadis remaja (Petapa) (5) |
| RANDE | Mengangkat sesuatu beramai-ramai dan mendorongnya lambat-lambat (Aceh) (5) |
| RANDI | Kain sutra yang bertitik-titik, bergaris-garis (buatan Cina atau Thailand) (5) |
| RANDU | Pohon yang kayunya tidak keras dan berwarna putih, kulit kayu berwarna hijau, berdaun majemuk, terdiri atas 3—9 anak daun tersusun menjari, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan, berbuah lonjong, berbiji bulat kecil berwarna hitam, berserat kapuk, digunakan untuk mengisi bantal dan kasur; kapuk (Ceiba pentandra) (5) |
| RANGO | Diulang: pohon yang batangnya bengkok, tinggi mencapai 16 m (Voacanga foetida) (5) |
| RANGU | Jamur yang dapat dimakan; kulat (Schizophyllum alneum) (5) |
| RANJI | Bagian; jatah (5) |
| RANTE | Satuan ukuran luas 1/25 ha (5) |
| RANTI | Lenca (Solanum nigrum) (5) |
| RANUM | Sangat masak (tentang buah-buahan) (5) |
| RAPAH | Merapah; berjalan menginjak-injak (tanaman); menjelajah; mengembara; menyiangi (sawah) (5) |
| RAPAI | Merapai; menggapai; menggerapai (5) |
| RAPAK | Tuntutan hak dari pihak istri karena ditinggal lama oleh suami tanpa diketahui pasti tempat suaminya berada (5) |
| RAPAL | Baca (membaca); ucap (mengucap) (5) |
| RAPAT | Hampir tidak berantara; dekat sekali (tidak renggang); kerap (tentang tanaman, anyaman, dan sebagainya); tertutup benar-benar hingga tidak bercelah; berhampiran sekali; dekat benar; karib; erat (tentang persahabatan); pertemuan (kumpulan) untuk membicarakan sesuatu; sidang; majelis; tumbuhan menjalar, kulitnya dibuat obat; kayu rapat (Parameria barbata) (5) |
| RAPBD | Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (singkatan) (5) |
| RAPBN | Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (singkatan) (5) |
| RAPEL | Bagian gaji atau imbalan berupa uang yang diterimakan sekaligus di kemudian hari karena adanya kelebihan yang belum diberikan (5) |
| RAPIK | Omong kosong; obrolan (5) |
| RAPIM | Rapat pimpinan (akronim) (5) |
| RAPOR | Laporan resmi (kepada yang wajib menerimanya); lapor; buku yang berisi nilai kepandaian dan prestasi belajar murid di sekolah, berfungsi sebagai laporan guru kepada orang tua atau wali murid (5) |
| RAPUH | Mudah rusak (patah, pecah, sobek putus); lemah, sakit-sakitan (tentang tubuh) (kiasan); tidak teguh (tidak tetap pendirian dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| RAPUN | Hancur; remuk; pecah (Minangkabau); kelim yang berkerut (5) |
| RAPUS | Merapus; mengikat keempat kaki binatang (yang akan disembelih) (5) |
| RARAI | Merarai; melarai; melerai; memisah (5) |
| RARAK | Berarakan; berantakan; musik tradisional yang terdiri atas celempong, gong, dan gendang (Melayu Riau) (5) |
| RARAS | Luruh semuanya (tentang daun di pohon); mencuci beras atau biji-bijian yang hendak dimasak (Sasak); gerakan peralihan antara dua adegan dalam tari Sunda (5) |
| RASAI | Merasai (Minangkabau) (5) |
| RASAM | Kebiasaan; aturan; adat; sifat (5) |
| RASAN | Basi; busuk (Minangkabau) (5) |
| RASAU | Pandan yang tumbuh di tepi sungai, bunganya harum (Pandanus helicopus); tiruan bunyi daun-daunan atau pohon-pohonan yang ditiup angin kencang; desau (5) |
| RASEM | Senyawa optis takaktif yang terdiri atas bentuk levo dan dekstro yang sama banyak (Kimia); tandan (Botani) (5) |
| RASHT | Kota di Iran (5) |
| RASIO | Pemikiran menurut akal sehat; akal budi; nalar; hubungan taraf atau bilangan antara dua hal yang mirip; perbandingan antara berbagai gejala yang dapat dinyatakan dengan angka; nisbah (5) |
| RASIS | Bersifat diskriminasi berdasarkan ras; berkenaan dengan rasisme atau rasialisme (5) |
| RASTA | Gerakan agama baru yang memandang diri mereka sebagai penggenap suatu visi tentang bagaimana orang Afrika harus hidup (berkembang di Jamaika) (5) |
| RASUK | Balok palang yang dipasang di antara tiang rumah untuk menahan atau menopang lantai (pada rumah panggung); merasuk (5) |
| RASUL | Orang yang menerima wahyu Allah Swt. untuk disampaikan kepada manusia (Agama Islam); murid Nabi Isa yang mula-mula menyiarkan agama Kristen (Agama Kristen) (5) |
| RATAH | Tidak bercampur apa-apa, hanya satu macam saja (tentang lauk-pauk) (5) |
| RATAK | Pertumbuhan daging yang tidak normal pada vagina (5) |
| RATAP | Meratap; menangis disertai ucapan yang menyedihkan; mengeluh (dengan menangis, menjerit dan sebagainya) (5) |
| RATAS | Rapat terbatas (akronim) (5) |
| RATEP | Upacara mendatangkan hujan yang ditarikan dengan gamelan tidak berlogam hingga penari utamanya kesurupan (Madura); penari utama yang menjadi kesurupan selama berlangsungnya upacara ritual akhir musim kemarau (Madura) (5) |
| RATIB | Puji-pujian atau doa kepada Tuhan yang diucapkan berulang-ulang, seperti la ilaha illallah, Allahu akbar; zikir (Agama Islam) (5) |
| RATNA | Batu mulia; intan; permata (kiasan); putri (gadis) yang cantik (kiasan) (5) |
| RATUN | Sistem penanaman tebu dengan menggunakan bibit dari sisa panen tebu yang dipelihara hingga tumbuh tunas baru (5) |
| RATUS | Satuan bilangan kelipatan seratus yang dilambangkan dengan dua nol (00) di belakang angka 1–9; dupa yang berbau harum (5) |
| RAUNG | Bunyi yang nyaring dan panjang; gunung dengan ketinggian 3.344 mdpl yang terletak di tiga kabupaten di Jawa Timur, yaitu Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi (5) |
| RAWAH | Kuali besar (Minangkabau); persekutuan dagang (tentang penangkapan ikan dan sebagainya) yang sebagian pesertanya memberikan modal dan sebagian memberikan tenaga (5) |
| RAWAI | Alat untuk menangkap ikan yang dibuat dari tali atau rotan yang direntangkan dan diikatkan beberapa buah kail (5) |
| RAWAK | Tidak ditentukan atau tidak diperhitungkan lebih dahulu; acak; rambang (5) |
| RAWAN | Rindu bercampur sedih; pilu; terharu; mudah menimbulkan gangguan keamanan atau bahaya; gawat; muda, lembut (tentang tulang); kendaraan (5) |
| RAWAS | Suku bangsa yang mendiami daerah Bengkulu, Lampung dan Sumatra Selatan (5) |
| RAWAT | Pelihara; urus; jaga (5) |
| RAWIN | Peralatan untuk mengobservasi arah dan kecepatan angin di atmosfer dengan mengikuti balon yang membawa alat pemancar radio (Meteorologi) (5) |
| RAWIS | Kain warna-warni yang dipasang sebagai hiasan di kiri kanan pinggul penari Gandrung Banyuwangi, biasanya terdiri atas empat lembar kain berwarna merah, putih, hijau, dan kuning (Using); rumbai-rumbai kecil pada sisi-sisi kain; bulu kecil memanjang berwarna metalik yang hanya tumbuh pada leher, punggung, dan ekor ayam jantan (Jawa) (5) |
| RAWIT | Kecil; merawit; melibat (menyangkut, membabit) dalam suatu perkara (5) |
| RAWON | Masakan (lauk) berkuah dibuat dari irisan daging dengan bumbu utamanya keluak, ditambah rempah-rempah lain (5) |
| RAWUN | Membakar sampah pada sore hari untuk menolak bibit penyakit (Sunda) (5) |
| RAYAH | Merayah (5) |
| RAYAN | Merayan (Minangkabau); mengigau; meracau; mimpi yang berhubungan dengan pengalaman pada siang hari atau yang berhubungan dengan peristiwa yang selalu mengganggu pikiran (5) |
| RAYAP | Serangga (seperti semut) yang hidup berkelompok, menyukai tempat yang gelap, lembap, dan hangat, memakan kayu sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan dan struktur kayu, dan merupakan hama bagi kehidupan manusia; rayap tanah; anai-anai (Termitoidae); orang yang mengeruk kantong orang lain (kiasan) (5) |
| RAYAU | Merayau; meraba-raba untuk mencari sesuatu; berjalan berkeliling untuk mencari sesuatu (berkeliaran untuk mencari mangsa dan sebagainya); mengembara; mondar-mandir karena gelisah (5) |
| RAYON | Bagian daerah atau wilayah yang dibentuk berdasarkan perjanjian; serat tekstil sintetis (5) |
| RAZIA | Penangkapan beramai-ramai; penggerebekan penjahat yang berbahaya bagi keamanan; pemeriksaan serentak (surat-surat kendaraan bermotor, kartu tanda penduduk, dan sebagainya) (5) |
| REBAB | Alat musik gesek menyerupai biola bertali dua atau tiga, biasanya digesek dengan cara ditegakkan di lantai dan penggeseknya berada di belakang rebab (5) |
| REBAH | Bergerak dari posisi berdiri ke posisi jatuh dan terbaring (seperti orang, pohon); terletak berbaring; roboh; tumbang; diulang: berbaring-baring untuk beristirahat (5) |
| REBAK | Robek panjang (kain, layar, dan sebagainya); luka dalam (kena pisau dan sebagainya); merebak; meleleh (air mata); menjalar atau menular (tentang penyakit); tersebar atau tersiar (tentang kabar dan sebagainya); meluas atau merembet (tentang api, perang) (5) |
| REBAN | Kandang ayam atau kandang itik yang terdapat di kolong atau di belakang rumah (5) |
| REBAS | Bertitikan; berjatuhan (air, air mata ); rabas; diulang: hujan rintik-rintik; gerimis (5) |
| REBAT | Merebat; menutup jalan dengan rintangan (kayu, duri, dan sebagainya); memasang duri (dengan melilitkannya pada pohon supaya tidak dapat dipanjat); memagar (kebun) dengan pohon-pohon dan sebagainya supaya tidak dapat dimasuki orang atau tidak dimasuki binatang (5) |
| REBEH | Compang-camping; rompang-ramping (tentang pakaian dan sebagainya) (Melayu Jakarta); usang; buruk (Melayu Jakarta); tergantung terkulai (tentang sayap patah, layar robek, dan sebagainya); tidak kaku lagi (tentang tepi topi dan sebagainya); terkelepai (5) |
| REBEK | Kotoran mata (5) |
| REBOK | Keropos (untuk pohon) (Dayak) (5) |
| REBON | Udang kecil-kecil; udang geragau; udang rebon (Melayu Jakarta) (5) |
| REBUK | Nanah (pada luka dan sebagainya) (5) |
| REBUS | Permainan menebak kata yang disamarkan dalam bentuk gambar atau simbol; merebus; memasak sesuatu dengan air atau memasak sesuatu dalam air mendidih (5) |
| REBUT | Rampas, ambil dengan paksa (barang orang) (5) |
| RECAK | Burik yang tidak dalam; bopeng; bercak; beras recak; naik, tunggang (Minangkabau) (5) |
| RECEH | Kecil (5) |
| RECET | Tiba-tiba menangis (5) |
| RECIK | Percik (5) |
| RECOK | Rewel; ribut; gaduh (5) |
| RECUP | Tunas atau kuncup yang baru keluar dari batang atau cabang; tumbuhan muda yang mulai keluar dan mulai tumbuh (5) |
| REDAH | Tebang; tebas (Minangkabau); meredah; menebang (menebas) dalam jumlah banyak; menempuh (bahaya, hutan, dan sebagainya); mengarungi; melintasi (5) |
| REDAM | Kurang terang (kedengaran atau kelihatan); tidak jelas; sayup-sayup; hancur; remuk (5) |
| REDAP | Gendang (rebana) kecil; dap (5) |
| REDIH | Semaian (padi dan sebagainya) (5) |
| REDIK | Hardik (5) |
| REDUM | Tiruan bunyi benda besar jatuh ke air; suram; redup; mendung; redam (5) |
| REDUP | Berawan (langit); tidak terang (cuaca); mendung; agak gelap karena terlindung awan; tidak panas; suram; berkurang; merosot (kekayaan, kemegahan); mulai berhenti; reda (badai, cinta kasih, dan sebagainya); sayup-sayup; redam (suara, bunyi); tidak gembira (kiasan) (5) |
| REDUT | Mengkal; kesal; dongkol (Minangkabau) (5) |
| REGAH | Rekah, pecah (5) |
| REGAN | Kayu sebelah atas dan sebelah bawah rangka jendela (5) |
| REGAS | Potong, pangkas (5) |
| REGAT | Pintas; berjalan menyilang di hadapan pemain lain dalam pentas drama (5) |
| REGEL | Bilah-bilah kayu (bambu) yang dipasang melintang sebagai tempat penahan berdirinya dinding atau sebagai tempat menempelkan langit-langit; belebas (5) |
| REGEN | Bupati (5) |
| REGES | Luruh daunnya; tidak berdaun lagi; (me)ranggas (Jawa) (5) |
| REGIO | Bagian topografis tubuh (5) |
| REGOL | Pintu gerbang (5) |
| REGUK | Memasukkan (air dan sebagainya) ke dalam mulut lalu menelannya; teguk; regup (Minangkabau) (5) |
| REGUP | Memasukkan (air dan sebagainya) ke dalam mulut lalu menelannya; teguk; reguk (5) |
| REHAB | Rehabilitasi (kependekan) (5) |
| REHAL | Bangku kecil khusus tempat menaruh Al-Qur'an yang hendak dibaca; alas atau tempat menyimpan kendang (Sunda) (5) |
| REHAT | Istirahat (5) |
| REIMS | Kota di Prancis (5) |
| REJAH | Merejah; berjalan menempuh (melanggar, melanda) dengan tidak memedulikan apa pun (5) |
| REJAN | Merejan; menahan napas dengan tenaga seperti ketika hendak buang air; mengejan; kejan (5) |
| REJEH | Merah dan berair pada pelupuk mata bagian dalam; belengset (5) |
| REJUK | Lompat (5) |
| REKAH | Merekah; pecah memanjang dan terbuka (tentang kulit buah-buahan dan sebagainya); retak (tentang tanah); mulai mekar (tentang bunga); fajar mulai terbit (kiasan) (5) |
| REKAM | Bekas atau kesan dari sesuatu yang diucapkan; bekas yang dituliskan (seperti garis-garis atau gambar berwarna pada kain, garis-garis berwarna pada kain tenun, huruf, tanda, yang diterakan pada kopor, cetakan stensil); sulam (suji) dengan warna yang lain (dengan benang emas); alur-alur bunyi (suara) pada piringan hitam; alur-alur (magnetik) pada piringan (atau pita kaset) yang dapat menghasilkan bunyi dan/atau gambar (5) |
| REKAN | Teman (sekerja); kawan sepersekutuan; sama-sama anggota perseroan; tempat orang berjual beli bermacam-macam barang dagangan (seperti hasil bumi, timah, dan kerajinan tangan); pekan (5) |
| REKAP | Rekapitulasi (kependekan) (5) |
| REKAT | Lekat (5) |
| REKEN | Hitung (5) |
| REKES | Surat permohonan; surat lamaran pekerjaan (5) |
| REKOR | Hasil terbaik (tercepat, tertinggi) dalam keolahragaan; jumlah terbanyak; terbaik (tertinggi) (5) |
| REKSA | Polisi; penjaga (Olahraga) (5) |
| REKTO | Halaman sebelah kanan pada buku atau naskah terbuka, biasanya bernomor halaman ganjil; sisi pertama pada kertas cetak atau bergaris jika dilipat dan dijilid; bagian depan atau bagian muka lembaran kertas cetakan (5) |
| RELAI | Sambung siar; siput mutiara; rusak berpisah-pisah (tentang kayu) karena lapuk dan busuk; saklar eletronik yang dikendalikan oleh listrik (Fisika) (5) |
| RELAP | Kilau; kilap; kilat (5) |
| RELAS | Kupas (5) |
| RELAU | Tungku peleburan timah (5) |
| RELAX | Santai (Inggris) (5) |
| RELIK | Makhluk, populasi, atau masyarakat yang merupakan peninggalan zaman purba yang dapat bertahan diri (5) |
| RELUH | Mencuci sambil dikocok (benda berongga berbentuk bulat panjang atau bermulut kecil, seperti botol atau tabung yang panjang) (Gayo) (5) |
| RELUK | Keluk; lekuk (5) |
| REMAH | Bersifat mudah pecah; repih-repih (roti); sisa-sisa makanan dan sebagainya yang ketinggalan di tempat makan; konsistensi tanah yang bersifat mudah pecah (Geografi dan Geologi) (5) |
| REMAI | Berasa nyeri di tulang; reumatik (5) |
| REMAK | Lebih baik; biarlah (5) |
| REMAS | Kepal dan peras (5) |
| REMEH | Tidak penting; tidak berharga; kecil (5) |
| REMET | Berkata-kata tidak keruan ujung pangkalnya; merepek; menggerakkan perlahan-lahan ke atas dan ke bawah, menari ke sana kemari (tentang pancing) (Aceh); menggenggam erat-erat (tentang benda kecil) dalam jumlah banyak (5) |
| REMIS | Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang (dalam permainan catur); seri; sama-sama (Olahraga); kiriman uang (surat berharga) (Ekonomi dan Keuangan); kerang (kepah) yang dapat dimakan, cangkangnya kuat dan simetris, bentuknya agak bundar atau memanjang, bagian dalam berwarna putih dan bagian luar berwarna abu-abu kecokelatan (Corbicula) (5) |
| REMOH | Kepang-kepot; renyuk (5) |
| REMOT | Alat untuk mengoperasikan sesuatu (misalnya televisi, mobil) dari jauh (5) |
| REMPA | Merempa; merempuh; menempuh; melanggar (5) |
| REMUK | Hancur lebur; luluh lantak; hancur berkeping-keping; keremus; mengecilkan ukuran dengan menggunakan gaya bentur, gaya tekan, gaya tarik, dan sebagainya (5) |
| RENAH | Lereng yang tingginya beberapa meter terdapat di tepi sungai sekarang atau bekas sungai dahulu (Arkeologi) (5) |
| RENAL | Bertalian dengan ginjal dan daerah sekeliling ginjal (5) |
| RENDA | Kerawang yang dibuat dari benang yang dirajut, biasa dipasang di tepi baju, sarung bantal dan sebagainya (5) |
| RENEK | Jenis tumbuhan pelir anjing (Challattia griffithia); merenek; menggeletar (tentang suara) (5) |
| RENES | Selalu memperoleh walaupun sedikit (5) |
| RENET | Ekstrak renin yang dipekatkan (Kimia) (5) |
| RENGO | Serikat dagang (ungkapan/Jepang) (5) |
| RENIK | Kecil; halus (5) |
| RENIN | Enzim pengurai protein susu (kasein) yang lazim diperoleh dari pankreas anak sapi (Kimia) (5) |
| RENOP | Rencana operasi (akronim) (5) |
| RENSO | Pemerah bibir yang terbuat dari kertas (Muna) (5) |
| RENTA | Tua; lanjut usia (5) |
| REPAS | Mudah pecah (rusak, hancur); rapuh (5) |
| REPES | Merepes; mengerjakan sesuatu yang tidak ada gunanya atau untuk iseng-iseng saja (5) |
| REPET | Merepet; bercakap yang bukan-bukan (hingga menjemukan); mericau (5) |
| REPIH | Mudah dipecahkan (seperti roti kering); repihan (5) |
| REPOK | Peruntungan dalam perkawinan (Sunda); perumahan di tengah sawah atau kebun, terdiri atas tiga atau empat rumah (Sasak) (5) |
| REPOT | Sibuk; ribut; banyak kerja; sukar; berabe; dalam kesukaran; kalut (5) |
| REPUH | Diulang: induk kunci gantung; kura-kura; empedal ayam (5) |
| REPUI | Repas; repih; repuh (5) |
| REPUT | Lapuk atau buruk (tentang kayu dan sebagainya) (5) |
| RERAK | Rusak berpisah-pisah; berantakan (5) |
| RERAS | Gugur; luruh; rontok (5) |
| REROT | Bererot; berjalan beriring-iring (berduyun-duyun); mererot; berderet-deret; berduyun-duyun; berjejer; beruntun-runtun (Melayu Jakarta) (5) |
| RESAH | Gelisah; tidak tenang; gugup; rusuh hati (5) |
| RESAK | Pohon yang kayunya kuat dan awet (Shorea glauca) (5) |
| RESAM | Tumbuhan jenis pakis, batangnya keras, dapat dibuat kalam; paku rotan (Gleichenia linearis); adat kebiasaan; aturan-aturan yang menjadi adat; pembawaan (5) |
| RESAN | Merasa tersinggung (tersindir dan sebagainya) oleh perkataan orang lain; merasa tidak senang hati terhadap kelebihan orang lain; merasa cemburu (dengki, iri hati) (5) |
| RESAP | Meresap; masuk pelan-pelan ke dalam lubang-lubang kecil atau lembut (terutama tentang barang cair); merembes (masuk atau keluar); menetes (tentang keringat); hilang lenyap (dari pandangan); masuk dan melekat benar (ke dalam hati dan sebagainya) (5) |
| RESEK | Usil; mencampuri urusan orang lain (5) |
| RESEM | Memisahkan daun tembakau dari gagangnya (Madura) (5) |
| RESEP | Keterangan dokter tentang obat serta takarannya, yang harus dipakai oleh si sakit dan dapat ditukar dengan obat di apotek; keterangan tentang bahan dan cara meracik obat (memasak makanan) (5) |
| RESES | Masa perhentian sidang (parlemen); masa istirahat dari kegiatan bersidang (5) |
| RESET | Set ulang (5) |
| RESIK | Bersih; berbunyi (bersuara) nyaring; lantang; berdesir-desir; berkerisik; berkasak-kusuk; menyebarkan desas-desus (5) |
| RESIN | Zat padat tanpa bentuk, berwarna kuning kecokelat-cokelatan, berasal dari getah pohon sebagai bahan pembuat pernis, lem, patri, dan sebagainya; damar (Kimia) (5) |
| RESKO | Resor kota (akronim) (5) |
| RESMI | Sah (dari pemerintah atau dari yang berwajib); ditetapkan (diumumkan, disahkan) oleh pemerintah atau instansi yang bersangkutan; formal (5) |
| RESOR | Daerah kecil; daerah kuasa; lingkungan kerja; sanggraloka (5) |
| RESTO | Restoran (kependekan) (5) |
| RESTU | Berkat; doa; pengaruh baik atau buruk; pesona (5) |
| RESUS | Monyet yang digunakan dalam penelitian penggolongan darah sistem RH (Macaca mulatta) (5) |
| RETAK | Tampak bergaris pada barang keras (seperti piring, batu) yang menandakan akan pecah; bengkah; cacat; cela; berselisih; tak akrab lagi; sudah tidak utuh (bersatu) lagi (5) |
| RETAS | Sudah putus benang jahitannya; terbuka jahitannya (kelimnya dan sebagainya); tubuh batuan beku yang menerobos dengan memotong batuan lain (Geografi dan Geologi); meretas; memutuskan benang-benang pada jahitan; membuka (surat) dengan pisau; membedah atau membelah kulit (karung dan sebagainya); menebangi pohon untuk membuat jalan; merintis; merentas; menembus dengan merusak dinding dan sebagainya; menggunakan komputer atau perangkat teknologi lainnya untuk mengakses data milik orang atau organisasi lain secara tidak sah (5) |
| RETEK | Meretek; menggigil; gemetar (Minangkabau) (5) |
| RETIH | Meretih; berbunyi seperti daun-daunan basah dibakar; mendedas; tampak berbutir-butir pada kulit (seperti keringat, bintik-bintik berair); berloncatan (seperti udang ditangguk) (5) |
| RETOK | Meretok; melakukan sesuatu dengan lambat-lambat dan bersusah payah karena badan lemah atau baru sembuh dari sakit (Aceh) (5) |
| RETRO | Mengambil model tentang sesuatu dari masa lalu, seperti gaya busana atau musik; penggunaan gaya busana, musik, dan sebagainya yang mengambil contoh dari masa lalu; bentuk belakang; ke belakang; terletak di belakang (5) |
| RETUR | Kembali (5) |
| RETUS | Penghalusan sebuah alat sehingga permukaannya yang tidak teratur berkurang atau yang tajam dihaluskan; pembetulan gambar negatif atau foto untuk proses pengopian atau pemotretan reproduksi yang dilakukan dengan menggunakan pensil, kapur cat, zat warna, dan sebagainya (5) |
| REUNI | Pertemuan kembali (bekas teman sekolah, kawan seperjuangan, dan sebagainya) setelah berpisah cukup lama; ihtifal (5) |
| REVDA | Kota di Rusia (5) |
| REVIU | Tinjau (Inggris); tinjauan (Inggris) (5) |
| REWAK | Ada sesuatu yang hendak dikatakan (diberitahukan); merewak; tersebar merata (tentang kabar); merembet-rembet (tentang kerusuhan); meluas (5) |
| REWEL | Banyak bicara (suka membantah, tidak mudah menurut, ada-ada saja yang diminta); sukar (tidak mudah mengerjakannya); tidak berjalan lancar (tentang mesin) (5) |
| REWET | Merewet; menyambar atau mengenai yang lain-lainnya; merembet (5) |
| REYOT | Sudah sangat rusak dan hampir roboh (tentang gubuk, kursi, meja) (5) |
| REZIM | Tata pemerintah negara; pemerintahan yang berkuasa; ciri dan distribusi unsur iklim dalam suatu daerah (Meteorologi) (5) |
| RHEIN | Salah satu sungai terpanjang di Eropa yang panjangnya 1.230 km (5) |
| RIANG | Suka hati; girang sekali; meriang; diulang: jangkrik; cengkerik; keridik; pohon kecil, kulit kayunya tebal berwarna merah kecokelatan, daunnya seperti belulang, bunganya besar dan bagus, kayunya berwarna merah tua, keras, dan awet, digunakan untuk gelegar, kasau, dan tiang (Ploiarum alternifolium) (5) |
| RIBAT | Gedung atau tempat melakukan pelatihan ibadah dan kewajiban lain (5) |
| RIBEN | Kaca gelap tembus cahaya yang bersifat meneduhkan atau meredupkan cahaya matahari; kacamata yang dibuat dari bahan kaca gelap tembus cahaya untuk melindungi mata dari sinar matahari yang menyilaukan (5) |
| RIBET | Tidak praktis (5) |
| RIBUT | Sibuk sekali; banyak pekerjaan; recok; gaduh; ingar; ramai (rusuh) tidak keruan; marah-marah (mengamuk); bertengkar mulut; kencang, gemuruh, dan tidak tentu arahnya (tentang angin) (5) |
| RICAU | Kicau; oceh (5) |
| RICIK | Tiruan bunyi gemuruh hujan dibawa angin; derau (5) |
| RICUH | Ribut; cekcok; campur aduk tidak keruan; kacau (5) |
| RIDAN | Pohon kecil, tingginya 6—8 m, kayunya berwarna cokelat, cocok dibuat papan (Nephelium maingayi) (5) |
| RIDIP | Sirip di punggung ikan (5) |
| RIGAI | Lampai; tinggi kurus (Minangkabau) (5) |
| RIGID | Kaku (Inggris) (5) |
| RIJAL | Laki-laki; pria (Arab) (5) |
| RIKUH | Malu-malu; canggung; segan-segan (5) |
| RILIS | Merilis; menyampaikan secara resmi berita, pengumuman, informasi, dan sebagainya untuk disiarkan; mengeluarkan (menerbitkan, mengadakan) buku, film, album lagu, dan sebagainya (5) |
| RIMAS | Berasa tidak senang atau nyaman (karena panas); tidak senang hati (5) |
| RIMBA | Hutan lebat (yang luas dengan pohon yang besar-besar) (5) |
| RIMIS | Uang pada zaman Belanda yang bernilai setengah sen, dibuat dari tembaga bercampur perunggu; peser (5) |
| RIMPI | Pisang (ubi) yang disayat atau diiris tipis-tipis kemudian dikeringkan (5) |
| RIMPU | Kain sarung yang digunakan untuk menyelubungi kepala, wajah, dan badan perempuan yang belum menikah (Bima) (5) |
| RINAI | Gerimis; rintik-rintik; tetes-tetes (tentang hujan) (Minangkabau); bersenandung; bernyanyi-nyanyi kecil (5) |
| RINCU | Kacau; rancau (5) |
| RINDU | Sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu; memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu (hendak pulang ke kampung halaman) (5) |
| RIPAI | Rebana (Minangkabau) (5) |
| RIPIT | Keripik pisang atau keladi (Minangkabau) (5) |
| RIPTA | Prasasti yang ditulis pada lontar (5) |
| RIPUH | Menderita kesusahan (karena kekurangan uang, sakit, dan sebagainya); sibuk; banyak kerja; repot; ribut (kacau balau tidak keruan) (5) |
| RIPUK | Rusak; pecah-pecah (remuk); keuntungan yang diperoleh akibat kesalahan orang lain (5) |
| RIRES | Lemang Karo yang biasanya dimasak dengan kunyit, merica, dan lada hitam (Tata Boga/Batak) (5) |
| RIRIT | Leret; deret (Minangkabau) (5) |
| RISAK | Merisak; mengusik; mengganggu; merundung (5) |
| RISAU | Buruk kelakuan (suka berbuat jahat); gelisah; rusuh hati; rusuh (kacau, tidak aman) (5) |
| RISET | Penyelidikan (penelitian) suatu masalah secara bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengertian, mendapatkan fakta yang baru, atau melakukan penafsiran yang lebih baik (5) |
| RISIK | Merisik; meraba-raba (ke dalam saku dan sebagainya); melakukan penyelidikan pendahuluan (dengan sembunyi-sembunyi); menyelidiki berhasil tidaknya pinangan; menyuruh orang menyampaikan pinangan; menggerisik (berbunyi seperti daun tertiup angin); berbisik-bisik (5) |
| RISIN | Protein yang termasuk dalam kelas albumin, ditemukan dalam biji jarak, bersifat racun sehingga biji jarak tidak dapat dimakan dan menyebabkan aglutinasi zarah darah merah (Kimia) (5) |
| RISIT | Surat tanda penerimaan (seperti kuitansi, resi) (5) |
| RITAK | Banyak tanya (Melayu Riau) (5) |
| RITEL | Ecer; retail; runcit (5) |
| RITME | Irama (5) |
| RITUL | Meritul; mengadakan perubahan; merombak; memecat atau memberhentikan dari jabatan dan mengganti dengan pegawai lain (5) |
| RITUS | Tata cara dalam upacara keagamaan (5) |
| RIUNG | Meriung (Sunda); duduk berkumpul; suku bangsa yang mendiami Pulau Flores bagian tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (5) |
| RIVAL | Lawan; saingan (dalam pertandingan) (5) |
| RIVNE | Kota di Ukraina (5) |
| RIWAN | Mimpi buruk (5) |
| RIZOM | Batang yang menjalar di bawah tanah; rimpang (Botani) (5) |
| RKAKL | Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (dokumen rencana keuangan tahunan Kementerian/Lembaga yang disusun menurut bagian anggaran Kementerian/Lembaga) (singkatan) (5) |
| RKASK | Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja (singkatan) (5) |
| ROAST | Daging panggang (Inggris) (5) |
| ROBEH | Tetes-tetes air yang jatuh dari daun (Melayu Riau) (5) |
| ROBEK | Terlepas, terputus dari anyaman, jahitan, dan sebagainya (tentang tikar, baju, kain, dan sebagainya); sobek; kerabik; kerebok; cabik; koyak (5) |
| ROBOH | Runtuh (tentang bangunan yang besar, seperti rumah, tembok); rebah; tumbang (tentang pohon, tanaman); jatuh (dalam berbagai-bagai arti seperti bangkrut, kalah, tidak dapat bertahan lagi, luntur imannya) (kiasan) (5) |
| ROBOK | Merobok; terluka di bagian dalam saja, di luar tidak tampak; menggelegak (seperti botol kosong dan sebagainya yang dibenamkan ke dalam air) (5) |
| ROBOT | Alat berupa orang-orangan dan sebagainya yang dapat bergerak (berbuat seperti manusia) yang dikendalikan oleh mesin; orang yang menurut saja perintah orang lain (kiasan); orang yang bertindak tanpa pikiran dan perasaan (kiasan) (5) |
| ROCET | Banyak coretan (tentang tulisan); kusut atau kacau (tentang pekerjaan, administrasi, dan sebagainya) (5) |
| RODAN | Sangat nyeri (sakit) (5) |
| RODAT | Nyanyian (Arab) yang diiringi rebana (5) |
| RODEK | Radang atau borok di kulit kepala (Sunda) (5) |
| RODOK | Merodok; menikamkan atau menusukkan (barang yang panjang) ke atas atau ke depan; menjolok; meniduri; berlari dengan menjulurkan leher ke muka (seperti angsa hendak menyudu); berbuat sesuatu dengan membabi buta (5) |
| RODOS | Kota di Yunani (5) |
| ROGES | Tidak rapi atau patah-patah (tentang gigi) (Sunda) (5) |
| ROGOH | Merogoh; mengambil sesuatu dengan memasukkan tangan ke dalam saku (5) |
| ROGOK | Merogok; menyogok (5) |
| ROGOL | Merogol; memerkosa (5) |
| ROHIS | Rohani Islam (akronim) (5) |
| ROHRI | Kota di Pakistan (5) |
| ROJOL | Merojol; tersembul atau keluar dari lubang dan sebagainya (5) |
| ROKER | Pemain musik rok; rombongan kereta; para penumpang kereta rel listrik yang setiap hari naik kereta dan berangkat secara berombongan, biasanya berasal dari satu lokasi tempat tinggal atau memiliki tujuan yang sama (akronim) (5) |
| ROKET | Peluru berbentuk silinder yang digerakkan dengan reaksi motor dan dapat bekerja di luar atmosfer; proyektil (5) |
| ROKOK | Gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun nipah, kertas) (5) |
| ROLET | Alat dengan sebuah roda baja, terdiri atas beberapa baris ketakrataan regular yang digunakan untuk membuat garis-garis butiran kasar (Grafika); permainan judi yang menggunakan bola kecil yang dilemparkan di atas papan bulat yang berputar yang bertuliskan angka atau gambar (5) |
| ROMAN | Rupa muka; wajah; karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing; (cerita) percintaan; sekam (padi); tangkai padi (merang); menutup bagian wajah jenazah yang bercelah atau berlubang (mata, hidung, mulut, dan telinga) saat dimandikan, menggunakan kesepuluh jari tangan, dilakukan hanya oleh satu orang (biasanya bibi mendiang dari pihak ayah), agar tidak kemasukan air (Elnama); kota di Rumania (5) |
| ROMET | Meromet; melakukan pekerjaan yang halus-halus atau yang sulit-sulit (5) |
| ROMOK | Meromok; duduk meringkuk (mendekam) seperti burung atau ayam sakit (5) |
| ROMOL | Diulang: barang-barang rombengan (5) |
| ROMPI | Baju luar yang tidak berlengan (5) |
| RONCE | Meronce; merampok; merampas; mengarang bunga; menguntai (5) |
| RONDA | Meronda; berjalan berkeliling untuk menjaga keamanan; berpatroli (5) |
| RONDE | Minuman yang mengandung ramuan agak pedas (seperti jahe) dengan penganan bulat-bulat kecil di dalamnya (Jawa); babak pada pertandingan tinju (5) |
| RONDO | Komposisi musik (susunan musik) yang motif utamanya selalu berulang; pulau terluar Indonesia yang berada di Laut Andaman (5) |
| RONEO | Meroneo; memperbanyak dengan mesin stensil (5) |
| RONTA | Meronta; bergerak sekuat-kuatnya hendak melepaskan diri (dari pegangan, ikatan, dan sebagainya) (5) |
| ROPAR | Kota di India (5) |
| ROPOH | Pagar yang dipasangi tanaman atau kawat berduri (Jawa) (5) |
| ROROD | Merorod; kedodoran; melorot; membuang tanaman liar yang mengganggu tanaman utama (5) |
| ROROK | Merorok; memelihara anak orang lain, biasanya bayi yang tidak bisa menyusu kepada ibunya (5) |
| ROSET | Pengaturan daun yang berpusar dan umumnya dekat pada permukaan tanah (Botani) (5) |
| ROSIN | Resin yang diperoleh apabila terpentin dikesatkan (5) |
| ROSOK | Raba; rogoh (5) |
| ROSSA | Penyanyi lagu Ayat-ayat Cinta (5) |
| ROTAN | Tumbuhan menjalar yang batangnya digunakan untuk berbagai barang atau perabot (seperti kursi, tali, gelang); pukulan sebagai hukuman (5) |
| ROTOK | Merotok; berbunyi seperti bunyi senapan; mendedas; bersungut-sungut; mengomel; menggerutu (5) |
| ROTOR | Cakram beserta seperangkat kontak masukan dan keluaran yang disambung sesuai dengan cara yang telah diatur sebelumnya, dan dirancang untuk berputar dalam mesin sandi elektris (Fisika); bagian yang berputar dalam mesin (Fisika) (5) |
| ROUEN | Kota di Prancis (5) |
| ROUGE | Kosmetik untuk memerahi pipi atau bibir (ungkapan/Prancis); pemerah pipi (Inggris) (5) |
| ROUKS | Bahan pengental yang dibuat dari campuran tepung dan lemak, digunakan sebagai bahan dasar pembuatan saus dan sup krim (Tata Boga) (5) |
| ROWOT | Merowot; berpantang makan nasi, hanya makan sayuran (5) |
| ROYAK | Meroyak; melebar, meluas (tentang kudis, pakaian yang sobek); bertambah hebat (tentang tangis) (5) |
| ROYAL | Berlebih-lebihan (dalam mengeluarkan uang, dalam makan minum); melampaui batas (5) |
| ROYAN | Penyakit yang timbul sesudah melahirkan (keluarnya darah yang berlebihan, buang-buang air) (5) |
| ROYER | Meroyer; mengeluarkan atau memecat seseorang dari salah satu perkumpulan (5) |
| RSPAD | Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (singkatan) (5) |
| RUANG | Sela-sela antara dua (deret) tiang atau antara empat tiang (di bawah kolong rumah); rongga yang berbatas atau terlingkung oleh bidang (Fisika); rongga yang tidak berbatas, tempat segala yang ada (Fisika); petak dalam buah (durian, petai); pangsa; ruang nyata dan imajiner dalam pertunjukan di atas panggung (Kesenian) (5) |
| RUAYA | Perpindahan bersama dari satu tempat ke tempat lain (tentang burung, ikan, dan sebagainya); migrasi (5) |
| RUBAH | Mamalia karnivor terkecil dari kelompok anjing, bermoncong panjang (Vulpes vulpes); binatang jenis anjing bermoncong panjang dan pemakan daging (5) |
| RUBAI | Puisi berasal dari Arab-Parsi, mirip dengan syair, bersajak aa/ba, empat baris dalam satu bait (5) |
| RUBAN | Air yang terdapat pada minyak kelapa ketika membuat minyak (5) |
| RUBEL | Mata uang Rusia dan Belarusia (5) |
| RUBIK | Penganan seperti keripik yang dibuat dari singkong (Minangkabau); permainan teka-teki mekanik dalam bentuk kubus yang dibuat pada 1974 oleh seorang pemahat dan profesor arsitektur dari Hongaria, Erno Rubik (5) |
| RUBIN | Permata yang berwarna merah (5) |
| RUBIO | Kota di Venezuela (5) |
| RUCAH | Sebarang saja (bukan pilihan); sembarangan; hina; kotor; keji; senang mengumbar nafsu syahwat atau perbuatan hina (Sunda) (5) |
| RUCUK | Batang pohon berduri untuk menutup pematang sawah yang masih basah (Sunda) (5) |
| RUDAL | Peluru kendali (akronim) (5) |
| RUDAT | Seni tari dan nyanyian yang diiringi rebana dari Jawa Barat, berisi ajaran agama Islam; tarian pedang dengan pakaian prajurit zaman dahulu (Sasak) (5) |
| RUDIN | Miskin sekali (Melayu Jakarta) (5) |
| RUDUI | Jatuh terkulai (Aceh) (5) |
| RUDUS | Pedang pendek yang bilahnya makin ke ujung makin lebar; kelewang (Aceh) (5) |
| RUGBI | Olahraga dengan bola (berbentuk lonjong) yang banyak persamaannya dengan permainan sepak bola, tetapi boleh juga menggunakan tangan (5) |
| RUGBY | Kota di Inggris (5) |
| RUING | Penggulung benang yang pertama pada alat tenun; likas (5) |
| RUJAH | Rodok; merujah; merodok (menusuk) arah ke bawah (5) |
| RUJAK | Makanan yang dibuat dari buah-buahan kadang-kadang disertai sayuran yang diiris (ditumbuk dan sebagainya), kemudian diberi bumbu yang terdiri atas asam, gula, cabai, dan sebagainya (5) |
| RUJUK | Kembalinya suami kepada istrinya yang ditalak, talak satu atau talak dua, ketika istri masih dalam masa idah; kembali bersatu (bersahabat dan sebagainya) (kiasan); acu (5) |
| RUKAM | Pohon buah yang biasanya bengkok berbonggol-bonggol, batangnya berduri, tinggi hingga 15 m, kayunya sangat keras, digunakan sebagai antan dan galah pedati, buahnya pahit dan rasanya sepat (Flacourtia rukam) (5) |
| RUKAN | Rumah kantor (akronim) (5) |
| RUKUH | Kain penutup badan kaum wanita muslim, kecuali muka dan kedua telapak tangan, biasanya dipakai untuk salat; mukena; telekung (5) |
| RUKUK | Sikap membungkuk pada waktu salat, dengan tangan ditekankan di lutut sehingga punggung dan kepala sama rata sambil membaca tasbih (Agama Islam) (5) |
| RUKUN | Yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan; asas; dasar; sendi; baik dan damai; tidak bertengkar (tentang pertalian persahabatan dan sebagainya); bersatu hati; bersepakat (5) |
| RUMAH | Bangunan untuk tempat tinggal; bangunan pada umumnya (seperti gedung) (5) |
| RUMBA | Tarian pergaulan yang berasal dari Kuba, diiringi musik dengan pemindahan tekanan untuk irama 2/4 atau 4/4 (Kesenian) (5) |
| RUMBU | Bubu; tidak senonoh (kelakuan); tidak tentu arah tujuan (perjalanan); merumbu; berlaku tidak senonoh; berjalan (berkeliaran) ke mana-mana; penuh melimpah (tentang cairan) (5) |
| RUMEN | Perut pertama hewan pemamah biak; perut besar (5) |
| RUMIN | Tumbuhan semak yang tingginya mencapai 1–3 m, panjang daunnya 7–15 cm dengan tepi bergerigi dan lapisan bawah berbulu putih tebal, bunganya berbentuk malai kecil muncul pada ketiak daun, bunga betina di atas dan bunga jantan di bawah, kulit batangnya dijadikan serat untuk pembuat tali, layar, jala, dan sebagainya; kelui; rami (Boehmeria nivea) (5) |
| RUMIT | Sulit; sukar; pelik; susah (5) |
| RUMOR | Gunjingan (5) |
| RUMPI | Merumpi; mengobrol sambil bergunjing dengan teman, biasanya dalam kelompok kecil (Melayu Jakarta) (5) |
| RUMUK | Merumuk; duduk meringkuk (mendekam) seperti orang sakit (5) |
| RUMUS | Ringkasan (hukum, patokan, dan sebagainya dalam ilmu kimia, matematika, dan sebagainya) yang dilambangkan oleh huruf, angka, atau tanda; pernyataan atau simpulan tentang asas, pendirian, ketetapan, dan sebagainya yang disebutkan dengan kalimat yang ringkas dan tepat (5) |
| RUNDU | Kota di Namibia (5) |
| RUNGU | Pendengaran (5) |
| RUNTI | Merunti; menggosok rotan (terutama rotan saga) supaya hilang bagiannya yang keras (5) |
| RUNUT | Jejak (bekas tapak kaki dan sebagainya); alur di tanah (bekas roda pedati dan sebagainya) (5) |
| RUPEE | Mata uang India, Mauritius, Nepal, Pakistan, Seychelles, dan Sri Lanka (5) |
| RUPIT | Ibu kota Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatra Selatan (5) |
| RUPST | Rapat umum pemegang saham tahunan (singkatan) (5) |
| RURAL | Berkaitan dengan masyarakat desa atau pertanian (5) |
| RURUT | Gugur; jatuh (Minangkabau); merurut; melurut; melucutkan; meluluskan (cincin dan sebagainya) (5) |
| RUSAK | Sudah tidak sempurna (baik, utuh) lagi; luka-luka; bercalar-calar; calar balar (kiasan); busuk (kiasan); tidak dapat berjalan lagi (tentang mobil, mesin) (kiasan); tidak beraturan lagi (tentang bahasa, adat) (kiasan); tidak utuh lagi (perkawinan) (kiasan); terganggu (ingatannya) (kiasan); hancur; binasa (kiasan); tidak baik (kiasan) (5) |
| RUSIA | Negara yang terletak di Eropa Timur, beribu kota Moskwa; bahasa yang dituturkan di Rusia, Tajikistan, Belarusia, dan Kazakstan; negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin (5) |
| RUSIP | Bunga yang keluar dari jantung pisang berbentuk seperti buah pisang dan berisi air yang rasanya manis (Gayo); bahan makanan terbuat dari ikan yang dicampur dengan tepung beras gongseng, diperam dalam botol selama 4–7 hari, ditumis dengan bawang dan cabai (Palembang) (5) |
| RUSUH | Tidak aman karena banyak gangguan keamanan (seperti pencurian, perampokan, pembegalan); kacau; ribut; gaduh; huru-hara; tidak sopan (tentang kelakuan, perkataan, dan sebagainya); ceroboh; sangat kasar (tentang permainan bola); tidak beraturan; tidak menurut aturan; selalu gelisah (khawatir, sedih, susah), tidak tenteram hatinya (5) |
| RUSUK | Sisi; samping; lambung (sebelah tubuh dan sebagainya); tepi; pinggir; iga (tulang-tulang dari tulang belakang ke tulang dada); rumah untuk sementara waktu (di Mentawai); pemain depan yang ditempatkan di bagian samping atau sayap (dalam permainan sepak bola) (5) |
| RUSUN | Rumah susun (akronim) (5) |
| RUTAB | Buah kurma yang sudah tua (5) |
| RUTAN | Rumah tahanan (akronim) (5) |
| RUTER | Alat yang dihubungkan pada jaringan untuk meneruskan paket data (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| RUTIN | Prosedur yang teratur dan tidak berubah-ubah; hal membiasanya prosedur, kegiatan, pekerjaan, dan sebagainya; serangkaian instruksi yang dirancang untuk beberapa tujuan tertentu dan memiliki penggunaan umum (Komputer dan Teknologi Informasi); prosedur utama yang dilaksanakan oleh suatu program (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| RUTUK | Merutuk; menggerutu; mencomel; mengomel (5) |
| RUTUP | Riuh rendah (hiruk pikuk) berbunyi seperti benda meletup banyak-banyak (5) |
| RUWAH | Syakban (5) |
| RUWAT | Pulih kembali sebagai keadaan semula (tentang jadi-jadian, orang kena tulah); terlepas (bebas) dari nasib buruk yang akan menimpa (tentang orang yang menurut kepercayaan akan tertimpa nasib buruk, misalnya anak tunggal) (5) |
| RUWET | Kusut; kalut; sulit; rumit (5) |
| RUYAK | Royak; meruyak; melebar; meluas (5) |
| RUYAP | Penglihatan; pengamatan (5) |
| RUYUP | Berasa mengantuk atau tampak sangat mengantuk; turun atau masuk (tentang matahari); luyu; arip (5) |
| RZHEV | Kota di Rusia (5) |
| SAAMA | Keluarga inti dalam masyarakat suku Batak Toba (Batak) (5) |
| SABAC | Kota di Serbia (5) |
| SABAE | Kota di Jepang (5) |
| SABAH | Kurang nyata; samar (Arab) (5) |
| SABAK | Muram; suram (Minangkabau); redup (tentang cuaca); mendung (Minangkabau); berlinang (tentang air mata) (Minangkabau); alat tulis yang dibuat dari batu berkutub papan tipis diberi bingkai; batu tulis (5) |
| SABAN | Tiap(-tiap); diulang: sebentar-sebentar; kerap kali; setiap kali; sebentar-sebentar buang air kecil (Minangkabau) (5) |
| SABAR | Tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah; tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu; panjang hati (5) |
| SABAT | Memukul dengan tali atau cemeti; menyebat; hari ketujuh (hari Tuhan beristirahat sesudah menciptakan alam semesta, menurut kitab Taurat), biasanya dikhususkan untuk beribadah (5) |
| SABDA | Kata; perkataan (bagi Tuhan, nabi, raja, dan sebagainya) (5) |
| SABEL | Pedang; alat atau senjata dalam olahraga anggar, terbuat dari besi, berbentuk panjang kecil yang bagian depannya lancip, digunakan untuk menusuk dan memarang dengan bidang sasaran terbatas, biasanya hanya untuk putra (5) |
| SABEN | Saban (Melayu Jakarta) (5) |
| SABER | Sapu bersih (akronim) (5) |
| SABET | Menyabet; memukul dengan tali atau benda lain yang panjang kecil; menyerang; merampas; merebut; menggondol; memperoleh (kiasan) (5) |
| SABHA | Kota di Libya (5) |
| SABIL | Jalan (Arab); suci (Arab) (5) |
| SABIT | Alat untuk memotong rumput, padi, dan sebagainya, berupa pisau bergagang, bentuknya melengkung; arit; bentuk lengkung menyerupai sabit; menyabit; memotong (rumput, padi, alang-alang, dan sebagainya) dengan sabit; terang (tentang perbuatan dan sebagainya); tetap; pasti; tentu (5) |
| SABOT | Menyabot; menggagalkan usaha atau tindakan orang lain dengan sengaja; merusakkan atau menghancurkan barang atau benda yang dapat merugikan pihak lawan (5) |
| SABTU | Hari ke-7 dalam jangka waktu satu minggu (5) |
| SABUK | Ikat pinggang; tali pengikat (5) |
| SABUN | Bahan yang dapat berbuih, digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, piring, dan sebagainya, biasanya berupa campuran alkali, garam, dan natrium; putih atau putih kekuningan (5) |
| SABUR | Sembar; bercampur (berbaur) tidak menentu (sehingga tidak dapat dibedakan lagi, seperti suara tangis bercampur dengan teriak, beribu-ribu orang berkumpul); kabur; agak suram; agak gelap (5) |
| SABUT | Kulit yang berserat pada buah kelapa, pinang, dan sebagainya; pohon besar, tingginya mencapai 20 m, kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan (Nauclea purpurascens); kayu sabut (5) |
| SABYA | Kota di Arab Saudi (5) |
| SADAH | Kapur sirih (Minangkabau); kota di Yaman (5) |
| SADAI | Menyadaikan; menaruh (perahu) di darat (5) |
| SADAK | Miring; condong (tentang tiang dan sebagainya); segulung sirih (yang akan dikunyah) (Jawa) (5) |
| SADAP | Menyadap; mengambil air (getah) dari pohon dengan menoreh kulit atau memangkas mayang atau akar; mendengarkan (merekam) informasi (rahasia, pembicaraan) orang lain dengan sengaja tanpa sepengetahuan orangnya (kiasan) (5) |
| SADAR | Insaf; merasa; tahu dan mengerti; ingat kembali (dari pingsan dan sebagainya); siuman; bangun (dari tidur); dada; bagian depan (Arab); permulaan; pendahuluan (Arab) (5) |
| SADAU | Menyadau; mendayung dengan dayung yang panjang; merodok dengan sesuatu yang panjang; menjolok (5) |
| SADEC | Kota di Vietnam (5) |
| SADEI | Desa dalam masyarakat Rejang yang terbentuk dari sedikitnya empat kelompok keluarga luas patrilineal; sadeu (5) |
| SADEL | Tempat duduk (pada sepeda, punggung kuda, sepeda motor) (5) |
| SADEU | Desa dalam masyarakat Rejang yang terbentuk dari sedikitnya empat kelompok keluarga luas patrilineal; sadei (5) |
| SADIK | Jujur; benar; setia; lurus (5) |
| SADIN | Hantu air (yang konon berkepala seperti anjing dan bercakar seperti buaya) (5) |
| SADIR | Garam amonium (Arab) (5) |
| SADIS | Tidak mengenal belas kasihan; kejam; buas; ganas; kasar (5) |
| SADUR | Lapis logam yang tipis (pada logam lain); sepuh (emas, perak, dan sebagainya) (5) |
| SAEPI | Mantra supaya kebal terhadap api, angin, dan sebagainya (Sunda) (5) |
| SAFAN | Suku bangsa yang mendiami beberapa kampung di Kecamatan Pantai Kasuari, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua (5) |
| SAFAR | Bulan ke-2 tahun Hijriah (29 hari); perjalanan (5) |
| SAFIH | Gila; bodoh; pemboros (5) |
| SAFIR | Batu permata berwarna biru tembus pandang; nilam (5) |
| SAGAI | Ikan laut dan payau, ukurannya mencapai 165 cm, berat 25 kg, hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman 20–100 m, tersebar di perairan Laut Merah dan Afrika Timur hingga Prancis, bagian utara hingga Jepang, bagian selatan sampai Laut Arafura (Alectis indicus) (5) |
| SAGAK | Tunas yang tumbuh kembali sesudah dipanen atau dipotong, misalnya padi atau alang-alang (Batak) (5) |
| SAGAR | Lidi ijuk (dapat dibuat kalam, pena, bubu, dan sebagainya); kota di India (5) |
| SAGAY | Kota di Filipina (5) |
| SAGEM | Kayu yang mudah terbakar dan habis (tidak memiliki bara) (Batak) (5) |
| SAGON | Penganan kering yang terbuat dari tepung beras ketan bercampur kelapa dan gula; sesagon (Tata Boga) (5) |
| SAGUR | Perahu kecil terbuat dari sebatang pohon utuh tanpa disambung-sambung, berlayar, bertiang dua atau lebih, untuk menangkap ikan (5) |
| SAHAM | Bagian; andil; sero (tentang permodalan); sumbangan (pikiran dan tenaga) (kiasan); surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor (kiasan/Ekonomi dan Keuangan); hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dalam pemilikan dan pengawasan (kiasan/Ekonomi dan Keuangan); kota di Oman (5) |
| SAHAN | Pinggan besar dari tanah liat (5) |
| SAHAP | Penutup; penudung (Minangkabau) (5) |
| SAHIB | Sahabat (Arab); yang empunya; pemilik (Arab) (5) |
| SAHIH | Sah; benar; sempurna; tiada cela (dusta, palsu); sesuai dengan hukum (peraturan) (5) |
| SAHIR | Ahli sihir; tukang tenung (Arab) (5) |
| SAHUR | Makan pada dini hari (disunahkan menjelang fajar sebelum subuh) bagi orang-orang yang akan menjalankan ibadah puasa (Agama Islam) (5) |
| SAHUT | Jawab (apabila dipanggil atau ditanya) (5) |
| SAIDA | Kota di Aljazair (5) |
| SAIJO | Kota di Jepang (5) |
| SAILO | Nyanyian duka dari daerah Toraja, dinyanyikan sebagai penghibur keluarga yang ditimpa kematian (5) |
| SAING | Taring (Minangkabau); gigi yang terdapat di antara gigi seri dan geraham, bentuknya runcing; gigi taring (Minangkabau) (5) |
| SAINS | Ilmu pengetahuan pada umumnya; pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, termasuk di dalamnya, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dan sebagainya; ilmu pengetahuan alam; pengetahuan sistematis yang diperoleh dari suatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yang sedang diselidiki, dipelajari, dan sebagainya (5) |
| SAINT | Orang suci (Inggris) (5) |
| SAJAK | Gubahan sastra yang berbentuk puisi; bentuk karya sastra yang penyajiannya dilakukan dalam baris-baris yang teratur dan terikat; gubahan karya sastra yang sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa, baik kesepadanan bunyi, kekontrasan, maupun kesamaan; patut; kena; cocok; lagak lagu (5) |
| SAJAM | Senjata tajam (akronim) (5) |
| SAJEN | Makanan (bunga-bungaan dan sebagainya) yang disajikan kepada orang halus dan sebagainya; semah; sesajen (Jawa) (5) |
| SAKAH | Terbuka dari lengkungan semula karena terkait sesuatu (tentang mata kail) (Dayak) (5) |
| SAKAI | Suku bangsa di Indonesia yang tinggal di Kepulauan Riau dan di Tanah Melayu; orang bawahan (hamba, pengiring, rakyat, dan sebagainya); kota di Jepang (5) |
| SAKAL | Pukulan; benturan; angin yang bertiup dari arah haluan kapal (berlawanan dengan arah kapal) (5) |
| SAKAP | Menyakap; menggarap tanah atas dasar bagi hasil (5) |
| SAKAR | Gula; zat gula dalam darah (Kedokteran dan Fisiologi); neraka (Arab); samun; rompak; rampas (Minangkabau) (5) |
| SAKAT | Benalu; pasilan; parasit; usik (5) |
| SAKAU | Kondisi seorang pemakai narkoba yang ketagihan (5) |
| SAKBU | Seratus gutis (Sabu) (5) |
| SAKHI | Murah hati (Arab) (5) |
| SAKIN | Pisau (Minangkabau) (5) |
| SAKIP | Sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (akronim) (5) |
| SAKIT | Berasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu (demam, sakit perut, dan sebagainya) (5) |
| SAKSI | Orang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (kejadian); orang yang dimintai hadir pada suatu peristiwa yang dianggap mengetahui kejadian tersebut agar pada suatu ketika, apabila diperlukan, dapat memberikan keterangan yang membenarkan bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi; orang yang memberikan keterangan di muka hakim untuk kepentingan pendakwa atau terdakwa; keterangan (bukti pernyataan) yang diberikan oleh orang yang melihat atau mengetahui; bukti kebenaran; orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang didengarnya, dilihatnya, atau dialaminya sendiri (5) |
| SAKTI | Mampu (kuasa) berbuat sesuatu yang melampaui kodrat alam; mempunyai kesaktian; mempunyai kuasa gaib; bertuah; keramat (5) |
| SALAF | Sifat angkuh, sombong, dan sebagainya (pada seseorang atau golongan) (Arab); sesuatu atau orang yang terdahulu (5) |
| SALAH | Tidak benar; tidak betul; keliru; khilaf; menyimpang dari yang seharusnya; luput; tidak mengenai sasaran; gagal; cela; cacat; kekeliruan; diulang: jangan-jangan; meskipun salah (5) |
| SALAI | Ikan yang dikeringkan di atas api (dipanggang atau diasapi); pisang yang dikeringkan dengan panas matahari atau di atas api (dipanggang atau diasapi) (5) |
| SALAK | Tanaman termasuk suku Palmae, batangnya tertutup rapat oleh pelepah daun, berduri pada pelepah dan tangkai daunnya, buahnya berdaging putih, berbiji keras berwarna cokelat kehitam-hitaman, kulit buah berwarna cokelat bersisik agak tajam (Zalacca edulis); buah salak; bunyi gonggongan anjing; ibu kota Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatra Utara; gunung api tiga puncak dengan puncak tertinggi 2.211 mdpl, terletak di antara Kabupaten Bogor dan Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (5) |
| SALAM | Damai; pernyataan hormat; tabik; ucapan as-salāmu ’alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh (5) |
| SALAT | Rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah Swt., wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam (Agama Islam); doa kepada Allah (Agama Islam) (5) |
| SALDO | Selisih (antara uang yang masuk dan yang keluar); sisa (5) |
| SALEH | Taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah; suci dan beriman; datang; pergi; nabi dan rasul kelima yang diutus Allah Swt. (5) |
| SALEM | Ikan anadrom yang ukurannya dapat mencapai 150 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, bagian belakang langit-langit mulut tidak bergerigi, rahang bawah melengkung ke atas, sirip ekor tidak berbercak, pada ikan dewasa bagian punggung berwarna biru kehijauan dan keperakan di bagian perutnya, terdapat bercak-bercak hitam di atas gurat sisi, tersebar di Samudra Atlantik; salmon (Salmo salar); kota di India dan ibu kota negara bagian Oregon, Amerika Serikat (5) |
| SALEP | Obat luar yang terbuat dari campuran obat dengan zat yang berkonsistensi, seperti mentega, untuk dioleskan pada kulit (untuk kudis, luka, borok, dan sebagainya); minyak kental atau vaselin untuk campuran bahan obat luar, pomade, dan sebagainya (5) |
| SALIB | Dua batang kayu yang bersilang; kayu bersilang tempat Yesus dihukum orang Yahudi (Agama Kristen); tanda silang (Agama Kristen); syarat dengan tangan yang menggambarkan tanda silang sebagai pengungkapan doa (5) |
| SALIK | Murid (Arab) (5) |
| SALIM | Sehat; sempurna; tidak rusak (5) |
| SALIN | Ganti; tukar; ikan yang baru memijahkan telur; menyiapkan perlengkapan upacara untuk menuai padi dilengkapi dengan sajen (Sunda) (5) |
| SALIP | Dahului (5) |
| SALIR | Menyalir; mengeringkan atau menyalurkan air yang berlebihan atau air yang tidak diperlukan (5) |
| SALJU | Butiran uap air berwarna putih bagaikan kapas yang membeku di udara dan jatuh ke bumi akibat temperatur udara di daerah itu berada di bawah titik beku (5) |
| SALON | Ruang (kamar) yang diatur dan dihias dengan baik (untuk menerima tamu dan sebagainya); tempat pengeras suara (pada radio dan sebagainya) (5) |
| SALSA | Saus khas Meksiko yang terbuat dari tomat cincang, bawang merah, bawang putih, lemon, limau, cabai jalapeno, daun ketumbar, garam, lada, dan jintan; musik dansa asal Amerika Latin yang merupakan perpaduan antara ritme jaz dan musik rok; tarian asal Amerika Latin yang dilakukan secara berpasangan dengan gerakan maju mundur, saling menyilang, berputar, dan terkadang akrobatik, biasanya diiringi oleh musik khas Amerika Latin bertempo cepat (5) |
| SALSK | Kota di Rusia (5) |
| SALTA | Kota di Argentina (5) |
| SALTO | Kota di Brasil dan Uruguay (5) |
| SALUK | Destar (Minangkabau); kain ikat kepala (dipakai oleh penghulu adat atau pengantin laki-laki) (Minangkabau) (5) |
| SALUR | Kota di India (5) |
| SALUT | Sampul; sarung; pembungkus; selongsong; wadah pelindung; hormat; penghormatan (5) |
| SALVO | Tembakan serentak sejumlah senapan atau meriam sebagai tanda penghormatan militer (pada upacara kenegaraan, pemakaman, dan sebagainya) (5) |
| SALWA | Daging yang lezat dari burung yang terbang berbondong-bondong silih berganti sampai-sampai hampir menutupi bumi karena banyaknya (Arab) (5) |
| SAMAD | Abadi; kekal (5) |
| SAMAK | Tumbuhan yang menghasilkan bahan (zat) untuk memasak kulit binatang agar menjadi berwarna dan tahan lama; zat (bahan) untuk memasak kulit binatang; bahan gelasan benang layang-layang; susah; gundah (Minangkabau); mendengar, sifat yang wajib bagi Allah (5) |
| SAMAN | Dakwa; dakwaan; surat sita; panggilan untuk menghadap pengadilan; tari ritmik di Aceh, dilakukan oleh lebih dari sepuluh pemain sambil duduk berlutut dan berjajar, mereka membuat gerak pukulan telapak tangan ke dada dan paha secara berirama, diiringi dengan nyanyian pantun yang dimulai oleh syekh selaku pimpinan (Kesenian) (5) |
| SAMAR | Kabur; tidak kelihatan nyata; agak gelap; sayup-sayup (tentang pendengaran); tersembunyi; kurang jelas (apa yang dilihat, dilakukan, dan sebagainya); gaib alam yang tidak dapat dilihat dengan indra biasa; gaib; saru; keliru; kurang jelas (tentang kabar, peristiwa, dan sebagainya); tidak terang; khawatir; waswas (5) |
| SAMAS | Perawat atau penolong orang miskin; sagu bakar (Sorong) (5) |
| SAMBA | Tarian rakyat Brazil yang berasal dari tari-tarian penduduk asli Afrika (Kesenian); irama musik birama dua yang biasanya dipakai untuk mengiringi tari samba (Kesenian); julukan tim nasional sepak bola Brasil (5) |
| SAMBI | Menyambi (Jawa); melakukan pekerjaan lain di samping pekerjaan pokok pada waktu senggang; melakukan kegiatan rangkap (5) |
| SAMBO | Olahraga bela diri dari Rusia mirip judo yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan dengan teknik mengunci kaki dan membanting tanpa kehilangan keseimbangan (Olahraga) (5) |
| SAMIN | Komunitas para pengikut Samin Suresentiko di Blora, Jawa Tengah (5) |
| SAMIR | Daun pisang yang digunting berbentuk bulat dengan aneka ukuran, biasa digunakan sebagai alas nasi untuk selamatan; selampai sutra kuning (dipakai untuk menutup barang-barang yang akan dipersembahkan kepada raja atau sultan); selempang (5) |
| SAMOA | Negara yang terletak di Samudra Pasifik bagian Selatan, beribu kota Apia (5) |
| SAMPA | Paku besi (5) |
| SAMPO | Cairan untuk mencuci rambut dan kulit kepala, terbuat dari campuran tumbuhan atau zat kimia (5) |
| SAMPU | Penyakit (seperti sakit kuning, demam) yang berkepanjangan (5) |
| SAMSU | Arak (dari air tebu) (Cina) (5) |
| SAMUH | Sidang, kongres (5) |
| SAMUM | Angin panas (di padang pasir) (5) |
| SAMUN | Rompak; rampok; rampas; belukar (5) |
| SANAA | Ibu kota Yaman (5) |
| SANAD | Sandaran, hubungan, atau rangkaian perkara yang dapat dipercayai (Arab); rentetan rawi hadis sampai kepada Nabi Muhammad saw. (Arab) (5) |
| SANAK | Saudara; keluarga (5) |
| SANAT | Tahun (Arab) (5) |
| SANCA | Ular sawah; piton (5) |
| SANDA | Aku (biasa dipakai oleh pengarang lama); yang diperhamba; sahayanda; harta yang dijadikan jaminan dalam pegang gadai, yang sewaktu-waktu akan ditebus kembali (Minangkabau); gadai (Minangkabau) (5) |
| SANDI | Rahasia; kode; perubahan fonologis yang terjadi pada sebuah kata karena pengaruh afiksasi atau karena pengaruh fonem yang ada di dekatnya (Linguistik) (5) |
| SANDO | Alat olahraga terbuat dari per untuk melatih kekuatan otot-otot badan, terutama lengan (5) |
| SANDY | Kota di Amerika Serikat (5) |
| SANGA | Buih atau kotoran logam yang dilebur; material yang ditapis dari logam cair; sembilan (Jawa) (5) |
| SANGO | Bahasa yang dituturkan di Afrika Tengah (5) |
| SANGU | Bekal, biasanya berupa uang; sangon (Jawa) (5) |
| SANIK | Sesuatu yang menjadikan (membuat, menciptakan) (5) |
| SANJO | Kota di Jepang (5) |
| SANTA | Sebutan untuk wanita kudus (Agama Katolik) (5) |
| SANTO | Sebutan untuk orang laki-laki kudus (Agama Katolik) (5) |
| SANYA | Kota di Cina (5) |
| SAPAI | Diulang: sepoi-sepoi (5) |
| SAPAT | Terpenggal sama sekali (Sunda) (5) |
| SAPAU | Dangau di hutan (5) |
| SAPIH | Lumpuh sebelah badan; henti; menyapih; menghentikan anak menyusu; menyarak; (pada ternak) mengakhiri periode anak binatang menyusu pada umur tertentu, misalnya karena anak sudah dapat memakan pakan ternak dewasa; (pada tanaman) memindahkan benih yang sudah berkecambah dari persemaian lama ke persemaian baru yang lebih besar (5) |
| SAPIR | Serdadu bagian zeni (5) |
| SAPIT | Bagian tubuh binatang yang berstruktur catut, seperti terdapat pada ujung kaki udang dan laba-laba (5) |
| SAPTA | Bentuk terikat tujuh (5) |
| SAPUN | Mencium tangan orang tua (5) |
| SAPUR | Rabun (Gayo) (5) |
| SAPUT | Lapisan atau pembalut tipis; selaput; kain persegi yang dikenakan setelah kain panjang, biasanya digunakan oleh laki-laki saat berpakaian adat Bali (Bali) (5) |
| SARAF | Perubahan kata-kata (Arab); jaringan yang mengatur kerja sama, menyalurkan rangsangan dari dan ke alat-alat tubuh (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| SARAI | Palem yang tumbuh berumpun, berbatang lurus, berijuk sedikit, daun bersirip ganda, anak daun seperti sirip ikan, bunga malai menggantung, buah berwarna merah, umbut batang biasanya digunakan untuk obat rematik (Caryota mitis) (5) |
| SARAK | Pisah; cerai (5) |
| SARAN | Pendapat (usul, anjuran, cita-cita) yang dikemukakan untuk dipertimbangkan (5) |
| SARAP | Sampah daun-daun kering dan sebagainya; kotoran yang halus-halus (seperti debu); penyakit kulit pada anak-anak, terutama pada bayi; menyarap; tidak waras; gila (5) |
| SARAT | Penuh dan berat (karena berisi muatan atau karena banyak buahnya dan sebagainya); terlalu banyak dan terlalu berat; penuh mengandung (air, kesusahan, dan sebagainya); bunting; mengandung (kiasan); jarak yang diukur tegak lurus dari titik paling bawah dari lunas kapal sampai ke permukaan air (Pelayaran) (5) |
| SARAU | Celaka; sial (Minangkabau); keranjang besar (5) |
| SAREH | Tenang; sabar (5) |
| SAREN | Darah (ayam, sapi, kerbau) beku yang dikukus; marus (5) |
| SARIK | Buluh yang berbatang halus; pencuri (5) |
| SARIN | Gas sangat beracun yang menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan kejang-kejang dan kematian (5) |
| SARIT | Sukar; susah hidup (Minangkabau); miskin (kiasan/Minangkabau) (5) |
| SARJU | Berkenan; setuju (5) |
| SARMI | Kabupaten di Provinsi Papua, merupakan singkatan dari nama suku-suku besar, yaitu Sobey, Armati, Rumbuai, Manirem, dan Isirawa; ibu kota Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua (5) |
| SARON | Alat musik gamelan yang berupa bilah-bilah logam yang diletakkan di atas wadah kayu berongga, jumlah bilahnya sebanyak nada pokok tangga nada, antara 6–8 (Musik) (5) |
| SAROV | Kota di Rusia (5) |
| SARUK | Menyaruk; menyandung; mendapat untung; mujur (dalam perjudian) (5) |
| SARUT | Marut (carut-marut); menyarut (5) |
| SARWA | Semua; sekalian; serba (5) |
| SASAK | Anyaman (bilah bambu) kasar untuk pagar, dinding, dan sebagainya; buluh bambu atau kayu yang disusun menjadi satu; rakit; menyasak; menyisir rambut sejumput demi sejumput ke arah terbalik (ke arah kulit kepala) sampai mengembang, kemudian menatanya sesuai dengan model rambut yang diingini; suku bangsa yang berasal atau mendiami sebagai besar daerah Nusa Tenggara Barat; penduduk asli Pulau Lombok (5) |
| SASAP | Cabut; siang (5) |
| SASAR | Kurang pikir; tidak beres ingatan; setengah gila; sesat; salah jalan (Jawa); sasaran (Minangkabau); menyasar; sesat; salah jalan; membidik; menuju; mengarah (kepada) (5) |
| SASAU | Kurang pikir; sasar; menyasau (Minangkabau) (5) |
| SASET | Kantong atau paket kecil yang terbuat dari plastik (misalnya untuk pembungkus kopi, susu, dan sebagainya) (5) |
| SASIS | Kerangka (bagian bawah) kendaraan, pesawat radio, dan sebagainya (5) |
| SATAI | Irisan daging kecil-kecil yang ditusuk dan dipanggang, diberi bumbu kacang atau kecap; menyatai; membuat satai; makan satai (5) |
| SATAK | Tali pencocok uang; dua ratus picis (5) |
| SATAM | Batuan khas Indonesia yang ditemukan di pulau Belitung, berwarna hitam dan memiliki urat-urat yang khas, terbentuk dari proses alam akibat reaksi tabrakan meteor dengan lapisan bumi yang mengandung timah tinggi jutaan tahun lalu (5) |
| SATAR | Garis; baris (tulisan) (Arab) (5) |
| SATEN | Kain tenun berbahan dasar katun dengan permukaan mengilap, tetapi tidak semengilap satin (Tata Busana) (5) |
| SATIH | Menyatih (Minangkabau); mendenda (5) |
| SATIN | Kain sutra nilon, rayon, atau yang semacam itu yang lembut dan mengilat; kesting (5) |
| SATIR | Dalam cerita Yunani dan Romawi Purba makhluk berwujud setengah manusia setengah binatang, yang konon suka minum anggur dan suka wanita; lelaki yang tidak dapat mengendalikan nafsu berahinya; bentuk komedi kebijaksanaan dan kebodohan yang ditampilkan sebagai kelucuan (Kesenian) (5) |
| SATNA | Kota di India (5) |
| SATRU | Kue satu; koyah (Tata Boga) (5) |
| SATTE | Kota di Jepang (5) |
| SATWA | Makhluk bernyawa yang mampu bergerak (berpindah tempat) dan mampu bereaksi terhadap rangsangan, tetapi tidak berakal budi (seperti anjing, kerbau, semut); binatang; hewan (5) |
| SAUCU | Makanan khas Cina Bangka berupa sejenis babi panggang dengan bumbu khusus (5) |
| SAUNA | Mandi uap cara Finlandia; tempat (ruang) mandi uap (5) |
| SAUNG | Liang (di dalam tanah); korok; gua (Minangkabau); bangunan kecil seperti rumah di sawah atau di kebun (Sunda) (5) |
| SAURI | Suku bangsa yang mendiami desa dekat Sungai Sirami di pesisir timur Teluk Cendrawasih, Papua (5) |
| SAUSE | Sebutan untuk perempuan muda yang cantik; suku bangsa yang mendiami daerah barat daya Danau Sentani, Provinsi Papua (5) |
| SAVAN | Orang yang menderita ketidakmampuan psikologis, tetapi memiliki keahlian atau kejeniusan dalam satu atau lebih bidang ilmu (5) |
| SAVEH | Kota di Iran (5) |
| SAWAB | Sesuatu yang benar; kebenaran (Arab); ganjaran (di akhirat); pahala (Arab) (5) |
| SAWAH | Tanah yang digarap dan diairi untuk tempat menanam padi (5) |
| SAWAI | Burung cawi; cawi-cawi (Dicrurus longicaudatus intermidius); suku bangsa yang mendiami daerah pesisir barat pantai Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara (5) |
| SAWAK | Tradisi menyapa (biasanya anak kecil) dengan sapaan yang berlawanan dari keadaan sebenarnya (misalnya sapaan "kurus" terhadap anak kecil yang gemuk, sehat, atau tampan), karena dipercaya dapat berakibat kebalikan dari makna sapaan (Minangkabau) (5) |
| SAWAN | Berbagai-bagai penyakit (biasanya datang dengan tiba-tiba, menyebabkan kejang, kancing mulut, dan sebagainya) (5) |
| SAWAR | Perintang atau pagar dibuat dari cabang kayu (duri, rotan, dan sebagainya), biasanya dipakai untuk memaksa binatang (ikan) masuk ke perangkap atau untuk merintangi orang (binatang) supaya tidak dapat lewat (5) |
| SAWAT | Tali (kain, ban kulit, dan sebagainya) yang disandangkan atau dibelitkan; motif batik berupa sayap dan ekor burung garuda (5) |
| SAWED | Tali yang diikatkan pada sepasang leher kerbau pembajak sawah (Sunda) (5) |
| SAWER | Menyawer; meminta uang kepada penonton atau penonton memberi uang kepada pemain (pada pertunjukan keliling, seperti kuda kepang, topeng) (Melayu Jakarta); menebarkan uang, beras, dan sebagainya kepada undangan oleh pengantin (Sunda) (5) |
| SAWIT | Pohon yang menyerupai kelapa, bunganya berupa tandan bercabang dengan buah kecil-kecil dan banyak, berwarna merah kehitam-hitaman, daging dan kulit buahnya mengandung minyak, digunakan sebagai bahan pembuat minyak, mentega, atau sabun; kelapa bali (Elaeis guineensis); sawitan (Jawa) (5) |
| SAWUD | Penganan tradisional yang terbuat dari singkong yang diiris kasar dicampuri gula merah dikukus, ditaburi parutan kelapa muda (Jawa); ragam hias batik Cirebon berupa garis-garis kecil yang mengisi atau membentuk ragam hias yang lebih besar (Sunda) (5) |
| SAWUT | Penganan yang dibuat dari singkong yang diparut kasar, kemudian dikukus sampai masak, dimakan dengan kelapa parut dan sebagainya (5) |
| SAYAK | Baju perempuan yang bermodel atau berpotongan terusan, tidak terdiri atas dua bagian (Jawa); gaun; pakaian yang dikenakan di bawah baju, bagian depan dibuat dari kain putih berlipat-lipat (Jawa); tempat air minum yang terbuat dari tempurung kelapa; separuh tempurung (Minangkabau) (5) |
| SAYAP | Bagian tubuh beberapa binatang (burung dan sebagainya) yang dapat digunakan untuk terbang; kepak; segala sesuatu yang menyerupai sayap (kiasan); dua daun mahkota samping bunga kacang-kacangan (Botani) (5) |
| SAYAT | Potongan kecil; iris; kernai (5) |
| SAYIB | Bukan perawan (gadis); janda (5) |
| SAYID | Kata sapaan kepada orang Arab keturunan Nabi Muhammad saw.; tuan; orang Arab keturunan Nabi Muhammad saw. (5) |
| SAYUP | Hampir sampai pada sasaran; kurang sedikit lagi sampai (kena dan sebagainya); hampir cukup; kurang sedikit cukup; diulang: hanya hampir cukup (agak kurang tentang uang belanja dan sebagainya); sayup-menyayup; kurang sedikit sampai (pada mata dan telinga) (5) |
| SAYUR | Daun-daunan (seperti sawi), tumbuh-tumbuhan (taoge), polongan (kapri, buncis) dan sebagainya, yang dapat dimasak; masakan yang berkuah (seperti gulai, sup) (5) |
| SAYUT | Sajen penolak bala (Bali) (5) |
| SBKRI | Surat bukti kewarganegaraan Republik Indonesia (kartu identitas yang menyatakan bahwa pemiliknya adalah warga negara Republik Indonesia, hanya diberikan kepada warga negara Indonesia keturunan, terutama keturunan Tionghoa. Sejak 1999, berdasarkan keppres, SBKRI tidak berlaku lagi bagi warga keturunan yang sudah menjadi warga negara Indonesia) (singkatan) (5) |
| SCENE | Adegan (Inggris) (5) |
| SEATO | Pakta Pertahanan Asia Tenggara, dari Southeast Asia Treaty Organization (singkatan/Inggris) (5) |
| SEBAB | Hal yang menjadikan timbulnya sesuatu; lantaran; karena; (asal) mula; oleh karena; terjadi karena; sebagai akibat (5) |
| SEBAI | Kain (sutra dan sebagainya) yang dikalungkan pada leher untuk menutup bahu dan kedua ujungnya bergantung di dada (5) |
| SEBAK | Penuh dan banyak airnya, hampir meluber (banjir); tergenang airnya (tidak dapat mengalir); penuh dengan air mata (tentang mata); hampir meleleh (air mata) (5) |
| SEBAL | Kesal (hati); mendongkol (karena kecewa, tidak senang, dan sebagainya); sial; tidak mujur; menyebal; menyimpang (dari patokan, hukum, dan sebagainya) (5) |
| SEBAM | Berwarna agak biru atau kelabu; tidak jernih atau tidak terang warnanya; suram (5) |
| SEBAR | Berasa seperti kesemutan (pada tubuh, tangan, kaki); menyebar; menghamburkan; menyiarkan (kabar dan sebagainya); menabur (benih dan sebagainya); membagi-bagikan; mengirimkan (5) |
| SEBAT | Cepat; tangkas (Melayu Jakarta); pukul; susah bernapas seperti orang yang menderita penyakit asma; sesak napas karena hidung atau tenggorokan tersumbat (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| SEBAU | Sama baunya; termasuk dalam satu jenis; hampir sama; cocok (kiasan) (5) |
| SEBEL | Mendongkol (karena tidak senang, kecewa, dan sebagainya); kesal hati; sebal (Melayu Jakarta) (5) |
| SEBIT | Sayat, koyak (5) |
| SEBON | Tidak bersemangat; tidak bernafsu makan, sangat lemah (Aceh) (5) |
| SEBUK | Menyebuk; masuk menyusup atau menyela (ke dalam kerumunan orang dan sebagainya); masuk (turut campur) dalam percakapan (5) |
| SEBUL | Cepat tumpul (tentang perkakas tajam) (Melayu Belitung) (5) |
| SEBUM | Minyak yang berfungsi melindungi elemen rambut dan mengatur keseimbangan kelembapan; lemak yang dihasilkan oleh kelenjar lemak kulit (5) |
| SEBUN | Tidak habis-habisnya; terbengkalai (tentang pekerjaan); tidak lekas bermata (tentang bisul) (5) |
| SEBUT | Menyebut; memberi nama (kepada); menyatakan nama sesuatu; menamakan; mengucapkan nama (benda, orang, dan sebagainya); memanggil nama; melisankan (kata dan sebagainya); mengucapkan; melafalkan; memperkatakan (menceritakan dan sebagainya); mengatakan (5) |
| SECCO | Pada kapur yang kering (tentang lukisan) (ungkapan/Italia) (5) |
| SECHS | Enam (Jerman) (5) |
| SEDAK | Lingkaran rotan dan sebagainya yang dipasang di bibir gendang (rebana dan sebagainya) untuk menegangkan kulit gendang (rebana dan sebagainya); (5) |
| SEDAM | Deram meriam dan sebagainya (5) |
| SEDAN | Kendaraan bermotor yang tertutup, beroda empat, berpintu dua atau empat, beratap, dengan tempat duduk untuk empat sampai lima orang; suara tertahan-tahan (seperti pada orang yang lama menangis); isak (5) |
| SEDAP | Enak (nyaman, senang) tentang perasaan pada umumnya; harum; lezat (5) |
| SEDAT | Sulit berpikir; tidak tetap pikiran; bingung; kacau; bimbang (5) |
| SEDEK | Kembang buah salak (Sunda) (5) |
| SEDIA | Yang semula; yang asal; yang sudah-sudah; yang dahulu; selalu demikian halnya; sudah selesai dibuat (disiapkan, diatur, dan sebagainya); sudah jadi; siap (untuk ...); mustaid; sanggup (akan); sudi dan rela; mau; ada (disiapkan untuk dipakai, dijual, dan sebagainya); sudah ada; sudah; telah (5) |
| SEDIH | Sedu; sedan; isak; merasa sangat pilu dalam hati; susah hati; menimbulkan rasa susah (pilu dan sebagainya) dalam hati; duka (5) |
| SEDOA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Sulawesi Tengah bagian timur (5) |
| SEDOK | Diulang: pohon yang besar, kayunya lunak dan ringan, berwarna putih, digunakan untuk papan dan untuk membuat tangga kayu; merbulan (Endospermum malaccense) (5) |
| SEDOT | Isap (5) |
| SEDUA | Menyedua; memperdua; membagi atas dua bagian; memiara (ternak) atau mengerjakan sawah orang lain dengan perjanjian dengan mendapat bagian keuntungan separuhnya (Pertanian) (5) |
| SEDUH | Menyeduh; menyiram atau mencampur sesuatu dengan air panas; memanaskan cairan (air, susu) tidak sampai mendidih (5) |
| SEENG | Dandang penyangga asepan, terbuat dari tembaga (Sunda) (5) |
| SEGAH | Bercerai sementara sebagai cara untuk menghindari penyakit atau kesialan (Sunda); perut berasa senak atau penuh sekali (karena kekenyangan dan sebagainya); begah (5) |
| SEGAI | Suku bangsa yang mendiami daerah aliran Sungai Kelai dan Long Alai di Kalimantan Timur (5) |
| SEGAK | Segar, sehat (sembuh dari sakit); cegak; baik sikapnya (pakaiannya dan sebagainya); sangat pesolek; gagah; menyegak; membentak; menghardik (5) |
| SEGAN | Malas (berbuat sesuatu); enggan; tidak sudi; tidak mau; tidak suka; merasa malu (takut, hormat) kepada; diulang: malu-malu; takut-takut; burung (Caprimulgus indicusjotaka) (5) |
| SEGAR | Berasa nyaman dan ringan (tentang perasaan badan); merasa nyaman (tentang udara); nyaman dan sehat (tentang kesehatan badan); baik tumbuhnya (tentang tumbuhan dan sebagainya, dipakai juga dalam arti kiasan); masih baru; tidak layu (tentang sayuran dan sebagainya, dipakai juga dalam arti kiasan) (5) |
| SEGEH | Beres; kemas (Minangkabau) (5) |
| SEGEL | Tera; cap; meterai; surat kecil (untuk membeli barang-barang pembagian) (5) |
| SEGER | Sebuah pantai sebagai bingkai Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat (5) |
| SEGET | Suku bangsa yang mendiami wilayah sebelah barat kota Sorong di Provinsi Papua Barat Daya (5) |
| SEGOU | Kota di Mali (5) |
| SEHAT | Baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dari sakit); waras; (yang) mendatangkan kebaikan pada badan; sembuh dari sakit; baik dan normal (tentang pikiran) (kiasan); boleh dipercaya atau masuk akal (tentang pendapat, usul, alasan, dan sebagainya) (kiasan); berjalan dengan baik atau sebagaimana mestinya (tentang keadaan keuangan, ekonomi, dan sebagainya) (kiasan); dijalankan dengan hati-hati dan baik-baik (tentang politik dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| SEIFE | Sabun mandi (Jerman) (5) |
| SEISI | Seluruh isi; seluruh penghuni (rumah dan sebagainya) (5) |
| SEIYU | Pengisi suara pada anime, gim video, dan sebagainya (Jepang) (5) |
| SEJAK | Kata penghubung untuk menandai mulai dari; dari (5) |
| SEJAT | Sudah hilang (habis, keluar) airnya karena diperah, dipanaskan, dan sebagainya (5) |
| SEJUK | Berasa atau terasa dingin; dingin segar atau nyaman; agak dingin; nyaman; segar (tentang udara); senang; lega (tentang hati); berkurang atau hilang susah hatinya (kegelisahannya dan sebagainya); Serikat Jurnalistik untuk Keberagaman (singkatan) (5) |
| SEKAH | Gagah tangkas (sikapnya); baik sikap tubuhnya; segak (5) |
| SEKAK | Permainan catur; raja (dalam permainan catur); kata yang diucapkan pemain catur untuk mengingatkan bahwa ia akan mematikan raja (Olahraga); main catur; suku bangsa di Indonesia yang tinggal di daerah antara Pulau Bangka dan Belitung, hidupnya di perahu, mengembara di daerah kedua pulau tersebut; Orang Laut (5) |
| SEKAL | Tangga nada; laras; tata laras (Musik); padat dan berisi (tentang tubuh wanita); sintal (5) |
| SEKAM | Kulit padi (sesudah padi ditumbuk) (5) |
| SEKAN | Garis lurus yang mempunyai satu titik persekutuan atau lebih dengan suatu lengkungan, jarak titik persekutuan bergantung pada posisi bentuk lengkungan (Matematika); gelang anyaman dibuat dari kulit kayu atau kulit anggrek (Dani) (5) |
| SEKAP | Menyekap; menaruh di tempat yang tertutup; memeram buah-buahan (ditutup rapat-rapat dengan daun pisang dan sebagainya); mengurung (menutup, memingit) dalam kamar dan sebagainya; menahan (dalam penjara); memenjarakan (5) |
| SEKAR | Kembang; bunga; bagian tumbuhan yang akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya; tembang; nyanyian (lagu) vokal (Jawa); suku bangsa yang mendiami wilayah pesisir barat laut Semenanjung Bomberai dan pulau kecil di dekatnya di Provinsi Papua (5) |
| SEKAT | Sesuatu seperti dinding, kerai untuk membatasi atau memisahkan ruang (menjadi berpetak-petak); pembatas yang memisahkan dua rongga atau massa jaringan, seperti pada buah, rumah kerang, jantung, dan hidung (Biologi); rintangan; alangan; sekatan; henti; kandas (Minangkabau); sepatu berpisau pada sol untuk meluncur di atas es; bermain meluncur di atas es dengan sekat (5) |
| SEKDA | Sekretaris daerah (akronim) (5) |
| SEKEN | Bekas (5) |
| SEKIP | Bulan-bulan (untuk sasaran menembak) (Belanda); tempat berlatih menembak; lapangan tembak (Belanda) (5) |
| SEKOI | Tumbuhan keluarga padi-padian, bijinya kecil dan lembut, biasa digunakan sebagai makanan burung; jawawut (Panicum viride) (5) |
| SEKON | Detik (1/60 menit) (5) |
| SEKOP | Alat penggali (pencedok dan sebagainya) tanah, pasir, dan sebagainya yang bertangkai panjang dari kayu; gambar daun hitam di kartu remi (5) |
| SEKSI | Bagian dari kesatuan (dewan, rapat, dan sebagainya) yang bertugas mengurus sesuatu; bagian dari daerah (kepolisian dan sebagainya); bagian jalan trem (kereta api dan sebagainya); (dalam ketentaraan) setengah peleton; tindakan memotong (mengiris); pemotongan; pengirisan (Kedokteran dan Fisiologi); merangsang rasa berahi (tentang bentuk badan, pakaian, dan sebagainya) (5) |
| SEKTE | Kelompok orang yang mempunyai kepercayaan atau pandangan agama yang sama, yang berbeda dari pandangan agama yang lebih lazim diterima oleh para penganut agama tersebut; mazhab (5) |
| SEKUI | Tumbuhan keluarga padi-padian, bijinya kecil dan lembut, biasa digunakan sebagai makanan burung; jewawut (Setaria italica) (5) |
| SEKUL | Tempurung (untuk tempat air, makanan, dan sebagainya) (5) |
| SEKUM | Usus buntu (Kedokteran dan Fisiologi); sekretaris umum (akronim); sunyi, senyap, dan mencekam (Melayu Belitung) (5) |
| SEKUR | Pengunci yang terbuat dari kayu atau bambu, dimasukkan ke kayu yang telah dibor pada rangkaian kayu agar tidak mudah lepas (Jawa) (5) |
| SELAI | Bubur dari buah-buahan yang dimasak dengan gula sampai kental (biasanya dioleskan pada roti, kue, dan sebagainya); jem (5) |
| SELAK | Buka, singkap; kayu palang untuk menutup pintu dan sebagainya; mendesak; membangatkan; menyelip di antara atau di tengah-tengah antrean (tidak ikut antre dari belakang) (Melayu Jakarta); mendesak; membangatkan; menggesa-gesakan; tersedak; kesedakan (Jawa) (5) |
| SELAM | Perihal masuk ke dalam air; cabang olahraga renang yang masuk ke dalam air sampai ke kedalaman yang jauh dari permukaan air (Olahraga); Islam (5) |
| SELAP | Pingsan (hilang ingatan dan sebagainya) karena kerasukan roh jahat (5) |
| SELAR | Cap (tanda) yang diterakan dengan besi yang membara pada kulit orang terhukum atau pada kulit binatang; ikan sejenis makerel, mata lebar dan warna tubuh perak, bagian atas abu-abu, panjang mencapai 25–30 cm, tersebar di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik; menyelar; memberi tanda (cap) dengan besi yang membara; membakar; menghanguskan; menggoreng; menjalar (tentang ular, tumbuhan merambat); melata (5) |
| SELAT | Laut di antara pulau-pulau; sela; celah (Minangkabau); makanan khas Solo berupa olahan daging sapi yang digoreng, diberi kuah berbumbu rempah seperti cengkih, pala, dan kayu manis, ditambah merica, kecap manis, dan garam, disajikan dengan telur rebus, kentang goreng, tomat, daun selada, buncis, dan kadang diberi mayones (5) |
| SELER | Anak tanaman berumpun, seperti pisang, kunyit, jahe (Sunda) (5) |
| SELIA | Teratur rapi; elok (buatannya dan sebagainya); apik; melihat (5) |
| SELIP | Susup; tergelincir (tentang mobil dan sebagainya); berselisih jalan; menyelip; menyelinap; menyusup; mengasah; menggosok (5) |
| SELIR | Istri tidak resmi; gundik (Jawa); cadar; purdah; nikab; selubung; tirai (jendela dan sebagainya) (5) |
| SELIS | Pemain selo (5) |
| SELIT | Selip (5) |
| SELOK | Kemasukan, kesurupan, sehingga orang yang kesurupan dapat berhubungan langsung dengan roh yang bersangkutan, berbicara, meminta nasihat, dan sebagainya dengan roh yang datang kepadanya (Batak) (5) |
| SELOM | Rongga tubuh pada metazoa yang berisi alat pencernaan, jantung, dan organ dalam lainnya (Zoologi) (5) |
| SELOP | Lapik kaki yang dibuat dari kulit dan sebagainya (5) |
| SELOT | Kunci; ibu kunci (5) |
| SELRE | Tumbuhan yang umumnya hidup di daerah hutan hujan tropis dengan buah menyerupai anggur, buahnya dimanfaatkan sebagai pengganti buah anggur pada masyarakat Suku Dedapre (Toraja) di Kabupaten Jayapura; anggur Papua (Sararanga sinuosa) (5) |
| SELUI | Jenis puyuh (5) |
| SELUK | Lilit; belit; keluk; kelok; penutup kepala, terbuat dari kain panjang yang dilipat-lipat dengan memakai lilin supaya kaku, dipakai sebagai pelengkap pakaian seorang datuk atau pengantin laki-laki di Minangkabau; hiasan kepala pengantin laki-laki suku Kerinci, terbuat dari bahan batik Jambi berwarna biru atau kain songket merah berbenang emas, berbentuk topi baret, bagian depan lebih tinggi daripada bagian belakang, terdapat beberapa lipatan; menyeluk; memasukkan tangan (jari dan sebagainya) ke dalam lubang (liang, saku, dan sebagainya); merogoh (5) |
| SELUP | Perahu (5) |
| SELUT | Lumpur; besi yang dipasang di ujung tangkai parang (Sasak); cincin pada ujung atas gagang kujang untuk memperkuat pegangan kujang (Sunda); gerakan dalam tarian Sunda, dilakukan dengan memutar pergelangan hingga telapak tangan menghadap keluar, lalu diputar lagi sampai tangan dalam posisi menghadap ke depan (Sunda) (5) |
| SEMAH | Sajian (berupa makanan, kepala kerbau, dan sebagainya) yang diberikan kepada orang halus (roh jahat) dengan berbagai-bagai maksud; semahan; perlengkapan penyeimbang jongkong, terdiri atas lengan-lengan (cadik) yang memegang batang pelampung; ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 100 cm, tubuh pipih memanjang, bersisik besar, memiliki dua pasang sungut, cuping pada dagunya mencapai sudut mulut, warnanya keperakan, tersebar di Asia Tenggara (Tor tambroides); diulang: cadik perahu (5) |
| SEMAI | Benih tumbuhan (yang sudah berkecambah) yang akan ditanam lagi sebagai bibit di tempat lain (5) |
| SEMAK | Tumbuhan seperti perdu, tetapi lebih kecil dan rendah, hanya cabang utamanya yang berkayu; penuh dengan tumbuh-tumbuhan kecil; kusut (tentang pikiran, perasaan) (kiasan); seemak; seibu (5) |
| SEMAN | Tidak jadi atau gagal (tentang adonan apam, tapai, nira yang dijadikan tuak, atau penyakit cacar); hilang (tentang ingatan); merugi; terbengkalai; pailit (tentang perusahaan); tidak sempurna (tentang janin dalam kandungan) (5) |
| SEMAR | Nama tokoh utama dalam punakawan di pewayangan Jawa (5) |
| SEMAT | Sesuatu yang digunakan untuk mencocok dan melekatkan dua benda yang hendak dicantumkan (seperti jarum, peniti, lidi pencocok daun pembungkus) (5) |
| SEMAU | Sesuka (5) |
| SEMEM | Satuan makna terkecil (Linguistik) (5) |
| SEMEN | Air mani; benih mani; adukan kapur dan sebagainya untuk merekatkan batu bata (tentang membuat tembok dan sebagainya); serbuk (tepung) dari kapur dan sebagainya yang dipakai untuk membuat beton, merekatkan batu bata, dan sebagainya; zat kapur yang melekat pada akar gigi; pola batik yang bergambar garuda dengan dua sayap, ekor, dan bergambar gunung, umumnya berwarna biru tua dengan gambar berwarna emas (5) |
| SEMEY | Kota di Kazakhstan (5) |
| SEMIR | Lemak berwarna untuk membuat kulit (sepatu dan sebagainya) menjadi gilap; minyak untuk melicinkan mesin dan sebagainya; uang suap (sogokan) (kiasan) (5) |
| SEMIT | Rumpun bahasa asal Timur Tengah yang meliputi bahasa-bahasa kuno, Amharik, Arab, Aram, Ibrani, dan lain-lain (5) |
| SEMOK | Kembung atau gembung (tentang pipi orang gemuk) (5) |
| SEMUA | Segala; sekalian; sekaliannya; semuanya; belaka; semata; segenap; seluruh (5) |
| SEMUR | Masakan (daging, ayam, hati, jengkol) berkuah yang dibumbui lada, kecap, dan sebagainya (5) |
| SEMUT | Serangga yang mempunyai antena menyiku, bagian segmen kedua dari abdomen menyempit seperti tangkai yang bersimpul, menghasilkan asam format sebagai alat pertahanan diri, hidup berkelompok di berbagai macam ekosistem (Formicidae); sesuatu yang tidak berarti (kiasan); serangga kecil pemakan gula (5) |
| SENAK | Berasa sesak dalam perut atau dada (karena terlalu kenyang, masuk angin, dan sebagainya); sedih; susah (tentang perasaan atau pikiran) (kiasan); tergenang dan menjadi penuh (air) karena tidak dapat mengalir (kiasan) (5) |
| SENAM | Gerak badan dengan gerakan tertentu, seperti menggeliat, menggerakkan, dan meregangkan anggota badan; gimnastik; biru kehitam-hitaman seperti warna nila; tarum; biru pucat (warna muka dan sebagainya); warna asli (dari barang-barang yang disepuh) (5) |
| SENAN | Uang sen (5) |
| SENAR | Tali (dawai) alat musik gesek atau petik seperti pada biola, gitar; tali raket (5) |
| SENAT | Dewan perwakilan rakyat yang tertinggi (seperti di Amerika Serikat, Prancis); dewan pengajar di perguruan tinggi; organisasi mahasiswa pada tingkat fakultas (5) |
| SENDA | Kelakar (5) |
| SENDI | Hubungan yang terbentuk antara tulang; sendi tulang; tulang sendi; tempat bersambungnya dua bagian barang; sekeri (pintu, peti, dan sebagainya); simpai (bingkai) sebagai penyalut; peralihan bermakna dari satu segmen fonologis ke segmen fonologis yang lain atau segmen fonologis ke kesenyapan, baik yang terbuka maupun yang tertutup (Linguistik); batu pengalas atau pengganjal tiang rumah dan sebagainya; alas; dasar; asas; fundamen (kiasan) (5) |
| SENDU | Berasa sedih dan pilu; dukacita; sedu (5) |
| SENIL | Berkenaan dengan sifat-sifat usia lanjut; pikun (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| SENIN | Hari ke-2 dalam jangka waktu satu minggu (5) |
| SENJA | Waktu (hari) setengah gelap sesudah matahari terbenam (5) |
| SENOR | Tuan; panggilan untuk laki-laki dewasa (ungkapan/Spanyol) (5) |
| SENPI | Senjata api (akronim) (5) |
| SENSI | Sensitif (kependekan) (5) |
| SENTA | Menolak (permohonan, permintaan, dan sebagainya); balok kayu yang dipasang membujur di perahu untuk penyangga geladak (Pelayaran) (5) |
| SENTI | Sentimeter; seperseratus meter (kependekan); seperseratus (misalnya sentiliter, sentigram); bentuk seperseratus, misalnya sentimeter (5) |
| SENUH | Berasa senak perut karena kekenyangan dan sebagainya (5) |
| SENUK | Ikan laut yang panjangnya mencapai 75 cm, kepala panjang dan meruncing, ujung rahang bawah lebih panjang dari rahang atas, badan panjang silindris dengan sisik sikloid berukuran kecil, jari-jari insang bagian bawah berduri, badan bagian atas kehitaman dan bagian bawah keperakan, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 6–300 m, tersebar di perairan Laut Merah dan Indo-Pasifik Barat; alu-alu (Sphyraena forsteri) (5) |
| SENUR | Tali (5) |
| SEONI | Kota di India (5) |
| SEOUL | Ibu kota Korea Selatan (5) |
| SEPAH | Terserak-serak tidak keruan; berantakan; ampas sesuatu yang sudah dikunyah dan diisap air atau sarinya; pohon, tinggi mencapai 40 m, berbatang bulat, kayunya yang berwarna kuning muda sangat keras, getahnya dapat dibuat lilin (Irvingia malayana); nama batu permata (di dalamnya terdapat gambar akar kayu); burung dari keluarga Campepaghidae, pemakan serangga seperti ulat, laba-laba, kumbang, larva, bersuara nyaring dengan warna bulu berwarna-warni, tinggal di hutan primer, sekunder, bakau, dan lahan perkebunan (5) |
| SEPAI | Bersepai; berpecah menjadi kecil-kecil dan terserak ke mana-mana (5) |
| SEPAK | Gerakan memukul sesuatu dengan kaki, dengan cara mengayunkan kaki (ke muka atau ke sisi); tendang; depak; tiruan bunyi orang memukul sesuatu dengan benda pipih, misalnya dengan telapak tangan (tamparan, tempelengan); jari-jari pada roda (sepeda dan sebagainya) (5) |
| SEPAL | Daun yang berubah bentuk menjadi kelopak bunga; daun kelopak (Botani) (5) |
| SEPAM | Pohon mangga hutan (5) |
| SEPAN | Hanya cukup (sangat terbatas, tidak ada lebihnya); sempit (tidak longgar); ketat; bisul-bisul atau bubul pada jari tangan atau kaki seperti bunga karang (5) |
| SEPAT | Makanan terbuat dari ikan bakar dengan santan yang diragi khusus (Sumbawa); ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 25 cm, tubuhnya pipih memanjang dengan sirip dada membentuk filamen (Trichopodus spp.); rasa kelat seperti rasa salak mentah (5) |
| SEPAU | Hambar dengan sedikit aroma (Melayu Belitung) (5) |
| SEPEL | Menyepel; mengeja (5) |
| SEPEN | Bilik atau lemari tempat menyimpan bahan makanan dan sebagainya (5) |
| SEPET | Rasa kelat seperti rasa buah salak yang masih mentah; sepat; rasa seperti melekat atau tidak enak (tentang mata) (5) |
| SEPIR | Otot; urat; otot yang dibina (5) |
| SEPIT | Alat untuk menjepit yang terdiri atas dua batang yang dapat direnggangkan (dibuka) dan dijepitkan (seperti pinset); cunam; alat makan bagi orang Cina (5) |
| SEPOI | Silir-semilir (tentang angin); diulang: perlahan-lahan dan silir-semilir (tentang angin) (5) |
| SEPUH | Campuran sendawa, tawas, dan sebagainya yang dipakai untuk menuakan warna emas (menjadikan warna emas tua); sadur (emas, perak); cara mengeraskan sabit, pisau, dan sebagainya dengan membakar lalu mencelupkannya ke dalam air; sesuatu yang dipakai untuk mewarnai kue dan sebagainya (Melayu Jakarta); tua (5) |
| SEPUK | Menyepuk; membuang (melemparkan) begitu saja; menyerobot (5) |
| SEPUL | Gelendong (5) |
| SEPUR | Kereta api (5) |
| SEPUT | Lekas; segera; cepat; suram; luntur (tentang warna dan sebagainya); kusam, tidak berkilat (tentang warna logam) (5) |
| SERAH | Menyerah; berserah; memercayakan diri dan nasib (kepada); bertawakal (kepada); pasrah; memberikan dirinya kepada yang berwenang; menurut saja (sekehendak orang); tidak melawan; mengaku kalah; tunduk (tidak akan melawan lagi) (kiasan) (5) |
| SERAI | Terserai; tanaman tahunan, membentuk rumpun yang padat, batangnya kaku dan pendek, bentuk daunnya seperti pita yang meruncing ke ujung, menghasilkan minyak serai, bonggol batang yang muda digunakan sebagai penyedap berbagai masakan (Andropogon nardus) (5) |
| SERAK | Menyerak; parau (tentang suara karena banyak berkata-kata dan sebagainya); sendat jalan suaranya; sendat jalan pernapasannya (karena berlendir dan sebagainya); elang malam (atau burung hantu) yang bunyinya serak (seperti suara orang yang serak) (Strix flammea javanica); tiruan bunyi (menggosok lantai dan sebagainya) (5) |
| SERAM | Pulau besar yang terletak di Maluku Tengah, Provinsi Maluku; berdiri bulu roma (karena ketakutan dan sebagainya); meremang; berasa berkerut dan senyar (tentang kulit tubuh karena ketakutan dan sebagainya); menyebabkan ngeri (takut dan sebagainya); dahsyat; menakutkan; kelihatan bengis (kejam, membahayakan) (5) |
| SERAN | Garis-garis (jalur-jalur) miring; loreng; setrip (5) |
| SERAP | Cadangan; serep; menyerap; masuk ke dalam melalui liang renik (terutama tentang barang cair); meresap; merembes; mengisap (tentang suatu benda terhadap barang cair); masuk (meresap) benar-benar (ke dalam badan, hati, dan sebagainya) (kiasan); amat mesra (tentang persahabatan) (kiasan); membawa masuk sehingga seperti menjadi sendiri (tentang budaya asing dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| SERAT | Sendat; tidak licin; tidak lancar; sel atau jaringan serupa benang atau pita panjang, berasal dari hewan atau tumbuhan (ulat, batang pisang, daun nanas, kulit kayu, dan sebagainya), digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan sikat (Biologi) (5) |
| SERAU | Kurang kerap (tentang tenunan); tidak rapat; jarang; nyenyai (5) |
| SERBA | Bentuk terikat segala-galanya; semuanya, segala hal (5) |
| SERBU | Menyerbu; mendatangi dengan maksud melawan (melukai, memerangi); menyerang; mendatangi atau memasuki beramai-ramai; mendatangi (mendekati) beramai-ramai untuk mendapat berita atau memotret (5) |
| SERDA | Sersan dua (akronim) (5) |
| SERDI | Penyakit ingusan, lazim pada kuda apabila udara dingin (5) |
| SEREH | Tanaman tahunan, membentuk rumpun yang padat, batangnya kaku dan pendek, bentuk daunnya seperti pita yang meruncing ke ujung, menghasilkan minyak serai, bonggol batang yang muda digunakan sebagai penyedap berbagai masakan; serai (Andropogon nardus) (5) |
| SEREP | Persediaan untuk mengganti apabila ada yang perlu diganti (misalnya rusak, hilang); cadangan (5) |
| SERET | Hela, tarik maju (barang yang dihela bergeser di tanah atau di air); geret; loreng; berjalur-jalur (Jawa); jalur di tepi (tentang kain, payung, dan sebagainya); pinggiran (Jawa); tidak lancar; tersendat-sendat (Jawa) (5) |
| SERGE | Kain kepar yang memiliki permukaan halus dengan garis tenun diagonal di kedua sisinya (Tata Busana) (5) |
| SERIP | Hiasan penyelesaian atau hiasan tepi dengan menggunakan lapisan menurut bentuk, biasanya diterapkan pada selimut, kerung atau ujung lengan, serta pinggir atau bawah rok (Tata Busana) (5) |
| SERIT | Sisir rambut yang halus dan kerap giginya untuk mencari kutu (5) |
| SERKA | Sersan kepala (akronim) (5) |
| SERMA | Sersan mayor (akronim) (5) |
| SEROH | Mulai keluar buahnya (tentang padi) (Gayo) (5) |
| SEROK | Teluk kecil (di sungai atau di pantai laut); serokan; alat untuk menyauk atau meraup benda-benda yang di dalam air dan sebagainya; pencedok; menenun berselang-seling dengan benang perak atau benang emas (Aceh) (5) |
| SEROT | Isap; sedot; hirup (5) |
| SEROV | Kota di Rusia (5) |
| SERPA | Penunjuk jalan dalam pendakian gunung; penduduk Himalaya yang memandu para pendaki gunung di Pegunungan Himalaya (5) |
| SERRA | Kota di Brasil (5) |
| SERSI | Reserse; kain tipis yang dibuat dari bulu domba (5) |
| SERTA | Dan; demi; begitu; pada ketika; ikut; turut (5) |
| SERTU | Sersan satu (akronim); menyertu; mencuci bagian tubuh yang kena najis (seperti dijilat anjing) (5) |
| SERUH | Kempis; tidak membengkak (tentang bisul, bengkak, dan sebagainya); lisut; tiruan bunyi orang berjalan dengan menggeserkan kakinya; seru; sengit; hebat (5) |
| SERUI | Susut sedikit; ibu kota Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua; suku bangsa yang mendiami Pulau Yapen bagian tengah, Pulau Nau, dan Teluk Cendrawasih di Papua; Arui (5) |
| SERUK | Tempat menyimpan beras yang dipakai juga sebagai takaran (isinya sekitar 10 gantang) (5) |
| SERUL | Tidak melekat (misalnya butir-butir nasi, tanah) (5) |
| SERUM | Barang yang serupa air yang terdapat di dalam cairan tubuh (seperti dalam darah, limfa) yang menjadi kental (Kedokteran dan Fisiologi); air darah binatang (atau zat cair yang diambil dari darah binatang) yang telah dibuat kebal terhadap suatu penyakit (untuk menolak penyakit menular) (Kedokteran dan Fisiologi); cairan darah yang terpisah setelah darah membeku (Kedokteran dan Fisiologi); serangan umum (akronim/Kemiliteran) (5) |
| SERUN | Kandang ayam (5) |
| SERUT | Alat untuk melicinkan kayu; ketam; menyerut; melicinkan kayu dan sebagainya dengan serut; mengetam (5) |
| SERVE | Memukul bola ke arah lawan untuk memulai permainan; giliran memukul bola ke arah lawan untuk memulai permainan (ungkapan/Olahraga/Inggris) (5) |
| SESAH | Menyesah; memukul dengan barang yang melenting; menyembat; mencuci dengan membanting-bantingkan pada batu (tentang pakaian dan sebagainya) (5) |
| SESAK | Sempit sekali (tidak lapang; tidak longgar, tidak lega); penuh berasak-asak (berjejal-jejal) hingga tidak ada tempat terluang; sendat atau senak; sukar bernapas (tentang dada, napas); mengah-mengah; berasa sesak dalam dada sehingga tidak dapat bernapas dengan lega (misalnya karena marah sekali); susah dan sukar; tidak leluasa; terjepit (tentang kehidupan) (kiasan); susah dan sukar; tidak leluasa; terjepit (tentang kehidupan) (kiasan) (5) |
| SESAL | Perasaan tidak senang (susah, kecewa, dan sebagainya) karena telah berbuat kurang baik (dosa, kesalahan, dan sebagainya) (5) |
| SESAM | Bijan; wijen (5) |
| SESAP | Isap; ladang (huma) yang ditinggalkan; bekas ladang (huma) (5) |
| SESAR | Geser (5) |
| SESAT | Tidak melalui jalan yang benar; salah jalan; salah (keliru) benar; berbuat yang tidak senonoh; menyimpang dari kebenaran (tentang agama dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| SESER | Alat untuk menangkap ikan seperti sauk-sauk yang dibuat dari anyaman bambu (Jawa) (5) |
| SESIL | Hewan yang melekat atau menempel pada dahan atau batang tanpa dihubungkan oleh tangkai) (Biologi); hewan yang melekat atau menempel pada benda-benda mati atau pada hewan hidup (Biologi) (5) |
| SESKO | Sekolah staf dan komando (akronim) (5) |
| SESPA | Sekolah staf dan pimpinan administrasi (akronim) (5) |
| SETAL | Kandang kuda; istal; besi baja (5) |
| SETAN | Roh jahat yang selalu menggoda manusia supaya berlaku jahat; kata untuk menyatakan kemarahan; sumpah serapah; orang yang sangat buruk perangainya (suka mengadu domba dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| SETAT | Daftar atau ikhtisar mengenai keadaan sesuatu (perhitungan uang, keluar masuknya barang, dan sebagainya (5) |
| SETEK | Sepotong batang yang akan ditanam; cara menanam pohon (jarak, singkong, dan sebagainya) dengan jalan memotong batang yang akan ditanam (5) |
| SETEL | Dua benda atau lebih yang selalu dipakai bersama-sama, yang satu menjadi pelengkap yang lain; perangkat (alat makan dan sebagainya); selengkap (pakaian dan sebagainya); menyetel (5) |
| SETEM | Setala; sesuai; selaras (tentang nada suara); suara (dalam pemilihan untuk menentukan pilihan) (5) |
| SETER | Bintang (tanda pangkat dan sebagainya) (5) |
| SETIA | Berpegang teguh (pada janji, pendirian, dan sebagainya); patuh; taat; tetap dan teguh hati (dalam persahabatan dan sebagainya) (5) |
| SETIF | Kota di Aljazair (5) |
| SETIK | Jengkal (Melayu Jakarta); jahitan (5) |
| SETIN | Zat lemak kristalin putih dengan titik didih 50°C, larut dalam alkohol dan eter, digunakan sebagai bahan dasar salep dan dalam pembuatan sabun dan lilin (C15H11C00C16H33) (5) |
| SETIP | Karet penghapus tulisan dan sebagainya (5) |
| SETIR | Kemudi (mobil) (5) |
| SETOM | Uap (5) |
| SETON | Gombang; guci (Jawa) (5) |
| SETOP | Berhenti; terhenti (5) |
| SETOR | Kirim (5) |
| SETRA | Medan; padang; lapangan (Sanskerta); tempat pembuangan atau penguburan mayat (Sanskerta) (5) |
| SETTI | Pedagang; tukang kredit (5) |
| SETUM | Sekretariat umum (akronim); uap; setekan yang sudah berakar; tunggul (5) |
| SETUP | Buah-buahan dan sebagainya yang dimasak dengan dikukus atau direbus dan dibubuhi gula; mempersiapkan (Inggris) (5) |
| SEVEN | Tujuh (Inggris) (5) |
| SEWAL | Sial; nahas (5) |
| SEWAR | Golok yang agak lengkung (5) |
| SEWAT | Menyewat; menyambar; menggaet; menjambret (5) |
| SEWOT | Jengkel; dongkol; marah (5) |
| SFARM | Sarjana farmasi (singkatan) (5) |
| SHARE | Bagian (Inggris) (5) |
| SHEKI | Kota di Azerbaijan (5) |
| SHIKI | Kota di Jepang (5) |
| SHIMA | Kota di Cina (5) |
| SHINT | Sarjana hubungan internasional (singkatan) (5) |
| SHIQI | Kota di Cina (5) |
| SHORT | Pendek (Inggris) (5) |
| SHUSH | Kota di Iran (5) |
| SHUYA | Kota di Rusia (5) |
| SIAGA | Siap sedia; anggota gerakan pramuka yang berusia 7-10 tahun (Pramuka) (5) |
| SIANG | Bagian hari yang terang (yaitu dari matahari terbit sampai terbenam); waktu antara pagi dengan petang (kira-kira pukul 11.00–14.00); sudah lepas pagi atau hampir tengah hari; sudah lepas tengah hari atau hampir petang; terang (dalam arti bersih, tidak ada rumputnya dan sebagainya) (5) |
| SIAPA | Kata tanya untuk menanyakan nomina insan; kata untuk menanyakan nama orang; seseorang yang tidak tentu (5) |
| SIBAK | Cerai; pisah (ke kanan dan ke kiri); belah (tentang sisiran rambut dan sebagainya) (5) |
| SIBAR | Kain dan sebagainya yang ditambahkan atau dilapiskan di tepi baju dan sebagainya; rumah yang ditambahkan di sisi rumah besar; serangga bersayap dua pasang dan berbadan panjang (sering menjadi mangsa burung), terbang cepat, hidup di dekat perairan; sipatung; sibur-sibur; papatong; capung (Anisoptera) (5) |
| SIBAY | Kota di Rusia (5) |
| SIBER | Sistem komputer dan informasi; dunia maya; berhubungan dengan internet (5) |
| SIBIR | Kerat; cabik; potong (Minangkabau); fragmen (5) |
| SIBIU | Kota di Rumania (5) |
| SIBUK | Banyak yang dikerjakan; giat dan rajin (mengerjakan sesuatu); penuh dengan kegiatan (misalnya orang yang lalu-lalang, mobil-mobil bersimpang siur) (5) |
| SIBUR | Pencedok air dibuat dari tempurung kelapa dan sebagainya yang diberi tangkai; serangga bersayap dua pasang dan berbadan panjang (sering menjadi mangsa burung), terbang cepat, hidup di dekat perairan; sipatung; sibar; papatong; capung (Anisoptera) (5) |
| SIDAI | Menyidai; mengebiri; menggantung (menjemur, mengangin-anginkan) supaya kering (5) |
| SIDAK | Inspeksi mendadak (akronim) (5) |
| SIDAT | Ikan katadrom yang ukurannya dapat mencapai 200 cm, tubuhnya silindris, bersisik sangat halus, mempunyai sirip dada yang terletak tepat di belakang tutup insang sehingga menyerupai daun telinga, dapat berwarna hitam polos atau bercorak seperti marmer, tersebar luas kecuali beberapa jenis hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu; gateng; gatet; lindung; uling (Anguilla spp.) (5) |
| SIDER | Minuman yang dibuat melalui fermentasi sari apel, dicirikan oleh kandungan tanin dan asam malat yang tinggi (Biologi) (5) |
| SIDHI | Kota di India (5) |
| SIDIK | Selidik (tentang jari); periksa; benar; jujur (5) |
| SIDON | Kota di Lebanon (5) |
| SIDUK | Gayung (Sunda) (5) |
| SIENA | Pigmen tanah cokelat kekuningan yang jika dipanggang memberikan pigmen jingga-cokelat (Kimia) (5) |
| SIFAR | Nol; kosong (5) |
| SIFAT | Rupa dan keadaan yang tampak pada suatu benda; tanda lahiriah; peri keadaan yang menurut kodratnya ada pada sesuatu (benda, orang, dan sebagainya); ciri khas yang ada pada sesuatu (untuk membedakan dari yang lain); dasar watak (dibawa sejak lahir); tabiat (5) |
| SIFON | Bagian berbentuk corong di kepala cumi-cumi yang berfungsi mengarahkan gerak alih; nama kain (cita) yang halus; bangunan berbentuk saluran air, dibuat menyilang melintasi hambatan, letaknya hampir sama tinggi dengan dasar saluran; bangunan yang dibuat di bawah dasar sungai; pipa lengkung mendekati bentuk U, untuk memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain (5) |
| SIGAI | Pasak atau palang yang dipasang di tiang (bambu, kayu, dan sebagainya) untuk memanjat (5) |
| SIGAK | Kata seru untuk mengusir anjing; hus (5) |
| SIGAP | Tangkas; cepat dan kuat (penuh semangat dan meyakinkan) (5) |
| SIGAR | Cerutu; terbelah (Jawa) (5) |
| SIGAU | Tidak teratur atau tidak tenteram; kacau; kusut masai (tentang keadaan, perangai, dan sebagainya) (Melayu Riau); lalu lalang dalam waktu cepat secara berulang (Melayu Riau) (5) |
| SIGER | Perhiasan kepala pengantin wanita yang terbuat dari logam, berbentuk seperti tanduk kerbau, berlekuk tujuh atau sembilan, dan dihiasi dengan batu permata (5) |
| SIGLI | Ibu kota Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh (5) |
| SIGMA | Huruf ke-18 abjad Yunani (5) |
| SIGOT | Benar; dapat dipercaya (5) |
| SIHIR | Perbuatan ajaib yang dilakukan dengan pesona dan kekuatan gaib (guna-guna, mantra, dan sebagainya); ilmu tentang penggunaan kekuatan gaib; ilmu gaib (teluh, tuju, dan sebagainya) (5) |
| SIHOR | Kota di India (5) |
| SIIRT | Kota di Turki (5) |
| SIJIL | Surat gulungan; daftar; register; surat tanda lulus pemeriksaan, surat tanda tamat belajar, dan sebagainya; sertifikat; ijazah; daftar nama orang yang bertugas sebagai awak kapal, yang disahkan oleh syahbandar (Pelayaran) (5) |
| SIKAI | Tumbuhan sejenis rotan yang daunnya dibuat atap (5) |
| SIKAK | Sepotong besi seperti belimbing (dipakai sebagai senjata) (5) |
| SIKAP | Tokoh atau bentuk tubuh; cara berdiri (tegak, teratur, atau dipersiapkan untuk bertindak); kuda-kuda (tentang pencak dan sebagainya); perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pada pendirian, keyakinan; perilaku; gerak-gerik; sigap; peluk (Jawa) (5) |
| SIKAR | Kota di India (5) |
| SIKAS | Pohon yang batangnya mirip pakis, daunnya mirip palem, tetapi lebih kaku dan mengumpul tegak pada ujung batang (Cycas revoluta) (5) |
| SIKAT | Pembersih yang dibuat dari bulu (ijuk, serabut, dan sebagainya) diberi dasar dan pegangan (bermacam-macam rupanya); sisir rambut; penggaruk untuk menggemburkan tanah sesudah dibajak atau dicangkul; garu; rampas (kiasan); makan sampai habis-habisan (kiasan); rangkaian (pisang) yang tumbuh dalam satu sisir (bagian dari tandan) (5) |
| SIKEP | Orang dari desa yang mempunyai kewajiban melakukan kerja bakti untuk orang yang terpandang (Jawa); pemetik sarang burung (lawet dan sebagainya) (Jawa); warna hitam (tentang bulu itik) (Bali) (5) |
| SIKIL | Pohon yang batangnya keras dan tahan lama (Dodonaea viscosa) (5) |
| SIKIN | Pisau; golok kecil (5) |
| SIKIT | Sedikit (5) |
| SIKKA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur; kabupaten di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, ibu kotanya Maumere; nama kerajaan di Pulau Flores (5) |
| SIKOM | Sarjana ilmu komunikasi (singkatan) (5) |
| SIKON | Situasi dan kondisi (akronim) (5) |
| SIKSA | Penderitaan (kesengsaraan dan sebagainya) sebagai hukuman; hukuman dengan cara disengsarakan (disakiti) (5) |
| SIKUT | Siku (5) |
| SILAK | Patah, tetapi tidak sampai putus (tentang dahan atau ranting pohon) (Melayu Belitung) (5) |
| SILAM | Gelap; kelam; redup; sudah tenggelam (tentang matahari); lenyap; hilang; sudah lampau (tentang masa dan sebagainya) (5) |
| SILAO | Kota di Meksiko (5) |
| SILAP | Salah penglihatan (penglihatan atau perasaannya berlainan dengan keadaan sebenarnya); silap mata; sulap (5) |
| SILAT | Olahraga (permainan) yang didasarkan pada ketangkasan menyerang dan membela diri, baik dengan menggunakan senjata maupun tidak (5) |
| SILAU | Berkilau-kilau pandangannya, tidak dapat melihat nyata karena terlampau terang cahayanya; sangat kagum (tertarik, terpesona) sehingga tidak dapat melihat kenyataan (yang sebenarnya) (kiasan); menyilau (5) |
| SILET | Pisau berupa lempengan baja kecil dan tipis, biasanya bermata dua (tanpa pegangan) (5) |
| SILIA | Rambut getar; kelijak (5) |
| SILIH | Saling; ganti; tukar; konstituen yang tidak ditentukan atau tidak terdapat dalam struktur dasar, diperlukan untuk menjelaskan suatu derivasi (Linguistik); unsur tidak bermakna yang mempunyai fungsi sintaksis, tetapi tidak mempunyai fungsi semantis (Linguistik) (5) |
| SILIK | Menyilik; melihat dengan sembunyi-sembunyi; mengintai; mengintip (5) |
| SILIR | Sejuk karena ada angin yang bertiup perlahan-lahan; diulang: sepoi-sepoi basa (tentang angin); semilir (5) |
| SILOK | Belum terbuka atau belum awas benar (tentang mata, seperti baru saja bangun tidur) (Minangkabau) (5) |
| SILPA | Sisa lebih pembiayaan anggaran (selisih antara surplus atau defisit anggaran dengan pembiayaan neto) (akronim); sisa lebih perhitungan anggaran (selisih lebih pada realisasi antara penerimaan dan pengeluaran selama satu periode anggaran) (akronim) (5) |
| SILUK | Pohon, batangnya tegak dan bulat, tingginya mencapai 28 m, kayunya digunakan sebagai bahan bangunan, tetapi tidak awet (Gironniera nervosa); ikan air tawar yang ukuran sisiknya besar, mempunyai sungut di dagu, tubuh pipih memanjang, sirip lengkap dan sirip ekor membulat, bersisik, pangkal ekor pendek, dan sirip dada panjang; arwana (5) |
| SIMAI | Salah satu kelompok dalam suku bangsa Asmat yang mendiami beberapa desa di pedalaman Kabupaten Merauke, Provinsi Papua (5) |
| SIMAK | Menyimak; mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang; meninjau (memeriksa, mempelajari) dengan teliti (5) |
| SIMAU | Mamalia karnivor hasil persilangan singa jantan dan harimau betina; liger (akronim) (5) |
| SIMBI | Surat izin mengemudi bagi pengendara kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau truk gandeng perseorangan (5) |
| SIMIT | Roti khas Turki yang dipilin dan dibentuk menyerupai cincin, dibuat dari tepung, garam, dan ragi yang dicelupkan ke molases dan ditaburi wijen sebelum dipanggang, biasanya disajikan dengan keju, selai, yoghurt, dan sayuran segar (5) |
| SIMON | Salah satu dari kedua belas rasul Tuhan Yesus (Agama Kristen) (5) |
| SIMPE | Sisa kayu gergajian atau sisa kayu yang sudah dibelah (Melayu Kalimantan); jalinan tali untuk mengikat mata serampang ke gandarnya (Melayu Jambi) (5) |
| SIMPR | Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (singkatan) (5) |
| SINAH | Kota di Irak (5) |
| SINAI | Semenanjung berbentuk segitiga di Asia Barat, namun menjadi bagian dari Mesir di Afrika; gunung di Mesir yang terkenal (5) |
| SINAN | Kota di Korea Selatan (5) |
| SINAR | Pancaran terang (cahaya); cahaya (kelip) mata (sangat tajam pada ketika marah); sorot mata (5) |
| SINAU | Belajar (Jawa) (5) |
| SINCI | Papan arwah (Cina) (5) |
| SINGA | Kota di Sudan (5) |
| SINIS | Bersifat mengejek atau memandang rendah; tidak melihat suatu kebaikan apa pun dan meragukan sifat baik yang ada pada sesuatu (5) |
| SINKA | Alat untuk membalik tanah, dibuat dari besi, berujung tajam, dipasang di bagian bawah batang bajak (Minangkabau) (5) |
| SINOM | Rambut pendek dan halus (anak rambut) yang tumbuh di antara wajah dan rambut kepala (Jawa); tembang (Jawa) macapat, biasanya romantis (berisi percintaan), tiap bait terdiri atas sembilan baris; pucuk daun asam; daun asam yang masih muda (5) |
| SINOP | Kota di Brasil (5) |
| SINSE | Tabib; dukun (Cina) (5) |
| SINTA | Wuku ke-1 (Bali); putri Prabu Janaka dalam pewayangan Ramayana (5) |
| SINUS | Rongga (Kedokteran dan Fisiologi); ruang atau saluran tempat nanah keluar (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| SINYO | Anak laki-laki yang belum kawin (bangsa Eropa atau peranakan Eropa) (5) |
| SIOCA | Nona (Cina) (5) |
| SIONG | Rokok yang tembakaunya dibubuhi kelembak dan kemenyan (banyak terdapat di Jawa Tengah) (5) |
| SIPAT | Arah; celak (5) |
| SIPIL | Berkenaan dengan penduduk atau rakyat (bukan militer) (5) |
| SIPIR | Penjaga penjara (5) |
| SIPIT | Tidak lebar atau bulat (tentang mata) (5) |
| SIPPT | Surat izin penunjuk penggunaan tanah (singkatan) (5) |
| SIPUT | Binatang moluska, kulitnya berbentuk spiral, banyak macamnya, hidup di darat, di laut, dan dalam air tawar, dagingnya dapat dimakan (5) |
| SIRAH | Merah (Minangkabau); biografi (Arab) (5) |
| SIRAM | Menyiram; mencurahkan air dan sebagainya pada; mengguyur; mendirus; membersihkan dengan mengguyurkan air pada (5) |
| SIRAP | Kepingan papan tipis-tipis, biasanya dibuat dari kayu besi atau kayu ulin, dipakai untuk atap, dinding rumah, dan sebagainya (5) |
| SIRAT | Simpul tali yang membentuk mata jala; celah; sela (antara gigi dan gigi dan sebagainya); jembatan (Arab); cawat yang dikenakan oleh lelaki Dayak Iban; diulang: celah-celah; sela-sela (5) |
| SIREP | Mantra untuk membuat orang tertidur; pukau; sunyi senyap; padam (tentang api, kebakaran dan sebagainya); tidak panas lagi (tentang demam); berhenti (tentang tembak-menembak); reda (5) |
| SIRIB | Alat untuk menangkap ikan, alasnya terbuat dari jaring, dan tangkainya terbuat dari bambu (5) |
| SIRIH | Tumbuhan merambat di pohon lain, daunnya berasa agak pedas, biasa dikunyah bersama dengan pinang, kapur, gambir sebagai makanan yang mencandu, penguat gigi, dan sebagainya (Piper betle) (5) |
| SIRIK | Pantang; iri (5) |
| SIRIP | Alat gerak pada ikan; balung jengger pada buaya dan sebagainya (5) |
| SIRKE | Lembah yang agak curam berbentuk tempayan di lereng gunung bekas tempat gletser (Geografi dan Geologi) (5) |
| SIRNA | Hilang (lenyap) dari pikiran atau perasaan; hilang (lenyap) tanpa bekas (5) |
| SIROP | Air gula agak kental, terkadang diberi esens dan diwarnai; setrup; obat berbentuk cairan berasa manis (5) |
| SIRSA | Kota di India (5) |
| SIRSI | Kota di India (5) |
| SIRTE | Kota di Libya (5) |
| SIRUS | Struktur seperti benang tipis atau filamen (Zoologi); silium yang telah bersatu pada protozoa tertentu (Zoologi); rambut pada antena atau kaki serangga tertentu (Zoologi); penjuluran pada parapodium yang terdapat pada cacing poliket (Zoologi); penjuluran pada tudung ikan lanset atau di sekitar muka ikan (Zoologi); penjuluran seperti lingkaran daun pada batang lili laut (Botani); alat kopulasi pada cacing pipih (Zoologi); awan terpisah-pisah yang mempunyai bentuk serabut halus berwarna putih perca-perca atau jalur-jalur sempit dengan warna putih (Meteorologi) (5) |
| SISAL | Serat dari tumbuhan Agave sisalana, biasa dibuat tali (5) |
| SISIH | Menyisih; menyingkir; menghindar; menjauhkan diri; pergi menjauhi; mengasingkan diri (5) |
| SISIK | Lapisan kulit yang keras dengan keping-keping (pada ikan, ular, kaki ayam, dan sebagainya); dedaunan kecil dan tidak hijau seperti terlihat pada kuncup atau batang termodifikasi (Botani); sugi (tembakau) (Melayu Jakarta) (5) |
| SISIL | Cara makan makanan dengan mengupas kulitnya menggunakan gigi seri atas dan bawah, misalnya makan kuaci (Jawa) (5) |
| SISIN | Layar perahu yang terbuat dari daun lontar (Seluwarsa); sepit dari bambu, digunakan untuk mengeluarkan sagu yang sudah matang dari forna; mengikis permukaan tajam pada bilah bambu (Salas) (5) |
| SISIP | Jeruji pada sangkar burung, terbuat dari bambu atau lidi (Gayo); menyisip; menyelip (di antara dua benda atau di sela-sela sesuatu); memasang genting baru di sela-sela yang lama untuk mengganti yang pecah; menanam tanaman baru sebagai pengganti yang mati atau kurang baik di sela-sela jajaran tanaman; menisik(i) kain, kaus, jaring, dan sebagainya yang sobek atau bolong; memberi sisipan (seperti el, em, dan er) pada suatu kata (Linguistik) (5) |
| SISIR | Alat untuk merapikan atau mengatur rambut, terbuat dari tanduk, plastik, atau logam, bergerigi tipis dan rapat; penggaruk tanah dan sebagainya; garu; gugus pisang (bagian dari tandan); suri pada alat tenun; tempat dadung atau tros kapal lewat sewaktu ditarik atau diukur, dimaksudkan untuk mengurangi gesekan yang terjadi; gelendong pada pagar kapal, cok, rol (Pelayaran); susur jalan dan sebagainya (5) |
| SISIT | Sobek kecil-keci (5) |
| SISLI | Kota di Turki (5) |
| SISWA | Murid (terutama pada tingkat sekolah dasar dan menengah); pelajar (5) |
| SISWI | Murid perempuan (5) |
| SITAK | Tas (pundi-pundi dan sebagainya) tempat bekal dan sebagainya (5) |
| SITAT | Kutipan; nukilan (5) |
| SITER | Alat musik petik yang berdawai (bersenar), bentuknya menyerupai cerempung atau kecapi Sunda (Musik) (5) |
| SITIR | Sebut atau tulis (5) |
| SITUN | Tempayan dari tanah yang berlapis bahan penggilap (5) |
| SITUS | Daerah temuan benda-benda purbakala; tempat yang tersedia untuk lambang suatu inskripsi (Komputer dan Teknologi Informasi); tempat pada suatu papan yang dapat atau tidak dapat dilubangi (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari site (5) |
| SIULU | Bangsawan Nias (Nias) (5) |
| SIUNG | Taring (Jawa); kata penggolong bagi bawang, dihitung per ulas; anak atau kuncup samping umbi lapis yang tumbuh dari dasar umbi lapis yang lebih besar, seperti pada bawang putih (Botani); tiruan bunyi lebah terbang, peluru melayang, dan sebagainya (5) |
| SIUPP | Surat izin usaha penerbitan pers (singkatan) (5) |
| SIURI | Kota di India (5) |
| SIVAS | Kota di Turki (5) |
| SIWAK | Ranting atau batang pohon dari famili Salvadora Persica, biasa digunakan untuk membersihkan gigi dari kotoran; miswak (5) |
| SIWAN | Kota di India (5) |
| SIWEK | Ketentuan adat yang mewajibkan setiap orang membawa makanan, minuman, dan sebagainya pada pesta adat di Kabupaten Kerinci (Melayu Jambi) (5) |
| SIWER | Hitam kebiruan (tentang warna mata) (Jawa); kurang awas (Jawa) (5) |
| SIWET | Menyusun, menegangkan, melilit, atau mengatur benang untuk dipintal pada alat tenun (Aceh) (5) |
| SIWIL | Daging tumbuh yang ada di sisi telinga (Melayu Medan) (5) |
| SKAFA | Bagian cekung daun telinga (Anatomi) (5) |
| SKALA | Garis atau titik tanda yang berderet-deret dan sebagainya yang sama jarak antaranya, dipakai untuk mengukur, seperti pada termometer, gelas pengukur barang cair; lajur yang dipakai untuk menentukan tingkatan atau banyaknya sesuatu (seperti pada peraturan gaji dan pada daftar bunga uang); perbandingan ukuran besarnya gambar dan sebagainya dengan keadaan yang sebenarnya (5) |
| SKALU | Sekretariat Kerja Sama Antar Lima Universitas (sistem penerimaan mahasiswa baru tingkat nasional yang pertama kali dilakukan secara serempak oleh Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga, dilaksanakan dua kali pada tahun 1976 dan 1977) (singkatan) (5) |
| SKEMA | Bagan; rangka; kerangka (rancangan dan sebagainya); garis besar; denah (5) |
| SKENE | Bangunan bagian belakang teater Yunani Kuno yang biasanya untuk tempat pemain beristirahat atau memakai pakaian, dindingnya sekaligus menjadi latar belakang pentas dan mempunyai tiga pintu tempat keluar masuk pemain; gedung yang berada di balik prosenium yang digunakan sebagai ruang kostum dan rias pada masa Yunani kuno (Kesenian) (5) |
| SKIEN | Kota di Norwegia (5) |
| SKIES | Olahraga ski yang dilakukan di atas permukaan es atau daerah yang ditutupi salju (5) |
| SKORS | Menskors; memecat atau menghentikan untuk sementara waktu (dari jabatan, keanggotaan suatu perkumpulan, dan sebagainya); menunda atau menghentikan untuk sementara (rapat, sidang pengadilan, dan sebagainya) (5) |
| SKRIN | Layar tempat menayangkan gambar dan sebagainya (dalam bioskop, televisi) (5) |
| SKRIP | Naskah (film, drama, dan sebagainya); buku tulis (5) |
| SKRUB | Zat berupa krim dan sebagainya yang terbuat dari campuran berbagai bahan untuk menghaluskan kulit tubuh dengan cara mengangkat sel kulit yang mati (5) |
| SKSHH | Surat keterangan sah hasil hutan (singkatan) (5) |
| SKUAD | Regu; tim (5) |
| SKUAS | Olahraga yang menggunakan raket, dimainkan oleh dua orang dalam ruangan berdinding dengan cara memukulkan bola ke dinding sampai salah satu pemain tidak bisa memukul kembali bola yang memantul dari dinding; minuman jus sitrun, bergula, biasanya ditambah air soda (5) |
| SKUBA | Alat bantu pernapasan di bawah air, merupakan akronim dari self-contained underwater breathing apparatus (5) |
| SLANG | Ragam bahasa tidak resmi dan tidak baku yang sifatnya musiman, dipakai oleh kaum remaja atau kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern dengan maksud agar yang bukan anggota kelompok tidak mengerti (Linguistik); pembuluh karet (pada pompa dan sebagainya) (5) |
| SLAWI | Ibu kota Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah (5) |
| SLING | Jerat untuk muatan yang dibuat dari tali, termasuk tali kawat atau baja, gunanya untuk mengangkat atau menurunkan muatan kapal (Pelayaran); tali pegangan yang melekat pada senapan; simpai tali, kulit, rantai, atau jaring yang digunakan untuk mengangkat, menurunkan, atau membawa sesuatu yang berat (5) |
| SLURI | Produk sisa pengolahan biogas berbahan campuran kotoran ternak dan air (5) |
| SMALL | Kecil (Inggris) (5) |
| SMART | Pintar (Inggris) (5) |
| SMILA | Kota di Ukraina (5) |
| SMILE | Senyum (Inggris) (5) |
| SNAKE | Ular (Inggris) (5) |
| SOANG | Angsa (5) |
| SOBAN | Kayu bakar (5) |
| SOBAT | Sahabat (yang karib) (5) |
| SOBEI | Suku bangsa yang mendiami wilayah pesisir Sarmi di Papua (5) |
| SOBEK | Cabik; robek; koyak; kerabik; kerebok (5) |
| SOBOK | Campuran dua macam logam yang sama banyaknya; bersobok; bertemu (dengan); berjumpa (dengan); bersua (dengan) (5) |
| SOCHI | Kota di Rusia (5) |
| SODAM | Alat musik tiup yang terdiri atas dua bagian (bagian peniup dan bagian pengatur nada), terbuat dari bambu tipis dengan panjang 32,5–62,5 cm, garis tengah sekitar 2–3 cm, bagian pengatur nada berupa bambu tipis dengan panjang 5–7 cm, dihubungkan dengan bagian peniup yang mempunyai 4 lubang pengatur nada yang dapat menghasilkan nada pentatonis (jarak antara lubang nada ± 4 cm) (Minangkabau) (5) |
| SODER | Selendang penari pada kesenian ronggeng gunung (Sunda) (5) |
| SODET | Sendok ceper besar yang terbuat dari seng dan sebagainya untuk mengaduk sesuatu yang sedang digoreng; toreh atau robek (5) |
| SODOK | Sekop; tajak; tolak, dorong, atau sorong (5) |
| SODOR | Tombak (bambu dan sebagainya) panjang (Jawa) (5) |
| SOEKE | Kota di Turki (5) |
| SOFIA | Ibu kota Bulgaria (5) |
| SOFIS | Orang yang suka menggunakan alasan (argumen) yang muluk-muluk, tetapi menyesatkan (5) |
| SOGAN | Tusuk konde yang kecil; jenis batik klasik yang didominasi oleh nuansa warna cokelat, putih, dan hitam, terutama terdapat pada corak batik Yogyakarta dan Solo; tata warna pada batik yang didominasi nuansa warna cokelat, putih, dan hitam (5) |
| SOGOK | Anak kunci; sesuatu yang digunakan untuk menyogok (5) |
| SOHAG | Kota di Mesir (5) |
| SOHAR | Perahu yang dibuat dari papan yang dijalin menjadi satu dengan tali sabut kelapa, berlayar, bertiang satu; kota di Oman (5) |
| SOHIB | Sahabat (5) |
| SOHUN | Makanan pasta yang bentuknya seperti mi panjang tipis terbuat dari adonan gandum; vermiseli (Cina) (5) |
| SOKAH | Suka menghamburkan uang; boros (5) |
| SOKAR | Mengikat hewan ternak dengan membuat belitan di leher (Bunak) (5) |
| SOKER | Permainan sepak bola (terutama di Amerika) (Olahraga); tidak saling menyapa karena marah (Madura) (5) |
| SOKET | Lubang pada suatu bagian alat tempat melekat sesuatu; penyambung pipa yang berulir dari dalamnya (5) |
| SOKOL | Kota di Rusia (5) |
| SOKOM | Lumas (5) |
| SOKSI | Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (singkatan) (5) |
| SOLAH | Kelakuan; sikap (Jawa) (5) |
| SOLAK | Suka; menyukai (5) |
| SOLAR | Bahan bakar minyak untuk mesin diesel, lebih kental daripada minyak tanah; berkenaan dengan matahari (5) |
| SOLEK | Serba elok (tentang pakaian, hiasan, dan sebagainya); suka berhias diri (berdandan); cara berhias diri (berpakaian) (5) |
| SOLET | Sikap suami atau istri yang tidak memercayai pasangannya dalam hal uang dan harta (Madura) (5) |
| SOLID | Kuat; kukuh; berbobot; padat; berisi (5) |
| SOLIS | Penyanyi tunggal (yang bernyanyi seorang diri); penyanyi solo (5) |
| SOLNA | Kota di Swedia (5) |
| SOLOK | Sumbangan; lembah yang terletak di antara dua buah gunung (Minangkabau); kota di Provinsi Sumatra Barat, tempat penghasil beras di Sumatra Barat; kabupaten di Provinsi Sumatra Barat, beribu kota Arosuka, terkenal dengan sebutan Kota Beras (5) |
| SOLOR | Suku bangsa yang mendiami Pulau Solor di Provinsi Nusa Tenggara Timur; Holo; Solot; suku bangsa yang mendiami daerah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur; Lamkolot; Larantuka; Lamaholot (5) |
| SOLOT | Gemas (Melayu Jakarta); marah sekali (Melayu Jakarta); suku bangsa yang mendiami Pulau Solor di Provinsi Nusa Tenggara Timur; Solor; Holo (5) |
| SOLUM | Bagian atas tanah yang sebagian besar telah mengalami pelapukan (Geografi dan Geologi) (5) |
| SOMAH | Keluarga; batih (anak, suami, istri, dan sebagainya yang serumah) (Jawa) (5) |
| SOMEN | Mi putih yang halus dan tipis, biasa disajikan dingin dengan saus cocol (Tata Boga/Jepang) (5) |
| SONAR | Peranti untuk mengamati (mendeteksi, menyidik) keberadaan dan lokasi benda di bawah permukaan laut dengan menggunakan gelombang suara yang dikirim dari peranti itu dan dipantulkan kembali oleh benda (objek) yang diamati (Pelayaran); alat yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menemukan benda dan menentukan letaknya di bawah permukaan air (Pelayaran) (5) |
| SONDE | Peralatan yang dapat diletakkan di dalam tanah atau dibawa ke atmosfer atas dengan roket atau balon udara untuk mengamati keadaan cuaca (Meteorologi); alat untuk menguji kondisi fisik dalam tubuh (Kedokteran dan Fisiologi); perangkat medis berupa slang lunak yang dipasang melalui lubang hidung hingga ke lambung, digunakan untuk memasukkan makanan dan obat ataupun mengosongkan lambung; slang makan (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| SONIK | Berkaitan dengan bunyi (5) |
| SONNE | Matahari (Jerman) (5) |
| SONOR | Merdu; nyaring (5) |
| SONTA | Biji hitam dari buah aren (Kulisusu) (5) |
| SOPAK | Penyakit kulit berupa belang-belang putih di tangan atau kaki; belang putih bekas luka (5) |
| SOPAL | Kuda yang berwarna hitam atau merah tetapi berkaki putih (Sunda) (5) |
| SOPAN | Hormat dan takzim (akan, kepada); tertib menurut adat yang baik; beradab (tentang tingkah laku, tutur kata, pakaian dan sebagainya); tahu adat; baik budi bahasanya; baik kelakuannya (tidak lacur, tidak cabul) (5) |
| SOPEK | Jenis perahu penangkap ikan yang digunakan di daerah pantai utara Jawa Tengah (Pelayaran) (5) |
| SOPIR | Pengemudi mobil (bemo dan sebagainya) (5) |
| SOPON | Memerintahkan sesuatu kepada orang lain yang sebelumnya diperintahkan kepadanya (Letti) (5) |
| SOPUR | Kota di India (5) |
| SORAK | Suara teriak dan pekik (tanda gembira atau senang) (5) |
| SOREK | Bambu (biasa dibuat tali) (5) |
| SOREN | Daun-daunan yang membusuk atau melapuk; humus (Melayu Jakarta) (5) |
| SOROG | Kayu panjang untuk menjolok buah dan sebagainya (Jawa) (5) |
| SOROT | Sinar; cahaya (seri) (5) |
| SORUS | Tempat berkumpulnya sporangium (Botani) (5) |
| SOSAK | Belahan bambu atau pelepah kelapa kering yang disisipkan di antara pagar persemaian padi agar ayam tidak masuk (Melayu Riau) (5) |
| SOSEK | Sosial-ekonomi (akronim) (5) |
| SOSIN | Sayuran, batang bercabang, daun menyudip membundar telur, berwarna hijau, bertangkai langsing panjang yang tidak memeluk batang; caisim; sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis) (5) |
| SOSIO | Bentuk terikat berhubungan dengan masyarakat; sosial (5) |
| SOSIS | Daging cincang yang dibumbui dikemas dalam selaput sehingga berbentuk silinder panjang (5) |
| SOSOH | Menyosoh; memutihkan atau membersihkan beras dan sebagainya dengan menumbuk perlahan-lahan; menceruh; menyerang secara serentak; menyerang bersama-sama; melakukan sesuatu dengan sangat giat dan bersemangat (5) |
| SOSOK | Lubang (pada jerat dan sebagainya); lubang kancing baju; kelim (pelipit) yang berlubang (untuk memasukkan tali, tongkat, dan sebagainya); bentuk wujud atau rupa; rangka (perahu dan sebagainya); bentuk (rupa) tubuh; bayangan badan; bakal (ladang, negeri, dan sebagainya); permulaan (Minangkabau); tokoh; pribadi (Minangkabau) (5) |
| SOSOR | Serang (5) |
| SOSOT | Menyeka dengan keras (Melayu Jakarta) (5) |
| SOTIS | Kain tenun tradisional Nusa Tenggara Timur (5) |
| SOTOH | Atap rumah yang rata, dibuat dari tembok batu (seperti rumah-rumah di Saudi Arabia) (5) |
| SOUGB | Suku bangsa yang mendiami daerah Kecamatan Bintuni, Anggi, Merdei, dan Ransiki di Papua; Mantion; Sogh; Manikion (5) |
| SOWAN | Menghadap (kepada orang yang dianggap harus dihormati, seperti raja, guru, atasan, orang tua); berkunjung (Jawa) (5) |
| SOYAK | Koyak; sobek; torehan pada pepagan yang dibuat untuk mengungkapkan ciri-cirinya guna mendeterminasi jenis pohon di lapangan (Botani) (5) |
| SPACE | Ruang angkasa (Inggris) (5) |
| SPADA | Siapa ada (di rumah); kata salam pertama apabila mendatangi (bertamu ke) rumah seseorang (akronim) (5) |
| SPAIN | Spanyol (Inggris) (5) |
| SPAND | Spesialis andrologi (singkatan) (5) |
| SPASI | Jarak (antara huruf cetak atau antara baris tulisan); keping timah kecil-kecil untuk memberi jarak huruf-huruf atau baris di percetakan (5) |
| SPDSD | Sarjana pendidikan sekolah dasar (singkatan) (5) |
| SPEAK | Bicara (Inggris) (5) |
| SPEED | Kecepatan (Inggris); judul sebuah film yang dibintangi Keanu Reeves (5) |
| SPESI | Campuran dari bahan pengikat (semen, kapur, dan sebagainya), pasir, dan air; mortar (5) |
| SPINA | Tulang belakang (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| SPION | Orang yang berusaha mendapatkan keterangan secara rahasia, terutama rahasia militer negara lain; mata-mata; petugas kepolisian yang mengadakan pengusutan secara rahasia terhadap orang-orang yang dicurigai; agen polisi rahasia; detektif (5) |
| SPKGA | Spesialis kedokteran gigi anak (singkatan) (5) |
| SPLIT | Kota di Kroasia (5) |
| SPONS | Bunga karang; benda serupa bunga karang (dari karet busa dan sebagainya) yang dapat mengisap air (5) |
| SPOON | Sendok (Inggris) (5) |
| SPORA | Alat perbanyakan yang terdiri atas satu atau beberapa sel yang dihasilkan dengan berbagai cara pada tumbuhan rendah,Cryptogamae, berukuran sangat halus, mudah tersebar oleh angin, air, binatang dan sebagainya, dan dapat tumbuh langsung pada kapang (bakteri dan sebagainya) atau tidak langsung pada paku-pakuan menjadi individu baru (Biologi) (5) |
| SPORT | Spesialis ortodonti (meratakan gigi) (singkatan) (5) |
| SPUIT | Alat suntik (Kedokteran dan Fisiologi); alat untuk menghias kue, terbuat dari besi berbentuk kerucut dan berukuran kecil, ujung kerucut memiliki lubang-lubang yang membentuk pola tertentu (Tata Boga) (5) |
| SRITI | Burung kecil berbulu hitam yang tahan terbang lama dan dapat menyambar; burung layang-layang (Collacalia esculenta) (5) |
| SSTAT | Sarjana statistika (singkatan) (5) |
| STABO | Pemindahan pasukan secara cepat (Kemiliteran) (5) |
| STAIN | Noda (Inggris); Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (singkatan) (5) |
| STAIR | Anak tangga (Inggris) |
| STAMP | Prangko (Inggris) (5) |
| START | Memulai (Inggris); memulai (melakukan sesuatu); berangkat (melakukan suatu perjalanan); sikap permulaan pada waktu akan melakukan jalan atau lari (terutama dalam perlombaan) dengan kaki atau tangan tidak boleh menyentuh garis batas (harus berada di belakang garis batas) (Olahraga) (5) |
| STASI | Wilayah keuskupan satu tingkat di bawah paroki (Agama Katolik) (5) |
| STATE | Negara (Inggris) (5) |
| STEAK | Bistik (Inggris) (5) |
| STEEL | Baja (Inggris) (5) |
| STEIK | Daging (sapi, babi, ikan, ayam) yang dipotong lebar kurang lebih sebesar telapak tangan, tebal 1,5 cm, dibumbui lada dan garam atau bumbu lainnya, lalu dipanggang dengan mentega sekadarnya (5) |
| STELA | Batu yang diukir atau pilar sebagai peringatan suatu peristiwa; sandaran arca (5) |
| STELE | Teras atau tabung tengah batang dan akar tumbuhan berpembuluh, terdiri atas jaringan pembuluh, jaringan dasar, dan perisiklus (5) |
| STEMA | Silsilah yang menggambarkan asal-usul naskah (Sastra) (5) |
| STENO | Lambang huruf yang dipendekkan dan disepakati pemakaiannya, terutama dalam bidang kesekretariatan dengan maksud agar dapat menulis cepat untuk kemudian ditransliterasikan secara lengkap dalam bentuk surat dan sebagainya (5) |
| STEPA | Tanah datar yang luas dan kering yang di sana sini hanya dapat ditumbuhi belukar; padang rumput yang luas (5) |
| STILB | Satuan serian luminans yang sama dengan satu kandela per sentimenter persegi (Fisika) (5) |
| STING | Vokalis grup band asal Inggris The Police; sengat (Inggris) (5) |
| STKIP | Sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan (singkatan) (5) |
| STMKG | Sekolah Tinggi Meteorologi Kilmatologi dan Geofisika (5) |
| STMPR | Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (singkatan) (5) |
| STOLA | Syal atau selendang panjang dan lebar yang terbuat dari benang halus, bulu, atau kain lembut yang dililitkan pada bahu dan leher; boa (5) |
| STOMA | Lubang buatan, biasanya permanen, pada usus besar yang melalui dinding tubuh untuk mengeluarkan kotoran (tinja) akibat gangguan yang dialami kolon atau dubur (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| STONE | Batu (Inggris) (5) |
| STORI | Dongeng; kisah; cerita; kabar angin; desas-desus (5) |
| STPDN | Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (singkatan) (5) |
| STRES | Gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| STRIP | Penyakit tumbuhan yang ditandai dengan gejala perubahan warna berbentuk garis panjang-panjang tidak menentu, yang umumnya menyerang batang atau daun yang penulangannya sejajar (Botani) (5) |
| STROK | Serangan otak, biasanya disertai dengan kelumpuhan; ketangkapan; apopleksia; angin ahmar (5) |
| STRYI | Kota di Ukraina (5) |
| STTAL | Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (singkatan) (5) |
| STUDI | Penelitian ilmiah; kajian; telaahan (5) |
| STUKO | Plester (bahan salutan) bermutu tinggi untuk dinding dan pembuatan hiasan timbul (5) |
| STUPA | Bangunan dari batu yang bentuknya seperti genta, biasanya merupakan bangunan suci agama Buddha (tempat menyimpan relik atau benda-benda suci sang Buddha) (5) |
| SUABO | Bahasa yang dituturkan oleh suku Inanwatan di Papua; suku bangsa yang mendiami daerah pesisir selatan Kepala Burung Irian, di ujung Teluk Berau, Provinsi Papua (5) |
| SUAKA | Tempat mengungsi (berlindung); menumpang (pada); menumpang hidup (pada) (5) |
| SUAMI | Pria yang menjadi pasangan hidup resmi seorang istri (5) |
| SUANG | Mudah; gampang (5) |
| SUARA | Bunyi yang dikeluarkan dari mulut manusia (seperti pada waktu bercakap-cakap, menyanyi, tertawa, dan menangis); bunyi binatang, alat perkakas, dan sebagainya; ucapan (perkataan); bunyi bahasa (bunyi ujar); sesuatu yang dianggap sebagai perkataan (untuk melahirkan pikiran, perasaan, dan sebagainya); pendapat (kiasan); pernyataan (setuju atau tidak) (kiasan); dukungan (dalam pemilihan) (kiasan) (5) |
| SUASA | Logam campuran emas dengan tembaga (5) |
| SUATU | Satu; hanya satu (untuk menyatakan benda yang kurang tentu) (5) |
| SUBAK | Sistem pengairan teratur yang diselenggarakan oleh rakyat di Bali (5) |
| SUBAL | Kurang baik buatannya; kasar; barang (yang kurang baik) yang dicampurkan (supaya kelihatan banyak, bertambah berat, dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| SUBAM | Suram; tidak berkilau (terutama tentang logam) (5) |
| SUBAN | Serpih kayu; selumbar; tatal penarahan dan sebagainya; pecahan kaca (5) |
| SUBEI | Bengkak bernanah di sisi jempol kaki antara daging dan kuku (Melayu Riau) (5) |
| SUBIC | Kota di Filipina (5) |
| SUBUH | Waktu antara terbit fajar dan menjelang terbit matahari; waktu subuh; waktu salat wajib setelah terbit fajar sampai menjelang matahari terbit; salat wajib sebanyak dua rakaat pada waktu antara terbit fajar dan menjelang terbit matahari (Agama Islam) (5) |
| SUBUR | Dapat tumbuh dengan baik (lekas besar); tidak merana (tentang tumbuhan); baik dan sehat (tentang badan); gemuk (tentang tanah, yaitu banyak mengandung zat yang baik untuk tumbuhan); hidup dengan baik (berkembang biak, bertambah maju, besar, kuat, dan sebagainya); senang hidupnya (mudah mencari rezeki dan sebagainya) (5) |
| SUCRE | Kota di Bolivia (5) |
| SUDAH | Telah jadi; telah sedia; selesai; habis, berakhir; telah lalu (lampau, terjadi); terdahulu; telah (menyatakan perbuatan yang telah terjadi); cukuplah sekian saja; memang demikian (halnya, keadaannya, dan sebagainya); begitulah (halnya) sejak semula; sehabis; setelah; telah berpihak (5) |
| SUDAK | Umbi-umbian liar (5) |
| SUDAN | Negara yang terletak di Afrika Timur Laut, beribu kota Khartoum (5) |
| SUDET | Menyudet; membelokkan aliran air (5) |
| SUDIP | Sendok seperti sudu, bertangkai panjang (untuk mengarau nasi, membalik-balikkan barang yang digoreng, dan sebagainya); batang dengan panjang 15 cm dengan ujung pipih yang digunakan untuk meletakkan pasta atau mengambil zat kimia dari botol (Kimia) (5) |
| SUDRA | Golongan atau kasta yang terendah (dalam masyarakat yang beragama Hindu) (5) |
| SUDUH | Tusuk dengan ujung benda tumpul (ujung jari, ujung patahan ranting, dan sebagainya) (Minahasa Tonsawang) (5) |
| SUDUK | Tikam (Jawa) (5) |
| SUDUT | Penjuru; pojok; bangun yang dibuat oleh dua garis yang berpotongan di sekitar titik potongnya (Matematika); tempat yang jauh-jauh dan tidak mudah dikunjungi; pelosok (Matematika); segi (arah pandangan, pokok, atau dasar pandangan yang tentu) (Matematika) (5) |
| SUFAL | Takik pada busur (5) |
| SUFEL | Hidangan ringan yang terbuat dari telur dan krim yang dikocok, diberi gula atau garam, dipanggang hingga kembang, dan dimakan pada saat masih hangat (Tata Boga) (5) |
| SUGAR | Menyugar; menyisir rambut dengan jari tangan; gula (Inggris) (5) |
| SUGIH | Kaya; berada (Jawa) (5) |
| SUGUL | Masygul; pertanda alam berupa hujan pada waktu hari panas (yang menyiratkan orang meninggal) (Gayo) (5) |
| SUGUN | Menyugun; merenggut rambut (kepala) (5) |
| SUHAD | Tidak dapat tidur (5) |
| SUHUF | Kitab Allah Swt. yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya, merupakan dasar atau nasihat secara umum (Arab); lembaran yang bertulis; halaman buku; surat; dokumen; sahifah (Arab); kertas (bahan) hasil daur ulang (Arab) (5) |
| SUITA | Kota di Jepang (5) |
| SUITE | Kelompok kamar dalam hotel yang merupakan satu satuan (ungkapan/Inggris); rangkaian (Inggris) (5) |
| SUIXI | Kota di Cina (5) |
| SUJEN | Sepotong lidi (bilah bambu dan sebagainya) sebagai pencocok satai dan sebagainya (Jawa) (5) |
| SUJUD | Berlutut serta meletakkan dahi ke lantai (misalnya pada waktu salat) sambil membaca tasbih; pernyataan hormat dengan berlutut serta menundukkan kepala sampai ke tanah (5) |
| SUKAK | Tertusuk tulang dan sebagainya pada kerongkongan (Bali) (5) |
| SUKAN | Tumbuhan perdu, daunnya tebal berbentuk jantung dan beraroma, digunakan sebagai obat luka, dapat pula sebagai sayur, terutama untuk dimakan oleh wanita sehabis bersalin (Coleus amboinicus) (5) |
| SUKAR | Sulit dipecahkan atau diselesaikan; susah; muskil; tidak mudah; tidak mudah mendapat; jarang ada; dalam kekurangan; miskin (kiasan); tidak mudah sembuh (tentang penyakit) (kiasan) (5) |
| SUKAT | Takaran yang isinya empat gantang; ukuran (panjang, luas, isi); sukatan; alat untuk mengukur kedalaman air; asalkan; kalau (5) |
| SUKET | Rumput (Jawa) (5) |
| SUKMA | Jiwa; nyawa (5) |
| SUKRA | Hari ke-6 dalam jangka waktu satu minggu; Jumat (Bali) (5) |
| SUKUK | Obligasi berbasis syariah (5) |
| SUKUN | Tidak bergigi (tentang gusi) (Jawa); tidak berbiji (untuk buah-buahan yang biasanya berbiji) (Jawa); pohon seperti keluih yang buahnya tidak berbiji (Artocarpus communis); penanda hilangnya vokal dalam ejaan bahasa Arab yang diletakkan di atas konsonan (5) |
| SULAH | Sedikit berambut (berbulu); botak; gundul (5) |
| SULAM | Bordir; suji; tekat; tato; tukar (5) |
| SULAP | Pertunjukan berbuat sesuatu yang menakjubkan (seperti saputangan diubah menjadi burung merpati); silap mata; salah cara menenun (tentang kain tenun) (5) |
| SULBI | Tulang rusuk (Arab) (5) |
| SULIH | Ganti; pengganti; wakil (5) |
| SULIT | Sukar sekali; susah (diselesaikan, dikerjakan, dan sebagainya); susah dicari; jarang terdapat; dirahasiakan (sukar diketahui dan sebagainya); tersembunyi; gelap (rahasia, tidak terang-terangan); dalam keadaan yang sukar (genting, gawat, dan sebagainya) (5) |
| SULUH | Barang yang dipakai untuk menerangi (biasa dibuat dari daun kelapa yang kering); obor; pengintai; penyelidik; mata-mata; penyuluh (5) |
| SULUK | Jalan ke arah kesempurnaan batin; tasawuf; tarekat; mistik; pengasingan diri; khalwat; nyanyian (tembang) dalang yang dilakukan ketika akan memulai suatu adegan (babak) dalam pertunjukan wayang (Jawa) (5) |
| SULUR | Julai (dari tumbuhan yang menjalar dan sebagainya); pucuk batang muda (dari beberapa tumbuhan); akar yang tumbuh dari cabang dan sebagainya (seperti pada pohon beringin); garis (kawat dan sebagainya) yang berlingkar-lingkar pada suatu pusat hingga menyerupai per rambut pada arloji (alur pada sekrup dan sebagainya); batang atau bagian batang (cabang atau ranting), daun, tangkai daun, atau bagian daun lainnya yang telah mengalami perubahan bentuk dan berfungsi sebagai alat pembantu tumbuhan untuk menjalar atau merambat pada sandaran atau penunjang tumbuhan; penyuluh; pengintai; suluh (5) |
| SULUT | Sundut; Sulawesi Utara (akronim) (5) |
| SUMAH | Suka menceritakan kelebihan atau kehebatan diri sendiri kepada orang lain agar mendapat simpati; senang (mengharap) pujian (Arab) (5) |
| SUMAN | Lemang yang terbuat dari sagu (Melayu Riau) (5) |
| SUMBA | Nama zat pewarna merah yang dipakai untuk mewarnai kue dan sebagainya; kesumba; salah satu pulau yang merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur; suku bangsa yang mendiami Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (5) |
| SUMBI | Tongkat peregang kain pada perkakas tenun (biasanya dibuat dari batang nibung); alat khitan tradisional berbentuk pipa berdiameter 10 mm dengan panjang 10—15 cm, terbuat dari kayu, bambu, atau tanduk (Sunda); menyumbi; memperbaiki tepi suatu benda yang rusak; menambal (mengisi) gigi yang berlubang; mengganti papan baru pada perahu dan sebagainya (5) |
| SUMBU | Benang (kapas dan sebagainya) yang berfungsi sebagai jalan peresapan minyak dan sebagainya ke bagian yang disulut (tentang lampu, kompor, dan sebagainya); tunam (pada petasan, meriam kuno, dan sebagainya); murang; gandar roda; poros; garis lurus yang di sekelilingnya terdapat simetri; bagian frasa eksosentris yang berupa kata, frasa, atau klausa, seperti frasa atau klausa yang mengikuti preposisi atau konjungtor (Linguistik) (5) |
| SUMEH | Murah senyum kepada setiap orang (Jawa) (5) |
| SUMIR | Singkat (tentang sidang pengadilan seperti ketika menyidangkan pelanggaran lalu lintas); pendek; ringkas (5) |
| SUMPA | Tempat menyimpan beras yang terbuat dari tanah liat (Kaili); kesusastraan lisan yang suci di kalangan suku Muna, berupa rangkaian atau kumpulan kalimat suci yang diucapkan sebagai sumpah dalam menyumpah raja atau pucuk pimpinan pemerintahan (Muna) (5) |
| SUMPR | Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (singkatan) (5) |
| SUMUR | Sumber air buatan, dengan cara menggali tanah; perigi; lubang yang sengaja dibuat menembus lapisan tanah untuk memperoleh air, minyak, atau gas; lubang hasil pengeboran, baik dalam tahap eksplorasi maupun eksploitasi; bangunan hidraulis berupa lubang yang digali ke dalam bumi yang memungkinkan penyadapan air secara ekonomis dari akuifer (Geografi dan Geologi)\ (5) |
| SUMUT | Sumatra Utara (akronim) (5) |
| SUNAH | Jalan yang biasa ditempuh; kebiasaan; aturan agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad saw., baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkannya; hadis (Agama Islam); perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa (5) |
| SUNAM | Kota di India (5) |
| SUNAN | Sebutan raja untuk keraton Surakarta (di Jawa); penyebutan nama untuk para wali (5) |
| SUNAT | Berpotong kulup; khitan (5) |
| SUNDA | Suku bangsa yang mendiami daerah Jawa Barat; gunung dengan ketinggian hanya sekitar 650-700 mpdl, terletak di Sukabumi, Jawa Barat, merupakan gunung yang termasuk dalam rangkaian pegunungan sisa-sisa letusan dari gunung Sunda Purba; nama selat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera (5) |
| SUNGA | Rendam kepala di air dengan posisi badan telentang agar rambut basah dan rapi seperti disisir ke belakang (Dayak) (5) |
| SUNGU | Tanduk (Jawa); jungur (Minangkabau) (5) |
| SUNTI | Tanaman umbi-umbian yang dapat dibuat obat atau rempah-rempah, dan sebagainya (5) |
| SUNYI | Tidak ada bunyi atau suara apa pun; hening; senyap; kosong (tentang rumah dan sebagainya); tidak ada orang; lengang; sepi; tidak banyak transaksi (persetujuan jual beli); tidak banyak pembeli (dalam perdagangan); bebas (lepas, lekang, terhindar) (5) |
| SUOLO | Orang yang tidak memiliki keturunan karena tidak menikah (Sahu) (5) |
| SUPEL | Pandai menyesuaikan diri; pandai bergaul; luwes (5) |
| SUPER | Lebih dari yang lain; luar biasa, istimewa; bentuk terikat di atas; lebih tinggi; sangat (5) |
| SUPIT | Sunat; khitan (5) |
| SUPRA | Bentuk terikat di atas atau di luar (5) |
| SURAH | Bagian atau bab dalam Al-Qur'an (kitab suci Al-Qur'an mempunyai 114 surah) (Arab); kain lembut yang terbuat dari sutra atau rayon (Arab) (5) |
| SURAI | Rambut (kepala); rambut pada tengkuk kuda atau singa; menyurai; mencerai-beraikan; membubarkan (5) |
| SURAM | Kurang terang (tentang cahaya); kurang kuat cahayanya; redup, berawan, mendung (tentang cuaca); kusam atau kuyu (tentang mata); muram tidak berseri-seri (tentang muka); tidak bening (tentang kaca, intan, dan sebagainya); tidak berkilau (tentang emas, perak, dan sebagainya); buram; susah (tentang kehidupan); tidak tentu (tentang nasib, masa depan, dan sebagainya) (kiasan); tidak nyata dalam ingatan atau pikiran (kiasan); diulang: bercahaya samar-samar agak gelap; sabur; sabur limbur (5) |
| SURAT | Kota di India (5) |
| SURAU | Tempat (rumah) umat Islam melakukan ibadatnya (mengerjakan salat, mengaji, dan sebagainya); langgar; surat berisi kisah atau ajaran (5) |
| SUREK | Surat berisi kisah atau ajaran (5) |
| SUREL | Surat elektronik (akronim) (5) |
| SUREN | Suriah (Toona sinensis) (5) |
| SURGA | Alam akhirat yang membahagiakan roh manusia yang hendak tinggal di dalamnya (dalam keabadian); kayangan tempat kediaman Batara Guru (Siwa); Surgaloka; firdaus (5) |
| SURIH | Gores; garis (Minangkabau) (5) |
| SURUH | Perintah (supaya melakukan sesuatu); sirih (5) |
| SURUK | Masuk dengan merangkak atau membungkuk; susup (5) |
| SURUP | Patut; pantas; layak; sepadan; memasukkan benang ke lubang jarum (Jawa) (5) |
| SURUT | Mundur; kembali (ke); balik (ke); makin berkurang; reda (tentang nafsu dan sebagainya); susut; berkurang (tentang permukaan air sesudah pasang naik); turun (5) |
| SURYA | Matahari (5) |
| SUSAH | Rasa tidak senang (karena sukar, sulit, berat, dan sebagainya); merasa tidak aman (dalam hati); selalu gelisah dan khawatir; sedih; sukar; tidak mudah (mendapat, mencari, dan sebagainya); kekurangan; miskin (5) |
| SUSUH | Duri yang besar (pada tumbuhan); bagian yang keras dan runcing pada kaki ayam; jalu; penyemat atau pengait dari kayu; pasak; pacu pada tumit sepatu (untuk menggertak kuda); sarang burung (atau hewan lain) (Jawa) (5) |
| SUSUK | Penyemat (dari kayu dan sebagainya); tusuk; pasak; susuh; jarum emas, intan, dan sebagainya yang dimasukkan ke dalam kulit, bibir, dahi, dan sebagainya disertai mantra agar tampak menjadi cantik, menarik, manis, dan sebagainya; implan; sesak; asak; uang kelebihan pembayaran; sisa uang pembayaran yang harus dikembalikan kepada pembeli; uang penyongsong; uang kembali (Jawa); perangkap ikan yang terbuat dari susunan bilah bambu, berbentuk seperti gendang atau kurungan ayam, tetapi lebih kecil dengan lubang bagian atas kecil dan bawahnya lebar; mengisap makanan hingga berbunyi (5) |
| SUSUL | Menyusul; mengikuti atau mengejar sesuatu yang ada di depan; datang kemudian; mengikuti; memperbaiki suatu keterbelakangan (misalnya dalam pekerjaan, pelajaran, dan sebagainya) dengan tindakan dan perbuatan, seperti bekerja atau belajar lebih rajin; mengerjakan sesuatu agar jangan ketinggalan; merunut atau mengikuti (jejak dan sebagainya); mengusut (menyelidiki) untuk menemukan sesuatu; menyambung (isi) surat yang terdahulu (5) |
| SUSUN | Kelompok atau kumpulan yang tidak berapa banyak; tumpuk; seperangkat barang yang (diatur) bertingkat-tingkat; rangkap (yang tindih-menindih) (5) |
| SUSUP | Menyusup; menyuruk (menyeluduk) ke bawah atau ke dalam sesuatu; masuk ke dalam (hutan, semak-semak, dan sebagainya); masuk secara diam-diam ke daerah musuh; merembes ke daerah musuh; menyerap; meresap (5) |
| SUSUR | Pinggir atau tepi sebelah luar; sugi (tembakau) (Jawa) (5) |
| SUSUT | Menjadi berkurang; mengerut menjadi pendek, kecil, dan sebagainya; turun (tentang air); surut; menjadi kurus (tentang badan) (5) |
| SUSYI | Makanan khas Jepang dengan dua bahan utama, yaitu nasi yang dicampur cuka dan makanan laut seperti udang, kepiting, dan ikan (5) |
| SUTAN | Kata sapaan adat kepada kaum bangsawan (Minangkabau); (nama salah satu) gelar kebangsawanan (Minangkabau) (5) |
| SUTEN | Bersuten; cara mengundi dengan mengadu jari untuk menentukan siapa yang menang bermain dahulu, dan sebagainya (biasanya dalam permainan anak-anak) (5) |
| SUTET | Saluran udara tegangan ekstra tinggi (akronim) (5) |
| SUTIL | Sudip (Jawa) (5) |
| SUTRA | Benang halus dan lembut yang berasal dari kepompong ulat sutra (5) |
| SUWEG | Tumbuhan berumbi, berbatang semu, tangkainya belang hijau putih berbintil-bintil, berkerabat dengan bunga bangkai (Amorphophallus paeoniifolius) (5) |
| SUWIR | Sobek panjang; diulang: robek-robek atau koyak-koyak panjang (5) |
| SUWON | Kota di Korea Selatan (5) |
| SWABI | Kota di Pakistan (5) |
| SWAZI | Bahasa yang dituturkan di Afrika Selatan (5) |
| SWEAR | Bersumpah (Inggris) (5) |
| SWIKE | Masakan yang dibuat dari daging katak hijau (Cina) (5) |
| SYABU | Diulang: hidangan berkuah khas Jepang yang dimasak di dalam panci, berbahan sayuran, jamur, dan potongan tipis daging yang dicelupkan berkali-kali ke dalam kuah hingga matang, kemudian dicocol pada saus, disantap selagi hangat (5) |
| SYAIR | Pesyair; orang yang bersyair (Arab); puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama (Sastra); sajak; puisi (Sastra) (5) |
| SYAKA | Tahun yang umurnya terdiri atas 210 hari atau 6 bulan (5) |
| SYALA | Pohon jenis Artocarpus (Sanskerta) (5) |
| SYEIR | Jenis gandum (5) |
| SYEKH | Kata sapaan kepada orang Arab (terutama orang Arab keturunan sahabat Nabi); kata sapaan kepada orang Arab yang berasal dari Hadramaut; ulama besar (5) |
| SYETI | Pelepas uang; lintah darat; ceti (5) |
| SYIAR | Kemuliaan; kebesaran (Arab); tanda kebesaran atau simbol agama (Agama Islam) (5) |
| SYIWA | Salah satu dewa Trimurti yang berperan sebagai dewa perusak (Agama Hindu) (5) |
| SYOYU | Kecap khas Jepang yang murni terbuat dari fermentasi kedelai, memiliki rasa sedikit asin dan rasa kedelai yang kuat, biasanya digunakan sebagai cocolan makanan seperti susyi dan sasyimi (Tata Boga) (5) |
| SYURA | Nasihat (Arab) (5) |
| TAALA | Mahatinggi (biasa disebutkan sesudah menyebut nama Allah) (Agama Islam) (5) |
| TAAPO | Kulit ari jagung yang terkelupas pada saat ditapis (Gorontalo) (5) |
| TABAH | Tetap dan kuat hati (dalam menghadapi bahaya dan sebagainya); berani (5) |
| TABAK | Talam besar tempat menghidangkan makanan; kuali (belanga) tempat memasak nasi (5) |
| TABAL | Tabuh (beduk) yang dipalu ketika meresmikan penobatan raja (5) |
| TABAN | Pohon yang menghasilkan getah perca (Palaquium) (5) |
| TABAR | Diulang: perdu yang tumbuh di tempat yang lembap, umumnya berwarna hijau muda, batangnya bernas, akar dan batangnya digunakan sebagai obat; setawar; tawar-tawar (Costus speciosus) (5) |
| TABAT | Jajaran kayu galam yang di sela-selanya diisi tumpukan karung berisi tanah mineral dan dipasang melintang serupa bendungan mini sehingga menghalangi laju air kanal, untuk menjaga permukaan air tanah di sekitar lahan gambut (5) |
| TABEL | Daftar berisi ikhtisar sejumlah (besar) data informasi, biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersistem, urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas sehingga dapat dengan mudah disimak (5) |
| TABER | Tarian khas dari Bangka, merupakan perpaduan antara gerak dan seni suara (syair dan pantun) yang diiringi musik rebana dan gendang (5) |
| TABIA | Gendang kecil (5) |
| TABIB | Orang yang pekerjaannya mengobati orang sakit secara tradisional, seperti dukun; dokter (5) |
| TABII | Menurut sifat (pembawaan, kodrat) yang asli (Arab) (5) |
| TABIK | Ungkapan untuk memberi salam; selamat (pagi, siang, malam); assalamualaikum; sepada (Minangkabau); perbuatan menghormati (Minangkabau); maaf (dikatakan apabila masuk ke tempat yang keramat dan sebagainya) (Minangkabau); pengikut; penganut (5) |
| TABIR | Tirai penyekat (pendinding) atau penutup dinding (5) |
| TABLA | Alat musik pukul berupa dua gendang kecil, satu berbentuk silinder dan satu lagi berbentuk mangkuk, dimainkan dengan cara diketuk dengan jari (Musik); suku bangsa yang mendiami daerah pantai utara Papua di Kecamatan Demta, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (5) |
| TABLO | Pertunjukan lakon tanpa gerak atau tanpa dialog; domba berbulu kuning kemerahan (Sunda) (5) |
| TABUH | Gendang raya; beduk (dalam masjid, surau, dan sebagainya); dulag; alat untuk menabuh bunyi-bunyian (gamelan dan sebagainya); bunyi beduk sebagai alamat (5) |
| TABUK | Kota di Arab Saudi (5) |
| TABUT | Peti yang dibuat dari anyaman bambu atau burung-burungan burak yang terbuat dari kayu yang dibawa berarak pada peringatan terbunuhnya Hasan-Husen (tanggal 10 Muharam); perarakan untuk memperingati terbunuhnya Hasan-Husen dengan membawa tabut (5) |
| TACNA | Kota di Peru (5) |
| TADAH | Barang untuk menampung sesuatu (5) |
| TADIR | Dinding dari bambu yang dianyam (Minangkabau) (5) |
| TADUT | Sastra lisan dari daerah Basemah, Sumatra Selatan, berisi ajaran moral dan agama Islam, disampaikan secara turun menurun dan bersifat anonim (Basemah) (5) |
| TAENA | Makassar (5) |
| TAFIA | Minuman yang disuling dari sisa tebu (Tata Boga) (5) |
| TAGAK | Tahan (5) |
| TAGAL | Batu-batu besar yang dilemparkan ombak ke tepi pantai pada waktu datang angin ribut dan gelombang besar mengempas ke pantai (5) |
| TAGAN | Taruhan (dalam perjudian); uang dan sebagainya yang dimasukkan untuk modal bersama atau untuk bersama-sama mengadakan suatu kegiatan usaha; menagan; cerai (5) |
| TAGAR | Bunyi guruh atau guntur; tanda pagar, digunakan sebagai tanda untuk merujuk pada topik sebuah kiriman status dalam media jejaring sosial (akronim); padanan dari hashtag (5) |
| TAGAS | Bagian sungai, danau, atau pantai yang dangkal (Toulour) (5) |
| TAGEH | Baung yang sirip lemaknya lebih panjang daripada sirip dubur dan bersambung dengan sirip punggung, sungut rahang atas mencapai pangkal ekor, tersebar di Asia Tenggara (Mystus nigriceps) (5) |
| TAGEN | Perahu yang kuat dan tidak goyang (Madura) (5) |
| TAGIH | Meminta (memperingatkan, mendesak) supaya membayar (utang, pajak, iuran, dan sebagainya); menuntut atau menggugat supaya melaksanakan janji (pernyataan dan sebagainya); objek hukum yang harus diterima kreditor dari debitur (Hukum) (5) |
| TAGMA | Sederetan ruas berurutan yang membentuk bagian berbeda pada tubuh serangga (kepala, toraks, abdomen) (Biologi) (5) |
| TAGUT | Yang menyuruh orang berbuat jahat; yang disembah orang, tetapi bukan Tuhan; berhala; apa saja yang disembah selain Allah Swt. (Agama Islam) (5) |
| TAHAK | Serdawa (Melayu Jakarta) (5) |
| TAHAN | Tetap keadaannya (kedudukannya dan sebagainya) meskipun mengalami berbagai-bagai hal; tidak lekas rusak (berubah, kalah, luntur, dan sebagainya); kuat atau sanggup menderita (menanggung) sesuatu; dapat menyabarkan (menguasai) diri; betah; sanggup dan tidak lekas merasa jijik (kasihan dan sebagainya); cukup (sampai atau hingga) (5) |
| TAHAP | Bagian dari perkembangan (pertumbuhan); bagian dari sesuatu yang ada awal dan akhirnya; bagian dari urutan (menegak atau menyamping) tingkat; jenjang (5) |
| TAHAR | Menaharkan (5) |
| TAHIL | Satuan ukuran berat 37,8 g (5) |
| TAHIR | Bersih; suci; murni (5) |
| TAHOE | Danau air tawar di Pegunungan Sierra Nevada, Amerika Serikat (5) |
| TAHUN | Masa yang lamanya dua belas bulan; bilangan yang menyatakan tarikh; masa dua belas bulan yang ke ...; masa dua belas bulan untuk ...; musim (dalam arti masa selama tanaman atau tumbuh-tumbuhan hidup) (5) |
| TAIAN | Kota di Cina (5) |
| TAICI | Olahraga yang berasal dari Cina, gerakannya khas dengan ritme pelan, lembut, dan lemah gemulai (5) |
| TAIGA | Daerah hutan pohon jarum-jarum di Siberia, terdapat di antara daerah tundra di utara dan stepa di selatan (5) |
| TAIKO | Orang (pengusaha) yang memiliki banyak uang; pengusaha kaya raya; tauke (Cina); kusta; lepra (5) |
| TAISO | Gerak badan (pada zaman Jepang); senam (5) |
| TAIZZ | Kota di Yaman (6) |
| TAJAK | Cangkul bertangkai lurus untuk mengerjakan sawah, membersihkan rumput, dan sebagainya (5) |
| TAJAM | Bermata tipis, halus, dan mudah mengiris, melukai, dan sebagainya (tentang pisau, pedang, dan sebagainya); runcing; berujung lancip; lekas dapat melakukan sesuatu (melihat, mendengar, mencium bau, merasa, dan sebagainya); kelihatan galak (tentang pandangan); pedas atau keras (tentang perkataan, kritik, dan sebagainya); mudah menangkap atau mengerti (tentang akal, pikiran, dan sebagainya); mudah dapat melukai atau menyakiti; sangat nyata, jelas, dan sebagainya; cerdas (tentang pikiran) (5) |
| TAJAP | Potong miring (tentang sayuran) (Batak) (5) |
| TAJAU | Tempayan besar yang dibuat dari tanah berlapis, seperti porselen (5) |
| TAJEN | Sabung ayam (Bali) (5) |
| TAJIK | Bahasa yang dituturkan di Tajkistan (5) |
| TAJIN | Air rebusan beras yang agak kental; air sagu; kanji (5) |
| TAJIO | Suku bangsa yang mendiami wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (5) |
| TAJIR | Kaya (5) |
| TAJUK | Mahkota; petam; jamang (perhiasan kepala); perhiasan kepala, seperti jumbai dari bunga buatan yang dicocokkan di rambut (kundai, tudung kepala) hingga tampak menganjur ke atas; cabang dan dedaunan sebuah pohon; bagian pohon di batang; kili-kili (sepotong kayu) yang dipasang mencuar atau menganjur di tepi perahu (Pelayaran); judul, kepala surat (makalah, surat kabar, dan sebagainya) (Sastra); seluruh sistem dedaunan pada pohon, kecuali batang (Biologi); tingkat; jenjang (Minangkabau); surau; langgar (Sunda); tempat mengikat kemudi perahu pada waktu berlayar (Madura); rusuk pada sampan (Melayu Medan) (5) |
| TAJUR | Tampak memanjang (menganjur); perdu, tinggi mencapai 2 m, akarnya digunakan untuk obat disentri, daunnya untuk mengobati sakit perut (Clerodendron buchanani) (5) |
| TAKAB | Kota di Iran (5) |
| TAKAH | Tampan; gagah; cakap (Minangkabau); sikap; tingkah (Minangkabau); tata naskah (akronim) (5) |
| TAKAK | Terjadi dari dua helai (5) |
| TAKAL | Kerek (kapi, katrol) yang bersusun (5) |
| TAKAR | Satuan ukuran isi (sukat, liter, dan sebagainya); alat sejenis periuk (5) |
| TAKAT | Tahan menderita sakit (tidak mudah atau tidak lekas mati) (Jawa) (5) |
| TAKAW | Binatang jadi-jadian (Banjar) (5) |
| TAKEO | Kota di Kamboja (5) |
| TAKIK | Torehan yang agak dalam pada batang pohon untuk memudahkan pijakan orang memanjat; takuk kecil; gubang; torehan pada kulit pohon (untuk mendapatkan getah); potongan V kecil pada jahitan longgar agar lapisan pakaian tidak menggembung (Tata Busana) (5) |
| TAKIR | Wadah atau tempat makanan dari daun pisang dan sebagainya yang disemat dengan lidi pada kedua sisinya; limas (5) |
| TAKMA | Jalinan tali (kabel dan sebagainya) (Pelayaran) (5) |
| TAKMU | Tarian tradisional Korea pada saat musim tanam (bulan Mei sampai Oktober) yang dilakukan berkelompok dan diikuti semua warga desa (Kesenian) (5) |
| TAKOL | Pukul (Sunda) (5) |
| TAKSA | Mempunyai makna lebih dari satu; kabur atau meragukan (tentang makna); ambigu; takson-takson (Biologi) (5) |
| TAKSI | Mobil (biasanya sedan) tambangan; bergerak lambat di sepanjang rute yang disediakan sebelum lepas landas atau setelah mendarat (tentang pesawat) (Penerbangan) (5) |
| TAKSU | Kekuatan gaib yang memberi kecerdasan, keindahan, mukjizat, dan sebagainya (Bali); bangunan suci di sanggah yang berfungsi memberi kekuatan gaib (Bali) (5) |
| TAKUH | Takik-takik; takuk-takuk; bermacam-macam takik (takuk); tidak rata (5) |
| TAKUK | Takik yang agak dalam (pada pohon nyiur dan sebagainya), tempat tumpuan kaki ketika memanjat (5) |
| TAKUR | Tunduk (5) |
| TAKUT | Merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana; takwa; segan dan hormat; tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dan sebagainya); gelisah; khawatir (kalau ...); diulang: selalu merasa takut; sangat takut (5) |
| TAKWA | Terpeliharanya diri dari siksa Allah Swt. dengan tetap taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya (Agama Islam); keinsafan diri yang diikuti dengan kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya; kesalehan hidup; baju model Cina, leher tertutup tinggi, belakangnya tidak simetris, berkancing sampai ke leher dan bersaku dua yang terletak pada bagian depan bawah (5) |
| TALAK | Perceraian antara suami dan istri; lepasnya ikatan perkawinan (Agama Islam) (5) |
| TALAM | Baki yang tidak berkaki (5) |
| TALAR | Bertalaran; berkata dengan terang-terangan; berbicara dengan tidak menyembunyikan rahasia; terus terang (5) |
| TALAS | Tumbuhan berumbi, daun muda dan tangkai mudanya dapat disayur, umbinya menjadi makanan pokok di Irian; keladi (Colocasia esculenta); umbi talas (5) |
| TALCA | Kota di Chili (5) |
| TALEN | Mata uang (uang logam) bernilai 25 sen (pada zaman Hindia Belanda) (5) |
| TALIB | Orang yang menuntut kebenaran atau ilmu (seperti orang yang mempelajari agama dengan sungguh-sungguh); pelajar; siswa (Arab) (5) |
| TALON | Butir kertas berharga untuk memperoleh kupon baru (tentang saham); cakar (Inggris) (5) |
| TALUM | Memasukkan sesuatu ke dalam mulut dalam jumlah besar (Aceh) (5) |
| TALUN | Lahan yang ditanami aneka tanaman keras (Sunda); bunyi atau suara yang memantul; gaung; gema; kumandang; sipongang (5) |
| TALUS | Tubuh vegetatif tumbuhan rendah yang tidak terbagi atas akar, batang, dan daun (5) |
| TALUT | Tempat miring; tempat landai; lereng; peti tempat penyimpanan Taurat (5) |
| TAMAK | Selalu ingin beroleh banyak untuk diri sendiri; loba; serakah (5) |
| TAMAM | Sempurna; lengkap; selesai; habis (5) |
| TAMAN | Kebun yang ditanami dengan bunga-bunga dan sebagainya (tempat bersenang-senang); raudah; tempat (yang menyenangkan dan sebagainya); tempat duduk pengantin perempuan (yang dihiasi dengan bunga-bunga dan sebagainya); rajin; betah; suku yang mendiami wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (5) |
| TAMAR | Buah kurma; buah dari jazirah Arab yang baik untuk berbuka puasa (5) |
| TAMAS | Wadah sajen, terbuat dari janur atau daun enau yang muda, berbentuk bundar (Bali) (5) |
| TAMAT | Berakhir; habis; selesai (dibaca, diceritakan, dipertunjukkan, dan sebagainya); khatam (5) |
| TAMBE | Ceret yang terbuat dari bambu, panjangnya 65 cm, berdiameter sekitar 15 cm, bagian atas ceret memiliki moncong (Batak) (5) |
| TAMBI | Panggilan kepada laki-laki Keling yang masih muda (yang artinya adik laki-laki); pelayan; jongos; kacung; pesuruh kantor; orang Keling (5) |
| TAMBO | Sejarah; babad; hikayat; riwayat kuno; uraian sejarah suatu daerah yang sering kali bercampur dengan dongeng; terumba (5) |
| TAMIL | Suku yang berasal dari India bagian selatan, tersebar juga hingga ke Sri Langka (5) |
| TAMKY | Kota di Vietnam (5) |
| TAMPA | Kota di Amerika Serikat (5) |
| TAMPI | Menampi; membersihkan (beras, padi, kedelai, dan sebagainya) dengan nyiru digerak-gerakkan turun naik (5) |
| TAMPO | Arak keras yang terbuat dari beras berkualitas terbaik (5) |
| TAMRA | Prasasti yang ditulis pada logam (5) |
| TAMUK | Ikan yang hidup di ekosistem perairan laut, payau, dan tawar, panjang mencapai 100 cm, sisiknya lebih kasar daripada ikan bandeng, sirip punggung pendek, tersebar di perairan pantai seluruh dunia; balana; jumpul; loban; belanak (Mugil cephalus) (5) |
| TANAH | Permukaan bumi atau lapisan bumi yang di atas sekali; keadaan bumi di suatu tempat; permukaan bumi yang diberi batas; daratan; permukaan bumi yang terbatas yang ditempati suatu bangsa yang diperintah suatu negara atau menjadi daerah negara; negeri; negara; bahan-bahan dari bumi; bumi sebagai bahan sesuatu (pasir, napal, cadas, dan sebagainya); dasar (warna, cat, dan sebagainya); satuan ukuran panjang yang sama dengan depa (5) |
| TANAI | Tatang; tating; menatang; menating; membawa (mengangkat) di atas telapak tangan (5) |
| TANAK | Menanak; memasak nasi (dalam periuk, dengan direbus saja tidak dikukus); memasak dengan merebus atau mengukus (5) |
| TANAM | Menanam; menaruh (bibit, benih, setek, dan sebagainya) di dalam tanah supaya tumbuh; menaruh di dalam tanah yang dilubangi, lalu ditimbuni dengan tanah; memendam; menguburkan (mayat, bangkai); menaburkan (paham, ajaran, dan sebagainya); memasukkan, membangkitkan, atau memelihara (perasaan, cinta kasih, semangat, dan sebagainya); menyertakan (modal, uang, dan sebagainya) ke dalam perusahaan dan sebagainya; menegakkan (kekuasaan); menempatkan (pengaruh, kepentingan, dan sebagainya); mempertumbuhkan atau membiakkan (benih penyakit dan sebagainya); mengandung (niat dan sebagainya); mengangkat atau menempatkan (wakil, tenaga, agen, dan sebagainya) (5) |
| TANAN | Kota di Vietnam (5) |
| TANAU | Burung yang rupanya seperti burung bayan kecil (Psittinus incertus) (5) |
| TANAY | Kota di Filipina (5) |
| TANBO | Seni melukis di atas media sawah dari Jepang dengan menggunakan berbagai jenis varian padi untuk memperoleh warna yang bermacam-macam (Kesenian) (5) |
| TANDA | Yang menjadi alamat atau yang menyatakan sesuatu; gejala; bukti; pengenal; lambang; petunjuk; kota di Mesir (5) |
| TANDO | Bajing terbang berukuran besar dan panjang, berwarna cokelat kemerahan, mempunyai selaput peluncur yang membentang dari kaki depan sampai kaki belakang, biasa ditemui di wilayah Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaysia (Penang), Pakistan, India utara, dan Afganistan (Petaurista petaurista) (5) |
| TANDU | Usungan berupa kursi atau rumah-rumahan kecil, terbuat dari terpal dan sebagainya, untuk tempat duduk dan sebagainya, disangga atau digantungkan pada pikulan (5) |
| TANGA | Kota di Tanzania (5) |
| TANGO | Tarian rakyat Argentina yang kemudian menjadi dansa, dilakukan di ruang dansa dengan irama 4/4 (Kesenian); irama musik untuk mengiringi tari tango (Kesenian); julukan tim nasional sepak bola Argentina (5) |
| TANIA | Zat dari kulit pohon merbau pantai yang dimanfaatkan sebagai zat warna cokelat untuk kertas dan kain (5) |
| TANIH | Tanah padat di bawah tanah atas atau permukaan (5) |
| TANIN | Kumpulan senyawa organik amorf yang bersifat asam dengan rasa sepat, ditemukan dalam banyak tumbuhan, digunakan sebagai bahan penyamak, bahan pembuat tinta, dan bahan pewarna (Kimia) (5) |
| TANJI | Musik rakyat (5) |
| TANJU | Lampu dinding (5) |
| TANPA | Tidak dengan ...; tidak ber- ... (5) |
| TANSI | Tali yang dilumas dengan lilin (untuk tali pancing dan sebagainya) (5) |
| TANTE | Adik atau kakak perempuan ayah atau ibu; bibi; kata sapaan kepada wanita yang agak tua (5) |
| TANTI | Tampal dari kain berbenang emas, yang diletakkan pada sisi baju perempuan atau celana untuk perhiasan (Minangkabau) (5) |
| TANUR | Tempat pembakaran (kapur dan sebagainya); perapian; kompor; keran (5) |
| TANYA | Permintaan keterangan (penjelasan dan sebagainya); bertanya; meminta supaya diberi tahu (tentang sesuatu) (5) |
| TAOCI | Makanan Cina (selai dari ikan) (5) |
| TAOCO | Makanan terbuat dari kedelai, yang setelah direbus dan diawetkan dengan garam, biasanya digunakan sebagai bumbu masakan (5) |
| TAOGE | Kecambah dari kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang kedelai (5) |
| TAORI | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah (5) |
| TAOSI | Asinan kedelai; taoco (5) |
| TAPAH | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 150 cm, tubuhnya pipih memanjang, mulut mengarah ke atas (cakil), warnanya kehitaman dengan garis putih dari belakang tutup insang hingga pangkal ekor, tersebar di perairan Indocina, Malaysia, dan Indonesia (Sumatra dan Kalimantan); tapa (Wallago leerii) (5) |
| TAPAI | Penganan yang dibuat dari beras ketan (ubi kayu dan sebagainya) yang direbus dan setelah dingin diberi ragi, kemudian dibiarkan semalam atau lebih hingga manis; tapaian (5) |
| TAPAK | Bidang kaki sebelah bawah, biasa digunakan untuk menapak; bidang tangan yang digunakan untuk menerima dan sebagainya; telapak; bekas jejak (bekas telapak) yang ditinggalkan; lahan tempat tumbuh tanaman hutan (Kehutanan); diulang: lapik kaki; sandal; bintang laut (5) |
| TAPAL | Obat dalam bentuk cairan kental atau bubur (biasanya dilumaskan pada kulit perut); pasta; pancang (patok) terbuat dari kayu, semen, dan sebagainya sebagai tanda batas (5) |
| TAPAS | Sabut untuk mencuci peralatan dapur, terbuat dari serat sintetis yang bertekstur kasar; makanan penutup yang terdiri atas berbagai macam makanan dalam porsi kecil (Spanyol); camilan porsi kecil ala Spanyol, biasanya disajikan bersama minuman (5) |
| TAPIH | Kain panjang untuk wanita (Jawa) (5) |
| TAPIN | Taruhan (dalam sepakbola); tikar yang terbuat dari sematan daun sagu (Asmat); kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan (5) |
| TAPIR | Mamalia berkuku ganjil, berbelalai menonjol yang terbentuk oleh hidung dan bibir atas yang memanjang, bertubuh besar dan kekar, untuk yang dewasa memiliki pola warna bagian depan hitam, bagian samping putih, dan kaki belakang hitam; tenuk; badak babi (Tapirus indicus) (5) |
| TAPIS | Alat yang dibuat dari kain dan sebagainya untuk memisahkan benda cair dari benda padat pencemar atau endapan untuk memisahkan benda padat yang berbeda ukurannya; penyaring; gesit; tangkas (dalam bersilat dan sebagainya); kain tenunan bersulamkan benang emas untuk upacara adat di Lampung, biasanya dipakai oleh wanita (5) |
| TAPOL | Tahanan politik (akronim) (5) |
| TAPTU | Tanda (dengan bunyi trompet dan sebagainya) pada malam hari untuk memanggil prajurit supaya pulang ke asramanya; berbaris dengan menggunakan irama musik pada malam hari sambil membawa obor (5) |
| TAPUI | Air tapai (5) |
| TAPUK | Kedok, topeng (pertunjukan); bersama-sama mulai; mulai; menapuk; menampar muka (bagian pipi, muka) (5) |
| TAPUS | Pohon yang kayunya baik untuk perkakas rumah (Elateriospermum tapos); kayu tapus; menapus; memerah atau memeras (5) |
| TARAF | Tingkat(an); derajat; mutu (dalam arti tinggi rendahnya, baik buruknya, dan sebagainya); kedudukan; martabat; tingkatan masa; batas (sempadan) waktu; stadium (5) |
| TARAH | Rata (sesudah dirimbas, dipepat, dan sebagainya) (5) |
| TARAK | Penahanan hawa nafsu (pada berpuasa, berpantang, dan sebagainya); tapa (Minangkabau) (5) |
| TARAM | Bulan terang yang berwarna sehingga tampak agak redup (5) |
| TARAN | Pijat urut rahim agar cepat melahirkan (Banjar) (5) |
| TARAP | Deret; baris (Jawa); terap; pohon buah yang termasuk marga nangka (arto carpus ), dapat tumbuh baik di tanah berpasir dan di wilayah dengan curah hujan cukup tinggi dan merata, berasal dari Kalimantan (artocarpus odoratissimus); buah dari pohon tarap, bentuknya seperti nangka tetapi lebih kecil dan berwarna putih susu, berbau harum, warnanya cepat berubah karena oksidasi jika tidak segera dimakan, bijinya dapat dimakan dengan cara dipanggang atau direbus (5) |
| TARAZ | Kota di Kazakhstan (5) |
| TARIB | Atap darurat dari daun kelapa (Bali) (5) |
| TARIF | Harga satuan jasa; aturan pungutan; daftar bea masuk (5) |
| TARIK | Hela (5) |
| TARIS | Lantai (dari plester, semen, dan sebagainya); ikat (5) |
| TARMA | Kota di Peru (5) |
| TAROF | Salah satu suku bangsa yang mendiami wilayah pesisir selatan Kepala Burung Papua (5) |
| TAROT | Sejumlah kartu yang memuat lambang-lambang gambar yang mewakili unsur api, air, udara, tanah, dan kekuatan spirit alam semesta, digunakan untuk meramal nasib (5) |
| TARUH | Uang taruhan; cagar; tanggungan (utang dan sebagainya); sandera; menaruh (5) |
| TARUK | Tunas tumbuhan (pohon, rumput); daun dan ranting (pucuk) yang tumbuh pada cabang dahan atau batang kayu; pukul; hantam (5) |
| TARUM | Tumbuhan yang daunnya dibuat nila atau bahan cat biru (Indigofera tinctoria); daun tarum (5) |
| TARUP | Yang dipakai sebagai atap untuk sementara (selama upacara berlangsung dan sebagainya); pelampang; lumbung (5) |
| TASAI | Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m, kayunya menghasilkan arang yang baik kualitasnya (Mischocarpus lessertianus) (5) |
| TASAK | Obat untuk menghentikan darah yang keluar dari tubuh manusia atau hewan (penawar jampi, daun capa, dan sebagainya) (5) |
| TASEL | Jumbai; rumbai (5) |
| TASIK | Kawasan air yang luas yang dikelilingi oleh daratan; danau (5) |
| TASKA | Tabungan asuransi berjangka (akronim) (5) |
| TASUA | Waktu yang disunahkan bagi muslim untuk berpuasa pada hari ke-9 Muharam (Agama Islam) (5) |
| TATAH | Pahat; bertatah; mulai dapat berjalan (tentang kanak-kanak); tatih; diulang: desas-desus; kabar angin (5) |
| TATAI | Deretan (5) |
| TATAK | Tatakan; alas atau lapik (cangkir, gelas) (5) |
| TATAL | Serpih-serpih kayu yang ditarah (diketam); sampah yang tipis-tipis (5) |
| TATAP | Menatap; melihat atau memperhatikan objek, biasanya dalam jarak dekat, dengan saksama dan durasi yang agak panjang (5) |
| TATAR | Bidik; menatar; membidik; mengajar (membimbing, memberikan pendidikan, pelatihan, kursus, dan sebagainya) tambahan untuk meningkatkan mutu (kemampuan, pengetahuan, keterampilan); tataran; hasil menatar; tingkatan; tingkatan; hubungan vertikal antara pemain dan lantai panggung; misalnya meniarap, duduk, atau berdiri (5) |
| TATIB | Tata tertib (akronim) (5) |
| TATIH | Menatih; memimpin (biasanya kanak-kanak) untuk belajar berjalan (5) |
| TAUBU | Balok penyangga rumah panggung (Gorontalo) (5) |
| TAUKE | Majikan (yang mempunyai perusahaan dan sebagainya); bos (kepala pekerja dan sebagainya) (5) |
| TAUNG | Menaungi (Melayu Jakarta); menutup sebagai payung di atas sesuatu; melindungi; meliputi (tentang awan) (5) |
| TAUSA | Pasta kacang hijau atau kacang merah yang rasanya manis, biasa digunakan sebagai isian onde-onde dan kue bulan (Tata Boga/Cina) (5) |
| TAUSE | Suku bangsa yang mendiami wilayah sebelah barat Danau Paniai (5) |
| TAWAF | Bentuk ibadah dengan berjalan mengelilingi Ka'bah tujuh kali (arahnya berlawanan dengan jarum jam atau Ka'bah ada di sebelah kiri kita) sambil berdoa (Agama Islam) (5) |
| TAWAK | Menawaki; melontari dengan batu; menawakkan; menggerakkan (bibir atau mulut); diulang: gong kecil untuk memberi alamat, mengerahkan orang supaya berkumpul; dan sebagainya; tetawak (5) |
| TAWAN | Tersedu-sedu; menawan; menangkap (menahan) musuh dan sebagainya; merampas (merebut, menjarah) harta musuh dan sebagainya; menarik hati; memikat (5) |
| TAWAR | Tidak ada rasanya, kurang asin, kurang sedap (tentang makanan); hambar; tidak asin (tentang air); tidak manjur (tentang guna-guna, mantra, dan sebagainya); hilang dayanya (tentang bisa, racun, dan sebagainya); hilang keberanian; tidak gembira; tidak bernafsu; tidak menaruh perhatian; dingin (pada waktu menyambut tamu dan sebagainya); reda (tentang marah dan sebagainya); berkurang-kurang (tentang sakit); tidak menarik hati (tentang cerita, pidato); menawar; menghilangkan daya kekuatan (racun, bisa, mantra); negosiasi yang terjadi dalam transaksi jual beli; mengemukakan permintaan hendak membeli (menyewa dan sebagainya); meminta pengurangan harga (sewa, tuntutan); menyebutkan harga “kurang” dari harga (sewa dan sebagainya) yang ditetapkan penjual dan sebagainya; diulang: perdu yang tumbuh di tempat yang lembap, umumnya berwarna hijau muda, batangnya bernas, akar dan batangnya digunakan sebagai obat; setawar; tabar-tabar (Costus speciosus) (5) |
| TAWAS | Garam rangkap sulfat dan aluminium sulfat, dipakai untuk menjernihkan air atau campuran bahan celup (Kimia) (5) |
| TAWAU | Kota di Malaysia (5) |
| TAWES | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 40,5 cm, berwarna putih keperakan pada saat hidup, mempunyai kebiasaan beruaya ke hulu sungai ketika musim hujan, tersebar di perairan Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Indocina; tengalan (Barbonymus gonionotus) (5) |
| TAWON | Serangga bersayap membran, bersifat predator atau parasitoid, berburu mangsa dengan menggunakan sengatnya, tidak menghasilkan madu (Vespidae|Pompilidae|Chalcidoidea|Ichneumonoidea) (5) |
| TAWUR | Perkelahian beramai-ramai; perkelahian massal; ragam hias batik Cirebon berupa titik-titik acak yang mengisi bidang yang lebih besar (Sunda); daun kawung basah yang disusun dan ditusuk dengan lidi untuk perlengkapan upacara adat Ngalaksa (Sunda) (5) |
| TAYIB | Baik; bagus (5) |
| TAYUB | Tarian yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan diiringi gamelan dan tembang, biasanya untuk meramaikan pesta (perkawinan dan sebagainya); tayuban (5) |
| TAYUM | Waktu matahari terbenam; tayum-temayum (5) |
| TCZEW | Kota di Polandia (5) |
| TEBAH | Menebah; memukul sesuatu dengan barang yang pipih; memukul dengan memegang tangan bagian depan (Olahraga); menebahkan (Olahraga) (5) |
| TEBAK | Alat untuk memecah batu (dalam tambang dan sebagainya); linggis; alabangka; penggali; sekop; menebak; menarah (dengan kapak dan sebagainya); menetak; memenggal; menerka; menduga; mengira-ngira(kan); menggali (tentang tanah dan sebagainya) dengan tebak (5) |
| TEBAL | Berjarak lebih besar antara permukaan yang berlawanan jika dibandingkan dengan benda lainnya yang sejenis (tentang barang yang pipih atau berhelai-helai, seperti kertas, papan, kain, lapisan); kasar atau nyata kelihatan (tentang garis, huruf cetak, dan sebagainya); padat dan banyak (tentang awan, mendung); lebat (tentang rambut, janggut, tanaman); teguh dan kuat sekali (tentang iman, kepercayaan, keyakinan, keinsafan, dan sebagainya) (5) |
| TEBAN | Taruhan yang dipasang pada permainan judi (5) |
| TEBAR | Menebar; menebarkan; mencampakkan (jala) supaya terbentang; mengembangkan (jala); menabur(kan); menyebar(kan); menghamburkan; menyerak-nyerakkan; menyiarkan (agama, maklumat, dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| TEBAS | Borong (hasil tanam dan sebagainya); uang pengganti penyediaan sajen dalam ruwatan (Sunda); menebas; memotong (merambah) tumbuhan yang kecil-kecil; memborong hasil tanaman (misalnya padi, buah-buahan) ketika belum dituai atau dipetik (5) |
| TEBAT | Tambak untuk menyekat pengaliran air; empang; bendung; tempat di sungai (di rawa) yang diberi tambak untuk memiara ikan; kolam (balong) (5) |
| TEBET | Mengeluarkan atau membersihkan biji kapuk (Aceh) (5) |
| TEBOK | Alat untuk menampi beras; tampah (nyiru) kecil; menebok; meninju keras-keras; menggocoh; menumbuk (5) |
| TEBON | Sisa tanaman jagung sehabis dipanen (sebagai pakan ternak) (5) |
| TEBUK | Lubang (yang tembus seperti lubang tali sepatu); lubang pada lesung dan sebagainya; berlubang tembus; tembuk (5) |
| TEBUS | Menebus; membayar dengan uang untuk mengambil kembali barang yang tergadai; membayar dengan uang dan sebagainya untuk membebaskan (tawanan, sandera, budak belian, dan sebagainya); membeli kembali; menguangkan wesel (cek) ke bank; mengambil barang pembagian (distribusi dan sebagainya) dengan bon (kupon dan sebagainya) dan dengan membayarnya dengan uang; memperbaiki kesalahan (dosa dan sebagainya) dengan berbuat jasa, kebaikan; memulihkan kekalahan (kerugian); memulihkan kehormatan (nama baik); menghapus (malu); membalas (jasa, kebaikan, karunia) yang sudah diterima; menepati atau menunaikan (janji, perkataan, cita-cita, nazar) yang telah terucapkan; menyelamatkan (jiwa, hidup) orang lain; memperoleh sesuatu dengan pengorbanan (jiwa, harta, benda) (5) |
| TEDAK | Turun (Jawa); keturunan (anak cucu) (Jawa) (5) |
| TEDAS | Nyata; jelas; gelang-gelang (lingkaran) timbul pada tiang, pilar, dan sebagainya; mampu menggigit (tentang gigi) (5) |
| TEDUH | Reda (tentang angin ribut, ombak); berhenti (tentang hujan); terlindung atau tidak kena panas matahari; lindap; tidak turun hujan (tentang hari); redup atau tidak memancarkan sinar yang terik (tentang matahari); tenang; aman (kiasan) (5) |
| TEFEU | Penampung air hujan pada celah atau lubang-lubang batu berukuran kecil, biasanya di tanah berbatu cadas (Wakatobi) (5) |
| TEGAH | Yang tidak dibenarkan; larang(an); pantang(an) dan sebagainya (5) |
| TEGAK | Berdiri; sigap (tidak lemas); lurus arah ke atas (tentang sikap badan, garis, dan sebagainya); setinggi orang berdiri; sependiri; setinggi tegak; tetap teguh; tetap tidak berubah (kiasan); diulang: selalu tegak (berdiri); berdiri asal berdiri saja; lurus-lurus (berdiri, duduk); dengan begitu saja; hidup-hidup; mentah-mentah (kiasan) (5) |
| TEGAL | Kota (madya) yang terletak di bagian utara Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan sebutan Kota Warteg atau Kota Bahari; kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, terkenal dengan sebutan Japan van Java atau Kota Poci; karena; sebab; tanah yang luas serta rata (yang ditanami palawija dan sebagainya dengan tidak mempergunakan sistem irigasi dan bergantung pada hujan); ladang; huma; ikan yang hidup di air payau atau laut, ukurannya mencapai 80 cm, dapat mencapai berat 4 kg, hidup di kolom perairan tropis dengan kedalaman 20–100 m, tersebar di perairan Indo-Pasifik (Afrika Timur hingga Jepang dan Australia) (Megalaspis cordyla) (5) |
| TEGAP | Kokoh kuat (tentang badan); gagah kuat (tentang sikap badan); kuat; kukuh; teguh (kiasan); ikan laut yang panjang dan tipis, badannya menyerupai parang, panjang mencapai 100 cm (jantan) dan 36,6 cm (betina), hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman mencapai 120 m, tersebar di perairan Laut Merah dan Afrika Timur sampai Pulau Solomon, bagian utara mencapai Jepang Selatan, bagian selatan sampai Australia; (ikan) parang (Chirocentrus dorab) (5) |
| TEGAR | Keras dan kering; keras kaku; tidak dapat dilenturkan; tidak dapat diubah (pendiriannya, pendapatnya); tidak mau menurut (kiasan); tabah (kiasan); penampilan tanaman yang sehat dan kuat, biasanya diperlihatkan oleh kemampuan berproduksi normal dalam keadaan suboptimum (5) |
| TEGAS | Jelas dan terang benar; nyata; tentu dan pasti (tidak ragu-ragu lagi, tidak samar-samar); tandas (5) |
| TEGEL | Batu ubin (5) |
| TEGER | Pancing pendek (Sunda) (5) |
| TEGIL | Jalu pada ayam jago (Melayu Jakarta) (5) |
| TEGUH | Kukuh kuat (buatannya); erat kuat (tentang ikatan); kuat berpegang (pada adat, janji, perkataan); tetap tidak berubah (tentang hati, iman, pendirian, kesetiaan) (5) |
| TEGUK | Tegar; keras kepala; meneguk; meminum (air, obat) (5) |
| TEGUN | Kuat dan tegar; menegun; bertegun; berhenti sebentar (5) |
| TEGUR | Ucapan untuk mengajak bercakap-cakap (5) |
| TEHID | Suku bangsa yang mendiami wilayah bagian barat daya dan barat lautnya Papua (5) |
| TEJEN | Kota di Turkmenistan (5) |
| TEKAD | Kemauan (kehendak) yang pasti; kebulatan hati; iktikad (5) |
| TEKAH | Kera yang berekor panjang (Hylobates leuciscus) (5) |
| TEKAK | Bagian yang lembut dari langit-langit mulut sebelah belakang (tempat saraf perasa); lubang atau rongga kerongkongan; faring; rasa atau perasa pada mulut (kiasan); tegar (hati); tidak mau menurut; keras kepala (5) |
| TEKAM | Pohon, tinggi mencapai 38 m, kayu terasnya berwarna cokelat kemerah-merahan, digunakan untuk papan dan perabot rumah tangga; bahan bukit (Shorea collina) (5) |
| TEKAN | Menekan; menindih (mendesak) kuat-kuat; menghentikan atau menahan (mencegah, mengekang) dengan kekerasan; mengadakan desakan berat kepada; melakukan kekerasan, kekuatan, desakan, atau paksaan pada; menindas atau menggencet; memaksa-maksa; mendesak keras; mengucapkan (kata, suku kata) dengan suara yang agak keras; meletakkan aksen pada; menitikberatkan pada; (sangat) mementingkan; (sangat) mengutamakan (5) |
| TEKAP | Penudung (penutup) yang melingkupi seperti telapak tangan pada mulut, saputangan pada muka; pekerjaan lama yang ditinggalkan (berladang dan sebagainya) (5) |
| TEKAT | Bordir; sulaman; sujian (5) |
| TEKEK | Pekak; tuli (Melayu Jakarta); menekek; memukul atau mengetuk dengan buku jari (5) |
| TEKEL | Merebut bola dari lawan (Olahraga); menjatuhkan pembawa bola ke tanah; posisi pada garis serang; menekel; menangani (menggarap, mengerjakan) (5) |
| TEKEN | Memberikan atau membubuhkan tanda tangan; menandatangani (5) |
| TEKER | Batu api (untuk membuat api dengan serbuk dan baja) (5) |
| TEKES | Penutup kepala penari topeng (Sunda) (5) |
| TEKIK | Bengkarung; kadal; menekik; membelah sedikit demi sedikit dengan linggis (tentang batu gunung) (5) |
| TEKIS | Hampir pada tepi; nyaris (5) |
| TEKOH | Ketua (kepala) gudang (5) |
| TEKOR | Kurang (tentang pembayaran, anggaran belanja, dan sebagainya); rugi (5) |
| TEKPI | Tombak bercabang tiga; trisula (Cina) (5) |
| TEKTE | Persekot sewa atau beli rumah dan sebagainya; uang kunci (Cina) (5) |
| TEKUK | Bertekuk; berlipat; berkeluk; menekuk; melipat (tentang barang yang agak kaku); membongkokkan; membekuk (leher); telah menangkap (kiasan) (5) |
| TEKUN | Rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh (5) |
| TEKUR | Tunduk (5) |
| TELAH | Sudah (untuk menyatakan perbuatan, keadaan dan sebagainya yang sempurna, lampau, atau selesai); menelah; meramal; menenung (5) |
| TELAK | Kena benar; tepat; mutlak; penuh (5) |
| TELAM | Kantor berita Argentina (5) |
| TELAN | Cacing yang kecil; ikan kecil yang menyerupai cacing; menelan; memasukkan (makanan) ke dalam kerongkongan; memakan mangsa dan sebagainya (dipakai juga dalam arti kiasan); melulur; banyak menghabiskan (ongkos dan sebagainya) (kiasan); menderita (kekalahan, malu) (kiasan); mengambil (memiliki, dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| TELAP | Makan (mempan tentang senjata tajam); (dapat) kena luka; (dapat) dilukai; bekas (tempat sesuatu); bekas dari tembikar, kaca, dan sebagainya (tempat bau-bauan, gambir, tembakau, dan sebagainya) (5) |
| TELAS | Petelasan; galang; landasan (5) |
| TELAT | Kasip; terlambat (5) |
| TELAU | Belang yang berwarna lebih muda atau lebih terang pada dasar warna yang tua atau gelap (seperti sinar matahari yang menembus daun-daunan terus ke tanah); belang yang bertumpuk-tumpuk; bentong (5) |
| TELEK | Kotoran unggas (ayam, bebek, dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| TELER | Keadaan tubuh tidak normal, lemas tidak berdaya (tentang kesadaran saraf) karena pengaruh obat, alkohol, dan sebagainya; berkicau terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, biasanya disertai dengan menggeleng-gelengkan kepala (tentang burung) (5) |
| TELES | Basah (Jawa) (5) |
| TELIK | Tajam tiliknya; awas (Sunda) (5) |
| TELMI | Telat memikir (akronim) (5) |
| TELOP | Tayangan berupa tulisan di layar televisi, berupa imbauan, pengumuman, teks terjemahan, dan sebagainya; alat untuk membuat dan menghasilkan judul tulisan dan gambar pada layar televisi (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| TELOR | Tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan lafal yang betul (seperti kurang diucapkan kulang); pelat (5) |
| TELUH | Ilmu hitam untuk mencelakakan orang lain; tenung (5) |
| TELUK | Bagian laut yang menjorok ke darat; keluk (di pantai); berteluk (5) |
| TELUR | Sel (terdapat pada wanita) yang akan menjadi bakal anak, jika dibuahi oleh sperma; benda bercangkang yang mengandung zat hidup bakal anak yang dihasilkan oleh unggas (ayam, itik, burung, dan sebagainya), biasanya dimakan (direbus, diceplok, didadar, dan sebagainya); benda kecil-kecil bercangkang, (biasanya kelompok) mengandung bakal anak, dihasilkan oleh binatang (cecak, buaya, penyu, nyamuk, kutu, dan sebagainya); berbagai-bagai benda yang bentuknya (rupanya, sifatnya, dan sebagainya) menyerupai telur (5) |
| TELUS | Terus menembus (5) |
| TELUT | Mempan (tentang senjata); terlut; telap; menelut; memotong cabang atau batang (singkong, anggur, dan sebagainya) untuk ditanamkan; setek; bertelut; berlutut (5) |
| TEMAK | Tumbuhan (Shorea cochincinensis) (5) |
| TEMAN | Kawan; sahabat; orang yang bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap); yang menjadi pelengkap (pasangan) atau yang dipakai (dimakan dan sebagainya) bersama-sama; saya (di beberapa daerah dipakai dalam bahasa sehari-hari) (5) |
| TEMAR | Menempa kulit kayu (Abrap) (5) |
| TEMAS | Diulang: mengobati orang sakit yang diganggu oleh orang halus (setan); menenung atau meramal orang dengan memakai kunyit (5) |
| TEMEH | Diulang: tidak penting; tidak berharga; remeh (5) |
| TEMIN | Gelang-gelang dari besi (kuningan dan sebagainya) untuk menyimpan hulu pisau (tongkat, gagang tombak); simpai (5) |
| TEMPA | Cara membentuk besi; memukul-mukul (besi dan sebagainya) untuk dibuat perkakas (seperti pisau); menggembleng; membuat (pisau, keris, dan sebagainya); mencetak (batu bata dan sebagainya); membentuk; mendidik dan melatih (5) |
| TEMPE | Makanan untuk lauk nasi, dibuat dari kedelai dan sebagainya yang diberi ragi; danau yang terbentuk akibat perubahan geografis di Sulawesi Selatan dan berada di antara tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, yaitu Wajo, Sidrap, dan Soppeng; danau tektonik yang membentang di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan; kota di Amerika Serikat (5) |
| TEMPO | Waktu; masa; ketika; saat; kesempatan; kelonggaran (untuk berpikir dan sebagainya); penundaan waktu; batas waktu; janji (waktu yang dijanjikan); unsur penting terjadinya dinamika irama dan suasana dalam pertunjukan (Kesenian); hal yang selalu terkait dengan irama (Kesenian); kecepatan, jeda, dan durasi yang selalu terkait dengan irama (Kesenian); beras yang dimasak dengan dibungkus daun pisang sehingga hasilnya seperti tumpeng (Madura); diulang: kadang-kadang; sebentar-sebentar (5) |
| TEMUT | Diulang: bergerak turun naik seperti ubun-ubun kepala bayi; berdenyut-denyut; komat-kamit (tentang mulut dan sebagainya) (5) |
| TENAK | Ikan laut, bentuk mulutnya memanjang dan lancip, ukurannya mencapai 75 cm, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 6–300 m (Sphyraena forsteri) (5) |
| TENAM | Pohon, tinggi mencapai 40 m, berbatang lurus, gubalnya banyak mengandung damar, kayunya tidak banyak digunakan karena lembap dan tidak tahan lama (Anisoptera costata) (5) |
| TENAR | Sudah sangat diketahui orang banyak; ternama; masyhur; gaduh; gempar; onar (5) |
| TENAT | Penat sekali; sangat lelah (5) |
| TENDA | Kemah; kain mota untuk kemah (di kapal, perahu, dan sebagainya); langit-langit (pada tempat tidur, kereta, becak, dan sebagainya); kap mobil; tajuk yang tidak terdiferensiasi dalam kelopak dan mahkota, tetapi dapat terbagi-bagi ke dalam daun tenda (Botani) (5) |
| TENDO | Kota di Jepang (5) |
| TENGE | Mata uang Kazakstan (5) |
| TENGU | Artropoda yang berukuran sangat kecil, tubuhnya tidak bersegmen, biasanya berwarna cokelat, merah, oranye, hitam, atau hijau, berkaki delapan, hidup sebagai parasit, predator, atau pengurai, dan beberapa jenisnya dapat menyebarkan penyakit dan mengakibatkan alergi (Acarina); tungau (Jawa); (5) |
| TENIS | Permainan yang menggunakan bola (sebesar kepalan) sebagai benda yang dipukul dan raket sebagai pemukulnya, dimainkan oleh dua pemain (dua pasang), di lapangan yang dibatasi oleh jaring setinggi kira-kira satu meter (Olahraga) (5) |
| TENOK | Bidik (5) |
| TENOR | Jenis suara tertinggi untuk orang laki-laki; orang yang mempunyai suara tenor; jangka waktu penyelesaian cicilan yang harus dipenuhi sebelum jatuh tempo (5) |
| TENRI | Kota di Jepang (5) |
| TENSI | Desakan atau aliran darah dalam (tubuh); tekanan darah (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| TENTU | Pasti; tidak berubah lagi; terang; positif; tegas; niscaya; mesti; tidak boleh tidak (5) |
| TENUK | Mamalia berkuku ganjil, berbelalai menonjol yang terbentuk oleh hidung dan bibir atas yang memanjang, bertubuh besar dan kekar, untuk yang dewasa memiliki pola warna bagian depan hitam, bagian samping putih, dan kaki belakang hitam; tapir; badak babi (Tapirus indicus) (5) |
| TENUN | Hasil kerajinan yang berupa bahan (kain) yang dibuat dari benang (kapas, sutra, dan sebagainya) dengan cara memasuk-masukkan pakan secara melintang pada lungsin (5) |
| TEORI | Pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi; penyelidikan eksperimental yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi; asas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan; pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan sesuatu (5) |
| TEPAK | Kotak kecil bertutup dibuat dari pandan, kayu, dan sebagainya untuk tempat sirih, tembakau, rokok, dan sebagainya; tepuk; pukul; tepukan (gendang); pukulan (gendang) (5) |
| TEPAM | Letakkan tapak tangan pada (5) |
| TEPAR | Terkapar karena sangat lelah (5) |
| TEPAS | Anyaman bambu (gedek atau bilik) untuk dinding, tutupan, sekat, dan sebagainya; lapisan kulit luar pohon (misalnya kelapa); serambi depan; beranda depan; arah (penjuru, batas); penuh sekali (tentang isi peti, koper, dan sebagainya); sarat (tentang muatan) (5) |
| TEPAT | Betul atau lurus (arah, jurusan); berbetulan benar; kena benar (pada sasaran, tujuan, maksud, dan sebagainya); tidak ada selisih sedikit pun; tidak kurang dan tidak lebih; persis; betul atau cocok (tentang dugaan, ramalan, dan sebagainya); jitu (tentang tindakan, aturan, kritik, dan sebagainya); betul atau mengena tentang perkataan, jawaban, dan sebagainya (5) |
| TEPEH | Siput laut yang dapat dimakan (5) |
| TEPEK | Selempeng (tembakau dan sebagainya); sesuatu yang melekat atau menempel (seperti tanah liat, lumpur, dan kapur) (5) |
| TEPIC | Kota di Meksiko (5) |
| TEPIK | Tepuk, tampar (5) |
| TEPIS | Tangkis dengan belakang tangan; menepis; menangkis (mengelakkan, menolak) dengan belakang tangan; melayang (melayap dan sebagainya) menyisir tanah (air dan sebagainya); berjejak (kena) sedikit (5) |
| TEPOK | Lumpuh (tentang tangan, kaki) karena suatu penyakit; berbagai-bagai tipu muslihat (Minangkabau); lapuk (tentang kayu, dinding, dan sebagainya) (5) |
| TEPOS | Pipih kurang berisi (tentang pantat) (5) |
| TEPRA | Anggur papua, berbiji sebesar biji cabai, mirip buah pinang, tidak merambat; selre (Botani); material vulkanis dari mineral hingga bebatuan, yang berukuran kurang dari 3 milimeter dan membentuk cendawan di atas kawah gunung berapi (5) |
| TEPUK | Perbuatan menamparkan kedua telapak tangan untuk menimbulkan bunyi; bunyi yang dihasilkan oleh kedua tangan yang ditamparkan; tamparan tidak keras dari belakang dan dari samping (5) |
| TEPUS | Tumbuhan, tinggi mencapai 4 m, buahnya yang berwarna kuning dapat dimakan, batangnya mempunyai nilai untuk pembuatan kertas (Achasma megalocheilos); burung endemik Jawa yang termasuk keluarga Timaliidae, bertubuh kecil, tinggal di hutan dataran rendah hingga perbukitan dengan ketinggian hingga 900 meter dari permukaan laut (dpl), hidup dalam berkelompok kecil, memangsa serangga seperti ulat, kupu-kupu, tempayak, kecoak (Stachyris, Crateroscelis, Timalia) (Sunda) (5) |
| TERAK | Ampas leburan logam (timah dan sebagainya) yang dilebur dalam tanur tinggi, rupanya sebagai batu kaca; sisa kokas atau arang batu yang tidak terbakar; sisa bara api; kerak; sarang tempat ayam bertelur dan mengeram; petarangan; ikan laut yang badannya panjang dan tipis menyerupai parang, panjang mencapai 100 cm (jantan) dan 36,6 cm (betina), hidup di terumbu karang perairan tropis dengan kedalaman mencapai 120 m (Chirocentrus dorab) (5) |
| TERAL | Meneral; menggiatkan bekerja; menyuruh dengan memaksa-maksa supaya berbuat sesuatu (5) |
| TERAN | Meneran; menahan napas dan menekan seperti orang akan melahirkan; merejan (5) |
| TERAP | Pohon sukun hutan, kayunya sangat cocok untuk bahan rumah karena tahan rayap; Artocarpus blumei (5) |
| TERAS | Bidang tanah datar yang miring; bidang tanah yang lebih tinggi daripada yang lain (biasanya ditumbuhi rumput); tanah atau lantai yang agak tinggi di depan rumah; atap rumah yang datar (biasanya diberi pagar di pinggirnya); landasan yang lebih tinggi daripada tanah sekelilingnya untuk landasan candi (tempat berjalan-jalan atau tempat duduk-duduk); bagian dari gili-gili di muka restoran yang diisi dengan kursi untuk duduk-duduk; keadaan tanah persawahan dan sebagainya yang bertangga-tangga dari atas ke bawah; bagian kayu yang keras; inti kayu; inti sari; isi yang terutama; sesuatu yang terbaik; sesuatu yang terpenting (kiasan); bahan yang menjadi tempat melintasnya garis medan magnetik dalam trafo atau transformator dan bersifat temporer (Fisika); daerah atau bagian dari reaktor nuklir tempat terjadinya reaksi berantai (Fisika) (5) |
| TERAU | Menerau; mengambil benang dari gelendong, lalu dipasang lagi di buluh peleting (5) |
| TERES | Pemotongan kambium secara melingkar untuk mematikan pohon secara perlahan-lahan (Kehutanan) (5) |
| TERIK | Amat; sangat (tentang panas matahari); sempit dan tegang mengikat (tentang seluar, ikatan, dan sebagainya); penuh padat (tentang sesuatu yang dijejal, diasak, dan sebagainya); masakan terbuat dari daging, tempe, atau tahu, dicampur dengan bumbu (ketumbar dan sebagainya, dimasak dengan santan hingga hampir kering) (Jawa) (5) |
| TERIN | Mangkuk yang terbuat dari tanah liat, biasanya bertutup, digunakan untuk mengolah masakan atau sebagai tempat menyajikan sup (5) |
| TERKA | Duga; tebak; kira (5) |
| TERNA | Tumbuhan atau tanaman tidak berkayu yang tegak atau merambat, umumnya tidak bertahan setelah akhir masa tumbuh, seperti pisang dan padi (0) |
| TEROK | Menerok; menusuk (karung beras dan sebagainya) untuk mengetahui isinya (5) |
| TEROR | Usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan; ancaman, tindakan kekerasan, dan sebagainya yang sangat menakutkan (5) |
| TERPA | Menerpa; melompati dan menerkam; mengejar hendak menyergap (menyerang dan sebagainya) (5) |
| TERUK | Parah, keras, hebat (tentang sakit, pukulan, perkelahian, bekerja, dan sebagainya) (5) |
| TERUM | Berlutut dengan kedua kaki depan atau dengan keempat kaki (tentang binatang besar, seperti gajah, unta, lembu); derum (5) |
| TERUP | Golongan; pasukan (5) |
| TERUS | Lurus menuju ...; langsung pada (arah ke); lantas; tetap berlanjut; tidak berhenti-henti; lanjut; tidak putus-putus; selalu; tembus; menembus; melantas; langsung ...; lalu ...; tulen (tidak bercampur atau tidak berlapis) (5) |
| TESIS | Pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karangan; untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada perguruan tinggi; karangan ilmiah yang ditulis untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada suatu universitas (perguruan tinggi); disertasi (5) |
| TESLA | Satuan imbas-magnetik atau rapat fluks magnetik dalam sistem satuan internasional yang sama dengan satu weber (Fisika) (5) |
| TESTA | Selaput yang melindungi embrio tumbuhan berbiji dan berfungsi sebagai kulit biji (Biologi) (5) |
| TETAK | Menetak; memotong dan sebagainya dengan barang yang tajam yang dipukulkan keras-keras; membacok; menentukan; memastikan; menetapkan (5) |
| TETAL | Tidak berongga; padat; pejal (5) |
| TETAP | Selalu berada (tinggal, berdiri, dan sebagainya) di tempatnya; tidak berubah (keadaannya, kedudukannya, dan sebagainya); tidak berpindah-pindah; tidak beranjak; selalu demikian halnya (tentang keadaan, perbuatan, dan sebagainya); tidak putus-putusnya; selalu; terus; untuk selamanya (tidak untuk sementara); kekal selama-lamanya; lestari; sudah pasti (tentu); menetap; bertempat tinggal tetap (di); bermukim di; mengesatkan atau mengeringkan (sesuatu yang basah, seperti tulisan tinta dan sebagainya) dengan cara menekankan barang yang dapat mengisap (seperti kertas kembang dan kain) (5) |
| TETAR | Menetar; mengarahkan; mengacungkan (keris dan sebagainya); mengatur anian (dalam perkakas tenun) (5) |
| TETAS | Menetas; pecah dan terbuka kulitnya (tentang telur yang akan menjadi binatang); keluar dari telur; memecahkan (membelah dan sebagainya) supaya terbuka; meretas (5) |
| TETEH | Panggilan kepada kakak perempuan (Sunda); sudah jelas ucapannya (tentang anak kecil) (Jawa); bisa; mahir (Jawa) (5) |
| TETEK | Susu; payudara; masalah yang kecil-kecil dan yang remeh-remeh (kurang penting, kurang berguna, dan sebagainya) (5) |
| TETER | Perdu lurus, tinggi mencapai 5 m, berbulu seperti wol, berwarna putih kekuning-kuningan dengan bunga putih atau ungu, buahnya yang masak berwarna kuning, berbau tidak enak, akarnya direbus dan airnya diminum sebagai obat penyakit kencing darah dan nanah; tembakau hutan (Solanum verbascifolium) (5) |
| TETES | Benda cair (air dan sebagainya) yang jatuh menitik karena berat; titik; cairan kental hasil ikutan pemurnian gula yang merupakan sisa nira yang telah mengalami proses kristalisasi (5) |
| TETIS | Satelit milik Saturnus (Astronomi) (5) |
| TETRA | Karbon tetraklorida, cairan berbau busuk, tidak berwarna, tidak larut dalam air, tidak mudah terbakar, dan tidak meledak, digunakan sebagai bahan pelarut, ekstraksi, dan pengencer (5) |
| TETUA | Tua-tua; orang tua (tokoh); generasi yang terlibat dalam pembuahan yang menghasilkan hibrida (Biologi) (5) |
| TETUN | Suku bangsa yang mendiami daerah perbatasan antara Timor Barat dan Timor Leste (5) |
| TEUKU | Gelar untuk keturunan bawahan sultan dalam masyarakat dalam masyarakat Aceh; gelar bangsawan untuk pria dari suku Aceh (5) |
| TEWAS | Mati (dalam perang, bencana, dan sebagainya); kalah; cela; salah (luput); kekurangan (sesuatu yang kurang baik) (5) |
| TEXAS | Negara bagian Amerika Serikat beribu kota Austin (5) |
| TEYAN | Pemungutan atau pengumpulan uang dan sebagainya untuk menyokong atau menyumbang (Cina) (5) |
| THANE | Kota di India (5) |
| THEME | Tema (Inggris) (5) |
| THERE | Di sana (Inggris) (5) |
| THIES | Kota di Senegal (5) |
| THIKA | Kota di Kenya (5) |
| THTKL | Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher (Kedokteran dan Fisiologi/singkatan) (5) |
| TIADA | Tak ada; tidak ada; tidak (5) |
| TIAGA | Niaga (Minangkabau) (5) |
| TIANG | Tonggak panjang (dari bambu, besi, kayu, dan sebagainya) yang dipancangkan untuk suatu keperluan; tonggak panjang yang dipasang di perahu atau kapal untuk memasang layar dan sebagainya; tonggak panjang untuk menyokong atau menyangga (atap, lantai, jembatan, dan sebagainya); pilar; sesuatu yang menjadi pokok kekuatan, penghidupan, dan sebagainya (kiasan) (5) |
| TIARA | Hiasan kepala bertatahkan mutiara yang dipakai para ratu; mahkota bersusun tiga (seperti yang dipakai oleh Paus) (5) |
| TIBAN | Uang pasangan dalam perjudian, lotre, dan sebagainya (5) |
| TIBIA | Salah satu segmen kaki lebah yang berbulu dan berkantong untuk membawa polen (5) |
| TIBUM | Ketertiban umum (akronim) (5) |
| TIBUN | Jatuh (Melayu Medan) (5) |
| TIDAK | Partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dan sebagainya; tiada (5) |
| TIDAR | Gunung yang berada di tengah-tengah Kota Magelang (5) |
| TIDUR | Dalam keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya (biasanya dengan memejamkan mata); mengistirahatkan badan dan kesadarannya; berbaring; terbaring (tidak berdiri); keadaan tidak aktif (tentang gunung dan sebagainya); diulang: berbaring-baring (untuk melepaskan lelah dan sebagainya) (5) |
| TIFUS | Penyakit usus yang cepat menular (disertai demam dengan ruam-ruam pada tubuh dan gangguan atas kesadaran diri); demam tifoid (5) |
| TIGAS | Menigas; memenggal (leher) (5) |
| TIGEL | Kesenian tradisional suku Abung berupa tarian perang (5) |
| TIGON | Mamalia karnivor hasil persilangan harimau jantan dan singa betina (5) |
| TIHUL | Sisa kayu yang sudah terbakar sebagian (Sunda) (5) |
| TIKAI | Selisih; beda (5) |
| TIKAM | Tusukan (dengan barang yang tajam, misalnya keris atau tombak); menikam; menusuk dengan senjata tajam; melukai (hati, perasaan) (kiasan); memasang petaruh (dalam permainan tebak-tebakan, tombola, dan sebagainya); memasang lotre; membeli kupon undian (5) |
| TIKAN | Hasil mengetik (5) |
| TIKAR | Anyaman daun pandan, mendong, dan sebagainya untuk lapik duduk (tidur, salat, dan sebagainya) (5) |
| TIKAS | Deret sampah daun-daun kering (sarap) yang terjadi dari lumut, sampah, dan sebagainya yang tertinggal di pantai bekas air pasang; bekas tekanan; kesan; menikas; mengaum (5) |
| TIKET | Karcis kapal, pesawat terbang, dan sebagainya (5) |
| TIKIM | Tanaman merambat, daunnya dapat dimakan dan dibuat obat radang kulit (Hydrocotyle sibthorpioides) (5) |
| TIKPI | Senjata tajam yang berujung tiga (Cina) (5) |
| TIKUS | Binatang pengerat, termasuk suku Muridae, merupakan hama yang mendatangkan kerugian, baik di rumah maupun di sawah, berbulu, berekor panjang, pada rahangnya terdapat sepasang gigi seri berbentuk pahat, umumnya berwarna hitam atau kelabu, tetapi ada juga yang berwarna putih (5) |
| TILAM | Kasur (5) |
| TILAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 50 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, terdapat banyak duri pada bagian punggung dan perut, pinggiran lubang hidung memiliki dua tonjolan halus seperti jari, warnanya kecokelatan dengan corak hitam, tersebar di Asia dan Afrika (Mastacembelus spp.); ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 28 cm, tubuhnya pipih memanjang, bersisik, terdapat banyak duri pada bagian punggung dan perut, pinggiran lubang hidung memiliki enam tonjolan halus seperti jari, warnanya cokelat dengan bercak-bercak hitam, tersebar di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan (Macrognathus spp.) (5) |
| TILAP | Menilap; melipat; menggelapkan (5) |
| TILAS | Bekas dari sesuatu pada masa lampau (bangunan dan sebagainya) (5) |
| TILDE | Tanda ( ~ ) yang digunakan untuk menggantikan sublema yang terdapat dalam deskripsi kamus atau dalam contoh penggunaannya (5) |
| TILIK | Penglihatan yang teliti (terutama penglihatan dengan mata batin); sinar (pandangan) mata; tenung; teluh (5) |
| TIMAH | Logam tidak keras, digunakan sebagai campuran untuk kertas bungkus, perkakas dapur, bahan solder, dan sebagainya; stanum; banyak dihasilkan di pulau Bangka; diulang: pohon, kayunya digunakan untuk bangunan rumah, seperti kosen dan pintu (Ilex cymosa); ikan layur (5) |
| TIMBA | Perkakas (alat) untuk menyauk (mengambil) air (dari dalam sumur, kapal, dan sebagainya) (5) |
| TIMBO | Lemang (di Flores) (5) |
| TIMOL | Antiseptik, pencegah infeksi, penyusun wangi-wangian, dan pengawet yang diambil dari minyak daun dan kuncup tumbuhan timi (Kimia) (5) |
| TIMOR | Teknologi industri mobil rakyat (akronim) (5) |
| TIMPA | Menimpa; jatuh menindih (mengenai) sesuatu; menjatuhi atau mengenai (terutama tentang sesuatu yang tidak menyenangkan, seperti penyakit, bencana, dan sebagainya); memukul; mengenakan senjata kepada; mencuri; menyerobot (5) |
| TIMUK | Memukul dengan kepalan tangan mengarah ke ulu hati (Gayo) (5) |
| TIMUN | Tumbuhan yang menjalar, bentuk buahnya bulat panjang, berwarna hijau, hijau muda, atau kuning, dimakan mentah sebagai lalap, dibuat acar, dan sebagainya; ketimun; lepang; mentimun (Cucumis sativus); tokoh kartun dalam Kompas Minggu (5) |
| TIMUR | Mata angin yang arahnya berlawanan dengan barat; asal matahari terbit; orang, bangsa, benua di bagian timur dunia; khususnya di benua Asia; blok timur; gelar di Kasunan Surakarta untuk anak perempuan tertua urutan keenam dari permaisuri ketika sudah dewasa (5) |
| TIMUS | Penganan dibuat dari singkong parut yang dikukus, dicampur gula merah, dibungkus daun pisang (Jawa) (5) |
| TINAI | Usus babi yang diawetkan dengan cara diasinkan dan dimasukkan ke dalam wadah kedap udara (Tombulu) (5) |
| TINEA | Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup sebagai parasit pada lapisan luar kulit, kuku, atau rambut (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| TINER | Cairan untuk campuran cat (5) |
| TINGI | Tengar (Ceriops candolleana) (5) |
| TINJA | Kotoran atau hasil buangan yang dikeluarkan dari alat pencernaan ke luar tubuh melalui dubur, mengandung zat-zat makanan yang tidak dapat dicernakan dan zat-zat yang tidak berasal dari makanan, misalnya jaringan yang aus, mikroba yang mati; feses; kotoran (5) |
| TINJU | Kepalan tangan (untuk memukul); olahraga pertarungan yang dilakukan di ring persegi antara dua orang dengan memukul satu sama lain mengenakan sarung tangan khusus, dengan jumlah ronde maksimum 12 berdurasi 3 menit, didampingi oleh wasit yang mengawasi sepanjang pertarungan; boksen (Olahraga) (5) |
| TINTA | Barang cair yang berwarna (hitam, merah, dan sebagainya) untuk menulis; dawat; mangsi; bahan berwarna yang mengandung lemak yang dioleskan pada gambar cetak untuk mengalihkan gambar cetak itu pada kertas (5) |
| TIPAR | Huma; ladang (padi) (5) |
| TIPAT | Ketupat (Tata Boga) (5) |
| TIPIS | Sedikit antara permukaan yang satu dengan yang lain (tentang barang-barang yang pipih); kurang tebal (tentang lapisan, cat, dan sebagainya); kurang padat (tentang awan, udara, dan sebagainya); kurang nyata kelihatan (tentang tulisan tinta dan sebagainya); sedikit (kiasan) (5) |
| TIRAH | Pergi ke tempat lain dan tinggal sementara waktu (untuk memulihkan kesehatan dan sebagainya); pergi mengungsi; tetirah (Jawa) (5) |
| TIRAI | Kain (sutra dan sebagainya) berumbai-umbai yang dipakai untuk perhiasan langit-langit tempat tidur atau tempat duduk; kain penutup pintu (jendela dan sebagainya); gorden; kain pemisah ruangan (yang tergantung) (5) |
| TIRAM | Lokan yang kulitnya agak datar, dagingnya (isinya) lezat dimakan termasuk marga Ostreidae (5) |
| TIRAN | Raja atau penguasa yang lalim dan sewenang-wenang (biasanya memperoleh kekuasaan dengan jalan kekerasan) (5) |
| TIRAS | Potongan atau guntingan benang (kain dan sebagainya); benang pada tepi kain dan sebagainya; oplah (5) |
| TIRAU | Hantu jahat (5) |
| TIRIK | Tarian khas Banjar (Banjar) (5) |
| TIRIS | Bocor (terutama tentang atap, genteng, dan perahu); merembes dan bertitik-titik (5) |
| TIRTA | Air (Sanskerta) (5) |
| TIRUR | Kota di India (5) |
| TIRUS | Makin ke ujung makin kecil (5) |
| TISIK | Menisik; menjahit kain dan sebagainya yang sobek (berlubang) dengan tangan (5) |
| TISIS | Penyakit yang menyebabkan pengurusan jaringan (Ilmu Gizi) (5) |
| TITAH | Kata; perintah (biasanya dari raja) yang harus dipatuhi; belajar berjalan sambil memegang tangan orang tua, untuk melatih bayi berjalan; tatih; tatah (5) |
| TITAN | Satelit milik Saturnus dengan periode orbit 15 hari 22 jam, merupakan satelit terbesar kedua di tata surya dan memiliki atmosfer paling padat (Astronomi) (5) |
| TITAR | Bertitar-titar; bergerak (berjalan dan sebagainya) kian kemari dengan cepat (5) |
| TITEL | Gelar yang diperoleh setelah menamatkan tingkat pendidikan dan sebagainya; gelar kesarjanaan; judul (buku dan sebagainya) (5) |
| TITEN | Daun atau ranting-ranting kedelai yang luruh (Jawa) (5) |
| TITER | Kekuatan atau konsentrasi larutan (Kimia) (5) |
| TITIK | Noktah (pada huruf, tanda, tanda baca, dan sebagainya); ukuran tipografi sebesar 1/72 inci; butiran kecil yang jatuh (tentang air, embun, dan sebagainya); jatuh menetes (tentang air, embun, dan sebagainya) (5) |
| TITIP | Menitip; menaruh (barang dan sebagainya) supaya disimpan (dirawat, disampaikan kepada orang lain, dan sebagainya); mengamanatkan (untuk disampaikan dan sebagainya); menumpangkan (barang dagangan) supaya dijualkan (5) |
| TITIR | Bunyi lesung (beduk, canang, kentungan, dan sebagainya) yang dipukul dengan gencar sebagai tanda bahaya dan sebagainya; titiran; baling-baling; menitir; memukul (gendang, kentungan, dan sebagainya) dengan gencar (5) |
| TITIS | Titik (air dan sebagainya); pandai mengarahkan pada sasaran (misalnya memanah, menembak); menitis; bertitik-titik; menitik; menurun; pindah (beralih) ke tubuh manusia (binatang dan sebagainya); menjelma (5) |
| TITIT | Kemaluan anak laki-laki (Melayu Jakarta); anak entok (Sunda) (5) |
| TIWAH | Rangkaian upacara tradisional penguburan khas masyarakat Dayak Ngaju (Antropologi) (5) |
| TIWUL | Penganan yang dibuat dari tepung gaplek, diberi gula sedikit, kemudian dikukus, dapat dimakan bersama kelapa parut yang telah diberi garam sedikit (5) |
| TOALA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (5) |
| TOBAK | Bertobak; berpepat kuku (yang pertama kali); menobak; memepat kuku (5) |
| TOBAT | Sadar dan menyesal akan dosa (perbuatan yang salah atau jahat) dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan; kembali kepada agama (jalan, hal) yang benar; merasa tidak sanggup lagi; menyatakan rasa heran, kesal, atau sebal; jera (tidak akan berbuat lagi) (5) |
| TOBOH | Regu; kelompok; sekawan (5) |
| TODAK | Hiu yang moncongnya sangat panjang dan bergigi seperti gergaji; ikan hiu gergaji; hiu parang (5) |
| TOGAN | Menogan; melemparkan gundu dan sebagainya yang diarahkan kepada sasarannya (5) |
| TOGEL | Tidak berekor (tentang kucing dan sebagainya); dogel; ponggok; kuntul; tukung; togel; pokeng; toto gelap; totalitasator tidak resmi (5) |
| TOGOK | Batang kayu yang sudah ditebang dahan-dahannya; tubuh yang tidak bertangan dan berkaki; jermal atau tempat menangkap ikan di tepi pantai atau sungai (Melayu Riau) (5) |
| TOHOK | Tempuling yang diberi tali; tusukan tombak (tempuling dan sebagainya) miring dengan arah ke bawah; nama gugus bintang yang berbentuk seperti salib di sebelah selatan; bintang pari (5) |
| TOHOR | Dangkal; dangkar; hampir kering (tidak berair karena ditimba dan sebagainya); habis (tentang uang dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| TOJOH | Dorong dengan galah (Melayu Riau) (5) |
| TOKAK | Menokak; menggigit (tentang anjing, harimau, dan sebagainya) (5) |
| TOKEK | Binatang merayap, kulitnya kasap berbintik-bintik, suaranya keras, hidup di rumah (pohon dan sebagainya) (Gekko gecko); kudis (borok) di kepala (5) |
| TOKEN | Kemunculan kata, angka, atau huruf yang terpisahkan oleh spasi dalam suatu teks (5) |
| TOKER | Menyepak dengan kaki ke arah belakang (Sunda) (5) |
| TOKOH | Rupa (wujud dan keadaan); macam atau jenis; bentuk badan; perawakan; orang yang terkemuka dan kenamaan (dalam bidang politik, kebudayaan, dan sebagainya) (kiasan); pemegang peran (peran utama) dalam roman atau drama (kiasan/Sastra); tipu; kecoh (5) |
| TOKOK | Tambahan sedikit (ketika menimbang, mengukur, dan sebagainya); pemukul; martil (5) |
| TOKOL | Senyawa yang memiliki aktivitas vitamin E; tokotrienol (5) |
| TOKWI | Kain penutup meja altar (Cina) (5) |
| TOKYO | Kota penyelenggara Paralimpiade Musim Panas 2020 yang dijadwalkan tanggal 24 Agustus-5 September 2021; ibu kota Jepang (5) |
| TOLAK | Sorong; dorong (5) |
| TOLAM | Presiden Vietnam yang dilantik pada tanggal 3 Agustus 2024 (5) |
| TOLAN | Teman; kawan; sahabat (5) |
| TOLAP | Bertolap; bersulam; bertekat (5) |
| TOLEH | Tengok; lihat; jenguk (5) |
| TOLGA | Kota di Aljazair (5) |
| TOLOK | Banding; imbangan (yang sama); tara; juru bahasa; pohon, tinggi hingga 20 m, bunganya harum, daunnya lebat dan dapat digunakan sebagai pembungkus, buahnya yang masak berwarna kuning, dimakan setelah direbus; gayam (Inocarpus edulis); sastra klasik Bugis yang menceritakan kepahlawanan seorang tokoh, berbentuk prosa liris; keranjang untuk menampung padi saat panen (Sunda) (5) |
| TOLOL | Sangat bodoh; bebal (5) |
| TOMAN | Ikan air tawar yang ukurannya dapat mencapai 130 cm, tubuhnya bulat memanjang, warnanya perak kehitaman dengan bercak keputihan di bagian punggung, sirip ekor berwarna hitam, tersebar di Thailand, Vietnam, Semenanjung Malaysia, dan Indonesia (Sumatra dan Kalimantan) (Channa micropeltes) (5) |
| TOMAS | Salah satu dari kedua belas rasul Tuhan Yesus (Agama Kristen); tokoh masyarakat (singkatan) (5) |
| TOMAT | Tanaman sayuran, batang dan daunnya berbulu halus, buah yang muda berwarna hijau, jika masak berwarna merah, dimakan mentah atau disayur; terung bali (Solanum lycopersicum) (5) |
| TOMBE | Tempayan bermulut besar (Gorontalo) (5) |
| TOMBO | Hiasan pada kepala pengantin wanita, berupa daun yang membentuk ekor burung dan tusuk konde kuningan (Tobelo) (5) |
| TOMBU | Ayam aduan; ayam sabungan (Batak) (5) |
| TOMON | Hiasan hidung, berupa kepingan kecil dari kulit kerang atau tulang binatang (Muyu) (5) |
| TOMPI | Penyanyi jaz sekaligus dokter bedah yang melantunkan lagu “Menghujam Jantungku” (5) |
| TOMSK | Kota di Rusia (5) |
| TONDA | Keranjang yang dibuat dari daun sagu diberi tali dikepang, biasanya dibawa di punggung (Kaili) (5) |
| TONEM | Tona yang membedakan kata-kata yang secara segmental sama, tetapi yang secara semantis berbeda (Linguistik) (5) |
| TONER | Cairan kosmetik yang digunakan untuk merawat dan membersihkan wajah; zat bubuk yang digunakan pada proses fotokopi dan cetak laser untuk membentuk teks dan gambar pada kertas (5) |
| TONGA | Negara yang terletak di Pasifik, beribu kota Nukualofa; negara kepulauan yang terletak di selatan Samudra Pasifik, beribu kota Nukualofa; bahasa yang dituturkan di Tonga; sebuah negara dengan kode mata uangnya TOP (5) |
| TONIK | Cairan preparat untuk penyegar badan; cairan preparat untuk kulit kepala serta rambut kepala agar rambut kuat dan subur; (dalam analisis intonasi) merujuk ke suku kata yang mendapat tekanan paling keras dalam suatu kelompok tona (Linguistik) (5) |
| TONIL | Sandiwara (5) |
| TONIT | Peledak yang terbuat dari nitroselulosa (Kimia) (5) |
| TONUS | Tegangan otot (5) |
| TOPAK | Makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa, berbentuk kantong segi empat dan sebagainya, kemudian direbus, dimakan sebagai pengganti nasi; ketupat (Tata Boga) (5) |
| TOPAN | Siklon tropis yang berkecepatan sangat tinggi; angin ribut; badai (Meteorologi); konveksi yang kekuatan anginnya melebihi 12 pada skala Beaufort (Meteorologi) (5) |
| TOPAS | Batu permata berwarna macam-macam (kuning, cokelat, kemerah-merahan, tidak berwarna, dan sebagainya); aluminium silikat dengan berbagai campuran (Al2(S1O4/OH,F)2) (Kimia); awak kapal yang tugasnya melayani kebutuhan makan dan tempat tinggal awak kapal bawahan yang lain (Pelayaran) (5) |
| TOPEK | Menopek; menyayat (daging dan sebagainya) tipis-tipis (5) |
| TOPES | Lereng (bukit dan sebagainya) yang terjal (5) |
| TOPIK | Pokok pembicaraan dalam diskusi, ceramah, karangan, dan sebagainya; bahan diskusi; hal yang menarik perhatian umum pada waktu akhir-akhir ini; bahan pembicaraan; subjek yang dibahas dalam sebuah teks (Linguistik) (5) |
| TORAK | Alat tenun berupa tabung kecil yang dalamnya berisi kumparan benang pakan; bagian dari mesin atau motor yang bergerak mondar-mandir dalam suatu silinder karena tenaga uap atau karena pembakaran bahan bakar (Elektronika) (5) |
| TOREH | Menoreh; mengiris tidak terlalu dalam (pada kulit kayu dan sebagainya); menggores; mengiris (meretas) supaya terbuka; membelek (5) |
| TOREK | Penyakit telinga bernanah yang menyebabkan tuli; tuli (5) |
| TOREN | Tangki air (biasanya ditempatkan lebih tinggi dari bangunan); tandon air (5) |
| TORKA | Momen gaya (Fisika) (5) |
| TOROG | Hadiah dari perempuan kepada laki-laki yang dicintainya kebalikan dari pahugi (Sunda); tambahan uang dalam barter (Sunda) (5) |
| TOROS | Satuan ukur gula aren (setara dengan 25 keping) (Jawa) (5) |
| TORSI | Pemutaran; pilinan; puntiran (5) |
| TORSO | Patung batang tubuh tanpa lengan dan kaki (5) |
| TORUN | Kota di Polandia (5) |
| TORUS | Pembengkokan; penyangga bunga yang biasanya mencembung (Botani); bagian tengah membran ceruk yang menebal pada ceruk terlindung Gymnospermae (5) |
| TOSAI | Bayi yang lahir terlilit tali pusar (Nias) (5) |
| TOSKA | Biru kehijauan atau hijau kebiruan (5) |
| TOTAL | Jumlah; menyeluruh; sepenuh-penuhnya; semesta; sama sekali (5) |
| TOTAU | Upacara adat membuka tanah untuk mendirikan rumah atau membuka hutan untuk dijadikan tanah perkebunan atau pertanian (5) |
| TOTEM | Benda atau binatang yang dianggap suci dan dipuja (dalam paham totemisme) (Antropologi) (5) |
| TOTOK | Asli; sejati (bukan peranakan); masih baru (belum berpengalaman); kaku (belum biasa, belum lancar); menotok; mengetuk (memukul) dengan jari (5) |
| TOTOL | Diulang: bintik-bintik (besar) (5) |
| TOUBA | Kota di Senegal (5) |
| TOUKH | Kota di Mesir (5) |
| TOWEI | Suku bangsa yang mendiami wilayah perbatasan dengan Papua Nugini, sebelah selatan Jayapura (5) |
| TOWEL | Colek; handuk (Inggris) (5) |
| TOYOR | Menoyor; memukul (dengan tangan dan sebagainya); menggocoh (5) |
| TPIHI | Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (singkatan) (5) |
| TRACE | Jejak (Inggris) (5) |
| TRAFO | Transformator (5) |
| TRAMA | Jaringan dasar yang terdapat di tengah bilah cendawan atau antara lubang-lubang jamur kayu, berfungsi sebagai pendukung himenium (5) |
| TRANG | Kota di Thailand (5) |
| TRANI | Kota di Italia (5) |
| TRANS | Keadaan seseorang yang terputus hubungannya dengan sekelilingnya; keadaan tidak sadar (karena kerasukan dan sebagainya) sehingga mampu berbuat sesuatu yang tidak masuk akal; bentuk terikat melintang; melintas; menembus; melalui (5) |
| TRASE | Rencana tapak jalur kereta api yang telah diketahui titik-titik koordinatnya (Perhubungan) (5) |
| TREMA | Tanda titik dua (¨) yang letaknya horizontal di atas vokal untuk menunjukkan bahwa vokal itu diucapkan sebagai suku terpisah (misalnya taät dalam ejaan lama) (Linguistik) (5) |
| TRICA | Becak (5) |
| TRICK | Tipu muslihat (Inggris) (5) |
| TRIOL | Kelompok tiga buah not yang sama nilanya, tetapi jumlah nilainya sebesar dua not saja, ditandai dengan tulisan angka tiga dan garis lengkung yang menyatukan ketiga not tersebut (Musik) (5) |
| TRIPS | Serangga bertubuh kecil dan ramping dengan sayap berjumbai dan mulut asimetris, sebagian besar memakan cairan tumbuhan dengan menusuk dan mengisap, merupakan hama tanaman pertanian (Thysanoptera) (5) |
| TROFI | Yang diperoleh sebagai tanda kenang-kenangan atas kemenangan atau keberhasilan (dalam perburuan, olahraga, dan sebagainya) dalam bentuk piala, patung kecil, dan sebagainya; hadiah berupa uang atau barang bagi yang memenangi atau menjuarai turnamen olahraga (5) |
| TROLI | Kereta dorong (5) |
| TROSO | Kain tenun asal Jepara, Jawa Tengah (5) |
| TRUSA | Tidak usah (dalam dialek Indonesia Timur) (5) |
| TRUST | Mempercayai (Inggris) (5) |
| TSUBA | Pelindung untuk tangan, digunakan untuk menahan pedang lawan agar tidak melukai tangan pemakainya di Jepang (5) |
| TSURU | Seni origami berbentuk bangau (Jepang) (5) |
| TUALA | Handuk; perlengkapan untuk mandi (5) |
| TUANA | Golongan lapisan teratas (keturunan raja-raja) di suku Lore (5) |
| TUANG | Curah; tumpah (tentang benda cair); tidak datang belajar (tanpa seizin guru); bolos; diulang: tabung bambu yang ditiup untuk memberitahukan tempat peniup dan sebagainya; corong pengeras suara; tetuang (5) |
| TUBAN | Kabupaten di Provinsi Jawa Timur, terkenal dengan sebutan Bumi Wali, Kota Koes Plus, Kota Seribu Goa, Kota Tuak, atau Bumi Ronggolawe; ibu kota Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur; diulang: selaput pembungkus bayi dan pembungkus tembuni; air yang keluar dari rahim mendahului bayi yang akan lahir; ketuban (5) |
| TUBER | Jalan yang agak terjal pada bagian pinggirnya (Melayu Medan) (5) |
| TUBIN | Hari keempat dari sekarang (5) |
| TUBIR | Tebing (jurang dan sebagainya) yang curam; tepi sesuatu yang dalam (seperti tepi jurang, tepi kawah, tepi sungai); tempat yang dekat sekali dengan tepi sesuatu yang dalam (seperti tepi jurang); tempat yang dalam sekali (di laut dan sebagainya); keadaan yang hampir pada sesuatu yang sangat berbahaya (mati dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| TUBUH | Keseluruhan jasad manusia atau binatang yang kelihatan dari bagian ujung kaki sampai ujung rambut; bagian badan yang terutama (tidak dengan anggota dan kepala); diri (sendiri); bagian yang terpenting; pertubuhan; badan (dalam organisme) (5) |
| TUBUS | Bagian non-optik mikroskop yang berfungsi untuk mengatur fokus dan sebagai bagian penghubung antara lensa okuler dan lensa objektif; tabung mikroskop; bintik keras pada bagian tubuh ikan (5) |
| TUDUH | Menuduh; menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang berbuat kurang baik; menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang melakukan perbuatan yang melanggar hukum; mendakwa (5) |
| TUFAH | Buah apel (Arab) (5) |
| TUGAL | Tongkat kayu dan sebagainya yang runcing untuk membuat lubang di tanah yang akan ditanami benih; membuat lubang benih di tanah dengan tongkat yang runcing; paku sepatu sepak bola (5) |
| TUGAR | Tugal (5) |
| TUGAS | Yang wajib dikerjakan atau yang ditentukan untuk dilakukan; pekerjaan yang menjadi tanggung jawab seseorang; pekerjaan yang dibebankan; suruhan (perintah) untuk melakukan sesuatu; fungsi (jabatan) (Linguistik); fungsi yang harus dikerjakan (Hukum) (5) |
| TUGUL | Pohon kelapa yang sudah tidak lagi berdaun (5) |
| TUGUR | Tetap (menunggu) pada suatu tempat (Jawa); menjaga (rumah, ladang, dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| TUHAN | Sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahaperkasa, dan sebagainya; sesuatu yang dianggap sebagai Tuhan (5) |
| TUHUR | Ruangan tengah rumah adat Woirata yang dibuat khusus bagi perempuan menjelang pesta adat (5) |
| TUIDI | Wakil lurah pada setiap kampung (5) |
| TUJAH | Menujah; menusuk dengan tombak atau lembing dan sebagainya arah ke bawah; menohok; meradak (5) |
| TUJUH | Bilangan yang dilambangkan dengan angka 7 (Arab) atau VII (Romawi); urutan ke-7 sesudah ke-6 dan sebelum ke-8 (5) |
| TUJUL | Langsung kepada tujuan, tidak berbelit-belit (5) |
| TUKAK | Borok (penyakit kulit) (5) |
| TUKAL | Satuan ukuran benang 16 rian atau 1/16 bantal (5) |
| TUKAM | Menukam; melawat (orang yang kematian) (5) |
| TUKAR | Berganti; bertukar; beroleh sesuatu dengan memberikan sesuatu; bergantian memberi sesuatu diganti dengan sesuatu yang lain, seperti seseorang memberikan sesuatu kepada seseorang lain yang memberikan sesuatu sebagai gantinya; berubah (dari atau menjadi yang lain); bersilih (bulu, kulit, dan sebagainya); berpindah (dari kendaraan yang satu ke kendaraan yang lain) (5) |
| TUKAS | Jenis palem yang merumpun, tinggi mencapai 6 m, batangnya menghasilkan kayu hitam yang tipis tetapi kuat, digunakan dalam pembuatan roda penggulung benang pada alat pemintal, umbinya dimakan setelah direbus meskipun rasanya agak pahit (Caryota mitiis); menukas; mendakwa (menuduh) tanpa alasan yang cukup (asal menuduh saja); mengulang lagi (permintaan, jawab, minum obat, panggilan, dan sebagainya); menghentikan (memotong dan sebagainya) perkataan atau ucapan seseorang (5) |
| TUKIK | Takik; anak penyu; pantik; menukik; terbang (terjun dan sebagainya) arah ke bawah dengan kepala di bawah; membidik (memandang dan sebagainya) arah ke bawah; memantik (api, batu, dan sebagainya) (5) |
| TUKIL | Tabung dari buluh dan sebagainya (untuk tempat air nira dan sebagainya) (5) |
| TUKIN | Tunjangan kinerja (akronim) (5) |
| TUKUK | Tokok (5) |
| TUKUL | Martil (pemukul) kecil (5) |
| TUKUN | Batu (karang) di bawah permukaan air laut (Geografi dan Geologi) (5) |
| TUKUP | Tutup; tudung (Minangkabau) (5) |
| TULAD | Salinan pada prasasti (Filologi) (5) |
| TULAH | Kemalangan yang disebabkan oleh kutuk, karena perbuatan yang kurang baik terhadap orang tua (orang suci dan sebagainya), atau karena perbuatan melanggar larangan; kualat; tambahan (gaji dan sebagainya) (5) |
| TULAK | Motif kain berbentuk kotak-kotak, dengan warna hitam putih; pergi pulang dalam satu hari tanpa menginap (Jawa) (5) |
| TULAR | Menular; mengenai yang lain; menjangkit (tentang penyakit atau benih penyakit); memengaruhi yang lain (tentang sesuatu yang kurang baik); menjalar (5) |
| TULAT | Hari sesudah lusa (tiga hari sesudah hari ini); langkat (5) |
| TULEN | Sejati (tidak bercampur); asli (bukan tiruan, tidak lancung) (5) |
| TULIP | Bunga anggota keluarga lili, berwarna cerah dengan mahkota menyerupai bola lampu, biasa berbunga saat musim semi (Tulipa) (Botani); bunga khas Belanda (5) |
| TULIS | Menulis; membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya); melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan; menggambar; melukis; membatik (kain) (5) |
| TULSA | Kota di Amerika Serikat (5) |
| TULUA | Kota di Kolumbia (5) |
| TULUN | Kota di Rusia (5) |
| TULUP | Sumpit; tiup (5) |
| TULUS | Sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas (5) |
| TUMAN | Menjadi biasa (suka, gemar, dan sebagainya) sesudah merasai senangnya, enaknya, dan sebagainya (5) |
| TUMBU | Bakul besar bertutup (untuk tempat beras dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| TUMEN | Kota di Cina (5) |
| TUMIS | Masakan (dari sayuran dan sebagainya) yang digoreng dengan sedikit minyak (5) |
| TUMIT | Bagian telapak kaki sebelah belakang, di bawah mata kaki (Biologi); bagian sesuatu yang rupanya atau letaknya seperti tumit (5) |
| TUMOR | Pembengkakan jaringan tubuh karena ketidaknormalan kondisi (Kedokteran dan Fisiologi); bengkak sebagai akibat dari radang; tumbuh ganda (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| TUMPU | Sesuatu yang menjadi pengampu kaki (tangan); tempat berpijak (bertekan, berdiri, dan sebagainya); setumpu (5) |
| TUNAI | Tidak bertanggung lagi; tidak bertangguh (tentang pembayaran) pada saat itu juga; kontan; diterima (diserahkan) segera setelah dilakukan pembayaran (5) |
| TUNAK | Tidak henti-hentinya (bekerja dan sebagainya); tetap patuh; betah (5) |
| TUNAM | Tali api-api dari sabut, seludang kelapa, dan sebagainya (untuk sumbu meriam kuno dan sebagainya); murang; upet; tertunam (Minangkabau); terjun dengan posisi kepala duluan (Melayu Riau) (5) |
| TUNAN | Alat untuk mendatarkan padi waktu menjemur (5) |
| TUNAS | Tumbuhan muda yang baru timbul (dari tunggul, ketiak daun, buku batang induk, batang kayu yang ditebang, dan sebagainya); bakal cabang (ranting) yang baru mulai tumbuh (5) |
| TUNDA | Sesuatu yang ditarik di belakang perahu dengan tali; alat pertanian dibuat dari papan, dengan lebar 30 cm dan panjang 120 cm, bertangkai kayu atau bambu kecil yang panjangnya 2 m (Minangkabau); menunda; menarik (sampan dan sebagainya) dengan tali; menghentikan dan akan dilangsungkan lain kali (lain waktu); mengundurkan waktu pelaksanaan; menangguhkan; mendorong ke depan (ke samping dan sebagainya); meratakan lumpur di sawah dengan tunda; bertunda; ada tundanya; sedang menarik tunda (sampan dan sebagainya); berlama-lama; bertolak (5) |
| TUNGI | Orang yang omongannya menyebalkan, ketus, tdk mau bersosialisasi (Sunda); kota di Bangladesh (5) |
| TUNGO | Potongan kayu yang sebagiannya telah atau sedang terbakar, atau yang tidak terbakar lagi; potongan kayu api (Aceh) (5) |
| TUNIK | Jubah gaun pendek (5) |
| TUNIS | Ibu kota Tunisia (5) |
| TUPAI | Mamalia bermoncong panjang dan runcing, tubuhnya ramping dengan ekor yang panjang dan lembut, rambut keabu-abuan sampai cokelat kemerahan, memiliki cakar besar yang digunakan untuk menggali dan memangsa serangga, memiliki gigi taring yang kurang berkembang dan gigi geraham yang berbeda dari geraham pada umumnya (Tupaiidae); diulang: sekerat kayu yang dilekatkan (dipakukan) pada tiang, pohon, dan sebagainya (5) |
| TUPAT | Ketupat (Tata Boga) (5) |
| TURAM | Kucing jantan (Batak) (5) |
| TURAP | Campuran semen, air, dan pasir yang digunakan untuk melekatkan (melepa) batu bata dan sebagainya agar menjadi tembok, dinding pelabuhan dan sebagainya, salutan (lapis) semen pasir pada tembok dan sebagainya; tepi yang ditampalkan; plester (5) |
| TURAS | Buku-buku warisan (peninggalan) ulama klasik dan cendekiawan muslim terdahulu (Arab) (5) |
| TURBA | Turun ke bawah (akronim) (5) |
| TURBO | Kota di Kolumbia (5) |
| TURDA | Kota di Rumania (5) |
| TURIN | Kota di Italia (5) |
| TURIS | Pelancong; wisatawan; menuris; menggores (menoreh, menakik) tidak berapa dalam; mencacar (imunisasi terhadap penyakit cacar) (5) |
| TURKI | Sekarang disebut Turkiye, negara di kawasan Eurasia, terbentang dari Semenanjung Anatolia di barat daya Asia sampai ke wilayah Balkan di Eropa bagian tenggara, ibukotanya Ankara (5) |
| TURKU | Kota di Finlandia (5) |
| TURNE | Bepergian untuk melakukan suatu tugas (meninjau suatu daerah dan sebagainya); bepergian ke daerah lain dalam rangka tugas (dinas) (5) |
| TURUN | Bergerak ke arah bawah; bergerak ke tempat yang lebih rendah daripada tempat semula; bergerak (berjalan dan sebagainya) dari hulu (udik) ke hilir; menghilir (dari atas angin) ke bawah angin; datang dari (dari suatu tempat atau daerah yang jauh ke tempat sendiri); mengendap (tentang ampas dan sebagainya); surut (tentang air); reda (tentang marah, nafsu, dan sebagainya); mengayun atau mendekati kaki langit (tentang matahari, bulan); meninggalkan atau keluar dari kendaraan (kapal, kereta, dan sebagainya) ke bawah; pergi dari kapal ke darat; keluar dari rumah; pergi atau pulang (tentang tamu); menjadi kurang (rendah, susut, sedikit, dan sebagainya); jatuh atau merosot (tentang harga, nilai, dan sebagainya); datang ke (dari sesuatu yang dianggap tinggi atau di atas); berpindah ke (dari orang tua, nenek moyang, dan sebagainya); masuk ke (memasuki, tentang roh halus, setan, dan sebagainya); jatuh (tentang hujan, salju, dan sebagainya); datang menimpa (tentang tulah, siksa, dan sebagainya); menjadi lemah (tentang kondisi tubuh); sampai di tangan; diterima (tentang surat dari atasan dan sebagainya); melantai; berdansa; menurun; makin depan makin ke bawah; landai; pergi ke bawah; berangsur-angsur turun (berkurang, surut); berpindah; melemah (tentang kondisi tubuh) (kiasan); mendekati hari-hari terakhir (kiasan); menyalin (tulisan, surat, dan sebagainya); mencontoh atau meniru (pekerjaan orang lain) (5) |
| TURUS | Tiang atau tonggak (dari kayu dan sebagainya) untuk mengukuhkan pagar (belat, bendungan, dan sebagainya); batang pohon untuk tiang pada pagar; batang kayu atau bambu untuk tempat merambat kacang panjang (sirih, lada, dan sebagainya) menjalar (5) |
| TURUT | Pergi dan sebagainya bersama di dalam atau ke; ikut (5) |
| TUSAH | Kain sutra berwarna kecokelatan atau kekuningan, permukaannya tidak rata, ditenun dengan sutra yang dihasilkan oleh ulat sutra dari ngengat Asia; benang sutra yang dihasilkan oleh ulat sutra dari ngengat Asia; ulat dari ngengat Asia yang menghasilkan sutra kasar (Antheraea paphia) (Zoologi) (5) |
| TUSAM | Pohon berbatang lurus, tingginya mencapai 60 m, dan garis penampang 1 m, kulitnya bergetah sangat lekat, digunakan sebagai bahan terpentin, daunnya berbentuk jarum-jarum kaku, semula ditemukan di Sumatra Utara, kini banyak ditanam di seluruh Indonesia (Pinus merkusii) (5) |
| TUSIR | Menusir; menyentuh dengan ringan (daripada permainan anggar); memperbaiki kesalahan (percetakan) (5) |
| TUSUK | Memasukkan (dengan cara menikamkan) suatu benda yang runcing (jarum, pisau, dan sebagainya) ke benda lain; cocok; coblos; teknik jahit; jahitan; benda runcing, biasanya untuk dimasukkan ke benda lain (5) |
| TUTER | Trompet (klakson) pada mobil, sepeda motor, dan sebagainya (5) |
| TUTOR | Orang yang memberi pelajaran (membimbing) kepada seseorang atau sejumlah kecil siswa (di rumah, bukan di sekolah); dosen yang membimbing sejumlah mahasiswa dalam pelajarannya (5) |
| TUTUH | Menutuh; memangkas atau menebang cabang-cabang kayu; merusak (perahu dan sebagainya) untuk diambil kayunya (5) |
| TUTUK | Menutuk; mengetuk (memukul) perlahan-lahan (5) |
| TUTUL | Titik; noktah (tentang warna kulit bulu binatang) (Jawa); permainan anak-anak; main tutul (5) |
| TUTUP | Benda yang menjadi alat untuk membatasi suatu tempat sehingga tidak terlihat isinya, tidak dapat dilewati, terjaga keamanannya, dan sebagainya; tudung; sahap; sangai; menutup; menjadikan tidak terbuka (seperti mengatupkan, mengunci, merapatkan); memberi tutup (dengan) menudungi; menyelubungi dan sebagainya; menyekat (menyumbat, menimbun, dan sebagainya) supaya buntu; menyatakan tidak boleh dilalui atau dimasuki (tentang jalan dan sebagainya); mengurung; memasukkan ke dalam penjara; mencukupi (ongkos, kekurangan, dan sebagainya); menyudahi (rapat, pembicaraan, dan sebagainya); mengakhiri; menyembunyikan; merahasiakan (kiasan); melunasi (tentang utang); melengkapi (apa yang kurang) (kiasan) (5) |
| TUTUR | Ucapan; perkataan (5) |
| TUTUS | Tali kecil-kecil dan pendek terbuat dari belahan bambu (Jawa) (5) |
| TUTUT | Siput (Sunda) (5) |
| TUYUK | Diulang: tua bangka; amat tua (Jawa); berjalan tertatih-tatih karena usia tua dan lemah badannya (Jawa) (5) |
| TUYUL | Makhluk halus yang konon berupa bocah berkepala gundul, dapat diperintah oleh orang yang memeliharanya untuk mencuri uang dan sebagainya; kencit (5) |
| UALOG | Kota di Filipina (5) |
| UANDA | Pak tua; mak tua (menyatakan lebih takzim daripada ua) (5) |
| UAPAN | Sesuatu yang sudah berubah menjadi uap (5) |
| UBRUG | Bangunan sementara untuk orang-orang yang bekerja saat hajatan atau kenduri (Sunda); teater komedi khas Banten, dilengkapi dengan adegan pencak silat dan tari, diiringi gong, kempul, dan kendang (5) |
| UBUNG | Kandang (5) |
| UCANG | Duduk dengan kedua kaki menggantung (Sunda) (5) |
| UCENG | Bunga melinjo (Sunda) (5) |
| UDANG | Krustasea yang memiliki panjang mencapai 25 cm untuk beberapa jenis (biasanya 2 cm), memiliki antena panjang, kaki ramping, dan perut berotot pipih, hidup di segala habitat, tersebar di seluruh dunia (Caridea); binatang air yang berkulit keras (5) |
| UDANI | Liana yang daunnya menjorong, bunganya menabung dengan mahkota bunga berwarna putih hingga merah, buahnya bersanding seperti belimbing, tumbuh di bioma tropis basah, tersebar dari Tanzania, Asia dengan iklim tropis dan subtropis sampai Australia Utara; akar puntianak; wudani; wedani (Combretum indicum) (Botani) (5) |
| UDARA | Campuran berbagai gas yang tidak berwarna dan tidak berbau (seperti oksigen dan nitrogen) yang memenuhi ruang di atas bumi seperti yang kita hirup apabila kita bernapas; hawa; ruang di atas bumi yang berisi hawa; angkasa; keadaan hawa (cuaca, hari); segala sesuatu yang berhubungan dengan penerbangan; suasana; udara yang tidak berawan dan tidak berkabut (Meteorologi); udara yang bebas dari partikel padat atau cair yang dapat menyebabkan terhalangnya pandangan mendatar (Meteorologi) (5) |
| UDENG | Destar; ikat kepala (Jawa) (5) |
| UDGIR | Kota di India (5) |
| UDINE | Kota di Italia (5) |
| UDUPI | Kota di India (5) |
| UENYE | Kota di Turki (5) |
| UJANA | Taman (5) |
| UJANG | Kata sapaan kepada anak laki-laki; buyung (5) |
| UJIAN | Hasil menguji; hasil memeriksa; sesuatu yang dipakai untuk menguji mutu sesuatu (kepandaian, kemampuan, hasil belajar, dan sebagainya); cobaan (5) |
| UJUNG | Bagian penghabisan dari suatu benda (yang panjang); bagian barang yang diruncingkan (lancip, tajam, dan sebagainya); puncak; bagian darat yang menjorok (jauh) ke laut; (bagian) akhir (pembicaraan, percakapan, tahun, dan sebagainya); maksud dan tujuan (perkataan dan sebagainya) (kiasan); antonim pangkal (5) |
| UKARE | Asap yang keluar dari gunung dibarengi dengan abu vulkanik dan disertai bunyi (Sangir) (5) |
| UKHTA | Kota di Rusia (5) |
| UKHTI | Saudariku (Arab) (5) |
| UKTAB | Rajawali (Arab) (5) |
| ULAMA | Orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam (5) |
| ULANG | Lakukan lagi; kembali seperti semula; diulang: mengerjakan berkali-kali; mengulang-ulang; rangkaian bunga untuk hiasan sanggul (5) |
| ULING | Ikan belut laut, payau, air tawar, ukurannya mencapai panjang 120 cm, umur 20 tahun, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Samudra India dan Pasifik Barat (Anguilla bicolor); sidat (5) |
| ULKUS | Luka pada permukaan selaput lendir, khususnya membran yang melapisi bagian perut atau saluran pencernaan lainnya; luka bernanah pada kulit yang tidak sukar sembuh, mengakibatkan kerusakan jaringan (5) |
| ULLAL | Kota di India (5) |
| ULONG | Sapaan kepada kakak laki-laki yang di tengah (Melayu Riau) (5) |
| ULSAN | Kota di Korea Selatan (5) |
| ULSER | Luka pada kulit atau membran mukosa yang ditandai dengan erbentuknya nanah, matinya jaringan, dan reaksi peradangan (5) |
| ULTAH | Ulang tahun (akronim) (5) |
| ULTRA | Bentuk terikat luar biasa berlebih-lebihan; teramat sangat; bentuk terikat lebih daripada (5) |
| ULUAI | Suku bangsa di wilayah daerah hulu aliran Sungai Kapuas, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (5) |
| ULUNG | Sulung; berpengalaman; mahir; terbaik (5) |
| UMAMI | Rasa gurih yang berasal dari monosodium glutamat, asam amino, protein, serta ribonukleotida (Ilmu Gizi/Jepang); gurih, lezat, dan nikmat (5) |
| UMANG | Diulang: ketam kecil di laut (biasanya bersarang di bekas sarang unam); orang yang suka berpakaian bagus, tetapi bukan kepunyaan sendiri (kiasan) (5) |
| UMARA | Pemimpin pemerintahan (Arab) (5) |
| UMBAH | Ijuk untuk penapis kopi daun (Minangkabau) (5) |
| UMBAI | Jumbai; rumbai; tambahan; embel-embel (5) |
| UMBAN | Tali untuk melontarkan batu dan sebagainya (5) |
| UMBAR | Membiarkan lepas (bebas); membiarkan berbuat sekehendak hatinya; membiarkan terlepas (kiasan) (5) |
| UMBIN | Tikar yang terbuat dari pandan (5) |
| UMBRA | Bagian tergelap di belakang benda tidak tembus cahaya yang terkena sinar; bayang-bayang inti; bagian yang paling gelap pada roda matahari (5) |
| UMBUK | Bujuk; tipu (dengan kata-kata manis atau janji yang muluk-muluk) (5) |
| UMBUL | Sumber air (minum); lekas menjadi besar; subur (Minangkabau); kampung kecil yang berisi 1—3 rumah (Sunda); diulang: bendera beraneka warna yang dipasang memanjang ke atas dan meruncing pada ujungnya, dipasang untuk memeriahkan suasana serta menarik perhatian; orang-orangan di sawah (5) |
| UMBUN | Kesatuan kelompok dari beberapa keluarga inti dalam suku Bukit di Kalimantan Selatan (5) |
| UMBUT | Ujung batang (kelapa, enau, dan sebagainya) yang masih muda dan lunak, dapat dimakan; cabut, tarik; ikan tawar, ukuran mencapai 40 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Vietnam, Kamboja, Malaysia, Brunei, dan Indonesia (Neobarynotus microlepis) (5) |
| UMONU | Ramuan obat atau jamu yang terbuat dari akar, buah yang harum (pala, cengkeh, bawang putih, limau dan lain-lain), dan beberapa jenis kayu hutan yang harum dan wangi (Gorontalo) (5) |
| UMPAK | Alas tiang rumah yang biasanya terbuat dari batu; batu sendi (5) |
| UMPAN | Makanan atau sesuatu (cacing dan sebagainya) yang digunakan untuk memikat atau menangkap binatang; material, seperti bijih, yang dimasukkan ke dalam alat atau mesin untuk diolah atau diproses; sasaran yang mudah dijadikan korban; mangsa; sesuatu (seseorang) yang dipakai untuk memikat; alat untuk memikat (kiasan); operan bola kepada pemain setim yang mencetak gol (Olahraga) (5) |
| UMPAT | Perkataan yang keji (kotor dan sebagainya) yang diucapkan karena marah (jengkel, kecewa, dan sebagainya); cercaan; makian; sesalan; umpatan (5) |
| UMPET | Bersembunyi; menyembunyikan diri (Melayu Jakarta) (5) |
| UMPIL | Angkat (5) |
| UMPUK | Timbunan; tumpukan; longgok (Minangkabau) (5) |
| UMPUT | Timbun; onggok; longgok (5) |
| UMRAH | Kunjungan (ziarah) ke tempat suci (sebagai bagian dari upacara naik haji, dilakukan setiba di Makkah) dengan cara berihram, tawaf, sai, dan bercukur, tanpa wukuf di Padang Arafah, yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan waktu haji atau di luar waktu haji; haji kecil (Arab) (5) |
| UMRED | Kota di India (5) |
| UNAIR | Universitas Airlangga (akronim) (5) |
| UNAND | Universitas Andalas (akronim) (5) |
| UNCEN | Universitas Cenderawasih (akronim) (5) |
| UNCLE | Paman (Inggris) (5) |
| UNDAE | Suku bangsa yang mendiami wilayah sekitar Danau Poso, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah (5) |
| UNDAK | Tingkat (5) |
| UNDAN | Burung liar, berparuh seperti senduk dan bertembolok (Pelecanus roseus) (5) |
| UNDAR | Pembentang benang yang sudah diberi air rebusan beras supaya kuat (Sunda); permainan judi yang menggunakan dadu dan piringan bernomor dengan cara diputar (Jawa); komedi putar (Jawa) (5) |
| UNDIP | Universitas Diponegoro (akronim); salah satu universitas negeri di Semarang; salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di Semarang (5) |
| UNDUH | Memanen (buah) (Jawa); mengambil berkas dari layanan informasi daring atau dari komputer lain ke komputer yang digunakan (Komputer dan Teknologi Informasi); padanan dari download (5) |
| UNDUK | Diulang: ikan kecil memanjang, kepala dan bagian tubuh sebelah atas menyerupai kuda, ukurannya mencapai 40 cm, hidup di dasar perairan tropis, tersebar di perairan Malaysia, Indonesia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam; kuda laut (Doryichthys boaja) (5) |
| UNDUR | Mundur; surut; (berjalan) ke belakang; menjauhkan diri (dari); pergi (dari); diulang: binatang kecil yang suka membuat lubang seperti kawah di tanah berdebu untuk menjebak semut dan sebagainya kalau berjalan selalu mundur; penyu-penyuan (sebangsa ketam kecil di pantai) (5) |
| UNESA | Universitas Negeri Surabaya (akronim) (5) |
| UNFPA | Dana Kependudukan PBB (singkatan/Inggris) (5) |
| UNGAM | Mengigau (ketika tidur) (5) |
| UNGAR | Ikan laut, payau hingga air tawar, ukurannya mencapai 150 cm, berat 8,7 kg, umur 18 tahun, hidup di perairan tropis dengan kedalaman 10–20 m, di perairan bakau dan muara, tersebar di Perairan Indo-Pasifik Barat (Afrika Timur hingga Samoa dan Kepulauan Lines, bagian utara hingga Kepulauan Ryukyu, Australia Selatan); merah3; jambian (Lutjanus argentimaculatus) (5) |
| UNGKA | Wau-wau (Hylobates lar (agilis)); kera yang bertangan sangat panjang dan tidak berekor, hidupnya di pohon, biasa mengeluarkan bunyi “wau-wau” dengan keras (5) |
| UNGSI | Pergi menghindarkan (menyingkirkan) diri dari bahaya atau menyelamatkan diri (ke tempat yang dirasa aman) (5) |
| UNGTI | Orang-orangan (boneka) yang besar sekali (di dalamnya ada orang yang menjalankan dan menggerakkannya); ondel-ondel (Cina) (5) |
| UNHAS | Universitas Hasanuddin (akronim) (5) |
| UNHCR | Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (singkatan/Inggris) (5) |
| UNIAT | Gereja Kristen di wilayah Eropa Timur yang mengakui wewenang Paus, tetapi mempunyai tata cara atau liturgi sendiri (5) |
| UNIDA | Universitas Iskandar Muda (akronim) (5) |
| UNIDO | Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (singkatan/Inggris) (5) |
| UNILA | Universitas Lampung (akronim); Universitas negeri pertama dan tertua di Provinsi Lampung (5) |
| UNIMA | Universitas Negeri Manado (akronim) (5) |
| UNION | Kesatuan; keadaan satu; perkumpulan; kota di Amerika Serikat (5) |
| UNITE | Bersatu (Inggris) (5) |
| UNITY | Persatuan (Inggris) (5) |
| UNJAM | Universitas Jambi (akronim) (5) |
| UNJHA | Kota di India (5) |
| UNJON | Menyentak pancing yang umpannya terasa dimakan ikan (Melayu Riau) (5) |
| UNJUK | Mengunjuk; beri tahu (5) |
| UNJUN | Mengulurkan (tangan, belalai, tali, dan sebagainya) lalu ditarik kuat-kuat; menarik (menyentak) kuat-kuat (5) |
| UNJUR | Duduk atau berbaring dengan kaki lurus (5) |
| UNJUT | Bungkusan dengan kain segi empat (seperti saputangan) yang keempat ujungnya disimpulkan menjadi satu (5) |
| UNLAM | Universitas Lambung Mangkurat (akronim) (5) |
| UNMUL | Universitas Mulawarman (akronim) (5) |
| UNNAO | Kota di India (5) |
| UNNES | Universitas Negeri Semarang (akronim) (5) |
| UNPAD | Universitas Padjadjaran (akronim) (5) |
| UNPAR | Universitas Palangkaraya (akronim) (5) |
| UNRAM | Universitas Mataram (akronim) (5) |
| UNRWA | Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (singkatan/Inggris) (5) |
| UNSIL | Universitas Siliwangi (akronim) (5) |
| UNSRI | Universitas Sriwijaya (akronim); universitas negeri di Palembang, Sumatra Selatan (akronim) (5) |
| UNSUR | Bagian terkecil dari suatu benda; bagian benda yang tidak dapat dibagi-bagi lagi dengan proses kimia; bahan asal; zat asal; elemen; kelompok kecil (dari kelompok yang lebih besar) (5) |
| UNTAD | Universitas Tadulako (akronim); perguruan tinggi negeri di Palu (akronim) (5) |
| UNTAG | Universitas 17 Agustus 1945 (akronim) (5) |
| UNTAI | Benang (tali) yang dipakai untuk mencocok merjan, mutiara, dan sebagainya; kata penggolong bagi barang yang dicocok (seperti kalung merjan, petasan); rentengan; satuan sajak (syair), serangkai sajak; satu kuplet (sajak, nyanyian); perbungaan berupa bulir, berkelamin tunggal, umumnya menggantung dan tanggal sebagai satu satuan sesudah pembuahan (Botani); sejumlah penghantar listrik dan unsur-unsurnya, seperti penghambat, induktor, dan kapasitor, yang dihubungkan bersama untuk membentuk lintasan yang menghantar; sirkuit (Fisika) (5) |
| UNTAL | Gentel (obat); pel; gelintir; butir (biji); menguntal (Jawa) (5) |
| UNTAM | Teknik untuk memudahkan mencocok hidung kerbau atau lembu, dengan cara mendongakkan kepala kerbau atau lembu, mengikatkan tali pada salah satu tanduk dan dililitkan pada moncongnya, lalu ditarik ke atas (Batak) (5) |
| UNTAN | Universitas Tanjungpura (akronim) (5) |
| UNTAR | Universitas Tarumanegara (akronim) (5) |
| UNTIL | Gentel (butir) kecil; sampai (Inggris) (5) |
| UNTIR | Pilin (5) |
| UNTUK | Kata depan untuk menyatakan bagi; sebab atau alasan; tujuan atau maksud; bagi; penggantian (sebagai ganti ...); (disediakan, digunakan, dipakai) sebagai ...; selama; sudah; bagian dari milik yang dibagi-bagikan (Minangkabau); kemaluan perempuan (kata penghalus) (5) |
| UNTUN | Urutan (5) |
| UNTUT | Bengkak pada kaki (sakit beri-beri, karena kekurangan vitamin B dan sebagainya); kaki gajah (kaki membengkak besar sekali); elefantiasis (5) |
| UNUNG | Bagian tengah yang lunak seperti gabus pada batang tumbuhan (misalnya ubi kayu) (Batak) (5) |
| UNWAN | Iluminasi atau gambar yang terletak pada bagian atas (di atas teks) halaman pertama suatu naskah (Filologi) (5) |
| UNWAR | Universitas Warmadewa (akronim) (5) |
| UNWTO | Organisasi Pariwisata Dunia (singkatan/Inggris) (5) |
| UNYAI | Mengerjakan (memasak, merebus, dan sebagainya) lambat-lambat (dengan mengecilkan nyala api) (Minangkabau) (5) |
| UNYIL | Anak laki-laki yang menjadi salah satu karakter utama dalam film seri boneka yang populer pada tahun 80-an; berukuran kecil atau mungil; murah (kiasan); porno (tentang film) (kiasan) (5) |
| UPATA | Kota di Venezuela (5) |
| UPAYA | Usaha; ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dan sebagainya); daya upaya (5) |
| UPETI | Uang (emas dan sebagainya) yang wajib dibayarkan (dipersembahkan) oleh negara(-negara) kecil kepada raja atau negara yang berkuasa atau yang menaklukkannya; uang dan sebagainya yang diberikan (diantarkan) kepada seorang pejabat dan sebagainya dengan maksud menyuap (5) |
| URBAN | Berkenaan dengan kota; bersifat kekotaan; orang yang berpindah dari desa ke kota (5) |
| URDAL | Urusan dalam (akronim) (5) |
| UREUM | Sisa protein yang tidak terserap oleh tubuh dan seharusnya dibuang bersama urine (5) |
| URGEN | Mendesak sekali pelaksanaannya; sangat penting (gawat, mendesak, memerlukan tindakan segera) (5) |
| URIAN | Telanjang bulat; bugil (Arab) (5) |
| URINE | Zat cair buangan yang terhimpun di dalam kandung kemih dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui saluran kemih; air kemih; air seni (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| URING | Lekuk (alur) di bibir atas, di bawah hidung (Minangkabau) (5) |
| URITA | Warta (5) |
| URJOK | Terbenam dalam lumpur (Batak) (5) |
| UROMI | Kota di Nigeria (5) |
| URTUP | Daun buluh yang mulai kembang (Batak) (5) |
| URUNG | Batal; tidak jadi (5) |
| USADA | Obat; ilmu pengobatan (5) |
| USAGE | Pemakaian (Inggris); penggunaan (Inggris) (5) |
| USAHA | Kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu; kegiatan di bidang perdagangan (dengan maksud mencari untung); perdagangan; perusahaan (5) |
| USAID | Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (singkatan Inggris) (5) |
| USALI | Niat untuk mengerjakan salat (berarti ‘aku salat’, diucapkan saat akan melaksanakannya) (Arab) (5) |
| USANG | Kering dan hampa (tentang padi); kering kersang (tentang tembakau, rambut, dan sebagainya); sudah lama (tentang barang); sudah rusak; sudah aus (karena lama terpakai, tersimpan, dan sebagainya); sudah kuno; sudah tidak lazim lagi (tentang perkataan, adat, dan sebagainya) (5) |
| USERA | Kota di Spanyol (5) |
| USING | Suku bangsa yang mendiami daerah Banyuwangi, Jawa Timur (5) |
| USKUP | Rohaniwan Katolik, Anglikan, Lutheran, atau Yunani Ortodoks yang kedudukannya lebih tinggi daripada imam, yang mempunyai hak memberi sakramen penguatan dan menahbiskan imam, dan yang bertugas mengorganisasi pekerjaan dan tugas gereja dalam wilayah tertentu; biskop (Agama Katolik) (5) |
| USREK | Gelisah; tidak tenang; resah (Jawa) (5) |
| USTAZ | Guru agama atau guru besar (laki-laki) (Arab); tuan (sebutan atau sapaan) (Arab) (5) |
| USUNG | Bawa, angkut (5) |
| USWAH | Keteladanan (Arab) (5) |
| UTALO | Buah pohon enau yang sudah berwarna hitam (Gorontalo) (5) |
| UTAMA | Terbaik; nomor satu; amat baik; lebih baik dari yang lain-lain; terpenting; pokok (5) |
| UTANG | Uang yang dipinjam dari orang lain; kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima (5) |
| UTARA | Mata angin yang arahnya berlawanan dengan selatan; mata angin yang arahnya sebelah kiri jika kita menghadap ke timur (matahari terbit); paksina; syamali (5) |
| UTERI | Uterus (Kedokteran dan Fisiologi); rahim; peranakan (Anatomi); bagian dari saluran telur yang membesar dan menghasilkan kerabang (Zoologi) (5) |
| UTICA | Kota di Amerika Serikat (5) |
| UUITE | Undang-undang yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum (singkatan) (5) |
| UUSPN | Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (singkatan) (5) |
| UVIRA | Kota di Republik Kongo (5) |
| UVULA | Bagian struktur kecil berbentuk kerucut yang menggantung pada langit-langit lunak (Anatomi) (5) |
| UWETE | Jala besar yang terbuat dari nilon, digunakan sebagai alat untuk menangkap ikan di laut (5) |
| UWITO | Umpan ikan dari katak yang dibelah dengan mantra (Perikanan/Gorontalo) (5) |
| UYENG | Wadah berbentuk tabung untuk menyimpan madu, terbuat dari susunan bilah-bilah kayu dan sela-selanya diberi lilin agar tidak bocor (5) |
| UYOVU | Kota di Tanzania (5) |
| UZBEK | Bahasa yang dituturkan di Uzbekistan (5) |
| UZICE | Kota di Serbia (5) |
| UZLAH | Pengasingan diri untuk memusatkan perhatian pada ibadah (berzikir dan tafakur) kepada Allah Swt. (Agama Islam) (5) |
| VAASA | Kota di Finlandia (5) |
| VADEM | Satuan ukuran panjang (asal Inggris) yang hingga kini masih digunakan dalam pelayaran untuk menunjukkan kedalaman laut pada jalur pelayaran, yang sama dengan 1,698 m (Bld) dan 1,829 m (Ing); jarak antara kedua ujung jari tengah jika tangan kiri dan kanan dibentangkan; depa; satuan ukuran isi yang sama dengan 6,11643 m³ untuk muatan kayu (Pelayaran) (5) |
| VADOS | Air yang terdapat dalam kerak bumi di atas aras permanen air tanah (Biologi) (5) |
| VADUZ | Ibu kota Liechtenstein (5) |
| VAKUM | Hampa udara; kosong (tidak ada petugasnya, pejabatnya, dan sebagainya) (5) |
| VALAS | Valuta asing (akronim) (5) |
| VALID | Menurut cara yang semestinya; berlaku; sahih (5) |
| VALIS | Tas kulit kecil (untuk pakaian dan sebagainya); tas tentara; ransel (5) |
| VARIA | Berbagai jenis; serba-serbi (5) |
| VARNA | Kota di Bulgaria (5) |
| VASAL | Bersifat terikat; negara (daerah) taklukan (5) |
| VEGAN | Orang yang tidak makan daging, ikan, produk susu, atau telur (5) |
| VEJLE | Kota di Denmark (5) |
| VELAR | Berhubungan dengan (menyangkut penggunaan) langit-langit lembut (pada mulut) (Anatomi) (5) |
| VELES | Kota di Makedonia Utara (5) |
| VELUM | Struktur atau selaput mirip kudung kepala, terdapat di rahang bagian atas (Linguistik); bagian belakang dari langit-langit lunak; bahan naskah yang biasa ditemukan di Timur Tengah, terbuat dari kulit biri-biri atau kambing (Filologi); penutup kepala biarawati (5) |
| VENAL | Dapat disuap (5) |
| VENDA | Bahasa yang dituturkan di Afrika Selatan (5) |
| VENIR | Lembaran kayu tipis dekoratif yang digunakan sebagai pelapis furnitur; lapisan plastik atau porselen yang terikat pada permukaan gigi untuk menutupi ketaksempurnaan secara estetika (Kedokteran dan Fisiologi) (5) |
| VENLO | Kota di Belanda (5) |
| VENUS | Dewi cinta dan kecantikan, lambang daya cipta yang menopang segala kehidupan bagi bangsa Romawi; planet ke-2 dari matahari; bintang barat; bintang fajar; bintang kejora; bintang timur; bintang zohrah (5) |
| VERBA | Kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan; kata kerja (Linguistik) (5) |
| VERSI | Bentuk terjemahan cerita, buku, dan sebagainya dalam bahasa lain; model; menurut cara; anggapan (pelukisan, penggambaran, dan sebagainya) tentang sesuatu dari seseorang atau suatu sudut pandang (5) |
| VERSO | Halaman sebelah kiri buku atau naskah yang terbuka, biasanya bernomor halaman genap; bagian belakang atau bagian kedua lembaran kertas yang akan dicetak (5) |
| VESPA | Kendaraan bermotor beroda dua, rodanya lebih kecil daripada roda sepeda motor, tidak berjeruji kawat; skuter; merek dagang kendaraan bermotor beroda dua dari Italia (5) |
| VESTA | Asteroid paling terang yang sesungguhnya merupakan protoplanet, benda langit terbesar kedua di sabuk asteroid, memiliki daerah terang dan gelap di permukaannya seperti bulan, bentuknya tidak beraturan (Astronomi) (5) |
| VESTE | Pakaian (dari bahan wol) tanpa lengan; rompi (5) |
| VETER | Tali sepatu (5) |
| VIANA | Kota di Brasil (5) |
| VIDEO | Bagian yang memancarkan gambar pada pesawat televisi; rekaman gambar hidup atau program televisi untuk ditayangkan lewat pesawat televisi (5) |
| VIDIN | Kota di Bulgaria (5) |
| VIFER | Ulat kecil yang sangat berbisa (5) |
| VIGIA | Bahaya yang biasanya terjadi di laut dalam yang posisinya tidak tentu (5) |
| VIGOR | Keunggulan genotipe heterozigot dalam satu sifat atau lebih jika dibandingkan dengan yang homozigot (Biologi); kemampuan tanaman atau hewan untuk bertahan hidup, tumbuh, dan berkembang (5) |
| VIMPA | Velum kecil yang dikenakan oleh misdinar untuk membawa mitra dan tongkat uskup (Agama Katolik) (5) |
| VINIL | Serat sintetis (bahan plastik) yang tahan api, tidak mudah terbakar (untuk piringan hitam, bahan pelapis dinding, lantai, dan sebagainya) (5) |
| VIOLA | Biola besar; tanaman perdu berbunga ungu (5) |
| VIPER | Ular berwarna merah, cokelat, atau abu-abu yang sangat berbisa (Vipera berus) (5) |
| VIRAL | Berkenaan dengan virus; bersifat menyebar luas dan cepat seperti virus (5) |
| VIRAR | Kota di India (5) |
| VIRGA | Hujan yang turun sedikit sekali dan menguap sebelum sampai ke bumi (Geografi dan Geologi) (5) |
| VIRGO | Nama gugus bintang yang terletak di antara Leo dan Libra pada deklinasi 0° (Astronomi); zodiak ke-6 yang digambarkan dengan wanita kembar sebagai lambang bagi orang yang lahir antara tanggal 23 Agustus dan 22 September; Kanya; Mayang; Sunbulat (Astrologi) (5) |
| VIRUS | Mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop biasa, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron, penyebab dan penular penyakit, seperti cacar, influenza, dan rabies; program ilegal yang dimasukkan ke dalam sistem komputer melalui jaringan atau disket sehingga menyebar dan dapat merusak program yang ada (Komputer); pengaruh yang buruk, jahat, atau merusakkan (kiasan) (5) |
| VISIT | Kunjungan (Inggris) (5) |
| VISOR | Bagian depan helm yang menutupi wajah dan dapat digerakkan, berfungsi untuk melindungi dari sinar matahari; pinggiran depan pada topi, biasanya lebar dan kaku, berfungsi untuk melindungi mata dari sinar matahari; kerai datar yang terdapat di bagian dalam mobil di atas kaca depan yang dapat digerakkan, berfungsi untuk melindungi dari sinar matahari (5) |
| VISTA | Pemandangan (dari ujung jalan yang kanan kirinya berpohon); rangkaian kejadian (pemandangan dan sebagainya); kota di Amerika Serikat (5) |
| VISUM | Tanda pernyataan atau keterangan telah mengetahui atau menyetujui; visa (5) |
| VISUS | Ketajaman penglihatan; daya lihat (5) |
| VITAL | Sangat penting (untuk kehidupan dan sebagainya) (5) |
| VLORE | Kota di Albania (5) |
| VODKA | Minuman keras (arak) Rusia (5) |
| VOILA | Ini dia!; ungkapan yang dipakai untuk menarik perhatian orang kepada suatu hal (ungkapan/Prancis) (5) |
| VOKAL | Mengenai suara; bunyi bahasa yang dihasilkan oleh arus udara dari paru-paru melalui pita suara dan penyempitan pada saluran suara di atas glotis (Linguistik); satuan fonologis yang diwujudkan dalam lafal tanpa pergeseran, seperti [a], [i], [u], [e], [o] (Linguistik); berani mengemukakan pendapat; berani bersuara (mengkritik dan sebagainya) (kiasan) (5) |
| VOLAN | Bentuk dan gerakan yang diadaptasi (5) |
| VOLOS | Kota di Yunani (5) |
| VOLSK | Kota di Rusia (5) |
| VOMER | Tulang bagian depan tengah atap mulut ikan, seringnya bergigi (5) |
| VONIS | Putusan hakim (pada sidang pengadilan) yang berkaitan dengan persengketaan di antara pihak yang maju ke pengadilan; hukuman (pada perkara pidana) (Hukum) (5) |
| VOTUM | Suara (dalam pemilihan); hari pemungutan suara (untuk menentukan sesuatu); pembacaan ayat-ayat suci pada acara kebaktian di gereja Protestan sebelum khotbah (Agama Kristen) (5) |
| VULVA | Alat kelamin perempuan bagian luar (5) |
| VYKSA | Kota di Rusia (5) |
| WABAH | Penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yang luas (seperti wabah cacar, disentri, kolera); epidemi (5) |
| WABUP | Wakil bupati (akronim) (5) |
| WADAH | Tempat untuk menaruh, menyimpan sesuatu; tempat berhimpun; perhimpunan (kiasan) (5) |
| WADAK | Bersifat jasmani; ragawi; nyata; perpisahan (Arab) (5) |
| WADAL | Kurban untuk makhluk halus (5) |
| WADAM | Hawa dan adam (akronim); orang banci (5) |
| WADAN | Wakil komandan (akronim) (5) |
| WADAT | Orang yang membujang; orang yang tidak kawin (5) |
| WADIR | Wakil direktur (akronim) (5) |
| WADUH | Kata seru untuk menyatakan heran, kagum, terkejut, dan sebagainya; aduh (Jawa) (5) |
| WADUK | Perut besar tempat mencernakan makanan; kolam besar tempat menyimpan air sediaan untuk berbagai kebutuhan atau mengatur pembagian air dan sebagainya (dipakai di musim kemarau); menara air (tempat persediaan air) (5) |
| WADUL | Mengadu pada seseorang (Jawa) (5) |
| WAFAK | Waktu yang telah ditetapkan (tentang suatu kejadian) (Arab); setuju (dengan); menurut (Arab) (5) |
| WAFAT | Meninggal dunia (biasanya untuk raja, orang-orang besar ternama) (5) |
| WAFEL | Kue dadar tebal, di bagian luarnya renyah, dipanggang di atas cetakan yang berlekuk (5) |
| WAFER | Kue renyah, berbentuk persegi panjang, berlapis dengan berbagai rasa; semipenghantar tipis yang terbuat dari silikon untuk membuat mikrocip (Komputer dan Teknologi Informasi) (5) |
| WAGON | Gerobak kereta api; gerbong (5) |
| WAGUB | Wakil gubernur (akronim) (5) |
| WAGYU | Sapi khas Jepang, diternakkan khusus dengan pakan berkualitas, rumput pilihan, dan vitamin; daging sapi khas Jepang, persebaran lemaknya merata, dan biasa diolah untuk steik (5) |
| WAHAH | Daerah yang agak subur di padang pasir (ada air dan ada tumbuh-tumbuhan); oasis (5) |
| WAHAI | Kata seru untuk menarik perhatian, memanggil, memperingatkan, dan sebagainya (5) |
| WAHAM | Keyakinan atau pikiran yang salah karena bertentangan dengan dunia nyata serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika; sangka; curiga (5) |
| WAHAN | Sebutan untuk kelompok pendatang di Ambon yang berasal dari pulau-pulau sekitar Ambon, seperti Ternate, Banda, dan Buru (5) |
| WAHAU | Suku bangsa yang mendiami wilayah timur laut Kalimantan (5) |
| WAHIB | Pemberi (Tuhan) (Arab) (5) |
| WAHID | Satu; tunggal (5) |
| WAHYU | Petunjuk dari Allah yang diturunkan hanya kepada para nabi dan rasul melalui mimpi dan sebagainya (5) |
| WAIMA | Walaupun (Arab) (5) |
| WAINA | Suku bangsa yang mendiami wilayah perbatasan antara Papua dengan negara Papua Nugini, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (5) |
| WAJAH | Bagian depan dari kepala; roman muka; muka; tokoh (pemain dan sebagainya); apa-apa yang tampak lebih dulu (kiasan); gambaran; corak (kiasan) (5) |
| WAJAN | Peranti masak yang bentuknya cekung dan bertelinga, terbuat dari besi, aluminium dan sebagainya, yang digunakan untuk menggoreng; bajan; kuali; penggorengan (5) |
| WAJAR | Biasa sebagaimana adanya tanpa tambahan apa pun; menurut keadaan yang ada; sebagaimana mestinya (5) |
| WAJIB | Harus dilakukan; tidak boleh tidak dilaksanakan (ditinggalkan); sudah semestinya; harus (5) |
| WAJIK | Penganan yang dibuat dari campuran ketan, gula, dan santan kelapa dan dipotong seperti bentuk intan (segi empat, jajaran genjang); gambar (bentuk) belah ketupat pada kartu bridge (5) |
| WAKAF | Tanah negara yang tidak dapat diserahkan kepada siapa pun dan digunakan untuk tujuan amal; benda bergerak atau tidak bergerak yang disediakan untuk kepentingan umum (Islam) sebagai pemberian yang ikhlas; hadiah atau pemberian yang bersifat suci; penghentian sebentar (waktu membaca kalimat dan sebagainya); jeda (5) |
| WAKAS | Wakil kepala staf (akronim) (5) |
| WAKDE | Suku bangsa yang mendiami wilayah Pulau Wakde, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (5) |
| WAKIF | Orang yang memberikan benda bergerak atau tidak bergerak miliknya untuk kepentingan umum (Islam) sebagai pemberian yang ikhlas (Agama Islam) (5) |
| WAKIL | Orang yang dikuasakan menggantikan orang lain; orang yang dipilih sebagai utusan negara; duta; orang yang menguruskan perdagangan dan sebagainya untuk orang lain; agen; jabatan yang kedua setelah yang tersebut di depannya (5) |
| WAKTU | Seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung; lamanya (saat yang tertentu); saat yang tertentu untuk melakukan sesuatu; kesempatan; tempo; peluang; ketika, saat; hari (keadaan hari); saat yang ditentukan berdasarkan pembagian bola dunia (5) |
| WAKUN | Kerudung penutup wajah pengantin perempuan terbuat dari untaian manik-manik (5) |
| WALAD | Anak (laki-laki) (Arab) (5) |
| WALAH | Kata seru yang menyatakan keheranan, keputusasaan, kekhawatiran; ah! (5) |
| WALAK | Golongan bangsawan suku Buton yang berasal dari pembantu raja (5) |
| WALAO | Alu berukuran 1 m, digunakan untuk menumbuk biji jagung yang telah dikeringkan sebagai bahan beras jagung (Gorontalo) (5) |
| WALAS | Wali kelas (akronim) (5) |
| WALAU | Dan jika; kendati; meski (5) |
| WALEH | Mengaku terus terang; berterus terang (5) |
| WALES | Salah satu negara bagian Britania Raya (5) |
| WALET | Burung layang-layang keluarga Hirundinidae (5) |
| WALHI | Wahana lingkungan hidup Indonesia (akronim) (5) |
| WALIK | Merpati liar yang berbulu kehijauan (Sunda); merpati yang berukuran kecil dan berwarna cerah tidak mengilap (Ptilinopus spp.) (5) |
| WALSA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (5) |
| WALUH | Labu merah (Cucurbita moschata) (5) |
| WALUN | Kain lapik bayi (saat diurut, dipijit, dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| WAMBI | Lagu dan tarian dengan langkah kaki yang cepat untuk mengantar hasil buruan berupa babi dan kasuari ke keluarga atau kerabat yang sedang melaksanakan pesta (5) |
| WAMEN | Wakil menteri (akronim) (5) |
| WAMIL | Wajib militer (akronim) (5) |
| WANAM | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan (5) |
| WANAP | Tahlilan untuk menyambut bulan puasa, dilakukan seminggu atau sehari sebelum bulan puasa (Sunda) (5) |
| WANDA | Ciri-ciri satuan wayang yang memberikan gambaran air muka dan watak (Jawa); suku kata (Jawa); penampilan khas suatu komunitas tumbuhan atau vegetasi (Jawa) (5) |
| WANDE | Diulang: lagu tradisional yang disesuaikan dengan alat musik modern, digunakan untuk menghibur tamu (Wolio) (5) |
| WANGI | Berbau sedap; harum; diulang: ibu kota Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (5) |
| WANJU | Kota di Korea Selatan (5) |
| WANTI | Diulang: pesan yang disampaikan dengan sungguh-sungguh agar dilaksanakan oleh yang dipesani; pesan sungguh-sungguh (5) |
| WANUA | Daerah teritorial adat dalam suku Bugis, terdiri atas beberapa kampung (Bugis) (5) |
| WANYI | Pohon kemang (Mangifera caesia); binjai (5) |
| WAODE | Gelar kebangsawanan Buton (5) |
| WARAK | Bersifat menjauhi perkara yang belum jelas status hukum halal dan haramnya karena takut khawatir pada keharamannya (Agama Islam); badak (5) |
| WARAS | Sembuh jasmani; sehat; sehat rohani (mental, ingatan) (5) |
| WARES | Suku bangsa yang mendiami wilayah pesisir utara Papua (5) |
| WARGA | Anggota (keluarga, perkumpulan, dan sebagainya); tingkatan dalam masyarakat; kasta (5) |
| WARID | Beribadah mengikuti cara yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.; urat nadi (Arab) (5) |
| WARIS | Orang yang berhak menerima harta pusaka dari orang yang telah meninggal; selalu mujur; untung; suku bangsa yang mendiami wilayah perbatasan dengan Papua Nugini, sebelah tenggara Kabupaten Jayapura; ibu kota Kabupaten Keerom, Provinsi Papua (5) |
| WARNA | Kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenainya; corak rupa, seperti biru dan hijau; kasta; golongan; tingkatan (dalam masyarakat); corak; ragam (sifat sesuatu) (5) |
| WAROK | Pendekar atau jagoan yang disegani di daerah Ponorogo dan sekitarnya, biasanya menjadi pimpinan perkumpulan reog (Jawa) (5) |
| WARRI | Kota di Nigeria (5) |
| WARSA | Tahun (5) |
| WARTA | Berita; kabar (5) |
| WASAK | Satuan ukuran berat, sama dengan 180 kati, biasanya dibebankan pada unta (Arab) (5) |
| WASAL | Perangkaian dua buah kata yang menghilangkan bunyi huruf alif (yaitu a) dari kata kedua, misalnya khalifat + Allah menjadi khalifatullah, masjid + alharam menjadi masjidilharam; perangkaian; penghubungan (5) |
| WASIT | Penengah; perantara (dagang dan sebagainya); penentu; pemimpin (dalam pertandingan sepak bola, bola voli, dan sebagainya); pemisah, pelerai, pendamai (antara yang berselisih dan sebagainya) (5) |
| WASTU | Rumah besar (5) |
| WATAK | Sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat; karakter (5) |
| WATAN | Tanah air; tanah tumpah darah (Arab) (5) |
| WATAS | Batas (5) |
| WATER | Ulat sagu yang panjangnya sekitar 5–6 cm, berwarna putih, dengan kepala berwarna cokelat kehitam-hitaman, dapat dimakan (Tombulu) (5) |
| WATES | Ibu kota Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta (5) |
| WATUN | Bagian lantai yang ditinggikan (pada rumah Banjar) (5) |
| WAWAS | Mewawas (Jawa) (5) |
| WAWER | Kota di Polandia (5) |
| WAYAN | Sapaan untuk ipar laki-laki dalam satu marga (Oirata); sebutan atau panggilan anak pertama pada masyarakat Bali (Bali) (5) |
| WAYNE | Kota di Amerika Serikat (5) |
| WAYUH | Beristri lebih dari seorang (Jawa) (5) |
| WAZAN | Pola kata dalam bahasa Arab (5) |
| WAZIR | Perdana menteri (5) |
| WEARE | Album terbaik di ajang Grammy Award 2022 yang dinyanyikan oleh Jon Batiste (5) |
| WEBER | Satuan fluks imbas magnetik (Fisika) (5) |
| WEDEL | Tidak mudah robek (tentang tenunan atau anyaman); kuat (Sunda); zat pewarna biru kehitam-hitaman (5) |
| WEDUK | Kebal (Melayu Jakarta) (5) |
| WEKEL | Rajin dan sungguh-sungguh; tekun (Jawa) (5) |
| WELAN | Denda akibat terlambat bayar pajak lahan pertanian (Jawa) (5) |
| WELAS | Belas; kasih (5) |
| WELIT | Atap (terbuat dari ilalang) (Jawa) (5) |
| WEMBI | Suku bangsa yang mendiami daerah Papua bagian timur laut, dekat daerah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini; Yeti; Manem; Skofro (5) |
| WEREK | Orang yang mencari tenaga kerja kontrak untuk perkebunan (asing) di luar Jawa, biasanya dilakukan dengan cara tipu muslihat (pada zaman Belanda) (5) |
| WERIT | Sesuatu yang menakutkan (Melayu Jakarta) (5) |
| WERST | Satuan ukuran panjang, sama dengan 1,066 km (di Rusia); mil (5) |
| WESEL | Surat pos untuk mengirimkan uang; surat pembayaran yang dapat diuangkan ke bank oleh pemegangnya; konstruksi batang-batang rel kereta api yang bercabang (bersimpangan) tempat memindahkan arah jalan kereta api; kota di Jerman (5) |
| WETAN | Timur (arah mata angin) (5) |
| WETON | Hari lahir seseorang dengan pasarannya (Legi, Paing, Pon, Wage, Kliwon) (Jawa) (5) |
| WIAOE | Suku bangsa yang mendiami pesisir barat Kodeha, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara; Rahambuu; Wiau (5) |
| WIDYA | Pengetahuan (Sanskerta) (5) |
| WIFIK | Rajah; tato (5) |
| WIGAN | Kota di Inggris (5) |
| WIJEN | Terna tegak, daun bervariasi, berbunga tunggal atau lebih, bermahkota lonceng, berwarna putih, ungu, atau kekuningan, berbuah kapsul, bijinya mengandung minyak yang dapat dikonsumsi langsung (Sesamum indicum) (Botani); minyak wijen (5) |
| WIJIK | Mencuci kaki (tangan) (Jawa) (5) |
| WIKET | Gawang dalam permainan kriket (5) |
| WILIS | Biru kehijau-hijauan; hijau tua (Jawa) (5) |
| WILUN | Kemudi perahu yang terbuat dari kayu panjang, terletak di bagian belakang perahu (Kola) (5) |
| WINDU | Jangka waktu yang lamanya delapan tahun; daur kecil (5) |
| WIRID | Kutipan-kutipan Alquran yang ditetapkan untuk dibaca (Arab); zikir yang diucapkan sesudah salat (Arab); pelajaran (ilmu keagamaan) (Arab) (5) |
| WISAL | Hal memandang Allah Swt. dengan mata hatinya di dunia dan dengan mata kepala di akhirat (Tasawuf) (5) |
| WISIK | Bisikan batin; ilham (5) |
| WISKI | Minuman keras dengan alkohol berkadar tinggi (5) |
| WISMA | Bangunan untuk tempat tinggal, kantor, dan sebagainya; gerha; kumpulan rumah; kompleks perumahan; permukiman (5) |
| WISNU | Salah satu dewa Trimurti (Brahma, Syiwa, Wisnu) yang berperan sebagai dewa pemelihara (Agama Hindu); wisatawan nusantara (5) |
| WISPY | Model potongan rambut yang bagian samping ditarik ke tengah muka (ungkapan/Inggris) (5) |
| WITEL | Wilayah usaha telekomunikasi (5) |
| WITIR | Ganjil seperti bilangan satu, tiga, lima, dan sebagainya (5) |
| WIWIK | Burung kedasih (5) |
| WOKHA | Kota di India (5) |
| WOLAI | Orang yang selalu bergerak lambat (Minahasa) (5) |
| WOLIO | Suku bangsa yang mendiami daerah Buton dan Bau-bau, Sulawesi Tenggara (5) |
| WOLOF | Bahasa yang dituturkan di Senegal selain bahasa Prancis (5) |
| WOLON | Waktu pukul 08.00 yang digunakan sebagai waktu istirahat (makan kudapan, minum teh, dan sebagainya) (Jawa) (5) |
| WONDO | Perempuan yang seumur hidupnya tidak menikah atau tidak mempunyai pasangan (Sunda) (5) |
| WONJU | Kota di Korea Selatan (5) |
| WONTI | Suku bangsa yang mendiami daerah Waropen, Papua (5) |
| WORMS | Kota di Jerman (5) |
| WOTON | Buah endemik Papua, warnanya oranye, bijinya hitam, dimanfaatkan sebagai pengganti kacang hijau atau makanan pokok (Botani) (5) |
| WRANG | Bagian bangunan di dasar kapal, biasanya dipasang pada gading-gading kapal secara melintang (Pelayaran) (5) |
| WREDA | Lanjut usia; tua; sudah banyak pengalaman tugas dan sebagainya; senior; tingkat terakhir (5) |
| WUFER | Alat elektronika yang digunakan untuk menghasilkan bunyi berfrekuensi rendah (5) |
| WUHAI | Kota di Cina (5) |
| WUHAN | Kota di Cina; ibu kota Provinsi Hubei, Cina (5) |
| WUJUD | Rupa dan bentuk yang dapat diraba; adanya sesuatu; benda yang nyata (bukan roh dan sebagainya); ada, sifat yang wajib bagi Allah; maksud; tujuan (5) |
| WUKER | Bunga (peminjaman uang) terlalu tinggi; bunga lintah darat (5) |
| WUKUF | Salah satu upacara menunaikan ibadah ibadah haji dengan berdiam (hadir) di Arafah yang waktunya dimulai saat tenggelamnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah, dan berakhir pada saat terbitnya fajar di tanggal 10 Zulhijah (Agama Islam) (5) |
| WULAN | Bulan (Januari dan sebagainya) (5) |
| WULEN | Satuan ikatan beberapa batang padi yang akan digilas (Jawa) (5) |
| WULOH | Alat tangkap udang rebon tradisional berbahan bambu (Jawa) (5) |
| WULUR | Tidur menyamping (Serua) (5) |
| WUNDO | Ruang tengah rumah (Waropen) (5) |
| WUSHU | Seni bela diri (Cina) (5) |
| WUSUL | Perasaan sufi yang tersambung dengan Allah karena kedekatannya kepada Allah (Tasawuf) (5) |
| WUWEI | Kota di Cina (5) |
| WUWUK | Kutu beras (Dayak) (5) |
| WUWUR | Uang; bantuan materi (Jawa) (5) |
| WUXUE | Kota di Cina (5) |
| XENIA | Perubahan endosperma oleh pengaruh tepung sari asing (Biologi) (5) |
| XENON | Unsur kimia nonlogam gas mulia, tidak berbau dan tidak berwarna, terdapat dalam jumlah kecil di udara, biasa digunakan dalam tabung lampu khusus; unsur dengan nomor atom 54, berlambang Xe, dan bobot atom 131,30 u (5) |
| XERIK | Berkenaan dengan atau hidup di habitat yang kering (5) |
| XILAN | Getah kayu (Biologi) (5) |
| XILEM | Jaringan pembuluh kayu, khususnya tumbuhan tinggi, yang merupakan sel penyokong dan pengalir-alir ikatan vaskular; jaringan pembuluh pada tumbuhan tinggi yang terdiri atas trakeid berlignin, unsur pembuluh dan serat yang menghantar air dan garam-garam mineral yang diserap oleh akar ke seluruh bagian, menopang tubuh secara mekanis (Biologi) (5) |
| XILOL | Karbon zat cair dengan aroma sedap, diambil dari ter batu bara, digunakan untuk pelarut atau penjernih; xilena (Kimia) (5) |
| XIMEI | Kota di Cina (5) |
| XINDI | Kota di Cina (5) |
| XINJI | Kota di Cina (5) |
| XINPU | Kota di Cina (5) |
| XINYI | Kota di Cina (5) |
| XINYU | Kota di Cina (5) |
| YACHT | Kapal kecil untuk pesiar atau perlombaan (Inggris) (5) |
| YAHUD | Hebat; luar biasa (5) |
| YAHWE | TUHAN; nama Tuhan (dalam bahasa Ibrani) (5) |
| YAHYA | Nabi dan rasul Bani Israil, putra Nabi Zakaria (Agama Islam) (5) |
| YAITU | Kata penghubung yang digunakan untuk memerinci keterangan kalimat; yakni (5) |
| YAIZU | Kota di Jepang (5) |
| YAJNA | Pengorbanan; persembahan; pujian (Agama Hindu); kurban suci (Agama Hindu) (5) |
| YAKAI | Suku bangsa yang mendiami wilayah pesisir selatan Papua; bahasa yang dituturkan suku Yakai dan Mapi (5) |
| YAKIK | Upacara penyembuhan orang sakit (Dani) (5) |
| YAKIN | Percaya (tahu, mengerti) sungguh-sungguh; (merasa) pasti (tentu, tidak salah lagi); sungguh; sungguh-sungguh (5) |
| YAKIS | Kera besar yang hidup di tanah (tidak memanjat) (5) |
| YAKNI | Yaitu (5) |
| YAKON | Umbi berbentuk seperti ubi jalar, berwarna kuning kecokelatan, daun berbentuk segitiga membulat seperti daun labu, berbulu halus, digunakan sebagai obat jantung (Jepang) (5) |
| YAKSA | Makhluk kahyangan yang khusus menjaga kekayaan dan kesuburan (5) |
| YAKUB | Nabi dan rasul kesepuluh yang diutus Allah Swt., putra Nabi Ishak (Agama Islam) (5) |
| YAKUT | Batu permata berwarna biru atau hijau (5) |
| YALTA | Kota di Ukraina (5) |
| YAMAN | Negara yang terletak di Jazirah Arab di Asia Barat Daya, beribu kota Sana’a; sebuah negara paling selatan di Jazirah Arab (5) |
| YAMNA | Suku bangsa yang mendiami wilayah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua (5) |
| YAMUR | Danau yang terletak di antara Teluk Cendrawasih dan selatan Laut Arafura, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat (5) |
| YANBU | Kota di Arab Saudi (5) |
| YANDA | Kata sapaan kepada ayah; ayahanda (kependekan); panggilan kepada pembina pramuka siaga putra (Pramuka) (5) |
| YANJI | Kota di Cina (5) |
| YANTA | Kota di Cina (5) |
| YAREN | Ibu kota Nauru (5) |
| YASAN | Tanah milik perseorangan (dalam hukum adat) (5) |
| YASIN | Surah ke-36 pada Al-Qur'an, terdiri atas 83 ayat, biasa dilantukan pada saat tahlilan (5) |
| YASTI | Bagian stupa yang terletak di puncak dan bentuknya seperti tiang (Arkeologi/5) |
| YASUJ | Kota di Iran (5) |
| YATIM | Tidak beribu atau tidak berayah lagi (karena ditinggal mati) (5) |
| YATNE | Kayu yang digunakan dalam pembuatan perahu untuk menahan balok panjang tempat meletakkan lunas (5) |
| YATOU | Kota di Cina (5) |
| YAWAT | Babi keramat (Muyu) (5) |
| YEKES | Kepiting berwarna abu-abu dan bercapit panjang (Jawa) (5) |
| YEOSU | Kota di Korea Selatan (5) |
| YERNI | Ipar laki-laki (5) |
| YETFA | Suku bangsa yang mendiami wilayah perbatasan dengan Papua Nugini, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan (5) |
| YEYSK | Kota di Rusia (5) |
| YIBIN | Kota di Cina (5) |
| YIGOU | Kota di Cina (5) |
| YILAN | Kota di Cina dan Taiwan (5) |
| YIRIP | Rangkaian hiasan yang terbuat dari gigi anjing, biasanya dipakai di pinggul laki-laki (Muyu) (5) |
| YLBHI | Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (lembaga bantuan hukum yang didirikan atas gagasan dalam kongres Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) ke-3 tahun 1969 yang bertujuan memberikan bantuan hukum bagi orang-orang yang tidak mampu memperjuangkan hak-haknya) (5) |
| YOGIA | Patut; layak; baik (5) |
| YOKAL | Penutup alat kelamin perempuan yang terbuat dari jerami yang agak tipis, untuk menutupi bagian depan saja (Jayawijaya) (5) |
| YOLKS | Cadangan pakan atau nutrisi ikan di dalam akuarium (5) |
| YONIF | Batalion Infanteri (5) |
| YONKO | Batalion komando (akronim) (5) |
| YOPAL | Kota di Kolumbia (5) |
| YOWOT | Kantong sagu (Muyu) (5) |
| YUBIL | Anak panah yang seluruh bagiannya terbuat dari besi (5) |
| YULIN | Kota di Cina (5) |
| YUMBO | Kota di Kolumbia (5) |
| YUNDA | Ayunda (5) |
| YUNFU | Kota di Cina (5) |
| YUNTA | Nyanyian di Kepulauan Yaeyama yang dinyanyikan saat bersama-sama melakukan kerja kasar di ladang (5) |
| YUNUS | Nabi dan rasul kedua puluh satu yang diutus oleh Allah Swt., dan diselamatkan dari perut ikan paus (Agama Islam) (5) |
| YURGA | Kota di Rusia (5) |
| YURIN | Nyanyian yang dilagukan pada malam hari sebelum keesokan harinya menembaki babi untuk pesta babi (Muyu) (5) |
| YURIS | Ahli hukum; sarjana hukum (5) |
| YURTA | Rumah tradisional bangsa nomaden di Kazakhstan berupa tenda portabel yang dilapisi bahan kulit binatang dan kain (5) |
| YUSHU | Kota di Cina (5) |
| YUSUF | Nabi dan rasul kesebelas yang diutus Allah Swt. untuk Bani Israil Mesir, putra Nabi Yakub, dikenal dengan ketampanannya (5) |
| YUTAN | Kota di Cina (5) |
| YUTOK | Undur-undur berwarna cokelat, berukuran lebih kecil daripada undur-undur pada umumnya, berbentuk pipih memanjang, dan dapat dikonsumsi (Jawa) (5) |
| YUXIA | Kota di Cina (5) |
| YUYAO | Kota di Cina (5) |
| ZABAH | Sembelih; menyembelih (Arab) (5) |
| ZABIB | Buah anggur yang dikeringkan; kismis (Arab) (5) |
| ZABID | Kota di Yaman (5) |
| ZABOL | Kota di Iran (5) |
| ZABUR | Kitab suci yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Daud a.s. (5) |
| ZADAR | Kota di Kroasia (5) |
| ZADAT | Zat padat (akronim/Fisika) (5) |
| ZAHID | Orang yang (telah) meninggalkan kehidupan yang ada hubungannya dengan keduniaan (hidup hanya untuk beribadah, bertapa, dan sebagainya) (Arab) (5) |
| ZAHLE | Kota di Lebanon (5) |
| ZAKAR | Kemaluan laki-laki; penis; pelir (Arab) (5) |
| ZAKAT | Jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak; salah satu rukun Islam yang mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik (5) |
| ZAKEN | Suatu kabinet yang jajaran menterinya dari kalangan ahli dan bukan representasi dari suatu partai politik tertentu (5) |
| ZAKUM | Pohon dalam neraka yang buahnya menjadi makanan penghuni neraka (Agama Islam) (5) |
| ZALAU | Kota di Rumania (5) |
| ZALIM | Bengis; tidak menaruh belas kasihan; tidak adil; kejam; orang yang melakukan perbuatan aniaya yang merugikan dirinya sendiri dan/atau orang lain (Agama Islam) (5) |
| ZALIR | Cairan dan gas fase bahan yang hanya mampu menopang tekanan isotropik seragam tanpa mengalami erotasi atau distorsi (Fisika); zat yang dapat mengalir dan mengalah terhadap setiap gaya yang berusaha mengubah bentuk zat tanpa mengubah volumenya, seperti air dan udara; zat alir; fluida (Kimia) (5) |
| ZAMAN | Jangka waktu yang panjang atau pendek yang menandai sesuatu; masa; kala; waktu (kiasan) (5) |
| ZAMIN | Tanah; negeri; negara (5) |
| ZAPIN | Tarian khas Melayu berasal dari negeri Yaman (Kesenian); tari-tarian yang diiringi lagu di daerah Arab (Kesenian) (5) |
| ZARAH | Butir (materi) yang halus sekali; partikel; bagian benda yang sangat kecil atau sel (seperti butir darah) (Biologi); bagian benda yang sangat kecil, misalnya molekul, atom, atau elektron (Fisika) (5) |
| ZARIA | Kota di Nigeria (5) |
| ZARQA | Kota di Yordania (5) |
| ZATUA | Nenek moyang; leluhur (5) |
| ZAWAL | Sebagian busur lingkaran jam dihitung dari benda angkasa sampai khatulistiwa; deklinasi (Pelayaran) (5) |
| ZEBRA | Binatang seperti kuda yang badannya bergaris-garis hitam putih atau cokelat tua putih, terdapat di Afrika (Equus zebra); ikan hias yang kulitnya bergaris-garis hitam putih seperti zebra, panjangnya mencapai 3,8 cm, hidup di dasar perairan tropis dengan kedalaman 5–19 m, tersebar di wilayah Pakistan, India, Bangladesh, Nepal, dan Myanmar (Danio rerio) (5) |
| ZEFIR | Angin sepoi-sepoi (5) |
| ZEFTA | Kota di Mesir (5) |
| ZEIST | Kota di Belanda (5) |
| ZELOT | Golongan Yahudi yang matian-matian menentang kuasa penjajah Romawi, sering melakukan gerakan di bawah tanah (5) |
| ZEMUN | Kota di Serbia (5) |
| ZENIT | Titik khayal di langit yang tegak lurus di atas bumi terhadap cakrawala; titik puncak (5) |
| ZHUJI | Kota di Cina (5) |
| ZIGOT | Tingkat pertumbuhan parasit yang terjadi karena perpaduan gamet betina dengan gamet jantan (5) |
| ZIKIR | Puji-pujian kepada Allah yang diucapkan berulang-ulang; doa atau puji-pujian berlagu (dilakukan pada perayaan Maulid Nabi); perbuatan mengucapkan zikir (5) |
| ZIPUR | Zeni tempur (akronim) (5) |
| ZIRAH | Baju besi atau baju rantai yang dikenakan pada waktu berperang pada zaman dahulu (5) |
| ZITER | Alat musik dengan dawai sejumlah 30–40, dimainkan dengan dipetik atau ada juga yang dengan digesek (5) |
| ZIZOU | Julukan mantan pemain sepak bola asal Prancis, Zinedine Zidane, yang pernah melatih klub Real Madrid (5) |
| ZLOTI | Satuan mata uang Polandia (5) |
| ZODIA | Tanaman endemik Papua dengan tinggi mencapai 50-75 cm, daunnya pipih panjang berwarna kuning kehijauan, bunganya putih, tumbuh di ketiak daun, digunakan sebagai obat pengusir nyamuk (Evodia sauveolens) (5) |
| ZOHAL | Saturnus (Arab); planet ke-6 dari matahari (5) |
| ZOMBA | Kota di Malawi (5) |
| ZOMBI | Mayat hidup (5) |
| ZONAL | Berkaitan dengan zona; berkaitan dengan atau bersifat seperti tanah yang ditandai oleh karakteristik yang berkembang dengan baik dan ditentukan terutama oleh tindakan iklim dan organisme (seperti vegetasi) (Ilmu Tanah) (5) |
| ZUAMA | Pemimpin (organisasi, pemerintahan, dan sebagainya) (Arab) (5) |
| ZUBUR | Lembaran kalam suci, seperti suhuf, yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa (Agama Islam) (5) |
| ZUGLO | Kota di Hungaria (5) |
| ZUHUD | Perihal meninggalkan keduniawian; pertapan (Arab) (5) |
| ZUHUR | Waktu tengah hari; waktu salat wajib setelah matahari tergelincir sampai menjelang petang; salat wajib sebanyak empat rakaat pada waktu tengah hari sampai menjelang petang (Agama Islam) (5) |
| ZUMBA | Olahraga kebugaran aerobik yang terinspirasi oleh gaya tari Amerika Latin dan menggunakan musik Amerika Latin sebagai pengiring (5) |
| ZUNYI | Kota di Cina (5) |
| ZUSHI | Kota di Jepang (5) |
Langganan:
Postingan
(
Atom
)